SUMBARNET - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus dua orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.


Pelaku diketahui masing-masing berinisial RD (21) dan RT (40). Keduanya berhasil diringkus di daerah Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasatreskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku berinisial RD dan RT tersebut.


Dikatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/76/III/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/ Polda Sumbar, tanggal 31 Maret 2026," ujarnya, Jumat (15/5/2026).


"Kedua pelaku tersebut sebelumnya melarikan diri setelah melakukan penganiayaan disertai dengan penusukan menggunakan senjata tajam terhadap korban bernama Awaluddin," ujarnya.


Kasatreskrim menerangkan, peristiwa tersebut terjadi di Jorong Kartini Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.


Berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku melakukan tindakan penganiayaan dengan cara memukul dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau dapur.


"Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri dan membuang barang bukti berupa satu buah pisau ke sungai Batang Saman," terangnya.


Menindaklanjuti laporan korban, Satreskrim Polres Pasaman Barat langsung melakukan penyelidikan, serta meminta keterangan para saksi yang melihat kejadian tersebut.


"Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan dan berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tim Opsnal langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku," ucapnya.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pelaku diketahui berada di daerah Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.


"Tim Opsnal di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung berangkat menuju Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau pada Selasa (12/5/2026)," tuturnya.


Lanjutnya, setelah berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Tandun Polres Rokan Hulu Polda Riau, kedua pelaku diketahui sedang berada di sebuah warung sate milik keluarganya.


"Kedua pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.20 WIB, di warung sate milik keluarganya di daerah Tandun Kabupaten Rokan Hulu Riau," ucapnya.


Dijelaskan, dihadapan petugas, kedua pelaku mengakui perbuatannya, sedangkan barang bukti satu buah pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban dibuang oleh pelaku RD ke sungai Batang Saman, setelah melakukan aksinya.


"Belum diketahui motif dari perbuatan kedua pelaku, petugas masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut," pungkasnya.


Saat ini, kedua pelaku telah berada di Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 ayat (1), Pasal 466 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (HumasResPasbar)

 


SUMBARNET - Personel Polres Pasaman Barat menggelar kegiatan Patroli Strong Point di sejumlah titik rawan kemacetan dan pusat aktivitas masyarakat pada Jumat (14/5/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas.


Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan bahwa kegiatan strong point merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kegiatan strong point merupakan pengaturan lalu lintas dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas serta menjaga keselamatan di jalan raya,” kata AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Menurutnya, kehadiran personel Polres Pasaman Barat di lapangan merupakan bentuk nyata pelayanan Polri dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beraktivitas.


“Polres Pasaman Barat hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.


Ia menjelaskan, patroli dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan personel juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan, pelanggaran lalu lintas, hingga potensi kecelakaan di jalan raya.


“Hal ini guna memberikan rasa aman dan nyaman serta terciptanya kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” sebutnya.


Kapolres berharap melalui kegiatan strong point yang rutin dilaksanakan, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat.


Selain itu, ia juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga ketertiban demi keselamatan bersama.


“Kami berharap masyarakat semakin disiplin dan tertib berlalu lintas, mematuhi aturan yang ada, serta selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.


Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, situasi kamtibmas maupun arus lalu lintas yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” harap AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Kegiatan strong point tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis yang memiliki tingkat aktivitas kendaraan cukup tinggi, dengan melibatkan personel Satlantas dan jajaran Polres Pasaman Barat. (**)



SUMBARNET - Kekompakan kepengurusan Ikatan Wartawan Independen (IWI) terjalin dengan satukan visi dan misi antar sesama insan pers khusus di Pasaman Barat, pada Jumat (14/5/2026) bertempat di kantor IWI Aek Tolang Pasaman Barat.


Kegiatan silaturahmi ini dipimpin langsung oleh Okeh Saputra selaku ketua Iwi Pasaman Barat.


"Kita sadari di era saat ini insan pers dituntut untuk giat dan lebih jeli dalm menyampaikan informasi ke publik," kata Okeh Saputra.


Ia menyebut, "sebagai lembaga kontrol sosial yang independen, kita dimintak untuk selalu profesional dan saling menguatkan," sebutnya.


Hal ini bertujuan untuk menguatkan silaturahmi sehingga tercipta kerja sama yang baik dan bisa di pertanggung jawabkan.


Oke berharap agar sesama pengurus dan anggota saling menguatkan dan menjaga kekompakan.


"Mari kita satukan visi dan misi sebagai pelayan informasi publik, agar kemajuan dan marwah jurnalis lebih diterima publib," harap Okeh Saputra. (Samino)



Padang - Memastikan visi Kota Padang yang diusung Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir tercapai, Bappeda Kota Padang menyelenggarakan brainstorming Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bagi perangkat daerah Pemko Padang di Kantor Bappeda Kota Padang, Jumat (15/5/26). 


Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni menyampaikan brainstorming RKPD ini dilakukan untuk memastikan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh perangkat daerah memang mengacu kepada visi dan misi Kota Padang 2025-2029. 


“Untuk memastikan kembali rencana kerja dan penganggaran yang diajukan oleh setiap perangkat daerah betul-betul berdampak pada penyelesaian permasalahan kota dan capaian target kinerja Pemko Padang, melalui visi-misi dan Progul yang diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” ujar Swesti Fanloni. 


Sebagai perangkat daerah yang menjadi leading sector visi Smart City, Dinas Kominfo Kota Padang menjadi perangkat daerah pertama yang mengikuti kegiatan brainstorming RKPD ini. 


“Sengaja Diskominfo menjadi yang pertama, karena memiliki peran paling besar dalam pencapaian visi Kota Padang sebagai Kota Pintar atau Smart City,” tambah Swesti Fanloni. 


Senada, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD menilai kegiatan brainstorming yang dilakukan oleh Bappeda ini merupakan hal baru yang memiliki dampak besar jika diseriusi bersama. 


“Kita duduk bersama dengan Bappeda, membahas program dan kegiatan, hingga supporting anggaran dalam upaya mencapai visi kota. Menarik karena perencanaan ke depan yang kami lakukan bisa lebih detail, sesuai dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas, baik dari aspek kegiatan ataupun penganggaran,” ungkapnya. 


Terkait hasil kegiatan brainstorming yang dilakukan Bappeda, Tommy TRD mengaku diperlukan beberapa perbaikan sesuai diskusi dengan jajaran Bappeda Kota Padang. 


“Ya, perlu beberapa penyempurnaan, khususnya terkait beberapa data agar lebih terukur dan menjadi representasi capaian output dan outcome. Insya Allah kita sempurnakan dalam 1-2 hari ini sesuai saran Bu Kaban,” pungkas Tommy TRD. 


Turut hadir dalam kegiatan brainstorming ini Sekretaris beserta para Kepala Bidang Bappeda Kota Padang dan Dinas Kominfo Kota Padang. (**)



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menghadiri peresmian pembangunan sumur bor dan tempat wudhu di Masjid Raya Kanagarian Koto Tangah, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (14/5/2026). 


Peresmian dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati.


Maigus Nasir turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan fasilitas yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama jemaah masjid. 


"Kehadiran sumur bor dan tempat wudhu ini tentu dapat meningkatkan kenyamanan jemaah dalam beribadah sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan masjid,” ujar Maigus Nasir. 


Wakil Wali Kota Padang yang juga ulama ini berharap fasilitas tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.


“Keberadaan sarana ibadah dan fasilitas pendukungnya yang memadai akan mendukung aktivitas keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan warga. Karena itu, kami berterima kasih kepada Human Initiative yang telah membantu pembangunan sumur bor dan tempat wudhu di Masjid Raya Koto Tangah ini,” imbuhnya.


Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli menilai program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan fasilitas ibadah yang layak dan memadai.


“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberi kenyamanan bagi jemaah dalam beribadah. Semoga program ini menjadi contoh semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu kebutuhan masyarakat,” kata Yassierli.


Di kesempatan yang sama, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati menjelaskan program tersebut meliputi pembangunan sumur bor sedalam 50 meter dan satu unit tempat wudhu untuk menunjang kebutuhan jemaah Masjid Raya Kanagarian Koto Tangah.


“Total nilai program mencapai Rp120 juta dan diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar 1.000 masyarakat di sekitar masjid,” jelasnya di penghujung acara yang juga dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan program dan paket sembako kepada masyarakat sekitar. (RM/BT/Prokopim)

 


SUMBARNET - Publik bertanya- tanya, bentuk pertanggungjawaban, menurut Undang-undang Walinagari harus menyelesaikan pertanggung jawabannya terhadap Pemerintah menyangkut laporan tahunan Walinagari (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa)


Pertanggungjawaban tersebut diatur oleh Undang-undang nomor 16 tentang Desa pasal 27 huruf c, dan Permendagri tentang laporan kepala desa.


Dari penelusuran tim media investigasi publik dilapangan, di Kecamatan Bayang dan Kecamatan Koto XI Tarusan masih banyak Walinagari yang belum melaporkan.


Kondisi ini diperparah dengan ditemukannya fakta dana ketahanan pangan 20 persen Dana Desa (DD) tidak disalurkan sesuai aturan.


Menurut aturan dana ketahanan pangan penyaluran dana desa seharusnya dari kas desa/nagari ke rekening Bumnag, ternyata disalurkan ke rekening pribadi perangkat nagari atau (pengurus Bumnag).


Ini berdampak terhadap pencalonan Walinagari yang ingin (incumben) karena kewajiban pertanggung jawaban yang ada, ini tentunya perlu perhatian Bupati untuk menugaskan insfektorat dalam mengevaluasi kinerja Walinagari.


Sementara Camat Kecamatan Bayang Hendro Nasti saat dihubungi wartawan Rabu (13/6/2026) mengaku belum melihat LPPD dari Walinagari yang akan berakhir masa jabatannya.


"Ya, kami belum lihat, namun saya akan koordinasikan dulu dengan Sekretaris Camat (Sekcam), apakah sudah ada yang memberikan laporan LPPD tersebut," tutupnya Hendro. (WH)



SUMBARNET.ID — Momentum bersejarah kini berada di ambang pintu Kota Bukittinggi. Tepat seratus tahun sejak jam ikonik pemberian Ratu Belanda itu berdiri tegak, Pemerintah Kota Bukittinggi bersiap menggelar perhelatan akbar bertajuk Alek Anak Nagari.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga tokoh adat dan para perantau, untuk memadati Lapangan Kantin Wirabraja pada Sabtu, 16 Mei 2026 mendatang.


Gelaran ini bukan sekadar perayaan ulang tahun sebuah monumen, melainkan manifestasi rasa syukur atas satu abad Jam Gadang yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan marwah masyarakat Sumatera Barat.


Peringatan satu abad ini menjadi titik balik penting dalam menjaga relevansi budaya Minangkabau di tengah gempuran modernitas digital. Melalui Alek Anak Nagari, nuansa klasik Bukittinggi akan dihidupkan kembali lewat berbagai atraksi tradisional yang mulai jarang ditemui.


Penyelenggaraan acara di Lapangan Kantin Wirabraja diharapkan mampu menampung antusiasme ribuan pasang mata yang rindu akan kemeriahan pesta rakyat yang otentik. Ramlan Nurmatias menekankan bahwa Jam Gadang adalah identitas kolektif yang menyatukan hati setiap orang Minang, baik yang menetap di ranah maupun yang sedang berjuang di rantau.


“Peringatan Satu Abad Jam Gadang ini bukan hanya tentang memutar kembali memori sejarah, tetapi tentang bagaimana kita menitipkan tongkat estafet identitas budaya Minangkabau agar tetap berdenyut di nadi generasi muda.


Ini adalah ruang bagi kita semua untuk kembali pulang ke akar budaya, mempererat silaturahmi, dan membuktikan bahwa adat kita tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan,” ungkap Ramlan Nurmatias 


Rangkaian acara yang disiapkan pun terbilang sangat variatif dan menyentuh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kepiawaian dalam lomba panitahan adat yang menguji sastra lisan Minang, permainan tradisional yang membawa memori masa kecil, hingga kompetisi memasak kuliner khas yang aroma bumbunya dipastikan memenuhi sudut kota.


Tak hanya sekadar tontonan, Alek Anak Nagari dirancang sebagai penggerak roda ekonomi lokal. Kehadiran ribuan wisatawan diprediksi akan membawa angin segar bagi para pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengusaha jasa transportasi dan penginapan di Kota Jam Gadang tersebut.


Dengan promosi yang gencar, Pemerintah Kota Bukittinggi optimis perhelatan ini akan menjadi magnet wisata budaya berskala nasional. Perpaduan antara nilai sejarah Jam Gadang yang sakral dengan kemasan festival yang meriah diharapkan mampu memperkuat posisi Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.


Wali Kota kembali menegaskan bahwa kesuksesan acara ini berada di tangan kebersamaan masyarakat dalam menyambut tamu dan merawat kearifan lokal selama perayaan berlangsung. Satu abad Jam Gadang adalah milik bersama, dan Alek Anak Nagari adalah panggung untuk merayakannya.(**)



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat percepatan penanganan Tuberkulosis (TB), menyusul dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI terhadap program eliminasi TB di Sumatera Barat.


Komitmen tersebut disampaikan Maigus Nasir usai menghadiri Kuliah Umum bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).


Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, Rektor Unand, Efa Yonnedi, Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil, Dovy Djanas, para kepala daerah se-Sumbar, civitas akademika, dan tenaga kesehatan.


Maigus menyebut kehadiran Wakil Menteri Kesehatan menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah percepatan eliminasi TB di Kota Padang.


Ia mengatakan, Pemko Padang di bawah arahan Wali Kota Padang segera menindaklanjuti berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan, mulai dari pendataan pasien TB yang belum terjangkau layanan kesehatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu.


“Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat. Dukungan pemerintah pusat sangat berarti, mulai dari pendataan pasien, pengobatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB,” katanya.


Maigus memaparkan, saat ini jumlah kasus TB di Kota Padang tercatat lebih dari 4.000 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 95 persen pasien telah menuntaskan pengobatan.


“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” jelasnya.


Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga mengajak masyarakat mendukung upaya eliminasi TB dengan menciptakan lingkungan sehat dan bebas asap rokok. Menurutnya, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko berkembangnya TB.


“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum. Selain itu, jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” tutur Wawako.


Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat program eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, serta pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, hingga bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu. 


"TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini "PR" kita bersama ke depan," tekannya. (**)


 

Padang — Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumbar, di kediaman resmi Wali Kota, Selasa (12/5/2026), dalam rangka membahas rencana pelantikan pengurus PW GP Ansor Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 di Kota Padang.


Fadly Amran menyampaikan dukungan terhadap rencana pelantikan GP Ansor Sumbar, yang dinilai memiliki peranan penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan dan nasionalisme.


“Kami menyambut baik pelaksanaan pelantikan PW GP Ansor Sumbar di Kota Padang. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan,” ujar Fadly Amran.


Fadly Amran menambahkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen mendukung pengembangan organisasi kepemudaan di Kota Padang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk fasilitasi, termasuk pemberian dana hibah sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kami ingin memastikan organisasi kepemudaan dapat tumbuh dan berkembang di Kota Padang. Karena itu, pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan sesuai mekanisme yang ada,” ujar Fadly Amran.


Ketua PW GP Ansor Sumbar Chaidirul Yahya menyampaikan bahwa kepengurusan GP Ansor Sumbar yang akan dilantik berjumlah sekitar 50 orang. Ia menjelaskan bahwa pelantikan akan dihadiri oleh Pengurus Pusat GP Ansor, tokoh nasional serta PW GP Ansor dari berbagai provinsi di Indonesia.


“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sambutan hangat dari Bapak Wali Kota. Pelantikan ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi gerakan pemuda dalam memperkuat kontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Chaidirul Yahya. (**)



PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) DKI Jakarta, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (13/5/2026).


Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua DPW IKM DKI Jakarta, Bundo Zuriati, tersebut dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang, sekaligus mempererat silaturahmi antara perantau Minang di Jakarta dengan kampung halaman.


Bundo Zuriati menyampaikan, misi utama rombongan adalah kegiatan sosial pascabencana yang menjadi lanjutan dari program bantuan sebelumnya saat masa tanggap darurat bencana di Sumbar.


Selain kegiatan sosial, ia menyebut kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi ranah dan rantau bersama pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta kepedulian sosial di Sumatera Barat.


“Ini tahap kedua dari program sosial kami. Setelah masa tanggap darurat, tentu masih ada proses pemulihan yang membutuhkan kolaborasi bersama,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan untuk Sumatera Barat berupa perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, kain sarung, dan Alquran. Bantuan tersebut telah didistribusikan ke Kabupaten Solok, Kota Pariaman, dan juga Kota Padang.


“Untuk Kota Padang, kami menyalurkan sekitar 210 paket bantuan bagi warga terdampak yang berada di hunian sementara (Huntara). Semoga bermanfaat dan dapat membantu," tambahnya.


Sementara itu, Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta terhadap masyarakat terdampak bencana di Kota Padang.


“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana,” katanya.


Fadly Amran juga memaparkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, mulai dari penanganan hunian sementara hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak.


“Kami berharap dukungan perantau terus mengalir untuk Kota Padang. Termasuk juga dalam memperkuat sektor kuliner dan UMKM, seiring tekad Kota Padang menuju Kota Kreatif Gastronomi Dunia versi UNESCO,” tukas Wali Kota, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tarmizi Ismail, dan Kepala BPBD, Hendri Zulviton. (Dv/Prokopim)