SUMBARNET – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10/2026) siang, mengakibatkan sejumlah aliran sungai meluap dan memicu banjir di beberapa wilayah. Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo menjadi kawasan yang dilaporkan mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan galodo, terutama warga yang berada di kawasan rawan dan membutuhkan pertolongan segera.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi situasi bencana tersebut. Sejumlah personel dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) bersama unsur TNI-Polri diterjunkan ke lapangan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan warga terdampak.

Tim gabungan tersebut terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan Kota Padang, yang bekerja bersama unsur TNI-Polri.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terjebak atau berada di lokasi terdampak dapat segera mendapatkan pertolongan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak bencana akibat hujan yang masih memengaruhi sejumlah kawasan.

Sejumlah Wilayah Terdampak, Warga Dievakuasi

Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sejumlah titik di Kota Padang dengan kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda-beda.

Di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 40 kepala keluarga (KK). Sementara itu, di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 35 orang dilaporkan telah dievakuasi oleh tim gabungan.

Evakuasi juga dilakukan di kawasan Lumin Park, dengan jumlah warga yang dievakuasi diperkirakan mencapai 40 orang. Adapun di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, warga dilaporkan melakukan evakuasi secara mandiri untuk menyelamatkan diri dari dampak banjir.

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan proses pemantauan serta pendataan yang dilakukan petugas di lapangan.

Pemerintah Kota Padang melalui tim gabungan terus melakukan upaya penanganan di lokasi terdampak, dengan memprioritaskan warga yang membutuhkan bantuan evakuasi. Kondisi wilayah yang terdampak juga menjadi perhatian petugas untuk menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai dengan perkembangan situasi.

Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir dan aliran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Warga juga diharapkan mengikuti arahan petugas serta mengutamakan keselamatan apabila kondisi di sekitar tempat tinggal mulai membahayakan.

Rehabilitasi Pascabencana Ikut Terdampak

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan hujan deras yang kembali melanda Kota Padang turut berdampak pada sejumlah pekerjaan rehabilitasi pascabencana yang sebelumnya telah berjalan.

Menurutnya, beberapa pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan setelah bencana pada November 2025 dan Agustus 2026 ikut terdampak akibat kondisi cuaca dan bencana yang kembali terjadi.

“Hujan deras kembali melanda Kota Padang, dan beberapa pekerjaan rehabilitasi dari bencana November 2025 dan Agustus 2026, ikut terdampak,” ujar Fadly Amran.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam melakukan penanganan bencana sekaligus melanjutkan upaya pemulihan terhadap wilayah yang sebelumnya telah mengalami kerusakan.

Bencana yang kembali terjadi juga menuntut kesiapsiagaan seluruh unsur terkait, baik dalam penanganan kondisi darurat maupun dalam memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko.

Meski demikian, dalam situasi saat ini, pemerintah daerah menempatkan upaya penyelamatan warga sebagai prioritas utama sebelum melakukan langkah penanganan lanjutan sesuai kondisi di lapangan.

Pemko Padang Fokus Evakuasi dan Koordinasi Lintas Instansi

Fadly Amran menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi. Upaya tersebut dilaksanakan melalui kerja sama lintas instansi yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat gabungan Pemko Padang, dengan dukungan unsur TNI-Polri.

“Fokus saat ini melakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan, yang sudah dilakukan oleh Tim Gabungan Pemko Padang yang juga didukung oleh unsur TNI-Polri, dan kita juga berkoordinasi dengan BASARNAS jika membutuhkan dukungan lebih lanjut,” ungkapnya.

Koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila perkembangan situasi di lapangan membutuhkan tambahan dukungan dalam proses evakuasi dan penanganan darurat.

Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk mempercepat respons terhadap bencana, mengingat kondisi setiap wilayah terdampak dapat berbeda, baik dari sisi akses, ketinggian genangan, maupun kebutuhan bantuan bagi masyarakat.

Melalui pengerahan personel gabungan, Pemko Padang berupaya memastikan proses evakuasi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, sembari memantau perkembangan kondisi di sejumlah kecamatan yang terdampak banjir.

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Dengan terjadinya banjir di beberapa kawasan Kota Padang, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air sungai, genangan, maupun kemungkinan terjadinya galodo, terutama di wilayah yang berada dekat aliran sungai dan kawasan rawan bencana.

Warga diminta segera menjauh dari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan apabila kondisi semakin memburuk. Masyarakat juga diharapkan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang deras atau mendekati aliran sungai ketika debit air meningkat.

Bagi warga yang membutuhkan pertolongan, koordinasi dengan petugas di lapangan menjadi hal penting agar proses evakuasi dapat dilakukan secara terarah dan aman.

Sementara itu, tim gabungan Pemko Padang bersama unsur TNI-Polri terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak sesuai kondisi di lapangan. Pendataan terhadap jumlah warga terdampak dan perkembangan situasi di masing-masing wilayah juga masih menjadi bagian dari upaya penanganan bencana.

Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam menghadapi kondisi darurat tersebut. Penanganan lanjutan akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan dukungan di lapangan.

Hingga pendataan sementara dilakukan, perhatian utama masih tertuju pada proses evakuasi warga terdampak, pemantauan kondisi wilayah rawan, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan bencana berjalan secara cepat dan terkoordinasi. (**)

 


SUMBARNET – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), mengakibatkan aliran Sungai Lubuk Minturun meluap dan merendam kawasan permukiman warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat sekaligus membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir.

Personel BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), unsur TNI, dan Polri bergerak ke kawasan terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat serta membantu warga menghadapi situasi darurat akibat meluapnya aliran sungai.

Tim gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, sekaligus membantu mengamankan barang-barang berharga milik masyarakat ke tempat yang lebih aman guna mengurangi risiko kerugian akibat genangan air.

Kehadiran personel gabungan di lokasi merupakan bagian dari upaya penanganan cepat untuk mengantisipasi dampak banjir, mengingat hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan peningkatan debit air sungai dan memperluas wilayah genangan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri telah berada di lokasi untuk memprioritaskan keselamatan warga terdampak.

"Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka," ujar Hendri Zulviton.

Menurutnya, penanganan di lapangan difokuskan pada upaya membantu masyarakat yang terdampak banjir, terutama warga yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan permukiman yang terendam.

Selain melakukan evakuasi, tim gabungan juga bersiaga untuk membantu mengamankan barang-barang berharga milik warga agar dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh banjir.

Hendri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi banjir susulan, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai serta kawasan yang selama ini rawan terdampak banjir.

"Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi," katanya.

Ia menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan ketika hujan deras masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan debit air sungai secara cepat, sehingga warga perlu memperhatikan perkembangan situasi di lingkungan masing-masing.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diharapkan terus memantau kondisi air dan segera mengambil langkah penyelamatan apabila debit air mulai meningkat atau genangan memasuki kawasan permukiman. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengutamakan keselamatan jiwa dibandingkan penyelamatan barang-barang saat kondisi banjir semakin membahayakan. Apabila diperlukan, warga sebaiknya segera berpindah ke lokasi yang lebih aman dan meminta bantuan kepada petugas.

BPBD Kota Padang bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak. Sinergi antara BPBD, TRC, TNI, dan Polri diharapkan dapat membantu memperlancar proses evakuasi serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak luapan Sungai Lubuk Minturun.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan banjir, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Dengan tetap memantau perkembangan cuaca, memperhatikan perubahan debit air sungai, serta mengikuti arahan petugas, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir.

BPBD Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila membutuhkan pertolongan.

Upaya penanganan dan evakuasi akan terus menjadi prioritas guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak banjir yang terjadi di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Polresta Bukittinggi, telah menetapkan status tersangka terhadap delapan personil Satpol PP, yang disangkakan berbuat tindak kekerasan terhadap dosen Fort de Kock, saat mengamankan aset, Juli 2026 lalu. Pemerintah Kota Bukittinggi tegas untuk menghormati proses hukum yang berlaku dan juga telah mengajukan penangguhan penahanan, terhadap seluruh personil yang saat ini tersandung kasus hukum.


Sekda Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kasus ini menjadi perhatian khusus bagi Pemko. Berbagai langkah hukum juga tengah ditempuh pihak pemko, melalui kuasa hukum yang telah ditunjuk secara resmi. Pendampingan hukum, menjadi opsi utama yang dilakukan pemerintah, untuk dapat melepaskan delapan personil Satpol PP dari jeratan hukum.


“Kita tegas untuk hormati proses hukum yang ada. Namun, perlu kita pahami bersama, penetapan tersangka, belum tentu menjadikan delapan personil Satpol PP adalah orang yang benar benar telah melakukan kesalahan. Kita juga punya bukti yang meringankan dan sudah kita sampaikan ke penyidik. Kenapa permasalahan ini sampai terjadi dan kisruh yang terjadi saat itu, tentu ada sebab akibat. Ini yang jadi pegangan kita dan sudah disampaikan. Namun, karena penyidik sesuai tugasnya, telah menaikkan status menjadi tersangka, tentu kita hormati,” ungkap Rismal, Jumat, 9 Oktober 2026.


Untuk itu, lanjut Sekda, saat penyidik melakukan penahanan pada Senin (5/10) , Pemko juga sesegara mungkin telah mengajukan penangguhan penahanan. Upaya ini, menjadi bentuk bantuan hukum kepada mereka yang telah bekerja menjalankan tugas negara.


“Penangguhan penahanan, merupakan hak setiap orang yang statusnya dinaikkan menjadi tersangka. Ini langsung kita lakukan saat personil kita ditetapkan jadi tersangka. Tidak hanya satu kali saja, kita masukkan beberapa pengajuan penangguhan penahanan, dimana, pemerintah kota dan keluarga menjadi penjamin. Hasilnya bagaimana ? Tentu kita tunggu, bagaimana respon dari pihak kepolisian,” jelasnya.


Satpol PP, yang menjadi petugas resmi pemerintah dalam menegakkan perda, tentu patut mendapat perlindungan hukum. Apalagi, saat konflik terjadi pada akhir Juli 2026 lalu, tim SK 4, melaksanakan tugas untuk memasang plang barang milik daerah atas tanah seluas 5.528 m2, yang telah dibeli pemerintah kota pada tahun 2007 lalu. Pembelian tanah itu, dikuatkan dengan bukti otentik, adanya surat Akta Jual Beli (AJB) nomor 36 / MKS-2007  dan sertifikat hak milik nomor 655, yang saat ini berada di tangan Pemerintah Kota Bukittinggi.


Pemasangan plang milik daerah, dilaksanakan sesuai permendagri nomor 7 tahun 2024, tentang pengelolaan barang milik daerah. Setiap aset daerah, harus dipasang plang barang milik daerah. Namun, saat proses pemasangan, terjadi penolakan yang melibatkan dosen, mahasiswa dan security, yang mana permasalahan ini, murni masalah kepemilikan aset, antara Pemko Bukittinggi dan Yayasan Fort de Kock. (**)

 


Padang — Menyusuri perbukitan, menembus kawasan hutan, melintasi sungai, hingga menapaki jalan raya sejauh kurang lebih 40 kilometer. Bagi ratusan pecinta alam yang mengikuti Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026, perjalanan ini bukan sekadar menguji ketahanan fisik, tetapi juga menelusuri kembali jejak perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasco Ruseimy, membuka kegiatan tersebut di SMAN 11 Padang, kawasan Bungus Teluk Kabung, Jumat malam (9/10/2026). Ia mengingatkan para peserta agar menjadikan kecintaan terhadap alam sebagai komitmen nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.


Menurut Vasco, kegiatan lintas alam harus menjadi ruang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa, khususnya perjuangan Batalyon Harimau Kuranji.


“Sebagai pecinta alam, saya berpesan agar kita saling tolong-menolong, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan etika saat berada di alam. Alam juga memiliki aturan yang harus kita perhatikan dan indahkan,” pesannya.


Ia juga meminta peserta memahami nilai sejarah di balik kegiatan tersebut. Semangat perjuangan Harimau Kuranji, yang dikenal sebagai bagian dari perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan, diharapkan terus hidup di kalangan generasi muda.


 324 Pecinta Alam, 81 Tim, dan Tantangan 40 Kilometer


LLA-TJPHK V 2026 diikuti 324 peserta yang tergabung dalam 81 tim. Peserta terdiri atas 46 tim pelajar dan 35 tim kategori umum. Mereka berasal dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, serta daerah tetangga, yakni Pekanbaru, Riau, dan Kerinci, Jambi.


Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.


Menurut Khalid, setiap tim terdiri atas empat orang, dengan pembagian satu orang official dan tiga anggota peserta. Kehadiran peserta lintas daerah menunjukkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan komunitas pecinta alam untuk memperluas persahabatan dan pengalaman.


“Sekarang total peserta 81 tim, yang terdiri dari pelajar 46 tim dan umum 35 tim,” ujar Khalid.


Tahun ini, peserta memperebutkan total hadiah Rp106 juta yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Hadiah untuk kategori terbaik I sebesar Rp10 juta, terbaik II Rp7,5 juta, dan terbaik III Rp6 juta.


Panitia juga menyiapkan 45 item doorprize dengan total nilai Rp10 juta.


Namun, tantangan utama lomba bukan hanya hadiah. Peserta harus menaklukkan jalur lintas alam sepanjang kurang lebih 40 kilometer dengan medan yang bervariasi, mulai dari perbukitan, kawasan hutan, telusur sungai, hingga jalan raya.


Evi Yandri: Bukan Sekadar Adu Ketahanan Fisik


Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, mengatakan LLA-TJPHK memiliki misi lebih luas daripada sekadar menguji kemampuan fisik dan memacu adrenalin peserta.


Menurutnya, kegiatan yang mengusung kepedulian terhadap lingkungan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji kepada generasi muda.


“Batalyon Harimau Kuranji merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di Kota Padang,” kata Evi Yandri.


Ia menjelaskan, dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda melalui olahraga, kecintaan terhadap alam, dan pembelajaran sejarah.


Keterlibatan peserta dari luar Sumbar juga menjadi perkembangan tersendiri. Tahun ini, dua tim berasal dari Pekanbaru, Riau, sedangkan satu tim berasal dari Kerinci, Jambi.


Evi Yandri menyebutkan, terdapat pula minat dari 10 tim asal Sumatera Utara untuk mengikuti kegiatan tersebut. Keinginan mereka diharapkan dapat diakomodasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya.


Dua Etape Menyusuri Jejak Perjuangan


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan bahwa LLA-TJPHK dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, membentuk disiplin, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan wawasan kebangsaan.


Secara khusus, kegiatan ini mengangkat sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Fuadi menerangkan, lokasi awal kegiatan semula direncanakan berada di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Namun, karena kawasan tersebut dilanda bencana longsor, lokasi pembukaan sekaligus start dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.


Perjalanan lomba dibagi menjadi dua etape.


Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang di Bungus, kemudian memasuki kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan (Luki), dan berakhir di Gua Kelelawar, Padayo, Luki.


Pada etape kedua, peserta kembali bergerak dari Gua Kelelawar Padayo, menembus kawasan hutan Gaduik sekitar tiga kilometer, lalu menuju Pauh V hingga mencapai garis finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.


Jalur tersebut bukan rute baru bagi penyelenggara. Menurut panitia, lintasan serupa pernah digunakan pada LLA-TJPHK III tahun 2024.


Pada pelaksanaan tahun ini, penilaian lomba berfokus pada kecepatan waktu, sedangkan unsur ketepatan waktu ditiadakan.


Untuk memperkuat pemahaman sejarah, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui diskusi sejarah yang menghadirkan dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar, serta mengikuti technical meeting sebelum lomba dimulai.


 Merawat Alam, Menghidupkan Ingatan Sejarah


Bagi penyelenggara, keberhasilan LLA-TJPHK tidak hanya ditentukan oleh tim yang mencapai finis paling cepat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan meninggalkan pengalaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, membangun solidaritas, dan memahami perjuangan generasi terdahulu.


Pesan tersebut menjadi penekanan Wagub Vasco Ruseimy saat membuka kegiatan. Ia berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman menaklukkan medan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam dan menghormati sejarah bangsa.


Dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah, LLA-TJPHK V 2026 menjadi pertemuan antara olahraga petualangan, pendidikan lingkungan, dan pengenalan sejarah perjuangan lokal.


Dari Bungus, melewati hutan dan perbukitan hingga Kuranji, perjalanan 40 kilometer itu mengingatkan bahwa kecintaan terhadap alam dan penghargaan terhadap sejarah dapat berjalan beriringan sebagai bekal membangun karakter generasi muda. (drd)

 


PADANG, - Komitmen besar untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel kembali ditegaskan di Ranah Minang. Seluruh jajaran pimpinan daerah se-Sumatera Barat berkumpul dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026).


Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh kabupaten/kota serius dalam membentengi tata kelola anggaran daerah dari praktik penyimpangan. Momentum penting ini dihadiri langsung oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) untuk memperkuat arah kebijakan pencegahan korupsi di daerah.


Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., bersama para Kepala Daerah se-Sumbar menegaskan soliditas antara legislatif dan eksekutif. Sinergi ini ditujukan untuk memperketat tata kelola APBD, menjaga integritas para pejabat publik, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.


Acara berskala besar ini turut dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai instansi pusat dan daerah. Tampak hadir Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, pejabat Kementerian Dalam Negeri dan KPK RI, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar.


Dari jajaran daerah, tampak hadir secara kompak para bupati, wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, Ketua DPRD kabupaten/kota, hingga para Sekretaris Daerah beserta jajaran pejabat eselon II se-Sumatera Barat. Kehadiran seluruh elemen kunci ini mencerminkan tekad bersama dalam membangun sistem pemerintahan daerah yang transparan dan bebas korupsi.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen Pemprov Sumbar untuk terus menjaga marwah tata kelola pemerintahan. Gubernur menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang bersih, efektif, transparan, serta akuntabel sebagai fondasi utama pembangunan daerah.


Sementara itu, Ketua KPK RI, Komjen Pol. (Purn) Dr. Setyo Budiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan bagian vital dari upaya pencegahan (prevention). Penguatan pemahaman mengenai regulasi pencegahan tindak pidana korupsi diharapkan dapat membentengi para pejabat daerah dari potensi pelanggaran hukum.


Ketua KPK menekankan agar dokumen komitmen bersama yang telah ditandatangani tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan diterapkan secara konsisten dalam tugas sehari-hari. Fokus utama implementasi tersebut mencakup kepatuhan anggaran, pengadaan barang dan jasa, transparansi mutasi dan rotasi jabatan, hingga kedisiplinan pelaporan LHKPN.


Melalui sinergi erat antara Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Pemprov Sumbar, KPK, Kemendagri, dan BPKP, rakor ini diharapkan mampu memantapkan tata kelola pemerintahan Sumatera Barat yang makin maju. Langkah bersama ini menjadi modal berharga dalam menghadirkan iklim investasi yang sehat dan pelayanan masyarakat yang optimal tanpa rasa cemas akan praktik korupsi. (*)



PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau progres pembangunan SDN 01 Pasar Laban yang berlokasi di Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), Kamis (8/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan kembali sekolah yang terdampak banjir pada November 2025 berjalan sesuai rencana, memenuhi standar yang ditetapkan, serta dapat segera dituntaskan agar aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung secara efektif.

Dalam kunjungan itu, Fadly Amran melihat langsung perkembangan pembangunan sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya terdampak bencana. Pembangunan kembali SDN 01 Pasar Laban mencakup seluruh ruang kelas, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta berbagai sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

Wali Kota Padang menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian serius, mengingat sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran sekaligus lingkungan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Karena itu, ia meminta agar pengerjaan pembangunan dilakukan secara optimal dan dipercepat tanpa mengabaikan kualitas konstruksi maupun standar keselamatan. Dengan demikian, bangunan sekolah dapat segera dimanfaatkan kembali oleh siswa dan tenaga pendidik dalam kondisi yang aman, nyaman, dan layak.

Turut mendampingi Wali Kota Padang dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, Camat Bungtekab, Afridon, serta Lurah Bungus Selatan, Syamsuardi.

Percepatan Pembangunan Jadi Perhatian Utama

Dalam peninjauan tersebut, Fadly Amran meminta pihak terkait memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target. Penyelesaian ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya perlu menjadi perhatian agar sekolah dapat segera difungsikan kembali secara maksimal.

Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan pascabanjir tidak cukup hanya dengan membangun kembali bangunan yang rusak. Seluruh sarana yang tersedia juga harus memenuhi kebutuhan siswa dan guru sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Ruang kelas, fasilitas kesehatan sekolah, penerangan, instalasi listrik, serta sarana pendukung lainnya harus diperhatikan secara menyeluruh. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung kenyamanan warga sekolah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Fadly Amran juga menekankan pentingnya penerapan standar teknis dalam pembangunan. Setiap bagian bangunan harus dikerjakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk standar yang ditetapkan oleh kementerian terkait.

“Bangunan dan fasilitas sekolah harus sesuai standar, terutama penerangan dan instalasi listrik, sehingga ruang kelas nyaman digunakan,” tegas Fadly Amran.

Penekanan terhadap penerangan dan instalasi listrik tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas sekolah tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga aman dan siap digunakan. Kualitas pengerjaan harus menjadi perhatian sejak proses pembangunan hingga bangunan dinyatakan layak untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Pemerintah Kota Padang diharapkan dapat terus mengawal pelaksanaan pembangunan melalui koordinasi perangkat daerah terkait, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai perencanaan dan kebutuhan sekolah.

Antisipasi Banjir Harus Diperkuat

Selain meninjau progres pembangunan fisik, Wali Kota Padang turut menyoroti pentingnya langkah antisipasi terhadap ancaman banjir yang sebelumnya berdampak pada SDN 01 Pasar Laban.

Banjir yang terjadi pada November 2025 menjadi perhatian dalam upaya pemulihan sekolah tersebut. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pembangunan kembali fasilitas pendidikan perlu diiringi dengan langkah mitigasi bencana agar kerusakan serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Fadly Amran meminta agar perlindungan kawasan sekolah dari potensi banjir menjadi bagian penting dalam perencanaan penataan lingkungan. Salah satu upaya yang didorong ialah pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai yang berada di sekitar sekolah.

Pembangunan tanggul tersebut dinilai penting untuk membantu melindungi kawasan sekolah dari ancaman luapan air, sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan ketika hujan deras berpotensi menimbulkan banjir.

“Pembangunan tanggul ini penting sebagai langkah antisipasi agar kawasan sekolah lebih terlindungi dari ancaman banjir dan proses belajar mengajar tidak terganggu,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, upaya penanganan risiko banjir perlu diperhatikan secara serius agar pembangunan kembali sekolah memberikan manfaat jangka panjang. Fasilitas yang telah dibangun harus didukung sistem perlindungan lingkungan yang memadai sehingga siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dengan lebih tenang.

Langkah mitigasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan fasilitas pendidikan terhadap bencana. Dengan perencanaan yang tepat, sekolah diharapkan tidak hanya mampu pulih dari dampak banjir sebelumnya, tetapi juga memiliki perlindungan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana serupa.

Koordinasi antara perangkat daerah terkait diperlukan untuk memastikan langkah antisipasi dapat direncanakan secara matang, sesuai kondisi kawasan dan kebutuhan perlindungan sekolah.

Lingkungan Sekolah Didorong Menjadi Ruang Belajar yang Nyaman

Perhatian Wali Kota Padang tidak hanya tertuju pada bangunan utama dan upaya pengendalian banjir. Penataan lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dari peninjauan tersebut.

Fadly Amran menilai lingkungan sekolah yang tertata dengan baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Halaman dan taman sekolah perlu dirancang agar memiliki fungsi yang jelas, tidak sekadar menjadi ruang terbuka, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kegiatan edukatif.

Penataan halaman, penghijauan, serta pengembangan taman sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Ruang terbuka yang dikelola dengan baik juga berpotensi menjadi alternatif tempat pembelajaran di luar kelas, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik harus mampu menggabungkan aspek kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan fungsi pembelajaran. Dengan begitu, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa menerima materi pelajaran di dalam kelas, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berinteraksi.

“Lingkungan sekolah harus ditata dengan baik agar nyaman dan dapat mendukung aktivitas edukatif siswa, termasuk menjadikan halaman dan taman sebagai ruang belajar di luar kelas,” ungkapnya.

Penataan lingkungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembangunan sekolah secara menyeluruh. Fasilitas fisik yang memadai perlu diimbangi dengan lingkungan yang bersih, tertib, asri, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Dengan konsep tersebut, SDN 01 Pasar Laban diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai lingkungan pendidikan yang lebih baik setelah terdampak banjir. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemulihan bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan belajar bagi siswa dan tenaga pendidik.

Pemulihan Sekolah untuk Menjamin Kelancaran Pendidikan

Peninjauan yang dilakukan Fadly Amran menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Padang terhadap pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Keberadaan sekolah yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang aman dan nyaman tetap terpenuhi.

Pembangunan kembali SDN 01 Pasar Laban diharapkan dapat mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di kawasan Bungus Selatan.

Percepatan pekerjaan, pemenuhan standar bangunan, kelayakan instalasi listrik dan penerangan, penguatan perlindungan terhadap banjir, serta penataan lingkungan sekolah menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Pemerintah Kota Padang melalui perangkat daerah terkait diharapkan terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar seluruh kebutuhan pembangunan dapat ditangani secara terarah. Dengan demikian, hasil pembangunan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga sekolah dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Fadly Amran berharap pembangunan tersebut dapat segera diselesaikan dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan. Ia juga menginginkan agar upaya pemulihan disertai perencanaan yang memperhatikan kondisi lingkungan, sehingga sekolah memiliki fasilitas yang memadai dan perlindungan yang lebih baik terhadap potensi banjir.

Pada akhirnya, pembangunan kembali SDN 01 Pasar Laban diharapkan menjadi langkah penting dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Melalui penyelesaian pembangunan yang terencana dan perhatian terhadap mitigasi bencana, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan, tanpa kembali terganggu oleh persoalan infrastruktur maupun ancaman banjir di kemudian hari. (**)



PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat sinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendorong pengembangan kawasan Muaro Padang agar menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, representatif, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan General Manager (GM) PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan tersebut turut membahas rencana pengembangan kawasan di sekitar Pelabuhan Muaro Padang yang akan dilaksanakan oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva, salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata maritim sekaligus mendukung penataan kawasan bersejarah di Kota Padang.

Dalam audiensi itu, Wali Kota Padang didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani.

Sementara itu, dari pihak Pelindo hadir GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar dan Direktur Komersial PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Andira Reoputra.

Sejalan dengan Progul Jelajah Padang

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa rencana pengembangan kawasan Muaro Padang sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Jelajah Padang, yang salah satunya diarahkan untuk mengaktifkan dan menata kawasan pinggir pantai agar semakin menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurut Fadly, penataan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan potensi ekonomi, pariwisata, serta aktivitas masyarakat yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.

Muaro Padang dinilai memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu akses menuju Kepulauan Mentawai. Wilayah tersebut dikenal memiliki potensi wisata bahari yang mampu menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan pengembangan yang terarah, kawasan Muaro Padang diharapkan dapat menjadi bagian penting dari rangkaian destinasi wisata Kota Padang, sekaligus memperkuat konektivitas antara wisata perkotaan, wisata sejarah, kuliner, dan wisata bahari.

Fadly Amran menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menilai adanya kesamaan visi antara Pemko Padang dan Pelindo menjadi modal penting untuk mewujudkan pengembangan kawasan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Ini gayung bersambut. Kami berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang, terutama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan badan usaha sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi kawasan strategis, termasuk kawasan pelabuhan yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, perdagangan, transportasi, dan pariwisata.

Menurutnya, pengembangan Muaro Padang perlu dirancang secara terintegrasi agar tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan tumbuhnya peluang usaha baru.

Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia

Selain mendorong sektor pariwisata, pengembangan Muaro Padang juga dinilai memiliki keterkaitan dengan cita-cita Kota Padang untuk menjadi kota gastronomi dunia.

Kota Padang memiliki kekayaan kuliner khas Minangkabau yang telah dikenal luas. Potensi tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui penataan kawasan wisata yang menghubungkan pengalaman berwisata, kekayaan budaya, sejarah kota, dan ragam kuliner lokal.

Dengan semakin tertatanya kawasan Muaro Padang, wisatawan diharapkan tidak hanya menjadikan Kota Padang sebagai tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Mentawai, tetapi juga terdorong untuk menikmati berbagai destinasi dan produk wisata yang tersedia di kota ini.

Fadly menyebutkan, Pemko Padang siap membangun kolaborasi dengan Pelindo untuk menyukseskan rencana pengembangan tersebut.

“Kami sangat mendukung pengembangan Muaro Padang, karena dapat mendukung Padang menjadi kota gastronomi dunia. Kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PT Pelindo untuk menyukseskan pembangunan ini,” ungkapnya.

Ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat menjadi salah satu penggerak pariwisata perkotaan, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, pengelola jasa wisata, serta masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pesisir.

Melalui sinergi lintas sektor, pengembangan Muaro Padang diharapkan dapat menghadirkan kawasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi yang hidup dan berkelanjutan.

Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Pelabuhan Muaro Padang

GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengembangan kawasan Muaro Padang.

Ia menyebutkan, komitmen Wali Kota Padang dalam melakukan penataan kawasan Kota Tua dan Batang Arau menjadi salah satu hal yang sejalan dengan rencana pengembangan yang tengah dibicarakan bersama.

Menurut Ferrial, kawasan di sekitar pelabuhan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi ruang wisata yang lebih representatif, dengan tetap memperhatikan fungsi pelabuhan dan kebutuhan pelayanan transportasi laut.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah area di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast, yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai.

“Kawasan yang akan kita tata berada di sekitar Muaro Padang, di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai,” jelas Ferrial.

Ia mengatakan, penataan kawasan tersebut direncanakan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih teratur dan memiliki karakter visual yang kuat sebagai kawasan wisata maritim.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penataan kapal-kapal wisata agar terlihat lebih seragam dan tertib. Konsep ini antara lain terinspirasi dari kawasan wisata maritim di Bali yang memiliki pengaturan kapal dengan tampilan lebih terorganisasi.

Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperkuat identitas kawasan, serta memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi masyarakat dan wisatawan.

Dengan penataan yang tepat, kawasan pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi laut, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari destinasi wisata yang menawarkan pemandangan pesisir, aktivitas maritim, dan suasana khas kawasan pelabuhan bersejarah.

Terintegrasi dengan Pembangunan Maritim Center

Ferrial Dunan Sidabutar menambahkan, rencana pengembangan kawasan Muaro Padang juga sejalan dengan pembangunan Maritim Center yang sedang dilakukan oleh Pelindo.

Menurutnya, keberadaan Maritim Center dan penataan lingkungan di sekitarnya diharapkan dapat saling mendukung dalam membangun kawasan yang lebih terintegrasi. Pengembangan tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara fungsi maritim, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini sejalan dengan Maritim Center yang sedang kita bangun saat ini. Pengembangan kawasan ini dapat mendukung cita-cita Pemerintah Kota Padang menjadi kota gastronomi,” kata Ferrial.

Sinergi tersebut dinilai membuka peluang untuk menciptakan kawasan yang memiliki nilai tambah, baik dari sisi pelayanan transportasi laut maupun pengembangan destinasi wisata perkotaan.

Keberadaan terminal penumpang menuju Kepulauan Mentawai juga menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai potensi Kota Padang kepada wisatawan yang datang maupun berangkat melalui pelabuhan tersebut.

Dengan demikian, kawasan Muaro Padang diharapkan dapat dikembangkan sebagai ruang yang menghubungkan perjalanan wisata bahari, wisata sejarah di kawasan Kota Tua dan Batang Arau, serta wisata kuliner yang menjadi salah satu kekuatan utama Kota Padang.

Pengembangan ini juga berpotensi memberikan ruang lebih luas bagi promosi produk lokal, makanan khas Minangkabau, dan berbagai usaha kreatif yang dapat mendukung pengalaman wisata pengunjung.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Kolaborasi Pemko Padang dan Pelindo dalam pengembangan Muaro Padang menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan pesisir sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Penataan yang dilakukan secara terencana diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan.

Peluang tersebut dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat yang bergerak di bidang pelayanan wisata.

Di sisi lain, pengembangan kawasan juga membutuhkan koordinasi antarpihak agar penataan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, kelancaran transportasi laut, serta fungsi kawasan pelabuhan.

Karena itu, dukungan perangkat daerah terkait bersama Pelindo menjadi penting untuk memastikan rencana pengembangan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Pemko Padang berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pembahasan, tetapi dapat berlanjut menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kawasan Muaro Padang yang tertata, produktif, dan memiliki daya saing sebagai destinasi wisata.

Melalui pengembangan tersebut, Muaro Padang diharapkan mampu memperkuat wajah Kota Padang sebagai kota pesisir yang kaya akan sejarah, budaya, kuliner, dan potensi wisata bahari.

Sinergi antara pemerintah daerah dan Pelindo pun diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan kawasan pelabuhan yang lebih representatif sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang. (**)

 


PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional dan Kongres Tahunan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) yang berlangsung di The ZHM Premiere Padang, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang digelar pada 8–10 Oktober 2026 tersebut menjadi forum strategis untuk mendorong pengembangan obat herbal terstandar melalui pemanfaatan teknologi digital, sekaligus memperkuat potensi pariwisata kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar).

Seminar nasional dan kongres tahunan ini mengusung tema “Digitalisasi Informasi Obat Herbal Terstandar dalam Mendukung Pariwisata Kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar)”. Tema tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi, dukungan riset ilmiah, serta kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi herbal daerah agar memiliki nilai tambah bagi kesehatan masyarakat dan sektor pariwisata.

Kehadiran Fadly Amran sebagai pembicara utama menjadi kesempatan untuk menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membangun kota yang cerdas, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga ahli, dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan kekayaan sumber daya lokal, termasuk tanaman herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Junaidi Khotib; Ketua APTFI, Yandi Syukri; Rektor Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Musliar Kasim, bersama para wakil rektor; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma; serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima.

Selain itu, seminar dan kongres tersebut juga diikuti oleh perwakilan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara sahabat. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan gagasan inovatif untuk pengembangan bidang farmasi, obat herbal, dan pariwisata kesehatan.

Dorong Rekomendasi Konkret untuk Pengembangan Herbal Daerah

Dalam pemaparannya, Fadly Amran berharap Seminar Nasional dan Kongres Tahunan APTFI tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti untuk mengembangkan produk herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat.

Menurutnya, potensi lokal yang dimiliki Sumatera Barat perlu dikelola secara terarah melalui dukungan penelitian, pengembangan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Dengan demikian, kekayaan alam dan tradisi masyarakat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing.

Fadly menilai, Sumatera Barat memiliki kekayaan tradisi kuliner dan pemanfaatan bahan-bahan alami yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan wisata kesehatan. Potensi tersebut perlu diperkuat dengan pendekatan ilmiah, khususnya untuk memastikan mutu, keamanan, dan standardisasi produk yang dihasilkan.

Ia berharap para akademisi dan tenaga ahli farmasi dapat memberikan masukan yang aplikatif sehingga pengembangan produk lokal tidak berhenti pada potensi, tetapi mampu diwujudkan melalui inovasi yang memenuhi standar dan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung pariwisata kesehatan dan pembangunan Sumbar,” ujar Fadly Amran.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ekosistem pengembangan produk lokal yang berkelanjutan.

Perguruan tinggi dapat berperan melalui penelitian dan pengembangan, sementara pemerintah memberikan dukungan kebijakan serta fasilitasi sesuai kewenangannya. Di sisi lain, pelaku usaha dapat membantu mengembangkan hasil inovasi menjadi produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.

Melalui kerja sama tersebut, potensi herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari daya tarik daerah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan peluang usaha dan penguatan sektor pariwisata.

Perkuat Visi Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran juga menjelaskan bahwa Pemko Padang terus mendorong terwujudnya visi Kota Pintar atau Smart City dan Kota Sehat melalui program-program yang terukur, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur dan pelayanan administratif. Lebih dari itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

Pemanfaatan teknologi, misalnya, perlu diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperluas akses informasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Dalam konteks kesehatan, akses terhadap informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

Fadly menekankan bahwa konsep Kota Pintar harus diwujudkan melalui program nyata yang hasilnya dapat dirasakan dan dinilai langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga menjadi sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Visi ini harus terukur langsung oleh masyarakat. Kita ingin Padang menjadi Kota Pintar dan Kota Sehat, bukan hanya dari sisi konsep, tetapi juga melalui program nyata yang bisa dinilai dan dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemko Padang untuk terus mengembangkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurut Fadly, keberhasilan pembangunan kota harus dilihat dari sejauh mana program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata, termasuk dalam aspek kesehatan, kenyamanan lingkungan, dan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menilai bahwa pengembangan kota yang sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan, tenaga profesional, dunia usaha, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan secara terpadu, memiliki arah yang jelas, dan berkelanjutan.

Kota Sehat Tidak Hanya Bergantung pada Fasilitas Kesehatan

Lebih lanjut, Fadly Amran menegaskan bahwa konsep Kota Sehat tidak hanya ditentukan oleh keberadaan rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Menurutnya, kesehatan masyarakat juga berkaitan erat dengan kualitas lingkungan, ketersediaan infrastruktur, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, serta kemampuan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, pembangunan kota yang sehat membutuhkan pendekatan menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor. Infrastruktur yang memadai, lingkungan yang terjaga, serta sistem pelayanan publik yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, sektor pariwisata juga memiliki keterkaitan dengan upaya membangun ekosistem kota yang sehat dan berkelanjutan. Pengembangan destinasi wisata perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebersihan lingkungan, keamanan pangan, kesiapan fasilitas pendukung, dan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Fadly berpandangan bahwa potensi pariwisata Padang dan Sumatera Barat dapat dikembangkan lebih jauh apabila didukung oleh ekosistem yang memadai. Wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga kenyamanan, keamanan, serta jaminan kualitas layanan selama berada di daerah tujuan wisata.

Karena itu, pengembangan pariwisata kesehatan memerlukan koordinasi lintas sektor agar berbagai unsur pendukungnya dapat berjalan secara selaras.

Pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan pelaku industri pariwisata diharapkan dapat berkontribusi sesuai peran masing-masing. Melalui sinergi tersebut, pengembangan pariwisata tidak hanya mengejar peningkatan kunjungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kekayaan Herbal dan Kuliner Tradisional Jadi Potensi Wisata

Fadly Amran juga menyoroti besarnya potensi kekayaan herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.

Sumatera Barat dikenal memiliki beragam tradisi kuliner yang tumbuh dari kekayaan bahan pangan lokal dan budaya masyarakat. Potensi tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cita rasa, tradisi, serta pengetahuan lokal.

Dalam pengembangannya, potensi herbal dapat dikaitkan dengan wisata kuliner dan gastronomi melalui pendekatan yang bertanggung jawab, berbasis pengetahuan, serta memperhatikan keamanan dan kualitas produk.

Fadly menilai bahwa inovasi terhadap produk lokal perlu terus didorong agar mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus mempertahankan karakter dan identitas daerah.

“Kekayaan herbal Sumbar berpotensi memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan wisata kuliner. Kita berharap masukan para ahli dapat mendorong inovasi produk lokal menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Sumatera Barat,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari kalangan akademisi dan tenaga ahli dapat membantu mengidentifikasi potensi bahan herbal lokal, mengembangkan metode pengolahan yang tepat, serta menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

Dengan dukungan penelitian yang memadai, pengembangan produk herbal diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah. Pengetahuan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dapat menjadi sumber inspirasi penelitian, sementara kajian ilmiah berperan dalam menilai keamanan, mutu, dan manfaat produk secara bertanggung jawab.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengembangan herbal tidak hanya mengandalkan popularitas atau klaim yang beredar di masyarakat, tetapi juga didukung informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, penguatan wisata kuliner dan gastronomi juga berpeluang membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk yang lebih inovatif. Apabila dikelola dengan baik, sektor ini dapat mendukung promosi identitas daerah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Digitalisasi Informasi Obat Herbal Perlu Didukung Riset Ilmiah

Sesuai dengan tema seminar, digitalisasi informasi obat herbal menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk berbasis potensi lokal.

Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi produk, mulai dari identitas dan komposisi bahan, proses pengolahan, standar mutu, hingga informasi keamanan yang relevan.

Namun, informasi yang disajikan harus didukung oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan dan disusun berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, digitalisasi bukan sekadar memindahkan informasi ke platform elektronik, melainkan juga memastikan bahwa informasi tersebut akurat, mudah dipahami, dan tidak menyesatkan masyarakat.

Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui penelitian, pengujian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keahlian di bidang farmasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pengembangan produk herbal, termasuk dalam aspek standardisasi bahan baku, pengolahan, pengujian mutu, dan penilaian keamanan.

Fadly menilai bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi diperlukan agar potensi herbal Sumatera Barat dapat dikembangkan berdasarkan landasan ilmiah yang kuat.

Dukungan penelitian juga penting untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan kepada masyarakat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas berwenang. Hal ini menjadi semakin relevan ketika produk herbal dikembangkan untuk mendukung kegiatan pariwisata dan dipasarkan kepada konsumen dari berbagai daerah maupun negara.

Melalui digitalisasi yang dikelola secara tepat, informasi mengenai produk lokal berpotensi menjangkau masyarakat secara lebih luas. Meski demikian, penyebaran informasi tetap perlu diiringi edukasi mengenai penggunaan produk secara benar dan pemahaman terhadap perbedaan antara produk tradisional, obat herbal terstandar, dan kategori produk kesehatan lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan herbal diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap perlindungan konsumen dan kesehatan masyarakat.

Pengawasan Obat dan Keamanan Produk Tetap Menjadi Perhatian

Selain mendorong inovasi, Fadly Amran menekankan pentingnya memperhatikan aspek keamanan produk serta pengawasan peredaran obat.

Menurutnya, pengembangan sektor kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya memastikan masyarakat mendapatkan obat dari sarana resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Edukasi mengenai penggunaan obat secara rasional juga perlu terus diperkuat. Masyarakat harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai penggunaan obat sesuai kebutuhan, petunjuk tenaga kesehatan, dan informasi resmi yang dapat dipercaya.

Salah satu perhatian penting adalah penggunaan antibiotik yang harus sesuai dengan indikasi dan petunjuk tenaga kesehatan. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistansi antimikroba, yang pada akhirnya dapat menyulitkan penanganan infeksi.

Karena itu, upaya meningkatkan literasi kesehatan perlu melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang farmasi dan pelayanan kesehatan.

Fadly juga menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan dan ketersediaan obat yang terjamin sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata kesehatan.

“Di sektor pariwisata, kita juga terus mendorong penguatan gastronomi sebagai daya tarik wisata agar wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal kuliner dan kekayaan herbal daerah. Upaya ini perlu didukung keamanan pangan, ekosistem kesehatan yang memadai, serta ketersediaan obat yang terjamin tentunya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata kesehatan perlu didukung berbagai unsur yang saling berkaitan. Daya tarik wisata saja tidak cukup apabila tidak disertai perhatian terhadap keamanan produk, mutu pelayanan, dan perlindungan kesehatan pengunjung maupun masyarakat setempat.

Oleh sebab itu, upaya memperkuat sektor tersebut perlu dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidang masing-masing.

APTFI Diharapkan Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah

Seminar Nasional dan Kongres Tahunan APTFI di Padang menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas peluang dan tantangan pengembangan bidang farmasi, khususnya terkait digitalisasi informasi obat herbal terstandar.

Keterlibatan unsur pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan peserta dari berbagai daerah maupun negara sahabat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan serta pengembangan jejaring kerja sama.

Forum seperti ini diharapkan dapat mendorong lahirnya rekomendasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga relevan dengan kebutuhan daerah dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Bagi Kota Padang, penguatan kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya membangun kota yang cerdas, sehat, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Melalui dukungan penelitian dan inovasi, kekayaan herbal serta kuliner tradisional diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan berpotensi memperkuat daya tarik wisata Sumatera Barat.

Pada saat yang sama, pengembangan tersebut perlu tetap memperhatikan standar keamanan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat utama dari pembangunan.

Fadly Amran berharap forum nasional ini dapat menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan daerah, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan.

Ia menegaskan bahwa potensi lokal perlu didukung inovasi, pemanfaatan teknologi, dan kerja sama yang terarah agar mampu memberikan manfaat nyata.

Dengan sinergi yang kuat, pengembangan herbal, kuliner tradisional, dan pariwisata kesehatan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemko Padang juga berharap penguatan konsep Kota Pintar dan Kota Sehat dapat terus berjalan melalui program yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pengembangan potensi herbal dan pariwisata kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola potensi tersebut secara ilmiah, aman, inovatif, dan berkelanjutan. (**)


Foto : Ilustrasi

PASAMAN BARAT —Sumbarnet.id. Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Batang Saman, tepatnya di Kampung Bukik, Jorong Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (9/10/2026) siang.


Korban ditemukan warga dalam kondisi telah membusuk dengan posisi telungkup di tengah aliran sungai. Hingga Jumat sore, identitas korban masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi.


Berdasarkan laporan kepolisian, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 14.15 WIB oleh seorang warga bernama Donal (36), yang saat itu hendak pergi ke kebun.


Melihat keberadaan mayat tersebut, Donal kemudian menghubungi Marwan Hakim, seorang tokoh adat di Kampung Bukik.Informasi itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 14.35 WIB.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Pasaman Barat, Polsek Pasaman, dan tim identifikasi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas yang dipimpin Pamapta Aiptu Ravea Vani R. kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Pasaman Barat di Jambak untuk pemeriksaan medis.


Memiliki Tato di Tangan Kiri

Dari ciri-ciri fisik yang terlihat, korban diperkirakan berusia sekitar 26 tahun. Korban memiliki sejumlah tato di tangan kiri, di antaranya gambar menyerupai perahu dan karakter bergambar pada bagian lengan.

Selain itu, korban diketahui mengenakan jam tangan berwarna hitam, jaket parasut berwarna hijau, serta celana jins.


Ciri-ciri tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali korban dan mempercepat proses penelusuran identitasnya.


Polisi Lakukan Pemeriksaan

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta membawa jenazah ke RSUD Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan luar.


Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut.


Hingga saat ini, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya belum diketahui dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.


Masyarakat Diminta Membantu Identifikasi


Masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban atau merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera menghubungi Polres Pasaman Barat untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses identifikasi.


Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu kepolisian mengungkap identitas korban dan menemukan pihak keluarganya.


Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 17.55 WIB. Situasi selama proses penanganan dilaporkan aman dan terkendali. (Eka Saputra)

 


SUMBARNET – Atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada nomor 1.000 meter dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan para atlet dalam menjalani latihan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.


Pertandingan dayung tersebut berlangsung di Sungai Banda Bakali, kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Raihan medali emas ini sekaligus menambah semangat kontingen dayung Kota Padang untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik selama pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026.


Salah seorang atlet dayung Kota Padang, Muhammad Lutfi, mengungkapkan rasa senang dan syukur atas keberhasilan yang diraih dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, medali emas yang berhasil diperoleh merupakan hasil dari latihan keras, perjuangan, serta kerja sama seluruh tim dalam menghadapi persaingan di arena pertandingan.


“Kami senang dan bersyukur bisa meraih medali emas. Hasil ini merupakan buah dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim. Selanjutnya, kami akan fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejurnas pada Desember mendatang,” ujar Muhammad Lutfi.


Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Bagi mereka, pencapaian di Porprov bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan langkah penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.


Hasil Kerja Keras dan Latihan Intensif


Raihan medali emas pada nomor 1.000 meter tidak terlepas dari proses persiapan yang dijalani para atlet sebelum turun bertanding. Dalam olahraga dayung, kekuatan fisik, ketahanan, koordinasi gerakan, kekompakan, serta kemampuan menjaga ritme menjadi faktor penting untuk mencapai hasil maksimal.


Setiap atlet dituntut mampu menjaga konsentrasi dan mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang perlombaan. Selain kondisi fisik yang prima, koordinasi antaratlet dan penerapan strategi selama pertandingan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan.


Keberhasilan atlet putra dayung Kota Padang tersebut menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi modal penting untuk meraih prestasi. Semangat pantang menyerah dan tekad untuk memberikan hasil terbaik turut menjadi kekuatan dalam menghadapi lawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.


Bagi Muhammad Lutfi dan rekan-rekannya, medali emas yang diraih menjadi penghargaan atas usaha yang telah dilakukan selama masa persiapan. Capaian tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi pertandingan selanjutnya.


Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh anggota kontingen dayung Kota Padang untuk terus menjaga semangat dan meningkatkan kualitas penampilan selama Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung.


Kontingen Dayung Padang Diperkuat 30 Atlet


Pada ajang Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026, kontingen dayung Kota Padang diperkuat oleh 30 atlet putra dan putri yang siap berkompetisi dalam cabang olahraga tersebut.


Keikutsertaan para atlet ini menjadi bagian dari upaya Kota Padang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperjuangkan prestasi di tingkat provinsi. Setiap atlet diharapkan mampu menjalani pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kontribusi bagi kontingen daerah.


Dengan jumlah atlet yang cukup besar, kontingen dayung Kota Padang memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi dan kemampuan yang telah dibangun melalui proses latihan serta pembinaan.


Raihan medali emas pada nomor 1.000 meter menjadi salah satu hasil positif yang diharapkan dapat memacu semangat atlet lainnya. Keberhasilan tersebut juga dapat menjadi motivasi bersama untuk terus berjuang dalam setiap nomor pertandingan yang diikuti.


Selain mengejar medali, keikutsertaan dalam Porprov juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, serta mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani.


Pengalaman menghadapi persaingan di tingkat provinsi diharapkan dapat membantu atlet meningkatkan kesiapan mental dan teknis. Dengan demikian, mereka dapat terus berkembang dan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.


Fokus Persiapan Menuju Kejurnas Desember 2026


Usai mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat, tim dayung Kota Padang dijadwalkan melanjutkan persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.


Agenda tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi para atlet untuk mempertahankan semangat berlatih sekaligus meningkatkan kualitas kemampuan agar dapat bersaing di tingkat nasional.


Muhammad Lutfi menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekan setim akan kembali memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi kejuaraan tersebut. Hasil positif di Porprov diharapkan menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan diri sekaligus bahan evaluasi guna memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan selama pertandingan.


Persiapan menuju Kejurnas tentu membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Para atlet perlu menjaga kondisi fisik, meningkatkan daya tahan, memperkuat koordinasi, serta mematangkan teknik dan strategi yang diperlukan sesuai nomor pertandingan.


Selain itu, evaluasi terhadap penampilan selama Porprov menjadi bagian penting untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan. Dengan persiapan yang lebih terarah, tim dayung Kota Padang diharapkan dapat tampil lebih kompetitif saat menghadapi atlet dari berbagai daerah di Indonesia.


Bagi para atlet, pencapaian di Porprov menjadi penyemangat untuk tidak cepat berpuas diri. Medali emas yang diraih harus menjadi dorongan untuk terus berlatih dan menjaga komitmen dalam mengejar prestasi yang lebih tinggi.


Medali Emas Jadi Motivasi Tingkatkan Prestasi


Keberhasilan atlet putra dayung Kota Padang meraih medali emas pada nomor 1.000 meter menjadi kabar positif bagi perkembangan olahraga dayung di Kota Padang. Prestasi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja keras, latihan yang berkelanjutan, dan semangat juang dalam mencapai target yang telah ditetapkan.


Capaian itu juga diharapkan dapat menginspirasi atlet-atlet muda untuk menekuni olahraga dayung dan berani berkompetisi dalam berbagai kejuaraan. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, para atlet diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan keterampilan, dan meraih prestasi yang lebih baik.


Porprov XVI Sumbar 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet untuk membangun mental kompetitif, memperluas pengalaman, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam tim.


Bagi kontingen dayung Kota Padang, raihan emas tersebut menjadi langkah awal untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik pada rangkaian pertandingan berikutnya. Seluruh atlet diharapkan mampu menjaga kondisi, meningkatkan fokus, dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.


Dengan semangat dan persiapan yang terus ditingkatkan, tim dayung Kota Padang optimistis dapat melanjutkan perjuangan menuju Kejurnas Desember 2026. Harapannya, prestasi di tingkat provinsi dapat menjadi bekal berharga untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama baik Kota Padang melalui olahraga dayung.


Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kerja sama. Medali emas yang diraih pada Porprov XVI Sumbar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan saat ini, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi para atlet untuk terus berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi pada masa mendatang. (**)