Padang — DPRD Sumatera Barat menyoroti mencuatnya isu LGBT di daerah tersebut yang belakangan ramai diperbincangkan publik, termasuk dugaan kemunculannya di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP).


Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, mengatakan pihaknya memandang serius perkembangan isu tersebut karena dinilai berkaitan dengan nilai sosial, adat, dan budaya yang dianut masyarakat Minangkabau.


Menurutnya, Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah adat dan agama, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sehingga berbagai fenomena sosial perlu disikapi dengan kehati-hatian.


Ia menilai munculnya fenomena tersebut tidak terlepas dari pengaruh globalisasi serta perkembangan informasi yang semakin terbuka di tengah masyarakat.


Meski demikian, kata Nanda, setiap perkembangan sosial tetap harus disikapi dengan mengedepankan nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi pedoman masyarakat Minangkabau.


Terkait aspek regulasi, Nanda mengungkapkan hingga saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) di Sumatera Barat yang secara khusus mengatur mengenai isu LGBT.


Namun demikian, sejumlah regulasi yang sudah ada dinilai masih dapat menjadi dasar dalam menjaga norma sosial serta ketertiban umum di tengah masyarakat.


“Perda khusus belum ada, tapi kami sedang mencari cantolannya yang pas karena Perda ini juga harus menyesuaikan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah pusat,” ujar Nanda kepada wartawan, Senin (6/4).


Ia menjelaskan, dalam proses penyusunan regulasi daerah, DPRD harus memastikan bahwa aturan yang dibuat memiliki dasar hukum yang kuat serta tidak bertentangan dengan regulasi di tingkat nasional.


Karena itu, DPRD Sumbar membutuhkan masukan dari berbagai pihak, termasuk tim ahli, akademisi, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya untuk merumuskan kebijakan yang tepat.


Selain melalui jalur regulasi, DPRD juga menilai pendekatan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam menyikapi persoalan sosial yang berkembang.


Peran keluarga, lembaga pendidikan, serta tokoh adat dan agama dinilai sangat strategis dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya di tengah masyarakat.


Ke depan, DPRD Sumbar membuka peluang untuk merumuskan kebijakan yang lebih konkret melalui penguatan regulasi maupun kerja sama lintas sektor.


Nanda menegaskan, yang terpenting adalah memastikan nilai-nilai adat dan norma yang berlaku di Sumatera Barat tetap terjaga, sekaligus menyikapi setiap persoalan sosial secara bijak dan terukur. (*)



SUMBARNET - Stagnanya kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar di angka 30.000 - 50.000 membuat Sumbar harus berfikir keras untuk mencari solusi dan melakukan terobosan pembangunan untuk di usulkan ke pemerintahan pusat agar potensi wisata alam dan budaya Sumatera barat  yang beragam dapat di akses langsung oleh wisatawan tampa kesulitan dengan transit dulu ke kota Padang dan melanjutkan dengan pesawat perintis atau kapal Ferry ke Mentawai yang membuat cost wisatawan menjadi mahal dan waktu yang menyesuaikan dengan jadwal penerbangan pesawat perintis dan kapal Ferry ke Mentawai 


Wisatawan manca negara ke Mentawai rata rata membawa papan selancar yang jelas akan sangat merepotkan wisatawan untuk transit 


Membayangkan pesawat dari berbagai negara langsung terbang ke Mentawai dan Mentawai memiliki kantor imigrasi sendiri adalah mimpi wisatawan dan pelaku wisata di sumatera  Barat, sebagaimana pulau Mentawai layaknya pulau Dewata Bali yang bisa di akses penerbangan dari berbagai negara di dunia ujar zuhrizul saat seminar kebangkitan ekonomi Sumbar pasca bencana 


Ke depan Mentawai akan menjadi episentrum pariwisata di wilayah Indonesia Barat yang tentu lebih dekat dari negara negara di Asia dan limpahan wisatawan Eropa yang banyak di Singapore sebagai hub tourism dimana cost nya lebih murah di banding mereka harus ke Bali atau lombok apalagi raja Ampat 


Untuk amenity hotel, restourant dan fasilitas lainnya dari pihak swasta sudah pasti akan akan di siapkan  beriringan dengan proses  pembangunan bandara internasional yang lebih representatif di Mentawai 


Secara budaya masyarakat asli kabupaten Mentawai memang berbeda dengan daerah-daerah kab/kota lainnya di  sumatera barat , keberagaman budaya inilah yang membuat Mentawai sangat memiliki potensi besar untuk wisatawan asing yang lebih menyukai wisata pantai dan atraksi wisata budaya lokal yang kental dan  potensi ini sangat memungkinkan untuk pemerintahan provinsi sumatera barat fokus menyiapkan aksesibility wisatawan ke Mentawai lebih mudah dengan meyakinkan pemerintahan pusat bahwa Mentawai akan menjadi episentrum wisatawan manca negara di Indonesia Barat di tambah lagi dengan potensi ombak surfing Mentawai yang mendunia 


Sumatera Utara  memiliki 2 bandara internasional Kuala namu dan Sibolangit , kenapa tidak sumatera barat yang memiliki potensi lebih dari Sumatera Utara  juga memiliki 2 bandara bertaraf internasional agar wisatawan bisa lebih mudah meng akses kepulauan Mentawai 


Sumbar harus miliki ide ide lebih dan tidak lagi berkutat dengan hal hal normatif yang menjadi perdebatan publik tentang bagaimana ekonomi Sumbar untuk bangkit di angka 3 persenan dan terbawah di sumatera. (**)

 


MUSI BANYUASIN, Sumbar Net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sekayu menggelar razia blok hunian warga binaan dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (6/4/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan serentak secara nasional sekaligus langkah pengawasan untuk mencegah peredaran barang terlarang di lingkungan lapas.


Razia melibatkan petugas lapas dengan dukungan unsur TNI dan Polri. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Sekayu Aris Sakuriyadi.


Sasaran utama razia mencakup blok hunian warga binaan dengan fokus pada pencegahan peredaran narkoba, handphone ilegal, serta barang terlarang lainnya.


Dalam pelaksanaannya, razia dilakukan secara humanis namun tetap tegas sesuai prosedur yang berlaku.


“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini dan langkah preventif untuk memastikan Lapas Sekayu steril dari barang terlarang,” ujar Aris.


Dia menyebut, kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kondisi yang aman dan tertib sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal.


Menurut dia, razia juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.


“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan Lapas Sekayu yang bersih dari narkoba, handphone, dan barang terlarang lainnya,” katanya.


Kegiatan ini sekaligus mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.


Dengan adanya sinergi antara Lapas Sekayu, TNI, dan Polri, diharapkan pengawasan di dalam lapas semakin optimal serta memberikan rasa aman bagi warga binaan. (**)

 


SUMBARNET.ID.Jakarta - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, terus memperkuat jejaring diplomasi internasional dalam rangka menyukseskan peringatan 100 tahun Jam Gadang tahun 2026. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dan Wakil Duta Besar Jerman yang berlangsung di Jakarta, 30 Maret 2026.


Pertemuan tersebut difasilitasi dan turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya diplomasi daerah (city diplomacy) dalam memperluas kerja sama internasional di bidang budaya, sejarah dan literasi. 


Pertemuan ini menjadi langkah penguatan narasi sejarah maupun promosi pariwisata internasional, mengingat keterkaitan historis Jam Gadang dengan Eropa, khususnya pada teknologi mesin jam yang memiliki kemiripan dengan Big Ben.


Dalam dialog bersama pihak Belanda, pembahasan difokuskan pada penguatan aspek historis pembangunan Jam Gadang. Selain dikenal sebagai karya arsitek lokal Minangkabau, bangunan ini juga memiliki nilai sejarah internasional, termasuk penggunaan mesin jam yang berasal dari Jerman. Untuk itu, Pemerintah Kota Bukittinggi mendorong adanya kerja sama dalam memperoleh akses terhadap arsip dan dokumen asli pembangunan Jam Gadang periode 1925–1926 yang tersimpan di Belanda.


Wali Kota Bukittinggi  Ramlan Nurmatias, menjelaskan, sebagai bagian dari penguatan hubungan historis tersebut, Pemko Bukittinggi menyampaikan undangan kepada perwakilan keluarga Ratu Wilhelmina untuk dapat hadir pada puncak peringatan 100 tahun Jam Gadang, mengingat Jam Gadang dibangun sebagai hadiah dari Ratu Belanda pada masa kolonial.


"Peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak hanya akan menjadi seremoni semata, tetapi dikemas sebagai momentum strategis untuk mengangkat Bukittinggi ke panggung internasional melalui penguatan budaya dan literasi. Salah satu agenda unggulan adalah penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang akan digelar pada 3–7 Juni 2026," ujar Ramlan.


Festival ini, lanjut Wako, dirancang sebagai wadah pertemuan para intelektual dan budayawan internasional sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai nilai sejarah Jam Gadang kepada generasi mendatang. Dengan dukungan diplomasi dari Belanda dan Jerman, Pemerintah Kota Bukittinggi optimis peringatan satu abad Jam Gadang akan menjadi magnet pariwisata global yang memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah.(*)

 


SUMBARNET.ID - Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama mahasiswa Institut Teknologi Bandung dalam rangka kajian pelestarian dan pengelolaan kawasan perkotaan berbasis warisan budaya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota, Selasa, 31 Maret 2026.


Perwakilan dari Institut Teknologi Bandung, Bagas Dwi Putra,  menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan Studio Tematik mahasiswa S2 Perencanaan Wilayah dan Kota. Pemilihan Kota Bukittinggi dinilai sangat relevan karena memiliki sejarah panjang sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini. 


"Kota Bukittinggi sebagai bagian dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya yang kuat, baik fisik maupun nonfisik dari sejarah panjangnya termasuk sebagai pusat PDRI. Namun, modernisasi menuntut pelestarian yang tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga mengelola kawasan dan tradisi secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai aspek," ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis menyampaikan pembangunan kota modern tidak hanya dipahami sebagai pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial budaya yang memuat identitas, nilai dan memori kolektif. Kota Bukittinggi memiliki sejarah berlapis, sehingga pengelolaan kawasan perkotaan perlu berbasis pelestarian warisan budaya yang terintegrasi.


“Kota Bukittinggi dengan sejarah berlapisnya memerlukan pengelolaan berbasis pelestarian warisan budaya yang mengintegrasikan aspek fisik, sosial dan ekonomi. FGD ini menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan berbasis data dan menghasilkan rekomendasi strategis yang relevan," ujarnya.


Wawako menambahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen membangun kota yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi multipihak, termasuk peran aktif akademisi, masyarakat dan generasi muda. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.(*)

 


SUMBARNET - Pagi itu, Rabu (1/4/2026), suasana di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. Di tengah hamparan sawah dengan bulir padi yang mulai menguning, sebuah rumah sederhana berdiri dengan wajah baru, lebih kokoh, lebih layak, dan sarat makna. Dibangun PT Semen Padang melalui Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit, rumah tipe 36 yang dilengkapi satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi itu merupakan hasil program bedah rumah yang dibangun menggunakan teknologi Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK.


Pemilik rumah bernama Alamsyur tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Berdiri di depan rumah barunya, ia meneteskan air mata, bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang sangat layak huni,” kata Alamsyur usai acara serah terima rumah dari PT Semen Padang.


Acara penyerahan rumah itu turut disaksikan pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua LPM Syamsul Bahri serta Ketua Forum Nagari Dedi Azhari. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa rumah ini bukan hanya milik satu keluarga, tetapi juga hasil kepedulian bersama.


Bagi Alamsyur, rumah barunya ini bukan sekadar bangunan. Meski hanya memiliki satu kamar, yang lebih penting baginya adalah kini keluarganya sudah memiliki tempat tinggal yang layak. “Rumah ini adalah jawaban atas doa-doa panjang yang selama ini kami gantungkan di setiap langkah hidup kami,” kata Alamsyur.


Pria paruh baya berusia 51 tahun itu menyampaikan bahwa selama puluhan tahun terakhir, ia menjalani kehidupan sebagai tukang bangunan harian. Pekerjaan yang ia tekuni menuntut tenaga, namun tak selalu menjanjikan kepastian. Upah datang tak menentu, tergantung ada atau tidaknya proyek yang dikerjakan.


Di tengah keterbatasan tersebut, satu hal yang selalu ia jaga adalah komitmen untuk menyekolahkan keempat anaknya. Baginya, pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran kesulitan yang selama ini ia rasakan. “Kalau untuk makan sehari-hari masih bisa kami atur. Tapi untuk biaya sekolah, itu yang paling utama,” katanya didampingi sang istri, Eza Risandi.


Alamsyur mengaku, sebelum rumahnya dibedah PT Semen Padang, kondisi rumah lamanya jauh dari standar kelayakan. Atapnya bocor di sana-sini. Setiap kali hujan turun, ia dan keluarganya harus sigap memindahkan barang agar tidak basah. Dinding rumah yang belum diplester membuat air mudah merembes masuk, menciptakan suasana lembap yang tidak sehat.


Kemudian, lantai semen kasar menambah ketidaknyamanan, terutama bagi anak-anak yang masih kecil. Yang paling menyulitkan adalah ketiadaan fasilitas dasar, seperti kamar mandi dan WC. Untuk mandi dan kebutuhan sanitasi, ia dan keluarganya harus menumpang ke rumah tetangga, sebuah kondisi yang tidak hanya merepotkan, tetapi juga mengurangi rasa privasi.


Di dalam rumah yang sempit itu, hanya terdapat satu kamar yang digunakan bersama oleh seluruh anggota keluarga. Seiring waktu, ruang yang terbatas itu semakin terasa sesak, terutama ketika anak-anak mulai beranjak dewasa. Meski demikian, Alamsyur dan keluarganya tetap bertahan sambil menunggu datangnya harapan.


Harapan itu akhirnya menemukan jalannya ketika program bedah rumah hadir di Kelurahan Lambung Bukit. Melalui kolaborasi Forum Nagari setempat dan PT Semen Padang, keluarga Alamsyur terpilih sebagai penerima bantuan bedah rumah.


Rumah baru itu kemudian dibangun menggunakan SEPABLOCK, material inovatif yang memungkinkan pembangunan lebih cepat, efisien, dan kokoh. Selama proses pembangunan, harapan perlahan tumbuh di hati Alamsyur. Ia menyaksikan sendiri bagaimana rumah lamanya yang penuh keterbatasan mulai berubah menjadi hunian yang lebih layak.


“Rasanya seperti mimpi. Saya yang biasanya membangun rumah orang, sekarang dibangunkan rumah oleh PT Semen Padang. Terima kasih PT Semen Padang dan Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit yang sudah membangunkan rumah baru untuk kami. Rumahnya sangat estetik,” katanya dengan mata berkaca-kaca.


Rumah baru dari SEPABLOCK ini, kata Alamsyur, tentunya akan membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarganya. Selain tidak lagi khawatir saat hujan turun, karena tidak ada lagi air yang menetes dari atap atau merembes dari dinding, anak-anak juga bisa belajar dengan lebih nyaman.


Kemudian, rumah ini juga telah dilengkapi fasilitas sanitasi yang layak. Namun, lebih dari itu, rumah ini menghadirkan rasa aman dan martabat. “Rumah ini juga menjadi ruang di mana keluarga kami bisa tumbuh, bermimpi, dan menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.


Alamsyur pun mengaku, meski rumah yang dibangunkan hanya satu kamar, ke depan ia berencana melanjutkan pembangunan secara bertahap dengan memanfaatkan bagian rumah lama yang masih bisa diperbaiki untuk menambah kamar. “Insya Allah, pelan-pelan kami tambah. Yang penting sekarang sudah ada tempat yang layak untuk kami tinggali,” ujarnya.


Ketua Forum Nagari Lambung Bukit, Dedi Azhari, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini telah melalui proses seleksi yang dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kelayakan hunian. Bagi Forum Nagari Lambung Bukit, keluarga Alamsyur adalah salah satu yang paling membutuhkan.


“Program bedah rumah ini merupakan program tahun kelima bagi Forum Nagari Lambung Bukit. Rumah Alamsyur ini juga menjadi rumah kedua yang dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK. Kami berharap ke depannya PT Semen Padang terus mendukung program bedah rumah ini, karena masih banyak warga yang kondisi rumahnya tidak layak,” katanya.


Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap keberadaan PT Semen Padang agar program-program sosial seperti ini dapat terus berlanjut. “Jadi, mari bersama-sama kita mendukung kinerja PT Semen Padang, supaya ke depannya semakin banyak lagi bantuan dari PT Semen Padang untuk Lambung Bukit,” ujarnya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.


“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan,” ujar Win.


PT Semen Padang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat. “Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga menguatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.


Win juga menekankan bahwa inovasi produk seperti SEPABLOCK menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang kami hasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.


Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Nurwan, berharap agar rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi pusat kehidupan yang positif.


“Semoga rumah ini diisi dengan kegiatan baik, mengaji, belajar, dan hal-hal yang membawa keberkahan. Jadikan rumah ini sebagai ‘rumahku surgaku’,” pesannya.


Kini, sebuah rumah baru sederhana yang baru saja diserahkan oleh PT Semen Padang kepada Alamsyur menyimpan cerita besar. Cerita tentang perjuangan seorang ayah, keteguhan sebuah keluarga, dan kepedulian yang menjelma menjadi nyata. (*)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosial Kota Bukittinggi salurkan bantuan sembako dan PKH triwulan I tahun 2026 melalui PT Pos. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota dan Ketus LKKS Bukittinggi di Aula Balai Kota, Rabu, 1 April 2026.


Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, menjelaskan, bantuan sosial sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) triwulan I disalurkan kepada 394 Keluarga Penerima Manfaat di Kota Bukittinggi, yang merupakan masyarakat yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan sosial. Program ini didukung dengan total anggaran sebesar Rp281.550.000, dengan rincian penerima di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan sebanyak 192 KPM, Kecamatan Guguk Panjang 141 KPM dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh sebanyak 61 KPM.


Ketua LKKS Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pemerintah berkomitmen meringankan beban ekonomi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan dan pendidikan. Ia menegaskan bahwa program ini terbatas, serta mengingatkanlp  besaran bantuan berbeda sesuai komponen yang telah diverifikasi, sehingga tidak perlu dibandingkan.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menegaskan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat sebagai prioritas dalam pembangunan kota. Hal ini menjadi wujud kehadiran negara dalam menjamin kelangsungan hidup yang setara, melalui penyaluran berbagai bantuan sosial seperti Program Sembako dan PKH kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam DTKS Desil 1 sampai 4. 


"Bantuan ini bertujuan meringankan beban kebutuhan pangan serta mendukung kesejahteraan melalui bantuan tunai berkala dengan besaran yang bervariasi sesuai komponen dalam keluarga penerima manfaat" ungkapnya


Wawako juga berpesan gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga. Tidak diperkenankan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti rokok, miras, narkoba, maupun judi online. Semoga bantuan ini dapat membantu menurunkan angka kemiskinan dan membawa berkah bagi kita semua.(*)

 


SUMBARNET - Badan Pengelola (BP) BUMN terus mendorong penguatan sektor aviasi nasional melalui peningkatan kinerja dan transformasi layanan. Hal ini ditunjukkan melalui rapat strategis yang dipimpin oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi InJourney Aviation Services (IAS).


Rapat tersebut membahas langkah-langkah penguatan fundamental bisnis layanan aviasi, termasuk peningkatan kualitas operasional serta optimalisasi layanan pendukung penerbangan seperti ground handling dan logistik bandara. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan sekaligus memperkuat ekosistem transportasi udara nasional.


Dalam arahannya, BP BUMN menegaskan pentingnya peran IAS sebagai salah satu pilar utama dalam industri aviasi Indonesia. IAS diharapkan mampu terus meningkatkan standar layanan agar sejajar dengan praktik terbaik global, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.


“Transformasi berkelanjutan menjadi kunci bagi IAS untuk tumbuh sebagai penyedia layanan aviasi yang andal, efisien, dan berstandar global,” ujar Dony Oskaria.


Melalui penguatan ini, IAS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kenyamanan penumpang, memperkuat konektivitas nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Ke depan, IAS akan terus mengakselerasi berbagai inisiatif strategis guna meningkatkan daya saing perusahaan, memperluas kapabilitas layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. (**)



Padang – Jika tak ada kendala, alumni Fakultas Hukum Unand yang tergabung dalam IKA FH Unand akan menggelar musyawarah besar (mubes) memilih pengurus baru periode 2026-2030 yang dijadwalkan Minggu, 19 April 2026. Kepengurusan saat ini yang dipimpin Dr. Prim Haryadi, SH, MH yang juga seorang hakim agung, akan mengakhiri masa baktinya.


Ketua Organizing Committee (OC), Helsi Yasin didampingi Ketua Sterring Committee (SC), Ilhamdi Taufik dalam rapat persiapan mubes, Senin (06/04/2026) di Sekretariat IKA FH Unand Komplek GOR Agus Salim Padang mengatakan, Mubes IKA FH Unand dipusatkan di Kampus Pancasila dan diawali dengan kegiatan jalan santai pada Minggu pagi yang diikuti oleh seluruh alumni.


Rute yang akan dilewati sangat memanjakan mata alumni dan sekaligus membangkitkan kenangan ketika masih menjadi mahasiswa dulu. Mulai dari kampus merah dan terus menelusuri Jalan Pancasila ke arah Pantai Padang. Lalu belok ke kiri arah ke Masjid Al Hakim. Di persimpangan itu, kemudian belok ke jalan Diponegoro dan berakhir kembali ke kampus.


“Rute jalan santai ini pastinya sangat disukai. Menikmati udara pagi dan keindahan Pantai Padang bersama rekan-rekan seperjuangan dulu,” jelas Helsi Yasin dalam rapat persiapan mubes yang juga dihadiri Ketua Harian IKA FH Unand, Denny Latif, para senior Syafrizal, Rahim Mardanis, Erwin dan lainnya.


Rapat persiapan mubes, Senin (06/04/2026) di Sekretariat IKA FH Unand Komplek GOR Agus Salim Padang.


Usai jalan santai dilanjutkan dengan mubes yang diperkirakan akan dihadiri ribuan alumni yang berdatangan dari berbagai kota di tanah air. Panitia SC yang dipimpin dosen senior Ilhamdi Taufik, langsung menyusun strategi dan membuat pemetaan agar suksesnya helat mubes.


“Segera data peserta mubes yang memiliki hak suara, yaitu setiap angkatan yang dihitung sejak dari angkatan pertama (angkatan 66) hingga angkatan 2026, DPD IKA FH Unand dan DPC IKA FH Unand,” ujar Ilhamdi.


Hingga saat ini, telah terbentuk 6 DPD IKA FH Unand masing-masing DPD IKA FH Unand dari  Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jabodetabek dan Jawa Barat, serta 3 DPC IKA FH Unand yaitu Sijunjung, Padang Panjang dan Dumai.


Pada malam harinya, kegembiraan alumni yang lama tak bersua itu dilanjutkan dengan Halal bi Halal. (*)

 


Tanjung Morawa - Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa membekuk dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa.


Kedua pelaku masing-masing berinisial RMA alias Curut, 26 tahun dan DP alias Kecap, 26 tahun, warga Desa Bangun Sari Baru dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.


Mereka diamankan terkait pencurian satu unit sepeda motor Yamaha Aerox pelat BK 6011 MBS milik korban Hernita Barus.


Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026) sore.


“Benar, dua pelaku curanmor telah diamankan. Keduanya mengakui perbuatannya, termasuk aksi pencurian yang dilakukan sebelumnya,” ujarnya.


Peristiwa pencurian itu dilaporkan Hernita Barus, 39 tahun, warga Desa Bangun Sari Baru. Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/82/II/2026/SPKT/Polsek Tanjung Morawa/Polresta Deli Serdang tertanggal 28 Februari 2026, kejadian terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 WIB.


Saat itu, sepeda motor milik korban diparkir di samping rumah dalam kondisi terkunci stang. Kunci kontak dibawa masuk ke dalam rumah oleh suami korban, Jon Setiarman Damanik, yang kemudian beristirahat.


Namun, saat korban pulang dan menanyakan keberadaan sepeda motor, kendaraan tersebut diketahui telah hilang. Upaya pencarian yang dilakukan tidak membuahkan hasil, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.


Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa melakukan penyelidikan. Pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku.


Petugas kemudian melakukan penangkapan di kawasan Jalan Medan-Tanjung Morawa KM 19, tepatnya di Gang Masjid, Desa Tanjung Baru. Kedua pelaku diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Mapolsek Tanjung Morawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor milik korban. Mereka juga mengaku pernah melakukan aksi serupa pada Januari 2026.


Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 477 Ayat (1) huruf g subsider Pasal 476 KUHP. Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan kedua pelaku. (**)