Pessel – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan peran guru tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan, terutama dalam membentuk karakter, integritas, dan nilai kehidupan siswa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

‎Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang dan berpotensi menggantikan berbagai profesi, ada aspek mendasar yang tidak dapat digantikan, yakni peran manusia dalam membentuk moral dan etika.

‎“Ada aspek yang tidak bisa digantikan oleh AI, yaitu nilai moral dan etika. Peran guru dalam membentuk karakter, membangun integritas, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan,” kata Rahmat Saleh saat menjadi Irup Upacara di SMA N 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026) pagi.

‎Rahmat menekankan selain kecerdasan intelektual, generasi muda perlu memiliki kecerdasan emosional dan kepemimpinan (leadership) sebagai kekuatan utama yang tidak akan tergantikan oleh teknologi.

‎“Emosional dan leadership adalah kekuatan manusia yang autentik. Ini yang akan membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan dan mampu menduduki posisi strategis dalam memimpin bangsa,” tegasnya.

‎Rahmat menilai, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi yang pesat. 

‎Dituntut kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif yang menjadi kebutuhan utama untuk menghadapi masa depan.

‎“Untuk menaklukkan visi Indonesia Emas 2045, kekuatan intelegensia menjadi catatan utama. Generasi muda harus memiliki kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif,” jelasnya.

‎Di sisi lain, Rahmat turut mengapresiasi capaian siswa SMAN 3 Painan, di mana 58% dari total siswa eligible berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ke berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

‎Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kualitas intelektual generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi hasil dari kerja keras siswa, peran guru, dan dukungan lingkungan pendidikan.

‎“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa anak-anak kita mampu bersaing secara nasional. Ini adalah hasil dari kerja keras siswa, peran guru, serta dukungan lingkungan pendidikan yang baik,” katanya.

‎Rahmat berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi.

‎"Sekaligus menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter," harapnya. (Fardianto)



SUMBARNET - Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan rusak di kawasan Belimbing, tepatnya di Jalan Jeruk Raya dan Jalan Apel Raya, Kuranji kota Padang.


Kerusakan berupa lubang besar yang kerap tergenang air dinilai membahayakan pengguna jalan dan telah memicu sejumlah kecelakaan, terutama saat hujan.


Salah seorang warga setempat, Eki, menyebutkan bahwa kecelakaan tunggal sering terjadi di lokasi tersebut. Menurutnya, genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara tidak dapat melihat kondisi jalan secara jelas.


“Di sini sudah sering terjadi kecelakaan tunggal, apalagi setelah hujan. Lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air,” ujar Eki saat ditemui di lokasi, Senen (4/5/2026).


Ironisnya, warga mengungkapkan bahwa jalan tersebut belum lama diperbaiki dan bahkan telah dibuatkan tanggul. Namun, kondisi saat ini justru kembali rusak dan membahayakan pengguna jalan.


Keluhan serupa juga disampaikan oleh Roni, seorang pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar Jalan Jeruk Raya. Ia mengatakan, setelah pembangunan tanggul, kawasan tersebut justru kerap mengalami banjir yang memperparah kerusakan jalan.


“Setelah dibuat tanggul, malah sering banjir. Jalan jadi cepat rusak, dan kecelakaan juga sering terjadi,” ungkap Roni.


Warga menilai kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan jalan juga berpotensi menimbulkan kerugian materi hingga membahayakan keselamatan.


Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan menyeluruh, tidak hanya tambal sulam, tetapi juga memperhatikan sistem drainase agar genangan air tidak lagi terjadi.


“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki jalan ini secara maksimal, karena ini jalan utama warga,” harap warga.


Hingga saat ini, kondisi jalan di dua titik tersebut masih dibiarkan rusak dan menjadi ancaman bagi pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang paling rentan mengalami kecelakaan. (Puput)



Pessel - Wacana pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih mencuat dalam kegiatan reses Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, bersama warga Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026).

‎Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat Kampung Sei Nipah mengungkapkan proses penjajakan tengah dilakukan untuk memenuhi berbagai persyaratan program, salah satunya penyediaan lahan.

‎Rahmat Saleh menjelaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih mensyaratkan ketersediaan lahan sekitar 6.000 meter persegi yang nantinya akan diserahkan kepada negara sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

‎“Saat ini warga sedang mencari lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Syaratnya harus tersedia lahan sekitar 6.000 meter persegi yang akan diserahkan ke negara,” ujarnya.

‎Program tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan kawasan nelayan yang terintegrasi, mulai dari aktivitas penangkapan, pengolahan hasil laut, hingga sektor pendukung lainnya.

‎Rahmat menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pengusulan program tersebut hingga terealisasi. 

‎Menurutnya, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

‎“Kalau persyaratan terpenuhi, tentu ini akan kita dorong. Program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

‎Rahmat menilai, keberadaan kawasan tersebut nantinya dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk meningkatkan produktivitas nelayan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

‎"Kita akan memastikan aspirasi warga akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan di tingkat pusat, agar program Kampung Nelayan Merah Putih dapat segera diwujudkan di Pesisir Selatan," pungkasnya. (Fardianto)



Jakarta, – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekompakan perantau sebagai modal utama membangun daerah. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan keluarga besar IKASUPA (Ikatan Keluarga Alam Surambi Sungai Pagu) se-Jabodetabek di Gedung Serbaguna Masjid Baiturrahman, kawasan DPR/MPR RI, Jakarta pada Minggu, (3/5/2026).


Zigo Rolanda, yang merupakan putra asli Solok Selatan, menyebut kehadiran para perantau dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Sungai Pagu di rantau.


“Alhamdulillah, hari ini kami dapat hadir dan bersilaturahmi bersama keluarga besar IKASUPA se-Jabodetabek,” ujarnya.


Zigo menilai, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan itu harus terus dijaga dan diperkuat. Menurutnya, nilai kekeluargaan menjadi fondasi penting dalam mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan Solok Selatan.


Zigo juga menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Pa Arek Silaturahmi, Tingkek-an Raso Peduli. Bangkik di Rantau, Bangun Nagari.”


“Kebersamaan ini dapat menjadi modal utama kita untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya.


Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang hadir, baik yang berasal dari perantauan maupun yang datang langsung dari kampung halaman.


“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dunsanak yang hadir. Mari terus jaga kekompakan, karena sejauh apa pun kita merantau, hati dan kepedulian kita tetap untuk Solok Selatan,” tutupnya. (***)



Padang - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir turut menyambut kedatangan atlet Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) yang berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang kejuaraan internasional.


Penyambutan berlangsung di Simpang Jam Ria dan dilanjutkan dengan parade menuju Istana Gubernur Sumbar, Minggu (3/5/2026), dalam suasana penuh kebanggaan dan apresiasi.


Maigus Nasir menyampaikan rasa bangga atas capaian para atlet yang telah mengharumkan nama Kota Padang dan Sumbar di kancah internasional. Ia menilai prestasi ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Juara Pemerintah Kota Padang.


“Kami mengucapkan selamat kepada para atlet dari Polda Sumbar atas prestasinya. Semoga capaian ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi atlet lainnya untuk berjuang meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.


Para atlet yang berhasil meraih prestasi diantaranya Bripda Ressya Faolingga (20), yang mengikuti The 22 Wata Open International Taekwondo Championship di Osaka, Jepang, dengan capaian Juara I Under 68 Kg Putri dan Juara II Under 73 Kg Putri.


Selanjutnya Bripda Ramakeen Sigit (21) yang berlaga pada ajang Harimau Belgium International Championship di Jakarta Selatan dan Belgia, berhasil meraih Juara I Kelas E Putra 65–70 Kg serta dinobatkan sebagai pesilat terbaik. Selain itu, Zahra Fadly (20), mahasiswa STIKES Indonesia, meraih Juara II pada ajang yang sama, dan Muhammad Farid (20), mahasiswa Politeknik Negeri Padang, meraih Juara III.


Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin serta dukungan berbagai pihak.


“Prestasi ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang tinggi, kita mampu bersaing di level internasional. Kami akan terus mendukung pembinaan atlet agar ke depan semakin banyak prestasi yang diraih,” ungkapnya. (**)



PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, melakukan kunjungan ke Perumahan Puri Berlindo Sumbar Mas, RT 04 RW 15, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Minggu (3/5/2026).


Kunjungan dalam rangka silaturahmi dengan warga, sekaligus mendukung peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur di perumahan yang tengah mengikuti penilaian Padang Rancak Award 2026 itu.


Fadly Amran mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.


“Kami mengapresiasi masyarakat Perumahan Puri Berlindo Sumbar Mas yang kompak menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Ini akan terus kita dorong dalam mewujudkan Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar (smart city),” ujarnya.


Lebih lanjut, Fadly Amran juga menjelaskan terkait Padang Rancak Award selaku lomba kebersihan lingkungan yang rutin digelar untuk meningkatkan kualitas lingkungan di tingkat RT se-Kota Padang.


"Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk meraih kembali Piala Adipura, setelah sebelumnya berhasil masuk delapan besar kota terbersih di Indonesia,” tukasnya.


Sementara itu, Ketua RT 04 RW 15 Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Fajri Muharja, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wali Kota. Ia menegaskan komitmen warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan mengusung slogan “Perumahan Rancak, Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Anak.”


"Kehadiran Pak Wali memotivasi masyarakat dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang sejalan dengan pembangunan kota berkelanjutan,” ucapnya.


Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kota Padang, Rafli Boy, Sekretaris Kecamatan Padang Timur, Dwi Astri Rustianti, Lurah Kubu Dalam Parak Karakah Andre Wijaya, serta masyarakat setempat. (**)



PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Padang masa bakti 2025-2029, yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (3/5/2026).


Pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI Sumbar, Gustami Hidayat. Dalam kepengurusan baru, Adib Alfikri dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Sekretaris Umum, Ahmad Hidayat, dan Suyono selaku Bendahara Umum.


Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan, disusul pengambilan sumpah jabatan, dan penyerahan bendera pataka PTMSI sebagai simbol amanah organisasi.


Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, selaku Dewan Penasehat Pengcab PTMSI Kota Padang, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, sebagai Dewan Pembina, serta Sekretaris Umum KONI Kota Padang, Tri Putra Junaidi Nast, dan insan tenis meja di Kota Padang.


Fadly Amran, yang juga Pelindung Pengcab PTMSI Kota Padang, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya dedikasi, kekompakan, dan kerja terstruktur dalam memajukan olahraga tenis meja di Kota Padang.


"Semoga Pengcab PTMSI Kota Padang yang baru mampu meningkatkan pembinaan dan prestasi, sekaligus berkontribusi terhadap target Kota Padang meraih juara umum Porprov Sumbar XVI 2026,” ujarnya.


Lebih lanjut, Fadly Amran juga mendorong penguatan ekosistem olahraga melalui penyediaan sarana, termasuk program satu meja tenis di setiap SMP di Kota Padang untuk memperluas akses dan pembinaan atlet muda.


“Kami berharap program ini mampu menjangkau lebih banyak pelajar sekaligus melahirkan bibit atlet tenis meja berprestasi sejak dini, yang juga sejalan dengan Progul Padang Juara dan visi Kota Padang sebagai kota sehat,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PTMSI Sumbar, Gustami Hidayat, menegaskan bahwa tenis meja tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berperan dalam menjaga kebugaran dan meningkatkan konsentrasi, termasuk bagi kalangan eksekutif. 


"Setelah pelantikan ini, kami harapkan Pengcab PTMSI Kota Padang segera melakukan konsolidasi dan memperkuat pembinaan atlet melalui program yang terarah dan berkelanjutan,” tekannya.


Ketua Pengcab PTMSI Kota Padang, Adib Alfikri, menyatakan komitmennya untuk segera menggerakkan program kerja, mulai dari pembinaan usia dini, hingga penguatan budaya olahraga tenis meja di tengah masyarakat.


"Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, PTMSI Kota Padang mampu meningkatkan pembinaan dan prestasi, serta menargetkan juara umum pada Porprov Sumbar XVI 2026,” tegas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar tersebut. (**)



Padang – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bertindak selaku pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah di Lapangan Apeksi Balai Kota Padang, Aia Pacah, Sabtu (2/5/2026). Upacara berlangsung khidmat, diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, tenaga pendidik, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kota Padang.


Maigus Nasir membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar Menengah RI dan Menteri Dalam Negeri RI, serta menyampaikan arah kebijakan pendidikan Kota Padang ke depan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang terus mendorong pelaksanaan program unggulan guna mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing.


“Pada Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, kita berharap program Padang Juara dapat terlaksana dengan baik, sehingga mampu mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, terampil, dan berkarakter,” ujar Maigus Nasir.


Ia juga menekankan pentingnya membuka akses yang lebih luas bagi pelajar Kota Padang, tidak hanya dalam memperoleh pendidikan di dalam negeri, tetapi juga hingga ke tingkat internasional melalui berbagai kerja sama strategis.


“Padang Juara juga menyiapkan generasi pelajar kita agar memiliki kesempatan belajar di luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Kuala Lumpur yang memberikan peluang beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris,” tambahnya.


Turut hadir perwakilan Universitas Kuala Lumpur yang menjajaki kerja sama pendidikan, khususnya dalam pengembangan kecerdasan dan karakter pelajar melalui program penghafal Al-Qur’an. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai keagamaan yang baik.


Kegiatan juga dirangkai dengan peluncuran program MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha) sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di Kota Padang. 


Kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dari para pelajar Kota Padang yang menampilkan beragam kreativitas dan bakat, yang menjadi wujud nyata bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendorong pengembangan seni dan budaya. (**)



‎MANDAILING NATAL – Seruan perang terhadap narkotika di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memasuki babak baru.


Markas Cabang Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Madina kini mendapat dukungan segar dari kalangan intelektual muda untuk membersihkan wilayah, khususnya Kecamatan Batahan, dari cengkeraman barang haram tersebut.


Ketua Marcab LMPI Madina, Dendi Pratama Sastra, menyatakan bahwa peredaran narkoba saat ini bukan lagi sekadar masalah kriminal biasa, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan generasi muda di "Bumi Gordang Sambilan".


"Narkoba merusak mental dan menghancurkan masa depan. Ini bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kolektif kita semua," tegas Dendi dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).


Gerakan ini mendapat respons cepat dari mahasiswa asal Batahan, Syawal Rianto dan Umar Arif. Keduanya secara terbuka mengajak LMPI Madina untuk "bergandengan tangan" melakukan tindakan tegas terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka.


Syawal dan Umar menyoroti adanya dugaan bandar narkoba yang masih bebas berdomisili di wilayah Batahan. Mereka mendesak adanya langkah ekstrem demi menyelamatkan lingkungan.


"Kami meminta seluruh jajaran pemerintahan di Kecamatan Batahan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk bersatu. Jangan berikan ruang bagi bandar narkoba untuk tinggal di wilayah kita. Para Bandar harus diberantas demi keselamatan anak cucu kita," ujar perwakilan mahasiswa tersebut.


Menanggapi aspirasi tersebut, Dendi Pratama mendorong adanya kolaborasi aktif lintas sektoral. Menurutnya, struktur sosial Madina yang religius dan beradat harus dijaga dari bahaya laten narkoba yang dapat merobek tatanan masyarakat.


"Madina adalah rumah kita. Jangan biarkan bandar merampas masa depan daerah ini. Kami mengajak masyarakat untuk berani melapor dan tidak lengah terhadap indikasi peredaran gelap di lingkungan masing-masing," tambah Dendi.


LMPI Madina berharap pihak berwenang segera mengambil langkah masif dan terukur untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika, memastikan wilayah Batahan dan sekitarnya kembali bersih dan kondusif. (**)


Pessel - Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan bantuan bibit dan penguatan sistem pengelolaan gambir di Sumatera Barat (Sumbar).

‎Menurutnya, gambir merupakan komoditas strategis yang harus didorong tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga pengelolaan hingga pemasaran.

‎“Kita ingin menyukseskan hilirisasi gambir. Kita perjuangkan bantuan bibit gambir, pendataan kelompok tani, serta pemanfaatan lahan yang masih siap tanam,” katanya saat menyerap aspirasi masyarakat dan kelompok tani di Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Minggu (3/5/2026).

‎Rahmat mengatakan, saat ini masih banyak potensi lahan gambir di Pesisir Selatan yang belum dimaksimalkan. 

‎Hal itu membutuhkan dukungan bibit dan pendampingan sebagai langkah awal untuk meningkatkan produktivitas petani.

‎Selain itu, Rahmat juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pengelolaan gambir agar memiliki nilai tambah.

‎Pihaknya sendiri telah membawa kementerian terkait untuk membahas skema pengelolaan yang lebih terintegrasi.

‎“Terkait pengelolaan gambir, kita sudah membawa menteri. Sekarang prosesnya sedang dibahas, termasuk sistemnya bersama BTPN,” katanya.

‎Menurutnya, hilirisasi gambir menjadi kunci agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memperoleh keuntungan lebih dari produk olahan.

‎"Kita akan selalu memastikan aspirasi petani akan terus diperjuangkan di tingkat pusat agar program bantuan dan pengembangan gambir dapat segera direalisasikan," katanya.

‎Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Rahmat Saleh yang sebelumnya mendorong percepatan hilirisasi gambir di Sumbar.

‎Dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Forkopimda Sumbar bersama Menteri Pertanian pada September 2025, Rahmat menilai Sumbar memiliki posisi penting karena menyumbang sekitar 80 persen ekspor gambir dunia, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

‎“Kalau ada pabrik pengolahan, petani bisa memperoleh harga yang lebih baik,” ujarnya saat rapat koordinasi tersebut.

‎Menurutnya, pembangunan industri pengolahan menjadi jalan agar nilai tambah komoditas gambir tidak keluar dari daerah, melainkan dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat Sumbar.

‎Rahmat juga menekankan hilirisasi membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. 

‎“Ini tidak bisa jalan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama supaya rencana ini cepat terealisasi,” katanya. (Fardianto)