Tampilkan postingan dengan label Lubuk Kilangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lubuk Kilangan. Tampilkan semua postingan


PADANG — Pembangunan infrastruktur pengairan melalui pekerjaan pembangunan Bendung Beringin Paket 3 di Beringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menjadi salah satu upaya peningkatan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dengan sumber pembiayaan Dana Alokasi Umum (DAU). Adapun nilai kontrak pekerjaan pembangunan Bendung Beringin Paket 3 tersebut mencapai Rp2.257.920.755.


Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Kartika Jaya Persada sebagai penyedia jasa. Pembangunan bendung ini menjadi bagian dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang memiliki fungsi penting dalam mendukung sistem pengelolaan sumber daya air di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan.


Keberadaan bendung tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik semata, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pengelolaan aliran air dan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

 

Karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas bendung diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila dikerjakan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Masyarakat sekitar pun menyambut baik adanya pembangunan tersebut. Mereka menilai pembangunan infrastruktur pemerintah sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sarana pengairan di daerah.


Salah seorang warga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah melalui pembangunan Bendung Beringin.


“Kami tentu mengapresiasi adanya pembangunan bendung ini. Infrastruktur seperti ini sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan dengan kebutuhan air dan kondisi lingkungan di sekitar. Kami berharap setelah selesai nanti hasil pekerjaannya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Menurut masyarakat, pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah perlu dilaksanakan secara transparan dan mengutamakan kualitas. 


Dengan demikian, bangunan yang telah selesai dikerjakan tidak hanya terlihat baik secara fisik, tetapi juga mampu bertahan dan berfungsi sebagaimana mestinya.


“Kami berharap pekerjaan ini dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan. Jangan hanya mengejar selesai, tetapi kualitas juga harus menjadi perhatian utama. Kalau kualitasnya bagus, tentu masyarakat yang akan merasakan manfaatnya dalam waktu lama,” kata warga lainnya.


Masyarakat juga berharap pembangunan Bendung Beringin dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan aktivitas warga di sekitar lokasi. Selain pembangunan fisik, pemeliharaan secara berkala juga dinilai penting agar fungsi bendung dapat tetap berjalan secara optimal.


Pembangunan dengan nilai kontrak lebih dari Rp2,2 miliar tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur dasar dan mendukung pengelolaan sumber daya air secara lebih baik.


Masyarakat berharap penggunaan Dana Alokasi Umum untuk pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat yang maksimal. Mereka juga mendorong agar setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek kualitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta ketentuan teknis yang berlaku.


“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan pembangunan infrastruktur di kawasan ini. Harapan kami, pekerjaan Bendung Beringin ini selesai tepat waktu, kualitasnya bagus, dan setelah selesai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar warga.


Dengan adanya pembangunan Bendung Beringin Paket 3 tersebut, masyarakat berharap fasilitas pengairan yang ada semakin baik dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah Beringin dan sekitarnya.


Pembangunan infrastruktur publik pada akhirnya bukan hanya diukur dari besarnya anggaran maupun selesainya pekerjaan, tetapi dari sejauh mana hasil pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Karena itu, kualitas pekerjaan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur menjadi harapan utama masyarakat terhadap pembangunan Bendung Beringin Paket 3.


Masyarakat pun berharap pemerintah bersama pihak pelaksana terus melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

 

Pengawasan yang baik dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan serta menghasilkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui penyediaan fasilitas penerangan jalan yang memadai.


Melalui koordinasi dan kerja sama dengan UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Padang, sebanyak 30 titik lampu jalan di berbagai wilayah Kelurahan Koto Lalang kini telah menyala terang.


Peresmian sekaligus peninjauan fasilitas penerangan tersebut dilakukan pada Minggu (21/6/2026).


Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Koto Lalang, Irsyad Ardani, yang menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan nyata pemerintah kelurahan terhadap kesuksesan Program Smart Surau, yang bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman, aman, dan mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.


Irsyad Ardani menjelaskan, dari total 30 titik penerangan yang telah berfungsi, sebanyak 20 titik merupakan pemasangan lampu jalan baru, khususnya di sekitar kawasan rumah ibadah serta jalur yang menjadi akses masyarakat menuju masjid dan surau.


Sementara itu, 10 titik lainnya merupakan lampu yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kini telah selesai diperbaiki sehingga kembali dapat digunakan.


“Sebanyak 20 titik lampu jalan baru kami pasang, terutama di sekitar tempat ibadah serta akses jalan menuju masjid dan surau. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan terhadap 10 titik lampu jalan yang sebelumnya rusak. Jadi, total ada 30 titik yang saat ini sudah terang benderang,” ujar Irsyad Ardani.


Peningkatan fasilitas penerangan jalan tersebut tersebar di tujuh Rukun Warga (RW) di wilayah Kelurahan Koto Lalang. Sejumlah kawasan yang menjadi fokus penataan meliputi Jalan Parak Tabu, Kampung Tanjuang, Kampung Jambak, Pondok Ranah Minang, Kampung Chaniago, serta kawasan Lubuak Batuang dan beberapa titik lingkungan lainnya yang selama ini membutuhkan peningkatan pencahayaan.


Menurut Irsyad, keberadaan lampu jalan yang berfungsi dengan baik tidak hanya memberikan nilai estetika lingkungan, tetapi juga memiliki dampak penting terhadap keamanan dan kenyamanan warga. Terlebih bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas ibadah pada malam hari maupun saat menjelang waktu salat Subuh.


Dengan kondisi jalan yang kini lebih terang, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan khusyuk ketika menuju masjid dan surau.


Program peningkatan penerangan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menghadirkan lingkungan yang lebih ramah, aman, serta mendukung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.


“Harapan kita bersama, fasilitas ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman yang optimal bagi warga, khususnya yang melakukan aktivitas ibadah di malam hari maupun saat waktu subuh,” tambahnya.


Pemerintah Kelurahan Koto Lalang berharap sinergi yang terjalin bersama UPTD PJU Dinas Perhubungan Kota Padang dapat terus berlanjut, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap sarana dan prasarana lingkungan dapat terpenuhi secara bertahap.


Ke depan, Kelurahan Koto Lalang akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi fasilitas umum yang ada, termasuk penerangan jalan, agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat serta mendukung terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, dan sejalan dengan semangat Program Smart Surau. (**)

 


SUMBARNET - Kafilah Kelurahan Koto Lalang tampil sebagai juara umum dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan Kamis (21/1). MTQ yang diikuti oleh ratusan Qafilah dari seluruh kelurahan di Nagari Lubuk Kilangan tersebut, mengikuti berbagai cabang lomba digelar selama dua hari dari 20-21 Mei 2026 yang dipusatkan  di Masjid Baitussalam Bandar Buat.


Tampilnya Kelurahan Koto Lalang sebagai Juara Umum pada Prestasi tersebut disambut penuh rasa syukur dan kebanggaan oleh seluruh kafilah serta masyarakat Koto Lalang yang sejak awal mengikuti rangkaian lomba dengan penuh semangat.

 

Kegiatan MTQ yang berlangsung meriah itu mempertandingkan berbagai cabang perlombaan dipertandingkan, mulai dari tilawah, tahfiz, syarhil Qur’an hingga lomba Tartil dari tingkat anak-anak sampai dewasa. 


Kafilah Koto Lalang tampil konsisten di berbagai cabang sehingga berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dan keluar sebagai juara umum pada perhelatan tahun ini.

 

Lurah Koto Lalang, Irsyad Hardani, S.AP menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official serta masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh kepada kafilah. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama dan bentuk kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

"Alhamdulillah kerjaleras dari seluruh Kafilah, pelatih, guru, panitia dan tokoh masyarakat terbayarkan dengan prestasi ini," ujar Lurah Koto Lalang Irsyad Hardani.

 

Keberhasilan tersebut terang Irsyat juga tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur masyarakat dan jajaran yang ikut memberikan semangat serta perhatian penuh kepada kafilah Koto Lalang. Dukungan datang dari Ketua Forum Nagari, Maulana Sardi, Ketua LPM, Basrul, tokoh masyarakat, pemuda, majelis taklim, serta bundo kanduang yang bersama-sama mendukung suksesnya kafilah selama pelaksanaan MTQ berlangsung.


Keseriusan Kafilah Kotolalang dalam perhelatan MTQ ini, memang sudah terlihat dari penjaringan utusan Kafilah yang telah dilakukan sejak pertengahan April 2026. Tak tanggung-tangung dalam penyeleksian potensi berbakat Kafilah, kelurahan ini menggelar MTQ tingkat Keluraham pada 18-19 april 2026 dan menjadi satu-satunya Keluraham yang menyelenggarakan MTQ tingkat kelurahan dari 104 keluraham yang ada di Kota Padang.


"Kemenangan yang kami sambut dengan suka cita, semoga potensi juara ini tersalurkan ke generasi penerus mereka," antusias Ketua Forum Anak Nagari Koto Lalang Maulana Sardi yang juga Ketua Panitia MTQ Kelurahan Kotolalang.

 

Selain itu, suasana kebersamaan dan kekompakan masyarakat Koto Lalang juga terlihat sejak awal kegiatan. Seluruh elemen masyarakat bahu-membahu memberikan motivasi kepada para peserta agar mampu tampil maksimal dan membawa nama baik kelurahan di ajang MTQ tingkat kecamatan tersebut.


"Sebuah prestasi yang membanggakan kita semua dan ini tentunya menjadi kabar gembira bagi masyarakat, pemuda pengurus masjid, musalla dan ibu-ibu bundo kanduang yang dengan antusias berparti mensukseskan perhelatan MTQ Tingkat kelurahan beberapa waktu lalu," ungkap Defri Mulyadi, salah seorang pemuka masyarakat Kelurahan Kotolalang.

 

Dengan keberhasilan meraih juara umum MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan ini, Kelurahan Koto Lalang berharap dapat terus mempertahankan prestasi pada ajang-ajang berikutnya serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (**)

 


SUMBARNET - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, resmi dibuka pada Sabtu 18 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui MTQ Kita Ciptakan Generasi Islami yang Cerdas dan Berintegritas”.


Pembukaan MTQ berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan kehadiran berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah daerah. Acara secara resmi dibuka oleh Wali Kota Padang yang diwakili oleh Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska Usman, SH., M.Si. didampingi Lurah Kotolang Irsyadhardani.


Dalam sambutannya, Nurul Widya Siska Usman menyampaikan bahwa MTQ bukan hanya sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menghadapi tantangan zaman.


“Kegiatan MTQ ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang baik,” ujarnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kota Padang dari daerah pemilihan Lubuk Kilangan, Miswar Jambak. Dalam sambutannya, ia memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda di tingkat kelurahan.


Ketua panitia MTQ Kelurahan Koto Lalang Maulana Sardi dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak, terutama para pengurus RT dan RW yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.


Salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua RW 05 yang jadi lokasi pelaksnaan MTQ ke 42 Kelurahan Koto Lalang, Defri Mulyadi, juga menyampaikan apresiasi dan harapannya agar MTQ ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah penting dalam membina generasi Qur’ani di tengah masyarakat.


Pembukaan MTQ di Masjid Darul Jadit ini berlangsung khidmat dan meriah dengan penampilan Tim Kasidah Rabana Terbaik tiga Nasional yang juga berasal dari Kelurahan Kotolalang. Antusias masyarakat dalam pembukaan juga terlihat dengan ramainya jemaah yang datang ditandai dengan kehadiran berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah daerah.


“MTQ bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap pria yang dipangil imung ini.


Kegiatan MTQ ke-42 ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarwarga serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang nantinya dapat mewakili Kelurahan Koto Lalang ke tingkat yang lebih tinggi. (**)



Padang - Peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh Richard Falck, dilaporkan ke Polsek Lubuk Kilangan, pada Kamis (1/1/2026).


Diketahui dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada hari Kamis 1 Januari 2026 sekitar pukul 17.15 wib dijalan Raya Ulu Gadut kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan.


"Saya dikeroyok oleh para pelaku sebanyak 7 orang, 3 diantaranya laki - laki dan 4 orang perempuan," kata Richard Falck.


Richard menyebut, "melihat saya dipukul, maka turun anak dan istri saya dari mobil, lalu para pelaku juga memukuli anak dan istri saya," sebutnya.


"Setelah itu datang warga untuk memisahkan, kemudian para pelaku pergi meninggalkan kami dengan mengendarai mobil Suzuki Ertiga warna putih BA 1857 QB," sebutnya.


"Akibatnya saya mengalami luka memar dibagian wajah, tangan dan kaki," ujarnya.


Laporan ini dibenarkan oleh Polsek Lubuk Kilangan melalui Ka SPKT Wandrizal dengan nomor : STTLP/01/I/2026/SPKT/POLSEK LUBUK KILANGAN. (**)



SUMBARNET - Ketua Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan masa bakti 2025--2030 kembali diamahkan kepada Zalvinus, dalam Temu Karya ke-VI Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan di Aula Kantor Camat Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (19/01).


Kegiatan temu karya karang taruna dibuka secara resmi oleh Camat Lubuk Kilangan Afrialdi Masbiran, S.H, M.Hum, berlangsung dalam suasana penuh kekelurgaan dengan musyawarah dan mufakat sebagai dasar pengambilan keputusan.


Seluruh Ketua Karang Taruna Kelurahan yang hadir secara sepakat agar pria yang akrab disapa Uncu Venus memimpin kembali Karang Taruna lima tahun kedepan.


Diketahui sebelumnya Uncu venus telah memimpin Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan Periode 2019-2024.


Temu Karya ke-VI digelar dengan sejumlah kegiatan, sepeti laporan pertangungjawaban pengurus selama lima tahun belakang dan juga pemilihan ketua karang taruna Kecamatan Lubuk Kilangan periode 2025-2030.


“Temu Karya ke-VI Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan ini, Alhamdulillah di hadiri oleh seluruh organisasi tingkat kecamatan dan semua pengurus Karang Taruna Kelurahan untuk memilih Ketua Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan Masa Bakti 2025--2030," ujar Jefri Alfikri Ketua Pelaksana Temu Karya ke-VI.


Selain itu, Zalvinus ketua terpilih mengatakan kalau dirinya kembali terpilih secara aklamasi karena mendapat amanah dan diminta kembali oleh 7 Kelurahan untuk menahkodai kembali Karang Taruna Luki. Dirinya akan melanjutkan pondasi-pondasi yang sudah dicanangkan pada periode sebelumnya.


“Visi misi Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan yang sudah kami canangkan kemarin, akan dilanjutkan pada periode ini,” terang Zalvinus.


Banyak lagi program-program yang belum terselesaikan, salahsatunya program pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemberdayaan.


“Karang Taruna tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, kerena karang taruna itu dari masyarakat untuk masyarakat dan bisa memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.


Selain itu, karang taruna juga harus berperan aktif dalam mengatasi masalah sosial di tengah-tengah masyarakat, salah satunya masalah tauran yang sudah menjadi keresahan masyarakat Lubuk Kilangan.


"Kami akan ajak seluruh Karang Taruna Kelurahan untuk bisa mengatasi masalah sosial ini, ini tugas berat kami sebagai karang taruna, tidak bisa menghilangi, menimal bisa mengurangi masalah sosial ini,"tegas Zalvinus. (*)



SUMBARNET - Memperingati peristiwa gugurnya Pahlawan Nasional sekaligus Wali Kota Padang ke-2, Bagindo Aziz Chan yang tewas ditembak oleh serdadu Belanda pada 19 Juli 1947.


Pemko Padang kembali menggelar napak tilas memperingati gugurnya pahlawan nasional asal Kota Padang, Bagindo Aziz Chan pada Kamis (18/7/2024). Kegiatan ini sempat vakum selama empat tahun terakhir.

Napak tilas ini sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Padang yang ke-355.


Dalam kegiatan ini peserta utusan Kecamatan Lubuk Kilangan di Wakili oleh Ranting Pemuda Panca Marga Lubuk Kilangan mendapatkan Peringkat 2  dan Karang Taruna Luki peringkat 3


Camat Lubuk Kilangan, AFRIALDI MASBIRAN, SH, M. HUM mengatakan, napak tilas memperingati gugurnya Bagindo Aziz Chan terakhir kali dilaksanakan pada 2019 lalu.

"Setelah 2019 sempat berhenti karena Covid-19. Sekarang mulai lagi,"generasi muda saat ini harus meneladani sosok Bagindo Aziz Chan dengan menyesuaikan kondisi dan keadaan terkini.


Adrizal tanjung Ketua Ranting Pemuda Panca Marga Kec. Lubuk Kilangan mengatakan Generasi muda sekarang isilah kemerdekaan dengan hal-hal positif. Jangan ada tawuran, jangan ada minum-minuman keras, dan jangan jadi provokator," harapnya.


Pada kegiatan itu, ungkap Yeni Eneri, SE Kasi Kesos Kec. Lubuk Kilangan, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang bekerja sama dengan KNPI Kota Padang "generasi muda Kota Padang terus menjaga semangat dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan Indonesia,"  dan Keteguhan dan keberanian Bagindo Aziz Chan itu patut menjadi teladan bagi generasi muda apalagi saat sebagian generasi muda mulai terjerumus pada hal negatif seperti tawuran. katanya. (AL)



SUMBARNET - Program 1000 Al quran telah selesai di laksanakan,Sinergi Ranting Pemuda Panca Marga Kecamatam Lubuk Kilangan , Anak Ranting  Kecamatan Lubuk Kilangan Kampung Siaga Bencana Kec. Lubuk Kilangan dan tokoh Masyarakat Luki, penutupan di laksanakan di mesjid Al - ittihad Kel. Indarung jumat (05/03/2024).

Yang mana dalam kegiatan tersebut turut hadir Bapak Indrieffouny Indra sebagai Direktur Utama PT. Semen Padang dan Ketua PPM Kota Padang Yudha Putra. Al-Aqur'an yang terkumpul dari berbagai donatur telah diberikan  di Wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan sebagai langkah awal aksi Gerakan Wakaf 1000 Al-Quran. Aksi ini digagas guna mendukung upaya peningkatan hafalan ayat Al-Qur’an bagi generasi muda yang mengikuti pesantren Ramadhan .

Menurut Adrizal Tanjung selaku Ketua Ranting Pemuda Panca Marga (PPM) Lubuk Kilangan, mengatakan, kita akan jadikkan kegiatan ini sebagai agenda tahunan , aksi sosial ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah masyarakat seperti pengajian, hapalan di Masjid-Masjid, Mushola maupun tempat pertemuan. Selain itu, sebagai media Dakwah untuk meningkatkan keimanan dan taqwa melalui kegiatan membaca Al-Quran. Ketua PPM Kota padang juga menyampaikan,

Kebutuhan untuk pengadaan Al- Qur’an ini sangat dibutuhkan saat ini, terlebih sampai saat ini kondisinya masih sangat kurang dan masih banyak yang memerlukan. Untuk itu pihaknya mengajak semua pihak dan masyarakat untuk bersama mewujudkan kebutuhan tersebut, dengan mensukseskan kegiatan aksi Gerakan 1000 Wakaf Al-Quran.

Sedangkan menurut Hendratmo dari Komandan Kampung Siaga Bencana (KSB) Luki “Alhamdulillah kegiatan kita ini di respon baik dan Positif oleh Tokoh Masyarakat serta Pemuda yang ada di Lubuk Kilangan ,ucapkan terima kasih kepada Donatur yang ikut memberikan wakaf Al quran pada kegiatan ini. (**)



SUMBARNET - Sinergi Ranting Pemuda Panca Marga Kecamatan Lubuk Kilangan , Anak Ranting  Kecamatan Lubuk Kilangan Kampung Siaga Bencana Kecamatan Lubuk Kilangan dan tokoh Masyarakat Luki, melaksanakan pemberian secara simbolis kegiatan pembagian Al Quran sebagai salah satu bagian dari program PPM Luki dan KSB Luki.


Sebanyak 1000 Al-Aqur'an yang terkumpul dari berbagai donatur, diberikan secara simbolis di Wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan oleh Pengurus Ranting PPM Kecamatan Lubuk Kilangan, Anak Ranting PPM Kelurahan Banda Buek, dan Kampung Siaga Bencana Kecamatan Lubuk Kilangan,  sebagai langkah awal aksi Gerakan Wakaf 1000 Al-Quran. 


Aksi ini digagas guna mendukung upaya peningkatan hafalan ayat Al-Qur’an apalagi sekarang juga di dilaksanakan Pesantren Ramadhan di Kota Padang. Lokasi pertama pelaksanaan penyerahan donasi wakaf Al- Qur’an, diberikan kepada Mesjid AL-Muhajirin di Kelurahan Bandar Buat, Kamis (21/03/2024).


Menurut Adrizal Tanjung selaku Ketua Ranting Pemuda Panca Marga (PPM) Lubuk Kilangan, mengatakan, aksi sosial ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah masyarakat seperti pengajian, hapalan di Masjid-Masjid, Mushola maupun tempat pertemuan. Selain itu, sebagai media Dakwah untuk meningkatkan keimanan dan taqwa melalui kegiatan membaca Al-Quran.


Kebutuhan untuk pengadaan Al- Qur’an ini sangat dibutuhkan saat ini, terlebih sampai saat ini kondisinya masih sangat kurang dan masih banyak yang memerlukan. Untuk itu pihaknya mengajak semua pihak dan masyarakat untuk bersama mewujudkan kebutuhan tersebut, dengan mensukseskan kegiatan aksi Gerakan 1000 Wakaf Al-Quran.


Sedangkan menurut Hendratmo dari Komandan Kampung Siaga Bencana (KSB) Luki “Kita bersama PPM Kota Padang mengalang ide ini sebelum puasa dan Alhamdulillah kegiatan kita ini di respon baik dan Positif oleh Tokoh Masyarakat serta Pemuda yang ada di Lubuk Kilangan, M.iqbal yang juga Ketua Anak Ranting PPM Kelurahan Banda Buek, mengucapkan terima kasih kepada Donatur yang ikut memberikan wakaf Al quran pada kegiatan ini. semoga program kita ini bisa berkelanjutan tiap tahunnya. (**)



SUMBARNET - Untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik dan optimal, Walikota Padang Hendri Septa mengunjungi Puskesmas Lubuk Kilangan, yang berlokasi di jalan Raya Bandar Buat, Senin (16/10/2023).


Kedatangan Wako Hendri Septa disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan, drg. Afridawati bersama para ASN dan dokter yang bertugas sekaligus, berinteraksi dengan para pasien yang tengah berobat. Diketahui kunjungan ini juga dalam rangka Program Sehari Berkantor di Kecamatan Wali Kota Padang, yang kali ini dipusatkan di Kecamatan Lubuk Kilangan.


"Saya ingin pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas itu harus prima kepada masyarakat. Begitu juga terkait fasilitas kesehatan yang tersedia, semuanya harus sesuai standar yang ditetapkan, inilah tujuan saya turun kelapangan untuk memastikan ini berjalan dengan baik," imbuh Wali Kota di sela peninjauan.


Wako Hendri Septa menambahkan, saat ini seluruh Puskesmas di Kota Padang tengah mengikuti akreditasi sebagai syarat peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan oleh Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kemenkes Republik Indonesia (RI).


"Alhamdulillah sebanyak 16 Puskesmas sudah keluar hasilnya. 14 memperoleh akreditasi Paripurna, dan 2 kategori Utama. Mudah - mudahan sisanya nanti bisa segera keluar dan memperoleh hasil yang memuaskan,” pungkas Wako Hendri Septa didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi dan Kadis Kesehatan Sri Kurniati. (AdF/Mul/Prokopim Pdg)



SUMBARNET - Pada Rabu (5/7) pagi hingga sore, Alek Nagari Lubuk Kilangan akan hadir di Pabrik Indarung I PT Semen Padang. Beragam kegiatan akan tersaji. Mulai Food Performative, pertunjukan tradisi serta painting on spot. Selain itu juga akan ada Arakan Jamba dari Bundo Kanduang tujuh kelurahan di Lubuk Kilangan serta penadatanganan Pakta Integritas dari pemangku kepentingan yang berada di dalam dan sekeliling pabrik Indarung I.


Kegiatan ini berdasarkan rasa syukur masyarakat Lubuk Kilangan atas ditetapkannya pabrik tertua di Asia Tenggara ini sebagai Warisan Budaya Benda tingkat nasional pada 27 Februari lalu oleh Kemdikbudristek.


Seekor kerbau akan rebah. Tujuh kancah disediakan. Berkilo bumbu diracik. Bertumpuk kayu akan dimasukkan ke perapian. Sebanyak 1150 kg daging kerbau akan dimasak menjadi rendang.


“Food Performative ditampilkan dengan konsep ‘Dapur, panggung belakang yang dibawa ke pentas depan”. Dapur yang selalu terkesan tertutup sekarang diterang benderangkan bersama pertunjukan pendukung,” ujar Aidil Usman, Ketua IHS, salah satu penggagas helat.


Pertunjukan yang dimaksud adalah pertunjukan tradisi. Ada saluang rabab, randai, gamad dan Tari Galombang. Setiap kesenian akan di tempatkan pada lokasi-lokasi tertentu. Kemudian, ada dua perupa dari Jakarta yang melakukan painting on the spot. Kedua perupa akan menangkap panorama performatif yang terjadi selama kegiatan.


“Setelah selelsai, lukisan rencananya akan dilelang. Siapa tahu ada yang berminat,” tambah Aidil.


Sementara itu, Ketua Panitia, Ir Edwar, mengajak warga Lubuk Kilangan, khususnya serta masyarakat Sumbar umumnya untuk datang pada tanggal 5 Juli nanti.


“Ini untuk membangun kebersamaan warga Lubuk Kilangan. Sambil memperlihatkan betapa banyak potensi dari Pabrik Indarung I dan sekitarnya,” kata Edwar.


Penampilan akan memakan waktu yang lama. Ini membutuhkan strategi dalam menata pertunjukan. “Kami siap tampil. Dengan maksimal,” ucap Junaidi, pimpinan Sanggar Ranah Tigo Raso. Grup Randai yang akan tampil.

Sementara, musisi Ferry Yan Juned, yang akan tampil bersama Gamad Pauh Sejati, merasa gembira diikutkan dalam kegiatan ini. 


“Terima kasih pada panitia yang sudah mengikutkan kami. Ini sebuah kehormatan,” ujar anak penyanyi gamad tekenal, Yan Juned. (*)



SUMBARNET - Pada 5 Juli 2023, warga Lubuk Kilangan akan disuguhi sebuah atraksi tradisi; bantai jawi dan penandatanganan Pakta Integritas. Kegiatan akan berlangsung di Pabrik Indarung I PT Semen Padang. 


“Bantai kabau merupakan bentuk syukur warga Lubuk Kilangan atas ditetapkannya Pabrik Indarung I sebagai warisan budaya benda tingkat nasional,” ujar Ir Edwar, ketua pelaksana alek.


Seperti diketahui, pada 27 Februari lalu Pemerintah RI melalui Kemdikbudristek menetapkan Pabrik yang didirikan sejak 1910 sebagai salah satu warisan budaya benda. Pengusulan ini dimulai oleh Indarung Heritage Society (IHS) dengan terus berkonsultasi dengan walikota Padang dan jajarannya untuk menjadikan warisan budaya benda Kota Padang. 


“Pengusulan itu kami lakukan sejak Februari 2022,” ujar Aidil Usman, Ketua IHS.


Kemudian, pengusulan ini baru terlaksana menjelang akhir tahun. Dilanjutkan dengan Warisan Budaya Benda tingkat provinsi dan terus ke tingkat nasional. HIS kemudian melakukan kolaborasi dengan anggota DPR RI Komini VI, Rieke Dyah Pitaloka serta pihak perusahaan PT Semen Padang untuk mempercepat proses tersebut.


“Alhamdulillah, sudah terwujud. Tinggal langkah berikutnya. Menuju warisan budaya budaya Unesco,” tambah Aidil.


Namun, permasalahan masih menggelayuti pabrik yang berhenti berproduksi pada 1999 lalu. Terutama literasi pada masyarakat. Bahwa pentingnya menjaga pabrik itu dari vandalism. 


“Itu pentingnya pakta integritas,” tukuk Edwar, “Kami ingin mengumpulkan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini.”


Panitia mengajak ninik mamak KAN Lubuk Kilangan untuk ikut berpartisipasi. Gayung bersambut, KAN memberikan dukungan penuh. Bersama panitia, lalu menghadap pada pihak perusahaan. Mereka diterima oleh Indrieffouny Indra, Direktur Produksi dan jajarannya pada 22 Juni lalu. Pihak perusahaan pun mau menjadi penanggung jawab acara dan memberikan dukungan terhadap kegiatan. 


“Sekaligus, kami meminta stakeholder di kanagarian untuk ambil bagian edukasi dan pencegahan pencurian tersebut. Apalagi dalam perhelatan Alek Nagari, tentu akan didatangi oleh banyak manusia. Penekanan dibagian keamanan baik pabrik maupun keselamatan pengunjung,” kata Indra.


Helat ini menjadi besar karena diusahakan mendatangkan pejabat dari Jakarta. Helat ini juga mengikutsertakan Bundo Kanduang, ormas, sanggar seni, serta ratusan warga yang terlibat langsung.


“Ini bisa menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk menjadikan Lubuk Kilangan lebih baik terutama di sektor ekonomi,” ujar Basri Datuak Rajo Usali, Ketua KAN Lubuk Kilangan.


 Rajo Usali juga mengingatkan, acara ini akan jadi pemersatu seluruh sektor di Lubuk Kilangan. Ia melihat, jika pihak-pihak terkait tidak dapat memberikan bantuan, ia tidak tau lagi dengan cara apa mempersatukan warga Lubuk Kilangan. (*)



SUMBARNET.COM - Camat Lubuk Kilangan Elfian Putra Alfiadi membantah mengenai tudingan yang mengatakan dirinya tidak mendukung KSB (Kelompok/Kampung Siaga Bencana) untuk mengikuti jambore.


Hal ini ia sampaikan kepada tim awak media, pada Selasa (2/11) diruang kerjanya.


"Saya sangat mensuport setiap kegiatan KSB dengan semampunya, karena KSB ini adalah relawan, suka dan rela untuk mengabdi. Apalagi dimasa pandemi sekarang ini," kata Camat Elfian.


"Salah jika ada yang berprasangka buruk dan menyampaikan bahwa saya tidak mensuport," kata Elfian lagi.


Camat Elfian mengungkap, "zaman camat sebelum saya sudah ditetapkan bahwa Hendratmo menjadi ketuanya, dan sudah dikukuhkan dengan ketentuan KSB ini menjadi satu saja. Baik itu Kampung Siaga Bencana maupun Kelompok Siaga Bencana," ungkapnya.


Elfian membeberkan bahwa Kampung Siaga Bencana ini usernya Dinas Sosial, sedang Kelompok Siaga Bencana adalah BPBD.


"Kabid PK BPBD pernah menyampaikan kepada saya agar KSB dipisahkan saja, lalu saya menyarankan untuk melakukan musyawarah, sebab SK KSB yang diketuai Hendratmo masih berlaku," beber Elfian.


Lebih lanjut Elfian menyebut bahwa kelompok buk Emi mendatanginya dan menyampaikan sudah melakukan musyawarah dalam pembentukan KSB, dengan memperlihatkan daftar hadir dan daftar pengurus.


"Saya pernah mendapat cerita perihal kisruh KSB ini, bahwa setiap kegiatan yang dilakukan KSB BPBD undangan selalu ada sama Fatur Rahman dan tidak serahkan ke Camat," sebutnya.


Elfian mengaku bingung kenapa undangan dari BPBD selalu diambil Fatur Rahman. "Emangnya Fatur Rahman itu sebagai apa sich..? tanya Camat Elfian bingung.


"Ketika akan mengadakan acara jambore, tiba - tiba saja mereka datang dan meminta SK. Menurut saya kalau memang mereka KSB tentu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu, baik itu dengan Hendratmo, dengan para tokoh pemuda, tokoh masyarakat, libatkan semua potensi yang ada. Silahkan pakai kantor Camat ini untuk melakukan musyawarah," ujar Elfian. (tim)


SUMBARNET.COM - Satu warga Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan dinyatakan positif corona (covid-19) pada (18/4). Total jumlah terkonfirmasi di Kota Padang sebanyak 8 kasus, yakni 1 kasus di Kecamatan Koto Tangah, 4 kasus di Kecamatan Lubuk Begalung, 2 kasus di Kecamatan Padang Timur, 1 kasus di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Kepala Puskesmas Lubukkilangan Linda Hasymi membenarkan satu warga Batu Gadang yang terkonfirmasi COVID-19 dari hasil swab.

“Kasus ini bukan PDP tapi Orang Tanpa Gejala (OTG),” kata Linda.

OTG seseorang yang tidak bergejala dan memiliki
Kepala Puskesmas Kec Lubuk Kilangan Linda Hasmikonfirmasi COVID-19. OTG merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19. Orang Tanpa gelaja ini wajib melakukan monitoring mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari.

“Hasil laboratorium swab tadi keluarnya,” kata Linda.

Warga Batu Gadang ini, lanjut Linda, merupakan pekerja salah satu toko di Pasar Raya Padang. Ia kontak dengan kasus positif COVID 19 sebelumnya. Pada Sabtu sore, yang bersangkutan diperiksa di RS SPH langsung

Linda Hasmi mengimbau agar masyarakat Lubukkilangan dan sekitarnya untuk selalu menjalankan prosedur dan penatalaksanaan pencegahan COVID-19.

“Stay at home, pake masker, cuci tangan pake sabun dengan air mengalir, istirahat cukup, sosial distancing (jaga jarak jan bakumpua juo),” imbau Linda.

Berdasakan data Dinas Kesehatan Kota Padang terungkap, di Kota Padang terdapat 2 tambahan kasus meninggal dunia (1 kasus di Kec.Kuranji dan 1 kasus di Kec. Lubuk Begalung) sehingga Total meninggal dunia 6 orang, dan 7 orang masih menunggu hasil laboratorium, terdapat tambahan 1 kasus sembuh (1 kasus di Kec Lubuk Kilangan) sehingga Total sembuh 8 kasus.

Jumlah PDP per tanggal 18 April 2020 adalah 68 orang (kumulatif) dan Jumlah OTG yang kontak erat dengan penderita terkonfirmasi sebanyak 435 orang. (**)


SUMBARNET.COM - Per Sabtu 11 April lasus positif virus corona (Covid-19) Kota Padang bertambah satu orang lagi, sehingga total menjadi 19 kasus.

Penambahan kasus baru ini dikonfirmasi pihak Dinas Kesehatan Kota Padang dari Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki), dan ini merupakan kasus pertama yang membuat kecamatan tersebut positif terinfeksi, bersama 5 kecamatan lain yang sudah lebih dulu ditemukan kasus positif, yakni, Kuranji, Padang Timur, Padang Utara, Koto Tangah dan Lubuk Begalung.

Selain  kasus baru, pihak Dinkes mengupdate data jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) per tanggal 11 April menjadi 32 orang. Sedangkan jumlah OTG atau tracking orang  yang kontak dengan penderita terkonfirmasi sebanyak 254 orang.

Kasus baru merupakan hasil pemeriksaan laboratorium FK Unand yang baru keluar hari ini. Pemeriksaan Laboratorium  FK Unand juga memberikan laporan 10 kasus negatif, dan Swab (cairan dahak) 3 orang lagi masih menunggu hasil.

Secara keseluruhan, Dinkes Kota Padang mengkonfirmasi, sebayak 4 penderita Covid-19 sembuh, dan pasien yang meninggal dunia 2 orang. Dengan demikian, dari 19 kasus, pasien positif tinggal 13 orang. (AdF/isr)

SUMBARNET.COM - Puluhan masyarakat Kelurahan Tarantang mendatangi kantor Lurah Tarantang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, pada Senen (17/2).

Mereka membawa spanduk bertulisan ketidak puasan atas kinerja Syulastri sebagai Lurah mengenai pengerjaan program Dana Alokasi Umum (DAU). Oleh karena itu mereka menuntut agar Syulastri dicopot dari jabatannya sebagai Lurah Tarantang.

Rusdianto Azwir selaku tokoh masyarakat sekaligus koordinator aksi mengatakan, "aksi yang dilakukan ini adalah buntut kekecewaan terhadap Syulastri karena telah banyak menyalahi aturan mengenai pengerjaan program DAU," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada bulan Agustus 2019 yang lalu masyarakat telah mengirimkan surat kepada Syulastri selaku Lurah Tarantang mengenai pekerjaan pasling yang telah dikerjakan pada bulan Februari dengan volume 60 meter tetapi yang di kerjakan cuma 45 meter.

"Pada bulan Agustus kami telah melaporkan dan mengirimkan surat ke inspektorat, karena Syulastri menunjuk pihak ketiga dari PUPR Kota Padang Nofianto dan Munggo dari kelurahan Beringin untuk mengerjakan RAB, tapi kami halangi untuk sementara waktu. Sebab mengapa orang dari luar untuk mengerjakan proyek Dana Alokasi Umum (DAU) itu, sedangkan warga kelurahan Tarantang masih bisa mengerjakannya. Dan kamipun juga pernah menanyakan hal ini ke Sekretaris Kelurahan Masrizal mengenai DAU itu untuk program apa saja," sebutnya.

Nusa Arianto menambahkan, "selama ini kami tidak ada masalah dengan Syulastri, namun sekarang ini kami merasa sangat di zolimi karena kami dari pemuda, tokoh masyarakat dan perangkat RW/RT tidak diikut serta dalam pekerjaan yang memakai anggaran DAU.

"Kami bukannya menuding Syulastri itu Lurah yang tidak bagus, yang kami sesalkan kenapa Syulastri tersebut tidak mengikut sertakan perangkat yang ada," ujarnya

Aksi masyarakat tersebut dimediasi oleh Camat Lubuk Kilangan Yalmasril dan Kapolsek Zulkafde, hingga tuntutan mereka dikabulkan untuk sementara kantor Lurah Tarantang tersebut mereka segel.

Camat Lubuk Kilangan Yalmasril mengatakan. "berkemungkinan Syulastri dengan masyarakat miskomonikasi, kita akan melaporkan permasalahan ini ke Walikota dan kita pun akan mencari jalan keluar permasalahan ini," katanya.

Hingga berita ini diturunkan awak media terus berusaha untuk mengkonfirmasikan hal ini kepada Syulastri, karena ketika aksi, Syulastri tidak berada ditempat.(AdF/Roni)