SUMBARNET - Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin Monthly Meeting Pemerintah Kota Padang bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang, Senin (14/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan berbagai program pemerintah sekaligus memastikan target pembangunan daerah dapat dicapai sesuai perencanaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Inspektur Kota Padang Sonny Budaya Putra, serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
Monthly Meeting diawali dengan pemaparan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi terkait evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan Tahun Anggaran 2026.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa realisasi fisik dan keuangan hingga Agustus 2026 masih belum memenuhi capaian dari target yang telah ditetapkan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Padang. Fadly Amran meminta seluruh OPD segera melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan masing-masing, terutama menyangkut kesesuaian antara perencanaan, target dan kemampuan pelaksanaan di lapangan.
Menurutnya, target pembangunan harus disusun secara realistis dan berdasarkan kemampuan pemerintah daerah serta kondisi yang dihadapi.
“Pastikan kembali perencanaan dan target yang sudah kita tetapkan. Jangan sampai kita memasang target yang terlalu tinggi, tetapi pada pelaksanaannya tidak mampu kita capai. Perencanaan harus realistis, dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi yang ada,” tegas Fadly.
Ia meminta setiap kepala OPD tidak hanya melihat capaian dari sisi administrasi, tetapi juga memastikan kegiatan yang telah direncanakan benar-benar bergerak dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Fadly juga mendorong OPD memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, sejumlah program pemerintah memiliki keterkaitan antara satu perangkat daerah dengan perangkat daerah lainnya sehingga membutuhkan sinergi dalam pelaksanaannya.
Smart Surau Didorong Berikan Ruang Belajar Berkualitas
Dalam rapat tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tarmizi Ismail turut memaparkan perkembangan program Smart Surau.
Program tersebut antara lain mencakup pembangunan ruang pembelajaran digital dan penyediaan WiFi gratis. Pada tahun ini, sebanyak 26 masjid di Kota Padang mendapatkan bantuan hibah untuk pembangunan ruang digital masjid.
Fadly Amran memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pembangunan ruang digital tersebut. Ia meminta agar fasilitas yang dibangun tidak sekadar memenuhi aspek fisik, tetapi benar-benar dirancang sebagai ruang yang nyaman dan bermanfaat bagi anak-anak.
Menurutnya, ruang digital di masjid harus mampu menjadi tempat yang mendukung aktivitas positif generasi muda, khususnya dalam belajar dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Kita bangun ruang belajar yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk belajar, dilengkapi meja untuk tablet. Anggaran hibah yang kita berikan harus sesuai dengan peruntukannya. Kita juga harus memastikan kualitas ruang digital yang dibangun sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak,” ujar Fadly.
Ia menekankan agar bantuan hibah yang diberikan pemerintah benar-benar digunakan sesuai tujuan. Pengawasan terhadap pembangunan dan pemanfaatan fasilitas juga harus dilakukan sehingga program Smart Surau dapat memberikan dampak jangka panjang.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya Pemko Padang dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat.
3.206 UMKM Dapat Bantuan Pascabencana
Agenda selanjutnya diisi pemaparan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius mengenai program bantuan rehabilitasi bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana banjir Sumatera pada November 2025 lalu.
Kota Padang mendapatkan alokasi bantuan untuk 3.206 pelaku usaha, dengan total bantuan mencapai Rp9,6 miliar.
Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memulihkan aktivitas usaha setelah mengalami dampak bencana.
Fadly Amran menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan. Menurutnya, bantuan yang disalurkan pemerintah harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria dan terdampak.
“Begitu juga dengan para pelaku UMKM yang terdampak bencana dan mendapatkan bantuan, pendataannya harus jelas dan akurat. Jangan sampai ada yang tertinggal sehingga mereka tidak mendapatkan bantuan,” katanya.
Ia meminta perangkat daerah terkait memastikan seluruh proses pendataan dan penyaluran dilakukan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selain memastikan penerima tepat sasaran, pemerintah juga perlu memantau pemanfaatan bantuan sehingga dapat mendukung pemulihan usaha masyarakat secara optimal.
Padang Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya memaparkan program digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos).
Kota Padang menjadi salah satu dari tujuh kota di Pulau Sumatera yang ditetapkan sebagai pilot project digitalisasi bansos.
Program tersebut diarahkan untuk mempercepat sekaligus meningkatkan efektivitas proses penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Melalui digitalisasi, proses pendataan dan penyaluran diharapkan menjadi lebih akurat serta memudahkan pemerintah dalam melakukan pemutakhiran data penerima manfaat.
Namun, Fadly mengingatkan agar proses digitalisasi tidak justru menyebabkan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi menjadi terabaikan.
Ia meminta pendataan dilakukan secara menyeluruh sehingga masyarakat yang selama ini belum tersentuh teknologi tetap dapat masuk dalam sistem pendataan pemerintah.
Menurutnya, transformasi digital harus berjalan seiring dengan prinsip inklusivitas.
“Pastikan seluruh masyarakat terdata dengan baik. Jangan sampai karena kita menggunakan sistem digital, justru ada masyarakat yang selama ini belum tersentuh teknologi menjadi tertinggal,” tegasnya.
Fadly berharap digitalisasi bansos mampu memperbaiki kualitas pelayanan sosial sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam penyaluran bantuan.
OPD Diminta Siapkan Program 2027
Selain mengevaluasi pelaksanaan program 2026, Fadly Amran meminta seluruh kepala OPD mulai mempersiapkan program pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027.
Persiapan tersebut dinilai penting agar program pembangunan dapat dirancang lebih matang dan memiliki keterkaitan dengan visi pembangunan Kota Padang.
Fadly mengarahkan agar perencanaan pembangunan ke depan semakin mendukung terwujudnya Kota Padang sebagai smart city dan kota sehat.
Untuk mencapai target tersebut, ia meminta setiap OPD terus melakukan inovasi dan tidak hanya bergantung pada sumber pembiayaan dari APBD.
“Kami juga meminta seluruh kepala OPD untuk terus berinovasi. Jangan hanya bergantung pada anggaran APBD saja, tetapi harus mampu mencari sumber-sumber pendanaan dari pusat atau kolaborasi lainnya,” ungkapnya.
Menurut Fadly, keterbatasan fiskal daerah harus dijawab dengan kreativitas dan kemampuan membangun kolaborasi. OPD perlu aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, lembaga sosial, maupun pihak lainnya sesuai dengan ketentuan.
Dengan begitu, berbagai program prioritas dapat tetap berjalan tanpa seluruh beban pembiayaan hanya bertumpu pada APBD Kota Padang.
Sejumlah Isu Strategis Jadi Perhatian
Dalam arahannya, Fadly juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian serius dari jajaran Pemko Padang.
Beberapa di antaranya adalah kelanjutan kerja sama dengan Hildesheim, bantuan dan penyaluran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar tepat sasaran, bantuan spesifik BAZNAS, pemeliharaan keindahan dan estetika kota, penerapan KUHP, serta penanganan persoalan narkoba.
Fadly meminta seluruh OPD terkait melakukan koordinasi dan memastikan setiap program maupun kebijakan yang dilaksanakan memiliki dampak yang jelas bagi masyarakat.
Khusus terkait bantuan dan penyaluran Pokir DPRD, ia menekankan pentingnya prinsip tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Hal serupa juga berlaku terhadap bantuan spesifik yang bersumber dari BAZNAS.
Sementara itu, persoalan estetika kota juga menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan wajah Kota Padang sebagai daerah perkotaan sekaligus salah satu tujuan wisata di Sumatera Barat.
Fadly meminta kebersihan, keindahan, ketertiban dan estetika kota terus dijaga secara konsisten.
Di bidang sosial dan keamanan, penanganan narkoba juga harus menjadi perhatian bersama. Pemko Padang akan terus mendorong sinergi dengan unsur terkait dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Perkuat Koordinasi dan Pengendalian
Menutup arahannya, Fadly Amran meminta seluruh pimpinan OPD menjadikan Monthly Meeting sebagai forum evaluasi yang menghasilkan langkah konkret.
Ia menekankan bahwa setiap target yang telah ditetapkan harus dipantau secara berkala, termasuk capaian fisik dan keuangan.
Jika ditemukan kendala, OPD diminta segera mencari solusi dan melakukan koordinasi agar tidak terjadi keterlambatan yang dapat memengaruhi pencapaian target pembangunan.
“Yang paling penting adalah koordinasi dan pengendalian. Jangan menunggu sampai akhir tahun baru melihat capaian. Setiap bulan harus kita evaluasi, sehingga kalau ada masalah bisa segera kita selesaikan,” ujar Fadly.
Ia berharap seluruh jajaran Pemko Padang memiliki semangat yang sama dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Dengan evaluasi rutin, perencanaan yang realistis, penguatan koordinasi serta inovasi dalam mencari sumber pendanaan, Pemko Padang optimistis berbagai program prioritas dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Monthly Meeting tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh perangkat daerah bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, kecepatan pelaksanaan, koordinasi lintas sektor dan kemampuan memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. (AdF)









