Pasaman Barat - Dukungan terhadap Desi Susanti binti Adnan untuk maju sebagai Calon Wali Nagari Koto Tuo terus mengalir. Sejumlah tokoh masyarakat, ninik mamak, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat menyatakan dukungannya agar Desi Susanti dapat ikut dalam kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) 2026.


Dukungan tersebut diberikan karena Desi Susanti dinilai memiliki komitmen, kepedulian, serta semangat untuk membangun Nagari Koto Tuo menjadi nagari yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Kehadirannya diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang lebih baik, serta pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.


Dalam visi yang diusungnya, Desi Susanti menargetkan terwujudnya Nagari Koto Tuo yang cerdas, agamis, lestari, indah, makmur, dan sejahtera menuju masyarakat madani. Visi tersebut dijabarkan melalui empat misi utama, yakni mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good governance), meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang agamis dan beradat, memperkuat perekonomian masyarakat serta pemerataan pembangunan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.


Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa sosok Desi Susanti memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kalangan. Selain itu, ia dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang, sehingga diharapkan dapat menciptakan pemerintahan nagari yang harmonis, transparan, dan partisipatif.


Dukungan dari ninik mamak juga menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinan perempuan yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pelayanan masyarakat. Mereka berharap proses Pilwana dapat berjalan dengan aman, damai, serta melahirkan pemimpin terbaik bagi Nagari Koto Tuo.


Sementara itu, Desi Susanti menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas doa serta dukungan yang diberikan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan menjadikan momentum Pilwana sebagai pesta demokrasi yang sejuk dan bermartabat.


"Insya Allah, apabila diberikan amanah, saya akan menjalankan pemerintahan yang terbuka, melayani seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Nagari Koto Tuo," ujarnya.


Pemilihan Wali Nagari di Pasaman Barat merupakan bagian dari upaya menghadirkan kepemimpinan definitif di tingkat nagari guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Eka)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Enam fraksi di DPRD Kota Bukittinggi sampaikan pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kegiatan ini berlangsung dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Selasa, 21 Juli 2026


Shabirin Rachmat, mewakili Fraksi Gerindra mendukung langkah Pemerintah Kota Bukittinggi dalam melakukan penyesuaian Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai tindak lanjut penyesuaian terhadap ketentuan nasional. 


Neni Anita, mewakili Fraksi NasDem, menilai kebijakan pajak dan retribusi daerah berpotensi menimbulkan ekonomi biaya tinggi, menurunkan daya saing investasi, hingga membuka peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang apabila tidak dikelola dengan baik.


Elfianis mewakili Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan, Pemko Bukittinggi perlu memperkuat basis data objek dan subjek pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pelayanan yang lebih baik mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, serta terus melakukan evaluasi berkala, memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak dan melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat


Dedi Chandra mewakili Fraksi Karya Kebangsaan menyampaikan, perubahan atas ranperda ini bertujuan menyederhanakan jenis pajak dan retribusi, menyesuaikan tarif, mendukung digitalisasi pelayanan, serta menyelaraskan aturan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Pada prinsipnya, Fraksi Karya Kebangsaan menyetujui perubahan Perda tersebut.


Dewi Anggraini mewakili Fraksi PPP–PAN, menyetujui perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 agar kebijakan pajak dan retribusi tetap selaras dengan kepentingan umum dan kebijakan fiskal nasional.


Nur Hasra mewakili Fraksi PKS, mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui tata kelola yang lebih baik, digitalisasi sistem perpajakan, penguatan basis data, serta memastikan seluruh hasil evaluasi Pemerintah Pusat telah diakomodasi sehingga perubahan Perda dapat diterapkan secara tepat. (**)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) gelar Wisuda Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Selasa, 21 Juli 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Sekolah Keluarga Gemilang merupakan wujud kehadiran Pemko Bukittinggi dalam memperkuat ketahanan keluarga. Berbagai permasalahan sosial, seperti tingginya angka perceraian, KDRT, hingga maraknya pelaku LGBT, sering kali berawal dari keluarga. Karena itu, ketahanan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibangun dengan ilmu yang terus ditingkatkan," ungkapnya.


Wako menegaskan, Pemko Bukittinggi berkomitmen melanjutkan Sekolah Keluarga Gemilang setiap tahun sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mengatasi berbagai permasalahan sosial. Ia juga mengajak para wisudawan menjadi pelopor keluarga berkualitas dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan masing-masing.


Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias selaku inisiator Sekolah Keluarga Gemilang Kota Bukittinggi, menyampaikan, Sekolah Keluarga berawal pada tahun 2018 sebagai respons terhadap semakin beragamnya permasalahan sosial di tengah masyarakat. Berangkat dari pemikiran bahwa akar berbagai persoalan tersebut berada pada melemahnya fungsi keluarga, lahirlah Sekolah Keluarga sebagai inovasi daerah untuk membangun ketahanan keluarga melalui pendidikan masyarakat. 


Selanjutnya, Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan, pada tahun 2026 sebanyak 720 orang mendaftar Sekolah Keluarga Gemilang, 699 orang mengikuti pembelajaran selama 15 kali pertemuan, dan 638 peserta berhak diwisuda, terdiri dari 203 peserta dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 193 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang, dan 242 peserta dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Dari total peserta yang diwisuda tersebut, 8 orang merupakan peserta laki-laki. (**)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Temu Jago Bangunan Semen Padang yang digelar di Kota Jambi, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 90 tenaga kerja konstruksi dari Kota Jambi dan Kabupaten Muara Jambi.


Bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo Jambi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara perusahaan dengan para aplikator dan tukang bangunan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kompetensi melalui pelatihan teknis dan sertifikasi profesi.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik pekerjaan konstruksi yang baik dan benar. Mereka juga mendapatkan pengetahuan terkait penggunaan produk-produk PT Semen Padang agar dapat menghasilkan bangunan yang lebih berkualitas, kokoh, aman, dan sesuai dengan standar konstruksi.


Senior Sales Manager Central Sumatera PT Semen Padang, Nanda Kurniawan, mengatakan Temu Jago Bangunan merupakan bentuk apresiasi sekaligus perhatian perusahaan kepada tenaga kerja konstruksi yang selama ini menjadi mitra strategis PT Semen Padang dalam pembangunan di berbagai daerah.


Menurutnya, keberhasilan sebuah konstruksi tidak hanya ditentukan oleh kualitas material yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada keterampilan dan kompetensi tenaga kerja yang mengerjakannya.


“Jago Bangunan selalu berada di hati kami. Mereka merupakan mitra strategis PT Semen Padang dalam membangun Indonesia. Karena itu, kami ingin terus hadir dan memberikan manfaat, salah satunya melalui program sertifikasi kompetensi ini,” kata Nanda.


Ia menjelaskan, PT Semen Padang tidak hanya berfokus pada penyediaan produk semen berkualitas, tetapi juga berupaya membangun ekosistem konstruksi yang semakin profesional. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan, pelatihan teknis, dan fasilitasi sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi.


Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tenaga kerja mengenai prosedur pembangunan yang tepat, penggunaan material secara efektif, serta penerapan standar keselamatan dan kualitas dalam setiap pekerjaan konstruksi


“Ketika tenaga kerja memiliki kompetensi yang baik, kualitas konstruksi juga akan meningkat. Pada akhirnya, masyarakat akan memperoleh bangunan yang lebih aman, kokoh, dan memiliki umur layanan yang lebih panjang,” ujarnya.


Nanda berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Sertifikasi yang diperoleh juga diharapkan menjadi bekal bagi para tenaga kerja konstruksi dalam meningkatkan profesionalisme sekaligus memperluas peluang kerja.


Sejalan dengan Program Pemerintah


Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PUTR Provinsi Jambi, Irwan Syafwadi, mengapresiasi PT Semen Padang atas penyelenggaraan Temu Jago Bangunan tersebut. Menurut Irwan, kegiatan itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan karena berkaitan dengan pengakuan resmi terhadap kemampuan tenaga kerja.


Ia menjelaskan, pemerintah telah mengatur pentingnya kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021. Dalam peraturan tersebut, tenaga kerja konstruksi merupakan setiap orang yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi yang dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi (SKK Konstruksi).


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang menunjukkan kepedulian yang besar terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Hari ini, sebanyak 90 pekerja konstruksi di Jambi mendapatkan kesempatan mengikuti sertifikasi. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga,” kata Irwan.


Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pembelajaran dan asesmen dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, sertifikat kompetensi akan memberikan nilai tambah bagi tenaga kerja konstruksi dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.


“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena sertifikat tersebut akan menjadi bekal penting dalam dunia kerja,” ujarnya.


Buka Peluang Kerja Lebih Luas


Perwakilan LSP Astekindo Jambi, Lintong Sirait, menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta memiliki nilai strategis. Sertifikat tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa tenaga kerja telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam bidang konstruksi.


Menurutnya, sertifikasi juga memberikan pengakuan formal terhadap pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki tenaga kerja. Dengan pengakuan tersebut, pekerja konstruksi akan memiliki posisi yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja maupun mengikuti berbagai proyek pembangunan.


Lintong menyebut pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja tidak hanya memberikan manfaat di tingkat nasional, tetapi juga dapat membuka peluang kerja yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara


“Bapak-bapak patut berterima kasih kepada PT Semen Padang. Dengan memperoleh sertifikat ini, berarti kemampuan Bapak-bapak telah diakui oleh negara,” katanya.


Ia menambahkan, tenaga kerja konstruksi Indonesia memiliki peluang cukup besar untuk bekerja di sejumlah negara di kawasan ASEAN. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi dan kepemilikan sertifikat menjadi modal penting bagi tenaga kerja yang ingin memperluas kesempatan kerja


“Sertifikat ini juga dapat membuka peluang kerja di kawasan ASEAN. Sebagai informasi, banyak tenaga kerja konstruksi Indonesia yang bekerja di Malaysia. Dengan kompetensi yang diakui, peluang kerja tentunya akan semakin terbuka,” jelas Lintong.


Perkuat Hubungan dengan Jago Bangunan


Sales Manager Area Jambi PT Semen Padang, Ryan Eka Saputra, mengatakan Temu Jago Bangunan diharapkan tidak hanya memberikan tambahan ilmu dan sertifikat kompetensi kepada peserta, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara perusahaan dan para tenaga kerja konstruksi.


Menurut Ryan, para aplikator dan tukang bangunan memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan produk Semen Padang dilakukan secara tepat di lapangan. Mereka juga menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan konsumen dalam proses pembangunan.


Karena itu, hubungan yang kuat antara perusahaan dan para Jago Bangunan perlu terus dibangun melalui komunikasi, edukasi, serta kegiatan pembinaan yang berkelanjutan.


“Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kepercayaan para Jago Bangunan terhadap kualitas produk PT Semen Padang,” kata Ryan.


Peserta Jalani Pelatihan dan Asesmen


Selama kegiatan, peserta mengikuti sejumlah sesi yang dirancang secara komprehensif. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyampaian materi teknis mengenai praktik konstruksi yang sesuai standar, pengenalan keunggulan produk-produk PT Semen Padang, hingga praktik lapangan yang dipandu oleh instruktur berpengalaman.


Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar mengenai pekerjaan konstruksi, teknik pencampuran material, metode aplikasi semen, serta berbagai faktor yang memengaruhi kekuatan dan ketahanan bangunan. Para peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang kerap mereka temui ketika bekerja di lapangan. Sesi interaktif tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan solusi dan penjelasan langsung dari instruktur.


Setelah mengikuti pembelajaran dan praktik, seluruh peserta menjalani proses asesmen sebagai bagian dari tahapan sertifikasi kompetensi. Asesmen dilakukan melalui sesi wawancara oleh asesor profesional dari LSP Astekindo Jambi. Melalui proses tersebut, asesor menilai pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta pemahaman peserta terhadap standar pekerjaan konstruksi. Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.


Dimeriahkan Games dan Doorprize


Selain menghadirkan pelatihan dan sertifikasi, penyelenggara juga menyisipkan sejumlah hiburan serta permainan interaktif. Berbagai kegiatan tersebut membuat suasana Temu Jago Bangunan berlangsung semakin semarak dan penuh keakraban. Antusiasme peserta semakin meningkat dengan adanya pembagian doorprize. Berbagai hadiah disediakan oleh penyelenggara, mulai dari sepeda, peralatan elektronik, hingga hadiah utama berupa televisi.


Salah seorang peserta, Ibnu Hajar, mengaku senang dapat mengikuti Temu Jago Bangunan Semen Padang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat karena peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi.


Ilmu yang diperolehnya selama kegiatan dinilai sangat relevan dan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Kebahagiaannya semakin lengkap setelah berhasil membawa pulang hadiah utama berupa sebuah televisi.


“Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan pengalaman, saya juga mendapatkan bonus televisi. Malam nanti langsung dipakai untuk menonton final Piala Dunia bersama keluarga,” katanya sambil tersenyum.


Melalui Temu Jago Bangunan, PT Semen Padang berharap dapat terus berkontribusi meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di Jambi. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan turut mendorong terciptanya hasil pembangunan yang lebih berkualitas, aman, kokoh, dan berkelanjutan. (*)

 


SUMBARNET - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Investigasi Negara (LIN) secara resmi mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIN Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari langkah penguatan organisasi di tingkat daerah.


Dalam keputusan yang ditetapkan DPP LIN, Mayor (Purn) Syamsir Boerhan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD LIN Provinsi Sumatera Barat, sementara Ismail Novendra, S.H ditunjuk sebagai Sekretaris Daerah DPD LIN Provinsi Sumatera Barat.


Penetapan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi dan konsolidasi organisasi yang dilakukan secara menyeluruh guna menghadirkan kepemimpinan yang dinilai mampu membawa DPD LIN Sumatera Barat semakin solid, profesional, dan berkontribusi bagi masyarakat.


Ketua Umum DPP LIN: Rapikan Barisan dan Jalankan Amanah Organisasi


Ketua Umum DPP LIN, Robi Irawan Wiratmoko yang akrab disapa Gus Robi, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru serta memberikan arahan agar kepengurusan DPD LIN Sumatera Barat segera bekerja menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.


“Selamat bertugas. Pesan saya hanya satu, rapikan barisan dan jalankan amanah LIN untuk negeri. Jaga integritas, turun ke rakyat, dan jadilah garda terdepan kontrol sosial yang santun namun tetap tegas,” ujar Gus Robi.


Lebih lanjut, Ketua Umum DPP LIN juga menginstruksikan agar kepengurusan baru segera menyusun program kerja 100 hari pertama yang berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat.


Program tersebut diharapkan mencakup pengawasan penggunaan dana desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, pendampingan hukum bagi masyarakat kurang mampu, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.


Profil Singkat Pengurus Baru


Mayor (Purn) Syamsir Boerhan dikenal sebagai sosok purnawirawan TNI yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan, pembinaan organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam membangun organisasi LIN yang semakin profesional di Sumatera Barat.


Sementara itu, Ismail Novendra, S.H merupakan Advokat dan praktisi hukum yang diharapkan mampu memperkuat aspek legalitas, advokasi, administrasi organisasi, sekaligus memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat melalui program-program DPD LIN Sumatera Barat. Selain itu, Ismail Novendra yang disapa Raja Tega juga merupakan sosok jurnalis yang dikenal vokal terkait pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).


Siap Bangun Organisasi dan Layani Masyarakat


Menanggapi amanah yang diberikan DPP LIN, Mayor (Purn) Syamsir Boerhan menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat.


“Ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami siap merapatkan barisan, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Kehadiran LIN di Sumatera Barat harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari solusi dalam mengawal kepentingan rakyat,” ujarnya.


Senada dengan itu, Ismail Novendra, S.H menegaskan bahwa dirinya akan segera melakukan penataan administrasi organisasi sekaligus memperkuat koordinasi internal.


Raja Tega juga mengungkapkan rencana pembentukan posko pengaduan masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat sebagai wadah penyampaian aspirasi dan pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan dan tanpa berbayar.


Pelantikan Dalam Waktu Dekat


Sebagai tindak lanjut dari pengesahan kepengurusan, DPP LIN bersama jajaran DPD Sumatera Barat berencana menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus periode baru dalam waktu dekat di Kota Padang.


Momentum tersebut diharapkan menjadi awal kebangkitan DPD LIN Sumatera Barat dengan semangat baru untuk memperkuat fungsi kontrol sosial, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPD LIN Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah serta menegakkan nilai-nilai keadilan sesuai visi organisasi. (Rel)



Pasaman Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Samapta Polres Pasaman Barat terus mengintensifkan kegiatan Patroli Presisi di berbagai titik strategis dan lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


Patroli yang dilaksanakan secara rutin tersebut merupakan langkah preventif Polri untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah beraktivitas.


Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta tidak hanya melakukan pemantauan situasi di lapangan, tetapi juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat, pelaku usaha, serta warga yang ditemui di sepanjang rute patroli. 


Melalui komunikasi yang humanis, personel menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


Selain menyisir kawasan permukiman, patroli juga difokuskan pada pusat keramaian, perkantoran, pertokoan, fasilitas umum, objek vital, hingga ruas jalan yang memiliki potensi kerawanan terhadap aksi kriminalitas maupun gangguan ketertiban umum.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Patroli Presisi merupakan implementasi nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


"Patroli Presisi ini merupakan langkah preventif yang terus kami optimalkan untuk mencegah terjadinya tindak pidana, khususnya kejahatan 3C, serta berbagai bentuk gangguan Kamtibmas lainnya. Kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan," ujar AKBP Agung Tribawanto.


Menurutnya, patroli yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu strategi efektif dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Di samping melakukan pengawasan, personel juga aktif membangun komunikasi dengan masyarakat guna mengetahui kondisi dan perkembangan situasi keamanan di lingkungan masing-masing.


"Kami mengedepankan pendekatan yang humanis melalui patroli dialogis. Dengan berdialog langsung bersama masyarakat, kami dapat menerima berbagai informasi maupun masukan yang berkaitan dengan kondisi keamanan sehingga langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini," jelas Kapolres.


AKBP Agung Tribawanto menambahkan bahwa terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat.

 

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus menjalin sinergi dengan kepolisian serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan ataupun berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.


"Kami berharap masyarakat terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kerja sama yang baik antara masyarakat dan Polri menjadi kunci dalam menciptakan Kabupaten Pasaman Barat yang aman, nyaman, damai, dan kondusif. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti," ungkapnya.


Melalui pelaksanaan Patroli Presisi secara berkelanjutan, Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 


Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman, mencegah potensi tindak kriminalitas, serta memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pasaman Barat. (**)

  


Padang – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin humanis, mudah dijangkau, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. 


Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan "Polantas Menyapa", yang dilaksanakan di lingkungan pelayanan Samsat Kota Padang.


Program ini menjadi bagian dari upaya Ditlantas Polda Sumbar dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya kepada para wajib pajak kendaraan bermotor yang sedang mengurus administrasi perpajakan kendaraan.

 

Selain memberikan pelayanan, petugas juga menyampaikan edukasi mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan, keselamatan berlalu lintas, serta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai inovasi pelayanan yang telah disediakan.


Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sumbar menyambut masyarakat dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif. Para petugas turut berdialog langsung dengan wajib pajak, mendengarkan berbagai masukan, serta memberikan informasi terkait proses pelayanan administrasi kendaraan secara jelas dan transparan.


Kegiatan Polantas Menyapa juga diisi dengan pemberian cinderamata atau suvenir kepada sejumlah masyarakat yang tengah mengurus pajak kendaraan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka dalam memenuhi kewajiban membayar pajak tepat waktu.

 

Suasana pelayanan pun berlangsung hangat, penuh keakraban, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa program Polantas Menyapa merupakan salah satu inovasi pelayanan yang bertujuan mendekatkan institusi Polri kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.


"Melalui program Polantas Menyapa, kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga humanis. Kehadiran anggota di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa nyaman, membangun komunikasi yang baik, sekaligus memastikan setiap masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik saat mengurus administrasi kendaraan bermotor," ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K.


Ia menjelaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus dibangun melalui interaksi yang positif antara petugas dan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar terus didorong untuk mengedepankan sikap ramah, sopan, responsif, dan profesional dalam setiap pelayanan.


Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.


Dana yang dihimpun dari sektor pajak kendaraan akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.


"Kami juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membayar pajak kendaraan merupakan bentuk partisipasi nyata dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pendekatan yang persuasif dan edukatif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi kendaraan," tambahnya.


Dirlantas berharap program Polantas Menyapa dapat terus menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas.


"Harapan kami, masyarakat semakin merasakan bahwa Polri selalu hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi. Kami ingin pelayanan di Samsat tidak hanya identik dengan proses administrasi, tetapi juga menjadi ruang pelayanan publik yang nyaman, transparan, mudah diakses, dan memberikan pengalaman yang positif bagi setiap warga. Ke depan, berbagai inovasi pelayanan akan terus kami hadirkan demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin modern, profesional, dan berintegritas," tutup Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K.


Melalui program Polantas Menyapa, Ditlantas Polda Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang presisi, membangun budaya tertib berlalu lintas, serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan. 


Inovasi pelayanan ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. (**)



SUMBARNET - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., melaksanakan kegiatan Safari Subuh melalui program Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Muhsinin, Selasa (21/7/2026). 


Kegiatan ibadah pagi ini dilanjutkan dengan agenda "Ngopi Subuh" bersama Sahabat-Sahabat Kapolda dari jamaah mesjid setempat dalam suasana penuh keakraban.


Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Sumbar tersebut disambut hangat oleh pengurus masjid serta jemaah yang hadir sejak dini hari. 


Pelaksanaan shalat subuh berjamaah ini menjadi momentum strategis bagi kepolisian untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga seputar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menyampaikan bahwa program gerakan subuh berjamaah dan ngopi subuh merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri kepada masyarakat di Ranah Minang.


"Kegiatan ini bukan sekadar sarana peningkatan iman dan takwa melalui ibadah berjamaah, melainkan bentuk cooling system serta wadah komunikasi langsung antara pimpinan kepolisian dengan masyarakat," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Menurutnya, melalui program "Ngopi Subuh", Kapolda Sumbar ingin meruntuhkan sekat formal antara aparat penegak hukum dan warga. Diskusi santai yang dibalut dengan secangkir kopi hangat dinilai sangat efektif untuk menyerap masukan, kritik, serta saran demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di Sumatera Barat.


"Melalui silaturahmi yang terbangun lewat Ngopi Subuh ini, Bapak Kapolda berharap sinergi dan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin kokoh. Stabilitas kamtibmas yang aman dan kondusif tentu tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan aktif serta partisipasi dari seluruh elemen masyarakat," tambahnya.


Kegiatan ditutup dengan dialog antara Kapolda Sumbar dan para jemaah serta warga sekitar. Suasana kebersamaan terlihat kental tatkala Kapolda berbaur duduk bersama jamaah, mencerminkan kedekatan Polri yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. (**)

 


SUMBARNET - PT Semen Padang menerima kunjungan manajemen PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dan PT Petrokimia Gresik, Jumat (17/7/2026), guna memperkuat hubungan antarkorporasi sekaligus menjajaki peluang pengembangan bisnis nonsemen dan produk turunan.


Kunjungan dua anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut disambut Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino didampingi Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan (BNSPT) Ridwan Muchtar beserta jajaran. Rombongan PT Pusri Palembang dipimpin Senior Engineer Pelaporan dan Pengendalian Material Yuliana, sedangkan rombongan PT Petrokimia Gresik dipimpin AVP Operasi Pabrik 2B Prima Arinugroho.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi atas kunjungan kedua perusahaan pupuk nasional tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan.


“Selamat datang di PT Semen Padang. Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat silaturahmi dan sinergi yang telah terjalin, sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan,” ujar Win.


Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang.


Sementara itu, Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan PT Semen Padang Ridwan Muchtar mengatakan, perusahaan kini memasuki tahun kedua kerja sama penyediaan binder clay sebagai bahan baku pupuk NPK untuk PT Pusri Palembang.


Menurut Ridwan, kerja sama tersebut membuktikan bahwa produk turunan PT Semen Padang mampu memberikan kontribusi bagi industri pupuk nasional. Ke depan, ruang kolaborasi diharapkan dapat diperluas melalui penyediaan material lain, termasuk filler untuk kebutuhan produksi pupuk NPK.


“Kerja sama dengan PT Pusri yang telah berjalan selama dua tahun ini menunjukkan potensi besar dari pengembangan bisnis nonsemen. Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga berkembang pada produk-produk lainnya seperti filler NPK,” katanya.


Selain itu, PT Semen Padang juga membuka peluang kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik. Meski belum terjalin kerja sama formal, perusahaan melihat potensi sinergi dalam penyediaan binder clay maupun filler yang dapat dimanfaatkan dalam proses produksi pupuk.


Untuk mendukung rencana tersebut, unit Bisnis Non Semen dan Produk Turunan telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pemaparan keunggulan teknis produk, penyampaian data kualitas dan konsistensi pasokan, hingga penjajakan uji coba material agar sesuai dengan kebutuhan operasional industri pupuk.


PT Semen Padang juga memperkuat koordinasi di lingkungan Semen Indonesia Group (SIG) guna menghadirkan solusi yang lebih komprehensif dan kompetitif. Langkah ini diharapkan menjadi awal terbentuknya kemitraan jangka panjang yang mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.


“Tujuan besarnya adalah membangun kerja sama yang berkelanjutan sehingga mampu menjaga pertumbuhan bisnis dan revenue perusahaan dalam jangka panjang,” tambah Ridwan.


Senior Engineer Pelaporan dan Pengendalian Material PT Pusri Palembang Yuliana mengatakan, kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi kerja sama penyediaan binder clay yang telah berjalan sekaligus mengeksplorasi peluang penggunaan material lain.


“Kami datang untuk mengevaluasi kerja sama yang sudah berlangsung terkait pasokan binder clay sebagai bahan baku NPK. Selain itu, kami juga ingin melihat peluang penggunaan material lain yang dapat dimanfaatkan sebagai filler dalam produksi pupuk,” ujarnya.


Menurut Yuliana, kebutuhan industri pupuk yang terus meningkat mendorong perusahaan mencari alternatif bahan baku yang efisien, berkualitas, dan mampu mendukung peningkatan kapasitas produksi.


Hal senada disampaikan AVP Operasi Pabrik 2B PT Petrokimia Gresik Prima Arinugroho. Ia mengatakan, tingginya kebutuhan pupuk nasional mendorong perusahaan untuk terus mencari alternatif bahan baku maupun bahan penolong guna mendukung proses produksi.


“Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung proses produksi di PT Semen Padang sekaligus menjajaki kemungkinan pemanfaatan binder clay dan filler sebagai alternatif bahan baku di masa mendatang,” kata Prima.


Menurutnya, sinergi antara industri semen dan industri pupuk memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah mewujudkan swasembada pangan.


“Ke depan, kami berharap agenda ini berkembang menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan antara industri pupuk dan industri semen. Saat ini Indonesia sedang gencar mendorong swasembada pangan sehingga sinergi antarindustri menjadi sangat penting untuk mendukung tujuan tersebut,” tuturnya.


Dalam kunjungan tersebut, rombongan PT Pusri Palembang dan PT Petrokimia Gresik juga meninjau sejumlah fasilitas strategis PT Semen Padang, antara lain area operasional pabrik, fasilitas workshop, serta rumah contoh Sepablock sebagai salah satu produk inovasi perusahaan.


Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarperusahaan BUMN dalam membangun rantai pasok nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Melalui pengembangan bisnis nonsemen serta perluasan kemitraan strategis, PT Semen Padang optimistis dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan industri nasional. (**)

 


SUMBARNET - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan polemik pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru ruas Sicincin–Bukittinggi di kawasan Kubang Putiah, Kabupaten Agam, telah menemukan solusi. Trase jalan tol dipastikan tidak lagi melewati kawasan tersebut sehingga masyarakat diminta menghentikan polemik yang selama ini berkembang.


"Kami sebagai anggota DPR RI yang mewakili seluruh masyarakat Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajati dan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat yang telah bekerja luar biasa, menginisiasi, dan mengoordinasikan pertemuan ini," ujar Andre usai rapat koordinasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).


Andre menjelaskan, rapat tersebut merupakan pertemuan ketiga yang difasilitasi Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Menurutnya, setiap pertemuan berhasil mengurai berbagai persoalan yang menghambat percepatan pembangunan jalan tol.


Rapat dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota yang dilintasi jalan tol, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Direktur Jalan Tol, serta PT Hutama Karya.


Andre mengungkapkan, terdapat dua persoalan utama yang kini telah disepakati penyelesaiannya.


"Persoalan Kubang Putiah sudah selesai. Trase baru tidak lagi melewati Kubang Putiah. Karena itu, saya meminta polemik ini segera dihentikan. Kita sudah sepakat bersama Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten, Pak Kajati, dan seluruh pihak yang terlibat bahwa trase jalan tol tidak melewati Kubang Putiah," tegasnya.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, PT Hutama Karya, BPN, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau trase baru tersebut.


Selain persoalan Kubang Putiah, Andre menyebut lokasi exit tol Padang Panjang juga telah disepakati menggunakan titik baru sehingga tidak lagi menjadi kendala dalam proses pembangunan.


"Terkait perubahan trase, perubahan panjang jalan tidak terlalu signifikan. Yang terpenting, kita menghindari berbagai persoalan di lapangan," katanya.


Menurut Andre, lokasi pintu keluar tol yang baru juga dinilai lebih strategis karena lebih dekat menuju Kota Bukittinggi sesuai aspirasi Pemerintah Kota Bukittinggi.


"Insya Allah lokasi pintu exit tol juga lebih dekat ke Bukittinggi, sesuai aspirasi Wali Kota Bukittinggi, sehingga akses menuju kota menjadi lebih dekat. Nantinya kita akan menggunakan trase bypass," ujarnya.


Andre menegaskan, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan kebutuhan penting bagi Sumatera Barat. Kehadiran jalan tol diyakini mampu mempercepat distribusi barang, menekan biaya logistik, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.


Ia juga menilai akses transportasi yang lebih baik akan membuka peluang investasi, terutama di sektor pariwisata dan pengembangan usaha masyarakat. Karena itu, Andre berharap pembangunan jalan tol dapat terus didorong agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat Sumatera Barat. (***)