SEKAYU - SumbarNet, DPRD Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin guna membahas percepatan penyelesaian sengketa batas wilayah antara Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawas Utara, di Ruang Rapat Ketua DPRD Muba, Senin (23/2/2026).


Rapat tersebut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Musi Banyuasin Ardiansyah yang mewakili Bupati Musi Banyuasin M Toha Tohet. Rapat dipimpin Ketua DPRD Musi Banyuasin Afitni Junaidi Gumay didampingi Wakil Ketua Irwin Zulyani, Ahmadi, dan Edi Pramono serta diikuti anggota DPRD dan perangkat daerah terkait.


Ketua DPRD Musi Banyuasin Afitni Junaidi Gumay mengatakan, penyelesaian batas wilayah dengan Kabupaten Musi Rawas Utara merupakan persoalan strategis yang harus segera dituntaskan karena berkaitan langsung dengan kepastian administrasi pemerintahan dan pembangunan daerah.


Dia menyebut, perubahan regulasi melalui Permendagri Nomor 76 Tahun 2014 yang merevisi Permendagri Nomor 50 Tahun 2014 berdampak pada masuknya belasan ribu hektare wilayah Musi Banyuasin ke wilayah Musi Rawas Utara.


Afitni menegaskan, DPRD Musi Banyuasin ingin mengetahui langkah konkret pemerintah daerah dalam mengupayakan pengembalian batas wilayah sesuai regulasi sebelumnya.


Dia mengatakan, DPRD Musi Banyuasin telah menyurati sejumlah pihak termasuk Presiden Republik Indonesia agar dilakukan peninjauan ulang terhadap penetapan batas wilayah tersebut.


Menurut dia, kepastian batas wilayah penting sebagai dasar penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah serta memberikan kepastian hukum bagi investor yang akan menanamkan modal di Musi Banyuasin.


Sementara itu Ardiansyah menyampaikan, pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait rencana kedatangan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan yang akan melakukan peninjauan lapangan.


Dia menjelaskan, hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar penting dalam penentuan batas wilayah definitif antara Musi Banyuasin dan Musi Rawas Utara.


Ardiansyah menegaskan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan menyampaikan perkembangan penyelesaian batas wilayah kepada DPRD.


Dia berharap, proses penyelesaian sengketa batas wilayah dapat segera mencapai titik terang secara adil serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga kepastian wilayah bagi kedua daerah dapat terwujud. (**)



SUMBARNET - Audiensi dengan Pimpinan BAZNAS Kota Padang, Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik Kota Padang mendapat sambutan hangat untuk berkolaborasi dalam mengemban pelaksanaan program masing-masing.


Ketua BAZNAS Kota Padang Yuspardi didampingi Wakil Ketua I Yultel Ardi, Wakil Ketua II H.M. Mufti Syarfie dan Wakil Ketua III Masni Bujang menyampaikan rasa apresiasi  atas audiensi yang dilaksanakan PJKIP Kota Padang ini.


"Kami menyambut baik program-program PJKIP Kota Padang yang telah disampaikan kepada kami", kata Yuspardi mengawali sambutannya saat kegiatan audiensi dengan PJKIP Kota Padang di kantor Basnas Kota Padang pada Senin (23/2/2026).


Yuspardi mengatakan "Karena keterbatasan SDM banyak program BAZNAS Kota Padang yang belum diketahui masyarakat, bagaimana cara dan prosedur untuk mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Padang."


"Untuk itu, selaku Ketua BAZNAS Kota Padang Yuspardi berharap, dengan adanya kolaborasi antara BAZNAS Kota Padang dengan PJKIP Kota Padang, warga Kota Padang akan banyak mengetahui tentang adanya berbagai program dari BAZNAS Kota Padang yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan", kata Yuspardi.


Sementara itu, Wakil Ketua II Muhammad Mufti Syarfie menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Padang berwenang melaksanakan tugas pengelolaan zakat, infak, sedekah, CSR dan dana sosial keagamaan lainnya dengan Surat Keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI No.DJ.II/568 Tahun 2014.


Senada dengan Yuspardi, Mufti Syarfie juga mengakui bahwa, banyak program BAZNAS Kota Padang yang seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat belum tersalurkan.


Mufti menyebutkan, diantara program BAZNAS Kota Padang yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah kerjasama BAZNAS Kota Padang dengan RSUP M. Djamil dan RSUD  Rasyidin, dimana bagi masyarakat yang tidak mampu membayar pengobatannya maka BAZNAS Kota Padang siap untuk memberikan solusi terhadap persoalan itu.


"Begitu juga dengan bantuan biaya pendidikan, dikala ada-anak berprestasi yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya terkendala biaya, BAZNAS Kota Padang juga siap membantu", jelas Mufti.


Untuk masyarakat yang mau berusaha, tapi tidak ada modal, BAZNAS Kota Padang juga siap membantu dengan modal usaha dengan cara memasukan proposal ke BAZNAS Kota Padang mengikuti prosedur yang telah ditetapkan", pungkas Mufti. (**)



SOLOK, - Masyarakat Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok mengeluhkan sulitnya akses jaringan komunikasi dan internet di wilayah mereka. Warga berharap pemerintah dapat mencarikan solusi melalui pembangunan menara telekomunikasi agar kebutuhan komunikasi terpenuhi sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.


Keluhan tersebut terungkap saat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, melaksanakan Safari Ramadan di masjid setempat, Minggu (22/2).


Menanggapi aspirasi warga, Muhidi menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan tersebut kepada dinas terkait agar segera ditindaklanjuti.


Ia menegaskan, ketersediaan jaringan telekomunikasi sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi sehari-hari, pendidikan, hingga pengembangan usaha.


Muhidi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Sumatera Barat guna mencari solusi terbaik terkait pembangunan tower di wilayah tersebut.

Menurutnya, akses internet yang memadai akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.


Sementara itu, Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sumatera Barat, Ria Wijayanty, mengatakan pemerintah akan segera menyiapkan bahan pendukung dan melakukan koordinasi dengan dinas komunikasi dan informatika untuk menindaklanjuti kebutuhan pembangunan jaringan tersebut.


Ia menjelaskan, pemerintah akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kominfo di tingkat kabupaten. Jika belum dapat diselesaikan di daerah, pemerintah provinsi akan mengambil alih koordinasi agar solusi bisa segera ditetapkan.


“Nanti siapkan bahannya, koordinasi dengan Kominfo. Kebetulan ada dari pemerintah kabupaten, Kominfo kabupaten. Kalau tidak selesai di kabupaten, kita bisa langsung koordinasi dengan provinsi,” ujarnya.



Tias masyarakat Nagari Kuncir berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi karena kondisi sinyal yang lemah selama ini cukup menghambat aktivitas sehari-hari, terutama untuk kebutuhan pendidikan, pelayanan publik, dan pengembangan usaha masyarakat.


Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan, warga sering mengalami kesulitan berkomunikasi dan mengakses internet, sehingga informasi penting kerap terlambat diterima.


“Kami sangat berharap ada pembangunan tower atau penguatan jaringan di daerah ini. Dengan jaringan yang baik, aktivitas masyarakat akan lebih lancar, anak-anak bisa belajar dengan maksimal, dan pelaku usaha juga bisa mengembangkan usahanya,” ujarnya. (**)



SUMBARNET - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menggelar Safari Ramadan di Masjid Nurul Yaqin, Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, Muhidi menyerahkan sejumlah bantuan sekaligus berbuka puasa bersama masyarakat setempat.


Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat itu dihadiri tokoh masyarakat, unsur pemerintah provinsi, pemerintah nagari, forkopimda serta jamaah Masjid Nurul Yaqin. Kehadiran Ketua DPRD Sumbar disambut antusias warga yang memadati masjid untuk mengikuti rangkaian Safari Ramadan.



Dalam tausiyahnya, Muhidi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menegaskan, orang yang bertakwa akan mendapatkan anugerah di dunia dan jalan keluar dari setiap persoalan.


“Manusia diciptakan Allah di muka bumi ini dengan tujuan yang jelas, salah satunya untuk beribadah. Semua aktivitas yang kita lakukan dalam rangka mengharap ridha dan cinta Allah adalah ibadah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, ibadah terbagi dalam kategori umum dan khusus. Puasa Ramadan termasuk ibadah khusus, sementara aktivitas sehari-hari seperti bekerja dan memimpin juga bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.




Muhidi juga menekankan pentingnya ilmu dan keterampilan dalam mengelola kehidupan. Menurutnya, Allah SWT telah menyediakan berbagai sumber daya alam seperti udara, lahan pertanian, gunung, dan laut untuk dimanfaatkan manusia.


“Kalau kita punya sawah, dengan ilmu bisa dikelola satu kali panen menjadi dua atau tiga kali panen. Hasilnya pun bisa meningkat. Karena itu, jangan ragu untuk menuntut ilmu. Sekarang kesempatan terbuka luas,” katanya.


Ia mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Tanda syukur, lanjutnya, adalah berbagi ilmu, menginfakkan rezeki, serta memperbanyak ibadah, termasuk salat sunah seperti duha.




Selain pesan keagamaan, Muhidi juga menyinggung musibah banjir dan galodo yang melanda Sumatera Barat pada November 2025 lalu. Ia menyebut berkat dukungan masyarakat, Forkopimda, serta TNI/Polri, proses penyampaian data R3P kepada pemerintah pusat dapat diselesaikan dalam waktu 48 hari dari target tiga bulan.


“Alhamdulillah, kerja keras dan kebersamaan kita membuahkan hasil. Data sudah diserahkan ke pusat, dan Pak Gubernur juga telah mempresentasikan kebutuhan daerah. Mudah-mudahan segera ada keputusan terkait besaran bantuan yang diterima Sumatera Barat,” jelasnya.


Muhidi juga menginformasikan adanya program pelatihan vokasi bagi 5.000 pemuda dari Menteri Ketenagakerjaan. Ia mendorong generasi muda menyiapkan diri dengan memilih keterampilan yang relevan agar mampu bekerja atau membuka lapangan usaha ke depan.


Di akhir kegiatan, Muhidi menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Yaqin yang terdiri dari dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp50 juta, bantuan Bank Nagari Rp5 juta, serta sumbangan pribadi Ketua DPRD Sumbar sebesar Rp1 juta. Selain itu, diserahkan pula 40 mushaf Al-Qur’an dan satu unit mesin genset dari PLN.


Muhidi berharap, selama Ramadan masyarakat semakin meramaikan masjid dan musala dengan salat berjamaah serta mengikuti kegiatan pesantren Ramadan di masing-masing kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


"Kami mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan tidak bermain petasan demi kenyamanan bersama," ujarnya. (**)

 


SUMBARNET - Langkah Dony Oskaria memasuki kawasan PT Semen Padang bukan hadir lalu pergi. Bagi pria yang kini menjabat COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, kunjungan itu terasa seperti pulang ke ruang kenangan. Tempat yang dulu menjadi simbol kebanggaan ekonomi Sumatera Barat.


Putra asli Tanjuang Alam, Kabupaten Tanah Datar, itu berdiri di hadapan ratusan karyawan dengan nada bicara tegas, namun sarat kegelisahan. Ia mengaku, pertemuan itu menjadi momen pertama dirinya bertatap langsung dengan seluruh keluarga besar Semen Padang.


“Kesempatan ini pertama kali saya bertemu dengan seluruh karyawan Semen Padang. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman sekalian,” ujar Dony membuka arahannya.


Transformasi Harus Sampai ke Level Perusahaan


Menurut Dony, Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar, bukan hanya di lingkup BUMN, tetapi juga dalam tata kelola negara secara menyeluruh. Ia menegaskan perubahan tersebut harus dirasakan hingga ke tingkat perusahaan.


“Transformasi ini tentu harus sampai kepada level perusahaan. Kita ingin perubahan yang fundamental, bukan lagi di level artificial,” katanya.


Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, arah pembangunan nasional kini difokuskan pada pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, BUMN yang didalamnya termasuk Semen Padang harus menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.


Kegelisahan terhadap Kondisi Sumatera Barat


Di tengah paparannya, Dony secara terbuka menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi kampung halaman. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pengkritik paling keras Sumatera Barat, justru karena rasa cintanya yang besar.


“Saya termasuk pengkritik Sumatera Barat paling keras, karena saya paling cinta sama Sumatera Barat,” ujarnya.


Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang dinilai tertinggal. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat hanya berkisar 3,3 hingga 3,5 persen, sementara inflasi mencapai sekitar 6 persen.


“Itu artinya terjadi pemiskinan terstruktur setiap tahun. Pendapatan naik tiga persen, tapi biaya hidup naik enam persen,” katanya.


Dony mengingatkan bahwa kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menilai Semen Padang memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah.


“Kita di Semen Padang punya PR besar untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” tegasnya.


Ia juga membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, ketika Sumatera Barat pernah menjadi rujukan pendidikan dan ekonomi di Sumatera. Kini, menurutnya, sejumlah daerah lain justru melampaui capaian ekonomi Ranah Minang.


“Dulu Sumatera Barat menjadi acuan. Sekarang PDRB Jambi sudah jauh lebih tinggi, Riau apalagi,” ujarnya.


Kritik Sosial dan Ajakan Introspeksi


Tidak hanya ekonomi, Dony juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari penyebaran narkoba hingga menurunnya kualitas lingkungan dan peradaban sosial.


Ia menyampaikan kritik tersebut bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai bentuk refleksi bersama masyarakat Minangkabau.


“Mau jadi apa Sumatera Barat ini? Ini kegalauan saya yang lama saya tahan,” katanya.


Menurutnya, nilai-nilai filosofi Minangkabau yang dahulu kuat kini harus kembali dihidupkan dalam kehidupan sosial masyarakat.


Mengembalikan Kebanggaan Semen Padang


Dalam kesempatan itu, Dony juga menyoroti kondisi fasilitas perusahaan yang dinilainya perlu segera dibenahi. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata, tetapi juga pada kebanggaan dan warisan yang ditinggalkan.


“Saya tidak mau lagi melihat rumah tidak terurus, GOR berantakan. Orang datang ke sini harus bangga menjadi bagian dari Semen Padang,” ujarnya.


Ia meminta manajemen bekerja dengan hati dan profesionalisme, agar perusahaan kembali menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.


“Kerjalah dengan hati. Kerja untuk sesuatu yang bisa kita wariskan dalam kondisi baik, bukan kita tinggalkan dalam keadaan jelek,” pesannya.


Bagi Dony, Semen Padang bukan sekadar perusahaan semen. Sejak dulu, hampir setiap kegiatan besar di Sumatera Barat selalu bermuara pada perusahaan tersebut.


“Kalau Sumatera Barat ada kegiatan apa pun, ujung-ujungnya Semen Padang. Betul nggak?” katanya, disambut anggukan para karyawan.


Di akhir arahannya, pesan itu kembali ia tegaskan: Semen Padang harus bangkit, bukan hanya demi perusahaan, tetapi demi masa depan Ranah Minang.


Sebab baginya, kebangkitan Semen Padang adalah bagian dari kebangkitan Sumatera Barat itu sendiri. (3G)



PADANG, Safari Ramadhan  1457 Hijriah Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar  Evi Yandri Rajo Budiman di Masjid Mardhatillah Jalan Raya Rimbo Tarok Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang Minggu (22/2/2026). 


Dalam Sambutannya Evi Yandri Rajo Budiman mengungkapkan bahwa saat ini telah berjalan Hari Ke-5 malam Ramadhan dan sebagian ada juga memasuki hari ke-6 Ramadhan. 


Evi Yandri juga membagikan mukenah, tas sekolah dan sembako bagi anak-anak dan warga yang bisa menjawab pertanyaan. 


"Siapa anak-anak yang hadir masuk masjid dan bisa jawab pertanyaan saya, akan dapat hadiah ada tas, mukenah dan sembako," ungkap Evi Yandri. 


Evi Yandri sangat apresiasi dengan masjid Mardhatillah ini, karena masih banyak diikuti oleh anak-anak dan remaja. Evi Yandri sangat menyayangkan masjid yang sepi dengan jemaah.


"Saya sangat khawatir beberapa tahun kedepan, masjid sepi jemaah sehingga tingga imam dan garin saja," lanjut Evi Yandri.


Agar masjid ini ramai usahakan ada wifi agar anak-anak rajin ke masjid. 


"Kini anak-anak selalu pegang hp sehingga diharapkan ada wifi di masjid, " lanjutnya. 


Evi Yandri juga menghimbau agar masyarakat jauhi Narkoba, dan rangkul bagi pemakai narkoba agar bisa Segera diobati. 


Evi Yandri juga membantu Masjid sebesar 50 Juta Rupiah untuk pembangunan masjid Mardhatillah Kuranji ini.


Tim Safari Ramadhan Evi Yandri juga menampilkan tiga orang mantan dari pemakai narkoba dan juga mantan ODGJ. 


Sementara Ketua tim Safari Ramadhan Evi Yandri yang juga Ketua Yayasan Pelita Jaya insani (YPJI) Syafrizal menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika ada masyarakat yang mengalami gangguan mental. Syafrizal mengingatkan kepada warga untuk tidak meninggalkan anggota keluarga dengan kondisi apapun. 


"Jangan biarkan anak-anak ataupun kemanakan Kito dalam kondisi gangguan jiwa dan juga terjerumus narkoba, Karen akan semakin akan membahayakan mereka," ungkap Syafrizal. (**)

 


SEKAYU - SumbarNet, Kerinduan masyarakat Desa Simpang Sari Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin terhadap akses jalan yang layak akhirnya terjawab. Pada tahun pertama kepemimpinan Bupati M Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen, pembangunan ruas jalan Simpang Sari–Bandar Jaya yang sempat terbengkalai selama puluhan tahun kini berhasil direalisasikan.


Pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 5 meter tersebut menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam mempercepat pemerataan infrastruktur serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Jalan dibangun menggunakan konstruksi beton mutu K.300 dengan pembesian sehingga memiliki daya tahan tinggi dan umur layanan lebih panjang.


Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Rudianto menyebut, pembangunan jalan merupakan bagian dari kegiatan peningkatan ruas jalan Simpang Sari–Bandar Jaya yang dibiayai melalui APBD Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2025, Sabtu (21/2/2026).


Dia mengatakan, konstruksi beton bertulang dipilih untuk memastikan kekuatan struktur serta ketahanan terhadap beban lalu lintas, sekaligus memberikan kenyamanan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.


Dia menjelaskan, pembangunan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kemantapan jalan di wilayah tersebut. Sebelum pembangunan, kondisi jalan mantap tercatat 7,25 kilometer atau 74,01 persen, sementara jalan tidak mantap mencapai 2,55 kilometer atau 25,99 persen.


Menurut dia, setelah pembangunan rampung, kondisi jalan mantap meningkat menjadi 8,2 kilometer atau 83,67 persen, sedangkan jalan tidak mantap turun menjadi 1,60 kilometer atau 16,33 persen.


Ruas jalan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat di Kecamatan Lawang Wetan dan Kecamatan Sekayu, khususnya warga Desa Simpang Sari Talang Care dan Bandar Jaya. Akses menuju pusat pemerintahan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kawasan perkebunan hingga jalur strategis menuju ruas Sukarami–C2 dan jalan nasional Sekayu–Mangun Jaya menjadi lebih lancar.


Bupati M Toha Tohet menegaskan, pembangunan jalan Simpang Sari–Bandar Jaya merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.


Dia mengatakan, jalan tersebut merupakan harapan lama masyarakat sehingga sejak awal kepemimpinan pemerintah daerah berupaya menuntaskan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan warga.


Menurut dia, keberadaan jalan yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa serta meningkatkan kualitas hidup warga.


Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi serta pemerataan pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok desa. (**)

 


Padang - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, melakukan Safari Ramadhan 1447 Hijriah ke Mushalla Al-Jannah di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Sabtu malam (21/2/2026). Kedatangannya disambut hangat oleh jemaah mushalla tersebut.


Ketua Pengurus Mushalla Al-Jannah, Sintek Riyanto, menjelaskan bahwa kedatangan Tim Safari Ramadhan DPRD Sumbar rezeki bagi Jemaah tersebut. “Mushalla ini didirikan dari swadaya masyarakat. Ini adalah bantuan pertama yang kami terima,” ujarnya.


Untuk itu, pria yang akrab disapa Rian ini, mewakili masyarakat yang menjadi jemaah Mushalla Al-Jannah, megucapkan terima kasih kepada Tim Safari Ramadhan DPRD Sumbar yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.


“Kami sangat bersyukur karena aspirasi masyarakat diakomodir oleh Bapak Evi Yandri Rajo Budiman. Ini benar-benar berkah bagi mushalla kami,” tukasnya.


Sedangkan Evi Yandri Rajo Budiman menjelaskan, sebelumnya timnya memang sudah datang ke Mushalla Al-Jannah untuk menghimpun aspirasi masyarakat. “Mushalla Al-Jannah adalah lokasi pertama yang saya kunjungi langsung dalam kegiatan Safari Ramadhan sekarang,” ujarnya.


Evi Yandri pun mengatakan bahwa dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, terdapat 21 masjid/mushalla lagi yang akan dikunjunginya. Lokasinya tidak saja di Padang tetapi juga ada di luar Kota Padang. “Safari Ramadhan ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi momentum silaturahmi dengan masyarakat,” tambahnya.


Selain itu, lanjutnya, dalam Safari Ramadhan timnya juga akan menghimpun aspirasi masyarakat. Lalu, menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait program kerja pemerintah, khusus di Sumatera Barat.


“Dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, kita menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mushallah yang dari dana pokok-pokok pikiran yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat,” tukas legislator dari Partai Gerindra ini.


Sebelumnya Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, menjelaskan bahwa Tim Safari Ramadhan 1447 H DPRD Sumbar, bakal mengunjungi 216 lokasi. “Sebanyak 25 lokasi menjadi agenda kunjungan empat pimpinan DPRD Sumbar,” ujarnya.


Selanjutnya, sembilan anggota Komisi I dijadwalkan mengunjungi 23 lokasi. Sedangkan 12 anggota Komisi II akan mendatangi 35 lokasi. “Untuk Komisi III yang berjumlah 12 orang, mereka akan mengunjungi 47 lokasi,” tambahnya.


Adapun Komisi IV dengan 14 anggota, imbuhnya, dijadwalkan mengunjungi 51 lokasi. “Sementara itu, Komisi V yang terdiri dari 15 anggota akan berkunjung ke 45 lokasi,” tukas Maifrizon.


Dalam Safari Ramadhan tahun ini, sambungnya, bantuan yang akan disalurkan DPRD Sumbar yaitu sebesar Rp50 juta untuk masjid, dan Rp20 juta untuk mushalla. (*)



SUMBARNET - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan komitmennya memberantas narkoba melalui pendekatan rehabilitasi dan penguatan peran masyarakat. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Mushalla Al-Jannah, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Sabtu (21/2/2026).


Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Evi Yandri juga menghadirkan dua mantan penyintas narkoba. Keduanya membagikan pengalaman pahit saat kecanduan dan mengaku bersyukur karena telah direhabilitasi sehingga dapat kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.



Evi Yandri menegaskan, masyarakat tidak boleh menyerah ketika menghadapi persoalan anak atau anggota keluarga yang terjerat narkoba. Ia menilai masih banyak solusi yang bisa ditempuh selain jalur pidana.


“Jika ada anak atau keluarga yang menjadi pecandu atau pemakai narkoba, jangan patah arang. Jangan langsung berpikir penjara adalah satu-satunya jalan, karena mereka masih bisa direhabilitasi,” ujar Evi Yandri legislator dari Partai Gerindra ini.


Ia menambahkan, rehabilitasi telah terbukti memulihkan banyak penyintas hingga mampu kembali berinteraksi secara wajar di lingkungan sosial. “Sudah banyak yang pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Inilah yang kami sampaikan dalam Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk edukasi dan kebaikan bagi masyarakat,” katanya.




Berdasarkan hasil kajian, sambungnya, pola awal penyalahgunaan narkoba bermula dari lingkungan pertemanan. Bahkan 88 persen pengguna pertama kali mendapat barang haram itu dari teman. “Jadi, lingkungan itu sangat penting untuk kita jaga agar terhindar dari pengaruh buruk,” tegasnya.


Maka dari itu, Evi Yandri menekankan pentingnya pengawasan keluarga dan lingkungan terdekat. Dari data yang dilihatnya, juga masyarakat yang terjerat narkoba terus mengalami peningkatan. Jadi, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari menutup pintu masuk peredaran, memperkuat sosialisasi bahaya narkoba, meningkatkan pengawasan, hingga menyediakan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.




“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan apapun yang bisa mencegah penyalahgunaan narkotika. Awasi keluarga, sebarkan informasi, atau lembaga bisa mengadakan sosialisasi. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaatnya,” ujarnya. (*)




Oleh: Prof Werry Darta Taifur (Akademisi Senior UNAND)


KEADAAN ekonomi, sosial dan lingkungan alam Sumbar nan sarupo iko kini bukan tanpa alarm sebelumnya. 


Masalah ekonomi Sumbar 2018 sudah diingatkan  semenjak tahun 2018 bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar akan terus melambat karena struktur ekonomi Sumbar yang  didominasi sektor pertanian yang sudah melampaui daya dukungnya. 


Kemudian investasi besar untuk hilirisasi tidak mungkin ada di Sumbar. 


Maka pengembangan dan peningkatan daya  saing industri dan menengah menjadi semakin urgen di samping menggarap potensi kawasan pesisir dan laut. 


Oleh karena tidak ada yang difokuskan pada dua bidang terakhir selama 10 tahun terakhir, telah membuahkan hasil ekonomi Sumbar semakin redup. 


Tanpa bencana dan covid, ekonomi Sumbar tetap redup karena perlambatan itu semakin nyata dari tahun ke tahun. 


Kita (Sumbar,red) masih lebih suka serimoni dan mendapat atau mengerjar penghargaan daripada menyadari bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi yang semakin redup itu mengindikasikan terdapat masalah strukutral yang menghambat peningkatan produktivitas. 


Sudah berapa banyak serimoni ini dan itunya yang diperkirakan berdampak terhadap peningkatan ekonomi, he he heee berujung pada ketidak berlajutan. 


Sudah berapa banyak penghargaan dari pemerintah pusat yang diterima pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota belum  berdampak terhadap peningkatan daya saing produk yang dihasilkan dan daya saing daerah sendiri. 


Setelah terjadi bencana alam di Sumbar pada minggu terakhir Noverber 2025 yang meluluh lantakan sumber produktif beberapa

daerah kabupate/ kota di Sumbar, lonjakan pertumbuhan ekonomi (rebound) akibat bantuan pemerintah  pusat dan  berbagai pihak. 


Tapi rebound  itu tidak didorong oleh kegiatan produksi. (***)