Tampilkan postingan dengan label Solok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solok. Tampilkan semua postingan

 


KABUPATEN SOLOK-- Ketua WI Kabupaten Solok yang juga aktivis pendidikan Rahmat Syah, M.A, mengucapkan terimaksih pada semua pihak, terkhusus pada pelatih kepala Wafikha Batriah,S.Kom, yang sudah mempersiapkan atlet Kabupaten Solok meraih 26 medali dalam ajang Porprov ke XVI di Bukit Tinggi 5-10 Oktober 2026 lalu. 


Pada saat itu, Kbupaten Solok menurunkan sebanyak 17 Orang atlet dan 1 orang pelatih Riki Hamdani, dengan berbagai seleksi, untuk membawa nama besar daerah. 


Ketua WI Kabupaten Solok juga sangat memberikan apresias serta ucapan terimakasih sangat besar pada Bupati DR. (H.C), Jon Firman Pandu, S.H, 

Wakil Bupati, H. Candra, S.HI, dan Ketua Koni Doni Zulkifli, S.T Dt. Majo Lelo, karena mendukung optimal atlet Wushu dalam kejuaraan. 


"Kami Wushu Indonesia Kabupaten Solok sangat berterimakasih pada Bupati, Wakil Bupati, Dispora, Ketua Koni beserta jajaran dan semua pihak, yang telah mendukung penuh sehingga dapat meraih total 26 medali di ajang Porprov ini," ulas Rahmat Syah, Senin (12/10/2026) 


Dia juga memberi apresiasi luar biasa pada pelatih kepala, yang sudah membawa dan menyeleksi atlet secara objektif dan sangat cermat, sehingga semua berjalan sesuai target. 


"Saya secara pribadi maupun semua pengurus WI Kabupaten Solok juga memberikan apresia sangat besar pada pelatih kepala Wafikha Batriah, yang sudah mempersiapkan atlet dan menyeleksi secara objektif, sehinga mendapatkan hasil optimal," tambahnya. 


Dia juga menyadari, dalam sebuah keberhasilan, tentunya ada yang suka dan tidak suka, bahkan ada yang mengambil kesempatan seolah seseorang menjadi pelatih serta lainnya, itu hal biasa, untuk menghilangkan kemampuan jauga jasa pelatih kepala didepan banyak orang. 


"Kami juga menyadari, pasti banyak yang suka dan ada yang tidak suka, serta ada orang yang tiba  -tiba muncul sebagai orang yang berjasa untuk meredupkan kemampuan pelatih kepala Wafikha Batriah, itu sesuatu yang lumrah, ketika keberhasilan sudah didapatkan," tambahnya lagi. 


Adapun jumlah medali yang diraih team WI Kabupaten Solok dari 17 orang atleta, yakni 26 medali, 8 Medali Emas, 

10 Medali Perak dan 8  Medali Perunggu. 


Dengan peraih medali sebagai berikut:

Emas

1. M Azri : JIAN SHU Putra

2. M Azri : QIANG SHU Putra

3. Zulfadli : DAO SHU Putra

4. Zulfadli: GUN SHU Putra

5. Ahmad Fauzan R : NAN DAO Putra

6. Ahmad Fauzan R : NAN GUN Putra

7. Fahrel Zaki A : Wingchun Bart Cam Dao

8. M. Ghalib Alrasyd : Wingchun mok yang jong


Perak 

1. Shafira ingrida : Wingchun Bart Cam Dao

2. ⁠Septia Ariyanda : Nan Dao Putri

3. ⁠Aira Suganda : Dao Shu Putri 

4. ⁠Zulfadli : Chang Quan Puta 

5. ⁠M. Ghalib : Wingchun Bart Cam Dao 

6. ⁠Ahmad Fauzan R : Nan Quan Putra 

7. Fahrel Zaki A : Wingchun mok yang jong

8. Fauzia Khairani Sanda 48 Kg

9. Syifa Amabel Sanda 45 Kg 

10. Mahesa Saputra Sanda 75 Kg 


Perunggu 

1. M. Azri : Chang Quan Putra

2. ⁠Sardeti : Jianshu Putri 

3. ⁠Septia Ariyanda : Nan Quan Putri

4. Aira Suganda : Gun Shu Putri

5. Abill Ramadhan Hamdani Sanda 56 Kg

6. Wilda Rahma Putri Sanda 56 Kg

7. M.Zaki Fahrezi Sanda 58 Kg 

8.  Divo Andewa Sanda 70 Kg


Ketua WI Kabupaten Solok menghimbau, agar prestasi tetap dipertahankan serta ditingkatkan, jangan terpancing dengan berbagai isu serta provokasi, sehingga WI Kabupaten Solon dan semua sasana bersama atlet tetap kompak dalam meraih prestasi diberbagai event. (****)



SUMBARNET  – Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung atas kepedulian, solidaritas, serta bantuan donasi yang diberikan kepada anggota PGRI Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo di kawasan Arosuka beberapa pekan lalu.


Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan persaudaraan antarsesama insan pendidik. Di tengah musibah yang menimpa sejumlah anggota, kehadiran keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung tidak hanya membawa bantuan secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral, semangat, serta harapan bagi para anggota yang terdampak untuk kembali bangkit dan menata kehidupan mereka.


Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, S.Pd., Dt. Rajo Basa, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas perhatian yang diberikan oleh PGRI Kabupaten Sijunjung. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bukti bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas dalam organisasi PGRI tetap terjaga dengan baik, terutama ketika salah satu keluarga besar organisasi sedang menghadapi cobaan.


“Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi merupakan wujud nyata persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong sesama insan pendidik. Di tengah musibah yang kami hadapi, uluran tangan ini menjadi penyemangat dan penguat bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar Yongkerman.


Ia menyampaikan bahwa musibah galodo yang menerjang kawasan Arosuka beberapa pekan lalu telah membawa duka dan kesulitan bagi anggota PGRI yang terdampak. Dalam situasi seperti itu, perhatian dan dukungan dari sesama anggota organisasi, termasuk dari kabupaten lain, menjadi sesuatu yang sangat berarti.


Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan dalam tubuh PGRI tidak terbatas oleh wilayah administratif. Ketika ada anggota yang mengalami kesulitan, keluarga besar PGRI di daerah lain turut merasakan dan berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan.


Mewakili seluruh anggota PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman berharap segala kebaikan dan keikhlasan keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.


Ia juga mendoakan agar seluruh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Sijunjung senantiasa diberikan pahala yang berlipat ganda, keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan setiap langkah pengabdian, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan.


“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Semoga segala kebaikan keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda, diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian,” tuturnya.


Ia menegaskan, kekuatan PGRI tidak hanya terletak pada besarnya organisasi, tetapi juga pada eratnya persaudaraan, tumbuhnya kepedulian, serta kesediaan untuk saling membantu ketika menghadapi kesulitan.


“PGRI kuat karena persaudaraan, tumbuh karena kepedulian, dan bersatu dalam kemanusiaan,” katanya.


Yongkerman juga berharap hubungan silaturahmi dan solidaritas antara PGRI Kabupaten Solok dan PGRI Kabupaten Sijunjung terus terpelihara serta semakin erat pada masa mendatang. Menurutnya, kebersamaan antarpengurus dan anggota PGRI lintas kabupaten merupakan modal penting untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


“Terima kasih PGRI Kabupaten Sijunjung. Semoga silaturahmi dan solidaritas antarkabupaten terus terjalin erat demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Yongkerman didampingi Sekretaris PGRI Kabupaten Solok, Drs. Nofrianten, M.Pd., serta Wakil Bendahara, Asmara Winda, S.Pd., MM.


PGRI Sijunjung Sampaikan Duka dan Kepedulian

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung terhadap sesama anggota organisasi yang sedang menghadapi musibah.


Dalam kegiatan tersebut, Syaiful Husein hadir didampingi Wakil Ketua Charly Malinton, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Witriadi dan Rony Saputra, serta Bendahara Purwani. Turut hadir sejumlah pengurus PGRI Kabupaten Sijunjung dan para ketua cabang PGRI.


Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua PGRI Kabupaten Solok dan disaksikan sejumlah pengurus PGRI setempat.


Syaiful Husein menyampaikan duka mendalam atas musibah galodo yang menimpa anggota PGRI Kabupaten Solok di kawasan Arosuka. Ia mengatakan, pihaknya turut merasakan kesedihan yang dialami para korban dan keluarga mereka.


Selain menyampaikan rasa duka, rombongan PGRI Kabupaten Sijunjung juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung untuk melayat ke lokasi anggota yang terdampak bencana.


Meski demikian, pihaknya berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi bentuk perhatian yang bermakna bagi para korban, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi musibah tersebut sendirian.


Menurut Syaiful Husein, kepedulian antarsesama anggota PGRI perlu terus dipelihara karena organisasi profesi guru bukan hanya menjadi wadah perjuangan dan pengembangan profesi, tetapi juga menjadi keluarga besar yang saling menguatkan dalam berbagai keadaan.


Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban anggota yang terdampak, baik dalam memenuhi kebutuhan pascabencana maupun dalam memulihkan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.


Siitawa Sidingin bagi Anggota yang Terdampak Galodo

Kehadiran rombongan PGRI Kabupaten Sijunjung di Kabupaten Solok diharapkan dapat menjadi siitawa sidingin bagi anggota yang terdampak galodo. Ungkapan dalam budaya Minangkabau tersebut menggambarkan kehadiran yang membawa kesejukan, ketenangan, penghiburan, dan penguat hati bagi mereka yang sedang menghadapi kesedihan atau kesulitan.


Bagi keluarga besar PGRI Kabupaten Solok, perhatian yang datang dari sesama insan pendidik ini memiliki arti lebih dari sekadar bantuan yang diserahkan. Ada pesan kemanusiaan, empati, dan persaudaraan yang menyertai bantuan tersebut, sehingga para anggota yang terdampak dapat merasakan dukungan moral dari keluarga besar organisasi.


Sekretaris PGRI Kabupaten Solok, yang akrab disapa Pak Enten, mengungkapkan rasa haru atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PGRI Kabupaten Sijunjung. Ia menilai perhatian tersebut menjadi bukti bahwa duka yang dialami anggota PGRI Kabupaten Solok turut dirasakan oleh rekan-rekan mereka di daerah lain.


“Hari ini kami merasa sangat terharu. Duka yang dialami anggota kami ternyata juga menjadi bagian dari kepedihan kawan-kawan PGRI di daerah lain,” ujarnya.


Menurutnya, kepedulian seperti ini sangat penting untuk terus dirawat karena mampu mempererat hubungan emosional antarsesama anggota PGRI. Solidaritas yang terbangun juga menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi musibah, dukungan dan kebersamaan memiliki peran besar untuk membantu seseorang melewati masa-masa sulit.


Ia berharap semangat saling membantu tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyaluran bantuan bencana saja, tetapi terus menjadi budaya organisasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, PGRI dapat semakin kokoh sebagai organisasi profesi sekaligus wadah persaudaraan yang hadir ketika anggotanya membutuhkan dukungan.


Memperkuat Persaudaraan dan Semangat Gotong Royong

Penyaluran bantuan dari PGRI Kabupaten Sijunjung kepada keluarga besar PGRI Kabupaten Solok menjadi gambaran nyata pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana. Di tengah kondisi yang tidak mudah, kepedulian dari sesama anggota organisasi dapat menjadi sumber kekuatan untuk memulihkan keadaan, membangun kembali semangat, dan menumbuhkan optimisme.


Musibah memang dapat membawa kehilangan dan kesulitan, tetapi kebersamaan memungkinkan beban tersebut dipikul secara bersama-sama. Bantuan yang diberikan, doa yang dipanjatkan, serta perhatian yang ditunjukkan menjadi bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk meringankan penderitaan mereka yang terdampak.


Bagi PGRI, nilai persaudaraan dan gotong royong merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan organisasi. Para guru tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, tetapi juga memiliki peran sosial untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.


Melalui aksi solidaritas ini, PGRI Kabupaten Solok dan PGRI Kabupaten Sijunjung memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dapat melampaui batas wilayah dan mempertemukan sesama insan pendidik dalam satu tujuan, yakni saling menguatkan dan membantu mereka yang membutuhkan.


Keluarga besar PGRI Kabupaten Solok pun berharap hubungan baik dan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Dengan semangat persaudaraan, kepedulian, dan gotong royong, PGRI diharapkan semakin berperan dalam mendukung anggotanya, memajukan pendidikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Di tengah cobaan akibat galodo di Arosuka, bantuan dan perhatian dari PGRI Kabupaten Sijunjung menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup melalui tindakan nyata. Bagi anggota yang terdampak, uluran tangan tersebut bukan hanya bantuan untuk hari ini, melainkan juga pesan bahwa mereka memiliki keluarga besar yang siap berbagi kepedihan, memberikan dukungan, dan berjalan bersama menuju pemulihan. (Ovi)



SUMBARNET — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sebagai insan relawan kebencanaan, KSB Lubuk Kilangan turut ambil bagian dalam kegiatan bhakti sosial di lokasi bencana Perumahan Griya Nuansa Arosuka, Kabupaten Solok, pada Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas relawan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Kehadiran para relawan tidak hanya untuk membantu secara langsung, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat di lokasi terdampak.


Ketua KSB Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Helmiyetti, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan bhakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen relawan untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana dan masyarakat membutuhkan bantuan.


Menurutnya, kegiatan sosial kemanusiaan membutuhkan kebersamaan dan kepedulian dari berbagai pihak. Relawan, kata Helmiyetti, tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap sesama.


“Keikutsertaan kami dalam kegiatan bhakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Sebagai relawan kebencanaan, kami merasa terpanggil untuk hadir dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Helmiyetti.


Ia menjelaskan, keberadaan KSB tidak semata-mata berorientasi pada penanganan bencana. Lebih dari itu, relawan juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial dan meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Helmiyetti yang juga merupakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.


Keterlibatannya dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun kebersamaan serta memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.


“Bagi kami, membantu masyarakat bukan hanya ketika terjadi bencana. Dalam kehidupan bermasyarakat, masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Karena itu, kami berusaha untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Menurut Helmiyetti, pengalaman dalam kegiatan kemasyarakatan juga menjadi modal penting bagi seorang relawan kebencanaan.

 

Relawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menghadapi situasi bencana, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, kepedulian dan kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat.


Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong seperti yang terlihat dalam kegiatan bhakti sosial di Perumahan Griya Nuansa Arosuka dapat terus dipertahankan.


“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam menghadapi bencana maupun persoalan sosial, yang paling penting adalah kebersamaan. Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah merasa sendiri. Kehadiran kita, sekecil apa pun bentuk bantuannya, mudah-mudahan dapat memberikan semangat dan kekuatan bagi mereka,” tuturnya.


Helmiyetti juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana. Menurutnya, kondisi geografis Sumatera Barat yang memiliki berbagai potensi bencana membuat kesiapsiagaan menjadi hal yang penting bagi setiap masyarakat.


Kesiapsiagaan, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun relawan kebencanaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

 

Masyarakat perlu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.


“Kita tentu berharap tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban bencana. Namun, apabila bencana terjadi, kita harus siap menghadapi dan saling membantu. Edukasi, kesiapsiagaan, kepedulian dan gotong royong harus terus kita tumbuhkan,” jelasnya.


Ia menambahkan, KSB Kecamatan Lubuk Kilangan akan terus berupaya berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial.

 

Keberadaan relawan diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat maupun persoalan sosial.


Sebagai Ketua LPM Kelurahan Batu Gadang, Helmiyetti juga menilai bahwa kegiatan sosial merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian terhadap sesama dinilai dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat.


“Kami ingin semangat membantu sesama ini terus tumbuh. Tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar untuk bisa berbuat. Tenaga, waktu, perhatian, maupun dukungan moril juga merupakan bentuk bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya.


Bhakti sosial di lokasi bencana Perumahan Griya Nuansa Arosuka tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmasyarakat dan antarrelawan.


Kehadiran KSB Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah administratif. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semangat kemanusiaan dan solidaritas dapat menjadi jembatan untuk saling membantu.


Helmiyetti berharap seluruh pihak dapat terus membangun koordinasi dan komunikasi dalam kegiatan-kegiatan kebencanaan maupun sosial. Dengan kerja sama yang baik, penanganan terhadap masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat.


“Semoga masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga berharap bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting, mari kita tetap menjaga persaudaraan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” pungkas Helmiyetti.


Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kerelawanan dan kepedulian sosial masih terus tumbuh di tengah masyarakat. Bagi KSB Kecamatan Lubuk Kilangan, hadir membantu masyarakat bukan sekadar sebuah kegiatan, melainkan bagian dari pengabdian dan panggilan kemanusiaan. (AdF)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang kembali bergerak membantu warga terdampak bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam. Setelah mengirimkan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana, perusahaan tersebut langsung menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.


Bantuan diserahkan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes dan diterima oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok Nopelius. Bantuan tersebut terdiri dari 20 karung beras, 10 kardus air mineral, tiga dus sarden, 10 dus mi instan, 10 buah diapers, serta 10 tray telur.


Nopelius menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. “Terima kasih atas perhatian PT Semen Padang. Bantuan relawan dan sembako ini sangat bermanfaat bagi korban yang terdampak bencana galodo,” kata Nopelius seusai menerima bantuan.


Ia menjelaskan, bencana galodo yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga mengalami kerusakan. Salah satu fasilitas umum yang terdampak adalah jembatan di jalan nasional yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, sebanyak 11 kantor pemerintahan turut terdampak.


Kerusakan juga terjadi pada 75 unit rumah warga, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Kemudian, bencana tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Dua rumah sakit menjadi lokasi perawatan para korban, yakni satu korban dirawat di Semen Padang Hospital dan tiga korban lainnya menjalani perawatan di RSUD Arosuka.


Selain korban luka, dua warga sempat dilaporkan hilang. Nopelius mengatakan, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian. “Korban yang masih dinyatakan hilang sudah ada tanda-tandanya. Relawan telah menemukan sepeda motor milik korban dalam kondisi rusak parah,” ujarnya.


Menyusul bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Meski sejumlah perkantoran ikut terdampak dan mengalami kerusakan, pemerintah daerah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan. “Meskipun perkantoran rusak, kami berusaha agar simpul-simpul pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan mulai Rabu besok,” kata Nopelius.


PT Semen Padang Bergerak Sejak Awal Bencana


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan bantuan logistik yang dikirim ke lokasi bencana merupakan bentuk respons cepat PT Semen Padang terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam. “Kami di Semen Padang turut merasakan duka dari para korban yang terdampak. Semoga bantuan yang kami kirim dapat meringankan beban para korban,” kata Hernes.


Respons PT Semen Padang terhadap bencana galodo di Arosuka tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik. Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris menyampaikan bahwa sebelumnya, perusahaan juga mengirimkan relawan TRC ke lokasi bencana untuk membantu proses penanganan dan pencarian korban yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.


“Duka warga Arosuka merupakan duka kita bersama. Kehadiran para relawan TRC Semen Padang ke lokasi bencana merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung penanganan bencana bersama pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait lainnya,” kata Idris di Padang. (*)

 


SUMBARNET — Tim SAR gabungan yang melibatkan Unit K9 Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat menunjukkan titik terang dalam pencarian korban bencana galodo atas nama Agusral (59). Pada pukul 11.30 WIB, petugas berhasil menemukan sejumlah barang pribadi milik korban di kawasan belakang Kantor BKPSDM, Komplek Perkantoran Bupati Solok.


Barang-barang yang berhasil diidentifikasi oleh anjing pelacak K9 meliputi satu helai celana panjang katun warna hitam, dompet berisi identitas lengkap korban (KTP, STNK, BPJS, serta uang tunai), sehelai sandal sebelah kanan, dan pecahan tutup kepala senter berwarna merah.


Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Sumbar, AKBP Andre Anas, menyampaikan bahwa penemuan barang-barang tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan untuk mempersempit area pencarian korban yang masih tertimbun material galodo.


"Tim K9 kami bersama personel Subdit Gassum berhasil mendeteksi keberadaan barang-barang milik korban di sekitar lokasi perkantoran Bupati Solok. Saat ini fokus kami adalah memaksimalkan area tersebut dengan menyisیر secara teliti," ujar AKBP Andre Anas saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).

Anak korban, Afilka Hazani (21), untuk sementara menyimpan barang-barang milik korban yang baru saja ditemukan oleh tim di lokasi kejadian.


Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan memberikan ruang selengkapnya bagi tim evakuasi yang tengah bekerja di zona bencana. Pihaknya memastikan proses pencarian akan terus digenjot menggunakan teknologi modern yang dimiliki kepolisian.


"Keluarga korban saat ini masih dalam kondisi berduka dan syok, sehingga kami mendampingi mereka secara persuasif. Setelah istirahat siang ini, tim akan melanjutkan pencarian dengan mengerahkan teknologi alat Radar Lidik Jiwa bantuan Slog Mabes Polri tahun 2026 untuk mendeteksi keberadaan korban secara lebih akurat di bawah material timbunan," jelas Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Pantauan di lokasi, operasional pencarian untuk sementara diistirahatkan sejenak guna memulihkan kondisi fisik personel serta anjing pelacak K9 yang terlihat kelelahan setelah menyisir medan berat sejak pagi hari. Tim dijadwalkan kembali bergerak sesaat setelah istirahat siang selesai. (*)

 


SUMBARNET — Unit Polsatwa Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumatera Barat mengerahkan tim khusus pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue / SAR) untuk menindaklanjuti perintah pimpinan dalam operasi penyisiran di kawasan terdampak air bah. Operasi pencarian ini dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, dengan menyusuri area mulai dari belakang Kantor Bupati.


Direktur Samapta (Dirsmapta) Polda Sumbar, AKBP Andre Anas, menjelaskan bahwa kehadiran satwa pelacak terlatih sangat krusial guna memaksimalkan efektivitas pencarian di lokasi kejadian.


"Kami menerjunkan 4 personel terlatih beserta 2 ekor satwa K9 jenis Herder spesifikasi SAR dan 2 unit ransus. Pelaksanaan pencarian dimulai dari titik belakang Kantor Bupati dengan menyusuri jalur aliran air bah. Keahlian satwa pelacak ini diharapkan dapat membantu melacak jejak maupun petunjuk penting di lokasi secara lebih efektif dan presisi," terang AKBP Andre Anas, Kamis (24/9/2026).


Dalam operasi tersebut, Ditsamapta Polda Sumbar menurunkan empat personel berpengalaman yang dipimpin langsung oleh Kasubnit Harvet Polsatwa, Aipda Hamidi Rahmadhoni, didampingi tiga personel lainnya yaitu Briptu Muhardi Iqbal, Bripda Alif Mulya Putra, dan Bripda Visky Wiryan Sugiat. Tim juga didukung dengan dua unit kendaraan khusus (Ransus) Polsatwa serta membawa dua ekor satwa (anjing pelacak) jenis Herder dengan spesifikasi SAR andal.


Menambahkan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa pengerahan Satwa K9 (anjing pelacak) merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu proses pencarian secara optimal di medan yang sulit dijangkau.


"Kepolisian Daerah Sumatera Barat terus memaksimalkan seluruh potensi yang ada, termasuk menurunkan Unit Polsatwa K9 yang memiliki spesifikasi khusus SAR. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyisiran di lapangan, terutama pada area-area yang terdampak material air bah," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Sumbar bersama unsur terkait masih terus melaksanakan penyisiran secara intensif di lapangan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel. (*)

‎


Solok - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban bencana galodo di Kabupaten Solok, tepatnya di Kayu Aro yang menjadi daerah terdampak dari bencana tersebut.

‎

‎Proses penyaluran bantuan tersebut disalurkan oleh Tim Tenaga Ahli Dapil Rahmat Saleh  pada Rabu (23/9/2026) pagi. 

‎

‎Rombongan membawa logistik langsung menuju Kabupaten Solok dan menyerahkannya secara berjenjang melalui DPC PKS Gunung Talang sebelum diteruskan ke posko-posko pengungsian.

‎

‎"Untuk saat ini kita fokus pemenuhan logistik kebutuhan makanan bagi para korban, mudah-mudahan dapat sedikit banyaknya meringankan kebutuhan para korban galodo," kata Rahmat dalam keterangannya.

‎

‎Pada tahap awal ini, bantuan difokuskan pada bahan pangan pokok berupa 100 karung beras dan 50 kardus mie instan. 

‎

‎"Bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Pasokan beras dan mi instan ini diharapkan bisa menyokong kebutuhan korban maupun dapur umum beberapa hari ke depan," ujar Rahmat.

‎

‎Tak berhenti pada pengiriman logistik, Rahmat Saleh menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan. 

‎

‎"Tentunya kita terus mendorong peran semua stakeholder, kita sangat apresiasi yang sampai saat ini terus berjibaku, apalagi mengingat adanya potensi cuaca yang masih akan melanda daerah Sumbar, ini juga menjadi perhatian kita," pungkasnya. (**)



SUMBARNET - Bencana galodo atau banjir bandang yang melanda kawasan Komplek Perkantoran Bupati Solok, Senin (21/9/2026), turut berdampak terhadap ruas Jalan Nasional Lubuk Selasih-Solok.


Dampak bencana tersebut mendapat perhatian serius dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, mengingat ruas jalan nasional tersebut merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Solok dan sekitarnya.


Kasatker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II BPJN Sumatera Barat, Masudi, membenarkan bahwa bencana galodo yang terjadi di kawasan tersebut berdampak terhadap ruas jalan nasional Lubuk Selasih-Solok.


Menurut Masudi, setelah mendapatkan informasi mengenai kondisi di lapangan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan tim menuju lokasi kejadian untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan sekaligus melakukan penanganan awal.


“Memang benar, ruas Jalan Nasional Lubuk Selasih-Solok terdampak akibat kejadian galodo yang terjadi di kawasan Komplek Perkantoran Bupati Solok. Begitu mendapatkan informasi, kami langsung menggerakkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” kata Masudi.


Ia menjelaskan, langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons BPJN Sumatera Barat dalam memastikan kondisi infrastruktur jalan nasional pascabencana. Tim di lapangan akan melakukan identifikasi terhadap tingkat kerusakan maupun material yang kemungkinan menutupi badan jalan.


“Tujuan kami pertama adalah memastikan kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan. Tim perlu melihat langsung situasi di lapangan agar langkah penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lokasi,” ujarnya.


Masudi menambahkan, penanganan terhadap ruas jalan yang terdampak bencana akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, serta situasi di lokasi kejadian.


Apabila terdapat material seperti lumpur, batu, kayu, maupun material lainnya yang mengganggu badan jalan, pihaknya akan berupaya melakukan pembersihan dan penanganan sesuai dengan kewenangan BPJN.


“Penanganan awal tentunya kami prioritaskan untuk memastikan akses jalan tetap aman dan dapat dilalui masyarakat. Namun, kita juga harus melihat kondisi di lapangan karena bencana seperti galodo membawa material dalam jumlah besar dan situasinya bisa berubah dengan cepat,” tutur Masudi.


Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan dampak bencana tersebut. Karena itu, pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang terdampak galodo.


Selain melakukan penanganan teknis, koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan. Sinergi antara BPJN Sumatera Barat dengan pemerintah daerah, kepolisian, BPBD, serta unsur terkait lainnya dinilai penting agar kondisi pascabencana dapat segera ditangani.


“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan komunikasi yang baik agar setiap langkah yang dilakukan dapat berjalan cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” jelasnya.


Masudi mengatakan, BPJN Sumatera Barat akan terus memantau perkembangan kondisi ruas Jalan Nasional Lubuk Selasih-Solok. Tim yang telah bergerak ke lokasi juga diharapkan dapat memberikan gambaran secara lebih rinci mengenai kondisi aktual jalan setelah terdampak galodo.


Hasil pengecekan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan berikutnya, terutama apabila ditemukan kerusakan pada badan jalan maupun fasilitas pendukung jalan lainnya.


“Harapan kami, kondisi di lapangan bisa segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas tidak terganggu lebih lama. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi jalan dinilai belum aman,” katanya.


Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati karena pascabencana banjir bandang masih terdapat potensi bahaya susulan, terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


Menurutnya, kondisi alam dan cuaca harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat yang melintas di kawasan terdampak diminta memperhatikan informasi dan petunjuk petugas di lapangan.


“Kami berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan lancar. Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melakukan penanganan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan dan memastikan ruas jalan nasional ini dapat kembali berfungsi secara aman,” tegas Masudi.


Sementara itu, galodo yang menerjang kawasan Komplek Perkantoran Bupati Solok pada Senin (21/9/2026) menjadi perhatian karena membawa material dan berdampak terhadap sejumlah kawasan di sekitarnya.


Dengan bergeraknya tim BPJN Sumatera Barat menuju lokasi, penanganan terhadap dampak bencana pada ruas Jalan Nasional Lubuk Selasih-Solok diharapkan dapat segera dilakukan.


BPJN Sumatera Barat memastikan pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan, dengan tetap menempatkan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sebagai prioritas utama. (**)



SUMBARNET - Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9/2026).


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.10 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari.


Derasnya hujan menyebabkan debit air meningkat dan diduga memicu luapan aliran sungai serta sistem drainase yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintahan Kabupaten Solok.


Air kemudian meluap dan masuk ke kawasan Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Solok. Selain kawasan perkantoran, sejumlah wilayah di sekitar lokasi juga turut terdampak genangan dan aliran air.


Berdasarkan laporan awal di lapangan, titik luapan air diduga kuat berada di kawasan belakang Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok.


Dari lokasi tersebut, aliran air kemudian bergerak menuju kawasan kompleks perkantoran dan wilayah di sekitarnya.


Kondisi tersebut terjadi ketika hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Solok dengan intensitas cukup tinggi. Aliran air dari kawasan hulu, termasuk kawasan hutan di sekitar lokasi, diduga turut meningkatkan volume air yang mengalir menuju kawasan permukiman dan perkantoran.


Air Masuk Kawasan Perkantoran


Banjir bandang menyebabkan air meluap hingga memasuki kawasan Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Solok. Sejumlah area di sekitar perkantoran pemerintahan dilaporkan terdampak aliran air.


Selain kompleks perkantoran, wilayah Nagari Muaro Paneh juga termasuk kawasan yang terdampak akibat luapan air tersebut.


Hingga laporan awal ini disusun, belum diperoleh data lengkap mengenai jumlah bangunan, fasilitas maupun kendaraan yang terdampak. Pendataan terhadap dampak banjir masih dilakukan oleh pihak terkait di lapangan.


Petugas dan instansi terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan, terutama titik-titik yang berada di sekitar aliran sungai dan daerah yang memiliki potensi terdampak banjir susulan.


Hujan Deras Sejak Sore


Peristiwa banjir bandang tersebut diduga berkaitan dengan tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Solok sejak sore hingga malam hari.


Hujan deras membuat debit air dari kawasan hulu meningkat. Kondisi itu kemudian diperparah dengan meningkatnya aliran pada sungai dan saluran drainase yang berada di sekitar kawasan perkantoran.


Air yang membawa material dari kawasan hulu kemudian mengalir menuju wilayah yang lebih rendah sehingga menyebabkan terjadinya luapan di sejumlah titik.


Meski demikian, penyebab pasti serta mekanisme terjadinya banjir bandang masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendataan dari instansi berwenang.


Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan


Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun kawasan yang selama ini memiliki potensi banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.


Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi.


Warga diminta memperhatikan perkembangan kondisi air di sungai dan saluran drainase. Apabila debit air kembali meningkat, masyarakat di kawasan rawan diharapkan segera mengambil langkah pengamanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.


Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Solok serta instansi terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan apabila terjadi dampak lanjutan.


Petugas juga diharapkan dapat segera melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak sehingga kebutuhan penanganan dan bantuan kepada masyarakat dapat diketahui secara lebih jelas.


Pendataan Dampak Masih Berlangsung


Sampai berita ini diturunkan, informasi mengenai dampak banjir bandang masih bersifat sementara.

Belum ada data final terkait kerugian material maupun kemungkinan adanya korban akibat peristiwa tersebut. Pemeriksaan dan pendataan di lapangan masih berlangsung.


Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera menyampaikan perkembangan terbaru setelah seluruh informasi dari lapangan berhasil dihimpun dan diverifikasi.


Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi serta tetap mengacu kepada keterangan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.


Peristiwa banjir bandang yang menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Solok pada Senin malam ini menjadi perhatian serius, terutama karena hujan masih berpotensi terjadi.


Situasi di sejumlah kawasan terdampak masih terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan maupun peningkatan debit air di wilayah lainnya.


Laporan awal: Nadirman Sianggai


 


Solok - Menyambut momentum peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, jajaran kepolisian terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat, termasuk para sesepuh institusi. Langkah nyata ini ditunjukkan langsung oleh Satlantas Polres Solok Kota di lapangan.


Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Solok Kota menggelar kegiatan anjangsana dan silaturahmi hangat kepada para purnawirawan Polri serta warakawuri, pada Kamis (17/9/2026).


Rangkaian agenda sosial ini berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, menyasar kediaman para tokoh yang pernah mendedikasikan diri untuk institusi kepolisian di wilayah hukum setempat.


Dalam pelaksanaannya, rombongan Satlantas menyambangi kediaman Aiptu (Purn) Yusra Zaini selaku purnawirawan Polri, serta Sri, yang merupakan warakawuri dari almarhum Iptu (Purn) Agus Priyono.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Solok Kota Iptu Rido, S.H., M.H., didampingi Kaur Bin Ops Ipda Jon Sidra Elfalah, Kanit Regident Ipda Aldyla Pratama, Kanit Turjawali Ipda Mukhlis, S.H., M.H., beserta lima personel Satlantas.


Sebagai bentuk tali kasih, jajaran Satlantas tidak hanya sekadar berkunjung dan bertukar kabar, tetapi juga menyerahkan bantuan sosial berupa bahan kebutuhan pokok (sembako).


Aksi kemanusiaan ini dilatarbelakangi oleh keinginan kuat untuk menjaga kebersamaan dan merawat nilai-nilai kekeluargaan, sekaligus mengenang jasa serta pengabdian para pendahulu yang telah berdedikasi bagi Polri.


Melalui pendekatan humanis ini, proses penyaluran bantuan dan silaturahmi berjalan lancar, penuh kehangatan, serta disambut dengan rasa syukur dan senyum sukacita dari para penerima manfaat.


Diharapkan, momentum Hari Lalu Lintas ke-71 ini mampu menjadi pelecut semangat bagi seluruh anggota kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada empati sosial.


Kegiatan anjangsana ini adalah wujud nyata penghormatan kami kepada senior dan keluarga besar Polri yang telah berjasa besar, agar semangat pengabdian mereka terus menular kepada generasi penerus," ujar perwakilan Satlantas Polres Solok Kota. (**)



SUMBARNET - Kegiatan puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang ke 55  tingkat Sumatera Barat dipusatkan di Kabupaten Solok, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan dimaksud mengangkat tema menghubungkan Indonesia untuk masa depan lebih maju.


Pemimpin upacara Harhubnas 2026 dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat H.Mahyeldi Ansarullah S.P.Datuak Marajo.Dalam pidato nya Mahyeldi Ansarullah menyampaikan. 


"Dalam rangka hari Perhubungan Nasional 2026"


Hari Perhubungan Nasional tahun ini kita peringati dalam suasana yang penuh makna, Bapak Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman untuk menurunkan biaya angkut dan biaya logistik serta memperluas pemerataan. 


Oleh karena itu saudara -saudara insan Perhubungan tugas kita kedepan tidaklah ringan, kita harus menjaga Layanan Keperintisan agar masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) tetap terhubung. 


Kita harus memperkuat Angkutan Massal Perkotaan agar transportasi publik menjadi pilihan yang semakin layak dan menarik, kita harus membangun integritas antar moda agar perjalanan dari pintu ke pintu menjadi lebih mudah dan kita harus memperbaiki sistem logistik agar konektivitas benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian. 


Nampak Hadir Dalam Harhubnas 2026


A. OPD/INSTANSI Lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat


1. Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Setda Provinsi Sumatera Barat


2. Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya Dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat


3. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Barat


4. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat


5. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat


6. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat


B. OPD/INSTANSI Lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat


1. Dirlantas Polda Sumatera Barat


2. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota Se-Sumatera Barat


3. Ketua Persatuan Dharma Wanita Perhubungan Provinsi Sumatera Barat


4. Ketua Persatuan Dharma Wanita Mitra Kerja Perhubungan di Sumatera Barat


5. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Teluk Bayur


6. Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Teluk Bayur


7. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang


8. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumatera Barat


9. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang


10. Direktur Politeknik Pelayaran Sumbar


11. Vice President PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat


12. General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur


13. General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM


14. General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Padang


15. Kepala Cabang PT. Jasa Raharja (Persero)


16. Kepala Sub Cabang PT. Pelni Padang


17. Kepala Perwakilan Cabang PT. LPPNPI (AIRNAV) Padang


18. General Manager Perum DAMRI Cabang Padang


19. Ketua ORGANDA Sumatera Barat


20. Kepala UPP Muara Siberut


21. Kepala UPP Sikakap


22. Kepala UPP Siuban


23. Kepala UPBU Rokot Sipora


24. Direktur Utama Bank Nagari


25. Ketua Koperbam Teluk Bayur


26. Pimpinan PT. Semen Padang


27. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sumatera Barat


28. Kepala Stasiun TVRI Sumatera Barat


29. Ketua Koperasi Pegawai RI Unit KORPRI Kantor Gubernur Sumatera Barat


30. Para Pejabat Eselon III/IV Dinas Perhubungan se-Sumatera Barat


"Pelaksanaan Hari Perhubungan tingkat Sumatera Barat diawali dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Perhubungan.Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah agenda tambahan, diantaranya marchingband, parade paralayang, dan donor darah," 


Dalam kesempatan terpisah Ketua DPD ORGANDA Sumatera Barat Bpk H Rinto Wijaya menyampaikan


"Peringatan Hari Perhubungan tahun ini mengangkat semangat untuk mewujudkan transportasi Indonesia yang lebih maju. Tema dimaksud menjadi momentum memperkuat pelayanan dan pembangunan sektor perhubungan di Sumatera Barat," ujarnya. (FA)



SUMBARNET - Sejumlah wartawan dan pegawai di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Solok menyampaikan keluhan terkait tata kelola administrasi dan pola komunikasi internal di bawah kepemimpinan Kepala Diskominfo Uchi Saidani.


Keluhan wartawan antara lain berkaitan dengan pembayaran hak media yang disebut belum direalisasikan meskipun kewajiban publikasi dan penyerahan kliping pemberitaan telah dipenuhi.


Sejumlah wartawan mempertanyakan proses administrasi pembayaran yang berada di lingkungan Diskominfo Kabupaten Solok. Sebelumnya, nama Bendahara Diskominfo, Nurullah, sempat disebut dalam pembahasan mengenai proses pencairan tersebut.


Namun, seorang pejabat yang mengetahui proses administrasi dan meminta identitasnya dirahasiakan menyebut dokumen pertanggungjawaban sejumlah media telah lengkap dan masih menunggu persetujuan kepala dinas.


“Semua LPJ/SPJ kawan-kawan media sebenarnya sudah lengkap di meja Kadis, baik untuk pariwara, kliping, maupun rilis berita. Syarat administrasi sudah terpenuhi dan tinggal menunggu tanda tangan beliau,” ujar sumber tersebut.


Menurut sumber itu, proses pembayaran disebut belum berjalan karena dokumen tersebut belum ditandatangani kepala dinas. Alasan yang disampaikan, menurut sumber, berkaitan dengan persoalan komunikasi dan penghargaan terhadap kepala dinas.


Keluhan juga muncul dari internal Diskominfo. Seorang pegawai mengaku merasa tertekan dengan pola komunikasi pimpinan yang dinilainya tidak kondusif.


“Kadis sering mengancam akan ‘habis-habisan’ jika ada yang bermacam-macam dengannya,” ujar pegawai tersebut.


Pegawai itu juga menyebut adanya pernyataan mengenai kedekatan kepala dinas dengan sejumlah tokoh. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.


Selain itu, pegawai tersebut mengeluhkan belum adanya standar operasional prosedur (SOP) dan instruksi kerja yang dinilai cukup jelas dalam pelaksanaan tugas di lingkungan dinas.


“Kalau ada mutasi, kami rela dimutasi ke mana saja asalkan tidak lagi menjadi bawahan beliau,” katanya.


Keluhan lainnya disampaikan awak media bernama Lina. Ia mengaku pernah mendengar pernyataan yang menurutnya berkaitan dengan dinamika politik lokal ketika berada di ruangan kepala dinas.


“Kadis sempat mengatakan bahwa pihak-pihak tertentu adalah ‘orangnya Bu Emiko’ sehingga harus dipotong sesuai perintah Bu Nia. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar bagi kami,” ujar Lina.


Pernyataan tersebut merupakan keterangan Lina dan belum mendapat konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut maupun Kepala Diskominfo Kabupaten Solok.


Sejumlah wartawan dan pegawai berharap Pemerintah Kabupaten Solok memberikan perhatian terhadap berbagai keluhan tersebut dan melakukan evaluasi terhadap tata kelola serta komunikasi di lingkungan Diskominfo.


Evaluasi dinilai penting agar pelayanan informasi publik, hubungan dengan media, serta pelaksanaan tugas internal Diskominfo dapat berjalan sesuai ketentuan. (***)

 


SUMBARNET - Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., menyambut kedatangan Tim Ombudsman Republik Indonesia (RI) yang melakukan kegiatan penilaian terhadap kualitas pelayanan publik serta upaya pencegahan maladministrasi di lingkungan Polres Solok.


Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Tim Inspektorat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara transparan, profesional, akuntabel serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kehadiran Tim Ombudsman RI di Polres Solok merupakan momentum penting bagi jajaran kepolisian untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan publik yang selama ini diberikan kepada masyarakat.


Penilaian tersebut tidak hanya menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, tetapi juga menjadi sarana pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan agar semakin memenuhi harapan masyarakat.


Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., menyampaikan bahwa Polres Solok menyambut baik kegiatan penilaian yang dilakukan oleh Tim Ombudsman RI.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang semakin baik, terbuka dan berorientasi kepada kepuasan masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar semakin transparan, profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar AKBP Rini Anggraini.


Ia menegaskan bahwa sebagai institusi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, Polri harus terus melakukan pembenahan dan peningkatan di berbagai bidang.


Pelayanan publik, kata dia, menjadi salah satu bagian yang sangat penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.


Oleh karena itu, seluruh jajaran Polres Solok didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan kualitas dalam memberikan pelayanan.


Komitmen Cegah Maladministrasi


Selain melakukan penilaian terhadap kualitas pelayanan publik, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya pencegahan terjadinya maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan di lingkungan Polres Solok.


Maladministrasi dapat berupa berbagai bentuk penyimpangan dalam proses pelayanan, mulai dari tindakan yang tidak sesuai prosedur, penundaan pelayanan, kurangnya transparansi hingga persoalan lain yang dapat merugikan masyarakat.


Kapolres Solok menekankan pentingnya seluruh personel memahami dan menjalankan standar pelayanan yang telah ditetapkan.


Setiap anggota yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat harus mampu bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas.


“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan. Setiap masukan, evaluasi dan rekomendasi tentunya akan menjadi bahan penting bagi kami untuk melakukan pembenahan,” katanya.


Menurut AKBP Rini Anggraini, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian harus dibangun melalui kerja nyata, salah satunya dengan memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan tidak diskriminatif.


Masyarakat, lanjutnya, berhak mendapatkan pelayanan terbaik sesuai dengan tugas dan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.


Evaluasi untuk Pembenahan Berkelanjutan


Melalui kegiatan penilaian tersebut, Polres Solok berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap sistem dan mekanisme pelayanan yang ada.


Evaluasi diperlukan untuk mengetahui berbagai kekurangan yang masih ditemukan serta menentukan langkah perbaikan yang harus dilakukan ke depan.


AKBP Rini Anggraini mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan publik bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu singkat.


Dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh personel untuk terus melakukan perubahan dan menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.


“Melalui kegiatan ini, Polres Solok berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan guna mewujudkan pelayanan publik yang optimal serta memberikan rasa aman dan kepuasan bagi masyarakat,” ungkapnya.


Ia berharap kegiatan yang dilakukan bersama Tim Ombudsman RI dan didampingi Tim Inspektorat Polda Sumbar dapat memberikan masukan konstruktif bagi jajaran Polres Solok.


Masukan tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar dalam memperbaiki berbagai aspek pelayanan yang masih memerlukan perhatian.


Pelayanan Berkualitas Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat


Kapolres Solok menilai kualitas pelayanan publik memiliki hubungan erat dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Semakin baik pelayanan yang diberikan, maka semakin besar pula peluang terbangunnya hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.


Untuk itu, seluruh jajaran diminta tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


“Pelayanan yang baik harus benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Kita ingin masyarakat yang datang ke Polres Solok mendapatkan kepastian, kemudahan dan perlakuan yang baik dalam setiap proses pelayanan,” ujarnya.


Menurutnya, kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan publik.


Namun demikian, kepuasan tersebut harus dibangun melalui proses pelayanan yang tetap mengacu kepada aturan, prosedur dan ketentuan yang berlaku.


AKBP Rini juga menekankan agar seluruh personel menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan penilaian negatif terhadap institusi.


Integritas dan profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas.


Wujudkan Polres Solok yang Profesional dan Akuntabel


Kunjungan dan penilaian Tim Ombudsman RI diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polres Solok untuk terus meningkatkan kualitas kinerja.


Tidak hanya dalam pelayanan administrasi, tetapi juga dalam seluruh aspek tugas kepolisian yang berhubungan langsung dengan masyarakat.


Dengan adanya evaluasi secara berkelanjutan, setiap kekurangan dapat segera diketahui dan diperbaiki.


Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pelayanan yang semakin efektif, efisien dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Polres Solok pun berkomitmen untuk menjadikan pelayanan publik sebagai salah satu prioritas dalam pelaksanaan tugas.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi personel, pembenahan sistem pelayanan serta penguatan pengawasan internal.


AKBP Rini Anggraini berharap seluruh jajaran dapat menjadikan kegiatan penilaian tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.


“Kami berharap seluruh personel dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap Polri,” tuturnya.


Dengan semangat evaluasi dan pembenahan yang berkelanjutan, Polres Solok optimistis dapat terus meningkatkan standar pelayanan publik yang profesional, transparan dan akuntabel.


Kegiatan bersama Tim Ombudsman RI dan Tim Inspektorat Polda Sumbar tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Polres Solok dalam mencegah maladministrasi serta mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin optimal.


Ke depan, Polres Solok berharap seluruh masyarakat dapat merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat dan berkualitas, sekaligus memperoleh rasa aman serta kepastian dalam setiap layanan kepolisian yang diberikan. (AdF)



SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Upacara Bendera berlangsung dengan penuh khidmat, tertib dan lancar di Gor Batu Batupang, Kabupaten Solok, pada Senen (17/8/2026).


Upacara tersebut menjadi salah satu momentum penting untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.


Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan, jajaran TNI-Polri, instansi vertikal, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya yang berada di Kabupaten Solok. 


Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi gambaran kuat tentang semangat kebersamaan dan persatuan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dimaknai sebagai sebuah seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah, air mata dan pengorbanan para pahlawan harus terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.


Semangat perjuangan tersebut, kata sejumlah pihak, harus diwujudkan melalui pengabdian, kerja keras, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen untuk ikut membangun daerah dan bangsa sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Kapolres Solok: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian dan Kerja Nyata


Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K. menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.


Menurutnya, kemerdekaan merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus dihargai dengan cara menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.


“Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga kemerdekaan tersebut dengan memberikan pengabdian terbaik melalui kerja nyata untuk masyarakat, bangsa dan negara,” ujar AKBP Rini Anggraini.


Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Bagi jajaran Kepolisian, semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional, humanis dan bertanggung jawab, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat.


“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Bagi kami di kepolisian, salah satunya adalah bagaimana terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik,” katanya.


Momentum Memperkuat Persatuan


Lebih lanjut, Kapolres Solok menilai bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.


Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dunia pendidikan, dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat.


“Kita memiliki latar belakang, profesi dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga persatuan dan membangun Indonesia. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong harus terus kita pelihara,” ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Solok untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi positif dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.


Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.


Polri Berkomitmen Hadir Memberikan Rasa Aman


Sebagai Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini juga menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat. Menurutnya, rasa aman merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas sosial dan pembangunan.


Karena itu, jajaran Polres Solok akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.


“Kami ingin Polri benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami akan terus membangun komunikasi, memperkuat sinergi dengan seluruh unsur dan memberikan pelayanan secara maksimal. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya.


Ia berharap sinergi antara Polri dengan Pemerintah Kabupaten Solok, TNI, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat dapat semakin kuat.


Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, tertib dan kondusif.


Harapan untuk Generasi Penerus

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kapolres Solok juga menyampaikan harapan agar generasi muda dapat terus meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.


Generasi muda, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Semangat perjuangan harus diteruskan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, kepedulian sosial serta berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kita berharap generasi muda dapat menjadi generasi yang tangguh, memiliki semangat kebangsaan, menjunjung tinggi persatuan dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa. Jangan pernah melupakan sejarah dan jasa para pahlawan yang telah memberikan kemerdekaan kepada kita,” kata AKBP Rini Anggraini.


Ia menambahkan, kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif dan produktif. Menurutnya, setiap individu dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.


“Tidak semua orang harus melakukan hal yang sama. Yang terpenting adalah bagaimana kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan sungguh-sungguh, jujur dan penuh pengabdian,” tambahnya.


Dirgahayu Republik Indonesia ke-81


Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Solok tersebut menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan.


Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghargaan terhadap para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.


Peringatan kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada pengibaran bendera dan rangkaian upacara, tetapi dapat menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam memberikan pengabdian terbaik.


Kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan harus terus dijaga, diisi dan diwujudkan melalui kerja nyata, persatuan, kepedulian serta pengabdian kepada masyarakat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.


Terus Melaju, Bersatu dalam Kebersamaan, Berkarya untuk Negeri. (AdF)



Keterangan foto : Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro saat disumpah oleh Ketua KAN Bukit Kandung, A. Dt. Mangkuto Sati, dalam prosesi pengukuhan sebagai Manti Adat Suku Payo Boda. Sabtu (15/8/2026)

Solok — Warisan adat yang telah dijaga lintas generasi kembali diteguhkan di Nagari Bukit Kandung, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Melalui Alek Batagak Gala, Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro dikukuhkan sebagai Manti Adat Suku Payo Boda, Sabtu (15/8/2026).


Pengukuhan tersebut bukan sekadar prosesi adat. Di balik gelar yang disandang, terdapat sejarah panjang pewarisan amanah dari ninik moyang kepada generasi berikutnya.


Gelar Dt. Majo Sinaro merupakan gelar Manti Adat Suku Payo Boda yang diwariskan secara turun-temurun. Berdasarkan ranji dan garis keturunan yang disampaikan dalam prosesi adat, Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro merupakan pewaris gelar Dt. Majo Sinaro yang ke-8.


Dalam filosofi adat yang disampaikan, keberlanjutan tersebut tercermin dalam ungkapan “patah tumbuh, ditunggua tumbuh tunas”, yang menggambarkan bahwa adat dan kepemimpinan kaum harus memiliki penerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Bukan Sekadar Menerima Gelar

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro menjalani sumpah yang dipimpin Ketua KAN Bukit Kandung, A. Dt. Mangkuto Sati.


Turut hadir Wali Nagari Bukit Kandung Asriyandi, para niniak mamak, tokoh masyarakat serta tamu undangan. Hadir pula Letkol Inf. Jimson Andre Siahaan dari Batalyon Yonif TP 951/PM, sementara Kapolsek X Koto Diatas diwakili. Masyarakat Nagari Bukit Kandung juga turut menyaksikan prosesi tersebut.


Dengan menerima amanah sebagai Manti Adat, Alisman tidak hanya meneruskan sebuah gelar. Ia juga dihadapkan pada tanggung jawab menjaga nilai-nilai adat Suku Payo Boda dan memperkuat hubungan dalam kaum.


Manti Adat diharapkan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan kaum melalui musyawarah, menjaga marwah adat, serta menjadi penghubung antara niniak mamak dengan anak kemenakan.


“Dari Niniak Turun Ka Mamak, dari Mamak Turun Ka Kamanakan”

Makna pewarisan gelar tersebut semakin kuat dengan pepatah yang terpampang dalam kegiatan:


“Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kamanakan.”


Pepatah tersebut menjadi pengingat bahwa adat tidak sekadar diwariskan dalam bentuk gelar. Di dalamnya terdapat amanah, pengetahuan, keteladanan dan tanggung jawab yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.


Karena itu, pewarisan gelar Dt. Majo Sinaro kepada Alisman, S.Pd. bukan hanya persoalan siapa yang menjadi penerus dalam ranji keturunan. Lebih jauh, terdapat tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai yang terkandung dalam gelar tersebut tetap hidup.


Prinsip “patah tumbuh, ditunggua tumbuh tunas” menjadi gambaran bahwa keberlangsungan adat membutuhkan penerus yang mampu menjaga apa yang telah diwariskan sekaligus meneruskannya kepada generasi mendatang.


Amanah di Tengah Perubahan Zaman

Tantangan pemangku adat saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial dan pergeseran pola hubungan antargenerasi membuat nilai-nilai adat membutuhkan perhatian lebih serius agar tidak sekadar menjadi simbol dalam acara adat.


Manti Adat dituntut hadir bukan hanya saat Batagak Gala, tetapi juga ketika kaum menghadapi persoalan. Ia diharapkan mampu menjadi penengah, perekat hubungan dan penghubung antara generasi tua dengan generasi muda.


Semangat tersebut sejalan dengan filosofi “Mampaarek Nan Lungga, Mangumpuan Nan Taserak” — mempererat yang renggang dan menghimpun kembali yang tercerai-berai.


Kini, setelah gelar diwariskan kepada Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro sebagai pewaris ke-8, perjalanan menjaga amanah tersebut memasuki babak baru.


Gelar boleh diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi marwah adat harus terus dijaga. Sebab, gelar adalah kehormatan, sementara amanah adalah tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui tindakan.


Alek Batagak Gala di Nagari Bukit Kandung pun menjadi penanda bahwa adat masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat—bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai nilai yang diharapkan tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya. (**)



SUMBARNET – Kebakaran hebat menghanguskan enam unit rumah toko (ruko) di kawasan Simpang Pulai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada Sabtu (1/8/2026) malam. 


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan mengalami kerusakan berat.


Enam ruko yang terdampak merupakan tempat usaha milik sejumlah pedagang, yakni toko milik Hen, El, Arga, sebuah kedai kebab, toko milik Koan, serta Konter HP Jaya MP.


Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 22.44 WIB.

 

Hanya berselang dua menit, personel dan armada langsung diberangkatkan menuju lokasi.


"Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.52 WIB. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga selesai pada pukul 03.45 WIB," ujar Zulhelmi, Minggu (2/8/2026).


Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah terlihat kobaran api dari salah satu ruko. Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.


Saat petugas tiba, api telah membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya. Tim pemadam segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lain.


Dalam penanganan kebakaran ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok mengerahkan tiga unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan rescue. 


Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari sejumlah daerah, yakni Damkar Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.


Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, besaran kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan. (**)



SUMBARNET - Keluarga besar Polres Solok Arosuka menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada AKBP Agung Pranajaya, S.Ik., atas amanah baru yang diemban dalam penugasan berikutnya.


Ucapan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian AKBP Agung Pranajaya selama memimpin Polres Solok Arosuka.

 

Kepemimpinan yang humanis, penuh semangat pengabdian, serta kepedulian terhadap anggota dan masyarakat dinilai telah memberikan kesan mendalam sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh personel.


Selama masa kepemimpinannya, AKBP Agung Pranajaya dikenal sebagai sosok yang mengedepankan profesionalisme, kebersamaan, serta pelayanan kepada masyarakat. 


Berbagai langkah dan kebijakan yang diterapkan turut memperkuat soliditas internal organisasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Kini, AKBP Agung Pranajaya melanjutkan pengabdian pada penugasan yang baru. Keluarga besar Polres Solok Arosuka mendoakan agar setiap langkah pengabdiannya senantiasa mendapatkan perlindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah, serta terus meraih prestasi di setiap penugasan yang diemban.


Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Polres Solok Arosuka. 


Semoga amanah di tempat tugas yang baru dapat dijalankan dengan penuh integritas, keberkahan, dan kesuksesan. Jejak kepemimpinan yang telah ditorehkan akan selalu menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Mengiringi doa dan harapan tersebut, keluarga besar Polres Solok Arosuka mengusung semangat "Bangga, Ikhlas, Bersyukur" sebagai ungkapan penghormatan atas pengabdian AKBP Agung Pranajaya sekaligus doa agar senantiasa sukses dalam setiap langkah pengabdiannya kepada bangsa dan negara. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-66 yang jatuh pada 22 Juli 2026, Kepolisian Resor (Polres) Solok beserta seluruh staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat kepada Kejaksaan Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat sinergi antarlembaga penegak hukum.


Ucapan tersebut disampaikan melalui media publikasi resmi Polres Solok yang menampilkan Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K. bersama Wakapolres Solok Kompol Reddy Trianianto, S.P., M.H., dengan pesan agar Kejaksaan Republik Indonesia semakin profesional, berintegritas, dan menjadi pilar penegakan hukum yang berkeadilan bagi bangsa dan negara.


Momentum Hari Bhakti Adhyaksa menjadi pengingat akan pentingnya peran Kejaksaan sebagai salah satu institusi penegak hukum yang memiliki tugas strategis dalam mewujudkan kepastian hukum, keadilan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.

 

Oleh karena itu, sinergi antara Kepolisian dan Kejaksaan menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem peradilan pidana yang efektif, transparan, dan berkeadilan.


Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., mengatakan bahwa peringatan Hari Bhakti Adhyaksa bukan hanya menjadi momen perayaan bagi insan Adhyaksa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi seluruh aparat penegak hukum dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Atas nama pribadi, keluarga besar Polres Solok, staf, dan Bhayangkari, kami mengucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga Kejaksaan semakin profesional, berintegritas, humanis, dan terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar AKBP Agung Pranajaya, S.I.K.


Menurut Kapolres, hubungan yang harmonis antara Polri dan Kejaksaan merupakan modal utama dalam mendukung keberhasilan proses penegakan hukum, mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan, hingga proses penuntutan yang dilakukan secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Lebih lanjut, AKBP Agung Pranajaya menegaskan bahwa Polres Solok berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik dengan Kejaksaan Negeri dalam setiap pelaksanaan tugas demi memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada masyarakat.


"Sinergitas Polri dan Kejaksaan merupakan kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Kami berharap hubungan yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus diperkuat melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang solid sehingga mampu menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, dan keadilan bagi masyarakat," tambahnya.


Hari Bhakti Adhyaksa yang diperingati setiap tanggal 22 Juli menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum serta menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai aparat penegak hukum.


Melalui peringatan tersebut, Polres Solok berharap sinergitas yang telah terbangun antara Kepolisian dan Kejaksaan semakin kokoh dalam mendukung program pemerintah di bidang penegakan hukum, pemberantasan tindak pidana, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.


Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Polres Solok meyakini bahwa sinergi yang kuat antara Polri dan Kejaksaan akan semakin memperkuat sistem penegakan hukum di Indonesia, sehingga mampu menghadirkan keadilan, kepastian hukum, serta pelayanan yang profesional bagi seluruh lapisan masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, dan integritas personel kepolisian, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Penegakan, Penertiban, dan Disiplin (Gaktibplin) di Polres Solok.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan internal Polri untuk memastikan setiap personel tetap mematuhi aturan yang berlaku serta menjalankan tugas secara profesional.


Pelaksanaan Gaktibplin dilakukan di Mapolres Solok dengan melibatkan personel Bidpropam Polda Sumbar bersama jajaran Polres Solok. Pemeriksaan menyasar berbagai aspek, mulai dari sikap tampang, kelengkapan administrasi pribadi seperti KTP, KTA, SIM, dan surat-surat kendaraan dinas maupun pribadi, hingga kerapian seragam, penggunaan atribut dinas, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi Polri.


Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel Polres Solok memiliki kesiapan yang optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, pemeriksaan juga menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran disiplin maupun kode etik di lingkungan kepolisian.


Dalam pelaksanaannya, tim Bidpropam Polda Sumbar melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap personel dengan mengedepankan prinsip pembinaan.

 

Personel yang ditemukan memiliki kekurangan administrasi maupun ketidaksesuaian dalam penampilan diberikan arahan dan pembinaan agar segera melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.


Gaktibplin bukan hanya menjadi bentuk pengawasan internal, tetapi juga merupakan sarana pembinaan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh anggota Polri semakin meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gaktibplin merupakan momentum penting untuk memperkuat kedisiplinan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


"Kegiatan Gaktibplin ini merupakan bagian dari upaya pembinaan internal agar seluruh personel Polres Solok senantiasa menjaga disiplin, menaati aturan, serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Disiplin adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," ujar AKBP Agung Pranajaya.


Ia menambahkan bahwa pengawasan internal harus dipandang sebagai bentuk pembinaan yang positif, bukan semata-mata mencari kesalahan personel.


"Kami berharap seluruh personel menjadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, menjaga integritas, memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan berkeadilan kepada masyarakat. Dengan disiplin dan profesionalisme yang terjaga, kehadiran Polri akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu mewujudkan Polri yang Presisi," tambahnya.


Melalui pelaksanaan Gaktibplin secara berkala, Polres Solok berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada disiplin, integritas, dan pelayanan prima.

 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga marwah institusi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendukung terwujudnya Polri yang profesional, modern, dan terpercaya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (**)



Solok – Mengawali pelaksanaan tugas dengan semangat, rasa syukur, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok, AKP Indra Kusuma, S.H., memimpin apel pagi yang diikuti oleh seluruh personel Polres Solok, Senen (20/7/2026).


Apel pagi yang berlangsung di halaman Mapolres Solok tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, tanggung jawab, serta meningkatkan semangat pengabdian seluruh personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Dalam arahannya, AKP Indra Kusuma mengajak seluruh personel agar senantiasa mengawali setiap aktivitas dengan rasa syukur. Menurutnya, rasa syukur menjadi fondasi penting dalam membangun semangat kerja, keikhlasan, dan dedikasi dalam menjalankan amanah negara.


"Kita patut bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Jadikan rasa syukur sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.


Ia juga menekankan bahwa setiap tugas yang diemban merupakan bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, disiplin, profesionalisme, dan integritas.


Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Selain itu, Kabag Ops mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas di lingkungan kerja. Sinergi antarpersonel menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat.


Sebagai refleksi di awal aktivitas, seluruh personel diajak untuk terus melakukan evaluasi diri, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kebersamaan, serta saling mendukung dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.


"Dengan niat yang tulus, semangat kebersamaan, dan komitmen yang kuat, saya yakin seluruh personel mampu memberikan kinerja terbaik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," tegas AKP Indra Kusuma.


Sementara itu, Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat disiplin, serta membangun kesiapan personel sebelum melaksanakan tugas di lapangan.


Menurut Kapolres, setiap anggota Polri harus memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, humanisme, dan integritas dalam setiap tindakan.


"Saya berharap seluruh personel Polres Solok senantiasa bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi disiplin, menjaga kekompakan, serta mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian yang tulus kepada masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar mampu memberikan rasa aman, menciptakan kepercayaan publik, serta membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar AKBP Agung Pranajaya, S.I.K.


Kapolres juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga nama baik institusi melalui sikap, perilaku, dan kinerja yang berintegritas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dapat terus meningkat.


Melalui pelaksanaan apel pagi tersebut, diharapkan seluruh personel Polres Solok semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas, memperkuat koordinasi internal, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara optimal. 


Dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan pengabdian yang tinggi, Polres Solok berkomitmen untuk terus hadir sebagai institusi yang profesional, Presisi, dan dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polres Solok. (**)