Jakarta, – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyoroti sejumlah persoalan serius dalam sektor kebencanaan dan mitigasi bencana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas), terkait evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2026 pada Selasa, (19/5) di Jakarta.


Dalam rapat tersebut, Zigo Rolanda mengungkapkan masih adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024 yang belum dituntaskan BMKG. Menurutnya, persoalan itu harus segera dijelaskan secara terbuka kepada publik.


“Masih terdapat sembilan temuan BPK tahun 2024 yang hingga saat ini belum diselesaikan oleh BMKG. Kami meminta penjelasan konkret mengenai kendala dan persoalan yang menghambat penyelesaiannya,” ujar Zigo dalam rapat tersebut.


Selain itu, politisi asal Sumatera Barat itu juga menyoroti kondisi alat early warning system atau sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang banyak mengalami kerusakan di sejumlah daerah. Ia menilai kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama bagi wilayah rawan bencana.


Zigo mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya langsung dari perwakilan BMKG di lapangan, banyak alat deteksi gempa dan tsunami yang tidak lagi berfungsi optimal.


Menurutnya, kondisi Sumatera Barat menjadi perhatian serius karena wilayah itu dilintasi sejumlah patahan aktif, mulai dari Patahan Sumani, Sianok hingga Siulak.


“Hal yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi di Sumatera Barat. Wilayah ini dilintasi Patahan Sumani, Sianok hingga Siulak, namun hal tersebut belum pernah sekalipun disosialisasikan secara maksimal kepada masyarakat,” kata Anggota DPR RI Fraksi Golkar itu.


Tak hanya itu, Zigo juga menyampaikan aspirasi masyarakat Kepulauan Mentawai dan sejumlah daerah yang mengalami keterbatasan jaringan komunikasi. Ia meminta BNPP/Basarnas memperhatikan kebutuhan alat komunikasi darurat untuk mendukung penanganan bencana.


Menurutnya, alat komunikasi sangat penting bagi daerah blank spot agar masyarakat tetap dapat berkoordinasi saat terjadi keadaan darurat, termasuk bencana alam.


“Kami menyampaikan aspirasi masyarakat Mentawai dan daerah yang mengalami kesulitan sinyal agar ada pengadaan alat komunikasi yang dapat digunakan dalam kondisi darurat,” tutupnya. (***)

 


‎Jakarta - Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memberi peringatan keras. Ia membongkar salah satu akar masalah yang selama ini membuat BUMN tersandung.

‎Peringatan itu disampaikan dalam gelaran Chief Risk dan Compliance Officer (CRCO) BUMN Forum. Turut hadir jajaran Danantara Asset Management, para direktur, dan pejabat yang membawahi fungsi manajemen risiko dan kepatuhan di lingkungan BUMN.

‎"Salah satu akar persoalan yang selama ini menimbulkan kekeliruan, impairment, dan pengambilan keputusan yang tidak tepat di perusahaan adalah praktik rekayasa keuangan," tegas Dony dalam arahannya, seperti dikutip Rabu (20/5/2026).

‎Dony menegaskan, transformasi BUMN tak cukup hanya bicara streamlining bisnis, efisiensi, dan penataan anak usaha. Lebih dari itu, transformasi harus ditopang oleh tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang tajam, serta fungsi kepatuhan yang berani mengidentifikasi persoalan sejak awal.

‎Pesan Dony menjadi pengingat keras. Fungsi risiko dan kepatuhan tidak boleh hanya berhenti pada aspek administratif.

‎"Chief Risk Officer harus mampu membaca risiko secara nyata, membedah kondisi keuangan secara objektif, serta mengidentifikasi potensi risiko dalam setiap proses bisnis perusahaan," pesannya.

‎Di tengah tantangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, tekanan pasar, dan percepatan transformasi digital, BP BUMN mendorong seluruh BUMN untuk membangun sistem Governance, Risk dan Compliance (GRC) yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berani menyentuh akar persoalan.

‎BP BUMN dan Danantara menegaskan peran strategis CRCO sebagai, Penjaga integritas proses bisnis, Pengawal mitigasi risiko, Mitra utama manajemen dalam memastikan setiap keputusan korporasi berbasis pada data, kondisi riil, dan prinsip tata kelola yang sehat. (***)

 


Padang - Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) menggelar Dies Natalis ke-41 di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Selasa (19/5/2026), dengan menghadirkan Ir. Insannul Kamil sebagai pemberi orasi ilmiah.


Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Fakultas Teknik yang Unggul, Adaptif, dan Berdampak bagi Daya Saing Nasional” itu berlangsung khidmat dan dihadiri civitas akademika, mahasiswa, alumni, serta sejumlah tokoh pendidikan dan profesional di bidang teknik.


Dalam sambutannya, Insannul Kamil menyampaikan bahwa usia 41 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah membawa Fakultas Teknik Unand terus bertumbuh dan berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan teknik yang diperhitungkan.


Dalam orasi ilmiahnya, ia menekankan pentingnya perguruan tinggi, khususnya Fakultas Teknik, untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, transformasi industri, serta tantangan global yang semakin dinamis.


Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.


“Fakultas Teknik harus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi dan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Adaptif terhadap perubahan, namun tetap berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat dan peningkatan daya saing nasional,” ujarnya.


Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah guna menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.


Selain itu, Insannul Kamil mengajak seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat.


Dies Natalis ke-41 Fakultas Teknik Unand tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam mewujudkan Fakultas Teknik yang semakin unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.(**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi serahkan bantuan kepada 15 pelajar dan seorang guru yang menjadi korban kebakaran yang terjadi di Bukittinggi pada awal Mei lalu. Bantuan dari keluarga besar kependidikan Kota Bukittinggi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi di SMPN 2 Bukittinggi, Selasa, 19 Mei 2026.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan, bantuan yang diserahkan bervariasi, menurut jumlah pelajar atau guru pada satu KK yang menjadi korban kebakaran. Untuk satu orang korban dalam satu KK, mendapat bantuan Rp 2 juta, dua korban dalam satu KK mendapat bantuan sebesar Rp 3,5 juta dan tiga korban dalam satu KK mendapat santunan Rp 5,3 juta.


"Sebanyak 16 paket bantuan disalurkan kepada korban terdampak kebakaran. Untuk jenjang TK terdapat 2 paket, SD sebanyak 13 paket, SMP 3 paket serta 1 paket diberikan kepada seorang guru yang juga terdampak musibah kebakaran," jelasnya


Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kebakaran yang terjadi di tiga lokasi pada Jumat 1 Mei 2026 lalu. Tiga musibah yang terjadi di hari yang sama dalam waktu yang berdekatan itu, tentu menimbulkan duka bagi keluarga korban dan menyita perhatian warga Bukittinggi pada umumnya.


“Kita tentu berduka atas musibah kebakaran ini. Pada keluarga korban kebakaran, juga terdapat pelajar yang masih aktif di sejumlah tingkat pendidikan baik SD maupun SMP termasuk gurunya sendiri. Ada pelajar di Jembes, Gurun Panjang dan guru yang jadi korban kebakaran di Bukik Apik,” ungkap Ibnu.


Wawako melanjutkan, dari musibah itu, guru, murid dan pegawai se Kota Bukittinggi, yang tergabung dalam keluarga besar kependidikan Bukittinggi, mengumpulkan donasi untuk mereka yang menjadi korban kebakaran. Dana yang terkumpul, dibagi kepada seluruh korban, tergantung jumlah pelajar yang ada dalam satu KK. (*)

 


SUMBARNET - Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND) menggelar Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-41 dengan mengangkat tema “Akselerasi Fakultas Teknik yang Unggul, Adaptif, dan Berdampak bagi Daya Saing Nasional”.


Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Selasa (19/5), menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.


Pelaksanaan Dies Natalis ke-41 ini tidak hanya menjadi peringatan bertambahnya usia Fakultas Teknik UNAND, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih selama ini, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan di masa mendatang.


Tema yang diangkat mencerminkan semangat transformasi dan percepatan pengembangan institusi agar mampu menjawab dinamika zaman yang terus berkembang. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia industri, perguruan tinggi dituntut untuk semakin adaptif dalam menciptakan inovasi serta menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi.


Kegiatan orasi ilmiah tersebut bertujuan untuk memperkuat budaya akademik, mendorong lahirnya gagasan dan inovasi baru, serta mempererat kolaborasi antara sivitas akademika, alumni, dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Ir. Insanul Kamil yang biasa dipanggil Nanuk mengatakan, diwa natalis ini untuk meningkatkan kerjasama serta pencapaian untuk mendukung pembangunan nasional. 


"Dies natalis ini juga moment dalam melakukan evaluasi dan kerjasama, untuk meningkatkan prestasi dalam rangka mendukung pembangunan nasional," ungkap Insanul Kamil. 


Diperkuat Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, M.T., IPU, ASEAN Eng Dekan Fakultas Teknik UNAND dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Dies Natalis merupakan kesempatan penting untuk memperkuat arah pengembangan fakultas agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.


"Dies Natalis ke-41 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Andalas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan langkah percepatan dan transformasi agar Fakultas Teknik dapat terus berkembang menjadi institusi yang unggul, adaptif, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa percepatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan capaian akademik, namun juga mencakup penguatan inovasi, kolaborasi, serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional.


"Kami berharap Fakultas Teknik Universitas Andalas mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan lulusan berkualitas, inovasi yang aplikatif, serta solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Ke depan, Fakultas Teknik diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai institusi yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan daya saing nasional," tambahnya.


Selain menjadi ruang berbagi pemikiran akademik, kegiatan orasi ilmiah ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.


Melalui peringatan Dies Natalis ke-41 ini, Fakultas Teknik UNAND diharapkan terus tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, responsif terhadap perubahan, serta mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.


Pada kesempatan itu Rektor Unand

Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Ph.D. turut menyampaikan harapannya agar Fakultas Teknik terus menjadi motor penggerak inovasi dan pengembangan teknologi.


"Perjalanan 41 tahun Fakultas Teknik Universitas Andalas merupakan perjalanan panjang yang telah melahirkan berbagai kontribusi bagi dunia pendidikan dan pembangunan. Ke depan, kami berharap Fakultas Teknik semakin memperkuat perannya sebagai pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penciptaan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," kata Rektor.


"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global. Karena itu, sinergi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar dampak yang dihasilkan semakin luas," tutupnya. (**)

 


SUMBARNET - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil menangkap seorang laki-laki berinisial AE (37), yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencabulan terhadap anak tirinya sendiri. 


Penangkapan dilakukan setelah pelaku masuk dalam daftar pencarian selama kurang lebih 15 bulan sejak diterbitkannya surat perintah penangkapan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasaman Barat.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasatreskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/32/II/2025/SPKT/Polres Pasaman Barat/Polda Sumatera Barat tanggal 17 Februari 2025, Senin (18/5/2026).


Kasatreskrim menjelaskan, proses penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Algino Ganaro bersama tim, melalui serangkaian penyelidikan guna melacak keberadaan pelaku yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tirinya.


“Tim Opsnal terus mengumpulkan informasi terkait keberadaan tersangka, mengingat yang bersangkutan telah melarikan diri selama 15 bulan sejak diterbitkannya surat perintah penangkapan,” ujar Iptu A. Agung.


Dari hasil penyelidikan, tim memperoleh informasi bahwa tersangka berada di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan tim Opsnal Polres Dharmasraya guna memastikan lokasi persembunyian pelaku.


“Setelah didapatkan informasi yang pasti mengenai keberadaan terduga pelaku, pada Jumat (15/5/2026), tim Opsnal Polres Pasaman Barat berangkat menuju Kabupaten Dharmasraya untuk melakukan pengejaran,” katanya.


Setibanya di lokasi, tim belum berhasil memastikan keberadaan tersangka sehingga dilakukan penyelidikan lanjutan selama dua hari. Setelah pendalaman informasi bersama tim Opsnal Polres Dharmasraya, petugas akhirnya memperoleh titik lokasi persembunyian pelaku.


Pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan bergerak menuju sebuah rumah kontrakan yang berada di Kenagarian Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan AE tanpa perlawanan.


“Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Polres Pasaman Barat guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kasatreskrim.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak tirinya sendiri sejak Januari 2025 di rumah mereka yang berada di Kecamatan Pasaman. Dari keterangan korban yang disamarkan dengan nama “Bunga”, perbuatan tersebut diduga terjadi sebanyak delapan kali.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 terkait perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002, Jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 473 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya dalam menangani setiap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak serta memberikan perlindungan kepada korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (HumasResPasbar)

 


SUMBARNET - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan penyesuaian susunan kepengurusan harian melalui Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 081-PLP/PP-PWI/V/2026 tanggal 18 Mei 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.


Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menetapkan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat yang baru. Sebelum dipercaya menduduki posisi Sekjen, Marthen menjabat Bendahara Umum PWI Pusat.


Sementara itu, posisi Wakil Sekretaris Jenderal diisi Haryo Ristamaji, Suprapto Sastro Atmojo, dan Kadirah.


Seiring reposisi tersebut, jabatan Bendahara Umum kini diisi Sumber Rajasa Ginting yang sebelumnya menjabat Wakil Bendahara Umum. Untuk mendukung tugas kebendaharaan, Badar Subur ditetapkan sebagai Wakil Bendahara Umum I dan Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II.


“Perubahan susunan pengurus ini dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal serta menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat,” kata Akhmad Munir, Senin (19/5/2026).


Selain pergantian Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum, PWI Pusat juga melakukan sejumlah reposisi di jajaran pengurus harian.


Bidang Organisasi dan Keanggotaan tetap dipimpin Zulkifli Gani Ottoh dengan Djoko Tetuko Abdul Latif sebagai Wakil Ketua. Bidang Pembinaan Daerah juga masih diketuai Mirza Zulhadi dengan Wakil Ketua Novrizon Burman dan Sarjono.


Di Bidang Pendidikan, Agus Sudibyo tetap dipercaya sebagai Ketua didampingi Zarman Syah dan kini didampingi Iskandar Zulkarnain. Sementara Bidang Kerjasama dan Kemitraan dipimpin Ariawan dengan para wakil ketua Amy Atmanto, M. Sarwani, Abdullah Sammy, dan Ki Agus Firdaus.


Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum diketuai Anrico Pasaribu dan kini didampingi Baren Antoni Siagian dan Jimmy Endey sebagai wakil ketua. Adapun Bidang Hubungan Luar Negeri dipimpin Irfan Junaidi dengan Aldi Gultom sebagai wakil ketua.


Untuk Bidang Multimedia dan IT, Hilman Hidayat tetap dipercaya sebagai ketua dengan Merdi Sofansyah dan Agus Salim Alwi Hamu sebagai wakil ketua. Sedangkan Bidang Media dan Penyiaran tetap diketuai Auri Jaya dengan Danang Sanggabuana dan Dede Apriadi sebagai wakil ketua.


Pada Bidang Pengelolaan Aset, Endang Werdiningsih menjabat ketua didampingi Hari Wibowo dan Rabiatun Drakel.


Akhmad Munir berharap susunan kepengurusan yang baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melanjutkan pengabdian dan semangat yang telah diwariskan almarhum Zulmansyah Sekedang bagi PWI dan dunia pers nasional. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Upaya tersebut kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Pemerintah Kota Padang dengan jajaran pimpinan Institut Teknologi Padang (ITP) yang berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (19/5/2026).


Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD, serta Kepala Bagian Kerja Sama Otto Damanik.


Sementara dari pihak ITP hadir Rektor Prof. Maidiawati, Wakil Rektor I Prof. M. Yahya, Wakil Rektor II Prof. Yusreni Warmi, Wakil Rektor III Firmansyah David PhD, Dekan Fakultas Teknik Dr. Nofriadi Handra, Dekan Fakultas Vokasi Dr. Fajar Nugroho, serta Kepala Humas Dr. Herix Sonata.


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Agenda utama yang dibahas yakni penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Padang dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk pelaksanaan program-program unggulan Pemerintah Kota Padang ke depan.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) periode 2025–2045 sebagai arah pembangunan selama dua dekade mendatang.


Menurutnya, selama 20 tahun ke depan Kota Padang akan difokuskan menjadi kota jasa yang bertumpu pada empat sektor utama, yaitu perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.


Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian visi pembangunan tersebut melalui riset, inovasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Kami telah bekerja sama dengan Sampoerna University dan mengirimkan 14 pelajar ke Arizona State University, Amerika Serikat. Kemudian kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia terkait Smart City, serta Padang Rancak Award bersama Universitas Ekasakti. Kami juga mendorong ITP ikut bekerja sama dengan Pemko Padang dalam menyukseskan Progul Pemko Padang,” ujar Fadly Amran.


Fadly juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang saat ini terus mendorong berbagai program unggulan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.


Salah satu program yang menjadi perhatian utama yakni Program Padang Juara, yang memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda Kota Padang untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas, termasuk peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.


Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga memiliki Program Unggulan Padang Melayani yang mencakup bantuan bagi kelompok pertanian dan perikanan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi sektor riil.


Di sisi lain, program UMKM Naik Kelas juga menjadi fokus pemerintah daerah melalui peningkatan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih kompetitif dan mampu berkembang secara berkelanjutan.


Fadly berharap ITP dapat mengambil peran aktif melalui pengembangan penelitian dan inovasi yang mampu mendukung berbagai program tersebut.


“Kami juga akan menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia. Kami mengajak ITP untuk bisa terlibat dalam kegiatan ini sehingga kita dapat membantu mahasiswa melanjutkan kuliah di Malaysia,” katanya.


Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi perlu terus diperluas agar tidak hanya berhenti pada kegiatan akademik semata, tetapi juga menghasilkan dampak nyata terhadap pembangunan daerah dan kebutuhan dunia kerja.


“Melalui kerja sama ini kami ingin mendorong perguruan tinggi di Kota Padang berkembang menjadi workforce university, yang mampu menghasilkan lulusan siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.


Sementara itu, Rektor ITP Prof. Maidiawati menyambut baik langkah Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan tinggi.


Ia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan menyelaraskan program Pemerintah Kota Padang dengan berbagai program yang dimiliki ITP.


“Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, serta mensinergikan program Pemerintah Kota Padang dengan ITP. ITP telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Padang terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.


Maidiawati juga menegaskan kesiapan ITP untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.


“ITP siap mendukung program-program Pemerintah Kota Padang terkait Padang Juara. ITP juga telah memiliki hubungan kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Kamboja,” ujarnya.


Melalui pertemuan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi, memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing generasi muda, serta mendukung pembangunan Kota Padang yang lebih maju dan berkelanjutan pada masa mendatang. (**)

 


SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Selasa (19/5/2026), guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal sekaligus meninjau berbagai persoalan sosial dan infrastruktur yang menjadi perhatian di wilayah tersebut.


Dalam kunjungan tersebut, Maigus Nasir menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Selain memantau pelayanan administrasi di tingkat kelurahan, ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih memerlukan perhatian serius, terutama terkait angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan kondisi infrastruktur lingkungan.


Menurut Maigus, persoalan Anak Tidak Sekolah masih menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Padang karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda dan kualitas sumber daya manusia di daerah.


Berdasarkan data Kelurahan Sungai Sapih, jumlah Anak Tidak Sekolah pada tahun 2025 tercatat sebanyak 88 orang. Angka tersebut mengalami penurunan menjadi 77 orang pada tahun 2026.


Meski menunjukkan tren positif, Maigus menilai jumlah tersebut masih memerlukan perhatian dan langkah konkret dari seluruh pihak.


Ia meminta seluruh unsur pemerintahan di tingkat kelurahan, mulai dari lurah, RT, RW hingga tokoh masyarakat untuk aktif melakukan pendataan serta pendekatan secara langsung kepada keluarga yang anaknya belum mendapatkan akses pendidikan secara maksimal.


Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh agar persoalan anak putus sekolah dapat ditangani lebih cepat dan tepat sasaran.


“Ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang, karena anak-anak kita tidak boleh kehilangan masa depan akibat terkendala akses pendidikan atau persoalan ekonomi keluarga. Kita ingin seluruh anak di Kota Padang mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujar Maigus Nasir.


Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang terus berupaya menekan angka Anak Tidak Sekolah melalui Program Unggulan (Progul) Padang Juara.


Program tersebut dirancang sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.


Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya melakukan pendataan dan pendampingan bagi anak-anak yang putus sekolah, tetapi juga menghadirkan berbagai dukungan pendidikan yang dapat membantu masyarakat.


Sejumlah fasilitas yang diberikan antara lain bantuan pendidikan serta program beasiswa bagi pelajar berprestasi maupun masyarakat kurang mampu.


Menurut Maigus, pemerintah ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak.


Bahkan, Pemko Padang juga membuka kesempatan lebih luas melalui berbagai program pendidikan yang memberi peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas hingga ke tingkat internasional.


“Pemerintah Kota Padang juga membuka peluang beasiswa pendidikan hingga ke luar negeri bagi generasi muda yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar tinggi. Kita ingin anak-anak Kota Padang menjadi generasi yang berdaya saing global,” katanya.


Selain menyoroti sektor pendidikan, sidak tersebut juga dimanfaatkan Maigus Nasir untuk melihat langsung kondisi infrastruktur lingkungan di Kelurahan Sungai Sapih.


Ia meninjau sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan terdapat titik-titik jalan berlubang yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.


Menurutnya, persoalan infrastruktur tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan warga.


Karena itu, ia meminta lurah beserta jajaran segera melakukan pendataan secara rinci terhadap seluruh titik jalan rusak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.


“Saya minta seluruh jalan yang berlubang segera didata. Jangan menunggu kerusakan semakin parah, karena infrastruktur yang baik sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.


Maigus berharap berbagai persoalan yang ditemukan selama sidak tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat terkait melalui langkah-langkah nyata dan terukur.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal serta berbagai persoalan sosial dan pembangunan dapat ditangani secara bertahap.


Melalui sidak seperti ini, Pemerintah Kota Padang berharap dapat memperoleh gambaran langsung kondisi di lapangan sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang akan diperingati pada 7 Agustus 2026 mendatang.


Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (19/5/2026).


Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Corri Saidan bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang tergabung dalam kepanitiaan HJK Padang ke-357.


Pada perayaan tahun ini, Pemko Padang memastikan HJK ke-357 akan hadir dengan konsep yang lebih meriah, berkelas, dan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.


Meski demikian, tema besar yang diusung tetap dipertahankan yakni “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City” sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota kreatif berbasis gastronomi.


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa Hari Jadi Kota Padang bukan hanya agenda seremonial tahunan semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat citra Kota Padang di tingkat nasional hingga internasional.


Menurutnya, HJK harus menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya, potensi kuliner, kreativitas masyarakat, serta daya tarik wisata yang dimiliki Kota Padang.


"Kita menginginkan HJK tahun ini jauh lebih luar biasa daripada tahun-tahun sebelumnya. Tetap dengan tema Taste of Padang Experience dan tekad menjadikan Padang sebagai kota kreatif gastronomi dunia yang diakui UNESCO," ujar Fadly Amran.


Ia menyampaikan, berbagai elemen akan dilibatkan dalam pelaksanaan HJK tahun ini. Tidak hanya perangkat pemerintah, tetapi juga komunitas kreatif, akademisi, pelaku budaya, mitra internasional, hingga tokoh-tokoh dunia Melayu dari negara-negara serumpun.


Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya konsep pelaksanaan HJK sekaligus memperluas promosi Kota Padang ke tingkat yang lebih luas.


Fadly Amran bahkan menargetkan kualitas penyelenggaraan HJK tahun ini meningkat secara signifikan, bahkan minimal dua kali lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.


Berbagai agenda unggulan pun telah dipersiapkan untuk memeriahkan peringatan HJK Padang ke-357.


Sejumlah kegiatan yang selama ini menjadi daya tarik masyarakat akan kembali dihadirkan dengan kemasan yang lebih menarik dan dipadukan dengan konsep gastronomi sebagai identitas Kota Padang.


Agenda tersebut di antaranya Pawai Telong-telong, Padang Fashion Week, bazar UMKM, festival budaya, event olahraga, hingga berbagai kegiatan menarik lainnya.


Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan pertunjukan orkestra megah yang memadukan musik modern dengan nuansa budaya Minangkabau dan visual artistik yang menggambarkan keberagaman Kota Padang.


"Berbagai agenda unggulan seperti Pawai Telong-telong, Padang Fashion Week, bazar UMKM, festival budaya, hingga event olahraga akan dipadukan dengan konsep gastronomi sebagai identitas Kota Padang. Kegiatan juga dimeriahkan pertunjukan orkestra megah yang memadukan musik modern, budaya Minangkabau, dan visual artistik khas keberagaman Kota Padang," katanya.


Pemko Padang juga memberikan perhatian khusus terhadap penataan kawasan Kota Tua yang direncanakan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan HJK tahun ini.

Kawasan tersebut ditargetkan tampil lebih bersih, tertata rapi, estetik, dan layak menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala internasional.


Penataan Kota Tua dipandang menjadi bagian penting dalam mendukung pengalaman masyarakat dan wisatawan selama pelaksanaan HJK berlangsung.


Tidak hanya menjadi pusat kegiatan seremoni, selama satu pekan penuh kawasan tersebut akan diramaikan dengan beragam aktivitas budaya dan gastronomi yang menampilkan kekayaan Kota Padang.


"Kita akan memusatkan kegiatan di Kota Tua dengan menampilkan keberagaman masyarakat Padang melalui kekayaan kuliner dan budayanya. Jadi selama sepekan, kawasan itu akan diramaikan berbagai event gastronomi dan budaya yang sensasional," ungkap Fadly Amran.


Melalui pelaksanaan HJK ke-357 ini, Pemko Padang juga terus mendorong terwujudnya visi besar menjadikan Kota Padang sebagai kota kreatif gastronomi dunia yang diakui UNESCO.


Dengan konsep yang lebih matang, kolaboratif, dan melibatkan banyak pihak, HJK Padang tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta tahunan masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu destinasi budaya dan kuliner unggulan yang memiliki daya saing internasional. (**)