Pekanbaru - Empat pembunuh wanita di Pekanbaru bernama Dumaris Boru Sitio (60) ditangkap polisi. Para pelaku sempat kabur ke Aceh hingga Sumatera Utara (Sumut).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026), mengatakan pelaku bisa dibekuk pada Sabtu (2/4). Pandra mengakui pengejaran para pelaku ini tidak mudah.


"Tanggal 2 April 2026, pelaku dapat ditangkap dan dibawa ke Polresta Pekanbaru, pengejaran ini tidaklah mudah," jelas Pandra.


Ia menyebut para pelaku melarikan diri ke luar Provinsi Riau. Ada yang kabur ke Sumut, ada pula yang ke Aceh.


"Pelaku begitu melakukan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke wilayah di luar wilayah hukum provinsi Polda Riau, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan sudah sampai ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam," ujar Pandra.


Diberitakan sebelumnya, Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) siang. Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.


Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF, yang merupakan menantu korban.


Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku datang menggunakan mobil hitam.


Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.


Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut 'tamu' tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.


Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.


Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

‎‎


Pessel, SUMBARNET - Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan meningkat menjadi 4.000 hektare pada 2026. 

‎Target tersebut naik dibanding realisasi tahun 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare.

‎Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). 

‎Menurutnya, peningkatan luas tanam menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.

‎Rahmat mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan jagung di Sumbar. 

‎Pada 2025, sekitar 800 hektare dari total 3.000 hektare lahan jagung provinsi berada di daerah tersebut.

‎“Hari ini kita meninjau langsung realisasi penanaman jagung di Ranah Pesisir. Potensinya luar biasa, sepanjang mata memandang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan jagung,” ujarnya.

‎Rahmat menilai masih banyak lahan yang berpotensi digarap untuk mendukung kenaikan target pada tahun depan. 

‎Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah akan diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

‎Untuk mendukung peningkatan luas tanam, kata Rahmat, bantuan kepada petani tidak hanya berupa pendampingan, namun juga penyaluran benih jagung agar produktivitas lahan ikut meningkat.

‎“Bantuan bibit sudah kita dorong, tapi yang lebih penting adalah memastikan penanaman benar-benar terjadi dan berkelanjutan,” katanya.

‎Rahmat menegaskan, target 4.000 hektare pada 2026 merupakan bagian dari upaya mensukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

‎“Ini bagian dari upaya kita menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

‎Keberhasilan target tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani agar perluasan lahan tanam dapat diikuti peningkatan produksi jagung di Sumbar.

‎"Semua harus berjalan beriringan, tidak bisa sendiri-sendiri, jika kita ingin mencapai target yang telah ditetapkan," harapnya. (Fardianto)



PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri Sosialisasi dan Harmonisasi Hukum Pidana Adat yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aie Pacah, Sabtu (2/5/2026).


Kegiatan ini diikuti para Niniak Mamak, yang terdiri dari Ketua dan Pengurus LKAAM serta Kerapatan Adat Nagari (KAN) dari Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, serta Kabupaten Pesisir Selatan, bersama unsur masyarakat dan lembaga terkait.


Fadly Amran menyampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Padang tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang "Penguatan Nagari di Dalam Kota" sebagai langkah strategis memperkuat peran adat dalam sistem pemerintahan perkotaan.


Ia menegaskan, penguatan nilai lokal tak terlepas dari konsep Tungku Tigo Sajarangan yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai sebagai pilar utama kehidupan masyarakat Minangkabau.


“Eksistensi nagari di dalam kota harus tampak jelas, terutama hubungan antara kerapatan adat dengan pemerintah. Ini yang ingin kita kuatkan melalui Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota,” ujarnya.


Fadly Amran menambahkan, selama ini ninik mamak dan lembaga adat masih menjadi rujukan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan. Karena itu, melalui Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota, Pemko Padang ingin memastikan penguatan kelembagaan adat berjalan konkret sebagai bagian dari Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari, sekaligus mendukung peran Dubalang Kota dan implementasi program Smart Surau.


"Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk menyamakan persepsi agar regulasi ini dapat segera direalisasikan. Perda ini diharapkan menjadi instrumen untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, sekaligus memperkuat ketahanan sosial generasi muda di tengah pengaruh negatif perkembangan zaman,” pungkas Fadly Amran Datuak Paduko Malano.


Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Sati, menekankan harmonisasi hukum pidana adat menjadi langkah penting dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat Minangkabau.


“Kita berharap peran LKAAM dan KAN semakin optimal dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui penerapan hukum adat secara bijaksana. Termasuk pembinaan generasi muda dari berbagai penyimpangan dan kenakalan, serta percepatan sertifikasi tanah ulayat sesuai imbauan Menteri ATR/BPN,” ungkap Wali Kota Padang 2004-2014 ini. (**)



Padang – Pengurus Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Cabang Kota Padang masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu (2/5/2026).


Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua FOKSI Sumatera Barat (Sumbar) Liswendi Kamar. Dalam kepengurusan yang baru, Yosrizal Effendi dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Azizol Maulana sebagai Sekretaris Umum dan Mellydia Lubis sebagai Bendahara Umum.


Fadly Amran menegaskan pentingnya mendorong olahraga-olahraga khas Asia agar semakin berkembang dan mendunia. Ia menyebut cabang olahraga seperti kabaddi memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.


“Selama ini kita banyak mempopulerkan olahraga Barat, itu tidak masalah. Tapi sudah saatnya olahraga dari Asia seperti kabaddi kita angkat ke level yang lebih tinggi,” ujar Fadly Amran saat menghadiri pelantikan.


Fadly Amran juga mendorong para pengurus dan atlet untuk memiliki mental juara serta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi berbagai ajang, baik di tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional.


“Kita menargetkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar Oktober mendatang, Kota Padang dapat menjadi juara umum. Untuk itu, diperlukan kerja keras dan komitmen seluruh pengurus serta atlet kabaddi Kota Padang,” tambahnya.


Ketua FOKSI Sumatera Barat Liswendi Kamar menargetkan keikutsertaan atlet dari Kota Padang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mendatang. Ia menyebutkan, pada Babak Kualifikasi PON sebelumnya di Bali, kabaddi Sumbar berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.


Ketua Umum FOKSI Kota Padang Yosrizal Effendi menyampaikan komitmennya untuk mendukung target prestasi olahraga di Kota Padang, termasuk meraih juara umum pada Porprov Sumbar yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.


“Kami siap bekerja keras bersama pengurus dan atlet untuk mencapai target tersebut. Saat ini atlet kabaddi Kota Padang juga tengah menjalani latihan rutin tiga kali dalam seminggu di GOR Haji Agus Salim,” ungkapnya. (**)



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut kedatangan delegasi Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, dalam jamuan makan malam di Kediaman Resmi Wakil Wali Kota, Jumat (1/5/2026).


Program Coordinator International Marketing Office, Ilham Sentosa, didampingi Senior Officer International Marketing Office, Arief Redzuan, serta Senior Lecturer UniKL Business School, Farah Hida Sharin, menjadi bagian dari delegasi UniKL yang hadir. 


Maigus Nasir menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis untuk mendorong kemajuan daerah melalui kolaborasi global, khususnya dalam mencetak generasi unggul berdaya saing internasional.


Ia menyebutkan tiga fokus utama dalam penjajakan kerja sama dengan UniKL. Pertama, pengembangan Program Unggulan (Progul) “Padang Juara” untuk memperluas akses pelajar melanjutkan pendidikan ke luar negeri.


“Kita ingin anak-anak Kota Padang memiliki mindset global dan siap bersaing. Program ini diharapkan menjadi jembatan menuju pendidikan kelas dunia,” ujarnya.


Kedua, lanjut Maigus, sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan melalui program beasiswa “Ulul Albab” bagi penghafal Alquran. Skema ini selaras dengan Progul “Smart Surau” yang dikembangkan Pemko Padang dalam membangun karakter generasi muda.


“Siswa yang hafal minimal 10 juz Alquran berpeluang mengikuti seleksi beasiswa ke UniKL, dengan syarat tambahan penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal studi di luar negeri. Program ini adalah bahagian visi dari UniKL untuk mencetak generasi hafiz yang kompeten sebagai engineer, teknisi pesawat, hingga entrepreneur,” jelasnya.


Ia menambahkan, kerja sama yang ketiga diarahkan untuk mendukung visi Kota Padang sebagai destinasi wisata tingkat ASEAN melalui penguatan jejaring Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) serta sinergi antarnegara serumpun.


“Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Kota Padang di kancah global sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” tegas Maigus Nasir, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yopi Krislova, dan Kepala Bagian Kerja Sama, OS Damanik.


Sementara itu, Ilham Sentosa menyebut kunjungan ini sebagai balasan atas lawatan Pemko Padang beberapa bulan lalu.


"Kami menyambut baik penjajakan kerja sama dengan Pemko Padang dan berharap rencana ini segera terealisasi secara optimal. Selama lima hari di Padang, agenda kami meliputi diskusi kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, serta penyelenggaraan expo untuk mengenalkan program UniKL kepada instansi terkait," pungkasnya. (**)



SUMBARNET.ID - Pemerintah Kota Bukittinggi gelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Upacara ini diikuti oleh guru dan ASN di lingkungan Pemko Bukittinggi yang dipimpin oleh Wali Kota Bukittinggi di halaman Balai Kota, Sabtu, 2 Mei 2026.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Ia menyampaikan, Hardiknas menjadi momentum penting untuk refleksi dan penguatan semangat pendidikan nasional. Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang serta berlandaskan nilai-nilai yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih dan asuh.


“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan,"ungkapnya.


Lebih lanjut, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter, hingga perluasan akses pendidikan yang inklusif.


"Upaya ini juga diperkuat melalui pengembangan literasi, numerasi, serta program-program yang mendukung pembentukan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan arah pembangunan nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.


Setelah pelaksanaan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Wali Kota Bukittinggi serahkan piagam penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat dan Nasional sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi dan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. (**)



SUMBARNET - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi pengingat pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Pada peringatan tahun 2026 ini, berbagai kalangan menyampaikan harapan dan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia.


Pimpinan Redaksi Media Online Sumbarraya.com, Putri Nadya Wibawa, turut menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional sekaligus apresiasi kepada seluruh insan pendidikan di Tanah Air.


“Terima kasih kepada seluruh guru, pendidik, dan semua pihak yang telah menjadi cahaya bagi generasi bangsa. Tanpa peran mereka, masa depan Indonesia tidak akan secerah hari ini,” ungkapnya.


Dalam momentum tersebut, ia juga mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara yang berbunyi “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” yang menegaskan peran penting pendidik sebagai teladan, penggerak, dan pemberi dorongan bagi peserta didik.


Lebih lanjut, Putri Nadya Wibawa menyampaikan sejumlah harapan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Ia berharap agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, tanpa terkecuali.


Selain itu, pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan karakter, budi pekerti, serta rasa cinta tanah air dalam diri generasi muda. Peran guru juga dinilai sangat penting, sehingga perlu mendapatkan penghargaan, perlindungan, serta dukungan penuh dalam menjalankan tugasnya.


“Pendidikan Indonesia harus terus maju, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.


Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.


“Majulah pendidikan, majulah Indonesia,” tutupnya. (**)



SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemimpin Redaksi media online One Net, Fitri, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapannya bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.


Menurut Fitri, peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama pembangunan nasional.


Ia menilai bahwa kualitas pendidikan sangat menentukan arah masa depan generasi muda Indonesia.


“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju, inklusif, dan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global,” ujar Fitri dalam pernyataannya.


Lebih lanjut, Fitri juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan tertinggal. Ia berharap adanya peningkatan fasilitas pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.


“Pendidikan harus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi berbagai pihak, kita optimis kualitas pendidikan Indonesia akan terus meningkat,” tambahnya.


Fitri juga mengajak generasi muda untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.


Ia menegaskan bahwa peran pelajar sebagai agen perubahan sangat penting dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.


Peringatan Hari Pendidikan Nasional sendiri menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan tokoh pendidikan serta pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa.


Dengan semangat Hardiknas 2026, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. (**)

 


SUMBARNET - Di tengah riuh aktivitas pelabuhan yang tak pernah benar-benar berhenti, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026—sebuah momen yang bukan sekadar peringatan, tetapi juga pengingat tentang mimpi-mimpi besar anak bangsa yang harus terus dijaga.


Bagi Pelindo Regional 1, pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan buku pelajaran. Ia adalah harapan. Ia adalah jalan panjang yang ditempuh dengan doa, kerja keras, dan keyakinan bahwa masa depan bisa menjadi lebih baik.


Momentum Hardiknas ini mengajak semua pihak untuk kembali menyadari bahwa di setiap sudut negeri, masih ada anak-anak yang berjuang meraih pendidikan. Ada cita-cita yang tumbuh di tengah keterbatasan, dan ada harapan yang terus menyala meski diterpa berbagai tantangan.


Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih cerah bagi generasi bangsa.


“Melalui pendidikan yang berkualitas, kita tidak hanya menciptakan SDM yang unggul, tetapi juga menyalakan harapan. Harapan bagi anak-anak Indonesia untuk bermimpi lebih tinggi dan melangkah lebih jauh. Pelindo Regional 1 akan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.


Sementara itu, Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.


“Pendidikan bukan sekadar ilmu, tetapi juga tentang membangun karakter dan membuka jalan kehidupan. Karena itu, diperlukan sinergi semua pihak agar tidak ada lagi mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan,” ungkapnya.


Di Hari Pendidikan Nasional ini, Pelindo Regional 1 mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga api harapan itu tetap hidup. Sebab dari pelabuhan, bukan hanya barang yang bergerak—tetapi juga doa, harapan, dan mimpi anak bangsa yang terus dikirim menuju masa depan.


Karena pada akhirnya, pendidikan adalah tentang memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mewujudkannya. (Humas/Indra)



SUMBARNET - Nelayan di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, mengeluhkan kondisi muara sungai yang semakin dangkal pascabanjir bandang 27 September 2025

‎Hal itu membuat aktivitas melaut terganggu dan diperparah dengan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

‎Kondisi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi IV, Rahmat Saleh, saat kunjungan pada Sabtu (2/5/2026) siang. 

‎Para nelayan menyebut tumpukan material lumpur dan kayu di muara membuat kapal sulit keluar masuk, sehingga harus menunggu air pasang untuk melaut.

‎“Sekarang kami tidak bisa bebas keluar masuk muara. Kalau pulang malam atau cuaca buruk, risikonya sangat tinggi,” ujar Didit, perwakilan nelayan.

‎Dia menjelaskan, sekitar 25 hingga 35 nelayan terdampak langsung, dengan puluhan kapal tidak bisa beroperasi normal. Kondisi ini membuat pendapatan nelayan menurun drastis karena waktu melaut menjadi terbatas.

‎Selain masalah pendangkalan, nelayan juga mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM untuk melaut. Kondisi ini membuat sebagian kapal bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali.

‎“Kalau muara dangkal kami tidak bisa keluar, BBM juga susah. Jadi benar-benar terhimpit,” kata Didit.

‎Menurut nelayan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya sedimentasi tebal serta tumpukan kayu di dasar muara yang memperparah kondisi aliran sungai. 

‎Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, banjir susulan bisa berdampak lebih parah ke permukiman warga.

‎Menanggapi hal itu, Rahmat Saleh menilai persoalan ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada penghidupan masyarakat pesisir. 

‎Rahmat menyebut pendangkalan sungai berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS), namun dampaknya juga menyangkut sektor perikanan yang menjadi lingkup Komisi IV DPR RI.

‎Rahmat menegaskan pentingnya penanganan berbasis data dan kajian teknis yang jelas, termasuk pengelolaan material sedimentasi agar tidak menimbulkan masalah baru.

‎“Ini harus cepat ditangani, tapi juga harus tepat secara kajian. Jangan sampai penanganannya justru menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

‎Rahmat memastikan seluruh aspirasi nelayan, termasuk persoalan BBM dan akses muara, akan dibawa ke tingkat pusat untuk dicarikan solusi lintas sektor.

‎“Ini akan kita dorong di pusat agar ada solusi nyata untuk nelayan,” tutupnya. (**)