Sumbarnet.id.mentawai – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Direktorat Intelkam (Ditintelkam) Polda Sumatera Barat, Brigadir Deni Hidayat, S.H.


Bertanding pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, Brigadir Deni Hidayat sukses menyumbangkan 1 medali perunggu pada Cabang Olahraga (Cabor) Kickboxing kelas tanding kategori 71 Kg Full Contact yang berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026.


Deni Hidayat, S.H. merupakan buah hasil binaan atlet dari Kick Boxing Indonesia (KBI) Cabang Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Namun, capaian ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Mentawai, tetapi juga ikut mengharumkan nama besar Polda Sumbar di kancah olahraga provinsi.


Perjuangan gigih ditunjukkan oleh Brigadir Deni Hidayat sejak awal pertandingan hingga akhir. Dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin latihan yang konsisten, serta kerja sama tim yang solid, Deni Hidayat mampu bersaing ketat dengan para atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat hingga berhasil merebut posisi ketiga di podium kehormatan.


Capaian gemilang ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Ditintelkam dan keluarga besar Polda Sumbar.


Keberhasilan Brigadir Deni Hidayat, S.H., personel Ditintelkam Polda Sumbar, membuktikan bahwa personel Polri tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas kepolisian dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi dan mengukir tinta perunggu di bidang olahraga profesional Kickboxing (KBI). (Roby)

 


SUMBARNET - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembelian rumah di Kota Padang kini resmi memasuki ranah hukum. Seorang pembeli berinisial JA, yang didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Andes Robensyah, S.H., M.H., telah secara resmi melayangkan laporan kepolisian terhadap pengembang (developer) bernama GH. Kasus ini menyoroti praktik jual beli properti bermasalah yang merugikan konsumen hingga ratusan juta rupiah tanpa adanya iktikad baik selama bertahun-tahun.


Permasalahan ini bermula pada tahun 2021 ketika JA berniat mencari hunian di Kota Padang. Melalui akun Instagram, JA mendapatkan informasi mengenai lokasi perumahan di kawasan Lubuk Lintah dan langsung melakukan survei lapangan. Setelah menceritakan niatnya kepada rekan kerjanya FR, JA kemudian dipertemukan secara langsung dengan GH di sebuah kafe di Jalan Mangunsarkoro kota Padang. Dalam pertemuan tersebut, GH meyakinkan korban dengan menunjukkan dokumen sertifikat induk yang diklaim akan segera dipecah.


Dari pertemuan itu, disepakati transaksi pembelian rumah dengan sistem cash bertahap. JA memilih tipe rumah 36 plus dengan luas tanah 110 meter persegi (lebar 10 meter dan panjang 11 meter), bonus AC kamar setengah PK, serta total harga pembelian senilai Rp375 juta yang dibagi dalam empat tahap pembayaran. Sebagai bentuk komitmen, JA mulai menyetorkan sejumlah dana melalui transfer langsung ke rekening GH. Pembayaran dimulai pada 3 Agustus 2021 sebesar Rp10 juta sebagai uang tanda jadi atau booking, dilanjutkan pada 9 Agustus 2021 sebesar Rp80 juta untuk pembayaran tahap pertama, kemudian 3 September 2021 sebesar Rp90 juta untuk tahap kedua, serta setoran tahap ketiga yang dilakukan dalam dua gelombang yaitu Rp40 juta atas permintaan mendesak terlapor pada 20 September 2021 dan sisa Rp50 juta pada 11 Oktober 2021. Total dana yang telah dikirimkan oleh korban kepada GH mencapai Rp270 juta, di mana sisa pelunasan tahap keempat dijadwalkan baru akan dibayar setelah bangunan rampung 100 persen dan pemecahan sertifikat selesai.


Namun, alih-alih mendapatkan rumah impiannya, JA justru dihadapkan pada rentetan kejanggalan dan pengabaian. Setelah menunggu cukup lama tanpa adanya informasi proaktif mengenai progres pembangunan maupun pemecahan sertifikat, JA mendapati dokumen PDF yang dikirimkan GH menunjukkan bahwa luas tanah pada sertifikat pecahan ternyata hanya 80 meter persegi—jauh dari kesepakatan awal seluas 110 meter persegi. Saat dikomplain, GH berdalih bahwa ukuran tersebut sedang dalam proses pengembalian di instansi terkait. Terlapor bahkan sempat mendesak korban untuk langsung menempati rumah dengan kondisi fisik yang ada dan berjanji akan membantu mengurus kekurangan ukuran kemudian. Karena merasa objek tersebut belum sah menjadi hak miliknya, JA dengan tegas menolak tawaran tersebut.


Tidak lama setelah penolakan itu, GH justru menghilang dan sengaja mengganti nomor telepon genggamnya. Berkat bantuan saksi FR, GH akhirnya berhasil dikontak dan dilacak kembali. Dalam pertemuan tersebut, GH mengakui bahwa tanah itu tidak dapat dikembalikan ke ukuran 110 meter persegi dan secara lisan berjanji akan mengembalikan seluruh uang yang telah diterimanya. Walaupun korban telah memberikan kelonggaran agar pengembalian dana tersebut dapat dicicil, janji tersebut terbukti palsu karena tidak ada pengembalian uang satu rupiah pun selama hampir lima tahun berjalan. 


Situasi semakin memburuk ketika JA mendapatkan informasi dari tetangga depan rumah bernama P serta pemilik nama asli yang tercantum pada sertifikat awal, bahwa objek tanah yang dipersoalkan tersebut ternyata telah dijual secara sepihak kepada pihak lain tanpa pemberitahuan lisan maupun tulisan kepada korban. Upaya mediasi terakhir yang dijadwalkan oleh GH di Painan pada tanggal 1 Oktober 2026 pun kembali berujung mangkir tanpa kabar hingga tanggal 6 Oktober 2026.


Mengingat tidak adanya itikad baik selama bertahun-tahun serta tindakan pengalihan objek tanah secara sepihak, korban bersama tim kuasa hukum akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum formal. Andes Robensyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa laporan polisi telah resmi dimasukkan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ini demi menegakkan keadilan dan memberikan perlindungan hukum bagi konsumen di Kota Padang.(***)

 


DHARMASRAYA – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat dengan menyerahkan zakat yang dihimpun dari personel Polres dan Polsek jajaran sebesar Rp5 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya, Selasa (13/10/2026).


Penyerahan zakat untuk bulan Oktober 2026 tersebut berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Dharmasraya. Zakat diserahkan oleh Ketua UPZ Polres Dharmasraya, Kompol (Purn.) Munafilasmi, didampingi Bendahara UPZ, Aiptu Suwarno Yahman, dan diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Dharmasraya, Z. Lubis, S.Pd., bersama para komisioner Baznas.


Penyaluran zakat ini merupakan bagian dari komitmen Polres Dharmasraya dalam memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melalui pengelolaan dan penyaluran zakat secara terkoordinasi dengan Baznas, diharapkan dana yang dihimpun dari personel kepolisian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak menerimanya.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di lingkungan Polri. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Dharmasraya juga berupaya berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Kapolres: Zakat Menjadi Bentuk Kepedulian Polri terhadap Masyarakat


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melalui Ketua UPZ Polres Dharmasraya menyampaikan bahwa penyaluran zakat personel merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan dan bantuan.


Menurut Kapolres, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah bagi umat Islam, tetapi juga mengandung nilai sosial yang penting dalam membantu meringankan beban masyarakat serta memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama.


“Penyaluran zakat yang dihimpun dari personel Polres dan Polsek jajaran ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap zakat yang disalurkan melalui Baznas dapat dikelola dengan baik dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima,” kata Kapolres.


Kapolres juga menekankan pentingnya menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan kepolisian. Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas penegakan hukum, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan publik, tetapi juga melalui kontribusi positif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.


Dengan demikian, zakat yang dikumpulkan dari personel kepolisian diharapkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta membangun kepercayaan melalui tindakan nyata yang bermanfaat.


Penyaluran Zakat Dilakukan melalui UPZ Polres Dharmasraya


Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Polres Dharmasraya memiliki peran dalam menghimpun zakat dari personel Polres dan Polsek jajaran untuk kemudian disalurkan melalui lembaga pengelola zakat yang berwenang.


Dalam kegiatan penyerahan zakat bulan Oktober 2026 ini, UPZ Polres Dharmasraya menyerahkan dana sebesar Rp5 juta kepada Baznas Kabupaten Dharmasraya. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan penghimpunan dan penyaluran zakat secara terorganisasi.


Keterlibatan Baznas dalam proses tersebut diharapkan mendukung pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus membantu memastikan pendistribusian dana sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima zakat. (**)



PASAMAN BARAT – Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud), Kapolsek Talamau, serta pelantikan Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Polres Pasaman Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran jabatan, peningkatan kinerja, serta penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Upacara sertijab dan pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Polres Pasaman Barat untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta meningkatkan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pergantian jabatan sebagai bagian dari proses pembinaan organisasi. Melalui mekanisme tersebut, diharapkan setiap pejabat yang menerima amanah baru mampu menghadirkan semangat, inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.

Pergantian jabatan di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga bentuk kesinambungan kepemimpinan dan upaya organisasi untuk memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan secara optimal, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penyegaran Organisasi dan Peningkatan Kinerja

Sertijab Kasat Polairud dan Kapolsek Talamau menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja dan wilayah.

Sebagai satuan yang memiliki tugas di bidang kepolisian perairan dan udara, Polairud mempunyai peran penting dalam mendukung pemeliharaan keamanan di wilayah perairan, melakukan upaya pencegahan gangguan kamtibmas, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan.

Sementara itu, kepemimpinan di tingkat Polsek memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Kapolsek dituntut mampu memahami karakteristik wilayah, membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, serta merespons setiap potensi gangguan keamanan secara cepat, tepat, dan terukur.

Melalui pergantian pejabat tersebut, diharapkan pelaksanaan tugas di lingkungan Polres Pasaman Barat semakin efektif, koordinasi antarsatuan semakin kuat, dan kehadiran Polri di tengah masyarakat semakin dirasakan manfaatnya.

Pelantikan Kasiwas untuk Memperkuat Pengawasan Internal

Selain melaksanakan sertijab Kasat Polairud dan Kapolsek Talamau, Kapolres Pasaman Barat juga melantik Kasiwas Polres Pasaman Barat.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi pengawasan internal dalam organisasi kepolisian. Fungsi pengawasan memiliki peran penting untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan ketentuan, prosedur, serta standar operasional yang berlaku.

Melalui pengawasan yang efektif, setiap pelaksanaan tugas diharapkan dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan akuntabel. Pengawasan juga menjadi instrumen penting untuk mendorong peningkatan disiplin personel sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kehadiran pejabat yang mengemban fungsi pengawasan diharapkan mampu mendukung terciptanya tata kelola organisasi yang lebih baik, sekaligus mendorong seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Tekankan Amanah, Profesionalisme, dan Pelayanan Masyarakat

Dalam arahannya, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.

“Serah terima jabatan dan pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tugas. Saya berharap pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik tugas dan wilayahnya, serta melanjutkan hal-hal positif yang telah dilaksanakan oleh pejabat sebelumnya,” kata Kapolres.

Kapolres juga diharapkan menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut arah kebijakan tersebut, keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari kemampuan menangani gangguan keamanan, tetapi juga dari kemampuan melakukan pencegahan, membangun komunikasi, serta memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat.

“Saya berharap seluruh pejabat dan personel dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, mengedepankan pendekatan yang humanis, serta bekerja secara profesional dan proporsional. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga setiap persoalan dapat diantisipasi dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Harapan untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

Kapolres Pasaman Barat juga diharapkan mengingatkan seluruh pejabat agar menjadikan jabatan yang diemban sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Setiap pejabat dituntut mampu menunjukkan kepemimpinan yang baik, menjadi teladan bagi anggota, serta mendorong terciptanya budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil.

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, seluruh personel juga diharapkan tidak mengabaikan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat, peningkatan kegiatan preventif, serta penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional dan berkeadilan.

Di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin baik, institusi kepolisian dituntut terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sumber daya manusia, pola pelayanan, maupun pengawasan internal.

Karena itu, sertijab dan pelantikan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pergantian pejabat semata, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat semangat pengabdian dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di lingkungan Polres Pasaman Barat.

Perkuat Sinergi untuk Menjaga Kamtibmas

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor yang sangat penting.

Kolaborasi yang baik dapat membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini, mempercepat penanganan persoalan di tengah masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Pejabat yang baru menerima amanah diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Khususnya dalam pelaksanaan tugas di wilayah perairan maupun wilayah kecamatan, pemahaman terhadap kondisi geografis, karakteristik masyarakat, serta persoalan yang berkembang di lapangan menjadi modal penting untuk menentukan langkah kerja yang efektif.

Dengan demikian, setiap satuan kerja diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal dan saling mendukung dalam mewujudkan situasi keamanan yang kondusif.

Komitmen Memberikan Pelayanan Terbaik

Melalui pelaksanaan sertijab Kasat Polairud, Kapolsek Talamau, dan pelantikan Kasiwas, Polres Pasaman Barat diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., diharapkan terus mendorong seluruh jajarannya untuk menjadikan profesionalisme, integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai landasan utama dalam bertugas.

“Harapan saya, melalui pergantian jabatan dan pelantikan ini, kinerja organisasi semakin meningkat, soliditas internal tetap terjaga, dan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga nama baik institusi, dan jadikan kepercayaan masyarakat sebagai motivasi untuk terus berbenah,” harap Kapolres.

Dengan semangat penyegaran organisasi dan penguatan pengawasan internal, Polres Pasaman Barat diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

Pergantian jabatan pada akhirnya bukan hanya tentang perubahan posisi dan tanggung jawab, tetapi juga tentang kesinambungan pengabdian, peningkatan kualitas kerja, serta komitmen untuk menghadirkan institusi kepolisian yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - Polres Pesisir Selatan menggelar kegiatan Jumat Keliling di Masjid Agung Al Amilin, Painan, Jumat (16/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Pesisir Selatan Kompol H. Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan menekankan pentingnya sinergi Tungku Tigo Sajarangan dalam mencegah penyakit masyarakat (pekat).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Dalam kesempatan itu, Wakapolres Pesisir Selatan juga menyampaikan salam hormat dari Kapolri Jenderal Polisi Dr. H.C. Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si., serta Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H.


Di hadapan jemaah Masjid Agung Al Amilin, Kompol H. Syafrizen mengajak masyarakat untuk memperkuat peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam membentengi generasi muda dari berbagai bentuk penyakit masyarakat.


Menurutnya, falsafah Minangkabau “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin” memiliki makna penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai adat serta agama.


“Tungku Tigo Sajarangan merupakan wujud sinergi antara Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai dalam membimbing anak kemenakan serta menjaga ketenteraman nagari. Karena itu, peran seluruh unsur masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah berbagai persoalan sosial,” ujarnya.


Ia menjelaskan, sejumlah bentuk penyakit masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama di antaranya penyalahgunaan narkoba, perjudian daring atau online, peredaran dan penyalahgunaan minuman keras, prostitusi, serta aksi premanisme.


Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Diperlukan keterlibatan aktif keluarga, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap aman serta generasi muda terhindar dari pengaruh negatif.


Kompol H. Syafrizen juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.


“Jangan biarkan generasi muda kita rusak oleh narkoba dan perjudian online. Mari kita bersama-sama menjaga anak kemenakan agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang baik,” pesannya.


Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas maupun kantor polisi sektor (Polsek) terdekat.


Ia menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan kepolisian menjadi salah satu kunci dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.


Menutup penyampaiannya, Wakapolres mengingatkan jemaah pada pepatah adat Minangkabau, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.” Pepatah tersebut, menurutnya, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk menjaga keamanan nagari.


“Keamanan nagari adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Kabupaten Pesisir Selatan yang aman, damai, dan bermartabat melalui sinergi seluruh unsur masyarakat,” tuturnya.


Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, Polres Pesisir Selatan berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencegah penyakit masyarakat dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat!

 


Padang, – Pemerintah Kota Padang mulai merevitalisasi kawasan Kota Tua untuk menghidupkan kembali wajah bersejarah kota. Kawasan Pondok dan Muaro menjadi bagian penting dari penataan tersebut.


Revitalisasi ini menghidupkan kembali perhatian terhadap kawasan yang pernah menjadi pusat perdagangan di Sumatra’s Westkust atau Pantai Barat Sumatra. Namun, pelaksanaannya membutuhkan pengawasan agar proyek berjalan sesuai jadwal.


Wartawan senior sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi, mengulas sejarah dan perkembangan penataan tersebut melalui tulisan berjudul Klein Nederland te Padang: Kota Tua, Pondok dan Muaro. Tulisan itu terbit di Singgalang.co.id pada Jumat (16/10/2026).


Khairul mengungkapkan, gagasan revitalisasi Kota Tua Padang sudah muncul sejak dirinya masih menjadi reporter. Namun, rencana tersebut membutuhkan waktu panjang hingga mulai diwujudkan sekarang.


“Waktu saya masih reporter rencana revitalisasi kota tua sudah disampaikan. Tapi, Padang yang makin berumur rencana tak juga jadi kenyataan,” tulis Khairul.


Menurutnya, kawasan Pondok dan sekitarnya memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan Padang. Berbagai toko, gudang, kantor, dan usaha pernah memenuhi kawasan tersebut.


Catatan sejarah turut memperkuat gambaran itu. Surat kabar Sumatra-Courant edisi 15 September 1899 memuat iklan sejumlah usaha yang beroperasi di Pondok.


Salah satunya, Chatelin & Co., yang menawarkan obat berbahan kina untuk malaria dan demam. Sementara itu, C. Wattiez mempromosikan jasa penjilidan buku dengan menonjolkan kualitas pekerjaan dan harga terjangkau.


Khairul juga merujuk surat kabar Soenting Melajoe edisi 23 November 1912. Koran yang berkaitan dengan jurnalis perempuan pelopor, Ruhana Kudus, itu memberitakan perpindahan toko dan percetakan Orang Alam Minangkabau dari Pondok ke kawasan Pulau Air.


Berbagai catatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi dan pers di kawasan itu telah berkembang sejak masa kolonial. Aktivitas perdagangan bahkan terhubung dengan kawasan pelabuhan dan jalur kereta api.


Peta Padang yang disusun Topographisch Bureau pada 1885 juga mencatat keberadaan gudang kopi, gudang garam, kantor lelang, dan kas negara. Peta tersebut diterbitkan pada semester pertama 1889.


Penataan Jalan dan Bangunan Bersejarah


Dalam peninjauannya, Khairul menggambarkan pekerjaan revitalisasi yang berlangsung di Jalan Klenteng dan Jalan Muaro. Kedua ruas tersebut masuk Paket 4 Jalan Kota Tua.


Pekerjaan itu mencakup penataan permukaan jalan menggunakan batu andesit. Kontraknya dijadwalkan berakhir pada 12 November 2026.


Saat mengamati lokasi, Khairul melihat pekerja mengupas aspal lama menggunakan ekskavator. Sejumlah bangunan tua masih berdiri di sepanjang jalan, dengan kondisi dinding mengelupas dan atap berkarat.


Ia juga menyoroti keberadaan kabel listrik dan telepon yang melintang di atas jalan. Rencana penempatan kabel bawah tanah menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki tampilan kawasan.


Namun, Khairul mengingatkan pemerintah agar menjaga kesinambungan pekerjaan. Ia tidak ingin penataan kawasan bersejarah berhenti karena keterbatasan anggaran.


“Jangan terbengkalai pula, Pak Wali,” tulisnya saat mengingatkan pentingnya keberlanjutan proyek.


Khairul mengusulkan nama Klein Nederland te Padang untuk kawasan tersebut. Istilah berbahasa Belanda itu menjadi gagasan penamaan yang merujuk pada karakter historis Kota Tua Padang.


Revitalisasi Menjangkau Pasar Raya dan Pantai Padang


Selain Kota Tua, Khairul mengulas sejumlah pekerjaan penataan di pusat Kota Padang. Pekerjaan tersebut mencakup kawasan Pasar Raya dan Pantai Padang.


Di Pasar Raya, pemerintah menata kembali kawasan air mancur dengan membangun taman dan kolam. Pekerjaan itu dijadwalkan selesai pada 28 Desember 2026.


Khairul mencatat progres pekerjaan tersebut mencapai 23,3 persen pada minggu ke-14. Capaian itu masih berada di bawah target rencana sebesar 30,6 persen.


Pekerjaan lain berlangsung di basement Blok 2 dan 3 Pasar Raya. Penataan meliputi perbaikan lantai, pengecatan, saluran air, serta fasilitas bagi pedagang.


Hingga minggu ke-13, progres pekerjaan basement mencapai 92,75 persen. Proyek tersebut dijadwalkan berakhir pada 30 Oktober 2026.


Sementara itu, penataan jalan di sekitar Pasar Raya mencakup Jalan Sandang Pangan, Hiligoo, Bundo Kanduang, Pasar Raya, dan Permindo. Khairul mencatat progresnya baru mencapai 11,22 persen pada minggu ke-13, dibandingkan target 20,54 persen.


Di kawasan Pantai Padang, pemerintah menata taman dan area parkir di Jalan Samudera. Pekerjaan tersebut meliputi pembentukan pelataran, jalur pejalan kaki, serta fasilitas pendukung kawasan pantai.


Progres taman dan parkir mencapai 61,07 persen pada minggu ke-12. Sementara itu, pekerjaan trotoar Jalan Samudera dari Simpang Hangtuah hingga Olo Ladang baru mencapai 8,02 persen pada minggu ke-13.


Berbagai pekerjaan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah memperbaiki ruang publik sekaligus memperkuat daya tarik kawasan kota.


Khairul menilai penataan fisik perlu diikuti perawatan dan pengelolaan yang konsisten. Kawasan yang telah diperbaiki membutuhkan pengawasan agar tidak kembali semrawut.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Padang sebagai kota yang memiliki sejarah panjang, meski menghadapi berbagai tantangan perkotaan.


“Mantunlah Padang, kota yang dilamun-lamun ombak,” tulis Khairul menutup refleksinya tentang kota yang terus bertumbuh di tengah perubahan zaman. (***)

  


SUMBARNET – Banjir yang kembali melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 menunjukkan perlunya penanganan berbasis daerah aliran sungai (DAS). Kondisi pegunungan, karakteristik tanah, jaringan sungai, dan dinamika sedimen turut memengaruhi risiko banjir di kawasan permukiman.


Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Dian Fiantis, M.Sc., dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, serta Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand), Padang.


Dian juga merupakan pengurus dan anggota Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI). Pemikirannya mengenai banjir Padang tersebut dipublikasikan melalui situs resmi Universitas Andalas, unand.ac.id pada Rabu, (14/10/2026).


Dalam kajiannya, Dian menyoroti banjir yang merendam Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun dan Kampung Guo di Kecamatan Kuranji. Kedua kawasan tersebut kembali menghadapi ancaman banjir yang berkaitan dengan kondisi geografis dan aliran sungai.


Bagi warga Lumin Park, kejadian pada 10 Oktober 2026 bukan pengalaman pertama. Kawasan tersebut juga terdampak banjir pada 26–27 November 2025.


Pengamatan lapangan menunjukkan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter. Sejumlah kendaraan bahkan terseret menuju bagian belakang kompleks yang berdekatan dengan sungai.


“Ancaman banjir di Padang bukan hanya persoalan hujan lebat, tetapi juga berkaitan dengan kondisi pegunungan, jaringan sungai, karakteristik tanah, dan dinamika sedimen,” tulis Dian dalam kajiannya.


Lereng Curam Mempercepat Aliran Air


Dian menggunakan Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) untuk menjelaskan karakteristik topografi Kota Padang. Data tersebut membantu mengidentifikasi elevasi, kemiringan lereng, lembah, dan jalur aliran air.


Analisis pada resolusi 30 meter menunjukkan sekitar 48,84 persen wilayah daratan valid dalam cakupan data memiliki kemiringan lebih dari 15 derajat.


Pada zona elevasi 500–1.000 meter, sekitar 78,66 persen wilayahnya memiliki kemiringan lereng lebih dari 15 derajat.


Menurut Dian, kondisi lereng tersebut berpotensi mempercepat konsentrasi aliran menuju lembah saat hujan lebat. Namun, intensitas hujan, infiltrasi tanah, tutupan vegetasi, dan kelembapan tanah juga memengaruhi besarnya limpasan.


Analisis yang sama menunjukkan Perumahan Lumin Park berada pada elevasi sekitar 36,1 meter di atas permukaan laut. Kemiringan lerengnya hanya 0,62 derajat.


Sementara itu, Kampung Guo berada pada elevasi sekitar 22,7 meter dengan kemiringan 1,17 derajat.


Kedua kawasan tersebut merupakan dataran relatif landai. Namun, air dari kawasan pegunungan tetap dapat mengalir menuju permukiman melalui jaringan sungai.


Lumin Park berkaitan dengan sistem Batang Lubuk Minturun dan Batang Aia Dingin. Adapun Kampung Guo berhubungan dengan sistem sungai di kawasan Kuranji.


Dian menegaskan bahwa kedua lokasi tersebut memiliki jaringan aliran dan daerah tangkapan air yang berbeda.


Pengamatan di Lumin Park juga menunjukkan air banjir masuk dari arah timur melalui kawasan sungai di belakang permukiman. Temuan ini mengindikasikan luapan sungai berperan dalam kejadian tersebut.


Sedimen Dapat Mengurangi Kapasitas Sungai


Selain aliran air, Dian menyoroti material tanah dan batuan yang terbawa dari kawasan pegunungan.


Material tersebut dapat berasal dari erosi permukaan, longsoran lereng, pengikisan tebing sungai, serta endapan yang kembali terangkut arus.


Ketika energi aliran meningkat, air dapat membawa pasir, kerikil, hingga bongkah batu menuju hilir. Sebaliknya, material dapat mengendap ketika kecepatan aliran menurun.


Akumulasi sedimen berpotensi mengubah penampang sungai dan mengurangi kapasitas alirannya. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko luapan ketika debit sungai kembali naik.


Pengamatan setelah banjir Oktober 2026 menemukan material kasar di sekitar alur sungai Lumin Park.


Meski demikian, Dian mengingatkan bahwa volume material, sumber sedimen, dan tingkat pendangkalan sungai belum dapat dipastikan. Peneliti masih memerlukan survei penampang sungai dan pengukuran sedimen.


Kerusakan Lingkungan Hulu Perlu Dikaji


Dian juga menjelaskan bahwa perubahan penggunaan lahan dapat memengaruhi respons hidrologi daerah aliran sungai.


Pembukaan hutan, pembangunan jalan pada lereng, dan aktivitas yang mengganggu kestabilan tanah berpotensi meningkatkan limpasan serta erosi.


Namun, ia menilai penyebab banjir tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan perubahan tutupan lahan.


Perbandingan citra Sentinel-2 sebelum dan sesudah banjir November 2025 di Batang Lubuk Minturun memperlihatkan indikasi bertambahnya area terbuka di sekitar alur sungai.


Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan erosi, endapan banjir, ataupun aktivitas penggunaan lahan.


Karena itu, Dian menilai penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan hubungan antara kondisi lingkungan hulu dan banjir yang kembali terjadi.


Analisis perlu mencakup perubahan tutupan lahan, karakteristik tanah, curah hujan, serta dinamika sedimen.


Pengelolaan DAS dan Peringatan Dini


Dian mendorong penanganan banjir melalui pengelolaan DAS secara menyeluruh. Pemeriksaan kapasitas sungai, kestabilan tebing, kondisi jembatan, dan titik pertemuan anak sungai menjadi langkah penting.


Di kawasan hulu, perlindungan vegetasi dan pengendalian aktivitas pada lereng rentan perlu diperkuat.


Sementara itu, pemerintah perlu mempertimbangkan karakteristik dataran banjir dalam penataan ruang kawasan hilir.


Dian juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini berbasis curah hujan dan tinggi muka air sungai. Integrasi DEMNAS, data hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM), citra Sentinel-2, dan pengamatan lapangan dapat membantu mengidentifikasi kawasan rawan.


Meski banjir berulang meningkatkan kewaspadaan, probabilitas kejadian berikutnya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan riwayat banjir. Perhitungan tersebut memerlukan data hujan dan debit jangka panjang serta pemodelan hidrologi dan hidraulika.


“Banjir mungkin tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi kerusakan dan korban akibat banjir bukan sesuatu yang harus terus berulang tanpa upaya pencegahan,” tulis Dian.


Ia mengingatkan bahwa tanah berperan penting dalam sistem hidrologi. Tanah mengatur infiltrasi, penyimpanan air, limpasan, dan erosi.


Karena itu, pengurangan risiko banjir di Kota Padang membutuhkan pengelolaan DAS, penataan ruang, penguatan sistem peringatan dini, dan kesiapsiagaan masyarakat. (***)



SUMBARNET - Kontingen Kick Boxing Kabupaten Kepulauan Mentawai berhasil membawa pulang 9 medali diantaranya 3 medali emas, 2 Perak dan 4 Perunggu kategori kreatif pom pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Pelatih Kick Boxing Roby Wilson menyebutkan Alhamdulillah, Kick Boxing Mentawai peringkat ketiga emas terbanyak setelah Padang dan kota Solok, ujar Pelatih Kick Boxing Roby Wilson. Selasa (13/10/2026)


Ia menyampaikan hasil tersebut melalui laporan resmi kepada Ketua KONI Kepulauan Mentawai.
Raihan prestasi tiga medali ini menjadi hasil perjuangan atlet Kick Boxing dan menambah peringkat Mentawai dalam persaingan tingkat provinsi sekaligus menambah catatan prestasi kontingen daerah pada Porprov XVI Sumbar 2026.


Adapun data yang ikut dalam ajang Porprov dari Pengcab Kick Boxing, ARIF RAHMAT DAUT – Pendamping KONI MENTAWAI, ROBY WILSON– Pelatih, Marpides Delsakti – Official.


Data atlit yakni Deni Hidayat – Kelas Tanding / Kategori: 71 KG / FULL CONTACT, Asli Prima – Kelas Tanding / Kategori: 67 / LOW KICK, Fahri Rahman – Kelas Tanding / 55 KG Kategori: LIGHT CONTACT, Fathan Mubina Alvari – Kelas Tanding / Kategori: CREATIVE FORM [OPEN HAND] – Individual, Yumna Syakira Anggraini – Kelas Tanding / Kategori: CREATIVE FORM [OPEN HAND] – Individual, Resqhi Java Azis – Kelas Tanding / 55 KG Kategori: FULL CONTACT, Mesya – Kelas Tanding / 48 Kategori: KICK LIGHT, Jahrizal – Kelas Tanding / 51 KG Kategori: LOW KICK, Muhammad Dzakki Asrafil – Kelas Tanding / Kategori: 48 KG / KICK LIGHT, Afdal Pratama – Kelas Tanding / Kategori: 60 KG / FULL CONTACT, M. Sadiq – Kelas Tanding / Kategori: 51 KG / Light contact.


Dalam hal ini Pelatih kickboxing mentawai Roby Wilson turut apresiasi kerja keras attlet kickboxing mentawai selama berbulan-bulan latihan yang digeluti oleh atlit sebelum Perhelatan Porprov tahun ini.


Berharap kedepannya kickboxing mentawai lebih baik lagi dari sebelumnya, tentu tidak lepas juga dukungan pemerintah dan KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai agar Cabor kickboxing Mentawai lebih banyak memperoleh medali dan prestasi di ajang tinggat nasional. (**)



DHARMASRAYA – Dalam upaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Polsek Koto Baru, Polres Dharmasraya, mengajak perangkat nagari, ninik mamak, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Koto Baru, IPTU Al-Furqon, S.H., dan dihadiri Wali Nagari Sialang Gaung, Aries Gunawan, S.E., Ketua BAMUS, S.H., ninik mamak, serta perangkat nagari setempat.

Pertemuan ini menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dukungan masyarakat, peran pemangku adat, serta keterlibatan pemerintah nagari dinilai sangat penting untuk mencegah masuk dan berkembangnya peredaran narkotika di tengah kehidupan masyarakat.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melalui Kapolsek Koto Baru, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen, kepedulian, dan kerja sama dari seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda, mengganggu ketenteraman keluarga, serta menimbulkan berbagai persoalan sosial. Karena itu, diperlukan langkah bersama yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan, edukasi, dan penguatan kepedulian sosial.

“Pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah nagari, ninik mamak, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Dengan kebersamaan, kita berharap peredaran narkoba dapat dicegah sejak dini dan masyarakat semakin berani mengambil peran dalam menjaga lingkungannya,” kata Kapolres Dharmasraya melalui Kapolsek Koto Baru.

Kapolres juga menekankan bahwa keterlibatan tokoh adat dan perangkat nagari memiliki arti penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Sebagai unsur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga, mereka diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba, terutama kepada kalangan generasi muda.

Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memahami bahwa bahaya narkoba bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga ancaman terhadap masa depan keluarga, ketahanan sosial, dan kualitas sumber daya manusia.

Peran Ninik Mamak dan Pemerintah Nagari Sangat Penting

Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, ninik mamak memiliki kedudukan penting dalam membimbing anak kemenakan serta menjaga nilai-nilai adat dan kehidupan sosial. Peran tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda.

Ninik mamak bersama perangkat nagari, tokoh masyarakat, dan unsur terkait diharapkan terus membangun komunikasi dengan warga, memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, serta mendorong terciptanya lingkungan yang peduli terhadap keselamatan generasi penerus.

Selain itu, pemerintah nagari diharapkan dapat memperkuat kegiatan sosial yang positif, membangun ruang partisipasi bagi generasi muda, dan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkoba sekaligus mencegah masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Kapolres Harapkan Masyarakat Aktif Melaporkan Dugaan Peredaran Narkoba

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro juga mengharapkan masyarakat tidak bersikap apatis apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

Warga diimbau segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu aparat dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan dan mengambil langkah pencegahan maupun penegakan hukum secara tepat.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba. Setiap informasi yang disampaikan akan sangat berarti dalam mendukung upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi melalui jalur yang tepat serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” kata Kapolres melalui Kapolsek Koto Baru.

Ia juga berharap terbangun hubungan yang semakin kuat antara kepolisian dan masyarakat, sehingga komunikasi dan pertukaran informasi dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman narkoba, dapat diantisipasi sedini mungkin.

Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba

Upaya pencegahan narkoba juga perlu diarahkan pada pembinaan generasi muda. Keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh adat, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkotika serta mendorong anak-anak dan remaja mengembangkan kegiatan yang sehat dan produktif.

Kepedulian terhadap pergaulan, keterbukaan komunikasi dalam keluarga, serta tersedianya kegiatan positif bagi generasi muda merupakan beberapa langkah yang dapat memperkuat perlindungan dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Dharmasraya berharap kegiatan yang melibatkan unsur pemerintahan nagari, ninik mamak, dan masyarakat tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan atau imbauan, tetapi dapat dilanjutkan dengan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Harapannya, seluruh elemen masyarakat semakin memahami bahwa menjaga nagari dari ancaman narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi, keberanian, dan kepedulian.

Melalui kegiatan ini, Polres Dharmasraya melalui Polsek Koto Baru menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah nagari, pemangku adat, tokoh masyarakat, dan warga dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Dengan terjalinnya kerja sama yang kuat antara kepolisian dan seluruh unsur masyarakat, Nagari Sialang Gaung diharapkan semakin mampu membangun lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba.

Pesan utama yang ingin ditegaskan adalah bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kepedulian bersama, peran aktif masyarakat, serta komitmen berkelanjutan untuk melindungi generasi muda dan mewujudkan Dharmasraya yang aman serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (**)



SUMBARNET - Danantara Indonesia Trust memperluas akses pendidikan tinggi melalui Beasiswa Asa Nusantara 2026 yang menyasar mahasiswa baru di empat perguruan tinggi, termasuk Universitas Andalas (UNAND). Program ini menyediakan bantuan biaya hidup, Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta pengembangan kapasitas mahasiswa selama delapan semester.


Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust bertajuk “One Year of Danantara Indonesia Trust: From Commitment to Action, Catalyzing Partnership, Lasting Change”, Kamis (15/10/2026). Kegiatan berlangsung secara hybrid dan mempertemukan berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan dampak berkelanjutan.


Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., menghadiri kegiatan secara langsung. Sementara itu, UNAND mengikuti acara secara daring melalui Kepala Subdirektorat Administrasi, Informasi, dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan, Dr. Muhammad Yusra, S.IP., MA.


Sebanyak 50 mahasiswa UNAND penerima Beasiswa Asa Nusantara turut mengikuti kegiatan tersebut. Partisipasi mereka menjadi bagian dari kolaborasi antara Danantara Indonesia Trust dan UNAND dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa.


Danantara Indonesia Trust menghadirkan Beasiswa Asa Nusantara 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa baru angkatan 2026. Program ini tidak hanya membantu pembiayaan kuliah, tetapi juga mendorong pengembangan potensi dan kompetensi penerima beasiswa.


Pelaksanaan program melibatkan empat perguruan tinggi, yakni Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia. Masing-masing perguruan tinggi memperoleh kuota sebanyak 200 penerima beasiswa.


Program ini menyediakan bantuan biaya hidup dan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Penerima beasiswa juga berkesempatan mengikuti program capacity building yang diselenggarakan Danantara Indonesia Trust maupun perguruan tinggi terkait.


Kegiatan pengembangan kapasitas tersebut direncanakan berlangsung satu kali setiap semester. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan mengembangkan potensi selama menjalani pendidikan tinggi.


Kepala Subdirektorat Administrasi, Informasi, dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UNAND, Dr. Muhammad Yusra, S.IP., MA, menjelaskan bahwa program ini memiliki kriteria penerima tertentu.


Sasaran program mencakup mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mahasiswa yang terdampak bencana, termasuk bencana galodo pada 2025, juga masuk dalam kelompok sasaran.


Selain itu, program ini memberikan perhatian kepada mahasiswa yang menjadi generasi pertama dalam keluarga inti untuk menempuh pendidikan tinggi. Penyandang disabilitas turut menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam program beasiswa tersebut.


Beasiswa Asa Nusantara diberikan selama delapan semester atau setara dengan empat tahun masa perkuliahan. Durasi tersebut memungkinkan penerima memperoleh dukungan pendidikan sepanjang masa studi normal.


Selain bantuan finansial, pengembangan kapasitas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Pendekatan ini diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan diri.


Danantara Indonesia Trust menempatkan tata kelola yang baik sebagai landasan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Selain pendidikan, lembaga ini juga berfokus pada penguatan sektor kesehatan serta penyediaan air bersih dan sanitasi.


Melalui Beasiswa Asa Nusantara 2026, Danantara Indonesia Trust memperkuat kontribusinya dalam mendukung akses pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan UNAND dan perguruan tinggi lainnya diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk menyelesaikan pendidikan dan berkontribusi bagi masyarakat. (***)