SUMBARNET - Kapolres Pasaman Barat Agung Tribawanto beserta jajaran mengikuti kegiatan zoom meeting analisa dan evaluasi (Anev) layanan publik Polri dan pelayanan call center 110, Rabu (6/5/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam optimalisasi pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, kegiatan zoom meeting tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan publik Polri, termasuk pelayanan pengaduan masyarakat melalui call center 110 agar semakin cepat, responsif dan profesional.


“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui Anev ini, kita dapat mengetahui berbagai kendala dan kekurangan di lapangan sehingga pelayanan publik, khususnya layanan 110, dapat berjalan lebih optimal,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menambahkan, pelayanan 110 menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, pengaduan maupun permintaan bantuan kepolisian secara cepat.


Menurutnya, jajaran Polres Pasaman Barat terus didorong untuk memberikan pelayanan yang humanis, transparan dan mudah diakses oleh masyarakat.


“Pelayanan publik yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri. Oleh karena itu, seluruh personel harus mampu memberikan pelayanan terbaik, cepat tanggap serta profesional dalam setiap tugas,” katanya.


Kapolres berharap melalui kegiatan evaluasi tersebut, seluruh personel semakin memahami tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.


“Kami berharap seluruh jajaran dapat terus meningkatkan disiplin, kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang maksimal, diharapkan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harap AKBP Agung Tribawanto.


Kegiatan zoom meeting berlangsung dengan aman dan lancar serta diikuti oleh pejabat utama dan personel terkait di lingkungan Polres Pasaman Barat. (**)

  


SUMBARNET - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat melaksanakan kegiatan apel pagi rutin yang menjadi bagian penting dari budaya kerja di institusi kepolisian.


Apel dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Agung Tribawanto dan diikui seluruh personel polres Pasaman Barat, pada Kamis (7/5/2026).


AKBP Agung Tribawanto mengatakan, "kegiatan apel ini bukan hanya sebagai bentuk ritual kebersamaan, tetapi juga sebagai fondasi untuk membangun disiplin tinggi dan menyelaraskan komitmen seluruh personel dalam melayani masyarakat serta menjaga keamanan," katanya.


Dalam apel pagi tersebut, personel berkumpul dengan seragam yang rapi dan berdiri dengan barisan yang teratur, menunjukkan sikap hormat dan disiplin yang tinggi.


Apel pagi diawali dengan pembacaan doa bersama, diikuti dengan pemeriksaan kehadiran dan pengecekan kondisi fisik serta kesegaran personel sebelum memulai aktivitas kerja sehari-hari.


Dalam apel pagi ini, Kapolres AKBP Agung Tribawanto menyampaikan arahan penting terkait tugas dan tanggung jawab yang akan diemban oleh setiap personel.


Ia menekankan bahwa apel pagi menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh jajaran tentang tujuan utama kepolisian – yaitu memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjadi mitra yang handal bagi masyarakat Pasaman Barat.


“Setiap apel pagi adalah awal yang penting untuk memastikan kita semua siap secara fisik dan mental dalam menjalankan tugas. Disiplin yang kita bangun dari kegiatan ini akan menjadi pondasi untuk memberikan pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.


Selain memberikan arahan kerja harian, apel pagi juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada personel yang telah menunjukkan kinerja luar biasa, serta memberikan pemahaman tentang kebijakan dan program terbaru yang akan dijalankan oleh Polres Pasaman Barat.


Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh personel memiliki pemahaman yang sama dan bekerja secara terkoordinasi dalam mewujudkan tujuan bersama.


Personel yang mengikuti apel pagi menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini sangat berarti bagi mereka.


“Apel pagi membuat kita merasa lebih bersatu sebagai satu tim dan semakin termotivasi untuk menjalankan tugas dengan baik. Kita merasa siap menghadapi segala tantangan yang mungkin muncul sepanjang hari,” katanya.


Melalui apel pagi rutin ini, Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus menjaga standar disiplin dan profesionalisme yang tinggi di antara seluruh personel, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat. (**)



PADANG — Semangat kebersamaan dan edukasi mewarnai kegiatan pembinaan Polisi Cilik (Pocil) yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada generasi muda sejak usia dini.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Reza Chairul Akbar Sidiq, mengatakan pembinaan Polisi Cilik tidak hanya bertujuan melatih kedisiplinan anak-anak, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.


Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Sumbar kepada awak media pada Rabu (6/5/2026).


“Kebersamaan ini menjadi langkah nyata menciptakan budaya disiplin dan keselamatan di jalan raya. Kami berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan Polisi Cilik dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq.


Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh siswa dari SDN 37 Pegambiran, SDN 7 dan 8 Alang Laweh, SDN 20 Piai, serta SDN 39 Pegambiran Kota Padang.


Para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai tata tertib berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu jalan, serta latihan baris-berbaris yang bertujuan membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.


Menurut Dirlantas, pendidikan keselamatan berlalu lintas harus dimulai sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran dan pemahaman yang baik ketika berada di jalan raya.


Dengan pembinaan tersebut, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan melalui peningkatan kesadaran masyarakat sejak usia sekolah.


“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Polisi Cilik, mereka belajar disiplin, patuh aturan, serta menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya,” tambahnya.


Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan orang tua. Suasana penuh semangat dan antusias tampak dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan gembira.


Polda Sumbar berharap program Polisi Cilik dapat terus berkembang dan menjadi wadah positif dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. (**)



SUMBARNET - Polda Sumatera Barat melalui Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas kembali melaksanakan kegiatan penindakan pelanggaran lalu lintas dalam rangka meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di wilayah hukum Sumatera Barat, Rabu (6/5/2026).


Kegiatan yang dikemas dalam operasi Deteksi Aksi Keselamatan dan Penegakan Hukum (Dakgar) tersebut menyasar berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas yang dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan raya.


Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara roda dua maupun roda empat di sejumlah titik strategis dan kawasan rawan pelanggaran.


Direktur Lalu Lintas Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa kegiatan penindakan yang dilakukan bukan semata-mata untuk memberikan sanksi kepada masyarakat, melainkan sebagai upaya preventif guna menumbuhkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas.


“Penindakan pelanggaran bukan sekadar penegakan hukum, namun sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama. Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi pengguna jalan agar terhindar dari risiko kecelakaan,” ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Ia menjelaskan, masih ditemukan sejumlah pelanggaran yang kerap dilakukan pengendara, seperti tidak menggunakan helm standar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga pengendara di bawah umur.


Menurutnya, pelanggaran-pelanggaran tersebut memiliki potensi besar memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain,” katanya.


Dalam pelaksanaan kegiatan Dakgar, personel Subdit Gakkum juga memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas. Pendekatan persuasif terus dikedepankan agar masyarakat memahami pentingnya budaya tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.


Selain melakukan penindakan, petugas juga mengingatkan pengendara untuk melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.


Dirlantas menambahkan bahwa kehadiran Ditlantas di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Sumatera Barat.


“Melalui kegiatan Dakgar, Ditlantas Polda Sumbar terus hadir untuk menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan. Kami mengajak seluruh masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di jalan raya,” tuturnya.


Polda Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga etika berkendara, serta saling menghormati sesama pengguna jalan demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama.


“Stop pelanggaran, stop kecelakaan,” tutupnya. (**)


 


Dharmasraya, – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menilai proyek preservasi jalan ruas Sungai Rumbai–Junction Koto Baru di Kabupaten Dharmasraya memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Hal itu disampaikan Zigo saat meninjau langsung pekerjaan preservasi jalan tersebut pada Rabu (6/5/2026). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur nasional di daerah.


Menurut Zigo, keberadaan infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak besar bagi aktivitas masyarakat, termasuk distribusi barang dan akses transportasi antarwilayah.


“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Zigo Rolanda.


Ia mengatakan, pengawasan lapangan penting dilakukan agar proyek berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memiliki kualitas pekerjaan yang baik.


“Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap program infrastruktur berjalan sesuai target dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.


Zigo menjelaskan, pekerjaan preservasi jalan tersebut dilaksanakan melalui skema multiyears contract (MYC). Proyek itu telah terkontrak sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027.


Lingkup pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 5,45 kilometer, rehabilitasi mayor sepanjang 11,80 kilometer, serta rehabilitasi minor sepanjang 2,1 kilometer.


Politisi asal Sumatera Barat itu juga menegaskan pentingnya kualitas pekerjaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran dalam setiap proyek infrastruktur pemerintah.


“Kami menekankan kualitas pekerjaan dan ketepatan progres agar pembangunan ini benar-benar optimal dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tutupnya. (***)



Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), di Masjid Agung Nurul Iman, Selasa (5/5/2026).


Fadly Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (MPD) Perti Sumatera Barat mengajak seluruh jajaran organisasi untuk menjadikan usia ke-98 tahun sebagai momentum evaluasi dan introspeksi diri.


“Usia 98 tahun merupakan perjalanan panjang yang luar biasa. Mari kita memproyeksikan langkah ke depan guna menggerakkan dakwah secara multidimensi, baik di bidang pendidikan, sosial, sehingga PERTI semakin memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.


Fadly Amran menambahkan, menjelang satu abad usia organisasi, PERTI diharapkan semakin maju dan berkembang dalam memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah, tidak hanya di Kota Padang dan Sumatera Barat, tetapi juga hingga tingkat nasional dan internasional.


“Kami berharap Kota Padang dapat menjadi salah satu tuan rumah dalam peringatan satu abad PERTI yang akan diperingati pada 5 Mei 2028 mendatang,” tambahnya.


Pada kesempatan ini, Fadly Amran juga mengajak seluruh anggota PERTI untuk mempekuat Program Smart Surau. Program ini diarahkan untuk memakmurkan masjid/musala melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti Subuh Mubarakah serta pembelajaran agama di masjid.


“Penguatan program keagamaan seperti Smart Surau menjadi langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari berbagai persoalan sosial. Kami berharap PERTI dapat mengambil peran aktif dalam mendukung dan merealisasikannya,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) PERTI Sumatera Barat, Afrizal Moetwa, menyampaikan bahwa di usia ke-98 tahun, PERTI tetap eksis dan terus berkiprah di tengah masyarakat, baik di bidang pendidikan maupun dakwah.


“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Padang dalam peringatan HUT PERTI ini. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PERTI dapat terus terjalin dalam membangun umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.


Peringatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PERTI Duski Samad, Ketua PERTI Kota Padang Salmadanis serta pengurus lainnya. (**)

 



Padang, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Yayasan Satu Pena Sumatra Barat, kembali laksanakan rapat koordinasi matangkan persiapan pelaksanaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke 4. Rapat dilaksanakan di Stasiun TVRI Sumbar, Padang, Rabu, 6 Mei 2026.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, perayaan 100 tahun Jam Gadang, mengangkat tema "Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota". Kegiatan ini dilaksanakan selama bula Juni 2026, dengan dua kategori besar.


"Waktu pelaksanaan mulai tanggal 3 hingga 21 Juni 2026. Ada dua kelompok kegiatan besar, yang pertama itu, kegiatan literasi yakni IMLF ke 4, pada tanggal 3 hingga 7 Juni 2026. Kemudian kegiatan kedua, kegiatan seni, budaya dan sejarah, pada tanggal 7 hingga 21 Juni 2026," papar Ibnu.


Wawako melanjutkan, rapat kali ini dilaksanakan dalam rangka memantapkan persiapan pelaksanaan kegiatan IMLF. Dimana, ada 9 kegiatan utama, yang tentu saja digawangi oleh sejumlah SKPD terkait.


Ketua Satu Pena Sumbar, Sastri Bakry, menjelaskan,  IMLF ke 4 menjadi salah satu rangkaian perayaan 100 tahun Jam Gadang, Juni 2026 mendatang. IMLF ke 4, melanjutkan kesuksesan kegiatan sebelumnya yang diikuti peserta dari 12 negara (2023), 17 negara (2024) dan 24 negara (2025).


IMLF ke-4 pada tahun 2026 ini, akan mempertemukan penulis, pemikir, sastrawan, peneliti, seniman, aktivis, artis, serta mahasiswa dari seluruh dunia. Mereka akan berbagi dan membahas tren terkini dalam literasi, ekonomi kreatif, sastra serta budaya.


Rangkaian IMLF terdiri dari 9 kegiatan utama, seminar, peluncuran buku, edukasi, lomba, kesenian, pameran, wisata, olahraga dan penghargaan. Seminar internasional akan menghadirkan 8 pembicara dan 2 keynote speaker dengan tema Jam Gadang dari berbagai perspektif.


Dalam IMLF ke 4 nantinya, juga akan digelar International Jam Gadang Fun Run. Kegiatan ini akan diikuti ribuan peserta, bahkan menurut rencana, kegiatan olahraga lari wisata ini, akan diikuti sejumlah Menteri pada kabinet Merah Putih.(**)



Jakarta,--Top leader 1000 lebih BUMN  Dony Oskaria yang putra Tanjung Alam itu bikin semua orang takjub.


Pasalnya, soal Sumbar selama Dony Oskaria mengkritik, bahkan mengungkap kalau Sumbar provinsi dengan PE terendah di Sumatra bahkan lima besar PE.terendah di  di Indonesia, Sumbar salah urus miskin, jadi viral.


Tapi, Kamis 7/5-2026, Dony Oskaria angkat jempol alias memuji Mahyeldi-Vasko atas capaian pertimbuhan ekonomi pada semester pertama 2026.


"Saya kritik keras selama ini, karena saya Sayang provinsi kampung halaman itu, Allhamdulillah, berdasarkan relis BPS, angka Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sumbar naik, saya memuji dan berharap trend PE Sumbar setiap bulan naik terus,"ujar Dony Oskaria pagi ini.


Dony Oskaria memberikan pujian atas capaian signifikan pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Dony memuji capaian Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy,  semoga angka PE Sumbar ini semakin meningkat dan menyamai bahkan dapat melampaui pertumbuhan nasional. 


"Kuncinya kerja keras seluruh pemimpin Sumbar  dan hasilnya semakin dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumbar,"ujar.Dony Oskaria.


Pertumbuhan ekonomi (PE) Sumatera Barat (Sumbar) berdassarkan data resmi pada Triwulan I 2026 tumbuh di atas 5 persen (5,02%).


Kenaikan PE Sumbar ini menurut BPS karena didorong oleh rehabilitasi infrastruktur pascabencana dan konsumsi rumah tangga. 


Padahal PE Sumbar sebelum ini tidka Dony Oskaria saja yanv galau, banyak kalangan baik di ranah mauoun di rantau galau dan gusar, dan itu wajar.

Karena PE Sumbar sempat mencatatkan angka terendah se-Sumatera pada 2025 yaitu 3,94 persen.


Sejak itu perbaikan mulai terlihat, dengan kontribusi PDRB regional mencapai 6,83 persen. .Berikut rincian situasi ekonomi Sumbar berdasarkan laporan terbaru (2025-2026):Triwulan I 2026 dikutip dari berbagai sumber.


Ekonomi tumbuh 5,02% yoy, masih di bawah angka nasional (5,6%).Sektor Penggerak 2026: Rehabilitasi infrastruktur pascabencana, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan komoditas unggulan seperti CPO dan gambir.Kondisi 2025: Pada akhir 2025, pertumbuhan sempat melambat di angka 3,37% - 3,94%, memicu gerakan "Sumbar Bangkit" untuk memulihkan sektor UMKM dan pariwisata.Ketenagakerjaan (Agustus 2024): Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 70,28% dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun ke 5,75%.Prospek: Pembangunan infrastruktur, termasuk lanjutan JTTS (Padang-Sicincin), semua itu tekah diproyeksikan memacu ekonomi.(***)



Padang - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dengan aksi nyata peduli lingkungan. Sebanyak 1.156 bibit pohon ditanam serentak oleh Polda dan 19 Polres jajaran di seluruh wilayah hukum Sumatera Barat sebagai simbol investasi masa depan bagi generasi bangsa.


Salah satu fokus utama kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Kampus UIN Imam Bonjol (IB) Sungai Bangek, Kota Padang. Di lokasi tersebut, Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, turun langsung dalam prosesi penanaman bibit pohon produktif bersama civitas akademika.


Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menyatakan bahwa pemilihan kampus sebagai salah satu titik penanaman bertujuan untuk menyelaraskan semangat Hardiknas dengan pelestarian alam.


"Kami melaksanakan penanaman salah satunya di Kampus UIN IB Sungai Bangek ini untuk memberikan pesan edukatif. Dunia pendidikan dan kelestarian alam harus berjalan beriringan. Kami menanam pohon produktif seperti durian dan alpukat agar nantinya lingkungan kampus semakin asri dan hasilnya bisa bermanfaat," tutur Kombes Pol Anissullah di sela-sela kegiatannya di Sungai Bangek.


Kombes Pol Anissullah menambahkan bahwa dari total 1.156 pohon yang ditanam di seluruh Sumbar, mayoritas merupakan tanaman yang memiliki nilai manfaat tinggi, seperti Durian (229 pohon), Alpukat (211 pohon), dan Matoa (119 pohon).

Aksi hijau ini didukung penuh oleh seluruh jajaran kewilayahan. Polresta Padang tercatat sebagai kontributor terbanyak dengan 325 pohon, disusul oleh Polres Solok Kota dengan 175 pohon.


Berikut rincian penanaman di wilayah lainnya:


• Wilayah Pesisir & Kepulauan: Polres Pesisir Selatan (80), Polres Kep. Mentawai (20), dan Polres Pariaman (10).


• Wilayah Pegunungan & Daratan: Polres Padang Panjang (80), Polres Payakumbuh (67), Polres 50 Kota (60), Polres Pasaman (52), Polres Padang Pariaman (51), dan Polres Agam (45).


• Wilayah Lainnya: Polres Solok Selatan (44), Polres Pasaman Barat (40), Polresta Bukittinggi (20), Polres Tanah Datar (15), Polres Dharmasraya (14), Polres Sijunjung (5), hingga Polres Sawahlunto (3).


Selain buah-buahan populer, Polda Sumbar juga menanam berbagai jenis pohon lainnya untuk menjaga biodiversitas, di antaranya Mahoni (68), Jengkol (62), Manggis (43), Katapang (40), Petai (33), Cemara Laut (25), serta tanaman hias Pucuk Merah dan Gaharu.


Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi langkah konkret kepolisian dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan dan mitigasi perubahan iklim di Sumatera Barat. (red)

 


Pekanbaru – Kasus pengrusakan hutan mangrove di wilayah pesisir Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, akhirnya menemui titik terang. Polda Riau berhasil mengungkap praktik ilegal tersebut dengan menangkap tiga tersangka beserta barang bukti dalam jumlah besar.


Penanganan perkara ini dilakukan oleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau. Tiga tersangka yang telah ditetapkan masing-masing berinisial BC dan AW sebagai pemilik dapur arang ilegal, serta SA yang berperan sebagai nahkoda kapal pengangkut.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, mengungkapkan bahwa ketiga tersangka telah diamankan bersama barang bukti pada Rabu (06/05/2026).


“Dua tersangka BC dan AW merupakan pemilik dapur arang, sedangkan SA bertugas sebagai nahkoda kapal yang mengangkut arang ke tujuan,” jelasnya.


Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi di Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, di mana polisi menemukan kapal KM Al 1 dan KM Al 2 yang tengah memuat ratusan karung arang bakau dari dapur arang ilegal. 


“Dari kapal tersebut, kami mengamankan sekitar 580 karung arang bakau yang siap dikirim,” tambah Kombes Ade.


Pengembangan kasus kemudian mengarah ke dua lokasi dapur arang milik BC di Desa Sesap dan AW di Desa Sokop, Kecamatan Rangsang Pesisir. Di kedua lokasi tersebut, polisi menemukan ribuan karung arang bakau serta puluhan kubik kayu mangrove yang siap diolah.


“Total barang bukti mencapai sekitar 3.000 karung arang bakau dengan berat kurang lebih 100 ton. Selain itu, ditemukan juga bahan baku berupa puluhan kubik kayu mangrove,” kata Kombes Ade. 


Dari hasil pemeriksaan, aktivitas ilegal ini diketahui telah berlangsung selama 2 hingga 3 tahun. Arang bakau tersebut rencananya akan dikirim ke Batu Pahat, Malaysia. Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lintas negara yang terlibat.


Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti hingga ke telinga Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. 


Saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Kapolda menemukan indikasi kuat adanya aktivitas perusakan mangrove.

Kapolda menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove sebagai benteng alami pesisir.


“Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan pesisir Riau. Tidak boleh ada keuntungan ekonomi yang dibangun di atas kerusakan lingkungan,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa perlindungan mangrove merupakan bagian dari komitmen Green Policing dalam menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.


Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kehutanan serta Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun serta denda maksimal Rp5 miliar.


Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap pelaku kejahatan lingkungan, sekaligus bukti keseriusan aparat dalam menjaga kelestarian hutan mangrove di Riau.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*