SUMBARNET - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyerahkan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam penanganan bencana serta pengabdian kepada masyarakat Sumbar.


Penyerahan penghargaan tersebut dirangkai dengan pelantikan Pengurus Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2025–2028 di Padang, Kamis (2/4/2026). Dalam kesempatan itu, Vasko menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana hingga kini masih menjadi pekerjaan berat yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.


Menurutnya, fase awal hingga tahap pemulihan ekonomi masyarakat terdampak merupakan bagian yang paling menantang.


“Yang paling berat saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tenang, dan memiliki penghasilan seperti sedia kala,” ujar Vasko saat menghadiri pelantikan dan penyerahan penghargaan tersebut. 


Penghargaan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” diberikan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten menunjukkan kepedulian sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.


Untuk kategori tokoh, penghargaan diberikan kepada:


• Dony Oskaria

• Andre Rosiade

• Zigo Rolanda

• Sonny Affandi

• Ummi Harneli

• Rahmat Saleh


Sementara untuk kategori lembaga, penghargaan diberikan kepada:


• Hutama Karya

• Nindya Karya

• Bank Nagari

• Polda Sumbar

• Kodam I/Bukit Barisan

• Semen Padang


Ketua JPS, Adrian Tuswandi, menyebut penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran nyata para tokoh dan institusi yang telah membantu masyarakat, terutama saat Sumbar menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.


Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas aksi nyata dan kepedulian yang telah dirasakan langsung masyarakat.


Pelantikan pengurus baru JPS periode 2025–2028 juga diharapkan memperkuat sinergi media dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan Sumbar. (***)

 


SUMBARNET - Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, mengapresiasi peran Jaringan Pemred Sumbar (JPS) dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat, termasuk saat situasi bencana di daerah.


Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pelantikan pengurus JPS periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan penyerahan Medal of Honor Bakti untuk Negeri di Padang, Kamis (2/4/2026).


Menurut Vasko, keberadaan JPS sebagai wadah para pemimpin redaksi memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya bersifat rilis, tetapi juga hasil kerja jurnalistik yang dekat dengan masyarakat.


“Kami melihat JPS ini luar biasa. Informasi yang disampaikan sampai ke pembaca dengan jelas, bukan sekadar rilis, tetapi benar-benar ditulis sesuai kondisi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menyinggung kondisi penanganan bencana di Sumbar yang hingga saat ini masih berproses. Menurutnya, terdapat tiga tahapan utama dalam penanganan bencana, di mana tahap awal merupakan fase paling berat.


“Tahap pertama itu yang paling berat, bagaimana menangani dan mengevaluasi masyarakat terdampak agar bisa hidup layak, tenang, dan kembali memiliki penghasilan seperti sedia kala,” katanya.


Vasko menyebut, penanganan bencana di Sumbar relatif lebih cepat dibandingkan sejumlah daerah lain. Hal itu, tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga unsur media.


“Di Sumbar, prosesnya lebih cepat dibanding provinsi lain. Ini karena kerja sama semua pihak. Pemerintah hadir, termasuk JPS yang ikut turun sejak awal,” katanya.


Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif JPS sejak fase awal penanganan bencana, baik dalam penyebaran informasi maupun dukungan moril kepada masyarakat terdampak.


“JPS aktif sejak awal. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumbar juga turut menyerahkan Medal of Honor kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam penanganan bencana dan pengabdian kepada masyarakat.


Sementara itu, Vasko Ruseimy sendiri juga termasuk penerima penghargaan tersebut. JPS menilai perannya sebagai bagian dari komando dalam tanggap darurat bencana di Sumbar menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan penanganan di lapangan.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, media, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Sumbar dapat terus berjalan optimal dan berkelanjutan. (*)

 


SUMBARNET - Dewan Pembina Jaringan Pemred Sumbar (JPS) HM Nurnas, menegaskan bahwa kolaborasi media yang dibangun dalam JPS merupakan bagian penting dari pilar demokrasi di daerah.


Hal itu disampaikannya dalam rangkaian pelantikan pengurus JPS periode 2025-2028 sekaligus penyerahan Medal of Honor Bakti untuk Negeri di Padang, Kamis (2/4/2026).


Menurut Nurnas, peran media melalui JPS telah terlihat dalam berbagai dinamika yang terjadi di Sumbar, termasuk dalam menyikapi berbagai peristiwa dan musibah yang terjadi di daerah.


“Kolaborasi JPS melalui media menjadi salah satu landasan demokrasi. Dari berbagai peristiwa di Sumbar, termasuk saat musibah, muncul gerak bersama untuk memberikan dukungan dan kontribusi,” ujarnya.


Ia menjelaskan, penghargaan Medal of Honor yang diberikan JPS merupakan bentuk apresiasi terhadap individu dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi nyata, khususnya dalam penanganan bencana.


Proses penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui mekanisme seleksi oleh Ketua Panitia Almudazir bersama tim, dengan menetapkan masing-masing enam tokoh dan enam lembaga penerima.


“Kami melihat pentingnya memberikan apresiasi. Ini bentuk kepedulian JPS terhadap mereka yang telah berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.


Nurnas berharap, ke depan JPS terus berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga melalui aksi nyata dan kepedulian sosial.


“Kami berharap ke depan JPS tetap memberikan kontribusi untuk daerah, karena apa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari pengabdian,” ujarnya.


Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi dan netralitas media, terutama menjelang momentum politik seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada).


“JPS harus tetap menjaga independensi. Tidak boleh ada keberpihakan, apalagi menjelang Pilkada. Media harus tetap objektif dan profesional,” ucapnya.


Dengan komitmen ini, JPS diharapkan terus menjadi organisasi yang tidak hanya memperkuat solidaritas antar pemimpin redaksi, tetapi juga menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi yang independen dan bertanggung jawab. (*)

 


SUMBARNET - Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar wadah berkumpulnya pemimpin redaksi, tetapi telah menjadi identitas kolektif media di Sumbar.


Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada pelantikan pengurus JPS periode 2025-2028 yang dirangkaikan dengan penyerahan Medal of Honor Bakti untuk Negeri di Suasso Restorant di Kawasan Gor H. Agus Salim Padang, Kamis (2/4/2026).


Adrian menyebutkan, JPS saat ini dihuni oleh sekitar 20 hingga 35 media yang tergabung dan aktif dalam JPS. Kekuatan utama JPS, menurutnya, terletak pada kolaborasi dalam penyebarluasan informasi.


“Ini bagian dari identitas kita. Media yang tergabung di JPS memiliki kelebihan, satu berita di Padang bisa dibaca oleh semua, karena kita saling bersinergi,” ujarnya.


Ia juga menyinggung perjalanan kepemimpinan JPS yang telah memasuki periode ketiga, mulai dari kepemimpinan Eri Sugiarto, kemudian dirinya, hingga kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut.


“Saya bismillah kembali memimpin. Ini amanah yang harus dijaga bersama,” katanya.


Pria yang akrab disapa Toaik itu dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi pada periode sebelumnya. Selain itu, ia juga mendorong peningkatan profesionalisme pemimpin redaksi serta memperkuat peran JPS dalam menjaga kualitas pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.


Dalam kepemimpinan ke depan, Adrian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antar anggota, menjaga independensi pers, serta meningkatkan kualitas jurnalisme di Sumbar.


Ia menambahkan, salah satu keunggulan JPS adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara kolaborasi dan independensi media.


“Kelebihan kita cuma satu, ketika ada berita, kita merilis secara bersahabat. Tapi kontrol media tetap dipertahankan,” ujarnya.


Terkait penyerahan Medal of Honor, Adrian menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi JPS kepada tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi besar, khususnya dalam penanganan bencana.


“Kami melihat, siapa lagi kalau bukan kita yang membanggakan tokoh publik yang peduli terhadap bencana. Kami lakukan tracking dan analisa, terpilih enam tokoh dan enam lembaga,” katanya.


Melalui pelantikan dan penyerahan medal of honor ini, JPS berharap dapat terus mendorong semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta penguatan peran media dalam mendukung pembangunan daerah dan kemanusiaan. (*)



SUMBARNET - Jaringan Pemred Sumbar (JPS) resmi melantik susunan pengurus baru untuk masa bakti 2025-2028 dalam sebuah acara yang digelar di Suasso Restorant di Kawasan Gor H. Agus Salim Padang, Kamis (2/4/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Medal of Honor bertajuk Bakti untuk Negeri. 


Dalam pelantikan tersebut, Adrian Tuswandi kembali dipercaya memimpin organisasi sebagai Ketua Umum JPS. Terpilihnya Adrian menandai kelanjutan kepemimpinannya setelah sebelumnya menjabat pada periode 2023–2025.


Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Dewan Pembina JPS, H. Leonardy Harmainy. Dalam kesempatan itu, Leonardy menegaskan pentingnya peran strategis para pemimpin redaksi dalam menjaga kualitas informasi dan kontribusi media terhadap pembangunan daerah.


“JPS diharapkan terus menjadi wadah profesional yang mampu memperkuat peran media dalam pembangunan serta menjaga independensi dan integritas jurnalistik,” ujarnya.


Berdasarkan surat keputusan Dewan Pembina JPS, susunan pengurus periode 2025–2028 terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, serta Dewan Pengurus dan sejumlah bidang strategis.


Di jajaran Dewan Pengurus, selain Adrian Tuswandi sebagai Ketua Umum, terdapat Ikhwan sebagai Ketua Harian, Almudazir sebagai Wakil Ketua I, Zondra Volta sebagai Wakil Ketua II, serta Gilang Guardiola Gusvero sebagai Sekretaris,Wakil Sekretaris diisi Fardianto dan Bendahara dijabat Mona Sisca.


Sementara itu, sejumlah bidang juga dibentuk untuk memperkuat program kerja organisasi, di antaranya Bidang Advokasi dan Kode Etik Wartawan, Bidang Peningkatan Kapasitas Anggota, Bidang Sosial Masyarakat, serta Bidang Kemitraan dan Usaha.


Selain pelantikan, acara juga diisi dengan penyerahan Medal of Honor kepada sejumlah tokoh sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.


Dengan kepengurusan baru ini, JPS diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai organisasi profesi yang menaungi para pemimpin redaksi di Sumbar, sekaligus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. (*)



Padang,--- Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang menjadi perhimpunan profesi para Pemred banyak media, kepengurusan 2025-2028, Kamis (2 Maret 2026) dilantik.


"Pelantikan tertunda panjang dikarena usai musyawarah JPS 2025,  Sumbar dilanda bencana, atas bencana itu JPS menunda pelantikan kepengurusan dengan Ketuanya Adrian Tuswandi, besok,"ujar  Penasehat JPS Novrianto Ucok disela gladi bersih pelantikan, Rabu 1/4-2026 di Suaso Resto Rimbo Kaluang Padang.


Pelantikan JPS hari ini menandakan dinamisnya keorganisasian JPS.


"Dinamis sekali, sejak Heri Sugiarto sebagai koordinator dilanjutkan oleh Adrian Tuswandi, lalu pada Musyawarah 2025, Toaik kembali jadi ketua JPS secara aklamasi,"ujar Ucok.


Menurut Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Almudazir, tidak saja pelantikan.


'Tapi ada apresiasi yang diserahkan JPS kepada tokoh dan lembaga yang konsisten dan peduli untuk bangkitnya Sumbar pasca diterpa bencana banjir bandang, November 2025,"ujar Almudazir.


Pemilihan penghargaan medal of honor bakti pada negeri JPS itu, dipastikan Almudazir telah melewati berbagai proses penyaringan yang berpatok kepada konsistensi peduli atas pulih cepatnya, bangkit Sumbar pasca bencana hidrometeorologi melanda Sumbar, Sumut dan Aceh.


"Ada medal of honor untuk 6 tokoh dan 6 lembaga, juga ada sertifikat apresiasi kepada 12 tokoh dan 12 lembaga masuk nominator penerima medal of honor,"ujar Almudazir.


Soal siapa saja itu, Almudazir berkelit. "Eits tunggu aja, Kamis pagi besok ya, kalau dipublis gak surprise dong,"ujar Almidazir tersenyum.


Bocoran siapa tokoh peraih medal of honor bakti untuk negeri JPS didapat awak media, ada anggota DPR RI, ada pejabat tinggi dan ada tokoh masyarakat dan bundo kanduang, untuk lembaga ada BUMN dan BUMD juga kepolisian dan  TNI,"ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.


Adrian Tuswandi selaku ketua terpilih JPS 2025-2028 menyatakan JPS adalah guyub profesi yang memfokuskan kerja jurnalis untuk kemanusian dan sosial serta positif news.


"JPS diisi individu profesional jurnalis, ada pemilik media ada pemimpin redaksi media, yang mendidikasi profesi untuk keberimbangan berita dan ada dalam bingkai friendly news,  ikut memviralkan berita positif dihasilkan berbagai sumber berita,"ujar Adrian. (***)

 


SUMBARNET - Gagasan pembangunan “World Naval Marine Park” atau taman bawah laut dunia akan segera direalisasikan sebagai tindak lanjut dari simbolisasi yang pernah dilakukan pada ajang Komodo Exercise 2016.


Taman bawah laut ini direncanakan berada di kawasan Pulau Tangah dan disebut akan menjadi satu-satunya di dunia, karena melibatkan partisipasi 35 angkatan laut dari berbagai negara.


Panitia telah menyiapkan kawasan taman bawah laut seluas sekitar 35 hektare. Masing-masing negara nantinya akan memperoleh area khusus untuk melakukan penanaman serta transplantasi terumbu karang pada lahan yang telah disiapkan.


Program ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi internasional dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat kerja sama maritim antarnegara.


Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Danantara, Jasindo, dan LKBN Antara sebagai sponsor utama.


Rencananya, acara ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peresmian tersebut juga dijadwalkan dihadiri oleh 35 duta besar serta 35 kepala staf angkatan laut dari 35 negara yang terlibat.


Pada hari peresmian, seluruh perwakilan negara akan bersama-sama melakukan transplantasi terumbu karang sebagai simbol komitmen global terhadap pelestarian lingkungan laut.


World Naval Marine Park diharapkan menjadi ikon baru diplomasi maritim Indonesia dan menjadi taman bawah laut kolaboratif pertama di dunia. (*)



SUMBARNET - Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan bahwa sektor pariwisata perlu ditempatkan sebagai leading sector sekaligus quick winning strategy untuk mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Barat pasca bencana.


Hal tersebut disampaikan dalam keynote speech pada Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 yang digelar di Aula Bappeda Sumatera Barat, Rabu (1/4/2026).


Seminar ini merupakan gagasan Irman Gusman sebagai senator yang dikenal memiliki kepedulian kuat terhadap percepatan pembangunan di Sumatera Barat pasca bencana, khususnya dalam momentum pemulihan dan akselerasi ekonomi daerah.


Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,37 persen, menurun dibandingkan 4,36 persen pada tahun sebelumnya.


Dalam situasi ini, menurut Senator RI Sumatera Barat itu, daerah membutuhkan sektor yang mampu bergerak cepat, menyerap tenaga kerja, serta langsung menggerakkan ekonomi masyarakat.


Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah itu menilai pariwisata memenuhi karakter tersebut karena bertumpu pada potensi yang telah dimiliki daerah tanpa membutuhkan investasi awal yang besar.


“Pariwisata itu produk atau investasi yang telah kita miliki tanpa kita keluarkan uang. Kekayaan alam, baik laut, danau, maupun gunung, sangat luar biasa. Bentang alamnya tidak kalah dengan Swiss," ujarnya.


Kekayaan alam Sumatera Barat yang mencakup laut, danau, serta pegunungan menjadi modal kuat untuk mendorong kebangkitan ekonomi, sepanjang mampu dikelola dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


Anggota Komite I DPD RI itu menekankan bahwa kekuatan utama sektor pariwisata terletak pada efek berganda yang dihasilkannya. 


Aktivitas wisata tidak hanya berdampak pada sektor utama, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor turunan seperti kuliner, transportasi lokal, homestay, kerajinan, hingga ekonomi kreatif yang langsung melibatkan masyarakat. 


Dengan karakter tersebut, pariwisata menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


Dalam paparannya, Irman juga menyoroti pentingnya kepemimpinan daerah yang proaktif dan berorientasi pada eksekusi. 


Ia mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Kepulauan Mentawai. 


Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya melihat potensi pariwisata, dan pemerintah daerah aktif sehingga Irman Gusman dengan jaringannya mengambil langkah untuk membuka akses dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.



“Alhamdulillah saya mencoba mengoneksikan dengan Kementerian Pariwisata, kemudian juga lembaga konsultan marketing Pak Hermawan., MarkPlus, untuk men-branding Mentawai sebagai salah satu objek wisata dunia,” ujarnya.


Ia juga mengungkapkan telah memperkenalkan langsung Bupati Mentawai dengan pemilik TransNusa guna membuka peluang penerbangan wisatawan dari Bali menuju Padang dan Mentawai. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan arus wisatawan ke Sumatera Barat.


Selain penguatan sektor pariwisata, Irman juga mendorong dukungan terhadap ketahanan ekonomi masyarakat. Ia menyebut telah meyakinkan Bulog untuk membangun gudang pangan di Mentawai. 


Bahkan, Bulog juga bersedia mendampingi masyarakat dalam pengembangan sawah seluas sekitar seribu hektar sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.


Namun, menurut Irman, substansi dari langkah tersebut bukan semata pada pengembangan Mentawai sebagai destinasi, melainkan pada cara kerja yang harus dimiliki oleh kepala daerah. 


Ia menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini, daerah tidak bisa hanya menunggu program atau anggaran, melainkan harus aktif menjemput peluang, membangun jejaring, dan mempercepat realisasi kerja sama lintas sektor.


Ia juga menambahkan bahwa percepatan pembangunan tidak harus selalu bergantung pada APBD maupun APBN. 


Banyak peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan apabila pemerintah daerah mampu bergerak lebih proaktif dan adaptif dalam membangun hubungan dengan pemerintah pusat, dunia usaha, serta lembaga profesional.


“Di Indonesia ini siapa cepat, dia dapat. Siapa yang lebih aktif, dia akan lebih unggul. Kalau kita menunggu saja, tidak akan terjadi percepatan,” ujar Irman.


Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Reti Wafda. 


Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, yakni Kepala Bappeda Sumatera Barat Zefnihan, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Andi Satrio Biwodo, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumatera Barat M. Dody Fachrudin, akademisi Universitas Andalas Syafruddin Karimi, serta Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Buchari Bachter. Diskusi dalam seminar ini dipandu oleh moderator, Two Efli.


Antusiasme peserta terhadap seminar ini sangat tinggi. Dari target awal sekitar 150 peserta, jumlah kehadiran mencapai lebih dari 200 orang, mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap upaya pemulihan ekonomi daerah.


Sebagai tindak lanjut, hasil seminar ini tidak akan berhenti pada forum diskusi semata. Ke depan akan dibentuk tim perumus yang bertugas menyusun rekomendasi kebijakan konkret guna mempercepat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. (**)

 


SUMBARNET – Halaman Mapolda Sumatera Barat menjadi saksi bisu sebuah torehan sejarah baru dalam struktur kepegawaian Polri di ranah Minang. Untuk pertama kalinya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Sumbar resmi menyandang pangkat Pembina Utama Muda, atau setara dengan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).


Momen bersejarah ini terjadi dalam upacara laporan Kenaikan Pangkat yang digelar pada Rabu (1/4/2026) pagi. Adalah Rusnali, yang sebelumnya menjabat sebagai Pembina Tk. I, kini resmi naik setingkat lebih tinggi menjadi Pembina Utama Muda terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2026.


Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan depan Mapolda Sumbar tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin serta Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polda Sumbar.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bukti nyata dari dedikasi dan profesionalisme tanpa batas.


"Hari ini kita mencatatkan sejarah baru di Polda Sumbar. Kenaikan pangkat Saudara Rusnali menjadi Pembina Utama Muda atau setara Kombes Pol adalah yang pertama kalinya terjadi bagi PNS di lingkungan kita. Ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi dari organisasi atas loyalitas, integritas, dan pengabdian panjang yang telah diberikan," ujar Irjen Pol Gatot.

 

Senada dengan itu, Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M Ridha, menjelaskan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa skema pengembangan karier di institusi Polri berlaku adil bagi seluruh personel, termasuk unsur ASN.


"Ini adalah momentum besar bagi pembinaan SDM kita. Kenaikan pangkat ini membuktikan bahwa jalur karier bagi PNS di kepolisian sangat terbuka luas hingga ke tingkat eselon atas. Kami berharap keberhasilan Pembina Utama Muda Rusnali ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan PNS lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi," kata Kombes Pol Anissullah.

 

Melengkapi momentum bersejarah tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan pesan positif kepada masyarakat mengenai profesionalisme di tubuh Polri.


"Kenaikan pangkat ini adalah pesan bahwa di Polda Sumbar, prestasi adalah panglima. Bapak Rusnali telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, seorang PNS Polri bisa mencapai posisi strategis yang setara dengan perwira menengah senior. Ini merupakan kebanggaan kolektif bagi keluarga besar Polda Sumbar dan diharapkan dapat meningkatkan citra positif serta kinerja pelayanan kita kepada masyarakat," tutur Kombes Pol Susmelawati.


Kenaikan pangkat ini diharapkan memperkuat sinergi antara personel Polri dan PNS dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat, sekaligus mempertegas posisi PNS Polri sebagai pilar penting dalam struktur organisasi Polri yang modern dan kompetitif. (*)

 


Pekanbaru - Sebanyak 52 personil Polda Riau meraih Pin Emas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sedangkan 33 personil lainnya merah Pin Perak. Penghargaan ini dianugerahkan terkait keberhasilan mereka mengungkap kasus perburuan gajah liar di Riau. 


Selain itu, ada 76 personil lainnya termasuk warga sipil, karyawan dan sekuriti yang juga meraih penghargaan dari Kapolda Riau. Total ada 161 orang yang dianugerahkan penghargaan di halaman depan Mapolda Riau, Rabu (1/4/2026).  


"Menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Kapolri, yang menerima penghargaan bukan saja dari anggota kita Polda Riau dan jajaran tetapi ada dari masyarakat, dokter, sekuriti maupun perusahaan dan seluruh teman-teman yang mendukung kegiatan pengungkapan beberapa kasus penting," kata Irjen Hery Heryawan. 


Penghargaan ini diberikan khusus karena mereka dinilai berprestasi dan berkomitmen dalam menjalankan tugas dan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.


"Sejumlah personil meraih penghargaan Kapolri berupa pin emas dan perak atas keberhasilan pengungkapan kasus perburuan gajah. Ada juga pengungkapan kasus narkotika dan illegal logging. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen kita semua termasuk Polda Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, hewan dan alam," ujar Irjen Hery Heryawan. 


Adapun 76 personil yang meraih penghargaan dari Kapolda Riau terdiri dari 20 Personil Ditresnakoba yang berhasil mengungkap penyelundupan heroin, 4 personil Ditlantas atas penyelamatan masyarakat yang mengalami gagal ginjal, 23 personil Polres Rohil atas pengungkapan kasus sabu dan 15 personil Polres Indragiri Hulu atas pengungkapan ilegal logging. 


Selanjutnya penghargaan juga diberikan kepada 7 atlit yang ikut kejuaraan Piala Kemenpora, satu orang sekuriti yang menyelamatkan mahasiswi UIN Suska, dua oersonil BBKSDA Riau, dua karyawan Telkomsel dan dua orang informan. 


"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan termasuk masyarakat yang sudah melakukan dedikasinya dengan baik dan pada kesempatan ini juga saya menekankan sebaliknya. Kalau ada yang melakukan pelanggaran, kejahatan atau menurunkan reputasi dan marwah Polda Riau, kita akan melakukan penindakan tegas. 


Terima kasih kepada rekan-rekan dan media yang selama ini sudah melakukan pengawasan menyebarkan berita-berita baik dan juga memberikan masukan kepada Polda Riau.


Mudah-mudahan kehadiran kita semua dapat memberikan kemanfaatan bagi sesama kita maupun alam dan lingkungan yang selama ini sudah memberikan manfaag kehidupan kepada kita," pungkasnya. (**)