SUMBARNET - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, turun langsung meninjau kesiapan operasional Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Rabu (19/2/2026).


Kunjungan ini menegaskan komitmen Danantara dalam mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus memastikan ruas tol tersebut siap digunakan masyarakat menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.


Dalam peninjauan lapangan, Dony Oskaria memeriksa langsung kondisi jalur utama hingga fasilitas pendukung tol. Ia didampingi jajaran manajemen Danantara, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan. 


Turut hadir Anggota DPR RI Komisi VI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Sugeng Rochadi, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, dan Direktur Utama PT HK Infrastruktur Aji Prasetyanti.


Fokus utama kunjungan adalah memastikan kesiapan Jalan Tol Padang–Sicincin beserta Interchange Lubuk Alung yang menjadi simpul konektivitas penting kawasan. Jalur utama (main road) serta Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dilaporkan telah rampung 100 persen dan telah beroperasi. Sementara pembangunan akses Lubuk Alung kini mencapai progres 20,90 persen dan terus dipercepat penyelesaiannya.


Dony menilai keberadaan ruas tol ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi Sumatera Barat. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik serta memberikan perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi pengguna jalan.


Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyebut aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama dalam operasional tol. 


“Kami memastikan kesiapan operasional, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan menjadi fokus utama, terutama menghadapi mudik Lebaran 2026,” ujarnya.


Ruas Tol Padang–Sicincin merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Pekanbaru–Padang yang diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5–2 jam menjadi hanya 30–45 menit. Efisiensi waktu ini dinilai penting untuk memperlancar distribusi logistik, mendorong sektor pariwisata, serta membuka peluang investasi baru di Sumatera Barat.


Saat ini, ruas tol tersebut telah dibuka untuk umum dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah dan Danantara berharap keberadaannya mampu meningkatkan mobilitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.


Peninjauan yang dilakukan Dony Oskaria juga menjadi simbol sinergi antara Danantara, pemerintah daerah, dan Badan Usaha Jalan Tol dalam memastikan proyek berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas konstruksi, keselamatan, maupun kesiapan operasional, sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan optimal oleh masyarakat. (**)



SUMBARNET - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam kunjungannya ke PT Semen Padang merekomendasikan agar seluruh pembangunan hunian tetap (huntap) menggunakan sepablock, produk unggulan Semen Padang. Pada kesempatan itu, ia sekaligus melepas pengiriman perdana sepablock untuk pembangunan 500 unit huntap oleh Buddha Suci di Sumatera Barat.  


Dony menegaskan kualitas sepablock terbukti lebih kokoh, efisien dalam pemasangan, serta memberikan kenyamanan karena suhu di dalam rumah terasa lebih sejuk dibandingkan di luar. “Semua huntap sebaiknya menggunakan sepablock. Hasilnya bagus, dan bagian dalam rumah terasa lebih dingin dibandingkan suhu di luar. Untuk ke depan, seluruh huntap Danantara saya minta menggunakan sepablock saja. Jadikan huntap seperti rumah contoh sepablock dari Semen Padang,” ujarnya.  


Pembangunan huntap Buddha Suci akan dilakukan di dua lokasi, yakni 340 unit di Air Dingin, Kota Padang, dan 160 unit di Kabupaten Agam. Selain itu, suplai sepablock juga telah dilakukan untuk pembangunan huntap Kadin Indonesia di Batu Busuk, Kota Padang. Ke depan, pembangunan huntap melalui anggaran APBN juga tengah dijajaki bersama Kementerian PUPR dan BNPB.  


Sepablock dipilih karena memiliki keunggulan: lebih kokoh, mampu menahan panas matahari sehingga suhu dalam rumah tetap nyaman, serta pemasangannya lebih efisien. Dengan kualitas tersebut, Semen Padang melalui produk sepablock semakin memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan hunian layak dan nyaman bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. (Grp)



Padang, Sumbar ditikam pertumbuhan ekonomi yang rendah 3,3 persen. Sementara inflasi tinggi 6 persen. Ini, besar pasal dari tiang “Salah satu obatnya, membangun industri, sebab keadaan sudah buruk, pengeluaran dua kali lipat pendapatan,” kata tokoh perantau Minang, Dony Oskaria, di Semen Padang, Jumat (20/2).


COO Danantara itu menyebut, dia selalu mengingatkan para pemimpin di Sumbar akan memikirkan pertumbuhan ekonomi. “Bayangkan PDRB Jambi tinggi dari Sumbar,” kata dia. Artinya, pendapatan tiap orang di Jambi lebih tinggi dari orang Sumbar. Angka menunjukkan. Per kapita Sumbar, Rp54,33 juta sedang Jambi 79,8 juta/ orang.


Pada sisi lain, narkoba dan LGBT menakutkan karena sudah jadi keseharian di Sumbar. Belum lagi kebersihan. Sanitasi terburuk kedua di Indonesia di atas Papua.


Narkoba merayap sampai ke desa-desa. LGBT memulas di Sumbar.


“Ini kegalauan saya yang lama sekali saya tahan, Sumbar perlu perbaikan serius,”kata Dony Oskaria anak Tanjung Alam ini.


Ia ingin ada industri di Sumbar. Ada perbaikan pendapatan petani. Beberapa daerah Sumbar sudah mengajukan proposal kepada Danantara. 


Ketika mengunjungi Pelindo di Telukbayur ia tahu, ternyata kapal-kapal yang datang kosong, pergi baru bermuatan. Atau datany bermuatan, balik kosong. Ini berkontribusi pada mahalnya harga komoditas Sumbar si tempat lain.


Dony sempat menyinggung soal tanah ulayat. Menurut dia, selain banyak yang jadi tanah terlantar juga belum memberikan dampak ekonomi pada anak kemenakan. 


Ia berharap ekonomi Sumbar bisa bangkit segera, bukan berdoa tapi mesti dikerjakan (kj)

 


Padang, Jika perusahaan tidak dijalankan dengan hati, direksi hanya duduk di kantor, tidak punya visi. Jikapun punya tidak dikawal, maka perlahan perusahaan itu, akan hancur.


“Direksi harus punya visi yang jelas dan percaya pada visi yang ia buat sendiri. Ia mesti mengawal dan mengontrolnya. Pemimpin  harus mampu mengkomunikasikan ke jajarannya. Jangan jadi bos,”kata COO Danantara, Dony Oskaria di hadapan direksi, komisaris dan pejabat PT Semen Padang, di Wisma Indaruang, Jumat (20/2)


“Secara fisik saja saya melihat Semen Padang, ada sesuatu yang salah,” kata Dony. Ketika masuk, terus berjumat dan kemudian ke Wisma Indarung, Dony melihat banyak rumah dinas yang tak diurus, sekolah juga kurang rapi. GOR pun demikian.


Perubahan dari sisi luar itu penting, agar Semen Padang tetap menjadi kebangaan. Apalagi satu-satunya di Sumbar. Apapun urusannya di Sumbar, ujung-ujungnya tetap ke Semen Padang.


Laba tipis

——————


Semen Indonesia di pasar semen, pemimpin pasar tapi laba tipis. Ini, disebabkan banyak anak perusahaan dan anak-anak itu rugi. Lantas menggerus laba induk. Belum lagi laba sudah diambil pula sebagian oleh lembaga baru, Mega Distributor, seauatu yang mesti dibubarkan.


“Mega distibutor itu tidak perlu,” kata dia.


“Menurunkan harga agar produksi dan laba meningkat, jangan mimpi. Fokus perbaikan internal secepatnya,” kaya dia.


Ia juga ingin di opco-opco Semen Indonesia mesti ada direktur bisnis, meski orangnya dari holding. Problem selama ini, di Semen Padang, memang soal jualan produk yang dikendalikan holding.



Transformasi BUMN

———————————


“Dulu BUMN satu sama lain, tidak ada hubungannya. Karena itu jika ada BUMN sakit tersungkur, tidak ada BUMN lainnya, bisa bantu. Krakatau Steel misalnya, hancur karena perusahaan dijalankan tidak dengan hati. Puluhan BUMN yang dulu dikenal hari ini tutup. Pemimpin yang tidak punya visi membiarkan perusahaannya ambruk,” sebut Kepala BP BUMN itu.


Ia menguraikan soal Danantara. Ini ide yang sudah dipikirkan berpuluh-puluh tahun tanpa eksekusi.


Konsepnya super holding, di dalamnya DAM mengelola aset dan DIM mengurus investasi. Begitu semua BUMN disatukan di bawah Danantara, ditemukan banyak BUMN yang punya kesamaan core bisnis tapi kecil-kecil dan rugi. 


Sebenarnya BUMN itu labanya besar sekali. BUMN secara normalisasi sejatinya menyentuh angka Rp332 triliun pada 2025. Namun, usai melakukan penyesuaian penurunan nilai aset atau impairment sekitar Rp55 triliun, laba bersih BUMN turun ke kisaran Rp280 triliun hingga Rp285 triliun.


Sejumlah  corporate action sudah dilakukan Danantara misal untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel. Contoh lain, holirisasi di 13 lokasi resmi groundbreaking.


Danantara Indonesia secara serentak meresmikan proyek hilirisasi di 13 lokasi dengan total investasi mencapai US$7 miliar. (Kj)



Deli Serdang - Seorang wartawan salah satu koran harian, Kali Ahmad Harahap, kehilangan sepeda motor miliknya yang parkir di teras rumah, Rabu (18/2/2026) malam.


Peristiwa tersebut terjadi di Pasar X Gang Sidodadi, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Sepeda motor yang hilang merupakan Yamaha NMax BK 5818 AJN tahun pembuatan 2019. Kasus ini telah dilaporkan korban ke Polsek Medan Tembung, Kamis (19/2/2026), untuk ditindaklanjuti.


Kali Ahmad Harahap yang sehari-hari bertugas meliput di wilayah Deli Serdang mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan sepeda motor mereka telah hilang.


“Kejadian Rabu malam, saya sedang salat tarawih. Dapat kabar dari istri sepeda motor hilang dicuri orang. Mendengar kabar itu saya langsung pulang dan mencoba melakukan pencarian serta mencari informasi di sekitar daerah itu, namun tidak menemukan,” ujarnya.


Menurutnya, saat sepeda motor dibawa kabur, istrinya sedang melaksanakan salat Isya di dalam rumah. Pintu rumah dalam keadaan terkunci, sementara pagar ditutup namun tidak digembok. Korban mengaku tidak mendengar suara saat sepeda motor digeser.


“Selama ini dipakai untuk anak sekolah. Pintu pagar ditutup tapi tidak digembok. Sempat kami cari tadi malam dan ada anak-anak yang melihat motor itu didorong, tapi setelah dicari lagi sudah tidak tampak,” katanya.


Ia menyebutkan, pada Kamis (19/2/2026), pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah.


Kecamatan Percut Sei Tuan kerap menjadi sorotan terkait maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci ganda serta memarkirkannya di tempat yang lebih aman. 


Sumber : Posmetro Medan



Deli Serdang - Pencurian sepeda motor kembali terjadi di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas CCTV.


Satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih biru BK 6231 AIN hilang, Rabu (18/2/2026) dini hari. Pencurian terjadi di area kos-kosan Jalan Antara (Pasar 4,5), Lubuk Pakam.


Dari rekaman CCTV yang diperoleh warga, pelaku diduga masuk ke area kos saat situasi sepi dan penghuni sedang tidur. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor tersebut.


Dari rekaman itu juga terlihat pelaku diduga berjumlah dua orang. Salah satu pelaku mengenakan kaos berwarna hitam dan topi cokelat, sementara pelaku lainnya memakai kaos abu-abu dilengkapi penutup kepala.


Keduanya diduga datang menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX sebelum melancarkan aksinya. Setelah berhasil membawa sepeda motor curian, keduanya langsung meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi.


Peristiwa ini menambah daftar panjang pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan warga Lubuk Pakam. Seorang warga setempat, Razali, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi penghuni kos dan rumah kontrakan.


“Bagi warga yang tinggal di kos-kosan atau rumah kontrakan, diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,” ujar Razali, Kamis (19/2/2026).


Ia juga menyarankan agar kendaraan diparkir di tempat yang lebih aman dan menggunakan kunci ganda guna meminimalisir risiko pencurian. Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah.


Sumber : Posmetro Medan

 


PADANG - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengunjungi sekolah lamanya, SMPN 7 Padang, Jumat (20/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dony menyatakan komitmen membantu peningkatan fasilitas sekolah guna mendukung kualitas pembelajaran.


Dony hadir bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye. Rombongan disambut pihak sekolah dan Wakil Ketua Komite SMPN 7 Padang, Sari Lenggogeni. 


Kunjungan tersebut menjadi momen penuh nostalgia bagi Dony Oskaria yang pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut pada masa remajanya.


Kepala SMPN 7 Padang, Fitria Yenra, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran alumnus yang kini menjadi pimpinan di tingkat nasional.


Menurutnya, kunjungan ini memberikan motivasi besar bagi siswa dan tenaga pendidik untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan.


Fitria menjelaskan bahwa SMPN 7 Padang saat ini memiliki 17 kegiatan ekstrakurikuler serta aktif dalam kegiatan sosial, termasuk program berbagi pada bulan Ramadan kepada keluarga siswa dan warga sekitar.


Ia juga berharap adanya kerja sama dengan BUMN guna mendukung peningkatan sarana dan prasarana sekolah.


Dalam sambutannya, Dony Oskaria mengenang masa sekolahnya. Ia mengaku pernah bersekolah di SD 53 Ulak Karang sebelum melanjutkan pendidikan di SMPN 7 Padang.


“Sekolah ini penuh kenangan. Saat pertama pindah ke sini, saya sempat menangis,” ujar Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Ketua BP BUMN itu. 


Ia menegaskan bahwa latar belakang bukan penghalang untuk meraih cita-cita. “Dari Ulak Karang, seseorang bisa menjadi menteri atau pemimpin nasional. Saya ingin anak-anak di sini percaya diri dan punya mimpi besar,” katanya.


Dony menyampaikan komitmennya untuk membantu peningkatan fasilitas sekolah, mulai dari pemasangan pendingin ruangan di seluruh kelas, perbaikan mushala, pembangunan kanopi, pengadaan bus sekolah, hingga pembenahan laboratorium.


Ia menegaskan akan kembali ke SMPN 7 Padang untuk memastikan seluruh rencana bantuan tersebut dapat direalisasikan demi peningkatan kualitas pendidikan. (*)

 


Padang, – Suasana halaman SMPN 7 Padang, Jumat (20/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Riuh sambutan terdengar sejak pagi, seperti tabuhan gendang tasa yang menyambut tamu istimewa. 


Para alumni, komite sekolah, guru, hingga siswa berkumpul menyambut kepulangan salah satu alumni mereka, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.


Kunjungan itu bukan sekadar agenda resmi. Bagi warga sekolah, ini lebih seperti momen pulang kampung seorang alumni yang dulu pernah belajar di ruang kelas yang sama. 


Dony Oskaria diketahui sempat bersekolah di SMPN 7 Padang selama dua tahun sebelum melanjutkan pendidikan ke Jakarta, tepatnya di SMPN 75.


Ia datang bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta sejumlah jajaran BUMN. Kehadiran rombongan langsung disambut antusias. Banyak siswa sudah menunggu sejak pagi hanya untuk melihat dari dekat sosok alumni yang kini dikenal di tingkat nasional.


Suasana makin cair ketika sesi foto dimulai. Para alumni, guru tampak saling berebut posisi agar bisa satu frame bersama Dony Oskaria. Tawa dan obrolan ringan terdengar di berbagai sudut halaman sekolah.


Di tengah keramaian itu, rasa kagum juga datang dari para siswa. Keisya, salah seorang siswi yang ikut menyambut bersama Sanggar Tari Lenggang Tujuah, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat berbincang dengan temannya.


“Wah, ternyata alumni kita orang hebat. Kepala BUMN ternyata, pengen juga seperti Pak Dony itu,” ujarnya sambil tersenyum.


Saat bertemu para guru, suasana berubah lebih hangat. Dony Oskaria mulai mengenang masa sekolahnya. Ia bercerita pernah menempuh pendidikan di SD 53 Ulak Karang sebelum melanjutkan ke SMPN 7 Padang.


“Sekolah ini penuh kenangan. Saat pertama pindah ke sini, saya sempat menangis,” ujar Dony Oskaria mengenang masa celana birunya itu.


Kenangan itu justru menjadi pengingat perjalanan hidupnya. Ia mengatakan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar.


“Dari Ulak Karang, seseorang bisa menjadi menteri atau pemimpin nasional. Saya ingin anak-anak di sini percaya diri dan punya mimpi besar,” katanya.


Kunjungan pagi menjelang siang itu terasa sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam. Bagi para siswa, melihat langsung alumni yang berhasil meniti karier hingga tingkat nasional menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari mana saja.


Seperti pesan yang sering dikaitkan dengan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya berani bermimpi tinggi: bermimpilah setinggi langit, agar ketika jatuh, seseorang tetap berada di antara bintang-bintang. 


Di SMPN 7 Padang, pesan tersebut terasa hidup, mengalir bersama cerita masa lalu dan harapan masa depan. (*)



SUMBARNET - Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat (Sumbar), Sari Lenggogeni, menyambut hangat kunjungan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di SMPN 7 Padang, Jumat (20/2/2026).


Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan disambut dengan tarian persembahan sebagai bentuk penghormatan adat Minangkabau kepada tamu kehormatan yang datang ke sekolah tersebut.


Dony Oskaria hadir bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye.


Sari Lenggogeni menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut yang dinilainya menjadi bentuk nyata perhatian terhadap dunia pendidikan di Kota Padang dan Sumbar secara umum.


Menurut Sari, kehadiran tokoh nasional yang memiliki latar belakang pendidikan dari daerah akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan memiliki mimpi besar.


Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.


Sari juga menyebutkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha, termasuk BUMN, dalam meningkatkan mutu pendidikan.


“Kunjungan ini memberi semangat baru bagi sekolah dan peserta didik. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.


Ia berharap perhatian terhadap sektor pendidikan tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut dalam bentuk dukungan nyata dan berkelanjutan.


Sari Lenggogeni optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, pendidikan di Sumbar dapat terus berkembang dan melahirkan generasi unggul di masa depan. (*)



SUMBARNET – Halaman SMPN 7 Padang pada Jumat, (20/02/2026), pagi menjelang siang itu terasa berbeda. Iringan musik tradisional berpadu dengan gerak gemulai para penari muda yang menyambut kedatangan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Sambutan hangat itu menjadi momen istimewa, sebab kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kerja, melainkan kedatangan seorang alumni ke sekolah lamanya.


Kelompok tari Lenggang Tujuah tampil di barisan depan, menghadirkan nuansa adat Minangkabau yang kental. Para siswa menari penuh percaya diri di hadapan tamu kehormatan yang datang bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta jajaran Forkopimda.


Bagi para siswa, penampilan itu bukan sekadar pertunjukan seremonial. Ada kebanggaan tersendiri karena mereka dipercaya menyambut tokoh nasional yang pernah menimba ilmu di tempat yang sama.


Latihan Singkat, Semangat Maksimal


Guru Seni Budaya sekaligus pelatih tari, Kiki Ramadheni, menjelaskan bahwa tarian yang dibawakan sebenarnya sudah sering ditampilkan dalam berbagai acara penyambutan resmi sekolah.


“Kalau untuk prosesnya biasanya anak-anak latihan sekitar dua minggu kurang. Tapi karena tarinya sudah ada, kali ini kita cuma latihan satu hari saja,” ujarnya.


Meski waktu latihan singkat, para penari tetap tampil kompak. Pengalaman tampil sebelumnya membuat mereka mampu menyesuaikan gerakan dengan cepat.

Kiki juga menjelaskan bahwa kelompok tari sekolah diberi nama Sanggar Lenggang 7, sebagai identitas seni budaya yang melekat dengan SMPN 7 Padang.


Filosofi di Balik Nama Lenggang Tujuah


Nama Lenggang Tujuah bukan dipilih tanpa makna. Menurut Kiki, inspirasi nama tersebut berasal dari karakter dasar tarian perempuan Minangkabau yang identik dengan lenggang dan lenggok gerakan yang lembut.


“Inspirasinya dari gerakan lenggang atau lenggok dalam tarian perempuan. Sedangkan ‘Tujuah’ kita ambil dari nama sekolah, jadi menggambarkan lenggangan khas SMP 7,” jelasnya.


Nama itu kemudian menjadi simbol kebanggaan siswa sekaligus identitas seni yang terus mereka kembangkan.


Deretan Prestasi Anak-anak Sanggar


Di balik penampilan anggun tersebut, tersimpan sejumlah prestasi membanggakan. Sanggar Lenggang 7 telah beberapa kali meraih penghargaan dalam ajang seni tingkat kota hingga nasional.


“Alhamdulillah, anak-anak pernah meraih juara dua Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Padang,” kata Kiki.


Selain itu, mereka juga kerap meraih juara satu dan juara tiga dalam berbagai perlombaan seni tingkat kota. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan seni di sekolah tidak sekadar pelengkap kegiatan akademik, tetapi juga ruang tumbuh bagi bakat generasi muda.


Kehadiran Dony Oskaria hari itu pun terasa semakin bermakna. Di sekolah tempat ia pernah belajar, tradisi dan kreativitas siswa terus hidup, diteruskan melalui lenggang tari yang menyambut, seolah menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu panggung kebanggaan.(***)