Mentawai – Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai terus mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Hamidi di Desa Goisoinan, Rabu (28 Oktober 2026).


Kali ini, personel Satgas TMMD melaksanakan pekerjaan pengecoran lantai rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat, dan nyaman untuk ditempati.


Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menegaskan bahwa pembangunan RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan masyarakat.


Melalui program TMMD, diharapkan masyarakat dapat menikmati hunian yang lebih layak sekaligus merasakan langsung manfaat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Roby)



SUMBARNET - Personel Polres Sijunjung, Polda Sumatera Barat, mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Lapangan M. Yamin, Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.


Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, serta kepedulian generasi muda dalam membangun bangsa dan negara.


Dalam pelaksanaan upacara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sijunjung bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, AKP Amin Nurasyid, S.H., bertugas sebagai Perwira Upacara dan IPDA Nofri Dasman sebagai Komandan Upacara. Adapun IPDA Henki bertugas sebagai Komandan Kompi, dengan peserta dari pleton Polres Sijunjung.


Kehadiran personel Polres Sijunjung dalam upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan persatuan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat patriotisme, kegigihan, solidaritas, dan empati, khususnya bagi generasi muda, agar mampu berkontribusi positif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


Melalui momentum ini, Polres Sijunjung juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. (Ovi)

 



Mentawai, Selasa, 27 Oktober 2026 – Dalam upaya mengenal lebih dekat budaya dan kearifan lokal masyarakat Mentawai, personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai bersama ibu angkat membantu membelah kayu yang telah direndam di sungai Desa Goiso'oinan untuk mengambil toek, salah satu kuliner tradisional khas Mentawai.


Dengan penuh antusias, personel Satgas TMMD mengikuti proses pengambilan toek, mulai dari membantu membelah kayu hingga mencicipi dan menikmati kuliner tersebut bersama ibu angkat.


Momen ini menjadi pengalaman menarik bagi personel Satgas TMMD untuk mengenal tradisi kuliner yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Mentawai.


Kegiatan tersebut juga mencerminkan kedekatan dan keakraban antara TNI dan masyarakat. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa saling mengenal dan menghargai budaya lokal.


Melalui kebersamaan ini, Satgas TMMD ke-130 terus menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat terjalin melalui berbagai kegiatan sederhana yang penuh makna.


TMMD ke-130: Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa. (Roby)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID—Pemerintah Kota Bukittinggi gelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. Upacara tersebut di pimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Salman di halaman Balai Kota, Rabu, 28 Oktober 2026. 


Dalam amanatnya, Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Salman, membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan yang telah diwariskan para pemuda sejak 98 tahun lalu. Selain itu, kemajuan bangsa perlu didukung oleh karakter generasi yang kuat, semangat pantang menyerah, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat.


"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih dan berempati. Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," ungkapnya


Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, jajaran Forkopimda Kota Bukittinggi, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD,  Camat, Lurah, TNI, Polri serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.(**)

 



PASAMAN,  – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan peningkatan kompetensi guru merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan berkualitas dan melahirkan generasi bangsa yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing.


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Seminar Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif yang diselenggarakan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Pasaman, bertempat di Hotel Arumas, Lubuk Sikaping, di Medio Oktober 2026.


Mengangkat tema “Kompetensi Guru: Pilar Profesionalisme Pendidik dalam Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas, Kreatif, Adaptif, dan Berdaya Saing”, 


Nevi menekankan pentingnya penguatan empat kompetensi utama guru, yakni pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.


“Guru adalah penyampai materi pelajaran sekaligus  pembimbing, motivator, teladan, dan penggerak perubahan. Guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar, berkarya, dan berinovasi,” ujar Nevi Zuairina.


Politisi Fraksi PKS tersebut menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menuntut pendidik semakin adaptif dalam mengembangkan metode pembelajaran. Namun, teknologi harus ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti peran kemanusiaan seorang guru.


“Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi keteladanan, kepedulian, dan sentuhan manusiawi seorang guru tidak akan pernah tergantikan,” tegasnya.


Nevi juga mengapresiasi peran KGBN Kabupaten Pasaman sebagai wadah kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan pengembangan inovasi pendidikan.


Ia mendorong lahirnya program berkelanjutan seperti Klinik Media Pembelajaran, Bank Media Pembelajaran Pasaman, serta gerakan Satu Guru Satu Karya agar hasil pelatihan memberikan dampak nyata di ruang kelas.


Menurutnya, kekayaan budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Pasaman juga dapat menjadi sumber pembelajaran kontekstual yang menarik bagi peserta didik.


“Dari tangan guru-guru kreatif di daerah, perubahan besar pendidikan Indonesia dapat dimulai. Satu guru satu karya, satu karya satu inspirasi, dan satu inspirasi dapat mengubah masa depan seorang anak,” pungkas Nevi Zuairina. (**)

 


Pasaman Barat – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menyambut baik pelaksanaan launching kedua penyaluran bantuan pangan komoditas beras di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.


 Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima manfaat.


Nevi mengatakan, bantuan pangan merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan. 


Karena itu, menurutnya pelaksanaannya harus dikawal mulai dari ketersediaan beras, ketepatan data penerima, hingga proses penyaluran di lapangan.


“Bantuan beras ini harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima. Bagi keluarga penerima, bantuan pangan bukan sekadar angka dalam program pemerintah, tetapi sesuatu yang langsung berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Nevi.


Legislator asal Sumatera Barat II tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum BULOG, aparat di tingkat kecamatan dan nagari, serta berbagai pihak yang terlibat dalam distribusi. Pengawasan diperlukan agar kualitas dan kuantitas beras tetap terjaga serta penyaluran berlangsung tertib.


Perhatian terhadap ketepatan sasaran juga menjadi bagian penting dalam pengawasan Komisi IV DPR RI. 


Dalam pelaksanaan bantuan pangan di daerah lain, Komisi IV turut menyoroti perlunya pembaruan dan validasi data penerima agar masyarakat yang membutuhkan tidak terlewat akibat persoalan pendataan. 


Politisi PkS ini juga mengapresiasi terlaksananya penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Kinali sebagai bagian dari pelaksanaan program di Kabupaten Pasaman Barat. Menurutnya, keberhasilan program tidak berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi harus terlihat dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.


“Kita ingin setiap kilogram beras yang disalurkan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima. Saya akan terus mendorong agar program pangan seperti ini dilaksanakan secara transparan, tepat waktu, tepat kualitas, dan terutama tepat sasaran,” tutup Nevi Zuairina. (**)

 



Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, untuk meninjau secara langsung kondisi stok, pasokan, distribusi, serta stabilitas harga beras. 


Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar.


Dalam kunjungan tersebut, Nevi menyoroti pentingnya sinergi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Perum BULOG, ID FOOD, PT Food Station Tjipinang Jaya, serta pelaku usaha penggilingan dan perdagangan beras.


“Pasar Induk Beras Cipinang memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu pusat distribusi sekaligus barometer harga beras nasional. Karena itu, ketersediaan stok di sini harus benar-benar dijaga, dan setiap kebijakan stabilisasi harus mampu dirasakan sampai ke tingkat konsumen,” ujar Nevi Zuairina.


Legislator asal Sumbar II ini juga menekankan perlunya penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tepat sasaran, lancar, serta didukung sistem pemantauan pasokan yang akurat. 


Integrasi data produksi dari daerah dengan arus beras yang benar-benar masuk ke pasar dinilai penting agar pemerintah dapat mengambil langkah intervensi secara cepat ketika terjadi gangguan pasokan.


Selain aspek distribusi, Politisi PKS ini  memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas beras melalui penguatan penanganan pascapanen, termasuk dukungan dryer dan Rice Milling Unit (RMU) bagi kelompok tani dan penggilingan.


“Kita ingin kebijakan pangan tidak hanya kuat di atas kertas. Petani harus mendapatkan harga yang layak, penggilingan dan pedagang tetap memiliki ruang usaha, sementara masyarakat memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau. Seluruh rantai pangan ini harus dijaga secara berkeadilan,” tegas Nevi Zuairina.


Nevi berharap penguatan koordinasi antarlembaga dan pelaku usaha di PIBC dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. (**)

 



PADANG, SUMATERA BARAT – Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir bandang yang kembali melanda Kota Padang, Sumatera Barat. 


Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya hadir memberikan bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga membangun langkah penanganan yang menyeluruh agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi ancaman serupa.


“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hati saya bersama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah ini. Saya membayangkan betapa beratnya perjuangan keluarga yang harus menyelamatkan diri, mengkhawatirkan keselamatan anak-anak, dan menghadapi kerusakan tempat tinggal. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” ungkap Nevi Zuairina.


Politisi PKS ini menegaskan bahwa bencana banjir dan air bah yang terus berulang di Sumatera Barat harus menjadi perhatian serius bersama. 


Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan langkah darurat, tetapi membutuhkan kebijakan jangka panjang yang terintegrasi, mulai dari pemulihan kawasan hulu, pengelolaan daerah aliran sungai, perbaikan infrastruktur pengendali banjir, hingga penguatan sistem peringatan dini.


“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan bersama. Kita membutuhkan sinergi yang nyata, perencanaan yang matang, serta komitmen berkelanjutan agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas anggota DPR Komisi IV tersebut.


Legislator asal Sumbar II ini  juga mengingatkan pentingnya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, terutama makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, tempat pengungsian yang layak, serta perlindungan bagi anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan.


Bagi Nevi, setiap bencana menyisakan luka yang tidak selalu terlihat. Kehilangan rasa aman, terganggunya pendidikan anak, dan terhentinya mata pencaharian merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius.


“Jangan biarkan masyarakat menghadapi ketakutan yang sama setiap musim hujan. Negara harus hadir, masyarakat harus saling menguatkan, dan kita semua harus bergotong royong membangun Sumatera Barat yang lebih aman dan tangguh,” pungkas Nevi Zuairina. (**)

 


AMBON, MALUKU —Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan pentingnya penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi, khususnya di wilayah Provinsi Maluku.


Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.


Menurut Nevi, Maluku memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat berharga, termasuk berbagai jenis burung endemik seperti kakatua maluku, nuri, dan kasturi. Namun, kekayaan tersebut menghadapi ancaman serius akibat perburuan dan perdagangan satwa secara ilegal.


“Maluku merupakan salah satu wilayah penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan kekayaan alam yang menjadi warisan generasi mendatang terus terancam akibat praktik perdagangan ilegal satwa dilindungi,” ujar Nevi.


Politisi perempuan asal Sumatera Barat tersebut menyoroti kerawanan jalur transportasi laut yang kerap dimanfaatkan untuk menyelundupkan satwa dari Maluku maupun wilayah sekitarnya menuju daerah lain.


Legislator PKS ini mendorong peningkatan koordinasi antara BKSDA, aparat penegak hukum, otoritas pelabuhan, karantina, dan perusahaan pelayaran guna memperketat pengawasan.


Selain itu, ia menekankan perlunya optimalisasi teknologi pengawasan, patroli terpadu, serta penguatan fasilitas penyelamatan dan rehabilitasi satwa hasil sitaan.


“Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari habitat asal, jalur distribusi, hingga perdagangan melalui platform digital. Penegakan hukum harus memberikan efek jera kepada pelaku,” tegasnya.


Nevi juga mengingatkan bahwa upaya konservasi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui pendidikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi alternatif, serta peningkatan kesadaran untuk tidak memperjualbelikan satwa dilindungi.


Ia berharap pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta sarana konservasi di Maluku.


“Menjaga satwa liar berarti menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan lingkungan Indonesia. Konservasi harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Nevi Zuairina. (**)

 



Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, menyuarakan pentingnya penguatan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan melalui sinergi pemerintah, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten.


Menurut Politisi PKS ini, pemerintah telah menunjukkan upaya serius dalam mengendalikan karhutla melalui koordinasi berbagai lembaga, termasuk kementerian terkait, BNPB, TNI/Polri, Manggala Agni, dan pemerintah daerah.


“Kita mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan. Namun, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, melainkan bagaimana kebakaran dapat dicegah agar tidak terus berulang setiap tahun,” ujar Nevi.


Terkait keputusan pemerintah yang belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, legislator asal Sumatera Barat tersebut mengikuti langkah pemerintah dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan dan kemampuan penanganan daerah.


Nevi menekankan bahwa dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan hubungan dengan negara tetangga harus menjadi perhatian serius.


“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu memastikan respons cepat, koordinasi antarlembaga yang efektif, serta perlindungan bagi warga terdampak,” tegasnya.


Lebih lanjut, Nevi mendorong percepatan restorasi gambut, penguatan sistem deteksi dini berbasis satelit dan drone, serta perluasan program pembukaan lahan tanpa bakar.


Ia juga menilai pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan menjadi kunci keberhasilan pencegahan karhutla.


“Masyarakat harus diberikan solusi ekonomi yang nyata. Menjaga hutan dan gambut harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar daripada membakar lahan,” jelasnya.


Nevi turut meminta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, termasuk korporasi, dilakukan secara tegas dan transparan.


“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi menyangkut kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi bangsa. Kita harus membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus menjadi korban bencana asap,” pungkas Nevi Zuairina. (**)