Tampilkan postingan dengan label Polda Sumbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polda Sumbar. Tampilkan semua postingan


SUMBARNET– Semangat kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat terus diwujudkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui kegiatan PosJubah (Pos Jumat Berkah). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polantas di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga melalui aksi sosial yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Pada Jumat yang penuh berkah, jajaran Ditlantas Polda Sumbar melaksanakan kegiatan berbagi sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan tersebut, Polantas berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan warga.

Program PosJubah merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri yang mengedepankan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. Kehadiran Polantas melalui kegiatan sosial ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan PosJubah memiliki makna penting sebagai sarana untuk memperkuat kepedulian sosial serta mendekatkan Polri dengan masyarakat.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, maupun penindakan terhadap pelanggaran. Lebih dari itu, Polri juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, membantu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan PosJubah ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama. Kami berharap kehadiran Polantas tidak hanya dirasakan dalam pelayanan lalu lintas, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Bagi kami, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari tugas Polri,” demikian kutipan pernyataan yang dapat digunakan sebagai draf atas nama Dirlantas Polda Sumbar.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosial seperti PosJubah menjadi momentum untuk membangun kedekatan emosional antara personel kepolisian dan masyarakat. Hubungan yang baik antara Polri dan warga merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Dengan terjalinnya komunikasi, kepercayaan, serta hubungan yang harmonis, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan Jumat Berkah ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi dapat terus menjadi budaya kebaikan di lingkungan kepolisian. Semoga apa yang kami lakukan, meskipun sederhana, mampu memberikan manfaat, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk saling membantu serta peduli terhadap sesama,” lanjut kutipan draf tersebut.

Lebih lanjut, semangat berbagi yang diusung melalui PosJubah juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan mengedepankan sikap santun, empati, dan kepedulian, setiap personel Polantas diharapkan dapat terus memberikan pelayanan yang profesional sekaligus humanis.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, tetapi juga mengharapkan kehadiran aparat yang mampu memahami kondisi sosial serta menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar berupaya menghadirkan pesan bahwa setiap bentuk kebaikan memiliki arti bagi orang lain. Kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan sederhana dapat menjadi penguat solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Polantas dan masyarakat perlu terus membangun sinergi, saling menghormati, serta menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.

Dengan mengedepankan semangat pelayanan dan kepedulian, Ditlantas Polda Sumbar berharap program PosJubah dapat terus memberikan nilai positif bagi masyarakat Sumatera Barat. Tidak hanya menghadirkan bantuan atau perhatian sosial, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat persaudaraan, dan mendorong lahirnya lebih banyak aksi kebaikan.

Jumat Berkah pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya tindakan, melainkan dari ketulusan dalam memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar terus berupaya menanamkan nilai bahwa Polantas hadir bukan hanya untuk mengatur perjalanan di jalan raya, tetapi juga untuk berjalan bersama masyarakat dalam semangat kepedulian, kemanusiaan, dan pengabdian.

Semoga setiap langkah kebaikan membawa manfaat, mempererat persaudaraan, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tertib, peduli, dan penuh keberkahan. (**)

 



SUMBARNET – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang ramah, humanis, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui semangat Polantas Karib. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polantas untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mewujudkan pelayanan lalu lintas yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Mengusung semangat melayani dengan ramah, merespons dengan humanis, dan menghadirkan kemudahan di setiap layanan, Ditlantas Polda Sumbar mendorong seluruh personel lalu lintas agar senantiasa mengedepankan sikap santun, komunikatif, serta penuh kepedulian dalam menjalankan tugas.

Konsep Polantas Karib tidak hanya menitikberatkan pada pelaksanaan tugas kepolisian di jalan raya, tetapi juga pada bagaimana masyarakat merasakan kehadiran polisi sebagai mitra yang siap membantu, memberikan perlindungan, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan yang berkaitan dengan lalu lintas.

Melalui pendekatan tersebut, Polantas diharapkan mampu menciptakan suasana pelayanan yang nyaman dan bersahabat. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan, tetapi juga memperoleh pengalaman pelayanan yang mengedepankan rasa hormat, keterbukaan, dan kepastian informasi.

Bangun Kedekatan antara Polantas dan Masyarakat

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Kedekatan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dalam semangat Polantas Karib, personel lalu lintas didorong untuk tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran, kemacetan, atau kecelakaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sikap ramah saat memberikan pelayanan, kesigapan dalam merespons kebutuhan masyarakat, serta kemampuan menyampaikan informasi secara jelas merupakan bentuk nyata pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kepuasan publik.

Pelayanan humanis juga berarti memperlakukan setiap masyarakat secara adil, menghormati hak-haknya, serta tetap menjalankan aturan dan prosedur secara tegas, profesional, dan proporsional.

Dengan demikian, ketegasan dalam penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan sikap santun dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Dirlantas: Pelayanan yang Baik Harus Dirasakan Masyarakat

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan bahwa semangat Polantas Karib harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, baik ketika personel memberikan pelayanan administrasi, melakukan pengaturan lalu lintas, melaksanakan pengamanan di jalan raya, maupun membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Polantas harus mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, dan humanis. Kehadiran polisi lalu lintas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya dalam penegakan aturan, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi yang baik, dan kemudahan dalam memperoleh pelayanan,” demikian rumusan pesan yang dapat digunakan sebagai draf kutipan untuk dikonfirmasi kepada Dirlantas Polda Sumbar.

Menurut semangat tersebut, kualitas pelayanan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya prosedur, tetapi juga dari sikap personel dalam berinteraksi dengan masyarakat. Keramahan, kejelasan informasi, kecepatan merespons, dan kesediaan membantu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Karena itu, setiap personel diharapkan mampu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, tanpa mengabaikan aturan dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum.

Wujudkan Pelayanan yang Mudah, Cepat, dan Humanis

Semangat Polantas Karib juga mengandung pesan bahwa pelayanan kepolisian harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Kemudahan akses informasi, komunikasi yang terbuka, serta respons yang tepat terhadap setiap kebutuhan menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari.

Masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan maupun yang membutuhkan bantuan di jalan raya diharapkan mendapatkan perlakuan yang baik dan informasi yang mudah dipahami.

Di sisi lain, personel lalu lintas juga diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara, pentingnya menaati peraturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan.

Pendekatan persuasif dan edukatif menjadi penting agar kesadaran berlalu lintas tumbuh dari pemahaman dan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata karena adanya pengawasan atau ancaman sanksi.

Dengan komunikasi yang baik, Polantas dapat membangun ruang dialog yang positif sehingga masyarakat semakin memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk menjaga keselamatan dan ketertiban bersama.

Polisi Bersama Masyarakat, Lindungi dan Layani

Prinsip “Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani” menjadi pesan utama dalam semangat Polantas Karib. Prinsip ini menegaskan bahwa keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya melalui kerja kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Pengguna jalan memiliki peran penting dengan mematuhi peraturan, mengutamakan keselamatan, menghargai hak pengguna jalan lainnya, serta menghindari perilaku berkendara yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, Polantas bertugas memberikan perlindungan, melakukan pengaturan dan pengawasan, menegakkan hukum secara profesional, serta membantu masyarakat yang menghadapi kendala di jalan raya.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat tersebut diharapkan mampu membentuk budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan di wilayah Sumatera Barat.

Kehadiran Polantas yang bersahabat juga diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, kebutuhan, maupun masukan terkait pelayanan lalu lintas melalui saluran resmi yang tersedia.

Dengan komunikasi dua arah, kualitas pelayanan dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Harapan Terwujudnya Polantas yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq berharap semangat Polantas Karib tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh personel dalam setiap kesempatan pelayanan.

“Harapan kami, Polantas semakin dekat dengan masyarakat, semakin dipercaya, dan selalu hadir memberikan manfaat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi lalu lintas adalah mitra yang siap membantu, memberikan perlindungan, serta melayani dengan tulus, ramah, dan penuh tanggung jawab,” demikian draf kutipan harapan yang perlu mendapat konfirmasi narasumber sebelum diterbitkan.

Harapan tersebut sejalan dengan upaya membangun institusi kepolisian yang semakin terbuka, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat diharapkan tumbuh melalui tindakan nyata, konsistensi sikap, serta kualitas pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung.

Seluruh personel juga diharapkan menjadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif, memberikan edukasi, dan memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga.

Pada akhirnya, keberhasilan Polantas Karib bukan hanya terlihat dari keramahan personel saat memberikan pelayanan, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan masyarakat, kemudahan memperoleh layanan, serta tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga keselamatan berlalu lintas.

Melalui semangat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan pentingnya pelayanan yang mengutamakan kepedulian, respons yang humanis, dan kemudahan bagi masyarakat.

Polantas Karib: melayani dengan ramah, merespons dengan humanis, dan menghadirkan kemudahan di setiap layanan. Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. (**)

 


PADANG, – Prestasi membanggakan ditorehkan Bripda Andhini Eliza Putri, personel BA Subdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Dalam poster apresiasi yang dirilis Ditlantas Polda Sumbar, Bripda Andhini tercatat meraih tiga medali dari cabang olahraga judo, yakni medali perunggu pada nomor ju no kata, medali emas pada nomor randori perorangan, serta medali perunggu pada nomor tanding beregu.


Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan Bripda Andhini dalam bersaing di ajang olahraga tingkat provinsi.


Atas keberhasilan tersebut, Dirlantas Polda Sumbar beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bripda Andhini Eliza Putri. Apresiasi itu menjadi bentuk dukungan terhadap personel yang mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi di luar tugas kedinasan.


Keberhasilan meraih tiga medali dengan rincian satu emas dan dua perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel Polri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, serta mengukir prestasi di bidang yang ditekuni.


Selain membawa kebanggaan bagi institusi, prestasi tersebut juga mencerminkan pentingnya kerja keras, konsistensi latihan, dan semangat sportivitas dalam mencapai hasil terbaik.


Ditlantas Polda Sumbar berharap pencapaian Bripda Andhini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan seluruh personel Polri untuk terus berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (**)

 


PADANG, – Prestasi membanggakan ditorehkan Brigpol Eko Fulsandi, S.H., personel Induk 1 Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar), yang berhasil meraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Medali tersebut diraih melalui cabang olahraga judo, pada nomor pertandingan -73 kilogram dan mix beregu. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa personel Polri mampu menunjukkan prestasi tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga di bidang olahraga.


Atas pencapaian tersebut, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Brigpol Eko Fulsandi.


Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang ditunjukkan dalam mengikuti kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.


Prestasi yang diraih Brigpol Eko diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan, serta mengukir prestasi di berbagai bidang.


Selain membawa kebanggaan bagi institusi, pencapaian tersebut juga diharapkan mampu mendorong semangat sportivitas, kedisiplinan, dan kerja keras di lingkungan kepolisian.


Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa semangat untuk berprestasi dapat berjalan beriringan dengan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Ditlantas Polda Sumbar berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi Brigpol Eko Fulsandi untuk terus berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang. (**)

 


PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis, cepat, dan mudah diakses.


Semangat tersebut tergambar dalam program Polantas Karib, yang menjadi salah satu upaya Ditlantas Polda Sumbar untuk menghadirkan personel kepolisian lebih dekat dengan masyarakat.


Melalui program ini, personel Polantas tidak hanya menjalankan tugas dalam pengaturan dan penertiban lalu lintas, tetapi juga memberikan pendampingan serta membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan.


Dalam materi publikasi Ditlantas Polda Sumbar, semangat yang diusung yakni “Hadir lebih dekat, melayani lebih cepat, dengan sikap humanis yang hangat.”


Pendekatan tersebut menunjukkan komitmen Polantas untuk memberikan pelayanan yang mengedepankan sikap ramah, komunikatif dan penuh kepedulian terhadap masyarakat.


Kehadiran personel Polantas di tengah masyarakat diharapkan dapat menciptakan rasa aman sekaligus membangun komunikasi yang semakin baik antara kepolisian dan pengguna jalan.


Program Polantas Karib juga sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni melindungi, mengayomi dan melayani.


Dengan pelayanan yang lebih dekat dan humanis, Ditlantas Polda Sumbar berharap kehadiran polisi lalu lintas tidak hanya dirasakan ketika terjadi pelanggaran atau persoalan di jalan raya, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.


Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk terus meningkatkan kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Polantas Karib, hadir lebih dekat, melayani lebih cepat, dan tetap mengedepankan sikap humanis dalam setiap pelayanan. (**)



PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


Hal tersebut tergambar dalam kegiatan apel pagi personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Induk 1 Ditlantas Polda Sumbar, yang menjadi bagian dari kesiapan personel sebelum melaksanakan tugas di lapangan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Sat PJR diingatkan untuk senantiasa menjalankan tugas secara profesional, humanis dan responsif terhadap berbagai situasi yang terjadi di jalan raya.


Sat PJR memiliki peran penting dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas, mencegah terjadinya kecelakaan, melakukan penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.


Ditlantas Polda Sumbar mengusung semangat “Melayani, Mengayomi, Melindungi” sebagai bagian dari upaya menghadirkan sosok Polantas yang dekat dengan masyarakat.


Dalam pelaksanaan tugasnya, personel juga dituntut mengedepankan pendekatan humanis. Tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggaran, kehadiran polisi lalu lintas diharapkan mampu memberikan rasa aman serta membantu masyarakat ketika membutuhkan pelayanan di jalan raya.


Pesan “Polisi Bersama Masyarakat” juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas Sat PJR. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dinilai diperlukan untuk mewujudkan keamanan serta ketertiban berlalu lintas di wilayah Sumatera Barat.


Sejumlah tugas utama yang menjadi perhatian antara lain menjaga keamanan di jalan raya, mencegah kecelakaan lalu lintas, menertibkan pelanggaran lalu lintas, serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati.


Selain melakukan pengaturan dan patroli, personel Sat PJR juga diharapkan mampu memberikan edukasi kepada pengguna jalan agar semakin memahami pentingnya disiplin dan keselamatan berlalu lintas.


Dengan kesiapan personel yang terus diperkuat, Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin profesional, humanis dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.


“Tertib lalu lintas, cermin budaya kita,” menjadi semangat dalam setiap pelaksanaan tugas personel Sat PJR Induk 1 Ditlantas Polda Sumbar untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (**)

 


Padang, — Keluarga Besar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H. sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).


Ucapan tersebut disampaikan melalui sebuah desain publikasi resmi Ditlantas Polda Sumbar yang memuat foto kedua pejabat utama Polri tersebut, sekaligus pesan dan harapan terhadap kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Keppres Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. 


Dalam prosesi tersebut, Suyudi Ario Seto resmi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Sementara Wahyu Hadiningrat menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri. Suyudi juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi. 


Harapan untuk Kepemimpinan Polri


Dalam poster ucapan yang disampaikan Ditlantas Polda Sumbar, tertulis harapan agar di bawah kepemimpinan Kapolri dan Wakapolri yang baru, Polri semakin kokoh sebagai institusi yang hadir bersama masyarakat.


Pesan tersebut menekankan pentingnya peran kepolisian dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, dengan menjunjung tinggi integritas.


“Semoga di bawah kepemimpinan Jenderal, Kepolisian Negara Republik Indonesia semakin kokoh sebagai institusi yang hadir bersama rakyat melindungi, mengayomi, dan melayani dengan integritas, demi mewujudkan Polri yang presisi dan senantiasa di hati masyarakat,” demikian pesan yang tercantum dalam publikasi Ditlantas Polda Sumbar.


Pelantikan berlangsung setelah Suyudi menjalani proses di DPR RI, termasuk uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Setelah mendapat persetujuan DPR, Suyudi kemudian dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo. 


Dorong Semangat Pengabdian


Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut menjadi bagian dari dinamika kelembagaan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dengan dilantiknya Kapolri dan Wakapolri baru, keduanya secara resmi mengemban tugas memimpin institusi Polri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Bagi jajaran kepolisian di daerah, termasuk Ditlantas Polda Sumbar, kepemimpinan baru di tingkat Mabes Polri menjadi momentum untuk terus memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.


Ucapan selamat dari Keluarga Besar Ditlantas Polda Sumbar tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Kapolri serta Wakapolri yang baru dalam menjalankan amanah negara.


Dengan kepemimpinan baru tersebut, harapan terhadap Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang profesional, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab menjadi pesan yang turut mengemuka dari ucapan selamat Keluarga Besar Ditlantas Polda Sumbar. (**)

 


Padang, — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap perjalanan serta pembangunan Provinsi Sumatera Barat.


Dalam unggahan tersebut, tampak Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadir Lantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K.


Keduanya menyampaikan ucapan “Dirgahayu Provinsi Sumatera Barat” dengan mengusung tema “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh.”


Tema tersebut menjadi pesan yang menggambarkan semangat untuk terus mendorong pertumbuhan daerah sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai tantangan.


Sinergi Kepolisian dan Pemerintah Daerah


Momentum hari jadi daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.


Ditlantas Polda Sumbar sebagai bagian dari institusi kepolisian memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat.


Melalui momentum tersebut, jajaran Ditlantas Polda Sumbar turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta membangun budaya tertib berlalu lintas.


Semangat “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi semangat bersama dalam mewujudkan Sumatera Barat yang aman, tertib, dan terus berkembang.


Dengan semangat hari jadi Provinsi Sumatera Barat, Ditlantas Polda Sumbar menyampaikan harapan agar sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pembangunan serta menjaga situasi kamtibmas dan keamanan lalu lintas di Ranah Minang. (**)

 


PADANG — Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Sumbar V Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat. Salah satunya melalui kegiatan Ngobras atau Ngopi Bareng Santai, yang menjadi wadah komunikasi antara personel kepolisian dengan masyarakat secara lebih dekat, santai dan humanis.


Kegiatan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi sambil menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi informasi, menyampaikan edukasi serta mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


Dalam suasana santai, personel Sat PJR Sumbar V berdialog dengan masyarakat mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan lalu lintas. Komunikasi dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menyampaikan pengalaman, keluhan maupun berbagai persoalan yang ditemui saat beraktivitas di jalan raya.


Melalui pendekatan tersebut, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat diterima dengan lebih mudah. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, namun juga hadir untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat sebelum persoalan lalu lintas terjadi.


Konsep Ngobras menjadi salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dua arah. Personel tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mendengarkan masyarakat.


Sejumlah pesan penting disampaikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm standar bagi pengendara sepeda motor, menggunakan sabuk keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara serta tidak mengemudikan kendaraan dalam kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Masyarakat juga diingatkan untuk selalu membawa dan melengkapi dokumen kendaraan serta perlengkapan berkendara sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain itu, pengendara diminta untuk senantiasa menjaga kecepatan kendaraan, memperhatikan kondisi jalan, menjaga jarak aman serta mengutamakan keselamatan ketika berkendara.


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, mengatakan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan secara santai merupakan salah satu cara untuk membangun kedekatan antara Polantas dan masyarakat.


“Melalui Ngobras ini kita ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Ngopi santai bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi kesempatan untuk mendengarkan masyarakat, berbagi informasi dan menyampaikan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar Kombespol Reza.


Menurutnya, pendekatan komunikasi yang humanis perlu terus dikembangkan agar masyarakat tidak merasa berjarak dengan polisi. Dengan komunikasi yang terbuka, kepolisian dapat memahami berbagai persoalan lalu lintas yang terjadi di lapangan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan.


“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menciptakan ruang komunikasi yang nyaman antara personel lalu lintas dengan masyarakat. Kami ingin pesan-pesan keselamatan dapat disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mematuhinya,” katanya.


Kombespol Reza menegaskan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian memiliki tugas untuk memberikan pelayanan, pengaturan, penjagaan, pengamanan dan penegakan hukum, namun keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas juga sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat sebagai pengguna jalan.


Karena itu, masyarakat diharapkan tidak memandang aturan lalu lintas semata-mata sebagai kewajiban yang harus dipatuhi karena adanya petugas. Lebih dari itu, aturan dibuat untuk melindungi seluruh pengguna jalan.


“Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan karena takut ditilang. Ketika masyarakat tertib, disiplin dan saling menghargai di jalan, maka risiko kecelakaan dapat ditekan dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, personel Sat PJR Sumbar V juga mengingatkan masyarakat agar menjadi pengguna jalan yang beretika. Sikap saling menghormati antara sesama pengguna jalan dinilai sangat penting untuk menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif.


Pengendara diminta tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk berkendara. Begitu pula dengan pengendara yang hendak melakukan perjalanan jauh agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.


Pemeriksaan kendaraan, kondisi rem, ban, lampu, kaca spion dan kelengkapan lainnya menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.


Tak kalah penting, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan lain, seperti berkendara dengan kecepatan tinggi, melawan arus, menerobos lampu lalu lintas, menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan serta menggunakan telepon seluler saat kendaraan sedang berjalan.


Menurut Dirlantas Polda Sumbar, edukasi seperti ini akan terus dilakukan dengan berbagai metode agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.


“Kami berharap kegiatan seperti Ngobras dapat menjadi sarana membangun kesadaran bersama. Polisi hadir bukan hanya untuk melakukan penindakan, tetapi juga untuk memberikan pemahaman, mengedukasi dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” tutur Kombespol Reza.


Ia juga berharap masyarakat dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga ketertiban lalu lintas. Setiap pengguna jalan, menurutnya, memiliki peran penting dalam menciptakan suasana berkendara yang aman.


“Harapan kami, komunikasi yang terbangun melalui kegiatan ini tidak berhenti pada saat ngobrol dan ngopi saja. Pesan-pesan yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian ditularkan kepada keluarga, teman dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas dapat tumbuh bersama,” jelasnya.


Sat PJR Sumbar V Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, komunikatif dan responsif. Pendekatan persuasif melalui komunikasi langsung diharapkan dapat memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.


Kegiatan Ngobras sekaligus menjadi gambaran bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.


Secangkir kopi menjadi pembuka komunikasi, sementara edukasi keselamatan menjadi pesan utama yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam perilaku masyarakat di jalan raya.


Dengan terjalinnya komunikasi yang semakin dekat antara Polantas dan masyarakat, diharapkan kesadaran untuk mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat.


Ngobras Sat PJR Sumbar V: ngopi santai, komunikasi dekat, berbagi edukasi, bersama mewujudkan Kamseltibcarlantas dan keselamatan sebagai kebutuhan seluruh pengguna jalan. (**)

 



PADANG — Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Sumbar V Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan pelayanan, pengaturan, pengamanan, serta edukasi keselamatan berlalu lintas.


Kehadiran personel Polantas di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polda Sumbar.


Melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif, personel Sat PJR Sumbar V tidak hanya menjalankan tugas rutin kepolisian di jalan raya, tetapi juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

 

Polantas hadir sebagai sosok yang memberikan rasa aman, membantu pengguna jalan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas.


Konsep Polantas Karib menjadi salah satu pendekatan yang dikedepankan, yakni menjadikan personel lalu lintas sebagai polisi yang dekat, ramah, responsif dan mudah berkomunikasi dengan masyarakat.


Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel Sat PJR Sumbar V melakukan berbagai kegiatan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, pemantauan situasi jalan, membantu pengguna jalan yang mengalami kendala, hingga memberikan imbauan terkait keselamatan berlalu lintas.


Kehadiran personel di sejumlah titik juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melakukan aktivitas, khususnya para pengguna jalan.


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, menegaskan bahwa keberadaan polisi lalu lintas di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pelayanan dan membangun kesadaran masyarakat.


“Polantas harus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk melakukan pengaturan maupun penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan, perlindungan dan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis,” ujar Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Menurutnya, pendekatan humanis menjadi penting dalam membangun hubungan yang positif antara polisi dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dapat lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan, sekaligus meningkatkan kesadaran serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Kami ingin masyarakat melihat Polantas sebagai sahabat dan mitra di jalan raya yang siap membantu ketika dibutuhkan,” katanya.


Kombespol Reza juga mengingatkan bahwa terwujudnya Kamseltibcarlantas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Menurutnya, diperlukan peran aktif seluruh pengguna jalan, baik pengendara kendaraan roda dua, roda empat, angkutan umum maupun masyarakat lainnya.


Keselamatan, kata dia, harus menjadi prioritas bersama karena setiap aktivitas di jalan raya memiliki potensi risiko apabila pengguna jalan tidak mengutamakan kehati-hatian dan disiplin.


“Kamseltibcarlantas tidak bisa diwujudkan oleh kepolisian saja. Dibutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk mematuhi peraturan, melengkapi kelengkapan berkendara, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, tidak menggunakan ponsel saat berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan,” tegasnya.


Selain memberikan pelayanan langsung, keberadaan personel Sat PJR Sumbar V di lapangan juga menjadi sarana untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat berkaitan dengan lalu lintas.


Interaksi langsung antara petugas dengan masyarakat diharapkan dapat menciptakan komunikasi dua arah. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan maupun informasi terkait kondisi lalu lintas, sementara petugas dapat memberikan solusi dan imbauan sesuai dengan situasi yang dihadapi.


Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Ditlantas Polda Sumbar dalam membangun citra pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.


Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq berharap semangat Polantas Karib dapat terus diterapkan oleh seluruh personel lalu lintas dalam menjalankan tugas sehari-hari.


“Harapan kami, kehadiran Polantas di tengah masyarakat dapat benar-benar dirasakan manfaatnya. Jangan sampai masyarakat hanya melihat polisi ketika ada pelanggaran atau penindakan. Kami ingin Polantas hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, hadir memberikan edukasi, serta hadir untuk bersama-sama menciptakan keselamatan di jalan,” ungkapnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan personel kepolisian apabila menemukan persoalan maupun membutuhkan bantuan di jalan raya.


Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat akan menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.


“Mari kita bangun budaya berlalu lintas yang tertib, disiplin dan saling menghargai. Keselamatan bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kebutuhan dan kebiasaan setiap orang ketika berada di jalan raya,” tuturnya.


Sat PJR Sumbar V Ditlantas Polda Sumbar pun diharapkan terus konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran personel yang ramah, sigap dan responsif di lapangan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan dan kelancaran lalu lintas.


Dengan semangat Polantas Karib, kepolisian ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib merupakan tanggung jawab bersama.


Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan Kamseltibcarlantas di wilayah Sumatera Barat dapat terus diwujudkan, sehingga aktivitas masyarakat di jalan raya berlangsung aman, tertib, lancar dan selamat.


Polantas hadir untuk melayani, melindungi dan mengedukasi. Bersama masyarakat, Sat PJR Sumbar V Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan. (**)



PADANG — Apel pagi jam pimpinan digelar di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar), Senin (29/9/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH.

Apel jam pimpinan tersebut menjadi salah satu sarana penting dalam memperkuat kesiapan, kedisiplinan, soliditas, serta komitmen seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaan apel, seluruh personel mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Kehadiran pimpinan secara langsung sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan arahan, evaluasi, serta penekanan terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas.


Dirlantas Polda Sumbar Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa apel jam pimpinan tidak hanya menjadi rutinitas kedinasan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab yang diemban.


Menurutnya, kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Terlebih, tugas kepolisian di bidang lalu lintas bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat setiap hari.


"Apel jam pimpinan ini merupakan sarana untuk mengecek kesiapan personel sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas. Kita ingin memastikan seluruh anggota memahami tanggung jawabnya dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, humanis, serta profesional kepada masyarakat," ujar Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Ia mengatakan, setiap personel Ditlantas harus mampu menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Hal tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Selain kesiapan dalam pelaksanaan tugas, Dirlantas juga menekankan pentingnya menjaga etika dan sikap humanis ketika berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, anggota di lapangan merupakan representasi institusi Polri yang secara langsung memberikan pelayanan dan penegakan hukum kepada pengguna jalan.


"Setiap anggota harus menyadari bahwa kehadiran kita di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman, tertib dan nyaman. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedepankan sikap humanis, namun tetap tegas sesuai aturan yang berlaku," katanya.


Kombespol Reza juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa meningkatkan profesionalisme dan kemampuan dalam menghadapi dinamika tugas di bidang lalu lintas.


Perkembangan aktivitas masyarakat, pertumbuhan kendaraan, serta berbagai persoalan lalu lintas membutuhkan kesiapan personel yang tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, penguasaan aturan, serta respons yang cepat terhadap berbagai situasi di lapangan.


"Profesionalisme harus terus kita tingkatkan. Personel harus memahami perkembangan situasi dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan sampai masyarakat mendapatkan pelayanan yang lambat atau tidak sesuai dengan kebutuhan mereka," tegasnya.


Dirlantas Polda Sumbar juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas internal. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh personel dan unsur terkait.


Ia berharap seluruh jajaran Ditlantas Polda Sumbar dapat terus meningkatkan semangat pengabdian dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Sumatera Barat.


"Harapan kita, seluruh personel dapat terus menjaga kekompakan, meningkatkan disiplin dan bekerja dengan penuh keikhlasan. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara," ungkapnya.


Lebih lanjut, Kombespol Reza menekankan agar setiap personel tidak menganggap tugas pelayanan sebagai sekadar kewajiban kedinasan. Setiap interaksi dengan masyarakat, menurutnya, harus menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan publik terhadap Polri.


Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya mengedepankan kecepatan, tetapi juga kepastian, transparansi dan sikap yang santun. Dengan demikian, kehadiran polisi lalu lintas dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


"Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri, khususnya Ditlantas, sebagai institusi yang hadir untuk membantu dan memberikan solusi. Karena itu, berikan pelayanan dengan hati, laksanakan tugas secara profesional dan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku," tuturnya.


Apel jam pimpinan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.


Kombespol Reza berharap arahan yang disampaikan dapat menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas sehari-hari, baik dalam pelayanan administrasi, pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, pendidikan masyarakat lalu lintas maupun kegiatan lainnya.


Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga nama baik institusi dengan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun organisasi.


"Kita harus bersama-sama menjaga marwah institusi. Laksanakan tugas dengan integritas, jangan menyalahgunakan kewenangan dan selalu berikan contoh yang baik kepada masyarakat," pungkasnya.


Dengan pelaksanaan apel jam pimpinan secara rutin, Ditlantas Polda Sumbar diharapkan semakin solid dan siap menghadapi berbagai dinamika tugas kepolisian di bidang lalu lintas.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan personel sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal, profesional dan humanis.


Melalui kedisiplinan, soliditas dan komitmen seluruh personel, Ditlantas Polda Sumbar berupaya mewujudkan pelayanan lalu lintas yang semakin responsif serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Sumatera Barat. (**)

 


SUMBARNET - Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumatera Barat, diwaiki Subdit 1 Dit Intelkam melakukan kunjungan silaturahmi dengan jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (29/9/2026).


Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung di Sekretariat JMSI Provinsi Sumbar, Jalan Manggopoh No. 12, Kota Padang. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta sinergi antara jajaran kepolisian dengan organisasi perusahaan pers yang menaungi media-media siber di Sumatera Barat.


Dalam kunjungan tersebut, Ditintelkam Polda Sumbar diwakili Kasubdit I Ditintelkam Polda Sumbar Kompol Budi Hendra, SH, bersama Panit Aldi dan sejumlah jajaran.


Kedatangan rombongan Ditintelkam Polda Sumbar disambut baik oleh Dewan Pakar JMSI Sumbar Novrianto Ucok, Ketua JMSI Sumbar Aguswanto, Sekretaris JMSI Sumbar Almudazir serta sejumlah anggota JMSI Provinsi Sumbar.


Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya membangun hubungan komunikasi yang baik antara kepolisian dan insan pers, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, berimbang dan bertanggung jawab.


Kasubdit I Ditintelkam Polda Sumbar Kompol Budi Hendra, SH, mengatakan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang semakin baik dengan organisasi pers serta para pelaku media di Sumatera Barat.


Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi dan hubungan yang baik antara kepolisian dengan media dinilai penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dikelola dan disampaikan secara tepat.


"Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan JMSI serta insan pers di Sumatera Barat. Kami berharap komunikasi yang sudah terjalin ini dapat terus ditingkatkan sehingga tercipta sinergi yang positif," ujar Kompol Budi Hendra.


Ia menambahkan, keberadaan media memiliki peran penting dalam menciptakan ruang informasi publik yang sehat. Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang membuat arus informasi bergerak sangat cepat.


Menurut Budi Hendra, sinergi antara kepolisian dan media bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.


"Kami berharap rekan-rekan media dapat terus memberikan informasi yang edukatif, mencerdaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sisi kepolisian, kami juga terbuka untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dengan media," katanya.


Budi Hendra juga berharap JMSI Provinsi Sumbar dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang konstruktif, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Barat.


"Tujuan kita tentu bagaimana komunikasi dapat berjalan dua arah. Ketika ada informasi yang perlu diklarifikasi atau membutuhkan penjelasan, kita dapat berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Ketua JMSI Provinsi Sumatera Barat Aguswanto menyambut baik kunjungan jajaran Ditintelkam Polda Sumbar ke Sekretariat JMSI Sumbar.


Aguswanto menilai silaturahmi dan komunikasi antara kepolisian dengan organisasi pers merupakan hal yang penting untuk terus dipelihara, terutama di tengah perkembangan media digital yang begitu cepat.


"JMSI Sumbar menyambut baik silaturahmi dari jajaran Ditintelkam Polda Sumbar. Bagi kami, komunikasi seperti ini sangat penting untuk membangun hubungan yang semakin baik antara kepolisian dengan perusahaan pers dan insan media," kata Aguswanto.


Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Karena itu, Aguswanto berharap komunikasi yang terbangun antara JMSI Sumbar dengan Polda Sumbar dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Sumatera Barat.


"Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan. Media memiliki fungsi memberikan informasi kepada masyarakat, sementara kepolisian memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Keduanya dapat saling mendukung melalui komunikasi yang baik," ujarnya.


Aguswanto juga menyampaikan bahwa JMSI Sumbar terus mendorong perusahaan media yang tergabung di dalamnya untuk menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik dan ketentuan yang berlaku.


"Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya berbagai informasi yang beredar di media sosial, media siber harus mampu menjadi sumber informasi yang terpercaya. Karena itu, profesionalisme, verifikasi dan keberimbangan menjadi hal yang sangat penting," tutur Aguswanto.


Ia berharap silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan dengan komunikasi dan kegiatan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


"Harapan kami, komunikasi antara JMSI dan Polda Sumbar semakin terbuka dan intensif. Jika ada informasi yang berkembang di tengah masyarakat, kita bisa saling berkomunikasi dan memberikan penjelasan yang diperlukan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi," katanya.


Dewan Penasehat JMSI Sumbar Novrianto Ucok juga menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, hubungan antara kepolisian dan media merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat.


"Media membutuhkan komunikasi yang baik dengan kepolisian, begitu juga sebaliknya. Dengan komunikasi yang terbuka, kita dapat bersama-sama menyampaikan informasi yang benar, berimbang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Novrianto.


Ia berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara JMSI Sumbar dengan jajaran Polda Sumbar.


"Harapan kami, komunikasi seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika ada persoalan, tetapi dalam suasana apa pun. Dengan begitu, hubungan antara kepolisian dan media semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris JMSI Sumbar Almudazir bersama sejumlah anggota JMSI juga mengikuti pertemuan dan diskusi tersebut.


Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Diskusi antara jajaran Ditintelkam Polda Sumbar dan JMSI Sumbar menjadi ruang untuk saling bertukar pandangan mengenai perkembangan media digital, dinamika informasi publik serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.


Silaturahmi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus menciptakan ruang komunikasi yang lebih terbuka antara Ditintelkam Polda Sumbar dan JMSI Provinsi Sumbar.


Dengan terbangunnya komunikasi yang baik, kepolisian dan media diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing secara profesional serta memberikan kontribusi positif dalam menjaga situasi keamanan, ketertiban dan kondusivitas di tengah masyarakat.


Kegiatan kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga serta memperkuat sinergi antara jajaran kepolisian dan insan pers di Sumatera Barat. (AdF)



Padang, - Kasubdit Kerawanan Sendi Kehidupan Bernegara Direktorat Politik Baintelkam Polri Kombespol Sunarya membuat gagasan proyek Perubahan Transformasi Tata Kelola Kolaborasi Deteksi Dini Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi. 


"Tujuan proyek perubahan ini untuk mewujudkan sistem deteksi dini yang kolaboratif efektif, dan berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi guna mendukung ketahanan pangan nasional," kata Sunarya, Senin, (28/9/2026).


Kombes Sunarya melanjutkan, proyek perubahan ini bukan sekadar membangun Standar Operasional Prosedural (SOP), Perjanjian Kerja-sama (PKS) maupun Teknologi. 


"Lebih dari itu, proyek ini membangun cara kerja baru dari pengawasan yang sektoral dan reaktif menuju tata kelola yang kolaboratif efektif terintegrasi berbasis data risiko dan deteksi dini," ucap Sunarya. 


Menurut Sunarya, melalui proyek perubahan ini pupuk bersubsidi bisa sampai kepada yang berhak, pada jumlah, harga, waktu dan tempat yang tepat. Ketika subsidi tepat sasaran, petani terlindungi produktivitas meningkat, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.


"Transformasi tata kelola kolaborasi untuk deteksi dini demi petani dan ketahanan pangan Indonesia," ucap Sunarya, saat ini sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 1 di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Angkatan 67 tahun 2026.


Ia menyebutkan, ketahanan pangan nasional merupakan pondasi penting  terwujunya Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

Sementara itu, Pupuk bersubsidi menjadi salah satu instrumen penting untuk  mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani. 


"Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai potensi penyimpangan mulai dari pendataan alokasi distribusi hingga penyaluran," tutur Sunarya, Alumni Akabri (Sekarang Akpol) Angkatan 1996. 


Ia menambahkan, permasalahan tersebut antara lain ketidaktepatan data penerima, penyaluran kepada pihak yang tidak berhak, kebocoran distribusi, penjualan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), ketidaksesuaian stok hingga penimbunan.


"Dampaknya tidak hanya merugikan petani, penyalahgunaan pupuk dampak menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran. Petani kesulitan memperoleh pupuk, produktivitas pertanian menurun dan pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan nasional," sebutnya. 


Oleh karena itu, sambung Sunarya, persoalan pupuk bersubsidi bukan sekadar persoalan distribusi. Namun, ini merupakan persoalan tata kelola data koordinasi dan pengawasan.


"Atas data tersebut lahirlah gagasan transformasi tata kelola kolaborasi deteksi dini penyalahgunaan pupuk bersubsidi," beber Sunarya, pernah menjabat sebagai Dirintelkam Polda Sumbar. 


"Tujuannya mewujudkan sistem deteksi dini yang efektif dan berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi serta mendukung ketahanan pangan nasional," tambah Sunarya.


Ia menerangkan, perubahan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi antara Polri, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah (Pemda), PT Pupuk Indonesia, Distributor, Kelompok Tani, dan pemangku kepentingan lainnya .


"Melalui kolaborasi data dan informasi yang sebelumnya tersebar dapat diintegrasikan untuk memetakan risiko  untuk mengidentifikasi titik rawan dan menentukan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Dengan demikian pengawaswan tidak lagi menunggu laporan. Potensi penyimpangan dapat dikenali lebih awal," urainya.


Ia mengakhiri, dukungan dan komitmen dari berbagai stakeholders menjadi bukti, bahwa pengawasan pupuk bersubsidi membutuhkan kerja bersama. 


"Polri menghadirkan perspektif keamanan dan deteksi dini. Kementerian Pertanian menyediakan kebijakan dan basis data pertanian. PT Pupuk Indonesia mendukung aspek distribusi dan monotoring. Pemda memperkuat pengawasan di wiliyah, sementara petani menjadi penerima manfaat utama dari perubahan tata kelola," pungkasnya. (*)

 


SUMBARNET — Seluruh rangkaian Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), telah selesai dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta interaksi antara Polri dengan masyarakat.


Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan ini membawa pesan tentang pentingnya pola hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan. Antusiasme peserta dan masyarakat Kota Bukittinggi turut memberikan warna positif sepanjang pelaksanaan kegiatan.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Police Women Run IV-2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Polri, pemerintah daerah, komunitas, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.


“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi telah selesai dilaksanakan dengan baik. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, masyarakat, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.


Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga atau perlombaan lari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat interaksi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.


Tema Run The Culture juga ingin kita wujudkan melalui semangat hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan. Hari ini kita melihat semangat itu hadir dalam kebersamaan seluruh peserta dan masyarakat di Kota Bukittinggi.


Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri, khususnya Polda Sumbar dan Polresta Bukittinggi, serta seluruh stakeholder yang telah bekerja bersama memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan nyaman.

Terima kasih juga kepada masyarakat Kota Bukittinggi yang telah memberikan dukungan dan menjadi bagian dari kegiatan ini. Kehadiran dan antusiasme masyarakat menjadi energi positif bagi kami.


Yang tidak kalah penting, Police Women Run IV-2026 ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai sejarah Kota Bukittinggi sebagai bagian penting dari perjalanan lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Jadi, olahraga hari ini sekaligus menjadi bagian dari napak tilas sejarah dan penghormatan terhadap para pionir Polwan.


Semoga semangat Run The Culture tidak berhenti di garis finis hari ini, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.”


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, suksesnya pelaksanaan Police Women Run IV-2026 tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat. Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Kegiatan ini merupakan ruang untuk membangun komunikasi, interaksi dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.


Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, masyarakat Kota Bukittinggi, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh personel Polda Sumbar dan Polresta Bukittinggi yang telah bekerja memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan nyaman.


Kehadiran masyarakat dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang yang positif untuk mempertemukan Polri dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan humanis.

Melalui tema Run The Culture, kami berharap semangat hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.


Dan yang paling penting, Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi juga mengingatkan kita pada sejarah perjuangan para pionir Polisi Wanita di Indonesia. Semangat pengabdian mereka menjadi bagian dari perjalanan Polwan hingga saat ini. Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.”


Pelaksanaan Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai sejarah melalui kegiatan yang bersifat positif dan melibatkan masyarakat secara langsung.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, semangat “Run The Culture” diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam sebuah perlombaan, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat, sportivitas, disiplin, kepedulian dan semangat membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak (*)

 


SUMBARNET — Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), menjadi momentum bagi Polisi Wanita (Polwan) untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengenang sejarah panjang lahirnya Polwan di Indonesia.


Kegiatan yang mengusung semangat Run The Culture tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membawa pesan tentang kesehatan, sportivitas, disiplin, kebersamaan serta nilai sejarah. Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Polwan Indonesia, khususnya sebagai daerah yang menjadi bagian dari awal keterlibatan perempuan dalam institusi kepolisian.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., mengatakan, Police Women Run IV-2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan dan masyarakat untuk bergerak bersama dalam suasana yang sehat, humanis dan penuh kebersamaan.


“Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga. Kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas, baik bagi Polwan maupun bagi masyarakat.


Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi menjadi momentum untuk kembali melakukan napak tilas sejarah lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Bukittinggi memiliki tempat yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Polwan. Di kota inilah para perempuan pertama kali diberi ruang untuk menjadi bagian dari kepolisian dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.


Ketika hari ini Polwan dan masyarakat berlari bersama di Kota Bukittinggi, sesungguhnya kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga kembali mengingat perjalanan panjang, perjuangan dan semangat para pionir Polwan yang telah membuka jalan bagi generasi Polwan hingga saat ini.


Bagi Polwan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Polwan bukan hanya hadir dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam suasana yang sehat, humanis, positif dan penuh kebersamaan.


Police Women Run juga menjadi momentum bagi Polwan untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Ketika kita berlari dan berinteraksi bersama, tidak ada sekat antara polisi dan masyarakat. Yang ada adalah semangat untuk bergerak, hidup sehat, saling mendukung dan membangun kebersamaan.


Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat Polwan dari sisi yang lebih dekat dan humanis. Di balik seragam kepolisian, Polwan juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki semangat, kepedulian dan keinginan yang sama untuk membangun lingkungan yang sehat, aman dan nyaman.


Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk membangun kepercayaan. Kepercayaan tidak hanya dibangun ketika Polri melaksanakan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, interaksi positif dan kebersamaan dengan masyarakat.


Karena itu, semangat Run The Culture tidak hanya dimaknai sebagai berlari melewati sebuah rute. Kita ingin membawa nilai budaya, sejarah, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan itu dalam kehidupan sehari-hari.


Tugas kita hari ini adalah meneruskan semangat para pionir Polwan dengan terus hadir, melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Police Women Run bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finis, tetapi tentang bagaimana kita bergerak bersama, mengenang sejarah bersama dan membangun kedekatan bersama.


Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.”

Sementara itu, Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha mengatakan, Police Women Run IV-2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan dan penguatan karakter personel Polwan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Polwan untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 menjadi momentum yang baik bagi Polwan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga mengingatkan kita bahwa setiap pelaksanaan tugas harus dilandasi semangat pengabdian dan kedekatan dengan masyarakat.


Tema Run The Culture memiliki pesan yang sangat positif. Semangat budaya, sejarah, disiplin, sportivitas dan kebersamaan tidak hanya kita hadirkan dalam kegiatan hari ini, tetapi juga diharapkan menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Bagi personel Polwan, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas, meningkatkan rasa percaya diri dan menjaga semangat positif dalam menjalankan tugas. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat semangat Polwan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Semoga Police Women Run tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat.”


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, Police Women Run IV-2026 menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperlihatkan kehadiran Polwan secara lebih dekat kepada masyarakat. Menurutnya, interaksi langsung melalui kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin terbuka dan humanis antara Polri dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 menjadi momentum yang sangat positif untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan Polwan dengan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Polwan tidak hanya terlihat ketika melaksanakan tugas kepolisian, tetapi juga dapat hadir melalui kegiatan yang sehat, edukatif dan membangun kebersamaan.


Kami ingin semangat Run The Culture dapat menjadi bagian dari pesan bahwa sejarah, budaya, kesehatan dan pengabdian dapat berjalan bersama. Bukittinggi memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perjalanan Polwan Indonesia, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai perjuangan para pionir Polwan.


Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal Polwan secara lebih dekat. Kedekatan tersebut penting untuk membangun komunikasi dua arah, karena kepercayaan masyarakat juga tumbuh dari interaksi yang positif dan berkelanjutan.


Polwan Polda Sumbar akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan dengan humanis serta membangun komunikasi yang terbuka. Semangatnya adalah bersama masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman.”


Pelaksanaan Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Polwan Indonesia tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan perempuan dalam menjalankan tugas pengabdian di bidang kepolisian.


Melalui semangat Run The Culture, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada garis finis. Nilai sejarah, budaya, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan yang dibawa dalam kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari semangat pengabdian Polwan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.


Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak Bersama..(*)

 


SUMBARNET - Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.


Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat, sportivitas, disiplin, kepedulian dan kebersamaan. Kota Bukittinggi menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Polwan, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi momentum napak tilas dan penghormatan terhadap para pionir Polwan.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., mengatakan Police Women Run memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan lari.


“Ketika Polwan dan masyarakat berlari bersama, kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga mengingat perjalanan, perjuangan dan semangat para pionir Polwan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi Polwan untuk hadir secara humanis, membangun komunikasi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Semangat Run The Culture tidak hanya dimaknai sebagai berlari, tetapi bagaimana membawa nilai sejarah, budaya, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” ujarnya.


Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat solidaritas dan semangat pengabdian.


“Police Women Run menjadi momentum untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus memperkuat kebersamaan. Kami berharap semangat Run The Culture menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas, sehingga Polwan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, Police Women Run menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperlihatkan kehadiran Polwan secara lebih dekat dan humanis.


“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dua arah antara Polri dengan masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, masyarakat, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan ini.


Semoga semangat Run The Culture tidak berhenti di garis finis, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” ujarnya.


Police Women Run IV-2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meneruskan semangat para pionir Polwan melalui pengabdian, pelayanan dan kehadiran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak Bersama.(*)

 


SUMBARNET — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali sukses menggelar ajang olahraga bertaraf nasional yang memadukan unsur sejarah, pariwisata, dan budaya. Ajang Police Women Run IV Tahun 2026 secara resmi dilepas langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., yang ditandai dengan pengibaran bendera start (flag off) di Kota Bukittinggi, Minggu (27/09/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) RI ke-78 ini memikat antusiasme tinggi dari ribuan peserta. Tercatat lebih dari 3.400 pelari, yang terdiri dari kategori 5K dan 10K dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, masyarakat umum, komunitas, hingga personel TNI-Polri, tumpah ruah memadati jalur lintasan dengan mengusung tema "Run The Culture".


Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berkompetisi di bidang atletik semata, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kebudayaan lokal.


"Melalui ajang Police Women Run yang keempat kalinya ini, kami ingin menumbuhkan semangat hidup sehat sekaligus merawat nilai-nilai sejarah lahirnya Polwan di Kota Bukittinggi. Animo yang luar biasa dari ribuan peserta membuktikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang positif antara Polri dan masyarakat luas," ujar Kombes Pol Anissullah M. Ridha di sela-sela kegiatan.


Senada dengan hal tersebut, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa perhelatan akbar ini turut memberikan multiplier effect yang positif, khususnya dalam mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat, terkhusus Kota Bukittinggi.


"Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan flag-off hingga pelepasan peserta oleh Bapak Kapolda Sumbar berjalan dengan aman, tertib, and lancar. Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah ini tidak hanya membawa semangat kebugaran, tetapi juga turut menggerakkan sektor UMKM serta memperkenalkan keindahan budaya lokal pariwisata Bukittinggi ke kancah nasional," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Acara pelepasan yang berlangsung meriah sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, Kapolresta Bukittinggi, serta unsur Forkopimda setempat. 


Setelah suksesnya prosesi pelepasan kategori 10K dan 5K oleh Kapolda Sumbar, rangkaian acara dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pengumuman pemenang (awarding ceremony), serta pembagian doorprize dan grand prize menarik bagi para peserta yang hadir.(*)



PADANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 di Sumatera Barat diwujudkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar melalui berbagai rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai pengabdian, pelayanan serta kedekatan dengan masyarakat.


Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan melalui syukuran dan pameran lalu lintas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati perjalanan panjang Korps Lalu Lintas Bhayangkara, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan tugas, fungsi dan pelayanan kepolisian lalu lintas kepada masyarakat.


Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk melakukan refleksi terhadap berbagai tugas yang telah dilaksanakan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, menyampaikan bahwa peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata.


Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh personel lalu lintas untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.


“Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini kita jadikan sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas selama ini. Tugas Polantas sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga pelayanan yang diberikan harus semakin profesional, humanis dan benar-benar memberikan manfaat,” ujar Kombespol Reza.


Ia menjelaskan, keberadaan polisi lalu lintas memiliki peran penting dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Tantangan di lapangan juga terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan.


Karena itu, jajaran Ditlantas Polda Sumbar dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan dan humanis.


Pameran lalu lintas yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat.

 

Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat lebih mengenal berbagai aspek tugas kepolisian lalu lintas, mulai dari pelayanan administrasi, edukasi keselamatan berlalu lintas hingga berbagai inovasi yang dikembangkan dalam mendukung terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.


Bagi Ditlantas Polda Sumbar, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.


Kombespol Reza mengatakan, Polantas tidak hanya hadir ketika melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas maupun ketika terjadi kecelakaan. Lebih dari itu, Polantas harus hadir sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan edukasi, perlindungan, pelayanan dan pengayoman.


“Tujuan dari kegiatan ini adalah mendekatkan Polantas dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa tugas kepolisian lalu lintas bukan hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan, edukasi dan perlindungan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap terbangun komunikasi dan hubungan yang semakin baik antara Polantas dengan masyarakat,” katanya.


Menurutnya, keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, karena terciptanya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan membutuhkan kesadaran serta kepatuhan seluruh pengguna jalan.


Pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki maupun pengguna transportasi lainnya memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib.


Karena itu, momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.


“Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap perjalanan,” tutur Reza.


Selain menjadi sarana mempererat hubungan dengan masyarakat, syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal jajaran lalu lintas.


Personel diharapkan dapat terus meningkatkan semangat pengabdian dan memahami bahwa setiap tugas yang dilaksanakan di lapangan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.


Pelayanan yang diberikan secara ramah, cepat dan tepat menjadi salah satu bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.


Dalam menjalankan tugas, personel lalu lintas juga dituntut untuk mengedepankan pendekatan humanis. Penegakan hukum tetap menjadi bagian penting dari tugas kepolisian, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional, proporsional dan berorientasi pada keselamatan serta kepentingan masyarakat.


Kombespol Reza menegaskan, jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan terus berupaya melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Harapan kami ke depan, Polantas semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, sikap humanis dan konsistensi dalam menjalankan tugas,” tegasnya.


Ia juga berharap momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas pengabdian.

Setiap personel diharapkan mampu menjadi contoh dalam berlalu lintas serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lalu lintas yang dihadapi masyarakat.


“Kami berharap seluruh anggota semakin memiliki semangat untuk memberikan pelayanan terbaik. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara. Kita ingin kehadiran Polantas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut, peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga menjadi momentum untuk menguatkan semangat transformasi pelayanan kepolisian yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.


Perkembangan teknologi dan perubahan pola mobilitas masyarakat menuntut kepolisian untuk terus melakukan pembaruan. Pelayanan lalu lintas harus mampu mengikuti perkembangan tersebut tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan syukuran dan pameran lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar ingin menyampaikan pesan bahwa keberadaan Polantas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.


Polantas hadir di jalan raya untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, tertib dan nyaman.


Momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi dapat menjadi titik penguatan komitmen seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan terbaik.


“Semoga di usia ke-71 ini, Lalu Lintas Bhayangkara semakin matang dalam menjalankan tugas dan semakin dekat dengan masyarakat. Mari bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas, mengutamakan keselamatan dan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib serta berkeselamatan di Sumatera Barat,” pungkas Kombespol Reza.


Dengan semangat pengabdian tersebut, Ditlantas Polda Sumbar terus membawa pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian utama dari tugas kepolisian.


Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 akhirnya menjadi momentum untuk bersyukur, mempererat kebersamaan sekaligus memperbarui komitmen pengabdian.


Melalui semangat Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri, Ditlantas Polda Sumbar bertekad terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan dan edukasi kepada masyarakat demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat. (**)