Padang - Buku novel sejarah Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, bersi Arab sudah diterbitkan di Saudi Arabia. Bulan depan, cetak baru juga diterbitkan Gramedia grup.


“Iya saya diberi informasi oleh keturunan beliau, Khalid, buku tersebut sudah terbit di Saudi dalam Bahasa Arab,” kata penulisnya, Khairul Jasmi, di Padang, Ahad (22/3/2026).


“Foto ini diambil di kereta Haramin,” kata Khalid pada KJ sapaan si penulis. Itu, kereta cepat (Haramain High Speed Railway) di Saudi memautkan dua Kota Suci, ke Jeddah dan bandara.


Pada sampul belakang buku ditulis: “ Dari kabut putih pegunungan Sumatera, muncul seorang pemuda yang ditakdirkan untuk naik ke mimbar Masjidil Haram, sehingga suaranya menjadi gema abadi yang bergaung di lorong-lorong masjid tua. Novel ini menceritakan bab-bab perjalanan yang dibentuk oleh takdir Allah untuk mengubah wajah sejarah umat: biografi seorang ulama yang memikat hati dengan penjelasannya, dan mengejutkan zamannya dengan ensiklopedisnya yang luar biasa, dia adalah ahli fikih yang mengurai hukum-hukum mata uang sehingga menjadi dasar hukum transaksi, dan ilmuwan yang membawa umat ke orbit planet dan galaksi, serta menggerakkan pikiran dengan kehalusan perhitungan dan matematika. Dia bukan hanya seorang penceramah, tapi juga seorang pembaharu yang membersihkan akidah dari kotoran bid'ah, seorang pendidik yang membawa jiwa ke tangga-tangga spiritual, dan seorang pejuang yang mengunsung pedang kata-kata sehingga bendera-bendera kemerdekaan bergerak di belakangnya dan benteng-benteng penjajahan runtuh. Dalam karya ini, aroma sejarah Mekah bercampur dengan pesona kepulauan Indonesia, dalam narasi yang menghilangkan batas antara fiksi dan dokumentasi: untuk menggambarkan wajah Syaikhul Islam Indonesia yang memicu revolusi ilmiah dan sosial dari mihrab Haram, yang gema pengaruhnya masih bergaung di setiap rumah dan sekolah di Timur, mengungkap rahasia-rahasia kehidupan pribadinya yang lama disembunyikan. Penulis telah berusaha keras untuk menelusuri fakta-fakta dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mengisi kesenjangan dengan penelitian dan studi, untuk akhirnya menyajikan kepada kita gambaran ulama yang selama ini dicari orang dalam hiruk-pikuk sejarah, dan kini ada di tangan Anda.”


Buku versi Arab diberi judul, “ Riwayāt al-Syaikh Aḥmad bin ‘Abd al-Laṭīf al- Khatib; Imam dan khatib Masjidil Haram

Pengajar dan mufti mazhab Syafi’i

Ulama besar dari kepulauan Indonesia.


Cover buku coklat klasik dengan sentuhan golden brown. Di kiri bawah ada gambar Ka’bah lalu seseorang di atas onta. Khas Saudi. Di kanan, menara masjid dan sudut Masjid Raya Sumbar, Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi. Di antara keduanya, ada gambar kapal layar zaman lampau.


Foto-foto yang dikirim Khalid selain cover juga saat ia sedang membaca buku tersebut di sebelah kawannya. Membaca di atas kereta dengan kecepatan 300 Km/jam.


Dicetak Elex Media

————————————


Buku novel ini diterbitkan awalnya oleh Republika, namun penerbit ini sudah tutup. Elex Mediakompitindo (Kompas Gramedia Grup). Judul yang diusung, “Yang Mengajar di Gerbang Nabi: Jejak Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dengan tebal 316 halaman.


Sebelumnya telah masuk pasar dari penerbit yang sama, buku Rahmah  el Yunusiyyah. “Akan menyusul beberapa buku lainnya,” kata KJ.


Proses kreatif KJ memang sudah lama muncul. Terbudur semangatnya sejak menulis novel biografi Inyiak Canduang. Setelahnya, minimal satu buku setahun dicetak. (+)

 


PADANG,-Usai menunaikan Salat Idulfitri di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (21/3), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan silaturahmi ke rumah dinas Ketua DPRD Sumbar, Muhidi.


Muhidi mengatakan, keharmonisan hubungan antara unsur pimpinan daerah menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang tidak mudah ke depan.


“Silaturahmi Idulfitri yang dilakukan oleh unsur Forkopimda sangat penting untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan antar lembaga di daerah,” kata Muhidi.


Disebutkannya, momentum silaturahmi Idulfitri ini menjadi bagian penting dalam membangun harmonisasi yang solid antar Forkopimda. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan daerah ke depan yang tidak mudah. 


Ia menambahkan, dengan terjalinnya komunikasi yang baik serta hubungan yang harmonis, koordinasi antar lembaga akan semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan di Sumatera Barat.


Selain menerima kunjungan Forkopimda, Muhidi juga menggelar open house Idulfitri selama dua hari, yakni pada 21 hingga 22 Maret 2026 di rumah dinasnya.

Pada hari pertama open house, tidak hanya unsur Forkopimda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga tampak hadir untuk bersilaturahmi.


Sementara itu, pada hari kedua, open house dibuka untuk masyarakat umum yang ingin datang bersilaturahmi langsung dengan Ketua DPRD Sumbar.


Dalam kegiatan tersebut, para tamu yang hadir disuguhi berbagai hidangan khas Lebaran, sehingga suasana kebersamaan dan kekeluargaan semakin terasa.

Melalui momentum Idulfitri ini, Muhidi berharap nilai-nilai silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Sumatera Barat ke depan. (**)

 


SUMBARNET - Aroma kopi Indonesia menguar kuat di Aula KBRI Roma, 20 Maret 2026. Bukan sekadar wangi biji kopi, tetapi simbol langkah baru yang membawa komoditas unggulan Nusantara naik kelas di pasar global.


CEO PT ALKO Sumatra Kopi Surya Ramadhan menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan Italia, Best Coffee SRL, dengan nilai sekitar USD 15 juta. Kesepakatan ini menargetkan pengiriman hingga 100 kontainer sepanjang 2026, sebuah angka yang mencerminkan lonjakan skala dalam perdagangan kopi Indonesia.


Di balik seremoni tersebut, tersimpan narasi lebih besar tentang bagaimana kopi Indonesia perlahan menembus pasar premium Eropa. Italia, yang dikenal sebagai jantung budaya kopi dunia, menjadi panggung penting bagi pembuktian kualitas dan konsistensi produk Indonesia.


Dari Komoditas ke Identitas


Kesepakatan ini menandai pergeseran cara pandang terhadap kopi. Produk tidak lagi sekadar dijual sebagai komoditas mentah, melainkan sebagai identitas dengan cerita.


Kopi yang masuk dalam kontrak ini berasal dari berbagai wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Flores. Setiap daerah menghadirkan karakter rasa yang berbeda, mulai dari profil kuat dan kompleks hingga cita rasa seimbang dan unik.


Pendekatan berbasis origin tersebut kini menjadi daya tarik utama di pasar specialty. Konsumen tidak hanya membeli rasa, tetapi juga asal-usul, proses, dan nilai yang melekat pada setiap cangkir kopi.


Menembus Standar Tinggi Eropa


Masuk ke pasar Italia bukan perkara mudah. Negara ini memiliki standar kualitas yang tinggi serta tradisi panjang dalam industri kopi. Namun, keberhasilan ALKO menunjukkan bahwa kopi Indonesia mampu bersaing di level tersebut.


Lebih dari itu, Italia juga menjadi gerbang menuju pasar Eropa yang lebih luas. Dari sini, peluang ekspansi ke negara lain terbuka lebar, memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan kopi dunia.


Perubahan Skala Perdagangan


Kontrak ekspor dalam jumlah besar ini mencerminkan perubahan signifikan dalam sistem perdagangan kopi nasional. Pola lama yang sporadis mulai bergeser menuju sistem yang lebih terencana dan berkelanjutan.


Bagi petani, perubahan ini menghadirkan kepastian pasar dan stabilitas harga. Sementara bagi pelaku usaha, kontrak jangka panjang memungkinkan perencanaan produksi dan distribusi yang lebih efisien.


Transformasi ini memperlihatkan bahwa sektor kopi tidak lagi bergerak secara tradisional, tetapi mulai mengadopsi pendekatan modern yang terstruktur.


Teknologi sebagai Penguat Kepercayaan

Di tengah tuntutan transparansi global, teknologi memainkan peran penting. ALKO mengembangkan sistem traceability berbasis platform digital yang mencatat seluruh rantai pasok.


Mulai dari identitas petani, lokasi kebun, metode budidaya, hingga proses distribusi, semua terdokumentasi secara digital. Sistem ini memastikan setiap produk dapat ditelusuri asal-usulnya.


Langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan standar lingkungan Uni Eropa, termasuk regulasi bebas deforestasi. Transparansi ini menjadi nilai tambah yang semakin penting di mata pasar internasional.


Diplomasi Ekonomi di Balik Layar


Keberhasilan ini tidak lepas dari peran diplomasi ekonomi. KBRI Roma hadir sebagai fasilitator yang membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional.


Dukungan ini mencakup akses jaringan pasar, promosi produk, hingga peningkatan kepercayaan buyer. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa ekspor tidak hanya ditopang oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sinergi berbagai pihak.


Dampak Nyata hingga ke Hulu


Di balik angka jutaan dolar, dampak nyata dirasakan hingga ke tingkat petani. Sistem perdagangan yang lebih terintegrasi memberi akses langsung ke pasar global.


Petani memperoleh harga yang lebih kompetitif serta dorongan untuk meningkatkan kualitas produksi. Posisi mereka dalam rantai nilai pun berubah, dari pelaku marginal menjadi bagian penting dalam ekosistem global.


Menatap Masa Depan


Tantangan tetap membayangi, mulai dari standar kualitas yang ketat hingga persaingan dengan negara produsen lain. Namun, langkah yang diambil ALKO menunjukkan arah baru.


Pendekatan berbasis teknologi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas negara membuka peluang besar bagi kopi Indonesia untuk terus berkembang.


Dari Roma, perjalanan kopi Nusantara memasuki babak baru. Bukan hanya tentang ekspor, tetapi tentang bagaimana identitas, kualitas, dan keberlanjutan menjadi kekuatan utama dalam menembus pasar dunia. (***)

 


PADANG – Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi, masyarakat dari Indarung dan sekitarnya telah memenuhi area pelataran dengan penuh antusias.


Lantunan takbir menggema, menandai rasa syukur umat Muslim setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.


Salat Idulfitri berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini digelar PT Semen Padang bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung. Turut hadir Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Direktur Operasi Andria Delfa.


Bertindak sebagai imam adalah Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Ustaz Riko Febrianto. Sementara khutbah disampaikan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Duski Samad, dengan judul Menjaga Jiwa Peradaban.


Dalam sambutannya, Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” ujarnya.


Ia menegaskan, makna kemenangan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

“Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi, memperbaiki hubungan, dan mempererat silaturahmi,” katanya.


Pri juga memaparkan sejumlah program sosial perusahaan selama Ramadan, antara lain Safari Ramadan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, penjualan sembako murah, serta program mudik gratis.


Menurutnya, program tersebut merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Dari Ramadan Menuju Peradaban


Dalam khutbahnya, Duski Samad menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, melainkan proses pembentukan karakter manusia.

“Idulfitri bukan akhir, tetapi awal untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas,” katanya.


Ia menyampaikan tiga pesan utama agar nilai Ramadan tetap terjaga.


Pertama, pentingnya integritas. Mengacu pada Al-Maidah, Duski menekankan bahwa ketakwaan harus diwujudkan melalui ibadah, pengembangan ilmu, amal kebajikan, dan akhlak mulia.

Menurutnya, ketahanan spiritual yang dibangun selama Ramadan harus dijaga di tengah tantangan kehidupan modern.


Ia juga menyoroti krisis ketenangan jiwa di era modern. Kemajuan teknologi dan ekonomi, kata dia, tidak selalu sejalan dengan ketenangan batin.

“Zikir bukan hanya ibadah, tetapi juga terapi spiritual,” ujarnya.


Duski menambahkan, puncak kualitas spiritual adalah ihsan, yakni kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap tindakan manusia. Kesadaran ini melahirkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.


Kedua, kewarasan dalam menghadapi tekanan hidup. Mengutip Al-Balad, ia menegaskan bahwa kehidupan penuh tantangan yang harus dihadapi secara bijak.

Ia mendorong umat Islam untuk tetap produktif, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi bagi masyarakat, dengan tetap berlandaskan etika.


“Keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari integritas dan karakter,” ujarnya.


Ketiga, jihad peradaban. Mengacu pada Al-Hajj ayat 78, Duski menjelaskan bahwa jihad tidak terbatas pada peperangan, melainkan upaya membangun kehidupan yang lebih baik.


Ia menyebut jihad masa kini dapat diwujudkan melalui pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga pelestarian lingkungan.

“Jihad peradaban adalah membangun kehidupan yang adil, maju, dan bermartabat,” katanya.


Dalam konteks dunia kerja, ia menambahkan, setiap individu yang bekerja dengan niat ibadah, kejujuran, dan profesionalitas turut berkontribusi dalam membangun peradaban.

“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah,” pungkasnya.(*)



SUMBARNET - "Pak presiden selalu ada memimpin bangkit dari bencana di Sumatera, malam tahun baru ke Sumut,  hari pertama 2026 ke Tamiang, kemarin takbiran idul fitri ke Sumut dan shalat ied di Darusalam Tamiang, salut dan membanggakan," ujar banyak warga penyintas bencana Sumatra Minggu 22/3-1026.


Di Sumbar jaringan pemred Sumbar juga mempersiapkan apresian dan terima kasih kepada semua pihak yang komit dan konsisten bantu Sumbar bangkit dari bencana Banjir Bandang 26 November 2025.



"Ya kita bangga atas semua yang peduli, biar semua tertimbun tapi solidaritas selalu kokoh berdiri di puing-puing tanah bencana,"ujar Kordinatoor Pokja Medal Honor dan Ketua Panitia Pelantikan JPS Almudazir, Minggu siang ini.


Medal  Honor didesain khusus dari pengrajin perak di Jogja, dia diberikan kepada 6 tokoh dan 6 lembaga.


"2 April 2026 kita serahkan pada pelantikan Pengurus JPS 2025-2028, soal siapa yang menerima tunggu ya pada 2 April itu,"ujar Almudazir. (**)

 


 Medan - Bus KUPJ Tour terguling akibat baut roda patah di Jalan Tol Kutepat ruas Tebing Tinggi – Indrapura – Kuala Tanjung. Akibatnya, tiga penumpang mengalami luka-luka.


Kasat PJR Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, mengatakan kecelakaan tunggal ini terjadi pada Kamis (19/3/2026). Bus itu dikemudikan oleh Jefri Wanto Pasaribu.


“Bus tersebut terguling ke kanan di jalur lambat pada posisi jalan lurus mengarah ke Indrapura,” katanya.


Kecelakaan tunggal ini diduga disebabkan kerusakan pada baut roda bus patah, yang mengakibatkan ban bus tersebut tergelincir yang mengakibatkan kecelakaan.


“Dari 16 penumpang, ada tiga orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini,” ujarnya.


Adapun penumpang yang mengalami luka-luka, yaitu Marzuki Sitorus (31) warga Desa Selat, Kota Tanjungbalai, mengalami memar di bagian bahu. Tri Rahayu (25) warga Desa Bangun, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, mengalami memar di bahu belakang. Sementara, Fajar Ramadhoni (30) warga Desa Selat Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, mengalami luka robek di bagian belakang kepala sebelah kanan.


“Korban langsung dievakuasi oleh ambulans pihak Tol Kutepat ke RS Sapta Medika Indrapura,” katanya.


Sc : detik



Medan - Aksi jambret sebuah tas terjadi di Jalan Krakatau, Gelugur Darat I, Medan Timur.


Dalam video yang beredar terlihat dua orang pria mengendarai sepeda motor Honda Vario mendekati sepeda motor yang dikemudikan ojek online yang sedang membawa penumpang seorang perempuan.


Sepeda motor ojek online yang melaju di jalur tengah tiba-tiba dipepet oleh kedua pelaku dari arah kiri. Pelaku yang berada di boncengan seketika menarik tas milik penumpang ojek online tersebut hingga terjatuh ke aspal.


Terlihat korban tak bergerak lagi setelah jatuh. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mendekat. Namun, tak seorang pun yang berani melakukan pertolongan.


Sementara pengemudi ojek online terlihat tetap mengendarai sepeda motor untuk mengejar pelaku. Usahanya tak membuahkan hasil. Si pengemudi ojek online berbalik arah dan melihat kondisi penumpangnya.


-- Polisi Gercep Tangkap Pelaku --


Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M Butarbutar, membeberkan identitas kedua pelaku jambret yang terjadi di Jalan Krakatau, Gelugur Darat I, Medan Timur, Minggu (15/3/2026).


Kedua pelaku adalah M Rangga Prasetya, 25 tahun, warga Jalan Denai Tegal Sari Mandala I dan Bayu Hermawan, 31 tahun, warga Jalan Amal Luhur, Dwikora, Medan Helvetia.


Dijelaskan Kompol Agus M Butarbutar, keduanya beraksi, Minggu (15/3/2026). Saat itu, korban bernama Novita, 25 tahun, warga Jalan Pala, Bandar Utama, Tebingtinggi, menumpang ojek online dari Deli Park menuju Jalan Cemara.


"Korban ada kegiatan menuju restoran Shao Kalo di kawasan Cemara. Kemudian di Jalan Krakatau, tas miliknya ditarik salah satu pelaku hingga terjatuh. Lalu pihak keluarga membuat laporan ke kita," jelasnya, Jumat (20/3/2026).


Dari laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Pada Rabu (18/3/2026), petugas menangkap kedua pelaku di Jalan Air Bersih Ujung, tepatnya di kos-kosan Graha Rambe Barokah.


"Keduanya kita amankan saat berada di dalam satu kamar kos-kosan. Lalu kita lakukan pengembangan untuk mencari tas milik korban," tuturnya.


Saat dalam perjalanan ke polsek, tersangka Bayu berusaha melarikan diri. Petugas terpaksa menembak kaki kirinya setelah dua tembakan peringatan tak diindahkan.


"Dari hasil interogasi diketahui jika Bayu merupakan eksekutor. Sementara Rangga bertugas sebagai joki," ucapnya.


Dari hasil interogasi, kedua pelaku telah membuntuti korban dari Deli Park hingga ke lokasi kejadian, tepatnya di Simpang Pasar III. Dari aksi itu, keduanya pun memperoleh satu unit iPhone XR dan iPad.


"Mereka menjual hasil kejahatannya melalui marketplace seharga Rp1 juta. Keduanya membagi uang tersebut dan digunakan untuk membeli sabu dan bermain judi slot," tuturnya.


Dipastikan Agus, salah satu pelaku bernama Bayu merupakan residivis dan telah bebas Agustus 2025.


"Kasusnya sama, yakni jambret. Saat ini kita masih mengembangkan kasus dengan mencari penadahnya," ujarnya. 


Sc : Posmetro Medan



Medan - Pasangan suami istri, SP (40) dan HL (54), terpaksa mendekam di balik jeruji besi akibat perbuatan nekat mereka menjual kemiri dengan harga obral alias murah meriah. Sekilo kemiri dijual Rp25ribu.


Lho??? Jualan obral kok bisa masuk bui?


Usut punya usut, yang mereka jual ternyata kemiri curian.


Keduanya ditangkap oleh personel Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan setelah terbukti mencuri buah kemiri dagangan milik seorang warga di Kelurahan Ladang Bambu.


Total kemiri yang digasak oleh pasangan ini mencapai 285 kilogram, yang jika dikonversi ke nilai rupiah mencapai belasan juta rupiah.


Polisi mengamankan kedua tersangka pada Jumat (20/3/2026) setelah melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan dari korban.


Berdasarkan hasil interogasi, kedua tersangka mengaku telah melakukan aksi pencurian kemiri siap jual sebanyak lima kali sejak Februari hingga Maret 2026.


Seluruh uang yang didapatkan dari hasil penjualan barang curian tersebut diakui pelaku telah habis digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup mereka sehari-hari.


Polisi kini tengah mendalami apakah ada pihak penadah lain yang terlibat dalam rantai penjualan hasil curian pasangan suami istri ini.


"Uang hasil curian telah habis digunakan pelaku untuk keperluan sehari-hari," kata Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Syawal Sitepu, Jumat (20/3/2026).


Titik terang kasus ini muncul setelah korban memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sekitar area gudang penyimpanan kemiri miliknya.


Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas aksi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tengah menggotong karung goni berisi kemiri milik korban.


Berbekal bukti visual tersebut, korban langsung membuat laporan resmi ke Polsek Medan Tuntungan yang segera direspon dengan penangkapan para pelaku. 

 

Kedua tersangka kini dijerat dengan pasal pencurian dan terancam hukuman penjara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Sc : Posmetro Medan

 


Aceh - Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menghadiri malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, pada Jumat (20/3/2026) malam.


Pada malam takbiran ini, Presiden Prabowo akan didampingi Gubernur Sumut, Bobby Nasution.


Di Kabupaten Serdang Bedagai, akan digelar pawai kendaraan truk dan mobil hias untuk memeriahkan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah ini, yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Serdang Bedagai, Jalan Lintas Sumatera Medan-Tebingtinggi. 

 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan Presiden RI Prabowo Subianto akan mengikuti kegiatan malam takbiran di Medan, Sumatera Utara. 


"Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara. InsyaAllah (Presiden Prabowo) akan salat Idul Fitri di Aceh besok pagi," ujar Teddy dalam keterangannya pada Jumat (20/3/2026) dikutip dari Kompas. 

 

Teddy menjelaskan bahwa setelah dari Medan, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Aceh pada paginya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri bersama warga setempat.


Langkah ini merupakan bagian dari agenda kepresidenan dalam merayakan hari kemenangan di wilayah ujung barat Indonesia tersebut. (**)

 


MENTAWAI – Suasana tenang menyelimuti Dermaga Tua Peijat, Kepulauan Mentawai, Rabu (18/3/2026) sore. Langit cerah seakan memberi restu bagi perjalanan ratusan warga yang bersiap meninggalkan pulau terluar di Sumatera Barat untuk menempuh perjalanan laut menuju kampung halaman.


Di sepanjang dermaga, ratusan warga tampak berdiri dengan barang bawaan sederhana, seperti koper, tas besar, hingga kardus yang diikat rapi. Mereka terlihat tidak sabar untuk segera menaiki kapal KM Sabuk Nusantara 68. Wajah-wajah mereka memancarkan harapan sekaligus kerinduan yang telah lama tertahan.


Hari itu, mereka bukan sekadar pelancong, melainkan para perantau yang akhirnya mendapat kesempatan pulang kampung melalui program “Mudik Aman Berbagi Harapan” yang digagas PT Semen Padang. Program ini membantu masyarakat, khususnya warga Kepulauan Mentawai, agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.


Bagi sebagian orang, perjalanan laut mungkin hanya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, bagi para pemudik di Dermaga Tua Peijat, perjalanan ini memiliki makna lebih dalam: tentang rindu, keluarga, dan momen kebersamaan yang telah lama dinantikan.


Sarjualirti, salah seorang pemudik, tampak menggenggam erat tangan suaminya, Muhammad Fadil. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti program mudik gratis tersebut, terlebih ini merupakan pengalaman pertamanya bersama PT Semen Padang.


“Ini pengalaman pertama kami mengikuti program mudik gratis bersama Semen Padang. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan biaya. Saya sangat senang bisa ikut,” ujar ASN Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai itu.


Antusiasme serupa juga dirasakan Wiwik Syamsuar, warga Mentawai yang hendak mudik ke kampung halamannya di Padang Pariaman. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti program mudik gratis PT Semen Padang. Baginya, program ini tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pemudik.


“Peserta mudik tidak hanya mendapatkan tiket gratis, tetapi juga perlengkapan perjalanan seperti pakaian, air mineral, dan makanan ringan. Hal-hal kecil ini sangat berarti, apalagi untuk perjalanan laut yang panjang. Terima kasih PT Semen Padang. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah kepulauan seperti Mentawai yang menghadapi tantangan akses transportasi.


Menurutnya, program ini tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat. “Tahun ini merupakan pelaksanaan keempat. Kami menyiapkan kuota hingga 700 penumpang untuk rute Padang–Mentawai–Padang,” ujarnya.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan mudik dibagi dalam dua rute perjalanan. Keberangkatan pertama dilakukan pada 16 Maret dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju Tuapejat dengan sejumlah titik singgah, seperti Labuhan Bajau, Sikabaluan, dan Muara Saibi.


“Sementara itu, keberangkatan kedua dilakukan pada 18 Maret dari Tuapejat menuju Padang,” kata Hernes.


Program mudik gratis yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Motisokhi Hura, yang hadir dalam pelepasan pemudik, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang. Program ini sangat berarti bagi warga Mentawai, terutama yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga pada kesempatan penting lainnya,” ujarnya.


Setelah resmi dilepas, para pemudik mulai menaiki kapal satu per satu. Menjelang keberangkatan, suasana haru terasa di dermaga. Lambaian tangan keluarga dan kerabat mengiringi langkah para pemudik. Ada yang tersenyum, ada pula yang menahan haru.


Perlahan, kapal meninggalkan dermaga. Riak air laut yang tenang menjadi saksi perjalanan ratusan orang yang membawa satu tujuan: pulang kampung dengan selamat, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan. (*)