SUMBARNET - Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda mengikuti kunjungan reses Komisi V DPR RI pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 dengan agenda meninjau perkembangan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu, (22/4/2026).


Kunjungan diawali di kawasan Amohalo, tepatnya lokasi rencana pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga di Kelurahan Baruga, Kota Kendari. Proyek tersebut dinilai penting sebagai solusi pengendalian banjir sekaligus mendukung penataan sistem drainase perkotaan.


“Kolam Retensi Nanga-Nanga diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko banjir dan memperbaiki tata kelola drainase di Kota Kendari,” kata Zigo Rolanda.


Setelah peninjauan lapangan, Komisi V DPR RI menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah mitra kerja. Pertemuan itu dihadiri Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Transmigrasi, BMKG, BNPP/BASARNAS, AirNav Indonesia, Pelindo, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Pemerintah Kota Kendari.


Dalam rapat tersebut, berbagai program strategis dibahas, mulai dari peningkatan konektivitas antarwilayah, pembangunan dan preservasi jalan, penguatan sistem transportasi, hingga upaya mitigasi bencana.


“Kami ingin memastikan seluruh program pembangunan berjalan tepat sasaran, efektif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.


Kunjungan kerja kemudian ditutup dengan peninjauan ke Bandara Haluoleo. Bandara itu dinilai memiliki peran penting sebagai simpul transportasi udara yang menopang mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.


Zigo menegaskan, kunjungan reses menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap rencana pembangunan dapat direalisasikan secara berkelanjutan.


“Kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat nantinya,” tutupnya. (***)

 


SUMBARNET - Sebanyak 389 jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Padang resmi diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Tanah Suci, tepatnya ke Kota Madinah, pada Jumat (24/4) dini hari.


Penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3501 tersebut lepas landas pada pukul 01.05 WIB.


General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menyampaikan bahwa keberangkatan kloter pertama ini berjalan dengan lancar.


“Alhamdulillah, pada hari ini telah diberangkatkan 389 jamaah haji kloter pertama yang berasal dari Kota Padang menuju Tanah Suci, tepatnya ke Kota Madinah, pada pukul 01.05 WIB dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia,” ujar Dony.


Ia menambahkan bahwa pada hari ini hanya terdapat satu kloter yang diberangkatkan, yakni kloter pertama yang seluruh jamaahnya berasal dari Kota Padang.


*Total 5.326 Jamaah dalam 14 Kloter*

Pada penyelenggaraan Angkutan Haji Tahun 2026, total jamaah haji yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional Minangkabau sebanyak 5.326 jamaah, yang terdiri dari :

3.972 jamaah asal Sumatera Barat

1.354 jamaah asal Bengkulu

Seluruh jamaah terbagi dalam 14 kloter, dengan jadwal keberangkatan mulai 24 April hingga 9 Mei 2026, sebagai berikut:

1. 24 April 2026 (Kloter 1 – Sumbar: 389 jamaah)

2. 25 April 2026 (Kloter 2 – Bengkulu: 389 jamaah)

3. 26 April 2026 (Kloter 3 – Bengkulu: 389 jamaah)

4. 27 April 2026 (Kloter 4 – Bengkulu: 389 jamaah)

5. 29 April 2026 (Kloter 5 – Sumbar 202, Bengkulu 187 jamaah)

6. 30 April 2026 (Kloter 6 – Sumbar: 389 jamaah)

7. 1 Mei 2026 (Kloter 7 – Sumbar: 389 jamaah)

8. 2 Mei 2026 (Kloter 8 – Sumbar: 389 jamaah)

9. 3 Mei 2026 (Kloter 9 – Sumbar: 389 jamaah)

10. 4 Mei 2026 (Kloter 10 – Sumbar: 389 jamaah)

11. 5 Mei 2026 (Kloter 11 – Sumbar: 389 jamaah)

12. 7 Mei 2026 (Kloter 12 – Sumbar: 389 jamaah)

13. 8 Mei 2026 (Kloter 13 – Sumbar: 389 jamaah)

14. 9 Mei 2026 (Kloter 14 – Sumbar: 269 jamaah)


*Kesiapan Operasional dan Dukungan Stakeholder*

Dalam mendukung kelancaran Angkutan Haji 2026, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Minangkabau telah melakukan berbagai persiapan menyeluruh, baik dari sisi operasional maupun fasilitas.


Koordinasi intensif juga dilakukan dengan seluruh stakeholder terkait, antara lain :

- Otoritas Bandara Wilayah VI Padang

- Kementerian Agama

- TNI/Polri

- Perum LPPNPI

- Kantor Imigrasi

- Kantor Bea dan Cukai

- Balai Kekarantinaan Kesehatan

- Maskapai dan ground handling

- Serta instansi terkait lainnya

“Kami telah melakukan berbagai persiapan operasional, baik dari sisi fasilitas bandara, peralatan pendukung, kesiapan personel, hingga pengaturan slot parkir pesawat. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus kami lakukan guna memastikan kelancaran penerbangan haji tahun ini,” tegas Dony.


*Dukungan Personel dan Fasilitas Keamanan*

Untuk menjamin aspek keamanan dan kelancaran proses keberangkatan jamaah, Bandara Internasional Minangkabau mengerahkan 41 personel yang terdiri dari berbagai unit, antara lain :

- Aviation Security

- Airside Operation

- Electrical & Mechanical Facility

- Airport Technology

- Terminal & Landside Service

- Airport Facilities

- Rescue & Fire Fighting Service

Selain itu, fasilitas pendukung yang disiapkan meliputi :

- 2 unit mesin X-Ray

- 3 unit Hand Held Metal Detector (HHMD)

- 3 unit Walkthrough Metal Detector (WTMD)

Seluruh fasilitas tersebut digunakan untuk proses pemeriksaan keamanan jamaah dan barang bawaan di Asrama Haji Embarkasi Padang.


*Komitmen Pelayanan Prima*

Sebagai penutup, Dony menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah haji.


“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan sepenuh hati demi mendukung kelancaran perjalanan para jamaah haji Embarkasi Padang, baik saat keberangkatan hingga kepulangan nanti, sehingga seluruh jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. (**)

 


Jakarta — Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah dalam pembukaan 30.000 lowongan kerja melalui rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang saat ini tengah berlangsung di seluruh Indonesia.


Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda terdidik. Berdasarkan informasi resmi, rekrutmen tahap awal telah dibuka sejak pertengahan April 2026 dan ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengisi posisi manajerial di Kopdes Merah Putih di berbagai wilayah. 


Nevi menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.


“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang menghadirkan 30.000 peluang kerja ini. Ini bukan sekadar rekrutmen tenaga kerja, tetapi investasi besar dalam membangun kepemimpinan ekonomi di desa-desa Indonesia,” ujar Nevi.


Namun demikian, Nevi mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola dan kesiapan sumber daya manusia yang direkrut. 


Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa para manajer Kopdes memiliki kapasitas kewirausahaan, kemampuan manajerial, serta integritas yang kuat dalam mengelola koperasi sebagai entitas bisnis rakyat.


“Manajer Kopdes harus mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Mereka tidak hanya mengelola administrasi, tetapi harus punya visi bisnis, mampu membangun jaringan, dan menghidupkan potensi desa,” tegasnya.


Lebih lanjut, legislator asal Sumatera Barat II ini juga mendorong pemerintah untuk memastikan adanya sistem pelatihan, pendampingan, serta pengawasan yang berkelanjutan. Hal ini penting agar Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi benar-benar berkembang menjadi pusat distribusi, produksi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.


Nevi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi serta operasional Kopdes, agar kepercayaan publik terhadap program ini dapat terjaga.


“Kita ingin Kopdes Merah Putih menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, tata kelola yang baik adalah kunci utama keberhasilan,” tutup Nevi Zuairina. (**)

 


                                                           

SUMBARNET.ID - Suasana khidmat namun penuh kehangatan menyelimuti prosesi pisah sambut dan serah terima jabatan (sertijab) Camat Guguak Panjang yang digelar pada Jumat (24/4/2026) pagi di halaman Kantor Camat Guguak Panjang, Bukittinggi. Momentum ini menandai peralihan kepemimpinan dari Plt. Camat lama, Syukri Naldi,S.Kom.MM kepada camat Guguak Panjang definitif yang baru H. Heru Tri Astanawa,S.PdI.M.Pd

                                                                                                                                                                    Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa bersama unsur Forkopimda seperti Danramil 01 Bukittinggi, Kapolsekta Bukittinggi, para camat se-Kota Bukittinggi, tokoh adat (Niniak Mamak), Bundo Kanduang, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.

                                                                                                                                                                    Prosesi Penuh Makna dan Tradisi

Acara diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari pejabat lama, dilanjutkan dengan penyerahan memori jabatan sebagai simbol kesinambungan roda pemerintahan di tingkat kecamatan.                                             

Dalam suasana penuh kekeluargaan, prosesi ini tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi juga refleksi atas pengabdian serta harapan baru bagi masyarakat Guguak Panjang.

                                                                                                                                                                    Dalam sambutannya, Syukri Naldi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat selama dirinya menjabat sebagai pelaksana tugas camat Guguak Panjang dirinya berharap kepemimpinan baru dapat membawa kemajuan yang lebih signifikan bagi wilayah tersebut.


Wali Kota Ramlan Nurmatias H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa dalam arahannya menegaskan bahwa jabatan camat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menuntut kemampuan kepemimpinan, kedekatan dengan masyarakat, serta komitmen terhadap pelayanan publik.

                                                                                                                                                                    “Melantik camat itu tidak mudah. Seorang camat harus mampu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang ada, dan meningkatkan kualitas pelayanan secara nyata,” tegasnya.

                                                                                                                                                                    Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan H. Heru Tri Astanawa,S.Pd.I.MM dalam menjalankan tugas sebagai camat definitif Menurutnya, pemimpin di tingkat kecamatan harus mampu mengambil keputusan secara bijak, tetap berpegang pada aturan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

                                                                                                                                                                    Komitmen Camat Baru: Amanah dan Kolaborasi

Sementara itu, Camat Guguak Panjang yang baru H. Heru Tri Astanawa,S.Pd.I.MM dalam sambutan perdananya menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.


Didampingi sang istri, Devi Saswita selaku Ketua TP PKK Kecamatan Guguak Panjang bekerja di UP3 PLN Bukittinggi itu, bahwa Heru Triastanawa mengungkapkan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, mengingat latar belakangnya sebagai pendidik di bidang agama.

                                                                                                                                                                    “Secara pribadi dan keluarga, kami mohon diterima sebagai bagian dari masyarakat Guguak Panjang. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

                                                                                                                                                                    Heru juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk Niniak Mamak, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.                                                                                                                                                   


Ia membuka ruang komunikasi yang luas untuk menerima masukan demi kemajuan bersama.

                                                                                                                                                                    Mengutip nilai-nilai kepemimpinan dalam ajaran Islam, ia menyampaikan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mendengar, tetapi juga mampu didengar dan dipercaya oleh masyarakat.

                                                                                                                                                                    Harapan Baru untuk Guguak Panjang

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi energi baru dalam meningkatkan kinerja pemerintahan di Kecamatan Guguak Panjang, khususnya dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai adat dan budaya lokal.

                                                                                                                                                                    Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian ucapan selamat dari Wali Kota  Bukittinggi dan seluruh tamu undangan kepada camat yang baru, sebagai simbol dukungan dan harapan akan kepemimpinan yang lebih progresif dan responsif di masa mendatang.

                                                                                                                                                                    Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal perjalanan baru bagi Kecamatan Guguak Panjang untuk terus tumbuh dan berkembang di bawah kepemimpinan yang amanah dan berorientasi pada masyarakat.(**)

  


SUMBARNET - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang penuh makna, Direktorat Intelkam Polda Sumatera Selatan kembali membuktikan bahwa seragam kebanggaan bukan hanya simbol kewibawaan, melainkan juga jubah kasih sayang yang senantiasa terbuka bagi mereka yang membutuhkan.

 

Kali ini, semangat berbagi dibawa langsung ke tengah-tengah keluarga besar Panti Asuhan Miftahul Ilmi, sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

 

Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, pukul 09.30 WIB, bertempat di Jalan Rama Raya No A 35, RT 05, Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Alang-alang Lebar, Kota Palembang.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasubdit III Dit Intelkam Polda Sumsel, AKBP Sukarminto, S.H., M.M, yang memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi oleh jajaran personel dengan penuh keramahan dan kehangatan.

 

Bantuan berupa paket sembako, kitab suci Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, serta uang santunan diserahkan secara langsung. 


Bantuan ini diterima dengan haru dan senyum bahagia oleh Ibu Rubama selaku Pengurus Panti Asuhan Miftahul Ilmi.

 

Kegiatan ini merupakan bukti nyata tindak lanjut perintah Kapolda Sumsel agar seluruh personel rutin menebar kebaikan setiap hari kepada masyarakat. 


Sebuah langkah sederhana namun bermakna dalam, untuk mengukir senyum dan meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

 

Suasana semakin terasa khidmat dan menyentuh hati dengan dilaksanakannya doa bersama.

 

Diiringi air mata haru, doa dipanjatkan memohon ridho dan keberkahan dari Allah SWT. 


Semoga kebaikan ini dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, serta dimudahkan segala urusan bagi personel Polda Sumsel khususnya Direktorat Intelkam dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. (DW)


Sumber Rilis 

(Humas Polda Sumsel)

 


SUMBARNET - Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji — Ketua RT 03 RW 11, Rio Putra, telah berhasil melangkah ke tahap III dalam penilaian lomba kebersihan dan keindahan lingkungan Padang Rancak Award 2026. Saat ini, tinggal menunggu jadwal kunjungan tim juri untuk verifikasi lapangan yang menjadi tahap penentuan kelanjutannya.

 

Verifikasi lapangan ini menjadi salah satu tahapan penting sebagai bagian dari penilaian yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Lokasi penilaian kali ini berlangsung di RT 03 RW 011 Perumahan Tarok Indah Permai 2, Kelurahan Gunung Sarik. Menariknya, Wali Kota Padang,, berkemungkinan akan meninjau langsung pelaksanaan verifikasi lapangan tersebut.

 

Firman Wanipin, Ketua RW 011 yang juga menjabat sebagai Manager Harian Umum Rakyat Sumbar dan baru dua bulan lebih dilantik, menyatakan bahwa lomba Padang Rancak Award merupakan wujud implementasi Program Padang Balomba sebagai bagian dari Prokul Padang Juara. “Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat Perumahan Tarok Indah Permai 2 guna memperkuat budaya gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Firman menambahkan bahwa partisipasi Perumahan Tarok Indah Permai 2 dalam lomba ini adalah yang pertama kalinya. “Berkat dukungan penuh dari Ketua Komplek Perumahan Tarok Indah Permai 2, bapak Iswandi, serta ketertarikan tinggi masyarakat, kami optimistis Kota Padang bisa meraih Piala Adipura. Apalagi penilaian Adipura saat ini juga sedang berlangsung di tingkat pemerintah pusat,” jelas Firman.

 

Sementara itu, Iswandi, Ketua Komplek Perumahan Tarok Indah Permai 2 sekaligus dosen salah satu universitas di Sumatera Barat, menegaskan bahwa mereka memasuki tahap ketiga penilaian Padang Rancak Award 2026 dengan antusias tinggi. “Penilaian tahap IV akan segera digelar pada Mei 2026. Pada tahap akhir ini, para juri yang berasal dari akademisi, jurnalis, dan perwakilan Pemerintah Kota Padang akan menetapkan pemenang dalam empat kategori, yaitu RW terbaik, RT terbaik, Lembaga Pemberdayaan Sampah (LPS) terbaik, dan Bank Sampah terbaik se-Kota Padang. Semoga RT 03 RW 011 dapat menjadi salah satu RT terbaik,” ujarnya optimis.

 

Iswandi juga menyoroti semangat tinggi warga dan para Ketua RT di lingkungan RW 011 yang keikutsertaannya mencapai 100 persen. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana banyak RT yang hanya mendaftar secara administratif tanpa melakukan persiapan nyata sehingga tidak lolos nominasi. “Perbedaan ini menjadi kunci semangat dan keberhasilan kita kali ini,” tambah Iswandi.

 

Ketua RT 03 RW 11, Rio Putra, mengaku sangat mendukung penuh upaya ini dan siap bekerja sama dengan semua pihak agar RT 03 RW 11 layak disebut sebagai yang terbaik di Kota Padang.

 

Dengan kerja sama, dukungan penuh dari warga, dan koordinasi aktif Ketua RW 011 Firman Wanipin bersama para stake holder di Kota Padang, harapan besar terkandung untuk membawa nama Perumahan Tarok Indah Permai 2 ke puncak juara pada Padang Rancak Award 2026. ( FWI)

 


SUMBARNET - Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, secara resmi membentuk panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-42 tingkat kelurahan. Pembentukan ini berlangsung dalam musyawarah yang digelar di aula Kantor Lurah Gunung Sarik pada 23 April 2026, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan elemen pemerintahan setempat.

 

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Lurah Gunung Sarik, Agusman, S.Sos, Ketua Forum RT/RW Kelurahan Gunung Sarik, Anwar, Babinsa, para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Gunung Sarik, pengurus mesjid, perwakilan sekolah, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, pembentukan panitia menjadi agenda utama, sekaligus membahas persiapan pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Kuranji yang akan digelar di Kelurahan Kalumbuk pada tanggal 6 hingga 8 Mei 2026.

 

Lurah Gunung Sarik, Agusman, S.Sos menyampaikan dalam sambutannya bahwa MTQ Ke-42 ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta menggali bakat dan potensi generasi muda yang ada di Kelurahan Gunung Sarik. “MTQ kali ini menjadi momentum penting yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk memupuk kecintaan terhadap Al-Qur’an serta sebagai ajang pencarian bibit unggul generasi penerus,” ujarnya.

 

Selaras dengan itu, Anwar selaku Ketua Forum RT/RW menambahkan bahwa pembentukan panitia merupakan langkah strategis untuk memastikan persiapan yang matang bagi khafilah Kelurahan Gunung Sarik. “Kami berkomitmen mendukung panitia agar segala persiapan dan seleksi peserta bisa berjalan lancar sehingga Gunung Sarik dapat menunjukkan prestasi terbaik di MTQ tingkat kecamatan,” tutur Anwar.

 

Firman Wanipin, yang dipercayakan sebagai Seksi Humas panitia, menyatakan siap memberikan informasi yang transparan dan mempromosikan kegiatan MTQ ini kepada masyarakat luas. “Melalui komunikasi yang baik dan keterbukaan informasi, kami ingin menggerakkan partisipasi masyarakat agar MTQ berjalan lancar dan penuh semangat,” kata Firman.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Mulyadi, menyampaikan rasa optimisme tinggi terhadap kesiapan dan semangat yang tumbuh di kalangan panitia dan peserta. “Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Gunung Sarik dapat kembali menjadi juara di MTQ tahun ini dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujar Mulyadi.

 

Pembentukan panitia ini sekaligus menetapkan jadwal seleksi peserta dan persiapan teknis lainnya sebagai bagian dari kesiapan kontingen Gunung Sarik yang akan berlaga di tingkat Kecamatan Kuranji. Semangat kerja sama dan komitmen seluruh elemen di Kelurahan Gunung Sarik menjadi modal utama dalam menyongsong gelaran MTQ yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

 

Selamat dan sukses kepada Panitia Persiapan MTQ Kelurahan Gunung Sarik yang dinahkodai oleh Mulyadi. Semoga Gunung Sarik kembali berjaya dan membawa pulang gelar juara pada MTQ Tahun 2026 tingkat Kecamatan Kuranji.(FWI)

 


JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta yang saat ini tengah bergulir.


Hal tersebut disampaikan dalam forum penyerahan pokok-pokok pikiran Dewan Pers kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (23/4).


Dalam kegiatan itu, PWI Pusat diwakili Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Aat Surya Safaat, yang hadir bersama unsur konstituen Dewan Pers lainnya.


PWI menilai, penguatan regulasi hak cipta terhadap karya jurnalistik menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ekosistem media digital yang semakin kompleks. Perlindungan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjamin hak ekonomi dan moral wartawan, tetapi juga menjaga kualitas dan integritas produk jurnalistik.


Forum tersebut diawali dengan penyerahan dokumen pemikiran oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang menekankan bahwa karya jurnalistik memiliki nilai strategis bagi publik dan kehidupan demokrasi.


Diskusi yang menyusul penyerahan dokumen itu turut menghadirkan Menteri Hukum dan Ketua Dewan Pers, dengan moderator anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi.


Selain PWI, sejumlah organisasi pers dan perusahaan media juga hadir, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen, Pewarta Foto Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Asosiasi Media Siber Indonesia, serta Serikat Perusahaan Pers.


PWI memandang, revisi UU Hak Cipta harus mampu menjawab tantangan maraknya pelanggaran penggunaan karya jurnalistik di ruang digital tanpa izin, yang selama ini merugikan wartawan dan perusahaan pers.


Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan dukungannya terhadap penguatan perlindungan karya jurnalistik dalam regulasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan industri media sekaligus menjamin hak publik atas informasi yang berkualitas.


Bagi PWI, momentum revisi Undang-Undang Hak Cipta menjadi peluang strategis untuk mempertegas posisi karya jurnalistik sebagai produk intelektual yang wajib dilindungi secara hukum dalam sistem nasional.



Caption: Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (tengah) dan Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat (kiri) saat berdiskusi tentang perlindungan karya jurnalistik dalam RUU Hak Cipta dengan moderator anggota Dewan Pers Dahlan Dahi (kanan) di Hall Dewan Pers, Kamis 23 April 2026. (Foto: Istimewa)

 


Padang, – Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana dengan menggelar rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Gedung Sapta Marga Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.


Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Persit sebagai organisasi istri prajurit TNI AD dalam mendukung tugas suami serta berkontribusi bagi masyarakat.


Acara peringatan tersebut dihadiri oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol, Ibu Anggi Arief Gajah Mada, serta para pejabat utama Kodam, serta anggota Persit dan undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Persit selama ini dalam mendukung tugas-tugas TNI AD. Ia menekankan bahwa Persit tidak hanya berperan sebagai pendamping prajurit, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat.


“Di usia ke-80 ini, Persit Kartika Chandra Kirana diharapkan semakin solid, modern, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol, Ibu Anggi Arief Gajah Mada, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 ini menjadi refleksi untuk terus meningkatkan kualitas diri, mempererat solidaritas, serta memperluas kontribusi sosial di tengah masyarakat.


Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meliputi bakti sosial, anjangsana, lomba-lomba, serta kegiatan kesehatan yang melibatkan anggota Persit dan masyarakat sekitar.


Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Persit Kartika Chandra Kirana diharapkan terus menjadi pilar penting dalam mendukung tugas TNI AD serta memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. (**)



Bukittinggi – Pengurus Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Bukittinggi periode 2026–2030 resmi dilantik di Aula Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Kamis (23/4/2026).


Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IKTD Sumatera Barat. Adapun susunan pengurus yang dilantik yakni Agung Imam Efendi sebagai Ketua, Paridasni sebagai Sekretaris, dan Syafrida sebagai Bendahara.


Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus IKTD Bukittinggi yang baru saja dilantik. Ia berpesan kepada seluruh pengurus untuk selalu menjaga semangat kebersamaan dalam membangun organisasi.


“Silaturahmi dan komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga kekompakan organisasi. Kami mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan, yang menunjukkan bahwa IKTD tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Fadly Amran juga mengingatkan bahwa IKTD yang telah berdiri sejak tahun 1967, dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh pengurus dapat terus menjunjung tinggi aturan organisasi dan memastikan setiap program yang dijalankan tepat sasaran.


“Kami berharap IKTD Bukittinggi dapat terus mendukung program-program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, sehingga organisasi ini semakin kuat dan mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat Kota Bukittinggi,” tambahnya.


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menekankan pentingnya kekompakan dan kolaborasi antara IKTD dengan berbagai paguyuban serta Pemerintah Kota Bukittinggi. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga Tanah Datar atas sumbangsihnya dalam pembangunan di Kota Bukittinggi.


“Kami berharap di bawah kepemimpinan ketua dan pengurus yang baru, IKTD Bukittinggi akan semakin baik dan maju. Sebagai organisasi sosial, IKTD harus selalu peka dalam membantu masyarakat,” pesan Ramlan Nurmatias.


Ketua IKTD Kota Bukittinggi Agung Imam Efendi menegaskan komitmennya untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Langkah awal yang akan dilakukan yakni pendataan anggota, penguatan sektor ekonomi, serta peningkatan kegiatan sosial organisasi.


“Kami menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya pengadaan fasilitas pemakaman bagi warga Tanah Datar di Bukittinggi serta penyediaan ambulance untuk membantu pengantaran jenazah ke kampung halaman,” ujarnya.


Dalam kesempatan ini juga digelar kegiatan silaturahmi antar warga Tanah Datar di Bukittinggi, Agam, dan sekitarnya. Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Barat, yakni Kepala Dinas PTSP Provinsi Sumatera Barat, Luhur Budianda, pengurus IKTD se-Sumbar, serta tamu undangan lainnya. (**)