Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang sehat melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk percepatan eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Forum Kemitraan AIDS, TB, dan Malaria (ATM) Tingkat Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Senin (13/7/2026).


Program Koordinator RSSH ADINKES Sumatera Barat, Safwan, menjelaskan bahwa forum kemitraan ini merupakan pertemuan kelima yang dilaksanakan di Kota Bukittinggi. Menurutnya, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, Bukittinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengendalian penyakit menular berjalan optimal, termasuk malaria yang menjadi salah satu indikator kesehatan bagi wisatawan mancanegara.


"Daerah tujuan wisata harus mampu menunjukkan keberhasilan dalam pengendalian penyakit menular. Eliminasi malaria menjadi salah satu indikator penting yang turut diperhatikan wisatawan internasional sebelum berkunjung," jelasnya.


Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ramli Andrian, menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan kesehatan harus menjadi prioritas, baik melalui penguatan infrastruktur maupun peningkatan kualitas layanan dan pemberdayaan masyarakat.


Menurut Rismal, keberhasilan penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga lembaga keagamaan.


"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan AIDS, TB, dan Malaria. Pemerintah Kota Bukittinggi telah menetapkan kebijakan pencegahan dan pengendalian ATM yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD Tahun 2025–2029. Kebijakan tersebut berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sistem kesehatan masyarakat," ungkapnya.


Ia menambahkan, hasil pertemuan ini harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata dan terukur. Seluruh perangkat daerah memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Selain itu, dukungan dari berbagai mitra seperti Baznas, sektor perbankan, perhotelan, BUMN, dan BUMD juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya percepatan eliminasi ATM di Kota Bukittinggi.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum kemitraan tersebut. Ia optimistis, dengan strategi yang tepat serta kolaborasi yang semakin solid, target eliminasi penyakit AIDS, TB, dan Malaria di Kota Bukittinggi pada tahun 2030 dapat diwujudkan.


"TBC dan HIV masih menjadi ancaman nyata bagi keluarga. Karena itu, TP PKK siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui edukasi, pendampingan, serta mobilisasi masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini semakin efektif," ujarnya.


Ny. Yesi yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat menambahkan, TP PKK akan terus mengintegrasikan edukasi mengenai pencegahan AIDS, TB, dan Malaria dalam berbagai program pemberdayaan keluarga, termasuk melalui Sekolah Keluarga.


"Kami akan terus menyosialisasikan penanganan AIDS, TB, dan Malaria melalui Sekolah Keluarga agar edukasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, sehingga upaya pencegahan berjalan secara masif, terukur, dan berkelanjutan," tutupnya.


Melalui penguatan kemitraan lintas sektor ini, Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis mampu mempercepat pencapaian target nasional eliminasi AIDS, TB, dan Malaria pada tahun 2030, sekaligus mewujudkan Kota Bukittinggi sebagai kota wisata yang sehat, aman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan.(**)

 


SUMBARNET - Sebanyak 396 siswa baru SMA Negeri 1 Padang mendapatkan pembekalan literasi digital melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 


Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat (KPID Sumbar), Nofal Wiska, S.IP, M.IP, dihadirkan sebagai pemateri utama pada Senin (13/7/2026).


Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut bertujuan membekali siswa baru dengan kemampuan menyaring informasi, mengenali berita hoaks, menjaga etika berkomunikasi di media sosial, serta melindungi data pribadi di era digital yang semakin pesat.


Nofal Wiska menyampaikan materi secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Para siswa terlihat sangat antusias, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman pribadi mereka dalam menggunakan media sosial sehari-hari.


“Saya sangat senang melihat antusiasme siswa-siswa baru ini. Mereka sudah banyak mengenal platform digital, tapi masih perlu dibekali kemampuan kritis, agar siswa memahami tentang bagaimana media sosial bekerja,” ujar Nofal Wiska saat ditemui usai acara.


Ia menambahkan, siswa juga diajak memahami dampak positif dan negatif penggunaan teknologi.


 “Media sosial bisa menjadi alat belajar dan berkreasi yang luar biasa, tapi tanpa literasi yang baik, justru bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Melindungi data pribadi adalah kunci agar tidak menjadi korban kejahatan siber,” katanya.


Rita Gustiani S.Sos, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Padang, menyambut baik kehadiran pemateri dari KPID Sumbar.


Menurutnya, literasi sehat bermedia merupakan bagian krusial dalam pembentukan karakter pelajar.


“Kami ingin siswa-siswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Dengan literasi digital yang kuat, mereka diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara positif tanpa terpengaruh informasi menyesatkan,” ungkap Rita Gustiani.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian MPLS yang paling penting. 


“Di era sekarang, siswa sudah sangat akrab dengan gadget sejak kecil. Tugas kami adalah membimbing mereka agar menjadi pengguna media yang cerdas dan bertanggung jawab, bukan sekadar konsumen informasi yang pasif,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Padang berharap seluruh siswa baru dapat menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan informasi. Dengan etika digital yang baik, diharapkan mereka tidak hanya sukses di bangku sekolah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan. (**)

 


Padang - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., memimpin apel pagi perdana di Mapolda Sumatera Barat, Senin (13/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan arahan tegas kepada seluruh jajarannya untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan keteladanan dalam melayani masyarakat.


Apel yang diikuti oleh seluruh pejabat utama, Pamen, Pama, Brigadir, tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri di lingkungan Polda Sumbar ini menjadi momen penting bagi Kapolda untuk menyampaikan visi dan komitmen kepemimpinannya di wilayah hukum Sumatera Barat.


Dalam arahannya, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak terletak pada seberapa banyak arahan yang diberikan, melainkan pada keteladanan yang ditunjukkan di lapangan.


"Seorang pimpinan harus memberikan tauladan kepada anak buahnya, kepercayaan masyarakat dibangun bukan hanya melalui  ucapan, tetapi melalui sikap, tindakan dan pengabdian  yang konsisten setiap hari, " tegas Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.


Menyikapi karakteristik masyarakat Sumatera Barat yang dikenal memiliki pendirian kuat, Kapolda menginstruksikan agar jajarannya tidak menggunakan pendekatan kekerasan. Sebaliknya, ia mendorong tindakan persuasif dan pelayanan yang lebih mengayomi.


"Tugas kita sebagai Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Layani mereka, tidak perlu kita terpengaruh atau terprovokasi dengan apa yang diucapkannya," tambahnya.


Mengakhiri arahannya, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengajak seluruh personel untuk terus solid, kompak, dan bersatu dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. (**)



Pasaman Barat – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, resmi menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Peridon Siap Maju Grand Final Region 1A Sumatera 2026.


 Ajang bergengsi ini berlangsung di Sirkuit Permanen Peridon Siap Maju, Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (12/7/2026).


Selama dua hari kompetisi (11–12 Juli), puluhan tim dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera unjuk kebolehan dan strategi. Kehadiran Evi Yandri yang didampingi anggota DPRD Sumbar, Ade Putra dan Hanapi Lubis, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga otomotif nasional.


Evi Yandri mengapresiasi kesuksesan panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kejurnas ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan jangka panjang.


"Kami berharap ajang ini mampu melahirkan pembalap berprestasi yang bisa membawa nama daerah ke tingkat nasional hingga internasional. Semoga kegiatan sejenis semakin rutin digelar sebagai wadah positif bagi generasi muda," ujar Evi Yandri.


Ia juga berterima kasih kepada tim tamu dan pendamping yang datang dari luar provinsi. Evi berharap kenyamanan dan pelayanan yang diberikan tuan rumah meninggalkan kesan mendalam.


"Silakan kembali berkunjung ke Sumbar, khususnya ke Koto Balingka ini," tambahnya saat menyambut para tamu perwakilan daerah.


Lebih lanjut, legislator Sumbar ini memaparkan bahwa sport tourism seperti kejurnas memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Aktivitas ini terbukti menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, jasa transportasi, hingga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pasaman Barat.


Antusiasme ribuan penonton yang memadati sirkuit sepanjang akhir pekan menjadi bukti tingginya minat masyarakat. Kesuksesan ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Pasaman Barat sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan ajang olahraga otomotif berskala nasional. (*)

 


Padang - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap dugaan tindak pidana perbankan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit konvensional di Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut. Dalam kasus yang merugikan keuangan negara tersebut, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka.


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa pengungkapan ini berawal dari serangkaian penyelidikan terkait dugaan penyimpangan dalam penyaluran kredit, baik untuk debitur konvensional maupun syariah, selama periode tahun 2022 hingga Mei 2025.


"Hasil penyidikan, saat ini telah ditetapkan tiga orang tersangka. Kasus ini melibatkan 125 orang debitur dengan total plafon kredit fantastis, yakni sebesar Rp50,335 milyar," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Kombes Pol Susmelawati menegaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka meliputi manipulasi profil debitur, merekayasa objek usaha yang akan dibiayai beserta agunannya, hingga pemalsuan tanda tangan nasabah pada slip penarikan uang. "Puncaknya, mereka melakukan pencairan dana kredit terhadap 125 debitur tersebut," tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Purwanto, menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar berawal dari audit internal pihak Bank Nagari yang menemukan adanya fraud (penyimpangan).

Ketiga tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, yakni berinisial REP selaku Pimpinan Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut, HWH selaku petugas kredit, dan MS yang berperan mencari data debitur.


"Motifnya adalah untuk mengejar target bank agar mencapai prestasi. Dari penyimpangan ini, para tersangka mendapatkan fee. Pimpinan menerima Rp10 hingga Rp20 juta per pencairan, petugas kredit Rp5 juta, dan MS sekitar Rp1,7 juta per debitur," ungkap Kompol Purwanto.


Kompol Purwanto menambahkan, saat ini total barang bukti yang disita mencapai 132 dokumen, termasuk SK,  pejabat bank, dokumen kredit, dan berkas pengajuan debitur.


Untuk tersangka REP dan HWS, yang atas perbuatannya dijerat dengan pasal 49 ayat 1 huruf a dan atau Pasal 63 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023, tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun paling lama 15 tahun, untuk pasal bank konvensional atau syariah. 


Sementara itu untuk tersangka MS, dijerat dengan Pasal 49 ayat 2 huruf a dan atau Pasal 63 ayat 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun paling lama 8 tahun.


Hingga saat ini, penyidik Polda Sumbar telah melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka dan berkas perkara sedang dalam tahap pemenuhan petunjuk jaksa (P19) untuk kemudian dilanjutkan ke tahap P21. (**)



Pasaman Barat, – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ade Putra, menyatakan dukungannya terhadap kesiapan Kabupaten Pasaman Barat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026. Menurutnya, keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju di Nagari Pamatang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, menjadi modal penting dalam menyukseskan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut.


Pernyataan itu disampaikan Ade Putra saat menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Peridon Siap Maju Grand Final Regional 1A Sumatera 2026 yang digelar di Sirkuit Peridon Siap Maju, Sabtu (11/7/2026).


Ade Putra menilai penyelenggaraan kejuaraan grasstrack tersebut membuktikan bahwa Pasaman Barat memiliki fasilitas olahraga otomotif yang memadai dan siap digunakan untuk event berskala besar, termasuk Porprov Sumbar 2026.


"Keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju merupakan aset penting bagi Pasaman Barat. Sirkuit ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan atlet otomotif, tetapi juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka," kata Ade Putra.


Menurutnya, kehadiran sirkuit tersebut juga memberikan dampak sosial yang positif. Selain mendukung pembinaan olahraga, sirkuit dapat menjadi solusi untuk menekan aksi balap liar yang kerap melibatkan kalangan remaja.


Ade Putra bahkan menyebut Sirkuit Peridon Siap Maju sebagai salah satu sirkuit terbaik yang dimiliki Sumatera Barat saat ini. Karena itu, ia menilai fasilitas tersebut sangat layak menjadi venue cabang olahraga motocross pada Porprov Sumbar 2026.


"Kami mendukung penuh pembangunan olahraga di Pasaman Barat. Kehadiran sirkuit ini menjadi aset berharga bagi daerah dan sangat layak digunakan sebagai venue Porprov Sumbar 2026," ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menegaskan pemerintah daerah siap mendukung seluruh persiapan pelaksanaan Porprov Sumbar 2026. Ia menyebut Sirkuit Peridon Siap Maju akan menjadi salah satu venue yang digunakan untuk cabang olahraga motocross dan arung jeram.


"Insyaallah pada Oktober 2026 Kabupaten Pasaman Barat menjadi tuan rumah Porprov Sumbar. Salah satu cabang yang akan dipertandingkan adalah motocross dan arung jeram di Sirkuit Peridon Siap Maju ini. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap mendukung dan bersinergi agar pelaksanaannya berjalan sukses," ujar Doddy.


Selain menyiapkan sarana dan prasarana, Pemkab Pasaman Barat juga terus melakukan pembinaan atlet yang akan berlaga pada Porprov mendatang. Pemerintah daerah berharap para atlet mampu meraih prestasi terbaik sekaligus mengharumkan nama Pasaman Barat di tingkat provinsi.


Doddy menambahkan, pelaksanaan kejuaraan grasstrack tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berperan dalam mencetak atlet-atlet potensial serta membangun aktivitas positif bagi generasi muda sehingga terhindar dari balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai perilaku negatif lainnya.


Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD Sumbar, Pasaman Barat optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus melahirkan prestasi membanggakan pada Porprov Sumbar 2026 mendatang. (***)



Payakumbuh, – Anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar menegaskan pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis meja sebagai langkah strategis mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, semakin banyak kompetisi dan pembinaan yang digelar, semakin besar peluang Sumatera Barat melahirkan atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.


Pernyataan tersebut disampaikan Irsyad saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja se-Sumatera Barat 2026 di Hall SMKN 2 Payakumbuh, 10–12 Juli 2026.


Kejuaraan yang mengusung tema “Berlatih Membentuk Kemampuan, Sportivitas Membentuk Karakter, Pertandingan Melahirkan Juara Sejati” itu menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Pembukaan Kejurprov turut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumbar Gustami Hidayat, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua KONI Kota Payakumbuh Khairul Mufti, Tim Humas KONI Sumbar Agusmanto, jajaran pengurus PTMSI, serta perwakilan daerah peserta.


Irsyad menilai kejuaraan olahraga tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi untuk menentukan juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, peningkatan kemampuan teknik, serta memperkuat mental bertanding para atlet.


Menurutnya, semakin sering atlet mendapatkan kesempatan bertanding, semakin besar pula peluang mereka berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi.


“Melalui event-event seperti ini, saya mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dan mendukung perkembangan tenis meja di Sumatera Barat. Seperti yang disampaikan Ketua Umum PTMSI, olahraga tenis meja harus semakin memasyarakat dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang rutin, kita optimistis akan lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Irsyad, Minggu (12/7) 


Ia juga mengapresiasi PTMSI Sumbar, KONI, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026. Menurutnya, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.


Irsyad berharap para atlet dapat memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.


“Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan setiap pertandingan sebagai sarana untuk menambah pengalaman serta meraih prestasi. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, menunjukkan soliditas dan semangat luar biasa sehingga Kejurprov ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses,” tambahnya.


Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi di daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang kelak membawa nama Sumatera Barat bersinar di berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. (***)



Padang, – Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar apel pagi rutin yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di Lapangan Parkir Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat, Senin (13/7/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si., dan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Sumbar.


Apel pagi rutin ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan dan meningkatkan koordinasi antarpegawai dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyatukan komitmen seluruh jajaran sekretariat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Provinsi Sumatera Barat.


Dalam pelaksanaannya, apel berlangsung tertib dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk tanggung jawab dan dedikasi terhadap tugas yang diemban.


Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Maifrizon, menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi juga momentum penting untuk membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.


“Apel pagi menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, koordinasi, serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik demi mendukung kinerja DPRD Provinsi Sumatera Barat,” ujar Maifrizon.


Melalui kegiatan ini, Sekretariat DPRD Sumbar berharap seluruh pegawai dapat terus meningkatkan integritas, semangat kerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan profesional. (***)



Padang, – Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua Lemkari Pengurus Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, memimpin rapat pengurus harian yang menyepakati pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Lemkari Sumbar pada Minggu, 19 Juli 2026 mendatang.


Rakor tersebut akan menjadi agenda penting organisasi pasca pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PB Lemkari sekaligus menyusun arah program kerja Lemkari Sumbar sepanjang tahun 2026.


Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria mengatakan, Rakor perlu segera dilaksanakan untuk menyatukan langkah seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan berbagai program pembinaan karate di daerah.


“Rapat ini berfokus pada pembahasan persiapan pasca KLB PB Lemkari dan menyusun agenda kegiatan Lemkari di Sumbar sepanjang tahun 2026. Alhamdulillah kegiatan Rakor yang mendesak mesti dilaksanakan,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria usai memimpin rapat di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).


Rapat tersebut turut dihadiri Firdaus Ilyas, Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Sumbar Agus Mardi, Sekretaris Umum Daryulisman, Wakil Ketua I Syofirman, Wakil Ketua IV Repelita, Bendahara Galang Taufik, Bidang Disiplin dan Etika Yatimen, serta Ketua MSH Lemkari Kota Padang Yunaldi.


Sebagai karateka DAN IV Lemkari, Nanda Satria menegaskan Rakor akan menjadi forum untuk menyepakati berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) atau kenaikan sabuk hingga penyelenggaraan kejuaraan karate di Sumatera Barat.


Menurutnya, kesepakatan program kerja yang dihasilkan dalam Rakor nantinya akan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Lemkari dalam meningkatkan pembinaan atlet dan memperkuat organisasi di tingkat daerah.


“Melalui Rakor ini, beberapa agenda kegiatan seperti ujian kenaikan tingkat, penyelenggaraan kejuaraan, dan program pembinaan lainnya dapat disepakati bersama,” kata Nanda.


Ia berharap Rakor menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat sinergi seluruh pengurus dalam memajukan prestasi karate Lemkari di Sumatera Barat sepanjang 2026. (***)



Padang - Kebakaran melanda Gedung Inspektorat Kota Padang, Bapenda Kota Padang, dan Nafara Guest House di Jalan Sawahan No. 50, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Senin (13/7/2026) dini hari.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budi Payan, S.Pi., mengatakan, informasi kebakaran diterima pada pukul 00.31 WIB. Pihaknya mengerahkan sebanyak 12 unit armada dan 90 personel untuk memadamkan api. Dikutip dari Info Minang, Petugas berhasil menyelesaikan penanganan sekitar pukul 01.32 WIB.


“Api pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat kobaran api yang sudah membesar di salah satu ruangan lantai dua Gedung Inspektorat Kota Padang. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang”, ujarnya


Kebakaran menghanguskan Gedung Inspektorat Kota Padang, Bapenda Kota Padang, serta Nafara Guest House dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai 500 meter persegi.


Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.


Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir bernilai sekitar Rp30 miliar.


Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.


Proses penanganan di lokasi melibatkan unsur Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, TNI, Polri, PMI, dan Satpol PP. (**)