Tampilkan postingan dengan label Wartawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wartawan. Tampilkan semua postingan

 


Padang – Wartawan senior Sumatera Barat, Novrianto yang akrab disapa Ucok, menyatakan dukungan penuh atas disahkannya Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia. Menurutnya, regulasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan nasional.


Ucok yang kini menjabat sebagai Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumatera Barat (FWP-SB), Penasehat Jaringan Pemred Sumbar (JPS), serta Pembina Persatuan Jurnalis Keterbukaan Informasi Provinsi Sumatera Barat (PJKIP), menilai kehadiran undang-undang ini akan menjadi landasan kuat bagi Polri untuk bekerja lebih profesional.


“Kami mendukung sepenuhnya disahkannya Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia. Dengan adanya regulasi ini, Polri diharapkan semakin mandiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Ucok, Kamis (11/6).


Ia menekankan, keamanan daerah merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Karena itu, peran Polri dalam menjaga situasi kamtibmas harus terus diperkuat melalui regulasi yang jelas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Ucok menambahkan, terciptanya keamanan di tingkat daerah akan berdampak langsung terhadap stabilitas nasional. Kondisi tersebut sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta program pembangunan pemerintah.


“Ketika keamanan di daerah terjaga dengan baik, maka stabilitas nasional juga akan semakin kuat. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” katanya.


Lebih lanjut, ia berharap pengesahan undang-undang ini menjadi momentum bagi Polri untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat.


Di akhir pernyataannya, Ucok menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya undang-undang tersebut. Ia berharap regulasi ini dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat Polri sebagai garda terdepan menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.


“Selamat atas disahkannya Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia. Semoga Polri semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin optimal dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. (Grp)



Padang – Polda Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya kepada insan pers dan masyarakat melalui penyaluran daging kurban di Mako Polda Sumbar dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).


Kegiatan sosial yang berlangsung penuh keakraban tersebut mendapat apresiasi dari awak media dan insan pers di Sumatera Barat.


Dalam kegiatan pembagian daging kurban tersebut, Polda Sumbar menyalurkan sekitar 150 kupon daging kurban kepada awak media dan wartawan sebagai bentuk kepedulian serta mempererat kebersamaan pada momentum hari besar umat Islam.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama proses penyaluran bantuan berlangsung. Kehadiran jajaran Polda Sumbar bersama insan pers mencerminkan hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara kepolisian dan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.


Para pimpinan redaksi media serta insan pers menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polda Sumbar atas perhatian yang diberikan kepada wartawan melalui pembagian daging kurban tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumbar dan Ibu Kabid Humas Polda Sumbar beserta jajaran atas bantuan daging kurban yang telah diberikan kepada rekan-rekan pers. Semoga kegiatan seperti ini terus terjalin dan semakin mempererat hubungan silaturahmi,” ujar Peter Prayuda, Ketua DPW KJI Sumbar yang mewakili awak media.


Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Polda Sumbar sangat membantu para wartawan, khususnya dalam momentum Idul Adha yang identik dengan nilai berbagi, kepedulian, dan kebersamaan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan insan pers terus terjaga serta semakin kuat, sekaligus menjadi wujud hadirnya Polri di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi semua pihak. (**)



SUMBARNET - Hubungan antara kepolisian dan insan pers dinilai penting dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan ngopi bareng yang digelar Humas Polda Sumbar bersama awak media di Posko Teh Talua, Padang, Jumat (22/5/2026). 


Kegiatan tersebut dihadiri Kasubbid Humas Polda Sumbar, Kompol Adhi Jais, bersama sejumlah wartawan dari berbagai media di Sumbar. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban sambil membahas sinergi pemberitaan kegiatan kepolisian.


Dalam kesempatan itu, Kompol Adhi Jais menyampaikan dirinya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan insan pers sejak lama. Ia mengaku pernah bertugas selama tujuh tahun di jajaran Polresta Padang dan juga pernah menjabat Kapolsek Pauh, Kota Padang.


“Kini saya dipercaya sebagai Kasubbid Humas Polda Sumbar yang baru. Karena itu, saya ingin terus menjalin silaturahmi dengan awak media, terutama dalam mendukung kegiatan pemberitaan kepolisian yang kami lakukan langsung di lapangan,” ujar Adhi Jais.


Menurutnya, peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan berimbang. Ia berharap hubungan baik antara Humas Polda Sumbar dan wartawan dapat terus terjalin dengan harmonis.


Sementara itu, wartawan senior Novrianto Ucok menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menilai komunikasi yang terbangun antara kepolisian dan media menjadi langkah positif untuk memperkuat keterbukaan informasi publik.


“Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga hubungan baik antara kepolisian dan awak media. Dengan komunikasi yang baik, tentu informasi kepada masyarakat juga akan lebih maksimal,” katanya.


Melalui kegiatan ngopi bareng ini, diharapkan sinergitas antara Humas Polda Sumbar dan insan pers semakin kuat dalam mendukung penyebaran informasi yang edukatif, transparan, dan terpercaya kepada masyarakat. (*)

 


Bukittinggi, SUMBARNET.ID — Pekerja media dan organisasi profesi wartawan di wilayah Bukittinggi dan Agam resmi membentuk Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Penerbitan, Percetakan, dan Media Informasi (PC-FSP-PPMI) Bukittinggi sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di sektor media.


Pembentukan tersebut disepakati dalam rapat yang digelar pada Rabu (15/4/2026) di Rinaldi House, Bukik Ambacang, yang dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi profesi media, di antaranya Bukittinggi Press Club (BPC), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Kolaborasi Jurnalis Independen (KJI), Sindikasi Media Indonesia (SMI), Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI), Wartawan Parlemen Bukittinggi (WPB), serta unsur Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).


Koordinator Pembentukan PC-FSP-PPMI Bukittinggi, Wahyu Sikumbang, menyampaikan bahwa kehadiran organisasi ini merupakan respons atas dinamika industri media yang semakin kompleks, khususnya terkait perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja.


“PC-FSP-PPMI Bukittinggi hadir sebagai wadah kolektif untuk memperjuangkan hak-hak pekerja media. Kami ingin memastikan tidak ada lagi pekerja media yang berjuang sendirian dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).


Ia menegaskan, pekerja media memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi, sehingga kesejahteraan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi publik.


“Ketika pekerja media sejahtera dan terlindungi, maka kualitas informasi yang diterima masyarakat juga akan lebih sehat dan bertanggung jawab,” tambahnya.


Dalam rapat tersebut, peserta juga menyepakati pentingnya penyamaan persepsi terkait peran dan fungsi organisasi sebagai wadah perjuangan pekerja di sektor penerbitan, percetakan, dan media informasi.


Selain itu, forum menetapkan struktur pengurus PC-FSP-PPMI Bukittinggi Tahun 2026 yang akan menjalankan roda organisasi dalam masa awal (caretaker) hingga pelaksanaan Musyawarah Cabang (Musycab) I.


Struktur pengurus terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta sejumlah bidang strategis, seperti Bidang Advokasi dan Hukum, Bidang Sosial dan Kehumasan, serta Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan.


Secara aklamasi di forum, terpilih ketua Wahyu Sikumbang (INews TV,MNC Group), sekretaris Bayu Ramadhan (Sumbar eksis) dan bendahara Gusnia (Lintas Tiga), sementara untuk wakil ketua dipilih perwakilan dari masing masing organisasi pers yang ikut hadir.


Struktur pengurus tersebut diantaranya diisi oleh Iman Chaniago (InfoSumbar24), Surya Hadinata, SH (LenteraRakyat), Asroel BB (MerapiNews), Linda Fang (IndonesiaSatu), Roni Novendra (MataJurnalist), Y.N. Sari (Tinombala), Fendy Jambak (Sumbarnet.id dan BukittinggiTop), serta beberapa nama penting lainnya.


Perwakilan KSPSI Bukittinggi, Jimmy Hendrik, dalam kesempatan tersebut menyambut baik terbentuknya PC-FSP-PPMI Bukittinggi dan mendorong agar hasil pembentukan segera dilaporkan secara berjenjang kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC), untuk selanjutnya diteruskan ke tingkat provinsi dan pusat.


Ke depan, PC-FSP-PPMI Bukittinggi akan fokus pada program prioritas, antara lain advokasi sengketa ketenagakerjaan, edukasi hak-hak pekerja media, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di sektor media.


Pembentukan ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperkuat posisi tawar pekerja media di daerah, sekaligus membangun solidaritas yang lebih kuat di tengah tantangan industri yang terus berkembang. (**)



SUMBARNET - Pada Ramadan 1447 Hijriah tahun ini Anggota DPD RI Buya Muslim M Yatim kembali membagikan nasi berkah kepada masyarakat, sama halnya dengan ramadhan tahun - tahun sebelumnya.


Bila sebelumnya dibagikan pada masyarakat miskin dan terpapar covid, maka tahun ini dialihkan untuk korban bencana


“Pembagian nasi berkah pada bulan ramadan ini kita mulai sejak wabah covid lalu. Dan berlanjut hingga sekarang,” ujar senator Muslim M Yatim saat silaturahmi dengan sejumlah pimpinan media, Minggu (1/3/2026) di Padang.


Dijelaskan Muslim M Yatim, pada ramadan sebelumnya pembagian nasi berkah disebar di 12 titik dengan rata rata 100 bungkus per titik selama 10 hari.


“Pada Ramadan 1447 Hijriah ini pembagian nasi berkah kita alihkan ke lokasi bencana ada 6 titik daerah bencana yang kita sasar. Di kabupaten Agam 3 titik yaitu di Malalalo, Palembayan, dan  Malalak," katanya.


Ia menambahkan, "ada juga 3 titik di kota Padang yaitu Koto Tangah, Pauh, dan Kuranji,” tambah muslim M Yatim yang juga pengarang buku “Mungkinkah Ramadan Terakhirku.


Muslim M Yatim berharap pembagian Nasi Berkah ini terus berlanjut pada Ramadan ramadan berikutnya selagi diberi rezeki oleh Allah SWT.


Bahkan kalau bisa dengan jumlah titik yang lebih banyak sehingga lebih banyak pula masyarakat yang mendapat manfaatnya.


Pada kesempatan tersebut Muslim M Yatim juga menitipkan Santunan pada keluarga 2 wartawan yang wafat yaitu Afriyandi (metro TV) dan Perdana Putra (Kompas.com). (Ms/ald)

 


SUMBARNET - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar silaturahmi bersama insan pers di Sumbar sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan pemberitaan selama tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Penyelenggara Pemilu atau yang akrab disebut Kadai Teh Talua, Selasa (23/12/2025).



Silaturahmi ini menjadi momentum bagi Bawaslu Sumbar untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat secara objektif dan berimbang.


Kepala Bagian Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Sumbar, Roza Molina, melalui Staf Humas Intan, menyampaikan bahwa sinergi yang baik antara Bawaslu dan media menjadi salah satu kunci keberhasilan Bawaslu Sumbar meraih dua penghargaan kehumasan tingkat nasional dari Bawaslu RI.


“Penghargaan yang kami raih tidak lepas dari peran dan dukungan rekan-rekan wartawan. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang telah terjalin selama ini,” ujar Intan.


Pada Malam Penganugerahan Kehumasan Tahun 2025 yang diselenggarakan Bawaslu RI di Jakarta, Sabtu (20/12/2025), Bawaslu Sumbar berhasil meraih Penghargaan Kategori Siaran Pers Terbaik I serta Penghargaan Pengelolaan Media Massa.


Capaian tersebut menempatkan Bawaslu Sumbar sebagai daerah dengan pemberitaan terbanyak nomor satu se-Indonesia serta humas terbaik peringkat dua nasional.


Intan menambahkan, pihaknya berharap silaturahmi ini dapat semakin mempererat hubungan kemitraan antara Bawaslu Sumbar dan insan pers ke depan.


“Semoga ke depan komunikasi dan kolaborasi antara Bawaslu Sumbar dan rekan media dapat semakin solid demi keterbukaan informasi dan penguatan demokrasi,” katanya.


Sementara itu, perwakilan wartawan sekaligus Ketua FWP Sumbar, Novrianto Ucok, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih Bawaslu Sumbar. Ia menilai penghargaan tersebut juga merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara lembaga penyelenggara pemilu dan media.


“Kami mengucapkan selamat atas penghargaan yang diraih Bawaslu Sumbar. Ini menjadi motivasi bagi kami sebagai wartawan untuk terus menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang,” ucapnya. (*)



SUMBARNET - Firma Ragnius peserta Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar resmi dinyatakan lulus sebagai wartawan muda berkompeten.


Hal ini ia sampaikan ketika usai mengikuti UKW, pada Sabtu (6/12/2025) diresto Suaso jalan Gor Agus Salim Kota Padang.


"Alhamdulillah, setelah mengikuti rangkaian ujian selama 2 hari, maka mulai hari ini saya resmi menyandang gelar wartawan muda berkompeten dari dewan pers" katanya.


Ad Firma bertekad akan selalu menyajikan berita yang akurat dan berimbang untuk publik.


"Saya akan tetap konsisten menyajikan informasi yang benar, akurat dan berimbang serta berpedoman kepada KEJ dan UU Pers," sebutnya.


Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ad Firma itu menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada mitra relasi dan semua pihak yang telah mensupport.


"Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak dan jejaring yang telah mendukung, tidak lupa pula terima kasih kepada kakanda Adrian Toad Tuswandi ketua JPS, bang Ucok Novrianto ketua FWP Sumbar, ketua PWI Sumbar, penguji pak Sawir Pribadi dan semua panitia yang terlibat," kata Ad Firma.


Diketahui UKW JPS yang bekerja sama dengan PWI Sumbar ini digelar selama dua hari 5-6 Desember 2025, diikuti oleh jenjang Muda, Madya dan Utama, yang dinyatakan lulus seratus persen. (**)

 


PADANG – Penguji kelas Utama, Khairul Jasmi mengatakan, para wartawan terus mengasah kemampuan menulis sebagai modal utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kemampuan menulis tidak hanya dibutuhkan untuk menyusun berita harian, tetapi juga karya jurnalistik yang lebih mendalam.


“Wartawan itu harus rajin menulis. Menulis pendek untuk berita, menulis panjang untuk feature, dan menulis lebih panjang lagi untuk membuat buku,” ujar Khairul Jasmi Pria yang akrab disapa Pres KJ


Lanjut KJ, setelah dinyatakan kompeten, para peserta tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.


“Ditengah dinamika perkembangan media digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan integritas,” ujar KJ saat menutup Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, di salah satu Restoran di Kota Padang, Sabtu, 6 Desember 2025.


Peserta dinyatakan lulus. Kepastian itu disampaikan Koordinator UKW, Amril Jambak, seusai pengumuman hasil penilaian yang berlangsung di Padang.


Amril menjelaskan, pelaksanaan UKW kali ini terdiri dari tiga jenjang, yakni Muda, Madya, dan Utama. Peserta dari seluruh jenjang berhasil memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers dan lembaga uji.


“Dari tiga kelas yang melaksanakan UKW, yaitu Muda, Madya, dan Utama, semuanya dinyatakan lulus uji kompetensi,” ujar Amril Jambak.


Ia menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan peserta dalam mengikuti setiap tahapan uji yang berlangsung selama dua hari.


Sebanyak 16 wartawan dari berbagai media siber dan cetak di Sumatera Barat ambil bagian dalam UKW yang digelar JPS bersama PWI Sumbar itu. Para peserta menjalani sejumlah materi pengujian, mulai dari penyusunan berita, pemahaman kode etik jurnalistik, wawancara, verifikasi informasi, hingga penilaian kerja lapangan.


Dengan kelulusan tersebut, seluruh peserta resmi dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikat sesuai standar profesi wartawan yang diakui secara nasional.


Kegiatan UKW ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalitas wartawan di Sumatera Barat, sekaligus memastikan setiap jurnalis bekerja berdasarkan standar etik dan kompetensi yang telah ditetapkan. (***)

 

SUMBARNET - Seluruh peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Jaringan Pemred Sumbar (JPS) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat dinyatakan lulus. Kepastian itu disampaikan Koordinator UKW, Amril Jambak, seusai pengumuman hasil penilaian yang berlangsung di Padang.


Amril menjelaskan, pelaksanaan UKW kali ini terdiri dari tiga jenjang, yakni Muda, Madya, dan Utama. Peserta dari seluruh jenjang berhasil memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers dan lembaga uji.


“Dari tiga kelas yang melaksanakan UKW, yaitu Muda, Madya, dan Utama, semuanya dinyatakan lulus uji kompetensi,” ujar Amril Jambak. Ia menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan peserta dalam mengikuti setiap tahapan uji yang berlangsung selama dua hari.


Sebanyak 16 wartawan dari berbagai media siber dan cetak di Sumatera Barat ambil bagian dalam UKW yang digelar JPS bersama PWI Sumbar itu. Para peserta menjalani sejumlah materi pengujian, mulai dari penyusunan berita, pemahaman kode etik jurnalistik, wawancara, verifikasi informasi, hingga penilaian kerja lapangan.


Dengan kelulusan tersebut, seluruh peserta resmi dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikat sesuai standar profesi wartawan yang diakui secara nasional.


Di sisi lain, penguji kelas Utama, Khairul Jasmi, memberikan pesan agar para wartawan terus mengasah kemampuan menulis sebagai modal utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Pria yang akrab disapa Pres KJ itu mengingatkan, kemampuan menulis tidak hanya dibutuhkan untuk menyusun berita harian, tetapi juga karya jurnalistik yang lebih mendalam.


“Wartawan itu harus rajin menulis. Menulis pendek untuk berita, menulis panjang untuk feature, dan menulis lebih panjang lagi untuk membuat buku,” ujar Khairul Jasmi.


Ia berharap, setelah dinyatakan kompeten, para peserta tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik, terutama di tengah dinamika perkembangan media digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan integritas.


Kegiatan UKW ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalitas wartawan di Sumatera Barat, sekaligus memastikan setiap jurnalis bekerja berdasarkan standar etik dan kompetensi yang telah ditetapkan. (***)



SUMBARNET – Meski menjadi korban banjir yang melanda Kota Padang dan rumah mereka ikut terendam, para jurnalis di daerah ini tetap menjalankan tugasnya untuk menyampaikan informasi kepada publik. Situasi sulit tidak menyurutkan semangat mereka dalam memastikan kabar mengenai kondisi banjir tersampaikan secara akurat dan cepat.


Banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan akses di sejumlah wilayah terputus dan aktivitas masyarakat terganggu. Namun para jurnalis tetap berada di lapangan, mendokumentasikan keadaan dan memberikan laporan langsung di tengah keterbatasan.


Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar (FWP-SB), Ucok Novrianto, mengapresiasi dedikasi para jurnalis yang tetap bekerja meski mereka sendiri ikut terdampak. Ia menyebutkan, komitmen ini menjadi bukti bahwa peran pers sangat penting dalam situasi darurat.


Menurut Ucok, beberapa wartawan bahkan harus meninggalkan keluarga mereka yang berada di rumah terendam untuk memastikan informasi mengenai banjir dan penanganannya tetap tersampaikan kepada masyarakat luas.


“Ini adalah wujud tanggung jawab dan jiwa profesionalisme kawan-kawan di lapangan. Mereka tetap bekerja demi memastikan publik mendapatkan informasi yang benar,” ujar Ucok Selasa (2/12)


Ia juga menyampaikan bahwa kondisi para jurnalis bukan hanya memprihatinkan dari sisi tempat tinggal yang terdampak, tetapi juga alat kerja mereka yang ikut terendam dan berpotensi rusak.


FWP-SB berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada jurnalis yang turut menjadi korban banjir, mengingat peran mereka dalam penyebaran informasi sangat penting terutama di masa tanggap darurat seperti sekarang.


Ucok menegaskan, solidaritas antarjurnalis serta dukungan dari berbagai pihak menjadi modal utama untuk memastikan kerja-kerja jurnalistik tetap berjalan meski di tengah bencana. (**)

 


SUMBARNET - Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa.


Imbauan tersebut untuk menanggapi terjadinya kekerasan terhadap jurnalis saat bertugas oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir.


“Meminta kepada seluruh jajaran melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).


Karopenmas mengatakan media merupakan mitra strategis dan salah satu sumber utama informasi dan literasi bagi masyarakat.


“(Media) berperan besar dalam memberikan informasi kinerja Polri secara profesional serta program-program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), pelayanan masyarakat serta program strategis lainnya,” terangnya.


Maka dari itu, ia mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk melindungi tugas wartawan. (**)



SUMBARNET - Kebebasan pers di Sumatera Barat kian dipertanyakan. Dalam diskusi hangat antara Pemred Rakyat Sumbar Revdi Iwan Syahputra dan Ketua IJTI Sumbar yang juga salah satu pimpinan di Padang TV Defri Mulyadi, terungkap kenyataan pahit: media bukan lagi alat kontrol kekuasaan, melainkan justru dikendalikan oleh kekuasaan itu sendiri. Pers bukan tak bisa bicara, tapi kini lebih sering memilih diam—karena tekanan, karena pesanan.


Di sore yang tenang namun penuh percikan intelektual, dua tokoh penting dunia pers Sumatera Barat—Revdi Iwan Syahputra dan Defri Mulyadi—duduk berhadapan. Mereka bukan sekadar wartawan senior, melainkan juga penjaga ingatan atas masa-masa di mana pers berdiri tegak sebagai penyeimbang kekuasaan.


Diskusi mereka bukan basa-basi. Tema yang diangkat sarat kritik sekaligus refleksi: "Kondisi Kebebasan Pers dan Independensi Media di Tengah Arus Kepentingan dan Tekanan Ekonomi."


Revdi, Pemred Rakyat Sumbar yang juga pernah menakhodai beberapa media arus utama di Sumbar, menyuarakan kegelisahan mendalam. “Hari ini, banyak media kehilangan arah. Kita dulu menulis untuk kebenaran. Sekarang, banyak menulis untuk kepentingan,” kata pria yang biasa dipanggil Ope itu,  lugas.


Menurutnya, ruang redaksi saat ini tidak lagi menjadi tempat berpikir bebas, tapi berubah menjadi “dapur produksi” pesanan. Ia menyebut tumpulnya fungsi kontrol sosial sebagai konsekuensi logis dari hilangnya independensi redaksional. “Banyak wartawan lebih takut kehilangan kerja daripada kehilangan integritas,” ujar Revdi.


Defri Mulyadi mengamini pandangan itu. Sebagai Ketua IJTI Sumbar dan jurnalis TV yang aktif turun lapangan, ia merasakan betul bagaimana ruang gerak jurnalis makin sempit. “Sensor hari ini bukan lagi dari negara, tapi dari dalam dapur redaksi sendiri. Kita dicegah mengungkap karena ‘nanti bisa mengganggu kerja sama media dengan pemda’,” ungkap Defri yang lebih dikenal dengan panggilan Imung ini.


Keduanya sepakat, bahwa tekanan terhadap pers saat ini tidak selalu datang dari kekuasaan dalam bentuk formal, melainkan melalui ketergantungan ekonomi yang nyaris mutlak. Banyak media lokal, bahkan nasional, bergantung pada belanja pemerintah daerah atau kementerian. Sayangnya, dana yang seharusnya menopang keberlangsungan informasi publik, justru disalurkan dalam mekanisme yang mematikan independensi.


“Kalau semua ruang redaksi dikendalikan oleh anggaran advertorial pemerintah, bagaimana mungkin kita mengkritik mereka? Ini semacam pembungkaman yang dilegalkan,” ujar Defri.


Revdi menambahkan, bahwa solusi tidak bisa hanya dibebankan kepada jurnalis atau pemilik media semata. Negara harus hadir, tapi bukan sebagai pengendali, melainkan mitra strategis yang memahami bahwa pers adalah bagian dari ekosistem demokrasi sekaligus industri yang harus dijaga keberlanjutannya.


“Pemerintah harus memperbesar belanja untuk media. Tapi jangan disertai intervensi. Jangan jadikan media sekadar corong atau pemadam kebakaran saat opini publik memanas,” tegasnya.


Diskusi pun semakin dalam saat keduanya membahas bahwa negara selama ini hanya memposisikan pers dalam dua kutub: sebagai alat kampanye atau sebagai musuh ketika kritis. Padahal, menurut mereka, ada ruang tengah yang semestinya bisa dibangun—ruang dialog dan kemitraan tanpa syarat tunduk.


Defri menekankan bahwa organisasi profesi seperti IJTI, PWI, dan lainnya harus memperkuat peran advokasi dan etik. “Kita harus jujur: banyak media tak lagi menjunjung etika karena orientasinya bukan lagi pada publik, tapi pada penyandang dana. Maka, perubahan juga harus datang dari internal kita sendiri.”


Sebagai penutup, keduanya bersepakat: kebebasan pers tidak akan bertahan jika hanya diserahkan kepada semangat individu. Ia perlu sistem yang mendukung, negara yang menghormati, dan publik yang sadar akan pentingnya informasi yang jujur dan merdeka.


“Pers itu seperti api,” kata Revdi, “ia bisa menghangatkan demokrasi, tapi bisa padam jika tak diberi oksigen.”


“Dan oksigen itu,” sambung Defri, “bukan sekadar dana, tapi ruang kebebasan dan perlindungan terhadap idealisme.”(*)

 


SUMBARNET - Direktur Intelkam Polda Sumbar, Kombes Pol. Dwi Mulyanto, S.IP, SH, M.Si,  diwakili Kasubdit I (Bidang Politik) Dit Intelkam Polda Sumbar, Kompol Lija  Nesmon menegaskan bahwa Sinergisitas Masyarakat, Wartawan dan Mahasiswa sangat penting  dalam mempercepat terwujudnya program pembangunan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo. 



“Dit Intelkam Polda Sumbar menggelar acara ini dalam upaya menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat agar terjalin sinergisitas dan kerjasama yang baik semua elemen sehingga Asta Cita Presiden Prabowo dapat terlaksana dengan baik,” ucap Kompol Lija Nesmon dalam sambutannya pada pembukaan Latkatpuan Yang digelar Dit Intelkam Polda Sumbar, Selasa (29/4/2025) di Daima Hotel Padang. 



Acara ini sebagai upaya melakukan penguatan peran serta masyarakat, wartawan dan Mahasiswa dalam Menyukseskan Program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, sehingga terciptanya pemerataan pembangunan serta kesejahteraan dan keamanan masyarakat.



“Karena itu, Subdit I Dit Intelkam Polda Sumbar selalu berupaya hadir di tengah kelompok-kelompok masyarakat dan organisasi kemahasiswaan untuk bisa saling bersinergi untuk menciptakan suasana yang kondusif agar Asta Cita yang diprogram Presiden Prabowo dalam terlaksana dengan baik,” kata Kompol Lija dalam diskusi yang menghadirkan Narasumber Akademisi Fisipol Unand, Ilham Aldelano Azre, S.IP, MA dan Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar (FWP-SB) Novrianto Ucok, SP. 



Dalam diskusi yang diikuti kelompok masyarakat, mahasiswa dan insan pers,  Ilham Adelano Azre menekankan pentingnya kontribusi semua pihak dalam menyukseskan program nasional tersebut. Tak kalah penting peran Polri dalam menjaga kondusifitas di tengah masyarakat.



“Apalagi di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, ancaman hoaks melalui platform media sosial semakin masif dan tanpa kontrol. Kondisi ini berbeda dengan informasi di media-media mainstream yang telah melalui proses penyaringan oleh redaktur sebelum diterbitkan. Nah, disinilah peran Polri sangat diperlukan,” terang kandidat Doktor Universitas Indonesia ini. 



Terakhir Azre mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa dan pers untuk mengawal kebijakan pemerintah secara berkelanjutan.



"Tentu, kita harus mengawal seluruh kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintahan demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan kondusifitas di tengah masyarakat," kata Azre.



Sedangkan Novrianto Ucok lebih banyak berbicara peran media dan wartawan dalam menangkal isi-isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang kerap menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.



“Isu SARA ini sangat sensitif dan mudah dimanipulasi. Jika tidak disikapi dengan bijak, bisa menghancurkan persatuan yang selama ini kita jaga. Nah, disinilah media berperan dalam menyuarakan narasi-narasi positif sekaligus untuk mencerdaskan masyarakat,” ungkap Novrianto, wartawan senior yang berkompetensi Wartawan Utama Dewan Pers.



Peserta menika, diskusi-diskusi seperti ini perlu digelar secara rutin, agar masyarakat semakin cerdas menyikapi perkembangan teknologi. Saring sebelum Sharing sangat penting agar masyarakat tidak terjebak sebagai pihak yang ikut andil menyebarkan informasi-informasi hoaks (berita bohong) yang dapat menciptakan perpecahan di tengah masyarakat. (AdF/ms)



SUMBARNET - Latkatpuan Fungsi Intelkam digelar Intelkam Polda Provinsi Sumbar dalam rangka penguatan peran serta masyarakat, wartawan dan mahasiswa untuk mensukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada Rabu (29/4/2025) di Hotel Daima Padang.


Direktur Intelkam Polda Provinsi Sumbar yang diwakili oleh Kasubdit I Intelkam Kompol Lija Nesmon

mengatakan, "kegiatan ini sudah rutin menjadi agenda setiap tahun oleh Subdit I yang membidangi politik," katanya.


"Hal ini untuk menjalani hubungan  kerja sama yang baik dari unsur mahasiswa, pers dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan agar tetap kondusif," katanya.


Menurut Lija Nesmon, apabila situasi sudah aman, maka semua program bisa berjalan dengan baik.


Lija Nesmon menyebut, "program Asta Cita Presiden RI merupakan arah pembangunan nasional yang menekankan pada pemerintah kuat, ekonomi berdikari dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," sebutnya.


Polri sebegai aparat negara memiliki program strategis dalam menciptakan stabilitas keamanan yang menjadi fondasi utama implementasi Asta Cita. Asta Cita memiliki delapan visi menuju Indonesia Emas 2045.


"Masyarakat, wartawan dan mahasiswa adalah mitra penting dalam menjaga ruang demokrasi sekaligus mengawal agenda Asta Cita," ujarnya.


Ia menambahkan, "kesuksesan program Asta Cita memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa, Selian itu Polri berkomitmen menjadi pengayom yang adil, transparan dan responsif," tambahnya.


"Mari bersama kita kawal pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang aman, adil dan makmur," tutup Lija Nesmon.


Latkatpuan diikuti oleh wartawan, masyarakat, dan mahasiswa di Sumatera Barat. Menghadirkan tiga narasumber yakni Kompol Lija Nesmon S.S dari Subdit 1 Intelkam Polda Sumbar, Ilham Adelano Azre S.IP, MA. selaku Akademisi Universitas Andalas, dan Novrianto S.P., Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar.


Ilham Adelano Azre menyebut, "peran seluruh pihak memang dibutuhkan. Namun sangat penting peran Polri dalam mendukung program Bapak Presiden dan tantangan bagaimana menjaga kondusifitas di tengah masyarakat,"  sebutnya.


Lebih lanjut, Azre menyoroti ancaman hoaks yang semakin masif melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi dari media pers masih melalui proses penyaringan oleh redaktur, sedangkan media sosial menyebar tanpa kontrol.


"Jika diibaratkan dengan media pers, seluruh berita tetap disaring melalui redaktur, ada tingkatannya. Berbeda dengan media sosial yang tidak melalui saringan dan viral secepat itu. Ini menjadi tantangan bagi kita memerangi hal ini," tegas Azre.


Azre juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal kebijakan pemerintah secara berkelanjutan.


"Tentu, kita harus mengawal seluruh kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintahan. Ini bagaimana kita menjaga kenyamanan, keamanan, dan kondusifitas di tengah masyarakat," kata Azre.


Ia berharap Latkatpuan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mampu menangkal dan mengantisipasi penyebaran berita hoaks di tengah masyarakat. (**)



SUMBARNET - Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumbar menggelar acara halal bi halal bersama Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Provinsi Sumbar, pada Kamis, (10/4/2025) di Kantor KI Sumbar jalan Sisingamangaraja Padang.


Momen halal bihalal ini guna mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas antara KI dan PJKIP Sumbar.


Kedatangan rombongan PJKIP Sumbar disambut langsung oleh Ketua KI Sumbar Musfi Yendra, didampingi Komisioner Mona Sisca dan Idham Fadhli, serta jajaran sekretariat dengan penuh keakraban.


Dalam kesempatan itu ketua dewan penasehat PJKIP Sumbar HM Nurnas menyampaikan bawah lahirnya KI berasal dari keresahan terhadap korupsi.


Tokoh keterbukaan informasi itu  menilai transparansi adalah senjata utama melawan praktik korupsi.


“Keterbukaan informasi membentuk birokrasi bersih dan akuntabel,” kata HM Nurnas.


Ia juga menekankan bahwa konsep Good Governance lahir dari keterbukaan informasi yang dijaga oleh lembaga seperti KI.


HM Nurnas berharap KI Sumbar dan PJKIP terus menyuarakan keterbukaan informasi secara luas. Ia menyebut perjuangan ini tidak boleh berhenti.


Halal bi halal ditutup dengan saling bersalaman, sesi foto bersama, serta diskusi ringan tentang strategi penyebaran informasi publik di Sumbar. (**)



SUMBARNET - Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Provinsi Sumbar, menggelar acara halal bihalal pada Sabtu (5/4/2025) bertempat di Mabes Media Online jalan Veteran kota Padang.


Ketua PJKIP Sumbar Almudazir mengatakan, tujuan diadakannya halal bi halal ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama.


Dalam kesempatan itu, Almudazir menyampaikan agar PJKIP sudah terbentuk di seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi Sumbar, maka diharapkan semua anggota untuk mensupport percepatannya. Targetnyq, tahun 2025 ini semua kabupaten dan kota sudah membentuk PJKIP.


"Mari sama - sama kita dukung untuk pembentukan PJKIP di kabupaten kota, target kita tahun 2025 ini seluruh kabupaten kota sudah terbentuk," ujarnya.


Dewan penasehat Novrianto Ucok menambahkan,"l silaturahmi itu untuk memperpanjang umur dan membuka pintu rezki, berniat baik untuk kepentingan bersama," katanya.


Ia menyebut, jadikanlah organisasi ini untuk menjaga silaturahmi, sehingga kita bersama - sama merasakan sakit dan senang.


"Jangan utamakan profit, sebab kalau bicara soal profit itu hanya didunia, hubungan rohani itu sampai ke akhirat, mari bersama berpikiran baik, iklas pasti berbalas," tambahnya.


Selain itu, dewan pembina PJKIP Sumbar, HM Nurnas mengatakan bahwa tantang media online kedepan semakin berat.


"Tantangan kedepan semakin berat, maka oleh sebab itu PJKIP Sumbar harus bisa mengatur strategi bagaimana bisa terus eksis dan berkembang," katanya.


Nurnas berharap agar tetap menjalankan konsep yang sudah ada, dan tetap berkoordinasi untuk menjaga kekompakan.


Hadir dalam acara halal bi halal ini puluhan anggota yang tergabung dalam organisasi PJKIP Sumbar. (**)



SUMBARNET - Dalam upaya mempererat silaturahmi dengan insan pers, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) mengadakan buka puasa bersama di Lalado Resto, Jalan Veteran, Padang, pada Sabtu (29/3/2025). Acara ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi terhadap peran media dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.


Acara yang diinisiasi Novrianto "Ucok" dan Toaik, ini dihadiri oleh para wartawan dari berbagai media di Sumatera Barat, pemimpin perusahaan media, serta jajaran pengurus Hiswanamigas Sumatera Barat. Suasana penuh kehangatan terasa dalam pertemuan ini.


Ketua Hiswanamigas Sumbar, Ridwan Hosen, menyampaikan rasa terima kasih kepada insan pers yang telah membantu menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan media yang terus mendukung penyebaran informasi secara luas. Peran media sangat penting bagi masyarakat Sumatera Barat, juga ucapan terimakasih pada rekan-rekan untuk sinergisitas selama ini, karena lebaran sudah diambang pintu,izinkan kami mohon maaf lahir dan bathin, " ujar Ridwan Hosen, didampingi Sekretaris Hiswanamigas Sumbar, Jefri Abidin, wakil ketua bidang LPG Azwir UK dan bidang LPG Heru.


Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Hosen juga memastikan bahwa stok gas LPG 3kg di Sumatera Barat dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.


"Alhamdulillah, stok gas LPG 3kg tetap tersedia dan cukup untuk kebutuhan masyarakat selama lebaran," tambahnya.


Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Adrian Tuswandi, yang mewakili insan pers, turut mengucapkan apresiasi atas perhatian dan kerja sama yang terjalin dengan baik antara Hiswanamigas dan wartawan.


"Atas nama rekan-rekan media, kami sangat berterima kasih atas apresiasi dari Hiswanamigas. Hubungan baik ini harus terus dijaga dan ditingkatkan," ungkap Adrian Tuswandi, didampingi Pembina JPS, HM Nurnas dan Penasehat JPS, Novrianto serta Komisaris Utama Mimbar Nasional Sony Afandi. 


Acara buka puasa bersama ini ditutup dengan momen penuh kehangatan, yaitu saling bersalaman sebagai tanda persaudaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.


Dengan suksesnya acara ini, diharapkan sinergi antara Hiswanamigas dan media semakin kuat dalam memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (***)



SUMBARNET - Dalam upaya mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih erat dengan insan pers, Walikota Padang, Fadly Amran, mengadakan acara buka puasa bersama pada Jumat (28/3/2025) di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang.


Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kabag Prokopim Kota Padang, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Jaringan Pemred Sumbar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, serta sejumlah Pemimpin Redaksi media di Kota Padang.


Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi tinggi kepada insan pers yang telah aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai perjalanan 100 hari kerja kepemimpinannya.


"Terima kasih kepada rekan-rekan pers yang telah memberitakan seluruh kegiatan kami dalam membangun Kota Padang," ujar Fadly Amran.


Fadly menegaskan bahwa masterplan yang baik menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kota Padang yang lebih maju dan berkembang.


"Tanpa perencanaan yang matang, mustahil bagi kita untuk membangun kota yang lebih baik," tegasnya.


Sebagai sosok yang dikenal mendukung keterbukaan informasi, Fadly juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pemerintahan.


"Keterbukaan informasi harus terus ditingkatkan. Ini sangat penting demi menciptakan birokrasi yang sehat selama lima tahun ke depan," tambahnya.


Ia menargetkan agar Kota Padang menjadi kota yang benar-benar informatif, bukan sekadar menuju informatif seperti sebelumnya.


Dalam kesempatan itu, Fadly juga menyinggung program unggulannya, yakni BPJS gratis. Menurutnya, saat ini 98% kepala keluarga telah terdaftar dalam program tersebut, namun tingkat pembayaran kewajiban masih di bawah 70%.


"Kami telah berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan agar bisa menanggung hingga 80% kebutuhan warga," jelasnya.


Menanggapi kritik terkait program Dubalang Kota, Fadly mengakui masih ada kekurangan yang akan segera dilengkapi setelah bulan Ramadan.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pers, pemerintah, dan keterbukaan informasi sangat penting dalam membangun kota yang lebih baik.


"Pers memainkan peran krusial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan amanah," tutupnya. (**)



SUMBARNET - TNI - Polri, wartawan, Ratu Prabu Sumbar dan anak yatim mempererat silaturahmi dengan berbuka bersama, pada, Senin (24/3/2025) di hotel Truntum Padang.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan, "mari kita jaga kondusifitas, agar program yang sudah dibuat pemerintah dapat berjalan dengan baik," katanya.

Pada kesempatan itu Kapolda menegaskan pentingnya sinergi dan kerjasama yang baik antara awak media dan kepolisian dalam menjaga situasi yang kondusif. 


"Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, harus saling mendukung agar tidak menimbulkan kegaduhan," katanya.

Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyoroti maraknya aksi tawuran yang semakin meresahkan masyarakat. 

"Mari kita sukseskan program zero tawuran dan balapan liar yang sangat meresahkan," ujarnya.


"Saya berharap semua pihak berperan aktif dalam pencegahan aksi tawuran melalui edukasi dan pemberitaan yang positif," Widya Navies.


Pada kesemaptan itu, Ketua DPW Ratu Prabu Sumbar Jhoni Putra Sikumbang menyebut, "Ratu Prabu siap mengawal pelaksanaan program pemerintah di lapangan," sebutnya.


"Program Makan Bergizi Gratis ikut disukseskan oleh Ratu Prabu, di Agam kami membangun dapur MBG, Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar," tutup Jhoni. (*)



SUMBARNET - Tokoh Masyarakat Sumatera Barat HM Nurnas meluangkan waktunya sama halnya dengan tahun - tahun sebelumnya mengajak para awak media di Sumatera Barat untuk berbuka puasa bersama.


Acara buka puasa bersama dilaksanakan di posko Teh talu kedai An Rasyid Jalan Pramuka depan kantor KPU Sumbar dengan hidangan sederhana, masakan kampung ciri khas Rabah Minang, Rabu (19/3/2025).


Mantan anggota DPRD Sumbar tiga periode yang juga kordinator Tim Pakar DPRD Sumbar itu sengaja adakan acara buka puasa bersama awak media sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi antarjurnalis di Sumbar.


Dalam kesempatan itu Nurnas berpesan, pentingnya menjaga kekompakan di antara sesama wartawan serta terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.


"Kekompakan dan profesionalisme wartawan sangat penting dalam menjaga kualitas pemberitaan. Saya berharap kebersamaan ini terus terjalin dan semakin erat," ujar Nurnas.


Dalam kesempatan itu Nurnas juga mendorong para jurnalis untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan. 


"UKW bertujuan untuk mengukur kemampuan wartawan dalam memahami, menguasai, dan menegakkan profesi jurnalistik. Untuk itu saya berharap adik-adik wartawan semua untuk segera ikut UKW," kata Ketua Tim Pakar DPRD Sumbar tersebut.


Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumatera Barat (FWP SB), yang juga admin wag Teh Talua Novrianto Ucok, mengapresiasi kepedulian Cak Nurnas terhadap wartawan.


Selain itu, Novrianto Ucok juga ucapkan terima kasih kepada pak Tauhid dan pak Mufti yang juga ikut mensupport kegiatan buka puasa tersebut.


"Kami sangat menghargai perhatian yang diberikan. Ini menjadi bukti bahwa jurnalis di Sumatera Barat tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki solidaritas yang kuat," kata Novrianto Ucok.


Acara berbuka puasa ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban, dihadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media di Sumatera Barat.(***)