PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Padang yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (15/6/2026).


Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang Muharlion tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait pengelolaan keuangan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan.


Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye dan Jufri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kota Padang, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.


Agenda rapat paripurna meliputi penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2025.


Selain itu, rapat juga membahas penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026, serta perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan sejumlah penyesuaian yang dilakukan Pemerintah Kota Padang terhadap struktur APBD Tahun Anggaran 2026.


Menurutnya, perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan daerah sekaligus mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang tersedia.


Fadly menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada rancangan perubahan APBD 2026 meningkat menjadi Rp1,03 triliun dari sebelumnya Rp1,02 triliun pada APBD awal tahun 2026.


Sementara itu, pendapatan transfer mengalami kenaikan cukup signifikan menjadi Rp2,02 triliun dibandingkan sebelumnya sebesar Rp1,53 triliun.


“Dengan adanya perubahan anggaran tersebut, maka total pendapatan daerah bertambah sebanyak Rp502,73 miliar atau 19,67 persen dari anggaran semula Rp2,55 triliun menjadi Rp3,05 triliun,” ujar Fadly Amran dalam rapat paripurna.


Peningkatan pendapatan tersebut, lanjutnya, menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Padang untuk melakukan berbagai penyesuaian pada sektor belanja daerah guna mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik yang lebih optimal.


Pada sisi belanja daerah, Pemerintah Kota Padang mengalokasikan belanja operasi sebesar Rp2,66 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan APBD awal Tahun Anggaran 2026 yang sebesar Rp2,46 triliun.


Selain itu, belanja modal juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi Rp518,61 miliar dari sebelumnya Rp220,93 miliar.


Kenaikan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana-prasarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.


Sementara itu, belanja tidak terduga meningkat menjadi Rp14,77 miliar dari sebelumnya Rp8,31 miliar. Sedangkan belanja transfer yang pada APBD awal 2026 belum dialokasikan, kini dianggarkan sebesar Rp5 miliar.


“Dengan demikian, total belanja daerah bertambah sebesar Rp507,41 miliar atau 18,71 persen dari anggaran semula Rp2,69 triliun menjadi Rp3,20 triliun,” jelas Fadly.


Menurutnya, seluruh perubahan tersebut telah disusun dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, efektivitas penggunaan anggaran, serta keseimbangan fiskal daerah.


“Dengan metode tersebut postur rancangan perubahan PPAS APBD Kota Padang TA 2026 tetap berimbang,” tambahnya.


Fadly Amran menegaskan bahwa perubahan struktur anggaran tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Penyesuaian anggaran juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang berkembang sepanjang tahun berjalan.


Selain membahas perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, rapat paripurna juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Padang atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama ini.


Fadly Amran mengucapkan terima kasih atas persetujuan DPRD terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.


Menurutnya, dukungan legislatif menjadi faktor penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.


Ia juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Pemerintah Kota Padang yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.


“Alhamdulillah, Kota Padang kembali meraih opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sumbar untuk ke-13 kalinya, atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah TA 2025,” ungkapnya.


Menurut Fadly, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 13 kali berturut-turut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai pihak yang terus berkomitmen mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Padang dan DPRD Kota Padang dapat terus diperkuat demi mendukung pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Rapat paripurna berlangsung dalam suasana konstruktif dengan berbagai pandangan dan masukan dari fraksi-fraksi DPRD yang nantinya akan menjadi bahan penyempurnaan terhadap dokumen perubahan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026.


Hasil pembahasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang ke depan. (**)

 


PADANG – Sebanyak 2.530 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi mengikuti pembekalan dan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Senin (15/6/2026).


Kegiatan yang menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa terjun ke tengah masyarakat tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, Wali Kota Padang Fadly Amran, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Firdaus, unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua Senat UIN Imam Bonjol Padang, para Wakil Rektor, dekan, direktur pascasarjana, serta seluruh civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang.


Pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN tersebut dibuka secara resmi oleh Muhaimin Iskandar yang sekaligus memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa peserta KKN.


Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai inovasi dan solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa.


Menurut Muhaimin, program KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sebuah laboratorium kehidupan yang mempertemukan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas sosial yang ada di tengah masyarakat.


“Manfaatkan KKN ini dengan sungguh-sungguh sebagai ruang melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan bangsa. Saya berharap UIN-IB Padang menjadi salah satu motor lahirnya pemikiran-pemikiran besar untuk masa depan Indonesia,” ujar Muhaimin Iskandar di hadapan para mahasiswa.


Ia menegaskan bahwa pengalaman yang diperoleh selama menjalani KKN akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam membangun kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung.


Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada UIN Imam Bonjol Padang yang selama ini terus berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa sekaligus berperan aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata.


Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat memiliki potensi besar dalam membantu percepatan pembangunan daerah, terutama melalui transfer pengetahuan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.


“Kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa di tengah masyarakat dapat memberikan dampak nyata. Semoga ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan dapat diimplementasikan secara baik,” ujar Fadly Amran.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran juga memperkenalkan salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau. Program tersebut merupakan bagian dari sembilan program unggulan Pemko Padang yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi rumah ibadah sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, serta pengembangan karakter generasi muda.


Menurutnya, Smart Surau tidak hanya berfokus pada aktivitas keagamaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan literasi digital bagi anak-anak dan remaja.


“Smart Surau memiliki sejumlah aktivasi yang menyasar pembentukan karakter anak dan remaja, seperti Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi Rumah Tahfidz, hingga penyediaan ruang belajar digital di masjid yang dilengkapi akses WiFi gratis. Kami berharap adik-adik mahasiswa KKN UIN-IB Padang ikut mendukung kesuksesan program ini ketika hadir di tengah masyarakat,” katanya.


Fadly menilai mahasiswa memiliki posisi strategis untuk membantu menyosialisasikan dan mengimplementasikan berbagai program pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta KKN untuk berkolaborasi dalam mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kota Padang.


Selain Smart Surau, mahasiswa juga diajak berpartisipasi dalam mendukung gerakan Padang Rancak yang berfokus pada peningkatan kebersihan kota dengan target menjadikan Padang sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia.


Tak hanya itu, mahasiswa juga diharapkan turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Kota Padang sebagai Kota Kreatif Gastronomi Dunia yang diakui UNESCO.


Fadly Amran juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung pengembangan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, khususnya terkait aksesibilitas menuju kawasan kampus.


“Pemko Padang siap mendukung aksesibilitas Kampus III UIN-IB Padang melalui penyediaan delapan unit feeder bus, sekaligus upaya pelebaran jalan menuju kawasan kampus kepada pemerintah pusat,” ungkapnya.


Menurut Fadly, peningkatan sarana transportasi dan infrastruktur menuju kawasan kampus menjadi langkah penting dalam menunjang aktivitas pendidikan dan meningkatkan kenyamanan mahasiswa maupun civitas akademika.


Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Periode ke-52 tahun ini mengangkat tema “An-Nahl Berdampak: Berdaya, Tangguh dan Berbudaya.”


Tema tersebut dipilih sebagai refleksi semangat mahasiswa untuk hadir sebagai agen pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan perubahan positif, memperkuat ketahanan sosial, serta menjaga nilai-nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.


Martin mengungkapkan bahwa sebanyak 2.530 mahasiswa dari berbagai fakultas akan diterjunkan ke sejumlah daerah di Sumatera Barat maupun luar provinsi untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.


Program KKN tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 20 Juli hingga 19 Agustus 2026. Selama masa pengabdian, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah penempatan.


Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama masa perkuliahan dalam bentuk program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Melalui pembekalan dan pelepasan ini, ribuan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang diharapkan siap menjalankan pengabdian secara maksimal, menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat, serta membawa semangat perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. (**)

 



PADANG – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas perekonomian di kawasan Pasar Raya Padang Fase VII menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Peningkatan jumlah pengunjung yang datang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan momentum tahun ajaran baru menjadi salah satu periode penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII.


Menurutnya, Pasar Raya Fase VII saat ini telah menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat secara lengkap, mulai dari pakaian, perlengkapan ibadah, alat tulis kantor, hingga beragam perlengkapan sekolah yang dibutuhkan siswa dan orang tua menjelang masuk sekolah.


“Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Sama-sama kita ketahui di Fase VII bukan hanya sekadar pakaian, bukan hanya sekadar mukena atau alat tulis saja, tapi juga perlengkapan-perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita juga tersedia di Pasar Raya Fase VII. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” ujar Fizlan di Padang, Minggu (14/6/2026).


Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru menjadi kesempatan bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan.


Kehadiran masyarakat yang mencari berbagai perlengkapan sekolah diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap aktivitas perdagangan di kawasan pasar.


Selain memaksimalkan potensi transaksi yang terjadi di Pasar Raya Fase VII, Dinas Perdagangan Kota Padang juga terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.


Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, mulai dari sektor perbankan hingga perusahaan transportasi berbasis aplikasi.


Fizlan mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mematangkan koordinasi dengan sejumlah pihak guna menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih dinamis dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berbelanja.


“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita,” katanya.


Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program promosi, kemudahan transaksi non-tunai, hingga layanan transportasi yang mempermudah akses masyarakat menuju pusat perdagangan.


Dengan demikian, aktivitas ekonomi di Pasar Raya Padang dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pedagang maupun konsumen.


Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang juga mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang biasanya terjadi ketika aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat meningkat.


Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pelaksanaan operasi pasar secara berkala.


Program tersebut akan difokuskan pada penyediaan sejumlah komoditas penting yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti beras, minyak goreng, dan cabai.


Kehadiran operasi pasar diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan gejolak harga agar tetap berada pada tingkat yang wajar.


Tidak hanya fokus pada peningkatan transaksi dan pengendalian harga, Pemerintah Kota Padang juga berkomitmen mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pasar.


Sebagai bentuk dukungan terhadap revitalisasi Pasar Raya Padang, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk melakukan perbaikan berbagai fasilitas umum yang menunjang kenyamanan pengunjung dan pedagang.


Program revitalisasi tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang. Perbaikan infrastruktur pasar diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata, aman, nyaman, dan modern sehingga dapat meningkatkan daya tarik Pasar Raya sebagai pusat perdagangan utama di Kota Padang.


Dengan berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari penguatan kolaborasi dengan sektor swasta, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga revitalisasi infrastruktur pasar, Pemerintah Kota Padang optimistis geliat ekonomi di Pasar Raya Fase VII akan terus meningkat.


Momentum tahun ajaran baru pun diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para pedagang dan masyarakat Kota Padang secara keseluruhan. (**)

 


Jakarta - Partai Demokrat mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, sejuk, dan produktif di ruang publik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam diskursus politik dan kebangsaan.


Dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat, kritik terhadap pemerintah, maupun ekspresi dukungan terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar dan dijamin oleh konstitusi. Kebebasan berpendapat adalah bagian penting dari demokrasi yang harus terus dijaga.


Namun demikian, kebebasan tersebut juga perlu diiringi dengan tanggung jawab dan etika. Ruang publik akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat apabila diisi dengan pertukaran gagasan, argumentasi yang sehat, data yang akurat, serta solusi yang konstruktif bagi berbagai persoalan bangsa.


Partai Demokrat berpandangan bahwa perbedaan pilihan politik tidak seharusnya berkembang menjadi saling merendahkan, saling menghina, atau memperuncing polarisasi di tengah masyarakat. Bangsa Indonesia memiliki tradisi musyawarah, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat persatuan yang perlu terus dirawat bersama.


Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, perhatian dan energi publik semestinya lebih banyak diarahkan pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta menjaga persatuan dan stabilitas nasional.


Karena itu, Partai Demokrat mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh politik, pegiat media sosial, dan seluruh warga negara untuk bersama-sama menjaga kualitas komunikasi publik dengan mengedepankan etika, penghormatan terhadap perbedaan, dan semangat mencari solusi.


Demokrasi akan semakin kuat apabila perbedaan pandangan disampaikan secara dewasa, beradab, dan bertanggung jawab. Persatuan bangsa harus senantiasa menjadi kepentingan yang lebih besar daripada perbedaan yang ada.


DEWAN PIMPINAN PUSAT

PARTAI DEMOKRAT


Jakarta, 14 Juni 2026


SP-111/DPP/DEMOKRAT/VI/2026


Narahubung:

*Herzaky Mahendra Putra*

*Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara*

*DPP Partai Demokrat*

*08111070090*



SUMBARNET - Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), personel Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Sumbar 4 melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.


Kegiatan yang dikemas dalam program “Polantas Menyapa” tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.


Petugas tampak melakukan pengaturan kendaraan pada ruas jalan yang memiliki penyempitan jalur dan berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang beraktivitas.


Kasat PJR Sumbar menegaskan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas merupakan bagian dari tugas rutin yang terus ditingkatkan, terutama pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Dengan adanya pengawasan serta pengaturan langsung dari petugas, diharapkan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan tertib.


Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, personel juga mengingatkan para pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan sesuai kondisi jalan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.


Melalui program Polantas Menyapa, Ditlantas Polda Sumbar terus berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang aman dan berbudaya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan edukasi serta menjadi solusi cepat terhadap berbagai permasalahan lalu lintas yang terjadi di jalan raya.


Ditlantas Polda Sumbar mengimbau seluruh masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghormati sesama pengguna jalan demi terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.


“Polantas Hadir untuk Masyarakat. Tertib di Jalan, Utamakan Keselamatan, dan Patuhi Rambu Lalu Lintas.” (**)

  


Padang – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat semangat dalam berbuat kebaikan.


Melalui ucapan resmi yang disampaikan oleh Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., Ditlantas Polda Sumbar menyampaikan harapan agar Tahun Baru Islam menjadi awal yang baik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.


Dalam pesan yang disampaikan, Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum 1 Muharram sebagai sarana memperkuat iman, meningkatkan amal ibadah, serta mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.


“Marilah kita jadikan momentum ini sebagai awal untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. Semoga setiap langkah kita di tahun ini selalu dalam lindungan dan ridha Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan dalam peringatan Tahun Baru Islam tersebut.


Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan bahwa nilai-nilai hijrah yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam hendaknya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri maupun masyarakat untuk terus berbenah, meningkatkan kedisiplinan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.


Selain sebagai momentum spiritual, peringatan Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis.


Ditlantas Polda Sumbar berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.


Dengan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, Ditlantas Polda Sumbar mengucapkan Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, seraya mengajak untuk terus menebar kebaikan, memperkuat persatuan, dan menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (**)

 


SUMBARNET - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah wilayah Sumatera kian menjadi sorotan. Kondisi ini terlihat dari panjangnya antrean truk dan bus di berbagai SPBU yang tersebar di Sumatera Selatan hingga Lampung dalam beberapa hari terakhir.


Dampak kelangkaan tersebut juga dirasakan langsung oleh para pengguna transportasi darat lintas Sumatera. Salah satunya Anto, penumpang bus jurusan Padang–Jakarta yang mengaku perjalanannya terkendala akibat sulitnya mendapatkan solar.


"Benar, bus saya menuju Jakarta dari Padang. Sangat susah mencari solar. Sudah panjang antre, lalu tiba-tiba habis," ujar Anto, Senin (15/6/2026).


Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menghambat perjalanan kendaraan umum dan angkutan barang, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat apabila tidak segera ditangani.


"Jangan dibiarkan. Mari pemerintah segera mencarikan solusinya, jangan sampai ini membuat gaduh dan kepanikan di tengah masyarakat," kata Anto.


Kelangkaan solar yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera disebut telah menyebabkan antrean kendaraan mengular di beberapa SPBU. Para sopir angkutan logistik maupun transportasi umum berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat tidak terganggu.


Masyarakat pun meminta pemerintah bersama pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan ketersediaan solar, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian dan pelayanan transportasi. (***)



SUMBARNET - Prajurit jajaran Kodam XX/TIB beserta masyarakat menggelar nonton Bareng (Nobar), piala dunia yang mempertemukan Korea dan Czeck. Nobar diselenggarakan diseluruh jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Jumat (12/6/2026).


Pertandingan yang dimenangkan oleh Korea dengan skor (2-1) ini menjadi tontonan yang menarik, sorak-sorai prajurit dan masyarakat menghiasi jalannya pertandingan. Kodam XX/TIB menggelar nobar diseluruh jajarannya termasuk Korem 032/Wbr, Balakdam, Kodim hingga tingkat Koramil.


Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara Kementerian Pertahanan, TNI,  TVRI serta masyarakat.


Kapendam XX/ TIB, Taufik, menatakan, kegiatan ini, dalam rangka membangun semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kebersamaan melalui momentum perhelatan sepak bola dunia. 


"Kegiatan ini menjadi sarana hiburan dan kebersamaan bagi prajurit dan masyarakat," katanya. 


Disebutkan, nobar kebangsaan ini juga diharapkan, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disekitar lokasi.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI yang meliputi Komando Daerah Militer (Kodam), Komando Armada (Koarmada), Komando Daerah TNI AL (Kodaeral), Komando Daerah TNI AU (Kodau), Komando Resor Militer (Korem), Komando Distrik Militer (Kodim), Pangkalan TNI AL (Lanal), Pangkalan TNI AU (Lanud), Komando Rayon Militer (Koramil), dan Pos TNI AL. (**)



DHARMASRAYA – Kegiatan Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026 yang diselenggarakan Polres Dharmasraya dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara berlangsung sukses dan meriah di kawasan ikonik Jembatan Kabel Sungai Dareh, Minggu (14/6/2026). 


Event olahraga yang diikuti ratusan pelari dari berbagai daerah di Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sejumlah wilayah lainnya tersebut menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari yang kini semakin diminati.


Sejak pagi hari, kawasan Jembatan Kabel Sungai Dareh telah dipadati peserta yang datang bersama keluarga, komunitas lari, maupun rekan-rekan sesama atlet.


Semangat para peserta terlihat sejak registrasi hingga pelepasan peserta yang dilakukan secara resmi oleh jajaran Polres Dharmasraya.


Ratusan pelari tampak antusias mengikuti rute yang telah disiapkan panitia. Selain menghadirkan kompetisi yang sehat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas lari dari berbagai daerah yang berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.


Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, mengatakan bahwa Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026 merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat melalui kegiatan olahraga yang positif, sehat, dan bermanfaat.


Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


"Melalui kegiatan Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026 ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membudayakan hidup sehat melalui olahraga.


Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta membangun hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan masyarakat," ujar AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro.


Kapolres menjelaskan bahwa tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi sarana pemersatu yang melampaui batas wilayah, profesi, maupun latar belakang sosial.


Menurutnya, kehadiran para pelari dari berbagai kabupaten dan provinsi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Dharmasraya sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.


"Kami sangat mengapresiasi kehadiran para runner dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa semangat olahraga dapat menyatukan masyarakat dalam suasana yang penuh persahabatan, sportivitas, dan rasa saling menghargai. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi agenda yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya," katanya.


Selain perlombaan lari, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan yang menambah semarak suasana. Penampilan artis dan entertainer Joddy Dytitama berhasil menghibur para peserta dan pengunjung yang memadati lokasi acara.


Tak hanya itu, penampilan live music dari grup Mine Music turut menyuguhkan berbagai lagu yang membuat suasana semakin meriah hingga akhir kegiatan.


Kehadiran hiburan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sehingga peserta tidak hanya menikmati kompetisi olahraga, tetapi juga merasakan suasana festival yang penuh kegembiraan dan kebersamaan.


Kapolres Dharmasraya menegaskan bahwa kegiatan olahraga seperti ini memiliki dampak yang luas bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun promosi daerah.


Menurutnya, penyelenggaraan event berskala regional mampu memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya kepada para peserta yang datang dari luar daerah.


"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi daerah. Para peserta yang datang tentu dapat melihat secara langsung keindahan dan potensi Kabupaten Dharmasraya, termasuk kawasan Jembatan Kabel Sungai Dareh yang menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat. Dengan semakin banyak kegiatan positif yang dilaksanakan, diharapkan akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan daerah," ungkapnya.


Lebih lanjut, AKBP Kartyana berharap Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan olahraga dan menjauhi berbagai aktivitas negatif yang dapat merugikan masa depan mereka.


"Kami ingin generasi muda menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Dengan berolahraga, kesehatan akan terjaga, prestasi dapat diraih, dan karakter positif seperti disiplin, kerja keras, serta sportivitas akan tumbuh dengan baik. Ini merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing," jelasnya.


Ia juga berharap event ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah pada berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.


"Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerahnya. Kompetisi seperti ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman para pelari dalam menghadapi event yang lebih besar di masa mendatang," tambahnya.


Kesuksesan pelaksanaan Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dukungan masyarakat, komunitas olahraga, pemerintah daerah, sponsor, serta seluruh panitia menjadi faktor penting yang membuat kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Di penghujung acara, Kapolres Dharmasraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


"Atas nama Polres Dharmasraya, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, sponsor, komunitas lari, serta masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Semoga semangat kebersamaan, kesehatan, dan sportivitas yang terbangun hari ini dapat terus kita pelihara demi kemajuan bersama," tutup AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro.


Dengan suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026, Kabupaten Dharmasraya kembali menunjukkan kemampuannya sebagai tuan rumah event olahraga yang mampu menghadirkan semangat persatuan, kesehatan, dan kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai daerah. (**)



DHARMASRAYA – Ajang Road to Police Women Run 2026 yang digelar di kawasan Jembatan Kabel Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (14/6/2026) pagi, berlangsung meriah dan sukses menarik ratusan peserta dari berbagai daerah.


Kegiatan olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian menuju event utama Police Women Run 2026 tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran masyarakat, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan serta menjaring bibit-bibit atlet lari potensial.


Antusiasme peserta terlihat sejak dini hari. Ratusan pelari dari berbagai daerah di Sumatera Barat, Jambi, hingga Riau memadati area start untuk mengikuti perlombaan.


Cuaca yang cerah serta panorama kawasan Jembatan Kabel Sungai Dareh turut menambah semangat para peserta dalam menaklukkan rute yang telah disiapkan panitia.


Pada ajang tersebut, kontingen pelari dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berhasil mencuri perhatian publik. Para atlet asal Negeri Lancang Kuning itu tampil dominan dan sukses menyapu bersih podium juara baik pada kategori putra maupun putri.


Hasil tersebut menjadi bukti kualitas dan kesiapan atlet-atlet Riau yang menjadikan Road to Police Women Run 2026 sebagai ajang pemanasan sekaligus evaluasi kemampuan menjelang kompetisi yang lebih besar.


Keberhasilan para pelari dari luar Sumatera Barat itu menjadi catatan menarik di tengah tingginya semangat kompetisi yang diperlihatkan peserta lokal dari Dharmasraya, kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat, serta peserta dari Provinsi Jambi.


Meski persaingan berlangsung ketat, seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan.


Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan memeriahkan acara.


Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini memiliki nilai positif yang sangat besar, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun dalam mempererat hubungan antardaerah.


"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam Road to Police Women Run 2026 di Kabupaten Dharmasraya. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi pemersatu yang mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujar AKBP Kartyana.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang positif, sehat, dan edukatif.


Selain itu, event ini juga menjadi sarana membangun budaya hidup sehat serta meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga lari.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat, aktif berolahraga, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Di samping itu, event ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah serta mendorong tumbuhnya semangat kompetisi yang sehat," katanya.


Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Road to Police Women Run 2026 bukan semata-mata ajang perlombaan, melainkan wadah untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.


"Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir atlet-atlet lari berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah masing-masing. Kompetisi seperti ini menjadi ruang yang baik untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membangun mental juara bagi para atlet," tambahnya.


AKBP Kartyana juga mengapresiasi semangat para pelari dari luar daerah yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti perlombaan di Dharmasraya. Menurutnya, kehadiran peserta lintas provinsi memberikan warna tersendiri dan meningkatkan kualitas persaingan dalam kompetisi.


"Partisipasi peserta dari Riau, Jambi, dan berbagai daerah lainnya menjadi bukti bahwa Dharmasraya mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga yang berskala lebih luas. Kami berharap ke depan semakin banyak peserta yang datang sehingga event ini dapat berkembang menjadi agenda olahraga yang dinantikan setiap tahun," ujarnya.


Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap promosi daerah. Ratusan peserta dan pendamping yang hadir berkesempatan menikmati berbagai destinasi dan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya, termasuk ikon Jembatan Kabel Sungai Dareh yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.


Menutup kegiatan, Kapolres Dharmasraya berharap semangat kebersamaan, sportivitas, dan gaya hidup sehat yang terbangun selama perlombaan dapat terus dipertahankan.


"Kami berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman yang baik dari Dharmasraya. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarmasyarakat, meningkatkan kecintaan terhadap olahraga, serta menjadi langkah awal menuju suksesnya penyelenggaraan Police Women Run 2026 pada September mendatang," tutup AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro.


Ajang Road to Police Women Run 2026 pun berakhir dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi sarana membangun kesehatan, persatuan, serta prestasi, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. (**)