PASAMAN BARAT – Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Al Falah Jambak, Kabupaten Pasaman Barat, pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana bagi Polri untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang terbuka, sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, harapan, serta persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi ini, Polres Pasaman Barat berupaya memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat. Kedekatan antara kepolisian dan warga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, tertib, dan kondusif.

Jumat Keliling tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarsesama, tetapi juga menjadi ruang komunikasi yang positif antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi melalui kerja sama yang baik.

Kapolres: Polri Harus Hadir dan Mendengarkan Aspirasi Masyarakat

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK menegaskan bahwa kegiatan Jumat Keliling memiliki arti penting dalam membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi mitra yang siap mendengarkan, memahami, serta membantu mencarikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, saran, kritik, maupun harapan terkait pelaksanaan tugas kepolisian dan kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi, masukan, dan harapan warga. Bagi kami, masyarakat bukan hanya pihak yang harus dilayani, tetapi juga merupakan mitra penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan, komunikasi yang terjalin secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa saling percaya antara Polri dan warga. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat dapat dibicarakan secara terbuka dan disikapi secara bijaksana.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga keluarga, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Mengajak Masyarakat Menjaga Kerukunan dan Kepedulian Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, memperkuat rasa persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia menilai bahwa kerukunan merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai. Perbedaan pendapat, latar belakang, maupun pandangan hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan perselisihan, melainkan harus disikapi dengan sikap saling menghormati dan mengedepankan musyawarah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, saling menghargai, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan. Mari kita bangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ungkapnya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kepedulian terhadap kondisi sekitar, menurutnya, dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga hubungan baik dengan tetangga, menghindari perselisihan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menyelesaikan persoalan melalui jalur komunikasi yang baik.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Partisipasi aktif masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian dalam melakukan langkah pencegahan secara dini, sehingga potensi gangguan keamanan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Al Falah Jambak juga mencerminkan pentingnya membangun sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat memandang bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Polri memiliki tugas menjaga keamanan, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut akan semakin optimal apabila didukung oleh kesadaran, kepedulian, serta partisipasi aktif masyarakat.

Melalui komunikasi yang terbangun secara langsung, kepolisian dapat lebih memahami kondisi sosial di tengah masyarakat, termasuk kebutuhan, keluhan, dan harapan warga terhadap pelayanan kepolisian.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat menyampaikan masukan secara terbuka sehingga terjalin hubungan yang lebih dekat, transparan, dan saling mendukung.

“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Kami ingin masyarakat merasa nyaman, merasa didengar, dan tidak segan untuk berkomunikasi dengan kepolisian. Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Menurut Kapolres, komunikasi yang baik harus terus dipelihara dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja sama, kepedulian, serta komitmen bersama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Masjid Menjadi Ruang Mempererat Persaudaraan

Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

Melalui kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Al Falah Jambak, silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Suasana kebersamaan dalam lingkungan keagamaan menjadi kesempatan yang baik untuk menyampaikan pesan-pesan positif mengenai pentingnya menjaga kedamaian, menghormati sesama, dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kapolres berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat terus berperan aktif dalam mengajak warga menjaga persatuan, menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Keterlibatan seluruh unsur masyarakat dinilai sangat penting, terutama dalam membangun lingkungan yang saling peduli dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Dengan semangat kebersamaan, berbagai tantangan dalam menjaga keamanan diharapkan dapat dihadapi melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang berkelanjutan.

Wujudkan Pasaman Barat yang Aman dan Kondusif

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK berharap kegiatan Jumat Keliling dapat terus menjadi sarana efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta menyerap aspirasi warga sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

Ia juga berharap masyarakat semakin aktif mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga tercipta suasana kehidupan yang tenteram, harmonis, dan produktif.

“Tujuan kami adalah membangun kedekatan dengan masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial, dan segera berkomunikasi dengan pihak kepolisian apabila terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” tuturnya.

Kapolres menambahkan bahwa terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan komitmen bersama yang dilandasi rasa tanggung jawab, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi, menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, serta selalu mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan setiap persoalan dapat ditangani secara tepat dan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Melalui kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Al Falah Jambak tersebut, Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kedekatan, keterbukaan, dan kerja sama diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Kabupaten Pasaman Barat yang aman, damai, tertib, dan kondusif.

Mari bersama menjaga kerukunan, saling peduli, mempererat persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang aman serta damai demi kenyamanan seluruh masyarakat Pasaman Barat. (**)

 


PASAMAN BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kegiatan Strong Point sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Kegiatan Strong Point merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan kehadiran personel di titik-titik strategis, terutama pada lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi. Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian dapat melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), membantu kelancaran arus lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Kehadiran personel Polri di lapangan juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, pelanggaran lalu lintas, maupun berbagai situasi yang dapat menghambat aktivitas masyarakat. Dengan pengaturan dan pemantauan lalu lintas secara langsung, diharapkan perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan Strong Point merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk mengatur arus lalu lintas, tetapi juga untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan perasaan aman dan nyaman.

“Melalui kegiatan Strong Point ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Personel yang bertugas di lapangan diharapkan mampu memberikan pelayanan secara maksimal, membantu kelancaran arus lalu lintas, serta menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolres.

Kapolres juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan tugas. Pelaksanaan Strong Point diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian anggota Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Tertib

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Strong Point diarahkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan, meningkatkan ketertiban pengguna jalan, serta memberikan perhatian terhadap titik-titik yang membutuhkan pengaturan lalu lintas.

Personel kepolisian juga diharapkan mampu memberikan imbauan kepada pengendara agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan dan menciptakan kondisi jalan yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara kepolisian dan masyarakat agar setiap aktivitas berlalu lintas dapat berlangsung dengan baik.

Selain itu, sikap humanis dalam memberikan pelayanan juga menjadi hal penting yang harus dikedepankan oleh setiap personel. Petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan arahan dengan santun, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta bertindak secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, Strong Point diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Kapolres Ajak Masyarakat Berperan Aktif Menjaga Ketertiban

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., juga mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing, termasuk dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang disiplin.

“Masyarakat merupakan mitra penting Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta saling menghormati sesama pengguna jalan. Dengan adanya kesadaran dan kerja sama yang baik, situasi yang aman, tertib, dan kondusif dapat kita wujudkan bersama,” ujar Kapolres AKBP Agung Tribawanto.

Menurutnya, terciptanya keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk mematuhi aturan, menjaga ketertiban, serta mengutamakan kepentingan bersama merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Polri juga mengharapkan masyarakat tidak ragu untuk berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Komunikasi dan kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan pelayanan yang lebih efektif.

Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan Strong Point menjadi bagian dari upaya Polres Pasaman Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kehadiran personel di lapangan, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap terpantau.

Kapolres Pasaman Barat berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dengan mengedepankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme seluruh personel yang bertugas.

“Harapan kami, melalui kegiatan Strong Point, masyarakat semakin merasakan manfaat kehadiran Polri dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik, menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pasaman Barat,” harap Kapolres.

Ke depan, upaya peningkatan pelayanan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Dengan pelaksanaan tugas yang terencana, kehadiran personel yang responsif, serta partisipasi aktif masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.

Melalui kegiatan Strong Point, Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang aman dan lancar, aktivitas masyarakat yang tertib, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. (**)

 


PADANG — Senyum lega menyelimuti puluhan keluarga di kawasan jalur Belt Conveyor RW 08, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sebanyak 50 siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA resmi menerima bantuan beasiswa pendidikan yang disalurkan melalui Forum Nagari Indarung, Selasa (20/10/2026).


Bantuan pendidikan ini langsung membawa dampak nyata bagi keberlangsungan belajar anak-anak sekaligus meringankan beban finansial para orang tua murid di kawasan operasional tersebut.


Bagi warga RW 08, dukungan pendidikan yang diterima secara konsisten telah menjadi penopang penting untuk menjaga asa sekolah anak-anak mereka. Miswarni, salah seorang perwakilan orang tua penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberlanjutan bantuan ini.


“Bantuan ini sangat terasa manfaatnya bagi kami para orang tua untuk memenuhi biaya dan perlengkapan sekolah anak-anak. Sejak program ini berjalan, alhamdulillah kami warga di sepanjang jalur Belt Conveyor betul-betul merasakan dampak positifnya,” ujar Miswarni penuh haru.


Dampak langsung ini juga ditegaskan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Indarung Endi Mustafa. Menurutnya, akses pendidikan yang terjaga menjadi kunci utama dalam memutus rantai keterbatasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indarung.


“Ini adalah bentuk perhatian mendasar yang manfaatnya langsung masuk ke rumah-rumah warga yang membutuhkan. Anak-anak jadi punya kesempatan dan motivasi lebih untuk terus melanjutkan sekolah,” tegas Endi.


Lurah Indarung Suharman Mizani berpesan agar momen ini dijadikan batu pijakan bagi para siswa untuk semakin giat menuntut ilmu dan berprestasi.


“Kepada anak-anak penerima beasiswa, manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah. Belajarlah sungguh-sungguh dan jangan ragu meraih cita-cita. Bagi para orang tua, mari terus dampingi dan awasi tumbuh kembang anak-anak agar bantuan finansial ini selaras dengan bimbingan di rumah,” tutur Suharman.


Program bantuan pendidikan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar jalur Belt Conveyor PT Semen Padang. Ketua Forum Nagari Indarung Edward menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2015, bersamaan dengan berdirinya Forum Nagari Indarung.


Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting karena kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak berhenti pada satu tahun ajaran. Bantuan yang disalurkan secara konsisten diharapkan dapat membantu orang tua memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak.


“Keberlanjutan program inilah yang utama. Bantuan ini hadir untuk meringankan beban orang tua dan memicu semangat belajar anak-anak di RW 08,” jelas Edward.


Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) ini terlaksana berkat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang. Staf TJSL PT Semen Padang Firma Yudi mengapresiasi peran aktif Forum Nagari sebagai jembatan yang memastikan bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa dukungan terhadap pendidikan melalui Program BMN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.


Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima manfaat sekaligus memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengembangkan potensinya.


“Bagi orang tua, bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya sekolah. Sementara bagi anak-anak, kami ingin bantuan ini menjadi penyemangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Keterbatasan ekonomi keluarga jangan sampai menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Win.


Ia menambahkan, pendidikan merupakan investasi sosial jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.


“Melalui kolaborasi dengan Forum Nagari, pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kami berharap manfaat program ini dapat terus dirasakan. Anak-anak yang memperoleh kesempatan pendidikan hari ini diharapkan kelak tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan mampu membawa perubahan positif bagi keluarganya,” katanya.


Melalui Program BMN 2026, PT Semen Padang mengalokasikan dana TJSL sebesar Rp112,5 juta untuk mendukung dua program yang dikelola Forum Nagari Indarung, yakni bantuan pendidikan bagi warga di sepanjang jalur Belt Conveyor dan pembangunan aula Forum Nagari Kelurahan Indarung.


Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan lingkungan sekitar, termasuk dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. (**)

 


‎PADANG — PT Semen Padang menyalurkan dana Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) 2026 sebesar Rp104 juta kepada Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (21/10/2026).

‎

‎Dana tersebut disalurkan untuk mendukung dua program pemberdayaan masyarakat, yakni pelatihan satpam bagi 10 warga dari rumah tangga miskin (RTM) dan budidaya ayam kampung petelur bagi sembilan warga yang terdampak banjir bandang.

‎

‎Bertempat di Aula Kantor Lurah Lambung Bukit, penyerahan dana tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Program BMN 2026. Acara tersebut turut dihadiri pihak Kelurahan Lambung Bukit, PT Semen Padang, dan tokoh masyarakat setempat.

‎

‎Ketua Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit Dedi Azhari mengatakan kedua program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan keterampilan kerja dan usaha produktif.

‎

‎Dedi menjelaskan, dari dana lebih dari Rp100 juta yang dikucurkan PT Semen Padang, sekitar Rp78 juta dialokasikan untuk pelatihan satpam. Program pelatihan ini menyasar 10 warga dari keluarga RTM agar mereka memiliki keterampilan dan sertifikat yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

‎

‎Kemudian, sekitar Rp26 juta, lanjutnya, dialokasikan untuk program budidaya ayam kampung petelur yang melibatkan sembilan warga terdampak banjir bandang. Program ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak bencana pada akhir November 2025.

‎

‎“Dana Rp26 juta dari PT Semen Padang ini akan digunakan untuk membangun kandang, membeli pakan dan vaksin, serta pengadaan anak ayam umur sehari atau day-old chick (DOC) yang jumlahnya sebanyak 110 ekor,” katanya.

‎

‎Untuk memastikan usaha berjalan dengan baik, sebutnya, Forum Nagari Lambung Bukit juga menjalin kerja sama dengan peternak ayam kampung petelur di Kabupaten Padang Pariaman yang telah berhasil mengembangkan usahanya.

‎

‎“Peternak tersebut siap mendampingi kami agar usaha ini dapat berjalan dengan baik. Dukungan pendampingan tersebut dapat membantu penerima manfaat memahami tata cara pemeliharaan ayam, pengelolaan pakan, pencegahan penyakit, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan,” katanya.

‎

‎Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Lambung Bukit Rika Anggraini mengapresiasi dukungan PT Semen Padang melalui Program BMN 2026. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan sumber penghasilan.

‎

‎“Kami dari pihak kelurahan sangat berterima kasih atas adanya program ini. Kami berharap Program BMN dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin sejahtera dan Kelurahan Lambung Bukit bisa menjadi lebih unggul,” kata Rika.

‎

‎Ia menambahkan, dukungan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat Lambung Bukit, terutama bagi warga terdampak bencana banjir bandang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Karena itu, ia berharap program serupa dapat terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

‎

‎Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit CSR PT Semen Padang Nurwan mengatakan pihaknya mengapresiasi Forum Nagari Lambung Bukit yang telah mengusulkan program pemberdayaan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

‎

‎Menurutnya, budidaya ayam kampung petelur memiliki potensi untuk membantu pemulihan ekonomi warga terdampak banjir bandang. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan telur untuk dijual, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang mencakup penetasan dan penjualan DOC.

‎

‎“Harapannya, usaha ayam kampung petelur ini bisa dikembangkan, tidak hanya pada produksi telur, tetapi juga penetasan dan penjualan DOC. Kami juga berharap Forum Nagari Lambung Bukit menggandeng pihak akademisi agar usaha ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Nurwan.

‎

‎Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menegaskan bahwa penyaluran dana Program BMN 2026 ini merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkungan perusahaan.

‎

‎“Melalui Program BMN, kami ingin memastikan bahwa kehadiran PT Semen Padang memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Pelatihan satpam dan budidaya ayam petelur ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya memberikan keterampilan terapan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga RTM serta membantu percepatan pemulihan ekonomi warga yang terdampak banjir bandang,” ujar Win.(*)




MENTAWAI, Sumbarnet.id - Dunia pendidikan di Kepulauan Mentawai kembali tercoreng. SMP Negeri 2 Sipora Selatan yang berada di Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dilaporkan dipalang oleh masyarakat setempat, Minggu (25/10/2026) malam.


Aksi pemalangan tersebut dibenarkan oleh Kepala Dusun Bosua, Rusli. Ia secara khusus menghubungi redaksi sumbarnet.id melalui WhatsApp pada Minggu malam, 25 Oktober 2026 pukul 20.25 WIB, untuk melaporkan kejadian tersebut.


"Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan. Masyarakat kita sudah palang sekolah. Semua lokal di palang. Alasannya karena uang mereka belum dibayar tuntas sampai saat ini. Ketika salah satu guru menghubungi saya,  Katanya tidak ada Kepala Sekolahnya,"ujar Rusli kepada Sumbarnet.id.


Menurut Rusli, pemicu utama pemalangan adalah kekecewaan warga yang telah bekerja di sekolah tersebut namun hak mereka belum diterima sepenuhnya.


"Permasalahan dipicu karena gaji masyarakat yang bekerja di sekolah SMPN 2 Sipora Selatan belum tuntas dibayarkan oleh kepala sekolah. Masyarakat langsung lakukan pemalangan sekolah tersebut," tegas Rusli.


Papan proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kemendikdasmen. Proyek tersebut bernilai fantastis:

> Sumber Dana: APBN 2026

> Jumlah Dana: Rp 960.559.000,-

> Kegiatan: Rehabilitasi Labor dan Ruang Kelas

> Pelaksana: P2SP SMP Negeri 2 Sipora Selatan


Proyek hampir 1 Miliar tersebut kini menjadi sorotan publik, karena di saat anggaran besar digelontorkan pemerintah pusat, justru upah pekerja lokal yang menjadi korban diduga belum dibayar.


Aksi pemalangan ini jelas merugikan siswa. Jika tidak segera dibuka, proses belajar mengajar di SMPN 2 Sipora Selatan akan lumpuh.


Masyarakat berharap, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai segera turun tangan. Mediasi harus segera dilakukan, hak pekerja harus dibayarkan, dan sekolah harus segera dibuka kembali demi masa depan anak-anak di Bosua.


Hingga berita ini ditayangkan, redaksi terus berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada  pihak Kepala Sekolah SMPN 2 Sipora Selatan dan Dinas Pendidikan. (**)

 


PADANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda melalui pelestarian seni bela diri tradisional Minangkabau. Radiv Reynand, putra bungsu Devi Hariyanto yang merupakan siswa SDN 22 Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, berhasil meraih kenaikan sabuk Pratama Madya dalam kegiatan silat tradisi Sarai Sarumpun, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Padang, Sumatera Barat. Pencapaian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan Radiv mempelajari dan mendalami seni bela diri tradisional yang tidak hanya mengajarkan keterampilan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap budaya dan tradisi.

Kenaikan sabuk Pratama Madya yang diraih Radiv merupakan hasil dari proses pembelajaran dan latihan dalam perguruan silat tradisi Sarai Sarumpun. Melalui proses tersebut, seorang pesilat diharapkan tidak hanya mampu menguasai gerakan dan teknik bela diri, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari warisan budaya Minangkabau.

Bagi Radiv yang masih duduk di bangku sekolah dasar, pencapaian ini menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mendorong semangatnya agar terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Dibimbing Datuk Boy Taslim Sikumbang

Dalam proses mempelajari silat tradisi Sarai Sarumpun, Radiv dibimbing oleh pelatih Datuk Boy Taslim Sikumbang.

Peran pelatih menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan seorang pesilat, mulai dari penguasaan teknik dasar, ketepatan gerakan, keseimbangan tubuh, hingga pemahaman terhadap aturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam seni bela diri tradisional.

Latihan silat juga mengajarkan pentingnya konsistensi dan kesungguhan. Setiap tahapan yang dilalui membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus memperbaiki kemampuan.

Kenaikan sabuk bukan semata-mata tentang pencapaian tingkatan, melainkan juga menjadi pengingat bagi seorang pesilat untuk semakin bertanggung jawab terhadap ilmu yang dipelajari.

Bagi Radiv, pencapaian Pratama Madya diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya. Dengan bimbingan pelatih serta dukungan keluarga, ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengenal lebih dekat seni bela diri tradisional daerahnya.

Dukungan Orang Tua Menjadi Motivasi

Sebagai putra bungsu Devi Hariyanto, perjalanan Radiv dalam menekuni silat tradisi Sarai Sarumpun juga tidak terlepas dari peran keluarga. Dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak mengembangkan minat, bakat, dan karakter positif sejak usia dini.

Bagi orang tua, kegiatan ekstrakurikuler seperti silat dapat menjadi sarana untuk mengarahkan anak pada aktivitas yang bermanfaat. Selain melatih kemampuan fisik, silat juga dapat menjadi media pembelajaran mengenai kedisiplinan, pengendalian diri, sikap hormat kepada orang lain, serta pentingnya menjaga perilaku.

Devi Hariyanto berharap keterlibatan Radiv dalam silat tradisi tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk kepribadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai orang tua, saya tentu merasa bangga melihat Radiv bisa mengikuti proses latihan dan mencapai kenaikan sabuk Pratama Madya. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya prestasi yang diraih, tetapi juga bagaimana ia belajar disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan menjadi anak yang memiliki karakter baik,” demikian kutipan yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada Devi Hariyanto.

Devi juga berharap pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Radiv untuk terus belajar, baik dalam pendidikan formal maupun dalam kegiatan silat yang ditekuninya.

“Kami berharap Radiv tidak cepat berpuas diri. Semoga ia semakin rajin berlatih, tetap rendah hati, menghargai pelatih, serta mampu membagi waktu antara sekolah dan latihan. Kami ingin ia tumbuh menjadi anak yang membanggakan keluarga, berguna bagi masyarakat, dan tetap mencintai budaya daerahnya,” lanjut kutipan draf tersebut, yang perlu disesuaikan dengan pernyataan asli orang tua.

Silat Tradisi sebagai Sarana Pembentukan Karakter

Silat tradisi memiliki kedudukan penting dalam kebudayaan Minangkabau. Seni bela diri ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mempertahankan diri, tetapi juga mengandung nilai pendidikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui latihan yang terarah, anak-anak dapat belajar tentang ketekunan, kesabaran, keberanian, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan emosi. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Keikutsertaan anak-anak usia sekolah dalam kegiatan silat tradisi juga dapat menjadi salah satu upaya memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Karena itu, pencapaian yang diraih Radiv dapat menjadi momentum untuk semakin menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni bela diri tradisional. Prestasi pada tingkat individu diharapkan turut mendorong kesadaran bahwa budaya daerah perlu dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan secara berkelanjutan.

Harapan untuk Perjalanan Radiv ke Depan

Kenaikan sabuk Pratama Madya menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan Radiv menekuni silat tradisi Sarai Sarumpun. Ke depan, konsistensi berlatih, dukungan keluarga, serta arahan pelatih akan berperan dalam membantu dirinya mengembangkan kemampuan.

Sebagai seorang pelajar, Radiv juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan dan kegiatan latihan. Prestasi di bidang nonakademik akan semakin bermakna apabila berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap pendidikan dan pembentukan karakter.

Dukungan orang tua, sekolah, pelatih, serta lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang bagi anak untuk bertumbuh dan mengembangkan potensinya.

Pencapaian Radiv di Taman Budaya Padang pada Minggu (25/10/2026) diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Lebih dari itu, pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memperkuat kecintaan terhadap seni bela diri tradisional Minangkabau.

Dengan semangat belajar dan latihan yang berkelanjutan, Radiv diharapkan mampu melanjutkan perjalanan silatnya dengan tetap menjunjung tinggi kedisiplinan, kerendahan hati, dan nilai-nilai budaya yang dipelajari.

Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan positif yang membentuk keterampilan, karakter, dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa. (**)

 


SUMBARNET - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bisnis dan organisasi melalui Fundamental Business Review. Langkah ini menjadi dasar perusahaan untuk menata kembali arah bisnis di tengah dinamika industri konstruksi dan tantangan persaingan.


Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi ADHI, @adhikaryaid, yang diunggah pada 22 Oktober 2026. Perusahaan memperkenalkan lima pilar transformasi untuk memperkuat fundamental, meningkatkan efisiensi, dan membangun organisasi yang adaptif.


Kelima pilar tersebut meliputi Financial Strengthening, Operational Excellence, Organization Transformation, Business Streamlining, dan ADHI for ESG. Seluruh pilar diarahkan untuk membangun perusahaan yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Pilar pertama, Financial Strengthening, berfokus pada penyehatan keuangan perusahaan. ADHI mengarahkan langkah ini melalui restrukturisasi pembiayaan dan kewajiban, penguatan likuiditas, serta peningkatan arus kas dan modal kerja.


Perusahaan juga menargetkan pengelolaan liabilitas secara hati-hati, peningkatan profitabilitas, dan penguatan struktur permodalan. Tata kelola serta pengendalian keuangan terintegrasi turut menjadi bagian dari agenda tersebut.


Pilar kedua, Operational Excellence, menitikberatkan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. ADHI mendorong pengendalian biaya melalui value engineering serta peningkatan kualitas perolehan kontrak baru.


Perusahaan juga menekankan keselamatan dan kualitas proyek, sentralisasi pengadaan, serta pengendalian proyek. Optimalisasi proses bisnis berbasis digital dan pengembangan sumber daya manusia turut mendukung agenda ini.


Selanjutnya, Organization Transformation diarahkan untuk membangun organisasi yang lebih tangkas, kompeten, dan adaptif. Upaya tersebut mencakup penyederhanaan struktur organisasi, sentralisasi fungsi strategis, serta penguatan tata kelola dan kompetensi sumber daya manusia.


Pada pilar keempat, Business Streamlining, ADHI menata portofolio bisnis agar semakin berfokus pada bisnis inti konstruksi dan proyek strategis. Perusahaan juga mengarahkan optimalisasi investasi dan aset produktif serta rasionalisasi bisnis nonprioritas.


Dalam materi publikasinya, ADHI menyebut streamlining dan divestasi sebagai bagian dari upaya penyehatan perusahaan. Langkah tersebut berkaitan dengan penataan kepemilikan saham, entitas, maupun aset yang tidak lagi sejalan dengan arah pengembangan jangka panjang.


Pilar kelima, ADHI for ESG, memperkuat komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Agenda ini meliputi pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah, konservasi air, serta penguatan kesehatan dan keselamatan kerja.


ADHI juga menekankan kesejahteraan pegawai, pengembangan masyarakat, transparansi, etika bisnis, dan manajemen risiko. Perusahaan turut mendorong penerapan lean construction dan ekonomi sirkular untuk mendukung keberlanjutan.


Melalui kelima pilar tersebut, ADHI menargetkan penguatan fundamental, peningkatan efisiensi, dan penataan portofolio bisnis. Transformasi ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih adaptif dan berdaya saing.


Perusahaan menyatakan transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membenahi bisnis dan menyelaraskan organisasi dengan visi jangka panjang. (***)

 


SUMBARNET – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr., mengajak Karang Taruna dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, serta memperkuat peran generasi muda dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan Lisda Hendrajoni dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bersama pengurus Karang Taruna dan Tagana Kabupaten Pesisir Selatan yang berlangsung di Cafe San Alida, kawasan Carocok Painan, Minggu (25/10/2026).


Kegiatan yang menjadi momentum penyerapan aspirasi tersebut juga bersamaan dengan Bulan Bhakti Karang Taruna Tahun 2026, dengan diawali dengan senam sehat bersama di kawasan Pantai Salido, Carocok Painan.


Turut hadir Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Ilham Rachamadsyah Putra, S.STP., Ketua Karang Taruna Pesisir Selatan, Nasrul, S.H., perwakilan Disdukcapil, serta jajaran pengurus Karang Taruna dan Tagana setempat.


Dalam arahannya, Lisda Hendrajoni memberikan apresiasi terhadap kegiatan positif yang digagas Karang Taruna dan Tagana. Menurutnya, organisasi kepemudaan dan relawan sosial memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.


“Karang Taruna dan Tagana harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Jangan hanya aktif ketika ada kegiatan sosial atau terjadi bencana, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor kehidupan,” ujar Lisda Hendrajoni.


Politisi Partai NasDem tersebut menegaskan, keberadaan Karang Taruna dan Tagana harus semakin diperkuat, tidak hanya dalam bidang sosial dan kebencanaan, tetapi juga lingkungan, seni, budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Menurut Lisda, penguatan ekonomi menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius. Generasi muda harus mampu membaca peluang, mengembangkan potensi daerah, serta menciptakan kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.


“Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang. Jangan hanya menunggu kesempatan datang, tetapi harus mampu menjemput bola, membangun jejaring, serta mengembangkan potensi yang ada menjadi kekuatan ekonomi,” tegasnya.


Lisda juga mendorong para pengurus Karang Taruna dan Tagana agar memiliki fokus dalam mengembangkan kegiatan unggulan. Dengan pengelolaan yang baik dan berkesinambungan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi sektor produktif yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Selain memberikan motivasi, Lisda memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, dan persoalan yang disampaikan pengurus Karang Taruna maupun Tagana. Ia menyatakan kesiapannya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi yang sesuai dengan kewenangannya di tingkat pusat.


“Saya sangat terbuka menerima saran, masukan, dan aspirasi dari Karang Taruna maupun Tagana. Silakan sampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan kendala di lapangan. Aspirasi tersebut nantinya akan kita upayakan untuk diperjuangkan melalui jalur dan kewenangan yang ada di pusat,” ungkap Lisda.


Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Pesisir Selatan, Ilham Rachamadsyah Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta komitmen Lisda Hendrajoni dalam mendukung penguatan organisasi sosial dan kepemudaan di Kabupaten Pesisir Selatan.


Ilham menegaskan, pihaknya siap memberikan dukungan sekaligus menjadi penghubung antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ia juga menyampaikan rencana pembentukan agen perlindungan sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan perlindungan masyarakat hingga tingkat bawah.


“Kami siap mendukung dan menjembatani berbagai usulan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk Karang Taruna dan Tagana. Harapannya, aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian bersama dan diperjuangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Ilham.


Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pesisir Selatan, Nasrul, S.H., mengaku bangga dan terharu atas kehadiran Lisda Hendrajoni dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Karang Taruna dan Bulan Bakti Karang Taruna. Menurutnya, kehadiran anggota DPR RI tersebut menjadi motivasi sekaligus kesempatan berharga bagi pengurus untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara Lisda Hendrajoni bersama pengurus Karang Taruna dan Tagana. Berbagai masukan yang mengemuka diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut dalam memperkuat pemberdayaan generasi muda, meningkatkan kapasitas relawan sosial, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan. (Bee)

 


MENTAWAI — Dalam rangka mendukung Program Quick Wins 100 Hari Kerja Kapolri, Polres Kepulauan Mentawai melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja Katolik Santo Petrus, Tua Pejat Km 0, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (25/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kepulauan Mentawai, KOMPOL Irwandi Idham, S.H., M.H., sebagai upaya mempererat silaturahmi, meningkatkan sinergitas, serta membangun kemitraan antara Polri dan tokoh agama maupun jemaat gereja.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Polres Kepulauan Mentawai AKP Budi Mulia, S.H., Kasat Sabhara AKP M. Choir, Kasat Binmas AKP Edi Yunasri, S.H., M.H., Paur Ren IPDA M. Hidayad, serta Pamapta II IPDA Danial.


Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 jemaat Gereja Katolik Santo Petrus, bersama Pastor P. Jhon Mezer Manullang dan para pengurus gereja.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Kepulauan Mentawai KOMPOL Irwandi Idham, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu upaya Polri untuk mempererat hubungan dengan tokoh agama dan jemaat, sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan umat beragama.


Melalui kegiatan ini, jemaat diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan, saran, masukan, maupun kritik terkait pelayanan kepolisian. Dialog tersebut juga menjadi sarana bagi Polri untuk memperoleh informasi mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta potensi gangguan keamanan di lingkungan setempat.


Selain memperkuat komunikasi, jajaran Polres Kepulauan Mentawai turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kamtibmas, termasuk kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, kejahatan jalanan, perjudian daring atau judi online, serta penipuan berbasis siber.


Wakapolres juga menyosialisasikan layanan kepolisian melalui Call Center 110, yang dapat dimanfaatkan untuk melaporkan kejadian maupun meminta bantuan kepolisian secara cepat saat dibutuhkan.


Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Kepulauan Mentawai berharap sinergi antara Polri dan jemaat gereja semakin kuat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis serta situasi keamanan dan ketertiban yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Roby)

 


MENTAWAI — Dalam rangka mendukung Program Quick Wins 100 Hari Kerja Kapolri, Polsek Sipora melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Wilayah III, Minggu (25/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut bertempat di GKPM Wilayah III, Dusun Teitei Pabobokat, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sipora, IPTU Musa, dan diikuti oleh sejumlah personel Polsek Sipora.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Intelkam Polsek Sipora AIPTU Hermanto, S.H., Ka SPKT Polsek Sipora AIPTU Muhklis, Kanit Patroli Polsek Sipora AIPDA Ade Nafrianto, serta Kanit Binmas Polsek Sipora BRIPKA Zenri Nasmarta.


Kegiatan ini juga dihadiri sekitar 50 jemaat gereja, dengan pimpinan majelis jemaat, yakni Jeng Kumar dan Hengkelman.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Sipora IPTU Musa menyampaikan bahwa Minggu Kasih merupakan salah satu upaya Polri untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan sinergi, serta membangun kemitraan strategis antara kepolisian, tokoh agama, dan jemaat gereja.


Selain itu, kegiatan Minggu Kasih menjadi wadah komunikasi dua arah yang memberikan kesempatan kepada jemaat untuk menyampaikan keluhan, saran, masukan, maupun kritik terkait pelayanan kepolisian. Melalui dialog langsung tersebut, Polri juga dapat memperoleh informasi mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan setempat.


Kapolsek Sipora turut mengimbau jemaat agar bijak dalam menggunakan media sosial serta selalu menyaring dan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Hal ini penting untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu situasi kamtibmas.


Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Sipora berharap hubungan yang harmonis antara Polri dan umat Kristiani dapat terus terjaga, sekaligus meningkatkan kepercayaan serta partisipasi jemaat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (Roby)