PADANG — Kepedulian terhadap penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gebu Minang Jawa Barat (Jabar) yang menyerahkan bantuan Al-Qur’an untuk mendukung aktivitas keagamaan masyarakat di Kota Padang.


Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Masjid Al Munawwarah, Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Bantuan diserahkan Ketua Umum DPD Gebu Minang Jabar Ir. Mulya Datuak Rajo Intan dan diterima langsung Wali Kota Padang Fadly Amran.


Selanjutnya, bantuan tersebut diserahkan oleh Fadly Amran kepada Ketua Masjid Al Munawwarah Buya Masoed Abidin untuk dimanfaatkan bagi jamaah dan khususnya anak-anak yang mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di masjid tersebut.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Nanggalo David Ferdinand, perwakilan Kesbangpol, tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Al Munawwarah.


Fadly Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Gebu Minang Sumatera Barat mengapresiasi kepedulian DPD Gebu Minang Jawa Barat yang turut memberikan perhatian terhadap aktivitas keagamaan di Kota Padang.


Menurut Fadly, bantuan Al-Qur’an terjemahan tersebut memiliki manfaat yang besar karena tidak hanya dapat digunakan untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga membantu anak-anak memahami makna dan kandungan ayat-ayat yang mereka baca.


"Alhamdulillah, Al-Qur’an terjemahan yang dibawa hari ini akan diberikan kepada anak-anak kita. Kami yakin bantuan ini juga dapat menjadi contoh bagi masjid dan musala lainnya di Kota Padang," ujar Fadly Amran.


Ia menilai keberadaan Al-Qur’an terjemahan di masjid akan mendukung proses pembelajaran agama yang lebih baik. Anak-anak diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.


Dukung Program Smart Surau

Fadly Amran menyebut bantuan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan Program Smart Surau sebagai salah satu sarana pembinaan keagamaan dan karakter generasi muda.


Program Smart Surau diharapkan mampu menjadikan masjid dan musala bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, pembinaan dan aktivitas positif bagi masyarakat, terutama generasi muda.


Salah satu bagian dari program tersebut adalah 3T, yakni Tahsin, Tafsir dan Tahfiz. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, pemahaman terhadap kandungannya, serta kemampuan menghafal Al-Qur’an.


Menurut Fadly, dukungan berbagai pihak seperti Gebu Minang menjadi energi positif bagi pemerintah dalam memperluas manfaat program pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.


" Kami berharap Smart Surau dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentengi anak-anak dari kenakalan remaja dan perilaku negatif lainnya," katanya.


Fadly menambahkan, penguatan pendidikan agama menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga mempunyai karakter, akhlak dan kepedulian sosial.


Karena itu, ia mengajak pengurus masjid, tokoh masyarakat, orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kegiatan positif di masjid dan musala.


Gebu Minang Jabar Bawa 369 Al-Qur’an


Ketua Umum DPD Gebu Minang Jawa Barat Ir. Mulya Datuak Rajo Intan menjelaskan, bantuan Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari program sosial yang dijalankan organisasi Gebu Minang di Jawa Barat.


Pada kesempatan tersebut, pihaknya membawa sebanyak 369 Al-Qur’an untuk diserahkan dan didistribusikan di Kota Padang. Sebagian bantuan tersebut diperuntukkan bagi Masjid Al Munawwarah, sementara sebagian lainnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.


"Pada kesempatan ini, kami membawa sebanyak 369 Al-Qur’an untuk diserahkan ke Kota Padang. Insyaallah, sebanyak 100 Al-Qur'an akan kami serahkan kepada Masjid Al Munawwarah, sebagian bantuan tersebut akan kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Mulya.


Selain Al-Qur’an, DPD Gebu Minang Jawa Barat juga menyerahkan bantuan berupa sarung baru sebagai bagian dari dukungan sosial untuk masyarakat dan aktivitas keagamaan.


Mulya mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan antarperantau Minang dengan masyarakat di kampung halaman.


Menurutnya, kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi organisasi Gebu Minang dalam memberikan manfaat bagi sesama.


Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Penyerahan bantuan Al-Qur’an tersebut juga mendapat sambutan positif dari pengurus Masjid Al Munawwarah dan jamaah yang hadir.


Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Selain kegiatan ibadah, berbagai aktivitas pendidikan dan pembinaan keagamaan dapat menjadi sarana untuk mengarahkan anak-anak dan remaja pada kegiatan yang positif.


Dengan tersedianya Al-Qur’an terjemahan, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih maksimal. Anak-anak dapat dibimbing untuk memahami kandungan Al-Qur’an sekaligus menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.


Pemerintah Kota Padang sendiri terus mendorong agar masjid dan musala dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda. Melalui Smart Surau, pemerintah berupaya memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan keagamaan, pembentukan karakter serta kegiatan sosial kemasyarakatan.


Fadly Amran berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pengurus masjid dan masyarakat dapat terus diperkuat.


Ia juga mengapresiasi DPD Gebu Minang Jawa Barat yang telah menunjukkan kepedulian melalui bantuan tersebut. Menurutnya, kontribusi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai organisasi dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut mengambil bagian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Padang.


Bantuan 369 Al-Qur’an yang dibawa Gebu Minang Jabar diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan material, tetapi menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.


Melalui kegiatan membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, generasi muda Kota Padang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki pemahaman agama kuat, berakhlak dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.


Sinergi antara Gebu Minang, Pemerintah Kota Padang dan masyarakat tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan kehidupan keagamaan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.


Dengan semangat kebersamaan, bantuan tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi jamaah Masjid Al Munawwarah serta masyarakat lainnya yang menerima distribusi Al-Qur’an, sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda Kota Padang yang lebih religius, berkarakter dan berdaya saing. (AdF)

 


PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang Triwulan III Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).


Rapat yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi terhadap capaian pendapatan daerah sekaligus menyusun langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi PAD yang masih dapat digali hingga berakhirnya tahun anggaran 2026.


Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Kepala Bapenda Kota Padang Atos, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD di lingkungan Pemko Padang, serta Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Afridian Wirahadi Ahmad.


Dalam rapat itu terungkap bahwa target PAD Kota Padang dalam APBD Perubahan Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,040 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data per 7 September 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp628,586 miliar atau 64,43 persen dari target yang telah ditetapkan.


Kepala Bapenda Kota Padang Atos mengatakan, secara umum realisasi PAD Kota Padang sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari capaian pada Triwulan I dan Triwulan II yang mampu melampaui target masing-masing periode.


Pada Triwulan I, target PAD ditetapkan sebesar Rp154,905 miliar atau 14,94 persen. Realisasinya mencapai Rp205,682 miliar atau 20,08 persen.

Selanjutnya pada Triwulan II, target PAD berada di angka Rp446,787 miliar atau 43,16 persen. Hingga periode tersebut, realisasi telah mencapai Rp455,049 miliar atau 44,42 persen.


Namun, memasuki Triwulan III, Pemko Padang masih menghadapi pekerjaan rumah untuk mengejar selisih antara target dan realisasi.


" Kita menargetkan pada Triwulan III ini realisasi PAD sebesar Rp757,232 miliar atau 72,80 persen. Namun saat ini baru tercapai Rp628,586 miliar. Masih tersisa Rp128,646 miliar yang harus kita kejar," ujar Atos.


Menurutnya, waktu yang tersisa hingga akhir tahun harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh OPD penghasil PAD. Setiap OPD diminta melakukan evaluasi terhadap sumber-sumber pendapatan yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus mencari peluang untuk meningkatkan penerimaan.


Atos menegaskan, pencapaian target PAD tidak dapat hanya dibebankan kepada Bapenda. Diperlukan dukungan dan kerja sama seluruh OPD penghasil PAD agar potensi pendapatan yang ada dapat dioptimalkan.


"Kita berharap dukungan dari seluruh OPD agar menjelang akhir tahun ini realisasi PAD Kota Padang dapat tercapai 100 persen. Kita juga akan menyiapkan sejumlah langkah-langkah strategis untuk berupaya mencapai target ini," katanya.


Maigus: Target PAD Merupakan Tanggung Jawab Bersama


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menekankan pentingnya keseriusan seluruh OPD dalam mengejar target PAD yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan Tahun 2026.


Menurut Maigus, target tersebut bukan angka yang muncul secara tiba-tiba. Target PAD telah melalui proses pembahasan dan kesepakatan bersama serta dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Perubahan.


Karena itu, seluruh perangkat daerah penghasil PAD harus memiliki komitmen yang sama untuk merealisasikan target tersebut.

Maigus menyebutkan, waktu yang tersedia hingga penghujung tahun anggaran relatif singkat. 


Oleh sebab itu, diperlukan strategi, inovasi dan langkah konkret agar target yang telah disepakati dapat dicapai.


"Sekarang waktu kita cuma tinggal tiga bulan atau tiga setengah bulan. Justru itu, apa yang telah kita sepakati bersama dan telah dituangkan di dalam Perda APBD Perubahan, tentu ini yang harus kita siasati, harus kita bangun strategi dan inovasi sehingga bisa mencapai apa yang kita putuskan itu," tegas Maigus.


Ia meminta setiap pimpinan OPD melakukan evaluasi secara lebih detail terhadap kinerja penerimaan masing-masing. Potensi yang selama ini belum tergarap secara maksimal harus diidentifikasi dan dicarikan solusi agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD.


Selain itu, koordinasi antarpihak juga perlu diperkuat. Dengan waktu yang terbatas, setiap OPD diharapkan tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun sinergi untuk mempercepat pencapaian target.


Maigus berharap evaluasi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan catatan mengenai capaian dan kekurangan, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dilaksanakan.


"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bekerja bersama, melihat potensi yang masih ada dan kemudian mengambil langkah yang tepat. Kita tidak boleh kehilangan waktu karena target ini adalah tanggung jawab bersama," ujarnya.


Perlu Ubah Pola Pikir, Fokus pada Manajemen Potensi


Sementara itu, Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Afridian Wirahadi Ahmad dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola pendapatan daerah.


Menurut Afridian, pemerintah daerah tidak cukup hanya berorientasi pada bagaimana mengejar angka target yang telah ditetapkan. Dalam kondisi waktu yang semakin terbatas, yang lebih penting adalah bagaimana melakukan pemetaan dan manajemen terhadap berbagai potensi pendapatan yang tersedia.


Ia menilai, setiap sumber pendapatan perlu dilihat secara lebih strategis. Pemerintah perlu mengetahui potensi apa yang masih bisa dikembangkan, bagaimana cara mengoptimalkannya, serta langkah apa yang paling efektif dilakukan dalam waktu yang tersisa.


"Kalau dulu mindset kita mengejar target, sekarang bagaimana dalam waktu singkat menyusun manajemen potensi. Apa potensi yang bisa dikembangkan, sehingga apa yang menjadi kesepakatan yang telah dikeluarkan bisa kita capai menjelang akhir tahun anggaran 2026," ujar Afridian.


Ia menilai pendekatan berbasis manajemen potensi dapat membantu pemerintah daerah mengambil keputusan secara lebih terarah. Dengan pemetaan yang tepat, OPD dapat memprioritaskan sumber-sumber pendapatan yang memiliki peluang peningkatan paling besar.


Hal tersebut juga penting untuk menghindari pola kerja yang hanya bersifat rutin tanpa melihat perubahan kondisi di lapangan.


Strategi Dikebut Menjelang Akhir Tahun


Evaluasi PAD Triwulan III tersebut menjadi penting bagi Pemko Padang mengingat masih terdapat selisih yang harus dikejar untuk mencapai target penerimaan pada periode berjalan.


Dengan realisasi Rp628,586 miliar per 7 September 2026, Pemko Padang masih harus meningkatkan penerimaan sebesar Rp128,646 miliar untuk mencapai target Triwulan III sebesar Rp757,232 miliar.


Di sisi lain, target keseluruhan PAD dalam APBD Perubahan Tahun 2026 mencapai Rp1,040 triliun. Artinya, setelah capaian per 7 September tersebut, masih terdapat ruang yang cukup besar bagi seluruh OPD penghasil PAD untuk meningkatkan penerimaan hingga akhir tahun.


Pemko Padang pun didorong untuk mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut membutuhkan penguatan koordinasi, pengawasan, inovasi pelayanan, serta pengelolaan potensi pendapatan yang lebih efektif.


Capaian positif pada dua triwulan sebelumnya menjadi modal penting bagi Pemko Padang. Namun, capaian tersebut sekaligus harus menjadi motivasi agar kinerja penerimaan tidak mengalami perlambatan pada periode berikutnya.


Melalui rapat evaluasi tersebut, seluruh OPD penghasil PAD diharapkan dapat mengetahui posisi capaian masing-masing sekaligus menyusun langkah percepatan.


Maigus Nasir menegaskan bahwa waktu yang tersisa harus dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut untuk bekerja lebih cepat, tetapi juga lebih cermat dalam menentukan prioritas.


Dengan sinergi seluruh OPD, dukungan Bapenda serta pemetaan potensi secara lebih terukur, Pemko Padang optimistis target PAD Tahun 2026 dapat terus dikejar hingga mencapai hasil maksimal.


Pencapaian PAD yang optimal nantinya akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemampuan fiskal daerah, sehingga pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Padang. (AdF)



PADANG — Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya memperkuat upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan melalui pengembangan green infrastructure atau infrastruktur hijau. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu yang dipusatkan di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu (9/9/2026).


Kegiatan yang diinisiasi Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memulihkan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji. Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya memperkuat fungsi ekologis kawasan hulu sekaligus mengurangi potensi dampak bencana hidrometeorologi di wilayah hilir.


Penanaman perdana tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmat Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Ketua Pengurus Yayasan Galapagos Lestari Indonesia Romelson Candra, Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz, serta jajaran TNI-Polri dan stakeholder terkait.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, penanganan risiko bencana tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik seperti normalisasi sungai, drainase maupun bangunan pengendali banjir.

 

Menurutnya, infrastruktur fisik harus berjalan beriringan dengan pemulihan ekosistem, khususnya kawasan hulu sungai.


"Dalam perspektif penanggulangan bencana, kita tidak hanya membutuhkan infrastruktur berat, tetapi juga green infrastructure yang tidak kalah pentingnya. Pemko Padang mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade atas pelaksanaan penanaman perdana Festival Tanam Hulu ini, sebab tanpa penghijauan kembali kawasan hulu sungai, risiko banjir hingga banjir bandang di Kota Padang akan semakin besar," ujar Fadly Amran.


Menurut Fadly, kawasan hulu memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan tata air. Tutupan vegetasi yang baik dapat membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, mengurangi limpasan permukaan, sekaligus menjaga kestabilan tanah.


Karena itu, penghijauan kawasan hulu harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak hanya di kawasan Guo, tetapi juga mencakup wilayah Lambung Bukit dan sejumlah titik lainnya yang memiliki potensi risiko bencana.


Fadly berharap Festival Tanam Hulu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial penanaman pohon. Ia mendorong agar tanaman yang telah ditanam mendapatkan perawatan dan pemantauan sehingga benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.


"Harapan kita tentu bukan sekadar menanam, tetapi bagaimana pohon-pohon yang ditanam ini bisa tumbuh, dirawat dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Ini harus menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan," harapnya.


Target 60.000 Pohon di Kuranji dan Pauh


Dukungan terhadap program restorasi lingkungan tersebut juga disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Ia menilai upaya penanganan kawasan hulu merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi di wilayah Kota Padang.


Andre mengatakan, penanganan sungai melalui normalisasi saja tidak cukup. Rehabilitasi kawasan hulu dengan mengembalikan tutupan vegetasi menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan secara bersamaan.


"Normalisasi saja tidak cukup, pohon-pohon ini kita tanam kembali untuk mengantisipasi terjadinya bencana berikutnya. Kita menargetkan penanaman sebanyak 60.000 pohon di Kecamatan Kuranji dan Pauh," kata Andre Rosiade.


Ia menjelaskan, dukungan terhadap rehabilitasi lingkungan tersebut juga diwujudkan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejumlah BUMN dengan nilai lebih dari Rp2 miliar.


Dana tersebut diarahkan untuk mendukung rehabilitasi lingkungan di kawasan DAS yang terdampak bencana. Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, BUMN, organisasi lingkungan, masyarakat dan stakeholder lainnya dinilai penting agar program pemulihan kawasan dapat berjalan secara lebih optimal.


Andre berharap gerakan penghijauan tersebut dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Padang.


"Yang kita lakukan ini adalah investasi untuk lingkungan dan keselamatan masyarakat. Semoga dengan penanaman kembali kawasan hulu, daya dukung lingkungan semakin baik dan risiko bencana di kawasan hilir dapat ditekan," ujarnya.


Respons Bencana Hidrometeorologi


Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz mengatakan, Festival Tanam Hulu digelar sebagai respons terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026.


Menurut Hendra, rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai sebuah multi event yang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup kegiatan konsolidasi, edukasi dan kompetisi.


"Fokus perdana diarahkan pada hulu DAS Batang Kuranji di Kecamatan Pauh dan Kuranji melalui kompetisi restorasi lahan dan pemulihan tutupan, dengan target 60.000 bibit tanaman hutan. Penilaian dilakukan dua tahap, setelah penanaman dan tiga bulan kemudian, dengan pemenang dianugerahi dalam Alek Nagari," jelas Hendra.


Ia menambahkan, pendekatan melalui kompetisi diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hulu. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan dan pengawasan lingkungan.


Konsep tersebut sekaligus diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa keberadaan kawasan hutan dan tutupan vegetasi di wilayah hulu memiliki hubungan langsung dengan keselamatan masyarakat yang berada di kawasan hilir.


Festival Tanam Hulu pun diarahkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, organisasi lingkungan, dunia usaha, TNI-Polri hingga lembaga legislatif.


Kolaborasi Jadi Kunci Pemulihan Lingkungan


Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari.


Selain itu, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pertanian Kota Padang dengan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari tentang kolaborasi pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dr. Mohammad Hatta.


Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan.


Pemko Padang menilai kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci untuk memastikan program rehabilitasi lingkungan tidak berjalan secara parsial. Penanganan kawasan hulu membutuhkan kesinambungan program, dukungan anggaran, pengawasan, edukasi masyarakat serta perawatan tanaman dalam jangka panjang.


Kawasan hulu DAS Batang Kuranji sendiri memiliki posisi strategis dalam sistem ekologis Kota Padang. Kondisi kawasan hulu akan berpengaruh terhadap tata air dan kondisi sungai hingga wilayah hilir.


Karena itu, penghijauan kembali kawasan yang mengalami degradasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kawasan dalam menahan dan menyerap air hujan, sekaligus membantu mengurangi sedimentasi serta limpasan air menuju kawasan permukiman.


Bagi Pemko Padang, Festival Tanam Hulu juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa mitigasi bencana bukan hanya dilakukan ketika bencana terjadi. Upaya pencegahan harus dimulai dari pengelolaan lingkungan dan pemulihan ekosistem.


Fadly Amran berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwa upaya mengurangi risiko bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak.


"Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga hulu berarti menjaga keselamatan masyarakat di hilir. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan bisa memberikan hasil yang nyata bagi Kota Padang," tutur Fadly.


Dengan target penanaman 60.000 pohon di wilayah Kuranji dan Pauh, Festival Tanam Hulu diharapkan tidak hanya menghasilkan tutupan hijau baru, tetapi juga melahirkan gerakan masyarakat yang konsisten dalam menjaga kawasan hulu DAS Batang Kuranji.


Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan lingkungan Kota Padang menghadapi ancaman banjir, banjir bandang dan berbagai bencana hidrometeorologi lainnya. (AdF)

 


SUMBARNET - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Barat menggelar aksi simpatik dengan membagikan sebanyak 20.000 masker gratis kepada pengguna jalan dan masyarakat di kawasan Jalan Kartini, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Jumat (11/9/2026).


Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW PSI Sumatera Barat yang juga Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, S.H., M.H., sebagai langkah responsif terhadap penurunan kualitas udara yang memburuk akibat bencana asap di wilayah tersebut.


"Mengingat kualitas udara yang buruk saat ini, kami ingin mengingatkan masyarakat untuk kembali disiplin menggunakan masker. Pembagian 20.000 masker ini merupakan langkah konkret dan antisipasi kita terhadap dampak kesehatan dari bencana asap yang melanda hari ini," ujar Hendrajoni di sela-sela kegiatan.


Melihat kondisi yang merata di sejumlah titik, Hendrajoni menginstruksikan seluruh jajaran pengurus DPD PSI di kabupaten/kota terdampak untuk turun ke jalan dan melakukan aksi serupa di wilayah masing-masing.


Ia menegaskan komitmen PSI untuk terus berdiri di garis depan membantu warga yang terdampak bencana. "PSI akan selalu hadir di setiap bencana yang terjadi di Sumatera Barat. Ke depan, PSI berkomitmen untuk terus berada di tengah-tengah masyarakat Sumbar, baik dalam kondisi suka maupun duka," pungkasnya.


Melalui kegiatan ini, DPW PSI Sumbar berharap kesadaran masyarakat menjaga kesehatan pernapasan meningkat serta mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan guna meminimalisir kepulan asap.(***)



SUMBARNET - Merayakan HUT ke- 9 media online relasipublik.com memberikan penghargaan pada sejumlah tokoh atas kepedulian dan memiliki perhatian terhadap perkembangan media di Sumbar.


Di antara tokoh yang menerima penghargaan tokoh peduli dan pengayom media itu adalah Sonny Affandi, CEO Mimbar Media Grup. 


Penghargaan diserahkan pada puncak peringatan HUT ke-9 media Online relasipublik.com, Sabtu (12/9/2026) di restoran Suasso, Jalan Asahan No. 5, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. 


Pemimpin Redaksi relasipublik.com Novrianto SP, mengatakan penghargaan ini diberikan kepada tokoh- tokoh yang peduli dan punya perhatian pada perkembangan media di Sumbar.


"Kita melihat Sonny Affandi merupakan tokoh yang ikut berpartisipasi dan peduli terhadap perkembangan media di Sumbar, khususnya media online. Karena relaaipublik.com merasa pantas untuk memberikan penghargaan ini," kata Novrianto yang juga Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar. 


Acara  dihadiri sejumlah pejabat sipil dan militer di daerah ini di antaranya Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E. diwakili Kapendam, Kapolda Sumbar diwakili Dir Binmas,Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar, diwakili Tenaga Ahli.


"Alhamdulillah kita berterimakasih atas kehadiran pada Undangan di puncak HUT relasi publik ini. Semoga silaturahmi ini selalu terjalin erat," Kata Novrianto yang kerap dipanggil Ucok.


"Kita juga mengucapkan terimakasih pada rekan-rekan pers yang meluangkan waktu untuk hadir," sambung Ucok.


Selain pada Sonny Affandi penghargaan juga diberikan pada beberapa tokoh Yakni Rahmat Saleh (anggota Fraksi PKS DPR RI), Andre Rosidae (Wakil Ketua Komisi VI DPR RI), serta Muslim M Yatim (Anggota DPD RI)


"Kita memberikan penghargaan pada tokoh yang dinilai tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pers,” ujarnya.


Terpisah, Sonny Affandi mengapresiasi penghargaan dari relasipublik.com, sekaligus menyampaikan permohonan maaf tak sempat menghadiri puncak perayaan HUT relasipublik.com.


"Saya terkejut saat menerima undangan untuk menerima penghargaan di acara HUT relasipublik.com. Mohon maaf saya tak sempat hadir karena ada kegiatan yang sudah teragendakan sebelumnya yang tidak bisa saya wakilkan," ucap Sonny sembari mengucapkan terima kasih atas perhatian relasipublik.com. (ms/*/ald)

 


Batusangkar — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang mulai melakukan rehabilitasi jalan pada ruas Kubu Kerambil–Batu Sangkar–Simpang Kiambang, Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.


Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut dilaksanakan oleh PT Sarana Mitra Saudara dengan nilai pekerjaan sebesar Rp1.813.338.314. Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan provinsi, khususnya yang menjadi jalur penghubung dan mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Tanah Datar.


Dimulainya pekerjaan rehabilitasi mendapat perhatian masyarakat, mengingat ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga sehari-hari. Jalan tidak hanya menjadi akses transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan konektivitas antarwilayah yang mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, perdagangan hingga aktivitas sosial masyarakat.


Pelaksanaan rehabilitasi diharapkan mampu meningkatkan kondisi jalan sehingga pengguna kendaraan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.


Tingkatkan Kemantapan Jalan

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang terus berupaya melakukan penanganan terhadap ruas-ruas jalan yang membutuhkan perbaikan maupun rehabilitasi.


Salah satunya melalui pekerjaan pada ruas Kubu Kerambil–Batu Sangkar–Simpang Kiambang yang berada di wilayah Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.


Dengan adanya pekerjaan tersebut, diharapkan kondisi jalan dapat ditingkatkan sehingga mampu mendukung kelancaran arus transportasi masyarakat.


Keberadaan jalan yang baik juga memiliki hubungan erat dengan aktivitas perekonomian masyarakat. Bagi warga yang bekerja di sektor pertanian, perdagangan maupun usaha lainnya, akses jalan yang layak akan mempermudah mobilitas sekaligus memperlancar distribusi berbagai kebutuhan dan hasil produksi.


Tidak hanya itu, perbaikan jalan juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk bepergian dari satu wilayah ke wilayah lainnya.


Dikerjakan PT Sarana Mitra Saudara


Dalam pekerjaan rehabilitasi tersebut, PT Sarana Mitra Saudara dipercaya sebagai pelaksana dengan nilai pekerjaan mencapai Rp1.813.338.314.


Pelaksanaan proyek diharapkan dilakukan dengan mengutamakan kualitas serta mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pengawasan terhadap pekerjaan juga menjadi bagian penting agar hasil rehabilitasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pekerjaan infrastruktur jalan bukan hanya dituntut selesai secara tepat waktu, tetapi juga harus menghasilkan kualitas konstruksi yang baik sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.


Karena itu, pelaksana pekerjaan diharapkan memperhatikan setiap tahapan pekerjaan, termasuk kualitas material, metode pelaksanaan, keselamatan kerja serta kondisi lingkungan sekitar lokasi proyek.


Masyarakat Diminta Berhati-hati


Seiring dimulainya pekerjaan rehabilitasi, pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi proyek diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.


Aktivitas pekerja maupun penggunaan alat berat selama proses pengerjaan berpotensi menyebabkan adanya perubahan kondisi lalu lintas. Pengendara diharapkan mengikuti rambu-rambu dan petunjuk yang telah disiapkan di sekitar lokasi pekerjaan.


Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan ketika melintasi kawasan proyek dan tidak memaksakan diri mendahului apabila kondisi jalan tidak memungkinkan.


Kondisi tersebut menjadi hal yang perlu dipahami bersama agar pelaksanaan proyek dapat berjalan aman dan lancar, sekaligus tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas.


Diharapkan Beri Dampak Positif


Rehabilitasi ruas Kubu Kerambil–Batu Sangkar–Simpang Kiambang diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat di sepanjang jalur tersebut.


Jalan yang mantap akan memperlancar pergerakan masyarakat serta mendukung distribusi barang dan jasa. Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas infrastruktur diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas antarwilayah.


Nagari Tabek dan wilayah Kecamatan Pariangan sendiri merupakan bagian dari kawasan Kabupaten Tanah Datar yang memiliki aktivitas masyarakat cukup beragam. Karena itu, keberadaan infrastruktur jalan yang baik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang berbagai aktivitas tersebut.


Pemerintah diharapkan terus melakukan penanganan terhadap ruas jalan lainnya yang membutuhkan perbaikan, sehingga kualitas jaringan jalan provinsi di Sumatera Barat secara bertahap semakin baik.


Proyek Diharapkan Berkualitas dan Tepat Sasaran


Dengan anggaran sebesar Rp1.813.338.314, masyarakat tentu berharap pekerjaan rehabilitasi yang dilaksanakan PT Statika Mitra Sarana dapat memberikan hasil maksimal.


Pekerjaan juga diharapkan dilaksanakan secara profesional, transparan dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang.


Keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari kualitas hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Masyarakat pengguna jalan berharap rehabilitasi tersebut mampu menghasilkan ruas jalan yang lebih baik, aman dan nyaman untuk dilalui.


Dengan semakin baiknya kondisi jalan, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien serta aktivitas perekonomian dapat berjalan semakin optimal.


Pekerjaan rehabilitasi ruas Kubu Kerambil–Batu Sangkar–Simpang Kiambang ini pada akhirnya diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap peningkatan infrastruktur transportasi di Kabupaten Tanah Datar.


Masyarakat pun diharapkan dapat mendukung pelaksanaan proyek dengan menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi pekerjaan. 


Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek dan masyarakat, rehabilitasi jalan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan publik. (**)



Teks Foto : Sebanyak 25 Mahasiswa Baru PNP Program BANGSA foto bersama usai menerima arahan dari PT Semen Padang di GSG PT Semen Padang, Sabtu (12/9/2026).


SUMBARNET - PT Semen Padang memberikan beasiswa pendidikan secara menyeluruh kepada 25 anak nagari untuk menempuh Program Diploma III (D3) di Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui Program Beasiswa Anak Nagari Semen Padang (BANGSA) 2026. Beasiswa tersebut mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta berbagai biaya dan perlengkapan penunjang pendidikan.


Program yang telah memasuki angkatan III ini merupakan upaya PT Semen Padang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Hal itu karena pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan generasi muda.


Para penerima beasiswa merupakan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di sekitar wilayah operasional PT Semen Padang. Mereka berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, empat kelurahan di Kecamatan Pauh, yaitu Limau Manih, Limau Manih Selatan, Koto Lua, dan Lambung Bukit, serta satu kelurahan di Kecamatan Lubuk Begalung, yaitu Pampangan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan Program BANGSA merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasionalnya. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PNP sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka di Sumatera Barat.


“Program BANGSA merupakan bentuk komitmen PT Semen Padang terhadap pendidikan anak nagari yang berada di lingkungan perusahaan. Program ini merupakan hasil kerja sama kami dengan Politeknik Negeri Padang dan program ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Semen Padang di bidang pendidikan,” kata Win, Sabtu (12/9/2026).


Keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui Program BANGSA, PT Semen Padang ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak di sekitar perusahaan agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi. “Kami berharap mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan memiliki daya saing,” ujarnya.


Win juga mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, ia berharap semua penerima beasiswa dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan secara disiplin, menjaga semangat belajar, serta terus meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik selama menjalani pendidikan di PNP.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan Program BANGSA 2026 memiliki perbedaan dibandingkan dua angkatan sebelumnya, terutama dalam pilihan program studi. Pada angkatan pertama, beasiswa hanya tersedia untuk Program Studi D3 Teknik Mesin. Cakupan tersebut kemudian diperluas pada angkatan kedua dan ketiga. Namun, kuota penerima beasiswa tetap dipertahankan sebanyak 25 mahasiswa.


Selain pembiayaan pendidikan dan perlengkapan perkuliahan, setiap penerima beasiswa juga diberikan uang saku hingga Rp1 juta per bulan atau Rp12 juta per tahun. Bantuan uang saku itu diberikan dengan ketentuan mahasiswa mampu mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Jika IPK mahasiswa berada di bawah 3,00, besaran uang saku yang diterima akan disesuaikan menjadi kurang dari Rp1 juta per bulan.


Ketentuan ini, tambah Hernes, bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar tetap disiplin dan berupaya mempertahankan prestasi akademiknya. “Uang saku ini diberikan agar mereka terpacu untuk meningkatkan prestasi. Selain itu, para penerima pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang berada di sekitar lingkungan perusahaan,” kata Hernes.


Wakil Direktur PNP Bidang Kerja Sama Ihsan Lumasa mengatakan 25 penerima Program BANGSA diterima sebagai mahasiswa baru setelah dinyatakan lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri. Para penerima Program BANGSA dipilih berdasarkan hasil SNBP dan SNBT. Artinya, mereka telah melalui proses seleksi penerimaan mahasiswa baru sesuai dengan jalur yang diikuti.


Ia mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam membantu generasi muda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.


Ihsan juga menilai perluasan pilihan program studi pada angkatan ketiga sebagai perkembangan positif. Kebijakan tersebut memungkinkan penerima beasiswa memilih bidang pendidikan yang paling sesuai dengan minat dan kompetensinya.


Pada angkatan pertama, pilihan program studi hanya Teknik Mesin. Kemudian, pada angkatan kedua diperluas ke Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknologi Informasi. Pada angkatan ketiga, Program BANGSA telah menjangkau berbagai program studi D3 di PNP. (*)


Berikut 25 penerima Program BANGSA 2026:


Abdul Rahman – D3 Teknik Elektro

Haikal Razif – D3 Teknik Listrik

Rizky Pratama Putra – D3 Teknik Mesin

Adrian Syahroni – D3 Teknik Komputer

Revan Fahrezi – D3 Teknik Alat Berat

Arya Brawijaya – D3 Teknik Listrik

Muhammad Ahsan Faisal – D3 Teknik Mesin

Muhammad Fadhilah – D3 Teknik Elektro

Intan Mutia Rifda – D3 Manajemen Informatika

Hudaya Mufida – D3 Akuntansi

Fathir Alzuhri Azhari – D3 Teknik Elektro

Nurul Faszila Henel – D3 Akuntansi

Mutia Delfira – D3 Manajemen Informatika

Rabael Rewindha Farsya – D3 Teknik Sipil

Ayni Firdayani – D3 Administrasi Niaga

Muhammad Thoriq – D3 Teknik Mesin

Adinda Fitria Jhordi – D3 Teknik Listrik

Daffi Juliansyah – D3 Teknik Listrik

Dita Khairany Alfarisy – D3 Teknik Alat Berat

Adisa Afriselfa – D3 Administrasi Niaga

Muhammad Abdi – D3 Teknik Mesin

Fadhil Zaky Putra – D3 Teknik Sipil

Alzevino Maeza – D3 Teknik Mesin

Muthia Afra – D3 Administrasi Niaga

Rafly Hidayatullah – D3 Teknik Komputer. (**)


SUMBARNET - Pembangunan kembali Jembatan Manunggal di Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, yang hancur diterjang banjir bandang pada 2024, kini menuai sorotan tajam. Ketua Harian DPW Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Rizal Basri, mempertanyakan keseriusan percepatan pekerjaan sekaligus menyoroti aspek keselamatan masyarakat yang masih menggunakan jembatan sementara.


Proyek yang dikerjakan CV Barcelona Konstruksi dengan nilai anggaran sekitar Rp6,21 miliar itu disebut telah mencapai progres sekitar 50 persen. Namun, persoalan muncul karena masa kontrak dikabarkan tinggal sekitar 23 hari.


Rizal menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang (BMCKTR), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), maupun kontraktor.


“Kalau waktu kontrak tinggal sekitar 23 hari sementara progres baru sekitar 50 persen, tentu harus ada langkah percepatan yang nyata. Jangan hanya bicara progres, tetapi bagaimana target penyelesaian bisa benar-benar tercapai sesuai kontrak,” tegas Rizal.


Sebelumnya, Dedi selaku pengawas pekerjaan di lapangan menyampaikan kepada awak media bahwa progres pekerjaan telah berada di kisaran 50 persen lebih.


Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan pekerjaan pembangunan infrastruktur penghubung tersebut masih berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.


Namun, Rizal tidak ingin persoalan berhenti pada angka persentase progres semata.


Kontraktor Diminta Tambah Pekerja, Tapi Belum Optimal


Rizal mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya di lapangan, Dinas BMCKTR melalui PPK telah meminta kontraktor menambah jumlah pekerja guna mempercepat penyelesaian proyek.


Persoalannya, kata Rizal, permintaan tersebut dinilai belum direalisasikan secara optimal.


“Kalau PPK sudah meminta penambahan tenaga kerja, tentu harus ada tindak lanjut. Dengan waktu yang tersisa sangat terbatas, setiap hari sangat menentukan,” ujarnya.


Ia meminta pihak kontraktor tidak menganggap persoalan percepatan sebagai hal biasa. Menurutnya, pekerjaan harus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan ketentuan teknis.


Jembatan Bailey Disorot: Jangan Tunggu Ada Korban


Yang lebih mengkhawatirkan, Rizal juga menyoroti kondisi jembatan sementara atau Bailey yang masih menjadi akses masyarakat.


Ia menyebut pihak kontraktor sebelumnya juga telah diminta menambah perkuatan jembatan sementara tersebut. Namun, hingga dirinya melakukan kunjungan ke lokasi, perkuatan yang dimaksud disebut belum dilakukan.


“Ini yang menjadi perhatian saya. Jembatan sementara masih digunakan masyarakat. Kalau memang sudah ada permintaan untuk dilakukan penambahan perkuatan, kenapa belum segera dikerjakan?” kata Rizal.


Menurutnya, persoalan keselamatan tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan.


“Jangan sampai setelah ada korban baru semua pihak bergerak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kalau kondisi jembatan sementara membutuhkan perkuatan, segera lakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.


REPRO Sumbar: Jangan Kejar Target dengan Mengabaikan Keselamatan


Rizal menegaskan pembangunan Jembatan Manunggal memiliki arti penting bagi masyarakat. Jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi akses vital untuk mobilitas warga, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi hasil pertanian.


Karena itu, ia meminta pemerintah dan kontraktor memastikan proyek berjalan cepat sekaligus memenuhi standar keselamatan dan kualitas.


“Jangan sampai karena mengejar penyelesaian pekerjaan, keselamatan masyarakat justru menjadi taruhan. Pekerjaan harus cepat, tetapi juga harus benar dan aman,” katanya.


Rizal juga meminta Dinas BMCKTR dan PPK melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi proyek, terutama dengan semakin dekatnya batas akhir kontrak.


“Dengan progres yang baru sekitar 50 persen lebih, waktu tinggal 23 hari, ditambah masih adanya pekerjaan yang harus diselesaikan dan persoalan jembatan sementara yang belum diperkuat, ini harus menjadi alarm bagi pihak terkait,” ujar Rizal.


Ia menilai tanpa percepatan yang terukur dan pengawasan ketat, target penyelesaian tepat waktu patut dipertanyakan.


“Jangan sampai nanti ketika kontrak berakhir, baru muncul alasan demi alasan. Dari sekarang harus jelas apa kendalanya, berapa kebutuhan tenaga kerja, bagaimana metode percepatannya, dan siapa yang bertanggung jawab memastikan proyek selesai,” pungkas Rizal Basri. (Tim08/Red)

 


SUMBARNET — Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat, H. Muslim M Yatim, Lc., MM, membawa langsung aspirasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama sejumlah kepala daerah yang terdampak bencana 2015 lalu dihadiri Bupati Agam, Wakil Walikota Padang, Sekda Kab. Solok dan Bupati Mentawi dalam forum strategis Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I yang mengangkat tema “Penguatan Sumatera Economic Corridor dan Pemulihan Pascabencana” di Batam, Jumat (11/9/2026).


Forum tersebut mempertemukan unsur DPD RI, pemerintah daerah, serta pimpinan kementerian dan lembaga untuk membahas berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan percepatan pembangunan dan pemulihan Sumatera Barat pascabencana.


Dalam sambutannya, Muslim M Yatim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat beserta pemerintah kabupaten dan kota yang terus bekerja melakukan pemulihan pascabencana.


“Pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Karena itu, forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan prioritas pembangunan Sumatera Barat kepada pemerintah pusat,” ujar Muslim.


Menurutnya, terdapat empat agenda utama yang perlu menjadi perhatian bersama.


Pertama, percepatan pemulihan pascabencana, khususnya infrastruktur dan pelayanan dasar. Menurut Muslim, kerusakan akibat bencana tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Karena itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


Kedua, penguatan konektivitas Sumatera Barat dengan Riau dan Jambi. Muslim menilai konektivitas antarprovinsi merupakan bagian penting dalam memperkuat <em>Sumatera Economic Corridor</em>. Salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian serius adalah Sitinjau Lauik, yang memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.


“Penguatan konektivitas tidak boleh dilihat hanya sebagai pembangunan jalan. Ini adalah bagian dari upaya membangun jalur ekonomi yang menghubungkan Sumatera Barat dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera,” katanya.


Ketiga, penguatan sentra pangan dan kawasan produksi. Muslim menekankan pentingnya dukungan terhadap infrastruktur pertanian dan kawasan produksi, termasuk **irigasi, rantai dingin (<em>cold chain</em>) dan infrastruktur pendukung hilirisasi.


Menurutnya, pemulihan pascabencana harus sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.


“Sentra produksi harus terkoneksi dengan pasar. Karena itu, irigasi, infrastruktur distribusi, <em>cold chain</em>, hingga hilirisasi harus menjadi satu kesatuan dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya.


Keempat, penguatan konektivitas dan pembangunan Kepulauan Mentawai. Muslim menyampaikan bahwa pembangunan Sumatera Barat tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah daratan. Kepulauan Mentawai juga perlu mendapatkan perhatian dalam aspek konektivitas, infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan pengembangan potensi ekonominya.


Muslim menegaskan, sebagai anggota DPD RI dari Sumatera Barat, dirinya akan terus mengawal aspirasi pemerintah daerah agar mendapatkan perhatian dalam kebijakan dan dukungan pemerintah pusat.


“Kita ingin pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi menjadi momentum untuk membangun Sumatera Barat yang lebih aman, lebih baik, lebih terkoneksi, dan lebih tangguh,” tegasnya.


Ia berharap pertemuan antara kepala daerah Sumatera Barat dengan Ketua DPD RI serta kementerian dan lembaga dapat menghasilkan tindak lanjut konkret terhadap berbagai kebutuhan pembangunan daerah.


“Sinergi pusat dan daerah harus menghasilkan program yang nyata. DPD RI akan terus menjadi jembatan agar aspirasi Sumatera Barat dapat dikawal sampai ke tingkat kebijakan nasional,” tutup Muslim. (***)

 


SUMBARNET - Puncak peringatan HUT ke-9  relasipublik.com berjalan lancar dan sukses di restoran Siasso, Jalan Asahan No. 5, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (di depan Kantor Samsat).


Pemimpin Redaksi relasipublik.com Novrianto SP, pada puncak peringatan HUT ke-9 relasipublik.com, mengatakan, terlaksananya acara karena kebersamaan dari keluarga besar media tersebut dan partisaspi positif dari berbagai pihak. 


Acar juga dihadiri sejumlah pejabat sipil dan militer di daerah ini   diantaranyataraPangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E. diwakili Kapendam, Kapolda Sumbar diwakili Dir Binmas,Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar, diwakili Tenaga Ahli.


"Semuanya kita undang, Alhamdulillah meskipun diwakilkan, merespon infangn dan hadir saat puncak HUT relasi publik ini," Kata Novrianto yang kerap dipanggil Ucok, Sabtu (12/9/2026). 


Selain itu juga dihadiri Diskominfotik dan Wakil Ketua KI Sumbar, serta sejumlah organisasi kewartawanan di daerah ini juga diundang seperti JPS, SMSI, JMSI, PJKIP, Mabes Online dan lainnya.


 "Kita juga mengucapkan terimakasih pada rekan-rekan pers yang meluangkan waktu untuk hadir," ucapnya.


Sejumlah acara sudah yang dipersiapkan untuk memaknai hari bersejarah tersebut, di antaranya pemberian reward pada beberapa tokoh Yakni Rahmat Saleh, Andre Rosidae, Muslim M Yatim dan Sonny Afandi, juga berjalan sesuai scedhul acara. 


"Kita memberikan reward berdasarkan berbagai penilaian dan tokoh yang dinilai tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pers,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan itu akan dibungkus sedemikian rupa, sehingga, mampu menunjukkan kreatifitas kepada khalayak sebagai salah satu media berpengaruh di Sumatera Barat.


Sementara itu, Pimpinan Umum PT. Media Relasi Publik, Desrimaiyanto menyatakan, banyak sejarah dalam perjuangan mendirikan sebuah media yang berbasis di Provinsi Sumatera Barat itu.


“Berbagai dinamika dan persoalan dihadapi hingga akhirnya mencapai titik dimana media relasipublik.com sudah bisa menyuarakan aspirasi sebagai kontrol sosial,” ungkapnya


“Sudah semestinya kita menyampaikan kepada publik, jikalau media kita ada dan konsisten melakukan fungsi sebagai kontrol sosial, ” tutupnya. 


Acara ditutup dengan mengheningkan cipta, memanjatkan doa pada Tuhan yang maha Kuasa, agar dapat menunjukkan segera keberadaan 5 wartawan yang hilang dalam peliputan anak Krakatau. (spa)