Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi lakukan peninjauan lokasi dan pemasangan papan tanda Barang Milik Daerah (BMD). Kegiatan dipimpin Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias di Padang Hijau, Nagari Gadut, Kabupaten Agam, Selasa, 4 Agustus 2026


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan, pemasangan plang tanda kepemilikan sebagai bagian dari pengamanan aset Pemerintah Kota Bukittinggi. Aset Pemko Bukittinggi tersebut memiliki luas 50.400 meter² atau sekitar 5 hektare, berlokasi di Padang Hijau Agam. Tanah ini dibeli Pemko Bukittinggi pada 1996 dan sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA).


"Pemasangan tanda ini merupakan bagian dari upaya kita mengamankan aset. Tanah ini dibeli dengan uang pemerintah daerah pada tahun 1996 dan harus kita selamatkan. Pengamanan aset bukan hanya untuk kepentingan satu periode pemerintahan, tetapi juga untuk memastikan aset tersebut tetap terjaga bagi pemerintahan berikutnya, karena pemerintahan ini berkelanjutan. Karena itu, saya minta dinas terkait menganggarkan dan segera menyelesaikan sertifikat kepemilikannya," ujarnya.


Wako menambahkan, Pemko Bukittinggi akan membahas pemanfaatan aset tersebut bersama Pemerintah Agam, terutama dengan Pemerintah Nagari Gadut, salah satunya, bisa dilakukan untuk lokasi pengolahan sampah. Pengamanan aset juga dilakukan terhadap seluruh aset Pemko yang tercatat, dengan pemasangan tanda kepemilikan pada tanah dan bangunan.


"Seluruh tanah milik Pemerintah Kota Bukittinggi harus diselamatkan, termasuk yang berada di luar daerah. Yang tercatat sebagai aset harus kita amankan. Jadi semua barang tidak bergerak, yang tercatat dalam aset, tentu kita amankan, termasuk juga aset yang berada di luar Kota Bukittinggi," ungkapnya.


Beberapa aset Pemko Bukittinggi, juga terdapar di luar kota. Diantaranya, di kawasan Ngarai, Kubang Putiah dan Gadut.(**)

 


Padang – Pengurus Provinsi (Pengprov) Squash Indonesia Sumatera Barat Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Daima Hotel Padang, Selasa (4/8/2026). Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) Squash Indonesia yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal, Ir. Max Bambang Sumantri. 


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat Hamdanus, S.Fil.I., M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Mahdianur, SH., SE., MM., pimpinan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga se-Sumatera Barat, serta Pengurus Cabang Squash Indonesia kabupaten/kota se-Sumatera Barat. 


Ketua Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat, H. Yofialdi, SE., Akt., CA., MM., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru tersebut. 


"Kami mengucapkan terima kasih kepada PB Squash Indonesia atas kepercayaan melalui pengesahan kepengurusan ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada KONI Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Daerah atas dukungan yang diberikan sehingga pelantikan ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Yofialdi. 


Menurutnya, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang kuat dan melahirkan prestasi olahraga squash di Sumatera Barat. 


"Pelantikan hari ini bukan sekadar ikrar seremoni, melainkan awal dari amanah besar untuk menggemakan dan menerbangkan prestasi olahraga squash di Sumatera Barat. Kami berkomitmen menyelaraskan visi dan misi PB Squash Indonesia, khususnya dalam membangun organisasi yang profesional, mempopulerkan olahraga squash, serta mencetak atlet-atlet berprestasi dunia," katanya. 


Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat telah menetapkan lima sasaran strategis dan program kerja terukur selama periode 2026–2030. 


Program pertama adalah membangun tata kelola organisasi yang modern dan terintegrasi, melalui pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) secara rutin setiap tahun, pembentukan sedikitnya lima Pengurus Cabang Squash Indonesia di kabupaten/kota, serta pengembangan sistem pendaftaran dan basis data atlet berbasis digital. 


Program kedua berfokus pada peningkatan popularitas olahraga squash melalui gerakan Squash Go to School & Campus di sedikitnya 20 sekolah dan perguruan tinggi di Sumatera Barat, sekaligus mendorong lahirnya klub-klub squash sebagai wadah pembinaan atlet. 


Selanjutnya, Pengprov juga memprioritaskan pembinaan atlet usia dini melalui sistem pencarian bakat (talent scouting) yang berkelanjutan. Program ini meliputi seleksi atlet kelompok umur U-11 hingga U-17, penyelenggaraan Kejuaraan Daerah atau Sirkuit Junior sebanyak dua kali setiap tahun, serta pembentukan Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Junior Sumatera Barat. 


Di bidang sumber daya manusia, Pengprov menargetkan peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui penyelenggaraan Coaching Clinic dan penataran secara berkala, dengan target melahirkan sedikitnya 10 pelatih dan delapan wasit bersertifikat nasional. 


Sementara itu, pada aspek sarana dan prestasi, Pengprov terus menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan venue squash yang representatif di Sumatera Barat. Selain itu, kepengurusan baru juga menargetkan mampu meraih medali pada Babak Kualifikasi PON serta meloloskan atlet-atlet terbaik Sumatera Barat menuju ajang nasional hingga bergabung ke Pelatnas PB Squash Indonesia. 


Yofialdi menegaskan bahwa berbagai target tersebut tidak mungkin diwujudkan tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan. 


"Kami sangat mengharapkan arahan, sinergi, dan bimbingan yang berkelanjutan dari PB Squash Indonesia, KONI Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan agar olahraga squash dapat berkembang dan berprestasi di Sumatera Barat," tutupnya. 


Dengan kepengurusan yang baru, Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat optimistis mampu memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta membawa olahraga squash semakin dikenal dan berprestasi di tingkat nasional. (**)



Sumbarnet.id Padang – Semangat luar biasa kembali ditunjukkan Tim Kickboxing Kabupaten Kepulauan Mentawai. Usai menuntaskan Penataran Pelatih dan Wasit-Juri di Kota Padang, rombongan justru harus menghadapi ujian berat saat hendak kembali ke daerah.


Hujan deras dan banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Padang pada Senin 3 Agustus 2026 membuat perjalanan tim terhambat. Bahkan, tim terpaksa berganti moda transportasi dan naik mobil Trans Padang rute Bungus untuk bisa meneruskan perjalanan.

 

Ketua KBI Kabupaten Kepulauan Mentawai, Arif Rahmad Daut, mengapresiasi perjuangan seluruh anggota timnya. 


"Alhamdulillah penataran pelatih, wasit dan juri sudah selesai kita ikuti. Tapi saat mau berangkat pulang ke Mentawai, kita justru terkepung banjir. Meski kondisi kita seperti ini, hujan deras dan jalan tergenang, semangat tim tidak pernah padam," ujar Arif.


Menurutnya, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta. Dengan segala keterbatasan, tim tetap berupaya mencari jalan agar bisa segera kembali ke Mentawai dan menerapkan ilmu yang didapat selama penataran.


"Kita berjuang. Ini bentuk komitmen kami untuk membangun Kickboxing di Mentawai. Susah payah berangkat, susah juga pulangnya, tapi semua kami jalani dengan ikhlas," tambahnya.

  

Penataran yang berlangsung di UNP Hotel & Convention, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu diikuti 40 peserta se-Sumbar. Dari Mentawai sendiri mengirimkan perwakilan pelatih dan calon wasit-juri.


Arif menyebut, ilmu yang didapat selama tiga hari penataran akan segera diterapkan di daerah. Targetnya, pembinaan atlet di Mentawai bisa berjalan lebih profesional untuk menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026.


"Kami berterima kasih kepada Pemkab Mentawai atas dukungannya. Semoga dengan ilmu baru ini lahir atlet-atlet terbaik putra-putri Mentawai yang bisa mengharumkan nama daerah," katanya.

  

Kisah perjalanan pulang tim KBI Mentawai ini menjadi gambaran nyata semangat insan olahraga di daerah kepulauan. Keterbatasan cuaca dan geografis tidak menghalangi niat untuk belajar dan membangun prestasi.


"Banjir boleh menghalangi jalan pulang, tapi tidak akan pernah menghalangi semangat kami untuk memajukan Kickboxing Mentawai," pungkas Arif. (Robi)

 


SUMBARNET - Dua atlet binaan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG) yang tergabung dalam Perguruan Pencak Silat (PPS) Sakato Semen Padang mendapat kepercayaan membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Keduanya adalah Yolla Cynthiana dan Ochi Ramadhani. Mereka akan tampil sebagai wakil Indonesia pada Hanoi International Martial Arts Festival 2026 yang digelar di Hanoi, Vietnam, 7–9 Agustus 2026.


Keduanya dilepas keberangkatannya oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, didampingi Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Ketua Umum FKKSPG Freddo Syukri, Sekretaris Umum FKKSPG Arfan Asmara, Ketua Bidang Olahraga Prestasi FKKSPG A M Reza, serta Sekretaris Umum PPS Sakato Semen Padang Afri Yesi Indra.


Keberangkatan Yolla dan Ochi bukan sekadar partisipasi dalam sebuah festival seni bela diri internasional. Keduanya membawa misi yang lebih luas, yakni memperkenalkan pencak silat sekaligus kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat internasional.


Penunjukan kedua pesilat tersebut didasarkan pada surat Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat yang mengacu pada Surat Pengurus Besar (PB) IPSI Nomor 11/SJ/PB IPSI/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026 tentang permintaan dua penampil pencak silat yang dikombinasikan dengan Silat Tradisi Minangkabau dalam festival internasional di Hanoi.


Melalui surat yang ditandatangani Ketua Umum Pengprov IPSI Sumatera Barat Vasko Ruseimy pada 20 Juli 2026, Yolla Cynthiana dan Ochi Ramadhani kemudian resmi ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam ajang tersebut.


Kepercayaan itu menjadi capaian penting bagi PPS Sakato Semen Padang dan FKKSPG, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuka jalan bagi atlet daerah untuk tampil di panggung yang lebih luas.


Sebelum bertolak ke Vietnam, kedua atlet tersebut juga menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mulai 23 Juli 2026 di bawah pembinaan PB IPSI.


Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan keduanya, tidak hanya dari aspek teknik pencak silat, tetapi juga dalam mempersiapkan penampilan yang menggabungkan seni bela diri dengan karakter kuat Silat Tradisi Minangkabau.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Yolla dan Ochi atas kepercayaan yang diberikan untuk tampil mewakili Indonesia.


Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan momentum penting bagi kedua atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama Sumatera Barat dan Indonesia di forum internasional.


“Jaga kesehatan selama persiapan hingga pertandingan. Semoga mendapatkan prestasi yang terbaik,” ujar Pri.


Ia berharap kiprah Yolla dan Ochi di Hanoi tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Minangkabau kepada dunia.


Pri juga berpesan agar keduanya tampil penuh percaya diri dan menjaga nama baik daerah, bangsa, serta keluarga besar Semen Padang Group yang selama ini turut memberikan dukungan terhadap pembinaan mereka.


Bagi Yolla dan Ochi, kepercayaan untuk tampil di Hanoi menjadi sebuah amanah besar yang lahir dari proses panjang. Bertahun-tahun menjalani latihan, mengikuti berbagai ajang, serta menempa kemampuan di bawah pembinaan pelatih akhirnya membawa keduanya menuju panggung internasional.


“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang kami syukuri. Kami tidak hanya membawa nama diri sendiri, tetapi juga membawa marwah Ranah Minang, IPSI Sumatera Barat, PPS Sakato Semen Padang, FKKSPG, serta keluarga besar Semen Padang Group ke panggung dunia,” ujar Yolla.


Bagi kedua atlet, penampilan di Hanoi juga memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menunjukkan kemampuan bela diri.


Setiap gerakan yang akan diperagakan nantinya merupakan representasi dari budaya Minangkabau yang memiliki nilai, filosofi, karakter, serta sejarah yang panjang. Karena itu, Yolla dan Ochi tidak hanya mempersiapkan aspek fisik dan teknik, tetapi juga berupaya memahami dan menghidupkan filosofi yang melekat pada setiap jurus yang mereka tampilkan.


“Saya ingin dunia melihat bahwa silat Minangkabau bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan nilai dan karakter,” ujarnya.


Persiapan menuju festival internasional itu pun dilakukan secara menyeluruh. Selain mengikuti pemusatan latihan bersama PB IPSI, keduanya secara konsisten meningkatkan kondisi fisik, menyempurnakan teknik, serta memperdalam pemahaman terhadap filosofi budaya Minangkabau.


Untuk menjaga stamina, keduanya rutin berlari sejauh lima kilometer setiap hari. Latihan tersebut dipadukan dengan sesi intensif bersama pelatih untuk memperkuat fisik sekaligus menyempurnakan jurus-jurus tradisi Minangkabau yang akan dibawakan di Hanoi.


Evaluasi juga dilakukan secara detail. Setiap gerakan direkam melalui video untuk kemudian dipelajari kembali. Cara tersebut dilakukan untuk memastikan setiap detail penampilan, mulai dari ketepatan gerakan, kekuatan, kelenturan, hingga kekompakan dapat ditampilkan secara presisi di hadapan publik internasional.


Persiapan itu mencerminkan keseriusan keduanya dalam menjawab kepercayaan yang telah diberikan. Sebab, di Hanoi nanti, Yolla dan Ochi tidak hanya dituntut tampil sebagai atlet pencak silat, tetapi juga sebagai representasi budaya Indonesia, khususnya budaya Minangkabau.


Ketua Umum FKKSPG Freddo Syukri menyampaikan selamat sekaligus apresiasi kepada kedua atlet binaan PPS Sakato Semen Padang dan FKKSPG yang telah menunjukkan dedikasi serta kerja keras hingga mampu mencapai level internasional.


“Selamat kepada atlet binaan PPS Sakato Semen Padang dan FKKSPG. Harapannya tentu saja para atlet dapat meraih kemenangan dan membawa pulang medali untuk PT Semen Padang, serta mengharumkan nama perusahaan di kancah internasional,” kata Freddo.


Menurut Freddo, FKKSPG sebagai wadah karyawan Semen Padang Group tidak hanya berperan dalam membangun kebersamaan di lingkungan perusahaan, tetapi juga memiliki komitmen untuk mendukung berbagai aktivitas yang memberikan dampak positif, termasuk olahraga, kegiatan sosial, dan pembinaan lingkungan.


Dalam konteks olahraga prestasi, dukungan terhadap atlet menjadi bagian dari komitmen tersebut. Pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat menciptakan ruang bagi atlet untuk terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan berkompetisi di level yang lebih tinggi.


Freddo menegaskan, Semen Padang melalui FKKSPG akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap pengembangan atlet, khususnya mereka yang telah berprestasi maupun atlet yang masih berada dalam tahap pembinaan.


“Walaupun saat ini kita berada di tengah dinamika industri dan bisnis yang penuh tantangan, kami tetap berkomitmen dan berupaya untuk terus memberikan dukungan penuh,” tegasnya.


Dukungan tersebut, lanjut Freddo, merupakan bentuk komitmen untuk memastikan pembinaan atlet tidak berhenti pada pencapaian prestasi sesaat. Lebih dari itu, pembinaan diharapkan dapat menjadi proses berkelanjutan yang melahirkan atlet-atlet berkualitas dan mampu membawa nama Semen Padang Group ke berbagai kompetisi bergengsi. (*)

 


SUMBARNET - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, mendorong pembangunan nagari di Sumatera Barat dilakukan berbasis data dan kajian akademik. Untuk mewujudkan hal itu, ia menggandeng Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar setiap usulan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Zigo mengatakan, beberapa pekan lalu dirinya bersama Rektor UNP melepas sekitar 5.200 mahasiswa KKN yang ditempatkan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat hingga tingkat nagari dan jorong.


"Kami bersama Rektor UNP melepas lebih kurang 5.200 mahasiswa KKN. Mereka dikirim kampus ke kabupaten, kota, nagari hingga jorong agar dapat melihat langsung kebutuhan masyarakat," kata Zigo.


Menurutnya, hasil pengamatan mahasiswa tidak berhenti sebagai laporan akademik. Seluruh temuan di lapangan akan dipadukan dengan aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan usulan pembangunan yang diperjuangkan ke pemerintah pusat melalui mitra kerja Komisi V DPR RI.


"Kami ingin usulan dari nagari tidak hanya berdasarkan kondisi di lapangan, tetapi juga diiringi kajian akademik. Informasi dari masyarakat dipadukan dengan hasil penelitian mahasiswa sehingga menjadi dasar yang kuat dalam memperjuangkan program pembangunan," ujarnya.


Zigo menjelaskan, Komisi V DPR RI bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Transmigrasi, BMKG, hingga Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Karena itu, setiap usulan yang disampaikan harus memiliki data yang kuat agar peluang direalisasikan semakin besar.


Ia juga berharap pendamping desa aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah nagari untuk mengawal hasil kajian tersebut menjadi usulan pembangunan yang matang.


Selain memperkuat perencanaan berbasis data, Zigo memastikan pemerintah tetap menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembangunan pascabencana di Sumatera Barat. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,8 triliun melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2029.


"Alhamdulillah, Kabupaten Solok sudah masuk tahap pertama. Mulai dari Batang Lembang, Batang Gawan, Batang Peninggahan, hingga Batang Sumani semuanya sudah masuk tahap pertama," katanya.


Ia menyebut rehabilitasi Batang Lembang dan Batang Gawan tahun ini dianggarkan sekitar Rp85 miliar hingga Rp95 miliar. Sementara Batang Sumani dan Batang Peninggahan juga telah memperoleh alokasi anggaran tersendiri.


"Seluruh pekerjaan tersebut sudah memasuki tahap kontrak tahun ini dan pelaksanaannya akan berlangsung selama dua tahun anggaran," ujarnya.


Zigo menegaskan, komitmen pembangunan tersebut merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dikawal DPR RI agar terlaksana sesuai rencana.


"Bukan kepada saya ucapan terima kasihnya. Tugas saya hanya mengawal dan mengawasi. Komitmen itu datang dari Bapak Presiden, dan kami di DPR RI mengawal agar program tersebut benar-benar berjalan," katanya.


Dalam rangkaian reses tersebut, Zigo juga bertemu langsung dengan masyarakat penerima manfaat Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Ia mendengarkan aspirasi warga sekaligus memastikan program yang telah diperjuangkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, evaluasi terhadap program yang sudah berjalan menjadi bagian penting untuk menyusun kebijakan pembangunan berikutnya.


Dalam kesempatan itu, Zigo juga meminta pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan kelompok masyarakat menyiapkan seluruh persyaratan administrasi setiap usulan pembangunan, mulai dari Detail Engineering Design (DED), dokumen teknis, pembebasan lahan, hingga persyaratan lainnya.


"Jangan sampai ketika aplikasi sudah dibuka, dokumennya belum siap. Kalau ada satu saja syarat yang tidak lengkap, usulannya bisa tertunda atau bahkan tidak diproses," tegasnya.


Ia menambahkan, hal yang sama berlaku untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Tahun ini Kabupaten Solok memperoleh sekitar 584 unit BSPS dan masih berpeluang mendapatkan tambahan pada tahap berikutnya.


Menurut Zigo, seluruh usulan BSPS akan diverifikasi secara ketat, mulai dari status kepemilikan rumah hingga kondisi ekonomi calon penerima.


"Kami menemukan ada rumah yang memang tidak layak huni, tetapi bukan milik sendiri atau status kepemilikannya bermasalah. Kalau seperti itu, saya pastikan usulannya tidak akan lolos," katanya.


Karena itu, ia meminta pemerintah nagari merapikan seluruh data calon penerima bantuan agar peluang memperoleh program pemerintah semakin besar.


Pernyataan tersebut disampaikan Zigo saat melaksanakan Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027 di Jorong Ujuang Ladang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Selasa (4/8/2026).


Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Solok, Kapolsek, Wali Nagari Koto Sani, Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar, Ketua BPRN, perwakilan BPPW Sumbar, BPJN Sumbar, BWS Sumatera V, unsur Forkopimcam, mahasiswa KKN UNP, serta masyarakat Nagari Koto Sani. (***)

 


PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Induk Sumbar V terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. 


Melalui program "Polantas Menyapa", personel Sat PJR mengingatkan para pengemudi angkutan barang agar selalu memperhatikan keamanan muatan demi mencegah kecelakaan lalu lintas.


Edukasi tersebut menekankan pentingnya memastikan muatan kendaraan tidak melebihi kapasitas, terikat dengan kuat sehingga tidak mudah bergeser, tidak mengganggu pandangan pengemudi, serta kendaraan berada dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan.


Selain itu, pengemudi juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan selama perjalanan.


Dalam materi sosialisasi yang disampaikan kepada para pengemudi, Ditlantas Polda Sumbar mengangkat pesan keselamatan, "Muatan Aman, Perjalanan Nyaman, Keluarga Menunggu di Rumah."


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya bagi pengemudi kendaraan angkutan barang.


"Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi yang berkelanjutan. Kendaraan angkutan barang memiliki peran penting dalam distribusi logistik, namun aspek keselamatan tidak boleh diabaikan. Muatan yang sesuai aturan dan kendaraan yang laik jalan akan mengurangi risiko kecelakaan serta melindungi seluruh pengguna jalan," ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Ia menambahkan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga yang menanti kepulangan dengan selamat.


"Harapan kami, seluruh pengemudi semakin disiplin memperhatikan kondisi kendaraan, memastikan muatan aman, menggunakan sabuk pengaman, mematuhi batas kecepatan, dan menaati setiap rambu lalu lintas. Dengan demikian, angka kecelakaan dapat ditekan dan tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Barat," tambahnya.


Melalui kegiatan Polantas Menyapa, Ditlantas Polda Sumbar berharap pesan-pesan keselamatan dapat diterima secara luas oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesadaran kolektif dalam mewujudkan budaya berlalu lintas yang berkeselamatan.


Program ini juga menjadi wujud komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan edukatif dan humanis, dengan mengedepankan pencegahan sebagai langkah utama dalam menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. (**)

 


PADANG – Tim Polisi Lalu Lintas Sahabat Masyarakat (Polantas Karib) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat memanfaatkan momentum upacara bendera untuk memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada para pelajar di SMP Negeri 2 Padang, Senin (3/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, personel Polantas Karib bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas kepada seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. 


Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya disiplin mematuhi peraturan lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara maupun penumpang sepeda motor, larangan mengendarai kendaraan bagi pelajar yang belum memenuhi persyaratan, hingga pentingnya menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah dan keluarga.


Selain memberikan materi secara langsung, personel juga mengajak para pelajar untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah merupakan salah satu langkah preventif dalam membangun kesadaran berlalu lintas sejak dini.


"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya sejak usia sekolah. Edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi yang disiplin, patuh terhadap aturan, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain di jalan raya," ujar Reza.


Ia berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.


"Kami berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, mengingatkan keluarga dan teman-temannya untuk selalu mematuhi aturan, serta tidak mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Dengan kesadaran bersama, kita dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat," tambahnya.


Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menggelar program edukasi keselamatan berlalu lintas di berbagai sekolah sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat. (**)

 


SUMBARNET - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam, Jumat (31/7/2026), untuk meninjau sejumlah infrastruktur strategis di Sumatera Barat.


Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mewakili Gubernur Sumatera Barat mendampingi rombongan Menteri.


Beberapa lokasi yang menjadi fokus peninjauan meliputi Sabo Dam Batang Tumayo, Ruas Jalan Provinsi Manggopoh–Padang Luar atau Kelok 44, serta Ruas Jalan Provinsi Simpang Koto Mambang–Balingka.


Pada peninjauan di ruas Jalan Provinsi Manggopoh–Padang Luar (Kelok 44), Menteri Pekerjaan Umum memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan yang mengalami banyak titik ambles dan terban akibat struktur tanah yang sudah tidak stabil.


Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan fungsi ruas tersebut, Menteri PU mengarahkan agar dilakukan perubahan trase jalan. 


Usulan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), sekaligus meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengusulkan perubahan Rencana Aksi Menteri Pekerjaan Umum guna mempercepat penanganan ruas jalan tersebut.


Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, mengatakan arahan Menteri menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur di salah satu jalur vital penghubung wilayah tersebut.


"Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat penanganan ruas Jalan Kelok 44. Arahan Bapak Menteri akan segera kami tindak lanjuti melalui koordinasi intensif dengan BPJN dan seluruh pihak terkait agar proses perubahan trase dapat segera dirumuskan dan diusulkan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Armizoprades.


Menurutnya, perubahan trase merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi kondisi tanah yang terus bergerak sehingga membahayakan pengguna jalan.


"Kami berharap percepatan penanganan ini dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat memperoleh akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan andal. Infrastruktur yang baik tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung aktivitas masyarakat di Sumatera Barat," tambahnya.


Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum tersebut menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan ruas jalan strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Sumatera Barat. (**)



Pesisir Selatan - Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo, S.I.K.,S.H.,M.H            bersama Wakapolres Kompol Syafrizen, S.H dan PJU Polres Pessel, Selasa (4/8/2026) bersilahturahmi dengan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.


Pertemuan dengan penuh kearaban dan kekeluargaan dilaksanakan di ruang kerja Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

Ikut hadir, Sekda, Asisten, Kepala DPKAD.


Dalam perkenalan didepan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Ricky Ricardo, S.I.K.,S.H.,M.H mengatakan, silahturahmi ini sebagai bentuk koordinasi, dalam rangka melaksanakan tugas sebagai Kapolres Pessel. 


Selain itu, Ia juga berharap dukungan, kerjasama serta arahan dari pimpinan kepala  daerah Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.


Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyambut hangat kunjungan Kapolres Pessel.


Hendrajoni mengucapkan selamat datang pada Kapolres Pessel di Kabupaten Negeri Pesisir Selatan, Negeri Sejuta Pesona.


Bupati menyambut baik kerjasama,silahturahmi Kapolres Pessel dalam rangka mendukung kegiatan di Pemda Pesisir Selatan. 


" Saya mintak juga pada Wakil Bupati, Sekda, Asisten dan Kepala OPD, agar ikut mendukung kegiatan Kapolres Pessel.Karena, sukses Polres Pessel, sukses juga Pemda Pessel," tegasnya.


Lebih lanjut, Hendrajoni berharap pada Kapolres Pessel bisa menjalin silahturahmi yang harmonis dengan seluruh OPD nya. Dan, apapun kendala yang dihadapi bisa disampaikan untuk bersama dicarikan jalan keluar 


" Pemda Pessel mendukung penuh hal positif dilaksanakan Polres Pessel, guna menciptakan Keamanan, kenyamanan dan ketertiban di Kabupaten Pesisir Selatan," tutupnya.(Re)

 


SUMBARNET - Anggota Komisi V DPR RI asal Sumatera Barat, Zigo Rolanda, memastikan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan, Tanah Garam di Kota Solok segera dimulai. Saat ini, proyek senilai sekitar Rp170 miliar tersebut telah memasuki proses tender dan akan dikerjakan dengan skema multi years contract selama dua tahun anggaran.


Zigo mengatakan, percepatan pembangunan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.


"Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum telah menyepakati anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sekitar kurang lebih Rp17 triliun. Program ini dilaksanakan bertahap hingga tahun 2029 sebagai bentuk komitmen pemerintah memulihkan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat," kata Zigo.


Ia menjelaskan, penanganan Batang Lembang dan Batang Gawan awalnya belum masuk prioritas tahap pertama rehabilitasi dan rekonstruksi. Saat itu, pemerintah hanya memprioritaskan tiga lokasi, yakni Batang Kuranji, Batang Maransi di Kota Padang, serta satu lokasi di Kabupaten Agam.


Namun, menurut Zigo, Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan Forkopimda memberikan jaminan bahwa seluruh proses pembebasan lahan akan diselesaikan sehingga proyek dapat dipercepat.


"Sebelumnya proyek ini masuk tahap kedua. Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya bisa dimasukkan ke tahap pertama. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok," ujarnya.


Zigo berharap masyarakat mendukung proses pembangunan, terutama dalam penyelesaian persoalan lahan apabila masih ditemukan di lapangan.


"Kalau persoalan lahan tidak selesai, pekerjaan yang sudah dikontrak akan terhambat. Kami berharap semua pihak mendukung agar pembangunan berjalan lancar," katanya.


Selain proyek pengendalian banjir, Zigo mengungkapkan Kota Solok juga memperoleh alokasi sekitar 224 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah pada 2026.


Ia menyebut, alokasi BSPS untuk Sumatera Barat meningkat signifikan dibanding sebelumnya. Dari sekitar 826 unit, kini menjadi sekitar 8.471 unit sebagai bagian dari target pemerintah membangun tiga juta rumah dalam lima tahun.


"Kami terus mengawal agar masyarakat Kota Solok mendapatkan manfaat program ini. Namun seluruh penerima harus melalui proses verifikasi yang ketat dan berbasis aplikasi agar penyalurannya transparan serta tepat sasaran," jelasnya.


Di sektor air bersih, Zigo menyampaikan usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Solok senilai sekitar Rp62 miliar telah lolos dalam sistem pengusulan pemerintah pusat. Jika kondisi fiskal memungkinkan, pembangunan fisiknya ditargetkan dimulai pada 2027, sementara penanganan darurat sudah berjalan.


Untuk mendukung sektor pertanian, Kota Solok juga memperoleh 12 titik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) guna memperbaiki jaringan irigasi bagi petani.


Zigo juga memastikan terus mengawal percepatan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok. Menurutnya, seluruh dokumen administrasi telah lengkap dan kini tinggal menunggu penyelesaian kajian teknis antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan.


Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Solok segera menyelesaikan persoalan administrasi pemanfaatan kios di Terminal Bareh Solok agar program revitalisasi terminal yang telah disiapkan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan.


"Kami optimistis persoalan ini dapat diselesaikan sehingga Kota Solok tidak kehilangan kesempatan memperoleh program revitalisasi terminal yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Zigo.


Seluruh komitmen tersebut disampaikan Zigo Rolanda saat melaksanakan Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027 di Kota Solok, Selasa (4/8/2026).


Dalam kegiatan itu, ia meninjau Batang Lembang dan Batang Gawan bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Wali Kota Solok, Wakil Bupati Solok, Ketua DPRD Kota, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Solok, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat. (***)