PADANG---Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Tamansiswa Padang, Sabtu 11 April 2026, berlangsung di ruangan Prof. Haryono Suyono universitas itu, membuahkan hasil yang maksimal.


Hasil Mubes berhasil melakukan perubahan terhadap struktur organisasi yang disebut IKA Tamansiswa Padang itu.


Meski sempat berdinamika dalam Mubes, setidaknya para alumni yang hadir dan ikut Mubes menerima hasil akhir, yang merupakan keputusan tertinggi dalam organisasi itu.


Hanya dua kandidat Ketua Alumni yang ikut bersaing dalam Mubes itu. Bujang Pendawa Datuak Majodirajo, alumni Fakultas Ekonomi dan Miftah Ulqadri dari Fakultas Hukum.


Pemilihan Ketua IKA Universitas Tamansiswa Padang periode 2026-2031 sedikit menegangkan. Penghitungan suara usai pemilihan, menjadi penanda berjalannya demokratisasi di tubuh IKA  Unitas tersebut.


Disebut menegangkan, karena perbedaan perolehan suara kedua kandidat, selisih sedikit. Bujang Pendawa meraih 23 suara, sedangkan Miftah Ulqadri dapat 15 suara. Dalam penghitungan, ditemukan satu suara tidak sah, sehingga suara yang masuk dan ikut Mubes tercatat sebanyak 39 suara.


Bujang Pendawa mengajak kebersamaan kepada peserta dan seluruh alumni Universitas Tamansiswa Padang. Dalam pidato penyampaian visi misinya, Bujang Pendawa bersama pengurus nantinya, membuat program kerja, yang mampu dan ikut berkontribusi dalam memajukan perguruan tinggi tertua di Indonesia itu.


Ketua Yayasan Pendawa Sehat Sejahtera yang mengelola MBG di Padang Pariaman ini, ingin memberikan yang terbaik dari amanah yang dipercayakan peserta Mubes alumni Tamansiswa.


“Potensi alumni Tamansiswa cukup hebat dan banyak. Organisasi alumni harus memberikan ruang gerak potensinya, untuk bersama-sama berkontribusi di almamaternya,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Padang Pariaman ini.


Para alumni juga menitipkan amanah pada Bujang Pandawa agar bersama-sama membesar almamater, dan menyatukan perbedaan yang ada untuk menjadi sebuah kekuatan. (**)

 


SUMBARNET - Semarak olahraga dan pariwisata berpadu dalam Grand Launching Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 yang digelar di Gedung Youth Centre, Minggu (12/4). Momentum ini semakin istimewa dengan keterlibatan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang secara simbolis melepas para runners, sekaligus menutup rangkaian acara saat para pelari kembali finis di lokasi yang sama.


Acara grand launching secara resmi dibuka oleh Wali Kota Padang yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Corry Saidan. Dalam sambutannya, Corry menegaskan bahwa BOM Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Padang, diharapkan menjadi magnet baru pariwisata.


"Kami menargetkan lebih dari 10.000 peserta, tidak hanya dari Sumatera Barat, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Ini akan menjadi event berskala nasional,” ujar Corry.


Menurutnya, kehadiran BOM Run juga diharapkan mampu menghadirkan atmosfer baru yang meriah, bahkan menjadi alternatif pengganti gaung event besar seperti Tour de Singkarak. Selain olahraga, event ini juga akan diramaikan oleh stand UMKM yang menyajikan kuliner dan cenderamata khas Minangkabau.

“Ini sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota gastronomi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.


Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, menjelaskan bahwa event ini merupakan kelanjutan dari BOM Run 2025 yang digagas oleh Ikatan Alumni SMAN 3 Padang bersama Pemerintah Kota Padang.


“Dengan grand launching ini, pendaftaran resmi sudah dibuka melalui website bomrun.id dan platform eztix.id. Kami menyediakan berbagai kategori lomba serta hadiah menarik bagi para pemenang,” jelas Revdi.


Ia juga menambahkan, panitia memberikan insentif berupa potongan harga sebesar Rp75 ribu bagi peserta yang mendaftar lebih awal sebagai bentuk apresiasi.


Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasmantri, dr. Rahyussalim, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung penuh suksesnya BOM Run sebagai event kebanggaan bersama.


“BOM Run bukan sekadar lomba lari, tetapi gerakan kolektif alumni untuk mengangkat nama Kota Padang di tingkat nasional, bahkan internasional. Ini adalah energi besar dari perantau dan urang awak untuk kampung halaman,” tegasnya.


Dengan pelepasan runners oleh Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan penutupan simbolis saat para peserta mencapai garis finis di Youth Centre, Grand Launching BOM Run 2026 menandai dimulainya hitung mundur menuju salah satu event olahraga dan pariwisata terbesar di Sumatera Barat tahun ini.(*)

 


SUMBARNET - Mardiansyah resmi terpilih sebagai Ketua Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2026–2030 melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Caraka Room, Gedung B Kampus I UBH, Ulak Karang, Padang, Sabtu (11/4/2026).


Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah seluruh 36 pemilik suara sepakat menetapkan Mardiansyah sebagai ketua terpilih. Proses Mubes tersebut juga tercatat sebagai salah satu yang tersingkat, dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan berakhir menjelang siang hari.


Ketua Mubes Alumni UBH 2026, Henddy Adrian Luthan, menyampaikan harapan besar kepada seluruh alumni untuk memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru.


“Kami mengajak seluruh alumni Universitas Bung Hatta, di mana pun berada, untuk bersama-sama mendukung kepemimpinan saudara Mardiansyah. Soliditas dan kebersamaan menjadi kunci agar organisasi alumni ini semakin kuat dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya peran ketua terpilih dalam membawa organisasi ke arah yang lebih baik.


“Kami berharap ketua terpilih mampu merangkul seluruh alumni lintas angkatan dan fakultas, serta membawa organisasi ini menjadi lebih maju, profesional, dan berdampak luas,” tambahnya.


Mardiansyah sendiri merupakan alumni Teknik Sipil UBH yang saat ini menjabat sebagai Direktur Operasi II di PT Hutama Karya (Persero). Ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, serta memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di sektor infrastruktur nasional.


Dalam sambutannya, Mardiansyah menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi alumni sebagai wadah kolaborasi yang inklusif dan produktif.


“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanah besar. Saya mengajak seluruh alumni untuk bersatu, berkontribusi, dan bersama-sama membangun organisasi alumni UBH yang lebih solid, modern, dan bermanfaat, baik bagi almamater maupun masyarakat luas,” kata Mardiansyah.


Ia juga menegaskan akan segera menyusun kepengurusan yang berbasis meritokrasi lintas fakultas, serta memperkuat peran alumni dalam mendukung pengembangan kampus.


“Ke depan, kita akan fokus memperkuat jaringan alumni, menghadirkan sekretariat yang representatif, serta mendorong realisasi Graha Alumni UBH sebagai pusat aktivitas bersama,” ujarnya.


Diketahui, selama ini Mardiansyah aktif berkontribusi untuk kampus, antara lain dengan memfasilitasi program magang mahasiswa, mendukung pengembangan laboratorium melalui dana CSR, serta menjembatani kerja sama antara dunia usaha dan alumni.


Dengan dukungan penuh peserta Mubes dan rekam jejak yang kuat, kepemimpinan Mardiansyah diharapkan mampu membawa Alumni UBH menjadi organisasi yang lebih solid dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (Ms/*/ ald)


Padang -Mengenal Mardiansyah. Nama ini baru saja menggema dalam Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta tahun 2026, di mana ia terpilih secara mufakat sebagai Ketua Umum periode 2026-2031. Tapi siapa sebenarnya Mardiansyah? Berikut profil lengkapnya.



Dari sisi pendidikan, Mardiansyah memiliki latar belakang akademik yang sangat kuat di bidang teknik dan manajemen. Ia menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Teknik dan Magister Administrasi Bisnis (MBA). Kombinasi ilmu teknik dan bisnis ini kelak menjadi fondasi utama kariernya di dunia korporasi. Yang tak kalah penting, Mardiansyah adalah alumni Universitas Bung Hatta, kampus yang turut membentuk fondasi keilmuan dan profesionalismenya sejak awal.



Lahir di Bandung pada 7 Februari 1978, Mardiansyah saat ini menjabat sebagai Direktur Operasi II PT Hutama Karya (Persero). Ia adalah salah satu tokoh profesional di sektor konstruksi nasional yang mengerjakan berbagai proyek strategis negara, termasuk jalan tol Trans-Sumatra dan infrastruktur vital lainnya.



Mardiansyah bukanlah direktur instan. Ia bergabung dengan Hutama Karya pada tahun 2008 dan tumbuh dari dalam perusahaan. Selama lebih dari satu dekade, ia secara konsisten menunjukkan kinerja mumpuni di berbagai posisi. Sebelum duduk di kursi direksi, ia pernah menjabat sebagai Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan serta EVP Human Capital. Pengalaman ini memperkaya kompetensinya, tidak hanya dalam pengelolaan proyek konstruksi, tetapi juga dalam tata kelola perusahaan dan pengembangan sumber daya manusia.


Dikenal sebagai figur yang profesional dan berintegritas, Mardiansyah mencerminkan kepemimpinan yang lahir dari pengalaman panjang di lapangan. Perjalanan kariernya menjadi contoh nyata pengembangan talenta internal di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di PT Hutama Karya (Persero).



Kini, di puncak kariernya sebagai direktur BUMN, Mardiansyah mendapat amanah baru: memimpin ribuan alumni Universitas Bung Hatta untuk lima tahun ke depan. Dalam Musyawarah Besar yang mengusung tema Sinergi Visioner Berintegritas, seluruh peserta yang hadir kompak mendukungnya. Forum itu tidak berjalan sebagai agenda rutin biasa, melainkan momentum konsolidasi nasional alumni untuk membangun arah baru yang lebih progresif, solid, dan berdampak.



Dari ruang kuliah di Universitas Bung Hatta, ke ruang rapat direksi Hutama Karya, hingga panggung kepemimpinan alumni nasional, itulah Mardiansyah. Insinyur, direktur, dan kini ketua umum yang siap bekerja. (**)

 


SUMBARNET - Penerapan sistem digitalisasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh PT Pertamina Patra Niaga dinilai semakin memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sistem ini bahkan disebut membuat potensi penyimpangan semakin sulit terjadi di lapangan.


Manager SPBU 14.252.516 Bungus, Amri Rajanista, menjelaskan bahwa saat ini dispenser pump di SPBU tidak dapat beroperasi tanpa adanya barcode resmi dari konsumen. Barcode tersebut dikeluarkan oleh dinas terkait untuk kelompok pengguna seperti nelayan, petani, dan pelaku usaha perdagangan.


“Dengan sistem ini, penyaluran BBM bersubsidi sudah berbasis data dan terkontrol. Tanpa barcode, pengisian tidak bisa dilakukan,” ujarnya, Minggu (12/4).


Selain itu, pengawasan juga diperkuat melalui sistem CCTV yang terhubung langsung secara daring dengan pihak BPH Migas dan Pertamina. Hal ini memungkinkan pemantauan aktivitas di SPBU secara real-time.


Tak hanya itu, seluruh stok BBM yang tersimpan dalam tangki pendam SPBU juga telah terintegrasi secara digital dengan sistem Pertamina. Dengan demikian, setiap pergerakan distribusi dan penjualan BBM dapat terpantau secara akurat, termasuk untuk mendeteksi adanya transaksi yang tidak wajar.


Dalam aspek internal, Amri menegaskan bahwa seluruh operator hingga manajer SPBU terikat kontrak kerja yang ketat. Setiap pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait penyaluran BBM bersubsidi, akan dikenakan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).


“Tidak ada toleransi untuk pelanggaran berat. Semua sudah diatur dalam kontrak kerja,” katanya.


Terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penjualan BBM tidak sesuai SOP di SPBU wilayah Bungus, Amri menilai hal tersebut cenderung bersifat opini pribadi dan tidak didukung fakta yang kuat.


Ia juga mengingatkan bahwa jika opini negatif terus berkembang tanpa dasar yang jelas, hal ini berpotensi menimbulkan dampak serius. Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan para pemilik SPBU di Sumatera Barat mengambil sikap bersama untuk tidak lagi menyalurkan BBM bersubsidi.


“Kalau terus dituduh tanpa bukti, ini bisa berdampak luas. Masyarakat justru bisa dirugikan karena tidak lagi menikmati subsidi pemerintah, dan itu bisa memicu inflasi di daerah,” ujarnya.


Dengan sistem digitalisasi yang semakin ketat, ia berharap masyarakat dapat lebih objektif dalam menilai distribusi BBM bersubsidi, sekaligus mendukung upaya transparansi dan pengawasan yang telah diterapkan pemerintah dan Pertamina. (***)



PADANG, Komisi III DPRD Sumbar terus mengawal Pemprov dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai terobosan didorong untuk dilaksanakan guna memperkuat struktur APBD melalui peningkatan pendapatan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah beratnya pertumbuhan ekonomi nasional.


Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Mochklasin menegaskan, sejumlah sektor didorong dalam rangka mengoptimalisasi PAD, antara lain bersumber dari Pajak Alat Berat, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Air Permukaan (PAP), serta restrukturisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).


“Khusus untuk PAP, beberapa waktu belakangan DPRD bersama Pemprov Sumbar menggencarkan sosialisasi regulasi pemungutan kepada wajib pajak di kabupaten/kota. Potensi sektor ini dinilai sangat besar. Pada 2026, penerimaan PAP ditargetkan mencapai Rp593 miliar, meningkat signifikan dari realisasi sebelumnya yang berkisar Rp14 miliar per tahun,”ujar Mochklasin  saat diwawancarai Minggu (12/4). 


Untuk memastikan akurasi penggunaan air oleh wajib pajak korporasi, terangnya, pemda menggandeng pakar yang ahli di bidangnya guna merancang alat ukur debit air secara real time. Selain itu, sasaran pemungutan PAP juga diperluas ke sektor perkebunan yang ada di Sumbar.


“Aturan perhitungan spesifik PAP telah dituangkan dalam peraturan gubernur yang menjadi salah satu regulasi paling detail di Indonesia. Dengan regulasi yang telah disiapkan, kami optimistis potensi PAP bisa dioptimalkan,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumatera Barat, Nofrizon mendorong kepala daerah untuk proaktif menggali sumber pendapatan di tengah kondisi keuangan negara yang tidak baik-baik saja.


“Di tengah kondisi keuangan negara seperti sekarang, daerah tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat tanpa melakukan inovasi. Kita minta gubernur dan wakil gubernur proaktif menggali sumber-sumber pendapatan sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku,” ujar Nofrizon.


Nofrizon menegaskan, jika kepala daerah tidak proaktif dalam menggali sumber pendapatan, ekonomi Sumatera Barat bisa semakin merosot di tengah tingginya tekanan fiskal daerah. Dampaknya, pengangguran akan meningkat dan angka kemiskinan juga berpotensi bertambah.


Berkaca pada tahun lalu, kata dia, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 tercatat sebesar 3,37 persen (c-to-c), menunjukkan tren perlambatan dibandingkan 2024 yang mencapai 4,37 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 22,12 persen terhadap PDRB, didukung sektor jasa, informasi-komunikasi, serta pariwisata.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Pulau Sumatera per Februari 2025 menunjukkan kesenjangan cukup lebar antarprovinsi. Dari sepuluh provinsi di Sumatera, Sumatera Barat menempati posisi kedua tertinggi dengan angka 5,69 persen, berada di bawah Kepulauan Riau yang mencapai 6,89 persen. Agar perlambatan ekonomi Sumatera Barat tidak kembali terulang, ia meminta kepala daerah turun langsung dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.


Disebut Nofrizon, sejauh ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat masih bertumpu pada pajak kendaraan bermotor. Padahal, selain pajak kendaraan, masih banyak sumber pendapatan lain yang dapat digali. Di antaranya mengoptimalkan pengelolaan aset produktif milik pemerintah provinsi, meningkatkan kinerja BUMD, mendorong investasi swasta, serta mendorong balik nama ribuan kendaraan CPO yang beroperasi di Sumbar agar membayarkan pajak di daerah ini.


Ia menuturkan, terdapat ribuan kendaraan CPO (Crude Palm Oil) yang beraktivitas di daerah ini yang merupakan kendaraan operasional dari 50 lebih perusahaan sawit yang ada di Sumbar. Dari ribuan kendaraan CPO yang ada tersebut, sekitar 95 persennya masih berstatus non-BA, dengan kata lain tidak membayarkan pajak di Sumatera Barat.


“Ribuan kendaraan CPO yang tidak balik nama ini sudah barang tentu merugikan daerah. Kendaraan operasional perkebunan itu beraktivitasnya di Sumbar sementara membayar pajaknya ke daerah lain,” katanya.


Ia menegaskan, sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri, kendaraan luar daerah yang beroperasi di suatu wilayah selama tiga bulan berturut-turut wajib dilakukan balik nama oleh perusahaan terkait. 


“Aturan soal ini sudah kita konsultasikan juga ke KPK, dan KPK menegaskan Bapenda atau Samsat boleh mendatangi perusahaan perkebunan ini untuk meminta mereka melakukan balik nama kendaraan operasional mereka. Kita minta ini benar-benar dikejar,” tegasnya. (*)

 


PEKANBARU– Polda Riau menggelar Festival Seni Konservasi “Panggung Gajah” di kawasan Rumah Tuan Kadi, Sabtu malam (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi upaya kreatif mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih menyayangi dan peduli terhadap kelestarian Gajah Sumatera yang kini kian terancam.


Festival tersebut menghadirkan pertunjukan teaterikal bertema gajah yang dibawakan para seniman Riau. Selain itu, digelar pula pembacaan puisi, lomba menulis puisi tingkat nasional, serta lomba mewarnai yang melibatkan anak-anak sebagai bentuk edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga satwa dilindungi.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga meluncurkan buku berjudul “Sayangi Aku”, yang berisi pesan moral tentang kepedulian terhadap satwa, khususnya gajah Sumatera.


Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Riau dan Komunitas Seni Rumah Sunting, dengan tujuan membangun kesadaran publik terhadap ancaman yang dihadapi gajah di alam liar.


Kapolda Riau menegaskan, kondisi gajah Sumatera saat ini semakin memprihatinkan akibat alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan serta maraknya perburuan liar. Hal tersebut kerap memicu konflik antara manusia dan satwa di sejumlah wilayah di Riau.


“Hari ini kita hadir dalam momentum 11 April untuk mengajak seluruh masyarakat Riau peduli terhadap gajah yang tidak bisa bersuara. Kita harus menjadi wakil mereka untuk menjaga kelangsungan hidupnya,” ujar Irjen Herry.


Ia menambahkan, Polda Riau sebelumnya telah mengungkap sejumlah kasus perburuan gajah dan berkomitmen terus mendukung upaya pelestarian bersama pihak terkait, termasuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau serta pengelola Taman Nasional Tesso Nilo.


Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya terhibur, tetapi juga tergerak untuk ikut menjaga habitat alami gajah. Edukasi kepada anak-anak dinilai penting agar generasi mendatang memiliki kesadaran tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan satwa liar.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

 


SUMBARNET - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu (12/4/2026), terpantau padat. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis manajemen bandara, tercatat 21 penerbangan kedatangan dan 22 penerbangan keberangkatan yang melayani sejumlah rute domestik maupun internasional.


Rute kedatangan didominasi penerbangan dari Jakarta, disusul Batam, Medan, serta rute internasional dari Kuala Lumpur. Penerbangan pertama yang tiba dijadwalkan berasal dari Kuala Lumpur menggunakan AirAsia AK 403 pada pukul 07.30 WIB.


Sementara itu, penerbangan terakhir kedatangan dijadwalkan berasal dari Medan dengan maskapai Super Air Jet IU 863 pada pukul 20.40 WIB.


Untuk jadwal keberangkatan, penerbangan pertama lepas landas menuju Jakarta menggunakan Lion Air JT 353 pada pukul 06.05 WIB. Sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan menuju Jakarta oleh Citilink Indonesia QG 955 pada pukul 20.05 WIB.


Selain Jakarta, BIM juga melayani keberangkatan menuju Batam, Pekanbaru, Medan, dan Kuala Lumpur. Rute internasional Padang–Kuala Lumpur tetap menjadi salah satu jalur penting dengan beberapa jadwal penerbangan AirAsia sepanjang hari.


Branch Communication & CSR Department Head BIM, Feni Lindriany, menyampaikan bahwa jadwal penerbangan pada hari tersebut menunjukkan tingginya mobilitas penumpang dari dan menuju Sumatera Barat.


“Pergerakan penerbangan pada Minggu, 12 April 2026, cukup padat dengan total 43 pergerakan pesawat untuk kedatangan dan keberangkatan. Mayoritas masih didominasi rute Jakarta, namun penerbangan internasional ke Kuala Lumpur juga tetap berjalan normal,” ujar Feni Lindriany.


Ia menambahkan, pihak bandara terus memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh masing-masing maskapai.


Manajemen BIM juga mengimbau para calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara guna mengantisipasi antrean pada proses check-in dan pemeriksaan keamanan. (***)

 


SUMBARNET - Musyawarah Besar (MUBES) Alumni Universitas Bung Hatta Tahun 2026 menegaskan kematangan demokrasi organisasi alumni melalui keputusan strategis yang dihasilkan secara musyawarah dan mufakat. 


Dalam forum tertinggi yang sarat legitimasi tersebut, seluruh peserta secara bulat menyepakati Ir. Mardiansyah, S.T., M.T., M.B.A sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta periode 2026–2031.


Mengusung tema “Sinergi Visioner Berintegritas”, MUBES 2026 tidak sekedar jadi agenda rutin organisasi, melainkan momentum konsolidasi nasional alumni untuk membangun arah baru yang lebih progresif, solid, dan berdampak.


Tema ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa kekuatan alumni terletak pada kemampuan bersinergi, berpikir jauh ke depan, serta menjunjung tinggi integritas sebagai fondasi utama kepemimpinan.


Kehadiran 8 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), dan 7 Komisariat dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti nyata kuatnya basis dukungan serta kokohnya jejaring alumni Universitas Bung Hatta di tingkat nasional. 


Forum ini tidak hanya memperlihatkan soliditas organisasi, tapi juga menunjukkan kesiapan alumni untuk memainkan peran strategis di tengah dinamika pembangunan bangsa.


Terpilihnya Mardiansyah merupakan representasi dari harapan besar alumni terhadap kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan potensi, memperluas jejaring, serta menghadirkan kontribusi nyata.


Dengan latar belakang kepemimpinan dan pengalaman strategis yang dimilikinya, ia diyakini mampu membawa Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta menjadi kekuatan kolektif yang lebih terorganisir, produktif, dan berpengaruh.


Dalam komitmen awalnya, Ketua Umum terpilih menegaskan visi besar kepemimpinannya, yakni membangun ekosistem alumni yang terintegrasi, produktif, dan berdampak luas. 


Visi ini akan diwujudkan melalui penguatan kelembagaan, akselerasi kolaborasi lintas sektor, serta penciptaan ruang-ruang sinergi yang mampu mengoptimalkan potensi alumni di berbagai bidang.


“MUBES ini adalah titik tolak kebangkitan baru alumni Universitas Bung Hatta. Kita tidak hanya berhenti pada konsolidasi, tetapi bergerak menuju aksi nyata—membangun ekosistem alumni yang terintegrasi, produktif, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.


MUBES 2026 sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta—sebuah fase transformasi menuju organisasi yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi institusi, alumni, dan masyarakat luas. (**)

 


SUMBARNET - Forum Senior Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat penguatan panitia pelaksana kegiatan ziarah ke makam Mohammad Yamin pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ziarah tersebut direncanakan berlangsung pada 30-31 Mei 2026.


Rapat tersebut membahas sejumlah persiapan teknis sekaligus mempertegas tujuan kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan nasional asal Minangkabau yang dikenal sebagai salah satu perumus dasar negara Pancasila.


Dalam sambutannya, Taupik menegaskan pentingnya mengenang peran besar Mohammad Yamin dalam sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam proses lahirnya Pancasila.


“Sebagai tokoh asal Sumbar, beliau memiliki kontribusi besar dalam perumusan dasar negara. Sudah sepatutnya kita mengenang dan menghormati jasa-jasanya,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa kegiatan yang digagas Forum Senior PP bukan untuk menjadi tandingan organisasi Pemuda Pancasila yang aktif saat ini, melainkan sebagai upaya mengisi ruang kegiatan dan memperkuat eksistensi organisasi di daerah.


Sementara itu, Nazar Tanjung menyampaikan bahwa forum senior memiliki peran strategis dalam membangun kembali solidaritas internal organisasi.


“Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan kembali kekuatan, sekaligus membangun solidaritas antaranggota demi membesarkan organisasi,” katanya.


Ia berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif agar kegiatan ziarah tersebut berjalan sukses dan lancar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan kader-kader pemimpin baru di tubuh Pemuda Pancasila Sumatera Barat.


Dalam rapat tersebut, Agusmal BL menyampaikan bahwa Forum Senior PP Sumbar akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) panitia pelaksana sebagai bentuk legalitas kegiatan.


Selain itu, forum juga berencana membentuk akun media sosial resmi guna mendukung publikasi dan dokumentasi kegiatan.


Sekretaris Forum Senior PP Sumbar, Doni Rinaldi, menambahkan bahwa kegiatan ziarah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.


“Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kita kepada tokoh Minangkabau yang berperan dalam lahirnya Pancasila. Kami berharap dapat memicu semangat generasi muda, khususnya di Sumbar,” katanya.


Forum Senior Pemuda Pancasila Sumbar berharap kegiatan ziarah ini dapat menjadi momentum memperkuat persatuan organisasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus. (Chan)

 


SUMBARNET - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memastikan Stadion GOR H. Agus Salim, Padang, akan segera direkonstruksi total pada 2026. Proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kembali infrastruktur olahraga di Sumatera Barat.


“Alhamdulillah, desainnya sudah selesai, perencanaannya juga rampung, dan saat ini sedang dipersiapkan dokumen tender. Insya Allah bulan April ini atau paling lambat minggu pertama Mei stadion ini sudah masuk proses tender,” ujar Andre pada saat peninjauan di GOR H. Agus Salim, Padang pada Rabu, (8/4/2026).


Ia menegaskan, stadion tersebut bukan sekadar direnovasi, tetapi direkonstruksi total, yakni dibongkar dan dibangun kembali dari nol.


“Awalnya memang direncanakan renovasi. Namun setelah dilakukan kajian oleh Kementerian PU, diputuskan untuk direkonstruksi. Artinya stadion ini akan dirubuhkan dan dibangun kembali dari awal,” katanya.


Menurut Andre, pembangunan stadion baru itu akan menelan anggaran sekitar Rp400 miliar dengan kapasitas sekitar 12.000 hingga 15.000 single seat.


“Kita akan bangun 15.000 single seat. Ini bukti komitmen pemerintah Presiden Prabowo untuk membangun kembali fasilitas lapangan sepak bola di Sumatera Barat,” ujarnya.


Ia menyebut stadion baru nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti royal box, lift, area lounge, kantor ASPROV PSSI Sumbar, serta merchandise store untuk Semen Padang FC.


Selain itu, konsep arsitektur stadion tetap akan mempertahankan nuansa budaya Minangkabau.


“Konsep Minangnya tetap ada, tetapi dimodernisasi. Filosofi bentuk gonjong tetap dipertahankan, hanya ditempatkan pada area plaza stadion,” jelasnya.


Andre menargetkan pemenang tender diumumkan pada akhir Mei 2026, dengan kontrak diupayakan dapat ditandatangani pada 31 Mei 2026.


Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembongkaran stadion akan dimulai pada Juli 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.


“Target kami satu tahun selesai. Harapannya Semen Padang FC bisa kembali menggunakan stadion ini pada musim 2027–2028. Jadi cukup satu musim menjadi tim musafir,” katanya.


Selama proses pembangunan, Semen Padang FC akan berkandang sementara di sejumlah stadion alternatif, di antaranya Stadion Indomilk Arena Tangerang, Stadion Madya Senayan, dan Stadion Pakansari. (***)