SUMBARNET - Keputusan pemerintah untuk menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) mendapat sambutan positif dari mitra terdepan Pertamina. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku efektif pada 18 April 2026.


“Ya, kami baru menerima edaran tadi malam terkait penyesuaian harga BBM. Adapun perubahan harga berlaku untuk Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar masih tetap mengacu pada harga sebelumnya. Kami atas nama asosiasi Pertashop di Sumbar tentu mendukung dan mengapresiasi kebijakan ini,” ujar Ramadanur.


Menurut Ramadanur, keputusan untuk tetap mempertahankan harga Pertamax (RON 92) merupakan langkah yang tepat di tengah stagnasi daya beli masyarakat.


“Kami menyambut baik keputusan ini. Perlu kami sampaikan, konsumen Pertashop rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Pelanggan utama kami bukan kendaraan roda empat; hampir 98 persen adalah pengguna sepeda motor. Artinya, mempertahankan harga Pertamax sama saja dengan melindungi masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.


Lebih lanjut, Ramadanur mengungkapkan bahwa masyarakat lapisan bawah kini sudah terbiasa menggunakan Pertamax, baik untuk kendaraan maupun kebutuhan produksi.


“Bisa dikatakan hampir 100 persen masyarakat di lingkungan Pertashop—khususnya pengguna sepeda motor, mesin potong rumput, mesin pompa, dan peralatan lainnya—sudah menggunakan Pertamax. Kami berharap diskresi seperti ini dapat terus dipertahankan,” tambahnya.


Sementara itu, Direktur Pertashop 1P.261.364 CV Famili Berkah Bersama, Azib Fattah Mandala Putra, juga menyampaikan hal senada.


“Kami mengapresiasi keputusan ini. Kami memahami adanya gejolak harga minyak dunia, namun mempertahankan harga Pertamax merupakan langkah yang bijak,” ujar Azib.

Azib menjelaskan, pihaknya telah menerima informasi penyesuaian harga sejak malam sebelumnya. Terdapat tiga jenis BBM yang mengalami perubahan harga, yakni:


Pertamina Dex dari Rp15.100 menjadi Rp24.950 per liter


Dexlite dari Rp14.800 menjadi Rp24.650 per liter


Pertamax Turbo dari Rp13.650 menjadi Rp20.250 per liter


Sementara itu, Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter dan Bio Solar tidak mengalami perubahan, yakni tetap Rp6.800 per liter.


“Khusus Pertamax, Pertamina kembali melakukan diskresi untuk menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertamax di SPBU dibanderol Rp12.900 per liter, sedangkan di Pertashop Rp12.800 per liter,” tutup Azib.


Seperti diketahui, penetapan harga untuk BBM non Subsidi dan penugasan mengacu pada Permen ESDM : Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi tersebut menegaskan penentuan harga BBM di luar penugasan mengacu dan sesuai dengan mekanisme pasar.  Maksudnya mengacu harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. 


Saat ini gelojak minyak dunia sedang terjadi pasca memanasnya kondisi timur tengah akibat perang Amerika Serikat dan Israel Vs Iran. Perang ini sempat berdampak pada penutupan selat Hormuz yang menjadi jalur lalu lintas 20 persen kebutuhan minyak dunia. 


Selain terganggunya pasokan yang berdampak pada perubahan harga, nilai tukar juga sempat berfluktuatif. Akibatnya, pemerintah terpaksa melakukan penyesuaian harga. Khusus untuk BBM subsidi dan penugasan pemerintah terpaksa menebalkan subsidi demi menjaga daya beli masyarakat. ***

 


Pekanbaru – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Riau atas keberhasilan dalam mengungkap peredaran gelap narkotika sepanjang Januari hingga April 2026.


Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., dalam surat resmi tertanggal 17 April 2026. Ia menilai kinerja Polda Riau bersama seluruh jajaran menunjukkan capaian luar biasa dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.


“Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat spektakuler dan membanggakan. Ini menunjukkan kesungguhan, profesionalitas, serta komitmen kuat jajaran Polda Riau dalam memerangi peredaran narkotika,” tegasnya.


Sepanjang periode Januari hingga April 2026, Polda Riau berhasil mengungkap 1.026 kasus dengan 742 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat turut menyita barang bukti dalam jumlah besar, antara lain sabu seberat 77,22 kilogram, heroin 23,27 kilogram, ekstasi sebanyak 46.795 butir, ganja 28,69 kilogram, serta psikotropika jenis Happy Five sebanyak 10.111 butir. Selain itu, diamankan pula narkotika jenis atomidate sebanyak 592 botol dan happy water sebanyak 440 pcs.


Menurut Henry, capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa wilayah Riau, khususnya jalur pesisir, masih menjadi salah satu pintu masuk jaringan narkotika internasional, terutama di wilayah Rokan Hilir.


Ia menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas terhadap pelaku, termasuk oknum aparat yang terlibat, serta penguatan sinergi lintas sektor.


“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta dukungan terhadap upaya rehabilitasi,” ujarnya.


GRANAT juga menilai pendekatan yang dilakukan Polda Riau tidak hanya bersifat represif, tetapi juga strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.


Atas dedikasi dan kerja keras tersebut, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Riau yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Tabligh Akbar yang menghadirkan ustadz Tgk. Habibi An Nawawi, Lc. M. Dipl, di Masjid Raya Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kamis (16/4/2026) ba'da salat subuh.


Kehadiran da'i asal Aceh sekaligus juara satu program Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026 itu disambut antusias jemaah, yang dalam tausiahnya mengangkat tema "Pasca Ramadan Bertahan atau Tumbang". 


Maigus Nasir mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tabligh akbar tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Ia pun berharap, momentum Ramadan yang telah dilalui dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.


“Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi tabligh akbar di waktu subuh ini karena sejalan dengan program Subuh Mubarakah aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Terima kasih kepada Al Azhar yang telah menghadirkan ustadz Tgk. Habibi An Nawawi untuk memberikan tausiah di Kota Padang," ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang itu.


Sementara itu, dalam tausiahnya Tgk. Habibi An Nawawi menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan nilai-nilai kebaikan setelah bulan suci Ramadan. Ia menyebut, tabligh akbar ini tidak hanya menjadi ruang penguatan iman, tetapi juga momentum untuk membangun kepedulian kemanusiaan, terutama bagi Palestina.


“Ini bukan sekadar safari dakwah, tetapi juga ajakan untuk membantu saudara kita di Palestina melalui donasi. Semoga infak dan sedekah yang kita berikan mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT,” harapnya.


Selain tausiah, kegiatan juga diisi penggalangan donasi untuk Palestina. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan untuk program kurban serta berbagai kebutuhan kemanusiaan, seperti pangan, pakaian musim dingin, dan layanan kesehatan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edy Oktafiandi, Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, serta lurah se-Kecamatan Padang Timur dan pengurus Masjid Raya Andalas. (**)



Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menargetkan dalam empat tahun ke depan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Padang dapat ditekan hingga nol persen. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dan sinergi.


Hal ini disampaikan Maigus Nasir saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan ATS se-Kota Padang, di Exhibition Hall Lantai I Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (16/4/2026).


Maigus Nasir mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, jumlah ATS di Kota Padang tercatat sebanyak 6.615 anak. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak.


“Penurunan ini harus terus kita dorong secara bertahap. Target kita jelas, dalam empat tahun ke depan Kota Padang mampu mencapai nol persen ATS. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun institusi pendidikan,” ujarnya.


Ia menekankan, penanganan ATS harus diawali dengan kejelasan alamat anak, alur penyampaian data yang sistematis, serta sinkronisasi data yang berkelanjutan. Selanjutnya, diperlukan penguatan koordinasi lintas OPD, termasuk dengan BKKBN dan instansi terkait lainnya.


“Arahan Bapak Wali Kota Padang jelas, agar tidak ada anak yang terlepas dari akses pendidikan. Jika tidak bisa masuk sekolah formal, arahkan ke pendidikan nonformal seperti paket A, B, atau C. Yang penting, mereka tetap mendapatkan hak pendidikan dan tidak dibiarkan putus begitu saja,” tambahnya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang melalui program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau, yang bertujuan membentuk generasi cerdas secara intelektual, spiritual, serta berkarakter. Selain itu, Pemko Padang juga memberikan dukungan berupa seragam sekolah dan LKS gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.


Rapat koordinasi ini diikuti oleh kepala OPD terkait, camat, lurah, operator ATS, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, koordinator pengawas SD dan SMP, Penilik, Kepala Satuan Pendidikan Nonformal dan Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Wilayah I dan II Kota Padang, serta Ketua Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Padang. (**)

 


Jakarta – Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat, Organisasi Da'i Rantau Minang (Daram) resmi mencanangkan pembangunan Kawasan Terpadu Islamic Center Daram Internasional (ICDI) seluas 75 hektar di Jakarta pada Jumat (17/4)


Proyek ambisius ini dirancang sebagai ekosistem mandiri yang menggabungkan fungsi religi, pendidikan, bisnis, dan hunian modern bernuansa Islami.


Hal yang paling menarik perhatian, jantung kawasan ini adalah masjid megah berukuran 100 x 100 meter dengan sentuhan arsitektur khas Minangkabau.


Masjid ini akan berdiri di lahan inti seluas 10 hektar dan langsung terintegrasi dengan pusat bisnis yang menjadi penggerak ekonomi kawasan. Bayangkan, sebuah masjid ikonik yang memadukan keindahan rumah gadang dengan nuansa modern, siap menjadi landmark baru di ibu kota.


Proyek ICDI tidak sekadar membangun tempat ibadah, tapi menciptakan ekosistem yang mandiri secara finansial. Bendahara Daram Internasional, Supriyadi, menjelaskan bahwa pembangunan ini melibatkan skema konsorsium investor untuk menjamin biaya operasional jangka panjang.


"ICDI dirancang mandiri secara finansial melalui pengelolaan pusat bisnis, area komersial, dan wisata edukasi yang akan menghasilkan cashflow berkelanjutan," ujar Supriyadi.


Dari total 75 hektar, sekitar 65 hektar akan dikelola secara profesional untuk mendukung keberlangsungan fasilitas ibadah dan kegiatan sosial. Sisanya difokuskan pada pengembangan hunian dan ruang terbuka hijau.



Secara rinci:, 35 hektar disiapkan untuk membangun sekitar 2.000 unit rumah terpadu. Sedangkan 25 hektar lagi akan menjadi taman wisata edukasi yang asri sebagai paru-paru kawasan.


Ketua Umum Daram, Buya Dr. Elfa Mukhlis, MA, menyatakan bahwa visi besar proyek ini adalah menghadirkan representasi Islam yang inklusif sekaligus menjadi penggerak ekonomi nyata.


"Kami ingin ICDI menjadi model pengembangan wilayah terpadu di Indonesia yang mampu menarik investasi serta wisatawan global, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," tegas Buya Elfa.


Pada tahap awal pasca-pencanangan, tim proyek akan fokus pada persiapan pembangunan struktur utama masjid serta penguatan manajemen profesional pengelola kawasan.


Dalam waktu 1 hingga 2 dekade mendatang, ICDI diharapkan menjadi pusat peradaban Islam bertaraf internasional yang hidup 24 jam, mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ekonomi dan pendidikan.


Bagi masyarakat Sumatera Barat, proyek ini membawa kebanggaan tersendiri karena nuansa Minang yang kuat pada masjid utamanya. Ini sekaligus menjadi bukti kontribusi anak rantau Minang dalam membangun peradaban Islam yang modern dan bermanfaat bagi bangsa. (**)



SUMBARNET - Manajemen RSUP Dr. M. Djamil Padang secara resmi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar mengenai dugaan kelalaian dalam penanganan medis pasien anak berinisial "A" (14 bulan) yang menderita luka bakar. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab publik dan penghormatan terhadap keluarga pasien.


‎Dalam keterangan resmi yang diterima awak media Jumat, (17/04/2026) Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil, Rizki Rasyidi, S.Ikom, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya ananda "A". Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah berupaya maksimal sejak awal pasien diterima.


Kronologi Medis dan Upaya Penanganan


‎Rizki menjelaskan bahwa pasien "A" pertama kali masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 26 Maret 2026. Pasien merupakan rujukan dengan diagnosis luka bakar akibat air panas (superficial to mid dermal) yang mencakup 23 persen luas tubuh.


‎"Secara klinis, luka bakar seluas itu pada pasien balita merupakan kondisi kritis dengan kompleksitas tinggi serta risiko komplikasi sistemik yang serius," tegas Rizki.


‎Selama perawatan, tim dokter multidisplin telah dikerahkan secara optimal untuk memberikan penanganan intensif. Namun, meski seluruh upaya medis telah dilakukan maksimal, kondisi pasien terus mengalami dinamika klinis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 3 April 2026 di unit perawatan intensif.


Langkah Proaktif: Audit Investigasi Internal

‎Menyikapi keluhan keluarga dan perhatian publik, Rizki menyatakan bahwa manajemen RSUP Dr. M. Djamil telah mengambil langkah tegas dengan membentuk Tim Audit Investigasi Internal. Tim ini bekerja secara mandiri, terdiri dari:

Komite Medik
‎Komite Keperawatan
‎Komite Etik
‎Komite Mutu
‎Tim Medikolegal


‎"Audit ini bertujuan untuk memverifikasi apakah seluruh tindakan yang diambil telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kode etik profesi. Kami tegaskan, rumah sakit tidak akan menutupi fakta apa pun. Jika ditemukan ketidaksinkronan prosedur atau indikasi kelalaian, kami siap mengambil tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku," ujar Rizki dengan nada lugas.

Komunikasi dengan Keluarga dan Proses Hukum


‎Pihak manajemen juga telah melakukan dua kali pertemuan tatap muka langsung dengan keluarga pasien untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka secara seksama. Mediasi tertutup dilakukan untuk mencari pemahaman bersama tanpa tekanan.


‎Terkait langkah hukum berupa somasi yang diajukan oleh penasihat hukum keluarga, Rizki menyatakan bahwa RSUP Dr. M. Djamil sangat menghormati proses tersebut dan telah memberikan tanggapan resmi secara tertulis.


‎"Kami memohon kepada semua pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk memberikan ruang bagi tim investigasi agar dapat bekerja secara berimbang dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan. Semua harus didasarkan pada fakta-fakta medis yang akurat," pungkasnya.


‎Rumah sakit berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di masa depan. (**)

 


PALEMBANG – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Direktorat Intelkam Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial dengan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu. Jumat 17 April 2026.

 

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 WIB ini bertempat di Panti Asuhan Al Kahfi yang terletak di Jalan Merdeka KH. Ahmad Azhari No. 974 RT.02 Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang.

 

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kanit 4 Subdit 2 Dit Intelkam Polda Sumsel Kompol Idham Haris Sugiono, SE, MM beserta jajaran personel Subdit 2.

 

Dalam kesempatan tersebut, tim secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako dan uang santunan yang diterima langsung oleh Ibu Dwi Yolanda selaku pengurus Panti Asuhan Al Kahfi.

 

Suasana kegiatan berlangsung sangat haru dan penuh kekeluargaan. 


Dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh panti asuhan, memohon keberkahan dari Allah SWT serta mendoakan agar seluruh personel Polda Sumsel khususnya Direktorat Intelkam senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Sebagai bentuk ucapan terima kasih yang mendalam, pengurus dan anak-anak Panti Asuhan Al Kahfi juga merencanakan acara yasinan dan doa bersama pada malam hari ini. 


Acara tersebut akan diikuti oleh seluruh 27 orang anak panti beserta jajaran pengurus sebagai wujud doa tulus untuk kesuksesan tugas Polri.

 

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap sesama serta upaya mempererat tali silaturahmi dan kasih sayang dengan masyarakat. (DW)



SUMBARNET - Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Indonesia Digital Association (IDA) dan didukung oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar menggelar pelatihan Aktif Native Advertising pada 17–18 April 2026. Kegiatan berlangsung di Balairung Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman dan diikuti 75 peserta dari kalangan mahasiswa serta pelaku UMKM.



Kegiatan ini dihadiri Deputi Periklanan dan Media Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif Andy Ruswar, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Ibu Selliane Halia Ishak, Direktur Penerbitan dan Fotografi Imam Santosa, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, Sekretaris SMSI Sumbar Gusfen Khairul, Ketua SMSI Kota Pariaman Ikhlas Darma Murya, dan Kadis Kominfo Pariaman Andi.



Pelatihan menghadirkan nara sumber para praktisi profesional untuk meningkatkan kemampuan peserta di bidang periklanan, fotografi, personal branding, dan jurnalisme digital. Juga hadir Duta Canva dan Brand Ambasador Oppo Shasha.



Deputi Periklanan dan Media Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan menteri untuk mendorong kemajuan Kota Pariaman melalui penguatan sektor digital.



“Menindaklanjuti perintah Pak Menteri, kami menghadirkan pelatihan untuk memajukan content creator dan digital journalism dengan menghadirkan praktisi profesional,” ujarnya pada pembukaan Jum'at (17/4/2026).



Ia menjelaskan, Pariaman dipilih karena memiliki potensi budaya dan alam yang besar, namun masih membutuhkan penguatan promosi digital.



“Kenapa kita memilih Pariaman? Karena saat kami turun langsung bersama Pak Menteri, potensi budaya dan alamnya luar biasa, tetapi promosi masih perlu dikembangkan,” katanya.



Cecep menambahkan, konsep native advertising menjadi solusi di tengah kejenuhan masyarakat terhadap iklan konvensional yang cenderung hard selling.



“Membuat iklan yang organik, sehingga audiens tidak merasa sedang melihat iklan. Ini yang membuat native advertising lebih menarik dan efektif,” jelasnya.



Selain itu, pelatihan digital journalism juga membuka peluang bagi peserta untuk menjadi kontributor media nasional dan berkiprah sendiri di media digital yang ada.



“Kami berharap peserta bisa menjadi kontributor dari daerahnya dan meningkatkan kesejahteraan melalui kemampuan menulis dan produksi konten,” tambahnya.



Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi peluang besar bagi generasi muda dan pelaku UMKM untuk berkembang di era digital.



“Kota Pariaman memiliki keunikan yang harus kita sampaikan ke publik luas, keindahannya, kulinernya, kerajinannya. Melalui pelatihan ini, saya berharap lahir konten kreator, pengiklan, fotografer, dan jurnalis profesional dari daerah ini,” ujar Wako Yota Balad.



Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia, baik sebagai pengiklan maupun jurnalis. “Kalau ingin masuk ke media sosial, mari menjadi pengiklan yang baik. Kalau ingin menjadi jurnalis, sampaikan kritik dengan cara yang baik,” katanya.



Menurut Wali Kota Yota Balad, perkembangan media sosial membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan generasi muda. Makanya anak muda harus kreatif dan jeli menangakap peluang ekonomi digital ini.



“Hari ini pekerjaan tidak selalu konvensional. Dengan kreativitas digital, kita bisa membanggakan diri, keluarga dan daerah, sekaligus menghasilkan secara ekonomi,” ungkapnya.



Yota Balad berharap pelatihan ini mampu mendorong UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan promosi Kota Pariaman ke tingkat nasional hingga internasional.



“Tujuan kita jelas, bagaimana Kota Pariaman bisa maju melalui digitalisasi. Mari kita promosikan daerah ini dengan konten terbaik agar semakin dikenal luas,” tutupnya. (***)



PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).  


Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Padang, Koswara, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aie Pacah, Kamis (16/4/2026).


Fadly Amran menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, khususnya terkait penegakan hukum, pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, hingga tindakan hukum lainnya.


“Kerja sama ini penting untuk mengantisipasi dan menangani berbagai persoalan hukum di lingkungan Pemko Padang, sekaligus meningkatkan efektivitas perlindungan aset dan keuangan daerah,” ujarnya.


Fadly Amran menambahkan, sinergi ini juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Amanah yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, kredibel, dan akuntabel.


Menurutnya, dinamika regulasi yang terus berkembang, ditambah tantangan era digital, menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam setiap pengambilan kebijakan.


“Pendampingan dari Kejari sangat kami butuhkan sebagai mitra strategis dalam pencegahan dan pengawalan hukum. Untuk itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) jangan ragu berkonsultasi guna percepatan pelaksanaan program pembangunan,” tegasnya.


Sementara itu, Kajari Padang, Koswara, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan hukum kepada Pemko Padang, baik di dalam maupun di luar persidangan.


Ia berharap, kerja sama di bidang Datun ini dapat berjalan optimal dan menjadi solusi atas berbagai persoalan hukum yang dihadapi pemerintah daerah.


“Selain pendampingan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara, kami juga dapat memberikan pendapat hukum (legal opinion) jika pemerintah daerah membutuhkan masukan atas persoalan tertentu,” jelasnya, didampingi pejabat utama Kejaksaan Negeri Padang. (**)



Padang – Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP Aviation) menyelenggarakan seminar Peluang Karir di Industri Penerbangan di ruang bagindo aziz chan balai kota aia pacah, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kota Padang, dengan tujuan memberikan pemahaman tentang peluang karier di dunia aviasi yang terus berkembang secara global.


Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kehadiran MAP Aviation dan Perkasa Flight School yang telah memberikan edukasi langsung kepada generasi muda di Kota Padang.


“Kami berterima kasih kepada MAP Aviation dan juga Perkasa Flight School yang datang ke Kota Padang hari ini. Ini bukan kali pertama kami membahas peluang kehadiran Perkasa Flight School di Kota Padang, bahkan kemungkinan menghadirkan kelas parsial di sini,” ujar Fadly Amran.


Ia juga menekankan bahwa industri penerbangan tidak hanya membuka peluang sebagai pilot, tetapi juga profesi lain seperti engineer, air traffic controller, ground crew, dan berbagai bidang pendukung aviasi yang sangat dibutuhkan, bahkan lebih besar kebutuhannya di luar negeri.


“Kami juga memiliki niat agar ke depan bisa menghadirkan sekolah penerbangan di wilayah Sumatera, khususnya di Kota Padang. Pemko Padang siap memfasilitasi dan bahkan jika memungkinkan, membuka peluang beasiswa bagi anak-anak terbaik untuk menempuh pendidikan pilot,” tambahnya.


Fadly Amran juga menjelaskan bahwa saat ini tengah dikembangkan berbagai skema pembiayaan pendidikan aviasi, termasuk kerja sama antara siswa, lembaga pendidikan, dan maskapai penerbangan melalui sistem berbagi biaya (sharing cost) yang dapat dicicil saat sudah bekerja.


Sementara itu, CEO PT. Mitra Aviasi Perkasa, Septo Adjie Sudiro, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di industri penerbangan global masih sangat tinggi, sehingga peluang bagi generasi muda Indonesia, termasuk dari Kota Padang, terbuka lebar. 


“Industri aviasi membutuhkan banyak tenaga profesional, tidak hanya pilot, tetapi juga teknisi dan berbagai bidang lainnya. Kami hadir untuk membuka wawasan serta memberikan gambaran nyata bahwa peluang itu ada dan bisa diraih dengan persiapan yang tepat,” ungkapnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aviator asal Amerika Serikat Mr. Krzytof Krudyz, Pj. Sekda Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Ances Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, dan lebih kurang 200 siswa SMA/SMK se-Kota Padang. (**)