SUMBARNET - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Dr. Koswara, menegaskan penyidik akan memenuhi permintaan tersangka Beny Saswin Nasrun (BSN) untuk memeriksa saksi dan ahli yang meringankan sebelum merampungkan berkas perkara dugaan korupsi fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) PT Benal Ichsan Persada.


Menurut Dr. Koswara, pemeriksaan terhadap saksi dan ahli yang diajukan tersangka merupakan bagian dari hak tersangka dalam proses penyidikan sekaligus menjadi kewajiban penyidik untuk menindaklanjutinya.


"Ada permintaan dari tersangka agar saksi dan ahli yang meringankan diperiksa. Itu merupakan kewajiban penyidik untuk memeriksanya terlebih dahulu," kata Dr. Koswara, Kamis (2/7/2026).


Dr. Koswara mengatakan, setelah seluruh rangkaian penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan ahli yang diajukan pihak tersangka selesai dilakukan, berkas perkara akan segera dirampungkan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).


"Kalau semua sudah lengkap, perkara segera kami limpahkan ke pengadilan," ujarnya.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keterangan tim kuasa hukum BSN yang menilai perkara dugaan korupsi tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa perbankan. Kuasa hukum juga meminta penyidik memeriksa saksi dan ahli yang dinilai dapat memberikan keterangan yang meringankan bagi kliennya.


Meski demikian, Kejari Padang memastikan seluruh permintaan yang menjadi hak tersangka akan dipenuhi sesuai ketentuan hukum acara pidana. Di sisi lain, penyidik menegaskan proses penyidikan tetap berjalan dan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor akan dilakukan setelah seluruh alat bukti dan pemeriksaan dinyatakan lengkap.


Kasus ini bermula dari penyidikan dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) kepada PT Benal Ichsan Persada. Dalam perkara tersebut, Kejari Padang telah menetapkan Beny Saswin Nasrun, anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Demokrat, sebagai tersangka. Sebelum ditangkap, BSN sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama sekitar lima bulan.


Dengan pemeriksaan saksi dan ahli yang diajukan tersangka, penyidik menegaskan seluruh proses dilakukan untuk memastikan perkara ditangani secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum sebelum memasuki tahap persidangan di Pengadilan Tipikor. (**)

 


SUMBARNET - PT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani kontrak pekerjaan penanganan tanggap darurat bencana alam untuk sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan konektivitas di wilayah yang terdampak bencana.


Penandatanganan kontrak berlangsung di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta. Proyek tersebut mencakup penanganan beberapa ruas strategis, yakni ruas Simpang Uning (batas Kota Takengon)–batas Aceh Tengah/Gayo Lues, batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, serta ruas Koto Mambang Balingka (Malalak) di Sumatera Barat.


Kontrak ditandatangani oleh Executive Vice President Divisi Infrastruktur 1 PT Hutama Karya, Arif Rahman, Direktur Utama Hutama Karya Infrastruktur Pulung Satyo Anggono, bersama para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yaitu Rio Andika selaku PPK 1.2 Sumbar, Irvansyah Putra selaku PPK 3.4 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi selaku PPK 3.5, dan Mulyadi selaku PPK 3.3.


Prosesi penandatanganan turut disaksikan Direktur Operasi I PT Hutama Karya Gunadi, Direktur Operasi II Hutama Karya Infrastruktur Tomi Herlambang, Direktur Jenderal Bina Marga , Plt. Direktur Pembangunan Jembatan Gatot Sukmara, Plt. Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Virdiawan, serta Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini.


Melalui penandatanganan kontrak ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan penanganan infrastruktur pascabencana. Perbaikan ruas-ruas jalan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi, memperlancar distribusi logistik, serta menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.


Pelaksanaan proyek juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur nasional dalam menghadapi dampak bencana di masa mendatang. (***)

 


SUMBARNET - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Cabang Limapuluh Kota resmi mempersiapkan pelaksanaan Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) FORKI Open Tingkat Regional Se-Sumatera Tahun 2026 yang akan digelar pada 10–12 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Politani Payakumbuh, Jalan Raya Negara KM 7, Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.


Kejuaraan bergengsi ini diproyeksikan menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah pembinaan bagi karateka dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera. 


Selain mempererat silaturahmi antaratlet dan perguruan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang siap bersaing pada level nasional hingga internasional. Ajang ini juga sejalan dengan semangat pembinaan prestasi karate yang terus dikembangkan di berbagai daerah.


Pelaksanaan Kejurwil FORKI Open Regional Se-Sumatera 2026 mendapat dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026 yang dialokasikan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo.


H. Nurkhalis mengatakan, dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan bentuk komitmennya dalam mendorong kemajuan olahraga, khususnya karate, di Kabupaten Limapuluh Kota dan Sumatera Barat.


"Rencana ini telah kami dengar dan tampung melalui masa reses. 

Alhamdulillah, kini dapat diwujudkan dengan dukungan dana dari APBD Provinsi melalui pokir kami. 


Kejuaraan ini diharapkan menjadi barometer untuk mengukur keberhasilan pembinaan atlet, khususnya yang dilakukan oleh FORKI Limapuluh Kota," ujarnya.


Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya menghasilkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembinaan olahraga karate di daerah. 


Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan event olahraga berskala regional akan semakin memperkuat posisi Limapuluh Kota sebagai salah satu daerah yang serius dalam membangun prestasi olahraga.


Panitia penyelenggara pun optimistis Kejurwil FORKI Open Regional Se-Sumatera 2026 akan berlangsung sukses dengan dukungan berbagai pihak, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan prestasi di kalangan karateka se-Sumatera. (**)

 


SUMBARNET - Kapolda Sumatera Barat Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta memimpin peletakan batu pertama pembangunan Taman Lalu Lintas di TK Kemala Bhayangkari 1 Cabang Pimstaf Padang, Kamis (2/7/2026).


Pembangunan fasilitas edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sebagai fondasi membentuk generasi yang disiplin, sadar hukum, dan mengutamakan keselamatan.


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Barat, para Pejabat Utama Polda Sumbar, serta tamu undangan.


Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa pembangunan Taman Lalu Lintas merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.


“Pembangunan Taman Lalu Lintas ini merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi yang sadar hukum, disiplin, dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas. Pendidikan tentang tertib berlalu lintas harus dimulai sejak usia dini agar menjadi budaya ketika mereka dewasa nanti,” ujar Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta.


Kapolda menjelaskan, Taman Lalu Lintas diharapkan menjadi media pembelajaran yang interaktif sehingga anak-anak dapat memahami pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan keselamatan sejak dini. Menurutnya, keberhasilan membangun budaya tertib berlalu lintas juga membutuhkan sinergi antara Polri, sekolah, keluarga, Bhayangkari, pemerintah daerah, dan masyarakat.


“Pendidikan keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Keberhasilannya membutuhkan sinergi semua pihak agar anak-anak memiliki pemahaman yang utuh tentang pentingnya keselamatan di jalan,” katanya.


Kapolda juga mengapresiasi Bhayangkari, khususnya TK Kemala Bhayangkari 1 Cabang Pimstaf Padang, yang telah menghadirkan sarana edukasi tersebut. Ia berharap pembangunan berjalan sesuai rencana dan fasilitas itu dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran.


“Saya berharap Taman Lalu Lintas ini menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sehingga lahir generasi yang disiplin, taat aturan, dan peduli terhadap keselamatan bersama,” tutup Kapolda.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tali asih secara simbolis oleh Kapolda Sumbar, kemudian peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Taman Lalu Lintas TK Kemala Bhayangkari 1 Cabang Pimstaf Padang.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan pembangunan Taman Lalu Lintas merupakan komitmen Polda Sumbar bersama Bhayangkari dalam mendukung pendidikan karakter melalui edukasi keselamatan berlalu lintas.


“Melalui fasilitas ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan aturan lalu lintas, tetapi juga dibiasakan memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan sejak usia dini,” ujar Kabid Humas. (**)

 


SUMBARNET - Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat kembali ditegaskan oleh Kapolsek Ranah Batahan menyikapi berbagai informasi yang berkembang terkait aktivitas pertambangan emas menggunakan mesin dompeng di wilayah hukum Polsek Ranah Batahan.


Sebagai institusi penegak hukum yang mengedepankan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), Polri memastikan setiap informasi yang diterima diproses secara profesional, objektif, transparan, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Seluruh informasi yang berkembang saat ini masih berada dalam tahap penyelidikan guna memperoleh fakta yang utuh sehingga setiap langkah yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun kepada masyarakat.


"Kami tidak pernah melakukan pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hukum. Saat ini seluruh informasi masih kami dalami agar setiap tindakan yang dilakukan benar-benar berdasarkan fakta di lapangan," tegas Kapolsek Ranah Batahan.


Kapolsek menjelaskan bahwa aktivitas yang menjadi perhatian publik tersebut terjadi ketika sebagian personel Polsek Ranah Batahan mengikuti kegiatan olahraga bersama di Kepolisian Resor Pasaman Barat. Namun demikian, kegiatan tersebut bukan berarti Markas Polsek dalam keadaan kosong.


Menurutnya, sesuai prosedur kedinasan, anggota yang mengikuti kegiatan olahraga merupakan personel yang tidak sedang melaksanakan tugas piket. Sementara itu, pelayanan kepolisian kepada masyarakat dan pengamanan Markas Polsek tetap berjalan sebagaimana mestinya karena masih terdapat personel yang melaksanakan piket di mako.


"Perlu kami tegaskan bahwa saat kegiatan olahraga berlangsung, Markas Polsek tidak kosong. Tetap ada personel yang melaksanakan tugas piket, sekitar tiga orang, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pengamanan kantor tetap berjalan sebagaimana mestinya," jelas Kapolsek.


Ia juga meluruskan informasi yang beredar bahwa aktivitas pertambangan tersebut berada tepat di belakang Mapolsek Ranah Batahan. Menurutnya, lokasi yang dimaksud bukan merupakan bagian dari lahan milik Polsek, melainkan berada di wilayah yang berbatasan dengan aset Polsek.


"Informasi yang menyebutkan lokasi tersebut berada tepat di belakang Mapolsek perlu diluruskan. Faktanya, lokasi itu bukan berada di dalam area milik Polsek, tetapi berada di kawasan yang berbatasan dengan tanah Polsek," ujarnya.


Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan bahwa kawasan tersebut merupakan lingkungan permukiman masyarakat yang cukup padat. Sebagian warga telah lama menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas pertambangan rakyat secara tradisional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan, aktivitas tersebut diketahui mendapat dukungan dari sebagian tokoh masyarakat dan ninik mamak setempat.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum.


"Di satu sisi kami memiliki kewajiban menegakkan hukum sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Namun di sisi lain, ketika dilakukan penertiban, sebagian masyarakat menghadang karena menganggap aktivitas tersebut merupakan sumber mata pencaharian mereka. Sebaliknya, apabila belum dilakukan tindakan, muncul anggapan bahwa Polri melakukan pembiaran. Inilah tantangan yang kami hadapi di lapangan," ungkap Kapolsek.


Meski demikian, Kapolsek menegaskan bahwa Polri tidak akan pernah mengabaikan tugas penegakan hukum. Setiap laporan maupun informasi yang diterima akan diproses secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Sebagai implementasi semangat Polri Presisi, Polsek Ranah Batahan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, ninik mamak, tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan agar penyelesaian persoalan tidak hanya berorientasi pada aspek penindakan, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, keamanan, dan ketertiban masyarakat.


"Kami bukan membiarkan, tetapi sedang mencari solusi yang humanis dan berkeadilan. Penegakan hukum tetap menjadi komitmen kami, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat agar tercipta penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak," tegasnya.


Di akhir keterangannya, Kapolsek mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk bekerja berdasarkan fakta dan ketentuan hukum.


"Kami terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang membangun. Namun kami berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada Polri untuk bekerja secara profesional, transparan, dan objektif. Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutup Kapolsek.


Melalui semangat Polri Presisi, Polsek Ranah Batahan terus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, transparansi, serta pendekatan yang humanis. Penegakan hukum akan tetap dilaksanakan secara tegas, namun dengan mempertimbangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kemanfaatan demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten Pasaman Barat. (Redaksi)

 


SUMBARNET - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Polres Solok Selatan. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok Selatan berhasil meraih Juara I Lomba Kampung Bebas dari Narkoba Tingkat Polda Sumatera Barat yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Datuak Nan Sati, didampingi Kapolda Sumatera Barat Komjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., C.S.F.A., pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Aula Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Rabu (1/7/2026).


Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Solok Selatan dalam mendukung program pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.


Program Kampung Bebas dari Narkoba dinilai berhasil membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba.


Prestasi tersebut juga mencerminkan keberhasilan sinergi antara Satresnarkoba Polres Solok Selatan dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam melaksanakan upaya pencegahan, edukasi, pembinaan, hingga penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika.


Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang berhasil diraih oleh jajarannya.


Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel Satresnarkoba bersama dukungan penuh dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Solok Selatan.


"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Polres Solok Selatan. Prestasi ini bukan hanya milik Satresnarkoba, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh personel Polres Solok Selatan bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang memiliki komitmen kuat untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba," ujar AKBP M. Faisal Perdana.


Kapolres menjelaskan bahwa tujuan utama program Kampung Bebas dari Narkoba bukan sekadar mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi sebagai upaya nyata membangun sistem pencegahan yang berbasis masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.


Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui penegakan hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat melalui edukasi, pengawasan, dan kepedulian bersama.


"Kami ingin membangun kesadaran bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Melalui Kampung Bebas dari Narkoba, masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya narkotika ke lingkungan mereka. Inilah bentuk nyata implementasi Polri Presisi yang hadir memberikan solusi dan perlindungan kepada masyarakat," tambahnya.


AKBP M. Faisal Perdana berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Solok Selatan untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika.


Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi seluruh nagari di Kabupaten Solok Selatan agar terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba melalui sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah nagari, tokoh adat, tokoh agama, kalangan pendidikan, serta generasi muda.


"Harapan kami, prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik lagi. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman narkoba, berani melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, serta bersama-sama menjaga generasi muda sebagai aset masa depan bangsa. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Solok Selatan dapat menjadi daerah yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba," tegas Kapolres.


Ke depan, Polres Solok Selatan berkomitmen untuk terus memperluas program Kampung Bebas dari Narkoba melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, pembinaan masyarakat, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


Langkah tersebut sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", di mana Polri terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik demi terwujudnya masyarakat yang aman, tertib, dan sejahtera. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K. beserta seluruh jajaran staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa serta harapan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menjadi institusi yang profesional, modern, terpercaya, dan semakin dicintai masyarakat.


Ucapan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap semangat pengabdian Polri yang selama delapan dekade telah hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi pengingat bahwa tantangan tugas kepolisian semakin kompleks seiring perkembangan zaman.


Oleh karena itu, seluruh insan Bhayangkara dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K. mengatakan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.


"Atas nama pribadi, keluarga besar Polres Solok Selatan, staf, dan Bhayangkari, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Semoga Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional, humanis, dan berintegritas demi mewujudkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat," ujar AKBP M. Faisal Perdana.


Menurutnya, tema "Polri untuk Masyarakat" mencerminkan komitmen bahwa setiap pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, memberikan rasa aman, menghadirkan pelayanan yang cepat dan transparan, serta mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.


Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, seluruh personel Polres Solok Selatan diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta menjaga etika dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.


"Kami berharap Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi momentum untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempererat kemitraan dengan masyarakat, serta memperkuat sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Solok Selatan," tambahnya.


Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Solok Selatan untuk terus mendukung tugas-tugas kepolisian melalui partisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, mematuhi hukum, serta membangun komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian.


Menurutnya, terciptanya keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.


Dengan kolaborasi yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga.


Menutup pesannya, AKBP M. Faisal Perdana berharap Hari Bhayangkara ke-80 menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus berbenah, meningkatkan dedikasi, dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


"Semoga di usia ke-80 tahun ini Polri semakin Presisi, semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, serta senantiasa hadir memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik demi terwujudnya Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera," pungkasnya. (**)

 


SUMBARNET - Jarak dan kesibukan di ibukota kabupaten tak memudarkan rasa cinta kepada kampung halaman. Hal itu dibuktikan,Rega Desfinal,ST salah seorang tokoh muda asli Nagari Tuik IV Koto Mudiek yang kini banyak beraktivitas di Painan, Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan.


Rega menyalurkan kepeduliannya melalui sumbangan sarana olahraga berupa Bola Voli dan Net lengkap untuk pemuda pemudi Kampung Baru, Nagari Tuik IV Koto Mudiek.


Bantuan tersebut diserahkan langsung dan diterima dengan haru oleh Ketua Pemuda Kampung Baru, Jimi Indra Mukti di dampingi Sekretaris nya Nanda Rahyu Putra,pada Rabu (1/7/2026).


Aksi Rega Desfinal ini menjadi contoh nyata semangat,pulang kampuang membangun nagari.Meski berdomisili di Painan dan rutinitasnya kini lebih banyak di Painan, hatinya tetap tertambat di Tuik IV Koto Mudiek kampung halaman nya.


"Bagi Rega, jauh di mata tapi dekat di hati. Walaupun sekarang berdomisili di Painan dan lebih  banyak beraktivitas di Painan, tapi Kampung Baru Nagari Tuik tetap kampuang halaman saya. Di sinilah saya dibesarkan, di sinilah akar saya,” ujar Rega saat menyerahkan bantuan.


Ia melihat pemuda adalah aset utama nagari. Karena itu, ia ingin memfasilitasi kegiatan positif mereka.


“Adik-adik pemuda pemudi adalah generasi penerus.Saya ingin mereka aktif, sehat, dan punya kegiatan yang membangun.Dari lapangan voli Kampung Baru,mudah-mudahan lahir atlet-atlet berbakat dari Kampung Baru yang bisa mengharumkan nama nagari di tingkat kecamatan bahkan kabupaten,”jelasnya.


Rega berharap bantuan sederhana ini bisa menjadi pemantik semangat untuk lebih kompak dan berprestasi.



Ketua Pemuda Kampung Baru,Jimi Indra Mukti, tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan terima kasihnya atas perhatian tersebut.


“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Uda Rega Desfinal. Jujur, kami bahagia dan terharu,beliau sudah sukses dan sibuk di Painan, tapi masih ingat dan peduli dengan kami anak nagari di kampung,”ungkap Jimi.


Ia menjelaskan, selama ini sarana voli di Kampung Baru sangat terbatas.Kini alhamdulillah, berkat Uda Rega kami lah punyo sarana voli yang memadai.InsyaAllah akan kami jaga baik-baik dan kami ramaikan lapangan setiap sore,”katanya.


Jimi menegaskan, bantuan ini akan menjadi motivasi besar bagi pemuda lainnya.Ini bukti bahwa kalau anak nagari bersatu dan saling peduli, Kampung Baru ini pasti bisa maju. Sekali lagi, terima kasih banyak Uda Rega. Semoga Allah membalas kebaikan Uda,”ujar Jimi.


Di akhir penyerahan, Rega juga mengajak anak nagari Tuik lainnya yang berada di perantauan atau untuk tidak melupakan kampung.


Saya ingin mengajak dunsanak-dunsanak awak yang  ada di rantau jangan lupakan kampuang. Jangan lupa dari mana kita lahir dan dan tumbuh.


“Mari kita sama-sama membangun Tuik IV Koto Mudiek. Baitu kato urang Minang,Nan ringan samo dijinjing,nan barek samo dipikul, Basamo kito bisa.”pungkas Rega.



Aksi Rega Desfinal ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian tidak diukur dari jarak. Cinta kepada kampung halaman bisa diwujudkan dengan tindakan nyata, sekecil apapun.


“Ini patut dicontoh. Semoga menjadi virus kebaikan. Anak nagari yang lain ikut tergerak untuk peduli ke kampung.



Kisah Rega Desfinal menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak dibatasi jarak. Tinggal di rantau bukan alasan untuk melupakan nagari. Dengan kepedulian sekecil memberikan bola dan net, semangat pemuda bisa menyala, dan kecintaan kepada kampung halaman bisa terus hidup.


Semoga dari Lapangan Voli Kampung Baru ini, lahir kebanggaan baru bernama Tuik IV Koto Mudiek. (**)

 


SUMBARNET - PT Nindya Karya (Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, pada Selasa, (30/6/2026).


Rapat tersebut dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Perseroan, serta perwakilan pemegang saham dari PT Danareksa (Persero).


Dalam pelaksanaan RUPST, perseroan menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas kinerja perusahaan selama Tahun Buku 2025. Agenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.


Selain mengevaluasi capaian perusahaan sepanjang 2025, para pemegang saham turut membahas sejumlah rencana strategis untuk jangka pendek maupun jangka panjang.


Pembahasan itu difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional perusahaan serta percepatan digitalisasi sistem manajemen konstruksi di lapangan guna mendukung peningkatan kinerja perusahaan.


Pada kesempatan tersebut, Nindya Karya juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.


Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat standar kualitas proyek melalui penerapan teknologi konstruksi modern yang ramah lingkungan secara konsisten.


Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.


RUPST Tahun Buku 2025 menjadi forum tahunan bagi perseroan untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun arah kebijakan strategis perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis pada periode mendatang. (***)

 


SUMBARNET - Beny Saswin Nasrun yang sebelumnya sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kini mengajukan permohonan penangguhan penahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam perkara yang menjeratnya.


Penasihat hukum Beny, Charles Sijabat, mengatakan permohonan tersebut diajukan karena merupakan hak setiap tersangka sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.


“Benar kami mengajukan penangguhan penahanan. Dasarnya adalah hak tersangka sebagaimana diatur dalam undang-undang, apalagi ketika seseorang sudah ditahan,” kata Charles Rabu (1/7/2026).


Menurut Charles, permohonan penangguhan itu disertai jaminan dari pihak keluarga dan rekan kolega Beny. Namun, ia tidak bersedia mengungkap identitas pihak yang menjadi penjamin.


Ia juga menanggapi sorotan publik mengenai permohonan penangguhan yang diajukan kliennya, mengingat Beny sebelumnya sempat berstatus DPO.


Charles mengklaim keputusan Beny saat itu dipengaruhi tekanan psikologis. Menurut dia, kliennya meyakini tidak bersalah karena merasa telah memenuhi kewajibannya, meski tim kuasa hukum tidak membenarkan langkah yang diambil hingga berujung masuk daftar pencarian orang.


“Klien kami berada dalam tekanan yang luar biasa. Dia merasa tidak bersalah karena menganggap sudah melakukan pembayaran. Kami tidak membenarkan keputusan yang diambilnya, tetapi itu sudah terjadi,” ujarnya.


Charles menambahkan, permohonan penangguhan telah diajukan pada 25 Juni 2026, sehari setelah tim kuasa hukum mulai mendampingi Beny.


Di akhir keterangannya, Charles meminta agar tindakan kliennya tidak dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap proses hukum. Ia menyebut Beny merupakan masyarakat awam yang tidak memahami secara utuh mekanisme hukum yang sedang dihadapinya. (**)