Mentawai – Satgas TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0319/Mentawai terus mempercepat pengerjaan sasaran fisik berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Mia Saibuma, warga Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.Kamis, 22 Oktober 2026


Saat ini, pengerjaan rumah telah mencapai progres 78 persen. Personel Satgas TMMD melaksanakan pendempulan pada sambungan dinding kalsiboard untuk meratakan permukaan dinding sebelum memasuki tahap penyelesaian berikutnya.


Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menyampaikan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, nyaman, dan aman untuk ditempati.


Melalui program TMMD ke-130, diharapkan pengerjaan RTLH tersebut dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh keluarga penerima bantuan. (**)

 


Mentawai – Semangat gotong royong dan kerja sama yang tak kenal lelah terus ditunjukkan personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai bersama masyarakat dalam mempercepat pengerjaan sasaran fisik pipanisasi di Dusun Pogari, Desa Goiso’oinan, Kamis (22/10/2026).


Saat ini, personel Satgas TMMD bersama warga tengah melaksanakan pemasangan tiang-tiang penyangga pipa yang nantinya digunakan untuk menyalurkan air ke rumah-rumah masyarakat. Pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 2.000 meter tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi 50 kepala keluarga (KK) di Dusun Pogari.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kerja sama dan semangat gotong royong, Satgas TMMD bersama masyarakat terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga.


Program pipanisasi ini diharapkan dapat membantu mempermudah akses air bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Dusun Pogari, Desa Goiso’oinan. (**)

 


Mentawai – Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai terus mempercepat pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat. Salah satunya MCK milik Bapak Melki (57), warga Dusun Kaliou, Desa Goiso’oinan, yang telah memasuki tahap pemasangan seng dan lobrik, Kamis (22/10/2026).


Pembangunan MCK ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-130 yang menyasar lima penerima manfaat di wilayah Desa Goiso’oinan. Dalam pengerjaannya, personel Satgas TMMD bergotong royong bersama warga untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.


Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Inf Bambang Budi Hartanto menyampaikan bahwa pembangunan MCK ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.


Melalui program TMMD, diharapkan pembangunan MCK ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (**)



*PADANG* - Peran jurnalis televisi saat bencana menjadi salah satu isu yang diangkat dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat (Pengda Sumbar) pada 23–25 Oktober 2026 di Kota Padang.


Mengusung tema “Menjadikan Musyawarah Daerah IJTI Pengda Sumbar 2026 sebagai basis evaluasi peran jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak bencana Sumbar”, kegiatan ini mengajak jurnalis mengevaluasi peran mereka dalam komunikasi kebencanaan.


Ketua Pelaksana, Wahyudi Agus, mengatakan jurnalis televisi diharapkan berkontribusi melalui informasi faktual dari lapangan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, serta penguatan kesiapsiagaan.


“Melalui agenda ini, jurnalis televisi diharapkan dapat memperkuat kontribusi dalam menyampaikan informasi faktual dari lapangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, serta membantu membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana,” kata Wahyudi Agus, Rabu (21/10/2026) malam.


Ia menambahkan, dokumentasi pascabencana yang kaya visual dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan.


“Penyajian dokumentasi pasca bencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan,” kata Wahyudi Agus.


Musda V IJTI Sumbar juga membahas tantangan jurnalisme di tengah perubahan pola konsumsi informasi, algoritma media sosial, kecerdasan buatan (AI), serta penyebaran hoaks. Kondisi tersebut menuntut jurnalis menjaga akurasi, integritas, independensi, dan profesionalisme.


Sekretaris Pelaksana, Dasril Reta Hadisuri, mengatakan rangkaian kegiatan meliputi pemilihan ketua dan pengurus baru, talkshow penanganan bencana hidrometeorologi, pemberian penghargaan kepada tokoh atau lembaga inspiratif serta jurnalis kebencanaan, dan hiburan seni tradisional Minangkabau.


Kegiatan juga akan dihadiri Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan beserta sejumlah pengurus pusat dan Koordinator Wilayah IJTI Sumatera yang dipimpin Gusti Yennosa. Pada Minggu (25/10/2026) pagi, peserta dijadwalkan mengikuti jalan santai bersama ke Bukit Gado-gado.


Ketua IJTI Pengda Sumbar periode 2022–2026, Defri Mulyadi, menyebut Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah sekaligus sarana evaluasi kepengurusan dan penentuan arah organisasi ke depan.


“Sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah, Musda diselenggarakan untuk memenuhi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” katanya.


Musda digelar seiring berakhirnya masa kepengurusan IJTI Pengda Sumbar periode 2022–2026. Forum empat tahunan ini menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan pendapat, mengevaluasi kinerja pengurus, serta menentukan ketua dan jajaran pengurus berikutnya.


Defri berharap pelaksanaan Musda berjalan lancar sekaligus memperkuat kualitas jurnalistik dan literasi kebencanaan di Sumatera Barat.


“Kami berharap pelaksanaan Musda V IJTI Sumbar pada 23-25 Oktober 2026 di Kota Padang dapat berlangsung lancar, aman, damai, dan demokratis,” pungkas pria yang akrab disapa Imung tersebut.


Melalui Musda ini, IJTI Sumbar diharapkan mampu memperkuat peran jurnalis televisi dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang faktual, mendidik, dan membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. (*)

 


SIJUNJUNG – Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan subkegiatan rehabilitasi jalan Paket 2 yang mencakup sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Pekerjaan rehabilitasi tersebut meliputi ruas jalan Padang Sibusuk–Kampuang Baru, Tanah Badantuang–Pudak, Jalan Lingkar Muaro, serta ruas jalan Muaro–Silokek. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan menunjang aktivitas perekonomian daerah.

Berdasarkan informasi kegiatan, rehabilitasi jalan Paket 2 ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp5.934.350.773 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Sijunjung. Sementara itu, pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Sadewa Karya Tama sebagai kontraktor pelaksana.

Rehabilitasi sejumlah ruas jalan tersebut dinilai penting mengingat infrastruktur jalan memiliki peran besar dalam menunjang kehidupan masyarakat, baik untuk keperluan transportasi sehari-hari, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, maupun kegiatan perdagangan dan jasa.

Tingkatkan Kualitas Infrastruktur dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat. Kondisi jalan yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan, tetapi juga berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan dan efisiensi waktu tempuh.

Melalui program rehabilitasi jalan Paket 2, Pemerintah Kabupaten Sijunjung berupaya meningkatkan kualitas layanan infrastruktur pada sejumlah ruas yang menjadi bagian dari jaringan transportasi masyarakat.

Ruas Padang Sibusuk–Kampuang Baru dan Tanah Badantuang–Pudak merupakan akses yang digunakan masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Begitu pula Jalan Lingkar Muaro dan ruas Muaro–Silokek yang memiliki peran dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta pergerakan masyarakat dan barang.

Dengan adanya penanganan infrastruktur tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses jalan yang lebih nyaman dan mendukung kelancaran berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi.

Di samping itu, kondisi jalan yang terpelihara dengan baik juga dapat membantu meningkatkan aksesibilitas menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat. Hal ini menjadi semakin penting bagi wilayah yang aktivitas ekonominya turut ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan, dan potensi pariwisata.

Masyarakat Diharapkan Merasakan Manfaat Langsung

Pelaksanaan rehabilitasi jalan ini mendapat perhatian karena infrastruktur yang memadai merupakan kebutuhan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan yang baik dapat mempermudah perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, serta berbagai pusat pelayanan publik.

Secara khusus, akses jalan yang menghubungkan Muaro dengan Silokek juga memiliki arti penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan akses menuju kawasan yang dikenal memiliki potensi wisata alam di Kabupaten Sijunjung.

Peningkatan kualitas akses jalan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat setempat sekaligus mendukung perkembangan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

Salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan infrastruktur jalan.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas PUPR yang melaksanakan rehabilitasi jalan di sejumlah ruas ini. Jalan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat karena setiap hari digunakan untuk bekerja, membawa hasil pertanian, mengantar anak sekolah, dan menjalankan berbagai aktivitas lainnya. Kami berharap perbaikan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar seorang warga.

Warga lainnya berharap pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik, sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku, sehingga hasil rehabilitasi dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kami berharap kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan, mulai dari proses pelaksanaan hingga hasil akhirnya. Jangan sampai jalan yang sudah diperbaiki kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Dengan kualitas pekerjaan yang baik, masyarakat tentu akan merasakan manfaatnya lebih lama,” ungkapnya.

Pelaksanaan Pekerjaan Perlu Mengedepankan Mutu dan Akuntabilitas

Dengan nilai anggaran mencapai Rp5,93 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan, pelaksanaan rehabilitasi jalan Paket 2 diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

PT Sadewa Karya Tama sebagai kontraktor pelaksana memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan dilaksanakan berdasarkan spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan kontrak yang telah ditetapkan.

Selain kualitas material dan metode pelaksanaan, pengawasan pekerjaan juga menjadi aspek penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah memberikan hasil yang optimal. Pekerjaan yang dilaksanakan sesuai perencanaan diharapkan dapat menghasilkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan memiliki daya tahan sesuai peruntukannya.

Pengawasan dari pihak terkait serta partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan melalui APBD Perubahan dapat memberikan manfaat yang sebanding bagi kepentingan publik.

Di sisi lain, pengguna jalan tetap diharapkan memperhatikan keselamatan selama pekerjaan berlangsung, terutama apabila terdapat aktivitas alat berat, pengangkutan material, atau pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Rehabilitasi jalan bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.

Akses jalan yang baik dapat membantu memperlancar distribusi barang, mempermudah pergerakan tenaga kerja, serta mendukung aktivitas usaha masyarakat. Dalam jangka panjang, infrastruktur yang memadai juga berpotensi memperkuat daya tarik wilayah dan mendorong perkembangan ekonomi lokal.

Bagi Kabupaten Sijunjung, peningkatan kualitas jalan menjadi salah satu faktor pendukung dalam mengoptimalkan potensi daerah, termasuk sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata.

Karena itu, rehabilitasi ruas Padang Sibusuk–Kampuang Baru, Tanah Badantuang–Pudak, Jalan Lingkar Muaro, serta Muaro–Silokek diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk kondisi jalan yang lebih baik, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi dan pelayanan publik.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kualitas pelaksanaan, pengawasan yang memadai, serta pemeliharaan infrastruktur setelah pekerjaan selesai.

Dengan dukungan seluruh pihak, rehabilitasi jalan Paket 2 diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam mewujudkan infrastruktur yang lebih baik, meningkatkan kenyamanan masyarakat, dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Masyarakat pun berharap program peningkatan infrastruktur seperti ini dapat terus dilaksanakan secara terencana dan merata, dengan memperhatikan kebutuhan di lapangan serta mengutamakan kualitas hasil pekerjaan demi kepentingan bersama. (**)

 


MENTAWAI, Sumbarnet.id– Pengabdian luar biasa ditunjukkan oleh para guru yang mengabdi di pelosok Kepulauan Mentawai. Demi mendidik muridnya, guru-guru di Simatalu rela mempertaruhkan nyawa menyeberangi air sungai yang begitu deras.


Terlihat dalam video dan foto yang beredar di Facebook milik akun Glenka Sapokkak Jobbat, kedua orang guru tersebut sedang menyeberangi sungai dengan arus yang kuat. Bahkan warga setempat harus ikut membantu menyeberangkan kendaraan motor milik guru hingga gurunya juga bisa sampai ke seberang.


Diketahui, guru tersebut mengajar di SD Negeri 27 simatalu, Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Aksi heroik guru-guru tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat. Setiap hari, kondisi pulang pergi mengajar harus melewati sungai yang berbahaya tanpa adanya jembatan yang layak.


Seperti yang diungkapkan dalam postingan Facebook tersebut, masyarakat berharap agar pemerintah segera membangun  rumah dinas guru di dekat sekolah.


Dengan adanya rumah dinas guru, para guru tidak perlu lagi setiap hari mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai deras hanya untuk datang dan pulang mengajar. Mereka bisa lebih fokus mendidik dan tinggal dekat dengan sekolah serta para murid.


Kondisi ini menjadi PR besar bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memberikan perhatian serius, baik pembangunan jembatan penghubung maupun penyediaan rumah dinas guru yang layak di Dusun saikoat, Simatalu.(Roby)



SUMBARNET -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kabupaten Pesisir Selatan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawal ketat seluruh proses pekerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2026.


Hal itu disampaikan Bupati LSM LIRA Pesisir Selatan, *Rega Desfinal, S.T.*, menyikapi banyaknya temuan proyek yang terkesan asal jadi, mangkrak, hingga dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja seperti yang terjadi pada Proyek Jembatan Gantung Inunang di Batang Kapas.


“Kami dari LSM LIRA Pesisir Selatan secara resmi meminta kepada Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Polres Pesisir Selatan, dan Inspektorat agar turun langsung mengawal, mengawasi dan mengaudit semua proyek fisik yang ada di Pessel,” tegas Rega Desfinal, Rabu (21/10/2026) di Painan.


Menurut Rega, anggaran APBD Pesisir Selatan yang mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya harus benar-benar memberikan manfaat untuk rakyat, bukan hanya menjadi bancakan oknum kontraktor dan oknum pejabat.


“Jangan sampai uang rakyat Rp3,5 miliar untuk satu jembatan saja hasilnya tidak jelas, pekerja tidak dibayar, kualitas diragukan. Ini uang rakyat, harus diawasi,” ujarnya.


*LSM LIRA Soroti 3 Poin Krusial:*


*1. Kualitas Pekerjaan:* LSM LIRA meminta Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, dan Dinas Pendidikan agar tidak asal terima hasil pekerjaan. Pengawasan dari konsultan pengawas dan PPK harus diperketat.


*2. Legalitas Perusahaan:* Bupati LSM LIRA juga menyoroti maraknya dugaan pinjam bendera perusahaan. Perusahaan pemenang tender harus benar-benar perusahaan yang memiliki modal, alat, dan pengalaman kerja, bukan hanya pinjam nama.


*3. Hak Pekerja:* LSM LIRA mengingatkan kontraktor agar tidak menelantarkan hak-hak pekerja. Upah tukang dan buruh harus dibayar tepat waktu.


“Kami LSM LIRA akan menjadi garda terdepan untuk melaporkan jika ada dugaan penyimpangan, mark-up, ataupun proyek fiktif. Kami sudah mengantongi beberapa nama proyek yang akan kami laporkan ke Kejari Pessel dalam waktu dekat,” ujar Rega.


Rega juga mendukung penuh pernyataan Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni yang sebelumnya meminta agar tender proyek dilakukan secara selektif dan transparan.


“Pernyataan Bupati sudah tepat. Sekarang APH harus bertindak. Jika ada kontraktor nakal yang pekerjaannya tidak sesuai RAB dan spesifikasi, jangan ragu untuk diproses secara hukum,” tutup Rega Desfinal yang juga dikenal sebagai Ketua PJKIP Pessel.


Hingga berita ini diterbitkan, LSM LIRA Pesisir Selatan membuka posko pengaduan masyarakat terkait proyek bermasalah di Sekretariat DPD LSM LIRA Pessel. Kontak Person WA (08116698805).(***)

 


SUMBARNET - Dalam rangka mendukung program Kapolri, personel Polres Sijunjung melaksanakan kegiatan Rabu Kumpul Bersama Masyarakat di SMKN 5 Sijunjung, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Sijunjung, IPTU Raden Dwi Agus K., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., bersama AIPDA Irwandi, S.H., BRIPTU Yoga Evsa Pradifta, Syafruddin selaku PHL Lantas, dan Kaisya Merta selaku PHL Kamsel.


Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Sijunjung memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, mematuhi peraturan, serta menaati rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.


Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan telepon seluler (HP), khususnya dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi di media sosial. Masyarakat, terutama kalangan pelajar, diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.


Pada kesempatan tersebut, personel Satlantas turut menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.


Kegiatan Rabu Kumpul Bersama Masyarakat ini merupakan salah satu upaya Polres Sijunjung untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keselamatan berlalu lintas dan penggunaan media digital secara bertanggung jawab.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.


Polres Sijunjung berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pembinaan guna mewujudkan keamanan, ketertiban, serta keselamatan bersama. (**)

 


SAWAHLUNTO – Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., turun langsung melakukan pengawasan terhadap personel sekaligus memantau pelaksanaan pengaturan lalu lintas pagi atau Commander Wish (CW) di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Sawahlunto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Sawahlunto dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.

Kehadiran Kapolres di lapangan menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap pelaksanaan tugas anggota kepolisian. Selain memastikan personel menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar.

Pada pagi hari, aktivitas masyarakat di Kota Sawahlunto mengalami peningkatan seiring dengan keberangkatan para pekerja, pelajar, serta masyarakat lainnya menuju tempat kerja, sekolah, dan lokasi kegiatan masing-masing. Kondisi tersebut membutuhkan kehadiran personel kepolisian untuk mengatur arus kendaraan, membantu penyeberangan, serta mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan Commander Wish, personel Polres Sawahlunto ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan pengaturan lalu lintas. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu menciptakan ketertiban di jalan raya sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

Kapolres Pastikan Personel Hadir dan Bertugas Optimal

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Simon Yana Putra memantau secara langsung pelaksanaan tugas personel Polres Sawahlunto yang melaksanakan pengaturan lalu lintas pada pagi hari.

Pengawasan ini penting untuk memastikan setiap anggota hadir tepat waktu, menempati lokasi penugasan sesuai dengan penempatan yang telah ditentukan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Kapolres juga menaruh perhatian terhadap kesiapan anggota dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat. Pengaturan lalu lintas pada pagi hari bukan hanya berkaitan dengan kelancaran kendaraan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah, pejalan kaki, pengendara sepeda motor, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur utama.

Kehadiran pimpinan secara langsung di lapangan diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan, semangat, serta tanggung jawab personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pengawasan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga apabila ditemukan kendala dalam pengaturan arus lalu lintas, personel dapat segera mengambil langkah yang diperlukan sesuai dengan prosedur dan kewenangannya.

Wujud Komitmen Polri Memberikan Pelayanan Prima

Pelaksanaan Commander Wish merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sawahlunto berupaya menghadirkan polisi di tengah masyarakat, terutama pada waktu dan lokasi dengan tingkat aktivitas yang tinggi.

Pelayanan ini diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kemacetan, mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas.

Selain melakukan pengaturan kendaraan, kehadiran personel kepolisian juga menjadi bagian dari upaya preventif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Dengan demikian, pelayanan pagi hari tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres: Keselamatan Masyarakat Menjadi Prioritas

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pada pagi hari merupakan bagian penting dari pelayanan kepolisian. Kehadiran personel di lapangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ketika mobilitas warga meningkat.

“Pengaturan lalu lintas pada pagi hari merupakan bentuk pelayanan langsung Polri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memulai aktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar. Karena itu, saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, serta mengutamakan keselamatan masyarakat,” kata Kapolres.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota agar setiap personel mampu menjalankan tanggung jawab secara optimal. Pelayanan kepolisian, menurut pesan yang ingin disampaikan, harus dilaksanakan dengan sikap humanis, responsif, dan profesional.


Tingkatkan Disiplin dan Kesadaran Berlalu Lintas

Di samping pengawasan terhadap personel, kegiatan Commander Wish juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan merupakan unsur penting dalam mewujudkan keselamatan berkendara.

Masyarakat juga diimbau agar tidak terburu-buru ketika berangkat bekerja maupun mengantar anak ke sekolah. Pengendara diharapkan tetap mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, para orang tua diharapkan turut mengawasi keselamatan anak-anak ketika berangkat dan pulang sekolah. Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib.

Upaya tersebut sejalan dengan tujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Sawahlunto.

Harapan Terwujudnya Kota Sawahlunto yang Aman dan Tertib

Melalui pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Commander Wish, Kapolres Sawahlunto berharap seluruh personel semakin meningkatkan kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pengaturan lalu lintas pada pagi hari diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten, terutama pada titik-titik yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Pelayanan yang diberikan secara cepat, tepat, ramah, dan profesional menjadi salah satu unsur penting dalam membangun hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat.

“Harapan kami, kehadiran anggota Polri di lapangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin arus lalu lintas tetap lancar, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan masyarakat merasa aman saat menjalankan aktivitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kedisiplinan personel serta kesadaran dan kerja sama seluruh pengguna jalan,” katanya.

Dengan pelaksanaan Commander Wish yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Sawahlunto berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar.

Kehadiran personel kepolisian pada pagi hari diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas pengaturan lalu lintas, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Sawahlunto.

Melalui komitmen tersebut, Polres Sawahlunto terus berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan profesional, sejalan dengan harapan masyarakat terhadap lingkungan yang aman, aktivitas yang lancar, serta keselamatan bersama di jalan raya. (**)

 


SAWAHLUNTO – Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan apel pagi personel Polres Sawahlunto yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Sawahlunto. Kegiatan rutin tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menyampaikan arahan pimpinan kepada seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Apel pagi tidak hanya menjadi sarana pengecekan kehadiran dan kesiapan personel, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun soliditas, meningkatkan tanggung jawab, serta memastikan seluruh anggota memahami tugas dan kewajibannya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sawahlunto menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, setiap personel harus senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan profesionalisme, baik saat bertugas di lingkungan kantor maupun ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kedisiplinan, kesiapan, dan tanggung jawab merupakan faktor penting yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri. Dengan demikian, pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal, terarah, dan sesuai dengan ketentuan serta prosedur yang berlaku.

Apel Pagi sebagai Sarana Evaluasi dan Penguatan Kesiapan Personel

Pelaksanaan apel pagi merupakan agenda rutin di lingkungan Polres Sawahlunto yang memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari. Melalui kegiatan ini, pimpinan dapat memantau kesiapan personel sekaligus memastikan setiap anggota berada dalam kondisi siap melaksanakan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Selain melakukan pengecekan kehadiran, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi, evaluasi pelaksanaan tugas, serta pemberian arahan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dengan adanya komunikasi langsung antara pimpinan dan anggota, setiap arahan diharapkan dapat dipahami secara menyeluruh dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra menegaskan bahwa setiap personel harus menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban yang dilaksanakan ketika ada pengawasan.

Menurutnya, disiplin harus tercermin dalam ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, kesiapan menjalankan tugas, serta kesungguhan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Apel pagi ini bukan hanya untuk mengecek kehadiran personel, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan anggota dalam melaksanakan tugas. Saya berharap seluruh personel senantiasa menjaga kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab, dan melaksanakan setiap tugas dengan penuh kesungguhan serta profesionalisme,” ujar Kapolres Sawahlunto.

Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pelayanan Publik

Kapolres juga mengharapkan seluruh personel Polres Sawahlunto terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri dituntut untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta menangani setiap persoalan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, setiap anggota harus mampu menunjukkan sikap yang baik, mengedepankan pendekatan yang humanis, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Harapan saya, seluruh personel Polres Sawahlunto dapat terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedepankan sikap humanis, serta jadikan kepentingan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas antarpersonel. Sinergi yang baik di lingkungan internal kepolisian dinilai menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan tugas, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setiap personel diharapkan mampu bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan tugas diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal.

Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Lebih lanjut, kesiapan personel menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sawahlunto.

Kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dan kehadiran anggota, tetapi juga mencakup kesiapan mental, pemahaman terhadap tugas, kemampuan berkomunikasi, serta kesigapan dalam merespons berbagai situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui apel pagi, pimpinan dapat mengingatkan kembali seluruh personel agar senantiasa waspada, memahami perkembangan situasi kamtibmas, dan melaksanakan tugas secara terukur sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kapolres Sawahlunto berharap seluruh anggota dapat terus meningkatkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Tujuan yang ingin kita capai adalah terwujudnya personel yang disiplin, siap siaga, solid, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Saya berharap seluruh anggota terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal penting yang harus dijaga melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Karena itu, setiap personel diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas secara administratif, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan dan dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Komitmen Meningkatkan Kinerja Polres Sawahlunto

Kegiatan apel pagi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Sawahlunto dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas. Arahan pimpinan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas sehari-hari, sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja di setiap satuan fungsi.

Dengan disiplin yang terjaga, kesiapan personel yang optimal, serta koordinasi yang solid, Polres Sawahlunto diharapkan mampu menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat secara maksimal.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra berharap semangat yang dibangun melalui apel pagi dapat terus diterapkan dalam setiap aktivitas kedinasan, sehingga seluruh personel senantiasa siap menghadapi tantangan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan rutin tersebut, Polres Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kedisiplinan internal, memperkuat profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin baik demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di Kota Sawahlunto. (**)