Padang -- Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya Minangkabau. Seni tradisi seperti silek, randai, saluang, dan rabab hingga kini masih menjadi identitas budaya yang diwariskan turun-temurun kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman modern, keberadaan komunitas budaya yang tetap menjaga tradisi memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya.


Salah satu yang dinilai memiliki potensi tersebut adalah Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08. Perguruan ini dinilai memiliki modal budaya yang kuat untuk dikembangkan menjadi kampung budaya wisata berbasis tradisi Minangkabau.


Keberadaan latihan silek tradisi, penampilan randai, permainan saluang dan rabab, serta aktivitas seni budaya lainnya menjadi daya tarik tersendiri yang dapat menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah. Randai sendiri merupakan seni pertunjukan khas Minangkabau yang menggabungkan unsur silek, musik, tari, drama, dan sastra lisan dalam satu pertunjukan budaya.


Menurut Buya Eri Gusnedi Pangulu Sutan Ketua Tim Pendiri Perguruan Binuang Sati menyampaikan bahwa perguruan ini selama tiga tahun ini secara rutin menampilan dan melatih generasi muda silat tradisi minangkabau dan randai, “Perguruan ini dirancang menjadi untuk melestarikan tradisi minangkabau dikalangan generasi muda ranah Minang” ujar Buya Eri ditemui di sasaran Perguruan Binuang Sati, Rabu 27/05/26.


“Kegiatan rutin 3 kali seminggu, Rabu dan Jumat latihan silat tradisi dan randai, sedangkan malam Minggu ditambah dengan hiburan bernuansa seni Minang, Saluang dan Rabab” lanjut Buya Eri yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Sumatera Barat.


Kegiatan Perguruan Binuang Sati juga sudah pernah diliput media nasional dan lokal, seperti Indosiar, SCTV, Padang TV dan Chanel YouTube RITVone dan ErTVnews.


Menurutnya masyarakat yang ingin melihat jejak digital perguruan Binuang Sati, maka bisa browsing internet dengan menulis -Perguruan Binuang Sati- “insyaallah akan muncul pergerakan dan kegiatan Perguruan Binuang Sati” tuturnya.


Aktifitas Perguruan Binuang Sati ini juga bisa dilihat melalui akun resmi Binuang sati Facebook akunnya Perguruan Binuang Sati” Instagram “perguruanbinuangsatioffiial”


Kampung budaya wisata, menurut By Eri “tentu peluang ini bisa saja sebab perguruan Binuang Sati di lubuk parandaman ini, rutin menampilkan tradisi dan budaya Minang tiap Minggu, seperti silat, randai, saluang dan rabab dan ini tidak terlepas dukungan pemerintahan dan tokoh masyarakat” jelasnya


Pengembangan kampung budaya wisata dinilai sangat memungkinkan apabila dikelola secara terarah dan melibatkan masyarakat sekitar. Aktivitas budaya yang selama ini hidup di lingkungan perguruan dapat dijadikan atraksi wisata rutin, seperti pertunjukan silek tradisi, malam randai, pertunjukan saluang dan rabab, hingga pelatihan budaya bagi pengunjung.


Selain menjadi sarana hiburan dan wisata, pengembangan kampung budaya juga dapat menjadi langkah pelestarian budaya Minangkabau agar tetap hidup di tengah generasi muda. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa silek dan randai memiliki nilai budaya, pendidikan, adat, dan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.


Dengan potensi budaya yang dimiliki, Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08 dinilai berpeluang besar menjadi kampung budaya wisata yang tidak hanya menjadi pusat pelestarian tradisi Minangkabau, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata budaya. (*)

 


SUMBARNET - Persoalan menjaga keseimbangan bumi ternyata sudah tertulis di dalam Alquran sejak 15 abad silam. Bumi memang diciptakan Sang Khalik untuk kesejahteraan manusia, tetapi pemanfaatannya tidak boleh brutal dan wajib memperhatikan keseimbangan alam.


 “Ada dua bentuk pengrusakan bumi oleh manusia. Pertama, merusak secara fisik, yaitu mengambil hasil bumi tanpa memikirkan keseimbangan alam,” ujar Dr. Afdholi Ali Rahman, SQ, MA, pada Pengajian Malam Idul Adha di Jakarta, Rabu (27/5/2026). 


Menurut Ustad Afdholi, bumi diciptakan untuk menyejahterakan manusia, namun ekosistemnya wajib dijaga. “Pemerintah keras merawat alam, padahal 15 abad lalu Alquran sudah menggarisbawahi, menjaga keseimbangan alam. Ketika terjadi bencana, jangan alam yang disalahkan. Itu justru tanda manusia tak mampu menjaga alam,” katanya. 


Terjadinya bencana alam, lanjutnya, jangan langsung disimpulkan sebagai kehendak Allah SWT semata. Bencana yang membunuh banyak orang kerap merupakan akibat ulah tangan manusia yang membabi buta merusak bumi, melalui pengerukan tanpa mau merehabilitasinya setelah emas dan batu bara dikuras serta hutan dibabat habis. 


Bentuk kedua, kata Ustad Afdholi, adalah kerusakan non-fisik, yakni perilaku manusia yang mengotori bumi dengan dosa-dosa. Ketika dosa itu sudah melampaui batas, alam berbalik menjadi cambuk yang menyadarkan manusia. Ia merujuk pada Alquran Surat Al-Baqarah ayat 11, yang menyinggung orang-orang yang membuat kerusakan di bumi namun mengaku sebagai pihak yang justru memperbaiki. 


Penegasan serupa, menurutnya, terdapat dalam Surat Luqman ayat 20, yang mengingatkan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan bumi untuk manusia sebagai nikmat, sehingga menyia-nyiakannya adalah bentuk kufur nikmat. 


Ustad Afdholi juga menekankan, konsep halal dalam Alquran tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dibarengi tayib atau baik.


Artinya, memanfaatkan sumber daya yang halal tetap harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak merusak. Musibah yang diturunkan Allah, kata Ustad Afdholi, tidak hanya menimpa pelaku pengrusakan alam.


Warga yang tak berdosa pun ikut menjadi korban amukan alam yang dirusak manusia. Ia mencontohkan maraknya penambangan liar di Sumatra Barat yang viral di berbagai media, namun peringatan terhadapnya seakan tak mempan, barangkali karena kalah kuasa.


Hal ini, katanya, sejalan dengan Surat Ar-Rum ayat 41: telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia, agar Allah menimpakan sebagian akibat perbuatan mereka supaya mereka kembali ke jalan yang benar.


Musibah, menurut Ustad Afdholi, pada hakikatnya bermakna ujian, tetapi maknanya berbeda tergantung kepada siapa ia jatuh.


“Kepada orang saleh, musibah bermakna ujian. Kepada manusia yang setengah baik dan setengah buruk, musibah adalah peringatan. Tapi kalau musibah menjadi persekot azab, itu ditujukan kepada manusia yang tak mengindahkan peringatan, baik dari pemerintah maupun ahli kitab,” paparnya.


Ia menambahkan, musibah adalah perkara dunia, sedangkan azab adalah perkara akhirat. Mengenai mengapa orang saleh justru kerap ditimpa musibah, Ustad Afdholi menjelaskan bahwa golongan ini tidak dimanjakan Allah, melainkan terus didera ujian. Para nabi pun bertubi-tubi diuji, meski ketika mereka berdoa, pintu langit senantiasa terbuka untuk mengabulkannya. 


“Seperti kata orang bijak, pelaut hebat lahir dari gelombang dan badai dahsyat. Demikian pula manusia yang berbrevet saleh,” ujarnya.


Ia juga mengutip Surat Al-Mulk ayat 2, bahwa Allah menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya.


“Hidup adalah ujian. Senang dan susah sama-sama ujian. Manusia mengaku baik, tetapi Allah belum mengakuinya sebelum ia lulus dari ujian,” katanya.


Ustad Afdholi menyebut tiga amalan untuk menghadapi dan membendung musibah: memakmurkan masjid, mencintai sesama, dan rajin beristigfar.


Amalan ini, katanya, bersumber dari hadis qudsi, yaitu firman Allah yang tidak termaktub dalam Alquran namun disampaikan melalui lisan Nabi Muhammad SAW, dan menempati kedudukan tinggi di antara hadis.


Saat mendapat nikmat maupun ujian, hendaknya seorang hamba mengucapkan Innalillahi sebagai sandaran vertikal kepada Allah, sebab semua berasal dari Allah dan kembali kepada-Nya.


Pada bagian lain, Ustad Afdholi mengingatkan bahwa Alquran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW telah mengatur seluruh kompleksitas kehidupan hingga hari akhir, bahkan menggambarkan apa yang terjadi sesudahnya.


Merusak alam, bahkan menyakiti hewan, menurutnya bisa menghalangi seorang muslim masuk surga, apalagi menyakiti sesama manusia. Surga adalah nikmat, namun ada yang lebih agung dari surga, yaitu berjumpa dengan Sang Khalik.


Ia mengingatkan, muslim berusia 40 tahun ke atas seharusnya tidak sekadar membaca dan menghafal Alquran, tetapi memahami maknanya dan mengaktualkannya dalam kehidupan.


“Banyak dari kita yang hanya membaca dan menghafal, tanpa mengaktualkannya. Jangan jadikan ibadah sekadar transaksi pahala,” ujar Adrian, salah seorang dari belasan jemaah pengajian malam itu.

 

“Sujudku kepada Allah tak mengharap pahala dan surga; jika itu yang kuharap, benamkanlah aku di neraka-Mu kelak, ya Rabb.” (***)

 



SUMBARNET - Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memimpin langsung kegiatan pemotongan hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, yang dilaksanakan di halaman Mako Polres Pasaman Barat, Rabu (27/5/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran personel Polres Pasaman Barat, Bhayangkari serta masyarakat sekitar.


Hewan qurban yang disembelih selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, kaum dhuafa, serta warga di lingkungan sekitar Mapolres Pasaman Barat.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan bahwa kegiatan qurban ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.


“Hal ini dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan qurban ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara personel kepolisian dengan masyarakat,” ujar Kapolres.


Menurutnya, semangat berqurban mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan dan kepedulian sosial yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.


AKBP Agung Tribawanto berharap melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa empati serta memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.


“Kami berharap daging qurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan serta membawa berkah bagi kita semua. Momentum Idul Adha ini juga diharapkan semakin mempererat sinergitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” harapnya.


Kegiatan pemotongan hewan qurban berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Personel Polres Pasaman Barat tampak antusias membantu proses penyembelihan hingga pendistribusian daging qurban kepada masyarakat penerima. (**)

 


Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi mengambil langkah tegas untuk mengamankan aset daerah dengan melakukan pemagaran kawasan Pasar Banto Trade Center (BTC). 

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penguasaan kembali aset milik pemerintah daerah agar dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan masyarakat.


Wali Kota Ramlan Nurmatias sebelumnya menegaskan, Pemko Bukittinggi telah melakukan berbagai langkah persuasif, termasuk mengirim sejumlah staf untuk melakukan pertemuan dengan pihak PT Citicon terkait penyelesaian persoalan Pasar Banto.

“Dalam minggu ini Pasar Banto akan kita pagar. Kita juga telah mengirim beberapa staf untuk menemui pihak PT Citicon,” ujar Wali Kota Ramlan saat diwawancarai awak media, Senin (26/5/2025).


Menurutnya, langkah pemagaran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan menyelamatkan aset negara. Pemko Bukittinggi ingin memastikan seluruh aset daerah berada dalam penguasaan pemerintah sehingga dapat kembali ditata dan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta penataan kawasan perdagangan di kota wisata tersebut.


Pemagaran kawasan BTC juga menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menata aset strategis daerah secara tertib, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah berharap proses penyelesaian persoalan Pasar Banto dapat berjalan dengan baik serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas.


Ke depan, kawasan Pasar Banto direncanakan akan kembali dioptimalkan pemanfaatannya agar memberikan nilai ekonomi, kenyamanan, serta kontribusi terhadap peningkatan aktivitas perdagangan dan pariwisata di Kota Bukittinggi.


Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga aset daerah sebagai kekayaan masyarakat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik.(*)

 


PADANG — Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham. Gema takbir berkumandang mengiringi langkah ribuan jamaah yang memadati lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi.


Udara yang masih sejuk perlahan dipenuhi lantunan doa dan suasana khidmat pelaksanaan Salat Iduladha di kawasan industri semen pertama di Asia Tenggara tersebut. Tidak hanya sekadar menjadi ibadah tahunan, Salat Iduladha itu juga menjadi momentum kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat yang selama puluhan tahun tumbuh berdampingan.


Salat Iduladha itu dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, serta karyawan Semen Padang Group beserta keluarga. Salat dipimpin Ustaz Riko Pebrianto yang juga merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang. Sementara khatib adalah dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Andriyaldi, Lc., M.A.


Di tengah kekhusyukan Iduladha, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengingatkan kembali makna besar di balik hari raya kurban. Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang kesediaan manusia menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.


“Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu yang harus terus hidup dalam kehidupan kita,” ujar Pri Gustari di hadapan ribuan jamaah.


Iduladha tidak berhenti pada ritual ibadah. Tradisi berbagi hewan kurban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan tersebut. Untuk tahun ini, kata Pri Gustari, perusahaan menyalurkan sebanyak 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat sekitar perusahaan serta sejumlah instansi di Kota Padang.


“Bantuan sapi kurban ini bukan sekadar agenda tahunan. Bantuan ini telah menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan lingkungan yang selama ini tumbuh bersama. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” katanya.


Pri Gustari menyampaikan harapan agar perusahaan tetap mampu bertahan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.


“Kami berharap seluruh stakeholder bersama-sama menjaga Semen Padang yang kita cintai ini agar tetap kuat, terus berinovasi, dan menjadi kebanggaan Ranah Minang,” katanya.


Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS


Sementara itu, Ustaz Andriyaldi dalam khutbahnya yang berjudul “Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS” menyampaikan tiga nilai utama keteladanan Nabi Ibrahim.


Pertama, uswah atau teladan dalam menjelmakan hakikat tauhid yang sesungguhnya.


Ia menjelaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam Islam yang berimplikasi bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan hanya kepada-Nya manusia memohon pertolongan.


“Konsep ini secara tegas tercantum dalam kalimat syahadat dan terangkum dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah ayat 5, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ yang berarti ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’,” katanya.


Kedua, uswah dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu nabi yang mendapatkan julukan mulia karena ketabahan dan ketaatannya dalam menghadapi ujian Allah SWT, mulai dari dibakar, diusir, tidak memiliki keturunan selama 86 tahun, membangun Ka’bah, hingga diperintahkan menyembelih anaknya sendiri.


“Kisah Nabi Ibrahim AS adalah potret hamba yang totalitas dalam kepasrahan kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi Ibrahim AS dijuluki Imam atau Ummah (pemimpin), Uswah (teladan), Khalilullah (kekasih Allah), dan Ulul Azmi (nabi dengan keteguhan hati tinggi),” ujarnya.


Ketiga, sosok pribadi visioner. Nabi Ibrahim AS, kata Ustaz Andriyaldi, merupakan sosok yang memikirkan generasi berikutnya. Kepeduliannya tidak hanya sebatas materi, tetapi juga mencakup aspek spiritual, fisik, intelektual, hingga sosial yang diwariskan kepada keturunannya.


Nabi Ibrahim mendidik keturunannya dengan cara yang demokratis dan penuh kasih sayang, bukan secara otoriter. Ia juga senantiasa berdoa agar keturunannya menyembah Allah SWT, bukan berhala. Kepedulian Nabi Ibrahim bahkan melampaui zamannya sendiri, termasuk mendoakan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai keturunannya yang akan membawa pencerahan bagi generasi setelahnya.


“Kemudian, Nabi Ibrahim juga berdoa untuk keturunannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 40 yang artinya, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku’,” katanya. (*)



Padang – Polda Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya kepada insan pers dan masyarakat melalui penyaluran daging kurban di Mako Polda Sumbar dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).


Kegiatan sosial yang berlangsung penuh keakraban tersebut mendapat apresiasi dari awak media dan insan pers di Sumatera Barat.


Dalam kegiatan pembagian daging kurban tersebut, Polda Sumbar menyalurkan sekitar 150 kupon daging kurban kepada awak media dan wartawan sebagai bentuk kepedulian serta mempererat kebersamaan pada momentum hari besar umat Islam.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama proses penyaluran bantuan berlangsung. Kehadiran jajaran Polda Sumbar bersama insan pers mencerminkan hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara kepolisian dan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.


Para pimpinan redaksi media serta insan pers menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polda Sumbar atas perhatian yang diberikan kepada wartawan melalui pembagian daging kurban tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumbar dan Ibu Kabid Humas Polda Sumbar beserta jajaran atas bantuan daging kurban yang telah diberikan kepada rekan-rekan pers. Semoga kegiatan seperti ini terus terjalin dan semakin mempererat hubungan silaturahmi,” ujar Peter Prayuda, Ketua DPW KJI Sumbar yang mewakili awak media.


Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Polda Sumbar sangat membantu para wartawan, khususnya dalam momentum Idul Adha yang identik dengan nilai berbagi, kepedulian, dan kebersamaan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan insan pers terus terjaga serta semakin kuat, sekaligus menjadi wujud hadirnya Polri di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi semua pihak. (**)



Padang, – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang kembali menyalurkan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Program tahunan itu melibatkan karyawan, karyawati, hingga mitra perusahaan.


Tahun ini, Perumda AM Padang mendistribusikan total 84 hewan kurban. Rinciannya, 54 ekor sapi dan 30 ekor kambing. Seluruh hewan kurban disalurkan ke masjid dan musala di kawasan sumber air Kota Padang.


Daerah penyebaran meliputi Bungus, Batu Busuk, Lubuk Minturun, Gadut, dan sejumlah wilayah sumber air lainnya. Perusahaan menerapkan pola satu masjid atau musala menerima satu ekor sapi.


Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan mayoritas hewan kurban berasal dari partisipasi pegawai perusahaan. Selain itu, bantuan juga datang dari sejumlah mitra.


“Setiap tahunnya kami mewajibkan seluruh karyawan untuk berkurban. Tradisi ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan masih berjalan hingga saat ini,” ujar Hendra Pebrizal.


Ia menjelaskan, hewan kurban tersebut berasal dari karyawan, karyawati, Bank Nagari, Bank Mega Syariah, serta mitra lainnya. Menurutnya, program itu menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar sumber air.


Hendra menambahkan, distribusi hewan kurban juga menjadi upaya mempererat hubungan Perumda AM Padang dengan warga di kawasan penyangga sumber air. Selama ini, daerah tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan air bersih Kota Padang.


Perkuat Kepedulian Sosial


Program kurban rutin itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain membantu warga, kegiatan tersebut dinilai memperkuat nilai kebersamaan antara perusahaan dan lingkungan sekitar.


Perumda AM Padang berharap tradisi berbagi pada Idul Adha dapat terus berjalan setiap tahun dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Kota Padang. (***)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi gelar Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu, 27 Mei 2026, di Lapangan Wirabraja. Pelaksanaan Shalat Id berlangsung khidmat, diikuti langsung oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota, serta unsur Forkopimda dan masyarakat Kota Bukittinggi.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan, pada Hari Raya Idul Adha terdapat dua ibadah utama yang dilaksanakan umat Islam, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Ia mendoakan seluruh jemaah haji asal Bukittinggi, Sumatra Barat, maupun Indonesia agar diberikan keselamatan selama menjalankan ibadah dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.


Irwan menambahkan, dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini, bertindak sebagai imam Darul Asfani, S.Ag., M.H., yang merupakan Dewan Hakim MTQ tingkat Provinsi Sumatra Barat asal Kota Bukittinggi. Khatib Shalat Idul Adha dipercayakan kepada Muchlis Bahar, Lc., M.Ag., Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang.


Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum bersejarah 100 tahun Jam Gadang. Dua momentum besar tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga nilai agama dan adat, serta membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.


Wako menambahkan, ancaman penyakit masyarakat, narkoba, pergaulan bebas hingga perilaku menyimpang LGBT harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kota Bukittinggi bersama seluruh unsur masyarakat menolak segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan adat Minangkabau. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng utama melalui penguatan pendidikan agama, kasih sayang dan pengawasan terhadap anak-anak. Pemko terus berupaya mengantisipasi persoalan ini dengan menjalankan program Sekolah Keluarga Gemilang. (**)

 


SUMBARNET - Sebuah musala yang berada di lereng perbukitan di Kampung Lereng, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, mampu menghimpun hewan kurban dalam jumlah besar melalui sistem arisan kurban. Pada Iduladha 1447 Hijriah, Musala Nurul Yakin menyembelih 14 ekor sapi yang terdiri atas 11 sapi standar dan tiga sapi besar, atau setara 17 ekor sapi standar. Penyembelihan hewan kurban dilakukan usai Salat Iduladha, Rabu (27/5/2026), dipimpin Ustaz Jhoni Al-Anas.


Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan sistem arisan kurban yang mulai dijalankan sejak 2020. Ketua Pelaksana Kurban, Irsadinas, mengatakan program itu dibuat untuk membantu masyarakat yang kesulitan membayar biaya kurban secara sekaligus.


“Kalau langsung membayar Rp2.400.000, sebagian warga tidak sanggup. Karena itu kami membuat sistem arisan Rp50 ribu per minggu. Dalam sebulan terkumpul Rp200 ribu dan setahun menjadi Rp2,4 juta,” katanya.


Menurutnya, sistem pembayaran dilakukan menggunakan dua kartu, masing-masing untuk peserta dan panitia. Penagihan dilakukan setiap wirid malam Kamis setelah Salat Magrib hingga Isya, lalu dilanjutkan dengan kegiatan arisan kurban.


Sistem tersebut dinilai efektif membantu masyarakat mengikuti ibadah kurban. Bahkan, sejumlah warga berusia 50 hingga 60 tahun yang sebelumnya belum pernah berkurban akhirnya dapat menjadi peserta.


“Rata-rata peserta yang ikut arisan kurban memang sebelumnya belum pernah berkurban,” ujarnya.


Jumlah hewan kurban di Musala Nurul Yakin terus meningkat setiap tahun. Jika sebelumnya hanya setara 12 ekor sapi standar, tahun ini meningkat menjadi setara 17 ekor sapi standar.


Irsadinas menyebut peningkatan itu didukung manajemen panitia yang terbuka dan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.


“Kuncinya, kami harus memiliki manajemen yang terbuka. Semua saran masyarakat kami tampung dan dimusyawarahkan bersama. Struktur kerja juga dibuat jelas,” katanya.


Selain warga sekitar, arisan kurban di Musala Nurul Yakin juga diikuti warga dari luar lingkungan musala. Menurut Irsadinas, sistem kerja panitia yang solid membuat masyarakat semakin percaya untuk ikut bergabung.


“Untuk kawasan Tabing Banda Gadang, baik masjid maupun musala, sekarang kami termasuk yang terbesar,” ujarnya.


Peserta arisan kurban, Afrina, mengaku telah mengikuti program tersebut selama sekitar lima tahun karena sistem pembayaran dinilai ringan dan memudahkan masyarakat tetap bisa berkurban.


“Rp50 ribu per minggu lebih ringan dibanding bayar sekaligus,” katanya.


Ia juga menilai pengelolaan panitia berjalan baik dan transparan.


“Pengelolaannya jelas dan laporan keuangannya terbuka,” ujarnya.


Sementara itu, warga penerima daging kurban, Yosnini, menilai pembagian daging di Musala Nurul Yakin berlangsung tertib dan merata.


“Pembagiannya tertib dan merata, jadi warga merasa nyaman,” katanya.


Menurutnya, daging kurban sangat membantu kebutuhan keluarga dan kegiatan kurban di musala tersebut terasa berbeda karena kekompakan warga serta kerja panitia yang rapi.


Bendahara Musala Nurul Yakin, Aipda Dasrial, S.Kom, mengatakan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging dilakukan secara terdata dan terkontrol.


“Dari ekor, kaki, hingga kepala, semua kami catat. Tidak ada yang keluar sebelum ada pembagian,” katanya.


Panitia juga menyiapkan cadangan 30 hingga 40 kantong daging untuk mengantisipasi warga yang belum mendapatkan kupon pembagian.

Menurut Dasrial, kekompakan warga menjadi modal utama keberhasilan pelaksanaan kurban di Musala Nurul Yakin.


“Kami tidak membedakan warga lokal maupun warga komplek. Semua bergabung dan ini menjadi ajang silaturahmi,” ujarnya.


Ia menegaskan seluruh biaya operasional kurban disampaikan secara terbuka kepada peserta dan jemaah sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.


“Tahun ini kami juga mendapat bantuan baju rompi dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Pak Mastilizal Aye,” katanya. (**)



SUMBARNET - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Firma Ragnius dan keluarga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim yang merayakan hari besar tersebut. 


"Momen Idul Adha menjadi waktu yang penuh makna untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan rasa syukur, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama," kata Firma Ragnius 


Pria yang akrab disapa Ad Firma yang juga Pemred Media Online Sumbar Net itu menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga mengandung nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan yang dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.


"Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Semoga momen yang penuh berkah ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa maksud dari penyampaian ucapan tersebut adalah sebagai bentuk perhatian, kebersamaan, serta dukungan dalam menyambut hari suci yang sarat dengan nilai spiritual.


"Tujuan kami menyampaikan ucapan ini adalah untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antarsesama. Idul Adha mengajarkan arti ketulusan dan semangat berbagi yang penting untuk terus dijaga," jelasnya.


Di akhir penyampaiannya, ia dan keluarga juga menyampaikan harapan agar semangat Idul Adha dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.


"Harapan kami, semoga Idul Adha 1447 H menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat rasa persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial agar kehidupan masyarakat menjadi lebih harmonis, damai, dan penuh keberkahan," tutup Ad Firma. (**)