SUMBARNET - Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H., bersama jajaran mengucapkan selamat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 kepada seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Barat.


Dalam momentum yang penuh makna ini, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bersama atas perjuangan panjang kaum pekerja dalam memperjuangkan hak, keadilan, serta kesejahteraan di berbagai sektor kehidupan.


Dedie Tri Hariyadi menyampaikan bahwa tenaga kerja merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak dasar pekerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan harus terus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas.


“Momentum Hari Buruh ini adalah bentuk penghormatan atas dedikasi dan kerja keras para pekerja. Mereka adalah fondasi utama dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Dedie.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja bukan hanya menjadi kewajiban negara, tetapi juga tanggung jawab bersama. Hal ini mencakup pemenuhan upah yang layak, jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja, serta kepastian hukum bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali.


Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, kata Dedie, mendukung penuh terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. Dengan hubungan yang baik, diharapkan akan tercipta lingkungan kerja yang produktif, aman, dan berkeadilan.


Selain itu, Kejati Sumbar juga berkomitmen untuk terus mengawal dan menegakkan hukum terkait ketenagakerjaan, guna memastikan bahwa hak-hak pekerja terlindungi secara optimal. Penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha.


“Semangat kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme para buruh harus terus diapresiasi. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kejati Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Buruh sebagai momentum memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.


Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh pihak dapat terus bergandengan tangan dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, produktif, dan berkeadilan demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat secara luas.


“Mari kita jadikan Hari Buruh sebagai pengingat akan pentingnya peran pekerja dalam pembangunan, sekaligus sebagai dorongan untuk terus memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Dedie Tri Hariyadi. (**)


Padang – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat ekonomi kurang mampu saat menggelar pertemuan dengan warga di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026). 

‎"Dari tahun kemarin, kita sudah menyalurkan ke berbagai penerima. Dan, akan terus kita lanjutkan," kata Rahmat.

‎Salah satu yang dilakukan Rahmat adalah menyiapkan kuota khusus bagi warga kawasan Tarandam untuk mendapatkan akses perkuliahan melalui program bantuan pendidikan. 

‎Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam memastikan keterbatasan finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih gelar sarjana.

‎Rahmat menekankan kunci utama untuk mengakses berbagai program bantuan pemerintah, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, terletak pada validitas data. 

‎Dia pun mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif dalam memastikan nama mereka tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui pembaruan di tingkat kelurahan. 

‎"Kalau ingin kuliah tapi terkendala biaya, sekarang ada kesempatan. Namun yang paling penting adalah terdaftar di DTKS. Tanpa itu, secara sistem warga dianggap mampu meskipun faktanya tidak. Ini yang harus kita perbaiki," ujarnya.

‎Menurutnya, akurasi data adalah fondasi utama dari efektivitas kebijakan sosial karena data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang salah sasaran. 

‎Dia memandang persoalan administratif ini sering kali menjadi penghambat utama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan namun tidak tercatat dalam sistem. 

‎"Sinkronisasi antara fakta di lapangan dengan sistem digital pemerintah harus terus dikawal ketat agar tidak ada lagi masyarakat yang terpinggirkan dari hak-hak pendidikan mereka hanya karena urusan birokrasi," katanya.

‎Selain menyinggung soal akses bantuan, Rahmat juga memberikan pandangan mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang di era disrupsi. 

‎Dia mengingatkan, perguruan tinggi bukan sekadar tempat untuk mengejar nama besar kampus atau gelar akademik, melainkan kawah candradimuka untuk membangun jejaring. 

‎"Pendidikan itu bukan hanya soal keahlian teknis, tetapi juga soal jaringan. Relasi itulah yang nantinya akan ikut menentukan jalan hidup dan masa depan seseorang di tengah persaingan global," tambahnya.

‎Sebagai gambaran nyata, ia mencontohkan bagaimana pergeseran teknologi telah mengubah lanskap ekonomi lokal, seperti sektor transportasi konvensional yang kian terdesak oleh layanan berbasis aplikasi. 

‎Melalui fasilitasi bantuan kuliah dan dorongan perbaikan data ini, muncul harapan baru bagi warga Padang Timur bahwa keterbatasan ekonomi tidak semestinya memutus cita-cita anak-anak mereka. 

‎"Kita meyakini dengan data yang akurat dan kemauan untuk terus belajar, rantai kemiskinan dapat diputus melalui jalur pendidikan yang lebih inklusif dan merata," harapnya. (Gilang)

 


By Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim MA


Saya mengenal Ridwan Tulus sudah lebih lima belas tahun. Perkenalan saya dengan beliau ketika saya menjadi rektor  Universitas Andalas. Salah satu program unggulan yang dilakukan ketika itu adalah mengembangkan karakter mahasiswa termasuk dalam bidang kewirausahaan. Universitas Andalas termasuk perguruan tinggi yang paling awal mengembangkan kewirausaaan bagi mahasiswa. Sehingga saya berani memasang baliho ukuran besar didepan rektorat Universitas Andalas tahun 2007  dengan tema “ Andalas University Leading in Character Building and Entrepreunership”. 


Setiap minggu Unand melaksanakan kuliah umum kewirausahaan yang diberikan oleh pengusaha lokal dan nasional.  Biasanya kuliah umum dilaksanakan setiap hari Jumat siang sampai sore sehingga pengusaha yang berasal dari luar  Sumbar sekalian menyempatkan diri ber akhir pekan di Sumatera Barat. Pengusaha yang sudah pernah memberikan kuliah umum antara lain  Bapak Jusuf Kalla (PT. Kalla Group), Bapak Fahmi Idris (PT. Kodel) , Bapak Erick Thohir (PT Mahaka, Ketua HIPMI), Om Bob Sadino (Kemchik) , Bapak Sudhamek A. Soenyoto (PT.Garuda Food), Bapak Harsha E Yoesoef (PT RPX, FedEx, kemudian menjadi Dubes di Slovakia), Sandiaga Uno (Saratoga), Dahlan Iskan (Jawa Post)  dan lain-lain. Selain pengusaha nasional yang sudah terkenal, kami juga mengundang pengusaha lokal sukses yang wawasannya nasional malah internasional seperti  Ridwan Tulus ( Sumatra and Beyond).


Ketika saya berhenti jadi rektor Unand  Juli 2011, kami telah mengundang sebanyak 150 orang pengusaha berbagi pengalaman jadi pengusaha dari awal sampai sukses kepada mahasiswa, tidak saja mahasiswa Unand tapi juga mahasiswa perguruan tinggi lain di Sumbar. Jumlah yang hadir setiap kali kuliah 300-500 orang.


Sampai sekarang saya masih menjalin hubungan silaturrahim dengan para pengusaha yang sudah pernah ke Unand. 


Diantara yang sering berkomunikasi dengan saya adalah Bapak Ridwan Tulus. Sekarang ketika saya menjadi rektor di Universitas Baiturrahmah beliau saya undang juga memberikan kuliah kewirausahaan bagi mahasiswa di Universitas Baiturrahmah. Tidak itu saja, pada tahun 2018 lalu Pak Ridwan Tulus kami percaya untuk melakukan training motivasi bagi dosen dan tenaga kependidikan Universitas Baiturrahmah dalam bentuk outbond training yang kami lakukan di SECATA B Padang Panjang. Sebagian besar dari peserta traning menyatakan bahwa mereka sangat puas dengan metode training yang dilakukan oleh perusahaan pak Ridwan. 


Apa yang membuat saya tertarik  dengan seorang Ridwan Tulus? Saya kagum pada beliau, karena cara berpikir beliau tersebut out of the box. Sebagai seorang yang bergerak dibidang parawisata, cara atau model wisata yang ditawarkannya sangat berbeda dengan operator wisata main stream. Jika tour and travel yang lain biasanya mendatangkan touris dan mengirim orang Sumbar yang ingin berwisata keluar Sumbar seperti ke Jawa, Bali bahkan sampai keluar negeri. Biasanya sudah tersedia paket perjalanan yang ditawarkan dengan alternatif destinasi yang dituju, lama perjalanan, hotel dan penerbangan  yang dipilih. Destinasi dapat juga dirancang oleh travel berdasarkan keinginan yang akan berwisata.  Kebanyakan travel lebih mengutamakan jumlah yang akan ikut, semakin banyak jumlah yang ikut semakin senang travelnya dan harga bisa didiskon. 


Ridwan Tulus melakukan hal yang berbeda, dia menjual ide, baik untuk wisata maupun untuk outbond. Mitra yang menggunakan perusahaan Ridwan tidak saja local, tapi nasional bahkan international. Beliau promosi hanya menggunakan website nama www.sumatraandbeyond.co. Program yang dijualnya unik. Suatu kali, beliau bercerita bagaimana beliau menawarkan paket liburan bagi anak seorang milyarder asal Inggris. Anak sikaya ini ditawarkan paket tinggal   beberapa disebuah panti asuhan, hidup, belajar, main, makan ala panti. Ketika program akan berakhir si anak kaya tidak mau ikut acara perpisahan dengan teman-teman dipanti yang telah dia kenal selama beberapa hari, karena dia ingin masa tinggalnya di panti bisa diperpanjang. Ridwan Tulus hanya mendatangkan beberapa orang turis, tapi dampaknya baik bagi sianak kaya begitu juga bagi destinasi yang dikunjunginya sangat berarti. Bagi pak Ridwan selain nama usahanya semakin berkibar juga dampak finansialnya. Karena bagi orang kaya hal-hal unik seperti ini yang diperlukan, kalau dia suka berapapun harga dia bayar malah biasanya mereka tidak menawar harga yang diberikan. Kalau liburan melihat alam, persembahan tari-tarian budaya kemudian tidur di hotel berbintang itu sudah biasa.


Begitu juga ketika acara outbond yang diberikan untuk keluarga besar Universitas Baiturrahmah. Semua peserta tidur di barak prajurit termasuk saya, tidur pakai veldingbad, mandi dan makan ditempat umum. Kepada kami diberikan berbagai macam kegiatan, sesuai dengan pembagian kelompok. Ada yang membersihkan kolam ikan, ada yang membersihkan musium kereta api, ada yang jualan susu, ada yang membuat lukisan mural dsb. Semua peserta juga gotong royong membersihkan kota Padang Panjang sekalian jalan pagi. Pada acara out bond tersebut juga ada  motivasi yang diberikan oleh motivator nasional dan juga ada acara permainan berkelompok dengan melibatkan prajurit TNI di SCATA.Tidak sampai disitu pada acara malam penutupan beliau membuat kolaborasi orchestra dengan melibatkan seniman mahasiswa ISI Padang Panjang. Semua acara sepertinya dirancang sesuai kondisi tapi disiapkan dengan baik tapi tidak kaku, semua peserta merasa senang dan mengasikkan sehingga betul-betul bekesan. 


Itulah Ridwan Tulus, saya sulit menemukan orang yang kreatif seperti beliau, semuanya bisa jadi objek. Beliau tidak kaku, kreativitasnya muncul ketika melihat suasana, sehingga programnya bisa berobah tergantung situasi dan kondisi. Berbeda dengan yang lain yang sudah punya Pakem. Ridwan Tulus mengembangkan kretivitasnya ditengah alam semesta ciptaan Allah yang luar biasa.  Sehingga Ridwan Tulus bisa menjadi tour designer yang luar biasa !

 


SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Direktorat Intelkam Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim di Kota Palembang, Jumat (1/5/2026).

 

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB bertempat di Panti Asuhan Peduli Anak Yatim yang terletak di Jalan Talang Anyar, Gang Cempaka, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar.

 

Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi I Subdirektorat IV Direktorat Intelkam Polda Sumsel, AKP Suandi, S.H., didampingi personel Subdit IV. Tim menyerahkan bantuan paket sembako yang diterima langsung oleh Sari Puspita selaku Ketua Panti Asuhan Peduli Anak Yatim.

 

Kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tindak lanjut dari arahan Kapolda Sumsel agar seluruh jajaran Polri senantiasa aktif melakukan kebaikan dan pelayanan kepada masyarakat setiap saat.

 

Kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu menjadi fokus utama dalam kegiatan ini, sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian Polri terhadap generasi penerus bangsa yang membutuhkan dukungan moril maupun materiil.

 

Suasana haru dan khidmat tercipta saat seluruh hadirin melaksanakan doa bersama. 


Doa dipanjatkan agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, serta harapan agar di Hari Buruh ini senantiasa membawa perlindungan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja di mana pun berada. (DW)



SUMBARNET - Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Kapolres Pasaman Barat Agung Tribawanto menyambut kunjungan kerja Kapolda Sumatera Barat Gatot Tri Suryanta di Markas Komando (Mako) Polres Pasaman Barat, Kamis (30/4).


Kunjungan Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Barat Ny. Sari Gatot Tri Suryanta tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di Pasaman Barat.


Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan diawali dengan tari pasambahan binaan Dinas Pariwisata Pasaman Barat, dilanjutkan dengan penampilan Polisi Cilik (Pocil) Polres Pasaman Barat yang turut memeriahkan suasana.


Selain Bupati dan Kapolres, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah, Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Tjut Zelvira Nofani, Dandim 0305/Pasaman yang diwakili Pabung Kapten Inf Abdul Kadir, Ketua Pengadilan Negeri Pasaman Barat Hakim Wahyu, Kepala BNNK Pasaman Barat Rangga Noverio, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Thomas Febria, Danyon Brimob AKBP Lukman, para pejabat utama Polres Pasaman Barat, para Kapolsek jajaran, serta tamu undangan lainnya.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan rombongan Kapolda, dilanjutkan dengan penampilan Pocil, sesi foto bersama, serta temu ramah dan silaturahmi di Aula Polres Pasaman Barat. (**)




SUMBARNET - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas, AKBP Yudho Hantoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi dan penghargaan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, kepada seluruh pekerja dan buruh yang telah berkontribusi dalam pembangunan bangsa.


Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk menghormati perjuangan dan dedikasi para pekerja di berbagai sektor.


“Hari Buruh Internasional adalah bentuk penghormatan terhadap kerja keras para buruh yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan,” ujar Kombes Pol. Reza.


Peringatan Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei merupakan momen global untuk mengenang perjuangan pekerja dalam memperjuangkan hak-hak yang adil, termasuk upah layak dan kondisi kerja yang manusiawi. Di Indonesia sendiri, tanggal 1 Mei telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2014 sebagai bentuk pengakuan negara terhadap peran penting tenaga kerja.


Lebih lanjut, AKBP Yudho Hantoro menambahkan bahwa sinergi antara pekerja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan sejahtera.


“Kami berharap momentum Hari Buruh ini dapat memperkuat solidaritas serta mendorong terciptanya kesejahteraan yang merata bagi seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” ungkapnya.


Dirlantas Polda Sumbar juga menegaskan komitmennya dalam mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban, khususnya dalam setiap kegiatan masyarakat termasuk peringatan Hari Buruh, agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Selain itu, pihaknya mengajak seluruh elemen buruh untuk terus berkontribusi secara positif dalam pembangunan, serta menjaga ketertiban berlalu lintas sebagai bagian dari budaya disiplin dalam kehidupan sehari-hari.


Sebagai penutup, Dirlantas dan Wadirlantas Polda Sumbar menyampaikan harapan agar kesejahteraan dan keadilan bagi para buruh semakin terwujud ke depan.


“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi para pekerja. Semoga kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh buruh semakin meningkat,” tutup Kombes Pol. Reza. (**)



SUMBARNET - Anggota Komisi IV DPR RI H. Rahmat Saleh kembali menegaskan komitmennya mengawal pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. 

‎Perbaikan dinilai penting agar lahan pertanian masyarakat yang terdampak bisa segera kembali dimanfaatkan.

‎Hal itu disampaikannya saat bertemu masyarakat dalam kegiatan serap aspirasi di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026). 

‎Dalam pertemuan itu, ia juga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga pascabencana.

‎Rahmat menjelaskan Komisi IV DPR RI merupakan komisi yang membidangi sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan kehutanan. 

‎Karena itu, menurut dia, pihaknya memiliki perhatian khusus terhadap kerusakan sektor pertanian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang.

‎Rahmat menyebut telah aktif mengawal berbagai bantuan untuk daerah terdampak banjir, khususnya di Kota Padang. 

‎Upaya tersebut, katanya, dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit.

‎“Alhamdulillah, Sumatera Barat sudah kita kawal untuk perbaikan akibat banjir bandang, terutama Kota Padang,” ujarnya.

‎Rahmat mengungkapkan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar untuk perbaikan sektor pertanian di Sumatera Barat. 

‎Dana tersebut saat ini telah disalurkan kepada pemerintah provinsi untuk selanjutnya digunakan dalam program pemulihan dan perbaikan infrastruktur pertanian yang terdampak.

‎Dia menilai dukungan anggaran tersebut sangat penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Sumbar. 

‎"Karena itu, pemulihan lahan dan sarana pertanian harus segera dilakukan agar aktivitas produksi tidak terganggu terlalu lama," katanya.

‎Rahmat juga mencontohkan kerusakan cukup parah terjadi, salah satunya di wilayah Limau Manis, Padang.h 

‎Menurutnya, areal persawahan masyarakat di kawasan itu mengalami kerusakan akibat aliran sungai yang meluap saat banjir bandang menerjang.

‎“Mulai dari Batu Busuk sampai ke Pasar Baru, sawah masyarakat habis. Bahkan ada yang berubah jadi aliran sungai,” katanya.

‎Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap para petani. 

‎Sebab, selain merusak lahan, banjir juga mengganggu sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil pertanian.

‎Rahmat memastikan pemerintah akan segera melakukan normalisasi serta optimalisasi lahan pertanian yang rusak agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat. 

‎Langkah itu diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi warga pascabanjir.

‎Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi prioritas penanganan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat dan ketahanan pangan daerah. 

‎"Kita berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan lancar sehingga petani dapat kembali beraktivitas seperti biasa," pungkasnya. (Gilang)



SUMBARNET - Suasana kebersamaan dan kentalnya nilai adat mewarnai syukuran batagak kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Gadang Tuanku Bosa, Kampung Koto Dalam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (30/4).


Bupati Pasaman Barat, Yulianto, hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan turut larut dalam tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.


Didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pasbar Getri Ardenis serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinas Kominfo Pasbar Yudhinal Reviola, kehadiran bupati disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat Talu yang masih menjaga tradisi turun-temurun tersebut.


Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya lokal, khususnya tradisi batagak kudo-kudo sebagai bagian dari proses pembangunan rumah ibadah.


Menurutnya, tradisi tidak sekadar seremoni, tetapi memiliki makna mendalam dalam memperkuat silaturahmi dan membangun karakter generasi muda.


“Adat bukan hanya warisan nenek moyang, tetapi juga menjadi identitas dan benteng bagi generasi muda agar tetap mengenal serta menghargai nilai-nilai budaya,” ujarnya.


Ia menambahkan, kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan berbagai harapan pembangunan daerah.


Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung Program Sekolah Rakyat, inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis guna memutus rantai kemiskinan. Ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar program tersebut dapat terealisasi di Pasaman Barat.


Sementara itu, Tuanku Bosa XV, Ir. H. Jhonny ZA, M.M., S.I., menyampaikan terima kasih atas kehadiran bupati beserta rombongan. Ia menilai perhatian pemerintah daerah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan.


“Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah semakin kuat dalam membangun Pasaman Barat,” ujarnya.


Kegiatan syukuran berlangsung dalam suasana kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara adat, agama, dan kehidupan sosial masyarakat Talamau. (**)



SUMBARNET - Sebanyak 20 mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand) laksanakan kuliah lapangan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang Panjang, Kamis (30/4/2026).


Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman terkait penanganan krisis kehumasan, khususnya dalam mata kuliah Seminar Manajemen Reputasi, Krisis, dan Public Relations.


Kepala Dinas Kominfo melalui Sekretaris, Elmawati didampingi Kepala Bidang IKPS, Maryulis Max menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan untuk menggali ilmu secara maksimal.


“Ambil sebanyak mungkin ilmu di sini dan manfaatkan kesempatan yang ada. Kami siap berbagi pengalaman serta menjawab pertanyaan adik-adik semua,” ujarnya.


Dalam sesi diskusi, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung terkait strategi komunikasi pemerintah dalam menghadapi isu dan krisis, termasuk pengelolaan informasi publik serta menjaga reputasi institusi di tengah dinamika media.


Sementara itu, dosen pendamping, M.A Dalmenda menyampaikan terima kasih kepada Kominfo yang telah menerima kunjungan tersebut. Ia juga mengapresiasi kinerja Kominfo Padang Panjang yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di Sumatera Barat.


“Kami sering merekomendasikan mahasiswa untuk magang maupun penelitian di Kominfo Padang Panjang karena dinilai memiliki praktik kehumasan yang baik,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas serta pengalaman praktis dalam memahami manajemen krisis dan kehumasan di lingkungan pemerintahan. (**)

 


SUMBARNET - Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, secara resmi membuka kegiatan Pentas Seni dan Ajang Kreativitas Kelas IX SMP Negeri 1 Kota Solok Tahun 2026, Kamis (30/4/2026).


Dalam sambutannya, Wali Kota Ramadhani menyampaikan bahwa SMP Negeri 1 merupakan salah satu sekolah kebanggaan Kota Solok yang telah banyak melahirkan generasi berprestasi.


“Hari ini adik-adik membuktikan bahwa menjadi pintar di kelas saja tidak cukup. Adik-adik juga memiliki kreativitas, bakat, dan keberanian untuk tampil di depan umum,” ujar Wali Kota.


Lebih lanjut, Wako menegaskan bahwa pentas seni bukan sekadar hiburan atau syarat kelulusan, melainkan menjadi wadah penting untuk pengembangan diri siswa.


“Ini adalah panggung untuk mengekspresikan diri. Di sinilah mental diasah, kerja sama tim diuji, dan rasa percaya diri dibangun,” tambahnya.


Wali Kota Ramadhani juga berpesan kepada siswa kelas IX yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK agar terus berkreasi dan tidak takut mencoba hal baru.


“Teruslah berkreasi, jangan pernah takut salah dalam berkarya. Dunia saat ini membutuhkan orang-orang yang kreatif,” pesannya.


Di akhir sambutannya, Wali Kota Ramadhani menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dalam membimbing siswa.


“Kepada Bapak/Ibu guru, terima kasih atas kesabaran dalam membimbing anak-anak kita. Investasi terbaik untuk Kota Solok bukan hanya infrastruktur, tetapi juga karakter dan kreativitas generasi muda,” tutupnya. (**)