MENTAWAI – Suasana tenang menyelimuti Dermaga Tua Peijat, Kepulauan Mentawai, Rabu (18/3/2026) sore. Langit cerah seakan memberi restu bagi perjalanan ratusan warga yang bersiap meninggalkan pulau terluar di Sumatera Barat untuk menempuh perjalanan laut menuju kampung halaman.


Di sepanjang dermaga, ratusan warga tampak berdiri dengan barang bawaan sederhana, seperti koper, tas besar, hingga kardus yang diikat rapi. Mereka terlihat tidak sabar untuk segera menaiki kapal KM Sabuk Nusantara 68. Wajah-wajah mereka memancarkan harapan sekaligus kerinduan yang telah lama tertahan.


Hari itu, mereka bukan sekadar pelancong, melainkan para perantau yang akhirnya mendapat kesempatan pulang kampung melalui program “Mudik Aman Berbagi Harapan” yang digagas PT Semen Padang. Program ini membantu masyarakat, khususnya warga Kepulauan Mentawai, agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.


Bagi sebagian orang, perjalanan laut mungkin hanya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, bagi para pemudik di Dermaga Tua Peijat, perjalanan ini memiliki makna lebih dalam: tentang rindu, keluarga, dan momen kebersamaan yang telah lama dinantikan.


Sarjualirti, salah seorang pemudik, tampak menggenggam erat tangan suaminya, Muhammad Fadil. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti program mudik gratis tersebut, terlebih ini merupakan pengalaman pertamanya bersama PT Semen Padang.


“Ini pengalaman pertama kami mengikuti program mudik gratis bersama Semen Padang. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan biaya. Saya sangat senang bisa ikut,” ujar ASN Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai itu.


Antusiasme serupa juga dirasakan Wiwik Syamsuar, warga Mentawai yang hendak mudik ke kampung halamannya di Padang Pariaman. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti program mudik gratis PT Semen Padang. Baginya, program ini tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pemudik.


“Peserta mudik tidak hanya mendapatkan tiket gratis, tetapi juga perlengkapan perjalanan seperti pakaian, air mineral, dan makanan ringan. Hal-hal kecil ini sangat berarti, apalagi untuk perjalanan laut yang panjang. Terima kasih PT Semen Padang. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah kepulauan seperti Mentawai yang menghadapi tantangan akses transportasi.


Menurutnya, program ini tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat. “Tahun ini merupakan pelaksanaan keempat. Kami menyiapkan kuota hingga 700 penumpang untuk rute Padang–Mentawai–Padang,” ujarnya.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan mudik dibagi dalam dua rute perjalanan. Keberangkatan pertama dilakukan pada 16 Maret dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju Tuapejat dengan sejumlah titik singgah, seperti Labuhan Bajau, Sikabaluan, dan Muara Saibi.


“Sementara itu, keberangkatan kedua dilakukan pada 18 Maret dari Tuapejat menuju Padang,” kata Hernes.


Program mudik gratis yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Motisokhi Hura, yang hadir dalam pelepasan pemudik, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang. Program ini sangat berarti bagi warga Mentawai, terutama yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga pada kesempatan penting lainnya,” ujarnya.


Setelah resmi dilepas, para pemudik mulai menaiki kapal satu per satu. Menjelang keberangkatan, suasana haru terasa di dermaga. Lambaian tangan keluarga dan kerabat mengiringi langkah para pemudik. Ada yang tersenyum, ada pula yang menahan haru.


Perlahan, kapal meninggalkan dermaga. Riak air laut yang tenang menjadi saksi perjalanan ratusan orang yang membawa satu tujuan: pulang kampung dengan selamat, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan. (*)

 


Oleh:

Adrian Tuswandi

(Wartawan Utama-933)


Masih meragu dan sering berada dipersimpangan jalan, bahkan netizen pun bertanya Antara itu bagian mananya dari sebuah pohon besar jurnalistik.


Pers idealkah Antara itu?, waduh pemikiran mendiskriditkan Antara di cabang pers yang mana seperti di atas, sungguh terlalu!!!


Antara merupakan Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN), dia merupakan Perusahaan Umum yang garis komando perusahaannya ada di BP BUMN. Artinya apa? Insan Antara itu tapak pijaknya tidak abu-abu lagi yaitu pers pemerintah atau negara.


Terus masih bisa kah menyandamg pers profesional, pers tidak memihak, pers yang hasilnya news nya tidak opok-opok atau asal bapak senang.


Wuihh, tunggu dulu bro, jangan kepagian men-judge nih.


Karena insan Antara dalah pribadi yang berproses dan ditempa dalam memahami dan berkarya jurnalis yang berpedoman kepada kode etik jurnalis, UU Pers dan pedoman penulisan dari LKBN Antara sendiri.


Sehingganya dalam penyajian berita, produk LKBN Antara itu sering jadi referensi baik oleh media berita lain atau sumber akademik bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan tesis. 


Sangat pas tagline media ini, Antara Berita dari Sumbernya atau Antara sumber Inspirasi.


Insan Antara dalam perekrutannya tidak asalan, harus melewati serangkaian proses bahkan untuk menuju peningkatan status, para insan Antara harus lewat Susdapek berjenjang pula itu.


LKBN Antara adalah pelahir talenta jurnalis berbasiskan profesionality dan punya sikap jelas pada karyanya.


Jadi, Insan Antara tidak individu yang menjalan profesi abu-abu, dia, dari Dewan Pengawas, Dewan Direksi, BOD-1 san BOD-1 hingga crew berita, editing dan sunting, telah punya sikap ruang redaksi yaitu garda terdepan publisting program presiden Prabowo Subianto.


Program Presiden itu sudah hapal oleh semua rakyat Indonesia, seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan dan kesehatan serta ekonomi kerakyatan berdasarkan Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia 1945.


Ada banyak akses  gorengan netizen berklasifikasi buzzer terhadap program unggulan presiden peraih suara terbanyak Pemilu 2024 lalu itu.


LKBN Antara tidak tinggal diam, dengan tetap merujuk kepada kode etik, UU 40 tahun 1999, dan kaidah jurnalistik kekinian, Insan Antara lewat produk jurnalistik yang mengedepankan keberimbangan, kuat data dan fakta, senantiasa meluruskan ke publik terkait gorengan buzerr yang dalam tanda kutip sudah awut-awutan menyerang kebijakan Presiden Prabawo Subianto.


Tidak itu saja, di cabang kekuasan negara lain, kalau tidak benar isunya maka insan Antara pasti terdepan dalam meluruskan atau mengklarifikasi lewat produk jurnalis hight level.


Masih meragukah 'Netizen 62' atas komitmen dan konsistensi LKBN Antara dalam berkarya produk jurnalis. Tentu lah tidak, karena mempelototin produk dihasilkan LKBN Antara tidak bisa dipelototin sepotong-potong. Baca, dengar dan saksikan sampai habis produk LKBN Antara itu, maka di situ alam bawah sadar pembaca dan pemirsa paham bahwa news keluaran LKBN Antara very qualifeid jurnalistik


Penulis sendiri menyadari bahwa selaku Kantor Berita Negara tentuk insan Antara kemampuanya harus di atas indeks rata rata junalis hebat nasional, atau kemampuan insan Antara harus selevel dengan jurnalis internasional, harus selalu berproses. 


Apalagi menurut riset penulis, bahwa insan antara adalah pembawa bendera atau the flag carrier, sebuah kerja luar biasa yang terimprovisasi atas hadirnya Antara tahun 1937, sampai kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan yaitu pers pejuang. 


Di Antara itu sejak lahir hingga DNA yang mengalis kini dan kedepan, adalah selalu menjadi jurnalis pejuang. 


Mereka satu tekad, berita program presiden harga mati dalam berbagai ujud penyajiannya.


Sedangakan untuk lembaga negara, kementerian dan perusahaan BUMN, hingga pemerintah daerah, insan Antara bekerja berdasarkan fakta dan data, jika ada pemberitaan yang  menyoroti kinerja pembantu presiden, maka itu adalah bagian dari kontroling dan kritikan prositif untuk kembali kerja ke khitoh yang digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto.


Selamat bekerja dan berkarya insan Antara di seantaro republik bahkan dunia internasional. Ingat kerja kita adalah mulia, dan jurnalis itu penganut mashab kebenaran relatif. Fakta dan data disajikan tetap saja judge akhir adalah pembaca.


Salam Fitri, penulis ucapkan di penghujung  Ramadhan 1447 H. Bangga jadi bagian dari pembawa bendera negara (the flag carrie)

Terima Kasih.

 

Penulis adalah wartawan senior pemegang Kartu Utama Dewan Pers nonor 933. Saat ini mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara dan Anggota Dewan Pakar PWI Pusat, juga Ketua Jaringan Pemred Sumbar.(***)



SUMBARNET - Suasana khidmat menyelimuti Surau Baru yang terletak di Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Kamis (19/3/2026) pagi. 


Puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah berkumpul untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri 1447 H lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah.


Sebelumnya, pada Rabu (18/3/2026), jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Masjid Jami' Labuk Sarik, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, juga telah lebih dahulu menggelar salat Idul Fitri.


Berdasarkan pantauan di Surau Baru, para jemaah sudah mulai memadati area surau sejak pukul 07.00 WIB.


Jemaah laki-laki tampak rapi mengenakan baju koko, sementara jemaah perempuan hadir dengan mukena putih yang bersih.


Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tenang. Setelah menunaikan salat dua rakaat secara berjemaah, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan penyampaian khutbah Idul Fitri yang disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Arab.


Tidak hanya fokus mengikuti ibadah, momen kemenangan ini juga ditutup dengan tradisi khas yang mempererat silaturahmi.


Para jemaah berkumpul untuk makan bersama di dalam area surau setelah rangkaian salat dan khutbah selesai.


Tepat pada pukul 08.44 WIB, aktivitas di Surau Baru mulai melandai. Satu per satu jemaah mulai meninggalkan lokasi untuk kembali ke rumah masing-masing dan merayakan hari raya bersama keluarga besar.


Metode Penetapan 1 Syawal


Pengurus sekaligus Imam Surau Baru, Zahar, memberikan penjelasan mendalam mengenai dasar penetapan Idul Fitri bagi jemaah Naqsabandiyah tahun ini. 


Menurutnya, keputusan ini bukanlah sesuatu yang diambil secara mendadak.


Zahar menegaskan bahwa penetapan 1 Syawal tahun ini didasarkan pada penyempurnaan ibadah puasa Ramadan selama 30 hari penuh. Atas dasar itulah, gema takbiran sudah mulai dikumandangkan sejak Rabu malam.


"Malam takbiran sudah dimulai Rabu malam sebagai tanda berakhirnya masa puasa bagi jemaah kami," ujar Zahar saat ditemui di lokasi.


Ia menjelaskan bahwa Tarekat Naqsabandiyah memiliki pakem tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun oleh para ulama terdahulu dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadan.


Metode utama yang digunakan adalah kombinasi antara perhitungan astronomi tradisional atau hisab, serta pengamatan langsung terhadap bulan atau rukyah. 


Sc : tribunpadang

 


SUMBARENT - Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama memprakirakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.


Artinya, masyarakat kemungkinan akan merayakan Lebaran dalam dua hari ke depan.


Prediksi tersebut disampaikan Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, saat memaparkan hasil kajian dalam Seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (19/3/2026).


Dalam penjelasannya, Cecep mengungkapkan bahwa secara perhitungan (hisab), posisi hilal di wilayah Aceh sebenarnya sudah mencapai ketinggian minimal sesuai standar MABIMS, yakni 3 derajat.


Namun, parameter lain belum terpenuhi, khususnya terkait elongasi yang belum menyentuh ambang batas 6,4 derajat.


"Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 M," ujar Cecep.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan metode rukyat, kondisi hilal di seluruh Indonesia juga belum memenuhi kriteria visibilitas. 


Ketinggian hilal tercatat berada di kisaran 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, sementara elongasinya antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.


Dengan kondisi tersebut, peluang hilal untuk terlihat sangat kecil.


"Di seluruh wilayah NKRI tak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau Imkan Rukyat MABIMS. Oleh karenanya, hilal menjelang awal Syawal 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi tidak mungkin dirukyat," jelas dia. 


Muhammadiyah

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menjalankan waktu ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah yang berbeda. 


Oleh karena itu, waktu Idul Fitri 1447 Hijriah pun dipertanyakan. 


Muhammadiyah sudah menentukan Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada Jumat (20/3/2026).


Hal itu lantaran Muhammadiyah memakai metode hisab hakiki wujudul hilal yang tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). 


Metode ini menggunakan perhitungan astronomi modern, di mana hilal dipastikan sudah wujud/berada di atas ufuk saat matahari terbenam, tanpa perlu menunggu pengamatan rukyatul hilal secara langsung.


Namun demikian NU belum menentukan Idul Fitri 1447 Hijriah.


Sebab NU menggunakan metode rukyat al-hilal (pengamatan langsung) yang dipadukan dengan hisab (perhitungan astronomi) untuk menetapkan awal Syawal. 


Hilal harus terlihat pada 29 Ramadhan; jika tidak terlihat, bulan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Keputusan resmi menunggu sidang isbat pemerintah.

Sumber : Wartakota



SUMBARNET - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri, Jumat (20/3/2026).


Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekanbaru juga telah merilis daftar lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Penetapan lokasi tersebut untuk memudahkan warga Muhammadiyah dan umat muslim di Pekanbaru dalam memilih tempat ibadah terdekat dari kediaman mereka. 


Sebanyak 12 titik lokasi terdiri dari masjid dan lapangan terbuka telah disiapkan lengkap dengan petugas Khatib dan Imam.


Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pekanbaru meerilis 12 lokasi pelaksanaan salat idul fitri Muhammdiyah Pekanbaru beserta khatib dan Imam:


1. Masjid Al-Fida' Jl. KH. Ahmad Dahlan, Sukajadi,

Khatib: Muhammad Ridwan S.E.I, SPd, M.E

Imam: Dr H Lasri Nijal Lc, M.H


2. Masjid Taqwa Ps. Pusat; Jl. HOS Cokroaminoto, Pekanbaru Kota

Khatib: Dr Salman Lubis, S.ud M.Pd, MA

Imam: Refi Aulia.


3. Masjid Nurul Yaqin; Jl. Paus, Marpoyan Damai

Khatib: Arfanudin S.Ag

Imam: Muhammad Arief.


4. Lapangan SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru; Jl. Cipta Karya, Panam

Khatib: Dr H Elfriandri M.Si

Imam: Ariphen Yapentra M.Ag


5. Masjid Al Mannar Muhammadiyah (Lapangan MIM 02 Pekanbaru; Jalan Kayangan/Jalan Nila Kec. Rumbai Pesisir

Khatib: Zul Efendi S.Ag

Imam: Edi Candra M.A


6. Lapangan Masjid Al-Furqan Muhammadiyah; Jl. Bintara/Serayu, Labuh Baru Timur 

Khatib: Dedy Syafhendri S.H.I

Imam: Muhammad Amien RY, S.Pd


7. Masjid Baitul Hikmah UMRI. Jalan Tuanku Tambusai Simpang SKA

Khatib: Dr H Zulfadli Lc, MA

Imam: H Abunawas S.Ag, MM


8. Masjid Taqwa , Jl. Srikandi, Binawidya, 

Khatib: Hadi Yalman Koto S.H.I MH

Imam: A. Rahman, S.Pd.I.


9. Masjid Taqwa Pantu Asuhan Putera Muhammadiyah Jalan Kesuma (Belakang Plaza Citra Sukajadi)

Khatib: Aziz Devi Azhar SH

Imam: Doni Saputra S.Psi


10. Lapangan Masjid Taqwa Muhammadiyah Tuah Madani, Jl. Garuda Sakti, Tuah Madani

Khatib: Drs H Akmal

Imam: Frengky Oktoranda


11. Lapangan MIM 01 Pekanbaru Jalan Umban Sari Atas Kecamatan Rumbai

Khatib: M Toguan Harjo, S Th.I

Imam: Ikhsan Sofyan SE, Al-Hafidz


12. Masjid Al-Husaini Jalan Swakarya Kec Tuah Madani

Khatib: Dr Zul Afdal M.Pd

Imam: Hengky, S.Pi


SC: pekanbarutv

 


Binjai - Sebuah video yang memperlihatkan penemuan mayat pria di dalam bagasi mobil yang terparkir di Rumah Sakit OG, Jalan Olahraga, Kota Binjai, Sumatera Utara, viral di media sosial.


Korban ditemukan bersimbah darah di dalam mobil Avanza Veloz dengan nomor polisi BK 1581 RAA.


Berdasarkan keterangan dalam video tersebut, mayat diantar oleh tiga orang pria pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 23.45 WIB.


Setelah menurunkan korban, ketiga pria tersebut langsung melarikan diri dan meninggalkan mobil di area rumah sakit.


-- Kronologi --


Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi menjelaskan, berdasarkan informasi sementara, ketiga pria tersebut sempat masuk ke dalam rumah sakit dan menemui dokter yang sedang piket. 


Mereka meminta dokter untuk memeriksa kondisi rekan mereka yang berada di dalam bagasi mobil. 


"Mereka meminta agar dokter yang sedang piket mengecek kondisi korban di bagasi mobil," kata Junaidi, seperti dilansir dari Kompas.


Setelah dilakukan pengecekan, dokter menyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Tak lama setelah mendengar pernyataan dokter, ketiga pria tersebut kabur dari lokasi dengan meninggalkan jenazah korban tetap berada di dalam bagasi.

 

Hasil olah TKP awal oleh tim Inafis Polres Binjai menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 


"Korban alami luka tusuk di bagian bokong," ujar Junaidi.  

 

Tim Satreskrim Polres Binjai tengah melakukan pengejaran para pelaku dan mendalami motif di balik peristiwa tragis tersebut.


Mobil yang ditinggalkan kini telah diamankan sebagai barang bukti utama.


Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa (17/3/2026) pukul 01.00 WIB dini hari.


Adapun jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Medan, untuk dilakukan proses otopsi. Indikasi awal, korban meninggal karena mengalami kekerasan senjata tajam. 


"Nama pelaku sudah dikantongi tim Cobra Satreskrim Polres Binjai," kata Kapolres Binjai, AKP Mirzal Maulana, Selasa (17/3/2026). (**)

 


Medan - Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang wanita muda yang mayatnya dimasukkan ke dalam boks plastik akhirnya berhasil diungkap jajaran Sat Reskrim Polrestabes Medan. 


Peristiwa tragis ini bermula dari perkenalan melalui aplikasi kencan hingga berujung maut di kamar hotel.


Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan, korban bernama HS (19), warga Labuhanbatu Utara, tewas setelah dicekik oleh pelaku di kamar Hotel OYO, Jalan Menteng, Medan.


Peristiwa itu teriadi pada 10 Maret 2026, setelah korban dan pelaku berkenalan melalui aplikasi MiChat dan sepakat untuk bertemu dengan tarif kencan sebesar Rp450 ribu.


"Namun saat berada di dalam kamar, teriadi perselisihan. Pelaku meminta hubungan menyimpang ditolak korban, hingga akhirnya tersulut emosi dar melakukan pembunuhan," ujar Kapolrestabes dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).


Pelaku utama berinisial SA (22) nekat memiting leher korban dari belakang hingga lemas. Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian melilitkan selendang ke leher korban dan mencekiknya hingga meninggal dunia.


Usai memastikan korban tewas, pelaku SA dibantu rekannya SHR (22) untuk menghilangkan jejak. Keduanya memasukkan iasad korban ke dalam kotak dan membuangnya ke pinggiran sungai di kawasan Jalan Menteng, Medan.


"Peran SHR membantu mulai dari menjemput, memindahkan jasad, hingga ikut membuang dan menjua barang milik korban,"' jelasnya.


Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV hotel, dua unit ponsel, sepeda motor, pakaian, serta barang-barang milik korban termasuk perhiasan.


Hasil autopsi dari tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan mengungkapkan korban meninggal dunia akibat mati lemas karena pencekikan dan pembekapan. Selain itu, ditemukan sejumlah luka memar di tubuh korban serta tanda-tanda kekerasan berat.


Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan dierat dengan Pasal 458 ayat (1) juncto Pasal 479 ayat (3) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.


Polisi menegaskan akan memproses kasus ini secara maksimal mengingat tingkat kekerasan yang dilakukan pelaku. (**)

 


Medan - Suasana khusyuk acara Nuzulul Quran di Masjid Djaafar Warahmah, Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Medan Marelan mendadak berubah mencekam. pada Minggu (15/3/2026) malam.


Sekelompok remaja yang diduga hendak tawuran justru menyerang jamaah dan remaja masjid yang sedang mengikuti kegiatan keagamaan.


Peristiwa bermula saat jamaah usai melaksanakan salat tarawih dan menggelar acara Nuzulul Quran. 


Tiba-tiba terdengar suara tembakan mercon dari arah luar masjid. Suara tersebut ternyata menjadi pemicu datangnya rombongan remaja yang dikenal sering terlibat tawuran.


"Iya, awalnya ada tembakan mercon. Itulah awal mula bentroknya warga sama pelaku. Tuh, anak-anak tawuran datang," ujar Sharfa Arzaqi Rambe, Ketua Remaja Masjid Djafar Warahmah, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (17/3/2026).


Menurut Sharfa, rombongan tersebut diduga berasal dari Lingkungan 8 yang bergabung dengan sekelompok remaja dari kawasan Belawan. 


Ia menduga kelompok tersebut sedang mencari lawan tawuran, namun karena lawan mereka di kawasan lingkungan 7 ini tidak ada, masjid dan jamaahnya yang menjadi sasaran.


"Motifnya memang mereka itu sering tawuran. Setiap hari mereka tawuran. Cuma pada saat kejadian malam itu, lawan mereka di lingkungan 7 itu tidak ada. Jadi masjid ini yang jadi sasaran," ungkapnya, seperti dilansir dari TribunMedan.


Saat kejadian, masjid sedang dipenuhi jamaah. Ustaz Alban Zari tengah memberikan ceramah, dan para pemuka agama di lingkungan setempat juga ikut turut hadir dalam acara Nuzulul Quran tersebut.


Kelompok remaja tersebut tiba dengan membawa berbagai senjata tajam. 

 

"Mereka semua bawa senjata tajam. Ada celurit, kelewang, ada juga yang bawa senjata seperti tombak dengan ujung runcing, gagangnya kayu panjang. Senapan angin juga ada," lanjutnya.


Akibat serangan mendadak itu. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun beberapa orang mengalami luka-luka. 

 

"Korban ada sebenarnya, cuma dia tidak luka parah. Ada bapak-bapak yang melerai, jatuh, ditebas mereka. Ada yang luka bakar kena tembakan mercon di perut. Anggota remaja masjid juga ada yang kena percikan mercon di tangannya saat berada di teras masjid pada serangan pertama," tuturnya.


Situasi sempat menjadi kacau saat sebagian warga yang tidak terima kemudian balik menyerang kelompok tersebut, sehingga terjadi bentrokan pada malam hari itu.


"Jadi kacau, Kami langsung berhamburan. Sebagian warga yang tidak terima kembali menyerang mereka," tambahnya.


Menurutnya, pihak kepolisian baru tiba di lokasi setelah kejadian usai. Kericuhan baru reda setelah para orang tua dari warga sekitar masjid menarik anak-anak mereka untuk mundur. 

 

Sementara itu, salah satu korban luka, anggota remaja masjid yang tangannya terkena percikan mercon, telah membuat laporan ke Polres Pelabuhan Belawan. 


Namun laporan tersebut sempat terkendala karena korban masih di bawah umur dan tidak didampingi orang tua.


"Padahal sudah didampingi kepala lingkungan, masyarakat ramai-ramai ke Polres Pelabuhan Belawan. Tapi orang tuanya tidak ikut. Ayahnya di Malaysia, ibunya jaga nenek di rumah sakit. Kakak-kakaknya sudah berumah tangga, jadi dia sendiri yang di rumah," pungkasnya.


Sumber : TribunMedan

 


SUMBARNET - Jembatan penghubung dari jorong Rojang ke Robajulu bahkan ke jorong Pagambiran kecamatan koto Balingka semakin memprihatinkan, 


Intesitas curah hujan yang tinggi dan hampir setiap hari. Membuat keadaan jembatan ini semakin parah, masyarakat berharap perhatian penuh pemerintah setempat agar serius menanggapi masalah ini sebelum ada korban jiwa, 


Julkarnain Lubis, salah satu  perantau dari kota Bukittinggi yang mudik merasakan kecewa atas keadaan jembatan ini, "ejak lima bulan yang lalu sudah disampaikan ke pemerintah namun belum juga ada respon atau perhatian terhadap jembatan ini malah bertambah parah, "katanya.


"Kami biasanya lewat simpang kantor Camat Parit Koto Balingka, namun dengan keadaan jembatan ini, kami harus mutar lewat Silaping mau ke Robajulu, karna khawatir tentang keadaan jembatan ini," ujarnya.


"Kami berharap respon pihak terkait secepatnya. Karna jarak yang kami tempuh bertambah satu jam lebih untuk sampai ke kampung halaman, apa lagi ini mau lebaran, masyarakat serasa terisolir," harap Julkarnain Lubis. 


Hal senada juga dirasakan Amde Apri Nasution," kami perantau mau mudik di Roba Julu, harus juga memutar arah Silaping dulu baru sampai ke kampung", tuturnya. (Samino Sam)

 


SUMBARNET - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Roni, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat atas gerak cepat dalam menangani kerusakan jalan nasional yang kembali muncul pascahujan berintensitas tinggi.


Curah hujan lebat selama beberapa hari menyebabkan air tidak terserap dengan baik oleh permukaan jalan, memicu penggerusan lapisan aspal dan menciptakan lubang-lubang baru di sejumlah ruas strategis, termasuk Jalan Nasional Bypass. Kondisi semakin diperburuk oleh drainase yang tidak optimal sehingga air menggenang dan meresap ke struktur jalan. Situasi ini meningkatkan risiko kerusakan struktural, bahkan berpotensi menimbulkan amblas pada titik tertentu.


Menindaklanjuti laporan masyarakat, PPK 2/1 BPJN Sumbar, Zulfikar Kurniawan, turun langsung memimpin pengawasan perbaikan darurat di lapangan.


“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak melakukan penanganan cepat agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tegas Zulfikar. Langkah sementara yang dilakukan meliputi patching pada titik rusak serta penataan ulang drainase untuk mencegah kerusakan meluas.


Roni menilai respons cepat BPJN Sumbar merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan menjaga keselamatan pengguna jalan.


BPJN Sumbar juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan deras, karena kondisi jalan berpotensi berubah cepat. (**)