Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan


SUMBARNET - Langkah besar menuju pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau kembali lahir dari lereng Gunung Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) bersama mitra Jepang, Saka no Tochu Co., Ltd, mendapat dukungan pemerintah Jepang melalui Ministry of Economy, Trade and Industry (Japanese Government) - METI (kementrian Perdaganagn Jepang) meluncurkan studi kelayakan dekarbonisasi rantai pasok kopi dan rempah di Kabupaten Kerinci, Jambi yang bertempat di Koperasi Alam Korintji.


Acara peluncuran resmi ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi ,S.Sos,.M.Si, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan Kerinci sebagai sentra “Kopi Ramah Karbon” pertama di Indonesia.


Kegiatan ini sekaligus menandai pengiriman ekspor kulit manis (cinnamon) dari Kerinci ke Kobe, Jepang, menggunakan sistem traceability berbasis blockchain yang transparan dan berorientasi pada pengurangan emisi karbon.


KOMITMEN PEMERINTAH DAERAH: KERINCI MENUJU SENTRA PERTANIAN BERKELANJUTAN

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh Koperasi ALKO bersama mitra internasional. Beliau menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan ekonomi daerah dan keberlanjutan lingkungan.


“Kami menginginkan agar kegiatan ini dapat memberikan dukungan nyata bagi peningkatan nilai tambah kopi Kerinci yang sudah dikenal luas, serta mendorong studi-studi serupa agar terus berkembang,” ujar Bupati Kerinci.

“Kami juga mendorong kerja sama dengan universitas agar mampu menghasilkan benih asli Kerinci yang unggul dan sesuai karakter wilayah kita.”


Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mendukung langkah-langkah yang dilakukan ALKO dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani.


DONOR JEPANG DUKUNG LABEL “KOPI KERINCI RAMAH KARBON”

Perwakilan peneliti dari Saka no Tochu Co., Ltd, dan Ministry of Economy, Trade and Industry (Japanese Government) - METI selaku donor utama proyek ini, menyampaikan bahwa Jepang memiliki perhatian besar terhadap isu perubahan iklim dan ketelusuran produk pertanian dari negara produsen.


“Kami berharap studi ini dapat membantu meningkatkan nilai tambah bagi petani melalui penerapan teknologi hijau dan penilaian emisi karbon di setiap tahap produksi,”  ujar Yukiko Isayama perwakilan Saka no Tochu.

“Kami mendukung agar Kerinci dapat mengembangkan label ‘Kopi Kerinci Ramah Karbon’, yang menjadi simbol bahwa setiap biji kopi dan rempah yang dihasilkan di sini diproduksi secara bertanggung jawab terhadap bumi.”


Inisiatif ini menjadi bagian dari program Green Transformation (GX) Model, yaitu proyek lintas negara untuk mengurangi emisi karbon dalam rantai pasok kopi di Papua Nugini, Thailand, dan Indonesia. ALKO ditunjuk sebagai mitra pelaksana utama di Indonesia karena rekam jejaknya dalam ekspor kopi dan rempah berkelanjutan.


STUDI KELAYAKAN DEKARBONISASI: MENGUKUR JEJAK KARBON DARI KEBUN KE CANGKIR



Tujuan utama studi kelayakan ini adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang peran sektor pertanian kopi dan rempah dalam pengurangan emisi karbon.

Melalui pendekatan ilmiah berbasis Life Cycle Assessment (LCA), proyek ini akan memetakan sumber-sumber emisi pada setiap tahapan rantai pasok – mulai dari budidaya, pengolahan, transportasi, hingga penjualan.


Harapannya, studi ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk petani agar produktivitas meningkat sekaligus menekan emisi.

Selain itu, hasil penelitian ini juga akan membantu merumuskan model pertanian karbon positif, di mana lahan pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas ekonomi tetapi juga menyerap karbon dari atmosfer.


INOVASI TEKNOLOGI: BLOCKCHAIN UNTUK KETELUSURAN DAN EMISI RENDAH

Dalam kegiatan ekspor kulit manis ke Jepang, Koperasi ALKO telah menerapkan sistem traceability digital berbasis blockchain melalui aplikasi QThink-X.

Setiap batch kulit manis yang dikirim kini dilengkapi dengan kode QR unik berisi informasi detail tentang petani, lokasi kebun, waktu panen, proses pengeringan, serta estimasi emisi karbon yang dihasilkan.


Teknologi ini memungkinkan pembeli di luar negeri menelusuri jejak produk secara transparan dan memastikan bahwa kulit manis Kerinci diproduksi dari lahan bebas deforestasi serta menggunakan praktik ramah lingkungan.

Selain itu, data digital yang tercatat di blockchain menjadi dasar untuk menghitung jejak karbon (carbon footprint) secara akurat.


AGROFORESTRI DAN BIOCHAR: PENYERAPAN KARBON DARI ALAM KERINCI

ALKO dan para petani anggota telah lama menerapkan sistem agroforestri alami, yaitu pola tanam campuran antara kayu manis, kopi, dan tanaman keras lain di bawah naungan pohon hutan.

Sistem ini tidak hanya menjaga ekosistem tanah, tetapi juga meningkatkan penyerapan karbon di tanah (soil carbon sequestration).

Setiap pohon kayu manis dewasa di perkebunan Kerinci dapat menyerap  karbon per tahunnya, menjadikan praktik ini sebagai solusi nyata mitigasi iklim.


Selain itu, ALKO tengah menguji penerapan biochar, yaitu arang hayati hasil pembakaran limbah organik pada suhu rendah yang mampu menyimpan karbon dalam tanah selama puluhan tahun.

Kedua pendekatan ini berkontribusi langsung pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG) di sektor pertanian.


EUDR DAN TRANSPARANSI GLOBAL

Langkah dekarbonisasi ini juga memperkuat posisi Kerinci di pasar global yang semakin ketat terhadap regulasi keberlanjutan.

Kegiatan produksi ALKO telah diverifikasi melalui Dimitra.io Due Diligence Report dan dinyatakan bebas deforestasi (Zero or Negligible Deforestation Risk) pada area seluas 10,17 hektare di Kabupaten Kerinci.

Kepatuhan terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR) menjadi bukti bahwa Kerinci siap bersaing di pasar dunia dengan standar keberlanjutan yang tinggi.


JADWAL IMPLEMENTASI PROYEK GX

Proyek GX Model dijalankan dengan tahapan terukur selama satu tahun:


September 2025: Persiapan survei lapangan dan koordinasi dengan lembaga pemerintah serta koperasi mitra.


Oktober–November 2025: Pelaksanaan survei lapangan di Indonesia, Papua Nugini, dan Thailand.


Desember 2025: Analisis rantai pasok dan penghitungan awal emisi karbon (LCA).


Januari–Februari 2026: Penyusunan model GX dan desain teknis proyek percontohan.


Maret–Mei 2026: Pelaksanaan uji coba teknologi hijau, seperti biochar, agroforestri, dan green logistics.


Juni–Agustus 2026: Pemantauan, penghitungan pengurangan emisi, serta penyusunan laporan hasil proyek dan rencana kelanjutan.


Melalui jadwal ini, proyek diharapkan melahirkan model rantai pasok kopi dan rempah rendah karbon yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Asia Tenggara.


DAMPAK BAGI PETANI DAN PEREKONOMIAN LOKAL

Implementasi sistem dekarbonisasi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga langsung meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan adanya sistem traceability dan transparansi, harga kulit manis dan kopi Kerinci meningkat 15 hingga 20 persen, karena pasar internasional memberikan nilai tambah bagi produk berlabel ramah karbon.


Petani juga mendapat manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan oleh ALKO Academy, yang mencakup pencatatan digital hasil panen, perhitungan emisi, penggunaan pupuk organik, dan teknik konservasi tanah.

Selain itu, petani kini mulai memahami bahwa setiap praktik ramah lingkungan berpotensi menghasilkan insentif karbon (carbon credit) yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi tambahan.


VISI: KERINCI SEBAGAI MODEL PERTANIAN KARBON POSITIF

Koperasi ALKO menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kerinci sebagai model pertanian karbon positif pertama di Indonesia — di mana setiap ton hasil bumi yang dihasilkan mampu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskan.

Prinsip ini sejalan dengan semangat koperasi: Preserves Nature and Empowers People — menjaga alam sambil memberdayakan manusia.


“Transformasi hijau bukan hanya soal teknologi,” ungkap perwakilan ALKO.

“Ini adalah perubahan budaya dan cara berpikir. Petani kita tidak sekadar menanam untuk hidup, tetapi juga untuk melindungi bumi.”


MENUJU LABEL “KOPI KERINCI RAMAH KARBON”

Melalui kerja sama dengan mitra Jepang dan dukungan pemerintah daerah, ALKO sedang menyiapkan peluncuran label “Kopi Kerinci Ramah Karbon” sebagai identitas baru kopi dari dataran tinggi Sumatra.

Label ini akan menjamin bahwa setiap produk kopi Kerinci diproduksi melalui proses rendah emisi, bebas deforestasi, dan sesuai dengan prinsip perdagangan adil (fair trade).


Label tersebut juga diharapkan menjadi nilai tambah ekonomi bagi petani sekaligus membuka akses pasar premium di Jepang dan Eropa yang kini memprioritaskan produk hijau.


DARI KERINCI UNTUK DUNIA

Dari dataran tinggi di kaki Gunung Kerinci, aroma kulit manis dan kopi kini membawa pesan baru bagi dunia: Indonesia siap memimpin transformasi hijau di sektor pertanian.

Koperasi ALKO bersama pemerintah daerah, universitas, dan mitra internasional menunjukkan bahwa dekarbonisasi bukan sekadar konsep, tetapi bisa diterapkan secara nyata oleh petani kecil.


Melalui sinergi ini, Kerinci menegaskan dirinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan masa depan.


Tentang Koperasi ALKO

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi petani berbasis di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia, yang berfokus pada pengembangan kopi dan rempah berkelanjutan.

ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kulit manis ke berbagai negara dengan menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability.


Kontak Media:

ALKO Sumatra Kopi – Kerinci, Jambi, Indonesia

www.alko.id

+62 813 1234 5003

 


SUMBARNET - Kerinci, 22 Mei 2025 - PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Jambi terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sungai Penuh dan Merangin, Provinsi Jambi, dengan membangun Emergency Restoration System (ERS) di Tower 198 penghantar 150 kV Bangko–Merangin.



Pembangunan tower ERS ini dilakukan sebagai respons cepat atas gangguan jaringan transmisi akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan pada tower eksisting. Sejak awal kejadian, PLN langsung mengerahkan 130 personel untuk bekerja secara intensif dari pagi hingga malam, dengan tetap mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh proses pengerjaan.



“Pekerjaan ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang komitmen kami menjaga terang bagi masyarakat. Di tengah situasi darurat, seluruh tim bekerja dengan semangat tinggi dan tetap menjunjung prinsip K3,” ujar Amiruddin, General Manager PLN UIP3B Sumatera, saat meninjau langsung proses pembangunan di Kabupaten Kerinci.



Dengan medan yang berat dan tantangan cuaca di pegunungan Jambi, para teknisi PLN tetap melaksanakan tugas dengan disiplin tinggi. Memastikan konstruksi berlangsung non-stop, namun tetap mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta SOP pendirian Emergency Restoration Tower.



Pekerjaan pembangunan ERS ini menjadi bukti nyata dedikasi PLN sebagai garda terdepan dalam menjaga keandalan kelistrikan nasional. Di saat masyarakat membutuhkan penerangan, PLN hadir dan bertindak cepat dengan penuh tekad.


*Narahubung:*

Andi Pratama

Manager Komunikasi & TJSL PLN UIP3B Sumatera

Telp. (0761) 6700011



SUMBARNET - Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Jambi-Sumatera Barat (Sumbar) di Kabupaten Bungo, Jambi, lumpuh total akibat putus diterjang banjir. Ini jalur alternatifnya.


Titik jalan putus ini berada di Jalan Lintas Sumatera KM.58 (sebelum Hotel Ratu Balqis), Desa Sirih Sekapu, Kecamatan Jujuhan, Bungo. Lokasinya berdekatan dengan perbatasan Jambi dengan Kabupaten Dharmasraya, Sumbar. Longsor terjadi sekira pukul 14.00 WIB, Minggu (2/3/2025).


Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan personel kepolisian telah melakukan imbauan kepada pengendara untuk melewati jalur alternatif.


Kendaraan minibus yang hendak melintas menuju padang kiranya dapat melalui jalur alternatif Jalan Padang Lamo yang melewati Desa Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir," kata Eko kepada detikSumbagsel, Minggu (2/3/2025).


Adapun jalur alternatif via Padang Lamo ini melewati, Simpang Somel - Simpang Lopon (belok kiri) - melewati VIII Koto - Koto Baru (Dharmasraya).


Jalur alternatif ini hanya dimungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Sedangkan, kendaraan roda enam ke atas di arahkan untuk istirahat di bahu jalan atau balik kanan sementara akan dilakukan perbaikan jalan.


"Kami telah berkoordinasi dengan aparat pemerintahan desa dan Kecamatan Jujuhan untuk membantu mengatur lalu lintas," ujarnya.


Di samping itu, kata Kapolres, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Bungo, bahwasanya akan dibuat jembatan bailey atau darurat.


"Alat berat sudah mau digeser ke lokasi dan direncanakan akan dibuat jembatan bailey atau jembatan sementara penghubung Bungo - Sumbar," ucapnya.


Diberitakan sebelumnya, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Jambi-Sumatera Barat (Sumbar) di Kabupaten Bungo, Jambi, putus. Akses lalu lintas lumpuh total.


Bencana ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya, mengakibatkan air bah memotong badan jalan hingga amblas.


Sumber : detik



SUMBARNET - Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Jambi-Sumatera Barat (Sumbar) di Kabupaten Bungo, Jambi, putus. Akses lalu lintas lumpuh total.

Bencana ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya, mengakibatkan air bah memotong badan jalan hingga amblas.


Titik jalan putus itu tepatnya di Dusun Siri Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Bungo. Jalan tersebut amblas diterjang banjir sejak Minggu (2/3/2025) siang. Putusnya jalan di dekat perbatasan Bungo dengan Kecamatan Sungai Rumbai, Dharmasraya, Sumbar.



Sekitar pukul 14.00 di Jalan Lintas Sumatera KM.58 (sebelum Hotel Ratu Balqis) Desa Sirih Sekapur Kecamatan Jujuhan telah terjadi longsor atau banjir akibat meluapnya air Sungai Tukum (anak sungai Jujuhan) yang menyebabkan terputusnya akses jalan lintas sumatera Bungo-Padang," kata Kasi Humas Polres Bungo, AKP M. Noer, Minggu.


Noer mengatakan hasil pengecekan personel kepolisian bahwa akses jalan tersebut terputus dikarenakan gorong-gorong penahan jalan tidak kuat menahan derasnya debit air Sungai Tukum. Terdapat satu unit rumah warga mengalami kerusakan akibat longsoran tanah.


"Personel Polsek Jujuhan saat ini berada di TKP dan mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak terlalu dekat lokasi kejadian," katanya.


Akibat kejadian tersebut antrean panjang kendaraan "menggular" dari arah Jambi menuju Sumbar, begitupun sebaliknya. Polisi mengimbau agar pengendara melewari jalur alternatif.


"Kendaraan minibus yang hendak melintas menuju padang kiranya dapat melalui jalur alternatif (jalan padang lamo) yang melewati desa Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir," ujarnya.


Sumber : detik



SUMBARNET - Jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Padang Sumatera Barat (Sumbar) lumpuh total akibat putusnya badan jalan tepatnya dekat Simpang Ratu Balqis Desa Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo Jambi dekat, pada Minggu siang. 


Kepala BPBD Dharmasraya, Eldison, di Pulau Punjung, Minggu, mengatakan titik jalan putus sudah masuk wilayah Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo Jambi. Dimana berbatasan langsung dengan Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar.


"Titik jalan putus berada kurang lebih dua kilometer dari pusat Kecamatan Sungai Rumbai," katanya. 


Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sementara air bah yang datang dari aliran sungai sekitar meluap dan menghantam jalan, menyebabkan longsor dan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Jambi dengan wilayah Sumatera Barat. 


Lokasi jalan yang putus berada tidak jauh dari Simpang Ratu Bilqis, yang dikenal sebagai jalur vital bagi pengendara lintas provinsi, lanjut dia. 


Ia menyatakan akibat kejadian tersebut antrean panjang kendaraan "mengular" dari arah Padang menuju Jambi, begitupun sebaliknya.


Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo serta pihak balai jalan nasional terkait putusnya jalan nasional tersebut. 


"Kita sudah koordinasi, informasinya pihak balai jalan nasional sudah menuju lokasi," katanya.


Sumber : antara



SUMBARNET.COM - Kondisi terkini Sungai Batang Hari muara ada di Jambi dan hulu di Sumbar, sangat tercemar oleh bahan berbahaya mercuri.

“Menjaga kelestarian dan sehatnya Sungai Batanghari tidak bisa dibiacarakan saja tapi harus ada kerjasama tertulis berdasarkan Permendagri 22 dan dua provinsi, Sumbar dan Jambi harus all out menjaga keasrian lingkungannya,”ujar Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas saat bertemu Pimpinan DPRD Jambi, Selasa (11/8) di Jambi.

HM Nurnas mengatakan Batanghari tidak sekedar sungai, banyak sumber penghidupan masyarakat di dua provinsi ini tergantung dengan asri dan tidak tercemarnya Batanghari itu.

“Ada irigasi untuk mengaliri ratusan ribu hektar persawahan di sana. Ada spot destinasi yang luar biasa di sepanjang aliran Batanghari. Juga tak kalah pentingnya ada balutan budaya satu nafas di daerah yang dilewati aliran Sungai Batanghari,”ujarnya.

Bahkan Festival Pamalayu digelar Kabupaten Dharmasraya dengan Bupatinya Sutan Riska telah membuka mata Indonesia bahwa Sungai Batanghari itu dulunya merupakan urat nadi kehidupan  dan budaya mulai di Muaro Bungo sampai di Solok Selatan.

Persoalan Lahan Harus Diinventarisir

Sedangkan Anggota Komisi I DPRD Sumbar Bakri Bakar, SH kepada Wakil Ketua DPRD Jambi menyatakan ada kerawanan yang siap menimbulkan konflik kalau tidak cepat diantisipasi antara batas Kerinci dan Solok Selatan.

”Orang Kerinci punya lahan di Solok Selatan begitu juga sebaliknya, ini bisa memantik  sumbu kerawanan jika tidak dinbentarisir oleh dua pemerintahan di Sumbar dan di Jambi,”ujar Bakri Bakar SH.

Bakri Bakar berharap ada rangsangan Pemprov Jambi dan Sumbar untuk menginventarisir dan merapikan administrasi terhadap kepemilikan lahan di Kerinci dan Solok Selatan itu.

Wakil Ketua DPRD Jambi Burhanurdin mengaku masukan sangat berarti dari DPRD Sumbar harini.

”Kami mengapresiasi masukan dari DPRD Sumbar, Insya Allah kami akn bicarakan dengan eksekutif di sini,”ujarnya.

Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska mengatakan soal perbatasan dan kerjasama adalah sesuatu menarik, apalagi dibicarakan oleh dua provinsi yang berjiran.

”Tentuny semua pembahasan dan kesepakatan dibuat bisa menjadi konsumsi publik dengan memberi ruang akses masyarakat dua provinsi untuk menetahuinya,”ujar Nofal yang ikut mendampingi Komisi I DPRD Sumbar bersama Adrian Tuswandi dan Arif Yumardi. (rilis: ppud-kisb)

SUMBARNET.COM - Salah seorang warga Jambi yang berprofesi sebagai guru, terkena virus Corona seusai pulang dari China. Kabar ini didapat dari pesan berantai melalui whatsapp.

Guru tersebut saat ini sudah mendapat perawatan dan diisolasi, di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, dikutip dari Inilahjambi.com.

Sebelumnya, pasien ini pernah di rawat di RS Siloam Jambi, namun setelah mendapat pemeriksaan, guru tersebut terdapat gejala flu, sehingga dirujuk ke Rumah sakit, milik Pemerintah itu.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Samsiran Halim mengakui bahwa pasien adalah rujukan dari salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jambi.

“Pasien dirujuk ke sini karena mengalami gejala flu dan demam setelah pulang dari China,” katanya, Minggu (2601/2020) dilansir kanal “Jambi Kita” di Kumparan.com.

Menurut Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi itu, saat ini pasien akan tetap dalam ruang perawatan isolasi, yang ditangani petugas medis menggunakan alat perlindungan diri lengkap.

Dengan demikian, diharapkan dapat mendeteksi secara jelas, penyakit yang diderita oleh pasien tersebut.

“Saat ini, tim kami tengah melakukan observasi dan uji laboratorium. Kami juga tengah berkoordinasi dengan pusat perlu tidaknya sampel pasien terduga Corona ini dikirim ke Jakarta,” katanya.

Ia juga menegaskan kepada petugas medis kesehatan, agar menangani pasien terduga Corona berhati-hati, dan mengikuti prosedur yang ditetapkan.(**)

MuaroBungo(Jambi).SNet- Pada hari Rabu, 12 September 2018 pukul. 11.00 wib Kapolri meresmikan Masjid  Baeitul Rahmah dan Islamic Center di Kabupaten Bungo.

Masjid dan Islamic Center dibangun oleh Keluarga H.Ibrahim selama kurang lebih 2 tahun. Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti Penggunaan Masjid Baeitul Rahmah dan Pembangunan Islamic Center oleh Kapolri.

Pada kesempatan tersebut juga di serahkan hibah tanah seluas 10 HA dari Yayasan Ibrahim Fatimah kepada Polri utk digunakan sebagai Markas Detasemen Brimob.

Dalam sambutannya Kapolri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga H. Ibrahim yang telah membangun masjid dan islamic center sebagai salah satu upaya dalam upaya mencegah radikalisme dan terorisme, serta pembinaan sumber daya manusia secara keseluruhan.

Kapolri juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepedulian keluarga H. Ibrahim yang menghibahkan tanah seluas 10 Ha utk pembangunan Mako Detasemen Brimob. Hal tersebut akan memberi manfaat sangat besar dalam upaya pemeliharaan keamanan di wilayah Jambi.

Kapolri juga menyampaikan bahwa keamanan seperti kesehatan, sangat penting dan berharga dalam kehidupan manusia. Seperti kesehatan maka keamanan harus selalu dirawat. Jangan pernah menganggap remeh aspek keamanan. Dengan terpeliharanya kemanan maka akan membuka peluang tumbuh dan berkembangnya aktivitas perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Prof Nasarudin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal) memberikan tausiah tentang betapa besarnya pahala yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia yang memberikan wakaf bagi kemaslahatan umat manusia, baik berupa masjid, islamic center, maupun Markas Brimob untuk keamanan masyarakat.

Beliau menyampaikan bahwa masjid selain mengemban fungsi sebagai sarana ibadah, juga harus mampu memberdayakan umat. Masjid harus mampu memakmurkan masyarakat. Hal tersebut sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang memberdayakan masjid utk aktivitas sosial ekonomi umat. Mulai dari aktivitas sosial kemasyarakatan, perekonomian, kebudayaan, dan kesehatan.

Masjid merupakan tempat bertemunya umat dengan latar belakang yang beragam. Bahkan masjid Nabi SAW digunakan utk pertemuan kerukunan lintas agama. Oleh karena itu, masjid juga mengemban fungsi kontrol sosial dan kerukunan masyarakat.

Masjid sebagai sarana ibadah juga harus mampu menyebarkan kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan masyarakat. Mengajarkan pengetahuan serta menghindarkan umat dari radikalisme dan kekerasan, demi keutuhan NKRI.

Oleh karena itu, pembangunan masjid dan islamic center, serta hibah tanah untuk pembangunan Markas Detasemen Brimob oleh keluarga H. Ibrahim merupakan aktivitas yang sangat mulia. Masjid, islamic center, dan berbagai fasilitas pendukungnya diharapkan akan terus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi Kadivpropam Polri, Kakorbrimob Polri, Kadensus 88 Anti Teror Polri, Karopenmas Divhumas Polri, serta Dirpoludara Baharkam Polri. Kegiatan juga dihadiri oleh PLT Gubernur Jambi H Drs Fachrori Anwar beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis AS beserta jajaran, serta Bupati Bungo beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Bungo.

# SNet - Red / Rel

Bandara%2BDepari%2BParbo

Kerinci(JAMBI).SNet- Adanya sejumlah warga yang belum bersedia dibebaskan lahannya menjadi kendala dalam pengembangan Bandara Depari Parbo, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

"Kita bukan terkendala di anggaran, namun masih ada warga tidak mau melepas tanahnya. Karena itu kami berharap bantuan Pemda Kabupaten Kerinci untuk menyosialisasikan kepada masyarakat setempat terkait pengembangan Bandara Depari Parbo," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M Dianto di Jambi, Kamis.

Dianto memaparkan membeli tanah di Kabupaten Kerinci tidaklah mudah. Apalagi untuk membebaskan lahan demi kepentingan bandara. Bahkan target untuk pembebasan lahan padat tahun 2017 tidak tercapai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengatakan untuk pengembangan Bandara Depati Parbo Kerinci diperlukan lahan seluas 30 hektare. Namun yang berhasil dibebaskan pada 2017 baru sekitar delapan hektare.

"Ini terkendala pada kesulitan pemetaan juga. Nanti di tahun 2019 akan kembali dianggarkan untuk pembebasan lahan," katanya.

Varial menjelaskan, selama ini Bandara Depati Parbo hanya bisa digunakan oleh pesawat-pesawat tipe kecil atau hanya sebagai bandara perintis. Sementara untuk pesawat besar belum bisa mendarat di bandara tersebut.

Namun Jika pengembangan bandara dilakukan, tentu akan menambah jumlah penerbangan serta jumlah tipe pesawat yang bisa mendarat. Sebab, akan dilakukan penambahan panjang landasan pacu (runway) serta bangunan dan sarana penunjang lainnya.

"Berapa panjang runway yang akan ditambah tentu tergantung dengan pengembangan bandara itu sendiri. Untuk itu pengembangan bandara ini sangat dibutuhkan, dan membutuhkan penambahan lahan bandara yang lebih luas," katanya.(*)
#SN-003