SUMBARNET - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior TDP yang diikuti sekitar 300 atlet dari 60 kabupaten/kota di Indonesia resmi dibuka di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Minggu (27/9/2026) sore. Pembukaan dilakukan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Indrieffouny Indra.


Kejurnas yang diselenggarakan Semen Padang Tenis Club bersama Irawati Moerid Tenis Club (IMTC) itu berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama, IMTC Piala Andre Rosiade, digelar pada 26–30 September 2026. Selanjutnya, sesi kedua bertajuk IMTC Semen Padang Cup II berlangsung pada 1–5 Oktober 2026.


Pembukaan kejurnas yang menjadi bagian dari program pembinaan atlet usia dini itu ditandai dengan service pertama yang dilakukan Indrieffouny Indra dan diterima oleh Irawati Moerid. Acara pembukaan turut dihadiri jajaran manajemen PT Semen Padang serta para peserta, pelatih, dan pengurus tenis.


Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi di lapangan tenis indoor PT Semen Padang. Dalam pertandingan tersebut, Indrieffouny Indra berpasangan dengan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino. Keduanya menghadapi pasangan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa.


Irawati Moerid mengatakan, kehadiran sekitar 300 peserta dari 60 kabupaten/kota menunjukkan tingginya minat terhadap turnamen tenis junior tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari Sumatera Barat dan daerah lain di Sumatera, tetapi juga datang dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa hingga Gorontalo.


Turnamen yang melibatkan IMTC ini, lanjutnya, merupakan kali kedua digelar bersama Semen Padang Tenis Club. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam menciptakan atmosfer kompetisi sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi atlet-atlet muda.


“Semua bersemangat dan mempunyai tujuan yang sama untuk bertanding dan menjadi juara. Namun, tidak semua peserta bisa menjadi juara. Yang terpenting adalah proses berlatih dan membangun mental melalui pertandingan,” ujar Irawati.


Mantan atlet nasional yang meraih medali emas dan perunggu pada SEA Games 1997 itu menilai, kompetisi menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan seorang atlet. Menurutnya, kemampuan teknis yang diperoleh dalam latihan perlu diuji melalui pertandingan agar atlet terbiasa menghadapi tekanan dan situasi kompetitif. “Tidak ada juara tanpa kompetisi,” katanya.


Selain menjadi ajang pembinaan, lanjutnya, setiap peserta pada kejurnas ini berkesempatan memperoleh poin berdasarkan hasil pertandingan dan kelompok umur. Perolehan poin tersebut diperbarui setiap bulan oleh Pengurus Besar (PB) PELTI dan tetap diperhitungkan ketika peserta naik ke kelompok umur berikutnya. “Jadi, turnamen ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga memberikan pengalaman dan kesempatan kepada pemain untuk mendapatkan poin,” ujarnya.


Kejurnas Tenis Junior TDP ini mempertandingkan berbagai kategori kelompok umur, baik putra maupun putri, tunggal dan ganda. Kategori yang dipertandingkan mulai dari KU-8 Red Ball, Orange Ball+1, KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, hingga KU-18. “Secara keseluruhan, terdapat 26 kategori yang dipertandingkan dalam rangkaian kejurnas tersebut,” beber Irawati.


Pada kesempatan itu, Irawati juga menyampaikan apresiasi kepada SIG, PT Semen Padang, serta anggota DPR RI Andre Rosiade atas dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar kompetisi tenis junior dapat terus berlangsung dan memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk berkembang.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, penyelenggaraan Kejurnas Tenis Junior TDP merupakan bagian penting dalam upaya memberikan ruang kompetisi kepada atlet-atlet muda. Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menghasilkan juara pada setiap kategori, tetapi juga melahirkan atlet-atlet muda berprestasi.


“Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan banyak bibit atlet muda yang memiliki kemampuan, mental bertanding, dan karakter untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. Artinya, tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional,” ujar Pri Gustari.


Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menjadikan pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar dari setiap pertandingan yang dijalani serta menjunjung tinggi sportivitas. “Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian,” katanya.


Bagian dari Program Pembinaan SIG


Sementara itu, Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, dukungan SIG terhadap Kejurnas Tenis Junior TDP merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya pengembangan atlet sejak usia dini.


Menurutnya, olahraga tenis membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi bagi kelompok usia muda menjadi penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus memantau perkembangan calon atlet.


“SIG mendukung kegiatan ini karena kami ingin olahraga tenis semakin dikenal dan berkembang di masyarakat, terutama di kalangan usia dini,” ujar Indrieffouny.


Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet tenis yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di berbagai kejuaraan. “Harapan kami, melalui kejurnas ini akan lahir bibit-bibit atlet yang kelak bisa berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” tuturnya.


Indrieffouny menjelaskan, penyelenggaraan Kejurnas Tenis Junior TDP ini tidak hanya terpusat di Kota Padang. Rangkaian kejurnas yang didukung SIG ini juga digelar di sejumlah kota dengan melibatkan sejumlah anak perusahaan SIG.


Untuk dua sesi di Kota Padang, kata dia, penyelenggaraan didukung melalui PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG. Selanjutnya, rangkaian kejuaraan juga digelar di Palembang, Surabaya, dan Makassar melalui dukungan anak perusahaan SIG di masing-masing wilayah.


Rangkaian tersebut kemudian akan ditutup pada akhir tahun melalui penyelenggaraan IMTC Piala Gemoy II. “Setelah di Padang, Palembang, Surabaya, dan Makassar, SIG akan menutup rangkaian kejurnas ini pada akhir tahun dengan menggelar IMTC Piala Gemoy II,” kata Indrieffouny.


Ia menambahkan bahwa rangkaian kompetisi Kejurnas Tenis Junior TDP ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi atlet tenis junior di berbagai daerah untuk memperoleh pengalaman bertanding, mengasah mental, dan mengembangkan kemampuan mereka.


“Dengan keterlibatan peserta dari berbagai daerah, kami berharap kejurnas ini dapat menjadi ruang pertemuan bagi atlet-atlet muda untuk berkompetisi, membangun mental bertanding, serta mengukur kemampuan mereka dengan peserta dari daerah lain,” pungkas Indrieffouny. (*)



Padang, - Kasubdit Kerawanan Sendi Kehidupan Bernegara Direktorat Politik Baintelkam Polri Kombespol Sunarya membuat gagasan proyek Perubahan Transformasi Tata Kelola Kolaborasi Deteksi Dini Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi. 


"Tujuan proyek perubahan ini untuk mewujudkan sistem deteksi dini yang kolaboratif efektif, dan berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi guna mendukung ketahanan pangan nasional," kata Sunarya, Senin, (28/9/2026).


Kombes Sunarya melanjutkan, proyek perubahan ini bukan sekadar membangun Standar Operasional Prosedural (SOP), Perjanjian Kerja-sama (PKS) maupun Teknologi. 


"Lebih dari itu, proyek ini membangun cara kerja baru dari pengawasan yang sektoral dan reaktif menuju tata kelola yang kolaboratif efektif terintegrasi berbasis data risiko dan deteksi dini," ucap Sunarya. 


Menurut Sunarya, melalui proyek perubahan ini pupuk bersubsidi bisa sampai kepada yang berhak, pada jumlah, harga, waktu dan tempat yang tepat. Ketika subsidi tepat sasaran, petani terlindungi produktivitas meningkat, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.


"Transformasi tata kelola kolaborasi untuk deteksi dini demi petani dan ketahanan pangan Indonesia," ucap Sunarya, saat ini sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 1 di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Angkatan 67 tahun 2026.


Ia menyebutkan, ketahanan pangan nasional merupakan pondasi penting  terwujunya Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

Sementara itu, Pupuk bersubsidi menjadi salah satu instrumen penting untuk  mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani. 


"Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai potensi penyimpangan mulai dari pendataan alokasi distribusi hingga penyaluran," tutur Sunarya, Alumni Akabri (Sekarang Akpol) Angkatan 1996. 


Ia menambahkan, permasalahan tersebut antara lain ketidaktepatan data penerima, penyaluran kepada pihak yang tidak berhak, kebocoran distribusi, penjualan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), ketidaksesuaian stok hingga penimbunan.


"Dampaknya tidak hanya merugikan petani, penyalahgunaan pupuk dampak menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran. Petani kesulitan memperoleh pupuk, produktivitas pertanian menurun dan pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan nasional," sebutnya. 


Oleh karena itu, sambung Sunarya, persoalan pupuk bersubsidi bukan sekadar persoalan distribusi. Namun, ini merupakan persoalan tata kelola data koordinasi dan pengawasan.


"Atas data tersebut lahirlah gagasan transformasi tata kelola kolaborasi deteksi dini penyalahgunaan pupuk bersubsidi," beber Sunarya, pernah menjabat sebagai Dirintelkam Polda Sumbar. 


"Tujuannya mewujudkan sistem deteksi dini yang efektif dan berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi serta mendukung ketahanan pangan nasional," tambah Sunarya.


Ia menerangkan, perubahan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi antara Polri, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah (Pemda), PT Pupuk Indonesia, Distributor, Kelompok Tani, dan pemangku kepentingan lainnya .


"Melalui kolaborasi data dan informasi yang sebelumnya tersebar dapat diintegrasikan untuk memetakan risiko  untuk mengidentifikasi titik rawan dan menentukan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Dengan demikian pengawaswan tidak lagi menunggu laporan. Potensi penyimpangan dapat dikenali lebih awal," urainya.


Ia mengakhiri, dukungan dan komitmen dari berbagai stakeholders menjadi bukti, bahwa pengawasan pupuk bersubsidi membutuhkan kerja bersama. 


"Polri menghadirkan perspektif keamanan dan deteksi dini. Kementerian Pertanian menyediakan kebijakan dan basis data pertanian. PT Pupuk Indonesia mendukung aspek distribusi dan monotoring. Pemda memperkuat pengawasan di wiliyah, sementara petani menjadi penerima manfaat utama dari perubahan tata kelola," pungkasnya. (*)

 


SUMBARNET - Lebih dari 1.000 pelari memeriahkan Semen Padang Fun Run 2026 di Club House Lapangan Golf PT Semen Padang, Minggu (27/9/2026) pagi. Mengusung tema “Run the Green Legacy. Strong Together!”, ajang ini tak sekadar menjadi arena adu kecepatan, tetapi juga mengajak peserta menikmati keindahan kawasan hijau dan jejak sejarah di lingkungan PT Semen Padang.


Peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berlari melewati kawasan Lapangan Golf, Cagar Budaya Nasional Indarung I, hingga rute menuju Puncak Padayo dan Geosite Goa Kelelawar Padayo yang menyuguhkan panorama alam Kota Padang.


Semen Padang Fun Run 2026 secara resmi dibuka Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Operasi Andria Delfa, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, Komisaris Ilham Aldelano Azre, serta sejumlah pimpinan dan staf di lingkungan PT Semen Padang.


Ajang lari yang disponsori PT Semen Padang dan Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut mempertandingkan delapan kategori, yakni 3K Family yang dirancang untuk memberikan pengalaman berlari yang lebih santai dan dapat diikuti bersama anggota keluarga, kategori 5K Master Putri, 5K Umum Putra, 5K Umum Putri, 5K Internal Putra, 5K Internal Putri, 10K Putra, dan 10K Putri.


Pada kategori 10K Putra, Alamsyah tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 42 menit 51 detik. Posisi kedua ditempati Ikhsan dengan waktu 46 menit 21 detik, sementara Aprilio Navaro berada di posisi ketiga dengan catatan waktu 50 menit 10 detik.


Sementara pada kategori 10K Putri, Ghebi Garena berhasil menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finis dengan waktu 59 menit 36 detik. Ia disusul Firunika Intan dengan catatan waktu 1 jam 12 menit 3 detik dan Firli Darma Putri dengan waktu 1 jam 15 menit 42 detik.


Bagi Alamsyah, kemenangan tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Selain membawa pulang hadiah uang tunai dan medali, pengalaman yang paling berkesan baginya adalah rute perlombaan yang menantang sekaligus menawarkan pemandangan alam.


“Lari adalah hobi saya. Namun untuk bisa sampai ke titik ini, tentu butuh perjuangan dan kerja keras, apalagi jalurnya menantang. Jadi, saya bangga sekaligus bersyukur bisa menjadi juara dalam Semen Padang Fun Run 2026 ini,” ujar Alamsyah.


Menurutnya, tantangan rute justru membuat pengalaman berlari menjadi lebih menarik. “Meski lelah selama menempuh perjalanan yang begitu menantang, rasa lelah itu terbayar dengan udara segar dan pemandangan yang ditemui sepanjang rute,” katanya.


Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Jakop Amos Ginting, peraih juara pertama kategori 5K Umum Putra. Anggota TNI AD tersebut berharap Semen Padang Fun Run dapat terus dipertahankan sebagai agenda rutin PT Semen Padang. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa olahraga lari memiliki peminat yang besar.


Ia menilai kegiatan seperti Semen Padang Fun Run juga dapat menjadi wadah bagi para pencinta olahraga lari untuk bertemu, berkompetisi, sekaligus membangun relasi. “Kami berharap ajang seperti ini terus menjadi agenda rutin PT Semen Padang. Kalau bisa untuk tahun depan, pesertanya semakin banyak dan lebih meriah lagi dari sekarang ini,” ujarnya.


Ketua Panitia Semen Padang Fun Run 2026 Salmond Pilima mengatakan, kegiatan tersebut merupakan gelaran keempat yang dilaksanakan komunitas lari PT Semen Padang, SP Run. Sejak pertama kali digelar pada 2023, jumlah peserta terus mengalami peningkatan.


Pada penyelenggaraan perdana, peserta tercatat sekitar 300 orang. Jumlah tersebut kemudian terus bertambah hingga menembus lebih dari 1.000 peserta pada tahun ini. “Alhamdulillah, sekarang ada 1.000 lebih peserta yang ikut memeriahkan Semen Padang Fun Run,” kata Salmond.


Melihat antusiasme peserta yang terus meningkat, Salmond menyebut SP Run bersama panitia akan berupaya mempertahankan dan mengembangkan kegiatan tersebut pada tahun-tahun mendatang. “Insya Allah tahun depan lebih meriah lagi dengan jumlah peserta yang juga jauh lebih banyak dari sekarang,” ujarnya.


Menyusuri Jejak Sejarah dan Keindahan Alam Indarung


Pada kesempatan itu, Salmond juga membeberkan beberapa alasan yang mungkin menjadi daya tarik sehingga peminat Semen Padang Fun Run dari tahun ke tahun meningkat. Salah satunya, kata dia, yaitu rute yang membawa peserta melewati sejumlah kawasan ikonik di lingkungan PT Semen Padang.


Untuk kategori 3K Family, peserta berlari di sekitar kawasan Lapangan Golf. Sementara peserta kategori 5K Umum dan 5K Master memulai perjalanan dari Club House menuju Lapangan Golf, kemudian melewati kawasan pagar pembatas Indarung VI.


Dari sana, peserta melanjutkan perjalanan menuju Klinik Semen Padang, Bundaran Cindua Mato, Gerbang Indarung, sebelum berbalik arah menuju Cagar Budaya Nasional Indarung I dan kembali ke Club House untuk finis.


Adapun peserta kategori 10K mendapatkan rute yang lebih panjang. Setelah menyelesaikan rute 5K, mereka melanjutkan perjalanan menuju Geosite Goa Kelelawar sebelum kembali ke Club House Lapangan Golf sebagai garis finis.


“Menurut kami, rute tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta karena memadukan olahraga dengan pemandangan alam dan kawasan bersejarah yang berada di sekitar lingkungan perusahaan, termasuk pemandangan Puncak Padayo dan Geosite Gua Kelelawar,” ujarnya.


Ia pun mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan BSI yang menjadi sponsor utama. Dukungan dari kedua perusahaan tersebut, menurutnya, turut membuat pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan peserta begitu antusias sejak awal sampai berakhirnya ajang lari ini.


“Terima kasih atas dukungan dari sponsor. Berkat dukungannya, acara pun berjalan lancar. Peserta juga mendapatkan hiburan dan kesempatan memperoleh berbagai hadiah, termasuk voucher dan doorprize dari sponsor berupa 10 unit kompor listrik,” tuturnya.


BSI: Momentum Mendorong Gaya Hidup Sehat


Regional CEO BSI Region III Palembang Ari Yusnairi Muslim yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kesempatan kolaborasi antara BSI dan PT Semen Padang. Menurutnya, Semen Padang Fun Run bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana silaturahmi sekaligus momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.


“Kami senang bisa berkolaborasi dengan PT Semen Padang dalam menyukseskan ajang Semen Padang Fun Run ini. Bagi BSI, selain menjadi ajang silaturahmi dengan manajemen PT Semen Padang, ajang lari ini juga menjadi momentum untuk menggerakkan masyarakat Kota Padang untuk hidup sehat, sesuai dengan misi kami di BSI,” katanya.


Ari berharap kolaborasi antara BSI dan PT Semen Padang dapat terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan berbagai layanan perbankan untuk mendukung kebutuhan perusahaan dan karyawan. Ia menyebut sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan antara lain pelayanan penggajian karyawan, pembiayaan umrah, pembiayaan kendaraan, KPR, serta berbagai kebutuhan perbankan lainnya.


Bukan Sekadar Mengejar Podium


Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menegaskan bahwa Semen Padang Fun Run tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong Healthy People, Strong Community, Sustainable Environment.


Menurut Pri, setiap pelari memiliki tujuan berbeda ketika mengikuti sebuah perlombaan. Ada yang mengejar personal best, ada yang ingin menikmati setiap kilometer, ada juga yang ingin menikmati pengalaman berlari bersama teman dan keluarga.


Namun begitu, menurutnya, seluruh peserta pada akhirnya berada di lintasan yang sama. Karena itu, yang terpenting bukan semata-mata siapa yang lebih dulu mencapai garis finis, melainkan bagaimana peserta menikmati proses dan membangun kebersamaan.


“Fun Run bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat sampai finis, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun hidup sehat, menikmati lingkungan, mempererat kebersamaan, dan menciptakan pengalaman positif bersama,” kata Pri.


Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk berolahraga, menjaga kesehatan, sekaligus menikmati suasana. “Nikmati race-nya, karena podium sudah ada yang punya. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum berolahraga, menjaga kesehatan, dan menikmati suasana,” tambahnya. (*)

 


Sumbarnet.id, Mentawai — Isu mengenai dugaan adanya praktik mafia galian C di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang beredar di tengah masyarakat mendapat bantahan dari sejumlah warga pengguna material timbunan.


Salah seorang warga KM 2 Tuapeijat, Zahid, mengatakan material timbunan yang digunakannya selama ini diperuntukkan bagi kebutuhan pembangunan masyarakat, termasuk pembangunan rumah ibadah dan rumah warga.


Pernyataan tersebut disampaikan Zahid saat ditemui Sumbarnet.id di kawasan KM 2 Tuapeijat, Kamis (24/9/2026).


Zahid mengaku dirinya memang menggunakan material timbunan atau material yang disebut masyarakat sebagai galian C.

 

Namun, menurut dia, penggunaan material tersebut bukan untuk kegiatan komersial berskala besar sebagaimana isu yang berkembang.


"Nama saya Zahid, saya warga KM 2. Saya di sini memang ada menggunakan timbunan atau Galian C, tapi kebutuhan kami adalah untuk pembangunan rumah ibadah dan rumah masyarakat," ujar Zahid.


Sebut Material Berasal dari Lahan Masyarakat


Zahid menjelaskan, material yang mereka gunakan disebut berasal dari lahan masyarakat setempat melalui transaksi jual beli. Ia membantah adanya pihak tertentu yang membekingi kegiatan tersebut.


Menurutnya, aktivitas pengambilan material yang dilakukan masyarakat selama ini merupakan kebutuhan pembangunan dan berlangsung antara warga dengan pemilik lahan.


"Galian C atau timbunan tersebut diambil dari masyarakat kita juga. Tanpa merugikan pihak lain, tidak ada backup atau apa pun itu, apakah dari kepolisian atau dari TNI. Aktivitas ini murni antara kami dengan masyarakat di Mentawai," tegasnya.


Ia juga membantah adanya keterlibatan aparat sebagai pihak yang memberikan perlindungan atau membekingi aktivitas tersebut.


Namun, terkait aspek legalitas, perizinan, maupun kesesuaian aktivitas pengambilan material dengan ketentuan yang berlaku, hal tersebut menurutnya perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing lokasi dan dokumen yang dimiliki.


Bantah Isu Mafia Galian C


Lebih lanjut, Zahid menilai isu mengenai dugaan mafia galian C yang beredar di masyarakat tidak menggambarkan aktivitas yang ia jalani.


Ia mengaku masyarakat di wilayah tersebut mengetahui aktivitas pemanfaatan material timbunan untuk kebutuhan pembangunan.


"Kalau menurut saya itu tidak benar, Pak, karena kita di Mentawai ini sama-sama melihat. Kita bermasyarakat, tidak ada bikin-bikinan, tidak ada mafia. Karena saya rasa di Mentawai ini memang tidak ada seperti itu, kami nyaman-nyaman saja," ungkapnya.


Zahid berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang simpang siur dan merugikan masyarakat yang sedang melakukan pembangunan.


Menurut dia, kebutuhan material timbunan merupakan bagian dari kegiatan pembangunan masyarakat, sehingga informasi yang beredar diharapkan dapat disampaikan berdasarkan kondisi sebenarnya di lapangan.


Berharap Informasi Tidak Menyudutkan Masyarakat


Zahid juga meminta agar setiap informasi mengenai aktivitas pengambilan material di wilayah Mentawai dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang berkaitan sebelum disebarluaskan.


Ia menilai pemberitaan atau informasi yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan dapat menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan material untuk kebutuhan pembangunan rumah dan fasilitas masyarakat.


"Berharap jangan ada lagi berita yang simpang siur," pungkasnya.


Ia berharap masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas pembangunan dengan nyaman, sementara setiap persoalan yang berkaitan dengan pengambilan material dapat diselesaikan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.


Perlu Klarifikasi dari Pihak Berwenang


Isu mengenai dugaan mafia galian C merupakan persoalan yang berkaitan dengan aktivitas pengambilan dan pemanfaatan material dari alam. Karena itu, untuk memastikan apakah suatu kegiatan memiliki izin dan memenuhi ketentuan lingkungan maupun pertambangan, diperlukan pemeriksaan serta keterangan dari instansi berwenang.


Keterangan Zahid dalam hal ini merupakan bantahan dari pihak masyarakat pengguna material terhadap isu yang beredar.

 

Pernyataan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan status legalitas seluruh aktivitas pengambilan material di wilayah yang dimaksud.


Karena itu, informasi mengenai ada atau tidaknya pelanggaran, termasuk persoalan perizinan dan dugaan keterlibatan pihak tertentu, tetap membutuhkan verifikasi dari instansi terkait berdasarkan data dan dokumen resmi.


Bagi masyarakat, kepastian informasi menjadi penting agar aktivitas pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Sementara itu, warga berharap apabila terdapat persoalan terkait aktivitas galian atau pengambilan material di lapangan, pemerintah maupun pihak berwenang dapat melakukan pengecekan secara langsung sehingga fakta yang disampaikan kepada publik benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.


Zahid kembali menegaskan bahwa material yang digunakannya diperuntukkan bagi kebutuhan pembangunan masyarakat, termasuk rumah ibadah dan rumah warga, serta membantah adanya pihak yang memberikan "backup" terhadap aktivitas tersebut.


Dengan adanya klarifikasi dari warga tersebut, persoalan dugaan mafia galian C di Mentawai diharapkan dapat ditelusuri secara objektif berdasarkan fakta lapangan, dokumen perizinan, serta keterangan dari seluruh pihak terkait agar tidak menimbulkan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat. (Robi)

 


Sumbarnet.id, Mentawai — Ketua Nelayan Tuapeijat, Arifin, membantah adanya dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang disebut-sebut terjadi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tuapeijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Menurut Arifin, informasi mengenai dugaan penimbunan BBM tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa BBM solar yang diterima kelompok nelayan selama ini disalurkan menggunakan mekanisme kupon dan berdasarkan rekomendasi dari Bupati Kepulauan Mentawai.


Penjelasan tersebut disampaikan Arifin saat ditemui wartawan Sumbarnet.id di kawasan Pasar Ikan TPI Tuapeijat, Rabu (23/9/2026).


"Untuk persoalan penimbunan BBM di sini tidak ada, Pak. Karena yang kita lakukan di sini melalui rekomendasi Bupati dan kita memiliki kuota," tegas Arifin.


Ia menjelaskan, penyaluran BBM solar kepada nelayan tidak dilakukan secara bebas, melainkan menggunakan kupon dengan jumlah tertentu. Setiap kupon memiliki jatah 100 liter solar.


Dengan sistem tersebut, menurut Arifin, jumlah BBM yang diterima nelayan justru masih belum mencukupi kebutuhan untuk melakukan aktivitas melaut.


"Yang dapat kami ambil minyak solar hanya sebanyak 2 ton. Satu kupon itu jumlahnya 100 liter. Itu belum cukup bagi nelayan. Mereka butuh sekitar 300 liter baru bisa melaut untuk satu trip," jelasnya.


Arifin menyebut kebutuhan BBM masing-masing kapal bergantung pada aktivitas dan jarak melaut. Namun, untuk nelayan yang membutuhkan sekitar 300 liter dalam satu kali perjalanan, jatah 100 liter melalui satu kupon belum memungkinkan kapal untuk langsung berangkat.


"Kalau mereka baru mendapatkan 100 liter, mereka harus menunggu sampai terkumpul 300 liter baru bisa berangkat melaut," katanya.


BBM Langsung Disalurkan kepada Nelayan


Arifin juga membantah anggapan bahwa BBM yang diterima dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kemudian disimpan dalam jumlah besar untuk kepentingan tertentu.


Ia menegaskan, setiap pasokan solar yang diterima langsung disalurkan kepada nelayan yang membutuhkan, khususnya kapal-kapal yang telah siap untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.


"Di sini tidak ada penimbunan SPBU. Begitu minyak ada, langsung kita salurkan kepada nelayan. Nelayan itu kalau minyaknya belum cukup 300 liter, dia belum bisa melaut. Jadi tidak ada penimbunan atau penyimpanan BBM untuk ditimbun," tegas Arifin.


Menurutnya, kondisi yang terlihat seperti adanya penumpukan atau antrean BBM bukan berarti terjadi praktik penimbunan. Hal tersebut lebih disebabkan keterbatasan kuota dibandingkan dengan kebutuhan nelayan yang cukup banyak.


Arifin mengatakan, dalam setiap kedatangan BBM, pihaknya hanya dapat menyalurkan kepada sekitar 20 pemegang kupon. Sementara jumlah kapal nelayan yang membutuhkan BBM di kawasan TPI Tuapeijat cukup banyak.


"Kami salurkan kepada nelayan sebanyak 20 kupon. Banyak kapal yang ada di TPI ini. Jadi 2 ton itu tidak cukup," ujarnya.


Kebutuhan Nelayan Lebih Besar dari Kuota


Arifin menuturkan, persoalan utama yang dihadapi nelayan bukanlah adanya penimbunan BBM, melainkan keterbatasan pasokan dibandingkan kebutuhan operasional kapal.


Kondisi tersebut membuat nelayan harus menunggu hingga mendapatkan jumlah BBM yang mencukupi sebelum dapat berangkat melaut.


Menurutnya, apabila pasokan solar tersedia dalam jumlah yang lebih besar, nelayan tentu akan lebih mudah mengatur jadwal keberangkatan dan kegiatan penangkapan ikan.


"Kalau bisa, kami berharap adanya penambahan kuota untuk nelayan kita. Selama ini sulit mendapatkan BBM bukan karena ditimbun, tetapi karena kuotanya memang kurang," ungkap Arifin.


Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kondisi riil yang dihadapi nelayan di Tuapeijat. Penambahan kuota, menurutnya, akan membantu nelayan memenuhi kebutuhan BBM sekaligus menjaga kelancaran aktivitas perikanan.


"Harapan kami, kebutuhan BBM nelayan dapat disesuaikan dengan jumlah kapal dan kebutuhan untuk melaut. Jangan sampai nelayan kesulitan mendapatkan BBM sehingga aktivitas mencari ikan ikut terganggu," harapnya.


Klaim Penyaluran Menggunakan Rekomendasi Bupati


Lebih lanjut, Arifin kembali menegaskan bahwa mekanisme pengambilan BBM yang dilakukan kelompok nelayan menggunakan kupon dan rekomendasi dari pemerintah daerah.


Ia menyebut mekanisme tersebut menjadi dasar dalam pengambilan BBM bagi nelayan yang berada di kawasan TPI Tuapeijat.


"Kami mengambil dengan kupon, pakai rekomendasi dari Bupati. Jelas tidak ada penimbunan yang dilakukan oleh ketua nelayan di sini," pungkas Arifin.


Ia juga menyatakan pihaknya terbuka apabila mekanisme penyaluran BBM tersebut perlu diperiksa atau diawasi oleh pihak terkait. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar distribusi BBM kepada nelayan berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.


Arifin berharap persoalan keterbatasan BBM dapat dilihat secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Ia menekankan bahwa nelayan membutuhkan kepastian pasokan BBM karena solar merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal dan menjalankan aktivitas penangkapan ikan.


Nofrijhon: Informasi Penimbunan Tidak Benar


Sementara itu, Nofrijhon yang berada di lokasi saat penjelasan tersebut disampaikan turut membantah informasi mengenai dugaan penimbunan BBM oleh nelayan di TPI Tuapeijat.


Ia menyebut kondisi di lapangan menunjukkan bahwa BBM yang tersedia justru terbatas dan harus dibagikan kepada nelayan sesuai kuota serta mekanisme yang berlaku.


"Berarti informasi yang beredar itu tidak benar. Tidak ada penimbunan," kata Nofrijhon.


Ia berharap persoalan distribusi BBM bagi nelayan dapat menjadi perhatian bersama, terutama karena ketersediaan solar berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas nelayan.


Dengan adanya penjelasan dari pihak nelayan tersebut, mereka meminta agar informasi mengenai dugaan penimbunan BBM dapat dilihat berdasarkan kondisi dan mekanisme penyaluran yang sebenarnya di lapangan.


Di sisi lain, kebutuhan penambahan kuota BBM menjadi harapan utama para nelayan Tuapeijat agar mereka dapat menjalankan aktivitas melaut secara lebih lancar tanpa harus menunggu terlalu lama hingga BBM yang dibutuhkan mencukupi. (Robi)



Padang - Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk tetap mengusut tuntas dan transparan penanganan isu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di masyarakat.


Namun, Rahmat juga mengapresiasi langkah cepat perusahaan tersebut dalam memeriksa serta menguji laboratorium kualitas BBM di Sumatera Barat.


​Rahmat menilai respons Pertamina yang langsung menindaklanjuti laporan warga melalui pengambilan sampel uji pada enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam serta melibatkan badan independen seperti Lemigas merupakan wujud keterbukaan yang baik.


​"Kita menghargai langkah responsif Pertamina yang langsung turun ke lapangan untuk melakukan kroscek dan menguji sampel ke laboratorium, termasuk melibatkan pihak Lemigas. Langkah ini penting untuk memberikan kepastian teknis kepada publik," kata Rahmat dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, (28/9/2026).


​Namun, Rahmat 

mengingatkan agar pengawasan dan pengujian tidak cuma berhenti pada pemeriksaan sampel pasca-kejadian.


​Dia menegaskan keluhan serta rekaman visual mengenai dugaan kontaminasi Pertalite yang sempat meresahkan pemilik kendaraan di lapangan mesti tetap mendapat perhatian serius dan ditelusuri akar penyebabnya.


​"Pengujian laboratorium yang akurat tentu sangat kita dukung. Namun, mengingat pemeriksaan ini berawal dari adanya aduan masyarakat serta video keluhan konsumen yang beredar, penelusuran secara menyeluruh mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat penyaluran sebelumnya harus tetap dilakukan," tuturnya.


​Menurut Rahmat, kepastian dari hasil evaluasi sangat ditunggu oleh masyarakat demi menjaga kepercayaan konsumen terhadap kualitas BBM bersubsidi.


​Dia berharap Pertamina konsisten memperketat pengawasan di rantai pasok, mulai dari penerimaan hingga ke nosel SPBU.


​"Prinsipnya kita ingin perlindungan konsumen dan kualitas layanan BBM terjamin dengan baik. Kita tunggu hasil resmi pengujian dari pihak-pihak terkait secara transparan demi kebaikan dan kenyamanan masyarakat bersama," pungkanya.


​Sebelumnya, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan telah melakukan sampling awal di sejumlah SPBU dan tidak menemukan kandungan air pada sampel Pertalite yang diperiksa, dengan nilai density sesuai spesifikasi standar.


​Untuk memastikan kualitas secara menyeluruh, Pertamina juga membawa sampel dari enam titik SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam untuk diuji lebih lanjut di Integrated Terminal Teluk Kabung dan Lemigas ESDM. (**)

 


Wuzhou, Guangxi – Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, meninjau langsung proyek perbaikan gedung tinggi yang mengalami kemiringan di Kota Wuzhou, Guangxi, China, Jumat (25/9/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan di sela keikutsertaannya pada The Fourth ASEAN-China Cooperation and Development Forum on Building Industry di Guangzhou yang mengusung tema “Exploring New Opportunities, Building New Cities”.


Insannul Kamil mengatakan, proyek yang sedang dikerjakan merupakan pekerjaan optimalisasi fondasi serta koreksi dan penurunan bertahap bangunan yang mengalami kemiringan melebihi batas standar teknis.


“Proyek yang sedang dilakukan adalah pekerjaan optimalisasi fondasi serta koreksi dan penurunan bertahap bangunan yang berlokasi di Kota Wuzhou, Guangxi,” ujar Insannul Kamil yang juga Dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas.


Bangunan yang ditinjau merupakan gedung hunian setinggi 24 lantai dengan satu lantai basement. Tinggi bangunan tersebut mencapai 73 meter.


Berdasarkan data pemantauan dan hasil monitoring yang dipaparkan dalam diskusi di lokasi proyek, kemiringan maksimum bangunan ke arah selatan mencapai 5,52 persen. Angka tersebut telah melampaui batas maksimum 2,5 persen yang diperbolehkan dalam standar teknis yang berlaku.


Sementara itu, kemiringan bangunan ke arah barat tercatat sebesar 0,97 persen. Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum 2,5 persen.


Insannul Kamil yang juga Ketua Badan Keahlian Mesin (BKM) Persatuan Insinyur Indonesia menjelaskan, hasil analisis data monitoring menunjukkan laju penurunan bangunan dalam 100 hari terakhir relatif stabil. Namun, akumulasi penurunan masih memperlihatkan perbedaan yang cukup signifikan dan tidak merata pada beberapa bagian bangunan.


Data distribusi penurunan kumulatif selama 100 hari menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sisi timur dan sisi utara bangunan. Pola distribusi penurunan tersebut memperlihatkan rasio sekitar 3,1 kali.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, kontraktor yang ditunjuk melakukan desain optimalisasi fondasi serta koreksi kemiringan bangunan. Pekerjaan itu mencakup perkuatan fondasi dan tindakan teknis untuk mengendalikan serta memperbaiki kemiringan yang telah melampaui standar nasional.


“Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan konstruksi terkait koreksi dan penurunan bertahap bangunan sesuai persyaratan teknis desain menggunakan teknologi maju dan terkini yang dilakukan oleh tenaga kerja konstruksi yang ahli, terampil, dan memiliki kualifikasi tingkat tinggi,” kata Insannul Kamil yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri.


Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi konstruksi modern dalam menangani bangunan tinggi yang mengalami penurunan diferensial dan kemiringan, sekaligus menjaga keselamatan struktur bangunan untuk jangka panjang. (***)

 


SUMBARNET - Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 79 unit yang direncanakan, sebanyak 63 unit rumah bertipe 36 telah selesai dikerjakan.


Direktur Utama PT Narendra Hutama Karya selaku vendor pelaksana Sigit menyampaikan bahwa progres pembangunan Huntap kini telah mencapai hampir 80 persen. Setiap unit dibangun di atas kavling seluas 9,6 meter × 12,5 meter dan dilengkapi fasilitas teras, ruang tamu, dua kamar tidur, kamar mandi, serta dapur.


Meskipun dalam pelaksanaannya menghadapi tantangan kondisi tanah dan cuaca, pihak pelaksana terus mengupayakan percepatan pekerjaan. Target penyelesaian diproyeksikan pada November 2026, namun pengerjaan diakselerasi agar dapat tuntas lebih awal.


“Kami maksimalkan waktunya sampai November. Tapi kalau bisa, saya minta pertengahan Oktober semuanya sudah selesai,” ujar Sigit saat memberikan keterangan di lokasi proyek, Kamis (24/9/2026).


Kelancaran percepatan pembangunan Huntap Danantara tersebut tak lepas dari penggunaan material inovatif Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) serta dukungan penuh dari PT Semen Padang.


Sigit mengapresiasi keandalan pasokan SEPABLOCK dan semen yang dinilainya sangat konsisten serta mendukung kesinambungan pekerjaan di lapangan. Selain itu, skema tempo pembayaran yang diberikan PT Semen Padang memberikan fleksibilitas operasional bagi kontraktor.


“Dukungan dari PT Semen Padang sudah maksimal. Kami sudah diberikan tempo untuk semennya, tempo untuk SEPABLOCK-nya. Itu sangat membantu kami,” ungkap Sigit. Ia juga memastikan bahwa pasokan SEPABLOCK dan semen sejauh ini aman dan lancar.


Perkembangan fisik dan penerapan material SEPABLOCK di lapangan ditinjau langsung oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan Idris, Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi Yelmi Arya Putra, serta Tenaga Ahli SEPABLOCK Prof. Dr. Eng. Ir. Jafril Tanjung, MT., IPU., ASEAN.Eng.


Rombongan meninjau struktur dinding dan unit-unit rumah yang sedang dalam tahap finishing untuk memantau penerapan SEPABLOCK secara langsung.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menjelaskan bahwa monitoring ini bertujuan memastikan kualitas hunian dan kecocokan material SEPABLOCK untuk pembangunan Huntap.


“Pak Dirut ingin memastikan bahwa produk SEPABLOCK ini memang sangat cocok digunakan untuk pembangunan Huntap. Karena itu, kami melihat langsung progres pembangunan, bagaimana kualitas rumah yang menggunakan SEPABLOCK, sekaligus menanyakan apakah ada kendala di lapangan,” jelas Win.


Berdasarkan hasil pemantauan, pembangunan berjalan baik dan ketersediaan material terjaga. Proyek Huntap Danantara sendiri diresmikan oleh Kepala BP BUMN/COO Danantara Dony Oskaria pada 19 Februari 2026 sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar. Melalui produk SEPABLOCK, PT Semen Padang berkomitmen mendukung penyediaan hunian yang aman, berkualitas, dan cepat bagi masyarakat penerima manfaat. (*)



PADANG — Wali Kota Padang Fadly Amran meresmikan Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee yang berlokasi di Jalan Taman Siswa No. 31, RT 03/RW 01, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Minggu (27/9/2026).


Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra.


Kehadiran usaha yang memadukan layanan perjalanan umrah, pusat oleh-oleh Tanah Suci dan coffee shop tersebut disambut baik Pemerintah Kota Padang. 


Selain memberikan pilihan layanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah, keberadaan usaha tersebut dinilai dapat ikut memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Kota Padang.


Grand opening tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Padang Afrizen, Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Rizki Ronaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Utara Sa'at serta elemen masyarakat setempat.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee. Ia berharap kehadiran usaha tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM di Kota Padang.


Menurut Fadly, sektor perjalanan haji dan umrah memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan jasa perjalanan, tetapi juga dapat melibatkan pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner, oleh-oleh, perlengkapan ibadah, transportasi, akomodasi hingga berbagai produk UMKM.


Karena itu, Pemerintah Kota Padang membuka ruang bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi sehingga manfaat ekonomi dari aktivitas haji dan umrah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


“Pemerintah Kota (Pemko) Padang siap memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi, dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel serta UMKM. Kami mendorong pelaku usaha mengintegrasikan layanan dengan potensi wisata dan ekonomi daerah,” ujar Fadly Amran.


Tour and Travel Didorong Ikut Promosikan Wisata Padang


Lebih lanjut, Fadly Amran mendorong perusahaan tour and travel yang beroperasi di Kota Padang untuk tidak hanya berorientasi pada pelayanan masyarakat yang hendak berangkat ke Tanah Suci.


Menurutnya, pelaku usaha perjalanan juga memiliki peluang untuk mengambil peran dalam memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Padang kepada masyarakat luar daerah maupun wisatawan mancanegara.


Kota Padang memiliki berbagai potensi wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, sejarah hingga kuliner. Potensi tersebut dapat dipadukan dengan sektor jasa perjalanan sehingga menciptakan jaringan ekonomi yang lebih luas.


Fadly menyebut pengembangan sektor pariwisata juga sejalan dengan upaya memperkuat posisi Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia.


“Bukan hanya mengantarkan masyarakat ke Baitullah, tour and travel juga diharapkan membawa wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat Padang sebagai kota gastronomi dunia,” katanya.


Ia berharap pelaku usaha perjalanan dapat melihat peluang tersebut sebagai bagian dari pengembangan bisnis sekaligus kontribusi terhadap promosi daerah.


Dengan membangun kolaborasi antara jasa perjalanan, UMKM, pelaku kuliner, ekonomi kreatif dan sektor pariwisata, aktivitas usaha diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.


Potensi Ekonomi Umrah Capai Rp1,2 Triliun


Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Rizki Ronaldi, menyampaikan gambaran mengenai besarnya aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan perjalanan umrah.


Ia menyebut jumlah jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai sekitar 40.000 orang per tahun.


Jika setiap jemaah memiliki kebutuhan biaya sekitar Rp30 juta, maka secara perhitungan kasar potensi perputaran ekonomi dari aktivitas umrah tersebut dapat mencapai sekitar Rp1,2 triliun setiap tahunnya.


Besarnya potensi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem haji dan umrah memiliki keterkaitan dengan banyak sektor usaha. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat keterlibatan pelaku UMKM dan berbagai usaha lokal.


Kehadiran pusat layanan yang menggabungkan perjalanan umrah dengan penyediaan perlengkapan ibadah, oleh-oleh dan ruang pertemuan seperti Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee menjadi salah satu bentuk diversifikasi usaha dalam ekosistem tersebut.


Dengan berkembangnya berbagai usaha pendukung, aktivitas ekonomi yang muncul dari perjalanan umrah diharapkan tidak hanya berhenti pada jasa perjalanan, tetapi juga mengalir ke sektor usaha lainnya.


Hadirkan Layanan Umrah, Oleh-oleh hingga Coffee Shop


Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra, mengatakan usaha tersebut dibangun dengan konsep yang menggabungkan layanan perjalanan umrah dengan ruang berkumpul masyarakat.


Menurut Harris, tempat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menikmati kopi, bersilaturahmi sekaligus membuka pembicaraan mengenai perjalanan umrah dalam suasana yang lebih santai.


Selain menyediakan layanan perjalanan umrah, Al Harris juga menghadirkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan perjalanan ke Tanah Suci.


Di antaranya perlengkapan ibadah, layanan roaming internasional serta berbagai oleh-oleh khas Tanah Suci seperti kurma, air zamzam, kacang Arab dan beragam suvenir.


Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi maupun berbagai kebutuhan sebelum dan sesudah melaksanakan perjalanan umrah.


“Kami ingin Al Harris menjadi tempat kecil yang memberikan manfaat besar, menjadi ruang orang bertemu dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi salah satu jalan bagi semakin banyak saudara kita untuk mengunjungi Tanah Suci,” ujar Harris.


Ia berharap Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Harris juga berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai kalangan, baik masyarakat yang telah memiliki pengalaman melaksanakan ibadah umrah maupun mereka yang baru merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.


Dorong Kolaborasi Ekonomi dan Pariwisata


Grand opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee sekaligus memperlihatkan adanya peluang kolaborasi antara sektor perjalanan religi dengan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Padang.


Pemerintah Kota Padang mendorong agar pertumbuhan usaha tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku bisnis, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi yang terbentuk.


Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan produk UMKM, kuliner, oleh-oleh, perlengkapan ibadah maupun berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.


Di sisi lain, perusahaan tour and travel juga dapat berperan dalam memperkenalkan potensi Kota Padang kepada jemaah dan wisatawan yang datang dari luar daerah maupun mancanegara.


Dengan demikian, sektor perjalanan religi dan pariwisata dapat saling mendukung melalui promosi serta kerja sama antarpelaku usaha.

Pemerintah Kota Padang sendiri menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel maupun UMKM.


Kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee di Jalan Taman Siswa diharapkan menjadi bagian dari berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis layanan perjalanan religi di Kota Padang, sekaligus membuka ruang interaksi dan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah serta berbagai sektor ekonomi lainnya.


Dengan mengusung konsep layanan umrah, oleh-oleh dan coffee shop dalam satu tempat, Al Harris diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus ikut memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Kota Padang. (**)



PADANG — Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meresmikan pemakaian Musala Babussalam yang berada di Jalan Manunggal Simpang Rambutan, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Minggu (27/9/2026).


Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat karena kehadiran Musala Babussalam diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.


Kegiatan peresmian turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Zalmadi, Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Mamak Kaum Suku Tanjung Erdiman, Ketua Pengurus Musala Babussalam Salam Mairi, tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Peresmian pemakaian Musala Babussalam ditandai dengan penyerahan Surat Hibah Musala dari Mamak Kaum Suku Tanjung Erdiman kepada Ketua Pengurus Musala Babussalam Salam Mairi.


Penyerahan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Kaum Suku Tanjung dalam menghadirkan fasilitas keagamaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kaum Suku Tanjung yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan dan keberadaan Musala Babussalam.

 

Menurutnya, pembangunan fasilitas ibadah di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang memiliki manfaat jangka panjang.


Maigus berharap Musala Babussalam dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi bagian dari penguatan kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah Gunung Sarik dan sekitarnya.


Lebih jauh, Maigus mendorong pengurus Musala Babussalam untuk segera mengembangkan musala tersebut sebagai bagian dari Program Unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau.


Program Smart Surau dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi surau atau musala sebagai pusat pembelajaran agama sekaligus ruang pembinaan generasi muda.


Program tersebut mencakup sejumlah kegiatan, di antaranya Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, 3T atau Tahsin, Tafsir dan Tahfidz, Ruang Pembelajaran Digital serta penyediaan Wifi Gratis.


“Kami meminta kepada pengurus musala untuk segera membentuk pengelola Smart Surau, termasuk dengan lembaga pendidikan agama seperti TPQ/TQA, MDTA/MDTW, sehingga program Smart Surau dapat diterapkan di musala baru ini,” ujar Maigus.


Menurutnya, keberadaan musala di lingkungan masyarakat memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan salat berjemaah.


Musala dapat menjadi ruang pendidikan, pembinaan karakter, tempat berkumpulnya masyarakat serta sarana membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan agama sekaligus wawasan intelektual.


Maigus menilai sejarah perjalanan bangsa Indonesia juga menunjukkan bahwa banyak tokoh dan ulama besar tumbuh dari lingkungan pendidikan agama. Karena itu, keberadaan musala dan lembaga pendidikan keagamaan di tengah masyarakat perlu terus diperkuat.


Ia mencontohkan sejumlah tokoh bangsa dan ulama seperti KH Agus Salim dan Buya Hamka yang dikenal memiliki latar belakang pendidikan agama dan berkembang menjadi tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa.


“Musala di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Kita ingin musala juga menjadi tempat membangun generasi yang cerdas, berakhlak dan memiliki intelektualitas,” ungkapnya.


Maigus berharap Musala Babussalam mampu menjadi salah satu pusat kegiatan positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.


Kehadiran kegiatan seperti TPQ/TQA, MDTA/MDTW, tahsin, tafsir dan tahfidz diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.


Selain itu, penerapan fasilitas digital melalui Smart Surau juga diharapkan dapat menjadikan musala sebagai tempat pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.


“Mudah-mudahan kehadiran Musala Babussalam ini membawa kemajuan bagi masyarakat sekitar. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kaum Suku Tanjung yang telah menghibahkan musala beserta tanahnya untuk kepentingan masyarakat,” kata Maigus.


Dibangun Sejak 2024


Sementara itu, Mamak Kaum Suku Tanjung Erdiman menjelaskan bahwa pembangunan Musala Babussalam telah dirintis sejak 2024.


Musala tersebut dibangun di atas tanah milik kaum Suku Tanjung. Proses pembangunannya dilakukan secara bertahap melalui dukungan swadaya keluarga serta bantuan para donatur.


Menurut Erdiman, pembangunan musala tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga dan kaum terhadap kebutuhan masyarakat akan tempat ibadah dan kegiatan keagamaan yang berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal.


Dengan telah selesainya pembangunan dan diresmikannya pemakaian musala, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebaik-baiknya.


Erdiman juga menyampaikan komitmen Kaum Suku Tanjung untuk terus mendukung pengembangan kegiatan keagamaan di kawasan tersebut.


Bahkan, apabila ke depan diperlukan pengembangan fasilitas Musala Babussalam, pihaknya siap mewakafkan kembali lahan yang berada di sebelah timur musala.


Ia menyebut masih terdapat lahan sekitar 700 meter yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas keagamaan, termasuk pembangunan tempat pendidikan tahfiz maupun kegiatan keagamaan lainnya.


“Kami berharap Musala Babussalam dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan, majelis ilmu, kegiatan adat istiadat, kegiatan ekonomi, serta berbagai kegiatan untuk kebaikan umat,” ujar Erdiman.


Menurutnya, musala yang telah dibangun tersebut diharapkan tidak hanya ramai pada waktu-waktu salat, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kegiatan pengajian, pendidikan Al-Qur'an, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial hingga aktivitas kemasyarakatan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Diharapkan Menjadi Pusat Pembinaan Generasi Muda

Peresmian Musala Babussalam menjadi momentum bagi masyarakat Gunung Sarik untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun ruang pembinaan generasi muda.


Kolaborasi antara pengurus musala, tokoh masyarakat, pemerintah, ninik mamak serta lembaga pendidikan agama dinilai penting agar keberadaan musala dapat memberikan manfaat yang lebih luas.


Pemerintah Kota Padang melalui Program Smart Surau juga mendorong agar fasilitas keagamaan di tingkat kelurahan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas yang mendukung pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.


Dengan adanya fasilitas digital, akses internet serta kegiatan pendidikan keagamaan, musala diharapkan mampu menjadi ruang yang relevan bagi anak-anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi.


Di sisi lain, keberadaan Musala Babussalam juga memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan. Pembangunan yang dirintis sejak 2024 melalui swadaya keluarga dan donatur tersebut kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.


Maigus Nasir pun berharap semangat gotong royong dan kepedulian yang telah ditunjukkan Kaum Suku Tanjung dapat menjadi contoh dalam membangun fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Dengan diresmikannya pemakaian Musala Babussalam, masyarakat setempat kini memiliki fasilitas yang diharapkan mampu menjadi tempat ibadah sekaligus pusat pendidikan, pembinaan, silaturahmi dan berbagai aktivitas positif.


Ke depan, pengembangan Musala Babussalam melalui penerapan Smart Surau diharapkan semakin memperkuat fungsi musala sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitarnya. (**)