SUMBARNET - Tergerak rasa kemanusian, melihat saudara yang lain tertimpa bencana, PT Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) bersama Hiswana Migas Sumatera Barat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Rabu (23/9/2026) sore.


Bantuan tersebut berupa paket sembako, selimut, popok, hingga tabung gas untuk mendukung kebutuhan dapur umum dan warga yang masih mengungsi.


SBM Sumatra IV Gas Retail, Muhammad Hilal, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pertamina dan Hiswana Migas terhadap warga terdampak bencana.


“Kami dari Pertamina Patra Niaga Sales Area Sumatera Barat turut menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya bencana ini. Semoga bisa segera pulih,” ujar Muhammad Hilal, Rabu sore.


Bantuan yang disalurkan di antaranya beras, minyak goreng, telur, selimut, popok, serta tabung gas untuk kebutuhan dapur umum.


“Untuk hari ini kami menyerahkan bantuan berupa paket sembako, selimut, popok untuk pengungsi, dan juga tabung gas untuk keperluan dapur umum,” katanya.


Untuk tahap awal respons bencana, bantuan dibawa menggunakan satu unit kendaraan pikap.


Hiswana Migas Sumatera Barat juga ikut dalam penyaluran bantuan tersebut. Menurut Hilal, pihaknya mengajak para mitra untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak.


“Kami mengajak teman-teman Hiswana Migas Sumatera Barat untuk bersama-sama merespons bencana yang sudah terjadi. Saat ini Hiswana Migas juga membantu sembako untuk kebutuhan para pengungsi,” ujarnya.


Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penanganan bencana.


“Terima kasih kepada semua pihak. Banyak sekali support, baik dari vertikal, Forkopimda, maupun pemerintah pusat. Alhamdulillah luar biasa dan tentu ini menjadi harapan bagi masyarakat kita yang terdampak,” kata Jon Firman Pandu, Rabu sore.


Jon mengatakan kondisi penanganan bencana pada Rabu sore relatif kondusif dan terkendali. Meski demikian, masyarakat diminta tetap bersabar dan meningkatkan kewaspadaan.


“Yang kita perlukan pertama kesabaran, sabar masyarakatnya. Insya Allah semua kita turunkan secara optimal. TNI, Polri, kejaksaan, semua membantu kita hari ini,” ujarnya.


Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah daerah menyiapkan skema hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap.


“Jangka pendeknya tentu persiapan dana tunggu hunian. Sementara itu, mungkin yang rumahnya rusak berat kita siapkan hunian tetapnya,” kata Jon.


Berdasarkan data sementara yang diterima Pemerintah Kabupaten Solok hingga Rabu sore, sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan berat, 16 rumah rusak sedang, dan sekitar 40 rumah mengalami kerusakan ringan.


Terkait kebutuhan bahan bakar untuk alat berat yang digunakan dalam proses penanganan bencana, Pertamina menyatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah.


“Untuk bantuan alat berat sendiri kami tentunya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah, khususnya terkait penyediaan bahan bakar dan masih dikomunikasikan lebih lanjut,” ujar Hilal.


Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait masih melanjutkan penanganan dampak bencana, termasuk pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta penyiapan hunian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.(***)



MENTAWAI, SUMBARNET.ID – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Sipora Utara, Nofik Afriko, S.Pd.I., M.M., membantah adanya kebijakan sekolah yang mengaitkan pembayaran sumbangan pendidikan dengan hak siswa untuk mengikuti ujian maupun memperoleh layanan akademik.


Bantahan tersebut disampaikan Nofik kepada awak media pada Rabu (23/9/2026), menyusul adanya informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan siswa tidak dapat mengikuti ujian atau mengambil ijazah apabila masih memiliki tunggakan sumbangan pendidikan.


Menurut Nofik, informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.


Ia menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menahan hak siswa hanya karena belum melunasi sumbangan pendidikan. Bahkan, menurutnya, masih adanya tunggakan tidak menjadi alasan bagi sekolah untuk melarang siswa mengikuti ujian.


"Jadi tidak kami kaitkan semuanya dengan sumbangan pendidikan. Yang masih berutang Rp400 ribu atau Rp500 ribu itu kami tidak pernah tahan haknya. Karena kami tahu sumbangan pendidikan itu tidak mewajibkan," tegas Nofik.


Besaran Sumbangan Disesuaikan Kemampuan Orang Tua


Nofik menjelaskan, pihak sekolah juga tidak pernah menetapkan nominal tertentu yang wajib dibayarkan oleh orang tua atau wali siswa sebagai sumbangan pendidikan.


Menurutnya, besaran sumbangan diserahkan kepada kemampuan masing-masing orang tua. Hal tersebut dituangkan melalui surat pernyataan yang diisi dan ditandatangani sendiri oleh orang tua siswa.


"Namun ada orang tua murid, mereka isi sendiri. Ada yang Rp20 ribu, ada yang Rp10 ribu, macam-macam, sesuai kemampuan. Kami hanya mengingatkan, bukan memaksa," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pihak sekolah hanya melakukan pengingat kepada orang tua mengenai komitmen yang telah disampaikan sebelumnya. Pengingat tersebut, kata dia, bukan merupakan bentuk pemaksaan atau syarat untuk mendapatkan layanan pendidikan.


Dengan demikian, siswa yang belum mampu memenuhi sumbangan pendidikan tetap mendapatkan haknya sebagai peserta didik, termasuk mengikuti proses pembelajaran dan ujian.


Kartu Ujian Tidak Berkaitan dengan Sumbangan


Terkait persoalan kartu ujian yang menjadi perhatian, Nofik menjelaskan bahwa kartu ujian pada sistem yang digunakan sekolah dapat diunduh oleh siswa setelah menyelesaikan sejumlah tugas pembelajaran yang menjadi persyaratan akademik.


Ia memastikan status pembayaran sumbangan pendidikan tidak menjadi dasar dalam menentukan apakah seorang siswa dapat memperoleh kartu ujian atau tidak.


"Kami tidak pernah menahan anak-anak dalam mengikuti ujian. Kartu ujian bisa diunduh kalau mereka selesaikan tugasnya. Tugas mata pelajaran, tugas wali kelas, dan BK. Bukan soal bayaran," jelasnya.


Menurutnya, mekanisme tersebut diterapkan kepada seluruh siswa secara sama. Persyaratan yang berkaitan dengan kartu ujian merupakan bagian dari proses akademik dan penyelesaian kewajiban pembelajaran, bukan terkait dengan pembayaran sumbangan pendidikan.


Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak mencampuradukkan persoalan penyelesaian tugas akademik dengan persoalan sumbangan pendidikan.


"Tidak ada kami wajibkan. Kami hanya mencatat kapan mereka berjanji akan membayar, itu pun sekadar mengingatkan," katanya.


Tunggakan Sumbangan Mencapai Sekitar Rp49 Juta


Nofik juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat tunggakan sumbangan pendidikan dari tahun sebelumnya dengan total sekitar Rp49 juta.


Namun, ia kembali menegaskan bahwa besarnya tunggakan tersebut tidak pernah dijadikan alasan untuk membatasi hak siswa dalam mengikuti kegiatan akademik.


Menurutnya, para siswa yang orang tuanya masih memiliki tunggakan tetap diperbolehkan mengikuti ujian dan proses pembelajaran seperti siswa lainnya.


"Yang Rp49 juta itu tunggakan tahun sebelumnya. Tapi tetap anak-anak ikut ujian. Kami tidak pernah kaitkan dengan pengambilan ijazah ataupun kegiatan belajar," tegasnya.


Pihak sekolah, lanjut Nofik, memahami bahwa kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda. Karena itu, sekolah tidak ingin persoalan sumbangan pendidikan menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan.


Dana Sumbangan untuk Kebutuhan di Luar Pembiayaan BOS


Mengenai penggunaan dana sumbangan pendidikan, Nofik menjelaskan bahwa dana tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sekolah yang tidak dapat dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dengan mengacu pada ketentuan mengenai komite sekolah.


Ia mencontohkan salah satu kebutuhan yang selama ini menjadi perhatian adalah pembiayaan terhadap tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang tidak dapat dibayarkan melalui dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.


"Anggarannya dipergunakan untuk hal-hal yang tidak ada di BOS. Contoh guru non-PNS yang sudah sertifikasi, di BOS tidak boleh dibayarkan, maka dibayar dari komite. Termasuk tenaga kependidikan komite dua orang," jelasnya.


Menurut Nofik, keberadaan dukungan dari komite sekolah tersebut menjadi salah satu bagian yang membantu keberlangsungan operasional pendidikan, khususnya untuk kebutuhan yang tidak terakomodasi melalui anggaran BOS.


Namun demikian, ia menegaskan kembali bahwa keberadaan sumbangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghilangkan hak siswa dalam memperoleh layanan pendidikan.


Sekolah Berharap Ada Dukungan Pemerintah Daerah


Di tengah kondisi tersebut, Nofik berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai terhadap persoalan pembiayaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini masih membutuhkan dukungan melalui komite sekolah.


Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar pembiayaan kebutuhan pendidikan tidak terlalu bertumpu kepada orang tua siswa.


"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait pembiayaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini dibantu melalui komite, sehingga tidak terlalu membebani orang tua," harapnya.


Ia menilai, dukungan pemerintah terhadap satuan pendidikan akan membantu sekolah dalam menjaga kualitas proses belajar mengajar sekaligus mengurangi beban pembiayaan yang harus ditanggung masyarakat.


Minta Informasi Diluruskan


Nofik kembali meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait informasi yang menyebut adanya hubungan antara tunggakan sumbangan pendidikan dengan hak siswa mengikuti ujian.


Ia menegaskan bahwa sekolah tetap memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dan ujian, tanpa menjadikan kemampuan membayar sumbangan sebagai syarat akademik.


"Kami berharap masyarakat tidak salah paham. Kalau ada informasi yang menyebut siswa tidak boleh ujian karena belum membayar sumbangan, itu perlu diluruskan. Kami tidak pernah membuat kebijakan seperti itu," tegasnya.


Ia juga berharap komunikasi antara pihak sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.


Menurutnya, tujuan utama seluruh pihak tetap sama, yakni memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik dan setiap siswa dapat memperoleh hak pendidikannya tanpa terkendala persoalan pembiayaan.


Pihak sekolah, kata Nofik, terbuka terhadap masukan dari orang tua maupun masyarakat. Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.


Dengan adanya klarifikasi tersebut, SMAN 2 Sipora Utara menegaskan bahwa penyelesaian sumbangan pendidikan dan pelaksanaan kewajiban akademik merupakan dua hal yang berbeda. 


Sumbangan pendidikan digunakan untuk mendukung kebutuhan sekolah yang tidak terakomodasi melalui BOS, sementara hak siswa untuk mengikuti pembelajaran dan ujian tetap menjadi perhatian utama pihak sekolah. (Robi)

 


PESISIR SELATAN — Masyarakat di kawasan pesisir Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, kini memiliki benteng alam baru untuk perlindungan wilayah mereka. 


Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Semen Padang menyalurkan 1.000 bibit mangrove yang ditanam secara bergotong royong bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, Minggu (20/9/2026).


Penanaman ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan serta aktivitas ekonominya pada daya dukung ekosistem pantai. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi untuk melindungi garis pantai dan permukiman warga, kehadiran 1.000 mangrove ini akan memulihkan habitat biota laut, seperti ikan dan kepiting, yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan lokal.


Bagi warga Nagari Sungai Pinang, keberadaan mangrove ini tidak sekadar kegiatan penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran program ini kian lengkap dengan diadakannya bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan pelayanan kesehatan gratis yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar lokasi kegiatan.


Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang dalam merespons kebutuhan ekologis wilayah pesisir Pesisir Selatan.


“Keberadaan mangrove memiliki arti vital bagi kelangsungan hidup masyarakat pesisir. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas komitmennya. Sinergi antara dunia usaha, TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar manfaat pelestarian lingkungan ini berdampak luas,” ungkapnya.


Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Pemprov Sumbar, DPRD Sumbar, Polri, Kejaksaan, BNN, Pelindo, BPDAS, hingga tokoh masyarakat lokal ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan aksi sosial dan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga Pesisir Selatan. Dari PT Semen Padang hadir Kepala Unit CSR Hernes beserta staf.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menegaskan bahwa standar pelaksanaan TJSL perusahaan selalu berorientasi pada keberlanjutan dan dampak positif bagi penerima manfaat.


“Melalui dukungan ini, kami memastikan kegiatan penanaman mangrove memberikan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Keberhasilan program ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi pada pemeliharaan bersama agar dampaknya dirasakan hingga generasi mendatang,” ujar Win Bernadino.


Dukungan penuh PT Semen Padang ini diserahkan secara langsung oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes kepada Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung. (*)

 


SUMBARNET - Gerakan penanganan dampak banjir bandang (galodo) di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus diperkuat. Partai Gerindra Sumatera Barat menjadi yang terdepan dan tercepat dengan turut mengerahkan dukungan alat berat dan relawan untuk membantu percepatan pembersihan material serta pemulihan lingkungan terdampak. 


Pada Selasa (22/9/2026), Ketua Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade setelah berkoordinasi dengan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok Jon Firman Pandu, mengirimkan tiga unit ekskavator, dua dump truck dan dua unit tangki air untuk mendukung penanganan bencana.

Memasuki hari kedua, Rabu (23/9/2026), dukungan kembali ditambah dengan dua ekskavator dan dua dump truck. Alat berat tersebut digunakan untuk membantu membersihkan material lumpur, tanah, kayu dan batu yang menutup sejumlah kawasan terdampak. 


Galodo yang menerjang Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026), berdampak terhadap permukiman dan kawasan pemerintahan Kabupaten Solok. Sejumlah kantor OPD juga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. 


Dalam briefing bersama Laskar Gerindra pada Rabu (23/9), Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, meminta seluruh unsur yang terlibat memaksimalkan kemampuan untuk membantu masyarakat. 


“Dalam kondisi seperti ini, seluruh kemampuan harus kita maksimalkan. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran kita benar-benar membantu korban dan mempercepat pemulihan lingkungan,” ujarnya. 


Hafiz juga mengingatkan relawan agar bekerja dengan tetap memperhatikan keselamatan dan berkoordinasi dengan petugas serta unsur pemerintah di lapangan. 


Hal senada disampaikan anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, Iskan Nofis. Ia menyatakan dukungan terhadap kebutuhan lapangan para relawan harus terus diperkuat. 


“Kita harus semakin kompak, bergerak dan berdampak. Jangan sampai ada energi yang terbuang, sementara masyarakat membutuhkan bantuan,” katanya. 


Menurut Iskan Nofis, penanganan bencana membutuhkan gotong royong seluruh elemen. Bantuan tidak hanya berupa alat berat, tetapi juga tenaga, logistik, air bersih dan dukungan terhadap kebutuhan warga. 

Di lapangan, Laskar Gerindra Kabupaten Solok bersama Laskar Gerindra Kota Solok terus bergerak membantu warga dan mendukung proses pembersihan di sejumlah titik terdampak. 


Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas respons cepat tersebut. Bagi masyarakat, kedatangan alat berat dan relawan menjadi bantuan penting karena material bencana membutuhkan tenaga dan peralatan besar untuk dibersihkan. 


“Yang kami butuhkan sekarang memang alat dan tenaga untuk membersihkan material. Kalau alat berat datang, pekerjaan menjadi lebih cepat,” ujar salah seorang warga. 


Gerakan kemanusiaan ini juga akan diperkuat oleh Laskar Gerindra dari sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat yang dijadwalkan terus merapat ke lokasi. 


Di tengah kondisi pascabencana, kehadiran berbagai elemen di lapangan menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat. Sebab dalam situasi bencana, yang dibutuhkan warga adalah seberapa cepat bantuan datang dan seberapa nyata pekerjaan yang dilakukan. (**)

 


PASAMAN BARAT — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pasaman Barat melaksanakan patroli preventif di sepanjang Jalur 32 dan sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Patroli tersebut dilakukan sebagai upaya kepolisian untuk mencegah terjadinya berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Selain mengantisipasi 3C, kegiatan patroli juga menyasar potensi aksi balap liar, perkelahian antarkelompok maupun bentuk gangguan kamtibmas lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.


Kehadiran personel URC di sejumlah titik rawan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjadi langkah pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana.


Dalam pelaksanaan patroli, personel melakukan pemantauan terhadap situasi di sepanjang jalur yang dilalui, mendatangi sejumlah lokasi yang dianggap rawan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.


Patroli preventif tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polres Pasaman Barat untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif, terutama pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi terjadinya gangguan keamanan.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., mengatakan kegiatan patroli merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.


Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan kehadiran personel di lapangan.


“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana dan gangguan kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mempersempit ruang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menegaskan, pihaknya memberikan perhatian terhadap potensi tindak pidana 3C karena kejahatan tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta mengganggu rasa aman di lingkungan tempat tinggal maupun kawasan yang menjadi aktivitas masyarakat.


Karena itu, personel URC diarahkan untuk meningkatkan pemantauan di jalur dan lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan.


“Kami mengantisipasi berbagai bentuk gangguan, mulai dari curat, curas, curanmor, balap liar hingga perkelahian. Ini bagian dari upaya Polres Pasaman Barat untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.


Selain melakukan pencegahan terhadap tindak pidana, patroli juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.


Personel di lapangan diharapkan tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


Menurut Kapolres, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan karena masyarakat merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan lingkungan masing-masing.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas, segera informasikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.


Antisipasi Balap Liar dan Perkelahian


Salah satu perhatian dalam kegiatan patroli tersebut adalah potensi aksi balap liar yang dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun masyarakat lainnya.


Balap liar tidak hanya berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga dapat mengganggu ketenangan masyarakat dan memicu terjadinya keributan apabila tidak segera diantisipasi.


Begitu pula dengan potensi perkelahian. Personel URC diharapkan mampu mendeteksi lebih awal apabila terdapat aktivitas kelompok atau kerumunan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan.


Dengan patroli yang dilakukan secara mobile, personel dapat bergerak dari satu titik ke titik lainnya sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.


Pola tersebut diharapkan membuat masyarakat merasakan kehadiran polisi sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap pihak-pihak yang berniat melakukan tindakan melanggar hukum.


AKBP Agung Tribawanto menekankan kepada personel agar dalam menjalankan tugas tetap mengedepankan sikap humanis, profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


“Dalam melaksanakan patroli, personel harus tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan profesional. Utamakan pencegahan, berikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat, namun tetap melakukan tindakan tegas dan terukur apabila ditemukan pelanggaran atau tindak pidana,” tegasnya.


Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat


Patroli URC juga menjadi salah satu bentuk respons cepat Polres Pasaman Barat terhadap dinamika keamanan di wilayah hukumnya.


Dengan mobilitas yang tinggi, personel diharapkan mampu memberikan respons apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas maupun laporan dari masyarakat.


Kapolres mengatakan, kegiatan patroli akan terus ditingkatkan secara berkala dengan memperhatikan perkembangan situasi dan potensi kerawanan di masing-masing wilayah.


“Kami akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan kehadiran personel di lapangan. Harapannya, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman dan tidak merasa khawatir terhadap ancaman gangguan kamtibmas,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia juga mengingatkan para orang tua agar ikut mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada waktu malam hari. Pengawasan keluarga dinilai penting untuk mencegah anak-anak maupun remaja terlibat dalam aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.


Kapolres berharap generasi muda dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang positif serta menjauhi balap liar, perkelahian, penyalahgunaan narkoba dan berbagai aktivitas yang berpotensi berhadapan dengan hukum.


“Kami berharap para generasi muda dapat menyalurkan energi dan kreativitasnya melalui kegiatan yang positif. Jangan sampai terlibat balap liar, perkelahian atau kegiatan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” pesannya.


Masyarakat Diminta Berperan Aktif


Dalam menjaga situasi kamtibmas, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting. Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.


Informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian melakukan langkah pencegahan lebih cepat sehingga potensi gangguan tidak berkembang menjadi tindak pidana.


AKBP Agung Tribawanto berharap kegiatan patroli yang dilaksanakan personel URC Polres Pasaman Barat dapat memberikan dampak nyata terhadap terciptanya situasi keamanan yang kondusif.


“Harapan kami, dengan kegiatan patroli yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, angka gangguan kamtibmas dapat ditekan dan masyarakat semakin merasa aman. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pasaman Barat agar tetap aman, tertib dan kondusif,” tutupnya.


Patroli URC Polres Pasaman Barat tersebut sekaligus menegaskan komitmen kepolisian untuk terus hadir di tengah masyarakat. Upaya preventif melalui patroli di jalur dan lokasi rawan diharapkan mampu mencegah tindak kejahatan sejak dini, menjaga ketertiban umum, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh masyarakat Pasaman Barat. (**)

 


PASAMAN BARAT — Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., secara resmi membuka Lomba Grasstrack Perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian seleksi atlet cabang olahraga Grasstrack yang akan dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026.


Ajang yang berlangsung di wilayah Kabupaten Pasaman Barat tersebut menjadi momentum penting dalam menjaring sekaligus mengukur kemampuan para pembalap yang memiliki potensi untuk memperkuat kontingen Pasaman Barat pada ajang olahraga tingkat provinsi.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi arena persaingan untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, penyaluran bakat generasi muda, serta upaya mendorong berkembangnya olahraga otomotif di Kabupaten Pasaman Barat.


Porprov XVI Sumatera Barat sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Kabupaten Pasaman Barat dipercaya menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram.


Sejak perlombaan dimulai, suasana di lintasan berlangsung penuh semangat. Deru mesin dan aksi para pembalap menjadi tontonan menarik bagi masyarakat serta pecinta olahraga otomotif yang hadir menyaksikan jalannya kompetisi.


Para peserta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan mengandalkan keterampilan mengendalikan kendaraan, kecepatan, konsentrasi, keberanian, serta kemampuan membaca karakter lintasan.


Bagi peserta, perlombaan tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan sekaligus mendapatkan penilaian dalam proses seleksi atlet Grasstrack yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov XVI Sumbar.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, penyelenggaraan lomba tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga, khususnya olahraga otomotif, sekaligus bagian dari pembinaan generasi muda.


Menurutnya, kegiatan olahraga harus mampu menjadi ruang yang positif bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.


“Kegiatan ini kami laksanakan bukan sekadar untuk mencari siapa yang tercepat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Pasaman Barat pada Porprov XVI Sumatera Barat,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menambahkan, olahraga Grasstrack memiliki peminat yang cukup besar, khususnya di kalangan generasi muda. Karena itu, diperlukan wadah yang resmi dan terarah agar minat serta bakat tersebut dapat berkembang secara positif.


“Kami ingin memberikan ruang kepada para pembalap muda untuk menyalurkan hobi dan kemampuan mereka di tempat yang resmi, aman dan terukur. Dengan adanya kegiatan seperti ini, energi serta semangat anak-anak muda dapat diarahkan kepada kegiatan yang positif, sekaligus menjauhkan mereka dari aktivitas balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.


Selain aspek pembinaan, Kapolres juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam sebuah kompetisi, karena proses pembentukan karakter, disiplin, mental bertanding dan sikap menghargai sesama peserta juga merupakan bagian penting dari olahraga.


“Saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi seluruh aturan perlombaan dan tetap mengutamakan keselamatan. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetapi jangan mengabaikan aspek safety dan ketertiban,” tegasnya.


Kapolres juga menyampaikan bahwa ajang tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam melahirkan atlet-atlet Grasstrack berkualitas dari Pasaman Barat.


Para pembalap yang menunjukkan kemampuan terbaik nantinya dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan persiapan menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat. Hal tersebut menjadi penting mengingat Pasaman Barat tidak hanya berstatus sebagai daerah peserta, tetapi juga dipercaya menjadi salah satu daerah yang menjadi lokasi pertandingan Grasstrack pada Porprov XVI Sumbar.


“Harapan kami, dari seleksi ini akan lahir atlet-atlet terbaik Pasaman Barat yang memiliki kemampuan, mental dan disiplin untuk bersaing di tingkat provinsi. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu memberikan prestasi dan mengharumkan nama daerah,” ungkap AKBP Agung Tribawanto.


Dalam pelaksanaan kegiatan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, KONI, Ikatan Motor Indonesia (IMI), panitia penyelenggara, komunitas otomotif dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran perlombaan.


Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atlet, tetapi juga kesiapan sarana dan prasarana, perangkat pertandingan, keamanan, keselamatan serta dukungan masyarakat.


Sebelumnya, KONI Sumatera Barat juga telah melakukan koordinasi bersama KONI Pasaman Barat dan IMI Sumbar terkait kesiapan Pasaman Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram pada Porprov XVI Sumbar.


Dalam konteks tersebut, pelaksanaan lomba perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat menjadi bagian dari upaya mematangkan kesiapan atlet sekaligus memberikan pengalaman kompetisi kepada para pembalap.


Kompetisi yang berlangsung di lintasan resmi juga memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk menguji kemampuan mereka secara langsung dalam suasana pertandingan yang sesungguhnya.


Kapolres Pasaman Barat berharap proses pembinaan tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Para atlet yang memiliki potensi diharapkan terus melakukan latihan secara disiplin dan mendapatkan pembinaan berkelanjutan sehingga kemampuan mereka semakin berkembang.


“Jangan berhenti berlatih setelah perlombaan ini selesai. Bagi yang berhasil, terus tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum mendapatkan hasil terbaik, jangan berkecil hati. Jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk memperbaiki kekurangan dan terus berkembang,” pesan Kapolres.


Lebih jauh, AKBP Agung Tribawanto berharap keberadaan olahraga Grasstrack di Pasaman Barat dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu melahirkan pembalap-pembalap berprestasi yang dapat bersaing tidak hanya di tingkat Sumatera Barat, tetapi juga pada kompetisi yang lebih tinggi.


“Kita ingin olahraga otomotif di Pasaman Barat semakin maju. Mudah-mudahan dari kegiatan ini muncul bibit-bibit pembalap yang memiliki prestasi dan karakter yang baik, sehingga ke depan mampu mengharumkan nama Pasaman Barat dan Sumatera Barat,” tuturnya.


Dengan adanya kegiatan tersebut, seleksi atlet Grasstrack menuju Porprov XVI Sumatera Barat diharapkan dapat berjalan secara objektif dan menghasilkan pembalap yang benar-benar memiliki kemampuan serta kesiapan untuk bertanding.


Selain menjadi ajang pencarian prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara kepolisian, pemerintah daerah, insan olahraga, komunitas otomotif dan masyarakat.


Semangat kompetisi, sportivitas dan pembinaan menjadi pesan utama dalam pelaksanaan lomba. Para pembalap pun diharapkan mampu menjadikan momentum tersebut sebagai pijakan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026.


Dengan dukungan seluruh pihak, Pasaman Barat diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah sekaligus mengoptimalkan potensi atlet daerah, khususnya di cabang olahraga Grasstrack.


Pada akhirnya, keberhasilan seleksi bukan hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai pemenang dalam perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu melahirkan atlet potensial, membangun budaya olahraga yang sehat, serta memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berprestasi. (**)

 


SUMBARNET - Inovasi material bangunan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) besutan PT Semen Padang menawarkan keunggulan dari segi efisiensi, kerapian, hingga ketahanan struktur. Produk terbaru anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini dirancang dengan sistem interlock presisi yang memungkinkan setiap bata saling mengunci rapat, sekaligus memangkas waktu konstruksi secara signifikan dibandingkan bata konvensional.


Keunggulan teknis SEPABLOCK mendapat apresiasi mendalam dari Kepala Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) Ir. Sabril Haris HG, Ph.D. saat meninjau langsung rumah contoh dan area mock-up konstruksi SEPABLOCK di Padang, Selasa (22/9/2026).


Disambut langsung oleh Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra, dalam kunjungan tersebut juga hadir Guru Besar Teknik Sipil Unand Prof. Dr. Eng. Ir. Jafril Tanjung, MT., IPU., ASEAN.Eng. yang selama ini ikut terlibat dalam mengembangkan produk SEPABLOCK tersebut.


“Satu kata untuk inovasi dari PT Semen Padang ini, luar biasa sekali. Tampilan bangunannya tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga memperlihatkan konsep konstruksi yang sangat praktis dan presisi,” ujar Sabril usai mengamati detail susunan bata interlock tersebut.


Menurut Sabril, mekanika dinding SEPABLOCK memberikan keunggulan struktur yang jauh lebih stabil karena tidak semata-mata mengandalkan material perekat. Saat melakukan pengujian fisik sederhana di lokasi, ia mencatat respons dinding SEPABLOCK jauh lebih unggul dibandingkan dinding biasa.


“Tadi kita coba berikan gangguan berupa dorongan pada dinding SEPABLOCK. Ternyata dindingnya betul-betul kaku, tidak ada guncangan atau getaran. Berbeda dengan dinding bata konvensional yang masih bergetar. Jadi selain praktis dan presisi, konsep SEPABLOCK ini terbukti kuat,” jelasnya.


Melihat potensi besar produk ini, Sabril mendorong pengujian laboratorium tingkat lanjut untuk memperkuat pembuktian teknis, terutama dalam menghadapi risiko bencana gempa di wilayah rawan seperti Sumatera Barat. Ia menyarankan pengujian simulasi getaran secara menyeluruh pada satu unit bangunan.


“Inovasi SEPABLOCK sangat potensial menjadi solusi konstruksi rawan gempa. Untuk melengkapi data teknis yang komprehensif, pengujian menggunakan shaking table (meja getar) dapat dilakukan guna melihat respons utuh bangunan saat menerima getaran berintensitas tinggi,” tambah pakar teknik sipil tersebut.


Dukungan pakar akademisi ini menyempurnakan rekam jejak keandalan SEPABLOCK yang sebelumnya telah mengantongi hasil uji teknis resmi.


Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menyambut positif pandangan akademisi Unand demi pengembangan produk ke depan.


“SEPABLOCK sebelumnya telah melalui pengujian siklik (lateral load test) di Kementerian PUPR dengan hasil masuk kategori ramah gempa. Sistem saling mengikat antarbata terbukti membuat struktur dinding tetap kokoh dan stabil saat terjadi guncangan,” ungkap Yelmi. (*)



SUMBARNET – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Padang Panjang kembali mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.


Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial B (23), pada Senin (21/9/2026), di Jorong Subarang, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.


Penangkapan terhadap B merupakan bagian dari upaya jajaran Polres Padang Panjang dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang dinilai dapat merusak generasi muda serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.IK., MIK., melalui jajaran Satres Narkoba menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan narkotika secara berkelanjutan di wilayah hukum Polres Padang Panjang.


Menurutnya, pengungkapan kasus narkoba tidak hanya bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar peredaran narkotika tidak semakin meluas di tengah masyarakat.


“Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Padang Panjang dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Kami akan terus melakukan upaya penindakan sesuai dengan ketentuan hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika,” ujar AKBP Wisnu Hadi.


Ia mengatakan, pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian sangat dibutuhkan untuk membantu mengungkap jaringan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.


“Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, kami mengajak masyarakat agar tidak takut memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran atau penyalahgunaan narkotika,” katanya.


Diamankan di Wilayah Tanah Datar


Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, petugas Satres Narkoba Polres Padang Panjang melakukan penyelidikan terhadap dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika.


Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial B yang berada di kawasan Jorong Subarang, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.


Petugas selanjutnya melakukan tindakan kepolisian dan berhasil mengamankan B pada 21 September 2026.


Dalam proses pengungkapan tersebut, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara untuk kepentingan penyidikan.


Selanjutnya, B bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Padang Panjang guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Namun demikian, status hukum B dalam perkara tersebut tetap mengacu pada hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku. Asas praduga tak bersalah juga tetap dikedepankan selama proses penanganan perkara berlangsung.


Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi menyampaikan apresiasi kepada personel Satres Narkoba yang terus bekerja melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap dugaan tindak pidana narkotika.


“Ini merupakan bentuk keseriusan dan kerja keras personel dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba. Saya berharap seluruh anggota tetap bekerja secara profesional, prosedural dan bertanggung jawab dalam setiap penanganan perkara,” ungkapnya.


Kapolres Ajak Masyarakat Perangi Narkoba


AKBP Wisnu Hadi menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan tindakan kepolisian. 


Menurutnya, keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah nagari, lingkungan pendidikan serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.


Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal masing-masing.


“Harapan kami, masyarakat semakin peduli dan bersama-sama memerangi narkoba. Jangan sampai lingkungan kita menjadi tempat berkembangnya peredaran narkotika. Mari kita jaga anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tutur AKBP Wisnu Hadi.


Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai bentuk ajakan maupun keuntungan yang berkaitan dengan narkotika.

 

Menurutnya, keterlibatan dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dapat membawa konsekuensi hukum yang serius.


Selain penindakan, Polres Padang Panjang juga terus mendorong langkah-langkah pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.


Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan kondusif.


“Kami tidak ingin pemberantasan narkoba hanya berhenti pada penangkapan. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, tidak menjadi korban penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.


Proses Hukum Berlanjut


Saat ini, perkara yang melibatkan B masih dalam proses penanganan Satres Narkoba Polres Padang Panjang. Polisi melakukan serangkaian pemeriksaan dan penyidikan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.


Penyidik juga akan mendalami asal-usul barang yang diduga narkotika tersebut serta kemungkinan adanya jaringan yang berkaitan dengan perkara.


Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian untuk tidak hanya mengungkap pengguna atau pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri mata rantai peredaran narkotika.


AKBP Wisnu Hadi kembali menegaskan bahwa Polres Padang Panjang tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.


“Komitmen kami jelas, narkoba harus kita lawan bersama. Polri akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional dan sesuai prosedur. Kami juga mengajak masyarakat untuk menjadi mitra kepolisian dalam memberikan informasi dan menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” pungkasnya.


Dengan kembali terungkapnya dugaan kasus penyalahgunaan sabu tersebut, Polres Padang Panjang berharap dapat memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika.


Jajaran kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.


“Semoga upaya yang dilakukan Polres Padang Panjang ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari narkoba,” tutup AKBP Wisnu Hadi. (**)

 


SUMBARNET - Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.IK., MIK., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 kepada seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas di Indonesia, khususnya personel Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang.


Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 diperingati pada 22 September 2026. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian Korps Lalu Lintas Polri kepada masyarakat dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi mengatakan, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara bukan sekadar kegiatan seremonial atau peringatan hari jadi, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat semangat pengabdian personel di bidang lalu lintas.


“Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026. Semoga momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel lalu lintas untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar AKBP Wisnu Hadi.


Menurutnya, tugas Polisi Lalu Lintas memiliki peran yang sangat penting karena bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat setiap hari. Kelancaran mobilitas masyarakat, keamanan pengguna jalan, penegakan aturan, hingga pelayanan administrasi lalu lintas merupakan bagian dari pelayanan publik yang membutuhkan profesionalisme dan integritas.


Karena itu, jajaran Satlantas Polres Padang Panjang diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, responsif, transparan dan profesional.


Kapolres menegaskan, keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pengguna jalan dan berbagai pemangku kepentingan.


“Tujuan utama dari peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ini adalah memperkuat kembali komitmen kita dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.


Ia menambahkan, perkembangan aktivitas masyarakat dan meningkatnya mobilitas kendaraan di jalan raya menuntut personel lalu lintas untuk terus beradaptasi dengan berbagai tantangan. 


Polisi dituntut tidak hanya mampu melakukan penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan edukasi, pencegahan dan pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


“Polantas harus hadir bukan hanya ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan lalu lintas. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga harus mampu memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini,” tutur AKBP Wisnu Hadi.


Dalam momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satlantas yang selama ini telah menjalankan tugas di lapangan. 


Menurutnya, tugas anggota lalu lintas memiliki tantangan tersendiri karena berhadapan langsung dengan berbagai kondisi dan karakter pengguna jalan.


Ia berharap seluruh personel tetap menjaga semangat pengabdian, meningkatkan disiplin, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap memberikan pelayanan.


“Harapan kita tentunya ke depan pelayanan lalu lintas semakin profesional, humanis dan mudah diakses masyarakat. Kita ingin masyarakat merasa aman ketika berada di jalan, memahami pentingnya tertib berlalu lintas dan bersama-sama menjaga keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.


Lebih lanjut, AKBP Wisnu Hadi mengajak masyarakat Kota Padang Panjang dan sekitarnya untuk menjadikan peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan di jalan.


Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui kesadaran bersama, mulai dari menggunakan helm sesuai standar, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak berkendara dalam kondisi yang membahayakan, serta selalu mengutamakan keselamatan.


“Budaya tertib berlalu lintas harus kita bangun bersama. Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat. Hal-hal sederhana seperti mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan dan menghormati pengguna jalan lainnya merupakan bagian penting dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.


Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 secara nasional mengangkat semangat “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri.” 


Korlantas Polri menekankan bahwa momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Keselamatan masyarakat juga ditegaskan sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan tugas lalu lintas.


Kapolres Padang Panjang berharap semangat tersebut juga semakin kuat diterapkan oleh seluruh personel Satlantas Polres Padang Panjang dalam menjalankan tugas sehari-hari.


“Semoga di usia ke-71 ini, jajaran Polisi Lalu Lintas semakin solid, semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Semoga seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas,” pungkas AKBP Wisnu Hadi.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan.


Dengan semangat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas pengguna jalan, pelaku usaha transportasi, pelajar dan seluruh masyarakat diharapkan semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan serta menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif.


“Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026. Mari bersama kita wujudkan lalu lintas yang aman, tertib, lancar dan berkeselamatan. Keselamatan di jalan adalah kebutuhan kita bersama,” tutup Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.IK., MIK. (**)

 


SUMBARNET — Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.IK, MH, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 kepada seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas di Indonesia, khususnya personel Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman.


Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang jatuh pada Selasa, 22 September 2026, menjadi momentum penting bagi jajaran kepolisian untuk kembali memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


“Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 kepada seluruh insan Lalu Lintas Bhayangkara, khususnya jajaran Satlantas Polres Pariaman. Semoga semakin profesional, humanis, responsif dan senantiasa diberikan kesehatan serta keselamatan dalam melaksanakan tugas,” ujar Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya.


Menurut AKBP Agung Pranajaya, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Ia menilai, tugas Polisi Lalu Lintas memiliki tantangan yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan perkembangan transportasi.

 

Karena itu, personel lalu lintas dituntut mampu beradaptasi, meningkatkan kemampuan serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan dan humanis.


“Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas selama ini. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan, sementara kekurangan harus menjadi bahan perbaikan ke depan,” katanya.


Kapolres menegaskan, keberadaan Polisi Lalu Lintas di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pengaturan arus kendaraan maupun penegakan hukum. Lebih dari itu, personel lalu lintas memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi, membangun kesadaran masyarakat serta menciptakan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.


“Tujuan utama kita adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri, khususnya Polisi Lalu Lintas, dalam memberikan rasa aman, nyaman dan pelayanan yang terbaik. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan,” ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh personel Satlantas Polres Pariaman untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas. Menurutnya, sikap ramah, santun dan responsif merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


“Berikan pelayanan dengan hati, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap mengedepankan sikap humanis. Kita ingin masyarakat tidak hanya melihat polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tutur AKBP Agung Pranajaya.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pariaman juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Sebab, terciptanya lalu lintas yang aman dan lancar tidak dapat hanya mengandalkan peran kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran dan kepatuhan seluruh pengguna jalan.


Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan salah satu bentuk tanggung jawab setiap individu untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan kelengkapan keselamatan, menghormati pengguna jalan lainnya dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.


AKBP Agung Pranajaya berharap, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri dengan pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas, dunia pendidikan, insan pers dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.


“Harapan kita ke depan tentunya situasi lalu lintas semakin aman, tertib dan lancar, serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerja sama dan kepedulian dari semua pihak,” ujarnya.


Ia menambahkan, jajaran Satlantas Polres Pariaman akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tantangan di lapangan.


Peningkatan pelayanan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya edukasi dan pencegahan pelanggaran lalu lintas.

 

Dengan demikian, kehadiran personel lalu lintas tidak hanya dirasakan ketika terjadi pelanggaran atau gangguan arus kendaraan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan preventif dan edukatif.


“Semoga seluruh personel Lalu Lintas Bhayangkara semakin solid, semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolres.


Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 sendiri mengusung semangat “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri.” Korlantas Polri menekankan bahwa momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan pengabdian sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Dengan semangat tersebut, Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya mengajak seluruh jajaran kepolisian dan masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap aktivitas di jalan raya.


“Sekali lagi, selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Semoga Polantas semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat dan semakin mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Mari bersama-sama kita wujudkan lalu lintas yang aman, tertib, lancar dan berkeselamatan,” pungkas AKBP Agung Pranajaya. (**)