SUMBARNET – Kebutuhan terhadap tenaga tukang bangunan yang memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan material konstruksi lebih ramah gempa seperti Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK terus meningkat, seiring dengan pembangunan hunian tetap (huntap) di berbagai wilayah Sumatera Barat.


Menjawab kebutuhan tersebut, PT Semen Padang kembali menggelar Pelatihan Tukang SEPABLOCK bagi para tukang bangunan di Kota Padang. Sebanyak 36 tukang bangunan dari 12 kelurahan di tiga kecamatan, yang terdiri dari Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, dan Pauh, mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 8–11 September 2026.


Bertempat di Diklat PT Semen Padang, pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, Selasa (8/9/2026). Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, serta Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra.


Menghadirkan Guru Besar Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas (Unand) Prof. Jafril Tanjung sebagai instruktur pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus pengetahuan teknis terkait penggunaan dan pemasangan produk SEPABLOCK.


Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris mengatakan, pelatihan tukang SEPABLOCK ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keberadaan dan pengembangan profesi tukang bangunan yang memiliki posisi strategis dalam industri bahan bangunan.


“Menurut kami, tukang memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang secara langsung mengaplikasikan berbagai produk konstruksi di lapangan. Makanya, pelatihan tukang SEPABLOCK ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap pengembangan profesi tukang bangunan,” kata Idris.


Bagi PT Semen Padang, lanjutnya, tukang bangunan merupakan salah satu ujung tombak dalam penggunaan produk perusahaan, termasuk SEPABLOCK. Karena keterampilan tukang turut menentukan apakah suatu produk konstruksi dapat diaplikasikan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan teknis.


“Untuk itu, kami berharap para tukang terus mendukung penggunaan produk-produk PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen. Dukungan tersebut tentunya akan berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan dan meningkatkan kemampuan para tukang,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan tukang SEPABLOCK merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terutama pada bidang peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.


Menurutnya, program CSR PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada bantuan yang bersifat langsung, tetapi juga kegiatan pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.


“Salah satunya diwujudkan melalui program pemberdayaan berupa Pelatihan Tukang SEPABLOCK. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing para tukang bangunan,” kata Hernes.


Pelatihan kali ini, kata Hernes melanjutkan, merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan Unit CSR PT Semen Padang. Pelatihan pertama dilaksanakan pada 2023 lalu dengan melibatkan 25 peserta. Pada pelaksanaan kedua, jumlah peserta meningkat menjadi 36 orang.


“Selain menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan peluang ekonomi para peserta. Karena tukang yang memiliki kompetensi lebih baik akan mempunyai daya saing lebih tinggi, sekaligus kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan,” ujarnya.


Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menambahkan, pelatihan tukang SEPABLOCK ini semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan hunian di Sumatera Barat. Karena selain telah digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, SEPABLOCK juga dimanfaatkan untuk membangun huntap bagi masyarakat terdampak bencana.


“Tahun ini terdapat lebih dari 1.000 unit huntap yang dibangun di beberapa daerah di Sumatera Barat. Tentunya, kondisi tersebut akan membuka peluang bagi para tukang yang telah memiliki keterampilan memasang SEPABLOCK untuk terlibat dalam pembangunan tersebut,” kata Yelmi.


Pada kesempatan itu, Yelmi juga mengapresiasi kesediaan Prof. Jafril Tanjung menjadi instruktur dalam pelatihan tukang SEPABLOCK. Prof. Jafril, kata Yelmi, merupakan salah seorang akademisi yang sejak awal mendukung pengembangan produk SEPABLOCK oleh PT Semen Padang.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Jafril yang telah meluangkan waktu untuk memberikan ilmu kepada para peserta. Beliau merupakan sosok yang sejak awal mendukung pengembangan SEPABLOCK yang dilakukan oleh PT Semen Padang,” ujarnya.


Yelmi menjelaskan, program pelatihan tukang SEPABLOCK tidak hanya diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Semen Padang. Pelatihan serupa juga telah digelar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, serta diperluas ke beberapa wilayah di luar provinsi, termasuk Pulau Jawa dan Ibu Kota Nusantara (IKN).


Perluasan pelatihan tersebut, menurutnya, menunjukkan kebutuhan terhadap tenaga terampil yang mampu mengaplikasikan SEPABLOCK terus berkembang. Oleh sebab itu, para peserta pelatihan ini diharapkan benar-benar menguasai setiap teknik yang diberikan sehingga dapat melakukan pemasangan SEPABLOCK secara tepat di lapangan.


“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan SEPABLOCK dengan benar. Keahlian tersebut sangat dibutuhkan sekali di tengah banyaknya SEPABLOCK digunakan untuk pembangunan hunian tetap di beberapa daerah di Sumatera Barat ini. Jadi, ini peluang bagi semua peserta,” kata Yelmi.


Sementara itu, Prof. Jafril Tanjung dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penggunaan material dan sistem konstruksi yang sesuai dengan karakteristik Sumatera Barat sebagai salah satu wilayah rawan gempa. Ia mengatakan, pembangunan rumah di daerah rawan gempa harus memperhatikan aspek keselamatan serta ketahanan bangunan terhadap guncangan.


Menurut Prof. Jafril, SEPABLOCK memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan pada pembangunan rumah di daerah rawan gempa. Salah satu keunggulannya terletak pada metode pemasangan menyerupai susunan lego. Elemen dinding disusun secara presisi dan saling mengunci sehingga dinilai lebih ramah terhadap guncangan gempa.


Ia menjelaskan, berdasarkan investigasi terhadap sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa, dinding menjadi salah satu komponen yang paling sering mengalami kerusakan serius hingga ambruk.


“Dari investigasi terhadap kerusakan bangunan akibat gempa, rata-rata dinding rumah menjadi bagian yang ambruk. Karena itu, material dan sistem pemasangan dinding perlu mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.


Prof. Jafril menilai inovasi material serta metode pemasangan dinding merupakan aspek penting dalam pembangunan rumah di wilayah rawan gempa.


“Makanya, SEPABLOCK merupakan solusi yang tepat untuk mendukung pembangunan rumah yang ramah terhadap gempa, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan seperti Sumatera Barat,” katanya. (*)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, dorong optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan tata kelola sekolah melalui Workshop Peningkatan Pemanfaatan dan Optimalisasi Digitalisasi dalam Mendukung Transformasi Pembelajaran dan Tata Kelola Sekolah SMP Negeri dan Swasta Kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa, 8 September 2026.


Workshop ini merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),  Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bukittinggi.


Koordinator Pengawas (Korwas) Sekolah/Korwas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Maswardi, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.


“Kegiatan Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, meng-update dan meng-upgrade kemampuan guru. Ini juga menjadi sebuah terobosan yang dilakukan MGMP,” ujarnya.


Maswardi menegaskan, digitalisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, aplikasi, maupun jaringan internet. Lebih jauh, teknologi harus mampu dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.


Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bukittinggi, Asrar Fernando  mengatakan, penguatan digitalisasi pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur sekaligus peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Asrar Menambahkan, transformasi digital di bidang pendidikan juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan digital di Kota Bukittinggi.


"Penguatan digitalisasi pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Asrar.(**)

 


PADANG — Mewujudkan sekolah ramah anak bukan sekadar menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman. Lebih dari itu, sekolah diharapkan menjadi ruang yang mampu melindungi, mendidik sekaligus membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak dan memiliki kepercayaan diri.


Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026).


Muhidi mengatakan, perlindungan terhadap anak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. DPRD, menurutnya, memiliki posisi strategis melalui tiga fungsi yang dimiliki, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan.


“Dengan tiga fungsi ini, DPRD bisa membantu memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan. Kalau memang dibutuhkan aturan baru atau penyempurnaan terhadap aturan yang sudah ada, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai masukan yang ada,” ujar Muhidi.


Ia menilai anak merupakan investasi paling berharga bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa. Karena itu, perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti pada upaya mencegah kekerasan atau memenuhi hak-haknya, tetapi juga harus diarahkan untuk mengembangkan potensi mereka.


“Kita jangan hanya berpikir bagaimana melindungi anak, tetapi juga bagaimana menumbuhkan mereka sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.


Menurut Muhidi, target Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini. Anak-anak harus dibekali kecerdasan sekaligus karakter, akhlak dan keimanan yang kuat.


Ia menekankan pentingnya menanamkan iman dan tauhid sejak dini sebagai dasar bagi anak dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan.


“Kalau iman dan tauhidnya kuat, insyaallah cara berpikirnya akan benar. Ketika cara berpikirnya benar, tindakan yang dilakukan juga akan mengarah kepada hal yang benar,” tuturnya.


Selain itu, Muhidi mendorong pendidikan karakter yang membiasakan anak bersikap jujur, bertanggung jawab dan menghargai orang lain. Menurutnya, karakter yang baik akan membuat anak memiliki kepercayaan dari lingkungan sekaligus mampu menjaga dirinya dalam pergaulan.


Ia juga mengingatkan pentingnya ilmu dan budaya membaca. Literasi, katanya, menjadi bekal penting bagi anak untuk memahami dunia, menghadapi perubahan dan mengembangkan kemampuan dirinya.


“Anak-anak harus kita dorong untuk suka membaca. Ilmu akan menjadi bekal mereka untuk sukses dan menghadapi masa depan,” katanya.


Muhidi berharap seluruh pihak dapat menjadikan sekolah sebagai tempat yang benar-benar ramah bagi anak, sehingga mereka tidak merasa takut atau tertekan ketika berada di lingkungan pendidikan.


“Jadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman. Biarkan anak-anak berkembang, mengenali potensinya dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat, Herlin Srihendini, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan pemahaman seluruh pihak mengenai pemenuhan hak anak.


Menurutnya, anak-anak memiliki hak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama. Sekolah menjadi salah satu lingkungan penting karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam proses pendidikan.


“Anak-anak adalah aset yang tidak ternilai harganya. Karena itu, hak mereka harus dipenuhi dan mereka harus mendapatkan perlindungan,” ujar Herlin.


Ia mengatakan berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, termasuk perundungan dan kekerasan, harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, pemerintah dan masyarakat.


“Sekolah ramah anak harus kita wujudkan secara bersama-sama. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” katanya.


Herlin berharap penguatan sekolah ramah anak dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi Sumatera Barat yang mampu berkontribusi positif terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.


“Tujuan kita adalah menyelamatkan generasi yang akan datang, karena merekalah yang nantinya menjadi penerus kita,” tuturnya.


Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Sumbar, Karyono, mengatakan kegiatan tersebut digelar karena masih ditemukan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah.


“Kami masih menemukan kasus-kasus yang terjadi di sekolah. Ini menunjukkan bahwa penerapan sekolah ramah anak masih perlu diperkuat,” kata Karyono.


Karena itu, peserta diberikan pendampingan dan pemahaman mengenai hak-hak anak serta bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak menjadi sumber tekanan bagi peserta didik.


Karyono berharap peserta dapat mengikuti pelatihan secara aktif dan membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di sekolah masing-masing.


“Harapan kami, peserta semakin memahami kondisi anak saat ini dan mampu mengenali persoalan yang mereka hadapi. Dengan begitu, sekolah bisa memberikan respons yang tepat dan menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.


Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah bersama untuk menghadirkan sekolah yang bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak untuk merasa aman, dihargai, didengar dan diberi kesempatan berkembang. (**)

 


SUMBARNET - Polres Pasaman mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasaman. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang dapat terganggu akibat kabut asap.


Melalui imbauan yang disebarluaskan kepada masyarakat, Polres Pasaman mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kesehatan, melindungi diri dan keluarga dari dampak kabut asap, serta ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K., menekankan bahwa kondisi kabut asap tidak boleh dianggap sepele. Paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, anak-anak, lanjut usia, serta kelompok masyarakat yang rentan.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pasaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, kurangi aktivitas di luar apabila kondisi asap semakin pekat, dan utamakan kesehatan serta keselamatan diri maupun keluarga,” ujar Kapolres Pasaman dalam imbauannya.


Menurutnya, upaya menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya pemerintah dan aparat, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan serta mencegah munculnya sumber-sumber kebakaran.


Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah


Salah satu langkah utama yang diimbau Polres Pasaman adalah penggunaan masker ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar rumah.


Masker dinilai penting sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikel asap yang masuk melalui saluran pernapasan. Masyarakat juga diminta tidak berlama-lama berada di luar rumah apabila kondisi udara semakin memburuk.


“Jika memang harus beraktivitas di luar rumah, kami meminta masyarakat menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap saluran pernapasan. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar apabila kabut asap semakin pekat,” kata AKBP Adirawa.


Selain menggunakan masker, masyarakat juga diharapkan memperhatikan kondisi anggota keluarga masing-masing. Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih karena termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak buruk paparan asap.


Kurangi Aktivitas di Luar Rumah


Polres Pasaman juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap semakin pekat.


Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Masyarakat disarankan melakukan aktivitas di dalam rumah apabila kondisi lingkungan di luar tidak memungkinkan.


Kapolres mengatakan, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas yang harus diperhatikan bersama.


“Harapan kami masyarakat dapat menyikapi kondisi ini dengan bijak. Apabila kabut asap semakin pekat, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di tempat yang lebih aman. Perhatikan juga kondisi anak-anak, lansia dan anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan,” tuturnya.


Waspadai Dampak terhadap Kelompok Rentan


Dalam imbauannya, Polres Pasaman secara khusus mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan.


Anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan dapat lebih mudah terdampak ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap. Karena itu, keluarga diminta memastikan kondisi kesehatan anggota keluarganya dan segera mengambil langkah yang diperlukan apabila muncul keluhan kesehatan.


Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi kabut asap berlangsung.


Polres Pasaman mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan membantu, sehingga potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat ditekan.


Kapolres Ingatkan Bahaya Karhutla

Selain persoalan kesehatan, Polres Pasaman juga menyoroti pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi udara.


Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kebiasaan membakar lahan, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung penyebaran api, berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas.


Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan juga dapat memperburuk kualitas udara dan berdampak langsung terhadap masyarakat di sekitar lokasi kebakaran maupun wilayah lainnya.


“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila melihat adanya potensi maupun kejadian karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas AKBP Adirawa.


Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.


Polisi Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dan Lingkungan


Polres Pasaman juga terus mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama bahwa kesehatan dan keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.


Dalam kondisi kabut asap, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan. 


Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, memperhatikan kelompok rentan, serta tidak melakukan pembakaran lahan menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan secara langsung oleh masyarakat.


Kapolres Pasaman berharap imbauan tersebut dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.


“Tujuan kami adalah memastikan masyarakat tetap sehat dan aman di tengah kondisi kabut asap. Kami ingin seluruh warga memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga dan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kualitas lingkungan dan mencegah segala bentuk kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.


Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, instansi terkait dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi persoalan kabut asap.


“Kami berharap seluruh masyarakat Pasaman dapat berperan aktif. Kepedulian sekecil apa pun sangat berarti, baik dengan menjaga kesehatan diri maupun dengan ikut mencegah terjadinya karhutla. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga Pasaman tetap aman, sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” harap Kapolres.


Kesehatan dan Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama


Polres Pasaman menegaskan bahwa penanganan dampak kabut asap tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar langkah pencegahan dapat berjalan secara maksimal.


Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan kondisi lingkungan dan mengambil tindakan pencegahan apabila kualitas udara memburuk.

 

Orang tua juga diminta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan memastikan mereka tidak terlalu sering beraktivitas di luar rumah ketika kabut asap semakin tebal.


Dengan adanya imbauan tersebut, Polres Pasaman berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan semakin meningkat.


“Kesehatan dan keselamatan kita adalah tanggung jawab bersama. Mari saling menjaga, saling mengingatkan dan bersama-sama mencegah karhutla demi lingkungan yang lebih aman serta kualitas udara yang lebih baik,” pungkas AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K. (AdF)

 


SUMBARNET – Klinik Polres Pasaman kembali menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atas komitmen dan kepatuhan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap Klinik Polres Pasaman yang dinilai konsisten menjalankan standar pelayanan serta memenuhi ketentuan dan komitmen kerja sama dalam penyelenggaraan layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Polres Pasaman dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. 


Keberadaan Klinik Polres Pasaman selama ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri dan keluarganya, tetapi juga menjadi bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.


Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.IK, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penghargaan yang diterima Klinik Polres Pasaman dari BPJS Kesehatan.


Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dan tenaga kesehatan yang selama ini berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Penghargaan ini tentu menjadi suatu kebanggaan bagi kami di Polres Pasaman. Namun yang lebih penting, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi dan komitmen seluruh tenaga kesehatan serta personel yang terlibat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Adirawa Permana Anggawisastra.


Kapolres menjelaskan, pelayanan kesehatan merupakan salah satu bagian penting dari pelayanan publik yang harus dilaksanakan secara profesional, humanis dan penuh tanggung jawab.


Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong Klinik Polres Pasaman agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar serta ketentuan yang telah ditetapkan.


“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan benar-benar memperoleh pelayanan yang baik, mudah, cepat dan sesuai dengan prosedur. Kepatuhan terhadap standar pelayanan merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” katanya.


Lebih lanjut, AKBP Adirawa menyebut penghargaan dari BPJS Kesehatan tersebut memiliki makna penting sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi bagi jajaran Polres Pasaman.


Menurutnya, penghargaan bukan menjadi tujuan akhir dalam pelaksanaan pelayanan, melainkan menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Penghargaan ini jangan membuat kita cepat merasa puas. Justru ini harus menjadi motivasi untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. Kami ingin apa yang sudah baik dapat terus dipertahankan dan kekurangan yang masih ada dapat segera diperbaiki,” ungkapnya.


Kapolres Pasaman juga menegaskan bahwa Polri saat ini terus berupaya melakukan transformasi dalam berbagai bidang pelayanan publik. Tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum, namun juga dalam memberikan pelayanan di bidang kesehatan.


Menurutnya, Klinik Polres Pasaman memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah di sektor kesehatan, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan.


Dengan adanya kerja sama dan sinergi yang baik antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang semakin mudah dan berkualitas.


“Maksud dan tujuan dari pelayanan yang kami berikan adalah untuk menghadirkan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Kami ingin fasilitas yang ada di Polres Pasaman, termasuk klinik, dapat memberikan kontribusi positif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” jelasnya.


AKBP Adirawa menambahkan, pihaknya berharap penghargaan tersebut dapat menjadi semangat baru bagi seluruh tenaga kesehatan dan personel Klinik Polres Pasaman untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang transparan, ramah dan tidak diskriminatif.


“Kami berharap seluruh jajaran dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat. Berikan pelayanan dengan hati, layani masyarakat tanpa membeda-bedakan dan selalu berpedoman kepada aturan serta standar yang berlaku,” tegas Kapolres.


Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan. Karena itu, setiap bentuk pelayanan yang diberikan harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan dan kepuasan masyarakat.


Kapolres juga berharap kerja sama antara Polres Pasaman, Klinik Polres Pasaman dan BPJS Kesehatan dapat terus terjalin dengan baik.

Sinergi tersebut dinilai penting dalam mendukung keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasaman.


“Kami berharap sinergi dengan BPJS Kesehatan dapat terus ditingkatkan. Tentunya kami ingin pelayanan di Klinik Polres Pasaman semakin baik, semakin profesional dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” katanya.


Penghargaan yang diterima Klinik Polres Pasaman tersebut menjadi catatan positif sekaligus bukti bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan oleh jajaran Polres Pasaman.


Ke depan, berbagai inovasi dan pembenahan pelayanan diharapkan dapat terus dikembangkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin optimal.


Bagi Polres Pasaman, penghargaan dari BPJS Kesehatan bukan hanya sekadar simbol keberhasilan, melainkan menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan standar pelayanan dan terus meningkatkan kualitas dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.


Dengan komitmen tersebut, Polres Pasaman berharap Klinik Polres Pasaman dapat terus menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang profesional, terpercaya dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


“Harapan kami, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel dan tenaga kesehatan untuk terus berbuat yang terbaik. Jangan berhenti memberikan inovasi dan peningkatan pelayanan. Karena pada akhirnya, kepuasan dan manfaat yang dirasakan masyarakat adalah tujuan utama dari setiap pelayanan yang kami lakukan,” pungkas AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.IK. (AdF)

 


PADANG — Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Bunda Literasi Provinsi Sumbar Harneli Bahar menyambangi stan pameran Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) pada Festival Literasi Sumbar 2026, Selasa (8/9/2026).


Festival Literasi Sumbar 2026 yang mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya” tersebut berlangsung di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada Selasa–Kamis, 8–11 September 2026.


Kunjungan Gubernur Mahyeldi ke stan pameran SEPABLOCK menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan Festival Literasi Sumbar 2026. Di stan pameran tersebut, Mahyeldi terlihat antusias menggali informasi mengenai produk inovasi PT Semen Padang, mulai dari keunggulan, kelebihan, proses pemasangan, hingga pemanfaatannya sebagai material konstruksi untuk pembangunan hunian.


Dengan didampingi Staf Sekretariat & Protokoler PT Semen Padang Fadlan Maulana, Mahyeldi mengamati secara langsung maket instalasi SEPABLOCK sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai sistem interlock yang menjadi karakteristik utama produk tersebut. Penjelasan mengenai efisiensi waktu dan biaya pembangunan serta aspek ramah lingkungan SEPABLOCK juga menjadi bagian dari diskusi.


Mahyeldi tampak puas dengan penjelasan yang disampaikan tim SEPABLOCK PT Semen Padang. Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa literasi dalam konteks pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan lingkungan di sekitarnya.


Dalam sambutannya saat membuka Festival Literasi Sumbar 2026, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk PT Semen Padang.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan pihak-pihak terkait yang telah mendukung kegiatan ini berjalan,” kata Mahyeldi.


Menurutnya, literasi merupakan kemampuan untuk membaca, memahami, mengolah, sekaligus menggunakan informasi yang diperoleh, baik berkaitan dengan ilmu pengetahuan, budaya maupun berbagai hal yang ada di lingkungan sekitar.


Mahyeldi menegaskan, literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Lebih dari itu, literasi harus mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan memahami informasi dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.


Kehadiran PT Semen Padang melalui stan pameran SEPABLOCK menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan inovasi industri kepada masyarakat dalam ruang yang lebih luas. Tidak sekadar menampilkan produk, stan pameran tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi pengunjung mengenai alternatif material konstruksi yang dikembangkan perusahaan.


Pengunjung dapat melihat maket instalasi SEPABLOCK, menyaksikan tayangan video proses pembangunan rumah menggunakan material tersebut, sekaligus berdiskusi langsung dengan tim teknis PT Semen Padang mengenai karakteristik dan penerapannya.


Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat masyarakat yang mendatangi stan untuk mengetahui lebih jauh mengenai SEPABLOCK, terutama terkait cara pemasangan, material penyusun, keunggulan dibandingkan material konvensional, serta contoh penerapannya dalam pembangunan rumah.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam Festival Literasi Sumbar 2026 merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendekatkan inovasi perusahaan kepada masyarakat.


“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Banyak yang penasaran dengan cara pemasangan, bahan baku, hingga keunggulan dibanding bata merah. Ini membuktikan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi,” ujar Win.


Menurut Win, kehadiran SEPABLOCK dalam festival literasi juga memiliki makna yang lebih luas. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat dalam mengenali perkembangan teknologi serta berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat dalam kehidupan.


“Bagi kami, literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi teknologi dan inovasi. Melalui SEPABLOCK, kami ingin mengajak masyarakat lebih peka terhadap produk konstruksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas,” jelasnya.


Inovasi SEPABLOCK juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif material konstruksi dalam mendukung kebutuhan pembangunan hunian yang efisien dan berkualitas.


Win mengatakan, pemanfaatan SEPABLOCK juga sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya agenda pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan rakyat yang berkualitas serta berkelanjutan.


“Produk ini mendukung agenda pemerintah dalam menyediakan infrastruktur ramah lingkungan dan efisien. SEPABLOCK adalah kontribusi nyata PT Semen Padang untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendukung arah kebijakan nasional,” katanya.


Di tingkat daerah, Win menyebut pemanfaatan SEPABLOCK juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terutama dalam sektor perumahan rakyat dan pengembangan kawasan.


“Dengan hadirnya SEPABLOCK, kami optimis bisa mendukung visi Sumbar dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi lokal yang berdaya saing,” tambahnya.


Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menjelaskan, SEPABLOCK dikembangkan sebagai material konstruksi yang menawarkan keunggulan dari sisi kecepatan, efisiensi biaya, estetika, dan ramah lingkungan.


“SEPABLOCK memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen,” ujar Yelmi.


Untuk rumah tipe 36, pembangunan menggunakan SEPABLOCK dapat diselesaikan sekitar tiga minggu dengan kebutuhan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi ukuran 10 milimeter.


Selain efisien, SEPABLOCK tidak melalui proses pembakaran seperti bata merah sehingga lebih ramah lingkungan. Bentuknya yang presisi juga membuat dinding tampak rapi dan dapat digunakan tanpa plester sesuai konsep bangunan. Rongga pada bata turut membantu mengurangi panas yang masuk ke ruangan.


Dari sisi ketahanan, SEPABLOCK telah melalui cyclic atau lateral load test Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari pengujian terhadap beban lateral.


Sementara itu, pengunjung stan Festival Literasi Sumbar 2026, Rima Senditya Gewe dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar juga menyatakan ketertarikannya kepada SEPABLOCK. 


"Interlocking block atau SEPABLOCK ini cukup menarik, kalau dilihat dari bentukannya, ini kayaknya lebih hemat biaya dan kita tidak mengeluarkan dana yang lebih banyak daripada menggunakan bata biasa, serta juga lebih kokoh daripada menggunakan bata biasa," katanya.


Rima yang didampingi rekan kerjanya juga menyampaikan, bahwa Dinas Perkimtan Sumbar berencana menggunakan SEPABLOCK ini untuk kegiatan di tahun 2027. "Kalau misalnya nanti lulus di Dokumen Pelaksanaa Anggaran (DPA), SEPABLOCK digunakan untuk kegiatan perbaikan rumah untuk korban bencana. Sekarang sedang diajukan untuk diproses,” kata dia.


Senada dengan Rima, pengunjung lainnya, Busnaidi dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar, mengaku tertarik setelah mendapat penjelasan mengenai SEPABLOCK. “Setelah melihat dan mendengarkan penjelasan, menurut saya SEPABLOCK sangat bagus. Kalau nanti membangun rumah, saya berencana menggunakannya,” ujarnya.


Melalui keikutsertaannya dalam Festival Literasi Sumbar 2026, PT Semen Padang tidak hanya memperkenalkan SEPABLOCK sebagai produk inovasi, tetapi juga membuka ruang edukasi publik mengenai perkembangan teknologi konstruksi.


Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang lebih efisien, berkualitas, dan berkelanjutan. (**)

 


PADANG – Kepolisian Daerah Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr., bersama jajaran Polisi Wanita Polda Sumbar, kegiatan pembagian masker dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Padang, Rabu (9/9/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menyasar pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Simpang Ujung Gurun, Simpang Jamria, dan Simpang Alai, Kota Padang.


Pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan humanis Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.


“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Melalui pembagian masker ini, kami mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Susmelawati.


Menurutnya, kegiatan sosial tersebut juga mencerminkan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan humanis serta memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi harus dapat dirasakan secara langsung, termasuk melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Pakor Polwan Polda Sumbar Kompol Arisnawati bersama sejumlah personel Polwan. Para personel membagikan masker kepada pengendara dan masyarakat di lokasi kegiatan.


Polda Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dinilai kurang sehat.


Melalui kegiatan ini, Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang secara langsung menjawab kebutuhan masyarakat. (Berry)

 


Keterangan foto : Habibi (tengah)


SUMBARNET - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet muda Kota Padang. Habibi, pesilat binaan Perguruan PPS Sakato Minangkabau, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Militer Open Championship Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026.


Kejuaraan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Minggu hingga Rabu, 6-9 September 2026, di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang.


Habibi yang masih duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 21 Padang tampil gemilang sepanjang pertandingan. 


Dengan semangat juang dan kemampuan yang dimilikinya, pesilat muda tersebut mampu melewati setiap pertandingan hingga akhirnya berhasil naik ke podium tertinggi dan membawa pulang medali emas.


Keberhasilan Habibi tidak terlepas dari latihan dan pembinaan yang selama ini dijalaninya bersama Perguruan PPS Sakato Minangkabau. 


Dalam persiapannya menghadapi kejuaraan tersebut, Habibi mendapat bimbingan langsung dari pelatih Januardy Ramadan.


Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan sekolahnya, tetapi juga bagi Perguruan PPS Sakato Minangkabau yang terus berkomitmen melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui olahraga pencak silat.


Sebagai seorang atlet muda, Habibi menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Meski masih berada di tingkat sekolah menengah pertama, ia telah mampu membuktikan kemampuannya dalam ajang kejuaraan yang diikuti oleh para pesilat dari berbagai daerah dan perguruan.


Habibi mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya dalam Kejuaraan Pencak Silat Militer Open Championship Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026.


Menurutnya, medali emas tersebut merupakan hasil dari latihan keras, disiplin, serta dukungan dari pelatih, orang tua, dan orang-orang yang selama ini memberikan motivasi kepadanya.


“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan medali emas dalam kejuaraan ini. Tentunya ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi saya. Semua ini tidak lepas dari latihan yang selama ini saya jalani dan arahan dari pelatih,” ujar Habibi.


Habibi mengatakan, keikutsertaannya dalam kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengejar kemenangan dan medali. Lebih dari itu, dirinya ingin menambah pengalaman bertanding serta mengukur kemampuan yang dimilikinya saat berhadapan dengan pesilat-pesilat lainnya.


“Saya mengikuti kejuaraan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan dan menguji hasil latihan yang selama ini saya jalani. Saya ingin terus belajar dan memperbaiki kekurangan saya dalam setiap pertandingan,” katanya.


Menurut Habibi, pencak silat bukan sekadar olahraga untuk meraih prestasi. Bagi dirinya, pencak silat juga menjadi wadah untuk belajar disiplin, membangun mental, menjaga kesehatan serta membentuk karakter yang lebih baik.


Ia berharap prestasi yang diraihnya saat ini tidak membuat dirinya cepat merasa puas. Sebaliknya, medali emas tersebut akan dijadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan berlatih lebih keras.


“Harapan saya ke depan bisa terus berprestasi dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang lebih tinggi. Saya ingin membawa nama baik orang tua, sekolah, perguruan dan Kota Padang. Medali emas ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih giat lagi berlatih,” ungkapnya.


Habibi juga berharap generasi muda, khususnya pelajar, dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan positif, salah satunya melalui olahraga dan seni bela diri pencak silat.


Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda.

 

Selain memiliki nilai olahraga dan prestasi, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, rasa hormat serta tanggung jawab.


“Saya berharap teman-teman seusia saya juga mau mencoba kegiatan positif dan mengembangkan bakat masing-masing. Jangan takut untuk mengikuti pertandingan dan berusaha meraih prestasi,” tuturnya.


Sementara itu, keberhasilan Habibi menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini memiliki peranan penting dalam melahirkan pesilat-pesilat berprestasi di masa depan.


Perguruan PPS Sakato Minangkabau melalui pembinaan yang dilakukan oleh pelatih Januardy Ramadan terus memberikan ruang bagi para atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan.


Januardy Ramadan selama ini aktif memberikan latihan dan pembinaan kepada para pesilat muda agar tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga mental bertanding, disiplin serta karakter seorang atlet.


Keberhasilan Habibi meraih medali emas dalam kejuaraan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di lingkungan Perguruan PPS Sakato Minangkabau untuk terus berlatih dan berani tampil dalam berbagai kompetisi.


Pencapaian tersebut juga menjadi modal berharga bagi Habibi untuk melanjutkan perjalanan prestasinya di dunia pencak silat. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang untuk terus berkembang dan mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi masih terbuka lebar.


Ke depan, Habibi bertekad untuk tidak berhenti sampai pada pencapaian medali emas kali ini. Ia ingin terus meningkatkan kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi-kompetisi pencak silat berikutnya.


“Ini baru awal bagi saya. Saya ingin terus berlatih, memperbaiki kemampuan dan semoga ke depan bisa kembali memberikan prestasi yang lebih baik lagi,” pungkas Habibi.


Keberhasilan Habibi dalam meraih medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat Militer Open Championship Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga, khususnya pencak silat di Kota Padang dan Sumatera Barat.


Prestasi atlet muda tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi, menjaga semangat juang serta membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin dan ketekunan, prestasi dapat diraih sejak usia muda. (Achi Yola)



SUMBARNET – Lembaga Swadaya Masyarakat  LSM LIRA Kabupaten Pesisir Selatan resmi melaporkan dugaan korupsi di Industri Kecil Menengah IKM Gambir Sutera ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat ditujukan ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan.


Laporan tersebut terkait dugaan markup anggaran dan sejumlah penyimpangan dalam proyek IKM Gambir Sutera yang berlokasi di Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.


Ketua LSM LIRA Rega Desfinal ST menyampaikan, fokus pada laporan adalah alokasi anggaran sebesar *Rp2,2 miliar* untuk program penguatan kapasitas kelembagaan yang diduga fiktif atau tidak dilaksanakan sesuai perencanaan awal.


Selain itu, LIRA juga menyoroti indikasi *ketidaksesuaian spesifikasi mesin produksi* yang diadakan melalui proyek Dana Alokasi Khusus DAK tahun anggaran 2023 dan 2024. Proyek ini disebut menelan anggaran puluhan miliar rupiah namun dinilai belum efektif meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.


“Dugaan kami ada 3 poin. Pertama pengadaan mesin tidak sesuai standar, kedua program fiktif, ketiga inefisiensi anggaran puluhan miliar yang tidak berdampak signifikan,” ujar Rega Desfinal.



LIRA juga meminta transparansi penuh dalam pengelolaan anggaran daerah, khususnya pada proyek-proyek pembangunan sektor IKM.


Sebelumnya, masyarakat sipil dan sejumlah elemen LSM di Pesisir Selatan juga menyuarakan tuntutan yang sama. Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini agar anggaran daerah tidak disalahgunakan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut laporan tersebut. (***)



SUMBARNET - Dinamika pemilihan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang mulai memasuki tahapan penting. Dr. H. Hendri Yazid, S.Pd.I., M.Pd., MM., Dt. Rajo Di Guci, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua LKAAM Kota Padang, Senin (7/9/2026).


Pendaftaran berlangsung di Komplek Masjid Raya Sumatera Barat. Dikutip dari Garda Publik dalam kesempatan tersebut, Hendri Yazid membawa dukungan dari 14 Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan LKAAM.


Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Hendri Yazid untuk menghadapi proses pemilihan Ketua LKAAM Kota Padang. Kehadiran sejumlah unsur KAN dan LKAAM yang memberikan dukungan juga menunjukkan adanya kepercayaan terhadap sosok Dt. Rajo Di Guci. 


Dengan resminya pendaftaran Hendri Yazid, persaingan menuju kursi ketua LKAAM Padang akan menjadi menarik, karna sejumlah nama juga sudah mencuat sebagi kandidat yang ikut dalam kontestasi tersebut.


Hendri Yazid dikenal memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi. Dalam pencalonannya, ia diharapkan mampu membawa LKAAM Kota Padang semakin kuat dalam menjaga marwah adat, budaya, serta nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).


Dukungan 14 KAN dan LKAAM yang dibawa saat pendaftaran menjadi sinyal bahwa pencalonan Hendri Yazid memiliki kekuatan dukungan. Modal tersebut tentu akan menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam proses pemilihan nantinya. 


Kontestasi Ketua LKAAM Kota Padang kini semakin dinamis. Masyarakat adat berharap proses pemilihan berlangsung secara demokratis, bermartabat, serta mengedepankan persatuan dan kepentingan adat Minangkabau. (**)