DUMAI – Sebuah mobil dinas tahanan milik Polsek Mandau Polres Bengkalis mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Dumai–Sei Pakning, tepatnya di RT 10 Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Jumat (6/3/2026) pagi. Kendaraan tersebut terguling setelah diduga pengemudi kehilangan kendali saat berupaya menghindari lubang di badan jalan.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIB dan dilaporkan kepada Piket Gakkum Satlantas Polres Dumai sekitar pukul 10.05 WIB. Mobil dinas tahanan bernomor polisi IV-2106-33 saat itu sedang membawa rombongan personel kepolisian serta sejumlah tahanan menuju Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Bengkalis.


Kasat Lantas Polres Dumai AKP Elva Zilla, S.T.K menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dikemudikan oleh Briptu Michael Owen Silaen (27) yang saat kejadian membawa total 17 penumpang, terdiri dari tiga personel Polri dan 14 orang tahanan Polsek Mandau.


“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kendaraan datang dari arah Jalan Soekarno Hatta melintasi Jalan Arifin Ahmad menuju Lapas Bengkalis. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga berusaha menghindari lubang di badan jalan, namun stir kendaraan tersendat sehingga mobil kehilangan kendali, miring, dan akhirnya terguling sekitar 25 meter ke depan,” ujar AKP Elva Zilla dalam keterangannya.


Akibat kecelakaan tersebut, dua personel kepolisian mengalami luka lecet ringan, yakni Briptu Michael Owen Silaen selaku pengemudi dan Briptu Tegar Christian Sirait (26) yang merupakan penumpang kendaraan. Keduanya hanya mengalami luka ringan pada bagian tangan dan kaki serta tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.


Sementara itu, dua personel lainnya yang berada di dalam kendaraan, yakni Aiptu Frengki Sibarani (44) dan Briptu Hendra Putra Kurniadi (24) dilaporkan tidak mengalami luka.


“Untuk 14 orang tahanan Polsek Mandau yang berada di dalam mobil tahanan tersebut seluruhnya dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka,” jelasnya.


Pasca kejadian, para tahanan segera dipindahkan ke mobil tahanan milik Polres Dumai. Selanjutnya mereka tetap diberangkatkan menuju Lapas Kabupaten Bengkalis dengan pengawalan personel kepolisian guna memastikan proses pemindahan tahanan berjalan aman.


Pihak kepolisian juga memastikan bahwa seluruh personel yang mengalami luka hanya mendapatkan perawatan ringan dan tidak menjalani rawat inap. Adapun biaya pengobatan ditanggung melalui skema jaminan kesehatan BPJS.


“Karena ini merupakan kecelakaan tunggal tanpa melibatkan kendaraan lain, maka penanganan jaminan kesehatan tidak melalui Jasa Raharja, melainkan melalui BPJS,” tambahnya.


Dari hasil pendataan sementara, kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta, terutama akibat kerusakan pada kendaraan dinas tahanan.


Satlantas Polres Dumai yang menerima laporan kejadian segera melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti kendaraan, memeriksa saksi-saksi, serta membuat laporan polisi terkait insiden tersebut.


AKP Elva Zilla juga mengimbau seluruh pengendara agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan, terutama pada ruas jalan yang memiliki kondisi permukaan tidak rata.


“Kami mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mengurangi kecepatan, khususnya saat melintasi jalan yang berpotensi membahayakan seperti adanya lubang atau kerusakan jalan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara,” pungkasnya. 


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


AKP Zaini Waluyo

Kasi Humas Polres Dumai


E-Mail: Polresdumai@gmail.com

No. HP : 0853-5625-1969 

FB: Polres Dumai

IG: @humaspolresdumaiofficial


Padang - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Sumatera Barat menggelar buka puasa bersama di Rumah Makan Cik Elok, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sabtu, (7/3). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi antar pengurus dan tokoh masyarakat Pariaman di perantauan.


Acara berlangsung khidmat dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah tokoh Pariaman, pengurus organisasi, hingga mahasiswa turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Ketua DPW PKDP Sumbar, Firdaus mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini tidak sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi.


“Buka bersama ini bagian dari konsolidasi antar pengurus sekaligus silaturahmi dengan tokoh-tokoh Pariaman. PKDP harus menjadi wadah yang menyatukan dan memperkuat peran urang Piaman di berbagai bidang,” kata Firdaus.


Menurutnya, PKDP tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul masyarakat Pariaman di perantauan, tetapi juga harus menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.


Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat Pariaman untuk terus berkiprah di berbagai sektor, baik di pemerintahan, pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan.


Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Prof. Duski Samad, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pengelolaan organisasi paguyuban secara baik agar tetap solid dan bermanfaat bagi masyarakat.


Menurutnya, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengelola sebuah paguyuban.


Pertama, memelihara rasa kebersamaan. “Paguyuban harus menjaga kekompakan, rasa kebersamaan, serta kemampuan mengelola emosi agar tetap solid,” ujarnya.


Kedua, mengelola kehidupan sosial. Ia menilai paguyuban merupakan bentuk investasi sosial yang mempertemukan banyak latar belakang. Meski beragam pandangan, semua anggota tetap harus memiliki tujuan yang sama.


Ketiga, menjaga nilai spiritual. Ia mengingatkan bahwa Pariaman dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam di Sumatera Barat yang memiliki kekayaan nilai-nilai religius.


“Piaman dikenal sebagai nagari yang kaya secara spiritual. Nilai-nilai itu harus terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.


Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat serta perwakilan Ikatan Mahasiswa Piaman Raya. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini memperlihatkan kuatnya hubungan antara tokoh daerah, perantau, dan generasi muda dalam menjaga kebersamaan masyarakat Pariaman. (*)



SUMBARNET – Dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Masjid Al Furqan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah terus mengalir. Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyerahkan 15 Al-Qur’an kepada anak-anak yang berhasil meraih juara dalam berbagai lomba yang digelar untuk memeriahkan kegiatan di bulan suci Ramadan, Kamis (5/3/2026).


Penyerahan Al-Qur’an tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid.


Dalam kesempatan itu, Muhidi juga memberikan motivasi kepada anak-anak dan remaja yang hadir tentang kunci meraih kesuksesan di masa depan. Ia menyampaikan bahwa ada empat syarat utama untuk sukses di dunia.


“Pertama adalah menambah ilmu. Ilmu apa saja silakan dipelajari, yang penting bermanfaat. Dengan ilmu kita tahu apa yang harus dilakukan. Tanpa ilmu kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.


Ia mengingatkan bahwa ilmu tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus dijemput dengan kesungguhan. Anak-anak diminta rajin belajar, disiplin, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan yang saat ini semakin terbuka luas.


“Dulu para ulama berjalan ratusan kilometer untuk berguru. Sekarang kita sangat beruntung, pendidikan dari SD, SMP hingga SMA sudah difasilitasi secara gratis. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.


Syarat kedua, lanjut Muhidi, adalah memiliki skill atau keterampilan. Menurutnya, keterampilan sangat penting agar seseorang mampu bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri.


Ia mencontohkan siswa di SMK yang sudah memiliki kemampuan membuat berbagai produk, seperti kue yang berkualitas. Dengan keterampilan tersebut, lulusan sekolah vokasi bahkan bisa langsung membuka usaha setelah tamat sekolah.


“Skill itu adalah kemampuan seseorang melakukan pekerjaan dengan baik. Kalau kita punya keterampilan, peluang untuk sukses akan semakin besar,” jelasnya.


Syarat ketiga adalah kesungguhan dan kerja keras. Muhidi menceritakan pengalamannya sejak kecil yang harus membantu orang tua bekerja.


“Pepatah Minang mengatakan, barakik-rakik ka hulu, baranang-ranang ka tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Waktu SD saya sudah mencangkul di sawah. Saat SMP, ayah saya tukang kayu dan saya membantu mengatam kayu sepulang sekolah. Bahkan ketika SMA, saya juga bekerja di pabrik karet,” ungkapnya.


Menurutnya, siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam berjuang, suatu saat akan merasakan hasil dari perjuangan tersebut.

Saat ini, kata Muhidi, pemerintah juga terus mendorong program pemberdayaan generasi muda melalui berbagai pelatihan, termasuk program hilirisasi pertanian bagi anak muda yang telah lulus kuliah tetapi belum mendapatkan pekerjaan.


“Mereka kita latih selama seminggu, kemudian kita bantu dengan modal usaha agar bisa mandiri,” jelasnya.


Syarat terakhir adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Ia menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi sesama.


“Siapapun kita, dalam kondisi apa pun, harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Itulah nilai penting yang harus kita tanamkan sejak dini,” tuturnya.


Muhidi berharap kegiatan keagamaan di Masjid Al Furqan terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.


“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat membangun karakter dan masa depan generasi muda,” pungkasnya. (**)



PADANG – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang berkembang di Masjid Al Furqan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (5/3/2026).


Menurutnya, Masjid Al Furqan tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat dan ibadah semata, tetapi juga telah menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberi manfaat luas bagi warga sekitar.



“Saya sangat mengapresiasi Masjid Al Furqan ini. Masjid ini bukan sekadar tempat salat atau ibadah saja, tetapi juga aktif dengan berbagai kegiatan sosial seperti kongsi kematian, majelis taklim, majelis yasin, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Hal seperti ini perlu dipertahankan dan terus dikembangkan,” ujarnya.


Ia menambahkan, DPRD Sumatera Barat siap menjalin kerja sama dengan masyarakat dan pengurus masjid, salah satunya melalui kegiatan reses agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara langsung.



“Kami sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat tentu bisa bekerja sama ke depan. Salah satunya melalui kegiatan reses, sehingga masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka,” katanya.


Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu fokus program yang diperjuangkannya adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengajak masyarakat, baik bapak-bapak, ibu-ibu, maupun generasi muda yang memiliki usaha kecil untuk membentuk kelompok usaha agar dapat bekerja sama dengan pemerintah.




“Salah satu program yang kami dorong adalah pemberdayaan UMKM. Bagi bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak muda yang punya usaha kecil, silakan membentuk kelompok usaha. Nanti kita bisa bekerja sama untuk mengembangkan usaha tersebut,” jelasnya.


Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam membangun ekonomi. Menurutnya, program pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong perubahan cara berpikir agar masyarakat lebih produktif.


“Program kita juga fokus mengubah mindset atau cara berpikir. Orang yang sebelumnya tidak mau bekerja menjadi mau bekerja. Yang sudah punya usaha didorong agar mampu mengelola usahanya dengan baik sehingga bisa naik kelas, dari UMKM menjadi pengusaha yang lebih besar ke depan,” tambahnya.




Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan makna Ramadan sebagai bulan yang penuh hikmah, terutama karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.


“Tentu karena ini suasana Ramadan, kita juga mengingat bahwa salah satu hikmah terbesar Ramadan adalah turunnya Al-Qur’an. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dan DPRD siap bermitra dengan masyarakat, khususnya dalam bidang pembangunan dan pemberdayaan ekonomi, agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.


"Kami siap bermitra dengan bapak dan ibu, apalagi untuk pembangunan dan pemberdayaan," ujarnya. (**)

 


SEKAYU - Sumbarnet, Seorang pemuda bernama Muhamad Ariyadi ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Musi, tepatnya di RT 004 Dusun II Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (7/3/2026).


Korban ditemukan tim gabungan sekitar empat kilometer dari lokasi awal diduga tenggelam setelah dilakukan pencarian sejak pagi.


Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas Palembang, BPBD Musi Banyuasin, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat setempat.


Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto menjelaskan, pencarian dimulai sekitar pukul 08.07 WIB setelah adanya laporan sepeda motor yang terparkir di tepi Sungai Musi sejak Jumat (6/3/2026) subuh.


“Informasi awal berasal dari Kepala Desa Lumpatan yang melaporkan adanya sepeda motor terparkir di pinggir Sungai Musi sejak subuh. Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut milik warga bernama Muslim yang ternyata dipakai oleh anaknya, Muhamad Ariyadi,” jelasnya.


Menurut dia, berdasarkan keterangan warga sekitar, Ariyadi diduga tenggelam di Sungai Musi di sekitar lokasi sepeda motor tersebut ditemukan.


Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran sungai menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti perahu polietilena, pelampung, mesin perahu, jetski BPBD, serta kendaraan operasional Basarnas.


“Tim melakukan penyisiran dengan radius sekitar lima kilometer dari titik terakhir korban diduga tenggelam,” ungkapnya.


Sekitar pukul 09.30 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan dengan jarak kurang lebih empat kilometer dari titik awal kejadian.


Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dari Sungai Musi dan diserahkan kepada pihak keluarga.


“Begitu korban ditemukan, tim langsung melakukan evakuasi dan menyerahkan jenazah kepada keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi kami tutup,” tegas Marko.


Sementara itu, Bupati Muba Toha Tohet melalui Penjabat Sekretaris Daerah Syafaruddin mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam proses pencarian tersebut.


“Kami mengapresiasi respons cepat BPBD, Basarnas, TNI, Polri serta seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.


Dia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Musi.


“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat berada di sekitar sungai, mengingat arus Sungai Musi cukup kuat dan berpotensi membahayakan,” pungkasnya. (**)

  


SUMBARNET - Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh sektor transportasi nasional dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.


Hal tersebut disampaikan Nevi dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada awal Maret 2026.


Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini, pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Jumlah tersebut menuntut kesiapan yang matang dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya BUMN yang bergerak di sektor transportasi darat, laut, dan udara.


“Momentum mudik adalah peristiwa mobilitas terbesar masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Karena itu, kesiapan armada, keselamatan perjalanan, serta kualitas pelayanan harus benar-benar dipastikan sejak jauh hari,” ujar Nevi.


Politisi perempuan Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Komisi VI DPR RI melakukan dialog dan pendalaman bersama sejumlah mitra kerja strategis, antara lain Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Pengelola BUMN, PT DAM, PT PELNI, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT Pelita Air, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), PT IAS, PT Angkasa Pura, PT Pertamina, serta Perum Bulog.


Pertemuan tersebut membahas secara komprehensif kesiapan sektor transportasi, energi, dan pangan dalam menghadapi momentum Idul Fitri 2026 yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat serta kebutuhan logistik secara signifikan.


Nevi menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar tidak terjadi penumpukan penumpang pada titik-titik tertentu yang berpotensi menjadi bottleneck transportasi nasional.


“Kita tidak hanya bicara jumlah armada, tetapi juga bagaimana sistem koordinasi antar moda berjalan dengan baik. Integrasi informasi jadwal, pengaturan arus penumpang, dan manajemen operasional harus dilakukan secara terpadu,” jelasnya.


Selain aspek operasional transportasi, Nevi juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran distribusi energi dan ketersediaan pangan selama periode Lebaran. Menurutnya, kesiapan pasokan BBM serta stabilitas stok bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan libur Idul Fitri.


Legislator PKS yang dikenal aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat di sektor ekonomi dan pelayanan publik ini juga menilai pentingnya penguatan sistem pemantauan secara real-time selama periode puncak mudik melalui dashboard monitoring terpadu antar BUMN.


“Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, setiap potensi kendala dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara cepat. Ini penting untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat,” tambahnya.


Nevi juga mengingatkan agar seluruh operator transportasi memastikan standar keselamatan sebelum armada dioperasikan, termasuk melalui pemeriksaan kelaikan operasional secara menyeluruh.


“Saya berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 berjalan aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Nevi Zuairina. (**)



Dharmasraya – Satu per satu hasil upaya jemput bola yang dilakukan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, ke pemerintah pusat mulai membuahkan hasil. Dalam waktu dekat, Perum Bulog dipastikan akan membangun gudang logistik pangan di Kabupaten Dharmasraya.


Kepastian tersebut ditandai dengan dilaksanakannya penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Drs. Jasman Dt. Bandaro Bendang, MM, dengan pihak Perum Bulog sebagai dasar pembangunan gudang tersebut di Padang, Jumat (06/03/2026).


Penandatanganan NPHD tersebut sekaligus diikuti dengan penyerahan sertifikat hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kepada Bulog untuk lokasi pembangunan gudang logistik pangan di daerah tersebut.


Pembangunan gudang Bulog ini merupakan buah dari komunikasi dan langkah aktif yang dilakukan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dengan pemerintah pusat. Beberapa waktu lalu, ia secara langsung menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Direktur Utama Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han untuk menyampaikan potensi pertanian Dharmasraya sekaligus mendorong dukungan penguatan sistem logistik pangan di daerah, termasuk pembangunan gudang Bulog sebagai fasilitas penyerapan dan penyimpanan hasil produksi petani.


Penjabat Sekretaris Daerah Dharmasraya mengatakan pembangunan gudang tersebut merupakan langkah strategis Bupati Annisa dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.


“Penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM merupakan salah satu misi Bupati Dharmasraya. Kerjasama dengan Bulog ini diharapkan mampu menyerap hasil produksi petani serta memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, keberadaan gudang Bulog nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan penting lainnya seperti minyak goreng, gula, telur, serta kebutuhan pokok lainnya.


Selain memperkuat cadangan pangan daerah, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan serta memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian masyarakat Dharmasraya.


Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah menyiapkan lahan hibah seluas sekitar 5.800 meter persegi yang berlokasi di Nagari Koto Padang sebagai lokasi pembangunan gudang logistik Bulog.


Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, menyampaikan bahwa pembangunan gudang di Dharmasraya merupakan bagian dari program nasional Bulog untuk memperkuat kapasitas penyimpanan stok pangan.


“Dharmasraya merupakan salah satu wilayah yang strategis karena menjadi basis penyerapan hasil pertanian."


"Dengan adanya gudang Bulog di daerah ini, penyerapan hasil produksi petani diharapkan dapat lebih optimal sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan,” ujarnya.


Bulog menargetkan kapasitas awal gudang yang akan dibangun sekitar 1.000 ton dengan kemungkinan pengembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan.


Penandatanganan NPHD dan penyerahan sertifikat hibah tersebut turut disaksikan Kepala Badan Keuangan Daerah Marten Yunus dan Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Hasto Kuncoro. (**)

 


Padang,--- Bencana, tidak semua orang menginginkanya, dia adalah qadarullah, tapi pemulihannya semua orang pun berjibaku. 


Biar semua tertimbun tapi solidaritas harus selalu menjulang.


Dan sejak awal bencana banjir bandang melanda Sumbar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) telah mengamati kepedulian dan perhatian para tokoh dan lembaga yang turun langsung dalam pembangunan penanganan bencana hingga membantu korban yang terdampak. 


Bahkan pimpinan media tergabung di JPS juga turut berpartisipasi menayangkan kiprah tokoh dan lembaga tersebut dari lokasi bencana di media masing-masing.


Pengamatan JPS terus berlanjut hingga masa tanggap darurat.  Di mana fase ini dianggap masa paling berat karena dampak kerusakan dari bencana Sudah mulai terlihat dan dampak kerugian dan kebutuhan masyarakat yang terdampak juga sudah terdata. 


"Memang di masa tanggap darurat ini besaran kerugian dan kebutuhan korban bencana sudah terdata maka kepedulian berbagai organisasi dan lembaga termasuk perhatian tokoh tokoh mulai terlihat dalam membantu mengatasi serta memenuhi kebutuhan korban bencana sudah semakin banyak," ujar Ketua JPS Adrian Toaik didampingi Ketua Pokja Medal of Honor Almudazir kepada media Sabtu (7/3-2026).


Memasuki fase pemulihan bencana, JPS mulai mendata konsistensi dan komitmen lembaga dan para tokoh dalam membangkitkan semangat korban untuk kembali berusaha menyingkirkan trauma Bencana agar kembali beraktifitas normal. 


Bantuan lembaga resmi negara mulai hadir di tengah masyarakat. 


"Di fase inilah JPS berpikir untuk memberikan apresiasi konsistensi dan komitmen serta pengabdian tanpa henti pada lembaga dan tokoh tersebut," terang Adrian. 


Data-data para tokoh dan lembaga mulai yang berkomitmen dan konsisten membantu Sumbar pulih dari bencana ditracking lewat rekam.digital hingga peninjauan visual.


Melalui tim kelompok kerja (Pokja) yang dibentuk JPS mulai melakukan tabulasi data yang ada  untuk diberikan penghargaan bakti untuk negeri pada tokoh dan lembaga dalam bentuk medal of honor. 


"Anugerah medal of honor  diberikan JPS atas kepeduliannya  sekaligus ujud terima kasih dan apresiasi pada tokoh dan lembaga," ungkap Adrian


Ada banyak pihak yang ditabulasi dari jejak digital maupun pantauan langsung di  lapangan.


"Insya Allah saat pelantikan pengurus JPS akhir Maret ini, usai lebaran, diumumkan dan diserahkan medal of honor tersebut," ujar Toaik.


Medal of Honor merupakan kontribusi JPS dalam mengapresiasi tokoh dan lembaga dalam mempercepat pemulihan Sumbar dari bencana. 


"JPS berharap komitmen tokoh dan lembaga tidak terhenti dengan penghargaan ini. Karena masa pemulihan saat ini akan memakan waktu yang cukup  panjang jika dilihat dari besarnya kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tersebut. Apalagi kerusakan infrastruktur yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit," pungkas Adrian. (***)



Padang - Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi di muka umum. Namun, kebebasan tersebut juga menuntut tanggung jawab agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung secara santun, bermartabat, serta tidak mengganggu ketertiban umum.


Hal tersebut tercermin dalam dialog terbuka antara Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin dengan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Padang yang berlangsung di depan Mapolda Sumbar, Rabu (4/3/2026) sore.


Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda menerima dan mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi mahasiswa, termasuk terkait tuntutan reformasi institusi Polri. Dialog berlangsung secara terbuka dan kondusif, sementara sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.


Di Sumatera Barat, nilai-nilai demokrasi yang sehat juga sejalan dengan falsafah masyarakat Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menempatkan adat istiadat dan norma agama sebagai pedoman dalam kehidupan sosial.


Nilai tersebut mengajarkan bahwa setiap perbedaan pandangan sebaiknya disampaikan melalui ruang dialog yang santun, dengan tetap menjunjung tinggi etika, saling menghormati, serta menjaga persatuan.


Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi dialog yang beradab dalam menyampaikan aspirasi. Penyampaian pendapat yang dilakukan secara tertib dan damai dinilai dapat memperkuat kualitas demokrasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang, namun harus dilaksanakan secara bertanggung jawab.

“Polda Sumbar menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun dalam pelaksanaannya, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap santun, tertib, dan menghormati hak orang lain, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan bermartabat,” ujar Susmelawati.


Ia menambahkan, nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat, seperti falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi landasan penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika demokrasi.


“Falsafah tersebut mengajarkan kita untuk menyampaikan pendapat dengan adab dan etika. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan melalui cara yang baik, dialogis, serta tidak menimbulkan konflik,” tambahnya.


Melalui pendekatan dialogis dan humanis tersebut, diharapkan ruang demokrasi di Sumatera Barat dapat terus terjaga dalam suasana yang kondusif.


Aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan sosial yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Minangkabau. (tim)



SUMBARNET - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan perayaan Lebaran di wilayah Sumatera Barat.


Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pengamanan tahun ini memiliki tantangan khusus, mengingat kondisi infrastruktur di beberapa titik Sumatera Barat yang belum optimal akibat bencana alam beberapa waktu lalu.


"Kehadiran kita adalah wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. Namun, kita harus ingat bahwa beberapa waktu lalu musibah menimpa Sumatera Barat. Masih ada beberapa infrastruktur yang belum optimal digunakan, dan ini tentu akan mempengaruhi arus mudik, baik yang masuk dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya," ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat membuka rapat di Padang, Jumat (06/03).


Kapolda memaparkan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi "Operasi Ketupat Singgalang 2026" ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 2.285 personel Polri akan dikerahkan, didukung oleh 1.851 personel gabungan dari TNI dan instansi terkait lainnya.


Berdasarkan data evaluasi, angka kriminalitas di Sumatera Barat mengalami penurunan signifikan sebesar 37%, dari 76 kasus menjadi 48 kasus. Namun, Kapolda memberikan catatan khusus pada angka kecelakaan lalu lintas yang mengalami kenaikan dari 86 menjadi 108 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 13 menjadi 21 orang.


"Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Saya instruksikan jajaran Lantas dan Dinas Perhubungan untuk melakukan mitigasi di titik-titik rawan (blackspot) sejak dini. Kita juga akan mengevaluasi sistem one way secara harian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang ekstrem," tambah Kapolda.


Polda Sumbar telah memetakan sejumlah titik rawan, di antaranya 58 lokasi rawan tanah longsor, 2 lokasi rawan banjir, 50 lokasi rawan kepadatan arus lalu lintas dan 81 Pos Pengamanan, yang terdiri dari 37 Pos Pam, 41 Pos Pelayanan, dan 3 Pos Terpadu.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan bahwa pihak kepolisian akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif selama operasi berlangsung. Fokus utama adalah membangun kesadaran hukum masyarakat, bukan sekadar penegakan hukum di jalan raya.


"Kami mengimbau kepada calon pemudik untuk selalu memantau informasi terkini mengenai jalur alternatif. Mengingat adanya perbaikan infrastruktur di beberapa titik seperti jalur Malalak dan jembatan yang masih dalam perbaikan, kerja sama masyarakat dalam mematuhi arahan petugas di lapangan sangat menentukan kelancaran mudik tahun ini," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.

 

Operasi Ketupat Singgalang 2026 akan mengamankan lebih dari 4.040 objek, termasuk masjid, tempat salat Id, terminal, pelabuhan, bandara, hingga pusat perbelanjaan dan destinasi wisata di seluruh Sumatera Barat. (**)