MENTAWAI, Sumbarnet.id– Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berjalan sesuai jadwal (schedule) dan rencana kerja yang telah ditetapkan. 


Hingga Jumat (31/10/2026), progres pekerjaan masih berada pada jalur perencanaan dengan berbagai upaya percepatan terus dilakukan untuk memenuhi target pembangunan.


Safety Officer Arif mengatakan, untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan hingga akhir tahun 2026, secara bertahap terus kita menambah jumlah tenaga kerja. Penambahan personel dilakukan setiap minggu guna mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan serta mempercepat penyelesaian setiap tahapan pembangunan, ujar Arif.


Selain penambahan tenaga kerja, upaya percepatan juga dilakukan melalui penerapan sistem kerja lembur (overtime) hingga pukul 00.00 WIB. Langkah tersebut diterapkan untuk memastikan target pekerjaan harian dapat tercapai sesuai dengan rencana, katanya.


"Dengan penambahan tenaga kerja dan optimalisasi waktu kerja, pelaksanaan pembangunan RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai diharapkan tetap berjalan sesuai jadwal, sehingga target pembangunan hingga akhir tahun dapat direalisasikan", ucap Arif.


Arif mengatakan, bahwa pihaknya juga mengalami kendala cuaca yang tidak bisa diprediksi. Sehingga pekerjaan agak sedikit terkendala dilapangan. Meskipun demikian pekerjaan terus dimaksimalkan agar selesai tepat waktu.


Pembangunan fasilitas kesehatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dan nantinya masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas dan layanan kesehatan yang lebih baik. (Roby)

 


SUMBARNET — Sebanyak 35 program pemberdayaan berbasis komunitas di 12 kelurahan dan kawasan Teluk Bayur digulirkan melalui dukungan pendanaan tahap awal senilai Rp1,29 miliar dari PT Semen Padang.


Melalui Forum Nagari dan Kelompok Pengelola Sumber Daya (KPS) Saiyo Sakato, masyarakat berperan dalam merencanakan dan mengelola program berdasarkan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing. Pendekatan partisipatif dari bawah ke atas (bottom-up) ini diterapkan untuk mendukung penguatan ekonomi, peningkatan keterampilan kerja, perbaikan infrastruktur, pendidikan, serta kegiatan sosial dan budaya masyarakat.


Pada bidang penguatan ekonomi produktif, sejumlah program diarahkan untuk mengembangkan usaha masyarakat, mulai dari sektor UMKM hingga pertanian, perikanan, dan peternakan.


Di Kelurahan Batu Gadang, alokasi Rp112,1 juta antara lain diperuntukkan bagi penguatan UMKM “Kampung Seribu Keripik”, bantuan operasional MIS Nurul Hidayah, serta pengembangan potensi seni dan budaya lokal. Sementara itu, Forum Nagari Banda Buek mengelola alokasi Rp111,93 juta untuk mendukung berbagai usaha produktif, seperti pengadaan bibit dan pakan ikan lele serta nila, budi daya ikan hias, penetasan telur ayam kampung, dan penguatan UMKM lokal.


Pengembangan usaha peternakan juga menjadi salah satu pilihan pemberdayaan di sejumlah wilayah. Forum Nagari Koto Lalang memperoleh alokasi Rp84,37 juta untuk mendukung budi daya itik petelur, pembangunan gudang inventaris, fasilitas WC kantor forum, serta kegiatan perlombaan PKK tingkat kota.


Di Lambung Bukit, alokasi Rp104,36 juta diarahkan untuk program pemberdayaan ayam kampung petelur dan pelatihan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) bagi pemuda setempat. Sementara itu, Forum Nagari Limau Manis mengelola Rp87,75 juta untuk pengembangan usaha penggemukan sapi kurban, pengadaan perlengkapan kesenian randai, serta pembuatan kincir air.


Program ekonomi produktif juga dikembangkan Forum Nagari Limau Manis Selatan melalui alokasi Rp104,62 juta. Anggaran tersebut mencakup pengembangan unit usaha “Forum Minum Kopi”, kelanjutan pembangunan gudang sampah, serta pelatihan satpam.


Adapun Forum Nagari Padang Besi mengelola Rp112,22 juta untuk mendukung usaha peternakan ayam petelur, penataan Semarak Pasar Pagi, pengadaan peralatan kongsi kematian RW II, serta pengecatan kantor LPM, Forum Nagari, dan PKK.


Selain pengembangan usaha, sejumlah program BMN diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang ekonomi bagi pemuda.


Di Kelurahan Koto Lua, alokasi Rp87,52 juta digunakan untuk mendukung pelatihan satpam bagi pemuda produktif serta pengadaan perlengkapan drum band MTSS Limau Manis. Program pelatihan satpam juga menjadi salah satu kegiatan Forum Nagari Pampangan Nan XX, yang memperoleh alokasi Rp94,5 juta. Selain pelatihan tersebut, anggaran di Pampangan juga diperuntukkan bagi penyediaan sarana olahraga bola voli untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya kalangan remaja.


Pada bidang infrastruktur, program pemberdayaan diarahkan untuk mendukung perbaikan sarana dasar yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Di Kelurahan Baringin, alokasi Rp112,5 juta diperuntukkan bagi pembangunan turap penahan tanah untuk mendukung penataan drainase irigasi dan mengurangi risiko erosi.


Forum Nagari Tarantang juga mengelola alokasi Rp112,5 juta untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur pertanian dan permukiman, meliputi pembangunan bak penampungan, pemasangan pipa irigasi sawah, perbaikan sarana air bersih PAMSIMAS, serta renovasi kantor Forum Nagari.


Sementara itu, di Kelurahan Indarung, alokasi Rp112,5 juta diarahkan untuk pembangunan aula pertemuan warga dan pemberian beasiswa pendidikan bagi masyarakat di sepanjang jalur belt conveyor.


Dukungan terhadap infrastruktur dan pendidikan juga dilaksanakan melalui KPS Saiyo Sakato di kawasan Teluk Bayur. Dengan alokasi Rp61,87 juta, program yang dikelola mencakup perbaikan jalan dan riol permukiman serta bantuan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa dukungan pendanaan melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi dan menjawab kebutuhan wilayahnya masing-masing.


Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola program dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.


“Keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar dana yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola, menjaga keberlanjutan, dan merasakan manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari menjadi wadah agar warga sendiri yang menentukan potensi dan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Win.


Ia menambahkan, pelaksanaan program BMN diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan kegiatan. Dengan demikian, dukungan perusahaan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.


Forum Nagari sendiri merupakan wadah yang mempertemukan lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.


Melalui Forum Nagari, masyarakat didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan, menyusun prioritas, serta mengelola kegiatan pemberdayaan dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Forum ini juga berperan memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pemanfaatan potensi lokal dalam pelaksanaan Program BMN secara berkelanjutan. (*)

 


SUMBARNET – Bukti keakraban dan kebersamaan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai bersama masyarakat terlihat melalui kegiatan gotong royong membersihkan lapangan sepak bola di Desa Bukit Pamewa Indah, Sabtu (31/10/2026).


Dengan penuh semangat, personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu membersihkan lingkungan lapangan agar terlihat bersih, rapi, dan nyaman digunakan untuk kegiatan olahraga masyarakat.


Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan fasilitas umum, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kebersamaan dan gotong royong, hubungan kekeluargaan antara personel Satgas TMMD dan masyarakat semakin erat.


Bersama rakyat, Satgas TMMD hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. (Roby)

 


Mentawai – Semangat Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai dalam membantu masyarakat terus terlihat melalui percepatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, rumah milik Bapak Oltisan dan Ibu Clara di Desa Goisoinan mulai memasuki tahap pengecatan dinding.Sabtu, 31 Oktober 2026


Warna hijau mulai menempel pada dinding rumah, memberikan suasana baru yang lebih cerah dan nyaman. Tahap pengecatan ini menjadi salah satu proses penting dalam penyelesaian pembangunan RTLH agar rumah dapat segera ditempati dengan kondisi yang lebih layak.


Melalui program TMMD ke-130 TA 2026, Satgas TMMD terus menunjukkan kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, menghadirkan harapan baru melalui pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. (Roby)

 


DHARMASRAYA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Dharmasraya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan serta membangun karakter generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 14 Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, pada Rabu (28/10/2026).

Program Polisi Peduli Pendidikan merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan dunia pendidikan, sekaligus upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan lingkungan sekolah dan para peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Dharmasraya berupaya menghadirkan sosok polisi yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, pembinaan, serta motivasi kepada generasi penerus bangsa.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada para siswa sejak usia dini, khususnya mengenai pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Kehadiran personel Satlantas di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dan harmonis antara Polri dengan kalangan pendidikan. Dengan demikian, para siswa tidak merasa takut terhadap sosok polisi, melainkan menjadikannya sebagai sahabat, pelindung, pengayom, dan pembimbing masyarakat.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menyampaikan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter, moral, kedisiplinan, serta kesadaran untuk menaati aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui program Polisi Peduli Pendidikan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita persiapkan sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan memiliki rasa tanggung jawab," ungkap Kapolres.

Ia menjelaskan, lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat strategis untuk membangun karakter anak. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kerja sama yang baik antara pihak kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda.

Kapolres juga berharap melalui kegiatan tersebut, para siswa dapat memperoleh motivasi dan pemahaman mengenai pentingnya menaati peraturan, menghormati guru dan orang tua, menjaga sikap serta perilaku, dan membiasakan diri melakukan hal-hal positif.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa. Tanamkan sejak dini sikap disiplin, kejujuran, tanggung jawab, saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting dalam membentuk generasi yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polres Dharmasraya akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Menurutnya, membangun sumber daya manusia yang unggul bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga pendidikan, tetapi merupakan tugas bersama seluruh komponen bangsa, termasuk Polri.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Satlantas Polres Dharmasraya juga ingin menumbuhkan kedekatan emosional antara polisi dan para pelajar sehingga tercipta hubungan yang positif, penuh kepercayaan, serta saling mendukung.

Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah hukum Polres Dharmasraya.

Dengan adanya program ini, Polres Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukatif, dan humanis.

Polisi Peduli Pendidikan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terciptanya generasi muda yang cerdas, berakhlak baik, disiplin, serta memiliki masa depan yang lebih baik demi kemajuan bangsa dan negara. (**)

 


DHARMASRAYA – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan sosial dan ekonomi warga.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026), bertempat di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian terhadap persoalan pengangguran serta mendorong terciptanya masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Melalui sosialisasi tersebut, Polres Dharmasraya berupaya memperkenalkan program Piliran kepada masyarakat agar warga dapat memahami maksud, tujuan, serta manfaat program yang diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menyampaikan bahwa program Polisi Peduli Pengangguran merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri terhadap kondisi masyarakat, terutama warga yang belum memiliki pekerjaan atau sedang berupaya mendapatkan peluang kerja.

Menurut Kapolres, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi positif dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

"Melalui program Polisi Peduli Pengangguran atau Piliran ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri selalu berupaya hadir, mendengar, serta membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi," ungkap Kapolres.

Ia menjelaskan, pengangguran merupakan salah satu persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kerja sama antara kepolisian, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait agar masyarakat yang belum bekerja dapat memperoleh informasi, motivasi, dan peluang untuk meningkatkan kemampuan maupun keterampilan diri.

Kapolres juga berharap melalui sosialisasi program Piliran, masyarakat Nagari Sungai Kambut dapat lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka, khususnya berkaitan dengan persoalan pekerjaan dan kesempatan untuk memperoleh penghasilan.

"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Kami ingin mendorong masyarakat agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan keterampilan, serta memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Untuk itu, Polres Dharmasraya mengajak masyarakat agar tidak ragu menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian maupun pemerintah setempat apabila membutuhkan informasi, pendampingan, atau bantuan terkait permasalahan sosial yang dihadapi.

Program Piliran juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat diketahui lebih dini sehingga langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terarah.

Selain memberikan perhatian terhadap persoalan pengangguran, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui pendekatan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kapolres Dharmasraya berharap program Polisi Peduli Pengangguran dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung kehidupan sosial yang lebih baik.

"Harapan kami, melalui program Piliran ini dapat tumbuh semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian. Kami ingin masyarakat semakin berdaya, produktif, mandiri, serta memiliki semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik," tutup AKBP Kartyana.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi program Polisi Peduli Pengangguran di Nagari Sungai Kambut, Polres Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi wujud nyata bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap berbagai tantangan kehidupan sosial demi terwujudnya masyarakat yang aman, sejahtera, dan semakin mandiri. (**)

 


DHARMASRAYA – Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., melaksanakan patroli sekaligus meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Dharmasraya, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Dharmasraya dalam memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat nagari berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi dan kondisi pelaksanaan Pilwana, sekaligus memastikan kesiapan personel pengamanan dalam menjalankan tugas di sejumlah lokasi pemilihan.

Pemantauan ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat muncul selama proses pemilihan berlangsung.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro mengatakan, patroli dan peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman, nyaman, dan tanpa adanya tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.

Menurutnya, Pilwana merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat nagari. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga suasana yang sejuk, mengedepankan persatuan, serta menghormati setiap perbedaan pilihan politik.

"Patroli dan pemantauan ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan Pilwana 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami ingin masyarakat merasa tenang dan nyaman dalam menyalurkan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing," ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan maupun latar belakang calon yang berkompetisi dalam Pilwana.

Kapolres mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, berita bohong atau hoaks, maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Selain itu, para calon wali nagari beserta pendukung masing-masing diharapkan dapat menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi dengan tetap menjaga etika, menghormati aturan, serta menerima setiap hasil pemilihan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

"Kami mengimbau seluruh calon, tim pendukung, dan masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan perselisihan atau konflik. Siapa pun yang terpilih nantinya merupakan bagian dari masyarakat nagari yang harus kita dukung bersama demi kemajuan daerah," tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilwana tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh pihak terkait sangat diperlukan guna menciptakan suasana demokrasi yang damai dan bermartabat.

Kapolres juga mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilwana. Ia berharap kesadaran bersama untuk menjaga persatuan tetap terpelihara, baik sebelum, selama, maupun setelah proses pemilihan selesai.

"Harapan kami, seluruh tahapan Pilwana 2026 di Kabupaten Dharmasraya dapat berlangsung dengan sukses, aman, damai, dan demokratis. Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persatuan, bukan justru menjadi alasan untuk terpecah belah," tambahnya.

Melalui patroli dan pemantauan langsung tersebut, Polres Dharmasraya menegaskan kesiapannya dalam mengawal pelaksanaan Pilwana 2026 agar berjalan sesuai ketentuan serta tetap mengedepankan prinsip keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan terciptanya situasi yang aman dan kondusif, diharapkan seluruh masyarakat dapat mengikuti proses demokrasi tingkat nagari dengan penuh tanggung jawab, sehingga menghasilkan pemimpin nagari yang mampu membawa kemajuan, meningkatkan kesejahteraan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Polres Dharmasraya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai penghalang dalam membangun nagari dan Kabupaten Dharmasraya yang lebih baik. (**)

 


SUMBARNET - Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan pembangunan Stadion Haji Agus Salim Padang harus menghasilkan stadion berkualitas terbaik di Indonesia.


Dony menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan Stadion Haji Agus Salim bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Selasa (27/10/2026).


Ia menegaskan, pembangunan stadion tidak boleh hanya mengejar penyelesaian fisik. Setiap detail pengerjaan harus mendapat perhatian agar menghasilkan bangunan berkualitas.


"Saya mau kualitas stadion ini menjadi yang terbaik di Indonesia. Saya pasti akan datang terus untuk melakukan pengawasan. Terutama sekali berkaitan dengan detail eksekusi pembangunan," kata Dony.


Menurutnya, Stadion Haji Agus Salim harus menjadi ikon baru Sumatera Barat. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan pembangunan tersebut.


"Stadion ini harus menjadi sebuah ikon. Itu harus menjadi komitmen kita bersama," tegasnya.


Dony juga menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade atas dukungannya terhadap pembangunan di Sumatera Barat.


Ia menilai perjuangan Andre dalam mengawal anggaran pembangunan stadion menjadi bagian penting dari upaya memajukan daerah.


"Kita juga berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade yang selalu mendukung pembangunan di Sumatera Barat," ujarnya.


Menurut Dony, tidak semua daerah memperoleh kesempatan membangun stadion dengan kualitas standar FIFA.


Karena itu, ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Stadion ini nantinya harus memberikan kebanggaan bagi masyarakat Minangkabau.


"Perjuangan Pak Andre luar biasa. Beliau memperjuangkan anggaran pembangunan stadion ini. Tidak semua daerah mendapatkan kesempatan seperti ini," ungkapnya.


Dony juga memastikan akan kembali meninjau pembangunan stadion tersebut secara berkala.


Ia ingin memastikan seluruh tahapan pengerjaan berjalan sesuai rencana. Kualitas hasil pembangunan juga harus menjadi perhatian utama.


"Saya juga akan beberapa kali datang untuk melihat langsung pelaksanaan pembangunan stadion ini," katanya.


Ia berharap pembangunan Stadion Haji Agus Salim dapat berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, Sumatera Barat memiliki stadion berkualitas yang menjadi kebanggaan masyarakat.


"Mudah-mudahan, insyaallah, kita bisa mewujudkan stadion berkualitas yang menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau," tutup Dony. (***) 



**Mentawai** – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau langsung sejumlah sasaran pembangunan TMMD di wilayah Kodim 0319/Mentawai.Jumat, 30 Oktober  2026


Tim Wasev dipimpin oleh Kolonel Inf Fransisco, S.E., M.I.Kom., didampingi Letkol Cba Vidia Mardika Wahyudi, S.Sos., serta Kapten Inf Zul Afendi, Pasi Wanwil Korem 032/Wbr. Kedatangan tim disambut langsung oleh Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Inf Bambang Budi Hartanto bersama unsur Forkopimda.


Dalam kunjungan tersebut, Tim Wasev bersama Dansatgas meninjau sejumlah sasaran fisik TMMD, di antaranya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Hamidi dan Bapak Oltisan, serta pembangunan MCK milik Bapak Melki dan Bapak Mauliate yang berada di Desa Goisoinan.


Pada kesempatan itu, para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dansatgas serta Tim Wasev atas pembangunan rumah dan fasilitas MCK yang kini menjadi lebih layak dan nyaman untuk digunakan.


Selanjutnya, Tim Wasev meninjau sasaran pipanisasi air bersih di Dusun Pogari, Desa Goisoinan, dengan panjang jaringan mencapai 2.000 meter yang diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga (KK).


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke lokasi pembukaan jalan lingkar di Desa Bukit Pamewa sepanjang 3.000 meter, termasuk pembangunan parit di sisi kiri dan kanan jalan sepanjang 800 meter.


Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan program TMMD ke-130 berjalan sesuai sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Melalui program TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Roby)

 


**Mentawai** – Dansatgas TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, memaparkan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 kepada Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Jumat (30/10/2026), bertempat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Km 5 Tuapejat.


Tim Wasev dipimpin oleh Kolonel Inf Fransisco, S.E., M.I.Kom., didampingi Letkol Cba Vidia Mardika Wahyudi, S.Sos., serta Kapten Inf Zul Afendi selaku Pasi Wanwil Korem 032/Wbr.


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Mentawai serta jajaran terkait.


Dalam paparannya, Dansatgas menjelaskan berbagai pelaksanaan program TMMD ke-130, mulai dari sasaran fisik berupa pembangunan jalan, RTLH, MCK, pipanisasi air bersih, hingga kegiatan sasaran nonfisik melalui penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.


Paparan ini menjadi bagian dari kegiatan pengawasan dan evaluasi Tim Wasev untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program TMMD, termasuk capaian pekerjaan, kendala di lapangan, serta manfaat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai dapat berjalan sesuai target dan memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Mentawai. (Roby)