SUMBARNET - Dalam rangka memastikan kualitas pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan pemeriksaan kelengkapan administrasi pekerjaan konstruksi sekaligus kunjungan lapangan pada Ruas Guguk Cino–Sitangkai (P.039) di Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas selaku Ketua Monitoring Dinas, didampingi Ketua Tim Teknis Pemeriksaan beserta anggota tim.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) beserta tim, Penyedia Jasa, serta Konsultan Pengawas yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan.


Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek administrasi maupun kondisi fisik pekerjaan di lapangan. Tim melakukan verifikasi dokumen pelaksanaan, kelengkapan administrasi kontrak, laporan pelaksanaan pekerjaan, hingga mencocokkan hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


Selain sebagai bagian dari tahapan pengendalian dan pengawasan proyek, kegiatan ini juga bertujuan memastikan seluruh proses pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh administrasi pekerjaan dinyatakan telah lengkap. Sementara itu, hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan fisik pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.


Saat ini progres pekerjaan telah memasuki tahap akhir sebagai bagian dari persiapan menuju proses penyelesaian pekerjaan dan serah terima.


Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, menegaskan bahwa pemeriksaan administrasi dan lapangan merupakan tahapan penting dalam menjamin kualitas setiap pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah daerah.


"Pemeriksaan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap pekerjaan yang dibiayai oleh anggaran pemerintah tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar mutu, administrasi, dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," ujar Armizoprades.


Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan secara berjenjang menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan potensi permasalahan pada tahap penyelesaian pekerjaan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.


"Kami berharap seluruh pihak yang terlibat, baik PPK, penyedia jasa maupun konsultan pengawas, terus menjaga komitmen terhadap kualitas pekerjaan hingga proses serah terima selesai. Infrastruktur jalan yang dibangun harus memiliki kualitas yang baik, aman digunakan, serta mampu meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanah Datar maupun Sumatera Barat secara keseluruhan," tambahnya.


Melalui kegiatan pemeriksaan ini, Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur daerah melalui pengawasan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap pekerjaan yang dilaksanakan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (**)



SUMBARNET - Bakal Calon Wali Nagari Situak, Ujung Gading, Ajmal Halim Lubis, S.Pd terus memperkuat hubungan silaturahmi dengan masyarakat, tokoh masyarakat, serta ninik mamak sebagai bentuk komitmen untuk memahami langsung kondisi dan harapan warga.


Dalam rangkaian kegiatan silaturahmi tersebut, Ajmal Halim Lubis menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara calon pemimpin nagari dengan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kemajuan nagari hanya dapat terwujud melalui kebersamaan dan dukungan dari seluruh unsur yang ada" ujar Nya 



“Kita ingin membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat. Karena seorang pemimpin nagari harus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, mendengar masukan, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ungkap Ajmal Halim Lubis.


Ia juga menilai peran ninik mamak dan tokoh masyarakat memiliki kedudukan penting dalam menjaga adat, persatuan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Sinergi antara pemerintah nagari dan unsur adat menjadi salah satu pondasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.


Ajmal Halim Lubis menegaskan, apabila diberikan amanah untuk memimpin Nagari Situak nantinya, ia akan mengedepankan pelayanan yang baik, keterbukaan, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.


“Nagari yang kuat adalah nagari yang dibangun bersama. Pemerintah nagari, masyarakat, ninik mamak, tokoh pemuda, dan seluruh unsur harus berjalan seiring untuk mencapai tujuan bersama,” tambahnya.


Kehadiran Ajmal Halim Lubis di tengah masyarakat mendapat respons positif dari sejumlah warga yang berharap adanya sosok pemimpin yang mampu mendengar, memahami, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Nagari Situak.


Dengan semangat kebersamaan dan niat pengabdian, Ajmal Halim Lubis, S.Pd menyatakan siap mengambil bagian dalam membangun Nagari Situak Ujung Gading agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (OS)

 


SUMBARNET - Para Kenshi Shorinji Kempo asal Pengcab Pesisir Selatan (Pessel), unjuk prestasi di kancah (event) Nasional.



Seperti terlihat di Kejuaraan Nasional, Wilayah Sumatera, Shorinji Kempo Tahun 2026, di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, baru - baru ini.



Dimana, Kenshi - Kenshi ini, berhasil menyabet 6 medali dipertandingan tersebut. Yakni: 1 Emas dan 5 Perunggu.



"Alhamdulillah, para Kenshi kita berhasil membawa pulang 6 medali dari Kejurnas kali ini. 1 Emas dan 5 Perunggu," ucap Ketua Perkemi Pessel, Rega Desfinal, diamini pelatih Shorinji Kempo Anggi Prasetya, dalam rilis diterima Sabtu (27/6/2026).



Para Kenshi peraih medali diantaranya: Launa Sintia Bella (EMAS).



Kemudian, Adi Seprianda (PERUNGGU), Laura Meisa (PERUNGGU), Amelia Safitri (PERUNGGU), Kurnia Alexa Hendri (PERUNGGU), dan Aziva Kania Pratiwi (PERUNGGU).



Terima Kasih



Rega Desfinal juga tak lupa mengucap terima kasih sebesar -besarnya, kepada para Kenshi yang sudah bertarung dengan semangat serta mental juara, hingga mengharumkan nama pengcab serta Kabupaten Pessel, umumnya.



Kemudian, juga ucapan terima kasih kepada pelatih Kempo: Anggi Prasetya, para orang tua Kenshi, para guru, dan juga Ibu Kepala Sekolah SMA 1 Lunang Nopriyeni.



Dan, kepada Pak Kadis Parbudpora Ronald Bernando serta Pak Ketua KONI Pessel M Adli, juga kami dari pengcab mengucapkan terima kasih.



"Dan, kepada para pihak yang tidak tersebut namanya. Kami dari pengcab Kempo Pessel, mengucapkan terima kasih, atas dukungan serta doanya, atas prestasi ini. Para Kenshi, semangat selalu, dan terus prestasi," ucap Rega Desfinal.



Mental Juara



Rega Desfinal menegaskan, para kenshi asal Pessel yang ikut berlaga di Kejurnas Sawahlunto 2026 ini, bukanlah Kenshi kaleng-kaleng. 



Mereka rata-rata memang sudah diasah, untuk memiliki jiwa petarung serta mental juara.



"Dan ini dibuktikan. Para Kenshi kita (Pessel) mampu bersaing, berebut medali, dengan 427 orang kenshi unggulan se Sumatera di Kejurnas tersebut," tegas Rega Desfinal.



Butuh Perhatian KONI



Upaya peningkatan prestasi ke depan para Kenshi, terang Rega Desfinal,  Pengcab Kempo jelas butuh "prioritas" perhatian, dari KONI Pesisir Selatan.



"Yah..seperti beragam hal perhatian prioritas. Mulai dari upaya peningkatan semangat saat latihan, dan kala bertanding. Ini jelas penting, upaya pemicu semangat Kenshi dalam bertarung di arena," ujarnya. 



Sebelumnya, 25 Kenshi dari Pengcab Pesisir Selatan (Pessel), ikut bertanding di Kejuaraan Nasional Wilayah Sumatera Shorinji Kempo Tahun 2026, di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.



Gelaran dimulai Selasa 23 - 27 Juni 2026. Dan, acara pembukaan pada Rabu 24 Juni 2026.



Keberangkatan kenshi - kenshi tersebut, dilepas oleh Kepala Dinas Parbudpora Ronald Bernando, Ketua KONI Pessel M Adli, jajaran KONI dan PERKEMI setempat, di depan Kantor KONI, Pincuran Boga, Painan, Senin 22 Juni 2026, malam. (*)




Para Kenshi asal Pessel berfoto bersama pelatih Anggi Prasetya usai memperoleh medali di Kejurnas Kempo 2026, Sawahlunto. FOTO: Dok Pengcab Perkemi Pessel 



PADANG - Perubahan cara masyarakat berkomunikasi di era digital menjadi perhatian Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Ike Revita. Dalam pidato pengukuhannya sebagai profesor bidang ilmu pragmatik, Sabtu (27/6/2026), dia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi secara santun, beretika, dan bertanggung jawab.


Melalui orasi ilmiah bertajuk Dari Tradisi Lisan ke Era Digital: Transformasi Kesantunan Berbahasa dari Perspektif Pragmatik, Ike mengajak dunia pendidikan dan masyarakat untuk melihat bahasa bukan sekadar alat menyampaikan pesan, tetapi juga sarana membangun karakter, hubungan sosial, dan peradaban.


Ike Revita mengatakan bahwa pengukuhan sebagai profesor bukan hanya menjadi pencapaian akademik pribadi. Bagi dia, amanah sebagai guru besar merupakan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pragmatik dan kajian bahasa.


Dikatakannya, perjalanan menuju jabatan akademik tertinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga, guru, kolega, mahasiswa, dan institusi tempatnya mengabdi. Karena itu, pengukuhan profesor menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.


Lebih jauh, dia menilai bahwa seorang profesor tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan mengajar di ruang kuliah. Akademisi, katanya, juga harus mampu menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, menjembatani ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata, sekaligus berkontribusi dalam pembentukan karakter bangsa.


Tema orasi yang diangkat, lanjut Ike, lahir dari kegelisahannya melihat perubahan pola komunikasi masyarakat. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dari komunikasi lisan menjadi komunikasi melalui berbagai platform digital yang berlangsung sangat cepat.


Perubahan itu, menurut dia, menghadirkan tantangan baru. Kemudahan menyampaikan pendapat di ruang digital sering kali tidak diikuti kemampuan memahami konteks, etika, maupun dampak dari sebuah ujaran.


Karena itu, dia menegaskan bahwa pendidikan bahasa tidak lagi cukup hanya mengajarkan tata bahasa dan kemampuan berkomunikasi. Literasi digital serta kesadaran pragmatik perlu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan agar masyarakat mampu menggunakan bahasa secara bijaksana.


Ike juga melihat perkembangan media sosial, kecerdasan buatan, komunikasi lintas budaya, hingga perubahan norma kesantunan di ruang digital sebagai ruang penelitian yang terus berkembang.


Dia meyakini bahwa kajian pragmatik akan memiliki peran yang semakin penting pada masa mendatang. Melalui disiplin ilmu tersebut, hubungan antara bahasa, konteks, dan perilaku sosial dapat dipahami secara lebih utuh sehingga mampu membantu masyarakat membangun komunikasi yang efektif tanpa meninggalkan nilai empati dan penghormatan terhadap orang lain.


Setelah dikukuhkan sebagai guru besar, Ike mengaku ingin mendorong penguatan budaya akademik yang lebih produktif di Universitas Andalas. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kualitas riset, tetapi juga memastikan hasil penelitian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dia berharap kolaborasi antara dosen, mahasiswa, serta mitra nasional maupun internasional terus diperkuat sehingga lahir berbagai inovasi di bidang bahasa, budaya, komunikasi digital, dan literasi.


Selain itu, dia ingin mendorong terbentuknya pusat-pusat kajian yang mampu merespons perkembangan zaman, terutama berkaitan dengan etika komunikasi dan literasi digital yang kini menjadi kebutuhan masyarakat.


Dalam pandangannya, pragmatik merupakan bidang ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari karena hampir seluruh aktivitas manusia bertumpu pada komunikasi. Mulai dari pendidikan, pemerintahan, pelayanan publik hingga dunia usaha, seluruhnya membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik sekaligus memahami konteks sosial.


Dia menambahkan bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan budaya yang tercermin dalam praktik berbahasa masyarakatnya. Karena itu, kajian pragmatik juga dapat berkontribusi mendokumentasikan, melestarikan, sekaligus mengembangkan nilai-nilai budaya tersebut agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.


Bagi Ike, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan teknologi. Kualitas komunikasi masyarakat juga menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, inklusif, dan berbudaya.


Menutup orasinya, Ike memberikan pesan kepada mahasiswa dan dosen muda agar tidak pernah berhenti belajar dan berkarya.


“Jangan takut bermimpi besar dan jangan lelah belajar. Dunia akademik adalah tentang proses panjang untuk terus bertumbuh, menjaga integritas, dan menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Gelar dan jabatan adalah konsekuensi dari dedikasi, bukan tujuan akhir,” ujarnya. (**)



SUMBARNET - Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., secara resmi membuka kegiatan olahraga bersama yang digelar di Markas Komando (Mako) Polres Pasaman Barat, Sabtu (27/6/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan.


Sejak pagi, para peserta yang terdiri dari personel Polres Pasaman Barat beserta jajaran mengikuti rangkaian kegiatan olahraga dengan antusias sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, mempererat soliditas, serta menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.


Dalam sambutannya, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan, meningkatkan kebugaran fisik, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Polri.


"Melalui kegiatan olahraga bersama ini, kita ingin menumbuhkan semangat hidup sehat, mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kekompakan, dan membangun soliditas seluruh personel. Dengan tubuh yang sehat dan semangat yang kuat, diharapkan seluruh anggota dapat memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat," ujar AKBP Agung Tribawanto.


Ia menambahkan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 merupakan momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Semangat Hari Bhayangkara ke-80 hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbenah, meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti ini diharapkan mampu menjadi modal dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian dengan lebih baik," katanya.


Kapolres juga berharap seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan Polres Pasaman Barat dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat, baik bagi personel maupun masyarakat.


"Saya berharap momentum Hari Bhayangkara ini semakin mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota Polri, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, serta menumbuhkan semangat pengabdian untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita jadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai semangat untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat," tutup Kapolres.


Kegiatan olahraga bersama tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran jasmani, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarpersonel sehingga diharapkan mampu meningkatkan soliditas internal dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


Rangkaian kegiatan olahraga bersama merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan Polres Pasaman Barat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.


Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya. (**)



SUMBARNET - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi dan merotasi delapan kapolres di Sumatera Barat (Sumbar). 


Adapun delapan Kapolres tersebut yakni Kapolres Agam, Kapolres Pesisir Selatan, Kapolres Payakumbuh, Kapolres Pasaman, Kapolres Solok, Kapolres Solok Selatan, Kapolres Pariaman dan Kapolres Tanah Datar. 


Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra dimutasi menjadi Wadirpamobvit Polda Sumbar. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi AKBP Ricky Ricardo yang sebelumnya menjabat Kapolres Payakumbuh.


Sementara jabatan Kapolres Payakumbuh kini dijabat oleh AKBP Irwan Andeta yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.


Kapolres Agam AKBP Muari mendapat penugasan baru sebagai Kasubbagbinkar Bag SDM Rorenminops Korbrimob Polri.


Jabatan Kapolres Agam selanjutnya diemban AKBP Masnoni yang sebelumnya menjabat Kasubbagmedaljar Bagdisinding Romulmed Divhumas Polri.


Selanjutnya Kapolres Pasaman kini dijabat oleh AKBP Adirawa Permana Anggawistara yang sebelumnya menjabat Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar. Ia menggantikan AKBP M. Agus Hidayat yang dipromosikan menjadi Wadirsamapta Polda Riau.


Sementara itu, jabatan kapolres Solok selatan kini dipercayakan kepada AKBP Andreanaldo Ademi. Sebelumnya, ia menjabat Kapolres Pariaman Kota. Ia menggantikan AKBP M Faisal Perdana yang mendapat penugasan baru sebagai Wakapolrestabes Semarang.


Jabatan Kapolres Pariaman Kota kini diemban AKBP Agung Pranajaya yang sebelumnya menjabat Kapolres Solok. Adapun posisi Kapolres Solok kini diisi AKBP Rini Anggraini yang sebelumnya bertugas di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pergantian terakhir terjadi di Polres Tanah Datar. Jabatan Kapolres kini dipercayakan kepada AKBP Marwan Fajrin yang sebelumnya menjabat Kanit 5 Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.


Marwan menggantikan AKBP Dr Nur Ichsan Dwi Septiyanto yang mendapat penugasan baru sebagai Kasubbagbinpuan Bagbin PPNS Rokorwas PPNS Bareskrim Polri.


Mutasi dan rotasi itu sesuai Surat Telegram bernomor ST 1336/VI/KEP/2026, ST 1339/VI/KEP/2026 dan ST 1341/VI/KEP/2026 tertanggal 25 Juni 2026.


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya membenarkan perihal mutasi tersebut. 


Menurutnya, pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah sebagai bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Polri.


"Mutasi tersebut merupakan bentuk penyegaran di tubuh Polri. Jadi, ini adalah hal yang biasa. Rotasi bisa dilakukan setiap triwulan atau enam bulan sekali sebagai bagian dari perputaran jabatan di tubuh Polri," katanya, Jum'at (26/6). (**)



SUMBARNET – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polresta Padang berhasil mengungkap keberadaan laboratorium gelap (clandestine laboratory) narkotika jenis sabu yang beroperasi di kawasan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.


Pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu keberhasilan besar aparat dalam memutus mata rantai produksi narkotika di wilayah Sumatera Barat. Laboratorium rahasia yang selama ini beroperasi secara tersembunyi berhasil digerebek pada Selasa (23/6/2026), setelah melalui penyelidikan intensif selama kurang lebih dua bulan.


Humas BNN Provinsi Sumatera Barat Lusi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut.


"Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Gabungan BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Kepolisian, khususnya Polresta Padang, yang telah berhasil mengungkap jaringan produksi narkotika jenis sabu skala rumahan atau clandestine laboratory ini," katanya.


Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial SES yang diduga berperan sebagai pemodal sekaligus membantu jalannya proses produksi narkotika. Sementara itu, dua pelaku lainnya yang masing-masing berinisial SR dan RL hingga kini masih dalam pengejaran petugas.


Berdasarkan hasil penyelidikan, SR diketahui berperan sebagai "koki" atau peracik utama sabu, sedangkan RL bertugas membantu proses produksi sekaligus memasarkan hasil pembuatan narkotika tersebut.


Beroperasi di Gubuk Terpencil

Untuk menghindari pantauan masyarakat maupun aparat penegak hukum, para pelaku tidak menggunakan gudang maupun bangunan besar sebagai lokasi produksi.


Mereka justru membangun sebuah gubuk sederhana di kawasan terpencil di kaki Bukit Ngalau, Tarantang, yang dijadikan sebagai laboratorium rahasia pembuatan sabu.


Lokasi yang jauh dari permukiman dipilih secara sengaja agar aktivitas produksi narkotika tidak mudah terdeteksi.


Selain itu, para pelaku juga menerapkan pola operasi yang cukup rapi. Seluruh bahan kimia, prekursor hingga peralatan laboratorium dipesan secara daring (online), kemudian dirakit sendiri di lokasi laboratorium gelap tersebut.


Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah menjalankan aktivitas produksi sabu melalui laboratorium clandestine tersebut sejak tahun 2025.


Gunakan Obat Batuk Sebagai Bahan Baku


Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan sediaan farmasi berupa obat Bronchitin sebanyak kurang lebih sembilan dus atau sekitar 45.000 butir.


Obat tersebut kemudian diekstraksi untuk memperoleh kandungan pseudoefedrin yang selanjutnya diproses menjadi narkotika jenis sabu melalui proses destilasi dengan menggunakan berbagai bahan kimia lain serta peralatan laboratorium khusus.


Saat penggerebekan berlangsung, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa bahan kimia dan prekursor yang digunakan dalam proses produksi, antara lain:


Bahan kimia berbentuk cair sebanyak 1.730 mililiter;


Bahan kimia berbentuk padatan seberat 585,44 gram;


Prekursor jenis toluene sebanyak 580 mililiter;


Prekursor jenis asam sulfat sebanyak 310 mililiter.


Barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut telah digunakan sebagai tempat produksi narkotika dalam skala rumahan secara berkelanjutan.


Hasil Penyelidikan Selama Dua Bulan


Lusi menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan secara intensif selama dua bulan.


Melalui analisis berbagai data dan informasi yang diperoleh di lapangan, tim gabungan akhirnya berhasil mengidentifikasi lokasi laboratorium gelap tersebut sebelum hasil produksi sabu diedarkan lebih luas kepada masyarakat.


"Pengungkapan ini merupakan buah dari penyelidikan intensif selama dua bulan penuh. Berkat ketelitian Tim Gabungan BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polri dalam menganalisis berbagai data yang diperoleh, laboratorium gelap ini berhasil digerebek sebelum narkotika hasil produksinya beredar lebih luas di tengah masyarakat," terang Lusi.


Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara


Atas perbuatannya, tersangka SES dijerat dengan pasal berlapis, yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Tersangka terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun.


BNN menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius bahwa produksi narkotika tidak lagi hanya terjadi di kota-kota besar, melainkan telah merambah hingga wilayah pedesaan maupun kawasan terpencil yang sulit dijangkau.


BNN RI juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan penyimpanan bahan kimia dalam jumlah besar maupun kegiatan yang tidak lazim di lingkungan sekitar.


"Kami tidak akan membiarkan celah sekecil apa pun bagi peredaran narkotika. Penangkapan ini merupakan komitmen nyata kami untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan bahan kimia ataupun dugaan produksi narkotika," tutup Lusi. (**)



SUMBARNET - Pemerintah terus melanjutkan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pariwisata melalui penyatuan aset perhotelan di bawah pengelolaan InJourney. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembentukan ekosistem hospitality yang lebih efisien dan kompetitif.


Sebanyak 45 hotel milik sejumlah BUMN telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada Jumat (26/6/2026). Penandatanganan tersebut menjadi tahap awal proses konsolidasi aset hotel ke dalam satu pengelola.


Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan integrasi hotel-hotel BUMN akan memperkuat nilai aset sekaligus meningkatkan daya saing industri perhotelan nasional.


"Melalui penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah InJourney, kita membangun fondasi yang lebih kuat untuk menciptakan nilai tambah dari aset hospitality nasional. Dengan proyeksi mencapai 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia," kata Dony.


Ia menjelaskan, penandatanganan CSPA merupakan bagian dari agenda transformasi BUMN yang masih akan berlanjut. Dalam waktu dekat, sejumlah hotel lainnya juga diproyeksikan menyelesaikan proses serupa sehingga jumlah aset yang bergabung terus bertambah.


Menurut Dony, mekanisme CSPA dipilih untuk memastikan proses pengalihan dan konsolidasi aset berlangsung secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


Ia menilai penyatuan seluruh hotel BUMN akan membuka peluang optimalisasi pengelolaan aset, memperkuat struktur bisnis, serta menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih terintegrasi.


"Transformasi ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan value creation melalui pengelolaan aset yang lebih efektif. Ke depan, industri hospitality BUMN diharapkan semakin efisien, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar," ujarnya.


Melalui integrasi tersebut, InJourney diproyeksikan mengelola sekitar 120 hotel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, menjadikannya operator hotel terbesar kedua di Tanah Air. (***)

 


Bali - Organisasi Advokat PERADI Utama kembali menorehkan langkah nyata dalam memperkuat penegakan hukum di Indonesia. Pada Kamis (20/6/2026), sebanyak 18 calon advokat resmi dikukuhkan dan diambil sumpahnya dalam sidang terbuka yang digelar di Pengadilan Tinggi Bali.

Acara sakral ini menjadi momentum penting bagi para advokat baru yang kini resmi menyandang gelar sebagai penegak hukum, siap menjaga integritas, dan memberikan keadilan bagi masyarakat luas.


Prosesi pengukuhan dan penyumpahan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran petinggi PERADI Utama, baik dari tingkat pusat maupun wilayah. Salah satunya adalah Sahdan, S.H, M.H seorang advokat dari Sumatera Barat.


Turut hadir dalam acara ini Adv. Rikhardus Ikun, S.H., M.H. (Ketua DPW PERADI Utama Bali) bersama tim jajaran DPW Bali, Dr. Syahegho, S.E., S.H. (Bendahara Umum PERADI Utama), Michael, S.H. Selaku (Kepala Bidang Keanggotaan dan Hubungan Antar Lembaga DPN PERADI Utama). Serta jajaran pengurus PERADI Utama lainnya yang ikut memberikan dukungan moral bagi para sejawat baru mereka.


Kehadiran para pimpinan Peradi Utama dan Team DPW Bali, menegaskan komitmen PERADI Utama dalam melahirkan advokat-advokat yang tidak hanya cerdas secara hukum, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.


"Profesi advokat adalah profesi yang terhormat (officium nobile). Dengan penyumpahan hari ini, 18 advokat baru resmi memikul tanggung jawab besar untuk menegakkan hukum secara objektif, jujur, dan berkeadilan di tengah masyarakat," ujar perwakilan pengurus di sela-sela acara.


Dengan bertambahnya 18 advokat baru ini, PERADI Utama wilayah Bali diharapkan dapat semakin solid dan berkontribusi aktif dalam memberikan pendampingan hukum yang profesional, baik di ranah lokal maupun nasional. Acara ditutup dengan pemberian selamat oleh para pimpinan dan foto bersama yang penuh dengan rasa syukur dan optimisme baru.


Sahdan yang merupakan salah satu peserta dalam pengambilan sumpah tersebut kepara wartawan mengungkapkan bahwa dirinya siap membela dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Baginya profesi advokat adalah profesi yang sangat mulia. 


“ Sebagai seorang advokat, saya siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. Bagi saya membantu masyarakat adalah tugas mulia. Saya akan tetap berjuang bersama masyarakat yang terdzalimi dari segi hukum”, ujarnya. (Rel)

 


SUMBARNET - Uruguay telah menjuarai Piala Dunia sebanyak dua kali, yaitu pada edisi perdana tahun 1930 dan pada tahun 1950.


Untuk rincian dari kedua kemenangan bersejarah tersebut:


Piala Dunia 1930: Uruguay menjadi tuan rumah dan keluar sebagai juara dunia pertama setelah mengalahkan Argentina di laga final.


Piala Dunia 1950: Uruguay meraih gelar keduanya setelah menaklukkan tuan rumah Brasil di final, sebuah pertandingan yang dikenal dengan peristiwa legendaris "Maracanazo". (**)