JAKARTA, - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong arah pembangunan Sumbar ke depan tidak lagi bertumpu pada kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan diaspora Minangkabau di berbagai belahan dunia.


Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.


Muhidi menilai, potensi besar yang dimiliki perantau Minang harus mampu disinergikan dengan kekuatan ekonomi untuk menciptakan pembangunan yang berdaya saing global.



“Kita ingin pembangunan Sumatera Barat tidak mengandalkan APBD, tetapi diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha serta diaspora Minangkabau. Karena itu seluruh stakeholder harus mampu memanfaatkan peluang untuk optimalisasi pembangunan,” ujarnya.


Menurut Muhidi, Sumbar memiliki banyak komoditas unggulan yang belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat. Seperti komoditas seperti gambir, kakao, kopi, kayu manis, sawit, hingga hasil pertanian strategis lainnya perlu didorong menuju industrialisasi modern.


“Kita ingin komoditas unggulan Sumatera Barat tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” katanya.


Dalam paparannya, Muhidi juga menyoroti pentingnya membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berbicara soal modal dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau.



Ia menegaskan, persoalan strategis seperti tanah ulayat harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan nilai “saiyo sakato” yang selama ini menjadi kekuatan budaya Minang.


“Kami menyadari investasi membutuhkan kepastian hukum, kemudahan regulasi, dan dukungan sosial masyarakat. Terkait berbagai persoalan, termasuk tanah ulayat, nilai musyawarah dan saiyo sakato menjadi jalan penyelesaian yang adil dan bijaksana,” jelasnya.


Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar berkomitmen memperkuat regulasi dan pengawasan guna menciptakan kepastian hukum bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat nagari.


“DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan untuk memperkuat kepastian hukum, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat nagari,” tegasnya.



Dalam forum tersebut, Muhidi turut memperkenalkan konsep pembangunan kolaboratif berbasis jaringan yang disebut sebagai model “Bintang Laut”. Model ini menempatkan pembangunan daerah tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan dibangun melalui kolaborasi antara nagari, perantau, pemerintah, dan pelaku usaha.


Menurutnya, pola kolaboratif tersebut akan membuat ekonomi Sumbar lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki daya tahan kuat menghadapi tantangan global.


Selain itu, Muhidi juga mendorong konsep investasi berbasis adat sebagai identitas pembangunan Sumatera Barat.


Dalam konsep tersebut, tanah ulayat tidak dipandang sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai bagian dari sinergi sosial antara ninik mamak, masyarakat nagari, dan investor.




“Investasi di Minangkabau bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi hubungan sosial dan budaya yang saling menguatkan,” tutupnya. 



Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan Minangkabau merupakan etnis terbesar keenam di Indonesia dengan populasi sekitar 6,7 juta jiwa dan memiliki jejak sejarah besar di tingkat nasional maupun internasional. Banyak tokoh Minang berperan penting sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, hingga pemimpin bangsa. 


Di antaranya Raja Baginda penyebar Islam di Filipina, Ahmad Khatib Al Minangkabawi Imam Besar Masjidil Haram, serta tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka. 


Sebanyak 21 dari 200 Pahlawan Nasional Indonesia berasal dari Minangkabau atau keturunannya. Bahkan, tiga dari empat pendiri Republik Indonesia merupakan putra Minang. 


Sejak awal kemerdekaan, banyak tenaga profesional dan intelektual Indonesia berasal dari Minangkabau, menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat Minang dalam perjalanan bangsa.



Dorong Investasi dan Transfer Pengetahuan Diaspora ke Ranah



Menjadi salah satu pemateri dalam perhelatan akbar Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. 


"Pulang tidak selalu harus dimaknai secara fisik. Pulang dapat diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, investasi, transfer pengetahuan, penguatan jejaring, serta perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman,” ujar Muhidi dalam acara yang digelar di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

 

Muhidi mengatakan Sumbar memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan hingga ekonomi kreatif. Begitupun sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama daerah.


Jadi berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. 


“Karena itu, kami mengajak para perantau dan pengusaha diaspora Minangkabau untuk bersama-sama membangun ranah ini agar lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.


Muhidi menilai budaya Minangkabau juga menjadi modal sosial terbesar dalam mendorong pembangunan daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.


Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti Saiyo Sakato, semangat gotong royong, serta kuatnya jaringan kekerabatan masyarakat Minang merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.


“Budaya Minangkabau adalah modal pembangunan yang sangat besar. Nilai Saiyo Sakato, gotong royong, dan jaringan kekerabatan orang Minang harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.


Menurutnya, potensi besar diaspora Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan negara harus mampu dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan Sumatera Barat di masa depan.


Karena itu, ia mengajak seluruh perantau untuk mengubah cara pandang lama terkait fenomena brain drain menjadi brain gain, yakni menjadikan keberhasilan dan pengalaman perantau sebagai sumber kekuatan baru bagi daerah.


“Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang dari brain drain menjadi brain gain. Keberhasilan dan pengalaman para perantau harus menjadi energi positif untuk kemajuan Ranah Minang,” tegasnya.


Kegiatan Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Minangkabau dan pejabat negara.


Di antaranya Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Dony Oskaria, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.


Hadir pula Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, bersama tokoh diaspora Minangkabau dari berbagai daerah dan luar negeri.


Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumbar.


Menurut Mahyeldi, hingga saat ini kualitas pembangunan dan daya saing sumber daya manusia masih belum optimal. Selain itu, ketahanan pangan daerah dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga masih perlu diperkuat. Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah keterbatasan layanan infrastruktur dasar serta sosial ekonomi untuk mendorong kemajuan dan kemandirian nagari/desa.


Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan infrastruktur yang inklusif serta ketangguhan daerah terhadap bencana alam juga dinilai masih belum maksimal.


Dalam aspek sosial budaya, Mahyeldi mengatakan perwujudan masyarakat yang beradat, harmonis, religius, dan berbasis keluarga berkualitas masih membutuhkan penguatan. 


Selain itu, daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai masih rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.


Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang efektif juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depan.


Ia berharap seluruh tokoh perantau Minang dapat bersama-sama dengan masyarakat di ranah untuk memanfaatkan seluruh potensi dan kemampuan dalam membangun kampung halaman.


“Dalam kesempatan ini, kami sangat berharap kepada seluruh tokoh perantau yang hadir untuk bisa bersama-sama dengan kami yang ada di ranah membangun tanah Minangkabau yang kita cintai ini,” tutupnya. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Anggota DPRD Bukittinggi, Dewi Anggraini, gelar Bimbingan Organisasi dan Bimbingan Teknis Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Bukittinggi. Kegiatan ini berlangsung di Santika Hotel, 23 hingga 24 Mei 2026.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, didampingi Kepala Bidang S-IKP, Ramon Arisa Putra, menjelaskan, RAPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung komunikasi kebencanaan dan pelayanan masyarakat.


Ketika sinyal seluler terganggu, kemacetan terjadi atau bencana datang, komunikasi radio melalui frekuensi 142 MHz sering menjadi harapan pertama dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari Pokok Pikiran anggota DPRD KotaBukittinggi, Dewi Anggraini, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas organisasi komunikasi masyarakat di Kota Bukittinggi," jelasnya.


Asrar Fernando menambahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi terus mendorong peningkatan kemampuan teknis, pemahaman regulasi serta etika komunikasi anggota RAPI.


Diharapkan, melalui bimtek ini anggota RAPI Bukittinggi semakin profesional, solid dan siap bersinergi dengan BPBD, Polres, Dishub serta seluruh OPD, terlebih di momentum peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026.


Kegiatan ini diikuti 31 anggota RAPI dengan empat orang panitia, menghadirkan narasumber dari Balmon Kelas II A Padang, BPBD, Dinas Kesehatan dan RAPI Sumbar. 


Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dewi Anggraini, menyampaikan, pelaksanaan Bimbingan Organisasi dan Bimbingan Teknis RAPI menjadi langkah positif dalam memperkuat kapasitas anggota RAPI di bidang komunikasi dan pelayanan masyarakat.


Keberadaan RAPI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah, terutama dalam mendukung komunikasi sosial, kegiatan kemasyarakatan hingga penanganan kebencanaan di tengah masyarakat.(**)



SUMBARNET - Kakek Mujiran akhirnya menghirup udara bebas setelah lebih dari tiga bulan menjalani tahanan. Lansia 72 tahun asal Lampung Selatan itu sebelumnya diproses hukum akibat mengambil sisa getah karet di area perkebunan PTPN demi membeli beras untuk keluarganya.


Kasus tersebut memicu perhatian publik nasional. Banyak masyarakat menilai penanganan perkara itu tidak mencerminkan sisi kemanusiaan. Dukungan kepada Mujiran terus mengalir di media sosial hingga akhirnya kasus tersebut menjadi sorotan nasional.


Kini, kasus Mujiran resmi dihentikan melalui mekanisme restorative justice tanpa syarat. Keputusan itu mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia lanjut, dan latar belakang ekonomi keluarganya. Mujiran kini dapat kembali berkumpul bersama istri dan cucunya di rumah.


Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Asset Management, Dony Oskaria, langsung merespons polemik tersebut. Ia mengecam keras langkah hukum terhadap rakyat kecil, terutama lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.


“Saya mengecam keras tindakan kriminalisasi terhadap rakyat kecil, terlebih kepada seorang lansia seperti Kakek Mujiran. BUMN harus hadir untuk rakyat,” tegas Dony Oskaria di Jakarta, Minggu (24/5).


Menurut Dony, pendekatan pidana terhadap warga miskin telah mencederai marwah BUMN sebagai perusahaan negara yang seharusnya hadir membantu masyarakat. Karena itu, BP BUMN segera mengeluarkan instruksi tegas kepada manajemen PTPN.


Instruksi tersebut mencakup penghentian proses hukum, pencabutan laporan, penyampaian permintaan maaf resmi, hingga pemberian bantuan sosial kepada Mujiran dan keluarganya. Selain itu, PTPN juga diminta menyediakan pekerjaan yang sesuai bagi Mujiran atau anggota keluarganya.


“Kita harus menyelesaikan masalah kesejahteraan dengan pembinaan, bukan pemidanaan. BUMN harus menjadi solusi bagi rakyat,” ujar Dony.


Menindaklanjuti arahan tersebut, manajemen PTPN I akhirnya menghentikan seluruh proses hukum terhadap Mujiran melalui restorative justice. PTPN juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Mujiran, keluarga, dan masyarakat luas.


“Melalui mekanisme restorative justice, kami bersyukur Kakek Mujiran kini telah bebas dan kembali berkumpul bersama keluarganya,” tulis manajemen PTPN dalam pernyataan resmi, Minggu (24/5).


PTPN mengakui penanganan kasus tersebut menjadi pelajaran penting bagi perusahaan. Manajemen menilai petugas lapangan harus lebih peka terhadap nilai kemanusiaan saat menangani persoalan sosial di masyarakat.


Selain menghentikan perkara, PTPN kini mulai merealisasikan bantuan kebutuhan pokok bagi Mujiran. Perusahaan juga menyiapkan peluang kerja yang disesuaikan dengan kondisi fisik Mujiran maupun anggota keluarganya.


Menurut manajemen, langkah tersebut dilakukan agar kehadiran BUMN tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan solusi ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar.


Kasus Mujiran kini menjadi perhatian serius BP BUMN dan Danantara. Pemerintah akan mengevaluasi SOP pengamanan aset di seluruh perusahaan pelat merah agar pendekatan humanis dan restorative justice lebih dikedepankan.


“BUMN harus hadir untuk rakyat dan bekerja demi rakyat,” tutup Dony Oskaria. (***)

 


SUMBARNET - Prestasi membanggakan kembali diraih jajaran Polres Sijunjung. Kapolres Sijunjung, Willian Harbensyah, menerima penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung Program Presiden Republik Indonesia Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sijunjung.


Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Komnas PA Indonesia, Agustinus Sirait, di Jakarta, Kamis (21/5/2026).


Dalam keterangannya, Agustinus Sirait menilai AKBP Willian Harbensyah sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi bangsa melalui dukungannya terhadap program pemenuhan gizi anak.


Menurutnya, implementasi Program MBG di Kabupaten Sijunjung menjadi salah satu contoh sinergi yang baik dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai.


"Kapolres Sijunjung menunjukkan komitmen nyata terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Program MBG yang berjalan di Sijunjung merupakan bentuk kolaborasi positif dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemenuhan gizi," ujar Agustinus Sirait.


Saat ini, Program MBG melalui lima SPPG di Kabupaten Sijunjung telah memberikan pelayanan kepada sekitar 12.400 penerima manfaat setiap hari.


Selain itu, Polres Sijunjung juga tengah mempersiapkan pembangunan dua unit SPPG tambahan yang diproyeksikan dapat menjangkau sekitar 5.000 penerima manfaat baru dalam waktu dekat.


Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan atas keberhasilan mendukung Program MBG, namun juga karena dinilai berhasil menunjukkan respons cepat dalam penanganan kasus-kasus yang melibatkan anak.


Polres Sijunjung disebut aktif menerapkan pendekatan humanis dalam perlindungan anak, termasuk percepatan penanganan laporan dan pendampingan terhadap korban.


Sementara itu, AKBP Willian Harbensyah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepadanya.


Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Sijunjung untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polres Sijunjung untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami akan terus berkomitmen mendukung Program Presiden RI Makan Bergizi Gratis serta memastikan perlindungan terhadap anak berjalan secara maksimal di wilayah hukum Polres Sijunjung," ungkapnya.


Penghargaan tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan program pembangunan sosial dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (**)



​JAKARTA — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melayangkan teguran keras kepada manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menyusul ramainya kasus kriminalisasi terhadap Kakek Mujiran di Lampung. Kasus ini mencuat setelah Kakek Mujiran diproses hukum akibat mengambil sisa getah karet di area perkebunan milik PTPN.


​Dony Oskaria secara tegas mengecam tindakan penyelesaian masalah yang mengesampingkan nilai kemanusiaan tersebut dan mengingatkan seluruh jajaran BUMN mengenai hakikat berdirinya perusahaan negara.


​"Saya mengecam keras tindakan pelaporan dan kriminalisasi terhadap rakyat kecil, terlebih lagi kepada seorang lansia seperti Kakek Mujiran. BUMN ini adalah milik rakyat, dibangun dengan uang rakyat, dan diamanatkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Tidak boleh ada sedikit pun ruang bagi BUMN untuk bersikap arogan dan memperlakukan rakyat seperti itu," tegas Dony Oskaria di Jakarta, Minggu (24/5).


​Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa pendekatan hukum pidana terhadap warga miskin yang sekadar berusaha bertahan hidup sangat mencederai muruah BUMN. Sebagai langkah tindak lanjut, BP BUMN dan Danantara telah mengeluarkan tiga instruksi tegas kepada Direksi PTPN.


​Pertama penghentian Proses Hukum. PTPN diinstruksikan untuk segera mencabut laporan dan menghentikan segala bentuk proses hukum atau intimidasi terhadap Kakek Mujiran.


Dony menyampaikan ​permintaan maaf langsung sebagai Kepala BP BUMN atas peristiwa yang mencederai rasa keadilan itu. Dony juga meminta PTPN, khususnya pimpinan wilayah setempat, diwajibkan turun langsung menemui Kakek Mujiran dan keluarganya untuk menyampaikan permohonan maaf secara institusi.


“Sebagai Kepala BP BUMN saya meminta maaf kepada Kakek Mujiran dan keluarga. Saya tegaskan sekali lagi bahwa BUMN adalah milik rakyat dan dibangun dengan uang rakyat,” kata Dony.


​Instruksi lain adalah pemberian bantuan dan pekerjaan. PTPN akan memberikan bantuan sosial yang memadai kepada Kakek Mujiran. Selain itu, PTPN harus merangkul beliau dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi fisiknya, atau memberikan pekerjaan kepada anggota keluarga Kakek Mujiran agar mereka memiliki sumber penghasilan yang layak.


​"Kita harus memutus masalah kesejahteraan dengan pembinaan, bukan pemidanaan. Saya sudah memerintahkan agar Kakek Mujiran atau keluarganya diberikan pekerjaan di lingkungan PTPN. BUMN harus hadir sebagai solusi untuk mengayomi, bukan menjadi alat yang memenjarakan rakyat yang sedang kesulitan," tambah Dony.


​Ke depan, BP BUMN dan Danantara akan menjadikan kasus ini sebagai peringatan keras (red flag) bagi seluruh Direksi BUMN di Indonesia. Evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan aset perusahaan akan dilakukan agar pendekatan yang lebih humanis dan restoratif (restorative justice) selalu dikedepankan. “​BUMN harus menjalankan fungsi sesuai khitahnya. Hadir untuk rakyat, bekerja untuk rakyat,” kata Dony tegas. (**)

 ‎


SUMBARNET - Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, membagikan resep suksesnya kepada generasi muda. Pria yang memulai karier dari posisi paling bawah itu menegaskan bahwa tidak ada kesuksesan yang instan.

‎Pesan itu disampaikan Dony dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi BP BUMN, ia mengungkapkan filosofi kunci menuju puncak karier.

‎Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Kesuksesan lahir ketika persiapan bertemu dengan kesempatan," ujar Dony.

‎Menurutnya, peluang bisa datang kapan saja. Namun, hanya akan menjadi jalan keberhasilan bagi mereka yang sudah siap. Rumusnya sederhana, preparation meets opportunity (persiapan bertemu dengan kesempatan).

‎Pesan tersebut bukanlah sekadar motivasi kosong. Hal ini tercermin langsung dari perjalanan karier Dony Oskaria yang dimulai dari posisi paling bawah, terus menapaki berbagai peran strategis hingga kini dipercaya sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia. Perjalanan tersebut menjadi bukti nyata bahwa siapa pun bisa bertumbuh.

‎"Anak desa pun bisa menjadi pemimpin besar," tegas Dony.

‎Ia membeberkan kuncinya selama mau belajar, bekerja keras, menjaga integritas, dan terus membangun kompetensi. 

‎Karena pada akhirnya, kesempatan akan selalu berpihak kepada mereka yang siap. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar mulus, sebab tantangan dan proses naik turun adalah bagian dari pembentukan diri.

‎Di tengah gelaran Jogja Financial Festival, Dony yang juga menjabat  Menteri BUMN itu tidak hanya memberikan wejangan, tetapi juga membeberkan target ambisius perusahaan pelat merah.

‎Ia memproyeksikan laba BUMN pada 2026 bisa menembus Rp360 triliun. Angka ini naik dari capaian 2025 yang diperkirakan mencapai Rp335 triliun. Bahkan, ia menargetkan pada 2029, keuntungan BUMN bisa menyentuh Rp450 triliun.

‎"Tidak benar kalau banyak yang bilang BUMN tidak pernah untung. Itu keliru," tegas Dony membantah anggapan miring yang kerap muncul.

‎Kontribusi BUMN ke kas negara juga sangat besar. Ia mengungkapkan, hingga kuartal I 2026, BUMN telah menyetorkan pajak sekitar Rp215 triliun dan menyumbang hampir sepertiga dari APBN.

‎Profil dan Kekayaan Dony Oskaria yang duduk di kursi panas Danantara ini, 

‎berikut profil singkatnya yang dirangkum dari berbagai sumber:

‎Umur dan Asal: 56 tahun, lahir di Tanjung Alam, Tanah Datar, Sumatera Barat pada 26 September 1969.

‎Pendidikan: S1 Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) dan MBA dari The Asian Institute of Management, Filipina.

‎ Jabatan Saat Ini: Kepala BP BUMN, Plt Menteri BUMN, serta COO Danantara Indonesia.

‎Awal Karier: Memulai perjalanan bisnisnya sebagai call center di Bank Universal dan sempat menjadi CEO di sejumlah perusahaan CT Corp milik Chairul Tanjung.

‎Harta Kekayaan: Berdasarkan LHKPN 2023, total kekayaannya tercatat mencapai Rp29,88 miliar, didominasi oleh aset tanah dan bangunan senilai Rp19,81 miliar. Meski begitu, ia tercatat memiliki utang sekitar Rp16,79 miliar.

‎Di sisi lain, Dony juga mengambil langkah tegas dengan merestrukturisasi BUMN yang bermasalah. Salah satunya adalah rencana penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) di Bandung yang dinilai sudah tidak sehat karena pengelolaan sebelumnya tidak terintegrasi. (***)


 


SUMBARNET - Peristiwa tragis saat black out (pemadaman listrik se-Sumatera) terjadi di Toko Indrapura ACC yang berada di Jalinsum Air Putih, Kabupaten Batu Bara. 


Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya dalam kondisi kritis diduga akibat keracunan asap genset, Sabtu (23/5/2026) siang.


Peristiwa tersebut viral di media sosial. Belasan netizen memposting peristiwa memilukan tersebut lewat akun Facebook mereka, di antaranya @Jungkes CCTV, @Habib Bima, @Mustafa Kamal Fasha II, @Nisa Fashion, serta @Era Sismita.


Berdasarkan penelusuran dari postingan Facebook, disebutkan malam saat terjadinya blackout PLN pada Jumat (22/5/2026) sekira pukul 18.45 WIB, toko tersebut menghidupkan genset. Toko terlihat sangat ramai pada malam nahas tersebut.


Kemungkinan saat toko ditutup setelah larut malam, genset tetap dibiarkan hidup di dalam toko. Sementara itu, keempat karyawati disebutkan tidur di dalam toko tersebut, sedangkan pemilik toko pulang ke rumahnya.


Kondisi keempat karyawati toko baru diketahui saat diduga pemilik dan warga menggedor-gedor pintu besi toko pada Sabtu (23/5/2026) siang.


Meski berulang kali digedor dibarengi teriakan memanggil, namun tidak ada sahutan dari dalam toko.


Curiga, warga kemudian mendobrak pintu toko dan menemukan fakta mengenaskan. Keempat karyawati terlihat masih berada di tempat tidur mereka.


Namun saat dibangunkan, hanya dua karyawati yang menyahut dengan suara lemah. Sedangkan dua karyawati lainnya sama sekali tidak memberikan reaksi.


Warga bersama pemilik toko kemudian menghubungi Polsek Air Putih. Begitu menerima informasi, Kanit Reskrim Polsek Air Putih, Ipda Evan Hutabarat, bersama anggotanya langsung tiba di TKP dalam waktu singkat.


Baik korban tewas maupun korban kritis langsung dilarikan ke RSU Bidadari Batu Bara.


Dari postingan video @Jungkes CCTV yang ikut ke RSU Bidadari disebutkan nama-nama korban adalah Adila, Rahma, Dwi, dan Riana. Namun tidak disebutkan secara rinci korban yang tewas maupun korban yang kritis.


Setelah korban dievakuasi, personel Polsek Air Putih melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. (**)

 


SUMBARNET - Muhammad Ramli, sekuriti di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) nyaris menjadi korban saat terjadi kerusuhan berujung pembakaran di kampus tersebut, pada Kamis (21/5/2026).


Pria warga Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar itu, merupakan salah seorang saksi sewaktu insiden penyerangan terjadi.


Ramli menceritakan kronologi kejadian. Awalnya, massa mahasiswa diduga dari Fakultas Pertanian berkumpul di area kampus pada Rabu (20/52026), sekira pukul 22.00 WIB.


Massa kemudian bubar sekira pukul 00.00 WIB, saat aparat keamanan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Syiah Kuala datang ke lokasi.


“Sekitar jam 3-an gitu kan, sudah kita usir semua sama Kapolsek, mahasiswa. Usir ke sanalah, sudah kosong semua,” kata Ramli, Kamis.


Ramli mengatakan tidak hanya massa yang berada di Fakultas Pertanian, aparat juga membubarkan kelompok lainnya di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.


Namun demikian, kata Ramli, massa diduga bukan dari Fakultas Pertanian mendatangi kompleks kampus tersebut, pada Kamis, sekira pukul 04.45 WIB. Mereka mencoba memaksa masuk ke dalam kompleks kampus.


“Pas sekitar jam 4.45, baru masuk ke sini. Kami pun di dalam, digoyang-goyang pagar,” kata Ramli.


Ramli beserta sekuriti lainnya sempat menegur massa agar tidak membuat kegaduhan dan meminta mereka membubarkan diri. Namun, permintaan mereka dijawab dengan lemparan batu.


Merasa terancam, petugas keamanan kampus itu masuk ke dalam pos dan menguncinya. Suara pecahan kaca akibat dilempar batu terdengar dari dalam. Bahkan, massa aksi diduga turut melemparkan bom molotov ke posko tersebut.


“Lempar-lempar batu. Kita masuk ke dalam (pos), kunci. Tengok kaca banyak kali pecah semua, baru dilempar bom molotov itu,” imbuhnya.


Melihat api mulai membakar sisi pos, Ramli yang berada di dalam kamar lalu melarikan diri melalui jendela.


“Masuk dalam, semua api. Panik kami. Baru kami lewat jendela, langsung lari sana. Sampai sana kan sudah aman. Berarti baru datang Polsek,” ujar Ramli.


Ramli mengatakan massa baru meninggalkan lokasi sekira pukul 05.00 WIB. Sejumlah bangunan seperti gedung laboratorium, pos, beberapa ruangan, dan kendaraan terbakar, termasuk sepeda motor milik Ramli. (**)



SUMBARNET - Dua pelaku pencurian motor dinas milik Kodim 0207/Simalungun berhasil diringkus Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Pematangsiantar hanya tiga hari setelah beraksi. Salah satu pelaku terpaksa ditembak pada bagian kaki karena mencoba melarikan diri saat pengembangan kasus.


Kedua tersangka masing-masing berinisial W, 31 tahun, warga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dan IRL, 47 tahun, warga Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.


Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar mengatakan pencurian terjadi di Jalan Bahkora II, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, Jumat (15/5/2026).


Saat itu, korban Serda DHB memarkirkan sepeda motor dinas Honda Verza warna hijau army milik Kodim 0207/Simalungun untuk kegiatan pembersihan sekitar pukul 10.20 WIB.


“Sekitar pukul 11.00 WIB korban kembali ke lokasi parkir dan mendapati sepeda motor inventaris Kodim sudah hilang,” ujar AKP Sandi, Rabu (20/5/2026).


Akibat kejadian tersebut, Kodim 0207/Simalungun mengalami kerugian sekitar Rp14 juta dan langsung melaporkan kasus itu ke Polres Pematangsiantar.


Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara.


Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku membobol kunci kontak motor menggunakan gunting lalu menjual kendaraan hasil curian ke wilayah Sergai.


Saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, tersangka W mencoba kabur dari pengawalan petugas.


“Petugas sudah memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanan pelaku,” kata AKP Sandi.


Polisi kemudian membawa tersangka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum digelandang ke Mapolres Pematangsiantar.


Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CB 150 R, gunting yang digunakan membobol kunci, jaket, celana jeans, topi, dan helm.


Saat ini kedua tersangka telah ditahan dan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (**)

 


Padang - Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan event olahraga “Kahf Own the Way Run 2026” yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 mendatang. Dukungan tersebut mengemuka dalam kegiatan audiensi dan koordinasi yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Padang, Jumat (22/5/2026).


Audiensi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir bersama perwakilan paragon-innovation.com melalui Kahf selaku penyelenggara kegiatan.


Pertemuan membahas berbagai persiapan pelaksanaan event lari sejauh 5 kilometer yang direncanakan mengambil rute dari kawasan Kota Tua Padang hingga sepanjang Pantai Padang. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan berkolaborasi dengan inosport.co.id.


Event tersebut ditargetkan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menghadirkan kegiatan olahraga, rangkaian acara juga akan dilengkapi berbagai aktivitas pendukung, hiburan, serta ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal.


Pelaksanaan kegiatan ini dinilai memiliki dampak positif yang luas karena mampu mengintegrasikan olahraga dengan promosi wisata serta penguatan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sejumlah sektor seperti pariwisata, kuliner, perhotelan, hingga ekonomi kreatif.


Selain itu, pelaksanaan kegiatan juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Jelajah Padang, yang bertujuan memperkenalkan destinasi wisata, sejarah, budaya, dan ruang publik Kota Padang kepada masyarakat luas.


Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Padang sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.


"Kami menyambut baik kehadiran event Kahf Own The Way Run di Kota Padang. Kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menjadi media promosi wisata dan penggerak ekonomi daerah," ujarnya.


Ia mengatakan peserta nantinya tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga dapat menikmati berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Padang.


"Para peserta nantinya dapat menikmati keindahan Kota Tua dan panorama Pantai Padang sambil berolahraga," katanya.


Lebih lanjut, Maigus Nasir berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat citra Kota Padang sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia.


"Melalui kegiatan seperti ini, Pemerintah Kota Padang berharap kota ini semakin dikenal sebagai destinasi wisata dan sport tourism yang mampu menghadirkan event-event berskala besar dan berkualitas," tambahnya.


Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, Pemerintah Kota Padang bersama pihak penyelenggara akan terus melakukan koordinasi terkait pengamanan jalur, pengaturan lalu lintas, kebersihan kawasan, serta aspek kenyamanan dan keselamatan peserta selama kegiatan berlangsung.


Melalui kolaborasi tersebut diharapkan penyelenggaraan Kahf Own the Way Run 2026 dapat berjalan sukses sekaligus memberikan dampak positif bagi promosi Kota Padang dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (**)