SUMBARNET - Senyum haru dan rasa syukur terpancar dari wajah Zulkifli (59) dan istrinya, Misniwati (40), saat menerima kunci rumah baru mereka di RT 4 RW 1, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh.


Rumah yang dibangun melalui program bedah rumah hasil kolaborasi Forum Nagari Kelurahan Koto Lua dan PT Semen Padang itu kini menjadi hunian layak bagi keluarga dengan lima anak tersebut.


Selama hampir satu dekade sejak 2016, pasangan ini bersama anak-anaknya bertahan hidup di rumah panggung dari kayu yang kondisinya memprihatinkan. Lantai rumah sebagian roboh dan atap bocor saat hujan menjadi kondisi yang harus mereka hadapi setiap hari. Keadaan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan seluruh anggota keluarga.


Kini, kondisi itu telah berubah. Rumah lama yang tidak layak huni telah dirobohkan dan digantikan dengan hunian baru yang kokoh dan nyaman, berukuran 6 x 6 meter, menggunakan material Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), produk inovasi PT Semen Padang.


Penyerahan kunci dilakukan oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Firma Yudi, disaksikan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang, serta Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial.


Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah tersebut. Ia menyebut proses pembangunan berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat setempat.


“Alhamdulillah, pembangunan bedah rumah ini telah selesai dan hari ini diserahkan kepada penerima manfaat. Kami sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya. Rumah sebelumnya memang sudah tidak layak huni,” ujarnya.


Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut, mengingat masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.


“Semoga program ini terus berlanjut karena masih ada masyarakat yang membutuhkan. Kita doakan PT Semen Padang semakin maju,” tambahnya.


Hal senada disampaikan Ketua KAN Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang. Ia mengingatkan agar rumah tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.


“Gunakan dan pelihara rumah ini sebaik mungkin. Mari kita doakan PT Semen Padang terus berkembang agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.


Sementara itu, Zulkifli selaku penerima manfaat mengaku terharu. Ia menyebut memiliki rumah layak huni sebelumnya hanya menjadi impian karena keterbatasan ekonomi sebagai buruh tani.


“Hari ini kami bisa menempati rumah yang layak, sesuatu yang sebelumnya hanya kami impikan. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu,” ucapnya.


Ia menambahkan, dengan penghasilan terbatas, mustahil baginya membangun rumah layak tanpa bantuan pihak lain.


“Sebagai buruh tani, penghasilan kami tidak cukup untuk membangun rumah seperti ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.


“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Win.


PT Semen Padang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat.


“Kami percaya keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.


Win juga menekankan inovasi produk seperti Sepablock menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi.


“Kami ingin memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (**)

  


    

Rokan Hilir-Usai mengukuhkan Duta Anti Narkoba Polda Riau di Pekanbaru, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan turun langsung ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah cooling system pasca aksi unjuk rasa yang sempat terjadi, sekaligus upaya membangun kembali kepercayaan publik dan memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah pesisir tersebut.


Kapolda hadir bersama Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Bupati Rokan Hilir Bistamam, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Panipahan.


Setibanya di Panipahan, Kapolda dan rombongan langsung melaksanakan silaturahmi dan dialog terbuka bersama masyarakat. Forum ini menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus refleksi bersama atas peristiwa yang terjadi sebelumnya.


Dalam kesempatan tersebut, Irjen Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan.


“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Irjen Herry.


Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjawab ekspektasi masyarakat terhadap penanganan narkoba.


“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” lanjutnya.  


Ia juga menekankan bahwa peristiwa Panipahan harus dimaknai sebagai momentum perubahan.


“Peristiwa ini menjadi wake-up call bagi kami. Pengingat keras agar kami benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap permasalahan secara nyata,” kata lulusan Akpol 1996 ini.


Dalam dialog tersebut, Kapolda mengungkap bahwa salah satu akar persoalan yang ditemukan di lapangan adalah belum terbangunnya komunikasi yang kuat antara aparat dan masyarakat. 


Untuk itu, ia meminta agar ke depan dibangun mekanisme komunikasi yang lebih terbuka, termasuk melalui forum bersama maupun kanal komunikasi langsung antara tokoh masyarakat dan aparat.


Sebagai bagian dari langkah korektif, Irjen Herry juga menegaskan bahwa Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat dan penempatan personel baru yang telah melalui pemeriksaan ketat.


“Kami sudah melakukan evaluasi dan pembenahan. Personel yang bertugas harus benar-benar bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda bersama rombongan juga melakukan pengecekan terhadap personel yang baru ditempatkan, termasuk pelaksanaan tes urine sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.


Selain pendekatan keamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya solusi sosial dan ekonomi dalam menangani persoalan narkoba. Salah satunya melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat nelayan Panipahan.


“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik. Ketika ekonomi bergerak, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” ujarnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Induk Panipahan, di mana Kapolda bersama para Duta Anti Narkoba memberikan imbauan langsung kepada masyarakat serta membagikan kaos kampanye anti narkoba.


Selanjutnya, Kapolda juga mengunjungi Yayasan Perguruan Kartini Panipahan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar dalam program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). 


Dalam kesempatan tersebut, para duta mengajak generasi muda untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba serta menyelesaikan persoalan secara musyawarah tanpa kekerasan.


Rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan serta penyerahan bantuan mesin ketinting secara simbolis kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolda kembali menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.


“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan merusak atau melakukan tindakan anarkis. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Kita harus mengedepankan musyawarah dan dialog,” tegasnya.


Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, untuk turut mengambil peran dalam menyejukkan suasana dan membangun kembali harmoni sosial di Panipahan.


“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat. Kita harus membangun kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama yang kuat demi menciptakan Panipahan yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba,” tutupnya. []


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

 


Pekanbaru-Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso, serta para Pejabat Utama Polda Riau. 


Turut hadir unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kajati Riau, Kepala BNN Provinsi Riau, Bea Cukai Riau, Kemenkumham Riau, Ketua LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Granat Riau Freddy Simanjuntak, Bupati Rokan Hilir Bistamam, serta tokoh agama dan masyarakat Desa Panipahan.


Kegiatan diawali dengan pemutaran video pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta pemutaran video pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polda Riau. 


Momen utama ditandai dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kapolda Riau melalui pemasangan selempang kepada para duta, yang terdiri dari 5 duta nasional dan 18 duta lokal.


Perwakilan duta nasional, Okan Cornelius, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba. 


Kegiatan juga diwarnai penampilan seni budaya berupa pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari serta teatrikal dari Riau Creative Hub (RCH).


Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan yang diwakili Bupati Rokan Hilir.


Dalam arahannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.


“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” tegas Kapolda.


Kapolda mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan 4.719 tersangka.


“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.


Kapolda juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius. Ia mengungkap banyak keluarga terdampak langsung oleh narkoba, terutama para istri nelayan yang mengadu karena suaminya terjerat kasus narkotika.


“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.


Sebagai bentuk komitmen, Kapolda menegaskan telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.


“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.


Selain langkah penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat, sebagai upaya membuka alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan legal.


“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.


Kapolda juga menitipkan harapan kepada para Duta Anti Narkoba yang baru dikukuhkan agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.


“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta penampilan musik dari Riau Rhythm.


Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. 


Sinergi menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan, demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba. []


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

 


Oleh Jamaldi/Wartawan Madya


Posisi Semen Padang FC hari ini bukan lagi sekadar cerita tentang papan klasemen ini adalah potret kegagalan yang terakumulasi sepanjang musim. Peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 27 laga, tertinggal empat angka dari Persis Solo, adalah konsekuensi, bukan kebetulan. Kabau Sirah kini tidak sedang “tertekan” mereka sedang berjalan menuju degradasi.


Tujuh laga tersisa sering dibungkus sebagai peluang. Tapi realitasnya, ini adalah hitungan mundur. Target menyapu bersih empat laga kandang terdengar heroik, namun tanpa perubahan drastis, itu hanya ilusi optimisme. Masalah utama tim ini bukan sekadar beratnya lawan, melainkan absennya identitas permainan yang konsisten sejak awal musim.


Sebagai klub, Semen Padang FC adalah simbol kebanggaan Sumatra. Nilai historis dan emosionalnya bahkan melampaui klub seperti Bhayangkara FC di mata banyak publik daerah. Namun sepak bola tidak mengenal romantisme. Nama besar tidak pernah otomatis berbuah poin. Dan hari ini, kebanggaan itu sedang berada di titik paling rapuh.


Tiga kali pergantian pelatih dalam satu musim memperlihatkan satu hal: klub ini kehilangan arah. Kini tanggung jawab berada di pundak Imran Nahumarury bersama direktur teknik Yeyen Tumena. Tapi waktu mereka bukan untuk membangun dari nol melainkan menyelamatkan apa yang tersisa.


Kegagalan meraih poin saat menghadapi Persis Solo menjadi cermin paling nyata. Kondisi lapangan yang tergenang memang faktor eksternal, namun justru di situlah terlihat minimnya fleksibilitas. Ketika strategi utama tidak berjalan, tim tampak tanpa arah. Sepak bola bukan hanya soal filosofi bermain, tapi tentang kesiapan menghadapi skenario terburuk.


Di luar aspek teknis, masalah non-teknis tak kalah genting. Ruang ganti dalam tekanan tinggi sangat rentan retak. Ketika kepercayaan mulai goyah, performa di lapangan akan ikut runtuh. Peran pelatih di titik ini bukan lagi sekadar menyusun taktik, tapi menjaga tim tetap utuh secara mental.


Suporter juga memegang peran penting dalam fase krusial ini. Dukungan tidak boleh melemah ketika tim justru sedang jatuh. Empat laga kandang tersisa harus menjadi momentum kebangkitan bukan tekanan tambahan. Kritik tetap perlu, tetapi energi positif jauh lebih mendesak dibutuhkan.


Akhirnya, tidak ada lagi ruang untuk basa-basi. Peluang bertahan memang masih ada, tetapi sangat tipis dan penuh syarat. Semen Padang FC tidak cukup hanya bermain lebih baik mereka harus menang, beradaptasi, dan bersatu. Jika tidak, degradasi bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan yang tak terhindarkan. (**)

 



Padang, -- Bawaslu Kota Padang memperkuat pengelolaan kehumasan, peliputan, dokumentasi, dan layanan informasi publik melalui rapat dalam kantor, Kamis (16/4/2026), di Kantor Bawaslu Kota Padang. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penguatan kelembagaan sekaligus kesiapan menuju Pemilu 2029.


Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, menegaskan kehumasan menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh kinerja dan agenda lembaga tersampaikan kepada publik.


“Humas harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan seluruh agenda dan hal-hal baik yang dilakukan,” ujarnya.


Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi, termasuk menyampaikan keberhasilan pencegahan pelanggaran yang kerap tidak terlihat. Evaluasi kinerja kehumasan, kata dia, dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.


“Pemilu tidak hanya saat tahapan berlangsung. Persiapan sebelum tahapan justru paling berat dan menentukan kualitas Pemilu 2029,” katanya.


Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Padang, Firdaus Yusri, menyebut kunjungan Bawaslu Provinsi bertujuan memantau progres kinerja serta memastikan program berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran.


“Kelembagaan harus tetap berjalan, pengawasan berlanjut, dan kehadiran Bawaslu dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, setiap kegiatan harus didokumentasikan dan dipublikasikan sebagai bentuk keterbukaan informasi.


Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Akhiro Murio, mengatakan penguatan kelembagaan sejalan dengan implementasi reformasi birokrasi.


“Tujuannya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja,” katanya.


Ia menyebut Bawaslu telah menyusun buku panduan teknis serta mengembangkan hasil diskusi melalui program BIS (Bincang Seputar Pemilu) sejak 2025 sebagai referensi kerja.


Akhiro menegaskan, seluruh divisi harus memahami tugas, termasuk penerimaan laporan, karena tanggung jawab pengawasan bersifat menyeluruh. (pzv)



Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi gelar pelatihan wirausaha muda pemula. Kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Bukittinggi ini, dilaksanakan di Monopoli Hotel, Kamis, 16 April 2026.


Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Nenta Oktavia, menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan Disparpora dalam mendukung program unggulan 1000 start up gemilang dan PKL naik kelas. Pelatihan ini perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para pemuda, karena kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu membekali para enterpreanur pemula dengan pengetahuan, keterampilan, serta mindset kewirausahaan.


Nenta menambahkan,  pelatihan ini dilaksanakan satu hari, dengan 50 peserta dari tiga kecamatan, 15 orang dari Kecamatan MKS, 14 orang Kecamatan Guguak Panjang dan juga 11 orang dari Kecamatan ABTB. Kegiatan ini menghadirkan narsumber  seorang enterprenuer yang juga Anggota DPRD Bukittinggi, Andi Putra dan akademisi M. Nazif, serta dari perwakilan BPRS Jam Gadang.


Wali Kota Bukittnggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pelatihan ini penting untuk memberikan pemahaman pola pikir dan keterampilan dasar wirausaha bagi pemula, menumbuhkan jiwa wirausaha pada pemuda, meningkatkan kreativitas dan inovasi, dalam berusaha dan mendorong kemandirian ekonomi. Target inilah yang diharapkan bisa dilahirkan dari program unggulan 1000 start up gemilang ini.


"Kami ingin anak muda Bukittinggi ini berpikir untuk terjun k dunia bisnis, berusaha dan berwirausaha. Bisnis saat ini sudah sangat bergantung pada dunia digital. Untuk itu butuh adaptasi dengan kemajuan teknologi, agar produk ataupun jasa yang dijual, dapat dipromosikan dengan masif secara digital," ungkap Wako.


Pemerintah Kota Bukittinggi tentu mendorong para generasi muda untuk berwirausaha. Terutama di dunia kuliner, karena Bukittinggi dikenal dengan makanan dan minuman yang enak.(**)

 


SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) gelar pembinaan statistik sektoral, pencanangan Desa Cantik dan Reviu Standar Layanan BPS Kota Bukittinggi Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balaikota, Kamis, 16 April 2026.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan, menjelaskan, pentingnya optimalisasi tata kelola statistik sektoral di tingkat OPD serta penguatan Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) dalam mendukung pembangunan berbasis data dan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Data statistik yang berkualitas dan terintegrasi menjadi fondasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.


Abdi menambahkan, sensus ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk menyediakan gambaran menyeluruh terkait struktur ekonomi masyarakat dan karakteristik usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital. 


Wali Kota Bukittinggi, diwakili Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan, Melfi Abra, menegaskan,  pentingnya data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, seiring dengan pencanangan Program Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kota Bukittinggi. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia serta memperkuat peran kelurahan sebagai penghasil data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.


Kelurahan yang dicanangkan dalam Program Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) meliputi Kelurahan ATTS, Tarok Dipo, dan Kayu Kubu. Setelah pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Agen Statistik yang berasal dari masing-masing kelurahan tersebut sebagai upaya memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data di tingkat kelurahan.(**)

 


SUMBARNET - Mulyadi Syafi’i tak kuasa menahan haru saat menerima kunci rumah yang diserahkan langsung kepadanya, Rabu (15/4), di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Momen itu menandai berakhirnya 15 tahun kehidupan keluarganya di pondok sawah yang tidak layak huni.


Bantuan rumah tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Semen Padang yang disalurkan melalui Forum Nagari Kelurahan Limau Manis. Kunci rumah diserahkan oleh Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan, kepada Mulyadi yang didampingi istrinya, Yetti Wilda.


Selama ini, Mulyadi mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, baik menggarap lahan sendiri maupun bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membesarkan tiga anaknya.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu. Akhirnya kami memiliki rumah yang layak,” ujar Mulyadi.


Rumah tersebut dibangun dengan dana CSR PT Semen Padang sebesar Rp50 juta yang disalurkan melalui Forum Nagari, serta didukung swadaya masyarakat. Dalam pembangunannya, digunakan material inovasi Semen Padang, yakni bata interlock yang dikenal sebagai Sepablock.


Ketua Forum Nagari Kelurahan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membantu warga kurang mampu.


“Selain dana CSR, pembangunan rumah ini juga mendapat dukungan swadaya masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan bagi penerima,” ujarnya.


Desi menambahkan, program serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.


Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Asril Basyir Dt Rajo Intan. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Senada, Lurah Limau Manis, Muliardi, menilai bantuan tersebut turut meringankan beban pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.


“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.


Ia menambahkan, penggunaan Sepablock menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat.


Bagi Mulyadi dan keluarganya, rumah baru tersebut menjadi awal kehidupan yang lebih layak setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. (**)

 


Padang, – Mandat alumni kepada Dr Prim Haryadi sebagai Ketua Umum DPP IKA Fakultas Hukum Unand (FHUA) dalam minggu ini akan berakhir.


19 April 2026 digelar Musyawarah Besar (Mubes) IKA FHUA, pertanyaannya apakah Prim Haryadi lanjut atau stop di arena Mubes Minggu itu?


Banyak komentar positif kepemimpinan Hakim Agung itu di IKA FHUA, organisasi alumni berlandaskan silaturahmi mampu digerakkan tanpa banyak cincong.


"Pak Prim Haryadi pemimpin yang menyejukkan dan sangat akomodatif ke semua angkatan alumni FHUA. Insya Allah Mubes IKA FHUA Minggu, aklamasi untuk Pak Prim jalankan amanah kedua kalinya," ujar Alumni FHUA 1986 Fahmiron, Kamis, (16/4/2026) kepada media di Padang.


Fahmiron mengakui kepemimpinan Prim Haryadi telah menimbulkan gairah beralumni.


"Banyak kegiatan dan aksi alumni FHUA dilakukan, semuanya untuk menguatkan marwah alumni kampus merah (nama lain FHUA)," ujar Fahmiron.


Selain itu, wartawan senior, alumni FHUA angkatan 1993, Adrian Toaik Tuswandi mengakui pola kepemimpinan Prim Haryadi selama ini sangat menginspirasi.


"Pak Prim jadi Ketum jauh dari berburu popularitas individu, di masa Pak Prim Ketum bisa membingkai kuat silaturahmi alumni lintas angkatan," ujar Toaik Kamis siang ini.


Terus viral di media ada Caketum lain muncul jelang Mubes IKA FHUA sekadar cek ombak dan menjaga proses demokrasi anak kampus merah.


"Ya pas saatnya pasti Mubes aklamasi untuk Pak Prim," ujar Toaik.


Mubes FHUA 2026 digelar Minggu, 19 April 2026, selain Mubes ada selingan acara bertajuk halal bi halal alumni FHUA, tentu ada kegiatan permainan KIM badunsanak rang kampus merah dari dulu hingga kini.


"Semua persiapan ready, Insya Allah Mubes berjalan sesuai yang direncanakan, Pak Prim all out dukung Mubes IKA FHUA 2026," ujar Ketua Panitia Halal bi Halal dan Mubes IKA FHUA Helsi Yasin. (***)

 


Pekanbaru - Polda Riau kembali menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika dengan memusnahkan barang bukti heroin 22,53Kf, 128 Ekstasi dan 3,90Kg Sabu, hasil pengungkapan kasus jaringan internasional.



Kegiatan pemusnahan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolda Riau dan dipimpin oleh Irwasda Polda Riau, Kombes Pol. Prabowo Santoso, Diresnarkoba Kombes Putu Yudha Prawira serta disaksikan oleh perwakilan kejaksaan, pengadilan, dan instansi terkait lainnya.


Dalam keterangannya, Prabowo Santoso menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan hanya bagian dari proses hukum, tetapi juga bentuk nyata perang terhadap narkoba yang terus digencarkan secara bersama-sama. Prabowo juga menyebutkan bahwa peredaran heroin, sebagai salah satu narkotika berbahaya, menjadi perhatian serius karena dampaknya yang sangat merusak generasi bangsa.


“Pemusnahan barang bukti ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memerangi narkoba. Tidak ada ruang bagi jaringan pengedar, terlebih yang berskala internasional, untuk beroperasi di wilayah Riau,” tegasnya.


Direktur Reserse Narkoba, Kombes Putu Yudha Prawira menambahkan, barang bukti heroin, sabu dan ekstasi merupakan hasil pengungkapan beberapa waktu lalu terdiri dari tujuh perkara.


Pemusnahkan dengan metode khusus sesuai standar keamanan, guna memastikan zat berbahaya tersebut tidak dapat disalahgunakan kembali. Proses ini dilakukan secara transparan dan akuntabel sebagai bagian dari penegakan hukum yang profesional.


Lebih lanjut, Polda Riau mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba dengan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.


Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.


Melalui kegiatan ini, Polda Riau berharap dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta memperkuat kesadaran publik akan bahaya narkoba, sekaligus menegaskan bahwa perang melawan narkotika akan terus dilakukan tanpa kompromi. (**)