SUMBARNET - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Gabungan Panitia Khusus (Pansus) I, II, III, dan IV terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025, Senin (6/4/2026).


​Rapat yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD Kota Padang ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat.


Dalam laporannya, juru bicara gabungan Pansus, Iskandar, menyampaikan bahwa LKPJ bukan sekadar dokumen administratif rutin, melainkan instrumen krusial untuk mewujudkan prinsip akuntabilitas dan transparansi pemerintahan.


​"LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban politis dan legal kepala daerah kepada DPRD. Ini adalah dasar bagi kami untuk menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai koridor hukum, termasuk UU No. 23 Tahun 2014 dan PP No. 13 Tahun 2019," ujar Iskandar


​Sebelum rekomendasi ini diputuskan, DPRD Kota Padang telah melalui rangkaian proses evaluasi yang intensif selama hampir satu bulan, terhitung sejak 10 Maret hingga 1 April 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kunjungan kerja, peninjauan lapangan baik di dalam maupun luar Provinsi Sumatera Barat untuk komparasi program. Rapat Kerja SKPD, pembahasan mendalam 

bersama mitra kerja di masing-masing komisi pada akhir Maret, finalisasi, rapat gabungan antara pimpinan Pansus dan pimpinan DPRD di ruang Badan Anggaran (Banggar).


​Laporan gabungan dari Pansus I hingga IV ini memuat evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sepanjang tahun 2025.


Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi kompas bagi Pemerintah Kota Padang untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik pada tahun-tahun mendatang.


​DPRD menekankan bahwa catatan-catatan strategis yang diberikan merupakan hasil saringan dari realita di lapangan dan capaian target kinerja yang telah ditetapkan ssebelumnya. Penyerahan dokumen rekomendasi dari Pimpinan DPRD kepada Walikota Padang sebagai bahan evaluasi resmi penyelenggaraan pemerintahan daerah. (**)

 


SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir baru saja pulang kunjungan kerja dari Malaysia. Saat menggelar rapat dengan jajaran kerjanya, Senin (6/4/2026), Maigus Nasir menyampaikan peluang kerjasama dengan Negara Jiran tersebut. 


Di lawatan itu, Maigus Nasir menyebut bahwa dua peluang kerjasama dapat dilakukan. Keduanya kerjasama di bidang pendidikan. 


Kerja sama pertama dijajaki bersama Universitas Kuala Lumpur melalui skema beasiswa bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an. Program ini memberi kesempatan kepada para hafiz untuk menempuh berbagai jurusan, mulai dari kedokteran, teknik, ekonomi hingga sains, dengan target melahirkan generasi intelektual Muslim yang unggul dan berdaya saing. 


“Universitas Kuala Lumpur ingin menciptakan generasi calon intelektual Muslim melalui beasiswa bagi anak-anak hafiz Al-Qur’an, dan akhir April ini perwakilan Dikti Malaysia dijadwalkan datang ke Padang,” ungkap Maigus di depan seluruh kepala OPD yang memenuhi ruang Rapat Abu Bakar Jaar di Balai Kota Padang. 


Peluang kedua datang dari Universitas Al-Bukhary yang menyiapkan beasiswa pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini akan disinergikan dengan BAZNAS serta didukung validasi data melalui program Digital Bansos, yang tahun ini menjadi program pemerintah pusat dan satu-satunya di Sumatera Barat. 


Pemko Padang menargetkan seluruh proses administrasi lintas OPD, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial hingga Dukcapil, segera disiapkan agar dua peluang beasiswa internasional tersebut dapat menjadi penguat nyata program Padang Juara dan membuka akses pendidikan lebih luas bagi generasi muda Kota Padang. (**)

 


SUMBARNET - Musim haji telah tiba. Pemerintah Kota Padang memastikan kenyamanan bagi Jemaah Calon Haji (JCH) selama berada di Asrama Haji Embarkasi Padang. 


Kepastian itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menerima kunjungan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Zulfahmi, di Balai Kota Padang, Senin (6/4/2026). Dukungan bagi "Tamu Allah" itu disiapkan agar momen keberangkatan berlangsung tertib, khidmat, serta nyaman. 


"Tentunya kita akan fasilitasi jemaah saat akan berangkat ke Tanah Suci," ungkap Wali Kota Fadly Amran didampingi Kasubag Bina Mental dan Keagaamaan Bagian Kesra Setdako, Zul Asfi Lubis. 


Sebanyak 1.089 JCH akan berangkat melalui Asrama Haji Embarkasi Padang. Seluruh jemaah terbagi ke dalam enam kloter. Kloter pertama akan masuk asrama pada 23 April mendatang. 


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Zulfahmi, menerangkan bahwa pertemuan dengan Wali Kota Padang telah membahas kesiapan teknis, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga fasilitas pendukung jelang masuk embarkasi. 


“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Wali Kota terkait persiapan keberangkatan jemaah haji Kota Padang. Kloter pertama akan masuk pada 23 April pukul 06.00 WIB di Asrama Haji, sehingga sebelum subuh seluruh jemaah kloter satu sudah berada di Masjid Nurul Iman," katanya. 


Zulfahmi menekankan bahwa pihaknya sangat berteimakasih atas dukungan Pemko Padang dalam memfasilitasi para jemaah. 


"Alhamdulillah, Pemerintah Kota Padang membantu penuh fasilitas yang dibutuhkan, mulai dari transportasi menuju embarkasi hingga konsumsi jemaah,” ujarnya. 


Zulfahmi memastikan seluruh dokumen jemaah telah rampung dan pembekalan ibadah juga tuntas melalui manasik tingkat kota sejak 8–12 Februari. Kemudian ditambah lagi empat kali manasik tingkat kecamatan dan satu kali tingkat kota yang turut dihadiri Wakil Wali Kota. 


Tahun ini, enam kloter jemaah haji Kota Padang akan diberangkatkan dengan fasilitasi penuh Pemko. Kloter I sebanyak 386 jemaah masuk asrama 23 April pukul 06.00 WIB dan berangkat 24 April pukul 00.55 WIB yang rencananya dilepas langsung Wali Kota Padang. 


Selanjutnya Kloter VIII berjumlah 383 jemaah dilepas Wakil Wali Kota, Kloter XI sebanyak 4 jemaah dilepas Kabag Kesra, Kloter XII 177 jemaah dilepas Sekda, Kloter XIII 24 jemaah dilepas Kemenhaj, dan Kloter XIV 115 jemaah dilepas Asisten I. 


Seluruh jemaah akan terlebih dahulu berkumpul di Masjid Agung Nurul Iman untuk salat berjamaah sesuai jadwal masing-masing, mulai dari subuh, dzuhur, hingga isya. Beberapa kloter juga disiapkan dukungan lengkap seperti voorijder, marching band, pengamanan dari Satpol PP, pengaturan lalu lintas, ambulans, damkar, area parkir bus, hingga spanduk pelepasan. (**)



SUMBARNET - SMAS Semen Padang kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 22 siswa kelas XII dinyatakan lulus di berbagai perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia. Yang paling membanggakan, tahun ini sekolah untuk pertama kalinya berhasil meloloskan siswa ke Universitas Indonesia (UI), menjadikannya tonggak sejarah baru bagi sekolah.


Prestasi bersejarah tersebut diraih oleh Muhammad Ibnu Zuhair yang diterima di Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa siswa SMAS Semen Padang mampu bersaing secara nasional dan terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik dari tahun ke tahun.


Selain UI, para siswa juga diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama di berbagai daerah. Di antaranya Carissa Lovina Azzahra di Universitas Negeri Padang, Rahvi Rizal Ramadhan di Universitas Andalas, Naura Khairani di Universitas Andalas, Vio Rahmasari di Universitas Negeri Padang, serta Muhammad Zafran di Universitas Andalas.


Kemudian, Nasywa Putri Ridani diterima di Universitas Andalas, Khesa Rahmadani di Universitas Negeri Padang, Nakita Putri Farica di IPB University, dan Syifa Azzahra Taufiq di Universitas Negeri Padang.

Selanjutnya, Qeysa Trito Muhde berhasil lolos ke Universitas Riau, Kadziyah Putri Zalfi ke Universitas Andalas, Rizka Wulandari ke Universitas Negeri Padang, Siti Fadillah ke Universitas Negeri Padang, dan Almira Lathifa Putri Tama ke Universitas Negeri Padang.


Nama lainnya yang turut mengharumkan sekolah yakni Syakirah Affah Nadendra yang diterima di Politeknik Negeri Padang, Keisya Mei Taura di Universitas Andalas, Tesya Fransisco di Universitas Negeri Padang, serta Raissa Haura Anas di Institut Teknologi Sumatera.


Sementara itu, Ridho Adrian dan Aldo Firmansyah diterima di Universitas Negeri Padang, sedangkan Mahsa Larisa Calya berhasil lolos ke Universitas Andalas.


Kepala SMAS Semen Padang, Moethia Varina Oemar, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut.


“Alhamdulillah, ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Untuk pertama kalinya siswa kami berhasil diterima di Universitas Indonesia melalui jalur SNBP. Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan berani meraih kampus impian,” ujarnya.


Ketua Yayasan Igasar Semen Padang, Hasfi Rafiq, turut menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. Menurutnya, keberhasilan para siswa menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang terus meningkat di lingkungan SMAS Semen Padang.


“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi luar biasa yang ditorehkan anak-anak SMAS Semen Padang. Keberhasilan 22 siswa menembus perguruan tinggi negeri ternama, termasuk untuk pertama kalinya ke Universitas Indonesia, menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di sekolah ini terus meningkat. Ini adalah hasil kerja keras siswa, guru, orang tua, dan seluruh elemen sekolah yang patut kita apresiasi bersama,” ujar Hasfi Rafiq pada wartawan Senin, (6/4/2026) di Padang.


Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik.


“Yayasan akan terus mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter, serta pembinaan prestasi siswa agar semakin banyak lulusan SMAS Semen Padang yang mampu bersaing di tingkat nasional dan masuk ke kampus-kampus terbaik di Indonesia,” tambahnya.


Prestasi ini semakin menegaskan komitmen SMAS Semen Padang dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, membina potensi siswa, serta mengantarkan mereka menuju masa depan yang gemilang. (***)



SUMBARNET - Kondisi rumput Stadion H. Agus Salim menuai pujian dari berbagai kalangan. Kualitas lapangan markas Semen Padang FC itu dinilai semakin baik, terutama setelah beberapa kali dilakukan renovasi.


Stadion yang diresmikan oleh Soeharto pada 23 Mei 1983 tersebut kini disebut mengalami perubahan signifikan, terutama dari sisi kualitas rumput dan sistem drainase.


Pujian itu mencuat, salah satunya saat Semen Padang FC menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Super League pekan ke-26, Senin (5/4) malam. Meski pertandingan diguyur hujan deras sepanjang laga, kondisi lapangan tetap prima tanpa genangan air.


Sejumlah warganet turut mengapresiasi kondisi tersebut melalui media sosial. Akun Instagram @cowokperancis, misalnya, menyoroti kemampuan drainase stadion yang tetap optimal meski hujan turun selama lebih dari 90 menit.


“Walaupun hujan deras selama 90 menit lebih, tidak ada banjir. Pertandingan tetap berjalan dengan baik, itu luar biasa,” tulisnya.


Komentar serupa juga datang dari akun lain yang menyebut kondisi Stadion Agus Salim kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Mereka menilai stadion ini bisa menjadi contoh bagi pengelolaan stadion lain, terutama dalam menjaga kenyamanan pemain dan penonton.


Tak hanya dari dalam negeri, pujian juga pernah datang dari tim asal Malaysia, PDRM FC. Saat menjalani laga uji coba pada November 2024, mereka mengaku terkesan dengan kualitas rumput dan sistem drainase stadion yang tetap baik meski diguyur hujan.


Di balik kualitas rumput tersebut, ada peran Supomo Hariyadi yang terlibat dalam proses renovasi. Ia mengatakan hasil yang baik tidak lepas dari pemilihan jenis rumput yang tepat serta perawatan yang optimal.


“Kalau renovasi dilakukan dengan benar, menggunakan rumput terbaik, dan dirawat dengan peralatan memadai, hasilnya pasti bagus,” ujarnya, Senin (6/4).


Supomo juga menilai pengelolaan stadion saat ini sudah berjalan dengan baik di bawah tangan manajemen baru.


Saat ini, Stadion Agus Salim dikelola oleh Kabau Sirah Production (KSP) sebagai home base Semen Padang FC di kompetisi Super League musim 2025/2026.


Direktur KSP, Renol Fadhli, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan publik. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dalam menjaga fasilitas stadion.


“Alhamdulillah, ini hasil dari kerja keras dan komitmen kami dalam merawat sarana dan prasarana olahraga ini,” kata Renol.


Meski begitu, pria yang akrab disapa Palek itu menegaskan pihaknya tidak ingin cepat puas. Ia memastikan pengelola akan terus melakukan pembenahan demi menjaga kualitas stadion yang kini telah berusia lebih dari empat dekade.


“Masih banyak yang harus diperbaiki. Yang terpenting kami tetap berkomitmen untuk merawat stadion ini,” tutupnya. (**)

 


SUMBARNET - Sebagai bentuk kepedulian dan membantu sesama, Polsek Sungai Beremas, Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menyambangi pasangan suami istri (pasutri) yang menderita sakit menahun, Minggu (5/4/2026).


Pasangan suami istri tersebut diketahui bernama Antoni (56) dan Sri Erdayanti (53), warga Jorong Kampung Padang Selatan Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.


"Hari ini kita mengunjungi pasangan suami istri yakni Bapak Antoni dan Ibu Sri Erdayanti, yang menderita sakit menahun," ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis Susilo.


AKP Elvis Susilo mengatakan, kunjungan tersebut sebagai bentuk pelayanan dan rasa kepedulian terhadap sesama, sehingga kehadiran Polri memberikan manfaat yang besar di tengah masyarakat.


"Kami menerima informasi di media sosial, terkait adanya pasangan suami istri yang menderita sakit menahun di Jorong Kampung Padang Selatan Nagari Air Bangis," katanya.


Diketahui, Antoni adalah seorang kepala keluarga, menderita lumpuh sejak satu tahun terakhir sehingga tidak bisa beraktivitas. Sedangkan istrinya Sri Erdayanti, menderita sakit stroke selama lebih kurang satu setengah tahun.


"Pasangan tersebut diketahui mempunyai anak sebanyak empat orang, yang masih berstatus pelajar dan belum bekerja," tuturnya.


Dijelaskan, melalui kegiatan Polri Untuk Masyarakat dan Bhayangkari Peduli, jajaran Polsek Sungai Beremas menyerahkan bantuan sembako seperti beras, telur ayam dan minyak goreng, serta kebutuhan pangan lainnya.


"Selain kebutuhan pangan, pihaknya juga menyerahkan bantuan tali asih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis Susilo, didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Sungai Beremas Ny. Fitri Elvis, bersama personel Bripka Fajar dan Bhabinkamtibmas Nagari Air Bangis Bripka Aprima Heldi serta pengurus Bhayangkari Ranting Sungai Beremas. (HumasResPasbar)



Padang - Yosmardi Bidang Seksi Dana Halal Bihalal Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Provinsi Sumatera Barat mengatakan, pihaknya bakal menggelar tradisi Halal Bihalal - mohon maaf lahir dan bathin khas Indonesia di rumah gadang Pesisir Selatan di Jl. Kis Mangunsarkoro, Jati, Tepi Banda Bakali, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu, 12 April 2026. 


"Kita mengharapkan warga Pesisir Selatan ini bersatu demi membangun Ranah dan Rantau," ujar Yosmardi usai diterima staf Komisi di Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat, Senin, 6 April 2026.


Menurut Yosmardi, pihaknya juga melakukan silaturahmi dengan Anggota DPRD Sumbar asal daerah Pemilihan Pesisir Selatan, karena ada agenda diluar sekretariat, pihaknya menitipkan proposal kepada pihak sekretariat DPRD Sumbar.


"Kita memberikan tema Halal Bihalal saat ini, Bakumpue di Rumah Gadang Rang Pasisie," ujar Yosmardi didampingi pengurus PKPS Sumbar


Litha Perkumpulan Wanita Pesisir Selatan memgatakan, pihaknya ikut mendukung kinerja PKPS Sumbar.


"Kita mengharapkan semoga kedepan lebih baik lagi , lebih kompak dan bersatu," ujar Litha 


Untuk diketahui, PKPS Sumatera Barat mengundang Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Padang Fadly Amran, Bupati Pesisir Selatan, Wakapolres Pesisir Selatan, Akademisi UNP, Unand, Anggota DPRD Sumbar dapil Pesisir Selatan, Pengusaha Pesisir Selatan dan semua bidang profesi lainnya tanpa terkecuali. (**)



SUMBARNET - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema Sekolah Damai Tanpa Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada sekitar 1.000 siswa di SMKN 3 Pekanbaru, Senin (6/2/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan oleh Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Riau dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.


Sosialisasi yang digelar di Pekanbaru tersebut dihadiri oleh tim Satgaswil Riau, jajaran guru, serta pihak sekolah. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan sekitar 61 guru dan pelajar yang mengikuti materi secara aktif dan antusias.


Dalam kegiatan ini, tim Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri memberikan edukasi mengenai bahaya penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang kini semakin menyasar generasi muda.


Para siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, game online, serta berbagai konten digital yang kerap menjadi sarana penyebaran paham tersebut.


Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan serta mampu merefleksikan materi yang disampaikan narasumber.


Kolaborasi antara aparat dan lingkungan pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai bahaya paham IRET sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan wawasan kebangsaan.


Melalui sosialisasi ini, Satgaswil Riau berharap para pelajar memiliki kemampuan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga tercipta generasi yang berprestasi, waspada, dan berkomitmen menjaga perdamaian. (**)

 


SUMBARNET - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan pentingnya penguatan hilirisasi industri pertambangan nasional sebagai kunci menjaga ketahanan ekonomi di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu.


Hal tersebut disampaikan Nevi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk, yang membahas evaluasi kinerja korporasi serta roadmap pengembangan usaha ke depan .


Menurut Nevi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok global industri logam, khususnya aluminium dan mineral strategis lainnya. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan strategi yang matang, terutama dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku seperti alumina serta memperkuat integrasi industri dari hulu hingga hilir.


“Penguatan hilirisasi tidak cukup hanya dengan ekspansi produksi, tetapi harus didukung oleh ketahanan energi, efisiensi biaya, serta mitigasi risiko geopolitik yang komprehensif,” ujarnya.


Politisi PKS ini juga menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sebagai fondasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja BUMN tambang. Transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan risiko menjadi faktor kunci agar investasi besar di sektor ini tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.


Selain itu, ia menekankan perlunya strategi mitigasi terhadap volatilitas harga energi dan logistik global yang berdampak langsung pada biaya produksi industri aluminium dan mineral. Dalam konteks ini, sinergi antar BUMN, khususnya dalam penyediaan energi yang stabil dan kompetitif, menjadi sangat krusial.


Nevi juga mendorong optimalisasi cadangan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi yang tidak terencana dapat mengancam ketahanan sumber daya nasional dalam jangka panjang, sehingga diperlukan keseimbangan antara ekspansi industri dan konservasi.


Di sisi lain, Legislator asal Sumatera Barat II ini menyoroti pentingnya pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini merugikan negara dan mengganggu stabilitas pasar. Penguatan pengawasan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) serta kemitraan dengan masyarakat menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pertambangan yang sehat.


“Momentum harga komoditas global harus dimanfaatkan secara bijak, bukan untuk ekspansi jangka pendek semata, tetapi untuk memperkuat fondasi industri nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” tutup Nevi Zuairina. (**)



SUMBARNET - Peringatan Hari Nelayan Nasional setaip 6 April dimaknai sebagai momentum refleksi terhadap nasib jutaan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup di laut. 


Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan peringatan ini harus diikuti dengan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.


Menurutnya, nelayan bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kedaulatan pangan dan maritim Indonesia.


“Hari Nelayan Nasional bukan sekadar peringatan. Ini adalah pengingat bahwa ada jutaan saudara kita yang menggantungkan hidup pada laut, dengan segala risiko yang tak pernah kecil,” ujarnya di Padang, Senin (6/4/2026).


Dia menegaskan, perannya di Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kelautan, dan perikanan menjadi jalur strategis untuk memperjuangkan kebutuhan nelayan, baik melalui kebijakan maupun program bantuan langsung.


Rahmat menyebut, sejak berada di Komisi IV sudah berbagai aspirasi masyarakat pesisir diperjuangkan, seperti bantuan alat tangkap dan mesin tempel bagi nelayan. 


Bantuan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi saat melaut.


“Bantuan seperti mesin tempel ini bukan sekadar simbolis. Ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi nelayan agar mereka lebih mandiri dan sejahtera,” kata Rahmat.


Dia menegaskan bantuan tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan di tingkat pusat, sehingga harus tepat sasaran dan berdampak nyata. 


Rahmat juga mengingatkan program bantuan harus disertai pengawasan agar tidak berhenti pada distribusi semata, tetapi benar-benar meningkatkan kesejahteraan.


Selain itu, Rahmat menekankan kesejahteraan nelayan memiliki kaitan langsung dengan kedaulatan negara. 


Dia menyebut, jika nelayan kuat, maka pengelolaan sumber daya laut akan lebih optimal.


“Nelayan sejahtera, Indonesia berdaulat. Itu prinsip yang harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan,” tegasnya.


Rahmat mendorong agar ke depan, program pemberdayaan nelayan tidak hanya berhenti pada bantuan alat, tetapi juga mencakup pelatihan, akses permodalan, serta perlindungan terhadap wilayah tangkap dari praktik ilegal.


Peringatan Hari Nelayan Nasional, menurutnya, harus menjadi titik evaluasi bersama agar negara benar-benar hadir bagi nelayan sebagai garda terdepan sektor maritim Indonesia. (**)