SUMBARNET — Pemerintah Kota Padang terus mengawal proses transformasi kawasan pusat perdagangan Kota Padang melalui program revitalisasi Pasar Raya. Untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang secara berkala melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap sejumlah pekerjaan fisik di kawasan tersebut.
Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, mulai dari penataan infrastruktur jalan kawasan hingga pembenahan ruang publik, termasuk kawasan air mancur Pasar Raya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, serta dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditargetkan.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala agar perkembangan pekerjaan dapat diketahui secara langsung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses pembangunan.
“Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari pengawasan kita terhadap pekerjaan fisik di kawasan Pasar Raya. Kita ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan hasil yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Malvi Hendri.
Menurutnya, revitalisasi Pasar Raya bukan hanya menyangkut pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang menghadirkan kawasan pusat kota yang lebih tertata, representatif, nyaman dan mampu menunjang aktivitas masyarakat.
Pasar Raya memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan di Kota Padang. Karena itu, pembenahan kawasan tersebut membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang matang agar perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi pedagang, pengunjung, pelaku usaha maupun masyarakat secara luas.
“Tujuan utama kita adalah memastikan pembangunan ini menghasilkan kawasan yang lebih baik dan lebih nyaman. Infrastruktur jalannya harus tertata, ruang publiknya juga harus memberikan kenyamanan, dan seluruh fasilitas yang dibangun harus memiliki kualitas yang baik serta dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
Monev Jadi Instrumen Pengendalian Pekerjaan
Dalam proses pembangunan, monitoring dan evaluasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan pekerjaan di lapangan tetap berada pada jalur yang telah ditentukan.
Tim Dinas PUPR melakukan pemantauan terhadap progres pekerjaan, kondisi fisik di lapangan, kesesuaian pekerjaan dengan rencana teknis, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kualitas pembangunan.
Dengan adanya pengawasan secara berkala, apabila ditemukan persoalan atau bagian pekerjaan yang membutuhkan perhatian, dapat segera dilakukan evaluasi dan tindak lanjut.
Malvi menegaskan, pihaknya tidak ingin pembangunan hanya mengejar kecepatan penyelesaian, tetapi mengabaikan kualitas pekerjaan.
“Bagi kami, cepat selesai saja tidak cukup. Pekerjaan harus selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas. Kita ingin hasil pembangunan ini bisa bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Revitalisasi Pasar Raya sendiri merupakan salah satu agenda pembenahan kawasan pusat perdagangan Kota Padang. Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah memulai sejumlah pekerjaan, termasuk penataan dan pembenahan basement Blok II dan Blok III. Pekerjaan tersebut mencakup pembersihan, perbaikan drainase dan pembenahan sirkulasi udara.
Selain itu, penataan kawasan juga mencakup elemen ruang publik. Pemerintah Kota Padang sebelumnya menyampaikan rencana menghadirkan ikon baru berupa air mancur di kawasan Pasar Raya sebagai bagian dari pembenahan estetika kawasan.
Dinas PUPR juga memiliki peran dalam pekerjaan fisik yang mendukung transformasi kawasan tersebut. Dalam rapat strategis Pemko Padang, Malvi Hendri dilaporkan menangani sejumlah pekerjaan, termasuk rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya.
Dorong Pasar Raya Lebih Modern dan Nyaman
Menurut Malvi, pembenahan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penataan kawasan secara keseluruhan. Infrastruktur yang baik diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan perdagangan yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan pusat kota.
“Kita ingin Pasar Raya ke depan tidak hanya menjadi tempat transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi kawasan yang tertata, nyaman dan memiliki ruang publik yang baik. Karena itu, setiap pekerjaan fisik yang kita lakukan harus mendukung tujuan besar tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses transformasi kawasan Pasar Raya membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyediakan dan membenahi infrastruktur, sementara keberhasilan kawasan setelah ditata juga sangat bergantung pada keterlibatan pedagang, pelaku usaha dan masyarakat.
Karena itu, Malvi mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses revitalisasi dengan menjaga fasilitas yang telah dibangun serta mengikuti ketentuan penataan kawasan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pasar Raya. Pembangunan ini pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan bersama. Kalau fasilitasnya sudah diperbaiki dan kawasan sudah ditata, mari kita jaga bersama agar tetap bersih, tertib dan nyaman,” katanya.
Pengawasan Berkelanjutan
Pelaksanaan Monev secara berkala juga menjadi bentuk komitmen Dinas PUPR untuk memastikan pembangunan tidak berhenti pada tahap pengerjaan, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pengawasan terhadap proyek fisik menjadi semakin penting mengingat kawasan Pasar Raya merupakan pusat aktivitas yang tetap digunakan masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung. Pemerintah sebelumnya bahkan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat selama pembangunan berlangsung.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pembangunan membutuhkan koordinasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kenyamanan serta akses masyarakat.
“Kita memahami bahwa selama proses pembangunan tentu ada aktivitas masyarakat yang terdampak. Karena itu, pekerjaan harus dilaksanakan secara terukur dan terus kita awasi. Harapannya pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengurangi perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ungkap Malvi.
Ia berharap seluruh tahapan revitalisasi Pasar Raya dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan.
Lebih jauh, Malvi berharap hasil pembangunan nantinya dapat menjadi bagian penting dalam mengembalikan wajah Pasar Raya sebagai pusat perdagangan dan ruang aktivitas masyarakat yang representatif.
“Harapan kita, setelah seluruh proses ini selesai, masyarakat bisa melihat perubahan yang nyata. Pasar Raya menjadi lebih modern, lebih tertata, infrastrukturnya lebih baik, ruang publiknya nyaman, dan tentunya memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat yang datang,” tuturnya.
Wujudkan Pusat Kota yang Lebih Representatif
Transformasi Pasar Raya menjadi kawasan yang lebih modern dan tertata merupakan proses yang membutuhkan waktu serta konsistensi. Pekerjaan fisik yang dilakukan secara bertahap diharapkan menjadi fondasi bagi pembenahan kawasan secara menyeluruh.
Dinas PUPR Kota Padang memastikan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk mengawal setiap tahapan pekerjaan. Dengan pengawasan tersebut, berbagai persoalan teknis yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
Bagi Pemerintah Kota Padang, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan mampu meningkatkan kualitas kawasan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya. Pasar Raya adalah bagian penting dari wajah Kota Padang. Karena itu, mari kita kawal bersama prosesnya agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan kita semua,” pungkas Malvi Hendri.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan, koordinasi lintas perangkat daerah dan dukungan masyarakat, revitalisasi Pasar Raya diharapkan mampu menghadirkan wajah baru pusat kota yang lebih tertib, modern, nyaman dan representatif, sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat Kota Padang. (**)