Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama dan dr. Suir Syam, mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi, Rabu (13/5/2026). Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyerahkan proposal bantuan penunjang kesehatan senilai Rp44 miliar.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, RSUD Bukittinggi diresmikan pada 18 Januari 2021. Memasuki tahun 2026, rumah sakit milik Pemerintah Kota Bukittinggi itu baru berusia lima tahun. Menurutnya, masih banyak peralatan kesehatan yang dibutuhkan agar pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara lebih maksimal.


Ramlan menambahkan, pengembangan RSUD Bukittinggi tentu membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat serta anggota DPR RI. Ia mengakui, tanpa bantuan pemerintah pusat, perkembangan rumah sakit akan berjalan lebih lambat.


Selain itu, Pemko Bukittinggi saat ini tengah menyusun perencanaan pembangunan ruang CT scan dan cathlab. Sebagai fasilitas penunjang bagi keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit, juga tersedia supermarket dan koperasi. Ke depan, akan dibangun mushala oleh pihak ketiga.


Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengapresiasi langkah Wamenkes RI yang aktif mengunjungi rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, setiap kunjungan dilakukan untuk menjemput langsung berbagai kebutuhan rumah sakit, baik dari sisi fisik bangunan, sumber daya manusia, maupun alat penunjang kesehatan.


“Untuk itu, kami meminta kepada Pak Wamen agar kebutuhan RSUD Bukittinggi dapat dibantu secara maksimal, sehingga rumah sakit ini menjadi salah satu yang terbaik di Sumatra Barat,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.


Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, yang akrab disapa dr. Benny, menyampaikan kekagumannya terhadap RSUD Bukittinggi yang dibangun menggunakan APBD. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, merupakan pemimpin yang peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.(**)

 


Padang - Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Perwakilan Anak Nagari Limau Manih (F Peran Lima) mendatangi kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu (13/5/2026).


Ketua Koordinator Aksi, Iwan Sanek mengatakan, "ini merupakan buntut dari protes keras terhadap sebuah kelompok yang secara sepihak mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Anak Nagari Limau Manis," katanya.


​"Kami mendesak perangkat KAN beserta jajaran Ninik Mamak agar tidak memberikan ruang maupun legitimasi terhadap keberadaan aliansi tersebut," katanya.


Dalam tuntutannya, F Peran Lima meminta agar segala bentuk kegiatan yang membawa nama aliansi itu segera dibekukan dari bumi Limau Manis.


​Terancamnya Harmoni CSR PT Semen Padang


Iwan Sanek menyebut, "pemicu utama gejolak ini adalah adanya pernyataan sepihak dari aliansi tersebut yang menyuarakan ancaman pemboikotan terhadap produk pabrik PT Semen Padang," sebutnya didampingi Eka Putra Kurniadi, ST Ketua F Peran Lima.


​Langkah provokatif itu sontak memantik amarah warga. Massa menilai tindakan boikot sangat gegabah dan berpotensi merusak ekosistem Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang—sebuah program yang telah berjalan harmonis dan memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup warga setempat selama puluhan tahun.


​Iwan Sanek meluruskan narasi tersebut, ia dengan tegas menepis klaim aliansi yang merasa mewakili suara masyarakat Limau Manis.


​”Kami tidak pernah mengakui adanya Aliansi Anak Nagari Limau Manis tersebut, serta menolak keras pernyataan pengancaman pemboikotan. Bubarkan Aliansi Anak Nagari Limau Manih beserta oknumnya,” tegas Iwan Sanek dengan nada lantang di hadapan para perangkat adat.


​Ultimatum Penyegelan Kantor KAN


​Terlihat dari pantauan media, aksi damai ini sempat diwarnai dengan ketegangan ketika massa menjatuhkan ultimatum yang cukup keras.


"Kami tidak akan segan-segan menyegel bangunan Kantor KAN Limau Manis apabila aspirasi mereka diabaikan. Bagi kami pembubaran aliansi adalah harga mati yang harus segera dieksekusi oleh para pemangku adat," ujar Iwan.


​Perwakilan tokoh adat setempat, Datuak Rajo Kamunyang, akhirnya angkat bicara. Upaya persuasif dilakukan guna meredam tensi massa yang memadati area pelataran kantor KAN. Ia berjanji akan merespons tuntutan Anak Nagari ini dengan serius.


​”Kami akan mempertimbangkan kembali hal ini dan akan segera menindaklanjutinya,” ungkap Datuak Rajo Kamunyang, mencoba menenangkan massa. (**)

 


SUMBARNET - Jalan penghubung antara Nagari parit Koto Balingka menuju jorong Rojang, jorong Roba julu Nagari Situak Kecamatan Lembah Melintang sudah sangat parah dan mengkhawatirkan.


Hal ini disampaikan oleh Amon salah seorang warga pengguna jalan kepada media ini, pada Rabu (13/5/2026).


"Jarak yang kurang lebih 18km dari simpang parit menuju Jorong Roba julu, adalah salah satu akses penting dan terpanjang di daerah ini," katanya.


Ia menyebut, "jalan ini menghubungkan tiga kecamatan di Pasaman Barat, kecamatan yang di lalui yaitu, Koto Balingka, Lembah Melintang, dan Ranah Batahan," sebutnya.


Diketahui ditiga kecamatan ini tedapat banyak kejorongan dan penduduk yang tinggal di sana.


"Jalan yang di aspal sejak tahun 1993 sampai saat ini belum juga ada perhatian dari pemerintah, dari usianya jalan ini sekarang kondisinya sangat memprihatinkan," sebut Amon.


"Parahnya jalan ini di mana mana berlubang dan aspalnya sudah pada hanyut, apa lagi saat musim hujan," ujarnya.


Warga lain menambahkan, "padahal Bupati dan Wakil Bupati sering lewat sini, tapi tidak ada perubahan, apa tidak terasa ya jalannya jelek begini," ujarnya sambil senyum tipis. 


Mereka berharap perhatian serius dari pihak pemerintah, jangan tunggu ada korban yang jatuh atau tabrakan akibat menghindari lubang. (Samino Sam)

 


Pekanbaru – Kedekatan Polri dengan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya melalui Program Polisi Cinta Petani yang dilaksanakan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Pekanbaru. Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat tani melalui pendampingan rutin serta bantuan di bidang pertanian.


Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Kawasan Pelabuhan aktif turun langsung ke lahan pertanian masyarakat untuk memberikan dukungan moril, membantu perawatan tanaman, hingga menyalurkan bantuan pertanian seperti pupuk dan obat rumput kepada kelompok tani.


Kapolsek Kawasan Pelabuhan Iptu Teddy menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.


“Melalui Program Polisi Cinta Petani, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat, khususnya para petani yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan,” ujar Kapolsek.


Selain melakukan pendampingan, personel juga rutin memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat mengelola lahan pertanian serta menjaga produktivitas tanaman demi meningkatkan hasil panen.


Para petani mengaku senang dan merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh pihak kepolisian. Menurut mereka, kehadiran personel Polri di tengah aktivitas pertanian memberikan semangat dan rasa kebersamaan dalam mendukung kemajuan sektor pertanian.


Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kawasan Pelabuhan berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan di tengah masyarakat. (**)



​PADANG, - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang hari besar keagamaan Idul Adha 2026. Upaya ini membuahkan hasil positif dengan tercatatnya penurunan angka inflasi yang signifikan di Kota Padang.


​Berdasarkan data terbaru pada bulan April 2026, angka inflasi Kota Padang secara year-on-year berada di level 1,97 persen. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,3 persen.


Pencapaian ini juga selaras dengan target pemerintah pusat yang menetapkan rentang inflasi daerah di angka 2,5 persen +-1 persen. 


Penurunan angka inflasi di Kota Padang itu terungkap pada High Level Meeting TPID Provinsi Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Padang, Selasa (12/5/2026). 


Kepala Bagian Perekonomian dan PSDA Setdako Padang, Indra Noveri mengatakan, Pemko Padang mengoptimalkan ​empat langkah strategis pengendalian inflasi. 


Pertama melalui ​Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di seluruh kelurahan (104 kelurahan) di Kota Padang dengan menggandeng Bulog dan Bank Indonesia untuk memastikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat.


Kedua, ​pemantauan harga real-time dengan petugas melakukan pencatatan harga setiap hari di sembilan pasar utama di Kota Padang. 


"Masyarakat dapat memantau perkembangan harga ini secara transparan melalui aplikasi Padang Mobile, Sidingdang, dan aplikasi milik Kementerian Pangan," katanya. 


Ketiga melalui ​komunikasi efektif melalui sosialisasi dan menginformasikan kondisi harga terkini kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi pasar.


Keempat, subsidi transportasi dengan penyaluran subsidi melalui transportasi  layanan Trans Padang di enam koridor tetap dijalankan guna menjaga agar biaya logistik dan angkutan tetap terjangkau.


​Dalam langkah koordinasi lanjutan, Pemko Padang telah menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 7 Mei 2026 di Gedung Putih Rumah Dinas Balaikota. 


Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Forkopimda, serta seluruh jajaran OPD dan Camat.


​"Dari hasil pertemuan tersebut, kita mendapatkan gambaran bahwa kondisi pangan di Kota Padang dalam status aman. Kami siap menghadapi hari besar keagamaan Idul Adha," ujar Indra Noveri.


​Selain pangan, pemerintah juga fokus memantau ketersediaan barang bersubsidi lainnya seperti Minyakita, BBM, dan LPG agar distribusi di tengah masyarakat tetap lancar. (AdF/Taufik/Charlie)



PADANG, - Tiga siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padang meraih prestasi tingkat nasional pada ajang Kompetisi Siswa Sains Muslim Indonesia (KOSSMI) tingkat nasional. 


Ajang yang diadakan di Telkom University Bandung itu ditabuh 9-10 Mei 2026, membawa Tiga siswa yakni Hazima Ansaria Hadil yang meraih medali emas Matematika. Kemudian Faizal Mahfuz Yuslim dikalungkan medali perak Matematika. Sementara Daffa Al Ayyubi menyabet medali perunggu IPS. 


Prestasi ini mendapat acungan jempol dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menuturkan raihan prestasi ini membuktikan bahwa siswa sekolah di Padang terbilang mumpuni. 


"Kita bangga atas pencapaian ketiga siswa SMPN 1 Padang, ini bukti bahwa siswa Kota Padang mampu berprestasi di tingkat nasional," ungkap Yopi, Senin (11/5/2026). 


Yopi berharap, prestasi yang diraih SMPN 1 Padang dapat diikuti oleh siswa SMP lain. Ia menginginkan tiap siswa ikut di setiap gelaran perlombaan, sesuai dengan semangat dan Progul Padang Juara yang diusung Wali Kota Padang. 


"Harapan kita melalui kompetisi yang diikuti, rasa percaya diri siswa semakin meningkat, kompetensinya pun terus bertambah," harap Kadisdikbud. 


Prestasi siswa SMPN 1 Padang sekaligus membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan dedikasi mampu mengalahkan keterbatasan dan Progul Padang Juara yang digagas Wali Kota Padang semakin dirasakan di tengah siswa sekolah. (Charlie)



Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) India di Medan Ravi Shanker Goel, di Takana Nasi Padang Resto, Senin malam (11/5/2026).


Pertemuan yang berlangsung hangat ini membahas berbagai peluang kerja sama antara India dengan Kota Padang, mulai dari bidang pendidikan, pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), kesehatan, hingga kebudayaan.


Fadly Amran menyampaikan bahwa kunjungan Konjen India ke Kota Padang dalam rangka mendampingi Duta Besar India yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat dalam waktu dekat ini. 


“Kami menjamu Konjen India beserta rombongan dan berterima kasih atas kerja sama selama ini, yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kita dan ASN Pemko Padang untuk berangkat dan belajar ke India,” ujar Fadly Amran didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi.


Fadly Amran menambahkan, Pemerintah Kota Padang mempunyai Program Unggulan (Progul) Padang Juara, yang salah satu fokusnya memberikan kesempatan kepada generasi muda Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui program beasiswa.


“Tadi Konjen India juga menyampaikan akan mencoba mencarikan peluang beasiswa bagi anak-anak Kota Padang yang ingin berkuliah di India. Kami berharap ini bisa segera terwujud,” tambahnya.


Sementara itu, Ravi Shanker Goel menjelaskan, bahwa hubungan India dengan Sumatera Barat memiliki nilai historis yang kuat, salah satunya keberadaan komunitas India di masa lalu yang turut membangun Masjid Muhammadan di Kota Padang.


“Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat bertemu dengan Bapak Wali Kota Fadly Amran beserta tim. Padang adalah kota penting di Sumatera Barat dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan India,” ujarnya.


Ravi Shanker Goel menambahkan bahwa pihaknya sebelumnya juga telah berdiskusi dengan Universitas Andalas terkait peluang kerja sama akademik. 


“Universitas-universitas di India terbuka bagi mahasiswa asing dan ada peluang besar bagi pelajar dari Padang dan Sumatera Barat untuk melanjutkan pendidikan S1, S2, maupun S3 di India. Kami siap mendukung program kerja sama pendidikan ke depannya,” jelasnya. (**)



LEBAK,_Sudah semestinya bagi dapur Makan bergizi gratis diistirahatkan dulu atau disuspend sebelum memenuhi atau melaksanakan oprasionalnya dengan benar dan tanpa ampun apabila melanggar SOP seperti halnya di SPPG Ciginggang Gunungkencana karena bisa berdampak kemana-mana terutama pada kualitas menu dan dampak lingkungan 13/08/2026.


Ketua Fast Respon Center Indonesia Center FRIC  kabupaten Lebak A.Sutisna setiap berkunjung monitor ke beberapa dapur SPPG kabupaten Lebak selalu memberi saran dan mengingatkan, "Tolong jangan abaikan intruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, Lengkapi segera tempuh semua persyaratan sesuai aturan yang ditetapkan, jangan abai melanggar SOP bukan saja penerima manfaat yang dirugikan tapi pengelola dapur dan mitra juga ikut rugi karena istirahat sementara atau di suspend," tegasnya.


"Kami tim Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPC kabupaten Lebak demi membantu program presiden Prabowo akan eksis  dan tak akan pandang bulu dapur SPPG  siapapun yang abai dan tidak melaksanakan SOP dengan benar akan dilaporkan kepada pihak Korkab BGN Lebak maupun ke Satgasus kabupaten Lebak agar segera di tindak lanjuti ke BGN Pusat," imbuhnya.


"Program presiden Prabowo ini adalah kesempatan bagi kita khususnya bagi pengusaha UMKM di lingkungan sekitar Dapur SPPG bisa berkontribusi dan meningkatkan sumber pendapatan serta Relawan bisa ada penghasilan untuk membantu kerja, juga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdampak positif dan menguntungkan bagi lingkungan sekitar, tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga meliputi aspek sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat lokal," katanya.


Adanya dapur SPPG bagi lingkungan sekitar menggerakkan ekonomi desa dengan menyerap hingga bahan baku lokal dari petani, peternak, dan nelayan setempat.


Dapat meningkatkan perputaran ekonomi di desa dan memperkuat daya saing UMKM sekitar.


Dengan adanya dapur SPPG di lingkungan sekitar lapangan tercipta lapangan kerja baru diutamakan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, mulai dari juru masak, staf distribusi, dan tim pengemasan. Ini mengurangi angka pengangguran di tingkat desa.


Dapur  SPPG berfungsi juga pusat edukasi bagi masyarakat sekitar dan relawan mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, dan higienis.


Pelaksanaan dapur SPPG harus menerapkan sistem tanpa limbah,di mana sisa makanan dipilah dan dikelola untuk pakan ternak atau pupuk organik.


Kenapa tempat dapur SPPG harus dirancang dengan standar higienis yang tinggi, termasuk instalasi pengolahan air limbah karena untuk menjaga kesehatan dan menjaga kwalitas menu makanan serta menjaga dampak lingkungan sekitar.


"Sinergitas dengan lingkungan sosial dimasyarakat menjadi kuat menjadikan pusat aktivitas yang melibatkan warga sekitar dan meningkatkan hubungan sosial sehingga tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat," tutupnya. (**)

 


PEKANBARU – Polda Riau menggelar konferensi pers pengungkapan hasil Operasi Antik Lancang Kuning (LK) 2026 di Mapolda Riau, Selasa (12/5/2026). Dalam konferensi pers tersebut, jajaran kepolisian membeberkan capaian besar selama operasi berlangsung, mulai dari ratusan kasus narkoba yang berhasil diungkap hingga penyitaan barang bukti dalam jumlah besar.


Konferensi pers dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H. didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol. Putu Yudha Prawira serta dihadiri pejabat utama Polda Riau dan awak media.


Dalam pemaparannya, Brigjen Hengki menyampaikan bahwa selama 22 hari pelaksanaan Operasi Antik LK 2026, Polda Riau bersama jajaran berhasil mengungkap 435 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan total 557 tersangka diamankan dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.


Operasi tersebut digelar sejak 16 April hingga 7 Mei 2026 dengan mengedepankan langkah preventif, preemtif, hingga penegakan hukum secara masif.


“Selain penegakan hukum, kami juga melaksanakan kegiatan preventif dan preemtif seperti sosialisasi, penyuluhan, edukasi, patroli serta razia di tempat hiburan malam, kos-kosan hingga lokasi rawan narkoba,” ujar Brigjen Hengki Hariyadi saat konferensi pers.


Selama operasi berlangsung, jajaran kepolisian tercatat melaksanakan 4.128 kegiatan preventif dan 1.431 kegiatan patroli serta razia di berbagai daerah di Riau.


Dari ratusan kasus yang diungkap, polisi menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar, di antaranya sabu seberat 31,85 kilogram, 2.319 butir ekstasi, ganja seberat 110,74 gram, 62 butir Happy Five, serta 761 cartridge mengandung etomidate.


Tak hanya itu, aparat juga menyita uang tunai Rp159 juta yang diduga hasil transaksi narkoba, lima unit mobil, satu unit speedboat yang digunakan untuk menjemput barang dari luar negeri, 128 unit sepeda motor, serta 467 unit telepon genggam milik para tersangka.


Brigjen Hengki mengungkapkan, dari total 557 tersangka yang diamankan, sebanyak 487 orang dilakukan penahanan karena terlibat jaringan peredaran narkoba. Sementara 70 orang lainnya direhabilitasi berdasarkan hasil assesmen terpadu.


“Pengungkapan ini berhasil menyelamatkan sekitar 162.754 jiwa anak bangsa dari ancaman bahaya narkoba,” tegasnya.


Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira menegaskan bahwa mayoritas tersangka yang ditangkap merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika, bukan sekadar pengguna.


“Rata-rata setiap hari selama operasi berlangsung kami berhasil menangkap sekitar 25 tersangka. Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Riau masih menjadi ancaman serius yang harus diperangi bersama,” ujarnya.


Menurut Putu Yudha, sebagian besar narkotika yang berhasil diungkap berasal dari jaringan internasional yang masuk melalui wilayah perbatasan Riau dengan negara tetangga.


“Riau merupakan wilayah strategis sekaligus rawan menjadi jalur masuk narkotika dari luar negeri. Karena itu, perang terhadap narkoba menjadi perhatian serius kami,” katanya.


Ia menegaskan, Polda Riau menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kejahatan narkotika dan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat melalui pembentukan Satgas Narkoba serta program Kampung Tangguh Anti Narkoba.


“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tutup Kombes Putu Yudha. (**)

  


SUMBARNET - Kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas kembali digaungkan oleh jajaran Polisi Lalu Lintas melalui kampanye kreatif bertajuk “Sipaling Kicau Mania”.


Kampanye ini mengajak para pecinta burung berkicau atau kicau mania untuk tidak hanya menyalurkan hobinya, tetapi juga selalu mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.


Dengan mengusung semangat:


“Polantas Presisi hadir untuk Indonesia maju.

Keselamatan untuk kemanusiaan.”


Poster edukatif tersebut menampilkan pesan-pesan humanis yang dekat dengan masyarakat, khususnya komunitas kicau mania yang kerap melakukan perjalanan untuk mengikuti latihan maupun perlombaan burung berkicau.


Edukasi Humanis dan Kreatif


Melalui desain yang menarik dan komunikatif, personel Polisi Lalu Lintas mengajak masyarakat untuk menjadi “Kicau Mania” yang keren, tertib, dan bertanggung jawab di jalan. Dalam poster tersebut tertulis slogan:


“Bukan cuma hobi berkicau, tapi juga wajib tertib di jalan raya.”


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, kapan pun dan ke mana pun bepergian.


Selain itu, terdapat sapaan hangat:

“Salam Kicau, Salam Selamat!”

yang menggambarkan pendekatan persuasif dan penuh kedekatan antara Polantas dengan masyarakat.


Pesan Keselamatan Berlalu Lintas


Dalam kampanye ini, Satlantas juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada pengguna jalan, di antaranya:


Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan siap sebelum bepergian.


Selalu mematuhi aturan lalu lintas.

Menggunakan helm saat berkendara.


Mengutamakan keselamatan agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga di rumah.


Menepi saat menerima telepon.

Tidak menggunakan ponsel ketika berkendara karena sangat berbahaya.


Beristirahat cukup sebelum melakukan perjalanan jauh.

Menghindari kebut-kebutan di jalan raya.


Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu menggunakan sabuk pengaman serta menjaga etika dan ketertiban berlalu lintas demi keamanan bersama.


Wujud Polri Presisi yang Dekat dengan Masyarakat


Kampanye ini merupakan bagian dari semangat Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan yang modern, humanis, dan edukatif kepada masyarakat.


Dengan pendekatan kreatif yang menyasar komunitas hobi seperti kicau mania, diharapkan pesan keselamatan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Polantas berharap seluruh masyarakat dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta menjadikan budaya tertib di jalan sebagai kebutuhan bersama.


Penutup


Melalui kampanye “Sipaling Kicau Mania”, Polisi Lalu Lintas ingin menegaskan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab seluruh pengguna jalan.


Mari menjadi kicau mania yang tertib, santun, dan selalu mengutamakan keselamatan demi terciptanya lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan untuk kemanusiaan. (**)