SUMBARNET - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, kunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dalam rangka persiapan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.


Dalam kunjungan itu, Wali Kota Bukittinggi didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah kepala SKPD disambut langsung Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S, M.Sc. beserta beberapa Dirjen di Lingkungan Kemenbud  RI.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias memaparkan beberapa rencana program peringatan 100 Tahun Jam Gadang (1926–2026).


Peringatan 100 tahun ikon Kota Bukittinggi ini dirancang sebagai momentum untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya, serta menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota perjuangan, sekaligus memperkenalkan warisan budaya daerah ke tingkat nasional hingga internasional.


"Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol perjalanan panjang bangsa. 100 tahun Jam Gadang ini merepresentasikan perjalanan dari masa kolonial menuju kemerdekaan dan persahabatan antarbangsa, sehingga peringatannya harus diisi dengan kegiatan edukatif, kultural dan berskala internasional,”jelasnya


Wako menambahkan, rangkaian kegiatan yang disiapkan antara lain Jam Gadang Cultural Night, seminar nasional dan internasional, lomba fotografi internasional, pameran 100 foto Jam Gadang, pekan sinema, promosi pariwisata, hingga bazar UMKM masyarakat serta berbagai agenda lainnya yang mendukung program unggulan 1001 Event.


"Pemerintah Kota Bukittinggi berharap peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi ruang refleksi lintas generasi untuk merawat warisan budaya serta memperkuat ekosistem kebudayaan daerah secara berkelanjutan,"ungkapnya.


Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap rencana kegiatan tersebut. Menurutnya ada beberapa kegiatan yang dapat diseleraskan dengan program yang ada di Kementerian Kebudayaan. Diantaranya Program Dana Indonesiana, yang merupakan program yang bertujuan untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional, termasuk pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya di seluruh pelosok tanah air.


“Kami mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan rangakaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang. Ini masih ada waktu untuk melakukan sinkronisasi beberapa kegiatan dengan program yang ada di Kementerian Kebudayaan. Sehingga nantinya akan ada kolaborasi baik itu dalam  hal steknis pelaksanaan kegiatan maupun pendanaannya,” terang Fadli Zon.


Ia juga menyarankan akan program ini turut disampaikan kepada lembaga lainnya, baik itu legislative maupun eksekutif. Sehingga semangat  gotong royong dan rasa memiliki akan event 100 Tahun Jam Gadang dapat dirasakan oleh seluruh pihak. (**)

 


SUMBARNET - Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Pemerintah Daerah setempat menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah destinasi wisata unggulan di Kota Padang.


Aksi bersih lingkungan ini diikuti oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan melibatkan sedikitnya 450 personel Polri, didukung oleh 150 personel TNI AL, 20 personel TNI AD, serta jajaran dari Pemerintah Kota Padang dan masyarakat sekitar.


Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang turun langsung memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


"Kebersihan ini adalah tugas kita bersama. Kita harus menanamkan kedisiplinan menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa. Jika sudah terbiasa disiplin, kita akan merasa malu jika melihat lingkungan kotor," ujar Brigjen Pol Solihin di sela-sela kegiatan.


Wakapolda juga menambahkan bahwa kebersihan pantai merupakan kunci utama dalam menarik wisatawan, baik dari Sumatera Barat maupun luar daerah. 


"Ini adalah destinasi wisata. Sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan, kita harus membawa nama baik daerah dengan kondisi yang bersih. Jika bersih, orang tentu akan lebih senang berkunjung," tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan imbauan tambahan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menekankan agar warga tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dampaknya sangat luas mulai dari banjir hingga sumber penyakit. Kesadaran ini harus muncul dari hati sendiri, jangan hanya disiplin karena ada petugas," ungkap Kombes Pol Susmelawati.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemda ini akan dijadikan agenda rutin guna memastikan kelestarian alam di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.


Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong sampah, yang kemudian diangkut oleh armada kebersihan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (red)

 


SEKAYU - Sumbarnet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin meresmikan Gedung sekaligus meluncurkan layanan UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Senin (9/2/2026), di Sekayu. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet sebagai bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan daerah.


Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya operasional Labkesmas dengan fasilitas yang lebih modern, representatif, dan terstandar.


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran instansi terkait, di antaranya Kasdim 0401/Muba Mayor Inf Nur Sigit Prasetya, Wakapolres Muba Kompol Iwan Wahyudi, Ketua Komisi IV DPRD Muba Edi Hariyanto, perwakilan Kejaksaan Negeri Muba, Pengadilan Agama Sekayu, pimpinan perangkat daerah, kepala puskesmas se-Kabupaten Muba, pimpinan rumah sakit daerah, serta Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu.


Dalam sambutannya, Bupati Muba menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.


“Laboratorium kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan yang berkualitas, cepat, dan akurat. Labkesmas harus menjadi pusat layanan yang profesional dan terpercaya,” kata Bupati.


Bupati berharap keberadaan Labkesmas tidak hanya sebatas fasilitas fisik, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan puskesmas, rumah sakit, serta pemeriksaan langsung bagi masyarakat.


Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan Labkesmas.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Muba Zwesty Wisma Devi menyampaikan Labkesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya promotif, preventif, dan surveilans penyakit.


“Labkesmas tidak hanya menunjang diagnosis klinis, tetapi juga berperan dalam pengendalian faktor risiko lingkungan dan penjaminan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.


UPT Labkesmas Muba melayani pemeriksaan klinik seperti hematologi, kimia darah, HbA1c, spermatologi, dan urinalisa termasuk tes narkoba. Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan kesehatan lingkungan berupa uji kualitas air dan pangan.


“Keberadaan Labkesmas diharapkan dapat mendukung program prioritas pemerintah daerah dalam menurunkan angka kesakitan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mempercepat deteksi dini penyakit,” ungkap Zwesty.


Dia berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta pengembangan inovasi layanan laboratorium sesuai standar yang telah ditetapkan. (**)

 


Jakarta, – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menegaskan realisasi anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun 2025 sebesar 96,12 persen harus sejalan dengan kualitas fisik pekerjaan di lapangan serta tepat sasaran.


Penegasan itu ia sampaikan dalam rapat evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 bersama Menteri PKP pada Selasa (10/2/2026).


Zigo menyatakan capaian serapan anggaran yang tinggi tidak boleh hanya berhenti pada angka administratif. Menurutnya, kualitas bangunan dan manfaat program bagi masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.


“Realisasi anggaran 96,12 persen harus benar-benar sejalan dengan kualitas fisik di lapangan dan ketepatan sasaran program,” tegas Zigo dalam rapat tersebut.


Ia menekankan Komisi V DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap program perumahan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 


Memasuki Tahun Anggaran 2026, Zigo memastikan Komisi V DPR RI akan mengawal peningkatan anggaran Kementerian PKP menjadi Rp10,89 triliun.


Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung target 400.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).


Menurut Zigo, lonjakan target itu membutuhkan dukungan sistem yang kuat dan koordinasi lintas sektor. Ia tidak ingin program BSPS terhambat persoalan birokrasi maupun kendala lahan.


“Kami akan terus mengawal agar target 400.000 unit BSPS dapat terlaksana tanpa hambatan birokrasi maupun kendala lahan,” ujarnya.


Selain pengawasan anggaran, Zigo juga mendesak percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana. Ia meminta Kementerian PKP segera menyelesaikan berbagai persoalan status lahan pada aset-aset mangkrak.


Menurutnya, penyelesaian lahan menjadi kunci agar pembangunan tidak berlarut-larut.


Zigo menegaskan setiap rupiah anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.


“Setiap rupiah anggaran yang dialokasikan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.


Melalui pengawasan ketat Komisi V DPR RI, Zigo berharap program perumahan nasional berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia. (***)

 


SUMBARNET - Pesan tegas tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai fondasi keselamatan kerja mengemuka dalam Seminar Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026. Seminar ini menghadirkan sport physiotherapy and high performance coach Matias Ibo, yang menekankan bahwa kinerja aman dan produktif tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun dari kesiapan fisik, mental, dan pola hidup sehat yang konsisten.


Mengusung tema “Fit to Work, Fit to Perform: Kesiapan Fisik sebagai Fondasi Keselamatan dan Produktivitas Kerja”, Coach Matias tampil sebagai pembicara utama di hadapan ratusan insan PT Semen Padang di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026). Ia mengajak peserta melihat K3 bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi dari kesiapan manusia sebagai subjek utama keselamatan.


“Keselamatan dan performa kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi tubuh. Tubuh yang bugar, pikiran yang siap, dan pola pemulihan yang benar akan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Matias.


Pesan Kesehatan: dari Pikiran hingga Pemulihan Tubuh


Dalam paparannya, Matias menjelaskan bahwa performa kerja optimal dibangun melalui sebuah sistem terpadu. Ia memulai dari teknik kerja yang harus dipahami dan divisualisasikan secara benar sebelum dieksekusi di lapangan. Menurutnya, visualisasi positif membantu tubuh bekerja lebih presisi dan aman.


“Pikiran harus dilatih membayangkan proses kerja yang benar. Ketika teknik sudah matang di kepala, tubuh akan lebih siap mengeksekusinya tanpa ragu,” jelasnya.


Aspek berikutnya adalah kebugaran fisik dan daya tahan tubuh. Matias menekankan bahwa latihan fisik tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Pekerja juga perlu mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri.


“Tubuh yang terlatih dan dikenali dengan baik akan lebih tahan terhadap beban kerja, terutama di industri dengan intensitas tinggi seperti semen dan pertambangan,” katanya.


Ia juga menyoroti kekuatan mental sebagai pengendali utama performa kerja. Pola pikir yang positif dan tenang diyakini berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan yang aman di tempat kerja.


“Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mental yang baik akan memandu tubuh bekerja dengan lebih aman,” ujarnya.


Tak kalah penting, Matias menggarisbawahi nutrisi, pemulihan, dan pencegahan cedera. Menurutnya, cedera bukan sekadar musibah, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki.


“Cedera adalah umpan balik. Dengan memahami sinyal tubuh, kita bisa bekerja lebih aman dan berkelanjutan. Inilah makna fit to work yang sesungguhnya,” tegas Matias.


Siapa Coach Matias Ibo?


Matias Ibo dikenal sebagai sport physiotherapy and high performance coach yang berpengalaman mendampingi atlet profesional, komunitas olahraga, hingga korporasi dalam membangun sistem performa berbasis kesehatan, pencegahan cedera, dan kesiapan fisik jangka panjang. Pendekatannya menekankan keseimbangan antara teknik, kondisi fisik, mental, nutrisi, dan pemulihan—konsep yang kini banyak diadopsi dalam industri berisiko tinggi.


Manajemen Tegaskan K3 sebagai Budaya, Bukan Rutinitas


Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan modal utama keberlanjutan bisnis perusahaan.


“Sebagai industri dengan tingkat risiko tinggi, kinerja unggul hanya bisa dicapai jika insan perusahaan sehat, bugar, dan siap bekerja optimal. Itulah esensi Fit to Work, Fit to Perform,” ujar Andria.


Ia menambahkan bahwa pendekatan K3 ke depan harus semakin holistik, tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang aman.


Seminar ini dibuka secara resmi oleh Andria Delfa dan dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan dan karyawan dari berbagai unit kerja.


Apresiasi Kinerja K3 lewat SHE Challenge


Selain seminar, PT Semen Padang juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan SHE Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja dan individu yang menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan budaya K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan teladan bagi seluruh lini perusahaan.


Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh manajemen dan antusiasme karyawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.


Pelaksanaan Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026, sejalan dengan Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026, dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.


Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye K3, penilaian tempat kerja teladan, safety riding, GERMAS, hingga seminar puncak yang menghadirkan Coach Matias Ibo sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja selalu berawal dari tubuh dan pikiran yang siap. (*)


Berikut Pemenang SHE Challenge PT Semen Padang


Juara Umum

Juara 1: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Juara 2: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Juara 3: Unit Produksi Semen


Best Stage

Best Stage Cerdas Cermat: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Best Stage Working Procedure – Operasional: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Best Stage Working Procedure – Nonoperasional: Unit Sistem Manajemen

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Kecil: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Besar: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage P3K dan Evakuator: Tim TITAN (Unit Operasi Tambang, Unit Perencanaan dan Pengawasan Tambang, Unit Produksi Bahan Baku)


Tempat Kerja Teladan


Kategori Nonoperasional

Juara 1: Kantor Internal Audit

Juara 2: Kantor Akuntansi (Lt. 4 Kantor Pusat)

Juara 3: Kantor Akuntansi (Lt. 1 Kantor Pusat)


Kategori Operasional

Juara 1: Crusher Tambang

Juara 2: Coal Mixing

Juara 3: Tambang 2. (**)

 


Serang, – Anggota Forum Wartawan Parlemen (FWP) Sumatera Barat melakukan studi tiru ke DPRD Provinsi Banten, Rabu (11/2/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi media dan lembaga legislatif.


Rombongan FWP Sumbar hadir bersama staf Humas DPRD Sumbar, yakni Arnelly Amran, Ida Wulansari, dan Supriyadi. Sebanyak 19 anggota FWP dari unsur media cetak, online, dan elektronik ikut dalam kegiatan tersebut.


Kabag Persidangan, Aspirasi dan Humas DPRD Provinsi Banten, Ibud Sihabudin, menyambut langsung rombongan. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan wartawan.


“Memang menjalin hubungan dengan wartawan di Provinsi Banten pada tahun pertama saya cukup sulit. Namun setelah delapan tahun menjalani, Alhamdulillah hubungannya dekat dan erat,” ujar Ibud.


Ia menilai media membantu sekretariat dan anggota dewan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.


Ketua FWP Sumbar, Novrianto, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan DPRD Banten. Ia mengaku banyak mendapatkan wawasan baru, terutama dalam pola kerja sama dan dukungan kelembagaan terhadap media.


“Terima kasih kepada seluruh pihak Sekretariat DPRD Banten. Alhamdulillah kami disambut dan dijamu dengan baik untuk belajar ke sini,” ujar Novrianto.


Ia juga menyoroti adanya dukungan anggaran bagi media dalam mengawal kegiatan reses anggota dewan di Banten.


“Kami juga baru mengetahui adanya dana reses untuk teman-teman media dalam mengawal anggota dewan di Banten yang dianggarkan sekitar Rp1 miliar," kata Novrianto.


"Anggaran itu tentu bukan sekadar angka, tetapi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan setiap kegiatan reses terdokumentasi, terpublikasi, dan sampai informasinya kepada masyarakat secara luas, tentu kita akan coba jadikan referensi di DPRD Sumbar” ungkapnya.


Novrianto menambahkan, dukungan anggaran tersebut bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun sistem kemitraan yang profesional dan transparan.


“Dengan dukungan anggaran yang jelas dan terukur, hubungan antara sekretariat dewan dan media bisa berjalan lebih tertata. Wartawan dapat bekerja optimal dalam mengawal kegiatan anggota dewan di lapangan, sementara publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Ini tentu menjadi bahan pembelajaran penting bagi kami di Sumatera Barat,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung dalam suasana ramah dan penuh keakraban. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari perwakilan DPRD Sumbar kepada DPRD Provinsi Banten sebagai simbol silaturahmi dan penguatan kerja sama antarlembaga. (***)



SUMBARNET - Anggota Forum Wartawan Parlemen (FWP) Sumatera Barat melakukan studi tiru ke DPRD Provinsi Banten, Rabu (11/2/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi media dan lembaga legislatif.


Rombongan FWP Sumbar hadir bersama staf Humas DPRD Sumbar, yakni Arnelly Amran, Ida Wulansari, dan Supriyadi. Sebanyak 19 anggota FWP dari unsur media cetak, online, dan elektronik ikut dalam kegiatan tersebut.


Kabag Persidangan, Aspirasi dan Humas DPRD Provinsi Banten, Ibud Sihabudin, menyambut langsung rombongan. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan wartawan.


“Memang menjalin hubungan dengan wartawan di Provinsi Banten pada tahun pertama saya cukup sulit. Namun setelah delapan tahun menjalani, Alhamdulillah hubungannya dekat dan erat,” ujar Ibud.


Ia menilai media membantu sekretariat dan anggota dewan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.


Ketua FWP Sumbar, Novrianto, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan DPRD Banten. Ia mengaku banyak mendapatkan wawasan baru, terutama dalam pola kerja sama dan dukungan kelembagaan terhadap media.


“Terima kasih kepada seluruh pihak Sekretariat DPRD Banten. Alhamdulillah kami disambut dan dijamu dengan baik untuk belajar ke sini,” ujar Novrianto.


Ia juga menyoroti adanya dukungan anggaran bagi media dalam mengawal kegiatan reses anggota dewan di Banten.


“Kami juga baru mengetahui adanya dana reses untuk teman-teman media dalam mengawal anggota dewan di Banten yang dianggarkan sekitar Rp1 miliar," kata Novrianto.


"Anggaran itu tentu bukan sekadar angka, tetapi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan setiap kegiatan reses terdokumentasi, terpublikasi, dan sampai informasinya kepada masyarakat secara luas, tentu kita akan coba jadikan referensi di DPRD Sumbar” ungkapnya.


Novrianto menambahkan, dukungan anggaran tersebut bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun sistem kemitraan yang profesional dan transparan.


“Dengan dukungan anggaran yang jelas dan terukur, hubungan antara sekretariat dewan dan media bisa berjalan lebih tertata. Wartawan dapat bekerja optimal dalam mengawal kegiatan anggota dewan di lapangan, sementara publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Ini tentu menjadi bahan pembelajaran penting bagi kami di Sumatera Barat,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung dalam suasana ramah dan penuh keakraban. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari perwakilan DPRD Sumbar kepada DPRD Provinsi Banten sebagai simbol silaturahmi dan penguatan kerja sama antarlembaga. (***)



PADANG, Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari menjadi momentum penting bagi insan pers untuk terus meneguhkan perannya di tengah masyarakat. 


Bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2026, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, berharap pers ke depan dapat semakin berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Muhidi mengatakan, menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan persiapan yang matang serta kerja bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, terdapat sejumlah target yang harus dicapai, salah satunya terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).


“Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan SDM yang unggul, cerdas secara intelektual dan spiritual, berakhlak, serta beriman kepada Allah Swt. Ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan bangsa ke depan,” ujarnya.


Ia menilai, upaya menyiapkan SDM yang unggul akan sulit terwujud jika tidak didukung oleh kebersamaan semua pihak. Dalam hal ini, pers memiliki peran yang sangat strategis sebagai penyampai informasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.


Menurut Muhidi, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk pola pikir masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif, pers dapat membantu masyarakat memahami arah pembangunan nasional serta peran yang dapat diambil dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Pers memiliki kekuatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa yang menjadi tujuan bangsa ke depan. Termasuk bagaimana target-target Indonesia Emas 2045 itu disusun dan bagaimana kita semua harus mempersiapkannya sejak sekarang,” kata Muhidi.


Lebih lanjut, ia berharap pers tetap konsisten menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Di tengah maraknya arus informasi dan hoaks, pers diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang kredibel dan terpercaya bagi masyarakat. 


“Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini, kami berharap pers ke depan dapat terus memberikan edukasi di tengah masyarakat tentang tujuan Indonesia ke depan, target-target Indonesia Emas 2045, serta bagaimana cara kita mempersiapkannya,” ucap Muhidi.


Pada momentum HPN 2026 ini, Muhidi juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini telah berkontribusi dalam mengawal pembangunan dan menyuarakan kepentingan masyarakat. Ia berharap sinergi antara pers, DPRD, dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada rakyat. (*)



Padang, — Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang kembali memenangkan permohonan pra peradilan yang diajukan tersangka Beny Saswin Nasrun terkait penyitaan barang bukti uang senilai Rp17,55 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas kredit Bank BNI.




Putusan tersebut dibacakan Hakim Pra Peradilan Marselinus Ambarita, S.H., M.H. dalam sidang pra peradilan jilid II yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 16.17 WIB.




Dalam amar putusannya, hakim menyatakan permohonan pra peradilan yang diajukan pemohon bersifat prematur sehingga tidak dapat diterima, serta membebankan biaya perkara nihil.




Hakim menilai, proses penyitaan uang senilai Rp17,55 miliar yang dilakukan tim penyidik Kejari Padang telah memperoleh persetujuan Pengadilan Negeri Padang dan dinilai sebagai tindakan administratif. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan tidak ditemukan berita acara penyitaan atas uang tersebut yang dibuat oleh tim penyidik, sehingga objek yang dipersoalkan dinilai belum memenuhi syarat untuk diuji melalui mekanisme pra peradilan.




Menanggapi putusan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Basril G, yang didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang, Erianto, menyatakan pihaknya menghormati dan menerima putusan hakim pra peradilan.




“Putusan ini menjadi bagian dari proses hukum yang harus dihormati. Kejaksaan Negeri Padang tetap berkomitmen menjalankan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Basril G.




Ia menegaskan, Kejari Padang akan terus melanjutkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, serta menjunjung tinggi asas kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia.




Sidang pra peradilan jilid II ini telah berlangsung sejak Senin, 2 Februari 2026, dengan agenda awal pembacaan permohonan oleh penasihat hukum tersangka, Dr. Suharizal, S.H., M.H., CMED, CLA. Selama proses persidangan, tersangka Beny Saswin Nasrun tidak pernah hadir. Meski demikian, hakim menyatakan tidak terdapat larangan tegas atas ketidakhadiran tersangka dalam pengajuan pra peradilan terkait penyitaan.




Beny Saswin Nasrun telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Padang Nomor TAP-03/L.3.10/Fd.2/12/2025 tanggal 29 Desember 2025. Ia diduga terlibat dalam perkara korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan bank garansi distribusi semen oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Padang dan Sentra Kredit Menengah Pekanbaru kepada PT Benal Ichsan Persada pada periode 2013–2020, dengan potensi kerugian keuangan negara mencapai Rp34 miliar.




Dalam perkembangannya, Kejari Padang juga telah menetapkan Beny Saswin Nasrun sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 22 Januari 2026, serta mengajukan permohonan bantuan pencarian melalui Adhyaksa Monitoring Center Kejaksaan Agung RI.




Sidang pra peradilan jilid II atas penyitaan uang Rp17,55 miliar tersebut dinyatakan selesai dan permohonan pemohon resmi tidak dapat diterima.(kld)

 


Pasaman Barat – Nevi Zuairina kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat wawasan kebangsaan melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Acara berlangsung di Sekolah Alam Ainur Rahmah dan dihadiri oleh masyarakat umum, para guru, serta kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kabupaten Pasaman Barat.

 

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Nevi Zuairina menekankan pentingnya keempat pilar tersebut sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara dan membangun karakter bangsa yang kuat.

 

Para peserta antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan, serta berdiskusi aktif mengenai penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan pendidikan dan sosial masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antar guru, kader PKS, dan komunitas masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

 

Nevi Zuairina menegaskan bahwa peningkatan kesadaran atas Empat Pilar Kebangsaan sangat vital bagi keberlangsungan bangsa dan negara, terutama di tengah tantangan globalisasi dan dinamika sosial saat ini. Ia juga mengajak semua elemen masyarakat terus mengawal nilai-nilai tersebut demi terciptanya Pasaman Barat yang lebih maju, harmonis, dan berkeadaban. (Fwi)