Tampilkan postingan dengan label Pencak Silat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencak Silat. Tampilkan semua postingan

 


SUMBARNET — Cenzio Toviano, pada Kontingen Cabang olahraga pencak silat, Kabupaten Solok Selatan tampil memukau dan berhasil membawa medali 1, dan 1 perunggu diraih oleh Laura. 


Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Bertanding di Gedung Serba guna (GOR Politani, Kabupaten Solok Selatan Sukses pada Kamis (8/10/2026).


Pelatih pencak silat Rahmad fauzi menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas perjuangan para atlet di gelanggang.


" Hasil ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan latihan intensif yang telah dijalani para atlet selama ini. Kami sangat bangga mereka bisa tampil lepas dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Solok Selatan. Prestasi ini juga jadi motivasi besar bagi kami untuk terus konsisten melakukan pembinaan pencak silat muda ke depannya," ujar Rahmad fauzi.


Dirinya juga berharap agar para atlet jangan berpuas diri dan terus berlatih untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 mendatang.


Setelah ini atlet dipanggil ke pelatda untuk persiapan pra pon kalau Cenzio tobberhasil menembus pelatda mengalahkan lawan  seleksi pra pon. 


Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan dan konsistensi pembinaan Pencak silat Kabupaten Solok Selatan di bawah kepemimpinan pelatih Rahmad fauzi.


Kerja keras dan strategi pembinaan yang berkelanjutan terbukti mampu mengantarkan para atlet meraih hasil terbaik di ajang tingkat provinsi tersebut.


Dikatakan Rahmad Fauzi dengan Segala keterbatasan kami akan terus berjuang untuk mempersiapkan atlet untuk kedepannya. Semoga pihak Koni kedepannya akan meningkatkan Penunjang latihan seperti Peralatan latihan dan Pembinaan bagi atlet atlet berprestasi dan untuk menciptakan atlet atlet baru di Cabang Olahraga Pencak silat. 


"Masalah anggaran tidak menyurutkan semangat Atlet untuk mempersembahkan Yg terbaik untuk Solok Selatan," tutup Rahmad Fauzi. (Livia Valentina)

 


Padang -- Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya Minangkabau. Seni tradisi seperti silek, randai, saluang, dan rabab hingga kini masih menjadi identitas budaya yang diwariskan turun-temurun kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman modern, keberadaan komunitas budaya yang tetap menjaga tradisi memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya.


Salah satu yang dinilai memiliki potensi tersebut adalah Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08. Perguruan ini dinilai memiliki modal budaya yang kuat untuk dikembangkan menjadi kampung budaya wisata berbasis tradisi Minangkabau.


Keberadaan latihan silek tradisi, penampilan randai, permainan saluang dan rabab, serta aktivitas seni budaya lainnya menjadi daya tarik tersendiri yang dapat menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah. Randai sendiri merupakan seni pertunjukan khas Minangkabau yang menggabungkan unsur silek, musik, tari, drama, dan sastra lisan dalam satu pertunjukan budaya.


Menurut Buya Eri Gusnedi Pangulu Sutan Ketua Tim Pendiri Perguruan Binuang Sati menyampaikan bahwa perguruan ini selama tiga tahun ini secara rutin menampilan dan melatih generasi muda silat tradisi minangkabau dan randai, “Perguruan ini dirancang menjadi untuk melestarikan tradisi minangkabau dikalangan generasi muda ranah Minang” ujar Buya Eri ditemui di sasaran Perguruan Binuang Sati, Rabu 27/05/26.


“Kegiatan rutin 3 kali seminggu, Rabu dan Jumat latihan silat tradisi dan randai, sedangkan malam Minggu ditambah dengan hiburan bernuansa seni Minang, Saluang dan Rabab” lanjut Buya Eri yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Sumatera Barat.


Kegiatan Perguruan Binuang Sati juga sudah pernah diliput media nasional dan lokal, seperti Indosiar, SCTV, Padang TV dan Chanel YouTube RITVone dan ErTVnews.


Menurutnya masyarakat yang ingin melihat jejak digital perguruan Binuang Sati, maka bisa browsing internet dengan menulis -Perguruan Binuang Sati- “insyaallah akan muncul pergerakan dan kegiatan Perguruan Binuang Sati” tuturnya.


Aktifitas Perguruan Binuang Sati ini juga bisa dilihat melalui akun resmi Binuang sati Facebook akunnya Perguruan Binuang Sati” Instagram “perguruanbinuangsatioffiial”


Kampung budaya wisata, menurut By Eri “tentu peluang ini bisa saja sebab perguruan Binuang Sati di lubuk parandaman ini, rutin menampilkan tradisi dan budaya Minang tiap Minggu, seperti silat, randai, saluang dan rabab dan ini tidak terlepas dukungan pemerintahan dan tokoh masyarakat” jelasnya


Pengembangan kampung budaya wisata dinilai sangat memungkinkan apabila dikelola secara terarah dan melibatkan masyarakat sekitar. Aktivitas budaya yang selama ini hidup di lingkungan perguruan dapat dijadikan atraksi wisata rutin, seperti pertunjukan silek tradisi, malam randai, pertunjukan saluang dan rabab, hingga pelatihan budaya bagi pengunjung.


Selain menjadi sarana hiburan dan wisata, pengembangan kampung budaya juga dapat menjadi langkah pelestarian budaya Minangkabau agar tetap hidup di tengah generasi muda. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa silek dan randai memiliki nilai budaya, pendidikan, adat, dan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.


Dengan potensi budaya yang dimiliki, Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08 dinilai berpeluang besar menjadi kampung budaya wisata yang tidak hanya menjadi pusat pelestarian tradisi Minangkabau, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata budaya. (*)



SUMBARNET - Perguruan Pencak Silat Sakato Semen Padang binaan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG), berhasil meraih Juara Umum I dalam Kejuaraan Pencak Silat Dekan Cup FHUA tahun 2025. 


Kegiatan Pencak Silat Dekan Cup FHUA itu digelar di Auditorium Umiversitas Andalas dari tanggal 13 - 16 Februari 2025 yamg diikuti sebanyak lebih kurang 750 orang atlet dari 60 perguruan Pencak Silat se Sumatera Barat, dengan berbagai kelas dari usia dini, pra remaja dan remaja.


Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Sakato Semen Padang Dedi M Shidiq menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para atlet Sakato Semen Padang. Apalagi, semua atletnya yang dikirim berhasil menyumbangkan medali untuk Perguruan Pencak Silat Sakato Semen Padang  “Kita mengirimkan 52 .orang atlet, dengan rincian 30 orang atlet putra dan 22 orang atlet putri. Alhamdulillah semuanya meraih medali. Tentunya ini merupakan prestasi yang luar biasa dengan membawa pulang juara umum di Kejuaraan Pencak Silat Dekan Cup FHUA,” kata Dedi M Shidiq, Rabu (16/02/2025).


Dedi M Shidiq menambahkan, dibawah asuham pelatih Guntur Arabii N semua atlet  yang dikirim ke Kejuaran tersebut berhasil menyabet 33 medali emas, 18 perak dan 1 perunggu. “Semoga, prestasi yang diraih ini dapat meningkatkan motivasi kami untuk lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.


Sementara itu, Ilham Akbar selaku ketua harian Perguruan Pencak Silat Sakato Semen Padang mengucapkan selamat dan sukses kepada anak sasian peraih mendali, ini langkah awal yang baik bagi kami untuk terus berprestasi pada kejuaraan - kejuaran Pencak silat di Kota, Provinsi dan Nasional pada tahun 2025 ini.


Guntur Arabi N selaku pelatih menyampaikan juga ''Tentunya, medali yang berhasil diraih itu tidak terlepas dari keseriusan dan disiplin atlet selama berlatih,” katanya.


Selain itu, tambah Guntur, keberhasilan ini juga berkat dukungan PT Semen Padang melalui FKKSPG yang telah memberikan pembinaan kepada Perguruan Silat Sakato Semen Padang. Untuk itu, mewakili jajaran pelatih, dia pun mengucapkan terima kasih kepada FKKSPG dan manajemen PT Semen Padang. Insya Allah, kapanpun ada acara pertandingan, atlet kami selalu siap bertanding. Untuk itu saya megucapkan terima kasih kepada Semen Padang dan FKKSPG yang selalu mensupport kami hingga kami berhasil menorehkan berbagai prestasi. Tidak hanya di Sumbar, tapi juga nasional nantinya, katanya. (*)



SUMBARNET.COM - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat antar Satuan Pendidikan yang digelar Dispora Sumbar bekerja sama dengan IPSI Sumbar resmi ditutup, kemarin (11/9). Ajang yang berlangsung di GOR Nan Ompek, Tanjungpauh, Payakumbuh ini ditutup oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Dedy Diantolani didampingi Sekretaris IPSI Sumbar dan Dispora Kota Payakumbuh.


Dedy mengatakan kejuaraan nasional pencak silat ini telah berjalan sejak tanggal tanggal 6 September lalu. ”Alhamdulillah kejurnas kita telah berjalan dengan lancar dan baik serta diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi yang ada di luar Sumbar,” katanya.


Ia menjelaskan, kejurnas tersebut diharapkan menjadi lahirnya pesilat Sumbar yang berprestasi kedepannya. Kejurnas yang diikuti 549 pesilat dari 47 kontingen dan 5 provinsi ini dijuarai oleh Perguruan Tangan Mas Sumbar sebagai peringkat umum 1 dengan perolehan sembilan medali emas dan tiga medali perunggu.


Kemudian peringkat umum 2 diraih Satria Muda Indonesi (SMI) Sumbar dengan perolehan empat medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. Peringkat umum 3 ditempati IPSI Riau dengan raihan dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.


Ketua IPSI Sumbar Supardi mengatakan, kejurnas pencak silat ini bukan yang pertama dan terakhir diselenggarakan. Tapi ini akan dilanjutkan setiap tahunnya dengan tempat kegiatan digilirkan di kota/kabupaten yang ada di Sumbar.


”Karena kami yakin dan percaya dengan kejuaraan nasional nanti akan melahirkan bibit-bibit unggul, kader, dan para pendekar yang dapat mengharumkan nama daerah atau provinsi mereka sendiri,” katanya.


Menurutnya, jika seluruh provinsi menyelenggarakan kejurnas-kejurnasnya secara rutin maka silat di Indonesia akan semakin harum dan disegani dunia Internasional. ”Saya yakin dan percaya itu,” ujarnya.


Bagi Supardi, kejurnas ini diadakan dalam rangka merekrut serta melahirkan bibit-bibit baru para pesilat yang nanti diharapkan bisa mengisi kekosongan pada atlet–atlet lama yang mungkin saja sudah pensiun atau tidak aktif.


”Kita berharap akan terjadi semangat kompetisi bagi anak-anak sehingga nanti setiap event yang diikuti oleh mereka bisa terbiasa. Karena kejurnas pencak silat ini juga dihadiri oleh berbagai atlet-atlet pencak silat dari berbagai provinsi, tidak hanya di Sumbar,” katanya.


Saat ditanyai pembinaan terhadap atlet pencak silat, Supardi mengatakan, hal itu diserahkan kepada pemerintah provinsi tapi dari sisi IPSI sendiri akan memberikan dukungan kepada seluruh kegiatan yang dilakukan untuk bisa lebih aktif. Baik itu dalam mengadakan atau menghadiri acara undangan kejuaraan-kejuaraan di tempat lain.


”Intinya, IPSI punya keterbatasan dalam konteks  kebijakan ini tapi kami yakin dan percaya dengan kejurnas pencak silat ini baik Dispora maupun IPSI akan bersama-sama untuk bisa saling bersinergi memajukan silat yang ada di Sumbar,” ujarnya.


Supardi pun berharap dalam kejurnas ini hal yang paling penting diketahui dan dilakuan adalah dapat mempersiapkan diri menjadi atlet yang akan bertarung nanti di Pekan Olahraga Nasional. ”Walau bagaimanapun Sumbar kemarin prestasi silat kita cukup mengecewakan, kita tidak bisa sepuluh besar di PON dan kita harap nanti dengan kejurnas ini dan juga kejuaraan-kejuaraan yang akan datang bisa memacu semangat anak-anak kita untuk bisa lebih siap untuk berkompetisi ditingkat yang lebih serius lagi,” tukasnya. (*)

 


SUMBARNET.COM - Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar memgadakan Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Satuan Tingkat Pendidikan Nasional tahun 2022 pada 6-8 September 2022 di Kota Payakumbuh.

 

Kejurnas Pencak Silat ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Dispora Sumbar sebagai ajang kompetisi pencak silat ditingkat nasional yang bertujuan tidak hanya untuk menjalin silaturahmi namun juga untuk mencari atlit berprestasi guna ajang Pekan Olahraga Nasional berikutnya.

 

Ketua IPSI Sumbar Supardi mengatakan pencak silat Sumbar saat ini berjalan sebagaimana mestinya yang dibina dan dikembangkan oleh sasaran atau perguruan masing masing.

 

"IPSI maupun pemerintah tentunya terus memberikan stimulus atau fasilitas berkompetisi menuju prestasi yang diharapkan dan saat ini pun pemerintah atau pihak terkait belum mampu menyentuh secara dini pembinaan serta pendalaman ke arah prestasi karena keterbatasan, sehingga masih di dominasi oleh perguruan dan sasaran pencak silat yang ada," katanya, Sabtu, 3 September 2022.

 

Kemudian hadirnya Kejurnas ini merupakan langkah yang dilakukan IPSI bersama Dispora Sumbar untuk melakukan pengembangan ke depan yaitu mulai dilakukan pembinaan dan diarahkan secara dini, baik itu pengenalan maupun pendalaman serta pembinaan ke arah prestasi.

 

"Ini wajib dan harus di lakukan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kab kota yang dilanjutkan demgan kompetisi berkelanjutan sampai ke tingkat provinsi sehintga hasil ini akan terlihat dengan kompetitif dan terukur serta dapat dilakukan evaluasi," ujarnya.

 

Ia berharap adanya pembinaan secara dini oleh perguruan dan sasaran dengan difasilitasi oleh pihak ketiga atau pemerintah daerah secara berkelanjutan.

 

"Menetapkan cabang pencak silat sebagai cabang wajib, sebagai budaya bangsa dan sebagai cabang di DBON dan semoga IPSI dan Dispora dapat terus konsisten memfasilitasi kompetisi mulai tingkat daerah dan provinsi bahkan tingkat nasional seperti saat ini," katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Rasydi Sumetry menambahkan kegiatan ini sendiri diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pelajar yang menekuni Pencak Silat di seluruh Indonesia untuk mewakili IPSI Provinsi, Perguruan atau Klub Pencak Silat Provinsi se-Indonesia untuk berkompetisi meraih prestasi.

 

“Selain menjalin silaturahmi, Kejurnas Pencak Silat ini dalam rangka melestarikan dan mengembangkan Pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia yang juga sekaligus menjadi ajang pembinaan prestasi pesilat pelajar yang berkesinambungan serta mempersiapkan pesilat-pesilat pelajar yang handal di masa akan datang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan untuk nomor pertandingan yang akan dipertandingkan ada 13 nomor dengan kelas A sampai J, tunggal, regu, dan ganda yang dapat diikuti oleh kategori putra dan putri.

 

“Kelas A (39kg-43kg), Kelas B (43kg-47kg), Kelas C (47kg-51kg), Kelas D (51kg-55kg), Kelas E (55kg-59kg), dan Kelas F (59kg-63kg) yang semuanya bisa diikuti oleh kategori putra dan putri,” kata Kadispora Sumbar didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Rasydi Sumetry.

 

Kemudian untuk Kelas G (63kg-67kg), Kelas H (67kg-71kg), Kelas I (71kg-75kg), dan Kelas J (75kg-79kg) hanya bisa diikuti oleh kategori putra, tapi untuk nomor pertandingan tunggal, regu, dan ganda, bisa diikuti oleh kategori putra dan putri.

 

“Kuota peserta pada kejuaraan ini sebanyak 700 orang terdiri dari kategori tanding dan TGR dari seluruh kontingen serta kejuaraan ini dilaksanakan Open Terbatas yang meliputi peserta mewakili IPSI Provinsi masing-masing satu kontingen, peseta mewakiliu perguruan nasional tingkat provinsi satu kontingen, dan peserta mewakili perguruan daerah tingkat provinsi satu kontingen,” ujarnya.

 

Kejurnas Pencak Silat antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional yang mengangkat tema Melalui Pencak Silat Nasional antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional 2022 Kita Tingkatkan Semangat dan Inspirasi Atlet Pencak Silat yang Sportif Untuk Pencak Silat Juara ini akan memperebutkan total hadiah hingga Rp33 juta dan medali serta sertifikat atau piagam.

 

Kemudian untuk pendaftaran keikutsertaan pada Kejurnas Pencak Silat 2022 ini dapat dilakukan melalui email kejuaraannasional2022@gmail.com yang telah dimulai sejak 18 Juli 2022 lalu hing 28 Agustus 2022 mendatang dan untuk keabsahan administrasi peserta dilakukan pada Ming-Senin, 4-5 September 2022 mendatang di GOR Tanjung Pauh, Kota Payakumbuh dengan membawa persyaratan superti yang tertera di Pedoman Pelaksanaan Kejurnas Pencak Silat antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional 2022.

 

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi narahubung panitia yaitu Rasydi Sumetry (08116677711), Afrizal (08126781098), Sri Siswani (081374338866), Yaldi (081267796934), dan Adelia Damayanti (082173751925). (*)



SUMBARNET.COM - Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar segara menggelar Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Satuan Tingkat Pendidikan Nasional tahun 2022 yang akan dilaksanakan pada 6-11 September 2022 di Kota Payakumbuh.


Kejurnas Pencak Silat ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Dispora Sumbar sebagai ajang kompetisi pencak silat ditingkat nasional yang bertujuan tidak hanya untuk menjalin silaturahmi namun juga untuk mencari atlit berprestasi guna ajang Pekan Olahraga Nasional berikutnya. 


Kepala Dispora Sumbar Dedy Diantolani mengatakan Kegiatan ini sendiri diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada Pelajar yang menekuni Pencak Silat di seluruh Indonesia untuk mewakili IPSI Provinsi, Perguruan atau Klub Pencak Silat Provinsi se-Indonesia untuk berkompetisi meraih prestasi.


“Selain menjalin silaturahmi, Kejurnas Pencak Silat ini dalam rangka melestarikan dan mengembangkan Pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia yang juga sekaligus menjadi ajang pembinaan prestasi pesilat pelajar yang berkesinambungan serta mempersiapkan pesilat-pesilat pelajar yang handal di masa akan datang,” ujarnya.


Ia menjelaskan untuk nomor pertandingan yang akan dipertandingkan ada 13 nomor dengan kelas A sampai J, tunggal, regu, dan ganda yang dapat diikuti oleh kategori putra dan putri.


“Kelas A (39kg-43kg), Kelas B (43kg-47kg), Kelas C (47kg-51kg), Kelas D (51kg-55kg), Kelas E (55kg-59kg), dan Kelas F (59kg-63kg) yang semuanya bisa diikuti oleh kategori putra dan putri,” kata Kadispora Sumbar didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Rasydi Sumetry.


Kemudian untuk Kelas G (63kg-67kg), Kelas H (67kg-71kg), Kelas I (71kg-75kg), dan Kelas J (75kg-79kg) hanya bisa diikuti oleh kategori putra, tapi untuk nomor pertandingan tunggal, regu, dan ganda, bisa diikuti oleh kategori putra dan putri.


“Kuota peserta pada kejuaraan ini sebanyak 700 orang terdiri dari kategori tanding dan TGR dari seluruh kontingen serta kejuaraan ini dilaksanakan Open Terbatas yang meliputi peserta mewakili IPSI Provinsi masing-masing satu kontingen, peseta mewakiliu perguruan nasional tingkat provinsi satu kontingen, dan peserta mewakili perguruan daerah tingkat provinsi satu kontingen,” ujarnya.


Kejurnas Pencak Silat antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional yang mengangkat tema Melalui Pencak Silat Nasional antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional 2022 Kita Tingkatkan Semangat dan Inspirasi Atlet Pencak Silat yang Sportif Untuk Pencak Silat Juara ini akan memperebutkan total hadiah hingga Rp33 juta dan medali serta sertifikat atau piagam.


Kemudian untuk pendaftaran keikutsertaan pada Kejurnas Pencak Silat 2022 ini dapat dilakukan melalui email kejuaraannasional2022@gmail.com yang telah dimulai sjeik tanggal 18 Juli 2022 lalu hing 28 Agustus 2022 mendatang dan untuk keabsahan administrasi peserta dilakukan pada Ming-Senin, 4-5 September 2022 mendatang di GOR Tanjung Pauh, Kota Payakumbuh dengan membawa persyaratan superti yang tertera di Pedoman Pelaksanaan Kejurnas Pencak Silat antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional 2022. (*)



SUMBARNET.COM - Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional akan digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat, pada 6-8 September 2022 mandatang di Kota Payakumbuh.


Ketua Ketua DPRD Sumbar Supardi yang resmi dilantik sebagai ketua Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar periode 2022-2026 oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar (PB) IPSI Pusat Siswantoyo, Sabtu 11 Juni 2022 lalu mengatakan dirinya mendukung iven tersebut karena berkomitmen memajukan olahraga pencak silat di Sumbar.


"Mengangkat prestasi silat Sumbar merupakan tugas yang harus dipikul bersama karena pada PON Papua lalu, kita hanya bertengger di peringkat belasan pada cabor pencak silat dan sebagai daerah dimana silat itu berasal, prestasi yang buruk merupakan tamparan keras bagi kita," katanya.


Sehingga dengan adanya Kejurnas Pencak Silat Nasional antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional 2022 ini diharapkan dapat mengkolaborasikan seni silat tradisi dan silat prestasi karena atlet  Sumbar yang berkompetisi di ajang prestasi mesti menguasai silat tradisi. 


"Untuk memajukan silat, kami di IPSI juga telah melakukan koordinasi program kerja dengan dinas terkait dan Kejurnas Pencak Silat ini menjadi ajang bagi pesilat-pesilat muda Sumbar untuk lebih mengembangkan diri dan kemampuannya agar berprestasi di tingkat nasional dan internasional," ujar Supardi, Senin, 29 Agustus 2022.


Ia menjelaskan bahwa pencak silat merupakan bela diri asli nusantara dan merupakan seni bela diri tradisional yang memiliki pamor begitu luas, baik secara nasional maupun internasional.


"Penampilan pencak silat selalu dilombakan dalam ajang empat tahunan nasional di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) dan pencak silat juga dipertandingkan dalam ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) sejak tahun 1987, dimana di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika,” ujarnya.


Menurutnya, Silek juga disebut sebagai Silat Minangkabau dalam bahasa Indonesia adalah salah satu seni bela diri tradisional khas etnis Minangkabau yang berasal-usul dari wilayah Sumatra Barat di Indonesia.


“Secara asasnya, silek pada mulanya berfungsi sebagai antisipasi pertahanan diri masyarakat Minangkabau untuk menjaga nagari bangso Minangkabau atau tanah Sumatra Barat dari ancaman musuh yang bisa datang sewaktu-waktu,” kata Ketua IPSI Sumbar.


Kemudian dikatakannya, pada perkembangannya, silek bukan hanya berfungsi sebagai seni bela diri saja, tapi juga dapat sebagai sarana hiburan, salah satu contohnya silek biasanya juga dapat dipadukan dengan drama tradisional khas Minangkabau yang dikenal sebagai Randai.


“Melalui Kejurnas Pencak Silat ini maka Dispora Sumbar berupaya meningkatkan kapasitas daya saing keolahragaan Pelajar Indonesia dengan cara pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan pada jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan Daerah Provinsi dan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan perkumpulan olahraga dan penyelenggaraan kompetisi oleh karena satuan pendidikan menengah dan khusus ,” ujar Supardi.


Sementara itu, Kepala Dispora Sumbar Dedy Dilantoni didampingi Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Rasydi Sumetry menambahkan bahwa Kejurnas Pencak Silat merupakan kegiatan yang digagas oleh Dispora Sumbar sebagai ajang kompetisi pencak silat ditingkat nasional yang bertujuan tidak hanya untuk menjalin silaturahmi namun juga untuk mencari atlit berprestasi guna ajang Pekan Olahraga Nasional berikutnya. 


“Kegiatan ini sendiri diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada Pelajar yang menekuni Pencak Silat di seluruh Indonesia untuk mewakili IPSI Provinsi, Perguruan atau Klub Pencak Silat Provinsi se-Indonesia untuk berkompetisi meraih prestasi,” kata Dedy Dilantoni.


Kemudian dikatakannya bahwa selain menjalin silaturahmi, Kejurnas Pencak Silat ini dalam rangka melestarikan dan mengembangkan Pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia yang juga sekaligus menjadi ajang pembinaan prestasi pesilat pelajar yang berkesinambungan.


“Ajang ini juga digelar untuk mempersiapkan pesilat-pesilat pelajar yang handal di masa akan datang,” ujar Kadispora Sumbar.


Kejurnas Pencak Silat antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional ini mengangkat tema yaitu Melalui Pencak Silat Nasional antar Satuan Pendidikan Tingkat Nasional 2022 Kita Tingkatkan Semangat dan Inspirasi Atlet Pencak Silat yang Sportif Untuk Pencak Silat Juara. (*)



SUMBARNET.COM - 50 orang anak Sasian dari PPS Sakato Semen Padang mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Internal tingkat usia Dini dan Pra Remaja dalam rangka HUT ke 47 Perguruan.


Ketua Umum Dedi M Sidiq, ST mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Internal PPS Sakato Semen Padang  tersebut.


“Kegiatan kejuaraan ini menjadi salah satu ajang  mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan - pertandingan ke tingkat selanjutnya,” kata Edies.


Kejuaraan PPS Sakato Semen Padang  yang diikuti sekitar lebih kurang 50 peserta dan kejuaraan ini berlangsung satu hari penuh.


PPS Sakato Semen Padang merupakan Perguruan Pencak Silat yang lahir pada 1975 dan sekarang sudah mencapai usia ke 47 tahun.


“Kita tunjukkan bahwa PPS Sakato Semen Padang merupakan Perguruan Silat terbaik di Sumatera Barat mari Kita tanamkan dalam diri kita, beladiri untuk bela bangsa,” ujarnya.


Sedangkan menurut Ketua pelaksana Riki Gusmaidi, "Dengan Kejuaraan ini adalah salah satu ajang evaluasi bagi anak Sasian yang berlatih saat ini dan juga harapannya membangkitkan semangat para atlet kita akan terus berlatih untuk mrncapai prestasi maksimal dan  PPS Sakato Semen Padang selalu menjadi perguruan silat terbaik di Sumatera Barat.


Kejuaraan ini kita laksanakan selama satu hari penuh di GOR PT Semen Padang dan Kejuaraan ini kami laksanakan juga dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahunnya PPS Sakato Semen Padang yang ke 46 tahun.


Para pemenang pada kejuaraan ini akan mendapatkan Piagam dan Mendali bagi yang para pemenang" ujar Riki. (YD)


PadangPariaman(Sumbar).SNet- Sebanyak 250 atlet olahraga pencak silat dari 18 kabupaten/kota minus Kepulauan Mentawai berebut medali di ajang Porprov ke XV/2018. Pertandingan digelar di lapangan SUPMN Kabupaten Padang Pariaman  25 sd 29 November 2018.

Marsidi. S.Pd MM, panitia pelaksana bidang pertandingan dan pelaporan cabor pencak silat mengatakan akan memperebutkan 21 medali emas.

"Adapun nomor yang dipertandingkan empat kategori. Yakni tanding sebanyak 15 kelas dan Kategori lainnya ada 6 kelas di TRG (seni) total medali yang diperebutkan ada 21 medali emas," katanya.

Hingga Minggu siang baru 6 medali emas yang sudah masuk final di nomor TRG.

4 emas berhasil diraih kontingen Kota Padang dan 2 emas lagi dari Kabupaten Agam.

"Untuk kelas tanding akan memasuki semi final. Untuk hasil perolehan medali baru empat diraih Kota Padang dan dua Kabupaten Agam," ujarnya.

Marsidi menambahkan untuk ajang Porprov kali ini rata-rata kabupaten/kota mengirim atlet muda. Sehingga kualitas atlet masih merata.

"Cukup seru persaingannya karena rata-rata atlet muda usia. Ini juga ajang seleksi untuk PON ke 2020 di Papua nanti," pungkasnya.

# SNet - Hariza Riko