SOLOK KOTA - Dalam rangka memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama libur Lebaran, Wali Kota Solok meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Solok, yakni kawasan wisata Pulau Belibis dan Solok Waterpark, Senin (23/3/2026).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, kebersihan lingkungan, serta keamanan bagi para pengunjung yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Solok juga menyempatkan diri menyapa para pengunjung serta petugas yang bertugas di lokasi wisata.


Ia mengimbau kepada para pengelola agar terus meningkatkan pelayanan, menjaga kebersihan kawasan, serta memastikan standar keselamatan bagi seluruh pengunjung selama masa libur Lebaran.


Melalui kegiatan peninjauan ini, Pemerintah Kota Solok berharap seluruh destinasi wisata di Kota Solok dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.


Selain itu, momen libur Lebaran diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah. (**)

 


Pasbar - Selama libur hari raya Idulfitri 1447 Hijiriah, Polsek Pasaman Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan pengamanan di kawasan Objek Wisata Pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Senin (23/3/2026).


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung di kawasan objek wisata Pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak.


"Kehadiran petugas Kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah potensi gangguan Kamtibmas," katanya.


Menurutnya, destinasi wisata pantai menjadi tempat favorit bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah Pasaman Barat, untuk menikmati liburan hari raya Idulfitri bersama keluarga.


"Berdasarkan pantauan petugas di Pos Pengamanan pantai Pohon Seribu Sasak Ranah Pasisie, jumlah pengunjung mengalami peningkatan sejak hari kedua lebaran Idulfitri," sebutnya.


Kapolsek Pasaman memimpin langsung kegiatan pelayanan kepada masyarakat melalui patroli keliling dan imbauan Kamtibmas, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung selama berada di kawasan objek wisata pantai.


"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama berlibur di kawasan pantai, dan mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mandi-mandi di pantai, guna menghindari timbulnya korban jiwa," imbaunya.


Ditambahkan, patroli dan monitoring juga sebagai upaya pencegahan terhadap aksi premanisme dan pungutan liar (pungli), terhadap para pengunjung di kawasan objek wisata pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak.


"Jika ditemukan adanya tindakan premanisme dan pungli, masyarakat diminta untuk melaporkan kepada petugas Kepolisian yang berjaga di Pos Pengamanan," pintanya. (HumasResPasbar)



Pasbar — Memasuki hari kedua pelaksanaan Pesta Pantai, ribuan pengunjung kembali memadati sejumlah destinasi wisata di Pasaman Barat. Lonjakan ini memperkuat tren peningkatan kunjungan setelah antusiasme tinggi yang terlihat sejak hari pertama.


Bupati Pasaman Barat melalui Kepala Dinas Pariwisata, Afrizal, menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan pada hari pertama pelaksanaan menunjukkan tren positif. Untuk destinasi Muaro Sasak, tercatat sekitar 5.000 pengunjung memadati kawasan pantai.


“Untuk Muaro Sasak, hari ini lebih kurang ada sekitar 5.000 pengunjung. Angka ini dipengaruhi oleh kondisi di lapangan, termasuk perbedaan tiket dibandingkan destinasi lain,” ujarnya saat ditemui di Muaro Sasak, Senin (23/3).


Secara keseluruhan, Pemkab Pasaman Barat juga mencatat jumlah kunjungan di sejumlah destinasi lain, seperti kawasan Pohon Seribu yang mencapai sekitar 7.000 pengunjung dan Sikabau sekitar 6.000 pengunjung. Afrizal optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat, terutama menjelang hari-hari terakhir pelaksanaan kegiatan.


“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, biasanya terjadi lonjakan pengunjung pada hari-hari akhir, baik dari dalam maupun luar daerah,” katanya.


Pemkab Pasaman Barat telah menyiapkan berbagai atraksi untuk menarik minat wisatawan dalam Pesta Pantai Muaro Sasak tahun ini. Di antaranya penampilan seni budaya khas daerah, hiburan musik, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“Kami menampilkan seni budaya sebagai identitas daerah, menghadirkan hiburan artis lokal, serta membuka ruang bagi masyarakat melalui gerai UMKM atau ‘buka lapak’. Selain itu, tersedia juga wahana permainan anak dan penyewaan ATV di kawasan pantai,” jelas Afrizal.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan Sekretaris Daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.


Dari sisi keamanan, pelaksanaan kegiatan sejauh ini berlangsung kondusif. Pihak penyelenggara memastikan tidak ditemukan adanya aksi premanisme maupun tindakan kriminal lainnya selama dua hari pelaksanaan.


“Alhamdulillah, tidak ada kita temukan aksi premanisme atau kegiatan negatif lainnya. Semua berjalan aman dan tertib,” tegasnya.


Meski demikian, Afrizal mengakui terdapat kendala kecil di lapangan, seperti laporan anak yang terpisah dari orang tua. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi oleh petugas.


“Memang ada laporan anak hilang karena kelalaian, tapi dalam hitungan menit bisa ditemukan kembali dalam keadaan aman,” ujarnya.


Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pengunjung dan panitia untuk tetap menjaga keselamatan, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung. Pengunjung diingatkan untuk tidak mandi di laut serta menghindari area rawan bahaya.


“Keselamatan dan kebersihan menjadi komitmen bersama. Kami juga telah menyiapkan sistem pengelolaan sampah dan akan melakukan penyisiran setiap hari,” katanya.


Terakhir ia berharap melalui Pesta Pantai ini, Pemkab Pasaman Barat berharap sektor pariwisata daerah semakin berkembang sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. (**)

 


Padang - Buku novel sejarah Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, bersi Arab sudah diterbitkan di Saudi Arabia. Bulan depan, cetak baru juga diterbitkan Gramedia grup.


“Iya saya diberi informasi oleh keturunan beliau, Khalid, buku tersebut sudah terbit di Saudi dalam Bahasa Arab,” kata penulisnya, Khairul Jasmi, di Padang, Ahad (22/3/2026).


“Foto ini diambil di kereta Haramin,” kata Khalid pada KJ sapaan si penulis. Itu, kereta cepat (Haramain High Speed Railway) di Saudi memautkan dua Kota Suci, ke Jeddah dan bandara.


Pada sampul belakang buku ditulis: “ Dari kabut putih pegunungan Sumatera, muncul seorang pemuda yang ditakdirkan untuk naik ke mimbar Masjidil Haram, sehingga suaranya menjadi gema abadi yang bergaung di lorong-lorong masjid tua. Novel ini menceritakan bab-bab perjalanan yang dibentuk oleh takdir Allah untuk mengubah wajah sejarah umat: biografi seorang ulama yang memikat hati dengan penjelasannya, dan mengejutkan zamannya dengan ensiklopedisnya yang luar biasa, dia adalah ahli fikih yang mengurai hukum-hukum mata uang sehingga menjadi dasar hukum transaksi, dan ilmuwan yang membawa umat ke orbit planet dan galaksi, serta menggerakkan pikiran dengan kehalusan perhitungan dan matematika. Dia bukan hanya seorang penceramah, tapi juga seorang pembaharu yang membersihkan akidah dari kotoran bid'ah, seorang pendidik yang membawa jiwa ke tangga-tangga spiritual, dan seorang pejuang yang mengunsung pedang kata-kata sehingga bendera-bendera kemerdekaan bergerak di belakangnya dan benteng-benteng penjajahan runtuh. Dalam karya ini, aroma sejarah Mekah bercampur dengan pesona kepulauan Indonesia, dalam narasi yang menghilangkan batas antara fiksi dan dokumentasi: untuk menggambarkan wajah Syaikhul Islam Indonesia yang memicu revolusi ilmiah dan sosial dari mihrab Haram, yang gema pengaruhnya masih bergaung di setiap rumah dan sekolah di Timur, mengungkap rahasia-rahasia kehidupan pribadinya yang lama disembunyikan. Penulis telah berusaha keras untuk menelusuri fakta-fakta dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mengisi kesenjangan dengan penelitian dan studi, untuk akhirnya menyajikan kepada kita gambaran ulama yang selama ini dicari orang dalam hiruk-pikuk sejarah, dan kini ada di tangan Anda.”


Buku versi Arab diberi judul, “ Riwayāt al-Syaikh Aḥmad bin ‘Abd al-Laṭīf al- Khatib; Imam dan khatib Masjidil Haram

Pengajar dan mufti mazhab Syafi’i

Ulama besar dari kepulauan Indonesia.


Cover buku coklat klasik dengan sentuhan golden brown. Di kiri bawah ada gambar Ka’bah lalu seseorang di atas onta. Khas Saudi. Di kanan, menara masjid dan sudut Masjid Raya Sumbar, Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi. Di antara keduanya, ada gambar kapal layar zaman lampau.


Foto-foto yang dikirim Khalid selain cover juga saat ia sedang membaca buku tersebut di sebelah kawannya. Membaca di atas kereta dengan kecepatan 300 Km/jam.


Dicetak Elex Media

————————————


Buku novel ini diterbitkan awalnya oleh Republika, namun penerbit ini sudah tutup. Elex Mediakompitindo (Kompas Gramedia Grup). Judul yang diusung, “Yang Mengajar di Gerbang Nabi: Jejak Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dengan tebal 316 halaman.


Sebelumnya telah masuk pasar dari penerbit yang sama, buku Rahmah  el Yunusiyyah. “Akan menyusul beberapa buku lainnya,” kata KJ.


Proses kreatif KJ memang sudah lama muncul. Terbudur semangatnya sejak menulis novel biografi Inyiak Canduang. Setelahnya, minimal satu buku setahun dicetak. (+)

 


PADANG,-Usai menunaikan Salat Idulfitri di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (21/3), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan silaturahmi ke rumah dinas Ketua DPRD Sumbar, Muhidi.


Muhidi mengatakan, keharmonisan hubungan antara unsur pimpinan daerah menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang tidak mudah ke depan.


“Silaturahmi Idulfitri yang dilakukan oleh unsur Forkopimda sangat penting untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan antar lembaga di daerah,” kata Muhidi.


Disebutkannya, momentum silaturahmi Idulfitri ini menjadi bagian penting dalam membangun harmonisasi yang solid antar Forkopimda. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan daerah ke depan yang tidak mudah. 


Ia menambahkan, dengan terjalinnya komunikasi yang baik serta hubungan yang harmonis, koordinasi antar lembaga akan semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan di Sumatera Barat.


Selain menerima kunjungan Forkopimda, Muhidi juga menggelar open house Idulfitri selama dua hari, yakni pada 21 hingga 22 Maret 2026 di rumah dinasnya.

Pada hari pertama open house, tidak hanya unsur Forkopimda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga tampak hadir untuk bersilaturahmi.


Sementara itu, pada hari kedua, open house dibuka untuk masyarakat umum yang ingin datang bersilaturahmi langsung dengan Ketua DPRD Sumbar.


Dalam kegiatan tersebut, para tamu yang hadir disuguhi berbagai hidangan khas Lebaran, sehingga suasana kebersamaan dan kekeluargaan semakin terasa.

Melalui momentum Idulfitri ini, Muhidi berharap nilai-nilai silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Sumatera Barat ke depan. (**)

 


SUMBARNET - Aroma kopi Indonesia menguar kuat di Aula KBRI Roma, 20 Maret 2026. Bukan sekadar wangi biji kopi, tetapi simbol langkah baru yang membawa komoditas unggulan Nusantara naik kelas di pasar global.


CEO PT ALKO Sumatra Kopi Surya Ramadhan menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan Italia, Best Coffee SRL, dengan nilai sekitar USD 15 juta. Kesepakatan ini menargetkan pengiriman hingga 100 kontainer sepanjang 2026, sebuah angka yang mencerminkan lonjakan skala dalam perdagangan kopi Indonesia.


Di balik seremoni tersebut, tersimpan narasi lebih besar tentang bagaimana kopi Indonesia perlahan menembus pasar premium Eropa. Italia, yang dikenal sebagai jantung budaya kopi dunia, menjadi panggung penting bagi pembuktian kualitas dan konsistensi produk Indonesia.


Dari Komoditas ke Identitas


Kesepakatan ini menandai pergeseran cara pandang terhadap kopi. Produk tidak lagi sekadar dijual sebagai komoditas mentah, melainkan sebagai identitas dengan cerita.


Kopi yang masuk dalam kontrak ini berasal dari berbagai wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Flores. Setiap daerah menghadirkan karakter rasa yang berbeda, mulai dari profil kuat dan kompleks hingga cita rasa seimbang dan unik.


Pendekatan berbasis origin tersebut kini menjadi daya tarik utama di pasar specialty. Konsumen tidak hanya membeli rasa, tetapi juga asal-usul, proses, dan nilai yang melekat pada setiap cangkir kopi.


Menembus Standar Tinggi Eropa


Masuk ke pasar Italia bukan perkara mudah. Negara ini memiliki standar kualitas yang tinggi serta tradisi panjang dalam industri kopi. Namun, keberhasilan ALKO menunjukkan bahwa kopi Indonesia mampu bersaing di level tersebut.


Lebih dari itu, Italia juga menjadi gerbang menuju pasar Eropa yang lebih luas. Dari sini, peluang ekspansi ke negara lain terbuka lebar, memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan kopi dunia.


Perubahan Skala Perdagangan


Kontrak ekspor dalam jumlah besar ini mencerminkan perubahan signifikan dalam sistem perdagangan kopi nasional. Pola lama yang sporadis mulai bergeser menuju sistem yang lebih terencana dan berkelanjutan.


Bagi petani, perubahan ini menghadirkan kepastian pasar dan stabilitas harga. Sementara bagi pelaku usaha, kontrak jangka panjang memungkinkan perencanaan produksi dan distribusi yang lebih efisien.


Transformasi ini memperlihatkan bahwa sektor kopi tidak lagi bergerak secara tradisional, tetapi mulai mengadopsi pendekatan modern yang terstruktur.


Teknologi sebagai Penguat Kepercayaan

Di tengah tuntutan transparansi global, teknologi memainkan peran penting. ALKO mengembangkan sistem traceability berbasis platform digital yang mencatat seluruh rantai pasok.


Mulai dari identitas petani, lokasi kebun, metode budidaya, hingga proses distribusi, semua terdokumentasi secara digital. Sistem ini memastikan setiap produk dapat ditelusuri asal-usulnya.


Langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan standar lingkungan Uni Eropa, termasuk regulasi bebas deforestasi. Transparansi ini menjadi nilai tambah yang semakin penting di mata pasar internasional.


Diplomasi Ekonomi di Balik Layar


Keberhasilan ini tidak lepas dari peran diplomasi ekonomi. KBRI Roma hadir sebagai fasilitator yang membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional.


Dukungan ini mencakup akses jaringan pasar, promosi produk, hingga peningkatan kepercayaan buyer. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa ekspor tidak hanya ditopang oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sinergi berbagai pihak.


Dampak Nyata hingga ke Hulu


Di balik angka jutaan dolar, dampak nyata dirasakan hingga ke tingkat petani. Sistem perdagangan yang lebih terintegrasi memberi akses langsung ke pasar global.


Petani memperoleh harga yang lebih kompetitif serta dorongan untuk meningkatkan kualitas produksi. Posisi mereka dalam rantai nilai pun berubah, dari pelaku marginal menjadi bagian penting dalam ekosistem global.


Menatap Masa Depan


Tantangan tetap membayangi, mulai dari standar kualitas yang ketat hingga persaingan dengan negara produsen lain. Namun, langkah yang diambil ALKO menunjukkan arah baru.


Pendekatan berbasis teknologi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas negara membuka peluang besar bagi kopi Indonesia untuk terus berkembang.


Dari Roma, perjalanan kopi Nusantara memasuki babak baru. Bukan hanya tentang ekspor, tetapi tentang bagaimana identitas, kualitas, dan keberlanjutan menjadi kekuatan utama dalam menembus pasar dunia. (***)

 


PADANG – Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi, masyarakat dari Indarung dan sekitarnya telah memenuhi area pelataran dengan penuh antusias.


Lantunan takbir menggema, menandai rasa syukur umat Muslim setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.


Salat Idulfitri berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini digelar PT Semen Padang bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung. Turut hadir Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Direktur Operasi Andria Delfa.


Bertindak sebagai imam adalah Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Ustaz Riko Febrianto. Sementara khutbah disampaikan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Duski Samad, dengan judul Menjaga Jiwa Peradaban.


Dalam sambutannya, Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” ujarnya.


Ia menegaskan, makna kemenangan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

“Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi, memperbaiki hubungan, dan mempererat silaturahmi,” katanya.


Pri juga memaparkan sejumlah program sosial perusahaan selama Ramadan, antara lain Safari Ramadan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, penjualan sembako murah, serta program mudik gratis.


Menurutnya, program tersebut merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Dari Ramadan Menuju Peradaban


Dalam khutbahnya, Duski Samad menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, melainkan proses pembentukan karakter manusia.

“Idulfitri bukan akhir, tetapi awal untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas,” katanya.


Ia menyampaikan tiga pesan utama agar nilai Ramadan tetap terjaga.


Pertama, pentingnya integritas. Mengacu pada Al-Maidah, Duski menekankan bahwa ketakwaan harus diwujudkan melalui ibadah, pengembangan ilmu, amal kebajikan, dan akhlak mulia.

Menurutnya, ketahanan spiritual yang dibangun selama Ramadan harus dijaga di tengah tantangan kehidupan modern.


Ia juga menyoroti krisis ketenangan jiwa di era modern. Kemajuan teknologi dan ekonomi, kata dia, tidak selalu sejalan dengan ketenangan batin.

“Zikir bukan hanya ibadah, tetapi juga terapi spiritual,” ujarnya.


Duski menambahkan, puncak kualitas spiritual adalah ihsan, yakni kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap tindakan manusia. Kesadaran ini melahirkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.


Kedua, kewarasan dalam menghadapi tekanan hidup. Mengutip Al-Balad, ia menegaskan bahwa kehidupan penuh tantangan yang harus dihadapi secara bijak.

Ia mendorong umat Islam untuk tetap produktif, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi bagi masyarakat, dengan tetap berlandaskan etika.


“Keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari integritas dan karakter,” ujarnya.


Ketiga, jihad peradaban. Mengacu pada Al-Hajj ayat 78, Duski menjelaskan bahwa jihad tidak terbatas pada peperangan, melainkan upaya membangun kehidupan yang lebih baik.


Ia menyebut jihad masa kini dapat diwujudkan melalui pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga pelestarian lingkungan.

“Jihad peradaban adalah membangun kehidupan yang adil, maju, dan bermartabat,” katanya.


Dalam konteks dunia kerja, ia menambahkan, setiap individu yang bekerja dengan niat ibadah, kejujuran, dan profesionalitas turut berkontribusi dalam membangun peradaban.

“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah,” pungkasnya.(*)



SUMBARNET - "Pak presiden selalu ada memimpin bangkit dari bencana di Sumatera, malam tahun baru ke Sumut,  hari pertama 2026 ke Tamiang, kemarin takbiran idul fitri ke Sumut dan shalat ied di Darusalam Tamiang, salut dan membanggakan," ujar banyak warga penyintas bencana Sumatra Minggu 22/3-1026.


Di Sumbar jaringan pemred Sumbar juga mempersiapkan apresian dan terima kasih kepada semua pihak yang komit dan konsisten bantu Sumbar bangkit dari bencana Banjir Bandang 26 November 2025.



"Ya kita bangga atas semua yang peduli, biar semua tertimbun tapi solidaritas selalu kokoh berdiri di puing-puing tanah bencana,"ujar Kordinatoor Pokja Medal Honor dan Ketua Panitia Pelantikan JPS Almudazir, Minggu siang ini.


Medal  Honor didesain khusus dari pengrajin perak di Jogja, dia diberikan kepada 6 tokoh dan 6 lembaga.


"2 April 2026 kita serahkan pada pelantikan Pengurus JPS 2025-2028, soal siapa yang menerima tunggu ya pada 2 April itu,"ujar Almudazir. (**)

 


 Medan - Bus KUPJ Tour terguling akibat baut roda patah di Jalan Tol Kutepat ruas Tebing Tinggi – Indrapura – Kuala Tanjung. Akibatnya, tiga penumpang mengalami luka-luka.


Kasat PJR Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, mengatakan kecelakaan tunggal ini terjadi pada Kamis (19/3/2026). Bus itu dikemudikan oleh Jefri Wanto Pasaribu.


“Bus tersebut terguling ke kanan di jalur lambat pada posisi jalan lurus mengarah ke Indrapura,” katanya.


Kecelakaan tunggal ini diduga disebabkan kerusakan pada baut roda bus patah, yang mengakibatkan ban bus tersebut tergelincir yang mengakibatkan kecelakaan.


“Dari 16 penumpang, ada tiga orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini,” ujarnya.


Adapun penumpang yang mengalami luka-luka, yaitu Marzuki Sitorus (31) warga Desa Selat, Kota Tanjungbalai, mengalami memar di bagian bahu. Tri Rahayu (25) warga Desa Bangun, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, mengalami memar di bahu belakang. Sementara, Fajar Ramadhoni (30) warga Desa Selat Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, mengalami luka robek di bagian belakang kepala sebelah kanan.


“Korban langsung dievakuasi oleh ambulans pihak Tol Kutepat ke RS Sapta Medika Indrapura,” katanya.


Sc : detik



Medan - Aksi jambret sebuah tas terjadi di Jalan Krakatau, Gelugur Darat I, Medan Timur.


Dalam video yang beredar terlihat dua orang pria mengendarai sepeda motor Honda Vario mendekati sepeda motor yang dikemudikan ojek online yang sedang membawa penumpang seorang perempuan.


Sepeda motor ojek online yang melaju di jalur tengah tiba-tiba dipepet oleh kedua pelaku dari arah kiri. Pelaku yang berada di boncengan seketika menarik tas milik penumpang ojek online tersebut hingga terjatuh ke aspal.


Terlihat korban tak bergerak lagi setelah jatuh. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mendekat. Namun, tak seorang pun yang berani melakukan pertolongan.


Sementara pengemudi ojek online terlihat tetap mengendarai sepeda motor untuk mengejar pelaku. Usahanya tak membuahkan hasil. Si pengemudi ojek online berbalik arah dan melihat kondisi penumpangnya.


-- Polisi Gercep Tangkap Pelaku --


Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M Butarbutar, membeberkan identitas kedua pelaku jambret yang terjadi di Jalan Krakatau, Gelugur Darat I, Medan Timur, Minggu (15/3/2026).


Kedua pelaku adalah M Rangga Prasetya, 25 tahun, warga Jalan Denai Tegal Sari Mandala I dan Bayu Hermawan, 31 tahun, warga Jalan Amal Luhur, Dwikora, Medan Helvetia.


Dijelaskan Kompol Agus M Butarbutar, keduanya beraksi, Minggu (15/3/2026). Saat itu, korban bernama Novita, 25 tahun, warga Jalan Pala, Bandar Utama, Tebingtinggi, menumpang ojek online dari Deli Park menuju Jalan Cemara.


"Korban ada kegiatan menuju restoran Shao Kalo di kawasan Cemara. Kemudian di Jalan Krakatau, tas miliknya ditarik salah satu pelaku hingga terjatuh. Lalu pihak keluarga membuat laporan ke kita," jelasnya, Jumat (20/3/2026).


Dari laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Pada Rabu (18/3/2026), petugas menangkap kedua pelaku di Jalan Air Bersih Ujung, tepatnya di kos-kosan Graha Rambe Barokah.


"Keduanya kita amankan saat berada di dalam satu kamar kos-kosan. Lalu kita lakukan pengembangan untuk mencari tas milik korban," tuturnya.


Saat dalam perjalanan ke polsek, tersangka Bayu berusaha melarikan diri. Petugas terpaksa menembak kaki kirinya setelah dua tembakan peringatan tak diindahkan.


"Dari hasil interogasi diketahui jika Bayu merupakan eksekutor. Sementara Rangga bertugas sebagai joki," ucapnya.


Dari hasil interogasi, kedua pelaku telah membuntuti korban dari Deli Park hingga ke lokasi kejadian, tepatnya di Simpang Pasar III. Dari aksi itu, keduanya pun memperoleh satu unit iPhone XR dan iPad.


"Mereka menjual hasil kejahatannya melalui marketplace seharga Rp1 juta. Keduanya membagi uang tersebut dan digunakan untuk membeli sabu dan bermain judi slot," tuturnya.


Dipastikan Agus, salah satu pelaku bernama Bayu merupakan residivis dan telah bebas Agustus 2025.


"Kasusnya sama, yakni jambret. Saat ini kita masih mengembangkan kasus dengan mencari penadahnya," ujarnya. 


Sc : Posmetro Medan