SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi mengumumkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Pendaftaran calon murid baru dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 24 Juni 2026.


Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan SPMB telah dilakukan secara matang guna memastikan proses penerimaan murid baru berjalan lancar, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.


“SPMB Kota Padang tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai pada 22 Juni. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlambat mengikuti tahapan yang telah ditetapkan,” ujar Yopi saat menyampaikan informasi pelaksanaan SPMB, Selasa (2/6/2026).


Untuk jenjang SD, Disdikbud menyediakan tiga jalur penerimaan, yaitu jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Sementara untuk jenjang SMP tersedia empat jalur penerimaan, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.


Pendaftaran calon murid SD dilakukan secara langsung di salah satu SD Negeri di Kota Padang.


Orang tua atau wali murid diwajibkan mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh melalui laman resmi SPMB Kota Padang. Dalam proses pendaftaran, calon murid hanya diperbolehkan memilih satu jalur penerimaan.


Khusus pada jalur domisili, calon murid dapat memilih maksimal dua sekolah tujuan. Sedangkan pada jalur afirmasi dan mutasi, calon murid dapat memilih sekolah tanpa dibatasi wilayah domisili. Seleksi penerimaan murid SD dilakukan berdasarkan persyaratan usia sesuai dengan regulasi yang berlaku.


Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://psb.diknaspadang.id. Calon murid diwajibkan memilih satu jalur penerimaan dan mengunggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan sesuai jalur yang dipilih.


Yopi menjelaskan bahwa pada jalur prestasi, Disdikbud Kota Padang akan melakukan proses verifikasi secara ketat terhadap seluruh sertifikat yang diajukan peserta.


“Prestasi yang digunakan harus benar-benar valid. Baik prestasi akademik maupun nonakademik akan kami kurasi dan verifikasi keabsahannya agar tidak ada sertifikat yang tidak sesuai atau dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.


Ia menambahkan, jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di sekitar sekolah tujuan. Jalur afirmasi diberikan kepada calon murid yang berasal dari keluarga kurang mampu.


Sementara jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik, dan jalur mutasi diperuntukkan bagi anak guru serta anak dari orang tua yang mengalami perpindahan tugas.


Pada kesempatan tersebut, Yopi juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan anggapan mengenai adanya sekolah favorit di Kota Padang. Menurutnya, kualitas pendidikan di sekolah negeri saat ini semakin merata.


“Sebenarnya tidak ada lagi sekolah favorit. Hasil Tes Kemampuan Akademik menunjukkan kemampuan siswa di berbagai sekolah cukup beragam dan merata. Yang terpenting adalah memilih jalur sesuai kondisi masing-masing,” katanya.


Optimisme terhadap kelancaran pelaksanaan SPMB tahun ini juga didasarkan pada pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berlangsung dengan baik.


Disdikbud Kota Padang mencatat tidak adanya laporan permasalahan berarti selama proses penerimaan murid baru tahun lalu.


“Alhamdulillah pelaksanaan tahun lalu berjalan aman. Masyarakat sudah semakin memahami mekanisme penerimaan murid baru. Mudah-mudahan pada tahun ajaran 2026/2027 ini seluruh proses juga berjalan lancar dan dipahami oleh masyarakat,” tambah Yopi.


Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran SPMB SD dan SMP berlangsung pada 22–24 Juni 2026. Hasil seleksi untuk jenjang SD akan diumumkan pada 25 Juni 2026, sedangkan hasil seleksi jenjang SMP diumumkan pada 26 Juni 2026.


Disdikbud Kota Padang mengimbau seluruh orang tua dan calon murid untuk mempelajari secara cermat persyaratan serta mekanisme pendaftaran yang berlaku.


Informasi lengkap mengenai jadwal, tata cara pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga layanan bantuan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Kota Padang, website Disdikbud Kota Padang, serta helpdesk yang telah disediakan.


Melalui pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini, Pemko Padang berharap seluruh calon murid memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas, sekaligus mewujudkan proses penerimaan peserta didik yang objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penetapan dan Integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026).


Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat perlindungan lahan pertanian guna menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan laju alih fungsi lahan yang terus meningkat.


Rakor tersebut dihadiri Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Renald. Hadir pula Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Ansoriudin, serta Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kota Padang Lili Rahmaini.


Dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri bersama Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Afriwarman.


Rakor juga diikuti para bupati dan wali kota beserta kepala dinas terkait se-Sumatera Barat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Andi Renald menegaskan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian penting dari implementasi Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada upaya mewujudkan swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi baru.


Menurutnya, perlindungan lahan pertanian harus menjadi perhatian serius seluruh daerah karena luas wilayah kabupaten dan kota tidak bertambah, sementara kebutuhan ruang untuk pembangunan terus meningkat.


“Kabupaten dan kota kita tidak bertambah luas, namun kebutuhan ruang terus meningkat. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan dan pengendalian yang baik agar pembangunan tetap berjalan, namun keberadaan lahan pertanian pangan tetap terjaga demi masa depan ketahanan pangan kita bersama,” ujar Andi Renald.


Ia mengungkapkan bahwa secara nasional masih banyak daerah yang belum memasukkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).


Dari 38 provinsi di Indonesia, baru 23 provinsi yang telah memuat KP2B dalam RTRW provinsinya. Sementara itu, dari 504 kabupaten/kota di Indonesia, baru sekitar 203 daerah yang memasukkan KP2B ke dalam RTRW daerah masing-masing.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.


Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara upaya perlindungan lahan pertanian dengan kebutuhan pembangunan dan investasi daerah.


Menurut Maigus, Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat memiliki karakteristik dan kebutuhan ruang yang berbeda dibandingkan daerah lain.


Selain sebagai pusat pemerintahan, Kota Padang juga menjadi pusat pendidikan, perdagangan, jasa, dan investasi yang terus berkembang.


Berdasarkan data yang disampaikan, Kota Padang memiliki Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 4.357,74 hektare.


Dari jumlah tersebut, target penetapan LP2B hingga tahun 2029 mencapai 3.791,23 hektare atau sekitar 87 persen dari total luas lahan baku sawah.


Namun saat ini, luas lahan yang tersedia untuk memenuhi target tersebut baru mencapai 2.123,64 hektare atau sekitar 48 persen, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 1.667,59 hektare.


Maigus menjelaskan bahwa target 87 persen tersebut merupakan target provinsi yang harus dicapai secara bersama-sama oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah.


“Kota Padang sebagai ibu kota provinsi tentu harus memperhatikan arah pembangunan dan investasi. Sehingga kami menilai sangat tidak memungkinkan apabila seluruh target LP2B itu harus dipenuhi oleh Kota Padang sendiri,” kata Maigus Nasir.


Untuk itu, ia mengusulkan adanya mekanisme dukungan antar daerah dalam pencapaian target LP2B di tingkat provinsi.


Menurutnya, daerah yang memiliki keterbatasan ruang dan tekanan pembangunan yang tinggi dapat didukung oleh daerah lain yang memiliki potensi lahan pertanian lebih luas.


“Kami mengusulkan agar daerah yang secara zonasi tidak memungkinkan memenuhi target LP2B, maka dapat didukung oleh daerah lain yang memiliki potensi lahan lebih luas,” tambahnya.


Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Afriwarman menyampaikan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu dari delapan provinsi penyangga lumbung pangan nasional.

 

Karena itu, keberadaan lahan pertanian produktif harus dijaga secara berkelanjutan agar mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.


Ia menjelaskan, saat ini Sumatera Barat memiliki Lahan Baku Sawah seluas 188.521 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dari total luasan tersebut, pemerintah menargetkan penetapan LP2B mencapai 164.025 hektare atau sekitar 87 persen.


Afriwarman menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota.


Selain itu, diperlukan integrasi kebijakan tata ruang, pertanian, dan pembangunan wilayah agar perlindungan lahan pertanian dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.


Melalui rakor ini, diharapkan seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat dapat mempercepat proses penetapan LP2B dalam dokumen perencanaan dan tata ruang masing-masing.


Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan akibat perkembangan pembangunan dan investasi.


Rakor juga menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai fondasi ketahanan pangan Sumatera Barat dan Indonesia di masa mendatang. (**)



SUMBARNET - Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengingatkan agar kehadiran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Rahmat sendiri menyambut positif kehadiran DSI tersebut, namun dia ingin perusahaan itu tidak sekadar menjadi perubahan dalam tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.


Menurutnya, pembentukan PT DSI sebagai pengelola ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas strategis merupakan langkah yang patut didukung. 


Namun, kebijakan tersebut harus mampu memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi rakyat.


"Terkait peresmian DSI yang mengatur ekspor satu pintu, saya mendukung kebijakan itu. Selama ini keuntungan ekspor lebih banyak dinikmati pihak tertentu dan uangnya tidak sepenuhnya beredar di Indonesia. Masa kita punya sawit, punya nikel, tetapi harga justru ditentukan pihak luar?" kata Rahmat di Jakarta, Senin (2/6/2026).


Rahmat menilai Indonesia sudah saatnya memiliki kendali yang lebih kuat terhadap tata niaga komoditas strategis agar tidak terus bergantung pada mekanisme yang membuat nilai ekonomi lebih banyak dinikmati pihak luar.


"Saya setuju dengan kebijakan Presiden dan sebagai anggota DPR RI saya akan mengawal hal tersebut. Menurut saya, ekspor satu pintu untuk komoditas strategis sudah tepat agar Indonesia tidak dikendalikan pihak luar," ujarnya.


Rahmat menegaskan keberhasilan PT DSI nantinya tidak hanya diukur dari besarnya nilai ekspor atau penerimaan negara. 


“Namun juga dampaknya terhadap ekonomi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari rantai produksi komoditas strategis,” katanya.


Sebelumnya, Rahmat juga menyoroti anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit rakyat di Sumatera Barat yang dilaporkan turun hingga sekitar Rp600 per kilogram dari harga normal. 


Dia meminta pemerintah dan BUMN terkait mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga agar petani tidak menanggung kerugian yang lebih besar.


Karena itu, Rahmat berharap kehadiran PT DSI dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki tata kelola ekspor nasional sekaligus memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam benar-benar kembali kepada masyarakat.


PT DSI sendiri merupakan BUMN baru yang dibentuk pemerintah untuk mengelola ekspor sumber daya alam strategis melalui mekanisme satu pintu.


Pada tahap awal, perusahaan tersebut akan menangani ekspor kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloys). (red)

 


SUMBARNET - Semangat kebangsaan dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar PT Semen Padang. Bertempat di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (1/6/2026), ratusan karyawan mengikuti upacara bendera yang berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus refleksi atas peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara dipimpin Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, selaku pembina upacara. Pada kesempatan itu, Iskandar membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.


Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila tahun ini mengandung pesan kuat bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia, tetapi juga menawarkan nilai-nilai universal yang relevan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi sarana refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup, berkembang, dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.


“Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila telah membuktikan diri sebagai ‘bintang penuntun’ yang mampu menjaga Indonesia tetap berdiri tegak di tengah berbagai tantangan zaman,” kata Iskandar.


Dalam pidato yang dibacakannya, Iskandar juga menyampaikan bahwa di tengah kondisi global yang sarat ketidakpastian, konflik, dan ancaman fragmentasi sosial, Indonesia tetap menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dalam bingkai persatuan.


“Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya, Indonesia mampu menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.


Jangkar Moral di Tengah Turbulensi Global


Selain menjadi pemersatu bangsa, Pancasila juga disebut sebagai “jangkar moral” yang membimbing Indonesia menghadapi berbagai perubahan global, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dunia, hingga dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.


Dalam konteks tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global. Sebaliknya, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni ketertiban yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


“Pancasila menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila merupakan instrumen diplomasi yang sangat relevan untuk menjembatani berbagai perbedaan serta membantu penyelesaian konflik di tingkat global,” katanya.


Kontribusi Indonesia untuk Perdamaian Dunia


Pidato Kepala BPIP yang dibacakan Iskandar juga menyoroti berbagai kontribusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Salah satunya melalui keterlibatan pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang aktif menjalankan misi di berbagai negara.


Selain itu, Indonesia terus memainkan peran strategis dalam berbagai upaya mediasi konflik regional serta konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan maupun ketidakadilan. Sikap tersebut dinilai sebagai implementasi nyata sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.


“Dunia perlu melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian salah satu pesan dalam pidato tersebut.


Generasi Muda Diminta Menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Hidup


Generasi muda juga mendapat perhatian khusus. Mereka diingatkan agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai simbol negara atau materi pelajaran di sekolah, melainkan menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam keseharian.


Kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta perkembangan teknologi yang pesat dinilai tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa landasan moral yang kuat. Karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa diajak mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan.


“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks dalam buku sejarah. Jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus menginspirasi tindakan nyata,” demikian pesan yang disampaikan.


Momentum Memperkuat Komitmen Kebangsaan


Bagi PT Semen Padang, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan peran perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.


Iskandar mengajak seluruh peserta upacara untuk terus menjaga semangat persatuan dan memperkokoh komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.


“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” ujar Iskandar.


Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di PT Semen Padang menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh yang mempersatukan bangsa sekaligus menginspirasi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. (*)

 


Pasaman Barat – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, personel Samapta Polres Pasaman Barat melaksanakan kegiatan Patroli Presisi di sejumlah titik wilayah hukum Polres Pasaman Barat, Selasa (2/6/2026).


Kegiatan patroli tersebut menyasar kawasan permukiman warga, pusat keramaian, objek vital, pertokoan, perbankan, serta lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, mengatakan bahwa patroli Samapta Presisi merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan sebagai upaya preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


"Patroli ini dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya berbagai potensi gangguan Kamtibmas serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara maksimal," ujar Kapolres.


Menurutnya, kegiatan patroli juga menjadi sarana bagi personel untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyerap informasi, serta menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas agar masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.


"Maksud dan tujuan dari pelaksanaan patroli Samapta Presisi ini adalah untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminalitas, mencegah aksi premanisme, balap liar, penyalahgunaan narkoba, maupun gangguan keamanan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. Selain itu, patroli ini juga bertujuan memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," jelas AKBP Agung Tribawanto.


Kapolres menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Pasaman Barat.


"Kami berharap masyarakat dapat terus menjalin kerja sama dengan kepolisian, segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu Kamtibmas. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga Pasaman Barat," harapnya.


Selama pelaksanaan patroli, personel Samapta juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap tindak kejahatan, menjaga ketertiban lingkungan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.


Kegiatan Patroli Samapta Presisi berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang dengan kehadiran personel kepolisian di lapangan.


Situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat hingga saat ini terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. (**)



SUMBARNET - Rombongan pengurus dan anggota Perkumpulan Keluarga Perantau Wilayah Lengayang (PKPWL) hadir di Objek Wisata Sianik, Alahan Panjang dengan kegiatan Safari Dakwah Alam.


Dalam Safari Dakwah pertama Keluarga Besar Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKPWL berlangsung pada, Ahad (31/5/2026) menghadirkan penceramah Ustad Usrial Husein dan kegiatan juga dirangkai dengan Arisan dan permainan outbound saat gathering di destinasi wisata Sianik, Alahan Panjang Resort.


Rombongan DPP PKPWL itu berangkat star di Cafe UJBP sebelah Polsek Kuranji. Pada pukul 10.30 Wib sampai dilokasi, dan acara safari dakwah diawali dengan sambutan Ketua Umum DPP PKPWL, Yasmardi SH.


Dalam sambutanya, meminta warga Perantau Lengayang yang ikut dalam rombongan safari dakwah mendoakan DPP PKPWL agar semakin maju dan berkembang dengan baik. Yasmardi juga memohon doa untuk seluruh perantau Lengayang dimana pun berada agar hajatnya dikabulkan Allah Swt.


“Mohon doa pula untuk kami, pimpinan DPP PKPWL dan jajaran pengurus, yang tengah berupaya membangun konsolidasi organisasi dan menyemangati persatuan perantau Rang Lengayang” ujar Yasmardi, yang juga memberikan kesempatan kepada Afrizal Cai (Bendahara) menyampaikan informasi yang dianggap penting.


Sementara itu, Isrul Husin tampil komunikatif saat menyapa anggota PKPWL yang berpartisipasi aktiv dalam safari dakwah.


Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan untuk menghindari bencana yang dapat merugikan manusia. Menurut Ustad Isrul Husin mewujudkan masyarakat Qurani tidak cukup hanya melalui bacaan dan tulisan Al-Qur’an yang indah.


"Al-Qur’an tidak hanya dilantunkan dan tidak hanya dituliskan, tetapi harus diamalkan. Al-Qur’an mengajarkan kita menjadi rahmat bagi semesta alam,” ujarnya.


Ia mengingatkan bahwa menjaga alam dan berkasih sayang kepada sesama makhluk merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Al-Qur’an. 


Isrul Husin, yang juga Ketua Forum Dai Lengayang juga menyoroti pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyebutkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk memandang sesama dengan kasih sayang. Disampaikan pula keutamaan dalam menuntut ilmu  dalam islam.


Pada kesempatan itu, Ketua Panitia, Asril dan panitia lainya serta anggota DPP PKPWL mengakhiri safari dakwah alam dengan makan dan shalat Zuhur bersama, yang sebelumnya dilaksanakan sesi foto bersama.


Pada pukul 14.30 Wib  rombongan yang memakai kendaraan 2 bus pariwisata menuju Pasar Kuliner Padang Panjang dan Kembali menuju Padang selepas bakda Isya. (**)

 


Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyerahkan Sertifikat Stratifikasi Standar Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kepada 13 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang berhasil memenuhi standar pelaksanaan UKS/M.


Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (1/6/2026).


Penyerahan sertifikat ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.


Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang, Zul Asfi Lubis, menyampaikan bahwa pemberian sertifikat standar UKS/M merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan sekolah.


"Alhamdulillah pada hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, kita dapat menyerahkan sertifikat standar UKS kepada 13 sekolah di Kota Padang. Ini merupakan bentuk penghargaan kepada sekolah yang telah memenuhi berbagai indikator dan standar yang ditetapkan dalam penyelenggaraan UKS/M," ujar Zul Asfi usai pelaksanaan upacara.


Ia berharap seluruh sekolah penerima penghargaan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelaksanaan program UKS/M di masa mendatang.


Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pendidikan.


"Kami berharap sekolah yang telah memperoleh standar UKS ini mampu mempertahankan pencapaiannya dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekolah. Selain itu, sekolah-sekolah lain juga diharapkan termotivasi untuk mengikuti jejak yang sama sehingga pelaksanaan UKS di Kota Padang semakin baik dan merata," tambahnya.


Berdasarkan Keputusan Wali Kota Padang Nomor 863 Tahun 2025 tentang Penetapan Stratifikasi Standar UKS/M, sebanyak 13 sekolah berhasil meraih predikat Standar pada berbagai jenjang pendidikan.


Untuk tingkat Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal (TK/RA), sekolah yang menerima penghargaan yakni RA Ikhlas Kecamatan Padang Utara, TK Mariana Kecamatan Padang Barat, dan TK Semen Padang Kecamatan Lubuk Kilangan.


Pada jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), penghargaan diberikan kepada SD Negeri 26 Padang Kecamatan Padang Barat, SD Negeri 15 Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah, serta SD Negeri 17 Kayu Aro Kecamatan Bungus Teluk Kabung.


Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), penghargaan diterima oleh SMP Negeri 2 Padang Kecamatan Padang Barat dan SMP Semen Padang Kecamatan Lubuk Kilangan.


Adapun pada tingkat Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan (SMA/SMK/MAK), penghargaan diberikan kepada SMK-SMAK Padang Kecamatan Pauh, SMAN 12 Padang Kecamatan Nanggalo, MAN 2 Padang Kecamatan Padang Utara, SMAN 5 Padang Kecamatan Kuranji, serta SMAN 9 Padang Kecamatan Pauh.


Selain memberikan penghargaan kepada sekolah, Pemko Padang juga memberikan apresiasi khusus kepada sekretariat UKS/M tingkat kecamatan yang dinilai aktif dalam mendukung dan menggerakkan program UKS/M di wilayah masing-masing.


Dari total 11 kecamatan yang ada di Kota Padang, Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Lubuk Kilangan berhasil terpilih sebagai Sekretariat UKS/M Kecamatan Terbaik Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, koordinasi, serta konsistensi kedua kecamatan dalam membina dan mengembangkan program UKS/M di sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya.


Zul Asfi menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan UKS/M tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, hingga masyarakat.


Karena itu, kolaborasi yang telah terbangun selama ini perlu terus diperkuat guna mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.


Momentum Hari Lahir Pancasila, lanjutnya, menjadi pengingat pentingnya menanamkan nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat dan berkualitas.


Melalui pemberian sertifikat Stratifikasi Standar UKS/M ini, Pemerintah Kota Padang berharap semakin banyak sekolah yang mampu memenuhi standar pelayanan kesehatan sekolah sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah. (**)



Padang, – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dengan penuh khidmat di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (1/6/2026).


Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Maigus Nasir memimpin langsung jalannya upacara yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan.


Upacara diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Raju Minropa, jajaran Forkopimda Kota Padang, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.


Hadir pula Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Nova Raju Minropa, serta para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Padang.


Dalam amanatnya, Maigus Nasir membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan anugerah besar bagi bangsa Indonesia yang telah terbukti menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan berbagai latar belakang sosial masyarakat Indonesia.


Menurutnya, sejak ditetapkan sebagai dasar negara, Pancasila telah menjadi pedoman utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, adil, demokratis, dan berkeadaban.


Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.


“Pancasila adalah pemersatu bangsa yang harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di tengah berbagai tantangan global maupun nasional, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama dalam menjaga harmoni, persatuan, dan perdamaian,” ujar Maigus Nasir saat membacakan amanat Kepala BPIP.


Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, perubahan sosial budaya, hingga berbagai dinamika geopolitik dunia.


Dalam menghadapi tantangan tersebut, penguatan ideologi Pancasila menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.


Pancasila, lanjutnya, bukan hanya sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai ketuhanan harus tercermin dalam sikap toleransi antarumat beragama, nilai kemanusiaan diwujudkan dalam penghormatan terhadap hak asasi manusia, nilai persatuan diwujudkan dalam semangat gotong royong dan kebersamaan, nilai kerakyatan diwujudkan dalam musyawarah dan demokrasi yang sehat, serta nilai keadilan sosial diwujudkan dalam pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Pada kesempatan tersebut, Maigus Nasir juga mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk terus menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter dan mental masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.


Dengan demikian, Kota Padang dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, berbudaya, religius, dan tetap menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman.


“Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dan menjadi pedoman dalam setiap langkah pembangunan,” tambahnya.


Upacara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan amanat Kepala BPIP.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Padang berharap semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.


Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, seluruh elemen bangsa diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, makmur, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian dunia.


Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kota Padang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia Emas 2045. (**)

   


Bukittinggi, SUMBARNET.ID – Pemerintah Kota Bukittinggi gelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Balai Kota Bukittinggi, Senin, 1 Juni 2026.


Upacara berlangsung khidmat, diikuti unsur Forkopimda, TNI, Polri, ASN dan perwakilan pelajar se Kota Bukittinggi.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.


Tema tersebut menegaskan peran Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman serta mendorong terciptanya perdamaian dunia.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.


Ia menyampaikan, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi disrupsi teknologi, dinamika geopolitik, serta berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa.


"Selain menjadi perekat keberagaman bangsa, Pancasila juga menjadi landasan Indonesia dalam berperan aktif menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai relevan untuk menjembatani berbagai perbedaan dan menyelesaikan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia," ungkapnya.


Wako menambahkan, melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai ideologi yang hidup, serta memperkuat komitmen terhadap persatuan, toleransi dan keadilan sosial demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaya saing. (**)



Padang, – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa.


Ajakan tersebut disampaikan Muhidi usai menghadiri Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, pimpinan lembaga, aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.




Menurut Muhidi, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila perlu dimaknai sebagai ajang refleksi untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.


“Para pendiri bangsa telah mengorbankan jiwa, raga, dan pemikiran mereka demi lahirnya Indonesia yang merdeka dan bersatu. Tugas kita hari ini adalah memahami, mengamalkan, dan mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhidi.


Ia menilai tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun sikap saling menghargai di tengah masyarakat.




Muhidi menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Menurutnya, kedua nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang berakhlak, toleran, dan menjunjung tinggi kebersamaan.


“Kita membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Dengan semangat itu, seluruh potensi yang kita miliki dapat dimanfaatkan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendorong kemajuan daerah,” katanya.


Muhidi juga mengingatkan pentingnya menghindari sikap diskriminatif dan merasa paling benar. Ia menilai perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat, namun tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.



“Berbeda itu pasti. Yang tidak boleh adalah diskriminasi. Kita wajib bekerja secara benar dan mempertahankan kebenaran, tetapi merasa paling benar justru dapat menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, Muhidi mengapresiasi pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan di Sumatera Barat. Menurutnya, kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan daerah.


“Kehadiran seluruh unsur pemerintahan menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergitas terus terjaga. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan Sumatera Barat,” ujarnya.


Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu bangsa, serta pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. (***)