SUMBARNET - Evan Muhammad Rizal, S.M. menyatakan diri sebagai Calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Datar periode 2026–2029. Dengan mengusung semangat “Muda! Penggerak Sakaki Basamo Nagari”, Evan menawarkan gagasan untuk menjadikan KNPI sebagai wadah kolaborasi pemuda yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.


Dalam visi yang ditawarkan, Evan Muhammad Rizal ingin mewujudkan KNPI Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat kolaborasi pemuda yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Gagasan tersebut menempatkan pemuda bukan hanya sebagai penerima program pembangunan, tetapi sebagai bagian penting yang ikut merancang, menggerakkan, dan memberikan solusi bagi kemajuan daerah.


Tiga Pilar Gagasan

Untuk mendukung visi tersebut, Evan mengedepankan tiga nilai utama, yakni kolaboratif, adaptif, dan progresif.


Pertama, kolaboratif. KNPI diharapkan menjadi ruang bersama bagi organisasi kepemudaan, komunitas dan berbagai elemen pemuda untuk membangun sinergi serta memperkuat kebersamaan.


Kedua, adaptif. Pemuda Tanah Datar didorong untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda di tengah perkembangan teknologi serta dinamika sosial.


Ketiga, progresif. KNPI diharapkan mampu bergerak maju dengan menghadirkan gagasan dan gerakan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.


“Sakaki Basamo Nagari”

Semangat “Sakaki Basamo Nagari” menjadi salah satu pesan utama yang ditonjolkan dalam pencalonan Evan Muhammad Rizal. Filosofi tersebut menggambarkan pentingnya kebersamaan dan gotong royong pemuda dalam membangun Tanah Datar.


Menurut gagasan yang ditawarkan, kekuatan pemuda akan semakin besar apabila berbagai organisasi, komunitas dan individu dapat berjalan bersama, membangun komunikasi, serta menghilangkan sekat-sekat kepentingan.


Dengan mengusung konsep pemuda sebagai penggerak, Evan Muhammad Rizal menawarkan KNPI sebagai wadah yang mampu mempertemukan berbagai potensi kepemudaan di Kabupaten Tanah Datar.


Pencalonan untuk periode 2026–2029 tersebut sekaligus menjadi tawaran gagasan kepada seluruh elemen kepemudaan agar KNPI ke depan semakin kolaboratif, responsif terhadap perubahan, serta mampu melahirkan gerakan yang berdampak bagi masyarakat.


“Muda! Penggerak Sakaki Basamo Nagari” menjadi semangat yang dibawa Evan Muhammad Rizal dalam menghadapi proses pemilihan Ketua KNPI Kabupaten Tanah Datar periode 2026–2029. (rel)

 


SUMBARNET - Fadhli Tarmizi, SH menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua KNPI Tanah Datar dengan menawarkan visi membangun organisasi kepemudaan yang religius, solid, inovatif, serta mampu melahirkan pemuda yang mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.


Dalam visi yang disampaikannya, Fadhli Tarmizi ingin mewujudkan KNPI Tanah Datar sebagai wadah kepemudaan yang religius, solid, inovatif dan berdaya saing, sekaligus menjadi ruang bagi pemuda untuk berkembang, berkolaborasi dan mengambil peran strategis dalam pembangunan Tanah Datar.


“Mewujudkan KNPI Tanah Datar sebagai wadah kepemudaan yang religius, solid, inovatif, dan berdaya saing dalam membangun pemuda yang mandiri serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Tanah Datar.”


Untuk mewujudkan visi tersebut, Fadhli menyiapkan sejumlah misi yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan kemandirian generasi muda.


Pertama, meningkatkan kapasitas dan kompetensi pemuda melalui berbagai kegiatan pengembangan keterampilan dan potensi. Kedua, mendorong pemuda sebagai mitra strategis pemerintah, sehingga organisasi kepemudaan dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah.


Selanjutnya, Fadhli juga berkomitmen menghadirkan program kepemudaan yang memberikan dampak nyata, memperkuat kepemimpinan dan integritas pemuda, serta mendorong kemandirian ekonomi pemuda.


Lima Program Prioritas

Sebagai bentuk konkret dari visi dan misi tersebut, Fadhli menawarkan sejumlah program kerja apabila dipercaya memimpin KNPI Tanah Datar.


Program tersebut meliputi:

Semarak Pemuda Bidang Keagamaan, sebagai ruang penguatan nilai religius dan pembinaan generasi muda.


Forum Kolaborasi OKP dan Komunitas, untuk memperkuat sinergi antarorganisasi kepemudaan serta komunitas di Tanah Datar.


Pemuda Pelestari Adat dan Budaya, dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau.


KNPI Peduli Sosial, sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap persoalan sosial dan masyarakat.


Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda, guna membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Fadhli Tarmizi, SH juga mengusung semangat “Untuk KNPI Tanah Datar yang Profesional, Solid dan Berdampak.” Gagasan tersebut menjadi landasan dalam mendorong KNPI agar tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya organisasi kepemudaan, tetapi mampu menghasilkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dengan visi, misi dan program tersebut, Fadhli berharap KNPI Tanah Datar ke depan semakin mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen pemuda, sekaligus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.


“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dan mengambil peran nyata dalam pembangunan Tanah Datar,” demikian semangat yang tercermin dalam gagasan pencalonannya. (rel)

 


Pesisir Selatan - Pengadilan Negeri Painan menjadwalkan ulang pelaksanaan eksekusi Putusan Perdata Nomor 11/Pdt.G/2022/PN Pnn. Eksekusi akan dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.


Hal tersebut disampaikan melalui Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Eksekusi yang diterbitkan pada 20 Agustus 2026 dan ditujukan kepada Sdr. Maysar Binti Mansur yang beralamat di Nagari Tuik IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.


Panitera PN Painan, Baitul Arsyah M., S.H., M.H. menjelaskan, pelaksanaan eksekusi sebelumnya belum dapat dilakukan. Penundaan terjadi karena adanya surat dari Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan Nomor STR/212/VIII/OTL.1.2/2026 tanggal 17 Agustus 2026.


"Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Painan menetapkan kembali pelaksanaan eksekusi berdasarkan Penetapan Nomor 3.a1/Pen.Pdt/Eks/2024/PN Pnn tanggal 20 Agustus 2026," demikian bunyi surat tersebut.


Eksekusi akan dilakukan di 4 titik lokasi di Nagari Tuik IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas, yaitu:

1. *Tumpak 1*: Kampung Kampai Tuik

2. *Tumpak 2*: Ayie Sariek  

3. *Tumpak 3*: Rawang Solok

4. *Tumpak 4*: Solok Rawang


Dalam surat itu, pihak terkait diminta untuk hadir pada waktu dan tempat yang telah ditentukan guna menyaksikan pelaksanaan eksekusi putusan perdata tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pokok perkara dari Putusan Nomor 11/Pdt.G/2022/PN Pnn.


Terpisah Keluarga Ani yang akan dieksekusi berharap agar eksekusi ini betul-betul karena perkara ini sebelum pernah di menangkan oleh keluarga yang akan dieksekusi di sebabkan surat yang di pakai untuk menggugat kami surat yang tidak jelas keasliannya. (***)

 


SUMBARNET - Kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Setelah sebelumnya menghadirkan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana, Tim Semen Padang Peduli kembali menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat di Kecamatan Lamba Leda, Kamis (27/8/2026).


Sebanyak 100 paket sembako diserahkan kepada masyarakat melalui Posko 1 ESDM yang berada di Kampung Ronting, Kecamatan Lamba Leda. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada dalam situasi pemulihan pascagempa.


Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kapten Tim Semen Padang Peduli, Marsudi, kepada Koordinator Posko 1 ESDM, Rendra Prambudi (MIP). Proses penyerahan turut didampingi Tim PT Semen Padang yang berada di lokasi untuk memastikan bantuan dapat diterima dan dikelola dengan baik.


Setiap paket sembako dikemas secara praktis menggunakan kantong plastik dan berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng, gula, serta mi instan. Selanjutnya, paket tersebut dikoordinasikan pendistribusiannya melalui Posko 1 ESDM kepada masyarakat yang membutuhkan.


Kapten Tim Semen Padang Peduli Marsudi mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui dua skema agar jangkauannya dapat diperluas. Selain menyerahkan bantuan melalui Koordinator Posko 1 ESDM, Tim Semen Padang Peduli juga turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga di Kampung Waso, Lamba Leda.


“Selain penyerahan bantuan melalui Koordinator Posko 1 ESDM, Tim PT Semen Padang juga melakukan penyerahan bantuan secara langsung kepada warga yang berada di Kampung Waso, Lamba Leda,” ujar Marsudi.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan penyaluran sembako merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak gempa di wilayah Lamba Leda.


Menurut Win, dalam situasi pascabencana, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, PT Semen Padang melalui Semen Padang Peduli berupaya hadir tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga bantuan kebutuhan pokok yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.


“Pemberian bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan PT Semen Padang terhadap masyarakat di wilayah Lamba Leda. Melalui kegiatan ini, perusahaan berupaya membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan, baik melalui Posko 1 ESDM maupun penyaluran langsung di Kampung Waso,” kata Win.


Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan dampak bencana merupakan wujud nyata komitmen PT Semen Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kehadiran Tim Semen Padang Peduli di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus membantu meringankan beban warga dalam menghadapi masa pemulihan.


Bagi PT Semen Padang, bantuan kemanusiaan tidak hanya dimaknai sebagai penyerahan kebutuhan material, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit akibat bencana.


Melalui koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan, perusahaan berupaya memastikan bantuan yang diberikan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Penyaluran melalui posko menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan bantuan, sementara distribusi secara langsung dilakukan untuk mendekatkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.


Penyerahan bantuan di Kampung Ronting dan Kampung Waso berlangsung lancar dan tertib. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang masih menjalani proses pemulihan pascagempa.


Selain melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan paket sembako, Tim Semen Padang Peduli juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa di lokasi tersebut.


Kehadiran Tim Semen Padang Peduli di Lamba Leda sekaligus menegaskan komitmen PT Semen Padang untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk ketika bencana melanda. Upaya tersebut menjadi bagian dari peran perusahaan dalam memberikan manfaat sosial, sejalan dengan semangat kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan.


Dengan dukungan berbagai pihak dan distribusi yang terkoordinasi, masyarakat terdampak diharapkan dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik. PT Semen Padang terus mendorong agar setiap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana. (*)



Padang - Musala An Nur di Batang Kabung RT 03 RW 02, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya kembali berdiri setelah bangunan sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang pada November 2025.


Bangunan musala yang baru tersebut secara resmi diresmikan Wali Kota Padang Fadly Amran, Minggu (30/8/2026).


Peresmian itu menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat setelah melalui proses pembangunan kembali yang dilakukan secara gotong royong dengan dukungan masyarakat di ranah maupun para perantau.


Musala An Nur dibangun di atas tanah wakaf warga. Sementara biaya pembangunannya bersumber dari infak dan sedekah masyarakat sekitar serta bantuan dari para perantau.


Hadir dalam peresmian tersebut Plt Kabag Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Lurah Batang Kabung Ganting Okimi Oktobery, perwakilan Pengurus Musala An Nur Ramli Edison, serta elemen masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berkontribusi dalam pembangunan kembali Musala An Nur.


Menurutnya, pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat. Tidak hanya warga yang berada di kampung halaman, masyarakat perantauan juga turut mengambil bagian melalui wakaf tanah maupun infak untuk mewujudkan kembali tempat ibadah tersebut.


“Saya mengapresiasi bapak dan ibu yang ada di ranah dan rantau yang telah mau menginfakkan sebagian rezekinya dan mewakafkan tanahnya untuk pembangunan musala ini. Semoga kita diberi keberkahan dan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” ujar Fadly.


Dibangun Kembali Setelah Diterjang Banjir


Musala An Nur sebelumnya mengalami kerusakan berat setelah bangunannya hanyut diterjang banjir bandang pada November 2025.


Kondisi tersebut membuat masyarakat harus kembali membangun sarana ibadah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial warga setempat.


Dengan semangat kebersamaan, pembangunan musala baru kemudian dilakukan di atas tanah wakaf warga.


Proses pembangunan kembali dimulai pada pertengahan Januari 2026 dan rampung pada Juli 2026.

Perwakilan Pengurus Musala An Nur, Ramli Edison, mengatakan pembangunan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, khususnya masyarakat dan para perantau yang memberikan bantuan melalui infak dan sedekah.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para ahli waris yang telah bersedia mewakafkan tanah milik orang tua mereka untuk dijadikan lokasi pembangunan musala.


“Terima kasih kepada para ahli waris yang telah mewakafkan tanah milik orang tuanya, serta bapak dan ibu yang telah berinfak untuk pembangunan musala ini,” kata Ramli.


Menurut Ramli, total dana yang digunakan untuk pembangunan kembali Musala An Nur mencapai sekitar Rp467 juta.


Dana tersebut digunakan untuk mendukung proses pembangunan hingga musala dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.


Rampungnya pembangunan Musala An Nur menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga. Setelah sebelumnya kehilangan bangunan akibat bencana, kini masyarakat kembali memiliki tempat untuk melaksanakan ibadah sekaligus menjalankan berbagai aktivitas kemasyarakatan.


Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat


Fadly Amran berharap keberadaan Musala An Nur tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat melaksanakan ibadah.


Lebih dari itu, ia mendorong musala tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak dan pusat berbagai kegiatan sosial serta kemasyarakatan warga.


Menurutnya, keberadaan musala di tengah permukiman memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.


“Sementara menjadi sarana ibadah, Musala An Nur diharapkan menjadi tempat belajar bagi anak-anak sekaligus pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendukung Program Smart Surau,” katanya.


Fadly menilai musala dapat menjadi salah satu tempat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran agama, tetapi juga dapat dibiasakan dengan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, sopan santun, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Karena itu, ia mendorong pengurus musala dan masyarakat untuk menghidupkan berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.


Dukung Program Smart Surau


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran juga mendorong agar Musala An Nur dapat menjadi bagian dari pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, Smart Surau.


Program tersebut diarahkan untuk menjadikan surau atau musala tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi muda.


Menurut Fadly, penguatan fungsi surau sangat penting dalam membentuk adab dan sikap anak-anak di tengah perkembangan zaman.


Ia berharap aktivitas di Musala An Nur dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar.


Kegiatan seperti pendidikan agama, pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan karakter, hingga aktivitas sosial dapat menjadi bagian dari upaya menjadikan musala sebagai pusat pembinaan masyarakat.


Fadly menilai pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui pendidikan formal di sekolah. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku serta kepribadian anak.


Karena itu, keberadaan musala diharapkan mampu menjadi ruang yang memberikan lingkungan positif bagi tumbuh kembang generasi muda.


Semangat Ranah dan Rantau


Pembangunan kembali Musala An Nur juga memperlihatkan kuatnya hubungan masyarakat antara warga yang tinggal di kampung halaman dengan para perantau.


Dukungan yang diberikan dalam bentuk wakaf maupun infak menunjukkan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.


Bagi warga setempat, Musala An Nur bukan sekadar sebuah bangunan fisik. Musala tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas warga setelah sebelumnya terdampak bencana.


Fadly pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses tersebut.


Ia berharap setiap bentuk kebaikan yang diberikan masyarakat, baik dalam bentuk wakaf tanah, infak maupun tenaga dan dukungan lainnya, menjadi amal yang terus memberikan manfaat.


Dengan selesainya pembangunan dan diresmikannya Musala An Nur, masyarakat Batang Kabung Ganting kini kembali memiliki tempat ibadah yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal.


Ke depan, musala tersebut diharapkan tidak hanya ramai saat waktu salat, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan pendidikan, sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.


Semangat gotong royong yang telah mengantarkan Musala An Nur kembali berdiri diharapkan terus dipelihara, sehingga keberadaan rumah ibadah tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang tumbuhnya generasi muda yang beriman, beradab, serta memiliki kepedulian sosial. (**)

 


Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola U-13 Piala Wali Kota Padang Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Kampung Pisang, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (30/8/2026).


Turnamen sepak bola kelompok usia di bawah 13 tahun tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus penjaringan talenta muda sepak bola di Kota Padang.


Sebanyak 24 tim dari berbagai wilayah di Kota Padang ambil bagian dalam kompetisi yang dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan September 2026 tersebut.


Pembukaan turnamen turut dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Ketua KONI Kota Padang Erianto, Ketua Askot PSSI Kota Padang Mastilizal Aye, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Lurah Batipuh Panjang Saputra Herianto.


Dalam sambutannya, Fadly Amran mengatakan penyelenggaraan turnamen sepak bola usia dini merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga di Kota Padang.


Menurutnya, kompetisi seperti ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, sekaligus menunjukkan potensi yang mereka miliki.


Fadly menyebut turnamen U-13 Piala Wali Kota Padang tersebut sejalan dengan program Padang Balomba yang merupakan bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara.


"Turnamen ini menjadi wadah menjaring talenta muda berbakat yang ke depannya berpeluang bermain di klub profesional. Kami mengapresiasi Askot PSSI Kota Padang, KONI Kota Padang, dan Ketua DPRD Kota Padang yang terus mendukung berbagai kompetisi sepak bola," ujar Fadly.


Jaring Bibit Pesepak Bola Masa Depan


Fadly menilai pembinaan sepak bola tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kompetisi yang berkelanjutan agar pemain usia dini memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.


Melalui turnamen tersebut, anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam mengolah bola, tetapi juga belajar memahami strategi permainan, disiplin, sportivitas, dan bekerja sama dengan rekan satu tim.


Menurut Fadly, keberadaan kompetisi usia dini juga membuka peluang bagi talenta-talenta potensial untuk mendapatkan perhatian lebih luas sehingga dapat melanjutkan pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi.


Ia berharap dari turnamen tersebut muncul pemain-pemain muda berbakat yang nantinya mampu memperkuat klub profesional, bahkan menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.


"Turnamen ini menjadi wadah menjaring talenta muda berbakat yang ke depannya berpeluang bermain di klub profesional," tegasnya.


Wali Kota juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan sepak bola untuk terus menciptakan kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.


Menurutnya, semakin banyak ruang kompetisi yang tersedia bagi anak-anak, semakin besar pula kesempatan bagi Kota Padang untuk menemukan bibit-bibit pesepak bola potensial.


Olahraga Jadi Sarana Tekan Kenakalan Remaja


Selain aspek prestasi, Fadly Amran menekankan bahwa aktivitas olahraga memiliki manfaat yang lebih luas terhadap pembangunan karakter generasi muda.


Ia menilai kegiatan olahraga dapat menjadi sarana bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan energi mereka ke dalam aktivitas yang positif.


Kehadiran berbagai kompetisi olahraga di tingkat usia dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan anak-anak sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas negatif.


" Dengan aktif mengikuti berbagai turnamen olahraga, remaja Kota Padang diharapkan dapat menyalurkan energi secara positif sekaligus menekan tingkat kenakalan remaja," katanya.


Fadly menilai olahraga dapat membangun kebiasaan positif seperti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai orang lain.


Karena itu, ia berharap pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda.


Menurutnya, prestasi olahraga akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan lahirnya generasi yang memiliki mental kuat, disiplin, sportif, dan mampu bekerja sama.


Sepak Bola Bentuk Karakter Anak

Ketua Askot PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, menyambut baik pelaksanaan Turnamen Sepak Bola U-13 Piala Wali Kota Padang Tahun 2026.


Ia menilai kompetisi usia dini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan pesepak bola muda.


Menurut Mastilizal, pertandingan sepak bola tidak hanya menjadi tempat untuk menguji kemampuan teknis pemain, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang dapat membentuk karakter anak.


Dalam pertandingan, pemain dituntut untuk berpikir cepat, membaca situasi, mengambil keputusan, berkomunikasi, serta bekerja sama dengan anggota tim.


"Pertandingan sepak bola ini dapat membentuk karakter anak-anak yang ikut bertanding, di mana kemampuan berpikir cepat dan kerja sama tim terbentuk dari pertandingan sepak bola," ujar Mastilizal.


Ia mengatakan pengalaman bertanding sejak usia dini sangat penting bagi perkembangan pemain. Dengan mengikuti kompetisi, anak-anak dapat belajar menghadapi tekanan pertandingan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta memahami arti sportivitas.


Mastilizal berharap turnamen U-13 tersebut dapat menjadi salah satu tahapan dalam menciptakan sistem pembinaan sepak bola yang lebih baik di Kota Padang.


Ia juga berharap talenta-talenta yang muncul dari kompetisi tersebut dapat terus mendapatkan pembinaan sehingga tidak berhenti setelah turnamen berakhir.


"Semoga anak-anak yang ikut bertanding pada turnamen ini nantinya dapat bermain di tim profesional dan juga tembus di Timnas Indonesia," katanya.


Libatkan 24 Tim


Turnamen Sepak Bola U-13 Piala Wali Kota Padang 2026 diikuti sebanyak 24 tim yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Padang.

Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan September 2026.


Kehadiran puluhan tim menunjukkan tingginya minat terhadap pembinaan sepak bola usia dini di Kota Padang.


Bagi para pemain muda, turnamen ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka ketika berhadapan dengan tim-tim lain.


Di sisi lain, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi pelatih dan pengurus sepak bola untuk memantau perkembangan pemain muda yang memiliki potensi untuk dibina lebih lanjut.


Pemerintah Kota Padang berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya membangun prestasi olahraga daerah.


Kolaborasi Pembinaan Olahraga


Pembukaan turnamen turut memperlihatkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang, DPRD Kota Padang, KONI, dan Askot PSSI Kota Padang dalam mendorong perkembangan sepak bola usia dini.


Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.


Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan dukungan bersama, baik dari pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, klub, sekolah, orang tua, maupun masyarakat.


Dengan adanya sinergi tersebut, pembinaan atlet muda diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.


Tidak hanya mengejar prestasi di tingkat daerah, pembinaan sejak usia dini juga menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.


Turnamen U-13 Piala Wali Kota Padang 2026 pun diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk menciptakan generasi pesepak bola muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter, disiplin, sportivitas, dan mental juara.


Dari Lapangan Kampung Pisang, kompetisi tersebut diharapkan melahirkan bibit-bibit baru yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Padang, Sumatera Barat, bahkan Indonesia di kancah sepak bola nasional dan internasional. (**)



Padang - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi penyelenggaraan Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2026 yang dinilai mampu menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi, membuka akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk.


Apresiasi tersebut disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri Closing Ceremony Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Pangeran Beach Hotel, Kota Padang, Minggu (30/8/2026).


Menurut Maigus, pelaksanaan SCF 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk ekonomi kreatif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UMKM melalui berbagai program pendukung, mulai dari digitalisasi, pemasaran, akses pembiayaan hingga peningkatan kualitas produk.


Ia menilai penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang dilakukan melalui SCF sejalan dengan salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni UMKM Naik Kelas.


"Melalui SCF, kita berharap UMKM Padang terus naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk. Terima kasih kepada BI Perwakilan Sumbar, ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi daerah," ujar Maigus.


Dalam kesempatan tersebut, Maigus juga mengaku terkesan melihat tingginya antusiasme masyarakat dan besarnya transaksi yang berhasil dibukukan selama festival berlangsung.


"Saya tidak membayangkan acara yang luar biasa ini, UMKM ternyata juga bisa meraup transaksi hingga miliaran rupiah. Mudah-mudahan ini terus berkembang dan berkelanjutan," katanya.


Transaksi UMKM Capai Rp2,002 Miliar


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa SCF 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 Agustus 2026.


Festival tersebut diikuti sebanyak 84 UMKM dan brand mitra dengan menghadirkan beragam produk ekonomi kreatif Sumatera Barat.

Produk yang dipamerkan meliputi wastra, fashion, gastronomi, kopi, kerajinan, hingga produk berbasis green creative.


Menurut Mohamad Abdul Majid Ikram, hingga hari kedua pelaksanaan SCF 2026 tercatat sebanyak 2.576 pengunjung yang datang ke lokasi festival.


Dari aktivitas tersebut, nilai transaksi yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp2,002 miliar.


Angka tersebut terdiri dari transaksi penjualan secara offline sebesar Rp665 juta, sedangkan transaksi secara online mencapai Rp1,337 miliar.


"Hingga hari kedua, tercatat 2.576 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp2,002 miliar, terdiri atas penjualan offline Rp665 juta dan online Rp1,337 miliar," ungkapnya.


Besarnya transaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif yang ditampilkan dalam SCF 2026.


Bagi BI Sumbar, capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan ekonomi kreatif tidak hanya mampu menjadi sarana promosi, tetapi juga dapat mendorong terjadinya transaksi dan memperluas jejaring pemasaran pelaku usaha.


Fasilitasi Business Matching Ekspor


Selain menghadirkan pameran produk UMKM, SCF 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas akses usaha para pelaku ekonomi kreatif.


Sejumlah forum yang difasilitasi dalam kegiatan tersebut antara lain membahas ekspor, digitalisasi dan QRIS, pemasaran, pembiayaan, ekonomi syariah, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha.


BI Sumbar juga memfasilitasi business matching ekspor sebagai upaya mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli maupun mitra usaha.


Sebanyak 21 UMKM mengikuti business matching tersebut dan dipertemukan dengan buyer, aggregator, serta mitra usaha.

Dari pertemuan tersebut, tercatat potensi transaksi mencapai sekitar Rp490 juta.


"Selain pameran, BI juga memfasilitasi business matching ekspor yang mempertemukan 21 UMKM dengan buyer, aggregator, dan mitra usaha, dengan potensi transaksi Rp490 juta," kata Mohamad Abdul Majid Ikram.


Ia mengatakan, business matching menjadi salah satu langkah penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Sumatera Barat.


Dengan adanya pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan calon buyer maupun mitra usaha, pelaku usaha diharapkan tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi mulai mampu memperluas jaringan pemasaran hingga ke luar daerah bahkan pasar internasional.


Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional dan Internasional

Mohamad Abdul Majid Ikram menyebut antusiasme masyarakat terhadap SCF 2026 cukup tinggi.

 

Menurutnya, festival tersebut menjadi platform kolaborasi berbagai pihak sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Sumatera Barat.


"Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap festival ini yang menjadi platform kolaborasi sekaligus membuka akses pasar bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Sumatera Barat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga UMKM Sumatera Barat semakin mampu menembus pasar nasional dan internasional," ujarnya.


Ia berharap momentum SCF tidak berhenti pada kegiatan festival semata. Berbagai jejaring, peluang pasar, dan kerja sama yang telah terbentuk selama kegiatan diharapkan dapat terus ditindaklanjuti oleh pelaku usaha.


Dengan demikian, dampak kegiatan tidak hanya terlihat dari nilai transaksi selama festival, tetapi juga dapat menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.


Sementara itu, Maigus Nasir menegaskan Pemerintah Kota Padang terus mendorong agar pelaku UMKM dapat berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat.


Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus berjalan beriringan dengan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital, membaca peluang pasar, mengakses pembiayaan, serta membangun jaringan pemasaran.


Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat.


"Kita berharap kegiatan seperti ini menjadi momentum bagi UMKM untuk terus berkembang, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produknya," kata Maigus.


Dihadiri Sejumlah Tokoh


Closing Ceremony SCF 2026 turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, para istri unsur Forkopimda Kota Padang, serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Wahendra.


Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di Sumatera Barat.


SCF 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi wadah yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, buyer, lembaga pembiayaan, pemerintah, serta mitra strategis lainnya.


Dengan dukungan kolaborasi yang semakin kuat, sektor ekonomi kreatif di Sumatera Barat diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengantarkan produk-produk lokal naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun internasional. (**)




MENTAWAI — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ibram Paranta Seleleu Baja, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai sikap KNPI dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Ibram menegaskan bahwa KNPI Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak pernah menyampaikan tuntutan atau sikap untuk menolak anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam pembahasan APBD Perubahan.


Klarifikasi tersebut disampaikan Ibram kepada media pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia merasa perlu meluruskan informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, khususnya terkait hubungan antara KNPI dan KONI.


Menurut Ibram, informasi yang menyebut KNPI menolak anggaran KONI dalam APBD Perubahan tidak sesuai dengan pernyataan maupun tuntutan resmi yang disampaikan KNPI ketika melakukan audiensi dengan DPRD.


Ia menjelaskan, dalam audiensi tersebut KNPI memang sempat membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan program dan anggaran, termasuk adanya diskusi mengenai kegiatan KONI. Namun, pembahasan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bentuk penolakan KNPI terhadap anggaran KONI.


"Jadi sebenarnya terkait masalah penolakan anggaran KONI untuk di perubahan ini kami tidak ada menyampaikan itu. Sebagai ketua saya menyampaikan bahwa rilis dari media sosial KNPI, itulah sebenarnya tuntutan-tuntutan kami yang sudah kami sampaikan kepada DPRD," ujar Ibram.


Ada Diskusi Mengenai KONI, Bukan Penolakan Anggaran

Ibram mengakui bahwa dalam proses audiensi dan diskusi di DPRD, persoalan kegiatan KONI memang sempat menjadi bagian dari pembahasan.

Diskusi tersebut berlangsung di ruang Komisi I DPRD dan membicarakan kegiatan-kegiatan KONI serta bagaimana proses penganggarannya. Namun, menurut Ibram, diskusi tersebut tidak pernah berujung pada tuntutan agar anggaran KONI ditolak atau dicoret dalam pembahasan APBD Perubahan.


Karena itu, ia meminta agar masyarakat dapat membedakan antara diskusi, kritik, maupun pembahasan mengenai mekanisme anggaran dengan sikap resmi organisasi berupa penolakan anggaran.


Ibram menduga munculnya informasi yang menyebut KNPI menolak anggaran KONI berawal dari adanya miskomunikasi setelah diskusi dengan salah seorang Wakil Ketua I KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai.


"Memang ada diskusi di ruang Komisi I terkait kegiatan-kegiatan KONI dan bagaimana proses anggarannya. Tetapi itu tidak sampai pada tuntutan penolakan anggaran KONI," jelasnya.


Ia menilai perbedaan pandangan maupun pro dan kontra yang muncul di media sosial merupakan hal yang biasa. Namun, ia mengingatkan agar informasi yang belum dikonfirmasi tidak kemudian berkembang menjadi kesimpulan yang dapat merusak hubungan antarlembaga kepemudaan dan olahraga di Mentawai.


"Tentu saya melihat pro kontra di media sosial itu biasa. Artinya tidak semua orang senang sama kita. Terkadang hal-hal yang mereka tidak tahu akhirnya dijadikan isu seolah-olah membuat kita ini antara KNPI dan KONI tidak menjadi organisasi yang harmonis," katanya.


KNPI dan KONI Diminta Tetap Solid

Lebih jauh, Ibram menegaskan bahwa KNPI dan KONI merupakan dua organisasi yang memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda serta bidang olahraga di Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Karena itu, ia berharap hubungan antara KNPI dan KONI tetap berjalan baik, solid, dan harmonis. Menurutnya, kedua organisasi tersebut seharusnya dapat saling mendukung dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi muda Mentawai.


"Harapan kita bagaimana KNPI dan KONI ini selalu harmonis dalam hal melaksanakan program-program yang ada dan selalu mendukung program-program pemerintah. Jangan sampai kita terprovokasi oleh oknum yang tidak mengerti tentang akar persoalan ini," tegas Ibram.


Ia juga meminta seluruh pihak tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu mengetahui konteks dan sumber informasi tersebut.


Menurutnya, kesalahan informasi yang terus menerus disampaikan dan dipercaya masyarakat berpotensi berubah menjadi persepsi yang dianggap sebagai sebuah kebenaran.


"Karena pada prinsipnya ketika kesalahan itu dianggap benar, maka itu akan selamanya jadi benar," ujarnya.


Atas munculnya informasi yang dinilai tidak sesuai dengan sikap resmi organisasi, Ibram menyampaikan terima kasih kepada media yang telah memberikan ruang bagi KNPI untuk menyampaikan klarifikasi.


Ia berharap melalui klarifikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya disampaikan KNPI dalam audiensi bersama DPRD.


TUNTUTAN KNPI: SOROTI PDAM DAN TRANSPARANSI BEASISWA S3

Dalam kesempatan tersebut, Ibram sekaligus kembali menjelaskan poin-poin yang menjadi perhatian dan tuntutan KNPI saat melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Ia menegaskan, dalam pernyataan sikap KNPI, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan utama, di antaranya terkait Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta persoalan program beasiswa pendidikan jenjang Strata Tiga (S3).


"Adapun poin-poin rilis pernyataan sikap KNPI dalam rangka audiensi di DPRD itu terkait masalah PDAM. Yang kedua terkait masalah beasiswa S3 yang tidak ada keterbukaan informasi," sebutnya.


Menurut Ibram, sikap KNPI terkait beasiswa S3 bukan berarti organisasi tersebut menolak program peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat.


Sebaliknya, KNPI menyatakan dukungan terhadap program pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan prinsip keterbukaan dan transparansi dalam proses perencanaan maupun pelaksanaannya.


Ibram menilai informasi mengenai program beasiswa S3 perlu disampaikan secara terbuka kepada publik, termasuk mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, indikator penilaian, serta dasar penentuan penerima beasiswa.


"Perencanaan untuk beasiswa S3, kami mohon kepada pemerintah daerah ini adalah ruang keterbukaan kepada publik. Dibuat latihannya, syaratnya seperti apa, prestasi atau tidak dan sebagainya," ujarnya.


Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting untuk menghindari munculnya prasangka maupun pertanyaan di tengah masyarakat terkait siapa yang berhak memperoleh program beasiswa dan bagaimana proses penentuannya.


KNPI, kata Ibram, juga berharap organisasi kepemudaan dan organisasi olahraga dapat diberikan ruang untuk terlibat dalam pembahasan berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan generasi muda.


"Jadi kita juga mohon dilibatkan, KNPI dan KONI, dalam rangka pembahasan-pembahasan ini sebelum dijadikan salah satu program yang akan disetujui," tuturnya.


Tegaskan Tidak Ada Konflik KNPI-KONI

Ibram kembali menekankan bahwa klarifikasi tersebut sekaligus untuk meluruskan anggapan seolah-olah KNPI dan KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai sedang berada dalam posisi berseberangan.


Ia memastikan, KNPI tidak memiliki sikap untuk mempertentangkan organisasi kepemudaan dengan organisasi olahraga tersebut.


Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah proses pembahasan merupakan sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya langsung ditafsirkan sebagai bentuk pertentangan antarlembaga.


"Kami berharap jangan ada lagi informasi yang kemudian menggiring opini bahwa KNPI menolak anggaran KONI. Itu tidak pernah menjadi tuntutan kami," tegas Ibram.


Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memahami sikap resmi KNPI, sekaligus menjaga komunikasi dan hubungan baik antara KNPI, KONI, DPRD, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Dengan demikian, Ibram menegaskan kembali bahwa sikap resmi KNPI dalam audiensi dengan DPRD tidak berisi penolakan terhadap anggaran KONI pada APBD Perubahan, melainkan menyampaikan aspirasi dan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan PDAM serta keterbukaan informasi dalam program beasiswa S3.


"Kami berterima kasih kepada teman-teman media yang telah memberikan ruang untuk klarifikasi ini. Mudah-mudahan masyarakat mendapatkan informasi yang sebenarnya dan tidak lagi terjadi kesalahpahaman," tutup Ibram Paranta Seleleu Baja. (Robi)

 


SUMBARNET - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus politikus Sumatera Barat dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, sukses meraih penghargaan dalam kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan detikSumatera Awards 2026.


Atas apresiasi tersebut, Andre menyampaikan rasa syukur dan mendedikasikannya untuk kemajuan Ranah Minang.


"Tentu saya bersyukur bahwa kerja keras kami dihargai dan penghargaan ini menambah semangat kami untuk bekerja lebih keras lagi bagaimana kami berkontribusi untuk percepatan pembangunan Sumatera Barat," ungkap Andre usai menerima penghargaan dikutip dari detiksumut, Jumat (29/8/2026).


Ia menegaskan bahwa apresiasi yang diterimanya dipersembahkan sepenuhnya untuk warga Sumatera Barat.


“Penghargaan ini untuk masyarakat Sumatera Barat," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Andre menyoroti besarnya perhatian dan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan pembangunan di Sumatera Barat. Ia menilai komitmen kepala negara terhadap daerah tersebut sangat luar biasa.


"Insya Allah kami optimis bahwa Sumatera Barat akan lebih baik lebih maju karena komitmen Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia yang sangat komit dan mencintai Sumatera Barat," katanya.


Dukungan dari pemerintah pusat ini dinilai sebagai modal penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, di mana anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi untuk wilayah Sumbar mencapai hampir Rp19 triliun, di luar berbagai alokasi anggaran lainnya.


Demi mewujudkan target agar Sumbar semakin maju, Andre menegaskan akan terus mengawal berbagai proyek pembangunan strategis di daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan dan pemulihan infrastruktur ini, ia secara aktif mengawal sejumlah proyek strategis berskala besar. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dengan estimasi anggaran mencapai sekitar Rp2,79 triliun guna mengurai tantangan topografi dan meningkatkan keselamatan jalur lintas utama.


Selain proyek ikonik tersebut, pengawalan ketat juga diarahkan pada sektor perdagangan dan konektivitas wilayah, yang mencakup pembangunan kembali Pasar Raya Padang Fase VII untuk memulihkan kembali pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Di sektor transportasi darat dan akses antardaerah, ia turut memastikan percepatan pengerjaan jalan dan jembatan pascabencana serta pembangunan tiga jembatan gantung di Pesisir Selatan rampung dengan baik demi kelancaran mobilitas harian warga. Komitmen pemerataan pembangunan ini pun merambah sektor digital dan konektivitas informasi melalui pengawalan penguatan akses telekomunikasi melalui pembangunan BTS.


Melalui pengawasan yang konsisten dan terpadu pada berbagai lini ini, seluruh program pembangunan di Sumatera Barat diharapkan dapat berjalan lancar, memberikan dampak nyata, dan membawa daerah tercinta semakin maju. (***)



SUMBARNET — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, jajaran Polwan Polres Pasaman Barat melaksanakan kegiatan bakti sosial di Rumah Lansia Siti Khadijah, Kabupaten Pasaman Barat.


Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polwan Polres Pasaman Barat terhadap masyarakat, khususnya para lanjut usia yang berada di Rumah Lansia Siti Khadijah.


Dengan mengusung semangat pengabdian dan kepedulian sosial, para Polwan hadir secara langsung untuk bersilaturahmi dengan para lansia. 


Kehadiran tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk berbagi, tetapi juga memberikan perhatian dan dukungan moril kepada para penghuni rumah lansia.


Kegiatan bakti sosial berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para personel Polwan berinteraksi dan berkomunikasi dengan para lansia, sekaligus memberikan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian dalam rangka menyambut HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. 


Menurutnya, momentum peringatan HUT Polwan tidak hanya diisi dengan kegiatan internal, tetapi juga harus memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.


“Peringatan HUT ke-78 Polwan ini kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial. Kehadiran Polwan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga dapat memberikan manfaat melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti ini,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Menurut Kapolres, para lansia merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak. 


Karena itu, kunjungan Polwan Polres Pasaman Barat ke Rumah Lansia Siti Khadijah diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri, khususnya Polwan, memiliki kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat. Para lansia merupakan orang-orang yang telah banyak memberikan kontribusi dalam perjalanan kehidupan keluarga dan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan perhatian dan kepedulian kepada mereka,” katanya.


Lebih lanjut, AKBP Agung menilai kegiatan bakti sosial juga memiliki nilai penting dalam membangun kedekatan emosional antara personel kepolisian dengan masyarakat.


Menurutnya, tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Kedekatan dengan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi dan berbagai kegiatan positif.


“Kita ingin membangun hubungan yang semakin dekat antara Polri dengan masyarakat. Dengan hadir secara langsung, berkomunikasi dan berbagi bersama masyarakat, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri juga semakin kuat,” ungkapnya.


Kapolres juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polwan Polres Pasaman Barat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 


Ia berharap semangat pengabdian dan kepedulian sosial yang ditunjukkan dalam rangka HUT ke-78 Polwan dapat terus dilanjutkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


“Saya mengapresiasi seluruh Polwan Polres Pasaman Barat yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat, kebahagiaan dan semangat bagi para lansia,” tutur AKBP Agung.


Ia berharap momentum HUT ke-78 Polwan dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh Polisi Wanita untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.


“Harapan kita, di usia ke-78 ini Polwan semakin profesional, humanis, tangguh dan semakin dekat dengan masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.


Selain itu, Kapolres berharap kegiatan sosial seperti bakti sosial dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. 


Menurutnya, kepedulian sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana dengan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Kepedulian tidak harus menunggu adanya momentum tertentu. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi bagian dari budaya pengabdian personel Polres Pasaman Barat. Sekecil apa pun bantuan dan perhatian yang diberikan, mudah-mudahan dapat memberikan arti bagi mereka yang menerimanya,” jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut, kehadiran para Polwan disambut dengan baik oleh pengelola maupun para lansia di Rumah Lansia Siti Khadijah.

 

Suasana silaturahmi berlangsung hangat, mencerminkan kedekatan antara anggota kepolisian dengan masyarakat.


Bakti sosial tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa keberadaan Polwan di lingkungan Polri tidak hanya berperan dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membangun kepedulian dan memperkuat hubungan kemanusiaan.


Peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian. 


Melalui kegiatan sosial, Polwan Polres Pasaman Barat berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.


Dengan adanya kegiatan tersebut, Polres Pasaman Barat berharap nilai-nilai kepedulian, empati, kebersamaan dan semangat gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat.


Kegiatan bakti sosial di Rumah Lansia Siti Khadijah menjadi salah satu bentuk nyata bahwa semangat HUT ke-78 Polwan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan internal, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat.


“Kita berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua. Semoga para lansia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kebahagiaan. Bagi seluruh personel Polwan, teruslah menjadi bagian dari Polri yang hadir untuk masyarakat dengan semangat melayani, mengayomi dan memberikan pengabdian terbaik,” pungkas AKBP Agung Tribawanto. (**)