Padang, Gugatan Niniak Mamak dan Anak Nagori Koto Nan Ompek, Kota Payakumbuh, terhadap terbitnya Sertifikat Hak Pakai secara sepihak oleh Pemko diatas tanah ulayat nagari, kini bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang.


Dalam sidang yang digelar Senin (13/7/2026) menghadirkan saksi dari pihak tergugat, yaitu dua pejabat Pemko Payakumbuh yaitu Kadis PU Muslim dan Kadis Koperasi & UMKM Faizal. Keduanya dalam keterangan dibawah sumpah mengakui bahwa tanah Pasar Pusat Payakumbuh adalah tanah ulayat Nagari Koto Nan  Ompek. 


Kadis PU Muslim mengakui secara terbuka bahwa tanah tempat berdirinya bangunan pasar pusat adalah benar tanah ulayat milik Nagori Koto Nan Ompek. Dan ini sesuai dengan Perda Kota Payakumbuh Nomor 13 tahun 2016.


Sambil terisak Muslim mengakui bahwa proses sertifikasi mengalami kendala karena ada surat protes dari Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek, yang ia terima laporan dari Anggota Satgas Percepatan Pemulihan dan Pembangunan Pasar. Ia sendiri atas perintah atasan telah mencoba beberapa kali pertemuan dengan kelompok Niniak Mamak Nagori Koto Nan Ompek untuk mencari solusi. 


“Meski ambo bukan orang asli Payokumbuh tetapi dari Maninjau, ambo ingin Payokumbuh maju. Karena itu ambo upayakan ada titik temu antara keinginan Pemko dengan aspirasi Niniak Mamak," kata Muslim lagi.


Sementara Faizal, dari Kadis Koperasi & UMKM, juga mengakui bahwa tanah tempat bangunan pasar pusat Payakumbuh berdiri adalah tanah ulayat nagori. Ia menyatakan bahwa keinginan Pemko Payakumbuh untuk membangun pasar yang moderen.


Faizal juga mengatakan bahwa Pemko selama ini selalu merugi, karena itu Pemko Payakumbuh tidak bisa memenuhi komitmen kepada nagori dalam bagi hasil sesuai kesepakatan yaitu 70:30.


Sementara pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Payakumbuh melalui kuasa hukumnya juga mengakui bahwa ada kendala dalam proses sertifikasi dan adanya surat permohonan pemblokiran kepada BPN Kota Payakumbuh dari Niniak Mamak. 


Menurut pihak BPN, rencana pengukuran tanah yang awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2025, akhirnya baru bisa terlaksana pada tanggal 29 Desember 2025.


Kuasa hukum Niniak Mamal dan Anak Nagori Koto Nan Ompek Dr. H. Wendra Yunaldi seusai sidang mengatakan bahwa dari keterangan para saksi tergugat sudah jelas secara nyata membantah ucapan yang sering terlontar dari Wako Payakumbuh Zulmaeta yang menyatakan tanah pasar pusat Payakumbuh adalah milik negara.


Wendra Yunaldi optimis akan memenangkan gugatan ini, melihat fakta-fakta persidangan dan alat bukti yang ada. Namun dosen hukum tata negara Universitas Muhammadyah ini meminta semua pihak bersabar, berdo’a agar konflik agraria dan perjuangan perebutan kembali hak tanah ulayat anak nagari yang “dirampas” ini bisa berjalan sukses.


Tokoh pemuda Nagori Koto Nan Ompek, Anas Pitopang yang hadir dalam sidang PTUN ini mengatakan, bahwa aeharusnya sidang gugatan ini tidak terjadi karena sama saja dengan “mancabiak baju di dado”. Namun karena ego dan adanya pihak yang memaksakan kehendak dari Pemko Payakumbuh yang tidak mau duduk baropok (musyawarah) dengan Niniak Mamak Nagori makanya sidang PTUN ini terjadi. 


"Kami sebagai Anak Nagori Koto Nan Ompek akan terus memperjuangkan kembalinya hak tanah ulayat nagori kami, karena tanah ulayat adalah simbol kedaulatan, identitas dan juga wasiat amanah dari para pendahulu kami untuk terus merawat dan menjaganya secara turun temurun," kata Anas Pitopang yang juga seorang pesilat senior.


Sejumlah Niniak Mamak dan Anak Nagori Koto Nan Ompek Payakumbuh turut hadir menyaksikan jalannya sidang PTUN ini, antara lain Datuak Rajo Mantiko Alam (Ka Ompek Suku Urang Sambilan), Datuak Bandaro Hitam (Ka Ompek Suku Urang Ompek Niniak), Ir. H. Almaisyar, SE.,MM. Datuak Bangso Dirajo Nan Kuniang, Ir. Teddy Rahmad Datuak Mangkuto Simarajo, Ketua Bundo Kanduang, Buya Hasmeldi, Ir. Ahmad Zifal, serta beberapa orang lainnya.


Sidang akan di lanjutkan lagi pekan depan untuk memgambil keterangan para saksi fakta, dan juga saksi ahli dari para pihak, baik dari penggugat maupun dari tergugat. (*)

 


SUMBARNET - Aparat Kepolisian terus mendalami kasus ledakan bom rakitan yang melibatkan seorang siswa kelas XII di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Padang, Selasa (14/7). Selain melakukan penyelidikan, polisi juga memprioritaskan upaya pembinaan terhadap pelaku yang masih berstatus anak.


Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo menjelaskan, insiden berlangsung saat jam istirahat ketika kondisi sepi, pelaku meletakkan benda rakitan tersebut di atas sebuah meja yang berada di depan ruang kelas sebelum akhirnya menyalakan sumbu menggunakan korek api gas.


"Benda tersebut tidak menggunakan pemicu elektronik ataupun kendali jarak jauh. Ledakan terjadi setelah sumbu dibakar secara manual dengan korek api," ujar Kombes Pol Apri kepada awak media.


Meski sempat mengeluarkan suara ledakan dan asap, daya ledak benda rakitan tersebut tergolong rendah atau low explosive, sehingga tidak menimbulkan kerusakan besar di lingkungan sekolah.


Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Aktivitas di sekolah juga segera dapat dikendalikan setelah petugas melakukan pengamanan di lokasi.


Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa bom rakitan tersebut dibuat sendiri oleh pelaku di rumahnya. Ia mempelajari cara merakit bahan peledak melalui informasi yang diperoleh dari internet dan tayangan video di media sosial.


Selain merakit sendiri, pelaku juga disebut mengumpulkan seluruh bahan yang diperlukan secara mandiri hingga akhirnya berhasil membuat beberapa perangkat rakitan.


Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian mengamankan sedikitnya tiga bom rakitan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


Saat ini, siswa tersebut telah diamankan di Polresta Padang guna menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif serta proses pembuatan bahan peledak tersebut.


Meski demikian, kepolisian menegaskan pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada proses hukum, tetapi juga mengedepankan pembinaan karena pelaku masih berstatus anak dan diduga merupakan korban perundungan.


Kombes Pol Apri menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga dan tenaga profesional, agar pelaku memperoleh pendampingan psikologis sehingga tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.


Polisi juga mengingatkan pentingnya perhatian dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat terhadap kasus perundungan. Pencegahan bullying, pendampingan psikologis, serta pengawasan terhadap akses informasi berbahaya di internet dinilai menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(*)



SUMBARNET - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) resmi memulai penanganan permanen terhadap titik kerusakan pada Ruas Jalan Provinsi Manggopoh–Padang Luar STA 106+650 yang berada di Nagari Balai Salasa, Kabupaten Agam.


Penanganan dilakukan melalui pembangunan Box Culvert yang mulai dikerjakan pada 11 Juli 2026 sebagai solusi jangka panjang untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur di lokasi tersebut.


Ruas Jalan Manggopoh–Padang Luar merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Kabupaten Agam dan sekitarnya. Keberadaan ruas jalan ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas perekonomian daerah.


Kerusakan pada konstruksi jalan di titik STA 106+650 mulai teridentifikasi pada 26 April 2026. Menyikapi kondisi tersebut, BMCKTR Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat melakukan berbagai upaya penanganan darurat agar arus lalu lintas tetap dapat dilalui masyarakat dengan aman.


Sebagai langkah awal, pada 27 April 2026 dilakukan pemasangan plat baja untuk menjaga stabilitas badan jalan dan mempertahankan akses kendaraan. Seiring perkembangan kondisi di lapangan, BMCKTR kembali melakukan penambahan plat baja pada 3 Juni 2026 guna memperkuat struktur sementara pada lokasi kerusakan.


Namun, akibat kerusakan yang terus berkembang dipengaruhi kondisi tanah dan aliran air di bawah badan jalan, pemerintah kembali melakukan penanganan sementara melalui pemasangan Armco setelah kondisi kerusakan bertambah pada 20 Juni 2026.


Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan jalan tetap berjalan sambil mempersiapkan penanganan permanen.


Kini, pembangunan Box Culvert menjadi solusi permanen yang dipilih karena dinilai mampu memperkuat struktur jalan sekaligus memperbaiki sistem drainase dan saluran irigasi di bawah badan jalan.


Dengan adanya Box Culvert, aliran air diharapkan menjadi lebih lancar sehingga dapat mengurangi risiko gerusan tanah yang berpotensi menyebabkan kerusakan serupa di masa mendatang.


Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa pembangunan Box Culvert merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Sejak kerusakan mulai terjadi, kami terus melakukan penanganan secara bertahap agar ruas jalan tetap dapat difungsikan. Penanganan sementara melalui pemasangan plat baja hingga Armco merupakan langkah cepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Kini kami memasuki tahap penanganan permanen melalui pembangunan Box Culvert sebagai solusi yang lebih kuat, lebih aman, dan berkelanjutan," ujar Armizoprades.


Ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan jalan, tetapi juga menata sistem aliran air yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga umur layanan konstruksi jalan.


"Melalui pembangunan Box Culvert ini, kami ingin memastikan struktur jalan menjadi lebih kokoh, saluran irigasi dan drainase berfungsi dengan baik, serta potensi kerusakan akibat aliran air dapat diminimalkan. Infrastruktur yang baik akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," tambahnya.


Armizoprades juga berharap proses pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dengan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan para pengguna jalan.


"Kami mengharapkan dukungan serta pengertian masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung. Mungkin akan ada sedikit gangguan terhadap kelancaran lalu lintas, namun ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik. Setelah pekerjaan selesai, kami berharap masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi maupun mobilitas sehari-hari secara optimal," tutupnya.


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui BMCKTR akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


Melalui penanganan permanen ini, diharapkan Ruas Jalan Provinsi Manggopoh–Padang Luar dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai jalur penghubung yang andal, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Agam dan Provinsi Sumatera Barat secara umum. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Bhayangkara Run 2026 yang akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, Polres Pasaman Barat akan memberlakukan rekayasa serta pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di wilayah Pasaman Baru. Kebijakan tersebut akan berlaku mulai pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB.


Rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta lomba lari sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. mengatakan bahwa Bhayangkara Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya bertujuan mempromosikan olahraga dan gaya hidup sehat, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat.


"Pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini dilakukan semata-mata untuk menjamin keselamatan seluruh peserta Bhayangkara Run 2026 serta menjaga keamanan dan kelancaran arus kendaraan selama kegiatan berlangsung. Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh masyarakat agar mengikuti petunjuk petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," ujar AKBP Agung Tribawanto.


Kapolres menjelaskan, ruas jalan yang akan digunakan sebagai lintasan lomba meliputi Polres Pasaman Barat – RS Yarsi – Kantor Bupati – Gapura Jalur 32 hingga Perumahan Indah Gemilang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak melintasi jalur tersebut selama kegiatan berlangsung.


Selain itu, penutupan sementara juga akan dilakukan di Jalan Masjid Agung Baitul Ilmi. Bagi masyarakat yang hendak menuju RS Yarsi, dapat menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Cindua Mato.


Sementara itu, bagi masyarakat dari arah Padang Tujuh yang akan menuju Kantor Bupati maupun RS Yarsi, disarankan melewati Jalan Kampung Cubadak menuju Jalan Mohammad Hatta (melintasi depan Kantor Koramil) guna menghindari kepadatan di sekitar lintasan lomba.


Untuk mendukung kenyamanan peserta dan pengunjung, panitia juga telah menyiapkan beberapa lokasi kantong parkir, yakni di kawasan Masjid Agung Baitul Ilmi dan Lapangan Bola Cindua Mato.


Kapolres menegaskan bahwa personel Polres Pasaman Barat bersama instansi terkait akan disiagakan di seluruh titik pengamanan, persimpangan, serta jalur pengalihan guna membantu masyarakat dan memastikan rekayasa lalu lintas berjalan tertib.


"Kami telah menempatkan personel pada titik-titik strategis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengatur arus kendaraan, sekaligus memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami berharap masyarakat dapat berangkat lebih awal apabila memiliki kepentingan mendesak serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan," tambahnya.


AKBP Agung Tribawanto juga berharap Bhayangkara Run 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat serta mempererat kebersamaan.


"Kami berharap Bhayangkara Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, serta menunjukkan bahwa Polri selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dukungan dan partisipasi seluruh warga menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini," tutup Kapolres.


Polres Pasaman Barat mengimbau seluruh pengguna jalan agar memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas yang telah disampaikan, memanfaatkan jalur alternatif, serta tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara.

 

Dengan kerja sama seluruh masyarakat, diharapkan pelaksanaan Bhayangkara Run 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan sukses tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan. (**)



SUMBARNET - Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan penataan ruang kota melalui pelaksanaan sejumlah proyek strategis.


Salah satu di antaranya adalah revitalisasi kawasan Air Mancur yang menjadi salah satu ikon pusat Kota Padang.


Sebagai bentuk keseriusan dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendry, didampingi Inspektur Inspektorat Kota Padang, turun langsung meninjau sekaligus mengawal progres pekerjaan di lokasi proyek pada Senin (13/7).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berlangsung sesuai spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, serta mengedepankan kualitas hasil pembangunan.


Kehadiran Inspektorat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan sejak awal agar proyek dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.


Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pekerjaan saat ini difokuskan pada tahap pembongkaran berbagai fasilitas dan utilitas lama yang sudah tidak layak.


Kegiatan tersebut meliputi pembongkaran total utilitas eksisting, pagar pembatas, railing air mancur, papan reklame, hingga penataan warung pedagang yang berada di sekitar kawasan proyek.


Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan awal revitalisasi sebelum memasuki proses pembangunan fisik kawasan yang baru. 


Penataan ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, aman, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendry, mengatakan bahwa revitalisasi kawasan Air Mancur merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan wajah kota yang lebih modern, tertib, dan berdaya saing.


"Revitalisasi ini bukan sekadar mengganti fasilitas lama, tetapi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang menghadirkan ruang publik yang lebih berkualitas, indah, aman, dan nyaman untuk seluruh masyarakat. Kita move on dari fasilitas yang sudah usang menuju kawasan yang lebih representatif dan membanggakan," ujar Malvi Hendry.


Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan proyek sengaja diperketat sejak awal. Hal tersebut dilakukan agar setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar kualitas konstruksi sehingga hasil pembangunan benar-benar kokoh, memiliki umur layanan yang panjang, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


"Kami ingin memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan aturan yang berlaku. Karena itu, pengawasan dilakukan sejak tahap awal bersama Inspektorat agar kualitas pembangunan benar-benar terjaga. Harapannya, hasil revitalisasi ini tidak hanya terlihat indah, tetapi juga kuat, tahan lama, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Padang," tambahnya.


Malvi Hendry juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal proses pembangunan yang sedang berlangsung. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar seluruh proyek strategis Pemerintah Kota Padang dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.


"Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Kota Padang. Selama proses pembangunan mungkin ada sedikit ketidaknyamanan, namun semua ini dilakukan demi menghadirkan fasilitas publik yang jauh lebih baik. Mari kita kawal bersama pembangunan Kota Padang tercinta agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang," tutupnya.


Revitalisasi kawasan Air Mancur diharapkan nantinya mampu menjadi salah satu ruang publik unggulan Kota Padang yang tidak hanya mempercantik kawasan pusat kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan masyarakat, mendukung aktivitas sosial, serta memperkuat daya tarik Kota Padang sebagai kota tujuan wisata dan pusat kegiatan di Sumatera Barat. (**)

 


SUMBARNET - Kontingen atlet Taekwondo Polda Sumatera Barat (Sumbar) sukses menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang kejuaraan bergengsi "Kapolri Cup 2026". Dalam perhelatan yang berlangsung di Indoor Stadium, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 9 hingga 12 Juli 2026, tim Polda Sumbar berhasil membawa pulang total 16 medali.


Adapun rincian perolehan medali tersebut terdiri dari 6 medali emas, 9 medali perak, dan 1 medali perunggu. Prestasi ini menjadi bukti nyata kesiapan dan kualitas atlet-atlet di lingkungan Polda Sumbar dalam berkompetisi di tingkat nasional.


Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Kabiro SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari disiplin dan latihan keras yang telah dijalani para personel.


"Kami sangat bangga atas perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama harum Polda Sumbar di kancah nasional. Prestasi ini membuktikan bahwa anggota kita tidak hanya tangguh dalam tugas kepolisian, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif di bidang olahraga. Kami berharap torehan ini menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus berprestasi," ujar Kombes Pol Anissullah M. Ridha.


Daftar Atlet Peraih Medali:

• Medali Emas (6): Briptu Suci Ferian Rahayu, Bripda Muhammad Hafizh Faruq, Bripda Ravi Oktavian, Bripda Aditya Pramana, Bripda Muhammad Ressya Faolingga, dan Barada Akbar Trinanda.

• Medali Perak (9): Briptu Suci Ferian Rahayu, Bripda Butet Batmi, Bripda Sanaya Alifa Yosta, Briptu Dirta Wahyudi, S.H., Bripda Muhammad Iman Al Mughni, Bripda Muhammad Sendi Julian, serta Bripda Ressya Faolingga.

• Medali Perunggu (1): Briptu Ryan Bimantoro.


Senada dengan Kabiro SDM, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar personel Polri se-Indonesia.


"Kejuaraan Kapolri Cup ini bukan hanya soal medali, tetapi juga sarana untuk meningkatkan sportivitas dan profesionalisme. Kami berharap keberhasilan atlet Taekwondo Polda Sumbar ini dapat menginspirasi semangat sportivitas bagi seluruh personel, sekaligus memperkuat citra positif Polri di tengah masyarakat," tutur Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Prestasi ini menambah catatan positif bagi Polda Sumbar dalam pengembangan bakat dan minat personel di bidang olahraga beladiri, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam pembinaan sumber daya manusia yang unggul. (**)

 


SUMBARNET - Setelah berjalan sejak akhir 2023, UPZ Baznas Semen Padang resmi menuntaskan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang dilaksanakan di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Program pemberdayaan ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga mustahik melalui pengembangan usaha peternakan kambing etawa perah.


Penutupan program tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan itu juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dan evaluasi yang menghadirkan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Pertanian Kota Padang.


Verdy Radinal Gusman mengatakan, program yang mengusung tema *"Merawat Berkah, Peternak Kolektif Berdedikasi, Hasil Melimpah Tiada Henti"* merupakan bagian dari upaya UPZ Baznas Semen Padang dalam mengembangkan pola pemberdayaan zakat produktif. Program ini dimulai pada akhir 2023 dengan tujuan mendorong para penerima zakat agar memiliki sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarganya.


Pada pertengahan 2024, UPZ Baznas Semen Padang menyerahkan sebanyak 92 ekor kambing etawa kepada lima keluarga penerima manfaat di Kampung Padayo. Bantuan tersebut terdiri atas 46 ekor kambing jantan dan 46 ekor kambing betina. Setelah penyerahan bantuan, para penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik budi daya kambing etawa perah yang baik.


Pelatihan dan pendampingan tersebut melibatkan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas. "Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit, pengelolaan pakan, pemeliharaan kesehatan ternak, pengaturan reproduksi, kebersihan kandang, pengolahan susu, hingga pengelolaan usaha," ujarnya.


Dipilihnya Padayo sebagai lokasi pengembangan program karena selain berada di lingkungan sekitar PT Semen Padang, kawasan tersebut juga merupakan salah satu sentra peternakan kambing terbesar di Sumatera Barat, yakni Padayo Goat Farm. "Keberadaan sentra peternakan ini menjadi modal penting dalam pengembangan program," katanya.


Verdy mengatakan, meskipun tahapan program secara resmi telah berakhir, proses pemberdayaan para penerima manfaat diharapkan terus berlanjut. Ia berharap instansi terkait tetap memberikan pembinaan dan pendampingan agar usaha peternakan kambing etawa perah yang dijalankan para penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.


Menurutnya, dukungan lanjutan sangat dibutuhkan, terutama pada aspek teknis peternakan, kesehatan hewan, manajemen usaha, pengolahan produk, hingga pemasaran.


"Kami berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kota Padang, akademisi, serta seluruh pihak terkait terus memberikan dukungan kepada para penerima manfaat," katanya.


Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Verdy optimistis usaha peternakan kambing etawa perah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi para mustahik. Selain membuka peluang usaha, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.


"Harapan kami, para penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat semakin mandiri secara ekonomi. Pada masa mendatang, kami ingin mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru mampu menjadi muzaki atau pemberi zakat," ujarnya.


Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Nurhayati, mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang telah melibatkan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan akademisi merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.


"Kami merasa bangga dapat terlibat dalam program kambing etawa ini. Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat," katanya.


Nurhayati menilai peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan usaha peternakan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.


"Ada ungkapan bahwa negeri yang kaya akan ternak tidak akan miskin. Peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan, lapangan kerja, dan penghasilan bagi masyarakat," ujarnya.


Ia menambahkan, Fakultas Peternakan Universitas Andalas terbuka untuk terus bekerja sama dengan UPZ Baznas Semen Padang maupun berbagai pihak dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan peternakan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas peternak.


"Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dalam berbagai program yang relevan dengan bidang keilmuan Fakultas Peternakan Universitas Andalas," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Nurhayati juga menyoroti sejumlah faktor teknis yang menentukan keberhasilan usaha peternakan kambing etawa. Salah satu faktor terpenting adalah kualitas bibit yang akan menentukan produktivitas ternak apabila didukung dengan pengelolaan yang baik.


"Bibit kambing yang ada di Padayo sudah sangat baik dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada manajemen pemeliharaan. Untuk itu, peternak perlu memperhatikan kualitas dan ketersediaan pakan, kebersihan kandang, kesehatan ternak, pengelolaan reproduksi, serta pencatatan usaha.


Tanpa manajemen yang baik, potensi bibit unggul tidak akan menghasilkan produktivitas yang maksimal. Selain itu, peternak juga perlu memahami standar pengelolaan susu agar produk yang dihasilkan tetap higienis, berkualitas, dan aman dikonsumsi masyarakat," ujarnya.


Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Nirmala, turut mengapresiasi langkah UPZ Baznas Semen Padang dalam mendorong kemandirian mustahik melalui pengembangan usaha kambing etawa perah. Menurutnya, program tersebut memiliki prospek yang baik karena permintaan terhadap susu kambing terus meningkat.


"Permintaan susu kambing terus mengalami peningkatan, sedangkan ketersediaannya belum banyak. Kondisi ini menjadi peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha," katanya.


Nirmala mendorong agar peternakan kambing etawa perah di Kampung Padayo tidak hanya berfokus pada produksi susu segar. Para peternak juga perlu mengembangkan hilirisasi atau pengolahan produk agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Susu kambing dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, maupun produk olahan lainnya.


"Kalau hanya menjual susu segar, nilai tambah yang diperoleh masih terbatas. Apabila diolah menjadi produk turunan, harga jual dan daya saingnya tentu dapat meningkat," ujarnya.


Ia menyebut harga susu kambing di pasaran dapat mencapai sekitar Rp70 ribu per liter, lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Tingginya harga tersebut menunjukkan bahwa susu kambing memiliki pasar tersendiri.


"Masyarakat tidak segan membeli susu kambing dengan harga lebih tinggi karena produk ini memiliki konsumen yang spesifik. Apabila hilirisasi dilakukan dengan baik, peluang keuntungan bagi peternak tentu akan semakin besar," katanya.


Nirmala menambahkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat terus mendorong para pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan mengembangkan produk olahan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pembinaan, promosi, serta pelibatan peternak dalam berbagai kegiatan dan pameran. Salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan adalah peringatan Hari Susu Nusantara.


"Hari Susu Nusantara menjadi ajang untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi susu. Susu baik untuk kesehatan hari ini dan mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat pada masa depan. Bagi pelaku usaha kambing perah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas," tuturnya.


Salah seorang penerima manfaat Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa, Syafrinaldi, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, bantuan ternak dan pendampingan yang diberikan telah membuka peluang bagi keluarganya untuk mengembangkan usaha baru.


Meski hasil usaha yang diperoleh belum maksimal, ia optimistis usaha peternakan tersebut akan terus berkembang.


"Alhamdulillah, kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program ini. Kami mendapatkan bantuan sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola ternak. Terima kasih kepada UPZ Baznas Semen Padang dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung kami selama ini," katanya. (**)

 


Tanah Datar - Sekretaris Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Tanah Datar Joli Sumantri menghadiri kegiatan bela negara yang diselenggarakan oleh Kodim 0307 Tanah Datar Selasa 14/7.


Kegiatan yang bertempat diruang utama pertemuan kodim itu juga diikuti oleh puluhan organisasi masyarakat lainnya di Tanah Datar maupun Padang Panjang. 


Pada kesempatan itu, Sekretaris PJKIP Tanah Datar Joli Sumantri menyampaikan bahwa program pembinaan bela negara ini sangat penting untuk masyarakat. 


"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari keterbukaan informasi, kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan nilai keterbukaan informasi ditengah masyarakat, " katanya. 


Tak hanya itu, ia berharap agar masyarakat bisa mendukung setiap program program yang sudah dicanangkan oleh presiden untuk masyarakat. 


"Melalui pembinaan bela negara ini, kita harus mendukung setiap program yang sudah dicanangkan oleh presiden untuk masyarakat, " katanya. (tim)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID-Pemerintah Kota Bukittinggi gelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan pembangunan beberapa fasilitas umum pada tahun 2026-2027. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, dihadiri unsur Forkopimda, di Aula Balaikota Bukittinggi, Senin, 13 Juli 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, penataan kota menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bukittinggi. Hal ini sejalan dengan terpilihnya Bukittinggi sebagai satu dari 10 kota di Indonesia yang mendapat program Integrated City Planning (ICP) dari Bappenas RI. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota yang modern, aman, nyaman, indah, berkelanjutan serta mampu meningkatkan daya saing, khususnya di sektor pariwisata.


Selanjutnya, Wako memaparkan rencana penataan pada sejumlah kawasan dan ruas jalan menuju Jam Gadang dengan konsep kota ramah pejalan kaki. Penataan tersebut meliputi pemasangan conblock di Jalan Istana, Jalan Minangkabau, Jalan Sudirman, Jalan Perwira dan Jalan Ombilin. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan kursi, ruang hijau, pohon peneduh, lampu jalan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.


Selain itu, Pemerintah Kota Bukittinggi juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap, terutama pada ruas jalan menuju kawasan Jam Gadang dan Panorama, guna mendukung terciptanya kawasan yang lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki.


Terkait Pasar Bawah, Pemko Bukittinggi memprioritaskan revitalisasi kawasan Pasar Tradisional tersebut. Tahap awal difokuskan pada perbaikan sistem drainase untuk mengatasi genangan air. Selanjutnya, penataan akan dilanjutkan dengan pembenahan lantai dan atap pasar agar lebih bersih, rapi dan nyaman tanpa menghilangkan karakter pasar tradisional.


Selain itu, Pemko Bukittinggi juga akan melakukan peremajaan taman depan dan kafe di TMSBK, pemasangan lampu di kawasan Janjang 40 beserta gapura gerbang atas. Untuk penerangan, juga akan dilaksanakan pemasangan lampu hias di beberapa ruas jalan yang menjadi pusat ekonomi kreatif warga. (**)

 


Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi membuka Festival Alek Nagari Nan XX ke-III yang digelar di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/7/2026).


Festival yang berlangsung meriah tersebut menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat Minangkabau, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.


Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui dukungan Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang, Yendril, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan legislatif dalam mendukung pelestarian budaya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021–2024 Hendri Septa, Anggota DPRD Kota Padang Yendril, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward, unsur Forkopimca Kecamatan Lubuk Begalung, para tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Nagari Nan XX yang terus menjaga eksistensi adat dan budaya Minangkabau melalui penyelenggaraan Alek Nagari secara berkelanjutan.


Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan sosial masyarakat, serta memperkokoh jati diri masyarakat Minangkabau.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga," ujar Maigus Nasir.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang Yendril yang telah memberikan dukungan melalui dana Pokok Pikiran (Pokir), sehingga Festival Alek Nagari Nan XX ke-III dapat terselenggara dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Maigus menambahkan, Pemerintah Kota Padang memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui pengesahan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.


Menurutnya, kehadiran regulasi tersebut menjadi landasan hukum yang penting dalam memperkuat peran lembaga adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang, serta seluruh unsur masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Kota Padang.


"Kami berharap Perda ini dapat menjadi payung hukum bagi kaum adat di Kota Padang untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut tetap diwariskan kepada anak kemenakan dan generasi penerus," katanya.


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Yendril berharap Festival Alek Nagari dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan yang mampu menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau.


Ia menilai, di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat membutuhkan ruang untuk terus memperkuat nilai-nilai budaya, mempererat silaturahmi, sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.


"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Alek Nagari Nan XX juga diharapkan terus menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung," ujar Yendril.


Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Pelaksana Festival Alek Nagari Nan XX ke-III, James Hellyward, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini juga mendukung upaya Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan predikat Gastronomy City dari UNESCO.


Menurutnya, kekayaan budaya kuliner Minangkabau merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Kota Padang untuk memperoleh pengakuan dunia. Oleh karena itu, Alek Nagari tidak hanya menghadirkan pertunjukan adat, tetapi juga menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif dan kuliner khas daerah.


"Dalam Alek Nagari ini ditampilkan berbagai potensi daerah mulai dari bazar UMKM, prosesi adat seperti makan bajamba dan batagak gala, hingga lomba pembuatan kuliner khas Minangkabau seperti marandang dan malamang," jelas James Hellyward.


Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi masukan sekaligus referensi bagi Pemerintah Kota Padang dalam menyusun konsep pengembangan gastronomi daerah yang berbasis pada kekayaan kuliner, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Festival Alek Nagari Nan XX ke-III menjadi bukti nyata bahwa pelestarian adat dan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh adat, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kota Padang sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen mendorong berbagai kegiatan berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Selain menjaga warisan leluhur, langkah ini juga menjadi strategi memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau ke tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Padang sebagai destinasi budaya dan gastronomi yang berdaya saing global. (**)