SUMBARNET - Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Kajati Sumbar Dedie Tri Hariyadi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Relawan Prabowo (Repro) Indonesia Kuat Sumatera Barat, Roni.


Menurut Roni, sejak menjabat sekitar dua bulan lalu, Dedie Tri Hariyadi berhasil menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum, khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi di Sumbar.


“Dalam waktu yang relatif singkat, Kejati Sumbar mampu mengungkap sejumlah kasus korupsi yang menjadi perhatian publik dan berhasil menangkap enam DPO. Ini tentu patut diapresiasi,” ujar Roni, Jumat (19/6).


Ia menyebut sejumlah perkara yang berhasil ditangani Kejati Sumbar antara lain dugaan korupsi pembangunan Jembatan Sikabu Kayu Gadang, dugaan korupsi pembangunan Dermaga Labuhan Bajau di Kabupaten Kepulauan Mentawai, hingga kasus dugaan gratifikasi di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang senilai 93.200 dolar Singapura.


Selain itu, keberhasilan menangkap enam buronan perkara korupsi, termasuk tersangka kasus dugaan korupsi fasilitas kredit modal kerja dan bank garansi distribusi semen dengan kerugian negara sekitar Rp34 miliar, menunjukkan keseriusan Kejati Sumbar dalam menegakkan hukum.


Roni menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Kajati Sumbar yang mampu menggerakkan seluruh jajaran untuk bekerja secara maksimal.


“Seorang pemimpin harus berada di depan karena dia yang bertanggung jawab terhadap seluruh anggotanya. Apa yang dicapai Kejati Sumbar hari ini menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan kerja tim yang solid,” katanya.


Menurutnya, langkah tegas yang dilakukan Kejati Sumbar menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang menginginkan penanganan kasus korupsi dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.


DPW Repro Indonesia Kuat Sumatera Barat, lanjut Roni, mendukung penuh upaya Kejati Sumbar dalam memberantas korupsi dan memburu para pelaku yang berusaha menghindari proses hukum.


“Kami berharap konsistensi ini terus dipertahankan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum semakin meningkat,” tutupnya. (**)

 


Sumbarnet. id. -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali memperkuat sistem kebencanaan. Sabtu 20/6/2026, Bupati Rinto secara resmi mengukuhkan Tim Reaksi Cepat TRC BPBD Mentawai di Homestay Mapadegat, Tuapejat, setelah 34 personil gabungan OPD, TNI, Polri, dan Basarnas menyelesaikan Bimbingan Teknis 3 hari.


Pengukuhan ini berdasarkan Surat BPBD Nomor 300.2.3/280/BPBD tentang Kesepakatan Bersama Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana melalui TRC. Ini menjadi langkah strategis Bupati Rinto untuk memperkuat garda terdepan penanganan darurat bencana di daerah kepulauan.


Fungsi Utama TRC: Kaji Cepat, Evakuasi, Koordinasi 24 Jam


Bupati Rinto menegaskan, kehadiran TRC sangat krusial karena BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan gerak cepat terpadu bersama pemerintah dan masyarakat saat bencana.


“TRC ini tugasnya 3 hal utama: Kaji cepat kerusakan dan kebutuhan mendesak, evakuasi dan pertolongan awal korban, serta koordinasi dengan TNI, Polri, relawan agar penanganan efisien. Mereka garda terdepan yang standby 24 jam,” tegas Bupati Rinto Wardana.


Sinergi 14 OPD & Instansi Vertikal, Komitmen Bersama Bupati Rinto

  

Pengukuhan TRC ini diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara BPBD Mentawai dengan 14 OPD dan instansi vertikal. Tujuannya: jadi pedoman kerjasama, meningkatkan efektivitas, efisiensi, koordinasi dan sinergitas penanganan darurat bencana.


14 pihak yang berkomitmen bersama Bupati Rinto: Dandim 0319/Mentawai, Kapolres Mentawai, Basarnas Mentawai, BPBD Mentawai, DPUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim LH Perhubungan, Disdikbud, Satpol PP Damkar, Dinsos P3A, Diskominfo, Dinas Ketapang Pertanian Perikanan, Bagian Kesra, dan PMI Mentawai.


“Kesepakatan ini bukti komitmen bersama di bawah komando Bupati Rinto. Semua OPD dan instansi siap bergerak cepat tanpa sekat saat Mentawai darurat bencana,” jelas Bupati Rinto.


Hak & Kewajiban BPBD: Bupati Rinto Pastikan TRC Aktif & Terlatih

  

Dalam kesepakatan itu, BPBD Mentawai mendapat mandat dari Bupati Rinto untuk: mengkoordinasikan kegiatan TRC, mengaktifkan dan mengerahkan TRC saat darurat, memfasilitasi rapat koordinasi dan peningkatan kapasitas anggota, serta menyusun laporan pelaksanaan.


“Dengan ini TRC Mentawai resmi aktif. Ke depan kita tingkatkan kapasitas lewat pelatihan fisik bersama Kodam. Target saya TRC sampai ke desa-desa,” pungkas Bupati Rinto Wardana.


Penutup: Mentawai Tangguh di Tangan Bupati Rinto

  

Pengukuhan TRC oleh Bupati Rinto Wardana adalah bukti nyata visi kepemimpinan yang preventif. Dari 34 personil hari ini, Mentawai bergerak menuju sistem bencana tercepat di Sumbar. 


Di bawah komando Bupati Rinto, Pemkab Mentawai hadir: siaga sebelum bencana, sigap saat bencana. Mentawai Tangguh, Mentawai Selamat,"tutupnya mengakhiri. (ROBI)



Sumbarnet.id,Mentawai– Kepemimpinan visioner Bupati *Rinto Wardana* kembali dibuktikan. Sabtu 20 Juni 2026, Bupati Rinto secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat TRC Kabupaten Kepulauan Mentawai sekaligus menutup Bimbingan Teknis Bimtek TRC di Homestay Mapaddegat,sabtu 20/06/2026


Acara yang dihadiri Kepala OPD Pemkab Mentawai, TNI, Polri, dan Basarnas ini menjadi tonggak sejarah. Mentawai resmi menjadi kabupaten pertama di Sumatera Barat yang memiliki TRC tingkat kabupaten, tim siaga bencana 24 jam.


Bupati Mentawai Rinto Wardana menandatangani berita acara launching TRC, disaksikan jajaran OPD, TNI, Polri, dan Basarnas, Sabtu 20/6/2026.


Launching TRC ini bukan seremoni biasa. Ini adalah implementasi nyata Visi RPJPD Kabupaten Kepulauan Mentawai 2025-2045: "Terwujudnya Kepulauan Mentawai yang Maju, Berkelanjutan dan Bermartabat menuju Mentawai Emas 2045" 


Dalam materi penutupan, Bupati Rinto Wardana menegaskan TRC ditempatkan pada Misi 5 RPJPD: Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi. Artinya, tugas TRC bukan hanya menyelamatkan, tapi menjaga ketahanan sosial budaya masyarakat Sikerei.


"BPBD dan TRC ada di Misi 5. Ini bukti TRC menjaga agar budaya Sikerei dan ekologi Mentawai tetap kuat meski diterpa bencana," jelas Bupati Rinto.


Bupati Rinto dalam materinya membedah 6 tantangan utama bencana di Mentawai: wilayah kepulauan terpisah dan sulit dijangkau, dana terbatas hanya untuk tanggap darurat, koordinasi lintas instansi belum maksimal, perilaku masih reaktif, kesadaran warga jaga alam rendah, dan tingkat kesiapsiagaan warga masih rendah.


"Tantangan ini harus kita ubah. Kita ubah pola tanggap darurat menjadi pencegahan terencana. Itu inti mitigasi jangka panjang. Tim reaksi cepat ini kita buat untuk mempersiapkan personil-personil tangguh, garda terdepan yang standby 24 jam untuk antisipasi dan penanganan kebencanaan," tegas Bupati Rinto Wardana penuh wibawa.


Bupati Rinto Komit: Gembleng Fisik Mental & Perluas ke Desa  

Meski Bimtek 3 hari sudah membekali dasar teoritis, Bupati Rinto menargetkan lebih tinggi. Beliau memerintahkan TRC digembleng fisik dan psikologi lewat kerja sama dengan Kodam.


"Penanganan bencana butuh fisik dan psikologi mantap. Saat turun lapangan kondisinya tidak baik: kelaparan, terancam penyakit. Kita akan kerja sama Kodam untuk pelatihan dasar kemiliteran, bukan untuk tempur, tapi membangun disiplin anggota," papar Bupati Rinto.


Visi jangka panjang Bupati Rinto: TRC berkembang hingga desa-desa. Kualitas dan kuantitas personil terus diperbesar agar setiap ancaman, Mentawai siap.


"Harapan saya, TRC ini berkembang ke desa-desa. Kita latih kualitas dan kuantitasnya, supaya setiap ada ancaman bencana, semua tim kita sudah siap turun ke lapangan tanpa kendala," pungkas Bupati Rinto Wardana.

 

Dengan launching TRC dan materi strategis ini, Bupati Rinto Wardana menegaskan diri sebagai pemimpin yang tidak hanya reaktif saat bencana, tapi preventif sebelum bencana. 


Di bawah komando Bupati Rinto, Pemkab Mentawai hadir: siaga sebelum bencana, sigap saat bencana. Inilah langkah nyata menuju Mentawai Emas 2045: Maju, Berkelanjutan, Bermartabat,"Tutupnya mengakhiri. (Robi)



SUMBAR NET,id.Mentawai– Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Bimbingan Teknis Bimtek Tim Reaksi Cepat TRC. Kegiatan dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Mentawai, Motisokhi Hura, Kamis 18/6/2026 di Homestay Mapaddegat, Tuapejat.


Kalaksa BPBD Mentawai Sarman Simanungkalit menyampaikan, TRC merupakan tim yang diturunkan pada 2-3 hari pertama pasca bencana. Tim ini melibatkan OPD di lingkungan Pemkab Mentawai serta instansi vertikal Polri, TNI, dan Basarnas.


“Bencana tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Kita harus bergabung bersama. Fungsi TRC ada pada hari pertama pasca bencana. Tim harus segera turun ke lokasi, melakukan kajian cepat, evakuasi, dan pertolongan pertama. Inilah kapasitas yang kita latih hari ini,” kata Sarman.


Ia menjelaskan, struktur tim TRC mulai dari ketua hingga anggota akan disusun setelah peserta mengikuti pelatihan. Selanjutnya, Bupati Mentawai dijadwalkan melaunching TRC tingkat kabupaten pada Sabtu mendatang.


“Launching bersama Pak Bupati menjadi simbol bahwa Mentawai memiliki Tim Reaksi Cepat tingkat kabupaten yang siap bertugas. Tujuannya untuk menyampaikan bahwa kesiapsiagaan sudah terbentuk di tingkat kabupaten,” ujarnya.


Selain pelatihan SDM, BPBD Mentawai juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa radio HT untuk komunikasi tim. Setiap malam dilakukan roll call atau pengecekan kesiapsiagaan personil BPBD dan Command Center COC 24 jam.


“Jadi tidak hanya ilmunya, fasilitas juga kita siapkan. Dengan radio HT, saat bencana komunikasi langsung termonitor. Setiap malam ada roll call untuk memastikan tim selalu siaga,” jelasnya.


Kalaksa Sarman menambahkan, ke depan BPBD Mentawai merencanakan pembentukan Satuan Tugas Satgas Penanggulangan Bencana di 10 kecamatan. Program tersebut ditargetkan masuk dalam Anggaran Murni 2027.


“Harapan kita ke depan, kalau didukung pimpinan terkait anggaran, tahun 2027 kita akan bentuk satgas di setiap kecamatan. Kita siapkan alat komunikasi berupa radio dan seluruh kebutuhan kebencanaan agar koordinasi sampai tingkat kecamatan,”tutupnya mengakhiri. (Roby)

 


Solok Selatan – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas kesehatan serta memastikan keamanan konsumsi makanan yang didistribusikan, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Solok Selatan melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pengawasan terhadap makanan yang akan disalurkan.


Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang didistribusikan memenuhi standar kebersihan, aman dari kontaminasi, layak konsumsi, serta memiliki kandungan gizi yang sesuai.


Dalam pelaksanaannya, personel Sidokkes melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi makanan, mulai dari aspek kebersihan, kualitas bahan makanan, cita rasa, hingga kelayakan konsumsi.


Pemeriksaan tersebut menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi kemungkinan adanya makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan dan dapat berdampak pada penerima manfaat.


Kapolres Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K., menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Sidokkes merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memastikan setiap pelayanan dan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat berjalan dengan baik, termasuk dalam hal keamanan dan kualitas makanan yang disediakan.


“Melalui kegiatan pengawasan oleh Sidokkes ini, kami ingin memastikan bahwa makanan yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar berada dalam kondisi higienis, aman untuk dikonsumsi, serta memiliki nilai gizi yang baik. Kesehatan masyarakat merupakan hal yang sangat penting, sehingga setiap proses harus melalui pengawasan yang tepat,” ujar AKBP M. Faisal Perdana.


Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa aspek kebersihan dan keamanan pangan tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele. Menurutnya, makanan yang sehat dan bergizi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas masyarakat.


“Kami berharap seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan selalu memperhatikan standar kebersihan dan kesehatan. Dengan adanya pengawasan secara rutin dari Sidokkes, diharapkan kualitas makanan yang diberikan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menerima manfaat secara maksimal tanpa adanya kekhawatiran terhadap keamanan pangan,” tambahnya.


Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Polres Solok Selatan dalam mengedepankan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Kehadiran Sidokkes dalam melakukan pengawasan tidak hanya sebagai bentuk kontrol kesehatan, tetapi juga sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.


Melalui langkah pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Solok Selatan berharap dapat terus mendukung terciptanya budaya hidup sehat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri yang profesional, peduli, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (**)

 


Dharmasraya – Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial, Polres Dharmasraya melaksanakan kegiatan Bhakti Religi dengan melakukan aksi gotong royong membersihkan Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) serta lingkungan Yayasan Panti Asuhan Ponpes Pembangunan Pulau Punjung, pada Jumat (19/06/2026) pagi.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Karyatna Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., didampingi para Pejabat Utama Polres Dharmasraya, personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), personel Polres Dharmasraya, serta personel Polsek Pulau Punjung.


Dalam suasana penuh kebersamaan, personel kepolisian bersama para santri dan santriwati bahu-membahu membersihkan area masjid, halaman pondok pesantren, serta lingkungan yayasan.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.


Kapolres Dharmasraya AKBP Karyatna Widyarso Wardoyo Putro menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Religi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.


“Melalui kegiatan Bhakti Religi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir untuk berbagi, membantu, dan menjadi bagian dari masyarakat. Kebersihan tempat ibadah merupakan tanggung jawab bersama dan melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian serta semangat bergotong royong,” ujar AKBP Karyatna.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan menjalin hubungan yang harmonis antara Polri dengan tokoh agama, pengurus pondok pesantren, para santri, serta seluruh lapisan masyarakat.


“Tujuan dari kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi dan membangun kedekatan emosional antara Polri dengan masyarakat. Dengan hubungan yang baik, komunikasi akan semakin terbuka sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Dharmasraya,” lanjutnya.


Sementara itu, Kasat Binmas Polres Dharmasraya, AKP Iin Cenderi, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Religi merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.


“Melalui Bhakti Religi ini, kita bersama menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial,” ungkapnya.


Kapolres Dharmasraya juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis.


“Kami berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini dapat terus terjaga. Polri untuk masyarakat bukan hanya sebuah slogan, tetapi menjadi komitmen kami untuk selalu hadir, mendengar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup AKBP Karyatna.


Melalui pelaksanaan Bhakti Religi ini, Polres Dharmasraya kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang humanis serta mendekatkan diri kepada masyarakat.


Semangat gotong royong yang terjalin antara personel kepolisian dan para santri menjadi cerminan kuatnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan di Kabupaten Dharmasraya. (**)

 


Sawahlunto – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Bagian Perencanaan (Bagren) Polres Sawahlunto menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026.


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) Polres Sawahlunto.


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB ini mengusung tema “Mewujudkan Pelayanan Polres Sawahlunto yang Transparan, Akuntabel, dan Responsif” sebagai bagian dari proses review dan penyusunan kembali standar pelayanan di lingkungan Polres Sawahlunto.


Forum Konsultasi Publik menjadi wadah komunikasi dua arah antara Polri dengan masyarakat, para pemangku kepentingan, serta berbagai unsur terkait untuk memberikan masukan, saran, dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang selama ini telah berjalan.


Melalui kegiatan ini, Polres Sawahlunto berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi pelayanan agar semakin sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.


Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan Forum Konsultasi Publik merupakan salah satu langkah strategis dalam membangun pelayanan kepolisian yang profesional, modern, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.


“Forum Konsultasi Publik ini kami laksanakan sebagai ruang untuk mendengarkan langsung aspirasi, masukan, serta harapan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Polres Sawahlunto. Kami menyadari bahwa pelayanan publik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat, sehingga evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting,” ujar AKBP Simon Yana Putra.


Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa keterbukaan dan partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang berkualitas.


Masukan dari berbagai elemen masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan standar pelayanan agar lebih efektif, mudah diakses, dan memberikan kepastian kepada masyarakat.


“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh layanan kepolisian di Polres Sawahlunto dapat berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas. Kami ingin membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat, tepat, humanis, serta sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan,” lanjutnya.


AKBP Simon Yana Putra juga berharap melalui Forum Konsultasi Publik ini dapat terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Sawahlunto.


“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk terus memperbaiki diri. Kritik dan saran dari masyarakat merupakan energi positif bagi kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Dengan dukungan seluruh pihak, Polres Sawahlunto akan terus berupaya memberikan pelayanan prima yang profesional, humanis, serta mampu menjawab setiap kebutuhan masyarakat,” tutup Kapolres.


Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 tersebut, Polres Sawahlunto menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan prinsip Polri Presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.


Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan standar pelayanan yang semakin berkualitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Sawahlunto. (**)

 


Solok – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Solok menggelar kegiatan Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan Mapolres Solok.


Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung perkembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal serta mempererat hubungan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.


Bazar UMKM tersebut mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat dan turut dihadiri oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok, di antaranya Wakil Bupati Solok, unsur Kejaksaan Negeri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran, serta sejumlah instansi terkait lainnya.


Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM lokal ditampilkan, mulai dari produk kuliner, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang menjadi cerminan potensi dan kekayaan masyarakat Kabupaten Solok.


Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bazar UMKM ini bukan sekadar rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.


“Melalui kegiatan Bazar UMKM ini, kami ingin memberikan ruang dan kesempatan bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan serta memasarkan produk-produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Ini merupakan bagian dari komitmen Polres Solok untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah,” ujar AKBP Agung Pranajaya.


Lebih lanjut, Kapolres Solok menjelaskan bahwa sinergitas yang terjalin antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya sektor UMKM.


“UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian bangsa. Oleh karena itu, dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak sangat diperlukan agar para pelaku usaha dapat terus berkembang, semakin berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.


AKBP Agung Pranajaya juga berharap momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.


“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat. Kami berharap produk-produk lokal Kabupaten Solok semakin dikenal, semakin maju, serta mampu menjadi kebanggaan daerah yang dapat bersaing di tingkat yang lebih luas,” tutup Kapolres.


Melalui pelaksanaan Bazar UMKM ini, Polres Solok menunjukkan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang keamanan, tetapi juga melalui langkah nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.


Kehadiran berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas antar lembaga dalam mendorong kemajuan UMKM sebagai salah satu sektor strategis yang berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah Kabupaten Solok. (**)

 


PADANG – Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong.


Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga.


Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.


“Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari.


Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas.


“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.


Peserta Terbanyak Sejak Digelar


Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan.


“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya.


Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.


“Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya.


Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun.


Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan.


Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan.


“Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya.


Sementara itu, Direktur IMTC Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi.


“Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya.


Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional.


“Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut. (**)



Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Nurul Agung Nurul Iman, Jumat (19/6/2026).


Kegiatan yang mengangkat tema “Mari Berhijrah Menuju Padang Religius, Berkarakter, Maju dan Sejahtera” tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.


Kegiatan Tabligh Akbar ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta staf di lingkungan Pemerintah Kota Padang, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta tamu undangan lainnya.


Pada kesempatan tersebut, Pemko Padang menghadirkan penceramah nasional Ustadz Hafiz Salim atau yang akrab disapa Bang Salim. Dai asal Jakarta yang juga dikenal sebagai pemeran sinetron Si Entong tersebut memberikan tausiah tentang makna hijrah, muhasabah, dan pentingnya istiqamah dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang Muslim.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.


Menurutnya, hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW mengandung pelajaran besar bagi umat Islam tentang semangat perubahan, pengorbanan, dan tekad untuk memperbaiki diri dalam rangka meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.


“Hijrah mengajarkan kepada kita tentang semangat perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Oleh karena itu, peringatan Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana evaluasi diri, sejauh mana kita telah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Maigus Nasir.


Ia menambahkan bahwa makna hijrah saat ini tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat sebagaimana sejarah hijrahnya Rasulullah SAW, melainkan perpindahan sikap dan perilaku dari hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.


Lebih lanjut, Maigus Nasir mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh elemen masyarakat Kota Padang untuk menjadikan momen Tahun Baru Islam sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Padang tidak hanya diukur melalui kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter serta penguatan nilai moral dan spiritual masyarakat.


“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya. Karena itu, mari kita bersama-sama memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, lanjut Maigus, Kota Padang terus berupaya mewujudkan visi pembangunan menjadi kota yang religius, maju, dan sejahtera.


Namun, berbagai tantangan sosial seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba membutuhkan perhatian dan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat.


Oleh sebab itu, ia berharap momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi penguat semangat bersama dalam membangun generasi muda yang berakhlak, menjaga keharmonisan sosial, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif.


Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Hafiz Salim menyampaikan tiga hal utama yang perlu dilakukan umat Islam dalam menyambut dan memaknai Tahun Baru Islam, yaitu hijrah, muhasabah, dan istiqamah.


Ia menjelaskan bahwa hijrah merupakan proses berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik.


Sedangkan muhasabah menjadi sarana untuk melakukan introspeksi terhadap berbagai perbuatan yang telah dilakukan, agar setiap pribadi dapat terus memperbaiki diri.


Selanjutnya, istiqamah menjadi kunci untuk mempertahankan segala perubahan positif yang telah dilakukan, dengan tetap konsisten berada di jalan Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya.


“Mari jadikan 1 Muharram 1448 H sebagai titik awal perubahan. Berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ketaatan, serta terus istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT,” pesan Ustadz Hafiz Salim.


Melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar ini, Pemerintah Kota Padang berharap nilai-nilai hijrah dapat semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat, sehingga terwujud masyarakat yang religius, berkarakter, harmonis, dan mampu mendukung pembangunan Kota Padang yang lebih maju serta sejahtera. (**)