PADANG — Universitas Terbuka (UT) Padang menggelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) & Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester 2025–2026 Genap di aula UT Padang, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi ratusan mahasiswa baru untuk memahami sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas UT.


Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Terbuka tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr. Feri Mulyani Hamid, M.Biomed, yang mewakili Wali Kota Padang. Hadir pula jajaran pimpinan Universitas Terbuka, yakni Manajer Keuangan dan Umum Azvinal, S.St.Ars., Manajer Perluasan Daya Jangkau Dr. Malta, S.T., M.Si., Manajer Pembelajaran dan Alumni Adrianto, S.E., M.M., serta Direktur Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh staf, para penanggung jawab mahasiswa, serta mahasiswa/i Universitas Terbuka.


Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) & Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) diselenggarakan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai sistem pembelajaran jarak jauh di Universitas Terbuka, termasuk tata cara registrasi, pelaksanaan tutorial, pemanfaatan dan kesungguhan dalam memperlajari modul, serta mekanisme ujian. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk sikap mandiri, disiplin, dan kemampuan mengelola waktu yang efektif, mengingat keberhasilan studi di UT sangat bergantung pada komitmen pribadi mahasiswa. 


Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa OSMB bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan sistem belajar mandiri. Menurutnya, UT hadir untuk membentuk karakter mahasiswa yang tangguh dan bertanggung jawab, bukan hanya sekadar mengejar ijazah.


“Kita harus mengenal Universitas Terbuka terlebih dahulu. Di UT, mahasiswa dituntut mandiri. Tidak ada yang bisa menolong selain diri sendiri,” tegasnya.


Dr. Merly juga mengingatkan agar mahasiswa tidak merasa rendah diri menjadi bagian dari UT. Dengan jumlah mahasiswa yang telah mencapai ratusan ribu di seluruh Indonesia, UT telah melahirkan banyak alumni yang sukses di berbagai bidang.


Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr. Feri Mulyani Hamid, M.Biomed, yang hadir mewakili Wali Kota Padang, menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang dikembangkan UT.


Ia menilai sistem pembelajaran jarak jauh semakin relevan di era transformasi digital, bahkan sebelum pandemi konsep tersebut telah lebih dahulu dijalankan oleh UT. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu membangun disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian dalam belajar.


“Manfaatkan masa studi ini bukan hanya untuk mengejar gelar, tetapi untuk membangun jejaring, meningkatkan kompetensi, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” ujarnya.


Selain itu, Ketua Panitia, Cici Aulia Ramadhani, S.K., menyampaikan bahwa OSMB bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa baru terkait sistem pembelajaran, layanan akademik, registrasi, tutorial, dan ujian. Ia juga menyebutkan bahwa Padang menjadi lokasi terakhir pelaksanaan OSMB luring di Sumatera Barat dengan total 331 mahasiswa yang diundang dari berbagai program studi.


Dalam rangkaian acara tersebut, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., turut menyampaikan pesan melalui tayangan video, yang menekankan pentingnya kesiapan belajar mandiri serta komitmen mahasiswa dalam memanfaatkan fleksibilitas sistem UT secara maksimal.


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada Staf Ahli perwakilan Wali Kota Padang serta penyematan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa UT sebagai tanda resmi bergabungnya mahasiswa baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi lanjutan OSMB.


Melalui kegiatan ini, UT Padang berharap mahasiswa tidak hanya memahami mekanisme akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan manajemen waktu, strategi belajar efektif, literasi digital, serta karakter mandiri yang menjadi kunci keberhasilan dalam sistem pendidikan jarak jauh. (Taufik/Filsa)

 


PADANG PANJANG — Komitmen dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan kembali ditunjukkan MDTA Nurut Taqwa Jambu, Nagari Gunuang, lewat pelaksanaan Gebyar Ramadan V yang resmi dibuka Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, di Musala Nurut Taqwa, Sabtu (28/2/2025).


Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi anak-anak dan remaja selama bulan suci Ramadan. Selama tiga pekan ke depan, para santri dan santriwati akan mengikuti berbagai perlombaan seperti tartil 1 juz, tilawah, praktik salat jenazah, azan, doa, serta cabang pemula.


Dalam sambutannya, Wako Hendri menyampaikan apresiasi atas konsistensi pengurus musala, majelis taklim, dan tenaga pendidik MDTA yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda.


“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari proses membangun mental, akhlak, dan rasa percaya diri anak-anak kita. Pemerintah Kota tentu sangat mendukung upaya pembinaan seperti ini,” ujarnya.


Ia juga mengajak masjid dan musala lain di Padang Panjang untuk menjadikan Ramadan sebagai ruang pembinaan yang produktif, sehingga anak-anak tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas seremonial, tetapi juga kegiatan yang memperkuat karakter dan spiritualitas.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi dan pergaulan yang semakin kompleks.


“Sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, dan pemerintah menjadi kunci. Pengawasan dan komunikasi yang baik akan melahirkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” tambahnya.


Sementara itu, Pengurus Musala Nurut Taqwa, Ade Afdil menyebutkan, Gebyar Ramadan tahun ini diikuti sekitar 300 peserta dengan pembatasan kuota di setiap cabang lomba.


“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kegiatan ini sudah lima kali digelar dan menjadi agenda rutin setiap Ramadan,” ungkapnya.


Turut hadir Wakil Wali Kota, Allex Saputra, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, lurah, perwakilan Kemenag, serta undangan lainnya. (cigus)

 


Gunung Tuleh, Tim Safari Ramadan Kabupaten Pasaman Barat yang dipimpin Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengunjungi Masjid Raya Nurul Huda Sungai Aur I, Jorong Baruh Gunung, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Jumat (27/2) malam. Dalam kunjungan tersebut, bupati menyerahkan bantuan hibah untuk pembangunan masjid.


Kegiatan Safari Ramadan merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi warga secara langsung.


Turut mendampingi bupati, Asisten I Setia Bakti, Ketua TP-PKK Ny. Sifrowati Yulianto, Kepala BKAD Zulfi Agus, Kepala Kesbangpol Yosmar Difia, Kepala DKUKM Agusli, Kepala Bappelitbangda Joni Hendri, Pimpinan Bank Nagari Simpang Empat Rahmad Ildrony, Kepala Kementerian Agama Pasaman Barat Rali Tasman, Ketua KPU Alfi Syahrin, Kabag Kesra Getri Ardenis, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Winardi, Camat Gunung Tuleh Halomoan, serta sejumlah kepala OPD dan pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Yulianto menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat Jorong Baruh Gunung. Ia menilai momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.


“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mempererat kebersamaan,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kualitas ibadah serta saling memaafkan di bulan suci. Selain itu, ia meminta dukungan masyarakat terhadap program pembangunan daerah agar sejumlah proyek yang sempat tertunda dapat direalisasikan secara bertahap.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Pasaman Barat menjadi komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Bupati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Ia menyebut, mewujudkan generasi emas membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pendidikan, keagamaan, hingga lingkungan sosial.


“Membangun generasi emas adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan dukungan semua pihak, kita optimistis dapat melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” katanya.


Sementara itu, Pengurus Masjid Raya Nurul Huda Sungai Aur I, Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran bupati dan rombongan yang turut melaksanakan buka puasa dan salat tarawih berjamaah bersama masyarakat.


“Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan kepedulian dan semakin mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya.


Pada akhir kegiatan, Bupati Yulianto menyerahkan bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebesar Rp15 juta kepada Masjid Raya Nurul Huda Sungai Aur I. Selain itu, Bank Nagari Simpang Empat memberikan bantuan Rp2 juta, jam dinding, serta paket Al-Qur’an dari Kementerian Agama Pasaman Barat.


Kegiatan Safari Ramadan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, serta ditutup dengan doa bersama. (**)

 


Pasaman, Memasuki hari ke-9 Ramadan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mulai menggulirkan program Tim Safari Ramadan (TSR). Jumat (27/2) malam, rombongan TSR mengunjungi Masjid Baitul Makmur, Jorong Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman.


Kunjungan tersebut dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum, Harlina Syahputri, yang mewakili Wakil Bupati Pasaman Barat. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat Supriyono, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Bank Nagari Cabang Ujung Gading, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Harlina menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ia menilai kebersamaan unsur eksekutif dan legislatif yang beribadah bersama warga menjadi simbol harmonisasi dalam membangun daerah.


“Safari Ramadan adalah agenda rutin tahunan yang menjadi jembatan bagi pemerintah daerah untuk menyapa langsung masyarakat di bulan suci. Kami berharap kedekatan ini dapat memperkuat dukungan terhadap program pembangunan yang telah dituangkan dalam visi dan misi pemerintah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, salah satu misi kepemimpinan Bupati Yulianto dan Wakil Bupati Ihpan adalah mewujudkan masyarakat Pasaman Barat yang beriman dan bertakwa. Namun, menurutnya, cita-cita tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.


“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami beriringan dengan DPRD, dan dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Kami mohon doa dan dukungan agar Pasaman Barat dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik,” tambahnya.


Harlina juga menyinggung tantangan pembangunan di tengah proses pemulihan pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pasaman Barat. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat serta memohon pengertian masyarakat apabila masih terdapat program pembangunan yang belum terlaksana secara optimal.


Selain pembangunan infrastruktur, ia menitipkan pesan kepada orang tua dan tokoh masyarakat agar bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat musyawarah dan pembinaan karakter.


Dalam kesempatan itu, Tim Safari Ramadan menyerahkan bantuan berupa dana untuk pembangunan dan operasional masjid dari Pemkab Pasaman Barat, sejumlah mushaf Al-Qur’an, serta bantuan dana dari Bank Nagari Cabang Ujung Gading.


Sementara itu, pengurus Masjid Baitul Makmur, Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan TSR.


“Kami merasa terhormat atas kehadiran tim pemerintah daerah. Apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan, kami memohon maaf,” ujarnya.


Kegiatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan ceramah agama. (**)

 


Kinali, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kembali menggelar Safari Ramadan, Jumat (27/2) malam. Tim yang dipimpin Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mengunjungi Masjid Ar-Rahman, Gunung Sangkur, Nagari Bandua Balai, Kecamatan Kinali, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat.


Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Pasbar menyerahkan hibah sebesar Rp15 juta untuk Masjid Ar-Rahman Gunung Sangkur. Selain itu, Bank Nagari Cabang Simpang Empat turut memberikan bantuan sebesar Rp1,5 juta dan satu unit jam dinding.


Sekda Pasbar Doddy San Ismail mengatakan, Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bagian dari pelaksanaan visi dan misi pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu usulan yang disampaikan warga adalah perbaikan akses jalan Koja–Gunung Sangkur sepanjang sekitar lima kilometer.


“Jika sudah masuk dalam Dokumen R3P, insyaallah dapat kita realisasikan dalam tiga tahun mendatang. Namun, jika belum tercantum, silakan diusulkan agar bisa diproses. Begitu pula dengan infrastruktur lain yang terdampak bencana alam,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan mempererat silaturahmi, meningkatkan sedekah dan infak, serta memperkuat kepedulian sosial.


Sementara itu, Pengurus Masjid Ar-Rahman Gunung Sangkur, Ahmad Musir Dt Marajo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Safari Ramadan Pemkab Pasbar. Ia menjelaskan, Gunung Sangkur merupakan wilayah perluasan dari Kampung Bandarejo.


Menurutnya, masyarakat setempat berharap adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, termasuk pembukaan akses jalan Koja–Gunung Sangkur. Ia juga menyampaikan bahwa wilayah tersebut sempat terdampak banjir beberapa waktu lalu.


“Kami berharap ada perbaikan infrastruktur ke depan. Selain itu, kami memiliki taman kanak-kanak yang diharapkan dapat difungsikan pada tahun ajaran baru,” ujarnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas P2KBP3A Armen, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Afkar, Camat Kinali Saparuddin, unsur Forkopimca Kinali, Pimpinan Bank Nagari Cabang Simpang Empat, penceramah Suharjo Lubis, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (**)

 


SUMBARNET - Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam kembali menunjukkan progres positif. Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut telah resmi mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dan segera memasuki tahap pembangunan.


Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui organisasi perangkat daerah terkait bergerak cepat menuntaskan penyediaan lahan. Hal itu ditandai dengan diterimanya aset tanah seluas 9,5 hektare dari masyarakat untuk pembangunan Sekolah Rakyat.


Penyerahan aset tanah tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly dari keluarga H. Daniel Sutan Sinaro di Jorong Gantiang Ateh, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Jumat (27/2/2026), bertempat di kediaman keluarga.


Turut hadir mendampingi, Asisten Administrasi Umum Riswandi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala Dinas Sosial PPPA Hendra Setiyawan, Kepala Bappedalitbang Andriyanti Rustam, perwakilan Dinas Perkim LH, Plt. Kepala BKD, Camat, Forkopimca, serta undangan lainnya.


Pada kesempatan tersebut, Anton Yondra yang mewakili keluarga besar H. Daniel Sutan Sinaro (orang tua Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia) menyampaikan bahwa pihak keluarga dengan ikhlas menyerahkan lahan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk kepentingan umum, khususnya pembangunan Sekolah Rakyat, seluas 9,5 hektare atas nama keluarga besar Daniel Sutan Sinaro dan istrinya, Nurdasni.


“Alhamdulillah, tanpa memerlukan waktu lama, keinginan keluarga besar Bapak Dony Oskaria untuk mendukung program pemerintah membangun Sekolah Rakyat di Tanah Datar dapat berjalan lancar melalui penyerahan tanah seluas 9,5 hektare. Terima kasih kepada Bapak Daniel dan keluarga,” ungkap Anton Yondra yang juga menjabat Ketua DPRD Tanah Datar.


Ia juga berharap lahan yang telah diserahkan tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya Nagari Tanjung Alam, serta menjadi keunggulan daerah dalam mencetak generasi muda yang berkualitas di masa depan.


Hal senada disampaikan Wakil Bupati Ahmad Fadly. Atas nama Pemerintah Daerah, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada keluarga besar H. Daniel Sutan Sinaro atas kontribusi besar dalam mendukung pembangunan pendidikan di Tanah Datar.


“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Pembangunan Sekolah Rakyat ini sudah lama kita idamkan karena merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Alhamdulillah, niniak mamak dan masyarakat Nagari Tanjung Alam memberikan dukungan penuh,” ujarnya.


Wabup menambahkan, dengan telah diserahkannya lahan seluas 9,5 hektare tersebut, Sekolah Rakyat nantinya akan mampu menampung sekitar 3.000 siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA. Para siswa berprestasi juga akan berkesempatan mendapatkan bantuan Beasiswa Garuda setelah menyelesaikan pendidikan.


Lebih lanjut disampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan dimulai pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp250 hingga Rp300 miliar. Fasilitas yang akan dibangun meliputi asrama, rumah ibadah, lapangan olahraga, klinik kesehatan, sarana air bersih, akses jalan yang memadai, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh siswa yang bersekolah di sana akan mendapatkan pendidikan secara gratis.


Menurutnya, pembangunan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi Nagari Tanjung Alam dan kawasan sekitarnya.


Wakil Bupati Ahmad Fadly optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam akan semakin memperkuat posisi Tanah Datar sebagai daerah yang serius membangun sumber daya manusia sejak akar rumput. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai apabila seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.


Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan satu unit ambulans untuk Masjid Raya Tanjung Alam dari Winda Lorita, keluarga besar Dony Oskaria. (*)


(prokopim/hr-adib)

Putra Selayang Pandang

 


JAKARTA,  – Tekanan terhadap aparat penegak hukum kian menguat seiring dengan langkah tegas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Situasi Terkini (PST) yang resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa di lima desa di Kota Prabumulih ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

 

Total anggaran yang dipersoalkan dari realisasi tahun 2024–2025 tersebut mencapai angka fantastis, yakni hampir Rp9 miliar. Ketua PST, Dian HS, menegaskan bahwa laporan ini didasarkan pada data realisasi anggaran dan hasil investigasi lapangan yang mendalam.

 

“Kami tidak datang dengan opini. Kami datang membawa angka, bukti, dan suara masyarakat desa yang merasakan ada ketidakberesan dalam pengelolaan dana mereka,” tegas Dian HS dalam orasi di depan Gedung Kejagung, Kamis (26/02/2026).

 

Berikut adalah poin-poin utama dugaan penyimpangan di lima desa tersebut.

 

Temuan paling mencolok di Desa Jungai adalah munculnya anggaran Operasional Pemerintah Desa untuk HUT RI ke-73 sebesar Rp19,5 juta pada tahun 2024, padahal perayaan tersebut seharusnya jatuh pada tahun 2018. Selain itu, terdapat perbedaan harga satuan yang tajam pada proyek sumur bor tahun 2024 dan 2025 yang diduga kuat sebagai praktik mark-up.

 

PST menyoroti anggaran sebesar Rp1,72 miliar yang meliputi proyek jalan lingkungan, drainase, hingga pengadaan sapi dan traktor. Diduga terdapat proyek yang tidak sesuai spesifikasi serta potensi kegiatan fiktif pada pengadaan tenda senilai Rp147,7 juta.

 

Anggaran sebesar Rp1,84 miliar dipersoalkan, mencakup pengadaan bibit itik, pisang, hingga pembangunan gedung TPA senilai Rp265,5 juta. PST menilai laporan kegiatan terlihat rapi secara administratif, namun tidak sebanding dengan kondisi fisik di lapangan.

 

Penyimpangan diduga terjadi pada pembangunan jalan cor beton senilai Rp137,8 juta serta kegiatan pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dinilai tidak proporsional dan hanya menghabiskan anggaran secara tidak efisien.

 

Desa ini mencatat sorotan anggaran terbesar, terutama pada sektor ketahanan pangan yang mencapai lebih dari Rp550 juta. Proyek lain yang dipertanyakan meliputi keramik lapangan futsal senilai Rp99 juta dan pengadaan konter pulsa sebesar Rp21 juta.

 

Dalam tuntutannya, Dian HS menyampaikan pernyataan keras bahwa Dana Desa adalah hak rakyat yang tidak boleh dipermainkan. 


"Kami mendesak Kejagung segera memeriksa, memanggil, dan menetapkan tersangka jika terbukti! Jangan ada tebang pilih atau perlindungan terhadap pelaku KKN di tingkat desa," serunya.

 

Laporan ini juga ditembuskan ke Kementerian Desa PDTT, Kejati Sumatera Selatan, Kejari Prabumulih, hingga Wali Kota Prabumulih. PST berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini secara profesional dan transparan sampai ada kepastian hukum yang jelas.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kelima desa yang dilaporkan terkait tuduhan tersebut. (**)

 


​PADANG – Pemerintah Kota Padang menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu. Penyerahan santunan dilakukan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (25/2/2026).


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, usai menyerahkan santunan menekankan bahwa uang santunan ini bukanlah pengganti nyawa yang hilang, melainkan bentuk empati mendalam dari pemerintah.


​"Ini adalah bentuk kehadiran negara. Kami berharap dana ini dimanfaatkan dengan bijak, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan biaya pendidikan untuk melanjutkan masa depan mereka," tutur Maigus.


Masing-masing ahli waris menerima santunan tunai sebesar Rp15.000.000,- sebagai bentuk santunan duka bagi delapan jiwa korban di Kecamatan Koto Tangah dan tiga jiwa di Kecamatan Pauh.


Penyerahan santunan disaksikan langsung perwakilan Kemensos RI, Indra, serta Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya.


Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya menyampaikan bahwa pendataan telah dilakukan sejak peristiwa banjir November tahun 2025 lalu. Ditegaskannya, sebelas penerima santunan hari ini merupakan warga asli Kota Padang. Sementara korban yang berasal dari luar daerah telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. 


​"Verifikasi dilakukan sangat ketat melibatkan OPD terkait hingga muncul data by name by address. Alhamdulillah, Kemensos menepati janji untuk mencairkan santunan ini sebelum lebaran Idulfitri," ujar Eri Sendjaya.


Ia juga menambahkan bahwa setelah tahap ini, pemerintah akan fokus pada bantuan penguatan sosial ekonomi bagi warga terdampak.


​Salah satu penerima santunan, Ari Septiadi, yang kehilangan ibu dan adiknya, mengaku akan menggunakan bantuan tersebut untuk keperluan kuliahnya. 


"Rencananya akan ditabung dulu, sebagian untuk biaya kuliah yang sedang berjalan," ungkapnya lirih.


​Senada dengan Ari, Ibu Mintarsih, yang kehilangan suami dan anaknya dalam musibah tersebut, mengaku tidak menyangka akan mendapat perhatian hingga sebesar ini. 


"Saya berterima kasih kepada RT hingga Camat yang membantu mengurus semuanya. Saat ini uangnya belum tahu untuk apa, masih dalam suasana duka," ucapnya.


​Selain santunan duka, pemerintah tengah merampungkan  pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan persiapan penyaluran dana jaminan hidup bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.(Defrianto / Charlie)

 


PADANG — Kebakaran yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) lalu di Jalan Dahlia RT 02 RW 03, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo telah meludeskan belasan tempat tinggal warga. Sebanyak 13 keluarga terdampak, termasuk dua mahasiswa. Tiga rumah hangus total, sementara satu bangunan dengan enam petak dihuni enam keluarga turut terbakar.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir datang ke lokasi. Maigus memberikan bantuan kepada korban terdampak, Kamis (26/2/2026). 


Kedatangan Maigus Nasir disambut suka cita oleh korban kebakaran. Termasuk Ketua RT 02 RW 03, Linda. 


"Teringat ketika kejadian itu, kondisi panas sekali, tahu-tahu api sudah besar. Dalam kondisi kebakaran itu, tidak satu pun harta benda keluarga kita ini yang bisa keluar. Kita tetap bersyukur, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Terimakasih kepada Pemko Padang yang sudah datang membantu,” ungkap Linda. 


Sementara, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang ditaksir menelan kerugian hingga miliaran rupiah. Ia menyebut beberapa rumah mengalami kerugian mencapai Rp500 juta hingga Rp600 juta, termasuk kendaraan. 


Melalui program Bantuan Sosial Tak Terencana (BSTT), Pemko Padang menyalurkan bantuan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp15 juta per keluarga. Selain itu, Baznas Kota Padang turut memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1,5 juta untuk masing-masing penerima dan ditambah bantuan logistik dari BPBD Kota Padang. 


“Inilah bentuk perhatian kita, mudah-mudahan bisa menjadi awal untuk memulai kembali. Segera diperbaiki agar bisa ditempati dan kembali berkumpul bersama keluarga,” harap Maigus. 


Maigus menambahkan, pemerintah akan mengevaluasi kemungkinan tambahan bantuan jika terdapat peluang ke depan. Sementara itu, warga diharapkan tetap semangat membangun kembali rumah dan kehidupan mereka, dengan dukungan semua pihak.


Turut hadir dalam penyerahan bantuan itu seperti jajaran BPBD, Damkar, Baznas Kota Padang, Dinas Sosial, Camat Nanggalo, Lurah Surau Gadang, dan lainnya.(Viqi / Charlie)

 


PADANG - Pemerintah Kota Padang menggandeng Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) untuk melakukan pengawasan jajanan berbuka puasa di "Pasa Pabukoan" di RTH Imam Bonjol, Padang, Kamis (26/2/2026). Pengawasan ini diharapkan dapat menjamin keamanan pangan masyarakat selama bulan Ramadan 1447 H. 


"Ini merupakan bentuk layanan dan jaminan kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kami ingin warga merasa aman saat menikmati hidangan berbuka yang disuguhkan oleh para pedagang," ujar Wakil Wali Kota, Maigus Nasir saat meninjau "Pasa Pabukoan", Kamis sore. 


Sementara, Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri menjelaskan, bahwa sejauh ini tren keamanan pangan di Sumatera Barat menunjukkan hasil positif. Di Kota Padang, target 20-25 sampel sedang dalam proses pengujian di lapangan.


​"Dibandingkan tahun lalu yang ditemukan empat pelanggaran (termasuk penggunaan pewarna tekstil Rhodamin B), tahun ini trennya jauh lebih baik. Ini berkat sinergitas Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan," jelas Martin.


BBPOM membawa mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji sampel secara real-time di "Pasa Pabukoan". Selain memantau takjil, BPOM telah memeriksa 26 sarana distribusi (ritel dan distributor).


Menjelang Lebaran, BBPOM berencana akan melakukan razia parsel. Martin menegaskan agar pelaku usaha memastikan produk dalam parsel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Lebaran.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menerapkan prinsip Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (CEK KLIK). 


"Jangan percaya hoaks, percayalah pada data BBPOM," pungkas Kepala BBPOM itu. (Muhammad Latif)