SUMBARNET - PT Danantara Asset Management (Persero) menetapkan standar perilaku dan profesionalisme baru bagi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan ini bertujuan memperkuat budaya kerja dan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).


Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE/002/DI-DAM/DO/2025 tentang Pedoman Perilaku dan Profesionalisme Direksi dan Dewan Komisaris. Surat edaran itu ditetapkan di Jakarta pada 31 Oktober 2025 dan ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Danantara Asset Management (Persero), Dony Oskaria.


Pedoman tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Badan Pelaksana BPI Danantara Indonesia dan Kepala Badan Pengaturan BUMN. Melalui kebijakan ini, Danantara menetapkan delapan poin utama yang wajib diterapkan oleh seluruh Direksi dan Dewan Komisaris BUMN.


Poin pertama mengatur standar perilaku dan etika kerja. Pejabat BUMN wajib menjaga integritas dan hadir secara fisik di lokasi operasional (site operation) minimal 50 persen dari hari kerja efektif setiap bulan. Pejabat juga dilarang melibatkan pasangan atau anggota keluarga dalam urusan kedinasan maupun transaksi bisnis.


Poin kedua menekankan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi. Direksi dan Komisaris wajib mematuhi prinsip tata kelola perusahaan serta ketentuan antikorupsi dan gratifikasi KPK. Pelanggaran dapat berujung pada sanksi, mulai dari evaluasi integritas hingga pemberhentian.


Poin ketiga mengatur hubungan dan komunikasi antarorgan perusahaan. Direksi dan Dewan Komisaris harus bersinergi secara profesional sesuai batas kewenangan masing-masing. Ketentuan ini mencegah tumpang tindih peran dan intervensi Komisaris dalam kegiatan operasional sehari-hari.


Poin keempat berkaitan dengan pengelolaan konflik kepentingan. Pejabat wajib menandatangani pernyataan tahunan bebas konflik kepentingan. Mereka juga dilarang memanfaatkan jabatan, informasi internal, atau aset perusahaan untuk keuntungan pribadi maupun keluarga.


Poin kelima mengatur penggunaan fasilitas perusahaan. Pejabat dilarang menggunakan pengawalan patwal untuk kegiatan harian maupun keperluan pribadi. Mereka juga tidak boleh membebankan biaya tambahan fasilitas keluarga kepada perusahaan dan wajib menghindari acara seremonial tanpa nilai tambah.


Untuk perjalanan dinas luar negeri (PDLN), pejabat harus mengajukan izin tertulis kepada Direktur Utama PT Danantara Asset Management (Persero). Pengajuan tersebut wajib dilakukan minimal 14 hari kerja sebelum keberangkatan.


Poin keenam menekankan pengembangan kompetensi dan kepemimpinan. Pejabat BUMN diimbau meningkatkan kemampuan melalui sertifikasi profesional. Mereka juga wajib membangun kolaborasi lintas unit dan melaksanakan mentoring di lingkungan internal perusahaan.


Poin ketujuh mengatur aktivitas media sosial. Pejabat, pasangan, dan anggota keluarga dilarang memamerkan gaya hidup mewah yang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap perusahaan. Mereka juga dilarang terlibat dalam perdebatan politik atau menyampaikan komentar partisan.


Poin kedelapan mengatur aktivitas pribadi. Pejabat tidak boleh menggunakan anggaran atau fasilitas perusahaan untuk menjalankan hobi dan olahraga pribadi. Aktivitas tersebut hanya boleh dilakukan di luar jam kerja.


Seluruh ketentuan dalam pedoman tersebut wajib diterapkan oleh semua anak perusahaan maksimal 30 hari kalender sejak surat edaran diterbitkan.


Melalui delapan poin tersebut, Danantara mendorong penguatan integritas, disiplin, profesionalisme, dan akuntabilitas di lingkungan BUMN. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan perusahaan milik negara. (***)

 


SUMBARNET — Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengingatkan pembangunan Stadion Haji Agus Salim Padang tidak boleh sekadar mengejar tampilan megah. Stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu harus dibangun dengan konstruksi berkualitas tinggi, kokoh, dan tahan gempa agar mampu bertahan hingga 100 tahun.


Pesan tegas itu disampaikan Dony saat meninjau pembangunan Stadion Haji Agus Salim, Padang, Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro.


Dony menegaskan, kualitas struktur dan ketelitian pengerjaan harus menjadi prioritas utama sejak awal pembangunan. Menurutnya, stadion tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur olahraga, melainkan warisan yang akan digunakan dan dinikmati oleh generasi mendatang.


"Jangan main-main dengan strukturnya. Ini warisan yang nanti akan dinikmati oleh berbagai macam generasi kami di Sumatera Barat," kata Dony.


Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan memastikan kekuatan bangunan, termasuk ketahanan terhadap gempa, menjadi perhatian serius.

Dony bahkan berharap Stadion Haji Agus Salim dapat dirancang sebagai fasilitas olahraga yang memiliki usia manfaat hingga satu abad.


"Artinya, sudah cukup lama dan ini mungkin kita bisa berpikir stadion ini untuk 100 tahun. Jadi, pikirkan pembangunannya dengan sepenuh hati, dengan sebaik mungkin. Strukturnya dibuat bagus, dipastikan tahan gempa dan lain sebagainya, untuk jangka panjang," ujarnya.


Jangan Hanya Bagus di Gambar, Dony Soroti Kualitas Pengerjaan


Dony mengingatkan, desain yang menarik tidak akan berarti jika pelaksanaan pembangunan tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.


Menurutnya, kualitas sebuah proyek ditentukan oleh ketepatan eksekusi, ketelitian, serta perhatian terhadap detail konstruksi. Karena itu, kontraktor diminta tidak bekerja sekadar menyelesaikan proyek, tetapi memastikan hasilnya benar-benar berkualitas.


"Membuat gambar juga gampang. Gambarnya dilihat bagus, tetapi kembali lagi eksekusi. Eksekusi itu yang menentukan kita berkualitas atau tidak," tuturnya.


Ia menyebut sejumlah proyek yang dikerjakan perusahaan-perusahaan BUMN telah menunjukkan kemampuan menghasilkan pekerjaan berkualitas. Pengalaman pembangunan hotel di Bali hingga perbaikan sejumlah bandara menjadi contoh yang diharapkan dapat diterapkan dalam pembangunan Stadion Haji Agus Salim.

Dony menegaskan, dirinya tidak ingin stadion yang dibangun di kampung halamannya justru memiliki kualitas yang mengecewakan.


"Apalagi di kampung saya. Saya enggak mau nanti Stadion Agus Salim ini dibangun, tetapi kualitasnya jelek. Saya mau kualitasnya ini menjadi stadion terbaik di Indonesia," katanya.


Untuk memastikan hal tersebut, Dony menyatakan akan terus memantau proses pembangunan. Ia ingin setiap tahapan pengerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi, kualitas material, serta ketelitian dalam pelaksanaan.


Stadion Bersejarah yang Ditargetkan Jadi Ikon Sumbar


Dony juga mengungkapkan Stadion Haji Agus Salim memiliki nilai sejarah tersendiri baginya dan masyarakat Sumatera Barat.

Ia mengingat stadion tersebut mulai digunakan pada 1983 untuk kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Sejak saat itu, stadion telah melewati perjalanan panjang hingga akhirnya memasuki tahap pembangunan kembali.


Menurutnya, perjalanan sekitar 43 tahun tersebut menjadi momentum untuk membangun stadion yang jauh lebih baik, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga kualitas dan daya tahannya.


Dony berharap stadion baru ini kelak menjadi salah satu ikon Sumatera Barat sekaligus kebanggaan masyarakat.


"Saya berharap ini betul-betul nanti dikerjakan dengan sepenuh hati, dengan sebaik mungkin, dengan sedetail mungkin, dan ini menjadi salah satu stadion terbaik yang ada di Indonesia dan kebanggaan bagi kami di Sumbar," ujarnya.


Ia menegaskan, pembangunan Stadion Haji Agus Salim merupakan kesempatan besar bagi Sumatera Barat untuk memiliki fasilitas olahraga yang representatif dan berkualitas tinggi.


Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjadikan kualitas konstruksi sebagai komitmen utama agar stadion tersebut tidak hanya megah saat diresmikan, tetapi juga kokoh, aman, dan tetap membanggakan hingga puluhan tahun mendatang. (***)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID-  Kejaksaan Negeri Kota Bukittinggi Pemusnahan Barang Bukti yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap (INKRACHT). Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis dan unsur terkait lainnya, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Bukittinggi, 27 Oktober 2026.


Kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Fithrah, menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan kali ini, merupakan barang bukti dari 38 perkara yang telah memiliki ketetapan hukum tetap atau inkracht. Dari 38 perkara itu, dimusnahkan barang bukti berupa sabu 97,85 gr, ganja seberat 8,4 kg dan ekstasi 0,44 gr. Selain itu, juga dimusnahkan barang bukti dari sejumlah tindak pidana lainnya.


"Kita berantas pelaku penyalahgunaan narkotika, terutama penyedia atau pengedar. Karena dengan perkembangan zaman, cara mereka untuk mengeluarkan barang haram ini, makin beragam, termasuk melalui aplikasi online. Kita harus bekerjasama untuk memberantas ini dan para pengguna, masukkan mereka ke rehabilitasi," ungkapnya. 


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Bukittinggi atas upaya penegakan hukum dan pemberantasan peredaran narkoba. Pemko Bukittinggi mendukung langkah yang dilakukan Kejaksaan bersama seluruh instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


"Kita sangat mendukung segala upaya yang dilakukan oleh setiap instansi dalam rangka mencegah peredaran narkoba ini," ungkapnya.


Wawako juga menyampaikan, Pemko dan DPRD Bukittinggi juga tengah mengupayakan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba serta memperkuat ketahanan keluarga melalui program Sekolah Keluarga.


"Kita ingin menjadikan keluarga-keluarga kita ini keluarga yang tangguh, yang tidak mudah tergoda oleh rayuan-rayuan narkoba," tutupnya.(**)

 


SUMBARNET - Kegiatan Jejak PengabdiHAN 2026 dari Himpunan Mahasiswa Hukum Administrasi Negara (HIMA HAN) Fakultas Hukum Universitas Andalas resmi dibuka oleh Wali Nagari Sungai Batang, Bapak Ahsin Datuak Bandaro Kayo, di Aula Kantor Wali Nagari pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh perangkat nagari, para wali jorong, serta volunteer Jejak PengabdiHAN.


Dalam sambutannya, Bapak Ahsin mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang terjun langsung ke tengah masyarakat pascabencana. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat sekaligus upaya untuk memberikan kontribusi nyata. "Saya berharap kolaborasi antara Pemerintah Nagari Sungai Batang dan HIMA HAN Fakultas Hukum Universitas Andalas dapat terus berlanjut pada masa mendatang," ujar beliau. 


Ketua Pelaksana Jejak PengabdiHAN 2026, Muhammad Rival, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian secara langsung kepada masyarakat. "Berbagai program telah dirancang agar kehadiran volunteer tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata melalui interaksi dan kerja sama dengan masyarakat setempat," ujar Rival. Pelaksanaan program pengabdian ini juga menjadi bagian dari rangkaian Lustrum XV dan peringatan 75 Tahun Fakultas Hukum Universitas Andalas.


Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Acara, Ramayana Putri, memaparkan sejumlah program kerja yang dilaksanakan selama 4 hari pengabdian, yakni tanggal 22-25 Oktober. Program tersebut meliputi diskusi terbuka bersama Dinas Perkim Kabupaten Agam serta Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas mengenai keberlanjutan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, terdapat kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana bersama BPBD Kabupaten Agam serta pendampingan psikososial bagi siswa SDN 14 Jorong Labuah.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, para volunteer juga menyalurkan donasi kepada masyarakat dan sekolah darurat SDN 14 Jorong Labuah. Selain itu, dilakukan penyerahan bibit tanaman petai kepada masyarakat Nagari Sungai Batang. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung sekaligus mendukung upaya pemulihan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana.


Seluruh rangkaian Jejak PengabdiHAN 2026 resmi ditutup pada Minggu (25/10/2026), di Aula Kantor Wali Nagari Sungai Batang. Penutupan juga dihadiri oleh Pembina HIMA HAN, Dr. Syofiarti S.H, M.Hum dan Kepala Kantor Fakultas Hukum, Yulidar, SH. Dalam kegiatan penutupan tersebut, disampaikan laporan hasil pelaksanaan program kerja sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan. 

Penutupan kegiatan turut diisi dengan penayangan after movie yang mendokumentasikan perjalanan Jejak PengabdiHAN 2026 sejak tahap awal hingga berakhirnya kegiatan. 


Melalui Jejak PengabdiHAN 2026, HIMA HAN Fakultas Hukum Universitas Andalas berharap kegiatan pengabdian ini dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang berkelanjutan bagi Nagari Sungai Batang.


Penulis: Najwa Sabina

 


MENTAWAI, Sumbarnet.id – Semangat gotong royong terus dikobarkan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0319/Mentawai.


Dalam rangka mendukung program sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, personel Satgas TMMD ke-130 hadir bersama warga melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan di  Dusun Kampung, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada  Selasa (27/10/2026).


Kegiatan pembersihan ini menyasar sampah-sampah, rumput liar, dan selokan yang tersumbat di sekitar pemukiman warga. TNI dan warga bahu-membahu membersihkan lingkungan agar terlihat lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditempati.


Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat.


Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan lingkungan merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh semangat gotong royong dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama," ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 terus mendorong semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sejalan dengan tema TMMD ke-130, "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa."


Warga Dusun Kampung pun menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih atas kepedulian Satgas TMMD yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka.(Roby)

 

 

SUMBARNET – Operasi Patuh Singgalang 2026 di wilayah hukum Polres Bukittinggi resmi dimulai pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui operasi kepolisian di bidang lalu lintas ini, Polres Bukittinggi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kapolres Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran serta risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Menurutnya, terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif seluruh pengguna jalan.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum Operasi Patuh Singgalang 2026 untuk semakin memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi persyaratan berkendara, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Kapolres Bukittinggi mengajak para pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, maupun seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan sikap tertib dan saling menghormati selama berkendara.

Tingkatkan Kesadaran dan Disiplin Berlalu Lintas

Kapolres Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa tujuan utama Operasi Patuh Singgalang 2026 bukan semata-mata untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran, melainkan juga membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berada di jalan raya.

Ia berharap, melalui operasi ini, masyarakat semakin memahami bahwa setiap aturan lalu lintas memiliki tujuan untuk melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026 ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas. Patuhi setiap peraturan yang berlaku, lengkapi surat-surat kendaraan, gunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, kenakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil, serta selalu utamakan keselamatan selama berkendara,” demikian imbauan Kapolres Bukittinggi.

Ia juga mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus tumbuh dari kesadaran diri sendiri, bukan hanya karena adanya petugas yang melakukan pengawasan di jalan.

Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas perlu ditanamkan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap pengguna jalan dapat berkontribusi menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Tekan Pelanggaran dan Risiko Kecelakaan

Pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 juga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam berkendara, terutama dengan menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pengguna jalan diimbau untuk tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak melawan arus, tidak berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh sedang lelah atau mengantuk.

Selain itu, pengendara diharapkan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, dan senantiasa menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.

Kapolres Bukittinggi berharap, melalui peningkatan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan menunggu terjadi kecelakaan baru menyadari pentingnya mematuhi aturan. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dengan membiasakan perilaku tertib serta mengutamakan keselamatan di jalan,” kata Kapolres.

Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Kondusif

Selama periode pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026, masyarakat diharapkan mendukung upaya kepolisian dengan menaati seluruh ketentuan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kepatuhan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib, khususnya pada jalur-jalur yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi, kawasan pusat kegiatan masyarakat, serta lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan arus kendaraan.

Polres Bukittinggi juga mengajak para orang tua untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anak dalam berlalu lintas, termasuk memastikan anak yang menggunakan kendaraan telah memenuhi ketentuan hukum dan keselamatan yang berlaku.

Pendidikan tertib berlalu lintas sejak dini dinilai penting untuk membangun generasi pengguna jalan yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan bersama.

Kapolres Bukittinggi menaruh harapan agar pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, bukan hanya selama operasi berlangsung, tetapi juga dalam jangka panjang melalui terbentuknya budaya tertib berlalu lintas.

“Harapan kami, melalui Operasi Patuh Singgalang 2026 ini, masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan merupakan hal yang utama. Mari kita jadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai kebutuhan bersama, sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan kondusif di wilayah hukum Polres Bukittinggi,” harapan Kapolres.

Keselamatan Tanggung Jawab Bersama

Operasi Patuh Singgalang 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan serta memperkuat komitmen dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Keberhasilan operasi ini tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan kepolisian, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas secara konsisten.

Dengan adanya kerja sama yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan potensi pelanggaran dapat diminimalkan, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan kelancaran arus lalu lintas dapat terus terjaga.

Polres Bukittinggi mengajak seluruh pengguna jalan untuk mendukung Operasi Patuh Singgalang 2026 dengan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, mengutamakan sikap saling menghormati, serta selalu mengingat bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan sesama pengguna jalan. (**)

 


SUMBARNET – Kapolres Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan Commander Wish Pagi sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mengantisipasi kemacetan, serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bukittinggi, Senin (26/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat mengalami peningkatan. Pada waktu tersebut, arus kendaraan di sejumlah ruas jalan cenderung lebih padat seiring dengan aktivitas masyarakat yang berangkat bekerja, pelajar menuju sekolah, serta berbagai kegiatan lainnya.

Melalui pelaksanaan Commander Wish Pagi, personel kepolisian diarahkan untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, terutama pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan arus kendaraan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan, mengatur pergerakan kendaraan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Kapolres Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pada pagi hari merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan tugas di lapangan harus dilakukan secara optimal, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, kegiatan Commander Wish Pagi tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, maupun gangguan ketertiban di jalan raya.

“Pelaksanaan Commander Wish Pagi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam mengantisipasi kemacetan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memulai aktivitas pagi dengan aman, nyaman, dan lancar,” kata Kapolres.

Tingkatkan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

Pelaksanaan Commander Wish Pagi menjadi salah satu bentuk komitmen Polres Bukittinggi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang lalu lintas. Dengan kehadiran personel kepolisian pada jam-jam sibuk, diharapkan berbagai potensi permasalahan lalu lintas dapat diantisipasi sedini mungkin.

Pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara terarah juga diharapkan mampu membantu pengguna jalan, baik pengendara kendaraan roda dua, roda empat, angkutan umum, maupun pejalan kaki, agar dapat beraktivitas dengan lebih tertib.

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, personel kepolisian juga diharapkan memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan sikap saling menghormati antarpengguna jalan.

Kapolres Bukittinggi menekankan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian memiliki peran dalam melakukan pengaturan, pengawasan, dan pencegahan, sementara masyarakat juga harus berperan aktif dengan mematuhi aturan serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Upaya Preventif untuk Mencegah Kecelakaan

Pencegahan kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu perhatian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepadatan kendaraan, kurangnya kedisiplinan pengguna jalan, serta perilaku berkendara yang tidak mengutamakan keselamatan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Karena itu, kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu menciptakan situasi lalu lintas yang lebih terkendali sekaligus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berkendara.

Para pengguna jalan diingatkan agar tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak melawan arus, tidak menerobos lampu lalu lintas, serta selalu memperhatikan rambu-rambu dan marka jalan. Pengendara juga diminta menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang tidak hanya bergantung pada kehadiran petugas, tetapi juga tumbuh dari kesadaran setiap individu.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten, Polres Bukittinggi diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan gangguan lalu lintas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Kapolres Harapkan Lalu Lintas Aman, Tertib, dan Lancar

Kapolres Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto berharap kegiatan Commander Wish Pagi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran perjalanan pada pagi hari dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Ia juga mengharapkan seluruh personel yang bertugas senantiasa mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. Petugas di lapangan diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Bukittinggi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami juga berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan melalui langkah-langkah pencegahan dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas,” harap Kapolres.


Lebih lanjut, sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai sangat diperlukan untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang kondusif. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pengaturan dan pengawasan yang dilakukan petugas tidak akan berjalan maksimal.

Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan ikut berkontribusi dengan menjaga ketertiban, mengutamakan keselamatan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu kelancaran atau membahayakan pengguna jalan.

Kegiatan Commander Wish Pagi menjadi wujud upaya Polres Bukittinggi untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui langkah preventif tersebut, diharapkan tercipta situasi lalu lintas yang semakin tertib, aman, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Dengan mengedepankan pelayanan yang profesional dan humanis, Polres Bukittinggi berkomitmen mendukung terwujudnya keamanan dan keselamatan berlalu lintas serta membangun kesadaran bersama bahwa ketertiban di jalan raya merupakan kebutuhan dan tanggung jawab seluruh masyarakat. (**)

 


PAYAKUMBUH – Komando Distrik Militer (Kodim) 0306/50 Kota menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dengan turut hadir dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2026 di Kota Payakumbuh.

Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, diwakili oleh Pasi Ops Kodim 0306/50 Kota, Kapten J ADCK, dalam kegiatan tersebut. Kehadiran perwakilan Kodim menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya bersama lintas instansi dalam meningkatkan disiplin masyarakat saat berlalu lintas serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib.

Apel gelar pasukan merupakan salah satu bentuk kesiapan personel dan sarana pendukung sebelum pelaksanaan operasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan sinergi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026.

Melalui operasi tersebut, upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan kendaraan, tetapi juga menyangkut keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kodim 0306/50 Kota Dukung Peningkatan Disiplin Berlalu Lintas

Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kerja sama dan dukungan dari seluruh unsur terkait agar pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Kesadaran tersebut harus tumbuh dari diri setiap pengguna jalan, bukan semata-mata karena adanya petugas yang melakukan pengawasan.

“Pada prinsipnya, kami dari Kodim 0306/50 Kota mendukung upaya bersama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026 ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas semakin meningkat sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya,” kata Dandim.


Ia juga berharap kegiatan operasi tersebut tidak hanya dipandang sebagai bentuk penegakan aturan, tetapi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara.


Apel Gelar Pasukan Jadi Momentum Pengecekan Kesiapan

Pelaksanaan apel gelar pasukan memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan personel, perlengkapan, dan mekanisme koordinasi sebelum operasi dilaksanakan. Kesiapan tersebut diperlukan agar setiap unsur yang terlibat dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta menjalankan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan operasi kepatuhan lalu lintas, petugas diharapkan dapat mengedepankan pendekatan yang profesional, humanis, dan proporsional. Penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan sosialisasi serta edukasi sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga memahami alasan pentingnya menaati peraturan tersebut.

Kepatuhan berlalu lintas mencakup penggunaan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, pemakaian sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan yang diwajibkan, kepemilikan dokumen kendaraan yang sah, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu dan marka jalan.

Selain itu, pengendara diharapkan tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak melawan arus, tidak berkendara dalam kondisi yang membahayakan, dan senantiasa menjaga kecepatan sesuai ketentuan serta kondisi jalan.

Kebiasaan sederhana tersebut memiliki arti penting dalam mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan pengguna jalan. Oleh sebab itu, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari kegiatan penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Sinergi TNI, Polri, dan Masyarakat untuk Keselamatan Bersama

Kehadiran Kodim 0306/50 Kota melalui Pasi Ops Kapten J ADCK dalam apel gelar pasukan tersebut mencerminkan dukungan institusi TNI terhadap upaya menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat, khususnya dalam bidang lalu lintas.

Sinergi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan operasi. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap unsur dapat berkontribusi sesuai kewenangan dan tugas masing-masing.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga sangat menentukan. Tanpa kesadaran dan kepatuhan dari pengguna jalan, upaya penertiban yang dilakukan aparat tidak akan memberikan hasil optimal dalam jangka panjang.

Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan. Pengendara juga perlu memastikan kondisi kendaraan layak jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen yang diperlukan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Sikap disiplin tersebut perlu dibangun secara konsisten, baik ketika ada operasi kepolisian maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Dandim Harapkan Operasi Berikan Dampak Positif bagi Masyarakat

Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 dapat mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar di wilayah Payakumbuh dan sekitarnya.

Ia juga berharap seluruh pihak dapat mengambil bagian dalam menyukseskan tujuan operasi melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab serta dukungan masyarakat terhadap aturan yang berlaku.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini akan tumbuh kesadaran bersama bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan dan tanggung jawab setiap orang. Mari kita mulai dari diri sendiri, patuhi aturan, utamakan keselamatan, dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Dengan demikian, tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” harapan Dandim terhadap kegiatan tersebut.

Dengan dukungan berbagai unsur dan partisipasi aktif masyarakat, Operasi Patuh Singgalang 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya disiplin berlalu lintas sekaligus menekan potensi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Kodim 0306/50 Kota pada prinsipnya mendukung langkah-langkah koordinatif yang bertujuan menjaga keselamatan masyarakat serta menciptakan situasi wilayah yang kondusif. Melalui semangat kebersamaan dan kepatuhan terhadap aturan, keselamatan berlalu lintas diharapkan menjadi budaya yang terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari. (**)



Pasaman Barat - Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2026 di halaman Mako Polres setempat, Senin (26/10/2026).


Kegiatan itu dipimpin oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H sedangkan sebagai Komandan apel yaitu Kanit Gakkum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Ipda Holpi.


Dalam amanat Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jendral Polisi Jawari yang dibacakan Kapolres mengatakan, apel gelar pasukan bukan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan seluruh personel meliputi sarana prasarana, pola bertindak, dan sinergitas lintas sektoral dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polda Sumatera Barat.


"Operasi ini mengusung tema Polri Bersama Masyarakat Mewujudkan Lantas Yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan," ujarnya.


Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.


"Keberhasilan operasi ini tidak diukur dari jumlah pelanggaran, tetapi meningkatnya kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas dan menurunnya angka kecelakaan," katanya.


Kapolda menekankan sejumlah agenda penting bagi transformasi Polantas ke depan yakni bangun Polantas yang berbasis data dan teknologi, tingkatkan kompetensi dan profesionalisme personel, dan bangun kepercayaan publik melalui integritas dan pelayanan yang berkualitas.


"Semoga Operasi Patuh Singgalang 2026 berjalan dengan baik, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif yang berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya Polisi Lalu Lintas," harapnya.


Sementara itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 dilaksanakan selama 14 hari ke depan, mulai dari tanggal 26 Oktober sampai 8 November 2026.


"Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat," ujarnya.


Adapun tujuh prioritas Operasi Patuh Singgalang 2026 sebagai berikut :

1. Pengendara di bawah umur (tidak memiliki Surat Izin Mengemudi dan belum cukup umur).

2. Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor.

3. Tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sabuk pengaman.

4. Tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sabuk pengaman

5. Melawan arus lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas.

6. Melebihi batas kecepatan yang sudah ditentukan.

7. mengemudi dalam pengaruh alkohol dan mengendarai kendaraan dengan kelengkapan tidak sesuai standar seperti knalpot racing (brong) serta Tanda Nomor Kendaraan Bermotor  (TNKB) tidak sesuai spesifikasi.


Kapolres menekankan kepada seluruh personel yang bertugas agar tetap mengedepankan sikap santun, ramah dan humanis kepada masyarakat selama bertugas di lapangan.


Selalu itu, personel juga diminta untuk  memberikan sosialisasi dan edukasi ke tengah masyarakat maupun kalangan pelajar tentang tertib berlalu lintas selama pelaksanaan operasi.


"Jalin komunikasi dan sinergi bersama unsur TNI dan pemerintah daerah, berikan imbauan tertib berlalu lintas secara langsung ke masyarakat, maupun melalui media sosial, media cetak, daring dan elektronik," ucapnya.


Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Patuh Singgalang 2026. (HumasResPasbar)

 


LIMA PULUH KOTA – Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, melaksanakan pengecekan langsung terhadap pengerjaan Jembatan Beton Merah Putih yang berlokasi di Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Kodim 0306/50 Kota dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengecekan di lapangan ini juga bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pengerjaan jembatan sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata meninjau kondisi pengerjaan jembatan guna mengetahui sejauh mana progres pembangunan yang sedang berlangsung. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan baik serta memberikan hasil yang optimal.

Menurut Dandim, pembangunan Jembatan Beton Merah Putih memiliki arti penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas warga dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Keberadaan jembatan yang memadai diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Jembatan Beton Merah Putih sekaligus memastikan pengerjaannya berjalan sesuai rencana. Kami berharap pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik sehingga nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Letkol Inf Adi Nofriadi Nata.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan tersedianya sarana fisik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur yang baik akan membantu memperlancar pergerakan orang dan barang, mendukung kegiatan perekonomian, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi wilayahnya.

“Tujuan utama dari pembangunan ini adalah membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas sehari-hari. Kami berharap Jembatan Beton Merah Putih dapat menjadi sarana penghubung yang bermanfaat, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dan kegiatan ekonomi dapat berjalan semakin lancar,” tambahnya.

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Keberadaan Jembatan Beton Merah Putih di Nagari Tanjung Gadang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap konektivitas antarwilayah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Jembatan sebagai salah satu infrastruktur penghubung memiliki peranan penting dalam menunjang berbagai kepentingan masyarakat. Selain mempermudah perjalanan warga, keberadaan jembatan yang memadai juga diharapkan dapat membantu kelancaran distribusi hasil pertanian, pengangkutan barang, serta aktivitas perdagangan dan jasa di lingkungan masyarakat.

Dengan akses yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat melakukan berbagai kegiatan dengan lebih mudah dan efisien. Kondisi tersebut juga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, perdagangan, dan usaha lainnya.

Dandim 0306/50 Kota berharap pembangunan jembatan tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan wilayah, sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berharap jembatan ini nantinya dapat memperkuat hubungan antarwilayah, mempermudah akses masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi setempat. Yang paling penting, keberadaan infrastruktur ini harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Kodim 0306/50 Kota Dukung Pembangunan yang Bermanfaat

Pengecekan pembangunan Jembatan Beton Merah Putih tersebut mencerminkan perhatian Kodim 0306/50 Kota terhadap upaya pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui pemantauan langsung di lapangan, perkembangan pengerjaan dapat diketahui secara lebih jelas. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong agar pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Kodim 0306/50 Kota terus mendorong berbagai upaya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan wilayah, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta membantu menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dandim menilai, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Oleh karena itu, ia berharap pembangunan Jembatan Beton Merah Putih dapat terlaksana dengan baik, memperhatikan kualitas pekerjaan, serta menghasilkan infrastruktur yang dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan sesuai dengan peruntukannya.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Setelah selesai nantinya, jembatan ini diharapkan dapat dijaga dan dipelihara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” tegasnya.

Harapkan Manfaat Jangka Panjang bagi Warga

Pembangunan Jembatan Beton Merah Putih di Nagari Tanjung Gadang diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses dan mendukung perkembangan wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dengan tersedianya infrastruktur penghubung yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses yang lebih baik dalam menjalankan kegiatan sosial maupun ekonomi. Kemudahan akses tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, baik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal maupun meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan harapannya agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat dan mampu memberikan hasil yang optimal.

“Kami ingin pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Semoga Jembatan Beton Merah Putih ini nantinya menjadi sarana yang membantu kelancaran aktivitas warga, mempererat konektivitas antarwilayah, serta mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota,” pungkasnya.

Melalui pengecekan langsung tersebut, Kodim 0306/50 Kota menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap pembangunan wilayah dan mendukung tersedianya infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan, pembangunan Jembatan Beton Merah Putih dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi salah satu sarana penunjang aktivitas masyarakat di Nagari Tanjung Gadang dan sekitarnya. (**)