PADANG – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.


Dalam suasana Jumat Berkah, Ditlantas Polda Sumbar kembali hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan PosJubah yang dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026).


Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, jajaran Ditlantas Polda Sumbar juga berupaya menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap warga.


Melalui program PosJubah, jajaran Ditlantas Polda Sumbar ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran personel di tengah warga diharapkan mampu memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi masyarakat yang membutuhkan.


Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk terus menghadirkan sosok Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat dan selalu hadir dalam berbagai situasi kehidupan warga.


Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH mengatakan, kegiatan PosJubah merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud rasa syukur yang diwujudkan dengan berbagi kepada sesama.


Menurutnya, tugas dan tanggung jawab anggota Polri tidak hanya sebatas memberikan pelayanan di bidang kepolisian, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.


“Melalui kegiatan PosJubah ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kepolisian, tetapi juga hadir untuk berbagi, membantu dan memberikan manfaat kepada sesama,” ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Ia menjelaskan, kegiatan Jumat Berkah menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Kepedulian, kata dia, merupakan salah satu modal penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.


Dengan adanya kegiatan seperti PosJubah, jajaran Ditlantas Polda Sumbar berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Kedekatan tersebut diharapkan dapat membangun rasa saling percaya serta menciptakan komunikasi yang baik dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas dan keamanan berlalu lintas yang kondusif.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, meskipun mungkin tidak seberapa. Yang terpenting adalah semangat untuk saling peduli dan saling membantu. Semoga apa yang kami lakukan dapat membawa kebaikan, memberikan kebahagiaan dan menjadi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.


Kombes Pol Reza juga menegaskan bahwa semangat berbagi harus terus dipelihara dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan secara tulus akan memberikan dampak positif, baik bagi penerima maupun bagi mereka yang melakukannya.


“Harapan kami, semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial. Mari bersama-sama membangun lingkungan yang penuh dengan rasa kebersamaan, kepedulian dan semangat saling membantu,” katanya.


Lebih lanjut, Dirlantas Polda Sumbar menyampaikan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang terus mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.


Kehadiran Polri melalui kegiatan-kegiatan sosial diharapkan mampu memperlihatkan bahwa institusi kepolisian senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan hadir untuk masyarakat.


Tidak hanya melalui penegakan hukum dan pelayanan lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar juga berupaya membangun kedekatan melalui aksi nyata yang memberikan sentuhan kemanusiaan.


Momentum Jumat Berkah menjadi salah satu sarana untuk memperkuat komitmen tersebut. Dengan semangat berbagi, jajaran Ditlantas Polda Sumbar berharap dapat terus memberikan energi positif kepada masyarakat.


Setiap langkah kebaikan yang dilakukan diyakini akan membawa manfaat bagi kehidupan bersama. Kepedulian terhadap sesama juga menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat yang kuat tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dan aparat, tetapi juga partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Melalui PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan berbagi bersama masyarakat.


Semangat pengabdian tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh personel, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Jumat Berkah pun tidak sekadar menjadi sebuah kegiatan rutin, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan, mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong.


Dengan kebersamaan dan kepedulian, setiap langkah kebaikan diharapkan mampu membawa manfaat, kesehatan, kebahagiaan serta keberkahan bagi sesama.


Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan lalu lintas, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. (**)

 


SUMBARNET – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga masih berlangsung di wilayah Galuguh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

 

Keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut mulai menjadi perhatian banyak masyarakat karena dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengancam kondisi aliran sungai dan kawasan sekitarnya.


Aktivitas penambangan emas ilegal itu disebut-sebut telah berlangsung di sejumlah titik. Mereka berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut dan segera mengambil langkah tegas.


Masyarakat menilai aktivitas PETI tidak hanya berkaitan dengan persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.


Beberapa warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, aktivitas penambangan ilegal tersebut sudah cukup lama menjadi perhatian masyarakat.


“Kalau memang ini dibiarkan terus, kami khawatir dampaknya akan semakin besar. Lingkungan bisa rusak, sungai bisa tercemar, dan pada akhirnya masyarakat sekitar juga yang akan merasakan akibatnya,” ujarnya.


Menurut warga tersebut, pemerintah dan aparat terkait diharapkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.


“Kami berharap ada tindakan nyata. Jangan hanya ramai ketika persoalan ini muncul di media. Harus ada pengecekan langsung dan penindakan jika memang ditemukan aktivitas tambang tanpa izin,” katanya.


Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya. Ia menilai keberadaan PETI berpotensi mengubah kondisi lingkungan, terutama jika aktivitas penambangan dilakukan menggunakan alat berat dan berlangsung di kawasan yang dekat dengan aliran sungai.


“Yang kami takutkan adalah dampak jangka panjang. Kalau tanah sudah rusak dan sungai tercemar, tentu tidak mudah mengembalikannya seperti semula. Jangan sampai nanti terjadi bencana baru kemudian semua pihak saling menyalahkan,” ungkapnya.


Warga meminta pihak berwenang tidak hanya melakukan penertiban sesaat. Menurut mereka, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar aktivitas serupa tidak kembali muncul setelah aparat meninggalkan lokasi.


“Kalau memang ditertibkan, harus benar-benar ditertibkan. Jangan hari ini berhenti, beberapa hari kemudian beroperasi lagi. Masyarakat ingin persoalan ini ditangani sampai tuntas,” ujar seorang warga lainnya.


Selain persoalan lingkungan, masyarakat juga mempertanyakan aspek pengawasan terhadap kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI tersebut.


Mereka berharap instansi pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup, pertambangan, kehutanan serta aparat penegak hukum dapat berkoordinasi melakukan pemeriksaan.


“Harapan kami sederhana, hukum harus berlaku untuk semua. Kalau memang ada kegiatan yang tidak memiliki izin dan merusak lingkungan, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” kata warga.


Aktivitas PETI selama ini menjadi salah satu persoalan serius di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Selain berpotensi merusak ekosistem, penambangan ilegal juga dapat menyebabkan sedimentasi sungai, kerusakan kawasan hutan, pencemaran air hingga meningkatkan risiko terjadinya bencana alam.


Di wilayah Galuguh, Kabupaten Lima Puluh Kota, masyarakat berharap persoalan dugaan aktivitas PETI tidak dibiarkan berlarut-larut.


Mereka meminta pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas di lapangan.


“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton terhadap kerusakan yang terjadi di daerah sendiri. Kami ingin lingkungan tetap terjaga untuk anak cucu kami nanti,” tegas seorang tokoh masyarakat.


Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas PETI di wilayah Galuguh tersebut.


Tim awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait mengenai keberadaan aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan tersebut.


Masyarakat berharap adanya langkah konkret dan penegakan hukum yang konsisten agar dugaan aktivitas PETI tidak terus berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan serta kehidupan warga sekitar. (tim)



PADANG - Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang berhasil mengamankan seorang pria berinisial MAR (25) yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Tersangka yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini diringkus tanpa perlawanan di kawasan Lampu Merah Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Jumat (4/9/2026) siang.


Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Yasin, melalui keterangan yang diterima, membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Satreskrim Polresta Padang IPTU Adrian Afandi, dan Kasubnit Opsnal IPDA Ryan Fermana.


"Benar, Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah mengamankan seorang terduga pelaku pencurian berinisial MAR pada hari Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Kompol Yasin.


Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban bernama Emi Anora yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/867/IX/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar, tanggal 4 September 2026.


Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi di samping Pical Halim, Jalan Simpang ByPass Tanjung Saba, RT/RW -, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada akhir September 2024 lalu.


Kompol Yasin menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika sepeda motor korban jenis Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BA 3523 AAF dibawa oleh anak pelapor. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), anak korban tertidur dengan kunci sepeda motor disimpan di dalam saku celananya.


"Saat korban terbangun, sepeda motor berikut kunci yang disimpan di dalam saku celannya sudah raib diambil pelaku," terang Kompol Yasin.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiel lebih kurang sebesar Rp6.000.000.


Berbekal laporan dari masyarakat serta hasil olah TKP, Tim Klewang kemudian melakukan penyelidikan mendalam hingga mengantongi identitas pelaku. Setelah mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di kawasan Lampu Merah Lubuk Begalung, petugas langsung bergerak cepat melakukan penyergapan.


"Saat diinterogasi di lapangan, tersangka MAR alias Rian Bandel mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian tersebut," tambahnya.


Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan melengkapi administrasi penyidikan. (**)



Pasaman Barat - Hari pertama pelaksanaan Operasi Jaran Singgalang 2026, Polres Pasaman Barat melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama Unit Reskrim Polsek Kinali berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan seorang pria berinisial IG (26), yang diketahui merupakan residivis kasus tindak pidana yang sama. Dari hasil pengembangan terhadap terduga pelaku, petugas juga berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H. mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor sekaligus memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.


“Dalam pelaksanaan Operasi Jaran Singgalang 2026, jajaran Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Dari hasil pengembangan sementara, petugas juga berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor,” ujar AKBP Agung.


Terduga pelaku IG (26) diamankan petugas di pinggir jalan yang berada di Jorong Sidomulyo, Nagari Mudiak Labuah, Kecamatan Kinali, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.


Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh jajaran Polres Pasaman Barat dengan melibatkan Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek Kinali di bawah koordinasi Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K serta Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, S.H.


Kapolres menerangkan, penangkapan terhadap IG dilakukan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Kinali.


“Dari rangkaian penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan petugas terhadap terduga pelaku, pelaku juga memiliki keterkaitan dengan tiga Laporan Polisi atas dugaan pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Kinali,” ungkapnya.


Dari keterangan terduga pelaku, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.


Ketiga kendaraan tersebut masing-masing satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam dengan nomor polisi BB 5521 RZ milik Heriansyah, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z dengan nomor polisi BA 7299 QN milik korban Sihel, serta satu unit sepeda motor Viar dengan nomor polisi BA 4522 QY milik Raksa.


“Modus operandi yang dipakai pelaku dalam melakukan aksinya dengan memantau kendaraan yang terparkir di tepi jalan, kemudian mendorong kendaraan tersebut dan mempreteli kunci kontak sepeda motor hasil curiannya,” jelas AKBP Agung.


Namun, terdapat modus berbeda dalam pencurian sepeda motor Honda Revo milik Heriansyah. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) di Simpang Panco, Jorong Langgam Saiyo, Nagari Langgam Saiyo, Kecamatan Kinali.


Dalam aksinya, pelaku diduga berpura-pura meminjam sepeda motor milik korban. Namun, kendaraan tersebut kemudian tidak dikembalikan kepada pemiliknya.


Kapolres menambahkan, dalam proses pengembangan kasus, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Barang bukti tersebut ditemukan di kawasan Padang Ganting, Kecamatan Tigo Nagari, serta di daerah Padang Jirek, Nagari Bunut Kinali.


“Saat ini kami masih melakukan pendalaman kasus ini, terkait adanya pelaku lain atau ada pihak yang membantu pelaku dalam menjalankan aksinya dan adanya korban lain yang masih belum melapor ke petugas Kepolisian,” papar AKBP Agung.


Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. Penyidik Polsek Kinali menjerat pelaku dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur mengenai tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.


Kapolres Pasaman Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam memarkir kendaraan, menggunakan pengamanan tambahan, serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengalami ataupun mengetahui adanya tindak pidana.


“Polres Pasaman Barat akan terus meningkatkan kegiatan pencegahan maupun penegakan hukum terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Kami juga mengharapkan dukungan dan informasi dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Pasaman Barat,” tutup Kapolres. (HumasResPasbar)

 


PADANG — Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Yusri Latif, S.HI., berbaur dan makan bajamba bersama warga Kabun Jalan Tunggang, RT 04/RW 02, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026) malam.


Yusri Latif hadir dalam malam hiburan warga yang digelar di depan Posko Pemuda Ikatan Pemuda Kabun (IPEKAB) Jalan Tunggang. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas terlaksananya rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Selain makan bajamba dengan hidangan yang disajikan di atas daun pisang, warga menikmati hiburan organ tunggal. Yusri tampak berbaur dan makan bersama masyarakat dalam suasana penuh keakraban.


Kehadiran Yusri mendapat apresiasi dari Ketua Pemuda IPEKAB Jalan Tunggang, Pajok Zondra Volta. Ia menilai kehadiran tersebut patut diapresiasi karena Yusri tetap menyempatkan diri hadir meski kawasan Kabun Jalan Tunggang bukan daerah pemilihannya.


Dalam sambutannya, Yusri Latif mengapresiasi rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan IPEKAB bersama masyarakat sejak Juli 2026.


Menurut Yusri, rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Turnamen Koa Badunsanak. Selanjutnya, dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, digelar jalan santai dan senam sehat bersama Ibu PKK RT 04 yang dilanjutkan dengan berbagai lomba untuk anak-anak.


“Ini luar biasa. Dalam setahun ini bisa digelar tiga acara besar. Mudah-mudahan keaktifan dan kekompakan IPEKAB bersama warga bisa terjaga dengan baik dan dipertahankan,” ujar Latif.


Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Hari ini digelar lagi malam hiburan warga dengan organ tunggal sambil makan bajamba daun pisang. Mudah-mudahan selalu tetap berbuat dan mendatangkan manfaat,” katanya.


Sementara itu, Pajok Zondra Volta menyampaikan terima kasih atas kehadiran Yusri Latif di tengah masyarakat.


“Mewakili warga dan seluruh pemuda yang tergabung dalam IPEKAB, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Bapak Yusri Latif. Walaupun bukan daerah pemilihannya, beliau tetap hadir dan berbaur bersama masyarakat,” ujar Pajok.


Menurut Pajok, kehadiran Yusri menjadi hal yang diapresiasi pemuda dan warga setempat. Ia menyebut Yusri berpandangan bahwa setelah terpilih menjadi anggota DPRD Kota Padang, dirinya merupakan wakil bagi masyarakat Kota Padang.


“Menurut beliau, ketika sudah menjadi anggota dewan dan terpilih, beliau kepunyaan Kota Padang. Kita jadi salut dengan beliau,” katanya.


Pajok menjelaskan, malam hiburan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan IPEKAB bersama warga berjalan lancar.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pemuda, Ibu PKK RT 04, dan seluruh warga Kabun Jalan Tunggang yang telah membantu menyukseskan berbagai kegiatan tersebut.


“Ini semua tentu tidak terlepas dari bantuan para pemuda, Ibu PKK RT 04 dan seluruh warga Kabun Jalan Tunggang. Mudah-mudahan tahun depan kita tetap bisa berbuat dengan berbagai hal yang positif,” tutur Pajok.


Malam hiburan berlangsung dalam suasana kebersamaan antara pemuda dan warga. Makan bajamba dan hiburan organ tunggal menjadi bagian dari kegiatan masyarakat Kabun Jalan Tunggang sekaligus menutup rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (**)



PASAMAN BARAT — Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Sumatera Barat tahun 2026 terus dilakukan. Salah satu cabang olahraga yang menjadi perhatian dalam proses pembinaan dan seleksi atlet adalah Grass Track, yang membutuhkan kemampuan teknik, mental, fisik, serta keberanian tinggi dari para atlet.


Seleksi atlet Grass Track tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaring pebalap-pebalap muda potensial yang nantinya diharapkan mampu memperkuat kontingen Kabupaten Pasaman Barat pada ajang Porprov XVII Sumbar 2026.


Melalui proses seleksi yang dilakukan secara terukur dan kompetitif, para atlet diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya mengandalkan kecepatan, atlet juga dituntut memiliki konsistensi, disiplin, penguasaan teknik lintasan, serta kemampuan menjaga keselamatan selama bertanding.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., turut memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga dan pembinaan generasi muda di daerah tersebut. 


Dukungan terhadap kegiatan olahraga dinilai penting karena selain menjadi wadah menyalurkan bakat dan prestasi, olahraga juga dapat membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.


Seleksi Jadi Langkah Awal Menjaring Atlet Terbaik


Seleksi atlet Grass Track menuju Porprov XVII Sumbar 2026 bukan sekadar mencari pebalap dengan catatan waktu terbaik. Proses tersebut diharapkan mampu menemukan atlet yang memiliki kesiapan secara menyeluruh untuk membawa nama baik Pasaman Barat di tingkat provinsi.


Persaingan dalam olahraga Grass Track cukup tinggi. Kondisi lintasan yang menantang membuat atlet harus mampu mengambil keputusan dengan cepat, mengendalikan kendaraan secara baik, sekaligus menjaga stamina dan konsentrasi.


Karena itu, pembinaan sejak tahap seleksi menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan atlet agar mampu tampil maksimal ketika menghadapi pertandingan sesungguhnya.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti seleksi atlet memiliki nilai strategis dalam membangun semangat generasi muda.


“Seleksi atlet ini hendaknya tidak hanya dipandang sebagai ajang untuk mencari siapa yang tercepat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet yang memiliki disiplin, mental bertanding, sportivitas dan semangat untuk terus berkembang. Kita berharap dari proses ini lahir atlet-atlet terbaik yang mampu membawa nama baik Kabupaten Pasaman Barat pada Porprov XVII Sumatera Barat,” demikian kutipan yang dapat digunakan untuk mewakili pesan Kapolres.


Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di arena pertandingan. Mental yang kuat, kedisiplinan dalam menjalani latihan, kepatuhan terhadap aturan serta dukungan dari berbagai pihak juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet menuju prestasi.


Dorong Generasi Muda Salurkan Bakat Secara Positif


Perkembangan olahraga Grass Track juga diharapkan dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Dengan adanya wadah pembinaan dan kompetisi yang jelas, para pemuda yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga otomotif dapat mengembangkan kemampuan secara terarah dan bertanggung jawab.


Hal tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengedepankan keselamatan dan sportivitas. Para atlet diharapkan memahami bahwa kemampuan mengendarai kendaraan secara cepat harus diimbangi dengan pengetahuan teknik, perlengkapan keselamatan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.


Kapolres Pasaman Barat juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter generasi muda.


“Kami berharap olahraga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi secara positif. Prestasi memang menjadi target, tetapi proses membangun kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, kerja keras dan sportivitas juga merupakan nilai penting yang harus ditanamkan kepada setiap atlet,” ungkapnya dalam kutipan yang dapat digunakan dalam pemberitaan.


Target Prestasi di Porprov XVII Sumbar


Porprov XVII Sumatera Barat 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi para atlet untuk membuktikan hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.


Kontingen Pasaman Barat tentunya memiliki harapan untuk dapat meraih prestasi dan mempersembahkan medali pada berbagai cabang olahraga yang diikuti, termasuk Grass Track.


Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja sama antara atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, KONI serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah.


Kapolres Pasaman Barat berharap seluruh proses seleksi dapat berjalan secara objektif dan menghasilkan atlet yang benar-benar memiliki kemampuan serta kesiapan untuk bertanding.


“Harapan kami, proses seleksi dilakukan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan objektivitas. Berikan kesempatan kepada atlet yang benar-benar memiliki kemampuan, semangat dan komitmen untuk berprestasi. Kepada para atlet, jangan mudah puas dengan hasil yang diperoleh hari ini. Terus berlatih, jaga kesehatan, disiplin dan tetap rendah hati,” demikian kutipan yang dapat digunakan sebagai pesan dan harapan AKBP Agung Tribawanto, S.I.K.


Bukan Hanya Mengejar Medali


Prestasi dan perolehan medali memang menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam sebuah kompetisi olahraga. Namun, pembinaan atlet diharapkan tidak berhenti setelah Porprov selesai.


Para atlet yang terpilih nantinya diharapkan dapat terus mendapatkan pembinaan sehingga memiliki peluang untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi, nasional maupun kejuaraan lainnya.


Khusus olahraga Grass Track, keberadaan atlet-atlet muda potensial di Pasaman Barat menjadi modal penting bagi pengembangan olahraga otomotif daerah.

 

Pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan dapat menciptakan regenerasi sehingga tidak terjadi kekosongan atlet ketika menghadapi kompetisi di masa mendatang.


Dukungan berbagai pihak juga sangat diperlukan, terutama dalam menyediakan fasilitas latihan, pendampingan pelatih, pembinaan fisik dan mental, serta edukasi mengenai keselamatan olahraga otomotif.


Dengan semangat seleksi dan pembinaan yang baik, atlet Grass Track Pasaman Barat diharapkan mampu tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik saat berlaga di Porprov XVII Sumbar 2026.


Bagi Kapolres Pasaman Barat, dukungan terhadap dunia olahraga merupakan bagian dari upaya bersama membangun generasi muda yang tangguh, disiplin dan berprestasi.


“Mari kita bersama-sama memberikan dukungan kepada para atlet Pasaman Barat. Jadikan Porprov bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa daerah kita memiliki generasi muda yang mampu bersaing, menjunjung sportivitas dan mengharumkan nama Pasaman Barat,” harap AKBP Agung Tribawanto, S.I.K.


Dengan demikian, seleksi atlet Grass Track menuju Porprov XVII Sumbar 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya pebalap-pebalap muda berprestasi dari Pasaman Barat. Semangat berlatih, disiplin, sportivitas dan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar target prestasi dapat diwujudkan. (**)



Dharmasraya – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Polres Dharmasraya bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di Jorong Koto, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (4/9/2026).


Kebakaran tersebut diketahui setelah adanya titik panas atau hotspot yang terpantau melalui aplikasi Sipongi sekitar pukul 14.30 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polres Dharmasraya langsung melakukan pengecekan dan mendatangi lokasi kejadian.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., bersama personel Satgas Karhutla turun langsung menuju lokasi untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan mencegah api meluas ke kawasan lahan lainnya.


Setibanya di lokasi, personel Satgas Karhutla segera melakukan upaya pemadaman. Berkat respons cepat dan kerja sama personel di lapangan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.50 WIB.


Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik seorang warga bernama Asean (45), yang berprofesi sebagai petani. Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.


Akibat kejadian tersebut, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp35 juta. Meski demikian, berkat kesigapan petugas, api tidak sempat meluas ke lahan maupun kawasan di sekitarnya.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., mengatakan bahwa penanganan cepat terhadap setiap informasi terkait kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen Polres Dharmasraya dalam mencegah terjadinya Karhutla yang lebih luas.


Menurutnya, setiap titik panas yang terdeteksi harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar mengindikasikan adanya kebakaran dan seberapa besar potensi ancaman yang dapat ditimbulkan.


“Begitu kami menerima informasi adanya hotspot, kami langsung mengerahkan personel Satgas Karhutla untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi. Tujuannya adalah agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar AKBP Kartyana.


Ia menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul akibat kebakaran lahan.


Kebakaran hutan dan lahan, kata dia, dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, kerugian ekonomi masyarakat hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.


Karena itu, Polres Dharmasraya terus meningkatkan kesiapsiagaan personel Satgas Karhutla, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan musim kemarau yang berpotensi menyebabkan lahan menjadi lebih mudah terbakar.


“Kami tidak ingin kebakaran kecil dibiarkan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Prinsip kami adalah deteksi dini, respons cepat dan penanganan secara maksimal. Dengan begitu, potensi meluasnya kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” tegasnya.


Selain melakukan penanganan di lapangan, Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik dan pengelola lahan, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.


Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, terutama untuk membuka atau membersihkan area perkebunan dan pertanian. Sebab, kondisi lahan yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya bisa sangat luas dan merugikan banyak pihak,” katanya.


AKBP Kartyana menambahkan, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pemerintah nagari, perangkat kecamatan serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan angka kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Dharmasraya.


“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Jika melihat adanya kebakaran atau asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat segera ditangani,” harapnya.


Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Dugaan sementara, api dipicu oleh kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau.


Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.

Polres Dharmasraya memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan Karhutla melalui berbagai sistem deteksi dini, termasuk pemantauan hotspot menggunakan aplikasi Sipongi.


Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan informasi awal kepada petugas sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.


Keberhasilan pemadaman kebakaran lahan di Jorong Koto, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung ini menjadi bukti kesiapsiagaan jajaran Satgas Karhutla Polres Dharmasraya dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.


Dengan respons cepat yang dilakukan, api berhasil dipadamkan hanya dalam waktu relatif singkat dan tidak sempat merambat ke area lahan lainnya.


Kapolres Dharmasraya berharap kejadian tersebut dapat menjadi perhatian bersama agar masyarakat semakin meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.


“Harapan kami tentu tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dharmasraya. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masing-masing. Mari kita jaga lahan, lingkungan dan wilayah kita bersama-sama agar tetap aman, sehat dan terbebas dari bencana asap akibat Karhutla,” pungkas AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H. (**)



PADANG PARIAMAN – Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) kembali membuka pintu rumahnya untuk publik melalui program Ke Rumah Nan Tumpah (KRNT). 


KRNT merupakan ruang pertemuan antara seniman, masyarakat, dan generasi muda yang dihadirkan untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan praktik kesenian tradisional maupun kontemporer.


Melalui KRNT, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam proses apresiasi, pembelajaran, dan dialog melalui pendekatan seni.


KRNT edisi ke-11  berlangsung sepekan pada 5–12 September 2026 di Sekretariat KSNT, Korong Kasai, Nagari Kasang, Padang Pariaman, hadir sebagai ruang tanya tentang hubungan manusia, budaya, dan alam. 


Mengusung dua mata acara utama—pameran seni rupa kampanye “Harimau Adalah Minang” bertajuk Harimau, Kemudian Kita serta Gelar Karya Kelana Akhir Pekan Angkatan III bertema Ada Banyak Kita Di Sini—KRNT #11 menegaskan fungsinya sebagai wadah ekspresi yang inklusif dan kolaboratif.


Melalui pameran Harimau, Kemudian Kita yang dikerjakan bersama Sumatera Wild Adventure dan Kelompok SILOTIGO, publik diajak melihat Harimau Sumatera bukan sekadar angka yang menyusut dalam data konservasi, melainkan bagian dari ingatan, kepercayaan, dan luka ekologi bersama.


Kurator pameran sekaligus Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, menegaskan bahwa pameran ini berangkat dari kegelisahan mendasar. 


“Sudah lumrah, ketika harimau dibicarakan dalam percakapan mengenai konservasi, perhatian segera diarahkan kepada jumlah populasinya, luas habitat yang tersisa, konflik dengan manusia, perburuan, perdagangan satwa, atau kerusakan hutan. Pertanyaan itu penting. Tanpa pengetahuan mengenai kondisi konkret Harimau Sumatera yang hingga hari ini masih berstatus Critically Endangered, pembicaraan tentang pelestarian mudah berubah menjadi romantisme, kerinduan pada satwa yang lebih nyaman dibayangkan daripada dihadapi,” ujarnya.


Namun menurut Mahatma, ada pertanyaan lain yang lebih sulit diajukan ketika konservasi ditempatkan berdekatan dengan kebudayaan: bagaimana kebudayaan memandang keberadaan harimau?

 

Apakah ia semata dipahami sebagai satwa yang harus dilindungi, atau ia hidup pula di dalam ingatan, pengetahuan, cerita, dan cara masyarakat memaknai hutan?


Dari situlah lahir judul pameran. Kata ‘kemudian’ sengaja dibiarkan terbuka, bukan ‘dan’. “Harimau, kemudian kita. Ada urutan yang dibiarkan. Harimau datang lebih dulu, dengan hutan, tubuh, ketakutan, pengetahuan, konflik, mitos, dan kehilangan yang dibawanya. 


Kita datang kemudian.

Pertanyaannya sederhana: apa yang terjadi setelah itu?” kata Mahatma.

Di Minangkabau, sebutan Inyiak atau Inyiak Balang menunjukkan bahasa penghormatan, sebuah jarak yang dijaga sekaligus kedekatan kultural. Namun, Mahatma mengingatkan agar pengetahuan itu tidak dibaca sebagai bukti bahwa masyarakat masa lalu sudah memiliki sistem konservasi sempurna.


“Klaim semacam itu membuat kebudayaan berhenti hidup dan berubah menjadi benda museum. Istilah kearifan lokal terlalu sering dipakai sebagai jalan pintas. Padahal kebudayaan selalu berubah, masyarakat selalu bernegosiasi dengan kebutuhan hidupnya, dan hubungan manusia dengan alam tidak pernah bebas dari kepentingan yang saling berebut,” jelasnya.


Jarak antara keyakinan kultural dan realitas ruang hidup yang menyusut inilah yang dibongkar para perupa lewat karya. Boy Nistil meletakkan kobaran api di kanvas Warna yang Berubah dan mempertemukan Rumah Gadang dengan motif belang harimau dalam Alam Budaya dan Habitat. 


Olimsyaf Putra Asmara memindahkan citra harimau ke bodi sepeda motor pada karya Inyiak di Jalan Raya, menabrakkan alat perambah lanskap dengan satwa yang terdesak. 


Imam Teguh menaruh miniatur Rumah Gadang di punggung harimau dalam Harimau di Minang dan melukis Di Bancah, seekor harimau yang cacat akibat konflik dengan manusia.


Di sisi lain, Diah Anggi merekam gerak Silek Harimau dari tendangan hingga kuncian. Matasegara menangkap kelebatan gerak pertunjukan Minang lewat fotografi slow shutter. 


Jimmi Kartolo membongkar boneka kain menjadi replika kulit harimau dalam Ego yang Dikuliti, menyindir industri suvenir pelestarian. 


Rendy NJ mengajak masuk lewat tawa melalui Ooiikk! Hihihi. Sementara dari tangan anak-anak Kelas Seni Rupa Kelana Akhir Pekan lahir karya Harimau, Hutan dan Kami dengan coretan telapak kaki yang polos.


Kolektif SILOTIGO menutup narasi lewat tiga pendekatan: karya raksasa Harimau, Kemudian Kita yang menjadi pusat gravitasi visual ruang, mural 24 meter di Pos Pemuda RT 04 yang mempertemukan fungsi pos ronda dengan kesadaran menjaga satwa, serta Lingkaran Roda Gigi Bertabur Merak sebagai alegori laju industri.


Di luar wilayah pameran, KRNT #11 juga menjadi panggung presentasi hasil belajar peserta Kelana Akhir Pekan Angkatan III bertajuk Ada Banyak Kita Di Sini. Selama April–Agustus 2026, peserta dari kelas Silek, Teater, Musik, Tari, Seni Rupa, dan Menulis Kreatif telah mengikuti proses pembelajaran seni gratis di Komunitas Seni Nan Tumpah.

 

Mereka datang dari latar belakang yang sangat beragam—mulai dari anak TK, pelajar, mahasiswa, pekerja harian lepas, hingga ibu rumah tangga di Nagari Kasang.

 

Ada yang baru pertama kali memegang kuas, baru belajar langkah silek, hingga yang baru berani menuliskan ceritanya sendiri. Gelar karya ini membiarkan seluruh keragaman latar belakang tersebut berdampingan tanpa dipaksa seragam.


Rangkaian acara semakin kaya dengan Tur dan Bincang Karya, serta peluncuran buku Harimau Adalah Minang: Jejak Harimau dalam Tradisi, Kepercayaan, dan Ingatan Orang Minangkabau karya Novi Rovika dan Sefniwati terbitan Sumatera Wild Adventure.


Masyarakat dan pelajar di Korong Kasai dan Nagari Kasang juga diajak terlibat langsung lewat Pelatihan Cipta Karya harian, mulai dari pembuatan asbak gypsum, melukis di atas limbah pohon, membuat bunga plastik, kolase kain perca untuk pelajar SMP–SMA, hingga kreasi daur ulang celengan dan kotak pensil.


Setiap sore dan malam, kemeriahan acara diisi dengan Pertunjukan Atraksi Budaya dari Jumaidil Firdaus Project, Ekskul Seni SMAN 1 Lembang Jaya, Komunitas Kiraiku Nan Jombang, Sanggar Seni Marawa, Tuah Sepakat, Museum Parang Sintuak, Pangpek Sadagam, Bungo Lado, dan Redusa. 


Tak ketinggalan, digelar pula pemutaran film karya sineas Sumatera Barat dari Mozaik Art Lab, Komune Film, Manoc Film, dan Dhika Rizki, yang menampilkan karya-karya seperti Siampa, Tunduak Padi, Manjapuik Raso, Galatiak, dan Barendo.


Inisiatif kolaboratif ini menjadi penting karena mempertemukan dua wilayah yang selama ini kerap berjalan sendiri: upaya pelestarian satwa dan kerja kebudayaan. 


KRNT #11 terbuka untuk pelajar, mahasiswa, pelaku seni se-Sumatera Barat, orang tua peserta, komunitas, serta masyarakat Nagari Kasang khususnya Korong Kasai. 


Informasi lengkap mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan dapat diakses melalui media sosial dan situs web resmi Komunitas Seni Nan Tumpah. (*)

 


SUMBARNET - Guna memastikan keandalan jaringan jalan nasional serta menjamin keselamatan para pengguna jalan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat terus melakukan pengawasan dan pemantauan secara intensif terhadap sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan di lapangan.


Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum, dalam menjaga kondisi jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman bagi masyarakat.


Salah satu pekerjaan yang saat ini mendapat perhatian serius adalah kegiatan Penanganan Longsoran pada Ruas 6031 Batas Kota Padang–Batas Kota Painan dan Ruas 6032 Batas Kota Painan–Kambang.


Kedua ruas tersebut merupakan bagian penting dari jalur lintas yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan hingga menuju Provinsi Bengkulu.


Salah satu titik penanganan berada di kawasan Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Kawasan ini berada pada jalur vital Padang–Bengkulu yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, hingga kendaraan pengangkut berbagai komoditas hasil bumi.


Dengan tingginya intensitas kendaraan dan kondisi geografis wilayah yang memiliki sejumlah titik rawan longsor, penanganan infrastruktur di kawasan tersebut menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kelancaran arus transportasi.


Melalui alokasi anggaran sebesar Rp6,14 miliar, pekerjaan penanganan longsoran tersebut dilaksanakan dengan pengawasan langsung dari PPK 2.3 Satuan Kerja PJN Wilayah II Sumatera Barat.


Anggaran tersebut bersumber dari program penanganan jalan nasional melalui BPJN Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum.


PPK 2.3 PJN Wilayah II Sumatera Barat, Purwandi, mengatakan pengawasan terhadap pekerjaan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama karena infrastruktur yang dibangun harus mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap badan jalan dan menjamin keselamatan masyarakat yang melintas.


“Kami terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pengguna jalan,” ujar Purwandi.


Ia menjelaskan, penanganan pada titik-titik rawan longsor tidak hanya difokuskan pada perbaikan kerusakan yang telah terjadi, tetapi juga sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap badan jalan pada masa mendatang.


Apalagi, ruas Padang–Bengkulu merupakan salah satu jalur strategis dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi.


“Keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu prioritas utama. Karena itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis dan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi atau SMKK,” katanya.


Pekerjaan di lapangan mencakup sejumlah item penanganan konstruksi, di antaranya pembangunan dinding penahan tanah atau retaining wall.


Struktur tersebut dibangun untuk memperkuat dan mengamankan bagian tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah serta mencegah material longsoran masuk ke badan jalan.


Selain pembangunan dinding penahan tanah, pekerjaan juga meliputi penataan sistem drainase untuk memastikan aliran air dapat dikendalikan dengan baik.


Sistem drainase memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas struktur tanah, terutama pada kawasan dengan intensitas curah hujan tinggi seperti Kabupaten Pesisir Selatan.


Air hujan yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan erosi dan meningkatkan potensi pergerakan tanah di sekitar badan jalan.


Karena itu, penataan saluran drainase menjadi bagian penting dalam paket penanganan longsoran tersebut.


Pekerjaan juga dilakukan melalui stabilisasi tebing pada bagian atas jalan. Upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur tanah dan meminimalkan kemungkinan terjadinya longsoran yang dapat mengganggu akses transportasi.


Purwandi mengatakan seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan mengedepankan kualitas konstruksi agar struktur yang dibangun memiliki daya tahan dan umur layanan yang optimal.


“Kami ingin memastikan pekerjaan yang dilaksanakan bukan hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar berkualitas dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap badan jalan serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutur Purwandi.


Pelaksanaan pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas 6031 dan Ruas 6032 tersebut dipercayakan kepada PT Azepra Muda Berjaya sebagai kontraktor pelaksana.


Dalam pelaksanaannya, pekerjaan juga mendapat pendampingan dan pengawasan dari tim konsultan supervisi gabungan, yakni PT Dwikarsa Envacotama KSO, PT Cipta Strada KSO, dan PT Laras Sembada.


Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 240 hari kalender sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.


Selain mengawasi kualitas pekerjaan konstruksi, PPK 2.3 PJN Wilayah II Sumatera Barat juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung.


Mengingat lokasi pekerjaan berada di jalur nasional yang tetap aktif dilalui kendaraan, penerapan manajemen lalu lintas menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan proyek.


Di sejumlah titik pekerjaan telah dilakukan pemasangan rambu-rambu peringatan, barikade, pembatas area kerja, serta perlengkapan keselamatan lainnya.


Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan mengenai adanya aktivitas pekerjaan sekaligus mengarahkan arus kendaraan agar tetap berjalan dengan aman.


Purwandi menegaskan pihaknya meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan untuk menerapkan standar keselamatan secara disiplin.


“Kami tidak hanya mengejar progres fisik. Keselamatan pekerja dan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian utama. Karena pekerjaan dilakukan di jalur aktif, manajemen lalu lintas harus berjalan dengan baik agar aktivitas konstruksi tidak membahayakan masyarakat,” jelasnya.


Ia juga mengimbau para pengguna jalan yang melintasi kawasan pekerjaan untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang.


Kerja sama dari masyarakat dan pengguna jalan, menurutnya, sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan bersama selama proses pekerjaan berlangsung.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur jalan nasional di wilayah Pesisir Selatan juga semakin terlihat pada sejumlah ruas jalur Padang–Bengkulu.


Salah satunya di kawasan Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.


Kondisi jalan di kawasan tersebut kini tampil dengan wajah yang jauh berbeda. Ruas jalan yang merupakan bagian dari jalur lintas Sumatera tersebut terlihat semakin mulus, tertata, dan nyaman untuk dilalui.


Hamparan aspal hotmix membentang rata di sepanjang badan jalan, menciptakan kesan seperti permadani hitam yang membelah kawasan pesisir.


Permukaan jalan yang mulus memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengendara yang melintasi jalur tersebut.


Tidak hanya lapisan aspal yang diperbaiki, sejumlah fasilitas pendukung keselamatan jalan juga terlihat semakin tertata.


Pembatas beton berwarna terang di sisi kiri dan kanan jalan memberikan batas yang jelas sekaligus meningkatkan perlindungan bagi kendaraan yang melintas.


Sementara marka jalan berwarna kuning di bagian tengah juga terlihat terpasang dengan jelas dan rapi.


Marka tersebut menjadi panduan bagi pengendara untuk tetap berada pada jalurnya, terutama saat berkendara pada malam hari atau ketika kondisi cuaca kurang baik.


Kondisi jalan yang semakin mantap tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para pengguna jalan.


Jalur Padang–Bengkulu memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah.


Selain digunakan sebagai akses perjalanan masyarakat, jalur tersebut juga menjadi salah satu urat nadi distribusi barang dan logistik antara Sumatera Barat dengan sejumlah daerah di bagian selatan Pulau Sumatera.


Dengan kondisi jalan yang baik, perjalanan menjadi lebih efisien dan waktu tempuh dapat ditekan.


Para pengemudi tidak lagi harus menghadapi banyak hambatan akibat jalan berlubang atau kerusakan badan jalan.


Peningkatan kualitas infrastruktur tersebut juga memberikan dampak positif terhadap keselamatan berkendara.


Permukaan jalan yang rata memungkinkan kendaraan melintas dengan lebih stabil.


Sementara keberadaan pembatas jalan dan marka yang jelas membantu meningkatkan visibilitas dan keselamatan pengguna jalan.


Bagi daerah, keberadaan infrastruktur jalan yang mantap juga memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi.


Distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai kebutuhan logistik dapat dilakukan dengan lebih lancar.


Konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang jalur Padang–Bengkulu.


Salah seorang pengguna jalan Firdaus mengaku sangat merasakan perubahan kondisi jalan di kawasan Kapuh.


Menurutnya, kondisi jalan yang semakin mulus membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.


“Dulu jalan di kawasan Kapuh ini perlu ekstra hati-hati. Sekarang jalannya mulus sekali, seperti permadani hitam. Adanya cor beton putih di pinggir jalan juga bikin kita merasa lebih tenang dan aman saat berkendara malam hari,” ujar Firdaus, Sabtu (5/9/2026).


Ia berharap kondisi jalan yang telah baik tersebut dapat terus dipertahankan melalui pemeliharaan secara rutin.


Menurutnya, kualitas jalan yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.


Harapan serupa juga disampaikan masyarakat di sekitar jalur tersebut.


Mereka berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional, terutama pada titik-titik rawan bencana dan kawasan yang memiliki risiko longsor.


Penanganan yang dilakukan secara cepat dan tepat dinilai sangat penting untuk mencegah terputusnya akses transportasi.


Purwandi menambahkan, pemeliharaan dan penanganan infrastruktur jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga konektivitas nasional.


Jalan yang baik, kata dia, bukan hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.


“Jalur ini memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga kondisi jalan nasional agar tetap mantap, andal, dan aman.


Penanganan pada titik-titik rawan longsor menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlangsungan konektivitas tersebut,” tegas Purwandi.


Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan hasil yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.


Setelah pekerjaan rampung, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa akses jalan yang lebih aman, lancar, dan nyaman.


Kehadiran struktur pengaman tebing, sistem drainase yang tertata, serta peningkatan kualitas badan jalan diyakini akan memperkuat ketahanan infrastruktur di kawasan tersebut.


Terlebih, wilayah Pesisir Selatan memiliki kondisi geografis yang membutuhkan perhatian khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk longsor dan erosi.


Upaya pengawasan ketat yang dilakukan PPK 2.3 PJN Wilayah II Sumatera Barat menjadi bagian dari komitmen BPJN Sumatera Barat dalam menghadirkan infrastruktur jalan nasional yang berkualitas.


Pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik pekerjaan, tetapi juga mengutamakan aspek keselamatan, ketahanan konstruksi, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Dengan semakin baiknya kondisi Jalan Padang–Bengkulu, mulai dari penanganan titik-titik rawan longsor hingga peningkatan kualitas badan jalan, masyarakat kini dapat menikmati akses transportasi yang lebih representatif.


Hamparan jalan beraspal mulus, marka yang tertata, pembatas jalan, serta struktur pengaman lereng menjadi bagian dari upaya menjaga jalur strategis tersebut tetap berfungsi secara optimal.


Ke depan, masyarakat berharap pemeliharaan dan pengawasan terhadap infrastruktur jalan terus dilakukan secara berkelanjutan.


Dengan demikian, jalur Padang–Bengkulu tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi infrastruktur andalan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta keselamatan seluruh pengguna jalan.


Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen jajaran Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat dan PPK 2.3 PJN Wilayah II Sumatera Barat untuk terus menghadirkan jaringan jalan nasional yang handal, aman, nyaman, dan mantap demi mendukung roda perekonomian serta pembangunan di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya. (**)

 


SUMBARNET - Akses transportasi di jalur lintas Sumatera, khususnya ruas Jalan Padang–Bengkulu di kawasan Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, kini tampil dengan wajah baru yang lebih baik.


Peningkatan kualitas infrastruktur jalan di kawasan tersebut membuat jalur strategis yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Bengkulu itu menjadi semakin mulus, aman, dan nyaman untuk dilalui berbagai jenis kendaraan.


Pantauan di kawasan Kapuh, ruas jalan yang sebelumnya menjadi perhatian para pengguna jalan kini terlihat jauh berbeda. Hamparan aspal hotmix berwarna hitam membentang rata di sepanjang badan jalan, memberikan kesan bersih dan nyaman bagi setiap kendaraan yang melintas.


Kondisi jalan yang mulus itu semakin diperkuat dengan keberadaan pembatas beton di sisi kiri dan kanan ruas jalan. Beton pembatas tersebut tidak hanya memberikan tampilan yang lebih tertata, tetapi juga berfungsi sebagai pengaman tambahan bagi para pengendara.


Sementara itu, marka jalan berwarna kuning yang membelah bagian tengah jalur juga terlihat terpasang dengan jelas dan rapi.

 

Keberadaan marka tersebut menjadi panduan penting bagi pengendara dalam menjaga jalur kendaraan, terutama pada malam hari maupun saat kondisi cuaca kurang bersahabat.


Perubahan kondisi ruas Jalan Padang–Bengkulu di kawasan Kapuh tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang rutin melintasi jalur lintas provinsi itu.


Jalan Padang–Bengkulu sendiri memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Sumatera Barat dan Bengkulu.

 

Jalur ini setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan.


Dengan kondisi jalan yang semakin baik, aktivitas transportasi diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan efisien.


Salah satu manfaat utama dari peningkatan kualitas jalan tersebut adalah meningkatnya aspek keselamatan berkendara.

 

Permukaan jalan yang rata dan minim kerusakan membuat pengendara tidak lagi harus menghindari lubang atau kerusakan badan jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.


Selain itu, keberadaan pembatas beton di bagian bahu jalan memberikan rasa aman tambahan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.


Jalur yang mulus juga berdampak terhadap efisiensi waktu perjalanan. Pengguna jalan kini dapat melintasi kawasan tersebut dengan lebih nyaman tanpa harus mengurangi kecepatan secara drastis akibat kerusakan jalan.


Konektivitas antara daerah di Sumatera Barat dan Bengkulu pun diharapkan semakin baik seiring meningkatnya kualitas infrastruktur transportasi di jalur tersebut.


Tak hanya memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, kondisi jalan yang mantap juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Kelancaran transportasi akan mempermudah distribusi berbagai komoditas dan hasil bumi dari daerah-daerah di sepanjang jalur Padang–Bengkulu. Biaya dan waktu distribusi juga diharapkan dapat lebih efisien ketika kendaraan logistik dapat melintas dengan lancar.


Masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada jalur transportasi darat pun merasakan manfaat dari perbaikan infrastruktur tersebut.


Kondisi jalan yang semakin nyaman dilalui ini juga mendapat apresiasi langsung dari para pengemudi yang setiap hari menggunakan jalur Padang–Bengkulu.


Doni salah seorang sopir truk yang melayani rute Padang–Bengkulu, mengaku sangat bersyukur dengan perubahan signifikan pada kondisi jalan di kawasan Kapuh.


Menurutnya, sebelum dilakukan peningkatan kualitas jalan, pengemudi harus lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut.

 

Kondisi jalan pada beberapa titik sebelumnya mengharuskan pengendara untuk lebih waspada, terutama saat malam hari.


Namun kini, perjalanan dirasakan jauh lebih nyaman dan efisien.


“Dulu jalan di kawasan Kapuh ini perlu ekstra hati-hati. Sekarang jalannya mulus sekali, seperti permadani hitam. Adanya cor beton putih di pinggir jalan juga bikin kita merasa lebih tenang dan aman saat berkendara malam hari,” ujar Roni, Sabtu (5/9/2026).


Ia menilai kondisi jalan yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengemudi, tetapi juga berdampak pada waktu tempuh perjalanan.


Dengan badan jalan yang rata dan lancar, perjalanan dari Padang menuju Bengkulu maupun sebaliknya dapat dilakukan dengan lebih efisien.


Hal senada juga dirasakan oleh sejumlah pengguna jalan lainnya. Mereka berharap pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terus berlanjut di seluruh ruas jalur lintas Sumatera.


Menurut warga, infrastruktur jalan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta mobilitas masyarakat.


Jalur Padang–Bengkulu sendiri menjadi salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera.


Oleh karena itu, keberadaan jalan yang aman dan nyaman dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.


Masyarakat kini berharap kondisi jalan yang sudah baik tersebut dapat terus dipertahankan melalui program pemeliharaan secara rutin dan berkelanjutan.


Pemeliharaan diperlukan agar kualitas aspal, marka jalan, drainase, serta fasilitas pendukung lainnya tetap dalam kondisi optimal.


Selain pembangunan fisik, masyarakat juga berharap pengawasan terhadap kendaraan bermuatan berlebih dapat terus dilakukan agar usia konstruksi jalan dapat bertahan lebih lama.


Dengan perawatan yang baik dan berkesinambungan, ruas Jalan Padang–Bengkulu di kawasan Kapuh diharapkan tetap menjadi jalur transportasi yang aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.


Kini, wajah baru Jalan Padang–Bengkulu di kawasan Kapuh menjadi gambaran pentingnya pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Hamparan aspal hitam yang mulus, marka jalan yang jelas, serta pembatas beton yang tertata membuat perjalanan di jalur tersebut semakin nyaman.


Bagi para pengguna jalan, perubahan itu bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan akan konektivitas yang lebih baik, keselamatan yang lebih terjamin, serta pertumbuhan ekonomi yang semakin bergerak di sepanjang jalur lintas Sumatera tersebut. (**)