Tampilkan postingan dengan label Bukittinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukittinggi. Tampilkan semua postingan

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Polresta Bukittinggi, telah menetapkan status tersangka terhadap delapan personil Satpol PP, yang disangkakan berbuat tindak kekerasan terhadap dosen Fort de Kock, saat mengamankan aset, Juli 2026 lalu. Pemerintah Kota Bukittinggi tegas untuk menghormati proses hukum yang berlaku dan juga telah mengajukan penangguhan penahanan, terhadap seluruh personil yang saat ini tersandung kasus hukum.


Sekda Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kasus ini menjadi perhatian khusus bagi Pemko. Berbagai langkah hukum juga tengah ditempuh pihak pemko, melalui kuasa hukum yang telah ditunjuk secara resmi. Pendampingan hukum, menjadi opsi utama yang dilakukan pemerintah, untuk dapat melepaskan delapan personil Satpol PP dari jeratan hukum.


“Kita tegas untuk hormati proses hukum yang ada. Namun, perlu kita pahami bersama, penetapan tersangka, belum tentu menjadikan delapan personil Satpol PP adalah orang yang benar benar telah melakukan kesalahan. Kita juga punya bukti yang meringankan dan sudah kita sampaikan ke penyidik. Kenapa permasalahan ini sampai terjadi dan kisruh yang terjadi saat itu, tentu ada sebab akibat. Ini yang jadi pegangan kita dan sudah disampaikan. Namun, karena penyidik sesuai tugasnya, telah menaikkan status menjadi tersangka, tentu kita hormati,” ungkap Rismal, Jumat, 9 Oktober 2026.


Untuk itu, lanjut Sekda, saat penyidik melakukan penahanan pada Senin (5/10) , Pemko juga sesegara mungkin telah mengajukan penangguhan penahanan. Upaya ini, menjadi bentuk bantuan hukum kepada mereka yang telah bekerja menjalankan tugas negara.


“Penangguhan penahanan, merupakan hak setiap orang yang statusnya dinaikkan menjadi tersangka. Ini langsung kita lakukan saat personil kita ditetapkan jadi tersangka. Tidak hanya satu kali saja, kita masukkan beberapa pengajuan penangguhan penahanan, dimana, pemerintah kota dan keluarga menjadi penjamin. Hasilnya bagaimana ? Tentu kita tunggu, bagaimana respon dari pihak kepolisian,” jelasnya.


Satpol PP, yang menjadi petugas resmi pemerintah dalam menegakkan perda, tentu patut mendapat perlindungan hukum. Apalagi, saat konflik terjadi pada akhir Juli 2026 lalu, tim SK 4, melaksanakan tugas untuk memasang plang barang milik daerah atas tanah seluas 5.528 m2, yang telah dibeli pemerintah kota pada tahun 2007 lalu. Pembelian tanah itu, dikuatkan dengan bukti otentik, adanya surat Akta Jual Beli (AJB) nomor 36 / MKS-2007  dan sertifikat hak milik nomor 655, yang saat ini berada di tangan Pemerintah Kota Bukittinggi.


Pemasangan plang milik daerah, dilaksanakan sesuai permendagri nomor 7 tahun 2024, tentang pengelolaan barang milik daerah. Setiap aset daerah, harus dipasang plang barang milik daerah. Namun, saat proses pemasangan, terjadi penolakan yang melibatkan dosen, mahasiswa dan security, yang mana permasalahan ini, murni masalah kepemilikan aset, antara Pemko Bukittinggi dan Yayasan Fort de Kock. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -538 Atlet Kota Bukittinggi, terus berjuang pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026, yang berlangsung dari 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah cabang olahraga telah menyelesaikan pertandingan dan mencatatkan hasil membanggakan berdasarkan rekapitulasi sementara perolehan medali.


Hingga 9 Oktober 2026 Kota Bukittinggi, sejumlah cabang olahraga Kota Bukittinggi, telah memberikan hasil terbik. Seperti halnya atlet cabang olahraga Sambo, yang  meraih 12 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu. Hasil itu, membuat Bukittinggi menjadi Juara Umum I, pada cabor baru di 2026 itu.


Sementara itu, dari cabor Muaythai, atlet Bukittinggi berhasil meraih 4 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu dengan predikat Juara Umum II. Cabang olahraga Taekwondo juga mencatatkan prestasi dengan perolehan 5 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu serta predikat Juara Umum III. Sejumlah prestasi, juga diraih atlet Bukittinggi dari cabang olahraga lainnya.


Hingga hari ke delapan pelaksanaan Proprov Sumbar 2026, Kota Bukittinggi telah meraih 104 medali. Dengan rincian, 39 medali emas, 31 medali perak dan 34 perunggu.

Prestasi tersebut, menjadi bukti kerja keras atlet, pelatih dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan olahraga di Kota Bukittinggi. Di luar perolehan medali, setiap pertandingan juga menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding dan mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Sejumlah atlet dari cabang olahraga yang telah menyelesaikan pertandingan, mulai kembali ke Kota Bukittinggi setelah menuntaskan perjuangan di arena pertandingan. Setiap pertandingan, menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding dan mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya. 


Pemerintah Kota Bukittinggi mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah menyelesaikan pertandingan. Setiap atlet telah memberikan kontribusi bagi daerah melalui partisipasi, dedikasi dan semangat untuk mengharumkan nama Kota Bukittinggi.


Kepulangan atlet juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pertandingan, mengidentifikasi potensi yang perlu dikembangkan, serta memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Dari Kota Perjuangan, lahir semangat perjuangan. Setiap langkah atlet di arena pertandingan merupakan bagian dari upaya membangun prestasi olahraga dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kota Bukittinggi. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bukittinggi salurkan zakat kepada 52 mustahik. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Aula Kantor BAZNAS, Kamis, 8 Oktober 2026.


Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, menjelaskan, Baznas Kota Bukittinggi salurkan dana zakat sebesar Rp38.875.000 kepada 52 penerima manfaat. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Bukittinggi Makmur untuk bantuan modal usaha kepada 33 orang senilai Rp25.375.000,-. Bantuan Biaya Hidup melalui Program Bukittinggi Peduli kepada 18 orang senilai Rp13.100.000, serta Bantuan Biaya Pendidikan kepada satu orang senilai Rp400.000.


"Untuk nominal per orang bervariasi mulai dari Rp400.000 hingga Rp1.000.000 karena penyaluran bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing mustahik atau penerima manfaat," ungkapnya.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, apresiasi kepada BAZNAS Kota Bukittinggi yang terus menjalankan amanah dalam menghimpun dan menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian zakat menjadi wujud kepedulian bersama dalam mendukung kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.


"Pemko Bukittinggi mendukung penguatan peran BAZNAS dalam membantu penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap bantuan melalui program Bukittinggi Makmur, Bukittinggi Peduli dan Bukittinggi Sehat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga penerima semakin mandiri dan ke depan dapat menjadi muzaki," ungkapnya.(**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Wali Kota Bukittinggi, Wakil Wali Kota bersama unsur Forkopimda, serahkan secara simbolis Bantuan Perlengkapan Murid Baru Tahun 2026 kepada siswa Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Bukittinggi. Penyerahan tersebut berlangsung di halaman Balai Kota Bukittinggi, Rabu, 7 Oktober 2026.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan, bantuan perlengkapan murid baru tahun 2026 merupakan salah satu program unggulan Kota Bukittinggi dalam mendukung misi Pendidikan Gemilang. Program ini diberikan kepada seluruh siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik negri maupun swasta, se-Kota Bukittinggi. Tahun ini, bantuan diberikan kepada 3.619 siswa dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar.


"Untuk sekolah negeri, penerima bantuan terdiri dari 1.275 siswa SD dan 1.513 siswa SMP, sedangkan untuk sekolah swasta sebanyak 571 siswa SD dan 260 siswa SMP. Bantuan yang diberikan meliputi seragam, sepatu dan kaos kaki, serta tas sekolah," jelasnya.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, bantuan perlengkapan murid baru merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memenuhi kebutuhan siswa pada awal tahun ajaran. Program ini dilaksanakan untuk tahun kedua dan diberikan kepada siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Bukittinggi.


"Sepanjang saya menjadi Wali Kota, program ini akan terus kita lanjutkan. Tujuannya membantu orang tua memenuhi kebutuhan anak pada setiap tahun ajaran baru. Program ini diberikan tidak hanya kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta di Kota Bukittinggi," ujarnya


Wako menambahkan, untuk sekolah swasta, penyalurannya memang sedikit terlambat karena adanya perbedaan perlengkapan dan warna pakaian di masing-masing sekolah. Tahun ini, total anggaran yang disiapkan sekitar Rp3,5 miliar, termasuk Rp1,3 miliar untuk sekolah swasta.(**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, buka secara resmi pelaksanaan PORPROV XVI tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 untuk cabang olahraga pickleball di Kota Bukittinggi, di GOR Bermawi, Senin, 5 Oktober 2026. Kota Perjuangan menjadi tuan rumah untuk tiga cabang olahraga, yakni Pickleball, Wushu dan Dance Sport (IODI).


Ketua PIC PORPROV XVI Sumbar di Bukittinggi, Qoy Cahayu YB, menjelaskan, Kota Bukittinggi dipercaya menjadi salah satu tuan rumah PORPROV XVI Tahun 2026 untuk tiga cabang olahraga, yaitu DanceSport, Pickleball dan Wushu. Sebanyak 10 kabupaten/kota mengikuti cabor DanceSport, 14 kabupaten/kota mengikuti Pickleball dan 10 kabupaten/kota mengikuti Wushu.


“Pertandingan Pickleball dilaksanakan 6–10 Oktober 2026 di GOR Bermawi, Wushu 6–10 Oktober 2026 di Sporthall Ateh Ngarai. Sementara DanceSport berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Lantai 1 Gedung Pasar Atas dan dilanjutkan 12–13 Oktober 2026 di Sporthall Ateh Ngarai. Sebagai tuan rumah, kami berkomitmen memberikan pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta penyelenggaraan terbaik bagi seluruh peserta,” jelasnya.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung pelaksanaan PORPROV XVI sekaligus mendorong agar penyelenggaraan Porprov dapat terus berlanjut secara rutin. Menurutnya, pola gotong royong antar kabupaten/kota dapat menjadi solusi agar penyelenggaraan tidak terpusat di satu daerah dan tidak terlalu membebani anggaran masing-masing daerah.


“Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet dan kontingen. Mari bertanding dengan sehat dan menjunjung sportivitas. Kepada juri, saya titip agar menilai secara netral sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku, tanpa ada titipan. Kepada atlet, tetap jaga keselamatan, kesehatan dan terus berlatih karena Porprov bukan akhir dari prestasi, tetapi bagian dari proses menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujar Wako. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi launching dan uji coba angkutan gratis bagi pelajar Kota Bukittinggi tahun 2026. Kegiatan ini diresmikan oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias di Pedestrian Jalan Sudirman Kota Bukittinggi, Senin, 5 Oktober 2026.


Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Forkopimda, Komisi III DPRD Kota Bukittinggi, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, camat dan lurah, Kepala SMP Negeri se-Kota Bukittinggi, pengurus Organda dan koperasi angkutan umum, para pengemudi angkot gratis.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Elza Aulia, menjelaskan, program angkutan sekolah gratis merupakan turunan dari salah satu program unggulan Pemko Bukittinggi, Pendidikan Gemilang. Program ini bertujuan memberikan kemudahan akses transportasi bagi pelajar menuju dan dari sekolah secara gratis, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pengemudi dan operator angkutan umum.


“Untuk tahap uji coba ini, program angkutan sekolah gratis diperuntukkan bagi 874 pelajar yang tersebar di delapan SMP Negeri di Kota Bukittinggi, dengan dukungan 53 unit angkutan umum yang telah memenuhi persyaratan laik jalan,” jelasnya.


Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menyampaikan apresiasi telah dilaunchingnya angkutan gratis bagi pelajar. Program tersebut telah tertuang dalam RPJMD sebagai salah satu program unggulan kepala daerah dan diperkuat dengan telah disahkannya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Transportasi Darat serta dukungan penganggaran melalui APBD.


“Program ini sudah tertampung dalam RPJMD. Artinya, ini juga menjadi tanggung jawab moral kita di DPRD untuk bersama-sama menyukseskannya. Terkait pengawasan, Komisi III nanti secara khusus akan mengevaluasi pelaksanaan angkot gratis ini. Kalau ada kekurangan atau hal yang perlu dievaluasi, tentu bisa dilakukan perbaikan-perbaikan ke depan,” ujarnya.


Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, program angkutan gratis bagi pelajar, merupakan salah satu program unggulan, yag dikonsep untuk melayani pelajar,  mengurangi beban orang tua serta mengurangi kepadatan lalu lintas. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Qupro Indonesia dan Aliansi Kemanusiaan Indonersia gelar Tabligh Akbar dalam rangka menyambut kunjungan resmi Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia. Tabligh Akbar berlangsung di Masjid Jami Aur Kuning, Sabtu, 3 Oktober 2026.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, kehadiran Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari, bersama Bang Onim dan rombongan, menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan solidaritas masyarakat Bukittinggi dengan rakyat Palestina. Hal ini sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


“Bukittinggi Basamo untuk Palestina, untuk Kemanusiaan bukan sekadar tema, tetapi menggambarkan kepedulian masyarakat Bukittinggi terhadap kemanusiaan. Melalui Tabligh Akbar ini, kita menyatukan doa dan ikhtiar untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semoga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terwujudnya kedamaian, keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina,” ujar Ibnu Asis.


Wawako menambahkan, hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah persaudaraan yang kuat. Kepedulian terhadap rakyat Palestina perlu terus dijaga melalui doa, solidaritas dan aksi kemanusiaan. Wawako juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Tabligh Akbar tersebut.


Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari, menyampaikan rasa syukur dapat hadir di Kota Bukittinggi dan bertemu dengan masyarakat dalam Tabligh Akbar. Ia mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Bukittinggi serta menyebut Bukittinggi sebagai kota yang indah dan memiliki sejarah penting dalam perjalanan Indonesia.


“Saya tidak pernah merasa sebagai orang asing di Indonesia. Saya merasa berada di negeri sendiri dan di tengah masyarakat sendiri. Ketika bertemu dengan masyarakat Indonesia, saya merasa tidak sendirian. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh masyarakat atas sambutan, kepedulian, serta dukungan yang diberikan kepada Palestina,” ujarnya.


Gaza mungkin berada jauh di Palestina.Namun di Masjid Jami’ Aur Kuning, suasana persaudaraan itu terasa dekat.


Di antara lantunan doa, senyum jamaah dan sambutan masyarakat, terselip harapan agar kedamaian suatu hari dapat benar-benar hadir di Palestina.


Kunjungan tersebut akhirnya bukan hanya meninggalkan foto dan dokumentasi, tetapi juga sebuah kesan emosional: bahwa di tengah ribuan kilometer jarak yang memisahkan Bukittinggi dan Palestina, masih ada hati yang merasa dekat, masih ada persaudaraan yang terjaga, dan masih ada doa yang dipanjatkan untuk keselamatan rakyat Palestina. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi gelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026, dengan tema pancasila pemersatu bangsa menuju Indonesia berdaulat, adil dan makmur. Kegiatan berlangsung di Halaman Balaikota, Kamis, 1 Oktober 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias langsung bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Jajaran Polresta, Kodim 0304 Agam dan ASN se Kota Bukittinggi.


Dalam kesempatan memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi membacakan teks Ikrar Kesaktian Pancasila.


"Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami melakukan upcara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia. Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila,kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilaiPancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan,menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan sebagai momentum untuk mengenang peristiwa yang menjadikan Pancasila sebagai penguat negara. Pentingnya untuk merenungkan dan menafsirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan hingga komitmen penuh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


"Kegiatan yang digelar hari ini sebagai bentuk pengimplementasian Hari Kesaktian Pancasila, mari menjadikan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa," ujarnya.(**)

 


SUMBARNET – Kapolres Bukittinggi Kombespol Ruly Indra Wijayanto, S.IK., M.Si., mengajak para pelajar, khususnya siswa-siswi tingkat SMP sederajat di wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya, untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.


Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara tersebut telah resmi dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026. Sekolah ini merupakan SMA berasrama yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan konsep pendidikan yang memadukan penguatan akademik, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai Kebhayangkaraan.


Kapolres Bukittinggi Kombespol Ruly Indra Wijayanto menyampaikan bahwa informasi mengenai kesempatan pendidikan tersebut penting diketahui oleh masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan SMP atau sederajat.


Menurutnya, SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas sekaligus memperoleh pembinaan karakter dan kemandirian melalui sistem pendidikan berasrama.


“Kami mengajak para pelajar dan orang tua di wilayah Kota Bukittinggi untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028. Bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik, semangat belajar, disiplin, serta keinginan untuk mengembangkan diri, kesempatan ini tentunya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kombespol Ruly Indra Wijayanto.


Ia menjelaskan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara mengusung konsep pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki integritas, disiplin, kemandirian, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.


Sekolah tersebut menerapkan Kurikulum Nasional pada kelas 10 dan International Baccalaureate (IB) Diploma Programme pada kelas 11 dan 12. Program IB merupakan kurikulum prauniversitas yang diakui secara internasional. SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga tercatat sebagai sekolah IB dengan fasilitas asrama.


“Pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk masa depan generasi muda. Karena itu, kami berharap para siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan dan rasa tanggung jawab,” kata Ruly.


Kapolres menambahkan, sistem pendidikan berasrama memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta didik. Selain mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa akan menjalani kehidupan bersama di lingkungan asrama sehingga dapat belajar mengatur waktu, membangun kemandirian, menghargai sesama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya.


Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus dapat membuka kesempatan bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.


Semangat tersebut sejalan dengan konsep SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang membawa misi memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas dengan kurikulum berstandar internasional serta pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kebhayangkaraan. Pihak sekolah juga menyatakan bahwa program beasiswa penuh diberikan untuk seluruh biaya pendidikan selama tiga tahun bagi peserta didik pada program tahun ajaran 2027/2028.


“Kami berharap kesempatan ini dapat diketahui secara luas oleh masyarakat. Jangan sampai ada anak-anak yang memiliki potensi dan prestasi, tetapi tidak mengetahui adanya kesempatan untuk mengikuti seleksi ini. Silakan mencari informasi secara lengkap, mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan,” tutur Ruly.


Ia juga mengingatkan para calon peserta agar mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, kesehatan dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan berasrama.


Berdasarkan informasi penerimaan TA 2027/2028, proses seleksi dilakukan secara bertahap. Pendaftaran berlangsung secara daring pada 28 September sampai 28 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahapan seleksi berikutnya hingga seleksi terpusat di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.


SMA Kemala Taruna Bhayangkara sendiri dirancang sebagai sekolah berasrama dengan orientasi pendidikan internasional. Selain pembelajaran akademik, sekolah juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, kepemimpinan, pengabdian kepada masyarakat dan penanaman nilai Kebhayangkaraan.


Kapolres Bukittinggi berharap keberadaan program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi, karakter dan daya saing.


“Harapan kami, anak-anak yang mengikuti pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara nantinya dapat menjadi generasi yang unggul, berkarakter, memiliki wawasan luas, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Mari bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kombespol Ruly Indra Wijayanto mengajak seluruh pihak, mulai dari orang tua, guru, sekolah hingga masyarakat, untuk memberikan dukungan kepada para pelajar yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.


Menurutnya, dukungan orang tua dan lingkungan sangat penting dalam membangun kepercayaan diri serta semangat belajar para calon peserta didik.


“Bersama kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk meraih masa depan terbaik. Manfaatkan kesempatan ini, persiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan tetap percaya pada kemampuan masing-masing,” pungkasnya.


Dengan dibukanya pendaftaran tersebut, para pelajar SMP sederajat yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat segera memperoleh informasi resmi dan mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi.


SMA Kemala Taruna Bhayangkara berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan memiliki fasilitas pendidikan serta kehidupan asrama yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.


Melalui kesempatan tersebut, semangat “Bersama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata” diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan, mengejar cita-cita dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, pimpin Rapat Evaluasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital Tahun 2026. Rapat diikuti Asisten, Staff Ahli, seluruh Kepala SKPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, di Aula Balai Kota Bukittinggi, Rabu, 30 September 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, percepatan pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital, harus segera dilakukan dengan melibatkan camat, lurah, PSM, RT, RW, serta unsur masyarakat. Pendataan ini perlu dilakukan bersama untuk memastikan masyarakat yang menjadi sasaran, dapat terdata dengan baik.


"Camat dan lurah diminta bersama RT, RW, dan PSM membantu masyarakat dalam proses pendataan. Bagi masyarakat yang belum memiliki atau memahami sarana digital, perlu diberikan pendampingan agar seluruh data dapat terakomodasi. Dalam waktu satu bulan ini, pendataan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target. Jika warga terkendala, kita aktifkan agen agen yang ada, didampingi PSM setiap kelurahan," ujarnya.


Wako menambahkan, perangkat daerah juga didorong ikut membantu proses pendataan, termasuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat. Perlinsos Digital merupakan program nasional yang perlu didukung bersama agar pelaksanaannya berjalan optimal dan tepat sasaran.


Dalam rapat tersebut, Wali Kota Bukittinggi juga melakukan evaluasi kinerja sekaligus menyampaikan sejumlah program unggulan dan kegiatan Pemerintah Kota Bukittinggi yang akan dilaksanakan pada triwulan IV tahun 2026 dan yang akan dilaksanakan 2027 kepada seluruh SKPD, camat dan lurah. Diantaranya, penataan kota, penggunaan conblok di sejumah jalan utama, renovasi taman kota, angkot gratis bagi pelajar, pembenahan drainase, kebersihan lingkungan, serta rencana pemindahan rumah potong hewan ke Talao.(**)

 


SUMBARNET — Seluruh rangkaian Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), telah selesai dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta interaksi antara Polri dengan masyarakat.


Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan ini membawa pesan tentang pentingnya pola hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan. Antusiasme peserta dan masyarakat Kota Bukittinggi turut memberikan warna positif sepanjang pelaksanaan kegiatan.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Police Women Run IV-2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Polri, pemerintah daerah, komunitas, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.


“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi telah selesai dilaksanakan dengan baik. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, masyarakat, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.


Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga atau perlombaan lari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat interaksi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.


Tema Run The Culture juga ingin kita wujudkan melalui semangat hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan. Hari ini kita melihat semangat itu hadir dalam kebersamaan seluruh peserta dan masyarakat di Kota Bukittinggi.


Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri, khususnya Polda Sumbar dan Polresta Bukittinggi, serta seluruh stakeholder yang telah bekerja bersama memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan nyaman.

Terima kasih juga kepada masyarakat Kota Bukittinggi yang telah memberikan dukungan dan menjadi bagian dari kegiatan ini. Kehadiran dan antusiasme masyarakat menjadi energi positif bagi kami.


Yang tidak kalah penting, Police Women Run IV-2026 ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai sejarah Kota Bukittinggi sebagai bagian penting dari perjalanan lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Jadi, olahraga hari ini sekaligus menjadi bagian dari napak tilas sejarah dan penghormatan terhadap para pionir Polwan.


Semoga semangat Run The Culture tidak berhenti di garis finis hari ini, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.”


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, suksesnya pelaksanaan Police Women Run IV-2026 tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat. Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Kegiatan ini merupakan ruang untuk membangun komunikasi, interaksi dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.


Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, masyarakat Kota Bukittinggi, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh personel Polda Sumbar dan Polresta Bukittinggi yang telah bekerja memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan nyaman.


Kehadiran masyarakat dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang yang positif untuk mempertemukan Polri dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan humanis.

Melalui tema Run The Culture, kami berharap semangat hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.


Dan yang paling penting, Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi juga mengingatkan kita pada sejarah perjuangan para pionir Polisi Wanita di Indonesia. Semangat pengabdian mereka menjadi bagian dari perjalanan Polwan hingga saat ini. Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.”


Pelaksanaan Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai sejarah melalui kegiatan yang bersifat positif dan melibatkan masyarakat secara langsung.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, semangat “Run The Culture” diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam sebuah perlombaan, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat, sportivitas, disiplin, kepedulian dan semangat membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak (*)

 


SUMBARNET — Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), menjadi momentum bagi Polisi Wanita (Polwan) untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengenang sejarah panjang lahirnya Polwan di Indonesia.


Kegiatan yang mengusung semangat Run The Culture tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membawa pesan tentang kesehatan, sportivitas, disiplin, kebersamaan serta nilai sejarah. Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Polwan Indonesia, khususnya sebagai daerah yang menjadi bagian dari awal keterlibatan perempuan dalam institusi kepolisian.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., mengatakan, Police Women Run IV-2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan dan masyarakat untuk bergerak bersama dalam suasana yang sehat, humanis dan penuh kebersamaan.


“Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga. Kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas, baik bagi Polwan maupun bagi masyarakat.


Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi menjadi momentum untuk kembali melakukan napak tilas sejarah lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Bukittinggi memiliki tempat yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Polwan. Di kota inilah para perempuan pertama kali diberi ruang untuk menjadi bagian dari kepolisian dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.


Ketika hari ini Polwan dan masyarakat berlari bersama di Kota Bukittinggi, sesungguhnya kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga kembali mengingat perjalanan panjang, perjuangan dan semangat para pionir Polwan yang telah membuka jalan bagi generasi Polwan hingga saat ini.


Bagi Polwan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Polwan bukan hanya hadir dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam suasana yang sehat, humanis, positif dan penuh kebersamaan.


Police Women Run juga menjadi momentum bagi Polwan untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Ketika kita berlari dan berinteraksi bersama, tidak ada sekat antara polisi dan masyarakat. Yang ada adalah semangat untuk bergerak, hidup sehat, saling mendukung dan membangun kebersamaan.


Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat Polwan dari sisi yang lebih dekat dan humanis. Di balik seragam kepolisian, Polwan juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki semangat, kepedulian dan keinginan yang sama untuk membangun lingkungan yang sehat, aman dan nyaman.


Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk membangun kepercayaan. Kepercayaan tidak hanya dibangun ketika Polri melaksanakan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, interaksi positif dan kebersamaan dengan masyarakat.


Karena itu, semangat Run The Culture tidak hanya dimaknai sebagai berlari melewati sebuah rute. Kita ingin membawa nilai budaya, sejarah, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan itu dalam kehidupan sehari-hari.


Tugas kita hari ini adalah meneruskan semangat para pionir Polwan dengan terus hadir, melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Police Women Run bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finis, tetapi tentang bagaimana kita bergerak bersama, mengenang sejarah bersama dan membangun kedekatan bersama.


Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.”

Sementara itu, Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha mengatakan, Police Women Run IV-2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan dan penguatan karakter personel Polwan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Polwan untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 menjadi momentum yang baik bagi Polwan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga mengingatkan kita bahwa setiap pelaksanaan tugas harus dilandasi semangat pengabdian dan kedekatan dengan masyarakat.


Tema Run The Culture memiliki pesan yang sangat positif. Semangat budaya, sejarah, disiplin, sportivitas dan kebersamaan tidak hanya kita hadirkan dalam kegiatan hari ini, tetapi juga diharapkan menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Bagi personel Polwan, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas, meningkatkan rasa percaya diri dan menjaga semangat positif dalam menjalankan tugas. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat semangat Polwan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Semoga Police Women Run tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat.”


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, Police Women Run IV-2026 menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperlihatkan kehadiran Polwan secara lebih dekat kepada masyarakat. Menurutnya, interaksi langsung melalui kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin terbuka dan humanis antara Polri dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 menjadi momentum yang sangat positif untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan Polwan dengan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Polwan tidak hanya terlihat ketika melaksanakan tugas kepolisian, tetapi juga dapat hadir melalui kegiatan yang sehat, edukatif dan membangun kebersamaan.


Kami ingin semangat Run The Culture dapat menjadi bagian dari pesan bahwa sejarah, budaya, kesehatan dan pengabdian dapat berjalan bersama. Bukittinggi memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perjalanan Polwan Indonesia, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai perjuangan para pionir Polwan.


Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal Polwan secara lebih dekat. Kedekatan tersebut penting untuk membangun komunikasi dua arah, karena kepercayaan masyarakat juga tumbuh dari interaksi yang positif dan berkelanjutan.


Polwan Polda Sumbar akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan dengan humanis serta membangun komunikasi yang terbuka. Semangatnya adalah bersama masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman.”


Pelaksanaan Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Polwan Indonesia tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan perempuan dalam menjalankan tugas pengabdian di bidang kepolisian.


Melalui semangat Run The Culture, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada garis finis. Nilai sejarah, budaya, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan yang dibawa dalam kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari semangat pengabdian Polwan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.


Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak Bersama..(*)

 


SUMBARNET - Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.


Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat, sportivitas, disiplin, kepedulian dan kebersamaan. Kota Bukittinggi menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Polwan, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi momentum napak tilas dan penghormatan terhadap para pionir Polwan.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., mengatakan Police Women Run memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan lari.


“Ketika Polwan dan masyarakat berlari bersama, kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga mengingat perjalanan, perjuangan dan semangat para pionir Polwan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi Polwan untuk hadir secara humanis, membangun komunikasi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Semangat Run The Culture tidak hanya dimaknai sebagai berlari, tetapi bagaimana membawa nilai sejarah, budaya, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” ujarnya.


Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat solidaritas dan semangat pengabdian.


“Police Women Run menjadi momentum untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus memperkuat kebersamaan. Kami berharap semangat Run The Culture menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas, sehingga Polwan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, Police Women Run menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperlihatkan kehadiran Polwan secara lebih dekat dan humanis.


“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dua arah antara Polri dengan masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, masyarakat, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan ini.


Semoga semangat Run The Culture tidak berhenti di garis finis, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” ujarnya.


Police Women Run IV-2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meneruskan semangat para pionir Polwan melalui pengabdian, pelayanan dan kehadiran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak Bersama.(*)

 


SUMBARNET — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali sukses menggelar ajang olahraga bertaraf nasional yang memadukan unsur sejarah, pariwisata, dan budaya. Ajang Police Women Run IV Tahun 2026 secara resmi dilepas langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., yang ditandai dengan pengibaran bendera start (flag off) di Kota Bukittinggi, Minggu (27/09/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) RI ke-78 ini memikat antusiasme tinggi dari ribuan peserta. Tercatat lebih dari 3.400 pelari, yang terdiri dari kategori 5K dan 10K dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, masyarakat umum, komunitas, hingga personel TNI-Polri, tumpah ruah memadati jalur lintasan dengan mengusung tema "Run The Culture".


Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berkompetisi di bidang atletik semata, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kebudayaan lokal.


"Melalui ajang Police Women Run yang keempat kalinya ini, kami ingin menumbuhkan semangat hidup sehat sekaligus merawat nilai-nilai sejarah lahirnya Polwan di Kota Bukittinggi. Animo yang luar biasa dari ribuan peserta membuktikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang positif antara Polri dan masyarakat luas," ujar Kombes Pol Anissullah M. Ridha di sela-sela kegiatan.


Senada dengan hal tersebut, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa perhelatan akbar ini turut memberikan multiplier effect yang positif, khususnya dalam mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat, terkhusus Kota Bukittinggi.


"Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan flag-off hingga pelepasan peserta oleh Bapak Kapolda Sumbar berjalan dengan aman, tertib, and lancar. Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah ini tidak hanya membawa semangat kebugaran, tetapi juga turut menggerakkan sektor UMKM serta memperkenalkan keindahan budaya lokal pariwisata Bukittinggi ke kancah nasional," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Acara pelepasan yang berlangsung meriah sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, Kapolresta Bukittinggi, serta unsur Forkopimda setempat. 


Setelah suksesnya prosesi pelepasan kategori 10K dan 5K oleh Kapolda Sumbar, rangkaian acara dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pengumuman pemenang (awarding ceremony), serta pembagian doorprize dan grand prize menarik bagi para peserta yang hadir.(*)

 


KABUPATEN SOLOK, SUMBARNET.ID — Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Solok ditunjukkan Pemerintah Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, bersama sejumlah kepala SKPD turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan, Sabtu, 26 September 2026.


Kehadiran rombongan Pemko Bukittinggi menjadi wujud solidaritas sekaligus dukungan moril bagi masyarakat Kabupaten Solok yang tengah menghadapi dampak bencana.


Bantuan yang disalurkan berupa berbagai kebutuhan rumah tangga, di antaranya magic com, kompor gas, termos air, kuali, serta perlengkapan salat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dan kehilangan sebagian perlengkapan rumah tangganya akibat bencana.


Selain bantuan dari Pemko Bukittinggi, Baznas Kota Bukittinggi turut memberikan dukungan senilai Rp10 juta yang diwujudkan dalam bentuk 30 tabung gas lengkap dengan slang dan paket perlengkapannya serta 20 unit penanak nasi.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Solok.


Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Bukittinggi yang dihimpun melalui aparatur sipil negara (ASN) bersama masyarakat.

“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa warga serta Pemerintah Kabupaten Solok. Kami berharap warga tabah menjalani situasi ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban korban bencana banjir bandang ini,” ujar Ramlan.


Ia menegaskan, kehadiran Pemko Bukittinggi di lokasi bencana bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan sosial dan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.


Ramlan juga berpesan kepada warga terdampak agar tetap sabar dan kuat menghadapi kondisi yang terjadi. Ia meyakinkan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak akan terus hadir membantu masyarakat.


“Yakinlah, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Wakil Presiden RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, serta kepala daerah se-Sumbar juga ikut memberikan perhatian. Kita semua akan bergandengan tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.


Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dari sejumlah daerah, lanjut Ramlan, menunjukkan bahwa penanganan bencana di Kabupaten Solok merupakan kepedulian bersama.


Pemko Bukittinggi berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga terdampak sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit dan kembali menata kehidupan pascabencana. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Bank Indonesia (BI) dan Perum Bulog Sumatera Barat menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) 2026. Kegiatan ini berlangsung di depan SMPN 1 Bukittinggi, selama dua hari, 24 September hingga 25 September 2026.


Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado, menyampaikan, kegiatan pangan murah 2026 merupakan rangkaian kegiatan Bank Indonesia dengan tujuan untuk membantu meredam kenaikan harga, terutama di saat kondisi El nino yang menjadikan pasokan pangan terbatas. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.


"Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini kami selenggarakan sebagai upaya untuk membantu pasokan pangan masyarakat, selain itu kami juga memperkenalkan dan mendorong digitalisasi penggunaan uang rupiah melalui QRIS. Dengan menggunakan QRIS, diharapkan transaksi masyarakat menjadi lebih efisien, cepat, mudah, murah aman dan handal atau lebih dikenal dengan CEMUMUAH," ujarnya.


Pada Gerakan Pasar Murah tersebut, tersedia sejumlah kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, di antaranya telur Rp48.000 per tray untuk ukuran kecil dan Rp50.000 per tray untuk ukuran besar, sayur Rp5.000 per plastik, kentang Rp13.000 per kilogram, beras 10 kilogram seharga Rp154.000, serta minyak goreng satu liter seharga Rp15.500. Setiap pembelian beras dan minyak goreng juga mendapatkan bonus satu plastik cabai atau bawang selama persediaan masih ada.(**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Penataan kota menjadi perhatian Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus mempertahankan karakter kota. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bukittinggi dalam apel gabungan ASN di halaman Balai Kota Bukittinggi, Senin, 21 September 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, terkait penataan kota, menjadi perhatian bagi pemerintah serta sebagai upaya menuntaskan salah satu program prioritas Pemko 2026. Hal yang menjadi perhatian mengenai penebangan serta membongkar pohon yang berusia tua, dengan akar yang menjalar hingga trotoar dan mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Selanjutnya, penataan jalan yang perlu ditindak lanjuti untuk kenyamanan masyarakat. Begitu juga mengenai pembenahan jalan menggunakan conblock yang menjadi salah satu pendukung pedestriaan kota serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).


"Upaya penataan kota diharapkan mampu menciptakan kenyamanan, keasrian serta estetika kota. Kota Bukittinggi ini adalah kota tua, dengan adanya pemasangan conblock dan pembenahan lainnya, diharapkan dapat memodernkan kota ini, namun tidak meninggalkan ciri khas serta budaya nya," ujarnya.


Penataan kota, lanjut Wako, menjadi perhatian bagi pemerintah untuk tetap mempertahankan fungsi dan kenyamanan bagi masyarakat. Mengenai perbaikan jalan yang sedang berlangsung di beberapa ruas jalan kawasan Jam Gadang hingga Jalan Minangkabau, Wako menegaskan, pemasangan conblock juga menjadi perhatian dengan tetap mempertahankan kualitas terbaik. 


"Kami selalu menjaga kualitas material terbaik, salah satunya material conblock K400 yang akan kami gunakan, agar mobilitas dapat berlalu lancar dan tidak menyebabkan kerusakan jalan," ungkapnya.


Selain itu, pembenahan taman juga akan segera diselesaikan, agar banyak tempat untuk pengunjung menikmati keindahan Kota Bukittinggi. (**)

 


SUMBARNET – Semangat sportivitas, kebersamaan dan pola hidup sehat menjadi energi dalam pelaksanaan Police Women Run dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78.


Kegiatan olahraga tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun solidaritas serta memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat.


Police Women Run IV Tahun 2026 yang digelar di Kota Bukittinggi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan RI ke-78. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur dan komunitas, sehingga menjadi ruang kebersamaan antara personel kepolisian, peserta lari, komunitas olahraga serta masyarakat.


Kehadiran para peserta dengan semangat olahraga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas. Setiap langkah yang dilakukan dalam lintasan menjadi simbol semangat untuk menjaga kesehatan, membangun persaudaraan dan bersama-sama menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya pola hidup sehat.


Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa Police Women Run bukan semata-mata kegiatan olahraga, namun juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.


Menurutnya, olahraga memiliki banyak manfaat, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Karena itu, kegiatan seperti Police Women Run diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


“Police Women Run ini bukan hanya tentang berlari dan mencapai garis finis, tetapi lebih dari itu adalah bagaimana kita membangun semangat kebersamaan, sportivitas, menjaga kesehatan dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto.


Ia mengatakan, semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan olahraga sejalan dengan upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat. Interaksi yang terbangun secara positif diharapkan dapat menciptakan kedekatan dan komunikasi yang semakin baik.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama membudayakan hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas, sehingga hubungan antara Polri dan masyarakat semakin dekat,” katanya.


Kapolresta Bukittinggi menambahkan, peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memperkuat semangat pengabdian Polisi Wanita dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.


Menurutnya, Polwan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, semangat peringatan hari jadi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Harapan kami, semangat yang dibangun dalam Police Women Run ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Semangat sportivitas, disiplin, kebersamaan dan kepedulian hendaknya terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri,” tuturnya.


Kombes Pol Ruly juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter. Menurutnya, olahraga mengajarkan banyak nilai positif, seperti kedisiplinan, ketekunan, kerja keras, sportivitas dan kemampuan untuk menghargai orang lain.


Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan semangat pengabdian anggota Polri yang setiap hari dituntut untuk memberikan pelayanan secara profesional, humanis dan berintegritas.


“Olahraga mengajarkan kita untuk disiplin, pantang menyerah dan menghargai proses. Nilai-nilai itu juga harus kita terapkan dalam pelaksanaan tugas. Dengan tubuh yang sehat dan semangat yang kuat, kita akan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.


Lebih jauh, Kapolresta berharap Police Women Run dapat terus menjadi kegiatan positif yang mampu menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat sekaligus memperkuat rasa persatuan.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan dari berbagai unsur dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang aman, tertib dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, panitia, peserta, komunitas olahraga, masyarakat serta semua unsur yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan Police Women Run dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar serta memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.


Semangat kebersamaan juga terlihat dari kesiapan personel Polresta Bukittinggi dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan. Sebelumnya, personel Polresta Bukittinggi melaksanakan kegiatan kurve dan gotong royong membersihkan area venue untuk memastikan lokasi dalam kondisi bersih, rapi dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat.


Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah event bukan hanya ditentukan oleh pelaksanaan pada hari kegiatan, tetapi juga oleh kesiapan seluruh unsur yang terlibat sejak tahap persiapan.


Dengan mengusung semangat olahraga dan kebersamaan, Police Women Run IV Tahun 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.


Momentum Hari Jadi Polwan RI ke-78 pun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri, khususnya Polwan, untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.


“Semoga semangat Hari Jadi Polwan ke-78 ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk semakin profesional, humanis dan tulus dalam menjalankan tugas. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga kesehatan, memperkuat solidaritas dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto.


Dengan demikian, setiap langkah dalam Police Women Run bukan hanya menjadi langkah menuju garis finis, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat pengabdian Polri kepada masyarakat. (AdF)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi gelar silaturahmi pelepasan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bukittinggi, Djamaluddin. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Rabu, 16 September 2026.


Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bukittinggi, Djamaludin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan dan kerja sama yang telah terbangun. Selama bertugas 2 tahun 3 bulan 15 hari, suasana Kota Bukittinggi yang sejuk, kuliner khas, serta nilai sejarahnya sebagai kota perjuangan, menjadi bagian yang berkesan selama menjalankan tugas di daerah ini.


"Tanpa bantuan, tanpa kerja sama, dukungan dari Pemko Bukittinggi, kami bukan apa-apa. Tentunya kami banyak-banyak terima kasih atas dukungan selama ini," ujarnya.


Djamaludin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan dalam tutur kata maupun perbuatan. Masa tugasnya sebagai Kepala Kejari Kota Bukittinggi akan berakhir pada Sabtu, 19 September 2026, sebelum memasuki masa purna tugas dan melanjutkan pengabdian sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Tinggi Aceh.


Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bukittinggi, Djamaludin, atas dukungan dan pendampingan selama menjalankan tugas di Kota Bukittinggi. Koordinasi dengan Kejaksaan menjadi bagian penting dalam penyelesaian berbagai persoalan pemerintahan, termasuk pendampingan hukum melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.  


"Terima kasih atas bantuan dan pendampingannya selama ini. Kami tentu membutuhkan kepastian hukum dan arahan agar langkah yang diambil sesuai aturan. Atas nama pemerintah dan masyarakat Bukittinggi, kami mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan. Silaturahmi tentu tidak akan putus. Semoga Pak Kajari dan keluarga selalu sehat dan sukses di tempat tugas yang baru," ungkap Wako. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) donasikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) secara daring melalui zoom meeting. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Bukittinggi, di Bukittinggi Command Center (BCC), Rabu, 16 September 2026.


Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu bentuk kepedulian dan duka mendalam masyarakat Bukittinggi. Bantuan awal berupa donasi yang dihimpun dari ASN Kota Bukittinggi, sedekah masyarakat melalui Baznas, serta dukungan BUMD, BPRS Jam Gadang, PDAM dan Bank Nagari, telah terkumpul sebesar Rp70 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada Kabupaten Nagekeo yang termasuk daerah dengan kerusakan cukup parah.


“Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari dana APBD juga akan kita berikan. Saat ini masih berproses dan telah masuk dalam anggaran perubahan APBD 2026. Kita sedang menunggu evaluasi gubernur. Setelah evaluasi selesai dan DPA anggaran perubahan selesai, kita akan segera transfer uangnya,” ujar Rismal Hadi.


Rismal Hadi menambahkan, BKK tersebut direncanakan sebesar Rp500 juta yang dibagi untuk tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo. Ketiga daerah tersebut dipilih karena mengalami kerusakan lebih berat dibandingkan kabupaten lainnya, meskipun hampir seluruh wilayah NTT terdampak gempa, bantuan difokuskan kepada tiga kabupaten tersebut.


“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT,” harapnya.(**)