Foto : Ilustrasi

PASAMAN BARAT —Sumbarnet.id. Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Batang Saman, tepatnya di Kampung Bukik, Jorong Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (9/10/2026) siang.


Korban ditemukan warga dalam kondisi telah membusuk dengan posisi telungkup di tengah aliran sungai. Hingga Jumat sore, identitas korban masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi.


Berdasarkan laporan kepolisian, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 14.15 WIB oleh seorang warga bernama Donal (36), yang saat itu hendak pergi ke kebun.


Melihat keberadaan mayat tersebut, Donal kemudian menghubungi Marwan Hakim, seorang tokoh adat di Kampung Bukik.Informasi itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 14.35 WIB.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Pasaman Barat, Polsek Pasaman, dan tim identifikasi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas yang dipimpin Pamapta Aiptu Ravea Vani R. kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Pasaman Barat di Jambak untuk pemeriksaan medis.


Memiliki Tato di Tangan Kiri

Dari ciri-ciri fisik yang terlihat, korban diperkirakan berusia sekitar 26 tahun. Korban memiliki sejumlah tato di tangan kiri, di antaranya gambar menyerupai perahu dan karakter bergambar pada bagian lengan.

Selain itu, korban diketahui mengenakan jam tangan berwarna hitam, jaket parasut berwarna hijau, serta celana jins.


Ciri-ciri tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali korban dan mempercepat proses penelusuran identitasnya.


Polisi Lakukan Pemeriksaan

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta membawa jenazah ke RSUD Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan luar.


Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut.


Hingga saat ini, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya belum diketahui dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.


Masyarakat Diminta Membantu Identifikasi


Masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban atau merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera menghubungi Polres Pasaman Barat untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses identifikasi.


Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu kepolisian mengungkap identitas korban dan menemukan pihak keluarganya.


Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 17.55 WIB. Situasi selama proses penanganan dilaporkan aman dan terkendali. (Eka Saputra)

 


SUMBARNET – Atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada nomor 1.000 meter dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan para atlet dalam menjalani latihan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.


Pertandingan dayung tersebut berlangsung di Sungai Banda Bakali, kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Raihan medali emas ini sekaligus menambah semangat kontingen dayung Kota Padang untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik selama pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026.


Salah seorang atlet dayung Kota Padang, Muhammad Lutfi, mengungkapkan rasa senang dan syukur atas keberhasilan yang diraih dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, medali emas yang berhasil diperoleh merupakan hasil dari latihan keras, perjuangan, serta kerja sama seluruh tim dalam menghadapi persaingan di arena pertandingan.


“Kami senang dan bersyukur bisa meraih medali emas. Hasil ini merupakan buah dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim. Selanjutnya, kami akan fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejurnas pada Desember mendatang,” ujar Muhammad Lutfi.


Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Bagi mereka, pencapaian di Porprov bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan langkah penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.


Hasil Kerja Keras dan Latihan Intensif


Raihan medali emas pada nomor 1.000 meter tidak terlepas dari proses persiapan yang dijalani para atlet sebelum turun bertanding. Dalam olahraga dayung, kekuatan fisik, ketahanan, koordinasi gerakan, kekompakan, serta kemampuan menjaga ritme menjadi faktor penting untuk mencapai hasil maksimal.


Setiap atlet dituntut mampu menjaga konsentrasi dan mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang perlombaan. Selain kondisi fisik yang prima, koordinasi antaratlet dan penerapan strategi selama pertandingan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan.


Keberhasilan atlet putra dayung Kota Padang tersebut menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi modal penting untuk meraih prestasi. Semangat pantang menyerah dan tekad untuk memberikan hasil terbaik turut menjadi kekuatan dalam menghadapi lawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.


Bagi Muhammad Lutfi dan rekan-rekannya, medali emas yang diraih menjadi penghargaan atas usaha yang telah dilakukan selama masa persiapan. Capaian tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi pertandingan selanjutnya.


Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh anggota kontingen dayung Kota Padang untuk terus menjaga semangat dan meningkatkan kualitas penampilan selama Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung.


Kontingen Dayung Padang Diperkuat 30 Atlet


Pada ajang Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026, kontingen dayung Kota Padang diperkuat oleh 30 atlet putra dan putri yang siap berkompetisi dalam cabang olahraga tersebut.


Keikutsertaan para atlet ini menjadi bagian dari upaya Kota Padang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperjuangkan prestasi di tingkat provinsi. Setiap atlet diharapkan mampu menjalani pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kontribusi bagi kontingen daerah.


Dengan jumlah atlet yang cukup besar, kontingen dayung Kota Padang memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi dan kemampuan yang telah dibangun melalui proses latihan serta pembinaan.


Raihan medali emas pada nomor 1.000 meter menjadi salah satu hasil positif yang diharapkan dapat memacu semangat atlet lainnya. Keberhasilan tersebut juga dapat menjadi motivasi bersama untuk terus berjuang dalam setiap nomor pertandingan yang diikuti.


Selain mengejar medali, keikutsertaan dalam Porprov juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, serta mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani.


Pengalaman menghadapi persaingan di tingkat provinsi diharapkan dapat membantu atlet meningkatkan kesiapan mental dan teknis. Dengan demikian, mereka dapat terus berkembang dan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.


Fokus Persiapan Menuju Kejurnas Desember 2026


Usai mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat, tim dayung Kota Padang dijadwalkan melanjutkan persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.


Agenda tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi para atlet untuk mempertahankan semangat berlatih sekaligus meningkatkan kualitas kemampuan agar dapat bersaing di tingkat nasional.


Muhammad Lutfi menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekan setim akan kembali memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi kejuaraan tersebut. Hasil positif di Porprov diharapkan menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan diri sekaligus bahan evaluasi guna memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan selama pertandingan.


Persiapan menuju Kejurnas tentu membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Para atlet perlu menjaga kondisi fisik, meningkatkan daya tahan, memperkuat koordinasi, serta mematangkan teknik dan strategi yang diperlukan sesuai nomor pertandingan.


Selain itu, evaluasi terhadap penampilan selama Porprov menjadi bagian penting untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan. Dengan persiapan yang lebih terarah, tim dayung Kota Padang diharapkan dapat tampil lebih kompetitif saat menghadapi atlet dari berbagai daerah di Indonesia.


Bagi para atlet, pencapaian di Porprov menjadi penyemangat untuk tidak cepat berpuas diri. Medali emas yang diraih harus menjadi dorongan untuk terus berlatih dan menjaga komitmen dalam mengejar prestasi yang lebih tinggi.


Medali Emas Jadi Motivasi Tingkatkan Prestasi


Keberhasilan atlet putra dayung Kota Padang meraih medali emas pada nomor 1.000 meter menjadi kabar positif bagi perkembangan olahraga dayung di Kota Padang. Prestasi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja keras, latihan yang berkelanjutan, dan semangat juang dalam mencapai target yang telah ditetapkan.


Capaian itu juga diharapkan dapat menginspirasi atlet-atlet muda untuk menekuni olahraga dayung dan berani berkompetisi dalam berbagai kejuaraan. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, para atlet diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan keterampilan, dan meraih prestasi yang lebih baik.


Porprov XVI Sumbar 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet untuk membangun mental kompetitif, memperluas pengalaman, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam tim.


Bagi kontingen dayung Kota Padang, raihan emas tersebut menjadi langkah awal untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik pada rangkaian pertandingan berikutnya. Seluruh atlet diharapkan mampu menjaga kondisi, meningkatkan fokus, dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.


Dengan semangat dan persiapan yang terus ditingkatkan, tim dayung Kota Padang optimistis dapat melanjutkan perjuangan menuju Kejurnas Desember 2026. Harapannya, prestasi di tingkat provinsi dapat menjadi bekal berharga untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama baik Kota Padang melalui olahraga dayung.


Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kerja sama. Medali emas yang diraih pada Porprov XVI Sumbar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan saat ini, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi para atlet untuk terus berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi pada masa mendatang. (**)

 


SUMBARNET – Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengajak seluruh pelaku usaha sektor gastronomi untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan potensi kuliner sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kuliner Kota Padang semakin dikenal di tingkat nasional hingga menembus pasar internasional.


Ajakan itu disampaikan Fadly Amran saat menggelar temu ramah bersama para pelaku usaha sektor gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk mempererat komunikasi, menyerap aspirasi dunia usaha, sekaligus membangun sinergi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi gastronomi di Kota Padang.


Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat, Rina Pangeran, serta pimpinan organisasi perjalanan umrah dan haji di Kota Padang.


Turut hadir perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta para pelaku usaha sektor gastronomi di Kota Padang.


Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menegaskan bahwa sektor gastronomi memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya tarik pariwisata Kota Padang.


Menurutnya, gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga mencakup kekayaan budaya, tradisi, kreativitas, serta identitas daerah yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Kota Padang yang dikenal luas dengan kekayaan kuliner Minangkabau dinilai memiliki modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri pariwisata.


Fadly menyampaikan bahwa pertemuan dengan para pelaku usaha menjadi kesempatan penting untuk menyatukan pandangan antara pemerintah dan dunia usaha. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai peluang pengembangan gastronomi diharapkan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.


Padang Bidik UNESCO Creative Cities Network Bidang Gastronomi 2027


Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang adalah upaya mendorong kota tersebut masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO pada bidang gastronomi tahun 2027.


Fadly Amran mengungkapkan, saat ini Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UCCN 2027 pada bidang gastronomi. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan keterlibatan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama pelaku usaha yang menjadi bagian penting dalam ekosistem kuliner daerah.


Menurutnya, keberhasilan dalam proses tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi dunia usaha, komunitas, pelaku industri pariwisata, serta masyarakat yang selama ini menjaga dan mengembangkan kekayaan kuliner Kota Padang.


“Saat ini, Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang gastronomi. Kami mengharapkan kolaborasi para pelaku usaha agar cita-cita ini dapat terwujud,” ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan, pengembangan gastronomi perlu dilakukan secara terencana dengan mengedepankan kekuatan kuliner lokal, inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, serta promosi yang mampu menjangkau pasar lebih luas.


Kota Padang memiliki beragam kekayaan kuliner yang telah dikenal masyarakat Indonesia, mulai dari rendang hingga berbagai hidangan khas Minangkabau lainnya. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui penguatan identitas produk, peningkatan kualitas penyajian, inovasi usaha, dan pengembangan pengalaman wisata berbasis kuliner.


Fadly berharap para pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga mulai melihat peluang untuk memperluas jangkauan usaha hingga tingkat nasional dan internasional.


“Kita ingin Kota Padang mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan gastronomi. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global dan mampu menembus pasar internasional,” katanya.


Ia menilai, pengakuan internasional terhadap kekayaan gastronomi Kota Padang dapat menjadi peluang untuk memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata kuliner. Namun, upaya tersebut perlu disertai kesiapan ekosistem usaha, kualitas produk, pelayanan, promosi, dan kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.


Karena itu, Pemko Padang mendorong agar pengembangan gastronomi menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai sektor, termasuk perhotelan, restoran, biro perjalanan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan industri pariwisata.


Peluang Gelar Pameran Gastronomi dan Event Internasional


Fadly Amran juga menilai peluang masuk dalam jaringan kota kreatif dunia dapat membuka ruang lebih luas bagi Kota Padang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.


Menurutnya, pengembangan event gastronomi dapat menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan kuliner khas Padang kepada wisatawan, investor, serta masyarakat dari berbagai negara. Kegiatan tersebut juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, restoran, transportasi, perdagangan, dan jasa pariwisata.


“Apabila kita sudah masuk dalam jaringan kota kreatif dunia, kita akan memiliki kesempatan mengembangkan berbagai kegiatan berskala internasional. Kita bisa dorong agar pameran gastronomi dapat diselenggarakan di Kota Padang, dan berbagai event internasional,” ungkapnya.


Ia berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan kegiatan yang melibatkan pelaku usaha secara aktif. Dengan demikian, berbagai agenda promosi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan memperluas pasar bagi produk lokal.


Fadly menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha untuk menyambut peluang tersebut, antara lain melalui peningkatan mutu produk, konsistensi cita rasa, kebersihan, pelayanan, kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.


Selain itu, penguatan kerja sama antarpelaku usaha juga diperlukan agar promosi gastronomi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Restoran, hotel, biro perjalanan, dan pelaku UMKM diharapkan dapat saling mendukung dalam menghadirkan pengalaman wisata kuliner yang menarik bagi pengunjung.


Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, ingin menjadikan kekayaan gastronomi sebagai salah satu keunggulan daerah yang mampu meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus menciptakan peluang usaha baru.


Puluhan Ribu Pelaku Usaha Kuliner Jadi Kekuatan Ekonomi Padang


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, memaparkan besarnya potensi sektor kuliner yang berkembang di Kota Padang.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang. Pelaku usaha tersebut berasal dari berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga usaha besar.


Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki peran penting dalam aktivitas perekonomian daerah. Selain menjadi sumber pendapatan bagi pemilik usaha, sektor ini juga melibatkan tenaga kerja, pemasok bahan baku, petani, pedagang, penyedia jasa distribusi, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.


Fauzan menilai, keberadaan ribuan pelaku usaha kuliner merupakan modal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu destinasi gastronomi unggulan.


Namun, besarnya jumlah pelaku usaha juga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan daya saing. Pembinaan usaha, kemudahan perizinan, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar menjadi bagian penting agar potensi tersebut dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah.


Selain sektor kuliner, Fauzan menyebutkan bahwa industri perhotelan, restoran, dan hiburan juga menunjukkan perkembangan yang dapat dilihat dari realisasi pajak serta perputaran omzet usaha.


Berdasarkan data realisasi pajak yang dipaparkan, total omzet dari tiga sektor yang berkaitan dengan gastronomi, yakni perhotelan, restoran, dan hiburan, mencapai sekitar Rp1,7 triliun sepanjang 2025.


Angka tersebut menggambarkan besarnya aktivitas ekonomi yang ditopang oleh sektor-sektor tersebut sekaligus menunjukkan peluang pengembangan yang masih terbuka.


Menurut Fauzan, peningkatan aktivitas gastronomi dapat memberikan dampak berantai terhadap sektor ekonomi lainnya. Ketika kunjungan wisatawan meningkat dan kegiatan kuliner berkembang, kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, jasa perjalanan, hingga produk UMKM juga berpotensi mengalami peningkatan.


Oleh sebab itu, pengembangan gastronomi perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh agar manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kelompok usaha dan masyarakat.


Omzet Tiga Sektor Capai Rp1,3 Triliun hingga September 2026

Fauzan Ibnovi juga mengungkapkan bahwa hingga September 2026, omzet yang tercatat dari sektor perhotelan, restoran, dan hiburan telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun.


Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas ekonomi pada sektor-sektor yang berkaitan dengan gastronomi di Kota Padang.


“Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi bahwa capaian pada 2026 akan melampaui angka 2025, mengingat masih ada tiga bulan tersisa dan periode akhir tahun biasanya menjadi masa yang optimal bagi sektor-sektor tersebut,” ujar Fauzan.


Ia menjelaskan, sisa waktu hingga akhir tahun masih memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan aktivitas bisnis. Momentum liburan, kegiatan masyarakat, perjalanan wisata, dan berbagai agenda akhir tahun dapat menjadi faktor pendukung bagi perkembangan usaha, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pasar dan realisasi kegiatan ekonomi.


Pemko Padang berharap tren tersebut dapat terus dijaga melalui peningkatan kualitas produk, pelayanan, serta penciptaan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.


Fauzan juga menekankan bahwa data omzet tersebut menjadi gambaran mengenai besarnya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha.

Dengan penguatan ekosistem gastronomi, Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor kuliner dan industri pendukungnya terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.


Potensi 40 Ribu Jemaah Umrah Jadi Peluang Ekonomi


Selain sektor kuliner, perhotelan, dan hiburan, Fauzan Ibnovi turut menyoroti potensi ekonomi dari aktivitas perjalanan umrah dan haji yang berkaitan dengan Kota Padang dan wilayah sekitarnya.


Ia menyebutkan, terdapat sekitar 40 ribu jemaah umrah setiap tahun yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan peluang ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kota Padang.


Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antara biro perjalanan, hotel, restoran, penyedia transportasi, serta pelaku usaha kuliner dan jasa lainnya.


Fauzan menilai, kebutuhan jemaah sebelum keberangkatan maupun setelah kembali dari perjalanan dapat menjadi peluang bagi berbagai sektor usaha, sepanjang dikembangkan melalui layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Keterlibatan pelaku usaha gastronomi dalam ekosistem perjalanan juga berpotensi memperluas pasar bagi produk kuliner lokal. Restoran dan penyedia makanan dapat mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan rombongan perjalanan, sementara hotel dan biro perjalanan dapat menjajaki bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.


Namun, peluang tersebut membutuhkan koordinasi dan strategi pemasaran yang tepat agar aktivitas perjalanan umrah benar-benar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Kota Padang.


Karena itu, pertemuan dengan organisasi perjalanan umrah dan haji dinilai penting untuk membuka komunikasi lintas sektor. Pemerintah berharap pelaku usaha dapat mengidentifikasi peluang kerja sama sekaligus menyusun langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi pasar yang tersedia.


Pemko Padang Siapkan Iklim Usaha yang Lebih Kondusif


Dalam upaya memperkuat sektor gastronomi, Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif bagi pelaku usaha maupun investor.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya memberikan kemudahan berusaha dan investasi, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta melakukan pembenahan lingkungan dan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi.


Menurutnya, pengembangan gastronomi tidak dapat dilepaskan dari kualitas lingkungan kota dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. Kawasan usaha yang tertata, lingkungan yang bersih, akses transportasi yang memadai, serta pelayanan yang baik akan membantu meningkatkan daya tarik Kota Padang sebagai destinasi wisata kuliner.


Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa proses perizinan dapat diakses dengan baik oleh pelaku usaha, terutama UMKM yang menjadi bagian besar dari ekosistem kuliner daerah.


Dengan dukungan kebijakan yang tepat, para pelaku usaha diharapkan dapat lebih leluasa mengembangkan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang investasi baru.


Fadly berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari penguatan kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan para pelaku usaha. Aspirasi yang disampaikan dalam forum itu diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program pengembangan gastronomi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.


Sementara itu, Fauzan Ibnovi menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan agar pertumbuhan sektor gastronomi tidak hanya terlihat dari peningkatan omzet, tetapi juga memberikan dampak terhadap daya saing produk lokal dan kesejahteraan masyarakat.


“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami berharap sektor gastronomi dapat terus berkembang, memperluas peluang investasi, meningkatkan daya saing kuliner lokal, serta memperkuat posisi Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.


Kolaborasi Jadi Kunci Gastronomi Padang Mendunia


Temu ramah antara Wali Kota Padang dan para pelaku usaha sektor gastronomi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi peluang ekonomi ke depan.


Dengan sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif, omzet sektor perhotelan, restoran, dan hiburan yang mencapai sekitar Rp1,7 triliun pada 2025, serta potensi perjalanan umrah yang melibatkan puluhan ribu jemaah setiap tahun, Kota Padang memiliki sejumlah peluang yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.


Tantangan selanjutnya adalah memastikan potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kualitas layanan, memperluas pasar, dan memperkuat identitas gastronomi daerah.


Upaya Kota Padang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network bidang gastronomi tahun 2027 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat arah pembangunan sektor tersebut.


Pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan aktif para pelaku usaha, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat untuk membangun ekosistem gastronomi yang berdaya saing serta berkelanjutan.


Fadly Amran berharap kuliner khas Padang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Melalui inovasi, peningkatan kualitas, promosi yang tepat, serta kerja sama lintas sektor, gastronomi diharapkan menjadi salah satu kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas peluang usaha di Kota Padang.


Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, Kota Padang optimistis dapat terus mengembangkan kekayaan kulinernya menjadi daya tarik pariwisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (**)

 


SUMBARNET – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melepas 12 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Padang yang akan mewakili Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 14–18 Oktober 2026.


Pelepasan atlet berlangsung di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Padang terhadap perjuangan para atlet penyandang disabilitas intelektual yang telah menunjukkan kemampuan dan prestasi hingga terpilih untuk berlaga di tingkat nasional.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Eka Putra Buhari, Ketua SOIna Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus SOIna Kota Padang, serta para orang tua atlet.


Dalam kesempatan itu, Maigus Nasir menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada 12 atlet yang dipercaya memperkuat kontingen Sumatera Barat. Menurutnya, kesempatan tampil pada ajang nasional merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi terbaik mereka.


“Atas nama Pemko Padang, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada anak-anak kita yang terpilih mewakili Sumatera Barat. Ini bukan hal mudah, karena mereka berhasil terpilih dari sekian banyak atlet untuk berlaga di tingkat nasional,” ujar Maigus Nasir.


Ia menegaskan, keikutsertaan para atlet dalam Pesonas II 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar prestasi dan meraih medali, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pembinaan, latihan, disiplin, dan dukungan lingkungan.


Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas intelektual. Setiap atlet berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berlatih, berkompetisi, mengembangkan bakat, serta memperoleh penghargaan atas usaha dan prestasi yang diraih.


Pesan Wawako: Jaga Semangat, Percaya Diri, dan Berikan Kemampuan Terbaik


Menjelang keberangkatan ke Kota Kupang, Maigus Nasir berpesan agar seluruh atlet menjaga semangat, meningkatkan rasa percaya diri, serta tetap fokus selama mengikuti pertandingan. Ia juga mengingatkan para atlet untuk mematuhi arahan pelatih, menjaga kekompakan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan maupun tantangan selama kompetisi berlangsung.


Maigus berharap para atlet mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Baginya, perjuangan selama menjalani latihan hingga berhasil terpilih mewakili Sumatera Barat merupakan modal penting untuk menghadapi pertandingan dengan penuh keyakinan.


“Jangan pernah menyerah sebelum bertanding, ikuti arahan pelatih, jaga semangat, dan berikan yang terbaik. Saya berharap 12 atlet SOIna Kota Padang mampu menorehkan prestasi dan membawa pulang medali untuk Sumatera Barat,” katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi turut dipengaruhi kesiapan mental, ketenangan, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga konsentrasi selama bertanding.


Karena itu, Maigus meminta para atlet agar tidak terbebani oleh target kemenangan. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadikan kompetisi nasional tersebut sebagai pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan, memperluas pergaulan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun semangat berprestasi.


“Tidak ada yang tidak mungkin sebelum kita berjuang. Dengan semangat, ketenangan, kekompakan, dukungan orang tua, dan bimbingan pelatih, mudah-mudahan anak-anak kita mampu melampaui harapan dan mengukir prestasi,” tuturnya.


Maigus juga berharap seluruh atlet dapat menjaga kesehatan selama persiapan, perjalanan, hingga pelaksanaan pertandingan. Menurutnya, kondisi fisik yang terjaga dan kesiapan mental yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang penampilan atlet di lapangan.


Pemko Padang Tegaskan Komitmen terhadap Olahraga Inklusif


Lebih lanjut, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemko Padang untuk terus mendukung pengembangan olahraga inklusif, termasuk pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual melalui SOIna.


Dukungan terhadap atlet SOIna dinilai penting agar mereka memperoleh ruang yang memadai untuk mengembangkan kemampuan, mengikuti kompetisi, dan meraih prestasi sesuai potensi masing-masing.


Ia menekankan bahwa keterbatasan fisik maupun kondisi intelektual tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang dalam meraih cita-cita. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan berkompetisi yang setara, para atlet dapat menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.


Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas, termasuk melalui pengembangan kegiatan olahraga yang memberikan ruang partisipasi bagi semua orang.


Maigus berharap keberhasilan 12 atlet SOIna Kota Padang menembus ajang Pesonas II 2026 dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas intelektual, agar terus memberikan dukungan terhadap minat dan bakat anak-anak mereka.


Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memandang atlet SOIna bukan berdasarkan keterbatasan yang dimiliki, melainkan melalui perjuangan, kedisiplinan, semangat, dan kemampuan yang mereka tunjukkan.


Dengan demikian, olahraga dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat kemandirian, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman.


12 Atlet Peraih Medali Emas PeSODa Sumbar 2024


Sementara itu, Ketua SOIna Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemko Padang atas dukungan yang diberikan kepada para atlet SOIna. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu dorongan penting bagi atlet untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.


Sri Hayati menjelaskan, sebanyak 12 atlet SOIna Kota Padang yang akan memperkuat kontingen Sumatera Barat pada Pesonas II 2026 merupakan atlet berprestasi yang sebelumnya berhasil meraih medali emas pada Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024.


Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa para atlet memiliki potensi yang patut dikembangkan melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Keberhasilan meraih medali emas pada tingkat daerah sekaligus menjadi bekal dan motivasi untuk menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.


Pada Pesonas II 2026, para atlet akan berkompetisi dalam sejumlah cabang olahraga, di antaranya atletik, renang, bocce, senam ritmik, dan tenis meja.

Keikutsertaan dalam berbagai cabang olahraga tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur hasil latihan, meningkatkan kemampuan, serta memperkaya pengalaman bertanding dalam suasana kompetisi nasional.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang atas dukungan yang diberikan. Kami berharap anak-anak tetap sehat, bersemangat, dan mampu meraih prestasi terbaik,” ujar Sri Hayati.


Ia berharap dukungan yang selama ini diberikan pemerintah daerah dapat terus berlanjut, sehingga pembinaan atlet SOIna Kota Padang dapat berjalan lebih optimal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas kesempatan atlet dalam memperoleh pelatihan, mengikuti kompetisi, dan meningkatkan kualitas prestasi.


Sri Hayati juga menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus SOIna, pelatih, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan atlet. Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dan perhatian dari berbagai pihak.


Dengan adanya dukungan yang konsisten, ia optimistis para atlet dapat terus berkembang, baik dari sisi keterampilan olahraga maupun kepercayaan diri dan kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Peran Orang Tua dan Pelatih Jadi Penguat Mental Atlet


Dalam kegiatan pelepasan tersebut, dukungan orang tua juga menjadi perhatian penting. Kehadiran para orang tua menunjukkan dukungan keluarga terhadap perjuangan anak-anak mereka dalam menekuni olahraga dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan nasional.


Maigus Nasir menilai peran keluarga memiliki arti besar dalam membangun mental atlet. Dorongan, perhatian, doa, dan pendampingan dari orang tua dapat membantu atlet merasa lebih tenang serta percaya diri ketika menghadapi kompetisi.


Selain keluarga, pelatih juga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan atlet, mulai dari penguasaan teknik, kedisiplinan berlatih, pengaturan strategi, hingga pembentukan sikap sportif selama bertanding.


Karena itu, ia berharap seluruh atlet dapat menjaga komunikasi dengan pelatih dan mengikuti setiap arahan yang diberikan. Semangat kebersamaan dan saling mendukung juga diharapkan menjadi kekuatan bagi kontingen Sumatera Barat selama mengikuti Pesonas II 2026.


Pelepasan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada para atlet agar berangkat dengan penuh keyakinan, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta menjunjung tinggi sportivitas.


Pesonas II 2026 Jadi Ajang Pengembangan Potensi Atlet


Sri Hayati menjelaskan bahwa Pekan Special Olympics Nasional merupakan ajang olahraga nasional bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna).


Selain menjadi wadah kompetisi dan pengembangan potensi atlet, Pesonas juga berperan dalam memperluas kesempatan bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepercayaan diri melalui interaksi dengan peserta dari berbagai daerah.


Menurutnya, ajang tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan pembinaan atlet SOIna, karena memberikan ruang bagi para atlet untuk menunjukkan hasil latihan dan membuktikan kemampuan mereka di tingkat nasional.


Ia juga menyebutkan bahwa Pesonas menjadi bagian dari persiapan menuju Special Olympics World Games 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Santiago, Chile.


Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh dalam kompetisi nasional diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para atlet untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri menghadapi peluang kompetisi yang lebih luas.


Bagi 12 atlet asal Kota Padang, keikutsertaan dalam Pesonas II 2026 merupakan kesempatan untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih pada PeSODa Sumbar 2024 sekaligus membawa semangat daerah ke panggung nasional.


Harapan Membawa Pulang Prestasi untuk Sumatera Barat


Pemko Padang berharap keberangkatan 12 atlet SOIna tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih keberhasilan apabila mendapatkan dukungan yang tepat.


Maigus Nasir berharap para atlet dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar, menjaga kesehatan, tetap kompak, serta menikmati setiap proses pertandingan. Ia juga menginginkan agar pengalaman yang diperoleh selama Pesonas dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi pada masa mendatang.


Dukungan pemerintah daerah, pengurus SOIna, pelatih, dan keluarga diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mengantarkan para atlet mencapai hasil terbaik.


Dengan bekal prestasi sebagai peraih medali emas PeSODa Sumbar 2024, 12 atlet SOIna Kota Padang diharapkan mampu tampil maksimal pada Pesonas II 2026 di Kota Kupang, 14–18 Oktober mendatang.


Keberangkatan mereka membawa harapan besar bagi Kota Padang dan Sumatera Barat. Lebih dari sekadar mengejar medali, perjuangan para atlet diharapkan menjadi inspirasi tentang arti kerja keras, keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.


Melalui dukungan yang berkelanjutan dan pembinaan olahraga yang inklusif, Pemko Padang berharap semakin banyak atlet penyandang disabilitas intelektual yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga. (**)

 


PADANG, – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta bimbingan para tokoh yang dihormati masyarakat. Di Minangkabau, peran ninik mamak dan bundo kanduang menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan membentuk generasi yang bermartabat.


Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dalam Pendampingan Keluarga dan Calon Pengantin yang dibuka Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., di salah satu hotel di Kota Padang, baru-baru ini.


Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan ninik mamak dan bundo kanduang dalam mendampingi keluarga, terutama pasangan yang sedang mempersiapkan diri memasuki kehidupan pernikahan. Pembekalan tersebut diharapkan membantu calon pengantin memahami pentingnya kesiapan membangun rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan berketahanan.


Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga mempertemukan dua keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan tanggung jawab yang harus dijalani bersama. Karena itu, pendampingan dari orang-orang yang memahami nilai adat dan kehidupan bermasyarakat dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika rumah tangga.


Dalam tatanan adat Minangkabau, ninik mamak memiliki peran dalam membimbing kemenakan, sedangkan bundo kanduang menjadi figur penting dalam keluarga dan pewarisan nilai-nilai kehidupan. Keterlibatan keduanya diharapkan mampu memperkuat komunikasi, menanamkan tanggung jawab, serta menjaga nilai-nilai luhur adat dalam kehidupan keluarga.


Bimtek ini juga merupakan bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Evi Yandri Rajo Budiman sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan peran tokoh adat dalam kehidupan sosial, khususnya dalam membangun keluarga yang siap menghadapi tantangan zaman.


Penguatan kapasitas para tokoh adat menjadi penting agar pendampingan terhadap keluarga dan calon pengantin dapat berjalan lebih terarah. Dengan pemahaman yang semakin baik, ninik mamak dan bundo kanduang diharapkan dapat menjadi mitra keluarga dalam menanamkan nilai saling menghormati, tanggung jawab, dan kebersamaan.


Lebih jauh, keluarga yang harmonis diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkarakter, menghargai adat, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Sinergi antara keluarga, tokoh adat, dan masyarakat pun menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Minangkabau di tengah perubahan zaman.


Melalui kegiatan ini, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Ketika ninik mamak dan bundo kanduang menjalankan perannya dengan baik, nilai adat dapat terus hidup dalam keluarga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Adat kuat, keluarga hebat, generasi bermartabat. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

 


PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman. Kondisi inilah yang menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, saat meninjau SLB Negeri 1 Padang, baru-baru ini. 


Kunjungan tersebut dilakukan setelah Evi Yandri menerima berbagai aspirasi dari para guru mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dinilai memprihatinkan. Keluhan itu mendorongnya untuk melihat langsung keadaan di lapangan.


Bagi para guru, fasilitas pendidikan bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan sarana yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhan mereka.


Dalam beberapa hari terakhir, Evi Yandri mengaku mendengar langsung keluhan para guru. Salah satu persoalan yang mencuat adalah minimnya fasilitas belajar yang disebut belum pernah tersentuh bantuan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.


Berangkat dari aspirasi tersebut, Evi Yandri memilih memastikan sendiri kondisi sekolah. Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan yang disampaikan para pendidik sekaligus melihat persoalan yang perlu mendapat perhatian.


"Saya datang untuk memastikan secara langsung kondisi yang disampaikan para guru. Anak-anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak," ujar Evi Yandri.


Pernyataan itu menegaskan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman diharapkan dapat membantu peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik, sekaligus mendukung tugas para guru dalam mendampingi mereka.


Evi Yandri juga menyatakan bahwa aspirasi para guru akan menjadi perhatian serius agar kebutuhan sarana dan prasarana SLB Negeri 1 Padang dapat segera diperjuangkan. Harapan tersebut menjadi penting bagi sekolah yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.


Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut dari aspirasi tersebut. Peninjauan Evi Yandri diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perhatian terhadap kebutuhan SLB Negeri 1 Padang, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -538 Atlet Kota Bukittinggi, terus berjuang pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026, yang berlangsung dari 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah cabang olahraga telah menyelesaikan pertandingan dan mencatatkan hasil membanggakan berdasarkan rekapitulasi sementara perolehan medali.


Hingga 9 Oktober 2026 Kota Bukittinggi, sejumlah cabang olahraga Kota Bukittinggi, telah memberikan hasil terbik. Seperti halnya atlet cabang olahraga Sambo, yang  meraih 12 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu. Hasil itu, membuat Bukittinggi menjadi Juara Umum I, pada cabor baru di 2026 itu.


Sementara itu, dari cabor Muaythai, atlet Bukittinggi berhasil meraih 4 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu dengan predikat Juara Umum II. Cabang olahraga Taekwondo juga mencatatkan prestasi dengan perolehan 5 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu serta predikat Juara Umum III. Sejumlah prestasi, juga diraih atlet Bukittinggi dari cabang olahraga lainnya.


Hingga hari ke delapan pelaksanaan Proprov Sumbar 2026, Kota Bukittinggi telah meraih 104 medali. Dengan rincian, 39 medali emas, 31 medali perak dan 34 perunggu.

Prestasi tersebut, menjadi bukti kerja keras atlet, pelatih dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan olahraga di Kota Bukittinggi. Di luar perolehan medali, setiap pertandingan juga menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding dan mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Sejumlah atlet dari cabang olahraga yang telah menyelesaikan pertandingan, mulai kembali ke Kota Bukittinggi setelah menuntaskan perjuangan di arena pertandingan. Setiap pertandingan, menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding dan mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya. 


Pemerintah Kota Bukittinggi mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah menyelesaikan pertandingan. Setiap atlet telah memberikan kontribusi bagi daerah melalui partisipasi, dedikasi dan semangat untuk mengharumkan nama Kota Bukittinggi.


Kepulangan atlet juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pertandingan, mengidentifikasi potensi yang perlu dikembangkan, serta memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Dari Kota Perjuangan, lahir semangat perjuangan. Setiap langkah atlet di arena pertandingan merupakan bagian dari upaya membangun prestasi olahraga dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kota Bukittinggi. (**)

 



SUMBARNET – Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata terus mendorong penguatan sinergi dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan nagari.


Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI melalui peran kewilayahan untuk mendukung program pembangunan pemerintah, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.


Penguatan sinergi antara Kodim 0306/50 Kota, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan program KDMP berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.


Melalui kerja sama yang solid, program KDMP diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengembangan koperasi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, memperluas akses ekonomi masyarakat, serta menciptakan aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga.


Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh elemen. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, pembangunan ekonomi desa tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan komunikasi yang baik, koordinasi berkesinambungan, serta komitmen bersama agar setiap program dapat terlaksana sesuai sasaran.


“Penguatan sinergi dalam mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami dari Kodim 0306/50 Kota siap mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan di wilayah, termasuk melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat,” kata Dandim.


KDMP Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengelolaan usaha yang terorganisasi, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal.


Keberadaan koperasi di tingkat desa dan nagari memiliki peluang untuk mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat dengan potensi usaha yang tersedia di wilayah masing-masing. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara bersama-sama.


Selain itu, penguatan koperasi juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, serta memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.


Dalam pelaksanaannya, dukungan berbagai pihak sangat diperlukan, mulai dari tahap koordinasi, penyiapan sarana dan prasarana, pendampingan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan koperasi.


Kodim 0306/50 Kota melalui fungsi pembinaan teritorial dapat berperan dalam memperkuat komunikasi kewilayahan, membantu membangun koordinasi dengan unsur terkait, serta mendorong partisipasi masyarakat agar program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan dan potensi wilayah.


Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan dan keberlanjutan koperasi.


Perkuat Koordinasi dan Gotong Royong


Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menilai bahwa koordinasi yang baik merupakan fondasi penting dalam menjalankan program pembangunan. Setiap unsur yang terlibat perlu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus menjaga komunikasi agar pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan efektif.


Keterlibatan pemerintah daerah, perangkat nagari, pengelola koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi desa yang kuat.


Menurutnya, semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia perlu terus dipertahankan dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembangunan.


Melalui semangat kebersamaan tersebut, berbagai potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal. Masyarakat juga diharapkan semakin terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan koperasi, baik sebagai anggota, pengelola, maupun pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di lingkungan masing-masing.


“Tujuan yang ingin kita dorong adalah bagaimana program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan gotong royong harus terus diperkuat. Kami berharap semua pihak dapat menjalankan perannya dengan baik sehingga KDMP dapat berkembang, dikelola secara profesional, dan benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Tata Kelola yang Baik Menjadi Kunci Keberhasilan


Selain memperkuat sinergi, keberhasilan KDMP juga membutuhkan pengelolaan kelembagaan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.


Koperasi perlu dibangun dengan memperhatikan kebutuhan riil masyarakat, potensi ekonomi setempat, serta peluang usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan secara berkelanjutan.


Perencanaan usaha yang matang, pengelolaan keuangan yang tertib, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan keterlibatan anggota menjadi sejumlah aspek penting dalam menjaga keberlangsungan koperasi.


Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam menghadapi perubahan kebutuhan ekonomi masyarakat.


Di sisi lain, pendampingan dan koordinasi lintas sektor perlu dilakukan secara berkesinambungan agar berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara tepat.


Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan koperasi yang sehat, memiliki arah usaha yang jelas, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa dan nagari.


Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat

Penguatan KDMP juga sejalan dengan harapan untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi. Desa dan nagari memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor perdagangan, pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai produk unggulan lokal.


Apabila potensi tersebut dikelola secara tepat dan didukung kelembagaan yang kuat, kegiatan ekonomi masyarakat berpeluang tumbuh lebih baik.


Koperasi diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama antaranggota, mengembangkan usaha produktif, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk masyarakat.


Karena itu, keberhasilan program KDMP perlu dilihat bukan hanya dari pembangunan fisik atau pembentukan kelembagaan, melainkan juga dari kemampuan koperasi menjalankan kegiatan usaha secara nyata dan memberikan manfaat berkelanjutan kepada anggotanya.


Dalam konteks tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.


Dukungan kewilayahan yang terkoordinasi diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap berbagai kegiatan pembangunan yang berlangsung di daerahnya.


Dandim Berharap Sinergi Terus Berlanjut


Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap kerja sama antara seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar program KDMP berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Ia juga berharap masyarakat dapat mengambil bagian secara aktif dalam mendukung keberadaan koperasi, menjaga kepercayaan, serta membangun budaya usaha yang produktif dan bertanggung jawab.


“Harapan kami, KDMP dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di desa dan nagari. Dengan dukungan semua pihak, pengelolaan yang baik, serta partisipasi aktif masyarakat, kita ingin mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” kata Dandim.


Menurutnya, pembangunan yang kuat harus dimulai dari wilayah terkecil, termasuk desa dan nagari. Apabila ekonomi masyarakat di tingkat bawah tumbuh dengan baik, hal tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah secara lebih luas.


Komitmen untuk memperkuat sinergi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar setiap program pembangunan dapat dilaksanakan secara kolaboratif, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan manfaatnya.


Dengan koordinasi yang baik, keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan koperasi yang profesional, KDMP diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Lima Puluh Kota.


Pada akhirnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan kelembagaan, tetapi juga pada komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan kualitas pengelolaan, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.


Kodim 0306/50 Kota pun diharapkan terus mengambil bagian dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama kewilayahan, sejalan dengan semangat pengabdian TNI untuk hadir bersama masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.


Melalui sinergi yang semakin kuat, program KDMP diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, memperluas kesempatan ekonomi, dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa dan nagari yang mandiri, produktif, serta semakin sejahtera. (**)



SUMBARNET - Memasuki hari ke delapan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar, masing-masing daerah  sudah menunjukkan hasil perolehan medali dari sejumlah Cabor yang sudah dipertandingkan. Kabupaten Sijunjung masih bertengger di posisi lima besar.


Hasil pantauan di laman resmi Porprov XVI Sumbar pada Jumat (9/10) hingga pukul 16.00 WIB, Kabupaten Sijunjung masih bersaing ketat di posisi ke-empat di klasemen papan atas setelah Kota Solok dan Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan Kota Padang tak bergeming di puncak klasemen.


Sejak dimulainya pekan olahraga provinsi itu pada Jumat (2/10) kemarin, beberapa Cabor kini telah menyelesaikan pertandingan dan menghasilkan medali bagi para atlet yang juara.


Kontingen Sijunjung mengutus 413 atlet untuk berlaga di Porprov XVI Sumbar. Capaian Kontingen Sijunjung patut diacungi jempol dengan perolehan total mencapai 100 medali, hingga Jumat (9/10) siang.


Meski menyisakan beberapa Cabor yang akan dipertandingkan hingga tanggal 14 Oktober mendatang, Kabupaten Sijunjung seakan memantapkan posisi di klasemen papan atas dengan perolehan 35 medali emas, 27 perak dan 38 perunggu. 


Jika tidak ada aral melintang, Sijunjung yakin dengan capaian tersebut dan hampir mengunci posisi di lima besar Porprov XVI Sumbar. Mengingat masih memiliki peluang besar Cabor yang akan mencetak medali tambahan. 


Ketua Koni Sijunjung, Rusdianto optimis akan perolehan medali Kontingen Sijunjung terus bertambah di pekan penghujung pelaksanaan Porprov. "Kita optimis perolehan medali akan terus bertambah. Karena kita masih memiliki Cabor yang belum dipertandingkan," tutur Rusdianto.


Pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih  atas capaian Kontingen Sijunjung hingga saat ini. "Terima kasih bagi atlet yang sudah bertanding untuk Sijunjung, dan semangat bagi atlet yang akan bertanding. Berikan hasil yang terbaik untuk Sijunjung. Kita datang untuk menang," seru Ketua Koni Sijunjung.


Untuk diketahui, Kontingen Sijunjung menyiapkan 5 posko pendampingan dalam mengikuti Porprov kali ini. Diantaranya, Posko Kota Padang, Bukittinggi, Solok, Pasaman Barat dan Mentawai. 


Keberadaan posko menyesuaikan dengan lokasi pelaksanaan pertandingan yang diikuti Cabor. Dua posko diantaranya yaitu, Posko Mentawai dan Pasaman Barat telah menyelesaikan seluruh pertandingan yang diikuti.


Sementara di Posko Kota Padang, Bukittinggi dan Solok masih menyisakan beberapa Cabor yang akan bertanding hingga 14 Oktober nanti.


"Semoga pada Cabor yang tersisa, para atlet kita memberikan penampilan terbaik dan menambah perolehan medali untuk Sijunjung. Tambahan itu nantinya akan mengunci Sijunjung di posisi lima besar," pungkasnya. (*)



Solok Selatan — Musibah tanah longsor menimpa lokasi penambangan emas tradisional di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026) dini hari. 


Empat penambang dilaporkan tewas tertimbun material tanah dan bebatuan.


Tanah dan bebantuan yang menimbun korban merupakan hasil galian para pendulang selama mencari emas dengan cara tradisional. 


Proses penggalian yang mengabaikan keselamatan membuat, bagian bawah perbukitan tegerus, menyebabkan longsor.



Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi membenarkan peristiwa tersebut. 


Ia mengungkapkan, musibah bermula saat keempat korban sedang mengambil material di area tebing yang terjal sekitar pukul 01.00 WIB.


"Saat mereka bekerja, tebing tiba-tiba longsor dan langsung menimbun para korban. Pekerja lain di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tebalnya material tanah bercampur batu membuat nyawa keempatnya tidak tertolong," kata Andrenaldo.


Identitas keempat korban tewas seluruhnya merupakan warga lokal, yakni:

• Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir.

• Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

• Dani (25), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.

• Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.


Proses evakuasi memakan waktu cukup lama mengingat lokasi tambang berada jauh di dalam hutan. 


Para korban baru berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB, untuk kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing.


Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian anggota keluarga mereka dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah saat mencari nafkah. 


Andrenaldo menegaskan, pihaknya selama ini aktif melakukan penertiban aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukumnya. 


Walau kerap terkendala lokasi yang terisolasi, tindakan tegas seperti pembakaran pondok tambang liar hingga penyitaan peralatan kerja rutin digelar.


Hingga Oktober 2026, pihaknya sudah melakukan razia belasan lokasi diduga tempat praktik tambang emas ilegal.


"Ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Solok Selatan. Namun, kami tetap berkomitmen penuh untuk melakukan penegakan hukum terhadap penambangan ilegal," ujar Andreanaldo. (**)