SUMBARNET - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi pengingat pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Pada peringatan tahun 2026 ini, berbagai kalangan menyampaikan harapan dan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia.


Pimpinan Redaksi Media Online Sumbarraya.com, Putri Nadya Wibawa, turut menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional sekaligus apresiasi kepada seluruh insan pendidikan di Tanah Air.


“Terima kasih kepada seluruh guru, pendidik, dan semua pihak yang telah menjadi cahaya bagi generasi bangsa. Tanpa peran mereka, masa depan Indonesia tidak akan secerah hari ini,” ungkapnya.


Dalam momentum tersebut, ia juga mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara yang berbunyi “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” yang menegaskan peran penting pendidik sebagai teladan, penggerak, dan pemberi dorongan bagi peserta didik.


Lebih lanjut, Putri Nadya Wibawa menyampaikan sejumlah harapan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Ia berharap agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, tanpa terkecuali.


Selain itu, pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan karakter, budi pekerti, serta rasa cinta tanah air dalam diri generasi muda. Peran guru juga dinilai sangat penting, sehingga perlu mendapatkan penghargaan, perlindungan, serta dukungan penuh dalam menjalankan tugasnya.


“Pendidikan Indonesia harus terus maju, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.


Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.


“Majulah pendidikan, majulah Indonesia,” tutupnya. (**)



SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemimpin Redaksi media online One Net, Fitri, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapannya bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.


Menurut Fitri, peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama pembangunan nasional.


Ia menilai bahwa kualitas pendidikan sangat menentukan arah masa depan generasi muda Indonesia.


“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju, inklusif, dan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global,” ujar Fitri dalam pernyataannya.


Lebih lanjut, Fitri juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan tertinggal. Ia berharap adanya peningkatan fasilitas pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.


“Pendidikan harus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi berbagai pihak, kita optimis kualitas pendidikan Indonesia akan terus meningkat,” tambahnya.


Fitri juga mengajak generasi muda untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.


Ia menegaskan bahwa peran pelajar sebagai agen perubahan sangat penting dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.


Peringatan Hari Pendidikan Nasional sendiri menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan tokoh pendidikan serta pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa.


Dengan semangat Hardiknas 2026, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. (**)

 


SUMBARNET - Di tengah riuh aktivitas pelabuhan yang tak pernah benar-benar berhenti, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026—sebuah momen yang bukan sekadar peringatan, tetapi juga pengingat tentang mimpi-mimpi besar anak bangsa yang harus terus dijaga.


Bagi Pelindo Regional 1, pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan buku pelajaran. Ia adalah harapan. Ia adalah jalan panjang yang ditempuh dengan doa, kerja keras, dan keyakinan bahwa masa depan bisa menjadi lebih baik.


Momentum Hardiknas ini mengajak semua pihak untuk kembali menyadari bahwa di setiap sudut negeri, masih ada anak-anak yang berjuang meraih pendidikan. Ada cita-cita yang tumbuh di tengah keterbatasan, dan ada harapan yang terus menyala meski diterpa berbagai tantangan.


Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih cerah bagi generasi bangsa.


“Melalui pendidikan yang berkualitas, kita tidak hanya menciptakan SDM yang unggul, tetapi juga menyalakan harapan. Harapan bagi anak-anak Indonesia untuk bermimpi lebih tinggi dan melangkah lebih jauh. Pelindo Regional 1 akan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.


Sementara itu, Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.


“Pendidikan bukan sekadar ilmu, tetapi juga tentang membangun karakter dan membuka jalan kehidupan. Karena itu, diperlukan sinergi semua pihak agar tidak ada lagi mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan,” ungkapnya.


Di Hari Pendidikan Nasional ini, Pelindo Regional 1 mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga api harapan itu tetap hidup. Sebab dari pelabuhan, bukan hanya barang yang bergerak—tetapi juga doa, harapan, dan mimpi anak bangsa yang terus dikirim menuju masa depan.


Karena pada akhirnya, pendidikan adalah tentang memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mewujudkannya. (Humas/Indra)



SUMBARNET - Nelayan di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, mengeluhkan kondisi muara sungai yang semakin dangkal pascabanjir bandang 27 September 2025

‎Hal itu membuat aktivitas melaut terganggu dan diperparah dengan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

‎Kondisi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi IV, Rahmat Saleh, saat kunjungan pada Sabtu (2/5/2026) siang. 

‎Para nelayan menyebut tumpukan material lumpur dan kayu di muara membuat kapal sulit keluar masuk, sehingga harus menunggu air pasang untuk melaut.

‎“Sekarang kami tidak bisa bebas keluar masuk muara. Kalau pulang malam atau cuaca buruk, risikonya sangat tinggi,” ujar Didit, perwakilan nelayan.

‎Dia menjelaskan, sekitar 25 hingga 35 nelayan terdampak langsung, dengan puluhan kapal tidak bisa beroperasi normal. Kondisi ini membuat pendapatan nelayan menurun drastis karena waktu melaut menjadi terbatas.

‎Selain masalah pendangkalan, nelayan juga mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM untuk melaut. Kondisi ini membuat sebagian kapal bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali.

‎“Kalau muara dangkal kami tidak bisa keluar, BBM juga susah. Jadi benar-benar terhimpit,” kata Didit.

‎Menurut nelayan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya sedimentasi tebal serta tumpukan kayu di dasar muara yang memperparah kondisi aliran sungai. 

‎Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, banjir susulan bisa berdampak lebih parah ke permukiman warga.

‎Menanggapi hal itu, Rahmat Saleh menilai persoalan ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada penghidupan masyarakat pesisir. 

‎Rahmat menyebut pendangkalan sungai berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS), namun dampaknya juga menyangkut sektor perikanan yang menjadi lingkup Komisi IV DPR RI.

‎Rahmat menegaskan pentingnya penanganan berbasis data dan kajian teknis yang jelas, termasuk pengelolaan material sedimentasi agar tidak menimbulkan masalah baru.

‎“Ini harus cepat ditangani, tapi juga harus tepat secara kajian. Jangan sampai penanganannya justru menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

‎Rahmat memastikan seluruh aspirasi nelayan, termasuk persoalan BBM dan akses muara, akan dibawa ke tingkat pusat untuk dicarikan solusi lintas sektor.

‎“Ini akan kita dorong di pusat agar ada solusi nyata untuk nelayan,” tutupnya. (**)



SUMBARNET - Polres Pasaman Barat menggelar upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama yang berlangsung dengan khidmat di halaman Mapolres Pasaman Barat.


Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K, selaku inspektur upacara, serta dihadiri oleh para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, dan seluruh personel Polres Pasbar. Kegiatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran serta peningkatan kinerja di lingkungan Polri.


Dalam prosesi tersebut, dilakukan serah terima jabatan Kasat Reskrim dan Kapolsek Pasaman, yang ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta penyematan tanda jabatan sebagai simbol resmi peralihan tugas dan tanggung jawab.


Dalam amanatnya, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk pembinaan karier dan upaya menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.


“Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat soliditas, serta menjaga profesionalisme dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya integritas, loyalitas, serta dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah jabatan, khususnya dalam bidang penegakan hukum yang menjadi perhatian publik.


Kepada pejabat lama, Kapolres Pasaman Barat menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Polres Pasaman Barat.


Sementara itu, kepada pejabat yang baru dilantik, diharapkan dapat segera beradaptasi, membawa inovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan perkara dan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Pasbar.


Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga profesionalisme dan integritas di setiap lini organisasi.


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Polres Pasaman Barat diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta mampu menjawab berbagai tantangan kamtibmas ke depan. (**)

 


SUMBARNET - Kapolres Pasaman Barat, Agung Tribawanto, memimpin langsung kegiatan kenal pamit pejabat Kasat Reskrim dan Kapolsek Pasaman yang digelar di Aula Tatag Trawang Tungga, Mapolres Pasaman Barat, pada Jumat (2/5/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, dihadiri oleh para pejabat utama Polres, para Kapolsek jajaran, personel Polri, serta Bhayangkari. Acara kenal pamit ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran serta peningkatan kinerja institusi.


Dalam sambutannya, Kapolres Pasaman Barat menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam tubuh Polri sebagai upaya pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan hanya sebagai pergantian posisi, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kegiatan kenal pamit ini bukan sekadar seremonial, namun menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi pejabat lama serta penyambutan pejabat baru agar dapat segera beradaptasi dan melanjutkan tugas dengan baik,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian, loyalitas, serta kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. Ia berharap pengalaman yang telah didapat dapat menjadi bekal berharga dalam penugasan selanjutnya.


Kepada pejabat baru, Kapolres Pasbar berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik wilayah, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.


“Segera kenali wilayah tugas, bangun sinergitas dengan stakeholder, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis,” tegasnya.


Acara kenal pamit tersebut juga menjadi simbol keberlanjutan estafet kepemimpinan di lingkungan Polres Pasaman Barat, khususnya dalam bidang Reserse Kriminal dan wilayah hukum Polsek Pasaman.


Dengan adanya pergantian pejabat ini, diharapkan kinerja Polres Pasaman Barat semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai bentuk kebersamaan serta memperkuat soliditas internal di lingkungan Polres Pasaman Barat. (***)

 


SUMBARNET - Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei kembali menghadirkan ruang refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan masyarakat, Jumat (02/05/2026).


 Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi berkembang menjadi panggung kolaborasi lintas sektor strategis termasuk institusi kepolisian dalam membangun karakter generasi muda yang unggul dan bertanggung jawab.


Nilai-nilai pendidikan terus digaungkan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, melainkan juga menyentuh dimensi etika, moralitas, serta kedisiplinan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih tertib, aman, dan berbudaya.


Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa pendidikan memiliki peranan krusial dalam membangun kesadaran berlalu lintas di tengah dinamika masyarakat modern yang terus berkembang.


Ia memandang bahwa budaya tertib di jalan raya tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran berkelanjutan yang harus ditanamkan sejak usia dini dengan pendekatan yang konsisten dan terarah.


Nilai disiplin yang tertanam sejak awal akan menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam perilaku individu ketika berada di ruang publik. Hal ini menjadi salah satu kunci penting dalam menekan angka pelanggaran serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas.


Dalam suasana penuh makna Hardiknas tahun ini, Dirlantas Sumbar terus mengedepankan pendekatan edukasi yang humanis dan menyentuh sisi emosional masyarakat.


Upaya ini diwujudkan melalui komunikasi yang persuasif, komunikatif, serta mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun kedekatan yang lebih kuat antara aparat kepolisian dengan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menciptakan keselamatan bersama.


Dengan cara ini, pesan-pesan keselamatan tidak hanya didengar tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya merupakan proses pembentukan karakter secara utuh, bukan sekadar pencapaian akademik semata.


Nilai tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian sosial harus terus ditanamkan agar mampu membentuk individu yang sadar hukum dan beretika ketika berinteraksi di ruang publik. Hal ini sejalan dengan filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya keteladanan sebagai inti pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan menjadi pondasi kokoh dalam menciptakan masyarakat yang tertib serta berbudaya keselamatan.


Melalui berbagai program edukasi lalu lintas yang terus digencarkan, Dirlantas Sumbar secara aktif menyasar kalangan pelajar sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang berkelanjutan.


Para pelajar didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pesan keselamatan kepada lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Program ini dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai gerakan edukatif yang memiliki dampak nyata dalam membangun kesadaran kolektif. Diharapkan, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara alami dari lingkungan pendidikan dan mengakar kuat dalam kehidupan sosial.


Kegiatan sosialisasi juga dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan adaptif agar selaras dengan karakter generasi muda masa kini. Berbagai metode interaktif dimanfaatkan guna menanamkan nilai keselamatan secara efektif dan berkelanjutan. Strategi ini menjadi jawaban atas tantangan era digital yang menuntut inovasi dalam penyampaian pesan publik. Dengan pendekatan yang relevan, edukasi keselamatan dapat diterima dengan lebih baik serta mampu membentuk pola pikir yang sadar dan bertanggung jawab.


Dirlantas Sumbar meyakini bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan. Dengan menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama, kesadaran tersebut akan tumbuh secara kolektif dan membentuk budaya disiplin yang kuat. Hal ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis.


Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Reza juga menyampaikan penghargaan kepada para tenaga pendidik yang telah berperan besar dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas. Ia menilai bahwa guru memiliki kontribusi vital dalam menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran hukum. Dedikasi para pendidik menjadi inspirasi bagi seluruh elemen termasuk kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Sinergi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tertib.


Dirlantas Sumbar terus berupaya menghadirkan inovasi dalam edukasi keselamatan berlalu lintas seiring dengan perkembangan zaman. Berbagai program berbasis teknologi mulai dikembangkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif. Hal ini menjadi bentuk adaptasi terhadap era modern yang menuntut pendekatan kreatif dalam penyampaian pesan publik. Dengan inovasi tersebut, edukasi keselamatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah pelosok.


Semangat Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa berawal dari kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Dirlantas Sumbar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan berlalu lintas. Kolaborasi antara pendidikan dan kepolisian akan terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang tertib, aman, dan berbudaya. Harapannya, masa depan bangsa akan semakin cerah dengan hadirnya generasi yang disiplin dan bertanggung jawab. (**)

 


SUMBARNET - Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei kembali menghadirkan ruang refleksi mendalam bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (02/05/2026). Momentum ini tidak lagi sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi panggilan moral untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk arah masa depan bangsa yang lebih beradab, berdaya saing, dan berkarakter kuat.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk jati diri generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara emosional dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Ia memandang bahwa proses pendidikan sejatinya adalah perjalanan panjang dalam membangun nilai-nilai kehidupan yang melekat dan menjadi pedoman dalam bertindak, bersikap, serta mengambil keputusan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.


Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini Polres Pasaman Barat mengusung pendekatan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat luas. Melalui komunikasi yang hangat, terbuka, dan membangun kedekatan emosional, pesan yang disampaikan diharapkan mampu meresap lebih dalam serta menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang edukatif dan berkarakter.


AKBP Agung Tribawanto juga menekankan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang semata sebagai proses akademik formal, tetapi harus dimaknai sebagai proses pembentukan karakter yang utuh dan berkelanjutan sepanjang hayat. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial harus ditanamkan sejak dini agar mampu membentuk individu yang memiliki kesadaran hukum serta etika dalam kehidupan publik yang harmonis.


Lebih jauh, momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong generasi muda agar mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang membawa energi positif dalam lingkungan sekitarnya. Para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga menjadi penyebar nilai-nilai kebaikan yang mampu menginspirasi keluarga, teman sebaya, hingga masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari.


Upaya edukasi yang dilakukan Polres Pasaman Barat juga dirancang dengan pendekatan yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang terus bergerak cepat. Berbagai metode komunikasi yang menarik dan relevan digunakan agar pesan yang disampaikan tidak terasa kaku, melainkan lebih hidup dan mudah dipahami oleh generasi muda yang akrab dengan dinamika digital.


Polres Pasaman Barat meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan kuat dari seluruh elemen masyarakat yang saling bersinergi. Peran keluarga sebagai lingkungan pertama, sekolah sebagai pusat pembelajaran, serta pemerintah sebagai pengarah kebijakan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter.


Dalam kesempatan tersebut AKBP Agung Tribawanto juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa mengenal lelah. Dedikasi para guru menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi masa depan yang memiliki kecerdasan, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.


Komitmen Polres Pasaman Barat dalam mendukung dunia pendidikan terus diwujudkan melalui berbagai program yang tidak hanya bersifat informatif tetapi juga inspiratif bagi masyarakat. Program-program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijaga dan diperkuat secara berkelanjutan.


Semangat Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dibentuk hari ini. Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki semangat untuk terus berkembang demi kemajuan bangsa yang lebih baik. (**)



SUMBARNET - Kasus dugaan tindak pidana perbankan di Bank Nagari KCP Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, mencuat dan menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan tanpa tebang pilih.


Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan rekayasa dana nasabah oleh oknum internal KCP Bank Nagari Siberut dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah. Kasus ini dilaporkan ke Polda Sumatera Barat sejak Agustus 2025, namun hingga kini perkembangan penanganannya terus dinantikan publik.


Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Roni, menegaskan pihaknya akan mengawal ketat proses hukum kasus tersebut. Ia menyebut, pengusutan yang jelas dan tegas sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan dan pemerintah.


“Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Penegakan hukum harus transparan dan tidak pandang bulu. Kami akan terus mengawal hingga tuntas,” ujar Roni.


Langkah pengawalan ini juga mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Nasional REPRO. Ketua Umum DPN REPRO, Hotmian Siregar, menyatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Tugas Khusus kepada relawan di Sumatera Barat untuk memantau dan melaporkan setiap temuan terkait dugaan penyimpangan, termasuk di sektor perbankan.


Melalui Surat Tugas Khusus No: 012/11-24/STK-DPN-REPRO, relawan diberi mandat untuk mengumpulkan data dan bukti, lalu melaporkannya langsung ke pusat serta aparat penegak hukum.


Hotmian menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto tidak memberi ruang bagi praktik penyalahgunaan kekuasaan.


“Tidak ada tempat bagi mafia anggaran maupun oknum yang menyalahgunakan jabatan. Jika terbukti, harus diproses hukum tanpa kompromi,” tegasnya.


Roni menambahkan, pengawalan ini merupakan bentuk komitmen relawan dalam menjaga wibawa pemerintah serta memastikan aparatur negara tidak menyalahgunakan kewenangan.


“Ini bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik. Kami ingin memastikan setiap pelanggaran ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya. (Red/tim01)



SUMBARNET - Penantian panjang tanpa kepastian masih dirasakan keluarga korban hilang di Pantai Ulak Karang. 


Di tengah situasi itu, Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, mendatangi orang tua korban pada 18 April 2026 lalu untuk menyampaikan dukungan secara langsung.


Kunjungan tersebut dilakukan saat keluarga masih menanggung beban emosional akibat belum ditemukannya dua korban, Rasyid dan Zafran. 


Hingga kini, harapan untuk mendapatkan kabar keduanya masih terus dijaga.


Rahmat menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. 


Menurutnya, kehilangan dalam keadaan belum ditemukan menghadirkan ujian yang tidak ringan karena keluarga harus menjalani hari-hari dengan ketidakpastian.


“Kami turut berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Rahmat, Sabtu (2/5/2026).


Ia juga menyinggung proses pencarian yang telah memasuki fase penting. 


Meski tidak berada di lokasi saat momen pencarian puncak berlangsung, ia menegaskan perhatian dan harapan tetap diberikan agar korban dapat segera ditemukan.


“Kami memang tidak bisa hadir saat hari pencarian puncak itu. Namun kami terus berharap, semoga Allah memberikan kemudahan untuk dipertemukan,” katanya.


Menurut Rahmat, dalam peristiwa seperti ini, keluarga tidak hanya membutuhkan kerja pencarian di lapangan, tetapi juga kekuatan batin untuk menghadapi kenyataan yang belum terang. 


Karena itu, ia menilai dukungan moral dari berbagai pihak menjadi hal penting.


Rahmat berharap apa pun hasil yang nantinya terjadi, keluarga tetap diberi keteguhan dalam menerima dan menjalani keadaan.


“Kalaupun belum ditemukan, mudah-mudahan ini tetap menjadi jalan untuk membantu dan menguatkan ayah dan bunda,” tuturnya.


Selain menyampaikan belasungkawa, Rahmat juga memberikan bantuan berupa tali asih kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian. (Jamaldi)