SUMBARNET - Pemuda dan pemudi bersama para tokoh masyarakat Jorong Roba Julu Nagari Situak Kecamatan Lembah Melintang kabupaten Pasaman Barat meninjau kondisi jembatan simpang kanan, pada Selasa (24/3/2026).


Al salah seorang pemuda  mengatakan, "kami sengaja bersama - sama melihat kondisi jembatan ini, sebagai penghubung Rojang Roba Julu, sungguh sangat memprihatikan," katanya.


Diketahui jembatan simpang kanan ini merupakan penghubung jorong Roba Julu, satu - satunya akses vital membawa hasil tani dan segala urusan.


"Jembatan penghubung Jorong Roba Julu adalah jalur akses vital untuk membawa hasil dan segala urusan sehari hari," ujarnya.


Ia berharap perhatian yang serius dari pihak pemerintah untuk merespon dengan cepat keadaan jembatan ini.


"Bagi kami jembatan simpang kanan ini adalah urat nadi perekonomian kami, jika putus nadi tersebut maka lumpuh lah kehidupan kami," tuturnya.


Ondo Kurnia Putra A. Md, Tra. PJ Wali Nagari Situak ketika dikonfirmasi menyebut telah menyampaikan masalah jembatan ini ke pemerintah kabupaten.


"Saya telah menyampaikan ke pemerintah kabupaten, namun belum ada jawaban," ujar Ondo Kurnia Putra. (Samino Sam)

 


SUMBARNET - Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatra Barat Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, skema lalu lintas berupa sistem one way masih diberlakukan di jalur penghubung Padang menuju Bukittinggi.


Reza menegaskan, pengaturan arus kendaraan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang melintasi kawasan Padang Panjang sebagai jalur utama menuju Bukittinggi.


“Peningkatan volume kendaraan pada waktu tertentu membuat rekayasa lalu lintas perlu diterapkan agar tidak terjadi kemacetan panjang di jalur tersebut,” ujar Reza dikutip hari ini, Senin (23/3/2026).


Dirlantas juga mengimbau seluruh pengendara agar memperhatikan jadwal pemberlakuan sistem satu arah sebelum melintas di jalur Padang–Padang Panjang–Bukittinggi. Skema lalu lintas tersebut diberlakukan selama tiga hari, yaitu mulai 22 hingga 24 Maret 2026 di ruas jalan Padang menuju Bukittinggi melalui Padang Panjang.


Untuk kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi, sistem one way dimulai dari kawasan Simpang Tiga Sicincin hingga menuju Simpang Padang Luar Padang Panjang. Pengaturan arus lalu lintas pada jalur tersebut diterapkan setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.


Selama waktu itu, kendaraan hanya diperbolehkan bergerak satu arah dari Padang menuju Bukittinggi melalui jalur Padang Panjang. Setelah periode tersebut berakhir, petugas kepolisian akan mengubah pengaturan arus kendaraan untuk perjalanan dari Bukittinggi menuju Padang.


Skema lalu lintas bagi kendaraan dari Bukittinggi dimulai dari Simpang Padang Luar Padang Panjang menuju Simpang Tiga Sicincin. Pemberlakuan sistem satu arah untuk arus balik tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB.


Dirlantas menambahkan, petugas disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan sesuai rencana.


“Selain itu, pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan tertib,” ucapnya.


Masyarakat juga diimbau mengatur waktu keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan kendaraan selama pemberlakuan sistem satu arah.


“Dengan rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus kendaraan di jalur Padang–Padang Panjang-Bukittinggi dapat berlangsung lebih lancar serta meminimalisir potensi kemacetan di sepanjang ruas jalan tersebut,” ungkapnya. (**)



SUMBARNET - Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat Armizoprades melaksanakan kegiatan monitoring, pada Senin, 23 Maret 2026.


Monitoring dilakukan Armizoprades ke Posko Lebaran yang berada di ruas jalan Padang – Kota Pariaman – Tiku – Lubuk Basung.


"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan selama arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M," katanya.


Monitoring dilakukan secara terpadu sebagai upaya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat selama periode Lebaran.


"Hal ini sebagai upaya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat selama periode Lebaran," ujar Armizoprades.


Sigap Membangun Negeri Untuk Rakyat

BMCKTR Sumatera Barat

Bekerja Lebih Baik

Bangga Melayani Bangsa

Berakhlak. (**)

 


Padang - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perhubungan memberikan apresiasi khusus kepada para petugas penjaga perlintasan sebidang kereta api dalam acara silaturahmi yang digelar di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (19/3/2026).


Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan paket bingkisan (parsel) Lebaran sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi para petugas yang menjadi garda terdepan keselamatan transportasi di Kota Padang.


Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Padang, Ances Kurniawan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para petugas yang telah mengabdi demi keselamatan warga. 


Menurutnya, keberadaan mereka sangat signifikan dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api.


"Jangan pernah lelah, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Jangan pernah kita kalah dengan kondisi fisik kita, karena keselamatan warga di perlintasan ada di tangan saudara-saudara sekalian. Tanpa bantuan kawan-kawan, potensi kejadian yang tidak diinginkan akan sangat besar," ujar Ances Kurniawan di hadapan para petugas.


Ances juga memaparkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen menjaga eksistensi para penjaga perlintasan ini. Hal tersebut dibuktikan dengan koordinasi intensif yang dilakukan Pemko bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) pada Januari lalu untuk memastikan keberlanjutan dukungan bagi para petugas di lapangan.


Meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, Ances menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mencari jalan terbaik agar alokasi anggaran tetap tersedia demi mempertahankan peran vital mereka di wilayah Kota Padang.


Pemberian parsel menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini disebut Ances sebagai "kado" atau oleh-oleh dari pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa nilai dari bingkisan tersebut adalah simbol rasa syukur dan keikhlasan pemerintah atas kerja keras para petugas selama ini.


"Ini adalah bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih bagi Bapak dan Ibu semua. Mohon jangan dilihat dari nilainya, tetapi lihatlah nilai keikhlasan dari Pemerintah Kota Padang sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kawan-kawan semua," tambahnya. (Ivan/Raju/Taufik)

 


Padang - Kehadiran Taman Rimbo Kaluang di Kecamatan Padang Barat menjadi pilihan baru bagi warga untuk menikmati wisata kota yang nyaman dan terjangkau. Setelah direvitalisasi dan kembali beroperasi sejak 1 Januari 2026, taman ini menjelma menjadi ruang terbuka hijau modern yang ramah bagi semua kalangan. 


Terletak strategis di pusat kota dengan luas sekitar 1.645 meter persegi, Taman Rimbo Kaluang menawarkan berbagai fasilitas rekreasi, mulai dari area bermain anak berlapis material EPDM yang aman, gym outdoor, jalur santai, hingga taman bunga yang tertata rapi. Suasana rindang yang dulu menjadi ciri kawasan ini kini berpadu dengan konsep kekinian, menjadikannya “oase hijau” bagi warga yang ingin melepas penat. 


Akses yang mudah membuat taman ini kerap dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, taman ini juga diminati kalangan muda untuk bersantai dan berkumpul. Terutama di saat libur lebaran 1447 H ini. 


Salah seorang pengunjung, Ila, warga Alai, mengaku senang dengan kehadiran taman tersebut. 


“Suasananya bagus, hemat biaya juga. Tempatnya cantik dan dekat dari Masjid Raya Sumbar. Di sini juga aman karena dipantau Satpol PP,” ujarnya. 


Fasilitas yang memadai, suasana yang nyaman, serta faktor keamanan yang terjaga, Taman Rimbo Kaluang kini menjadi salah satu destinasi wisata kota yang layak dikunjungi di Padang.(Viqi / Wiki / Charlie)

 


Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran ikut melaksanakan Salat Idul Fitri (Ied) 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (21/3/2026). Di hadapan ribuan jemaah, wali kota menyampaikan bahwa Ramadan telah menjadi madrasah pembentukan karakter umat. 


"Selama satu bulan kita belajar menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu, serta melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar dan bertaqwa. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana kita menjalani kehidupan pasca Ramadan, apakah kita berhasil menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya. 


Fadly menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat melalui program Smart Surau. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti Pesantren Ramadan yang diikuti puluhan ribu siswa, Subuh Mubarakah, hingga penyediaan fasilitas digital di ratusan masjid dan musala. 


“Masjid dan musala harus menjadi eksentrum kegiatan masyarakat, terutama bagi generasi muda,” tambahnya. 


Salat Idul Fitri tingkat Kota Padang ini turut dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD beserta jajaran, Kementerian Agama, serta jajaran terkait lainnya. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan nilai keislaman di tengah kehidupan kota. 


Sementara itu, khatib Mukhlis Bahar dalam tausyiahnya mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan Syawal sebagai titik penurunan kualitas iman. 


“Jangan sampai bulan Syawal menjadi ‘bulan cerai’. Cerai dengan masjid, tidak datang lagi ke masjid. Cerai dengan Al-Qur’an, tidak lagi membacanya,” pesannya. 


Ia juga menegaskan pentingnya zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa.


“Zakat fitrah mensucikan diri orang yang berpuasa dari kekhilafan, sekaligus membahagiakan fakir miskin agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya,” tuturnya. 


Pelaksanaan Salat Ied ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian. (Viqi / Charlie)

 


SOLOK KOTA - Dalam rangka memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama libur Lebaran, Wali Kota Solok meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Solok, yakni kawasan wisata Pulau Belibis dan Solok Waterpark, Senin (23/3/2026).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, kebersihan lingkungan, serta keamanan bagi para pengunjung yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Solok juga menyempatkan diri menyapa para pengunjung serta petugas yang bertugas di lokasi wisata.


Ia mengimbau kepada para pengelola agar terus meningkatkan pelayanan, menjaga kebersihan kawasan, serta memastikan standar keselamatan bagi seluruh pengunjung selama masa libur Lebaran.


Melalui kegiatan peninjauan ini, Pemerintah Kota Solok berharap seluruh destinasi wisata di Kota Solok dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.


Selain itu, momen libur Lebaran diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah. (**)

 


Pasbar - Selama libur hari raya Idulfitri 1447 Hijiriah, Polsek Pasaman Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan pengamanan di kawasan Objek Wisata Pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Senin (23/3/2026).


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung di kawasan objek wisata Pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak.


"Kehadiran petugas Kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah potensi gangguan Kamtibmas," katanya.


Menurutnya, destinasi wisata pantai menjadi tempat favorit bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah Pasaman Barat, untuk menikmati liburan hari raya Idulfitri bersama keluarga.


"Berdasarkan pantauan petugas di Pos Pengamanan pantai Pohon Seribu Sasak Ranah Pasisie, jumlah pengunjung mengalami peningkatan sejak hari kedua lebaran Idulfitri," sebutnya.


Kapolsek Pasaman memimpin langsung kegiatan pelayanan kepada masyarakat melalui patroli keliling dan imbauan Kamtibmas, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung selama berada di kawasan objek wisata pantai.


"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama berlibur di kawasan pantai, dan mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mandi-mandi di pantai, guna menghindari timbulnya korban jiwa," imbaunya.


Ditambahkan, patroli dan monitoring juga sebagai upaya pencegahan terhadap aksi premanisme dan pungutan liar (pungli), terhadap para pengunjung di kawasan objek wisata pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak.


"Jika ditemukan adanya tindakan premanisme dan pungli, masyarakat diminta untuk melaporkan kepada petugas Kepolisian yang berjaga di Pos Pengamanan," pintanya. (HumasResPasbar)



Pasbar — Memasuki hari kedua pelaksanaan Pesta Pantai, ribuan pengunjung kembali memadati sejumlah destinasi wisata di Pasaman Barat. Lonjakan ini memperkuat tren peningkatan kunjungan setelah antusiasme tinggi yang terlihat sejak hari pertama.


Bupati Pasaman Barat melalui Kepala Dinas Pariwisata, Afrizal, menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan pada hari pertama pelaksanaan menunjukkan tren positif. Untuk destinasi Muaro Sasak, tercatat sekitar 5.000 pengunjung memadati kawasan pantai.


“Untuk Muaro Sasak, hari ini lebih kurang ada sekitar 5.000 pengunjung. Angka ini dipengaruhi oleh kondisi di lapangan, termasuk perbedaan tiket dibandingkan destinasi lain,” ujarnya saat ditemui di Muaro Sasak, Senin (23/3).


Secara keseluruhan, Pemkab Pasaman Barat juga mencatat jumlah kunjungan di sejumlah destinasi lain, seperti kawasan Pohon Seribu yang mencapai sekitar 7.000 pengunjung dan Sikabau sekitar 6.000 pengunjung. Afrizal optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat, terutama menjelang hari-hari terakhir pelaksanaan kegiatan.


“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, biasanya terjadi lonjakan pengunjung pada hari-hari akhir, baik dari dalam maupun luar daerah,” katanya.


Pemkab Pasaman Barat telah menyiapkan berbagai atraksi untuk menarik minat wisatawan dalam Pesta Pantai Muaro Sasak tahun ini. Di antaranya penampilan seni budaya khas daerah, hiburan musik, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“Kami menampilkan seni budaya sebagai identitas daerah, menghadirkan hiburan artis lokal, serta membuka ruang bagi masyarakat melalui gerai UMKM atau ‘buka lapak’. Selain itu, tersedia juga wahana permainan anak dan penyewaan ATV di kawasan pantai,” jelas Afrizal.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan Sekretaris Daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.


Dari sisi keamanan, pelaksanaan kegiatan sejauh ini berlangsung kondusif. Pihak penyelenggara memastikan tidak ditemukan adanya aksi premanisme maupun tindakan kriminal lainnya selama dua hari pelaksanaan.


“Alhamdulillah, tidak ada kita temukan aksi premanisme atau kegiatan negatif lainnya. Semua berjalan aman dan tertib,” tegasnya.


Meski demikian, Afrizal mengakui terdapat kendala kecil di lapangan, seperti laporan anak yang terpisah dari orang tua. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi oleh petugas.


“Memang ada laporan anak hilang karena kelalaian, tapi dalam hitungan menit bisa ditemukan kembali dalam keadaan aman,” ujarnya.


Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pengunjung dan panitia untuk tetap menjaga keselamatan, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung. Pengunjung diingatkan untuk tidak mandi di laut serta menghindari area rawan bahaya.


“Keselamatan dan kebersihan menjadi komitmen bersama. Kami juga telah menyiapkan sistem pengelolaan sampah dan akan melakukan penyisiran setiap hari,” katanya.


Terakhir ia berharap melalui Pesta Pantai ini, Pemkab Pasaman Barat berharap sektor pariwisata daerah semakin berkembang sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. (**)

 


Padang - Buku novel sejarah Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, bersi Arab sudah diterbitkan di Saudi Arabia. Bulan depan, cetak baru juga diterbitkan Gramedia grup.


“Iya saya diberi informasi oleh keturunan beliau, Khalid, buku tersebut sudah terbit di Saudi dalam Bahasa Arab,” kata penulisnya, Khairul Jasmi, di Padang, Ahad (22/3/2026).


“Foto ini diambil di kereta Haramin,” kata Khalid pada KJ sapaan si penulis. Itu, kereta cepat (Haramain High Speed Railway) di Saudi memautkan dua Kota Suci, ke Jeddah dan bandara.


Pada sampul belakang buku ditulis: “ Dari kabut putih pegunungan Sumatera, muncul seorang pemuda yang ditakdirkan untuk naik ke mimbar Masjidil Haram, sehingga suaranya menjadi gema abadi yang bergaung di lorong-lorong masjid tua. Novel ini menceritakan bab-bab perjalanan yang dibentuk oleh takdir Allah untuk mengubah wajah sejarah umat: biografi seorang ulama yang memikat hati dengan penjelasannya, dan mengejutkan zamannya dengan ensiklopedisnya yang luar biasa, dia adalah ahli fikih yang mengurai hukum-hukum mata uang sehingga menjadi dasar hukum transaksi, dan ilmuwan yang membawa umat ke orbit planet dan galaksi, serta menggerakkan pikiran dengan kehalusan perhitungan dan matematika. Dia bukan hanya seorang penceramah, tapi juga seorang pembaharu yang membersihkan akidah dari kotoran bid'ah, seorang pendidik yang membawa jiwa ke tangga-tangga spiritual, dan seorang pejuang yang mengunsung pedang kata-kata sehingga bendera-bendera kemerdekaan bergerak di belakangnya dan benteng-benteng penjajahan runtuh. Dalam karya ini, aroma sejarah Mekah bercampur dengan pesona kepulauan Indonesia, dalam narasi yang menghilangkan batas antara fiksi dan dokumentasi: untuk menggambarkan wajah Syaikhul Islam Indonesia yang memicu revolusi ilmiah dan sosial dari mihrab Haram, yang gema pengaruhnya masih bergaung di setiap rumah dan sekolah di Timur, mengungkap rahasia-rahasia kehidupan pribadinya yang lama disembunyikan. Penulis telah berusaha keras untuk menelusuri fakta-fakta dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mengisi kesenjangan dengan penelitian dan studi, untuk akhirnya menyajikan kepada kita gambaran ulama yang selama ini dicari orang dalam hiruk-pikuk sejarah, dan kini ada di tangan Anda.”


Buku versi Arab diberi judul, “ Riwayāt al-Syaikh Aḥmad bin ‘Abd al-Laṭīf al- Khatib; Imam dan khatib Masjidil Haram

Pengajar dan mufti mazhab Syafi’i

Ulama besar dari kepulauan Indonesia.


Cover buku coklat klasik dengan sentuhan golden brown. Di kiri bawah ada gambar Ka’bah lalu seseorang di atas onta. Khas Saudi. Di kanan, menara masjid dan sudut Masjid Raya Sumbar, Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi. Di antara keduanya, ada gambar kapal layar zaman lampau.


Foto-foto yang dikirim Khalid selain cover juga saat ia sedang membaca buku tersebut di sebelah kawannya. Membaca di atas kereta dengan kecepatan 300 Km/jam.


Dicetak Elex Media

————————————


Buku novel ini diterbitkan awalnya oleh Republika, namun penerbit ini sudah tutup. Elex Mediakompitindo (Kompas Gramedia Grup). Judul yang diusung, “Yang Mengajar di Gerbang Nabi: Jejak Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dengan tebal 316 halaman.


Sebelumnya telah masuk pasar dari penerbit yang sama, buku Rahmah  el Yunusiyyah. “Akan menyusul beberapa buku lainnya,” kata KJ.


Proses kreatif KJ memang sudah lama muncul. Terbudur semangatnya sejak menulis novel biografi Inyiak Canduang. Setelahnya, minimal satu buku setahun dicetak. (+)