Padang - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, melakukan Safari Ramadhan 1447 Hijriah ke Mushalla Al-Jannah di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Sabtu malam (21/2/2026). Kedatangannya disambut hangat oleh jemaah mushalla tersebut.


Ketua Pengurus Mushalla Al-Jannah, Sintek Riyanto, menjelaskan bahwa kedatangan Tim Safari Ramadhan DPRD Sumbar rezeki bagi Jemaah tersebut. “Mushalla ini didirikan dari swadaya masyarakat. Ini adalah bantuan pertama yang kami terima,” ujarnya.


Untuk itu, pria yang akrab disapa Rian ini, mewakili masyarakat yang menjadi jemaah Mushalla Al-Jannah, megucapkan terima kasih kepada Tim Safari Ramadhan DPRD Sumbar yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.


“Kami sangat bersyukur karena aspirasi masyarakat diakomodir oleh Bapak Evi Yandri Rajo Budiman. Ini benar-benar berkah bagi mushalla kami,” tukasnya.


Sedangkan Evi Yandri Rajo Budiman menjelaskan, sebelumnya timnya memang sudah datang ke Mushalla Al-Jannah untuk menghimpun aspirasi masyarakat. “Mushalla Al-Jannah adalah lokasi pertama yang saya kunjungi langsung dalam kegiatan Safari Ramadhan sekarang,” ujarnya.


Evi Yandri pun mengatakan bahwa dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, terdapat 21 masjid/mushalla lagi yang akan dikunjunginya. Lokasinya tidak saja di Padang tetapi juga ada di luar Kota Padang. “Safari Ramadhan ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi momentum silaturahmi dengan masyarakat,” tambahnya.


Selain itu, lanjutnya, dalam Safari Ramadhan timnya juga akan menghimpun aspirasi masyarakat. Lalu, menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait program kerja pemerintah, khusus di Sumatera Barat.


“Dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, kita menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mushallah yang dari dana pokok-pokok pikiran yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat,” tukas legislator dari Partai Gerindra ini.


Sebelumnya Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, menjelaskan bahwa Tim Safari Ramadhan 1447 H DPRD Sumbar, bakal mengunjungi 216 lokasi. “Sebanyak 25 lokasi menjadi agenda kunjungan empat pimpinan DPRD Sumbar,” ujarnya.


Selanjutnya, sembilan anggota Komisi I dijadwalkan mengunjungi 23 lokasi. Sedangkan 12 anggota Komisi II akan mendatangi 35 lokasi. “Untuk Komisi III yang berjumlah 12 orang, mereka akan mengunjungi 47 lokasi,” tambahnya.


Adapun Komisi IV dengan 14 anggota, imbuhnya, dijadwalkan mengunjungi 51 lokasi. “Sementara itu, Komisi V yang terdiri dari 15 anggota akan berkunjung ke 45 lokasi,” tukas Maifrizon.


Dalam Safari Ramadhan tahun ini, sambungnya, bantuan yang akan disalurkan DPRD Sumbar yaitu sebesar Rp50 juta untuk masjid, dan Rp20 juta untuk mushalla. (*)



SUMBARNET - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan komitmennya memberantas narkoba melalui pendekatan rehabilitasi dan penguatan peran masyarakat. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Mushalla Al-Jannah, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Sabtu (21/2/2026).


Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Evi Yandri juga menghadirkan dua mantan penyintas narkoba. Keduanya membagikan pengalaman pahit saat kecanduan dan mengaku bersyukur karena telah direhabilitasi sehingga dapat kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.



Evi Yandri menegaskan, masyarakat tidak boleh menyerah ketika menghadapi persoalan anak atau anggota keluarga yang terjerat narkoba. Ia menilai masih banyak solusi yang bisa ditempuh selain jalur pidana.


“Jika ada anak atau keluarga yang menjadi pecandu atau pemakai narkoba, jangan patah arang. Jangan langsung berpikir penjara adalah satu-satunya jalan, karena mereka masih bisa direhabilitasi,” ujar Evi Yandri legislator dari Partai Gerindra ini.


Ia menambahkan, rehabilitasi telah terbukti memulihkan banyak penyintas hingga mampu kembali berinteraksi secara wajar di lingkungan sosial. “Sudah banyak yang pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Inilah yang kami sampaikan dalam Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk edukasi dan kebaikan bagi masyarakat,” katanya.




Berdasarkan hasil kajian, sambungnya, pola awal penyalahgunaan narkoba bermula dari lingkungan pertemanan. Bahkan 88 persen pengguna pertama kali mendapat barang haram itu dari teman. “Jadi, lingkungan itu sangat penting untuk kita jaga agar terhindar dari pengaruh buruk,” tegasnya.


Maka dari itu, Evi Yandri menekankan pentingnya pengawasan keluarga dan lingkungan terdekat. Dari data yang dilihatnya, juga masyarakat yang terjerat narkoba terus mengalami peningkatan. Jadi, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari menutup pintu masuk peredaran, memperkuat sosialisasi bahaya narkoba, meningkatkan pengawasan, hingga menyediakan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.




“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan apapun yang bisa mencegah penyalahgunaan narkotika. Awasi keluarga, sebarkan informasi, atau lembaga bisa mengadakan sosialisasi. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaatnya,” ujarnya. (*)




Oleh: Prof Werry Darta Taifur (Akademisi Senior UNAND)


KEADAAN ekonomi, sosial dan lingkungan alam Sumbar nan sarupo iko kini bukan tanpa alarm sebelumnya. 


Masalah ekonomi Sumbar 2018 sudah diingatkan  semenjak tahun 2018 bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar akan terus melambat karena struktur ekonomi Sumbar yang  didominasi sektor pertanian yang sudah melampaui daya dukungnya. 


Kemudian investasi besar untuk hilirisasi tidak mungkin ada di Sumbar. 


Maka pengembangan dan peningkatan daya  saing industri dan menengah menjadi semakin urgen di samping menggarap potensi kawasan pesisir dan laut. 


Oleh karena tidak ada yang difokuskan pada dua bidang terakhir selama 10 tahun terakhir, telah membuahkan hasil ekonomi Sumbar semakin redup. 


Tanpa bencana dan covid, ekonomi Sumbar tetap redup karena perlambatan itu semakin nyata dari tahun ke tahun. 


Kita (Sumbar,red) masih lebih suka serimoni dan mendapat atau mengerjar penghargaan daripada menyadari bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi yang semakin redup itu mengindikasikan terdapat masalah strukutral yang menghambat peningkatan produktivitas. 


Sudah berapa banyak serimoni ini dan itunya yang diperkirakan berdampak terhadap peningkatan ekonomi, he he heee berujung pada ketidak berlajutan. 


Sudah berapa banyak penghargaan dari pemerintah pusat yang diterima pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota belum  berdampak terhadap peningkatan daya saing produk yang dihasilkan dan daya saing daerah sendiri. 


Setelah terjadi bencana alam di Sumbar pada minggu terakhir Noverber 2025 yang meluluh lantakan sumber produktif beberapa

daerah kabupate/ kota di Sumbar, lonjakan pertumbuhan ekonomi (rebound) akibat bantuan pemerintah  pusat dan  berbagai pihak. 


Tapi rebound  itu tidak didorong oleh kegiatan produksi. (***)



SUMBARNET - Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah, belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan BPK tentang pemborosan anggaran di DPRD Pesisir Selatan sebesar Rp2,2 miliar.


Temuan ini melibatkan kelebihan pembayaran tunjangan dan belanja operasional anggota DPRD, serta pemborosan dalam belanja perjalanan dinas saat di konfirmasi bungkam.Minggu 22 Februari 2026


Sementara itu dikonfirmasi terpisah oleh tim awak media kepada Sekretaris DPRD Pesisir Selatan, Ikhsan Busra, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah menginformasikan kepada seluruh anggota dewan untuk segera mengembalikan kelebihan pembayaran yang menjadi temuan audit.


Beberapa anggota DPRD sudah melakukan pengembalian dana, bahkan sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK diterbitkan.


Pemborosan ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD), yang menyebabkan standar pembayaran tunjangan mengacu pada kategori "Sedang", sehingga pimpinan dan anggota DPRD menerima pembayaran melebihi batas yang diperbolehkan.


Ditambah Erizal salah satu tokoh Lembaga Pemerhati Korupsi sangat menyayangi kondisi Lembaga DPRD yang semestinya sebagai fungsi pengawasan malah menjadi tidak melaksanakan fungsi.


Temuan BPK DPRD Kabupaten Pesisir Selatan seharus menjadikan tindak lanjut dari LHP,jangan jadi pembiaran.


Ia menambahkan ini agar bisa jadi perhatian aparat Hukum untuk di tidak lanjuti serta memperkuat Fungsi dari Inspektorat Daerah. (tim)

 


Oleh: Two Efly Wartawan Ekonomi



Pertengahan Februari, salah seorang tokoh masyarakat Minang yang juga Ketua BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan keprihatinannya.


Sebagai anak rantau, ia cemas melihat kondisi ranah. Ekonomi yang kian terpuruk menjadi perhatian utamanya saat berkunjung ke kampung halaman.


Sebagai pengusaha, ia menyarankan Sumatera Barat segera berbenah. Pertumbuhan ekonomi yang rendah adalah sinyal bahaya. Kondisi ini harus segera disikapi agar daerah tidak semakin terpuruk.


Sumatera Barat harus bangkit. Industrialisasi berbasis potensi lokal perlu dihadirkan. Salah satu sektor potensial adalah pariwisata. Sumatera Barat perlu mencontoh Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali. Dua daerah tersebut mampu tumbuh melalui sektor pariwisata.


Kerisauan Dony Oskaria menjadi pemantik. Sejumlah tokoh mulai tersentak. Beberapa pihak ikut gelisah.


Saya termasuk yang risau. Istilah “labirin 4 persen” sudah berulang kali saya sampaikan. Dalam berbagai tulisan dan forum diskusi, hal itu terus saya tekankan. Namun, hasilnya belum berubah. Dari kuartal ke kuartal, kondisi nyaris stagnan.


Awal Tahun yang Sulit


Tahun baru biasanya membawa harapan baru. Namun, realitas belum sejalan. Tahun yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan pascabencana dan keterpurukan ekonomi tampaknya masih berat.


Masalah utamanya adalah konektivitas. Akses manusia dan barang masih tersekat. Jalur Lembah Anai masih buka-tutup. Jalur alternatif Sicincin–Malalak juga belum sepenuhnya lancar. Perputaran ekonomi pun tersendat.


Lembah Anai adalah nadi utama ekonomi Sumatera Barat. Jalur ini menjadi penghubung ibu kota provinsi dengan kabupaten dan kota penyangga. Jalur ini juga menghubungkan Padang dan Pekanbaru sebagai pasar utama.


Selasa, 17 Februari 2026, saya kembali melintasi kawasan tersebut. Itu adalah kali kedua saya melewati jalur Padang–Bukittinggi pascabencana hidrometeorologi.


Proses pemulihan memang berjalan. Namun, estimasi penyelesaian dalam 90 hari tampaknya akan molor. Titik bencana tidak berkurang. Longsoran susulan justru muncul setelah hujan deras.


Ramadhan seharusnya menjadi momentum kebangkitan makroekonomi. Lonjakan konsumsi saat Ramadhan biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Produksi pangan dan sandang pun meningkat.


Sayangnya, momentum ini terancam tidak optimal. Hambatan transportasi masih menjadi kendala. Jalur Sitinjau Lauik tidak mungkin menjadi satu-satunya andalan. Kemacetan hampir pasti terjadi.


Berpeluang Kontraksi


Jika pada Q4/2025 Sumatera Barat tumbuh minus secara quarter to quarter dan year on year, maka Q1/2026 berpeluang kembali terkontraksi secara year on year.


Mengapa? Sulit bagi Sumatera Barat menyamai pertumbuhan Q1/2025 sebesar 4,66 persen. Angka tersebut ditopang kinerja Q4 2024 yang tumbuh 4,04 persen.


Artinya, Q1/2025 dimulai dari basis yang relatif kuat. Pertumbuhan bergerak dari 4,04 persen menjadi 4,66 persen.


Bandingkan dengan kondisi 2026. Pada Q4/2025, pertumbuhan hanya 1,69 persen. Artinya, awal 2026 dimulai dari basis yang rendah. Jaraknya sangat jauh untuk menyamai 4,66 persen.


Dalam 45 hari pertama Q1/2026, momentum sudah melemah. Hingga pertengahan Februari, ekonomi masih melambat. Konektivitas manusia dan barang belum pulih. Pasokan sembako dari dan menuju Kota Padang masih terhambat. Kondisi ini pasti berdampak negatif pada pertumbuhan.


Walau bukan data final, separuh periode Q1/2026 cukup menjadi dasar analisis. Perputaran ekonomi berat. Belanja pemerintah belum maksimal. Belanja modal masih minim.

Saya memperkirakan pertumbuhan Q1/2026 tidak akan melampaui 3 persen. Jika itu terjadi, maka secara year on year akan terjadi kontraksi, meski secara quarter to quarter tetap positif.


Fiskal yang Masih Abu-abu


Penggerak utama ekonomi Sumatera Barat adalah belanja pemerintah. Namun, belanja daerah pada awal 2026 tidak sebaik awal 2025.

Siklus belanja memang cenderung rendah di awal tahun. Transfer keuangan daerah belum sepenuhnya turun. Belanja awal tahun bertumpu pada SiLPA tahun sebelumnya.


Belanja modal dan jasa masih minim. Pemerintah baru menjalankan belanja rutin seperti gaji dan operasional. Dampaknya terhadap makroekonomi sangat terbatas.


Belanja rehabilitasi dan rekonstruksi juga belum berjalan optimal. Bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur fisik belum sepenuhnya digulirkan.


Tekanan fiskal menjadi penyebab utama. Taksiran kerugian akibat bencana hidrometeorologi mencapai sekitar Rp33 triliun. Penanganannya harus dilakukan secara multiyears.


Bencana pun belum sepenuhnya usai. Sejumlah daerah masih terdampak. Longsor dan banjir susulan terus terjadi.


Rasa waswas juga belum hilang. Masyarakat di daerah hiliran sungai masih cemas. Setiap hujan deras, debit air langsung meningkat. Kondisi ini ikut menekan aktivitas ekonomi.


Berharap Konsumsi


Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sangat bergantung pada konsumsi. Hambatan konektivitas memengaruhi ketersediaan barang dan jasa.


Harapan tetap ada. Idul Fitri diharapkan menjadi puncak konsumsi. Arus mudik perantau diyakini akan meningkatkan belanja masyarakat.


Secara peluang, Idul Fitri adalah momentum emas. Namun, kelancaran akses jalan menjadi kunci. Jika jalur utama masih buka-tutup dan belum beroperasi 24 jam, peluang ini bisa terlewat.


Perantau akan berpikir ulang untuk mudik. Mereka enggan pulang jika transportasi masih terkendala.


Harapannya, perbaikan jalur Lembah Anai dan Malalak dapat tuntas menjelang Idul Fitri. Setidaknya H-7, akses sudah terbuka 24 jam. Tanpa itu, Sumatera Barat kembali berisiko kehilangan momentum kebangkitan ekonomi di awal tahun.***

 


Padang, – Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyoroti pentingnya penguatan sistem logistik sebagai kunci mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat meninjau operasional Pelabuhan Teluk Bayur, Jumat (20/2/2026). Pelabuhan utama di pesisir barat Sumatera itu dinilai memiliki peran strategis dalam menekan biaya distribusi sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi regional.


Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono menyambut kedatangan Dony Oskaria bersama jajaran manajemen Pelindo. Turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Kapolda Sumatera Barat, serta pejabat daerah dan pimpinan BUMN lintas sektor.


Dalam peninjauan tersebut, Dony Oskaria mengecek kesiapan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan guna memastikan arus logistik dan distribusi barang berjalan efisien. Ia menilai Pelabuhan Teluk Bayur memiliki posisi penting sebagai simpul perdagangan yang menghubungkan aktivitas ekonomi daerah dengan jaringan logistik nasional.


Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan transformasi digital pada layanan terminal peti kemas. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas data, transparansi proses, serta efisiensi pelayanan kepada pelanggan sehingga proses logistik menjadi lebih cepat dan kompetitif.


Sejalan dengan itu, Dony Oskaria menegaskan bahwa efisiensi logistik harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan sektor industri daerah.


“Penurunan biaya logistik harus diikuti dengan pertumbuhan industri di Sumatera Barat, sehingga arus barang masuk dan keluar pelabuhan bisa seimbang,” ujar Dony Oskaria.


Selain meninjau operasional pelabuhan, ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana penataan Pelabuhan Muaro Padang sebagai bagian dari penguatan sistem logistik terpadu. Menurutnya, pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi laut, tetapi juga memiliki potensi menjadi pusat ekonomi baru.


“Pelabuhan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang ekonomi dan pariwisata yang mendorong aktivitas UMKM serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.


General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, menilai momentum tersebut penting untuk memperkuat posisi pelabuhan sebagai gerbang logistik utama Sumatera Barat.


“Pelabuhan Teluk Bayur memiliki posisi penting dalam mendukung rantai pasok dan distribusi logistik daerah. Melalui momentum ini, diharapkan terbangun kolaborasi konkret untuk meningkatkan efisiensi layanan dan konektivitas logistik,” ujarnya.


Kegiatan di Pelabuhan Teluk Bayur menjadi bagian dari rangkaian agenda Danantara di Sumatera Barat pada 19–20 Februari 2026 yang mencakup peninjauan proyek infrastruktur, kawasan hunian pascabencana, serta pembangunan fasilitas pendidikan guna mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan. (***)



Agam- Keluarga Besar Rang Caniago KBRC Agam  menyewa alat berat dan menyalurkan kebutuhan pokok untuk warga yang terkena dampak bencana hidrometeorologi (seperti banjir atau longsor) di wilayah Kabupaten Agam.


"Kita sengaja mengumpulkan dana untuk sewa alat berat  400 jam sekaligus kumpulkan donasi Rp 50.000 atau Rp 100.000 saja per orang," ujar Septa Ronald Ketua KBRC Agam melalui keterangan tertulis kepada media, Sabtu, 21 Februari 2026.


Menurut Septa Ronal, pihaknya bertujuan pemperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antar sesama dunsanak ditambah lagi di bulan Ramadhan 1447H/2026, kepedulian harus ditingkatkan.


" KBRCID masih memanggil hati-hati yang peduli untuk tetap membantu keluarga-keluarga kita yang berada di lokasi-lokasi bencana di seluruh Indonesia," ujar Septa Ronal


Bantuan dapat dikirimkan melalui POSKO KBRC AGAM Peduli di Wahid Hotel & Convention Hall Lubuk Basung jl tuanku nan renceh no 736 Lubuk Basung Kabupatan

Agam Sumatera Barat atau dapat pula melalui rekening:

YYS Sinergi Estetika Makmur bank nagari cab syariah Padang nomor 71000220707076. (**)

 


PADANG – Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, secara resmi melepas pengiriman Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) untuk pembangunan 500 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Jumat (20/2/2026).


Huntap tersebut dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Pelepasan dilakukan di Rumah Contoh Sepablock PT Semen Padang dan menjadi penanda dimulainya distribusi material utama untuk percepatan pembangunan rumah bagi korban bencana hidrometeorologi.


Turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan, Komisaris Utama PT Semen Padang Werry Darta Taifur, Komisaris Ilham Aldelano Azre, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, serta Direktur Operasi Andria Delfa.


Penggunaan produk turunan semen yang dikembangkan anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tersebut menjadi bagian dari sinergi BUMN dan mitra strategis dalam mendukung program kemanusiaan serta pemulihan pascabencana.


Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Padang, Chaidir Chua, mengatakan pembangunan difokuskan di dua wilayah terdampak parah, yakni Kota Padang dan Kabupaten Agam. Sebanyak 340 unit dibangun di kawasan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dan 160 unit lainnya di Kabupaten Agam.


“Kedua wilayah ini terdampak signifikan akibat banjir bandang dan tanah longsor, sehingga banyak warga kehilangan tempat tinggal. Karena itu, kebutuhan hunian yang layak, aman, dan nyaman menjadi prioritas. Kami memanfaatkan Sepablock untuk pembangunan huntap,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemilihan Sepablock didasarkan pada sejumlah keunggulan teknis dan fungsional. Selain memiliki desain rapi dan estetik, material ini dirancang dengan rongga khusus yang berfungsi sebagai peredam panas sehingga sirkulasi udara lebih baik dan suhu ruangan tetap sejuk.


Sementara itu, Kepala Unit BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menyampaikan bahwa penggunaan Sepablock sebelumnya telah diterapkan melalui kolaborasi Kadin Sumbar dan Kadin Indonesia di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.


“Ada 10 unit huntap yang dibangun di Kampung Talang sebagai proyek percontohan penggunaan Sepablock sekaligus bukti sinergi dunia usaha dalam mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat,” katanya.


Selain bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kadin, PT Semen Padang juga menjajaki pembangunan huntap melalui anggaran APBN oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


“Penjajakan ini sejalan dengan kesiapan produksi kami. Kami mampu menyediakan kebutuhan Sepablock untuk pembangunan 100 hingga 120 unit huntap per bulan,” ujarnya.


Pelepasan pengiriman perdana ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja BUMN di Sumbar. Dalam agenda tersebut, Dony Oskaria juga meninjau Pelabuhan Teluk Bayur serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan huntap di Tanah Datar dan hunian sementara (huntara) di Malalo. (*)



SUMBARNET - PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar). Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu menyalurkan bantuan 200 zak semen dan 8.000 pcs Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) untuk percepatan pembangunan 10 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Batu Busuk yang dibangun oleh KADIN Sumbar.


Bertempat di lokasi pembangunan huntap di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, bantuan berupa 200 zak semen dan 8.000 pcs Sepablock itu diserahkan oleh Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, kepada KADIN Sumbar yang diwakili Anggota Komite Tetap (Komtab) M. David Maisa, Rabu (18/2/2026).


Acara penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri sejumlah staf pimpinan di lingkungan PT Semen Padang, di antaranya Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris dan Kepala Unit CSR Hernes. Kemudian, Sekretaris Camat Pauh David Ferdinand, sejumlah tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan penerima bantuan huntap juga hadir menyaksikan penyerahan bantuan tersebut.


Win Bernadino menegaskan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PT Semen Padang dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir Desember 2025. Banjir bandang yang dipicu curah hujan ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk Kecamatan Pauh, Kota Padang.


"Sejumlah rumah warga rusak berat, bahkan ada yang hanyut tersapu arus. PT Semen Padang sejak hari pertama bencana terjadi langsung bergerak. Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan darurat, tetapi juga menurunkan alat berat untuk membantu pembersihan material serta mengerahkan relawan. Kemudian, kami juga mendirikan Posko Semen Padang Peduli di beberapa titik terdampak, salah satunya di Kecamatan Pauh,” kata Win.


Menurut Win, pascabencana banjir bandang, tahap tanggap darurat kini telah bergeser ke tahap pemulihan. Karena itu, dukungan terhadap pembangunan hunian tetap atau huntap menjadi langkah penting agar masyarakat terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. "Jadi, itulah mengapa kami dari PT Semen Padang ikut berkolaborasi dalam proyek pembangunan 10 unit huntap oleh KADIN Sumbar ini," ujar Win.


"Semoga dengan adanya bantuan semen dan Sepablock ini, pembangunan unit huntap yang ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dapat terwujud. Target tersebut menjadi motivasi kita bersama agar para korban banjir bandang ini dapat merayakan Lebaran di rumah baru. Keberadaan hunian permanen tersebut tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga simbol bangkitnya semangat masyarakat pascabencana," tambah Win.


Anggota Komtab KADIN Sumbar M. David Maisa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT Semen Padang. Ia menjelaskan, bantuan 200 zak semen akan difokuskan untuk pembangunan pondasi, sementara bantuan 8.000 pcs Sepablock akan mempercepat proses pembangunan huntap. Produk inovasi terbaru dari PT Semen Padang itu dinilai memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam aspek kekuatan dan efisiensi waktu pengerjaan.


“Sepablock ini memiliki desain interlocking yang membuat pemasangannya lebih cepat dan presisi. Cara penyusunannya seperti lego, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya tenaga kerja. Selain itu, Sepablock juga dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap guncangan, sehingga dinilai cocok digunakan di wilayah rawan gempa seperti di Sumbar. Material ini juga lebih ramah lingkungan karena efisien dalam penggunaan mortar," katanya.


Dengan adanya dukungan material dari PT Semen Padang, KADIN Sumbar optimistis pembangunan 10 unit huntap dapat diselesaikan sesuai target. "Kami yakin 10 huntap ini selesai sebelum Lebaran, karena semua dindingnya dibangun menggunakan Sepablock,” ungkap David.


Sekretaris Camat Pauh David Ferdinand menyampaikan terima kasih atas kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi pengusaha dalam membantu masyarakat terdampak. Ia menggambarkan dampak banjir bandang akhir tahun lalu cukup memukul warga Batu Busuk. Beberapa rumah rusak berat dan tidak lagi dapat ditempati, bahkan ada yang hanyut.


“Kehadiran PT Semen Padang dan KADIN Sumbar menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi musibah ini. Bantuan huntap ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak. Jika target selesai sebelum Lebaran terwujud, maka Idulfitri tahun ini akan menjadi momen yang lebih bermakna bagi para korban—bukan lagi di pengungsian atau rumah sementara, tetapi di hunian tetap yang kokoh dan layak huni," katanya.


Penyaluran bantuan ini tidak sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Sumbar. (*)



PADANG - Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria memuji kontribusi PT Semen Padang terhadap Sumatera Barat. Sebagai satu-satunya perusahaan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dia berharap, agar semua pihak  menjaga keberlangsungan  PT Semen Padang.


"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman PT Semen Padang. Tadi saya ke Pelindo Cabang Teluk Bayur , mereka bilang kontainernya naik 12 persen  dan itu 100 persen karena PT Semen Padang. Tepuk tangan dong buat Semen Padang.  Artinya kita memberikan kontribusi terhadap Sumatera Barat," kata Dony di hadapan jajaran Direksi, Komisaris serta staf pimpinan PT Semen Padang, Jumat (20/2/2026).


Dony menceritakan dalam kunjungan ke  Pelindo Cabang Teluk Bayur itu  dia mendapatkan informasi bahwa salah satu  yang menyebabkan  inflasi tinggi  di Sumbar adalah terkait biaya logistik, yakni perbandingan kontainer yang datang dengan yang balik, 70:30. Sebesar 70 persen kontainer yang balik  dalam keadaan kosong. Akibatnya (pengguna jasa) menanggung biaya yang besar.


"Makanya produk-produk di Sumatera Barat lebih mahal, pasti karena charge kontainernya double pulang pergi," tukasnya. 


Terkait PT Semen Padang, Dony kembali menegaskan bahwa perusahaan ini merupakan satu-satunya kebanggaan Sumatera Barat.


"Kita satu-satunya (kebanggaan) Sumatera Barat ini. Jadi tolong dijaga ya, dijaga dengan betul, dibikin bagus, dibikin keren, dibikin membanggakan sehingga memotivasi orang untuk ingin bekerja di Semen Padang," ujarnya pada acara yang juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.


"Makanya saya berharap ya, saya yakin sekali yang di dalam ruangan ini adalah para patriot terutama untuk PT Semen Padang. Saya yakin sekali bahwa kita tentu punya kebanggaan dengan Semen Padang ini. Ini adalah kebanggaan masyarakat Minang. Satu-satunya," ujarnya lagi. 


Dalam kunjungan ke PT Semen Padang, Dony berkesempatan meninjau rumah contoh Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), produk unggulan PT Semen Padang. Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN itu menyatakan kekagumannya terhadap inovasi yang dilakukan pihak PT Semen Padang. Bahkan dalam kunjungannya itu dia memerintahkan agar seluruh pembangunan hunian tetap (huntap) yang dibangun Danantara menggunakan sepablock, produk unggulan Semen Padang.  


Dony Oskaria melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 19 s.d. 20 Februari 2026 ke Sumatera Barat yakni, meninjau lahan PT KAI di Koto Baru & Jati, Padang Timur, Proyek Flyover Pasar Padang Lua, Agam, Huntara Malalo & Huntap Tanah Datar, area PT Semen Padang, Kunjungan ke Masjid/Sekolah (Pondok Pesantren) serta Pelabuhan Teluk Bayur. (*)