SUMBARNET - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang meringkus seorang pria berinisial KF (27) yang diduga sebagai pelaku pencurian telepon seluler. Tersangka yang merupakan seorang juru parkir sekaligus residivis ini ditangkap tanpa perlawanan di kawasan belakang Plaza Andalas, Kota Padang.


Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Yasin, melalui keterangan persnya membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku diringkus pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, oleh Tim 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang yang dipimpin oleh Kasubnit VI IPDA Ryan Fermana.


"Pelaku berhasil kami amankan berdasarkan laporan dari korban bernama Rendy Leonardo dengan nomor LP/B/1066/X/2026/SPKT/POLRESTA PADANG/POLDA SUMATERA BARAT," ujar Kompol Yasin, Rabu (28/10/2026).


Peristiwa pencurian ini terjadi tiga hari sebelumnya di kawasan Jalan Belakang Lintas, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang dan baru disadari korban pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.


Dalam melancarkan aksinya, gerak-gerik pelaku sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Berbekal rekaman tersebut serta laporan masyarakat, Tim 1 Klewang langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pelacakan keberadaan barang bukti.


"Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, anggota kami mengenali pelaku sebagai seorang residivis yang memang sering beroperasi di kawasan Pasar Raya Padang. Tim kemudian melakukan penyisiran dan mendapati pelaku sedang berada di belakang Plaza Andalas," tambah Kompol Yasin.


Saat diamankan oleh petugas, pelaku KF yang beralamat di Jalan Ganting, Kelurahan Ganting Parak Gadang,Kecamatan Padang Timur, tidak bisa mengelak. Ia mengakui perbuatannya telah mengambil handphone milik korban.


Dari tangan tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone merk Infinix Smart 8 berwarna hitam.


Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah digelandang ke Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan melengkapi administrasi penyidikan sesuai hukum yang berlaku. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum terkait tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. (**)



MENTAWAI,Sumbarnet.id -Drama pemalangan SMP Negeri 2 Sipora Selatan di Desa Bosua yang sempat menghebohkan warga akhirnya berakhir. Persoalan yang dipicu karena upah pekerja revitalisasi belum dibayar oleh Kepala Sekolah, yang sempat membuat aktivitas belajar mengajar lumpuh, langsung direspon cepat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Kepala Disdikbud Mentawai, Jop, mengaku tidak tinggal diam begitu mendapat laporan dari masyarakat dan media. Begitu informasi pemalangan masuk, ia bersama tim langsung tancap gas turun ke lokasi di Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan.


"Kita bersama tim langsung turun ke lokasi dan berkomunikasi dengan Kepsek untuk segera membayar upah pekerja, pada hari itu juga semuanya tuntas," ucap Jop dengan tegas kepada media, Rabu (28/10/2026).


Langkah cepat ini diambil Jop karena ia tidak ingin dunia pendidikan di Mentawai tercoreng hanya karena persoalan upah pekerja. Baginya, hak pekerja adalah harga mati yang harus segera diselesaikan.


Namun, ada fakta menarik di balik pemalangan tersebut. Saat tim Disdikbud turun ke lapangan, sosok Kepala Sekolah ternyata tidak berada di tempat.


"Saat turun ke lokasi, memang keberadaan Kepsek tidak ada di tempat, karena beliau berada di Jambi untuk menjenguk orang tuanya yang lagi sakit," ungkap Jop.


Meskipun memiliki alasan kemanusiaan, Jop menegaskan bahwa sebagai seorang pemimpin sekolah, meninggalkan tanggung jawab pekerjaan tanpa penyelesaian, apalagi sampai memicu pemalangan, adalah sebuah kelalaian fatal yang tidak bisa dibiarkan.


Sanksi Tegas Menanti: Dari Teguran Hingga Nonjob

Jop tidak main-main. Ia memastikan akan ada sanksi administrasi tegas bagi Kepsek SMPN 2 Sipora Selatan.


"Kami dari Dinas tetap memberikan sanksi administrasi seperti teguran termasuk pergantian kepala sekolah," tegas Jop.


Menurutnya, persoalan ini tidak berhenti hanya pada pembayaran upah. Pihaknya akan terus mengawal dan meminta pertanggungjawaban penuh atas pelaksanaan revitalisasi sekolah senilai ratusan juta tersebut.


"Persoalan ini akan terus berjalan dan juga meminta pertanggungjawaban pekerjaan, karena upah pekerja belum sepenuhnya dibayar termasuk penyelesaian revitalisasi sekolah. Kalau pertanggungjawaban tidak bisa diselesaikan maka rujukannya kepada pemeriksaan," ucapnya.


Jop menambahkan, bentuk sanksi akan berjenjang dan berproses sesuai dengan tingkat kesalahan dan pertanggungjawaban dari Kepsek yang bersangkutan.


"Saya belum bisa mengatakan pecat, tapi sanksi administrasi ada dan juga teguran arahnya di nonjobkan sementara, agar fokus menyelesaikan revitalisasi sekolah," sebut Jop.


Kebijakan nonjob sementara ini dinilai paling tepat, agar Kepsek bisa fokus menuntaskan laporan pertanggungjawaban revitalisasi tanpa dibebani tugas manajerial sekolah.


Di akhir keterangannya, Jop memberikan warning keras kepada seluruh Kepala Sekolah di Kepulauan Mentawai yang sedang melaksanakan program revitalisasi dari pemerintah pusat.


Persoalan serupa diharapkan tidak terulang lagi. Setiap kepala sekolah diminta untuk profesional, transparan, dan mengutamakan hak-hak pekerja.


"Persoalan ini diharapkan tidak ada lagi terjadi di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Mentawai dan diminta setiap kepala sekolah profesional untuk melaksanakan revitalisasi sekolah," pungkasnya.


Dengan tuntasnya pembayaran upah tersebut, palang kayu yang sempat menutup pintu SMPN 2 Sipora Selatan kini telah dibuka kembali, dan aktivitas belajar mengajar kembali normal. (Roby)

 


MENTAWAI, Sumbarnet.id – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di pusat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Revitalisasi SMP Negeri 2 Sipora  yang mencakup pembangunan delapan ruang kelas, gedung administrasi, MCK dan Laboratorium IPA sudah mencapai progres fisik 95 persen.


Pekerjaan ini dilaksanakan secara swakelola yang bersumber anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) senilai Rp 1,6 miliar, dimana sekolah tersebut saat ini sudah terlihat bagus dan menarik.



"Revitalisasi sekolah telah mencapai progres fisik 95 persen. Pekerjaan yang tersisa berupa penyelesaian mobiler," ucap Kepsek SMPN 2 Sipora, Antinus, http://S.TH.kepada media, Rabu (28/10/2026).


Dia menyebut adanya anggaran revitalisasi dari Kemendikbud ini, bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas sekolah berdampak positif pada proses kegiatan belajar mengajar.



"Ini adalah tujuan utama kita, meskipun pada hakikatnya memiliki keterkaitan fasilitas penunjang yang dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar," tuturnya.


Dia menuturkan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang berada di pusat kabupaten ini, seyogianya belum maksimal dan masih ada beberapa item yang perlu dibenahi salah satunya revitalisasi perpustakaan yang belum terakomodir.


Pada tahun 2025 pernah diusulkan anggarannya saat itu terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan longsor. Pengusulan itu masuk kategori revitalisasi kebencanaan, namun tahun 2026 tidak masuk, berkemungkinan bisa di tahun 2027.


Terkait dengan kebutuhan dalam pembenahan sekolah, kata Antinus sudah disampaikan ke pihak Dinas melalui Kepala Bidang SMP untuk pengusulan anggaran pembenahan sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora.


Tak hanya itu kebutuhan lain juga sudah disampaikan seperti penataan lingkungan sekolah termasuk pagar sekolah tujuannya supaya siswa-siswi tidak lagi keluar dari sekolah tapi berada di lingkungan sekolah dan mudah diawasi, ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan, kalau konsep awal untuk pembenahan sekolah direncanakan dulu bertingkat, ruang administrasi berada di depan, karena pusat pelaksanaan kegiatan lebih banyak dilakukan di SMP 2 Sipora seperti pertemuan.


"Kita sangat berharap bisa bertahap untuk melakukan revitalisasi gedung sekolah sesuai dengan ketersediaan anggaran baik dari kementerian maupun APBD, agar nantinya bisa maksimal kegiatan dilaksanakan," imbuhnya.


Menurut Antinus kalau dihitung biaya secara keseluruhan untuk pembenahan sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora yang terletak di pusat kabupaten lebih kurang 10 miliar, namun anggarannya kalau dapat bisa bertahap, sehingga bisa tuntas kebutuhan sekolah.


Dia menambahkan untuk revitalisasi SMPN 2 Sipora ini mulai dikerjakan pada bulan Juli dan akan berakhir 15 Desember 2026, dimana progres saat ini sudah mencapai 95 persen dan siswa akan segera menikmati fasilitas baru. (Roby)

 


SUMBARNET — Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, PT Semen Padang menggelar upacara di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Rabu (28/10/2026). Dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, upacara tersebut dipimpin Direktur Operasi Andria Delfa selaku inspektur upacara.


Diikuti ratusan karyawan Semen Padang Group, upacara tersebut turut dihadiri Komisaris Utama PT Semen Padang Prof. Werry Darta Taifur, Komisaris Ilham Aldelano Azre, serta jajaran staf pimpinan PT Semen Padang dan Anak Perusahaan dan Lembaga Penunjang (APLP).


Dalam amanatnya, Andria Delfa menyampaikan bahwa pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ikrar tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa untuk mewujudkan cita-cita bersama.


Menurut Andria, semangat yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini mengingatkan pada tiga nilai penting, yaitu patriotik, gigih, dan berempati.


“Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati melalui upacara seremonial, tetapi harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat budaya kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan,” katanya.


Ia menjelaskan tiga nilai penting tersebut. Patriotik, kata dia, mencerminkan rasa cinta dan kesetiaan terhadap tanah air. Semangat patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap perjuangan para pemuda, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjalankan tanggung jawab.


Kemudian, nilai gigih menggambarkan mental yang kuat, ketekunan, dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Sikap tersebut, kata dia, dinilai penting dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berkembang dan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kinerja serta daya saing.


Adapun nilai empati diwujudkan melalui kepedulian, kepekaan, serta kemauan untuk mendengarkan dan merangkul sesama. “Dengan membangun empati, setiap insan perusahaan diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.


Andria juga mengajak seluruh insan perusahaan menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing demi kemajuan perusahaan.


“Marilah kita tunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap perusahaan melalui kerja keras, kejujuran, integritas, dan semangat kebersamaan. Dengan komitmen dan kontribusi nyata dari setiap insan perusahaan, kita dapat membawa PT Semen Padang menjadi perusahaan yang semakin maju, unggul, dan berdaya saing,” ujarnya.


Andria menutup amanatnya dengan mengajak seluruh insan perusahaan menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi.


“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Bersatu dalam semangat, bergerak dalam karya, dan berprestasi untuk Indonesia,” tutupnya. (*)

 


Oleh: Zigo Rolanda

(Ketua Umum DPP AMPI/ Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar)


Peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bukan sekadar momentum seremonial, melainkan manifestasi keberanian generasi muda dalam menyatukan perbedaan demi cita-cita besar bernama Indonesia. Hampir satu abad kemudian, tantangan generasi muda telah berubah. Mereka menghadapi disrupsi teknologi, persaingan kerja, derasnya arus informasi, serta tuntutan terhadap kepemimpinan yang kompeten dan berintegritas.


Bagi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), momentum ini menjadi pengingat bahwa organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau mobilisasi politik. AMPI harus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional sekaligus kawah candradimuka kaderisasi Partai Golkar, tempat generasi muda ditempa menjadi pemimpin yang memiliki gagasan, karakter, dan kapasitas untuk mengabdi.


Indonesia memiliki peluang besar melalui bonus demografi, yakni kondisi ketika penduduk usia produktif mendominasi struktur penduduk. Proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa penduduk usia produktif 15–64 tahun masih menjadi kelompok dominan dalam struktur penduduk Indonesia.


Besarnya potensi tersebut juga tercermin dalam politik. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa pemilih Generasi Z dan milenial mencapai sekitar 58,38 persen dari total pemilih pada Pemilu 2024. Ini menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar penerus bangsa, melainkan kekuatan yang ikut menentukan arah kepemimpinan nasional hari ini.


Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. Tanpa peningkatan kompetensi, kesempatan kerja, dan kualitas kepemimpinan, besarnya populasi usia produktif dapat menghadirkan tantangan sosial dan ekonomi. Karena itu, bonus demografi harus diterjemahkan menjadi bonus produktivitas, inovasi, dan kepemimpinan.


Di sinilah AMPI harus mengambil peran strategis: memastikan anak muda tidak hanya menjadi objek pembangunan atau pemilih dalam kontestasi politik, tetapi juga menjadi pelaku pembangunan dan calon pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.


Perubahan perilaku generasi muda juga ditandai oleh semakin besarnya peran ruang digital. APJII mencatat penetrasi internet Indonesia mencapai 80,66 persen pada 2025. Teknologi membuka kesempatan bagi anak muda untuk membangun usaha, memperluas jejaring, menyampaikan aspirasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan publik.


Namun, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, polarisasi, dan kecenderungan menilai persoalan secara dangkal. Kecepatan menyampaikan pendapat tidak selalu diikuti kedalaman analisis, sementara popularitas tidak otomatis mencerminkan kapasitas kepemimpinan.


AMPI harus menjawab tantangan tersebut dengan mendorong kader menjadi produsen gagasan, bukan sekadar konsumen informasi. Kader muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, literasi digital, pemahaman kebijakan publik, dan kecakapan mengubah aspirasi menjadi program yang terukur.


Untuk mewujudkan peran tersebut, kaderisasi AMPI perlu bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, kepemimpinan gagasan (thought leadership). Kader harus memahami isu strategis seperti ekonomi digital, kewirausahaan, ketahanan pangan, transisi energi, dan pembangunan daerah. Mereka perlu dilatih menyusun gagasan dan rekomendasi kebijakan yang berbasis data serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Kedua, pengalaman nyata di tengah masyarakat (field experience). Kepemimpinan tidak cukup dibentuk melalui diskusi dan pelatihan. Kader harus terlibat dalam pendampingan UMKM, pengembangan kewirausahaan muda, aksi sosial, dan penyelesaian persoalan konkret di daerah. Ukuran keberhasilan bukan hanya jumlah kegiatan, melainkan manfaat yang dihasilkan.


Ketiga, jalur talenta kepemimpinan yang profesional dan berintegritas (leadership talent pipeline). AMPI harus menjadi ruang untuk mengenali dan mengembangkan kader berdasarkan kapasitas, rekam jejak, dan komitmen pengabdian. Dengan mentor yang tepat, pelatihan berkelanjutan, serta kesempatan mengemban tanggung jawab, AMPI dapat mempersiapkan kader untuk berkontribusi sebagai pemimpin politik, profesional, pengusaha, maupun pemimpin masyarakat.


Kebesaran Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh sejarah dan pengalaman politiknya, tetapi juga oleh kemampuannya menyiapkan generasi penerus. Kaderisasi yang kuat akan memastikan partai mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjawab aspirasi masyarakat yang terus berkembang.


Kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui slogan dan komunikasi politik. Kepercayaan harus tumbuh dari integritas, kompetensi, konsistensi, dan hasil kerja yang dapat dirasakan. Karena itu, AMPI harus menempatkan etika dan tanggung jawab sebagai bagian mendasar dari proses pembentukan pemimpin.


Jika Sumpah Pemuda 1928 menjadi tonggak persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan, maka Sumpah Pemuda hari ini harus menjadi momentum untuk membuktikan kontribusi dalam mengisi kemerdekaan. Menuju Indonesia Emas 2045, bangsa ini membutuhkan pemimpin muda yang mampu mengubah potensi menjadi produktivitas, gagasan menjadi kebijakan, dan kekuasaan menjadi manfaat bagi rakyat.


Di bawah bendera AMPI, komitmen kita adalah menjadikan organisasi ini sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang berani berpikir, bersedia bekerja, mampu berkolaborasi, dan siap mempertanggungjawabkan amanah.


Pada akhirnya, keberhasilan AMPI bukan semata-mata diukur dari besarnya organisasi, banyaknya kegiatan, atau kuatnya mobilisasi politik, melainkan dari kualitas pemimpin yang dilahirkan dan manfaat yang mereka berikan kepada masyarakat.


AMPI harus menjadi tempat lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang bukan hanya siap meraih kepercayaan publik, tetapi juga cakap mengelola amanah dan menghadirkan manfaat bagi rakyat. Sebab, masa depan Partai Golkar dan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita wariskan, tetapi juga oleh kualitas generasi pemimpin yang kita siapkan hari ini. (**)

 


SUMBARNET — Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melakukan kunjungan kerja ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Selasa (27/10). 


Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung perkembangan (progres) proyek beautifikasi pada area Terminal Keberangkatan dalam rangka peningkatan standar pelayanan dan estetika bandara.


Hingga akhir Oktober 2026, realisasi pekerjaan beautifikasi di Terminal Keberangkatan BIM telah mencapai 78%. Pengerjaan saat ini berfokus pada tahap penyelesaian (finishing) interior terminal, pemasangan sistem pencahayaan LED estetis, instalasi counter layanan dan furnitur baru, serta penyematan ornamen artistik khas bermotif Minangkabau yang merepresentasikan kearifan lokal.


Dalam peninjauannya, COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya penyelesaian proyek tepat waktu untuk menyambut peningkatan pergerakan penumpang pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).


"Seluruh rangkaian pekerjaan beautifikasi ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap beroperasi pada bulan Desember 2026. Kami memastikan hasil akhir pekerjaan ini tidak hanya mempercantik tampilan fisik bandara, tetapi juga secara signifikan meningkatkan standar kenyamanan dan customer experience para penumpang," ujar Dony Oskaria.


Guna memastikan target tersebut tercapai, manajemen telah menetapkan beberapa langkah strategis, di antaranya:


Percepatan & Pengawasan Ketat: Mendorong pihak kontraktor dan mitra kerja untuk mengoptimalkan jumlah tenaga kerja (manpower) serta jadwal pengerjaan guna mengejar sisa 22% target pengerjaan, dengan tetap memprioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta standar kualitas Injourney Airport.


Pengujian Fasilitas (Commissioning Test): Melakukan pengawasan rutin dan pengujian fungsi terhadap seluruh fasilitas baru sebelum dioperasikan secara penuh pada bulan Desember.


Pelaporan Berkala: Menjamin transparansi dan akuntabilitas melalui pelaporan progres mingguan kepada Manajemen Injourney Airport.


Proyek beautifikasi ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Injourney Airport dan Danantara dalam menghadirkan infrastruktur bandara berkelas dunia yang memadukan modernitas dengan identitas budaya lokal Minangkabau.


Narahubung : 

Feni Lindriany ( Branch Communication & CSR Departement Head )

 


Mentawai – Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai terus mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Hamidi di Desa Goisoinan, Rabu (28 Oktober 2026).


Kali ini, personel Satgas TMMD melaksanakan pekerjaan pengecoran lantai rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat, dan nyaman untuk ditempati.


Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menegaskan bahwa pembangunan RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan masyarakat.


Melalui program TMMD, diharapkan masyarakat dapat menikmati hunian yang lebih layak sekaligus merasakan langsung manfaat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Roby)



SUMBARNET - Personel Polres Sijunjung, Polda Sumatera Barat, mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Lapangan M. Yamin, Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.


Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, serta kepedulian generasi muda dalam membangun bangsa dan negara.


Dalam pelaksanaan upacara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sijunjung bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, AKP Amin Nurasyid, S.H., bertugas sebagai Perwira Upacara dan IPDA Nofri Dasman sebagai Komandan Upacara. Adapun IPDA Henki bertugas sebagai Komandan Kompi, dengan peserta dari pleton Polres Sijunjung.


Kehadiran personel Polres Sijunjung dalam upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan persatuan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat patriotisme, kegigihan, solidaritas, dan empati, khususnya bagi generasi muda, agar mampu berkontribusi positif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


Melalui momentum ini, Polres Sijunjung juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. (Ovi)

 



Mentawai, Selasa, 27 Oktober 2026 – Dalam upaya mengenal lebih dekat budaya dan kearifan lokal masyarakat Mentawai, personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai bersama ibu angkat membantu membelah kayu yang telah direndam di sungai Desa Goiso'oinan untuk mengambil toek, salah satu kuliner tradisional khas Mentawai.


Dengan penuh antusias, personel Satgas TMMD mengikuti proses pengambilan toek, mulai dari membantu membelah kayu hingga mencicipi dan menikmati kuliner tersebut bersama ibu angkat.


Momen ini menjadi pengalaman menarik bagi personel Satgas TMMD untuk mengenal tradisi kuliner yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Mentawai.


Kegiatan tersebut juga mencerminkan kedekatan dan keakraban antara TNI dan masyarakat. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa saling mengenal dan menghargai budaya lokal.


Melalui kebersamaan ini, Satgas TMMD ke-130 terus menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat terjalin melalui berbagai kegiatan sederhana yang penuh makna.


TMMD ke-130: Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa. (Roby)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID—Pemerintah Kota Bukittinggi gelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. Upacara tersebut di pimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Salman di halaman Balai Kota, Rabu, 28 Oktober 2026. 


Dalam amanatnya, Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Salman, membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan yang telah diwariskan para pemuda sejak 98 tahun lalu. Selain itu, kemajuan bangsa perlu didukung oleh karakter generasi yang kuat, semangat pantang menyerah, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat.


"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih dan berempati. Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," ungkapnya


Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, jajaran Forkopimda Kota Bukittinggi, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD,  Camat, Lurah, TNI, Polri serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.(**)