SUMBARNET - Kapolresta Padang Kombes Pol. Apri Wibowo, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama (PJU) dan personel Polresta Padang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia di Aula Tuah Sakato Polresta Padang, Senin dini hari, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum memperkuat soliditas, loyalitas, serta kebersamaan di lingkungan Polresta Padang.


Meski digelar pada dini hari, antusiasme para personel tetap tinggi. Sejak sebelum pertandingan dimulai, Aula Tuah Sakato telah dipenuhi jajaran PJU dan personel dari berbagai satuan fungsi yang ingin menyaksikan laga puncak kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.


Kehadiran langsung Kapolresta Padang Kombes Pol. Apri Wibowo, S.I.K., M.H. di tengah-tengah anggotanya menjadi wujud nyata kepemimpinan yang dekat dengan personel. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional sekaligus memperkuat komunikasi antara pimpinan dan anggota.


Saat pertandingan berlangsung, suasana Aula Tuah Sakato berubah menjadi lautan semangat. Sorak sorai, tepuk tangan, hingga teriakan dukungan menggema setiap kali terjadi peluang emas, gol, maupun penyelamatan spektakuler yang ditampilkan para pemain.


Bagi Polresta Padang, kegiatan nobar ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, melainkan juga menjadi sarana membangun kebersamaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


Kapolresta Padang menilai bahwa kekompakan, komunikasi yang baik, dan rasa saling memiliki antarpersonel merupakan fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang profesional, modern, serta semakin dipercaya masyarakat.


Di tengah padatnya aktivitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kegiatan seperti ini menjadi penyegar yang mampu meningkatkan motivasi kerja, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat pengabdian seluruh personel.


Selain menjadi hiburan, pertandingan Final Piala Dunia juga menghadirkan banyak nilai positif seperti sportivitas, disiplin, kerja sama, strategi, dan pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi setiap personel Polresta Padang dalam menjalankan tugas sehari-hari.


Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. PJU maupun personel tampak menikmati jalannya pertandingan sambil berdiskusi dalam suasana santai namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa kekeluargaan.


Melalui kegiatan nonton bareng Final Piala Dunia yang digelar Senin dini hari, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Aula Tuah Sakato Polresta Padang, Kapolresta Padang Kombes Pol. Apri Wibowo, S.I.K., M.H. berharap soliditas internal, loyalitas, serta sinergitas seluruh personel semakin kuat sehingga Polresta Padang mampu terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, Presisi, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kota Padang. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -54 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Bukittinggi, mulai mengikuti latihan dan pendidikan, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota, melalui Badang Kesbangpol. Pelatihan dan Pendidikan dibuka langsung Wali Kota, di Balairung Rumah Dinas Wako, Senin, 20 Juli 2026.


Kepala Badan Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia, menjelaskan, dari serangkaian seleksi, telah terpilih 54 orang Calon Paskibraka Kota Bukittinggi tahun 2026. Mereka terdiri dari 28 putra dan 26 putri. Pendidikan dan latihan dimulai tanggal 21 Juli hingga 15 Agustus 2026. Selanjutnya, para Capaska, akan masuk 'Desa Bahagia' pada tanggal 8 hingga18 Agustus 2026. 


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi kepada tim seleksi, pelatih dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bukittinggi. Menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan yang hanya dapat dirasakan sekali seumur hidup.


Wako berharap seluruh calon Paskibraka mempersiapkan diri secara maksimal, baik mental, fisik, maupun kedisiplinan. Pendidikan dan pelatihan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berintegritas, berjiwa bela negara dan berdaya saing. Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga disiplin, semangat dan kekompakan selama mengikuti pendidikan dan latihan.


Selanjutnya, Wako juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah dan budaya bangsa, khususnya sejarah Bukittinggi sebagai Ibu Kota Darurat Republik Indonesia (PDRI). Wako menjelaskan, Bukittinggi menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang menerima Bendera Duplikat Pusaka karena memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.


Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bukittinggi juga melepas tiga putra-putri terbaik Kota Bukittinggi yang berhasil lolos seleksi sebagai Calon Paskibra tingkat Provinsi Sumatra Barat, yakni Fajar Jantan Padang Balak Harahap dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, Siti Zahira Wadi dari SMA Negeri 1 Bukittinggi dan Keysha Epprilya Fashla dari SMA Negeri 5 Bukittinggi.(**)



SUMBARNET - Dewan Pers mengeluarkan Surat Pernyataan Nomor 07/P-DP/VII/2026 sebagai sikap resmi atas munculnya pernyataan yang bernada merendahkan profesi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.


Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa menyampaikan pertanyaan, meminta penjelasan, serta melakukan konfirmasi merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


"Dewan Pers menyesalkan adanya pernyataan yang bernada merendahkan profesi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik. Menyampaikan pertanyaan, meminta penjelasan, dan melakukan konfirmasi merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujar Komaruddin Hidayat dalam pernyataan sikap Dewan Pers pada Senin, (20/7/2026).


Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap pihak diharapkan menghormati tugas jurnalistik yang dijalankan secara profesional sesuai kode etik.


Komaruddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pejabat publik, lembaga, maupun kelompok lainnya untuk mendukung terciptanya iklim yang menghargai kebebasan pers dan profesionalisme wartawan.


"Dewan Pers mengajak seluruh pihak untuk menghormati profesi wartawan serta mendukung terciptanya iklim yang menghargai kebebasan pers, profesionalisme, dan etika dalam penyampaian informasi kepada publik," katanya.


Dewan Pers menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus dijaga bersama. Penghormatan terhadap profesi wartawan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ruang publik yang sehat dan terbuka.


Melalui pernyataan tersebut, Dewan Pers mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ruang demokrasi dengan menghormati kerja jurnalistik yang independen, profesional, dan bertanggung jawab sesuai amanat Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. (***)



Padang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar, Senin (20/7/2026).


Persetujuan tersebut menjadi penutup rangkaian evaluasi terhadap kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepanjang tahun 2025. 




Di balik capaian itu, DPRD memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah menjaga stabilitas keuangan di tengah tekanan efisiensi anggaran nasional dan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar pada akhir tahun lalu.


Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menjelaskan bahwa pembahasan Ranperda dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 


Sejak disampaikan Gubernur Sumbar pada 18 Juni 2026, pembahasan berlangsung berjenjang mulai dari rapat komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pembahasan akhir oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).




Menurut Muhidi, pertanggungjawaban APBD bukan sekadar laporan realisasi pendapatan dan belanja, melainkan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana pemerintah mampu menjalankan program pembangunan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.


“Meski menghadapi tantangan berat akibat kebijakan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 serta dampak banjir hidrometeorologi yang merusak infrastruktur, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, kinerja pengelolaan APBD Sumbar tetap menunjukkan hasil yang positif,” ujarnya.


DPRD mencatat realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai 99,03 persen, sedangkan realisasi belanja berada di angka 94,59 persen. Capaian tersebut diperkuat dengan keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2025.


Atas capaian itu, DPRD menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dinilai mampu menjaga kinerja fiskal di tengah situasi yang penuh tantangan.




Namun demikian, Muhidi menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. DPRD masih menemukan sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam optimalisasi pendapatan daerah, peningkatan efektivitas belanja, serta penguatan kualitas program pembangunan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas kerja sama yang terjalin selama proses pembahasan Ranperda.


Menurutnya, dinamika pembahasan yang berlangsung secara terbuka, kritis, dan konstruktif merupakan wujud kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Sumatera Barat.


“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah memberikan perhatian, tenaga, dan pemikiran hingga Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 ini dapat disepakati bersama,” kata Mahyeldi.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang telah bekerja maksimal menyelesaikan seluruh tahapan pembahasan.


Mahyeldi memastikan seluruh kritik, saran, dan rekomendasi yang disampaikan DPRD tidak akan berhenti sebagai catatan rapat semata. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, katanya, akan menjadikan seluruh masukan tersebut sebagai pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, dan mempercepat pembangunan yang lebih tepat sasaran. (**)



SUMBARNET - Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, didampingi Kepala Bidang Bina Marga beserta jajaran, melaksanakan kegiatan monitoring pada Ruas Jalan Provinsi Surantiah–Kayu Aro–Langgai (P.086) pada Sabtu, 18 Juli 2026.


Kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas BMCKTR dalam memastikan setiap program pembangunan infrastruktur jalan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan. 


Peninjauan secara langsung dilakukan untuk melihat kondisi eksisting ruas jalan, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, sekaligus menghimpun data teknis sebagai bahan dalam penyusunan rencana penanganan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan pada masa mendatang.


Dalam pelaksanaannya, Kepala Dinas bersama rombongan meninjau sejumlah titik pada ruas jalan untuk mengamati kondisi perkerasan, drainase, bahu jalan, serta aspek pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas penanganan. 


Hasil monitoring tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa kegiatan monitoring lapangan merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur.


"Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program penanganan jalan yang disusun benar-benar berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Dengan melihat langsung kondisi ruas jalan, kami dapat mengidentifikasi kebutuhan penanganan secara lebih tepat sehingga perencanaan yang dilakukan menjadi lebih akurat, efektif, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," ujar Armizoprades.


Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.


"Jalan merupakan salah satu urat nadi perekonomian daerah. Infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar arus barang dan jasa, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Oleh karena itu, setiap tahapan perencanaan harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat," tambahnya.


Menurut Armizoprades, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan jalan provinsi melalui pendekatan yang terukur dan berbasis data lapangan. 


Monitoring seperti ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menentukan skala prioritas pembangunan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.


Ia berharap hasil monitoring pada Ruas Jalan Surantiah–Kayu Aro–Langgai dapat menjadi dasar dalam penyusunan program penanganan yang tepat sasaran sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


"Harapan kami, hasil monitoring ini dapat menjadi landasan dalam menyusun langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan nantinya mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan," ungkapnya.


Lebih lanjut, Armizoprades menegaskan bahwa Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang profesional, serta pengawasan yang berkelanjutan.


Melalui sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. (**)

 


SUMBARNET - Spanyol merebut juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu.


Pemain pengganti, Ferran Torres, mencetak satu-satunya gol pada menit ke-105 pada babak perpanjangan waktu.


Gol itu berawal berawal dari umpan silang Pedro Porro yang disundul Nico Williams ke arah Ferran Torres.


Torres kemudian menyambarnya dengan tendangan keras ke arah gawang Martinez.


Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente.


Setelah menjuarai Euro 2024, tim berjuluk La Roja itu kini melengkapinya dengan gelar juara dunia.


Capaian ini mengingatkan pada era keemasan timnas Spanyol pada periode 2008-2010.


Sc : bbc

 


SUMBARNET - Spanyol sukses mengakhiri penantian panjang dengan merebut gelar juara Piala Dunia 2026 usai menundukkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada laga final di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.


Gol semata wayang La Roja dicetak Ferran Torres pada menit ke-106. Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu memanfaatkan umpan sundulan Nico Williams untuk membawa Spanyol unggul dan memastikan trofi dunia kedua bagi negaranya setelah terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010.


Sejak awal pertandingan, Spanyol tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya laga dan terus menekan pertahanan Argentina. Namun, penampilan gemilang kiper Emiliano Martinez membuat skor tetap imbang tanpa gol sepanjang waktu normal.


Situasi semakin sulit bagi Argentina setelah Enzo Fernandez diganjar kartu merah menjelang berakhirnya waktu normal. Meski bermain dengan 10 orang, juara bertahan mampu memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan sebelum akhirnya kebobolan lewat gol Ferran Torres.


Argentina sempat mencoba membalas pada sisa pertandingan, tetapi rapatnya lini belakang Spanyol membuat keunggulan 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.


Keberhasilan tersebut menjadi gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol sekaligus melengkapi koleksi trofi setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024. Statistik pertandingan juga menunjukkan dominasi La Roja yang melepaskan 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya mencatatkan dua percobaan sepanjang laga.


Tangis Messi Usai Final Jadi Perhatian


Di balik euforia kemenangan Spanyol, sorotan publik juga tertuju kepada Lionel Messi. Kapten Argentina itu tampak tak kuasa menahan air mata setelah timnya dipastikan gagal mempertahankan gelar juara dunia.


Momen emosional semakin terasa ketika Messi terlihat berpelukan dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Pertemuan dua pemain dari generasi berbeda itu menjadi salah satu adegan yang paling banyak dibagikan di media sosial usai pertandingan.


Tangisan Messi memicu beragam reaksi dari para penggemar sepak bola. Banyak yang mengaku sedih karena laga tersebut diperkirakan menjadi penampilan terakhir pemain berusia 39 tahun itu di ajang Piala Dunia.


"Mau nangis.. mungkin ini Piala Dunia terakhir bang Messi ikut bermain," tulis akun @adam_pradenta.


Komentar serupa juga datang dari akun @corazonshitboys yang menulis, "Gapapa bang Messi udah waktunya GOAT istirahat digantikan GOAT generasi selanjutnya."


Sementara akun @isitapiapa memberikan apresiasi atas perjuangan sang kapten.

"Dengan komposisi pemain sebapuk ini menggendong Tim Argentina sampe final itu udah luar biasa. Apalagi Messi udah engga ada beban karena udah menang semua, respect the real G.O.A.T."


Dukungan terus mengalir untuk Messi. Sejumlah penggemar menilai sang megabintang tetap layak dikenang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, terlepas dari kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara dunia. (**)



SUMBARNET – Pemerintah Kota Padang terus mempercepat perbaikan dan pembangunan trotoar ramah pejalan kaki di sejumlah ruas jalan protokol sebagai bagian dari implementasi Program Padang Rancak yang diinisiasi Wali Kota Padang, Fadly Amran. 


Program tersebut bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih tertata, aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.


Saat ini, pengerjaan fisik trotoar tengah berlangsung di beberapa titik strategis, di antaranya di Jalan Haji Agus Salim, kawasan Nipah, serta Jalan A. Yani.

 

Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus memperindah wajah Kota Padang.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan bahwa pembangunan trotoar merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.


Menurutnya, penyediaan trotoar yang representatif merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas publik yang aman, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.


"Ya, untuk perbaikan trotoar ini sejalan dengan Program Padang Rancak Bapak Wali Kota Padang. Yang mana kita harus menyediakan trotoar ramah pejalan kaki," ujar Malvi Hendri, Minggu (19/7/2026).


Ia menjelaskan, pengerjaan saat ini diprioritaskan pada titik-titik yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi, terutama di sepanjang jalan protokol Kota Padang. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.


"Untuk saat ini kita fokus pada titik-titik yang krusial untuk jalan-jalan protokol. Nah, sekarang ini ada beberapa titik lokasi yang kita laksanakan seperti di Jalan Haji Agus Salim, dan juga di Nipah, dan juga ada beberapa titik lokasi lainnya di A. Yani. Ini sedang dilaksanakan pekerjaannya. Mudah-mudahan ini bisa kita segera selesaikan guna mendukung kegiatan hari jadi kota kita dan juga memang merupakan kegiatan yang penting untuk bisa dirasakan masyarakat tentunya," jelasnya.


Malvi menambahkan, percepatan penyelesaian proyek menjadi salah satu prioritas agar infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat menjelang peringatan Hari Jadi Kota Padang. 


Selain mempercantik kawasan perkotaan, keberadaan trotoar yang lebih baik juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.


Trotoar yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih modern, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 


Ke depan, Pemerintah Kota Padang akan terus melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap di berbagai kawasan strategis lainnya.


Program Padang Rancak sendiri menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas ruang publik melalui penataan kawasan perkotaan yang bersih, indah, nyaman, serta mendukung mobilitas masyarakat.


Perbaikan trotoar yang tengah berlangsung pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga, Andika Putra Zainal, menilai pembangunan trotoar di kawasan Jalan Haji Agus Salim memberikan dampak positif bagi pejalan kaki karena menghadirkan ruang yang lebih luas dan nyaman.


"Saya melihat pembangunan trotoar di sekitaran Jalan Haji Agus Salim ini, Alhamdulillah lumayan bagus. Ini memberikan tempat yang luas bagi pejalan kaki dan terasa lebih lega. Semoga Pemko Padang bisa lebih mempercantik lagi ke depannya trotoar-trotoar yang lain," ungkapnya.


Keberadaan trotoar yang representatif diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya berjalan kaki, menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib, serta mendukung pembangunan Kota Padang sebagai kota yang modern, ramah bagi seluruh pengguna jalan, dan memiliki kualitas ruang publik yang semakin baik.


Melalui percepatan pembangunan trotoar di berbagai ruas jalan protokol, Pemerintah Kota Padang optimistis Program Padang Rancak akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 


Penataan infrastruktur yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang nyaman, indah, dan layak huni bagi seluruh warganya maupun para pengunjung. (**)

 


Padang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang mulai mematangkan persiapan menghadapi Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Berbagai strategi dan kekuatan disusun sejak dini guna meraih hasil terbaik sekaligus mempertahankan prestasi sebagai salah satu daerah unggulan di ajang tahunan tersebut.


Persiapan itu dibahas dalam rapat teknis yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu (18/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, dan diikuti Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Nova Raju Minropa, Sekretaris TP-PKK Kota Padang Vanny Sri Rezki, para Ketua Pokja I, II, III, dan IV beserta jajaran Sekretariat TP-PKK Kota Padang, serta Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Padang.


Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun strategi menghadapi Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 September 2026 di Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah.


Dalam arahannya, Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran menegaskan bahwa seluruh kader harus memiliki semangat, kesiapan, dan kekompakan untuk memberikan penampilan terbaik pada setiap cabang lomba yang dipertandingkan.


Ia bahkan memancang target tinggi agar Kota Padang mampu kembali meraih predikat juara umum pada Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun ini.


Menurut Dian Puspita, Jambore PKK bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas kader, memperkuat silaturahmi, sekaligus berbagi pengalaman dan inovasi dengan daerah lain.


"Lomba Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi ini merupakan penghargaan bagi kader PKK. Selain mengikuti lomba, kita juga bisa bertemu dengan kader PKK daerah lain. Di situ kita bisa melakukan studi tiru terhadap berbagai hal yang dilakukan daerah lain dan bisa diterapkan di daerah kita. Tentu ini sangat berharga," ujarnya.


Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, lanjut Dian Puspita, Kota Padang memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kemampuan terbaik pada setiap perlombaan.


"Kita merupakan ibu kota provinsi, tentu harus menang. Untuk menang memang harus ada persiapan," tegasnya.


Salah satu keunggulan yang akan ditampilkan TP-PKK Kota Padang pada Jambore tahun ini adalah keberagaman budaya yang dimiliki Kota Padang sebagai daerah multietnik. 


Kekayaan budaya tersebut akan menjadi identitas sekaligus daya tarik dalam penampilan peserta Kota Padang, khususnya pada lomba defile.


"Di kegiatan lomba defile nanti, semua tradisi dan budaya multietnik akan ditampilkan," kata Dian Puspita.


Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab masing-masing kelompok kerja (Pokja) dalam mempersiapkan cabang lomba yang akan diikuti.


"Masing-masing Pokja bertanggung jawab dengan lomba yang diikuti," tambahnya.


Dalam Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, TP-PKK Kota Padang akan mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. 


Sekretariat TP-PKK akan tampil pada lomba defile dan paduan suara. Pokja I akan mengikuti lomba Cerdas Cermat PKK, Pokja II mengikuti lomba Penggerak Cakap Gelari Pelangi, Pokja III mengikuti lomba Kampanye Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, sedangkan Pokja IV akan mengikuti lomba Bermain Peran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).


Sementara itu, Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Vanny Sri Rezki, menjelaskan bahwa waktu persiapan yang masih tersedia akan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas penampilan setiap peserta.


Ia optimistis seluruh kader mampu memberikan penampilan terbaik karena telah menunjukkan komitmen dan semangat yang tinggi dalam menghadapi Jambore tahun ini.


"Mengikuti Jambore tahun ini kita melakukan persiapan sebaik mungkin, mudah-mudahan meraih hasil membanggakan," ujarnya.


Melalui rapat teknis tersebut, setiap Pokja juga mulai menyusun agenda latihan, pembagian tugas, hingga penyempurnaan materi lomba sesuai bidang masing-masing.

 

Koordinasi yang solid antarpengurus diharapkan mampu menghasilkan penampilan yang maksimal sekaligus memperkuat peluang Kota Padang meraih prestasi terbaik.


TP-PKK Kota Padang optimistis, dengan persiapan yang matang, kerja sama seluruh kader, serta semangat kebersamaan yang terus dibangun, Kota Padang dapat kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi. (**)

 


Padang – Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Kota Padang, meskipun telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya sosok yang dikenal sebagai Wali Kota Padang pejuang tersebut.


Nilai-nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskannya dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam membangun daerah di era modern.


Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 yang berlangsung di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Minggu (19/7/2026) pagi.


Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa, keluarga besar Bagindo Aziz Chan, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan se-Kota Padang.


Mengusung tema "Satu Tujuan Menghidupkan Kembali Nilai Perjuangan Bagindo Aziz Chan untuk Menuju Padang sebagai Kota Gastronomi", peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kepahlawanan sekaligus menumbuhkan tekad bersama dalam mendukung pembangunan Kota Padang menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.


Dalam amanatnya, Maigus Nasir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengenang jasa besar Bagindo Aziz Chan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi mempertahankan kehormatan bangsa dan Kota Padang pada masa perjuangan kemerdekaan.


Menurutnya, pengorbanan yang telah diberikan oleh Bagindo Aziz Chan tidak boleh hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi harus diwujudkan dalam semangat kerja, persatuan, dan kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan saat ini.


"Hari ini kita mengenang gugurnya Pahlawan Nasional sekaligus Wali Kota Padang, Bagindo Aziz Chan, yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi kehormatan bangsa dan Kota Padang. Semangat perjuangan beliau harus menjadi motivasi bagi kita yang hidup di era kemerdekaan untuk terus bersatu dan bersama-sama membangun Kota Padang," ujar Maigus Nasir.


Ia menegaskan, gelar Pahlawan Nasional yang disandang Bagindo Aziz Chan merupakan penghargaan atas keteguhan sikap, keberanian, dan pengorbanannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Bagindo Aziz Chan, kata Maigus, merupakan sosok pemimpin yang tidak pernah gentar menghadapi penjajah. Semangat perjuangannya tercermin dalam semboyan yang hingga kini terus dikenang masyarakat, yakni "Langkahi mayat saya dulu, baru Belanda boleh menguasai Kota Padang."


Semboyan tersebut menjadi simbol keteguhan hati, keberanian, dan kecintaan yang begitu besar terhadap tanah air serta Kota Padang.


"Beliau layak menyandang gelar Pahlawan Nasional karena keteguhan dan keberaniannya memperjuangkan kemerdekaan dengan tekad merdeka dan tetap merdeka. Jiwa perjuangan itulah yang harus diwariskan kepada seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Kota Padang," tegasnya.


Lebih lanjut, Maigus Nasir menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini sangat relevan dengan visi Pemerintah Kota Padang yang tengah berupaya mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia.


Menurutnya, cita-cita besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat memiliki semangat persatuan dan gotong royong sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Bagindo Aziz Chan dalam memperjuangkan kemerdekaan.


Ia menilai pembangunan sektor gastronomi tidak hanya berkaitan dengan kekayaan kuliner, tetapi juga mencerminkan identitas budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.


"Nilai-nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan Bagindo Aziz Chan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi. Semoga semangat perjuangan beliau terus menginspirasi masyarakat Kota Padang untuk bersatu, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah," ungkapnya.


Maigus juga mengajak seluruh generasi muda untuk menjadikan sejarah perjuangan para pahlawan sebagai sumber inspirasi dalam mengisi kemerdekaan melalui karya, inovasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan daerah.


Menurutnya, semangat patriotisme harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta komitmen untuk bersama-sama membangun Kota Padang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.


Usai memimpin upacara, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir dan rombongan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan yang berlokasi di Jalan Alang Laweh Koto IV Nomor 7, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan.


Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada sosok Bagindo Aziz Chan sekaligus upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah perjuangan yang diwariskannya agar tetap dikenal oleh generasi muda.


Melalui peringatan gugurnya Bagindo Aziz Chan ke-79 ini, Pemerintah Kota Padang berharap semangat kepahlawanan terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai modal sosial dalam memperkuat persatuan, membangun kolaborasi, serta mewujudkan berbagai program pembangunan demi kemajuan Kota Padang di masa depan. (**)