SUMBARNET - PT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand), yang dilaksanakan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026).


Mengusung tema “Penerapan Teknologi Pertanian Regeneratif dan Terintegrasi dalam Model Pemulihan Ekonomi Pascabencana Berbasis Kebun Komunitas”, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan.


Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari intervensi sebelumnya yang difokuskan pada penyediaan Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) atas penugasan dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Seiring dengan stabilnya kondisi pascabencana, fokus program kini diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.


“Setelah fase tanggap darurat dan penyediaan hunian, kini tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami memilih pendekatan ekonomi berbasis sistem pertanian terpadu, yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Ramadhani.


Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek, melainkan dirancang sebagai pendampingan berkelanjutan hingga November 2026. Selama periode tersebut, tim ITB akan secara aktif memantau perkembangan implementasi di lapangan.


“Pelatihan memang dilaksanakan selama dua hari, namun pendampingan akan terus berjalan. Harapannya, ini dapat menjadi katalis peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola sumber daya yang ada menjadi nilai ekonomi,” lanjutnya.


Beragam materi pelatihan diberikan kepada warga, mulai dari teknik hidroponik sebagai solusi pertanian di lahan terbatas, budidaya lebah galo-galo (Trigona), hingga distribusi bibit tanaman produktif seperti kelapa dan durian. Konsep yang diusung menekankan bahwa pekarangan rumah dapat dioptimalkan sebagai “kulkas hidup” yang menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri.


Ramadhani Eka Putra juga mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas dukungan konkret melalui penyediaan pupuk organik berbasis maggot atau kasgot, yang dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas media tanam sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung pemulihan masyarakat.


“Sebagai bagian dari ekosistem sosial di Sumatera Barat, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi kami dalam penguatan kapasitas dan kemandirian warga,” ujarnya.


Senada dengan itu, Staf TJSL PT Semen Padang, Fajar Rahmadoni, menambahkan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya terbatas pada bantuan material, tetapi juga bagian dari upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas.


“Kami memberikan bantuan pupuk kasgot yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik berbasis maggot. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis,” jelasnya.


Kepala Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, Henny Herwina, menekankan pentingnya keberlanjutan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat pascabencana.


Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif.


“Perekonomian masyarakat harus terus berjalan. Program ini dirancang agar efektif dan mudah diterapkan, mulai dari budidaya galo-galo, peternakan ayam, hingga sistem hidroponik. Kami bersyukur ada kolaborasi yang kuat untuk mendampingi masyarakat,” ungkapnya.


Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Salah seorang perwakilan warga, Ema, mengaku mendapatkan wawasan baru yang membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.


“Kami sangat senang karena mendapatkan pengetahuan baru. Harapannya, ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.


Selain ITB dan Unand, program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga lainnya, memperkuat pendekatan kolaboratif dalam mendorong pemulihan berbasis komunitas.


Dengan sinergi yang terbangun, kawasan Huntap Kampung Talang diharapkan tidak hanya menjadi simbol relokasi pascabencana, tetapi juga model pengembangan ekonomi mandiri berbasis pertanian regeneratif di wilayah perkotaan. (**)

 


SUMBARNET - Jadikan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa, 21 April 2026 momentum refleksi yang kuat di lingkungan Polda Sumatera Barat. Melalui pesan visual yang sarat makna, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. M.H. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadir Lantas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam balutan nuansa sederhana namun elegan, pesan “Habis Gelap Terbitlah Terang” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga seruan moral yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kombes Reza Sidiq tampil membawa pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan dan keberanian untuk bermimpi.


Kehadiran AKBP Yudho Huntoro di sisi Dirlantas memperkuat makna kebersamaan dalam menyuarakan nilai-nilai Kartini. Ia menegaskan bahwa perjuangan perempuan Indonesia hari ini adalah kelanjutan dari jejak panjang sejarah yang telah ditorehkan Kartini.


Kombes Reza Sidiq menyoroti bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban, termasuk dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Kesadaran dan disiplin, menurutnya, tidak lepas dari peran perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial.


Lebih jauh, Kombes Reza Sidiq melihat bahwa semangat emansipasi bukan sekadar tuntutan kesetaraan, tetapi juga tentang membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkembang. Pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.


Pesan yang dibawanya juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang Kartini sebagai tokoh sejarah, tetapi menjadikannya inspirasi dalam tindakan nyata. Nilai keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati menjadi bagian penting yang harus diwariskan.


AKBP Yudho Huntoro menambahkan bahwa perempuan Indonesia saat ini telah menunjukkan kiprah luar biasa di berbagai bidang. Ia menilai, hal tersebut adalah bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dan berkembang.


Menurut AKBP Yudho, kesetaraan bukan berarti menghapus perbedaan, melainkan saling melengkapi dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Perspektif ini menjadi landasan penting dalam menjalankan tugas kepolisian yang humanis.


Sinergi antara Kombes Reza Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya fokus pada tugas teknis, tetapi juga nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Pesan yang disampaikan menjadi jembatan antara institusi dan masyarakat.


Momentum Hari Kartini juga dimaknai sebagai ajakan untuk generasi muda agar berani bermimpi dan berjuang. Dalam pandangan Kombes Reza Sidiq, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus, termasuk perempuan.


Di tengah tantangan modern, nilai-nilai Kartini menjadi kompas moral yang tetap relevan. Kombes Reza Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro sepakat bahwa perubahan dimulai dari kesadaran individu untuk terus belajar dan berkembang.


Peringatan ini pun menjadi refleksi bahwa perjuangan belum selesai. Masih banyak ruang yang harus diperjuangkan agar kesetaraan benar-benar terwujud secara nyata di berbagai sektor.


Kombes Reza Sidiq menegaskan bahwa institusi Polri juga terus berbenah dalam memberikan ruang dan kesempatan yang adil bagi semua, termasuk perempuan. Hal ini menjadi bagian dari transformasi menuju pelayanan yang lebih baik.


AKBP Yudho Huntoro melihat bahwa kehadiran perempuan dalam institusi kepolisian membawa warna tersendiri, terutama dalam pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat.


Pesan “Habis Gelap Terbitlah Terang” akhirnya menjadi refleksi mendalam bahwa harapan selalu ada, selama ada kemauan untuk berubah dan berjuang.


Kombes Reza Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat tersebut agar tetap hidup dalam setiap aspek kehidupan.


Hari Kartini 2026 pun tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan dengan cara yang relevan di masa kini.


Dengan semangat yang sama, keduanya berharap nilai-nilai Kartini dapat terus menginspirasi generasi mendatang untuk menciptakan masa depan yang lebih adil dan berkeadilan.


Pada akhirnya, peringatan ini menjadi simbol bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keyakinan. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., bersama seluruh jajaran Polda Sumbar menyampaikan ucapan selamat serta penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh perempuan Indonesia yang telah dan terus berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.


Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi momentum refleksi atas perjuangan panjang kaum perempuan dalam meraih kesetaraan, keadilan, serta kesempatan yang sama dalam pembangunan bangsa. Semangat perjuangan R.A. Kartini dinilai tetap relevan hingga saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.


Kabid Humas Polda Sumbar menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, mulai dari keluarga, pendidikan, sosial, hingga dalam institusi pemerintahan dan penegakan hukum. Dalam konteks Polri, kehadiran polisi wanita (Polwan) menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu menjalankan tugas-tugas negara dengan profesionalisme, integritas, dan dedikasi tinggi.


“Semangat R.A. Kartini adalah simbol keberanian, keteguhan, dan ketulusan dalam memperjuangkan hak serta martabat perempuan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam setiap langkah dan pengabdian, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Polda Sumatera Barat berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif, adil, dan memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkembang. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, yakni “Perempuan Berdaya Akses Setara, Kepemimpinan Nyata, dan Layanan Publik Inklusif.”


Dalam implementasinya, Polda Sumbar terus mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai lini pelayanan publik, serta memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan memperhatikan prinsip kesetaraan gender dan keadilan sosial.


Kabid Humas juga mengajak seluruh perempuan Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, untuk terus melangkah maju, berkarya, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah maupun nasional. Ia menekankan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi merupakan pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.


“Teruslah menjadi inspirasi, menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar, serta menjadi bagian dari solusi dalam setiap tantangan yang dihadapi bangsa. Perempuan hebat adalah kunci Indonesia kuat,” tambahnya.


Peringatan Hari Kartini di lingkungan Polda Sumbar juga diharapkan dapat menjadi penguat semangat kebersamaan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat.


Dengan semangat Kartini yang terus hidup, Polda Sumatera Barat berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan, di mana perempuan memiliki ruang yang setara untuk berkontribusi dan berkembang. (**)



SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan pentingnya memperkuat solidaritas antarkota dalam menghadapi tantangan fiskal, urbanisasi, dan mitigasi bencana pada Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026, di Hotel Muraya Banda Aceh, Provinsi Aceh, Senin (20/4/2026).


Forum yang diikuti 21 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI itu dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Unsur Pengarah BNPB, Dirhamsyah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta para Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Komwil I APEKSI.


Mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat”, forum ini menghasilkan 24 draft rekomendasi strategis yang mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, inovasi pembangunan perkotaan, hingga penguatan kerja sama antardaerah dalam penanganan bencana.


Salah satu keputusan penting, Kota Padang ditetapkan secara aklamasi sebagai tuan rumah seminar penguatan kerja sama penanggulangan bencana lintas pemerintah kota Komwil I APEKSI. Sementara Kota Dumai dipercaya menjadi tuan rumah Raker Komwil I APEKSI 2027.


“Raker ini melahirkan aksi nyata, bukan sekadar forum diskusi. Ada semangat solidaritas yang kuat, termasuk dukungan pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana, serta komitmen memperkuat kerja sama konkret antar pemerintah kota,” ujar Maigus.


Ia menegaskan bahwa Kota Padang siap mengemban amanah sebagai tuan rumah seminar kebencanaan untuk memperkuat skema kolaborasi melalui perjanjian kerja sama antar pemerintah kota Komwil I APEKSI. 


“Semoga nanti terwujud perjanjian kerja sama antar pemerintah kota untuk membantu daerah terdampak bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kawasan Sumatera menghadapi ancaman bencana yang cukup kompleks,” tukas Maigus Nasir.


Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menekankan delapan klaster program prioritas nasional, termasuk konsistensi desain tata ruang kota, mitigasi bencana berbasis kawasan, serta pengelolaan urbanisasi agar tidak memicu krisis demografi dan tekanan pembangunan di daerah.


“Tata ruang, pengendalian urbanisasi, transisi energi, dan ketahanan fiskal menjadi pijakan strategis bagi pemerintah kota dalam menjawab tantangan masa depan. Saya berharap seluruh daerah menyikapi secara baik, termasuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi,” harapnya.


Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut raker ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan agenda kota-kota di Sumatera dengan prioritas nasional. Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan, termasuk agenda seminar di Tebing Tinggi, Batam, dan Padang, akan menjadi pijakan menuju Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan pada 28 Juni-4 Juli 2026.


“APEKSI adalah rumah besar yang menghadirkan solusi konkret bagi kota-kota anggota. Kami mengapresiasi 21 delegasi kota yang hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Wali Kota Medan tersebut.


Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengapresiasi kehadiran seluruh delegasi yang mengikuti sejumlah agenda strategis pada Raker Komwil I APEKSI 2026, 19-22 April 2026 di Banda Aceh.


"Kami bangga menjadi tuan rumah forum strategis ini. Di samping memperkuat kolaborasi antar kota, juga turut membantu perputaran ekonomi bagi Banda Aceh," ucapnya. (**)



SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026, Senin (20/4/2026) sebagai rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, 19-22 April 2026.


Gelaran yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang Banda Aceh itu, resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Aceh, Muhammad Nasir, ditandai pemukulan Rapa’i bersama Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, Ketua Komwil I APEKSI yang juga Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan para Wali Kota-Wakil Wali Kota se-Komwil I APEKSI.


Expo tersebut menampilkan beragam produk unggulan UMKM, seni budaya, serta inovasi daerah dari kota-kota anggota Komwil I APEKSI. Sejak malam pembukaan, area pameran dipadati pengunjung dan delegasi, menandai tingginya antusiasme terhadap ajang promosi ekonomi kreatif dan penguatan jejaring antarkota.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Banda Aceh sebagai tuan rumah Raker Komwil I APEKSI. Ia juga memuji Banda Aceh Experience City Expo 2026 yang menghadirkan bukan sekadar pameran, tetapi juga memperkuat gagasan kolaborasi pembangunan antardaerah.


“Banda Aceh menjadi rumah yang baik bagi para tamunya. Experience City Expo ini memberi kesan kuat, bukan hanya melalui pameran UMKM dan budaya, tetapi juga gagasan bagaimana kota-kota di Sumatera membangun ekonomi, identitas, dan kolaborasi secara bersamaan,” ujar Maigus Nasir, yang hadir bersama Ketua GOW Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.


Sementara itu, Sekdaprov Aceh, Muhammad Nasir menegaskan pertumbuhan ekonomi perkotaan harus menjadi lokomotif pembangunan wilayah melalui penguatan investasi, inovasi, dan daya saing. Menurutnya, forum APEKSI menjadi ruang strategis memperkuat sinergi antarkota dalam mengelola urbanisasi sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif.


Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menjelaskan bahwa Banda Aceh Experience City Expo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bersama untuk merayakan identitas, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi kota.


"Mengusung konsep Experience City, expo ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh sekaligus rangkaian Raker Komwil I APEKSI 2026. Kegiatan dirancang melalui lima zona utama, yakni Market Experience, Interactive Experience, Entertainment Experience, Special Experience, dan Celebration Experience," terangnya.


Menurut Illiza, konsep yang disajikan memberi ruang promosi lebih luas bagi UMKM, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya yang mempertemukan warisan sejarah dengan inovasi masa depan.


"Beragam elemen interaktif seperti area kuliner, ruang komunitas, panggung hiburan, hingga paviliun bertema The Future of Banda Aceh dihadirkan untuk memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota inklusif, tangguh, dan berdaya saing," terangnya.


“Expo ini menjadi strategi nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang usaha, serta menciptakan efek ekonomi berantai melalui keterlibatan pelaku UMKM dan industri kreatif," tambah Illiza. (**)



SUMBARNET - Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menekankan pentingnya penguatan sektor hulu sebagai kunci utama mencapai target swasembada bawang putih nasional pada tahun 2029. 


Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026).


Berdasarkan data tahun 2025, produksi bawang putih nasional tercatat sebanyak 356.442,92 kuintal atau setara 356.000 ton. 


Angka ini dinilai masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan besarnya volume impor. 


Rahmat Saleh mengungkapkan ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih luar negeri masih berada di level yang sangat tinggi.


"Sekarang kita masih impor 90%, baru 10% kita mandiri. Kita berharap tahun 2029, sesuai arahan Presiden Prabowo, kita bisa swasembada bawang putih. Salah satu titik pentingnya ada di sektor hulu, yaitu bibit," ujar Rahmat Saleh dalam kunjungan tersebut.


Dia menjelaskan, kemampuan petani dalam negeri saat ini hanya mampu menghasilkan sekitar 4.000 ton bawang putih per tahun, padahal kebutuhan nasional mencapai 700.000 ton per tahun. 


Kondisi ini membuat Kementerian Pertanian didorong untuk segera mempercepat penyediaan serta penyaluran bibit berkualitas agar produksi lokal dapat meningkat secara signifikan.


Dalam pertemuan dengan pemerintah desa dan kelompok tani di Malang, Komisi IV juga menerima berbagai keluhan terkait ketersediaan pupuk, ketiadaan alat pertanian yang memadai, hingga ketidakpastian harga saat masa panen tiba. 


Menanggapi hal itu, Rahmat memberikan catatan kritis mengenai realisasi subsidi yang masih minim.


"Dari target pengembangan lahan seluas 100.000 hektar secara nasional, baru sekitar 2.500 hektar yang bisa kita subsidi bibitnya," ungkapnya.


Rahmat secara khusus meminta Kabupaten Malang untuk menjadi salah satu daerah penyokong utama dalam menyuplai kebutuhan bibit nasional. 


Dia menegaskan, Komisi IV bersama Kementerian Pertanian berkomitmen melakukan langkah nyata melalui strategi ekstensifikasi dan intensifikasi lahan.


"Kami berkomitmen untuk melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi lahan serta pemberian stimulan bibit untuk memastikan target swasembada 2029 tercapai," pungkasnya. (**)



SUMBARNET - Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menekankan pentingnya percepatan pembangunan irigasi, menyusul rapat koordinasi nasional antara Kementerian Pertanian dan kepala daerah yang digelar beberapa waktu lalu.

‎Menurut Rahmat, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan administrasi di daerah agar pelaksanaan program tidak mengalami keterlambatan.

‎“Kemarin ini kita sudah melaksanakan rapat koordinasi antara Kementerian Pertanian dengan seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia dalam rangka percepatan pembangunan irigasi,” kata Rahmat Saleh di Padang, Selasa (21/4/2026).

‎Forum tersebut menjadi ruang untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme dan persyaratan program, termasuk kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.

‎Rahmat menambahkan, percepatan pembangunan irigasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga kesiapan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti program di lapangan.

‎“Kita harapkan tidak ada lagi yang lamban, dan hal-hal yang belum sesuai dengan administrasi yang dibutuhkan oleh kementerian bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

‎Dia menilai koordinasi yang baik antara pusat dan daerah menjadi kunci agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

‎Rahmat menegaskan pembangunan irigasi memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. 

‎Dia berharap hasil rapat koordinasi dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

‎“Rakor ini kita dorong untuk memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

‎Komisi IV DPR RI akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi petani di daerah. (**)



Padang - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperingati hari ulang tahun ke-24 pada 20 April 2026 dengan sejumlah agenda refleksi dan partisipasi publik. 

‎Wasekjen DPP PKS sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sumatera Barat sekaligus membuka ruang kontribusi gagasan dari publik.

‎Rahmat menegaskan perjalanan 24 tahun PKS tidak lepas dari dukungan masyarakat. 

‎Dia juga mengakui masih ada sejumlah program yang belum sepenuhnya terealisasi.

‎“Alhamdulillah, hari ini PKS genap berusia 24 tahun. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat atas kepercayaan yang telah diberikan,” kata Rahmat di Padang, Selasa (21/4/2026).

‎Ia menambahkan pihaknya menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program. 

‎Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus harapan agar ke depan PKS dapat terus konsisten menjalankan amanah.

‎“Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan yang ada, dan mohon doa agar kami tetap istiqomah dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

‎Sebagai bagian dari peringatan HUT tersebut, Rahmat Saleg menginisiasi kegiatan berbasis partisipasi publik berupa kompetisi ide melalui video singkat. 

‎Program ini ditujukan untuk menjaring gagasan masyarakat terkait tiga isu strategis yang menjadi fokus PKS saat ini, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pemberdayaan ekonomi.

‎Dia menjelaskan masyarakat dapat mengirimkan video berdurasi dua menit yang berisi ide atau solusi konkret terhadap tiga tema tersebut melalui tautan yang disebarkan di media sosial resmi miliknya, termasuk Instagram, TikTok, dan Facebook.

‎Menurut Rahmat, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi upaya membuka ruang dialog dengan masyarakat. 

‎Dia menilai keterlibatan publik penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

‎Rahmat Saleh menyebutkan bahwa pengumpulan video berlangsung mulai 20 April hingga 30 April 2026. 

‎Selanjutnya, lima video terbaik akan dipilih untuk ditayangkan secara bertahap pada awal Mei.

‎“Insyaallah, lima video terbaik akan kami tayangkan pada tanggal 1 sampai 5 Mei. Setiap video yang terpilih akan mendapatkan penghargaan sebesar Rp2 juta,” kata dia.

‎Dia menekankan ketiga tema yang diangkat bukan tanpa alasan. 

‎Menurutnya, ketahanan pangan dan energi menjadi isu krusial di tengah dinamika global, sementara sektor ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sumatera Barat.

‎Rahmat mengungkapkan aspirasi masyarakat yang masuk melalui program ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam kerja-kerja legislatif maupun pengawasan di Komisi IV DPR RI, yang membidangi sektor pertanian, lingkungan hidup, dan kehutanan.

‎Dengan pendekatan ini, ia berharap peringatan HUT PKS ke-24 tidak hanya menjadi momentum internal partai, tetapi juga memberi dampak nyata melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam menyampaikan ide dan solusi.

‎“Ini adalah bentuk rasa syukur kami sekaligus upaya untuk terus mendengar dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan,” ujarnya.


Link pengiriman Video dapat dilakukan di https://bit.ly/LombaVideoMiladPKS24RahmatSaleh.


Sedangkan informasi lanjutan bisa melihat https://www.instagram.com/reel/DXWGqingZfV/?igsh=MXc3dzhhbWQ0bmw2aA==


‎Untuk informasi kompetisi, calon peserta dapat melihat akun instagram resmi pribadi dari @rahmatsaleh_01.

 


SUMBARNET - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menyoroti persoalan serius dalam tata niaga gula nasional, khususnya terkait masuknya gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar konsumsi masyarakat. 


Fenomena ini dinilai menjadi salah satu sumber utama distorsi pasar gula nasional yang berdampak luas terhadap keseimbangan sektor hulu hingga hilir.


Politisi PKS ini menyampaikan  bahwa secara regulasi, gula rafinasi diperuntukkan bagi kebutuhan industri, bukan untuk konsumsi rumah tangga. Namun dalam praktiknya, terdapat indikasi kuat bahwa GKR merembes ke pasar konsumsi, sehingga mengganggu keseimbangan antara gula konsumsi (GKP) dan gula industri. 


"Kondisi ini tidak hanya keluar dari ketentuan tata niaga, tetapi juga berdampak langsung pada harga dan kesejahteraan petani tebu", ungkapnya.


Legislator asal Sumatera Barat II ini menilai bahwa kebocoran distribusi gula rafinasi telah menekan harga gula di tingkat petani, sementara di sisi lain stok gula nasional, khususnya milik BUMN, justru mengalami penumpukan. Ironisnya, harga gula di tingkat konsumen tetap tinggi, yang menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam sistem distribusi dan lemahnya pengawasan pasar.


“Masalah gula nasional bukan semata soal pasokan, tetapi lebih pada tata kelola yang belum optimal dari hulu hingga hilir,” ujar Nevi.


Ia menambahkan, rendahnya produktivitas tebu, belum efisiennya pabrik gula, serta fragmentasi kelembagaan BUMN menjadi faktor yang memperparah kondisi ini. Selain itu, ketergantungan terhadap impor bahan baku gula rafinasi dinilai semakin memperbesar potensi distorsi dalam struktur industri gula nasional.


“Ketergantungan impor bahan baku membuat struktur industri kita rentan. Ketika pengawasan lemah, maka celah distribusi akan dimanfaatkan dan berdampak langsung pada petani,” tegasnya.


Nevi juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap impor gula rafinasi agar lebih terkendali, transparan, dan akuntabel. Ia menilai bahwa kebijakan kewajiban bagi importir gula rafinasi untuk memiliki kebun tebu merupakan langkah strategis dalam memperkuat integrasi hulu dan hilir, namun harus diiringi dengan pengawasan yang konsisten dan terukur.


“Kebijakan integrasi ini tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Harus ada dampak nyata terhadap peningkatan produksi tebu nasional,” ujarnya.


Menurutnya, masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi merupakan indikasi kuat adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan tata niaga gula nasional. Dampaknya tidak hanya menciptakan distorsi harga, tetapi juga merugikan petani dan membebani peran BUMN dalam menjaga stabilitas pasokan.


“Diperlukan reformasi menyeluruh melalui penguatan pengawasan distribusi, pengendalian impor, serta integrasi kebijakan hulu–hilir guna mewujudkan kemandirian gula nasional,” tutup Nevi Zuairina. (**)

 


SUMBARNET - Momentum peringatan Hari Kartini menjadi latar yang menguatkan peran perempuan dalam aksi sosial, sebagaimana ditunjukkan Jana Sandra melalui Rumah Donasi Jana yang sejak 2012 membantu masyarakat rentan di wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Jawa Barat.


Melalui wadah tersebut, bantuan disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim, janda, dan lansia melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembagian kebutuhan pokok, bakti sosial, hingga pengobatan gratis.


Jana Sandra mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan sosial berawal dari dorongan pribadi untuk membantu sesama.


“Berawal dari hati yang ingin membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, aktivitas sosial telah dimulai sejak 2010 bersama rekan-rekan sekolah melalui komunitas kemanusiaan. 


Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar pendirian Rumah Donasi Jana sebagai wadah pengabdian yang lebih berkelanjutan.


“Saya bisa membuat program donasi sendiri serta mampu menggalang dana dari teman-teman sendiri,” katanya.


Selain berprofesi sebagai dosen di STIAMI, ITL Trisakti, dan Universitas Terbuka, Jana tetap aktif turun langsung ke lapangan bersama sekitar 20 relawan. Kegiatan sosial menjangkau wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan sekitarnya di Jawa Barat, dengan sekitar 100 penerima manfaat.


Program yang dijalankan mencakup bimbingan belajar bagi anak yatim, pembangunan jembatan, pembangunan tempat wudhu di masjid, kunjungan museum, serta kegiatan bagi anak penderita kanker di rumah sakit di Jakarta.


Selain itu, juga dilaksanakan workshop kamera lubang jarum Indonesia dan mendongeng bagi anak-anak yatim sebagai bagian dari pengembangan kreativitas.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosial tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan akses lokasi.


“Tantangan terbesar selama menjalankan kegiatan sosial adalah cuaca hujan, jalanan banjir, serta lokasi yang sulit dilalui karena kondisi jalan yang buruk,” ujarnya.


Ke depan, Jana berharap Rumah Donasi Jana dapat memperluas jangkauan bantuan serta meningkatkan penghimpunan dana.


“Rumah Donasi Jana dapat menggalang dana dengan jumlah yang lebih besar serta dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan donasi lebih luas,” tutupnya. (***)