Ketua PWI Sumbar Widya Navies (Foto:Istimewa)

SUMBARNET - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau PWI Sumbar, Widya Navies mendukung upaya PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar kasus kematian wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin dapat diungkap dan tuntas. 


“Kematian Udin yang sudah tiga dasawarsa berlalu, harus diusut tuntas, dan kami mendukung upaya yang dilakukan PWI DIY mendorong agar kasus  kematian Udin diketahui secara jelas,” kata Ketua PWI Sumbar Widya Navies.


Pada Jumat (15/8/2026) PWI DIY memasang prasasti pahlawan pers di makam Udin sebagai bagian dari langkah mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional.


Sebelumnya, atas inisiatif PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai pahlawan nasional, karena perjuangannya menegakkan kebenaran pers. 


Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026).


Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026). Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.


Dalam pertemuan tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY untuk membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.


“Kami merespons PWI DIY dianugerahkan pahlawan nasional untuk Udin,” kata, Penyuluh Sosial, Dinsos DIY, Sapto Parjono dalam pemaparannya.


Aturan pemberian gelar pahlawan telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 serta peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU Nomor 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.


Parjono mengatakan, usulan gelar pahlawan harus melalui berbagai kajian serta disepakati oleh pemerintah setempat. 


“Kalau Udin ini berarti ya oleh Pemkab Bantul, nanti beberapa syarat di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berjuang,” terang Hudono.


Ketua PWI DIY, Hudono, mengatakan, dokumen persyaratan pengajuan gelar pahlawan untuk Udin kini telah diupayakan PWI DIY. 


Menurutnya Udin layak mendapatkan gelar pahlawan karena kerja jurnalistik yang dilakukannya banyak berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.


Bahkan dari pikiran kritisnya, Udin harus disingkirkan ketika menulis pemberitaan yang kritis berkaitan dengan korupsi yang diungkap secara jelas.


“Udin perjuangkan kemerdekaan pers, Udin dikenal pemberani, ktitis menyoroti kebijakan pemerintah mulai korupsi terus bansos yang disunat pada saat itu. Tetapi inilah risikonya, dia mendapat penganiayaan bahkan saya sebut ini pembunuhan berencana,” tegas Hudono.


Menurutnya apa yang diperjuangkan Udin sama halnya dengan yang dilakukan oleh Marsinah, seorang buruh yang telah dianugerahi gelar pahlawan karena memperjuangkan hak buruh.


“Saya megacu pada pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah, dia itu simbol perlawanan buruh, dia gak punya penghargaan bersifat formal tapi aksinya sangat nyata dan dirasakan kalangan buruh, sama halnya apa yang dilakukan Udin untuk kalangan pers,” imbuh Hudono. *

 


SUMBARNET - Inovasi personel Polres Payakumbuh AIPTU Mulia Raja dalam mengembangkan pengolahan sampah organik melalui Rumah Kompos Sago Mandiri mendapat perhatian serius. Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K.M.H. bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Lima Puluh Kota, sejumlah perwira staf, kelompok tani dan warga setempat melakukan pengecekan langsung terhadap rumah kompos yang berlokasi di Kenagarian Situjuh Banda Dalam, Jumat (14/8/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan menyusul masuknya AIPTU Mulia Raja dalam nominasi Kompolnas Awards, sebuah apresiasi yang diberikan kepada sosok anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi serta kontribusi positif bagi masyarakat.


Kegiatan pengecekan tidak hanya untuk melihat secara langsung proses pengolahan sampah menjadi pupuk organik, tetapi juga untuk mengetahui sejauh mana inovasi yang dikembangkan AIPTU Mulia Raja memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani dan warga di sekitar lokasi.


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K,M.H., mengatakan inovasi yang dilakukan AIPTU Mulia Raja merupakan contoh bagaimana seorang anggota Polri dapat memberikan kontribusi di luar tugas pokoknya melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Rumah Kompos Sago Mandiri ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang lahir dari kepedulian personel terhadap lingkungan dan masyarakat. Apa yang dilakukan AIPTU Mulia Raja menunjukkan bahwa anggota Polri bisa hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolres.


Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk memiliki manfaat ganda. Selain membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan, hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama kelompok tani, sehingga berpotensi mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.


“Yang kita lihat di sini bukan hanya rumah kompos, tetapi ada proses pemberdayaan masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian. Ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi,” lanjutnya.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Payakumbuh bersama rombongan juga melihat langsung aktivitas pengolahan bahan organik serta berdialog dengan kelompok tani dan warga yang ikut memanfaatkan keberadaan Rumah Kompos Sago Mandiri.


Keberadaan kelompok tani dan masyarakat dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berjalan sendiri. Ada keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan, pemanfaatan maupun pengembangan rumah kompos tersebut.


Kapolres menambahkan, masuknya AIPTU Mulia Raja dalam nominasi Kompolnas Awards menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran Polres Payakumbuh untuk terus melahirkan personel-personel yang mampu memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.


“Kami tentu memberikan dukungan terhadap AIPTU Mulia Raja. Nominasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.


Bagi Polres Payakumbuh, semangat pengabdian seperti yang ditunjukkan AIPTU Mulia Raja sejalan dengan upaya membangun sosok anggota Polri yang dekat dengan masyarakat, memiliki kepedulian sosial serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.


Rumah Kompos Sago Mandiri pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah inovasi personal, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sampah organik dan mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.


Dengan masuknya AIPTU Mulia Raja dalam nominasi Kompolnas Awards, kiprah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengabdian anggota Polri dapat diwujudkan melalui berbagai cara termasuk mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (hms)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, kukuhkan 54 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Kota Bukittinggi tahun 2026. 


Pengukuhan Paskibraka Bukittinggi disaksikan langsung Forkopimda, Sekda dan seluruh Kepala SKPD, di Balairung Rumah Dinas Wako, Sabtu, 15 Agustus 2026.


Upacara pengukuhan berlangsung secara khidmat, seluruh peserta Paskibraka mengucapkan ikrar Putra Indonesia dan prosesi memegang Sang Saka Merah Putih, dengan diiringi lagu Padamu Negeri.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, berpesan agar 54 anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan rasa bangga. Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan tanpa intervensi melalui berbagai tahapan, mulai dari tes kesehatan, psikotes, kepribadian hingga wawancara.


"Ananda semua adalah contoh bagi teman-teman dan sekolah. Ikrar yang sudah dibacakan jangan ditinggalkan. Laksanakan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga persatuan dan memberikan yang terbaik untuk bangsa. Hati-hati menggunakan media sosial, jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar," ungkapnya.


Wako menambahkan, pendidikan dan pelatihan Paskibraka membentuk kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan, karakter, disipli dan semangat persatuan. 


Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan setelah masa tugas berakhir serta menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi masa depan.


"Perjalanan Ananda masih panjang. Bangun terus komunikasi dan kekompakan. Banggalah melaksanakan tugas pada 17 Agustus di Bukittinggi yang pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia. Tugas mengibarkan bendera bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari menjaga dan menghargai sejarah perjuangan bangsa. Terima kasih kepada seluruh pembina dan pelatih yang telah mempersiapkan Ananda semua," pungkasnya. (*)



PADANG — Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026 resmi berakhir. Wali Kota Padang Fadly Amran menutup secara resmi ajang yang mempertemukan ratusan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat di Kota Padang tersebut di GOR FKKSP PT Semen Padang, Sabtu (15/8/2026).


Kejuaraan yang digelar Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang itu berlangsung selama tiga hari, 13-15 Agustus 2026. 


Sebanyak 511 atlet dari 33 perguruan ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet pencak silat potensial di Kota Padang.


Penutupan kejuaraan turut dihadiri Ketua KONI Kota Padang Erianto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang Eka Putra Buhari, Ketua Pengcab IPSI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026 Yuharmen, serta para pelatih dan ofisial atlet yang berlaga.


Fadly: Kejuaraan Jadi Ruang Cetak Atlet Berprestasi


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi konsistensi Pengcab IPSI Kota Padang yang kembali menggelar Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup untuk kedua kalinya.


Menurut Fadly, keberlanjutan kejuaraan tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk membangun ekosistem pembinaan pencak silat secara berkelanjutan.


Ia menilai kompetisi tidak semata-mata menjadi arena untuk menentukan siapa yang terbaik, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, khususnya pesilat usia muda dan pemula.


Jam terbang dalam kompetisi, kata Fadly, merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental dan karakter atlet. Dengan semakin sering mengikuti pertandingan, atlet diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memiliki mental bertanding yang lebih kuat.


“Kejuaraan ini menjadi ruang penting untuk mengasah dan melahirkan atlet silat berprestasi. Kita ingin IPSI Kota Padang terus mencetak atlet yang berprestasi, tidak hanya di Porprov, tetapi juga hingga ke kejuaraan nasional,” ujar Fadly.


Ia berharap kejuaraan seperti Wali Kota Cup dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan dikembangkan dari waktu ke waktu. Dengan pembinaan yang terarah serta kompetisi yang rutin, Fadly optimistis akan semakin banyak pesilat asal Kota Padang yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.


Olahraga Jadi Ruang Positif bagi Generasi Muda


Fadly juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap pembinaan olahraga melalui Program Padang Balomba yang merupakan aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara.


Menurutnya, pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dan perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.


Kegiatan olahraga yang terarah memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi, belajar disiplin, membangun sportivitas, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.


Hal tersebut dinilai penting di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda. Menurut Fadly, semakin banyak ruang positif yang tersedia bagi anak-anak dan remaja, semakin besar pula peluang mereka untuk terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.


Ia menekankan bahwa konsep generasi pintar yang ingin dibangun di Kota Padang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademis.


“Pintar itu bukan hanya di bidang akademis saja, tetapi juga pintar dalam berolahraga, mengatur waktu, beribadah, dan kegiatan positif lainnya. Inilah niat kita menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar,” katanya.


Karena itu, Pemko Padang akan terus mendorong aktivitas olahraga masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan atlet agar olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan sumber daya manusia.


Diikuti 511 Atlet dari 33 Perguruan


Ketua Pengcab IPSI Kota Padang Zulhardi Z. Latif menjelaskan, Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026 diikuti sebanyak 511 atlet yang berasal dari 33 perguruan pencak silat.


Para peserta bertanding dalam dua kategori utama, yakni kategori pemasalan dan kategori prestasi.

Kategori pemasalan diperuntukkan bagi peserta pada jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

 

Sementara kategori prestasi diperuntukkan bagi pesilat jenjang sekolah menengah atas (SMA) hingga kelompok dewasa.


Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari upaya IPSI Kota Padang untuk memberikan ruang bertanding sesuai dengan kelompok usia dan tingkat kemampuan atlet.


Bagi pesilat usia dini, kompetisi diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan atmosfer pertandingan sekaligus membangun keberanian dan mental bertanding.

 

Sedangkan bagi atlet kategori prestasi, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai perguruan.


Wadah Menjaring Bibit Pesilat Potensial


Zulhardi mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.


“Kejuaraan ini menjadi ajang menjaring atlet terbaik sekaligus menambah jam terbang pesilat pemula. Kami berterima kasih kepada Pak Wali dan juga Ketua KONI Kota Padang yang mendukung penuh terlaksananya kejuaraan ini,” ujar Zulhardi.


Ia berharap keberadaan kejuaraan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga pembinaan atlet pencak silat di Kota Padang memiliki kesinambungan.


Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang diikuti atlet, semakin banyak pula kesempatan bagi pelatih dan pengurus untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kemampuan pesilat.


Hasil pertandingan juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat daerah maupun nasional.


Perkuat Pembinaan Menuju Prestasi Lebih Tinggi


Kejuaraan Wali Kota Cup II 2026 menjadi bagian dari rangkaian pembinaan olahraga pencak silat di Kota Padang. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan atlet dari puluhan perguruan, ajang tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi pencak silat di daerah tersebut.


Keberadaan berbagai perguruan menjadi kekuatan dalam proses pembinaan karena memberikan ruang bagi atlet untuk berlatih dan berkembang sesuai dengan lingkungan masing-masing.


Namun, pembinaan yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, IPSI, perguruan, pelatih, ofisial, orang tua, hingga para atlet itu sendiri.


Pemerintah Kota Padang melalui dukungan terhadap Program Padang Balomba diharapkan dapat terus memperkuat ruang-ruang kompetisi dan pembinaan olahraga masyarakat.


Bagi IPSI Kota Padang, tantangan selanjutnya adalah memastikan atlet-atlet potensial hasil dari kompetisi tersebut mendapatkan pembinaan lanjutan yang terukur.


Dengan kombinasi latihan yang konsisten, kompetisi yang rutin, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, pesilat Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan prestasi dari tingkat daerah menuju ajang yang lebih tinggi.


Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026 pun tidak hanya berakhir dengan penyerahan gelar juara. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menyiapkan generasi pesilat Kota Padang yang memiliki kemampuan, mental bertanding, sportivitas, dan karakter kuat.


Semangat tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Padang agar olahraga tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, produktif, dan mampu mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan positif. (**)

 


PADANG — Wali Kota Padang Fadly Amran melepas peserta program pelatihan kerja yang dipersiapkan untuk mengikuti program magang dan bekerja ke luar negeri, masing-masing ke Jepang dan Turki.


Kegiatan tersebut berlangsung di HW Hotel, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026), sekaligus dirangkai dengan penutupan Program Pelatihan Kursus Privat Magang ke Jepang dan pelepasan peserta Program Padang Juara Pelatihan Bahasa Inggris untuk Kerja ke Turki.


Program tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Proklamator Padang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang. Pada kesempatan yang sama, LKP Proklamator juga memperkenalkan Malaysia-Based Learning Program sebagai salah satu program baru yang ditujukan untuk membuka lebih banyak peluang pengembangan kompetensi bagi generasi muda.


Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Feri Erviyan Rinaldy, Direktur LKP Proklamator Padang Yeni Fujii, serta perwakilan BP3MI Sumatera Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Sumatera Barat, dan Dinas Pendidikan Kota Padang.


Fadly: Pelatihan Jadi Jalan Membuka Peluang Kerja


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan program pelatihan yang dilaksanakan LKP Proklamator sejalan dengan salah satu arah kebijakan Pemerintah Kota Padang melalui Program Unggulan (Progul) Padang Melayani.


Menurutnya, peningkatan keterampilan dan kapasitas generasi muda menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan.

 

Pemerintah tidak hanya dituntut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.


Fadly menyebut ketersediaan lapangan pekerjaan tidak selalu seimbang dengan jumlah pencari kerja. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mencari berbagai alternatif dan membuka peluang baru, termasuk melalui pelatihan keterampilan untuk sektor formal maupun informal.


“Program ini hadir untuk membantu generasi muda. Ini penting karena Kota Padang masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan, dengan tingkat pengangguran yang hampir mencapai 9 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota terus kita dorong agar semakin meningkat,” ujar Fadly.


Menurutnya, peningkatan kompetensi merupakan salah satu langkah strategis agar para pencari kerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah.


Dengan bekal bahasa, keterampilan teknis, dan kesiapan kerja yang memadai, generasi muda Kota Padang diharapkan mampu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di berbagai daerah, termasuk pasar kerja internasional.


Pemko Dorong Pelatihan Diperluas


Fadly juga mendorong LKP Proklamator agar terus meningkatkan jumlah dan cakupan program pelatihan yang dapat diikuti masyarakat.


Pemerintah Kota Padang, kata dia, siap memberikan dukungan terhadap berbagai upaya peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya program yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan membuka akses bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang lebih luas.


“Kami mendorong LKP Proklamator untuk melakukan pelatihan lebih banyak lagi. Pemerintah Kota Padang akan memberikan dukungan, sehingga semakin banyak anak-anak kita yang bisa bekerja di luar negeri dan mengubah nasib keluarganya,” katanya.


Fadly menilai kesempatan bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan secara optimal dengan tetap memastikan peserta memiliki kemampuan, kesiapan, dan kompetensi yang dibutuhkan.


Menurutnya, keberhasilan seorang peserta memperoleh pekerjaan di luar negeri bukan hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Di sisi lain, pengalaman bekerja di luar negeri juga dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, disiplin kerja, serta pengalaman yang dapat dikembangkan ketika kembali ke daerah.


10 Peserta Dipersiapkan Magang ke Jepang


Direktur LKP Proklamator Padang Yeni Fujii menjelaskan, dalam program tersebut terdapat 10 peserta pelatihan bahasa Jepang yang dipersiapkan untuk mengikuti program magang ke Jepang.


Selain itu, sebanyak tiga peserta mengikuti Program Padang Juara Pelatihan Bahasa Inggris untuk Kerja ke Turki.


Para peserta telah mendapatkan pembekalan bahasa dan persiapan yang disesuaikan dengan kebutuhan sebelum mengikuti program di negara tujuan.


Yeni mengatakan peserta yang akan diberangkatkan nantinya akan ditempatkan pada sejumlah bidang pekerjaan sesuai dengan program yang diikuti.


“Mereka yang akan kita berangkat ini akan ditempatkan pada sejumlah bidang pekerjaan, di antaranya konstruksi, pengolahan makanan, dan perawatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan dalam kegiatan ini,” ujar Yeni.


Ia berharap kerja sama antara LKP Proklamator dengan Pemerintah Kota Padang dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan akses pelatihan dan kesempatan kerja.


Perkenalkan Malaysia-Based Learning Program


Selain pelepasan peserta menuju Jepang dan Turki, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi LKP Proklamator untuk memperkenalkan Malaysia-Based Learning Program.


Program baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pengembangan kompetensi dan pengalaman pembelajaran bagi generasi muda.


Kehadiran berbagai alternatif program pelatihan diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat sesuai dengan minat, kemampuan, serta kebutuhan dunia kerja.


Pemko Padang pun melihat pengembangan lembaga pelatihan sebagai bagian penting dari upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja.


Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penempatan tenaga kerja dinilai diperlukan agar peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memiliki akses terhadap peluang kerja yang jelas.


Membuka Akses Anak Muda ke Pasar Kerja Internasional


Program pelatihan dan pelepasan peserta ke Jepang dan Turki menunjukkan bahwa peluang kerja bagi generasi muda tidak hanya berada di dalam daerah.


Pemerintah Kota Padang berupaya mendorong masyarakat agar memiliki keterampilan yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 


Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu modal penting, terutama bagi peserta yang ingin mengikuti program kerja atau magang di luar negeri.


Di sisi lain, kesiapan kompetensi juga menjadi faktor penting agar tenaga kerja asal Kota Padang mampu memenuhi standar dan kebutuhan perusahaan atau sektor pekerjaan di negara tujuan.


Melalui dukungan pemerintah dan lembaga pelatihan, program semacam ini diharapkan dapat terus berkembang serta menjangkau lebih banyak calon tenaga kerja.


Bagi para peserta, keberangkatan ke Jepang dan Turki bukan sekadar kesempatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman dan meningkatkan kualitas diri.


Pemerintah Kota Padang berharap semakin banyak anak muda yang mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.


Dengan semakin luasnya akses pelatihan dan peluang kerja internasional, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Padang diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi daerah dan penurunan angka pengangguran. (**)

 


PADANG — Dewan Pengurus Sinar Pagi Sport Community (SPSC) periode 2026-2030 resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Padang, Jumat (14/8/2026).


Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi SPSC untuk melanjutkan kiprah komunitas yang selama ini konsisten mengajak masyarakat menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat silaturahmi melalui aktivitas olahraga, khususnya olahraga jalan pagi.


Kegiatan pengukuhan turut dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, anggota DPRD Kota Padang sekaligus Ketua KORMI Kota Padang Helmi Moesim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat dan Kota Padang, Dewan Penasihat dan Dewan Pembina SPSC, serta jajaran pengurus SPSC periode 2026-2030.


Dalam kepengurusan baru tersebut, Alexandra Ilyas Datuk Tumangguang dipercaya memimpin SPSC sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Erwan Bardam sebagai Wakil Ketua I dan Husnita sebagai Wakil Ketua II.


Sementara itu, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Erwin Bustamam, dengan Aryadie Adnan sebagai Wakil Sekretaris. Marita dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara, didampingi Budi Irawan sebagai Wakil Bendahara.

 

Kepengurusan tersebut juga diperkuat jajaran pengurus bidang lainnya.


Fadly Amran Apresiasi Konsistensi SPSC


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus SPSC yang telah dikukuhkan untuk menjalankan amanah periode 2026-2030.


Fadly mengapresiasi keberadaan SPSC yang dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. 


Menurutnya, kegiatan olahraga yang dilakukan secara rutin bukan hanya memberikan manfaat terhadap kebugaran fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan silaturahmi antarwarga.


Ia menilai aktivitas yang dilakukan SPSC sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat serta meningkatkan partisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga.


“Aktivitas SPSC sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam mendorong pola hidup sehat dan partisipasi aktif masyarakat. Komunitas harus menjadi garda terdepan, karena mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota sehat membutuhkan kolaborasi dan kebersamaan,” ujar Fadly Amran.


Menurut Fadly, salah satu indikator penting dalam mewujudkan kota yang sehat adalah terwujudnya masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjaga dan mengelola kesehatannya secara mandiri.


Konsep tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana namun dilakukan secara konsisten, seperti jalan pagi, senam, mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD), maupun berbagai aktivitas olahraga masyarakat lainnya.


Karena itu, keberadaan komunitas olahraga seperti SPSC dinilai memiliki posisi strategis sebagai penggerak masyarakat agar semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kebugaran dan menerapkan pola hidup sehat.


Fadly berharap SPSC tidak hanya mempertahankan kegiatan yang selama ini telah berjalan, tetapi juga mampu memperluas pengaruh positifnya kepada masyarakat Kota Padang.


“Kami berharap SPSC terus menjaga kekompakan dan memperluas pengaruh positif di tengah masyarakat. Pemko Padang siap membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan SPSC melalui berbagai sport event yang berdampak positif bagi kemajuan daerah,” katanya.


SPSC Dinilai Punya Peran dalam Membangun Budaya Hidup Sehat

Pengukuhan pengurus baru sekaligus menjadi momentum bagi SPSC untuk memperkuat peran komunitas dalam mendukung aktivitas olahraga masyarakat.


Selama 23 tahun berkiprah, SPSC telah menjadi wadah yang menghimpun masyarakat sekaligus memotivasi anggotanya untuk menjaga kebugaran melalui olahraga jalan pagi.


Aktivitas tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, komunikasi, dan hubungan sosial antaranggota.


Konsistensi tersebut menjadi salah satu modal penting bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan program-program SPSC sekaligus melakukan pengembangan kegiatan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


Alexandra: Kepengurusan Akan Kedepankan Kekompakan dan Keterbukaan


Ketua Umum SPSC periode 2026-2030, Alexandra Ilyas Datuk Tumangguang, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah kepengurusan dengan mengedepankan kekompakan, musyawarah, dan keterbukaan.


Menurut Alexandra, prinsip tersebut penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan dapat dilaksanakan secara bersama-sama.


Ia menegaskan, SPSC akan terus mengembangkan kegiatan olahraga dan sosial serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.


“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga dan sosial, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Semoga SPSC terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat,” ujar Alexandra.


Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa SPSC semakin berkembang tanpa meninggalkan semangat awal komunitas, yakni mengajak masyarakat menjaga kesehatan dan kebugaran melalui kegiatan olahraga yang dilakukan secara rutin.


Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat

Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2026-2030, SPSC diharapkan dapat semakin memperkuat perannya sebagai salah satu komunitas olahraga masyarakat di Kota Padang.


Kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai unsur masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem olahraga yang semakin inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat.


Berbagai kegiatan seperti olahraga bersama, jalan pagi, senam, kegiatan sosial, hingga keterlibatan dalam sport event dapat menjadi sarana untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak sekaligus mempererat hubungan sosial.


Bagi Pemerintah Kota Padang, keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan. 


Sementara bagi SPSC, dukungan dan kolaborasi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan kegiatan serta menghadirkan program yang lebih bermanfaat.


Dengan semangat kekompakan dan kebersamaan yang menjadi landasan kepengurusan baru, SPSC diharapkan mampu melanjutkan perjalanan panjangnya sekaligus menghadirkan inovasi dalam kegiatan olahraga dan sosial selama periode 2026-2030.


Pengukuhan tersebut pun menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan SPSC, dengan harapan komunitas yang telah berkiprah selama lebih dari dua dekade itu semakin solid, aktif, dan memberikan kontribusi nyata dalam mendorong masyarakat Kota Padang hidup lebih sehat dan bugar. (**)

 


SUMBARNET - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, SH, S.Ik menghadiri kegiatan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026. 


Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


Pengukuhan Paskibraka berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Para anggota Paskibraka yang telah melalui berbagai tahapan seleksi, pembinaan, pelatihan, serta pembentukan mental dan kedisiplinan, secara resmi dikukuhkan untuk mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kehadiran Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, SH, S.Ik dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap generasi muda, khususnya para pelajar yang dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Solok Selatan.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Solok Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah mengikuti proses latihan dengan penuh disiplin, kesungguhan dan tanggung jawab.


Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara kenegaraan. Lebih dari itu, kesempatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kehormatan yang diberikan kepada putra-putri terbaik daerah untuk membawa dan mengibarkan simbol negara.


“Menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Adik-adik telah dipercaya untuk mengemban tugas penting dalam upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan rasa bangga sebagai generasi muda Indonesia,” ujar AKBP Andreanaldo Ademi.


Kapolres juga menekankan bahwa proses pembinaan dan latihan yang telah dijalani para anggota Paskibraka diharapkan tidak hanya membentuk kemampuan dalam melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara.


“Latihan yang telah dijalani tentu tidak hanya bertujuan agar adik-adik mampu melaksanakan tugas dengan baik pada saat upacara. Lebih penting lagi, proses tersebut menjadi bekal untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kekompakan, rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan,” katanya.


Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat memberikan nilai positif bagi kehidupan para pelajar ke depan. Nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, loyalitas dan tanggung jawab yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.


“Jadikan pengalaman ini sebagai momentum untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Tunjukkan bahwa generasi muda Solok Selatan adalah generasi yang disiplin, berkarakter, memiliki semangat nasionalisme dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa,” tutur Kapolres.


Selain itu, AKBP Andreanaldo Ademi mengingatkan para anggota Paskibraka agar tetap menjaga kesehatan, kekompakan dan konsentrasi menjelang pelaksanaan tugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI.


Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekompakan seluruh tim. Oleh sebab itu, setiap anggota harus saling mendukung, menjaga komunikasi dan menjalankan tugas sesuai dengan pembagian serta arahan yang telah diberikan pelatih.


“Jaga kesehatan, kekompakan dan semangat. Jangan menganggap remeh setiap tahapan yang masih harus dilalui. Laksanakan seluruh arahan pelatih dan tetap saling menguatkan satu sama lain. Kekompakan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya.


Kapolres Solok Selatan juga menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat persatuan, nasionalisme dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan.


Ia berharap generasi muda dapat menjadi penerus perjuangan bangsa dengan cara mengisi kemerdekaan melalui kegiatan-kegiatan positif, meningkatkan prestasi, menjaga persatuan serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita tanamkan kepada generasi muda. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan hal-hal yang positif. Belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembentukan dan pelatihan Paskibraka Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026. 


Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pelatih, pembina, sekolah, orang tua serta seluruh pihak terkait dinilai sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter kuat.


Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, tidak hanya dalam pelaksanaan Paskibraka, tetapi juga dalam berbagai program pembinaan generasi muda di Kabupaten Solok Selatan.


“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, pembina, pemerintah daerah, TNI-Polri, pihak sekolah, orang tua dan semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada para anggota Paskibraka. Mudah-mudahan seluruh proses yang telah dilalui dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi mereka,” kata AKBP Andreanaldo Ademi.


Dengan dikukuhkannya anggota Paskibraka Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026, seluruh personel diharapkan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya pada pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kapolres Solok Selatan pun menyampaikan harapan agar pelaksanaan upacara nantinya berjalan aman, tertib, lancar dan khidmat. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu menampilkan hasil latihan terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Merah Putih dan perjuangan para pahlawan bangsa.


“Harapan kita bersama, seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Solok Selatan dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Kepada adik-adik Paskibraka, berikan yang terbaik. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab dan kebanggaan. Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman yang akan selalu dikenang,” pungkasnya.


Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para anggota Paskibraka untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas kenegaraan. 


Dengan bekal latihan dan pembinaan yang telah diberikan, mereka diharapkan mampu menjalankan amanah secara maksimal serta menjadi teladan bagi pelajar dan generasi muda lainnya di Kabupaten Solok Selatan. (**)



SUMBARNET - Sebuah gudang yang berada di kawasan Jalan Raya Padang–Bukittinggi, tepatnya di sekitar Asrama Haji Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, diduga digunakan sebagai tempat penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.


Dugaan tersebut ditelusuri tim awak media ke lokasi pada Jumat (14/8/2026), menyusul adanya informasi dari masyarakat mengenai aktivitas yang diduga berkaitan dengan penampungan dan distribusi solar bersubsidi.


Beberapa masyarakat menyampaikan adanya dugaan aktivitas penyimpanan solar di gudang tersebut. 


"Ada dugaan aktivitas penyimpanan solar di gudang tersebut," kata masyarakat yang enggan disebut namanya.


Namun, informasi yang disampaikan warga tersebut masih memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut.


Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti jumlah, maupun asal BBM yang diduga disimpan di lokasi tersebut.


Pasokan Solar Diduga Berasal dari SPBU di Koto Tangah


Selain menelusuri keberadaan gudang, tim awak media juga mencoba menggali informasi mengenai dugaan asal pasokan BBM jenis solar yang disebut-sebut masuk ke lokasi tersebut.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, pasokan solar bersubsidi tersebut diduga berasal dari SPBU 14-251-576 yang berada di Jalan Adinegoro, kawasan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.


"Pasokan solar bersubsidi tersebut diduga berasal dari SPBU 14-251-576 yang berada di Jalan Adinegoro," ujarnya.


Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan penelusuran dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.


Belum diketahui apakah aktivitas pengisian solar di SPBU tersebut memiliki hubungan langsung dengan gudang yang berada di kawasan Sungai Buluh, Batang Anai.


Saat melakukan pemantauan, tim awak media juga melihat adanya antrean kendaraan berukuran besar, termasuk truk, yang mengular di SPBU tersebut untuk mengisi BBM jenis solar.


Kondisi tersebut menjadi perhatian karena solar bersubsidi merupakan BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah dan penyalurannya diperuntukkan bagi konsumen maupun sektor yang memenuhi ketentuan.


Upaya Konfirmasi


Untuk memperoleh informasi yang berimbang, tim awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang diduga terkait aktivitas penampungan solar bersubsidi di lokasi tersebut.


Konfirmasi disampaikan melalui nomor WhatsApp pribadinya untuk meminta penjelasan mengenai dugaan pasokan solar bersubsidi dari SPBU 14-251-576 yang diduga berkaitan dengan gudang di kawasan Sungai Buluh.


Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak yang diduga terkait itu belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.


Tim awak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini.


Perlu Penelusuran Lebih Lanjut


Pengamat menyampaikan bahwa dugaan adanya aktivitas penampungan solar bersubsidi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dan penelusuran dari instansi berwenang serta pihak terkait.


"Apabila dalam penelusuran ditemukan adanya pelanggaran dalam proses pembelian, penimbunan, pengangkutan maupun distribusi BBM bersubsidi, maka pihak berwenang diharapkan dapat melakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," harapnya.


Penelusuran juga penting dilakukan untuk mengetahui asal-usul BBM, volume yang diperoleh, kendaraan yang digunakan, tempat penyimpanan, serta tujuan akhir penyalurannya.


Hingga saat ini, seluruh informasi mengenai dugaan penampungan solar bersubsidi di gudang kawasan Sungai Buluh, Batang Anai, serta dugaan keterkaitannya dengan pasokan dari SPBU 14-251-576 masih merupakan informasi yang memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut.


Tim awak media akan terus melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut serta memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait apabila memberikan tanggapan. (tim)



Padang - Komisi Informasi Pusat (KIP) tegaskan proses pergantian Ketua dan Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar periode 2026-2028 sah dan sesuai aturan perundang-undangan. Hal ini dituangkan dalam surat KIP nomor 268/KIP/VIII/2026 tertanggal 12 Agustus 2026 yang ditandatangani oleh Ketua KIP, Handoko Agung Saputro, yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat.


Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pergantian Ketua dan Wakil Ketua KI Sumbar yang dilakukan melalui rapat pleno pada 18 Februari 2026 sudah sesuai dengan regulasi yakni UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Perki 1 tahun 2024 tentang Kelembagaan dan Tata Kelola Komisi Informasi.

Surat ini kian mempertegas posisi Idham Fadhli sebagai Ketua KI Sumbar dan Mona Sisca sebagai Wakil Ketua KI Sumbar periode 2026-2028.


Tidak hanya menyurati Gubernur Sumbar, KIP bahkan turun langsung ke Sumbar melakukan audiensi dengan Gubernur Sumbar serta menyerahkan surat tersebut secara langsung di Istana Gubernur Sumbar, Jumat, 14/8.


Tak tanggung-tanggung, audiensi tersebut dihadiri dua orang komisioner KIP, yakni Arman Fauzi dan Joe Martin Chandra serta Sekretaris KIP, Zamzani. Mereka didampingi lengkap oleh komisioner KI Sumbar, Idham Fadhli (Ketua), Mona Sisca (Wakil Ketua), Riswandy, Musfi Yendra dan Tanti Endang Lestari. Selain itu juga hadir Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Rudy Rinaldi dan Kabid IKP, Junaidi.


Kepada Gubernur Sumbar, Komisioner KIP Bidang Kelembagaan, Arman Fauzi, mengatakan Komisi Informasi Pusat tidak bisa melakukan perubahan ataupun intervensi terhadap keputusan KI provinsi. Karena hubungan KIP dengan KI provinsi hanya bersifat koordinatif. Sehingga pergantian Ketua dan Wakil KI Sumbar yang sudah diputuskan bersama melalui rapat pleno KI Sumbar tidak bisa dirubah karena prosesnya sah dan sesuai dengan UU. 


Arman juga menyampaikan pemilihan ketua dan wakil ketua KI diatur melalui regulasi tersendiri yakni Perki 1 tahun 2024 tentang Kelembagaan dan Tata Kelola Komisi Informasi dan UU KIP, dimana ketua dan wakil ketua dipilih langsung oleh semua komisioner melalui rapat pleno. Sehingga KI Pusat dan Pemprov tidak memiliki kewenangan dan tidak bisa mengintervensi.


"Keputusan yang telah disepakati para komisioner provinsi pada rapat pleno dan dituangkan ke dalam berita acara yang ditandatangani bersama merupakan kesepakatan internal yang sah serta wajib dihormati oleh seluruh komisioner," tulis surat tersebut.


Hal senada juga disampaikan Komisioner KIP Bidang Riset, Joe Martin Chandra, yang menegaskan tidak ada persoalan dalam proses pergantian Ketua dan Wakil Ketua KI Sumbar.


"Semuanya solid dan dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama antar semua komisioner KI Sumbar. Mohon dukungan Pak Gubernur untuk KI Sumbar dalam menjalan tugas dan fungsi mengawal keterbukaan informasi publik di Sumbar," ujar Jo yang juga merupakan Korwil KI Sumbar.


Jo Martin juga mengajak semua komisioner terus menjaga harmonisasi dan soliditas lembaga dan serta mengedepankan nilai sportivitas dan kebersamaan.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengucapkan terimakasih dan memastikan siap mendukung apapun keputusan KIP perihal pergantian Ketua KI Sumbar. Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar hanya ingin memastikan bahwa pergantian ketua dan wakil ketua KI Sumbar sudah sesuai regulasi. Ia juga menegaskan Pemprov Sumbar berkomitmen terus mendukung KI Sumbar demi mewujudkan tata kelola informasi  yang baik dan keterbukaan informasi publik di Sumbar.


"Kami hanya perlu penegasan dari KIP, kami tidak ingin KI Sumbar pecah. Apapun keputusan KIP kami siap mendukung. Karena tugas kami adalah menegakkan aturan. Pemprov Sumbar akan terus mendukung KI Sumbar guna mewujudkan keterbukaan informasi publik di Sumatera Barat. Karena Pemprov Sumbar sangat berkomitmen terbuka dan transparan, khusus nya dalam hal pengelolaan anggaran," ujar Mahyeldi.


Menanggapi keluarnya surat dari KI Pusat, Ketua KI Sumbar, Idham Fadhli, mengucapkan terimakasih kepada KI Pusat atas dukungan dan  penguatan yang diberikan. 


"Kami tentu bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan KI Pusat yang sudah memberikan pandangan hukum guna memberikan penguatan terhadap posisi kami di KI Sumbar. Karena sebetulnya sejak awal tidak persoalan dalam proses pergantian struktur KI Sumbar. Semuanya dilakukan atas kesepakatan bersama para komisioner dan mengacu kepada regulasi yang ada," ujar Fadhil, panggilan karib Idham Fadhli.


Fadhil juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumbar yang selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada Komisi Informasi Sumbar. 


"Ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Gubernur Sumbar kepada KI Sumbar yang ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Terimakasih kepada Bapak Gubernur dan Kominfo Sumbar yang selalu mendukung KI Sumbar dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai amanat UU KIP," ujar Fadhil yang juga merupakan Ketua PWI Padangpariaman. 


Sebelumnya Pemprov Sumbar melalui Dinas Kominfotik Sumbar sempat mempertanyakan pergantian Ketua dan Wakil Ketua KI Sumbar kepada KI Pusat. 


Diketahui KI Sumbar pada 18 Februari 2026 telah melakukan rapat pleno pergantian struktur pimpinan yang dihadiri oleh semua komisioner KI Sumbar. Pleno tersebut dilakukan karena masa jabatan Ketua KI Sumbar terdahulu, Musfi Yendra, sudah berakhir. Hal ini mengacu kepada Tata Tertib KI Sumbar dan Perki 1 tahun 2012 yang mengatur jabatan Ketua dan Wakil KI Sumbar selama dua tahun. 


Dalam pleno tersebut semua komisioner sepakat mentaati Perki terbaru yakni Perki 1 tahun 2024 tentang Kelembagaan dan Tata Kelola Komisi Informasi. Namun para komisioner juga menyepakati menghormati kesepakatan yang mereka buat dua tahun lalu. Sehingga tetap dilakukan rotasi terhadap struktur KI Sumbar.

Idham Fadhli kemudian terpilih sebagai Ketua KI Sumbar periode 2026-2028 menggantikan Musfi Yendra dan Mona Sisca sebagai wakil ketua menggantikan Tanti Endang Lestari.


Komisi Informasi merupakan lembaga negara mandiri yang dibentuk berdasarkan UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Komisi Informasi bertugas memastikan transparansi badan publik dan pelaksanaan UU KIP melalui tiga pokok, yakni menyelesaikan sengketa informasi, menetapkan standar layanan informasi di badan publik dan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap semua badan publik. (*)



Keterangan foto : Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro saat disumpah oleh Ketua KAN Bukit Kandung, A. Dt. Mangkuto Sati, dalam prosesi pengukuhan sebagai Manti Adat Suku Payo Boda. Sabtu (15/8/2026)

Solok — Warisan adat yang telah dijaga lintas generasi kembali diteguhkan di Nagari Bukit Kandung, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Melalui Alek Batagak Gala, Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro dikukuhkan sebagai Manti Adat Suku Payo Boda, Sabtu (15/8/2026).


Pengukuhan tersebut bukan sekadar prosesi adat. Di balik gelar yang disandang, terdapat sejarah panjang pewarisan amanah dari ninik moyang kepada generasi berikutnya.


Gelar Dt. Majo Sinaro merupakan gelar Manti Adat Suku Payo Boda yang diwariskan secara turun-temurun. Berdasarkan ranji dan garis keturunan yang disampaikan dalam prosesi adat, Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro merupakan pewaris gelar Dt. Majo Sinaro yang ke-8.


Dalam filosofi adat yang disampaikan, keberlanjutan tersebut tercermin dalam ungkapan “patah tumbuh, ditunggua tumbuh tunas”, yang menggambarkan bahwa adat dan kepemimpinan kaum harus memiliki penerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Bukan Sekadar Menerima Gelar

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro menjalani sumpah yang dipimpin Ketua KAN Bukit Kandung, A. Dt. Mangkuto Sati.


Turut hadir Wali Nagari Bukit Kandung Asriyandi, para niniak mamak, tokoh masyarakat serta tamu undangan. Hadir pula Letkol Inf. Jimson Andre Siahaan dari Batalyon Yonif TP 951/PM, sementara Kapolsek X Koto Diatas diwakili. Masyarakat Nagari Bukit Kandung juga turut menyaksikan prosesi tersebut.


Dengan menerima amanah sebagai Manti Adat, Alisman tidak hanya meneruskan sebuah gelar. Ia juga dihadapkan pada tanggung jawab menjaga nilai-nilai adat Suku Payo Boda dan memperkuat hubungan dalam kaum.


Manti Adat diharapkan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan kaum melalui musyawarah, menjaga marwah adat, serta menjadi penghubung antara niniak mamak dengan anak kemenakan.


“Dari Niniak Turun Ka Mamak, dari Mamak Turun Ka Kamanakan”

Makna pewarisan gelar tersebut semakin kuat dengan pepatah yang terpampang dalam kegiatan:


“Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kamanakan.”


Pepatah tersebut menjadi pengingat bahwa adat tidak sekadar diwariskan dalam bentuk gelar. Di dalamnya terdapat amanah, pengetahuan, keteladanan dan tanggung jawab yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.


Karena itu, pewarisan gelar Dt. Majo Sinaro kepada Alisman, S.Pd. bukan hanya persoalan siapa yang menjadi penerus dalam ranji keturunan. Lebih jauh, terdapat tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai yang terkandung dalam gelar tersebut tetap hidup.


Prinsip “patah tumbuh, ditunggua tumbuh tunas” menjadi gambaran bahwa keberlangsungan adat membutuhkan penerus yang mampu menjaga apa yang telah diwariskan sekaligus meneruskannya kepada generasi mendatang.


Amanah di Tengah Perubahan Zaman

Tantangan pemangku adat saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial dan pergeseran pola hubungan antargenerasi membuat nilai-nilai adat membutuhkan perhatian lebih serius agar tidak sekadar menjadi simbol dalam acara adat.


Manti Adat dituntut hadir bukan hanya saat Batagak Gala, tetapi juga ketika kaum menghadapi persoalan. Ia diharapkan mampu menjadi penengah, perekat hubungan dan penghubung antara generasi tua dengan generasi muda.


Semangat tersebut sejalan dengan filosofi “Mampaarek Nan Lungga, Mangumpuan Nan Taserak” — mempererat yang renggang dan menghimpun kembali yang tercerai-berai.


Kini, setelah gelar diwariskan kepada Alisman, S.Pd. Dt. Majo Sinaro sebagai pewaris ke-8, perjalanan menjaga amanah tersebut memasuki babak baru.


Gelar boleh diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi marwah adat harus terus dijaga. Sebab, gelar adalah kehormatan, sementara amanah adalah tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui tindakan.


Alek Batagak Gala di Nagari Bukit Kandung pun menjadi penanda bahwa adat masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat—bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai nilai yang diharapkan tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya. (**)