SUMBARNET - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan melakukan penggeledahan di Kantor Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka mencari alat bukti dan barang bukti dalam dugaan Kasus Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Nagari Pancuang Taba Tahun Anggaran 2021 s.d. 2023 pada hari Rabu, (11/03/26).


Menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Abrinaldy Anwar, S.H., M.H., penggeledahan dilakukan dalam rangka mengumpulkan alat bukti dan barang bukti yang relevan dengan proses penyidikan dugaan Kasus Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Nagari Pancuang Taba Tahun Anggaran 2021 s.d. 2023.


Abrinaldy menjelaskan, “kegiatan penggeledahan ini dilaksanakan berdasarkan wewenang Penyidik Kejaksaan yang tercantum dalam Pasal 112 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di Kantor Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan guna mencari dan mengamankan berbagai dokumen penting yang terkait dengan perkara ini.”


Ia mengatakan bahwa Tim Penyidik Kejari Pesisir Selatan berhasil menemukan dan mengamankan beberapa dokumen penting yang terkait dengan kasus ini. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan langsung oleh Irban I Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan. Penggeledahan di Inspektorat ini juga menandai langkah hukum Kejari Pesisir Selatan dalam menegakkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan rule of law.


“Adapun dokumen hasil penggeledahan yang ditemukan oleh Tim Penyidik Kejari Pesisir Selatan terindikasi ada kaitannya dengan dugaan Kasus Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Nagari Pancuang Taba Tahun Anggaran 2021 s.d. 2023, kemudian bukti dokumen tersebut akan diteliti lebih lanjut oleh Tim Penyidik Kejari Pesisir Selatan,” ucap Abrinaldy. (*)

 


Padang - Ramadan selalu menghadirkan kisah-kisah yang menghangatkan hati, kisah tentang kerja keras yang perlahan berbuah kemuliaan, tentang ketulusan yang tumbuh dalam diam lalu menjelma cahaya, serta tentang bagaimana nilai-nilai keimanan dapat bersemi bahkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.


Di antara kisah itu, terselip perjalanan hidup seorang mubaligh yang suaranya begitu akrab di telinga masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh. Sosok ini hari ini dikenal luas sebagai penceramah berjiwa budaya dengan gaya penyampaian yang hangat, jenaka, namun sarat hikmah. Ceramah-ceramahnya kerap menjadi halaman rekomendasi (for your page/FYP) di sejumlah aplikasi media sosial.


Tak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan dakwahnya tidak dimulai dari mimbar megah atau ruang akademik, melainkan dari peluh di Pelabuhan Teluk Bayur, tempat ia dahulu memanggul karung-karung berat hasil produksi PT Semen Padang yang dikirim ke berbagai penjuru negeri.


Peluh di Teluk Bayur yang Menempa Keteguhan


Tahun 1974 menjadi titik awal perjalanan panjang itu ketika Ristawardi muda bekerja sebagai buruh angkat semen dengan jam kerja delapan jam sehari, memindahkan karung-karung dari lori ke gudang sebelum dimuat ke kapal. Pekerjaan fisik tersebut menuntut kekuatan, ketahanan, dan kesabaran luar biasa.


Ia masih mengingat bagaimana kerasnya masa-masa itu, ketika tubuhnya terasa kaku setelah bekerja seharian. Untuk sekadar menoleh pun ia harus memutar seluruh badan karena lelah yang begitu menyergap.


“Kalau sudah selesai bekerja, badan rasanya kaku. Dipanggil orang tak bisa menoleh, harus memutar seluruh badan,” kenangnya suatu ketika.


Namun dari kerja keras yang menguras tenaga itulah ia belajar tentang kesabaran, disiplin, dan keteguhan hati, nilai-nilai yang kemudian hari menjelma menjadi fondasi kuat dalam setiap ceramah yang ia sampaikan kepada masyarakat.


Beberapa tahun kemudian, takdir membawanya diangkat menjadi karyawan tetap di PT Semen Padang. Karena tidak memiliki ijazah formal yang tinggi, ia ditempatkan sebagai cleaning service (CS). Sebuah posisi yang bagi sebagian orang mungkin dianggap sederhana, tetapi baginya justru menjadi pintu awal untuk melangkah lebih jauh.


Kesempatan yang Mengubah Jalan Hidup


Di tengah kesibukan sebagai pekerja, ia tak pernah meninggalkan kegiatan keagamaan. Ia tetap aktif mengisi pengajian dan pembinaan rohani, sehingga keluwesan berbicara serta kedalaman pesan yang ia sampaikan mulai dikenal di masyarakat dan lingkungan internal perusahaan.


Sebuah peristiwa penting kemudian menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat itu ulama senior yang diangkat sebagai penasihat rohani PT Semen Padang, Buya Haji Sayuti Khatab, tengah mendampingi Semen Padang FC ke Thailand. Pada waktu yang sama, seorang pimpinan perusahaan wafat dan Ristawardi diminta menggantikan untuk menyampaikan pidato pelepasan jenazah.


Ia tampil apa adanya, tanpa atribut kebesaran dan tanpa gelar yang disematkan, hanya dengan ketulusan hati dan kefasihan dalam merangkai kata-kata yang menenangkan.


“Usai acara, para pimpinan PT Semen Padang bertanya dengan penuh rasa ingin tahu siapa ustaz tadi. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa sosok yang baru saja menyampaikan tausiah menyentuh itu adalah seorang cleaning service di pabrik PT Semen Padang. Pimpinan kemudian mengatakan saya tidak cocok di pabrik dan harus dipindahkan ke kantor,” ujar Buya Ristawardi.


Sejak momen itulah arah hidupnya berubah secara perlahan namun pasti. Ia kemudian diminta pindah ke kantor untuk membantu bagian Personalia dan pembinaan rohani, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Urusan Konseling Rohani. Amanah itu ia jalani dengan penuh rasa syukur, karena baginya jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mengabdi lebih luas.


Tumbuh Bersama dan Menjadi Bagian dari Sejarah


Selama 35 tahun mengabdi di PT Semen Padang, Buya Ristawardi tidak sekadar menjadi bagian dari struktur perusahaan, melainkan menjadi penguat spiritual bagi ribuan pekerja yang setiap hari bergelut dengan dinamika industri yang penuh tantangan.


Perusahaan memberikan ruang bagi tumbuhnya nilai-nilai Islam melalui pembinaan rohani, pelatihan mubaligh, hingga kesempatan berhaji yang pernah ia raih sebagai karyawan teladan. Hal tersebut menjadi bentuk apresiasi yang semakin menguatkan komitmennya dalam berdakwah.


Pada tahun 1982 ia resmi menjadi kader mubaligh melalui pelatihan Dewan Masjid. Setahun kemudian namanya mulai dikenal, dan pada 1986 ia telah rutin berceramah di Bukittinggi serta berbagai daerah lainnya.


Dari ruang pabrik hingga mimbar masjid, langkahnya tak pernah terpisah dari identitasnya sebagai bagian dari keluarga besar Semen Padang yang secara konsisten mendukung syiar Islam, bukan hanya dalam seremoni, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.


Dakwah yang Menyatu dengan Budaya


Lahir di Baso, Bukittinggi, pada 10 Juni 1952, Ristawardi tumbuh dalam kultur Minangkabau yang kuat. Gelar adat “Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh” yang disandangnya menegaskan kedudukannya sebagai tokoh yang dihormati dalam kaumnya.


Dalam setiap ceramahnya, ia merajut ayat dan hadis dengan pepatah-petitih Minang, menghadirkan filosofi “karambia” sebagai simbol keteguhan dan kemanfaatan hidup, serta menjadikan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” sebagai landasan berpikir dan bertindak.


Pendekatan dakwah kultural yang ia jalankan membuat pesan agama terasa dekat, tidak menggurui, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik generasi tua maupun anak muda yang kini banyak menyimak ceramahnya melalui platform digital.


Dukungan PT Semen Padang untuk Dakwah Islam


Buya Ristawardi juga mengingat kembali dukungan PT Semen Padang dalam melahirkan mubaligh-mubaligh di Sumatera Barat. Sekitar tahun 1992, Buya Sayuti Khatab mendatangkan guru yang ahli di bidangnya untuk melatih sejumlah orang agar meningkatkan kompetensi sebagai mubaligh.


Mereka yang mengikuti program tersebut antara lain Zhafrul Jamal, Yohannis, Sensurianus, Warmen Jamil, dan Marwan Bermawi.


“Namanya Pengkaderan Mubaligh. Mereka dilatih retorika dakwah, psikologi dakwah, dan berbagai materi lainnya. Waktu itu kami meminjam Masjid Raya Al Ittihad Indarung sebagai lokasi pelatihan, dengan seluruh biaya disokong oleh PT Semen Padang. Alhamdulillah, PT Semen Padang sangat antusias mendukung pengkaderan mubaligh ini,” ujarnya.


Kebanggaan dan Komitmen Perusahaan


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa perusahaan merasa bangga memiliki sosok pensiunan seperti Buya Ristawardi yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah panjang perusahaan, tetapi juga menjadi teladan bahwa nilai kerja keras, integritas, dan spiritualitas dapat tumbuh berdampingan dalam lingkungan industri.


Ia menegaskan bahwa PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung syiar Islam di Sumatera Barat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kultural perusahaan.


Bagi PT Semen Padang, kisah Buya Ristawardi menjadi bukti bahwa ruang kerja dapat menjadi ladang dakwah, bahwa pengabdian profesional dapat berjalan seiring dengan pengabdian keumatan, dan bahwa dari seorang tukang angkat semen pun dapat lahir seorang ulama yang menerangi nagari dengan cahaya keimanan yang tak pernah padam. (**)


​Sawahlunto - Rabu dini hari, 11 Maret 2026, kesunyian di tepian Sungai Ombilin pecah oleh deru langkah 128 personel gabungan dari Polres Sawahlunto, Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar. 


Operasi besar-besaran ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra.

Langkah ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan sebagai upaya untuk membuktikan kehadiran Polres sawahlunto yg selalu siap hadir ditengah masyarakat. 


Tim gabungan yang diterjunkan melakukan observasi mendalam di medan yang menantang sebelum akhirnya mengepung tiga titik lokasi yang diduga kuat menjadi pusat aktivitas tambang liar. 


Meski saat penyergapan para pelaku tidak ditemukan di tempat, jejak peralatan penambangan berupa box penyaring emas serta pondok-pondok semi permanen masih diteumkan di bantaran Sungai Ombilin 


​Sebagai bentuk tindakan nyata dan pemberian efek jera yang tak bisa ditawar, AKBP Simon Yana Putra memerintahkan pemusnahan seluruh sarana ilegal tersebut di lokasi. 


Api membumbung tinggi melahap fasilitas penambangan liar sebagai simbol pembersihan wilayah Sawahlunto dari praktik merusak. 


"Untuk box penyaring emas dan pondok, kami musnahkan dengan cara dibakar sebagai efek jera di tiga lokasi," ujar Simon dengan nada tegas saat berbicara kepada wartawan di tengah lokasi penindakan.


​Area tersebut kini telah disterilkan dengan pemasangan garis polisi (police line) serta spanduk peringatan keras bertajuk Stop Ilegal Mining. 


Spanduk itu secara gamblang mencantumkan ancaman Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Minerba, yang menegaskan bahwa pelaku penambangan tanpa izin diancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda fantastis hingga 100 miliar rupiah. 


Kehadiran jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, Dirreskrimsus Kombes Pol Andri Kurniawan, bersama dengan jajaran  Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD Sawahlunto di lokasi menunjukkan bahwa langkah serius dalam menjaga lingkungan.


​Kapolres Sawahlunto menegaskan bahwa setiap jengkal tanah dan aliran sungai di Sawahlunto harus dilindungi dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. 


Penindakan ini adalah bukti komitmen nyata Polres Sawahlunto dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum demi masa depan kota. 


​Bagi AKBP Simon, memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat dan tidak akan ada ruang bagi oknum yang melakukan penambangan secara ilegal. 


"Tidak ada yang kebal hukum. Semua yang melanggar aturan akan kita tindak tegas dan kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran," tutupnya dengan pesan yang jelas bagi seluruh warga dan pihak-pihak terkait. (**)




PADANG – Lapangan Apel Mapolda Sumatera Barat menjadi saksi sejarah dimulainya babak baru penguatan karakter generasi muda. Pada Selasa (10/3/2026), Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, secara resmi meluncurkan program kerja sama Pembinaan Sekolah Rakyat (SR) bersama Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.


Program inovatif ini merupakan inisiasi langsung dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta sebagai bentuk implementasi Polri Peduli Pendidikan.


Sebagai motor penggerak di lapangan, Kepala Biro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha, S.I.K., S.H., M.H., bertindak sebagai pelaksana utama yang menyusun skema pembinaan komprehensif bagi para siswa.


Komitmen Permanen dan Dukungan Pemerintah
Kegiatan ini berpijak pada amanat UUD 1945 Pasal 31 mengenai hak pendidikan warga negara dan semangat Keppres 120 tahun 2025 yang di keluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto tentang Pendidikan Gratis Bagi Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrim yang di dalam nya memuat amanat menyediakan Sekolah Rakyat.


Menanggapi inisiasi Polri, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Syaifullah bahkan meminta agar derajat kerja sama ini ditingkatkan menjadi program permanen.


"Kami sangat mendukung penuh langkah Polda Sumbar. Bahkan, kami berharap kerja sama ini ditingkatkan derajatnya menjadi permanen agar proses transformasi karakter anak-anak kita di Sekolah Rakyat memiliki keberlanjutan yang kuat," tegas Syaifullah.


Aksi Memukau dan Interaksi Humanis
Kemeriahan apel memuncak saat para siswa menunjukkan hasil pembinaan di bawah asuhan Biro SDM Polda Sumbar.


Muhammad Fauzan memimpin rekan-rekannya dari SRMA 4 Padang dalam peragaan PKS yang disiplin. Sementara itu, ketangkasan PBB ditunjukkan oleh Fauzil dari SRMP 5 Solok, serta keterampilan kepanduan oleh Daniel Jonathan dari SRMP 4 Padang.


Suasana semakin hangat saat sesi interaksi. Muhammad Asgar bertanya mengenai tips menjadi Leadership yang baik, yang dijawab langsung oleh Kapolda dengan menekankan pentingnya integritas.


Tak ketinggalan, siswi-siswi seperti Inayah Mustika Ratu, Erzizah Febrianigun, dan Tita Martalita menyampaikan aspirasi mereka untuk bergabung menjadi anggota Polwan.


Menanggapi pertanyaan dari perwakilan guru, Eno Aulia Fikri, S.Pd., mengenai keberlanjutan program, Kombes Pol Anissullah M. Ridha memastikan bahwa Biro SDM telah menyiapkan rangkaian kegiatan berkelanjutan, mulai dari pendampingan psikologis hingga pelatihan kemandirian. (**)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang kembali berpartisipasi dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Safari Ramadan kali ini digelar di kawasan ring satu perusahaan, tepatnya di Masjid Raya Limau Manis, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Jumat (6/3/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Anggota DPRD Kota Padang Mulyadi Muslim, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ustaz Afrizal Tanjung, Ketua Pengurus Masjid Raya Limau Manis Jasman, serta sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang.


Dalam kesempatan tersebut, PT Semen Padang menyalurkan bantuan kepada Masjid Raya Limau Manis berupa uang tunai sebesar Rp12,5 juta serta lima mushaf Al-Qur’an. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang kepada Ketua Pengurus Masjid Raya Limau Manis, Jasman.


Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, berharap bantuan tersebut dapat mendukung kelancaran aktivitas masjid dan jamaah, khususnya selama bulan Ramadan.


“Kami berharap bantuan ini dapat memperlancar kegiatan ibadah dan syiar Islam di Masjid Raya Limau Manis, sekaligus membawa keberkahan bagi masyarakat dan juga bagi PT Semen Padang,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan sejumlah pihak yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Raya Limau Manis.


Dalam tausiyahnya kepada jamaah, orang nomor satu di Sumbar itu mengutip pesan dari Surat An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan pentingnya menjaga dan mempersiapkan generasi penerus agar tidak menjadi generasi yang lemah.


Ia menekankan bahwa orang tua dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif serta mendorong mereka melakukan kegiatan yang bermanfaat.


“Banyak hal negatif yang perlu kita waspadai. Karena itu, mari kita arahkan generasi muda untuk melakukan kegiatan positif agar masa depan mereka menjadi lebih baik,” kata Mahyeldi.


Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga memberikan motivasi kepada para pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK yang mengikuti berbagai kegiatan Ramadan di Masjid Raya Limau Manis. Ia bahkan menyerahkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat para pelajar dalam belajar dan beribadah.


Selain bantuan dari PT Semen Padang, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung kegiatan masjid dan masyarakat. Bantuan tersebut antara lain Rp50 juta dari Pemprov Sumbar, 40 mushaf Al-Qur’an, bantuan Rp10 juta dari Bank Nagari, serta Rp12,5 juta melalui Dinas Pendidikan.


Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar turut menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta untuk petugas masjid serta program bantuan pendidikan senilai Rp1,706 miliar bagi 1.706 siswa di Kota Padang. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang.


Penjabat Sekda Kota Padang, Raju Minropa, yang hadir mewakili Wali Kota Padang menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Pemerintah Provinsi Sumbar sekaligus perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kota Padang.


Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam membantu penanganan bencana yang terjadi di Kota Padang pada November dan Desember lalu.


Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raya Limau Manis, Jasman, menjelaskan bahwa pengurus masjid tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program sosial serta pembinaan karakter masyarakat.


Menurutnya, pengurus masjid berkomitmen memastikan tidak ada anak-anak di kawasan Limau Manis yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Pengurus bahkan memberikan bantuan langsung bagi anak-anak yang membutuhkan perlengkapan sekolah.


“Alhamdulillah, dari Masjid Raya Limau Manis juga lahir beberapa juri MTQ tingkat Sumatera Barat. Kami juga terus membina karakter anak-anak melalui program Smart Surau,” ujar Jasman. (**)

 


Dharmasraya - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menunjukkan komitmen pelayanan humanis dalam menyambut kepulangan warga perantau Minang. Kloter pertama program Pulang Basamo 2026 resmi disambut di Rumah Makan Omega Gunung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (9/3/2026) sore.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang diwakili oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Karytiana Widyarso Wardoyo Putro, hadir langsung di garda terdepan perbatasan untuk menyapa para pejuang rindu tersebut. Suasana penyambutan pun berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan suguhan atraksi seni tradisional Tari Piring.


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, dalam siaran pers resminya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian Polri terhadap masyarakat yang pulang ke ranah minang.


“Atas arahan Bapak Kapolda Sumbar, jajaran Polres Dharmasraya dan Polres Sijunjung telah menyambut langsung kedatangan kloter pertama program Pulang Basamo 2026. Ini adalah bentuk pelayanan dan penghormatan kami kepada dunsanak perantau yang kembali ke kampung halaman,” ujar Kombes Pol Susmelawati.


Dalam rombongan perdana ini, sebanyak enam bus yang membawa lebih dari 200 perantau tiba untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi dan Kabupaten Padang Pariaman.


Polda Sumbar memastikan para pemudik mendapatkan kenyamanan maksimal selama masa transit. Kombes Pol Susmelawati menjelaskan bahwa berbagai fasilitas penunjang telah disiagakan di lokasi.


“Kami menyediakan posko kesehatan bagi pemudik yang kelelahan, tempat istirahat representatif untuk pengemudi, hingga sarana ibadah. Bahkan, Polwan Polres Dharmasraya secara khusus menyiapkan area permainan sederhana untuk anak-anak agar mereka tidak jenuh dan tetap ceria selama perjalanan jauh,” tambahnya.


Sebagai bentuk perhatian kecil yang menyentuh, Polda Sumbar juga membagikan bingkisan takjil untuk berbuka puasa kepada seluruh penumpang bus. Langkah ini diambil mengingat momentum kepulangan ini bertepatan dengan persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.


Menutup keterangannya, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan ini selaras dengan program prioritas Kapolri untuk menciptakan iklim mudik yang kondusif.


“Kegiatan ini sejalan dengan program Polri dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman. Kami ingin memastikan para perantau merasa terlindungi sejak memasuki wilayah Sumatera Barat hingga tiba di pelukan keluarga masing-masing,” pungkasnya. (**)

 


Dharmasraya - Jajaran Polda Sumatera Barat menyambut kedatangan kloter pertama perantau Ranah Minang dalam program Pulang Basamo 2026 di wilayah Sumatera Barat. Penyambutan dilakukan oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Karytiana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., mewakili Kapolda Sumatera Barat, di Rumah Makan Omega Gunung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (9/3/2026) sore.


Kapolres Dharmasraya didampingi Wakapolres Kompol Rizky Cholid, S.I.K., para Pejabat Utama, personel serta Polwan Polres Dharmasraya, bersama jajaran Polres Sijunjung yang diwakili Wakapolres beserta sejumlah personel.


Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan pertunjukan kesenian tradisional Minangkabau berupa tari piring dan atraksi memecahkan piring, yang menjadi simbol kegembiraan masyarakat Ranah Minang dalam menyambut para perantau yang pulang ke kampung halaman.


Sebanyak enam unit bus pada kloter pertama yang membawa lebih dari 200 perantau dari berbagai daerah di Pulau Jawa tiba di lokasi untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan masing-masing di Sumatera Barat, di antaranya Kota Bukittinggi dan Kabupaten Padang Pariaman.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Dharmasraya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para perantau yang telah kembali menginjakkan kaki di Ranah Minang.


“Selamat datang kepada bapak dan ibu perantau Ranah Minang yang telah tiba di Sumatera Barat. Kami dari jajaran Polda Sumatera Barat menyambut dengan penuh kebahagiaan. Semoga perjalanan bapak dan ibu selamat sampai tujuan di kampung halaman masing-masing,” ujar Kapolres.


Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Pulang Basamo 2026 merupakan program yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Anggota DPR RI asal Sumatera Barat Andre Rosiade, sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Minangkabau di perantauan agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.


Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program Polri yang digagas oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan “Mudik Aman, Keluarga Nyaman.”


Kapolres menambahkan, saat pelepasan rombongan Pulang Basamo di Jakarta sebelumnya, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa jajaran Polda Sumbar akan memastikan seluruh rombongan perantau mendapatkan pengawalan selama perjalanan hingga tiba di kampung halaman.


“Bapak Kapolda Sumatera Barat menyampaikan bahwa seluruh rombongan Pulang Basamo akan mendapatkan pengawalan dari jajaran Polda Sumbar sejak keberangkatan hingga memasuki wilayah Ranah Minang, bahkan sampai ke daerah tujuan masing-masing, sehingga para perantau dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” jelas Kapolres.


Untuk memberikan kenyamanan kepada para perantau yang singgah, pihak kepolisian bersama pengelola Rumah Makan Omega Gunung menyiapkan berbagai fasilitas, di antaranya posko kesehatan, tempat beristirahat bagi sopir, fasilitas tempat ibadah, serta area cuci tangan dan toilet.


Selain itu, Polwan Polres Dharmasraya juga menyiapkan berbagai permainan sederhana bagi anak-anak agar mereka dapat beristirahat dan bermain sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.


Sebelum rombongan melanjutkan perjalanan, Kapolda Sumatera Barat melalui Kapolres Dharmasraya juga menyerahkan bingkisan untuk berbuka puasa kepada para perantau sebagai bentuk perhatian dan pelayanan kepada masyarakat yang pulang kampung.


“Kami berharap perjalanan Pulang Basamo ini berjalan aman, lancar, dan para perantau dapat sampai di kampung halaman dengan selamat serta dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta di Ranah Minang,” tutup Kapolres. (**)



Padang - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Gino Irwan asal fraksi partai Demokrat menerima audiensi Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Sumatera Barat di ruang khusus DPRD Provinsi Sumbar, di Padang, Senin, 9 Maret 2026.


"Kita akan koordinasikan untuk tinjau ulang, kalau ada diskriminalisasi dan kita akan tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ujar Gino Anggota Komisi IV DPRD Sumbar


Menurut Gino Irwan, pihaknya selaku wakil rakyat memiliki kewenangan sesuai aturan yang berlaku, oleh karena itu, pihaknya pasti tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.


"Kita tidak ingin persoalan menjadi berlarut- larut, karena idealnya masalah pasti ada solusi. Pihak masyarakat, pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Investor harus menjalankan aturan dan peraturan yang berlaku," ujarnya


Salah seorang peserta audiensi mengatakan, pihaknya jauh- jauh sebelum usaha pertambangan itu dilakukan, pihaknya telah merasa tidak dilibatkan. 


"Kita sengaja menyampaikan aspirasi soal tambang Andesit di Padang Pariaman, karena menimbulkan keresahan perempuan khususnya di Padang Pariaman, " ujar salah seorang peserta audiensi


Menurutnya, Warga Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memprotes aktivitas tambang batu andesit PT Dayan Bumi Artha karena khawatir meningkatkan risiko longsor, banjir, dan kerusakan sumber air di kawasan DAS Batang Anai.


"Kami perempuan diminta berikan tanda tangan diawalnya dijanjikan akan diberi fasilitas air bersih, tetapi setelah berjalan waktu terungkap tanda tangan kami disalahgunakan," ujarnya sembari menambahkan kami datang kesini saja, dapat ancaman. Kami minta hentikan tambang andesit di Kasang," ujarnya mengakhiri. (Yuliadi Chandra WU)

 


Pesisir Selatan--Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan Hakimin SH dari Fraksi Gerindra adakan MTQ Tingkat Nagari di Kecamatan Lunang,Senin 9 Maret 2026


Hadir Dalam Kegiatan tersebut Wali Nagari Lunang Samsul Bahri,SPd Penghulu Suku Abdul Kadir DT Bandaro

Ketua KAN Maradis DT rahmat satio kerapatan adat Zul Rahman dan KUA Kecamatan Lunang, Zulrahman Sekretaris KAN, Mukhtar Ketua bamus Lunang 


Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, MTQ tingkat Nagari Lunang di Kecamatan Lunang 


Kegiatan di berlangsung di Surau NURHAKIM di kediaman Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan Hakimin SH dan kegiatan ini puluhan lomba  yang akan direncanakan acara ini memakan waktu kurang lebih satu minggu.


Dalam kegiatan tersebut Hakimin menyampaikan bahwa harus kita mengajarkan Al-Qur'an pada gererasi Muda.



"Kita harus terus-menerus mengajarkan Al-Quran kepada generasi muda, agar mereka dapat menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia," kata Hakimin 


Ditambah Hakimin,SH dari Fraksi Gerindra sebagai Wakil Ketua DPRD  juga menghimbau seluruh orang tua, masyarakat Nagari Lunang mari kita  menjaga anak-anaknya jauhi dari kenalakalan remaja,narkoba,judi dan Balapan liar.


Hakimin sangat peduli dengan kegiatan yang bermanfaat untuk Masyarakat 


Dengan demikian, kegiatan MTQ ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat dan berkesan bagi masyarakat Nagari Lunang dan  sekitarnya. (RD)

 


Padang, – Alumni SMP Negeri 12 Padang Angkatan 92 yang akrab dikenal dengan sebutan SMP Nanggalo sukses menggelar acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama bertempat di Warung Nasi Berkah Taman Firdaus, Jl. Kemayoran No.16, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

 

Acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana Buka Puasa Bersama, Martunus, yang akrab disapa Abot. Dalam laporannya, Abot menyampaikan kebanggaan dan rasa bahagia luar biasa dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan rekan-rekan seperjuangan. “Banyak kenangan dan kerinduan yang mencair dalam momen silaturahmi Ramadhan tahun ini. Saya berharap kebersamaan ini terus menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin solid sebagai keluarga besar,” ujarnya penuh semangat.

 

Martunus juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang sudah berjalan konsisten. Ia turut memaparkan pembentukan grup maupun komunitas keluarga besar alumni sebagai media komunikasi dan silaturahmi yang mengutamakan nilai-nilai kekeluargaan. Selain itu, grup tersebut juga berfungsi sebagai wadah aspirasi dan saling dukung, baik dalam bidang bisnis maupun aktivitas lain.

 

Dalam kesempatan tersebut, bendahara Alumni SMPN 12 Padang Angkatan 92, Asnawati, turut memberikan sambutan yang penuh kehangatan. Ia menegaskan pentingnya peranan kebersamaan dalam mendukung kesuksesan kegiatan bersama serta mengapresiasi partisipasi aktif para alumni dalam setiap event yang digelar. “Semoga kekompakan ini dapat terjaga terus dan menumbuhkan rasa persaudaraan yang makin kuat di antara kita,” ungkap Asnawati.

 

Selanjutnya, Ketua Alumni SMPN 12 Padang Angkatan 92, Firman Wanipin, yang juga menjabat sebagai Manajer Harian Umum Rakyat Sumbar, memberikan sambutan yang menginspirasi. Ia menekankan bahwa ikatan alumni tidak hanya sebagai ajang reuni, melainkan menjadi modal sosial yang berharga dalam membangun jaringan dan saling mendukung bersama. “Baik secara langsung maupun tidak langsung, peran kita sebagai alumni turut berkontribusi pada kemajuan bersama, baik dalam aspek sosial, profesional, maupun kebudayaan,” papar Firman.

 

Sebagai penutup, Firman Wanipin mengumumkan bahwa acara ini akan berlanjut dengan Halal Bi Halal Alumni SMPN 12 Padang Angkatan 92 yang direncanakan berlangsung pada tanggal 28 Maret 2026. “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat ikatan silaturahmi sesama alumni agar kita dapat bertemu dan berbagi kebahagiaan pada momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini,” tuturnya penuh harap.

 

Acara berjalan lancar dan meriah dengan suasana penuh kehangatan dan keceriaan dari seluruh peserta alumni angkatan 92, menandai semangat persatuan dan komitmen mereka untuk tetap menjaga tali persaudaraan di setiap kesempatan. (**)