SUMBARNET - Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Republik Indonesia (LPJK RI), Insannul Kamil, bersama delegasi dari Laos dan Tiongkok menghadiri Kompetisi Robot Konstruksi Guangdong, Hong Kong–Macao ke-2 di Guangzhou NanSha International Convention and Exhibition Center (NSICEC), Selasa (22/9/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan panitia penyelenggara yang menghadirkan berbagai inovasi teknologi konstruksi cerdas dari kawasan Greater Bay Area Guangdong, Hong Kong, dan Macao.


Kompetisi ini menampilkan perkembangan terbaru industri konstruksi yang mengedepankan digitalisasi, konsep ramah lingkungan, serta integrasi teknologi dalam proses pembangunan. Berbagai robot konstruksi dan teknologi pintar dipamerkan sebagai bagian dari upaya transformasi industri konstruksi modern.


Insannul Kamil mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh instansi pemerintah dari Guangdong, Hong Kong, dan Macao, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan inovasi teknologi, akademisi, serta berbagai tim peserta dari sektor konstruksi.


“Kompetisi ini menjadi platform dan hub kolaborasi teknologi industri konstruksi tingkat tinggi yang mendorong pertukaran teknologi, pengembangan talenta SDM konstruksi, sinergi industri, dan saling berbagi hasil inovasi,” ujar Insannul Kamil.


Menurut Dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas itu, kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi robotika mulai memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan kerja, dan kualitas pembangunan di sektor konstruksi.


Ia menjelaskan, kompetisi robot cerdas industri konstruksi diharapkan mampu mempercepat transformasi industri konstruksi tradisional menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.


“Kegiatan kompetisi robot cerdas industri konstruksi ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi transformasi dan peningkatan industri konstruksi tradisional serta mendukung pengembangan industri konstruksi cerdas yang berkualitas tinggi,” jelasnya.


Indonesia yang diwakili LPJK bersama para delegasi Forum Kerja Sama dan Pengembangan Industri Konstruksi Tiongkok–ASEAN ke-4 Tahun 2026 turut menyaksikan langsung jalannya kompetisi. Delegasi memperoleh gambaran lebih dekat mengenai perkembangan robot konstruksi dan kemajuan industri konstruksi cerdas yang saat ini berkembang pesat di Tiongkok.


Insannul Kamil yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri serta Ketua Badan Keahlian Mesin (BKM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai pengalaman tersebut dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan industri konstruksi Indonesia di masa depan. (***)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang kembali bergerak membantu warga terdampak bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam. Setelah mengirimkan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana, perusahaan tersebut langsung menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.


Bantuan diserahkan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes dan diterima oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok Nopelius. Bantuan tersebut terdiri dari 20 karung beras, 10 kardus air mineral, tiga dus sarden, 10 dus mi instan, 10 buah diapers, serta 10 tray telur.


Nopelius menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. “Terima kasih atas perhatian PT Semen Padang. Bantuan relawan dan sembako ini sangat bermanfaat bagi korban yang terdampak bencana galodo,” kata Nopelius seusai menerima bantuan.


Ia menjelaskan, bencana galodo yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga mengalami kerusakan. Salah satu fasilitas umum yang terdampak adalah jembatan di jalan nasional yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, sebanyak 11 kantor pemerintahan turut terdampak.


Kerusakan juga terjadi pada 75 unit rumah warga, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Kemudian, bencana tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Dua rumah sakit menjadi lokasi perawatan para korban, yakni satu korban dirawat di Semen Padang Hospital dan tiga korban lainnya menjalani perawatan di RSUD Arosuka.


Selain korban luka, dua warga sempat dilaporkan hilang. Nopelius mengatakan, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian. “Korban yang masih dinyatakan hilang sudah ada tanda-tandanya. Relawan telah menemukan sepeda motor milik korban dalam kondisi rusak parah,” ujarnya.


Menyusul bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Meski sejumlah perkantoran ikut terdampak dan mengalami kerusakan, pemerintah daerah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan. “Meskipun perkantoran rusak, kami berusaha agar simpul-simpul pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan mulai Rabu besok,” kata Nopelius.


PT Semen Padang Bergerak Sejak Awal Bencana


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan bantuan logistik yang dikirim ke lokasi bencana merupakan bentuk respons cepat PT Semen Padang terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam. “Kami di Semen Padang turut merasakan duka dari para korban yang terdampak. Semoga bantuan yang kami kirim dapat meringankan beban para korban,” kata Hernes.


Respons PT Semen Padang terhadap bencana galodo di Arosuka tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik. Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris menyampaikan bahwa sebelumnya, perusahaan juga mengirimkan relawan TRC ke lokasi bencana untuk membantu proses penanganan dan pencarian korban yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.


“Duka warga Arosuka merupakan duka kita bersama. Kehadiran para relawan TRC Semen Padang ke lokasi bencana merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung penanganan bencana bersama pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait lainnya,” kata Idris di Padang. (*)



SUMBARNET - Masjid tidak hanya menjadi tempat menegakan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun moral, menjaga anak kemenakan dan mencegah penyakit masyarakat (pekat).

 

Semangat inilah yang melandasi kerja sama Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Pesisir Selatan dengan Pengurus Masjid Nurul Ulum Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.


Melalui kerja sama tersebut, Waka Polres Pesisir Selatan, Kompol H. Syafrizen, SH, Datuk Rang Batuah, di hadirkan sebagai penceramah dalam rangkaian Salat Jumat di Masjid Nurul Ulum Barung-Barung Belantai, Jumat 25 September 2026.


Kehadiran perwira kepolisian tersebut di harapkan dapat membuka mata dan meningkatkan kesadaran para jemaah mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak kemanakan. Terlebih, upaya menjaga keamanan lingkungan dan mencegah kriminalitas membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.


Dalam konteks adat Minangkabau, anak kemanakan bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral kaum. Niniak mamak, alim ulama, tokoh masyarakat dan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman serta membentengi generasi penerus dari berbagai pengaruh negatif.


Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Karena itu, pengawasan terhadap pergaulan, aktivitas dan lingkungan anak kemanakan perlu di tingkatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.


Ketua LAN Kabupaten Pesisir Selatan, Marwan Anas, SE, M.Si, yang juga menjabat sebagai Ketua Masjid Nurul Ulum Barung-Barung Belantai mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan penceramah dari Kepolisian Resor Pesisir Selatan sebagai bentuk kerja sama dalam memperkuat pencegahan penyakit masyarakat.


“Kami ingin membuka kesadaran masyarakat bahwa menjaga anak kemanakan merupakan tanggung jawab bersama. Niniak mamak, orang tua, tokoh agama dan seluruh unsur masyarakat harus ikut mengawasi serta membina generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam kriminalitas dan narkotika,” ujar Marwan Anas.


Menurutnya, kawasan Barung-Barung Belantai membutuhkan perhatian bersama dalam mengantisipasi berbagai potensi kriminalitas dan penyakit masyarakat. Untuk itu, pendekatan keagamaan, adat dan pembinaan masyarakat harus berjalan beriringan.


Marwan menegaskan, pemberantasan pekat tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan kepedulian masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang saling mengawasi, saling mengingatkan dan tidak membiarkan anak kemanakan berjalan tanpa pembinaan.


“Jangan sampai kita baru peduli setelah terjadi masalah. Pengawasan dan pembinaan harus di mulai dari keluarga, kaum dan lingkungan nagari. Masjid harus menjadi salah satu benteng moral dalam menjaga anak kemanakan dari ancaman narkotika dan penyakit masyarakat,” tegasnya.


Ia berharap kerja sama antara LAN Pessel, Pengurus Masjid Nurul Ulum dan kepolisian dapat terus di kembangkan. Dengan menguatkan peran masjid, niniak mamak, alim ulama dan seluruh elemen masyarakat, gerakan pencegahan narkotika dan pekat di harapkan semakin menyentuh akar rumput.


Menjaga anak kemanakan bukan sekadar kewajiban adat, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Ranah Pasie-Pasie, tukasnya. (**)

 


PASAMAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan upaya peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian di daerah.


Salah satu kegiatan tersebut berupa penyelenggaraan jalan kabupaten yang berlokasi di wilayah Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, dengan pelaksana pekerjaan PT Pasindo Prima Kreasi.


Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut masuk dalam program penyelenggaraan jalan, dengan subkegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pekerjaan pemeliharaan berkala jalan dalam Kota Lubuk Sikaping.


Pekerjaan tersebut memiliki Nomor Kontrak 620/013/SP/BM/DPUPR-PASI/2026, dengan tanggal kontrak 14 Agustus 2026. Nilai kontrak tercantum sebesar Rp2.347.358.000, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.


Dalam pelaksanaannya, PT Pasindo Prima Kreasi ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan, sedangkan pengawasan kegiatan dilakukan oleh CV Twins Architecture Engineering.


Penyelenggaraan dan pemeliharaan jalan menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas infrastruktur daerah. Kondisi jalan yang baik tidak hanya memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menunjang distribusi barang dan jasa, memperlancar akses menuju pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan maupun kawasan perekonomian.


Terlebih, jalan yang berada di kawasan perkotaan Lubuk Sikaping memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.


Dengan adanya pekerjaan pemeliharaan berkala tersebut, diharapkan kondisi jalan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.


Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, pemeliharaan jalan secara berkala juga diperlukan untuk mencegah kerusakan jalan berkembang menjadi lebih parah yang pada akhirnya dapat membutuhkan biaya penanganan lebih besar.


Dorong Infrastruktur Jalan yang Berkualitas


Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas PUPR diharapkan dapat terus memastikan setiap pekerjaan infrastruktur dilaksanakan sesuai dengan ketentuan teknis, spesifikasi pekerjaan, serta waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Keberadaan papan informasi proyek di lokasi juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat. Melalui papan tersebut, masyarakat dapat mengetahui sejumlah informasi dasar terkait pekerjaan, mulai dari program, kegiatan, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, pelaksana hingga pihak pengawas.


Transparansi informasi menjadi penting agar masyarakat dapat ikut mengetahui dan mengawasi proses pembangunan yang berlangsung di daerahnya.


Di sisi lain, pelaksana pekerjaan juga dituntut memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal ini terlihat dari papan informasi yang turut mencantumkan imbauan keselamatan kerja serta penggunaan alat pelindung diri.


Keselamatan tenaga kerja maupun masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan menjadi hal yang tidak kalah penting selama proses pekerjaan berlangsung.


Masyarakat Apresiasi Perhatian terhadap Infrastruktur


Pelaksanaan pemeliharaan jalan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.


“Kami tentu mengapresiasi adanya pemeliharaan jalan ini. Jalan yang kondisinya baik sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk bekerja, berdagang maupun keperluan lainnya. Kami berharap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar seorang warga.


Masyarakat juga berharap pekerjaan infrastruktur tidak hanya memperhatikan hasil akhir, tetapi juga kualitas pengerjaan sehingga jalan yang telah dipelihara dapat memiliki daya tahan yang baik dan tidak cepat mengalami kerusakan kembali.


“Harapan kami, kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan. Mudah-mudahan setelah selesai dikerjakan, kondisi jalan semakin baik, aman dan nyaman dilalui masyarakat. Kami juga berharap pemeliharaan seperti ini dilakukan secara rutin di ruas-ruas jalan yang membutuhkan perhatian,” demikian apresiasi warga setempat.


Diharapkan Beri Dampak bagi Aktivitas Masyarakat


Penyelenggaraan jalan kabupaten merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di bidang infrastruktur.


Kondisi jalan yang memadai akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, waktu tempuh dapat lebih efisien, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik.


Untuk itu, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan dipelihara pemerintah. Perawatan jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaksana pekerjaan, tetapi membutuhkan kepedulian bersama.


Masyarakat dapat berperan dengan menjaga kebersihan badan jalan, tidak menggunakan badan jalan secara tidak semestinya, serta melaporkan apabila menemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.


Dengan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai spesifikasi, pengawasan yang baik, serta dukungan masyarakat, pemeliharaan jalan di kawasan Lubuk Sikaping diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pasaman.


Pada akhirnya, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, berkualitas dan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas. (**)

 


Pesisir Selatan – Tim Opsnal Satreskrim Polres Pesisir Selatan berhasil mengamankan seorang tersangka pelaku tindak pidana pencurian berinisial RDH, Kamis dini hari (24/9). 


Penangkapan terhadap remaja asal Kabupaten Pasaman tersebut dipimpin oleh jajaran Satreskrim sekira pukul 02.00 WIB di kawasan pusat oleh-oleh jalan lintas Padang–Painan Km 21, Kampung Gunuang-Gunuang, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. 


Tindakan tegas kepolisian ini merupakan respons atas laporan musibah pencurian barang berharga yang menimpa salah seorang warga saat berada di area rumah sakit.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku pada Selasa (15/9) di dalam kamar rawat inap Kamboja RSUD Dr. M. Zein Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. 


Pelaku secara sengaja datang dari Kota Padang menggunakan angkutan umum untuk memantau situasi di lingkungan rumah sakit dan menyasar barang milik pengunjung yang tengah tertidur. 


Dari aksi tersebut, pelaku menggasak sebuah tas dompet berisi dua unit ponsel serta uang tunai milik korban yang sedang mendampingi kerabatnya berobat, sebelum akhirnya melarikan diri kembali ke arah Kota Padang.


Dari penangkapan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu unit ponsel merk iPhone 11 warna putih milik korban. 


Penyidik Satreskrim Polres Pesisir Selatan kini telah membawa pelaku ke Unit Resum untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 


Penanganan kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola fasilitas umum dan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. (**)

 


SUMBARNET - Bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat kesiapan stok dan produksi pupuk untuk mendukung kelancaran Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027. 


Hingga 20 September 2026, stok Pupuk Kaltim di gudang produsen lini I dalam kondisi aman dan mencukupi, mencapai lebih dari 293 ribu ton. Sementara itu, realisasi produksi Pupuk Kaltim telah mencapai 5.102.923 ton per 22 September 2026.


Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan ketersediaan stok perlu dipersiapkan sejak awal untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pupuk selama musim tanam. Karena itu, perusahaan terus memastikan pasokan dan produksi pupuk berjalan optimal.


“Ketersediaan pupuk sangat krusial untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan stok dan keandalan operasional agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rafli.


Stok pupuk yang dimiliki Pupuk Kaltim saat ini terdiri dari 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska dan 2.182 ton NPK Kakao. Stok pupuk tersebut telah tersedia di Gudang Lini I Pupuk Kaltim dan akan disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan musim tanam.


Kesiapan stok tersebut didukung oleh kapasitas produksi Pupuk Kaltim yang mencapai 6,47 juta ton per tahun dari 13 pabrik. Kapasitas produksi tersebut terdiri dari 3,43 juta ton urea per tahun, 300 ribu ton NPK per tahun dan 2,74 juta ton amonia per tahun. 


Hingga 22 September 2026, Pupuk Kaltim telah merealisasikan produksi sebesar 2.735.832 ton urea, 254.458 ton NPK, dan 2.112.633 ton amonia. Capaian tersebut setara dengan 78,48% dari target produksi tahun 2026.



Menurut Rafli, kesiapan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh keandalan fasilitas dan efisiensi operasional. Karenanya, Pupuk Kaltim terus memperkuat penerapan Operational Excellence melalui digitalisasi dan revitalisasi fasilitas produksi.


“Keandalan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh efisiensi dan keandalan fasilitas. Karena itu, kami terus memperkuat Operational Excellence untuk memastikan fasilitas dapat beroperasi secara andal, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk,” jelas Rafli.


Salah satu langkah konkret tersebut dilakukan melalui proyek Revamping Ammonia Pabrik-2. Per Agustus 2026, Ammonia Pabrik-2 telah beroperasi penuh. Setelah proses revitalisasi, kapasitas produksi harian meningkat menjadi 1.841 ton dari sebelumnya 1.767 ton per hari atau naik 4,18%. 


Selain meningkatkan kapasitas, hasil uji kinerja menunjukkan proyek ini berhasil menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia. Efisiensi sebesar 4,03 MMBTU per ton amonia tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga USD14,3 juta per tahun atau sekitar Rp228 miliar per tahun.


Peningkatan kapasitas dan efisiensi tersebut, memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea. Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim terhadap program revitalisasi industri pupuk nasional.



Melalui kesiapan stok yang ditopang produksi yang andal dan Operational Excellence, Pupuk Kaltim terus menjalankan perannya sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup dalam mendukung agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. 


“Ketahanan pangan merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak. Pupuk Kaltim akan terus menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian penting dari peran kami dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Rafli.


Kontribusi Pupuk Kaltim terhadap ketahanan pangan juga diperkuat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pendampingan petani, Pupuk Kaltim turut mendorong peningkatan kualitas lahan, produktivitas, mutu hasil panen, pengetahuan petani, serta keberlanjutan area persawahan.


Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program Community Development di berbagai wilayah. Di Magetan, Jawa Timur, program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA) menerapkan ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah pertanian menjadi kompos dan biogas.


Sementara itu, di Bulutana, Sulawesi Selatan, program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT BERSERI) mengembangkan konsep Kawasan Kampung Sawah Abadi yang memadukan pertanian terpadu ramah lingkungan dengan potensi pariwisata lokal. 


Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pupuk Kaltim dalam memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mendorong keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Kami tidak berhenti pada bagaimana pupuk diproduksi dan disalurkan, tapi juga hadir dalam proses peningkatan kapasitas masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pertanian,” kata dia. (**)

 


BATANG KAPAS - Tahapan krusial Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas,Kabupaten Pesisir Selatan,tuntas dilaksanakan.Pada Jumat,25 September 2026,Panitia Pilwana resmi menetapkan empat Bakal Calon menjadi Calon Wali Nagari definitif dan menggelar pengundian nomor urut.


Dari hasil pengundian yang berlangsung demokratis,transparan dan penuh kekeluargaan tersebut,ditetapkan.Nomor urut satu Taufik, nomor urut dua Apwan,nomor urut tiga Kapten CPM (Purn) Afrizal Marzen,nomor urut empat Syahmiyardi.


Penetapan ini menandai dimulainya secara resmi kontestasi gagasan dan visi membangun Nagari Tuik IV Koto Mudiek yang terdiri dari tiga kampung,yakni Kampung Tuik,Kampung Baru, dan Kampung Koto Gunung.Nagari ini menjadi salah satu dari 93 nagari di Kabupaten Pesisir Selatan yang akan mengikuti helat Pilwana serentak akhir Oktober 2026 mendatang.


Sorotan utama tertuju pada Calon Wali Nagari Nomor Urut 3,Kapten CPM (Purn) Afrizal Marzen yang akrab disapa Ujang PM. Sosok purnawirawan TNI AD yang dikenal disiplin, tegas,dan dekat dengan masyarakat ini menyambut hasil undian dengan penuh rasa syukur dan optimisme.


Mendapatkan nomor urut tiga,bagi Ujang PM bukan sekadar angka,melainkan sebuah isyarat dan doa.


"Alhamdulillah,saya sangat senang dan gembira mendapat amanah Nomor Urut 3,angka ini sangat bermakna bagi kita orang Minangkabau.Tali tigo sapilin,tungku tigo sajarangan,semua nomor yang disediakan panitia pada prinsipnya rancak dan baik,namun nomor tiga ini menjadi doa dan harapan saya," ujar Ujang PM dengan mata berbinar.


Menurutnya,filosofi Tali Tigo Sapilin adalah cerminan kepemimpinan ideal di nagari. Kekuatan nagari terletak pada sinergi dan kebersamaan tiga unsur utama yaitu,Niniak Mamak,Alim Ulama,dan Cadiak Pandai, bersama dengan pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.


"Lewat nomor urut tiga ini,saya ingin mengaplikasikan kepemimpinan yang merangkul,mempersatukan,dan menguatkan. Tidak ada pembangunan tanpa kebersamaan. Tigo tungku sajarangan harus menjadi pondasi untuk membawa Tuik IV Koto Mudiek ke arah yang lebih maju,transparan,dan bermartabat," tegas Kapten Purnawirawan Polisi Militer tersebut.


Mengajak Pilwana Sebagai Pendidikan Politik

Dengan latar belakang pengabdian puluhan tahun di TNI AD, Ujang PM menawarkan kepemimpinan yang berintegritas, disiplin dalam tata kelola pemerintahan nagari, dan tegas dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat Tuik IV Koto Mudiek untuk menjadikan momentum Pilwana serentak ini sebagai pesta demokrasi yang riang gembira dan sebagai pendidikan politik yang dewasa.


"Mari kita jadikan Pilwana ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembangunan nagari.Beda pilihan itu biasa,tapi persatuan di Nagari Tuik IV Koto Mudiek harus tetap menjadi yang utama.Mari kita jaga keamanan, ketertiban,dan kekeluargaan kita," ajaknya.


Dengan visi.Mewujudkan Nagari Tuik IV Koto Mudiek yang Aman, Maju, Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah.Ujang PM nomor urut 3,siap mengabdikan sisa hidupnya untuk kampung halaman. (**)



SUMBARNET - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polres Pasaman Barat mengamankan seorang pemuda berinisial AM (21), terduga pelaku pencurian antena parabola TV di Jalan Simpang Yaptip, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Penangkapan pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 23.15 WIB ini berawal dari respons cepat atas aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K menjelaskan bahwa tindakan Kepolisian dilakukan seketika setelah laporan diterima guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi kejadian.


“Setelah menerima aduan dari masyarakat, kami langsung memerintahkan tim URC di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro untuk mendatangi TKP. Langkah ini untuk menjemput dan membawa pelaku yang sudah diamankan warga agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri, mengingat masyarakat setempat sudah mulai geram,” ungkap Iptu Agung.


Kejadian bermula ketika seorang saksi mata memergoki gerak-gerik mencurigakan pelaku. Saat itu, AM terlihat sedang memotong besi kedudukan antena parabola TV milik korban. Di saat yang sama, saksi melihat rekan pelaku tengah bersiaga di atas sepeda motor di pinggir jalan menunggu AM.


Melihat aksi tersebut, saksi langsung menyergap dan memegang tangan AM. Menyadari aksi mereka ketahuan, rekan pelaku langsung tancap gas melarikan diri menggunakan sepeda motor. Dari tangan AM, saksi mendapati sejumlah kunci dan alat pemotong besi, yang kemudian berujung pada inisiatif warga untuk segera menghubungi layanan 110.


Dalam interogasi awal di tempat kejadian perkara, AM yang berstatus tunakarya (pengangguran) ini mengakui perbuatannya. Ia mengaku berniat mengambil parabola tersebut untuk dijual kembali demi mendapatkan uang.


“Terduga pelaku juga mengakui bahwa dalam menjalankan aksinya ia dibantu oleh salah seorang temannya. Identitas rekan pelaku tersebut sudah kami kantongi dan saat ini dalam proses pengejaran oleh petugas di lapangan,” tegas Iptu Agung.


Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, di antaranya satu unit antena parabola TV, serta kunci-kunci dan alat pemotong besi yang dibawa pelaku untuk melancarkan aksinya.


Saat ini, AM telah diamankan di Mako Polres Pasaman Barat untuk proses hukum lebih lanjut. Penyidik dari Tipidum Sat Reskrim Polres Pasaman Barat menjerat pelaku dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat). Atas tindak kejahatannya, AM terancam hukuman pidana maksimal tujuh tahun penjara. (HumasResPasbar)



SUMBARNET - Seorang pria berinisial OP (41) dibekuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, diduga melakukan aksi pembobolan rumah warga.


Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Ujung Tanah Batang Lingkin, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu dini hari (16/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.


"Benar, pelaku berhasil diringkus setelah mendapat laporan dari warga melalui layanan Call Center 110," ujar Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata mewakili Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, Jumat (18/9/2026).


Diterangkan, kejadian berawal saat terduga pelaku selesai meminum minuman keras tradisional di sebuah warung, kemudian pelaku memasuki rumah seorang warga bernama Warni yang berada di Jorong Ujung Tanah Batang Lingkin.


"Pelaku masuk ke rumah milik korban melalui pintu belakang dengan cara mendobrak pintu tersebut, sehingga kunci pintu rumah yang terbuat dari kayu terlepas dari daun pintu," terangnya.


Selanjutnya, setelah berhasil masuk ke dalam rumah korban, pelaku mengambil enam helai baju jenis daster, satu celana panjang, dan tiga helai pakaian dalam (bra) milik korban.


Berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban Warni, pelaku juga masuk ke dalam rumah milik korban Deli Darni. Pelaku membongkar dua lembar pagar seng, dan mengambil tiga helai pakaian dalam (bra).


"Pada saat keluar dari rumah korban Deli Darni, aksi pelaku diketahui oleh warga sekitar sehingga pelaku berhasil diamankan warga," tuturnya.


Warga setempat melaporkan kejadian tersebut melalui layanan call center 110 Polres Pasaman Barat, sehingga petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pelaku.


Kasat menjelaskan, adapun modus operandi pelaku masuk ke dalam rumah milik kedua korban yakni untuk mencari pakaian jenis daster, namun saat ini penyidik dari Unit Tipidum Satreskrim masih melakukan penyidikan yang intensif untuk memastikan motif pelaku.


"Akibat perbuatan pelaku, kedua korban mengalami kerugian sebesar Rp 1.000.000," jelasnya.


Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah berada di Mapolres Pasaman Barat untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.


Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 ayat 2 KUHP jo Pasal 476 tentang pencurian dengan pemberatan dilakukan pada malam hari dengan ancaman hukuman pidana penjara sembilan tahun. (HumasResPasbar)

 


SUMBARNET - Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat meringkus seorang lelaki berinisial EW (54) yang diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur.


Terduga pelaku dibekuk tim Opsnal di Jorong Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.


"Benar, pelaku diringkus terkait dugaan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur," kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K pada Minggu (19/9/2026).


Diterangkan, terduga pelaku kesehariannya berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dan sekaligus merangkap sebagai guru mengaji.


"Pelaku membuka bimbingan belajar mengaji di rumahnya yang berada di Jorong Bungo Tanjung Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat," terangnya.


Kasat menjelaskan, peristiwa itu terungkap setelah murid-murid yang diduga menjadi korban pencabulan oleh pelaku saling bercerita tentang kejadian yang dialaminya kepada sesama temannya.


"Karena merasa risih dan ketakutan, para korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada masing-masing orang tuanya," ucapnya.


Selanjutnya, para orang tua dan masyarakat setempat mendatangi rumah terduga pelaku, namun yang bersangkutan tidak berada di rumahnya sehingga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sungai Beremas.


"Setelah berkoordinasi berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pasaman Barat, pihak Polsek Sungai mengarahkan para orang tua korban membuat Laporan Polisi di Unit Perlindungan Prempuan Anak (PPA) Polres Pasaman Barat," tuturnya. 


Setelah menerima laporan tersebut, tim Opsnal yang dipimpin Ipda Algino Ganaro langsung melakukan penyelidikan dan mencari informasi keberadaan terduga pelaku.


"Penyelidikan petugas membuahkan hasil, tim opsnal berhasil meringkus pelaku di wilayah Batang Toman Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 18.30 WIB," ujarnya.


Berdasarkan hasil introgasi awal, pelaku mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan pencabulan terhadap sejumlah muri-murid yang belajar mengaji di rumahnya.


Menurut keterangannya, pelaku telah melakukan perbuatan tersebut sejak tahun 2024 selama menjalankan proses belajar mengaji di rumahnya.


"Adapun modus pelaku dalam menjalankan aksinya yaitu dengan cara meraba dan menyentuh bagian sensitif tubuh korban, saat pelaku tengah mengajarkan murid-muridnya mengaji," jelasnya.


Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus tersebut.


Dia mengimbau kepada para orang tua agar segera melaporkan kepada Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat, jika terdapat anak-anaknya yang menjadi korban pencabulan oleh terduga pelaku EW. 


"Kami terus melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini, jika berkemungkinan adanya korban lain atas perbuatan yang dilakukan oleh pelaku," katanya.


Secara terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya akan berkerja sebagai profesional dan transparan dalam pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh terduga pelaku EW.


"Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan keadilan bagi para korban dan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku," tegasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, sebanyak empat orang korban telah dilakukan visum dan pemeriksaan kesehatan secara intensif yang didampingi oleh Unit PPA Satreskrim Polres Pasmaan Barat pada salah satu Klinik di Pasaman Barat.


Saat ini, pelaku sudah berada di rumah tahanan Polres Pasaman Barat untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. (HumasResPasbar)