SUMBARNET - Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui kegiatan PosJubah (Polantas Jumat Berkah) yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.


Pada Jumat (19/6/2026), personel Ditlantas Polda Sumbar kembali hadir di tengah masyarakat dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan dan kepedulian sebagai wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.


Kegiatan PosJubah menjadi salah satu program kemanusiaan yang tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat hubungan antara anggota kepolisian dengan masyarakat.


Dengan turun langsung ke lapangan, para personel Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam bidang keamanan dan lalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan PosJubah merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang humanis dan selalu berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Melalui kegiatan PosJubah ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, di mana kehadiran personel Polantas tidak hanya untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan serta meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Reza.


Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti PosJubah juga menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis, penuh kepercayaan, serta saling mendukung dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.


“Semoga setiap langkah kebaikan yang kami lakukan dapat membawa manfaat, menghadirkan keberkahan, serta memberikan rasa aman dan keselamatan bagi seluruh masyarakat. Kami berharap kegiatan PosJubah ini terus berjalan secara berkelanjutan dan semakin memperkuat semangat Polri untuk selalu hadir serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.


Melalui kegiatan PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan kepolisian, tetapi juga di tengah masyarakat.


Dengan kebersamaan dan rasa saling peduli, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih harmonis, aman, dan sejahtera.


Kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan oleh personel Ditlantas Polda Sumbar tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui tugas di jalan raya, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. (**)

 


Pasaman Barat – Ajang olahraga biliar bergengsi Kapolres Pasaman Barat Cup 2026 siap digelar pada 18 hingga 19 Juli 2026 di 63 Billiard & Resto, Simpang Empat, Pasaman Barat. Turnamen yang mendapat dukungan langsung dari Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. ini menawarkan total hadiah sebesar Rp37.400.000 dan diprediksi akan menjadi salah satu kompetisi biliar terbesar di wilayah Pasaman Barat.


Turnamen yang mempertandingkan kategori Handicap 3 dan 4B tersebut bertujuan untuk mengembangkan olahraga biliar sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus menjadi wadah silaturahmi antar atlet dan pecinta biliar dari berbagai daerah.


Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, turnamen ini juga menjadi sarana hiburan yang positif bagi masyarakat serta mendukung perkembangan olahraga biliar di Kabupaten Pasaman Barat.


Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp37.400.000, dengan rincian juara pertama memperoleh hadiah sebesar Rp17.000.000, juara kedua Rp7.000.000, semifinalis masing-masing Rp2.700.000, peserta yang masuk babak delapan besar mendapatkan Rp1.000.000, dan peserta yang berhasil menembus 16 besar memperoleh Rp500.000.


Panitia menyediakan kuota sebanyak 128 peserta dengan biaya pendaftaran sebesar Rp300.000 per peserta. Pertandingan akan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan menggunakan sistem pertandingan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.


Beberapa peraturan yang wajib dipatuhi peserta antara lain pertandingan menggunakan format HC 3 versus HC 4B dengan ketentuan tertentu, penggunaan pakaian berstandar kode C, larangan meminjamkan peralatan selama pertandingan berlangsung, serta kewajiban mengikuti technical meeting yang telah ditentukan panitia.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. berharap turnamen tersebut dapat menjadi ajang yang menjunjung tinggi sportivitas serta mempererat hubungan antara komunitas olahraga dengan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta kompetisi yang sehat, menjunjung tinggi fair play, dan mampu melahirkan atlet-atlet biliar berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” ujarnya.


Panitia mengimbau seluruh peserta untuk mematuhi aturan pertandingan dan menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung. Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.


Bagi masyarakat maupun atlet yang ingin mengikuti turnamen ini dapat menghubungi panitia melalui kontak yang telah disediakan atau langsung mendatangi lokasi pertandingan di 63 Billiard & Resto, Jalan Simpang Empat Jalur 32, Pasaman Barat. (*)

 



SUMBARNET – Dalam upaya mendukung perkembangan olahraga elektronik (e-sports) sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dengan generasi muda, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. menggelar turnamen Mobile Legends Cup Culture Police Road To Kapolri Cup 2026.


Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam memberikan ruang kreativitas dan prestasi bagi para pecinta e-sports, khususnya kalangan muda di Kabupaten Pasaman Barat.


Turnamen yang diselenggarakan oleh Polres Pasaman Barat tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta dan komunitas Mobile Legends. Puluhan tim dari berbagai daerah ikut ambil bagian untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi yang berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, kebersamaan, serta persaudaraan.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. mengatakan bahwa penyelenggaraan Mobile Legends Cup Culture Police Road To Kapolri Cup 2026 tidak hanya sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga merupakan sarana untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda ke arah yang positif dan produktif.


"Perkembangan teknologi dan dunia digital saat ini menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda. Melalui turnamen e-sports ini, kami ingin memberikan wadah yang positif bagi para gamer muda agar dapat mengembangkan kemampuan, mengukir prestasi, serta menjadikan hobi bermain game sebagai kegiatan yang bernilai dan memiliki semangat kompetisi yang sehat," ujar AKBP Agung Tribawanto, S.I.K.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi langkah Polres Pasaman Barat dalam membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki peran penting sebagai penerus bangsa.


"Polri harus mampu hadir dan mengikuti perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menciptakan kedekatan dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi generasi muda, sekaligus mengajak mereka untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing," ungkap Kapolres.


Menurutnya, kompetisi e-sports tidak hanya mengandalkan kemampuan bermain, tetapi juga melatih berbagai nilai positif seperti kerja sama tim, strategi, kedisiplinan, komunikasi, serta pengendalian emosi dalam menghadapi setiap pertandingan.


AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. berharap melalui turnamen Mobile Legends Cup Culture Police Road To Kapolri Cup 2026, akan lahir talenta-talenta muda berbakat yang nantinya mampu membawa nama baik daerah hingga bersaing di tingkat yang lebih tinggi, termasuk pada ajang Kapolri Cup 2026.


"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menemukan bibit-bibit atlet e-sports berprestasi dari Kabupaten Pasaman Barat. Selain mengejar kemenangan, yang lebih penting adalah menjunjung tinggi sportivitas, membangun pertemanan, dan memperlihatkan bahwa generasi muda dapat berkarya melalui hal-hal yang positif," tambahnya.


Ia juga mengajak seluruh peserta agar menjadikan turnamen tersebut sebagai pengalaman berharga dan tetap menjaga etika dalam berkompetisi, baik selama pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari di dunia digital.


Kegiatan Mobile Legends Cup Culture Police Road To Kapolri Cup 2026 merupakan bagian dari inovasi Polres Pasaman Barat dalam membangun pendekatan yang lebih humanis dengan masyarakat melalui bidang olahraga dan teknologi.


Dengan semangat Polri Untuk Masyarakat, Polres Pasaman Barat terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas e-sports.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan masyarakat, terciptanya ruang kreativitas yang sehat bagi generasi muda, serta munculnya atlet-atlet e-sports berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pasaman Barat di tingkat nasional. (**)



Padang — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) ke-42 Tingkat Kecamatan Nanggalo yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Nanggalo, Sabtu (20/6/2026).


Pembukaan MTQN tersebut ditandai dengan pemukulan gendang tabuh sebagai simbol dimulainya rangkaian perlombaan yang diikuti oleh para kafilah dari seluruh kelurahan di Kecamatan Nanggalo.


Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dan turut diramaikan dengan pelaksanaan Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat setempat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padang Amrizal Rengganis, Camat Nanggalo David Ferdinand, Ketua Panitia MTQN Kecamatan Nanggalo Syaifuddin Zuhri, unsur Forkopimca Kecamatan Nanggalo, serta tamu undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir selaku Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Padang juga melantik Ketua LPTQ Kecamatan Nanggalo Periode 2026-2030.


Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Hakim MTQN ke-42 Tingkat Kecamatan Nanggalo.


Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh kecamatan di Kota Padang yang telah menyelesaikan pelaksanaan MTQN tingkat kecamatan.


Ia berharap seluruh kecamatan mulai melakukan persiapan secara maksimal untuk menghadapi MTQN Tingkat Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.


“Kami meminta setiap kecamatan harus mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Ini bagian dari upaya kita untuk merebut Juara Umum pada MTQN Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan digelar di Kabupaten Pesisir Selatan pada 2027 mendatang," katanya.


Menurut Maigus, MTQN tidak hanya menjadi ajang untuk mencari peserta terbaik dalam bidang seni baca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan syiar Islam yang mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.


“MTQN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar Islam untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. Kita berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.


Maigus Nasir juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Padang saat ini berlandaskan visi untuk menggerakkan seluruh potensi dalam mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city), sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.


Dalam mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kota Padang menjalankan sembilan program unggulan (Progul) yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.


Di antaranya Program Padang Amanah yang mendorong terciptanya aparatur sipil negara yang berintegritas dan bebas dari praktik pungutan liar, Padang Juara melalui bantuan pendidikan bagi pelajar, serta Smart Surau sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda.


Selain itu, Pemko Padang juga memiliki Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari yang bertujuan memperkuat peran adat dan budaya Minangkabau. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau.


“Kita juga memiliki Progul Sinergi Nagari yang bertujuan memperkuat peran adat dan budaya. Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD telah mengesahkan Perda Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau," ujarnya.


Maigus berharap seluruh program tersebut mampu memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, berbudaya, dan memiliki karakter yang kuat sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an yang menjadi ruh dari pelaksanaan MTQN.


Sementara itu, Ketua Panitia MTQN Kecamatan Nanggalo Syaifuddin Zuhri menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat Kecamatan Nanggalo berlangsung selama dua hari, mulai 20 hingga 21 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Nanggalo dengan jumlah peserta mencapai 192 orang.


“Beberapa cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Tilawah Al-Qur'an, Hifzil Qur'an, Tartil Qur'an, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Adzan, dan Khutbah. Para pemenang nantinya akan kami persiapkan untuk mengikuti MTQN Tingkat Kota Padang," tutupnya. (**)

 


Padang — Suasana pembagian rapor di SD Negeri 04 Terandam, Kota Padang, pada Jumat (19/6/2026), tampak berbeda dari biasanya.


Sejumlah ayah terlihat hadir mendampingi putra-putrinya untuk mengambil rapor secara langsung di sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah.


Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia sekaligus tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 yang diperkuat dengan Surat Edaran Wali Kota Padang.


Kepala SD Negeri 04 Terandam, Erizefni, mengatakan pihak sekolah mengimbau para ayah untuk hadir dalam pembagian rapor sebagai upaya meningkatkan peran ayah dalam mendampingi pendidikan anak.


“Pada hari ini kami melaksanakan pembagian rapor dengan harapan yang datang mengambil rapor adalah ayah. Ini sesuai dengan edaran pemerintah yang juga diperkuat oleh edaran Wali Kota Padang,” kata Erizefni.


Menurutnya, kehadiran ayah dalam kegiatan sekolah memiliki arti penting bagi perkembangan anak. Selain membuat anak merasa mendapatkan dukungan dari sosok ayah, kegiatan tersebut juga memperkuat komunikasi antara ayah, guru, dan pihak sekolah.


“Anak akan merasa memiliki figur ayah yang mendukung pendidikannya. Selain itu, terjalin kolaborasi yang lebih baik antara ayah, wali kelas, dan pihak sekolah sehingga diharapkan pendidikan di Kota Padang semakin maju dengan meningkatnya keterlibatan para ayah,” ujarnya.


Selama ini, komunikasi mengenai perkembangan pendidikan anak lebih banyak dilakukan oleh ibu. Melalui gerakan ini, pemerintah dan pihak sekolah berharap ayah dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam proses belajar serta pengasuhan anak.


Salah seorang wali murid, Metroponi, mengaku menyambut baik program tersebut karena memberikan ruang bagi ayah untuk lebih terlibat dalam kehidupan pendidikan anak.


“Alhamdulillah, dengan program ini jalinan antara ayah dan anak menjadi lebih erat serta membuat rasa percaya diri anak semakin bertambah. Semoga ke depan program seperti ini terus berlanjut,” tutur Metroponi.


Ia menilai kesibukan pekerjaan tidak menjadi alasan bagi seorang ayah untuk mengabaikan momen penting dalam perjalanan pendidikan anak.


“Sesibuk apa pun seorang ayah, untuk buah hati kita sebaiknya tetap menyempatkan hadir. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi dari kegiatan seperti ini kita juga bisa mengetahui perkembangan anak selama belajar di sekolah,” katanya.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak hanya hadir saat pembagian rapor ataupun kegiatan sekolah tertentu, melainkan menjadi bagian dari pola pengasuhan sehari-hari. Kehadiran dan dukungan ayah diyakini mampu membangun rasa percaya diri, kedekatan emosional, serta semangat anak dalam meraih prestasi.


Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di SDN 04 Terandam menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah guna menciptakan generasi yang lebih berkualitas. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika resmikan implementasi Layanan Darurat 112 Kota Bukittinggi. Kegiatan tersebut berlangsung di Bukittinggi Command Center (BCC), Sabtu, 20 Juni 2026


Transformasi digital merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang terus didorong Pemerintah Pusat melalui penerapan SPBE guna mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, terintegrasi dan berorientasi kepada masyarakat.


Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kehadiran Layanan Darurat 112 merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kedaruratan yang cepat, mudah, dan terpadu. Layanan ini menjadi bukti bahwa pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Melalui satu nomor panggilan, masyarakat dapat memperoleh bantuan secara lebih cepat dan terkoordinasi.


"Keberhasilan Layanan Darurat 112 tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh sinergi dan kesiapan seluruh perangkat daerah dalam memberikan respon yang cepat dan tepat. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama untuk menjaga kualitas pelayanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya


Kepala Dinas Kominfo Bukittinggi, Asrar Fernando, menjelaskan, implementasi Layanan Darurat 112 merupakan salah satu bentuk nyata transformasi digital dalam pelayanan publik yang mengintegrasikan teknologi, proses bisnis dan kolaborasi lintas perangkat daerah dalam satu sistem layanan yang responsif.


"Kehadiran nomor tunggal panggilan darurat 112 menjadi solusi atas kebutuhan tersebut. Di mana masyarakat cukup mengingat satu nomor untuk melaporkan berbagai kondisi kedaruratan yang memerlukan respon cepat dari pemerintah," ungkapnya


Selain mendukung agenda nasional, penyelenggaraan layanan darurat 112 juga merupakan upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat koordinasi antar instansi, serta memperkuat kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.


Dengan beroperasinya Layanan Darurat 112 di Kota Bukittinggi diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kedaruratan yang modern, terintegrasi, dan berstandar nasional.(**)

 



Bukittinggi, SUMBARNET.ID– Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu yang tersimpan dalam arsip dan buku pelajaran. Sejarah adalah denyut perjalanan bangsa yang terus hidup, membentuk identitas, serta menjadi fondasi bagi masa depan. Semangat itulah yang mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk “Merajut Tenun Diplomasi antara Indonesia dan Belanda; Pergerakan Belanda hingga Repatriasi” yang digelar Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Balai Sidang Hatta, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang tersebut menghadirkan tokoh nasional, budayawan, akademisi, sejarawan, hingga tamu internasional. Hadir langsung Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Budayawan Prof. Taufik Ismail, Chalid Prawiranegara selaku putra Pahlawan Nasional sekaligus Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Mr. Syafruddin Prawiranegara, keluarga arsitek perancang Jam Gadang, jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi, unsur TNI, serta berbagai elemen masyarakat.


Salah satu perhatian utama peserta seminar tertuju pada testimoni yang disampaikan secara daring oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, H.R. Mr. Marc Gerritsen. Dalam paparannya, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Bukittinggi dan masyarakat Minangkabau yang dinilai berhasil menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi.


Menurut Gerritsen, Bukittinggi bukan hanya menawarkan keindahan alam yang memikat, tetapi juga memancarkan kekuatan nilai-nilai tradisi, adat istiadat, serta kehidupan beragama yang tetap terpelihara hingga saat ini. Ia menilai falsafah masyarakat Minangkabau menjadi contoh harmonisasi yang kuat antara adat dan agama, sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia internasional dalam menjaga jati diri bangsa di tengah perubahan zaman.


Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa Indonesia memiliki perjalanan peradaban yang sangat panjang sehingga lebih tepat disebut sebagai Civilization State atau negara peradaban dibanding sekadar National State.


“Kesadaran budaya adalah fondasi penting bangsa. Budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi harus menjadi kekuatan yang menghubungkan sejarah, identitas, dan arah pembangunan masa depan,” ujar Fadli Zon.


Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon memberikan penekanan khusus terhadap posisi strategis Bukittinggi dalam sejarah nasional. Ia menegaskan bahwa tanpa keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin Mr. Syafruddin Prawiranegara saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948, perjalanan Republik Indonesia mungkin tidak akan berjalan seperti yang dikenal saat ini.


“PDRI adalah bukti bahwa Republik Indonesia tidak pernah berhenti berdiri. Ketika para pemimpin bangsa ditawan, pemerintahan tetap berjalan dari Ranah Minang. Dunia mengetahui bahwa Indonesia masih ada karena keberanian para pejuang di daerah ini,” tegasnya.


Menurut Fadli Zon, Bukittinggi merupakan salah satu kota yang mengukir tinta emas perjalanan bangsa. Karena itu, sejarah kota ini tidak cukup hanya dikenang melalui monumen atau buku pelajaran, tetapi harus terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan budaya, edukasi, dan penguatan identitas sejarah.


Ia bahkan mengaku telah lama mendorong agar Bukittinggi semakin menegaskan posisinya sebagai Kota Perjuangan. Menurutnya, citra Bukittinggi sebagai destinasi wisata memang penting, namun nilai historis yang dimiliki kota ini jauh lebih besar dan layak menjadi identitas utama.


“Ketika orang memasuki Bukittinggi, mereka seharusnya langsung merasakan bahwa inilah kota perjuangan bangsa. Kota yang pernah menjaga nyala Republik ketika keadaan berada di titik paling genting,” ungkapnya.


Seminar internasional tersebut juga menghadirkan budayawan nasional Prof. Taufik Ismail yang membawakan sejumlah puisi bertema kritik sosial, kebangsaan, dan nasionalisme. Penampilannya mendapat apresiasi hangat dari peserta karena dinilai mampu membangkitkan kembali semangat cinta tanah air melalui karya sastra.


Momen penuh makna juga hadir melalui kesaksian Chalid Prawiranegara yang mengenang perjuangan ayahnya, Mr. Syafruddin Prawiranegara, bersama para tokoh bangsa dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia saat masa agresi militer Belanda.


Kegiatan seminar turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, perwakilan Kodam I/Bukit Barisan, kalangan akademisi, pelajar, komunitas sejarah, serta masyarakat yang memadati Balai Sidang Hatta.


Peringatan satu abad Jam Gadang berlanjut pada malam harinya melalui acara puncak Satu Ranah Budaya (Sabudaya) Jam Gadang Cultural yang dipusatkan di kawasan pelataran Jam Gadang. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya Minangkabau yang menampilkan kolaborasi musik, tari tradisional, hingga berbagai atraksi budaya khas daerah.


Perayaan tersebut menjadi simbol bahwa Jam Gadang tidak hanya berdiri sebagai ikon wisata Kota Bukittinggi, tetapi juga sebagai penanda perjalanan sejarah, identitas budaya, dan semangat perjuangan masyarakat yang telah bertahan selama satu abad.


Melalui peringatan 100 tahun Jam Gadang, Bukittinggi kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai kota bersejarah yang pernah menjaga eksistensi Republik Indonesia di masa-masa paling menentukan dalam perjalanan bangsa. (**) 

 


Jakarta, – Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengapresiasi capaian kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berhasil melampaui target sejak pembentukan Danantara pada 2025.


Apresiasi tersebut disampaikan Dony saat bertemu dengan jajaran direksi BUMN di Wisma Danantara Indonesia, Jumat (19/6/2026).


Menurut Dony, peningkatan kinerja BUMN menunjukkan efektivitas langkah transformasi yang dijalankan pemerintah melalui Danantara Indonesia. Secara akumulatif, seluruh BUMN mampu mencatatkan performa yang lebih baik dan melampaui target yang telah ditetapkan.


"Capaian ini menjadi bukti bahwa BUMN terus bergerak ke arah yang lebih baik melalui tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil," ujar Dony Oskaria.


Ia menegaskan, peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan komitmen Danantara dan BP BUMN dalam memperkuat transparansi informasi kepada publik.


Dony menjelaskan, setiap laporan capaian BUMN disusun berdasarkan data, fakta, dan kondisi riil di lapangan. Karena itu, informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.


"Kami berkomitmen menjaga akurasi informasi dan memastikan publik memperoleh gambaran yang objektif mengenai perkembangan kinerja BUMN," katanya.


Selain itu, Danantara dan BP BUMN akan terus mendorong keterbukaan informasi melalui berbagai saluran komunikasi publik. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan perusahaan-perusahaan milik negara.


Dony berharap tren positif yang telah dicapai dapat terus dipertahankan. Ia juga meminta seluruh jajaran BUMN menjaga kinerja, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


Dengan capaian yang melampaui target tersebut, BUMN diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai motor penggerak pembangunan dan mendukung agenda transformasi ekonomi Indonesia. (***)



Padang, – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memenangkan gugatan yang diajukan PT Hidayah Syariah Hotel (HSH) terkait penertiban bangunan hotel di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. Dalam putusan yang dibacakan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang pada Kamis (18/6/2026), majelis hakim menolak seluruh gugatan penggugat sekaligus mencabut penetapan penundaan pelaksanaan objek sengketa.


Putusan tersebut dinilai menjadi landasan hukum bagi Pemprov Sumbar dalam menindak bangunan yang dinilai melanggar ketentuan tata ruang. Meski demikian, pemerintah daerah belum dapat melakukan eksekusi karena pihak penggugat masih memiliki hak mengajukan banding dalam waktu 14 hari setelah putusan dibacakan.


Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumbar, Mashri Yanda Boy, mengatakan putusan PTUN Padang memberikan kepastian hukum terhadap langkah penertiban yang dilakukan pemerintah daerah.


Menurut Mashri, pokok persoalan dalam perkara tersebut bukan terkait kepemilikan lahan, melainkan legalitas pembangunan dan kesesuaian pemanfaatan ruang. Ia menjelaskan bangunan hotel tersebut tidak memiliki Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), sehingga tidak memenuhi syarat dasar untuk memperoleh izin pembangunan.


Selain itu, lokasi pembangunan berada di kawasan lindung yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Karena itu, Pemprov Sumbar akan melakukan koordinasi lintas sektor sebagai persiapan penertiban sambil menunggu kepastian apakah pihak penggugat menempuh upaya hukum lanjutan.


Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Adrian Tuswandi, mengapresiasi putusan PTUN Padang yang memenangkan Pemprov Sumbar. Menurutnya, putusan tersebut menunjukkan bahwa penegakan aturan tata ruang harus menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan pembangunan.


Adrian menilai kawasan Lembah Anai memiliki fungsi strategis sebagai kawasan lindung sekaligus daerah yang rawan bencana. Karena itu, setiap aktivitas pembangunan harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta ketentuan tata ruang yang berlaku.


"Putusan ini memberikan pesan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan. Kami mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar yang konsisten menjaga kawasan yang memiliki nilai ekologis penting bagi daerah," ujar Adrian pada Sabtu, (20/6/2026).


Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumatera Barat (FWP-SB), Novrianto. Ia menilai putusan tersebut memperkuat kewenangan pemerintah daerah dalam menegakkan regulasi dan melakukan pengawasan terhadap pembangunan.


Menurut Novrianto, kepastian hukum merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, setiap pelaku usaha harus memastikan seluruh proses pembangunan telah memenuhi persyaratan administrasi, perizinan, serta ketentuan tata ruang sebelum memulai kegiatan usaha.


"Putusan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam pembangunan. Kami mendukung langkah pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan agar pembangunan di Sumatera Barat berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," katanya.


Putusan PTUN Padang tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan di kawasan strategis dan rawan bencana harus mengedepankan aspek legalitas, tata ruang, serta keselamatan masyarakat demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan kepentingan publik. (***)

 


SUMBARNET - Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Kajati Sumbar Dedie Tri Hariyadi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Relawan Prabowo (Repro) Indonesia Kuat Sumatera Barat, Roni.


Menurut Roni, sejak menjabat sekitar dua bulan lalu, Dedie Tri Hariyadi berhasil menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum, khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi di Sumbar.


“Dalam waktu yang relatif singkat, Kejati Sumbar mampu mengungkap sejumlah kasus korupsi yang menjadi perhatian publik dan berhasil menangkap enam DPO. Ini tentu patut diapresiasi,” ujar Roni, Jumat (19/6).


Ia menyebut sejumlah perkara yang berhasil ditangani Kejati Sumbar antara lain dugaan korupsi pembangunan Jembatan Sikabu Kayu Gadang, dugaan korupsi pembangunan Dermaga Labuhan Bajau di Kabupaten Kepulauan Mentawai, hingga kasus dugaan gratifikasi di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang senilai 93.200 dolar Singapura.


Selain itu, keberhasilan menangkap enam buronan perkara korupsi, termasuk tersangka kasus dugaan korupsi fasilitas kredit modal kerja dan bank garansi distribusi semen dengan kerugian negara sekitar Rp34 miliar, menunjukkan keseriusan Kejati Sumbar dalam menegakkan hukum.


Roni menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Kajati Sumbar yang mampu menggerakkan seluruh jajaran untuk bekerja secara maksimal.


“Seorang pemimpin harus berada di depan karena dia yang bertanggung jawab terhadap seluruh anggotanya. Apa yang dicapai Kejati Sumbar hari ini menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan kerja tim yang solid,” katanya.


Menurutnya, langkah tegas yang dilakukan Kejati Sumbar menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang menginginkan penanganan kasus korupsi dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.


DPW Repro Indonesia Kuat Sumatera Barat, lanjut Roni, mendukung penuh upaya Kejati Sumbar dalam memberantas korupsi dan memburu para pelaku yang berusaha menghindari proses hukum.


“Kami berharap konsistensi ini terus dipertahankan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum semakin meningkat,” tutupnya. (**)