SUMBARNET - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Padang Fashion Summit (PFS) 2026 melalui konferensi pers yang digelar di ZHM Premier Hotel Padang, Sabtu (11/7/2026).


Konferensi pers tersebut sekaligus menjadi ajang peluncuran dan sosialisasi Padang Young Design Competition (PYDC) 2026, yang merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Padang Fashion Summit 2026.


Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan berbagai agenda yang akan memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disnakerin Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, didampingi Staf Ahli Dekranasda Kota Padang, Fomalhaut Zamel, serta sejumlah insan media.


Mengusung tema "Manaruko Rupo: Menemukan Kembali Identitas dalam Balutan Elegansi Global", Padang Fashion Summit 2026 mengangkat kekayaan budaya Minangkabau sebagai inspirasi utama dalam dunia fesyen modern.

 

Melalui tema tersebut, para desainer didorong untuk mengeksplorasi motif, tekstil, filosofi adat, serta kekayaan wastra Minangkabau menjadi karya-karya kontemporer yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Selain mengangkat identitas budaya, penyelenggaraan Padang Fashion Summit 2026 juga mengusung konsep sustainable fashion, yaitu mendorong penggunaan material lokal, pemberdayaan perajin, serta pelestarian warisan budaya melalui industri fesyen yang berkelanjutan.


Padang Fashion Summit 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 9–10 Agustus 2026, di ZHM Premier Hotel Padang. Berbagai agenda telah disiapkan untuk memanjakan masyarakat dan pelaku industri kreatif, mulai dari fashion parade, Grand Final Padang Young Design Competition (PYDC) 2026, seminar trend forecasting dan product branding, business matching, beauty class, kompetisi model dan tata rias, hingga bazar kuliner serta pameran produk UMKM.


Skala penyelenggaraan tahun ini juga semakin besar. Sebanyak 75 desainer, 115 merek fesyen, 36 model, serta 160 tenant yang terdiri atas pelaku kuliner dan pameran produk UMKM dipastikan ambil bagian dalam ajang tersebut.


Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diharapkan semakin memperluas jejaring industri kreatif Kota Padang.


Kepala Disnakerin Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, mengatakan konferensi pers ini bertujuan memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai pelaksanaan Padang Fashion Summit 2026 sehingga dapat ikut berpartisipasi dan menyukseskan salah satu agenda unggulan dalam rangka Hari Jadi Kota Padang.


"Melalui konferensi pers ini kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Padang Fashion Summit 2026 akan digelar pada 9 dan 10 Agustus mendatang di ZHM Premier Hotel Padang. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir karena tidak hanya menyaksikan peragaan busana, tetapi juga menikmati berbagai stand UMKM dan beragam kegiatan menarik lainnya," ujar Ferri.


Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak Mei 2026 melalui berbagai program pembinaan dan coaching kepada peserta Padang Young Design Competition.


Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Dekranasda Kota Padang dalam mencetak desainer muda yang memiliki kreativitas tinggi sekaligus mampu bersaing di industri fesyen yang semakin kompetitif.


Ferri menegaskan bahwa target pengembangan industri fesyen Kota Padang tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga membuka peluang lebih luas hingga tingkat nasional dan internasional.


"Target kami tidak berhenti di Kota Padang. Kami ingin para perajin dan desainer binaan dapat menembus ajang nasional bahkan internasional. Tahun ini pun kami telah melibatkan peserta dari luar negeri sebagai langkah awal memperluas jejaring dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Padang Fashion Summit," katanya.


Sementara itu, Staf Ahli Dekranasda Kota Padang, Fomalhaut Zamel, menyampaikan bahwa Padang Fashion Summit tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan konsep yang jauh lebih besar, lebih lengkap, dan lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya.


Menurutnya, masyarakat tidak hanya akan disuguhkan berbagai koleksi busana karya para desainer, tetapi juga dapat mengikuti beragam aktivitas edukatif, hiburan, hingga promosi produk kreatif selama dua hari pelaksanaan.


"Padang Fashion Summit 2026 digelar dalam momentum Hari Jadi Kota Padang. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang menyaksikan koleksi para desainer dari Kota Padang, berbagai daerah di Indonesia, hingga desainer mancanegara yang akan menampilkan karya berbasis wastra Minangkabau," ujar Fomalhaut.


Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan lebih banyak kolaborasi lintas sektor sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung.


"Tahun ini akan hadir pameran berbagai brand nasional, brand lokal, produk UMKM, bazar kuliner, seminar, hingga kompetisi model. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus memberikan dukungan terhadap perkembangan industri kreatif Kota Padang," tambahnya.


Melalui Padang Fashion Summit 2026, Pemerintah Kota Padang berharap semakin banyak lahir desainer muda berbakat yang mampu mengembangkan potensi wastra Minangkabau menjadi produk fesyen bernilai tinggi.

 

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kreatif, membuka peluang usaha baru, memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan perajin lokal, serta meningkatkan daya saing Kota Padang sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif berbasis budaya di Indonesia.


Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357, puncak penyelenggaraan Padang Fashion Summit 2026 akan digelar bersamaan dengan Closing Ceremony HJK Kota Padang pada 10 Agustus 2026, yang diharapkan menjadi momentum untuk menampilkan wajah Kota Padang sebagai kota kreatif yang mampu mengharmonikan kekayaan tradisi dengan inovasi modern di kancah nasional maupun internasional. (**)

 


SUMBARNET - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya, Kota Padang, pada Sabtu (11/7/2026) dini hari.


Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Spanyol menghadapi Tim Nasional Belgia bersama ratusan penghuni huntara.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang hingga kini masih menempati hunian sementara pascabencana.


Pertandingan berlangsung seru dan menyuguhkan persaingan ketat sejak menit awal. Timnas Spanyol akhirnya berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 atas Belgia.


Hasil tersebut memastikan langkah La Furia Roja ke babak semifinal untuk menghadapi Timnas Prancis yang sebelumnya telah lebih dahulu mengamankan tiket ke empat besar. Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang.


Namun, lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, kegiatan nobar tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan emosional antara Pemerintah Kota Padang dengan masyarakat yang masih tinggal di Huntara Lubuk Buaya.


Selain menyediakan layar bersama untuk menyaksikan pertandingan, Dinas Perkim Kota Padang juga menyerahkan bantuan beras sebanyak lima kilogram kepada masing-masing kepala keluarga yang menghuni huntara.


Bantuan tersebut diberikan kepada seluruh 109 kepala keluarga sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat selama masa transisi menuju hunian tetap.


Kepala Dinas Perkim Kota Padang Tri Hadiyanto mengatakan, pemilihan lokasi kegiatan di Huntara Lubuk Buaya merupakan bentuk perhatian pemerintah agar warga dapat menikmati hiburan sekaligus merasakan kebersamaan di tengah aktivitas dan kondisi yang masih mereka jalani.


"Hari ini kami melaksanakan kegiatan nonton bareng Piala Dunia bersama seluruh penghuni Huntara Lubuk Buaya. Kegiatan ini sengaja kami laksanakan di sini sebagai bentuk kebersamaan sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang masih tinggal di huntara," ujar Tri Hadiyanto.


Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hampir seluruh penghuni huntara hadir mengikuti kegiatan sejak awal hingga pertandingan berakhir.


Suasana penuh keakraban tampak ketika warga bersama-sama memberikan dukungan kepada tim favorit masing-masing, sehingga kegiatan berlangsung meriah namun tetap tertib.


"Alhamdulillah, warga sangat antusias. Hampir seluruh penghuni keluar dan ikut menyaksikan pertandingan bersama. Selain menjadi sarana hiburan, kami juga membagikan bantuan beras masing-masing 5 kilogram kepada 109 kepala keluarga sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Padang kepada warga huntara," katanya.


Tri Hadiyanto menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak bencana yang masih tinggal di hunian sementara.


Berbagai kegiatan sosial dan pelayanan terus dilakukan sebagai bentuk pendampingan selama proses pembangunan hunian tetap berlangsung.


Ia juga mengajak seluruh warga Huntara Lubuk Buaya untuk tetap bersabar dan terus memberikan dukungan terhadap upaya percepatan pembangunan rumah permanen yang saat ini sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang.


"Kami berharap Bapak dan Ibu tetap bersabar. Saat ini Pemerintah Kota Padang sedang melakukan percepatan pembangunan hunian tetap. Insyaallah apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pada awal tahun depan sebagian warga yang saat ini tinggal di huntara sudah dapat menempati rumah baru. Mohon doa agar seluruh target tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar," ungkapnya.


Melalui kegiatan nobar tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap mampu menghadirkan semangat baru bagi masyarakat Huntara Lubuk Buaya. Selain menjadi hiburan yang mempererat rasa kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui perhatian dan kepedulian terhadap aspek sosial serta psikologis warga.


Ke depan, Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk terus mempercepat penyelesaian pembangunan hunian tetap sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang layak, aman, dan nyaman.


Hingga saat itu terwujud, berbagai program pendampingan dan kegiatan kebersamaan akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat implementasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau melalui peluncuran Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) sebagai penyempurnaan kurikulum pendidikan Alquran pada Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW).


Program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di sela kegiatan Peluncuran Program 3T dan Sosialisasi Kurikulum TQA/MDTW yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, Sabtu (11/7/2026).


Kegiatan ini diikuti ribuan guru TQA dan MDTW se-Kota Padang sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program di lapangan.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang Zul Asfi Lubis, Ketua Harian LPTQ Kota Padang Salmadanis, para narasumber, serta para guru TQA dan MDTW dari berbagai kecamatan di Kota Padang.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan bahwa Program 3T merupakan langkah strategis Pemko Padang dalam meningkatkan kualitas pendidikan Alquran bagi pelajar tingkat SMP sederajat.


Program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya mahir membaca Alquran, tetapi juga memahami makna kandungannya dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, Program 3T menjadi penyempurnaan kurikulum TQA dan MDTW yang selama ini telah berjalan. Melalui program tersebut, pembelajaran Alquran akan dilakukan secara lebih terarah dengan tiga fokus utama, yakni tahsin, tafsir, dan tahfiz.


"Melalui pembelajaran 3T, kami ingin anak-anak tidak berhenti setelah khatam, tetapi terus membaca, memahami, dan menghafal Alquran. Kita berharap program ini diikuti dengan baik oleh peserta didik, dan guru-guru TQA dan MDTW mampu mengajar secara baik sesuai tuntunan kurikulum yang ditetapkan," ujar Maigus Nasir.


Ia menjelaskan, materi tahsin difokuskan pada penyempurnaan bacaan Alquran sesuai kaidah ilmu tajwid sehingga peserta didik mampu membaca Alquran dengan benar dan fasih.


Selanjutnya, pembelajaran tafsir diarahkan pada pemahaman kandungan surat-surat dalam Juz 30 agar peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami pesan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


Sementara itu, materi tahfiz bertujuan membiasakan peserta didik untuk terus berinteraksi dengan Alquran melalui hafalan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.


"Harapan kita, anak-anak Kota Padang tumbuh menjadi generasi Qurani yang memiliki bacaan yang baik, pemahaman yang benar terhadap isi Alquran, serta hafalan yang terus bertambah. Nilai-nilai Alquran itulah yang nantinya menjadi pedoman dalam kehidupan mereka sehari-hari," tambahnya.


Maigus Nasir juga menyampaikan bahwa Program 3T akan mulai diterapkan secara serentak pada 16 Juli 2026. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam di seluruh masjid dan musala yang memiliki TQA maupun MDTW.


Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum Program 3T, dan ditutup setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah.


Ia berharap seluruh guru TQA dan MDTW dapat menjadi ujung tombak dalam menyukseskan implementasi Program 3T. Melalui sosialisasi kurikulum yang dilaksanakan, para pendidik diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai metode pembelajaran, target capaian, serta sistem pelaksanaan program sehingga dapat diterapkan secara optimal di masing-masing lembaga pendidikan.


Program 3T menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Progul Smart Surau, yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca Alquran, tetapi juga membangun karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai keislaman.


Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, pengelola TQA dan MDTW, serta masyarakat, Pemko Padang optimistis Program 3T mampu melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter sesuai dengan visi pembangunan Kota Padang. (**)

 


SUMBARNET - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus menggalakkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat melalui berbagai kampanye kreatif dan informatif.


Kali ini, Ditlantas Polda Sumbar mengangkat pesan bertajuk "Tidak Merokok Saat Berkendara, Fokus di Jalan Itu Gaya yang Keren" sebagai bentuk ajakan kepada seluruh pengguna jalan agar menghindari kebiasaan merokok saat mengemudikan kendaraan.


Kampanye tersebut merupakan bagian dari komitmen Polantas Presisi dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Melalui pesan yang sederhana namun bermakna, masyarakat diajak untuk lebih mengutamakan konsentrasi selama berkendara dibanding melakukan aktivitas yang dapat mengganggu fokus, salah satunya merokok.


Merokok saat mengemudi sering kali dianggap sebagai kebiasaan biasa. Namun, di balik itu terdapat berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan.


Aktivitas menyalakan rokok, memegang rokok, membuang abu maupun puntung rokok hingga mengalihkan perhatian sesaat dari kondisi jalan dapat mengurangi konsentrasi pengemudi.


Dalam situasi lalu lintas yang padat, hilangnya fokus hanya dalam hitungan detik dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.


Selain membahayakan diri sendiri, membuang puntung rokok sembarangan saat kendaraan melaju juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, khususnya pengendara sepeda motor yang berada di belakang kendaraan. 


Bara api atau puntung rokok yang masih menyala dapat mengenai tubuh maupun wajah pengendara lain sehingga memicu kecelakaan.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa keselamatan di jalan dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang menunjukkan disiplin dan tanggung jawab setiap pengguna jalan.


"Kampanye ini bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa berkendara membutuhkan konsentrasi penuh. Merokok saat mengemudi memang sering dianggap hal biasa, tetapi aktivitas tersebut dapat mengurangi fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan," ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K.


Ia menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah preventif yang terus dilakukan Ditlantas Polda Sumbar untuk menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.


Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas tidak hanya diwujudkan dengan mematuhi rambu dan aturan, tetapi juga dengan menghindari segala aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara.


Lebih lanjut, Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap pengemudi maupun pengendara diharapkan mampu mengendalikan diri dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.


"Kami berharap masyarakat Sumatera Barat semakin sadar bahwa fokus saat berkendara adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Mari kita hentikan kebiasaan merokok saat berkendara, utamakan konsentrasi, patuhi aturan lalu lintas, sehingga setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan selamat sampai tujuan," tambahnya.


Ditlantas Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas otomotif, pelajar, mahasiswa hingga keluarga untuk bersama-sama membangun budaya berlalu lintas yang lebih baik melalui perilaku berkendara yang bertanggung jawab. 


Kampanye keselamatan akan terus digencarkan melalui media sosial, edukasi langsung kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan preventif lainnya.


Melalui semangat #SEPAKAT (Selamat, Patuh, dan Taat), Ditlantas Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat. 


Fokus saat mengemudi merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, serta lancar.


Dirlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa gaya berkendara yang sesungguhnya bukanlah merokok di balik kemudi, melainkan mampu menjaga konsentrasi, mematuhi aturan, dan menghormati pengguna jalan lainnya. Karena pada akhirnya, tujuan utama setiap perjalanan adalah kembali ke rumah dengan selamat.


Dirlantas Polda Sumbar, Polantas Presisi Hadir Menuju Indonesia Maju. (**)



SUMBARNET – Wujud nyata kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Bhayangkari Ranting Polsek Kinali, Polres Pasaman Barat, melalui kegiatan sosial bertajuk Bhayangkari Peduli dengan mengunjungi rumah anak yatim, piatu, serta para lanjut usia (lansia) di Kecamatan Kinali, Rabu (8/7).


Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari Ranting Polsek Kinali menyerahkan berbagai bantuan berupa peralatan rumah tangga, pakaian sekolah, hingga alat tulis kepada anak-anak yatim dan piatu. Bantuan juga diberikan kepada para lansia sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.


Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Kehadiran para pengurus Bhayangkari disambut dengan penuh kebahagiaan oleh para penerima manfaat. Tidak hanya membawa bantuan, Bhayangkari juga memberikan semangat, motivasi, dan perhatian agar mereka tetap optimistis menjalani kehidupan.


Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Kinali, Ny. Afni Feri, mengatakan bahwa anak-anak yatim, piatu, dan para lansia merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian dari seluruh elemen masyarakat.


"Anak-anak yatim, piatu, dan orang tua jompo adalah tanggung jawab kita bersama. Kadang bukan sebatas nilai materi yang kita berikan yang membuat mereka bahagia, tetapi kepedulian dan hadirnya kasih sayanglah yang membuat mereka kuat serta optimistis di saat berada dalam himpitan," ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan Bhayangkari Peduli bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggilan hati sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, Bhayangkari ingin hadir memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari bakti Bhayangkari untuk negeri. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim, piatu, maupun para lansia. Di tengah suami kami yang mengemban amanah sebagai anggota Polri, Bhayangkari juga ingin terus mengambil peran dalam kegiatan sosial kemasyarakatan," tambahnya.


Melalui program Bhayangkari Peduli, Bhayangkari Ranting Polsek Kinali berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kehadiran Bhayangkari tidak hanya mendukung tugas suami sebagai anggota Polri, tetapi juga aktif memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat.


Program sosial seperti ini sejalan dengan komitmen Bhayangkari untuk terus hadir sebagai organisasi yang peduli, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. mengatakan bahwa kegiatan Bhayangkari Peduli merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim, piatu, serta para lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.


"Kegiatan Bhayangkari Peduli ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kepedulian, kebersamaan, dan semangat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin memastikan bahwa Polri bersama Bhayangkari selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang membawa manfaat," ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat mempererat hubungan antara Polri, Bhayangkari, dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.


"Harapan kami, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima manfaat serta menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim, piatu, dan para lansia. Semoga kegiatan ini juga menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya saling peduli, berbagi, dan bergotong royong demi mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan," tutup Kapolres Pasaman Barat. (**)



Pasaman Barat – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menerima penghargaan nasional dari TP PKK Pusat atas komitmen dan peran aktif dalam mendukung Intervensi Imunisasi Anak Zero Dose (IZD). Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).


Penghargaan itu diberikan kepada 16 kabupaten/kota terbaik di Indonesia yang dinilai berhasil memperluas cakupan imunisasi bagi anak-anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap (Zero Dose), sekaligus mendukung percepatan target imunisasi nasional.


Peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045." Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian, Ibu Pembina TP PKK Pusat Selvi Gibran Rakabuming, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta jajaran pengurus TP PKK dari seluruh Indonesia.


Dalam arahannya, Selvi Gibran Rakabuming menegaskan PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui percepatan penurunan stunting, perluasan cakupan imunisasi, pencegahan tuberkulosis, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.


Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap program dan anggaran PKK menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah daerah.


Ketua TP PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, mengungkapkan rasa syukur dan menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader PKK, serta seluruh masyarakat yang selama ini aktif mendukung perluasan layanan imunisasi bagi anak.


"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung program kesehatan, khususnya memastikan setiap anak memperoleh haknya atas imunisasi. Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Sifrowati.


Ia menegaskan TP PKK Pasaman Barat akan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta mengoptimalkan peran kader PKK dalam menjangkau anak-anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap.


Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh kader PKK untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, memperluas cakupan imunisasi, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045. (**)



PADANG — Upaya melestarikan warisan tradisi masyarakat Minangkabau terus digalakkan. Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026).


Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam festival yang mengusung tema "Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago" ini. Acara dibuka langsung oleh Evi Yandri Rajo Budiman di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Sabtu (11/7/2026).


Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kali kelima festival ini digelar menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana pokok pikiran (pokir) Evi Yandri.


"Sebenarnya sejak 2015 sudah kita gelar dengan dana seadanya. Namun, dengan sokongan APBD, ini menjadi tahun kelima pelaksanaannya secara resmi," ujar Evi Yandri saat membuka festival.


Ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi sipak rago yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional sejak beberapa tahun lalu agar tidak punah dan tetap diwariskan ke generasi muda.


Evi menjelaskan bahwa sipak rago merupakan cikal bakal sepak takraw, tetapi memiliki filosofi permainan yang sangat berbeda. Berbeda dengan sepak takraw yang mengutamakan kompetisi untuk mengalahkan lawan, sipak rago justru menonjolkan kerja sama dan kolaborasi antarpemain.


"Jika sepak takraw dimainkan berhadapan untuk saling mengalahkan, sipak rago justru menuntut kerja sama agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin. Di sini tercermin nilai kekompakan, ketangkasan, gotong royong, dan tidak ada rasa ingin balas dendam," jelasnya.


Nilai luhur tersebut mengajarkan setiap pemain untuk selalu memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meskipun mereka menerima bola dalam posisi yang sulit atau kurang ideal.


Selain nilai budaya, sipak rago memiliki catatan sejarah yang unik. Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini menjadi kedok bagi pemuda Minangkabau untuk melatih ketangkasan fisik dan bela diri secara sembunyi-sembunyi.


"Dulu Belanda melarang orang Minang latihan bela diri. Melalui permainan ini mereka terkecoh, dikira kita sekadar bermain bola, padahal sekaligus berlatih bela diri (silat)," ungkap Evi.


Upaya pelestarian ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, menyatakan sipak rago bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan identitas budaya yang kaya akan nilai sejarah, sportivitas, dan disiplin.


"Penyelenggaraan festival ini sangat penting agar permainan tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda," tutur Tuti. Pihaknya juga berterima kasih atas komitmen pengalokasian dana pokir dari DPRD untuk pemajuan kebudayaan lokal.


Apresiasi senada disampaikan Camat Kuranji, Rozaldi Rosman. Ia menilai festival ini memberikan ruang representatif bagi anak nagari untuk menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah gempuran modernisasi.


Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat ini memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp29,5 juta. Prosesi pembukaan acara ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi oleh unsur Forkopimda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta para tamu undangan.(*)



Padang, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kewaspadaan dini demi menghadapi tantangan serta perubahan sosial yang masif di era digital. 


Langkah strategis ini dinilai krusial karena stabilitas, keamanan, dan ketertiban umum bukan lagi sekadar tugas formal pemerintah atau aparat penegak hukum. Hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama yang harus diinisiasi dari unit terkecil di tengah masyarakat. 



Pernyataan tersebut disampaikan Muhidi saat hadir sebagai narasumber utama dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat, Jumat (26/6). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh agama, hingga pengurus lingkungan tingkat RT dan RW.


Muhidi menjelaskan, kewaspadaan dini pada hakekatnya merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki masyarakat. Kemampuan itu yakni mengenali, mendeteksi, mengidentifikasi dan mengantisipasi sejak awal setiap potensi ancaman, gangguan, hambatan, maupun tantangan (AGHT).



"Melalui kewaspadaan dini, kita dapat mencegah konflik sosial, meminimalkan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta menjaga stabilitas lingkungan," ujar Muhidi saat memberikan pemaparan di hadapan para peserta Bimtek.


Lebih lanjut, Muhidi menilai derasnya arus teknologi informasi dan digitalisasi yang berkembang sangat cepat belakangan ini berpotensi mengikis kepedulian antarsesama jika tidak diantisipasi dengan baik. 


Oleh karena itu, menurut Muhidi, kesadaran kolektif menjadi kunci utama agar setiap dinamika dan persoalan sekecil apa pun di lingkungan sekitar dapat dideteksi sejak dini. Hal tersebut mesti dilakukan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar dan sulit dikendalikan. Fondasi dari seluruh sistem kewaspadaan ini wajib dibangun dari lingkungan yang paling intim dan mendasar, yaitu institusi keluarga.




"Kalau kesadaran itu sudah tumbuh di keluarga, lingkungan, dan sekolah, insyaallah anak-anak kita akan merasa aman, mendapatkan perhatian, dan tumbuh dengan karakter yang kuat," jelas Ketua DPRD Sumbar tersebut menekankan pentingnya peran ekosistem terdekat anak.


Sejalan dengan penguatan internal keluarga, Muhidi juga menyoroti pentingnya memberikan bekal berupa visi dan perencanaan masa depan yang matang bagi generasi muda sejak usia dini. 


Remaja yang dibimbing untuk memiliki cita-cita, target, dan orientasi hidup yang jelas cenderung akan lebih fokus dalam mengerahkan energi serta waktu mereka untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.


Ketika seorang anak atau remaja sudah sibuk menggapai impian masa depannya, mereka secara otomatis akan membangun benteng pertahanan mandiri terhadap berbagai stimulasi negatif dari luar.


"Sejak dini mereka harus memiliki gambaran ingin menjadi apa setelah lulus sekolah atau kuliah. Ketika memiliki tujuan, mereka akan menyusun langkah dan strategi untuk mencapainya, sekaligus lebih waspada terhadap hal-hal yang dapat menghambat masa depan mereka," tambahnya. 


Dengan orientasi yang jelas, generasi muda diyakini dapat membentengi diri dari hal-hal destruktif seperti aksi tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkotika, perjudian daring, hingga penyebaran hoaks di media sosial.


Pada akhir pemaparannya, Muhidi berharap agar implementasi nyata dari budaya kewaspadaan dini ini terus diperkuat dan diinstitusikan secara kultural di tengah masyarakat Sumbar. 


Sinergi yang kokoh antara ketahanan keluarga, keaktifan tokoh masyarakat, serta kepekaan aparatur lingkungan terkecil seperti RT dan RW akan menjadi pilar utama dalam menciptakan ruang kehidupan yang aman, damai, dan harmonis. Selain juga menjadi modal besar untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang optimistis dan siap memimpin di masa depan.(*)



Padang,  Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengajak seluruh kepala SMA dan SMK di wilayahnya untuk memperkuat kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan inspiratif. Langkah ini penting dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.


Peran Penting Mencetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

Hal itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala SMA/SMK se-Sumatera Barat di Padang, Senin (6/7).




Dalam paparannya, Muhidi menegaskan bahwa kepala sekolah tidak sekadar berfungsi sebagai administrator pendidikan. Mereka adalah pemimpin perubahan yang harus mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.


"Generasi emas tidak lahir secara kebetulan. Mereka dibentuk melalui kepemimpinan yang kuat, budaya sekolah yang positif, serta komitmen seluruh insan pendidikan untuk terus berinovasi," ujar Muhidi.


Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini makin kompleks. Perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga perubahan karakter peserta didik menuntut kepala sekolah memiliki kecakapan memimpin yang mampu menggerakkan seluruh potensi sekolah.




Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi ini diperlukan agar proses pendidikan berjalan optimal dan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.


Muhidi berharap seluruh kepala sekolah di Sumbar mampu menjadi teladan, agen perubahan, sekaligus penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing.


"Dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang menginspirasi, bukan sekadar mengelola administrasi. Kepala sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, nyaman, dan berorientasi pada masa depan," tegasnya.




Melalui kegiatan Bimtek tersebut, Muhidi berharap lahir berbagai gagasan dan strategi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat. Dengan begitu, Sumbar dapat melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)



Padang, – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa Putra, mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung proyek penataan kawasan Pantai Padang (Taplau), khususnya di ruas Jalan Samudera dan area belakang Hotel Pangeran, Kota Padang.


Komitmen tersebut disampaikan Iqra saat melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, (9/7/2026), guna menindaklanjuti berbagai kendala teknis yang masih menghambat proses pengadaan tanah di lokasi tersebut.


Menurut Iqra, koordinasi lintas instansi sangat penting untuk mengurai berbagai persoalan yang muncul di lapangan agar program penataan kawasan wisata dan infrastruktur Kota Padang dapat berjalan sesuai rencana.


"Semangat kita sama, yaitu mempercantik dan memperindah Kota Padang. Itu tujuan utama yang ingin kita capai bersama," kata Iqra dalam pertemuan tersebut.


Ia menjelaskan, terdapat dua titik yang menjadi perhatian utama dalam proses pembebasan lahan, yakni kawasan Jalan Samudera di ruas Hang Tuah serta area di belakang Hotel Pangeran.


Untuk lokasi belakang Hotel Pangeran, Iqra mengungkapkan adanya kajian akademis terkait mekanisme pergantian tanah yang perlu ditelaah lebih lanjut. Karena itu, seluruh proses harus mengacu pada kajian yang komprehensif dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


"Kami meminta solusi dan langkah percepatan bersama. Untuk persoalan di belakang Hotel Pangeran, kami juga mendapat informasi adanya kajian akademis terkait pergantian tanah. Tentu kita ingin semua berjalan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.


Sementara itu, untuk persoalan lahan di ruas Hang Tuah, Iqra menyebut sudah mulai terlihat perkembangan positif. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga berencana membentuk tim percepatan guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala administrasi dan teknis.


"Alhamdulillah untuk ruas Hang Tuah sudah mulai ada titik terang. Yang penting sekarang ada progres dan jangan sampai proses ini stuck. Dalam waktu dekat akan dibentuk tim percepatan dengan melibatkan pihak-pihak terkait," jelasnya.


Iqra menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ganti rugi lahan menjadi faktor kunci keberhasilan proyek penataan kawasan tersebut. Semakin cepat persoalan lahan diselesaikan, semakin cepat pula tahapan pembangunan dapat dilaksanakan.


Ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Padang, ATR/BPN, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses percepatan dapat berjalan efektif.


"Kami optimistis apabila persoalan lahan bisa segera diselesaikan, pembangunan fisik dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2028. Saya yakin ini akan mendapat dukungan dari Pak Gubernur maupun Pak Wali Kota demi kemajuan Kota Padang," katanya.


Iqra juga mengusulkan agar seluruh pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, duduk bersama dalam satu forum koordinasi untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik terhadap seluruh kendala yang masih tersisa.


"Koordinasi ini sangat krusial agar proyek penataan kota berjalan lancar. Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan infrastruktur dan mempercantik Kota Padang tercinta," tutup Iqra. (***)