SUMBARNET - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Sumbar, Senin (8/6/2026). Mereka mendesak aparat mengungkap aktor intelektual dan pemodal di balik maraknya tambang ilegal yang diduga merusak lingkungan di berbagai daerah Sumbar.


Aksi berlangsung sejak sore hari dan berlanjut dengan dialog terbuka bersama Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin. Meski diguyur gerimis, mahasiswa tetap bertahan menyampaikan tuntutan mereka.


GMNI Soroti Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Ilegal


Ketua DPD GMNI Sumbar, Fikri, mengatakan aksi tersebut lahir dari keresahan terhadap kerusakan lingkungan yang diduga dipicu aktivitas pertambangan tanpa izin.


Menurutnya, publik berhak mengetahui pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tambang ilegal. Selain itu, masyarakat juga berhak mengetahui siapa pemodal yang diduga berada di balik praktik tersebut.


"Kami menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah oknum dan pemilik modal yang tidak bertanggung jawab," kata Fikri.


Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak yang diduga menjadi penyandang dana aktivitas tambang ilegal.


"Kami meminta keterbukaan mengenai siapa cukong dan investor yang terlibat. Publik berhak mengetahui pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.


Minta Penegakan Hukum Transparan


GMNI juga meminta proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka. Mahasiswa berharap perkembangan kasus dapat disampaikan kepada masyarakat secara berkala.


Menurut Fikri, transparansi penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.


"Tangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku. Publik harus mendapatkan informasi yang jelas," tegasnya.


Selain itu, GMNI menyampaikan kekecewaan karena Kapolda Sumbar tidak hadir menemui massa secara langsung. Karena itu, mahasiswa belum menyerahkan tuntutan resmi dan berencana menggelar aksi lanjutan.


Wakapolda: Penertiban Tambang Ilegal Terus Berjalan


Menanggapi tuntutan tersebut, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin menegaskan pihaknya terus melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal.


Namun, menurutnya, proses penindakan menghadapi sejumlah kendala. Luasnya wilayah pengawasan dan mobilitas pelaku menjadi tantangan utama di lapangan.


"Penindakan terus dilakukan. Wilayah yang diawasi cukup luas dan pelaku sering berpindah lokasi," kata Solihin.


Ia juga mengajak mahasiswa melihat langsung proses penertiban di lapangan agar memperoleh gambaran yang utuh mengenai upaya pemberantasan tambang ilegal.


Kapolda Tegaskan Tidak Ada Perlindungan


Terkait dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas tambang ilegal, Solihin menegaskan Kapolda Sumbar telah berkomitmen menindak siapa pun yang terbukti terlibat.


Menurutnya, setiap dugaan harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan yang objektif.


"Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.


Minta Solusi bagi Masyarakat Terdampak


Selain mendorong penegakan hukum, GMNI juga meminta pemerintah menyiapkan solusi ekonomi bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan.


Mahasiswa menilai penutupan tambang ilegal perlu diikuti penciptaan lapangan kerja baru agar tidak memicu persoalan sosial.


"Jika tambang ditutup, pemerintah harus menyiapkan alternatif pekerjaan bagi masyarakat terdampak," kata Fikri.


Dialog antara mahasiswa dan pihak kepolisian berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Seluruh aspirasi diterima Wakapolda Sumbar, sementara aksi berlangsung tertib, aman, dan kondusif. (***)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang terus mendorong pemanfaatan inovasi bahan bangunan dalam mendukung percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.


Kali ini, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tersebut mensosialisasikan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) kepada warga penerima bantuan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kantor Lurah Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis (4/6/2026).


Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang, Rully Hardian, itu diikuti belasan penerima manfaat bantuan Huntap Mandiri BNPB. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai material konstruksi yang akan digunakan dalam pembangunan hunian pascabencana.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkenalkan inovasi produk kepada masyarakat sekaligus mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


Ia berharap Sepablock semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif material konstruksi yang berkualitas untuk pembangunan hunian.


“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan Sepablock lebih dekat kepada masyarakat. Kami berharap produk ini semakin dikenal dan menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan rumah yang berkualitas,” ujarnya.


Lebih jauh, Win menegaskan bahwa pengembangan Sepablock tidak semata-mata berorientasi pada percepatan pembangunan, tetapi juga pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang tengah berupaya bangkit setelah terdampak bencana.


“Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan hunian yang tidak sekadar berdiri, tetapi benar-benar layak, nyaman, dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana. Ini merupakan bagian dari kontribusi PT Semen Padang dalam mendukung pemulihan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan,” tutupnya.


Dalam pemaparannya, Staf Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Doni Maizwar, menjelaskan bahwa Sepablock merupakan inovasi material bangunan yang dirancang untuk mendukung pembangunan hunian pascabencana yang cepat, aman, dan efisien.


Menurutnya, sistem bata interlock yang diterapkan pada Sepablock memungkinkan proses pembangunan rumah berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Bahkan, pembangunan sebuah rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari tanpa mengurangi kualitas maupun kekuatan struktur bangunan.


“Sepablock telah memenuhi banyak aspek penting dalam pembangunan hunian tetap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa. Karena itu, produk ini sangat cocok digunakan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Doni.


Doni menambahkan, sistem bata interlock pada Sepablock juga membuat proses pemasangan lebih sederhana sehingga pembangunan dapat berlangsung lebih efisien tanpa mengabaikan standar keamanan konstruksi.


Sekretaris BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang, Rully Hardian, menegaskan bahwa sosialisasi tersebut sangat penting agar seluruh pihak yang terlibat dalam program Huntap Mandiri memiliki pemahaman yang sama terkait material yang digunakan.


Menurutnya, BNPB telah menetapkan penggunaan Sepablock sebagai material konstruksi untuk pembangunan Huntap Mandiri bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut.


“Karena sudah diputuskan bahwa hunian tetap mandiri yang dibangun melalui program BNPB menggunakan material konstruksi Sepablock, maka kami berharap seluruh penerima manfaat dapat mengikuti penjelasan dari PT Semen Padang dengan baik sehingga memahami keunggulan dan proses penggunaannya,” kata Rully.


Ia juga mengajak para penerima manfaat untuk melihat langsung rumah contoh yang saat ini sedang dibangun di Kelurahan Silaing Bawah. Rumah tersebut merupakan milik salah seorang penerima manfaat, Ayu, yang proses pembangunannya telah berjalan menggunakan material Sepablock.


Para peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan melihat langsung penerapan Sepablock pada rumah contoh yang sedang dibangun.


Sebagai penerima manfaat, Ayu mengaku puas dengan progres pembangunan hunian tetap yang saat ini sedang dikerjakan. Ia menilai penggunaan Sepablock memberikan kemudahan sekaligus mempercepat proses pembangunan rumahnya.


“Sekarang rumah saya masih dalam tahap pengerjaan. Menurut saya produk ini bagus dan pengerjaannya juga cepat. Saya berharap rumah ini bisa segera selesai sehingga dapat segera ditempati bersama keluarga,” ungkapnya.


Pandangan serupa juga disampaikan Ahmad Zain, vendor lokal yang terlibat dalam pembangunan Huntap Mandiri. Ia mengaku senang menggunakan Sepablock karena dinilai memiliki banyak keunggulan dibandingkan material bangunan konvensional.


Menurut Ahmad, sistem pemasangan yang lebih praktis membuat pekerjaan konstruksi menjadi lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun tenaga kerja.


“Banyak keunggulan yang kami rasakan saat mengerjakan pembangunan rumah menggunakan Sepablock. Pekerjaan menjadi lebih cepat dan lebih mudah dalam proses pemasangannya,” katanya.


BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 11 unit Hunian Tetap (Huntap) Mandiri bagi warga terdampak bencana di Kota Padang Panjang akan dibangun menggunakan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock). Masing-masing unit mendapatkan bantuan senilai Rp60 juta.


Saat ini, satu unit sedang dalam proses pembangunan, sedangkan sisanya akan dikerjakan setelah seluruh penerima bantuan menyatakan kesiapan. (**)

 


SUMBARNET - Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan PT Semen Padang. Tidak lama setelah terjadi kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah warga di Karang Putih RT 02 RW 02, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, perusahaan langsung menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.


Bantuan yang disalurkan berupa empat lembar terpal, 50 batang kayu, serta sejumlah material pendukung lainnya. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun tempat berlindung sementara bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menyampaikan bahwa perusahaan turut merasakan duka yang dialami korban dan berupaya memberikan bantuan secepat mungkin agar dapat meringankan beban masyarakat terdampak.


"Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu ketika warga mengalami kesulitan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban para korban dan membantu mereka melewati masa-masa sulit ini," ujarnya.


Sementara itu, Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Firma Yudi, yang hadir menyerahkan bantuan menjelaskan bahwa material tersebut diserahkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelumnya.


"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan pagi ini, seluruh bagian atap rumah korban mengalami kerusakan akibat dilalap api sehingga keluarga terdampak membutuhkan tempat berteduh sementara sebelum dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali rumah mereka," katanya.


Selain bantuan material, PT Semen Padang juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1.350.000 untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama tiga hari bagi sembilan anggota keluarga yang terdampak musibah kebakaran tersebut.


"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban," katanya.


Kehadiran PT Semen Padang di tengah musibah yang dialami warga Batu Gadang menjadi bukti komitmen perusahaan untuk selalu hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga pada situasi darurat dan kemanusiaan.


Salah seorang korban, Rina Kurniawati, mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan PT Semen Padang kepada keluarganya. Menurutnya, bantuan terpal dan material lainnya sangat dibutuhkan untuk membangun tenda atau tempat tinggal sementara setelah rumahnya mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang begitu cepat memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan sangat membantu kami untuk membuat tempat berteduh sementara sambil menunggu kondisi kembali pulih," katanya.


Ia juga mengaku masih mengalami trauma akibat peristiwa kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba pada dini hari. Namun, dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Semen Padang, memberikan semangat bagi keluarganya untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.


Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB itu menghanguskan satu unit rumah yang dihuni dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyebabkan para penghuni kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.


Dalam peristiwa itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang bersama Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) PT Semen Padang bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.


Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi. Upaya tersebut juga mencegah kebakaran yang lebih luas.


Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah korban. Sejumlah barang berharga dan perabotan rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, keluarga korban bersama warga sekitar mulai membersihkan puing-puing bangunan dan mempersiapkan tempat tinggal sementara dengan dukungan berbagai pihak. (*)

 


SUMBARNET - Kota Padang kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang olahraga dan wisata berskala besar melalui BOM RUN 2026. Event lari yang digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar di Sumatera Barat itu akan menghadirkan pengalaman berbeda dengan memadukan olahraga, budaya, kuliner, serta keindahan alam khas Ranah Minang.


BOM RUN 2026 yang akan digelar pada 7-9 Agustus 2026 itu, menghadirkan berbagai kategori lomba yang dapat diikuti seluruh kalangan, mulai dari 1 kilometer untuk lansia, 2 kilometer untuk anak-anak, 5 kilometer, 10 kilometer, hingga Half Marathon 21 kilometer. Kehadiran beragam kategori tersebut diharapkan mampu menjangkau peserta dari berbagai usia dan tingkat kemampuan, baik pelari pemula maupun atlet berpengalaman.


Peserta akan diajak menikmati rute lari yang melintasi kawasan pesisir Kota Padang dengan panorama laut yang memukau. Deburan ombak Pantai Padang, semilir angin laut, serta suasana khas Minangkabau menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan BOM RUN dari ajang lari lainnya.


Selain menghadirkan kompetisi olahraga, BOM RUN 2026 juga mengusung konsep sport tourism. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya berlari mengejar garis finis, tetapi juga dapat menikmati kekayaan budaya, ragam kuliner khas Sumatera Barat, serta berbagai destinasi wisata yang menjadi ikon Kota Padang.


Panitia berharap BOM RUN 2026 mampu menjadi wadah untuk mempromosikan pariwisata daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah diproyeksikan akan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, perhotelan, kuliner, dan usaha mikro lokal.


Masyarakat, komunitas lari, keluarga, hingga pelajar diajak untuk turut meramaikan perhelatan tersebut. Setiap langkah yang ditempuh diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus momen untuk menikmati pesona Kota Padang dari sudut yang berbeda.


Dengan semangat "Padang Menyambut, Minangkabau Menginspirasi, Indonesia Berlari", BOM RUN 2026 siap menjadi ajang olahraga yang tidak hanya menantang fisik, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan bagi seluruh peserta.


Pendaftaran BOM RUN 2026 telah dibuka. Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari sejarah ajang lari ini diimbau segera mendaftarkan diri dan bersiap merasakan sensasi berlari di tepian Samudra Hindia dengan latar budaya Minangkabau yang kaya dan inspiratif. (***)



Pasaman Barat – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat melaksanakan kegiatan patroli dan monitoring di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya kejahatan jalanan serta tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), Jumat (5/6/2026) dini hari.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K, dimulai sekitar pukul 00.30 WIB.


Dalam pelaksanaannya, Kasat Reskrim didampingi sejumlah personel Satreskrim yang mengenakan pakaian dinas sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.


Patroli dan monitoring dilakukan di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan, khususnya pada malam hingga dini hari. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang masih beraktivitas.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata mengatakan bahwa kegiatan patroli dan monitoring tersebut bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada rentang waktu tengah malam hingga dini hari.


“Kami bersama Tim URC telah melaksanakan patroli dan monitoring pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana kejahatan jalanan,” ujar Iptu Agung.


Dalam kegiatan tersebut, personel di lapangan juga melaksanakan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas, seperti aksi premanisme, balap liar, maupun berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.


Selain melakukan patroli, personel Satreskrim juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aksi kriminalitas.


Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.


“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila mengalami gangguan Kamtibmas dapat menghubungi Call Center 110 agar personel Polri dapat langsung hadir dalam menanggapi laporan secara cepat dan tepat,” ungkapnya.


Menurutnya, patroli dan monitoring secara rutin merupakan langkah preventif yang terus dilakukan guna menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


Kehadiran personel Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian.


Dengan adanya kegiatan ini, Polres Pasaman Barat berharap potensi terjadinya kejahatan jalanan, tindak pidana 3C, aksi premanisme, balap liar, maupun berbagai gangguan Kamtibmas lainnya dapat diminimalisir sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan kondusif. (**)

 



Pasaman Barat – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan seorang pria paruh baya berinisial DM (56) yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kotak amal di sejumlah rumah ibadah di wilayah Pasaman Barat.


Pelaku diamankan petugas di Jorong Koja, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan penangkapan tersebut.


Pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/121/VI/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat terkait dugaan tindak pidana pencurian kotak amal.


"Benar, pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi yang diterima Polres Pasaman Barat terkait dugaan tindak pidana pencurian kotak amal," ujar Kasat Reskrim, Sabtu (6/6/2026).


Kasat Reskrim menjelaskan, aksi pelaku pertama kali diketahui oleh seorang warga saat pelaku memasuki Musala Baitul Hikmah yang berada di Jorong Limau Puruik, Kecamatan Kinali, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.


Saat itu, pelaku diduga hendak mencongkel kotak amal yang berada di dalam musala. Warga yang mencurigai gerak-gerik pelaku kemudian mengamankannya.


Dari tangan pelaku, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya, yakni satu buah linggis dan satu buah obeng bertangkai warna oranye.


Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi bersama personel segera mendatangi lokasi guna mengamankan situasi dan mencegah terjadinya tindakan anarkis dari masyarakat terhadap pelaku.


Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, DM juga diduga pernah melakukan aksi serupa di Masjid Asyafa yang berada di Komplek Perumahan Indah Gemilang II Jalur 32, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada 29 April 2026 lalu.


Meski pelaku belum mengakui seluruh perbuatannya, penyidik telah mengantongi alat bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan keterlibatan terduga pelaku dalam aksi pencurian kotak amal di Masjid Asyafa. Akibat kejadian tersebut, pihak masjid mengalami kerugian sekitar Rp1,3 juta.


Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain yang melibatkan pelaku.


Polres Pasaman Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (**)

  


SUMBARNET - Pemerintah bersama DPR RI memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam, penyederhanaan perizinan investasi, serta pemberian kepastian bagi pelaku usaha di sektor energi dan pertambangan.


Hal itu mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala BPI Danantara sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada Senin, (8/6/2026) di Jakarta.


Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan diskusi yang berlangsung sejak pagi tersebut berfokus pada langkah-langkah percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembahasan mencakup tata kelola ekspor sumber daya alam, pengelolaan sektor SDM di bawah Kementerian ESDM, hingga penyusunan regulasi untuk mempercepat proses perizinan investasi.


“Diskusi pada hari ini berfokus pada koordinasi mengenai bagaimana kita mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kami juga membahas tata kelola ekspor serta berbagai langkah yang akan dilakukan oleh DSI yang berada di bawah Danantara maupun tata kelola sektor sumber daya manusia yang menjadi kewenangan Kementerian ESDM,” ujar Dasco.


Ia menegaskan, kejelasan kebijakan sangat penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, pelaku pasar, dan investor.


Sementara itu, Kepala BPI Danantara sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akan menjalankan amanat Peraturan Pemerintah terkait tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia.


Menurut Dony, sejak Juni hingga 31 Desember 2026, DSI akan beroperasi sebagai perantara tunggal ekspor sumber daya alam Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik under-invoicing maupun transfer pricing yang merugikan negara.


“Dalam pelaksanaannya, kami akan bekerja secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Dony.


Ia memastikan seluruh kontrak ekspor yang telah dimiliki perusahaan tetap berjalan normal selama tidak ditemukan praktik yang bertentangan dengan prinsip tata kelola yang baik. Selain itu, Danantara tengah mengembangkan sistem digitalisasi guna memastikan seluruh transaksi ekspor sumber daya alam berlangsung secara wajar dan transparan.


“Seluruh pelaku usaha dan masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir. Kontrak yang sudah ada akan tetap berjalan normal. Kami hanya ingin memastikan tata kelola yang lebih baik,” tegasnya.


Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan pemerintah berkomitmen memberikan kepastian hukum dan usaha bagi investor, khususnya di sektor pertambangan.


Ia menegaskan bahwa sistem gross split hanya berlaku di sektor minyak dan gas bumi (migas), sedangkan sektor mineral dan batu bara (minerba) tidak mengalami perubahan kebijakan.


“Di sektor mineral dan batu bara tidak ada perubahan sama sekali. Penegasan ini penting saya sampaikan agar pelaku usaha mendapatkan kepastian bahwa aturan yang sudah ada tetap berlaku,” ujar Bahlil.


Menurutnya, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung program hilirisasi nasional. Karena itu, penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) akan dilakukan secara proporsional agar kebutuhan industri dapat terpenuhi.


Selain itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan geopolitik global dan kondisi pasar komoditas dunia. Kebijakan relaksasi produksi akan diterapkan secara terukur guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan serta menjaga stabilitas harga komoditas.


“Bagi pelaku usaha pertambangan yang saat ini telah beroperasi, tidak ada perubahan aturan apa pun. Untuk investasi yang akan datang, pemerintah juga akan menggunakan aturan yang sama,” tegasnya.


Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.


Ia menjelaskan bahwa sejak 1 Juni 2026 pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia yang pelaksanaannya berada di bawah PT DSI.


“Kami berharap seluruh sumber daya alam yang diekspor dari Indonesia dapat dimonitor dengan sebaik-baiknya oleh negara sehingga tata kelola ekspor menjadi lebih transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang optimal bagi bangsa,” katanya.


Prasetyo menilai keberhasilan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan sinergi kuat antara berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian ESDM. Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat dan pelaku pasar untuk bersama-sama menciptakan iklim usaha yang kompetitif, terbuka, dan sehat.


“Semua langkah yang dilakukan pemerintah semata-mata ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.


Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap reformasi tata kelola ekspor, kepastian regulasi investasi, serta penguatan sektor energi dan pertambangan dapat menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia. (***)




Pariaman — Seorang pria berinisial IK dilaporkan ke Polres Pariaman atas dugaan kekerasan dan pengancaman terhadap seorang anak di bawah umur berinisial DF. 


Peristiwa tersebut terjadi di pekarangan Masjid Nurul Iman, Desa Naras I, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.


Laporan polisi tersebut dilayangkan oleh ibu korban, Novita Sari, didampingi suami dan keluarganya. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/78/VI/2026/SPKT/POLRES PARIAMAN/POLDA SUMATERA BARAT, tertanggal 5 Juni 2026 pukul 23.08 WIB.


Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan keluarga pelapor, kejadian bermula saat korban DF mengadu kepada ibunya sekitar pukul 14.30 WIB. DF mengaku telah ditampar oleh terlapor, IK, di area pekarangan masjid tersebut.


Tidak hanya itu, terlapor juga diduga melakukan intimidasi verbal. IK disebut mengepalkan tangan kanannya ke arah korban sembari melontarkan ancaman fisik.


"Saya tinju kamu nanti," kata IK sebagaimana tertuang dalam laporan polisi tersebut.


Akibat tindakan tersebut, korban dilaporkan mengalami trauma dan ketakutan. Pihak keluarga yang tidak terima dengan perlakuan itu langsung mendatangi Mapolres Pariaman pada malam harinya untuk menempuh jalur hukum.


Dalam laporan tersebut, terlapor diduga melanggar Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Keluarga Minta Proses Hukum Berjalan

Ayah kandung korban, AF, meminta aparat penegak hukum memproses laporan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Menurutnya, tindakan terlapor sangat tidak pantas dilakukan oleh orang dewasa yang seharusnya bersikap bijaksana dan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.


"Kami berharap ada efek jera. Dengan demikian, kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar orang dewasa tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap anak-anak. Tindakan itu sangat tidak patut dan dapat merusak mental anak," ujar AF.


KPAD Lakukan Pendampingan dan Visum

Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pariaman, Fattmi Yetti Kahar, membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan terhadap anak tersebut.


Fattmi menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah meminta pendampingan resmi kepada KPAD untuk mengawal kasus tersebut.


"Iya, sudah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Mapolres Pariaman. Pada Jumat usai kejadian, korban juga langsung menjalani visum," ujar Fattmi, Sabtu (6/6/2026).


Fattmi menyayangkan insiden kekerasan tersebut kembali terjadi. Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan ruang yang aman serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.


"Bagaimanapun, anak-anak Indonesia tidak boleh mendapatkan kekerasan, baik secara lisan maupun fisik, karena dapat mengakibatkan trauma dan gangguan psikologis pada anak di kemudian hari," tegasnya. (*)

 


Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melepas sekaligus ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bhayangkara Run Polresta Padang 2026 "Road to Police Women Run 2026" yang dipusatkan di Markas Komando (Mako) Polresta Padang, Minggu (7/6/2026) pagi.


Kegiatan olahraga lari yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan. Para peserta terdiri dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara, Dandenpom 4/C Padang Letnan Kolonel Cpm Binson Simbolon, seluruh Pejabat Utama Polresta Padang, serta sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.


Ribuan peserta tampak antusias mengikuti lomba lari sejauh lima kilometer yang mengambil titik start dan finish di depan Mako Polresta Padang. Sejak pagi hari, kawasan kegiatan dipadati peserta yang datang untuk berolahraga sekaligus memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Padang yang telah menginisiasi kegiatan positif tersebut.


Menurutnya, Bhayangkara Run bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.


“Bhayangkara Run ini sangat positif karena mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan. Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar,” ujar Fadly Amran.


Ia menambahkan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, kegiatan olahraga bersama juga mampu memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.


Menurut Fadly Amran, sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota Padang dan Polresta Padang perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara luas.


Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Kota Padang yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.


“Semoga Polresta Padang senantiasa sukses dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan Kota Padang yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo menjelaskan bahwa Bhayangkara Run merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif, rekreatif, dan menyehatkan.


Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, kegiatan tersebut diikuti oleh 1.000 peserta yang terdiri dari 649 peserta putra dan 351 peserta putri. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang dan profesi, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang diselenggarakan Polresta Padang.


“Mengusung semangat ‘Polri untuk Masyarakat’, kegiatan ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum,” ungkap Apri Wibowo.


Lebih lanjut, Kapolresta Padang menjelaskan bahwa Bhayangkara Run 2026 memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan sekaligus ajang pemanasan menuju pelaksanaan Police Women Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang di Kota Padang.


Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat serta berbagai instansi terkait, sekaligus menjadi media promosi Kota Padang sebagai destinasi wisata unggulan yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta keindahan alam yang menarik untuk dikunjungi.


“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga serta memperkuat sinergitas Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Kapolresta.


Suasana kebersamaan dan semangat sportivitas terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para peserta tampak menikmati jalur lari yang telah disiapkan panitia dengan pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara maksimal oleh personel Polresta Padang.


Melalui penyelenggaraan Bhayangkara Run 2026, Polresta Padang berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan, kebugaran, dan penguatan hubungan sosial.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mengedepankan pelayanan yang humanis dan membangun kemitraan yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat.


Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak, Bhayangkara Run Polresta Padang 2026 berhasil menjadi momentum penting dalam mempromosikan gaya hidup sehat, mempererat sinergi antarlembaga, serta menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kota Padang. (**)

 


Padang,  — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau yang diselenggarakan di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (7/6/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah dari sejumlah kecamatan.


Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Camat Pauh Yandry, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Desri Ayunda, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif, serta jamaah Masjid As Salam yang berasal dari Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Program Smart Surau sebagai upaya membentuk generasi muda yang memiliki fondasi moral, agama, dan pendidikan yang kuat.


Menurutnya, program berbasis masjid dan surau menjadi salah satu langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di tengah masyarakat.


Fadly Amran menyampaikan bahwa fenomena kenakalan remaja yang terjadi saat ini, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, serta berbagai persoalan lainnya, membutuhkan perhatian dan penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat.


“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama,” ujarnya.


Menurut Fadly, pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan rumah ibadah agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang baik.


Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai program keagamaan yang berbasis masyarakat. Salah satunya melalui Program Smart Surau yang tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah subuh berjamaah, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan berbagai aktivitas pendidikan keagamaan lainnya.


“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau,” katanya.


Selain itu, Fadly Amran menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara nilai adat dan nilai agama dalam kehidupan masyarakat.


Menurutnya, falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus terus diperkuat sehingga mampu menjadi pedoman dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.


Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid As Salam yang secara konsisten menjalankan program shalat berjamaah lima waktu dan pembinaan keagamaan bagi anak-anak.


Ia menilai program pemberian reward kepada anak-anak yang rajin melaksanakan ibadah merupakan bentuk motivasi yang efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.


Program tersebut dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang melalui Smart Surau, khususnya kegiatan Subuh Mubarakah yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.


Sementara itu, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh, Abtar Latif, menyampaikan bahwa kegiatan penyerahan reward tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang secara rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di Masjid As Salam selama bulan Mei 2026.


“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan,” ungkapnya.


Abtar menjelaskan bahwa saat ini jumlah siswa yang terdaftar dalam berbagai program pembinaan di Masjid As Salam mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata peserta yang mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah berkisar antara 50 hingga 60 siswa setiap pelaksanaan kegiatan.


Ia menambahkan bahwa antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program yang dijalankan oleh masjid.


Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan spiritual dan karakter generasi muda.


Abtar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas peluncuran Program Smart Surau yang dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan,” katanya.


Selain Program Subuh Mubarakah, Masjid As Salam juga memiliki sejumlah program unggulan lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan umat.


Program-program tersebut antara lain Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Program Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, serta Ruang Masjid Digital.


Berbagai program tersebut menjadikan Masjid As Salam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat yang berorientasi pada pendidikan agama, penguatan karakter, dan pengembangan generasi muda.


Melalui kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk memakmurkan masjid dan menjadikan ibadah berjamaah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


Pemerintah Kota Padang bersama seluruh elemen masyarakat juga berkomitmen untuk terus memperkuat Program Smart Surau sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (**)