Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah yang digelar di halaman Kantor Camat Koto Tangah, Jumat (17/4/2026).


Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, alim ulama, serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan rangkaian acara pembukaan.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan yang dinilai mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat.


“MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah ini merupakan salah satu yang sukses dengan berbagai gebyarnya. Ini menjadi cerminan bagaimana panitia di bawah kepemimpinan Pak Camat bersama KUA mampu menggerakkan seluruh potensi, sehingga pembukaan ini berlangsung dengan penuh kemeriahan,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MTQ harus menjadi momentum untuk memotivasi generasi muda agar lebih giat dalam mempelajari Al-Qur’an, sejalan dengan program peningkatan kualitas pendidikan keagamaan seperti penguatan TPQ menjadi TQA serta MDTA ke MDTW.


“MTQ ini kita harapkan menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk lebih semangat belajar Al-Qur’an. Ke depan, kita ingin kafilah yang mewakili Kota Padang benar-benar berasal dari anak-anak yang kita didik, bina, dan asuh sendiri, bukan sekadar hasil rekrutmen,” tegasnya.


Ia juga menjelaskan rencana pembinaan berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, melalui pondok Al-Qur’an di kecamatan hingga Quran Center di Masjid Agung Kota Padang sebagai pusat pembinaan.


"MTQ harus menjadi wadah evaluasi dan pencarian bibit unggul, bukan sekadar euforia sesaat atau hanya mengejar gelar juara, melainkan membentuk generasi yang konsisten memberikan yang terbaik di setiap jenjang," pungkasnya. (**)



Padang - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan tausiah dalam kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan Aisyiyah Pauh IX, di Masjid Raya Kebenaran, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Jumat (17/4/2026), yang dihadiri pengurus dan ratusan anggota Aisyiyah, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kota Padang.


Dalam tausiahnya, Buya Maigus Nasir menegaskan bahwa keberhasilan ibadah puasa tidak hanya diukur selama bulan Ramadan, melainkan tercermin dari perilaku setelahnya. Ia mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa, namun hanya memperoleh rasa lapar dan dahaga.


“Ukuran keberhasilan puasa adalah sejauh mana kedekatan dan ketaatan kita kepada Allah SWT setelah Ramadan berlalu. Jika kita tetap menjaga salat di awal waktu dan semakin disiplin beribadah, itu menjadi tanda puasa kita berhasil,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Adapun ciri-ciri orang bertakwa antara lain gemar bersedekah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta mudah memaafkan kesalahan orang lain.


“Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan tingkatkan dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan dan Idulfitri,” tambahnya.


Di akhir tausiah, Maigus Nasir mengajak seluruh jamaah menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan karena manusia tidak mengetahui kapan ajal akan tiba.


“Mudah-mudahan Ramadan yang lalu telah membersihkan kita dari segala dosa, dan semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” tutupnya.


Di kesempatan itu Ia turut mengajak Aisyiyah untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau, yang bertujuan membentuk generasi muda yang kuat secara spiritual dan berkarakter.


“Berbagai tantangan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang menjadi perhatian serius, sehingga diperlukan penguatan iman generasi muda sebagai benteng utama. Melalui penguatan nilai-nilai agama, kita berharap generasi muda Kota Padang dapat terhindar dari berbagai pengaruh negatif,” pungkasnya. (**)



PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan Komisaris Utama Bank Mega Syariah, Mohammad Nuh, di Kediaman Resmi Wali Kota, Jumat (17/4/2026).


Dalam pertemuan ini, Mohammad Nuh menegaskan komitmen Bank Mega Syariah untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, khususnya dalam mendukung kemajuan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang.


Ia berharap, kerja sama yang terjalin sejak 2019 semakin berkembang, terutama dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan percepatan transformasi digital.


“Kolaborasi ini diharapkan semakin kuat, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan percepatan transformasi digital bagi Perumda AM. Kami siap mendukung penuh, baik dalam pengelolaan aset maupun pendanaan guna meningkatkan kualitas layanan publik,” ujarnya.


Di samping itu, ia turut menekankan pentingnya digitalisasi sebagai langkah strategis mendukung pertumbuhan Kota Padang yang kian pesat.


"Dengan integrasi teknologi, layanan tentu akan semakin efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Bank Mega Syariah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemko Padang untuk konteks yang lebih luas,” tukas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia periode 2009-2014 itu.


Sementara itu, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Mega Syariah dalam mendorong peningkatan kinerja Perumda AM. Ia menilai kolaborasi dengan sektor perbankan sangat penting dalam memperkuat pelayanan publik.


“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh potensi, termasuk sektor perbankan. Semoga kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.


Lebih lanjut, Fadly Amran mengungkapkan bahwa Pemko Padang saat ini tengah merancang inovasi di sektor perparkiran sebagai respons atas kompleksitas kota yang terus berkembang. Salah satu solusi yang disiapkan adalah sistem parkir berbasis digital.


“Kita tengah menyiapkan sistem perparkiran yang lebih tertib, aman, dan nyaman berbasis digital. Kami berharap dukungan sinergi dari Bank Mega Syariah," imbuhnya. (**)



Way Kanan, — Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Kasui sukses menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) pada Sabtu (18/4/2026) dengan penuh semangat konsolidasi dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat struktur organisasi serta soliditas kader Partai Golkar di tingkat kecamatan.


Muscam secara resmi dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Way Kanan, 

Dr. Darlian Pone, S.H., S.E., M.H., M.M, dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan kader dan memperkuat kerja-kerja politik yang terarah guna memenangkan Partai Golkar di berbagai agenda politik ke depan.


Dalam forum Muscam tersebut, Eduarsyah kembali terpilih sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Kasui untuk masa bakti 2026–2031 secara aklamasi, sebagai bentuk kepercayaan penuh dari seluruh kader.


Sidang Muscam dipimpin oleh unsur DPD Partai Golkar Kabupaten Way Kanan, yakni Wakil Ketua Bidang Pemuda, I Gede Aditya Sukantra, S.T.P., M.M, yang juga menjabat sebagai Ketua PD AMPG Kabupaten Way Kanan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Way Kanan, Bambang Irawan, S.M, Bendahara Aswir, serta pengurus DPD lainnya di antaranya Edi Gunawan, Citra Dianto, Dedi Gunawan, Agung Oganda Putra, S.Mat., Mislena, dan M. Ikbal. Hadir pula jajaran Fraksi Partai Golkar secara lengkap, yaitu Bambang Irawan, I Nyoman Karinu, Aswir, Pansebon, dan Sayu Marsih.


Setelah pelaksanaan Muscam, kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Lampung Menanam (GELAM) sebagai wujud nyata kepedulian Partai Golkar terhadap lingkungan serta bentuk dukungan terhadap program penghijauan dan ketahanan pangan di daerah.


Kegiatan ini mengusung semangat “Golkar Solid, Indonesia Maju”, sekaligus menegaskan bahwa Partai Golkar tidak hanya fokus pada konsolidasi organisasi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)

 


SUMBARNET - Persiapan musyawarah besar (Mubes) Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas (IKA FHUA) yang dirangkai dengan Halal bihalal hampir rampung. Jumat (17/04/2026), tim verifikasi usai merampungkan berkas pendaftaran calon ketua. Sedangkan puncak alek digelar Minggu, 19 April 2026 di Kampus Pancasila Kota Padang. 


Sehari jelang helat Mubes, para alumni sudah tiba di Padang. Mereka berdatangan dari berbagai daerah di tanah air. Diperkirakan pada puncak kegiatan, ribuan alumni akan menjadikan kampus Pancasila berwarna merah. Mereka terlihat aktif menyukseskan rangkaian kegiatan yang diawali dengan jalan santai, donor darah, main KIM dan lainnya. 


"Mudah-mudahan alek gadang ini berjalan lancar dan sukses. Apalagi panitia sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari mulai dari hal teknis maupun non teknis," kata Ketua Umum IKA FHUA  Dr. Prim Haryadi, SH., MH yang baru saja tiba di Padang dan langsung menyambangi sekretariat IKA FHUA Jumat (17/04/2026).


Prim tiba didampingi Ketua Harian DPP IKA FHUA, Denny Azani B Latif. Ketum Prim Haryadi yang juga Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung itu, tercatat sebagai calon ketua umum untuk periode 2026-2030 yang mendaftar. Tim verifikasi sudah melakukan tugasnya melakukan verifikasi dokumen pencalonan.


"Pendaftaran ditutup Kamis 16 April,  pukul 23.59 WIB, dan calon yang telah mendaftar ada 1 org, DR. PRIM HARYADI, SH, MH yang didukung oleh 5 DPD, 2 DPC," terang Ketua Panitia, Helsi Yasin. 


Dikatakan, panitia sudah maksimal dalam menyusun, menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyukseskan acara mubes. Panitia berjibaku hingga tengah malam untuk mempersembahkan acara yang spektakuler bagi alumni yang jarang berjumpa. 


"Alhamdulillah, kegiatan kita mendapat dukungan penuh dari pihak Fakultas Hukum Universitas Andalas dan pihak-pihak lainnya untuk suksesnya Mubes kita," ujar Helsi Yasin. 


Pengukuhan Pengurus IKA FH Unand.

IKA FHUA selama periode kepemimpinan Prim Haryadi sudah melakukan berbagai kegiatan untuk kesejahteraan para alumni. Di antaranya, kartu anggota alumni yang langsung dapat digunakan sebagai e-money bekerjasama dengan Bank BNI, penyempurnaan data base alumni, bantuan untuk korban bencana dan sebagainya.


Ketua Harian DPP IKA FHUA, Denny Azani B Latif berharap, kegiatan ini dapat dihadiri para alumni lintas angkatan dari yang senior maupun yunior. Undangan untuk menghadiri iven ini sudah disampaikan baik secara resmi mapun melalui berbagai platform media sosial untuk menghadiri agenda mubes ini. 


"Tentunya kita sudah undang seluruh alumni secara resmi melalui berbagai platform media sosial," katanya alumni yang saat ini menjadi advokat di ibukota Jakarta. 


Sejumlah tokoh nasional yang merupakan alumni IKA FH Unand juga telah menyatakan kesediaannya hadir. Sebut saja di antaranya mantan Mendagri Gamawan Fauzi dan mantan Komisi Kejaksaan (Komjak) Halius Hosen yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar. Antusias para alumni senior ini untuk mengikuti Mubes dan Halalbihalal sudah mulai sejak beberapa minggu lalu dengan memasang foto di twibbon. (*)

 


SUMBARNET - Keputusan pemerintah untuk menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) mendapat sambutan positif dari mitra terdepan Pertamina. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku efektif pada 18 April 2026.


“Ya, kami baru menerima edaran tadi malam terkait penyesuaian harga BBM. Adapun perubahan harga berlaku untuk Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar masih tetap mengacu pada harga sebelumnya. Kami atas nama asosiasi Pertashop di Sumbar tentu mendukung dan mengapresiasi kebijakan ini,” ujar Ramadanur.


Menurut Ramadanur, keputusan untuk tetap mempertahankan harga Pertamax (RON 92) merupakan langkah yang tepat di tengah stagnasi daya beli masyarakat.


“Kami menyambut baik keputusan ini. Perlu kami sampaikan, konsumen Pertashop rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Pelanggan utama kami bukan kendaraan roda empat; hampir 98 persen adalah pengguna sepeda motor. Artinya, mempertahankan harga Pertamax sama saja dengan melindungi masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.


Lebih lanjut, Ramadanur mengungkapkan bahwa masyarakat lapisan bawah kini sudah terbiasa menggunakan Pertamax, baik untuk kendaraan maupun kebutuhan produksi.


“Bisa dikatakan hampir 100 persen masyarakat di lingkungan Pertashop—khususnya pengguna sepeda motor, mesin potong rumput, mesin pompa, dan peralatan lainnya—sudah menggunakan Pertamax. Kami berharap diskresi seperti ini dapat terus dipertahankan,” tambahnya.


Sementara itu, Direktur Pertashop 1P.261.364 CV Famili Berkah Bersama, Azib Fattah Mandala Putra, juga menyampaikan hal senada.


“Kami mengapresiasi keputusan ini. Kami memahami adanya gejolak harga minyak dunia, namun mempertahankan harga Pertamax merupakan langkah yang bijak,” ujar Azib.

Azib menjelaskan, pihaknya telah menerima informasi penyesuaian harga sejak malam sebelumnya. Terdapat tiga jenis BBM yang mengalami perubahan harga, yakni:


Pertamina Dex dari Rp15.100 menjadi Rp24.950 per liter


Dexlite dari Rp14.800 menjadi Rp24.650 per liter


Pertamax Turbo dari Rp13.650 menjadi Rp20.250 per liter


Sementara itu, Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter dan Bio Solar tidak mengalami perubahan, yakni tetap Rp6.800 per liter.


“Khusus Pertamax, Pertamina kembali melakukan diskresi untuk menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertamax di SPBU dibanderol Rp12.900 per liter, sedangkan di Pertashop Rp12.800 per liter,” tutup Azib.


Seperti diketahui, penetapan harga untuk BBM non Subsidi dan penugasan mengacu pada Permen ESDM : Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi tersebut menegaskan penentuan harga BBM di luar penugasan mengacu dan sesuai dengan mekanisme pasar.  Maksudnya mengacu harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. 


Saat ini gelojak minyak dunia sedang terjadi pasca memanasnya kondisi timur tengah akibat perang Amerika Serikat dan Israel Vs Iran. Perang ini sempat berdampak pada penutupan selat Hormuz yang menjadi jalur lalu lintas 20 persen kebutuhan minyak dunia. 


Selain terganggunya pasokan yang berdampak pada perubahan harga, nilai tukar juga sempat berfluktuatif. Akibatnya, pemerintah terpaksa melakukan penyesuaian harga. Khusus untuk BBM subsidi dan penugasan pemerintah terpaksa menebalkan subsidi demi menjaga daya beli masyarakat. ***

 


Pekanbaru – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Riau atas keberhasilan dalam mengungkap peredaran gelap narkotika sepanjang Januari hingga April 2026.


Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., dalam surat resmi tertanggal 17 April 2026. Ia menilai kinerja Polda Riau bersama seluruh jajaran menunjukkan capaian luar biasa dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.


“Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat spektakuler dan membanggakan. Ini menunjukkan kesungguhan, profesionalitas, serta komitmen kuat jajaran Polda Riau dalam memerangi peredaran narkotika,” tegasnya.


Sepanjang periode Januari hingga April 2026, Polda Riau berhasil mengungkap 1.026 kasus dengan 742 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat turut menyita barang bukti dalam jumlah besar, antara lain sabu seberat 77,22 kilogram, heroin 23,27 kilogram, ekstasi sebanyak 46.795 butir, ganja 28,69 kilogram, serta psikotropika jenis Happy Five sebanyak 10.111 butir. Selain itu, diamankan pula narkotika jenis atomidate sebanyak 592 botol dan happy water sebanyak 440 pcs.


Menurut Henry, capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa wilayah Riau, khususnya jalur pesisir, masih menjadi salah satu pintu masuk jaringan narkotika internasional, terutama di wilayah Rokan Hilir.


Ia menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas terhadap pelaku, termasuk oknum aparat yang terlibat, serta penguatan sinergi lintas sektor.


“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta dukungan terhadap upaya rehabilitasi,” ujarnya.


GRANAT juga menilai pendekatan yang dilakukan Polda Riau tidak hanya bersifat represif, tetapi juga strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.


Atas dedikasi dan kerja keras tersebut, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Riau yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Tabligh Akbar yang menghadirkan ustadz Tgk. Habibi An Nawawi, Lc. M. Dipl, di Masjid Raya Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kamis (16/4/2026) ba'da salat subuh.


Kehadiran da'i asal Aceh sekaligus juara satu program Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026 itu disambut antusias jemaah, yang dalam tausiahnya mengangkat tema "Pasca Ramadan Bertahan atau Tumbang". 


Maigus Nasir mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tabligh akbar tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Ia pun berharap, momentum Ramadan yang telah dilalui dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.


“Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi tabligh akbar di waktu subuh ini karena sejalan dengan program Subuh Mubarakah aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Terima kasih kepada Al Azhar yang telah menghadirkan ustadz Tgk. Habibi An Nawawi untuk memberikan tausiah di Kota Padang," ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang itu.


Sementara itu, dalam tausiahnya Tgk. Habibi An Nawawi menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan nilai-nilai kebaikan setelah bulan suci Ramadan. Ia menyebut, tabligh akbar ini tidak hanya menjadi ruang penguatan iman, tetapi juga momentum untuk membangun kepedulian kemanusiaan, terutama bagi Palestina.


“Ini bukan sekadar safari dakwah, tetapi juga ajakan untuk membantu saudara kita di Palestina melalui donasi. Semoga infak dan sedekah yang kita berikan mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT,” harapnya.


Selain tausiah, kegiatan juga diisi penggalangan donasi untuk Palestina. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan untuk program kurban serta berbagai kebutuhan kemanusiaan, seperti pangan, pakaian musim dingin, dan layanan kesehatan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edy Oktafiandi, Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, serta lurah se-Kecamatan Padang Timur dan pengurus Masjid Raya Andalas. (**)



Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menargetkan dalam empat tahun ke depan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Padang dapat ditekan hingga nol persen. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dan sinergi.


Hal ini disampaikan Maigus Nasir saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan ATS se-Kota Padang, di Exhibition Hall Lantai I Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (16/4/2026).


Maigus Nasir mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, jumlah ATS di Kota Padang tercatat sebanyak 6.615 anak. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak.


“Penurunan ini harus terus kita dorong secara bertahap. Target kita jelas, dalam empat tahun ke depan Kota Padang mampu mencapai nol persen ATS. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun institusi pendidikan,” ujarnya.


Ia menekankan, penanganan ATS harus diawali dengan kejelasan alamat anak, alur penyampaian data yang sistematis, serta sinkronisasi data yang berkelanjutan. Selanjutnya, diperlukan penguatan koordinasi lintas OPD, termasuk dengan BKKBN dan instansi terkait lainnya.


“Arahan Bapak Wali Kota Padang jelas, agar tidak ada anak yang terlepas dari akses pendidikan. Jika tidak bisa masuk sekolah formal, arahkan ke pendidikan nonformal seperti paket A, B, atau C. Yang penting, mereka tetap mendapatkan hak pendidikan dan tidak dibiarkan putus begitu saja,” tambahnya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang melalui program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau, yang bertujuan membentuk generasi cerdas secara intelektual, spiritual, serta berkarakter. Selain itu, Pemko Padang juga memberikan dukungan berupa seragam sekolah dan LKS gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.


Rapat koordinasi ini diikuti oleh kepala OPD terkait, camat, lurah, operator ATS, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, koordinator pengawas SD dan SMP, Penilik, Kepala Satuan Pendidikan Nonformal dan Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Wilayah I dan II Kota Padang, serta Ketua Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Padang. (**)

 


Jakarta – Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat, Organisasi Da'i Rantau Minang (Daram) resmi mencanangkan pembangunan Kawasan Terpadu Islamic Center Daram Internasional (ICDI) seluas 75 hektar di Jakarta pada Jumat (17/4)


Proyek ambisius ini dirancang sebagai ekosistem mandiri yang menggabungkan fungsi religi, pendidikan, bisnis, dan hunian modern bernuansa Islami.


Hal yang paling menarik perhatian, jantung kawasan ini adalah masjid megah berukuran 100 x 100 meter dengan sentuhan arsitektur khas Minangkabau.


Masjid ini akan berdiri di lahan inti seluas 10 hektar dan langsung terintegrasi dengan pusat bisnis yang menjadi penggerak ekonomi kawasan. Bayangkan, sebuah masjid ikonik yang memadukan keindahan rumah gadang dengan nuansa modern, siap menjadi landmark baru di ibu kota.


Proyek ICDI tidak sekadar membangun tempat ibadah, tapi menciptakan ekosistem yang mandiri secara finansial. Bendahara Daram Internasional, Supriyadi, menjelaskan bahwa pembangunan ini melibatkan skema konsorsium investor untuk menjamin biaya operasional jangka panjang.


"ICDI dirancang mandiri secara finansial melalui pengelolaan pusat bisnis, area komersial, dan wisata edukasi yang akan menghasilkan cashflow berkelanjutan," ujar Supriyadi.


Dari total 75 hektar, sekitar 65 hektar akan dikelola secara profesional untuk mendukung keberlangsungan fasilitas ibadah dan kegiatan sosial. Sisanya difokuskan pada pengembangan hunian dan ruang terbuka hijau.



Secara rinci:, 35 hektar disiapkan untuk membangun sekitar 2.000 unit rumah terpadu. Sedangkan 25 hektar lagi akan menjadi taman wisata edukasi yang asri sebagai paru-paru kawasan.


Ketua Umum Daram, Buya Dr. Elfa Mukhlis, MA, menyatakan bahwa visi besar proyek ini adalah menghadirkan representasi Islam yang inklusif sekaligus menjadi penggerak ekonomi nyata.


"Kami ingin ICDI menjadi model pengembangan wilayah terpadu di Indonesia yang mampu menarik investasi serta wisatawan global, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," tegas Buya Elfa.


Pada tahap awal pasca-pencanangan, tim proyek akan fokus pada persiapan pembangunan struktur utama masjid serta penguatan manajemen profesional pengelola kawasan.


Dalam waktu 1 hingga 2 dekade mendatang, ICDI diharapkan menjadi pusat peradaban Islam bertaraf internasional yang hidup 24 jam, mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ekonomi dan pendidikan.


Bagi masyarakat Sumatera Barat, proyek ini membawa kebanggaan tersendiri karena nuansa Minang yang kuat pada masjid utamanya. Ini sekaligus menjadi bukti kontribusi anak rantau Minang dalam membangun peradaban Islam yang modern dan bermanfaat bagi bangsa. (**)