Pasaman, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, memberikan apresiasi kepada empat pelajar terbaik yang mewakili daerah dalam Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Keempat pelajar tersebut dinilai telah menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat juang dalam membawa nama baik Pasaman Barat di tingkat provinsi.


Apresiasi itu disampaikan Yulianto saat menyambut kepulangan para calon Paskibraka di Rumah Dinas Bupati, Rabu (13/5), usai mengikuti rangkaian seleksi tingkat Provinsi Sumatera Barat.


“Terima kasih telah berjuang dan memberikan kemampuan terbaik dalam mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sumatera Barat. Semoga hasil yang diperoleh nantinya membawa kabar gembira bagi Kabupaten Pasaman Barat,” ujar Yulianto.


Ia menyebut, keikutsertaan para pelajar dalam seleksi tingkat provinsi menjadi bukti lahirnya generasi muda Pasaman Barat yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi. Menurutnya, proses seleksi Paskibraka bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan mental, etika, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.


“Kalian adalah anak-anak pilihan yang dipercaya membawa nama baik Pasaman Barat. Jadikan setiap proses yang dijalani sebagai pengalaman untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Terus belajar dan jadilah teladan bagi generasi muda lainnya,” katanya.


Yulianto juga menegaskan bahwa kegiatan Paskibraka memiliki peran strategis dalam membentuk Generasi Emas 2045 yang berintegritas, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan zaman.


“Di tengah berbagai pengaruh negatif saat ini, kegiatan seperti Paskibraka sangat penting untuk membangun karakter generasi muda menjadi lebih baik,” tambahnya.


Pada kesempatan itu, bupati turut menyampaikan terima kasih kepada para orang tua, pelatih, serta jajaran pembina yang telah memberikan dukungan dan pendidikan terbaik kepada para peserta hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.


Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pasaman Barat, Yosmar Difia, menjelaskan bahwa empat pelajar tersebut merupakan hasil seleksi terbaik tingkat kabupaten.


Adapun peserta yang mewakili Pasaman Barat, yaitu Ade Kurniawan dari SMA Negeri 1 Koto Balingka, Ragif Pratama dari SMA Negeri 2 Pasaman, Clawdya Sarma dari MAN 5 Pasaman Barat, dan Ainun Niswah Batubara dari SMA Negeri 1 Pasaman.


Menurut Yosmar, seluruh peserta telah menyelesaikan tahapan seleksi tingkat provinsi dan saat ini tinggal menunggu pengumuman hasil akhir.


“Seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan dan perjuangan terbaik selama proses seleksi berlangsung. Kami optimistis perwakilan Pasaman Barat mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di tingkat provinsi,” ujarnya.


Ia menambahkan, selama persiapan peserta mendapatkan pembinaan intensif bersama pelatih dari unsur TNI dan Polri, termasuk pelatihan khusus yang dipusatkan di Mako Brimob.


Salah seorang peserta, Clawdya Sarma, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Badan Kesbangpol, yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan selama proses seleksi.


Ia juga mengaku bangga dapat membawa nama Pasaman Barat dalam ajang seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Barat. (**)

 


Padang Panjang - Bank Nagari Cabang Padang Panjang menyalurkan dana kurban Rp33 juta kepada Badan Pengelola Islamic Centre (BPIC). Hal ini merupakan dukungan terhadap pelaksanaan ibadah kurban 1447 Hijriah.


Penyerahan dana kurban dilakukan secara simbolis, Rabu (13/5/2026), di Kantor Cabang Bank Nagari Padang Panjang. Dana tersebut diserahkan Pimpinan Cabang Bank Nagari Padang Panjang, Handre Irviyandi kepada Wakil Wali Kota Allex Saputra selaku Ketua Umum BPIC.


Kegiatan ini turut dihadiri pengurus BPIC M Yunus didampingi Defrial Datuak Banso Rajo, dan Kepala Dinas Kominfo Harry Rizka Perdana. 


Handre Irviyandi mengatakan partisipasi Bank Nagari pada program kurban merupakan bentuk komitmen perusahaan supaya terus memberi manfaat bagi masyarakat.


Dikatakanya lagi, tahun ini Bank Nagari Padang Panjang berpartisipasi melalui 11 peserta kurban dengan total kontribusi mencapai Rp33.000.000. 


“Semoga kontribusi ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi seluruh peserta kurban. Kami juga berharap hubungan silaturahmi antara Bank Nagari dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus terjalin dengan baik,” katanya.


Wawako Allex Saputra mengapresiasi konsistensi Bank Nagari yang terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Padang Panjang.


“Kurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami sangat mengapresiasi partisipasi Bank Nagari yang terus hadir bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam kegiatan seperti ini,” ujarnya.


Pemerintah Kota bersama Bank Nagari, sebutnya, berencana menghadirkan program tabungan kurban guna memudahkan masyarakat mempersiapkan ibadah kurban sejak dini, serta meningkatkan jumlah peserta kurban setiap tahunnya.


Ketua Bidang Kemakmuran BPIC, M. Yunus didampingi Defrial Datuak Banso Rajo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Bank Nagari terhadap kegiatan kurban di Islamic Centre.


Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam memperluas manfaat kurban bagi masyarakat sekaligus mendukung kemakmuran Islamic Centre sebagai pusat kegiatan keagamaan di Kota Padang Panjang. (harris)



PADANG, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang menyatakan kesiapan penuh dalam menyukseskan program Digital Bansos. Inisiatif nasional ini dirancang untuk memastikan penyaluran bantuan pemerintah lebih tepat sasaran melalui integrasi data kependudukan digital.


Kepala Disdukcapil Kota Padang, Ances Kurniawan menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Program Unggulan (Progul) Padang Melayani. Salah satu langkah konkretnya adalah mewajibkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai syarat utama akses bantuan.


"Program ini bertujuan mengukur ketepatan bansos yang diterima masyarakat. Penggunaan IKD memungkinkan verifikasi dilakukan secara real-time, sehingga risiko data ganda atau salah sasaran dapat ditekan seminimal mungkin," ujar Ances, Jumat (15/5/2026). 


Kota Padang sendiri terpilih sebagai satu dari delapan kabupaten/kota di Sumatera yang menjadi lokasi proyek percontohan (pilot project). 


Dalam skema ini, Disdukcapil Kota Padang memegang peran strategis sebagai koordinator wilayah. Untuk mengawal implementasi teknis, telah disiagakan 1.750 agen pendamping yang tersebar hingga tingkat RT dan RW guna membantu warga melakukan aktivasi IKD.


Upaya penguatan program ini sebelumnya telah dimatangkan melalui pertemuan koordinasi antara Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama tim lintas kementerian di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (24/4/2026) lalu. Pertemuan yang dihadiri perwakilan Kemendagri, Kemenko Polhukam, Kemenpan-RB, Kominfo, dan Bank Indonesia tersebut menjadi landasan strategis bagi Kota Padang.


Dalam pertemuan tersebut, Maigus Nasir menekankan bahwa digitalisasi adalah solusi atas persoalan data kemiskinan faktual di lapangan. Sinergi ini ditargetkan rampung sehingga program Digital Bansos dapat diluncurkan (launching) secara resmi pada Oktober 2026 mendatang. (Taufik)



SUMBARNET - Miris bercampur duka, begitulah perasaan warga yang menetap di sebuah desa tertinggal tepatnya di Jorong Rura Patontang Nagari Pematang Panjang Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat.


Hal ini disampaikan oleh Afwan salah seorang warga kepada media ini, pada Sabtu (16/5/2026).


"Yang mana seorang ibu rumah tangga bernama Irhamni terpaksa ditandu secara bergotong royong oleh warga karena hendak melahirkan," katanya.


"Irhamni ditandu sejauh 4 kilo meter oleh warga menuju rumah sakit tempat melahirkan," katanya.


Afwan menyebut, "hal ini karena akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan khususnya mobil ambulance, jalan yang tidak memadai dan sangat terjal  berlumpur," sebutnya.


Terlihat dari pantauan media ini, warga hanya bisa bergotong royong bersama - sama menandu Irhamni menggunakan sehelai kain sarung dan sebatang bambu.


Irhamni juga tampak menahan rasa sakit, ia berjuang diatas tandu jalan yang terjal dan berlumpur.


"Ini sudah kejadian kesekian kalinya, namun sampai saat ini masih juga belum mendapat perhatikan dari pemerintah," ujarnya.


Afwan berharap perhatian dari pemerintah agar akses jalan yang belum tersentuh selama puluhan tahun itu bisa diperbaiki dan ada perubahan.


"Bagi kami jalan bukanlah hanya sekedar proyek pembangunan, tapi penyambung nyawa warga disini," tutur Afwan. (Samino)



SUMBARNET - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus dua orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.


Pelaku diketahui masing-masing berinisial RD (21) dan RT (40). Keduanya berhasil diringkus di daerah Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasatreskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku berinisial RD dan RT tersebut.


Dikatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/76/III/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/ Polda Sumbar, tanggal 31 Maret 2026," ujarnya, Jumat (15/5/2026).


"Kedua pelaku tersebut sebelumnya melarikan diri setelah melakukan penganiayaan disertai dengan penusukan menggunakan senjata tajam terhadap korban bernama Awaluddin," ujarnya.


Kasatreskrim menerangkan, peristiwa tersebut terjadi di Jorong Kartini Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.


Berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku melakukan tindakan penganiayaan dengan cara memukul dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau dapur.


"Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri dan membuang barang bukti berupa satu buah pisau ke sungai Batang Saman," terangnya.


Menindaklanjuti laporan korban, Satreskrim Polres Pasaman Barat langsung melakukan penyelidikan, serta meminta keterangan para saksi yang melihat kejadian tersebut.


"Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan dan berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tim Opsnal langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku," ucapnya.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pelaku diketahui berada di daerah Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.


"Tim Opsnal di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung berangkat menuju Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau pada Selasa (12/5/2026)," tuturnya.


Lanjutnya, setelah berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Tandun Polres Rokan Hulu Polda Riau, kedua pelaku diketahui sedang berada di sebuah warung sate milik keluarganya.


"Kedua pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.20 WIB, di warung sate milik keluarganya di daerah Tandun Kabupaten Rokan Hulu Riau," ucapnya.


Dijelaskan, dihadapan petugas, kedua pelaku mengakui perbuatannya, sedangkan barang bukti satu buah pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban dibuang oleh pelaku RD ke sungai Batang Saman, setelah melakukan aksinya.


"Belum diketahui motif dari perbuatan kedua pelaku, petugas masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut," pungkasnya.


Saat ini, kedua pelaku telah berada di Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 ayat (1), Pasal 466 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (HumasResPasbar)

 


SUMBARNET - Personel Polres Pasaman Barat menggelar kegiatan Patroli Strong Point di sejumlah titik rawan kemacetan dan pusat aktivitas masyarakat pada Jumat (14/5/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas.


Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan bahwa kegiatan strong point merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kegiatan strong point merupakan pengaturan lalu lintas dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas serta menjaga keselamatan di jalan raya,” kata AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Menurutnya, kehadiran personel Polres Pasaman Barat di lapangan merupakan bentuk nyata pelayanan Polri dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beraktivitas.


“Polres Pasaman Barat hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.


Ia menjelaskan, patroli dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan personel juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan, pelanggaran lalu lintas, hingga potensi kecelakaan di jalan raya.


“Hal ini guna memberikan rasa aman dan nyaman serta terciptanya kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” sebutnya.


Kapolres berharap melalui kegiatan strong point yang rutin dilaksanakan, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat.


Selain itu, ia juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga ketertiban demi keselamatan bersama.


“Kami berharap masyarakat semakin disiplin dan tertib berlalu lintas, mematuhi aturan yang ada, serta selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.


Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, situasi kamtibmas maupun arus lalu lintas yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” harap AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Kegiatan strong point tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis yang memiliki tingkat aktivitas kendaraan cukup tinggi, dengan melibatkan personel Satlantas dan jajaran Polres Pasaman Barat. (**)



SUMBARNET - Kekompakan kepengurusan Ikatan Wartawan Independen (IWI) terjalin dengan satukan visi dan misi antar sesama insan pers khusus di Pasaman Barat, pada Jumat (14/5/2026) bertempat di kantor IWI Aek Tolang Pasaman Barat.


Kegiatan silaturahmi ini dipimpin langsung oleh Okeh Saputra selaku ketua Iwi Pasaman Barat.


"Kita sadari di era saat ini insan pers dituntut untuk giat dan lebih jeli dalm menyampaikan informasi ke publik," kata Okeh Saputra.


Ia menyebut, "sebagai lembaga kontrol sosial yang independen, kita dimintak untuk selalu profesional dan saling menguatkan," sebutnya.


Hal ini bertujuan untuk menguatkan silaturahmi sehingga tercipta kerja sama yang baik dan bisa di pertanggung jawabkan.


Oke berharap agar sesama pengurus dan anggota saling menguatkan dan menjaga kekompakan.


"Mari kita satukan visi dan misi sebagai pelayan informasi publik, agar kemajuan dan marwah jurnalis lebih diterima publib," harap Okeh Saputra. (Samino)



Padang - Memastikan visi Kota Padang yang diusung Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir tercapai, Bappeda Kota Padang menyelenggarakan brainstorming Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bagi perangkat daerah Pemko Padang di Kantor Bappeda Kota Padang, Jumat (15/5/26). 


Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni menyampaikan brainstorming RKPD ini dilakukan untuk memastikan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh perangkat daerah memang mengacu kepada visi dan misi Kota Padang 2025-2029. 


“Untuk memastikan kembali rencana kerja dan penganggaran yang diajukan oleh setiap perangkat daerah betul-betul berdampak pada penyelesaian permasalahan kota dan capaian target kinerja Pemko Padang, melalui visi-misi dan Progul yang diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” ujar Swesti Fanloni. 


Sebagai perangkat daerah yang menjadi leading sector visi Smart City, Dinas Kominfo Kota Padang menjadi perangkat daerah pertama yang mengikuti kegiatan brainstorming RKPD ini. 


“Sengaja Diskominfo menjadi yang pertama, karena memiliki peran paling besar dalam pencapaian visi Kota Padang sebagai Kota Pintar atau Smart City,” tambah Swesti Fanloni. 


Senada, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD menilai kegiatan brainstorming yang dilakukan oleh Bappeda ini merupakan hal baru yang memiliki dampak besar jika diseriusi bersama. 


“Kita duduk bersama dengan Bappeda, membahas program dan kegiatan, hingga supporting anggaran dalam upaya mencapai visi kota. Menarik karena perencanaan ke depan yang kami lakukan bisa lebih detail, sesuai dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas, baik dari aspek kegiatan ataupun penganggaran,” ungkapnya. 


Terkait hasil kegiatan brainstorming yang dilakukan Bappeda, Tommy TRD mengaku diperlukan beberapa perbaikan sesuai diskusi dengan jajaran Bappeda Kota Padang. 


“Ya, perlu beberapa penyempurnaan, khususnya terkait beberapa data agar lebih terukur dan menjadi representasi capaian output dan outcome. Insya Allah kita sempurnakan dalam 1-2 hari ini sesuai saran Bu Kaban,” pungkas Tommy TRD. 


Turut hadir dalam kegiatan brainstorming ini Sekretaris beserta para Kepala Bidang Bappeda Kota Padang dan Dinas Kominfo Kota Padang. (**)



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menghadiri peresmian pembangunan sumur bor dan tempat wudhu di Masjid Raya Kanagarian Koto Tangah, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (14/5/2026). 


Peresmian dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati.


Maigus Nasir turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan fasilitas yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama jemaah masjid. 


"Kehadiran sumur bor dan tempat wudhu ini tentu dapat meningkatkan kenyamanan jemaah dalam beribadah sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan masjid,” ujar Maigus Nasir. 


Wakil Wali Kota Padang yang juga ulama ini berharap fasilitas tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.


“Keberadaan sarana ibadah dan fasilitas pendukungnya yang memadai akan mendukung aktivitas keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan warga. Karena itu, kami berterima kasih kepada Human Initiative yang telah membantu pembangunan sumur bor dan tempat wudhu di Masjid Raya Koto Tangah ini,” imbuhnya.


Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli menilai program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan fasilitas ibadah yang layak dan memadai.


“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberi kenyamanan bagi jemaah dalam beribadah. Semoga program ini menjadi contoh semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu kebutuhan masyarakat,” kata Yassierli.


Di kesempatan yang sama, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati menjelaskan program tersebut meliputi pembangunan sumur bor sedalam 50 meter dan satu unit tempat wudhu untuk menunjang kebutuhan jemaah Masjid Raya Kanagarian Koto Tangah.


“Total nilai program mencapai Rp120 juta dan diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar 1.000 masyarakat di sekitar masjid,” jelasnya di penghujung acara yang juga dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan program dan paket sembako kepada masyarakat sekitar. (RM/BT/Prokopim)

 


SUMBARNET - Publik bertanya- tanya, bentuk pertanggungjawaban, menurut Undang-undang Walinagari harus menyelesaikan pertanggung jawabannya terhadap Pemerintah menyangkut laporan tahunan Walinagari (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa)


Pertanggungjawaban tersebut diatur oleh Undang-undang nomor 16 tentang Desa pasal 27 huruf c, dan Permendagri tentang laporan kepala desa.


Dari penelusuran tim media investigasi publik dilapangan, di Kecamatan Bayang dan Kecamatan Koto XI Tarusan masih banyak Walinagari yang belum melaporkan.


Kondisi ini diperparah dengan ditemukannya fakta dana ketahanan pangan 20 persen Dana Desa (DD) tidak disalurkan sesuai aturan.


Menurut aturan dana ketahanan pangan penyaluran dana desa seharusnya dari kas desa/nagari ke rekening Bumnag, ternyata disalurkan ke rekening pribadi perangkat nagari atau (pengurus Bumnag).


Ini berdampak terhadap pencalonan Walinagari yang ingin (incumben) karena kewajiban pertanggung jawaban yang ada, ini tentunya perlu perhatian Bupati untuk menugaskan insfektorat dalam mengevaluasi kinerja Walinagari.


Sementara Camat Kecamatan Bayang Hendro Nasti saat dihubungi wartawan Rabu (13/6/2026) mengaku belum melihat LPPD dari Walinagari yang akan berakhir masa jabatannya.


"Ya, kami belum lihat, namun saya akan koordinasikan dulu dengan Sekretaris Camat (Sekcam), apakah sudah ada yang memberikan laporan LPPD tersebut," tutupnya Hendro. (WH)