SUMBARNET - Perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade di tubuh Korps Bhayangkara akhirnya mengantarkan Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., ke jajaran perwira tinggi Polri.
Perwira yang akrab disapa Satake Bayu itu kini resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau Brigjen Pol.
Satu bintang pun resmi melekat di pundaknya.
Kenaikan pangkat tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan karier Satake Bayu yang telah ditempa melalui beragam penugasan di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum mencapai pangkat Brigjen Pol, Satake Bayu telah menjalani perjalanan panjang sebagai anggota Polri dengan rekam jejak penugasan yang cukup beragam.
Mulai dari tugas operasional di lapangan, bidang lalu lintas, pendidikan dan pembinaan personel, pengamanan objek vital, hingga komunikasi dan hubungan masyarakat, seluruhnya pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Kenaikan pangkat Satake Bayu dari Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) dilaporkan dalam rangkaian Apel Pagi di Lapangan Upacara Markas Polda Sulawesi Selatan, Senin, 31 Agustus 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
Momentum itu sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan pengabdian Satake Bayu di institusi Polri.
Namun, perjalanan menuju pangkat jenderal bukanlah sesuatu yang diraih dalam waktu singkat.
Di balik satu bintang yang kini disandangnya, terdapat perjalanan panjang seorang perwira yang telah berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya serta mengemban berbagai fungsi dan tanggung jawab strategis.
Alumni Akpol 1992
Stefanus Satake Bayu Setianto merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1992.
Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, perjalanan kariernya dimulai dari penugasan di Pulau Bali.
Pada fase awal pengabdiannya, Satake Bayu pernah bertugas di lingkungan Polres Karangasem.
Sejumlah pengalaman lapangan ditempanya dari wilayah tersebut, termasuk menjalankan tugas sebagai Perwira Samapta (Pamapta).
Kariernya kemudian berkembang ketika dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Manggis.
Penugasan sebagai Kapolsek menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan karier seorang perwira kepolisian.
Dari tingkat kewilayahan, seorang perwira dituntut untuk memahami secara langsung berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat serta membangun komunikasi dengan masyarakat dan unsur pemerintahan di wilayah tugasnya.
Setelah itu, Satake Bayu kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin wilayah kepolisian lainnya.
Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Kuta yang berada di wilayah hukum Polres Badung.
Penugasan di Bali menjadi salah satu fondasi awal yang membentuk pengalaman operasional dan kepemimpinannya di lingkungan kepolisian.
Menempuh Berbagai Penugasan di Kalimantan Tengah
Perjalanan karier Satake Bayu kemudian membawanya ke Pulau Kalimantan.
Di Polda Kalimantan Tengah, ia kembali mendapatkan berbagai penugasan dengan karakter yang berbeda.
Sejumlah jabatan pernah dipercayakan kepadanya, mulai dari Kapuskodal Ops Polres Kotawaringin Timur hingga jabatan di bidang koordinasi dan pengawasan operasional.
Ia juga pernah dipercaya menduduki jabatan Kakoorsis dan Wakapolres.
Pengalaman sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor semakin memperluas pemahamannya mengenai pengelolaan organisasi kepolisian di tingkat kewilayahan.
Selain fungsi operasional dan manajerial, Satake Bayu juga memiliki rekam jejak panjang di bidang lalu lintas.
Di Polda Kalimantan Tengah, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Satuan Patroli Jalan Raya atau Kasat PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng.
Penugasan tersebut menambah pengalaman Satake Bayu dalam menangani persoalan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Berbagai pengalaman di lapangan tersebut menjadi bagian dari proses panjang pembentukan kariernya sebagai perwira Polri.
Berkarier di Polda Sulawesi Utara
Setelah menjalani berbagai penugasan di Bali dan Kalimantan Tengah, perjalanan karier Satake Bayu kemudian berlanjut ke Sulawesi Utara.
Di Polda Sulawesi Utara, ia kembali mendapatkan sejumlah amanah strategis dalam berbagai bidang.
Tidak hanya di bidang operasional, Satake Bayu juga mulai banyak mendapatkan pengalaman dalam bidang pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan atau Kabag Bindiklat.
Penugasan tersebut memperluas rekam jejaknya di bidang pembentukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.
Selain itu, ia juga pernah kembali dipercaya menjalankan tugas di bidang lalu lintas sebagai Kasat PJR.
Kariernya di bidang lalu lintas kemudian berlanjut ketika dipercaya menjabat Kasubdit Min Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara.
Dalam perjalanan berikutnya, Satake Bayu juga mendapatkan kepercayaan untuk memimpin wilayah sebagai Kapolres Bitung.
Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis dalam perjalanan kariernya sebagai perwira menengah Polri.
Sebagai Kapolres, ia bertanggung jawab dalam memimpin pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Bitung serta mengoordinasikan berbagai fungsi pelayanan, perlindungan, penegakan hukum, dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pernah Pimpin SPN Polda Sulut
Pengalaman Satake Bayu di bidang pendidikan kepolisian semakin kuat ketika pada 2012 ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara atau SPN Polda Sulawesi Utara.
SPN merupakan salah satu lembaga pendidikan penting dalam proses pembentukan anggota Polri.
Penugasan sebagai pimpinan SPN menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Satake Bayu.
Selama berada di lingkungan pendidikan kepolisian, ia terlibat dalam proses pembinaan dan pembentukan sumber daya manusia Polri.
Penugasan tersebut berlangsung hingga 2016.
Setelah menyelesaikan tugasnya di bidang pendidikan, Satake Bayu kembali mendapatkan amanah di bidang lain.
Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital atau Dirpamobvit Polda Gorontalo.
Penugasan di bidang pengamanan objek vital kembali memperluas spektrum pengalaman yang dimilikinya.
Bidang tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keamanan berbagai objek dan kawasan yang memiliki nilai strategis terhadap kepentingan masyarakat maupun negara.
Tiga Kali Pimpin Bidang Humas Polda
Salah satu perjalanan karier yang cukup menonjol dari Satake Bayu adalah pengalamannya di bidang hubungan masyarakat atau humas.
Sebelum dikenal sebagai pejabat di bidang logistik, ia memiliki pengalaman cukup panjang dalam bidang komunikasi publik Polri.
Satake Bayu pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Sumatera Barat.
Penugasan tersebut memperkenalkannya secara langsung pada dunia komunikasi publik dan hubungan antara institusi Polri dengan media serta masyarakat.
Tidak hanya di Sumatera Barat, kepercayaan untuk memimpin bidang humas kembali diberikan kepadanya di wilayah lain.
Satake Bayu juga pernah menjabat sebagai Kabid Humas Polda Bali.
Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika dirinya dipercaya menjadi Kabid Humas Polda Jawa Tengah.
Saat dipercaya menduduki jabatan Kabid Humas Polda Jawa Tengah pada Juli 2023, Satake Bayu menyebut penugasan tersebut merupakan kali ketiga dirinya dipercaya memimpin bidang humas di tingkat kepolisian daerah.
Tiga kali dipercaya memimpin Bidang Humas Polda di tiga wilayah berbeda menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kariernya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan seorang perwira yang tidak hanya ditempa melalui tugas-tugas operasional di lapangan, tetapi juga melalui bidang komunikasi publik.
Bidang humas memiliki tantangan tersendiri karena menjadi salah satu pintu komunikasi institusi dengan masyarakat dan media.
Pengalaman di Sumatera Barat, Bali, dan Jawa Tengah semakin melengkapi rekam jejak Satake Bayu yang sebelumnya banyak dibentuk melalui penugasan operasional, lalu lintas, pendidikan, dan pengamanan.
Dari Bali ke Sulawesi Selatan
Perjalanan panjang Satake Bayu kemudian memasuki babak baru ketika dirinya dipercaya mengemban jabatan di bidang logistik.
Sebelum bertugas di Polda Sulawesi Selatan, ia menjabat sebagai Kepala Biro Logistik atau Karo Log Polda Bali.
Pada Juni 2026, nama Satake Bayu kembali masuk dalam daftar mutasi besar di lingkungan Polri.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1339/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, ia dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Karo Log Polda Sulawesi Selatan.
Jabatan tersebut sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebagai perwira yang telah memiliki pengalaman di berbagai bidang.
Mutasi itu sekaligus membawa Satake Bayu kembali ke wilayah Indonesia Timur.
Setelah mendapat penugasan baru, ia kemudian resmi dilantik sebagai Karo Log Polda Sulawesi Selatan pada 30 Juli 2026.
Sebagai Karo Log, ia bertanggung jawab terhadap berbagai aspek dukungan logistik di lingkungan Polda Sulawesi Selatan.
Bidang logistik menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian.
Kenaikan Pangkat Pengabdian
Belum genap sebulan menjalankan tugas sebagai Karo Log Polda Sulawesi Selatan, perjalanan karier Satake Bayu kembali mencatatkan babak penting.
Pada Senin, 31 Agustus 2026, ia resmi menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Komisaris Besar Polisi menjadi Brigadir Jenderal Polisi.
Dengan kenaikan tersebut, Satake Bayu resmi masuk ke jajaran perwira tinggi Polri.
Kini, pangkat satu bintang melekat di pundaknya.
Kenaikan pangkat tersebut dilaporkan dalam Apel Pagi di Lapangan Upacara Mapolda Sulawesi Selatan.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memimpin langsung kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di institusi Polri.
"Kenaikan pangkat ini bukan hanya sebuah simbol, tetapi merupakan wujud dari sebuah perjuangan dan pengabdian kepada institusi. Pengabdian yang dilakukan tentu saja dengan penuh dedikasi dan tanpa cacat," ujar Djuhandhani.
Bagi Satake Bayu, kenaikan pangkat tersebut menjadi salah satu puncak perjalanan karier yang telah dibangun melalui berbagai penugasan selama puluhan tahun.
Dari Bali, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sumatera Barat, Bali, Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan, berbagai daerah telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Dari Lapangan hingga Bintang Satu
Perjalanan Stefanus Satake Bayu Setianto menggambarkan panjangnya proses yang harus dilalui seorang anggota Polri dalam meniti karier.
Berbagai bidang telah menjadi bagian dari rekam jejaknya.
Mulai dari tugas kepolisian di tingkat sektor, fungsi operasional, lalu lintas, kepemimpinan wilayah sebagai Kapolres, pendidikan kepolisian, pengamanan objek vital, komunikasi publik melalui bidang humas, hingga akhirnya mengemban tanggung jawab di bidang logistik.
Setiap penugasan membawa pengalaman dan tantangan yang berbeda.
Perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain juga menjadi bagian dari proses pengabdian seorang perwira kepolisian.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade menjalani karier di Korps Bhayangkara, perjalanan itu membawanya ke level jenderal.
Dari lapangan hingga lalu lintas.
Dari pendidikan kepolisian hingga pengamanan objek vital.
Dari ruang komunikasi publik hingga pengelolaan dukungan logistik.
Seluruh pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan seorang Stefanus Satake Bayu Setianto menuju pangkat Brigadir Jenderal Polisi.
Satu bintang di pundaknya bukan sekadar penanda perubahan pangkat dari Kombes Pol menjadi Brigjen Pol.
Lebih dari itu, bintang tersebut menjadi simbol perjalanan panjang, dedikasi, serta pengabdian seorang perwira yang telah melewati berbagai medan tugas di sejumlah wilayah Indonesia.
Kini, Stefanus Satake Bayu Setianto resmi menjejak level jenderal.
Perjalanan pengabdian yang dimulai dari penugasan awal sebagai perwira muda itu akhirnya mengantarkannya ke jajaran perwira tinggi Polri.
Namun, dengan jabatan dan tanggung jawab yang kini diemban, perjalanan pengabdian Brigjen Pol Stefanus Satake Bayu Setianto di Korps Bhayangkara tentu masih terus berlanjut. (**)