PARIAMAN — Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.Ik, MH didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Pariaman melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman, Kamis (27/8/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan memperkuat sinergitas antara Kepolisian Resor Pariaman dengan Kejaksaan Negeri Pariaman, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah hukum Kota Pariaman dan sekitarnya.


Kedatangan Kapolres Pariaman bersama jajaran PJU disambut baik oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Anggia Yusrar, SH, MH, bersama Kasi Pidum, Kasi Pidsus dan Kasi PAPBB.


Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, kedua institusi penegak hukum membangun komunikasi serta membahas pentingnya menjaga koordinasi dan kerja sama dalam menjalankan tugas masing-masing.


Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya mengatakan, kegiatan silaturahmi tersebut merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur penegak hukum di wilayah hukum Polres Pariaman.


Menurutnya, sinergitas antara kepolisian dan kejaksaan memiliki peran penting dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang profesional, transparan, berkeadilan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya kami untuk memperkuat sinergitas dan komunikasi antara Polres Pariaman dengan Kejaksaan Negeri Pariaman. Dengan komunikasi yang baik, tentunya koordinasi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum dapat berjalan semakin optimal,” ujar AKBP Agung Pranajaya.


Ia menambahkan, kepolisian dan kejaksaan memiliki tugas dan kewenangan masing-masing dalam sistem penegakan hukum. 


Karena itu, koordinasi dan hubungan kelembagaan yang harmonis diperlukan agar setiap proses hukum dapat berjalan secara profesional serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.


“Kami berharap hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan. Polres Pariaman siap bersinergi dan berkoordinasi dengan Kejari Pariaman dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan penegakan hukum yang berkeadilan,” katanya.


Kapolres juga menekankan bahwa sinergitas antarlembaga penegak hukum tidak hanya diperlukan dalam penanganan perkara, tetapi juga dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Menurutnya, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat membutuhkan respons bersama dari seluruh unsur terkait.

 

Dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat, potensi persoalan dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas maupun persoalan hukum yang lebih besar.


“Tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang baik antarlembaga. Kita ingin setiap persoalan dapat ditangani secara tepat, profesional dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta supremasi hukum,” tutur Agung.


Ia berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, namun dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat kerja sama dan koordinasi antara Polres Pariaman dan Kejari Pariaman dalam pelaksanaan tugas ke depan.


“Harapan kami, sinergitas ini terus terjaga dan semakin kuat. Mari bersama-sama membangun koordinasi yang baik demi terciptanya penegakan hukum yang efektif, memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kota Pariaman,” ungkapnya.


Sementara itu, Kajari Pariaman Anggia Yusrar bersama jajaran menyambut positif kunjungan Kapolres Pariaman beserta PJU Polres Pariaman tersebut.


Pertemuan antara kedua institusi penegak hukum itu diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas, terutama yang berkaitan dengan proses penegakan hukum di wilayah hukum Pariaman.


Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara jajaran kepolisian dan kejaksaan. Hubungan kerja yang harmonis dinilai penting dalam mendukung terciptanya penegakan hukum yang terintegrasi, profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara Polres Pariaman dan Kejari Pariaman, diharapkan pelaksanaan tugas masing-masing institusi dapat berjalan semakin optimal serta mampu memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban dan kepastian hukum bagi masyarakat di wilayah Pariaman. (**)

 


PARIAMAN — Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.Ik, MH terus mendorong upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Pariaman.


Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.


Pencegahan Karhutla menjadi perhatian penting, terutama pada saat kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. 


Kebakaran yang berawal dari aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.


Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya mengatakan, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, baik untuk membuka lahan, membersihkan kebun maupun keperluan lainnya.


“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat,” ujar AKBP Agung Pranajaya.


Ia menegaskan, jajaran Polres Pariaman akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif dalam mengantisipasi potensi Karhutla.


Personel di lapangan juga diharapkan aktif melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran serta membangun komunikasi dengan masyarakat untuk mencegah munculnya titik api.


Kapolres menyebut, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menekan risiko Karhutla. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


“Kami meminta masyarakat apabila melihat adanya titik api atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian atau aparat terkait. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini jauh lebih efektif,” katanya.


Selain melakukan pencegahan, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.


Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah di dekat lahan kering, serta melakukan pembakaran sisa tanaman tanpa pengawasan dapat menjadi pemicu kebakaran.


Karena itu, masyarakat diminta mempertimbangkan dampak dari setiap aktivitas yang menggunakan api, terutama ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering.


“Kami mengimbau masyarakat untuk benar-benar memperhatikan kondisi lingkungan. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, apalagi meninggalkan api tanpa pengawasan. Hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran yang lebih besar,” ungkapnya.


Perkuat Sinergi


Dalam upaya pencegahan Karhutla, Polres Pariaman juga mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, perangkat nagari/desa, kelompok masyarakat, serta pihak terkait lainnya.


Menurut AKBP Agung, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan karena wilayah yang memiliki potensi Karhutla tidak dapat diawasi hanya oleh satu institusi.


Dengan sinergi tersebut, pemantauan kondisi lapangan, penyampaian imbauan kepada masyarakat hingga respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.


“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, perangkat nagari dan seluruh unsur terkait. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin cepat pula potensi kebakaran dapat kita deteksi dan cegah,” jelas Kapolres.


Ia juga meminta jajaran kepolisian di tingkat Polsek dan personel yang bertugas di lapangan untuk meningkatkan kegiatan sambang serta memberikan edukasi kepada masyarakat.


Edukasi dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan, pencemaran udara, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.


Selain itu, apabila kebakaran meluas, proses pemadaman juga membutuhkan sumber daya, waktu dan biaya yang tidak sedikit.


Utamakan Pencegahan


Kapolres Pariaman menegaskan bahwa upaya pencegahan akan terus menjadi prioritas. Menurutnya, keberhasilan dalam penanganan Karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari sejauh mana potensi kebakaran dapat dicegah sebelum terjadi.


“Prinsipnya, lebih baik kita mencegah daripada harus melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Karena ketika api sudah membesar, dampaknya akan jauh lebih luas. Oleh sebab itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,” tegasnya.


Kapolres juga mengingatkan bahwa masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun lahan yang dikelola.


Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga tidak ada lagi aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.


“Harapan kami, masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan. Jangan sampai karena kelalaian atau tindakan pembakaran yang tidak bertanggung jawab kemudian menimbulkan kebakaran dan merugikan banyak pihak,” tuturnya.


AKBP Agung Pranajaya menambahkan, Polres Pariaman akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan sesuai dengan tugas serta kewenangan kepolisian.


Ia memastikan pihaknya tidak hanya melakukan tindakan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga berupaya membangun kesadaran bersama melalui kegiatan preemtif dan preventif.


“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga hutan dan lahan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat. Ini adalah kepentingan kita semua. Lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat bagi masyarakat, sementara kebakaran akan membawa kerugian bagi kita bersama,” pungkasnya.


Melalui upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Pariaman berharap potensi terjadinya Karhutla di wilayah hukumnya dapat diminimalisir.


Masyarakat pun diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan setiap potensi kebakaran kepada aparat terkait.


Dengan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, TNI, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, upaya pencegahan Karhutla diharapkan dapat berjalan maksimal sehingga keamanan masyarakat, kelestarian lingkungan dan kualitas udara tetap terjaga. (**)

 


SUMBARNET - Tim Phyton Polsek Lubuk Begalung, Polresta Padang, mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga terlibat dalam kasus pencurian sebuah kedai di kawasan Jalan Bypass, Batuang Taba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.


Ketiga terduga pelaku diamankan pada Jumat (28/8/2026) setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat terkait aksi pencurian yang terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.


Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Robby Setiadi Purba, SE, membenarkan adanya pengungkapan perkara tersebut. Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku yang masing-masing berinisial FA alias Dafit (46), G alias Madi (45), dan FA alias Ferdi (31).


Kasus tersebut bermula ketika polisi menerima laporan mengenai aksi pencurian dengan cara mengupak atau membobol sebuah kedai milik korban di Jalan Bypass Batuang Taba, simpang Kampung Jua, Kelurahan Batuang Taba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.


Dari kedai tersebut, sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang. Barang yang dicuri di antaranya satu unit telepon seluler (HP) merek Oppo A16 warna perak, satu jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, 40 botol Aqua ukuran satu liter yang juga berisi Pertalite, serta uang tunai sebesar Rp600 ribu.


Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp3,45 juta.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Robby Setiadi Purba memerintahkan jajaran Opsnal Polsek Lubuk Begalung untuk melakukan penyelidikan.


Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Lubuk Begalung Iptu Mardianto Padang, SH, kemudian bergerak ke lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.


Dari hasil pengumpulan keterangan saksi dan penyelidikan di lapangan, polisi memperoleh petunjuk yang mengarah kepada sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.


Penyelidikan kemudian dikembangkan untuk mengetahui keberadaan para terduga pelaku.


Tim Opsnal yang dipimpin Panit 2 Opsnal Aipda Albert Firman, SH, MH, selanjutnya bergerak menuju sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan para terduga pelaku.


Polisi akhirnya berhasil mengamankan ketiganya di lokasi yang berbeda.


Terduga pelaku FA alias Dafit diamankan di dalam sebuah gudang Pinang Mas, kawasan Bypass, Kecamatan Lubuk Begalung, sekitar pukul 17.30 WIB.


Selanjutnya, G alias Madi diamankan di rumahnya yang berada di kawasan Batuang Taba RT 03/RW 03 sekitar pukul 18.00 WIB.


Sementara itu, FA alias Ferdi diamankan di rumahnya di kawasan Parak Pengambiran, Kelurahan Pengambiran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, sekitar pukul 18.20 WIB.


Setelah ketiganya diamankan, polisi melakukan pemeriksaan dan interogasi awal. Berdasarkan keterangan kepolisian, ketiga terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian di kedai yang berada di Jalan Bypass Batuang Taba, simpang Kampung Jua tersebut.


Dalam aksinya, para terduga pelaku disebut terlebih dahulu melihat situasi di sekitar kedai. Setelah memastikan kondisi kedai sedang sepi, para pelaku kemudian melakukan aksi dengan cara mengupak atau membobol kedai.


Dari hasil pencurian tersebut, sejumlah barang dan uang milik korban kemudian dibawa oleh para pelaku.


Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan perkara tersebut. Barang bukti yang diamankan berupa satu unit HP Oppo A16 warna perak dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna abu-abu.


Ketiga terduga pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Lubuk Begalung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Dalam laporan kepolisian, motif sementara aksi pencurian tersebut berkaitan dengan faktor ekonomi. Uang hasil kejahatan disebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta berfoya-foya.


Atas perbuatannya, ketiga terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.


Polsek Lubuk Begalung selanjutnya masih melakukan proses penyidikan terhadap perkara tersebut. Polisi juga melakukan pengembangan untuk mengejar kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut.


Selain mengamankan para terduga pelaku dan barang bukti, penyidik juga melakukan melengkapi administrasi penyidikan serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).


“Selanjutnya proses penyidikan akan dilanjutkan, termasuk melengkapi berkas perkara dan melakukan koordinasi dengan JPU,” demikian langkah tindak lanjut yang dilakukan penyidik dalam perkara tersebut.


Pengungkapan ini berawal dari laporan polisi dengan nomor LP/B/65/VIII/2026/SPKT Unit Reskrim/Polsek Lubuk Begalung/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat.


Polsek Lubuk Begalung memastikan proses hukum terhadap ketiga terduga pelaku masih terus berjalan. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap secara tuntas perkara pencurian yang meresahkan masyarakat tersebut. (**)

 


Oleh: Gilang Gardhiolla Gusvero, Sekretaris Jaringan Pemred Sumbar


Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan kondisi yang patut menjadi perhatian serius bagi Sumatera Barat. Di tengah narasi bahwa ekonomi daerah masih tumbuh positif, sejumlah indikator justru menunjukkan posisi Sumbar semakin tertinggal dibandingkan provinsi-provinsi lain di Pulau Sumatera.


Persoalannya, bukan terletak pada ada atau tidaknya pertumbuhan. Yang menjadi persoalan adalah kecepatan pertumbuhan tersebut tidak mampu mengimbangi laju daerah lain. Akibatnya, jarak ketertinggalan relatif terus melebar dari waktu ke waktu.


Setidaknya terdapat empat tekanan utama yang saat ini dihadapi Sumbar secara bersamaan, yakni pertumbuhan ekonomi yang melambat, tingkat kesejahteraan yang masih rendah, investasi yang tertinggal, serta kapasitas fiskal daerah yang semakin terbatas.


Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh, Tetapi Tidak Cukup Cepat


Pada 2023, ekonomi Sumbar tumbuh 4,62 persen. Angka tersebut turun menjadi 4,36 persen pada 2024, sementara ekonomi nasional masih mampu tumbuh 5,03 persen.


Kondisi serupa kembali terlihat pada Triwulan II 2026. Ekonomi Sumbar tumbuh 4,54 persen secara tahunan (year on year), lebih rendah dibanding median pertumbuhan provinsi-provinsi di Sumatera yang mencapai 5,06 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.


Pada Semester I 2026, pertumbuhan kumulatif Sumbar tercatat 4,77 persen. Secara nominal, capaian tersebut memang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun, provinsi lain justru melaju lebih cepat sehingga posisi relatif Sumbar semakin tertinggal.


Fakta bahwa Sumbar berada di peringkat kedelapan dari sepuluh provinsi di Sumatera dalam pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan yang terjadi belum cukup kuat untuk mengejar daerah-daerah lain.


Dalam konteks persaingan antarwilayah, tumbuh positif saja tidak lagi cukup. Pertumbuhan harus mampu melampaui rata-rata agar ketertinggalan dapat diperkecil.


PDRB Per Kapita Menunjukkan Rendahnya Daya Hasil Ekonomi


Tekanan kedua terlihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.


Pada 2024, PDRB per kapita Sumbar tercatat Rp57,05 juta. Angka ini menjadi yang terendah dibanding sejumlah provinsi pembanding di Sumatera.


Riau mencatat Rp165,35 juta per kapita. Jambi mencapai Rp86,72 juta. Sumatera Selatan sebesar Rp75,13 juta. Sementara Sumatera Utara berada pada kisaran Rp73 juta hingga Rp77 juta.


Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar belum menghasilkan tingkat pendapatan rata-rata yang kompetitif dibandingkan daerah lain.


Menariknya, Jambi yang memiliki total PDRB lebih kecil justru mampu mencatat PDRB per kapita sekitar 52 persen lebih tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa struktur ekonomi Sumbar masih bertumpu pada sektor-sektor dengan nilai tambah yang relatif terbatas dan belum memiliki pengungkit ekonomi yang mampu menghasilkan lonjakan pendapatan masyarakat secara signifikan.


Investasi Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Besar


Jika pertumbuhan ekonomi adalah hasil, maka investasi merupakan mesin yang menentukan pertumbuhan masa depan.


Pada indikator ini, Sumbar menghadapi tantangan yang tidak ringan. Data Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan Sumbar menjadi salah satu provinsi dengan realisasi investasi terendah di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir.


Pada 2021, investasi PMDN Sumbar tercatat Rp4,1 triliun. Angka itu menjadi yang terendah dibanding Riau Rp24,9 triliun, Sumatera Selatan Rp16,2 triliun, Sumatera Utara Rp18,4 triliun, dan Jambi Rp6,2 triliun.


Dua tahun kemudian, kondisinya belum banyak berubah. Pada 2023, investasi PMDN Sumbar hanya meningkat menjadi Rp4,4 triliun. Dalam periode yang sama, investasi Riau melonjak menjadi Rp48,2 triliun, Sumatera Selatan Rp25,6 triliun, Sumatera Utara Rp21,5 triliun, dan Jambi Rp8,9 triliun.


Kenaikan investasi yang relatif tipis menunjukkan pembentukan modal baru berjalan lambat. Sementara daerah lain terus memperbesar basis ekonominya, kesenjangan investasi semakin melebar dari tahun ke tahun.


Rendahnya investasi tidak dapat dipandang sekadar sebagai angka statistik. Kondisi tersebut merupakan sinyal bahwa daya tarik ekonomi daerah belum cukup kuat untuk menarik arus modal baru dalam skala besar. Jika situasi ini berlanjut, peluang penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sektor-sektor produktif akan semakin terbatas.


Ruang Fiskal Daerah Kian Menyempit


Tekanan terakhir datang dari kemampuan fiskal daerah.


APBD Sumbar pada 2025 tercatat sekitar Rp6,4 triliun. Pada 2026, nilainya hanya naik tipis menjadi Rp6,41 triliun.


Kenaikan tersebut nyaris tidak signifikan jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Pada saat yang sama, Sumbar juga menghadapi pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp429 miliar.


Situasi ini, membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi semakin terbatas. Padahal, APBD merupakan instrumen penting untuk membiayai pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.


Ketika investasi swasta belum tumbuh optimal, belanja pemerintah sering kali menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi daerah. Karena itu, tekanan terhadap fiskal daerah berpotensi memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor pembangunan.


Alarm Ketertinggalan Struktural


Apabila dicermati secara bersamaan, keempat indikator tersebut membentuk pola yang saling berkaitan.


Pertumbuhan ekonomi berada di bawah rata-rata regional dan nasional. PDRB per kapita masih tertinggal dibanding provinsi pembanding. Investasi baru berkembang lambat. Sementara kapasitas fiskal daerah menghadapi tekanan yang semakin besar.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan Sumbar saat ini bukan lagi sekadar persoalan perlambatan ekonomi tahunan. Yang mulai terlihat adalah gejala ketertinggalan struktural yang berlangsung secara konsisten dalam berbagai indikator utama pembangunan.


Data BPS seharusnya tidak hanya dibaca sebagai laporan statistik rutin. Data tersebut merupakan alarm yang memberi sinyal bahwa Sumbar membutuhkan strategi pembangunan yang lebih kompetitif, lebih agresif dalam menarik investasi, serta lebih fokus menciptakan sektor-sektor bernilai tambah tinggi.


Sebab dalam persaingan antarwilayah yang semakin ketat, tumbuh saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah tumbuh lebih cepat, lebih produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Opini)


"Seluruh isi tulisan merupakan tanggung jawab penulis" 

 


DHARMASRAYA — Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dharmasraya menggelar kegiatan doa bersama sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Saya Polres Dharmasraya, Selasa (25/8/2026).


Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan tersebut dihadiri Wakapolres Dharmasraya Kompol M. Rizky Cholid, S.I.K., sejumlah pejabat utama Polres Dharmasraya, Ustaz Rahmat Hidayat selaku Ketua PERTI Dharmasraya, perwakilan HMI, personel Polres Dharmasraya, serta anggota HMI.


Sekitar 50 peserta turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.


Selain menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta membangun sinergi antara kepolisian dengan kalangan mahasiswa, khususnya HMI Cabang Dharmasraya.


HMI Salurkan Hasil Penggalangan Dana untuk Korban Bencana


Dalam kesempatan tersebut, HMI Cabang Dharmasraya turut menyampaikan hasil penggalangan dana yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Penggalangan dana dilakukan melalui tiga titik, yakni di kawasan Koto Baru, depan Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), dan Sungai Rumbai.


Dari aksi tersebut, terkumpul donasi masyarakat sebesar Rp2.450.000. Dana tersebut kemudian mendapat tambahan bantuan dari Kapolres Dharmasraya sebesar Rp1.500.000, sehingga total dana yang terkumpul mencapai Rp3.950.000.


Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial mahasiswa dan masyarakat Dharmasraya terhadap warga yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.


Keterlibatan Polres Dharmasraya dalam mendukung aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, organisasi mahasiswa, dan masyarakat dalam membantu sesama.


Kapolres Dorong Sinergi Kepolisian dan Mahasiswa


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H. melalui kegiatan tersebut mendorong agar hubungan dan komunikasi antara Polres Dharmasraya dengan HMI maupun organisasi kemahasiswaan lainnya terus diperkuat.


“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara Polres Dharmasraya dengan HMI serta seluruh elemen masyarakat. Kami ingin kebersamaan yang terjalin tidak hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H.


Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, semangat gotong royong dan kepedulian sosial perlu terus ditumbuhkan, khususnya di kalangan generasi muda.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kepedulian sosial. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi penerus sekaligus mitra strategis dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif. Semoga sinergi Polri, mahasiswa dan masyarakat semakin kuat,” tambahnya.


Kapolres juga mengapresiasi HMI Cabang Dharmasraya yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui aksi penggalangan dana tersebut.


Diisi Kajian Keteladanan Nabi Muhammad SAW


Tidak hanya kegiatan sosial, rangkaian acara juga diisi dengan kajian keagamaan yang disampaikan Ustaz Rahmat Hidayat.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Rahmat Hidayat mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.


Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.


Setelah kajian, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana, termasuk korban gempa bumi dan kebakaran hutan.


Doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian moral sekaligus ikhtiar bersama agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan, keselamatan dan kemudahan dalam menghadapi berbagai cobaan.


Perkuat Kolaborasi Polri, Mahasiswa dan Masyarakat


Wakapolres Dharmasraya Kompol M. Rizky Cholid mengapresiasi kepedulian dan kolaborasi HMI dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.


Ia menilai keterlibatan organisasi mahasiswa dalam aksi sosial merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan.


“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada HMI yang telah berkolaborasi dengan Polres Dharmasraya. Semoga sinergi ini terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penggalangan dana maupun peringatan hari besar keagamaan, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan positif lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Sinergi antara kepolisian dan mahasiswa juga dinilai penting dalam membangun komunikasi yang sehat serta menciptakan ruang bersama untuk menyampaikan gagasan, kepedulian, dan kontribusi bagi lingkungan sekitar.


Bagi Polres Dharmasraya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang peduli, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu bergotong royong ketika masyarakat lainnya membutuhkan bantuan.


Sementara bagi HMI, aksi penggalangan dana tersebut menjadi bentuk implementasi nyata nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan yang diwujudkan melalui aksi langsung di tengah masyarakat.


Dengan terkumpulnya dana sebesar Rp3.950.000, diharapkan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT.


Berlangsung Aman dan Kondusif

Seluruh rangkaian kegiatan doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Para peserta kemudian meninggalkan lokasi dengan tetap menjaga suasana kebersamaan dan kekeluargaan.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Dharmasraya bersama HMI Cabang Dharmasraya menunjukkan bahwa sinergi antara kepolisian, mahasiswa dan masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari kegiatan keagamaan hingga aksi sosial dan kemanusiaan.


Semangat tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Dharmasraya. (**)

 


Dharmasraya, – Polres Dharmasraya terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dapat terjadi selama musim kemarau. 


Sebagai langkah antisipasi, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., memimpin langsung kegiatan pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla di lingkungan Mapolres Dharmasraya, Senin (24/8/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Dharmasraya dalam memastikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla berada dalam kondisi siap siaga, baik dari sisi sumber daya manusia maupun peralatan pendukung operasional di lapangan.


Dalam pengecekan tersebut, Kapolres meninjau kesiapan personel yang akan diterjunkan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memeriksa berbagai perlengkapan penanggulangan Karhutla, mulai dari alat pemadam, kendaraan operasional, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang digunakan dalam proses pemadaman dan penanganan situasi darurat.


AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan faktor utama dalam upaya meminimalisir dampak Karhutla yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan.


“Kegiatan pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel dan sarana prasarana penanggulangan Karhutla berada dalam kondisi siap operasional. Dengan kesiapan yang optimal, kita dapat bergerak cepat dan tepat apabila ditemukan titik api maupun terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Dharmasraya,” ujar Kapolres.


Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui deteksi dini, patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor.


“Pencegahan menjadi prioritas utama. Karena itu kami terus meningkatkan patroli di daerah rawan Karhutla, melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh stakeholder terkait,” katanya.


Kapolres menjelaskan bahwa sinergitas antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka kejadian Karhutla. Dengan kerja sama yang solid, setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.


Selain melakukan pemeriksaan personel dan peralatan, Kapolres juga memberikan arahan kepada seluruh anggota agar senantiasa menjaga kesiapan fisik, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.


Ia menekankan bahwa setiap personel harus memahami tugas dan fungsi masing-masing sehingga dapat bertindak cepat dan terukur saat menghadapi kondisi darurat di lapangan.


“Kita tidak boleh lengah. Seluruh personel harus memahami prosedur penanganan Karhutla, menjaga kesiapan peralatan, serta selalu siap bergerak kapan saja dibutuhkan. Kecepatan respons sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Kapolres berharap kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Dharmasraya.


“Harapan kami, melalui kesiapan personel dan sarana prasarana yang maksimal serta dukungan seluruh elemen masyarakat, kejadian Karhutla di Kabupaten Dharmasraya dapat dicegah sedini mungkin. Jika pun terjadi, penanganannya dapat dilakukan secara cepat sehingga tidak menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, maupun kelestarian lingkungan,” ungkap AKBP Kartyana.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi atau titik api di wilayahnya.


Polres Dharmasraya menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla. 


Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.


Polres Dharmasraya – Siap, Sigap, dan Presisi. (**)



SUMBARNET - Apel pagi di lingkungan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menjadi salah satu sarana penting dalam memperkuat kedisiplinan, kekompakan, sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan antaranggota.


Apel pagi yang dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan halal bihalal.


Suasana kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut. Personel Ditlantas Polda Sumbar bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan, sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi setelah menjalankan berbagai tugas pelayanan kepada masyarakat.


Kegiatan halal bihalal di lingkungan Ditlantas Polda Sumbar menjadi bagian dari upaya membangun soliditas internal. Sebab, kekompakan dan komunikasi yang baik antarpersonel dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan di bidang lalu lintas.


Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan


Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, halal bihalal tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan di antara personel.


Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dengan baik di lingkungan internal kepolisian akan memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan tugas di lapangan.


“Kegiatan apel pagi sekaligus halal bihalal ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar. Dengan komunikasi dan hubungan yang semakin baik, kita berharap soliditas serta semangat dalam menjalankan tugas juga semakin kuat,” ujar Reza.


Ia menambahkan, tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas, membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat. Setiap personel memiliki peran masing-masing yang saling berkaitan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Karena itu, menurut Reza, kebersamaan tidak hanya diperlukan dalam kegiatan internal, tetapi juga harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


“Kita bekerja sebagai satu tim. Setiap anggota mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, kekompakan, saling menghargai, saling mendukung dan menjaga komunikasi menjadi hal yang sangat penting,” katanya.


Jadikan Kebersamaan sebagai Semangat Baru


Momentum halal bihalal juga diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.


Setelah menjalani berbagai aktivitas dan tantangan dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, personel diharapkan tetap mampu menjaga profesionalisme serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.


Reza menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan salah satu tugas utama yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.


“Kebersamaan ini kita jadikan sebagai semangat baru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita harus terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan dan respons dalam melaksanakan tugas, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Reza.


Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok anggota Polri yang tidak hanya tegas dalam menjalankan aturan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan secara humanis, komunikatif dan solutif.


Dalam konteks tugas lalu lintas, personel berada langsung di tengah masyarakat setiap hari. Mereka berhadapan dengan berbagai kondisi dan karakter masyarakat yang beragam, sehingga dibutuhkan kesabaran, ketelitian serta kemampuan berkomunikasi yang baik.


Pelayanan Masyarakat Menjadi Prioritas


Ditlantas Polda Sumbar memiliki tugas yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, mulai dari pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, pelayanan administrasi kendaraan dan pengemudi, hingga berbagai kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas.


Karena itu, Reza berharap setiap personel dapat memahami bahwa setiap tugas yang dilaksanakan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.


“Jangan pernah menganggap tugas sebagai rutinitas semata. Di balik setiap pelayanan yang kita berikan, ada masyarakat yang membutuhkan kehadiran dan bantuan kita. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, ikhlas dan profesional,” ungkapnya.


Ia juga mengingatkan jajaran agar terus menjaga nama baik institusi Polri dengan memberikan pelayanan yang sesuai dengan ketentuan serta mengedepankan sikap yang humanis.

Kualitas pelayanan, kata dia, tidak hanya diukur dari seberapa cepat tugas diselesaikan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan selama mendapatkan pelayanan.


Bangun Soliditas untuk Hadapi Tantangan Tugas


Di tengah dinamika lalu lintas yang semakin kompleks, Ditlantas Polda Sumbar dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan personel dan beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.


Persoalan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kemacetan dan kecelakaan, tetapi juga menyangkut kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan, keselamatan pengguna jalan, penggunaan kendaraan yang tertib, hingga perkembangan teknologi dalam pelayanan kepolisian.


Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, soliditas internal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan organisasi.


Reza berharap kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan seperti apel pagi dan halal bihalal dapat terus dipertahankan dalam pelaksanaan tugas.


“Saya berharap silaturahmi dan kebersamaan seperti ini tidak berhenti pada kegiatan halal bihalal saja. Semangat kebersamaan harus kita bawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan soliditas yang kuat, saya yakin kita mampu menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.


Wujudkan Polri yang Presisi dan Humanis


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Polri untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, transparan dan humanis kepada masyarakat.


Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun kedekatan dengan masyarakat. 


Pendekatan yang humanis diharapkan dapat menciptakan komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas.


Reza menilai, menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh pengguna jalan dan masyarakat.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Polri akan terus hadir memberikan edukasi, pelayanan dan penegakan hukum. Namun, keberhasilan menciptakan lalu lintas yang aman juga membutuhkan kesadaran dan kepatuhan seluruh masyarakat,” jelasnya.


Ia berharap seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar dapat terus menjaga semangat pengabdian dan memberikan contoh positif kepada masyarakat.


“Harapan kita, seluruh personel semakin kompak, semakin solid dan semakin bersemangat dalam melaksanakan tugas. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Reza.


Apel pagi yang dipadukan dengan kegiatan halal bihalal tersebut pun menjadi gambaran pentingnya keseimbangan antara kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan hubungan kekeluargaan di lingkungan organisasi.


Dengan silaturahmi yang semakin erat, komunikasi yang semakin baik serta semangat pelayanan yang terus diperkuat, Ditlantas Polda Sumbar diharapkan mampu menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin profesional, responsif dan humanis bagi seluruh masyarakat di Sumatera Barat. (**)

 


PADANG — Peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Polwan dalam institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.


Salah satu perhatian yang diangkat jajaran Ditlantas Polda Sumatera Barat adalah persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak.


Melalui pesan yang disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-78, Ditlantas Polda Sumbar mengingatkan masyarakat bahwa bullying bukan sekadar candaan atau bentuk kenakalan biasa. Perilaku tersebut dapat meninggalkan dampak yang panjang terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, lingkungan sosial, hingga masa depan anak.


Pesan tersebut juga menegaskan pentingnya kehadiran kepolisian untuk memberikan perlindungan, pendampingan, sekaligus menciptakan rasa aman bagi anak-anak.


“Bullying bukan sekadar candaan, tetapi dapat melukai kesehatan mental dan masa depan anak,” demikian pesan yang disampaikan Ditlantas Polda Sumbar dalam kampanye tersebut.


Pesan itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan bullying tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah maupun kepolisian.

 

Dibutuhkan keterlibatan orang tua, guru, lingkungan pergaulan, serta seluruh elemen masyarakat.


Polwan Hadir untuk Mendengar dan Melindungi Anak


Dalam momentum Hari Jadi Polwan ke-78, keberadaan Polwan di tengah masyarakat diharapkan semakin memberikan warna dalam pelayanan kepolisian yang humanis, khususnya dalam memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak.


Polwan tidak hanya dituntut hadir dalam tugas-tugas kepolisian, tetapi juga mampu menjadi sosok yang dekat dengan masyarakat, mau mendengar persoalan yang dihadapi anak dan keluarga, serta memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu tumbuh kembang generasi muda.


“Polwan hadir untuk mendengar, melindungi, dan menciptakan rasa aman bagi setiap anak,” menjadi salah satu pesan utama dalam kampanye tersebut.


Pendekatan humanis seperti ini dinilai penting karena persoalan bullying sering kali tidak terlihat secara langsung. Anak yang menjadi korban bisa saja memilih diam, menarik diri dari lingkungan, mengalami penurunan kepercayaan diri, atau enggan menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tua maupun guru.


Karena itu, lingkungan yang aman dan terbuka menjadi salah satu kunci dalam mencegah dampak yang lebih serius.


Dirlantas: Ciptakan Lingkungan Aman dan Bebas Bullying


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.


Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian seluruh personel Polri terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk perlindungan terhadap anak dari tindakan bullying.


“Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 ini menjadi momentum bagi kita untuk semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memberikan perhatian terhadap persoalan bullying yang dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan dan kesehatan mental anak,” ujar Reza dalam kutipan yang disiapkan untuk materi pemberitaan.


Ia menekankan, anak-anak merupakan bagian penting dari masa depan bangsa sehingga membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung proses tumbuh kembang mereka.


“Anak-anak harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar, bermain, berinteraksi dan berkembang. Jangan sampai tindakan yang dianggap sebagai candaan justru menimbulkan luka psikologis yang terbawa hingga dewasa,” katanya.


Reza juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menganggap remeh tindakan perundungan, baik yang terjadi secara langsung di lingkungan sekolah maupun yang berlangsung melalui media sosial dan ruang digital.


Menurutnya, perkembangan teknologi membuat bentuk bullying semakin beragam. Perundungan tidak lagi hanya berupa ejekan, intimidasi atau kekerasan secara langsung, tetapi juga dapat terjadi melalui pesan, unggahan, komentar, penyebaran foto maupun video, hingga tindakan mempermalukan seseorang di ruang digital.


Pencegahan Harus Dimulai dari Lingkungan Terdekat


Lebih lanjut, Reza menilai upaya mencegah bullying harus dimulai dari lingkungan terdekat anak.

Orang tua memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. 


Begitu pula guru dan pihak sekolah yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta responsif terhadap setiap indikasi perundungan.


“Pencegahan bullying membutuhkan kepedulian bersama. Orang tua, guru, sekolah, masyarakat dan kepolisian harus saling bersinergi. Yang paling penting adalah jangan membiarkan anak menghadapi persoalan seorang diri,” ungkapnya.


Ia berharap apabila menemukan atau mengetahui adanya tindakan bullying, masyarakat tidak memilih diam. Persoalan tersebut perlu disampaikan kepada pihak yang dapat memberikan penanganan sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.


Di sisi lain, anak-anak juga perlu diberikan pemahaman bahwa meminta bantuan ketika mengalami perundungan bukanlah sebuah kelemahan.


Menurut Reza, keberanian untuk bercerita dan meminta pertolongan merupakan langkah penting dalam menghentikan rantai bullying.


Polri Dorong Pendekatan Humanis


Kegiatan dan pesan sosial yang diusung dalam peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 juga sejalan dengan semangat pelayanan kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis.


Polwan sebagai bagian dari institusi Polri diharapkan mampu menjadi figur yang dapat diterima masyarakat, khususnya oleh anak-anak dan perempuan.


Kehadiran Polwan di tengah masyarakat diharapkan bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui kegiatan preventif dan edukatif.


Dengan pendekatan tersebut, polisi dapat ikut membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menghormati sesama, menjaga pergaulan, menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan serta menggunakan media sosial secara bijak.


Dirlantas Polda Sumbar juga berharap semangat Hari Jadi Polwan ke-78 dapat menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Harapan kami, melalui momentum Hari Jadi Polwan ke-78 ini, semakin tumbuh kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan bebas dari bullying. Kita ingin anak-anak tumbuh dengan rasa percaya diri, mendapatkan perlindungan dan memiliki masa depan yang baik,” tutur Reza.


Wujudkan Lingkungan Aman, Bebas Bullying


Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang perjalanan pengabdian Polisi Wanita di tubuh Polri, tetapi juga tentang bagaimana keberadaan Polwan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Pesan untuk menghentikan bullying menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.


Masyarakat diajak untuk tidak menjadikan perundungan sebagai sesuatu yang dianggap biasa. Candaan yang berlebihan, penghinaan, intimidasi, pengucilan maupun kekerasan dapat memberikan dampak yang tidak selalu terlihat secara kasat mata.

Karena itu, setiap orang memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman.


“Mari bersama wujudkan lingkungan yang aman dan bebas bullying,” menjadi pesan yang ditekankan dalam momentum Hari Jadi Polwan ke-78.


Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga dan masyarakat, diharapkan anak-anak di Sumatera Barat dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman, sehat dan positif.


Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan sosial, serta mampu memberikan perlindungan kepada generasi muda sebagai aset penting bangsa. (**)

 


Jakarta, – Kesempatan memiliki rumah dengan cicilan ringan ditawarkan dalam Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Banten, pada 27-30 Agustus 2026.


Pameran ini menghadirkan berbagai pilihan hunian dengan harga mulai sekitar Rp120 juta hingga rumah premium senilai Rp2-3 miliar. Ribuan pengunjung memadati lokasi pameran untuk mencari informasi dan peluang memiliki rumah impian.


Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pihaknya menghadirkan berbagai kemudahan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah.


Berbagai promo yang ditawarkan meliputi uang muka atau down payment (DP) mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun, hingga tenor cicilan yang jauh lebih panjang dibanding skema perbankan pada umumnya.


"Selama ini di perbankan hanya 10-15 tahun. Kita bisa berikan sampai 30 tahun, bahkan 40 tahun," kata Rosan.


Kemudahan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengunjung memanfaatkan pameran untuk berkonsultasi langsung dengan perbankan dan pengembang terkait skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.


Selain menghadirkan promo pembiayaan, Danantara Housing Expo 2026 juga menggelar akad kredit pemilikan rumah (KPR) massal yang melibatkan 200 calon pemilik rumah bersama Himbara dan sejumlah pengembang pada Kamis (27/8).


Sebagian besar rumah yang diakadkan merupakan hunian dengan harga rata-rata sekitar Rp166 juta. Program tersebut didukung skema pembiayaan dengan bunga tetap 5 persen hingga masa kredit berakhir.


Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 360 ribu unit properti dari lebih 130 pengembang BUMN dan swasta. Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 perusahaan menawarkan lebih dari 16 ribu unit hunian yang tersebar dalam 98 proyek di 23 provinsi.


Nilai inventori proyek perumahan BUMN yang dipasarkan mencapai Rp9,79 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.611 unit diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sementara 9.948 unit lainnya menyasar segmen non-MBR.


Untuk memudahkan pengunjung memilih hunian sesuai kebutuhan, pameran dibagi dalam tiga zona utama, yakni first home bagi pembeli rumah pertama, family home untuk kebutuhan keluarga, serta premium living yang menawarkan hunian kelas atas mulai dari rumah tapak hingga apartemen.  (***)



Padang - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., melakukan kunjungan spesial ke alumni sekolahnya di SMA Negeri 1 Padang. Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai pertemuan antara senator muda tersebut dengan ratusan siswa yang memadati aula sekolah. (28.8.26)


Dalam kesempatan berharga ini, Cerint membagikan pengalaman hidup serta wawasan mendalam mengenai kepemimpinan. Kehadirannya tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen edukatif untuk membakar semangat generasi muda di almamater tercinta.


Sebagai alumni yang kini berkiprah di kancah nasional, Cerint menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi pemimpin masa depan. Ia mendorong para siswa agar tidak hanya berfokus pada capaian akademis semata, melainkan juga mengasah jiwa kepemimpinan yang berkarakter.


"Saya berpesan kepada adik-adik agar mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berdampak nyata bagi sekitar. Jangan menunggu momen besar untuk memulai, tapi mulailah dari diri sendiri," ujar Cerint di hadapan ratusan pelajar SMA Negeri 1 Padang.


Menurut senator berlatar belakang pendidikan kedokteran ini, membentuk karakter pemimpin yang kuat dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari. Langkah sederhana tersebut kelak akan membentuk disiplin dan Integritas yang tangguh.


Ia menambahkan, pengaruh positif yang dibangun secara konsisten di lingkungan sekolah, keluarga, hingga pertemanan akan menjadi modal utama dalam melatih rasa kepedulian sosial serta kemampuan mengambil keputusan.


Kehadiran Cerint yang disambut meriah oleh para siswa dan tenaga pendidik ini memperlihatkan betapa besarnya harapan yang ditaruh pada pundak generasi muda. Diskusi interaktif yang berlangsung pun berjalan hidup dengan berbagai pertanyaan kritis dari para pelajar.


Pihak sekolah mengapresiasi keikut sertaan Cerint yang mau meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai wakil daerah untuk kembali dan menginspirasi junior-juniornya di SMA Negeri 1 Padang.


Momen kebersamaan ini menjadi bukti bahwa benih-benih pemimpin masa depan yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat berawal dari ruang-ruang kelas dan lingkungan sekolah yang mendukung.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Padang semakin termotivasi untuk terus berprestasi, menjaga integritas, dan siap menjadi agen perubahan yang membawa dampak luas bagi bangsa Indonesia. (**)