SUMBARNET - Kepolisian Resor (Polres) 50 Kota menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). 


Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, transparan, akuntabel, profesional, serta bebas dari praktik korupsi, pungutan liar (pungli), dan gratifikasi.


Pembangunan Zona Integritas menuju WBK merupakan langkah strategis dalam mendorong terwujudnya institusi kepolisian yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. 


Melalui komitmen tersebut, Polres 50 Kota berupaya memastikan seluruh jajaran mampu menjalankan tugas secara berintegritas serta memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.I.K., menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi atau pencapaian predikat semata. 


Menurutnya, pembangunan Zona Integritas harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, pola kerja, budaya organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


“Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi merupakan bentuk komitmen kami untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin seluruh personel Polres 50 Kota memiliki integritas yang kuat, bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar AKBP Syaiful Wachid, S.I.K.


Ia menyampaikan, keberhasilan pembangunan Zona Integritas membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh personel. Setiap anggota, kata dia, memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.


Menurutnya, integritas harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Tidak hanya pimpinan, seluruh personel di setiap lini pelayanan dituntut untuk memiliki komitmen yang sama dalam mencegah terjadinya korupsi, pungli, maupun gratifikasi.


“Kami berharap pembangunan Zona Integritas ini benar-benar menjadi budaya kerja di lingkungan Polres 50 Kota. Bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari bagaimana personel memberikan pelayanan, menjalankan tugas, mengambil keputusan, hingga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tegasnya.


Dorong Pelayanan Publik yang Bersih dan Profesional


Dalam mewujudkan Zona Integritas menuju WBK, Polres 50 Kota terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, mudah diakses, serta memberikan kepastian kepada masyarakat.


Prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pelayanan. Masyarakat juga diharapkan mendapatkan informasi yang jelas mengenai prosedur dan mekanisme pelayanan sehingga dapat meminimalkan potensi terjadinya penyimpangan.


Kapolres menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi institusi kepolisian. Karena itu, setiap pelayanan harus diberikan secara profesional tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani.


“Kepercayaan masyarakat harus kita jaga bersama. Setiap personel harus memahami bahwa tugas utama kita adalah memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai ada tindakan yang dapat mencederai kepercayaan tersebut,” katanya.


Selain peningkatan kualitas pelayanan, komitmen menuju WBK juga diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran. 


Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan ketentuan dan prinsip-prinsip tata kelola organisasi yang baik.


Tolak Korupsi, Pungli dan Gratifikasi


Polres 50 Kota juga menegaskan sikap terhadap segala bentuk praktik korupsi, pungutan liar, dan gratifikasi. Seluruh personel diingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Kapolres berharap komitmen tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi kesadaran bersama seluruh anggota.


“Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas. Tidak boleh ada ruang bagi korupsi, pungli maupun gratifikasi dalam pelaksanaan tugas. Apabila kita ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat, maka kita harus terlebih dahulu menunjukkan bahwa kita mampu menjaga integritas dalam menjalankan amanah,” ungkap AKBP Syaiful Wachid.


Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengawasi pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan kepolisian. Partisipasi masyarakat dinilai penting sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.


Menurutnya, kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat merupakan bahan penting bagi Polres 50 Kota untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.


Menuju Polres yang Bersih, Berintegritas dan Terpercaya


Pembangunan Zona Integritas menuju WBK diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas organisasi dan pelayanan publik di lingkungan Polres 50 Kota.


Predikat WBK pada hakikatnya bukan hanya mengenai pencapaian sebuah penghargaan, tetapi lebih jauh merupakan representasi dari perubahan budaya kerja dan komitmen institusi dalam membangun pelayanan yang bebas dari korupsi.


Karena itu, Kapolres 50 Kota berharap seluruh personel dapat menjadikan pembangunan Zona Integritas sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.


“Harapan kami, seluruh jajaran Polres 50 Kota dapat bergerak bersama, memiliki komitmen yang sama dan konsisten dalam membangun Zona Integritas. Kita ingin menghadirkan Polres 50 Kota yang bersih, berintegritas, profesional dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujar AKBP Syaiful Wachid.


Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan Zona Integritas tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan konsistensi, kerja keras, pengawasan, evaluasi, serta keteladanan dari seluruh unsur pimpinan dan personel.


“Kita tidak hanya mengejar predikat WBK, tetapi yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai integritas tersebut benar-benar melekat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan kebersamaan, komitmen dan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Polres 50 Kota dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.


Komitmen Polres 50 Kota dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan institusi kepolisian yang semakin modern, profesional, transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Dengan semangat “Bersama Wujudkan Polres 50 Kota yang Bersih, Berintegritas, Profesional dan Terpercaya”, seluruh jajaran diharapkan mampu menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme personel Kepolisian Negara Republik Indonesia, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Pariaman melaksanakan kegiatan Penegakan dan Penertiban Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel Polres Pariaman.


Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan pimpinan Propam Polda Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengawasan internal sekaligus mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran disiplin yang dapat mencoreng citra dan nama baik institusi Polri.


Gaktibplin menjadi salah satu langkah preventif yang dilakukan Propam untuk memastikan setiap personel menjalankan tugas sesuai ketentuan, kode etik, disiplin, serta norma yang berlaku di lingkungan Kepolisian.


Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan kelengkapan dan kepatuhan personel.

 

Pemeriksaan antara lain meliputi tanda keanggotaan, kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM), serta pemeriksaan handphone personel sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pencegahan terhadap potensi pelanggaran disiplin.


Pemeriksaan terhadap handphone tersebut juga diarahkan untuk mengantisipasi keterlibatan personel dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi, khususnya terkait perjudian online atau judol serta pinjaman online ilegal atau pinjol.


Langkah pengawasan tersebut dinilai penting mengingat perkembangan teknologi dan penggunaan media digital yang semakin luas dapat menimbulkan berbagai potensi pelanggaran apabila tidak digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.


Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., menegaskan bahwa kedisiplinan personel merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan institusi Polri yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.


“Kegiatan Gaktibplin ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Pariaman tetap berada dalam koridor disiplin, etika, dan profesionalisme. Kami tidak ingin ada personel yang terlibat dalam pelanggaran yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun mencoreng nama baik institusi,” ujar AKBP Agung Pranajaya.


Menurut Kapolres, pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan Propam bukan semata-mata untuk mencari kesalahan personel, tetapi lebih mengedepankan langkah pencegahan, pembinaan, serta penguatan kesadaran setiap anggota terhadap kewajiban dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.


“Kita ingin membangun kesadaran dari dalam diri setiap personel bahwa disiplin bukan karena takut diperiksa atau diawasi, tetapi karena merupakan bagian dari tanggung jawab dan integritas sebagai anggota Polri. Setiap personel harus mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.


AKBP Agung juga mengingatkan seluruh personel agar menjauhi segala bentuk perjudian, termasuk perjudian online, serta tidak terjerat pinjaman online yang berpotensi menimbulkan persoalan pribadi maupun kedinasan.


Ia menekankan bahwa persoalan pribadi yang muncul akibat perilaku tidak disiplin dapat berdampak terhadap pelaksanaan tugas, konsentrasi, bahkan citra institusi secara keseluruhan.


“Personel Polri harus mampu menjaga diri, keluarga, dan institusi. Jangan sampai persoalan seperti judi online maupun pinjaman online kemudian mengganggu pelaksanaan tugas. Kita harus bersama-sama mencegah sejak awal dan memberikan pemahaman kepada seluruh anggota mengenai dampak buruknya,” lanjutnya.


Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan Gaktibplin juga diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi bagi seluruh personel Polres Pariaman untuk meningkatkan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan yang berlaku.


Kapolres Pariaman berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga budaya disiplin benar-benar tertanam dalam kehidupan setiap personel, baik ketika melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.


“Harapan kami, seluruh personel Polres Pariaman semakin disiplin, semakin profesional, serta mampu menjaga integritas dan kehormatan institusi. Jangan sampai ada pelanggaran yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal. Mari kita jaga nama baik Polri dengan bekerja secara profesional, humanis, bertanggung jawab, dan sesuai aturan,” kata AKBP Agung.


Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan disiplin sebagai kebutuhan dalam menjalankan tugas, bukan sekadar kewajiban yang harus dipenuhi karena adanya pemeriksaan dari Propam.


“Disiplin adalah cerminan integritas. Kalau personelnya disiplin, maka pelaksanaan tugas akan semakin baik dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri juga akan semakin kuat,” pungkasnya.


Kegiatan Gaktibplin tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran disiplin di lingkungan Polres Pariaman sekaligus memperkuat komitmen seluruh personel dalam menciptakan institusi kepolisian yang bersih, profesional, modern, dan terpercaya.


Melalui pengawasan internal yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, Polres Pariaman berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap personel sekaligus mencegah berbagai perilaku yang berpotensi merusak citra serta marwah institusi Polri.


Disiplin adalah cerminan integritas. Menjaga disiplin berarti menjaga kehormatan diri, keluarga, dan nama baik institusi Polri. (**)



SUMBARNET - Sebanyak 11 wartawan asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) Angkatan I Tahun 2026, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pelaksanaan kegiatan tersebut.


Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Ketua PWI Pessel H. Robby Oktora Romanza dan Sekretaris PWI Pessel Rega Desfinal,ST yang sejak awal proses rekrutmen peserta OKK hingga berakhirnya kegiatan di tingkat provinsi, terus memberikan perhatian, arahan, motivasi, petunjuk, serta dukungan moril maupun materil kepada para peserta.


Bagi 11 wartawan tersebut, dukungan Ketua dan Sekretaris PWI Pessel bukan hanya sebatas mendorong para peserta untuk mengikuti kegiatan OKK, tetapi juga hadir dalam setiap tahapan persiapan.Berbagai arahan dan motivasi diberikan agar para peserta benar-benar memahami pentingnya mengikuti OKK sebagai salah satu proses untuk meningkatkan kapasitas, wawasan, profesionalisme, sekaligus memahami aturan dan organisasi PWI.


Tidak jarang, Ketua dan Sekretaris PWI Pessel juga meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama para peserta.Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para wartawan untuk bertanya, menyampaikan kendala, bertukar pikiran, sekaligus mempersiapkan diri agar lebih matang dan mantap menghadapi rangkaian OKK.


Dukungan tersebut bahkan terus diberikan hingga pelaksanaan kegiatan di tingkat provinsi.Ketua PWI dan Sekretaris PWI Pessel turut mendampingi para peserta hingga ke lokasi kegiatan dan memberikan semangat sampai seluruh rangkaian OKK selesai dilaksanakan.


Bagi para peserta, kehadiran dan pendampingan tersebut menjadi sebuah bentuk perhatian yang sangat berarti.Sebab, mengikuti OKK bukan hanya membutuhkan kesiapan pengetahuan dan mental,tetapi juga dukungan dari organisasi, keluarga dan orang-orang terdekat.


Selain dukungan dari jajaran PWI Pessel, keberhasilan 11 wartawan tersebut juga tidak terlepas dari doa, dukungan dan bantuan keluarga tercinta, saudara, sahabat, rekan-rekan sesama wartawan, para donatur serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dalam berbagai bentuk.


Dukungan tersebut menjadi energi tersendiri bagi para peserta untuk mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya dapat menyelesaikan OKK dan dinyatakan lulus.


Sebanyak 11 wartawan Pessel yang mengikuti OKK tersebut berasal dari berbagai media. Mereka yakni Tusrisep dari Valora.com, Riko Candra dari Harian Rakyat Sumbar, Banta Fauzan dari KupasOnline.com, Beng Siswanto dari TopSumbar.com, Mil Hendrawandi dari PadangMedia.com, Indra Pansuri dari Jejak77.com, Okis Mardiansyah dari SumbarInvestigasi.com, Ronaldo Putra dari Minang KabauNews.com, Nanda Rahyu Putra dari Berita Bhayangkara, Mario Rosy dari Posmetro Padang, serta Maulana Makmun/Simon dari FokusSumbar.com.


Ketua PWI Pessel H. Robby Oktora Romanza menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan seluruh peserta dari Pessel yang telah mengikuti OKK dengan baik hingga dinyatakan lulus.


Menurutnya,OKK bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman wartawan terhadap profesi dan organisasi, termasuk mengenai kode etik jurnalistik, profesionalisme serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai insan pers.


“Kami tentu bersyukur dan bangga seluruh peserta dari Pesisir Selatan dapat mengikuti rangkaian OKK dengan baik hingga selesai. Ini merupakan langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.


Robby berharap ilmu, pengalaman dan pembekalan yang diperoleh selama mengikuti OKK dapat diterapkan dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.


Ia juga mengingatkan agar para wartawan senantiasa menjaga marwah profesi, mengedepankan kode etik jurnalistik, melakukan tugas secara profesional serta tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam menjalankan fungsi pers.


“Jangan berhenti sampai di sini. Setelah mengikuti OKK, justru tanggung jawab sebagai wartawan semakin besar. Teruslah belajar, menjaga etika, meningkatkan kapasitas dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.


Senada dengan itu,Sekretaris PWI Pessel Rega Desfinal,ST mengatakan, kelulusan 11 wartawan Pessel dalam OKK PWI Sumbar merupakan sebuah capaian yang patut disyukuri bersama.


Menurutnya, sejak awal proses rekrutmen, para peserta memang terus diarahkan untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi administrasi, mental maupun pemahaman tentang profesi kewartawanan dan organisasi.


“Kami dari PWI Pessel berusaha mendampingi teman-teman sejak awal. Kalau ada yang perlu didiskusikan, kita diskusikan bersama. Kalau ada yang belum dipahami, kita coba cari jalan keluarnya bersama. Tujuannya tentu agar seluruh peserta bisa mengikuti OKK dengan persiapan yang matang,” kata Rega.


Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat kebersamaan sesama insan pers di Kabupaten Pesisir Selatan.


“Kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Mudah-mudahan setelah mengikuti OKK, teman-teman semakin profesional dan dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.


Sementara itu, mewakili 11 peserta, salah seorang wartawan peserta OKK menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua dan Sekretaris PWI Pessel yang telah memberikan dukungan sejak proses awal hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.


“Bagi kami, dukungan Ketua dan Sekretaris PWI Pessel sangat berarti. Sejak awal rekrutmen kami terus diberikan arahan, motivasi dan petunjuk. Bahkan ketika kami akan mengikuti OKK ke tingkat provinsi, beliau berdua tetap mendampingi dan memberikan semangat sampai kegiatan selesai,” ungkapnya.


Menurutnya, perhatian tersebut membuat para peserta merasa tidak berjalan sendiri dalam mengikuti proses OKK.


“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta, saudara, sahabat, rekan-rekan, para donatur dan semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa doa, semangat, bantuan moral maupun materil. Tanpa dukungan tersebut, tentu perjalanan kami tidak akan semudah ini,” katanya.


Para peserta juga berharap kelulusan OKK tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas diri dan menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik ke depan.


“Semoga ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan selama OKK dapat kami implementasikan dalam menjalankan tugas. Kami menyadari bahwa menjadi wartawan bukan hanya tentang menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga tentang tanggung jawab, etika, keberanian, ketelitian dan keberpihakan kepada kebenaran serta kepentingan masyarakat,” tambahnya.


Di akhir penyampaian, ke-11 wartawan tersebut kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menjadi bagian dari perjalanan mereka mengikuti OKK PWI Sumbar.


Ucapan terima kasih tersebut menjadi bentuk penghargaan atas setiap doa, dukungan, bantuan, motivasi dan semangat yang diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.


“Semoga segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan kepada kami dibalas oleh Allah SWT dengan pahala, keberkahan, kesehatan, kemudahan rezeki dan segala kebaikan. Mohon doa dan dukungan agar setelah ini kami dapat menjalankan amanah sebagai wartawan dengan lebih baik, profesional, beretika dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.


Kelulusan 11 wartawan Pessel dalam OKK PWI Sumbar Angkatan I Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi peserta dan keluarga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme, soliditas serta kualitas insan pers di Kabupaten Pesisir Selatan. (Re)

 


SUMBARNET — Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pulau Pigagi, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (16/8/2026). 


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program Indonesia Asri, sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut.


Aksi bersih pantai ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. 


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk gotong royong membersihkan kawasan pesisir dari sampah, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik bersama jajaran turun langsung melakukan kegiatan pembersihan di sepanjang kawasan pantai Pulau Pigagi.

 

Sampah yang ditemukan di sekitar pesisir dikumpulkan dan dipilah untuk selanjutnya ditangani sesuai jenisnya.


Menurut Kapolres, kawasan pesisir dan laut merupakan bagian penting dari lingkungan yang harus dijaga bersama. 


Kebersihan pantai tidak hanya berkaitan dengan keindahan kawasan wisata, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekosistem laut serta kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada sumber daya pesisir.


“Aksi bersih pantai ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan. Kita ingin memastikan kawasan pesisir, khususnya Pulau Pigagi, tetap bersih, asri dan terjaga kelestariannya. Ini juga menjadi bagian dari dukungan Polres Pasaman Barat terhadap program Indonesia Asri,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menjelaskan, keberadaan sampah di kawasan pantai apabila tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, terutama ekosistem laut. 


Sampah yang terbawa arus dan masuk ke laut berpotensi mengganggu kehidupan biota laut serta merusak kualitas lingkungan pesisir.


“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan pantai harus dijaga secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada kegiatan tertentu,” katanya.


Kapolres juga mengajak masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan pesisir Air Bangis, untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 


Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah ke pantai maupun ke laut. Mari kita biasakan menjaga lingkungan mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kawasan pesisir kita tetap sehat dan nyaman,” tuturnya.


Lebih lanjut, AKBP Agung Tribawanto berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.


“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Kalau kita semua memiliki kesadaran yang sama, saya yakin kawasan pesisir Pasaman Barat akan semakin bersih, indah dan tetap lestari untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.


Ia menambahkan, Pulau Pigagi dan kawasan pesisir Air Bangis memiliki potensi alam yang sangat besar. Potensi tersebut harus dijaga agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Pasaman Barat.


Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah. Lingkungan yang bersih dan terawat akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perekonomian masyarakat, serta kualitas kehidupan warga di kawasan pesisir.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menekankan pentingnya semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.


“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, salah satunya dengan menjaga kebersihan serta kelestarian alam,” jelasnya.


Aksi bersih pantai di Pulau Pigagi diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga lingkungan pesisir Pasaman Barat.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. 


Dengan kolaborasi dan kesadaran masyarakat, kawasan pesisir diharapkan tetap terjaga kebersihannya, ekosistem laut terlindungi, serta potensi alam Pasaman Barat dapat diwariskan dalam kondisi yang baik kepada generasi mendatang.


Melalui aksi tersebut, Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat dan lestari. (**)



PASAMAN BARAT — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. melaksanakan kegiatan Family Gathering bersama keluarga besar Polres Pasaman Barat, Sabtu (16/8/2026).


Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

 

Family Gathering menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi, kebersamaan, serta kekompakan di lingkungan keluarga besar Polres Pasaman Barat. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. 


Personel kepolisian bersama keluarga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. 


Kebersamaan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan dan rekreasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan emosional antara pimpinan, personel, serta keluarga besar Polres Pasaman Barat.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. mengatakan, kegiatan Family Gathering sengaja dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan membangun semangat persatuan dan kebersamaan.


“Family Gathering ini kita laksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan seluruh keluarga besar Polres Pasaman Barat,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menambahkan, keluarga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan bagi personel dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


“Kita menyadari bahwa di balik pelaksanaan tugas setiap personel Polri terdapat keluarga yang selalu memberikan dukungan. Karena itu, melalui kegiatan seperti ini kita ingin membangun kebersamaan, sehingga tercipta suasana kerja yang semakin harmonis dan solid,” katanya.


Kapolres juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus dimaknai dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian, serta membangun semangat gotong royong. 


Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif. Kita ingin seluruh personel semakin kompak, semakin solid, dan memiliki semangat yang sama dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Kapolres.


Selain sebagai ajang silaturahmi, Family Gathering juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menciptakan suasana yang lebih rileks bagi personel dan keluarga setelah menjalankan berbagai rutinitas serta tanggung jawab kedinasan.


Kapolres berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 


Dengan kekompakan internal yang semakin kuat, Polres Pasaman Barat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Harapan kita, kebersamaan ini tidak berhenti pada kegiatan Family Gathering saja. Semangat kekeluargaan, kekompakan dan solidaritas harus terus kita jaga dalam pelaksanaan tugas. Dengan personel yang solid dan keluarga yang mendukung, insyaallah kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pasaman Barat,” ungkap AKBP Agung Tribawanto.


Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh keluarga besar Polres Pasaman Barat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian.


Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan karya nyata dan kontribusi positif sesuai dengan tugas serta tanggung jawab masing-masing.


“Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini untuk terus meningkatkan semangat pengabdian. Sebagai anggota Polri, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Itu merupakan bagian dari kontribusi kita dalam mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.


Kegiatan Family Gathering keluarga besar Polres Pasaman Barat tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.

 

Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan semakin memperkuat soliditas internal Polres Pasaman Barat sekaligus menjadi energi positif dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - Dugaan praktik penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar bersubsidi di sebuah gudang kawasan Jalan Raya Padang–Bukittinggi, sekitar Asrama Haji Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi sorotan.



Informasi mengenai aktivitas tersebut ditelusuri awak media ke lokasi pada Jumat (14/8/2026) setelah adanya laporan masyarakat yang mencurigai gudang tersebut digunakan sebagai tempat penampungan dan distribusi solar bersubsidi.


Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (DPW REPRO Sumatera Barat), Roni, meminta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap dugaan praktik tersebut.


“Kalau benar ditemukan adanya penampungan dan pengumpulan bio solar bersubsidi secara ilegal, saya mendorong aparat penegak hukum segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jangan sampai BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru dimainkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan,” tegas Roni.


Menurutnya, dugaan penyelewengan BBM bersubsidi bukan persoalan sepele. Jika terbukti, praktik tersebut dapat merugikan masyarakat sekaligus berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Roni juga meminta aparat menelusuri asal-usul BBM, pola pengumpulan, kapasitas penyimpanan, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.


“Kami meminta jangan hanya berhenti pada gudangnya. Kalau memang ada permainan, telusuri siapa pemasoknya, siapa penampungnya dan ke mana BBM itu didistribusikan. Kalau terbukti melanggar hukum, tindak tegas,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa sorotan tersebut bukan untuk menghakimi pihak tertentu. Namun, dugaan aktivitas ilegal harus segera diklarifikasi dan diperiksa berdasarkan fakta di lapangan.

“Aparat harus memastikan apakah kegiatan di lokasi tersebut memiliki izin dan sesuai ketentuan atau justru merupakan praktik penyelewengan BBM subsidi. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton sementara BBM subsidi dipermainkan oleh mafia,” kata Roni.


Roni berharap Polres Padang Pariaman dan aparat penegak hukum terkait segera melakukan pengecekan terhadap lokasi yang dimaksud serta mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.


REPRO Sumbar, lanjut Roni, akan terus mendorong transparansi dan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. (tim)



Ketua PWI Sumbar Widya Navies (Foto:Istimewa)

SUMBARNET - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau PWI Sumbar, Widya Navies mendukung upaya PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar kasus kematian wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin dapat diungkap dan tuntas. 


“Kematian Udin yang sudah tiga dasawarsa berlalu, harus diusut tuntas, dan kami mendukung upaya yang dilakukan PWI DIY mendorong agar kasus  kematian Udin diketahui secara jelas,” kata Ketua PWI Sumbar Widya Navies.


Pada Jumat (15/8/2026) PWI DIY memasang prasasti pahlawan pers di makam Udin sebagai bagian dari langkah mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional.


Sebelumnya, atas inisiatif PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai pahlawan nasional, karena perjuangannya menegakkan kebenaran pers. 


Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026).


Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026). Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.


Dalam pertemuan tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY untuk membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.


“Kami merespons PWI DIY dianugerahkan pahlawan nasional untuk Udin,” kata, Penyuluh Sosial, Dinsos DIY, Sapto Parjono dalam pemaparannya.


Aturan pemberian gelar pahlawan telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 serta peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU Nomor 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.


Parjono mengatakan, usulan gelar pahlawan harus melalui berbagai kajian serta disepakati oleh pemerintah setempat. 


“Kalau Udin ini berarti ya oleh Pemkab Bantul, nanti beberapa syarat di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berjuang,” terang Hudono.


Ketua PWI DIY, Hudono, mengatakan, dokumen persyaratan pengajuan gelar pahlawan untuk Udin kini telah diupayakan PWI DIY. 


Menurutnya Udin layak mendapatkan gelar pahlawan karena kerja jurnalistik yang dilakukannya banyak berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.


Bahkan dari pikiran kritisnya, Udin harus disingkirkan ketika menulis pemberitaan yang kritis berkaitan dengan korupsi yang diungkap secara jelas.


“Udin perjuangkan kemerdekaan pers, Udin dikenal pemberani, ktitis menyoroti kebijakan pemerintah mulai korupsi terus bansos yang disunat pada saat itu. Tetapi inilah risikonya, dia mendapat penganiayaan bahkan saya sebut ini pembunuhan berencana,” tegas Hudono.


Menurutnya apa yang diperjuangkan Udin sama halnya dengan yang dilakukan oleh Marsinah, seorang buruh yang telah dianugerahi gelar pahlawan karena memperjuangkan hak buruh.


“Saya megacu pada pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah, dia itu simbol perlawanan buruh, dia gak punya penghargaan bersifat formal tapi aksinya sangat nyata dan dirasakan kalangan buruh, sama halnya apa yang dilakukan Udin untuk kalangan pers,” imbuh Hudono. *

 


SUMBARNET - Inovasi personel Polres Payakumbuh AIPTU Mulia Raja dalam mengembangkan pengolahan sampah organik melalui Rumah Kompos Sago Mandiri mendapat perhatian serius. Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K.M.H. bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Lima Puluh Kota, sejumlah perwira staf, kelompok tani dan warga setempat melakukan pengecekan langsung terhadap rumah kompos yang berlokasi di Kenagarian Situjuh Banda Dalam, Jumat (14/8/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan menyusul masuknya AIPTU Mulia Raja dalam nominasi Kompolnas Awards, sebuah apresiasi yang diberikan kepada sosok anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi serta kontribusi positif bagi masyarakat.


Kegiatan pengecekan tidak hanya untuk melihat secara langsung proses pengolahan sampah menjadi pupuk organik, tetapi juga untuk mengetahui sejauh mana inovasi yang dikembangkan AIPTU Mulia Raja memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani dan warga di sekitar lokasi.


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K,M.H., mengatakan inovasi yang dilakukan AIPTU Mulia Raja merupakan contoh bagaimana seorang anggota Polri dapat memberikan kontribusi di luar tugas pokoknya melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Rumah Kompos Sago Mandiri ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang lahir dari kepedulian personel terhadap lingkungan dan masyarakat. Apa yang dilakukan AIPTU Mulia Raja menunjukkan bahwa anggota Polri bisa hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolres.


Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk memiliki manfaat ganda. Selain membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan, hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama kelompok tani, sehingga berpotensi mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.


“Yang kita lihat di sini bukan hanya rumah kompos, tetapi ada proses pemberdayaan masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian. Ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi,” lanjutnya.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Payakumbuh bersama rombongan juga melihat langsung aktivitas pengolahan bahan organik serta berdialog dengan kelompok tani dan warga yang ikut memanfaatkan keberadaan Rumah Kompos Sago Mandiri.


Keberadaan kelompok tani dan masyarakat dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berjalan sendiri. Ada keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan, pemanfaatan maupun pengembangan rumah kompos tersebut.


Kapolres menambahkan, masuknya AIPTU Mulia Raja dalam nominasi Kompolnas Awards menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran Polres Payakumbuh untuk terus melahirkan personel-personel yang mampu memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.


“Kami tentu memberikan dukungan terhadap AIPTU Mulia Raja. Nominasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.


Bagi Polres Payakumbuh, semangat pengabdian seperti yang ditunjukkan AIPTU Mulia Raja sejalan dengan upaya membangun sosok anggota Polri yang dekat dengan masyarakat, memiliki kepedulian sosial serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.


Rumah Kompos Sago Mandiri pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah inovasi personal, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sampah organik dan mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.


Dengan masuknya AIPTU Mulia Raja dalam nominasi Kompolnas Awards, kiprah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengabdian anggota Polri dapat diwujudkan melalui berbagai cara termasuk mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (hms)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, kukuhkan 54 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Kota Bukittinggi tahun 2026. 


Pengukuhan Paskibraka Bukittinggi disaksikan langsung Forkopimda, Sekda dan seluruh Kepala SKPD, di Balairung Rumah Dinas Wako, Sabtu, 15 Agustus 2026.


Upacara pengukuhan berlangsung secara khidmat, seluruh peserta Paskibraka mengucapkan ikrar Putra Indonesia dan prosesi memegang Sang Saka Merah Putih, dengan diiringi lagu Padamu Negeri.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, berpesan agar 54 anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan rasa bangga. Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan tanpa intervensi melalui berbagai tahapan, mulai dari tes kesehatan, psikotes, kepribadian hingga wawancara.


"Ananda semua adalah contoh bagi teman-teman dan sekolah. Ikrar yang sudah dibacakan jangan ditinggalkan. Laksanakan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga persatuan dan memberikan yang terbaik untuk bangsa. Hati-hati menggunakan media sosial, jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar," ungkapnya.


Wako menambahkan, pendidikan dan pelatihan Paskibraka membentuk kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan, karakter, disipli dan semangat persatuan. 


Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan setelah masa tugas berakhir serta menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi masa depan.


"Perjalanan Ananda masih panjang. Bangun terus komunikasi dan kekompakan. Banggalah melaksanakan tugas pada 17 Agustus di Bukittinggi yang pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia. Tugas mengibarkan bendera bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari menjaga dan menghargai sejarah perjuangan bangsa. Terima kasih kepada seluruh pembina dan pelatih yang telah mempersiapkan Ananda semua," pungkasnya. (*)



PADANG — Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026 resmi berakhir. Wali Kota Padang Fadly Amran menutup secara resmi ajang yang mempertemukan ratusan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat di Kota Padang tersebut di GOR FKKSP PT Semen Padang, Sabtu (15/8/2026).


Kejuaraan yang digelar Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang itu berlangsung selama tiga hari, 13-15 Agustus 2026. 


Sebanyak 511 atlet dari 33 perguruan ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet pencak silat potensial di Kota Padang.


Penutupan kejuaraan turut dihadiri Ketua KONI Kota Padang Erianto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang Eka Putra Buhari, Ketua Pengcab IPSI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026 Yuharmen, serta para pelatih dan ofisial atlet yang berlaga.


Fadly: Kejuaraan Jadi Ruang Cetak Atlet Berprestasi


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi konsistensi Pengcab IPSI Kota Padang yang kembali menggelar Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup untuk kedua kalinya.


Menurut Fadly, keberlanjutan kejuaraan tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk membangun ekosistem pembinaan pencak silat secara berkelanjutan.


Ia menilai kompetisi tidak semata-mata menjadi arena untuk menentukan siapa yang terbaik, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, khususnya pesilat usia muda dan pemula.


Jam terbang dalam kompetisi, kata Fadly, merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental dan karakter atlet. Dengan semakin sering mengikuti pertandingan, atlet diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memiliki mental bertanding yang lebih kuat.


“Kejuaraan ini menjadi ruang penting untuk mengasah dan melahirkan atlet silat berprestasi. Kita ingin IPSI Kota Padang terus mencetak atlet yang berprestasi, tidak hanya di Porprov, tetapi juga hingga ke kejuaraan nasional,” ujar Fadly.


Ia berharap kejuaraan seperti Wali Kota Cup dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan dikembangkan dari waktu ke waktu. Dengan pembinaan yang terarah serta kompetisi yang rutin, Fadly optimistis akan semakin banyak pesilat asal Kota Padang yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.


Olahraga Jadi Ruang Positif bagi Generasi Muda


Fadly juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap pembinaan olahraga melalui Program Padang Balomba yang merupakan aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara.


Menurutnya, pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dan perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.


Kegiatan olahraga yang terarah memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi, belajar disiplin, membangun sportivitas, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.


Hal tersebut dinilai penting di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda. Menurut Fadly, semakin banyak ruang positif yang tersedia bagi anak-anak dan remaja, semakin besar pula peluang mereka untuk terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.


Ia menekankan bahwa konsep generasi pintar yang ingin dibangun di Kota Padang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademis.


“Pintar itu bukan hanya di bidang akademis saja, tetapi juga pintar dalam berolahraga, mengatur waktu, beribadah, dan kegiatan positif lainnya. Inilah niat kita menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar,” katanya.


Karena itu, Pemko Padang akan terus mendorong aktivitas olahraga masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan atlet agar olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan sumber daya manusia.


Diikuti 511 Atlet dari 33 Perguruan


Ketua Pengcab IPSI Kota Padang Zulhardi Z. Latif menjelaskan, Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026 diikuti sebanyak 511 atlet yang berasal dari 33 perguruan pencak silat.


Para peserta bertanding dalam dua kategori utama, yakni kategori pemasalan dan kategori prestasi.

Kategori pemasalan diperuntukkan bagi peserta pada jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

 

Sementara kategori prestasi diperuntukkan bagi pesilat jenjang sekolah menengah atas (SMA) hingga kelompok dewasa.


Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari upaya IPSI Kota Padang untuk memberikan ruang bertanding sesuai dengan kelompok usia dan tingkat kemampuan atlet.


Bagi pesilat usia dini, kompetisi diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan atmosfer pertandingan sekaligus membangun keberanian dan mental bertanding.

 

Sedangkan bagi atlet kategori prestasi, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai perguruan.


Wadah Menjaring Bibit Pesilat Potensial


Zulhardi mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.


“Kejuaraan ini menjadi ajang menjaring atlet terbaik sekaligus menambah jam terbang pesilat pemula. Kami berterima kasih kepada Pak Wali dan juga Ketua KONI Kota Padang yang mendukung penuh terlaksananya kejuaraan ini,” ujar Zulhardi.


Ia berharap keberadaan kejuaraan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga pembinaan atlet pencak silat di Kota Padang memiliki kesinambungan.


Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang diikuti atlet, semakin banyak pula kesempatan bagi pelatih dan pengurus untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kemampuan pesilat.


Hasil pertandingan juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat daerah maupun nasional.


Perkuat Pembinaan Menuju Prestasi Lebih Tinggi


Kejuaraan Wali Kota Cup II 2026 menjadi bagian dari rangkaian pembinaan olahraga pencak silat di Kota Padang. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan atlet dari puluhan perguruan, ajang tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi pencak silat di daerah tersebut.


Keberadaan berbagai perguruan menjadi kekuatan dalam proses pembinaan karena memberikan ruang bagi atlet untuk berlatih dan berkembang sesuai dengan lingkungan masing-masing.


Namun, pembinaan yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, IPSI, perguruan, pelatih, ofisial, orang tua, hingga para atlet itu sendiri.


Pemerintah Kota Padang melalui dukungan terhadap Program Padang Balomba diharapkan dapat terus memperkuat ruang-ruang kompetisi dan pembinaan olahraga masyarakat.


Bagi IPSI Kota Padang, tantangan selanjutnya adalah memastikan atlet-atlet potensial hasil dari kompetisi tersebut mendapatkan pembinaan lanjutan yang terukur.


Dengan kombinasi latihan yang konsisten, kompetisi yang rutin, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, pesilat Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan prestasi dari tingkat daerah menuju ajang yang lebih tinggi.


Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026 pun tidak hanya berakhir dengan penyerahan gelar juara. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menyiapkan generasi pesilat Kota Padang yang memiliki kemampuan, mental bertanding, sportivitas, dan karakter kuat.


Semangat tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Padang agar olahraga tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, produktif, dan mampu mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan positif. (**)