SUMBARNET — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sebagai insan relawan kebencanaan, KSB Lubuk Kilangan turut ambil bagian dalam kegiatan bhakti sosial di lokasi bencana Perumahan Griya Nuansa Arosuka, Kabupaten Solok, pada Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas relawan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Kehadiran para relawan tidak hanya untuk membantu secara langsung, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat di lokasi terdampak.
Ketua KSB Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Helmiyetti, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan bhakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen relawan untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana dan masyarakat membutuhkan bantuan.
Menurutnya, kegiatan sosial kemanusiaan membutuhkan kebersamaan dan kepedulian dari berbagai pihak. Relawan, kata Helmiyetti, tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Keikutsertaan kami dalam kegiatan bhakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Sebagai relawan kebencanaan, kami merasa terpanggil untuk hadir dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Helmiyetti.
Ia menjelaskan, keberadaan KSB tidak semata-mata berorientasi pada penanganan bencana. Lebih dari itu, relawan juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial dan meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Helmiyetti yang juga merupakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Keterlibatannya dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun kebersamaan serta memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami, membantu masyarakat bukan hanya ketika terjadi bencana. Dalam kehidupan bermasyarakat, masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Karena itu, kami berusaha untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Helmiyetti, pengalaman dalam kegiatan kemasyarakatan juga menjadi modal penting bagi seorang relawan kebencanaan.
Relawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menghadapi situasi bencana, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, kepedulian dan kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong seperti yang terlihat dalam kegiatan bhakti sosial di Perumahan Griya Nuansa Arosuka dapat terus dipertahankan.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam menghadapi bencana maupun persoalan sosial, yang paling penting adalah kebersamaan. Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah merasa sendiri. Kehadiran kita, sekecil apa pun bentuk bantuannya, mudah-mudahan dapat memberikan semangat dan kekuatan bagi mereka,” tuturnya.
Helmiyetti juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana. Menurutnya, kondisi geografis Sumatera Barat yang memiliki berbagai potensi bencana membuat kesiapsiagaan menjadi hal yang penting bagi setiap masyarakat.
Kesiapsiagaan, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun relawan kebencanaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Masyarakat perlu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Kita tentu berharap tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban bencana. Namun, apabila bencana terjadi, kita harus siap menghadapi dan saling membantu. Edukasi, kesiapsiagaan, kepedulian dan gotong royong harus terus kita tumbuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, KSB Kecamatan Lubuk Kilangan akan terus berupaya berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial.
Keberadaan relawan diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat maupun persoalan sosial.
Sebagai Ketua LPM Kelurahan Batu Gadang, Helmiyetti juga menilai bahwa kegiatan sosial merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian terhadap sesama dinilai dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Kami ingin semangat membantu sesama ini terus tumbuh. Tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar untuk bisa berbuat. Tenaga, waktu, perhatian, maupun dukungan moril juga merupakan bentuk bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Bhakti sosial di lokasi bencana Perumahan Griya Nuansa Arosuka tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmasyarakat dan antarrelawan.
Kehadiran KSB Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah administratif. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semangat kemanusiaan dan solidaritas dapat menjadi jembatan untuk saling membantu.
Helmiyetti berharap seluruh pihak dapat terus membangun koordinasi dan komunikasi dalam kegiatan-kegiatan kebencanaan maupun sosial. Dengan kerja sama yang baik, penanganan terhadap masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Semoga masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga berharap bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting, mari kita tetap menjaga persaudaraan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” pungkas Helmiyetti.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kerelawanan dan kepedulian sosial masih terus tumbuh di tengah masyarakat. Bagi KSB Kecamatan Lubuk Kilangan, hadir membantu masyarakat bukan sekadar sebuah kegiatan, melainkan bagian dari pengabdian dan panggilan kemanusiaan. (AdF)









