SAWAHLUNTO -- Kontingen Shorinji Kempo Kabupaten Pesisir Selatan berhasil mempersembahkan dua medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026 yang digelar di Kota Sawahlunto.


Dua medali tersebut diraih dari nomor Randori (pertarungan) Putra.


Adrian Farel turun di kelas 70 Kg Putra berhasil menyumbang perunggu pertama setelah tampil ngotot di babak semifinal. Sementara Muhammad Syahdan yang turun di kelas 65 Kg Putra juga berhasil mengamankan medali perunggu kedua untuk Pesisir Selatan.


Ketua PERKEMI Pesisir Selatan, *Rega Desfinal, S.T.,* yang mendampingi langsung atlet di lokasi pertandingan mengaku bangga atas perjuangan kedua atletnya.


"Alhamdulillah, target kita ada medali yang dibawa pulang. Dua perunggu ini hasil kerja keras anak-anak. Adrian Farel (70 Kg) dan Muhammad Syahdan (65 Kg) sudah tampil maksimal. Kita syukuri dulu, ini modal untuk pembinaan ke depan," ujar Rega Desfinal di Sawahlunto, Selasa (14/10/2026).


Rega menambahkan, persaingan di Porprov tahun ini sangat ketat, terutama dari kontingen Padang, Bukittinggi, dan tuan rumah Sawahlunto yang menurunkan atlet Pelatnas.


"Terima kasih untuk dukungan KONI Pessel, Dispora, orang tua atlet, dan masyarakat Pesisir Selatan. InsyaAllah ke depan kita evaluasi untuk bisa tingkatkan jadi emas di Porprov selanjutnya," tutupnya.


Dengan tambahan dua perunggu dari cabor Kempo, kontingen Pesisir Selatan terus menambah pundi-pundi medali di klasemen Porprov Sumbar XVI.(***)




*Keterangan Foto:*

MEDALI PERUNGGU: Dua atlet Kempo Pessel masing-masing meraih medali perunggu di Porprov Sumbar 2026 di Sawahlunto. Terlihat Adrian Farel (Randori Putra Kelas 70 Kg), Ketua PERKEMI Pessel Rega Desfinal, S.T., dan Muhammad Syahdan (Randori Putra Kelas 65 Kg) foto bersama di lokasi tanding.

 


SUMBARNET - DKI Jakarta memiliki posisi strategis dalam industri jasa konstruksi nasional. Besarnya jumlah kontraktor dan konsultan membuat ibu kota menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sektor konstruksi di Indonesia.


Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian Pekerjaan Umum, Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. menilai besarnya konsentrasi pelaku usaha tersebut menempatkan Jakarta dalam posisi penting. Hal itu ia sampaikan dalam Forum Jasa Konstruksi DKI Jakarta 2026 yang digelar di Gedung Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta, Selasa (13/10).


“Makanya Jakarta itu suka enggak suka, mau enggak mau jadi benchmark nasional. Pasti karena jumlah pelakunya di situ,” ujar Insannul.



Kontraktor dan Konsultan Terkonsentrasi di Jakarta



Data yang dipaparkan Insannul menunjukkan Jakarta memiliki 7.799 kontraktor dari total 99.057 kontraktor secara nasional. Dengan demikian, sekitar 7,9% kontraktor Indonesia beroperasi di ibu kota.


Jumlah konsultan konstruksi juga memperlihatkan konsentrasi serupa. Jakarta memiliki 1.029 konsultan dari sekitar 10.000 konsultan konstruksi secara nasional.


“Jadi dari 38 provinsi itu, 10 persen konsultan ada di Jakarta,” kata Insannul saat menjelaskan sebaran konsultan konstruksi di Indonesia.


Menurutnya, besarnya jumlah pelaku usaha membuat perkembangan jasa konstruksi Jakarta patut menjadi perhatian pemangku kepentingan. Kondisi tersebut juga menempatkan Jakarta dalam posisi strategis untuk menggambarkan dinamika industri konstruksi nasional.




Kapasitas Badan Usaha Jadi Perhatian


Selain kontraktor dan konsultan, Insannul menyoroti jumlah badan usaha konstruksi berkualifikasi besar di Jakarta. Ia menyebut terdapat 3.016 badan usaha dalam kategori tersebut berdasarkan data yang dipaparkannya.


“SKU besarnya itu paling banyak di Jakarta. Jumlahnya 3.016,” ujar Insannul.


Besarnya jumlah badan usaha itu memperlihatkan skala industri konstruksi yang berkembang di ibu kota. Namun, posisi Jakarta sebagai tolok ukur nasional juga membuat pengembangan kapasitas pelaku usaha menjadi perhatian penting.


Data tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya peran Jakarta dalam ekosistem jasa konstruksi Indonesia. Ke depan, kapasitas badan usaha dan konsultan akan tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan pengembangan industri konstruksi nasional. (**)

 


SUMBARNET - Kabupaten Sijunjung keluar sebagai juara umum pada cabang olahraga catur di ajang Porprov XVI Sumbar tahun 2026, dengan memperoleh medali emas terbanyak pada satu Cabor diantara daerah lainnya.


Bertanding di Pesisir Selatan, Kontingen Sijunjung membawa 10 orang atlet catur dengan rincian lima laki-laki dan lima perempuan. Dari total kategori pertandingan, Sijunjung berhasil meraih 4 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu dengan total 7 medali.


Pengumuman Sijunjung sebagai juara umum pada Cabor Catur disampaikan langsung oleh panitia usai penyerahan medali serta sebagai tanda pertandingan untuk Cabor tersebut selesai digelar.


Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Sijunjung, Afrineldi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut.


"Alhamdulillah, Sijunjung ditetapkan sebagai juara umum pada Cabor Catur di Porprov kali ini. Kita meraih medali emas terbanyak pada Cabor ini," tuturnya saat dihubungi, Selasa (13/10).


Dikatakan, capaian tersebut membuktikan bahwa Sijunjung memiliki potensi besar pada Cabor Catur. "Kita memiliki banyak atlet yang berpotensi, banyak sumber daya untuk catur ini," ungkapnya.


Para atlet yang sukses meraih medali itu diantaranya kategori beregu standar putri yang sukses meraih medali emas, Azani Caturrega, Ayu Hasanah Putri, Yasinta Tanzil, Fauziah Rieza, Alifiana Arsyila Shakeer 


Kategori perorangan standar putri, Alifiana Arsyila Shakeer mendapat 1 medali emas, perorangan standar putra, 1 medali emas atas nama Alfi Desri Arga, 1 emas catur cepat putri atas nama Yasinta Tansil.


Selanjutnya 1 medali perak catur cepat putri atas nama Azani Caturrega dan 2 medali perunggu perorangan Putri atas nama Ayu Hasanah Putri dan Fauziah Rieza.


Ketua Koni Sijunjung, Rusdianto menyampaikan terima kasih dan bangga kepada para atlet yang telah tampil maksimal hingga Sijunjung keluar sebagai juara umum pada Cabor catur.


"Kita sangat dan apresiasi kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Sijunjung di ajang Porprov ini. Terutama untuk Cabor Catur ini, kita keluar sebagai juara umum dengan meraih medali emas terbanyak," terang Rusdianto.


Dengan capaian tersebut, tentunya menambah koleksi perolehan medali bagi Kontingen Sijunjung dan terus bersaing di klasemen papan atas Porprov XVI Sumbar. (*)

 


SUMBARNET - Percepatan pembentukan struktur organisasi hingga tingkat nagari dan penyiapan calon anggota legislatif sejak dini menjadi fokus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat dalam menghadapi Pemilu 2029. Dari sekitar 179 kecamatan di Sumatera Barat, struktur kepengurusan PKB baru terbentuk di 118 kecamatan atau sekitar 70 persen.


Target tersebut mengemuka dalam kegiatan pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sumatera Barat masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026).


Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus, S.H.I., meminta seluruh pengurus DPC segera menuntaskan pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di kecamatan yang belum memiliki kepengurusan lengkap. Ia juga menargetkan pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di setiap nagari mulai dilakukan pada Desember mendatang.


“Dalam menghadapi pemilu, struktur organisasi merupakan hal paling utama yang harus dirampungkan, sesuai dengan perintah Ketua Umum,” ujar Firdaus.


Menurutnya, pengukuhan bukan sekadar penerimaan surat keputusan atau pemasangan atribut, melainkan penegasan amanah dan tanggung jawab untuk memenangkan PKB di Sumatera Barat. Karena itu, konsolidasi tidak boleh hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi harus dimulai sejak sekarang.


Firdaus juga menyoroti belum meratanya penyelesaian struktur organisasi di tingkat kecamatan. Ia meminta pengurus DPC menyampaikan kendala secara terbuka agar pembentukan kepengurusan dapat segera dituntaskan.


Percepatan konsolidasi tersebut sejalan dengan target PKB untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif dan merebut posisi pimpinan DPRD kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Perwakilan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Rico Alviano, S.T., menegaskan bahwa pengukuhan 19 DPC merupakan awal kerja politik menuju Pemilu 2029. Ia meminta pengurus memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat, menjalankan kaderisasi secara berkelanjutan, dan menjaga politik yang santun.


“Di Sumatera Barat, PKB tidak boleh lagi menjadi partai pelengkap. Kita harus merebut kursi pimpinan DPRD kabupaten dan kota,” kata Rico.


Rico juga meminta seluruh DPC memulai persiapan pencalonan anggota legislatif sejak dini. Pada 2027, pengurus diharapkan mulai menjaring kader potensial dari kalangan masyarakat Minangkabau, dengan mempertimbangkan kapasitas dan potensi mereka, bukan hanya kemampuan finansial.


Ia menyebut PKB perlu membuktikan bahwa partai dapat berkembang dengan tetap menjaga nilai tradisi, merawat agama, dan membela masyarakat kecil. Ia juga berkomitmen menjadi penghubung aspirasi DPC PKB se-Sumatera Barat di tingkat pusat.


Selain memperkuat struktur partai, PKB mendorong penguatan organisasi perempuan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.


Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nurnadlifah, S.Ag., M.M., mengatakan restrukturisasi kepengurusan Perempuan Bangsa telah diselesaikan di tingkat DPW dan dilanjutkan ke tingkat DPC di seluruh Indonesia.


Ia menegaskan bahwa Perempuan Bangsa perlu menjadi kekuatan tambahan bagi PKB untuk menjangkau komunitas perempuan, memperluas dukungan masyarakat, dan menyiapkan calon anggota legislatif perempuan di setiap daerah pemilihan.


“Perempuan Bangsa biasanya tidak ingin mengambil kursi yang sudah ada. Justru yang kita inginkan adalah menambah jumlah kursi,” ujarnya.


Nurnadlifah meminta pengurus PKB di semua tingkatan mendukung pelaksanaan program kerja badan partai, termasuk Perempuan Bangsa. Ia menekankan bahwa pakta integritas pengurus harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar dokumen formal.


Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat, Cempaka Tanjung, juga menekankan pentingnya sinergi organisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam politik, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat.


Ia berharap pengukuhan pengurus menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas kader, memperkuat komitmen organisasi, serta menyusun pemetaan daerah pemilihan secara lebih terstruktur.


“Perempuan Bangsa! Bergerak Bersama, Berdaya Bersama!” seru Cempaka.


Melalui penguatan struktur hingga tingkat nagari, kaderisasi, dan kolaborasi dengan Perempuan Bangsa, PKB Sumatera Barat menyiapkan langkah organisasi untuk mencapai target politik pada Pemilu 2029. (**)



SUMBARNET - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh meninjau kondisi warga terdampak banjir di kawasan Lubuk Lukum, Lubuk Minturun, Kota Padang, Selasa (13/10/2026). 


Dalam kunjungan tersebut, Rahmat turut menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir.


Rahmat mengatakan, kehadirannya di lokasi bertujuan melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan dapat diterima warga yang membutuhkan.


“Kami datang untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir dan menyerahkan bantuan untuk meringankan beban korban. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga yang masih menghadapi dampak luapan air,” kata Rahmat.


Menurut dia, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan setelah banjir terjadi, apalagi mengingat ini telah kali kedua terjadi.


Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu memperkuat langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta sistem peringatan dini di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai.


Rahmat berharap koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat terus ditingkatkan. 


Dia menilai kerja bersama menjadi kunci untuk mempercepat evakuasi, melindungi warga, serta mengurangi risiko korban dan kerugian akibat bencana.


“Kita berharap penanggulangan bencana ke depan semakin cepat, terkoordinasi, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, sementara warga di kawasan rawan banjir juga perlu terus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.


Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang pada Sabtu (10/10/2026) lalu. Cuaca tersebut menyebabkan Sungai Lubuk Minturun meluap dan merendam permukiman warga pada sejumlah kawasan di sepanjang aliran sungai. (**)

 


SUMBARNET - Pertamina Sumbar merespon cepat untuk meringankan korban bencana banjir kota Padang, dengan memberikan bantuan langsung pada masyarakat terdampak. 


Penyaluran bantuan kebencanaan dampak banjir di Kota Padang diserahkan Senin, 12 Oktober 2026 lalu, bekerjasama dengan BPBD Kota Padang. 


Adapun bantuan yang didistribusikan ke 3 titik terdampak di Kota Padang, yakni, Kecamatan Koto Tangah, ⁠Kecamatan Nanggalo dan   Kecamatan Kuranji, berupa, kebutuhan paket bantuan sembako dan LPG untuk dapur umum, serta  kebutuhan untuk ibu dan anak, termasuk kebutuhan pengungsian lainnya. 


Bantuan tersebut, 60 dus air mineral, 60 dus mie instan, ⁠60 dus minyak goreng 1 L, ⁠30 kaleng sarden, 60 karung beras 10 kg, 10 papan telur, 5 dus susu UHT, ⁠20 pcs biskuit,300 pcs selimut, ⁠30 paket baju anak-anak, 20 paket baju bayi, 20 pax pembalut, 10 pax popok, ⁠6 set kompor 2 tungku lengkap  regulator, 12 pcs panci, ⁠12 pcs wajan, 50 pcs piring, 50 pcs gelas, 50 pcs sendok, ⁠20 pcs teko, 25 pcs ember,b12 pcs spatula dan 3 tabung Bright Gas 12 KG, yang diperkirakan nilainya sekitar Rp100 jut. 


Dengan bantuan tersebut diperkirakan bisa untuk penerima manfaat sekitar 498 jiwa, menjelang semuanya berjalan normal. 


Adapun titik penerimaan bantuan diserahkan pada Posko Lapau Munggu Kuranji, yang nantinya akan disebarkan ke titik bencana lainnya, melalui BPBD Kota Padang.


Bantuan tersebut diserahkan langsung SAM Pertamina Ritel Sumbar Fakhri Rizal didampingi 

SBM Bima, serta pegawai Pertamina Sumbar. 


Berkaitan dengan penyaluran bantuan, SAM Sumbar mengatakan, gerakan kemanusian ini dilakukan terus oleh Pertamina, untuk saling merasakan sedih dan duka masyarakat, sehingga berupaya meringankan rasa sedih dan duka tersebut. 


"Kita akan selalu melakukan gerakan kemanusian untuk sama merasakan sedih dan duka, serta berupaya meringakan rasa sedih itu, menjelang kembalinya pulih bencana," ulas Fakhri Rizal (Selasa 13/10/2026).


Dia juga mengatakan, hal serupa juga dilakukan ketika terjadi bencana di kabupaten Solok beberapa waktu lalu, serta tempat lainnya. 


"Kita juga melakukan hal yang sama ketika terjadi bencana di kabupaten Solok, serta tempat lainnya, karena ini gerakan kemanusiaan dan rasa yang mendalam," tutupnya. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID-Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pengadilan Agama Bukittinggi tandatangani Nota Kesepakatan (MoU) untuk membuka layanan Pengadilan Agama pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bukittinggi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Balai Kota, Selasa, 13 Oktober 2026.


Ketua Pengadilan Agama Bukittinggi, Salman, menyampaikan, kerja sama ini merupakan upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengakses layanan Pengadilan Agama dengan lebih mudah melalui Mal Pelayanan Publik Kota Bukittinggi.


"Adapun bentuk layanan Pengadilan Agama yang akan diselenggarakan pada MPP meliputi layanan informasi dan pengaduan, layanan gugatan mandiri, layanan pengambilan produk Pengadilan Agama, serta layanan secara elektronik (e-Court). Layanan ini dibuka pada Senin hingga Kamis, pukul 08.00 hingga 12.00 WIB," ungkapnya.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kerja sama dengan Pengadilan Agama Bukittinggi merupakan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan. Kehadiran layanan Pengadilan Agama di Mal Pelayanan Publik (MPP) diharapkan dapat memberikan kemudahan, efisiensi waktu, serta mendukung pelayanan yang terpadu bagi masyarakat.


"Melalui kerja sama ini, kita berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan Pengadilan Agama tanpa harus mengakses layanan langsung ke kantor Pengadilan Agama. Kehadiran layanan di Mal Pelayanan Publik ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.(**)

 


PASAMAN — Komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani, kembali ditunjukkan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Muzli M. Nur. Melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (Pokir), sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pasaman menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa alat pengolah tanah sejenis bajak pada Selasa (13/10/2026).


Penyerahan bantuan berlangsung di Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman. Kegiatan tersebut didampingi jajaran Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman.


Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Pasaman.


H. Muzli M. Nur, yang merupakan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dikenal telah menjalani enam periode pengabdian sebagai wakil rakyat. Saat ini, ia bertugas di Komisi IV DPRD Sumbar dan menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Sumatera Barat.


Penyaluran alsintan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan sektor pertanian melalui dukungan sarana produksi yang dibutuhkan kelompok tani. Ketersediaan alat pertanian yang memadai diharapkan mampu membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif dan mengurangi ketergantungan pada metode kerja yang membutuhkan waktu serta tenaga lebih besar.


Perjuangkan Pertanian hingga Infrastruktur


Tidak hanya sektor pertanian, Muzli M. Nur juga disebut terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Pasaman, termasuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang menjadi salah satu penunjang mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.


Bagi daerah yang memiliki aktivitas pertanian cukup penting, dukungan alsintan dan infrastruktur jalan merupakan dua kebutuhan yang saling berkaitan. Pengolahan lahan yang lebih efisien perlu didukung akses transportasi yang memadai agar hasil pertanian dapat dipasarkan dengan lebih mudah.


Melalui sinergi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan instansi teknis, program bantuan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan peralatan semata, tetapi berlanjut pada pemanfaatan yang optimal dan pemeliharaan yang baik oleh kelompok penerima.


Kelompok tani penerima diharapkan menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, mengelola pemakaian secara bersama, serta menjaga kondisi alat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.


Dorong Kesejahteraan Petani Pasaman


Bantuan alsintan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian di Kabupaten Pasaman. Keberhasilan program tersebut nantinya perlu dilihat dari sejauh mana alat dapat dimanfaatkan, membantu mempercepat pengolahan lahan, dan memberikan dampak nyata terhadap kegiatan usaha tani.


Komitmen memperjuangkan kebutuhan petani dan infrastruktur daerah diharapkan terus berjalan melalui kolaborasi yang terukur antara DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kelompok masyarakat.


Dengan dukungan sarana pertanian yang memadai serta akses infrastruktur yang semakin baik, petani Pasaman diharapkan semakin produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.(mmn)



SUMBARNET – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memutasi sejumlah pejabat di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), termasuk Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq.


Berdasarkan informasi yang dimuat Langgam.id, mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Reza Chairul Akbar Akbar Sidiq selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Dirlantas Polda Lampung.


Posisi Dirlantas Polda Sumbar selanjutnya akan diisi Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Samapta (Dirsamsapta) Polda Banten.


Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran kepemimpinan dan pengembangan karier personel.


Selain pergantian Dirlantas, mutasi juga menyasar jabatan Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Sumbar. Kombes Pol Didit Bambang Wibowo Saputra ditunjuk untuk mengisi jabatan tersebut, menggantikan almarhum Kombes Pol Ahmad Basahil.


Sebelum penunjukan itu, Didit Bambang Wibowo Saputra bertugas sebagai Dosen Utama di Akademi Kepolisian (Akpol) pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya membenarkan adanya mutasi dan pengisian sejumlah jabatan tersebut pada Minggu (11/10/2026).


Menurutnya, mutasi merupakan hal yang lazim di lingkungan kepolisian sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus promosi jabatan.


Perubahan susunan pejabat tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Dengan adanya pergantian Dirlantas, kepemimpinan fungsi lalu lintas Polda Sumbar selanjutnya akan berada di bawah Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno setelah proses serah terima jabatan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. (**)

 


PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melantik dan mengambil sumpah jabatan 27 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Pelantikan yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (12/10/2026), menjadi momentum bagi para pejabat untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak 27 pejabat yang dilantik terdiri atas tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 10 Pejabat Administrator, dan 14 Pejabat Pengawas. Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, para staf ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang.

Dalam arahannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar posisi struktural dalam birokrasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan orientasi pada hasil.

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak hanya terpaku pada rutinitas administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, mereka dituntut mampu menjadi pemimpin yang menghadirkan perubahan, menyelesaikan persoalan, menciptakan inovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mulai hari ini, saudara tidak cukup hanya menjadi pejabat yang mampu melaksanakan rutinitas administrasi pemerintahan. Saudara harus menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan, menyelesaikan persoalan, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Maigus.

Menurutnya, keberhasilan seorang pejabat tidak dapat diukur semata-mata dari banyaknya rapat yang diselenggarakan, surat yang diterbitkan, maupun kegiatan yang dilaporkan. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kebijakan dan pelayanan pemerintah.

“Ukuran keberhasilan kita bukan berapa banyak rapat yang kita lakukan, bukan berapa banyak surat yang kita keluarkan, dan bukan pula berapa banyak kegiatan yang kita laporkan. Ukuran keberhasilan kita adalah perubahan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Mengisi Jabatan Strategis

Dalam pelantikan tersebut, tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama turut mengalami pergantian posisi. Ketiganya menempati jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Padang.

Desmon Danus, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanahan, kini dipercaya menduduki jabatan Sekretaris DPRD Kota Padang.

Selanjutnya, Raf Indria yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, kini mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Pertanahan.

Sementara itu, Hendrizal Azhar yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD Kota Padang, kini dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Perubahan penempatan jabatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing perangkat daerah. Para pejabat dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, membangun koordinasi yang efektif, serta memastikan setiap program berjalan sesuai sasaran.

Selain tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pelantikan juga mencakup 10 Pejabat Administrator dan 14 Pejabat Pengawas. Seluruh pejabat yang dilantik diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, dan memastikan kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi pelayanan yang berkualitas.

Sembilan Program Unggulan Jadi Arah Kerja Pemerintahan

Maigus Nasir menjelaskan, Pemko Padang saat ini menjalankan semangat pembangunan bertajuk “Satu Tujuan untuk Kejayaan Kota Padang”. Semangat tersebut diwujudkan melalui sembilan program unggulan yang menjadi arah kebijakan pembangunan dan pelayanan pemerintah daerah.

Kesembilan program unggulan itu meliputi Padang Amanah, Padang Juara, Smart Surau, Sinergi Nagari, Padang Melayani, Padang Rancak, Padang Sigap, UMKM Naik Kelas, dan Jelajah Padang.

Ia menegaskan, seluruh program unggulan tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar menjadi bagian dari dokumen perencanaan pemerintah. Setiap program harus diwujudkan melalui langkah konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Maigus, implementasi program unggulan membutuhkan kebijakan yang tepat, pelayanan yang cepat, pengelolaan anggaran yang efektif, pelaksanaan yang terukur, serta evaluasi yang berorientasi pada hasil.

Karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik maupun jajaran aparatur Pemko Padang untuk memahami arah kebijakan pemerintah daerah dan menerjemahkannya ke dalam program kerja di masing-masing perangkat daerah.

Dengan demikian, setiap organisasi perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi memiliki kesamaan tujuan dalam mewujudkan pembangunan Kota Padang yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak cukup dilihat dari terlaksananya kegiatan sesuai rencana. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Padang Amanah, Perkuat Integritas dan Profesionalisme

Dalam menjalankan program Padang Amanah, Maigus Nasir secara khusus meminta seluruh pejabat memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN).

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus terbebas dari praktik pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, maupun perlakuan diskriminatif dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah harus dibangun melalui perilaku aparatur yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten menjalankan aturan.

Pejabat juga diminta menjadi teladan bagi jajaran yang dipimpinnya. Integritas tidak cukup hanya disampaikan dalam arahan atau tertulis dalam aturan, tetapi harus tercermin dalam pengambilan keputusan, penggunaan kewenangan, pengelolaan anggaran, dan interaksi sehari-hari dengan masyarakat.

Maigus menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bersih. Setiap kebijakan serta pelaksanaan program harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penguatan integritas, digitalisasi pelayanan publik juga perlu terus didorong untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.

Melalui pemanfaatan teknologi, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Digitalisasi juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas kerja birokrasi sekaligus mempersempit peluang terjadinya penyimpangan dalam pelayanan.

Karena itu, para pejabat diminta tidak hanya menjalankan tugas secara formal, tetapi juga membangun budaya kerja profesional yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Padang Melayani, Birokrasi Harus Lebih Responsif

Selain integritas, Maigus Nasir juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma pelayanan melalui program Padang Melayani.

Ia meminta jajaran Pemko Padang agar tidak lagi menerapkan pola kerja birokrasi yang pasif dan hanya menunggu laporan atau pengaduan masyarakat sebelum mengambil tindakan.

Menurutnya, pemerintah harus lebih responsif dalam mengenali dan menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Aparatur dituntut mampu membaca kebutuhan warga, melakukan koordinasi, serta mengambil langkah yang diperlukan sesuai kewenangan masing-masing.

Maigus mengingatkan agar persoalan sederhana tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar hanya karena lambatnya respons birokrasi.

Dalam konteks tersebut, setiap pejabat memiliki tanggung jawab untuk memastikan jajaran di bawah kepemimpinannya bekerja secara efektif dan tidak membiarkan urusan masyarakat berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.

Pelayanan publik yang baik, lanjutnya, bukan hanya berkaitan dengan tersedianya fasilitas dan prosedur administrasi, tetapi juga menyangkut kecepatan respons, kepastian layanan, sikap aparatur, serta kemampuan pemerintah memberikan solusi.

Oleh sebab itu, para pejabat diminta membangun pola kerja yang lebih proaktif, terbuka terhadap masukan, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

Penerapan prinsip tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan di berbagai sektor.

Pejabat Diminta Bekerja dengan Orientasi Hasil

Lebih lanjut, Maigus Nasir menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik harus mampu menerjemahkan visi dan program unggulan Kota Padang menjadi hasil kerja yang terukur.

Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier seorang aparatur, melainkan tanggung jawab yang menuntut kinerja dan komitmen nyata.

Setiap pejabat diharapkan mampu membangun koordinasi dengan jajaran internal maupun perangkat daerah lainnya agar pelaksanaan program berjalan efektif. Kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih kegiatan dan memastikan penggunaan sumber daya pemerintah memberikan manfaat optimal.

Selain itu, para pejabat juga perlu meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan, menyusun langkah penyelesaian, serta melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan program.

Dengan pola kerja yang terarah dan terukur, pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan tidak hanya selesai pada tahap perencanaan dan pelaksanaan administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tuntutan terhadap aparatur pemerintahan terus berkembang. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan mereka.

Karena itu, perubahan pola pikir dan budaya kerja birokrasi menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Amanah Jabatan untuk Kejayaan Kota Padang

Menutup arahannya, Maigus Nasir mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang telah dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Ia berharap para pejabat mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta menunjukkan dedikasi dalam melaksanakan tugas pemerintahan.

Ia juga berharap seluruh pejabat senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tanggung jawab, mengabdi kepada masyarakat, serta mewujudkan tujuan bersama untuk kejayaan Kota Padang.

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemko Padang untuk memperkuat komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, inovasi, dan responsivitas, para pejabat diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal di lingkungan kerja masing-masing.

Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan dan penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi atau kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kemampuan aparatur menghadirkan perubahan yang nyata.

Pesan Maigus Nasir menjadi penegasan bahwa seluruh jajaran pemerintah harus bergerak dalam satu tujuan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan memastikan setiap kebijakan serta program yang dijalankan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang. (**)