SUMBARNET - Harapan Inggris untuk menjuarai Piala Dunia kandas setelah Argentina mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk membalikkan keadaan dan memenangkan laga semifinal dramatis di Atlanta.


Tim asuhan Thomas Tuchel sempat berada di jalur menuju final Piala Dunia putra pertama Inggris sejak kesuksesan mereka pada 1966, setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul dalam laga sengit pada menit ke-55.


Namun, Argentina bangkit berkat inspirasi para pemainnya. Enzo Fernandez mencetak gol yang spektakuler lima menit menjelang laga usai, sebelum Lautaro Martinez menyundul umpan silang Lionel Messi untuk mencetak gol kemenangan pada masa injury time.


Penantian Inggris untuk kembali meraih kesuksesan pun berlanjut. Mereka kini akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga, sementara Argentina akan berusaha mempertahankan gelar juara saat menghadapi Spanyol pada Senin (20/07) dini hari.


Atmosfer panas di dalam maupun di luar Stadion Atlanta tercermin dalam babak pertama yang berlangsung keras dan diwarnai 19 pelanggaran.


Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, tampak kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan.


Fernandez sempat menjadi pemain yang paling dekat mencetak gol melalui tendangan jarak jauh yang tipis melenceng dari sasaran.


Namun, justru Inggris yang memecah kebuntuan ketika Morgan Rogers membenarkan kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mengirim umpan silang sempurna dari sisi kanan yang diselesaikan Gordon di tiang jauh.


Gol tersebut memicu respons Argentina. Inggris kemudian membutuhkan penyelamatan refleks yang brilian dari kiper Jordan Pickford untuk menggagalkan sundulan Nico Gonzalez.


Saat Inggris terus berada di bawah tekanan, Alexis Mac Allister menanduk bola yang membentur tiang gawang sebelum Argentina akhirnya menyamakan skor lima menit menjelang waktu normal berakhir. Fernandez menaklukkan Pickford yang tampil gigih melalui tendangan keras dari jarak sekitar 25 yard.


Tuchel menyiapkan timnya untuk mempertahankan kotak penalti dengan menempatkan empat bek tengah.


Namun, momentum Argentina tak terbendung. Mac Allister kembali menghantam tiang gawang sebelum pertahanan Inggris akhirnya runtuh pada menit ke-92, ketika Martinez mencetak gol yang memastikan kemenangan Argentina dalam semifinal yang memikat ini.


Sc : bbc



SUMBARNET - Empat tahun lalu, banyak yang merasa kisah Lionel Messi telah mencapai akhir yang sempurna.


Pada usia 35 tahun, dia akhirnya berhasil memenangi Piala Dunia dalam pertandingan yang disebutnya sebagai laga terakhirnya di turnamen tersebut.


Menurut banyak orang, pencapaian itu mengukuhkan posisinya sebagai pesepak bola terbaik sepanjang masa.


Empat tahun sebelumnya, saat berusia 31 tahun, banyak pihak, termasuk orang-orang terdekatnya, mengira dia telah memainkan pertandingan Piala Dunia terakhirnya dan akan mengakhiri karier tanpa pernah mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola itu.


Namun kini, pada usia 39 tahun, Messi kembali membuktikan dirinya. Dia membantu Argentina menaklukkan Inggris dan membawa juara Amerika Selatan itu melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.


Sc : bbc

 


SUMBARNET – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin di wilayah Kota Solok.


Dalam operasi penindakan yang dilaksanakan pada 15 Juli 2026, petugas mengamankan empat orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengolahan mineral secara ilegal.


Pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Sumbar dalam memberantas praktik pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan, mengancam keselamatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian bagi negara akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Dalam operasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa emas, perak, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan kegiatan pengolahan mineral tanpa memiliki izin resmi dari pemerintah.


Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap peran masing-masing pihak serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.


Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata komitmen Polda Sumbar dalam menegakkan hukum terhadap setiap bentuk pelanggaran di sektor pertambangan.


"Penindakan ini merupakan bentuk keseriusan Polda Sumatera Barat dalam memberantas aktivitas pertambangan tanpa izin. Selain melanggar hukum, praktik pertambangan ilegal juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, membahayakan keselamatan masyarakat, serta menyebabkan kerugian terhadap negara karena sumber daya alam dimanfaatkan tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan," ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.


Ia menjelaskan bahwa penegakan hukum di bidang pertambangan bukan semata-mata untuk memberikan efek jera kepada para pelaku, tetapi juga sebagai langkah preventif agar tidak semakin banyak aktivitas serupa yang berkembang di berbagai wilayah di Sumatera Barat.


Menurutnya, kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga demi kepentingan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.


"Kami berharap melalui pengungkapan ini dapat memberikan pesan yang tegas bahwa tidak ada ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal di Sumatera Barat. Polda Sumbar akan terus melakukan pengawasan, penindakan, dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan sesuai aturan yang berlaku," tambahnya.


Kombes Pol. Susmelawati Rosya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan pertambangan ilegal dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah masing-masing.


"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan sumber daya alam. Apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal, segera laporkan kepada kepolisian atau aparat terkait. Informasi dari masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan penegakan hukum sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat," tuturnya.


Polda Sumbar menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, termasuk pertambangan ilegal, sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan kepastian hukum, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi kepentingan masyarakat dan negara. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) bekerjasama dengan Forum GenRe Bukittinggi, gelar puncak apresiasi pemilihan Duta GenRe Bukittinggi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balairung rumah dinas wali kota, Kamis, 16 Juli 2026.


Kepala DP3APPKB, Susi Yanti, menjelaskan, pemilihan Duta GenRe tahun 2026 ini, diikuti oleh 64 peserta yang mendaftar secara online. Dari jumlah itu, terdapat 50 yang mengembalikan berkas dan berhak ikut seleksi administrasi, pada 23 Februari sampai dengan 2 Maret 2026 dan 50 peserta itu dinyatakan memenuhi syarat. Tes tertulis pada 7 Maret 2026, menghasilkan 41 peserta yang lolos ke tahap berikutnya. 


Bunda GenRe Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan,  tema "The Echo of Youth Rings Across the Sky" yang diusung, penuh makna yang mendalam. Gema merupakan suara yang terus bergulir menjangkau tempat yag jauh. Begitu juga dengan semangat anak muda. Ketika energi positif  kreativitas dan kepedulian para pemuda dipadukan dengan nilai moral, agama dan budaya, maka gema itu akan jadi kekuatan besar yang mampu membawa perubahan.


Sekretaris BKKBN Sumbar, Dedy Agustanto, menyampaikan apresiasi pada Pemko Bukuttinggi yang komit dalam program pembangunan keluarga, dianataranya Duta GenRe Dan juga Sekoalh Keluarga. Duta GenRe diharapkan menjadi teladan bagi remaja lainnya, untuk tetap bagaimana memerangi menikah di usia dini atau usia anak, perilaku seks menyimpang atau LGBT, serta napza.


Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi kegiatan pemilihan Duta GenRe Bukittinggi 2026. Event ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan, mengembangkan sikap dan perilaku yang positif serta berintegritas dalam pengembangan diri generasi muda kita agar menjadi generasi yang berkarakter, di kalangan sekolah maupun masyarakat. Sehingga mereka mampu mempromosikan dan mensosialisasikan Program Generasi Berencana. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V melaksanakan pengerukan sedimen di kawasan Batang Arau mulai Kamis (16/7/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga fungsi sungai, meningkatkan kebersihan kawasan, sekaligus mendukung persiapan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.


Pengerukan dilakukan di sejumlah titik sepanjang kawasan Batang Arau dengan menggunakan alat berat milik BWS Sumatera V. Sementara itu, Dinas PUPR Kota Padang bertanggung jawab dalam proses pengangkutan material hasil pengerukan menuju lokasi pembuangan (disposal) yang telah disiapkan menggunakan armada dump truck milik pemerintah daerah.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Padang dan BWS Sumatera V dalam menjaga kondisi Batang Arau agar tetap berfungsi secara optimal, baik sebagai alur sungai maupun sebagai kawasan penunjang aktivitas masyarakat dan pariwisata.


Menurutnya, pengerukan sedimen ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu atau diperkirakan rampung pada akhir Juli 2026.


"Sekarang kita lagi pelaksanaan kegiatan untuk pengerukan sedimen di kawasan Batang Arau. Ini kerja sama dengan BWS Sumatera V. Alat yang kita pakai adalah alat BWS, dan kita akan kerjakan dalam jangka waktu dua minggu ke depan. Kita perkirakan di akhir Juli ini bisa kita selesaikan," ujar Malvi Hendri.


Ia menjelaskan bahwa pengerukan tidak dilakukan secara merata di seluruh kawasan, melainkan difokuskan pada titik-titik yang mengalami penumpukan sedimen cukup tinggi dan dinilai paling membutuhkan penanganan segera.


Selain itu, pekerjaan juga diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang berkaitan langsung dengan persiapan penyelenggaraan Selaju Sampan, salah satu agenda yang akan memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357.


Menurut Malvi, normalisasi alur sungai menjadi faktor penting agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan aman dan lancar.


"Pengerukan difokuskan terutama pada titik-titik yang berhubungan dengan kegiatan HJK untuk acara Selaju Sampan, serta beberapa titik krusial lainnya. Ini kolaborasi kita, di mana alat menggunakan dari BWS Sumatera V, sementara untuk pengangkutan sedimen ke area disposal menggunakan armada dump truck kita," jelasnya.


Selain mendukung kelancaran agenda Hari Jadi Kota Padang, pengerukan sedimen juga memiliki manfaat yang sangat penting dari sisi pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana.


Penumpukan sedimen yang terjadi di dasar sungai berpotensi mengurangi kapasitas tampung Batang Arau sehingga dapat meningkatkan risiko luapan air saat curah hujan tinggi maupun ketika terjadi pasang air laut.


Melalui kegiatan normalisasi ini, Pemerintah Kota Padang berharap aliran sungai menjadi lebih lancar sehingga mampu menampung debit air secara optimal dan mengurangi potensi genangan maupun banjir di kawasan sekitar.


Di samping itu, pengerukan juga bertujuan meningkatkan kebersihan dan estetika kawasan Batang Arau yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah sekaligus destinasi wisata di Kota Padang.


Kolaborasi antara Dinas PUPR Kota Padang dan BWS Sumatera V dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, serta penataan kawasan perkotaan.


Pembagian tugas yang jelas, dengan BWS Sumatera V menyediakan alat berat untuk pengerukan dan Dinas PUPR Kota Padang menangani proses pengangkutan sedimen, diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.


Pemerintah Kota Padang berharap pengerukan sedimen Batang Arau dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga fungsi sungai, meningkatkan kualitas lingkungan, mendukung aktivitas wisata, maupun menyukseskan penyelenggaraan Hari Jadi Kota Padang ke-357.


Dengan normalisasi yang dilakukan secara berkala melalui kolaborasi lintas instansi, Batang Arau diharapkan tetap menjadi kawasan yang bersih, aman, nyaman, dan mampu mendukung berbagai aktivitas masyarakat serta menjadi salah satu wajah utama Kota Padang yang semakin tertata dan berdaya saing. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.


Sebagai bagian dari upaya penataan kawasan wisata, Pemko Padang akan segera membangun sebuah taman kota baru yang representatif, estetik, dan ramah keluarga di kawasan Pantai Padang, tepatnya di sekitar Masjid Al-Hakim.


Rencana pembangunan tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, serta Kepala Bidang Gedung dan Penataan Lingkungan DPUPR Kota Padang, Masdalila, di Padang, Rabu (15/7/2026).


Pembangunan taman kota ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Padang dalam mempercantik kawasan wisata Pantai Padang yang selama ini menjadi ikon pariwisata Kota Padang.


Selain memperindah kawasan, taman tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjadi ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan bahwa kehadiran taman kota baru ini tidak hanya bertujuan memperindah wajah Pantai Padang, tetapi juga menjadi magnet wisata baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.


Menurutnya, kawasan Pantai Padang harus terus ditata agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang menikmati keindahan pantai.


"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Padang serta para wisatawan. Keberadaan taman yang baru ini dirancang sebagai fasilitas pendukung di objek wisata Pantai Padang, yang bisa diakses dan dinikmati oleh siapa saja, baik untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga menikmati keindahan Pantai Padang," ujar Fadly Amran.


Ia menambahkan, pembangunan taman kota tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, nyaman, dan memiliki nilai estetika tinggi, sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik sektor pariwisata daerah.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan bahwa proyek yang diberi nama Rehabilitasi Taman dan Pelataran Parkir Pantai Padang merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas fasilitas umum di kawasan wisata.


Menurutnya, proyek tersebut dirancang tidak hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang aman, nyaman, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan.


Dalam pemaparannya yang didampingi Kepala Bidang Gedung dan Penataan Lingkungan DPUPR Kota Padang, Masdalila, Malvi menjelaskan sejumlah fasilitas unggulan yang akan dibangun di kawasan taman kota tersebut.


Salah satu fokus utama adalah penataan lansekap dan pedestrian melalui pemasangan paving block pada jalur pejalan kaki dan area pelataran parkir. Penataan ini bertujuan meningkatkan estetika kawasan sekaligus memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi para pengunjung.


Selain itu, pemerintah juga akan menghadirkan fasilitas sanitasi modern berupa toilet atau WC di kawasan food court yang dirancang lebih bersih, higienis, dan memadai untuk menunjang kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan kuliner Pantai Padang.


Aspek penghijauan juga menjadi perhatian utama dalam proyek ini. Melalui program Green Environment, sejumlah pohon pelindung akan ditanam di titik-titik strategis guna menciptakan suasana yang lebih teduh, sejuk, dan asri sehingga kawasan Pantai Padang semakin nyaman untuk dikunjungi sepanjang hari.


Tidak hanya itu, taman kota baru tersebut juga akan dilengkapi dengan area bermain anak (playground) yang dirancang ramah anak dan memenuhi aspek keamanan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadikan Pantai Padang sebagai destinasi wisata keluarga yang dapat dinikmati oleh semua kelompok usia.


Malvi Hendri menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan taman kota dipercayakan kepada PT Nur Rizky Abadi sebagai kontraktor pelaksana.


Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada 30 Juli 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, atau sekitar 30 Oktober 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.


Selama proses pembangunan berlangsung, Pemerintah Kota Padang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran pekerjaan serta menjaga kawasan proyek agar dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang maksimal.


"Mari kita dukung bersama proses pembangunan taman ini. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis Pantai Padang akan bertransformasi menjadi destinasi wisata yang semakin dicintai, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara," kata Malvi Hendri.


Pemerintah Kota Padang berharap pembangunan taman kota ini menjadi salah satu tonggak penting dalam penataan kawasan Pantai Padang sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga dilengkapi fasilitas publik yang modern, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengunjung.


Melalui penataan kawasan yang berkelanjutan, Pemko Padang optimistis Pantai Padang akan semakin mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.


Kehadiran taman kota baru ini diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat, pusat aktivitas keluarga, sekaligus ikon baru yang memperkuat citra Kota Padang sebagai kota pesisir yang indah, tertata, dan berdaya saing di sektor pariwisata. (**)



SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan sosial. Sebagai bentuk kepedulian tersebut, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyerahkan secara simbolis bantuan dua unit kursi roda kepada penerima manfaat di dua lokasi berbeda, Rabu (15/7/2026).


Penyerahan bantuan berlangsung di RT 6 RW 1 Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, dan RT 3 RW 2 Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, Camat Padang Utara, Sa'at, serta unsur stakeholder terkait.


Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menegaskan bahwa bantuan kursi roda merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Pemerintah Kota Padang dalam memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu mobilitas.


Menurutnya, pemberian bantuan ini merupakan implementasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani, yang menekankan pelayanan cepat, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


"Hari ini kita memberikan bantuan kursi roda kepada masyarakat. Selain bantuan kursi roda, kita juga akan membantu menyediakan dokter untuk memberikan pelayanan pengobatan bagi para penerima manfaat. Ini merupakan bagian dari Program Dokter Warga," ujar Maigus Nasir.


Ia mengatakan, pemerintah tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan alat bantu kesehatan semata, tetapi juga berupaya memastikan para penerima manfaat memperoleh layanan kesehatan secara berkelanjutan melalui Program Dokter Warga yang telah dijalankan Pemerintah Kota Padang.


Program tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, dan menyentuh masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas ataupun kondisi kesehatan tertentu.


Selain menyerahkan bantuan kursi roda, Maigus Nasir juga meninjau langsung kondisi tempat tinggal para penerima manfaat. Dari hasil kunjungan tersebut, ia menilai masih terdapat rumah warga yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.


Karena itu, ia meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padang segera melakukan verifikasi lapangan agar bantuan lanjutan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.


"Kita melihat bahwa kondisi rumah yang ditempati penerima manfaat dalam keadaan kurang layak. Untuk itu, kita meminta kepada BAZNAS untuk memberikan bantuan, apakah nanti dalam bentuk rehab rumah atau bedah rumah," katanya.


Maigus menambahkan, Pemerintah Kota Padang akan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Padang, guna memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh bantuan secara tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun perbaikan rumah tidak layak huni.


Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan berbagai layanan yang telah disediakan Pemerintah Kota Padang, khususnya layanan Call Center 122 serta fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas terdekat apabila membutuhkan pertolongan maupun pelayanan medis.


Menurutnya, akses pelayanan kesehatan harus dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga setiap persoalan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, menjelaskan bahwa bantuan kursi roda yang diserahkan merupakan bagian dari program bantuan sosial Pemerintah Kota Padang pada tahun 2026.


Ia menyebutkan, sepanjang tahun ini Pemerintah Kota Padang akan menyalurkan 11 unit kursi roda kepada 11 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan.


Seluruh penerima merupakan hasil usulan dari para camat se-Kota Padang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.


Menurut Eri, program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas maupun warga yang mengalami keterbatasan fisik sehingga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.


Salah seorang penerima manfaat, Nuryanis (70), warga RT 6 RW 1 Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.


Dengan suara haru, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi dirinya.


"Saya merasa senang atas bantuan kursi roda ini karena memudahkan saya untuk berjemur di depan rumah menggunakan kursi roda ini," ungkap Nuryanis.


Bagi Nuryanis, bantuan tersebut bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga memberikan kemudahan untuk beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya sehari-hari.


Melalui penyaluran bantuan kursi roda ini, Pemerintah Kota Padang kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Tidak hanya melalui bantuan sosial, pemerintah juga terus memperkuat layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar kesejahteraan warga dapat terus meningkat.


Program Padang Melayani diharapkan menjadi salah satu instrumen utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga setiap warga Kota Padang dapat merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap aspek kehidupan. (**)

 


SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memberikan pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota dari 15 kelurahan se-Kecamatan Lubuk Begalung di Aula Lantai III Kantor Camat Lubuk Begalung, Selasa (14/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat kapasitas sumber daya manusia Dubalang sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat kontrol sosial yang berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.


Kegiatan pembekalan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail, Sekretaris Satpol PP Kota Padang, Darmalis, Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakasa, para lurah dan Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) se-Kecamatan Lubuk Begalung, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung, Jasrizal, serta perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX.


Dalam arahannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa keberadaan Dubalang Kota memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain menjalankan fungsi pengamanan lingkungan, Dubalang juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai adat, etika, dan budaya Minangkabau.


Menurutnya, setiap personel Dubalang harus memiliki integritas yang tinggi, karakter yang baik, memahami adat istiadat, serta mampu membangun sinergi dengan seluruh unsur masyarakat dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.


"Dubalang bukan hanya bertugas menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang hadir di tengah masyarakat. Karena itu, setiap anggota harus memiliki integritas, memahami adat dan budaya, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat," ujar Maigus Nasir.


Ia menjelaskan, pembentukan Dubalang Kota yang dimulai sejak 30 Oktober 2025 merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal. 


Program tersebut merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Sigap, salah satu dari sembilan Program Unggulan Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran.


Menurut Maigus, konsep keamanan berbasis masyarakat yang dipadukan dengan nilai-nilai adat Minangkabau menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga ketenteraman lingkungan sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi peran Dubalang Kota dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindakan asusila, hingga berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya. Keberhasilan ini merupakan buah sinergi Dubalang Kota bersama niniak mamak, Satpol PP, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat," katanya.


Lebih lanjut, Maigus Nasir menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang juga tengah menghidupkan kembali semangat bernagari di wilayah perkotaan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Minangkabau.


Ia menyebutkan, langkah tersebut kini semakin kokoh dengan telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Budaya Minangkabau yang menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan tugas Dubalang Kota sekaligus memperkuat peran niniak mamak dan lembaga adat dalam kehidupan masyarakat.


"Kami ingin nagari di dalam kota benar-benar hidup sehingga peran niniak mamak dan nilai adat dapat dirasakan masyarakat. Alhamdulillah, upaya ini telah diperkuat dengan adanya Perda Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau," ungkapnya.


Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga memberikan pesan khusus kepada seluruh personel Dubalang agar senantiasa menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, serta etika dalam menjalankan tugas.


Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus dijaga. Karena itu, Pemerintah Kota Padang tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk penyimpangan ataupun pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota Dubalang.


"Dubalang adalah pagar kampung, dan jangan sampai pagar justru merusak tanaman. Karena itu saya minta seluruh Dubalang menjaga integritas," tegas Maigus.

Sementara itu, Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakasa, menyampaikan bahwa keberadaan Dubalang Kota selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Lubuk Begalung.


Menurutnya, selain rutin melaksanakan patroli malam, para Dubalang juga aktif bersinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, BPBD, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, hingga berbagai unsur lainnya dalam menangani berbagai persoalan di tengah masyarakat.


Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, Dubalang juga berperan dalam pengawasan terhadap persoalan lingkungan, seperti mencegah pembuangan sampah liar serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.


"Kami berharap pembekalan dari Bapak Wakil Wali Kota hari ini semakin memperkuat kapasitas para Dubalang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Dubalang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau," ujar Ikrar Prakasa.


Melalui pembekalan tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh personel Dubalang semakin memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.


Dengan mengedepankan pendekatan persuasif, nilai-nilai adat, serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, Dubalang Kota diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, harmonis, dan berkarakter sesuai falsafah adat Minangkabau. (**)

 


SUMBARNET - Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) kepada penyintas bencana hidrometeorologi di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026).


Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang pada penghujung tahun 2025.


Sebanyak 18 unit Hunsela yang terdiri atas 15 unit di kawasan Rimbo Panjang dan tiga unit di kawasan Gerbang Langit mulai ditempati oleh warga terdampak. Kehadiran hunian sementara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak selama proses pembangunan hunian tetap (Huntap) dipersiapkan.


Acara peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, serta para donatur yang selama ini terlibat dalam pembangunan Hunsela.


Turut hadir Ketua Yayasan Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Hj. Maizarnis, Rektor Universitas Baiturrahmah, Musliar Kasim, Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas, Mai Efdi, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand), Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, para donatur, serta elemen masyarakat Kelurahan Lambung Bukit.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penyintas yang mulai menempati Hunsela. Menurutnya, hunian sementara tersebut bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol harapan dan awal baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah mengalami musibah.


"Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini menempati Hunsela. Semoga hunian sementara ini memberikan kenyamanan dan menjadi awal yang baik untuk bangkit kembali setelah bencana," ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan bahwa pembangunan Hunsela merupakan solusi transisi yang disiapkan pemerintah bersama berbagai pihak guna memastikan masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap terealisasi.


Fadly Amran menegaskan Pemerintah Kota Padang berkomitmen mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara menyeluruh.


Komitmen tersebut tidak hanya mencakup penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar penyintas hingga penyelesaian pembangunan Huntap.


"Kami akan terus mencarikan solusi bagi warga yang belum dapat memperoleh Huntap, baik melalui program CSR maupun dukungan para dermawan. Untuk akses jalan dan air bersih juga sudah saya instruksikan kepada OPD terkait agar segera ditangani," tegasnya.


Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga akan mempercepat penyediaan berbagai sarana pendukung di kawasan Hunsela, seperti pembangunan akses jalan, jaringan air bersih, dan infrastruktur dasar lainnya agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.


Pada kesempatan tersebut, Fadly Amran turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan Hunsela bagi para penyintas bencana.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan hunian sementara ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta para donatur mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.


Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada DPP IKA Universitas Andalas, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Universitas Baiturrahmah, FMIPA Universitas Andalas, serta seluruh donatur yang telah memberikan dukungan baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, maupun bantuan material.


"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membantu masyarakat kita yang terdampak bencana. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah," ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Hunsela Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Mairawita, menjelaskan bahwa pembangunan Hunsela dilakukan secara bertahap sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Padang.


Ia menyebutkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 38 unit Hunsela telah berhasil dibangun di berbagai lokasi sebagai hunian transisi bagi masyarakat terdampak.


"Hingga pertengahan 2026, kita bersama-sama telah membangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai hunian transisi bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hunsela tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat gotong royong, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat kembali memiliki hunian permanen yang aman dan layak," kata Mairawita.


Menurutnya, pembangunan 18 unit Hunsela yang diresmikan kali ini dapat terlaksana berkat dukungan dari DPP IKA Universitas Andalas, Universitas Baiturrahmah, Grup Beringin, Grup Tamansari, Grup Arisan An-Nafisah, serta FMIPA Universitas Andalas melalui program pengabdian kepada masyarakat.


Ia juga menambahkan bahwa seluruh Hunsela dibangun di atas lahan yang telah dipastikan tidak memiliki persoalan status maupun kepemilikan. Kondisi tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pembangunan hunian tetap pada masa mendatang sehingga masyarakat dapat segera memperoleh tempat tinggal permanen.


Peresmian Hunsela ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi sosial, dunia usaha, dan para dermawan, diharapkan seluruh penyintas dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik hingga nantinya menempati hunian permanen yang aman, nyaman, dan layak huni. (**)

 


SUMBARNET - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban Melalui Pemberdayaan Aparatur Kelurahan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dan diikuti oleh aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.  


Kampanye ini merupakan bagian dari Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi yang bertujuan mengedukasi, menginspirasi, serta menggerakkan masyarakat agar semakin peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.


Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sumbar memberikan sosialisasi mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai langkah utama dalam menekan angka kecelakaan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi.


Materi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara, tidak melawan arus, tidak menerobos lampu merah, serta selalu mengutamakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.


Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini juga mendorong aparatur kelurahan agar berperan sebagai agen perubahan dalam menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada warga di lingkungannya. Melalui pendekatan berbasis domisili korban, pemerintah bersama kepolisian berharap upaya pencegahan kecelakaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.  


Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar menegaskan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya bertujuan menghindari sanksi hukum, tetapi juga untuk melindungi nyawa diri sendiri maupun orang lain.


Melalui program ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat dapat terus ditekan.


Kegiatan berlangsung dengan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi dan sesi diskusi mengenai berbagai persoalan keselamatan berkendara yang sering dijumpai di lingkungan masyarakat.


Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.


“Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan.” menjadi pesan utama yang terus dikampanyekan dalam setiap kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan Ditlantas Polda Sumbar. (**)