PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).  


Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Padang, Koswara, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aie Pacah, Kamis (16/4/2026).


Fadly Amran menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, khususnya terkait penegakan hukum, pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, hingga tindakan hukum lainnya.


“Kerja sama ini penting untuk mengantisipasi dan menangani berbagai persoalan hukum di lingkungan Pemko Padang, sekaligus meningkatkan efektivitas perlindungan aset dan keuangan daerah,” ujarnya.


Fadly Amran menambahkan, sinergi ini juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Amanah yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, kredibel, dan akuntabel.


Menurutnya, dinamika regulasi yang terus berkembang, ditambah tantangan era digital, menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam setiap pengambilan kebijakan.


“Pendampingan dari Kejari sangat kami butuhkan sebagai mitra strategis dalam pencegahan dan pengawalan hukum. Untuk itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) jangan ragu berkonsultasi guna percepatan pelaksanaan program pembangunan,” tegasnya.


Sementara itu, Kajari Padang, Koswara, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan hukum kepada Pemko Padang, baik di dalam maupun di luar persidangan.


Ia berharap, kerja sama di bidang Datun ini dapat berjalan optimal dan menjadi solusi atas berbagai persoalan hukum yang dihadapi pemerintah daerah.


“Selain pendampingan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara, kami juga dapat memberikan pendapat hukum (legal opinion) jika pemerintah daerah membutuhkan masukan atas persoalan tertentu,” jelasnya, didampingi pejabat utama Kejaksaan Negeri Padang. (**)



Padang – Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP Aviation) menyelenggarakan seminar Peluang Karir di Industri Penerbangan di ruang bagindo aziz chan balai kota aia pacah, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kota Padang, dengan tujuan memberikan pemahaman tentang peluang karier di dunia aviasi yang terus berkembang secara global.


Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kehadiran MAP Aviation dan Perkasa Flight School yang telah memberikan edukasi langsung kepada generasi muda di Kota Padang.


“Kami berterima kasih kepada MAP Aviation dan juga Perkasa Flight School yang datang ke Kota Padang hari ini. Ini bukan kali pertama kami membahas peluang kehadiran Perkasa Flight School di Kota Padang, bahkan kemungkinan menghadirkan kelas parsial di sini,” ujar Fadly Amran.


Ia juga menekankan bahwa industri penerbangan tidak hanya membuka peluang sebagai pilot, tetapi juga profesi lain seperti engineer, air traffic controller, ground crew, dan berbagai bidang pendukung aviasi yang sangat dibutuhkan, bahkan lebih besar kebutuhannya di luar negeri.


“Kami juga memiliki niat agar ke depan bisa menghadirkan sekolah penerbangan di wilayah Sumatera, khususnya di Kota Padang. Pemko Padang siap memfasilitasi dan bahkan jika memungkinkan, membuka peluang beasiswa bagi anak-anak terbaik untuk menempuh pendidikan pilot,” tambahnya.


Fadly Amran juga menjelaskan bahwa saat ini tengah dikembangkan berbagai skema pembiayaan pendidikan aviasi, termasuk kerja sama antara siswa, lembaga pendidikan, dan maskapai penerbangan melalui sistem berbagi biaya (sharing cost) yang dapat dicicil saat sudah bekerja.


Sementara itu, CEO PT. Mitra Aviasi Perkasa, Septo Adjie Sudiro, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di industri penerbangan global masih sangat tinggi, sehingga peluang bagi generasi muda Indonesia, termasuk dari Kota Padang, terbuka lebar. 


“Industri aviasi membutuhkan banyak tenaga profesional, tidak hanya pilot, tetapi juga teknisi dan berbagai bidang lainnya. Kami hadir untuk membuka wawasan serta memberikan gambaran nyata bahwa peluang itu ada dan bisa diraih dengan persiapan yang tepat,” ungkapnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aviator asal Amerika Serikat Mr. Krzytof Krudyz, Pj. Sekda Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Ances Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, dan lebih kurang 200 siswa SMA/SMK se-Kota Padang. (**)

 


PADANG - Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna tentang Program Bantuan Pendidikan Tingkat Sarjana di Sampoerna University untuk tahun akademik 2026/2027.


Nota kesepahaman ini ditandatangani Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Head of Government Relations Putera Sampoerna Foundation, Mutmainna Syahril, disaksikan Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aie Pacah, Kamis (16/4/2026).


Fadly Amran menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah strategis dan bukti komitmen Pemko Padang dalam membuka akses pendidikan tinggi berstandar internasional bagi generasi muda Kota Padang.


“Selamat kepada delapan siswa terbaik Kota Padang yang telah lolos seleksi dan akan menempuh pendidikan di Sampoerna University,” ujarnya.


Fadly Amran menjelaskan bahwa para penerima beasiswa akan menjalani sistem double degree, termasuk kesempatan menempuh satu semester di University of Arizona, Amerika Serikat. Seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung penuh oleh Pemko Padang hingga lulus.


“Ini peluang emas sekaligus amanah. Manfaatkan dengan belajar tekun, disiplin, serta menjaga nama baik keluarga dan Kota Padang,” pesannya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyebutkan program ini merupakan bagian dari program Padang Juara yang ditujukan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.


Dari 319 pendaftar, jelasnya, sebanyak 87 peserta lolos tahap awal, kemudian mengerucut menjadi 21 kandidat terbaik, hingga akhirnya terpilih delapan siswa sebagai penerima beasiswa tahun akademik 2026/2027. Mereka berasal dari SMAN 1, SMAN 5, SMAN 9, SMAN 10, dan SMAN 16.


“Kami sangat bangga karena capaian akademik peserta program sebelumnya sangat membanggakan, dengan IPK di atas 3,0 bahkan mencapai 4,0, serta tingkat serapan kerja yang tinggi di berbagai sektor. Mereka kini bekerja di sekolah internasional, maskapai penerbangan, hingga perbankan,” ungkap Yopi.


Sementara itu, Elan Merdy menegaskan kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam mencetak generasi berdaya saing global. Ia menyebut tingkat kelulusan program mencapai 100 persen, dengan penyerapan kerja maksimal tiga bulan setelah lulus.


“Sebagian mahasiswa bahkan telah direkrut sebelum menyelesaikan studi. Program ini mendorong mereka siap berkompetisi di tingkat internasional,” ujarnya. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID- Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan bersama BULOG, salurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari dan Maret tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Kantor Camat ABTB, Kamis, 16 April 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi karena menjadi sumber energi untuk mempertahankan kehidupan. Penyaluran CPP ini bertujuan untuk mengantisipasi dan menanggulangi kekurangan pangan, mengendalikan inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga.


“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Pangan Nasional serta Bulog sebagai penyedia beras dan minyak goreng untuk Kota Bukittinggi,. Apalagi jumlah penerimanya bertambah pada tahun ini. Pemko Bukittinggi berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan berharap camat serta lurah agar penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran dan aman," ungkapnya


Pimpinan Cabang Perum Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, menjelaskan, bantuan yang diserahkan kali ini, merupakan bantuan tahap pertama di 2026, periode Februari dan Maret. Dimana, penerima bantuan cadangan pangan pemerintah di Bukittinggi berjumlah 9.951 KK.


"Pada 2025 lalu, bulog telah serahkan bantuan sebanyak tiga tahap. Tahun ini, Bulog ditugaskan Bappanas, untuk menambah jumlah penerima bantuan. Secara nasional tahun 2025 lalu penerima bantuan CPP sebanyak 18 juta dan Alhamdulillah tahun 2026 ini, penerima bantuan bertambah menjadi 33 juta penerima bantuan dan untuk Bukittinggi berjumlah 9.951 KK," ungkapnya.


Masyarakat penerima bantuan, menerima 10 kg beras 2 liter minyak goreng per bulan. Sehingga, pada periode ini, para penerima diberikan bantuan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.


9.951 KK penerima bantuan cadangan pangan pemerintah ini, terdiri dari 1.769 KK di Kecamatan ABTB, 3.621 KK di Kecamatan Guguak Panjang dan 4.561 KK di Kecamatan MKS.(**)

 


SUMBARNET.ID - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, lantik 52 pejabat administator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. Pelantikan berlangsung di Balairung rumah dinas wako, Kamis, 16 April 2025.


52 pejabat yang dilantik itu, terdiri dari 31 pejabat administrator dan 21 pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pelantikan ini merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan dan masyarakat, serta telah melalui prosedur sesuai ketentuan dan persetujuan Badan Kepegawaian Negara. Ia menegaskan, pejabat yang dilantik berperan strategis dalam memastikan kinerja organisasi dan pelayanan publik yang efektif, efisien dan akuntabel, dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dan berinovasi.


"Ini akan terus dievaluasi. Saya ingin semua bekerja dengan hati dan aturan. Beban kita banyak yang harus diselesaikan. Untuk itu, kerja keras dan serius dari para pegawai menjadi sebuah keniscayaan," tegas Ramlan.


Wako menekankan, masih akan ada mutasi selanjutnya di bulan Mei mendatang, karena ada beberapa jabatan esselon dua yang akan dilelang dalam waktu dekat.


Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bukittinggi juga melepas tujuh kafilah Bukittinggi untuk mengikuti MTQ Nasional KORPRI ke-8 tingkat Provinsi Sumatra Barat.(**)

 


Solok - Gelombang mutasi besar-besaran kembali bergulir di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar). Melalui dua Surat Telegram (ST) signifikan, yakni ST/237/IV/KEP./2026 dan ST/238/IV/KEP./2026 yang ditetapkan pada 15 April 2026, Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA melakukan penyegaran organisasi yang menyentuh ratusan personel, termasuk perwira menengah, perwira pertama, bintara, hingga PNS Polri.


Surat Telegram ini ditandatangani oleh Karo SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, S.I.K., S.H., M.H., atas nama Kapolda. Mutasi ini mencakup pergeseran posisi kunci di Mapolda hingga jajaran polres, dengan fokus utama pada penguatan fungsi operasional dan penegakan hukum di wilayah hukum Sumatera Barat.


Perubahan signifikan terjadi di Polres Solok Kota. Posisi Kasat Lantas dan Kasat Reskrim kini diisi oleh wajah baru. Iptu Asphari Wahyu Siregar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanitregident Satlantas Polres Pesisir Selatan, dipercaya mengemban amanah sebagai Kasatlantas Polres Solok Kota menggantikan Iptu Akbar Kharisma Tanjung yang kini bergeser menjadi PS Kanit 1 Sitatib Ditlantas Polda Sumbar.


Untuk lini penegakan hukum, Iptu Daslucky Okyusran yang sebelumnya merupakan PS Kapolsek Bukit Sundi, dipromosikan menjadi PS Kasat Reskrim Polres Solok Kota menggantikan AKP Oon Kurnia Ilahi yang dimutasikan sebagai Panit 1 Unit 2 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumbar.


Selain itu, posisi Kabag SDM Polres Solok Kota kini dijabat oleh AKP Evi Wansri (sebelumnya Kapolsek Junjung Sirih) menggantikan Kompol Joko Sunarno yang pindah menjadi Kasubbagdalprog Rorena Polda Sumbar. Kekosongan di tingkat sektor juga terisi, di mana Iptu Maihendri yang sebelumnya Kapolsek Payung Sekaki kini menjabat Kapolsek Bukit Sundi.


Sementara itu, jabatan Kapolsek Junjung Sirih diisi oleh AKP Joni Isnandar yang sebelumnya adalah Wakapolsek Kota Solok, dan Iptu Dicky Saputra dari Satreskrim Polres Solok dipercaya menjadi PS Kapolsek X Koto Diateh menggantikan Iptu Muhammad Iqbal.


Polres Solok (Arosuka) juga mengalami pergantian pada posisi Kasat Reskrim. Iptu Albeth Salomo Sinulaki yang sebelumnya menjabat Panit 1 Unit 5 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumbar, kini memimpin Satreskrim Polres Solok menggantikan AKP Efrian Mustaqim Batiti yang ditarik ke Mapolda sebagai PS Kanit 1 Subdit 2 Ditreskrimum. Untuk wilayah Payung Sekaki, Iptu Andi Rayandri Putra dari Satlantas Solok Kota ditunjuk sebagai PS Kapolsek menggantikan Iptu Maihendri.


Di wilayah Solok Selatan, perombakan terjadi pada beberapa posisi esensial.


Kasat Reskrim AKP Muhammad Yogie Biantoro (mantan Kasat Reskrim Pesisir Selatan) menggantikan AKP Hilmi Manossoh Prayugo yang pindah menjadi Kasat Resnarkoba Polresta Padang.


Kabag Logistik: Kompol Feri Arjoni (mantan Kasubbagsiptaka Setum) menggantikan Kompol Hendri yang kini menjabat Kasubbagrenmin Ditresnarkoba Polda Sumbar.


Kasat Intelkam AKP Defri Irawan (mantan Kasipropam Solok Selatan) menggantikan AKP Wirangga Ardevies yang bergeser menjadi Kapolsek Sungai Pagu. Kasipropam Iptu Azwar Zamzami (mantan Kapolsek Sungai Pagu) menggantikan AKP Defri Irawan.


Mutasi ini juga merambah ke wilayah lain di Sumatera Barat guna memperkuat fungsi penyidikan. AKP Wiko Satria Afdal dari Ditreskrimum Polda Sumbar kini menjabat PS Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi menggantikan AKP Dwi Angga Prasetyo. Di Polres Agam, AKP Rinto Alwi menggantikan AKP Eriyanto sebagai Kasat Reskrim, sementara AKP Eriyanto berpindah tugas menjadi Kasikum di Polres yang sama.


Di wilayah Pesisir Selatan, Iptu Ai Am’ar Faradhyba (sebelumnya Kasat Reskrim Sawahlunto) ditunjuk sebagai Kasat Reskrim yang baru. Posisi yang ditinggalkannya di Sawahlunto kini diisi oleh Iptu Doni Rahmadian dari Ro SDM Polda Sumbar. Untuk wilayah Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata (sebelumnya Kasatlantas Sijunjung) kini dipercaya sebagai Kasat Reskrim menggantikan Iptu Habib Fuad Alhafsi yang dimutasikan dalam rangka pendidikan S2-PTIK.


Selain rotasi, ST/238/IV/KEP./2026 secara resmi mengukuhkan sejumlah pejabat yang sebelumnya berstatus Pejabat Sementara (PS) menjadi jabatan definitif. Beberapa di antaranya adalah AKP Ramadani sebagai Kabag SDM Polresta Padang, Iptu Ricky Hardianto sebagai Kasat Intelkam Polres Padang Panjang, Iptu Deby Kurnia Putra sebagai Kasat Intelkam Polres 50 Kota, dan Iptu Darmawan sebagai Kasat Resnarkoba Polres Pariaman.


Di sektor perairan, AKP Urip Indra Jaya kini menjabat PS Kasatpolairud Polresta Padang, bertukar posisi dengan AKP Dasrul yang kini menjadi PS Kasubbagrenmin Ditpolairud Polda Sumbar. Untuk fungsi pendukung di Mapolda, Pembina M. Ahmadi dipromosikan menjadi Kabagdalprogar Rorena, dan Pembina Novita Sarli dipercaya menjabat Kabagpal Rolog Polda Sumbar.


Sesuai dengan instruksi dalam surat telegram tersebut, seluruh personel yang mendapatkan jabatan baru diwajibkan segera melaksanakan tugas paling lambat empat belas hari setelah keputusan ditetapkan. Para pejabat baru juga diminta segera berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) sebelum dan sesudah menghadap di kesatuan yang baru. (*)

 


SUMBARNET - Senyum haru dan rasa syukur terpancar dari wajah Zulkifli (59) dan istrinya, Misniwati (40), saat menerima kunci rumah baru mereka di RT 4 RW 1, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh.


Rumah yang dibangun melalui program bedah rumah hasil kolaborasi Forum Nagari Kelurahan Koto Lua dan PT Semen Padang itu kini menjadi hunian layak bagi keluarga dengan lima anak tersebut.


Selama hampir satu dekade sejak 2016, pasangan ini bersama anak-anaknya bertahan hidup di rumah panggung dari kayu yang kondisinya memprihatinkan. Lantai rumah sebagian roboh dan atap bocor saat hujan menjadi kondisi yang harus mereka hadapi setiap hari. Keadaan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan seluruh anggota keluarga.


Kini, kondisi itu telah berubah. Rumah lama yang tidak layak huni telah dirobohkan dan digantikan dengan hunian baru yang kokoh dan nyaman, berukuran 6 x 6 meter, menggunakan material Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), produk inovasi PT Semen Padang.


Penyerahan kunci dilakukan oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Firma Yudi, disaksikan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang, serta Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial.


Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah tersebut. Ia menyebut proses pembangunan berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat setempat.


“Alhamdulillah, pembangunan bedah rumah ini telah selesai dan hari ini diserahkan kepada penerima manfaat. Kami sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya. Rumah sebelumnya memang sudah tidak layak huni,” ujarnya.


Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut, mengingat masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.


“Semoga program ini terus berlanjut karena masih ada masyarakat yang membutuhkan. Kita doakan PT Semen Padang semakin maju,” tambahnya.


Hal senada disampaikan Ketua KAN Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang. Ia mengingatkan agar rumah tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.


“Gunakan dan pelihara rumah ini sebaik mungkin. Mari kita doakan PT Semen Padang terus berkembang agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.


Sementara itu, Zulkifli selaku penerima manfaat mengaku terharu. Ia menyebut memiliki rumah layak huni sebelumnya hanya menjadi impian karena keterbatasan ekonomi sebagai buruh tani.


“Hari ini kami bisa menempati rumah yang layak, sesuatu yang sebelumnya hanya kami impikan. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu,” ucapnya.


Ia menambahkan, dengan penghasilan terbatas, mustahil baginya membangun rumah layak tanpa bantuan pihak lain.


“Sebagai buruh tani, penghasilan kami tidak cukup untuk membangun rumah seperti ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.


“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Win.


PT Semen Padang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat.


“Kami percaya keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.


Win juga menekankan inovasi produk seperti Sepablock menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi.


“Kami ingin memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (**)

  


    

Rokan Hilir-Usai mengukuhkan Duta Anti Narkoba Polda Riau di Pekanbaru, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan turun langsung ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah cooling system pasca aksi unjuk rasa yang sempat terjadi, sekaligus upaya membangun kembali kepercayaan publik dan memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah pesisir tersebut.


Kapolda hadir bersama Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Bupati Rokan Hilir Bistamam, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Panipahan.


Setibanya di Panipahan, Kapolda dan rombongan langsung melaksanakan silaturahmi dan dialog terbuka bersama masyarakat. Forum ini menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus refleksi bersama atas peristiwa yang terjadi sebelumnya.


Dalam kesempatan tersebut, Irjen Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan.


“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Irjen Herry.


Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjawab ekspektasi masyarakat terhadap penanganan narkoba.


“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” lanjutnya.  


Ia juga menekankan bahwa peristiwa Panipahan harus dimaknai sebagai momentum perubahan.


“Peristiwa ini menjadi wake-up call bagi kami. Pengingat keras agar kami benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap permasalahan secara nyata,” kata lulusan Akpol 1996 ini.


Dalam dialog tersebut, Kapolda mengungkap bahwa salah satu akar persoalan yang ditemukan di lapangan adalah belum terbangunnya komunikasi yang kuat antara aparat dan masyarakat. 


Untuk itu, ia meminta agar ke depan dibangun mekanisme komunikasi yang lebih terbuka, termasuk melalui forum bersama maupun kanal komunikasi langsung antara tokoh masyarakat dan aparat.


Sebagai bagian dari langkah korektif, Irjen Herry juga menegaskan bahwa Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat dan penempatan personel baru yang telah melalui pemeriksaan ketat.


“Kami sudah melakukan evaluasi dan pembenahan. Personel yang bertugas harus benar-benar bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda bersama rombongan juga melakukan pengecekan terhadap personel yang baru ditempatkan, termasuk pelaksanaan tes urine sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.


Selain pendekatan keamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya solusi sosial dan ekonomi dalam menangani persoalan narkoba. Salah satunya melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat nelayan Panipahan.


“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik. Ketika ekonomi bergerak, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” ujarnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Induk Panipahan, di mana Kapolda bersama para Duta Anti Narkoba memberikan imbauan langsung kepada masyarakat serta membagikan kaos kampanye anti narkoba.


Selanjutnya, Kapolda juga mengunjungi Yayasan Perguruan Kartini Panipahan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar dalam program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). 


Dalam kesempatan tersebut, para duta mengajak generasi muda untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba serta menyelesaikan persoalan secara musyawarah tanpa kekerasan.


Rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan serta penyerahan bantuan mesin ketinting secara simbolis kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolda kembali menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.


“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan merusak atau melakukan tindakan anarkis. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Kita harus mengedepankan musyawarah dan dialog,” tegasnya.


Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, untuk turut mengambil peran dalam menyejukkan suasana dan membangun kembali harmoni sosial di Panipahan.


“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat. Kita harus membangun kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama yang kuat demi menciptakan Panipahan yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba,” tutupnya. []


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

 


Pekanbaru-Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso, serta para Pejabat Utama Polda Riau. 


Turut hadir unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kajati Riau, Kepala BNN Provinsi Riau, Bea Cukai Riau, Kemenkumham Riau, Ketua LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Granat Riau Freddy Simanjuntak, Bupati Rokan Hilir Bistamam, serta tokoh agama dan masyarakat Desa Panipahan.


Kegiatan diawali dengan pemutaran video pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta pemutaran video pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polda Riau. 


Momen utama ditandai dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kapolda Riau melalui pemasangan selempang kepada para duta, yang terdiri dari 5 duta nasional dan 18 duta lokal.


Perwakilan duta nasional, Okan Cornelius, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba. 


Kegiatan juga diwarnai penampilan seni budaya berupa pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari serta teatrikal dari Riau Creative Hub (RCH).


Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan yang diwakili Bupati Rokan Hilir.


Dalam arahannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.


“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” tegas Kapolda.


Kapolda mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan 4.719 tersangka.


“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.


Kapolda juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius. Ia mengungkap banyak keluarga terdampak langsung oleh narkoba, terutama para istri nelayan yang mengadu karena suaminya terjerat kasus narkotika.


“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.


Sebagai bentuk komitmen, Kapolda menegaskan telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.


“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.


Selain langkah penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat, sebagai upaya membuka alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan legal.


“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.


Kapolda juga menitipkan harapan kepada para Duta Anti Narkoba yang baru dikukuhkan agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.


“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta penampilan musik dari Riau Rhythm.


Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. 


Sinergi menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan, demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba. []


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

 


Oleh Jamaldi/Wartawan Madya


Posisi Semen Padang FC hari ini bukan lagi sekadar cerita tentang papan klasemen ini adalah potret kegagalan yang terakumulasi sepanjang musim. Peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 27 laga, tertinggal empat angka dari Persis Solo, adalah konsekuensi, bukan kebetulan. Kabau Sirah kini tidak sedang “tertekan” mereka sedang berjalan menuju degradasi.


Tujuh laga tersisa sering dibungkus sebagai peluang. Tapi realitasnya, ini adalah hitungan mundur. Target menyapu bersih empat laga kandang terdengar heroik, namun tanpa perubahan drastis, itu hanya ilusi optimisme. Masalah utama tim ini bukan sekadar beratnya lawan, melainkan absennya identitas permainan yang konsisten sejak awal musim.


Sebagai klub, Semen Padang FC adalah simbol kebanggaan Sumatra. Nilai historis dan emosionalnya bahkan melampaui klub seperti Bhayangkara FC di mata banyak publik daerah. Namun sepak bola tidak mengenal romantisme. Nama besar tidak pernah otomatis berbuah poin. Dan hari ini, kebanggaan itu sedang berada di titik paling rapuh.


Tiga kali pergantian pelatih dalam satu musim memperlihatkan satu hal: klub ini kehilangan arah. Kini tanggung jawab berada di pundak Imran Nahumarury bersama direktur teknik Yeyen Tumena. Tapi waktu mereka bukan untuk membangun dari nol melainkan menyelamatkan apa yang tersisa.


Kegagalan meraih poin saat menghadapi Persis Solo menjadi cermin paling nyata. Kondisi lapangan yang tergenang memang faktor eksternal, namun justru di situlah terlihat minimnya fleksibilitas. Ketika strategi utama tidak berjalan, tim tampak tanpa arah. Sepak bola bukan hanya soal filosofi bermain, tapi tentang kesiapan menghadapi skenario terburuk.


Di luar aspek teknis, masalah non-teknis tak kalah genting. Ruang ganti dalam tekanan tinggi sangat rentan retak. Ketika kepercayaan mulai goyah, performa di lapangan akan ikut runtuh. Peran pelatih di titik ini bukan lagi sekadar menyusun taktik, tapi menjaga tim tetap utuh secara mental.


Suporter juga memegang peran penting dalam fase krusial ini. Dukungan tidak boleh melemah ketika tim justru sedang jatuh. Empat laga kandang tersisa harus menjadi momentum kebangkitan bukan tekanan tambahan. Kritik tetap perlu, tetapi energi positif jauh lebih mendesak dibutuhkan.


Akhirnya, tidak ada lagi ruang untuk basa-basi. Peluang bertahan memang masih ada, tetapi sangat tipis dan penuh syarat. Semen Padang FC tidak cukup hanya bermain lebih baik mereka harus menang, beradaptasi, dan bersatu. Jika tidak, degradasi bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan yang tak terhindarkan. (**)