China - Setelah mengikuti Forum Kerja Sama dan Pengembangan Industri Konstruksi Tiongkok–ASEAN ke-4 tahun 2026 di Guangzhou, Ketua LPJK Indonesia Insannul Kamil melakukan exchange meeting di South China University of Technology, Guangzhou, Provinsi Guangdong - China (24/9/2026).


Kegiatan di SCUT diisi dengan kunjungan ke pusat kerjasama universitas dan industri yang berada di kampus  dan laboratorium. Ketua LPJK melakukan diskusi bersama profesor serta akademisi SCUT  mengenai perkembangan teknologi terkini, khususnya dalam  bidang engineering dan teknologi. 


Diskusi juga membahas peluang kerjasama riset dan bentuk kegiatan ilmiah dan praktikal  lainnya yang dapat dilakukan SCUT dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia.


Insannul Kamil yang merupakan dosen senior pada Fakultas Teknik Universitas Andalas menekankan pada inisiatif  terbangunnya ekosistem kolaborasi riset dan pengembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, building information modeling (BIM), digital twin dan teknologi maju lainnya antara South China University of Technology  dengan perguruan tinggi dan pusat riset di Indonesia, khususnya dalam bidang industri konstruksi dan infrastruktur berkelanjutan.


Selain dengan perguruan tinggi dan lembaga riset, peluang kerja sama juga dapat dilakukan  dengan Lembaga terkait konstruksi dan infrastruktur seperti badan sertifikasi, KADIN Indonesia,  pusat pelatihan dan pengembangan SDM serta asosiasi profesi dan badan usaha di Indonesia, ujar Insannul Kamil Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerjasama Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri.


Pertemuan dan kunjungan ke South China University of Technology (SCUT)  diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran ilmu  pengetahuan dan teknologi, pengembangan kapasitas dan menciptakan peluang pemanfaatan teknologi maju yang relevan guna akselarasi  transformasi dan adaptasi  penerapan teknologi maju pada sektor industri  konstruksi dan infrastruktur di Indonesia, kata Insannul Kamil yang merupakan Ketua Pengurus Pusat Badan Keahlian Mesin, Persatuan Insinyur Indonesia (BKM-PII). (**)

 


LEBAK,_Kasus temuan belatung hidup di ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Al Hadid Kampung Cijahi, Curugbitung yang viral di JGN NEWS pada 28 September 2026, kini masuk babak baru.


Setelah SPPG Yayasan Hamim Center mengakui kelalaian dan meminta maaf, publik menanti tindakan tegas Badan Gizi Nasional (BGN). Namun Ketua DPC FRIC Kabupaten Lebak, A. Sutisna, menilai langkah Korwil BGN Lebak terlalu lemah jika hanya berhenti pada evaluasi.


FRIC: Tupoksi Korwil Lemah Kalau Cuma Evaluasi!


"FRIC Lebak menilai Tupoksinya Korwil BGN Lebak lemah kalau hanya evaluasi tidak ada penindakan terhadap dapur yang MBG nya ada belatung. Ini bukan soal salah ucap, ini soal nyawa anak sekolah. Harus ada sanksi tegas!" tegas A. Sutisna, Selasa (30/9/2026).


Saat di konfirmasi Rabu pagi 30/9/26 menjelaskan sudah ada evaluasi,tapi tindakan nyata belum terlihat.


Menurut FRIC, BGN punya SOP sangat jelas dan harus dijalankan tanpa pandang bulu.


APA YANG HARUS DILAKUKAN BGN? INI EDUKASI TUPOKSINYA:


1. QC (Quality Control) KETAT WAJIB HUKUM!


Setiap ompreng yang keluar dari dapur SPPG wajib melalui QC 3 lapis: Cek bahan baku mentah, cek proses masak higienis, dan cek akhir sebelum di-seal dan dikirim ke sekolah. Tidak boleh ada ulat, belatung, atau bahan tidak layak lolos.


2. Evaluasi Sistemik dan Pelaporan Berjenjang


Ini Tupoksi inti Korwil dan Korkab BGN:

- *Korkab wajib menyusun laporan evaluasi harian/insidental* mengenai kronologi temuan belatung untuk diserahkan kepada *Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN* di pusat.

- Laporan tidak boleh ditutup-tutupi. Harus transparan, lengkap dengan foto, video, dan keterangan saksi di sekolah.


3. Ganti Rugi Tanpa Potong Anggaran MBG


FRIC juga mendesak poin penting yang sering dilupakan:

- *Mewajibkan pihak SPPG mengganti kerugian menu makanan tidak layak tanpa menyentuh atau memotong anggaran utama program MBG.* Artinya dapur yang lalai wajib mengganti rugi dari kantong pribadi/yayasan, bukan dari uang negara yang sudah dialokasikan untuk gizi anak.


"Kalau hanya evaluasi lalu minta maaf, besok akan ada lagi kasus serupa. Kami desak BGN Pusat turun tangan, periksa SLHS dapur SPPG yang bernaung di Yayasan Hamim Center, suspend sementara, dan berikan sanksi tegas. Jangan sampai program Presiden yang mulia untuk cegah stunting dan menuju Indonesia Emas 2045, hancur karena ulah dapur nakal yang tidak profesional," pungkas A. Sutisna.


Kasus ini menjadi ujian pertama ketegasan BGN di Kabupaten Lebak. (**)

 


PADANG — Lautan manusia memadati kawasan DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (30/9/2026) pagi. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Bersama Parlemen, bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81 tahun 2026.


Di balik meriahnya kegiatan tersebut, Sekretaris DPRD Sumatera Barat Drs. Maifrizon, M.Si. menjadi salah satu aktor penting dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai penanggung jawab, Maifrizon memastikan kegiatan yang mempertemukan masyarakat, legislatif, eksekutif, pelaku UMKM dan berbagai unsur lainnya itu berlangsung semarak.


Antusiasme peserta bahkan sudah terlihat sejak pagi. Meski langit Kota Padang tampak mendung, cuaca yang relatif bersahabat membuat ribuan warga tetap bersemangat mengikuti jalan sehat.


Peserta dilepas dari halaman parkir DPRD Sumbar. Mereka kemudian menyusuri Jalan S. Parman, Belanti Raya, Khatib Sulaiman, sebelum kembali menuju halaman DPRD Sumbar sebagai titik finis.


Bagi Maifrizon, kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga bersama. Jalan sehat juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah dan masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak sehingga kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ini dapat terlaksana. Ini merupakan bentuk kolaborasi menuju Sumbar Tumbuh dan Tangguh,” ujar Maifrizon.


Tak Sekadar Jalan Sehat, UMKM Ikut Bergerak


Semarak kegiatan semakin terasa karena penyelenggara tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga. Maifrizon juga menekankan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta kuliner lokal Kota Padang.


Beragam makanan tradisional khas Minangkabau disediakan secara gratis bagi peserta. Sajian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat luas.


“Selain jalan sehat, kita juga memberdayakan UMKM dan kuliner yang ada di Kota Padang. Berbagai makanan tradisional disajikan untuk peserta,” jelasnya.


Kehadiran UMKM membuat halaman DPRD Sumbar tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya peserta jalan sehat. Kawasan tersebut juga berubah menjadi ruang promosi bagi produk dan kuliner lokal.


Konsep ini membuat perayaan Hari Jadi Sumbar ke-81 terasa lebih dekat dengan masyarakat. Olahraga, silaturahmi dan pemberdayaan ekonomi lokal berjalan dalam satu kegiatan.


Puluhan Hadiah Tambah Semarak


Kemeriahan Jalan Sehat Bersama Parlemen semakin lengkap dengan puluhan hadiah hiburan yang disiapkan untuk peserta.


Hadiah yang disediakan cukup beragam, mulai dari mesin cuci, kulkas, rice cooker, kompor gas, sepeda motor, motor listrik hingga berbagai hadiah menarik lainnya.


Menurut Maifrizon, hadiah tersebut merupakan bentuk dukungan dan partisipasi anggota DPRD Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta sejumlah instansi dan pihak terkait.


Dengan hadiah yang beragam, peserta semakin antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga kembali ke halaman DPRD Sumbar.


Muhidi: Momentum Mendekatkan Parlemen dengan Masyarakat


Ketua DPRD Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM, turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.


Menurut Muhidi, Jalan Sehat Bersama Parlemen menjadi salah satu momentum untuk mempererat kedekatan lembaga legislatif dengan masyarakat.


Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi turut hadir dan melepas peserta jalan sehat. Kehadiran gubernur bersama jajaran DPRD Sumbar dan unsur pemerintah daerah memperlihatkan sinergi antarlembaga dalam menyemarakkan hari jadi provinsi.


Dari halaman DPRD Sumbar, ribuan peserta kemudian bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan. Di sepanjang perjalanan, suasana penuh kebersamaan terasa di tengah masyarakat.


Jalan sehat akhirnya bukan hanya menjadi agenda olahraga massal. Kegiatan ini berkembang menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, parlemen, pemerintah daerah, UMKM dan berbagai elemen masyarakat.


Semangat kolaborasi itulah yang menjadi pesan utama peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81: membangun daerah bukan hanya melalui kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat secara langsung.


Di tengah keramaian ribuan warga, Maifrizon menegaskan bahwa kebersamaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Sumatera Barat yang terus tumbuh dan tangguh. (**)



Lokasi: Pesisir Selatan, Sumatera Barat


PAINAN, PESSEL – Warga Pancuran Bunga, Kenagarian Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyampaikan kekecewaan terhadap aktivitas penambangan galian C oleh PT Sarana Bangun Pasisia yang beroperasi sangat dekat dengan permukiman warga.


Dalam video amatir milik warga yang diterima tim awak media, terlihat aktivitas alat berat mengeruk tanah urug hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah penduduk. Warga menilai aktivitas tersebut menjadi penyebab utama banjir yang terus merendam rumah mereka setiap musim hujan.


Tak hanya itu, warga juga menduga pihak perusahaan telah melakukan alih fungsi jalur evakuasi tsunami masyarakat menjadi lokasi penambangan.


"Kami sangat kecewa. Tambang itu persis di belakang rumah kami. Setiap hujan lebat, rumah kami kebanjiran lumpur dan pasir dari lokasi tambang," ungkap seorang warga dalam video tersebut.


Pantauan di video juga memperlihatkan beberapa warga terdampak sedang membersihkan sisa material banjir berupa lumpur dan pasir yang masuk ke dalam rumah. Kondisi ini diperparah karena sebagian besar rumah warga berada di dataran lebih rendah dari lokasi tambang.


Warga Jadi Langganan Banjir


Darlis, salah seorang warga Painan, mengatakan keresahan warga mulai memuncak karena banjir menjadi langganan sejak adanya aktivitas galian C tersebut.


Darlis - Warga Painan

"Sejak ada tambang galian C dekat permukiman ini, kami jadi resah. Lokasi tempat tinggal kami jadi langganan banjir setiap musim penghujan," katanya.


Sementara itu, Sekretaris Nagari Painan, Ferdiansyah Saputra, saat dikonfirmasi membenarkan adanya puluhan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Ia menyebut penyebab banjir kuat diduga berasal dari aktivitas penambangan tersebut.


Ferdiansyah Saputra - Sekretaris Nagari Painan

"Ada sekitar puluhan KK yang terdampak banjir. Penyebabnya diduga dari aktivitas galian C itu. Air dan material langsung turun ke permukiman warga," ujarnya.


ESDM Sumbar Akan Turun Lapangan


Menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat, Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, Insuddin, menyatakan pihaknya akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.


 Insuddin - Kabid Pertambangan Dinas ESDM Sumbar


Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera bertindak tegas untuk menghentikan aktivitas tambang yang dinilai merugikan masyarakat dan mengancam keselamatan warga. (***)



SUMBARNET - Surya Tri Harto resmi mendapat amanah sebagai Wakil Direktur Utama II PT Pertamina Patra Niaga. Kabar tersebut diketahui melalui unggahan akun Instagram Dewan Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Teknik Universitas Andalas (DPP KATUA).


Dalam unggahannya, DPP KATUA menyebut Surya Tri Harto merupakan alumni Teknik Sipil Universitas Andalas angkatan 1985 yang kini dipercaya menduduki salah satu posisi strategis di lingkungan Pertamina Group.


"Selamat dan Sukses. Hidup TEKNIK! DPP KATUA mengucapkan selamat dan sukses kepada Uda Surya Tri Harto S85 (Alumni Teknik Sipil 1985) dalam mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Utama II PT Pertamina Patra Niaga," tulis DPP KATUA dalam unggahannya, dikutip Rabu (30/9/2026).


Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, membenarkan informasi tersebut.


"Kalau itu ya benar," ujar Roberth saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026) dikutip dari CNBC Indonesia.


Surya Tri Harto dikenal sebagai profesional senior yang telah berkarier lebih dari tiga dekade di lingkungan Pertamina Group. Pengalamannya mencakup sektor energi, logistik, pelayaran, hingga pengelolaan rantai pasok.


Dari sisi pendidikan, Surya Tri Harto memiliki rekam jejak akademik yang panjang. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Andalas, kemudian melanjutkan studi Magister Teknik Sipil di Universitas Indonesia. Setelah itu, ia memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas Gadjah Mada.


Selain pendidikan formal, Surya Tri Harto juga mengikuti berbagai program pengembangan kepemimpinan internasional. Di antaranya General Management Program di Harvard Business School pada 2012 serta Global Executive Development Program hasil kerja sama Pertamina dan INSEAD Singapura pada 2014.


Pada September 2026, Surya Tri Harto juga diketahui telah menyandang gelar Doktor (Dr.), menambah daftar capaian akademiknya.


Karier Surya Tri Harto di Pertamina dimulai sebagai engineer staff pada 1994. Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Business Development Manager hingga Supply Chain Management & Infrastructure Manager.


Ia kemudian menjabat Vice President Ship Chartering & Performance pada periode 2019–2020. Selanjutnya, Surya Tri Harto dipercaya sebagai Vice President Product and Petrochemical Operation sebelum menduduki jabatan Direktur Human Capital & Corporate Services PT Pertamina International Shipping (PIS).


Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pertamina International Shipping. Pada September 2026, ia kembali mendapat amanah baru sebagai Wakil Direktur Utama II PT Pertamina Patra Niaga.


Sebagai alumni Teknik Sipil Universitas Andalas angkatan 1985, Surya Tri Harto juga dikenal aktif dalam jejaring alumni teknik dan komunitas Minangkabau. Pengangkatannya sebagai Wakil Direktur Utama II PT Pertamina Patra Niaga mendapat perhatian dan apresiasi dari kalangan alumni Universitas Andalas, khususnya KATUA.


Dengan pengalaman panjang di sektor energi dan logistik serta latar belakang akademik yang kuat, Surya Tri Harto diharapkan dapat memperkuat kinerja dan transformasi bisnis Pertamina Patra Niaga ke depan. (***)

Foto : Ilustrasi


PADANG — Keluarga besar IP (24), wanita muda yang meninggal dunia di kawasan Pondok, Padang Selatan, meminta pihak kepolisian untuk menghentikan proses hukum terkait kejadian tersebut. Keputusan ini diambil demi ketenangan almarhumah serta untuk meredam informasi simpang siur yang beredar di media sosial.


Ayah kandung korban, Misdianto, menyatakan bahwa pihak keluarga telah bermusyawarah dan sepakat untuk mengikhlaskan kepergian almarhumah. Keluarga juga menolak segala bentuk tindakan hukum lanjutan, termasuk proses otopsi maupun ekshumasi (pembongkaran makam).


"Kami hanya ingin anak kami tenang di alam sana. Keputusan ini diambil setelah keluarga besar bermusyawarah. Kami berharap permintaan ini sekaligus mengakhiri informasi yang simpang siur di tengah masyarakat," ujar Misdianto kepada media, Selasa (29/9/2026).


Misdianto menegaskan, keluarga telah menerima musibah ini sebagai takdir dan tidak ingin menuntut pihak manapun. Sejak awal, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi atau ekshumasi terhadap jenazah korban.


"Tak perlu otopsi, kami ikhlas. Anak kami sudah tiada dan kami menerima semua ini sebagai takdir dari Yang Kuasa. Tolong jangan lagi diperpanjang, kami tidak menyalahkan pihak manapun," tambahnya.


Selain meminta penghentian perkara, pihak keluarga menyampaikan permohonan agar warganet dan berbagai akun media sosial tidak lagi menyebarkan foto maupun potongan video almarhumah IP. Keluarga mengaku mengalami tekanan mental yang berat akibat viralnya peristiwa tersebut.


"Informasi memang tidak bisa dihambat, tapi untuk kali ini kami mohon, tolong jangan sebarkan lagi video atau foto anak kami. Keluarga sudah cukup menderita, jangan ditambah lagi beban psikologis kami. Jika memungkinkan, kami meminta foto dan video yang terlanjur diunggah agar dihapus," pinta Misdianto.


Ia juga dengan tegas membantah berbagai narasi liar serta tuduhan miring yang dikaitkan dengan almarhumah di media sosial, termasuk isu penyalahgunaan narkoba. Misdianto memastikan bahwa tidak ada anggota keluarganya yang terlibat dengan barang haram tersebut.


Pihak keluarga berharap agar publik tidak lagi berspekulasi atau menyebarkan informasi tanpa konfirmasi langsung. Keputusan penghentian kasus ini juga telah disampaikan secara resmi kepada pihak kepolisian. (**)



SUMBARNET – PT Integrasi Aviasi Solusi / InJourney Aviation Services (IAS), perusahaan penyedia layanan aviasi terintegrasi di Indonesia, bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)  memperkuat ekosistem layanan aviasi melalui integrasi Joumpa, layanan airport assistance  yang dikelola oleh PT Gapura Angkasa (Gapura) sebagai anak usaha IAS, ke dalam aplikasi wondr by BNI. 


Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Mobile Banking Integration  antara IAS dengan BNI pada 30 September 2026 di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. 


Melalui integrasi ini, nasabah wondr by BNI kini dapat mengakses dan melakukan pemesanan layanan Joumpa secara lebih mudah melalui kanal digital.


*Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis* ,  menyampaikan bahwa kolaborasi IAS dan BNI adalah sebuah langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan aviasi bernilai tambah sekaligus mendorong transformasi pengalaman pelanggan.


“Kebutuhan pelanggan terhadap layanan perjalanan terus berkembang. Pelanggan tidak hanya membutuhkan konektivitas, tetapi juga pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan seamless. Melalui integrasi Joumpa ke dalam wondr by BNI, kami ingin mendekatkan layanan airport assistance kepada pelanggan melalui kanal digital yang mereka gunakan sehari-hari. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen IAS untuk terus menghadirkan inovasi layanan melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas ekosistem,” ujar Muchdian Muchlis .


Sementara itu, *Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies* , menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BNI dan IAS dalam menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi bagi nasabah.


"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan kemudahan bagi nasabah BNI dalam mengakses layanan airport assistance  Joumpa langsung melalui wondr by BNI. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas layanan yang dapat diakses melalui kanal digital BNI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan nasabah," ujar Corina.


Joumpa menghadirkan layanan airport assistance  yang dirancang untuk memberikan pendampingan dan kemudahan bagi pelanggan selama berada di bandara. Layanan tersebut mencakup personal assistant serta penjemputan dan pengantaran di bandara, dengan dukungan kapabilitas operasional dan hospitality dari Gapura Angkasa.


Ke depan, IAS dan BNI akan terus membuka peluang kolaborasi dan inovasi untuk menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan nyaman. (**)

 




SUMBARNET — Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, SH, S.Ik, MIK menggelar kegiatan doa bersama dan syukuran dengan menghadirkan anak-anak yatim sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kepolisian.


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Selain menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur, kegiatan juga diisi dengan rangkaian ibadah dan pembinaan rohani, yakni yasinan, mendengarkan ceramah agama, doa bersama, serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim.


Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut memberikan nuansa tersendiri. Para peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan kepedulian dengan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.


Kegiatan doa bersama dan syukuran tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Kapolres Padang Pariaman bersama jajaran terhadap kehidupan sosial masyarakat.

 

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, diharapkan hubungan antara kepolisian dengan masyarakat semakin dekat.


Diisi Yasinan dan Ceramah Agama


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang diikuti oleh para peserta. Suasana berlangsung khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa dan membaca ayat-ayat suci Al Quran.


Setelah yasinan, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama. Dalam tausiyah tersebut disampaikan pentingnya meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.


Pesan-pesan keagamaan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena selain memperkuat nilai spiritual, juga mengingatkan seluruh peserta bahwa keberadaan kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kegiatan kemanusiaan.


Usai mendengarkan ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian tugas dan pengabdian Polres Padang Pariaman senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan.


Doa bersama juga menjadi momentum untuk memohon agar wilayah hukum Polres Padang Pariaman selalu diberikan keamanan, ketenteraman dan kedamaian serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.


Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim


Suasana semakin hangat ketika kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim.


Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama.


Bagi Polres Padang Pariaman, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana untuk membangun hubungan emosional yang lebih dekat dengan masyarakat.


Kepolisian ingin menunjukkan bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum, masih terdapat ruang untuk berbagi, bersilaturahmi dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.


Kapolres: Wujud Syukur dan Kepedulian


Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, SH, S.Ik, MIK mengatakan, kegiatan doa bersama dan syukuran tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi.


“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Kami ingin kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan kepedulian kepada anak-anak yatim,” ujar AKBP Riyana Purwasari.


Menurutnya, berbagi dengan anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat terus ditumbuhkan, baik di lingkungan Polri maupun di tengah masyarakat.


Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh personel agar senantiasa mensyukuri setiap amanah dan tanggung jawab yang diberikan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.


“Kami ingin menanamkan semangat untuk selalu bersyukur dan peduli terhadap sesama. Apa yang kita berikan mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” katanya.


Perkuat Nilai Keagamaan Personel


Lebih lanjut, AKBP Riyana Purwasari menekankan bahwa kegiatan keagamaan memiliki nilai penting dalam membangun karakter dan mental personel kepolisian.


Menurutnya, tugas anggota Polri memiliki tantangan yang cukup besar karena setiap personel dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mampu menjaga integritas dalam menjalankan tugas.


Karena itu, pembinaan rohani dan mental dinilai penting sebagai salah satu upaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas dan kehidupan spiritual.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sehingga setiap personel dalam menjalankan tugas selalu mengedepankan hati nurani, kejujuran, integritas dan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kapolres.


Ia juga berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.


Berharap Silaturahmi Polisi dan Masyarakat Semakin Erat


Selain memperkuat sisi spiritual, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara Polres Padang Pariaman dengan masyarakat.


Menurut Kapolres, keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran kepolisian. Dibutuhkan dukungan, komunikasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Untuk itu, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan positif, termasuk kegiatan keagamaan dan sosial.


“Kami berharap silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat kita hadapi bersama,” ungkapnya.


Kapolres juga menyampaikan harapan agar kegiatan berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.


Tidak hanya oleh institusi kepolisian, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama.


“Harapan kami, kegiatan ini menjadi momentum untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial. Mari kita bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah dan memberikan manfaat,” pungkas AKBP Riyana Purwasari.


Kegiatan doa bersama dan syukuran tersebut kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan antara jajaran kepolisian dan anak-anak yatim menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan tidak hanya melalui tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui kepedulian, silaturahmi dan kegiatan sosial.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Padang Pariaman diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta mampu membangun hubungan yang harmonis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif dan penuh kebersamaan. (**)

 


SUMBARNET — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pariaman kembali melakukan pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.


Kali ini, seorang pria berinisial IEP diamankan petugas di sebuah depot air minum yang berada di Desa Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, pada Minggu (27/9/2026).


Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan sebanyak 46 paket kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang telah dikemas dalam paket-paket siap edar.


Penangkapan IEP menjadi perhatian warga sekitar karena proses pengamanan dan penggeledahan dilakukan dengan disaksikan sejumlah masyarakat setempat. Dalam proses tersebut, IEP juga mengakui kepada petugas bahwa barang yang ditemukan tersebut merupakan miliknya.


Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di kawasan tersebut.


Berawal dari Informasi Masyarakat

Kasus tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat yang diterima jajaran Satresnarkoba Polres Pariaman mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Desa Mangguang.


Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengidentifikasi keberadaan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika tersebut.


Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian bergerak menuju lokasi sebuah ruko yang digunakan sebagai depot air minum.


Petugas selanjutnya mengamankan IEP yang berada di sekitar lokasi. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu yang telah dikemas dalam puluhan paket kecil.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak kepolisian kepada media, barang tersebut ditemukan tersimpan dalam sebuah kantong plastik yang berada di atas lemari di dalam kamar. Di dalamnya terdapat beberapa kemasan yang berisi puluhan plastik klip kecil diduga berisi sabu.


46 Paket Diduga Sabu Disita


Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas mengamankan 46 paket kecil yang diduga berisi sabu.

Selain barang bukti narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut, di antaranya satu unit telepon genggam serta uang tunai.


Dalam proses penggeledahan dan penyitaan, sejumlah warga turut menyaksikan kegiatan petugas. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan perkara sesuai prosedur kepolisian.


Di hadapan petugas dan saksi yang berada di lokasi, IEP mengakui bahwa barang yang ditemukan tersebut adalah miliknya. Selanjutnya, IEP bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Pariaman untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.


Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri asal-usul barang haram tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredarannya.


Kapolres Pariaman: Jangan Beri Ruang bagi Peredaran Narkoba


Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.IK, MH menegaskan bahwa pengungkapan kasus narkotika merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba.


“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Pariaman dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya di wilayah hukum Polres Pariaman. Kami tidak ingin narkoba merusak generasi muda dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujar Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya.


Menurutnya, penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika tidak hanya bertujuan memberikan efek hukum kepada pelaku, tetapi juga untuk memutus mata rantai peredaran narkoba agar tidak semakin meluas di tengah masyarakat.


“Tujuan kami bukan hanya mengamankan pelaku dan barang bukti, tetapi juga mengungkap jaringan serta sumber barang tersebut. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.


Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila menemukan adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.


Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mengungkap jaringan narkoba karena aktivitas peredaran narkotika sering kali berlangsung secara tersembunyi dan memanfaatkan lingkungan sekitar.


“Kami berharap masyarakat tidak takut memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungannya. Kerja sama dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar setiap potensi peredaran narkotika dapat segera ditindaklanjuti,” ungkap AKBP Agung Pranajaya.


Polisi Dalami Jaringan Peredaran


Sementara itu, terhadap IEP, penyidik Satresnarkoba Polres Pariaman masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mendalami peran yang bersangkutan serta asal-usul narkotika yang ditemukan.


Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengetahui apakah IEP bekerja seorang diri atau memiliki keterkaitan dengan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika.


Pengembangan perkara tersebut dinilai penting untuk memastikan penanganan tidak berhenti pada satu pelaku saja, tetapi dapat mengungkap mata rantai pemasok maupun jaringan yang berada di belakang peredaran narkotika tersebut.


Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terlibat dalam bisnis narkotika karena konsekuensi hukum yang harus dihadapi sangat berat.


Kapolres Pariaman berharap pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi peringatan bagi masyarakat agar bersama-sama menjauhi narkoba serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.


“Harapan kami, tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, keluarga dan generasi muda dari ancaman narkoba. Polri akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika,” pungkas AKBP Agung Pranajaya.


Dengan diamankannya IEP dan 46 paket yang diduga sabu tersebut, Satresnarkoba Polres Pariaman kembali menunjukkan upaya penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.


Kasus tersebut selanjutnya masih dalam proses penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh asal barang, jaringan peredaran, serta pihak-pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. (**)



Pesisir Selatan, Melalui Program Kementrian Tenaga Kerja, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, melaksanakan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Tahun 2026, sebanyak 6 paket Pelatihan.


Adapun Program Batch 5 tahun 2026 terdiri dari Service Kenderaan Bermotor Konvensional, Perbaikan dan Pemeliharaan AC untuk Rumah Tangga, Fillet Welder SMAW 3F/PF, Pembuatan Konten Pemasaran Berbasis Aplikasi  SmartPhone, Merias Pengantin dan Hantaran dan Asisten Pembuat Pakaian. 


Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syamwil S.STP, MM, di aula BLK Painan, 30 September 2026


Turut hadir dalam pembukaan pelatihan, Kabid Tenaga Kerja, Afrizal, SE, Kepala UPTD BLK Painan, Yul widya Isfa Putra, SE., M. Si, KTU UPTD BLK, Yulianda Sundari, S. Sos dan Instruktur BLK Painan


Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kopukmnakertrans berpesan kepada peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan semaksimal mungkin. 


" Ikutilah pelatihan ini semaksimal mungkin, serap ilmu yang didapat, semoga dapat bermanfaaf untuk rekan-rekan sebagai peningkatan kualitas diri"


"Program ini merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat  pessel yang sejahterah, semoga tidak hanya habis di sesi pelatihan, merupakan pengantar Bapak Ibuk utk mencari pekerjaan/ menciptakan lapangan kerja sehingga ekonomi dapat meningkat" tambah Kadis 


Seluruh rangkaian dari program pelatihan tidak dipungut biaya dan gratis, peserta diberikan uang saku, Konsumsi makan siang, seragam pelatihan, modul pelatihan, E-Sertifikat pelatihan dan sertifikat BNSP


Peserta pelatihan berjumlah  sebanyak 88 orang, pelatihan dimulai pada 30 September sampai dengan 28 Oktober 2026


Kepala UPTD berharap dengan program pelatihan ini, agar dapat menurunkan angka pengguran dan meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja masa kini, tutup Yulwidya. (**)