SUMBARNET – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dharmasraya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial R (39), warga asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, diamankan polisi karena diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.


R yang diketahui berprofesi sebagai petani atau pekebun tersebut diamankan oleh personel Satresnarkoba Polres Dharmasraya pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.


Penangkapan berlangsung di kawasan Jorong Koto Agung, Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya.


Dalam penindakan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika.


Dari tangan R, polisi menyita satu plastik klip yang berisi butiran kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Selain itu, petugas juga mengamankan satu buah sendok sabu yang terbuat dari pipet plastik.


Tidak hanya itu, polisi turut mengamankan satu unit telepon seluler merek Vivo berwarna biru toska serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih tanpa nomor polisi.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Azamu Suwaril, S.H., M.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut.


Hal itu disampaikan melalui Kasi Humas Polres Dharmasraya IPTU Marbawi, S.H., pada Selasa (6/10/2026).


"Benar, personel Satresnarkoba Polres Dharmasraya telah mengamankan seorang laki-laki berinisial R yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan di wilayah Koto Besar dan sejumlah barang bukti turut diamankan," ujar IPTU Marbawi.


Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti


Penangkapan terhadap R menjadi bagian dari upaya jajaran Polres Dharmasraya dalam menekan peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak generasi muda dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.


Barang bukti yang diamankan selanjutnya menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memperkuat dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka.


Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu plastik klip berisi butiran kristal bening yang diduga sabu, satu buah sendok sabu yang terbuat dari pipet plastik, satu unit handphone Vivo warna biru toska, serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih tanpa nomor polisi.


Polisi masih melakukan proses penyidikan dan pendalaman untuk mengungkap lebih jauh asal-usul barang haram tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika tersebut.


Langkah pendalaman dinilai penting untuk memastikan penanganan perkara tidak berhenti pada satu orang saja, melainkan dapat mengungkap mata rantai peredaran narkotika yang lebih luas apabila ditemukan keterkaitan dengan pihak lain.


Kapolres: Peredaran Narkoba Harus Diberantas Bersama


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan salah satu komitmen utama kepolisian dalam menjaga keamanan dan masa depan masyarakat.


Menurutnya, narkotika tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap generasi muda, keluarga dan lingkungan sosial.


Melalui penindakan yang dilakukan Satresnarkoba, Kapolres berharap dapat memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang masih mencoba melakukan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Dharmasraya.


"Penindakan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Dharmasraya. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan situasi kamtibmas yang aman sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba," tegas AKBP Kartyana.


Kapolres mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku yang mencoba menjadikan wilayah Dharmasraya sebagai tempat untuk menyimpan, mengedarkan maupun memperjualbelikan narkotika.


"Kami tidak ingin wilayah Dharmasraya menjadi tempat berkembangnya jaringan peredaran narkotika. Karena itu, setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dan setiap dugaan tindak pidana narkotika akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.


Ajak Masyarakat Berperan Aktif


Dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika, AKBP Kartyana juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.


Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan karena aparat kepolisian memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan tanpa adanya partisipasi dari lingkungan sekitar.


"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masing-masing, segera sampaikan informasi kepada kepolisian. Identitas pelapor akan kami jaga sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kapolres.


Ia menambahkan, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Upaya pencegahan, edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat juga harus dilakukan secara berkelanjutan.


"Harapan kami, masyarakat semakin sadar bahwa narkotika merupakan musuh bersama. Jangan sampai ada keluarga kita, anak-anak kita atau generasi penerus bangsa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba," tuturnya.


Kapolres juga menegaskan bahwa jajaran Polres Dharmasraya akan terus meningkatkan kegiatan penegakan hukum, termasuk melakukan penyelidikan terhadap informasi yang berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.


"Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan. Tujuan akhirnya bukan hanya menangkap pelaku, tetapi bagaimana mata rantai peredaran narkotika bisa diputus sehingga masyarakat Dharmasraya dapat hidup lebih aman dan generasi muda kita dapat tumbuh tanpa ancaman narkoba," pungkas AKBP Kartyana.


Saat ini, R bersama barang bukti telah diamankan oleh Satresnarkoba Polres Dharmasraya untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami perkara tersebut guna mengetahui lebih jauh keterlibatan tersangka serta kemungkinan adanya pihak lain yang berhubungan dengan peredaran narkotika tersebut.


Polres Dharmasraya menegaskan akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba demi keamanan dan masa depan generasi penerus. (AdF)

 


SUMBARNET – Personel Polsek Sungai Rumbai bersama pemerintah nagari dan masyarakat bergerak cepat mendatangi lokasi kebakaran lahan perkebunan sawit yang berada di Jorong Lubuk Baru, Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Selasa (6/10/2026).


Kedatangan personel kepolisian ke lokasi tersebut dilakukan setelah menerima informasi adanya lahan perkebunan milik warga yang sebelumnya terbakar. Petugas bersama Wali Nagari dan masyarakat langsung melakukan pengecekan guna memastikan kondisi di lokasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.


Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik warga bernama Sudir dengan luas sekitar satu hektare. Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.


Mendapatkan informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Rumbai bersama Wali Nagari Alahan Nan Tigo dan warga segera menuju lokasi. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons kepolisian dalam mencegah api meluas serta memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman.


Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi api sudah dalam keadaan padam. Meski demikian, pengecekan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api atau titik api yang masih berpotensi menyala kembali dan menyebabkan kebakaran meluas ke lahan perkebunan maupun kawasan di sekitarnya.


Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyebab tersebut masih sebatas dugaan awal dan menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


Kapolsek Sungai Rumbai AKP Sitrisman, S.H., mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat menyebabkan lahan dan vegetasi menjadi mudah terbakar.


Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area perkebunan, semak belukar, lahan kering maupun lokasi yang memiliki material mudah terbakar.


"Untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Hal kecil yang dianggap sepele dapat menimbulkan dampak yang besar apabila mengenai lahan yang kering dan mudah terbakar," ujar AKP Sitrisman.


Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian, pemerintah nagari atau unsur terkait apabila menemukan adanya titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan tempat tinggal dan perkebunan.


Menurutnya, kecepatan dalam memberikan informasi sangat penting karena semakin cepat titik api diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan sehingga api tidak sempat meluas.


Kapolres Dharmasraya Tekankan Peran Masyarakat


Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.


Menurut Kapolres, masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lingkungan perkebunan dan lahan sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi serta mencegah munculnya titik api sejak dini.


"Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kita berharap masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api," tegas AKBP Kartyana.


Ia mengatakan, langkah pengecekan yang dilakukan personel Polsek Sungai Rumbai bersama pemerintah nagari dan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan setiap informasi mengenai kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.


"Tujuan kita adalah memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin, sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat," katanya.


Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk ketika membersihkan lahan. Menurutnya, aktivitas yang menggunakan api harus benar-benar dihindari apabila berpotensi menimbulkan kebakaran dan menyebar ke area lain.


"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Apabila melihat asap atau titik api, segera informasikan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin," ujarnya.


Polisi Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan


AKBP Kartyana menambahkan, pencegahan kebakaran lahan merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah nagari, tokoh masyarakat serta warga dalam melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.


Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga kejadian kebakaran lahan dapat diminimalisasi dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.


"Harapan kami, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran. Jangan sampai kelalaian sekecil apa pun menjadi penyebab terjadinya kebakaran yang merugikan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan," tutur Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa kepolisian akan terus mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini. Setiap informasi dari masyarakat terkait adanya titik api akan menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.


"Intinya, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan karhutla merupakan tugas kita semua. Kepolisian siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman kebakaran," pungkasnya.


Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh keberadaan api maupun puntung rokok di sekitar lahan perkebunan. Apalagi, kebakaran yang awalnya hanya terjadi pada area kecil dapat dengan cepat membesar apabila kondisi lingkungan mendukung dan tidak segera dilakukan penanganan.


Dengan adanya respons cepat Bhabinkamtibmas bersama Wali Nagari dan masyarakat dalam mendatangi lokasi, diharapkan potensi munculnya kembali api dapat diantisipasi. Sinergi antara kepolisian, pemerintah nagari dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga wilayah Kecamatan Asam Jujuhan tetap aman dari ancaman kebakaran lahan.


Polres Dharmasraya pun kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada petugas. (AdF)

 


SUMBARNET – PT Integrasi Aviasi Solusi / Injourney Aviation Services (IAS) kembali dipercaya oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk mendukung kebutuhan logistik penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.


Dalam penyelenggaraan tahun ini, IAS menangani lebih dari 534 ton kargo, terdiri atas sekitar 118 ton melalui sea freight dan 416 ton melalui air freight. Kargo tersebut mencakup berbagai kebutuhan penyelenggaraan MotoGP, mulai dari race equipment, safety car, hingga peralatan tim.


Untuk mendukung kebutuhan air freight, IAS menangani lima jadwal penerbangan inbound menuju Lombok. Kedatangan kargo pertama malam ini menggunakan Qatar Airways dengan rute Narita, Tokyo menuju Bandara Internasional Lombok. Setibanya di Lombok, kargo melalui rangkaian proses penanganan sebelum didistribusikan menuju Pertamina Mandalika International Circuit.


Direktur Utama IAS, Tri Andayani, mengatakan dukungan terhadap MotoGP Mandalika merupakan bagian dari komitmen IAS dalam menghadirkan layanan aviasi dan logistik yang terintegrasi untuk mendukung penyelenggaraan ajang berskala internasional.


“Kami memastikan seluruh proses logistik berjalan secara terintegrasi, mulai dari penanganan inbound hingga outbound. Kesiapan sumber daya manusia yang kompeten serta koordinasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan logistik dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu,” ujar Tri Andayani.


Dalam pelaksanaannya, IAS menyediakan rangkaian layanan yang mencakup ground handling di pelabuhan dan bandara, customs clearance, penyediaan material handling equipment, tenaga kerja bongkar muat, hingga distribusi kargo menuju sirkuit. Integrasi berbagai layanan tersebut memungkinkan kebutuhan logistik MotoGP ditangani secara end-to-end.


Untuk memaksimalkan kesiapan operasional selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, IAS juga menambah 180 personel, termasuk tenaga kerja dari masyarakat lokal Lombok. Penambahan personel tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas dan kesiapan operasional sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan tenaga kerja lokal dalam mendukung penyelenggaraan ajang internasional di Mandalika.


IAS juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya InJourney Airports, Bea Cukai, KEK Mandalika, serta pihak terkait lainnya, guna memastikan kelancaran proses logistik selama rangkaian penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.


“Bagi IAS, dukungan terhadap MotoGP bukan hanya tentang kelancaran logistik, tetapi juga tentang bagaimana seluruh ekosistem dapat berkolaborasi menghadirkan layanan yang mendukung ajang internasional. Melalui sinergi di dalam ekosistem InJourney Group dan bersama seluruh stakeholder, kami turut berkontribusi terhadap penguatan pariwisata, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” tambah Tri Andayani.


Selama lima tahun terakhir, IAS secara konsisten mendukung kebutuhan pengiriman dan penanganan kargo MotoGP Mandalika. Kepercayaan yang kembali diberikan pada tahun ini semakin memperkuat posisi IAS sebagai penyedia layanan aviasi dan logistik terintegrasi yang siap mendukung berbagai kebutuhan pelanggan serta penyelenggaraan ajang berskala nasional maupun internasional. (**)

 


Keterangan foto:

Ilustrasi AI dua tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit. Foto ini merupakan ilustrasi dan bukan dokumentasi peristiwa sebenarnya.


SUMBARNET — Dua tenaga kesehatan RSUD Kota Padang Panjang, masing-masing seorang dokter umum dan perawat, sempat digerebek warga bersama petugas keamanan (Satpam) saat berada di dalam sebuah mobil di halaman depan RSUD Kota Padang Panjang.


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, siang hari, setelah pelaksanaan salat Jumat.


Direktur RSUD Kota Padang Panjang, dr. Irwanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Keterangan itu disampaikannya pada Rabu (7/10/2026).


Menurut dr. Irwanto, kedua tenaga kesehatan tersebut ditemukan berada berdua di dalam mobil oleh warga yang menjadi saksi bersama petugas Satpam di halaman depan RSUD.


"Benar adanya. Mereka digerebek oleh warga (saksi) dan Satpam di halaman depan RSUD pada Jumat, 7 Agustus 2026 siang," ujar dr. Irwanto, Rabu (7/10/2026).


Pasca kejadian, pihak RSUD melakukan klarifikasi dengan meminta keterangan dari kedua tenaga kesehatan tersebut. Pihak rumah sakit juga meminta keterangan dari warga yang menjadi saksi dan petugas Satpam.


Dari proses klarifikasi tersebut, pihak RSUD menyatakan tidak menemukan bukti adanya perbuatan mesum.


"Dari hasil keterangan dan pengakuan kedua tenaga kesehatan dimaksud serta keterangan saksi dan Satpam, tidak ditemukan bukti perbuatan mesum," katanya.


Ia menjelaskan, kedua tenaga kesehatan tersebut menjadi perhatian setelah diketahui berada berdua di dalam mobil dan bukan pasangan suami istri.


Seluruh keterangan dari kedua tenaga kesehatan, saksi warga, maupun petugas Satpam kemudian dituangkan dalam berita acara sebagai bagian dari tindak lanjut internal RSUD.


Sebagai langkah pembinaan, pihak RSUD memberikan teguran atau peringatan tertulis kepada kedua tenaga kesehatan tersebut. Teguran tersebut juga ditembuskan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang Panjang.


"Teguran/peringatan tertulis tersebut kita tembuskan ke BKPSDM Kota Padang Panjang," ujar dr. Irwanto.


BKPSDM Bentuk Tim Pemeriksa


Kepala BKPSDM Kota Padang Panjang, Zetrial, S.Pi., M.M., menjelaskan bahwa tindak lanjut dilakukan setelah pihak RSUD menyampaikan hasil pemeriksaan awal terhadap dua ASN tersebut kepada BKPSDM.


"Menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan dua orang ASN, RSUD telah melakukan pemeriksaan awal terhadap keduanya dan hasil pemeriksaan tersebut telah disampaikan ke BKPSDM," ujar Zetrial.


Menurut Zetrial, dengan mempedomani peraturan disiplin ASN, Pemerintah Kota Padang Panjang melalui BKPSDM kemudian membentuk Tim Pemeriksa yang terdiri dari unsur kepegawaian, unsur pengawasan, dan unsur atasan langsung.


"Tim Pemeriksa yang dibentuk telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap dua orang ASN tersebut pada tanggal 2 September 2026 serta mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi," katanya.


Hasil pemeriksaan tersebut, lanjut Zetrial, dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menjadi pedoman dalam menyusun laporan hasil pemeriksaan.


Apabila terbukti bersalah, kedua ASN tersebut akan direkomendasikan untuk dijatuhkan sanksi hukuman disiplin sesuai ketentuan yang berlaku.


Ia menegaskan, penjatuhan sanksi pada prinsipnya merupakan bentuk pembinaan sekaligus penegakan kode etik dan disiplin terhadap ASN yang melakukan pelanggaran.


"Saat ini pemberian sanksi terhadap yang bersangkutan masih berproses dan menunggu keputusan," ujar Zetrial.


Dengan demikian, proses penanganan terhadap kedua tenaga kesehatan tersebut masih berjalan. Di satu sisi, RSUD menyatakan hasil klarifikasi internal tidak menemukan bukti perbuatan mesum. Sementara dari sisi kepegawaian, BKPSDM masih memproses hasil pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik ASN. (tim)

 


SUMBARNET - Perolehan medali Kontingen Sijunjung pada Porprov XVI Sumbar terus bersaing di klasemen papan atas kabupaten/ kota di Sumbar. Hal itu dibuktikan dengan bertambahnya medali yang signifikan dari masing-masing Cabor yang diikuti Sijunjung.


Di hari ke enam berlangsunnya pekan olahraga provinsi itu, Kontingen Sijunjung telah mendapatkan 28 medali emas,  17 perak dan 26 medali perunggu.


Dalam sehari saja, Pada Rabu (7/10) Kontingen Sijunjung sukses meraih 8 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu yang berasal dari Cabor angkat besi 3 medali emas dan 1 perunggu, Takraw 1 emas, atletik 1 emas dan 1 perunggu, arung jeram 2 emas dan 2 perak serta Sambo 1 emas.


Dengan penambahan tersebut, total perolehan sementara Kontingen Sijunjung mencapai 71 medali. Jumlah tersebut menjadikan Sijunjung semakin kuat bertengger di klasemen papan atas pada ajang Porprov XVI Sumbar.


Ketua Koni Sijunjung, Rusdianto menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh Cabor dan atlet serta tim official yang telah berjuang memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sijunjung.


"Alhamdulillah, progres kita semakin membaik. Perolehan medali terus bertambah, semoga penambahan ini terus konsisten hingga selesai dan mengharumkan nama Sijunjung di tingkat Sumbar," tuturnya.


Rusdianto mengingatkan agar seluruh kontingen tetap menjaga kekompakan dan  kesehatan. "Tetap semangat kepada atlet kita yang akan bertanding, jaga kekompakan, jaga kesehatan dan jaga nama baik Kabupaten Sijunjung," harapnya.


Hasil pantauan di laman resmi Porprov Sumbar pada Rabu (7/10) pukul 13.00 WIB. Kontingen Sijunjung berada di urutan ketiga dengan jumlah 17 medali emas, 9 perak dan 13 perunggu dengan total 39 medali.


Data tersebut merupakan data sementara dan belum diupload perolehan medali secara keseluruhan pada masing-masing kontingen.


"Meski demikian, kita tetap memegang jumlah perolehan medali secara keseluruhan. Data itu diambil dari hasil capaian setiap Cabor yang kita ikuti," ungkapnya. Rabu (7/10).


Pihaknya optimis dengan progres capaian Kontingen Sijunjung pada Porprov XVI Sumbar saar ini. "Kita mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar Kabupaten Sijunjung meraih hasil yang membanggakan," tambahnya. (***)

 


SUMBARNET – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan bergerak cepat mengamankan seorang perempuan berinisial GN (39) menyusul beredarnya tayangan video berdurasi 14 detik serta foto di media sosial Facebook yang memperlihatkan aktivitas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Selasa sore (06/10) sekira pukul 17.00 WIB.

 

Penindakan yang dipimpin langsung oleh jajaran kepolisian tersebut dilaksanakan di kawasan Kampung Ambacang, Kenagarian Sawah Laweh, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, setelah petugas melakukan penyelidikan intensif di lapangan.


Berdasarkan kronologis kejadian, penyelidikan bermula dari laporan dan kemunculan konten yang memperlihatkan dua orang perempuan tengah mengonsumsi barang haram. Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku GN di rumahnya dan langsung melakukan penggeledahan badan serta kediaman.

 

Meski dalam penggeledahan tersebut tidak ditemukan barang bukti narkotika, pengembangan lebih lanjut dilakukan terhadap satu terduga pelaku lainnya berinisial FR, yang dari keterangan orang tuanya diketahui telah berangkat ke Singapura, sehingga orang tua yang bersangkutan turut dibawa ke Mapolres guna dimintai keterangan lebih mendalam.


Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Pesisir Selatan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, tes urine, serta pendalaman kronologis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyidikan yang berlaku. 


Penanganan kasus ini merupakan wujud respons cepat serta komitmen tegas Polres Pesisir Selatan dalam menindaklanjuti setiap informasi keresahan masyarakat terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Kabupaten Pesisir Selatan. (**)



SUMBARNET - Pemimpin Cabang BRI Branch Office Painan, Bapak *Helmi Shauman* beserta jajaran menghadiri kegiatan Peresmian dan Serah Terima Pembangunan Musholla RSUD M. Zein Painan, pada Selasa (7/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).


Pembangunan musholla tersebut menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pembangunan fasilitas publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor kesehatan dan keagamaan.


Acara diawali dengan prosesi serah terima bangunan musholla dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Painan kepada RSUD M. Zein Painan yang diterima langsung oleh Direktur RSUD M. Zein Painan, *dr. Dona Hamrita, M.Kes.* Prosesi tersebut menjadi simbol resmi bahwa pembangunan musholla telah selesai dan siap dimanfaatkan.


Pembangunan musholla ini merupakan realisasi dari Program BRI Peduli TJSL Bantuan Pembangunan Musholla di RSUD M. Zein Painan, sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap kebutuhan sarana ibadah yang representatif, bersih, dan nyaman di lingkungan rumah sakit. Keberadaannya diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih holistik dengan memperhatikan aspek spiritual bagi pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang berkunjung.


Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan yang ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima, penyerahan bantuan secara simbolis, serta foto bersama di depan bangunan musholla yang telah selesai dibangun. Momen ini menjadi bukti sinergi yang baik antara BRI dan RSUD M. Zein Painan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.


Melalui Program BRI Peduli TJSL, BRI terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama Indonesia.(***)

 


SUMBARNET - PT Adhi Karya (Persero) Tbk optimistis prospek bisnis konstruksi nasional sepanjang 2026 masih cukup besar. Kebutuhan pembangunan yang terus berlanjut dinilai membuka peluang pertumbuhan bagi industri konstruksi, terutama untuk mendukung program prioritas pemerintah.


Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, mengatakan kebutuhan pembangunan nasional tetap terbuka di tengah berbagai dinamika bisnis yang terjadi saat ini. Menurutnya, pembangunan masih dibutuhkan untuk mendukung konektivitas, pengembangan kawasan, hilirisasi dan industrialisasi, transportasi, sumber daya air, hingga fasilitas publik.


"Kami melihat prospek bisnis konstruksi nasional masih cukup besar. Kebutuhan pembangunan di Indonesia tetap terbuka dan sejalan dengan program pemerintah melalui Asta Cita," kata Moeharmein saat wawancara bersama CNBC Indonesia pada Selasa, (6/10/2026).


Ia menjelaskan, program pemerintah yang berfokus pada swasembada pangan, energi dan air, hilirisasi, industrialisasi, serta penguatan sumber daya manusia mendorong kebutuhan pembangunan berbagai infrastruktur strategis.


Kebutuhan tersebut antara lain pembangunan pabrik pupuk, smelter, Sekolah Rakyat, bendungan, jaringan irigasi, serta berbagai fasilitas pendukung sektor perikanan dan pertanian seperti tambak garam, tambak ikan, dan tambak udang.


Sebagai BUMN konstruksi, Adhi Karya memastikan kesiapan perusahaan mendukung pembangunan nasional melalui kompetensi engineering dan konstruksi yang dimiliki. Perusahaan saat ini terlibat dalam berbagai proyek strategis seperti pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama dan kedua, Jalan Tol Solo–Yogyakarta, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, kampung nelayan, bendungan, serta proyek-proyek hilirisasi dan industrialisasi berbasis Engineering, Procurement and Construction (EPC).


Moeharmein mengatakan, sejalan dengan arahan Danantara, BUMN konstruksi diarahkan untuk kembali fokus pada bisnis inti atau back to core business. Langkah tersebut bertujuan menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkualitas.


"Pengembangan bisnis tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas dan kesehatan bisnis itu sendiri. Bagi Adhi Karya, yang penting adalah bagaimana peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat core business dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," ujarnya.


Dari sisi kinerja, hingga akhir Agustus 2026 Adhi Karya membukukan kontrak baru sekitar Rp8,9 triliun. Sebanyak 92 persen dari nilai tersebut berasal dari lini Engineering and Construction yang menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.


Saat ini Adhi Karya mengelola sekitar 117 proyek aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Proyek tersebut mencakup sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, industri, hingga proyek tanggap darurat di Aceh dan Sumatera Utara.


Menurut Moeharmein, fokus perusahaan saat ini adalah memastikan setiap proyek yang diambil sesuai dengan kompetensi perusahaan, memiliki risiko yang terukur, struktur kontrak yang sehat, serta dapat diselesaikan secara optimal.


"Kami tidak hanya fokus mendapatkan kontrak, tetapi juga memastikan proyek dapat dijalankan secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung pembangunan nasional," katanya. (***)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Wali Kota Bukittinggi, Wakil Wali Kota bersama unsur Forkopimda, serahkan secara simbolis Bantuan Perlengkapan Murid Baru Tahun 2026 kepada siswa Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Bukittinggi. Penyerahan tersebut berlangsung di halaman Balai Kota Bukittinggi, Rabu, 7 Oktober 2026.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan, bantuan perlengkapan murid baru tahun 2026 merupakan salah satu program unggulan Kota Bukittinggi dalam mendukung misi Pendidikan Gemilang. Program ini diberikan kepada seluruh siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik negri maupun swasta, se-Kota Bukittinggi. Tahun ini, bantuan diberikan kepada 3.619 siswa dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar.


"Untuk sekolah negeri, penerima bantuan terdiri dari 1.275 siswa SD dan 1.513 siswa SMP, sedangkan untuk sekolah swasta sebanyak 571 siswa SD dan 260 siswa SMP. Bantuan yang diberikan meliputi seragam, sepatu dan kaos kaki, serta tas sekolah," jelasnya.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, bantuan perlengkapan murid baru merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memenuhi kebutuhan siswa pada awal tahun ajaran. Program ini dilaksanakan untuk tahun kedua dan diberikan kepada siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Bukittinggi.


"Sepanjang saya menjadi Wali Kota, program ini akan terus kita lanjutkan. Tujuannya membantu orang tua memenuhi kebutuhan anak pada setiap tahun ajaran baru. Program ini diberikan tidak hanya kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta di Kota Bukittinggi," ujarnya


Wako menambahkan, untuk sekolah swasta, penyalurannya memang sedikit terlambat karena adanya perbedaan perlengkapan dan warna pakaian di masing-masing sekolah. Tahun ini, total anggaran yang disiapkan sekitar Rp3,5 miliar, termasuk Rp1,3 miliar untuk sekolah swasta.(**)

 


SUMBARNET — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap sejumlah pekerjaan fisik yang tengah dilaksanakan di berbagai kawasan strategis kota.


Salah satu bentuk pengawasan tersebut dilakukan melalui kunjungan mingguan ke lokasi pekerjaan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek sekaligus memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, spesifikasi teknis, kualitas pekerjaan, serta target waktu yang telah ditetapkan.


Dalam kunjungan kali ini, Dinas PUPR Kota Padang meninjau dua lokasi pekerjaan strategis, yakni Rehabilitasi Kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang serta Penataan Taman dan Pelataran Parkir Pantai Padang.


Kedua pekerjaan tersebut dinilai memiliki arti penting dalam mendukung pembenahan wajah Kota Padang, terutama pada kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, perdagangan, ruang publik, sekaligus destinasi wisata.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan kunjungan mingguan ke lapangan merupakan bagian dari upaya pengendalian dan evaluasi pekerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administrasi, tetapi juga harus diikuti dengan pengecekan langsung terhadap kondisi pekerjaan di lapangan.


“Setiap pekerjaan yang dilaksanakan Dinas PUPR harus kita kawal bersama. Karena itu, kunjungan mingguan ini penting untuk memastikan progres pekerjaan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi waktu, kualitas maupun hasil akhir yang diharapkan,” ujar Malvi Hendri.


Ia menjelaskan, penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya dan Pantai Padang merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus menghadirkan kawasan kota yang lebih tertata, nyaman dan memiliki daya tarik.


Untuk kawasan Pasar Raya, rehabilitasi kawasan air mancur diharapkan mampu memperkuat fungsi kawasan sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Padang. Sementara penataan taman dan pelataran parkir Pantai Padang diarahkan untuk memperbaiki kualitas ruang publik di salah satu kawasan wisata unggulan kota.


“Tujuan kita bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan secara fisik. Lebih dari itu, kita ingin hasil pembangunan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperindah kawasan, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Padang,” katanya.


Malvi menegaskan, kualitas menjadi salah satu perhatian utama dalam setiap pekerjaan pembangunan. Ia meminta jajaran teknis dan pelaksana pekerjaan memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.


“Yang kita kejar bukan hanya cepat selesai, tetapi juga harus berkualitas, rapi dan sesuai dengan fungsi yang direncanakan. Kita ingin masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan ini dalam jangka panjang,” tegasnya.


Pantai Padang Didorong Jadi Ruang Publik yang Nyaman


Sementara itu, pekerjaan penataan taman dan pelataran parkir Pantai Padang menjadi salah satu bagian penting dalam pembenahan kawasan wisata tersebut.


Penataan diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang lebih representatif, nyaman dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan. Sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang terbuka, area pedestrian, penghijauan, fasilitas sanitasi dan area bermain menjadi bagian dari konsep penataan kawasan.


Sebelumnya, Pemko Padang menyebut penataan taman di sekitar Pantai Padang ditujukan untuk menghadirkan ruang publik yang estetik dan ramah keluarga.


Kepala Bidang Masdalila mengatakan, pengawasan secara rutin diperlukan agar setiap pekerjaan di lapangan tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.


Menurutnya, pengecekan mingguan juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi apabila terdapat kendala teknis di lapangan sehingga dapat segera dicarikan solusi dan tidak mengganggu target penyelesaian pekerjaan.


“Setiap minggu kita melakukan monitoring untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan. Kita cek kondisi pekerjaan di lapangan, kesesuaian dengan perencanaan, sekaligus melihat kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan,” ujar Masdalila.


Ia menambahkan, penataan kawasan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana fasilitas yang dibangun nantinya dapat memberikan kenyamanan dan manfaat maksimal bagi masyarakat.


“Harapannya, ketika pekerjaan ini selesai, masyarakat bisa menikmati kawasan yang lebih tertata, bersih, nyaman dan aman. Karena fasilitas publik yang dibangun pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat dan bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.


Masdalila juga menekankan pentingnya koordinasi antara jajaran teknis, pengawas dan pelaksana pekerjaan. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul selama proses pengerjaan dapat ditangani lebih cepat.


Pengawasan untuk Menjaga Target dan Mutu


Kunjungan lapangan yang dilakukan secara rutin menjadi bagian dari komitmen Dinas PUPR Kota Padang dalam memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target.


Pengawasan tersebut mencakup progres pekerjaan, kualitas material dan hasil pekerjaan, aspek teknis, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan yang telah ditetapkan.


Langkah tersebut juga menjadi penting mengingat kedua lokasi yang tengah ditata berada di kawasan yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi.


Pasar Raya merupakan salah satu pusat perdagangan utama Kota Padang, sementara Pantai Padang merupakan kawasan wisata dan ruang publik yang banyak dikunjungi masyarakat.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, berharap seluruh proses pekerjaan dapat berjalan lancar hingga tahap akhir dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.


“Kita berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan baik, selesai sesuai target dan memberikan hasil yang maksimal. Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini nantinya memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung wajah Kota Padang yang semakin tertata,” ungkapnya.


Malvi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga berbagai fasilitas publik yang nantinya telah selesai dibangun.


Menurutnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal.


“Pembangunan ini adalah untuk masyarakat. Karena itu, setelah selesai nanti mari kita sama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Dengan dukungan masyarakat, pembangunan yang kita lakukan bisa bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkas Malvi.


Melalui kunjungan dan monitoring secara rutin tersebut, Dinas PUPR Kota Padang memastikan pembangunan tidak hanya mengejar aspek penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mengedepankan kualitas, fungsi, estetika dan manfaat bagi masyarakat.


Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menghadirkan infrastruktur dan ruang publik yang semakin baik, nyaman dan representatif, sejalan dengan upaya memperkuat wajah Kota Padang sebagai kota yang tertata serta memiliki daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan. (**)