SIJUNJUNG, SUMBARNET - Kabar gembira datang dari Cabor Taekwondo Kontingen Sijunjung berhasil meraih emas pertama pada ajang Porprov Sumbar XVI yang berlangsung di Gor Alimin Sinapa, Kota Solok. Pada Sabtu (3/10).


Emas pertama Kontingen Sijunjung itu berhasil diraih atlet atas nama Ariq Zufar Manaf pada kelas under 45 dengan kemenangan telak skor 2:0 untuk Kabupaten Sijunjung.


Atlet binaan pelatih Abibul, S.Pd itu tampil gemilang sejak awal pertandingan dan berhasil menyisihkan empat atlet dari berbagai daerah yang mengikuti Cabor Taekwondo.


Laga final tersebut disaksikan langsung oleh Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto beserta sejumlah tim pendamping dari KONI Sijunjung yang berposko di Kota Solok.


Pelatih Cabor Taekwondo Sijunjung, Abibul S.Pd mengatakan pihaknya membawa 16 orang atlet untuk berlaga di 16 kelas pada Cabor Taekwondo di Poprov XVI kali ini.


"Alhamdulillah emas pertama dari Taekwondo kita hadiahkan untuk Sijunjung. Ini baru satu kelas, kita masih ada 14 kelas lagi yang akan dipertandingkan nantinya. Semoga semua dapat hasil yang maksimal," tutur Abibul.


Tak muluk-muluk, Cabor Taekwondo Sijunjung menargetkan minimal 5 medali emas pada Porprov XVI Sumbar tahun 2026. "InsyaAllah kita targetkan minimal 5 medali emas dari Cabor Taekwondo. Mohon dukungan dan support dari seluruh pihak," terangnya.


Sementara itu, Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Sijunjung.


"Ini berita yang membanggakan, Alhmadulillah emas pertama Sijunjung berhasil kita raih. Semoga selanjutnya lebih banyak lagi menyusul emas dan medali lainnya dari Cabor dan atlet yang berlaga di Porprov Sumbar kali ini," ungkap Rusdianto.


Pihaknya mengatakan memberikan dukungan penuh terhadap atlet yang bertanding, serta ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penuh.


"Terima kasih kita sampaikan kepada Pemkab Sijunjung yang telah mendukung penuh Kontingen Sijunjung pada Porprov kali ini. Kita mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sijunjung agar atlet kita memberikan hasil terbaik pada setiap pertandingan," tambahnya. (*)

 


DHARMASRAYA – Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menghadiri acara pelepasan Kontingen Kabupaten Dharmasraya yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026.


Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.


Kegiatan itu dihadiri Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., Ketua KONI Dharmasraya Afrizal Latif, unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, serta para atlet, pelatih dan ofisial yang akan membawa nama Kabupaten Dharmasraya dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat tersebut.


Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kontingen daerah tersebut terdiri dari 390 atlet yang akan bertanding pada 37 cabang olahraga, dengan dukungan 141 manajer, ofisial dan pelatih. Porprov XVI Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026.


Dalam kegiatan tersebut, Ketua KONI Dharmasraya menyampaikan laporan terkait kesiapan kontingen yang akan diberangkatkan untuk mengikuti berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI Sumbar.


Pelepasan kontingen kemudian dilakukan secara resmi oleh Bupati Dharmasraya. Dalam sambutannya, Bupati memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar mampu tampil maksimal, menjaga semangat bertanding serta membawa nama baik Kabupaten Dharmasraya.


Bupati berharap seluruh atlet dapat memberikan kemampuan terbaik, meraih prestasi dan membawa pulang medali sebanyak-banyaknya. Namun, para atlet juga diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan serta menjaga nama baik daerah.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar sebagai bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Porprov XVI.


Kapolres Berikan Dukungan kepada Atlet


Kehadiran Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro dalam pelepasan kontingen tersebut menjadi bagian dari dukungan jajaran Kepolisian Resor Dharmasraya terhadap pembinaan dan perkembangan olahraga di Kabupaten Dharmasraya.


Kapolres menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, ofisial dan seluruh pihak yang telah melakukan persiapan sehingga kontingen Dharmasraya siap mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat.


Menurutnya, keikutsertaan dalam Porprov bukan hanya mengenai pencapaian medali, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan disiplin, kerja keras, sportivitas serta membawa nama baik daerah.


“Kami dari Polres Dharmasraya memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih maupun ofisial yang akan mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat. Keberangkatan ini merupakan kesempatan bagi putra-putri terbaik Dharmasraya untuk menunjukkan kemampuan dan hasil pembinaan olahraga yang telah dilakukan selama ini,” ujar AKBP Kartyana.


Kapolres menegaskan bahwa semangat dan perjuangan para atlet patut mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan saat berada di arena pertandingan, tetapi juga melalui proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, menjaga kondisi fisik serta membangun mental yang kuat.


“Tujuan kita tentunya agar kontingen Dharmasraya dapat bertanding dengan penuh semangat, disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas. Yang paling penting, para atlet dapat menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik Kabupaten Dharmasraya selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan,” katanya.


Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan tekanan untuk meraih medali sebagai beban. Setiap pertandingan, menurutnya, harus dihadapi dengan percaya diri, fokus dan tetap menghormati seluruh peserta maupun perangkat pertandingan.


Dorong Atlet Junjung Sportivitas


AKBP Kartyana mengatakan, prestasi olahraga merupakan hasil dari proses pembinaan yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, keberadaan pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, ofisial, keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan atlet.


“Kami berharap seluruh atlet dapat memberikan kemampuan terbaik. Raihlah prestasi setinggi mungkin, tetapi tetap junjung sportivitas dan fair play. Kemenangan tentu menjadi harapan, namun sikap dan karakter yang baik selama bertanding juga merupakan bagian dari prestasi yang harus dijaga,” tutur Kapolres.


Ia berharap para atlet yang bertanding tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi juga mampu menjadikan Porprov sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.


Kapolres juga menyampaikan harapan agar para atlet dapat kembali ke Dharmasraya dalam keadaan sehat dan membawa hasil terbaik bagi daerah.


“Harapan kami, seluruh kontingen dapat menjalankan pertandingan dengan lancar, aman dan sukses. Berikan yang terbaik untuk Dharmasraya, jaga kekompakan, jaga kesehatan dan tetap percaya diri. Apapun hasilnya nanti, perjuangan saudara-saudara sudah menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Dharmasraya,” ungkapnya.


Bawa Nama Baik Dharmasraya


Sementara itu, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa para atlet yang berangkat membawa nama pribadi, keluarga, nagari dan Kabupaten Dharmasraya.

Karena itu, ia meminta seluruh kontingen bertanding dengan sungguh-sungguh, penuh semangat serta menunjukkan mental juara.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga mengapresiasi kerja keras KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, manajer dan ofisial yang telah mempersiapkan kontingen untuk menghadapi Porprov XVI Sumbar.


Bupati menekankan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Karakter, disiplin, kerja keras dan sportivitas juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet.


Komitmen pemerintah daerah terhadap para atlet juga ditunjukkan melalui penyediaan bonus sebesar Rp1 miliar bagi atlet yang berhasil meraih medali. Bonus tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan prestasi atlet yang membawa nama Kabupaten Dharmasraya.


Porprov XVI Sumbar sendiri berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan diikuti kontingen dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat. KONI Sumatera Barat sebelumnya memastikan pelaksanaan Porprov tetap sesuai jadwal tersebut.


Dengan persiapan yang telah dilakukan, Kontingen Kabupaten Dharmasraya diharapkan mampu tampil maksimal di setiap cabang olahraga yang diikuti.


Dukungan dari pemerintah daerah, KONI, Forkopimda, keluarga dan masyarakat diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk berjuang secara maksimal.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro pun mengajak seluruh masyarakat memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang sedang berjuang membawa nama daerah.


“Mari kita bersama-sama memberikan dukungan dan doa kepada Kontingen Dharmasraya. Semoga seluruh atlet diberikan kesehatan, kelancaran dan kemampuan untuk menampilkan yang terbaik. Jadikan Porprov ini sebagai momentum untuk mengharumkan nama Dharmasraya sekaligus membangun semangat generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga,” pungkasnya. (**)



SOLOKSELATAN--Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena tersebut tidak hanya meninggalkan luka secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan trauma mendalam yang berdampak panjang terhadap kondisi mental, psikologis, serta masa depan korban.


Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Mario Syahjohan, SH, yang juga merupakan putra daerah Solok Selatan, menegaskan bahwa setiap kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, harus ditangani secara serius, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Menurut Mario, pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) harus diproses melalui mekanisme hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).


“Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jum"at (2/10/2026).


Ia menjelaskan, UU TPKS yang disahkan pada 9 Mei 2022 mengatur berbagai bentuk kekerasan seksual, antara lain pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, serta kekerasan seksual berbasis elektronik.


Selain memberikan dasar hukum untuk menindak pelaku, UU TPKS juga memberikan jaminan terhadap hak korban atas penanganan, perlindungan, dan pemulihan, termasuk hak korban memperoleh restitusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujar Mario.


Jangan Jadikan Perdamaian sebagai Jalan Pintas


Mario mengingatkan agar penyelesaian kasus kekerasan seksual tidak dilakukan dengan cara-cara yang justru mengabaikan hak korban maupun proses hukum.


Ia menjelaskan, UU TPKS yang disahkan pada 9 Mei 2022 mengatur berbagai bentuk kekerasan seksual, antara lain pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, serta kekerasan seksual berbasis elektronik.


Selain memberikan dasar hukum untuk menindak pelaku, UU TPKS juga memberikan jaminan terhadap hak korban atas penanganan, perlindungan, dan pemulihan, termasuk hak korban memperoleh restitusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujar Mario.


Jangan Jadikan Perdamaian sebagai Jalan Pintas


Mario mengingatkan agar penyelesaian kasus kekerasan seksual tidak dilakukan dengan cara-cara yang justru mengabaikan hak korban maupun proses hukum.


Menurutnya, upaya perdamaian di luar mekanisme hukum tidak boleh dijadikan jalan pintas untuk menghentikan penanganan perkara, khususnya ketika menyangkut kekerasan seksual terhadap anak.


“Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa setiap bentuk pemberian uang atau imbalan dalam upaya memengaruhi proses penegakan hukum harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Mario menambahkan, terdapat pula persoalan lain yang patut menjadi perhatian bersama, yakni adanya kasus ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan hingga memasuki pekarangan rumah yang menyasar anak dan dilakukan oleh orang dewasa, namun berujung pada penyelesaian secara “damai”.


Menurutnya, peristiwa semacam itu harus menjadi pembelajaran bersama bahwa keamanan dan keselamatan anak tidak boleh dikompromikan.


“Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” katanya.


Solok Selatan Harus Ramah Perempuan dan Anak


Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat itu menegaskan, menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak bukan hanya menjadi tugas orang tua maupun sekolah.


Menurutnya, perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, keluarga, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat.


“Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” ujarnya.


Ia berharap Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat langkah pencegahan, edukasi, pendampingan korban, serta memastikan mekanisme pelaporan dan perlindungan berjalan dengan baik.


“Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkas Mario Syahjohan.


Menurutnya, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak harus dibangun melalui komitmen bersama, penegakan hukum yang konsisten, penguatan keluarga, serta keberanian masyarakat untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan.


Sebab, melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi merupakan investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan penuh kasih, tutup Mario Syahjohan.(***)

 


PADANG, - Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 Saraso Fest resmi di tutup tadi malam, Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan yang sudah berlangsung sejak 28 September 2026 lalu menghadirkan berbagai seni tradisi dan modern di Taman Budaya Sumateraa Barat.


Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M Devid, mengatakan, PKD 2026 menjadi momentum mempertemukan inovasi dan tradisi, masa lalu dan masa depan, upaya penguatan dan pengembangan serta objek kemajuan kebudayaan. 


"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang ambil bagian dalam pekan budaya daerah ini, termasuk kepada kabupaten/kota yang mengirimkan seni sanggar tradisi," katanya saat menutup kegiatan.


Ia mengatakan, walaupun sudah ditutup semalam (2/10),  masih banyak kegiatan yang bisa disaksikan sampai Sabtu (3/10). 


Saraso Fest di hari kelima menyuguhkan pertunjukan Tari Piriang Ateh Karambia, Komposisi Musik Soundenai Fadil Asy’ari, Skola Art Fest SMA 1 Pariangan, Randai dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan Million Hope sebagai Guest Star.


Walaupun di guyur hujan deras, antusias masyarakat dalam menyaksikan pekan kebudayaan ini sangat baik. (**)



PADANG — Tim Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang menangkap seorang pria berinisial RK (44) yang diduga nekat mencuri satu unit outdoor AC milik lembaga pendidikan Ganesha Operation di kawasan Padang Selatan, Kota Padang.


Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Yasin, melalui keterangan yang dikonfirmasi pada Jumat (2/10/2026), membenarkan penangkapan tersangka yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tersebut. Penangkapan dilakukan pada Kamis malam (1/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.


"Benar, pelaku berinisial RK berhasil diamankan oleh Tim Klewang di kawasan Jalan Proklamasi, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, beserta barang bukti hasil curiannya," ujar Kompol Yasin.


Peristiwa pencurian ini bermula pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di gedung Ganesha Operation, Jalan Proklamasi. Pelapor yang curiga setelah mendengar suara gaduh dan melihat seorang pria turun dari perancah (steger), langsung melakukan pengecekan ke lantai atas gedung.


Korban mendapati satu unit kondensor atau outdoor AC merek Panasonic serta pipa AC sepanjang lima meter telah raib. Berdasarkan rekaman CCTV dari gedung di sebelah lokasi kejadian, terlihat jelas aksi pelaku mengambil barang-barang tersebut.


Akibat pencurian ini, pihak PT Pendidikan Ganesha Operation mengalami kerugian sekitar Rp3 juta dan melapor secara resmi ke Polresta Padang.


Menindaklanjuti Laporan Polisi Nomor: LP/B/966/X/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tertanggal 1 Oktober 2026, Tim Klewang yang dipimpin Kanit Opsnal Iptu Adrian Afandi dan Kasubnit Opsnal Ipda Ryan Fermana langsung bergerak melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Dari hasil penelusuran rekaman CCTV dan informasi masyarakat, polisi mengidentifikasi pelaku dan meringkusnya tanpa perlawanan di kawasan Alang Laweh. Saat penangkapan, petugas juga menemukan barang bukti berupa satu unit outdoor AC merek Panasonic di dalam penguasaan tersangka.


"Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut," tambah Kompol Yasin.


Atas perbuatannya, tersangka RK dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian. (**)

 


Padang - Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas inovasi Dashboard Pembangunan Sumatera Barat. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat, Idham Fadhli, kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Wagub Sumbar Vasco Ruseimy pada momen makan bajamba, resepsi Hari Jadi Sumatera Barat, di Istana Gubernur Sumbar, Kamis, 1/10. 


Ketua Komisi Informasi Sumbar, Idham Fadhli mengatakan Dashboard Pembangunan tersebut menjadi sebuah terobosan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan Sumbar yang transparan, akuntabel dan partisipatif.


"Komisi Informasi Sumbar memandang Dashboard Pembangunan Sumatera Barat ini merupakan inovasi yang menjadi pelopor di Indonesia dalam menyajikan informasi pembangunan dan pengelolaan anggaran secara terbuka, terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui inovasi ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengetahui, mengawasi, dan berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan daerah," ujar Fadhil, panggilan akrab Idham Fadhli.


Fadhil menambahkan penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas sebuah inovasi, melainkan juga pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


" Semoga inovasi Dashboard Pembangunan Sumatera Barat ini menjadi inspirasi dan praktik baik bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia dalam menghadirkan keterbukaan informasi publik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ulas Fadhil, yang didampingi Wakil Ketua KI Sumbar, Mona Sisca dan komisioner, Musfi Yendra.


Sementara itu Gubernur Sumbar mengucapkan terimakasih kepada KI Sumbar atas apresiasi yang diberikan. Menurutnya penghargaan ini akan semakin memperkuat komitmen Pemprov Sumbar untuk terus terbuka dan transparan dalam pengelolaan kegiatan dan pembangunan. 


"Terimakasih KI Sumbar atas apresiasi yang diberikan. Dashboard Pembangunan Sumbar merupakan salah bukti komitmen Pemprov Sumbar untuk mewujudkan pemerintahan yang terbuka, transparan dan partisipatif. Penghargaan ini tentu menjadi dorongan dan penyemangat untuk terus terbuka," ujar Mahyeldi yang didampingi Kadis Kominfotik Sumbar, Rudi Rinaldi. (*)

 


Kepulauan Mentawai, SUMBARNET — Sebanyak 452 orang yang terdiri dari atlet, official, wasit dan juri Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tiba di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (1/10/2026) malam.


Kedatangan para kontingen tersebut disambut langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Dermaga Tuapejat Km 0 sekitar pukul 20.30 WIB.


Penyambutan turut dihadiri Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan, S.Sos., Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., Dandim 0319 Kepulauan Mentawai Letkol Inf Bambang Budi Hartato, Danlanal Kepulauan Mentawai Mayor Darmo, Kakansar Kepulauan Mentawai Benteng Hilton Telaumbanua, Asisten III Kabupaten Kepulauan Mentawai Ruslianus, S.Pd., M.Sc., Ketua KONI Kepulauan Mentawai Ali Nurdin, para kepala OPD, serta jajaran Polres Kepulauan Mentawai.


Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengalungan kalung khas Mentawai kepada perwakilan atlet, official dan pelatih sebagai bentuk penyambutan sekaligus penghormatan kepada para peserta Porprov XVI.


Para atlet, official, wasit dan juri sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur Padang sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 68 dan tiba di Dermaga Tuapejat pada pukul 20.30 WIB.


Dari 452 orang yang tiba, sebanyak 414 orang merupakan atlet dan official, sedangkan 38 orang merupakan wasit dan juri.


Sementara itu, sebanyak 147 orang lainnya dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Bungus Padang menggunakan KM Gombolo, yang terdiri dari 109 atlet dan official serta 38 wasit dan juri.


Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., menyampaikan bahwa Polres Kepulauan Mentawai bersama seluruh unsur terkait siap mendukung pengamanan seluruh rangkaian pelaksanaan Porprov XVI di Kabupaten Kepulauan Mentawai.


“Kami dari Polres Kepulauan Mentawai siap mendukung dan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Porprov XVI. Kami berharap seluruh atlet, official, pelatih, wasit dan juri dapat mengikuti kegiatan dengan aman, tertib dan nyaman selama berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ujar AKBP Nendra Madya Tias.


Lebih lanjut, Kapolres mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Porprov berlangsung.


Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah Porprov XVI mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni MMA, Judo, Kabaddi, Kriket dan Surfing.


Setelah kegiatan penyambutan selesai sekitar pukul 22.30 WIB, para atlet dan official selanjutnya diberangkatkan menuju lokasi penginapan masing-masing. (Robi)

 


Kepulauan Mentawai, SUMBARNET — Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Kamis (1/10/2026) pukul 08.00 WIB.


Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Jakop Saguruk, S.E., dan diikuti oleh unsur TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Damkar, BPBD/BNPB serta aparatur sipil negara.


Kegiatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0319 Kepulauan Mentawai Letkol Inf. Bambang Budi Hartanto, Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., Danlanal Kepulauan Mentawai Mayor Bahri, Kakansar Kepulauan Mentawai Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan, S.Sos., M.M., anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.


Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan dengan masuknya Inspektur Upacara, penghormatan, laporan Komandan Upacara, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan doa, hingga penghormatan dan laporan akhir.


Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., mengatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


“Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pemersatu bangsa. Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, mari kita terus memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ujar AKBP Nendra Madya Tias.


Menurutnya, semangat Pancasila juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, serta mengedepankan kepentingan bersama.


“Polri bersama seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif,” tambahnya.


Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama Wakil Bupati Kepulauan Mentawai bersama unsur Forkopimda dan peserta upacara.


Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan ramah tamah yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati Kepulauan Mentawai. (Robi)

 


LEBAK,_Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya bergizi malah bikin heboh! Di MI Al-Hadid, Curugbitung, Lebak, siswa menemukan belatung dalam makanannya yang sudah terlanjur disantap, Senin (28/9/2026).


Dapur SPPG dari Yayasan Hamim Center diduga lalai, kirim makanan tanpa cek kebersihan dulu. Setelah ketahuan, cuma datang minta maaf.


Beruntung, respon pemerintah cepat!


Wakil Bupati Lebak, *Amir Hamzah* selaku Ketua Satgas MBG langsung gerak cepat.


"Tadi sudah saya suruh turun ke lapangan," tegasnya.


Aksi gercep Wabup ini pun dapat apresiasi dari Ketua DPC FRIC Counter Polri Kab. Lebak, *A. SUTISNA*.


"Kami dari FRIC DPC Lebak sangat mengapresiasi respon cepat Pak Wabup Amir Hamzah. Ini yang kita mau, program prioritas Presiden harus aman," kata A. Sutisna, Selasa (30/9/2026).


Tapi FRIC menegaskan, *minta maaf saja tidak cukup!*


Soal sanksi, Wabup bilang itu kewenangan BGN pusat: "Itu tergantung BGN. Satgas tidak punya kewenangan."


A. Sutisna pun menjawab tegas:


"Kami tetap kawal sampai ada titik kepastian sanksi! Apa hukuman untuk dapur yang langgar SOP dan higienis? Jangan sampai terulang. Ini menyangkut gizi dan masa depan anak-anak kita!" (tim)

 


Padang - Tradisi Tagak Gala Marapulai dari Pauh, Kota Padang, tampil memukau dalam balutan komposisi musik kontemporer pada ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat, Saraso Fest 2026, Kamis (1/10/2026) malam.


Karya yang mengangkat prosesi adat tersebut adalah komposisi musik berjudul “TA_GA”, garapan komposer muda Rianda Putra, alumni SMK 7 Padang dan ISI Padang Panjang.


Berbeda dari sekadar pertunjukan tradisi, TA_GA tidak mereproduksi prosesi secara utuh, melainkan menafsir ulang maknanya ke dalam bahasa musik.


Dari Pepatah "Ketek Dibari Namo, Gadang Dibari Gala" Menjadi Bunyi


Komposisi TA_GA berangkat dari filosofi adat Minangkabau tentang pemberian gelar kepada laki-laki dewasa. Seperti ungkapan "Ketek dibari namo, gadang dibari gala" - kecil diberi nama, besar diberi gelar. 


Gala bukan sekadar sebutan, melainkan penanda identitas, kedewasaan, dan kesiapan seorang marapulai memikul tanggung jawab baru dalam kaum dan sukunya.


"Malewakan gala namanya bang, mungkin di tiap daerah ada yang berbeda-beda prosesi dan kebetulan saya sumbernya dari Pauh. Di sana ada pertunjukan tarinya, ada silek, ada tari kain juga," ungkap Rianda Putra ketika diwawancarai usai pementasan.


Ia menyebut, banyak anak muda sekarang yang tidak lagi mengenal detail prosesi tersebut. Melalui musik, ia mencoba menafsirkan kembali suasana sakral, syair, dan pepatah-petitih yang hidup di dalam prosesi Tagak Gala itu untuk diperkenalkan kembali, bahkan ke dunia yang lebih luas.


Bagaimana ciri khas musik, etnik Minang bertemu digital. Kekuatan utama dari karya TA_GA terletak pada eksplorasi bunyi dan perpaduan instrumennya.


Ia menjelaskan, tidak terjebak pada pakem etnik murni. Ia dengan berani mengkolaborasikan instrumen tradisi Minangkabau dengan instrumen modern dan teknologi bunyi digital.


Di dalamnya, Basis Etnik yang Kental, Warna etnik Minang dihadirkan melalui tiupan Saluang dan Bansi, petikan Kecapi, serta pukulan Talempong dan Bansi Punggul yang menjadi roh dari prosesi Pauh.


Kemudian, Sentuhan Modern dan Digital, Di atas fondasi tradisi itu, ia menyusupkan gitar elektrik dan gitar bass yang memberikan harmoni dan ritme kekinian, serta teknologi bunyi digital (digital sound) sebagai lapisan atmosfer. Perpaduan ini menciptakan ruang musikal baru yang dramatik, magis, namun tetap berakar.


Lalu, Narasi yang Transformatif: Syair dan suasana prosesi tidak dinyanyikan secara literal, melainkan ditransformasikan menjadi motif melodi, dinamika, dan tekstur musik. Penonton diajak merasakan transisi dari seorang bujang menjadi marapulai yang bergelar - dari bunyi yang lirih, khusyuk, menuju bunyi yang tegak, gagah, dan penuh tanggung jawab.


"Ini untuk mengembangkan musik tradisional ke digital. Pasar dan sasarannya kepada musisi, musisi budaya, dan musisi pangkalannya sendiri, bagaimana untuk mengenalkan musik kita sendiri," kata Rianda.


Digarap dalam waktu latihan sekitar satu bulan bersama para pemain, TA_GA menjadi bukti bahwa musik tradisi Minangkabau tidak harus berhenti di museum. Ia bisa hidup, berkembang, dan berdialog dengan zaman tanpa melepaskan identitasnya.


Penampilan TA_GA di panggung Saraso Fest 2026 malam itu pun menjadi penanda, regenerasi komposer tradisi di Sumatera Barat masih terus berdenyut. (**)