Padang,--- Bencana, tidak semua orang menginginkanya, dia adalah qadarullah, tapi pemulihannya semua orang pun berjibaku. 


Biar semua tertimbun tapi solidaritas harus selalu menjulang.


Dan sejak awal bencana banjir bandang melanda Sumbar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) telah mengamati kepedulian dan perhatian para tokoh dan lembaga yang turun langsung dalam pembangunan penanganan bencana hingga membantu korban yang terdampak. 


Bahkan pimpinan media tergabung di JPS juga turut berpartisipasi menayangkan kiprah tokoh dan lembaga tersebut dari lokasi bencana di media masing-masing.


Pengamatan JPS terus berlanjut hingga masa tanggap darurat.  Di mana fase ini dianggap masa paling berat karena dampak kerusakan dari bencana Sudah mulai terlihat dan dampak kerugian dan kebutuhan masyarakat yang terdampak juga sudah terdata. 


"Memang di masa tanggap darurat ini besaran kerugian dan kebutuhan korban bencana sudah terdata maka kepedulian berbagai organisasi dan lembaga termasuk perhatian tokoh tokoh mulai terlihat dalam membantu mengatasi serta memenuhi kebutuhan korban bencana sudah semakin banyak," ujar Ketua JPS Adrian Toaik didampingi Ketua Pokja Medal of Honor Almudazir kepada media Sabtu (7/3-2026).


Memasuki fase pemulihan bencana, JPS mulai mendata konsistensi dan komitmen lembaga dan para tokoh dalam membangkitkan semangat korban untuk kembali berusaha menyingkirkan trauma Bencana agar kembali beraktifitas normal. 


Bantuan lembaga resmi negara mulai hadir di tengah masyarakat. 


"Di fase inilah JPS berpikir untuk memberikan apresiasi konsistensi dan komitmen serta pengabdian tanpa henti pada lembaga dan tokoh tersebut," terang Adrian. 


Data-data para tokoh dan lembaga mulai yang berkomitmen dan konsisten membantu Sumbar pulih dari bencana ditracking lewat rekam.digital hingga peninjauan visual.


Melalui tim kelompok kerja (Pokja) yang dibentuk JPS mulai melakukan tabulasi data yang ada  untuk diberikan penghargaan bakti untuk negeri pada tokoh dan lembaga dalam bentuk medal of honor. 


"Anugerah medal of honor  diberikan JPS atas kepeduliannya  sekaligus ujud terima kasih dan apresiasi pada tokoh dan lembaga," ungkap Adrian


Ada banyak pihak yang ditabulasi dari jejak digital maupun pantauan langsung di  lapangan.


"Insya Allah saat pelantikan pengurus JPS akhir Maret ini, usai lebaran, diumumkan dan diserahkan medal of honor tersebut," ujar Toaik.


Medal of Honor merupakan kontribusi JPS dalam mengapresiasi tokoh dan lembaga dalam mempercepat pemulihan Sumbar dari bencana. 


"JPS berharap komitmen tokoh dan lembaga tidak terhenti dengan penghargaan ini. Karena masa pemulihan saat ini akan memakan waktu yang cukup  panjang jika dilihat dari besarnya kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tersebut. Apalagi kerusakan infrastruktur yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit," pungkas Adrian. (***)



Padang - Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi di muka umum. Namun, kebebasan tersebut juga menuntut tanggung jawab agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung secara santun, bermartabat, serta tidak mengganggu ketertiban umum.


Hal tersebut tercermin dalam dialog terbuka antara Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin dengan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Padang yang berlangsung di depan Mapolda Sumbar, Rabu (4/3/2026) sore.


Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda menerima dan mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi mahasiswa, termasuk terkait tuntutan reformasi institusi Polri. Dialog berlangsung secara terbuka dan kondusif, sementara sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.


Di Sumatera Barat, nilai-nilai demokrasi yang sehat juga sejalan dengan falsafah masyarakat Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menempatkan adat istiadat dan norma agama sebagai pedoman dalam kehidupan sosial.


Nilai tersebut mengajarkan bahwa setiap perbedaan pandangan sebaiknya disampaikan melalui ruang dialog yang santun, dengan tetap menjunjung tinggi etika, saling menghormati, serta menjaga persatuan.


Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi dialog yang beradab dalam menyampaikan aspirasi. Penyampaian pendapat yang dilakukan secara tertib dan damai dinilai dapat memperkuat kualitas demokrasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang, namun harus dilaksanakan secara bertanggung jawab.

“Polda Sumbar menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun dalam pelaksanaannya, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap santun, tertib, dan menghormati hak orang lain, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan bermartabat,” ujar Susmelawati.


Ia menambahkan, nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat, seperti falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi landasan penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika demokrasi.


“Falsafah tersebut mengajarkan kita untuk menyampaikan pendapat dengan adab dan etika. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan melalui cara yang baik, dialogis, serta tidak menimbulkan konflik,” tambahnya.


Melalui pendekatan dialogis dan humanis tersebut, diharapkan ruang demokrasi di Sumatera Barat dapat terus terjaga dalam suasana yang kondusif.


Aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan sosial yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Minangkabau. (tim)



SUMBARNET - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan perayaan Lebaran di wilayah Sumatera Barat.


Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pengamanan tahun ini memiliki tantangan khusus, mengingat kondisi infrastruktur di beberapa titik Sumatera Barat yang belum optimal akibat bencana alam beberapa waktu lalu.


"Kehadiran kita adalah wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. Namun, kita harus ingat bahwa beberapa waktu lalu musibah menimpa Sumatera Barat. Masih ada beberapa infrastruktur yang belum optimal digunakan, dan ini tentu akan mempengaruhi arus mudik, baik yang masuk dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya," ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat membuka rapat di Padang, Jumat (06/03).


Kapolda memaparkan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi "Operasi Ketupat Singgalang 2026" ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 2.285 personel Polri akan dikerahkan, didukung oleh 1.851 personel gabungan dari TNI dan instansi terkait lainnya.


Berdasarkan data evaluasi, angka kriminalitas di Sumatera Barat mengalami penurunan signifikan sebesar 37%, dari 76 kasus menjadi 48 kasus. Namun, Kapolda memberikan catatan khusus pada angka kecelakaan lalu lintas yang mengalami kenaikan dari 86 menjadi 108 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 13 menjadi 21 orang.


"Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Saya instruksikan jajaran Lantas dan Dinas Perhubungan untuk melakukan mitigasi di titik-titik rawan (blackspot) sejak dini. Kita juga akan mengevaluasi sistem one way secara harian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang ekstrem," tambah Kapolda.


Polda Sumbar telah memetakan sejumlah titik rawan, di antaranya 58 lokasi rawan tanah longsor, 2 lokasi rawan banjir, 50 lokasi rawan kepadatan arus lalu lintas dan 81 Pos Pengamanan, yang terdiri dari 37 Pos Pam, 41 Pos Pelayanan, dan 3 Pos Terpadu.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan bahwa pihak kepolisian akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif selama operasi berlangsung. Fokus utama adalah membangun kesadaran hukum masyarakat, bukan sekadar penegakan hukum di jalan raya.


"Kami mengimbau kepada calon pemudik untuk selalu memantau informasi terkini mengenai jalur alternatif. Mengingat adanya perbaikan infrastruktur di beberapa titik seperti jalur Malalak dan jembatan yang masih dalam perbaikan, kerja sama masyarakat dalam mematuhi arahan petugas di lapangan sangat menentukan kelancaran mudik tahun ini," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.

 

Operasi Ketupat Singgalang 2026 akan mengamankan lebih dari 4.040 objek, termasuk masjid, tempat salat Id, terminal, pelabuhan, bandara, hingga pusat perbelanjaan dan destinasi wisata di seluruh Sumatera Barat. (**)



Bekasi - Ermanto Usman (65) dibunuh orang tak dikenal di rumahnya di Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Ermanto diketahui merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis pekerja pelabuhan.


Anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka, mengungkap sosok Ermanto bukan sekadar pensiunan biasa. Dia mengatakan Ermanto adalah salah satu sosok kunci dalam perjuangan membongkar dugaan korupsi besar di sektor pelabuhan beberapa tahun lalu.


"Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK, begitu, dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah bahkan kalau pakai penilaian future values itu mungkin puluhan triliun kerugian Indonesia, begitu," ujar Rieke di rumah duka Ermanto di Bekasi, Rabu (4/3/2026).


Ermanto tewas setelah mengalami sejumlah luka pada peristiwa yang terjadi di perumahan kawasan Jatibening, Bekasi, pada Senin (2/3). Dalam hari yang sama itu, istri Ermanto, Pasmilawati (60), juga terluka.


-- Pejuang Antikorupsi Pelabuhan --


Semasa hidupnya, Ermanto aktif dalam Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) di bawah naungan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI). Rieke menyebut Ermanto adalah rekan seperjuangan yang konsisten mengawal kasus kerugian negara di Pelindo yang nilainya mencapai triliunan rupiah.


Meski sudah tidak lagi bekerja di JICT, dedikasi Ermanto terhadap pemberantasan korupsi tidak luntur. Rieke mengungkap belakangan ini almarhum sedang berupaya membongkar kembali kasus-kasus lama yang dianggap sengaja dihentikan atau 'dipetieskan'.


"Sampai terakhirnya saya yakin Pak Ermanto terus memperjuangkan agar dibukanya kasus yang terindikasi dipetieskan. Kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi dipetieskan," tegas Rieke.


Sekitar satu bulan sebelum tutup usia, Ermanto diketahui sempat tampil di sebuah podcast untuk menyuarakan kembali isu korupsi global bond dan proyek Kalibaru yang merugikan negara.


Sumber : Detik



Belawan - Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak dan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil meringkus empat orang tersangka dalam kasus penganiayaan yang merenggut nyawa seorang warga bernama Indra Utama (45). 


Keempatnya merupakan petugas keamanan yang bertugas di lingkungan PTPN IV Regional II Tandem Group.


Keempat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MIN (36), warga Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, RR (33), warga Bunga Mas, Stabat, Kabupaten Langkat, DFS (35), warga Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang serta IDP (33), warga Banyumas, Stabat, Kabupaten Langkat.


Saat ini, keempat tersangka telah dilimpahkan dari Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak ke Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Sebelumnya, kasus ini menyita perhatian publik setelah beredar kabar bahwa korban diduga menjadi korban main hakim sendiri oleh petugas keamanan perkebunan. 


Fakta mengejutkan juga adanya dugaan keterlibatan oknum BKO TNI dalam peristiwa nahas tersebut, meskipun hingga kini masih dalam pencarian oleh petugas aparat kepolisian.


Pihak keluarga korban membenarkan bahwa sebelum kejadian, Indra Utama diduga mengambil buah sawit atau berondolan di area perkebunan. 


Namun, keluarga tetap mengecam tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban.


"Kami akui mungkin ada kesalahan, tapi tidak seharusnya nyawa menjadi taruhannya. Kami minta kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa ada yang ditutup-tutupi," ujar Sudarmanto Abang ipar korban. 


Sementara itu, Penanggung Jawab Biro Penyedia Jasa Keamanan PT. JWM yang menaungi para petugas keamanan di lokasi kejadian masih bungkam saat dikonfirmasi. 

 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo membenarkan penangkapan dan pelimpahan tersangka tersebut.


"Iya benar, para pelaku sudah kami amankan dan saat ini proses hukum sedang berjalan," pungkas AKP Agus Purnomo, Jum'at (6/3/2026).


Sumber : TribunMedan

 


SAWAHLUNTO - PT Semen Padang yang merupakan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara kembali hadir menyukseskan Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kali ini, pelaksanaan Safari Ramadan digelar di Masjid Agung Nurul Islam, Kota Sawahlunto, Selasa (3/3/2026).


Di masjid tua di Kota Arang itu, PT Semen Padang yang diwakili oleh Komisaris Utama Werry Darta Taifur menyerahkan cinderamata berupa uang tunai sebesar Rp12,5 juta dan lima mushaf Al-Qur’an. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Wakil Ketua Masjid Agung Nurul Islam, Dodi Febrizal.


Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar dan Pemko Sawahlunto, serta perwakilan dari berbagai instansi vertikal, termasuk PT Bukit Asam dan Bank Nagari.


Werry Darta Taifur berharap buah tangan atau cinderamata dari PT Semen Padang ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan fasilitas Masjid Agung Nurul Islam atau yang akrab disebut sebagai Masjid Agung Sawahlunto. Apalagi, Masjid Agung ini merupakan masjid bersejarah dan termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang berdiri pada 1894.


“Namanya masjid, pengerjaan fisiknya pasti tidak akan pernah selesai. Masjid selalu membutuhkan perhatian agar jamaah semakin nyaman dalam beribadah. Mudah-mudahan, cinderamata yang kami serahkan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan fasilitas Masjid Agung Sawahlunto ini,” kata mantan Rektor Universitas Andalas ini.


Sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, kata Werry melanjutkan, PT Semen Padang secara konsisten berpartisipasi dalam Safari Ramadan yang digelar Pemprov Sumbar. Sebelum di Sawahlunto, perusahaan juga ambil bagian dalam kegiatan serupa di sejumlah daerah lain di Sumbar.


“Sebelumnya kami hadir di Kota Solok dan Kota Padang. Selanjutnya, juga akan berpartisipasi di beberapa daerah lainnya di Sumbar. Keterlibatan perusahaan dalam Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan Safari Ramadan ini, tambah Werry, juga menjadi wujud tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus penguatan komitmen transformasi bisnis di tengah tantangan industri semen yang semakin kompetitif. “Untuk itu, kami berharap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat agar PT Semen Padang tetap tumbuh dan berkontribusi sebagai penggerak ekonomi daerah,” katanya.


Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya mengapresiasi komitmen PT Semen Padang, termasuk PT Bukit Asam Tbk dan Bank Nagari yang telah mendukung kegiatan Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Sawahlunto melalui penyerahan bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana masjid yang dikunjungi.


“Jadi, selain untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, Safari Ramadan ini juga bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, menyalurkan bantuan hibah pembangunan sarana ibadah, serta memperkuat sinergi antara Pemprov Sumbar dan Pemkot Sawahlunto. Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada instansi-instansi yang telah mendukung kegiatan kami ini,” ujarnya.


Selain PT Semen Padang, pada kesempatan itu Gubernur Sumbar juga menyerahkan dana hibah dari Pemprov sebesar Rp50 juta untuk Masjid Agung Nurul Islam serta 40 mushaf Al-Qur’an. Kemudian dari Baznas Sumbar berupa bantuan Program Pendidikan sebesar Rp213 juta untuk 213 siswa di Kota Sawahlunto, dan bantuan Rp3 juta bagi dua petugas masjid.


Bantuan lainnya yang turut disalurkan antara lain Rp10 juta dari Bank Nagari, Rp25 juta dari CSR PT Bukit Asam Tbk, bantuan Al-Qur’an dari sejumlah OPD, kain sarung dari Dinas Pemuda dan Olahraga, bantuan tunai Rp2 juta dari Kacabdin Sawahlunto, serta santunan bagi lima warga kurang mampu.


Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemprov Sumbar beserta para mitra. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam mendukung program prioritas daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.


Riyanda juga mengungkapkan potensi sejarah yang dimiliki Masjid Agung Nurul Islam. Di bagian bawah masjid tersebut terdapat ruangan bersejarah yang dulunya merupakan bekas pabrik senapan peninggalan Belanda. Kemudian, menara masjid setinggi lebih dari 75 meter dulunya merupakan cerobong asap dari pabrik senapan tersebut.


Pemerintah Kota Sawahlunto, kata Riyanda, berencana mengembangkan ruangan di bawah masjid menjadi destinasi wisata edukasi, termasuk museum. “Untuk itu, kami berharap dukungan dari Pemprov Sumbar dan kementerian terkait agar pengembangan wisata sejarah ini dapat terwujud,” ujar Riyanda.


Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Nurul Islam, Dodi Febrizal, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumbar yang telah membawa bantuan dalam kegiatan Safari Ramadan ini. Bantuan tersebut sangat besar manfaatnya untuk meningkatkan fasilitas Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan dua kamar masjid yang saat ini masih dalam proses pembangunan.


“Dua kamar yang sedang kami bangun itu diperuntukkan untuk garin masjid dan satu kamar lagi dijadikan sebagai kamar transit untuk ustaz atau penceramah yang mungkin bermalam di Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto. Alhamdulillah, bantuan ini berkah Ramadan. Semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” pungkas Dodi. (*)



SUMBARNET – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menginisiasi program sosial #BerbagiTakjil melalui gerakan Sumbar Cerdas selama Ramadan 2026. 


Kegiatan ini telah dimulai sejak hari pertama puasa dan direncanakan berlangsung hingga akhir Ramadan dengan menjangkau sejumlah wilayah di Sumatera Barat.


Berbeda dari kegiatan berbagi takjil yang umumnya dilakukan dengan membagikan makanan secara langsung, program ini mengambil pendekatan lain.


Tim Sumbar Cerdas membeli takjil dari para pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan, terutama yang terlihat belum ramai pembeli.


Takjil yang dibeli dari para pedagang tersebut kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.


Sejumlah daerah telah menjadi lokasi kegiatan ini, di antaranya Padang, Solok, Dharmasraya, serta Sijunjung. Program ini juga direncanakan terus berlanjut ke berbagai daerah lain di Sumatera Barat selama bulan Ramadan.


Rahmat menyebutkan pendekatan tersebut dipilih agar kegiatan berbagi tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat yang menerima takjil, tetapi juga membantu para pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari penjualan makanan berbuka puasa.


“Selama Ramadan kita sering melihat kegiatan berbagi takjil di jalan. Itu tentu baik, tetapi kami mencoba pendekatan lain, yaitu membeli dagangan pedagang kecil, terutama yang terlihat belum banyak terjual,” kata Rahmat Saleh di Padang, Kamis (5/3/2026).


Ia menjelaskan, tim Sumbar Cerdas turun langsung ke lapangan untuk mencari pedagang secara acak di sejumlah titik keramaian. Cara tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau pedagang kecil yang benar-benar membutuhkan.


Menurut Rahmat, Ramadan menjadi momen penting bagi banyak pelaku usaha mikro untuk meningkatkan pendapatan. Namun, tingginya jumlah pedagang yang berjualan takjil membuat persaingan semakin ketat sehingga tidak semua pedagang memperoleh pembeli yang cukup.


“Kita ingin kegiatan berbagi ini juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Pedagang terbantu karena dagangannya dibeli, sementara masyarakat tetap bisa menikmati takjil untuk berbuka,” ujarnya.


Program #BerbagiTakjil direncanakan terus berjalan sepanjang Ramadan dengan melibatkan relawan serta jaringan komunitas di berbagai daerah. Tujuannya agar kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Sumatera Barat. (**)

 


SUMBARNET - Kereta Api Sembrani di atas gerbong Luxery Class melaju pelan dan pasti kencang di stasiun legend di ujung Pulau Jawa itu, Rabu 5/3-2026.


"Kereta Api berangkat tepat waktu 20.15 Wib, selamat menikmati perjalanan,"ujar Kepala Stasiun Pasar Turi, Rohman melepas tim ekspedisi punggung jawa, Kaje, Atjie, Maskot dan Toaik.


Stasiun Surabaya Pasar Turi sebuah pemberhentian yang punya sejarah panjang Moda kereta api di tanah air.


Beroperasi perdana pada 1910, Stasiun Pasar Turi menjadi simpul penting sabuk perkeretaapian pulau Jawa.


Stasiun ini bukti sejarah rel Utara Jawa, hari Rabu langit Surabaya mendung, habis buka puasa dan dialog tentang stasiun kekinian dengan Kepala Stasiun Rohman, tim ini pun menjadi Pasar Turi sebagai last stasiun untuk kembali ke Gambir lagi.


 "Untuk lebaran 2026, ini Insya Allah, Stasiun Surabaya Pasar Turi siap lahir bathin sambut arus mudik,"ujar Rohman.   


Stasiun Pasar Turi ini, dari data yang ada melayani pemberhentian sebanya 50 kereta api per hari.


Dulu kala peluit jadi penanda bergeraknya lokomotif uap yang meraung memecah pagi, siang dan senja. 


Stasiun Turi berdiri sebagai gerbang barat kota pahlawan. Tidak sekadar bangunan batu dan baja, stasiun ini kata KaJe adalah saksi perjalanan zaman dari kolonialisme, revolusi, hingga modernisasi negeri.


Awal abad 20, Staatsspoorwegen membangun jalur pantai utara Jawa, Turi ini dari mesin pencari Google maupun Chat GPT sudah  menjadi simpul penting yang menghubungkan Batavia, Semarang, hingga Surabaya. 


"Rel-rel baja me

belah utara Jawa, bukan hanya mengangkut gula, tembakau, dan hasil bumi, tetapi juga ide, manusia, dan perubahan.

Surabaya dulu adalah kota pelabuhan kencang geliatnya. Dari arah barat, kereta-kereta datang membawa pedagang, tentara, pegawai pemerintah, dan kaum pergerakan. Di peron Stasiun Pasar Turi, percakapan dalam bahasa Belanda, Jawa, Melayu, dan Tionghoa bercampur dalam riuh rendah zaman kala itu,"ujar Maskot dan Atjie menimpali.


Indonesia merdeka 1945, stasiun Pasar Turi ikut menjadi saksi pergolakan. Malah  rel kereta saat itu tidak lagi sekadar jalur distribusi kolonial, melainkan infrastruktur strategis republik berusia belia. 


Yakin anak bangsa bisa mengoperasikan Moda angkutan ini, kereta api pun  di-nasionalisasi-kan, Kereta Api memasuki babak baru. Stasiun Pasar Turi tetap berdiri, kini dalam genggaman bangsa sendiri.

Memasuki era modern, wajahnya berubah. Lokomotif uap digantikan diesel dan listrik. Tiket kertas berganti digital. 


"Satu yang pasti denyut dan getaran rel bajanya tidak pernah sunyi. Meski potret stasiun telah 180 derajat berubah, dari kesemrawutan, kini sudah tertata apik dan rapi, stasiun ini menjanjikan kenyamanan, senyaman melajunya Sembrani Luxery class,"ujar Toaik.


Peta rute kereta api yang jadikan Turi terminal terakhir bagi kereta-kereta api lintas utara, kereta berangkat lagi secara on time, menuju Jakarta, Cirebon, Semarang, menghubungkan kota-kota besar di jalur paling sibuk Pulau Jawa.


Jika Stasiun Gubeng dikenal sebagai gerbang timur dan selatan, maka the last station Surabaya Pasar Turi adalah nadi barat Surabaya.


"Di sinilah pertemuan sejarah dan masa depan, tempat legenda kaum perindu dan jadi perpisahan, tempat menabur harapan diberangkatkan dan cerita-cerita dipulangkan.

Stasiun Turi tak hanya jejeran rel. Stasiun ini adalah panggung panjang perjalanan Indonesia yang terus bergerak, seirama derak roda baja di atas relnya,"ujar Kaje. (***)



SUMBARNET - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, menggelar kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhlas yang terletak di Jorong Sungai Paku, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (3/3/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari agenda Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, di mana Kapolres bertindak selaku Ketua Tim Safari Ramadan Kabupaten. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus masjid, serta jemaah Masjid Nurul Ikhlas yang telah menantikan momen silaturahmi tersebut.


Safari Ramadan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kepolisian dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan mereka.


Dalam sambutannya, Kapolres Pasaman Barat memperkenalkan diri beserta seluruh anggota tim Safari Ramadan Kabupaten yang turut hadir. Kapolres menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pengurus masjid dan masyarakat setempat.


“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu luar biasa dari tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh jemaah Masjid Nurul Ikhlas. Kehadiran kami di sini adalah untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih erat antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres.


Kapolres menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pasaman Barat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama dan tokoh adat, untuk bersama-sama menjaga keamanan, terlebih di bulan suci Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat.


“Kami Polri tidak bisa menjaga kamtibmas di Pasaman Barat ini sendiri. Kami butuh bantuan para tokoh dan seluruh masyarakat di sini dalam menjaga keamanan, terutama di Bulan Ramadan ini, agar suasana ibadah tetap khusyuk dan kondusif,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa sejumlah dana untuk mendukung percepatan pembangunan Masjid Nurul Ikhlas yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu penyelesaian pembangunan masjid sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam menjalankan ibadah.


Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kekhusyukan. Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustad Amri, yang mengajak seluruh jemaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persatuan dan ketertiban di tengah masyarakat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasaman Barat Yuli Asma, Kabag Hukum Pasaman Barat Indra Syahputra, Staf Kesra Okta Viandi, Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, SH, Camat Kinali yang diwakili oleh Sekcam Sudirman, Sekna Ampek Koto David Fernando, Ketua Bamus, serta para jemaah Masjid Nurul Ikhlas.


Dengan terselenggaranya kegiatan Safari Ramadan yang penuh khidmat ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin harmonis antara aparat Kepolisian dan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Pasaman Barat selama bulan suci Ramadan dan seterusnya. (HumasResPasbar)

 


Solok, — Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau langsung progres preservasi ruas jalan Lubuk Selasih–Surian di kawasan Air Dingin, Kabupaten Solok, Rabu (4/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan perbaikan jalan sekaligus penanganan titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut.


Dalam kunjungan lapangan itu, Zigo Rolanda didampingi Kepala BPJM Sumatera Barat beserta rombongan dan Wakil Bupati Solok bersama jajaran pemerintah daerah.


Tinjau Titik Kritis Jalan


Zigo menjelaskan, ruas jalan Lubuk Selasih–Surian mengalami kerusakan parah sejak 2020. Pemerintah baru memulai pekerjaan perbaikan pada 2025 dengan skema multi years contract hingga 2027.


“Pekerjaan dimulai pada 16 Desember 2025. Kami ingin memastikan progresnya berjalan baik dan sesuai rencana,” kata Zigo saat meninjau lokasi.


Dalam peninjauan tersebut, rombongan memeriksa dua titik krusial. Titik pertama berada di kawasan Pendakian Seroban yang rawan longsor. Titik kedua merupakan bagian badan jalan yang mengalami penurunan struktur dasar.


Zigo mengatakan pihaknya berdiskusi langsung dengan tim teknis di lapangan untuk mencari solusi penanganan yang tepat dan berkelanjutan.


“Kami berdiskusi dengan pihak teknis agar penanganan di titik-titik ini benar-benar tepat sehingga jalan dapat bertahan lama,” ujarnya.


Pembebasan Lahan Jadi Tantangan


Selain persoalan teknis, proyek preservasi jalan tersebut juga menghadapi tantangan pembebasan lahan. Sekitar 140 rumah warga terdampak dalam proses penataan dan perbaikan jalur.


Zigo menyebut pihaknya telah membahas proses appraisal bersama Pemerintah Kabupaten Solok.


“Pada prinsipnya masyarakat mendukung. Kita dorong agar proses administrasi pembebasan lahan segera dituntaskan,” jelasnya.


Perbaikan Fungsional Jelang Mudik


Menjelang arus mudik Lebaran, Zigo juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera melakukan perbaikan fungsional di sejumlah titik.


Perbaikan tersebut terutama pada jalan berlubang dan tikungan sempit yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.


“Kami meminta BPJN melakukan perbaikan fungsional terlebih dahulu agar ruas ini tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat saat mudik,” kata Zigo.


Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya soal membangun fisik jalan, tetapi juga memastikan keselamatan serta konektivitas masyarakat tetap terjaga.


“Semoga seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pengguna jalan,” tutupnya. (***)