PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau progres pembangunan SDN 01 Pasar Laban yang berlokasi di Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), Kamis (8/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan kembali sekolah yang terdampak banjir pada November 2025 berjalan sesuai rencana, memenuhi standar yang ditetapkan, serta dapat segera dituntaskan agar aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung secara efektif.

Dalam kunjungan itu, Fadly Amran melihat langsung perkembangan pembangunan sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya terdampak bencana. Pembangunan kembali SDN 01 Pasar Laban mencakup seluruh ruang kelas, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta berbagai sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

Wali Kota Padang menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian serius, mengingat sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran sekaligus lingkungan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Karena itu, ia meminta agar pengerjaan pembangunan dilakukan secara optimal dan dipercepat tanpa mengabaikan kualitas konstruksi maupun standar keselamatan. Dengan demikian, bangunan sekolah dapat segera dimanfaatkan kembali oleh siswa dan tenaga pendidik dalam kondisi yang aman, nyaman, dan layak.

Turut mendampingi Wali Kota Padang dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, Camat Bungtekab, Afridon, serta Lurah Bungus Selatan, Syamsuardi.

Percepatan Pembangunan Jadi Perhatian Utama

Dalam peninjauan tersebut, Fadly Amran meminta pihak terkait memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target. Penyelesaian ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya perlu menjadi perhatian agar sekolah dapat segera difungsikan kembali secara maksimal.

Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan pascabanjir tidak cukup hanya dengan membangun kembali bangunan yang rusak. Seluruh sarana yang tersedia juga harus memenuhi kebutuhan siswa dan guru sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Ruang kelas, fasilitas kesehatan sekolah, penerangan, instalasi listrik, serta sarana pendukung lainnya harus diperhatikan secara menyeluruh. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung kenyamanan warga sekolah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Fadly Amran juga menekankan pentingnya penerapan standar teknis dalam pembangunan. Setiap bagian bangunan harus dikerjakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk standar yang ditetapkan oleh kementerian terkait.

“Bangunan dan fasilitas sekolah harus sesuai standar, terutama penerangan dan instalasi listrik, sehingga ruang kelas nyaman digunakan,” tegas Fadly Amran.

Penekanan terhadap penerangan dan instalasi listrik tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas sekolah tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga aman dan siap digunakan. Kualitas pengerjaan harus menjadi perhatian sejak proses pembangunan hingga bangunan dinyatakan layak untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Pemerintah Kota Padang diharapkan dapat terus mengawal pelaksanaan pembangunan melalui koordinasi perangkat daerah terkait, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai perencanaan dan kebutuhan sekolah.

Antisipasi Banjir Harus Diperkuat

Selain meninjau progres pembangunan fisik, Wali Kota Padang turut menyoroti pentingnya langkah antisipasi terhadap ancaman banjir yang sebelumnya berdampak pada SDN 01 Pasar Laban.

Banjir yang terjadi pada November 2025 menjadi perhatian dalam upaya pemulihan sekolah tersebut. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pembangunan kembali fasilitas pendidikan perlu diiringi dengan langkah mitigasi bencana agar kerusakan serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Fadly Amran meminta agar perlindungan kawasan sekolah dari potensi banjir menjadi bagian penting dalam perencanaan penataan lingkungan. Salah satu upaya yang didorong ialah pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai yang berada di sekitar sekolah.

Pembangunan tanggul tersebut dinilai penting untuk membantu melindungi kawasan sekolah dari ancaman luapan air, sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan ketika hujan deras berpotensi menimbulkan banjir.

“Pembangunan tanggul ini penting sebagai langkah antisipasi agar kawasan sekolah lebih terlindungi dari ancaman banjir dan proses belajar mengajar tidak terganggu,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, upaya penanganan risiko banjir perlu diperhatikan secara serius agar pembangunan kembali sekolah memberikan manfaat jangka panjang. Fasilitas yang telah dibangun harus didukung sistem perlindungan lingkungan yang memadai sehingga siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dengan lebih tenang.

Langkah mitigasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan fasilitas pendidikan terhadap bencana. Dengan perencanaan yang tepat, sekolah diharapkan tidak hanya mampu pulih dari dampak banjir sebelumnya, tetapi juga memiliki perlindungan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana serupa.

Koordinasi antara perangkat daerah terkait diperlukan untuk memastikan langkah antisipasi dapat direncanakan secara matang, sesuai kondisi kawasan dan kebutuhan perlindungan sekolah.

Lingkungan Sekolah Didorong Menjadi Ruang Belajar yang Nyaman

Perhatian Wali Kota Padang tidak hanya tertuju pada bangunan utama dan upaya pengendalian banjir. Penataan lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dari peninjauan tersebut.

Fadly Amran menilai lingkungan sekolah yang tertata dengan baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Halaman dan taman sekolah perlu dirancang agar memiliki fungsi yang jelas, tidak sekadar menjadi ruang terbuka, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kegiatan edukatif.

Penataan halaman, penghijauan, serta pengembangan taman sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Ruang terbuka yang dikelola dengan baik juga berpotensi menjadi alternatif tempat pembelajaran di luar kelas, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik harus mampu menggabungkan aspek kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan fungsi pembelajaran. Dengan begitu, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa menerima materi pelajaran di dalam kelas, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berinteraksi.

“Lingkungan sekolah harus ditata dengan baik agar nyaman dan dapat mendukung aktivitas edukatif siswa, termasuk menjadikan halaman dan taman sebagai ruang belajar di luar kelas,” ungkapnya.

Penataan lingkungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembangunan sekolah secara menyeluruh. Fasilitas fisik yang memadai perlu diimbangi dengan lingkungan yang bersih, tertib, asri, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Dengan konsep tersebut, SDN 01 Pasar Laban diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai lingkungan pendidikan yang lebih baik setelah terdampak banjir. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemulihan bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan belajar bagi siswa dan tenaga pendidik.

Pemulihan Sekolah untuk Menjamin Kelancaran Pendidikan

Peninjauan yang dilakukan Fadly Amran menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Padang terhadap pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Keberadaan sekolah yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang aman dan nyaman tetap terpenuhi.

Pembangunan kembali SDN 01 Pasar Laban diharapkan dapat mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di kawasan Bungus Selatan.

Percepatan pekerjaan, pemenuhan standar bangunan, kelayakan instalasi listrik dan penerangan, penguatan perlindungan terhadap banjir, serta penataan lingkungan sekolah menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Pemerintah Kota Padang melalui perangkat daerah terkait diharapkan terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar seluruh kebutuhan pembangunan dapat ditangani secara terarah. Dengan demikian, hasil pembangunan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga sekolah dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Fadly Amran berharap pembangunan tersebut dapat segera diselesaikan dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan. Ia juga menginginkan agar upaya pemulihan disertai perencanaan yang memperhatikan kondisi lingkungan, sehingga sekolah memiliki fasilitas yang memadai dan perlindungan yang lebih baik terhadap potensi banjir.

Pada akhirnya, pembangunan kembali SDN 01 Pasar Laban diharapkan menjadi langkah penting dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Melalui penyelesaian pembangunan yang terencana dan perhatian terhadap mitigasi bencana, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan, tanpa kembali terganggu oleh persoalan infrastruktur maupun ancaman banjir di kemudian hari. (**)



PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat sinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendorong pengembangan kawasan Muaro Padang agar menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, representatif, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan General Manager (GM) PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan tersebut turut membahas rencana pengembangan kawasan di sekitar Pelabuhan Muaro Padang yang akan dilaksanakan oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva, salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata maritim sekaligus mendukung penataan kawasan bersejarah di Kota Padang.

Dalam audiensi itu, Wali Kota Padang didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani.

Sementara itu, dari pihak Pelindo hadir GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar dan Direktur Komersial PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Andira Reoputra.

Sejalan dengan Progul Jelajah Padang

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa rencana pengembangan kawasan Muaro Padang sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Jelajah Padang, yang salah satunya diarahkan untuk mengaktifkan dan menata kawasan pinggir pantai agar semakin menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurut Fadly, penataan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan potensi ekonomi, pariwisata, serta aktivitas masyarakat yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.

Muaro Padang dinilai memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu akses menuju Kepulauan Mentawai. Wilayah tersebut dikenal memiliki potensi wisata bahari yang mampu menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan pengembangan yang terarah, kawasan Muaro Padang diharapkan dapat menjadi bagian penting dari rangkaian destinasi wisata Kota Padang, sekaligus memperkuat konektivitas antara wisata perkotaan, wisata sejarah, kuliner, dan wisata bahari.

Fadly Amran menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menilai adanya kesamaan visi antara Pemko Padang dan Pelindo menjadi modal penting untuk mewujudkan pengembangan kawasan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Ini gayung bersambut. Kami berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang, terutama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan badan usaha sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi kawasan strategis, termasuk kawasan pelabuhan yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, perdagangan, transportasi, dan pariwisata.

Menurutnya, pengembangan Muaro Padang perlu dirancang secara terintegrasi agar tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan tumbuhnya peluang usaha baru.

Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia

Selain mendorong sektor pariwisata, pengembangan Muaro Padang juga dinilai memiliki keterkaitan dengan cita-cita Kota Padang untuk menjadi kota gastronomi dunia.

Kota Padang memiliki kekayaan kuliner khas Minangkabau yang telah dikenal luas. Potensi tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui penataan kawasan wisata yang menghubungkan pengalaman berwisata, kekayaan budaya, sejarah kota, dan ragam kuliner lokal.

Dengan semakin tertatanya kawasan Muaro Padang, wisatawan diharapkan tidak hanya menjadikan Kota Padang sebagai tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Mentawai, tetapi juga terdorong untuk menikmati berbagai destinasi dan produk wisata yang tersedia di kota ini.

Fadly menyebutkan, Pemko Padang siap membangun kolaborasi dengan Pelindo untuk menyukseskan rencana pengembangan tersebut.

“Kami sangat mendukung pengembangan Muaro Padang, karena dapat mendukung Padang menjadi kota gastronomi dunia. Kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PT Pelindo untuk menyukseskan pembangunan ini,” ungkapnya.

Ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat menjadi salah satu penggerak pariwisata perkotaan, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, pengelola jasa wisata, serta masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pesisir.

Melalui sinergi lintas sektor, pengembangan Muaro Padang diharapkan dapat menghadirkan kawasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi yang hidup dan berkelanjutan.

Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Pelabuhan Muaro Padang

GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengembangan kawasan Muaro Padang.

Ia menyebutkan, komitmen Wali Kota Padang dalam melakukan penataan kawasan Kota Tua dan Batang Arau menjadi salah satu hal yang sejalan dengan rencana pengembangan yang tengah dibicarakan bersama.

Menurut Ferrial, kawasan di sekitar pelabuhan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi ruang wisata yang lebih representatif, dengan tetap memperhatikan fungsi pelabuhan dan kebutuhan pelayanan transportasi laut.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah area di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast, yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai.

“Kawasan yang akan kita tata berada di sekitar Muaro Padang, di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai,” jelas Ferrial.

Ia mengatakan, penataan kawasan tersebut direncanakan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih teratur dan memiliki karakter visual yang kuat sebagai kawasan wisata maritim.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penataan kapal-kapal wisata agar terlihat lebih seragam dan tertib. Konsep ini antara lain terinspirasi dari kawasan wisata maritim di Bali yang memiliki pengaturan kapal dengan tampilan lebih terorganisasi.

Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperkuat identitas kawasan, serta memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi masyarakat dan wisatawan.

Dengan penataan yang tepat, kawasan pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi laut, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari destinasi wisata yang menawarkan pemandangan pesisir, aktivitas maritim, dan suasana khas kawasan pelabuhan bersejarah.

Terintegrasi dengan Pembangunan Maritim Center

Ferrial Dunan Sidabutar menambahkan, rencana pengembangan kawasan Muaro Padang juga sejalan dengan pembangunan Maritim Center yang sedang dilakukan oleh Pelindo.

Menurutnya, keberadaan Maritim Center dan penataan lingkungan di sekitarnya diharapkan dapat saling mendukung dalam membangun kawasan yang lebih terintegrasi. Pengembangan tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara fungsi maritim, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini sejalan dengan Maritim Center yang sedang kita bangun saat ini. Pengembangan kawasan ini dapat mendukung cita-cita Pemerintah Kota Padang menjadi kota gastronomi,” kata Ferrial.

Sinergi tersebut dinilai membuka peluang untuk menciptakan kawasan yang memiliki nilai tambah, baik dari sisi pelayanan transportasi laut maupun pengembangan destinasi wisata perkotaan.

Keberadaan terminal penumpang menuju Kepulauan Mentawai juga menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai potensi Kota Padang kepada wisatawan yang datang maupun berangkat melalui pelabuhan tersebut.

Dengan demikian, kawasan Muaro Padang diharapkan dapat dikembangkan sebagai ruang yang menghubungkan perjalanan wisata bahari, wisata sejarah di kawasan Kota Tua dan Batang Arau, serta wisata kuliner yang menjadi salah satu kekuatan utama Kota Padang.

Pengembangan ini juga berpotensi memberikan ruang lebih luas bagi promosi produk lokal, makanan khas Minangkabau, dan berbagai usaha kreatif yang dapat mendukung pengalaman wisata pengunjung.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Kolaborasi Pemko Padang dan Pelindo dalam pengembangan Muaro Padang menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan pesisir sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Penataan yang dilakukan secara terencana diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan.

Peluang tersebut dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat yang bergerak di bidang pelayanan wisata.

Di sisi lain, pengembangan kawasan juga membutuhkan koordinasi antarpihak agar penataan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, kelancaran transportasi laut, serta fungsi kawasan pelabuhan.

Karena itu, dukungan perangkat daerah terkait bersama Pelindo menjadi penting untuk memastikan rencana pengembangan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Pemko Padang berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pembahasan, tetapi dapat berlanjut menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kawasan Muaro Padang yang tertata, produktif, dan memiliki daya saing sebagai destinasi wisata.

Melalui pengembangan tersebut, Muaro Padang diharapkan mampu memperkuat wajah Kota Padang sebagai kota pesisir yang kaya akan sejarah, budaya, kuliner, dan potensi wisata bahari.

Sinergi antara pemerintah daerah dan Pelindo pun diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan kawasan pelabuhan yang lebih representatif sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang. (**)

 


PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional dan Kongres Tahunan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) yang berlangsung di The ZHM Premiere Padang, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang digelar pada 8–10 Oktober 2026 tersebut menjadi forum strategis untuk mendorong pengembangan obat herbal terstandar melalui pemanfaatan teknologi digital, sekaligus memperkuat potensi pariwisata kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar).

Seminar nasional dan kongres tahunan ini mengusung tema “Digitalisasi Informasi Obat Herbal Terstandar dalam Mendukung Pariwisata Kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar)”. Tema tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi, dukungan riset ilmiah, serta kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi herbal daerah agar memiliki nilai tambah bagi kesehatan masyarakat dan sektor pariwisata.

Kehadiran Fadly Amran sebagai pembicara utama menjadi kesempatan untuk menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membangun kota yang cerdas, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga ahli, dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan kekayaan sumber daya lokal, termasuk tanaman herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Junaidi Khotib; Ketua APTFI, Yandi Syukri; Rektor Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Musliar Kasim, bersama para wakil rektor; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma; serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima.

Selain itu, seminar dan kongres tersebut juga diikuti oleh perwakilan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara sahabat. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan gagasan inovatif untuk pengembangan bidang farmasi, obat herbal, dan pariwisata kesehatan.

Dorong Rekomendasi Konkret untuk Pengembangan Herbal Daerah

Dalam pemaparannya, Fadly Amran berharap Seminar Nasional dan Kongres Tahunan APTFI tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti untuk mengembangkan produk herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat.

Menurutnya, potensi lokal yang dimiliki Sumatera Barat perlu dikelola secara terarah melalui dukungan penelitian, pengembangan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Dengan demikian, kekayaan alam dan tradisi masyarakat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing.

Fadly menilai, Sumatera Barat memiliki kekayaan tradisi kuliner dan pemanfaatan bahan-bahan alami yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan wisata kesehatan. Potensi tersebut perlu diperkuat dengan pendekatan ilmiah, khususnya untuk memastikan mutu, keamanan, dan standardisasi produk yang dihasilkan.

Ia berharap para akademisi dan tenaga ahli farmasi dapat memberikan masukan yang aplikatif sehingga pengembangan produk lokal tidak berhenti pada potensi, tetapi mampu diwujudkan melalui inovasi yang memenuhi standar dan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung pariwisata kesehatan dan pembangunan Sumbar,” ujar Fadly Amran.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ekosistem pengembangan produk lokal yang berkelanjutan.

Perguruan tinggi dapat berperan melalui penelitian dan pengembangan, sementara pemerintah memberikan dukungan kebijakan serta fasilitasi sesuai kewenangannya. Di sisi lain, pelaku usaha dapat membantu mengembangkan hasil inovasi menjadi produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.

Melalui kerja sama tersebut, potensi herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari daya tarik daerah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan peluang usaha dan penguatan sektor pariwisata.

Perkuat Visi Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran juga menjelaskan bahwa Pemko Padang terus mendorong terwujudnya visi Kota Pintar atau Smart City dan Kota Sehat melalui program-program yang terukur, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur dan pelayanan administratif. Lebih dari itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

Pemanfaatan teknologi, misalnya, perlu diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperluas akses informasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Dalam konteks kesehatan, akses terhadap informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

Fadly menekankan bahwa konsep Kota Pintar harus diwujudkan melalui program nyata yang hasilnya dapat dirasakan dan dinilai langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga menjadi sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Visi ini harus terukur langsung oleh masyarakat. Kita ingin Padang menjadi Kota Pintar dan Kota Sehat, bukan hanya dari sisi konsep, tetapi juga melalui program nyata yang bisa dinilai dan dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemko Padang untuk terus mengembangkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurut Fadly, keberhasilan pembangunan kota harus dilihat dari sejauh mana program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata, termasuk dalam aspek kesehatan, kenyamanan lingkungan, dan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menilai bahwa pengembangan kota yang sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan, tenaga profesional, dunia usaha, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan secara terpadu, memiliki arah yang jelas, dan berkelanjutan.

Kota Sehat Tidak Hanya Bergantung pada Fasilitas Kesehatan

Lebih lanjut, Fadly Amran menegaskan bahwa konsep Kota Sehat tidak hanya ditentukan oleh keberadaan rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Menurutnya, kesehatan masyarakat juga berkaitan erat dengan kualitas lingkungan, ketersediaan infrastruktur, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, serta kemampuan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, pembangunan kota yang sehat membutuhkan pendekatan menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor. Infrastruktur yang memadai, lingkungan yang terjaga, serta sistem pelayanan publik yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, sektor pariwisata juga memiliki keterkaitan dengan upaya membangun ekosistem kota yang sehat dan berkelanjutan. Pengembangan destinasi wisata perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebersihan lingkungan, keamanan pangan, kesiapan fasilitas pendukung, dan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Fadly berpandangan bahwa potensi pariwisata Padang dan Sumatera Barat dapat dikembangkan lebih jauh apabila didukung oleh ekosistem yang memadai. Wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga kenyamanan, keamanan, serta jaminan kualitas layanan selama berada di daerah tujuan wisata.

Karena itu, pengembangan pariwisata kesehatan memerlukan koordinasi lintas sektor agar berbagai unsur pendukungnya dapat berjalan secara selaras.

Pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan pelaku industri pariwisata diharapkan dapat berkontribusi sesuai peran masing-masing. Melalui sinergi tersebut, pengembangan pariwisata tidak hanya mengejar peningkatan kunjungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kekayaan Herbal dan Kuliner Tradisional Jadi Potensi Wisata

Fadly Amran juga menyoroti besarnya potensi kekayaan herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.

Sumatera Barat dikenal memiliki beragam tradisi kuliner yang tumbuh dari kekayaan bahan pangan lokal dan budaya masyarakat. Potensi tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cita rasa, tradisi, serta pengetahuan lokal.

Dalam pengembangannya, potensi herbal dapat dikaitkan dengan wisata kuliner dan gastronomi melalui pendekatan yang bertanggung jawab, berbasis pengetahuan, serta memperhatikan keamanan dan kualitas produk.

Fadly menilai bahwa inovasi terhadap produk lokal perlu terus didorong agar mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus mempertahankan karakter dan identitas daerah.

“Kekayaan herbal Sumbar berpotensi memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan wisata kuliner. Kita berharap masukan para ahli dapat mendorong inovasi produk lokal menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Sumatera Barat,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari kalangan akademisi dan tenaga ahli dapat membantu mengidentifikasi potensi bahan herbal lokal, mengembangkan metode pengolahan yang tepat, serta menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

Dengan dukungan penelitian yang memadai, pengembangan produk herbal diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah. Pengetahuan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dapat menjadi sumber inspirasi penelitian, sementara kajian ilmiah berperan dalam menilai keamanan, mutu, dan manfaat produk secara bertanggung jawab.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengembangan herbal tidak hanya mengandalkan popularitas atau klaim yang beredar di masyarakat, tetapi juga didukung informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, penguatan wisata kuliner dan gastronomi juga berpeluang membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk yang lebih inovatif. Apabila dikelola dengan baik, sektor ini dapat mendukung promosi identitas daerah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Digitalisasi Informasi Obat Herbal Perlu Didukung Riset Ilmiah

Sesuai dengan tema seminar, digitalisasi informasi obat herbal menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk berbasis potensi lokal.

Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi produk, mulai dari identitas dan komposisi bahan, proses pengolahan, standar mutu, hingga informasi keamanan yang relevan.

Namun, informasi yang disajikan harus didukung oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan dan disusun berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, digitalisasi bukan sekadar memindahkan informasi ke platform elektronik, melainkan juga memastikan bahwa informasi tersebut akurat, mudah dipahami, dan tidak menyesatkan masyarakat.

Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui penelitian, pengujian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keahlian di bidang farmasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pengembangan produk herbal, termasuk dalam aspek standardisasi bahan baku, pengolahan, pengujian mutu, dan penilaian keamanan.

Fadly menilai bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi diperlukan agar potensi herbal Sumatera Barat dapat dikembangkan berdasarkan landasan ilmiah yang kuat.

Dukungan penelitian juga penting untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan kepada masyarakat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas berwenang. Hal ini menjadi semakin relevan ketika produk herbal dikembangkan untuk mendukung kegiatan pariwisata dan dipasarkan kepada konsumen dari berbagai daerah maupun negara.

Melalui digitalisasi yang dikelola secara tepat, informasi mengenai produk lokal berpotensi menjangkau masyarakat secara lebih luas. Meski demikian, penyebaran informasi tetap perlu diiringi edukasi mengenai penggunaan produk secara benar dan pemahaman terhadap perbedaan antara produk tradisional, obat herbal terstandar, dan kategori produk kesehatan lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan herbal diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap perlindungan konsumen dan kesehatan masyarakat.

Pengawasan Obat dan Keamanan Produk Tetap Menjadi Perhatian

Selain mendorong inovasi, Fadly Amran menekankan pentingnya memperhatikan aspek keamanan produk serta pengawasan peredaran obat.

Menurutnya, pengembangan sektor kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya memastikan masyarakat mendapatkan obat dari sarana resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Edukasi mengenai penggunaan obat secara rasional juga perlu terus diperkuat. Masyarakat harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai penggunaan obat sesuai kebutuhan, petunjuk tenaga kesehatan, dan informasi resmi yang dapat dipercaya.

Salah satu perhatian penting adalah penggunaan antibiotik yang harus sesuai dengan indikasi dan petunjuk tenaga kesehatan. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistansi antimikroba, yang pada akhirnya dapat menyulitkan penanganan infeksi.

Karena itu, upaya meningkatkan literasi kesehatan perlu melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang farmasi dan pelayanan kesehatan.

Fadly juga menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan dan ketersediaan obat yang terjamin sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata kesehatan.

“Di sektor pariwisata, kita juga terus mendorong penguatan gastronomi sebagai daya tarik wisata agar wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal kuliner dan kekayaan herbal daerah. Upaya ini perlu didukung keamanan pangan, ekosistem kesehatan yang memadai, serta ketersediaan obat yang terjamin tentunya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata kesehatan perlu didukung berbagai unsur yang saling berkaitan. Daya tarik wisata saja tidak cukup apabila tidak disertai perhatian terhadap keamanan produk, mutu pelayanan, dan perlindungan kesehatan pengunjung maupun masyarakat setempat.

Oleh sebab itu, upaya memperkuat sektor tersebut perlu dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidang masing-masing.

APTFI Diharapkan Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah

Seminar Nasional dan Kongres Tahunan APTFI di Padang menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas peluang dan tantangan pengembangan bidang farmasi, khususnya terkait digitalisasi informasi obat herbal terstandar.

Keterlibatan unsur pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan peserta dari berbagai daerah maupun negara sahabat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan serta pengembangan jejaring kerja sama.

Forum seperti ini diharapkan dapat mendorong lahirnya rekomendasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga relevan dengan kebutuhan daerah dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Bagi Kota Padang, penguatan kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya membangun kota yang cerdas, sehat, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Melalui dukungan penelitian dan inovasi, kekayaan herbal serta kuliner tradisional diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan berpotensi memperkuat daya tarik wisata Sumatera Barat.

Pada saat yang sama, pengembangan tersebut perlu tetap memperhatikan standar keamanan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat utama dari pembangunan.

Fadly Amran berharap forum nasional ini dapat menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan daerah, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan.

Ia menegaskan bahwa potensi lokal perlu didukung inovasi, pemanfaatan teknologi, dan kerja sama yang terarah agar mampu memberikan manfaat nyata.

Dengan sinergi yang kuat, pengembangan herbal, kuliner tradisional, dan pariwisata kesehatan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemko Padang juga berharap penguatan konsep Kota Pintar dan Kota Sehat dapat terus berjalan melalui program yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pengembangan potensi herbal dan pariwisata kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola potensi tersebut secara ilmiah, aman, inovatif, dan berkelanjutan. (**)


Foto : Ilustrasi

PASAMAN BARAT —Sumbarnet.id. Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Batang Saman, tepatnya di Kampung Bukik, Jorong Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (9/10/2026) siang.


Korban ditemukan warga dalam kondisi telah membusuk dengan posisi telungkup di tengah aliran sungai. Hingga Jumat sore, identitas korban masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi.


Berdasarkan laporan kepolisian, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 14.15 WIB oleh seorang warga bernama Donal (36), yang saat itu hendak pergi ke kebun.


Melihat keberadaan mayat tersebut, Donal kemudian menghubungi Marwan Hakim, seorang tokoh adat di Kampung Bukik.Informasi itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 14.35 WIB.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Pasaman Barat, Polsek Pasaman, dan tim identifikasi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas yang dipimpin Pamapta Aiptu Ravea Vani R. kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Pasaman Barat di Jambak untuk pemeriksaan medis.


Memiliki Tato di Tangan Kiri

Dari ciri-ciri fisik yang terlihat, korban diperkirakan berusia sekitar 26 tahun. Korban memiliki sejumlah tato di tangan kiri, di antaranya gambar menyerupai perahu dan karakter bergambar pada bagian lengan.

Selain itu, korban diketahui mengenakan jam tangan berwarna hitam, jaket parasut berwarna hijau, serta celana jins.


Ciri-ciri tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali korban dan mempercepat proses penelusuran identitasnya.


Polisi Lakukan Pemeriksaan

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta membawa jenazah ke RSUD Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan luar.


Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut.


Hingga saat ini, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya belum diketahui dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.


Masyarakat Diminta Membantu Identifikasi


Masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban atau merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera menghubungi Polres Pasaman Barat untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses identifikasi.


Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu kepolisian mengungkap identitas korban dan menemukan pihak keluarganya.


Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 17.55 WIB. Situasi selama proses penanganan dilaporkan aman dan terkendali. (Eka Saputra)

 


SUMBARNET – Atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada nomor 1.000 meter dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan para atlet dalam menjalani latihan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.


Pertandingan dayung tersebut berlangsung di Sungai Banda Bakali, kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Raihan medali emas ini sekaligus menambah semangat kontingen dayung Kota Padang untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik selama pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026.


Salah seorang atlet dayung Kota Padang, Muhammad Lutfi, mengungkapkan rasa senang dan syukur atas keberhasilan yang diraih dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, medali emas yang berhasil diperoleh merupakan hasil dari latihan keras, perjuangan, serta kerja sama seluruh tim dalam menghadapi persaingan di arena pertandingan.


“Kami senang dan bersyukur bisa meraih medali emas. Hasil ini merupakan buah dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim. Selanjutnya, kami akan fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejurnas pada Desember mendatang,” ujar Muhammad Lutfi.


Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Bagi mereka, pencapaian di Porprov bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan langkah penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.


Hasil Kerja Keras dan Latihan Intensif


Raihan medali emas pada nomor 1.000 meter tidak terlepas dari proses persiapan yang dijalani para atlet sebelum turun bertanding. Dalam olahraga dayung, kekuatan fisik, ketahanan, koordinasi gerakan, kekompakan, serta kemampuan menjaga ritme menjadi faktor penting untuk mencapai hasil maksimal.


Setiap atlet dituntut mampu menjaga konsentrasi dan mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang perlombaan. Selain kondisi fisik yang prima, koordinasi antaratlet dan penerapan strategi selama pertandingan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan.


Keberhasilan atlet putra dayung Kota Padang tersebut menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi modal penting untuk meraih prestasi. Semangat pantang menyerah dan tekad untuk memberikan hasil terbaik turut menjadi kekuatan dalam menghadapi lawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.


Bagi Muhammad Lutfi dan rekan-rekannya, medali emas yang diraih menjadi penghargaan atas usaha yang telah dilakukan selama masa persiapan. Capaian tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi pertandingan selanjutnya.


Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh anggota kontingen dayung Kota Padang untuk terus menjaga semangat dan meningkatkan kualitas penampilan selama Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung.


Kontingen Dayung Padang Diperkuat 30 Atlet


Pada ajang Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026, kontingen dayung Kota Padang diperkuat oleh 30 atlet putra dan putri yang siap berkompetisi dalam cabang olahraga tersebut.


Keikutsertaan para atlet ini menjadi bagian dari upaya Kota Padang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperjuangkan prestasi di tingkat provinsi. Setiap atlet diharapkan mampu menjalani pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kontribusi bagi kontingen daerah.


Dengan jumlah atlet yang cukup besar, kontingen dayung Kota Padang memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi dan kemampuan yang telah dibangun melalui proses latihan serta pembinaan.


Raihan medali emas pada nomor 1.000 meter menjadi salah satu hasil positif yang diharapkan dapat memacu semangat atlet lainnya. Keberhasilan tersebut juga dapat menjadi motivasi bersama untuk terus berjuang dalam setiap nomor pertandingan yang diikuti.


Selain mengejar medali, keikutsertaan dalam Porprov juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, serta mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani.


Pengalaman menghadapi persaingan di tingkat provinsi diharapkan dapat membantu atlet meningkatkan kesiapan mental dan teknis. Dengan demikian, mereka dapat terus berkembang dan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.


Fokus Persiapan Menuju Kejurnas Desember 2026


Usai mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat, tim dayung Kota Padang dijadwalkan melanjutkan persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.


Agenda tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi para atlet untuk mempertahankan semangat berlatih sekaligus meningkatkan kualitas kemampuan agar dapat bersaing di tingkat nasional.


Muhammad Lutfi menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekan setim akan kembali memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi kejuaraan tersebut. Hasil positif di Porprov diharapkan menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan diri sekaligus bahan evaluasi guna memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan selama pertandingan.


Persiapan menuju Kejurnas tentu membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Para atlet perlu menjaga kondisi fisik, meningkatkan daya tahan, memperkuat koordinasi, serta mematangkan teknik dan strategi yang diperlukan sesuai nomor pertandingan.


Selain itu, evaluasi terhadap penampilan selama Porprov menjadi bagian penting untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan. Dengan persiapan yang lebih terarah, tim dayung Kota Padang diharapkan dapat tampil lebih kompetitif saat menghadapi atlet dari berbagai daerah di Indonesia.


Bagi para atlet, pencapaian di Porprov menjadi penyemangat untuk tidak cepat berpuas diri. Medali emas yang diraih harus menjadi dorongan untuk terus berlatih dan menjaga komitmen dalam mengejar prestasi yang lebih tinggi.


Medali Emas Jadi Motivasi Tingkatkan Prestasi


Keberhasilan atlet putra dayung Kota Padang meraih medali emas pada nomor 1.000 meter menjadi kabar positif bagi perkembangan olahraga dayung di Kota Padang. Prestasi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja keras, latihan yang berkelanjutan, dan semangat juang dalam mencapai target yang telah ditetapkan.


Capaian itu juga diharapkan dapat menginspirasi atlet-atlet muda untuk menekuni olahraga dayung dan berani berkompetisi dalam berbagai kejuaraan. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, para atlet diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan keterampilan, dan meraih prestasi yang lebih baik.


Porprov XVI Sumbar 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet untuk membangun mental kompetitif, memperluas pengalaman, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam tim.


Bagi kontingen dayung Kota Padang, raihan emas tersebut menjadi langkah awal untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik pada rangkaian pertandingan berikutnya. Seluruh atlet diharapkan mampu menjaga kondisi, meningkatkan fokus, dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.


Dengan semangat dan persiapan yang terus ditingkatkan, tim dayung Kota Padang optimistis dapat melanjutkan perjuangan menuju Kejurnas Desember 2026. Harapannya, prestasi di tingkat provinsi dapat menjadi bekal berharga untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama baik Kota Padang melalui olahraga dayung.


Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kerja sama. Medali emas yang diraih pada Porprov XVI Sumbar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan saat ini, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi para atlet untuk terus berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi pada masa mendatang. (**)

 


SUMBARNET – Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengajak seluruh pelaku usaha sektor gastronomi untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan potensi kuliner sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kuliner Kota Padang semakin dikenal di tingkat nasional hingga menembus pasar internasional.


Ajakan itu disampaikan Fadly Amran saat menggelar temu ramah bersama para pelaku usaha sektor gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk mempererat komunikasi, menyerap aspirasi dunia usaha, sekaligus membangun sinergi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi gastronomi di Kota Padang.


Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat, Rina Pangeran, serta pimpinan organisasi perjalanan umrah dan haji di Kota Padang.


Turut hadir perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta para pelaku usaha sektor gastronomi di Kota Padang.


Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menegaskan bahwa sektor gastronomi memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya tarik pariwisata Kota Padang.


Menurutnya, gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga mencakup kekayaan budaya, tradisi, kreativitas, serta identitas daerah yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Kota Padang yang dikenal luas dengan kekayaan kuliner Minangkabau dinilai memiliki modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri pariwisata.


Fadly menyampaikan bahwa pertemuan dengan para pelaku usaha menjadi kesempatan penting untuk menyatukan pandangan antara pemerintah dan dunia usaha. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai peluang pengembangan gastronomi diharapkan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.


Padang Bidik UNESCO Creative Cities Network Bidang Gastronomi 2027


Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang adalah upaya mendorong kota tersebut masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO pada bidang gastronomi tahun 2027.


Fadly Amran mengungkapkan, saat ini Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UCCN 2027 pada bidang gastronomi. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan keterlibatan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama pelaku usaha yang menjadi bagian penting dalam ekosistem kuliner daerah.


Menurutnya, keberhasilan dalam proses tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi dunia usaha, komunitas, pelaku industri pariwisata, serta masyarakat yang selama ini menjaga dan mengembangkan kekayaan kuliner Kota Padang.


“Saat ini, Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang gastronomi. Kami mengharapkan kolaborasi para pelaku usaha agar cita-cita ini dapat terwujud,” ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan, pengembangan gastronomi perlu dilakukan secara terencana dengan mengedepankan kekuatan kuliner lokal, inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, serta promosi yang mampu menjangkau pasar lebih luas.


Kota Padang memiliki beragam kekayaan kuliner yang telah dikenal masyarakat Indonesia, mulai dari rendang hingga berbagai hidangan khas Minangkabau lainnya. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui penguatan identitas produk, peningkatan kualitas penyajian, inovasi usaha, dan pengembangan pengalaman wisata berbasis kuliner.


Fadly berharap para pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga mulai melihat peluang untuk memperluas jangkauan usaha hingga tingkat nasional dan internasional.


“Kita ingin Kota Padang mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan gastronomi. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global dan mampu menembus pasar internasional,” katanya.


Ia menilai, pengakuan internasional terhadap kekayaan gastronomi Kota Padang dapat menjadi peluang untuk memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata kuliner. Namun, upaya tersebut perlu disertai kesiapan ekosistem usaha, kualitas produk, pelayanan, promosi, dan kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.


Karena itu, Pemko Padang mendorong agar pengembangan gastronomi menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai sektor, termasuk perhotelan, restoran, biro perjalanan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan industri pariwisata.


Peluang Gelar Pameran Gastronomi dan Event Internasional


Fadly Amran juga menilai peluang masuk dalam jaringan kota kreatif dunia dapat membuka ruang lebih luas bagi Kota Padang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.


Menurutnya, pengembangan event gastronomi dapat menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan kuliner khas Padang kepada wisatawan, investor, serta masyarakat dari berbagai negara. Kegiatan tersebut juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, restoran, transportasi, perdagangan, dan jasa pariwisata.


“Apabila kita sudah masuk dalam jaringan kota kreatif dunia, kita akan memiliki kesempatan mengembangkan berbagai kegiatan berskala internasional. Kita bisa dorong agar pameran gastronomi dapat diselenggarakan di Kota Padang, dan berbagai event internasional,” ungkapnya.


Ia berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan kegiatan yang melibatkan pelaku usaha secara aktif. Dengan demikian, berbagai agenda promosi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan memperluas pasar bagi produk lokal.


Fadly menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha untuk menyambut peluang tersebut, antara lain melalui peningkatan mutu produk, konsistensi cita rasa, kebersihan, pelayanan, kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.


Selain itu, penguatan kerja sama antarpelaku usaha juga diperlukan agar promosi gastronomi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Restoran, hotel, biro perjalanan, dan pelaku UMKM diharapkan dapat saling mendukung dalam menghadirkan pengalaman wisata kuliner yang menarik bagi pengunjung.


Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, ingin menjadikan kekayaan gastronomi sebagai salah satu keunggulan daerah yang mampu meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus menciptakan peluang usaha baru.


Puluhan Ribu Pelaku Usaha Kuliner Jadi Kekuatan Ekonomi Padang


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, memaparkan besarnya potensi sektor kuliner yang berkembang di Kota Padang.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang. Pelaku usaha tersebut berasal dari berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga usaha besar.


Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki peran penting dalam aktivitas perekonomian daerah. Selain menjadi sumber pendapatan bagi pemilik usaha, sektor ini juga melibatkan tenaga kerja, pemasok bahan baku, petani, pedagang, penyedia jasa distribusi, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.


Fauzan menilai, keberadaan ribuan pelaku usaha kuliner merupakan modal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu destinasi gastronomi unggulan.


Namun, besarnya jumlah pelaku usaha juga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan daya saing. Pembinaan usaha, kemudahan perizinan, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar menjadi bagian penting agar potensi tersebut dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah.


Selain sektor kuliner, Fauzan menyebutkan bahwa industri perhotelan, restoran, dan hiburan juga menunjukkan perkembangan yang dapat dilihat dari realisasi pajak serta perputaran omzet usaha.


Berdasarkan data realisasi pajak yang dipaparkan, total omzet dari tiga sektor yang berkaitan dengan gastronomi, yakni perhotelan, restoran, dan hiburan, mencapai sekitar Rp1,7 triliun sepanjang 2025.


Angka tersebut menggambarkan besarnya aktivitas ekonomi yang ditopang oleh sektor-sektor tersebut sekaligus menunjukkan peluang pengembangan yang masih terbuka.


Menurut Fauzan, peningkatan aktivitas gastronomi dapat memberikan dampak berantai terhadap sektor ekonomi lainnya. Ketika kunjungan wisatawan meningkat dan kegiatan kuliner berkembang, kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, jasa perjalanan, hingga produk UMKM juga berpotensi mengalami peningkatan.


Oleh sebab itu, pengembangan gastronomi perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh agar manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kelompok usaha dan masyarakat.


Omzet Tiga Sektor Capai Rp1,3 Triliun hingga September 2026

Fauzan Ibnovi juga mengungkapkan bahwa hingga September 2026, omzet yang tercatat dari sektor perhotelan, restoran, dan hiburan telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun.


Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas ekonomi pada sektor-sektor yang berkaitan dengan gastronomi di Kota Padang.


“Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi bahwa capaian pada 2026 akan melampaui angka 2025, mengingat masih ada tiga bulan tersisa dan periode akhir tahun biasanya menjadi masa yang optimal bagi sektor-sektor tersebut,” ujar Fauzan.


Ia menjelaskan, sisa waktu hingga akhir tahun masih memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan aktivitas bisnis. Momentum liburan, kegiatan masyarakat, perjalanan wisata, dan berbagai agenda akhir tahun dapat menjadi faktor pendukung bagi perkembangan usaha, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pasar dan realisasi kegiatan ekonomi.


Pemko Padang berharap tren tersebut dapat terus dijaga melalui peningkatan kualitas produk, pelayanan, serta penciptaan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.


Fauzan juga menekankan bahwa data omzet tersebut menjadi gambaran mengenai besarnya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha.

Dengan penguatan ekosistem gastronomi, Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor kuliner dan industri pendukungnya terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.


Potensi 40 Ribu Jemaah Umrah Jadi Peluang Ekonomi


Selain sektor kuliner, perhotelan, dan hiburan, Fauzan Ibnovi turut menyoroti potensi ekonomi dari aktivitas perjalanan umrah dan haji yang berkaitan dengan Kota Padang dan wilayah sekitarnya.


Ia menyebutkan, terdapat sekitar 40 ribu jemaah umrah setiap tahun yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan peluang ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kota Padang.


Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antara biro perjalanan, hotel, restoran, penyedia transportasi, serta pelaku usaha kuliner dan jasa lainnya.


Fauzan menilai, kebutuhan jemaah sebelum keberangkatan maupun setelah kembali dari perjalanan dapat menjadi peluang bagi berbagai sektor usaha, sepanjang dikembangkan melalui layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Keterlibatan pelaku usaha gastronomi dalam ekosistem perjalanan juga berpotensi memperluas pasar bagi produk kuliner lokal. Restoran dan penyedia makanan dapat mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan rombongan perjalanan, sementara hotel dan biro perjalanan dapat menjajaki bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.


Namun, peluang tersebut membutuhkan koordinasi dan strategi pemasaran yang tepat agar aktivitas perjalanan umrah benar-benar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Kota Padang.


Karena itu, pertemuan dengan organisasi perjalanan umrah dan haji dinilai penting untuk membuka komunikasi lintas sektor. Pemerintah berharap pelaku usaha dapat mengidentifikasi peluang kerja sama sekaligus menyusun langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi pasar yang tersedia.


Pemko Padang Siapkan Iklim Usaha yang Lebih Kondusif


Dalam upaya memperkuat sektor gastronomi, Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif bagi pelaku usaha maupun investor.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya memberikan kemudahan berusaha dan investasi, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta melakukan pembenahan lingkungan dan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi.


Menurutnya, pengembangan gastronomi tidak dapat dilepaskan dari kualitas lingkungan kota dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. Kawasan usaha yang tertata, lingkungan yang bersih, akses transportasi yang memadai, serta pelayanan yang baik akan membantu meningkatkan daya tarik Kota Padang sebagai destinasi wisata kuliner.


Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa proses perizinan dapat diakses dengan baik oleh pelaku usaha, terutama UMKM yang menjadi bagian besar dari ekosistem kuliner daerah.


Dengan dukungan kebijakan yang tepat, para pelaku usaha diharapkan dapat lebih leluasa mengembangkan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang investasi baru.


Fadly berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari penguatan kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan para pelaku usaha. Aspirasi yang disampaikan dalam forum itu diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program pengembangan gastronomi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.


Sementara itu, Fauzan Ibnovi menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan agar pertumbuhan sektor gastronomi tidak hanya terlihat dari peningkatan omzet, tetapi juga memberikan dampak terhadap daya saing produk lokal dan kesejahteraan masyarakat.


“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami berharap sektor gastronomi dapat terus berkembang, memperluas peluang investasi, meningkatkan daya saing kuliner lokal, serta memperkuat posisi Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.


Kolaborasi Jadi Kunci Gastronomi Padang Mendunia


Temu ramah antara Wali Kota Padang dan para pelaku usaha sektor gastronomi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi peluang ekonomi ke depan.


Dengan sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif, omzet sektor perhotelan, restoran, dan hiburan yang mencapai sekitar Rp1,7 triliun pada 2025, serta potensi perjalanan umrah yang melibatkan puluhan ribu jemaah setiap tahun, Kota Padang memiliki sejumlah peluang yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.


Tantangan selanjutnya adalah memastikan potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kualitas layanan, memperluas pasar, dan memperkuat identitas gastronomi daerah.


Upaya Kota Padang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network bidang gastronomi tahun 2027 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat arah pembangunan sektor tersebut.


Pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan aktif para pelaku usaha, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat untuk membangun ekosistem gastronomi yang berdaya saing serta berkelanjutan.


Fadly Amran berharap kuliner khas Padang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Melalui inovasi, peningkatan kualitas, promosi yang tepat, serta kerja sama lintas sektor, gastronomi diharapkan menjadi salah satu kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas peluang usaha di Kota Padang.


Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, Kota Padang optimistis dapat terus mengembangkan kekayaan kulinernya menjadi daya tarik pariwisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (**)

 


SUMBARNET – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melepas 12 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Padang yang akan mewakili Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 14–18 Oktober 2026.


Pelepasan atlet berlangsung di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Padang terhadap perjuangan para atlet penyandang disabilitas intelektual yang telah menunjukkan kemampuan dan prestasi hingga terpilih untuk berlaga di tingkat nasional.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Eka Putra Buhari, Ketua SOIna Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus SOIna Kota Padang, serta para orang tua atlet.


Dalam kesempatan itu, Maigus Nasir menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada 12 atlet yang dipercaya memperkuat kontingen Sumatera Barat. Menurutnya, kesempatan tampil pada ajang nasional merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi terbaik mereka.


“Atas nama Pemko Padang, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada anak-anak kita yang terpilih mewakili Sumatera Barat. Ini bukan hal mudah, karena mereka berhasil terpilih dari sekian banyak atlet untuk berlaga di tingkat nasional,” ujar Maigus Nasir.


Ia menegaskan, keikutsertaan para atlet dalam Pesonas II 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar prestasi dan meraih medali, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pembinaan, latihan, disiplin, dan dukungan lingkungan.


Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas intelektual. Setiap atlet berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berlatih, berkompetisi, mengembangkan bakat, serta memperoleh penghargaan atas usaha dan prestasi yang diraih.


Pesan Wawako: Jaga Semangat, Percaya Diri, dan Berikan Kemampuan Terbaik


Menjelang keberangkatan ke Kota Kupang, Maigus Nasir berpesan agar seluruh atlet menjaga semangat, meningkatkan rasa percaya diri, serta tetap fokus selama mengikuti pertandingan. Ia juga mengingatkan para atlet untuk mematuhi arahan pelatih, menjaga kekompakan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan maupun tantangan selama kompetisi berlangsung.


Maigus berharap para atlet mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Baginya, perjuangan selama menjalani latihan hingga berhasil terpilih mewakili Sumatera Barat merupakan modal penting untuk menghadapi pertandingan dengan penuh keyakinan.


“Jangan pernah menyerah sebelum bertanding, ikuti arahan pelatih, jaga semangat, dan berikan yang terbaik. Saya berharap 12 atlet SOIna Kota Padang mampu menorehkan prestasi dan membawa pulang medali untuk Sumatera Barat,” katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi turut dipengaruhi kesiapan mental, ketenangan, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga konsentrasi selama bertanding.


Karena itu, Maigus meminta para atlet agar tidak terbebani oleh target kemenangan. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadikan kompetisi nasional tersebut sebagai pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan, memperluas pergaulan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun semangat berprestasi.


“Tidak ada yang tidak mungkin sebelum kita berjuang. Dengan semangat, ketenangan, kekompakan, dukungan orang tua, dan bimbingan pelatih, mudah-mudahan anak-anak kita mampu melampaui harapan dan mengukir prestasi,” tuturnya.


Maigus juga berharap seluruh atlet dapat menjaga kesehatan selama persiapan, perjalanan, hingga pelaksanaan pertandingan. Menurutnya, kondisi fisik yang terjaga dan kesiapan mental yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang penampilan atlet di lapangan.


Pemko Padang Tegaskan Komitmen terhadap Olahraga Inklusif


Lebih lanjut, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemko Padang untuk terus mendukung pengembangan olahraga inklusif, termasuk pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual melalui SOIna.


Dukungan terhadap atlet SOIna dinilai penting agar mereka memperoleh ruang yang memadai untuk mengembangkan kemampuan, mengikuti kompetisi, dan meraih prestasi sesuai potensi masing-masing.


Ia menekankan bahwa keterbatasan fisik maupun kondisi intelektual tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang dalam meraih cita-cita. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan berkompetisi yang setara, para atlet dapat menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.


Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas, termasuk melalui pengembangan kegiatan olahraga yang memberikan ruang partisipasi bagi semua orang.


Maigus berharap keberhasilan 12 atlet SOIna Kota Padang menembus ajang Pesonas II 2026 dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas intelektual, agar terus memberikan dukungan terhadap minat dan bakat anak-anak mereka.


Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memandang atlet SOIna bukan berdasarkan keterbatasan yang dimiliki, melainkan melalui perjuangan, kedisiplinan, semangat, dan kemampuan yang mereka tunjukkan.


Dengan demikian, olahraga dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat kemandirian, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman.


12 Atlet Peraih Medali Emas PeSODa Sumbar 2024


Sementara itu, Ketua SOIna Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemko Padang atas dukungan yang diberikan kepada para atlet SOIna. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu dorongan penting bagi atlet untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.


Sri Hayati menjelaskan, sebanyak 12 atlet SOIna Kota Padang yang akan memperkuat kontingen Sumatera Barat pada Pesonas II 2026 merupakan atlet berprestasi yang sebelumnya berhasil meraih medali emas pada Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024.


Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa para atlet memiliki potensi yang patut dikembangkan melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Keberhasilan meraih medali emas pada tingkat daerah sekaligus menjadi bekal dan motivasi untuk menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.


Pada Pesonas II 2026, para atlet akan berkompetisi dalam sejumlah cabang olahraga, di antaranya atletik, renang, bocce, senam ritmik, dan tenis meja.

Keikutsertaan dalam berbagai cabang olahraga tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur hasil latihan, meningkatkan kemampuan, serta memperkaya pengalaman bertanding dalam suasana kompetisi nasional.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang atas dukungan yang diberikan. Kami berharap anak-anak tetap sehat, bersemangat, dan mampu meraih prestasi terbaik,” ujar Sri Hayati.


Ia berharap dukungan yang selama ini diberikan pemerintah daerah dapat terus berlanjut, sehingga pembinaan atlet SOIna Kota Padang dapat berjalan lebih optimal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas kesempatan atlet dalam memperoleh pelatihan, mengikuti kompetisi, dan meningkatkan kualitas prestasi.


Sri Hayati juga menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus SOIna, pelatih, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan atlet. Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dan perhatian dari berbagai pihak.


Dengan adanya dukungan yang konsisten, ia optimistis para atlet dapat terus berkembang, baik dari sisi keterampilan olahraga maupun kepercayaan diri dan kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Peran Orang Tua dan Pelatih Jadi Penguat Mental Atlet


Dalam kegiatan pelepasan tersebut, dukungan orang tua juga menjadi perhatian penting. Kehadiran para orang tua menunjukkan dukungan keluarga terhadap perjuangan anak-anak mereka dalam menekuni olahraga dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan nasional.


Maigus Nasir menilai peran keluarga memiliki arti besar dalam membangun mental atlet. Dorongan, perhatian, doa, dan pendampingan dari orang tua dapat membantu atlet merasa lebih tenang serta percaya diri ketika menghadapi kompetisi.


Selain keluarga, pelatih juga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan atlet, mulai dari penguasaan teknik, kedisiplinan berlatih, pengaturan strategi, hingga pembentukan sikap sportif selama bertanding.


Karena itu, ia berharap seluruh atlet dapat menjaga komunikasi dengan pelatih dan mengikuti setiap arahan yang diberikan. Semangat kebersamaan dan saling mendukung juga diharapkan menjadi kekuatan bagi kontingen Sumatera Barat selama mengikuti Pesonas II 2026.


Pelepasan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada para atlet agar berangkat dengan penuh keyakinan, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta menjunjung tinggi sportivitas.


Pesonas II 2026 Jadi Ajang Pengembangan Potensi Atlet


Sri Hayati menjelaskan bahwa Pekan Special Olympics Nasional merupakan ajang olahraga nasional bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna).


Selain menjadi wadah kompetisi dan pengembangan potensi atlet, Pesonas juga berperan dalam memperluas kesempatan bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepercayaan diri melalui interaksi dengan peserta dari berbagai daerah.


Menurutnya, ajang tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan pembinaan atlet SOIna, karena memberikan ruang bagi para atlet untuk menunjukkan hasil latihan dan membuktikan kemampuan mereka di tingkat nasional.


Ia juga menyebutkan bahwa Pesonas menjadi bagian dari persiapan menuju Special Olympics World Games 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Santiago, Chile.


Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh dalam kompetisi nasional diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para atlet untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri menghadapi peluang kompetisi yang lebih luas.


Bagi 12 atlet asal Kota Padang, keikutsertaan dalam Pesonas II 2026 merupakan kesempatan untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih pada PeSODa Sumbar 2024 sekaligus membawa semangat daerah ke panggung nasional.


Harapan Membawa Pulang Prestasi untuk Sumatera Barat


Pemko Padang berharap keberangkatan 12 atlet SOIna tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih keberhasilan apabila mendapatkan dukungan yang tepat.


Maigus Nasir berharap para atlet dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar, menjaga kesehatan, tetap kompak, serta menikmati setiap proses pertandingan. Ia juga menginginkan agar pengalaman yang diperoleh selama Pesonas dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi pada masa mendatang.


Dukungan pemerintah daerah, pengurus SOIna, pelatih, dan keluarga diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mengantarkan para atlet mencapai hasil terbaik.


Dengan bekal prestasi sebagai peraih medali emas PeSODa Sumbar 2024, 12 atlet SOIna Kota Padang diharapkan mampu tampil maksimal pada Pesonas II 2026 di Kota Kupang, 14–18 Oktober mendatang.


Keberangkatan mereka membawa harapan besar bagi Kota Padang dan Sumatera Barat. Lebih dari sekadar mengejar medali, perjuangan para atlet diharapkan menjadi inspirasi tentang arti kerja keras, keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.


Melalui dukungan yang berkelanjutan dan pembinaan olahraga yang inklusif, Pemko Padang berharap semakin banyak atlet penyandang disabilitas intelektual yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga. (**)

 


PADANG, – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta bimbingan para tokoh yang dihormati masyarakat. Di Minangkabau, peran ninik mamak dan bundo kanduang menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan membentuk generasi yang bermartabat.


Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dalam Pendampingan Keluarga dan Calon Pengantin yang dibuka Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., di salah satu hotel di Kota Padang, baru-baru ini.


Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan ninik mamak dan bundo kanduang dalam mendampingi keluarga, terutama pasangan yang sedang mempersiapkan diri memasuki kehidupan pernikahan. Pembekalan tersebut diharapkan membantu calon pengantin memahami pentingnya kesiapan membangun rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan berketahanan.


Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga mempertemukan dua keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan tanggung jawab yang harus dijalani bersama. Karena itu, pendampingan dari orang-orang yang memahami nilai adat dan kehidupan bermasyarakat dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika rumah tangga.


Dalam tatanan adat Minangkabau, ninik mamak memiliki peran dalam membimbing kemenakan, sedangkan bundo kanduang menjadi figur penting dalam keluarga dan pewarisan nilai-nilai kehidupan. Keterlibatan keduanya diharapkan mampu memperkuat komunikasi, menanamkan tanggung jawab, serta menjaga nilai-nilai luhur adat dalam kehidupan keluarga.


Bimtek ini juga merupakan bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Evi Yandri Rajo Budiman sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan peran tokoh adat dalam kehidupan sosial, khususnya dalam membangun keluarga yang siap menghadapi tantangan zaman.


Penguatan kapasitas para tokoh adat menjadi penting agar pendampingan terhadap keluarga dan calon pengantin dapat berjalan lebih terarah. Dengan pemahaman yang semakin baik, ninik mamak dan bundo kanduang diharapkan dapat menjadi mitra keluarga dalam menanamkan nilai saling menghormati, tanggung jawab, dan kebersamaan.


Lebih jauh, keluarga yang harmonis diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkarakter, menghargai adat, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Sinergi antara keluarga, tokoh adat, dan masyarakat pun menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Minangkabau di tengah perubahan zaman.


Melalui kegiatan ini, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Ketika ninik mamak dan bundo kanduang menjalankan perannya dengan baik, nilai adat dapat terus hidup dalam keluarga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Adat kuat, keluarga hebat, generasi bermartabat. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

 


PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman. Kondisi inilah yang menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, saat meninjau SLB Negeri 1 Padang, baru-baru ini. 


Kunjungan tersebut dilakukan setelah Evi Yandri menerima berbagai aspirasi dari para guru mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dinilai memprihatinkan. Keluhan itu mendorongnya untuk melihat langsung keadaan di lapangan.


Bagi para guru, fasilitas pendidikan bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan sarana yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhan mereka.


Dalam beberapa hari terakhir, Evi Yandri mengaku mendengar langsung keluhan para guru. Salah satu persoalan yang mencuat adalah minimnya fasilitas belajar yang disebut belum pernah tersentuh bantuan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.


Berangkat dari aspirasi tersebut, Evi Yandri memilih memastikan sendiri kondisi sekolah. Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan yang disampaikan para pendidik sekaligus melihat persoalan yang perlu mendapat perhatian.


"Saya datang untuk memastikan secara langsung kondisi yang disampaikan para guru. Anak-anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak," ujar Evi Yandri.


Pernyataan itu menegaskan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman diharapkan dapat membantu peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik, sekaligus mendukung tugas para guru dalam mendampingi mereka.


Evi Yandri juga menyatakan bahwa aspirasi para guru akan menjadi perhatian serius agar kebutuhan sarana dan prasarana SLB Negeri 1 Padang dapat segera diperjuangkan. Harapan tersebut menjadi penting bagi sekolah yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.


Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut dari aspirasi tersebut. Peninjauan Evi Yandri diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perhatian terhadap kebutuhan SLB Negeri 1 Padang, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -538 Atlet Kota Bukittinggi, terus berjuang pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026, yang berlangsung dari 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah cabang olahraga telah menyelesaikan pertandingan dan mencatatkan hasil membanggakan berdasarkan rekapitulasi sementara perolehan medali.


Hingga 9 Oktober 2026 Kota Bukittinggi, sejumlah cabang olahraga Kota Bukittinggi, telah memberikan hasil terbik. Seperti halnya atlet cabang olahraga Sambo, yang  meraih 12 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu. Hasil itu, membuat Bukittinggi menjadi Juara Umum I, pada cabor baru di 2026 itu.


Sementara itu, dari cabor Muaythai, atlet Bukittinggi berhasil meraih 4 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu dengan predikat Juara Umum II. Cabang olahraga Taekwondo juga mencatatkan prestasi dengan perolehan 5 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu serta predikat Juara Umum III. Sejumlah prestasi, juga diraih atlet Bukittinggi dari cabang olahraga lainnya.


Hingga hari ke delapan pelaksanaan Proprov Sumbar 2026, Kota Bukittinggi telah meraih 104 medali. Dengan rincian, 39 medali emas, 31 medali perak dan 34 perunggu.

Prestasi tersebut, menjadi bukti kerja keras atlet, pelatih dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan olahraga di Kota Bukittinggi. Di luar perolehan medali, setiap pertandingan juga menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding dan mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Sejumlah atlet dari cabang olahraga yang telah menyelesaikan pertandingan, mulai kembali ke Kota Bukittinggi setelah menuntaskan perjuangan di arena pertandingan. Setiap pertandingan, menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding dan mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya. 


Pemerintah Kota Bukittinggi mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah menyelesaikan pertandingan. Setiap atlet telah memberikan kontribusi bagi daerah melalui partisipasi, dedikasi dan semangat untuk mengharumkan nama Kota Bukittinggi.


Kepulangan atlet juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pertandingan, mengidentifikasi potensi yang perlu dikembangkan, serta memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Dari Kota Perjuangan, lahir semangat perjuangan. Setiap langkah atlet di arena pertandingan merupakan bagian dari upaya membangun prestasi olahraga dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kota Bukittinggi. (**)

 



SUMBARNET – Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata terus mendorong penguatan sinergi dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan nagari.


Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI melalui peran kewilayahan untuk mendukung program pembangunan pemerintah, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.


Penguatan sinergi antara Kodim 0306/50 Kota, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan program KDMP berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.


Melalui kerja sama yang solid, program KDMP diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengembangan koperasi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, memperluas akses ekonomi masyarakat, serta menciptakan aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga.


Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh elemen. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, pembangunan ekonomi desa tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan komunikasi yang baik, koordinasi berkesinambungan, serta komitmen bersama agar setiap program dapat terlaksana sesuai sasaran.


“Penguatan sinergi dalam mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami dari Kodim 0306/50 Kota siap mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan di wilayah, termasuk melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat,” kata Dandim.


KDMP Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengelolaan usaha yang terorganisasi, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal.


Keberadaan koperasi di tingkat desa dan nagari memiliki peluang untuk mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat dengan potensi usaha yang tersedia di wilayah masing-masing. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara bersama-sama.


Selain itu, penguatan koperasi juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, serta memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.


Dalam pelaksanaannya, dukungan berbagai pihak sangat diperlukan, mulai dari tahap koordinasi, penyiapan sarana dan prasarana, pendampingan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan koperasi.


Kodim 0306/50 Kota melalui fungsi pembinaan teritorial dapat berperan dalam memperkuat komunikasi kewilayahan, membantu membangun koordinasi dengan unsur terkait, serta mendorong partisipasi masyarakat agar program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan dan potensi wilayah.


Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan dan keberlanjutan koperasi.


Perkuat Koordinasi dan Gotong Royong


Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menilai bahwa koordinasi yang baik merupakan fondasi penting dalam menjalankan program pembangunan. Setiap unsur yang terlibat perlu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus menjaga komunikasi agar pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan efektif.


Keterlibatan pemerintah daerah, perangkat nagari, pengelola koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi desa yang kuat.


Menurutnya, semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia perlu terus dipertahankan dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembangunan.


Melalui semangat kebersamaan tersebut, berbagai potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal. Masyarakat juga diharapkan semakin terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan koperasi, baik sebagai anggota, pengelola, maupun pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di lingkungan masing-masing.


“Tujuan yang ingin kita dorong adalah bagaimana program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan gotong royong harus terus diperkuat. Kami berharap semua pihak dapat menjalankan perannya dengan baik sehingga KDMP dapat berkembang, dikelola secara profesional, dan benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Tata Kelola yang Baik Menjadi Kunci Keberhasilan


Selain memperkuat sinergi, keberhasilan KDMP juga membutuhkan pengelolaan kelembagaan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.


Koperasi perlu dibangun dengan memperhatikan kebutuhan riil masyarakat, potensi ekonomi setempat, serta peluang usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan secara berkelanjutan.


Perencanaan usaha yang matang, pengelolaan keuangan yang tertib, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan keterlibatan anggota menjadi sejumlah aspek penting dalam menjaga keberlangsungan koperasi.


Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam menghadapi perubahan kebutuhan ekonomi masyarakat.


Di sisi lain, pendampingan dan koordinasi lintas sektor perlu dilakukan secara berkesinambungan agar berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara tepat.


Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan koperasi yang sehat, memiliki arah usaha yang jelas, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa dan nagari.


Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat

Penguatan KDMP juga sejalan dengan harapan untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi. Desa dan nagari memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor perdagangan, pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai produk unggulan lokal.


Apabila potensi tersebut dikelola secara tepat dan didukung kelembagaan yang kuat, kegiatan ekonomi masyarakat berpeluang tumbuh lebih baik.


Koperasi diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama antaranggota, mengembangkan usaha produktif, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk masyarakat.


Karena itu, keberhasilan program KDMP perlu dilihat bukan hanya dari pembangunan fisik atau pembentukan kelembagaan, melainkan juga dari kemampuan koperasi menjalankan kegiatan usaha secara nyata dan memberikan manfaat berkelanjutan kepada anggotanya.


Dalam konteks tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.


Dukungan kewilayahan yang terkoordinasi diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap berbagai kegiatan pembangunan yang berlangsung di daerahnya.


Dandim Berharap Sinergi Terus Berlanjut


Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap kerja sama antara seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar program KDMP berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Ia juga berharap masyarakat dapat mengambil bagian secara aktif dalam mendukung keberadaan koperasi, menjaga kepercayaan, serta membangun budaya usaha yang produktif dan bertanggung jawab.


“Harapan kami, KDMP dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di desa dan nagari. Dengan dukungan semua pihak, pengelolaan yang baik, serta partisipasi aktif masyarakat, kita ingin mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” kata Dandim.


Menurutnya, pembangunan yang kuat harus dimulai dari wilayah terkecil, termasuk desa dan nagari. Apabila ekonomi masyarakat di tingkat bawah tumbuh dengan baik, hal tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah secara lebih luas.


Komitmen untuk memperkuat sinergi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar setiap program pembangunan dapat dilaksanakan secara kolaboratif, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan manfaatnya.


Dengan koordinasi yang baik, keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan koperasi yang profesional, KDMP diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Lima Puluh Kota.


Pada akhirnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan kelembagaan, tetapi juga pada komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan kualitas pengelolaan, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.


Kodim 0306/50 Kota pun diharapkan terus mengambil bagian dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama kewilayahan, sejalan dengan semangat pengabdian TNI untuk hadir bersama masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.


Melalui sinergi yang semakin kuat, program KDMP diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, memperluas kesempatan ekonomi, dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa dan nagari yang mandiri, produktif, serta semakin sejahtera. (**)