Lampung Tengah, Dengan mendapat dukungan dari pimpinan Kecamatan (PK) 28 (dua puluh delapan) Kecamatan, unsur organisasi pendiri Partai Golkar, organisasi yang didirikan Partai Golkar dan organisasi sayap KPPG dan AMPG, H. Musa Ahmd, S.Sos, M.M terpilih secara aklamasi hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke XI (sebelas) Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah yang berlangsung di gedung sesat nuwo balak Lampung Tengah di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu (7/2/2026). 


Adapun putusan dan penetapan hasil sidang pada Musda ke XI yang dipimpin oleh Bambang Purwanto, S.E, M.M yaitu menerima laporan pertanggungjawaban pengurus Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah periode 2020-2025, kemudian Bambang menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian pengurus periode 2020-2025. 


"Berdasarkan petunjuk pelaksana (Juklak) nomor 02 tahun 2025, pasal 58, maka pengurus partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah periode 2020-2025 dinyatakan demisioner, selanjutnya rapat Paripurna ke 4 (empat) dilanjutkan dengan agenda pemilihan ketua dan membentuk tim formatur serta rapat formatur tentang susunan pengurus dan personalia", kata Bambang. 


Kemudian imbuh Bambang, hasil proses pemilihan ketua telah dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan yaitu mulai dari tahap penjaringan bakal calon, pencalonan dan pemilihan.


Untuk diketahui berdasarkan Juklak nomor 02/DPP/IV/2025, maka dibacakan oleh steering committee atau tim penjaringan yang disampaikan oleh Ishak Ansori, S.Sos mewakili tim penjaringan. Dalam kesempatan ini, Ishak mengatakan bahwa berkas administrasi pencalonan H. Musa Ahmad, S.Sos, M.M dinyatakan sah. 


Kemudian pengesahaan calon ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah periode 2026-2031dibacakan langsung oleh Pimpinan sidang yang memutuskan dan mengesahkan H. Musa Ahmad sebagai calon ketua Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah.


Masih di tempat yang sama, Bambang menerangkan bahwa setelah menyimak atas dukungan yang disampaikan oleh unsur pimpinan Kecamatan, unsur organisasi pendiri Partai Golkar, organisasi yang didirikan Partai Golkar dan organisasi sayap KPPG dan AMPG yang mencalonkan dan mendukung H. Musa Ahmad, serta menyimak hasil tim penjaringan yang menyatakan berkas pencalonan H. Musa Ahmad dinyatakan sah, kemudian peserta sidang juga yang menyatakan setuju, maka Musa Ahmad dinyatakan terpilih aklamasi sebagai Ketua Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah periode 2026-2031. 


Usai dinyatakan terpilih aklamasi, Bambang Purwanto mengumumkan komposisi setruktur formatur hasil Musda XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah yang terdiri dari H. Musa Ahmad sebagai ketua tim formatur kemudian mewakili dari unsur DPD Partai Golkar Provinsi Lampung diberikan mandat kepada H. Tony Eka Candra sebagai anggota Formatur, unsur dari Pimpinan Kecamatan kemudian dari unsur organisasi sayap, organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah.

 

Selanjutnya, pelantikan dan pengukuhan pengurus dan personalia DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah periode 2026-2031 di bawah komando Ketua H. Musa Ahmad langsung dilakukan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A Rozak, M.S didampingi, ketua harian, Riza Mirhardi, S.H, Aprozi Alam, S.E sebagai sekretaris dan H. Tony Eka Candra merupakan bendahara serta turut hadir pengurus dan fungisonaris Partai Golkar Provinsi Lampung lainnya. 


Dalam sambutannya H. Musa Ahmad menyampaikan ucapan rasa syukur atas sukses dan khidmatnya prosesi acara Musda sampai dengan pelantikan pengurus dan personalia dapat berlangsung dengan baik. 

 

"Ucapan terimakasih saya ucapkan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A Rozak bersama jajaran, dan kepada Plt Ketua Partai Golkar Lampung Tengah, H. Tony Eka Candra yang telah menghantarkan agenda Musda selama 28 hari, ucapan terimakasih juga kepada dewan pertimbangan Partai Golkar Lampung Tengah, harapannya dapat memberikan masukan, saran dan pertimbangan untuk Partai Golkar Lampung Tengah, terkait target kita 15 kursi kedepan, dengan komposisi yang ada In Shaa Allah kita kebih dari 15 kursi di DPRD Kabupaten Lampung Tengah, dan ucapan juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya agenda Musda sehingga berjalan dengan baik, semoga kebaikannya dibalas oleh Allah SWT", kata Musa. 


Sementara dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A Rozak, MS yang diwakili oleh Ketua Harian, H. Riza Mirhardi, S.H menyampaikan atas perintah ketua Hanan A Rozak dirinya menyampaikan beberapa pesan dihadapan pengurus, kader dan simpatisan Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah.


"Saya mengucapkan selamat kepada Ahi Musa dan pengurus serta personalia yang telah dilantik, selamat berjuang, saya yakin dengan komposisi pengurus sebanyak 153 maka Partai Golkar Lampung Tengah akan meraih kejayaan dan patut menjadi percontohan untuk Partai Golkar se-Lampung, segera lakukan konsolidasi dari desa dan dusun-dusun khususnya untuk AMPG dan KPPG, saya berpesan agar kita selalu ada ditengah-tengah masyarakat, jika ada permasalahan warga maka kita harus selalu hadir dalam konteks sosial dan kemanusiaan, kita juga mengucapkan terimakasih kepada Bung Tony Eka Candra dengan waktu 28 hari mampu menghantarkan agenda Musda dengan baik dan yang terbaik se-Indonesia tingkat Kabupaten/Kota, terimakasih juga kepada Bung Febriyantoni dan jajaran yang telah bahu-membahu menyukseskan agenda Musda kali ini, ucapan terimakasih juga kepada tim advance dan tim Gerakan Lampung Menanam (Gelam) yang turut menyukseskan rangkaian acara Musda ke -XI Partai Golkar Lampung Tengah" kata Riza Mirhardi. 


Riza Mirhardi sekaligus menutup agenda Musda XI Partai Golkar Lampung Tengah juga berpesan agar kedepan untuk Pimpinan Kecamatan dan Pimpinan Desa agar memasang simbol-simbol Partai Golkar terutama papan nama dan bendera Partai Golkar. (*)

 


Lampung Tengah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menggelar acara musyawarah daerah (Musda) ke XI yang dipusatkan di gedung sesat nuwo balak Lampung Tengah, di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu (7/2/2026). 


Sebelum menggelar acara Musda XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan R Rozak, M.S bersama jajaran pengurus didampingi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E, M.Sos serta ketua DPRD Lamteng, Febriyantoni, S.E, M.M melaksanakan agenda Gerakan Lampung Menanam (GELAM) yang berlangsung di sekitar gedung sesat nuwo balak. Adapun sejumlah pohon yang ditanam dalam program GELAM Partai Golkar Provinsi Lampung yaitu pohon alpukat, durian, jambu, kelengkeng, belimbing dan mangga 


Kemudian, usai menanam pohon, dengan disambut prosesi arakan-arakan dan tarian adat budaya Lampung, Hanan A Rozak didampingi ketua harian Riza Mirhardi, S.H, sekretaris Aprozi Alam, S.E dan H. Tony Eka Candra sebagai bendahara Partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus Plt DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah serta pengurus dan fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung lainnya memasuki aula gedung sesat nuwo balak tempat Musda XI Partai Golkar Kabupaten Lamteng dilaksanakan.


Hadir dalam acara Musda ini yaitu forum komunikasi pimpinan daerah (Fokopimda) Kabupaten Lampung Tengah, Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E, M.Sos, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Febriyantoni, S.E, M.M, Pimpinan-pimpinan Partai Politik, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi profesi dan tokoh adat se-Kabupaten Lampung Tengah. 


Dalam sambutannya ketua pelaksana Musda ke XI, Febriyantoni menyampaikan laporan bahwa kegiatan Musda dihadiri peserta, peninjau dan tamu undangan total jumlah peserta, peninjau dan undangan Musda XI adalah sebanyak kurang lebih 1600 orang, harapannya agenda Musda ini selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi dengan penuh riang gembira serta menyampaikan ide dan gagasan kedepan, saya ucapkan terimakasih kepada ketua dan jajaran pengurus Partai Golkar Provinsi Lampung yang telah hadir dan membimbing agenda acara Musda pada hari ini berjalan dengan baik, dan terimakasih kepada Plt Partai Golkar Kabupaten Lamteng yang dengan waktu singkat 28 hari namun persiapan Musda dapat berjalan dengan baik, dan terimakash kepada Bapak Musa Ahmad yang telah memberikan arahan dan memperkuat pondasi organisasi Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah, semoga Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah bisa lebih baik kedepan", kata Febriyantoni. 


Sementara pelaksana tugas (Plt) Ketua Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah, H. Tony Eka Candra menyampaikan ucapan terimakasih  kepada  Ketua Hanan dan Sekretaris Aprozi Alam serta Ketua Harian Riza Mirhardi dan Pengurus Partai Golkar Lamteng.


"Sejak diterbitkanya SK Plt dari DPD Partai Golkar Provinsi Lampung selama 28 hari saya mengemban amanah dengan tugas utama, merencanakan dan melaksanakan Musda XI Partai Golkar Kabupaten Lamteng, Alhamdulillah pada hari ini tugas itu dapat Saya laksanakan, kemudian selama menjadi Plt saya tinjau keuangan Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah dan memiliki saldo yang cukup untuk melaksanakan agenda Musda, dan berkat sumbangsih dari Fraksi Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah, Ketua Partai Golkar Lampung Tengah 2020-2025, Musa Ahmad serta dukungan dari I Komang Koheri secara pribadi maka pembiayaan agenda musda dapat tercukupi dan terdapat saldo, roda organisasi di Partai Golkar Kabuapten Lampung Tengah patut menjadi percontohan untuk pengurus Partai Golkar Kabupaten/Kota yang lain berkat dedikasi dan loyalitas kepemimpin Musa Ahmad Partai Golkar dapat meraih 13 kursi di DPRD Kabupaten Lampung Tengah sehingga sebagai pimpinan tentunya ini harus dipertahankan dan harus ditambah kursinya menjadi 15 kursi untuk pemilu 2029 mendatang", kata Tony. 


Tony juga berharap dalam Musda terwujud semangat persatuan yang telah dibangun selama masa transisi dapat terus dijaga dan diperkuat, kemudian harus mengedepankan musyawarah mufakat.  "Melalui musda ini diharapkan mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam memilih ketua Partai Golkar Lamteng, hindari perpecahan dan kembali bersatu padu dalam panji beringin, harapannya ajang Musda sebagai konsolidasi yang solid untuk kemajuan Partai Golkar Lamteng dan Kabupaten Lamteng", pungkas Tony. 


Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Lamteng I Komang Koheri dalam sambutannya memberikan apresiasi setingi-tingginya kepada Ketua Partai Golkar Provinsi Lampung dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah karena telah menggelar acara musda diawali dengan gerakan menanam pohon. 


"Kabupaten Lampung Tengah merupakan Kabupaten terbsesar di Provinsi Lampung, mudah mudahan dengan konsentrasinya Partai Golkar di Kabupaten Lampung Tengah maka Partai Golkar akan berjaya, Partai Golkar telah menorehkan catatan besar baik di nasional maupun di Kabupaten Lampung Tengah, tentunya Partai Golkar  memiliki peran nyata dan warna serta telah memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Lamteng, Saya yakin Pemkab Lamteng senantiasa berkomitemn bersinergi dan menjalin hubungan harmonis kepada seluruh partai politik termasuk Partai Golkar untuk membangun Kabupaten Lampung tengah bersama, Musda bukan hanya memilih pengurus namun lebih dari itu untuk menentukan agenda ke depan, Musda sebagai ruang konsolidasi dan regenerasi, harapannya Musda menghasilkan keputusan yang solid dan mendukung program pembangunan di Lamteng demi kesejahteraan masyarakat  Lamteng. Dengan semangat kebersamaan dan optimisme kita yakin partai Golkar dapat memberikan kontribusi positif untuk Pemda Lamteng", kata Plt Bupati I Komang Koheri.


Kemudian, dalam arahannya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A Rozak yang sekaligus membuka acara Musda menyampaikan bahwa Musda bukan hanya sebagai agenda rutin organisasi, namun juga sebagai ajang konsolidasi organisasi, mewujudkan komitmen, Musda untuk menunjukan juga sebagai jati diri partai Golkar, dan mewujudkan doktrin karya kekaryaan, karya siaga gatra praja.


"Harapannya Partai Golkar Lamteng maju dan dapat mempertahankan prestasi pimpinan di DPRD Kabupaten Lampung Tengah yang dari 13 kursi semoga bisa ditingkatkan menjadi 15 kursi ke depan, Musda sebagai ajang untuk mengevaluasi kinerja sebelumnya, menentukan program kerja ke depan, mengukuhkan dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban sebelumnya, pada musda akan menetapkan Ketua Partai Golkar Lamteng dan menentukan arah program kerja ke depan, menetapkan Dewan Pertimbangan dan ketua Formatur untuk selanjutnya", pungkas Hanan.


Selanjutnya Hanan menegaskan bahwa Partai Golkar Lamteng harus tampil dekat dengan masyarakat dan sebagai jembatan pemecah masalah dalam masyarakat, kemudian ajang Musda untuk meningkatkan soliditas Partai Golkar Lamteng. 


"Harapannya Partai Golkar Lamteng solid agar bisa terus berkarya untuk masyarakat, saya berpesan agar hasil Musda dapat memilih keputusan yang dapat mendukung  konsolidasi organisasi hingga tingkat desa, kelurahan dan RT, mengakomodir semua unsur kader dalam pengurus, meningkatkan dan mengaktifkan pengabdian untuk masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam program partai, menyiapkan kader muda, perempuan dan profesional untuk Pemilu ke depan, menjadikan kantor Partai Golkar sebagai rumah bersama dan rumah aspirasi untuk masyarakat Kabupaten Lamteng, partai Golkar harus tampil dengan karya dan gagasan yang nyata dapat dirasakan oleh masyarakat", harap Hanan. 


Diakhir arahannya, Hanan mengatakan bahwa ada tiga hal pokok melalui agenda Musda ini yaitu membentuk setruktur partai yang rapi dan terstruktur, meningkatkan kader untuk aktif dan turun di tengah masyarakat, serta melaksanakan program kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat.


"Partai Golkar Lamteng harus tampil menjadi role model untuk daerah yang lain, kader dan pengurus harus dekat dengan masyarakat dan Partai Golkar juga harus menjadi jembatan solusi untuk masyarakat", tutup Hanan sekaligus membuka acara musda XI secara simbolis dengan pemukulan gong. (*)



SUMBARNET - Lebak sudah viralnya dibeberapa media terkait adanya kecelakaan diduga akibat jalan berlubang, sehingga menimbulkan korban jiwa, yaitu seorang pelajar yang bernama Friska Novia asal desa Mekarsari kecamatan Rangkasbitung kabupaten Lebak  Banten akhirnya menjadi perhatian publik, (07/02/2026).


Saat tim media konfirmasi Lewat chat Wa kanit Gakkum Laka Lantas Polres Lebak Polda Banten  IPDA Aris Setiawan,SH, sekaligus Kanit laka yang sigap turun langsung ke TKP menjelaskan kepada awak media, "terkait kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa seorang pelajar yang mau berangkat ke sekolah bernama Friska Novia  beralamat desa Mekarsari dengan Tempat kejadian perkara (TKP) jalan Citeras -Jakarta, pada hari Jum'at pagi sekitar pukul 7.00 Wib," katanya.


"Kejadian ini diduga akibat motor korban menyalip mobil tronton setibanya dipertengah ada lubang dan terjatuh ke kiri pas dikolong kendaraan tronton tersebut," tegasnya .


Kendaraan korban motor Beat Cb warna biru lumut  bernopol plat A 2500 OT, sedangkan diduga  pelaku sesuai Surat Izin Mengemudi (SIM)  berinisial (SP) beralamat Kp Kanaga Jati RT13/Rw/05 desa Warunggunung Kecamatan Warunggunung kabupaten Lebak Banten.


"Kendaraan yang di bawa sesuai Surat Tanda Nomor  Kendaraan(STNK) Bernopol A 9796 SM  jenis Mitsubishi Fuso FM 517 HRDK Kendaraan Khusus Tronton," tegasnya.


Ketua Dewan Pimpinan Cabang Fast Respon Indonesia Center DPC FRIC kabupaten Lebak A.Sutisna S.Pd  angkat bicara, "saya meyayangkan kepada pihak terkait kurangnya perhatian yang serius dari pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  provinsi Banten jalan berlubang di biarkan lama," katanya. 


"Karena jalan Citeras menuju arah Tangerang Jakarta diduga kewenangan DPUPR Provinsi Banten," paparnya.


Lanjutnya, "tolong kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Banten jangan sampai ada korban selanjutnya,cepat di perbaiki,"  imbuhnya.


"Perbaikilah sebelum menambah korban karena bukannya orang lain saja yang pernah merasakan kecelakaan, saya pernah mengalami kecelakaan karena jalan berlubang tempo hari lalu, kelihatannya jalan semua rata bagus tidak tahunya ada jalan berlubang akhirnya kita terjebak dan kendaraan roda dua kita terperosok masuk lubang dan jatuh," katanya.


"Lebih baik jalan itu ketahuan rusak kita bisa waspada dan hati-hati di banding jalan sebagian bagus rata tapi sebagian berlubang, apalagi tidak ada rambu jalan," ujarnya.


"Kepada pihak orang tua pelajar, saya menghimbau agar sebaiknya anak sekolah diantar ke sekolah jangan sampai anak kita membawa kendaraan sendiri, karena seumuran segitu  kesadaran dan pikirannya masih labil," sebutnya.


"Sekalipun orang tua  ada kesibukan bisa di antar oleh yang lebih dewasa untuk mengantisipasi kecelakan," tutupnya. (**)

  


SUMBARNET - Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2027. Penetapan tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ahmad Munir, usai menerima surat dukungan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Surat gubernur tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah kepada Ahmad Munir, yang akrab disapa Cak Munir, saat Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Hotel Aston, Banten, Sabtu (7/2/2026).


Momen penyerahan surat itu disambut antusias jajaran pengurus PWI Pusat. Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, bahkan menyemangati dengan seruan, “Hidup Lampung! Ke Lampung kita tahun depan.”


Akhmad Munir menegaskan bahwa PWI Pusat telah memutuskan Lampung sebagai tuan rumah dua agenda nasional tersebut. “Kami memutuskan Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027. Selanjutnya, PWI Pusat akan melakukan rapat lanjutan dan menyurati PWI Lampung serta Gubernur Lampung terkait kesiapan teknis penyelenggaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadi Kusumah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PWI Pusat. Menurutnya, penunjukan tersebut merupakan amanah besar yang akan dipersiapkan secara maksimal.


“Penetapan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 adalah kepercayaan yang sangat kami hargai. Kami akan melakukan persiapan matang agar kedua agenda nasional ini berjalan sukses,” katanya.


Dalam suratnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027. Ia menyebut Lampung memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai, akses transportasi yang baik, fasilitas akomodasi yang cukup, serta dukungan sumber daya manusia dan pemangku kepentingan terkait.


“Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung diyakini tidak hanya berjalan lancar dan sukses, tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi daerah, pariwisata, ekonomi lokal, serta memperkuat solidaritas wartawan se-Indonesia,” demikian petikan surat Gubernur Lampung.


Penetapan tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 ini menjadi kelanjutan sukses penyelenggaraan HPN 2026 di Provinsi Banten yang didukung berbagai pihak dari sektor perbankan, industri, energi, transportasi, dan media nasional, seperti: Artha Graha Peduli, Artha Graha Network, PT Astra  International Tbk,.PT Bank Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina (Persero) , Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Triputra Group , PT Djarum, BYD Motor Indonesia, PT PLN (Persero), Harita Nickel ,.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,.PT Freeport Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero), Pelindo, Sinar Mas Land, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), PT Nestle Indonesia, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Kompas.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero), BPJS Kesehatan, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Pupuk Kalimantan Timur. (**)

 


Padang, – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Padang berlangsung kondusif dan solid. Forum tertinggi partai di tingkat kota itu secara aklamasi kembali menetapkan M. Iqra Chissa Putra sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang untuk periode lima tahun ke depan.


Musda XI yang digelar di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (7/2/2026), menjadi penegasan soliditas internal Golkar Padang. Seluruh pemilik suara sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Iqra Chissa tanpa voting, mencerminkan kepercayaan penuh kader terhadap kepemimpinannya.


Iqra menyebut, pemilihan secara aklamasi menjadi bukti kekompakan kader sekaligus modal politik penting dalam menghadapi agenda besar Pemilu Legislatif dan Pilkada 2029.


“Musda ini bukan hanya soal memilih ketua, tetapi menentukan arah perjuangan politik Golkar Padang lima tahun ke depan. Aklamasi menunjukkan soliditas kader,” ujar Iqra.


Ia menegaskan, Golkar Padang siap memanaskan mesin politik sejak dini dengan memperkuat konsolidasi organisasi, memperbaiki kinerja struktur, serta menyusun program yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Kami siap bertarung pada Pemilu 2029. Politik harus dijalankan dengan strategi, intuisi, dan kerja nyata,” katanya.


Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menilai keputusan Musda XI melalui aklamasi mencerminkan kematangan organisasi Golkar Padang.


“Kalau Musda berjalan aklamasi, itu tanda partai solid. Tinggal bagaimana kepemimpinan ini diterjemahkan dalam program yang menyentuh rakyat,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Barat Khairunas menegaskan, Golkar akan terus mendukung pemerintahan daerah serta siap menghadapi agenda politik nasional dan daerah secara serentak.


“Konsolidasi kader adalah kekuatan utama Golkar. Dengan soliditas ini, Golkar siap membantu pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan bencana di Sumatera Barat,” katanya.


Ketua Panitia Pelaksana Musda XI, Erizal, menyampaikan Musda dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai unsur partai. Ia berharap kepemimpinan hasil aklamasi mampu membawa Golkar Padang lebih solid dan kompetitif.


“Musda ini menjadi titik awal Golkar Padang untuk melangkah lebih siap menuju Pemilu 2029,” tutupnya. (***)



Pasaman - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, melaksanakan kegiatan reses sekaligus meninjau pembangunan penahan tebing Batang Ombak Sungai Batak di Jorong IX Abam, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sabtu (7/2/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan penahan tebing sungai yang dinilai sangat vital bagi keselamatan masyarakat setempat. 


Dalam kesempatan itu, Ali Muda juga berdialog langsung dengan warga guna menyerap aspirasi dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat.


Warga Jorong IX Abam menyampaikan kekhawatiran serius terkait kondisi penahan sungai yang dinilai sudah tidak layak. 


Mereka mengatan, apabila terjadi banjir dengan debit air yang tinggi, sungai berpotensi meluap dan mengancam pemukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.


“Penahan sungai ini sudah lama dan banyak yang rusak. Kalau banjir datang, air mudah meluap karena di samping sungai ini banyak rumah warga,” ungkap salah seorang warga kepada Ali Muda.


Menanggapi hal tersebut, Ali Muda menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa persoalan perkuatan tebing sungai merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. 


Menurutnya, selain untuk mencegah banjir, pembangunan perkuatan tebing juga penting untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta masyarakat.


“Aspirasi masyarakat ini akan saya catat dan perjuangkan agar mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi. Perkuatan tebing sungai harus menjadi prioritas, mengingat ancaman banjir dan banyaknya pemukiman warga di sekitar aliran sungai,” ujar Ali Muda.


Ia menambahkan, hasil reses ini akan dibawa ke pembahasan di DPRD Provinsi Sumatera Barat agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan anggaran yang tersedia. 


Ali Muda berharap, dengan adanya perbaikan dan penguatan tebing sungai, risiko bencana dapat diminimalkan dan masyarakat dapat merasa lebih aman.(**)

 



Oleh : Khairul Jasmi


 


De houtbosschen van djati, zijn met eenige uilzonderingen over geheel Java, Regerings eigendom. Er wordt thans meer en meer zorg gedragen dat deze goed worden onderhouden. Zij besloegen in 1849 eene uitgestrektheid van 2.600 palen. Er werden 159,000 hoornen geplant en nieuw plantsoen en 116,000 ingeboe


(Hutan kayu jati, dengan beberapa pengecualian di seluruh Jawa, adalah milik pemerintah. Kini semakin banyak perhatian diberikan untuk memastikan pemeliharaannya yang tepat. Pada tahun 1849, hutan tersebut meliputi area seluas 2.600 palen. 159.000 pohon baru ditanam dan 116.000 ditanam kembali. (Leydse Courant, Leiden, 08-03-1852, halaman 1)


***


 


Jawa perlahan kehilangan rimba dingin berlumutnya. Tapi, tidak karena ada Perhutani yang meneruskan tradisi djaticultuur  sejak abad ke-19. Meski begitu kini, hutan di Jawa sudah terlalu “tipis” untuk dipinjamkan demi kepentingan apapun di luar hutan dan rimba. Jika terus dirampas, maka bukan hanya Perhutani yang tumbang, tapi Jawa yang akan tersungkur dalam penyesalan panjang.


Kayu-kayu di rimba berbisik satu-sama lain. Menitipkan pesan pada anak-anak sungai, agar kisahnya dibawa ke laut. Di rumahnya sendiri, rimba membiarkan apapun tumbuh, termasuk sejarah kita-kita. Sejarah jati, di pulau ini sudah sangat lama. Terbaru, ketika Belanda mulai menanam.


Sebuah berita 174 tahun silam di salah satu koran paling awal lahir di Belanda ini, Leydse Courant, seperti di atas menjelaskan tentang kayu jati di Jawa. Berita dan laporan lain tentang djaticultuur dan pajak yang dikenakan pada jati, dapat ditemukan pada sejumlah berita, iklan dan laporan pejabat kehutanan.


Misalnya, Bataviaasch Handelsblad  edisi 07-05-1870, pada halaman 3, diumumkan, pemerintah telah menunjuk untuk Jawa dan Madura, inspektur lahan kelas I,2 dan 3, dan rimbawan kelas I. Mereka akan bekerja mengelola dan mengawasi hutan rimba di beberapa tempat di Jawa.


Dalam buku Departement van Landbouw, Nijverheid en Handelin Nederlandschindië, Mededeelingen van het Proefstation Voor Het, Noschwezen no. 17, Herbosschingswerk in Bagelen 1875-1925, yang ditulus oleh  ahli kehutanan Belanda, ir.  WJG Zwart, Houtvester, diterbitkan  Landsdrukkerij—Weltevreden, Batavia -1927, diurai sangat banyak tentang jati Pulau Jawa. Antara lain:“Pada 1877, rimbawan Seubert mulai mendirikan perkebunan djati di Bagelen Selatan (Kabupaten Karung Anjar di atas Gombong). Lokasi ini dipilih secara khusus karena djati soenggoe sebagian besar ditemukan di sana (laporan tahunan 1878). Kita tidak tahu apakah tanaman itu tumbuh secara alami di sana. Tidak mustahil bahwa tanaman itu diimpor. Berdasarkan laporan Inspektur Kebudayaan pada tahun 1838, perkebunan djati akan didirikan di Bagelen, dengan benihnya dipasok dari Semarang dan Rembang...


Rencana budidaya secara konsisten merujuk pada lokasi "di sungai yang mengalir" dengan tujuan untuk penjualan di masa depan. Perkebunan djati pertama hanya sebagian berhasil, hingga rimbawan G. De Graaf berhasil mencapai hasil yang lebih baik dengan menggunakan metode budidaya lapangan. Ia juga memperluas penanaman jati ke Kabupaten-kabupaten lain di Bagelen Selatan, seperti yang dapat disimpulkan dari lokasi penanaman, pasokan kayu di masa depan untuk pemukiman yang lebih besar (Poerworedjo, Koetoardjo, dan Keboemen) tampaknya telah dipertimbangkan. Misalnya, pada tahun 1880, di atas Koetoardjo (kompleks Goenoeng Krikil), perkebunan jati dan Albizzia (?) yang gagal milik Administrasi Pedalaman diambil alih, direklamasi dan diperluas dengan djati.” 


Disebutkan pula, “pada tahun tanam 1888/89, termasuk kediaman Banjoemas, kontrak-kontrak berikut disepakati untuk penanaman jati: 88,5 hektar dengan harga ƒ 15 per hektar, 230 hektar dengan harga ƒ 12,50 per hektar, 181 hektar dengan harga ƒ 10 per hektar, 138 hektar dengan harga ƒ 5 per hektar…


Terutama ketika De Graaf menekankan spesies lokal dan asli, pasokan bahan tanam menjadi lebih mudah. Kecuali untuk Sindoro, dalam budidaya tahun 1888 dan 1889, semua yang dapat diperoleh penduduk digunakan. Benih yang cukup dapat dikumpulkan untuk budidaya djati di dataran rendah dari hutan sekitarnya, sebagian besar berasal dari periode sistem budidaya. Setidaknya pada awalnya (1838-42) hingga tanggal yang tidak dapat ditentukan lagi, benih untuk ini kemungkinan besar dipasok oleh Semarang dan Rembang. Pada tahun 1881, rimbawan G. S. de Graaf membawa benih dari Margasari”


Jika tidak ada catatan lain, saya berkeyakinan penanaman jati di Jawa oleh Belanda telah dimulai sejak 1800 atau setelahnya tapi sebelum 1840.Sejak itu, Jawa adalah jati dan pohon-pohon menjulang tinggi, tegak lurus teratur. Jati dan pinus, sudah lama berkawan di sini.


Perhutani sekarang


Di jantung Semarang, kantor Perhutani berdiri gagah, segagah hutan Pulau Jawa. Walau gagah, akibat berbagai faktor.  Perhutani memegang keempat sudut rimba Pulau Jawa dan Madura seluas, 1,38 juta ha, susut satu juta Ha. Ini, sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor SK. 148 tahun 2025. Ini, setara dengan 42% luas kawasan hutan Jawa. Di dalamnya ada hutan lindung seluas 192,5 Ha, kawasan perlindungan 216.290 Ha, kawasan penggunaan lain, 32.688 Ha, kawasan produksi 939.156 Ha.


Perhutani menanam 72 juta bibit setiap tahun, tentu juga menebang, sesuai regulasi. Tak asal tebang. Perhutani tak perludiajari berbaris, apalagi menebang dan menanam pohon. Jika saja luas hutan yang digembalakan Perhutani di Jawa masih di atas 2 juta Ha, maka kekhawatiran akan bencana alam bisa berkurang. Namu, hutan yang tipis sudah semakin tipis, apa hendak dikata.


Perhutani sekarang adalah sebuah perusahaan besar, bisa jadi tertua di Asia. Soal usia cerita lain, pengalaman kisah penting.Maka, tak heran Jepang belajar ke Perhutani bagaimana mengelola hutan. Maka, jika kita melihat tegakkan pohon pinus dan jati di kawasan Perhutani, akan tercengang.


Pohon-pohon itu tegak lurus,tinggi, di bawahnya bersih. Elok untuk kijang berlari-lari. Bahkan saking eloknya dijadikan wisata hutan. Ratusan titik. Bisa jadi, kursi yang Anda duduki dari jati Pulau Jawa. Tapi, yang pasti kursi rebahan di kapal pesir itu, juga tangan-tangannya memang dari jati dari hutan rimba Pulau Jawa.*


Penulis, wartawan utama, pemred harian singgalang

 


SUMBARNET - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menilai wartawati memiliki keunggulan tersendiri dalam menjalankan profesi jurnalistik, salah satunya kemampuan yang lebih luwes dalam menembus dan membangun komunikasi dengan narasumber.


Hal tersebut disampaikan Akhmad Munir, yang akrab disapa Cak Munir, saat menghadiri acara Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Pendopo Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (7/2/26).


“Wartawati sering kali lebih luwes dalam menembus narasumber. Ini merupakan pengamatan umum di dunia jurnalistik, terutama karena kekuatan pendekatan interpersonal yang dimiliki jurnalis perempuan,” ujar Munir.


Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan PWI Pusat dan diikuti ratusan wartawati dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan menghadirkan CEO Kompas TV, Rosiana Silalahi, sebagai narasumber utama.


Dalam sesi dialog, Rosiana Silalahi berbagi pengalaman dan kiat sukses berkarier sebagai wartawati dan pimpinan media. Ia menegaskan bahwa profesi wartawan, khususnya di televisi, memiliki tantangan besar yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.


“Tantangan itu pasti ada. Di balik kesan sukses dan terlihat keren, ada tanggung jawab besar. Jalani profesi ini sepenuh hati dan berikan kontribusi lebih dari sekadar apa yang ditugaskan,” kata Rosiana yang mengawali karier jurnalistiknya di TVRI.


Rosiana juga mengingatkan maraknya praktik pengambilan atau penyalinan produk jurnalistik tanpa izin, terutama oleh media di daerah. Menurutnya, ribuan konten jurnalistik Kompas TV kerap dicomot dan ditayangkan kembali tanpa tanggung jawab, bahkan dengan konteks yang berbeda.


Ia mendorong perusahaan pers daerah untuk memproduksi karya jurnalistik orisinal yang mengangkat kekhasan lokal agar memiliki daya saing yang kuat. “Media daerah harus berani tampil berbeda dan menggali potensi lokal. Produk jurnalistik yang unik dan berkualitas akan lebih mudah bersaing,” tegas Rosiana.


Acara silaturahmi ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus penguatan peran wartawati dalam dunia jurnalistik nasional dan merupakan rangkaian kegiatan HPN 2026 yang berlangsung pada 6–9 Februari 2026, dengan dukungan berbagai mitra nasional, seperti Artha Graha Peduli, Artha Graha Network, PT Astra International Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina Persero, GAPKI, Triputra Group, PT Djarum, BYD Motor Indonesia, PT PLN Persero, Harita Nickel, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi, PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk, PT Telkom Indonesia Persero Tbk, PT Pegadaian, Jamkrindo, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk, PT Taspen Persero, Pelindo, Sinar Mas Land, Bank BJB, PT Nestlé Indonesia, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Kompas.id, PT Kereta Api Indonesia Persero, BPJS Kesehatan, PT Asuransi Kredit Indonesia, serta PT Pupuk Kalimantan Timur. (rls)



SUMBARNET - Jelang HUT Jelajahperkara.com ke-5 Tahun Pimpinan Umum Media harian Online Jelajahperkara.com, yang mewakili staf admin Indra Kuswanto, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan selama 5 Tahun jelajahperkara.com yang terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika industri media digital.


Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 jelajahperkara.com yang digelar Tahun Ini secara sederhana namun penuh makna di sepanjang jalan marelan raya staf admin menelusuri sepajang jalan dan memberi puluhan paket sembako kepada para pemulung dan Abang becak yang sedang melintas, jumat (6/02/2026) siang.


Dalam sambutannya, Indra menegaskan bahwa Ayo jelajahperkara.com lahir dari semangat untuk menghadirkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Ia menyebut, di usia kelima ini, Ayo jelajahperkara.com semakin memantapkan diri sebagai media yang independen dan konsisten mengawal kepentingan publik, khususnya di Kota Medan, Sumatera Utara dan luar daerah dari Sabang sampai Merauke.


“Lima tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah media online. Kami bersyukur jelajahperkara.com masih dipercaya masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim redaksi, wartawan, dan dukungan para mitra,” ucap Indra.


Ia juga menekankan bahwa jelajahperkara.com akan terus meningkatkan kualitas pemberitaan serta menjaga etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks. Menurutnya, tantangan media saat ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga keakuratan dan kepercayaan publik.


“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menjadi media yang kritis namun konstruktif, serta menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan,” tambahnya.


"Saya mewakili pimpinan redaksi jelajahperkara.com juga berterima kasih kepada para dermawan baik yang telah turut andil dalam mensukseskan kegiatan ini semoga bapak dan ibu selalu diberikan Allah kesehatan dilapangkan rezeki karir semangkin sukses aamiin," ujarnya.


Harapan  Sementara itu, seorang bapak Said, mengapresiasi perayaan HUT ke-5 jelajahpermara.com yang telah peduli dengan rakyat sukur Alhamdulillah Sekali saya dapat sembako ini bisa meringankan beban hidup saya karena saya perhari saja dapat menjual botot hanya dapat uang 40 ribu dari pagi hari sampai malam hari tuturnya dengan mata berkaca kaca .


"Saya banyak berterima kasih kepada Tim awak media jelajahperkara.com


Ia juga berharap jelajahperkara.com dapat terus berkembang dan menjadi salah satu referensi utama masyarakat dalam mendapatkan informasi yang terpercaya, khususnya terkait kegiatan TNI-Polri baik pemerintahan dan pelayanan publik di seluruh daerah dari Sabang sampai Merauke. (**)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang menjadi tuan rumah program Healthy Athletes Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Barat (Sumbar), pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi atlet penyandang disabilitas intelektual. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang dan Pusdiklat PT Semen Padang.


Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, perwakilan Pengurus Pusat SOIna Tri Juda Airlanga, Ketua SOIna Sumbar Harneli Bahar yang diwakili Ketua II Rafma Teti, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur Musa, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumbar Jumaidi, Kepala UPTD PSAABR Budi Utama Dinas Sosial Sumbar Iskandar, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes.


Win Bernadino mengatakan PT Semen Padang bangga mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung program sosial, termasuk melalui sponsorship dan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).


“Sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat, PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif, baik melalui program sponsorship maupun tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR). Kegiatan Healthy Athletes ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan kami terhadap anak-anak penyandang disabilitas, khususnya atlet SOIna Sumbar,” ujar Win.


Ia menambahkan, dukungan perusahaan tidak berhenti pada satu kegiatan. “Kami ingin anak-anak ini tumbuh sehat, percaya diri, dan mampu meraih prestasi terbaiknya,” katanya.


Mahyeldi mengapresiasi peran PT Semen Padang yang dinilainya konsisten mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di Sumbar. Ia menyebut Healthy Athletes bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bentuk perhatian terhadap masa depan anak-anak dengan disabilitas intelektual.


“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak dengan intellectual disability. Mereka adalah anak-anak kita, bagian dari masa depan bangsa Indonesia. Dengan perhatian dan dukungan yang tepat, mereka akan lebih berprestasi dan memiliki peluang untuk sukses,” kata Mahyeldi.


Ketua II SOIna Sumbar Rafma Teti menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Semen Padang. Ia menilai dukungan tersebut penting bagi keberlangsungan pembinaan atlet SOIna di Sumbar. “Kami ingin memastikan anak-anak dengan intellectual disability tidak merasa sendiri, dan mereka bisa tumbuh, berkembang, serta berdaya,” ujar Rafma.


Sementara itu, Tri Juda Airlanga menjelaskan program Healthy Athletes merupakan bagian penting dalam ekosistem pembinaan atlet SOIna, karena membantu memetakan kondisi kesehatan secara menyeluruh. “Melalui Healthy Athletes, kami dapat menemukan masalah kesehatan yang sebelumnya tidak terdeteksi, sehingga bisa segera dilakukan penanganan yang tepat,” katanya.


Tri menyebut pemeriksaan Healthy Athletes di Indonesia mencakup delapan disiplin, yakni MedFest (pemeriksaan umum), Opening Eyes (kesehatan mata), Healthy Hearing (kesehatan telinga), Special Smiles (kesehatan gigi dan mulut), Health Promotion (promosi kesehatan), Strong Minds (kesehatan mental), FUNfitness (fisioterapi), dan Fit Feet (kesehatan kaki). Hasil pemantauan kesehatan ini, lanjutnya, akan menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional SOIna pada Oktober 2026, yang juga menjadi tahapan seleksi menuju ajang internasional di Chile pada 2027.


“Indonesia selama ini menjadi salah satu negara andalan dalam perolehan medali di ajang Special Olympics. Anak-anak dengan intellectual disability ini sangat membanggakan dan telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” tutupnya.


Kegiatan ini juga dikaitkan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. (**)