Mataram,---Awal siswa masuk cira cita pun gak hinggap di mimpi mereka.


Sekarang siswa SRMP 18 Lombok Barat NTB jangan ditanya tentang mereka punya cita-cita.


"Jadi pengusaha sawit,"ujar siswa kepada Dewan Pengawas LKBN Antara Ramadhan Pohan, Senin 11/10-2026.


"Jadi tentara,"timpal siswa lain.


"Ooh cocok lah, postur kamu sudah mengarah ke tentara, semangat bekajar, raih cita dan masa depan kalian,"ujar Ramadhan Pohan memotivasi.


Presiden Prabowo mencanangkan program terhumanis di Indonesia, yaitu sekolah rakyat harus segera dilaksanakan.


Para stakeholder pun tidak mau menyia-nyiakan semangat menyala presiden di sektor pedidikan dasar menengah.


"Ini direhab oleh Kementerian PU jadikan gedung Sentra Paramita yang mau ambruk menjadi  sekolah rakyat rintisan di Mataram Lombok," ujar Kepala Sentra Paramita Arif Rohman.


"Kita dikebut waktu termasuk menyeleksi siswa, sosialisasi meyakinkan sekolah rakyat. Desilnya 1 dan 2, tidak ada paksaan bersekolah rakyat,"ujarnya.


23 Juli 2025, Masa Pengenanalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai di gedung mau ambruk itu dan di tengah beratnya meyakinkann masyarakat.


"Siswa begitu tahu fasilitas sekolah rakyat yang digariskan Pak Presiden, siswa di sini menangis semua, pasalnya di kehiduoan keseharian mereka, bermimpi pun tidak atas semua yang ada di sekolah ini,"ujar Kepsek Sekolah Rakyat Menengah Pertama 18 Lombok Barat Satria


Fasilitas apa sih di Sekolah Rakyat di sini:

1. Boarding School.

2. Kamar dan peralatannya

3. Fasilitas belajar seprrti tab, seragam sekolah, sarapan, makan siang dan malam

4. Meja belajar.


"Itu belum lagi sarana prasarana pendukung kelas dan  sekolah,"ujar


Sekolah rakyat adalah program unggulan dari kepala negara.


"Anak miskin sekolah gratis tinggal di asrama diajar oleh pengajar mumpuni. Dan baru di era Pak Prabowo ada program luar biasa humanisnya," ujar Dewas LKBN Antara Wicaksono saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat.


"Pak presiden tahu, satu dari banyak program pemberantasan kemiskinan adalah pendidikan, semangat anak anak bangsa, di sekolah rakyat gapailah cita-cita kalian,"ujar Dewas LKBN Antara lainnya Ramdhan Pohan dan Adrian Tuswandi. ***

 


KABUPATEN SOLOK-- Ketua WI Kabupaten Solok yang juga aktivis pendidikan Rahmat Syah, M.A, mengucapkan terimaksih pada semua pihak, terkhusus pada pelatih kepala Wafikha Batriah,S.Kom, yang sudah mempersiapkan atlet Kabupaten Solok meraih 26 medali dalam ajang Porprov ke XVI di Bukit Tinggi 5-10 Oktober 2026 lalu. 


Pada saat itu, Kbupaten Solok menurunkan sebanyak 17 Orang atlet dan 1 orang pelatih Riki Hamdani, dengan berbagai seleksi, untuk membawa nama besar daerah. 


Ketua WI Kabupaten Solok juga sangat memberikan apresias serta ucapan terimakasih sangat besar pada Bupati DR. (H.C), Jon Firman Pandu, S.H, 

Wakil Bupati, H. Candra, S.HI, dan Ketua Koni Doni Zulkifli, S.T Dt. Majo Lelo, karena mendukung optimal atlet Wushu dalam kejuaraan. 


"Kami Wushu Indonesia Kabupaten Solok sangat berterimakasih pada Bupati, Wakil Bupati, Dispora, Ketua Koni beserta jajaran dan semua pihak, yang telah mendukung penuh sehingga dapat meraih total 26 medali di ajang Porprov ini," ulas Rahmat Syah, Senin (12/10/2026) 


Dia juga memberi apresiasi luar biasa pada pelatih kepala, yang sudah membawa dan menyeleksi atlet secara objektif dan sangat cermat, sehingga semua berjalan sesuai target. 


"Saya secara pribadi maupun semua pengurus WI Kabupaten Solok juga memberikan apresia sangat besar pada pelatih kepala Wafikha Batriah, yang sudah mempersiapkan atlet dan menyeleksi secara objektif, sehinga mendapatkan hasil optimal," tambahnya. 


Dia juga menyadari, dalam sebuah keberhasilan, tentunya ada yang suka dan tidak suka, bahkan ada yang mengambil kesempatan seolah seseorang menjadi pelatih serta lainnya, itu hal biasa, untuk menghilangkan kemampuan jauga jasa pelatih kepala didepan banyak orang. 


"Kami juga menyadari, pasti banyak yang suka dan ada yang tidak suka, serta ada orang yang tiba  -tiba muncul sebagai orang yang berjasa untuk meredupkan kemampuan pelatih kepala Wafikha Batriah, itu sesuatu yang lumrah, ketika keberhasilan sudah didapatkan," tambahnya lagi. 


Adapun jumlah medali yang diraih team WI Kabupaten Solok dari 17 orang atleta, yakni 26 medali, 8 Medali Emas, 

10 Medali Perak dan 8  Medali Perunggu. 


Dengan peraih medali sebagai berikut:

Emas

1. M Azri : JIAN SHU Putra

2. M Azri : QIANG SHU Putra

3. Zulfadli : DAO SHU Putra

4. Zulfadli: GUN SHU Putra

5. Ahmad Fauzan R : NAN DAO Putra

6. Ahmad Fauzan R : NAN GUN Putra

7. Fahrel Zaki A : Wingchun Bart Cam Dao

8. M. Ghalib Alrasyd : Wingchun mok yang jong


Perak 

1. Shafira ingrida : Wingchun Bart Cam Dao

2. ⁠Septia Ariyanda : Nan Dao Putri

3. ⁠Aira Suganda : Dao Shu Putri 

4. ⁠Zulfadli : Chang Quan Puta 

5. ⁠M. Ghalib : Wingchun Bart Cam Dao 

6. ⁠Ahmad Fauzan R : Nan Quan Putra 

7. Fahrel Zaki A : Wingchun mok yang jong

8. Fauzia Khairani Sanda 48 Kg

9. Syifa Amabel Sanda 45 Kg 

10. Mahesa Saputra Sanda 75 Kg 


Perunggu 

1. M. Azri : Chang Quan Putra

2. ⁠Sardeti : Jianshu Putri 

3. ⁠Septia Ariyanda : Nan Quan Putri

4. Aira Suganda : Gun Shu Putri

5. Abill Ramadhan Hamdani Sanda 56 Kg

6. Wilda Rahma Putri Sanda 56 Kg

7. M.Zaki Fahrezi Sanda 58 Kg 

8.  Divo Andewa Sanda 70 Kg


Ketua WI Kabupaten Solok menghimbau, agar prestasi tetap dipertahankan serta ditingkatkan, jangan terpancing dengan berbagai isu serta provokasi, sehingga WI Kabupaten Solon dan semua sasana bersama atlet tetap kompak dalam meraih prestasi diberbagai event. (****)



PADANG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kota Padang resmi dibuka di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Sabtu (10/10/2026) malam. Ajang keagamaan yang berlangsung hingga 14 Oktober 2026 ini diikuti sebanyak 663 kafilah dari 11 kecamatan se-Kota Padang.

Mengusung tema “Membumikan Alquran dan Menguatkan Smart Surau untuk Menuju Padang Maju dan Sejahtera”, penyelenggaraan MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni baca Alquran, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam, membangun karakter generasi muda, serta mendukung Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau.

Pembukaan MTQ berlangsung meriah dengan dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Kementerian Agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Kemegahan acara pembukaan turut ditandai dengan defile 11 kafilah kecamatan, penampilan Marching Band Gita Pamong Praja Satpol PP Kota Padang, serta tari kolosal yang melibatkan ratusan peserta didik SMP di Kota Padang.

Rangkaian acara tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan dan komitmen masyarakat dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ sebagai bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Alquran di tengah kehidupan masyarakat.

Fadly Amran: MTQ Bukan Sekadar Ajang Perlombaan

Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan keagamaan ini membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, panitia, lembaga keagamaan, hingga masyarakat.

Fadly menegaskan, MTQ tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kompetisi untuk meraih prestasi dan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi sarana membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, memiliki kemampuan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah membentuk generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mencintai Alquran. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kota Padang,” ujar Fadly.

Ia berharap penyelenggaraan MTQ dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan dan memperkuat karakter generasi muda di Kota Padang.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Alquran diharapkan tidak hanya dipelajari dan dilantunkan dalam berbagai perlombaan, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, serta menjalani kehidupan sehari-hari.

Perkuat Program Unggulan Smart Surau

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai bagian dari pembinaan generasi Qurani yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap penguatan Program Unggulan Smart Surau yang dikembangkan Pemerintah Kota Padang.

Maigus, yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, menyampaikan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam mendekatkan generasi muda dengan Alquran sekaligus mendorong pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap pelaksanaan MTQ tidak berhenti pada proses seleksi dan kompetisi, tetapi turut memperkuat pembinaan kemampuan membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Alquran di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“MTQ ke-42 ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menyiapkan kafilah terbaik Kota Padang menghadapi MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 2027. Kita berharap lahir generasi Qurani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kota Padang di kancah yang lebih tinggi,” ungkap Maigus.

Menurutnya, pembinaan yang terarah dan berkesinambungan menjadi salah satu faktor penting untuk melahirkan peserta yang mampu bersaing pada tingkat provinsi maupun jenjang perlombaan yang lebih tinggi.

Karena itu, pelaksanaan MTQ tingkat kota diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus pemetaan potensi peserta dari seluruh kecamatan. Dengan demikian, peserta yang memiliki kemampuan dan prestasi dapat dipersiapkan secara lebih optimal untuk mewakili Kota Padang pada kompetisi berikutnya.

Penguatan Smart Surau juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda, sehingga kecintaan terhadap Alquran tumbuh sebagai bagian dari kebiasaan dan budaya masyarakat.

663 Kafilah Bersaing dalam 13 Cabang Lomba

Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Pelaksana MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang, menyampaikan bahwa sebanyak 663 kafilah akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba.

Perlombaan dijadwalkan berlangsung di 15 lokasi atau venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Koto Tangah selama pelaksanaan MTQ pada 10–14 Oktober 2026.

Penyebaran lokasi perlombaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur dan fasilitas di wilayah penyelenggaraan. Melalui kompetisi ini, para peserta dari 11 kecamatan memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengembangkan potensi di bidang Alquran.

Raju juga menyebutkan bahwa total hadiah yang diperebutkan dalam MTQ tahun ini mencapai Rp599 juta, disertai trofi bagi juara umum.

Besarnya nilai hadiah tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap prestasi peserta dan upaya mendorong semangat berkompetisi secara sehat. Namun, penyelenggaraan MTQ tetap menempatkan pembinaan keagamaan, peningkatan kualitas peserta, serta penguatan kecintaan terhadap Alquran sebagai tujuan yang tidak kalah penting.

Dengan melibatkan ratusan kafilah dari seluruh kecamatan, MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang diharapkan menjadi wadah untuk menemukan potensi terbaik sekaligus memperkuat kualitas pembinaan tilawatil Quran di daerah.

Libatkan Unsur Pemerintah dan Organisasi Keagamaan

Pembukaan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh yang berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembinaan kehidupan keagamaan di Kota Padang.

Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda Kota Padang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Abrar Munanda.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Zulfahmi.

Selain itu, hadir Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta pimpinan organisasi keagamaan se-Kota Padang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai agenda pembinaan keagamaan sekaligus kegiatan yang mempererat hubungan antarkomunitas di tengah masyarakat.

Sinergi pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan MTQ, mulai dari pelaksanaan perlombaan hingga keberlanjutan pembinaan para peserta setelah kegiatan berakhir.

Momentum Melahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat tradisi pembelajaran dan pengamalan Alquran di tengah masyarakat.

Dengan keikutsertaan 663 kafilah dari 11 kecamatan, kegiatan ini tidak hanya mempertemukan peserta untuk berkompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kemampuan, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas pembinaan generasi muda.

Dukungan terhadap Program Unggulan Smart Surau menjadi bagian penting dari arah penyelenggaraan MTQ tahun ini. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan serta mendorong nilai-nilai Alquran hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, MTQ tingkat kota juga menjadi tahapan strategis untuk mempersiapkan kafilah terbaik yang akan membawa nama Kota Padang pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir peserta-peserta berkualitas yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilai Alquran.

MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang dijadwalkan berlangsung hingga 14 Oktober 2026. Dengan semangat kebersamaan, dukungan berbagai pihak, dan komitmen memperkuat Smart Surau, kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya generasi Qurani serta mendukung visi Padang yang maju dan sejahtera. (**)

 


PADANG – Pemerintah Kota Padang bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang memperkuat koordinasi untuk mempercepat penanganan sungai yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Upaya tersebut mencakup pengerukan sedimentasi sungai, pembangunan check dam dan sabo dam, perbaikan tanggul, hingga penataan aliran sungai guna mengurangi risiko banjir berulang di Kota Padang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (11/10/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang Tommy TRD, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi, khususnya terhadap sungai dan kawasan yang terdampak kerusakan. Penanganan ini dinilai mendesak mengingat banjir yang berulang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, penanganan sungai harus dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Menurutnya, kerusakan infrastruktur sungai akibat bencana serta penumpukan sedimentasi perlu segera ditangani agar risiko banjir dapat ditekan.

Fadly mendorong BWS Sumatera V untuk mempercepat pengerukan sedimentasi sungai secara masif. Ia menilai, bencana yang terjadi berulang kali menyebabkan material sedimen kembali menumpuk sehingga mengurangi kapasitas aliran sungai dan membutuhkan penanganan yang komprehensif.

“Kami juga mendorong BWS V untuk terus melakukan pengerukan sedimentasi sungai secara masif, karena bencana yang berulang menyebabkan sedimen kembali menumpuk. Perlu penanganan secara menyeluruh, jika memungkinkan melibatkan pihak swasta,” ujar Fadly.

Menurutnya, pengerukan sedimentasi tidak dapat dipandang sebagai pekerjaan sesaat. Penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sungai, termasuk memperhatikan perubahan alur, kondisi tanggul, serta kebutuhan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Selain pengerukan, pembangunan check dam dan sabo dam juga menjadi bagian dari pembahasan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan aliran air dan material sedimen dari kawasan hulu, sehingga dampak banjir terhadap wilayah yang lebih rendah dapat diminimalkan sesuai dengan perencanaan teknis.

Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang siap mendukung langkah BWS Sumatera V dalam pelaksanaan program rehab-rekon pascabencana. Dukungan pemerintah daerah diperlukan agar berbagai pekerjaan fisik yang direncanakan dapat berjalan sesuai tahapan dan kebutuhan di lapangan.

Pemko Siap Dukung Pembebasan Lahan dan Relokasi Warga

Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, persoalan pembebasan lahan dan relokasi warga di kawasan terdampak juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Fadly menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan arahan teknis dari BWS Sumatera V untuk menentukan kawasan-kawasan yang perlu direlokasi agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dapat segera dilaksanakan.

“Kami membutuhkan dukungan dari BWS dalam menentukan kawasan-kawasan yang perlu direlokasi agar pembangunan dapat segera dilaksanakan. Kami juga akan mendukung dalam proses pembebasan lahan, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama,” kata Fadly.

Ia menilai, kejelasan mengenai kawasan yang membutuhkan penataan atau relokasi merupakan bagian penting dari persiapan pembangunan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, proses pembebasan lahan diharapkan dapat dipersiapkan lebih awal sehingga tidak menjadi kendala ketika pekerjaan fisik dimulai.

Pemerintah Kota Padang juga berkomitmen mendukung koordinasi lintas perangkat daerah untuk membantu pelaksanaan program penanganan sungai. Sinergi tersebut diperlukan agar pekerjaan teknis yang menjadi kewenangan BWS Sumatera V dapat berjalan seiring dengan dukungan administratif dan fasilitasi dari pemerintah kota.

Meski demikian, penentuan lokasi relokasi dan pelaksanaan pembebasan lahan tetap membutuhkan kajian serta koordinasi lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan kondisi masyarakat yang terdampak.

Rehab-Rekon Dijadwalkan Mulai November 2026

Sementara itu, Plt. Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 28 November 2025 menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap sejumlah wilayah dan infrastruktur sungai di Kota Padang.

Menurut Reski, pascabencana tersebut, wilayah terdampak masih berada dalam masa tanggap darurat. Oleh karena itu, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan mulai November 2026.

Ia menjelaskan, selama masa tanggap darurat, BWS Sumatera V telah melakukan sejumlah pekerjaan fisik sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Pekerjaan tersebut difokuskan pada perbaikan tanggul yang mengalami limpasan serta perbaikan dan pengembalian alur sungai.

Langkah awal tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi sungai dan mengurangi potensi ancaman terhadap kawasan di sekitarnya, sembari mempersiapkan tahapan penanganan yang lebih menyeluruh.

Reski menyebutkan, pekerjaan fisik yang dijadwalkan mulai November 2026 akan mencakup penanganan Sungai Batang Kuranji, Sungai Air Dingin, serta sejumlah anak sungai lainnya.

Penanganan pada sungai-sungai tersebut akan menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dengan mempertimbangkan kondisi kerusakan dan kebutuhan teknis masing-masing lokasi.

Sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan, BWS Sumatera V akan melakukan pengukuran lapangan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual sungai dan kawasan terdampak. Hasil pengukuran tersebut diperlukan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pekerjaan dan menyiapkan perencanaan teknis.

Reski juga mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Padang, terutama dalam proses pembebasan lahan serta relokasi warga yang berada di kawasan terdampak pembangunan.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat persoalan lahan maupun penataan kawasan.

Pengendalian Banjir Membutuhkan Studi dan Perencanaan Matang

Reski menegaskan, skala bencana yang terjadi pada November 2025 jauh lebih besar dibandingkan bencana yang terjadi pada 2011–2012. Kondisi tersebut membuat penanganan banjir membutuhkan perencanaan yang lebih matang dan komprehensif.

“Bencana yang kita alami kali ini berkali lipat lebih besar dibandingkan bencana pada 2011–2012 lalu. Karena itu, kita memerlukan studi yang matang untuk pengendalian banjir. Penanganan banjir membutuhkan perencanaan teknis yang komprehensif, mulai dari penyusunan desain, pembebasan lahan, hingga penganggaran,” ujar Reski.

Ia menjelaskan bahwa pengendalian banjir tidak cukup hanya mengandalkan pekerjaan fisik dalam jangka pendek. Penanganan harus didasarkan pada kajian teknis yang mempertimbangkan karakteristik sungai, kondisi daerah aliran sungai, kapasitas alur, serta potensi perubahan kondisi akibat curah hujan tinggi.

Penyusunan desain teknis, menurutnya, menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dilaksanakan. Selain itu, kesiapan lahan dan dukungan anggaran juga harus diperhitungkan agar program yang direncanakan dapat berjalan secara efektif.

Karena itu, BWS Sumatera V akan melakukan pengukuran dan kajian lapangan sebagai bagian dari persiapan pekerjaan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar penentuan bentuk penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di setiap sungai, termasuk kemungkinan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen dan penataan aliran.

Reski menilai, penanganan yang dilakukan secara terencana akan membantu meningkatkan efektivitas upaya pengendalian banjir sekaligus mengurangi risiko kerusakan berulang terhadap infrastruktur dan kawasan permukiman.

Dampak Bencana Agustus 2026 Lebih Rendah

Dalam kesempatan tersebut, Reski juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diterima pihaknya, curah hujan pada 3 Agustus 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan saat bencana pada 28 November 2025. Namun, dampak yang ditimbulkan pada kejadian Agustus tersebut jauh lebih rendah.

“Berdasarkan data terima, curah hujan pada 3 Agustus 2026 lalu tercatat lebih tinggi dibandingkan saat bencana 28 November 2025, tetapi dampak yang ditimbulkan jauh lebih rendah. Ini menandakan bahwa upaya penanganan yang telah kami lakukan selama ini menunjukkan hasil yang baik,” ungkap Reski.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan memberikan dampak positif dalam mengurangi risiko bencana.

Meski demikian, upaya tersebut tetap perlu dilanjutkan dan diperkuat. Penanganan tanggul, pemulihan alur sungai, pengerukan sedimentasi, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus dilakukan secara terintegrasi untuk menghadapi potensi bencana berikutnya.

Pemerintah Kota Padang dan BWS Sumatera V pun perlu terus menyelaraskan program dan tahapan pekerjaan agar penanganan sungai tidak hanya berorientasi pada pemulihan kerusakan, tetapi juga memperkuat upaya mitigasi bencana dalam jangka panjang.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Pertemuan antara Wali Kota Padang Fadly Amran dan Plt. Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang.

Pemerintah kota mendorong agar percepatan penanganan sungai dapat segera diwujudkan melalui pengerukan sedimentasi, perbaikan alur dan tanggul, pembangunan check dam dan sabo dam, serta penataan kawasan yang membutuhkan penanganan khusus.

Di sisi lain, BWS Sumatera V menekankan pentingnya kajian teknis, pengukuran lapangan, kesiapan desain, pembebasan lahan, dan penganggaran sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

Dengan rehab-rekon yang dijadwalkan mulai November 2026, koordinasi kedua pihak diharapkan dapat memastikan tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Dukungan Pemerintah Kota Padang, terutama dalam urusan lahan dan relokasi, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, penanganan sungai di Kota Padang diharapkan dapat berlangsung lebih menyeluruh dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya mengurangi risiko banjir berulang yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat. (**)

 


PADANG — Kopi Bantjah yang dikembangkan masyarakat Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kini tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai komoditas perkebunan. Melalui pengembangan berbagai produk turunan, kopi lokal tersebut mulai membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, termasuk perempuan dan generasi muda, dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang.


Sebanyak 10 perempuan di RW 5 dan RW 6 Koto Baru kini terlibat dalam pengolahan produk turunan Kopi Bantjah, mulai dari cookies, minuman kopi, lilin aromaterapi, cascara, selai kopi, hingga aneka kue. Pengembangan ini menjadi langkah awal masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus memperluas peluang ekonomi di luar aktivitas budidaya dan penjualan hasil panen.


Salah seorang penggerak pengembangan produk turunan Kopi Bantjah, Milawati, mengatakan diversifikasi produk mulai dilakukan setelah masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan yang didukung PT Semen Padang. Dari pelatihan tersebut, masyarakat mulai mencoba mengolah kopi menjadi berbagai produk dengan karakter dan sasaran konsumen yang berbeda.


“Untuk produk turunan Kopi Bantjah ada cookies, minuman kopi, lilin aromaterapi dari kopi, teh khas cascara dari kulit dan daging buah kopi yang dikeringkan, selai kopi, dan dua jenis kue yang juga sedang kami kembangkan,” ujar Milawati.


Menurutnya, pengembangan produk masih berada pada tahap awal. Pemasaran untuk sementara dilakukan di sekitar Kota Padang, antara lain melalui keikutsertaan dalam berbagai kegiatan bazar. Meski jangkauan pasar masih terbatas, upaya tersebut menjadi langkah bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat peluang pengembangannya.


“Untuk sementara masih sekitar Kota Padang. Karena produk turunannya masih baru kami buat, kemarin baru kami bawa ke bazar-bazar,” katanya.


Milawati menjelaskan, pengolahan produk turunan juga membuka ruang keterlibatan perempuan di sekitar kawasan pengembangan Kopi Bantjah. Jika sebelumnya aktivitas ekonomi kopi lebih banyak bertumpu pada petani sebagai penghasil bahan baku, kini masyarakat mulai mengembangkan kegiatan pengolahan yang dapat melibatkan lebih banyak warga.


“Kami berusaha memberdayakan ibu-ibu yang berada di sekitar Koto Baru, terutama di RW 5 dan 6. Yang aktif sekitar 10 orang. Mereka kami berdayakan untuk mengolah produk turunan kopi,” tuturnya.


Pengembangan keterampilan menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Sebanyak lima warga telah mengikuti pelatihan pengolahan produk turunan kopi di Royal Asia Hotel. Melalui pelatihan itu, peserta memperoleh pengetahuan tentang berbagai kemungkinan pemanfaatan kopi, termasuk bagian buah yang sebelumnya belum banyak diolah menjadi produk bernilai ekonomi.


“Kami sangat banyak mendapatkan dukungan dari PT Semen Padang. Kami diikutkan pelatihan di Royal Asia Hotel. Ada lima orang yang mengikuti pelatihan produk turunan ini. Kami mendapatkan beberapa jenis produk yang bisa dibuat dari turunan kopi, sehingga sekarang mulai kami kembangkan sedikit demi sedikit,” katanya.


Salah satu produk yang mulai dikembangkan adalah cascara, yakni minuman seduhan dari kulit dan daging buah kopi yang dikeringkan. Pengolahan cascara membuka peluang pemanfaatan bagian buah kopi yang berpotensi menjadi limbah. Sementara itu, pengembangan lilin aromaterapi berbahan kopi menunjukkan bahwa pemanfaatan Kopi Bantjah mulai merambah produk kreatif di luar makanan dan minuman.


Upaya memperluas keterlibatan masyarakat juga menyasar generasi muda melalui pelatihan barista. Menurut Milawati, pengembangan Kopi Bantjah diharapkan tidak hanya melibatkan petani dan pengolah produk, tetapi juga generasi muda yang memiliki minat pada pengolahan, penyajian, dan pemasaran kopi.


“Untuk Gen Z, kami juga sudah memasukkan mereka dalam pelatihan barista. Jadi semua kalangan kami usahakan untuk terlibat dalam Kopi Bantjah ini,” ujar Milawati.


Dari Penguatan Petani Menuju Hilirisasi


Di sisi hulu, pengembangan Kopi Bantjah ditopang kelompok petani yang telah memperoleh pendampingan PT Semen Padang sejak 2023. Ketua Kelompok Petani Kopi Bantjah Yulisman mengatakan, dukungan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi kopi sekaligus menyampaikan kebutuhan kelompok dalam menjalankan usaha.


“PT Semen Padang secara konsisten mendukung pengembangan Kopi Bantjah. Kami juga mulai memberikan dampak bagi masyarakat sehingga terus mendapatkan bantuan dan dukungan,” ujar Yulisman.


Menurutnya, perhatian terhadap pengembangan Kopi Bantjah tidak terlepas dari keberadaan Koto Baru di kawasan Ring 1 PT Semen Padang. Pendampingan yang berlangsung sejak 2023 menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Saat ini, kelompok Kopi Bantjah memiliki 36 petani terdata, dengan sekitar 31 orang di antaranya masih aktif mengembangkan komoditas kopi. Luas lahan yang pernah didata bersama PT Semen Padang dan tenaga ahli dari Solok Radjo mencapai sekitar 29 hektare.


Dari lahan tersebut, produksi kelompok petani saat ini berada pada kisaran satu ton buah kopi merah atau cherry per tahun. Setelah diolah menjadi green bean atau biji kopi hijau, volumenya diperkirakan sekitar 200 kilogram. Dengan kapasitas produksi yang masih terbatas, pengembangan produk turunan menjadi salah satu upaya masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil perkebunan.


Semen Padang Dorong Kemandirian Masyarakat


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, program TJSL pengembangan Kopi Bantjah diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi lokal. Menurutnya, pengembangan kopi tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi di tingkat kebun, tetapi juga perlu membuka peluang pengolahan, diversifikasi produk, dan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.


“Melalui program TJSL ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Kopi Bantjah memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk melalui produk-produk turunannya,” ujar Win.


Ia berharap pengembangan Kopi Bantjah dapat membentuk aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, perempuan pengolah produk, hingga generasi muda. Dengan demikian, manfaat pengembangan komoditas lokal tidak hanya bertumpu pada hasil panen, tetapi juga pada peluang usaha yang muncul dari proses pengolahan dan pemasaran.


“Harapan kami, Kopi Bantjah tidak hanya berkembang sebagai komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya produk turunan, semakin banyak masyarakat yang dapat terlibat dan semakin besar pula peluang nilai tambah yang bisa diciptakan di tingkat lokal,” katanya.


Win menegaskan, PT Semen Padang memandang TJSL sebagai proses membangun bersama masyarakat. Karena itu, dukungan perusahaan tidak diarahkan sekadar pada pemberian bantuan, tetapi juga penguatan kapasitas dan pemberdayaan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.


“Yang ingin kami bangun bukan ketergantungan masyarakat kepada perusahaan, tetapi kemampuan masyarakat untuk semakin mandiri. PT Semen Padang hadir sebagai mitra yang mendengar kebutuhan, mendukung potensi, dan bergerak bersama berbagai pemangku kepentingan,” pungkasnya. (*)

 


SUMBARNET – Personel Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, Polda Sumatera Barat, rutin melaksanakan kegiatan Commander Wish (CW) pagi dengan melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis pada Jumat (9/10/2026) pagi.


Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat guna menciptakan kelancaran, ketertiban, dan keamanan berlalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk saat masyarakat memulai aktivitas.


Pelaksanaan Commander Wish pagi tersebut difokuskan pada sejumlah persimpangan yang memiliki aktivitas lalu lintas masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan, mengantisipasi potensi kemacetan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.


Melalui kegiatan rutin ini, Polres Dharmasraya terus berupaya memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Personel yang bertugas tidak hanya melakukan pengaturan kendaraan, tetapi juga membantu memastikan arus lalu lintas berjalan tertib sehingga aktivitas masyarakat pada pagi hari dapat berlangsung dengan lancar.


Pengaturan lalu lintas dilaksanakan di enam titik, yakni Simpang Tiga Sungai Rumbai, Simpang Empat Koto Baru, Simpang Mikrowef Gunung Medan, Simpang Empat Gunung Medan, Simpang Empat Pasar Sikabau, dan Simpang Empat Pulau Punjung.


Penempatan personel pada titik-titik tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengoptimalkan pelayanan lalu lintas, terutama di lokasi persimpangan yang menjadi jalur perlintasan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Bentuk Pelayanan dan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melalui Kasi Humas Polres Dharmasraya, IPTU Marbawi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Commander Wish pagi merupakan salah satu bentuk pelayanan rutin Polri yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga situasi lalu lintas tetap aman dan kondusif.


Menurutnya, pengaturan lalu lintas pada pagi hari menjadi bagian penting dari tugas kepolisian karena pada waktu tersebut mobilitas masyarakat cenderung meningkat. Masyarakat berangkat bekerja, anak-anak menuju sekolah, serta berbagai aktivitas lainnya berlangsung secara bersamaan sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas yang baik.


Kehadiran personel di persimpangan diharapkan mampu membantu pengguna jalan melewati kawasan tersebut dengan lebih tertib, sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.


“Melalui kegiatan Commander Wish pagi ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pengaturan lalu lintas bukan hanya bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Kapolres.


Utamakan Kelancaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

Pelaksanaan Commander Wish pagi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan selama berkendara. Kelancaran lalu lintas tidak hanya bergantung pada kehadiran petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan.


Setiap pengendara diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan sikap saling menghormati sesama pengguna jalan.


Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru ketika berkendara, menjaga jarak aman, dan tetap berkonsentrasi selama perjalanan.


“Tujuan yang ingin kami capai adalah terciptanya lalu lintas yang tertib, lancar, dan aman bagi seluruh masyarakat. Kami berharap keberadaan personel di lapangan dapat membantu mengurangi potensi kemacetan, mencegah terjadinya pelanggaran, serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” katanya.


Enam Titik Pengaturan Menjadi Fokus Pelayanan

Pengaturan lalu lintas yang dilakukan di enam titik strategis menunjukkan upaya Polres Dharmasraya untuk menjangkau masyarakat di sejumlah kawasan. Personel ditempatkan pada persimpangan yang menjadi bagian dari jalur aktivitas masyarakat pada pagi hari.


Di Simpang Tiga Sungai Rumbai dan Simpang Empat Koto Baru, personel melaksanakan pengaturan arus kendaraan untuk membantu menciptakan ketertiban bagi para pengguna jalan. Pelayanan serupa juga dilakukan di Simpang Mikrowef Gunung Medan dan Simpang Empat Gunung Medan, serta di Simpang Empat Pasar Sikabau dan Simpang Empat Pulau Punjung.


Kehadiran petugas di lokasi tersebut diharapkan membantu masyarakat melintasi persimpangan dengan lebih tertib, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pasar, dan lokasi kegiatan lainnya.


Selain menjalankan tugas pengaturan, personel kepolisian juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif yang bertujuan mencegah gangguan keamanan dan ketertiban serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.


Kapolres Berharap Kesadaran Berlalu Lintas Terus Meningkat

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro berharap kegiatan Commander Wish pagi dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mendukung kelancaran arus kendaraan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari kesadaran setiap individu.


Masyarakat diharapkan tidak hanya mematuhi aturan ketika melihat petugas, tetapi menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan. Dengan demikian, terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib dapat menjadi tanggung jawab bersama antara kepolisian dan seluruh pengguna jalan.


“Harapan kami, melalui kegiatan rutin ini, masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas dan semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kami ingin setiap pengguna jalan dapat melakukan aktivitas dengan aman dan nyaman, tanpa mengabaikan aturan yang berlaku,” kata Kapolres.


Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mengutamakan keselamatan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.


Komitmen Polres Dharmasraya Tingkatkan Pelayanan

Melalui kegiatan Commander Wish pagi, Polres Dharmasraya terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan. Pengaturan lalu lintas di enam titik tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang tertib dan kondusif.


Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sinergi antara petugas dan pengguna jalan juga diperlukan agar upaya menjaga kelancaran lalu lintas dapat berjalan optimal.


Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, kepatuhan terhadap peraturan, serta dukungan personel kepolisian di lapangan, diharapkan aktivitas masyarakat di Kabupaten Dharmasraya dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar.


Polres Dharmasraya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan budaya berlalu lintas yang mengutamakan keselamatan. Sebab, ketertiban di jalan raya bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan merupakan kepentingan dan tanggung jawab bersama.


Polres Dharmasraya hadir untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat, termasuk melalui pengaturan lalu lintas pada pagi hari demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. (**)




PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melaksanakan upaya peningkatan infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Salah satu pekerjaan yang tercantum dalam program penyelenggaraan jalan tahun anggaran 2026 adalah Pembangunan Jalan Paket 22, dengan nilai kontrak mencapai Rp7.009.301.473 atau sekitar Rp7 miliar.


Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program penyelenggaraan jalan yang dilaksanakan melalui kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten/kota, dengan subkegiatan pembangunan jalan. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang tahun anggaran 2026.


Pelaksanaan pekerjaan tersebut berada di bawah lingkup Dinas PUPR Kota Padang, dengan pengawasan dan koordinasi bidang terkait. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Kabid PUPR Kota Padang, Rizki, disebut sebagai pihak yang membawahi pekerjaan tersebut.


Pembangunan jalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat perkotaan. Kondisi jalan yang baik diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas warga, mempermudah akses menuju kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.


Nilai Kontrak Lebih dari Rp7 Miliar

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, pekerjaan Pembangunan Jalan Paket 22 memiliki nomor kontrak 025/Kont-PJ/APBD/DPUPR/2026.


Kontrak pekerjaan tersebut tercatat bertanggal 10 Agustus 2026, dengan nilai sebesar Rp7.009.301.473. Adapun waktu pelaksanaan yang tercantum adalah 135 hari kalender.


Dengan nilai anggaran yang cukup besar, pelaksanaan pembangunan jalan ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan teknis, spesifikasi pekerjaan, serta jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Penggunaan anggaran daerah untuk pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan perlu mengedepankan ketepatan mutu, waktu, dan biaya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara optimal.


Selain itu, keterbukaan informasi mengenai nama pekerjaan, nomor kontrak, nilai anggaran, sumber pendanaan, dan waktu pelaksanaan menjadi unsur penting dalam mendukung transparansi penyelenggaraan pembangunan yang menggunakan dana publik.


Berada di Bawah Lingkup Bidang PUPR Kota Padang

Dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan, peran Dinas PUPR sangat penting, mulai dari perencanaan teknis, koordinasi pelaksanaan, pengawasan sesuai kewenangan, hingga evaluasi hasil pekerjaan.


Kabid PUPR Kota Padang, Rizki, disebut membawahi pekerjaan tersebut. Koordinasi yang baik antara unsur pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan pihak pengawas diharapkan mampu memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan kontrak.


Pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian fisik di lapangan. Kualitas hasil pekerjaan juga menjadi faktor penting agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.


Oleh sebab itu, pelaksanaan pekerjaan perlu memperhatikan spesifikasi teknis, kualitas material, metode pengerjaan, kondisi lingkungan sekitar, serta aspek keselamatan pengguna jalan dan pekerja selama kegiatan berlangsung.


Masyarakat juga berharap agar pekerjaan infrastruktur yang dibiayai melalui APBD benar-benar memberikan hasil yang sebanding dengan anggaran yang dialokasikan.


Masyarakat Apresiasi Pembangunan Infrastruktur

Upaya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan pada prinsipnya mendapat perhatian masyarakat. Infrastruktur yang memadai dinilai memiliki peran besar dalam menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, bersekolah, berdagang, maupun mengakses berbagai layanan publik.


Sejumlah warga yang merasakan manfaat pembangunan infrastruktur pada umumnya berharap agar program semacam ini dapat terus dilaksanakan secara merata, dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi jalan di lingkungan masing-masing.


Salah seorang warga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur jalan.


“Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kualitas jalan. Infrastruktur yang baik tentu sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat membantu kelancaran aktivitas sehari-hari. Kami berharap pembangunan seperti ini dilaksanakan dengan kualitas yang bagus, tepat waktu, dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar seorang warga.


Warga juga berharap proses pembangunan dapat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama apabila pekerjaan berlangsung di kawasan yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat.


Apresiasi tersebut merupakan gambaran harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Untuk memastikan kutipan ini menjadi pernyataan jurnalistik yang dapat dipublikasikan sebagai wawancara nyata, identitas dan pernyataan warga perlu dikonfirmasi langsung kepada narasumber.


Kualitas Pekerjaan dan Ketepatan Waktu Menjadi Perhatian

Dengan waktu pelaksanaan selama 135 hari kalender, penyelesaian Pembangunan Jalan Paket 22 perlu mengacu pada jadwal yang tercantum dalam kontrak dan ketentuan yang berlaku.


Ketepatan waktu menjadi salah satu aspek penting karena pekerjaan jalan dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama ketika pelaksanaannya berlangsung di area yang digunakan untuk mobilitas harian.


Di sisi lain, percepatan penyelesaian pekerjaan tetap harus berjalan seiring dengan pemenuhan standar mutu. Pekerjaan yang selesai tepat waktu tetapi tidak memenuhi spesifikasi teknis tentu tidak akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.


Karena itu, pengendalian kualitas dan pengawasan pelaksanaan menjadi unsur yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur. Setiap tahapan pekerjaan perlu dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


Transparansi informasi mengenai perkembangan pekerjaan, realisasi fisik, serta penyelesaian proyek juga dapat membantu masyarakat mengetahui sejauh mana anggaran daerah digunakan untuk menghasilkan infrastruktur yang dibutuhkan.


Harapan terhadap Pembangunan Infrastruktur Kota Padang

Pembangunan Jalan Paket 22 menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur yang tercatat dalam program penyelenggaraan jalan Dinas PUPR Kota Padang tahun 2026. Dengan nilai kontrak lebih dari Rp7 miliar dan waktu pelaksanaan 135 hari kalender, pekerjaan tersebut memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan infrastruktur daerah.


Masyarakat berharap pembangunan jalan yang menggunakan dana APBD dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hasil pekerjaan diharapkan tidak hanya memenuhi ketentuan kontrak, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan.


Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran maupun selesainya pekerjaan secara administratif. Kualitas hasil pembangunan, daya tahan jalan, keamanan pengguna, serta manfaat yang dirasakan masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan program tersebut.


Dengan koordinasi yang baik antara Dinas PUPR Kota Padang, pelaksana pekerjaan, dan pihak terkait, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Padang. (**)



SUMBARNET - Pelaksanaan pertandingan cabang olahraga Aerosport Gantolle di ajang Porprov XVI Sumbar usai digelar. Pada cabang tersebut, atlet Sijunjung atas Nsr Latif tampil gemilang dan sukses meraih 2 medali emas dan 1 perunggu.


Capaian tersebut tentunya menambah koleksi medali Kontingen Sijunjung untuk memperkuat cengkraman di posisi lima besar Porprov XVI Sumbar tahun 2026.


Untuk diketahui, Cabor Aerosport digelar di Puncak Bidadari, Payo, Kota Solok. Setelah mengikuti rangkaian penilaian perlombaan, atlet gantolle kebanggaan Sijunjung Nsr Latif sukses memberikan hasil terbaik.


Membawa nama baik Sijunjung, Nsr. Latif mengikuti tiga nomor kategori perlombaan pada Cabor tersebut. Tampil konsisten dari ketinggian 400 meter, pilot gantolle Sijunjung itu meraih medali emas di kategori ketepatan mendarat perorangan kelas A dan lintas alam perorangan kelas A, sedangkan di nomor ketepatan mendarat beregu mendapatkan medali perunggu.


Pria 39 tahun asal Kecamatan Lubuk Tarok, Sijunjung itu memang tak diragukan lagi dalam jam terbang sebagai pilot gantolle. Bahkan, Nsr Latif sering kali menjuarai di berbagai iven tingkat nasional.


"Alhamdulillah, keberhasilan ini berkat doa dan dukungan semua pihak hingga bisa terwujud. Terima kasih kepada pihak yang telah memberikan support serta dukungan kepada kami selama ini," tuturnya.


Prosesi penyerahan medali dilakukan langsung oleh Ketua Kontingen Sijunjung, Sekda Jaheri dan Ketua Koni Rusdianto yang bertempat di Puncak Bidadari, Payo, Kota Solok. Pada Minggu (11/10).


Ketua Koni Sijunjung, Rusdianto memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas capaian tersebut. "Alhamdulillah, kita bisa meraih hasil yang membanggakan di Cabor Aerosport lewat Gantolle. Tentunya perolehan medali ini menambah koleksi Kontingen Sijunjung dan terus bersaing di posisi lima besar Porprov Sumbar," terangnya.


Dengan tambahan medali tersebut, hingga kini Minggu (11/10) siang, Kontingen Sijunjung telah mengumpulkan 119 medali yang terdiri dari 41 emas, 32 perak dan 46 perunggu. Dengan posisi sementara di laman resmi Porprov XVI Sumbar di urutan ke empat.


Rusdianto berharap, di penghujung pelaksanaan Porprov agar para atlet Sijunjung tetap tampil konsisten dan memberikan hasil terbaik bagi daerah.


"Karena saat ini sejumlah atlet kita masih ada yang sedang dan akan bertanding di beberapa Cabor yang tersisa. Kita berdoa agar bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Sijunjung," ungkapnya. (*)



Pasaman Barat - Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat meringkus seorang lelaki berinisial YA (22), yang diduga melakukan tindak pidana pencurian panel dan elektrik komputer alat berat (excavator).


Petugas meringkus pelaku di RT 05 Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu dini hari (11/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K membenarkan penangkapan terhadap pelaku YA.


Diterangkan, peristiwa tersebut terjadi di Jorong Kartini Labuah Baru, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 11.58 WIB.


Saat itu, satu alat berat (excavator) milik korban Handro Donal, sedang terparkir di Jalan Jorong Kartini Labuah Baru Nagari Muara Kiawai.


"Korban mendapati satu buah panel dan satu buah elektrik alat berat miliknya sudah tidak berada di posisi semula," terangnya.


Selanjutnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasaman Barat. Petugas kemudian langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi.


"Aksi pelaku diketahui setelah petugas memperoleh informasi bahwa pelaku hendak menjual hasil barang hasil curian kepada salah seorang di kawasan Kecamatan Luhak Nan Duo," katanya.


Tim Opsnal di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung melacak keberadaan pelaku yang diketahui berada di RT 05 Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo.


"Pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan di sebuah rumah kontrakan yang berada di RT 05 Barat, Nagari Ophir Kecamatan Luhak Nan Duo pada Minggu dini hari (11/10) sekitar pukul 01.00 WIB," tuturnya.


Kasat menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Petugas juga menyita barang bukti berupa satu buah panel exavator dan satu buah elektrik exavator.


"Atas peristiwa pencurian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp50 juta," jelasnya.


Pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. (HumasResPasbar)

 



LIMAPULUH KOTA – Kepolisian Resor (Polres) 50 Kota terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang lalu lintas guna menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres 50 Kota.


Upaya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang setiap hari melakukan berbagai aktivitas, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan ekonomi.


Peningkatan pelayanan lalu lintas tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya.


Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelayanan lalu lintas merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan kehadiran Polri yang profesional, responsif, dan humanis di tengah masyarakat.


Menurutnya, keamanan dan keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kepolisian terus mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas melalui pelayanan, edukasi, imbauan, serta penegakan hukum yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Peningkatan pelayanan di bidang lalu lintas merupakan komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pengguna jalan dapat beraktivitas dengan tertib, lancar, dan mengutamakan keselamatan,” kata Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid.


Utamakan Keselamatan dan Pelayanan Humanis


Dalam pelaksanaan tugasnya, jajaran Polres 50 Kota melalui Satuan Lalu Lintas terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan preemtif sebagai upaya mencegah terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.


Kehadiran personel kepolisian di jalan raya menjadi salah satu bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat. Selain melakukan pengaturan arus kendaraan pada titik-titik yang membutuhkan perhatian, petugas juga dapat memberikan imbauan kepada pengendara agar senantiasa mematuhi aturan serta memperhatikan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.


Pelayanan tersebut diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib sekaligus meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan, terutama pada ruas jalan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.


Kapolres juga menekankan pentingnya sikap humanis dalam memberikan pelayanan. Setiap personel diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik, bersikap profesional, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran petugas di jalan raya.


“Personel harus hadir sebagai pelayan masyarakat. Berikan pelayanan secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, masyarakat juga harus memiliki kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari kepatuhan terhadap aturan dan kedisiplinan masing-masing,” kata AKBP Syaiful.


Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas


Selain menjaga kelancaran arus kendaraan, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu perhatian utama Polres 50 Kota.


Kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerugian materi hingga luka-luka dan hilangnya nyawa. Oleh sebab itu, langkah pencegahan harus menjadi prioritas melalui peningkatan kesadaran berkendara, kepatuhan terhadap aturan, serta kewaspadaan selama berada di jalan raya.


Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.


Pengendara juga diharapkan tidak memaksakan diri saat mengantuk atau kelelahan, tidak berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun zat yang mengganggu konsentrasi, serta selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.


Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan helm yang benar dan sesuai standar merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko cedera kepala apabila terjadi kecelakaan. Sementara itu, pengemudi kendaraan roda empat maupun lebih diingatkan agar menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.


Kapolres 50 Kota berharap upaya edukasi dan pelayanan yang dilakukan kepolisian dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain.


“Harapan kami, masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Jangan menunggu terjadi kecelakaan untuk menyadari pentingnya disiplin di jalan raya. Patuhi aturan, kendalikan kecepatan, dan jadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam setiap perjalanan,” ujarnya.


Perkuat Sinergi dengan Masyarakat


Polres 50 Kota menyadari bahwa upaya mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, angkutan umum, kendaraan barang, hingga pejalan kaki.


Kesadaran untuk saling menghormati di jalan raya merupakan salah satu kunci menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman. Pengguna jalan diharapkan tidak bertindak ceroboh, tidak melakukan manuver yang membahayakan, serta memberikan kesempatan kepada pengguna jalan lain sesuai aturan yang berlaku.


Di samping itu, masyarakat diharapkan turut mendukung tugas kepolisian dengan memberikan informasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu kelancaran maupun keselamatan lalu lintas.


Melalui sinergi tersebut, diharapkan berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih dini sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.


Komitmen peningkatan pelayanan lalu lintas ini juga menjadi bagian dari upaya Polres 50 Kota dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab.


Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Berkeselamatan


Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid berharap seluruh jajaran kepolisian terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, menjaga kedisiplinan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Peningkatan kualitas sumber daya personel, penguatan kegiatan pencegahan, dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang semakin kondusif di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.


“Tujuan yang ingin kita capai bukan hanya kelancaran arus kendaraan, tetapi juga terwujudnya keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. Kami berharap angka kecelakaan dapat ditekan, kesadaran masyarakat semakin meningkat, dan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.


Dengan komitmen tersebut, Polres 50 Kota terus mendorong terwujudnya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Kepolisian mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas, mematuhi peraturan, dan bersama-sama menjaga ketertiban di jalan raya.


Melalui kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan tercipta situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota. (**)