PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan silaturahmi Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dansesko TNI), Marsekal Madya TNI Arif Widianto, bersama jajaran pejabat utama Sesko TNI dan 62 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 dalam jamuan makan malam yang digelar di Rumah Bagonjong Baiturrahmah Padang, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Padang dan TNI dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan strategis, termasuk ancaman bencana megathrust yang menjadi perhatian nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tarmizi Ismail, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta jajaran pejabat utama Sesko TNI.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dansesko TNI beserta rombongan di Kota Padang. Ia menilai kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan negara.
“Kami menyambut dengan penuh kehormatan kunjungan Bapak Dansesko beserta jajaran dan para Pasis Dikreg LV Tahun 2026. Semoga kunjungan ini semakin memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemko Padang dengan TNI dalam mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas daerah,” ujar Fadly Amran.
Pada kesempatan itu, Fadly Amran memaparkan arah pembangunan Kota Padang yang berfokus pada terwujudnya kota pintar (smart city) dan kota sehat. Menurutnya, kedua indikator tersebut dipilih karena memiliki parameter yang jelas dan terukur dalam menilai kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik.
Visi tersebut didukung oleh sembilan Program Unggulan (Progul) yang dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Selain memaparkan program pembangunan, Fadly Amran juga memperkenalkan berbagai potensi strategis Kota Padang. Ia menjelaskan bahwa Padang memiliki sejarah panjang sebagai pelabuhan terbesar di pesisir barat Sumatera yang hingga kini tetap menjadi pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi.
Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan identitas daerah melalui pengembangan kuliner khas Minangkabau. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah mendorong Padang menjadi Kota Kreatif Gastronomi yang diakui UNESCO.
Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak agar mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Fadly Amran menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan berbagai agenda pembangunan.
“Sinergi dengan TNI senantiasa kami harapkan, terutama dalam menyukseskan berbagai agenda strategis daerah, termasuk dalam waktu dekat berkolaborasi menyukseskan peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 pada Agustus mendatang,” katanya.
Sementara itu, Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Padang kepada seluruh rombongan Sesko TNI.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke Sumatera Barat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama pendidikan dengan kondisi nyata di lapangan melalui observasi, survei, dan pengumpulan data pada berbagai institusi strategis.
“Kegiatan bertujuan mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan melalui observasi lapangan, survei, dan pengumpulan data pada berbagai institusi strategis di daerah,” jelasnya.
Arif Widianto mengungkapkan bahwa KKDN tahun ini mengangkat tema “Penanganan Ancaman Megathrust dalam Perspektif Kebijakan Nasional Pertahanan Negara dan Tata Kelola Pemerintah Daerah.”
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk perhatian terhadap potensi ancaman gempa megathrust yang berpotensi terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Barat yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik diharapkan mampu memahami secara langsung bagaimana koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana berskala besar.
Sebanyak 62 perwira siswa mengikuti kegiatan KKDN tersebut yang terdiri dari 52 perwira TNI, tujuh perwira Polri, serta tiga peserta dari negara sahabat, yaitu Australia, India, dan Singapura.
Keikutsertaan peserta dari berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perspektif yang lebih luas dalam menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan yang semakin kompleks.
“Melalui program pendidikan ini, Sesko TNI berkomitmen mencetak perwira-perwira yang profesional, adaptif, berwawasan strategis, dan siap mengemban jabatan pada level kepemimpinan tinggi di lingkungan TNI maupun institusi negara lainnya,” ungkap Arif Widianto.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu ditutup dengan ramah tamah antara Pemerintah Kota Padang dan rombongan Sesko TNI. Kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan strategis di masa depan. (**)









