Pasaman Barat —Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,Ali Muda, SH, melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, Minggu (23/8/2026), di Jorong Lubuak Gadang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.


Kegiatan reses tersebut dihadiri Kepala Jorong Lubuak Gadang, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan dan persoalan yang dinilai penting untuk mendapatkan perhatian pemerintah.


Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah pembangunan jembatan di Lubuak Gadang. 


Infrastruktur tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil produksi perkebunan.


Selain pembangunan jembatan, masyarakat juga berharap adanya peningkatansarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Jorong Lubuak Gadang. 


Fasilitas pendidikan yang memadai dinilai penting untuk mendukung proses belajar dan perkembangan anak-anak di daerah tersebut.


Aspirasi lainnya yang turut disampaikan adalahpembangunan dan peningkatan jalan perkebunan. Kondisi akses jalan yang baik diharapkan dapat memperlancar aktivitas masyarakat menuju lahan perkebunan sekaligus memudahkan pengangkutan hasil produksi.


Ali Muda, SH, mengatakan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan mendengarkan kebutuhan serta aspirasi warga.


"Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut selanjutnya akan menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD Provinsi Sumatera Barat sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan," kata Ali Muda.


Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di Jorong Lubuak Gadang dapat terus ditingkatkan. (**)

 


SUMBARNET - Tim Trisula Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Selatan kembali melakukan penertiban terhadap dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Solok Selatan, Sumatera Barat.


Kali ini, penertiban menyasar dua lokasi yang sebelumnya diinformasikan masyarakat sebagai tempat dugaan aktivitas PETI, masing-masing berada di Jorong Talantam dan Jorong Sungai Penuh, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.


Kegiatan penertiban tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, setelah jajaran kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan tersebut.


Penertiban dipimpin oleh Ipda M. Akmal D. Bakti, S.Tr.I.K., bersama personel Tim Trisula Satreskrim Polres Solok Selatan.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP M. Yogie B., S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya kegiatan penertiban tersebut.


Menurut AKP M. Yogie, informasi yang diterima dari masyarakat menjadi dasar bagi personel untuk melakukan penyelidikan dan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI.


“Tim mendatangi dua lokasi, yakni di Jorong Talantam dan Jorong Sungai Penuh, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari,” ujar AKP M. Yogie.


Tempuh Sungai dengan Timpek

Medan menuju lokasi penertiban menjadi salah satu tantangan bagi personel. Untuk mencapai titik yang diinformasikan, Tim Trisula harus menempuh perjalanan menggunakan timpek atau perahu motor.


Kondisi arus sungai yang deras tidak menyurutkan langkah personel dalam melakukan penyisiran. Petugas tetap melanjutkan perjalanan hingga mencapai lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin.


Setibanya di lokasi, petugas kemudian melakukan penyisiran dan pemeriksaan terhadap kawasan tersebut.


Namun, saat personel tiba, tidak ditemukan aktivitas penambangan ilegal maupun pelaku yang sedang melakukan kegiatan PETI.


Meski demikian, hasil penyisiran menunjukkan adanya sejumlah fasilitas yang diduga pernah digunakan untuk menunjang aktivitas penambangan emas tanpa izin.


Petugas kemudian mengambil langkah penertiban dengan memasang police line di area tersebut. Selain itu, personel juga membakar asbuk (box) yang telah ditinggalkan di lokasi.


Polisi Pastikan Penertiban Berlanjut

Kasat Reskrim AKP M. Yogie menegaskan, tidak ditemukannya pelaku maupun aktivitas PETI ketika petugas tiba di lokasi bukan berarti kegiatan penertiban akan dihentikan.


Menurutnya, kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran terhadap lokasi-lokasi yang berdasarkan informasi masyarakat diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas pertambangan emas tanpa izin.


“Setelah itu, tim kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan tidak ditemukan lagi adanya aktivitas penambangan ilegal,” kata AKP M. Yogie.


Ia menegaskan, jajaran Polres Solok Selatan berkomitmen untuk melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengganggu kelestarian alam.


Kapolres: Jaga Lingkungan dan Perkuat Peran Masyarakat

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi mengatakan, penertiban PETI merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus melindungi lingkungan dari dampak aktivitas pertambangan tanpa izin.


“Maksud dan tujuan penertiban ini bukan hanya untuk menindak aktivitas pertambangan tanpa izin, tetapi juga mencegah kerusakan lingkungan yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Kami ingin memastikan kawasan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat tetap terjaga,” ujar AKBP Andreanaldo Ademi.


Menurutnya, aktivitas PETI dapat menimbulkan berbagai persoalan, terutama apabila dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.


Karena itu, kepolisian akan terus mengambil langkah sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku terhadap setiap dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang ditemukan.


“Kami akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin yang berpotensi merusak lingkungan dan alam. Penertiban akan dilakukan secara terukur dan berdasarkan informasi serta temuan di lapangan,” tegasnya.


Kapolres juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya pemberantasan PETI. Informasi masyarakat dinilai sangat membantu kepolisian dalam mendeteksi lokasi maupun aktivitas yang diduga melanggar ketentuan.


“Pemberantasan PETI membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan tanpa izin di lingkungannya,” katanya.


Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan warga menjadi salah satu kunci untuk menciptakan kondisi yang aman sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


“Harapan kami, masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal. Dengan adanya kerja sama semua pihak, kami optimistis upaya pencegahan dan penindakan PETI dapat dilakukan secara lebih efektif,” lanjutnya.


Komitmen Berkelanjutan

Penertiban di Jorong Talantam dan Jorong Sungai Penuh menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Polres Solok Selatan dalam menyikapi informasi mengenai dugaan PETI.


Kepolisian mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kawasan lingkungan dari aktivitas yang berpotensi merusak alam serta melaporkan kepada aparat apabila menemukan dugaan kegiatan pertambangan tanpa izin.


Polres Solok Selatan juga memastikan setiap informasi yang diterima akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dengan tetap mengedepankan prosedur hukum dan keselamatan personel.


Dengan langkah penertiban dan pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan, kepolisian berharap aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Solok Selatan dapat ditekan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan demi kepentingan generasi mendatang. (**)

 


SUMBARNET - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.


Kali ini, personel Satresnarkoba Polres Solok Selatan mengamankan seorang pria berinisial CY (51) yang diduga terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan narkotika.

 

Penindakan tersebut dilakukan pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, di Jorong Durian Taruang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba Iptu Taufik Indra, membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang terduga pelaku tersebut.


Menurut keterangan kepolisian, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.


Informasi dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti oleh personel Satresnarkoba Polres Solok Selatan dengan melakukan penyelidikan serta pengintaian terhadap terduga pelaku. 


Setelah dilakukan serangkaian upaya penyelidikan, petugas akhirnya melakukan tindakan penegakan hukum terhadap CY.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk merespons setiap informasi masyarakat yang berkaitan dengan dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.


Kapolres: Peran Masyarakat Sangat Penting


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. 


Dukungan dan keberanian masyarakat dalam memberikan informasi dinilai memiliki peran penting dalam membantu aparat mengungkap dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.


“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian. Setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKBP Andreanaldo Ademi.


Ia menambahkan, jajaran Polres Solok Selatan akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika, termasuk di wilayah yang dinilai rawan.


“Maksud dan tujuan kami adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika. Kami tidak ingin narkoba merusak masa depan masyarakat Solok Selatan,” tegasnya.


Menurutnya, pemberantasan narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kombinasi antara penegakan hukum, pencegahan, edukasi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Harapan kami, masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran atau penyalahgunaan narkotika. Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting agar setiap potensi gangguan dapat segera ditangani,” katanya.


Polisi Ajak Masyarakat Bersama-sama Perangi Narkoba


Polres Solok Selatan juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. 


Lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya diharapkan dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan serta memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika.


Kepolisian menilai informasi dari masyarakat merupakan salah satu sumber penting dalam mendeteksi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan sendiri terhadap orang yang dicurigai terlibat narkotika. Informasi sebaiknya disampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.


Penangkapan CY menjadi salah satu bentuk respons Polres Solok Selatan terhadap keresahan masyarakat sekaligus bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari ancaman peredaran narkotika.


Proses hukum terhadap terduga pelaku selanjutnya dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Kepolisian juga masih melakukan proses penyidikan dan pendalaman untuk mengungkap fakta serta kemungkinan keterkaitan pihak lain dalam perkara tersebut.


Polres Solok Selatan menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah preventif maupun represif guna menekan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.


Dengan dukungan masyarakat dan sinergi seluruh pihak, upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat terus diperkuat. (**)



DHARMASRAYA – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya kembali menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Personel Polres Dharmasraya bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan Masjid Al-Falah yang berada di Padang Bintungan, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (22/8/2026).


Kegiatan gotong royong tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Dharmasraya untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus mendorong semangat kebersamaan dalam pembangunan fasilitas keagamaan di lingkungan masyarakat.


Kegiatan dipimpin Ps. Kabag Ren Polres Dharmasraya AKP Rajulan, S.H. Bersama personel Polres Dharmasraya, kegiatan tersebut turut diikuti Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta warga setempat.


Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama masyarakat bahu-membahu membantu proses pengecoran tahap kedua atap Masjid Al-Falah. Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak bekerja bersama sesuai dengan kebutuhan pekerjaan pembangunan masjid.


Kehadiran personel Polri dalam kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bantuan tenaga, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.


Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., mengatakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


Menurutnya, tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat. Polri juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun komunikasi, kebersamaan, dan kepedulian bersama masyarakat.


“Melalui gotong royong ini, kami mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dengan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujar Kapolres.


Ia menjelaskan, kegiatan seperti gotong royong menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat hubungan emosional antara personel kepolisian dengan masyarakat. Interaksi langsung dalam kegiatan sosial juga diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih terbuka sehingga berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.


“Gotong royong merupakan nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kepolisian, pemerintah, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan warga dapat bekerja bersama, tentu pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan. Yang paling penting adalah semangat kebersamaan dan kepedulian itu terus terjaga,” katanya.


Dorong Semangat Kebersamaan

Kapolres menambahkan, pembangunan rumah ibadah bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus masjid atau masyarakat tertentu. Rumah ibadah merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat sehingga keberadaannya perlu dijaga dan didukung secara bersama-sama.


Karena itu, keterlibatan personel Polres Dharmasraya dalam kegiatan pembangunan Masjid Al-Falah diharapkan dapat memberikan motivasi kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, bukan hanya dalam membantu proses pembangunan masjid, tetapi juga dalam membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Mudah-mudahan Masjid Al-Falah dapat segera selesai dan nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk beribadah dan berbagai kegiatan keagamaan,” ungkapnya.


Kapolres juga berharap sinergi antara Polri dan masyarakat tidak berhenti dalam kegiatan pembangunan masjid. Menurutnya, kebersamaan tersebut harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan positif lainnya.


“Harapan kami, hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini terus dipertahankan. Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Polri membutuhkan dukungan masyarakat, begitu juga masyarakat membutuhkan kehadiran Polri,” tegasnya.


Wujud Pengabdian Polri

Kegiatan gotong royong tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk pengabdian personel Polres Dharmasraya kepada masyarakat. Dengan turun langsung bersama warga, polisi tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap berbagai kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat.


Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antarunsur di tingkat nagari. Kolaborasi antara TNI, Polri, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan warga menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas lingkungan.


Bagi masyarakat, kegiatan gotong royong juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan. Proses pembangunan masjid yang dikerjakan secara bersama-sama diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.


Selain membantu pekerjaan fisik, kehadiran personel Polres Dharmasraya di tengah masyarakat menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan kemitraan dan komunikasi.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh sehingga pembangunan di lingkungan masyarakat dapat dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan.


Pembangunan Masjid Al-Falah di Padang Bintungan pun diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan segera digunakan masyarakat sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial.


Dengan semangat Polri hadir, masyarakat bersinergi, dan gotong royong terus terjaga, keberadaan kepolisian di tengah masyarakat diharapkan semakin dirasakan manfaatnya dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh kepedulian. (**)

 


DHARMASRAYA – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Kompol Andri Nugroho Saputro, S.E., S.I.K., M.M., anggota Polda Sumatera Barat yang saat ini tengah mengikuti Pendidikan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespim) Polri, melaksanakan kegiatan donor darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (21/8/2026).


Kegiatan sosial tersebut dilakukan Kompol Andri setelah dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Polres Dharmasraya.


Setelah mengikuti rangkaian kegiatan FGD, Kompol Andri kemudian menyempatkan diri untuk mendonorkan darahnya di RSUD Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kanit Regident Satuan Lalu Lintas Polres Dharmasraya, Iptu Aksa.


Donor darah tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan persediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.


Kegiatan berlangsung dengan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan dan prosedur medis yang ditetapkan oleh petugas RSUD Sungai Rumbai.

 

Sebelum menjalani proses donor, kondisi kesehatan pendonor terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan seluruh persyaratan medis terpenuhi.


Kompol Andri mengatakan, donor darah merupakan kegiatan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. 


Setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah, baik karena kecelakaan, tindakan operasi, maupun kondisi medis lainnya.


Kegiatan tersebut juga menjadi wujud kepedulian anggota Polri terhadap masyarakat, tidak hanya melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga dengan mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan.


Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menyambut baik kegiatan sosial yang dilakukan Kompol Andri tersebut.


Menurut Kapolres, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas anggota Polri. Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dapat dilakukan melalui aksi sosial yang memberikan manfaat secara langsung.


"Donor darah merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan yang sangat positif. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus menumbuhkan semangat untuk saling membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat," ujar Kapolres.


Ia berharap kegiatan donor darah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu ketersediaan stok darah di fasilitas pelayanan kesehatan.


Kapolres juga mendorong personel Polres Dharmasraya maupun seluruh anggota kepolisian untuk terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.


"Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Semoga darah yang didonorkan dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan dan menjadi amal kebaikan bagi para pendonor. Kami juga mengajak seluruh personel untuk terus menumbuhkan kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi kepada masyarakat," lanjutnya.


Dari FGD ke Aksi Kemanusiaan

Kegiatan donor darah Kompol Andri berlangsung setelah dirinya hadir sebagai narasumber dalam kegiatan FGD di Polres Dharmasraya.


Kehadiran Kompol Andri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitasnya sebagai anggota Polda Sumatera Barat yang tengah mengikuti pendidikan Sespim Polri.


Usai menjalankan agenda tersebut, ia memanfaatkan kesempatan untuk melakukan aksi kemanusiaan dengan mendonorkan darah di RSUD Sungai Rumbai.


Langkah tersebut dinilai menjadi contoh bahwa kegiatan kedinasan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Di tengah kesibukan menjalankan tugas dan mengikuti pendidikan, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat tetap dapat diwujudkan melalui aksi nyata.


Donor darah sendiri merupakan salah satu bentuk kegiatan kemanusiaan yang membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. Ketersediaan stok darah di rumah sakit sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dan berbagai pihak untuk menjadi pendonor secara sukarela.


Karena itu, keterlibatan anggota Polri dalam kegiatan donor darah diharapkan dapat menjadi dorongan sekaligus contoh bagi masyarakat lainnya untuk ikut berpartisipasi.


Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang menyadari bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan menyumbangkan darah bagi mereka yang membutuhkan.


Kegiatan donor darah di RSUD Sungai Rumbai berlangsung dengan tertib. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur kesehatan dan berada di bawah pemeriksaan serta pengawasan petugas medis rumah sakit.


Melalui kegiatan tersebut, semangat pengabdian dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh di lingkungan Polri, sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat secara langsung. (**)

 


PASAMAN BARAT — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, Sabtu (22/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Ali Muda turun langsung ke tengah masyarakat di Jorong Lubuak Gadang dan Jorong Tamiang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.


Salah satu agenda yang dilakukan yakni meninjau kondisi drainase di Jorong Lubuak Gadang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi saluran drainase sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.


Selain itu, Ali Muda juga meninjau kondisi jalan perkebunan yang berada di Jorong Tamiang. Infrastruktur jalan tersebut menjadi salah satu perhatian masyarakat, terutama karena memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga dan mobilitas hasil perkebunan.


Melalui kegiatan reses ini, Ali Muda menyerap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD Sumatera Barat.


Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan, sehingga kebijakan dan program pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.


Ali Muda menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan dikawal sesuai kewenangan pemerintah daerah dan DPRD, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan infrastruktur serta pelayanan kepada masyarakat.


Ia berharap hasil reses tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mendorong pembangunan yang lebih merata, khususnya di wilayah Koto Balingka dan Kabupaten Pasaman Barat secara umum.


Kegiatan reses ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Ali Muda dalam menjalankan fungsi representasi sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, dengan terus membangun komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. (*)

 


Padang - Aroma masakan khas Minang berpadu dengan sajian goreng baluik menjadi bagian dari perjalanan sebuah usaha kuliner di Jalan Bypass KM 21, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.


Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh hari ini, Minggu (23/8/2026), genap berusia dua tahun. Rumah makan tersebut resmi berdiri pada 23 Agustus 2024.


Dua tahun perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Ada masa ketika omzet meningkat dan usaha berkembang, tetapi ada pula periode sulit yang menguji kesabaran pemiliknya.


Berawal dari Bisnis Catering

Sebelum mendirikan rumah makan, Owner Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh, Alif Ahmad, terlebih dahulu menggeluti usaha catering melalui bendera Sakato Kuliner.


Pengalaman tersebut kemudian melahirkan gagasan untuk membuka rumah makan yang memiliki menu spesifik dan karakter tersendiri.


“Awalnya saya tidak langsung berpikir untuk membuka rumah makan. Sebelumnya saya memang sudah menjalankan usaha catering di bawah bendera Sakato Kuliner. Dari pengalaman itulah kemudian muncul keinginan untuk memiliki rumah makan yang lebih spesifik dan punya ciri khas sendiri,” ujar Alif.


Pada awal berdiri, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh mengandalkan sejumlah menu utama, yakni goreng baluik atau belut, goreng ikan puyu, goreng ikan gabus, dan ayam goreng.

Menu-menu tersebut menjadi identitas awal rumah makan sekaligus menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin menikmati sajian sederhana dengan cita rasa khas.


Menu Terus Bertambah

Seiring perjalanan waktu, pilihan menu pun terus dikembangkan.

Jika sebelumnya rumah makan hanya fokus pada beberapa menu gorengan, kini pelanggan dapat menikmati lebih banyak pilihan masakan.


Di antaranya gulai cincang, gulai ikan salai, gulai telur, sampadeh patin hingga nila goreng.

Penambahan menu dilakukan untuk memenuhi selera pelanggan sekaligus membuat pilihan makanan semakin beragam.


“Menu terus kami kembangkan. Kami melihat apa yang dibutuhkan dan disukai pelanggan. Jadi bukan hanya goreng baluik, sekarang sudah ada berbagai menu lainnya,” katanya.

Enam Bulan Diterpa Penurunan Omzet

Di balik perkembangan tersebut, perjalanan Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh ternyata sempat menghadapi masa sulit.

Pada awal berdiri, usaha berjalan cukup baik. Omzet yang diperoleh bahkan terbilang besar untuk sebuah rumah makan yang baru memulai usaha.


Namun, memasuki bulan keenam, kondisi berubah.

Omzet mengalami penurunan cukup jauh dan situasi tersebut berlangsung sekitar enam bulan.


“Di awal berdiri, Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus. Omzet juga lumayan untuk ukuran rumah makan yang baru buka. Tapi memasuki bulan keenam, kondisinya berubah. Omzet turun cukup jauh dan itu berlangsung sekitar enam bulan,” tutur Alif.


Masa tersebut menjadi salah satu ujian penting dalam perjalanan usahanya.

Ada kekhawatiran, tetapi menyerah bukan pilihan.

Memilih Bertahan dan Terus Berbenah

Alif menyadari bahwa perjalanan bisnis tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Karena itu, ia memilih bertahan sembari melakukan evaluasi dan pembenahan.


“Waktu omzet turun, tentu ada rasa khawatir. Tapi saya berpikir, kalau usaha baru langsung menyerah ketika menghadapi masalah, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana usaha ini bisa berkembang. Jadi kami memilih bertahan, memperbaiki apa yang kurang dan terus mencoba,” ujarnya.


Kesabaran tersebut perlahan membuahkan hasil.


Memasuki tahun kedua, kondisi usaha mulai kembali membaik. Pelanggan bertambah dan perkembangan rumah makan kembali menunjukkan tren positif.


Kini Omzet Lebih dari Rp60 Juta Per Bulan


Setelah melewati berbagai dinamika selama dua tahun, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh kini berada pada fase perkembangan yang lebih baik.


Saat ini, omzet rata-rata per bulan telah mencapai lebih dari Rp60 juta.


Bagi Alif, capaian tersebut bukan sekadar angka. Ada proses panjang dan berbagai pengalaman yang menjadi bagian di baliknya.


“Bagi saya, dua tahun ini bukan hanya soal angka omzet. Yang paling penting adalah prosesnya. Kami pernah merasakan masa ramai, pernah juga mengalami penurunan. Dari situ saya belajar bahwa menjalankan usaha itu membutuhkan kesabaran, konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba,” katanya.


Tahun Ketiga Bidik Cabang Baru

Memasuki tahun ketiga, Alif tidak ingin berpuas diri dengan pencapaian saat ini.


Ia menargetkan Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh terus berkembang dan maju. Salah satu target yang ingin diwujudkan adalah membuka cabang.


“Sekarang rata-rata omzet sudah lebih dari Rp60 juta per bulan. Tentu kami bersyukur dengan pencapaian ini, tetapi saya tidak ingin berhenti di sini. Tahun ketiga target kami adalah terus berkembang dan mudah-mudahan bisa membuka cabang,” ungkapnya.


Ia berharap perkembangan usaha tersebut tidak hanya memberikan keuntungan secara bisnis, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Harapan saya, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh semakin dikenal, semakin banyak pelanggan yang datang dan bisa memberikan manfaat, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang,” tambahnya.


Dua tahun telah dilalui. Dari sebuah usaha catering, kemudian berani membuka rumah makan, melewati masa manis di awal perjalanan, menghadapi enam bulan penurunan omzet, hingga akhirnya kembali bangkit.


Kini, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh berdiri dengan cerita yang lebih panjang.


Sebab, bagi sebuah usaha, bertahan selama dua tahun bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan omzet. Lebih dari itu, ada keberanian untuk memulai, kesabaran ketika menghadapi masa sulit, dan keyakinan untuk kembali melangkah.


Dan bagi Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh, langkah berikutnya baru saja dimulai: memasuki tahun ketiga dengan target tumbuh lebih besar dan membuka cabang baru. (**)

 


JAKARTA — Dukungan terhadap pelajar SMAN 3 Painan yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat nasional datang langsung dari Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Hj. Lisda Hendrajoni, dan Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni.


Keduanya hadir memberikan motivasi kepada para pelajar yang membawa nama Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat dalam kompetisi tingkat nasional yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (23/8/2026).


Lomba Cerdas Cermat tingkat nasional tersebut berlangsung mulai 23 hingga 27 Agustus 2026. Keikutsertaan SMAN 3 Painan menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bersaing di tingkat nasional.


Di hadapan para peserta, Lisda Hendrajoni meminta para pelajar tidak merasa minder ketika berhadapan dengan peserta dari daerah lain.


Ia mendorong para siswa tampil percaya diri, menjawab setiap pertanyaan dengan tenang, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.


“Jangan minder dan jangan takut bersaing. Kalian sudah sampai di tingkat nasional karena memiliki kemampuan. Tampilkan yang terbaik, tetap percaya diri dan junjung tinggi sportivitas,” ujar Lisda.


Menurut Lisda, keberhasilan SMAN 3 Painan melaju ke tingkat nasional merupakan sebuah kebanggaan. Hal itu menunjukkan bahwa pelajar dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.


Ia berharap pengalaman tersebut tidak hanya diukur dari hasil akhir perlombaan, tetapi juga menjadi bekal bagi para siswa untuk meningkatkan wawasan, kemampuan berpikir, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan.


Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni turut memberikan apresiasi kepada para pelajar dan guru pembimbing yang telah mempersiapkan kontingen SMAN 3 Painan hingga mampu tampil dalam kompetisi tingkat nasional.


Hendrajoni mengatakan, keberanian membawa nama sekolah, daerah dan provinsi ke tingkat nasional merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi para pelajar.


“Ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang terpenting adalah keberanian membawa nama sekolah, Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat ke tingkat nasional. Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman untuk terus berprestasi,” kata Hendrajoni.


Ia meminta para peserta tetap fokus dan mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh semangat. Menurutnya, prestasi di bidang pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Pesisir Selatan yang berkualitas dan memiliki daya saing.


Kehadiran Lisda Hendrajoni dan Hendrajoni di tengah kontingen juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelajar yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah.


Para pelajar SMAN 3 Painan diharapkan mampu memberikan kemampuan terbaik hingga kompetisi berakhir pada 27 Agustus mendatang.


“Bawa nama Pesisir Selatan dengan kepala tegak, jawab setiap soal dengan percaya diri dan berikan yang terbaik. Menang adalah prestasi, tetapi keberanian untuk bersaing di tingkat nasional adalah kebanggaan yang tidak ternilai,” pesan Hendrajoni.


Dengan semangat dan dukungan tersebut, kontingen SMAN 3 Painan diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat di panggung nasional.  (Bee)

 


PESISIR SELATAN — Olahraga pickleball mulai mendapat ruang lebih besar di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Salah satunya melalui gelaran Lisda Hendrajoni Pickleball Cup yang akan berlangsung di GOR Zaini Zain, Painan, pada 29-30 Agustus 2026.


Ajang tersebut digelar Pickleball Federation Indonesia (IPF) Pesisir Selatan dengan menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta, serta medali bagi para juara. Turnamen ini juga membuka kesempatan bagi pemain pemula dan intermediate untuk ikut berkompetisi.


Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Hj. Lisda Hendrajoni, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga pickleball di Pesisir Selatan.


“Melalui Lisda Hendrajoni Pickleball Cup ini, saya ingin olahraga pickleball semakin dikenal dan berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan. Kita ingin memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berolahraga, berkompetisi, sekaligus mengembangkan potensi dan prestasi di bidang olahraga,” ujar Lisda.


Menurut Lisda, turnamen tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kemenangan dan hadiah. Lebih dari itu, kompetisi diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun sportivitas dan mendorong lahirnya bibit-bibit atlet pickleball dari Pesisir Selatan.


“Saya berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar kemenangan dan hadiah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun sportivitas dan melahirkan bibit-bibit atlet pickleball yang nantinya mampu membawa nama Pesisir Selatan ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.


Turnamen menyediakan beberapa kelas pertandingan. Untuk kategori beginner, dipertandingkan nomor ganda putra dan ganda putri. Sementara kategori intermediate mempertandingkan ganda putra dan ganda campuran.


Selain itu, tersedia kategori PGRI dengan nomor ganda putra dan ganda putri. Biaya pendaftaran kategori tersebut ditetapkan sebesar Rp300.000 per tim.


Panitia juga menerapkan aturan khusus untuk menjaga persaingan tetap kompetitif. Peserta laki-laki yang sebelumnya pernah meraih juara I, II atau III pada kategori beginner di kejuaraan sebelumnya secara otomatis masuk ke kategori intermediate.


Untuk mengikuti perlombaan, peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memiliki NUPTK. Pasangan peserta juga diwajibkan berasal dari satu kabupaten atau kota yang sama.


Peserta yang pernah meraih juara I, II atau III pada event sebelumnya maupun level nasional juga tidak diperbolehkan mengikuti kategori yang diperuntukkan bagi pemain pemula.


Lisda mengajak masyarakat Sumatera Barat dan Pesisir Selatan khususnya untuk ikut meramaikan dan mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai olahraga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wadah membangun karakter dan prestasi generasi muda.


“Saya mengajak masyarakat Sumatera Barat dan Pesisir Selatan khususnya untuk ikut meramaikan dan mendukung kegiatan ini. Mari kita jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana membangun generasi muda yang aktif, disiplin dan berprestasi,” ujar Lisda.


Berdasarkan informasi panitia, pendaftaran peserta dibuka hingga 15 Agustus 2026. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak panitia yang tercantum dalam pamflet, yakni Aris, Rara dan Fadel.


Dengan total hadiah Rp15 juta dan sejumlah kategori pertandingan yang disiapkan, Lisda Hendrajoni Pickleball Cup diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan olahraga pickleball sekaligus mendorong munculnya atlet-atlet baru dari Pesisir Selatan.


“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, nikmati pertandingannya dan berikan kemampuan terbaik. Semoga Lisda Hendrajoni Pickleball Cup dapat menjadi awal dari semakin berkembangnya olahraga pickleball di Pesisir Selatan,” kata Lisda. (**)



SUMBARNET - Sarga selaku penyelenggara kegiatan pacuan kuda di Kota Payakumbuh menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi serta mendorong perkembangan industri pacuan kuda di Indonesia agar semakin profesional dan berstandar internasional.


Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Lapangan Tenis Kubu Gadang, Kota Payakumbuh, Minggu (23/8/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi penyelenggara untuk menyampaikan evaluasi sekaligus menerima berbagai masukan dari awak media terkait pelaksanaan pacuan kuda.


Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam sesi tanya jawab adalah kondisi jumlah penonton yang dinilai lebih sepi dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.


Pihak Sarga menjelaskan, salah satu perbedaan tahun ini terdapat pada harga tiket masuk. Jika pada tahun sebelumnya tiket dibanderol Rp10 ribu, tahun ini harga tiket ditetapkan Rp25 ribu.


Namun, harga tersebut sekaligus dikemas dengan pemberian payung kepada setiap pengunjung yang masuk. Dengan demikian, nilai yang dibayarkan pengunjung dinilai sebanding dengan fasilitas yang diterima.


Pihak Sarga menyampaikan bahwa seluruh masukan dari masyarakat maupun media akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.


Sesi tanya jawab dalam konferensi pers tersebut juga menjadi bagian penting bagi Sarga untuk mendengarkan berbagai pandangan dan masukan terkait pelaksanaan pacuan kuda di Payakumbuh.


Target Bangun Industri Pacuan Kuda Berstandar Internasional


Sarga memiliki misi jangka panjang untuk membangun industri pacuan kuda di seluruh Indonesia yang memiliki standar internasional.

Dalam menjalankan misi tersebut, Sarga bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), termasuk dalam menentukan daerah dan waktu pelaksanaan kompetisi pacuan kuda di berbagai wilayah Indonesia.


Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pacuan kuda tidak hanya sebagai kegiatan olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi sebuah industri olahraga yang profesional dan memiliki daya tarik lebih luas.


Konferensi pers tersebut turut dihadiri Ketua Komisi Pacu PP Pordasi Ir. Munawir, Direktur Komersial Sarga Diana Airin, VP Marketing & Operation Kevin Jonathan, Director of Sales NEP Middle East & Asia (Southeast Asia) Sherman Tan, serta Ketua Pordasi Sumatera Barat Deri Asta.

Sementara itu, Marsion, anggota DPRD Kota Payakumbuh sekaligus pihak penyelenggara di daerah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan pacuan kuda tersebut.


Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan pacuan kuda sekaligus mendukung perkembangan olahraga berkuda di Kota Payakumbuh.


Melalui evaluasi yang dilakukan, Sarga berharap penyelenggaraan pacuan kuda ke depan dapat semakin profesional, memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya membangun industri pacuan kuda Indonesia yang berstandar internasional. (**)