SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).


Pengesahan Perda tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat eksistensi lembaga adat sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman dan dinamika kehidupan masyarakat modern.


Rapat paripurna dihadiri oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, unsur Forkopimda Kota Padang, para Wakil Ketua DPRD Kota Padang, anggota DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan tokoh adat, ninik mamak, dan bundo kanduang se-Kota Padang.


Pengesahan Perda ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan bersama oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir bersama Ketua DPRD Kota Padang Muharlion serta para Wakil Ketua DPRD.


Sebelum pengesahan dilakukan, rapat paripurna terlebih dahulu mendengarkan laporan Panitia Khusus (Pansus), penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD, serta pembacaan konsep keputusan dewan yang menyatakan rancangan peraturan daerah tersebut layak ditetapkan menjadi peraturan daerah.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pengesahan Perda ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran lembaga adat sekaligus memastikan nilai-nilai budaya Minangkabau tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Menurutnya, regulasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya, sehingga keberadaan adat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.


“Selama ini berbagai upaya pelestarian adat dan budaya telah berjalan, baik di lingkungan sekolah, lembaga adat maupun masyarakat. Kini semuanya memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai kegiatan pelestarian budaya dan adat telah dilaksanakan oleh berbagai pihak. Namun dengan adanya Perda tersebut, seluruh program dan aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian adat kini memiliki payung hukum yang jelas sehingga pelaksanaannya dapat lebih efektif, terukur, dan berkesinambungan.


Fadly Amran juga berharap kehadiran Perda ini dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur adat yang selama ini memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.


Menurutnya, ninik mamak, bundo kanduang, serta berbagai unsur adat lainnya memiliki kontribusi yang sangat penting dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.


“Peran ninik mamak, bundo kanduang, dan unsur adat lainnya sangat penting dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, Pemko Padang akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi,” katanya.


Lebih lanjut, Fadly menilai penguatan nilai-nilai adat dapat menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.


Ia menyebut berbagai tantangan sosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, sengketa sosial, hingga perilaku yang bertentangan dengan norma adat dan budaya dapat diminimalisir melalui penguatan fungsi lembaga adat.


Menurutnya, adat dan budaya Minangkabau memiliki nilai-nilai luhur yang selama ini terbukti mampu menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial, kebersamaan, dan ketertiban.


Sebagai tindak lanjut dari pengesahan Perda tersebut, Pemko Padang berkomitmen segera menyusun berbagai kebijakan teknis dan program yang mendukung penguatan lembaga adat di Kota Padang.


“Pemko Padang akan segera menindaklanjuti Perda tersebut melalui berbagai kebijakan teknis dan program penguatan lembaga adat. Mulai dari dukungan operasional, fasilitasi kegiatan adat, hingga sinkronisasi dengan regulasi lain yang berkaitan dengan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan bahwa Perda Nomor 5 Tahun 2026 memiliki arti penting dalam memberikan kepastian hukum bagi keberadaan dan penguatan lembaga adat di Kota Padang.


Ia menjelaskan bahwa selama ini lembaga-lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga nilai budaya, menyelesaikan berbagai persoalan sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan masyarakat.


“Perda tersebut sangat penting guna memberikan kepastian hukum bagi penguatan lembaga adat di Kota Padang, termasuk mendukung peran KAN, LKAAM, ninik mamak, dan bundo kanduang,” ujar Muharlion.


Menurutnya, melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah dan DPRD memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keberlangsungan lembaga adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minangkabau.


Dukungan terhadap pengesahan Perda juga datang dari kalangan tokoh adat. Tokoh adat Kota Padang, Dasman Boy Datuak Rajo Dihilie, menyampaikan apresiasi atas disahkannya regulasi tersebut.


Ia menilai Perda ini merupakan pijakan yang sangat penting dalam memperkuat kelembagaan adat sekaligus mengakomodasi berbagai kepentingan nagari adat yang ada di Kota Padang.


Menurut Dasman Boy, keberadaan Perda tersebut menunjukkan adanya komitmen nyata pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


“Kita berharap implementasi Perda ini nantinya diperkuat melalui regulasi di tingkat nagari sehingga pelestarian nilai adat dan budaya Minangkabau dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan,” katanya.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan Perda ini tidak hanya ditentukan oleh pengesahannya semata, tetapi juga oleh implementasi yang konsisten di lapangan.


Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas sangat diperlukan agar tujuan dari regulasi tersebut dapat tercapai secara optimal.


Dengan disahkannya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau, diharapkan eksistensi lembaga adat semakin kuat dan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.


Selain itu, nilai-nilai luhur budaya Minangkabau diharapkan tetap terjaga, diwariskan kepada generasi muda, serta menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang berkarakter, harmonis, dan berdaya saing di masa depan. (**)

 


SUMBARNET - Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Kota Padang. Persatuan Sepak Bola Padang (PSP Padang) berhasil memastikan diri lolos ke babak 32 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas ASIOP Jakarta pada laga terakhir Grup H yang berlangsung di Stadion Utama Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).


Keberhasilan tersebut disambut penuh sukacita oleh seluruh tim, manajemen, serta para pendukung PSP Padang. Kehadiran langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, di tribun stadion menjadi suntikan semangat tersendiri bagi skuad berjuluk Pandeka Minang yang tampil penuh determinasi sejak menit awal pertandingan.


PSP Padang langsung menunjukkan dominasinya begitu peluit kick-off dibunyikan. Tim asuhan Pelatih Joni Efendi tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan tiga menit.


Gol pembuka dicetak oleh Gibran Tito Kurniawan melalui tendangan spektakuler dari jarak sekitar 25 meter di sisi kiri lapangan yang gagal diantisipasi penjaga gawang ASIOP Jakarta.


Keunggulan cepat tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain PSP Padang. Hanya tujuh menit berselang, tepatnya pada menit ke-10, striker Ariswar Hanif yang merupakan rekrutan dari PSLA Sicincin berhasil menggandakan keunggulan. Gol kedua itu membuat PSP semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.


Meski ASIOP Jakarta berupaya bangkit dan memberikan perlawanan, kokohnya lini pertahanan PSP Padang mampu meredam berbagai serangan yang dibangun lawan. Hingga turun minum, skor 2-0 tetap bertahan untuk keunggulan wakil Kota Padang tersebut.


Memasuki babak kedua, PSP Padang tidak mengendurkan intensitas permainan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke pertahanan ASIOP Jakarta. Kerja keras itu akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-72.


Gol ketiga berawal dari aksi Syarif yang menyisir sisi kanan pertahanan lawan. Dengan cermat, ia mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Lutfi.


Tanpa kesulitan berarti, pemain sayap cepat tersebut menuntaskan peluang menjadi gol dan membawa PSP unggul telak 3-0. Kiper ASIOP Jakarta tidak mampu menjangkau bola yang meluncur deras ke dalam gawang.


Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan gemilang tersebut memastikan PSP Padang mengakhiri fase grup sebagai runner-up Grup H sekaligus mengamankan tiket menuju babak 32 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.


Usai pertandingan, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan seluruh pemain, pelatih, dan manajemen PSP Padang yang telah menunjukkan semangat juang luar biasa sepanjang babak 64 besar.


Menurut Fadly, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta kekompakan seluruh elemen tim yang terus berjuang membawa nama baik Kota Padang di kancah sepak bola nasional.


“Alhamdulillah, perjuangan yang luar biasa. Terima kasih seluruh Tim PSP. Warga Kota Padang bangga,” ujar Fadly Amran usai pertandingan.


Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian tersebut, Fadly Amran langsung memberikan bonus kepada para pemain PSP Padang.


“Malam ini saya berikan jersey PSP dan bonus sebesar Rp20 juta untuk pemain,” ungkapnya.


Fadly menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang akan terus memberikan dukungan terhadap perkembangan sepak bola daerah, termasuk pembinaan atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.


Menurutnya, kemajuan olahraga, khususnya sepak bola, membutuhkan sinergi antara pemerintah, klub, pelatih, serta masyarakat agar mampu melahirkan generasi pesepak bola yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.


Sementara itu, Manajer PSP Padang, Indra Yunaidi, mengaku bangga terhadap kerja keras seluruh pemain yang mampu menjawab tantangan besar dalam pertandingan penentuan tersebut.


Ia mengungkapkan bahwa sebelum laga berlangsung, para pemain menghadapi tekanan cukup berat karena hanya kemenangan yang dapat membuka jalan menuju babak berikutnya.


Namun berkat kerja keras, semangat pantang menyerah, dan kekompakan tim, target tersebut berhasil diwujudkan.


“Tapi berkat kerja keras, akhirnya Dewi Fortuna bersama kami hari ini,” ujar Indra Yunaidi.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, para suporter, serta seluruh masyarakat Kota Padang yang terus memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan PSP Padang selama mengikuti Liga 4 Nasional.


Turut hadir mendampingi Wali Kota Padang dalam pertandingan tersebut antara lain Ketua Umum PSP Padang Amril Amin, Wakil Ketua Umum PSP Padang Oesman Ayub, Manajer PSP Padang Indra Yunaidi, serta Pelatih PSP Padang Joni Efendi.


Keberhasilan melaju ke babak 32 besar menjadi momentum penting bagi PSP Padang untuk terus meningkatkan performa dan menjaga konsistensi permainan.


Dengan modal kemenangan meyakinkan atas ASIOP Jakarta, skuad Pandeka Minang diharapkan mampu melangkah lebih jauh dan mengukir prestasi terbaik di ajang Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.


Optimisme pun semakin menguat di tubuh tim. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang, manajemen klub, serta masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan bagi PSP Padang untuk terus berjuang mengharumkan nama Kota Padang di pentas sepak bola nasional. (**)



Bukittinggi, – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, menghadiri kegiatan IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 yang digelar di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Bukittinggi, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Jam Gadang, ikon sejarah sekaligus kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.


Menurut Evi Yandri, penyelenggaraan Jam Gadang Fun Run tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang Jam Gadang sebagai simbol budaya dan sejarah masyarakat Minangkabau.


"Perayaan 100 tahun Jam Gadang ini menjadi momen berharga untuk mengenang sejarah dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap salah satu ikon kebanggaan Sumatera Barat," ujar Evi Yandri di sela kegiatan.


Ia menilai, kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut berhasil menggabungkan semangat olahraga, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata dalam satu momentum yang positif.


Menurutnya, olahraga menjadi sarana efektif untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Di sisi lain, kegiatan berskala internasional seperti Jam Gadang Fun Run juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi.


"Selain mengajak masyarakat hidup sehat, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi dan menjadi sarana promosi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah," katanya.


Evi Yandri mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian perayaan satu abad Jam Gadang. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan menjadi energi positif untuk pembangunan Sumatera Barat ke depan.


"Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah terus terpelihara demi kemajuan Sumatera Barat yang lebih baik," tuturnya.


Perayaan 100 tahun Jam Gadang melalui IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan semangat sport tourism, tetapi juga memperkuat posisi Jam Gadang sebagai ikon budaya, sejarah, dan destinasi wisata unggulan Sumatera Barat. (***) 



SUMBARNET - Turnamen Mini Soccer JPS Cup 2026 yang memperebutkan trofi bergilir Andre Rosiade berlangsung sukses dan meriah di Lapangan Mini Soccer Dobi, Padang. Ajang yang mempertemukan tim-tim dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga kalangan jurnalis itu tidak hanya menghadirkan persaingan sengit, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpeserta.


Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Presiden Klub Semen Padang FC Andre Rosiade memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen yang dinilainya mampu menjadi wadah membangun persaudaraan melalui olahraga.


Menurut Andre, sepak bola bukan sekadar pertandingan untuk mencari pemenang, melainkan sarana memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan solidaritas di tengah masyarakat.


"Sepak bola adalah pemersatu. Melalui turnamen seperti ini, kita melihat bagaimana olahraga mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana yang penuh kegembiraan dan persaudaraan," kata Andre.


Sepanjang turnamen, seluruh peserta menunjukkan semangat juang tinggi dengan tetap menjunjung sportivitas. Atmosfer kompetitif yang sehat mewarnai setiap pertandingan hingga partai puncak.


Pada akhir turnamen, Humas FC Semen Padang tampil sebagai juara setelah menunjukkan performa konsisten sejak fase awal hingga laga final. Sementara posisi runner-up diraih Bawaslu FC yang juga tampil impresif sepanjang kompetisi.


Selain penghargaan untuk tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah individu yang menorehkan prestasi selama turnamen berlangsung.


Pemain terbaik diraih Mafral dari Bawaslu FC. Penghargaan kiper terbaik diberikan kepada Redo Jayusman dari Soccer Jurnalis. Sementara gol terbaik diraih Jamaldi dari Soccer Jurnalis.


Adapun gelar pelatih terbaik jatuh kepada Buyung Ismu yang sukses membawa Humas FC Semen Padang meraih gelar juara. Untuk kategori top skor, penghargaan diberikan kepada Oktrarizalni dan Rian dari Humas FC Semen Padang setelah sama-sama mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen.


Sementara itu, penghargaan manajer terbaik diberikan kepada Novrianto Ucok dari Soccer Jurnalis atas dedikasi dan kontribusinya selama kompetisi berlangsung.


Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi mengatakan, JPS Cup 2026 bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat hubungan antarlembaga, perusahaan, komunitas, dan insan pers di Sumatera Barat.


"Alhamdulillah, turnamen berjalan lancar, penuh semangat persaudaraan, dan seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Ini yang menjadi tujuan utama dari penyelenggaraan JPS Cup," ujarnya.


Ketua Panitia JPS Cup 2026 Fardianto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga turnamen dapat berlangsung sukses dan mendapat sambutan positif dari peserta.


"Kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andre Rosiade, PT SIG, PT Nindya Karya, PT Semen Padang, PT KAI, Bank Nagari, BRI, dan Pertamina serta siaran langsung dari SumbarLive TV. Dengan support yang luar biasa, JPS Cup 2026 terselenggara dengan baik. Kebanggaan bagi kami dan terima kasih atas dukungan yang diberikan," ujar Fardianto didampingi Sekretaris JPS Gilang Gardhiolla Gusvero.


Turnamen yang diikuti Bawaslu FC, Election FC, Angkasa Pura FC, Semen Padang FC, Bank Nagari FC, Pertamina FC, serta dua tim Soccer Jurnalis tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu menghadirkan ruang kolaborasi yang positif. JPS Cup 2026 pun ditutup dengan semangat kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta sekaligus memperkuat jaringan persahabatan di Sumatera Barat. (***)

 


PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang secara resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota Padang dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).


Penyampaian Ranperda tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang mewakili Wali Kota Padang. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, para Wakil Ketua DPRD Kota Padang, anggota DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Dalam nota keuangan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan di hadapan anggota dewan, Maigus Nasir mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih Pemko Padang, terutama keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.


Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang baik, transparan, dan akuntabel.


“Raihan WTP ini menjadi yang ke-13 kalinya bagi Pemko Padang dan ke-12 secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2014. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen dan kerja sama antara Pemko dan DPRD dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan,” ujar Maigus Nasir dalam sambutannya.


Ia menegaskan, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah serta memperkuat sistem pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.


Lebih lanjut, Maigus menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian dari implementasi Program Unggulan (Progul) “Padang Amanah”, yang menitikberatkan pada penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.


Dalam laporan realisasi APBD Tahun Anggaran 2025, Pemko Padang mencatat capaian pendapatan daerah sebesar Rp2,85 triliun atau 99,15 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,88 triliun. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp924,53 miliar atau 102,99 persen dari target Rp897,69 miliar.


Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan sekaligus menjaga stabilitas pengelolaan keuangan daerah di tengah berbagai tantangan pembangunan.


Maigus Nasir juga menyampaikan harapan agar Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat segera dibahas bersama DPRD Kota Padang sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Pemko Padang berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Kami berharap, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan diproses DPRD Kota Padang sesuai ketentuan, sehingga dapat ditetapkan menjadi Perda secara tepat waktu,” katanya.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyampaikan apresiasi atas penyampaian Ranperda tersebut. Ia menegaskan bahwa DPRD akan segera menindaklanjuti proses pembahasan dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas mengkaji dan membahas substansi Ranperda bersama OPD terkait.


Menurut Muharlion, pembahasan yang dilakukan nantinya bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 telah sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang.


“Kita akan bahas Ranperda ini bersama OPD terkait, semoga dapat ditetapkan menjadi Perda sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Muharlion.


Melalui penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kota Padang dan DPRD diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Keberhasilan mempertahankan opini WTP serta tingginya realisasi pendapatan daerah menjadi indikator positif bahwa pengelolaan keuangan daerah Kota Padang terus berada pada jalur yang tepat.


Capaian tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan program pembangunan dan pelayanan publik yang lebih optimal pada tahun-tahun mendatang. (**)



PADANG – Pemerintah Kota Padang resmi menerapkan sistem Pengawasan Elektronik Terintegrasi (E-Audit) sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.


Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Integrasi dan Pemanfaatan Data dalam Rangka Pengawasan Elektronik (E-Audit Terintegrasi) di lingkungan Pemerintah Kota Padang yang berlangsung di Kantor Inspektorat Kota Padang, Jumat (5/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Inspektur Kota Padang Sonny Budaya Putra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD, Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Elvira, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Novalino, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (APP) Erwin M, serta jajaran Inspektur Pembantu (Irban) di lingkungan Inspektorat Kota Padang.


Penandatanganan kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi sistem pengawasan internal pemerintah daerah.


Melalui integrasi berbagai sumber data strategis, Pemerintah Kota Padang berkomitmen membangun sistem pengawasan yang lebih efektif, cepat, dan mampu mendeteksi potensi permasalahan sejak dini.


Inspektur Kota Padang Sonny Budaya Putra mengatakan bahwa implementasi e-audit merupakan bagian dari transformasi digital yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Padang.


Menurutnya, sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.


“E-audit bertujuan untuk efisiensi birokrasi, deteksi dini terhadap potensi penyimpangan khususnya dalam aspek pengawasan internal. Ini juga menggeser metode pengawasan post-factum menjadi pengawasan yang bersifat real-time,” ujarnya.


Sonny menjelaskan, selama ini proses pengawasan umumnya dilakukan setelah suatu kegiatan atau program selesai dilaksanakan.


Dengan sistem e-audit, pengawasan dapat dilakukan secara langsung melalui pemanfaatan data yang terintegrasi sehingga potensi penyimpangan dapat diketahui lebih cepat dan langkah perbaikan dapat segera dilakukan.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penerapan e-audit juga akan memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) melalui pemanfaatan data yang terhubung dan dapat diakses sesuai kewenangan masing-masing.


Kesepakatan bersama tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup integrasi data yang menjadi elemen penting dalam pelaksanaan pengawasan elektronik.


Di antaranya adalah data anggaran dan realisasi keuangan, data pengadaan barang dan jasa, registrasi kontrak, hingga penyediaan infrastruktur serta jaringan teknologi informasi yang mendukung operasional sistem.


Dengan adanya integrasi tersebut, Inspektorat dapat melakukan pemantauan terhadap berbagai aktivitas pemerintahan secara lebih komprehensif dan berbasis data.


Selain itu, data yang tersedia secara real time memungkinkan proses analisis dan pengambilan keputusan dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.


Penerapan e-audit juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Kota Pintar (Smart City). Sistem ini mendukung pengembangan pemerintahan digital yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional, termasuk program transformasi digital yang didorong oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.


Selain mendukung tata kelola pemerintahan modern, e-audit juga menjadi bagian dari implementasi Ekosistem Satu Data Indonesia (SDI).


Melalui integrasi data lintas instansi, sistem ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan, validitas, konsistensi, serta keamanan data yang digunakan dalam proses pengawasan dan pengambilan kebijakan.


Dalam kesempatan yang sama, Irban III Inspektorat Kota Padang, Metri, menyampaikan bahwa kehadiran e-audit akan semakin memperkuat fungsi pengawasan yang dijalankan Inspektorat.


Tidak hanya dalam proses pemantauan kegiatan pemerintah daerah, tetapi juga dalam memastikan setiap rekomendasi hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti secara optimal.


“Dengan e-audit, Inspektorat juga bisa mengawal dan memastikan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan internal maupun eksternal,” katanya.


Menurutnya, sistem tersebut akan memberikan kemudahan dalam memantau perkembangan tindak lanjut hasil audit secara berkelanjutan.


Dengan demikian, seluruh rekomendasi yang diberikan dapat dipastikan berjalan sesuai target dan waktu yang telah ditetapkan.


Pemerintah Kota Padang berharap penerapan e-audit terintegrasi dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.


Melalui pemanfaatan teknologi digital serta pengelolaan data yang terintegrasi, pengawasan internal diharapkan semakin adaptif terhadap tantangan zaman dan mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.


Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi informasi, guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) gelar kegiatan penutupan dengan Parade 100 Penyair, dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kegiatan ini berlangsung di Pedestrian Jam Gadang, Sabtu, 6 Juni 2026.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, Jam Gadang telah menjadi icon yang tidak hanya dikenal secara nasional tapi juga internasional. Keberadaannya mirip simbol persatuan sejarah perjuangan serta penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat.


"Semoga dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang diharapkan memberikan motivasi yang kuat bagi pemerintah untuk terus membangun Kota Bukittinggi, meningkatkan pelayanan publik serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bukittinggi," ungakpnya.


Ketua IMLF ke-4, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang diberikan sehingga pelaksanaan IMLF ke-4 berlangsung meriah dan sukses.


"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang luar biasa, sehingga pelaksanaan IMLF ke-4 dapat berlangsung dengan meriah dan sukses, serta menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Jam Gadang," ungkapnya. (**)

 


Bukittinggi, – Sebanyak 2.000 pelari dari 38 negara memeriahkan International Jam Gadang Fun Run 2026 yang digelar di kawasan Jam Gadang, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang berlangsung meriah dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.


Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri sekaligus Ketua DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya dukungan terhadap perayaan satu abad ikon Kota Bukittinggi tersebut.


"Saya melihat antusiasme peserta sangat luar biasa. Dalam waktu persiapan hanya dua bulan, kami berhasil menghadirkan sekitar 2.000 pelari pada International Fun Run Jam Gadang 2026," kata Denny.


Menurut Denny, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol persahabatan dan kolaborasi internasional. Kehadiran peserta, tamu, dan perwakilan berbagai negara menjadi peluang bagi Bukittinggi untuk memperluas jejaring kerja sama di masa mendatang.


Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi, sponsor, relawan, panitia, serta berbagai pihak yang ikut menyukseskan perayaan 100 Tahun Jam Gadang.


Di balik suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut, Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, menilai kolaborasi menjadi faktor utama yang menggerakkan seluruh rangkaian acara.


"Kolaborasi dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini melibatkan banyak pihak, baik dari sektor swasta, BUMN, pemerintah maupun kalangan akademisi. Kami bersyukur seluruh pihak memberikan dukungan yang luar biasa meski persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat," ujar Imelda.


Menurut Komisaris Independen PT Angkasa Pura Indonesia itu, jaringan alumni Universitas Andalas yang tersebar di berbagai bidang profesi menjadi kekuatan penting dalam menghimpun dukungan untuk kegiatan tersebut.


"Alumni Universitas Andalas saat ini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi hingga pemerintahan. Jaringan inilah yang kemudian kami gerakkan untuk mendukung dan menyukseskan perayaan 100 Tahun Jam Gadang," katanya.


Imelda menjelaskan, tujuan kolaborasi yang dibangun tidak hanya untuk menghadirkan sebuah event berskala internasional, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.


"Kami ingin membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk membantu pengembangan daerah, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan banyak pihak," ujarnya.


Menurutnya, peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan besar yang memberikan dampak positif bagi daerah.


"Momentum ini membuktikan bahwa ketika berbagai elemen bersatu, banyak hal positif yang dapat diwujudkan untuk kemajuan daerah," tuturnya.


Imelda berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam perayaan satu abad Jam Gadang tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan dan promosi daerah di masa mendatang. (***)

 


Bukittinggi, – Petjah!!! Sejak start hingga finish, sekitar 2.000 pelari dari berbagai komunitas memadati kawasan pusat Kota Bukittinggi pada International Jam Gadang Fun Run 2026, Minggu (7/6/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta telah memenuhi garis start di depan Istana Bung Hatta dengan latar belakang ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Jam Gadang.


Ajang yang menjadi bagian dari perayaan 100 Tahun Jam Gadang itu berlangsung meriah. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk ikut berlari mengelilingi kota wisata yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah perjuangan bangsa tersebut.


"Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang, kolaborasi IKA UNAND dan Pemko Bukittinggi didukung oleh berbagai kementerian dan InJourney. Jam Gadang Fun Run 2026 ini sebagai wujud kebanggaan bahwa Bukittinggi ini adalah kota bersejarah dan legendaris pariwisata Sumbar, bahkan Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, usai pelepasan peserta oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.


Menurut Imelda, peringatan satu abad Jam Gadang menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bukittinggi kepada generasi muda serta masyarakat dunia.


Jam Gadang sendiri memiliki sejarah panjang yang melekat dengan perjalanan Kota Bukittinggi. Menara jam ikonik itu mulai dibangun pada 1926 dan selesai pada 1927. Peresmiannya dilakukan pada 25 Juli 1927 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.


"Menara jam ikonik ini dibangun pada masa Hindia Belanda sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris (controleur) Fort de Kock, yang saat itu merupakan nama lama wilayah Bukittinggi," ujar Ramlan Nurmatias mengutip berbagai sumber literasi sejarah Jam Gadang.


Dengan tinggi sekitar 26 meter, Jam Gadang menjadi salah satu bangunan paling dikenal di Sumatera Barat. Mesin jamnya dibuat oleh perusahaan Vorthmann di Recklinghausen, Jerman, dan hingga kini masih berfungsi dengan baik.


Salah satu keunikan Jam Gadang terletak pada penulisan angka empat yang menggunakan simbol Romawi "IIII", bukan "IV" sebagaimana lazim digunakan pada kebanyakan menara jam di dunia.


Selain itu, bentuk atap Jam Gadang juga mengalami beberapa perubahan seiring perjalanan sejarah Indonesia. Pada masa Belanda, atapnya bergaya Eropa. Saat pendudukan Jepang, bentuk atap diubah mengikuti arsitektur Jepang. Setelah Indonesia merdeka, atap tersebut diganti menjadi bergaya gonjong Rumah Gadang Minangkabau yang menjadi ciri khasnya hingga sekarang.


Di kota yang pernah menjadi ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebelum berpindah ke Padang itu, Jam Gadang terus menjadi magnet wisata utama.


"Kota ini kota bersejarah, kota yang pernah menjadi ibu kota RI masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia, ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Sumatera Barat sebelum pindah ke Kota Padang. Kota ini kini menjadi kota pedestrian dan kota solusi, bukan kota yang mendatangkan masalah bagi warganya," ujar Ramlan.


Perayaan 100 Tahun Jam Gadang juga mendapat perhatian sejumlah tamu internasional. Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, turut hadir dan menyaksikan kemeriahan kegiatan dari kawasan Jam Gadang.


"Pak Dubes berulang kali sebut Bukittinggi nice, very nice," kata Ramlan.


Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengaku bangga karena kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan kegiatan internasional dalam waktu persiapan yang relatif singkat.


"Kerja kolaborasi alumni UNAND dalam waktu 1,5 bulan bisa menggelar International Jam Gadang Fun Run 2026. Pagi sebelum matahari sehat di langit Jam Gadang, kita lepas 2.000 pelari, juga meriah simbol persahabatan dan relasi, friendship relation," ujarnya.


Denny juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan pembangunan bangsa.


"Our next generation, ayo semangat untuk Indonesia Maju 2045," tutupnya. (***)

 


SUMBARNET - Sebanyak 12 pelari BRILiaN Runners Padang yang terdiri dari pekerja BRI Region 3 Padang dan anak perusahaan ikut memeriahkan Jam Gadang Run yang dihelat pertama kali di Bukittinggi Minggu 7 Juni 2026 sekaligus memperingati hari jadi Jam Gadang ke 100 tahun.


BRI yang juga selaku sponsor event ini mengirimkan 9 pelari pria yakni Muhammad Dani, Rifaldo, Afly Swirya, Rezki Rifai, Alan Novendra, Vegi Harvan, Hernando, Ikbar Sobri dan Febrika Pratama dan 3 pelari wanita yakni Indah Permita Sari, Olin Nofita dan Annisa Rahma. 


RCEO BRI Region 3 Padang Riza Pahlevi melalui Branch Office Head BRI Bukittinggi Kurniadi mengatakan, event ini juga merupakan pemanasan bagi BRILiaN Runners Padang untuk event besar Jakarta International Marathon minggu depan di Gelora Bung Karno Jakarta.


Kurniadi menambahkan, BRI juga menyambut baik event ini dan berharap event ini akan menjadi event tahunan sehingga bisa meningkatkan pariwisata Sumatera Barat khususnya Kota Bukittinggi dan juga memasyarakatkan olahraga lari.


Tentunya sebagai salah satu Bank terbesar di Indonesia. BRI akan selalu hadir didalam event yang mengedepankan edukasi, kesehatan serta olahraga. Melalui 14 Branch Office di seluruh Sumatera Barat dan Sungai Penuh BRI Region 3 Padang siap melayani nasabah dengan setulus hati. (**)