Padang, – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa.


Ajakan tersebut disampaikan Muhidi usai menghadiri Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, pimpinan lembaga, aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.




Menurut Muhidi, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila perlu dimaknai sebagai ajang refleksi untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.


“Para pendiri bangsa telah mengorbankan jiwa, raga, dan pemikiran mereka demi lahirnya Indonesia yang merdeka dan bersatu. Tugas kita hari ini adalah memahami, mengamalkan, dan mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhidi.


Ia menilai tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun sikap saling menghargai di tengah masyarakat.




Muhidi menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Menurutnya, kedua nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang berakhlak, toleran, dan menjunjung tinggi kebersamaan.


“Kita membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Dengan semangat itu, seluruh potensi yang kita miliki dapat dimanfaatkan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendorong kemajuan daerah,” katanya.


Muhidi juga mengingatkan pentingnya menghindari sikap diskriminatif dan merasa paling benar. Ia menilai perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat, namun tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.



“Berbeda itu pasti. Yang tidak boleh adalah diskriminasi. Kita wajib bekerja secara benar dan mempertahankan kebenaran, tetapi merasa paling benar justru dapat menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, Muhidi mengapresiasi pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan di Sumatera Barat. Menurutnya, kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan daerah.


“Kehadiran seluruh unsur pemerintahan menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergitas terus terjaga. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan Sumatera Barat,” ujarnya.


Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu bangsa, serta pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. (***)



SUMBARNET - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (DPW REPRO) Provinsi Sumatera Barat, Roni, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Lubuk Kilangan yang berhasil mengungkap dan mengamankan dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di wilayah Lubuk Kilangan, Kota Padang.


Menurut Roni, langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.


"Kami dari DPW REPRO Sumatera Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polsek Lubuk Kilangan yang telah bergerak cepat mengamankan indikasi dugaan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi di wilayah Lubuk Kilangan. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah BBM yang diamankan diperkirakan mencapai lebih kurang 10 ton," ujar Roni, Senin (1/6).


Roni menegaskan bahwa praktik penimbunan BBM bersubsidi sangat merugikan masyarakat, khususnya kelompok yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.


Karena itu, ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut hingga diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawab.


"Kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan serta menyeluruh. Jangan sampai ada pihak lain yang terlibat namun luput dari proses penyelidikan," katanya.


Lebih lanjut, Roni menyatakan bahwa DPW REPRO Sumatera Barat akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus dugaan penumpukan BBM solar bersubsidi tersebut hingga tuntas.


"Kami akan terus mengawal kasus dugaan penumpukan BBM jenis solar bersubsidi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan upaya mendukung penegakan hukum. BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang harus dijaga distribusinya agar tepat sasaran," tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau penimbunan BBM bersubsidi di lingkungan masing-masing.


"Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat. Kami berharap pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi semakin diperketat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," tutup Roni. (**)



SUMBARNET - Tim URC Satreskrim bersama personel Polsek Lubuk Kilangan berhasil mengamankan empat orang laki-laki dewasa yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di kawasan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (1/6) dini hari. 


Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Wildan Al Kautsar setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan berupa penimbunan BBM jenis solar di belakang pertokoan Serba Rp35.000 Bandar Buat. 


Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo melalui Kasi Humas Polresta Padang Ipda Wadhi Nofianto mengatakan informasi dari masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Lubuk Kilangan dengan mendatangi lokasi yang dilaporkan. 


"Setelah menerima informasi dari warga, Kapolsek Lubuk Kilangan bersama personel langsung melakukan pengecekan dan penyelidikan di lokasi yang dimaksud," kata Wadhi. 


Setibanya di kawasan Rimbo Datar, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, petugas mendapati beberapa orang tengah memindahkan BBM jenis Biosolar dari sebuah mobil boks ke kendaraan tangki. 


Melihat aktivitas tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan para terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. 


Empat orang yang diamankan masing-masing berinisial M (67), A (53), YP (40), dan F (36). Selanjutnya para terduga pelaku dibawa ke Mapolsek Lubuk Kilangan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. 


Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil tangki Mitsubishi Colt Diesel warna biru kombinasi putih nomor polisi BN 8856 QB yang berisi BBM jenis Biosolar, satu unit mobil boks Isuzu Traga warna putih nomor polisi BA 8580 AAB, tiga unit tedmon berkapasitas satu ton berisi Biosolar, serta satu unit mesin penyedot berikut selang yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM. 


"Dari hasil penyelidikan awal diketahui BBM yang diduga ditimbun tersebut merupakan milik PT Pertamina. Akibat peristiwa tersebut diperkirakan timbul kerugian material sekitar Rp100 juta," ujarnya. (**)



Pasaman Barat – Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (1/6/2026).


Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.


Kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh komponen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya kegiatan seremonial semata, namun menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.


“Pancasila merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Menurutnya, keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama dengan semangat gotong royong dan toleransi.


“Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, kami mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk terus memperkuat rasa persaudaraan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.


Kapolres juga menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan guna mendukung pembangunan daerah.


“Harapan kami, nilai-nilai Pancasila semakin tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam persatuan bangsa. Dengan semangat Pancasila, mari kita bersama-sama membangun Pasaman Barat yang aman, maju, dan sejahtera,” tutup AKBP Agung Tribawanto.


Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Pasaman Barat berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan masyarakat. (**)

 


Padang, – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia.


Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat diharapkan mampu menjaga kerukunan, persaudaraan, serta memperkokoh rasa cinta tanah air.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


"Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi landasan dalam membangun kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq.


Ia juga menegaskan bahwa semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.


Maksud dan Tujuan Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 memiliki beberapa maksud dan tujuan, antara lain:

Meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara.


Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


Menumbuhkan semangat toleransi, gotong royong, dan kebhinekaan dalam kehidupan sosial.


Memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air di tengah perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi.


Mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.


Harapan Dirlantas Polda Sumbar


Melalui momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2026, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq berharap seluruh masyarakat Sumatera Barat dapat terus menjaga kerukunan dan mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan yang ada.


"Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kebhinekaan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Dengan persatuan dan kebersamaan, kita dapat mewujudkan Indonesia yang maju, aman, damai, dan sejahtera," harapnya.


Sebagai penutup, Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengobarkan semangat kebhinekaan, menjaga persatuan, dan mempererat persaudaraan sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


"Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju." (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.M., M.Tr.A.P, menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meneguhkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Mengusung tema semangat “Bhinneka Tunggal Ika”, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki bangsa.


Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang telah mempersatukan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan hingga saat ini.


Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


“Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Keberagaman yang kita miliki merupakan kekuatan besar yang harus dijaga dan dirawat sebagai modal utama dalam membangun bangsa yang maju, aman, dan harmonis,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Menurutnya, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin kompleks menuntut seluruh elemen masyarakat untuk terus menjunjung tinggi sikap toleransi, saling menghormati, serta mengedepankan persatuan di atas segala perbedaan.


“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan bangsa yang harus menjadi perekat persatuan. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kita dapat menciptakan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.


Maksud dan Tujuan Peringatan Hari Lahir Pancasila


Kabid Humas Polda Sumbar menjelaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan bangsa.


“Maksud dan tujuan peringatan Hari Lahir Pancasila adalah mengingatkan kembali seluruh masyarakat bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus diterapkan dalam setiap tindakan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelasnya.


Harapan untuk Masyarakat Indonesia


Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Susmelawati Rosya berharap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Barat, dapat terus menjaga persatuan, mempererat tali persaudaraan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, serta kondusif.


“Saya berharap semangat Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini semakin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Mari kita jadikan Pancasila sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, sehingga Indonesia tetap kokoh, harmonis, toleran, dan berkeadilan. Bersatu dalam keberagaman, kuat dalam persatuan,” harapnya.


Di akhir pernyataannya, Kabid Humas Polda Sumbar mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia dan mengajak semua pihak untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, aman, dan sejahtera.


“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Bersatu dalam Keberagaman, Kuat dalam Persatuan.” tutup Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.M., M.Tr.A.P. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat mengumumkan penutupan sementara seluruh layanan administrasi kendaraan dan pengemudi selama satu hari.


Pelayanan yang diliburkan meliputi pelayanan BPKB, SIM, Samsat, serta layanan tilang di seluruh wilayah Sumatera Barat. Kebijakan tersebut diberlakukan pada Senin, 1 Juni 2026, dan pelayanan akan kembali dibuka seperti biasa pada Selasa, 2 Juni 2026.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar melalui pengumuman resminya menyampaikan bahwa kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan peringatan Hari Lahir Pancasila yang menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia.


Masyarakat yang memiliki kebutuhan pembayaran pajak kendaraan tahunan tetap dapat melakukan transaksi secara daring melalui aplikasi SIGNAL, sehingga pelayanan pembayaran tetap dapat diakses tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.


Selain itu, Ditlantas Polda Sumbar juga memberikan dispensasi kepada masyarakat yang masa berlaku SIM atau jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan berakhir pada 1 Juni 2026. Pemilik kendaraan maupun pemegang SIM dapat melakukan pembayaran atau perpanjangan pada 2 Juni 2026 di kantor Samsat maupun Satpas SIM terdekat tanpa dikenakan sanksi administratif maupun kewajiban penerbitan SIM baru.


Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal pasca-libur nasional.


Ditlantas Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal pengurusan administrasi kendaraan lebih awal guna menghindari antrean saat pelayanan kembali dibuka. (**)



SUMBARNET - Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Firma Ragnius Ketua Bidang Antar Lembaga DPW Repro Provinsi Sumbar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang mampu menyatukan keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan yang ada di Indonesia.


"Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap sila Pancasila," kata Firma Ragnius, pada Senen (1/6/2026).


Pria yang akrab disapa Ad Firma itu menyampaikan, ditengah berbagai tantangan zaman, Pancasila harus tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi refleksi bersama dalam membangun karakter bangsa yang berintegritas, toleran, dan memiliki semangat gotong royong.


Ad Firma juga menyoroti pentingnya peran media dalam menjaga persatuan bangsa melalui penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif.


"Media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus mampu memperkuat persatuan, meningkatkan literasi, serta menangkal berbagai bentuk hoaks dan informasi yang dapat memecah belah masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, ia mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat semangat kebhinekaan.


"Organisasi masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," tambahnya.


Ad Firma menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, media, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya merupakan implementasi nyata dari semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama Pancasila.


Firma menambahkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Maksud dari peringatan ini adalah untuk memperkuat rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda agar tetap menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman dan tantangan global," ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia berharap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Barat dan Kota Padang, dapat terus menjaga persaudaraan, toleransi, serta semangat kebersamaan.


"Saya berharap Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mempererat persatuan bangsa. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita dapat mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan bermartabat," tutup Ad Firma. (**)



SUMBARNET - Persepsi negatif pascabencana masih menjadi tantangan terbesar bagi pariwisata Sumatera Barat. Kondisi ini terungkap dalam Talkshow Potensi Pariwisata Sumbar Pascabencana yang berlangsung pada Batigo Fest di Kupi Batigo, Padang, Minggu (31/5/2026).


Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, dr. Lila Yanwar, menegaskan kerusakan fisik bukan satu-satunya dampak bencana. Menurutnya, persepsi publik sering bertahan lebih lama dibanding kondisi sebenarnya di lapangan.


"Bencananya sudah selesai, tetapi persepsi masyarakat masih tertinggal. Banyak orang menganggap daerah terdampak masih belum aman dikunjungi," kata Lila.


Ia menjelaskan banyak destinasi wisata Sumbar tetap beroperasi normal. Selain itu, sejumlah jalur wisata masih menyajikan panorama alam yang menarik.


Wisatawan masih dapat menikmati keindahan Lembah Anai. Mereka juga bisa menikmati panorama Sitinjau Lauik hingga kawasan Solok yang terkenal dengan bentang alamnya.


Narasi Positif Jadi Kunci


Lila menilai narasi positif harus menjadi strategi utama pemulihan pariwisata. Menurutnya, promosi destinasi tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur.


"Kita harus membangun storytelling yang positif. Sumatera Barat memiliki alam luar biasa, tetapi belum selalu didukung narasi yang tepat," ujarnya.


Ia juga mendorong penerapan konsep build back better. Konsep tersebut memungkinkan kawasan terdampak dibangun kembali dengan kualitas yang lebih baik.


Selain itu, pemerintah terus menjalankan program rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak.


Zuhrizul Ingatkan Bahaya Bencana Peradaban


Ketua TP2DEWI Sumbar, M. Zuhrizul, mengingatkan ancaman lain yang dinilainya lebih berbahaya dibanding bencana alam.


Ia menyebut ancaman tersebut sebagai "bencana peradaban".


"Bencana peradaban terjadi ketika adab masyarakat mulai memudar. Itu bencana sesungguhnya bagi Sumatera Barat," katanya.


Zuhrizul menyoroti masih adanya perilaku membuang sampah sembarangan di kawasan wisata. Menurutnya, tindakan tersebut merusak citra pariwisata dan bertentangan dengan nilai budaya Minangkabau.


Ia mengajak seluruh pelaku wisata menjaga lingkungan, pelayanan, dan etika dalam mengelola destinasi.


Literasi Kebencanaan Harus Diperkuat


Direktur Eksekutif BPPD Sumbar, Yulviadi Adek, menilai masyarakat perlu memahami realitas hidup berdampingan dengan bencana.


Menurutnya, kondisi geografis Sumbar tidak boleh menghambat aktivitas ekonomi maupun pariwisata.


"Kita harus beradaptasi dan hidup berdampingan dengan bencana. Yang perlu diperkuat adalah literasi kebencanaan," ujarnya.


Ia menilai edukasi kebencanaan berbasis adat dan kearifan lokal perlu diperluas kepada generasi muda.


Pariwisata Tangguh dan Berkelanjutan


Pemerhati pariwisata sekaligus ahli geologi, Ade Edward, menilai persepsi negatif menjadi hambatan utama kebangkitan wisata Sumbar.


"Bencana alam bisa selesai dalam hitungan bulan. Namun persepsi negatif bisa bertahan jauh lebih lama," katanya.


Ade menegaskan pembangunan pariwisata harus memperhatikan mitigasi bencana, tata ruang, dan kelestarian lingkungan.


Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun konsep resilient tourism atau pariwisata tangguh. Dengan langkah tersebut, Sumbar dapat menjadi destinasi wisata aman, berkelanjutan, dan siap menghadapi berbagai tantangan.


Talkshow ini menghasilkan satu kesimpulan penting. Kebangkitan pariwisata Sumbar tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada narasi positif, literasi kebencanaan, dan penguatan karakter masyarakat. (***)

 


SUMBARNET - Ketua DPW Repro Provinsi Sumatera Barat, Roni, menyampaikan ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia.


Dalam momentum peringatan yang mengusung semangat persatuan dan kebangsaan tersebut, Roni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Menurut Roni, Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.


"Atas nama pribadi dan keluarga besar DPW Repro Provinsi Sumatera Barat, saya mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026. Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia yang harus terus dijaga, dipahami, dan diamalkan oleh seluruh masyarakat," ujar Roni dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).


Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi yang semakin pesat.


Roni menjelaskan bahwa tujuan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana untuk mengingat kembali pentingnya nilai gotong royong, toleransi, keadilan, dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, kita diingatkan kembali untuk memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga kerukunan antar sesama, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaulat," katanya.


Lebih lanjut, Roni berharap generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di era modern saat ini.


Menurutnya, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi harus disikapi dengan tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa.


"Saya berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak. Dengan semangat Pancasila, kita dapat menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera," harapnya.


Menutup pernyataannya, Roni mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Marilah kita jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai momentum untuk memperkokoh persatuan, mempererat kebersamaan, dan memperkuat semangat gotong royong demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya. (AdF)