SUMBARNET - DPD Partai Golkar Kota Padang menggelar buka bersama, pada Minggu (15/3/2026) bertempat di kantor jalan Kampung Nias Padang.


Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan artinya. Dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Erianto Mahmuda.


Erianto mengatakan, "partai Golkar Padang setiap tahun rutin menggelar buka bersama dengan sebanyak 25 anak yatim dan memberikan santunan," katanya.


"Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian partai Golkar Padang antar sesama, dan juga kepada para kader yang telah berbuat banyak selama ini," katanya.


Erianto berharap agar Partai Golkar Padang tetap kompak, manjaga solidaritas dan yang terpenting bisa menghantarkan ketua DPD Partai Golkar Padang Iqra Chissa Putra mejadi walikota kedepannya.


Hadir Sekretaris Helmi Musim mewakili ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumbar Khairunas, anggota fraksi Golkar DPRD Padang dan jajaran pengurus kecamatan se Kota Padang, tampak juga sekretaris panitia Erizal dan bendahara Buya Zulhardi Latif.


Dalam sambutannya Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang Iqra Chissa Putra memberi apresiasi kepada panitia atas terlaksananya dengan sukses acara berbuka puasa ramadhan tahun ini.


"Partai Golkar kota Padang membuktikan bahwa persoalan dan dinamika politik tidak menyurutkan semangat, sehingga pada hari ini kita kelurahan besar Golkar Padang bisa berbuka bersama," katanya.


Iqra meminta kepada jajaran pengurus dan kader agar tetap mengedepankan kekeluargaan dan solidaritas.


"Ini adalah modal untuk menghadapi pertarungan politik pada tahun 2029 mendatang, ini sudah masuk puasa tahun kedua setelah pileg, tinggal 3 ramadhan lagi menuju 2029, tentunya pada saat ini kita harus persiapkan diri," ujar wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar itu.


Iqra Chissa Putra berharap agar  pengurus Golkar Padang dari sekarang harus mempersiapkan diri untuk meraih kemenangan.


"Menyusun pengurus yang betul - betul memiliki nafsu untuk menaikan suara golkar di kota Padang, dan menargetkan setiap dapil harus mendapatkan suara maksimal, insha Allah partai Golkar selalu jaya, dan menjaga keharmonisan kita bersama," harapnya.


Pada kesempatan serupa, ketua DPD Golkar Sumbar dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Helmi Musim menyebut, "saya meminta agar setiap DPD partai Golkar kabupaten dan kota mengadakan kegiatan yang positif, yakni dengan memberikan santunan kepada anak yatim," sebutnya.


Helmi Musim juga menyampaikan permintaan maaf Ketua DPD Partai Golkar Sumbar Khairunas karna berhalangan hadir.


"Ketua menyampaikan apresiasi untuk DPD Golkar Padang, dan beliau titip salam kepada seluruh seluruh pengurus dan kader karena telah sukses menggelar pelaksanaan musda terbaik dari 19 kabupaten kota di Sumbar," ujarnya.


Ia mengingatkan kepada seluruh keluarga besar partai Golkar agar tetap semangat dan mempertahankan solidaritas.


"Jangan sampai memberikan citra yang tidak baik ditengah masyarakat, setiap pengurus harus menjadi tauladan, sikap dan tauladan itulah menjadi acuan pengurus kedepannya," tutup Helmi. (AdF)

 


Pasaman Barat - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen di MAM Silaping, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (14 Maret 2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Nagari Batahan Ilham Deta, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat Yuldhy Dharma Putra, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang antusias mengikuti sosialisasi.


Dalam kesempatan itu, Ali Muda menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban sebagai konsumen. 


Menurutnya, Perda Nomor 21 Tahun 2018 hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari praktik perdagangan yang merugikan.


“Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui haknya sebagai konsumen dan tidak mudah dirugikan dalam transaksi barang maupun jasa,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli produk, mulai dari memperhatikan kualitas barang, label, masa kedaluwarsa, hingga legalitas produk yang beredar di pasaran.


Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Muda dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan bahwa konsumen memiliki peran penting dalam menciptakan perdagangan yang sehat.


Menurutnya, masyarakat perlu menjadi konsumen yang cerdas agar terhindar dari produk yang tidak memenuhi standar.


“Konsumen harus cerdas dan pintar dalam memilih produk dan jasa. Perhatikan informasi produk, kualitas, serta pastikan barang yang dibeli aman dan sesuai standar,” jelasnya.


Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan konsumen serta mampu menjadi konsumen yang kritis, cerdas, dan bijak dalam melakukan transaksi di pasar.(**)



Deli Serdang – Perang terhadap narkoba kembali diperlihatkan secara nyata oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang. Dalam razia besar-besaran di sejumlah tempat hiburan malam (THM), Minggu (15/3/2026) dini hari, petugas menemukan pengunjung dan seorang biduan yang positif menggunakan narkoba.


Operasi yang berlangsung sejak pukul 00.30 WIB hingga 04.30 WIB tersebut dipimpin langsung Kepala BNNK Deli Serdang Kombes Pol. Dr. Josua Tampubolon, S.H., M.H., dengan melibatkan 35 personel BNNK Deli Serdang.


Razia ini merupakan bagian dari operasi serentak yang dilaksanakan seluruh BNN Kabupaten/Kota di wilayah BNN Provinsi Sumatera Utara untuk menekan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, terutama di tempat hiburan malam yang selama ini dinilai rawan menjadi lokasi transaksi dan konsumsi narkoba.


Selain penindakan narkoba, razia ini juga merupakan bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan Surat Edaran Bupati Deli Serdang Nomor 500.13/1182 Tahun 2026 tentang imbauan penutupan sementara tempat hiburan umum pada momentum hari besar keagamaan.


Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap para pengunjung maupun pekerja tempat hiburan.


Di GM Cafe, petugas memeriksa 20 orang dan mendapati satu orang pengunjung yang hasil tes urinenya positif mengandung zat THC.


Temuan lebih mengejutkan terjadi di Sean Cafe, di mana dari pemeriksaan terhadap 20 orang, petugas menemukan seorang biduan yang dinyatakan positif Methamphetamine atau sabu.


Sementara itu, sejumlah tempat hiburan malam lainnya seperti Hip Hop Karaoke, Are Cafe, Valentine Karaoke, DEC (Hotel Deli Indah), dan NGM Cafe diketahui dalam kondisi tutup saat tim melakukan pengecekan.


Namun razia tidak berjalan mulus. Situasi sempat memanas ketika petugas melakukan pemeriksaan di Sean Cafe.


Diduga, pihak pengelola tempat hiburan berupaya menghalangi jalannya pemeriksaan dengan mematikan lampu dan menutup portal akses keluar lokasi, seolah mencoba menghambat proses razia yang sedang berlangsung.


Bahkan, sejumlah orang juga diduga sengaja dipanggil untuk berkumpul guna menghalangi petugas yang hendak membawa seorang biduan yang dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine.


Meski sempat terjadi ketegangan, tim BNNK Deli Serdang yang dipimpin langsung Kepala BNNK berhasil mengendalikan situasi secara cepat dan profesional.


Petugas akhirnya berhasil mengamankan biduan tersebut untuk dibawa ke Kantor BNNK Deli Serdang guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut serta asesmen.


Razia yang berlangsung hingga menjelang subuh itu menjadi pesan keras bahwa perang terhadap narkoba di Deli Serdang tidak akan berhenti.


BNNK Deli Serdang menegaskan, tempat hiburan malam tidak boleh menjadi sarang peredaran narkotika, apalagi menjadi ruang yang merusak masa depan generasi muda.


Operasi ini sekaligus menjadi peringatan tegas bagi siapa pun yang mencoba bermain dengan narkoba di wilayah Deli Serdang: tidak ada ruang aman bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. (**)



SUMBARNET - Antusiasme perantau Minangkabau untuk baliak ka kampuang halaman pada momentum Lebaran 2026 terlihat begitu tinggi. Sejak pagi, ratusan peserta sudah memadati kawasan Gerbang Pancasila, Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (15/3/2026). Tas dan koper tampak berjejer di antara para perantau yang bersiap menempuh perjalanan panjang menuju ranah Minang.


Keberangkatan itu merupakan Gelombang II Program Pulang Basamo 2026, yang digagas oleh Andre Rosiade bersama Prabowo Subianto. Pada gelombang kedua ini, panitia menyiapkan 150 bus untuk mengangkut para perantau menuju berbagai daerah di Sumatera Barat.


Suasana keberangkatan terlihat ramai namun tertib. Para peserta tampak saling bercengkerama sambil menunggu giliran naik ke bus yang telah disiapkan. Sebagian mengaku sudah lama menantikan momen pulang kampung seperti ini.


Salah seorang peserta, Azelino Bestadi (25), mengatakan dirinya sudah berada di lokasi sejak pagi mengikuti jadwal yang ditentukan panitia.


“Kami sudah hadir saat open gate pukul 05.00 sampai 07.00. Setelah itu peserta berkumpul sampai pukul 09.00. Rombongan paling depan mulai berangkat sekitar pukul 09.15. Hari ini ada 150 bus yang berangkat, dan saya berada di bus nomor 32,” ujarnya kepada wartawan.


Bagi Azelino, perjalanan pulang tahun ini terasa berbeda. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti program Pulang Basamo tersebut.


“Ini pertama kali saya ikut program ini, dan menjadi pengalaman yang luar biasa,” katanya.


Menurutnya, program Pulang Basamo sangat membantu para perantau Minangkabau yang selama ini kesulitan pulang kampung. Tidak sedikit perantau yang akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau.


“Banyak perantau yang akhirnya bisa pulang kampung karena program ini. Rasa rindu baliak ka kampuang halaman benar-benar terbayar. Apalagi semuanya gratis. Terima kasih Pak Andre Rosiade yang sudah memfasilitasi kami para perantau untuk pulang kampung,” ujarnya.


Ia berharap program tersebut dapat terus digelar setiap tahun agar semakin banyak perantau Minangkabau yang terbantu untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. (***)



PADANG - Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar Verry Mulyadi menggelar sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengusahaan Air Tanah kepada masyarakat Lubuk Kilangan di Pondok Putih Padayo Agro Lubuk Kilangan pada Sabtu (14/3/2026)


Ratusan masyarakat menghadiri kegiatan sosialisasi yang membahas pentingnya pengelolaan dan pengaturan pemanfaatan air tanah di daerah tersebut.


Verry Mulyadi mengatakan kegiatan sosialisasi ini penting dilakukan karena wilayah Lubuk Kilangan memiliki potensi sumber air yang cukup besar.


"Sosialisasi ini sangat penting dilakukan karena daerah kita adalah daerah yang tinggi dan memiliki banyak sumber air," katanya.


Ia menyebutkan potensi sumber air yang melimpah harus dibarengi dengan pengelolaan dan pengaturan yang baik agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.


"Namun pengelolaan dan pengaturannya masih banyak yang kurang sehingga perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.


Menurutnya pemahaman masyarakat terhadap aturan pengelolaan air tanah menjadi kunci agar pemanfaatan sumber daya air tetap terjaga.


Kepala Bidang Air Tanah dan Geologi Dinas ESDM Sumbar Inzuddin menjelaskan air tanah merupakan sumber daya alam yang harus dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat.


"Air tanah merupakan karunia Tuhan yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat," ungkapnya.


Ia menegaskan keberadaan air tanah tidak tidak terbatas sehingga diperlukan pengaturan yang jelas melalui berbagai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.


Inzuddin mengatakan pengaturan tersebut tidak hanya terdapat dalam Perda tetapi juga diatur dalam undang-undang serta peraturan Menteri ESDM tentang pengelolaan air tanah.


Ia juga menjelaskan air tanah merupakan sumber daya yang dikuasai oleh negara sehingga pemanfaatannya memerlukan izin serta kewajiban pembayaran pajak air tanah untuk kegiatan tertentu.


Namun ia menambahkan tidak semua pemanfaat air tanah dikenakan pajak karena hanya penggunaan yang bersifat komersial yang wajib membayar pajak.


Penggunaan air tanah untuk kebutuhan rumah tangga, masjid, dan kebutuhan dasar masyarakat tidak dikenakan pajak oleh pemerintah.


Verry Mulyadi berharap melalui sosialisasi tersebut masyarakat semakin memahami aturan terkait pemanfaatan air tanah di daerahnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga sumber air agar tetap berkelanjutan dan dapat dimanfaatkan untuk generasi mendatang.


"Sumber air yang kita miliki harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya. (**)

 


SUMBARNET - Di sudut coffeeshop La Scholae yang biasanya dipenuhi perbincangan ringan anak muda dan deru mesin espresso, Kamis (13/3) sore berubah menjadi ruang diskusi kebangsaan yang subtansial. Anggota DPR RI, Hj. Lisda Hendrajoni, memilih tempat ini bukan untuk sekadar menyeruput kopi, melainkan untuk menanam fondasi karakter bangsa melalui forum dialog interaktif bertajuk "Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Empat Pilar Kebangsaan".




Suasana santai namun sarat makna terlihat sejak acara dimulai. Jauh dari formalitas ruang sidang atau seremonial aula, Lisda duduk melingkar bersama puluhan generasi muda, mahasiswa, dan tokoh masyarakat. Dengan latar suasana coffeeshop yang akrab, politisi yang akrab disapa Bunda Lisda ini membedah nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan bahasa yang cair dan kontekstual.





"Ini bukan indoktrinasi. Ini adalah 'transfer value' dengan cara yang mereka pahami. Generasi muda hari ini hidup di era disrupsi, mereka butuh pegangan. Saya memilih La Scholae karena di sinilah denyut nadi anak muda berdetak. Saya ingin datang ke dunia mereka, bukan memanggil mereka ke dunia saya," ujar Lisda dalam pernyataannya yang disambut aplaus peserta.





Lebih dari sekadar penyampaian materi, acara ini dirancang sebagai ruang silaturahmi tanpa sekat. Lisda yang juga dikenal sebagai legislator dapil Sumatera Barat I itu berdialog hangat, mendengarkan keluh kesah generasi Z tentang tantangan menjaga persatuan di era media sosial, serta memberikan perspektif kebangsaan yang aplikatif.




Zul Mamak, tokoh masyarakat Lubuk Kilangan yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasinya. "Pendidikan karakter itu fondasi utama. Kalau karakter sudah kuat, anak-anak kita tidak akan mudah terombang-ambing. Kegiatan seperti ini sangat tepat, apalagi dilaksanakan di tempat yang dekat dengan keseharian mereka. Kami di Lubuk Kilangan, mendukung penuh upaya-upaya seperti ini," ujarnya.




Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak harus disampaikan dengan kaku. Lisda berhasil membuktikan bahwa diskusi tentang empat pilar bisa menjadi agenda yang relevan, bahkan di tempat nongkrong favorit milenial.




"Ini baru permulaan. Saya akan terus turun ke ruang-ruang publik. Karena karakter bangsa yang kuat lahir dari dialog, bukan dari instruksi. Dan hari ini, kita memulainya dengan segelas kopi dan secangkir semangat kebangsaan," tutup Lisda.(*)

 


SUMBARNET - Ikatan alumni SMA Negeri 3 Padang (ikasmantri) menggelar kegiatan bagi-bagi takjil yang dilakukan dibeberapa titik di kota Padang. Kegiatan tahunan ini kembali membagikan ribuan kantong takjil. Memulai kegiatan pelepasan di tactical cafe komplek GOR Agus Salim, sabtu 14/3/26.


Ketua panitia pembagian takjil ikasmantri Muhammad Hafiz Fadillah (alumni 2024), sampaikan  pada tahun ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Ini tentu atas kepercayaan yang diberi kepada panitia.


"Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan dari 3000 an menjadi 4000 an dan ini kami kumpulkan selama 3 minggu. Sementara yang menjadi donatur sendiri  adalah semua alumni baik yang di padang atau dirantau"ujarnya.


Lebih lanjut Hafiz katakan, untuk pendistribusian sendiri ada dibeberapa titik strategis dan juga dibeberapa mesjid.


"Untuk pendistribusian kami sebar dibeberapa titik, seperti lampu merah Lamun Ombak, lampu merah BTN, lampu merah mesjid raya sumbar. Sementara untuk droping kami berikan ke beberapa masjid yang ada di sekitaran gunung pangilun dan juga pembagian yang dilakukan secara mobile", ujarnya lagi.


Sementara itu Nita Syahril angkatan 88 bersama beberapa alumni lainnya, mengatakan kegiatan ini berlangsung atas inisiasi beberapa alumni lintas angkatan.


"Ini adalah keinginan dari alumni untuk bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Karena itu kami bersama dengan beberapa alumni lainnya menggagas giat berbagi takjil ini. Untuk pendistribusian sendiri, kami dibantu oleh adik-adik alumni angkatan 2015 - 2024 yang berjumlah 70 orang", paparnya.


Sebelum pembagian takjil yang dilakukan disalah satu halaman masjid raya, terlihat puluhan masyarakat dan pengendara ojol telah berkumpul menunggu pembagian takjil yang akan menjadi makanan untuk berbuka puasa nantinya. Ada juga yang dibawa pulang untuk keluarga dirumah. Tepat pukul 17.00 sore semua tim bergerak ke titik pembagian yang telah ditentukan.


Ucapan terima kasih disampaikan Yulisman Yacoeb kepada seluruh alumni yang telah berpartisipasi dan juga kepada tim yang bekerja.


"Terima kasih kepada seluruh donatur dan para tim yang telah bekerja maksimal dalam mensukseskan kegiatan ini. Semoga ini akan menjadi tabungan amal kita semua nantinya", tutur Pakde biasa dipanggil kawan alumni.


Adapun inisiator kegiatan ini adalah Indria Yusti (83), Yan Veryson (85), Adrian (86), Eka Kurniawan (86), Bendri (86), Chairianto (86), Benni Frandino (87), Yulisman Yacoeb (88), Nita (88), Feri Tanjung (88), Utama Fitri (93), Nelvi Nizar (93), Alfianip (95), Faruq Ibnu Rio (95). (**)

 


SUMBARNET - Perjuangan panjang masyarakat Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang akhirnya menemukan titik terang dan mendapatkan keadilan yang setimpal, setelah Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum yang dikenal sebagai pemimpin yang cerdas, penuh perhatian, dan selalu berpihak pada keadilan rakyat kecil mengambil keputusan bijak terkait permasalahan pasar kalangan Gunung Megang dalam mediasi langsung yang digelar pada Sabtu (14/3/2026) di Balai Agung Serasan Sekundang.

 

Mediasi yang penuh khidmat dan terstruktur ini merupakan tindak lanjut yang tepat dari proses penyelesaian permasalahan yang telah berlangsung sebelumnya, yang dengan profesionalisme tinggi diinisiasi melalui surat dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim nomor 400.10.2.4 005/305/TEL/DPMD-IV/2026 tanggal 12 Maret 2026. 


Tim Dinas PMD yang dipimpin oleh Bapak Firmansyah Hamid, SE, telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mengawal setiap tahapan proses, dengan kerja yang cermat, transparan, dan selalu berpihak pada kepentingan bersama masyarakat.

 

Acara yang menjadi tonggak sejarah bagi kedua desa ini dihadiri oleh Camat Gunung Megang beserta perwakilan dari Desa Gunung Megang Dalam dan Desa Gunung Megang Luar, masing-masing sebanyak 5 orang, serta pihak dinas terkait yang turut memberikan kontribusi berharga dalam mencari solusi terbaik.

 

Peserta dari Desa Gunung Megang Dalam antara lain Apriadi (Kepala Desa), Fauko Rahmad (Sekretaris Desa), Anuar (Ketua BPD), Andri Yunianto (Ketua BUMDes), beserta tokoh masyarakat Syamsul Bakhri dan Ilham Mulawarman, yang dengan penuh dedikasi mewakili aspirasi seluruh warga desa.

 

Dalam kesepakatan yang luar biasa bijak dan penuh keadilan yang dihasilkan, Bapak Bupati H. Edison, S.H., M.Hum yang selalu menunjukkan kedalaman pemikiran dan kepekaan terhadap masalah rakyat memutuskan dua poin utama yang menjadi harapan seluruh masyarakat Desa Gunung Megang Dalam.


Pertama, akan dibangun pasar kalangan baru yang berlokasi di Desa Gunung Megang Dalam sebagai bentuk pengakuan dan pemberdayaan ekonomi lokal; kedua, selama pasar kalangan lama di Desa Gunung Megang Luar masih beroperasi hingga pasar baru diresmikan, 25% dari pendapatan pasar lama akan diberikan kepada Desa Gunung Megang Dalam sebagai bentuk keadilan ekonomi.

 

Kepala Desa Gunung Megang Dalam Apriadi menyampaikan apresiasi yang mendalam mewakili seluruh masyarakat desa, dengan suara yang penuh emosi dan rasa syukur.


"Kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas keputusan yang adil, bijak, dan penuh kasih sayang dari Bapak Bupati H. Edison, S.H., M.Hum. 


Keputusan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah yang dipimpin oleh Bapak benar-benar menjadikan rakyat sebagai pusat perhatian," ucapnya.

 

Ia juga tidak lupa memberikan pujian yang setinggi-tingginya kepada pihak Dinas PMD Kabupaten Muara Enim. 


"Kami juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim Dinas PMD yang telah bekerja dengan sangat profesional, teliti, dan penuh integritas dalam mengurus permasalahan kami. 


Tanpa perhatian dan kerja keras dari Bapak Firmansyah Hamid dan seluruh jajarannya, kesepakatan mulia ini tidak akan pernah terwujud," tambahnya dengan penuh penghormatan.

 

"Kami berdoa semoga Bapak Bupati diberikan kesehatan dan kebijaksanaan yang lebih luas lagi dalam memimpin Kabupaten Muara Enim, serta tim Dinas PMD diberikan kelancaran dalam menjalankan tugasnya," lanjut Apriadi dengan penuh harapan.

 

Sementara itu, pihak masyarakat juga mengajukan pertanyaan yang menjadi perhatian utama terkait pelaksanaan proyek.


"Kami ingin mengetahui kepada pihak Bappeda Kabupaten Muara Enim, apakah target realisasi pembangunan pasar kalangan baru ini benar-benar akan dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun sesuai dengan yang telah diutarakan. 


Selain itu, kami juga ingin memahami bagaimana tahapan pelaksanaan pembangunan yang akan dilakukan, mulai dari tahap perencanaan teknis, penganggaran, hingga tahap konstruksi yang dijadwalkan, serta bagaimana mekanisme pemantauan yang akan diterapkan agar proyek berjalan sesuai rencana tanpa hambatan yang berarti."

 

Keputusan yang diambil oleh Bapak Bupati dan proses yang dijalankan oleh Dinas PMD dinilai sangat bijak, progresif, dan memberikan keadilan yang telah lama dicari oleh masyarakat Desa Gunung Megang Dalam. 


Hal ini juga menjadi contoh terbaik bagaimana pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dengan cara yang damai, adil, dan bermanfaat bagi semua pihak. (**)



SUMBARNET - Polri secara serentak se-Indonesia menggelar “Gerakan Pangan Pasar Murah”, dalam kegiatan tersebut Polres Pasaman Barat, Polda Sumbar juga menggelar kegiatan yang sama dengan antusias yang tinggi dari ratusan masyarakat, pada Sabtu (14/3/2026) pagi.


Dihalaman Mako Polres Pasaman Barat, terlihat ratusan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.


"Gerakan Pangan Polri dilaksanakan secara serentak, untuk meringankan dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau," ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Dikatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan daya beli masyarakat, serta menjamin ketersediaan sembako menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijiriah.


"Melalui kegiatan tersebut, masyakarat bisa mendapatkan berbagai jenis kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar, sehingga kelangkaan sembako dapat kita antisipasi," ucap Kapolres.


Dijelaskan, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau diantaranya beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp 57.000, dan minyak goreng kemasan satu liter Rp 16.000.


Sedangkan gula pasir dijual seharga Rp 17.000 per kilogram, mie instan Rp 100.000 per karton, telur ayam Rp 48.000 per papan, dan telur itik Rp 70.000 per papan.


"Masyarakat juga dapat membeli cabai merah seharga Rp 28.000 per kilogram, bawang merah Rp 35.000 per kilogram, dan gas LPG tiga kilogram Rp 20.000 per tabung," jelasnya.


Kapolres menyebut, menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri, Satgas Saber Pangan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terkait ketersediaan dan harga bahan pokok diseluruh pasar yang ada di Kabupaten Pasaman Barat.


"Hingga saat ini petugas belum menemukan adanya penimbunan sembako oleh para spekulan. Ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang lebaran saat ini," pungkasnya.


Sementara itu, salah seorang masyarakat menyambut positif kegiatan Gerakan Pangan Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Polres Pasaman Barat. Ia mengaku memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga murah, di bawah harga pasaran.


"Terima kasih jajaran Polres Pasaman Barat, yang telah membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang hari raya Idulfitri," ungkapnya. (HumasResPasbar)

 


Medan - Kasus pembunuhan Rahmadani Siagian, wanita muda yang ditemukan terbungkus selimut di dalam boks kontainer, ternyata dihabisi di dalam kamar penginapan, di Gang Kenanga, Kecamatan Medan Denai.


Diketahui, wanita muda ini dihabisi oleh pelaku berinisial SAN pada Senin (9/3/2026) kemarin. 


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan SAN mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban di dalam kamar hotel. 


"Pelaku menghabisi nyawa korban di dalam kamar hotel tepat di atas tempat tidur," ujar Calvijn, Jumat (13/3/2026). 


Usai menghabisi nyawa korban, Calvijn menjelaskan pelaku sempat keluar dari lokasi ingin memastikan rencana lanjutan. Dengan maksud ingin menghilangkan barang bukti dan delik-delik tindak pidana tersebut. 


"Tersangka keluar kamar kemudian kembali ke TKP satu dengan membawa goni besar. Dengan maksud memasukkan korban pembunuhan ke dalamnya," ungkapnya. 


Selanjutnya, pelaku menghubungi rekannya yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka.


Tersangka meminta rekannya untuk mengantarkan boks kontainer yang digunakan untuk meletakkan jenazah wanjta berusia 19 tahun itu. 


Tak lama berselang, temannya yang berinisial SHR menyerahkan boks tersebut ke SAN di gerbang depan. 

 

Dalam kondisi terdesak, SAN langsung memasukkan jenazah Rahmadani ke dalam boks yang sebelumnya telah dibungkus menggunakan kain selimut. 

 

Setelah selesai memasukkan jenazah korban ke dalam boks, selanjutnya SAN meminta SHR masuk ke dalam penginapan dengan membawa sepeda motornya.


Selanjutnya, dengan berboncengan menggunakan sepeda motor keduanya langsung meninggalkan penginapan dengan membawa boks berisikan jenazah Rahmadani.  

 

"Sesuai CCTV yang kami dapat, yang membonceng adalah tersangka dua yang dibonceng adalah tersangka pertama dengan membawa boks kontainer," katanya. 


Dari hasil pemeriksaan, diketahui semula keduanya berencana membuang jenazah Rahmadani ke lokasi yang lebih jauh.


Namun, saat di perjalanan beberapa kali boks tersebut hampir jatuh dari pegangan si tersangka pertama. 


Sehingga, dengan pendek akal mereka menaruh saja di pinggir sungai tersebut tempat di mana jenazah Rahmadani ditemukan.

 

Di sana, awalnya mereka ingin membuang jenazah Rahmadani ke aliran sungai yang berada di pinggir lokasi ladang pisang tersebut.


Namun, keduanya tak jadi melanjutkan rencananya membuang jenazah Rahmadani ke dalam aliran sungai karena aksinya sudah ketauan warga sekitar.


Sumber : TribunMedan