Sawahlunto – Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, Polres Sawahlunto menghadiri kegiatan sosialisasi dan edukasi penyakit stroke serta pemaparan layanan unggulan dari Rumah Sakit M. Hatta Bukittinggi yang berlangsung di Kantor Balaikota Sawahlunto, Jumat (12/6/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.Ik., M.H., diwakili oleh PS Kasi Humas Polres Sawahlunto. Kegiatan juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan.


Sosialisasi dan edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit stroke, mulai dari faktor risiko, upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan yang tepat apabila terjadi serangan stroke. Selain itu, Rumah Sakit M. Hatta Bukittinggi juga memaparkan berbagai layanan unggulan yang dimiliki dalam mendukung penanganan pasien stroke dan penyakit lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan informasi penting mengenai pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta langkah-langkah cepat yang harus dilakukan ketika menemukan gejala stroke pada seseorang. Edukasi ini dinilai penting mengingat stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia.


Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.Ik., M.H., melalui keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, sosialisasi kesehatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.


"Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan edukasi penyakit stroke yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit M. Hatta Bukittinggi bersama Pemerintah Kota Sawahlunto. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang benar kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stroke, sehingga risiko terjadinya kecacatan maupun kematian akibat penyakit tersebut dapat diminimalisir," ujar AKBP Simon Yana Putra.


Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas masyarakat serta terciptanya lingkungan yang aman dan sejahtera. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan harus menjadi perhatian bersama.


"Kesehatan adalah modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat akan lebih memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ini merupakan langkah nyata dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk stroke," katanya.


Lebih lanjut, Kapolres menyebutkan bahwa Polres Sawahlunto mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk kegiatan di bidang kesehatan.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, institusi kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pencegahan penyakit.


"Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran untuk menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dapat dicapai," ungkapnya.


AKBP Simon Yana Putra juga berharap masyarakat dapat mengenali gejala awal stroke sehingga penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.


"Harapan kami, masyarakat semakin memahami tanda-tanda awal stroke dan tidak menunda untuk mendapatkan pertolongan medis apabila menemukan gejala tersebut. Penanganan yang cepat sangat menentukan peluang kesembuhan pasien. Dengan pengetahuan yang memadai, kita dapat bersama-sama menekan angka kasus stroke dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Sawahlunto," tuturnya.


Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi pemaparan materi dan diskusi bersama narasumber.


Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai isu kesehatan serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (**)

 


Sawahlunto – Tim Macan Bara Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sawahlunto kembali menunjukkan respons cepat dalam mengungkap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.


Dua orang terduga pelaku pencurian hewan ternak berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah laporan diterima polisi.


Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.Ik., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja cepat dan koordinasi yang baik antara personel kepolisian dengan masyarakat.


"Kali ini dua orang terduga pelaku pencurian hewan ternak berinisial A dan M berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima. Ini merupakan bentuk komitmen Polres Sawahlunto dalam memberikan rasa aman dan menjawab keresahan masyarakat terhadap tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan mereka," ujar AKBP Simon Yana Putra kepada awak media, Kamis (11/6/2026).


Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Batu Kakok, Desa Tumpuk Tangah, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.


Korban baru mengetahui ternaknya hilang dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.


Menindaklanjuti laporan yang diterima, Tim Macan Bara Satreskrim Polres Sawahlunto langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menelusuri keberadaan para pelaku.


Dari hasil penyelidikan yang dilakukan secara intensif, petugas berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Keduanya kemudian diamankan tanpa perlawanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Kapolres menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan Polres Sawahlunto dalam memberantas berbagai bentuk tindak kriminalitas, khususnya pencurian yang merugikan masyarakat.


"Kecepatan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan yang bergerak cepat sejak laporan diterima. Kami tidak ingin memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk merasa aman. Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan maksimal," tegasnya.


Menurut AKBP Simon Yana Putra, pencurian hewan ternak tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi korban, tetapi juga berdampak terhadap rasa aman masyarakat, terutama warga yang menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor peternakan.


Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan patroli, pengawasan, dan upaya penegakan hukum guna mencegah terulangnya kasus serupa di wilayah hukum Polres Sawahlunto.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada pihak kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan," katanya.


Kapolres menambahkan, keberhasilan pengungkapan kasus ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional.


"Tujuan kami adalah memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Harapan kami, dengan pengungkapan cepat seperti ini masyarakat semakin percaya kepada Polri dan semakin aktif bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Sawahlunto," pungkas AKBP Simon Yana Putra.


Saat ini kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Sawahlunto. Penyidik juga terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun jaringan pencurian ternak yang beroperasi di wilayah tersebut. (**)

 


SUMBARNET - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada kalangan pelajar melalui program Police Goes To School.


Kali ini, personel Ditlantas Polda Sumbar hadir di SMKN 4 Padang, SMKN 7 Padang, dan SMKN 8 Padang untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, serta edukasi mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di jalan raya.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun kesadaran hukum dan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.


Para pelajar diberikan pemahaman mengenai aturan lalu lintas, etika berkendara, pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, larangan berkendara bagi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta bahaya pelanggaran lalu lintas yang dapat berujung pada kecelakaan.


Dalam suasana interaktif, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering terjadi di jalan raya, termasuk fenomena pelanggaran yang melibatkan usia remaja.


Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, Ditlantas Polda Sumbar berharap para pelajar dapat memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa program Police Goes To School merupakan salah satu langkah strategis untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia sekolah.


"Generasi muda merupakan kelompok yang sangat penting dalam upaya mewujudkan budaya tertib berlalu lintas. Melalui program Police Goes To School, kami ingin memberikan pemahaman yang benar kepada para pelajar tentang pentingnya keselamatan di jalan raya, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab sebagai pengguna jalan," ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Menurutnya, edukasi yang diberikan sejak dini akan memberikan dampak positif dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin dan taat hukum. Selain itu, pelajar juga diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


"Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya menyampaikan aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap tindakan di jalan raya memiliki konsekuensi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap para pelajar mampu mengambil keputusan yang bijak saat berada di jalan," jelasnya.


Ia menambahkan bahwa tingginya mobilitas pelajar saat ini perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai keselamatan berkendara.


Oleh karena itu, peran sekolah, orang tua, dan kepolisian menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka mendapatkan berbagai informasi mengenai faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, pentingnya mematuhi rambu-rambu, serta perlunya menjaga sikap saling menghormati sesama pengguna jalan guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman.


Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq berharap kegiatan Police Goes To School dapat menjadi sarana efektif dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan memiliki budaya keselamatan yang kuat.


"Harapan kami, para pelajar tidak hanya menjadi peserta yang menerima materi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pesan keselamatan kepada teman-teman, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika kesadaran berlalu lintas sudah tertanam sejak usia muda, maka di masa depan kita akan memiliki generasi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan lalu lintas yang aman serta tertib," tuturnya.


Lebih lanjut, Dirlantas menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, Ditlantas Polda Sumbar akan terus melaksanakan berbagai program edukasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.


Melalui program Police Goes To School, Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan generasi muda yang tertib, disiplin, berkarakter, dan berbudaya keselamatan di jalan raya demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Sumatera Barat. (**)



Pasaman Barat – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 3 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan di Bangun Rejo, Nagari Padang Canduh, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (14/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Nagari Padang Canduh M. Hidayat, Sekretaris Nagari Padang Canduh Supriadi, Kepala Bidang Perkebunan Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Nopriadi, SP, Ketua Bamus Juniarto, Sekretaris Bamus Sarnadi, serta masyarakat setempat.


Dalam kesempatan itu, Ali Muda menjelaskan bahwa Perda Nomor 3 Tahun 2023 hadir sebagai landasan hukum dalam mengatur tata kelola komoditas unggulan perkebunan agar lebih tertata, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut sangat penting untuk memberikan kepastian dalam pengelolaan sektor perkebunan, mulai dari aspek budidaya, pengembangan sumber daya manusia, hingga dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan.


"Kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat, khususnya para petani, memahami hak dan kewajibannya serta mengetahui berbagai bentuk dukungan yang dapat diberikan pemerintah dalam pengembangan sektor perkebunan," ujar Ali Muda.


Sementara itu, masyarakat yang hadir memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. 


Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pelatihan dan peningkatan kapasitas petani kelapa sawit, bantuan bibit unggul, ketersediaan pupuk, hingga dukungan alat transportasi untuk mengangkut hasil panen sawit.


Warga berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah guna mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Pasaman Barat.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ali Muda menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki DPRD Provinsi Sumatera Barat. 


Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola perkebunan yang lebih baik.


"Kami akan berupaya memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas petani dan sarana pendukung perkebunan. Semoga melalui Perda ini, sektor perkebunan di Sumatera Barat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," katanya. (**)

 


SUMBARNET - Komisaris Independen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Yv Tri Saputra, mendorong seluruh jajaran Regional Office Manager (ROM) untuk mengubah pola kerja dan strategi bisnis guna keluar dari stagnasi pertumbuhan serta memperkuat posisi perusahaan di industri asuransi nasional.


Dalam sesi sharing bersama para ROM di Semarang, Minggu (14/6/2026), Yv menilai pertumbuhan bisnis tidak akan meningkat apabila perusahaan terus mengandalkan pola lama seperti menunggu perpanjangan polis (renewal), menjaga relasi, dan mengandalkan tender.


"Target produksi tidak akan naik hanya karena target dinaikkan. Produksi akan naik jika cara mencari bisnis berubah," tegasnya.


Menurut Yv, salah satu tantangan utama yang dihadapi industri asuransi BUMN saat ini adalah tingginya ketergantungan pada renewal, broker, dan sejumlah account besar, sementara kontribusi bisnis baru masih relatif rendah. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan perusahaan cenderung defensif dan sulit melampaui pasar.


Karena itu, ia mendorong seluruh regional untuk bertransformasi dari sekadar penjaga portofolio menjadi pencipta pertumbuhan. Strategi yang perlu diperkuat antara lain cross selling, spesialisasi sektor ekonomi unggulan, pengelolaan target account secara terukur, optimalisasi ekosistem pemerintah dan BUMN, serta pendekatan penjualan berbasis risk engineering.


"Nasabah tidak membeli polis, tetapi membeli perlindungan terhadap aset, arus kas, dan keberlangsungan bisnis mereka. Karena itu, kita harus bertransformasi dari penjual polis menjadi pengelola risiko pelanggan," ujarnya.


Yv juga mengungkapkan ambisi Jasindo untuk menjadi tiga besar perusahaan asuransi umum di Indonesia pada 2029 dengan pertumbuhan premi dua digit, profit underwriting yang sehat, portofolio yang lebih merata, serta kontribusi bisnis baru yang semakin kuat.


Untuk mendukung target tersebut, ia mengusulkan penerapan indikator baru bernama Business Creation Index (BCI) yang mengukur kontribusi premi dari bisnis baru dan cross selling terhadap total premi perusahaan.


"Ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa besar bisnis lama yang berhasil dipertahankan, tetapi seberapa besar bisnis baru yang mampu diciptakan," katanya.


Mengakhiri pemaparannya, Yv mengajak seluruh insan Jasindo mengadopsi strategi yang lebih agresif dalam mengembangkan pasar.


"Kalau Jasindo ingin menjadi leader di industri, mari berikan yang terbaik dari diri kita masing-masing. Gunakan strategi sepak bola menyerang, bukan bertahan. Masa depan Jasindo ditentukan oleh kemampuan kita menciptakan bisnis baru secara agresif dan terstruktur," tutupnya. (***)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas dukungan dan partisipasinya dalam rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (14/6/2026).


Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan tema “Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim” itu diawali dengan apel bersama yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, serta dihadiri perwakilan BUMN, BUMD, instansi pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.


Dalam apel tersebut, Adib membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, yang menekankan pentingnya menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum untuk mengevaluasi peran seluruh pihak sekaligus mendorong aksi nyata menghadapi perubahan iklim.


“Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 menjadi momentum penting untuk merenungkan peran kita dalam menjaga bumi sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata sebagai wujud komitmen bersama demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” demikian petikan sambutan tersebut.


Saat ini, dunia menghadapi tiga krisis planet atau triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan serta mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.


Indonesia juga terus memperkuat komitmen terhadap Perjanjian Paris melalui target penurunan emisi dan strategi pembangunan rendah karbon. Komitmen itu menjadi penting karena Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan gangguan ketahanan pangan.


Persoalan sampah turut menjadi perhatian karena berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Pemerintah pun mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari rumah tangga, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle atau 3R, serta pengembangan bank sampah dan berbagai inisiatif berbasis masyarakat.


Masyarakat juga diajak melakukan lima langkah nyata, yaitu mengurangi penggunaan plastik dan barang sekali pakai, membangun budaya hidup sehat dan ramah lingkungan, memanfaatkan sampah secara produktif, melakukan penanaman pohon secara masif, serta memperkuat tata kelola lingkungan.


Partisipasi PT Semen Padang dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan upaya mitigasi perubahan iklim. Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan hidup.


Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari pembangunan Sumatera Barat selama lebih dari satu abad, PT Semen Padang yang merupakan anak perusahaan PT semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, sangat menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan industri, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan. 


“Maka dari itu, keikutsertaan PT Semen Padang dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan melalui program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem,” kata Win.


Menurutnya, dukungan terhadap berbagai kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Sumatera Barat semakin mempertegas peran PT Semen Padang sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan nilai sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.


Win mengatakan, prinsip keberlanjutan telah menjadi salah satu bagian penting dalam operasional perusahaan. Prinsip tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif dan program lingkungan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari rehabilitasi lahan, penghijauan, konservasi sumber daya alam, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat. 


Untuk itu, Win berharap penghargaan dari Pemprov Sumbar tersebut semakin memotivasi perusahaan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembangunan rendah karbon, dan menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Win.(*)



Pesisir Selatan - Beberapa hari ini beredar berita di media online atas dugaan ada praktik penimbunan dan perjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara ilegal itu tidak benar Pihak SPBU sudah menjelaskan sesuai dengan SOP yang Berlaku, Minggu 14 Juni 2026.


Manejemen SPBU Lagan  DIRAL SAPUTRA, S.Pi SPBU 13.256.507 PT. PUNGGASAN LINGGOSARI pihaknya tidak pernah memberikan BBM di luar SOP yang berlaku sepanjang Bardoce dan Kendaraan cocok pihaknya berikan BBM ke Masyarakat 


Pihak SPBU sudah menyampaikan dan Sosialisasi ke Pihak Pemerintah Nagari bagi Nelayan yang membeli BBM dengan Rekomendasi dari Dinas Perikanan Pesisir Selatan.


Terkait antriannya pengisian BBM di karenakan Harga Pertamax naik dan tinggi nya Permintaan BBM Jenis Partalix sehingga antrian lebih banyak dari biasanya.


Terpisah Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra S.IK MH melalui Kasat Reskrim IPTU Ai Am'ar Faradhyba, S.Tr.K. pihak Kepolisian Polres Pesisir Selatan akan tindak pelaku  Soal penindakan BBM ilegal di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, biasanya dilakukan gabungan Polres Pesisir Selatan, Polda Sumbar, sama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga. 


Pola penindakan yang akan di laksanakan diantara nya : Razia SPBU Cek penyaluran BBM subsidi biar tidak diselewengkan ke industri/tambang. Oknum petugas SPBU yang main mata bisa kena pidana.


Penyergapan gudang/penimbunan Polisi target gudang penimbunan solar atau pertalite. Modusnya beli berulang pakai jeriken/barcode palsu.


Sanksi hukum bagi pelaku  dikenakan kena UU No. 22/2001 tentang Migas, ancaman penjara 6 tahun + denda 60 miliar. (*)

 


PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi membuka kegiatan Smart Entrepreneur Expo 2026 yang diselenggarakan Universitas Eka Sakti-Akademi Akuntansi Indonesia (UNES-AAI) Padang di pelataran kampus setempat, Sabtu (13/6/2026).


Kegiatan yang diikuti sekitar 800 mahasiswa yang tergabung dalam 80 kelompok usaha tersebut menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan sekaligus ajang menampilkan berbagai produk inovatif hasil karya mahasiswa.


Pembukaan expo turut dihadiri Rektor UNES-AAI Padang Sufyarma Marsidin, Sekretaris Yayasan UNES-AAI Padang Jusmita Weriza, jajaran rektorat UNES-AAI, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Barat Ivo Fridina, serta ratusan mahasiswa peserta kegiatan.


Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah kewirausahaan yang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa UNES-AAI. Melalui expo tersebut, mahasiswa diberi kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk yang telah mereka kembangkan, mulai dari sektor makanan dan minuman, jasa, hingga berbagai produk barang kreatif hasil inovasi mahasiswa.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan apresiasi tinggi kepada UNES-AAI Padang yang dinilainya konsisten menanamkan semangat kewirausahaan kepada mahasiswa dari berbagai program studi.


Menurutnya, penguatan budaya berwirausaha sejak di bangku kuliah sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.


"Sumatera Barat memiliki tradisi saudagar yang kuat. Tantangan hari ini adalah bagaimana generasi muda tidak hanya memiliki semangat berwirausaha, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar," ujar Fadly Amran.


Fadly menegaskan bahwa kewirausahaan menjadi salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh dan berkembangnya pelaku usaha muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.


Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kota Padang memiliki sekitar 47 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp900 miliar. Sebagian besar aktivitas ekonomi tersebut berasal dari sektor kuliner yang menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian daerah.


Melalui Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas, Pemerintah Kota Padang berkomitmen meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan usaha. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, sertifikasi usaha, inovasi teknologi, hingga penguatan desain kemasan yang lebih modern dan kompetitif.


"Pemko Padang akan terus mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang berdaya saing melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi, inovasi teknologi, dan kemasan yang lebih modern. Kami juga mengajak mahasiswa memanfaatkan program Rumah Wirausaha yang menyediakan pendampingan bisnis, fasilitasi perizinan, promosi, hingga dukungan pengembangan usaha bagi UMKM pemula," katanya.


Menurut Fadly, keberadaan Rumah Wirausaha menjadi salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah bagi generasi muda yang ingin memulai usaha. Melalui program tersebut, mahasiswa dan pelaku usaha pemula dapat memperoleh berbagai layanan pendampingan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.


Sementara itu, Rektor UNES-AAI Padang, Sufyarma Marsidin, mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan salah satu program unggulan kampus yang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.


Menurutnya, Smart Entrepreneur Expo menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena mahasiswa dapat menerapkan secara langsung teori yang diperoleh di ruang kuliah ke dalam praktik bisnis nyata.


"Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kewirausahaan, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pengembangan produk, pemasaran, hingga pengelolaan usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNES-AAI untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja," ujar Sufyarma.


Ia menambahkan, pengalaman langsung dalam mengelola usaha akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun dunia bisnis yang terus berkembang dan berubah dengan cepat.


Di sisi lain, Ketua Pelaksana Smart Entrepreneur Expo 2026, Raja Rima Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan puluhan stand usaha mahasiswa dengan berbagai produk kreatif dan inovatif. Produk yang ditampilkan berasal dari beragam sektor usaha yang dikembangkan oleh mahasiswa selama mengikuti perkuliahan kewirausahaan.


Menurutnya, expo ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk mahasiswa, tetapi juga wadah untuk membangun karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi global.


"Expo ini menjadi sarana membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan siap menghadapi dinamika ekonomi masa depan. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik," ungkap Raja Rima Saputra.


Melalui penyelenggaraan Smart Entrepreneur Expo 2026, UNES-AAI Padang berharap mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing.


Selain menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.


Dengan semangat kolaborasi tersebut, Smart Entrepreneur Expo 2026 tidak hanya menjadi pameran produk mahasiswa semata, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap menjadi pencipta lapangan kerja dan penggerak ekonomi masa depan di Kota Padang maupun Sumatera Barat. (**)

 


Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana alam yang terjadi pada November dan Desember tahun lalu. 


Langkah ini dilakukan guna memastikan pasokan air ke areal persawahan masyarakat kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan kerusakan sejumlah jaringan irigasi pascabencana telah menyebabkan terhambatnya aliran air menuju lahan pertanian warga di beberapa wilayah.


"Terkait dengan kondisi irigasi di Kota Padang pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat," ujar Well Off Sanora di Padang, Jumat (12/6/2026).


Menurutnya, pemulihan jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas utama Pemko Padang sebagai respons atas keluhan petani yang terdampak akibat berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian mereka.


Kerusakan yang ditinggalkan bencana tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen apabila tidak segera ditangani.


Untuk mempercepat pemulihan tersebut, Pemko Padang menjalin sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatra Barat.


Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kerusakan sekaligus memastikan kebutuhan air bagi masyarakat petani dapat segera terpenuhi.


Well Off Sanora menjelaskan, melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan dalam anggaran pergeseran, Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan sebanyak 17 paket pekerjaan fisik khusus irigasi. Saat ini seluruh paket pekerjaan tersebut masih berada pada tahap perencanaan.


"Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran, dan sekarang prosesnya di tahap perencanaan. Dan insyaallah dalam minggu depan itu sudah selesai, dan akan kita lelang pekerjaan fisiknya," katanya.


Selain menyiapkan pekerjaan fisik berskala besar melalui mekanisme lelang, Pemko Padang juga mengambil langkah cepat dengan melaksanakan pekerjaan darurat menggunakan dana operasional dan pemeliharaan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu menunggu proses lelang selesai untuk mendapatkan manfaat perbaikan irigasi.


Menurut Well Off Sanora, pekerjaan fisik melalui anggaran operasional dan pemeliharaan bahkan sudah mulai dikerjakan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani. Program tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana galodo yang melanda tahun lalu.


"Untuk operasional dan pemeliharaan, kita sudah, pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan terhitung sejak DPA pergeseran ditandatangani. Dan itu dikerjakan di daerah-daerah terdampak bencana, seperti di kawasan Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan daerah-daerah lain yang terdampak bencana galodo di tahun lalu," ungkapnya.


Ia menambahkan, intervensi cepat yang dilakukan Pemko Padang melalui kegiatan pemeliharaan tersebut bertujuan untuk memulihkan fungsi saluran irigasi secara bertahap sehingga air dapat kembali mengalir ke sawah-sawah masyarakat.


Dengan pulihnya jaringan pengairan, petani diharapkan dapat segera mengolah lahan mereka dan kembali menjalankan aktivitas pertanian secara optimal.


Pemko Padang berharap seluruh proses perencanaan dan lelang dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai. Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah optimistis pemulihan jaringan irigasi di wilayah terdampak bencana dapat diselesaikan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.


"Harapan kami tentu seluruh jaringan irigasi yang terdampak dapat segera pulih sehingga kebutuhan air untuk sawah masyarakat kembali terpenuhi. Dengan begitu, petani bisa kembali berproduksi secara maksimal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga," tutup Well Off Sanora. (**)



Padang Pariaman – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Endarmi, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal di Jorong Lubuak Napa, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat setempat.


Dalam kesempatan tersebut, Endarmi menegaskan bahwa Nagari Anduriang memiliki potensi wisata yang besar dan perlu terus ditingkatkan nilainya melalui pembangunan sarana dan prasarana yang memadai.


"Nagari Anduriang memiliki berbagai potensi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas, infrastruktur, dan fasilitas pendukung menjadi hal yang sangat penting agar sektor pariwisata dapat berkembang lebih optimal," ujar Endarmi.


Ia juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya terus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Nagari Anduriang, termasuk peningkatan sarana dan prasarana umum, pembangunan akses jalan, serta perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pada tahun lalu.


Menurut Endarmi, potensi wisata unggulan Nagari Anduriang seperti wisata arung jeram dan Air Terjun Pelangi memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, destinasi-destinasi tersebut diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Ketika kunjungan wisata meningkat, maka peluang usaha masyarakat juga akan berkembang, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi hingga sektor ekonomi kreatif lainnya," katanya.


Endarmi menambahkan, saat ini dirinya bertugas di Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat yang bermitra dengan Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lainnya. Posisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang untuk terus mendorong berbagai program pembangunan yang mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.


Dalam sesi diskusi, masyarakat juga menyampaikan sejumlah gagasan pengembangan destinasi wisata baru. Dani, Wali Korong Asam Pulau, mengusulkan pengembangan agrowisata berbasis kebun durian yang dapat dikemas dalam bentuk area berkemah dan penginapan untuk wisatawan.


Sementara itu, perwakilan masyarakat dari Korong Kampuang Tangah menyampaikan rencana pengembangan wisata Anduriang River Tubing dan rafting dengan memanfaatkan potensi alam yang telah dimiliki Nagari Anduriang.


Kegiatan ini 

Kegiatan sosialisasi juga dihadiri oleh Camat 2x11 Kayu Tanam, Wali Nagari Anduriang, para wali korong, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. (**)