SUMBARNET - Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri sekaligus menandatangani Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT yang digelar di kawasan Car Free Day depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026) pagi.


Kegiatan yang diikuti ribuan masyarakat tersebut menjadi simbol komitmen bersama pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta berbagai persoalan sosial yang dinilai dapat mengancam masa depan generasi muda.


Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati, jajaran Forkopimda Sumbar, kepala OPD Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, serta tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat umum.


Momentum deklarasi ditandai dengan penandatanganan kain putih sepanjang satu kilometer oleh para pemimpin daerah dan unsur Forkopimda sebagai lambang kebersamaan dalam menolak penyalahgunaan narkoba, penyimpangan seksual seperti LGBT, tawuran, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada LKAAM Sumbar bersama Forkopimda Sumbar yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai langkah nyata untuk menjaga dan melindungi generasi muda Minangkabau dari berbagai ancaman sosial.


“Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang, dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan nilai agama dan budaya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ujar Fadly Amran.


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang terus memperkuat langkah pencegahan melalui sejumlah Program Unggulan (Progul), di antaranya Smart Surau dan Program Sinergi Nagari yang diperkuat melalui kehadiran Dubalang Kota sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat.


Menurutnya, penguatan karakter generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan nilai, akhlak, dan perilaku anak.


Fadly juga menyebutkan bahwa Pemko Padang tengah menyiapkan penguatan regulasi melalui sinergi antara Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) dengan Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota.


Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan serta penerapan sanksi sosial terhadap berbagai perilaku yang dianggap menyimpang.


“Selain itu, Pemko Padang juga menyiapkan penguatan regulasi melalui sinergi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) dengan Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota. Sinergi regulasi ini akan memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan serta pemberian sanksi sosial terhadap berbagai perilaku menyimpang,” katanya.


Ia juga mengajak seluruh orang tua agar lebih meningkatkan perhatian terhadap perkembangan anak dan membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.


“Keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak, karena itu jangan sampai lengah terhadap perkembangan mereka. Mari bersama-sama kita dukung program Smart Surau, Sinergi Nagari, dan berbagai program lainnya untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan persoalan sosial lainnya.


Ia juga mendorong terbentuknya Kampung Bebas Narkoba di berbagai daerah serta memberikan ruang apresiasi kepada generasi muda yang aktif dalam kegiatan positif dan pembinaan karakter.


“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, hingga tempat ibadah. Mari kita pastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, dan seluruh program yang telah dicanangkan dapat dijalankan secara konsisten,” tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid menjelaskan bahwa pendekatan pencegahan merupakan strategi paling efektif untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.


Berdasarkan hasil survei prevalensi tahun 2019, sekitar 65 ribu warga Sumatera Barat tercatat pernah menyalahgunakan narkotika.

 

Sementara itu, kapasitas layanan rehabilitasi masih terbatas, sehingga keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah lahirnya pengguna baru.


Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati turut mengajak seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat untuk memberikan perhatian serius terhadap upaya penyelamatan generasi muda melalui dukungan kebijakan dan pengalokasian anggaran dalam program pencegahan narkoba serta pembinaan karakter.


Melalui deklarasi tersebut, seluruh pihak berharap lahir gerakan bersama yang berkelanjutan dalam menjaga generasi muda Sumatera Barat melalui penguatan peran keluarga, pendidikan, lembaga adat, masyarakat, serta nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui penyediaan fasilitas penerangan jalan yang memadai.


Melalui koordinasi dan kerja sama dengan UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Padang, sebanyak 30 titik lampu jalan di berbagai wilayah Kelurahan Koto Lalang kini telah menyala terang.


Peresmian sekaligus peninjauan fasilitas penerangan tersebut dilakukan pada Minggu (21/6/2026).


Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Koto Lalang, Irsyad Ardani, yang menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan nyata pemerintah kelurahan terhadap kesuksesan Program Smart Surau, yang bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman, aman, dan mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.


Irsyad Ardani menjelaskan, dari total 30 titik penerangan yang telah berfungsi, sebanyak 20 titik merupakan pemasangan lampu jalan baru, khususnya di sekitar kawasan rumah ibadah serta jalur yang menjadi akses masyarakat menuju masjid dan surau.


Sementara itu, 10 titik lainnya merupakan lampu yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kini telah selesai diperbaiki sehingga kembali dapat digunakan.


“Sebanyak 20 titik lampu jalan baru kami pasang, terutama di sekitar tempat ibadah serta akses jalan menuju masjid dan surau. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan terhadap 10 titik lampu jalan yang sebelumnya rusak. Jadi, total ada 30 titik yang saat ini sudah terang benderang,” ujar Irsyad Ardani.


Peningkatan fasilitas penerangan jalan tersebut tersebar di tujuh Rukun Warga (RW) di wilayah Kelurahan Koto Lalang. Sejumlah kawasan yang menjadi fokus penataan meliputi Jalan Parak Tabu, Kampung Tanjuang, Kampung Jambak, Pondok Ranah Minang, Kampung Chaniago, serta kawasan Lubuak Batuang dan beberapa titik lingkungan lainnya yang selama ini membutuhkan peningkatan pencahayaan.


Menurut Irsyad, keberadaan lampu jalan yang berfungsi dengan baik tidak hanya memberikan nilai estetika lingkungan, tetapi juga memiliki dampak penting terhadap keamanan dan kenyamanan warga. Terlebih bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas ibadah pada malam hari maupun saat menjelang waktu salat Subuh.


Dengan kondisi jalan yang kini lebih terang, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan khusyuk ketika menuju masjid dan surau.


Program peningkatan penerangan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menghadirkan lingkungan yang lebih ramah, aman, serta mendukung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.


“Harapan kita bersama, fasilitas ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman yang optimal bagi warga, khususnya yang melakukan aktivitas ibadah di malam hari maupun saat waktu subuh,” tambahnya.


Pemerintah Kelurahan Koto Lalang berharap sinergi yang terjalin bersama UPTD PJU Dinas Perhubungan Kota Padang dapat terus berlanjut, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap sarana dan prasarana lingkungan dapat terpenuhi secara bertahap.


Ke depan, Kelurahan Koto Lalang akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi fasilitas umum yang ada, termasuk penerangan jalan, agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat serta mendukung terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, dan sejalan dengan semangat Program Smart Surau. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026.


Banjir bandang yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan serta meluapnya aliran Sungai Batang Selo tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam banjir dan menyebabkan bahu jalan mengalami kerusakan atau terban pada titik KM 131+600 Ruas Sitangkai–Tanjung Ampalu.


Ruas jalan provinsi tersebut merupakan salah satu ruas yang berada dalam kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan yang dilaksanakan oleh UPTD Wilayah V Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat. Menyikapi kondisi tersebut, tim UPTD Wilayah V segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan tanggap darurat guna mengantisipasi kerusakan yang lebih besar serta menjaga agar akses transportasi masyarakat tetap dapat digunakan dengan aman.


Langkah penanganan yang dilakukan berupa pemasangan pasangan batu bronjong pada bagian bahu jalan yang mengalami longsor atau terban.


Pemasangan bronjong ini bertujuan untuk memperkuat struktur tanah, mencegah terjadinya pengikisan lanjutan akibat aliran air, serta melindungi badan jalan agar tetap stabil dan aman dilalui oleh pengguna jalan.


Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa penanganan cepat yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan, terutama pada titik-titik yang terdampak bencana alam.


“Setiap kejadian bencana yang berdampak terhadap infrastruktur jalan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan cepat. Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan berkembang lebih luas, menjamin keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan, serta menjaga konektivitas antarwilayah agar aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat tidak terganggu,” ujar Armizoprades.


Ia menambahkan, melalui kegiatan pemeliharaan rutin yang dilaksanakan oleh UPTD di masing-masing wilayah, Dinas BMCKTR terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan, terutama pada lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi akibat faktor cuaca dan kondisi geografis.


“Ke depan kami berharap infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dapat terus terjaga dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi wilayah yang rawan bencana, khususnya saat curah hujan tinggi. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan solusi terhadap berbagai dampak bencana pada infrastruktur publik.


Upaya penanganan cepat ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus transportasi, mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Malam puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi gelar "Sabudaya 100 Tahun Jam Gadang Cultural Night". Kegiatan yang menampilkan beragam atraksi seni dan budaya ini, berlangsung di pelataran Jam Gadang, Sabtu, 20 Juni 2026 malam.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan 100 tahun Jam Gadang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sejarah dan penguatan jati diri Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan, pendidikan, budaya dan pariwisata. Ia menegaskan selama 100 Jam Gadang telah menjadi saksi perjalanan panjang Bukittinggi dalam berbagai fase sejarah serta menjadi simbol identitas dan memori kolektif masyarakat, termasuk peran penting dalam sejarah nasional seperti PDRI, perkembangan pendidikan dan kontribusi terhadap sejarah bahasa Indonesia.


Wako Ramlan, dalam orasi pada peringatan 100 tahun Jam Gadang menegaskan, kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya diperjuangkan, tetapi juga harus terus dipertahankan dari waktu ke waktu. Ia mengingatkan bahwa peristiwa 19 Desember 1948 di Bukittinggi merupakan amanah sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi bangsa hingga 100 tahun ke depan, sebagai bagian dari perjalanan mempertahankan Republik Indonesia.


Wako juga menyebutkan, Bukittinggi, Jakarta dan Yogyakarta memiliki keterkaitan penting dalam sejarah perjuangan bangsa, dengan Jam Gadang sebagai simbol perjalanan sejarah dan semangat perjuangan. Momentum 100 tahun Jam Gadang menjadi pengingat bagi pemimpin untuk terus bergerak dinamis dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa serta memperjuangkan pengakuan dan penguatan peran Bukittinggi dalam sejarah nasional.


Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang berhasil menyelenggarakan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Bukittinggi dan Sumatera Barat memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa, mulai dari perannya sebagai pusat pemerintahan hingga berbagai peristiwa perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan Republik Indonesia.(**)

 ‎


‎Pekanbaru - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. 

‎Pelantikan ini menjadi momen penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mempererat tali silaturahmi antarperantau Minang di Bumi Lancang Kuning .

‎Acara yang digelar di GOR Tribuana, Pekanbaru, pada Sabtu (20/6) itu berlangsung meriah dengan nuansa kekeluargaan. 

‎Pengurus yang dikukuhkan berasal dari 7 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, Kampar, dan Kota Pekanbaru .

‎ Ribuan perantau Minang memadati lokasi acara yang juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, serta sejumlah kepala daerah lainnya .

‎Andre Rosiade yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menegaskan bahwa IKM harus menjadi kekuatan pemersatu sekaligus motor penggerak pembangunan bagi masyarakat Minang di perantauan .

‎"Yang terpenting bagi IKM adalah bagaimana perantau Minang bisa memberi manfaat di mana pun berada. Kita ingin terus memperkuat persaudaraan sekaligus ikut membantu pembangunan daerah," ujar Andre Rosiade .

‎Ia menyampaikan sejumlah gagasan besar yang diyakini akan memperkuat hubungan ekonomi antara Sumatera Barat dan Riau. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang harus menjadi prioritas untuk mempercepat mobilitas dan membuka akses pariwisata .

‎Andre juga mengungkapkan optimisme bahwa pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi akan dimulai pada awal 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp29 triliun . Selain itu, ia juga menyinggung rencana pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera .

‎Tak hanya bicara soal infrastruktur regional, Andre menyatakan komitmennya membantu pembangunan Kota Pekanbaru. 

‎Ia menyebut telah berkomunikasi dengan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho untuk mempercantik sejumlah kawasan strategis, salah satunya dengan rencana pemasangan videotron besar di Bundaran Mal Pekanbaru.

‎Hal ini sejalan dengan arahan Sekda Riau, Syahrial Abdi, yang menyatakan bahwa pelantikan ini bukan hanya pertemuan keluarga Minang, tetapi juga perayaan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Ranah Minang dan Bumi Lancang Kuning.(*R*)

 


Pekanbaru, – Bank Nagari terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis masyarakat Minang di perantauan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) dan UMKM binaan IKM terkait pengelolaan keuangan dan layanan perbankan di Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026).


Penandatanganan kerja sama itu berlangsung bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus IKM Provinsi Riau yang berlangsung meriah dan dihadiri ratusan perantau Minang dari berbagai daerah.


Ketua Umum IKM, Andre Rosiade, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarsesama perantau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kerja sama antara Bank Nagari Cabang Pekanbaru dengan IKM dan UMKM binaan IKM ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan perbankan bagi organisasi maupun pelaku usaha. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengelolaan rekening, transaksi keuangan, layanan pembayaran digital hingga dukungan pembiayaan bagi UMKM yang memiliki potensi berkembang.


Prosesi penandatanganan turut disaksikan Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian. Kehadirannya menjadi bukti dukungan penuh manajemen Bank Nagari terhadap penguatan sinergi dengan organisasi perantau Minang di Provinsi Riau.


Selain Ketua Umum IKM, kegiatan pengukuhan juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Wali Kota Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Sekretaris Jenderal IKM Pusat, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Bupati Lima Puluh Kota, tokoh masyarakat, pengurus IKM, pelaku UMKM, serta berbagai undangan dari sejumlah daerah.


Dalam kesempatan itu, Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan sektor UMKM melalui layanan keuangan yang inovatif, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.


Melalui kerja sama tersebut, Bank Nagari berharap dapat membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat di lingkungan IKM. Organisasi dan UMKM binaan IKM diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih profesional sekaligus memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai produk dan layanan perbankan.


Sinergi Bank Nagari dan IKM ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat inklusi keuangan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta mempererat hubungan dengan masyarakat Minang di perantauan guna mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. (***)



Deli Serdang - Sehari dibentuk, Team Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Deli Serdang, berhasil menggulung 3 pelaku begal. Para pelaku begal itu beraksi di 8 lokasi.


Informasi dihimpun pada Selasa (16/6/2026), penangkapan para pelalu berdasarkan laporan korban Fiktor Karunia Tafonao (33) warga Jalan Galang Lingkungan IV Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.


Peristiwanya bermula pada Senin (1/6/2026) sekira pukul 02.30 wib, korban berangkat dari rumah menuju kerja di Desa Sumberrejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang dengan mengendarai sepeda motor merk Honda BK 3482 MBG. 


Dari belakang korban, datang dua pria mengendarai sepeda motor Honda Vario memepet dan memberhentikan korban.


Korban berhenti dan sepeda motor miliknya dalam keadaan masih hidup dengan kunci kontak masih dalam keadaan terpasang. Lalu pelaku menodongkan parang sepanjang satu meter kearah korban. Kemudian korban menjatuhkan sepedamotornya. 


Bersamaan dengan itu, pelaku mengayunkan parang dan membacok korban. Namun korban mengelak dan melompat menyelamatkan diri.


 Selanjutnya pelaku membawa sepeda motor korban. Sedangkan korban berteriak minta tolong dan warga berdatangan, namun pelaku sudah berhasil melarikan diri.


Mendapat laporan pengaduan korban, Team URC Satreskrim Polresta Deli Serdang melakukan penyelidikan. Pada Rabu (11/6/2026), Team URC Satreskrim Polresta Deli Serdang mendapat kabar jika pelaku pencurian sepeda motor milik korban berada di Basecamp atau tempat kumpul di Jalan Pasar IX Sidomulyo Gang Cendrawasih Kecamatan Percut Sei tuan Kabupaten Deli Serdang.


Mendapat kabar itu, Team URC Satreskrim Polresta Deli Serdang bergerak kesana dan menggulung pelaku begal Andri Syahputra alias Bibir (20) warga Jalan Medan Tembung Dusun II Gang Pribadi Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei tuan Kabupaten Deli Serdang, Raka Riva Praditia Rangkuti alias Raka (20) Pasar IX Desa Medan Tembung, Zainal Arifin alias Black warga Pasar IX Desa Medan Tembung. Guna pemeriksaan dan pengembangan ketiga pelaku diangkut ke komando.


Saat diinterogasi petugas pelaku Andri Syahputra alias Bibir, Raka Riva Praditia Rangkuti alias Raka, Zainal Arifin alias Black, mengakui mencuri sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam dengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMax dan selanjutnya Andri Syahputra alias Bibir mengambil. Sepeda motor korban dan telah dijual kepada penampung atau penadah bernama Putra serta ada beberapa sepeda motor lagi yang dijual kepada Ocol di Medan dan sudah ditangkap Polrestabes Medan.


Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang AKP Marvel SA Ansanay STK SIK MSI didampingi Kanit Pidum Iptu Binnes Saragih SH, Kasubnit 3 Ipda Remon Bukit STK SIK, saat di konfirmasi pada Selasa (16/6/2026) siang membenarkan menggulung ketiga pelaku begal yang dijerat pencurian pemberatan (curat) pasal 479 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.


Dari pengakuan pelaku Andri Syahputra alias Bibir melakukan begal pada 8 titik di wilayah hukum Polresta Deli Serdang yaitu Jalan Sumberrejo Desa Sumberrejo Kecamatan Pagar Merbau, Jalan Dusun Amal Desa Araskabu Kecamatan Beringin, Jalan Emplasemen (Hotel Thong In) sekitar bulan Maret atau April mengambil sepeda motor Honda Scoopy, Jalan Pringgan Kecamatan Batang Kuis mengambil Honda Stylo warna krem sekitar bulan April, Jalan Tanjung Morawa – Lubuk Pakam mengambil sepeda motor Honda Beat warna merah sekitar bulan Maret 2026, Jalan Penara Kecamatan Tanjung Morawa mengambil sepeda motor Honda Beat Streat warna hitam sekitar Februari 2026, Pasar VII Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa mengambil Honda Vario warna putih sekitar Juni 2025, Jalan Simpang Abunawas tepatnya dibelakang Suzuya Kecamatan Tanjung Morawa mengambil Honda PCX warna putih.


“Selain mengamankan ketiga pelaku begal, Team URC Satreskrim Polresta Deli Serdang turut mengamankan barang bukti berupa sau unit sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam BK 4240 AKK, satu unit sepeda motor Honda Scopy warna merah BK 5308 AMG, satu unit sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam BK 6280 AMZ, satu buah golok dengan ukuran +/- 30 centi meter, satu buah pisau belati dengan ukuran ±17 centi meter , satu buah Handphone android merek samsung warna biru, satu buah Handphone merek Iphone Xr warna hitam, satu buah Handphone merek Iphone Xr warna merah, satu buah Handphone android Merek Realme warna silver,” pungkas Kasat Reskrim. (**)

 


Medan - Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi long march menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (19/6/2026).


 Aksi damai ini dilakukan guna menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program nasional tersebut.


Pantauan di lokasi, massa mulai bergerak dengan berjalan kaki dari titik kumpul di eks Medan Club menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro. 


Sembari berjalan, mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi aspirasi, di antaranya bertuliskan "Jangan Hapus MBG Bapak Presiden", serta tagar #MBGIritJajan.


Koordinator aksi dan emak-emak yang ikut dalam barisan massa secara bergantian menyampaikan orasinya dari atas mobil komando. 


Mereka menegaskan bahwa esensi dari program MBG sangat berpihak pada rakyat kecil, khususnya dalam perbaikan gizi anak.


"Program MBG ini sebenarnya sangat bagus dan bermanfaat besar bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Yang tidak bagus itu adalah orang-orang yang Korupsi mengelolanya,," teriak salah seorang ibu di tengah kerumunan massa yang disambut riuh yel-yel dukungan. (**)



Binjai - Polisi menangkap satu dari dua pelaku pencurian besi tower telekomunikasi di Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.


Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian mengatakan pelaku yang telah ditangkap berinisial MI (24).


"Benar pelaku sudah ditangkap inisial MI (24)," kata Hizkia kepada Kompas melalui sambungan telepon, Jumat (19/6/2026).


Ditangkap Setelah Dilaporkan Pihak Perusahaan

Hizkia menjelaskan, MI ditangkap di Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 21.40 WIB.


Penangkapan dilakukan setelah pihak perusahaan pemilik tower telekomunikasi melaporkan kehilangan sejumlah besi pada menara tersebut pada Minggu (31/5/2026).


Saat itu, pelapor sedang melakukan pengecekan kelengkapan tower. Namun, ia mendapati sebagian besi pada konstruksi menara sudah hilang.


Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Binjai Barat. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap salah satu pelaku.


"Pelaku beraksi dua orang. Satu lagi masih diburu," ujar Hizkia.


Saat ini, MI telah ditahan di Polres Binjai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.


Atas perbuatannya, MI dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).


Sebelumnya, video yang menarasikan hilangnya besi tower telekomunikasi akibat dicuri "rayap besi" viral di media sosial.


Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat tower telekomunikasi yang berada di tengah permukiman warga.


Sejumlah bagian besi berwarna merah pada konstruksi tower tampak telah hilang.


"Rayap besi naik level, tower telekomunikasi di Binjai diduga jadi sasaran," demikian narasi dalam unggahan video yang beredar di media sosial.


Viralnya video tersebut kemudian memicu perhatian publik dan mendorong aparat kepolisian untuk mengusut kasus pencurian yang merusak fasilitas telekomunikasi tersebut. (**)

  


SUMBARNET - Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui kegiatan PosJubah (Polantas Jumat Berkah) yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.


Pada Jumat (19/6/2026), personel Ditlantas Polda Sumbar kembali hadir di tengah masyarakat dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan dan kepedulian sebagai wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.


Kegiatan PosJubah menjadi salah satu program kemanusiaan yang tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat hubungan antara anggota kepolisian dengan masyarakat.


Dengan turun langsung ke lapangan, para personel Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam bidang keamanan dan lalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan PosJubah merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang humanis dan selalu berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Melalui kegiatan PosJubah ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, di mana kehadiran personel Polantas tidak hanya untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan serta meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Reza.


Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti PosJubah juga menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis, penuh kepercayaan, serta saling mendukung dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.


“Semoga setiap langkah kebaikan yang kami lakukan dapat membawa manfaat, menghadirkan keberkahan, serta memberikan rasa aman dan keselamatan bagi seluruh masyarakat. Kami berharap kegiatan PosJubah ini terus berjalan secara berkelanjutan dan semakin memperkuat semangat Polri untuk selalu hadir serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.


Melalui kegiatan PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan kepolisian, tetapi juga di tengah masyarakat.


Dengan kebersamaan dan rasa saling peduli, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih harmonis, aman, dan sejahtera.


Kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan oleh personel Ditlantas Polda Sumbar tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui tugas di jalan raya, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. (**)