Padang - Komitmen PT Semen Padang dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas kembali diwujudkan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang dijalankan atas kerja sama dengan BKKBN Perwakilan Sumatera Barat. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tahun 2025 tersebut, PT Semen Padang berhasil melakukan intervensi terhadap ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) di wilayah ring satu perusahaan.


Program ini menyasar tiga kecamatan utama, yakni Kecamatan Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung, dengan cakupan layanan kesehatan dan pendampingan yang terintegrasi. Hasilnya, sembilan ibu hamil penerima manfaat berhasil melahirkan bayi dalam kondisi sehat, dengan berat badan dan panjang badan yang normal.


Dari sembilan penerima manfaat tersebut, tiga ibu hamil berasal dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Lubuk Kilangan, tiga dari wilayah kerja Puskesmas Pauh, dua dari Puskesmas Lubuk Begalung, dan satu penerima manfaat berada di bawah pembinaan Puskesmas Pegambiran. Keberhasilan ini menjadi salah satu indikator nyata efektivitas kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan fasilitas layanan kesehatan dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Sumatera Barat.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa Program GENTING merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting sejak dini.


“Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen PT Semen Padang terhadap pembangunan masyarakat. Alhamdulillah, sembilan ibu hamil yang mendapatkan intervensi berhasil melahirkan dengan selamat, dan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan normal serta sehat,” katanya.


Keberhasilan program tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melanjutkan dan memperluas cakupan program pada tahun-tahun berikutnya. “Program ini akan terus kami lanjutkan. Kami berharap langkah ini dapat mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Win Bernadino.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa intervensi yang diberikan PT Semen Padang dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan nutrisi dan non-nutrisi. Pendekatan tersebut dirancang agar ibu hamil dengan kondisi KEK mendapatkan dukungan kesehatan yang optimal sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan.


“Intervensi yang dilakukan PT Semen Padang kepada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu nutrisi dan non-nutrisi. Untuk dukungan nutrisi, perusahaan memberikan bantuan susu selama masa kehamilan dan menyusui, serta vitamin penunjang kesehatan ibu,” ujarnya.


Sementara untuk intervensi non-nutrisi, PT Semen Padang turut membantu pembangunan jamban sehat bagi penerima manfaat serta memfasilitasi akses layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga Semen Padang Hospital.


Menurut Hernes, pendekatan yang komprehensif menjadi faktor penting dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga selama proses kehamilan hingga persalinan.


“Program ini tidak hanya berbicara soal bantuan makanan tambahan, tetapi juga bagaimana memastikan ibu hamil memperoleh lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, dan akses pelayanan kesehatan yang memadai,” tambahnya.


Keberhasilan Program GENTING juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah kepala UPTD puskesmas yang terlibat langsung dalam pendampingan penerima manfaat.


Kepala UPTD Puskesmas Lubuk Kilangan, Rani Intan Permata, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama PT Semen Padang memberikan dampak signifikan terhadap upaya penurunan angka stunting di wilayahnya.


“Berkat bantuan PT Semen Padang melalui Program GENTING, terjadi penurunan risiko stunting. Harapan kami, program ibu hamil sehat dan ibu menyusui sehat ini dapat terus berjalan setiap tahun dan cakupannya ditingkatkan lagi agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” katanya.


Apresiasi serupa disampaikan Plt. Kepala UPTD Puskesmas Pauh, Lola Rahma Desi. Ia mengungkapkan bahwa PT Semen Padang telah menjadi mitra strategis dalam program pencegahan stunting sejak 2018.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang konsisten membantu Puskesmas Pauh dalam program pencegahan stunting. Khusus tahun 2025, bantuan lebih difokuskan kepada ibu hamil dengan KEK agar tidak melahirkan anak stunting. Alhamdulillah, ketiga penerima manfaat melahirkan bayi yang normal dan sehat,” ujarnya.


Kepala UPTD Puskesmas Lubuk Begalung, Sari Ramadhani, mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Menurutnya, bantuan nutrisi dan pendampingan kesehatan yang diberikan sangat membantu ibu hamil dengan risiko KEK di wilayah Lubuk Begalung sehingga dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat dan aman.


Ia menambahkan, keberhasilan dua penerima manfaat yang melahirkan bayi sehat dan normal menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi dunia usaha dan layanan kesehatan dalam menekan angka stunting. Sari berharap program tersebut terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak ibu hamil yang membutuhkan pendampingan sejak dini.


Di balik capaian program tersebut, tersimpan kisah haru dari para penerima manfaat yang merasakan langsung dampak bantuan perusahaan. Rahma Zahra, salah seorang penerima manfaat yang diusulkan Puskesmas Pauh dari wilayah Lambung Bukit, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Ia sebelumnya dinyatakan mengalami KEK setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin oleh petugas puskesmas.


“Setelah diperiksa, saya masuk kategori KEK dan kemudian diusulkan mendapatkan bantuan dari PT Semen Padang. Alhamdulillah, selama kehamilan saya mendapatkan bantuan susu, vitamin, dan juga pembangunan jamban. Bayi saya lahir sehat dan normal,” ungkapnya penuh syukur.


Ucapan terima kasih juga disampaikan Cintia Yolanda, penerima manfaat dari wilayah Kelurahan Tarantang yang berada di bawah pembinaan Puskesmas Lubuk Kilangan. Menurutnya, perhatian dan pendampingan yang diberikan membuat dirinya merasa lebih tenang selama menjalani masa kehamilan.


Sementara itu, rasa haru juga datang dari keluarga Rika Guspeni, penerima manfaat dari usulan Puskesmas Pegambiran. Ucapan terima kasih disampaikan oleh orang tua Rika yang mewakili dirinya. Diketahui, Rika merupakan seorang ibu dengan kondisi tunarungu sejak kecil. Keluarga Rika menilai bantuan yang diberikan PT Semen Padang bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan perhatian dan kepedulian sosial yang sangat berarti bagi keluarga mereka.


Program GENTING yang dijalankan PT Semen Padang menunjukkan bahwa peran aktif dunia usaha memiliki kontribusi besar dalam mendukung agenda pembangunan kesehatan nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, unggul, dan berdaya saing. (*)

  


Padang - Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA memberikan arahan dan motivasi kepada para atlet Judo, Bela Diri Polri, dan Basket Polda Sumbar dalam rangka persiapan menghadapi ajang Kapolri Cup 2026 yang akan digelar di Jakarta dan Kalimantan Timur.


Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Badminton Polda Sumbar, Jumat (8/5/2026) pagi, dan turut dihadiri Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Sumbar, serta para Pejabat Utama Polda Sumbar.


Dalam arahannya, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa seluruh atlet harus memiliki semangat juang, disiplin, dan mental juara dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut. Menurutnya, persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk meraih prestasi dan membawa nama baik Polda Sumbar di tingkat nasional.


“Latihan harus sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat. Kita datang ke Kapolri Cup bukan sekadar untuk ikut serta atau jalan-jalan, tetapi membawa target dan tekad untuk menjadi juara,” tegas Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta di hadapan para atlet.


Kapolda juga memberikan perhatian khusus kepada tim basket Polda Sumbar agar segera melaksanakan pertandingan uji coba maupun laga persahabatan dengan tim-tim kuat dari kampus atau sekolah berprestasi guna mengukur kemampuan dan meningkatkan mental bertanding para pemain.


“Tim basket harus segera melakukan pertandingan persahabatan dengan tim yang memiliki kualitas bagus. Dari situ kita bisa melihat kekurangan, memperbaiki strategi, dan membangun mental bertanding. Kalau bisa, secepatnya dilaksanakan, pagi atau sore besok sudah mulai uji coba,” ujarnya.


Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya fokus dan komitmen selama menjalani masa persiapan. Ia berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama Polda Sumbar di ajang nasional tersebut.


“Kita harus menunjukkan bahwa Polda Sumbar mampu bersaing dan berprestasi. Latihan yang kuat harus dibarengi dengan tujuan yang jelas, mental yang kuat, dan fokus untuk meraih kemenangan,” tambah Kapolda.


Sementara itu, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin turut memberikan penekanan kepada seluruh atlet agar menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri secara maksimal menjelang pertandingan.


Khusus kepada tim basket, Wakapolda meminta agar pertandingan uji coba untuk meningkatkan kekompakan dan kemampuan tim. Sedangkan bagi atlet judo dan bela diri Polri, ia mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan menghindari cedera selama masa latihan.


“Laksanakan latihan dengan serius, tetapi tetap memperhatikan kondisi fisik. Untuk tim judo dan bela diri, jangan sampai terjadi cedera yang dapat mengganggu persiapan menuju Kapolri Cup. Semua harus dipersiapkan secara matang,” pesan Brigjen Pol. Solihin.


Diketahui, tim basket Polda Sumbar dijadwalkan mengikuti pertandingan Kapolri Cup di Jakarta pada 15 Mei 2026. Sementara tim Judo dan Bela Diri Polri akan berlaga di Kalimantan Timur pada 17 Mei 2026.


Arahan dan motivasi yang diberikan pimpinan Polda Sumbar tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat para atlet untuk tampil maksimal serta membawa prestasi terbaik bagi Polda Sumbar pada ajang Kapolri Cup 2026 mendatang. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID - Pemerintah Kota Bukittinggi lepas keberangkatan dua Calon Jamaah Haji Kota Bukittinggi yang masuk dalam kloter 14, menuju embarkasi Padang. Dua jamaah itu dilepas langsung Wakil Wali Kota bersama perwakilan Kemenhaj Bukittinggi, di Balaikota, Jumat, 8 Mei 2026.


Dua jamaah tersebut atas nama Afrizal dan Yusnimar. Keduanya, masuk dalam daftar CJH kloter 14 Padang, gelombang dua.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan, CJH Bukittinggi tahun 2026 ini, berjumlah 255 orang. Dari jumlah tersebut, 253 jamaah masuk kloter 7 PDG, dan telah berangkat menuju Madinah 30 April lalu dan dua jamaah lainnya masuk kloter 14 PDG, untuk terbang menuju Jeddah, Sabtu 9 Mei 2026.


"Alhamdulillah hari ini kita lepas dua calon jamaah haji Bukittinggi yang masuk kloter 14 Padang. Hari ini mereka bertolak ke Embarkasi Padang dan besok terbang menuju Jeddah, karena masuk gelombang dua," jelasnya.


Wawako juga mendoakan para calon jamaah haji, dapat melaksanakan setiap rukun dan wajib haji dengan maksimal. Sehingga seluruh jamaah mendapatkan prediket haji mabrur.


"Semoga seluruh jamaah kita menjadi haji mabrur," tutupnya. (**)

 


PALEMBANG – Menebar kasih sayang dan berbagi kebahagiaan adalah wujud nyata pengabdian. Sebagai bentuk kehadiran yang penuh kepedulian di tengah masyarakat, 


Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Bhakti Kepolisian di Lembaga Disabilitas Sosial Sentra Budi Perkasa, pada Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan kebaikan ini berlangsung penuh kehangatan di Jalan Sosial, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

 

Kegiatan sosial dan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit V Dit Intelkam Polda Sumsel, Kompol Andi Kusuma Jaya, S.S.T., M.H., M.Mar, didampingi seluruh personel Subdit V. 


Dalam momen yang sarat makna tersebut, diserahkan bantuan berupa paket sembako sebagai dukungan kecil yang diharapkan membawa manfaat besar, yang diterima secara tulus oleh Kassubag Tata Usaha Lembaga Sosial Sentra Budi Perkasa, Wahyu Hendro Darmanto, S.ST.

 

Langkah mulia ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala Kepolisian Daerah Sumsel, yang senantiasa mengingatkan seluruh jajaran untuk melakukan kebaikan setiap hari dan selalu hadir memberi manfaat bagi sesama. 


Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa Polda Sumsel, khususnya Direktorat Intelkam, sangat memperhatikan dan peduli terhadap keberadaan serta kesejahteraan warga binaan di lembaga sosial ini.

 

Suasana haru dan kekeluargaan terasa menyelimuti seluruh rangkaian acara. 


Di penghujung momen kebersamaan, dilakukan doa bersama sebagai wujud syukur dan permohonan agar segala kebaikan ini mendatangkan keberkahan dari Allah SWT. 


Tak lupa dipanjatkan doa agar seluruh jajaran Polda Sumsel, khususnya Direktorat Intelkam, senantiasa diberikan kemudahan, kekuatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas mulia menjaga keamanan, ketertiban, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan. (DW)



Padang - Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) wujudkan program berskala internasional kolaborasi dengan Pemko Bukittinggi melalui FUN RUN Jam Gadang 2026 yang akan dilaksanakan pada Minggu 7 Juni 2026 di Jam Gadang Bukittinggi.



Jam Gadang Fun Run 2026 adalah event fun run 5K yang diselenggarakan oleh IMLF, IKA UNAND dan Pemko Bukittinggi dalam rangkaian acara International Minangkabau Literacy Festival. Ivent ini mengajak runners untuk berlari sambil memperingati 100 tahun berdirinya Jam Gadang.


Lebih dari sekadar lari, event ini juga  menghadirkan semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan kebanggaan akan warisan Minangkabau. Setiap langkah yang diambil menjadi bagian dari perayaan sejarah sekaligus bentuk apresiasi terhadap identitas dan kearifan lokal.


Peserta lomba bisa menikmati suasana lari yang penuh energi positif di jantung kota Bukittinggi, dengan latar ikonik Jam Gadang dan atmosfer festival yang meriah. Berbagai aktivitas menarik hadir, mengiringi setiap langkah dalam memperingati satu abad Jam Gadang yang penuh nilai sejarah dan kebanggaan.


Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi momentum tepat untuk berlari, merayakan budaya, dan mempererat kebersamaan.


Hanya dengan biaya registrasi 150k, peserta bisa mengakses link registrasi https://www.beyondrun.com/leaderboards?event=JamGadangFunRun2026


Dari biaya tersebut peserta akan mendapatkan jersey, medali, dan refresement. Untuk pendaftaran, bisa mengakses secara online link beyondrun.com.


Ditargetkan event ini akan menggaet runners sebanyak 2000 orang dan menjadi salah satu  event bergengsi tahun ini di Sumatera Barat. (**)



SUMBARNET - Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman menyambut positif peluncuran city branding Mentawai " Surf & Soul dalam rangkaian Jakarta Marketing Week 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (7/5/2026).


Menurutnya, Mentawai memiliki kekuatan besar untuk menjadi ikon pariwisata Indonesia yang unik dan berbeda dibanding destinasi lain di dunia.


Irman menilai penguatan branding menjadi penting agar Mentawai tidak hanya dikenal karena ombaknya, tetapi juga karena nilai budaya dan keaslian masyarakatnya.


“Mentawai memiliki identitas yang sangat kuat. Karena itu, pengembangan pariwisata harus tetap berpijak pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Mentawai,” ujarnya.


Peluncuran branding tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat positioning Mentawai sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya menawarkan wisata selancar (surfing), tetapi juga pengalaman budaya yang autentik dan berkarakter.


Acara yang diprakarsai oleh Markplus dibawah komando Founder dan Chairmant yang merupakan seorang begawan pemasaran Indonesia, Bapak Hermawan Kertajaya ini mendapat sambutan yang luarbiasa   dan dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana beserta Wakil Bupati Mentawai, Ketua Apkasi, Bursah Zarnubi, Gunernur Sumbar yang diwakili Kadis Pariwisata Sumbar dan jajaran pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, hingga berbagai tokoh nasional.


Dalam pemaparannya, Hermawan Kartajaya mengungkapkan bahwa lahirnya branding “Surf & Soul” berawal dari diskusi bersama Senator RI Irman Gusman mengenai pentingnya Mentawai memiliki identitas global yang kuat dan berbeda dari destinasi lainnya.


“Pak Irman meminta kepada saya agar Mentawai dibuatkan branding yang kuat. Lalu kami melakukan riset, Mentawai branding-nya apa? Hasilnya adalah Surf & Soul. Mentawai saya taruh sebagai beyond tourism,” ujar Hermawan.


Menurut Begawan Marketing Indonesia tersebut, konsep “Surf & Soul” lahir dari pendekatan The Progression of Economic Value, yaitu transformasi ekonomi dari komoditas, jasa, pengalaman, hingga penguatan nilai dan identitas budaya.


Selanjutnya, Hermawan  mengatakan Mentawai dinilai telah bergerak melampaui pariwisata konvensional. Jika pada tahap awal ekonomi daerah bertumpu pada pertanian dan perikanan, kemudian berkembang menjadi layanan wisata dan hospitality, maka Mentawai kini diarahkan menuju level beyond tourism melalui pengalaman (stage experience) dan penguatan identitas budaya.


Pada tahap pengalaman, Mentawai menawarkan kekuatan “Surf”, yakni ombak kelas dunia yang disebut sebagai “Mekkahnya peselancar”, tempat bertemunya ombak terbaik dunia dengan jiwa petualang.


Sementara pada tahap berikutnya, Mentawai menghadirkan “Soul” melalui kekayaan budaya masyarakat adatnya, terutama filosofi Sikerei yang menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan.


Hermawan menyoroti keberadaan Sikerei sebagai simbol utama “soul” Mentawai. Dalam budaya Mentawai, Sikerei dikenal sebagai tabib tradisional yang meramu obat-obatan dari tumbuhan alami tanpa bahan kimia, sekaligus tokoh adat yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat.


“Sikerei itu soul-nya Mentawai,” kata Hermawan.


Selain itu, elemen budaya lain juga diangkat dalam city branding tersebut, seperti motif tato “Titi Takep” Sikerei yang melambangkan harmoni antara manusia, alam, dan semesta, simbol “Jaraik” sebagai jejak hubungan manusia dengan asal-usul dan alam, serta “Silogui” atau anak panah yang merepresentasikan ketepatan arah dan tujuan hidup.


“Wisatawan yang datang ke Mentawai bukan hanya mencari ombak, tetapi juga merasakan pengalaman budaya dan keaslian kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga,” ujarnya.


Hermawan bahkan menempatkan Mentawai sebagai salah satu pusat pertumbuhan pariwisata unggulan nasional di kawasan barat Indonesia.


“Mentawai adalah the epicenter of tourism in western Indonesia,” tegasnya.


Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya agar keaslian Mentawai tetap terjaga di tengah meningkatnya perhatian global.


Melalui city branding “Surf & Soul”, Mentawai diharapkan menjadi ikon pariwisata dunia yang menggabungkan keunggulan alam dan kekayaan budaya lokal. (**)



SUMBARNET - Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar Fraksi PKB, Yonnarlis, turun langsung meninjau ruas jalan Simpang Balai Tingga–Jambak–Sulayan di Nagari Pitalah, Kecamatan Batipuh, Kamis (7/5/2026), setelah menerima laporan masyarakat terkait kondisi jalan rusak dan berlubang yang rawan kecelakaan.


Dalam peninjauan itu, Yonnarlis menerima langsung aspirasi warga yang disampaikan Wali Nagari Pitalah, Kamili Dt Marajo. Warga meminta pemerintah segera memperbaiki jalan yang telah rusak lebih dari tiga tahun tersebut karena menjadi akses utama masyarakat menuju perkampungan, nagari, dan kecamatan.


“Jalan ini sudah lebih tiga tahun rusak. Jalan berlubang dan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan,” kata Kamili Dt Marajo.


Ia menyebut kondisi jalan yang rusak membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor. Selain itu, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur penting untuk menunjang aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.


Menindaklanjuti laporan itu, Yonnarlis langsung menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Datar, Mustika Suarman. Dinas PUPR kemudian menurunkan staf untuk melakukan survei lapangan.


“Hasil survei di lapangan akan dilakukan patching atau penambalan pada jalan yang rusak dan berlubang,” ujar Mustika Suarman.


Ia mengatakan kondisi jalan yang berlubang sangat membahayakan pengguna kendaraan dan perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko kecelakaan.


Sementara itu, Yonnarlis memastikan pihaknya akan terus mengawal proses perbaikan jalan tersebut hingga terealisasi. (***)



SUMBARNET - Komisi Informasi Sumatera Barat  ikut membersamai Bimtek dan coaching Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Lembaga Yudikatif, Universitas dan Sekolah yang digelar oleh Pengadilan Agama Batusangkar, Kamis (7/5-2026) di aula rektorat UIN Mahmud Yunus Batusangkar.


Ketua Pengadilan Agama  (PA) Batusangkar, Rina Eka Fatma S.H.I, M.Ag menyebutkan kegiatan ini salah satu bentuk inovasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik untuk mengoptimalkan pelayanan informasi di PPID badan publik yang ada di Batusangkar.


“Kami berterima kasih kepada KI Sumbar yang terus mendorong kami melakukan inovasi dan gebrakan dalam peningkatan pelayanan informasi publik di PPID. Sebagai bentuk semangat kami, hari ini kita ajak badan publik yang ada di batusangkar bergabung dalam bimtek peningkatan pelayanan informasi publik” sambut rina.


Bimtek ini diikuti oleh PPID dari Kemenag Batusangkar,  UIN Mahmud Yunus, PA Sawahlunto, PA Koto Baru, PA Pulau Punjung, MA Negeri 1 batusangkar, MA 2 Negeri Batusangkar, SMK 1 dan SMK 2 Batusangkar.


Peserta bimtek  tampak antusias mengikuti kegiatan ini karena bisa langsung melihat dokumen serta informasi apa saja yang dikelola oleh PPiD serta mempelajari tampilan website Badan Publik yang baik yang bisa diadaptasi. 


“Kami mengapresiasi gebrakan inovasi PA Batusangkar dalam menyebarkan virus keterbukaan informasi publik di batusangkar. Ini salah satu wujud gerakan berdampak positif dari PPID PA Batusangkar setelah tahun lalu menjadi jawara di kategori lembaga yudikatif monev 2025” Ucap Waka KI Sumbar Mona Sisca didamping AA KI Sumbar Tiwi Utami.


Acara ini didukung penuh oleh UIN Mahmud Yunus, turut hadir Rektor Prof Delmus Puneri Salim, Ph.D yang ikut memfasilitasi kegiatan bimtek tersebut. (**)

 


SUMBARNET - Empat orang wali nagari di Kecamatan Tapan dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Rabu 7/5/2026.


Pelapor, Suardi Nike dari LSM KPK-RI, menduga keempat wali nagari tersebut memfasilitasi alih fungsi kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi untuk Kelompok Tani Permata Tapan.


“Kami duga ada perbuatan melawan hukum. Bukti sudah kami serahkan ke Polda,” kata Suardi kepada tim awak media, Kamis 8/5/2026.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P.., membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kami terima dan sedang ditelaah Ditreskrimsus. Kami belum bisa simpulkan ada pidana atau tidak,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, keempat wali nagari yang disebut belum memberikan tanggapan. Tim masih berupaya mengonfirmasi ke Camat Tapan dan Ketua Kelompok Tani Permata Tapan.


Kepala KPH Pesisir Selatan, menjelaskan bahwa hutan HPK hanya bisa dilepas melalui SK Menteri LHK. Tanpa SK Pelepasan, pembukaan lahan di HPK adalah pidana sesuai UU 18/2013.


Wali Nagari yang dilaporkan oleh LSM KPK RI Suardi Nike ke Dirkrimsus Polda Sumbar Adalah sebabagai berikut:

Wali Nagari kumbuang atas nama Syafri Ahmad, Wali nagari Tapan Iniswati, Wali Nagari, Dusun Baru Dedi Candra, dan Walinagari Simpang Gunuang Andriadi M.Pd. dia juga melaporkan ketua kelompok Tani Permata Tapan Wardimansyah.


Jual alih fungsi HPK jadi kebun sawit bisa di Pidana berat. Banyak yang udah masuk bui di Pessel-Solsel.


HPK = Hutan Produksi yang dapat Dikonversi. Statusnya masih hutan negara. Boleh jadi sawit, TAPI wajib SK Pelepasan dari Menteri LHK dulu Buka duluan di penjara.


Daftar Pidana dan Denda Kalau Nekat Buka Sawit di HPK Tanpa Izin
Perbuatan Pasal Hukuman Penjara Denda Keterangan


Menduduki/Menggarap HPK tanpa izin*UU 18/2013 Psl 92 ayat 1 Max 10 tahunRp7,5 MiliarPaling sering dipake. Buka 1 ha aja kena penjara.


Menjual HPKKUHP 385 + UU 41/1999 Psl 50 4 tahun kena denda Rp1 Miliar HPK adalah tanah negara. Nggak bisa dijual wali nagari/oknum


Memakai surat palsu pelepasan HPK KUHP 263 6 tahun** – Banyak SK Menteri LHK dipalsuin


Membakar HPK untuk sawit** **UU 41/1999 Psl 78 ayat 3** **15 tahun** **Rp5 Miliar** Kalau mati ada korban = seumur hidup


Pejabat fasilitasi HPK ilegalUU Tipikor Psl 3 .20 tahun Rp1 Miliar Kades/wali nagari kena ini. Penyalahgunaan wewenang


Tidak lapor tindak pidana kehutanan UU 18/2013 Psl 111** 1 tahun Rp500 juta Kalau kamu tau tapi diem aja


Terima duit hasil HPK ilegal** **UU TPPU Psl 5** **5 tahun** **Rp1 Miliar Duit sawit dari HPK = pencucian uang


*Intinya*: *Minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun + bangkrut bayar denda.*


*2. Contoh Kasus Nyata di Sumbar – Biar Nggak Niru*


1. *Kasus Lunang Silaut 2022 : 3 orang buka 200 ha sawit di HPK tanpa SK. *Vonis: 5 tahun + denda Rp3M*. Sawit disita negara jadi milik Perhutani.


Kasus Sangir 2023 : Oknum KAN + 2 wali nagari jual HPK Rp5jt/ha ke PT. *Kena Tipikor: 7 tahun penjara*. PT-nya denda Rp7,5M.


3. Kasus Air Haji 2024*: Kelompok tani fiktif buka 50 ha HPK. Ketua kelompok *vonis 4 tahun*. 4 wali nagari jadi saksi & ikut diperiksa.


4. *Kasus Tapan 2021*: Bakar HPK buat sawit. Kebakaran meluas 300 ha. *Vonis 8 tahun + ganti rugi Rp15M*.


Pola sama: Ujungnya miskin, masuk bui, sawit dirampas negara.

3. Kenapa “Menjual HPK” Pasti Pidana?
1. Pasal 4 UU 41/1999*: Semua hutan dikuasai negara. *Rakyat/Kades/oknum KAN nggak punya hak jual.
2. Pasal 19 PP 23/2021*: HPK cuma bisa keluar dari kawasan hutan lewat SK Pelepasan Menteri LHK*. Nggak ada mekanisme “dijual wali nagari”.
3. Putusan MA 264K/Pid/2018*: Jual beli tanah dalam kawasan hutan = *batal demi hukum + pidana*. Pembeli dan penjual sama-sama masuk.


Jadi kalau ada wali nagari nawarin HPK Rp10jt/ha = Jebakan. Dia dapat duit, kamu dapat penjara.*


Unsur Pidana yang Harus Dipenuhi Gakkum KLHK*


Biar bisa dipenjara, Jaksa harus buktiin 3 ini:


1. Lahannya HPK*: Dibuktiin peta KLHK http://geoportal.menlhk.go.id + SK Penunjukan Kawasan Hutan
2. Ada perbuatan*: Nebang, pancang, tanam sawit, jual. Foto drone + saksi ahli
3. Tanpa izin*: Nggak ada SK Pelepasan Menteri LHK. Gakkum cek ke Jakarta 5 menit kelar


Kalau 3 unsur ini masuk = 90% vonis.*

Jalur Legal Kalau Mau HPK Jadi Sawit
Nggak usah pidana. Ikuti ini:
Cek dulu*: Lahan bener HPK? Cek di http://bhumi.atrbpn.go.id. Kalau HL/HP = lupakan.


Ajukan Pelepasan: PT/CV ajukan ke Menteri LHK via http://oss.go.id. *Syarat*: lereng <15%, bukan gambut, nggak moratorium.
Bayar PNBP*: Rp2jt/ha ke negara. 100 ha = Rp200jt.


Tunggu 2-5 tahun*: KLHK survey, tim terpadu turun. *Kalau lolos baru SK terbit.*
Baru urus HGU + IUP*: Ke BPN + Dinas Pertanian. *Baru boleh tanam sawit.


Total waktu 5-8 tahun, biaya Rp1M-Rp5M. Itu kalau lolos. 80% HPK Pessel ditolak karena curam gambut.


Catatan penting buat wali nagari: UU Desa Pasal 29 huruf j larang Kades jadi makelar tanah. *Pasal 30: Bisa diberhentikan. Sumpah jabatan untuk negara, bukan buat legalin HPK ke kelompok tani fiktif.


Kesimpulan: Jual dan buka sawit di HPK tanpa SK Menteri = Jalan tol ke penjara.
*HPK bukan warisan nenek moyang. Itu tanah negara. (Tim)

 


Sumsel - Kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), pada Kamis (7/5/2026) melibatkan mobil bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan mobil tangki R6 bernomor polisi BG-8196-QB. 


Peristiwa tragis ini diduga saat bus ALS dari Semarang menuju Medan, Sumatra Utara (Sumut), berusaha menghindari lubang jalan.


Namun, sopir kehilangan kendali sehingga berbelok ke jalur kanan dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan. 


Akibatnya, dua kendaraan tersebut terbakar hingga menyebabkan 16 orang tewas. 


"Hingga saat ini, tercatat total korban sebanyak 20 orang, terdiri dari 16 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 1 orang luka ringan," kata Nandang, Kamis (7/5/2025). 


-- Korban Meninggal Dunia --


1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.


2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara. 


3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah. 


4. Saf (50), kernet Bus ALS, warga Medan. 

 

5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan. 


6. Relodo, penumpang Bus ALS.  

 

7. Zulkifli, penumpang Bus ALS. 


8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS. 


9. Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan. 


10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani. 

 

11. Celinton, penumpang Bus ALS


12. Hisyamsiah Bachri, penumpang Bus ALS


13. Sukardi, penumpang Bus ALS


14. Salim, penumpang Bus ALS


15. Budiyanto, penumpang Bus ALS


16. Barhul Ulum, penumpang Bus ALS


-- Korban Selamat --


1. Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 

 

2. Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 


3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 


4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet Bus ALS, warga Riau — mengalami luka lecet atau luka ringan. (**)