Tampilkan postingan dengan label Maigus Nasir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maigus Nasir. Tampilkan semua postingan

 


PADANG, --  Rendahnya kehadiran siswa baik siswa SD dan SMP sederajat ke masjid atau mushalla, menjadi keprihatinan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang, H. Maigus Nasir, S.Pd, M.Pd. Karena itu, Maigus berharap DMI ikut berkontribusi serta melakukan kajian terhadap permasalahan ini. 


“Dari data yang ada, kehadiran siswa shalat Subuh ke masjid dan mushalla tak sampai separo. Ini kenapa, DMI perlu ikut melakukan kajian mengingat Pemko Padang punya program Unggulan (Progul) Smart Surau,” ungkap Maigus yang juga Wakil Wali Kota Padang ketika membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DMI ke-X Kecamatan Nanggalo, Sabtu, 10 Januari 2026 di aula Kantor Camat Nanggalo, Padang.


Maigus juga menyarankan pengurus DMI melakukan koordinasi dan konsolidasi pada sekolah-sekolah yang ada di sekitar masjid-masjid sekitarnya. Dari pihak Pemko, akan mengumpulkan kepala-kepala sekolah dan guru, untuk membahas hal tersebut, agar progul Smart Surau dapat terlaksana dengan baik.


“Saya akui, ada orang tua curhat pada saya, dia mengaku terganggu dengan progul Smart Surau, karena berkurang tidurnya. Biasanya, kebanyakan orang tua hanya membangunkan anaknya menjelang berangkat sekolah, bukan di waktu subuh. Ini kan perlu kajian,” ujar Maigus dalam acara yang dihadiri Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, Forkopimda Nanggalo, KAN Nanggalo,  organisasi keagamaan serta pengurus masjid se-kecamatan Nanggalo. 


Kepada para kepala sekolah dan guru-guru, Maigus mendorong untuk lebih aktif menggerakkan siswa agar lebih rajin datang ke masjid dan mushalla menunaikan shalat Subuh berjamaah. 


“Guru adalah penggerak, maka guru berkewajiban menggerakkan siswa untuk datang ke masjid. Di posisi ini, pengurus masjid juga diharapkan perannya untuk memberitahu para orang tua,” harap Maigus. 


Kepada pengurus DMI Nanggalo, Maigus berpesan untuk memperkuat konsolidasi. Hal ini sangat diperlukan dalam organisasi. Organisasi akan kuat, jika konsolidasinya juga kuat.  Keberhasilan sebuah organisasi, tergantung perencanaan.


“Di Masjid itu lengkap, ada ulama, ada akademisi, ada tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda dan intelektual lainnya. Karena itu mari kita makmurkan masjid,” ajak Maigus.


Ketua Pengcab DMI Nanggalo, Agusriadi menyampaikan sejak menjabat Ketua DPC DMI Nanggalo pada 2018 sampai 2025, telah banyak hal yang dilakukan, di tengah keterbatasan yang ada. 


“Saya sudah 7 tahun menjabat Ketua DPM Nanggalo, karena kepada pengurus ke depan, saya berharap dapat lebih baik. Kalau ada yang baik, silahkan dilanjutkan agar lebih baik. Bila ada yang kurang baik, kami mohon maaf dan silahkan untuk diperbaiki,” ujar Agusriadi. 


Meski masa kepengurusannya sudah berakhir, Agusriadi mengaku selalu siap untuk berkontribusi pada DMI jika diperlukan pengurus berikutnya. Begitu juga pengabdian terhadap masjid, akan terus dilakukan selagi diberi kesehatan oleh Allah SWT. 


“Harapan kami, semoga kepengurusan ke depan, jauh lebih baik dari kami,” ujarnya.

 

Sebelumnya Ketua Panitia Muscab DPC DMI Nanggalo, Vonny Kurnia dalam laporannya menyampaikan bahwa muscab dengan Tema: Kolaborasi dan Sinergi Bersama Pemko Padang dalam Mewujudkan Smart Surau, diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan lancar. (ms/ald)



SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, meninjau warga terdampak bencana banjir di sejumlah titik di Kota Padang, Minggu (30/10/2025).


Kunjungan diawali ke lokasi pengungsian masyarakat di Masjid Al Hijrah Jalan Kampung Apa, kemudian dilanjutkan ke Perumahan Lumin Park serta Dapur Umum yang berada di sebelah Puskesmas Air Dingin. Rombongan juga meninjau Jembatan Surau Gadang yang putus akibat banjir sepekan terakhir.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Titiek Soeharto untuk melihat langsung kondisi warga Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi sepekan terakhir. 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Titiek yang telah hadir mengunjungi warga terdampak banjir di Kota Padang. Selain rumah, jalan, dan bangunan yang rusak juga terdapat enam jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi ini, dan kami berharap dicarikan solusinya sehingga dapat segera dibangun kembali,” ujarnya.


Wawako juga menyampaikan bahwa Pemko Padang telah menetapkan masa tanggap darurat mulai 28 November hingga 5 Desember untuk memfokuskan percepatan penanganan banjir dan kebutuhan dasar masyarakat.


Sementara itu, Titiek Soeharto mengatakan bahwa Bulog menyalurkan bantuan pangan untuk masa tanggap darurat bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar sebanyak 34.302.520 kg beras, dan minyak goreng sebanyak 6.860.504 liter. Adapun untuk Provinsi Sumatera Barat dialokasikan beras sebanyak 6.794.960 kg, dan minyak goreng sebanyak 1.358.992 liter.


“Hari ini kami bersama Bulog menyalurkan bantuan berupa beras, minyak untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Kota Padang. Bantuan ini tidak hanya untuk Kota Padang, tetapi juga untuk wilayah lain di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumut. Kami ingin memastikan bantuan ini terdistribusikan segera,” tegas Titiek. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat Satu Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2025 untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, serta predikat “Informatif” dalam Monitoring dan Evaluasi KIP Sumbar 2025. 


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir juga dianugerahi penghargaan bergengsi “Achievement Motivation Person 2025”. Dia dianggap sebagai Tokoh Keterbukaan Informasi Publik Sumbar dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumbar.


Piala dan piagam penghargaan tersebut diserahkan Ketua KI Provinsi Sumbar, Musfi Yendra dalam ajang Malam Anugerah KIP Sumbar 2025, di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (18/11/2025) malam. 


Wawako Maigus Nasir bersyukur atas pencapaian yang diraih tersebut pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Wali Kota Padang, Fadly Amran.


“Prestasi ini memiliki makna besar karena berkaitan dengan keterbukaan informasi publik. Melalui Program Unggulan Padang Amanah, kita berkomitmen membangun tata kelola pemerintah berbasis digital agar masyarakat dapat mengakses informasi secara terbuka, bisa kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.


Maigus juga menegaskan bahwa kepemimpinan hari ini tidak semata soal jabatan, melainkan tentang memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 


"Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang yang telah berhasil menjaga, mengembangkan, dan memperkuat sistem keterbukaan informasi melalui berbagai aplikasi pelayanan publik. Semoga hal ini terus kita jaga dan tingkatkan tentunya," tambah Maigus didampingi Kepala Dinas Kominfo, Boby Firman.


Sementara itu, Gubernur Sumbar yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov), Arry Yuswandi, dalam sambutannya menyatakan bahwa keterbukaan informasi adalah salah satu pondasi penting dalam demokrasi dan pembangunan daerah.


“Pemprov Sumbar mengapresiasi upaya KI Provinsi Sumbar dalam mendorong badan publik dan tokoh-tokoh agar konsisten menjalankan amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Selamat kepada seluruh penerima penghargaan,” katanya.


Ketua KI Provinsi Sumbar, Musfi Yendra, menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban badan publik, tetapi juga kebutuhan untuk mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.


“Penghargaan ini diberikan melalui proses penilaian ketat kepada badan publik yang memperoleh predikat informatif, serta tokoh-tokoh yang terbukti berkomitmen dalam memajukan keterbukaan informasi di Sumbar untuk tahun 2025,” jelas Musfi. (AdF/Taufik/Wiki/Nindy/Ivan/Viqi)

 


SUMBARNET - Konsisten menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan enam pilar Smart City, Pemerintah Kota Padang kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan pada ajang Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025.


Penghargaan berupa Special Award diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dalam acara yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu malam (8/11/2025). Kota Padang menjadi satu dari dua kota di Sumatera yang berhasil meraih penghargaan ini, bersama Kota Dumai.


“Alhamdulillah, malam ini Kota Padang kembali memperoleh penghargaan atas berbagai inovasi yang kita lakukan. Salah satunya melalui program Smart Surau, yang berperan penting dalam bidang pendidikan, penguatan karakter, dan pengembangan masyarakat berbasis teknologi,” ujar Maigus Nasir usai menerima penghargaan.


Ia menambahkan, penghargaan ini juga diraih berkat upaya Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Kota Gastronomy, di mana Padang dinilai sukses menggerakkan lebih dari 20 ribu pelaku UMKM melalui sistem informasi dan komunikasi berbasis digital dengan konsep gastronomi.


“Melalui pembangunan Progul Padang Amanah dengan tata kelola pemerintahan berbasis digital, kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat baru untuk terus berinovasi dan berkolaborasi membangun Kota Padang yang lebih maju dan berdaya saing,” lanjutnya.


Sementara itu, CEO Citiasia, Fitrah Rachmat Kautsar, menjelaskan bahwa ISNA merupakan inisiatif lembaga non-pemerintah yang konsisten memberikan apresiasi kepada kepala daerah dan pemerintah daerah atas inovasi unggul dalam penerapan konsep smart city di Indonesia.


“Dalam tujuh kali penyelenggaraan ISNA, kami selalu menghadirkan tema berbeda setiap tahunnya, seperti City Branding, Food Resilience (Ketahanan Pangan), Sustainable Ecology (Ekologi Berkelanjutan), hingga Special Award,” jelas Fitra.


Menurutnya, riset ISNA mencakup 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, dengan parameter penilaian bersumber dari lembaga resmi seperti Kementerian Komdigi, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai indeks nasional seperti Indeks Ketahanan Pangan dan Food Safety and Renewable Atlas dari Bappenas.


“Kami percaya, penerapan smart city tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar inovasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selamat kepada seluruh pemerintah daerah penerima penghargaan, mari bersama mewujudkan Indonesia yang semakin cerdas,” tutupnya.


Turut mendampingi Wakil Wali Kota Padang, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Boby Firman, didampingi Plt. Sekretaris Dinas serta Kabag Umum Setda Kota Padang Harry Krisna. (**)

 


SUMBARNET - Program BPJS Gratis yang diusung Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir sudah berjalan selama enam bulan lebih. Program untuk kemaslahatan umat itu dievaluasi, Selasa (21/10/2025). 


"Di satu semester pelaksanaan BPJS Gratis kita lakukan evaluasi dan cukup banyak informasi yang didapatkan," ungkap Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir saat memimpin rapat evaluasi bersama satuan kerja di Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, di Aie Pacah. 


Temuan paling mengejutkan, hingga saat ini ternyata masih ada sejumlah perusahaan yang masih belum mendaftarkan karyawannya pada program BPJS. Padahal perusahaan tersebut sudah teregistrasi. 


"Sampai saat ini ada 255 perusahan yang belum mendaftarkan 3.386 karyawannya di BPJS," ucap Maigus Nasir. 


Wawako berencana akan memanggil perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya. Termasuk puskesmas dan rumah sakit yang bermitra dengan Pemko Padang. 


"Kita akan undang seluruhnya untuk hadir, apabila setelah itu perusahaan masih nakal (tidak mendaftarkan karyawan), tentunya perusahaan akan kami tutup," tegas Maigus Nasir. 


Selain itu, Wawako juga membeberkan temuan lain. Di beberapa tempat fasilitas kesehatan ditemukan oknum yang memanfaatkan BPJS Gratis. Oknum tersebut naik kelas inap perawatan, akan tetapi justru mendapatkan fasilitas BPJS yang notabene untuk kelas III. 


"Ada oknum pasien yang naik kelas I, tetapi mendapatkan fasilitas gratis yang seharusnya untuk kelas III," kata Maigus. 


Padahal seharusnya, pasien yang mendapatkan fasilitas BPJS gratis ditempatkan di kelas III. Akan tetapi oknum nakal menggunakan fasilitas kelas I, dan mendapatkan fasilitas gratis. 


"Obat dan pelayanan dokter didapatkannya secara gratis, sementara untuk fasilitas kamar kelasi I dibayar secara pribadi atau mandiri, tentu ini menyalahi dan kufur nikmat namanya," sebut Wawako. 


Wawako akan memanggil direktur rumah sakit yang ada di Padang untuk mendapatkan informasi terkait ini. Nantinya setelah itu akan dilakukan tindakan jika memang menyalahi aturan berlaku. 


Rapat evaluasi BPJS Gratis yang digelar di Aula Dinas Kesehatan itu dihadiri Kadis Kesehatan, dr Sri Kurniayati, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Padang, Fauzi Lukman Nurdiansyah, Camat se-Kota Padang, serta sejumlah kepala OPD di Lingkup Pemko Padang.(Charlie)



SUMBARNET - KONI Kota Padang harus punya skala prioritas dalam membina cabang olahraga atau cabor guna meraih prestasi.


Harapan tersebut disampaikan Wakil Walikota Padang Maigus Nasir saat menerima pengurus KONI Kota Padang yang baru saja di SK kan KONI Sumatera Barat, Senin ( 13/10/2025).


SK kepengurusan bernomor 130  Tahun 2025 tersebut diterbitkan KONI Sumbar tanggal 09 Oktober 2025.


Dalam pertemuan di kediaman resmi Wakil Walikota Padang tersebut, Maigus meminta, dari puluhan cabor yang ada, harus diperkirakan cabor mana yang paling berpeluang untuk berprestasi.


"Cabor itulah yang seharusnya mendapat prioritas untuk dibina oleh kepengurusan KONI Kota Padang saat ini," beber Maigus. 


Terkait makin terbatasnya kemampuan keuangan Pemko Padang, Wawako Maigus meminta pengurus KONI Kota Padang untuk lebih kreatif.


Umpamanya dengan mencoba menggaet dana atau sponsor dari dunia usaha dan pihak ketiga lainnya untuk memajukan dunia olahraga di Kota Padang.


"Bisa saja, satu lembaga atau perusahaan yang cukup punya kemampuan dana membina satu cabang olahraga, seperti yang dulu pernah dilaksanakan," terang Maigus.


Sebelumnya, Ketua KONI Kota Padang Erianto, didampingi sejumlah pengurus,  menyampaikan harapan agar kepengurusan KONI Kota Padang yang ia pimpin mendapat dukungan penuh dari Pemko Padang.


Politisi muda yang sukses menjadi salah satu peraih suara terbanyak pada pileg DPRD Kota Padang tahun 2024 lalu ini optimis, dengan support atau dukungan dari Pemko Padang,  kepengurusan KONI Kota Padang yang ia pimpin bakal mampu meningkatkan prestasi atlet Kota Padang diberbagai ajang pertandingan. ***



PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau progres revitalisasi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Selasa (7/10/2025).


Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan revitalisasi pelabuhan berjalan sesuai rencana, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan layanan transportasi laut dalam mendukung konektivitas antara Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, yang telah berkontribusi terhadap pengembangan sektor transportasi laut di Kota Padang.


“Transportasi laut merupakan urat nadi perekonomian dan pariwisata daerah. Karena itu revitalisasi PPS Bungus ini sangat penting dilakukan,” ujarnya.


Sementara itu, Zigo Rolanda menegaskan bahwa PPS Bungus memiliki peran vital sebagai jalur utama pelayaran menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai.


“Pelabuhan ini menjadi akses utama pengiriman kebutuhan pokok dan material pembangunan bagi masyarakat Mentawai. Oleh karena itu menjadi prioritas untuk direvitalisasi,” terang Zigo.


Zigo juga mengungkapkan bahwa sebelumnya anggaran revitalisasi bagi PPS Bungus sebesar Rp4,3 miliar sempat diblokir karena kebijakan efisiensi. Namun berkat koordinasi antara Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan, anggaran tersebut akhirnya kembali dibuka.


“Nilai ini memang belum mencakup seluruh kebutuhan, namun kami akan terus memperjuangkan tambahan anggaran agar pembenahan pelabuhan dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Anggota DPR RI ini. 


“Semoga upaya ini memperkuat posisi Padang sebagai kota wisata dan gerbang utama konektivitas Sumatera Barat,” pungkasnya. (**)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan kepeduliannya terhadap nelayan dan masyarakat pesisir. 


Hal itu ditandai dengan penyerahan bantuan sarana prasarana usaha perikanan sekaligus peninjauan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Muaro Baru Pasie Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (25/9/2025).


Maigus mengatakan, program ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan. 


“Bantuan sarana prasarana usaha perikanan akan mendorong produktivitas nelayan. Sementara Gerakan Pangan Murah kita hadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.


Menurutnya, Pemko Padang memiliki komitmen kuat dalam memberdayakan nelayan. Tahun 2025, sejumlah bantuan kembali disalurkan, mulai dari perahu fiber, mesin tempel, jaring, fish box.


“Kami juga terus berupaya memperjuangkan dukungan ke pusat dan provinsi, termasuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Sarai serta rehabilitasi Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo,” tambahnya.


Kadis Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menjelaskan bantuan yang diberikan dalam kesempatan tersebut cukup beragam. Di antaranya 19 unit mesin tempel, 64 fishbox, 192 unit jaring, 1 perahu fiber, 4 oven pengasapan ikan, 1 unit freezer, serta ratusan ribu benih ikan (nila, lele, dan gurame) berikut pakan ikan sebanyak 8,3 ton.


Selain bantuan untuk nelayan, GPM juga menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat dengan harga lebih murah. Komoditas yang tersedia antara lain beras, minyak goreng, telur, cabai, bawang, daging ayam dan sapi beku, serta berbagai produk olahan lokal.


Salah seorang penerima bantuan, Syafrizal (47), nelayan dari Pasia Nan Tigo, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah kota. 


“Alhamdulillah, bantuan mesin tempel ini sangat berarti bagi kami. Dengan alat yang lebih baik, kami bisa melaut lebih jauh dan lebih aman. Semoga hasil tangkapan juga meningkat, sehingga ekonomi keluarga kami ikut terbantu,” tuturnya.


Kegiatan ini diikuti sekitar 100 nelayan perwakilan KUB, Poklahsar, dan Pokdakan di Kota Padang. Hadir pula Kadis Pertanian Yoice Yuliani, Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan, lurah Pasia Nan Tigo, serta lurah se-Kecamatan Koto Tangah. (Hariz / Charlie)

 


Padang – Suasana Pantai Padang sejak Sabtu (20/9/2025) pagi tampak ramai oleh ratusan peserta yang bergotong royong membersihkan area pesisir. 


Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025 yang dipusatkan di kawasan belakang Hotel Pangeran hingga Pantai Muaro Lasak.


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, aksi bersih pantai ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. 


“Kebersihan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam agama, kita diajarkan menjaga kebersihan karena itu menentukan ibadah seseorang. Dari sini kita ingin menguatkan semangat Padang Rancak yang menjadi program unggulan Wali Kota,” ujarnya.


Ia menambahkan, menjaga keindahan kota tidak hanya dilakukan dengan membersihkan sampah, tetapi juga melalui penataan taman, pemanfaatan pekarangan, hingga menjaga lingkungan di sekitar rumah. 


“Terpenting adalah keteladanan. Semua pihak harus menjadi motor penggerak agar budaya bersih bisa tumbuh di tengah masyarakat,” jelasnya.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menuturkan bahwa peringatan WCD diikuti secara serentak di seluruh 104 kelurahan di Kota Padang. 


“Selain di pantai, kita juga mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan di depan rumah masing-masing. Aksi ini melibatkan petugas DLH, perwakilan kelurahan di Kecamatan Padang Barat, serta komunitas bank sampah,” katanya.


Melalui kegiatan ini, Pemko Padang berharap kebersihan menjadi budaya bersama, sehingga wajah kota semakin indah dan nyaman untuk semua. (AdF/Hariz/Charlie)



SUMBARNET – Pemerintah Kota Padang terus mendorong petani milenial agar mampu berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan sektor pertanian. Dorongan ini sekaligus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.


Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri kegiatan Narasemesta Jasindo di Saung Meeting Dinas Pertanian Kota Padang, Jumat (12/9/2025).


“Pemko Padang mengapresiasi bantuan yang diberikan Jasindo sebagai bentuk perhatian kepada petani sekaligus mendukung Asta Cita ketahanan pangan,” ujar Maigus.


Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. 


“Semangat para petani merupakan kekuatan besar dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan,” tambahnya.


Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, menyampaikan bahwa pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi petani, salah satunya melalui literasi asuransi pertanian.


“Asuransi pertanian menjadi penunjang ketika petani mengalami gagal panen. Ini bagian dari upaya kami mendukung keberlanjutan program pertanian di Kota Padang,” jelas Ocke.


Adapun bantuan yang diberikan Asuransi Jasindo meliputi asuransi kecelakaan diri gratis, fasilitas internet gratis untuk Agrowisata Seilar, rumah hidroponik untuk komunitas petani milenial, serta mesin penggiling padi untuk Kelompok Tani Taruko Saiyo. (AdF/MA/Charlie)

 


SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menjadi khatib salat Jumat di Masjid Nurul Yaqin, Air Dingin, Padang, Jumat (5/9/2025). Saat berceramah, Maigus Nasir menyampaikan seruan kepada seluruh pejabat negara. 


"Saya serukan kepada seluruh pejabat, terutama pejabat di Pemko Padang untuk selalu memikirkan masyarakat," ujarnya di depan seluruh jemaah salat Jumat. 


Seruan itu disampaikannya karena melihat situasi negara saat ini. Menurutnya, kondisi bangsa sedang tidak baik-baik saja. Apalagi beberapa hari yang lalu terjadi aksi demonstrasi masyarakat. 


"Akibat dari luapan amarah, aset milik rakyat dibakar, korban berjatuhan," sebut Maigus.  


Maigus menuturkan, sikap memikirkan masyarakat perlu ditekankan di dalam diri pejabat dan siapa saja. Karena sikap itu dimiliki Nabi Muhammad SAW. Bahkan Rasulullah selalu diteladani dan dikenang oleh umatnya karena selama hayatnya ingat dengan masyarakat. 


"Para pejabat agar meneladani Rasulullah sebagai pemimpin yang selalu dikenang oleh umatnya. Pemimpin bukan melayani dirinya, tetapi menjadi pelayan bagi warganya," ungkap Maigus. 


Sisi lain, Wawako Maigus menyampaikan, ada beberapa ciri mereka yang mendapatkan nikmat dari Allah SWT. Pertama yakni para pejuang. 


"Para pejuang yang mengorbankan jiwa dan hartanya akan mendapat nikmat dari Allah. Karena mereka para pejuang mengabdikan dirinya kepada Allah," kata Maigus. 


Selain pejuang, mereka yang saleh juga mendapatkan nikmat dari Allah. Termasuk orang yang benar, akan mendapatkan nikmat berlimpah dari Allah SWT. 


"Bukan orang pintar, tetapi orang yang benar, karena orang yang pintar belum tentu benar," ucap Wawako. 


Usai menjadi khatib salat Jumat, Wawako Maigus Nasir kemudian melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya kelanjutan pembangunan Masjid Nurul Yaqin. Hadir di kesempatan itu di antaranya Kabag Kesra Setdako, Camat Koto Tangah, Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqin, Ketua Pembangunan Masjid, dan lainnya. (Charlie)

 


SUMBARNET - Suasana Masjid Agung Nurul Iman Padang dipenuhi jamaah pada Senin (25/8/2025) malam. Ratusan masyarakat hadir mengikuti Safari Dakwah bersama ulama kharismatik, Habib Ahmad Al-Habsyi, yang untuk pertama kalinya hadir langsung di Kota Padang.


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran Habib Ahmad di tengah masyarakat Kota Bingkuang.


“Selama ini kita hanya bisa melihat Habib di layar televisi, alhamdulillah hari ini beliau hadir langsung bersama kita. Semoga membawa berkah dan menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” ujarnya penuh haru.


Dalam kesempatan itu, Wawako sekaligus memperkenalkan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yaitu Smart Surau. Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi surau dan masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, serta penguatan nilai-nilai Islam.


“Insya Allah, ke depan kita ingin masjid dan surau dipenuhi anak-anak, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di shalat Magrib, Isya, dan Subuh berjamaah,” jelasnya.


Maigus Nasir juga menyoroti pentingnya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Ia mengingatkan fenomena yang cukup memprihatinkan, yakni anak-anak usia sekolah dasar yang sudah terjerumus dalam penyalahgunaan zat berbahaya.


“Pendidikan usia dini sangat menentukan masa depan anak-anak kita. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, guru, dan pemerintah,” tegasnya.


Tak lupa, Wawako memberikan apresiasi kepada para guru TK Islam yang hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut para pendidik sebagai pahlawan bangsa.

“Ibu-ibu guru adalah orang-orang mulia. Pemerintah Kota Padang akan terus mendukung dunia pendidikan, baik melalui penyediaan seragam, buku, hingga fasilitas digital di masjid untuk menunjang pembelajaran anak-anak,” ungkapnya.


Sementara itu, Habib Ahmad Al-Habsyi menyambut baik gagasan Smart Surau yang digagas Pemko Padang. Bahkan, ia menyebut program tersebut sejalan dengan doa dan pemikiran yang selama ini ia ikhtiarkan.


“Alhamdulillah doa saya terjawab. Insya Allah dalam tiga bulan ke depan saya akan meluncurkan aplikasi bernama ‘Surau’, dan Kota Padang akan menjadi tempat peluncuran pertama. Aplikasi ini gratis untuk masjid dan mushalla, bahkan bisa membangun kekuatan ekonomi masjid dari infak jamaah menjadi lebih konvensional. Kita bisa berdayakan masjid melalui investasi emas hingga UMKM. Semua hasilnya kembali untuk masjid,” jelasnya.


Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad mengingatkan pentingnya menghormati dan memuliakan guru. Menurutnya, tidak ada seorang pemimpin tanpa jasa seorang guru.


“Profesi pertama yang Allah berikan kepada Nabi Adam AS adalah guru. Barang siapa memuliakan guru, maka ia memuliakan Rasulullah SAW. Dan barang siapa memuliakan Rasulullah, maka ia memuliakan Allah. Balasannya adalah surga,” tutur Habib Ahmad.


Kegiatan safari dakwah ini juga dihadiri komunitas Riau Mengaji serta disiarkan secara langsung melalui Padang TV. Acara ditutup dengan lantunan shalawat bersama jamaah, sehingga menambah suasana syahdu dan penuh keberkahan. (Hariz)

 


SUMBARNET - Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 jadi ajang pengembangan potensi atlet untuk dapat mengharumkan nama Kota Padang dan Sumbar di tingkat nasional serta internasional. 


Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir pada saat membuka Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup di Gedung HBT Pondok Building, Kawasan Pondok, Jumat (8/8/2025). 


Kejuaraan ini diikuti ratusan atlet kempo atau kenshi dari 15 kabupaten kota se-Sumbar mulai Rabu (6/8/2025) sampai dengan Sabtu (9/8/2025). 


Pada kegiatan pembukaan secara resmi tersebut turut hadir pengurus pusat Perkemi, perwakilan KONI Sumbar, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion yang juga sekaligus ketua Pengcab Perkemi Kota Padang, Kepala Dispora Kota Padang, dan KONI Padang. 


"Keluarkan segala potensi atlet. Mudah-mudahan kehadiran pengurus pusat kempo dapat melihat bibit-bibit atlet kempo Kota Padang dan Sumbar dapat terpantau, sehingga ananda semua bisa berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Jangan berpuas diri apabila nanti berhasil juara karena perjalanan karir masih panjang," kata Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. 


Buya Maigus Nasir juga mengapresiasi Muharlion selaku Ketua Pengcab Perkemi Kota Padang yang terus berupaya melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet kempo, salah satunya melalui Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup yang menghadirkan ratusan atlet kempo terbaik yang berasal dari 15 kabupaten kota se-Sumbar. 


"Pada PON Aceh-Sumut lalu, kempo menyumbangkan dua medali emas untuk kontingen Sumbar dan salah satu atletnya berasal dari Kota Padang. Mudah-mudahan kempo makin berjaya dan makin baik pada momentum HJK ke-356 ini. Saya berterimakasih kepada Bapak Muharlion yang terus membina atlet-atlet terbaik Kota Padang," ujarnya. 


Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup, Nofrialdi menyebut bahwa kejuaraan kali ini juga sekaligus menjadi ajang persiapan untuk para kenshi Kota Padang dan Sumbar jelang PON Beladiri Nasional yang akan dilaksanakan Oktober 2025 nanti. 


"Terdapat 37 nomor yang dipertandingkan untuk kategori junior, remaja, dan dewasa. Nantinya, yang terbaik di sini akan mewakili Sumbar di PON Beladiri Nasional," ujarnya. (AdF/Taufik)



SUMBARNET - Pengurus baru Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Kota Padang melakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Wali Kota Padang pada hari ini. 


Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Padang, Selasa (5/8/2025) tersebut, MKKS memperkenalkan kepengurusan baru dan membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi sekolah swasta di Kota Padang.


Ketua MKKS SMP Kota Padang, Azwir menyampaikan bahwa kehadirannya didampingi beberapa pengurus MKKS lainnya merupakan bentuk komunikasi awal agar pengurus dapat lebih dikenal Pemko Padang, khususnya Wakil Wali Kota Maigus Nasir. 


“Sekolah swasta berada di bawah binaan Kota Padang, jadi penting bagi kami untuk membangun komunikasi dan memperkenalkan pengurus baru kepada Pak Wawako. Supaya dalam kegiatan-kegiatan pendidikan ke depan, keterlibatan sekolah swasta bisa lebih maksimal,” jelas Azwir yang merupakan Kepala SMP Muhamadiyah. 


Dalam kesempatan tersebut, para pengurus MKKS SMP Kota Padang juga menyampaikan keluhan terkait menurunnya jumlah pendaftaran siswa baru di sekolah swasta. 


Menurut mereka, fenomena ini berdampak pada guru-guru bersertifikasi yang akhirnya tidak bisa memenuhi jam mengajar minimal, karena kekurangan jumlah siswa. Hal ini tentu mempengaruhi hak guru dalam menerima tunjangan sertifikasi.


“Ada sekolah yang bahkan tidak mendapatkan murid sama sekali tahun ini. Ini perlu jadi perhatian bersama karena guru-guru kami juga berhak mendapatkan jam mengajar yang cukup,” ujar pengurus MKKS Kota Padang lain, Saiful Bahri.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan beberapa masukan. 


Ia menegaskan pentingnya setiap sekolah swasta membenahi mutu dan citra sekolah agar menjadi pilihan masyarakat. 


Ia juga menekankan bahwa Pemko Padang berkomitmen terhadap kebijakan yang sudah ada, termasuk pembatasan jumlah siswa di sekolah negeri agar tidak mengganggu eksistensi sekolah swasta.


"Kami akan mengecek langsung ke lapangan terkait sekolah-sekolah negeri yang mungkin masih melebihi kapasitas. Ini tentu komitmen yang baik dalam rangka pemerataan pendidikan,” ujarnya.


Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara Pemko Padang dan sekolah swasta demi kemajuan pendidikan di kota ini secara menyeluruh. (AdF/Bunga/Dito/Taufik)

 


SUMBARNET - Ribuan warga dari lintas agama, pelajar tingkat SMP dan SMA, ASN, hingga komunitas lingkungan saling berangkulan untuk senam bersama dan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Padang, Sabtu (2/8/2025) pagi.


Kegiatan ini memperlihatkan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mempererat tali persaudaraan tanpa memandang latar belakang.


Peserta tampak antusias mengikuti senam bersama yang digelar di bibir pantai, lalu dilanjutkan dengan memunguti sampah dan membersihkan area sepanjang garis pantai. Pelajar, tokoh lintas agama, ASN, hingga relawan lingkungan bergerak bersama dalam suasana yang penuh keakraban.


Kegiatan kolaboratif ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356. Tidak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap kota, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat toleransi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat disatukan dalam satu gerakan nyata.


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang tercipta.


"Peringatan HJK ke-356 ini terasa sangat spesial. Bukan hanya dirayakan dengan kemeriahan, tapi juga dengan aksi nyata yang menggerakkan semua pihak. Ini bukti bahwa Kota Padang adalah kota yang kuat dalam semangat kebersamaan tanpa diskriminasi," ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya merawat nilai toleransi, kebersihan, dan semangat kolaborasi dalam membangun masa depan kota. 


"Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membersihkan pantai, tapi juga memperkuat persatuan dan rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai ini," tambahnya.


Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Prof. Dr. H. Salmadanis, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan suasana damai dan saling menghargai antarwarga Padang. 


"Senam dan bersih pantai ini bukan hanya bentuk peringatan HJK ke-356 dan menjelang HUT RI ke-80, tetapi juga menegaskan bahwa Kota Padang adalah kota toleran, kompak, dan damai. Inilah kekuatan kita," tuturnya.


Kegiatan ini digagas FKUB Kota Padang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama Kota Padang, dan didukung oleh Forkopimda serta jajaran perangkat daerah. 


Turut hadir Plh Sekda Kota Padang Corri Saidan, Asisten II Didi Aryadi, kepala OPD, tokoh lintas agama, serta ratusan pelajar dan relawan dari berbagai elemen masyarakat. (Hariz/Taufik)

 


SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menilai, Wali Kota Padang Fadly Amran adalah sosok yang mampu membawa semangat perjuangan, terutama dalam pembangunan. Semangat perjuangan itu mirip dengan sosok mantan Wali Kota Padang yang juga pahlawan nasional, Bagindo Aziz Chan.


“Semangat perjuangan Bagindo Aziz Chan terus diwujudkan dalam langkah konkret pembangunan Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran. Bapak Fadly Amtran datang membawa semangat seperti Bagindo Aziz Chan,”ujar Maigus Nasir saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-78 di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (19/7/2025).       


Semangat Fadly Amran, menurut Maigus Nasir, dapat terwujud dalam program unggulan Pemko Padang. Seperti peningkatan pendidikan dan kesehatan, digitalisasi layanan publik, reformasi birokrasi, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.


“Termasuk penguatan identitas kota,” jelas wawako.


Maigus Nasir menegaskan bahwa semangat perjuangan Bagindo Aziz Chan mesti menjadi fondasi dalam membangun Kota Padang. Menurutnya, Bagindo Aziz Chan adalah pemimpin yang bukan soal kekuasaan. Akan tetapi soal pengorbanan.


“Membangun bukan sekadar mendirikan gedung, tapi menghidupkan harapan. Merdeka bukan hanya bebas dari penjajah, akan tetapi juga bebas dari kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan,” ujar Wawako Padang.


Sisi lain, Wawako Padang juga menyoroti peran generasi muda dalam meneruskan perjuangan dengan mendukung program, seperti “Smart Surau” sebagai bentuk inovasi pembangunan berbasis nilai agama dan buday. Maigus Nasir mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersatu membangun Padang yang maju, inklusif, sejahtera, dan bermartabat.


“Kita tidak akan jadi kota besar bila melupakan sejarah. Kita tak akan jadi bangsa berjaya jika kehilangan semangat juang pahlawan. Maka kita warisi semangat Bagindo Aziz Chan dalam kehidupan nyata, jujur, tegas, berani, dan tulus dalam melayani,” tegasnya.(Charlie/Dito)



SUMBARNET - Makam pahlawan nasional, Bagindo Aziz Chan berada di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusuma Bhakti di Gulai Bancah, Bukittinggi. Makam pahlawan itu terawat baik.


Melihat terawat baiknya seluruh makam pahlawan di TMP Nasional itu, mendapat respon dari Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sabtu (19/7/2025). Ketika menabur bunga di atas makam Bagindo Aziz Chan, Wawako Padang mengucapkan terimakasih.


“Terimakasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah memelihara makam Bagindo Aziz Chan,”ujarnya


Letak makam Bagindo Aziz Chan berderet di sebelah kanan setelah pintu masuk. Makam tersebut terlihat berbeda dibanding makam lainnya. Pembedanya, di atas batu nisan makam ini terdapat bendera merah putih.


“Tentunya keberadaan TMP Nasional ini menjadi kebanggaan kita semua, di sini dimakamkan pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan,”jelasnya.


TMP Nasional Kusuma Bhakti ini sebelumnya berstatus taman makam pahlawan (TMP). Namun sejak ditetapkannya Bagindo Aziz Chan sebagai pahlawan nasional, TMP Kusuma Bhakti di Gulai Bancah itu naik kelas menjadi TMP Nasional.


Sementara itu, penjaga TMP Nasional Kusuma Bhakti, Fuadri saat diwawancarai Diskominfo Padang mengaku bahwa makam Bagindo Aziz Chan memang dirawat khusus. Makam pahlawan nasional itu dirawat oleh Efrijon yang merupakan ASN Kementerian Sosial.


“Setiap hari (makam) dibersihkan, termasuk saat tabur bunga maupun saat peringatan HUT RI,”ungkap Fuadri.


Sebelum mendatangi makam Bagindo Aziz Chan, rombongan Wakil Wali Kota Padang disambut jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi. Di Kantor Wali Kota, seluruh rombongan dijamu. Nampak hadir di antaranya, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Heriza Syafani, Kepala Badan Kesbangpol Padang Tarmizi Ismail, Staf Ahli Wali Kota Bukittinggi beserta jajaran, termasuk sejumlah aparatur di Dinas Sosial Kota Padang.(Charlie)

 


SUMBARNET - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan komitmen penuh Pemko Padang dalam  memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan kesehatan demi terwujudnya  kota pintar dan kota sehat. 


Komitmen itu ditegaskan Maigus Nasir pada kegiatan Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Paham Sistem JKN (Gema Kompas JKN) di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (9/7/2025). 


Dikatakan Maigus Nasir untuk memastikan seluruh warga Kota Padang dapat mengakses layanan kesehatan,  dia bersama Wali Kota Fadly Amran telah melaunching beberapa program yang tertuang dalam program unggulan, mulai dari BPJS Gratis, Dokter Warga, dan Insentif Keluarga Pasien Kurang Mampu. 


"Progul layanan BPJS Gratis langsung bahkan langsung dilaunching pada 5 Maret atau asatu minggu setelah kami dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota oleh Presiden Prabowo," kata Maigus Nasir. 


Itu  menunjukkan komitmen keduanya terhadap layanan kesehatan masyarakat.


"Yang pasti kita tidak ingin satupun warga padang yang sakit tidak mendapatkan layanan kesehatan gratis. Semua warga Padang wajib dapat mengakses layanan kesehatan gratis. Pemko Padang hadir, tidak masalah tidak bangun gedung, selama masyarakat mendapatkan layanan prima," tegasnya. 


Lebih lanjut, Maigus Nasir juga menerangkan bahwa Progul Dokter Warga juga sudah telah berjalan dan dapat dimaksimalkan warga yang tidak bisa datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan kesehatan. 


"Silahkan hubungi Puskesmas, maka Dokter Warga kita yang akan mendatangi pasien ke rumahnya," terangnya. 


Tidak sampai di situ, Progul yang disusun juga memikirkan bagaimana keluarga pasien tetap memiliki sumber pemasukan ketika ada anggota keluarga yang dirawat inap. 


"Ada program Insentif Keluarga Pasien Kurang Mampu. Jadi untuk keluarga yang menunggu anggota keluarga yang sakit kita berikan insentif Rp50 ribu per hari selama tujuh hari. Jadi uang insentif itu dapat digunakan sebagai biaya transportasi ke rumah sakit atau kebutuhan lain," ujar dia. 


Meski berbagai Progul telah dirancang untuk memastikan warga dapat mengakses layanan kesehatan, diakui Maigus Nasir bahwa masih ada masyarakat yang belum paham terhadap mekanisme, seperti program BPJS Gratis masih banyak warga yang bertanya-tanya. 


"Sekarang bagaimana kita mensosialisasikannya ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya. 


Menurut Maigus Nasir, kegiatan Gema Kompas JKN yang menghadirkan peserta Penyuluh Keluarga Bencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) diyakini dapat mensosialisasikan langsung ke tengah-tengah masyarakat. 


"Karena PKB dan PLKB ini langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga perannya sangat penting dalam mensosialisasikan langsung ke tengah-tengah masyarakat," terangnya. 


Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun mengapresiasi sejumlah Progul Pemko Padang yang dia lihat bahkan sudah berpikir sampai ke titik saat warganya harus dirawat inap. 


"Kami sangat mengapresiasi program daerah yang sangat memperhtikan kesejahteraan warganya, termasuk insentif untuk keluarga pasien," pujinya. (Taufik/Dito)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendukung penuh kiprah Pengurus Wilayah (PW) Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat dakwah, pendidikan, dan peran sosial di tengah masyarakat.


Hal ini disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran saat menghadiri pelantikan PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumbar periode 2025–2030 di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (10/7/2025).


"Pemko siap bersinergi, kita mengedepankan kolaborasi dalam menggerakkan seluruh potensi yang ada untuk mendukung dakwah dan pendidikan. Semoga Al Jam’iyatul Washliyah bisa menjadi mitra strategis dalam memajukan Kota Padang," ujar Fadly Amran.


Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program-program pembangunan, terutama yang menyentuh langsung kepentingan umat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menggerakkan potensi daerah secara maksimal.


"Semoga apa yang dicita-citakan oleh Al Jam’iyatul Washliyah dapat terwujud. Pemerintah Kota Padang siap memberikan dukungan dan membuka ruang," pungkasnya.


Senada dengan itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumbar, Al Amin, menyampaikan bahwa Al Jam’iyatul Washliyah telah menunjukkan kiprah nyata di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.


"Pelantikan ini menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan organisasi dalam memperluas peran dan tanggung jawabnya. Peran Al Washliyah di tengah masyarakat tidak diragukan lagi," katanya.


Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis, menjelaskan bahwa Al Jam’iyatul Washliyah adalah organisasi massa Islam yang didirikan di Medan, Sumatera Utara pada 30 November 1930 silam. Organisasi ini memiliki sejarah panjang dan berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. 


Ia juga menyambut baik rencana PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumbar untuk membangun lembaga pendidikan seperti sekolah atau perguruan tinggi.


"Ini bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mendukung pemerintah dalam mencetak generasi berkualitas,"ucapnya.


Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumbar periode 2025–2030 yang baru dilantik, Hanky Mustav Sabarta, menyampaikan bahwa Al Jam’iyatul Washliyah 

berfokus pada pengembangan dakwah,  pendidikan dan sosial.


"Ke depan, kami akan mengembangkan program dakwah dan pendidikan, termasuk rencana mendirikan kampus di atas tanah hibah. Saat ini, kami juga telah memiliki sekolah  di Mentawai yang hingga saat ini masih eksis," jelasnya.


Dalam struktur kepengurusan baru, Hanky Mustav Sabarta didapuk sebagai Ketua, Andi Desmon sebagai Sekretaris, dan Maidestal Hari Mahesa menjabat sebagai Bendahara.


Tema yang diusung dalam pelantikan ini yaitu "Bersama Al Washliyah Membangun Generasi dan Menguatkan Umat" untuk mencerminkan komitmen organisasi dalam memperkuat peran strategisnya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. (Mizwa/Taufik)

 


SUMBARNET - Kota Padang dianugerahi penghargaan  pada ajang zakat- wakaf award sebagai Kolaborator Pemerintah Daerah Terbaik dalam  pelaksanaan Program Kota Zakat - Wakaf.


Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Maigus Nasir didampingi Kakankemenag Edy Oktafiandi pada acara Peaceful Muharam 1447 Lebaran Yatim dan Disabilitas di Aula HM Rasyidi Kemenag RI, Jumat (4/7/25). 


Maigus Nasir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung program-program keagamaan, khususnya pengembangan zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.


 "Kami merasa bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Agama RI. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Padang yang telah berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat dan wakaf, serta untuk seluruh jajaran Pemko Padang yang telah bekerja keras mendorong program-program keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Maigus Nasir usai menerima penghargaan. 


Ia menegaskan bahwa Pemko Padang akan terus berkomitmen untuk menjadikan zakat dan wakaf sebagai bagian integral dari pembangunan sosial ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.


"Melalui penghargaan ini, diharapkan semangat dan partisipasi masyarakat Kota Padang dalam berwakaf dan berzakat akan semakin meningkat, serta mendorong terciptanya inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan wakaf yang bermanfaat luas bagi umat," ungkapnya.


Ditambahkannya, program Kota Zakat dan Wakaf merupakan salah satu inisiatif strategis Kementerian Agama dalam mendorong optimalisasi potensi zakat dan wakaf untuk pembangunan umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"Pemerintah Kota Padang dinilai berhasil membangun kolaborasi lintas sektor yang efektif dalam menyukseskan program ini, mulai dari edukasi publik, penguatan kelembagaan nazhir, hingga realisasi wakaf produktif," katanya.


Sementara, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghofur menyampaikan bahwa, Padang menjadi salah satu kota yang menonjol dalam hal sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.


 "Kami melihat Kota Padang memiliki model kolaborasi yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain, terutama dalam pengembangan wakaf produktif dan keterlibatan aktif pemerintah daerah," tutupnya.(Mizwa / Charlie)