Teks Foto : Sebanyak 25 Mahasiswa Baru PNP Program BANGSA foto bersama usai menerima arahan dari PT Semen Padang di GSG PT Semen Padang, Sabtu (12/9/2026).


SUMBARNET - PT Semen Padang memberikan beasiswa pendidikan secara menyeluruh kepada 25 anak nagari untuk menempuh Program Diploma III (D3) di Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui Program Beasiswa Anak Nagari Semen Padang (BANGSA) 2026. Beasiswa tersebut mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta berbagai biaya dan perlengkapan penunjang pendidikan.


Program yang telah memasuki angkatan III ini merupakan upaya PT Semen Padang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Hal itu karena pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan generasi muda.


Para penerima beasiswa merupakan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di sekitar wilayah operasional PT Semen Padang. Mereka berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, empat kelurahan di Kecamatan Pauh, yaitu Limau Manih, Limau Manih Selatan, Koto Lua, dan Lambung Bukit, serta satu kelurahan di Kecamatan Lubuk Begalung, yaitu Pampangan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan Program BANGSA merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasionalnya. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PNP sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka di Sumatera Barat.


“Program BANGSA merupakan bentuk komitmen PT Semen Padang terhadap pendidikan anak nagari yang berada di lingkungan perusahaan. Program ini merupakan hasil kerja sama kami dengan Politeknik Negeri Padang dan program ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Semen Padang di bidang pendidikan,” kata Win, Sabtu (12/9/2026).


Keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui Program BANGSA, PT Semen Padang ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak di sekitar perusahaan agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi. “Kami berharap mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan memiliki daya saing,” ujarnya.


Win juga mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, ia berharap semua penerima beasiswa dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan secara disiplin, menjaga semangat belajar, serta terus meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik selama menjalani pendidikan di PNP.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan Program BANGSA 2026 memiliki perbedaan dibandingkan dua angkatan sebelumnya, terutama dalam pilihan program studi. Pada angkatan pertama, beasiswa hanya tersedia untuk Program Studi D3 Teknik Mesin. Cakupan tersebut kemudian diperluas pada angkatan kedua dan ketiga. Namun, kuota penerima beasiswa tetap dipertahankan sebanyak 25 mahasiswa.


Selain pembiayaan pendidikan dan perlengkapan perkuliahan, setiap penerima beasiswa juga diberikan uang saku hingga Rp1 juta per bulan atau Rp12 juta per tahun. Bantuan uang saku itu diberikan dengan ketentuan mahasiswa mampu mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Jika IPK mahasiswa berada di bawah 3,00, besaran uang saku yang diterima akan disesuaikan menjadi kurang dari Rp1 juta per bulan.


Ketentuan ini, tambah Hernes, bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar tetap disiplin dan berupaya mempertahankan prestasi akademiknya. “Uang saku ini diberikan agar mereka terpacu untuk meningkatkan prestasi. Selain itu, para penerima pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang berada di sekitar lingkungan perusahaan,” kata Hernes.


Wakil Direktur PNP Bidang Kerja Sama Ihsan Lumasa mengatakan 25 penerima Program BANGSA diterima sebagai mahasiswa baru setelah dinyatakan lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri. Para penerima Program BANGSA dipilih berdasarkan hasil SNBP dan SNBT. Artinya, mereka telah melalui proses seleksi penerimaan mahasiswa baru sesuai dengan jalur yang diikuti.


Ia mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam membantu generasi muda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.


Ihsan juga menilai perluasan pilihan program studi pada angkatan ketiga sebagai perkembangan positif. Kebijakan tersebut memungkinkan penerima beasiswa memilih bidang pendidikan yang paling sesuai dengan minat dan kompetensinya.


Pada angkatan pertama, pilihan program studi hanya Teknik Mesin. Kemudian, pada angkatan kedua diperluas ke Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknologi Informasi. Pada angkatan ketiga, Program BANGSA telah menjangkau berbagai program studi D3 di PNP. (*)


Berikut 25 penerima Program BANGSA 2026:


Abdul Rahman – D3 Teknik Elektro

Haikal Razif – D3 Teknik Listrik

Rizky Pratama Putra – D3 Teknik Mesin

Adrian Syahroni – D3 Teknik Komputer

Revan Fahrezi – D3 Teknik Alat Berat

Arya Brawijaya – D3 Teknik Listrik

Muhammad Ahsan Faisal – D3 Teknik Mesin

Muhammad Fadhilah – D3 Teknik Elektro

Intan Mutia Rifda – D3 Manajemen Informatika

Hudaya Mufida – D3 Akuntansi

Fathir Alzuhri Azhari – D3 Teknik Elektro

Nurul Faszila Henel – D3 Akuntansi

Mutia Delfira – D3 Manajemen Informatika

Rabael Rewindha Farsya – D3 Teknik Sipil

Ayni Firdayani – D3 Administrasi Niaga

Muhammad Thoriq – D3 Teknik Mesin

Adinda Fitria Jhordi – D3 Teknik Listrik

Daffi Juliansyah – D3 Teknik Listrik

Dita Khairany Alfarisy – D3 Teknik Alat Berat

Adisa Afriselfa – D3 Administrasi Niaga

Muhammad Abdi – D3 Teknik Mesin

Fadhil Zaky Putra – D3 Teknik Sipil

Alzevino Maeza – D3 Teknik Mesin

Muthia Afra – D3 Administrasi Niaga

Rafly Hidayatullah – D3 Teknik Komputer. (**)


SUMBARNET - Pembangunan kembali Jembatan Manunggal di Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, yang hancur diterjang banjir bandang pada 2024, kini menuai sorotan tajam. Ketua Harian DPW Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Rizal Basri, mempertanyakan keseriusan percepatan pekerjaan sekaligus menyoroti aspek keselamatan masyarakat yang masih menggunakan jembatan sementara.


Proyek yang dikerjakan CV Barcelona Konstruksi dengan nilai anggaran sekitar Rp6,21 miliar itu disebut telah mencapai progres sekitar 50 persen. Namun, persoalan muncul karena masa kontrak dikabarkan tinggal sekitar 23 hari.


Rizal menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang (BMCKTR), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), maupun kontraktor.


“Kalau waktu kontrak tinggal sekitar 23 hari sementara progres baru sekitar 50 persen, tentu harus ada langkah percepatan yang nyata. Jangan hanya bicara progres, tetapi bagaimana target penyelesaian bisa benar-benar tercapai sesuai kontrak,” tegas Rizal.


Sebelumnya, Dedi selaku pengawas pekerjaan di lapangan menyampaikan kepada awak media bahwa progres pekerjaan telah berada di kisaran 50 persen lebih.


Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan pekerjaan pembangunan infrastruktur penghubung tersebut masih berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.


Namun, Rizal tidak ingin persoalan berhenti pada angka persentase progres semata.


Kontraktor Diminta Tambah Pekerja, Tapi Belum Optimal


Rizal mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya di lapangan, Dinas BMCKTR melalui PPK telah meminta kontraktor menambah jumlah pekerja guna mempercepat penyelesaian proyek.


Persoalannya, kata Rizal, permintaan tersebut dinilai belum direalisasikan secara optimal.


“Kalau PPK sudah meminta penambahan tenaga kerja, tentu harus ada tindak lanjut. Dengan waktu yang tersisa sangat terbatas, setiap hari sangat menentukan,” ujarnya.


Ia meminta pihak kontraktor tidak menganggap persoalan percepatan sebagai hal biasa. Menurutnya, pekerjaan harus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan ketentuan teknis.


Jembatan Bailey Disorot: Jangan Tunggu Ada Korban


Yang lebih mengkhawatirkan, Rizal juga menyoroti kondisi jembatan sementara atau Bailey yang masih menjadi akses masyarakat.


Ia menyebut pihak kontraktor sebelumnya juga telah diminta menambah perkuatan jembatan sementara tersebut. Namun, hingga dirinya melakukan kunjungan ke lokasi, perkuatan yang dimaksud disebut belum dilakukan.


“Ini yang menjadi perhatian saya. Jembatan sementara masih digunakan masyarakat. Kalau memang sudah ada permintaan untuk dilakukan penambahan perkuatan, kenapa belum segera dikerjakan?” kata Rizal.


Menurutnya, persoalan keselamatan tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan.


“Jangan sampai setelah ada korban baru semua pihak bergerak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kalau kondisi jembatan sementara membutuhkan perkuatan, segera lakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.


REPRO Sumbar: Jangan Kejar Target dengan Mengabaikan Keselamatan


Rizal menegaskan pembangunan Jembatan Manunggal memiliki arti penting bagi masyarakat. Jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi akses vital untuk mobilitas warga, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi hasil pertanian.


Karena itu, ia meminta pemerintah dan kontraktor memastikan proyek berjalan cepat sekaligus memenuhi standar keselamatan dan kualitas.


“Jangan sampai karena mengejar penyelesaian pekerjaan, keselamatan masyarakat justru menjadi taruhan. Pekerjaan harus cepat, tetapi juga harus benar dan aman,” katanya.


Rizal juga meminta Dinas BMCKTR dan PPK melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi proyek, terutama dengan semakin dekatnya batas akhir kontrak.


“Dengan progres yang baru sekitar 50 persen lebih, waktu tinggal 23 hari, ditambah masih adanya pekerjaan yang harus diselesaikan dan persoalan jembatan sementara yang belum diperkuat, ini harus menjadi alarm bagi pihak terkait,” ujar Rizal.


Ia menilai tanpa percepatan yang terukur dan pengawasan ketat, target penyelesaian tepat waktu patut dipertanyakan.


“Jangan sampai nanti ketika kontrak berakhir, baru muncul alasan demi alasan. Dari sekarang harus jelas apa kendalanya, berapa kebutuhan tenaga kerja, bagaimana metode percepatannya, dan siapa yang bertanggung jawab memastikan proyek selesai,” pungkas Rizal Basri. (Tim08/Red)

 


SUMBARNET — Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat, H. Muslim M Yatim, Lc., MM, membawa langsung aspirasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama sejumlah kepala daerah yang terdampak bencana 2015 lalu dihadiri Bupati Agam, Wakil Walikota Padang, Sekda Kab. Solok dan Bupati Mentawi dalam forum strategis Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I yang mengangkat tema “Penguatan Sumatera Economic Corridor dan Pemulihan Pascabencana” di Batam, Jumat (11/9/2026).


Forum tersebut mempertemukan unsur DPD RI, pemerintah daerah, serta pimpinan kementerian dan lembaga untuk membahas berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan percepatan pembangunan dan pemulihan Sumatera Barat pascabencana.


Dalam sambutannya, Muslim M Yatim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat beserta pemerintah kabupaten dan kota yang terus bekerja melakukan pemulihan pascabencana.


“Pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Karena itu, forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan prioritas pembangunan Sumatera Barat kepada pemerintah pusat,” ujar Muslim.


Menurutnya, terdapat empat agenda utama yang perlu menjadi perhatian bersama.


Pertama, percepatan pemulihan pascabencana, khususnya infrastruktur dan pelayanan dasar. Menurut Muslim, kerusakan akibat bencana tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Karena itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


Kedua, penguatan konektivitas Sumatera Barat dengan Riau dan Jambi. Muslim menilai konektivitas antarprovinsi merupakan bagian penting dalam memperkuat <em>Sumatera Economic Corridor</em>. Salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian serius adalah Sitinjau Lauik, yang memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.


“Penguatan konektivitas tidak boleh dilihat hanya sebagai pembangunan jalan. Ini adalah bagian dari upaya membangun jalur ekonomi yang menghubungkan Sumatera Barat dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera,” katanya.


Ketiga, penguatan sentra pangan dan kawasan produksi. Muslim menekankan pentingnya dukungan terhadap infrastruktur pertanian dan kawasan produksi, termasuk **irigasi, rantai dingin (<em>cold chain</em>) dan infrastruktur pendukung hilirisasi.


Menurutnya, pemulihan pascabencana harus sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.


“Sentra produksi harus terkoneksi dengan pasar. Karena itu, irigasi, infrastruktur distribusi, <em>cold chain</em>, hingga hilirisasi harus menjadi satu kesatuan dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya.


Keempat, penguatan konektivitas dan pembangunan Kepulauan Mentawai. Muslim menyampaikan bahwa pembangunan Sumatera Barat tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah daratan. Kepulauan Mentawai juga perlu mendapatkan perhatian dalam aspek konektivitas, infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan pengembangan potensi ekonominya.


Muslim menegaskan, sebagai anggota DPD RI dari Sumatera Barat, dirinya akan terus mengawal aspirasi pemerintah daerah agar mendapatkan perhatian dalam kebijakan dan dukungan pemerintah pusat.


“Kita ingin pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi menjadi momentum untuk membangun Sumatera Barat yang lebih aman, lebih baik, lebih terkoneksi, dan lebih tangguh,” tegasnya.


Ia berharap pertemuan antara kepala daerah Sumatera Barat dengan Ketua DPD RI serta kementerian dan lembaga dapat menghasilkan tindak lanjut konkret terhadap berbagai kebutuhan pembangunan daerah.


“Sinergi pusat dan daerah harus menghasilkan program yang nyata. DPD RI akan terus menjadi jembatan agar aspirasi Sumatera Barat dapat dikawal sampai ke tingkat kebijakan nasional,” tutup Muslim. (***)

 


SUMBARNET - Puncak peringatan HUT ke-9  relasipublik.com berjalan lancar dan sukses di restoran Siasso, Jalan Asahan No. 5, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (di depan Kantor Samsat).


Pemimpin Redaksi relasipublik.com Novrianto SP, pada puncak peringatan HUT ke-9 relasipublik.com, mengatakan, terlaksananya acara karena kebersamaan dari keluarga besar media tersebut dan partisaspi positif dari berbagai pihak. 


Acar juga dihadiri sejumlah pejabat sipil dan militer di daerah ini   diantaranyataraPangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E. diwakili Kapendam, Kapolda Sumbar diwakili Dir Binmas,Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar, diwakili Tenaga Ahli.


"Semuanya kita undang, Alhamdulillah meskipun diwakilkan, merespon infangn dan hadir saat puncak HUT relasi publik ini," Kata Novrianto yang kerap dipanggil Ucok, Sabtu (12/9/2026). 


Selain itu juga dihadiri Diskominfotik dan Wakil Ketua KI Sumbar, serta sejumlah organisasi kewartawanan di daerah ini juga diundang seperti JPS, SMSI, JMSI, PJKIP, Mabes Online dan lainnya.


 "Kita juga mengucapkan terimakasih pada rekan-rekan pers yang meluangkan waktu untuk hadir," ucapnya.


Sejumlah acara sudah yang dipersiapkan untuk memaknai hari bersejarah tersebut, di antaranya pemberian reward pada beberapa tokoh Yakni Rahmat Saleh, Andre Rosidae, Muslim M Yatim dan Sonny Afandi, juga berjalan sesuai scedhul acara. 


"Kita memberikan reward berdasarkan berbagai penilaian dan tokoh yang dinilai tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pers,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan itu akan dibungkus sedemikian rupa, sehingga, mampu menunjukkan kreatifitas kepada khalayak sebagai salah satu media berpengaruh di Sumatera Barat.


Sementara itu, Pimpinan Umum PT. Media Relasi Publik, Desrimaiyanto menyatakan, banyak sejarah dalam perjuangan mendirikan sebuah media yang berbasis di Provinsi Sumatera Barat itu.


“Berbagai dinamika dan persoalan dihadapi hingga akhirnya mencapai titik dimana media relasipublik.com sudah bisa menyuarakan aspirasi sebagai kontrol sosial,” ungkapnya


“Sudah semestinya kita menyampaikan kepada publik, jikalau media kita ada dan konsisten melakukan fungsi sebagai kontrol sosial, ” tutupnya. 


Acara ditutup dengan mengheningkan cipta, memanjatkan doa pada Tuhan yang maha Kuasa, agar dapat menunjukkan segera keberadaan 5 wartawan yang hilang dalam peliputan anak Krakatau. (spa)

 


SUMBARNET – Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan PT Semen Padang dalam pemanfaatan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK). Hal itu disampaikannya saat meninjau rumah contoh SEPABLOCK di kompleks PT Semen Padang, Kamis (10/9/2026).


Disambut oleh Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, rombongan Dandim melihat langsung rumah contoh SEPABLOCK yang berada di sisi utara Lapangan Sepak Bola Semen Padang FC.


Dalam kunjungan ke rumah contoh tersebut, rombongan Dandim melihat secara langsung bentuk bangunan serta penggunaan SEPABLOCK sebagai material konstruksi rumah. Ia bersama rombongan mendapat gambaran mengenai karakteristik dan keunggulan teknologi bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang.


Letkol Inf Faiq Fahmi mengatakan, kunjungannya ke PT Semen Padang ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarlembaga, tetapi juga menggali informasi mengenai berbagai produk yang dimiliki PT Semen Padang. Salah satu inovasi yang menarik perhatiannya adalah SEPABLOCK.


Menurutnya, teknologi SEPABLOCK memiliki prospek untuk dimanfaatkan dalam mendukung program pembangunan.


“Sistem bata yang saling mengunci tersebut dinilai menawarkan kemudahan dalam proses pemasangan sekaligus memberikan alternatif material konstruksi bagi masyarakat dan berbagai instansi,” katanya.


Setelah melihat rumah contoh, Faiq mengaku semakin tertarik terhadap teknologi tersebut. Ia menilai SEPABLOCK merupakan produk inovatif yang mempunyai sejumlah keunggulan dan berpeluang diaplikasikan dalam program pembangunan yang dilaksanakan Kodim 0312/Padang.


Ia pun menyatakan bahwa Kodim 0312/Padang terbuka untuk membangun kerja sama dengan PT Semen Padang, terutama apabila terdapat program yang sesuai dengan pemanfaatan SEPABLOCK.


“Insyaallah, apabila ke depan ada program yang relevan, kami siap mengaplikasikan SEPABLOCK. Produk ini sangat menarik dan memiliki banyak keunggulan,” ujarnya.


Kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Kodim 0312/Padang dan PT Semen Padang. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.


Faiq berharap komunikasi dan hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, sinergi yang baik akan membuka lebih banyak peluang kerja sama yang saling mendukung sesuai dengan tugas dan peran masing-masing institusi.


“Mudah-mudahan melalui kunjungan ini, hubungan Kodim 0312/Padang dengan PT Semen Padang semakin baik dan dapat saling memberikan manfaat, baik bagi PT Semen Padang maupun Kodim 0312/Padang,” katanya.


Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi beserta rombongan untuk melihat secara langsung rumah contoh yang dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK.


Idris berharap Kodim 0312/Padang terus memberikan dukungan terhadap PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen.


“Selain itu, kami juga berharap sinergi yang telah terjalin antara kedua pihak dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bersama,” kata Idris. (*)

 


SUMBARNET  — Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.IK, MH, menyampaikan ucapan selamat dan sukses dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut.


Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut yang selama ini telah menjalankan tugas pengabdian dalam menjaga keamanan, kedaulatan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Dalam momentum Dirgahayu TNI Angkatan Laut ke-81 tahun ini, Kapolres Sawahlunto mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan sinergitas antarlembaga dalam menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.


“Dirgahayu TNI Angkatan Laut ke-81. Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” ujar AKBP Simon Yana Putra.


Menurutnya, peringatan HUT TNI Angkatan Laut bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai seluruh pengabdian dan perjuangan prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas menjaga wilayah perairan Indonesia.


Kapolres Sawahlunto menilai, sebagai negara kepulauan, keberadaan TNI Angkatan Laut memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Tantangan tugas yang dihadapi juga semakin kompleks, sehingga diperlukan profesionalisme, kesiapsiagaan dan semangat pengabdian yang tinggi.


“Momentum ini hendaknya menjadi penyemangat bagi seluruh prajurit TNI Angkatan Laut untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. Pengabdian kepada bangsa dan negara harus senantiasa dilandasi semangat untuk memberikan yang terbaik,” katanya.


Ia mengatakan, sinergitas antara TNI dan Polri merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. Kerja sama yang solid di antara seluruh institusi negara diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap terciptanya situasi keamanan yang kondusif.


“Tujuan kita adalah menjaga dan memperkuat sinergitas TNI-Polri sehingga mampu memberikan pelayanan serta perlindungan yang optimal kepada masyarakat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai tantangan keamanan dapat dihadapi secara bersama-sama,” ungkap AKBP Simon Yana Putra.


Lebih lanjut, Kapolres Sawahlunto berharap semangat Jalesveva Jayamahe dapat terus menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas dan pengabdian.


Semangat tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, loyalitas dan dedikasi dalam menjaga kedaulatan negara serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.


“Harapan kami, TNI Angkatan Laut semakin profesional, modern dan tangguh dalam menjalankan tugas. Semoga seluruh prajurit senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tuturnya.


AKBP Simon Yana Putra juga berharap hubungan dan sinergitas antara TNI Angkatan Laut dan Polri, khususnya dalam mendukung stabilitas keamanan nasional, dapat terus terpelihara dan semakin kuat dari waktu ke waktu.


Menurutnya, tantangan ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh komponen bangsa. Tidak ada satu institusi yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan yang menyangkut keamanan, ketertiban dan kepentingan masyarakat.


“Sinergitas dan soliditas harus terus kita jaga. Mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat koordinasi dan memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas serta kewenangan masing-masing demi Indonesia yang aman, berdaulat, adil dan makmur,” tegasnya.


Ia menambahkan, peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap NKRI.


Kapolres Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara.


“Selamat ulang tahun ke-81 untuk TNI Angkatan Laut. Semoga semakin jaya, semakin kuat dan semakin dicintai rakyat. Teruslah mengabdi dengan penuh dedikasi dan semangat untuk Indonesia,” pungkas AKBP Simon Yana Putra.


Peringatan Dirgahayu TNI Angkatan Laut ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian, tetapi juga menjadi titik tolak untuk terus meningkatkan semangat profesionalisme, soliditas dan pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut diharapkan terus menjadi kekuatan pertahanan laut yang tangguh sekaligus mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. (**)



SUMBARNET — Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada kontingen pencak silat Kodim 0306/50 Kota yang telah membawa nama satuan dalam ajang pencak silat.


Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap para atlet yang telah berlatih serta berjuang dengan penuh semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi bagian dari olahraga bela diri, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, sportivitas, serta rasa percaya diri bagi para atlet.


Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah pertandingan tidak semata-mata diukur dari perolehan medali atau kemenangan, tetapi juga dari proses perjuangan, kedisiplinan dalam menjalani latihan, serta keberanian untuk memberikan kemampuan terbaik ketika bertanding.


“Selamat dan sukses kepada kontingen pencak silat Kodim 0306/50 Kota. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan dan raih prestasi yang membanggakan. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik,” ujar Letkol Inf Adi Nofriadi Nata.


Ia mengatakan, dukungan kepada para atlet merupakan bagian dari upaya satuan untuk mendorong generasi muda dan personel yang memiliki potensi di bidang olahraga agar dapat terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.


“Tujuan kita adalah memberikan motivasi dan dukungan kepada para atlet agar mereka tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih. Prestasi harus dijadikan pemacu untuk terus meningkatkan kemampuan, baik secara fisik, teknik maupun mental,” katanya.


Komandan Kodim 0306/50 Kota juga mengingatkan bahwa pencapaian prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan latihan yang konsisten, disiplin, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar dari setiap pengalaman.


Karena itu, ia meminta seluruh kontingen pencak silat Kodim 0306/50 Kota untuk menjadikan latihan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi berikutnya.


“Terus berlatih dan jangan mudah menyerah. Setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki. Setiap kemenangan jangan membuat kita cepat berpuas diri, tetapi harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” tegasnya.


Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap para atlet mampu menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan selama menjalani latihan maupun ketika mengikuti pertandingan.


Menurutnya, kekompakan antara atlet, pelatih dan seluruh unsur pendukung menjadi salah satu faktor penting dalam membangun mental serta semangat juang sebuah kontingen.


Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya tentang kemampuan mengalahkan lawan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga kehormatan diri dan satuan dengan sikap yang baik selama berada di arena pertandingan.


“Harapan saya, para atlet dapat terus berkembang dan mampu mengukir prestasi di setiap kesempatan. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin dan etika. Yang paling penting, jaga nama baik diri sendiri, keluarga dan satuan,” ungkapnya.


Ia menambahkan, prestasi yang diraih para atlet nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat mengharumkan nama Kodim 0306/50 Kota di tingkat yang lebih tinggi.


“Setiap prestasi yang diraih merupakan kebanggaan bagi kita semua. Karena itu, teruslah berjuang, raih prestasi dan harumkan nama satuan,” tuturnya.


Komandan Kodim 0306/50 Kota juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang selama ini memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para atlet. Peran pelatih dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas teknik, fisik, mental dan strategi para pesilat.


Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan latihan yang terarah, ia optimistis kontingen pencak silat Kodim 0306/50 Kota dapat terus menunjukkan perkembangan positif dan mampu bersaing dalam berbagai ajang kompetisi.


“Jadikan proses latihan sebagai investasi untuk masa depan. Jangan pernah berhenti meningkatkan kemampuan. Prestasi yang besar berawal dari kemauan untuk berlatih secara sungguh-sungguh dan konsisten,” pungkas Letkol Inf Adi Nofriadi Nata.


Dukungan tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi kontingen pencak silat Kodim 0306/50 Kota untuk terus berjuang membawa nama baik satuan. 


Dengan semangat pantang menyerah, disiplin dan sportivitas, para atlet diharapkan mampu mencetak prestasi demi prestasi serta semakin mengharumkan nama Kodim 0306/50 Kota di berbagai kompetisi pencak silat. (**)

 


SUMBARNET - Polusi udara dan paparan partikulat halus PM2.5 menjadi perhatian serius di Kota Padang. Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, menilai persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas gangguan pernapasan, tetapi juga sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan lintas sektor.


Yuliadi mengatakan, PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya, partikulat tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan berpotensi memberikan dampak sistemik terhadap kesehatan.


“Kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara sangat beralasan. Ketika paparan PM2.5 meningkat, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi udara dan langkah perlindungan yang perlu dilakukan,” ujar Yuliadi melalui keterangan tertulis kepada media, di Padang, Sabtu, 12 September 2026


Menurutnya, kondisi udara yang memburuk, terutama ketika dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular.


Bukan Sekadar Batuk dan Sesak Napas


Yuliadi menekankan, dampak polusi udara tidak berhenti pada keluhan batuk, iritasi mata atau sesak napas.


Paparan PM2.5 dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Partikel halus tersebut dapat memicu proses peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh yang pada akhirnya dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan sistem kardiovaskular.


Risiko tersebut menjadi semakin penting diperhatikan ketika masyarakat terpapar polusi secara berulang atau dalam konsentrasi tinggi.


“Ini yang harus menjadi perhatian bersama. Polusi udara adalah persoalan kesehatan publik. Jangan sampai masyarakat baru bertindak setelah kondisi udara sudah sangat buruk,” katanya.


Siapa yang Bertanggung Jawab?


Yuliadi menilai penanganan persoalan kualitas udara membutuhkan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.


Pertama, pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah memiliki peran penting dalam pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi kondisi udara kepada masyarakat, pencegahan dan penindakan terhadap pembakaran lahan ilegal, serta menyiapkan langkah mitigasi apabila kualitas udara mencapai level yang membahayakan kesehatan.


Menurutnya, Pemko Padang dan Pemprov Sumbar perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara dapat diakses masyarakat secara cepat, mudah dipahami dan diperbarui secara berkala.


Kedua, perusahaan dan pihak yang melakukan pembakaran lahan. Praktik pembakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap harus menjadi perhatian serius. Penegakan hukum terhadap aktivitas pembakaran ilegal dinilai penting agar pencemaran udara tidak terus berulang.


Ketiga, masyarakat. Yuliadi mengajak masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, seperti membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi udara sedang buruk.


PJKIP Dorong Transparansi Informasi Kualitas Udara


Sebagai organisasi yang bergerak dalam isu keterbukaan informasi publik, PJKIP Kota Padang juga mendorong agar informasi mengenai kualitas udara disampaikan secara transparan kepada masyarakat.


“Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat berhak mengetahui kondisinya. Berapa indeks kualitas udara, apa penyebabnya, wilayah mana yang terdampak, dan apa yang harus dilakukan masyarakat. Informasi seperti ini harus cepat dan terbuka,” tegas Yuliadi.


Ia juga mendorong pemerintah memperkuat edukasi publik mengenai perlindungan diri saat terjadi peningkatan polusi udara, termasuk mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat serta menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai.


Jangan Tunggu Udara Berbahaya Baru Bertindak


Yuliadi menegaskan bahwa persoalan polusi udara harus ditangani melalui langkah pencegahan, bukan hanya respons ketika kondisi sudah kritis.


“Jangan menunggu udara sudah berbahaya baru kita bergerak. Kualitas udara berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan data, informasi yang terbuka, mitigasi yang cepat, dan penegakan hukum terhadap sumber pencemaran,” ujarnya.


PJKIP Kota Padang, lanjutnya, siap ikut mengawal penyebarluasan informasi publik terkait kualitas udara agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.


“Udara bersih adalah hak masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap kualitas udara harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (**)



SUMBARNET - Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau  DKP PWI Sumbar mendorong penguatan pembinaan wartawan. Utamanya, guna sosialisasi etika jurnalistik, serta pembenahan sistem pengaduan dan kearsipan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting seiring bertambahnya jumlah anggota PWI Sumbar.


Hal itu mengemuka dalam rapat DKP PWI Sumbar yang digelar di ruang DKP PWI Sumbar, Jumat (11/9/2026). Rapat dihadiri Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi, Sekretaris Emil Mahmudsyah serta anggota masing-masing, Rusdi Bais dan Zamri Yahya.


Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi menegaskan, keberadaan DKP tidak semata-mata berorientasi pada penindakan atau pemberian sanksi terhadap wartawan. Menurutnya, fungsi edukasi dan pembinaan harus menjadi perhatian utama.


“Kita seharusnya mengedukasi wartawan, bukan bersifat menghukum,” ujar Zul dalam rapat tersebut.


Ia menilai, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis bersama pengurus harian PWI Sumbar. Dengan langkah tersebut, diharapkan persoalan pelanggaran etika dapat diminimalkan sehingga DKP tidak dibanjiri laporan yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi sejak awal.


Zul juga mengusulkan adanya format standar pengaduan yang masuk ke DKP PWI Sumbar. Pengaduan, kata dia, dapat dibuat dalam format tertentu, termasuk file PDF, dengan ketentuan batas maksimal isi serta kewajiban melampirkan bukti atau dokumen pendukung.


Selain format pengaduan, Zul menilai perlu dibuat standar format keputusan DKP. Hal ini termasuk mekanisme pengambilan keputusan apabila terjadi perbedaan pendapat di antara anggota majelis. Ia menegaskan, proses tersebut harus berjalan objektif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anggota majelis untuk menyampaikan pandangan.


“Saya sebagai ketua majelis tidak mau berada di depan dalam pengambilan keputusan. Saya lebih mendahulukan anggota majelis,” katanya.


Pembenahan kearsipan juga menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat. Zul menyebut penataan dokumen, termasuk sistem penomoran surat, perlu diperbaiki agar tidak terjadi penomoran berulang. Menurutnya, DKP dapat memberikan contoh langsung mengenai tata kelola arsip yang baik.


Anggota DKP PWI Sumbar Rusdi Bais menyatakan setuju dengan usulan tersebut. Ia menilai DKP harus memiliki sistem pengarsipan yang jelas dan tertata. Selain itu, sosialisasi juga perlu digencarkan mengingat jumlah anggota PWI Sumbar terus bertambah dengan latar belakang dan karakter yang beragam.


Pandangan serupa disampaikan anggota DKP PWI Sumbar Zamri Yahya. Ia menilai kearsipan sangat penting karena setiap keputusan yang diambil DKP berpotensi menjadi yurisprudensi atau rujukan bagi kepengurusan DKP pada masa mendatang.


Sekretaris DKP PWI Sumbar Emil Mahmudsyah juga meminta dukungan seluruh anggota dalam pembenahan kearsipan. Ia mengakui selama ini lebih banyak berkutat pada bidang Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) dan Seksi Pendidikan. Karenanya, tertib administrasi dan kesekretariatan serta arsip butuh dukungan bersama lingkup jajaran DKP.


Pada kesempatan sama, ia mengusulkan pembentukan Divisi Sosialisasi yang memiliki program kerja konkret untuk memberikan pemahaman kepada anggota PWI mengenai etika dan aturan profesi wartawan. "Langkah sosialisasi lewat periodik yang ditangani Divisi terkait merupakan tahapan penting sebelum dilakukan Divisi penindakan, " tandas Emil. 


Menanggapi usulan tersebut, Zul Effendi kembali menekankan pentingnya kearsipan, termasuk sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi ketika dilakukan konvensi atau evaluasi organisasi. Ia juga membuka gagasan program dialog bulanan yang melibatkan seluruh pengurus PWI untuk memperkuat pemahaman anggota.


Menurut Zul, anggota PWI tidak cukup hanya mengetahui aturan, tetapi juga harus memahami dan menghayati etika profesi sebagaimana diatur dalam AD/ART PWI, Kode Perilaku Wartawan (KPW), serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).


Sosialisasi, lanjutnya, juga perlu diperluas kepada pihak eksternal. DKP PWI Sumbar dapat melibatkan humas instansi pemerintah maupun lembaga lainnya. Bahkan, kerja sama dengan Dewan Pers dapat dilakukan dengan PWI sebagai penyelenggara dan pihak terkait sebagai narasumber.


“Kami ingin anggota PWI harus tahu, lantas mengerti dan paham soal etika sebagai wartawan,” tegas Zul.


Terkait pembiayaan DKP, Zul menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dengan Ketua PWI Sumbar Widya Navies. Ia menilai mekanisme pendanaan DKP harus jelas dan transparan agar pelaksanaan program, termasuk pembinaan, sosialisasi, pengaduan, dan kearsipan, dapat berjalan secara optimal.


Rapat tersebut pada akhirnya menegaskan pentingnya memperkuat DKP PWI Sumbar sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi penyelesaian pengaduan dan penegakan etika. Sejurus itu juga aktif melakukan edukasi, pembinaan, serta membangun tata kelola administrasi yang tertib dan transparan. (*rel*)



Oleh: Duski Samad

Warga Kota Padang


Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari gedung tinggi, jalan yang lebar, pusat perdagangan yang ramai, layanan digital, atau pertumbuhan ekonomi. Kota yang benar-benar maju adalah kota yang mampu meningkatkan kualitas hidup warganya tanpa kehilangan identitas, nilai, dan akar kebudayaannya.


Dalam konteks Kota Padang, prinsip ini menjadi semakin penting. Padang sedang tumbuh sebagai kota pendidikan, perdagangan, jasa, pariwisata, dan pusat pemerintahan Sumatera Barat. Modernisasi tidak mungkin dihentikan dan memang tidak perlu dihentikan. Tantangannya adalah bagaimana kemajuan tersebut tetap mempunyai jiwa Minangkabau.


Karena itu, munculnya Hendri Yazid dalam pencalonan kepemimpinan LKAAM Kota Padang patut dibaca lebih luas daripada sekadar pergantian kepengurusan organisasi adat. Pencalonan tersebut membawa pesan bahwa pelestarian adat harus dilakukan bersama-sama, marwah adat harus ditegakkan, dan kemajuan Kota Padang harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Minangkabau.


Pesan ini penting karena kota yang kehilangan akar kebudayaannya mungkin terlihat maju secara fisik, tetapi dapat mengalami kekosongan sosial.


Belajar dari Negara Maju


Pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa modernitas tidak harus dibayar dengan kehilangan tradisi. Jepang merupakan contoh bagaimana kemajuan teknologi dapat berjalan bersama penghormatan kepada tradisi, disiplin sosial, etika kerja, kebersihan, dan penghargaan terhadap komunitas.


Korea Selatan juga memperlihatkan bagaimana identitas kebudayaan justru dapat menjadi kekuatan memasuki kompetisi global. Tradisi, kuliner, bahasa, seni, dan nilai sosial tidak dibuang ketika modernisasi berlangsung. Sebaliknya, kebudayaan diolah menjadi kekuatan pendidikan, ekonomi kreatif, diplomasi, dan identitas nasional.


Pelajarannya bagi Padang jelas: menjadi modern tidak berarti menjadi orang lain.


Kota Padang tidak perlu kehilangan karakter Minangkabau untuk menjadi kota maju. Justru kemajuan akan lebih kokoh apabila dibangun di atas masyarakat yang mempunyai identitas, etika, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap kotanya.


Inggok Basitumpu, Tabang Basitumpu


Falsafah Minangkabau menyediakan modal sosial yang besar. Salah satunya semangat inggok basitumpu, tabang basitumpu: setiap orang mempunyai tempat berpijak, mempunyai lingkungan sosial, serta terhubung dengan kaum, kampung, nagari, dan masyarakatnya.


Nilai seperti ini sangat relevan menghadapi kehidupan perkotaan yang semakin individualistik.


Penduduk Kota Padang hari ini semakin heterogen. Mobilitas tinggi, permukiman berkembang, pendatang bertambah, dan hubungan sosial berubah. Dalam keadaan demikian, masyarakat membutuhkan mekanisme kebudayaan yang mampu menciptakan keserasian sosial.


Prinsip inggok basitumpu dapat diterjemahkan menjadi program penguatan komunitas berbasis kelurahan, masjid, suku, kaum, organisasi sosial, pemuda, bundo kanduang, niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.


Orang yang datang dan hidup di Padang harus merasa mempunyai tempat untuk berinteraksi dan berkontribusi. Sebaliknya, masyarakat adat harus mampu menjadi tuan rumah yang terbuka, bermartabat, dan mampu merawat keharmonisan.


Adat Harus Masuk Ruang Pendidikan


Pelestarian adat tidak cukup melalui pidato dan seremoni. Adat harus masuk ke ruang pendidikan dan pengalaman hidup generasi muda.


Salah satu yang perlu diperkuat adalah pembelajaran sumbang duo baleh bagi anak-anak sejak sekolah dasar. Nilai sumbang duo baleh sesungguhnya bukan sekadar kumpulan larangan adat. Di dalamnya terdapat pendidikan etika, kesopanan, cara berbicara, cara bergaul, penghormatan kepada orang lain, pengendalian diri, dan kepantasan dalam kehidupan sosial.


Tentu penyampaiannya harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan prinsip pendidikan anak. Bukan menakut-nakuti atau membatasi kreativitas, tetapi membantu anak memahami batas kepantasan, penghormatan, tanggung jawab, dan martabat diri.


Di tengah derasnya media sosial, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal justru semakin dibutuhkan.


Anak-anak kita tidak cukup hanya menjadi smart secara digital, tetapi juga harus cerdas secara sosial, matang secara emosional, dan berakar secara kultural.


Smart Surau dan Adat Harus Bertemu


Karena itu program unggulan Wali Kota Padang, terutama Smart Surau, layak memperoleh dukungan kuat dari lembaga adat dan tokoh masyarakat.


Surau dalam sejarah Minangkabau bukan hanya tempat shalat. Surau adalah ruang pendidikan, pembentukan karakter, belajar agama, adat, silek, kepemimpinan, solidaritas, dan tempat generasi muda mengenal masyarakatnya.


Konsep Smart Surau akan semakin kuat apabila teknologi dipertemukan dengan adat dan pendidikan karakter.


Di sinilah kepemimpinan LKAAM Kota Padang ke depan mempunyai posisi strategis. Ketua LKAAM, termasuk figur Datuk Guci dalam kepemimpinan adat kota, harus mampu membangun sinergi antara pemerintah kota, niniak mamak, alim ulama, perguruan tinggi, sekolah, masjid, pemuda, bundo kanduang, dan komunitas anak nagari.


LKAAM tidak cukup hanya hadir ketika terjadi sengketa adat. LKAAM harus tampil sebagai pusat gagasan kebudayaan kota.


Dari Jaringan Menjadi Gerakan


Kota Padang mempunyai modal sosial yang luar biasa. Ada jaringan ulama, tokoh adat, birokrat, akademisi, pengusaha, perantau, pemuda, dan anak nagari. Persoalannya adalah bagaimana jaringan besar itu diubah menjadi gerakan bersama.


Kepemimpinan adat masa depan harus mampu menghubungkan semua kekuatan tersebut.


Tokoh adat menjaga akar budaya. Ulama memperkuat nilai syarak. Pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitas. Perguruan tinggi memberikan kajian dan inovasi. Sekolah melakukan pewarisan. Perantau memperluas jaringan. Generasi muda menghadirkan kreativitas dan teknologi.


Inilah makna sesungguhnya dari adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah dalam pembangunan kota: bukan hanya slogan, tetapi menjadi cara bekerja bersama.


Kearifan adalah Jalan Kemajuan


Maka jangan tempatkan adat berhadapan dengan modernitas. Yang dibutuhkan bukan memilih antara menjadi kota adat atau kota modern. Padang harus menjadi kota modern yang berakar pada kearifan Minangkabau.


Gedung boleh semakin tinggi, tetapi marwah jangan semakin rendah. Teknologi boleh semakin canggih, tetapi hubungan sosial jangan semakin renggang. Ekonomi boleh semakin tumbuh, tetapi kepedulian jangan semakin hilang.


Modernisasi memberikan Kota Padang kecepatan. Teknologi memberikan kecerdasan. Pembangunan memberikan fasilitas. Tetapi kearifan memberikan arah.


Karena itu, kemajuan Kota Padang harus dibangun melalui perjumpaan tiga kekuatan: adat yang menjaga identitas, agama yang memberikan nilai, dan modernitas yang menghadirkan inovasi.


Jika ketiganya dapat dipertemukan, Padang tidak hanya menjadi kota yang maju secara fisik, tetapi kota yang berbudaya, berkarakter, harmonis, dan bermartabat.


Itulah kemajuan kota dalam kearifan.