SUMBARNET - Dalam rangka mendukung program Kapolri, personel Polres Sijunjung melaksanakan kegiatan Rabu Kumpul Bersama Masyarakat di SMKN 5 Sijunjung, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Sijunjung, IPTU Raden Dwi Agus K., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., bersama AIPDA Irwandi, S.H., BRIPTU Yoga Evsa Pradifta, Syafruddin selaku PHL Lantas, dan Kaisya Merta selaku PHL Kamsel.


Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Sijunjung memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, mematuhi peraturan, serta menaati rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.


Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan telepon seluler (HP), khususnya dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi di media sosial. Masyarakat, terutama kalangan pelajar, diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.


Pada kesempatan tersebut, personel Satlantas turut menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.


Kegiatan Rabu Kumpul Bersama Masyarakat ini merupakan salah satu upaya Polres Sijunjung untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keselamatan berlalu lintas dan penggunaan media digital secara bertanggung jawab.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.


Polres Sijunjung berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pembinaan guna mewujudkan keamanan, ketertiban, serta keselamatan bersama. (**)

 


SAWAHLUNTO – Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., turun langsung melakukan pengawasan terhadap personel sekaligus memantau pelaksanaan pengaturan lalu lintas pagi atau Commander Wish (CW) di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Sawahlunto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Sawahlunto dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kehadiran Kapolres di lapangan menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap pelaksanaan tugas anggota kepolisian. Selain memastikan personel menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar.

Pada pagi hari, aktivitas masyarakat di Kota Sawahlunto mengalami peningkatan seiring dengan keberangkatan para pekerja, pelajar, serta masyarakat lainnya menuju tempat kerja, sekolah, dan lokasi kegiatan masing-masing. Kondisi tersebut membutuhkan kehadiran personel kepolisian untuk mengatur arus kendaraan, membantu penyeberangan, serta mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan Commander Wish, personel Polres Sawahlunto ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan pengaturan lalu lintas. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu menciptakan ketertiban di jalan raya sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

Kapolres Pastikan Personel Hadir dan Bertugas Optimal

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Simon Yana Putra memantau secara langsung pelaksanaan tugas personel Polres Sawahlunto yang melaksanakan pengaturan lalu lintas pada pagi hari.

Pengawasan ini penting untuk memastikan setiap anggota hadir tepat waktu, menempati lokasi penugasan sesuai dengan penempatan yang telah ditentukan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Kapolres juga menaruh perhatian terhadap kesiapan anggota dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat. Pengaturan lalu lintas pada pagi hari bukan hanya berkaitan dengan kelancaran kendaraan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah, pejalan kaki, pengendara sepeda motor, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur utama.

Kehadiran pimpinan secara langsung di lapangan diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan, semangat, serta tanggung jawab personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pengawasan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga apabila ditemukan kendala dalam pengaturan arus lalu lintas, personel dapat segera mengambil langkah yang diperlukan sesuai dengan prosedur dan kewenangannya.

Wujud Komitmen Polri Memberikan Pelayanan Prima

Pelaksanaan Commander Wish merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sawahlunto berupaya menghadirkan polisi di tengah masyarakat, terutama pada waktu dan lokasi dengan tingkat aktivitas yang tinggi.

Pelayanan ini diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kemacetan, mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas.

Selain melakukan pengaturan kendaraan, kehadiran personel kepolisian juga menjadi bagian dari upaya preventif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Dengan demikian, pelayanan pagi hari tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres: Keselamatan Masyarakat Menjadi Prioritas

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pada pagi hari merupakan bagian penting dari pelayanan kepolisian. Kehadiran personel di lapangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ketika mobilitas warga meningkat.

“Pengaturan lalu lintas pada pagi hari merupakan bentuk pelayanan langsung Polri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memulai aktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar. Karena itu, saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, serta mengutamakan keselamatan masyarakat,” kata Kapolres.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota agar setiap personel mampu menjalankan tanggung jawab secara optimal. Pelayanan kepolisian, menurut pesan yang ingin disampaikan, harus dilaksanakan dengan sikap humanis, responsif, dan profesional.


Tingkatkan Disiplin dan Kesadaran Berlalu Lintas

Di samping pengawasan terhadap personel, kegiatan Commander Wish juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan merupakan unsur penting dalam mewujudkan keselamatan berkendara.

Masyarakat juga diimbau agar tidak terburu-buru ketika berangkat bekerja maupun mengantar anak ke sekolah. Pengendara diharapkan tetap mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, para orang tua diharapkan turut mengawasi keselamatan anak-anak ketika berangkat dan pulang sekolah. Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib.

Upaya tersebut sejalan dengan tujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Sawahlunto.

Harapan Terwujudnya Kota Sawahlunto yang Aman dan Tertib

Melalui pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Commander Wish, Kapolres Sawahlunto berharap seluruh personel semakin meningkatkan kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pengaturan lalu lintas pada pagi hari diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten, terutama pada titik-titik yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Pelayanan yang diberikan secara cepat, tepat, ramah, dan profesional menjadi salah satu unsur penting dalam membangun hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat.

“Harapan kami, kehadiran anggota Polri di lapangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin arus lalu lintas tetap lancar, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan masyarakat merasa aman saat menjalankan aktivitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kedisiplinan personel serta kesadaran dan kerja sama seluruh pengguna jalan,” katanya.

Dengan pelaksanaan Commander Wish yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Sawahlunto berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar.

Kehadiran personel kepolisian pada pagi hari diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas pengaturan lalu lintas, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Sawahlunto.

Melalui komitmen tersebut, Polres Sawahlunto terus berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan profesional, sejalan dengan harapan masyarakat terhadap lingkungan yang aman, aktivitas yang lancar, serta keselamatan bersama di jalan raya. (**)

 


SAWAHLUNTO – Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan apel pagi personel Polres Sawahlunto yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Sawahlunto. Kegiatan rutin tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menyampaikan arahan pimpinan kepada seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Apel pagi tidak hanya menjadi sarana pengecekan kehadiran dan kesiapan personel, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun soliditas, meningkatkan tanggung jawab, serta memastikan seluruh anggota memahami tugas dan kewajibannya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sawahlunto menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, setiap personel harus senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan profesionalisme, baik saat bertugas di lingkungan kantor maupun ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kedisiplinan, kesiapan, dan tanggung jawab merupakan faktor penting yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri. Dengan demikian, pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal, terarah, dan sesuai dengan ketentuan serta prosedur yang berlaku.

Apel Pagi sebagai Sarana Evaluasi dan Penguatan Kesiapan Personel

Pelaksanaan apel pagi merupakan agenda rutin di lingkungan Polres Sawahlunto yang memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari. Melalui kegiatan ini, pimpinan dapat memantau kesiapan personel sekaligus memastikan setiap anggota berada dalam kondisi siap melaksanakan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Selain melakukan pengecekan kehadiran, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi, evaluasi pelaksanaan tugas, serta pemberian arahan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dengan adanya komunikasi langsung antara pimpinan dan anggota, setiap arahan diharapkan dapat dipahami secara menyeluruh dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra menegaskan bahwa setiap personel harus menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban yang dilaksanakan ketika ada pengawasan.

Menurutnya, disiplin harus tercermin dalam ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, kesiapan menjalankan tugas, serta kesungguhan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Apel pagi ini bukan hanya untuk mengecek kehadiran personel, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan anggota dalam melaksanakan tugas. Saya berharap seluruh personel senantiasa menjaga kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab, dan melaksanakan setiap tugas dengan penuh kesungguhan serta profesionalisme,” ujar Kapolres Sawahlunto.

Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pelayanan Publik

Kapolres juga mengharapkan seluruh personel Polres Sawahlunto terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri dituntut untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta menangani setiap persoalan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, setiap anggota harus mampu menunjukkan sikap yang baik, mengedepankan pendekatan yang humanis, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Harapan saya, seluruh personel Polres Sawahlunto dapat terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedepankan sikap humanis, serta jadikan kepentingan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas antarpersonel. Sinergi yang baik di lingkungan internal kepolisian dinilai menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan tugas, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setiap personel diharapkan mampu bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan tugas diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal.

Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Lebih lanjut, kesiapan personel menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sawahlunto.

Kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dan kehadiran anggota, tetapi juga mencakup kesiapan mental, pemahaman terhadap tugas, kemampuan berkomunikasi, serta kesigapan dalam merespons berbagai situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui apel pagi, pimpinan dapat mengingatkan kembali seluruh personel agar senantiasa waspada, memahami perkembangan situasi kamtibmas, dan melaksanakan tugas secara terukur sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kapolres Sawahlunto berharap seluruh anggota dapat terus meningkatkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Tujuan yang ingin kita capai adalah terwujudnya personel yang disiplin, siap siaga, solid, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Saya berharap seluruh anggota terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal penting yang harus dijaga melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Karena itu, setiap personel diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas secara administratif, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan dan dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Komitmen Meningkatkan Kinerja Polres Sawahlunto

Kegiatan apel pagi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Sawahlunto dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas. Arahan pimpinan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas sehari-hari, sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja di setiap satuan fungsi.

Dengan disiplin yang terjaga, kesiapan personel yang optimal, serta koordinasi yang solid, Polres Sawahlunto diharapkan mampu menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat secara maksimal.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra berharap semangat yang dibangun melalui apel pagi dapat terus diterapkan dalam setiap aktivitas kedinasan, sehingga seluruh personel senantiasa siap menghadapi tantangan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan rutin tersebut, Polres Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kedisiplinan internal, memperkuat profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin baik demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di Kota Sawahlunto. (**)

 


PASAMAN BARAT — Polres Pasaman Barat bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Barat melakukan ekshumasi terhadap jenazah Rasya Arfabian Shaarim, bayi berusia delapan bulan yang meninggal dunia pada 22 September 2026.


Ekshumasi dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 09.00 hingga 12.30 WIB. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan laporan dugaan malapraktik dan kelalaian medis yang dilaporkan keluarga korban terkait penanganan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat.


Kegiatan ekshumasi dihadiri kuasa hukum keluarga korban, Ahmad Romi, Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, Kaur Identifikasi/Inafis Polres Pasaman Barat Aiptu Roni, serta Kepala Subbagian Kedokteran Polda Sumatera Barat dr. Eka Purnama Sari.


Ekshumasi tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/243/IX/2026/SPKT/POLRES PASAMAN BARAT/POLDA SUMATERA BARAT tertanggal 28 September 2026.


Keluarga Pertanyakan Tindakan Medis

Kuasa hukum keluarga korban, Ahmad Romi, mengatakan perkara tersebut bermula ketika Rasya mengalami sakit perut disertai muntah-muntah. Pada 1 September 2026, korban dibawa ke IGD RSI Ibnu Sina Simpang Empat untuk mendapatkan penanganan medis.


Menurut Ahmad Romi, keluarga mempertanyakan tindakan medis yang dilakukan terhadap korban. Salah satu hal yang menjadi perhatian keluarga adalah dugaan adanya tindakan pemotongan usus yang dinilai tidak dijelaskan secara terang sebelum operasi dilakukan.


Ia menjelaskan, kondisi korban kemudian kembali memburuk. Pada 9 September 2026, orang tua korban membawa Rasya ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk memperoleh penanganan dan perawatan lebih lanjut.


Berdasarkan keterangan kuasa hukum, korban kemudian menjalani operasi pada 12 September 2026 dan dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).


Sekitar 10 hari setelah operasi, tepatnya pada 22 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, Rasya dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dimakamkan di Nagari Pinaga, Kabupaten Pasaman Barat, pada 23 September 2026.


Ahmad Romi juga menyebutkan, berdasarkan keterangan orang tua korban, informasi mengenai dugaan bekas pemotongan usus diperoleh dari seorang dokter bedah di RSUP Dr. M. Djamil Padang setelah operasi. Namun, identitas dokter tersebut belum diketahui pihak keluarga.


Selain itu, keluarga mempertanyakan isi surat persetujuan tindakan medis yang ditandatangani sebelum operasi di RSI Ibnu Sina. Menurut kuasa hukum, surat tersebut disebut tidak mencantumkan tindakan pemotongan usus, melainkan menyebutkan tindakan penyusunan usus.


Atas persoalan tersebut, keluarga melaporkan dugaan kelalaian dan tindakan medis yang dinilai tidak sesuai standar kepada kepolisian. Laporan tersebut menggunakan sangkaan Pasal 440 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.


RSI Ibnu Sina Bantah Ada Pemotongan Usus

Direktur RSI Ibnu Sina Simpang Empat, Meri Herliza, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan profesi, standar prosedur operasional, serta etika profesi.


Meri Herliza juga membantah adanya tindakan pemotongan usus terhadap pasien selama menjalani penanganan di RSI Ibnu Sina.


Menurutnya, pasien pertama kali dibawa ke IGD RSI Ibnu Sina pada 1 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter anak, dokter bedah menyarankan agar pasien segera menjalani operasi.


Pihak rumah sakit menyatakan keluarga telah mendapatkan pemberitahuan sebelum tindakan medis dilakukan. Operasi kemudian dilaksanakan pada 2 September 2026.


Setelah operasi, pasien menjalani perawatan selama tujuh hari di ruang rawat inap. Setelah kondisi dinilai membaik, pasien diperbolehkan pulang dengan anjuran menjalani rawat jalan.


Namun, pada 9 September 2026, pasien kembali dibawa ke IGD RSI Ibnu Sina. Melihat kondisi pasien, dokter bedah kemudian menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Pihak RSI Ibnu Sina menyatakan akan kooperatif dalam menghadapi proses hukum dan siap memberikan keterangan maupun data yang diperlukan apabila diminta oleh kepolisian.


Polisi Dalami Dugaan Malapraktik

Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata membenarkan adanya laporan dari keluarga korban.


Ia mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk meminta keterangan dari sejumlah pihak dan memeriksa saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Menurutnya, ekshumasi bersama Biddokkes Polda Sumatera Barat merupakan salah satu bagian dari proses penanganan laporan tersebut.


“Dugaan malapraktik maupun kelalaian medis belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan diperoleh,” demikian penjelasan pihak kepolisian.


Penyidik juga dapat meminta pertimbangan serta penilaian dari lembaga profesi dan instansi kesehatan yang berwenang apabila diperlukan.


Hingga saat ini, perkara tersebut masih dalam tahap pendalaman. Dugaan yang disampaikan keluarga korban maupun bantahan pihak rumah sakit akan diklarifikasi melalui proses penyelidikan serta pemeriksaan medis dan forensik yang berwenang. (**)

 


SUMBARNET — PT Semen Padang menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp100 juta melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) 2026 untuk mendukung pembangunan turap saluran irigasi sepanjang 65 meter di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.


Penyaluran dana tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Program BMN Tahun 2026 Forum Nagari Kelurahan Baringin yang digelar di Aula Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Baringin, Rabu (21/10/2026). Acara penyaluran dana dan peluncuran program tersebut dihadiri Lurah Baringin Sofyan, tokoh masyarakat, dan perwakilan PT Semen Padang.


Ketua Forum Nagari Kelurahan Baringin Doly Fajri mengatakan dana BMN tahun ini akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan turap saluran irigasi, mulai dari kawasan Masjid Nurul Wujud. Pembangunan tersebut menjadi salah satu kebutuhan masyarakat karena kondisi tanah di sepanjang bantaran saluran, baik di sisi kiri maupun kanan, mulai mengalami keruntuhan.


Menurut Doly, pembangunan turap diperlukan untuk memperkuat tebing saluran sekaligus menjaga agar aliran irigasi tetap berfungsi dengan baik. Keberadaan saluran tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama warga yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dan perikanan.


“Banyak masyarakat yang bergantung pada saluran irigasi ini, baik untuk mengairi lahan pertanian maupun menunjang kegiatan budidaya ikan di kolam. Karena itu, pembangunan turap ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pemanfaatan saluran tersebut,” kata Doly.


Ia menjelaskan, pembangunan turap sepanjang 65 meter dengan anggaran Rp100 juta itu merupakan pekerjaan lanjutan untuk menyambung turap yang telah dibangun sebelumnya. Dengan adanya pembangunan lanjutan tersebut, diharapkan kondisi saluran irigasi semakin kuat dan risiko longsornya tanah di sekitar saluran dapat diminimalkan.


Doly menyampaikan, pekerjaan turap direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026 dengan target penyelesaian selama enam minggu. Ia berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat ikut mengawasi proses pembangunan.


“Kami di Forum Nagari terbuka terhadap masukan dan saran dari warga demi mendukung kelancaran pekerjaan serta menjaga kualitas hasil pembangunan. Kami berharap masyarakat bersama-sama mengawasi pelaksanaan program ini agar berjalan lancar dan sesuai dengan harapan,” katanya.


Sementara itu, Lurah Baringin Sofyan mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pembangunan turap melalui Program BMN 2026. Ia menilai pembangunan turap tersebut merupakan langkah yang tepat karena infrastruktur itu dibutuhkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor pertanian dan budidaya ikan.


“Sebagai wakil Pemko Padang di tingkat kelurahan, kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang yang telah mendukung pembangunan turap ini. Kami berharap sinergi antara Forum Nagari Kelurahan Baringin dan PT Semen Padang, termasuk masyarakat, dapat terus terjalin agar berbagai kebutuhan lingkungan dapat ditangani secara bersama-sama,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa pembangunan turap saluran irigasi di Kelurahan Baringin merupakan salah satu program TJSL yang dilaksanakan melalui Program BMN 2026, sekaligus sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.


Agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan bersama, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan turap tersebut. “Pengawasan bersama diharapkan dapat membantu memastikan pembangunan terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga,” kata Win.


Win berharap dukungan dari perusahaan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


“Program ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.


Sementara itu, Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang Nurwan yang hadir mewakili manajemen perusahaan dalam acara peluncuran Program BMN Tahun 2026 Forum Nagari Kelurahan Baringin itu berharap agar masyarakat terus memberikan dukungan terhadap kinerja PT Semen Padang.


Menurutnya, kinerja perusahaan yang semakin baik akan membuka peluang bagi peningkatan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. “Kelurahan Baringin merupakan bagian dari lingkungan perusahaan. Karena itu, kami berharap dukungan masyarakat agar kinerja perusahaan terus terjaga. Semakin baik kinerja perusahaan, maka semakin besar pula kontribusi yang diberikan perusahaan kepada lingkungan,” ujarnya. (*)



SUMBARNET - Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyoroti kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam dan dinamika pasar modal Indonesia. Ia membahas divestasi saham tambang batu bara, sumbangan pendidikan ke Singapura, serta dugaan tekanan asing terkait evaluasi klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).


Melalui unggahan di akun TikTok mmd.luthfi, Lutfi menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk membela pemerintah, melainkan memperjuangkan kepentingan negara.


"Saya bicara di sini bukan untuk membela pemerintah, tapi untuk membela negara saya sendiri," ujar Lutfi, dikutip Senin (19/10/2026).


Dalam pernyataannya, Lutfi mempertanyakan sejauh mana kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat bagi masyarakat dalam negeri. Ia mengangkat persoalan sumbangan sebesar 101 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,7 triliun untuk pendidikan di Singapura.


Menurutnya, pengelolaan kekayaan alam Indonesia harus mengutamakan kesejahteraan masyarakat.


"Ada perbedaan besar antara mencari makan di Indonesia dengan menjadi bagian dari bangsa Indonesia," katanya.


Soroti Divestasi Saham Bayan Resources


Lutfi kemudian menyinggung pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, serta persoalan kepemilikan saham perusahaan tambang tersebut.


Ia mengaitkan persoalan itu dengan Pasal 33 UUD 1945. Pasal tersebut menegaskan prinsip pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Lutfi juga mengapresiasi pengambilalihan 30,25 persen saham yang disebutnya mengembalikan kepemilikan strategis ke tangan nasional.


Ia menyampaikan penghargaan kepada Haji Isam dan Bank Mandiri atas peran mereka dalam proses tersebut.


Menurut Lutfi, divestasi dapat menjadi instrumen untuk menjaga kepentingan nasional tanpa harus membebani anggaran negara.


Lutfi Pertanyakan Ancaman Penurunan Klasifikasi MSCI


Selain sektor pertambangan, Lutfi menyoroti ancaman perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.


Ia mempertanyakan kemungkinan Indonesia turun dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.


Menurut Lutfi, kategori Standalone Market berkaitan dengan kondisi pasar yang tidak memenuhi persyaratan tertentu bagi investor internasional.


Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kebijakan pengendalian modal atau capital control.


"Apakah Indonesia menerapkan capital control? Sama sekali tidak," tegasnya.


Lutfi juga menyebut Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), dua institusi investasi besar asal Singapura.


Ia mengaku menerima informasi mengenai dugaan tekanan dari petinggi GIC terhadap MSCI agar menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia.


Namun, dugaan keterlibatan GIC, Temasek, maupun pihak tertentu dalam tekanan tersebut belum terverifikasi secara independen.


Lutfi menduga persoalan yang mencuat berkaitan dengan kepentingan investor asing yang ingin membeli saham Indonesia pada harga lebih rendah.


"Dana-dana institusi asing ini sudah keluar sekitar 80 persen dari pasar Indonesia. Masalahnya, waktu mereka keluar, bursa kita tidak hancur karena harganya tidak turun. Mereka tidak bisa masuk lagi buat beli murah," ungkapnya.


Ia menilai ancaman penurunan klasifikasi berpotensi memicu kepanikan investor domestik dan menekan harga saham.


Dalam skenario yang disampaikannya, tekanan harga dapat membuka peluang bagi investor tertentu untuk kembali membeli aset Indonesia dengan harga lebih rendah.


Meski demikian, klaim mengenai keluarnya 80 persen dana institusi asing dan dugaan upaya memicu kepanikan pasar masih memerlukan verifikasi melalui data transaksi serta keterangan pihak terkait.


Serukan Solidaritas Menjaga Kepentingan Nasional


Lutfi mengingatkan bahwa Indonesia tetap perlu membuka diri terhadap investasi asing. Namun, keterbukaan tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan nasional.


Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam dan pasar modal harus mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga kendali nasional atas aset strategis.


"Jangan mau kita diadu-adu, dibuat minder oleh negara tetangga. Ini soal siapa memegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus kompak, kita harus patriotik, kita jaga harga diri bangsa kita sendiri," pungkasnya.


Pernyataan Lutfi kembali menempatkan kedaulatan ekonomi sebagai isu penting dalam pengelolaan sumber daya alam dan pasar modal Indonesia. Ia menegaskan bahwa kekayaan nasional harus memberikan manfaat bagi rakyat, sementara pasar modal harus tumbuh tanpa mengorbankan kepentingan negara.


Di sisi lain, dugaan tekanan terhadap MSCI masih membutuhkan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Transparansi, keterbukaan data, serta penjelasan resmi menjadi kunci untuk memastikan evaluasi pasar modal berlangsung secara objektif.


Pada akhirnya, kepentingan investor dan kepercayaan pasar harus berjalan seiring dengan perlindungan aset strategis serta kepentingan nasional Indonesia. Kedaulatan ekonomi bukan sekadar persoalan kepemilikan saham, melainkan juga tentang memastikan kekayaan bangsa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. (***)

 


SUMBARNET - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menggelar kegiatan kumpul bersama masyarakat setempat di Kedai Sahabi, Jorong Pasaman Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada Rabu (21/10/2026). 


Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini diselenggarakan guna menghimpun data serta memetakan berbagai dinamika persoalan yang meresahkan warga terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H dengan didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pasaman Barat, di antaranya Kasat Samapta AKP Dwi Rahmat Hadi Yanto, Kasat Binmas Iptu Zulfi, KBO Sat Samapta Ipda Yandri Salmi, Plh. Kasi Humas Bripka Tasnim Agung serta sejumlah personel dari Sat Binmas.


Melalui forum dialog terbuka ini, jajaran Polres Pasaman Barat mendengarkan secara langsung beragam aspirasi serta keluhan warga mengenai situasi keamanan di wilayah permukiman mereka. Langkah ini diambil sebagai sarana deteksi dini dan pendekatan partisipatif guna menciptakan lingkungan yang kondusif.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agung menegaskan komitmen Polres Pasaman Barat untuk bersikap tegas dalam menjaga ketertiban umum melalui penegakan hukum yang berkeadilan, baik terhadap tindak pidana maupun bentuk pelanggaran hukum lainnya. 


"Polres Pasaman Barat tetap berkomitmen penuh dalam penegakan hukum yang tegas dan profesional, baik terhadap segala bentuk tindakan pidana maupun pelanggaran hukum yang meresahkan warga,” ungkap Kapolres. 


Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

"Menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak bisa dilakukan oleh aparat kepolisian saja, melainkan membutuhkan partisipasi serta sinergi aktif dari seluruh elemen masyarakat," ujarnya.


Selain memperkuat aspek penegakan hukum, Polres Pasaman Barat turut menyuarakan kesiapannya dalam memberikan pendampingan hukum serta bantuan sosial guna menyerap dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.


"Kami senantiasa terbuka untuk membantu masyarakat, baik dalam memberikan perlindungan dan pendampingan hukum maupun bentuk bantuan lainnya demi terwujudnya keamanan di Kabupaten Pasaman Barat," tutup Kapolres. (HumasResPasbar)

 


MENTAWAI, Sumbarnet.id – Kodim 0319/Mentawai menunjukkan respon cepat terhadap persoalan masyarakat. Melalui Babinsa Koramil 02/Siberut, Sertu Iswendra, didampingi perangkat Desa Sagulubbeg melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi yang sempat viral akibat siswa-siswi SMP Negeri 2 Siberut Barat Daya harus menyeberangi sungai saat banjir beberapa waktu lalu.


Peninjauan dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) di Dusun Kaleak, Desa Sagulubbeg, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Dandim 0319/Mentawai, guna memperoleh informasi dan data akurat terkait kondisi aktual di lapangan, khususnya mengenai akses penyeberangan sungai yang digunakan para pelajar dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.


Dalam peninjauan tersebut, Sertu Iswendra bersama perangkat desa melakukan pengecekan kondisi sungai serta mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama para pelajar saat debit air meningkat dan arus sungai deras.


Hasil peninjauan selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah tindak lanjut, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik.


Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan respons cepat Kodim 0319/Mentawai terhadap persoalan masyarakat, sekaligus komitmen TNI AD dalam mendukung keselamatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru wilayah NKRI. (Roby)

 


MENTAWAI, — Sejalan dengan program Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kepulauan Mentawai terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat.


Kali ini, Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., melaksanakan silaturahmi dan dialog bersama para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Km. 2, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Rabu (21/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 09.45 WIB tersebut menjadi wadah untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan nelayan, khususnya terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta keamanan dan keselamatan saat melaut.


Dalam pertemuan itu, para nelayan menyampaikan bahwa kuota BBM sebanyak dua ton yang saat ini diperoleh dari pemerintah daerah dinilai belum mencukupi kebutuhan sekitar 50 nelayan di wilayah Sipora Utara. Mereka berharap adanya penambahan kuota serta pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.


Para nelayan juga menyampaikan keluhan terkait pemberitaan mengenai dugaan penimbunan solar bersubsidi dan dugaan penyalahgunaan identitas nelayan untuk memperoleh BBM. Aspirasi tersebut disampaikan untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.


Menanggapi hal tersebut, Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna mencari solusi.


“Kami hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Berbagai masukan dari para nelayan akan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar dapat dicarikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Plt. Kapolres.


Pada kesempatan tersebut, Plt. Kapolres juga mengimbau masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Ia mengajak para nelayan dan seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.


Selain itu, para nelayan diingatkan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan perlengkapan keselamatan sebelum melaut, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Melalui kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat, Polres Kepulauan Mentawai berharap komunikasi dan sinergi dengan masyarakat semakin kuat. Kegiatan ini menjadi wujud pendekatan Polri yang humanis dalam mendengarkan aspirasi, mencegah penyalahgunaan narkoba, serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Ops AKP Budi Setiawan, S.H., Kabag Log AKP Devix Wilson, Kasat Samapta AKP Makmur Coir, Kasat Resnarkoba IPTU Ali AS Mardoni, Pamapta, dan personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Mentawai. (Robi)

 


PADANG, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, S.STP., M.Si., dalam Presentasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026.


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat tersebut berlangsung di Aula Utama Kantor Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Padang, Selasa (21/10/2026).


Kehadiran Sekda Rismal Hadi dalam agenda ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk terus mendorong keterbukaan informasi publik sebagai salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.


Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa, bersama Wakil Wali Kota Ibnu Asis, Pemko Bukittinggi berkomitmen untuk memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.


Dalam presentasi tersebut, Rismal Hadi didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, S.Kom., M.Kom., yang juga bertindak sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama.


Keterbukaan Informasi Jadi Bagian Penting Tata Kelola Pemerintahan


Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik merupakan salah satu instrumen untuk menilai pelaksanaan keterbukaan informasi pada badan publik, termasuk dalam hal penyediaan informasi, pelayanan permohonan informasi, serta pengelolaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.


Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Bagi Pemerintah Kota Bukittinggi, keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.


Pengelolaan informasi yang baik memungkinkan masyarakat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara tepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada saat yang sama, keterbukaan informasi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.


Keikutsertaan Sekda Rismal Hadi bersama PPID Utama dalam presentasi Monev 2026 diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.


Dengan demikian, komitmen terhadap keterbukaan informasi diharapkan terus diwujudkan melalui peningkatan kinerja pengelolaan informasi, penguatan pelayanan publik, serta penyelenggaraan pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.(**)