SUMBARNET - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumatera Barat, Ridwan Hosen, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumbar dalam kondisi aman. Menurutnya, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan keterlambatan distribusi akibat kemacetan dan gangguan di jalur transportasi.


“Yang terjadi bukan kelangkaan BBM. Baik Pertalite , Biosolar serta bbm non subsidi lainnya, semua produk tersedia. Distribusi hanya melambat karena ada gangguan prasarana transportasi. Di beberapa titik sedang dilakukan perbaikan sehingga pengiriman BBM ke SPBU menjadi terlambat,” kata Ridwan Selasa (7/7/2026).


Ia mengimbau masyarakat tidak panik ataupun melakukan pembelian secara berlebihan. Seluruh SPBU di Sumbar, kata dia, tetap beroperasi dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.


“Kami atas nama Hiswana Migas mewakili  seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap siap melayani kebutuhan masyarakat. Kami mohon masyarakat bersabar dan tidak perlu panik. Mari sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.


Ridwan mengapresiasi langkah cepat Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi BBM selama terjadi gangguan di jalur distribusi. Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain mempercepat operasional terminal BBM menjadi mulai pukul 00.00 WIB, yang biasanya dari pukul 06.00, dan menambah armada mobil tangki, serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawalan kendaraan pengangkut BBM agar dapat melewati titik-titik kemacetan lebih cepat.


“Upaya yang dilakukan Pertamina patut kami apresiasi. Mereka mempercepat operasional terminal, menambah armada mobil tangki, dan meminta pengawalan dari kepolisian sehingga distribusi bisa lebih cepat sampai ke SPBU,” katanya.


Menurut Ridwan, langkah yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, baik di tingkat regional maupun pusat, sudah sangat maksimal dalam mengatasi keterlambatan distribusi akibat kondisi di lapangan.


Namun, ia menilai kondisi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi di Sumatera Barat. Salah satu yang didorong Hiswana Migas adalah penambahan integrated terminal sebagai penyangga pasokan BBM di daerah.


“Kami berharap ke depan ada penambahan integrated terminal di Sumatera Barat. Dengan adanya fasilitas tersebut, kapasitas penyimpanan BBM akan lebih besar dan distribusi menjadi lebih fleksibel apabila terjadi gangguan di jalur transportasi seperti yang kita alami saat ini,” ujarnya.


Menurut Ridwan, keberadaan integrated terminal tambahan akan meningkatkan ketahanan energi daerah, mempercepat proses distribusi, serta mengurangi risiko keterlambatan pasokan ketika terjadi bencana, kemacetan, ataupun perbaikan infrastruktur jalan.


Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah dan Pertamina, penguatan infrastruktur distribusi BBM di Sumbar dapat direalisasikan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih andal dan kejadian antrean panjang akibat hambatan distribusi dapat diminimalkan di masa mendatang. (*)

 


SUMBARNET - Dewan Pengurus Nasional (DPN) Alumni SMA Negeri 2 Padang merencanakan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Alumni pada 29 Agustus 2026 di Aula SMA Negeri 2 Padang. Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi ajang mempererat silaturahmi alumni lintas angkatan sekaligus menentukan arah keberlanjutan organisasi melalui pemilihan kepengurusan baru.


Ketua Umum DPN Alumni SMA Negeri 2 Padang, Insannul Kamil mengatakan, Mubes merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi nasional yang melibatkan alumni dari berbagai angkatan. Dalam waktu dekat, DPN akan membentuk panitia pelaksana guna mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.


"Ini merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi nasional alumni SMA 2 Padang. Dalam waktu dekat kami akan membentuk kepanitiaan, sehingga seluruh persiapan dan pelaksanaan Mubes dapat dibahas bersama pengurus," kata Insannul Kamil, Selasa (7/7/2026).


Menurutnya, Mubes tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan alumni yang jumlahnya telah mencapai puluhan ribu orang dan tersebar di berbagai daerah maupun luar negeri.


Insannul Kamil, yang merupakan alumni angkatan 1987, menegaskan bahwa kemajuan SMA Negeri 2 Padang selama ini tidak terlepas dari kontribusi para alumninya. Berbagai bantuan dan dukungan terhadap sekolah selama ini lahir dari inisiatif masing-masing angkatan.


"Alumni merupakan salah satu kekuatan besar bagi SMA 2 Padang. Setiap angkatan memiliki rasa kekerabatan yang sangat tinggi dan selama ini terus memberikan kontribusi bagi kemajuan sekolah," ujarnya.


Ia menjelaskan, organisasi alumni memiliki masa kepengurusan selama satu periode atau empat tahun. Karena itu, Mubes menjadi mekanisme organisasi untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah organisasi ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain membahas regenerasi kepemimpinan, Mubes juga akan menjadi forum untuk memperkuat sinergi antarangkatan agar kontribusi alumni terhadap almamater semakin terarah dan berkelanjutan.


Insannul berharap pembentukan panitia dapat segera dilakukan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara matang. Ia optimistis Mubes tahun ini akan berlangsung lebih lancar dan meriah dengan partisipasi alumni dari berbagai angkatan.


"Mubes juga menjadi sarana menyampaikan hasil koordinasi antara ketua umum, jajaran pengurus, para ketua angkatan, dan alumni lainnya. Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat soliditas alumni dalam mendukung kemajuan SMA Negeri 2 Padang," ucapnya. (*)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Wakil Wali Kota bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi, salurkan zakat dan infak untuk 61 mustahik dengan total anggaran Rp35 juta lebih. Penyaluran zakat, dilaksanakan di Aula Kantor Baznas Bukittinggi, Selasa, 7 Juli 2026.


Wakil Ketua II Baznas Bukittinggi, Donny Syahputra, menjelaskan, pada awal Juli 2026 ini, pihaknya kembali menyalurkan zakat dan infak kepada 61 mustahik. Zakat dan infak kali ini disalurkan melalui empat program, yang telah disusun oleh Baznas dan Pemko Bukittinggi.


"Bantuan biaya pengobatan melalui progran Bukittinggi sehat diberikan kepada satu orang dengan bantuan Rp1,5 juta. Bantuan buaya hidup melalui program Bukittinggi peduli untuk 17 orang dengan total bantuan Rp13.850.000. Bantuan biaya modal usaha, melalui program Bukittinggi makmur untuk 10 orang dengan total bantuan Rp 6.750.000,-. Bantuan biaya pendidikan melalui program Bukittinggi cerdas, untuk 33 orang dengan total bantuan Rp 13.200.000,-," jelasnya.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, bantuan yang disalurkan melalui Baznas, merupakan zakat dan infak dari muzakki, yang didominasi dari pegawai Kota Bukittinggi. Penyaluran dilaksanakan secara bertahap, setelah dilakukan verfikasi lapangan oleh tim dari Baznas. 


"Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyalurkan zakat dan infak kepada para mustahik di Kota Bukittinggi. Kami juga mengapresiasi Baznas Bukittinggi atas kerja keras yang dilakukan, dalam pendataan, verifikasi lapangan hingga terbantunya masyarakat yang berhak ini," ujar Ibnu.


Wawako berharap, zakat dan infak yang diberikan, dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Sehingga niat dari para muzakki dapat tersalurkan dengan baik. (*)



SUMBARNET - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang bersama Tim Percepatan Pembangunan (TPP) melaksanakan peninjauan lapangan di kawasan Kota Tua, termasuk kawasan Batang Arau, pada Senin (6/7/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap program pembangunan berjalan secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran.


Kehadiran TPP di lapangan menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memastikan setiap program prioritas tidak berjalan secara parsial. Tim yang dibentuk oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir tersebut bertugas mengawal percepatan pelaksanaan pembangunan melalui kolaborasi antarlembaga, sehingga berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan.


Peninjauan di kawasan Kota Tua dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, mengevaluasi kebutuhan penanganan, serta menyusun langkah-langkah percepatan yang diperlukan agar pengembangan kawasan bersejarah tersebut dapat berjalan sesuai target.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendry, mengatakan bahwa sinergi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


"Melalui koordinasi langsung di lapangan, seluruh pihak dapat melihat kondisi riil, menyamakan persepsi, sekaligus menentukan langkah yang harus dilakukan secara bersama. Dengan demikian, setiap program tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat Kota Padang," ujar Malvi Hendry.


Ia menambahkan bahwa keberadaan Tim Percepatan Pembangunan menjadi energi positif dalam mempercepat proses penyelesaian berbagai pekerjaan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah daerah.


"Harapan kami, sinergi yang terus dibangun antara Dinas PUPR, Tim Percepatan Pembangunan, dan seluruh OPD dapat membuat proses pembangunan semakin cepat, tepat, dan terukur. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan infrastruktur yang lebih baik, mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua dan Batang Arau," tambahnya.


Menurut Malvi Hendry, pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang intensif, koordinasi yang kuat, dan komitmen bersama agar setiap target pembangunan yang telah direncanakan benar-benar dapat diwujudkan di lapangan.


Melalui peninjauan ini, berbagai aspek teknis menjadi perhatian, mulai dari kondisi jalan, drainase, ruang publik, hingga penataan kawasan yang mendukung pengembangan Kota Tua sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Padang.


Pemerintah Kota Padang berharap koordinasi lapangan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mempercepat penyelesaian berbagai program prioritas, sehingga pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, Dinas PUPR Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur yang berkualitas melalui prinsip bekerja keras, bergerak cepat, dan bertindak tepat demi mendukung terwujudnya Kota Padang yang maju, nyaman, dan berkelanjutan. (**)



Sumbarnet. id. Mentawai– Dengan hormat, kami sampaikan kondisi warga Dusun Jati, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, atas nama Fitri Anita, 43 tahun.


Tiga tahun terakhir, Fitri Anita menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Antonius, menderita stroke. Penyakit tersebut menyebabkan Antonius lumpuh dan mengalami gangguan kejiwaan, sehingga seluruh beban nafkah dan perawatan berpindah kepada Fitri.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya obat suami, Fitri bekerja sebagai nelayan saat cuaca baik, dan ke ladang saat ombak besar. Hasilnya tidak menentu. Jika tangkapan laut melimpah, kebutuhan makan dan obat terpenuhi. Jika tidak, keluarga terpaksa menahan lapar.


Kondisi rumah yang mereka tempati saat ini jauh dari layak huni. Atap rumah banyak yang bolong, sehingga saat hujan air masuk ke ruang tamu dan kamar tidur. Hanya satu kamar yang masih dapat digunakan dengan aman.


Tiga bulan lalu, tim Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai telah melakukan kunjungan ke kediaman Fitri Anita dan menjanjikan bantuan. Hingga Mei 2026, bantuan tersebut belum terealisasi.


Bhabinkamtibmas Sipora Utara, Polres Kepulauan Mentawai, Aipda Donny, membenarkan kondisi tersebut dan berharap perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial.


“Beban yang dipikul Ibu Fitri sangat berat. Selain kebutuhan ekonomi harian, beliau juga harus menangani kondisi kesehatan dan psikis suami yang butuh perhatian terus-menerus. Kami sangat berharap Bapak Bupati dan Dinas Sosial segera menyalurkan bantuan, baik berupa bantuan sosial tunai, bahan pokok, obat-obatan, maupun bantuan bedah rumah tidak layak huni,” ujar Aipda Donny.


Besar harapan kami, melalui pemberitaan ini, Ibu Fitri Anita beserta keluarga dapat segera mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Sosial, agar kehidupan dan perawatan suami beliau dapat lebih terjamin. (Robi)



Padang - Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh kepala SMA dan SMK di Sumatera Barat untuk terus memperkuat kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan inspiratif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.


Peran Penting dalam Mencetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

Hal itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala SMA/SMK se-Sumatera Barat di Padang, Senin (6/7/2026).


Dalam paparannya, Muhidi menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.


"Generasi emas tidak lahir secara kebetulan. Mereka dibentuk melalui kepemimpinan yang kuat, budaya sekolah yang positif, serta komitmen seluruh insan pendidikan untuk terus berinovasi," ujar Muhidi.


Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga perubahan karakter peserta didik menuntut kepala sekolah memiliki kemampuan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi sekolah.


Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat agar proses pendidikan berjalan optimal dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.


Muhidi berharap seluruh kepala sekolah di Sumatera Barat mampu menjadi teladan, agen perubahan, sekaligus penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing.


"Dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang mampu menginspirasi, bukan sekadar mengelola administrasi. Kepala sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, nyaman, dan berorientasi pada masa depan," tegasnya.


Melalui kegiatan Bimtek tersebut, Muhidi berharap lahir berbagai gagasan dan strategi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.(**)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang menggelar sharing session dengan menghadirkan narasumber Prof. (H.C.) Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. Kegiatan bertema “Leading Transformation: Membangun Daya Saing dan Keberlanjutan Industri Semen Nasional” dengan materi “Strategic Leadership: Leadership for Sustainable Competitive Advantage” itu digelar di Wisma Indarung, Senin (6/7/2026).


Dalam pemaparannya, Dwi Soetjipto menekankan bahwa kepemimpinan strategis menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi pada abad ke-21. Menurutnya, organisasi tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan manajemen tradisional karena harus menghadapi berbagai tantangan global, seperti percepatan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, otomatisasi, volatilitas ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, hingga meningkatnya ekspektasi para pemangku kepentingan.


Keberhasilan perusahaan saat ini tidak hanya ditentukan oleh efektivitas operasional, tetapi juga oleh kemampuan membangun organisasi yang sehat, adaptif, memiliki visi jangka panjang, serta mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.


“Dalam kondisi persaingan yang semakin dinamis, perusahaan dituntut memiliki kemampuan melakukan transformasi dan membangun keunggulan kompetitif secara berkelanjutan,” katanya.


Dwi juga menguraikan pentingnya keseimbangan antara orientasi jangka pendek dan jangka panjang melalui kerangka Co-Alignment Framework. Seorang pemimpin strategis, katanya, harus mampu mengelola berbagai tuntutan secara bersamaan, mulai dari investasi, inovasi, efisiensi operasional, eksplorasi peluang baru, hingga menjaga keseimbangan antara fleksibilitas organisasi dan mekanisme pengendalian yang efektif.


Selain itu, ia memaparkan empat pendekatan kepemimpinan organisasi, yakni Clans, Stars, Teams, dan Leadership Networks, yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan kebutuhan organisasi.


“Di tengah kompleksitas dunia usaha, pemimpin juga harus mampu mengatasi berbagai hambatan dalam pengambilan keputusan strategis, seperti keterbatasan informasi, dinamika politik internal perusahaan, serta kepentingan antarkelompok dalam organisasi,” ujarnya.


Menurut Dwi, kepemimpinan yang efektif juga harus mampu menghadirkan visi yang kuat, membangun kepercayaan, menginspirasi perubahan, dan menumbuhkan budaya organisasi yang adaptif.


“Dengan demikian, perusahaan memiliki kemampuan untuk terus bertransformasi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat,” pungkasnya.


Melalui sharing session tersebut, PT Semen Padang berharap seluruh insan perusahaan memperoleh perspektif baru dalam memperkuat kepemimpinan strategis, mempercepat transformasi perusahaan, serta meningkatkan daya saing bisnis.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PT Semen Padang untuk terus membangun budaya belajar, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mendukung keberlanjutan industri semen nasional pada masa depan.


**Rangkaian HUT**


Kegiatan sharing session itu merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan PT Semen Padang. Momentum ini menjadi penting bagi perusahaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis sekaligus mempertegas komitmen dalam menghadapi dinamika industri semen yang semakin kompetitif.


Dwi Soetjipto merupakan tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin transformasi berbagai perusahaan strategis nasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Padang, Direktur Utama PT Semen Gresik, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), hingga Ketua SKK Migas.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, serta staf pimpinan perusahaan.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, atas nama manajemen, pihaknya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang bertepatan dengan momentum bersejarah perusahaan.


“Kehadiran Pak Dwi Soetjipto menjadi kesempatan berharga bagi seluruh insan perusahaan untuk memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Pri memaparkan kondisi terkini PT Semen Padang, seperti kapasitas produksi semen dan klinker per tahun. Kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pasokan semen nasional sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.


Kemudian, Pri juga menyebutkan rata-rata penjualan domestik PT Semen Padang pada Semester I Tahun 2026, dengan cakupan pemasaran di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Daratan, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, hingga Lampung. Wilayah Sumatera Barat, Riau Daratan, dan Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan domestik perusahaan.


Selain melayani pasar reguler, PT Semen Padang juga memperkuat sinergi di lingkungan SIG Group melalui skema Inter Company Sales (ICS). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi kapasitas produksi sekaligus memperkuat kolaborasi antar-anak usaha dalam grup.


Dari sisi sumber daya manusia, PT Semen Padang saat ini didukung oleh 1.240 karyawan organik yang tersebar pada berbagai jenjang jabatan, serta tenaga alih daya yang mendukung operasional perusahaan.


“Pengembangan kompetensi SDM terus menjadi prioritas sebagai modal utama dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujarnya.


Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Dwi Soetjipto hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada keluarga besar PT Semen Padang.


Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki Dwi Soetjipto dalam memimpin transformasi berbagai perusahaan nasional merupakan bekal berharga yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran manajemen dalam menghadapi tantangan industri saat ini.


“Terima kasih atas kesediaan Pak Dwi untuk berbagi di PT Semen Padang. Saya berharap bisa juga berbagi di anak-anak usaha SIG lainnya,” kata Indrieffouny Indra. (*)

 


PADANG – PT Semen Padang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda dengan menggelar upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (6/7/2026) pagi. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang peristiwa bersejarah pengambilalihan PT Semen Padang dari Belanda pada 5 Juli 1958.


Upacara dipimpin Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, yang bertindak sebagai pembina upacara. Upacara dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andri Delfa, Komisaris Utama PT Semen Padang Wery Darta Taifur, pimpinan APLP dan Semen Padang Group, staf pimpinan PT Semen Padang, serta karyawan dan karyawati PT Semen Padang.


Dalam rangkaian upacara tersebut, PT Semen Padang juga melepas balon berisi vandel berhadiah ke udara yang menjadi tradisi tahunan dalam peringatan HUT Pengambilalihan Pabrik dari Belanda. Balon-balon tersebut membawa dua buah vandel berhadiah masing-masing sebanyak 68 zak semen yang dapat diklaim masyarakat atau penemunya di Kantor Pusat PT Semen Padang.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue oleh Dirut SIG bersama jajaran Direksi dan Komisaris PT Semen Padang, serta penyerahan suvenir kepada dua karyawan yang berulang tahun bertepatan dengan HUT Pengambilalihan Pabrik. Upacara kemudian ditutup dengan pembukaan Sportalympic, ajang olahraga dan seni tahunan bagi karyawan Semen Padang Group.


Dirut SIG Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa sebagai sosok yang memulai karier di PT Semen Padang hingga kini dipercaya memimpin SIG, peringatan tersebut memiliki makna tersendiri bagi dirinya dan keluarga besar PT Semen Padang.


Atas nama Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, ia mengucapkan selamat memperingati Hari Pengambilalihan PT Semen Padang ke-68 kepada seluruh keluarga besar PT Semen Padang.


“Dirgahayu PT Semen Padang. Terus bertumbuh, bertransformasi, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” katanya.


Menurutnya, peringatan HUT Pengambilalihan Pabrik bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum bersejarah ini menjadi pengingat atas perjuangan para pendahulu yang telah menjadikan PT Semen Padang sebagai bagian penting dari industri strategis nasional.


“Semangat perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui dedikasi, profesionalisme, inovasi, serta komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi bangsa,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Indrieffouny juga menyoroti kondisi industri semen yang menghadapi tantangan semakin kompleks. Tantangan tersebut antara lain kelebihan pasokan (oversupply) semen nasional, ketidakpastian geopolitik global, serta tantangan pasokan batu bara, BBM, dan energi.


Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, staf pimpinan, karyawan, hingga Serikat Pekerja, untuk tetap solid serta memiliki satu visi, satu misi, dan satu komitmen dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan.


“Koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi harus terus diperkuat. Integritas juga harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas perusahaan,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Indrieffouny juga menegaskan pentingnya percepatan transformasi perusahaan yang telah dijalankan sejak 1 Juli 2025. Menurutnya, dalam satu tahun pelaksanaan, transformasi tersebut telah memberikan perbaikan nyata terhadap kinerja perusahaan.


Ia menjelaskan terdapat tiga strategi utama yang dijalankan dalam transformasi perusahaan, yakni Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative. Ketiga strategi itu harus terus dipercepat dan diperluas agar perusahaan semakin tangguh menghadapi persaingan.


Strategi Go to Market, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga memperkuat penetrasi di seluruh segmen pasar. Upaya itu dilakukan melalui transformasi bisnis ritel yang lebih dekat dengan pelanggan, penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan digitalisasi agar perusahaan lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan pasar.


“Di sisi lain, kita juga harus memperkuat corporate sales melalui pendekatan yang lebih strategis kepada pelanggan proyek, BUMN, pemerintah, maupun sektor swasta. Kita tidak hanya menjual semen, tetapi menawarkan solusi menyeluruh yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang,” ujarnya.


Untuk memenangkan persaingan, Indrieffouny menekankan bahwa perusahaan harus menjadi yang paling efisien di tengah hadirnya pemain-pemain baru. Karena itu, cost leadership harus menjadi cara berpikir setiap insan SIG.


“Efisiensi tidak hanya dilakukan melalui penghematan, tetapi juga melalui inovasi dan kolaborasi,” katanya.


Strategi Business Derivative juga harus menjadi motor pertumbuhan baru perusahaan. Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya bergantung pada bisnis semen konvensional, tetapi harus mempercepat pengembangan berbagai solusi bahan bangunan dan produk turunannya.


“Diversifikasi ini akan memperkuat daya saing perusahaan, membuka sumber pendapatan baru, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus bisnis semen konvensional,” katanya.


Indrieffouny juga menyinggung program streamlining yang tengah dijalankan SIG. Program tersebut merupakan penataan portofolio usaha melalui penutupan, penggabungan, maupun divestasi anak perusahaan yang tidak lagi sejalan dengan strategi bisnis inti atau belum memberikan kontribusi positif terhadap kinerja grup.


Dari 40 anak perusahaan SIG, nantinya akan tersisa sekitar 11 anak perusahaan yang dinilai kompetitif, sehat, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja konsolidasi perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa program streamlining akan dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


“Program streamlining ini mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesional, transparan, serta memperhatikan kepentingan seluruh karyawan yang terdampak. Untuk itu, saya memohon dukungan seluruh jajaran manajemen, karyawan, Serikat Pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses streamlining ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan upacara peringatan HUT Pengambilalihan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pengambilalihan perusahaan dari Belanda kepada bangsa Indonesia.


Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu mempertahankan aset yang telah dinasionalisasi sekaligus melanjutkan cita-cita para pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa.


“Alhamdulillah, PT Semen Padang tetap hadir dan terus berkontribusi untuk Indonesia hingga saat ini. Makna peringatan ini adalah bagaimana kita terus bertransformasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa industri semen saat ini berada dalam tekanan. Namun, dengan kebersamaan, insyaallah kita mampu bangkit,” ujar Win.


Win menambahkan, semangat Pengambilalihan Pabrik dari Belanda harus terus dijaga oleh seluruh insan perusahaan, tidak hanya sebagai bagian dari perjalanan sejarah, tetapi juga sebagai energi untuk menghadapi perubahan dan memperkuat daya saing perusahaan ke depan.


Terkait pembukaan Sportalympic yang merupakan kompetisi internal di bidang olahraga dan seni bagi karyawan Semen Padang Group, Win menyampaikan bahwa ajang tersebut menjadi wadah bagi karyawan untuk menyalurkan bakat, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat optimisme di lingkungan perusahaan.


“Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang berharap nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan kebanggaan terhadap perusahaan dapat terus tumbuh di tengah karyawan. Ajang olahraga dan seni ini sejalan dengan semangat transformasi yang sedang dijalankan perusahaan,” katanya.


Sejarah


Pada 5 Juli 1958, PT Semen Padang yang sebelumnya bernama NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM) diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dari tangan Belanda. Mewakili Pemerintah Belanda pada penyerahan NV PPCM adalah Ir. Vander Land selaku Hoofadministrateur NV PPCM. Sementara itu, Pemerintah Indonesia diwakili J. Sadiman, Direktur Badan Penyelenggara Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT).


Selain PT Semen Padang, pemerintah saat itu juga menasionalisasi sejumlah perusahaan lain, seperti NV Papierfabriek Padalarang, NV Nijmegen Papierfabriek, NV Bandoengsche Kininefabriek, NV Goodyear Tire & Rubber Company Ltd., serta NV De Industrie dan CV De Vulkaan. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bukti kedaulatan bangsa Indonesia dalam mengelola aset-aset strategis nasional.


Penyerahan itu menandai pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia oleh bangsa Indonesia. Melalui nasionalisasi, seluruh kepentingan ekonomi Belanda diambil alih dan ditempatkan di bawah pengelolaan Pemerintah Republik Indonesia sebagai perusahaan negara, termasuk pabrik semen di Indarung. Momentum tersebut menjadi awal bangsa Indonesia mengelola sendiri industri strategis nasional.


BAPPIT tidak hanya mengendalikan pabrik Semen Padang, tetapi juga membawahi 48 industri mesin dan listrik, 21 industri kimia, 21 industri grafika, serta 89 industri lainnya.


Untuk Semen Indarung, J. Sadiman menjabat sebagai Direktur yang berkedudukan di Kantor BAPPIT Jakarta, sedangkan penanganan teknis dipercayakan kepada Ir. Setyatmo sebagai Wakil Direktur. Sejak nasionalisasi, berbagai suku cadang yang sebelumnya diimpor terpaksa diproduksi sendiri karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendatangkannya dari luar negeri. Saat itu, Sumatera Barat juga tengah menghadapi pergolakan PRRI. Dengan dikuasainya pabrik semen di Indarung dan berbagai perusahaan lainnya, roda perekonomian nasional mulai digerakkan oleh bangsa Indonesia sendiri sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi. (*)

 


Padang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Kota Padang menerima kunjungan kerja Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat yang dipimpin Paulus Agung Pambudhi, Sabtu (4/7/2026).


Kunjungan yang didampingi jajaran Tim Deputi BPJS Kesehatan serta BPJS Kesehatan Cabang Padang tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi penyelenggaraan layanan kesehatan, khususnya pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) sebagai salah satu program strategis dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Direktur RSUD dr. Rasidin Kota Padang, dr. Lismawati, beserta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan rumah sakit.


Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas berbagai aspek pelayanan kepada peserta JKN, mulai dari mekanisme pelaksanaan Program Rujuk Balik, kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga persoalan ketersediaan obat bagi pasien.


Direktur RSUD dr. Rasidin Kota Padang, dr. Lismawati, menyampaikan bahwa kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan menjadi kesempatan penting bagi rumah sakit untuk menyampaikan secara langsung berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Pada hari ini kita dikunjungi oleh Dewan Pengawas BPJS dari pusat dalam rangka evaluasi layanan di rumah sakit kita ini. Salah satunya adalah program rujuk balik," ujarnya.


Menurutnya, Program Rujuk Balik merupakan bagian penting dalam kesinambungan pelayanan kesehatan peserta JKN. Pasien yang telah mendapatkan penanganan spesialistik di rumah sakit selanjutnya diarahkan kembali ke fasilitas kesehatan tingkat pertama agar memperoleh pelayanan lanjutan sesuai kondisi kesehatannya.


"Salah satunya adalah program rujuk balik, pasien yang telah dirujuk ke rumah sakit kemudian dirujuk kembali ke puskesmas. Dari Dewas BPJS Kesehatan juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaksanaan rujuk balik tersebut," jelas dr. Lismawati.


Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut memerlukan koordinasi yang baik antara rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama sehingga pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal tanpa mengurangi mutu pelayanan medis.


Dalam forum diskusi tersebut, para dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta manajemen rumah sakit juga menyampaikan berbagai persoalan yang kerap ditemui dalam pelayanan sehari-hari, baik di poliklinik maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Berbagai masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi BPJS Kesehatan dalam menyempurnakan kebijakan pelayanan di masa mendatang.


"Harapannya dengan kunjungan Dewas ini, kita bisa menyampaikan berbagai permasalahan yang selama ini kami alami di lapangan, baik di poli maupun di IGD. Hal tersebut menjadi catatan bagi Dewas untuk pengembangan program-program BPJS ke depan, salah satunya terkait program rujuk balik," tambahnya.


Sementara itu, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Paulus Agung Pambudhi, mengungkapkan bahwa kunjungan lapangan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai implementasi Program Rujuk Balik di fasilitas pelayanan kesehatan.


Menurutnya, hasil dialog bersama para dokter spesialis menunjukkan bahwa pelaksanaan PRB tidak sesederhana yang dipahami selama ini. Banyak pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid sehingga membutuhkan penanganan berkelanjutan di rumah sakit dan belum dapat sepenuhnya dialihkan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.


"Kami mendapatkan gambaran yang lebih realistis setelah berdialog langsung dengan dokter spesialis yang menjadi penanggung jawab pelayanan. Ternyata kompleksitas penyakit dan adanya komorbid membuat tidak semua pasien dapat dengan mudah masuk ke dalam skema Program Rujuk Balik," katanya.


Paulus menjelaskan bahwa keberhasilan Program Rujuk Balik tidak hanya ditentukan oleh prosedur administratif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan atau trust antara pasien dan tenaga kesehatan.


Pasien harus memiliki keyakinan bahwa pelayanan yang diberikan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tetap mampu memenuhi kebutuhan medis mereka setelah dirujuk kembali dari rumah sakit.


Selain itu, ia menilai penguatan kapasitas fasilitas kesehatan tingkat pertama perlu terus dilakukan, baik dari sisi sumber daya manusia, sistem pelayanan, maupun sarana pendukung, agar mampu menangani pasien Program Rujuk Balik secara optimal.


Persoalan ketersediaan obat juga menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut. Menurut Paulus, keberhasilan Program Rujuk Balik akan sulit tercapai apabila obat yang dibutuhkan pasien tidak tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama.


"Ketika pasien dirujuk balik tetapi ada obat yang seharusnya diterima namun tidak tersedia, maka hal itu akan kembali memengaruhi kepercayaan pasien terhadap layanan yang diberikan," ujarnya.


Ia mengungkapkan bahwa Dewan Pengawas bersama Direksi BPJS Kesehatan saat ini tengah membahas arah strategis baru terkait tata kelola penyediaan obat bagi peserta JKN.


Kebijakan tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dan diharapkan mampu menjadi langkah besar dalam meningkatkan ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien di lapangan.


Paulus juga mengapresiasi keterbukaan jajaran RSUD dr. Rasidin Kota Padang dalam menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, masukan langsung dari tenaga kesehatan sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi di lapangan.


"Kegiatan yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini memberikan manfaat yang besar bagi kami untuk memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi pelayanan kesehatan di lapangan," tuturnya.


Melalui kunjungan ini, BPJS Kesehatan berharap sinergi antara penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan semakin kuat.


Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai penyempurnaan kebijakan, khususnya dalam pelaksanaan Program Rujuk Balik, sehingga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama peserta JKN di Kota Padang, dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (**)



Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berlokasi di Jalan Tanjung Indah No. 25, Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (4/7/2026).


Peresmian ini menjadi penanda selesainya pembangunan ulang masjid yang kini hadir dengan tampilan lebih megah, representatif, dan siap menjadi pusat pembinaan umat serta pemberdayaan masyarakat.


Prosesi peresmian berlangsung khidmat dan ditandai dengan pengguntingan pita, penekanan sirine, serta penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Padang.


Momentum tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menantikan rampungnya pembangunan masjid yang menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan di kawasan Kampung Lapai.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat, Ganefri, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Duski Samad, para donatur pembangunan Masjid Muttaqin Kampung Lapai, pengurus masjid, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat dan seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan revitalisasi Masjid Muttaqin.


Menurutnya, berdirinya masjid yang lebih representatif ini merupakan bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam membangun sarana ibadah.


"Masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan beragama sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Semoga Masjid Muttaqin yang telah direvitalisasi ini dapat menjadi pusat syiar Islam dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat," ujar Fadly Amran.


Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus berupaya memperkuat fungsi masjid melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program tersebut dirancang agar masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, penguatan karakter generasi muda, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung aktivitas keagamaan.


"Melalui Smart Surau, kami mendorong masjid tidak hanya aktif sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi, pembinaan umat, dan penguatan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap Masjid Muttaqin Kampung Lapai dapat mengimplementasikan berbagai program Smart Surau, seperti Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, pendidikan MDTA/MDTW, serta penyediaan ruang belajar digital dan akses WiFi gratis," katanya.


Fadly Amran meyakini kehadiran Masjid Muttaqin yang telah direvitalisasi akan semakin memperkuat syiar Islam sekaligus menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang mampu memberikan manfaat bagi warga sekitar.


Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus masjid, jamaah, para donatur, dan masyarakat yang telah memberikan tenaga, pikiran, serta dukungan moril maupun materiil sehingga pembangunan kembali Masjid Muttaqin dapat diselesaikan dengan baik.


"Mari kita ramaikan masjid dengan kegiatan ibadah, pendidikan, dan berbagai aktivitas positif lainnya, sehingga benar-benar menjadi pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat," ajaknya.


Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Muttaqin Kampung Lapai, Asril Kalis, mengungkapkan bahwa sejarah Masjid Muttaqin bermula dari Surau Lubuk Sirabaah yang telah berdiri sejak era 1960-an.


Seiring perkembangan kawasan dan bertambahnya jumlah penduduk, surau tersebut kemudian berkembang menjadi masjid sekitar tahun 1980-an.


Menurut Asril, kebutuhan akan sarana ibadah yang lebih luas dan representatif mendorong dilakukannya rekonstruksi total terhadap bangunan masjid. Proses pembangunan dimulai pada tahun 2020 dan berhasil diselesaikan pada tahun 2025 tanpa mengganggu aktivitas ibadah jamaah.


"Seiring bertambahnya jumlah penduduk, masjid ini direkonstruksi secara total sejak 2020 dan rampung pada 2025 tanpa mengganggu aktivitas ibadah jamaah. Seluruh proses pembangunan menghabiskan anggaran sekitar Rp4,5 miliar yang berasal dari swadaya masyarakat dan para donatur, dengan penyumbang terbesar Ibu Misna Nazar yang berkontribusi sekitar Rp3,3 miliar," jelasnya.


Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para donatur, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan Masjid Muttaqin merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat yang sama dalam memakmurkan rumah Allah.


Dengan selesainya revitalisasi tersebut, Masjid Muttaqin Kampung Lapai diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru di kawasan Kecamatan Nanggalo, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan, pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban melalui Program Smart Surau. (**)