Bukittinggi, SUMBARNET.ID – Komitmen melestarikan warisan budaya Minangkabau terus diperkuat Pemerintah Kota Bukittinggi. Salah satunya melalui dukungan terhadap keberadaan Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) sebagai wadah pelestarian silek tradisi yang sarat dengan nilai adat, budaya, dan pendidikan karakter anak nagari.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, saat menghadiri pelantikan Pengurus KPSTI Kota Bukittinggi Periode 2026–2030, yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Minggu (8/11/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt. Nagari Labiah resmi dipercaya sebagai Ketua KPSTI Kota Bukittinggi bersama jajaran pengurus yang baru. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KPSTI Sumatera Barat, Indrayuda.

Dalam sambutannya, Ibnu Asis menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus menjadi motor penggerak dalam menjaga eksistensi silek tradisi di tengah perkembangan zaman.

Menurut Ibnu Asis, silek tidak semata-mata merupakan seni bela diri atau kemampuan mempertahankan diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi bagian penting dari pendidikan karakter masyarakat Minangkabau.

"Silek bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga pendidikan adab bagi anak nagari untuk belajar menahan diri, menghormati guru, dan menjaga marwah kaum," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, keberadaan KPSTI bukan untuk menjadi tandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kedua organisasi memiliki ruang dan fokus masing-masing. KPSTI diharapkan lebih mengedepankan pelestarian silek tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya dan identitas masyarakat Minangkabau.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi siap membangun sinergi serta memfasilitasi kegiatan KPSTI dalam upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya tersebut.

Menurutnya, pelestarian silek tradisi membutuhkan keterlibatan bersama, baik pemerintah, organisasi, tokoh adat, tuo silek, maupun generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam silek tidak hanya dikenal sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelantikan pengurus KPSTI Kota Bukittinggi Periode 2026–2030 ini diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat eksistensi silek tradisi, memperluas pembinaan generasi muda, serta menjadikan seni bela diri tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Silek bukan sekadar gerak dan jurus, tetapi warisan nilai, adab, dan marwah anak nagari yang harus terus dijaga dan dilestarikan.(**)


 

SUMBARNET - Warga kawasan Jalan Baru Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita di dalam sebuah rumah pada Minggu sore (8/11/2026).


Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bawah tempat tidur dengan posisi tangan terikat dan mulut tertutup lakban.


Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Yasin, menyatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan terkait ditemukannya jasad wanita tersebut menjelang waktu Magrib, sekitar pukul 17.30 WIB.


"Kurang lebih hari ini pukul 17.30 WIB atau menjelang Magrib, Polresta Padang menerima informasi ditemukannya mayat berjenis kelamin wanita di sebuah rumah," kata Kompol Yasin saat dikonfirmasi.


Usai menerima informasi warga, tim kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat olah TKP berlangsung, petugas menemukan jasad korban berada di bawah kasur dengan posisi tubuh terikat.


"Kami sudah melakukan olah TKP. Saat ditemukan, posisi jenazah berada di bawah kasur dengan posisi terikat," ujarnnya.


Guna kepentingan penyelidikan dan pengungkapan sebab pasti kematian, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan otopsi.


Mengenai indikasi lama kematian korban, Kompol Yasin memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari satu hari. Namun, kepastian durasi maupun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi.


"Untuk perkiraan sementara mungkin sudah dua atau tiga hari, tapi untuk pastinya nanti setelah pemeriksaan dokter lebih lanjut. Penyebab pasti kematian juga baru bisa dipastikan setelah otopsi," jelasnya.


Saat ini, kasus dugaan pembunuhan tersebut ditangani langsung oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi pelaku serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut. (**)



SUMBARNET - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus memperkuat hubungan silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program Minggu Kasih.


Kali ini, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H menyambangi jemaat Rumah Ibadah GPIB Jemaat Effata Sektor Patmos, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (8/11/2026).


"Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari seluruh jemaat GPIB Sektor Patmos Ophir," ujar AKBP Agung Tribawanto saat mengawali sambutannya.


Dikatakan, Minggu Kasih merupakan salah satu program Polri untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat, sekaligus mendengarkan aspirasi, saran, dan keluhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk mempererat kebersamaan serta membangun hubungan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat.


"Kami hadir untuk menjalin kebersamaan dan kedekatan, terutama mendengarkan saran, masukan, serta keluh kesah masyarakat," katanya.


Dia menegaskan, masyarakat merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Karena itu, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan, baik melalui Bhabinkamtibmas di nagari setempat, Polsek jajaran, maupun langsung ke Polres Pasaman Barat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110.


Lebih lanjut, Kapolres menyebutkan bahwa Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Kondisi tersebut perlu dijaga bersama melalui sikap saling menghormati, memperkuat toleransi, serta memelihara kerukunan antarumat beragama.


"Kita hidup di tengah keberagaman. Karena itu, mari bersama-sama menjaga silaturahmi, meningkatkan toleransi, dan saling menghargai antarsesama agar keharmonisan masyarakat tetap terpelihara," ajaknya.


Sementara itu, perwakilan pengurus GPIB Sektor Patmos Ophir Agustinora Nainggolan mengapreasi Kapolres Pasaman Barat beserta jajaran, yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama para jemaat melalui program Minggu Kasih.


Menurutnya, program Minggu Kasih sangat berdampak positif, sehingga masyarakat bisa berkomunikasi secara langsung dengan pimpinan dan jajaran Polres Pasaman Barat terkait persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


"Terima kasih Bapak Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto beserta jajaran. Semoga personel kepolisian selalu diberikan kesehatan dalam pelaksanaan tugas dan tetap selalu dekat bersama masyarakat," tuturnya.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto didampingi Kabag SDM Kompol Tarpi Niswar, Kabag Log AKP Defrizal, Kasiwas AKP Zulfikar, Kapolsek Pasaman AKP Bermana Manda, Kasubbagbinkar AKP Alfian Nurman, Kasat Binmas Iptu Zulfi dan sejumlah personel Polres Pasaman Barat. (HumasResPasbar)



Mentawai Sumbarnet.id – Sabtu malam, (7/11/2026) suasana Homestay Pantai Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, mendadak beda. Bukan sekadar nongkrong biasa, tapi jadi panggung diskusi ilmiah pemuda dan pentas seni budaya yang vibes-nya anak muda banget, dengan satu misi besar: Mewujudkan Mentawai Sebagai Ibu Kota Surfing Dunia.


Acara ini bukan acara seremonial kaku. Ini adalah ruang anak muda Mentawai untuk unjuk gigi, menyampaikan gagasan, dan menunjukkan kalau Mentawai itu bukan daerah pinggiran, tapi daerah yang punya daya tarik kelas dunia.


Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, yang tampil beda. Dalam pidatonya, Bupati Rinto blak-blakan curhat soal perjuangan Mentawai di Jakarta.


Menurutnya, selama ini hampir semua kepala daerah datang ke Jakarta dengan misi yang sama: "Kapan jalan kami dibuat? Kapan infrastruktur kami dibuat" Semua daerah datang mengejar pembangunan, meminta alokasi anggaran tambahan dan fasilitas lainnya. Tapi sayangnya, kondisi kebijakan pemerintah saat ini sangat tidak memungkinkan untuk membuka keran itu karena keterbatasan anggaran.


Bahkan, saat bertemu dengan Mendagri, Bupati Rinto mengaku sempat tertawa sendiri mendengar pesan agar kepala daerah harus kreatif.


"Kalau dengar kreatif saya ketawa sendiri, apalagi di tengah efisiensi ini membuat kita dipaksa untuk kreatif walaupun kere tapi tetap kreatif," ujar Bupati Rinto disambut tawa dan tepuk tangan pemuda yang hadir.


Dari situlah, Bupati Rinto mulai berpikir keras. Bagaimana caranya agar Mentawai tidak membawa misi yang sama seperti kabupaten/kota lain, Bagaimana caranya agar Mentawai bisa dibedakan dan diprioritaskan untuk dieksekusi pembangunannya. 


Jawabannya ada di ombak.


Bupati Rinto mengungkapkan, ombak selalu menjadi prioritas utama dalam memberikan kontribusi PAD bagi Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jika dibandingkan dengan pemasukan lainnya, kontribusi dari retribusi surfing adalah yang paling besar.


Pada tahun 2024, retribusi surfing mencapai sekitar Rp 9 Miliar lebih. Lalu setelah dilakukan digitalisasi, pada tahun 2025 melonjak menjadi Rp 14,3 Miliar. Dan di tahun 2026, baru sampai bulan Oktober saja sudah diangka Rp 14,8 Miliar. Mudah-mudahan ada penambahan nanti bergeser ke 15 atau ke 16 Miliar. Setidaknya harus terus mengalami progres, tidak stagnan.


"Ini yang mendasari pemikiran munculnya ide untuk menjadikan Mentawai sebagai Ibu Kota Surfing Dunia," tegas Bupati Rinto.


Bupati Rinto kemudian membandingkan Mentawai dengan Hawaii yang selama ini sudah terlebih dahulu mendominasi permainan surfing di dunia. Di mana pun, di negara manapun, Hawaii selalu menjadi tolak ukurnya. Hawaii selalu menjadi poin pandangan daripada negara-negara lain dalam wisata surfingnya.


Tetapi, ketika dimulai akhir tahun 80-an, para peselancar mulai mengeksplorasi Indonesia dan mengeksplorasi titik-titik ombak baru, maka nama Mentawai yang mencuat pada waktu itu. Tahun 90-an mulai semakin banyak, tahun 2000-an semakin banyak lagi.


Bahkan, Mentawai berani mengambil langkah yang menurut Bupati Rinto adalah gagasan berani dan terobosan luar biasa. Hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia, hanya Mentawai yang menerapkan dan menarik retribusi surfing. Bahkan sempat ada friksi dengan provinsi pada waktu itu karena provinsi juga mau mengambil retribusi ini. Namun dengan diplomasi dan komunikasi yang baik, Mentawai memberi pemahaman bahwa retribusi surfing ini sudah melalui tahapan yang tidak mudah sampai mendapatkan legalisasi, sudah ada dasar hukumnya sehingga sah.


Bahkan, Nias tahun lalu mengadakan kunjungan kerja ke Mentawai dalam rangka belajar bagaimana cara menarik retribusi surfing. Bayangkan saja, mereka datang studi banding ke Mentawai.


"Saya agak alergi sedikit dengan masalah studi banding. Bagi saya kalau kita melakukan studi banding itu kita tidak mau mengasah pikiran kita saja, maunya kita meniru saja. Padahal Tuhan memberikan kita otak dan pikiran ini untuk bisa berkreasi," ujar Bupati Rinto.


Lebih lanjut, Bupati Rinto menjelaskan, jika dibandingkan dengan negara lain, bahkan Hawaii sekalipun, Hawaii itu mungkin hanya punya ratusan, bahkan mungkin 150-an titik surfing. Sedangkan Mentawai punya lebih banyak titik surfing.


Ombak premium Mentawai itu ada di beberapa tempat, terutama di *Silabu, Lance Kiri dan Lance Kanan, dan juga di daerah Karangmaja.* Inilah yang mendasari pemikiran munculnya ide menjadikan Mentawai sebagai Ibu Kota Surfing Dunia.


"Karena apa? Dibandingkan dengan negara lain dan juga kabupaten/kota di Indonesia, Mentawai yang paling banyak memiliki titik surfing," jelasnya.


Lalu, apa makna Ibu Kota Surfing Dunia itu?


Menurut Bupati Rinto, ide Ibu Kota Surfing Dunia adalah ide bagaimana agar Mentawai didudukkan dan dikukuhkan sebagai ibu kota surfing di dunia, di mana para peselancar dunia sehebat apapun dia, kehebatannya itu tidak kita akui kalau dia belum menjajal ombak Mentawai.


Untuk membukukan Mentawai sebagai Ibu Kota Surfing Dunia, saat ini Pemda sedang membangun *Monumen Ibu Kota Surfing Dunia* dan juga *Wall of Fame.*


Nantinya, Wall of Fame itu adalah sebuah bangunan di mana para peselancar dunia yang datang ke Mentawai dan sudah menjajal ombak Mentawai akan diabadikan secara monumental. Apakah itu papan surfingnya kita buat replika kecilnya, lalu taruh tulis namanya di sana, atau mungkin telapak kakinya kita buat dan taruh di dinding, bahwa dia sudah pernah menjajal ombak Mentawai.


Sehingga ada motivasi bagi mereka untuk datang ke Mentawai. Bagi seorang surfer, perjalanan karirnya belum lengkap kalau dia belum menaklukkan ombak Mentawai. Ombak Mentawai adalah ujian terakhir dan pembuktian tertinggi bagi para surfer dunia.


"Kawan-kawan, Ibu Kota Surfing Dunia ini adalah gagasan kita untuk menjadi batu loncatan kita dalam rangka meminta pembangunan. Dengan adanya gagasan Ibu Kota Surfing Dunia ini, maka pemerintah pusat kita gugah mereka," tegas Bupati Rinto.


Karena hampir 90 persen turis Mentawai itu adalah mancanegara, sedikit sekali wisatawan nusantara yang datang ke sini. Maka Mentawai didedikasikan sebagai Ibu Kota Surfing Dunia supaya dunia juga tahu bahwa Mentawai lah menjadi kiblat mereka untuk mengadakan pertandingan surfing dan kegiatan surfing.


Bahkan sekarang, Pemda Mentawai lagi melobi supaya *Pelatnas Surfing itu dipindahkan ke Mentawai.*


Di akhir pidatonya, Bupati Rinto Wardana menegaskan kepada pemuda Mentawai agar jangan hanya jadi penonton di tanah sendiri. Pemuda harus jadi motor, jadi pelaku, jadi kreator yang mengawal gagasan besar ini sampai Mentawai benar-benar diakui dunia sebagai Ibu Kota Surfing Dunia.


Acara diskusi ilmiah pemuda dan pentas seni budaya malam itu pun ditutup dengan penampilan seni budaya Mentawai yang memukau, menjadi bukti bahwa Mentawai tidak hanya kaya ombak, tapi juga kaya budaya. (Roby)

 


SUMBARNET - Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) menegaskan soliditas dan komitmen seluruh jajaran organisasi untuk terus mengawal kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di tengah berkembangnya berbagai dinamika dan isu politik belakangan ini.


Ketua Umum DPP AMPI, Zigo Rolanda, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus dan kader AMPI, baik di tingkat pusat maupun daerah, tetap solid, kompak, dan berada dalam satu barisan. Menurutnya, tidak ada alasan bagi kader AMPI untuk terpengaruh oleh berbagai spekulasi yang berpotensi mengganggu konsolidasi dan soliditas internal Partai Golkar.


Zigo menyampaikan bahwa kepemimpinan Bahlil Lahadalia merupakan mandat sah yang lahir melalui mekanisme dan keputusan konstitusional partai. Karena itu, AMPI memandang penting untuk menjaga suasana kondusif serta memastikan seluruh energi organisasi diarahkan pada penguatan partai dan kerja-kerja nyata.


"AMPI merupakan bagian dari keluarga besar Partai Golkar sekaligus kawah candradimuka bagi lahirnya generasi muda pemimpin bangsa. Kami menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk tetap menjaga soliditas dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Sikap AMPI jelas, satu komando, solid, dan tegak lurus di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia," tegas Zigo.


Terkait berkembangnya spekulasi dan tuduhan yang mengaitkan nama Bahlil Lahadalia dengan isu penyadapan, Zigo mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru membangun opini maupun menarik kesimpulan sebelum persoalan tersebut terungkap secara utuh.


Politisi muda Partai Golkar ini menilai, persoalan tersebut harus ditempatkan dalam koridor hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Terlebih, Bahlil telah memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai posisinya dalam persoalan tersebut.


"Beliau sudah menyampaikan klarifikasi bahwa dirinya tidak terlibat dan justru menjadi pihak yang dirugikan. Karena itu, kami menolak segala bentuk framing dan pembentukan opini yang belum didukung fakta serta berpotensi mendiskreditkan pimpinan partai. Kami mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyadapan ilegal ini secara transparan, profesional, dan objektif. Biarkan proses hukum berjalan sehingga semuanya menjadi terang," ujar Zigo.


Lebih lanjut, Zigo menegaskan bahwa dinamika yang berkembang tidak boleh mengalihkan perhatian Partai Golkar dari agenda-agenda besar yang menyangkut kepentingan bangsa dan masyarakat. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini justru membutuhkan konsolidasi, kepemimpinan yang kuat, serta kontribusi nyata seluruh elemen partai, termasuk generasi muda.


Dalam hal ini, AMPI berkomitmen mengambil peran aktif dalam mengawal agenda strategis Partai Golkar, terutama yang berkaitan dengan penguatan kedaulatan ekonomi, pembangunan nasional, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Partai Golkar, AMPI juga ingin memastikan bahwa energi dan potensi generasi muda tidak habis untuk merespons polemik, melainkan diarahkan menjadi kekuatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


"Fokus kami bukan memperbesar polemik, melainkan memperkuat barisan dan memastikan organisasi terus bergerak. AMPI siap mengawal langkah strategis Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, serta mendukung agenda-agenda pemerintah yang berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Kami ingin pemuda hadir dengan kerja nyata, bukan sekadar menjadi penonton dalam dinamika politik," tutup Zigo.


Zigo kembali menegaskan bahwa soliditas AMPI merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menjaga kebesaran Partai Golkar sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu mengambil peran lebih besar dalam perjalanan politik dan pembangunan Indonesia. (**)

 


SUMBARNET - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus dan kader di Ranah Minang tetap solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. DPD Golkar Sumbar juga memastikan akan terus menjalankan kebijakan dan arahan DPP dalam menjaga konsolidasi serta memperkuat kerja-kerja politik partai di daerah.


Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Barat, H. Khairunas, menegaskan bahwa isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang belakangan berkembang tidak memiliki dasar. Ia meminta seluruh kader di Sumatera Barat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi yang justru dapat mengganggu konsentrasi dan soliditas organisasi.


"Tidak ada Munaslub, itu tidak benar. Kami di Sumatera Barat tetap solid mendukung kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Tidak ada persoalan internal yang membuat kami harus memikirkan agenda di luar mekanisme organisasi. Kami tetap berpegang pada hasil Munas dan menghormati kepemimpinan yang telah ditetapkan," tegas Khairunas.


Menurut Khairunas, saat ini yang lebih penting bagi seluruh jajaran Partai Golkar di Sumatera Barat adalah memastikan roda organisasi berjalan dengan baik, memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput, serta hadir menjawab kebutuhan masyarakat.


Ia menilai, dinamika politik di tingkat nasional seharusnya tidak mengalihkan perhatian kader dari tanggung jawab membesarkan partai dan menjalankan agenda organisasi di daerah.


"Partai ini harus terus bergerak. Tugas kami di daerah adalah memperkuat organisasi, menjaga komunikasi dengan masyarakat, dan menjalankan setiap arahan DPP. Itu yang harus menjadi perhatian seluruh kader, bukan justru larut dalam isu-isu yang belum tentu benar," ujarnya.


Khairunas juga mengajak seluruh pengurus, kader, dan simpatisan Partai Golkar di Sumatera Barat untuk menjaga kebersamaan serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal yang wajar, tetapi soliditas organisasi harus tetap dijaga.


"Golkar Sumatera Barat satu barisan. Kami siap menjalankan kebijakan dan instruksi DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia. Mari kita tunjukkan soliditas itu melalui kerja nyata, bukan hanya pernyataan," tutup Khairunas. (**)



Padang, - Puluhan stan produk lokal dipadati pengunjung. Ribuan masyarakat tumpah ruah menikmati kemeriahan pembukaan Expo UMKM Syariah di halaman Kantor DPRD Kota Padang, Sabtu malam (7/11/2026). Di balik kemeriahan itu, ada pesan kuat yang ingin disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, M. Iqra Chissa Putra: UMKM harus tumbuh, berkembang, dan naik kelas.


Sebagai inisiator Expo UMKM Syariah, Iqra menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar menghadirkan pameran produk lokal. Lebih dari itu, expo ini menjadi salah satu upaya nyata membuka peluang pasar, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulannya.


Menurut Iqra, UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian. Sektor ini bukan hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka kesempatan bagi banyak keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan.


"UMKM bukan sekadar usaha kecil dan menengah, tetapi merupakan salah satu roda penggerak ekonomi kita. Dari sektor ini, banyak lapangan pekerjaan yang bisa tercipta," tegasnya.


Karena itu, Iqra mengajak masyarakat agar tidak hanya datang melihat-lihat produk yang dipamerkan, tetapi juga ikut mendukung dengan berbelanja. Baginya, setiap transaksi pembelian produk UMKM merupakan bentuk dukungan langsung terhadap perjuangan pelaku usaha lokal dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.


"Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Mari kita ramaikan dan berbelanja produk UMKM. Dengan begitu, kita ikut membantu pelaku usaha lokal agar semakin berkembang dan naik kelas," ajaknya.


Pembukaan expo ditandai dengan prosesi penancapan logo oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Sekdaprov Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, bersama Iqra, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Endrizal, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, serta unsur Forkopimda. Ribuan pengunjung turut menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran Opick dan Khairat KDI semakin menyemarakkan suasana.


Tak hanya menghadirkan sekitar 30 stan UMKM, kegiatan ini juga diisi fashion show antarsiswa sekolah dasar se-Sumatera Barat dan talkshow bertema UMKM Syariah. Sementara itu, Yozarwardi Usama Putra menyampaikan pentingnya sertifikasi halal, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.


Melalui Expo UMKM Syariah, Iqra berharap pelaku usaha mendapatkan kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing. Sebab, UMKM yang berkembang bukan hanya menguntungkan pemilik usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat luas. Pesan Iqra jelas: jika ingin UMKM lokal naik kelas, masyarakat harus ikut menjadi bagian dari perjuangannya, salah satunya dengan bangga membeli produk sendiri. (*)



Goisoinan – Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai mulai melaksanakan tahap pengecatan MCK milik Bapak Frincen yang berlokasi di Desa Goisoinan, Minggu (8/11/2026).


Pengerjaan ini merupakan bagian dari upaya Satgas TMMD dalam meningkatkan fasilitas sanitasi masyarakat. Dengan dimulainya tahap pengecatan, MCK tersebut semakin dekat untuk diselesaikan sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh keluarga Bapak Frincen dengan nyaman, sehat, dan layak. (Roby)

 


Bukit Pamewa – Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai berhasil menyelesaikan pekerjaan pembukaan jalan lingkar Desa Bukit Pamewa, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Pekerjaan jalan dengan panjang 3.000 meter dan lebar 12 meter tersebut telah mencapai hasil 100 persen.


Rampungnya pembukaan jalan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, mempermudah aktivitas warga, serta membuka konektivitas antarwilayah guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Bukit Pamewa. (Roby)



SUMBARNET - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Kepulauan Mentawai melaksanakan kegiatan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi aksi tawuran dan balap liar di wilayah hukum Polres Kep. Mentawai, Sabtu (7/11/2026)

Kegiatan patroli dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kep. Mentawai AKP Budi Setiawan, S.H., didampingi Kasat Samapta dan Pamapta beserta personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 9 (sembilan) unit sepeda motor yang ditemukan,  mereka yg terjaring dibawa ke Mako untuk di data, kemudian diberikan teguran tertulis dan pembinaan.

Plt. Kapolres Kep. Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K. menyampaikan bahwa patroli ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan Kamtibmas, khususnya aksi tawuran, balap liar, serta aktivitas lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.

Melalui kegiatan KRYD, Polres Kep. Mentawai berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran personel Polri di tengah masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

Polres Kep. Mentawai juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun balap liar serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. (Roby)