SUMBARNET — Keluhan masyarakat terkait aktivitas kendaraan angkutan barang di Jalan Bypass Padang langsung ditindaklanjuti Satlantas Polresta Padang. Petugas Unit BM turun ke lapangan untuk menertibkan truk yang parkir sembarangan serta kendaraan pengangkut pasir yang tidak menggunakan penutup muatan, Kamis (15/10).


Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan akibat perilaku pengemudi yang mengabaikan aturan di jalan raya.


Saat menyusuri jalur Bypass, personel menemukan sejumlah truk yang berhenti dan parkir di lokasi yang tidak semestinya. Keberadaan kendaraan tersebut berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya, terutama ketika arus lalu lintas sedang ramai.


Petugas kemudian memberikan surat teguran kepada para pengemudi yang kedapatan melakukan pelanggaran. Langkah ini diharapkan menjadi pengingat agar pengemudi lebih memperhatikan aturan parkir dan tidak menggunakan badan jalan secara sembarangan.


Dalam kegiatan yang sama, personel Unit BM juga mendapati sebuah truk pengangkut pasir yang melaju tanpa dilengkapi terpal penutup muatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena pasir yang berhamburan dapat membahayakan kendaraan lain.


Setelah dihentikan, pengemudi truk tersebut diberikan teguran. Petugas juga memastikan terpal penutup dipasang sebelum kendaraan kembali melanjutkan perjalanan.


Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menegaskan bahwa patroli dan penertiban dilakukan sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.


Ia mengingatkan, setiap pengemudi kendaraan angkutan barang wajib memperhatikan ketentuan lalu lintas, baik terkait lokasi parkir maupun keamanan muatan yang dibawa selama perjalanan.


Menurutnya, kedisiplinan pengemudi memiliki peran penting dalam mencegah gangguan lalu lintas. Kendaraan yang diparkir sembarangan dapat menghambat arus kendaraan, sedangkan muatan yang tidak tertutup berisiko menciptakan bahaya bagi pengguna jalan lainnya.


Satlantas Polresta Padang juga mengimbau para pemilik usaha angkutan dan pengemudi truk agar memastikan kendaraan dioperasikan sesuai ketentuan. Penggunaan terpal untuk muatan pasir perlu diperhatikan agar material tidak jatuh atau berhamburan ke jalan.


Melalui patroli rutin dan penindakan secara persuasif, Satlantas Polresta Padang berharap kesadaran berlalu lintas semakin meningkat. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan laporan apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.


Dengan demikian, Jalan Bypass Padang diharapkan tetap aman dan nyaman dilalui, tanpa gangguan akibat parkir liar maupun muatan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan. (*)



SUMBARNET – Potensi wisata alam Goa Kelelawar Padayo yang berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, terus menarik perhatian. Kawasan wisata alam tersebut dilaporkan telah dikunjungi wisatawan dari 24 negara, sebuah capaian yang menunjukkan potensi destinasi lokal untuk dikenal lebih luas hingga ke tingkat internasional.


Perkembangan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat sekaligus Anggota Komisi XII DPR RI, Ir. Mulyadi, bersama rombongan ke kawasan objek wisata Goa Kelelawar Padayo, Kamis (15/10/2026).


Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi wisata alam yang dimiliki Kota Padang sekaligus mendengarkan perkembangan pengelolaan kawasan dari pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata setempat.


Kedatangan rombongan disambut dan didampingi langsung oleh Ketua Markas Daerah (KAMADA) Laskar Merah Putih Provinsi Sumatera Barat, Surya Jufri, S.Sos., M.M., bersama Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padayo, Hendratmo St. Saidi, serta jajaran pengurus.


Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kawasan wisata, antusiasme pengunjung, serta potensi Goa Kelelawar Padayo untuk terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kota Padang.


Dikunjungi Wisatawan dari 24 Negara


Ketua Pokdarwis Padayo, Hendratmo St. Saidi, menyampaikan bahwa Goa Kelelawar Padayo Indarung telah mendapatkan perhatian dari wisatawan, termasuk pengunjung yang berasal dari berbagai negara.


Menurut Hendratmo, wisatawan dari 24 negara telah mengunjungi kawasan tersebut. Hal ini, menurutnya, menjadi gambaran bahwa potensi wisata alam di Padayo memiliki daya tarik yang mampu menjangkau wisatawan dari luar Indonesia.


"Goa Kelelawar di Padayo Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan ini hingga saat ini sudah dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari 24 negara. Hal ini membuktikan bahwa potensi wisata alam yang kita miliki sangat berharga dan diminati dunia," ujar Hendratmo.


Ia menyampaikan bahwa potensi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata daerah. Keberadaan wisatawan mancanegara juga memperlihatkan peluang untuk memperkenalkan kekayaan alam Kota Padang kepada khalayak yang lebih luas.


Meski demikian, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan. Pengelolaan kawasan, kenyamanan pengunjung, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan perlu menjadi bagian penting dari pengembangan wisata dalam jangka panjang.


Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, Goa Kelelawar Padayo berpeluang semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata alam yang memiliki nilai tambah bagi daerah dan masyarakat sekitarnya.


Mulyadi Tekankan Pentingnya Pelestarian Alam


Menanggapi informasi mengenai kunjungan wisatawan dari 24 negara tersebut, Ir. Mulyadi menyambut baik potensi yang dimiliki Goa Kelelawar Padayo. Ia menilai, kekayaan alam yang mampu menarik perhatian wisatawan lintas negara merupakan aset daerah yang perlu dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab.


Menurut Mulyadi, pengembangan objek wisata harus dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara peningkatan daya tarik destinasi, kemudahan akses bagi pengunjung, dan kelestarian lingkungan.


"Fakta bahwa wisatawan dari 24 negara telah berkunjung ke sini menunjukkan betapa berharganya aset alam ini. Tugas kita adalah menjaganya, meningkatkan aksesibilitas, dan memastikan masyarakat sekitar ikut menikmati manfaat ekonomi dari kehadiran objek wisata ini," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa potensi wisata alam tidak cukup hanya mengandalkan keindahan dan keunikan kawasan. Diperlukan perhatian terhadap pengelolaan yang berkelanjutan agar destinasi tersebut dapat terus dikunjungi tanpa mengabaikan kelestarian alam.


Peningkatan aksesibilitas juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Akses yang memadai dapat membantu wisatawan menjangkau lokasi dengan lebih mudah, sementara pengelolaan kawasan yang tertata dapat mendukung kenyamanan serta keamanan selama berkunjung.


Selain itu, pengembangan pariwisata diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Peluang usaha lokal, keterlibatan warga dalam pelayanan wisata, serta pengembangan produk ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari upaya memperluas dampak positif sektor pariwisata.


Dengan demikian, keberadaan Goa Kelelawar Padayo tidak hanya memiliki nilai dari sisi keindahan alam, tetapi juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara tepat.


Laskar Merah Putih Sumbar Dukung Pengembangan Wisata


Sementara itu, Ketua Markas Daerah (KAMADA) Laskar Merah Putih Provinsi Sumatera Barat, Surya Jufri, S.Sos., M.M., menyatakan dukungan terhadap upaya pengembangan Goa Kelelawar Padayo dengan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.


Ia menilai bahwa pengembangan potensi wisata daerah membutuhkan keterlibatan dan sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara pengelola wisata, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan destinasi.


"Kami siap bersinergi bersama semua pihak untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong kemajuan potensi wisata daerah kita," ungkap Surya Jufri.


Dukungan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Sumatera Barat. Setiap pihak diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, baik dalam menjaga lingkungan, mendorong promosi wisata, maupun memperkuat partisipasi masyarakat.


Sinergi juga diperlukan agar pengembangan kawasan wisata tidak berjalan secara parsial, melainkan memiliki arah yang jelas dengan memperhatikan kepentingan lingkungan dan masyarakat setempat.


Peluang Penguatan Pariwisata Kota Padang


Kunjungan kerja Mulyadi bersama rombongan menjadi salah satu kesempatan untuk melihat langsung potensi wisata alam di kawasan Padayo, Indarung. Informasi mengenai wisatawan dari 24 negara yang disampaikan pengelola menjadi salah satu hal yang menonjol dalam kunjungan tersebut.


Ke depan, potensi Goa Kelelawar Padayo dapat menjadi salah satu modal untuk memperkuat promosi pariwisata Kota Padang. Namun, upaya tersebut perlu didukung oleh pengelolaan yang terencana, pemeliharaan lingkungan, serta kesiapan kawasan dalam memberikan pengalaman berwisata yang baik.


Pelestarian lingkungan menjadi perhatian penting karena keberlanjutan destinasi wisata alam sangat bergantung pada kondisi ekosistemnya. Karena itu, pengembangan kawasan perlu memperhatikan daya dukung lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat merusak keunikan alam yang menjadi daya tarik utama.


Di sisi lain, keterlibatan masyarakat setempat juga perlu diperkuat. Masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam pengelolaan wisata berpeluang memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan destinasi tersebut.


Peran kelompok sadar wisata, seperti Pokdarwis Padayo, menjadi relevan dalam mendukung keterlibatan masyarakat dan memperkuat pengelolaan destinasi berbasis potensi lokal.


Apabila dikelola secara berkelanjutan, Goa Kelelawar Padayo berpotensi berkembang tidak hanya sebagai tempat kunjungan wisata, tetapi juga sebagai salah satu aset pariwisata yang mendukung pengenalan kekayaan alam Kota Padang kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.


Kunjungan Berlangsung Hangat dan Penuh Kebersamaan


Kunjungan kerja tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Pertemuan antara Mulyadi, Surya Jufri, Hendratmo St. Saidi, dan jajaran pengurus menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai potensi serta arah pengembangan wisata alam di kawasan Padayo.


Melalui kunjungan tersebut, potensi Goa Kelelawar Padayo kembali mendapat perhatian sebagai salah satu kekayaan alam yang patut dijaga dan dikembangkan. Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan, memiliki aksesibilitas yang memadai, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.


Dengan dukungan berbagai pihak dan pengelolaan yang bertanggung jawab, Goa Kelelawar Padayo diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata alam yang membanggakan Kota Padang dan Sumatera Barat. (FA)



SUMBARNET - Asriyon Roza, SE, A.kt, CA, M.Si Rangkayo Mulie dilantik sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Cupak (IKC) Minggu, (11/10/2026) lalu di Aula STIKES Pelita Ilmu Depok. Dalam pesannya, ia menaruh harapan agar IKC semakin solid, kompak, dan mampu menjadi penghubung antara potensi perantau dengan kebutuhan pembangunan kampung halaman.


Asriyon menyampaikan  ikatan kekeluargaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan berkumpul dan menjaga silaturahmi. Lebih dari itu, kebersamaan para perantau diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Cupak, “Jauh di rantau, tetap satu hati. Berbeda tempat mencari rezeki, tetapi tetap terikat oleh kampung halaman yang sama,” pesan Asriyon.


Mempererat Persaudaraan, Menguatkan Kampung Halaman


Asriyon berharap IKC dapat terus menjadi wadah yang menyatukan keluarga besar Cupak di mana pun berada, persaudaraan yang terpelihara, menjadi modal penting untuk membangun kebersamaan dan membuka ruang kontribusi bagi kampung halaman. Ia juga berharap program-program IKC dapat diarahkan untuk menghadirkan perubahan yang nyata, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan generasi muda, serta pembangunan nagari.


Harapan tersebut menempatkan perantau bukan hanya sebagai bagian dari keluarga besar Cupak yang tinggal di luar daerah, tetapi juga sebagai potensi yang dapat ikut mendukung kemajuan kampung halaman. Dengan komunikasi dan program yang terarah, pengalaman, gagasan, kepedulian, serta sumber daya para perantau diharapkan dapat dihimpun untuk mendukung kebutuhan masyarakat.


IKC Diharapkan Tidak Berhenti pada Silaturahmi


Bagi organisasi perantau, menjaga hubungan kekeluargaan merupakan fondasi penting. Namun, keberadaan organisasi juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang menjadi bagian dari akar sejarah dan identitas anggotanya.


Karena itu, Asriyon berharap IKC semakin kuat sebagai ruang persatuan sekaligus jembatan untuk mendorong kontribusi nyata bagi Nagari Cupak. Pendidikan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan kampung halaman menjadi sejumlah bidang yang disebut dalam pesannya sebagai harapan bersama.


Pelaksanaan program-program tersebut tentu membutuhkan kebersamaan, komunikasi yang baik, serta keterlibatan keluarga besar IKC sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.


Rantau Boleh Berjauhan, Kampung Halaman Tetap Menyatukan


Bagi masyarakat yang merantau, jarak geografis tidak menghapus hubungan dengan tanah kelahiran. Kampung halaman tetap menjadi akar yang menghubungkan keluarga, sejarah, adat, dan identitas bersama.


Semangat itulah yang ingin terus dijaga melalui IKC. Di mana pun para perantau mencari nafkah dan membangun kehidupan, hubungan dengan Nagari Cupak diharapkan tetap terpelihara.


Asriyon mengajak keluarga besar IKC untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, dan bersama-sama menghadirkan manfaat bagi kampung halaman tercinta. Pesan yang disampaikannya menjadi pengingat bahwa kemajuan nagari dapat menjadi tanggung jawab bersama, termasuk bagi mereka yang kini tinggal jauh dari tanah kelahiran. Dari perantau, untuk persaudaraan, dan demi kemajuan kampung halaman. (**)



MENTAWAI, SUMBARNET – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0319/Mentawai terus menggenjot pengerjaan sasaran fisik pembukaan jalan lingkar di Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Pembukaan jalan lingkar dengan panjang 3.000 meter dan lebar 10 meter tersebut telah mencapai 1.500 meter atau progres 50 persen. Pengerjaan ini merupakan upaya Satgas TMMD dalam meningkatkan akses transportasi serta mendukung mobilitas masyarakat setempat.


Selain pembukaan jalan, Satgas TMMD ke-130 juga melaksanakan pembuatan parit di sisi kiri dan kanan jalan dengan total panjang 3.000 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter. Hingga saat ini, pengerjaan parit telah mencapai 1.000 meter atau progres sekitar 33 persen.


Secara keseluruhan, pengerjaan jalan lingkar telah mencapai 1.500 meter, sementara pembuatan parit terus dilanjutkan secara bertahap. Sebagian pekerjaan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada masa pra-TMMD.


Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0319/Mentawai berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan guna meningkatkan konektivitas wilayah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bukit Pamewa. (Robi)



PADANG — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Gustami Hidayat, S.Pt., MP, mendorong peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan dalam kehidupan politik melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM dan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik Angkatan II.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 15–16 Oktober 2026 di Rocky Plaza Hotel Padang ini merupakan bagian dari program pokok-pokok pikiran (pokir) Gustami Hidayat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.


Bimtek ini diikuti oleh kaum perempuan yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kapasitas, serta pemahaman mengenai peran strategis perempuan dalam proses politik dan demokrasi.


Gustami Hidayat menilai, perempuan memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan perlu terus didorong agar semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta terlibat aktif dalam menentukan arah kebijakan publik.


Menurutnya, partisipasi perempuan dalam politik tidak cukup hanya dilihat dari kehadiran sebagai pemilih dalam pemilihan umum. Perempuan juga perlu memiliki pemahaman politik yang baik, kemampuan kepemimpinan, serta kesempatan untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan.


“Perempuan memiliki potensi besar untuk ikut menentukan masa depan daerah. Kita ingin semakin banyak perempuan yang memahami politik, berani menyampaikan aspirasi, serta mengambil peran dalam pembangunan dan kehidupan demokrasi,” demikian pesan yang ingin diperkuat melalui kegiatan tersebut.


Ia berharap, melalui bimtek ini, para peserta dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam meningkatkan kesadaran politik, khususnya di kalangan perempuan. Dengan pengetahuan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada pemilu mendatang.


Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai peluang keterlibatan perempuan dalam berbagai proses politik, baik melalui organisasi kemasyarakatan, partai politik, maupun lembaga perwakilan rakyat.


Gustami menegaskan bahwa peningkatan partisipasi politik perempuan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat demokrasi yang inklusif dan berkualitas. Semakin luas keterlibatan perempuan, semakin besar pula peluang agar aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.


Melalui program pokir DPRD Sumatera Barat ini, Gustami Hidayat berharap manfaat kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi berlanjut melalui kontribusi nyata para peserta di lingkungan masing-masing.


Ia juga berharap perempuan Sumatera Barat semakin percaya diri untuk mengambil peran strategis, baik sebagai pemilih yang cerdas maupun sebagai kader dan calon pemimpin di masa depan.


Dengan peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan, diharapkan demokrasi semakin kuat dan pembangunan Sumatera Barat semakin inklusif serta berkeadilan. (**)

 


SUMBARNET - Kepolisan Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud), Kapolsek Talamau, serta pelantikan Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres setempat, Kamis (15/10/2026) pagi.


"Pelantikan dan sertijab tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumatera Barat Nomor ST/752/IX/KEP/2026 tanggal 28 September 2026," kata Kapolres Pasaman Barat.


Menurutnya, pergantian dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran jabatan, peningkatan kinerja, serta penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.


"Pergantian dan pengisian jabatan di lingkungan kepolisian diharapkan dapat mendukung kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyakarat," ujarnya.


Kapolres berharap kepada pejabat baru dapat menjalankan tugas dan amanah pada satuan dan wilayah masing-masing, sehingga pelayanan masyarakat berjalan semakin optimal.


"Pejabat baru segera menyesuaikan diri di lingkungan kerja yang baru, serta sejalan dengan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Pasaman Barat," harapnya.


Dalam rotasi jabatan tersebut, Iptu Afjon yang akan bertugas di Direktorat Polairud Polda Sumbar menyerahkan jabatan Kasat Polairud kepada Iptu Fifriki Candra. Sedangkan jabatan Kapolsek Talamau yang sebelumnya diemban oleh Iptu Fifriki Candra diserahterimakan kepada AKP Hidayanda Rizki yang sebelumnya menjabat Paur Subbagminopsnal Bagbinopsnal Ditbinmas Polda Sumbar.


Sementara itu, AKP Zulfikar mendapat penugasan dalam jabatan baru sebagai Kasiwas Polres Pasaman Barat yang sebelumnya dijabat oleh AKP Evo Nosara (almh). 


Upacara tersebut turut dihadiri para kepala bagian (Kabag), kepala satuan (Kasat), kepala seksi (Kasi), Kapolsek jajaran Polres Pasaman Barat, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat beserta pengurus, serta personel Polres dan Polsek jajaran. (HumasResPasbar)

 


SUMBARNET – Ketua Bidang Antar Lembaga DPW Repro Sumatera Barat, Firma Ragnius, menyoroti pelaksanaan proyek rekonstruksi dan rehabilitasi jalan yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya. 


Ia meminta seluruh elemen masyarakat turut melakukan pengawasan agar proyek yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai prosedur, spesifikasi teknis, mutu material, serta target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Sorotan tersebut berkaitan dengan pekerjaan yang tercantum pada papan informasi proyek Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, yakni Paket III Tambahan TKD Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp3.359.827.414. Pada papan proyek tertera tanggal kontrak 12 Agustus 2026, dengan lokasi pekerjaan di Kecamatan Pulau Punjung dan Kecamatan Sitiung.


Pekerjaan dalam paket tersebut meliputi pelebaran Jalan Lintas Lama Sei Dareh, rehabilitasi Jalan Simpang Lintas Tebing Tinggi, serta rekonstruksi total Jalan Baru Siluluk Pinang Makmur.


Pria yang disapa Ad Firma itu  menegaskan, setiap proyek yang dibiayai menggunakan uang negara harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, transparansi dan pengawasan publik merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Saya menyoroti dengan tegas bahwa setiap proyek yang menggunakan uang negara tidak boleh dikerjakan asal jadi. Kontraktor wajib bekerja sesuai gambar perencanaan, spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan seluruh ketentuan yang tercantum dalam kontrak. Jangan sampai masyarakat hanya melihat jalan dibangun, tetapi kualitas dan ketahanan hasil pekerjaannya justru diabaikan,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa kualitas bahan material harus menjadi perhatian serius, mulai dari kesesuaian jenis material, mutu, komposisi campuran, hingga proses penghamparan dan pemadatan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.


“Material yang digunakan harus memenuhi standar dan spesifikasi yang dipersyaratkan. Jangan sampai ada pengurangan kualitas atau penggunaan material yang tidak sesuai ketentuan demi mengejar keuntungan. Pekerjaan harus mengutamakan mutu dan keselamatan pengguna jalan, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik,” ujarnya.


Menurut Ad Firma, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan saat pekerjaan berlangsung. Pengawasan juga harus mencakup kesesuaian volume pekerjaan, tahapan pelaksanaan, administrasi kontrak, serta ketepatan waktu penyelesaian proyek.


Ia meminta pihak kontraktor pelaksana, konsultan supervisi, dan instansi terkait menjalankan tanggung jawab masing-masing secara profesional. Konsultan pengawas, kata dia, harus benar-benar menjalankan fungsi pengendalian mutu dan tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif.


“Kami meminta jangan ada kompromi terhadap penyimpangan prosedur. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, material yang diragukan mutunya, volume yang tidak sesuai kontrak, atau keterlambatan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, hal itu harus dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai aturan. Jangan menunggu persoalan muncul setelah proyek selesai,” tegasnya.


Ad Firma juga mengajak masyarakat di sekitar lokasi proyek untuk berperan aktif dalam mengawasi pembangunan. Masyarakat dapat memperhatikan perkembangan pekerjaan dan melaporkan dugaan penyimpangan melalui saluran pengaduan resmi dengan menyertakan informasi serta bukti pendukung yang dapat diverifikasi.


Ia menegaskan, partisipasi masyarakat bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan, melainkan untuk memastikan setiap rupiah anggaran publik digunakan secara bertanggung jawab.


“Pembangunan jalan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan berdasarkan fakta. Jika pekerjaannya bagus, tentu patut diapresiasi. Namun, jika ada indikasi penyimpangan, jangan ditutup-tutupi. Sampaikan melalui mekanisme yang benar agar dapat diperiksa oleh pihak berwenang,” tambahnya.


Lebih lanjut, Ad Firma meminta Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pelaksanaan, pengendalian mutu, pemeriksaan hasil pekerjaan, hingga proses serah terima.


Ia berharap proyek tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur jalan yang berkualitas, aman, dan memiliki daya tahan sesuai perencanaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.


“Uang yang digunakan adalah uang negara, yang bersumber dari kepentingan publik. Karena itu, pelaksanaannya harus transparan, kualitasnya harus dapat dipertanggungjawabkan, dan hasilnya harus sesuai dengan yang dibayarkan. Kami akan mendorong pengawasan masyarakat agar pembangunan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” tutup Ad Firma. (tim)



SUMBARNET - Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menghadiri kegiatan Open House Revitalisasi di SMP Negeri Sijunjung, Kamis tanggal 14 Oktober 2026.


Acara yang dihadiri oleh Kepala BBPMP Provinsi Sumbar diwakili oleh Radius, Anggota DPRD Sijunjung Nofrialdi Zulkha, SH, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Usman Gumanti, Walinagari Muaro Hafizun, Majelis Guru serta seluruh peserta didik SMP Negeri Sijunjung. 


Acara yang diawali penyambutan tari gelombang oleh tim kesenian SMP Negeri 7 Sijunjung, kemudian presentasi Profil singkat terkait kegiatan Revitalisasi Sekolah oleh Kepala Sekolah Carly Marlington, setelah itu meninjau secara langsung proses belajar mengajar di ruangan yang telah di lakukan revitalisasi. 


Dalam arahannya Bupati Sijunjung mengatakan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mengucurkan Program Revitalisasi Sekolah tahun 2025.


"Ditengah keterbatasan efisiensi Dana Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengucurkan dana sebesar 2,6 Milyar untuk perbaikan ruang kelas, pembangunan Lokal baru, Ruang Labor IPA serta WC", tambah Benny yang juga Alumni SMP Negeri Sijunjung. 


"Dengan adanya revitalisasi sekolah ini, tentunya anak-anak kita dapat belajar secara aman, nyaman dan harapannya sekolah ini sama-sama kita jaga", lanjut Benny. 


Anggota DPRD Sijunjung Nofrialdi Zulkha yang hadir saat acara Open House Revitalisasi ini berharap kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar program ini lebih di Prioritaskan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sijunjung, karena masih banyak Sekolah Dasar di pelosok Kabupaten ini yang bangunannya sudah tidak layak untuk proses kegiatan belajar mengajar. 


Kepala sekolah SMP Negeri 7 Sijunjung Carly Marlington menyampaikan rasa bangga dan haru dengan adanya Support dari Pemerintah Daerah Melalui Bupati Sijunjung atas terselenggaranya Program Revitalisasi Sekolah ini. 


"Saat sebelum adanya revitalisasi, SMP Negeri 7 Sijunjung Rombel hanya tersedia 23, dengan jumlah murid sebanyak 770 orang murid, toilet hanya 18 unit toilet artinya tidak ideal,  dan kami juga butuh Labor IPA", tambah Carly. 


"Setelah mendapatkan Program Revitalisasi Sekolah TA 2025, 8 ruang kelas diperbaiki dan penambahan 1 ruang kelas baru, jumlah murid bertambah menjadi 777 orang, jumlah toilet bertambah 4 unit yang dilengkapi fasilitas toilet disabilitas dan Penambahan 1 ruang Labor IPA yang baru", lebih lanjut Carly menerangkan. 


Sementara itu Perwakilan Komite dan Wali Murid Ovi mengatakan ucapan terimakasih kepada Bapak Prabowo dan juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mewujudkan sekolah yang layak untuk anak-anak kami, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas. 


"Kami juga berharap kedepannya Bapak Presiden kembali memilih SMP Negeri 7 Sijunjung mendapatkan Program Revitalisasi ini, karena ada ruang serba guna yang sudah rusak berat yang harus diperbaiki, Lapangan Olahraga, pagar dan juga Pustaka", harap Ovi. (Ovi)



MENTAWAI, Sumbarnet.id – Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai mulai mengerjakan tiga unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK) bagi masyarakat di Desa Goisoinan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Pembangunan tiga unit MCK tersebut merupakan salah satu sasaran fisik program TMMD ke-130 yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memperoleh fasilitas sanitasi yang layak.


Adapun warga penerima manfaat pembangunan MCK tersebut yakni Bapak Bernardo (51), warga Dusun Kaliou; Bapak Pricen (65), warga Desa Goisoinan; serta Bapak Mauliate (45), warga Dusun Kaliou, Desa Goisoinan.


Para penerima manfaat mengaku sangat senang dan terharu atas pembangunan MCK yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-130. Mereka merasa bersyukur karena mendapatkan perhatian dan bantuan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sanitasi keluarga serta meningkatkan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui pembangunan fasilitas MCK ini, Satgas TMMD ke-130 berharap dapat membantu masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta memperoleh akses sanitasi yang lebih baik.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.


Dengan semangat gotong royong, Satgas TMMD ke-130 terus berupaya menyelesaikan sasaran pembangunan yang telah direncanakan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Robi)



SUMBARNET — Ada harapan yang tidak selalu bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Ia membutuhkan keberanian untuk memulai, kesungguhan untuk menjalani proses, serta dukungan dari orang-orang yang percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk mengubah kehidupannya.


Harapan itulah yang kini dibawa Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah dari Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Keduanya bersiap menapaki babak baru kehidupan dengan bekerja di Jepang setelah dilepas oleh Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Senin (12/10/2026).


Acara pelepasan yang digelar di Kantor Lurah Limau Manis Selatan itu juga dihadiri oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit CSR PT Semen Padang Nurwan dan tokoh masyarakat setempat. Acara pelepasan tersebut menjadi momen penting setelah keduanya melalui serangkaian tahapan persiapan untuk memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


Kevin dan Wardah berasal dari lingkungan yang sama, yaitu dari keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kelurahan Limau Manis Selatan. Namun, keduanya membawa perjalanan dan motivasi masing-masing dengan satu tujuan, yaitu memanfaatkan kesempatan kerja sebaik-baiknya agar perjuangan yang mereka jalani dapat menghadirkan perubahan nyata bagi keluarga.


Bagi Kevin, pelepasan itu bukan sekadar seremoni. Ada perjalanan panjang yang telah dilalui, dukungan banyak pihak yang mengiringi, serta harapan keluarga yang turut dibawa ke negeri orang. Apalagi, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia menyadari bahwa keberhasilan dirinya bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Ada tanggung jawab keluarga yang ingin ia pikul, sekaligus cita-cita membangun usaha sendiri ketika kelak kembali ke Tanah Air.


“Dengan adanya kesempatan bekerja ke Jepang, saya bisa membantu meringankan beban ekonomi orang tua, sekaligus memastikan kedua adik saya yang masih kuliah tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya. Di samping itu, kesempatan kerja di Jepang juga menjadi motivasi untuk mengubah nasib keluarga dan membuka usaha setelah balik ke Tanah Air,” ungkap Kevin.


Kevin juga mengatakan bahwa kesempatan bekerja di Jepang tidak datang secara instan. Sebelum dinyatakan lolos, ia harus menjalani proses persiapan yang membutuhkan waktu, kedisiplinan, dan kesungguhan. Salah satu tahapan penting dalam perjalanan tersebut adalah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.


Pelatihan tersebut berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025. Selama proses pembelajaran, kata Kevin, peserta mendapatkan bekal bahasa Jepang sekaligus pemahaman tentang budaya dan kebiasaan kerja yang berlaku di negara tujuan. Penguasaan bahasa menjadi modal penting bagi calon pekerja untuk berkomunikasi, memahami instruksi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Setelah menyelesaikan pelatihan, Kevin kemudian mengikuti proses pengujian dan seleksi untuk memperoleh pekerjaan di Jepang. Tahapan demi tahapan dijalaninya hingga akhirnya dinyatakan lolos untuk bekerja di sektor pertanian yang lokasinya berada di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki. Menurut Kevin, statusnya di Jepang bukan sebagai peserta magang, melainkan pekerja melalui program kerja di Jepang.


“Kontrak awal yang akan dijalani berlangsung selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan hingga maksimal lima tahun. Harapannya, saya bisa di Jepang selama lima tahun. Karena semakin lama kesempatan bekerja di Jepang, maka semakin besar pula peluang untuk mengumpulkan tabungan, membantu keluarga, dan mempersiapkan rencana usaha yang ingin dirintis setelah balik ke Tanah Air,” ujarnya.


Meski demikian, lanjutnya, perjalanan yang akan dijalaninya tentu menuntut kesiapan untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. Ia akan menghadapi lingkungan kerja yang berbeda, tinggal jauh dari keluarga, serta menjalani keseharian di tengah masyarakat dengan bahasa dan budaya yang tidak sama dengan kampung halaman. Namun, semua tantangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang harus dipilih.


“Bagi saya pribadi, kesempatan kerja di Jepang ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Saya ingin membuktikan bahwa usaha yang dilakukan hari ini dapat menjadi pijakan untuk kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang,” ungkap lulusan S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP) tersebut.


Hal yang sama juga disampaikan Wardah Putri Maghfirah. Lulusan S1 Ilmu Politik Universitas Andalas itu mengatakan bahwa kesempatan bekerja di Jepang dipilihnya karena kesempatan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan diri sekaligus memperkuat kondisi ekonomi keluarga.


“Bekerja di Jepang bukan hanya tentang berpindah tempat untuk mendapatkan penghasilan. Ada kesempatan untuk belajar menghadapi lingkungan baru, memahami budaya yang berbeda, meningkatkan kemampuan diri, dan membawa pulang pengalaman yang dapat berguna bagi kehidupan saya kelak.”


Perempuan berusia 25 tahun itu menyebut bahwa di Jepang, ia akan bekerja di bidang perawatan lansia yang berlokasi di Hanamonogatari, Prefektur Kanagawa.


“Bidang pekerjaan ini akan mempertemukan saya dengan lingkungan kerja yang menuntut tanggung jawab dan kemampuan beradaptasi,” katanya.


Meski telah memperoleh kesempatan kerja, Wardah mengaku bahwa perjalanan ke Jepang belum sampai pada tahap keberangkatan. Ia masih menunggu penyelesaian dokumen dan Certificate of Eligibility (COE), salah satu dokumen penting dalam proses keberangkatan pekerja asing ke Jepang.


“Berbeda dengan Kevin yang dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober 2026, saya sendiri masih harus menunggu hingga seluruh persyaratan keberangkatan saya selesai. Saya berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga bisa menyusul dan memulai babak baru dalam kehidupan saya,” ujarnya.


Keberhasilan Kevin dan proses yang tengah dijalani Wardah menjadi gambaran nyata bagaimana program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan bahasa dan budaya Jepang dapat membuka akses menuju kesempatan kerja. Bagi warga yang berasal dari rumah tangga kurang mampu, akses terhadap pelatihan dan peluang kerja seperti ini dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan.


Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan Budi Safrianto mengatakan program tersebut memang dirancang untuk membantu warga dari RTM memperoleh kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, keberhasilan seorang peserta mendapatkan pekerjaan di Jepang bukan semata-mata pencapaian individu.


Lebih jauh, hal itu menjadi peluang bagi keluarga yang bersangkutan untuk meningkatkan taraf hidup dan mengurangi ketergantungan ekonomi.


“Program ini penting bagi kami di Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan. Karena peserta program ini berasal dari RTM. Artinya, jika satu peserta bisa berangkat, maka akan berpotensi untuk mengurangi satu RTM di Limau Manis Selatan,” ujarnya.


Budi menjelaskan, program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut memang diprioritaskan bagi warga yang berasal dari Rumah Tangga Miskin (RTM). Karena itu, selain membekali peserta dengan keterampilan bahasa dan budaya, Forum Pemberdayaan Masyarakat juga berupaya membantu mengatasi kendala pembiayaan keberangkatan bagi peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi kerja.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan investor untuk menyediakan dana talangan biaya keberangkatan yang mencapai sekitar Rp30 juta per peserta. Melalui skema tersebut, calon pekerja dapat memenuhi kebutuhan biaya awal keberangkatan, sedangkan pengembalian dana dilakukan secara bertahap setelah mereka mulai memperoleh penghasilan di Jepang.


“Peserta program ini memang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, kami berupaya agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi mereka yang telah berhasil memperoleh kesempatan bekerja di Jepang. Harapannya, kesempatan ini dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga dan membuka peluang bagi mereka untuk keluar dari kategori rumah tangga miskin,” ujar Budi.


Melihat manfaat yang mulai dirasakan peserta, Budi berharap program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini dapat terus berlanjut pada 2027.


“Untuk itu, kami juga berharap dukungan PT Semen Padang agar program ini dapat terus berlanjut. Karena dengan adanya program ini, maka akan semakin banyak warga Limau Manis Selatan yang berasal dari RTM dapat memperoleh kesempatan kerja ke Jepang,” ujarnya.


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Limau Manis Selatan Abu Nasir mengapresiasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis Selatan karena dinilai mampu menghadirkan program yang tepat sasaran. Menurutnya, pelatihan yang diberikan telah menunjukkan hasil melalui keberhasilan peserta memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


“Kami menilai program ini memiliki asas manfaat dan ketepatan sasaran. Tentunya, ini menjadi bukti bahwa program pelatihan ini dapat memberikan manfaat konkret ketika dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan. Untuk itu, kami juga berharap agar program ini dapat dilanjutkan. Karena harapan dari pelatihan yang diberikan akhirnya terealisasi. Ada peserta yang berhasil diberangkatkan ke Jepang,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Abu berpesan agar Kevin dan Wardah menjaga kepercayaan yang telah diberikan serta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.


“Mereka adalah orang-orang terpilih. Bekerja di Jepang selama beberapa tahun merupakan kesempatan berharga. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.


Sekretaris Lurah Limau Manis Selatan Damsiar menilai kolaborasi antara PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat telah menghadirkan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kerja sama semacam ini perlu terus dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperluas kesempatan bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan.


“Tanpa kerja sama yang baik, kegiatan seperti ini tentu sulit terwujud. Ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat Limau Manis Selatan. Kami dari kelurahan sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang yang telah mendukung penuh program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang digelar oleh Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan,” katanya.


Kepada Kevin dan Wardah, Damsiar juga berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan selama berada di Jepang dan tetap mengingat keluarga yang ditinggalkan.


“Jaga kesehatan dan jangan lupa dengan keluarga. Ingat, keberangkatan ke Jepang tidak hanya menjadi harapan secara pribadi, tetapi juga harapan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menjelaskan bahwa pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari. Program ini dilaksanakan melalui dua Forum Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Pauh, yakni Kelurahan Limau Manis Selatan dan Kelurahan Koto Lua.


Hernes juga menyampaikan bahwa sebelum Kevin, warga dari Kelurahan Koto Lua telah lebih dahulu diberangkatkan ke Jepang melalui program serupa.


“Dengan demikian, Kevin menjadi warga kedua yang berhasil diberangkatkan melalui program tersebut, sedangkan Wardah diharapkan segera menyusul setelah persyaratan keberangkatannya selesai,” katanya.


Hernes berharap kesempatan yang diperoleh Kevin dan Wardah tidak hanya dimanfaatkan untuk mengumpulkan penghasilan, tetapi juga untuk menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih mandiri setelah kembali ke Indonesia.


“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Menabung sebanyak-banyaknya. Saat kembali ke Tanah Air, harapannya bisa menciptakan lapangan kerja. Jadi, langkah kecil ini diharapkan bisa menjadi langkah besar nantinya,” pungkas Hernes.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan sebagai investasi sosial jangka panjang.


“Melalui kolaborasi Forum Nagari dan pemangku kepentingan lainnya, kami berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk bekerja di Jepang,” ujarnya.


Ia menekankan, PT Semen Padang memandang Community Development sebagai proses membangun bersama masyarakat. Karena itu, program perusahaan tidak diarahkan sekadar pada pemberian bantuan, melainkan pada penguatan kapasitas, pemberdayaan, dan penciptaan manfaat yang berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.


“Kami berharap dukungan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi penerima manfaat sekaligus memperkuat berbagai upaya pembangunan yang telah dijalankan di wilayah ini,” katanya. (**)