SUMBARNET.ID - Alek Nagari Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi – Agam 2026 resmi dibuka pada Minggu, 26 April 2026 pagi di lokasi Galanggang Lapangan Pacu Bukik Ambacang.
Iven tahunan yang sarat nilai budaya ini kembali menjadi magnet besar, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang datang khusus untuk menyaksikan kemegahannya.
Pembukaan ditandai dengan prosesi adat penyerahan Bendera Pordasi dari niniak mamak kepada Wali Kota Bukittinggi, H.M Ramlan Nurmatias.,SH Datuak Nan Basa, yang kemudian menyerahkannya kepada Dewan Steward.
Prosesi ini menjadi simbol dimulainya rangkaian lomba pacu kuda yang mengusung kekuatan tradisi Minangkabau.
Sebanyak 80 ekor kuda dari berbagai daerah ambil bagian dalam 19 race yang dipertandingkan sepanjang hari. Iven ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kadispora Sumbar Mahdianur mewakili Gubernur Sumatera Barat, Wakil Bupati Agam M. Iqbal, M.Com, Sekretaris Perusahaan PT. Semen Padang (Persero) Win Bernadino mewakili Dirut, Kepala Imigrasi Kelas I Non TPI Agam Kizlar Assad,SE.MM, Direktur Operasional PT. Bank Nagari Zilfa Erizon mewakili Dirut, Humas Semen Padang Idris Datuak Sangguno Dirajo, Pemimpin Cabang Bank Nagari Bukittinggi Hendry Suhairi,SE.Ak, Niniak Mamak Kurai & Gaduik, Kasdim 0304/Agam mewakili Dandim 0304/Agam, Kapolsekta Bukittinggi
Bundo Kanduang, Ketua Umum KONI Kota Bukittinggi Hendra Hendramin, Ketua & Anggota DPRD Bukittinggi, Ketua Panitia Pelaksana Januar Jamil, Anggota DPRD Pekan Baru, Pemilik Kuda dari Jawa Timur juga secara istimewa Rombongan Wisatawan Eropa Timur dari Negara Slovenia serta Negara Romania berjumla 8 orang, hingga pemilik kuda dari Jawa Timur serta Anggota DPRD Propinsi Hj. Yessi Endriani.,SM.RO sebagai pemberi Pokir acara Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi – Agam 2026
Yang menarik, kehadiran wisatawan mancanegara dari Eropa Timur, khususnya Slovenia dan Romania, turut menambah semarak suasana. Rombongan yang berjumlah delapan orang itu mengaku takjub dengan kemasan iven yang memadukan olahraga dan kearifan lokal bahkan mengabadikan fhoto selfi
Salah seorang wisatawan asal Slovenia Yernie, mengungkapkan kekagumannya kepada RRI.
Menurutnya, meskipun pacu kuda juga digelar di sejumlah negara, nuansa yang dihadirkan di Bukittinggi sangat berbeda.
“Saya sangat kagum. Di sini terasa kuat sekali perpaduan antara tradisi dan olahraga. Ini bukan sekadar balapan kuda, tapi sebuah perayaan budaya,” ujarnya.
Yernie juga mengaku terkesan setelah mengetahui bahwa lapangan pacu kuda Bukik Ambacang memiliki sejarah panjang, bahkan disebut lebih tua dari usia kemerdekaan Indonesia.
“Saya bangga bisa berada di sini. Ini pengalaman langka yang mungkin tidak bisa kami temukan di negara lain. Penontonnya sangat banyak dan antusias,” tambahnya.
Ia memastikan akan menceritakan pengalaman unik ini kepada rekan-rekannya di Slovenia dan Romania sebagai bagian dari promosi wisata Bukittinggi di mata dunia.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melestarikan tradisi pacu kuda dengan menggelarnya dua kali dalam setahun.
Menurutnya, selain sebagai warisan budaya, pacu kuda juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, termasuk bagi para joki dan pemilik kuda.
“Kita ingin pacu kuda ini terus berkembang.
Secara nasional, kualitas kuda kita sudah diakui dalam berbagai kejuaraan. Ini harus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.
Ia juga mendorong para pemilik kuda untuk terus mengembangkan bibit unggul, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Agam, M. Iqbal, menilai penyelenggaraan pacu kuda ini menjadi simbol sinergi antara Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
“Bukittinggi dan Agam ibarat kakak-beradik. Iven ini bukan hanya ajang olahraga, tapi juga strategi bersama untuk mendorong sektor pariwisata,” ujarnya.
Pertandingan yang berlangsung sehari penuh ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 317 juta. Antusiasme ribuan penonton yang memadati arena menjadi bukti bahwa pacu kuda tetap menjadi salah satu hiburan rakyat yang paling dinantikan di Sumatera Barat.
Dengan perpaduan budaya, olahraga, dan daya tarik wisata, Pacu Kuda Bukittinggi–Agam 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu iven unggulan yang mampu menarik perhatian dunia.(**)









