SUMBARNET – Masyarakat RT 02 RW 01, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, mengeluhkan kondisi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mereka terima dalam keadaan keruh.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Dika yang merupakan tokoh pemuda, pada Selasa (15/9/2026).
Kondisi air yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat itu dinilai sudah mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama untuk kebutuhan memasak, mencuci, mandi, maupun keperluan rumah tangga lainnya.
Dika mengaku kecewa karena di satu sisi mereka tetap memenuhi kewajiban membayar tagihan air setiap bulan, namun di sisi lain kualitas air yang diterima tidak sesuai dengan harapan.
“Kami membayar mahal setiap bulan, tetapi air yang kami dapat justru keruh. Air seperti ini bagaimana mau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” keluh Dika.
Menurutnya, persoalan kualitas air bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi sudah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan utama setiap keluarga, sehingga kualitasnya semestinya menjadi perhatian serius pihak penyedia layanan.
“Kami bukan meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin air yang layak. Kalau setiap bulan tagihan tetap dibayar, tentu kami berharap pelayanan yang kami terima juga baik. Jangan sampai warga membayar penuh, tetapi air yang keluar dari keran tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujar warga lainnya.
Warga Pertanyakan Kualitas Pelayanan
Keluhan warga semakin tajam karena air keruh tersebut disebut membuat masyarakat harus berpikir dua kali sebelum menggunakannya.
Mereka mengaku terpaksa menampung air terlebih dahulu dan menunggu kondisi air berubah sebelum digunakan. Namun, apabila kondisi tersebut terus berlangsung, masyarakat khawatir persoalan ini akan semakin menyulitkan aktivitas rumah tangga.
“Kalau airnya bening tentu tidak ada masalah. Tapi kalau keruh seperti ini, kami tentu khawatir menggunakannya. Untuk mandi saja kami ragu, apalagi kalau digunakan untuk memasak dan kebutuhan konsumsi,” katanya.
Warga lainnya menilai persoalan tersebut seharusnya mendapat perhatian serius dari pengelola layanan air bersih. Menurut mereka, pelanggan tidak hanya memiliki kewajiban membayar tagihan, tetapi juga berhak memperoleh pelayanan yang layak.
“Jangan hanya pelanggan yang dituntut disiplin membayar. Pelayanan juga harus disiplin. Kami membayar bukan untuk mendapatkan air yang keruh,” tegasnya.
Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab air menjadi keruh. Warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai apakah kondisi tersebut disebabkan gangguan jaringan, proses distribusi, sumber air, pekerjaan teknis, atau faktor lainnya.
“Kami Bayar, Kami Berhak Mendapat Air yang Layak”
Warga menegaskan, mereka tidak bermaksud mempersoalkan keberadaan layanan air perpipaan. Sebaliknya, masyarakat justru berharap pelayanan tersebut semakin baik karena air PDAM menjadi salah satu sumber kebutuhan utama rumah tangga.
Namun, warga meminta agar persoalan kualitas air tidak dianggap sebagai persoalan kecil.
“Kami pelanggan. Kami bayar setiap bulan. Jadi wajar kalau kami mempertanyakan ketika air yang keluar keruh. Kami ingin ada penjelasan dan solusi, bukan hanya diminta menunggu,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian kapan persoalan tersebut dapat ditangani.
“Kalau memang ada gangguan teknis, sampaikan kepada masyarakat. Kalau ada perbaikan, beri tahu kapan selesai. Jangan warga dibiarkan bertanya-tanya sendiri,” katanya.
Keluhan tersebut juga diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang dan pihak pengelola layanan air minum agar segera melakukan pengecekan di lapangan.
Warga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap jaringan serta kualitas air yang sampai ke rumah-rumah pelanggan di kawasan tersebut.
“Kami berharap petugas turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan hanya melihat dari laporan atau sistem. Datang ke rumah warga, lihat sendiri air yang keluar dari keran seperti apa,” ujar warga lainnya.
Minta Ada Solusi, Bukan Sekadar Penjelasan
Masyarakat RT 02 RW 01 berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi konkret. Warga menginginkan adanya pemeriksaan terhadap sumber maupun jaringan distribusi air untuk mengetahui penyebab air yang diterima pelanggan dalam kondisi keruh.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pengelola layanan dengan pelanggan.
“Yang kami butuhkan sekarang bukan sekadar penjelasan. Kami butuh solusi. Kalau memang ada masalah pada jaringan, segera diperbaiki. Kalau ada kendala lain, sampaikan secara terbuka kepada warga,” katanya.
Warga juga mengingatkan bahwa persoalan air bersih berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari dan kesehatan lingkungan rumah tangga.
“Air itu kebutuhan pokok. Tidak mungkin kami bisa menjalankan aktivitas rumah tangga dengan baik kalau air yang keluar dari keran kondisinya tidak layak. Karena itu kami berharap persoalan ini jangan dianggap sepele,” tegasnya.
Keluhan serupa mengenai air PDAM keruh juga pernah muncul di wilayah Nanggalo pada Februari 2026, ketika warga menyampaikan protes terkait kondisi air melalui media sosial.
Pemerintah Kota Padang sendiri sebelumnya juga pernah mempublikasikan informasi mengenai penanganan gangguan pada intake PDAM Nanggalo dan proses pemulihan aliran air ke kawasan permukiman.
Warga Tunggu Respons Pihak Terkait
Hingga keluhan ini disampaikan, warga RT 02 RW 01 Kelurahan Gurun Laweh berharap pihak pengelola segera memberikan respons dan melakukan pengecekan langsung.
Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai warna air, tetapi menyangkut hak pelanggan untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang layak setelah memenuhi kewajiban pembayaran setiap bulan.
“Kami hanya meminta hak kami sebagai pelanggan. Kami bayar tagihan setiap bulan, maka kami berharap air yang diterima juga layak. Jangan sampai warga terus membayar, tetapi setiap hari harus menghadapi persoalan air keruh,” ujar warga.
Masyarakat juga berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan segera mendapat penanganan.
“Kami berharap ada tindakan nyata. Petugas turun, periksa penyebabnya, kemudian perbaiki. Kami tidak ingin persoalan ini menjadi keluhan yang terus berulang setiap bulan,” pungkas warga.
Keluhan masyarakat tersebut kini menjadi perhatian warga setempat yang berharap pihak pengelola layanan air minum maupun Pemerintah Kota Padang dapat segera memberikan penjelasan sekaligus solusi atas kondisi air keruh yang dikeluhkan pelanggan. (**)









