Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menghadiri Pekan Literasi Bung Hatta Tahun 2026 yang digelar dalam rangka memperingati 124 tahun kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta (Bung Hatta). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (10/8/2026).


Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menggali pemikiran, keteladanan, serta nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Bung Hatta, khususnya dalam membangun generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pekan Literasi Bung Hatta. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi Bukittinggi yang memiliki kehormatan sebagai tanah kelahiran salah satu Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.


“Bukittinggi memiliki kehormatan sebagai tanah kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Selain itu, Bukittinggi juga memiliki sejarah penting karena pernah menjadi ibu kota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI),” ujarnya.


Ibnu Asis menegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan, penguatan kolaborasi dengan dunia pendidikan dan komunitas literasi, serta berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami, berpikir kritis, dan mengambil nilai dari berbagai pengetahuan untuk kemajuan bersama,” ungkapnya.


Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumatra Barat Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman, menyampaikan bahwa Bung Hatta merupakan sosok teladan yang pemikirannya masih sangat relevan untuk terus dikaji dan digali.


Menurutnya, perjalanan pemikiran Bung Hatta merupakan sumber ilmu yang tidak pernah habis untuk dipelajari, terutama dalam konteks kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan pemerintahan.


“Hari ini kita memperingati hari lahir Bung Hatta. Selamat hari lahir Bung Hatta ke-124. Mari bersama kita bedah pemikiran Bung Hatta untuk menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan dan membangun Sumatra Barat yang maju, unggul dan berdaya saing,” pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, putri Bung Hatta, Prof. Meutia Farida Hatta, yang mengikuti kegiatan secara daring, turut menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar kembali menghidupkan nalar kebangsaan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.


Ia menekankan bahwa budaya membaca harus diiringi dengan kemampuan memahami dan mengolah pengetahuan secara baik dan positif.


“Sekarang tidak hanya cukup dengan membaca, tapi harus ditambah dengan pemahaman melalui nalar yang baik dan positif. Kita harus bisa memikirkan upaya untuk kemajuan tanah air. Inilah salah satu kepribadian Bung Hatta yang bisa kita teladani,” ujarnya.


Meutia juga menyoroti pemikiran Bung Hatta mengenai demokrasi yang berkembang secara luas dan memiliki karakter tersendiri. Menurutnya, Bung Hatta tidak sekadar mengambil konsep yang telah diterapkan di negara lain, tetapi berupaya mengembangkan pemikiran demokrasi yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan bangsa Indonesia.


Pemikiran tersebut menjadi salah satu warisan penting Bung Hatta yang relevan untuk terus dipelajari oleh generasi muda, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


Pekan Literasi Bung Hatta Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial memperingati hari lahir sang Proklamator, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali gagasan, nilai, dan semangat Bung Hatta dalam kehidupan masyarakat.


Dari Bukittinggi, kota kelahiran Bung Hatta, semangat literasi diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, kritis, berkarakter, serta memiliki nalar kebangsaan yang kuat untuk melanjutkan pembangunan Indonesia.


Saya sengaja membuat angle utamanya bukan sekadar “Wawako hadir”, tetapi “Pekan Literasi menjadi momentum menghidupkan kembali pemikiran Bung Hatta dan nalar kebangsaan generasi muda.” Ini biasanya membuat rilis terasa lebih bernilai dan tidak terlalu seremonial.(**)

 


Padang, – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menghadiri kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.


Kehadiran pimpinan DPRD Sumbar dalam acara itu menunjukkan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah melalui kuliner tradisional.


Padang Bajamba merupakan salah satu tradisi khas Minangkabau yang sarat dengan nilai gotong royong dan kebersamaan. Tradisi makan bersama tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi media untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan Road to Gastronomy City Charity, nilai-nilai budaya tersebut dipadukan dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan kuliner Sumatera Barat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.


Ketua DPRD Sumbar Muhidi menilai kegiatan yang mengangkat budaya lokal perlu terus didukung karena mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari.


Menurutnya, kuliner tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Sumatera Barat kepada masyarakat yang lebih luas.


Acara berlangsung dengan semangat kebersamaan yang mengangkat tema “Padang Bajamba, dari tradisi untuk kebersamaan, dari kuliner untuk kemanusiaan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menjadikan budaya sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong aksi kemanusiaan.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya Kota Padang dalam mengembangkan potensi kuliner sebagai kekuatan budaya dan daya tarik daerah di masa mendatang. (***)

 


Agam, – Anggota DPRD Sumatera Barat, Indra Catri, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Ladang Hutan, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).


Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asupan iodium sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.


Dalam sosialisasi itu, Indra Catri menjelaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, upaya pencegahan GAKI harus menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat rumah tangga.


"Iodium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia," kata Indra Catri.


Menurutnya, kekurangan iodium dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan, hingga masalah kesehatan lainnya yang berdampak jangka panjang.


Ia menjelaskan, Perda Nomor 19 Tahun 2018 hadir sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mencegah dan menanggulangi GAKI. Salah satu langkah yang diatur dalam perda tersebut adalah pengawasan terhadap peredaran garam konsumsi agar memenuhi standar kandungan iodium sesuai ketentuan yang berlaku.


"Melalui perda ini, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap garam konsumsi yang beredar di masyarakat. Garam yang dikonsumsi harus memenuhi standar kandungan iodium agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal," ujarnya.


Indra Catri juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk garam yang digunakan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya memastikan garam yang dikonsumsi merupakan garam beriodium sesuai standar.


Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga Ladang Hutan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pemenuhan gizi keluarga serta pencegahan GAKI.


"Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan GAKI. Mari kita biasakan menggunakan garam beriodium di rumah tangga demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tutur Indra Catri.


Kegiatan sosialisasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan kecukupan asupan iodium dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumatera Barat. (***)

 


Tanah Datar, – Anggota DPRD Sumatera Barat, Zuldafri Darma, mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Ajakan itu disampaikan saat Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (9/8/2026).


Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman bagi generasi muda.


Dalam kegiatan itu hadir narasumber Eka Lusiana, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan AKP Harmen, Kasat Resnarkoba Polres Tanah Datar. Keduanya memaparkan berbagai upaya pencegahan, dampak penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.


Zuldafri Darma menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah semata.


“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan membangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Zuldafri.


Menurutnya, Perda Nomor 9 Tahun 2018 menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan secara berkelanjutan.


Ia menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar pemahaman mengenai bahaya narkoba semakin luas, terutama di kalangan remaja dan generasi muda.


“Generasi muda adalah aset daerah dan bangsa. Karena itu, kita harus menjaga mereka dari ancaman narkoba melalui pendidikan, pengawasan, dan kepedulian bersama,” katanya.


Sementara itu, para narasumber menjelaskan berbagai dampak negatif penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial. Masyarakat juga diajak mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.


Melalui sosialisasi tersebut, Zuldafri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan sejak dini dan aktif mengambil peran dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.


“Bersama cegah narkoba, kita wujudkan masyarakat yang sehat dan generasi Sumatera Barat yang berkualitas,” tutupnya. (***)

 


SUMBARNET - Personel Unit Reskrim Polsek Sangir Jujuhan bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Solok Selatan mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Sangir Jujuhan, Kabupaten Solok Selatan.


Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita dua paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat total sekitar 0,49 gram. Selain barang bukti narkotika, petugas turut mengamankan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika.


Pria yang diamankan berinisial DS (41), warga Jorong Simpang Tigo, Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan.


DS diamankan pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Jorong Pasar Bancah Kampeh, Nagari Lubuk Malako, Kabupaten Solok Selatan.


Berawal dari Informasi Masyarakat

Penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan dugaan aktivitas transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Sangir Jujuhan.


Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti personel kepolisian dengan melakukan penyelidikan di lapangan. Setelah dilakukan serangkaian upaya penyelidikan, petugas akhirnya mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba Iptu Taufik Indra, S.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut.


Menurut Taufik, pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.


“Berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikan bahwa sering terjadi transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kemudian melakukan penyelidikan hingga dilakukan pengamanan terhadap terduga pelaku,” ujar Taufik.


Dua Paket Sabu dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan


Dari lokasi penangkapan, petugas menemukan dan mengamankan dua paket yang diduga narkotika jenis sabu. Barang tersebut dikemas menggunakan plastik klip bening dengan berat keseluruhan sekitar 0,49 gram.


Selain dua paket diduga sabu, polisi juga menyita sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.


Petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor, plastik klip, kaca pirex, serta alat hisap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu.


Seluruh barang bukti tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.


Penangkapan dilakukan oleh personel Unit Reskrim Polsek Sangir Jujuhan dengan dukungan langsung personel Satresnarkoba Polres Solok Selatan di bawah pimpinan Kasat Resnarkoba Iptu Taufik Indra, S.H.


Kapolres: Peran Masyarakat Sangat Penting


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa pengungkapan kasus narkotika tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen jajaran Polres Solok Selatan dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.


Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Informasi yang diberikan masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu kepolisian mendeteksi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan merusak generasi muda.


“Kami terus berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Solok Selatan. Informasi dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengungkap setiap dugaan tindak pidana narkotika. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan,” ujar AKBP Andreanaldo Ademi.


Kapolres menambahkan, upaya pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap para pelaku, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.


Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika, terutama dengan meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar dan memberikan perhatian kepada generasi muda.


“Tujuan kami bukan hanya melakukan penindakan, tetapi juga mencegah agar peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak semakin berkembang. Kami ingin menciptakan situasi kamtibmas yang aman sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika,” tegasnya.


Polres Solok Selatan Perkuat Pemberantasan Narkotika


AKBP Andreanaldo Ademi juga menginstruksikan jajarannya untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika secara terukur dan profesional.


Menurutnya, setiap informasi yang diterima dari masyarakat harus ditindaklanjuti dengan serius sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan wilayah Solok Selatan tidak menjadi tempat berkembangnya jaringan peredaran narkotika.


“Kami berharap jajaran terus meningkatkan profesionalisme dan sinergi dalam mengungkap kasus-kasus narkotika. Jangan beri ruang bagi siapa pun untuk menyalahgunakan maupun mengedarkan narkotika. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.


Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.


Peran orang tua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta seluruh komponen masyarakat dinilai sangat penting dalam melakukan pencegahan sejak dini.


“Harapan kami, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan masing-masing. Mari bersama-sama menjaga keluarga dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika, segera informasikan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” pungkas AKBP Andreanaldo Ademi.


Proses Hukum Berlanjut


Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh dugaan keterlibatan DS dalam aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Pengungkapan ini sekaligus menjadi bukti bahwa jajaran Polres Solok Selatan bersama Polsek jajaran terus berupaya melakukan pemberantasan narkotika hingga ke tingkat wilayah.


Kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masing-masing, sehingga upaya menciptakan wilayah Solok Selatan yang aman dan bersih dari narkotika dapat dilakukan secara bersama-sama. (**)

  


SUMBARNET - Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel pagi personel Polres Sawahlunto yang dilaksanakan di halaman Mako Polres Sawahlunto, Senin (10/8/2026).


Kegiatan apel pagi tersebut diikuti oleh personel Polres Sawahlunto sebagai bagian dari rutinitas kedinasan sekaligus sarana untuk memastikan kesiapan seluruh personel sebelum melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sawahlunto memberikan arahan kepada seluruh personel terkait pelaksanaan tugas kepolisian. 


Apel pagi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi pimpinan untuk menyampaikan kebijakan, evaluasi, penekanan serta berbagai hal yang perlu menjadi perhatian personel dalam menjalankan tugas sehari-hari.


AKBP Simon Yana Putra menekankan bahwa kesiapan personel merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian. 


Setiap anggota dituntut untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Menurutnya, tugas kepolisian memiliki tantangan yang terus berkembang. Karena itu, setiap personel harus senantiasa menjaga kesiapsiagaan, meningkatkan kedisiplinan dan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan serta ketentuan yang berlaku.


“Apel pagi ini merupakan salah satu bentuk kesiapan kita sebelum melaksanakan tugas. Saya berharap seluruh personel dapat mengikuti setiap arahan pimpinan, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta melaksanakan tugas dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab,” ujar AKBP Simon Yana Putra.


Kapolres juga mengingatkan jajarannya agar setiap pelaksanaan tugas senantiasa mengedepankan sikap humanis, profesional dan proporsional. Hal tersebut dinilai penting karena personel Polri merupakan salah satu unsur yang langsung berhadapan dengan masyarakat dalam berbagai situasi.


Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, setiap anggota diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.


“Kita harus hadir sebagai polisi yang memberikan rasa aman, memberikan pelayanan dengan baik dan mampu menyelesaikan setiap persoalan secara profesional. Jaga sikap, jaga kedisiplinan dan tunjukkan bahwa Polri selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tugas sebelumnya. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan tugas ke depan dapat berjalan lebih efektif.


Kapolres berharap seluruh personel tidak menjadikan apel pagi hanya sebagai kewajiban rutin, tetapi mampu mengambil setiap arahan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.


Menurutnya, komunikasi antara pimpinan dan anggota harus terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas dapat segera diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.


“Saya berharap setiap arahan yang disampaikan dapat dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jadikan setiap evaluasi sebagai bahan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Kita harus terus bekerja sama dan saling mendukung demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.


Dalam arahannya, Kapolres juga mendorong seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas. 


Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku setiap personel ketika melaksanakan tugas di lapangan.


Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga nama baik institusi dengan melaksanakan tugas secara bertanggung jawab, tidak melakukan pelanggaran serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat.


Kesiapan tersebut, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan, kedisiplinan dan pemahaman terhadap tugas masing-masing.


“Kita ingin seluruh personel memiliki kesiapan yang baik, baik secara fisik maupun mental. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, tetap humanis dalam memberikan pelayanan dan selalu berpedoman pada aturan. Harapan kita, kehadiran Polres Sawahlunto benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata AKBP Simon Yana Putra.


Apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sawahlunto tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pelaksanaan tugas kepolisian membutuhkan konsistensi, kedisiplinan dan komitmen bersama.


Dengan adanya arahan dan evaluasi secara rutin, diharapkan seluruh personel Polres Sawahlunto dapat semakin siap menghadapi berbagai dinamika tugas, termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan kepolisian.


Kapolres Sawahlunto berharap semangat dan kedisiplinan yang dibangun melalui apel pagi dapat diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas, baik di lingkungan kantor maupun ketika personel berada di tengah-tengah masyarakat.


“Mari kita laksanakan tugas dengan ikhlas, penuh tanggung jawab dan tetap menjaga profesionalisme. Jadikan kehadiran kita sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Semoga seluruh personel Polres Sawahlunto senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup AKBP Simon Yana Putra.


Apel pagi tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya internal Polres Sawahlunto dalam memperkuat kedisiplinan, soliditas dan kesiapan personel sebelum menjalankan tugas kepolisian, sekaligus memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional, humanis dan maksimal kepada masyarakat. (**)



SUMBARNET - Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST., MT., bersama Plt. Kepala Bidang Cipta Karya, Febie Yandra, ST., M.Si., melakukan kunjungan dan monitoring ke Stadion Utama Sumatera Barat.


Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kondisi dan kesiapan fasilitas Stadion Utama Sumatera Barat, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event olahraga, terutama pertandingan sepak bola yang akan digelar di Sumatera Barat.


Dalam kunjungan tersebut, jajaran Dinas BMCKTR Sumatera Barat meninjau secara langsung sejumlah bagian stadion untuk melihat kondisi fasilitas yang masih membutuhkan penyelesaian maupun peningkatan. 


Monitoring dilakukan sekaligus untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan dan pendanaan yang diperlukan agar fasilitas stadion dapat memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, fungsi, dan kelayakan bagi seluruh pengguna.


Armizoprades mengatakan, monitoring lapangan menjadi langkah penting untuk mendapatkan gambaran secara faktual mengenai kondisi fasilitas stadion sekaligus menentukan bagian-bagian yang perlu menjadi prioritas penanganan.


“Kunjungan ini kita lakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini Stadion Utama Sumatera Barat. Kita ingin memastikan fasilitas yang ada benar-benar dapat menunjang kegiatan olahraga, khususnya event sepak bola, sehingga stadion ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal, aman dan nyaman,” ujar Armizoprades.


Menurutnya, keberadaan Stadion Utama Sumatera Barat memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan olahraga di daerah.

 

Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian agar stadion mampu memberikan pelayanan yang baik kepada atlet, penonton, maupun masyarakat.


Dari hasil monitoring dan identifikasi di lapangan, terdapat sejumlah kebutuhan fasilitas yang perlu menjadi perhatian untuk mendukung peningkatan kesiapan stadion. Salah satunya adalah penyelesaian fasilitas sanitair pada zona Tribun Barat.


Selain itu, kebutuhan penanganan juga terdapat pada sejumlah fasilitas di Tribun Utara, Tribun Timur, dan Tribun Selatan, meliputi railing, toilet, serta akses tangga.


Fasilitas-fasilitas tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan, aksesibilitas, kebersihan, serta kenyamanan pengguna stadion.

 

Penanganan secara bertahap diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan olahraga dengan jumlah penonton yang cukup besar.


Armizoprades menegaskan, hasil monitoring tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan kebutuhan pendanaan dan penentuan skala prioritas pekerjaan yang diperlukan.


“Kita mengidentifikasi kebutuhan yang memang harus diselesaikan, terutama fasilitas yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pengguna. Hasil identifikasi ini akan menjadi bahan bagi kita untuk melihat kebutuhan pendanaannya serta menentukan prioritas penanganan sesuai kondisi dan kemampuan anggaran,” katanya.


Ia menjelaskan, penyiapan fasilitas stadion tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga bagaimana setiap fasilitas dapat berfungsi dengan baik ketika stadion digunakan untuk kegiatan olahraga maupun event lainnya.


Menurut Armizoprades, fasilitas seperti toilet, sanitair, railing dan akses tangga merupakan bagian yang tidak dapat dipandang sederhana. 


Keberadaan fasilitas tersebut sangat menentukan kenyamanan sekaligus keselamatan penonton dan pengguna stadion, terutama ketika stadion digunakan dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.


“Kita ingin stadion ini tidak hanya terlihat representatif secara fisik, tetapi juga benar-benar fungsional. Ketika masyarakat datang menonton pertandingan atau mengikuti event di sini, mereka harus mendapatkan rasa aman dan nyaman. Itu yang menjadi salah satu perhatian kita dalam penyiapan fasilitas,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Armizoprades berharap upaya monitoring dan identifikasi kebutuhan tersebut dapat menjadi bagian dari langkah bersama untuk mempercepat kesiapan Stadion Utama Sumatera Barat.


Ia menilai, apabila fasilitas stadion dapat diselesaikan dan ditingkatkan secara bertahap, keberadaan stadion tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi Sumatera Barat, khususnya dalam mendukung kegiatan olahraga dan penyelenggaraan berbagai event sepak bola.


“Harapan kita tentu Stadion Utama Sumatera Barat ini semakin siap dimanfaatkan. Dengan fasilitas yang aman, nyaman dan representatif, kita berharap stadion ini dapat menjadi salah satu sarana olahraga yang mampu mendukung berbagai event di Sumatera Barat sekaligus memberikan pelayanan yang baik bagi atlet, penonton dan masyarakat,” tutur Armizoprades.


Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan dan pengelolaan fasilitas setelah pekerjaan penyempurnaan dilakukan.

 

Menurutnya, keberlanjutan pemanfaatan stadion harus diiringi dengan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana agar tetap berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.


Kunjungan lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat dalam memastikan pembangunan dan penyediaan infrastruktur daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dengan adanya identifikasi kebutuhan secara langsung, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai fasilitas yang perlu diprioritaskan, termasuk kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian maupun peningkatan fasilitas Stadion Utama Sumatera Barat.


Stadion yang memiliki fasilitas memadai dan dikelola dengan baik nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola, tetapi juga dapat menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga dan event masyarakat di Sumatera Barat.


Melalui penanganan fasilitas secara bertahap dan terencana, Stadion Utama Sumatera Barat diharapkan semakin siap digunakan, memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, serta mampu mendukung peningkatan aktivitas olahraga dan penyelenggaraan event berskala daerah maupun lebih luas di masa mendatang. (**)



SUMBARNET - Hubungan persahabatan antara Kota Padang dan Kota Hildesheim, Jerman, kembali menorehkan sejarah baru. Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer meresmikan Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau, Kota Padang, Jumat (7/8/2026).


Peresmian jembatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus menandai semakin eratnya hubungan sister city atau kota kembar antara Padang dan Hildesheim yang telah terjalin sejak 1988.


Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, serta pembukaan selubung papan nama Jembatan Hildesheim oleh kedua kepala daerah.


Turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Denny Abdi, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan.


Peresmian tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran Wali Kota Hildesheim di Kota Padang menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kembali hubungan kedua kota yang telah berlangsung selama hampir empat dekade.


Bukan Sekadar Nama Jembatan


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pemberian nama Jembatan Hildesheim bukan sekadar penamaan sebuah infrastruktur.


Menurutnya, jembatan tersebut merupakan simbol penghormatan sekaligus bentuk nyata hubungan persahabatan antara masyarakat Padang dan Hildesheim.


“Pada 23 Juni 2022, Kota Hildesheim secara resmi memberikan nama salah satu jembatan di kotanya sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan persahabatan dengan Kota Padang. Hari ini, Kota Padang dengan bangga membalas penghormatan tersebut dengan memberikan nama Jembatan Hildesheim kepada jembatan ini,” ujar Fadly.


Dengan demikian, kini terdapat dua jembatan yang menggunakan nama masing-masing kota sebagai simbol hubungan persahabatan tersebut.


Di Hildesheim terdapat Jembatan Padang, sementara di Kota Padang kini berdiri Jembatan Hildesheim.

Fadly menilai keberadaan dua jembatan tersebut memiliki makna diplomasi yang kuat karena menjadi simbol yang dapat dilihat dan dikenang oleh masyarakat dari kedua kota.


“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol persahabatan yang telah terjalin selama empat dekade,” tegasnya.


Hubungan 38 Tahun Terus Diperkuat


Hubungan sister city Padang dan Hildesheim telah dimulai sejak 1988.


Selama kurun waktu tersebut, hubungan kedua kota berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama dan interaksi antarmasyarakat.


Bagi Fadly, hubungan yang telah bertahan selama 38 tahun tersebut merupakan modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi pada masa mendatang.


Ia berharap simbol persahabatan yang diwujudkan melalui Jembatan Hildesheim dapat diikuti dengan semakin banyak kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Kami berharap jembatan ini menjadi simbol persahabatan dua negara yang menghadirkan lebih banyak kolaborasi dalam mendukung pembangunan, serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.


Menurutnya, kerja sama antarkota tidak semestinya hanya berhenti pada hubungan seremonial.

Hubungan tersebut harus dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi nyata dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, lingkungan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan perkotaan.


Hildesheim Juga Memiliki Jembatan Padang


Wali Kota Hildesheim, Ingo Meyer, menyambut penuh kebanggaan peresmian Jembatan Hildesheim di Kota Padang.


Menurutnya, pemberian nama tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua kota bukan sekadar kerja sama formal, tetapi telah berkembang menjadi persahabatan yang memiliki simbol nyata di masing-masing kota.


“Di Hildesheim telah berdiri Jembatan Padang, dan hari ini di Padang berdiri Jembatan Hildesheim,” ujar Ingo Meyer.


Ia menyebut keberadaan dua jembatan tersebut sebagai simbol luar biasa dari persahabatan yang telah dibangun dan dipelihara sejak 1988.


“Inilah simbol yang luar biasa dari persahabatan yang telah kita bangun dan pelihara sejak tahun 1988. Saya merasa sangat bangga dan bahagia dapat menyaksikan momen bersejarah ini bersama masyarakat Kota Padang,” katanya.


Menurut Ingo, hubungan kedua kota memiliki sejarah panjang yang perlu terus dijaga oleh generasi berikutnya.


Karena itu, ia berharap hubungan Padang dan Hildesheim tidak hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu, tetapi terus berkembang dengan berbagai bentuk kerja sama baru.


Momentum HJK Padang ke-357

Peresmian Jembatan Hildesheim juga memiliki makna khusus karena dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan HJK Padang ke-357.


Fadly mengatakan, usia panjang Kota Padang menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sejarah kota sekaligus memperkuat hubungan dengan berbagai mitra di tingkat nasional maupun internasional.


Selama lebih dari tiga abad, Padang telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan.


Namun, identitas sejarah, budaya dan nilai kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.


Dalam konteks tersebut, hubungan Padang dengan Hildesheim menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan antarkota dapat terus bertahan dan berkembang melewati perubahan zaman.


Jembatan Hildesheim yang berada di kawasan Batang Arau pun diharapkan menjadi salah satu penanda sejarah baru bagi Kota Padang.


Batang Arau dan Masa Depan Kota Tua


Lokasi Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau juga memiliki arti strategis.


Batang Arau merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah perkembangan Kota Padang.


Kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pelabuhan, perdagangan, permukiman, hingga perkembangan kawasan Kota Tua.


Karena itu, penataan kawasan Batang Arau tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah dan meningkatkan daya tarik wisata Kota Padang.


Keberadaan jembatan yang menggunakan nama Hildesheim dapat menjadi bagian dari narasi tersebut.


Selain berfungsi sebagai penghubung aktivitas masyarakat, jembatan juga dapat menjadi penanda hubungan internasional yang dimiliki Kota Padang.


Kehadiran simbol persahabatan tersebut diharapkan mampu memperkaya identitas kawasan sekaligus menjadi bagian dari daya tarik bagi wisatawan.


Dari Simbol Menuju Kolaborasi Nyata


Fadly menegaskan, hubungan Padang dan Hildesheim ke depan harus terus diarahkan pada kerja sama yang memberikan manfaat nyata.


Menurutnya, dunia yang semakin terhubung membuka banyak peluang bagi pemerintah daerah untuk membangun jejaring internasional.


Kerja sama antarkota dapat menjadi pintu masuk untuk bertukar pengalaman, pengetahuan dan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan.


Bagi Kota Padang, pengalaman Hildesheim dapat menjadi referensi dalam pengembangan kota, sementara potensi yang dimiliki Padang juga dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dan kebudayaan dengan masyarakat Hildesheim.


Dengan hubungan yang telah berlangsung selama 38 tahun, kedua kota memiliki modal sosial yang kuat untuk memperluas kerja sama tersebut.


Warisan untuk Generasi Mendatang

Peresmian Jembatan Hildesheim pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah infrastruktur baru di kawasan Batang Arau.


Lebih jauh, jembatan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan antarmasyarakat dapat bertahan melintasi jarak, budaya dan batas negara.


Ketika warga Padang melewati Jembatan Hildesheim, nama tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai nama sebuah jembatan, tetapi juga sebagai simbol persahabatan dengan masyarakat Hildesheim.


Begitu pula ketika masyarakat Hildesheim melewati Jembatan Padang di kota mereka, nama Padang menjadi pengingat akan hubungan persahabatan yang telah dibangun sejak 1988.


Kini, kedua kota memiliki dua simbol yang saling berhadapan dalam semangat persahabatan.

Di tengah momentum HJK Padang ke-357, Jembatan Hildesheim menjadi pesan bahwa perjalanan panjang sebuah kota tidak hanya dibangun oleh jalan, gedung dan infrastruktur, tetapi juga oleh hubungan antarmanusia, kerja sama, kebudayaan dan persahabatan.


Dari Batang Arau, persahabatan Padang dan Hildesheim kembali diteguhkan. Bukan sekadar sebagai kenangan 38 tahun hubungan sister city, tetapi sebagai fondasi untuk membangun kolaborasi baru yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat kedua kota. (**)

 


SUMBARNET - Kota Padang memasuki usia ke-357 pada 7 Agustus 2026. Momentum tersebut diperingati Pemerintah Kota Padang bersama DPRD melalui Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).


Rapat paripurna istimewa tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kota Padang sekaligus menyusun langkah menghadapi tantangan pembangunan ke depan.


Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov Adib Alfikri, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion bersama seluruh anggota DPRD, unsur Forkopimda, mantan wali kota dan wakil wali kota Padang, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.


Hadir pula Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ketua GOW Kota Padang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Padang, alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.


Bagi Pemerintah Kota Padang, peringatan HJK ke-357 bukan sekadar perayaan pertambahan usia. Momentum tersebut dijadikan ruang untuk melihat kembali perjalanan sejarah, mengevaluasi kondisi hari ini, sekaligus menyiapkan arah pembangunan kota di masa mendatang.


357 Tahun Padang, Menatap Masa Depan Tanpa Kehilangan Identitas

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Hari Jadi Kota harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat tekad membangun masa depan.


Menurutnya, perjalanan panjang Kota Padang telah membentuk identitas masyarakat yang kuat. Karena itu, kemajuan kota harus tetap berpijak pada nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau.


“Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani,” ujar Fadly.


Ia menegaskan, pembangunan Kota Padang ke depan akan terus berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).


Falsafah tersebut menjadi landasan agar proses modernisasi dan transformasi kota tidak membuat Padang kehilangan karakter serta jati dirinya.


“Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,” tegasnya.


Transformasi Ekonomi Jadi Agenda Utama


Fadly menyampaikan bahwa semangat untuk bangkit dan membangun Padang ke depan akan dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang.


Menurutnya, transformasi ekonomi tidak boleh dipahami hanya sebagai upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.


Transformasi harus menyentuh cara kota bekerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.


Untuk meletakkan fondasi pencapaian tersebut, arah pembangunan telah dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029.


Fokusnya mencakup penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.


Fadly menilai transformasi ekonomi harus dilakukan dengan memperkuat potensi yang telah dimiliki Kota Padang.


Ia menyebut Padang merupakan kota jasa dengan sejumlah kekuatan utama yang dapat menjadi penggerak perekonomian daerah. 


Padang sebagai Kota Pendidikan

Salah satu kekuatan tersebut adalah posisi Padang sebagai kota pendidikan.


Saat ini terdapat puluhan perguruan tinggi di Kota Padang, termasuk 46 perguruan tinggi swasta, yang menjadi tujuan pendidikan bagi lebih dari 180 ribu mahasiswa.


Keberadaan mahasiswa, dosen, peneliti dan tenaga profesional tidak hanya memberikan kontribusi terhadap sektor pendidikan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang luas.


Aktivitas pendidikan ikut mendorong pertumbuhan sektor hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, hingga ekonomi kreatif.


Karena itu, menurut Fadly, ekosistem pendidikan harus terus dikembangkan agar dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kota.


Kota pendidikan bukan hanya berarti banyaknya perguruan tinggi, tetapi juga bagaimana keberadaan institusi pendidikan mampu melahirkan inovasi, menciptakan talenta, mendorong riset, membangun industri berbasis pengetahuan dan membuka peluang ekonomi baru.


Pariwisata Tumbuh, Lama Tinggal Wisatawan Harus Diperpanjang


Selain pendidikan, Padang juga memiliki kekuatan sebagai kota pariwisata.


Fadly menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Padang pada 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 4,3 juta orang.


Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Padang memiliki daya tarik yang semakin kuat bagi wisatawan.

Dari sisi retribusi objek wisata, capaian pada 2025 mencapai sekitar Rp922 juta, atau sekitar 153 persen dari target.


Namun, Fadly menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah kunjungan.


Tantangan berikutnya adalah bagaimana memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki kualitas destinasi, sekaligus memastikan manfaat pariwisata semakin luas dirasakan masyarakat.


Pengembangan pariwisata juga perlu terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif, kuliner, perdagangan, budaya dan UMKM agar dampak ekonomi yang dihasilkan semakin besar.


Perdagangan dan Konektivitas Perkuat Ekonomi Kota


Fadly juga menyoroti posisi Padang sebagai pusat perdagangan dan konektivitas di Sumatera Barat.


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen,” jelasnya.


Menurut Fadly, angka tersebut menegaskan peran strategis Kota Padang sebagai pusat distribusi barang, orang dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera.


Posisi tersebut harus terus diperkuat melalui peningkatan konektivitas, kualitas infrastruktur, kemudahan investasi dan penguatan sektor usaha lokal.


Dengan demikian, transformasi ekonomi yang dicanangkan Pemko Padang dapat menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat.


Pemulihan Pascabencana Jadi Titik Awal Transformasi


Dalam pidatonya, Fadly juga menyinggung bencana banjir yang terjadi pada 3 Agustus 2026.

Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kota Padang menyampaikan keprihatinan mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak.


Fadly mengatakan Pemko Padang bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, mulai dari memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar hingga memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu.


Namun, menurutnya, proses pemulihan tidak boleh sekadar mengembalikan kondisi kota seperti sebelum bencana.


“Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better,” kata Fadly.


Menurutnya, jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan hingga destinasi wisata tidak cukup hanya dikembalikan seperti semula.


Seluruhnya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung, produktif, inklusif dan tangguh menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.


Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas


Fadly menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu masyarakat saat bencana terjadi.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita,” ujarnya.


Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan.


Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi pekerjaan nyata dan prioritas bersama.


Dengan demikian, pembangunan ekonomi dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan peningkatan ketahanan kota terhadap ancaman bencana.


DPRD: Tantangan Harus Jadi Agenda Bersama


Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan, di tengah berbagai capaian positif yang telah diraih Pemko Padang, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi Kota Padang.


Menurutnya, tantangan tersebut tidak boleh menjadi beban pemerintah daerah semata, tetapi harus menjadi agenda bersama seluruh elemen masyarakat.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” ujar Muharlion.


Ia menilai kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.


Pemprov: Kemajuan Padang adalah Kemajuan Sumbar


Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov Adib Alfikri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang kemajuan Kota Padang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan Sumatera Barat.


Menurutnya, Kota Padang memiliki posisi strategis sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat berbagai aktivitas pemerintahan, ekonomi, pendidikan dan sosial.


“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya,” ujar Adib.


Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.


“Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” tambahnya.


Menurut Adib, ketika Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, yang mendapatkan manfaat bukan hanya masyarakat Kota Padang, tetapi seluruh masyarakat Sumatera Barat.


Denny Abdi Soroti Kerja Sama Internasional dan Batang Arau


Tokoh masyarakat yang juga Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi turut memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Padang.


Menurutnya, sejumlah kebijakan yang dilakukan Wali Kota Padang menunjukkan adanya upaya untuk membawa Padang berkembang melalui kerja sama dan jejaring yang lebih luas.


Ia juga menyoroti kerja sama internasional yang terus dibangun Pemko Padang.


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” kata Denny.


Selain kerja sama internasional, Denny juga menyoroti langkah Pemko Padang dalam membersihkan kawasan Sungai Batang Arau.


Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya sebatas mengangkat sampah dan bangkai kapal yang berada di sungai, tetapi juga menyentuh penataan masyarakat di sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.


Denny menilai kebersihan Batang Arau memiliki kaitan erat dengan masa depan sektor pariwisata Kota Padang.


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” ujarnya.


Menyatukan Sejarah, Identitas dan Masa Depan


Rapat Paripurna Istimewa HJK Padang ke-357 pada akhirnya menjadi momentum untuk menyatukan refleksi sejarah dengan agenda masa depan.


Usia 357 tahun menjadi pengingat bahwa Kota Padang telah melewati perjalanan panjang dengan berbagai dinamika.


Namun, perjalanan tersebut juga menjadi modal untuk menghadapi tantangan baru.


Pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pariwisata, penguatan perdagangan dan konektivitas, penataan lingkungan, hingga peningkatan ketahanan terhadap bencana menjadi agenda yang harus dikerjakan secara berkelanjutan.


Di sisi lain, nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat tetap menjadi pijakan dalam setiap proses pembangunan.


Fadly menegaskan, Padang harus mampu bergerak maju tanpa kehilangan jati diri, membangun perekonomian tanpa meninggalkan kelompok masyarakat yang lemah, serta mengejar pertumbuhan tanpa mengorbankan lingkungan.


Momentum HJK ke-357 pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen seluruh elemen kota untuk bergerak dalam satu arah.


Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Sumbar, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan masyarakat, berbagai tantangan pembangunan diharapkan dapat diubah menjadi peluang.


Pada usia ke-357, Padang tidak hanya merayakan perjalanan masa lalunya, tetapi juga meneguhkan tekad untuk membangun masa depan yang lebih maju, inklusif, tangguh, berdaya saing dan tetap berakar kuat pada identitas budaya Minangkabau. (**)



SUMBARNET - Ribuan masyarakat memadati kawasan Pantai Cimpago, Kota Padang, Kamis malam (6/8/2026), untuk menyaksikan kemeriahan Festival Pawai Telong-Telong dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.


Pawai yang diikuti perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Padang tersebut berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kreasi arak-arakan yang mengangkat simbol perjuangan, seni budaya, serta potensi unggulan dari masing-masing kecamatan.


Cahaya telong-telong yang menghiasi arak-arakan peserta berpadu dengan antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang kawasan Pantai Cimpago.

 

Festival tersebut sekaligus menjadi salah satu agenda pembuka rangkaian HJK Padang ke-357 yang mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City.”


Pawai dibuka langsung Wali Kota Padang Fadly Amran, didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Kehadiran kepala daerah bersama ribuan warga menjadikan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan masyarakat.


Sejumlah tamu penting turut hadir, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wali Kota Hildesheim, Jerman Ingo Meyer, Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri RI Tri Purnajaya, Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Sara Ferrer Olivella, Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru, serta delegasi dari Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), dan sejumlah negara sahabat lainnya.


Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang, serta pimpinan BUMD dan BUMN.


Telong-Telong Bukan Sekadar Atraksi Budaya


Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat dan semangat seluruh peserta yang ikut memeriahkan Pawai Telong-Telong.


Menurut Fadly, tumpah ruah masyarakat menunjukkan bahwa perayaan HJK bukan hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi telah menjadi momentum bersama seluruh masyarakat Kota Padang untuk merayakan identitas dan kebanggaan terhadap daerah.


“Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang,” ujar Fadly Amran.


Ia menilai Pawai Telong-Telong memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni dan budaya.


Menurutnya, berbagai kreasi yang ditampilkan peserta merupakan simbol kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Padang.


Di sisi lain, semangat perjuangan yang diangkat melalui berbagai penampilan juga menjadi pengingat terhadap sejarah perjuangan para pendahulu bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.


Jadi Momentum Bangkit Pascabencana


Fadly mengatakan, nilai perjuangan yang dibawa dalam Pawai Telong-Telong juga relevan dengan kondisi Kota Padang saat ini.


Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan dan bangkit bersama setelah bencana yang melanda Kota Padang.


Menurutnya, pembangunan daerah harus terus berjalan dengan dukungan seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terus berupaya menjalankan berbagai program pembangunan yang diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Kita berharap seluruh program pembangunan yang saat ini sedang berproses, baik oleh Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat, dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Fadly.


Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan optimisme. Tantangan yang dihadapi kota tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.


Pawai Telong-Telong, kata Fadly, menjadi gambaran bagaimana kebersamaan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.


11 Kecamatan Tampilkan Kreativitas

Salah satu daya tarik utama Festival Pawai Telong-Telong adalah keterlibatan seluruh kecamatan di Kota Padang.


Sebanyak 11 kecamatan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pawai dan menampilkan kreasi masing-masing.


Setiap kontingen membawa konsep arak-arakan yang mengangkat karakter, potensi dan kreativitas wilayah masing-masing. Unsur seni budaya dipadukan dengan simbol perjuangan dan berbagai potensi unggulan sehingga menghasilkan penampilan yang beragam.


Keterlibatan seluruh kecamatan tersebut sekaligus memperlihatkan keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Padang.


Masyarakat yang memadati kawasan Pantai Cimpago dapat menikmati berbagai penampilan dalam satu rangkaian pawai.


Kehadiran ribuan warga sejak malam hari menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya masih memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat.


Selain menjadi hiburan, pawai juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, berkumpul dan memperkuat rasa kebersamaan.


Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia


Festival Pawai Telong-Telong juga menjadi bagian dari agenda besar Pemerintah Kota Padang dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.


Rangkaian HJK Padang ke-357 mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City.”


Tema tersebut tidak hanya mengangkat kekayaan kuliner Padang, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat posisi Kota Padang sebagai destinasi wisata berbasis gastronomi.


Fadly Amran mengatakan, Kota Padang memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor gastronomi, salah satunya melalui keberadaan Nasi Padang yang telah dikenal luas hingga mancanegara.


Menurutnya, kekuatan kuliner tersebut perlu dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas dengan melibatkan budaya, sejarah, ekonomi kreatif, masyarakat serta pelaku usaha.


“Kita berharap potensi gastronomi yang dimiliki Kota Padang, dengan Nasi Padang yang telah mendunia sebagai salah satu kekuatannya, mampu mengantarkan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO,” ujar Fadly.


Dengan status tersebut, ia berharap Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


“Dengan demikian, Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” lanjutnya.


Perayaan HJK Jadi Ruang Promosi Kota


Kehadiran sejumlah tamu dan delegasi internasional dalam Pawai Telong-Telong turut memberikan warna tersendiri dalam perayaan HJK Padang ke-357.


Kehadiran delegasi dari Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, DMDI dan negara sahabat lainnya menunjukkan bahwa rangkaian HJK juga menjadi ruang diplomasi budaya dan promosi daerah.


Bagi Kota Padang, kegiatan semacam ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat internasional.


Tidak hanya kuliner, Padang memiliki berbagai potensi lain, mulai dari budaya Minangkabau, kawasan pesisir, sejarah kota, ekonomi kreatif, hingga kekayaan alam yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.


Konsep tersebut sejalan dengan semangat Taste of Padang Experience, yakni menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi siapa pun yang datang ke Kota Padang.


Kolaborasi untuk Kemajuan Kota

Fadly menegaskan, kemajuan Kota Padang membutuhkan kolaborasi semua pihak.


Pemerintah kota tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan. Dukungan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, hingga mitra internasional diperlukan untuk memastikan setiap program dapat berjalan secara optimal.


Karena itu, semangat kebersamaan yang terlihat dalam Festival Pawai Telong-Telong diharapkan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan kota.


Kemeriahan pawai juga menjadi gambaran bahwa masyarakat memiliki energi positif dan optimisme untuk terus bergerak maju.


Dengan semangat tersebut, peringatan HJK Padang ke-357 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah kota, tetapi juga menjadi titik untuk menatap masa depan.


Dari Budaya Menuju Kota Berkelas Dunia


Pawai Telong-Telong memperlihatkan bahwa kekuatan Kota Padang tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekayaan budaya dan semangat masyarakatnya.


Tradisi, kreativitas, kuliner, sejarah, serta kehidupan masyarakat menjadi modal sosial yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kota.


Melalui tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, Pemko Padang ingin membawa potensi tersebut ke tingkat yang lebih luas.


Upaya menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia UNESCO tentu membutuhkan proses panjang, kolaborasi dan konsistensi. Namun, berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan memperkenalkan kekayaan budaya Padang menjadi bagian dari proses tersebut.


Festival Pawai Telong-Telong menjadi salah satu contoh bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi atraksi yang menarik sekaligus memiliki pesan pembangunan.


Ribuan warga yang memadati Pantai Cimpago pada malam itu bukan hanya menjadi saksi kemeriahan HJK Padang ke-357, tetapi juga bagian dari semangat bersama untuk membawa Kota Padang terus bergerak maju.


Dengan menjaga budaya, memperkuat kolaborasi, mengembangkan potensi gastronomi dan terus membangun optimisme masyarakat, Pemerintah Kota Padang berharap cita-cita menjadikan Padang sebagai kota yang semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional dapat terwujud.


Pawai Telong-Telong pun menjadi simbol bahwa di tengah berbagai tantangan, semangat masyarakat Kota Padang untuk bangkit, berkarya dan merayakan identitas kotanya tetap menyala. (**)