Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan


SUMBARNET - Sel lemak berlebih bukan hanya penyimpanan energi pasif, melainkan organ endoktrin aktif, yang menganggu keseimbangan metabolik melalui inflamasi aktif, gangguan hormon leptin, adiponektin, insulin, akumulasi lipid di organ vital hati, otot dan pembuluh darah.


Intervensi melalui diet sehat, olahraga dan manajemen stres dapat memutus siklus ini dengan mengurasi massa lemak dan peradangan


Untuk mengubah tubuh anda, energi anda dan seluruh pola pikir anda

Kami memanggil orang- orang yang siap untuk masuk semua, tidak ada alasan, tidak ada lagi menunggu


Semesta Transformation kami menyediakan sistem, alat dan dukungan yang terbukti untuk membawa pelatihan anda ketingkat berikutnya


Formula yang teruji dan sempurna, alat terbaik satu tempat, transformation untuk tantangan 21 hari 


Ini bukan hanya rencana latihan, Semesta Transformation adalah sistem penuh. Pelatihan, nutrisi, dukungan harian, komunitas dan kesempatan memenangkan uang jutaan rupiah dengan melakukan apa yang akan datang kesini untuk menjadi  diri terbaik anda


"Saya pelatih kontrol berat badan dan gaya hidup," ujar Coach Apt Ria Safitri S, Farm didampingi Coach Chandra di Padang, Minggu, 13 April 2025


Menurut Coach Apt Ria Safitri S. farm itu benar- benar menakjubkan, karena begitu banyak orang telah turun lebih dari 20 Kg. 


"Tidak ada yang lebih kuat dengan pasangan visi yang sama. Ketika dua pikiran sejalan dengan yang sama, kesuksesan menjadi tidak terelakkan. Satu kepala memang hebat, tetapi dua kepala bekerja sama? Itu adalah pembangkit tenaga listrik," ujar Coach Ria Safitri


Lanjut Coach Ria Safitri, Mengubah hidup dan saling mendorong untuk menjadi lebih baik setiap hari. Pria dan Wanita Berbobot 70 Kg - 100 Lebih Kg , Semesta Transfomation Ajak Masyarakat Ikuti Flex45 



"Manfaat jalan kaki di pagi hari yang kelima adalah menurunkan berat badan. Dikutip dari Toms Guide, jalan kaki juga bisa membantu menurunkan berat badan. Berjalan selama 60 menit mampu membakar 100-175 kalori bagi kebanyakan orang. Kebiasaan jalan kaki juga bisa menjadi rutinitas yang menyehatkan lantaran tidak terlalu berat dilakukan. jalan kaki sekitar 20 menit setiap hari dapat mengurangi risiko kematian hingga 30 persen," ujar Ria Safitri sembari menambahkan Ingin Awet Muda, Semesta Transformation Hadir untuk Indonesia



Siapakah yang anda kenal pengen naik turun berat badan, pengen sehat, saya sangat menghargai jika anda memberi referensi orang - orang yang alami butuh opsi silahkan hubungi ❤️ coach Apt Ria Safitri S,Farm & coach Chandra ☎️📲 WhatsApp only 

📲 0812 7777 3506

 


SUMBARNET - Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk menyantap sahur agar tetep memiliki energi dalam menjalankan aktivitas harian.

Waktu sahur dimulai sejak malam hari hingga menjelang subuh.


Tubuh yang baru beradaptasi dengan perubahan waktu bangun ditambah konsumsi makanan, tak jarang memicu rasa kantuk. Sebagian orang pun memilih melanjutkan tidur setelah sahur.


Akan tetapi, kembali tidur usai makan sahur ternyata tidak disarankan karena bisa menyebabkan dampak negatif bagi tubuh.


Lantas, apa bahaya tidur setelah sahur?

Bahaya tidur setelah sahur


Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Coana Sukmagautama mengatakan, kebiasaan yang tidak baik.


Menurutnya, tidur setelah makan sahur berisiko menaikkan asam lambung dan memicu GERD (gastroesophageal reflux disease).


GERD adalah kondisi ketika isi lambung mengalir kembali ke dalam saluran makanan (esofagus) atau kerongkongan.


Penderita asam lambung bisa mengalami gejala berupa mual, muntah, nyeri ulu hati, dan perut kembung.


Langsung tidur usai sahur juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan saat bangun.


"Karena posisi tidur lambung berisi makanan, maka ia akan mengolahnya dan kembali ke atas sehingga bangun-bangun tenggorokan sakit, terasa panas padahal baru jam 6 pagi," kata Coana, saat dihubungi Kompas.com secara terpisah, Kamis.


Waktu tidur setelah sahur


Coana mengatakan, setelah makan sahur sebaiknya tidak dilanjutkan dengan tidur. Sebab, selama dua hingga empat jam, makanan masih berada di dalam lambung dan belum dicerna.


Khusus bagi penderita gangguan lambung, makanan bisa berada di lambung hingga enam jam lantaran kinerja organ yang melambat.


Apabila rasa kantuk tak tertahankan, dia menyarankan untuk memberi jeda minimal dua jam setelah makan.


"Minimal dua jam, jadi kalau terakhir makan jam 01.00 rebahan jam 03.00. (Bagi penderita gangguan lambung) jangan coba-coba kurang dari 2 jam tiduran, mesti akan kambuh itu," pungkasnya.


Namun, jika kurang dari dua jam sudah mengantuk, usahakan tidak tidur dengan berbaring agar posisi lambung tetap berada di atas.


"Tapi tetap sebetulnya 2-3 jam baru boleh rebahan setelah makan," tegasnya.


Source : kompas

 

Foto : Desi

SUMBARNET - Sebuah studi membuktikan, senam aerobik dapat cegah alzheimer terutama bagi mereka yang berusia matang atau paruh baya.


Profesor di Aging Research Center di Institut Karolinska Stockholm, Weili Xu mengatakan, studinya juga menunjukkan senam aerobik juga dapat lebih efektif menimimalkan risiko demensia pada kategori usia tersebut.


"Studi kami memfokuskan peran penting kebugaran kardiovaskular dalam mengurangi risiko demensia, bahkan bagi mereka yang secara genetik cenderung rentan terkena penyakit alzheimer," ujar Xu, selaku penulis utama studi tersebut.


"[Studi ini] mendorong peningkatan kebugaran secara bertahap menawarkan cara yang praktis dan berdampak untuk mendukung kesehatan otak di berbagai populasi," tambahnya.


Secara umum, orang dengan kemampuan kardiorespirasi terbaik memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Tak hanya itu, mereka memiliki risiko jangka panjang hanya 0,6 persen terkena demensia dibanding mereka yang tidak bugar.


Peluang tersebut menjadi sebuah keuntungan yang mampu menunda kemunculan demensia hingga 1,5 tahun, menurut studi tersebut.


Kemampuan kardiorespirasi ini dapat dikembangkan melalui olahraga aerobik secara rutin, yang mendorong pengambilan oksigen di paru-paru dan jantung, serta membantu orang mempertahankan aktivitas berintensitas tinggi dalam waktu yang lama tanpa rasa lelah.


Studi tersebut membuktikan manfaat besar senam atau aktivitas aerobik bagi orang yang mewarisi alzheimer secara genetik.


Mereka yang melakukan senam aerobik memiliki daya tahan kardiorespirasi paling tinggi dan berisiko 35 persen lebih rendah untuk terkena alzheimer.


"Ada pepatah, 'gen bukanlah takdir kita'. Kita semua dapat membuat pilihan proaktif untuk membantu memenangkan tarik-menarik melawan gen kita. Studi ini sepenuhnya mendukung hal tersebut," terang ahli saraf preventif, Dr. Richard Isaacson.


"Saya selalu menganggap olahraga seperti 'obat' ajaib yang memiliki efek meningkatkan kerja otak," imbuhnya.


Akan tetapi, pencegahan alzheimer dapat dilakukan dengan lebih baik dengan diiringi pola makan yang sehat, mengelola kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, melakukan pemeriksaan pendengaran dan penglihatan secara teratur, dan memprioritaskan tidur. (**)

 


SUMBARNET - Jangan asal sebut orang mengalami 'obesitas' meskipun nampak gemuk, demikian menurut sebuah laporan dari para ahli global.


Istilah "obesitas klinis" harus digunakan untuk pasien dengan kondisi medis yang disebabkan berat badan mereka. Adapun "obesitas pra-klinis" harus diterapkan pada mereka yang tetap gemuk tetapi bugar, meskipun berisiko terkena penyakit.


Parameter ini lebih baik daripada hanya mengandalkan Indeks Massa Tubuh (IMT)–yang mengukur apakah berat badan seseorang sesuai dengan tinggi badan mereka–untuk menentukan obesitas.


Diperkirakan lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia mengalami obesitas dan memerlukan obat penurun berat badan yang diresepkan dokter.


Laporan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology, didukung lebih dari 50 pakar medis di seluruh dunia.


Laporan tersebut menyerukan "pembingkaian ulang" (reframing) obesitas untuk membedakan antara pasien yang mengidap penyakit dan mereka yang tetap sehat, tetapi berisiko terkena penyakit di masa mendatang.


Apa dampaknya terhadap penanganannya secara medis? Simak berita selengkapnya melalui tautan di kolom komentar.


Sumber : bbc indonesia

Foto ilustrasi: ISTOCK/GETTY IMAGES

 


SUMBARNET - Sejumlah Masyarakat Kecamatan Batang Kapas Pesisir Selatan, mengadukan nasibnya kepada Calon Bupati Pesisir Selatan Nomor urut 2 Hendrajoni. Hal ini sehubungan dengan Kartu BPJS Pasisia Rancak yang ia terima, ternyata tidak aktif saat dipakai untuk berobat.


Hal ini disampaikan oleh masyarakat, saat kampanye tatap muka yang dilangsungkan oleh Cabup Hendrajoni di sejumlah titik yang ada di Kecamatan Batang Kapas, Jum’at (18/10).


“Kami mohon pak, agar kedepan kami bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, terutama bagi Dunsanak kami yang kurang mampu. Ada masyarakat lo ko yang dapat BPJS Pasisia Rancak dari PSM, namun saat dipakai berobat, ternyata tidak aktif,” ungkap Orion Mudianto Dt. Rajo Alam.


Menurutnya masyarakat merasa tertipu dengan program BPJS Gratis Pasisia Rancak tersebut, karena salah satu warga di Kecamatan Batang Kapas sudah mengalaminya.


“Masyarakat yang kurang mampu, sangat berharap sekali mendapatkan dengan pengobatan gratis. Namun salah seorang anak kami di IV Koto Hilie, saat mencoba berobat ke Puskesmas menggunakan BPJS Pasisia Rancak, ternyata tidak aktif. Kami merasa tertipu dengan BPJS Pasisia Rancak ini,” jelasnya


Menanggapi hal tersebut, Calon Bupati Pesisr Selatan Hendrajoni menjawab dengan program “Nagari Sehat” yang akan ia laksanakan jika ia terpilih menjadi Bupati Pesisir Selatan.


“Kami punya program Nagari Sehat yang akan memberikan pelayanan kesehatan gratis ataupun berobat gratis kepada masyarakat. Program ini bagi masyarakat kurang mampu yang ingin berobat, cukup dengan menggunakan KTP,” ucap Hendrajoni.


Lebih lanjut Calon Bupati Pessel dengan Nomor Urut 2 tersebut menjelaskan, keselamatan dan penanganan pasien berobat harus diutamakan. 


“Penanganan dulu, karena ini menyangkut dengan nyawa orang. Kita pangkas administrasi dan lain-lainnya, cukup dengan pakai KTP saja, pasien sudah harus ditangani. Jangan sampai, karena tidak ada BPJS masyarakat kita yang sedang sakit jadi terhalang untuk berobat,” tegasnya.


Salah seorang masyarakat Yusmaleni, yang hadir pada kesempatan tersebut langsung menemui Lisda Hendrajoni yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem untuk mengadukan nasibnya. Yusmaleni yang diduga menderita kaker kulit, mengaku tak mempunyai biaya untuk berobat, dan tidak mempunyai BPJS untuk berobat.



Saat berjumpa dengan Yusmaleni, Lisda yang juga anggota DPR dari Fraksi Nasdem, langsung merespon hal tersebut dengan menghubungi Kementrian Sosial, untuk penanganan lebih cepat.


“Ada dunsanak kami di Batang Kapas ini tadi mengadu ingin berobat karena diduga menderita kanker kulit. Namun Buk Leni ini, juga tidak mempunyai BPJS. Tadi langsung kita hubungi Kemensos, agar segera dibantu BPJSnya, Alhamdulilah tadi sudah langsung di respon,” ucap Lisda. (**)

 



SUMBARNET - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) ditunjuk sebagai pusat pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah itu dijadwalkan berlangsung mulai 27 Agustus hingga 2 September 2024.


Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Surya Efitrimen mengatakan, ada dua rumah sakit sebagai pusat pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah yakni RSUP Dr M Djamil Padang dan RS Universitas Andalas. Ini berdasar atas rekomendasi Dinas Kesehatan Sumbar. 


Dikatakannya, untuk bakal calon gubernur dan wakil gubernur dan 10 KPU kabupaten dan kota menunjuk RSUP M Djamil Padang untuk pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba bagi calon kepala daerah. Sedangkan, 9 KPU kabupaten dan kota secara resmi juga menunjuk RS Universitas Andalas. 


"Kami sebagai penyelenggara di KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota hanya menerima kesimpulan dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di dua rumah sakit ini," ujarnya saat membuka rakor, dan dihadiri via zoom dari RS Unand. 


Ia merincikan, 10 kabupaten dan kota yang melakukan tes kesehatan di RSUP M Djamil Padang yaitu Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, dan Dharmasraya. 


"Sementara di RS Unand terdapat 9 kabupaten dan kota, kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Solok Selatan dan Sijunjung," ujarnya. 


Surya Efitrimen juga mengatakan, pihaknya secara resmi juga sudah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar terkait tim pemeriksa kesehatan bebas narkoba.


Dalam kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG(K) MARS mengatakan, dalam rangkaian pemeriksaan ini, setiap peserta akan menjalani pemeriksaan jasmani, rohani, serta berbagai pemeriksaan penunjang yang melibatkan teknologi medis terbaru.


Pemeriksaan jasmani akan meliputi evaluasi kesehatan fisik secara keseluruhan, sementara pemeriksaan rohani akan memastikan bahwa aspek psikologis dan mental para calon juga berada dalam kondisi yang optimal.


Selain itu, kata Dovy, berbagai pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium, pencitraan medis, dan tes diagnostik lainnya, akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran kesehatan yang komprehensif. 


"Saya juga ingin menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dari seluruh tim yang terlibat dalam proses pemeriksaan ini. Penandatanganan Surat Pernyataan Independensi yang akan kita lakukan bersama merupakan bentuk komitmen kita untuk menjaga netralitas dan objektivitas dalam menjalankan tugas," katanya. 


Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat bahwa hasil dari pemeriksaan kesehatan ini akan menjadi salah satu dasar penilaian dalam proses pemilihan.


"Saya berharap, dengan adanya kerjasama yang baik antara semua pihak yang terlibat, kita dapat menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tentu saja, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan integritas," ucapnya.


Penandatanganan perjanjian kerja sama serta surat pernyataan independensi itu dilakukan oleh Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen dan perwakilan 10 KPU Kabupaten/Kota. Turut disaksikan Direksi RSUP M Djamil Padang, Komisioner KPU Sumbar, perwakilan Bawaslu Sumbar, Bawaslu Kabupaten/Kota, kepolisian, perwakilan Dinas Kesehatan Sumbar dan perwakilan BNN Sumbar. (h/fdi) 


Teks Foto : KPU Sumbar gelar rakor persiapan pemeriksaan kesehatan pasangan calon di RSUP Djamil dan RS Unand, Kamis (22/8). FARDIANTFARDIAN

 


SUMBARNET - Puskesmas Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok, mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara pelayanan publik terinovatif. Penilaian tersebut dilakukan oleh tim internal Pemkab Solok.


Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Solok, Syafriwal, mengatakan bahwa tim penilai terdiri atas Bagian Organisasi Setda, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, dan Inspektorat. Tim tersebut menggunakan indikator penilaiannya Ombudsman Sumbar untuk melakukan penilaian.


"Ada empat domain yang dinilai. Pertama, 14 item wajib penilaian Ombudsman. Kedua, sarana dan prasarana pelayanan publik. Ketiga, pengetahuan penyelenggara pelayanan terhadap pelayanan publik. Keempat, penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan," ujar Syafriwal, Minggu (18/8/2024).


Penghargaan tersebut, kata Syafriwal, diserahkan oleh Bupati Solok, Epyardi Asda, dalam kegiatan malam resepsi peringatan HUT ke-79 RI di Convention Hall Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sabtu (17/8/2024). Syafriwal mengatakan bahwa selain Puskesmas Tanjung Bingkung, Puskesmas Singkarak mendapatkan penghargaan tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Zulhendri, mengatakan bahwa penyelenggara Puskesmas Tanjung Bingkung sudah berbenah setelah ditegur oleh Epyardi Asda pada 2021. Saat itu penyelenggara puskesmas tersebut tidak melayani warga yang kecelakaan dengan alasan jam kerja puskesmas sampai pukul 17.00. Padahal, IGD buka 24 jam untuk melayani pasien dalam keadaan darurat.  


"Kepala puskesmasnya lalu diganti oleh bupati karena secara kompetensi dianggap tidak memenuhi persyaratan. Setelah itu, diseleksi kepala puskesmas yang baru dengan melihat latar belakang pendidikannya, gaya komunikasinya, dan sebagainya. Intinya, sumber daya manusia di puskesmas tersebut diperbaiki agar dapat melayani masyarakat dengan baik," tuturnya.


Di bawah kepala puskesmas yang baru, kata Zulhendri, Puskesmas Tanjung Bingkung berbenah. Tahun 2023 puskesmas tersebut menjadi puskesmas pertama di Kabupaten Solok yang terakreditasi. Akreditasinya berkategori paripurna. 


"Sebelum Pak Epyardi jadi bupati, tidak ada puskesmas di Kabupaten Solok yang terakreditasi. Kini 19 puskesmas di Kabupaten Solok sudah terakreditasi. Sepuluh puskesmas terakreditasi paripurna, sembilan puskesmas terakreditasi utama. Penilaian akreditasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Akreditasi paling rendah adalah madya, kemudian utama, dan paling tinggi paripurna," ucapnya.


Mengenai pelayanan Puskesmas Tanjung Bingkung, Zulhendri mengatakan bahwa dalam malam penganugerahan penghargaan pelayanan publik terinovatif itu Puskesmas Tanjung Bingkung dihadiahi satu ambulans transportasi untuk pelayanan rujukan agar pasien cepat diantarkan ke RSUD. Dengan demikian, pasien kecelakaan bisa terhindar dari kecacatan, dan pasien dalam kondisi berat terhindar dari kematian.


"Ambulans transportasi itu berperalatan lengkap. Di dalamnya ada oksigen, tandu, dan semua alat yang sifatnya darurat. Pemberian ambulans itu bukti kepedulian Pak Epyardi kepada korban kecelakaan," ujarnya.


Pada Juni 2021 viral video Bupati Solok, Epyardi Asda, marah-marah di Puskesmas Tanjung Bingkung. Saat itu penyelenggara puskesmas tersebut tidak melayani warga yang kecelakaan dengan alasan jam kerja puskesmas sampai pukul 17.00. Padahal, IGD buka 24 jam untuk melayani pasien dalam keadaan darurat. (**)



SUMBARNET - Untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik dan optimal, Walikota Padang Hendri Septa mengunjungi Puskesmas Lubuk Kilangan, yang berlokasi di jalan Raya Bandar Buat, Senin (16/10/2023).


Kedatangan Wako Hendri Septa disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan, drg. Afridawati bersama para ASN dan dokter yang bertugas sekaligus, berinteraksi dengan para pasien yang tengah berobat. Diketahui kunjungan ini juga dalam rangka Program Sehari Berkantor di Kecamatan Wali Kota Padang, yang kali ini dipusatkan di Kecamatan Lubuk Kilangan.


"Saya ingin pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas itu harus prima kepada masyarakat. Begitu juga terkait fasilitas kesehatan yang tersedia, semuanya harus sesuai standar yang ditetapkan, inilah tujuan saya turun kelapangan untuk memastikan ini berjalan dengan baik," imbuh Wali Kota di sela peninjauan.


Wako Hendri Septa menambahkan, saat ini seluruh Puskesmas di Kota Padang tengah mengikuti akreditasi sebagai syarat peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan oleh Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kemenkes Republik Indonesia (RI).


"Alhamdulillah sebanyak 16 Puskesmas sudah keluar hasilnya. 14 memperoleh akreditasi Paripurna, dan 2 kategori Utama. Mudah - mudahan sisanya nanti bisa segera keluar dan memperoleh hasil yang memuaskan,” pungkas Wako Hendri Septa didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi dan Kadis Kesehatan Sri Kurniati. (AdF/Mul/Prokopim Pdg)



SUMBARNET - Gubernur Sumbar Mahyeldi melakukan kunjungan ke UPTD Balai Kesahatan Indera Masyarakat (BKIM) di Gunung Panggilub Padang, pada senin lalu.


Mahyeldi memuji program Masuk Surga dari UPTD BKIM Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar. Sebab, selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat.


Waoo ternyata program Masuk Surga ini yang masuk 10 besar inovasi terbaik versi IGA 2023, juga mampu menggenjot pendapatan daerah.


“Saya sangat bangga dan senang atas hadirnya inovasi Masuk Surga (Memberikan Akses Mudah dan Komprehensif kepada Seluruh Warga) di BKIM Sumbar ini. Terlebih, layanannya prima, tanpa ribet, dan bisa dilakukan secara online,”ujar Gubernur Mahyeldi, Senin pagi itu dilansir dari tribunsumbar.


Tapi program aplikasi itu hadir di BKIM tentu tidak bin salabin abda kadabra, publik ingin tahu siapa tangan dingin dari program masuk nominasi IGA 2023 tersebut.


Siapa lagi, dia seorang dokter, lengkapnya drg. Afando Ekardo, MM, dokter inilah penggagas dan inovator sejati atas Inovasi program Masuk Surga dari UPTD Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar.


Ketika program Masuk Surga dilihat langsung Gubernur Mahyeldi, drg Afando menyatakan rasa syukurnya serta rasa kebanggaannya atas program yang masuk 10 besar inovasi terbaik versi IGA 2023.


“Allhamdulillah inovasi dulu saat jadi Kepala BKIM dinilai nasional dan masuk 10 besar inovasi versi IGA 2023, terpenting lagi Program Masuk Surga bisa membanggakan sumatra Barat,”ujar drg Afando, Rabu 11/10-2023.


drg Afando si penggagas program itu dipindahkan serta dilantik oleh Gubernur ke UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat dan Pelatihan Kesehatan (BKOM & PELKES) Provinsi Sumatera Barat 7 Juli 2023.


“Alhamdulillah kita sudah mendengar, bahwasanya bahwa UPTD Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, melaju ke tingkat Nasional mewakili pemerintah Sumatera Barat untuk mengikuti lomba Innovative Government Award (IGA) 2023. Dan Alhamdulillah, itu sudah disampaikan bapak Gubernur didepan Sekjen Kemendagri 3 minggu lalu, yang didampingi oleh kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dr. Lila Yanwar,”ujar drg. Afando Ekardo.


drg Afando juga mengatakan, sebagai mantan kepala BKIM Provinsi Sumbar dia menyambut baik dan menaruh harapan besar dengan terpilihnya BKIM menjadi 10 besar dengan Inovasi Masuk Surga ini ketingkat Nasional.


“Kami juga menyampaikan bahwasanya, Inovasi yang kami buat 2021, kita diberikan tugas oleh pak Ari kepala Dinas BKIM sebelumnya untuk membuat Inovasi yang bisa membuat daya ungkit yang besar terhadap kunjungan serta pendapatan yang besar untuk BKIM Sumbar yang mana setelah 18 bulan jauh menurun karena tidak beroperasi memberi layanan. Alhamdulillah setelah kami dilantik, kami langsung aktifkan pelayanan, khusunya mata. Serta kami langsung bekerjasama dengan BPJS setelah 18 bulan terhenti, dan pada bulan berikutnya kami Launching operasi perdana mata katarak di BKIM pada Agustus 2021 tersebut,” ungkap drg. Afando Ekardo.


Kemudian November, drg Afando putar otak lagi, apa lagi Inovasi yang harus menimbulkan daya ungkit kepada lembaga dan masyarakat untuk bisa kembali naik, kemudian BKIM membuat Inovasi yang bernama Sistem Informasi Pelayanan Kemudahan Optik (Simpatik).


“Tapi kala itu kami masih berpikir bagaimana masyarakat mengambil kacamata di wilayahnya masing-masing, akan tetapi daya ungkit ini dirasa masih terasa lemah. Kemudian kami ubah lagi menjadi Simpakar, yang mana kami bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada di Sumatera Barat, baik itu Koni, Korni, MPI, kemudian Dekraska, PKK, Gebu Minang dan masih banyak yang lainnya, gunanya untuk anggota Ormas ini memeriksakan matanya secara Regular di BKIM Sumbar, akan tetapi dirasa masih kurang menyentuh,”ujar drg Afando.


Namun pada Maret 2022, drg Afandi sebagai kepala BKIM mempunyai fasilitas berupa ambulan, yang mana ambulan ini membantu masyarakat untuk pelaksanaan imunisasi vaksinasi Booster di BKIM.


“Kemudian ambulan ini melakukan untuk antar jemput pasien gratis, yang mana nantinya antar jemput gratis ini, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan pengobatan dan melakukan operasi dengan mudah tanpa harus memikirkan untuk bersusah payah,” ungkap drg. Afando.


Hingga akhirnya muncul Ide untuk membuat Inovasi pada Juni 2022 yang diberi nama Memberikan Akses Mudah dan Komprehensif kepada Seluruh Warga (Masuk Surga), setelah itu drg Afando memberikan riset uji coba terhadap Inovasi yang dibuat kepada kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Lila Yanwar.


“Inovasi ini hadirkan dan berjalan tanpa adanya support serta anggaran dan fasilitas yang diterima, akan tetapi kebersamaan dan keikhlasan masyarakat, hingga akhirnya bisa terwujud,”tambah drg. Afandi Ekardo.


Pada November 2022, drg Afando sudah memasukan Inovasi ini ke Balitbang, untuk dijadikan sebagai Inovasi lomba pada tahun 2023, kemudian Januari, Masuk Surga dilaunching operasi perdana.


“Setelah itu kita lakukan antar jemput gratis untuk pasien, kemudian memberikan pendamping gratis bagi pasien, dan kami membuat poodcast mata, serta kami juga membuat Group Whatsapp guna untuk Sharing progres terhadap pasien yang telah dioperasi, dan kami membuat berbagai kemudahan dalam rujukan Online, dan Alhamdulillah setelah itu kunjungan pasien meningkat drastis,”ujar drg. Afando.


Juli 2023 drg. Afando Ekardo yang sebelumnya menjabat sebagai kepala BKIM di mutasi menjadi kepala BKOM oleh Gubernur Sumatera Barat melalui usulan kepala dinas Kesehatan Lila Yanwar.


drg. Afando mengungkapkan bahwa dia tidak mengetahui akan dimutasi dan dilakukan mendadak, namun drg Afando siap untuk Sumbar, meski dimana pun akan ditugaskan dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat.


“Terus terang Inovasi Masuk surga ini semata-mata untuk mendukung program unggulan (Progul) Gubernur dan Wakil Gubernur untuk melakukan pelayanan publik kesehatan masyarakat. Pada saat kampanye Gubernur pernah menyebutkan 25 progul dan salah satunya adalah Kesehatan, dan kamilah UPTP BKIM yang memberikan pelayanan publik yang cukup baik dengan Inovasi Masuk Surga,” ungkap drg. Afando.


drg Afando selalu penggagas dari inovasi hebat hanya berharap agar tidak melupakannya atau mungkin Gubernur tidak mengetahui siapa pencetus Inovasi ini.


“Andai saja Gubernur Sumbar mengetahui siapa pencetus dari Inovasi ini pasti beliau akan memanggil, dan jika dipanggil untuk mempresentasikan Inovasi Masuk Surga ini, saya siap,”ujar drg Afando Ekardo.(adf/nan)



SUMBARNET - Kader Yandu Kelurahan Berok Nipah bersama Pustu dan didampingi Kepala Puskesmas Padang Pasir Lounching Dapur Gizi Bernip Ceting. Dapur gizi ini berdiri atas kepedulian kader terhadap penderita stunting yang ada di Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat.

Hadir pada kegiatan ini Kepala Puskesmas Padang Pasir dr. Desi Susanty, Camat Padang Barat Junie Nursyamza, S.STP, M.PA, Kepala KUA Padang Barat, Lurah Nipah Bayu Indra Zainal, LPM Berok Nipah, Ketua TP PKK Kelurahan, para donatur beserta bundo kanduang dan kader yandu serta orang tua dan pasien stunting.

dr. Desi Susanty dalam sambutannya mengatakan, sangat tidak mudah menghilangkan stunting ini. Namun apabila bersama dan didukung oleh para donatur tidak ada yang susah. Sehingga apa yang kita harapkan insya Allah berhasil.

“Tidak ada yang susah kalau kita lakukan bersama, termasuk stunting. Peran donatur dan kerja kader yandu sangat berperan penting dalam mengurangi stunting yang ada di wilayah kita. Apalagi kalau kita benar-benar serius, zero stunting seperti yang kita harapkan akan terwujud, ujar dokter yang baru saja mengepalai Puskesmas Padang Pasir Oktober 2022 lalu.

Lebih lanjut dr. Desi mengatakan, sebenarnya banyak pasien stunting ini. Hal ini dikarenakan keluarga mereka tidak melaporkan ke yandu atau pustu dan hanya mendiamkan saja, apalagi mereka keluarga mampu.

“Terkadang kita tidak tahu adanya stunting di daerah kita. Karena para orang tua tidak mendatangi posyandu ataupun pustu,akan tetapi mereka mampu dan langsung ke klinik. Hal ini membuat kader tidak mendapatkan data lengkap.

Sementara itu Lurah Berok Nipah Bayu Indra Zainal dalam penyampaiannya mengatakan, adanya dapur gizi berok nipah cegah stunting (dapur gizi bernip ceting) ini tidak lepas dari tinjauan kader ke lapangan. Sehingga perlu adanya asupan gizi kepada anak-anak tersebut.

“Kami bersama kader melihat langsung keadaan anak-anak ini dan sangat prihatin. Karena itu kami bersama kader dan juga dukungan LPM berusaha mencarikan donatur untuk memenuhi asupan gizi bagi mereka. Alhamdulillah donatur kami dapati dan hari ini kami lounching dapur gizi, mudah-mudahan kita bisa mengurangi stunting untuk tujuan zero stunting di Berok Nipah, ujar Lurah Bayu.

Dapur Gizi Bernip Ceting resmi dibuka Oleh Camat Padang Barat Junie Nursyamza, S.STP, M.PA. Dalam sambutannya camat Padang Barat bangga atas apa yang dilakukan kader yandu Kelurahan Berok Nipah yang selalu membuat kejutan.

“Saya salut dan bangga atas kegiatan yang dilakukan kader yandu hari ini. Mudah-mudahan dengan adanya dapur gizi bernip ceting ini mewujudkan harapan kita untuk menjadikan berok nipah kelurahan zero stunting. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para donatur yang peduli atas anak-anak atunting kita yang ada dikelurahan. Mudah-mudahan ada donatur lainnya yang peduli. Harapan kita bersama, semoga dapur ini berjalan terus dan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk terlepas dari stunting”, ujar pak camat padang barat Junie Nursyamza.

Selanjutnya Bapak Camat bersama kepala puskesmas di dampingi Lurah dan LPM  juga para donatur bergantiang menyuapi anak-anak stunting tanda resminya berdiri Dapur Gizi Bernip Stunting. (as)



SUMBARNET - Pengurus Wilayah PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Provinsi Sumatera Barat periode 2022 - 2025 dilantik oleh Ketum Pengurus Besar PDGI drg Usman Sumantri, M.Sc, pada Minggu (18/12/2022) di Gedung Auditorium Gubernuran.


Ketua Pengwil PDGI Provinsi Sumbar drg H Busril, M.Ph mengucapkan terima kasih kepada Ketum yang telah berkenan hadir di Sumbar dalam rangka melantik Pengwil PDGI Sumbar.


"Alhamdulillah pelantikan dilakukan langsung oleh bapak Ketum, banyak ilmu yang kami dapatkan dan insha Allah akan kami tranformasikan di Sumbar," kata Bursil.


Musril menyebut, "tantangan kedepan akan semakin berat berbagai permasalahan tentu harus mampu diselesaikan, seperti stanting dan lain sebagainya," sebutnya.


Busril meminta kepada semua pengurus yang ada di wilayah maupun  cabang dapat memberikan kontribusi dan mensuport pemerintah mensukseskan program kesehatan.


Dalam kesempatakan itu Busril menyampaikan usulan kepada pemerintah untuk mengadakan pelatihan singkat agar dokter gigi bisa meningkatkan kemampuan, juga mendorong rumah sakit serta fakultas dokter gigi meningkatkan kualitas.


"Jika upaya ini dilakukan saya yakin persoalan tentu bisa diatasi dan Pengwil PDGI Sumbar siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun dan mensukseskan program kesehatan di Sumbar," ujar Busril.


Hadir dalam pelantikan tersebut Gubernur Sumbar diwakili oleh Kadis Kesehatan dr Lila Yanwar, Mars, Dekan FKG Unand dan Baiturahmah, Direktur SDM Unand, IGI dan IDI.


Dr Lila Yanwar, Mars mengucapkan selamat atas pelantikan Pengwil PDGI Sumbar dan Pengcab PDGI.


Lila Yanmar dalam sambutannya mengapresiasi dokter gigi di Sumbar sudah mencapai 945 orang, 45 diantaranya yaitu dokter spesialis.


"Usulan yang disampaikan akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk mencukupi segala keterbatasan yang ada," kata Lila Yanmar.


"Kita sama berharap mudah - mudahan secara simultan kita bisa melayani semua penyakit," harapnya. (**)

  


Oleh Dr Ir. Jamilah, MP

Ketua Program Studi Magister Pertanian Universitas Tamansiswa Padang .


Kota Padang berada di bagian barat Pulau Sumatera, daerah ini merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat.  Ditinjau dari biofisik lahannya, maka Kota Padang memiliki lahan berbukit terjal, landau hingga datar.  Lahan datar <40% berpusat di kawasan hilir yang berhampiran dengan laut.   Secara geografi Kota Padang terletak di pesisir pantai barat Pulau Sumatra, dengan garis pantai sepanjang 84 km. Luas keseluruhan Kota Padang adalah 694,96 km², dan lebih dari 60% dari luas tersebut, sekitar ± 434,63 km² merupakan daerah perbukitan yang ditutupi hutan lindung, sementara selebihnya merupakan daerah efektif perkotaan. Sedangkan keadaan topografi kota ini bervariasi, 49,48% luas wilayah daratan Kota Padang berada pada wilayah kemiringan lebih dari 40% dan 23,57% berada pada wilayah kemiringan landai (BPS, 2021).


Pada wilayah perkotaan yang padat penghuni tutupan lahan (hutan) sangat sedikit, sehingga potensial banjir (genangan) dan kebisingan.  Saluran drainase pada beberapa lokasi perumahan tidak berfungsi dengan baik disebabkan masyakaratnya masih tidak mematuhi kepentingan hidup sehat dan lestari. Sebagian besar Kota Padang berada dalam kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Arau, dimana terbentang sungai Arau (Batang Arau) yang cukup panjang mengalir dari hulunya Kabupaten Solok hingga berakhir di Kota Padang.   Kondisi ini diperparah dengan belum dilindunginya hutan lindung sebagai pengatur tata air karena berobah status jadi hutan produksi atau Areal Penggunaan Lain (APL), yang ditunjukkan oleh tumpang tindihnya kebijakan dan kurangnya sinergis antara pemangku kepentingan dalam pengelolaan DAS (Utama, Mizwar, & Prayitno, 2021). 


Komitmen pemerintah dalam pengelolaan sumber  daya air yang terlihat dengan nyata dalam “Deklarasi Nasional Pengelolaan Air” yang efektif sesuai dalam Kegiatan Penanggulangan Bencana yang dihadiri oleh 12 Menteri  pada Tahun 2004 tersebut ternyata belum terlaksana dengan baik. Kegiatan penyelamatan air merupakan proses jangka panjang dan perlu komitmen dari berbagai pihak sehingga diperlukan program kerja penyelamatan air yang sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan khususnya oleh masyarakat. Salah  satu terobosan yang diberikan dalam pelaksanaan konservasi tanah dan air adalah pembangunan model Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) (Kehutanan, 2021). 


Berdasarkan analisis indikator dari Jumlah Hari Tanpa Hujan (JTH), Intensitas Curah Hujan (ICH), dan Indeks Penggunaan Air (IPA) yang buruk, maka ada 3 kecamatan dan 10 (sepuluh) kelurahan yang direkomendasikan sebagai lokasi kegiatan penerapan Kampung Ramah Air Hujan (KRAH), diantaranya berada dalam sub DAS Batang Arau dan sub DAS Banjir Kanal.  Penetapan rekomendasi kegiatan dilakukan berdasarkan permasalahan pada masing-masing kelurahan tersebut, sesuai dengan hasil penilaian analisis dan indikator.  Beberapa kegiatan dikhususkan untuk memanen air hujan sebanyak-banyaknya dan menjaga siklus hidrologi khususnya pada areal terbangun. Kegiatan Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) beserta sumur resapan dangkal direkomendasikan dapat menampung air hujan, sehingga air tampungan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari air masyarakat. Selain penggunaannya untuk kebutuhan warga juga bisa digunakan pada tanaman untuk pengairan, dan membuat taman sayuran hidroponik, yang membutuhkan air dalam jumlah banyak.  Dari hasil analisis tersebut maka diperoleh kawasan yang diprioritaskan yaitu Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Nan XX, Kota Padang.  Dari hasil analisis lapangan melalui pemetaan maka diketahui Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Nan XX, dapat dibangun 861 unit IPAH; 861 unit sumur resapan dangkal; 86 unit sumur resapan dalam dan 12,9 hektar dilakukan penghijauan.  


Kegiatan sosialiasi pembangunan KRAH telah dilakukan pada 3 November 2022 di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Nan XX, Kota Padang yang didukung oleh BPDASHL Agam Kuantan. Nara sumber antara lain; Prof Isril Berd (sebagai ketua Forum DAS Sumbar dan Kota Padang); Dr. Sunadi dan Dr. Jamilah dari Universitas Tamansiswa Padang; Dr. Junaidi dan Dr. Zuherna Mizwar dari Universitas Bung Hatta; dan Dr Agus Teguh Prihartono dari STIKES Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga dari berbagai RT dan RW,  Lurah dan perangkat lurah, ketua RW dan RT di kelurahan tersebut.  Sosialisasi dilakukan dengan ceramah di ruangan kantor lurah, selanjutnya dilakukan diskusi dan mendengarkan keluhan serta permintaan warga.  Hasil Kegiatan;  Dari hasil survey lapangan terbukti di Kelurahan Parak Laweh pulau Air Nan XX,  Kecamatan Lubuk Begalung ada lokasi yang mengalami banjir atau genangan yang cukup tinggi yang popular disebut sebagai “Pulau Terlena”.  Lokasi ini akhirnya memang tidak didirikan bangunan karena sering sekali mengalami banjir atau genangan.  Jika memungkinkan dalam program KRAH, bisa diwujudkan pembuatan kolam retensi di kawasan tersebut.  Namun perlu dipastikan luasnya berapa dan jika memungkinkan akan dibuat kolam retensi disana.  Penetapan kolam retensi berdasarkan surat edaran pedoman No: SE.1/PDASHL/SET/DAS.1/3/2021 tentang pedoman pembangunan model Kampung  Ramah Air Hujan (KRAH)  harus memenuhi kriteria lokasi kolam retensi adalah sebagai berikut: Topografi bergelombang dengan kemiringan ;  Air tanah sangat dalam;  Diutamakan tanah liat berlempung atau lempung berdebu;  Pembangunan kolam retensi diprioritaskan di dekat lokasi pemukiman dan lahan pertanian/perkebunan;  Lokasi embung dapat dibangun pada hutan dan lahan yang rawan kebakaran dan kekeringan. Sehingga perlu ada kajian selanjutnya yang intensif dan akurat.  


Dalam KRAH selain kolam retensi juga ada direkomendasikan pembangunan instalasi pemanenan air hujan (IPAH) yaitu sistim penampungan air hujan yang berasal dari atap rumah lalu dimasukkan ke dalam tendon air yang cukup.  Secara umum masyarakat sangat berminat untuk dipasang unit IPAH karena sudah tahu manfaatnya.  Akan tetapi kemudian muncul beberapa pertanyaan dari warga menyangkut kualitas air yang ditampung dalam instalasi IPAH, mengingat bahwa sering ada hewan yang membuang kotoran di atap rumah, yang mana dijadikan lokasi pemanenan air hujan.  


Selanjutnya pertanyaan juga muncul bagaimana kalau tandon  air yang dijadikan tempat penampungan air tersebut tidak mampu lagi menampung air, namun demikian lokasi tersebut tidak memiliki parit drainase, apakah tidak menimbulkan masalah baru lagi? Hal ini tentu saja sudah difikirkan oleh designernya bagaimana pipa penyaluran tidak langsung dimasukkan ke dalam tandon  air, saat pertama hujan turun, dan harus dilakukan perhitungan dengan matang, agar air yang telah dipanen benar-benar bersih sesuai baku mutu air yang layak minum.  Jika pembangunan IPAH dapat dilaksanakan swadaya masyarakat, sudah pasti air limpasan permukaan semakin menurun, sehingga saluran drainase tidak memiliki fluktuasi muka air yang cukup besar.  Selanjutnya akan mengurangi rembesan parit drainase hingga ke jalan kompleks. Selanjutnya sehubungan dengan volume tandon  air penampung air hujan, itu juga sudah diperhitungkan sehubungan dengan (Direktorat Pengendalian Kerusakan Perairan Darat, 2021) dengan membuat tandon  air memiliki volume 1,5 m3 untuk luas tutupan <50 m2, maka jika tutupan lebih luas dari ukuran tersebut, tentu saja ukuran tandon  diperbesar atau ditambah.  Untuk sumur resapan juga demikian, jika volume berlebih juga ada saluran pelimpah yang dialirkan ke saluran drainase.  Oleh sebab itu penting setiap rumah memiliki saluran drainase. Masyakarat juga sangat mengharap sekali agar parit drainase dibangun dan dipelihara serta adanya penertiban sampah yang tidak lagi mengganggu lingkungan serta kesehatan. 


Diharapkan dengan adanya IPAH mampu menjawab permasalahan warga yang selama ini terjadi jika hujan, maka aliran air PDAM akan berhenti, sehingga cadangan air yang telah dikumpulkan dari IPAH dapat optimal termanfaatkan untuk kebutuhan warga sehari-hari.  Sumur Resapan juga bagian dari program KRAH, agar air tawar semaksimal mungkin dimasukkan ke dalam tanah melalui sumur resapan tersebut. 


Namun demikian (Rahmi, Widjajanti, & Poedjioetami, 2019) mengingatkan  bahwa ada beberapa persyaratan dalam perancangan bangunan KRAH harus  memenuhi syarat sebagai berikut; dapat menyesuaikan dengan lingkungan alam setempat, hemat sumber energi alam, memelihara sumber – sumber alam ( udara, tanah, dan air ), memperhatikan dan memelihara peredaran alam.  (Azwarman, Susiana, & Hidayah, 2018) menyatakan bahwa dalam membangun sumur resapan perlu menampung air hujan agar meresap ke dalam tanah agar tidak terjadi banjir, melindungi dan memperbaiki kualitas air tanah dan untuk menghindari terjadinya erosi. 


Persyaratan umum sumur resapan yang harus dipenuhi berdasarkan (SNI No. 03-2453-2002), antara  lain sebagai berikut : 1. Sumur resapan air hujan ditempatkan pada lahan yang relatif datar. 2. Air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan yang tidak tercemar 3. Penetapan sumur resapan air hujan harus mempertimbangkan keamanan bangunan sekitarnya. 4. Harus memperhatikan peraturan daerah setempat. 5. Hal – hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus disetujui instansi yang berwenang. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi : (SNI No. 03-2453-2002) 1. Kedalaman air tanah minimum 1,50 m pada musim hujan. 2. Jarak penempatan sumur resapan air hujan terhadap bangunan. Persediaan air yang cukup di musim kemarau yang sudah tersedia dalam tendon air dalam sintalasi IPAH dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga warga dan pengairan tanaman, baik tanaman pekarangan maupun budidaya hidroponik.



SUMBARNET.COM - Untuk mewujudkan komitmen nasional pencapaian Eliminasi Campak Rubela pada tahun 2023 dan kejadian luar biasa penyakit - penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Maka dilakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk anak usia 9 bulan sampai 14 tahun.


Hal ini disampaikan oleh Kasmalaili Kepala SDN 11 Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan ketika menggelar Imunisasi Campak Rubela, pada Rabu (21/7/2022).


"BIAN ini dilakukan berdasarkan surat edaran Pemerintah Kota Padang nomor 443/3917 tahun 2022 tentang pelaksanaan BIAN tahun 2022 melalui Puskesmas Kecamatan Lubuk Kilangan Dinas Kesehatan Kota Padang," kata Kasmalaili didampingi Ketua Komite Firma Ragnius.


Kasmalaili mengambil tema "Gebyar Bulan Imunisasi Campak SDN 11 Indarung".


Imunisasi Campak diberikan kepada  siswa kelas 1 sampai kelas 6 guna memantau kesehatan siswa.


"Tujuannya untuk memantau kesehatan semua siswa dalam menghadapi proses pembelajaran tatap buka mulai dari pemeriksaan kebersihan mutut, gigi, telinga, berat badan dan tinggi badan," ujar Kasmalaili.


Ia berharap wali murid tidak melarang siswa untuk diperiksa dan diberi imunisasi campak, karna besar pengaruhnya untuk kesehatan dan kepintaran siswa itu sendiri.


"Mari tingkatkan kerja sama dengan pihak puskesmas agar kesehatan  sekolah kita kedepan semakin baik lagi," harap Kasmalaili. (**)


Padang(Sumbar).SNet- Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengadakan acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kampanye Imunisasi Measless Rubella (MR) di aula kantor Gubernur Sumbar, Selasa (8/1/2019). 

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan bahwa pemahaman terhadap imunisasi untuk mencegah Measless Rubella (MR) di Sumbar masih menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, namun Nasrul Abit menegaskan bahwa imunisasi untuk mencegah MR tetap dilanjutkan, tetapi tidak ada paksaan bagi orang tua supaya anaknya diimunisasi.

Untuk itu, wagub berharap masyarakat dapat memahami persoalan ini dengan seksama, terlebih lagi sudah ada rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan vaksin MR itu diberikan, namun untuk MUI provinsi Sumbar pelaksanaan imunisasi Vaksin MR khususnya untuk masyarakat Islam di Sumbar, harus dilakukan dengan sukarela.

"Vaksin MR ini dilakukan apabila ada yang terkena penyakit rubella, diperbolehkan, ini akan menjadi mubah. Tetapi kalau ada masyarakat yang tidak mau, tentu tidak dapat dipaksakan namun pelaksanaannya tetap dilakukan di seluruh daerah,” urai wagub.

"Saya berharap pihak Dinas Kesehatan dapat mencari vaksin yang halal, agar masyarakat tidak takut dan merasa was-was lagi terkait kandungan vaksin tersebut," tambah wagub.

Lebih lanjut ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan bahwa penggunaan Vaksin MR tersebut secara Islam hukumnya haram, namun dibolehkan karena alasan sebab kedaruratan. Kata dibolehkan tersebut jangan disalahartikan, karena kata boleh adalah pilihan. Sama halnya dengan kita kalau mau makan, kalau kita selera pasti kita makan, kalau tidak ada selera yang gak dimakan, itu semua perumpamaan.

"Kami MUI Sumbar meminta agar petugas di lapangan tidak main paksa dan menjadi keharusan atau wajib untuk melakukan imunisasi MR, harus ada izin orangtuanya, karena itu hak orangtua yang bertanggung jawab terhadap anaknya lahir dan batin," kata Buya Gusrizal.

Dalam kegiatan tersebut, selain Wagub Nasrul Abit, Kepala Dinkes Sumbar dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS dan Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar, juga hadir perwakilan dari Kementrian Kesehatan, Syamsu Alam, S, Km, M, Epid, UNICEF Sumbar Asmaniar serta para undangan dari jajaran Dinkes dan MUI  kabupaten/kota se Sumbar.

# SNet - Red / Rel

Solsel(Sumbar).SNet- Pemkab Solok Selatan (Solsel) menggelar pelayanan pengobatan gratis untuk masyarakat di daerah itu. Kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan ini menghadirkan ahli pengobatan herbal, Kyai Ahmad Busro yang berasal dari Dieng, Wonosobo.

Selama satu bulan berjalan, animo masyarakat diketahui sangat tinggi dalam memanfaatkan program pelayanan kesehatan gratis yang dipusatkan di Gedung Nasional Muaralabuh itu. Bahkan, diperkirakan jumlah kunjungan pasien yang datang berobat tak kurang dari 6.500 jiwa.

Melihat antusiasnya masyarakat dalam pengobatan herbal tersebut, Bupati Solsel, H. Muzni Zakaria, menjanjikan bakal kembali mendatangkan Kyai tersebut pada Maret 2019 mendatang. Hal ini disampaikan ketika menutup secara resmi pengobatan herbal gratis itu kemarin.

"Dengan banyaknya permintaan dari pasien serta melihat antusiasnya warga, serta hasil diskusi saya dengan Kyai Busro, kami sepakat Insyaa Allah Maret 2019 beliau akan kembali datang kembali ke Solok Selatan nantinya," terang Muzni yang disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir

Bupati juga menyampaikan pengobatan yang dilakukan Kyai Busro bukanlah pengobatan abal-abal, tetapi pengobatan yang resmi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Solok Selatan dan diawasi setiap harinya. "jadi Bapak dan Ibu jangan ragu, karna pengobatan ini sendiri atas inisiatif pemerintah kabupaten dan juga diawasi setiap harinya oleh Tim dari Dinas Kesehatan," ujarnya menjelaskan

Terkait masalah penyembuhan, Bupati yang hadir didampingi Ketua TP-PKK, Ny. Suriati Muzni, menjelaskan bahwa penyembuhan segala macam penyakit datangnya dari Allah SWT, dan bukan dari siapa-siapa. Dan tidak ada makhluk apapun yang bisa menyembuhkan, kecuali semua itu karena Ridha Allah SWT.  "Dan pengobatan herbal Kyai Busro ini hanyalah salah satu bentuk usaha kita semua untuk menyembuhkannya," ujarnya

Senada dengan itu, Kyai Busro yang datang bersama timnya tersebut juga menekankan bahwa kesembuhan itu datangnya dari Allah SWT. "Dan bukan saya yang menyembuhkan Bapak dan Ibu. Tapi yang menyembuhkan itu adalah Allah SWT," terangnya.

Ia juga menyatakan kekagumannya terhadap kepedulian Pemkab Solok Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Muzni Zakaria yang telah mengadakan kegiatan pengobatan gratis ini selama beberapa kali di Solok Selatan. "Terus terang, saya tidak menemukan Kepala Daerah lain yang jiwa sosialnya begitu tinggi terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini,"  ungkap Kyai Busro mengapresiasi

Sementara itu, Kadis Kesehatan Solsel, Novirman, menjelaskan bahwa pengobatan herbal yang dilakukan Kyai Busro ini telah 3 kali dilakukan di Solok Selatan, yakni 2012, 2017, dan tahun 2018 ini. Dan di setiap kunjungannya selalu diminati oleh banyak masyarakat. "Dalam satu bulan ini tercatat 6500-an lebih pasien yang berkunjung untuk melakukan pengobatan," rincinya.

Novirman juga menegaskan bahwa pelaksana dari kegiatan pengobatan ini adalah Dinas Kesehatan Kab. Solok Selatan. Dan herbalnya pun telah diakui secara medis, serta didampingi setiap harinya oleh petugas dari Dinas Kesehatan. "Jadi, kita tegaskan ini bukanlah pengobatan abal-abal. Tapi ini bentuk pengobatan alternatif yang Alhamdulillah terbukti memberikan manfaat bagi banyak orang," ujarnya meyakinkan

Salah seorang pasien, Miswarni, S.Pd, mengatakan bahwa beberapa penyakit yang ia derita Alhamdulillah mengalami kesembuhan setelah menjalani pengobatan herbal tersebut. Salah satunya adalah penyakit rematik di tangannya yang ia derita sejak 1990 silam. "Tangan saya ini mulai sering kram sejak 1990-an silam dan sulit untuk menulis. Alhamdulillah sekarang sudah tidak terasa lagi dan sudah kembali lancar menulis," terangnya di hadapan Bupati dan ratusan pasien lainnya.

"Kemarin saya juga keluhkan sakit maag yang saya derita. Kemudian Kyai Busro memijit pada bagian jari-jari di tangan dan kaki. Luar biasa sakitnya ketika dipijit tersebut. Namun Alhamdulillah, sakit maag itupun terasa hilang dan sejak itu sudah tidak pernah kambuh lagi. Untuk itu kita semua memang berharap agar Kyai Busro dapat kembali lagi melakukan pengobatan ke Solsel," harapnya di hadapan Bupati dan tamu lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Ny. Suriati Muzni beserta keluarganya, M.Multazam Muzni, Asisten Pemerintahan DR. Fidel Efendi, Kadis Kesehatan DR. Novirman beserta jajarannya, serta sejumlah OPD.

# SNet - Red / Humas

Cimahi.SNet- Katarak memang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dan menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan di Indonesia. Walaupun begitu, penderita penyakit ini ternyata tak bisa berbuat banyak.

Banyak alasan yang melatarbelakangi fenomena ini. Menurut Ketua Perdami Seksi Penanggulangan Buta Katarak, Prof dr Suharjo SpM(K) ini disebabkan 3 hal. Pertama, ketidaktahuan; kedua, ketidakmampuan; dan ketiga, ketidakberanian.

Dari tiga hal di atas, ketidakmampuan secara finansial menjadi alasan kenapa banyak penderita katarak tak kunjung mengoperasi mata mereka.

Hal ini semakin diperparah dengan kemampuan operasi katarak setiap tahun yang tak sebanding dengan jumlah penderita yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itulah, operasi katarak gratis tetap sangat dibutuhkan masyarakat, seperti yang terjadi pada 70 pasien katarak yang mendapatkan bantuan operasi katarak gratis, di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Sabtu (15/12/2018).

Salah satunya dialami Didin Hidayat (63), warga kabupaten Bandung yang jauh-jauh rela datang ke RS Dustira.

Didin mengatakan dirinya bersyukur bisa mendapatkan operasi katarak secara gratis.

"Alhamdulillah semoga allah memberikan cepat sembuh mata kiri saya ini, tadi operasinya berjalan lancar," ujar Didin saat ditemui Tribun Jabar sesuai melakukan operasi di RS Dustira, Cimahi, Sabtu (15/12/2018)

Didin warga asli Kampung Cijambe, RT3/8, Desa Cinunuk, Kecamatan Cinunuk, Kabupaten Bandung ini mendapatkan informasi operasi katarak dari anaknya, lalu mendaftar.

"Ya pertama anak saya, katanya ada operasi gratis, lalu anak saya nelepon ke sini disuruh bawa saja persyaratan SKTM alhamdulillah udah diterima," ujarnya

Didin menceritakan penyakit katarak yang ia alami sudah hampir setahun dan tidak punya kerjaan hanya bisa diam dirumah.

Sementara itu, pasien lain Wawan (33) asal Cimahi, mengatakan sebagai pegawai lepas dengan kondisi mata seperti ini, dirinya mengalami kesulitan dalam perkerjaan.

"Ada kendala lagi kerja, kadang-kadang suka pusing, kalau lihat ke matahari suka silau, terus kalau melihat jarak jauh kurang jelas, dan menggangu saat kerja," ujarnya

Wawan menambahkan semoga setelah operasi ini dia bisa bekerja dan beraktivitas secara normal lagi dan tidak ada gangguan lagi dimatanya.

Kesembuhan yang dialami Didin dan Wawan mungkin tak akan bisa terjadi jika tanpa bantuan operasi katarak gratis yang dilakukan PT Berlico Mulia Farma dengan Kodam III/Siliwangi dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) cabang Jawa Barat.

Menurut Direktur Berlico Farma, Irwan Hidayat, operasi katarak secara gratis ini diadakan untuk membantu masyarat yang menderita kebutaan karena katarak.

“Selain itu, ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam mengurang jumlah penderita katarak di Indonesia,” ujar Irwan saat ditemui Tribun Jabar di RS Dustira, Cimahi, Sabtu (15/12/2018).

Sementara Kepala Rumah Sakit Dustira, Kolonel Ckm Dr. Agus Ridho Utama, SP. THT-L., MARS mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada PT Berlico dalam upaya membantu masyarakat bagi pasien yang menderita katarak dengan kegiatan ini secara gratis.

"Ya kami sangat berterimakasih sekali dengan adanya bantuan dari PT Berlico Farma karena secara informal maupun anggaran tidak ada untuk melaksanakan kegiatan baksos ini," ujarnya

Atas acara ini, Irwan berharap para pasien pada kegiatan operasi katarak gratis yang telah sembuh bisa kembali beraktivitas secara normal kembali.

Tak hanya itu, Wawan salah satu pasien yang menerima operasi katarak gratis juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas acara ini.

“Saya berterimakasih kepada pihak PT Berlico Mulia Farma dan Rumah sakit Dustira yang telah menyelenggarakan operasi katarak ini,” ujar Wawan.

# SNet - Red/Tribunnews

SNet- Kelapa telah menjadi makanan berharga di daerah tropis selama ribuan tahun, yang secara tradisional dinikmati airnya dari pusat buah, dagingnya, atau santannya (yang dibuat dengan memarut daging dan diseduh dalam air).

Minyak kelapa putih padat (begitu istilah populernya, walaupun secara teknis ini adalah lemak bukan minyak) kini adalah favorit para selebriti dan blogger, penggemar pola diet paleo dan penjual makanan super atau superfood.

Sejumlah klaim tentang nilai medisnya bertebaran di internet, tapi seberapa tangguh mereka menghadapi penelitian ilmiah?

1. Membantu menurunkan berat badan

Tidak ada penelitian yang menemukan bahwa minyak kelapa membantu menurunkan berat badan.

Klaim yang dibuat ratusan situs internet bahwa bahan ini memiliki beberapa kemampuan khusus untuk menyingkirkan lemak tubuh didasarkan pada gagasan yang keliru bahwa minyak kelapa identik dengan produk laboratorium semi-sintetis yang dikenal dengan minyak MCT.

Tak seperti minyak nabati biasa, minyak MCT larut dalam air dan pada awalnya dirancang untuk digunakan dalam makanan tabung atau untuk orang-orang yang kekurangan gizi karena mereka kekurangan enzim normal yang memecah lemak.

Tak seperti kebanyakan lemak yang diserap ke dalam aliran darah, minyak MCT diserap langsung ke hati. Ini berarti bisa digunakan lebih cepat untuk bahan bakar dibanding lemak lainnya.

Ada beberapa bukti bahwa minyak MCT bisa membantu menurunkan berat badan, walaupun dosis yang dibutuhkan dan efek sampingnya -setidaknya pada awalnya -bisa mencakup mual, kram perut dan diare.

 Meski begitu, situs internet yang menganggap efek minyak MCT juga berlaku untuk minyak kelapa sungguh salah. Kedua produk itu tidak setara dan Anda tidak bisa menukar temuan satu dengan temuan lainnya.


MCT terdiri dari dua asam lemak -asam kaprilat dan kapris. Minyak kelapa memiliki sejumlah kecil asam ini, namun asam lemak yang dominan adalah asam laurat. Asam laurat tidak dicerna di hati namun dicerna dan dimetabolisme dalam tubuh seperti asam lemak pada minyak nabati lainnya.

Jika mengunyah sepotong daging kelapa (yang merupakan sumber serat makanan yang masuk akal), membantu Anda makan lebih sedikit secara keseluruhan, itu bisa bermanfaat.

Namun, studi tentang lemak berbeda, termasuk minyak kelapa, tidak menemukan efek menguntungkan pada rasa lapar, rasa kenyang, rasa puas atau pemikiran tentang makanan saat ini.


2. Kurangi risiko penyakit jantung

Studi yang cermat menunjukkan, efek keseluruhan minyak kelapa pada peningkatan kolesterol LDL (yang meningkatkan risiko penyakit jantung) lebih besar dibandingkan dengan jagung, safflower atau campuran minyak kedelai dan wijen.

Namun, sedikit lebih baik dari pada mentega.

Banyak bukti dari studi tentang orang-orang yang hidup dengan gaya hidup tradisional dengan kelapa (seperti mengonsumsi dagingnya atau santan) sebagai sumber utama lemak menunjukkan rendahnya tingkat penyakit jantung.

Mereka termasuk penelitian di tahun 1960 tentang orang-orang Pasifik yang ramping dan aktif yang makanannya terdiri dari ikan, gurita, talas, sukun, pisang dan kelapa.

Hal yang sama berlaku untuk orang-orang yang sangat kurus di Kitava (sebuah pulau kecil di Papua Nugini), dengan makanan tradisional ubi jalar, singkong, ubi jalar, talas, pisang dan buah-buahan tropis lainnya, ikan serta kelapa.

Pola makan mereka tak hanya rendah lemak, tapi juga mengandung sedikit alkohol, garam, gula, susu atau makanan olahan.

 Berbeda dengan pola makan yang terbatas dari masa lalu, kelapa belum mampu melindungi diri dari perubahan besar dalam pola makan dan aktivitas. Di Samoa, misalnya, konsumsi kelapa tidak berubah, namun total makanan harian menyumbang 3.800 kilojoule (900 kalori) lebih banyak di tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 1960an.


Kepulauan Pasifik sekarang berada di puncak daftar obesitas dunia, tingkat penyakit jantung begitu tinggi, dan diabetes tipe 2 tiga kali lebih umum daripada di Australia -semuanya terjadi meski mereka mengkonsumsi kelapa.

Seperti yang baru-baru ini ditunjukkan satu kajian terhadap 21 makalah penelitian dan kajian lebih lanjut, minyak kelapa tidak bisa diandalkan untuk mengurangi kolesterol darah atau melindungi terhadap penyakit jantung.

3. Membunuh bakteri dan virus

Beberapa situs internet mengklaim minyak kelapa bisa membunuh virus, jamur dan bakteri karena kandungan monolaurinnya, senyawa yang berasal dari asam laurat.

Studi pada tikus menunjukkan monolaurin bisa memberikan beberapa perlindungan terhadap bakteri Staphylococcus aureus (yang bertanggung jawab atas beberapa infeksi bakteri), namun para peneliti yang melakukan studi ini tidak menemukan efek baik pada minyak kelapa murni atau virgin coconut oil.

 Dalam infeksi jenis tertentu, ada kemungkinan monolaurin bisa digunakan, tapi tidak sah melakukan ekstrapolasi dari sini untuk membuat klaim tentang minyak kelapa bila tidak ada bukti bahwa tubuh bisa membuat monolaurin dari minyak kelapa.


Sebaliknya, bentuk monolaurin olahan (gliserol monolaurat) ditemukan dalam minyak kelapa dan sangat populer untuk khasiat pengemulsi dan pelembab-nya pada kosmetik, deterjen dan sabun.

Sifat minyak kelapa ini bisa menunjang manfaatnya sebagai pelembab wajah atau penghapus make-up.

4. Memperbaiki rambut

Beberapa makalah yang diterbitkan dalam ‘Journal of Cosmetic Science’ mengklaim bahwa minyak kelapa yang diaplikasikan pada rambut lebih baik dalam menembus batang rambut daripada minyak mineral.

Ini bisa berguna dan tidak mungkin minyak kelapa yang dipijatkan ke rambut akan berdampak buruk pada kesehatan manusia, jadi jika dibutuhkan, mungkin bermanfaat untuk menggunakannya karena alasan ini.

5. Memutihkan gigi

Klaim ini merupakan ekstrapolasi lain dari gagasan bahwa minyak kelapa bisa membunuh organisme berbahaya.

Praktek berkumur dengan minyak dalam mulut (disebut "pembersihan minyak") selama 10-30 menit sebelum meludah berasal dari praktik Ayurveda di India dan diduga mengeluarkan racun.

Jika itu membuat Anda merasa sakit atau sakit kepala, itu berarti menjadi bukti bahwa Anda sedang mengeluarkan toksin.

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung praktik ini dan seharusnya tidak menggantikan perawatan gigi yang tepat.

*Rosemary Stanton adalah seorang ahli gizi dan peneliti tamu di Universitas New South Wales.

*Artikel ini awalnya diterbitkan dalam The Conversation.

# SNet - Red

SNet-
Definisi

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili, berdasarkan gejala pada penderita yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, ini mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.


Chikungunya adalah sejenis virus yang ditularkan oleh nyamuk. Pasien yang terinfeksi biasanya pada awalnya menderita demam dan nyeri sendi parah mendadak. Virus chikungunya kali pertama teridentifikasi selama wabah pada tahun 1952 di Tanzania. Virus ini adalah virus Ribonucleic Acid (RNA) yang termasuk dalam genus alphavirus keluarga Togaviridae.


Chikungunya telah teridentifikasi di lebih dari 60 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Chikungunya mempengaruhi orang dalam semua golongan usia dan jenis kelamin. Hal ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Tanda-tanda & gejala

Sejarah


Virus Chikungunya dikatakan hanya ada di daerah tropis saja. Namun baru-baru ini telah dilaporkan bahwa penyakit yang memiliki nama lain "Flu tulang" ini telah menginfeksi banyak daerah non-tropis di Asia dan Afrika juga.


Dari sejarah diduga KLB Chikungunya pernah terjadi pada tahun 1779 di Batavia dan Kairo; 1823 di Zanzibar ; 1824 di India ; 1870 di Zanzibar ; 1871 di India ;1901 di Hongkong , Burma, dan Madras ; 1923 di Calcuta.

Pada tahun 1928 di Cuba pertama kali digunakan istilah “dengue”, ini dapat diartikan bahwa infeksi Chikungunya sangat mirip dengan Dengue. Istilah “Chikungunya ” berasal dari bahasa suku Swahili yang berarti “Orang yang jalannya membungkuk dan menekuk lututnya”, suku ini bermukim di dataran tinggi Makonde Provinsi Newala, Tanzania (yang sebelumnya bernama Tanganyika). Istilah Chikungunya juga digunakan untuk menamai virus yang pertama kali diisolasi dari serum darah penderita penyakit tersebut pada tahun 1953 saat terjadi KLB di negara tersebut. Pada demam Chikungunya adanya gejala khas dan dominan yaitu nyeri sendi.

Dari tahun 1952 sampai kini virus telah tersebar luas di daerah Afrika dan menyebar ke Amerika dan Asia. Virus Chikungunya menjadi endemis di wilayah Asia Tenggara sejak tahun 1954. Pada akhir tahun 1950 dan 1960 virus berkembang di Thailand, Kamboja, Vietnam, Manila dan Burma. Tahun 1965 terjadi KLB di Srilanka.


Di Indonesia, infeksi virus Chikungunya telah ada sejak abad ke-18 seperti yang dilaporkan oleh David Bylon seorang dokter berkebangsaan Belanda. Saat itu infeksi virus ini menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai penyakit demam 5 hari (vijfdaagse koorts) yang kadangkala disebut juga sebagai demam sendi (knokkel koorts).


Di Indonesia, KLB penyakit Chikungunya pertama kali dilaporkan dan tercatat pada tahun 1973 terjadi di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur dan di DKI Jakarta, Tahun 1982 di Kuala Tungkal Provinsi Jambi dan tahun 1983 di Daerah Istimewa Yogyakarta. KLB Chikungunya mulai banyak dilaporkan sejak tahun 1999 yaitu di Muara Enim (1999), Aceh (2000), Jawa Barat ( Bogor, Bekasi, Depok ) pada tahun 2001, yang menyerang secara bersamaan pada penduduk di satu kesatuan wilayah (RW/Desa ). (dilaporkan oleh David Bylon seorang dokter berkebangsaan Belanda. Saat itu infeksi virus ini menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai penyakit demam 5 hari (vijfdaagse koorts) yang kadangkala disebut juga sebagai demam sendi (knokkel koorts).

Pada tahun 2002 banyak daerah melaporkan terjadinya KLB Chikungunya seperti Palembang, Semarang, Indramayu, Manado, DKI Jakarta , Banten, Jawa Timur dan lain-lain. Pada tahun 2003 KLB Chikungunya terjadi di beberapa wilayah di pulau Jawa, NTB, Kalimantan Tengah. Tahun 2006 dan 2007 terjadi KLB di Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Selatan.


Dari tahun 2000-2007 di Indonesia terjadi KLB Chikungunya pada hampir semua provinsi dengan 18.169 kasus tanpa kematian.

Penyebaran penyakit Chikungunya biasanya terjadi pada daerah endemis Demam Berdarah Dengue. Banyaknya tempat perindukan nyamuk sering berhubungan dengan peningkatan kejadian penyakit Chikungunya.

Saat ini hampir seluruh provinsi di Indonesia potensial untuk terjadinya KLB Chikungunya. KLB sering terjadi pada awal dan akhir musim hujan. Penyakit Chikungunya lebih sering terjadi di daerah sub urban.

Siklus


Chikungunya adalah virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara atau vektor yaitu organisme yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk sama yang menyebabkan demam berdarah.


Nyamuk Aedes spp seperti juga jenis nyamuk lainnya mengalami metamorfosis sempurna, yaitu: telur - jentik (larva) - pupa - nyamuk. Stadium telur, jentik dan pupa hidup di dalam air. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik/larva dalam waktu ± 2 hari setelah telur terendam air. Stadium jentik/larva biasanya berlangsung 6-8 hari, dan stadium kepompong (Pupa) berlangsung antara 2–4 hari. Pertumbuhan dari telur menjadi nyamuk dewasa selama 9-10 hari. Umur nyamuk betina dapat mencapai 2-3 bulan.


Gejala



Seseorang yang terinfeksi dengan virus ini akan mengalami sejumlah gejala utama berupa:


1. Demam
 

2. Nyeri sendi
 

3. Nyeri otot
 

4.Sakit kepala
 

5.Mual
 

6. Kelelahan
 

7. Ruam


Demam dan nyeri sendi. Gejala lainnya termasuk sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam.


Gejala Chikungunya tersebut umumnya tidak mematikan namun harus ditanggapi dengan serius.


Mengenal Gejala Chikungunya penyakit-penyakit infeksi pada umumnya, pada penyakit flu tulang ini juga ada masa inkubasi. Masa inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan oleh bibit penyakit setelah masuk ke dalam tubuh seseorang hingga menimbulkan gejala. Masa inkubasi penyakit chikungunya berkisar antara 2-6 hari dengan gejala yang biasanya muncul pada hari ke 4-7 setelah digigit nyamuk Aedes. Adapun gejala khas chikungunya yang bisa kita amati yaitu: Demam. Nyeri sendi. Sakit kepala. Nyeri otot. Pembengkakan sendi. Ruam pada kulit. Mual dan muntah.

Penyakit ini jarang mengakibatkan kematian, namun gejala chikungunya bisa parah dan melumpuhkan.


Berdasarkan perjalanan penyakitnya, chikungunya dibedakan berdasarkan dua fase, yaitu fase akut dan fase kronis.


Gejala Chikungunya Fase Akut (0-7 hari) Fase akut berarti fase awal dari penyakit, biasanya berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Karakteristik fase akut meliputi mendadak menggigil, demam tinggi mencapai 40 ° C (104 ° F), mual, muntah, sakit kepala, artralgia (nyeri sendi), dan pada beberapa kasus, muncul ruam makulopapular yang artinya ada bercak atau bintik-bintik kemerahan dan menimbul pada kulit.

Nyeri sendi dan otot yang parah adalah gejala chikungunya yang paling dominan. Rasa sakitnya begitu hebat sehingga membuat korbannya sangat sulit untuk melakukan gerakan. Demam biasanya berlangsung selama dua hari dan kemudian berakhir secara tiba-tiba. Namun, gejala lain seperti nyeri sendi, sakit kepala hebat, dan insomnia bisa berlangsung sekitar 5 sampai 7 hari.

Selama fase akut, viral load atau jumlah virus dalam tubuh bisa mencapai 10E8 (sepuluh pangkat delapan) partikel virus per ml darah. Virus ini tersebar dalam tubuh dan terbukti menginfeksi sel epitel dan endotel, fibroblas primer dan makrofag yang berasal dari monosit, yang artinya menyerang otot, sendi, dan jaringan ikat kulit.



Sebagian besar penderitanya merasa lebih baik dalam waktu seminggu. Namun, pada beberapa orang, gejala chikungunya berupa nyeri sendi bisa berlanjut selama berbulan-bulan. Gejala Chikungunya Fase Kronis Setelah melewati fase akut, tahap selanjutnya adalah fase kronis yang ditandai dengan poli-artralgia (nyeri pada banyak persendian) yang bisa berlangsung dari minggu hingga tahun.


Bahkan ada yang menderita sakit sendi hingga 2 tahun, tergantung usianya dan beberapa faktor lainnya. Sembilan puluh lima persen orang dewasa yang terinfeksi akan mengalami gejala chikungunya seperti dijelaskan sebelumnya. Dan sebagian besar dari mereka mengalami cacat atau keterbatasan gerak selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan akibat penurunan ketangkasan, kehilangan mobilitas, dan nyeri sendi. Bahkan 30-40% penderitanya dilaporkan mengalami nyeri sendi berulang (rekuren) meskipun fase akut dari penyakit sudah dilewati.


Pada kondisi yang parah, penyakit chikungunya juga berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi, seperti miokarditis (radang otot jantung), uveitis dan retinitis (radang mata), meningoensefalitis (radang otak dan meninges), dan perdarahan ringan. Orang yang berisiko terkena penyakit parah termasuk bayi yang baru lahir, orang dewasa Lansia (?65 tahun), dan orang-orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.


Diagnosis


Gejala demam chikungunya sangat mirip dengan demam berdarah dengue dan Zika. Hal ini membuat diagnosis fisik tidak mampu mendeteksi penyebab pasti penyakit. Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus chikungunya, dokter perlu melakukan tes darah.

Jika seseorang mengalami beberapa ciri-ciri dan gejala chikungunya seperti di atas, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Kita tidak dapat memastikan keberadaan penyakit ini hanya dengan mengamati tanda dan gejalanya, karena pada kenyataannya ada beberapa penyakit yang memiliki gejala yang mirip, seperti demam berdarah dengue (DBD) danpenyakit Zika. Setelah dokter melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik, maka dokter belum dapat memastikan diagnosis atau keberadaan penyakit ini. Namun demikian, sudah bisa menduga atau mencurigai keberadaannya. Nah, untuk memastikannya, maka diperlukan pemeriksaan darah.

Pengobatan


Tidak ada vaksin atau obat untuk virus chikungunya. Pengobatan hanya sanggup mengurangi gejala demam. Jika Anda mengalami demam chikungunya, dokter biasanya meminta Anda banyak beristirahat, minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, dan menghindari gigitan nyamuk.

Untuk mengurangi nyeri dan demam, Anda akan diberikan obat resep macam acetaminophen atau paracetamol. Anda tidak boleh minum obat lain tanpa izin dokter, terutama aspirin dan obat antiradang non-steroid.

Apabila Anda minum obat untuk kondisi kesehatan lainnya, bicarakan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan.

Pencegahan Penyebaran Penyakit


*Jika Anda sudah dipastikan menderita chikungunya, maka hindari gigitan nyamuk untuk minggu pertama. Selama minggu pertama infeksi, virus chikungunya banyak terdapat di dalam darah. Jika ada nyamuk yang enghisap darah tersebut, maka nyamuk ini dapat menyebarkannya ke orang lain di sekitar Anda melalui gigitan selanjutnya.

*Jaga nyamuk tetap di luar dengan menggunakan AC, menutup pintu/jendela atau gunakan kelambu
 

*Kosongkan air dari penampung seperti ember atau pot bunga
 

*Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang
 

*Gunakan pengusir serangga sesuai dengan penyedia layanan kesehatan

Ada banyak faktor risiko kondisi kesehatan yang harus diwaspadai; 

1. Tinggal di negara tropis.

2. Pulang dari area yang terkena wabah.

3. Tinggal di area dengan kebersihan yang buruk.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. Konsultasikan pada dokter Anda. Apabila Anda minum obat untuk kondisi kesehatan lainnya, bicarakan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan.

# SNet - Red/MediaBenangMerah

SNet- Ascaris Lumbricoides adalah cacing parasit yang inang (hospes) satu satunya adalah manusia. oleh karena itu, cacing Ascaris Lumbricoides ini merupakan penyebab penyakit parasit kedua. Penyakit yang disebabkannya disebut askariasis. pada manusia, cacing askaris hidupdan berkembang di usus.

Cacing parasit ini ditemukan komplosit. Survei yang dilakukan di Indonesia antara tahun 1970-1980 menunjukkan pada umumnya prevalensi 70% atau lebih. Prevalensi tinggi sebesar 78,5% dan 72, 6% masih ditemukan pada tahun 1998 pada sejumlah murid dua sekolah di Lombok. Di Jakarta sudah dilakukan pemberantasan secara sistematis terhadap cacing yang ditularkan melalui tanah sejak 1987 di sekolah-sekolah dasar. Prevalensi Ascaris sebesar 16,8% di beberapa sekolah di Jakarta Timur pada tahun 1994 turun menjadi 4,9% pada tahun 2000.

Siklus
Cacing jantan berukuran 10-30 cm, sedangkan yang betina 22-35 cm. Stadium dewasa hidup di rongga usus muda. Seekor cacing betina dapat bertelur sebanyak 100.000 – 200.000 butir sehari; terdiri dari telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi.

Telur yang dibuahi, besarnya kurang lebih 60 x 45 mikron dan yang tidak dibuahi 90 x 40 mikron. Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi berkembang menjadi bentuk infektif dalam waktu kurang lebih 3 minggu.

Bentuk efektif ini, bila tertelan oleh manusia, menetas di usus halus. Larvanya menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu di alirkan ke jantung, kemudian mengikuti aliran darah ke paru. Larva di paru menembus dinding pembuluh darah, lalu dinding alveolus, masuk rongga alveolus, kemudian naik ke trakea melalui bronkiolus dan bronkus. Dari trakea larva ini menuju ke faring, sehingga menimbulkan rangsangan pada faring. Penderita batuk karena rangsangan ini dan larva akan tertelan ke dalam esofagus, lalu menuju ke usus halus. Di usus halus larva berubah menjadi cacing dewasa. Sejak telur matang tertelan sampai cacing dewasa bertelur diperlukan waktu kurang lebih 2 bulan.

Gejala yang timbul pada penderita dapat disebabkan oleh cacing dewasa dan larva

Ganguan karena larva biasanya terjadi pada saat berada di paru. Pada orang yang rentan terjadi pendarahan kecil pada dinding alveolus dan timbul gangguan pada paru yang disertai dengan batuk, demam dan eosinofilia.

Ada foto toraks tampak infiltrat yang menghilang dalam waktu 3 mingggu. Keadaan ini disebut sindrom Loeffler. Gangguan yang disebabkan cacing dewasa biasanya ringan seperti mual, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi.

pada infeksi berat, terutama pada anak dapat terjadi malabsorbsi sehingga memperberat keadaan malnutrisi. efek yang serius terjadi bila cacing-cacing ini menggumpal dalam usus sehigga terjadi obstruksi usus (ileus).

Diagnosis

Pada keadaan tertentu cacing dewasa mengembara ke saluran empedu, apendiks atau ke bronkus dan menimbulkan keadaan gawat darurat sehingga kadang-kadang perlu tindakan operatif.

Cara menegakkan diagnosis penyakit adalah dengan pemeriksaan tinja secara langsung. adanya telur dalam tinja memastikan diagnosis askariasis. selain itu diagnosis dapat dibuat bila cacing dewasa keluar sendiri baik melalui mulut atau hidung maupun melalui tinja.

Pengobatan
Pengobatan dapat dilakukan secara perorangan atau secara masal pada masyarakat. untuk perorangan dapat digunakan bermacam-macam obat misalnya piperasin dosis tunggal untuk dewasa 3-4 gram, untuk anak 25 mg/kgBB, pirantel pamoat dosis tunggal 10 mg/kgBB, mebendazol 2 x 100 mg/hari selama 3 hari atau 500 mg dosis tunggal, albendazol dosis tunggal 400 mg.

Oksantel – Pirantel pamoat adalah obat yang dapat digunakan untuk infeksi campuran A. lumbricoides dan T. trichiura.

Untuk pengobatan masal perlu beberapa syarat, yaitu :
a. Obat mudah diterima masyarakat
b. Aturan pemakaian sederhana
c. Mempunyai efek samping yang minim
d. Bersiat polivalen, sehingga dapat berkhasiat terhadap beberapa jenis cacing
e. Harganya murah

Pencegahan
Pada umumnya askariasis mempunyai prognosis baik. tanpa pengobatan, infeksi cacing ini dapat sembuh sendiri dalam waktu 1,5 tahun. dengan pengobatan, kesembuhan diperoleh antara 70-99%.
Indonesia merupakan pravalensi askariasis tinggi, terutama pada anak. frekuensinya antara 60-90%. kurangnya pemakaian jamban keluarga menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja di sekitar halaman rumah, di bawah pohon, di tempat mencuci dan di tempat pembuangan sampah. Hal ini akan memudahkan terjadinya reinfeksi. di negara-negara tertentu terdapat kebiasaan pemakaian tinja sebagai pupuk.

Tanah liat, kelembaban tinggi dan suhu yang berkisar antara 25 30 C merupakan hal-hal yang sangat baik untuk berkembangnya telur A. lumbricoides menjadi bentuk infektif. anjuran mencuci tangan sebelum makan, menggunting kuku secara teratur, pemakaian jamban keluarga serta pemeliharaan kesehatan pribadi dan lingkungan dapat mencegah askariasis.

# SNet - Red/MediaBenangMerah