Jakarta, – Siang itu, suasana di Istana Merdeka terasa lebih dinamis dari biasanya. Presiden Prabowo Subianto menerima tamu istimewa, Ray Dalio, sosok berpengaruh dalam dunia keuangan global yang kini turut memberi arah bagi Danantara.


Pertemuan yang berlangsung Jumat (27/3) tersebut bukan sekadar agenda diplomasi biasa. Di baliknya, tersimpan pembicaraan strategis mengenai masa depan ekonomi Indonesia, sekaligus penguatan peran Danantara sebagai mesin baru penggerak pertumbuhan nasional.


Danantara sendiri merupakan badan pengelola investasi strategis yang dibentuk pada Februari 2025. Lembaga ini dirancang untuk mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, serta berperan sebagai sovereign wealth fund Indonesia. Kehadiran Ray Dalio sebagai penasihat memberi warna baru dalam upaya memperkuat kredibilitas Danantara di mata dunia.


Dalam diskusi tertutup itu, Prabowo dan Dalio menelisik berbagai peluang ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. Mereka membahas bagaimana Danantara dapat bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya kuat secara domestik, tetapi juga diperhitungkan secara internasional.


Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah yang terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra global. Harapannya, kepercayaan investor meningkat dan arus investasi asing semakin deras mengalir ke Indonesia.


Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.


Pertemuan ini menjadi penanda bahwa pemerintah tidak hanya bergerak di dalam negeri, tetapi juga aktif membangun kepercayaan global. Dari ruang-ruang strategis seperti Istana Merdeka, arah baru ekonomi Indonesia tengah dirancang. Dengan Danantara, sebagai salah satu kunci utamanya. (**g)

 


SUMBARNET - Di balik popularitasnya sebagai ‘lurah viral’, Syafrizal, M. SH yang akrab di panggil Baron yang menjabat Lurah Kuranji, membeberkan kondisi mengkhawatirkan mengenai pelayanan publik di kantornya. Dengan wilayah seluas 9,07 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai lebih dari 47.800 jiwa, idealnya pelayanan harus prima dan maksimal. Namun, faktanya hanya ada tiga petugas yang melayani seluruh masyarakat, yakni Lurah Syafrizal sendiri, Sekretaris Lurah, dan satu operator P3K.

 

Saat dikunjungi oleh Firman Wanipin, jurnalis Harian Umum Rakyat Sumbar, kondisi ini menjadi sorotan utama. “Dengan tiga orang petugas saja, apalagi pasca Lebaran dimana permintaan pelayanan semakin meningkat, rasanya tidak mungkin mampu melayani hampir 48 ribu warga secara maksimal,” ungkap Syafrizal dengan nada penuh keprihatinan.

 

Bahkan, lurah Kuranji ini mengaku telah menyampaikan aspirasi terkait kekurangan personel ini secara berulang melalui berbagai jalur resmi mulai dari camat hingga asisten pemerintahan daerah, tetapi hingga kini belum mendapat respons yang memadai. “Saya sudah komunikasikan ke pimpinan, tapi kelihatannya mereka kurang peduli atau memang tidak tahu kondisi riil di lapangan,” katanya.

 

Lebih mengejutkan lagi, Syafrizal menyebut bahwa sejak awal kepemimpinan Walikota Fadly Amran dengan Maigus Nasir sebagai Wakil Walikota Padang , personel di kantor lurah ini terus berkurang akibat pensiun dan rotasi tanpa pengganti yang sepadan. Bahkan selama setahun ini belum ada tambahan personel yang menjamin kelancaran pelayanan.

 

Tugas Lurah Kuranji bukan hanya melayani administrasi, tapi juga harus mengawasi berbagai persoalan sosial dan pengendalian bangunan liar. Namun, kondisi kekurangan tenaga membuat upaya ini sangat terbatas. Bantuan dari pegawai sosial masyarakat yang hanya bertugas piket dua orang setiap hari pun dirasa belum cukup mengatasi beban kerja yang berat.

 

Syafrizal mengingatkan bahwa tanpa penambahan personel yang memadai, kualitas pelayanan publik di Kuranji berisiko menurun dan masyarakatlah yang akan dirugikan. “Saya sebagai lurah memikul tanggung jawab besar, tapi tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah kota, kami bagai berperang tanpa senjata,” tuturnya.

 

Permasalahan yang menganga di kantor lurah Kuranji ini mengundang tanda tanya besar terhadap kemampuan dan keseriusan Pemerintah Kota Padang dalam mengelola pelayanan publik, khususnya di wilayah yang padat penduduk dan kompleks seperti Kuranji. Apakah hanya popularitas lurah yang diandalkan sementara pelayanan dasar masyarakat dibiarkan menyusut?

 

Kasus ini menjadi alarm keras bagi Pemko Padang agar segera berbenah dan memberikan perhatian serius pada pemenuhan sumber daya manusia di tingkat kelurahan. Masyarakat tidak pantas menjadi korban dari ketidakberdayaan pemerintah dalam mengelola aparatur di lapangan.

 

Jika tidak ada perubahan nyata, jangan salahkan para lurah yang kewalahan dan masyarakat yang kecewa atas pelayanan yang tidak sesuai harapan. Kini saatnya Pemko Padang membuktikan keseriusannya, bukan sekadar retorika kosong yang dipenuhi janji manis tanpa aksi nyata. (FWI) 


 


PALEMBANG, Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan doa bersama dengan anak yatim piatu dari Yayasan Mahabatul Umi.


Kegiatan penuh khidmat tersebut berlangsung pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Data Lantai 3 Dit Intelkam Polda Sumsel. Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa sejak awal acara, ketika jajaran kepolisian berbaur dengan anak-anak yatim dalam nuansa religius yang hangat dan penuh makna.


Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, S.I.K., M.H., didampingi Wadir Intelkam AKBP Mario Ivanry, S.E., serta para Pejabat Utama (PJU) Dit Intelkam Polda Sumsel. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen kuat Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.


Dalam sambutannya, Kombes Pol Tony Budhi Susetyo menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.


“Melalui doa bersama ini, kami berharap situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan senantiasa dalam keadaan aman dan kondusif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya dibangun melalui upaya penegakan hukum semata, tetapi juga melalui pendekatan spiritual dan kebersamaan dengan masyarakat. Menurutnya, doa memiliki kekuatan besar dalam menciptakan ketenangan dan kedamaian, baik secara individu maupun kolektif.


Kegiatan ini diisi dengan pembacaan doa bersama, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan. Wajah-wajah ceria anak-anak yatim tampak sumringah menerima perhatian dan kasih sayang dari jajaran kepolisian.


Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. 


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pesan kuat bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, yang membutuhkan sinergi antara aparat dan seluruh elemen masyarakat.


Dengan terselenggaranya kegiatan doa bersama ini, Dit Intelkam Polda Sumsel menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan spiritual menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Sumatera Selatan.


Semangat kebersamaan, kepedulian, dan doa yang dipanjatkan diharapkan mampu menjadi energi positif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh masyarakat. (**)

 



PADANG, – Mengawali hari kedua kerja pascalibur Lebaran, Pemerintah Kota Padang melakukan monitoring dan evaluasi kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah kantor didatangi Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail, bersama Asisten III Corri Saidan, Kamis (26/3/2026) pagi.


Asisten I Tarmizi Ismail, menegaskan bahwa tujuan utama monitoring atau inspeksi mendadak (sidak) ini untuk memantau tingkat kedisiplinan pegawai pascacuti bersama Idulfitri 1447 H. Ia menekankan bahwa status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) membawa tanggungjawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


"Disiplin itu penting dan wajib. Tidak ada alasan bagi pegawai untuk melalaikan tanggung jawab dan amanah yang telah diberikan negara setelah masa libur berakhir," ujar Tarmizi saat berada di Kantor Camat Kuranji.  


Pagi itu, kedua Asisten di Setdako Padang melakukan sidak ke Kantor Camat Kuranji. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Kantor Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah, serta ke Badan Kesbangpol.


"Kami datang untuk mempererat silaturahmi pasca Lebaran, sekaligus memonitoring kedisiplinan. Ini adalah bentuk pengawasan terhadap tanggung jawab serta amanah yang telah diberikan kepada setiap ASN dalam melayani masyarakat," ujar Asisten III Corri Saidan.


Saat berada di Kantor Camat Kuranji, rombongan disambut Camat Kuranji, Ridho Satria. Berdasarkan keterangannya, bahwa sebanyak 18 pegawai hadir di kantor. Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian sistem kerja pascalebaran.


"Sesuai edaran dan arahan, saat ini diberlakukan sistem piket. Sebagian pegawai bertugas langsung di kantor, sementara sebagian lainnya menjalankan tugas secara daring atau ‘Work From Home’ (WFH)," terangnya.


Dijelaskan Ridho, meski ada pembagian piket, semangat kerja pegawai tetap terjaga. Bahkan, mereka yang datang pada hari ini adalah mereka yang terjadwal piket.


“Namun, ada juga beberapa pegawai yang tetap memilih masuk kantor sejak hari pertama meskipun tidak sedang jadwal piketnya," ujarnya.


Ridho Satria memastikan bahwa meski terdapat pembagian sistem kerja, pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kuranji tetap berjalan optimal dan tidak ada kendala pada hari kedua kerja ini.


Secara keseluruhan, kondisi kedisiplinan dan pelayanan di Kantor Camat Kuranji terpantau berjalan kondusif dan siap melayani kebutuhan administrasi warga setempat.


Sidak ini merupakan bagian dari upaya dan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menjaga integritas dan profesionalisme pegawai dan memastikan pelayanan publik di tingkat kecamatan tetap berjalan optimal, memastikan tetap patuh pada aturan jam kerja yang telah ditetapkan.(Defrianto / Charlie)

 


PADANG, – Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi mengecek kehadiran ASN saat inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah kantor, Kamis (26/3/2026). Sidak usai cuti lebaran itu untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat.


“Alhamdulilah setelah kita lakukan sidak, pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” ungkapnya kepada Diskominfo.


Sidak pagi itu mengunjungi empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Seperti Dinas Sosial, Dinas Perkim, Dinas Pertanahan, serta Kantor Camat Padang Utara. Didi Aryadi didampingi Staf Ahli Raf Indria, serta Kabid di BKPSDM Fitri Handayani.


“Di dua dinas pelayanan yang kita kunjungi (Dinas Pertanahan dan Kantor Camat Padang Utara), ASN yang telah ditugaskan untuk ‘Work From Office’ (WFO), hadir semuanya,” jelas Didi.


Saat mendatangi Dinas Perkim, rombongan yang melakukan inspeksi mendadak mendapati 14 orang ASN yang masuk kantor. Di dinas yang dipimpin Tri Hadiyanto itu, tercatat sebanyak 56 ASN. Artinya, sebanyak 42 ASN pada Kamis itu melaksanakan Work From Anywhere (WFA).


Di Dinas Pertanahan, pelaksanaan WFO berjalan lancar. Dari 31 orang ASN, sebanyak 15 orang berada di kantor. Begitu halnya di Dinas Sosial. Di dinas yang berkantor di jalan Delima itu, dari sebanyak 62 ASN, 16 di antaranya masuk kantor.


Termasuk di Kantor Camat Padang Utara. Di kantor ini, dari 72 orang ASN, 48 di antaranya bekerja di kantor alias WFO.


“Kita tadi juga mengecek kondisi kantor-kantor lurah, ada tujuh kantor lurah yang didatangi, semua pelayanan berjalan optimal,” sebut Asisten II itu. (Charlie)

 


PADANG, – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kehadiran ASN usai cuti lebaran, Kamis (26/3/2026). Sejumlah OPD didatangi sejak pagi hingga menjelang siang.


“Kita ingin melihat langsung kehadiran ASN usai libur lebaran,” ungkap Raju Minropa, pagi itu.


Pemerintah Kota Padang memang memberlakukan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Office (WFO) bagi ASN pada saat sebelum dan sesudah lebaran. WFA dan WFO sebelum lebaran diberlakukan pada tanggal 17-19 Maret 2026. Sedangkan WFA dan WFO setelah libur lebaran pada tanggal 25-27 Maret 2026.


Kehadiran ASN saat WFO sebanyak 25 persen bagi OPD nonpelayanan. Sementara, bagi OPD pelayanan, kehadiran ASN sebanyak 50 persen dari total keseluruhan jumlah pegawai.


Pagi Kamis itu, empat tim bergerak melakukan sidak ke sejumlah OPD. Tim I dipimpin langsung Pj Sekda Raju Minropa bersama Staf Ahli Syahrial Kamat, Pejabat Fungsional pada BKPSDM Ade Megawati dan Pejabat Fungsional pada Diskominfo, Charlie Ch. Legi.  


Tim I mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Belakang Tangsi. Rombongan disambut langsung Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nurfitri dan sejumlah kepala bidang. Di Dinas ini, Pj Sekda Raju mendapati, dari 201 ASN yang bekerja di dinas ini, sebanyak 56 orang hadir dan mengikuti apel pagi.


Setelah mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tim I kemudian mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR) di jalan Ujung Gurun. Kedatangan Pj Sekda disambut Plt Kepala Dinas PUPR, Imral Fauzi. Di Dinas PUPR ini, dari 142 orang ASN, tercatat sebanyak 30 orang hadir pada pagi itu. Satu orang di antaranya izin, sedangkan lima orang lainnya tidak hadir.


“Kami mengimbau kepada seluruh ASN di Dinas PUPR ini untuk bekerja lebih ekstra lagi, mempercepat UP, menyegerakan pengerjaan drainase jalan dan mempercepat pelaksanaan tender,” imbau Raju di depan seluruh ASN yang ikut apel pagi itu.


Tim I juga mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) yang berada di jalan Rasuna Said. Di sini, dari 52 ASN yang ada, 19 orang ASN hadir alias WFO pada Kamis itu.


Pj Sekda kemudian bergerak ke Kantor Camat Padang Barat. Di kantor yang dipimpin Camat Pagara Anas itu, Pj Sekda mendapati kehadiran ASN sebanyak 50 persen sesuai aturan WFO. Sebanyak 10 orang ASN hadir di kantor, dari jumlah keseluruhan sebanyak 19 orang.


“Secara umum, kehadiran pegawai cukup baik,” ungkap Raju Minropa.


Pj Sekda mengatakan, saat ini pihaknya masih merekapitulasi ASN yang tidak hadir. Menurutnya, ASN yang tidak hadir akan dikenai sanksi. Sanksi yang diberikan berupa terguran dari kepala dinas.


“Sementara kepala OPD yang tidak hadir akan saya tegur,” jelasnya.


Sekda berharap, pelaksanaan WFA tidak menghentikan pelayanan bagi masyarakat. Bahkan ke depan, pihaknya tidak akan menginformasikan pelaksanaan sidak kepada ASN.


“Kita akan ubah teknis sidak, kita betul-betul sidak dan tidak diketahui, supaya kepala OPD dan ASN tetap masuk kantor sesuai jam kerja,” tegasnya.


Selain itu, Tim II juga melakukan sidak ke sejumlah OPD. Tim II yang dipimpin Asisten III Setdako Corri Saidan, Asisten I Tarmizi Ismail, serta staf BKPSDM Nursanti Oktavia, mendatangi Kantor Camat Kuranji, Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah, serta Badan Kesbangpol.


Kemudian Tim III dipimpin Inspektur Sonny Budaya Putra, Staf Ahli Feri Mulyani Hamid, serta staf pada BKPSDM Andrizal Nurrahman. Tim ini melakukan sidak ke Kantor Camat Padag Timur, BPKAD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta DPMPTSP.


Sedangkan Tim IV dipimpin Asisten II Setdako Didi Aryadi, Staf Ahli Raf Indria, serta Kabid pada BKPSDM Fitri Handayani. Tim ini melakukan pengecekan kehadiran ASN di Dinas Perkim, Dinas Pertanahan, Dinas Sosial, serta Kantor Camat Padang Utara.(Charlie / Ari)

 


PALI,  – Sebagai bagian dari persiapan dan pelaksanaan pembangunan Jembatan Beton Tahap IV (Jembatan Garuda) tahun 2026, Kodim 0404/Muara Enim menyelenggarakan serangkaian kegiatan pada hari Kamis (26/03/2026) di Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

 

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Virtual Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., dalam rangka persiapan pembangunan jembatan tersebut. Rapat ini diikuti oleh unsur Forkopimda, Muspika, dan berbagai pihak terkait.

 

Di antaranya peserta hadir adalah Dandim 0404/Muara Enim Letkol Arm Tri Budi Wijaya, S.H., Pabung Pali Kapten Czi Handayani, Pasiter Dim 0404/Muara Enim Kapten Inf Agus Sonjaya, Camat Tanah Abang Dadang Afriandy, S.H., M.Si beserta Ketua TP.PKK, 


Danramil 404-03/Pendopo Kapten Czi Sujarwo, perwakilan Kapolsek Tanah Abang Aipda Junaidi, perwakilan DPMD Kabupaten Pali Bpk. Eko Satrio, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Parwis dan Ade FR, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pali Aprilio.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Muara Dua Winsa Obeni beserta perangkat desa, TP.PKK Desa Muara Dua, Linmas, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, warga sekitar, dan unsur insan pers.

 

Setelah rapat virtual berakhir, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda yang menjadi simbol awal komitmen bersama dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. 


Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial (baksos) sebanyak 30 paket kepada warga masyarakat setempat. 


Pada pukul 16.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

 

Dalam keterangannya, Dandim 0404/Muara Enim Letkol Arm Tri Budi Wijaya, S.H., menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 200 titik jembatan se-Indonesia. Jembatan yang akan dibangun memiliki spesifikasi panjang 10 meter, lebar 5 meter, dengan kapasitas angkutan kendaraan hingga 10 ton.

 

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan program secara resmi kepada masyarakat luas, sekaligus menjelaskan manfaat yang akan diperoleh seperti peningkatan konektivitas antar wilayah, kemudahan mobilitas masyarakat, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial yang berujung pada peningkatan kesejahteraan," ujarnya.

 

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan spesifikasi teknis jembatan dan rencana pemasangan, serta membangun kesadaran tentang pentingnya pembangunan infrastruktur daerah guna mendorong dukungan dari berbagai pihak. 


Sinergi antara pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), masyarakat, dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penyebaran dan pelaksanaan program ini ke berbagai wilayah.

 

Hadirnya berbagai komponen masyarakat dan lembaga terkait menunjukkan dukungan bersama terhadap pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (**)

 


Deli Serdang - Seorang mahasiswi keperawatan insial NAT (22), warga Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara ditemukan meninggal tergantung di salah satu penginapan di Desa Wonosari, Jalinsum Tanjung Morawa, Selasa (24/3/2026) siang.


Korban ditemukan dalam kondisi leher terjerat tali nilon berwarna hijau yang diikatkan pada ventilasi kusen pintu kamar. Saat kejadian, pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam, dan di dekat kaki korban ditemukan sebuah kursi kayu.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui check-in seorang diri pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia membawa tas ransel berwarna biru dan tas sandang berwarna hitam.


Kecurigaan muncul ketika masa sewa kamar telah habis, namun korban tidak memberikan respons saat pihak penginapan mengetuk pintu.


Petugas kemudian mencoba memastikan kondisi di dalam kamar dengan mengintip melalui ventilasi dan melihat adanya tali yang terikat.


Pihak penginapan selanjutnya melaporkan temuan tersebut ke Polsek Tanjung Morawa. Petugas yang datang ke lokasi kemudian mendobrak pintu kamar dan menemukan korban telah meninggal dunia dalam posisi tergantung.


Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H. Damanik SH MH, didampingi Kanit Reskrim Iptu Hotman Barus, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


Pihak keluarga korban juga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.


Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah di puskesmas setempat, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. (**)

 


Deli Serdang - Satu unit mobil mewah jenis Range Rover hangus terbakar di Jalan Tol Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (25/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa ini sempat menyita perhatian para pengguna jalan yang melintas.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian besar. Kendaraan dilaporkan terbakar hingga hanya menyisakan kerangka.


Pihak pengelola tol, Jasa Marga Kualanamu Tol, bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian guna mencegah gangguan arus lalu lintas. Petugas juga melakukan pengaturan kendaraan yang melintas agar tetap lancar dan aman.


Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sepenuhnya.


Menurut keterangan pemilik kendaraan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik pada mobil. Dugaan tersebut kini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.


“Tidak ada korban luka, dan lokasi sudah kami amankan,” ujar Efan Safari, petugas tol di lokasi kejadian.


Saat ini, proses evakuasi bangkai kendaraan masih berlangsung. Petugas memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin agar kondisi lalu lintas di ruas tol kembali normal sepenuhnya. (**)

 


Batubara - Momen menegangkan terjadi di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batu Bara, ketika sebuah kapal nelayan yang mengangkut puluhan penumpang mengalami kerusakan hingga akhirnya karam, Senin (23/3).


Informasi dipeoleh, kapal dalam perjalanan menuju Pulau Salah Namo diduga mengalami kerusakan mesin dan kemasukan air hingga ke dalam lambung pada pukul 16.00 WIB. 


Para penumpang panik dan akhirnya menyelamatkan diri dengan menuju pesisir pulau terdekat untuk menghindari kapal tenggelam.


"Kami menerima informasi adanya kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin dan mulai kemasukan air. Personel segera menuju lokasi menggunakan dua unit kapal nelayan setempat untuk mempercepat proses jangkauan," ujar Ipda Hendrico.


 Namun, seluruh penumpang berhasil selamat karena sudah berada di daratan pulau. Proses evakuasi dari pulau menuju pelabuhan baru dilakukan pada pukul 20.30 WIB karena mempertimbangkan kondisi di lapangan.


Setelah menempuh perjalanan laut cukup panjang, seluruh penumpang akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Tiram pada Selasa (24/3/2026) pukul 02.30 WIB dini hari.


Setibanya di pelabuhan, para penumpang langsung mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah dan aparat setempat berupa makanan, minuman, serta penanganan awal. Mereka kemudian dipulangkan ke daerah masing masing menggunakan fasilitas yang telah disiapkan.


Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan dari anak buah kapal terkait penyebab kejadian.


Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan kondisi kapal sebelum berlayar serta mengutamakan keselamatan saat melakukan perjalanan laut. (**)