SUMBARNET - Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia.


Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap seluruh Polisi Wanita yang selama ini telah memberikan pengabdian, dedikasi serta kontribusi nyata dalam menjalankan tugas-tugas Kepolisian Republik Indonesia.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan, keberadaan Polwan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


Menurutnya, Polwan tidak hanya menjadi bagian pelengkap dalam institusi Kepolisian, namun telah menunjukkan kemampuan, profesionalisme dan dedikasi yang tinggi dalam berbagai bidang penugasan.


“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Pasaman Barat, saya mengucapkan selamat Hari Jadi Polisi Wanita Republik Indonesia. Semoga Polwan Indonesia semakin profesional, semakin presisi dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menyebutkan, selama perjalanan panjang pengabdian Polwan di Indonesia, banyak prestasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian. 


Polwan saat ini telah mengambil peran di berbagai lini, mulai dari pelayanan masyarakat, penegakan hukum, perlindungan perempuan dan anak, hingga menduduki sejumlah jabatan strategis dalam institusi Polri.


Menurut AKBP Agung Tribawanto, momentum Hari Jadi Polwan hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh anggota Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.


“Peringatan Hari Jadi Polwan ini memiliki makna penting sebagai momentum untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian para pendahulu Polwan, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi Polwan saat ini untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.


Kapolres berharap seluruh Polwan, khususnya yang bertugas di jajaran Polres Pasaman Barat, senantiasa mampu menjadi sosok polisi yang humanis, profesional, berintegritas dan dekat dengan masyarakat.


Selain itu, Polwan juga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat ini.


“Polwan harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas serta mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi dan teknologi. Tantangan tugas Kepolisian ke depan semakin kompleks dan membutuhkan sumber daya manusia yang unggul serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” ungkapnya.


AKBP Agung Tribawanto menambahkan, peran Polwan sangat dibutuhkan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Dengan karakter yang humanis dan kemampuan komunikasi yang baik, Polwan diharapkan dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Menurutnya, kehadiran Polwan juga sangat penting dalam penanganan berbagai persoalan sosial, terutama yang berkaitan dengan perempuan, anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan khusus.


“Polwan memiliki karakter dan kemampuan tersendiri dalam menjalankan tugas. Kehadiran mereka sangat membantu Polri dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.


Dalam momentum Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ini, Kapolres Pasaman Barat juga menyampaikan harapannya agar seluruh personel Polwan terus menjaga nama baik institusi Polri dan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah kehidupan masyarakat.


Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan, loyalitas dan soliditas dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


“Harapan kami, Polwan Indonesia, khususnya Polwan Polres Pasaman Barat, terus menjadi perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta tetap menjaga kehormatan institusi Polri,” tuturnya.


Lebih lanjut, AKBP Agung Tribawanto mengajak seluruh anggota Polwan untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Polwan sebagai momentum memperkuat komitmen dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.


Dengan semangat transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat, peran Polwan diharapkan semakin besar dalam mendukung terwujudnya pelayanan Kepolisian yang Presisi.


“Semoga di usia pengabdian Polwan yang terus bertambah, seluruh Polwan Indonesia semakin maju, semakin profesional, semakin dicintai masyarakat dan senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas AKBP Agung Tribawanto.


Peringatan Hari Jadi Polisi Wanita Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah panjang keterlibatan perempuan dalam institusi Kepolisian. Sejak awal pembentukannya, Polwan telah menunjukkan peran penting dalam mendukung berbagai tugas negara dan pelayanan kepada masyarakat.


Hingga saat ini, Polwan terus berkembang dan mengambil peran strategis dalam berbagai bidang penugasan. Dengan kemampuan, dedikasi dan profesionalisme yang dimiliki, Polwan diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin modern, humanis dan dipercaya masyarakat.


Ucapan selamat Hari Jadi Polwan dari Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan dan penghargaan kepada seluruh Polisi Wanita yang telah mengabdikan diri demi menjaga keamanan, ketertiban serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.


Selamat Hari Jadi Polisi Wanita Republik Indonesia. Polwan Presisi, Polwan untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara. (**)



SIKAKAP, SUMBARNET – Kepolisian Sektor (Polsek) Sikakap melakukan klarifikasi terhadap informasi yang viral di media sosial mengenai dugaan upaya penculikan terhadap dua orang pelajar SMP Negeri 1 Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dilakukan kepolisian, informasi mengenai dugaan percobaan penculikan tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.


Peristiwa yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial itu disebut terjadi di Jalan Perikanan, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 16.10 WIB.


Unit Reserse Kriminal Polsek Sikakap kemudian melakukan penelusuran serta meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk memastikan kebenaran informasi yang telah beredar di tengah masyarakat.


Klarifikasi dilakukan dengan menghadirkan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan kejadian tersebut, termasuk dua pelajar yang sebelumnya disebut menjadi sasaran dugaan penculikan, saksi-saksi, pihak sekolah, pengawas asrama, serta pria yang disebut dalam pemberitaan.


Berawal dari Perjalanan Pulang Sekolah


Berdasarkan hasil klarifikasi yang diperoleh Polsek Sikakap, kejadian bermula ketika dua orang pelajar SMP Negeri 1 Sikakap, Rafael Tri Susanto dan Regorius Fajar, pulang dari sekolah pada Selasa sore.


Kedua pelajar tersebut berjalan melintasi Jalan Perikanan dari arah Jalan Masabuk, Sikakap, sekitar pukul 16.10 WIB.


Saat berada di kawasan Jalan Perikanan tersebut, keduanya bertemu dengan seorang pria yang belum mereka kenal sebelumnya.


Pria tersebut diketahui bernama Rudi Saputra, berusia 36 tahun, yang bekerja sebagai wiraswasta sekaligus anak buah kapal (ABK).


Dalam pertemuan singkat tersebut, Rudi Saputra diketahui memanggil kedua pelajar tersebut.


Namun, berdasarkan hasil klarifikasi kepolisian, maksud Rudi memanggil kedua anak tersebut adalah untuk menanyakan informasi mengenai kata sandi atau password jaringan WiFi di kawasan Pelabuhan Perikanan Sikakap.


Karena tidak mengenal pria tersebut, kedua pelajar tersebut merasa takut dan memilih langsung berlari meninggalkan lokasi.


Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi informasi dugaan adanya upaya penculikan terhadap pelajar yang hendak pulang sekolah.


Informasi tersebut selanjutnya menyebar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para orang tua dan warga Kecamatan Sikakap.


Polisi Lakukan Klarifikasi


Menindaklanjuti informasi yang telah viral tersebut, Kapolsek Sikakap bersama Kanit Reskrim dan personel Polsek Sikakap langsung melakukan penelusuran terhadap lokasi kejadian.


Petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Pelabuhan Perikanan Sikakap dan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui maupun terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.


Dalam kegiatan klarifikasi tersebut, kepolisian menghadirkan sejumlah pihak, di antaranya Kapolsek Sikakap, Kanit Reskrim Polsek Sikakap, Kepala UPTD PPW III Sikakap, pengawas Asrama Pastoran Sikakap, Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 1 Sikakap, Kapten Kapal KM Novi, serta Rudi Saputra yang merupakan ABK kapal.


Selain itu, dua orang pelajar SMP Negeri 1 Sikakap yang sebelumnya dikaitkan dengan peristiwa tersebut juga turut dimintai keterangan.


Kedua pelajar tersebut adalah Rafael Tri Susanto, 12 tahun, dan Regorius Fajar, 12 tahun.


Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Basra, seorang ASN yang tinggal di Komplek Perikanan Sikakap, serta Jimmi, seorang mahasiswa yang berdomisili di kawasan Pastoran Sikakap.


Dari hasil klarifikasi yang dilakukan terhadap seluruh pihak, kepolisian menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya unsur maupun tindakan percobaan penculikan sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar di media sosial.


Informasi Viral Dinilai Tidak Sesuai Fakta


Unit Reskrim Polsek Sikakap menyatakan bahwa informasi mengenai dugaan percobaan penculikan terhadap dua pelajar SMP Negeri 1 Sikakap tersebut tidak sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan di lapangan.


Menurut hasil klarifikasi, peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman antara kedua pelajar dengan Rudi Saputra.


Rudi yang tidak dikenal oleh kedua pelajar tersebut memanggil mereka untuk menanyakan password WiFi di kawasan Pelabuhan Perikanan Sikakap.


Namun karena merasa takut terhadap orang asing yang memanggil mereka, kedua pelajar tersebut memilih berlari meninggalkan lokasi.


Kejadian tersebut kemudian diduga berkembang menjadi informasi yang berbeda ketika disampaikan kepada pihak lain hingga akhirnya muncul narasi mengenai dugaan upaya penculikan.


Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.


Setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya terkait keamanan anak-anak, diharapkan dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak kepolisian atau instansi terkait.


Polisi Tingkatkan Patroli di Kawasan Rawan


Meski hasil klarifikasi menunjukkan tidak adanya peristiwa percobaan penculikan, Polsek Sikakap tetap meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Sejumlah langkah kepolisian telah dilakukan, di antaranya meningkatkan patroli di wilayah-wilayah yang dinilai rawan.


Patroli difokuskan pada sejumlah lokasi yang sering menjadi tempat aktivitas anak-anak dan pelajar, terutama kawasan sekitar sekolah pada jam masuk dan pulang sekolah, taman bermain, serta lingkungan permukiman.


Polsek Sikakap juga meningkatkan kegiatan patroli dialogis sebagai upaya membangun komunikasi dengan masyarakat.


Selain itu, peran Bhabinkamtibmas akan terus dimaksimalkan dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat, pemerintah desa, dusun, serta pihak sekolah.


Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kepolisian berharap masyarakat dapat segera melaporkan apabila menemukan kejadian mencurigakan atau informasi yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.


Masyarakat Diminta Tidak Mudah Menyebarkan Informasi


Polsek Sikakap juga menekankan pentingnya masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.


Informasi yang belum diketahui secara pasti kebenarannya sebaiknya tidak langsung disebarkan karena dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan.


Terlebih informasi yang berkaitan dengan dugaan tindak kejahatan terhadap anak-anak dapat dengan cepat menimbulkan kekhawatiran luas di tengah masyarakat.


Untuk itu, kepolisian membuka ruang komunikasi kepada masyarakat yang ingin menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan.


Setiap laporan yang masuk akan dilakukan verifikasi dan tindak lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.


Kepolisian juga akan terus melakukan klarifikasi terhadap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat agar informasi yang tidak benar tidak semakin meluas.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.


Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif


Seluruh rangkaian kegiatan klarifikasi terkait informasi viral mengenai dugaan percobaan penculikan terhadap pelajar SMP Negeri 1 Sikakap tersebut selesai dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB.


Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Sikakap berada dalam keadaan aman dan kondusif.


Polsek Sikakap memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan informasi yang beredar di tengah masyarakat.


Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.


Apabila terdapat kejadian yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan masyarakat, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.


Dengan adanya klarifikasi tersebut, Polsek Sikakap berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh narasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.


Polsek Sikakap menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan masyarakat, khususnya keselamatan anak-anak dan pelajar, serta merespons secara cepat setiap laporan yang berkaitan dengan potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya. (Robi)

 


SUMBARNET - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatra Barat (Sumbar) menggagas Gugus Tugas Pengawasan Media Sosial untuk menghadapi maraknya konten digital yang berpotensi merusak generasi dan mengganggu tatanan sosial di Minangkabau.


Gagasan itu mendapat dukungan penuh dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat menerima audiensi KPID Sumbar di Mapolda Sumbar, Rabu (2/9/2026).


Ketua KPID Sumbar, Yusrin Trinanda mengatakan, gugus tugas itu dirancang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, Kominfo, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), KNPI, konten kreator, akademisi dan KPID sendiri.


"Kami tengah menyusun naskah akademik sebagai landasan pembentukan gugus tugas yang nantinya diharapkan dapat ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sumbar," kata Yusrin.


Menurut Yusrin, pembentukan gugus tugas tidak untuk mengambil alih kewenangan lembaga lain. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, tugas KPID berada dalam ranah penyiaran, khususnya pengawasan isi siaran televisi dan radio di daerah.


"Tapi perkembangan media cepat, dan tentu harus kita perhatikan juga sebagai tanggungjawab bersama," katanya.


Koordinator Bidang PKSP KPID Sumbar, Nofal Wiska mengatakan, langkah tersebut diperlukan karena perkembangan media sosial telah melahirkan persoalan baru yang membutuhkan perhatian lintas lembaga.


“Kerja pokok KPID memang di televisi dan radio, tetapi tayangan media sosial juga perlu diawasi karena ini ranah publik,” ujarnya.


Menurutnya, persoalan yang muncul di media sosial antara lain siaran langsung dan konten yang mengandung unsur pornografi atau kekerasan. Kemudian, pelanggaran kesusilaan dan kesopanan, penyebaran informasi bermasalah, serta konten yang dapat berdampak buruk terhadap anak dan generasi muda.


"Ini perlu kolaborasi dan dukungan lintas lembaga di Sumbar," katanya.


Senada dengan itu, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumba,  Riki Chandra mengatakan,  gugus tugas tersebut akan menjadi wadah bersama untuk melakukan pemantauan, identifikasi, edukasi, koordinasi, serta meneruskan laporan kepada lembaga yang memiliki kewenangan.


“Nantinya, gugus tugas ini menjadi kekuatan bersama dalam monitoring dan evaluasi konten media sosial,” katanya.


Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Radio KPID Sumbar, Oldsan Bayu Pradipta mengatakan, kolaborasi diperlukan agar penanganan persoalan media sosial berjalan sesuai fungsi masing-masing lembaga.


“KPID tidak mengambil alih kewenangan lembaga lain, tetapi membangun ruang kolaborasi,” ujarnya.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan perkembangan konten media sosial perlu menjadi perhatian bersama karena tidak seluruh konten yang beredar memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Tayangan media sosial tidak bisa dikontrol, banyak juga yang bisa merusak generasi muda,” kata Djati.


Jenderal Bintang Dua itu menyatakan Polda Sumbar siap berkolaborasi dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman dan bertanggung jawab di Sumbar. Kepolisian akan menjalankan fungsi sesuai kewenangannya apabila aktivitas atau konten media sosial mengarah pada dugaan pelanggaran hukum.


"Kalau bisa gugus tugas ini terbentuk secepatnya tahun ini," tuturnya.


Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KPID Sumbar Jimmy Syahputra Ginting, Koordinator Pengawasan Siaran Televisi Jonnedi, Koordinator Humas dan Antarlembaga, Yogi Afriandi, bersama Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah. (**)

 


SUMBARNET - Harapan untuk kembali menjalani aktivitas secara mandiri kini kembali dirasakan Rahma Hatta, seorang ibu rumah tangga asal Kampung Dalam, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Setelah bertahun-tahun mengandalkan tongkat untuk menopang aktivitas sehari-hari, Rahma kini dapat kembali berjalan dengan lebih baik, bahkan mengendarai sepeda motor dan membantu perekonomian keluarga dengan berjualan ayam.


Perubahan tersebut hadir setelah Rahma mendapatkan bantuan kaki palsu melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan yang disalurkan Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ BAZNAS) Semen Padang. Kaki palsu tersebut diserahkan Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang Akmal dan diterima oleh Rahma Hatta di Kantor UPZ BAZNAS Semen Padang, Senin (31/8/2026).


Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen UPZ BAZNAS Semen Padang dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran sekaligus memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.


Rahma harus kehilangan kaki kirinya setelah mengalami kecelakaan pada 2017. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-harinya menjadi jauh lebih terbatas. Untuk berpindah dan melakukan berbagai kegiatan di rumah, Rahma harus menggunakan tongkat.


Di tengah keterbatasan tersebut, kondisi ekonomi keluarga juga menjadi tantangan tersendiri. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak tetap. Situasi itu membuat kebutuhan untuk memperoleh alat bantu yang lebih memadai menjadi sesuatu yang tidak mudah diwujudkan secara mandiri.


Kesempatan untuk mendapatkan bantuan kaki palsu kemudian diketahui Rahma melalui media sosial. Informasi tersebut mendorongnya untuk mendatangi kantor UPZ BAZNAS Semen Padang dan mengajukan permohonan bantuan.


Pengajuan tersebut kemudian ditindaklanjuti tim UPZ BAZNAS Semen Padang dengan melakukan kunjungan ke kediaman Rahma. Setelah melalui proses asesmen dan tindak lanjut, bantuan kaki palsu akhirnya dapat direalisasikan.


Bantuan tersebut tidak hanya menjadi alat bantu mobilitas bagi Rahma, tetapi juga membuka kembali ruang geraknya untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri.


Rahma kini sudah mampu berjalan dengan baik. Aktivitas yang sebelumnya harus dilakukan dengan bantuan tongkat mulai dapat dijalankan dengan lebih leluasa. Bahkan, ia sudah mampu mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam untuk membantu menopang perekonomian keluarganya.


Bagi Rahma, bantuan yang diterimanya bukan sekadar sebuah alat bantu. Kaki palsu tersebut telah menjadi bagian penting dalam prosesnya untuk kembali membangun kemandirian dan menjalani kehidupan dengan lebih optimistis.


“Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa berjalan kembali dengan baik. Saya juga sudah bisa mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam,” ujar Rahma.


Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada UPZ BAZNAS Semen Padang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan perubahan besar dalam kehidupannya, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Penanganan kaki palsu Rahma dilakukan melalui Ade Orthopros, sebuah workshop yang bergerak dalam pembuatan dan penanganan alat bantu bagi pasien ortopedi, rehabilitasi medis, tumbuh kembang, serta pembuatan kaki dan tangan palsu.


Ahli Ortotis Prostetis Orthopros, Ade Saputra, mengatakan Rahma bukan merupakan pasien baru di workshop tersebut. Rahma telah menjadi pasien Ade Orthopros sejak 2017 dengan menggunakan tongkat biasa.


Dalam penanganan terbaru, dilakukan penggantian komponen socket pada kaki palsu Rahma. Penggantian komponen tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kembali alat bantu dengan kondisi dan kebutuhan pengguna sehingga dapat memberikan kenyamanan sekaligus menunjang aktivitas secara optimal.


Ade menyebut kondisi Rahma saat ini sangat baik. Selain sudah dapat berjalan, Rahma juga telah kembali melakukan berbagai aktivitas, termasuk mengendarai sepeda motor dan berjualan ayam.


“Sekarang kondisinya sangat baik. Ibu Rahma sudah bisa berjalan, beraktivitas, mengendarai sepeda motor, bahkan sudah kembali berjualan ayam,” kata Ade.


Workshop Ade Orthopros sendiri berlokasi di Kompleks Polamas Blok B No. 3, Andalas, Kota Padang. Penanganan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pembuatan alat bantu, tetapi juga memastikan perangkat yang digunakan dapat menunjang mobilitas dan kebutuhan aktivitas penerima manfaat.


Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, mengatakan penyaluran bantuan kaki palsu tersebut merupakan bagian dari program kesehatan dan biaya kemanusiaan. Melalui program ini, dana zakat yang dihimpun UPZ BAZNAS Semen Padang diupayakan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.


Menurutnya, bantuan alat bantu seperti kaki palsu memiliki dampak yang lebih luas karena tidak hanya membantu penerima manfaat dari sisi kesehatan dan mobilitas, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri serta membuka kembali kesempatan untuk beraktivitas secara produktif.


“Melalui penyaluran dana zakat ini, kami berharap kualitas hidup Bu Rahmah dapat meningkat secara optimal. Semoga beliau dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan,” ujar Akmal.


Komitmen tersebut sejalan dengan semangat UPZ BAZNAS Semen Padang dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat agar memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi penerima manfaat.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi langkah UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menghadirkan program-program kemanusiaan dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Menurut Win, bantuan kaki palsu bagi Rahma menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat tidak hanya berbicara mengenai penyaluran bantuan, tetapi juga bagaimana dana tersebut mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan membantu penerima manfaat kembali menjalankan aktivitas secara mandiri dan kembali produktif.


“Kami mengapresiasi UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menghadirkan manfaat nyata melalui penyaluran dana zakat. Bantuan seperti ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat kuat karena memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Win.


Ia menambahkan, semangat kepedulian tersebut merupakan bagian dari nilai yang terus dibangun PT Semen Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Keberadaan UPZ BAZNAS Semen Padang diharapkan semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan.


Bagi Rahma, perubahan yang dirasakannya kini menjadi bukti bahwa sebuah bantuan yang diberikan secara tepat dapat membawa dampak besar dalam kehidupan seseorang.


Dari sebelumnya harus bertumpu pada tongkat, kini ia dapat melangkahkan kaki dengan lebih percaya diri. Dari keterbatasan beraktivitas di rumah, kini Rahma kembali mengendarai sepeda motor dan berjualan ayam.


Kisah Rahma sekaligus memperlihatkan bahwa kebermanfaatan zakat dapat hadir dalam bentuk yang sangat konkret. Sebuah kaki palsu bukan hanya membantu seseorang untuk berjalan, tetapi juga dapat mengembalikan kemandirian, membuka kembali ruang produktivitas, serta menumbuhkan harapan untuk menatap kehidupan dengan lebih baik.


Melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan, UPZ BAZNAS Semen Padang berupaya memastikan zakat yang dititipkan masyarakat dapat kembali kepada mereka yang berhak dalam bentuk manfaat yang nyata.


Harapannya, ikhtiar tersebut terus menjadi bagian dari perjalanan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan kebermanfaatan yang menjadi bagian penting dari keberadaan PT Semen Padang di tengah masyarakat. (*)



PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri acara pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang di Mercure Hotel, Senin (31/8/2026) malam.


Acara tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan di Kodim 0312/Padang dari Kolonel Inf Ferry Adianto kepada Letkol Inf Faiq Fahmi.


Pergantian jabatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Kolonel Inf Ferry Adianto sebagai Dandim 0312/Padang setelah sekitar satu tahun lima bulan mengabdi di Kota Padang.


Selanjutnya, Kolonel Inf Ferry Adianto mendapat penugasan baru sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam VI/Mulawarman yang berkedudukan di Balikpapan, Kalimantan Timur.


Sementara Letkol Inf Faiq Fahmi dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Kodim 0312/Padang. Sebelum bertugas di Kota Padang, Letkol Inf Faiq Fahmi menjabat sebagai Pabandya III/Penjaskes Spaban VII Binjahril Spersad.


Kegiatan pisah sambut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah serta mitra kerja Kodim 0312/Padang.


Wali Kota Padang Fadly Amran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kolonel Inf Ferry Adianto atas dedikasi, pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Kodim 0312/Padang.


Menurut Fadly, selama masa kepemimpinannya, Ferry Adianto telah memberikan banyak kontribusi terhadap berbagai program dan pembangunan di Kota Padang.


Kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan Kodim 0312/Padang, kata Fadly, tidak hanya terbatas pada upaya menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah, tetapi juga mencakup berbagai sektor pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


“Atas nama Pemerintah Kota dan warga Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Ferry Adianto atas dedikasi yang diberikan selama memimpin Kodim 0312/Padang. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga beliau semakin sukses lagi,” ujar Fadly Amran.


Berkontribusi dalam Berbagai Program Pembangunan

Fadly Amran menilai, selama memimpin Kodim 0312/Padang, Kolonel Inf Ferry Adianto aktif membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kota Padang serta berbagai unsur terkait.


Kontribusi tersebut terlihat dalam sejumlah program strategis dan kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.


Mulai dari penguatan infrastruktur, dukungan terhadap program ketahanan pangan, pembinaan generasi muda, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.


Kodim 0312/Padang juga mengambil peran penting dalam mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.


Menurut Fadly, pengalaman menghadapi berbagai tantangan tersebut semakin memperkuat hubungan dan kerja sama antara Pemerintah Kota Padang dengan jajaran TNI, khususnya Kodim 0312/Padang.


Ia menyebut, komunikasi yang terjalin selama ini memungkinkan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan dapat dibahas serta ditindaklanjuti secara bersama-sama.


“Banyak hal yang telah disumbangsihkan beliau untuk kesuksesan program pembangunan di Kota Padang. Kami merasakan betul manfaatnya, karena hampir semua yang beliau sampaikan kepada kami dapat tereksplorasi dengan baik,” katanya.


Fadly menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan unsur TNI merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun daerah.


Terlebih Kota Padang sebagai daerah yang memiliki berbagai tantangan, baik dalam pembangunan, keamanan maupun potensi kebencanaan.


Karena itu, kolaborasi lintas sektor harus terus dijaga dan diperkuat.


Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Kota


Menurut Fadly Amran, berbagai program yang telah dijalankan bersama Kodim 0312/Padang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang.


Keterlibatan TNI dalam berbagai kegiatan sosial, pembangunan, ketahanan pangan hingga penanggulangan bencana dinilai turut mempercepat pelaksanaan sejumlah program pemerintah.


Ia berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun selama kepemimpinan Kolonel Inf Ferry Adianto dapat terus dilanjutkan pada masa kepemimpinan Dandim yang baru.


Wali Kota Padang juga menyampaikan selamat datang kepada Letkol Inf Faiq Fahmi yang kini dipercaya memimpin Kodim 0312/Padang.


Fadly berharap, kehadiran Dandim baru dapat semakin memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kota Padang, TNI, Polri serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi Kota Padang.


Mulai dari persoalan sosial, keamanan, pembangunan hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.


Pemerintah Kota Padang, lanjut Fadly, siap melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan Kodim 0312/Padang dalam berbagai bidang.


Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Ferry Adianto: Sinergi Jadi Kekuatan dalam Penanggulangan Bencana


Sementara itu, Kolonel Inf Ferry Adianto menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh unsur di Kota Padang yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Dandim 0312/Padang.


Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama bertugas di Kota Padang.


Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah keterlibatan bersama seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kejadian bencana.


Menurut Ferry, penanganan bencana tidak mungkin dapat dilakukan oleh satu institusi saja.


Dibutuhkan kekuatan dan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga terkait hingga masyarakat.


Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting tentang arti sinergi dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan.


“Terima kasih atas kerja sama, sinergi, dan dukungan yang telah diberikan selama kami bertugas di Kota Padang. Kami mohon doa restu untuk melanjutkan tugas di tempat yang baru,” ujar Ferry Adianto.


Ferry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Padang, Forkopimda, tokoh masyarakat, dunia usaha, media dan berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra Kodim 0312/Padang.


Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen tersebut telah membantu jajaran Kodim dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.


Ia berharap hubungan baik dan sinergi yang telah dibangun selama ini dapat terus terjaga.


Meski akan melanjutkan penugasan di wilayah lain, Ferry mengaku Kota Padang akan menjadi salah satu daerah yang memberikan pengalaman berharga dalam perjalanan karier dan pengabdiannya.


Dandim Baru Siap Lanjutkan Program Positif


Di sisi lain, Dandim 0312/Padang yang baru, Letkol Inf Faiq Fahmi, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah dijalankan oleh pendahulunya.


Ia menilai, selama kepemimpinan Kolonel Inf Ferry Adianto telah terbangun fondasi kolaborasi yang kuat antara Kodim 0312/Padang dengan Pemerintah Kota Padang dan seluruh unsur Forkopimda.


Fondasi tersebut, menurutnya, akan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas ke depan.


Letkol Inf Faiq Fahmi menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi serta memperkuat kerja sama dengan seluruh elemen di Kota Padang.


Tidak hanya dengan Pemerintah Kota Padang dan unsur TNI-Polri, tetapi juga dengan tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, media dan masyarakat.


“Kami siap meneruskan hal-hal baik yang telah dilakukan oleh Bapak Ferry Adianto. Ke depan, kami akan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh unsur, terutama Forkopimda Kota Padang,” tegas Faiq Fahmi.


Ia menyadari bahwa tugas Kodim tidak dapat dipisahkan dari dinamika dan kebutuhan masyarakat di wilayah.


Karena itu, keterbukaan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu hal yang akan terus diperkuat.


Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung pembangunan membutuhkan keterlibatan bersama seluruh unsur.


Kodim 0312/Padang, lanjutnya, siap menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas Kota Padang.


Selain itu, Kodim juga siap memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Hadirkan Seluruh Unsur Forkopimda dan Mitra Kodim


Acara pisah sambut tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan pemangku kepentingan di Kota Padang.


Selain Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang.


Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa.


Sejumlah pimpinan BUMN dan BUMD di Kota Padang juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, acara turut dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Jajaran pejabat utama Kodim 0312/Padang serta berbagai mitra kerja Kodim juga turut memberikan penghormatan dan dukungan dalam momentum pergantian kepemimpinan tersebut.


Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan eratnya hubungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Kodim 0312/Padang dengan berbagai lembaga dan elemen masyarakat.


Momentum Melanjutkan Sinergi


Pisah sambut Dandim 0312/Padang tidak hanya menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun.


Kolonel Inf Ferry Adianto meninggalkan sejumlah pengalaman dan kerja sama yang telah dijalankan selama memimpin Kodim 0312/Padang.


Sementara Letkol Inf Faiq Fahmi diharapkan dapat melanjutkan serta mengembangkan berbagai kerja sama positif tersebut.


Pemerintah Kota Padang menaruh harapan besar agar kolaborasi dengan Kodim 0312/Padang dapat terus diperkuat.


Terutama dalam menghadapi berbagai agenda pembangunan Kota Padang ke depan, penguatan ketahanan pangan, pembinaan generasi muda, menjaga kondusivitas wilayah serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.


Bagi Kota Padang yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana, keberadaan dan peran seluruh unsur Forkopimda menjadi sangat penting.


Sinergi yang kuat memungkinkan pemerintah daerah bergerak lebih cepat dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi darurat.


Di sisi lain, kolaborasi juga diperlukan dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan sebagai salah satu fondasi pembangunan.


Dengan pergantian kepemimpinan di Kodim 0312/Padang, Pemerintah Kota Padang berharap hubungan baik dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dapat terus berlanjut.


Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan Kota Padang yang aman, kondusif, tangguh menghadapi bencana dan terus berkembang.


Acara pisah sambut tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian Kolonel Inf Ferry Adianto di Kota Padang sekaligus awal perjalanan tugas Letkol Inf Faiq Fahmi sebagai Dandim 0312/Padang.


Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang telah dibangun, seluruh pihak berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat membawa semangat baru dalam memperkuat pengabdian Kodim 0312/Padang bagi masyarakat dan pembangunan Kota Padang. (**)



PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya kualitas, kerapian dan keberlanjutan dalam setiap pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Padang pada tahun 2026.


Hal tersebut disampaikan Fadly Amran saat memimpin Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik Tahun 2026 di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).


Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang memaparkan progres pekerjaan yang sedang berjalan serta rencana pembangunan fisik yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.


OPD yang menyampaikan paparan di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).


Berbagai rencana pembangunan yang dipaparkan mencakup penataan kawasan pasar, pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, penanganan wilayah terdampak bencana, pembangunan hunian tetap bagi korban bencana, hingga pengembangan fasilitas pendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


Wali Kota Padang Fadly Amran secara langsung mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap setiap rencana pekerjaan yang dipaparkan oleh masing-masing OPD.


Ia meminta agar seluruh perencanaan pembangunan dilakukan secara matang, tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas material, estetika, fungsi, kenyamanan dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.


“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” tegas Fadly Amran.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung visi Kota Padang untuk tumbuh dan berkembang sebagai kota metropolitan.


Karena itu, setiap proyek pembangunan harus memiliki standar kualitas yang baik dan mampu memberikan nilai tambah terhadap wajah serta perkembangan Kota Padang.


DLH Rencanakan Toilet Digital di Taman Rimbo Kaluang


Dalam paparan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta menyampaikan sejumlah rencana pembangunan dan penataan fasilitas publik.


Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan toilet digital di kawasan Taman Rimbo Kaluang.


Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat yang beraktivitas dan berkunjung ke kawasan tersebut.


Pembangunan fasilitas publik yang modern, menurut arah pembangunan Pemerintah Kota Padang, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang kota.


Selain harus memiliki fungsi yang baik, fasilitas umum juga diharapkan dapat memberikan kesan positif terhadap wajah Kota Padang.


Dalam pembangunan fasilitas tersebut, aspek kebersihan, kemudahan penggunaan dan pemeliharaan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.


Pariwisata Dorong Pengadaan Gerobak untuk Pelaku Ekonomi Kreatif


Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan memaparkan rencana pengadaan gerobak bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang.


Program tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di berbagai kawasan potensial di Kota Padang.


Pengadaan sarana usaha yang lebih representatif diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung penataan kawasan.


Dengan desain dan konsep yang baik, keberadaan pelaku ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.


Sektor ekonomi kreatif sendiri menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kota Padang, terutama dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat di berbagai ruang publik.


Fasade Pasar dan Pertokoan Jadi Perhatian


Dinas Perdagangan Kota Padang turut memaparkan sejumlah pekerjaan fisik yang telah dan akan dilaksanakan.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan menjelaskan, sejumlah program penataan akan difokuskan pada kawasan perdagangan dan pasar.


Di antaranya pembenahan fasade pertokoan Merlin dan Koppas Plaza.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga merencanakan perbaikan fasade serta pembenahan bangunan Pasar Raya Padang mulai dari Fase I hingga Fase VI.


Penataan kawasan Pasar Raya menjadi salah satu perhatian dalam rencana pembangunan karena kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Padang.


Tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, kawasan pasar diharapkan ke depan dapat tampil lebih tertata, nyaman dan memiliki daya tarik tersendiri.


Dinas Perdagangan juga memaparkan rencana pengadaan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.


Pemasangan CCTV diharapkan dapat meningkatkan sistem pengawasan dan keamanan pada kawasan-kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.


Selain itu, sejumlah pekerjaan lainnya juga akan dilakukan di kawasan Pasar Raya Padang.


Pekerjaan tersebut meliputi pembenahan kios dan basement Pasar Raya Padang Fase VII serta pengerjaan dinding Blok II Pasar Raya.


Pemerintah Kota Padang juga merencanakan pembenahan sistem tata udara dan utilitas bangunan.

Pemeliharaan sejumlah pasar lainnya turut menjadi bagian dari program Dinas Perdagangan, seperti Pasar Raya Tanah Kongsi dan Pasar Bandar Buat.


Selain kawasan pasar, pengembangan kawasan pertokoan IPPI dan kawasan kuliner Gang Rajawali juga masuk dalam rencana pekerjaan fisik.


Berbagai program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan perdagangan sekaligus menciptakan ruang ekonomi yang lebih tertata dan nyaman.


Rp50 Miliar untuk Perbaikan Irigasi dan Drainase Wilayah Terdampak Bencana


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur yang sedang dan akan dilaksanakan.


Salah satu fokus utama Dinas PUPR adalah pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi serta drainase di sejumlah wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.


Pekerjaan tersebut didukung melalui anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dengan nilai sekitar Rp50 miliar.


Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengendalian air menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Kota Padang terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.


Perbaikan drainase dan irigasi diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi infrastruktur yang terdampak serta meningkatkan fungsi sistem pengelolaan air di berbagai kawasan.


Selain penanganan infrastruktur pascabencana, Dinas PUPR juga memaparkan sejumlah proyek lainnya.


Di antaranya rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang.

Kemudian penataan taman dan pelataran parkir di kawasan Pantai Padang.


Penataan kawasan Pantai Padang menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mendukung sektor pariwisata.


Pantai Padang selama ini menjadi salah satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.


Karena itu, pembangunan dan penataan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung.


Dinas PUPR juga akan melakukan rehabilitasi basement Blok II dan III Pasar Raya Padang.


Selain itu, pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan turut menjadi bagian dari rencana kerja fisik yang dipaparkan dalam rapat tersebut.


Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana Terus Berjalan


Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Padang Tri Hadiyanto menyampaikan perkembangan pembangunan hunian tetap atau Huntap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.


Pembangunan Huntap saat ini dilakukan di sejumlah lokasi.


Di antaranya Kelurahan Balai Gadang, Kelurahan Lambung Bukik Sungkai, serta Huntap Mandiri Pauh.


Pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.


Saat ini, pembangunan masih berada dalam tahap pengerjaan.

Sejumlah fasilitas dan infrastruktur pendukung juga tengah dibangun secara bersamaan.


Tidak hanya rumah hunian, pembangunan juga mencakup jalan lingkungan, sistem drainase, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk kebutuhan air bersih, hingga pembangunan sumur bor.


Pembangunan kawasan Huntap dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang nantinya akan menempati kawasan tersebut.


Ketersediaan infrastruktur dasar menjadi faktor penting agar kawasan hunian baru dapat memberikan kenyamanan dan mendukung aktivitas masyarakat.


Selain pembangunan Huntap, Dinas Perkim juga memaparkan rencana perbaikan dan rehabilitasi rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa.


Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan fasilitas permukiman bagi masyarakat.


Pembangunan Harus Berkualitas dan Rapi


Menanggapi berbagai paparan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran meminta seluruh OPD memastikan setiap pekerjaan fisik direncanakan dengan standar yang baik.


Ia menekankan agar penggunaan material dalam pembangunan harus memperhatikan kualitas.


Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi harus mampu bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.


Selain kualitas material, Fadly juga memberikan perhatian terhadap aspek kerapian.


Setiap pembangunan, terutama yang berada di ruang publik dan kawasan strategis kota, harus memperhatikan nilai estetika.


Hal tersebut penting karena pembangunan fisik turut membentuk wajah dan identitas Kota Padang.


Ia menilai, sebagai kota yang terus berkembang menuju metropolitan, Padang harus memiliki standar pembangunan yang semakin baik.


Infrastruktur yang dibangun harus mencerminkan kemajuan kota, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.


“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi,” ujar Fadly.


Pasar Didorong Menjadi Ruang yang Menarik


Fadly Amran juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan dan penataan kawasan pasar.


Menurutnya, paradigma pembangunan pasar harus terus berkembang.


Pasar tidak lagi hanya dipandang sebagai lokasi transaksi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang menarik dan nyaman.


Penataan yang baik berpotensi menjadikan kawasan pasar sebagai salah satu bagian dari daya tarik wisata kota.


Karena itu, pembenahan fasade bangunan, kebersihan, tata udara, keamanan, utilitas dan kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian dalam setiap program penataan.


“Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” tegasnya.


Konsep tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan daya saing kota di berbagai sektor.


Kawasan perdagangan yang tertata tidak hanya memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pembeli, tetapi juga dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung dari luar daerah.


Dengan penataan yang tepat, pasar tradisional dan kawasan perdagangan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya dan pariwisata.


Sinergikan Pembangunan Menuju Kota Metropolitan


Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk memastikan seluruh rencana pembangunan disiapkan secara matang sejak awal.


Koordinasi lintas OPD diperlukan agar setiap program pembangunan dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.


Berbagai proyek yang direncanakan, mulai dari pembangunan fasilitas publik, penataan pasar, pembangunan jalan, perbaikan drainase dan irigasi, penataan kawasan wisata hingga pembangunan hunian bagi korban bencana, diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Dalam rapat tersebut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa.


Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Padang Tri Hadiyanto, serta Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan.


Melalui rapat paparan tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh pekerjaan fisik yang direncanakan pada tahun 2026 dapat dipersiapkan dengan lebih matang, baik dari sisi desain, kualitas pekerjaan maupun manfaatnya bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Padang juga menargetkan pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi mampu mendukung transformasi Kota Padang menuju kota metropolitan yang modern, nyaman, tertata, berdaya saing dan tetap memiliki karakter serta identitas daerah. (**)

 


PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengintegrasikan Kurikulum Anti Narkotika ke lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.


Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Padang Fadly Amran dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat Toton Rasyid beserta jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).


Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dengan BNNP Sumbar dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.


Dalam audiensi itu, kedua belah pihak sepakat bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara lebih masif dan dimulai dari tingkat hulu, terutama melalui penguatan pendidikan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid mengatakan, kunjungan pihaknya ke Pemerintah Kota Padang merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi persoalan narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman serius.


Menurutnya, salah satu langkah konkret yang akan segera ditindaklanjuti adalah penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika atau IKAN di lingkungan pendidikan Kota Padang.


Program tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ini dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan unsur pendidikan.


“Terima kasih kepada Pak Wali atas dukungannya terhadap integrasi kurikulum anti narkotika di tingkat SD dan SMP se-Kota Padang. Kita akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menindaklanjuti rencana tersebut," ujar Toton Rasyid.


Ia menjelaskan, upaya pencegahan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun BNN. Keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu alasan pentingnya membangun peran aktif masyarakat dalam melakukan pencegahan.


Karena itu, menurut Toton, masyarakat harus diberikan pemahaman dan kesadaran yang lebih kuat mengenai bahaya narkotika serta pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


“Kita tidak mungkin selalu mengandalkan aparat karena keterbatasan personel. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam isu narkoba harus terus ditumbuhkan, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan peran unsur adat," katanya.


Angka Penyalahgunaan Masih Mengkhawatirkan


Dalam kesempatan tersebut, Toton Rasyid juga memaparkan kondisi penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat yang menurutnya masih memerlukan perhatian serius.


Ia menyebutkan, hingga saat ini Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, belum menunjukkan penurunan angka penyalahgunaan narkoba yang berarti.


Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan secara bersama-sama.


Berdasarkan hasil survei prevalensi tahun 2019, angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat tercatat mencapai 1,1 persen dari jumlah penduduk.


Dengan jumlah penduduk Sumatera Barat sekitar 5,4 juta jiwa, angka tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 63 ribu orang yang pernah atau sedang mengalami persoalan penyalahgunaan narkotika.


Sementara di sisi lain, kapasitas layanan rehabilitasi yang tersedia saat ini masih sangat terbatas.


Menurut Toton, fasilitas rehabilitasi yang ada baru mampu menangani sekitar 500 orang setiap tahunnya.


Kondisi itu menunjukkan adanya kesenjangan cukup besar antara jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan pemulihan dengan kapasitas rehabilitasi yang tersedia.


“Artinya, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara jumlah masyarakat yang membutuhkan pemulihan dan kapasitas rehabilitasi yang tersedia. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas," ungkapnya.


Toton menilai, kondisi tersebut semakin mempertegas pentingnya membangun sistem pencegahan yang kuat sejak dini.


Pendidikan menjadi salah satu sektor yang dinilai paling strategis karena generasi muda merupakan kelompok yang harus mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman penyalahgunaan narkotika.


Melalui pengintegrasian materi anti narkotika dalam sistem pembelajaran, diharapkan peserta didik dapat memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkoba serta mampu membentengi diri dari pengaruh lingkungan negatif.


IKAN Akan Diintegrasikan dengan Smart Surau


Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang untuk mendukung berbagai program pencegahan narkoba yang digagas BNNP Sumbar.


Fadly mengatakan, program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika dapat disinergikan dengan sejumlah program yang telah dan sedang dijalankan Pemerintah Kota Padang.


Salah satunya melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) sebagai bagian dari aktivasi Program Unggulan atau Progul Smart Surau.


Selain itu, materi dan nilai-nilai pencegahan narkotika juga dapat dikembangkan melalui muatan lokal di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.


Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi anti narkotika kepada generasi muda Kota Padang.


“Kita siap mendukung program ini, termasuk Sekolah Bersinar atau Bersih Narkoba yang digagas BNNP untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan dan pergaulan siswa," tegas Fadly Amran.


Menurut Fadly, pencegahan narkoba membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.


Tidak hanya melalui penegakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkotika, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan karakter, penguatan nilai agama serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.


Pemerintah Kota Padang, kata Fadly, terbuka untuk membangun kolaborasi dengan BNNP Sumbar dalam merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.


Pengintegrasian program anti narkotika dalam dunia pendidikan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan generasi muda yang memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba.


Kolaborasi Lintas Sektor


Audiensi tersebut juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan narkotika.


Pemerintah daerah, BNN, institusi pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.


BNNP Sumbar menilai penguatan peran unsur adat juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan di tengah masyarakat Sumatera Barat.


Dengan kuatnya struktur sosial dan budaya di Minangkabau, unsur adat dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun pengawasan sosial dan memberikan edukasi kepada masyarakat.


Selain itu, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam mendeteksi dan mencegah munculnya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.


Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Pemerintah Kota Padang dan BNNP Sumbar berharap upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih sistematis, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat.


Audiensi antara Wali Kota Padang dan Kepala BNNP Sumbar tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat implementasi berbagai program pencegahan narkotika di Kota Padang.


Selain Wali Kota Padang Fadly Amran dan Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid beserta jajaran, audiensi tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Padang Tarmizi Ismail serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang Syahendri Barkah.


Ke depan, koordinasi antara BNNP Sumbar dan Pemerintah Kota Padang akan terus diperkuat, terutama dalam menindaklanjuti rencana penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika di sekolah-sekolah.


Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun benteng pertahanan generasi muda Kota Padang dari ancaman narkotika sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang lebih aman serta bersih dari penyalahgunaan narkoba. (**)



SAWAHLUNTO – Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 yang jatuh pada 1 September 2026.


Momentum Hari Jadi Polwan menjadi pengingat atas perjalanan panjang serta pengabdian Polisi Wanita Republik Indonesia dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan pelayanan, serta turut berperan dalam penegakan hukum di Indonesia.


Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.Ik, MH menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Polwan, khususnya Polwan yang bertugas di lingkungan Polres Sawahlunto, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada institusi Polri, bangsa dan negara.


Menurut Kapolres, keberadaan Polwan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian. Seiring perkembangan zaman dan semakin kompleksnya dinamika kehidupan masyarakat, Polwan dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Selamat Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia. Semoga seluruh Polwan Indonesia, khususnya Polwan Polres Sawahlunto, senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan semangat dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar AKBP Simon Yana Putra.


Ia mengatakan, peringatan Hari Jadi Polwan bukan hanya menjadi sebuah seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan dan kontribusi Polwan dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian Republik Indonesia.


Selama puluhan tahun, Polwan telah menunjukkan kiprah dan pengabdian di berbagai bidang tugas. Tidak hanya dalam pelayanan terhadap perempuan dan anak, Polwan juga terlibat aktif dalam berbagai fungsi Kepolisian, mulai dari kegiatan operasional, penyelidikan, intelijen, pembinaan masyarakat, lalu lintas, hingga pelayanan publik.


Kapolres Sawahlunto menilai bahwa Polwan memiliki karakter dan kemampuan tersendiri dalam menjalankan tugas-tugas Kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan yang humanis dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.


Menurutnya, kehadiran Polwan di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin profesional, modern dan dipercaya masyarakat.


“Polwan memiliki peran strategis dalam institusi Polri. Dengan kemampuan, ketelitian, ketegasan dan pendekatan yang humanis, Polwan mampu memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan tugas Kepolisian,” katanya.


AKBP Simon Yana Putra menjelaskan, maksud dari peringatan Hari Jadi Polwan adalah untuk mengenang sejarah perjuangan serta perjalanan panjang Polisi Wanita Indonesia sejak pertama kali dibentuk hingga berkembang menjadi bagian penting dari institusi Polri seperti saat ini.


Selain itu, momentum tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat solidaritas serta menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.


“Peringatan Hari Jadi Polwan ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pengabdian terbaik. Setiap anggota Polwan harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.


Kapolres menambahkan, tantangan tugas Kepolisian ke depan akan semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan berkualitas menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh personel Polri, termasuk Polwan.


Untuk itu, ia berharap seluruh Polwan dapat terus mengembangkan kemampuan dan wawasan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar sebagai anggota Polri.


“Tujuan kita tentu adalah bagaimana Polwan semakin profesional dan mampu menjawab berbagai tantangan tugas. Polwan harus terus berkembang, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Simon Yana Putra juga mengajak seluruh personel Polwan di jajaran Polres Sawahlunto untuk terus menjaga kehormatan institusi dan menjadikan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.


Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas. Oleh sebab itu, setiap anggota Polri harus mampu menunjukkan sikap profesional, berintegritas, disiplin dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.


“Harapan kami, Polwan semakin maju, semakin profesional dan semakin dicintai masyarakat. Jadilah anggota Polri yang mampu memberikan rasa aman, menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab,” katanya.


Ia juga berharap Polwan Polres Sawahlunto dapat terus meningkatkan peran dalam mendukung berbagai program Kepolisian, termasuk kegiatan sosial, pembinaan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak serta upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Sawahlunto.


Kapolres menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergi antara seluruh personel dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas Kepolisian tidak dapat dilakukan secara individual, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh unsur dan fungsi yang ada di lingkungan Polri.


“Teruslah menjadi Polwan yang membanggakan, tidak hanya bagi institusi Polri tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian dan kesempatan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” pesan AKBP Simon Yana Putra.


Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh Polisi Wanita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Dengan pengalaman panjang sejak kelahirannya pada 1 September 1948, Polwan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Ke depan, keberadaan Polwan diharapkan terus memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan institusi Polri yang Presisi, semakin profesional serta semakin dekat dengan masyarakat.


Polres Sawahlunto pun berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia seluruh personel, termasuk Polwan, agar mampu menjalankan tugas secara optimal dan menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.


Melalui momentum Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia, seluruh jajaran diharapkan dapat terus memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.


“Sekali lagi, saya atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Sawahlunto mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia. Semoga Polwan Indonesia semakin jaya, semakin profesional, humanis dan selalu menjadi kebanggaan masyarakat serta bangsa Indonesia,” tutup Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.Ik, MH. (**)

 


Pesisir Selatan – Bupati Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kabupaten Pesisir Selatan, *Rega Desfinal, S.T.*, menyampaikan apresiasi kepada Aparat Penegak Hukum di wilayah Pesisir Selatan. 


Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan LSM LIRA terhadap upaya penegakan hukum yang profesional dan humanis di daerah.


“Atas nama LSM LIRA Pesisir Selatan, kami mengapresiasi kinerja APH. Kami melihat ada komitmen kuat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rega Desfinal saat diwawancarai di Painan, Selasa (2/9/2026).


Menurutnya, sinergi antara lembaga swadaya masyarakat, media, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.


“Kami di LSM LIRA memposisikan diri sebagai mitra strategis. Tugas kami mengawal, mengkritisi jika ada yang kurang, dan mengapresiasi jika sudah baik. Ini bukan untuk menjatuhkan, tapi bentuk kecintaan kami agar institusi hukum semakin dipercaya rakyat,” tegasnya.


Rega juga berharap ke depan APH di Pesisir Selatan terus meningkatkan transparansi dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. 


“Pers dan LSM adalah mitra penting dalam menjaga transparansi. Kami siap bersinergi membantu APH dalam memberantas narkoba, pungli, dan pelanggaran hukum lainnya demi Pesisir Selatan yang lebih baik,” pungkasnya.


Dukungan LSM LIRA ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pesisir Selatan.(***)



SUMBARNET - Perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade di tubuh Korps Bhayangkara akhirnya mengantarkan Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., ke jajaran perwira tinggi Polri.

Perwira yang akrab disapa Satake Bayu itu kini resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau Brigjen Pol.


Satu bintang pun resmi melekat di pundaknya.


Kenaikan pangkat tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan karier Satake Bayu yang telah ditempa melalui beragam penugasan di berbagai daerah di Indonesia.


Sebelum mencapai pangkat Brigjen Pol, Satake Bayu telah menjalani perjalanan panjang sebagai anggota Polri dengan rekam jejak penugasan yang cukup beragam.


Mulai dari tugas operasional di lapangan, bidang lalu lintas, pendidikan dan pembinaan personel, pengamanan objek vital, hingga komunikasi dan hubungan masyarakat, seluruhnya pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.


Kenaikan pangkat Satake Bayu dari Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) dilaporkan dalam rangkaian Apel Pagi di Lapangan Upacara Markas Polda Sulawesi Selatan, Senin, 31 Agustus 2026.


Apel tersebut dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.


Momentum itu sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan pengabdian Satake Bayu di institusi Polri.


Namun, perjalanan menuju pangkat jenderal bukanlah sesuatu yang diraih dalam waktu singkat.


Di balik satu bintang yang kini disandangnya, terdapat perjalanan panjang seorang perwira yang telah berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya serta mengemban berbagai fungsi dan tanggung jawab strategis.


Alumni Akpol 1992


Stefanus Satake Bayu Setianto merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1992.

Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, perjalanan kariernya dimulai dari penugasan di Pulau Bali.


Pada fase awal pengabdiannya, Satake Bayu pernah bertugas di lingkungan Polres Karangasem.

Sejumlah pengalaman lapangan ditempanya dari wilayah tersebut, termasuk menjalankan tugas sebagai Perwira Samapta (Pamapta).


Kariernya kemudian berkembang ketika dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Manggis.


Penugasan sebagai Kapolsek menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan karier seorang perwira kepolisian.


Dari tingkat kewilayahan, seorang perwira dituntut untuk memahami secara langsung berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat serta membangun komunikasi dengan masyarakat dan unsur pemerintahan di wilayah tugasnya.


Setelah itu, Satake Bayu kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin wilayah kepolisian lainnya.


Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Kuta yang berada di wilayah hukum Polres Badung.


Penugasan di Bali menjadi salah satu fondasi awal yang membentuk pengalaman operasional dan kepemimpinannya di lingkungan kepolisian.


Menempuh Berbagai Penugasan di Kalimantan Tengah


Perjalanan karier Satake Bayu kemudian membawanya ke Pulau Kalimantan.


Di Polda Kalimantan Tengah, ia kembali mendapatkan berbagai penugasan dengan karakter yang berbeda.


Sejumlah jabatan pernah dipercayakan kepadanya, mulai dari Kapuskodal Ops Polres Kotawaringin Timur hingga jabatan di bidang koordinasi dan pengawasan operasional.


Ia juga pernah dipercaya menduduki jabatan Kakoorsis dan Wakapolres.


Pengalaman sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor semakin memperluas pemahamannya mengenai pengelolaan organisasi kepolisian di tingkat kewilayahan.


Selain fungsi operasional dan manajerial, Satake Bayu juga memiliki rekam jejak panjang di bidang lalu lintas.


Di Polda Kalimantan Tengah, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Satuan Patroli Jalan Raya atau Kasat PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng.


Penugasan tersebut menambah pengalaman Satake Bayu dalam menangani persoalan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.


Berbagai pengalaman di lapangan tersebut menjadi bagian dari proses panjang pembentukan kariernya sebagai perwira Polri.


Berkarier di Polda Sulawesi Utara

Setelah menjalani berbagai penugasan di Bali dan Kalimantan Tengah, perjalanan karier Satake Bayu kemudian berlanjut ke Sulawesi Utara.


Di Polda Sulawesi Utara, ia kembali mendapatkan sejumlah amanah strategis dalam berbagai bidang.


Tidak hanya di bidang operasional, Satake Bayu juga mulai banyak mendapatkan pengalaman dalam bidang pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia.


Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan atau Kabag Bindiklat.


Penugasan tersebut memperluas rekam jejaknya di bidang pembentukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.


Selain itu, ia juga pernah kembali dipercaya menjalankan tugas di bidang lalu lintas sebagai Kasat PJR.


Kariernya di bidang lalu lintas kemudian berlanjut ketika dipercaya menjabat Kasubdit Min Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara.


Dalam perjalanan berikutnya, Satake Bayu juga mendapatkan kepercayaan untuk memimpin wilayah sebagai Kapolres Bitung.


Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis dalam perjalanan kariernya sebagai perwira menengah Polri.


Sebagai Kapolres, ia bertanggung jawab dalam memimpin pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Bitung serta mengoordinasikan berbagai fungsi pelayanan, perlindungan, penegakan hukum, dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Pernah Pimpin SPN Polda Sulut

Pengalaman Satake Bayu di bidang pendidikan kepolisian semakin kuat ketika pada 2012 ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara atau SPN Polda Sulawesi Utara.


SPN merupakan salah satu lembaga pendidikan penting dalam proses pembentukan anggota Polri.

Penugasan sebagai pimpinan SPN menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Satake Bayu.


Selama berada di lingkungan pendidikan kepolisian, ia terlibat dalam proses pembinaan dan pembentukan sumber daya manusia Polri.


Penugasan tersebut berlangsung hingga 2016.


Setelah menyelesaikan tugasnya di bidang pendidikan, Satake Bayu kembali mendapatkan amanah di bidang lain.


Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital atau Dirpamobvit Polda Gorontalo.


Penugasan di bidang pengamanan objek vital kembali memperluas spektrum pengalaman yang dimilikinya.


Bidang tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keamanan berbagai objek dan kawasan yang memiliki nilai strategis terhadap kepentingan masyarakat maupun negara.


Tiga Kali Pimpin Bidang Humas Polda


Salah satu perjalanan karier yang cukup menonjol dari Satake Bayu adalah pengalamannya di bidang hubungan masyarakat atau humas.


Sebelum dikenal sebagai pejabat di bidang logistik, ia memiliki pengalaman cukup panjang dalam bidang komunikasi publik Polri.


Satake Bayu pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Sumatera Barat.


Penugasan tersebut memperkenalkannya secara langsung pada dunia komunikasi publik dan hubungan antara institusi Polri dengan media serta masyarakat.


Tidak hanya di Sumatera Barat, kepercayaan untuk memimpin bidang humas kembali diberikan kepadanya di wilayah lain.


Satake Bayu juga pernah menjabat sebagai Kabid Humas Polda Bali.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika dirinya dipercaya menjadi Kabid Humas Polda Jawa Tengah.


Saat dipercaya menduduki jabatan Kabid Humas Polda Jawa Tengah pada Juli 2023, Satake Bayu menyebut penugasan tersebut merupakan kali ketiga dirinya dipercaya memimpin bidang humas di tingkat kepolisian daerah.


Tiga kali dipercaya memimpin Bidang Humas Polda di tiga wilayah berbeda menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kariernya.


Pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan seorang perwira yang tidak hanya ditempa melalui tugas-tugas operasional di lapangan, tetapi juga melalui bidang komunikasi publik.


Bidang humas memiliki tantangan tersendiri karena menjadi salah satu pintu komunikasi institusi dengan masyarakat dan media.

Pengalaman di Sumatera Barat, Bali, dan Jawa Tengah semakin melengkapi rekam jejak Satake Bayu yang sebelumnya banyak dibentuk melalui penugasan operasional, lalu lintas, pendidikan, dan pengamanan.


Dari Bali ke Sulawesi Selatan


Perjalanan panjang Satake Bayu kemudian memasuki babak baru ketika dirinya dipercaya mengemban jabatan di bidang logistik.


Sebelum bertugas di Polda Sulawesi Selatan, ia menjabat sebagai Kepala Biro Logistik atau Karo Log Polda Bali.


Pada Juni 2026, nama Satake Bayu kembali masuk dalam daftar mutasi besar di lingkungan Polri.


Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1339/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, ia dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Karo Log Polda Sulawesi Selatan.


Jabatan tersebut sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebagai perwira yang telah memiliki pengalaman di berbagai bidang.


Mutasi itu sekaligus membawa Satake Bayu kembali ke wilayah Indonesia Timur.


Setelah mendapat penugasan baru, ia kemudian resmi dilantik sebagai Karo Log Polda Sulawesi Selatan pada 30 Juli 2026.


Sebagai Karo Log, ia bertanggung jawab terhadap berbagai aspek dukungan logistik di lingkungan Polda Sulawesi Selatan.


Bidang logistik menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian.


Kenaikan Pangkat Pengabdian

Belum genap sebulan menjalankan tugas sebagai Karo Log Polda Sulawesi Selatan, perjalanan karier Satake Bayu kembali mencatatkan babak penting.


Pada Senin, 31 Agustus 2026, ia resmi menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Komisaris Besar Polisi menjadi Brigadir Jenderal Polisi.


Dengan kenaikan tersebut, Satake Bayu resmi masuk ke jajaran perwira tinggi Polri.


Kini, pangkat satu bintang melekat di pundaknya.


Kenaikan pangkat tersebut dilaporkan dalam Apel Pagi di Lapangan Upacara Mapolda Sulawesi Selatan.


Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memimpin langsung kegiatan tersebut.


Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di institusi Polri.


"Kenaikan pangkat ini bukan hanya sebuah simbol, tetapi merupakan wujud dari sebuah perjuangan dan pengabdian kepada institusi. Pengabdian yang dilakukan tentu saja dengan penuh dedikasi dan tanpa cacat," ujar Djuhandhani.


Bagi Satake Bayu, kenaikan pangkat tersebut menjadi salah satu puncak perjalanan karier yang telah dibangun melalui berbagai penugasan selama puluhan tahun.


Dari Bali, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sumatera Barat, Bali, Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan, berbagai daerah telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.


Dari Lapangan hingga Bintang Satu

Perjalanan Stefanus Satake Bayu Setianto menggambarkan panjangnya proses yang harus dilalui seorang anggota Polri dalam meniti karier.


Berbagai bidang telah menjadi bagian dari rekam jejaknya.

Mulai dari tugas kepolisian di tingkat sektor, fungsi operasional, lalu lintas, kepemimpinan wilayah sebagai Kapolres, pendidikan kepolisian, pengamanan objek vital, komunikasi publik melalui bidang humas, hingga akhirnya mengemban tanggung jawab di bidang logistik.


Setiap penugasan membawa pengalaman dan tantangan yang berbeda.


Perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain juga menjadi bagian dari proses pengabdian seorang perwira kepolisian.


Kini, setelah lebih dari tiga dekade menjalani karier di Korps Bhayangkara, perjalanan itu membawanya ke level jenderal.


Dari lapangan hingga lalu lintas.


Dari pendidikan kepolisian hingga pengamanan objek vital.


Dari ruang komunikasi publik hingga pengelolaan dukungan logistik.


Seluruh pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan seorang Stefanus Satake Bayu Setianto menuju pangkat Brigadir Jenderal Polisi.


Satu bintang di pundaknya bukan sekadar penanda perubahan pangkat dari Kombes Pol menjadi Brigjen Pol.


Lebih dari itu, bintang tersebut menjadi simbol perjalanan panjang, dedikasi, serta pengabdian seorang perwira yang telah melewati berbagai medan tugas di sejumlah wilayah Indonesia.


Kini, Stefanus Satake Bayu Setianto resmi menjejak level jenderal.


Perjalanan pengabdian yang dimulai dari penugasan awal sebagai perwira muda itu akhirnya mengantarkannya ke jajaran perwira tinggi Polri.


Namun, dengan jabatan dan tanggung jawab yang kini diemban, perjalanan pengabdian Brigjen Pol Stefanus Satake Bayu Setianto di Korps Bhayangkara tentu masih terus berlanjut. (**)