SUMBARNET — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sebagai insan relawan kebencanaan, KSB Lubuk Kilangan turut ambil bagian dalam kegiatan bhakti sosial di lokasi bencana Perumahan Griya Nuansa Arosuka, Kabupaten Solok, pada Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas relawan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Kehadiran para relawan tidak hanya untuk membantu secara langsung, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat di lokasi terdampak.


Ketua KSB Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Helmiyetti, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan bhakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen relawan untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana dan masyarakat membutuhkan bantuan.


Menurutnya, kegiatan sosial kemanusiaan membutuhkan kebersamaan dan kepedulian dari berbagai pihak. Relawan, kata Helmiyetti, tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap sesama.


“Keikutsertaan kami dalam kegiatan bhakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Sebagai relawan kebencanaan, kami merasa terpanggil untuk hadir dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Helmiyetti.


Ia menjelaskan, keberadaan KSB tidak semata-mata berorientasi pada penanganan bencana. Lebih dari itu, relawan juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial dan meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Helmiyetti yang juga merupakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.


Keterlibatannya dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun kebersamaan serta memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.


“Bagi kami, membantu masyarakat bukan hanya ketika terjadi bencana. Dalam kehidupan bermasyarakat, masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Karena itu, kami berusaha untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Menurut Helmiyetti, pengalaman dalam kegiatan kemasyarakatan juga menjadi modal penting bagi seorang relawan kebencanaan.

 

Relawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menghadapi situasi bencana, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, kepedulian dan kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat.


Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong seperti yang terlihat dalam kegiatan bhakti sosial di Perumahan Griya Nuansa Arosuka dapat terus dipertahankan.


“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam menghadapi bencana maupun persoalan sosial, yang paling penting adalah kebersamaan. Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah merasa sendiri. Kehadiran kita, sekecil apa pun bentuk bantuannya, mudah-mudahan dapat memberikan semangat dan kekuatan bagi mereka,” tuturnya.


Helmiyetti juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana. Menurutnya, kondisi geografis Sumatera Barat yang memiliki berbagai potensi bencana membuat kesiapsiagaan menjadi hal yang penting bagi setiap masyarakat.


Kesiapsiagaan, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun relawan kebencanaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

 

Masyarakat perlu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.


“Kita tentu berharap tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban bencana. Namun, apabila bencana terjadi, kita harus siap menghadapi dan saling membantu. Edukasi, kesiapsiagaan, kepedulian dan gotong royong harus terus kita tumbuhkan,” jelasnya.


Ia menambahkan, KSB Kecamatan Lubuk Kilangan akan terus berupaya berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial.

 

Keberadaan relawan diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat maupun persoalan sosial.


Sebagai Ketua LPM Kelurahan Batu Gadang, Helmiyetti juga menilai bahwa kegiatan sosial merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian terhadap sesama dinilai dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat.


“Kami ingin semangat membantu sesama ini terus tumbuh. Tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar untuk bisa berbuat. Tenaga, waktu, perhatian, maupun dukungan moril juga merupakan bentuk bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya.


Bhakti sosial di lokasi bencana Perumahan Griya Nuansa Arosuka tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmasyarakat dan antarrelawan.


Kehadiran KSB Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah administratif. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semangat kemanusiaan dan solidaritas dapat menjadi jembatan untuk saling membantu.


Helmiyetti berharap seluruh pihak dapat terus membangun koordinasi dan komunikasi dalam kegiatan-kegiatan kebencanaan maupun sosial. Dengan kerja sama yang baik, penanganan terhadap masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat.


“Semoga masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga berharap bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting, mari kita tetap menjaga persaudaraan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” pungkas Helmiyetti.


Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kerelawanan dan kepedulian sosial masih terus tumbuh di tengah masyarakat. Bagi KSB Kecamatan Lubuk Kilangan, hadir membantu masyarakat bukan sekadar sebuah kegiatan, melainkan bagian dari pengabdian dan panggilan kemanusiaan. (AdF)

 


PADANG PARIAMAN — Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Padang Pariaman kembali mendapat perhatian masyarakat. Salah satunya pembangunan Jembatan Bintungan I yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman melalui CV Shinwa Karya Anava.


Pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp398.919.000 atau tiga ratus sembilan puluh delapan juta sembilan ratus sembilan belas ribu rupiah.


Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari. Pembangunan Jembatan Bintungan I menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan menunjang kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.


Kehadiran pembangunan jembatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai keberadaan jembatan yang layak dan memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang menggunakan akses tersebut untuk bekerja, berdagang, mengangkut hasil pertanian maupun menjalankan berbagai kegiatan lainnya.


Sejumlah warga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jembatan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Mereka berharap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai spesifikasi teknis serta selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan.


“Kami masyarakat tentu sangat mengapresiasi adanya pembangunan Jembatan Bintungan I ini. Jembatan merupakan akses penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan dibangunnya jembatan ini, kami berharap akses masyarakat menjadi lebih baik dan aman,” ujar salah seorang warga sekitar.


Menurut masyarakat, kondisi infrastruktur yang baik tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Akses yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dalam membawa hasil usaha maupun hasil pertanian, sekaligus memperlancar hubungan antarkawasan.


Warga berharap pembangunan Jembatan Bintungan I benar-benar memperhatikan kualitas pekerjaan. Dengan anggaran yang bersumber dari APBD, masyarakat berharap hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.


“Kami berharap pengerjaan jembatan ini dapat berjalan lancar sampai selesai. Yang paling penting bagi masyarakat adalah kualitasnya bagus, aman digunakan dan bisa bertahan lama. Mudah-mudahan setelah selesai nanti aktivitas warga semakin lancar,” kata warga lainnya.


Dorong Kelancaran Aktivitas Masyarakat


Pembangunan jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas masyarakat. Keberadaan akses penghubung yang baik dapat memperpendek waktu tempuh dan memberikan kemudahan bagi warga dalam melakukan berbagai aktivitas.


Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut, pembangunan Jembatan Bintungan I diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Terlebih, jembatan menjadi salah satu sarana yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat.


Masyarakat juga mengharapkan agar proses pembangunan selama 120 hari dapat berjalan sesuai dengan rencana. Selama masa pekerjaan berlangsung, warga berharap pihak pelaksana tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.


“Kami berharap selama pembangunan berlangsung, pekerjaan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat. Setelah selesai nanti, mudah-mudahan jembatan ini dapat digunakan dengan nyaman dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar warga.


Apresiasi untuk Pemerintah Daerah


Apresiasi juga disampaikan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Dinas PUPR, yang telah mengalokasikan anggaran pembangunan melalui APBD Tahun 2026.


Masyarakat menilai pembangunan infrastruktur seperti jembatan merupakan kebutuhan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Karena itu, warga berharap perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar dapat terus dilanjutkan di berbagai wilayah Kabupaten Padang Pariaman.


Menurut warga, pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah bangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat.

 

Jembatan yang dibangun dengan kualitas baik diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas warga dalam jangka panjang.


“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah karena pembangunan jembatan ini tentu sangat dinantikan masyarakat. Harapan kami pembangunan seperti ini terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga infrastruktur di daerah semakin baik,” ungkap salah seorang warga.


Diharapkan Selesai Tepat Waktu dan Berkualitas


Dengan nilai anggaran Rp398.919.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2026 serta waktu pelaksanaan selama 120 hari, masyarakat berharap pembangunan Jembatan Bintungan I dapat dikerjakan secara profesional dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.


Warga juga berharap kualitas material dan konstruksi benar-benar diperhatikan selama proses pengerjaan. Hal tersebut dinilai penting karena jembatan akan digunakan masyarakat secara terus-menerus dan menjadi bagian dari fasilitas publik.


Selain itu, masyarakat berharap pembangunan tersebut dapat menjadi investasi infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan sekitar.


“Harapan kami sederhana, pembangunan selesai sesuai jadwal, kualitasnya baik dan setelah selesai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga jembatan ini bisa memperlancar transportasi, mendukung perekonomian warga dan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas,” pungkas warga.


Pembangunan Jembatan Bintungan I diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan aktivitas masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.


Dengan dukungan pemerintah, pelaksana pekerjaan dan pengawasan masyarakat, pembangunan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekitar. (**)



DHARMASRAYA – Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., memimpin langsung upacara pemberian penghargaan kepada personel berprestasi di lapangan Mapolres Dharmasraya, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, disiplin, serta kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.


Upacara pemberian penghargaan berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti jajaran personel Polres Dharmasraya. Kehadiran pimpinan dan seluruh peserta upacara sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada prestasi dan pelayanan kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, setiap personel dituntut mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional, disiplin dan berintegritas. Karena itu, pemberian penghargaan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian personel, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh anggota agar terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyampaikan apresiasi kepada personel yang telah menunjukkan kinerja dan prestasi. Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi penerima penghargaan sekaligus motivasi bagi personel lainnya.


“Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, disiplin dan kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas. Apa yang telah dicapai hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar AKBP Kartyana.


Ia menegaskan bahwa prestasi yang diraih seorang personel tidak hanya memberikan kebanggaan secara pribadi, tetapi juga membawa nama baik institusi Polri, khususnya Polres Dharmasraya.


Karena itu, setiap anggota diharapkan tidak menjadikan penghargaan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai dorongan untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.


“Penghargaan ini bukan akhir dari sebuah pencapaian, tetapi menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Saya berharap prestasi yang telah ditunjukkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi personel lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, kedisiplinan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas,” lanjutnya.


Kapolres juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga membutuhkan kerja sama, kekompakan dan soliditas seluruh personel.


Menurutnya, setiap anggota memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah hukum Polres Dharmasraya.


Untuk itu, ia meminta seluruh personel agar senantiasa menjaga semangat pengabdian serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Setiap tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan mengedepankan sikap humanis.


“Jadikan penghargaan ini sebagai pemacu semangat untuk terus berbuat yang terbaik. Bagi personel yang belum menerima penghargaan, jangan berkecil hati. Teruslah bekerja dengan ikhlas, disiplin dan penuh tanggung jawab, karena setiap pengabdian akan memberikan nilai positif bagi institusi dan masyarakat,” katanya.


Lebih lanjut, AKBP Kartyana berharap budaya apresiasi terhadap personel berprestasi dapat menciptakan iklim kerja yang sehat di lingkungan Polres Dharmasraya. Personel diharapkan berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaik, bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.


Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap menjunjung tinggi etika, integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.


“Harapan kami, penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada seluruh anggota untuk terus meningkatkan kinerja. Mari kita jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.


Upacara pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen internal Polres Dharmasraya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Personel yang memiliki kinerja baik diharapkan dapat menjadi teladan bagi rekan-rekannya. Sementara itu, seluruh anggota diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.


Dalam berbagai pelaksanaan tugas, Polres Dharmasraya terus mendorong personel untuk memberikan pelayanan yang profesional, responsif dan humanis.

 

Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran polisi yang mampu memberikan rasa aman sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan secara tepat dan bertanggung jawab.


Pemberian penghargaan juga menjadi bagian dari upaya membangun motivasi internal organisasi. Dengan adanya apresiasi terhadap kinerja positif, personel diharapkan memiliki semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing.


Kapolres kembali mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan prestasi melalui pelaksanaan tugas yang konsisten, disiplin dan bertanggung jawab.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Laksanakan tugas dengan hati, jaga nama baik institusi dan terus tingkatkan profesionalisme. Semoga ke depan semakin banyak personel yang mampu menunjukkan prestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi Polres Dharmasraya,” pungkas AKBP Kartyana.


Dengan dilaksanakannya upacara penghargaan tersebut, diharapkan semangat berprestasi, kedisiplinan dan soliditas jajaran Polres Dharmasraya semakin meningkat.

 

Penghargaan kepada personel berprestasi juga diharapkan menjadi energi positif dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Dharmasraya. (**)

 


SUMBARNET - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok Selatan kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.


Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Rabu (23/9/2026), petugas mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial PCW (28) dan AR (20) dari dua lokasi berbeda di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.


Dari rangkaian penindakan tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 24 paket kecil narkotika yang diduga jenis sabu dengan total berat 81,99 gram.


Pengungkapan pertama dilakukan terhadap PCW sekitar pukul 14.30 WIB di Nagari Persiapan Batang Lolo, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD).


Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 19 paket kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Setelah dilakukan penimbangan, barang bukti tersebut memiliki berat keseluruhan sekitar 81,20 gram.


Tidak berhenti sampai di situ, petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.


Sekitar pukul 15.00 WIB, polisi kembali mengamankan seorang terduga pelaku lainnya, yakni AR, di Nagari Sako Utara Pasia Talang, Kecamatan Sungai Pagu.


Dari AR, petugas mengamankan lima paket kecil narkotika yang diduga jenis sabu dengan berat keseluruhan sekitar 0,79 gram.


Jika digabungkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua lokasi tersebut mencapai 81,99 gram. Kedua terduga pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Solok Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Polisi Masih Kembangkan Jaringan


Kasat Resnarkoba Polres Solok Selatan Iptu Taufik Indra mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya di wilayah hukum Polres Solok Selatan.


Berdasarkan pemeriksaan awal dan hasil pengembangan, narkotika yang diamankan tersebut diduga diperoleh dari luar Kabupaten Solok Selatan.


Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber barang serta mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.


“Kami akan terus melakukan pengembangan dari penangkapan kedua terduga pelaku ini untuk mengungkap asal barang dan kemungkinan keterlibatan pihak lainnya,” ujar Iptu Taufik.


Menurutnya, pengembangan perkara menjadi bagian penting dalam upaya membongkar mata rantai peredaran narkotika sehingga penindakan tidak berhenti hanya pada pengguna maupun pengedar di tingkat bawah.


Saat ini PCW dan AR masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Satresnarkoba Polres Solok Selatan. Seluruh barang bukti yang diamankan juga telah berada dalam penguasaan penyidik untuk kepentingan proses penyidikan.


Kapolres: Perangi Narkoba Bersama-sama


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K. menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan salah satu perhatian serius jajaran Polres Solok Selatan.


Menurutnya, penindakan terhadap peredaran narkotika bukan semata-mata untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga sebagai langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba.


“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polres Solok Selatan dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Tujuannya adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba,” kata AKBP Andreanaldo Ademi.


Ia menyampaikan, jajaran kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan penyelidikan dan penindakan terhadap setiap bentuk penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Solok Selatan.


Kapolres juga menekankan pentingnya pengembangan setiap perkara narkotika guna mengetahui dari mana barang tersebut berasal dan ke mana jaringan peredarannya.


“Kami tidak ingin penanganan kasus berhenti pada pelaku yang diamankan. Setiap pengungkapan akan kami kembangkan untuk mengetahui sumber barang, jaringan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Ini merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran narkotika,” tegasnya.


Masyarakat Diminta Berperan Aktif


AKBP Andreanaldo Ademi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba.


Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan narkotika. Dukungan masyarakat melalui informasi dan laporan mengenai aktivitas yang mencurigakan sangat dibutuhkan untuk membantu aparat melakukan tindakan lebih cepat.


“Kami berharap masyarakat tidak takut untuk memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kami dalam melakukan pencegahan maupun pengungkapan kasus,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.


“Harapan kami, seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba. Mari kita lindungi anak-anak dan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika. Jangan sampai narkoba merusak masa depan mereka,” ungkapnya.


Kapolres menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap setiap perkara narkotika yang ditemukan di wilayah hukum Polres Solok Selatan.


Pengungkapan kasus dengan barang bukti 81,99 gram tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di Kabupaten Solok Selatan.


Sementara itu, terhadap PCW dan AR, proses hukum masih berlangsung. Penyidik terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut untuk memastikan peran masing-masing serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.


Polres Solok Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba-coba menggunakan, menyimpan, maupun mengedarkan narkotika. Warga juga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.


Dengan keterlibatan aktif masyarakat, kepolisian berharap upaya menciptakan Kabupaten Solok Selatan yang aman dan bebas dari peredaran narkotika dapat terus diperkuat. (**)



SUMBARNET — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Padang Pariaman bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana persetubuhan dan/atau pencabulan terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.


Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Unit PPA Satreskrim Polres Padang Pariaman dengan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap perkara sekaligus memastikan proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan sesuai ketentuan.


Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial P yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak yang masih di bawah umur.


Informasi yang dihimpun, laporan dugaan tindak pidana tersebut diterima Unit PPA Satreskrim Polres Padang Pariaman pada 21 September 2026. Setelah menerima laporan, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap keberadaan terduga pelaku.


Hasil penyelidikan membuahkan hasil. Kurang dari 1×24 jam setelah laporan diterima, petugas berhasil mengamankan P pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di wilayah Korong Surantiah, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.


Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Mapolres Padang Pariaman untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dugaan Peristiwa Terjadi di Kecamatan Enam Lingkung

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan tindak pidana tersebut terjadi di sebuah rumah di Korong Padang Baru, Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.


Peristiwa tersebut diduga berlangsung dalam rentang waktu 19 Agustus hingga 3 September 2026.


Dalam proses pemeriksaan, penyidik mendalami keterangan mengenai dugaan perbuatan yang dilakukan terhadap korban pada beberapa kesempatan.


Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.


Kasus ini mendapat perhatian serius karena menyangkut perlindungan anak. Oleh sebab itu, penyidik Unit PPA melakukan penanganan dengan tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi korban serta menjaga kerahasiaan identitas anak.


Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan


Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, SH, S.IK, MIK, melalui jajaran Satreskrim menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak, menjadi perhatian kepolisian.


Kapolres menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons laporan, namun tetap mengedepankan prosedur hukum, kecermatan dalam penyelidikan serta perlindungan terhadap korban.


“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan penanganan secara cepat terhadap setiap laporan masyarakat, terlebih perkara yang menyangkut perempuan dan anak. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKBP Riyana Purwasari.


Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan Unit PPA bukan semata-mata untuk mengungkap pelaku, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada korban dan keluarganya serta memastikan perkara tersebut dapat diproses berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan penyidik.


“Tujuan kami adalah memastikan perkara ini dapat diungkap secara terang berdasarkan fakta hukum, memberikan perlindungan kepada korban, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan berkeadilan,” tegasnya.


Utamakan Perlindungan dan Pendampingan Korban


Dalam perkara yang melibatkan anak, kepolisian juga menempatkan aspek perlindungan korban sebagai bagian penting dari penanganan perkara.


Identitas korban tidak dipublikasikan untuk mencegah dampak sosial dan psikologis yang lebih besar terhadap anak. Polisi juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila korban membutuhkan pendampingan selama proses hukum berlangsung.


AKBP Riyana Purwasari menyampaikan bahwa penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya berorientasi pada proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga bagaimana korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan.


“Kami berharap korban dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan yang diperlukan. Kami juga mengimbau keluarga agar memberikan dukungan penuh kepada korban dan tidak memberikan tekanan dalam proses penanganan perkara,” katanya.


Masyarakat Diminta Tidak Takut Melapor


Kapolres Padang Pariaman juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau menemukan dugaan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.


Menurutnya, peran masyarakat dan keluarga sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak sekaligus membantu aparat kepolisian mengungkap kasus secara cepat.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian dan perlindungan kepada anak. Apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan atau tindak pidana terhadap anak, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan takut untuk melapor, karena setiap informasi akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ungkap AKBP Riyana Purwasari.


Ia berharap penanganan perkara tersebut dapat berjalan dengan baik hingga seluruh rangkaian proses hukum selesai.


“Harapan kami, perkara ini dapat ditangani secara tuntas sesuai hukum yang berlaku. Yang paling utama adalah korban mendapatkan perlindungan, hak-haknya terpenuhi, dan masyarakat semakin sadar bahwa anak harus dijaga, dilindungi dan dijauhkan dari segala bentuk kekerasan,” tuturnya.


Penyidikan Masih Berjalan


Sementara itu, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Padang Pariaman masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.


Penyidik memeriksa terduga pelaku, korban, serta pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui perkara. Polisi juga terus mengumpulkan dan memeriksa alat bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.


Terhadap perkara ini, terduga pelaku diproses berdasarkan ketentuan pidana terkait perlindungan anak. Sejumlah pemberitaan menyebut penyidik menerapkan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) juncto Pasal 76D dan/atau Pasal 82 ayat (1), ayat (3) juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Polres Padang Pariaman memastikan proses penyidikan masih terus berlangsung guna mengungkap seluruh fakta dalam perkara tersebut.


Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi korban anak demi menjaga masa depan dan kondisi psikologis korban.


Penanganan perkara ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polres Padang Pariaman dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, serta memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan respons dan penanganan sesuai aturan hukum yang berlaku. (AdF)

 


SUMBARNET - Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.IK, MH melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek IV Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, pada Kamis (24/9/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pimpinan Polres Pariaman untuk melihat secara langsung kondisi pelaksanaan tugas jajaran di tingkat Polsek sekaligus memperkuat koordinasi, komunikasi, serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


Dalam kunjungan itu, Kapolres Pariaman memberikan sejumlah arahan kepada personel Polsek IV Koto Aur Malintang agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan mengedepankan langkah-langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


AKBP Agung Pranajaya menekankan pentingnya kemampuan personel dalam mendeteksi berbagai potensi permasalahan sejak dini.

 

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus segera diidentifikasi dan dicarikan langkah penanganan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.


“Saya meminta seluruh personel untuk terus meningkatkan kepekaan terhadap situasi di wilayah masing-masing. Setiap potensi permasalahan harus dapat dideteksi sedini mungkin dan dilakukan langkah mitigasi secara cepat, tepat dan terukur,” ujar AKBP Agung Pranajaya.


Ia menjelaskan, upaya menjaga kamtibmas tidak semata-mata dilakukan ketika suatu permasalahan sudah terjadi.


Sebaliknya, jajaran kepolisian harus mampu membangun pola pencegahan melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat.


Karena itu, personel Polsek diminta untuk terus memperkuat hubungan dengan pemerintah nagari, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat lainnya.


Kapolres menyebut komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mengetahui berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.


“Polisi harus hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan atau tindak pidana. Kehadiran anggota harus dirasakan masyarakat dalam berbagai kegiatan dan kondisi. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui persoalan lebih awal sehingga penyelesaiannya juga dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.


Selain persoalan kamtibmas secara umum, Kapolres Pariaman juga mengingatkan jajarannya untuk memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika.


Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama karena dampaknya dapat merusak generasi muda sekaligus mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.


“Kita harus bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba. Ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat, tokoh masyarakat, keluarga dan seluruh unsur terkait. Informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan peredaran narkoba harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai aturan,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agung Pranajaya juga mendorong personel Polsek IV Koto Aur Malintang agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Ia mengingatkan bahwa keberadaan Polsek merupakan salah satu ujung tombak pelayanan Polri, sehingga setiap personel harus mampu memberikan pelayanan secara humanis, cepat, responsif dan profesional.


“Tujuan saya datang ke Polsek IV Koto Aur Malintang adalah untuk melihat langsung bagaimana pelaksanaan tugas di lapangan, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi anggota, sekaligus memberikan motivasi agar pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan,” ungkapnya.


Kapolres berharap seluruh personel dapat menjaga soliditas dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tantangan tugas kepolisian di lapangan membutuhkan kerja sama internal yang kuat serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.


“Saya berharap seluruh personel tetap solid, disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kita bertindak,” harap AKBP Agung Pranajaya.


Ia juga mengingatkan personel agar tidak mengabaikan persoalan-persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

 

Setiap informasi yang diterima harus ditindaklanjuti secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan sesuai dengan ketentuan hukum.


Kapolres menegaskan, upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran aktif seluruh pihak.


“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga lingkungan. Mari kita bangun komunikasi dan kerja sama yang baik agar setiap potensi gangguan dapat kita cegah bersama,” tuturnya.


Sementara itu, Kapolsek IV Koto Aur Malintang Ipda Optah Jhonedy menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.


Kehadiran personel tidak hanya dilakukan saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga dalam berbagai kegiatan masyarakat serta membantu warga menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan koordinasi dengan pihak terkait.


Polsek IV Koto Aur Malintang juga terus membangun sinergi dengan pemerintah nagari, tokoh masyarakat dan tokoh rantau dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.


Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan koordinasi antara pimpinan Polres Pariaman dengan jajaran Polsek semakin kuat. Selain itu, arahan yang disampaikan Kapolres diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya menegaskan bahwa Polri harus senantiasa hadir sebagai bagian dari masyarakat.


“Harapan kita sederhana, masyarakat merasa aman, nyaman dan terlindungi. Untuk mewujudkan hal itu, anggota harus hadir, peka terhadap lingkungan, cepat merespons setiap persoalan dan mampu membangun kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.


Kunjungan kerja Kapolres Pariaman ke Polsek IV Koto Aur Malintang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen jajaran kepolisian dalam mewujudkan pemeliharaan kamtibmas yang mengedepankan pencegahan, deteksi dini, komunikasi dan sinergi bersama masyarakat. (AdF)

 


SUMBARNET — Seluruh rangkaian Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), telah selesai dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta interaksi antara Polri dengan masyarakat.


Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan ini membawa pesan tentang pentingnya pola hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan. Antusiasme peserta dan masyarakat Kota Bukittinggi turut memberikan warna positif sepanjang pelaksanaan kegiatan.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Police Women Run IV-2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Polri, pemerintah daerah, komunitas, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.


“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi telah selesai dilaksanakan dengan baik. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, masyarakat, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.


Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga atau perlombaan lari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat interaksi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.


Tema Run The Culture juga ingin kita wujudkan melalui semangat hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan. Hari ini kita melihat semangat itu hadir dalam kebersamaan seluruh peserta dan masyarakat di Kota Bukittinggi.


Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri, khususnya Polda Sumbar dan Polresta Bukittinggi, serta seluruh stakeholder yang telah bekerja bersama memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan nyaman.

Terima kasih juga kepada masyarakat Kota Bukittinggi yang telah memberikan dukungan dan menjadi bagian dari kegiatan ini. Kehadiran dan antusiasme masyarakat menjadi energi positif bagi kami.


Yang tidak kalah penting, Police Women Run IV-2026 ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai sejarah Kota Bukittinggi sebagai bagian penting dari perjalanan lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Jadi, olahraga hari ini sekaligus menjadi bagian dari napak tilas sejarah dan penghormatan terhadap para pionir Polwan.


Semoga semangat Run The Culture tidak berhenti di garis finis hari ini, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.”


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, suksesnya pelaksanaan Police Women Run IV-2026 tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat. Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Kegiatan ini merupakan ruang untuk membangun komunikasi, interaksi dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.


Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, masyarakat Kota Bukittinggi, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh personel Polda Sumbar dan Polresta Bukittinggi yang telah bekerja memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan nyaman.


Kehadiran masyarakat dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang yang positif untuk mempertemukan Polri dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan humanis.

Melalui tema Run The Culture, kami berharap semangat hidup sehat, disiplin, sportivitas, kepedulian dan kebersamaan tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.


Dan yang paling penting, Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi juga mengingatkan kita pada sejarah perjuangan para pionir Polisi Wanita di Indonesia. Semangat pengabdian mereka menjadi bagian dari perjalanan Polwan hingga saat ini. Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.”


Pelaksanaan Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai sejarah melalui kegiatan yang bersifat positif dan melibatkan masyarakat secara langsung.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, semangat “Run The Culture” diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam sebuah perlombaan, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat, sportivitas, disiplin, kepedulian dan semangat membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak (*)

 


SUMBARNET — Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), menjadi momentum bagi Polisi Wanita (Polwan) untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengenang sejarah panjang lahirnya Polwan di Indonesia.


Kegiatan yang mengusung semangat Run The Culture tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membawa pesan tentang kesehatan, sportivitas, disiplin, kebersamaan serta nilai sejarah. Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Polwan Indonesia, khususnya sebagai daerah yang menjadi bagian dari awal keterlibatan perempuan dalam institusi kepolisian.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., mengatakan, Police Women Run IV-2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan dan masyarakat untuk bergerak bersama dalam suasana yang sehat, humanis dan penuh kebersamaan.


“Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga. Kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas, baik bagi Polwan maupun bagi masyarakat.


Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi menjadi momentum untuk kembali melakukan napak tilas sejarah lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Bukittinggi memiliki tempat yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Polwan. Di kota inilah para perempuan pertama kali diberi ruang untuk menjadi bagian dari kepolisian dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.


Ketika hari ini Polwan dan masyarakat berlari bersama di Kota Bukittinggi, sesungguhnya kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga kembali mengingat perjalanan panjang, perjuangan dan semangat para pionir Polwan yang telah membuka jalan bagi generasi Polwan hingga saat ini.


Bagi Polwan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Polwan bukan hanya hadir dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam suasana yang sehat, humanis, positif dan penuh kebersamaan.


Police Women Run juga menjadi momentum bagi Polwan untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Ketika kita berlari dan berinteraksi bersama, tidak ada sekat antara polisi dan masyarakat. Yang ada adalah semangat untuk bergerak, hidup sehat, saling mendukung dan membangun kebersamaan.


Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat Polwan dari sisi yang lebih dekat dan humanis. Di balik seragam kepolisian, Polwan juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki semangat, kepedulian dan keinginan yang sama untuk membangun lingkungan yang sehat, aman dan nyaman.


Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk membangun kepercayaan. Kepercayaan tidak hanya dibangun ketika Polri melaksanakan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, interaksi positif dan kebersamaan dengan masyarakat.


Karena itu, semangat Run The Culture tidak hanya dimaknai sebagai berlari melewati sebuah rute. Kita ingin membawa nilai budaya, sejarah, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan itu dalam kehidupan sehari-hari.


Tugas kita hari ini adalah meneruskan semangat para pionir Polwan dengan terus hadir, melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Police Women Run bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finis, tetapi tentang bagaimana kita bergerak bersama, mengenang sejarah bersama dan membangun kedekatan bersama.


Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.”

Sementara itu, Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha mengatakan, Police Women Run IV-2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan dan penguatan karakter personel Polwan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Polwan untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 menjadi momentum yang baik bagi Polwan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga mengingatkan kita bahwa setiap pelaksanaan tugas harus dilandasi semangat pengabdian dan kedekatan dengan masyarakat.


Tema Run The Culture memiliki pesan yang sangat positif. Semangat budaya, sejarah, disiplin, sportivitas dan kebersamaan tidak hanya kita hadirkan dalam kegiatan hari ini, tetapi juga diharapkan menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Bagi personel Polwan, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas, meningkatkan rasa percaya diri dan menjaga semangat positif dalam menjalankan tugas. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat semangat Polwan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Semoga Police Women Run tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat.”


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, Police Women Run IV-2026 menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperlihatkan kehadiran Polwan secara lebih dekat kepada masyarakat. Menurutnya, interaksi langsung melalui kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin terbuka dan humanis antara Polri dengan masyarakat.


“Police Women Run IV-2026 menjadi momentum yang sangat positif untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan Polwan dengan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Polwan tidak hanya terlihat ketika melaksanakan tugas kepolisian, tetapi juga dapat hadir melalui kegiatan yang sehat, edukatif dan membangun kebersamaan.


Kami ingin semangat Run The Culture dapat menjadi bagian dari pesan bahwa sejarah, budaya, kesehatan dan pengabdian dapat berjalan bersama. Bukittinggi memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perjalanan Polwan Indonesia, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai perjuangan para pionir Polwan.


Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal Polwan secara lebih dekat. Kedekatan tersebut penting untuk membangun komunikasi dua arah, karena kepercayaan masyarakat juga tumbuh dari interaksi yang positif dan berkelanjutan.


Polwan Polda Sumbar akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan dengan humanis serta membangun komunikasi yang terbuka. Semangatnya adalah bersama masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman.”


Pelaksanaan Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Polwan Indonesia tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan perempuan dalam menjalankan tugas pengabdian di bidang kepolisian.


Melalui semangat Run The Culture, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada garis finis. Nilai sejarah, budaya, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan yang dibawa dalam kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari semangat pengabdian Polwan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal.


Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak Bersama..(*)

 


SUMBARNET - Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.


Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat, sportivitas, disiplin, kepedulian dan kebersamaan. Kota Bukittinggi menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Polwan, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi momentum napak tilas dan penghormatan terhadap para pionir Polwan.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., mengatakan Police Women Run memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan lari.


“Ketika Polwan dan masyarakat berlari bersama, kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga mengingat perjalanan, perjuangan dan semangat para pionir Polwan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi Polwan untuk hadir secara humanis, membangun komunikasi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Semangat Run The Culture tidak hanya dimaknai sebagai berlari, tetapi bagaimana membawa nilai sejarah, budaya, sportivitas, kesehatan, disiplin dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” ujarnya.


Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat solidaritas dan semangat pengabdian.


“Police Women Run menjadi momentum untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus memperkuat kebersamaan. Kami berharap semangat Run The Culture menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas, sehingga Polwan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, Police Women Run menjadi sarana komunikasi publik yang positif untuk memperlihatkan kehadiran Polwan secara lebih dekat dan humanis.


“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dua arah antara Polri dengan masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, masyarakat, komunitas lari, pemerintah daerah, panitia, media dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan ini.


Semoga semangat Run The Culture tidak berhenti di garis finis, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” ujarnya.


Police Women Run IV-2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meneruskan semangat para pionir Polwan melalui pengabdian, pelayanan dan kehadiran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Run The Culture! Napak Tilas Sejarah, Bergerak Bersama.(*)

 


SUMBARNET — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali sukses menggelar ajang olahraga bertaraf nasional yang memadukan unsur sejarah, pariwisata, dan budaya. Ajang Police Women Run IV Tahun 2026 secara resmi dilepas langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., yang ditandai dengan pengibaran bendera start (flag off) di Kota Bukittinggi, Minggu (27/09/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) RI ke-78 ini memikat antusiasme tinggi dari ribuan peserta. Tercatat lebih dari 3.400 pelari, yang terdiri dari kategori 5K dan 10K dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, masyarakat umum, komunitas, hingga personel TNI-Polri, tumpah ruah memadati jalur lintasan dengan mengusung tema "Run The Culture".


Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berkompetisi di bidang atletik semata, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kebudayaan lokal.


"Melalui ajang Police Women Run yang keempat kalinya ini, kami ingin menumbuhkan semangat hidup sehat sekaligus merawat nilai-nilai sejarah lahirnya Polwan di Kota Bukittinggi. Animo yang luar biasa dari ribuan peserta membuktikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang positif antara Polri dan masyarakat luas," ujar Kombes Pol Anissullah M. Ridha di sela-sela kegiatan.


Senada dengan hal tersebut, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa perhelatan akbar ini turut memberikan multiplier effect yang positif, khususnya dalam mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat, terkhusus Kota Bukittinggi.


"Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan flag-off hingga pelepasan peserta oleh Bapak Kapolda Sumbar berjalan dengan aman, tertib, and lancar. Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah ini tidak hanya membawa semangat kebugaran, tetapi juga turut menggerakkan sektor UMKM serta memperkenalkan keindahan budaya lokal pariwisata Bukittinggi ke kancah nasional," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Acara pelepasan yang berlangsung meriah sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, Kapolresta Bukittinggi, serta unsur Forkopimda setempat. 


Setelah suksesnya prosesi pelepasan kategori 10K dan 5K oleh Kapolda Sumbar, rangkaian acara dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pengumuman pemenang (awarding ceremony), serta pembagian doorprize dan grand prize menarik bagi para peserta yang hadir.(*)