PADANG — DPRD Provinsi Sumatera Barat berkomitmen perkuat fungsi pengawasan pengelolaan dan penggunaan anggaran daerah. Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, saat menerima tiga dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumbar, Selasa (10/2).


Tiga LHP tersebut mencakup pemeriksaan atas kepatuhan belanja daerah, pengelolaan operasional Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jamkrida Sumbar (Perseroda), serta kinerja pemerintah provinsi dalam mendukung sektor ketahanan pangan.


“Sektor belanja modal, pengelolaan operasional, dan ketahanan pangan merupakan area yang rawan terhadap potensi penyimpangan. Karena itu, audit BPK menjadi instrumen pencegahan yang sangat penting dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Muhidi.


Adapun ruang lingkup pemeriksaan yang tertuang dalam LHP meliputi kepatuhan pelaksanaan belanja barang, jasa, dan belanja modal Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun anggaran 2025. Selain itu, BPK juga melakukan pemeriksaan atas kepatuhan pengelolaan operasional PT Jamkrida Sumbar untuk periode 2023 hingga Semester I 2025.


Sektor ketahanan pangan turut menjadi perhatian melalui evaluasi kinerja pemerintah provinsi dalam mendukung program dan kebijakan ketahanan pangan selama periode 2023–2025.


Muhidi menegaskan, DPRD Sumbar mempelajari seluruh rekomendasi dan catatan yang tertuang dalam LHP tersebut secara mendalam sebagai dasar pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pihak terkait menindaklanjuti temuan BPK sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. 


“Rekomendasi BPK harus ditindaklanjuti secara serius agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegasnya.


Pada kesempatan itu, Muhidi menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, beserta jajaran auditor atas pelaksanaan pemeriksaan yang dinilai profesional, independen, dan objektif.


Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimi menyatakan, LHP yang diserahkan BPK RI menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. 


Menurutnya, LHP tidak hanya untuk menilai tingkat kepatuhan pengelolaan keuangan, tetapi juga menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program, khususnya di sektor ketahanan pangan yang berkaitan langsung dengan kebijakan nasional.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK secara sungguh-sungguh, tepat waktu, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pengendalian internal, serta memperbaiki kualitas administrasi dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan.


Penyerahan dokumen LHP tersebut turut dihadiri, jajaran direksi PT Jamkrida Sumbar, serta pimpinan daerah dari Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat. (**)

 


Lembang – Kabut tipis turun perlahan di kawasan Lembang. Udara lembap bercampur aroma pinus tua yang ditanam sejak 1971. Di antara tegakan yang menjulang itulah Orchid Forest Cikole berdiri, sebuah ruang temu antara konservasi dan wisata.


Kawasan ini tumbuh dari kemitraan yang saling melengkapi: perusahaan umum Kehutanan Negara Indonesia (Perhutani) sebagai pemegang otoritas hutan negara dan Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis sebagai pengelola wisata, bersama Orchid sebagai konsep destinasi berbasis anggrek serta forest healing sejak 2018.


Perhutani Menjaga Tekanan


Perhutani memegang peran fundamental. Mereka memastikan hutan tetap berdiri. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Penebangan hanya dilakukan jika membahayakan keselamatan pengunjung.


Curah hujan tinggi dan cuaca tak menentu menjadi tantangan tersendiri. 


"Pada Januari lalu, 32 pohon roboh akibat angin kencang. Namun setiap pohon yang tumbang segera diganti. Penanaman ulang dilakukan menggunakan hasil persemaian yang telah kami kelola," ujar Manajer Cluster Lembang, Sumarsono didampingi SPV Pemasaran dan Relasi Dadan Hamdan pada Kamis, (12/2/2026) di Lembang.


Setiap tahun, kemitraan itu juga dikontrol. Maksimal 10 persen dari luas lahan boleh dimanfaatkan untuk bangunan. Selebihnya harus tetap menjadi ruang hijau. Hutan bukan sekadar latar foto, melainkan fondasi kawasan.


Palawi Mengelola Irama Wisata


Di sisi operasional, Palawi mengatur tata kelola agar selaras dengan aturan kehutanan. Manajer cluster, Sumarsono, membawahi 23 destinasi wisata di Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, dan Bandung.


Di Orchid Forest sendiri, sekitar 150 karyawan bekerja setiap hari menjaga kebersihan dan layanan. Sebanyak 25 pengawas memastikan operasional berjalan sesuai standar. Model ini menunjukkan bahwa wisata dapat tumbuh tanpa menggerus hutan.


"Secara keseluruhan di Pulau Jawa, Palawi mencatat keuntungan Rp39 miliar pada 2025, meningkat dari tahun sebelumnya," kata Sumarsono.


Angka itu lahir dari sistem yang menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi.


Orchid Menawarkan Pengalaman


Sementara itu, Orchid menghadirkan daya tarik emosionalnya. Sekitar 12 hektar kawasan dihiasi ribuan anggrek yang menyatu dengan tegakan pinus. Udara bersih dan suasana rimbun menjadi nilai jual utama.


Saat akhir pekan, 2.000 hingga 3.000 orang datang menikmati kawasan ini. Pada hari biasa, sekitar 500 pengunjung hadir. Turis dari Malaysia dan Singapura pun rutin berkunjung. Jam operasional dibuka pukul 10.00–19.00 pada hari biasa dan 08.00–19.00 saat akhir pekan.


Seorang pengunjung, Cimon dari Sumatera, menggambarkan kesannya sederhana.


“Asri dan bersih. Cocok untuk seluruh yang ingin merasakan kehijauan di Indonesia. Pepohonannya pun rimbun, asik lah pokoknya,” ujarnya.


Di tengah perubahan cuaca yang sulit ditebak, kawasan ini terus beradaptasi. Pohon yang roboh diganti. Jalur yang rusak diperbaiki. Pengawasan diperketat. Semua dilakukan tanpa mengurangi satu hal yang paling dicari pengunjung: rasa tenang.


Di sinilah keseimbangan itu diuji setiap hari. Perhutani menjaga tegakan tetap berdiri. Palawi memastikan tata kelola berjalan rapi. Orchid menghadirkan pengalaman yang menyentuh indra. Ketiganya bergerak dalam ritme yang sama.


Dan selama komitmen itu tetap menjadi yang pertama, hijau Lembang akan terus hidup. Bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai pengingat bahwa alam dan ekonomi tidak harus saling meniadakan. (*)


TEKS FOTO :

TAMBANG-  Tambang batu kapur PT Semen Padang di Bukit Karang Putih, Batu Gadang, Padang. Dari sinilah sekitar 80 persen komposisi semen berasal—batu kapur berkualitas tinggi yang menjadi fondasi utama pembentukan klinker dan penentu kekuatan semen.



SUMBARNET – Setiap bangunan kokoh, jalan raya, hingga jembatan megah berdiri di atas satu material kunci: semen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik satu sak semen tersimpan proses panjang dan presisi tinggi yang dimulai dari alam, lalu diolah dengan teknologi modern hingga siap menopang pembangunan. Perjalanan itu dimulai dari bahan baku utama yang dikelola secara terencana dan terintegrasi.


1. Batu Kapur: Fondasi Utama Kekuatan Semen


Sekitar 80 persen komposisi semen berasal dari batu kapur (limestone). Material alami yang kaya akan kalsium oksida (CaO) ini ditambang secara mandiri dan menjadi tulang punggung dalam pembentukan klinker—jantung produksi semen. Tanpa batu kapur berkualitas, mustahil menghasilkan semen dengan kekuatan dan daya tahan optimal.


2. Silika: Penguat Struktur Kimia Semen


Tak kalah penting, batu silika (silica stone) menyumbang sekitar 10 persen dari total bahan baku. Kandungan silikon dioksida (SiO₂) di dalamnya berfungsi memperkuat struktur kimia semen sehingga mampu memberikan daya rekat tinggi saat diaplikasikan pada konstruksi. Material ini diperoleh dari kawasan perbukitan dengan kandungan silika alami yang terjaga mutunya.


3. Clay: Penentu Stabilitas pada Suhu Ekstrem


Komposisi semen dilengkapi dengan clay yang mengandung aluminium oksida (Al₂O₃). Dengan porsi sekitar 8 persen, clay berperan penting dalam proses pembakaran bersuhu tinggi. Material ini membantu menciptakan karakter semen yang stabil, konsisten, dan mudah dikontrol selama proses produksi.


4. Pasir Besi: Kecil Porsi, Besar Peran


Meski hanya sekitar 2 persen, pasir besi (iron sand) memiliki fungsi strategis. Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) membantu efisiensi pembakaran sekaligus memengaruhi warna dan kualitas klinker.


Selain empat material utama di atas, terdapat pula material tambahan berupa gypsum, pozzolan, dan batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone).


5. Gypsum: Pengatur Waktu Pengerasan


Setelah bahan baku utama diolah, gypsum ditambahkan untuk mengontrol laju pengerasan semen. Material ini memastikan pekerja konstruksi memiliki waktu yang cukup dalam proses pengecoran tanpa mengorbankan mutu akhir bangunan. Takaran gypsum disesuaikan secara ketat dengan standar kualitas yang berlaku.


6. Pozzolan: Solusi Kuat sekaligus Ramah Lingkungan


Pozzolan menjadi material tambahan strategis yang berfungsi sebagai sumber silika reaktif dan substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penggunaannya menjadi bagian dari komitmen industri semen terhadap praktik produksi berkelanjutan.


7. Limestone (High Grade): Penjaga Konsistensi Produk


Material tambahan lainnya adalah batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone). Digunakan sebagai filler dan substitusi klinker, material ini memastikan kualitas semen tetap konsisten sesuai spesifikasi produk yang dihasilkan.


Dari Tanur 1.450°C hingga Siap Digunakan


Seluruh material kemudian diproses melalui tahapan terintegrasi: penggilingan presisi, pencampuran komposisi, pembakaran dalam tanur bersuhu hingga 1.450 derajat Celsius, pendinginan, hingga penggilingan akhir.


Dari proses panjang inilah lahir semen yang siap digunakan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.


Visual bahan baku yang ditampilkan menjadi cerminan komitmen industri semen dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dari batuan alami hingga produk bernilai tambah, setiap tahap dijalankan dengan pengendalian mutu ketat demi menghadirkan semen yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)



SUMBARNET - Lembaga Anti Narkotika (LAN) Pasaman Barat menggelar pembenahan internal secara intensif untuk menyambut sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di berbagai nagari.


Langkah ini memperkuat sinergi LAN dengan BNNK Pasaman Barat, mengingat wilayah ini sebagai pintu masuk peredaran narkoba dari Sumatera Utara.Rabu(11/02)di kediaman Ketua LAN Pasaman Barat Ir.Parizal Hafni . Jalan Flores,Nagari Parit, Kecamatan Parit Koto Balingka.


Upaya Persiapan LAN Menyelenggarakan rapat koordinasi untuk menyusun strategi sosialisasi P4GN hingga ke tingkat nagari, melibatkan generasi milenial dan tokoh masyarakat.


Melatih kader anti-narkoba sebagai fasilitator di nagari rawan, fokus pada program "Nagari Bersih Narkoba (Bersinar)" Berkoordinasi dengan Polres, Kejari, dan BNNK untuk program terintegrasi di 11 kecamatan.

Ketua LAN Pasaman Barat, Ir. Parizal Hafni, menegaskan komitmen ini untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, sejalan dengan prestasi BNNK dalam pengungkapan kasus. Sosialisasi dijadwalkan mulai akhir Februari 2026 secara bertahap di nagari-nagari prioritas," ujarnya. (Samino)

 


AGAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) gencarkan sosialisasi pemungutan Pajak Air Permukaan (PAP) ke kabupaten dan kota di Sumbar.


Setelah sebelumnya digelar di Pasaman Barat (Pasbar) dan Pesisir Selatan (Pessel), pada Rabu (11/2), sosialisasi tersebut berlanjut dilaksanakan di Kabupaten Agam. Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, Al Amin.


Dalam sambutannya Evi Yandri mengatakan, saat ini kondisi fiskal daerah sedang tidak baik-baik saja, ditambah dengan adanya musibah bencana yang melanda Sumatera Barat pada akhir November lalu. 

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah pusat dalam melaksanakan program pembangunan maupun tanggap darurat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana.


Menyikapi hal itu, kata dia, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, berbagai potensi pendapatan terus dikaji DPRD bersama Pemprov untuk upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 


Evi Yandri menjelaskan, dari kajian yang telah dilakukan DPRD bersama Pemprov disepakati salah satu potensi yang difokuskan untuk dioptimalkan adalah dari PAP. Sesuai regulasi setiap pihak yang memanfaatkan air permukaan baik secara langsung maupun tidak langsung, dikenakan PAP.


“Dari kajian dan pendalaman yang kita lakukan dapat disimpulkan potensi PAP ini tidak hanya terkait dengan pajak dari PDAM, PLTA, restoran, dan hotel, tetapi juga dapat digali dari perkebunan-perkebunan yang beroperasi di Sumbar, karena mereka juga menggunakan air permukaan. Selama ini potensi itu yang luput kita optimalkan,” katanya.


Dikatakannya, untuk memastikan pemungutan PAP berjalan optimal, Pemprov bersama DPRD juga telah melakukan studi ke sejumlah provinsi di Indonesia guna mendalami penerapan pungutan PAP sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022. 


Sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah dimiliki Sumatera Barat, mengoptimalkan pungutan PAP mulai dilaksanakan awal tahun sekarang. Mendukung pelaksanaannya, sosialisasi terus digencarkan. Dengan adanya sosialisasi diharapkan semua pihak terkait dapat memahami tujuan kebijakan tersebut dan siap bersama-sama mendukung penerapannya.


“Kepada perusahaan yang hadir dalam sosialisasi hari ini kami imbau agar dapat mendalami regulasi terkait PAP, soal wajib pajak, dasar penghitungannya, dan lain-lain silakan didalami,” katanya.

Evi Yandri juga menegaskan, pajak bukanlah untuk dipertentangkan, melainkan adalah kewajiban sebagaimana diatur oleh undang-undang. Pemerintah juga telah menghitung nilai pajak secara wajar dengan tetap mempertimbangkan kepentingan investor.


“Berangkat dari semua itu, mari kita laksanakan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya, agar kita juga tetap bisa eksis di bidang masing-masing. Pemerintah menjalankan fungsinya, perusahaan menjalankan fungsinya. Bersama-sama kita berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tukas politisi Gerindra tersebut. 


Sosialisasi pemungutan PAP yang dilaksanakan di Agam, juga dihadiri oleh anggota DPRD Sumbar, Nofrizon, Kepala SDA BK Provinsi Sumbar, Asisten III Pemkab Agam Syatria, OPD di lingkup pemerintahan Agam, Forkopimda dan perusahaan-perusahan yang ada di Kabupaten Agam. (*)



SUMBARNET - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, kunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dalam rangka persiapan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.


Dalam kunjungan itu, Wali Kota Bukittinggi didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah kepala SKPD disambut langsung Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S, M.Sc. beserta beberapa Dirjen di Lingkungan Kemenbud  RI.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias memaparkan beberapa rencana program peringatan 100 Tahun Jam Gadang (1926–2026).


Peringatan 100 tahun ikon Kota Bukittinggi ini dirancang sebagai momentum untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya, serta menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota perjuangan, sekaligus memperkenalkan warisan budaya daerah ke tingkat nasional hingga internasional.


"Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol perjalanan panjang bangsa. 100 tahun Jam Gadang ini merepresentasikan perjalanan dari masa kolonial menuju kemerdekaan dan persahabatan antarbangsa, sehingga peringatannya harus diisi dengan kegiatan edukatif, kultural dan berskala internasional,”jelasnya


Wako menambahkan, rangkaian kegiatan yang disiapkan antara lain Jam Gadang Cultural Night, seminar nasional dan internasional, lomba fotografi internasional, pameran 100 foto Jam Gadang, pekan sinema, promosi pariwisata, hingga bazar UMKM masyarakat serta berbagai agenda lainnya yang mendukung program unggulan 1001 Event.


"Pemerintah Kota Bukittinggi berharap peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi ruang refleksi lintas generasi untuk merawat warisan budaya serta memperkuat ekosistem kebudayaan daerah secara berkelanjutan,"ungkapnya.


Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap rencana kegiatan tersebut. Menurutnya ada beberapa kegiatan yang dapat diseleraskan dengan program yang ada di Kementerian Kebudayaan. Diantaranya Program Dana Indonesiana, yang merupakan program yang bertujuan untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional, termasuk pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya di seluruh pelosok tanah air.


“Kami mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan rangakaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang. Ini masih ada waktu untuk melakukan sinkronisasi beberapa kegiatan dengan program yang ada di Kementerian Kebudayaan. Sehingga nantinya akan ada kolaborasi baik itu dalam  hal steknis pelaksanaan kegiatan maupun pendanaannya,” terang Fadli Zon.


Ia juga menyarankan akan program ini turut disampaikan kepada lembaga lainnya, baik itu legislative maupun eksekutif. Sehingga semangat  gotong royong dan rasa memiliki akan event 100 Tahun Jam Gadang dapat dirasakan oleh seluruh pihak. (**)

 


SUMBARNET - Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Pemerintah Daerah setempat menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah destinasi wisata unggulan di Kota Padang.


Aksi bersih lingkungan ini diikuti oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan melibatkan sedikitnya 450 personel Polri, didukung oleh 150 personel TNI AL, 20 personel TNI AD, serta jajaran dari Pemerintah Kota Padang dan masyarakat sekitar.


Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang turun langsung memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


"Kebersihan ini adalah tugas kita bersama. Kita harus menanamkan kedisiplinan menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa. Jika sudah terbiasa disiplin, kita akan merasa malu jika melihat lingkungan kotor," ujar Brigjen Pol Solihin di sela-sela kegiatan.


Wakapolda juga menambahkan bahwa kebersihan pantai merupakan kunci utama dalam menarik wisatawan, baik dari Sumatera Barat maupun luar daerah. 


"Ini adalah destinasi wisata. Sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan, kita harus membawa nama baik daerah dengan kondisi yang bersih. Jika bersih, orang tentu akan lebih senang berkunjung," tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan imbauan tambahan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menekankan agar warga tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dampaknya sangat luas mulai dari banjir hingga sumber penyakit. Kesadaran ini harus muncul dari hati sendiri, jangan hanya disiplin karena ada petugas," ungkap Kombes Pol Susmelawati.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemda ini akan dijadikan agenda rutin guna memastikan kelestarian alam di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.


Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong sampah, yang kemudian diangkut oleh armada kebersihan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (red)

 


SEKAYU - Sumbarnet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin meresmikan Gedung sekaligus meluncurkan layanan UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Senin (9/2/2026), di Sekayu. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet sebagai bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan daerah.


Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya operasional Labkesmas dengan fasilitas yang lebih modern, representatif, dan terstandar.


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran instansi terkait, di antaranya Kasdim 0401/Muba Mayor Inf Nur Sigit Prasetya, Wakapolres Muba Kompol Iwan Wahyudi, Ketua Komisi IV DPRD Muba Edi Hariyanto, perwakilan Kejaksaan Negeri Muba, Pengadilan Agama Sekayu, pimpinan perangkat daerah, kepala puskesmas se-Kabupaten Muba, pimpinan rumah sakit daerah, serta Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu.


Dalam sambutannya, Bupati Muba menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.


“Laboratorium kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan yang berkualitas, cepat, dan akurat. Labkesmas harus menjadi pusat layanan yang profesional dan terpercaya,” kata Bupati.


Bupati berharap keberadaan Labkesmas tidak hanya sebatas fasilitas fisik, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan puskesmas, rumah sakit, serta pemeriksaan langsung bagi masyarakat.


Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan Labkesmas.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Muba Zwesty Wisma Devi menyampaikan Labkesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya promotif, preventif, dan surveilans penyakit.


“Labkesmas tidak hanya menunjang diagnosis klinis, tetapi juga berperan dalam pengendalian faktor risiko lingkungan dan penjaminan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.


UPT Labkesmas Muba melayani pemeriksaan klinik seperti hematologi, kimia darah, HbA1c, spermatologi, dan urinalisa termasuk tes narkoba. Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan kesehatan lingkungan berupa uji kualitas air dan pangan.


“Keberadaan Labkesmas diharapkan dapat mendukung program prioritas pemerintah daerah dalam menurunkan angka kesakitan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mempercepat deteksi dini penyakit,” ungkap Zwesty.


Dia berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta pengembangan inovasi layanan laboratorium sesuai standar yang telah ditetapkan. (**)

 


Jakarta, – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menegaskan realisasi anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun 2025 sebesar 96,12 persen harus sejalan dengan kualitas fisik pekerjaan di lapangan serta tepat sasaran.


Penegasan itu ia sampaikan dalam rapat evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 bersama Menteri PKP pada Selasa (10/2/2026).


Zigo menyatakan capaian serapan anggaran yang tinggi tidak boleh hanya berhenti pada angka administratif. Menurutnya, kualitas bangunan dan manfaat program bagi masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.


“Realisasi anggaran 96,12 persen harus benar-benar sejalan dengan kualitas fisik di lapangan dan ketepatan sasaran program,” tegas Zigo dalam rapat tersebut.


Ia menekankan Komisi V DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap program perumahan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 


Memasuki Tahun Anggaran 2026, Zigo memastikan Komisi V DPR RI akan mengawal peningkatan anggaran Kementerian PKP menjadi Rp10,89 triliun.


Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung target 400.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).


Menurut Zigo, lonjakan target itu membutuhkan dukungan sistem yang kuat dan koordinasi lintas sektor. Ia tidak ingin program BSPS terhambat persoalan birokrasi maupun kendala lahan.


“Kami akan terus mengawal agar target 400.000 unit BSPS dapat terlaksana tanpa hambatan birokrasi maupun kendala lahan,” ujarnya.


Selain pengawasan anggaran, Zigo juga mendesak percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana. Ia meminta Kementerian PKP segera menyelesaikan berbagai persoalan status lahan pada aset-aset mangkrak.


Menurutnya, penyelesaian lahan menjadi kunci agar pembangunan tidak berlarut-larut.


Zigo menegaskan setiap rupiah anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.


“Setiap rupiah anggaran yang dialokasikan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.


Melalui pengawasan ketat Komisi V DPR RI, Zigo berharap program perumahan nasional berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia. (***)

 


SUMBARNET - Pesan tegas tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai fondasi keselamatan kerja mengemuka dalam Seminar Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026. Seminar ini menghadirkan sport physiotherapy and high performance coach Matias Ibo, yang menekankan bahwa kinerja aman dan produktif tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun dari kesiapan fisik, mental, dan pola hidup sehat yang konsisten.


Mengusung tema “Fit to Work, Fit to Perform: Kesiapan Fisik sebagai Fondasi Keselamatan dan Produktivitas Kerja”, Coach Matias tampil sebagai pembicara utama di hadapan ratusan insan PT Semen Padang di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026). Ia mengajak peserta melihat K3 bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi dari kesiapan manusia sebagai subjek utama keselamatan.


“Keselamatan dan performa kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi tubuh. Tubuh yang bugar, pikiran yang siap, dan pola pemulihan yang benar akan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Matias.


Pesan Kesehatan: dari Pikiran hingga Pemulihan Tubuh


Dalam paparannya, Matias menjelaskan bahwa performa kerja optimal dibangun melalui sebuah sistem terpadu. Ia memulai dari teknik kerja yang harus dipahami dan divisualisasikan secara benar sebelum dieksekusi di lapangan. Menurutnya, visualisasi positif membantu tubuh bekerja lebih presisi dan aman.


“Pikiran harus dilatih membayangkan proses kerja yang benar. Ketika teknik sudah matang di kepala, tubuh akan lebih siap mengeksekusinya tanpa ragu,” jelasnya.


Aspek berikutnya adalah kebugaran fisik dan daya tahan tubuh. Matias menekankan bahwa latihan fisik tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Pekerja juga perlu mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri.


“Tubuh yang terlatih dan dikenali dengan baik akan lebih tahan terhadap beban kerja, terutama di industri dengan intensitas tinggi seperti semen dan pertambangan,” katanya.


Ia juga menyoroti kekuatan mental sebagai pengendali utama performa kerja. Pola pikir yang positif dan tenang diyakini berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan yang aman di tempat kerja.


“Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mental yang baik akan memandu tubuh bekerja dengan lebih aman,” ujarnya.


Tak kalah penting, Matias menggarisbawahi nutrisi, pemulihan, dan pencegahan cedera. Menurutnya, cedera bukan sekadar musibah, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki.


“Cedera adalah umpan balik. Dengan memahami sinyal tubuh, kita bisa bekerja lebih aman dan berkelanjutan. Inilah makna fit to work yang sesungguhnya,” tegas Matias.


Siapa Coach Matias Ibo?


Matias Ibo dikenal sebagai sport physiotherapy and high performance coach yang berpengalaman mendampingi atlet profesional, komunitas olahraga, hingga korporasi dalam membangun sistem performa berbasis kesehatan, pencegahan cedera, dan kesiapan fisik jangka panjang. Pendekatannya menekankan keseimbangan antara teknik, kondisi fisik, mental, nutrisi, dan pemulihan—konsep yang kini banyak diadopsi dalam industri berisiko tinggi.


Manajemen Tegaskan K3 sebagai Budaya, Bukan Rutinitas


Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan modal utama keberlanjutan bisnis perusahaan.


“Sebagai industri dengan tingkat risiko tinggi, kinerja unggul hanya bisa dicapai jika insan perusahaan sehat, bugar, dan siap bekerja optimal. Itulah esensi Fit to Work, Fit to Perform,” ujar Andria.


Ia menambahkan bahwa pendekatan K3 ke depan harus semakin holistik, tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang aman.


Seminar ini dibuka secara resmi oleh Andria Delfa dan dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan dan karyawan dari berbagai unit kerja.


Apresiasi Kinerja K3 lewat SHE Challenge


Selain seminar, PT Semen Padang juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan SHE Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja dan individu yang menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan budaya K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan teladan bagi seluruh lini perusahaan.


Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh manajemen dan antusiasme karyawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.


Pelaksanaan Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026, sejalan dengan Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026, dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.


Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye K3, penilaian tempat kerja teladan, safety riding, GERMAS, hingga seminar puncak yang menghadirkan Coach Matias Ibo sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja selalu berawal dari tubuh dan pikiran yang siap. (*)


Berikut Pemenang SHE Challenge PT Semen Padang


Juara Umum

Juara 1: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Juara 2: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Juara 3: Unit Produksi Semen


Best Stage

Best Stage Cerdas Cermat: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Best Stage Working Procedure – Operasional: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Best Stage Working Procedure – Nonoperasional: Unit Sistem Manajemen

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Kecil: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Besar: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage P3K dan Evakuator: Tim TITAN (Unit Operasi Tambang, Unit Perencanaan dan Pengawasan Tambang, Unit Produksi Bahan Baku)


Tempat Kerja Teladan


Kategori Nonoperasional

Juara 1: Kantor Internal Audit

Juara 2: Kantor Akuntansi (Lt. 4 Kantor Pusat)

Juara 3: Kantor Akuntansi (Lt. 1 Kantor Pusat)


Kategori Operasional

Juara 1: Crusher Tambang

Juara 2: Coal Mixing

Juara 3: Tambang 2. (**)