SUMBARNET – Usai sukses menyelenggarakan kegiatan Simposium Pemuda Desa Nasional dan Ekspedisi Pemuda Desa Indonesia 2026 pada 27–29 Oktober 2026 di Sumatera Barat, Arif Al Hafiz resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Pemuda Desa Indonesia (PDI) Sumatera Barat.


Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan kepemudaan desa di Sumatera Barat. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.


Dalam pelantikan tersebut, Arif Al Hafiz dipercaya sebagai Ketua Umum, Dhebby Praditya sebagai Sekretaris Umum, dan Aidil Fitra sebagai Bendahara. Ketiganya bersama jajaran pengurus lainnya resmi mengemban amanah untuk menjalankan roda organisasi Pemuda Desa Indonesia Wilayah Sumatera Barat.


Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Simposium Pemuda Desa Nasional dan Ekspedisi Pemuda Desa Indonesia 2026 yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi dan penguatan gerakan pemuda dalam mendorong pembangunan desa.


Ketua Umum terpilih, Arif Al Hafiz, menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar sekaligus kesempatan untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan desa.


"Ini bukan sekadar pelantikan dan pergantian kepengurusan, tetapi merupakan awal dari perjuangan bersama. Kami ingin Pemuda Desa Indonesia Sumatera Barat hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan kerja nyata untuk kemajuan desa," ungkap Arif.


Ia juga menegaskan bahwa ke depan Pemuda Desa Indonesia Wilayah Sumatera Barat akan berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah nagari, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan desa.


Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan, baik dari sektor ekonomi, pendidikan, kewirausahaan, sumber daya manusia, maupun pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan generasi muda yang memiliki semangat, kreativitas, dan kepedulian untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan tersebut.


Sementara itu, Founder Yayasan Pencerah Desa Indonesia, Hidayatul Fikri, menyampaikan bahwa terbentuknya kepengurusan Pemuda Desa Indonesia Wilayah Sumatera Barat merupakan langkah penting dalam memperluas gerakan pemuda desa dan memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah.


Ia berharap kepengurusan yang dipimpin Arif Al Hafiz dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, membangun solidaritas, serta mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.


"Pemuda desa harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang ada di desa. Kita tidak ingin pemuda hanya hadir dalam forum diskusi, tetapi harus mampu bergerak, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata. Saya berharap Pemuda Desa Indonesia Wilayah Sumatera Barat menjadi ruang lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian dan keberanian untuk membangun desa," ungkap Hidayatul Fikri.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan gerakan organisasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga Pemuda Desa Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Sementara itu, Sekretaris Umum, Dhebby Praditya, bersama Bendahara, Aidil Fitra, diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, administrasi, dan pengelolaan kelembagaan agar program kerja dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.


Kehadiran kepengurusan Pemuda Desa Indonesia Wilayah Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi energi baru bagi gerakan pemuda desa, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat nagari dan desa.


Arif berharap seluruh jajaran pengurus yang telah dilantik dapat menjaga soliditas, membangun komunikasi, serta bekerja secara kolektif dalam menjalankan program organisasi.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Pemuda Desa Indonesia Wilayah Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa di Sumatera Barat.


Momentum ini sekaligus menjadi langkah lanjutan dari semangat Simposium Pemuda Desa Nasional 2026, bahwa gerakan pemuda tidak boleh berhenti pada forum diskusi dan kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.


Bangun Desa, Bangun Indonesia. (**)

 


SUMBARNET - Abu Bakar Mangkuto Alam, Urang Tuo Adat Kampung Sungai Balai, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, membantah sejumlah tudingan terkait kedudukan dan keterlibatannya dalam kesepakatan kompensasi lahan dengan PT Perkebunan Anak Negeri Pasaman (PANP) pada 18 Februari 2023.


Abu Bakar menegaskan, langkah yang dilakukannya dalam proses penyelesaian kompensasi lahan di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT PANP merupakan bagian dari upaya memperjuangkan hak ulayat kaum. Ia menyatakan, perjuangan tersebut berada di bawah kepemimpinan adat JS Dt. Majo Indo.


Dalam keterangannya, Abu Bakar menyebut kedudukan adat yang menjadi dasar tindakannya mengacu pada ranji keturunan, sejarah penyerahan ulayat, serta sejumlah dokumen adat yang dimiliki kaum di Kampung Sungai Balai.


Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya tidak memiliki legitimasi dalam penandatanganan kesepakatan kompensasi lahan tersebut.


Klaim Berdasarkan Dokumen Adat


Untuk memperkuat keterangannya, Abu Bakar merujuk Surat Pernyataan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kinali tertanggal 20 Maret 2023 dan Surat Pernyataan Ninik Mamak Sungai Balai tertanggal 20 Mei 2026.


Menurutnya, kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari dasar penegasan kedudukan adat dan kepemimpinan JS Dt. Majo Indo dalam persoalan ulayat tersebut.


Abu Bakar juga mengungkapkan bahwa penyerahan tanah ulayat yang berkaitan dengan PT PANP berlangsung sekitar 1989–1990. Ia menyebut sejumlah tokoh adat yang terlibat dalam proses tersebut, yakni Lembak Tuah Dt. Majo Indo, Mahyuddin BA Dt. Majo Indo, H. Mansyur Dt. Itam Putiah, H. Mukhtar Dt. Rangkayo Basa, dan Jamarusdi Dt. Bando Rajo.


Ia menjelaskan, Lembak Tuah merupakan kakek kandung JS Dt. Majo Indo, sedangkan Mahyuddin BA merupakan mamak kandungnya.


Berdasarkan silsilah tersebut, Abu Bakar menyatakan Syahril Cs maupun Zul Arif tidak memiliki hubungan darah dengan garis keturunan yang menjadi dasar klaim ulayat tersebut. Ia juga menyebut Zul Arif berasal dari Mandingin.


Persoalkan Sanksi Adat Tahun 2004


Dalam klarifikasinya, Abu Bakar turut menyinggung Surat Keputusan Ninik Mamak dan Patikan Adat tertanggal 24 Juli 2004 yang, menurutnya, diterbitkan di bawah kepemimpinan Joni Satria Dt. Majo Indo.


Ia menyebut, keputusan tersebut menjatuhkan sanksi adat berupa pencabutan hak hasil plasma PT AMP terhadap Syahril bersama 36 orang lainnya karena dinilai melakukan pelanggaran terhadap ketentuan adat.


Abu Bakar mengatakan, keputusan tersebut telah didaftarkan pada notaris pada Mei 2009. Namun, substansi dan keberlakuan keputusan adat tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan dokumen asli serta keterangan seluruh pihak terkait.


Selain itu, ia merujuk catatan kepolisian dengan nomor STP.LP/65/VI/2004-Dit Reskrim tertanggal 10 Juni 2004, yang disebutnya berkaitan dengan laporan terhadap Syahril Pgl Iyen atas dugaan penggelapan dan/atau perbuatan tidak menyenangkan.


Abu Bakar juga menyinggung adanya surat pencabutan gugatan pada Juli 2004 di Mapolda Sumatera Barat serta pencabutan tanda tangan pada Oktober 2023.


Minta Penyelesaian Sengketa Secara Objektif


Abu Bakar berharap masyarakat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak perusahaan dapat melihat persoalan ulayat Kampung Sungai Balai secara objektif dengan mengacu pada dokumen sejarah, ranji keturunan, serta ketentuan adat yang berlaku.


Menurutnya, penyelesaian persoalan tanah ulayat harus dilakukan dengan menghormati hak kaum dan tidak didasarkan pada klaim sepihak.


Ia menegaskan, prinsip adat Minangkabau harus tetap menjadi pedoman dalam menyelesaikan persoalan tersebut, yakni bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat.


Sementara itu, persoalan legitimasi kepemimpinan adat, keabsahan dokumen, hubungan kekerabatan, dan hak atas lahan yang dipersoalkan masih memerlukan pemeriksaan serta penjelasan dari seluruh pihak terkait. (**)

 


SUMBARNET - Di balik hunian sementara yang kini menjadi tempat tinggal warga eks bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, ada harapan besar yang ingin dijaga: masa depan anak-anak mereka. Bukan hanya soal tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan meraih kehidupan yang lebih baik.


Hal tersebut menjadi perhatian Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, saat mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) Senen, Selasa (3/11/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Dony menegaskan bahwa akses pendidikan harus dapat dinikmati seluruh anak Indonesia, tanpa terkendala latar belakang keluarga maupun persoalan administrasi tempat tinggal.


"Concern kita sebetulnya bahwa akses pendidikan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Dony.


Menurutnya, sebagian besar anak yang tinggal di Huntara Senen nantinya diarahkan untuk mengikuti pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait persyaratan alamat tempat tinggal.


Dony mengaku menerima masukan mengenai beberapa anak yang tidak dapat masuk ke sekolah karena alamat tempat tinggal mereka masih tercatat di kampung asal.


Persoalan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Baginya, urusan administrasi wilayah maupun sistem zonasi semestinya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh hak pendidikan.


"Ada juga tadi beberapa concern, karena alamat mereka kan di kampung, tidak bisa masuk ke sini, nanti kita akan urus. Tujuannya bukan zoning-zoning itu, semua rakyat, anak-anak kita itu harus bisa mendapatkan akses pendidikan yang baik," ujarnya.


Dony menegaskan, penataan kehidupan warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api tidak berhenti pada penyediaan hunian sementara. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni memastikan generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.


Ia menyebutkan, sebagian besar penghuni Huntara Senen saat ini bekerja sebagai pemulung. Mereka tetap dapat melanjutkan pekerjaan tersebut. Namun, menurut Dony, masa depan anak-anak mereka harus mendapat perhatian agar memiliki kesempatan pendidikan yang lebih baik.


Karena itu, lingkungan tempat tinggal yang sehat, kesempatan bersosialisasi, serta akses pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan warga di Huntara.


"Kita akan petakan. Sebagian besar dari saudara-saudara kita ini kan pemulung, dan mereka cukup bahagia dengan pekerjaan itu, tetapi tentu yang generasi berikutnya ini yang kita pastikan mereka bersekolah dengan baik," ungkap Dony.


Melalui perhatian terhadap pendidikan tersebut, Dony ingin memastikan bahwa anak-anak penghuni Huntara Senen tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Sebab, di tengah upaya menata kehidupan orang tua mereka, pendidikan menjadi salah satu bekal penting bagi generasi berikutnya. (***)

 


PADANG — Keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemauan belajar, tetapi juga oleh peran guru yang senantiasa membimbing, mengarahkan, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan. Guru menjadi sosok penting yang mengantarkan generasi muda mengenal ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.


Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, saat kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5, Selasa (3/11/2026). Ia mengajak para pelajar untuk lebih menghargai keberadaan guru dan menjadikan sekolah sebagai tempat menumbuhkan ilmu serta merancang masa depan.


Muhidi mengatakan, setiap siswa hendaknya datang ke sekolah dengan niat sungguh-sungguh untuk belajar. Menurutnya, ilmu merupakan bekal utama dalam meraih keberhasilan, sementara guru memiliki peran besar dalam membantu siswa memperoleh dan memahami ilmu tersebut.


“Kalau ingin sukses, kita harus punya ilmu. Setiap pergi ke sekolah, niatkan untuk menambah ilmu. Pemerintah sudah menyiapkan guru di sekolah, maka datanglah, belajar, dan dengarkan apa yang disampaikan guru,” ujar Muhidi.


Ia menjelaskan, proses menuntut ilmu tidak dapat dilepaskan dari bimbingan seorang guru. Bahkan, seseorang yang memiliki cita-cita besar sekalipun tetap membutuhkan pendampingan agar dapat berkembang sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki.


Menurut Muhidi, guru bukan hanya hadir untuk menyampaikan pelajaran di ruang kelas, tetapi juga menjadi pembimbing yang membantu siswa menemukan jalan menuju cita-cita. Peran tersebut menjadi semakin penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan karakter yang baik.


“Orang tidak akan sukses dalam belajar kalau tidak ada guru. Jika ingin menjadi ilmuwan, harus ada guru. Kalau ingin menjadi pengusaha, ada mentor. Atlet membutuhkan coach, dan dalam politik ada suhu yang membimbing,” katanya.


Muhidi juga mengingatkan bahwa menghormati guru merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Ia meminta para siswa untuk mendengarkan setiap nasihat dan arahan pendidik, karena di balik setiap bimbingan terdapat harapan agar anak didik mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.


“Guru yang ikhlas adalah guru yang mampu membimbing. Karena itu, hormati guru dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan. Dari guru kita mendapatkan ilmu dan arah untuk melangkah,” ungkapnya.


Selain bimbingan guru, Muhidi menekankan pentingnya literasi sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Ia mendorong siswa untuk membiasakan diri membaca, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logis.


Menurutnya, budaya membaca akan membantu siswa memahami berbagai persoalan, mengembangkan kemampuan analisis, serta melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


“Datang ke sekolah itu untuk menambah ilmu. Salah satu jalannya adalah membaca. Literasi sangat penting karena membantu kita berpikir kritis dan logis,” tuturnya.


Muhidi turut mengingatkan pentingnya doa dalam setiap langkah kehidupan. Ia mengajak siswa untuk senantiasa berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mengiringi usaha meraih cita-cita.


Ia menilai, kesungguhan belajar, bimbingan guru, kebiasaan membaca, serta doa merupakan bagian yang saling melengkapi dalam membangun keberhasilan seseorang.


Melalui kegiatan Latihan Menulis dan Literasi angkatan ke-5 tersebut, Muhidi berharap para pelajar semakin mencintai dunia pendidikan, menghargai guru, dan menjadikan literasi sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (**)

 


SUMBARNET - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat mengamankan seorang pria berinisial IS (32) atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masih berusia 7 tahun. Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan perbuatan pelaku kepada ibu kandungnya.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K menjelaskan bahwa terduga pelaku ditangkap setelah kedapatan melakukan aksi bejatnya dan sempat diamankan oleh warga setempat sebelum diserahkan kepada pihak Kepolisian, Minggu (1/11/2026) sekira pukul 07.20 Wib. 


Iptu A. Agung saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku. Ia menegaskan bahwa pihak Kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengamankan tersangka guna menghindari amuk massa serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.


"Pelaku sudah kami amankan di Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut setelah sebelumnya sempat diserahkan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar," ujar Kasat Reskrim diruang kerjanya, Selasa (3/11/2026).


Terkait kronologis, Kasat Reskrim memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (31/10/2026) malam, ketika korban ikut ibunya menjemput seorang rekan kerja. Korban kemudian meminta izin untuk menginap di rumah kontrakan pelaku di Jorong Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, karena ibu korban mengenal baik istri pelaku.


Peristiwa miris ini bermula pada Sabtu (31/10/2026) malam. Korban Bunga (nama samaran) Keesokan harinya, ikut ibunya menjemput seorang rekan kerja di kawasan Jorong Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo. 


Karena ibu korban sudah saling kenal dekat dengan istri terduga pelaku (berinisial N), korban kemudian meminta izin untuk menginap di rumah kontrakan terduga pelaku. Minggu (1/11/2026) sekira pukul 05.00 WIB, saat istri dan anak-anak pelaku tertidur di kamar sementara korban tidur di ruang tamu, pelaku melancarkan aksi bejatnya. Korban yang terbangun karena ketakutan sempat berteriak dan menangis.


Keesokan harinya, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, saat situasi rumah masih sepi dan istri terduga pelaku tidur di kamar bersama dua anaknya, tersangka IS mendatangi korban yang sedang tidur di ruang tamu. 


“Tersangka melancarkan aksi bejatnya dengan membuka pakaian korban serta melakukan pelecehan seksual.Mendengar tangisan tersebut, istri pelaku terbangun dan mendapati korban meminta untuk segera diantar pulang karena menolak didekati oleh pelaku. Korban akhirnya diantar pulang ke rumahnya oleh istri pelaku. Setibanya di rumah, korban langsung mengadu kepada sang ibu,” ujar Kasat Reskrim menjelaskan.


Korban yang terbangun sempat berteriak dan menangis ketakutan. Tersangka kemudian mengenakan kembali pakaian korban dan mengancam agar korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.Mendengar pengakuan korban, pelapor bersama suami mendatangi kediaman pelaku. Di hadapan keluarga dan warga setempat, pelaku mengakui perbuatannya. Warga dan pihak keluarga kemudian mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolres Pasaman Barat.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit IV PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat langsung bergerak cepat melakukan sejumlah langkah penyelidikan dan penyidikan. Setibanya di rumah, korban langsung menceritakan insiden yang dialaminya kepada sang ibu. Setelah diperiksa, ibu korban mendapati adanya luka memar pada salah satu bagian tubuh korban.


"Saat ini penyidik telah menerbitkan surat perintah penyidikan, melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi-saksi, serta meminta keterangan korban dengan didampingi oleh orang tua dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat. Selain itu, penyidik juga telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban serta melakukan visum et repertum," tambah Kasat Reskrim.


Penyidik unit PPA juga menggandeng Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Psikolog untuk memberikan pendampingan psikologis guna memulihkan trauma yang dialami oleh korban.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum perlindungan anak, yakni Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun. (HumasResPasbar)

 


SUMBARNET - Polres Kepulauan Mentawai melalui Satreskrim berhasil mengungkap tiga kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi pemerintah di wilayah hukum Polres Kep. Mentawai. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menetapkan tiga orang tersangka masing-masing berinisial B.E.M., HN, dan JP.

Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., menyampaikan bahwa pengungkapan tiga perkara ini merupakan bukti keseriusan Polres Kepulauan Mentawai dalam melakukan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Beliau menegaskan bahwa BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang telah ditentukan peruntukannya oleh pemerintah. Oleh karena itu, segala bentuk penyalahgunaan, baik melalui pengangkutan maupun penjualan kembali secara tidak sesuai ketentuan, akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.


Dari hasil pengungkapan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit kendaraan roda empat jenis Mitsubishi, yakni Colt T120SS berwarna hitam, Colt FE71L berwarna kuning, dan L300 berwarna hitam. Selain itu, turut diamankan sejumlah jeriken berisi BBM jenis Pertalite dengan total keseluruhan sebanyak 1.035 liter, serta satu unit telepon genggam merek Realme berwarna ungu.

Sementara itu, Kasat Reskrim, IPTU Joni Harman, S.H., M.M., menjelaskan bahwa dari tiga perkara yang berhasil diungkap, atas nama tersangka BEM, HN, dan JP masih dalam proses penyidikan.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar ketentuan Pasal 55 Undang-Undang 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan pidana denda paling banyak Rp60 miliar, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Melalui pengungkapan ini, Polres Kep Mentawai menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum terhadap segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi demi melindungi hak masyarakat dan menjaga distribusi energi agar tepat sasaran.


Kegiatan ini juga merupakan wujud dukungan terhadap program prioritas Kapolri dalam mewujudkan Polri yang profesional, responsif, transparan, dan berkeadilan, serta memperkuat semangat Polisi Bersama Masyarakat. (Roby)

 


MENTAWAI, SUMBARNET – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, berhasil mengungkap dugaan praktik penyalahgunaan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Kecamatan Sipora Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta barang bukti sebanyak 1.650 liter Pertalite yang diduga akan diperjualbelikan kembali di kawasan Katiet.

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Mentawai pada Rabu (28/10/2026) siang. Petugas menghentikan sebuah kendaraan yang mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar di ruas jalan Sioban-Katiet, Kecamatan Sipora Selatan.

Dari hasil pemeriksaan awal, BBM tersebut diduga berasal dari pembelian berulang di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sipora. Bahan bakar yang dikumpulkan menggunakan jerigen dan drum itu selanjutnya diangkut menggunakan mobil boks untuk dibawa menuju kawasan Katiet dan dijual kembali.

Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., mengungkapkan bahwa total BBM jenis Pertalite yang diamankan dalam perkara tersebut mencapai 1.650 liter.

"Total BBM Pertalite yang direncanakan tersangka untuk dijual di Katiet mencapai 1.650 liter," ungkap AKBP Nendra Madya Tias saat memberikan keterangan kepada awak media di Aula Mapolres Kepulauan Mentawai, Selasa (3/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu Jhoni Harman, S.H. Ia menjelaskan bahwa pengungkapan perkara bermula dari penindakan terhadap kendaraan yang dicurigai mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah tidak wajar.

Modus Pembelian Berulang Menggunakan Jerigen dan Drum

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para terduga pelaku diduga menggunakan modus pembelian BBM secara berulang di SPBU dengan memanfaatkan jerigen dan drum sebagai wadah penampungan.

Pembelian tersebut dilakukan seolah-olah untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Namun, BBM yang telah terkumpul dalam jumlah besar kemudian dipindahkan dan diangkut menggunakan mobil boks untuk didistribusikan ke kawasan Katiet.

Praktik tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh keuntungan melalui penjualan kembali BBM bersubsidi di luar mekanisme distribusi yang semestinya.

Jalur Sioban-Katiet menjadi lokasi penindakan karena merupakan salah satu akses transportasi penting menuju kawasan Katiet dan wilayah sekitarnya. Melalui jalur tersebut, kendaraan pengangkut BBM diduga membawa bahan bakar yang telah dikumpulkan dari SPBU.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aktivitas pengangkutan dan penjualan kembali Pertalite tersebut. Selain para terduga pelaku, petugas juga menyita 1.650 liter Pertalite serta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut BBM.

Polisi Dalami Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain

Meski telah mengamankan tiga terduga pelaku, Polres Kepulauan Mentawai memastikan penyidikan perkara tersebut masih terus dikembangkan.

Penyidik Satreskrim kini mendalami sejumlah aspek penting, mulai dari asal-usul BBM, proses pembelian di SPBU, frekuensi pengisian, hingga mekanisme pengangkutan dan rencana penjualan kembali di kawasan Katiet.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Salah satu aspek yang turut menjadi perhatian penyidik adalah kemungkinan keterlibatan oknum atau pihak pengelola SPBU tempat BBM tersebut dibeli.

Namun, Kapolres menegaskan bahwa dugaan keterlibatan pihak lain masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebelum ditemukan bukti yang cukup.

"Kami masih dalami, apakah ada keterlibatan pihak lain, termasuk dari pengelola SPBU. Semua akan kami buktikan lewat penyidikan," tegas Nendra.

Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan apakah praktik yang terungkap merupakan aktivitas yang dilakukan secara mandiri oleh para terduga pelaku atau terdapat jaringan distribusi BBM ilegal yang lebih luas.

Polisi juga berupaya menelusuri kemungkinan adanya pola pembelian dan penyaluran BBM bersubsidi secara terorganisasi, mengingat jumlah Pertalite yang diamankan mencapai 1.650 liter.

Penyalahgunaan BBM Subsidi Rugikan Masyarakat

Kapolres Kepulauan Mentawai menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, BBM bersubsidi merupakan bahan bakar yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan pemerintah. Karena itu, praktik pengumpulan dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali secara tidak sesuai aturan berpotensi mengganggu distribusi dan mengurangi hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Persoalan ini menjadi semakin penting di wilayah Kepulauan Mentawai yang memiliki tantangan geografis tersendiri dalam hal distribusi energi. Ketersediaan BBM menjadi salah satu kebutuhan vital untuk menunjang aktivitas ekonomi, transportasi, serta mobilitas masyarakat antarkawasan.

Distribusi BBM di Mentawai yang sangat bergantung pada pasokan dari Tuapejat membutuhkan pengawasan secara berkelanjutan agar penyalurannya dapat berjalan sesuai peruntukan.

Apabila BBM bersubsidi disalahgunakan untuk kepentingan perdagangan kembali di luar ketentuan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan ketimpangan distribusi dan mempersulit masyarakat memperoleh bahan bakar.

Oleh karena itu, Polres Kepulauan Mentawai mengingatkan pentingnya pengawasan bersama terhadap distribusi BBM, baik di tingkat SPBU maupun pada jalur pengangkutan dan penyalurannya ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar

Atas dugaan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan ketentuan pidana terkait penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka ke-9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Ketentuan tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal Rp60 miliar.

Proses hukum terhadap ketiga tersangka kini ditangani Satreskrim Polres Kepulauan Mentawai. Sementara itu, barang bukti yang telah diamankan menjadi bagian dari kepentingan pembuktian dalam proses penyidikan.

Kapolres Ajak Masyarakat Bersinergi Awasi Distribusi BBM

Di akhir keterangannya, AKBP Nendra Madya Tias mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif membantu kepolisian dalam mencegah dan menekan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Kepulauan Mentawai.

Ia menilai pengawasan distribusi BBM tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak terkait agar penyaluran bahan bakar benar-benar tepat sasaran.

"Saya minta kepada rekan-rekan semua kita sama-sama berkolaborasi, sama-sama bersinergi untuk bisa menekan ataupun mengurangi peredaran penyalahgunaan BBM yang ada di wilayah Kepulauan Mentawai," pungkasnya.

Polres Kepulauan Mentawai memastikan pengembangan perkara akan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh asal-usul BBM, pola pembelian, jalur distribusi, serta kemungkinan adanya jaringan lain di balik dugaan penyalahgunaan 1.650 liter Pertalite tersebut.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi perlu diperkuat, sehingga bahan bakar yang mendapat dukungan subsidi pemerintah benar-benar dapat dinikmati masyarakat yang berhak, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan perdagangan yang bertentangan dengan ketentuan hukum. (Roby)

 


DHARMASRAYA – Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta menanamkan budaya disiplin dan tertib berlalu lintas sejak usia dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Dharmasraya terus menggencarkan kegiatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Dharmasraya yang bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMKN 1 Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian upacara bendera tersebut menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, khususnya terkait pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta kesadaran dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Dalam amanatnya, Kanit Kamsel mengajak seluruh siswa dan siswi SMKN 1 Sitiung agar senantiasa menerapkan perilaku disiplin, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Para pelajar juga diingatkan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu kunci utama dalam meraih keberhasilan. Sikap disiplin harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mematuhi aturan sekolah, menghormati guru, menghargai sesama teman, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Para siswa diimbau agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI ketika mengendarai sepeda motor, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Kanit Kamsel juga mengingatkan agar pelajar tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurutnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri, kemudian mengajak keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama membudayakan tertib berlalu lintas.

Kegiatan edukasi tersebut juga menjadi langkah preventif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan usia pelajar.

Kapolres: Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan jajaran Satlantas menegaskan pentingnya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.

Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan polisi menjadi pembina upacara di sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya pendekatan humanis Polri kepada dunia pendidikan.

"Kami ingin kehadiran anggota Polri di lingkungan sekolah dapat memberikan edukasi, motivasi, serta pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Kesadaran untuk tertib di jalan raya harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan dan karakter positif hingga mereka dewasa," ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan pembinaan dan perhatian bersama. Oleh karena itu, Polri terus berupaya membangun komunikasi serta sinergi dengan pihak sekolah guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

"Kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai karena kelalaian, ketidakdisiplinan, atau keinginan untuk berkendara secara bebas, justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya.

Kapolres juga mengajak seluruh pelajar untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab, menjauhi perilaku negatif, serta tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang dapat merugikan masa depan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan salah satu bentuk kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.

Polri dan Sekolah Bersinergi Ciptakan Pelajar Pelopor Keselamatan

Melalui kegiatan tersebut, Polres Dharmasraya berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara kepolisian dan pihak sekolah dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda.

Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku siswa, sementara kepolisian hadir untuk memberikan pemahaman mengenai hukum, keamanan, ketertiban, serta keselamatan berlalu lintas.

Edukasi secara langsung di lingkungan sekolah dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada pelajar. Dengan demikian, para siswa dapat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan untuk melindungi keselamatan setiap pengguna jalan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

"Kami berharap dari kegiatan ini lahir generasi muda yang disiplin, sadar hukum, dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Ingat, ada keluarga yang menunggu di rumah, sehingga jangan pernah mengabaikan keselamatan saat berada di jalan raya," tutup Kapolres.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Polres Dharmasraya menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dunia pendidikan, dalam membangun kesadaran hukum dan budaya tertib berlalu lintas.

Diharapkan, melalui edukasi dan pembinaan yang dilakukan secara konsisten, para pelajar SMKN 1 Sitiung dapat menjadi contoh positif bagi generasi muda lainnya dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kabupaten Dharmasraya. (**)



DHARMASRAYA – Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan, Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga lanjut usia (lansia) di Nagari Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan perhatian.

Penyaluran bantuan sosial ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari para lansia, sekaligus memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Dharmasraya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian institusi Polri. Terlebih, para lansia merupakan kelompok masyarakat yang patut mendapatkan perhatian, penghormatan, serta dukungan bersama.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.IK., M.AP., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

Menurut Kapolres, bantuan yang disalurkan bukan semata-mata dilihat dari nilai atau jumlahnya, melainkan sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan kepedulian Polri kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan bantuan sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari para lansia serta memberikan manfaat bagi mereka yang menerimanya," ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan salah satu nilai penting yang harus terus ditanamkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Sebab, Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

Kapolres berharap kegiatan seperti ini dapat semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta kedekatan, kepercayaan, serta rasa kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga. Terutama kepada para orang tua dan lansia, yang sudah selayaknya mendapatkan perhatian, penghormatan, dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, membantu sesama tidak harus menunggu memiliki kemampuan yang besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kehadiran Polres Dharmasraya melalui kegiatan sosial tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif sekaligus menjadi motivasi bagi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bagi para lansia, perhatian dan kepedulian yang diberikan tentu memiliki arti tersendiri. Selain bantuan secara materi, kehadiran dan perhatian dari sesama juga menjadi bentuk dukungan moral yang dapat memberikan semangat serta kebahagiaan.

Polres Dharmasraya berkomitmen untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Polri diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan sosial.

Dengan adanya penyaluran bantuan sosial kepada lansia di Gunung Medan ini, diharapkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi cerminan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (**)



DHARMASRAYA – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Dharmasraya menjadi pembina upacara bendera di SMP Negeri 2 Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polres Dharmasraya dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda, khususnya para pelajar, agar senantiasa menjaga perilaku, disiplin, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti perundungan (bullying) dan aksi tawuran antarpelajar.

Dalam kegiatan upacara yang berlangsung di lingkungan SMPN 2 Pulau Punjung tersebut, Waka Polres Dharmasraya menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa. Di antaranya mengenai pentingnya membangun karakter positif, menghormati sesama, menaati aturan sekolah, serta menjaga keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.

Di hadapan kepala sekolah, majelis guru, staf, serta seluruh peserta upacara, Waka Polres mengingatkan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah dan negara. Karena itu, sejak dini para siswa harus dibekali dengan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan rasa saling menghargai.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah maraknya perilaku perundungan atau bullying di kalangan pelajar. Perilaku tersebut, baik berupa kekerasan fisik, ejekan, penghinaan, intimidasi, pengucilan, maupun perundungan melalui media sosial, bukanlah tindakan yang dapat dianggap sebagai candaan biasa.

Bullying dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban, mengganggu proses belajar, bahkan berpotensi memicu persoalan yang lebih besar apabila tidak dicegah sejak dini.

Para siswa juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap teman, tidak merasa paling kuat atau paling berkuasa, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling mengejek dan merendahkan.

Selain bullying, Waka Polres turut mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam aksi tawuran antarpelajar. Menurutnya, tawuran bukanlah bentuk keberanian ataupun kebanggaan, melainkan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan orang lain.

Pelajar yang terlibat tawuran berisiko mengalami luka-luka, berhadapan dengan proses hukum, serta kehilangan kesempatan untuk meraih cita-cita. Oleh sebab itu, setiap permasalahan yang terjadi antarsiswa hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, musyawarah, dan dengan melibatkan guru maupun orang tua.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melalui kegiatan pembinaan tersebut menegaskan bahwa kehadiran jajaran Polres Dharmasraya di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kepolisian dalam melindungi serta membina generasi muda.

Kapolres Dharmasraya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki maksud dan tujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar tentang pentingnya menjaga perilaku, membangun karakter yang baik, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

"Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan di sekolah ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar bahwa masa depan mereka sangat berharga. Jangan sampai masa depan yang seharusnya dipenuhi dengan prestasi dan cita-cita justru rusak akibat perilaku bullying, tawuran, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya," demikian pesan Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres berharap para pelajar dapat menjadikan sekolah sebagai tempat untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter dan kepribadian yang baik.

"Kami berharap seluruh pelajar di Kabupaten Dharmasraya dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Jadilah pelajar yang membanggakan orang tua, guru, sekolah, dan daerah. Hindari kekerasan, jangan mudah terprovokasi, serta gunakan waktu muda untuk belajar dan meraih prestasi," harap Kapolres.

Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak. Menurutnya, upaya mencegah kenakalan remaja tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, sementara sekolah menjadi tempat untuk menanamkan nilai kedisiplinan, pendidikan moral, dan tanggung jawab sosial. Di sisi lain, kepolisian siap hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Dharmasraya juga ingin membangun kedekatan dengan kalangan pelajar sehingga mereka tidak merasa takut untuk berkomunikasi dan menyampaikan permasalahan yang dihadapi, khususnya apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindakan perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

Para siswa diharapkan berani menolak segala bentuk kekerasan, tidak ikut-ikutan melakukan tindakan negatif hanya karena ajakan teman, serta segera melaporkan kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang apabila menemukan tindakan bullying maupun rencana tawuran.

Kegiatan pembinaan melalui upacara bendera ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan adanya edukasi secara langsung kepada para pelajar, Polres Dharmasraya berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, kondusif, dan bebas dari tindakan perundungan serta kekerasan.

Polres Dharmasraya berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah serta seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pembinaan generasi muda.

Harapannya, para pelajar di Kabupaten Dharmasraya tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, saling menghormati, serta mampu menjadi generasi penerus bangsa yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. (**)