Fadly Amran: Dubalang Kota Jadi Garda Terdepan Menjaga Ketertiban Berbasis Adat di Kota Padang

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota Padang menggelar Pertemuan Evaluasi Kinerja Dubalang Kota di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (18/5/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Satpol PP Kota Padang Chandra Eka Putra, kepala OPD terkait, camat se-Kota Padang, serta perwakilan Dubalang Kota.


Pertemuan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan peran Dubalang Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis nilai adat Minangkabau di Kota Padang.


Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Dubalang Kota memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kontrol sosial di tengah masyarakat.


Menurutnya, keberadaan Dubalang Kota bukan hanya sekadar petugas pengamanan lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dalam kehidupan masyarakat perkotaan.


“Dubalang Kota hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kontrol sosial berbasis nilai adat Minangkabau. Ini bukan sekadar program pengamanan, tetapi langkah strategis Pemko Padang untuk memperkuat sistem ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal,” ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan, program Dubalang Kota merupakan bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Sigap yang menjadi salah satu dari sembilan program unggulan Pemerintah Kota Padang.


Program tersebut dirancang untuk memperkuat respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.


Fadly Amran mengapresiasi keterlibatan aktif Dubalang Kota dalam membantu pemerintah dan aparat keamanan mengantisipasi berbagai persoalan sosial, mulai dari tawuran remaja, balap liar, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan asusila di lingkungan masyarakat.


Menurutnya, berbagai capaian positif yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara Dubalang Kota dengan berbagai unsur di tengah masyarakat, termasuk niniak mamak, Satpol PP, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan elemen sosial lainnya.


“Kita melihat bagaimana Dubalang Kota mampu hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan sosial secara cepat dan persuasif. Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi seluruh unsur, mulai dari niniak mamak, aparat keamanan, hingga masyarakat itu sendiri,” katanya.


Fadly Amran juga berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar penanganan persoalan sosial di Kota Padang dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan humanis.


Ia menekankan pentingnya membangun pendekatan berbasis adat dan kekeluargaan dalam menciptakan ketenteraman masyarakat.


Selain itu, ia menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran nagari di dalam kota agar nilai adat dan peran niniak mamak benar-benar dirasakan masyarakat, terutama generasi muda.


“Kita ingin peran nagari di dalam kota benar-benar hidup. Nilai adat harus hadir dalam kehidupan masyarakat sehingga niniak mamak tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Padang Chandra Eka Putra menjelaskan, saat ini terdapat sebanyak 208 Dubalang Kota yang bertugas di seluruh wilayah Kota Padang.


Mereka merupakan utusan yang direkomendasikan oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) dengan komposisi dua orang di setiap kelurahan.


Menurut Chandra, para Dubalang Kota melaksanakan patroli dan deteksi dini setiap hari mulai pukul 20.00 WIB hingga 06.00 WIB. Kehadiran mereka dinilai cukup efektif dalam membantu menjaga stabilitas keamanan lingkungan.


“Dubalang Kota melakukan patroli malam dan deteksi dini di wilayah masing-masing. Mereka menjadi mitra pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat,” jelas Chandra Eka Putra.


Ia menyebut, keberadaan Dubalang Kota memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka tawuran dan balap liar di sejumlah wilayah Kota Padang.


Bahkan di beberapa kawasan seperti Kecamatan Koto Tangah, Dubalang Kota turut membantu aparat dalam menggagalkan kasus penyalahgunaan narkotika.


“Di beberapa wilayah, Dubalang Kota berhasil membantu mengantisipasi berbagai gangguan ketertiban masyarakat, termasuk kasus narkotika. Ini menunjukkan keberadaan mereka sangat membantu pemerintah dan aparat di lapangan,” ujarnya.


Pertemuan evaluasi tersebut juga menjadi wadah diskusi bagi pemerintah daerah dan para Dubalang Kota dalam menyampaikan berbagai kendala, masukan, serta langkah penguatan program ke depan.


Pemko Padang berharap keberadaan Dubalang Kota dapat terus diperkuat sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis masyarakat dan adat yang mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis di Kota Padang. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar