SUMBARNET - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat menyambut kunjungan dan silaturahmi para insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat di Mako Polres Pasaman Barat, Jumat siang (25/9/2026).


Kedatangan para pengurus PWI Kabupaten Pasaman Barat tersebut disambut langsung oleh Wakapolres Pasaman Barat Kompol Yulandi Rusadi, S.H, Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K, Kasi Propam AKP R. Pasaribu didampingi Plh. Kasi Humas Bripka Tasnim Agung.


Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum untuk mempererat komunikasi serta membangun hubungan kerja sama yang semakin baik antara jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat dengan insan pers.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk sinergitas dan keakraban antara Polri, khususnya Polres Pasaman Barat, dengan insan pers dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.


“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang baik antara Kepolisian dengan rekan-rekan media. Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Iptu Agung.


Menurutnya, hubungan yang harmonis antara Kepolisian dan media diharapkan dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Dia juga menyampaikan bahwa keterbukaan komunikasi menjadi salah satu hal penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


“Kami berharap sinergitas yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Tentunya dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama memberikan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Plt. Sekretaris PWI Pasaman Barat M. Junir menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan jajaran Satreskrim Polres Pasaman Barat dalam menerima kunjungan silaturahmi tersebut.


"Silaturahmi ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara wartawan dengan kepolisian, khususnya dalam penyampaian informasi terkait situasi kamtibmas maupun berbagai kegiatan Kepolisian di wilayah hukum Polres Pasaman Barat," katanya.


Junir menambahkan, melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers semakin solid, serta dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Pasaman Barat.


Dalam kegiatan dihadiri Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, Plh. Kasi Humas Bripka Tasnim Agung, beserta jajaran PWI Pasaman Barat yakni Plt. Sekretaris M. Junir, Altas Maulana, Ahmad Romi, Yaser Arafat, Dodi Ifanda, Wisnu A. Utama dan Wawan Saputra. (**)

 


Pasaman Barat, Sumbarnet.id - Mabrur Hidayad resmi terpilih sebagai Wali Nagari Berastagi Ujunggading setelah melalui proses pencalonan dan pemilihan yang berlangsung dengan perjuangan panjang. Mabrur berhasil meraih perolehan suara lebih tinggi dibandingkan kandidat lainnya.


Atas terpilihnya Mabrur Hidayad, Bung Basit Pulungan selaku Dewan Syuro Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Pasaman Barat sekaligus Penasehat Persatuan Aksi Mahasiswa Pasaman Barat (PAM Pasbar) menyampaikan ucapan selamat. Ia juga menitipkan pesan agar amanah masyarakat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


“Pertama-tama kami menyampaikan selamat kepada kakanda Mabrur Hidayad yang telah berhasil memenangkan Pilwana dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai Wali Nagari Berastagi Ujunggading. Namun, kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ujar Bung Basit.


Menurutnya, jabatan sebagai wali nagari bukan semata-mata posisi administratif, tetapi merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan secara jujur, bertanggung jawab, dan sesuai dengan aturan.


“Sebagai seorang pemimpin dan seorang muslim, amanah yang diberikan masyarakat harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW juga telah mengingatkan tentang beratnya tanggung jawab seorang pemimpin yang tidak amanah terhadap rakyatnya,” lanjutnya.


Bung Basit menilai terpilihnya Mabrur Hidayad juga menjadi momentum penting dalam melihat kiprah kepemimpinan generasi muda di Pasaman Barat. Menurutnya, ruang bagi anak muda dalam urusan publik perlu terus dibuka agar mereka memiliki kesempatan untuk membuktikan kapasitas melalui kerja nyata.


“Terpilihnya beliau merupakan tonggak awal bagi kita untuk melihat bagaimana seorang anak muda memimpin, menjalankan amanah, menghadirkan kebaikan, sekaligus memperlihatkan kesederhanaan dalam kepemimpinan. Pencapaian anak-anak muda dalam Pilwana kali ini semestinya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk semakin membuka ruang bagi generasi muda dalam urusan publik,” katanya.


Ia menambahkan, keterbatasan pengalaman dan jam terbang tidak semestinya selalu menjadi alasan untuk menutup kesempatan bagi generasi muda. Justru, menurutnya, pengalaman kepemimpinan dapat dibentuk melalui proses, tanggung jawab, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat.


Lebih lanjut, Bung Basit berharap Mabrur Hidayad dan tokoh-tokoh muda lainnya yang mendapat kepercayaan masyarakat dalam Pilwana mampu menjadikan jabatan tersebut sebagai ruang untuk membangun, mengabdi, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.


“Harapannya, kaum muda seperti kanda Mabrur Hidayad dan anak-anak muda lainnya yang hari ini mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tidak sekadar menjalankan amanah secara alakadarnya. Mereka harus mampu menjadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk belajar, mengabdi, dan membangun,” tegasnya.


Ia juga mendorong agar kepemimpinan muda tidak berhenti pada persoalan pemerintahan nagari, tetapi turut menciptakan ruang berpikir dan wadah partisipasi bagi generasi muda dalam pembangunan daerah.


“Kami berharap kanda Mabrur dan anak muda yang mendapatkan amanah hari ini mampu menciptakan wadah berpikir aktif bagi generasi muda lainnya, sehingga anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi ikut menjadi bagian dari proses tersebut. Amanah ini juga dapat menjadi ruang untuk mengkader diri agar ke depan siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar,” tutup Bung Basit. (Eka Saputra)

 


PASAMAN BARAT, Sumbarnet.id - Setelah melalui proses pencalonan dan perjuangan yang cukup panjang, Mabrur Hidayad resmi terpilih sebagai Wali Nagari Berastagi, Ujunggading. Ia berhasil memperoleh suara terbanyak dan mengungguli kandidat lainnya dalam pelaksanaan Pilwana.


Bung Basit Pulungan selaku Dewan Syuro PD Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Pasaman Barat sekaligus Penasehat Persatuan Aksi Mahasiswa Pasaman Barat (PAM Pasbar) menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mabrur Hidayad. Ia juga berpesan agar amanah masyarakat dapat dijalankan dengan baik.


“Pertama-tama kami sampaikan selamat kepada Kakanda Mabrur Hidayad yang sudah berhasil finish dengan kemenangan menjadi Wali Nagari Berastagi Ujunggading. Namun, sebagai seorang pemimpin dan muslim yang baik, mestinya amanah yang diberikan masyarakat harus dijalankan dengan baik dan berjalan pada koridornya,” ujar Bung Basit.


Ia menambahkan, amanah kepemimpinan memiliki tanggung jawab besar di hadapan masyarakat maupun Allah SWT. Karena itu, kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijaga dengan sebaik-baiknya.


Bung Basit juga menilai terpilihnya Mabrur Hidayad menjadi momentum penting bagi kepemimpinan generasi muda di Pasaman Barat.


“Terpilihnya beliau merupakan tonggak awal bagaimana kita melihat anak muda memimpin, bagaimana ia menjalankan amanah, menyampaikan kebaikan, dan memperlihatkan sisi kesederhanaan,” katanya.


Menurutnya, keberhasilan anak muda dalam Pilwana kali ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk semakin membuka ruang bagi generasi muda dalam urusan publik.


“Jangan menjadikan kurangnya pengalaman dan jam terbang sebagai alasan untuk mengesampingkan anak muda. Berikan ruang kepada mereka untuk belajar dan berkontribusi,” lanjutnya.


Terakhir, Bung Basit berharap Mabrur Hidayad dan generasi muda lainnya yang memperoleh kepercayaan masyarakat mampu menciptakan ruang berpikir aktif bagi anak muda dalam pembangunan daerah.


“Harapannya, kaum muda seperti Kanda Mabrur Hidayad tidak sekadar menjalankan amanah dengan ala kadarnya. Jadikan amanah ini sebagai ruang untuk mengkader diri, meningkatkan kapasitas, serta mempersiapkan diri untuk mengemban amanah yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya. (Eka Saputra)



Padang - Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi berat terhadap Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumbar jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap kualitas BBM.

‎

‎Dari informasi di sosial media, diduga peristiwa itu terjadi di Kota Padang dan Kota Bukittinggi dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga tercampur material asing menyerupai semen.

‎

‎Langkah tegas ini diambil merespons keresahan masyarakat setelah beredarnya video viral yang diunggah salah satunya, akun media sosial @travelkampus_2nr. 

‎

‎Dalam video tersebut, sejumlah pemilik kendaraan memperlihatkan BBM mengandung diduga semen yang sudah agak mengeras.

‎

‎Rahmat menegaskan, Pertamina Patra Niaga selaku pengelola distribusi tidak boleh tinggal diam dan harus mengusut tuntas temuan ini.

‎

‎"Kami mendesak Pertamina Patra Niaga untuk memberikan sanksi tegas terhadap SPBU yang ternyata terbukti terdapat kandungan pencampuran terhadap Pertalite di Kota Padang," ujar Rahmat di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

‎

‎Jika hasil investigasi membuktikan adanya unsur kelalaian dari internal Pertamina, Rahmat akan menjadi inisiator agar Komisi VI DPR RI memanggil jajaran direksi Pertamina Patra Niaga ke Senayan. 

‎

‎Pemanggilan tersebut guna meminta pertanggungjawaban resmi atas buruknya pengawasan distribusi BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat.

‎

‎"Kalau seandainya kesalahan terjadi di pihak Pertamina, kami akan memanggil Patra Pertamina untuk memberikan pertanggungjawaban terhadap kelalaian pencampuran Pertalite di Padang maupun daerah lain di Sumbar. Pertamina harus bertanggung jawab penuh terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat," tegasnya.

‎

‎Guna memperkuat bukti dan mengawal proses ganti rugi, Rahmat mengimbau para pemilik kendaraan yang menjadi korban agar segera melaporkan kasus yang mereka alami. 

‎

‎Warga dapat menyampaikan aduan beserta bukti pendukung melalui kanal komunikasi resminya maupun saluran pengaduan publik lainnya.

‎

‎"Kami meminta kepada masyarakat yang menjadi korban agar bisa melapor, baik melalui akun kita ataupun metode yang lain. Dengan begitu, kita punya basis data yang akurat mengenai korban-korban yang mengalami kerugian akibat dampak Pertalite bercampur ini," kata Rahmat.

‎

‎Kasus dugaan pencampuran Pertalite ini menjadi perhatian serius publik karena berdampak langsung pada mobilitas harian warga dan berpotensi merusak komponen mesin kendaraan secara permanen. (**)

 


Sumbarnet.id/ Pemilihan Wali Nagari Kuamang Alai Ujung Gading sudah selesai digelar pada Sabtu 26/09/2026 berlangsung sukses dan nombor urut 04 Adisman Nst meraih kemenangan.


Proses demokrasi tingkat nagari kuamang Alai tersebut berjalan lancar tertib dan aman.


Berdasarkan hasil penghitungan suara , Adisman Nst yang unggul sebagai peraih suara terbanyak dari 05 pasangan calon nagari Kuamang Alai di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Nagari.


Data hasil rekapitulasi dari  suara sah dan terpakai,Adisman Nst berhasil meraih suara terbanyak 1066 suara.


Sementara itu, calon nomor urut 01 berada di posisi kedua dengan perolehan 950 suara.


Kemengan Adisman Nst disambut antusias setelah hasil perhitungan suara selesai dilakukan.ia berhasil mengungguli calon lainnya, yakni Durrahmat  dalam demokrasi perebutan suara masyarakat sekitar kuamang alai.


Pelaksanaan Pilwana Nagari kuamang Alai Kecamatan Lembah Melintang berlangsung kondusif sejak tahap pemungutan hingga penghitungan suara,Aparatur penyelenggara bersama unsur pengamanan dinilai berhasil menjaga proses demokrasi berjalan sesuai aturan.


Menanggapi hasil pungutan suara tersebut Adisman Nst hanya bisa menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada seluruh masyarakat dan tim kemenangan no 04 atas apresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pilwana Nagari Kuamang Alai Ujung Gading, Ia menilai keberhasilan pelaksanaan pemilihan merupakan kemenangan bersama masyarakat Nagari Kuamang Alai.


Adisman Nst juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Nagari Kuamang Alai Ujung Gading atas kepercayaan yang diberikan kepadanya


Menurut Adisman Nst. amanah tersebut adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab


“Kepercayaan ini akan saya jaga sebaik mungkin insyaallah Saya siap mengabdi dan bekerja untuk kemajuan Nagari Tahap kedepannya,” ujar Adisman Nst.


Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan visi dan misi yang telah disampaikan selama masa sosialisasi. (Eka Saputra)



PADANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 di Sumatera Barat diwujudkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar melalui berbagai rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai pengabdian, pelayanan serta kedekatan dengan masyarakat.


Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan melalui syukuran dan pameran lalu lintas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati perjalanan panjang Korps Lalu Lintas Bhayangkara, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan tugas, fungsi dan pelayanan kepolisian lalu lintas kepada masyarakat.


Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk melakukan refleksi terhadap berbagai tugas yang telah dilaksanakan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, menyampaikan bahwa peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata.


Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh personel lalu lintas untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.


“Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini kita jadikan sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas selama ini. Tugas Polantas sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga pelayanan yang diberikan harus semakin profesional, humanis dan benar-benar memberikan manfaat,” ujar Kombespol Reza.


Ia menjelaskan, keberadaan polisi lalu lintas memiliki peran penting dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Tantangan di lapangan juga terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan.


Karena itu, jajaran Ditlantas Polda Sumbar dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan dan humanis.


Pameran lalu lintas yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat.

 

Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat lebih mengenal berbagai aspek tugas kepolisian lalu lintas, mulai dari pelayanan administrasi, edukasi keselamatan berlalu lintas hingga berbagai inovasi yang dikembangkan dalam mendukung terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.


Bagi Ditlantas Polda Sumbar, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.


Kombespol Reza mengatakan, Polantas tidak hanya hadir ketika melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas maupun ketika terjadi kecelakaan. Lebih dari itu, Polantas harus hadir sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan edukasi, perlindungan, pelayanan dan pengayoman.


“Tujuan dari kegiatan ini adalah mendekatkan Polantas dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa tugas kepolisian lalu lintas bukan hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan, edukasi dan perlindungan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap terbangun komunikasi dan hubungan yang semakin baik antara Polantas dengan masyarakat,” katanya.


Menurutnya, keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, karena terciptanya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan membutuhkan kesadaran serta kepatuhan seluruh pengguna jalan.


Pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki maupun pengguna transportasi lainnya memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib.


Karena itu, momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.


“Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap perjalanan,” tutur Reza.


Selain menjadi sarana mempererat hubungan dengan masyarakat, syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal jajaran lalu lintas.


Personel diharapkan dapat terus meningkatkan semangat pengabdian dan memahami bahwa setiap tugas yang dilaksanakan di lapangan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.


Pelayanan yang diberikan secara ramah, cepat dan tepat menjadi salah satu bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.


Dalam menjalankan tugas, personel lalu lintas juga dituntut untuk mengedepankan pendekatan humanis. Penegakan hukum tetap menjadi bagian penting dari tugas kepolisian, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional, proporsional dan berorientasi pada keselamatan serta kepentingan masyarakat.


Kombespol Reza menegaskan, jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan terus berupaya melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Harapan kami ke depan, Polantas semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, sikap humanis dan konsistensi dalam menjalankan tugas,” tegasnya.


Ia juga berharap momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas pengabdian.

Setiap personel diharapkan mampu menjadi contoh dalam berlalu lintas serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lalu lintas yang dihadapi masyarakat.


“Kami berharap seluruh anggota semakin memiliki semangat untuk memberikan pelayanan terbaik. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara. Kita ingin kehadiran Polantas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut, peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga menjadi momentum untuk menguatkan semangat transformasi pelayanan kepolisian yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.


Perkembangan teknologi dan perubahan pola mobilitas masyarakat menuntut kepolisian untuk terus melakukan pembaruan. Pelayanan lalu lintas harus mampu mengikuti perkembangan tersebut tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan syukuran dan pameran lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar ingin menyampaikan pesan bahwa keberadaan Polantas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.


Polantas hadir di jalan raya untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, tertib dan nyaman.


Momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi dapat menjadi titik penguatan komitmen seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan terbaik.


“Semoga di usia ke-71 ini, Lalu Lintas Bhayangkara semakin matang dalam menjalankan tugas dan semakin dekat dengan masyarakat. Mari bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas, mengutamakan keselamatan dan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib serta berkeselamatan di Sumatera Barat,” pungkas Kombespol Reza.


Dengan semangat pengabdian tersebut, Ditlantas Polda Sumbar terus membawa pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian utama dari tugas kepolisian.


Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 akhirnya menjadi momentum untuk bersyukur, mempererat kebersamaan sekaligus memperbarui komitmen pengabdian.


Melalui semangat Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri, Ditlantas Polda Sumbar bertekad terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan dan edukasi kepada masyarakat demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat. (**)

 


PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus mendorong terciptanya budaya tertib dan berkeselamatan di jalan raya. Salah satu pesan yang kembali ditekankan kepada seluruh pengguna jalan adalah pentingnya memberikan prioritas kepada pejalan kaki, khususnya ketika hendak menyeberang di tempat penyeberangan yang telah disediakan.


Melalui semangat Polantas Karib, jajaran Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan saling menghormati antar pengguna jalan.

 

Pengendara kendaraan bermotor diingatkan agar tidak hanya memperhatikan kelancaran perjalanan sendiri, tetapi juga memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi, termasuk pejalan kaki.


Pesan yang disampaikan Ditlantas Polda Sumbar sederhana namun sangat penting, yakni “Mari dahulukan pejalan kaki, pejalan kaki punya hak utama menyeberang jalan.”


Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. 


Pengendara diharapkan tidak memaksakan laju kendaraan ketika melihat pejalan kaki akan menyeberang, melainkan mengurangi kecepatan, berhenti apabila diperlukan, dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang dengan aman.


Secara hukum, perlindungan terhadap pejalan kaki juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 


Pasal 131 mengatur hak pejalan kaki serta kewajiban pengemudi untuk mengutamakan pejalan kaki yang sedang menyeberang di tempat penyeberangan yang telah disediakan.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus dibangun melalui kesadaran, bukan semata-mata karena adanya petugas kepolisian di jalan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor, untuk selalu menghormati hak pejalan kaki. Ketika ada pejalan kaki yang hendak menyeberang, mari kurangi kecepatan dan dahulukan mereka. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” ujar Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Menurutnya, keberadaan pejalan kaki di ruang lalu lintas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan sikap saling menghargai agar setiap orang dapat menggunakan jalan secara aman, tertib dan nyaman.


Melalui konsep Polantas Karib, polisi lalu lintas berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi keselamatan diberikan dengan pendekatan humanis sehingga masyarakat memahami bahwa setiap aturan lalu lintas pada dasarnya bertujuan untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.


“Tujuan kami bukan hanya mengingatkan masyarakat mengenai aturan, tetapi bagaimana aturan tersebut benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin setiap pengendara memiliki kepedulian dan empati terhadap pengguna jalan lainnya, terutama pejalan kaki yang ketika berada di jalan memiliki risiko lebih besar apabila tidak diberikan ruang dan prioritas,” jelasnya.


Kombespol Reza juga mengingatkan pengendara agar tidak hanya fokus terhadap kendaraan di depan, tetapi selalu memperhatikan kondisi sekitar. 


Saat mendekati zebra cross, kawasan sekolah, pusat keramaian, fasilitas umum maupun lokasi yang banyak digunakan masyarakat untuk menyeberang, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan.


Kebiasaan sederhana seperti mengurangi kecepatan, berhenti sebelum garis penyeberangan, tidak menyalip kendaraan yang sedang berhenti memberikan kesempatan kepada pejalan kaki, serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara merupakan bagian penting dari perilaku berlalu lintas yang berkeselamatan.


Menurutnya, keselamatan lalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya melalui penegakan hukum. Upaya tersebut harus dibarengi edukasi, sosialisasi, keteladanan serta partisipasi aktif seluruh masyarakat.


“Kami berharap budaya tertib dan saling menghormati di jalan semakin tumbuh di tengah masyarakat Sumatera Barat. Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya memberikan prioritas kepada pejalan kaki setelah terjadi kecelakaan. Keselamatan harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” tegasnya.


Pesan Polantas Karib juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan sosok polisi lalu lintas yang dekat dengan masyarakat. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga hadir memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat sebelum terjadi sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan.


Jajaran Ditlantas Polda Sumbar terus mendorong agar kepatuhan berlalu lintas menjadi budaya bersama. Pengendara diharapkan memahami bahwa perjalanan yang aman bukan hanya tentang sampai di tempat tujuan dengan cepat, tetapi juga memastikan tidak ada pengguna jalan lain yang menjadi korban akibat kelalaian atau ketidaksabaran.


Dalam konteks tersebut, pejalan kaki membutuhkan perhatian khusus. Mereka tidak memiliki perlindungan fisik seperti pengendara kendaraan bermotor.

 

Karena itu, memberikan kesempatan menyeberang bukan sekadar bentuk sopan santun di jalan, tetapi merupakan bagian dari kewajiban setiap pengemudi untuk menjaga keselamatan sesama pengguna jalan.


Dirlantas Polda Sumbar berharap pesan tersebut dapat diteruskan oleh masyarakat kepada keluarga, lingkungan kerja, komunitas dan pengguna jalan lainnya.


“Harapan kami, mulai dari diri sendiri kita bangun budaya keselamatan. Ajarkan kepada anak-anak, keluarga dan lingkungan sekitar bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Mari kita saling menghormati, saling menjaga dan saling mengingatkan,” kata Reza.


Ia menambahkan, semangat “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri” harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dirasakan masyarakat. Kehadiran polisi lalu lintas diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dalam berlalu lintas.


“Polantas hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Kami ingin keberadaan Polantas benar-benar memberikan manfaat. Ketika masyarakat semakin tertib, semakin peduli dan semakin mengutamakan keselamatan, itulah salah satu bentuk keberhasilan bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” tuturnya.


Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh pengendara untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban ketika ada petugas.

 

Menghormati pejalan kaki, mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga kecepatan, menggunakan perlengkapan keselamatan serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan pengguna jalan lain merupakan bagian dari budaya berlalu lintas yang harus terus dibangun.


Pada akhirnya, pesan “Mari dahulukan pejalan kaki” bukan hanya ditujukan kepada pengendara, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam menciptakan jalan yang aman.


Dengan semangat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sumbar terus mendorong terwujudnya hubungan yang semakin dekat antara polisi dan masyarakat, sekaligus menguatkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.


Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri. (**)

 


KABUPATEN SOLOK, SUMBARNET.ID — Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Solok ditunjukkan Pemerintah Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, bersama sejumlah kepala SKPD turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan, Sabtu, 26 September 2026.


Kehadiran rombongan Pemko Bukittinggi menjadi wujud solidaritas sekaligus dukungan moril bagi masyarakat Kabupaten Solok yang tengah menghadapi dampak bencana.


Bantuan yang disalurkan berupa berbagai kebutuhan rumah tangga, di antaranya magic com, kompor gas, termos air, kuali, serta perlengkapan salat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dan kehilangan sebagian perlengkapan rumah tangganya akibat bencana.


Selain bantuan dari Pemko Bukittinggi, Baznas Kota Bukittinggi turut memberikan dukungan senilai Rp10 juta yang diwujudkan dalam bentuk 30 tabung gas lengkap dengan slang dan paket perlengkapannya serta 20 unit penanak nasi.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Solok.


Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Bukittinggi yang dihimpun melalui aparatur sipil negara (ASN) bersama masyarakat.

“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa warga serta Pemerintah Kabupaten Solok. Kami berharap warga tabah menjalani situasi ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban korban bencana banjir bandang ini,” ujar Ramlan.


Ia menegaskan, kehadiran Pemko Bukittinggi di lokasi bencana bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan sosial dan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.


Ramlan juga berpesan kepada warga terdampak agar tetap sabar dan kuat menghadapi kondisi yang terjadi. Ia meyakinkan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak akan terus hadir membantu masyarakat.


“Yakinlah, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Wakil Presiden RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, serta kepala daerah se-Sumbar juga ikut memberikan perhatian. Kita semua akan bergandengan tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.


Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dari sejumlah daerah, lanjut Ramlan, menunjukkan bahwa penanganan bencana di Kabupaten Solok merupakan kepedulian bersama.


Pemko Bukittinggi berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga terdampak sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit dan kembali menata kehidupan pascabencana. (**)



DHARMASRAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polisi Cilik (Pocil) Polres Dharmasraya. Setelah sukses meraih Juara 2 dalam lomba Polisi Cilik tingkat Polda Sumatera Barat, para Pocil tersebut mendapatkan apresiasi berupa reward dari Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H.


Pemberian reward tersebut menjadi bentuk penghargaan dan apresiasi pimpinan kepada para pelajar yang telah menunjukkan semangat, kedisiplinan, kekompakan serta kesungguhan dalam mengikuti rangkaian pembinaan dan perlombaan Pocil.


Prestasi yang diraih Pocil Polres Dharmasraya tersebut dinilai tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta dan orang tua, tetapi juga membawa nama baik Polres Dharmasraya di tingkat Polda Sumatera Barat.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian yang telah diraih para Pocil. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, kerja sama, serta kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.


“Pemberian reward ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada adik-adik Pocil yang telah berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik sehingga berhasil meraih Juara 2 tingkat Polda Sumatera Barat. Prestasi ini patut kita banggakan dan menjadi motivasi agar mereka terus bersemangat dalam belajar, berlatih dan mengembangkan potensi diri,” ujar AKBP Kartyana.


Ia menegaskan, program Polisi Cilik memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diperkenalkan dengan tugas dan fungsi kepolisian, tetapi juga dibiasakan menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kekompakan dan kepatuhan terhadap aturan.


Menurut Kapolres, pembinaan terhadap generasi muda merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter positif serta mampu menjadi generasi penerus bangsa.


“Tujuan kami bukan semata-mata mengejar prestasi dalam perlombaan. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan Pocil ini dapat menjadi sarana pembentukan karakter anak-anak, menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kepedulian, keberanian dan semangat kebersamaan sejak usia dini,” jelasnya.


AKBP Kartyana juga mengapresiasi para pembina dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap Pocil Polres Dharmasraya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara kepolisian, sekolah, orang tua serta para pembina yang secara konsisten mendampingi dan memberikan motivasi kepada para peserta.


“Prestasi ini tentunya tidak diraih secara instan. Ada proses latihan, pembinaan dan dukungan dari para pembina, pihak sekolah, orang tua serta seluruh personel yang terlibat. Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung anak-anak kita,” ungkapnya.


Kapolres berharap pencapaian Juara 2 tingkat Polda Sumbar tersebut tidak membuat para Pocil cepat berpuas diri. Sebaliknya, hasil tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.


“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adik Pocil untuk terus berlatih dan belajar. Jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, bertanggung jawab dan memiliki semangat untuk berprestasi,” kata Kapolres.


Lebih lanjut, AKBP Kartyana menyampaikan bahwa keberadaan Pocil juga diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi pelajar lainnya di Kabupaten Dharmasraya. Sikap disiplin, tertib dan saling menghargai yang diterapkan selama mengikuti kegiatan Pocil diharapkan dapat dibawa ke lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.


“Harapan kami, anak-anak ini tidak hanya menjadi juara dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman-temannya. Mereka harus menjadi generasi yang memiliki karakter baik, disiplin, patuh terhadap aturan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya,” tuturnya.


Pemberian reward tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Polres Dharmasraya terhadap prestasi yang diraih oleh generasi muda. Bagi kepolisian, penghargaan tidak hanya diberikan sebagai bentuk apresiasi atas hasil perlombaan, tetapi juga sebagai dorongan agar semangat berprestasi terus tumbuh.


Kapolres menambahkan, pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan pelajar dan generasi muda. Hal tersebut sejalan dengan upaya membangun kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya kalangan anak-anak dan pelajar.


“Kita ingin kehadiran Polri dirasakan secara positif oleh masyarakat, termasuk oleh anak-anak. Melalui kegiatan seperti Pocil, kita dapat membangun kedekatan sekaligus memberikan edukasi tentang kedisiplinan, tertib berlalu lintas, kepatuhan terhadap aturan dan pentingnya menjaga keamanan sejak dini,” katanya.


Keberhasilan Pocil Polres Dharmasraya meraih Juara 2 tingkat Polda Sumbar diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan ke depan. Evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dan persiapan perlombaan juga menjadi bagian penting agar kemampuan para Pocil semakin berkembang.


Dengan diraihnya prestasi tersebut, Polres Dharmasraya berharap semangat para Pocil tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab dan kerja keras yang telah mereka dapatkan selama proses pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.


Kapolres kembali memberikan motivasi kepada para Pocil agar tetap rendah hati dan terus bersemangat.


“Teruslah belajar, berlatih dan berprestasi. Jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk menjadi lebih baik. Kami bangga dengan perjuangan kalian dan berharap ke depan akan lahir lebih banyak generasi muda Dharmasraya yang berprestasi serta memiliki karakter yang kuat,” pungkas AKBP Kartyana.


Prestasi Juara 2 tingkat Polda Sumbar tersebut pun menjadi catatan positif bagi Polres Dharmasraya dalam mendukung pembinaan generasi muda.

 

Pemberian reward diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi para Pocil sekaligus mendorong keberlanjutan program pembinaan yang mengedepankan pendidikan karakter, kedisiplinan dan prestasi. (**)



SUMBARNET - Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama sejumlah perusahaan BUMN menyalurkan tali kasih kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang menjadi korban insiden Arupadahtu I saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @bumn_id. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar BUMN kepada keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit.


Penyerahan tali kasih dilakukan secara simbolis pada 24 September 2026 di Gedung BP BUMN, Jakarta. Wakil Kepala BP BUMN II, Tedi Bharata, bersama perwakilan direksi sejumlah BUMN menyerahkan bantuan kepada perwakilan keluarga korban.


Dukungan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan BUMN, yakni Perum LPPNPI, Peruri, Perum Jasa Tirta I, Perum Jasa Tirta II, Pelindo, Jasa Marga, ASDP Indonesia Ferry, PTPN IV, dan Antara ETP.


BP BUMN menyebut kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong BUMN untuk hadir di tengah masyarakat, terutama bagi keluarga yang terdampak musibah.


“Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong BUMN untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga yang terdampak musibah,” tulis BP BUMN dalam unggahan akun Instagram @bumn_id.


Melalui bantuan tersebut, BP BUMN berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga korban. Selain itu, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan BUMN.


Langkah ini juga menunjukkan komitmen BUMN untuk terus hadir memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama saat menghadapi situasi duka dan bencana. (***)