PADANG – Pertamina menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah.

Penyaluran bantuan dilaksanakan secara bertahap, dengan tahap awal berlangsung di wilayah Kecamatan Kuranji pada Senin (12/10/2026). Selanjutnya, pendistribusian bantuan dijadwalkan berlanjut ke Kecamatan Koto Tangah pada Selasa (13/10/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa bantuan dari Pertamina tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana banjir.

Menurutnya, bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang mengalami kesulitan akibat banjir yang melanda kawasan tempat tinggal mereka.

“Bantuan dari Pertamina ini kami salurkan langsung untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir di wilayah Kuranji dan Koto Tangah, Kota Padang,” ujar Hendri.

Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang diperlukan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama masa pemulihan pascabencana.

Adapun paket bantuan yang diserahkan meliputi sembako, tabung gas LPG, serta perlengkapan pakaian yang diperuntukkan bagi ibu-ibu dan anak-anak.

“Jenis bantuan yang diberikan berupa paket sembako, gas LPG, serta perlengkapan pakaian untuk ibu-ibu dan anak-anak,” kata Hendri.

Bantuan berupa sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga terdampak. Sementara itu, ketersediaan gas LPG dapat menunjang kebutuhan memasak sehari-hari, sedangkan pakaian menjadi salah satu kebutuhan penting bagi warga yang barang-barang pribadinya terdampak banjir.

Penyaluran Dilakukan Secara Bertahap

Dalam pelaksanaannya, pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kecamatan Kuranji menjadi wilayah pertama yang menerima bantuan pada Senin (12/10/2026). Setelah penyaluran tahap awal tersebut, distribusi dilanjutkan ke Kecamatan Koto Tangah pada Selasa (13/10/2026).

Pola penyaluran bertahap ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pendistribusian logistik sekaligus memastikan bantuan menjangkau warga terdampak di kedua wilayah tersebut.

BPBD Kota Padang turut berperan dalam penanganan dampak bencana, termasuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung penanganan bencana di daerah.

Kehadiran bantuan dari Pertamina diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah situasi pascabencana.

Kepedulian dan Kolaborasi dalam Penanganan Bencana

Penyaluran bantuan logistik ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan pihak swasta dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Dalam situasi bencana, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan penanganan awal, tetapi juga pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung. Oleh karena itu, bantuan berupa bahan pangan, gas LPG, dan pakaian menjadi bagian dari dukungan yang diperlukan masyarakat terdampak.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, diharapkan beban warga yang terdampak banjir di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah dapat berkurang. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

BPBD Kota Padang bersama pihak terkait diharapkan dapat terus mengupayakan penanganan dampak banjir dan memastikan kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian bersama.

Bantuan dari Pertamina ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat Kota Padang dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam proses pemulihan pascabanjir. (**)

 


Padang, – PT Adhi Karya (Persero) Tbk turut mengambil peran dalam pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim Padang, Sumatera Barat. Proyek senilai sekitar Rp340 miliar ini akan menghadirkan stadion modern dengan desain arsitektur khas Ranah Minang.


Pembangunan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut menjadi langkah penting dalam pembaruan infrastruktur olahraga. Stadion ini diharapkan mendukung perkembangan sepak bola sekaligus menjadi ikon baru Kota Padang.


PT Adhi Karya mengerjakan proyek ini bersama PT Hutama Karya (Persero) melalui skema kerja sama operasi (KSO). Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp340.043.932.000 dari APBN 2026.


Pembangunan stadion ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau paling lambat Januari 2028. Kehadiran stadion baru ini diharapkan memberikan fasilitas lebih modern bagi atlet, klub sepak bola, dan masyarakat.


Adhi Karya Hadirkan Desain Stadion Modern


Salah satu aspek menarik dalam pembangunan Stadion H. Agus Salim terletak pada rancangan arsitekturnya. Berdasarkan materi desain yang dibagikan PT Adhi Karya, stadion ini mengadopsi konsep dasar Stadion Surajaya Lamongan dengan sejumlah penyesuaian.


Stadion baru tersebut memiliki dua atap pada bagian tribun barat dan timur. Kedua atap melengkung ke bawah hingga membentuk menyerupai tanduk.


Desain tersebut memberikan karakter visual tersendiri bagi stadion. Tampilan modern ini juga diharapkan memperkuat identitas Stadion H. Agus Salim sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.


Dari sisi fungsi, stadion direncanakan memenuhi standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Kapasitasnya diperkirakan mencapai sekitar 15.000 penonton.


Dengan kapasitas tersebut, stadion diharapkan mampu menunjang pertandingan sepak bola dan berbagai kegiatan olahraga berskala nasional.


Menjadi Kebanggaan Baru Ranah Minang


Pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Padang. Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan pemerintah kota siap berkolaborasi untuk menyukseskan rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim.


Kolaborasi antara pemerintah dan pelaksana proyek menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan sesuai rencana.


Bagi masyarakat Sumatera Barat, Stadion H. Agus Salim bukan sekadar tempat pertandingan. Stadion ini memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari identitas olahraga Ranah Minang.


Kehadiran stadion dengan wajah baru diharapkan membuka peluang bagi perkembangan atlet dan klub sepak bola daerah.


Jika rampung sesuai target, Stadion H. Agus Salim akan menjadi salah satu fasilitas olahraga modern di Sumatera Barat. Proyek ini sekaligus menandai kontribusi PT Adhi Karya bersama mitra KSO dalam pembangunan infrastruktur olahraga nasional. (***)



SUMBARNET — Tim Isu Infrastruktur Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (DEMA PTKI) Seluruh Indonesia akan menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Selasa, 13 Oktober 2026, untuk mengawal pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.


Aksi tersebut akan dipusatkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Polda Sumatera Barat. Mahasiswa menyoroti rencana pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau dengan alokasi anggaran sekitar Rp60 miliar yang hingga kini belum terealisasi sebagaimana diharapkan masyarakat.


Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.


Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia menilai bahwa pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau merupakan kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir utara Kabupaten Padang Pariaman yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau.


Namun, muncul sejumlah pertanyaan mengenai proses pengadaan pembangunan rumah sakit tersebut, khususnya terkait mekanisme _mini competition_ melalui e-Katalog yang dilaporkan mengalami kegagalan.


Kondisi ini dinilai perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka, mulai dari tahapan pengadaan, penyebab kegagalan, hingga pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Koordinator Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia, Hidayatul Fikri, menegaskan bahwa aksi yang akan dilaksanakan besok merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik dan memastikan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.


"Besok kami akan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak aparat penegak hukum agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan pengadaan pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau. Anggaran sekitar Rp60 miliar bukan jumlah yang kecil. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses pengadaan tersebut berjalan dan mengapa pembangunan yang diharapkan belum terealisasi sebagaimana mestinya," tegas Hidayatul Fikri.


Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada perdebatan administratif semata. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, dugaan tersebut harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum.


*Enam Tuntutan Mahasiswa kepada Kejati dan Polda Sumbar*


Dalam aksi yang direncanakan berlangsung besok, Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia membawa enam tuntutan utama.


*Pertama*, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan permasalahan dalam proses pengadaan pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau dan memeriksa pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan proses tersebut sesuai ketentuan hukum.


*Kedua*, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat memanggil dan memeriksa Bupati Padang Pariaman terkait tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah, pelaksanaan proyek prioritas daerah, serta fungsi pengawasan terhadap pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau.


*Ketiga*, mendesak pemeriksaan menyeluruh terhadap Bagian Pengadaan Barang dan Jasa/UKPBJ Kabupaten Padang Pariaman serta Pokja Pemilihan terkait pembatalan atau kegagalan mekanisme _mini competition_ melalui e-Katalog. Pemeriksaan diminta memastikan apakah proses tersebut telah berjalan sesuai prosedur dan apakah terdapat bukti pelanggaran.


*Keempat*, mendesak Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Jawari, memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan terhadap dugaan permasalahan pengadaan, termasuk dugaan intervensi, penerimaan _fee_, persekongkolan, dan pengaturan proses pemilihan proyek apabila terdapat bukti yang mendukung.


*Kelima*, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Polda Sumatera Barat menelusuri aliran dana apabila ditemukan indikasi pemberian atau penerimaan keuntungan yang berkaitan dengan proses pengadaan pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau.


*Keenam*, mendesak aparat penegak hukum memeriksa dugaan keterlibatan istri Bupati Padang Pariaman dalam proses pengadaan, khususnya terkait dugaan penerimaan _fee_, intervensi, atau pengaturan pemilihan proyek. Pemeriksaan tersebut harus didasarkan pada bukti dan informasi yang dapat diverifikasi.


Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan permintaan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan secara profesional dan objektif. Seluruh dugaan harus dibuktikan melalui proses hukum dan tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan bahwa pihak tertentu telah melakukan pelanggaran.


Besok Turun ke Jalan, Mahasiswa Minta Kepastian dan Transparansi


Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai ini diperkirakan diikuti sekitar 100 orang. Massa akan berkumpul di Kampus II UIN Imam Bonjol Padang sebelum bergerak menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Polda Sumatera Barat.


Melalui aksi tersebut, mahasiswa ingin memastikan bahwa persoalan pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau tidak luput dari perhatian publik maupun aparat penegak hukum.


Menurut Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia, transparansi pengadaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran merupakan prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Terlebih, pembangunan fasilitas kesehatan berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.


Kegagalan proses _mini competition_ melalui e-Katalog yang menjadi perhatian mahasiswa perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat.


"Kami tidak ingin persoalan ini berlalu tanpa kejelasan. Besok kami datang untuk menyampaikan tuntutan, meminta penjelasan, dan mendesak agar dugaan permasalahan pengadaan ini diperiksa sesuai mekanisme hukum. Jika memang tidak ada pelanggaran, hal itu juga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat," tegas Hidayatul Fikri.


Persoalan RSUD Sungai Limau Akan Dibawa ke Konsolidasi Nasional


Pengawalan terhadap pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau tidak akan berhenti pada aksi di Sumatera Barat.


Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia berencana membawa persoalan tersebut ke Konsolidasi Nasional (KONSOLNAS) III DEMA PTKIN Se-Indonesia yang dijadwalkan berlangsung di UIN Sumatera Utara pada 21–26 Oktober 2026.


Persoalan tersebut akan menjadi bahan konsolidasi untuk merumuskan langkah advokasi bersama. Hasil pembahasan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyampaian aspirasi kepada pihak-pihak yang berwenang, termasuk melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPR RI sesuai mekanisme yang berlaku.


Tim Isu Infrastruktur DEMA PTKI Seluruh Indonesia menegaskan akan terus menghimpun informasi, mengawal perkembangan persoalan, dan mendorong adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.


Bagi mahasiswa, pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau bukan sekadar persoalan proyek dan anggaran, melainkan menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.


Dengan alokasi anggaran sekitar Rp60 miliar, masyarakat berhak mendapatkan kepastian mengenai proses pengadaan, penggunaan anggaran, dan realisasi pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.


Besok, mahasiswa turun menyampaikan aspirasi. Tuntutannya jelas: transparansi pengadaan, pemeriksaan atas dugaan permasalahan, dan kepastian pembangunan RSUD Tipe D Sungai Limau demi kepentingan masyarakat Padang Pariaman. (**)



SUMBARNET - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Sijunjung periode 2026–2029 resmi dilantik di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Senin (12/10/2026), dengan mengusung tema "Pers Profesional, Sijunjung Maju".


Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sijunjung Dr. Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si, Wakil Bupati, H. Iraddatillah, S.Pt., M.M., Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Jaheri, S.Sos., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Staf Ahli Bupati, Asisten Lingkup Setdakab,  Kepala OPD, Camat, kepala puskesmas, serta tamu undangan lainnya.


Prosesi pelantikan pengurus PWI Kabupaten Sijunjung dipimpin langsung oleh Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies dan menyerahkan bendera pataka PWI kepada Ketua PWI Kabupaten Sijunjung, Husnal Petra. 


Susunan Pengurus PWI Kabupaten Sijunjung 2026 - 2029  terdiri dari, Penasihat dipegang oleh Rusli Jawaher, Mashariyanto, Ketua Husnal Petra, Wakil Ketua Bidang Organisasi Eki Prima Endo, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Bagus Budiantoro, Sekretaris Yulicef Anthony, Bendahara Martius. Selanjutnya Seksi Pembelaan Wartawan dan Advokasi Ovi Budi Saputra, Seksi Kerjasama dan Kemitraan Burhafrizal, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Ogi Gunardi Iskandar, Yudalius, Reza Perkasa.


Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan PWI dan IKWI Sijunjung periode 2026-2029 Ovi Budi Saputra menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi dan dukungan dari berbagai pihak hingga acara sukses diselenggarakan. 


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Sijunjung, Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah mendukung penuh kegiatan ini,  baik secara moril maupun materil", tambah Ovi


Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa menyebut bahwa pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


“Pemerintah Kabupaten Sijunjung tentu berkomitmen kuat untuk memberikan dukungan penuh terhadap PWI dan kawan-kawan wartawan. Pemerintah tidak akan pernah mampu membangun kabupaten tanpa kolaborasi dengan kawan-kawan wartawan,” tegas Benny.


Menurutnya, media menjadi salah satu jembatan penting antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai program pembangunan tidak akan tersampaikan secara optimal tanpa dukungan pers yang mampu mengolah dan menyebarluaskan informasi secara tepat.


“Tidak mungkin program pembangunan sampai dan dipahami masyarakat tanpa peran media. Menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Sijunjung tidak mudah, sehingga dibutuhkan informasi yang benar. Di sinilah peran PWI Kabupaten Sijunjung sangat penting,” ujarnya.


Benny berharap kepengurusan PWI yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta terus meningkatkan kualitas pemberitaan, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi masyarakat.


Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjaga untuk mendukung keterbukaan informasi serta menyampaikan perkembangan pembangunan di Ranah Lansek Manih kepada publik.


Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, mengingatkan pengurus PWI Kabupaten Sijunjung agar memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kompetensi wartawan di tengah perubahan lanskap media yang semakin dinamis.


“Kami berharap PWI Kabupaten Sijunjung yang baru dilantik ini bisa melakukan konsolidasi organisasi agar kompak, solid, dan amanah dalam menjalankan program-programnya,” kata Widya.


Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan sekaligus memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan profesionalisme wartawan.


Ketua PWI Kabupaten Sijunjung, Husnal Petra, dalam sambutan perdananya menyatakan komitmen untuk menjadikan profesionalisme, integritas, dan kompetensi sebagai fokus utama kepengurusan periode 2026–2029.


Menurutnya, tantangan dunia pers di era digital semakin kompleks sehingga wartawan dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga etika jurnalistik. (**)



SUMBARNET - Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Jalan Jawa Gadut, RT 04/RW 02, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026). 


Bantuan diserahkan secara langsung saat ia meninjau lokasi ruko dan rumah petak yang terbakar.


Dalam kunjungannya, Rahmat menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga setempat. 


Dia menyerahkan santunan dan paket bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban di lokasi pengungsian.


"Kami menyalurkan sedikit bantuan untuk membantu kebutuhan awal para korban. Saya berharap bapak dan ibu yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini," kata Rahmat di lokasi.


Selain menyerahkan bantuan, Rahmat Saleh mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian guna mencegah potensi kebakaran, terutama dalam penggunaan serta penyimpanan bahan yang mudah terbakar.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, khususnya saat mengelola atau menyimpan bahan-bahan yang memicu api. Kedisiplinan dan kewaspadaan kita bersama sangat penting agar musibah seperti ini tidak terulang kembali," ujar Rahmat.


Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.35 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh suara ledakan dari bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). 


Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran beserta 85 personel dari Damkar Kota Padang, Semen Padang, dan Universitas Andalas dikerahkan ke lokasi. Penanganan dan pemadaman selesai dilakukan pada pukul 08.40 WIB.


Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padang, kejadian ini menghanguskan tiga ruko, dua toko, dan dua rumah petak. 


Selain bangunan, tujuh unit sepeda motor, dua becak motor, serta dua gerobak kontainer minuman milik warga juga ikut terbakar. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp3 miliar.


Dampak dari kebakaran tersebut menyebabkan 5 Kepala Keluarga (5 KK) dengan total 22 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. (**)

 


Jakarta, 9 Oktober 2026 – Komitmen PT PLN (Persero) dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, PLN berhasil meraih penghargaan Silver dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 berkat keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Transformasi Kelas Digital untuk Mencetak Generasi Unggul MAN 5 Agam”. Penghargaan tersebut diterima dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (29/9).


Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui program tersebut, PLN UIP3B Sumatera menghadirkan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi berupa 25 unit komputer, 12 meja komputer, serta revitalisasi interior laboratorium komputer di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Agam, Sumatera Barat.



General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Penghargaan Silver ISDA 2026 ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, PLN berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Elvanto.



Elvanto menambahkan, dukungan terhadap transformasi pendidikan digital merupakan bagian dari komitmen PLN untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Menurutnya, kehadiran fasilitas pembelajaran yang memadai diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi para siswa untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan digital.


“Bagi PLN, menghadirkan terang tidak hanya melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang mampu membuka peluang dan harapan bagi generasi penerus bangsa. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Elvanto.


Kepala MAN 5 Agam, Suhermi, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolahnya. Menurutnya, kehadiran laboratorium komputer yang lebih modern menjadi dorongan positif bagi siswa dan tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi.



“Terima kasih kepada PLN UIP3B Sumatera atas dukungannya dalam meningkatkan fasilitas pendidikan di MAN 5 Agam. Kehadiran laboratorium komputer yang lebih modern menjadi semangat baru bagi siswa dan guru untuk mengembangkan kompetensi digital serta menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif,” ungkap Suhermi.


Melalui penyediaan perangkat komputer dan pembenahan ruang laboratorium, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, modern, dan mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi. Fasilitas tersebut juga menjadi sarana bagi para siswa untuk mengembangkan literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan zaman.


Keberhasilan meraih penghargaan Silver ISDA 2026 sekaligus memperkuat komitmen PLN UIP3B Sumatera dalam mengimplementasikan program TJSL yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. PLN terus mendorong hadirnya berbagai inisiatif sosial yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas kehidupan.



Melalui semangat PLN Peduli, PLN UIP3B Sumatera berkomitmen untuk terus menghadirkan energi yang tidak hanya menggerakkan aktivitas masyarakat, tetapi juga menerangi jalan menuju masa depan generasi bangsa yang lebih berkualitas dan berdaya saing.


*Narahubung:*

Aji Rahmat Prabowo

Manager Komunikasi & TJSL PLN UIP3B Sumatera

Telp. (0761) 6700011



SUMBARNET – Kontingen Kota Padang sukses meraih gelar juara umum cabang olahraga (cabor) Pordasi Berkuda Memanah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI Tahun 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Minggu (11/10/2026), kontingen tuan rumah tampil gemilang dengan mengoleksi 11 medali emas dan satu medali perunggu dari total 16 medali emas yang diperebutkan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan atlet Kota Padang dalam bersaing di tingkat provinsi, sekaligus menunjukkan hasil dari persiapan dan latihan intensif yang telah dijalani selama kurang lebih enam bulan sebelum kompetisi berlangsung.

Ketua Pelaksana Cabor Pordasi Berkuda Memanah, Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa Kota Padang berhasil menempati posisi tertinggi setelah melalui rangkaian pertandingan yang diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

“Dari hasil pelaksanaan Porprov cabang Pordasi Berkuda Memanah, dari 16 medali emas yang diperebutkan, kami umumkan juara umum untuk cabor ini jatuh kepada kontingen Kota Padang. Selamat kami sampaikan kepada kontingen Kota Padang dengan perolehan 11 medali emas dan satu medali perunggu,” ujar Taufik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan. Capaian tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kota Padang, mengingat persaingan berlangsung dengan melibatkan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Kompetisi Pordasi Berkuda Memanah pada Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 ini diikuti oleh 13 kabupaten dan kota dengan total 97 atlet. Pantai Pasir Jambak dipilih sebagai lokasi pertandingan yang mempertemukan para atlet untuk menunjukkan keterampilan memadukan kemampuan berkuda dengan ketepatan memanah.

Olahraga berkuda memanah membutuhkan keterampilan, konsentrasi, keseimbangan, ketepatan, serta koordinasi yang baik. Atlet dituntut mampu mengendalikan kuda sekaligus membidik sasaran dengan akurat. Perpaduan kemampuan tersebut menjadikan cabang olahraga ini memiliki tantangan tersendiri dan memerlukan latihan secara konsisten.

Zulhardi: Berkuda Memanah Perlu Terus Dikembangkan

Bendahara KONI Padang, Zulhardi Z. Latif, menilai olahraga berkuda memanah memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Sumatera Barat. Menurutnya, cabang olahraga ini tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga memiliki nilai keagamaan, sejarah, dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Ia menegaskan bahwa pengembangan olahraga berkuda memanah sejalan dengan falsafah masyarakat Sumatera Barat, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Salah satu sunnah adalah berkuda dan memanah. Karena kita di Sumatera Barat berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tentu cabor Pordasi Berkuda Memanah ini harus kita naungi dan tingkatkan lagi agar peminatnya semakin banyak,” kata Zulhardi.

Menurutnya, dukungan terhadap cabang olahraga tersebut perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik untuk mengenal dan menekuni berkuda memanah.

Pengembangan olahraga ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan tradisi berkuda serta memanah kepada generasi berikutnya.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, berkuda memanah berpeluang menjadi salah satu cabang olahraga yang semakin diminati dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Barat.

Persiapan Enam Bulan, Atlet Berlatih dari Pagi hingga Sore

Di balik keberhasilan Kota Padang meraih gelar juara umum, terdapat proses persiapan panjang yang dijalani para atlet. Mereka menjalani latihan secara rutin selama kurang lebih enam bulan untuk meningkatkan kemampuan teknis, menjaga konsistensi, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada Porprov Sumbar XVI Tahun 2026.

Salah seorang atlet Pordasi Berkuda Memanah Kota Padang, Cantika, mengaku bersyukur atas keberhasilan meraih medali emas. Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi pengalaman membahagiakan setelah melewati proses latihan yang cukup panjang.

“Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan medali emas. Perasaan kami tentu senang, tetapi juga sempat deg-degan. Persiapannya kurang lebih enam bulan, dan kami selalu meluangkan waktu latihan dari pagi sampai sore,” ungkap Cantika.

Ia menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dengan meluangkan waktu secara rutin untuk berlatih, bahkan di tengah waktu libur. Latihan yang dijalani dari pagi hingga sore menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan atlet agar mampu tampil maksimal saat pertandingan.

Rasa gugup yang muncul ketika menghadapi kompetisi menjadi hal yang wajar bagi atlet. Namun, persiapan yang dilakukan secara konsisten membantu mereka membangun kepercayaan diri untuk menghadapi tekanan pertandingan dan berusaha memberikan hasil terbaik bagi daerah.

Selain Cantika, atlet Pordasi Berkuda Memanah Kota Padang lainnya, Zizi dan Haura, turut menjadi bagian dari kontingen yang berjuang dalam kompetisi tersebut. Keberhasilan tim menjadi hasil dari kerja keras para atlet serta proses pembinaan yang telah dijalankan sebelum Porprov berlangsung.

Momentum Pembinaan Atlet Muda

Prestasi yang diraih kontingen Kota Padang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga berkuda memanah di Sumatera Barat. Raihan 11 medali emas dan satu medali perunggu menunjukkan besarnya potensi yang dapat terus dikembangkan melalui latihan terarah, pendampingan, serta dukungan berbagai pihak.

Keikutsertaan 13 kabupaten dan kota dengan total 97 atlet juga memperlihatkan bahwa olahraga berkuda memanah memiliki ruang untuk berkembang lebih luas di tingkat provinsi. Kompetisi seperti Porprov menjadi sarana penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, serta meningkatkan kualitas prestasi.

Di sisi lain, keberhasilan ini diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda untuk mulai mengenal olahraga berkuda memanah. Semakin banyaknya atlet muda yang tertarik menekuni cabang olahraga tersebut akan membuka peluang bagi terbentuknya regenerasi atlet yang mampu bersaing pada kompetisi berikutnya.

Dukungan dari organisasi olahraga, pemerintah daerah, pelatih, serta masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan. Dengan fasilitas latihan yang memadai dan program pembinaan yang terarah, potensi atlet dapat dikembangkan secara optimal.

Bagi Kota Padang, gelar juara umum pada Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 bukan sekadar pencapaian dalam perolehan medali. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan untuk mempertahankan kualitas atlet sekaligus memperkuat eksistensi berkuda memanah sebagai cabang olahraga yang mengandung unsur keterampilan, kedisiplinan, dan nilai budaya.

Ke depan, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi. Pada saat yang sama, pengembangan berkuda memanah di Sumatera Barat diharapkan semakin maju, sehingga mampu melahirkan lebih banyak atlet potensial dan memperkuat daya saing daerah dalam berbagai ajang olahraga mendatang. (**)

 


SUMBARNET – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang mulai berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Salah satu cabang yang diperlombakan pada hari pertama adalah tilawah Al-Qur’an golongan anak-anak yang dipusatkan di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pelaksanaan lomba tersebut diikuti oleh peserta dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang. Sebanyak 22 peserta tampil dalam cabang tilawah golongan anak-anak, terdiri atas 11 peserta laki-laki dan 11 peserta perempuan.

Panitia MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang, Agusrianto, mengatakan bahwa pelaksanaan perlombaan pada hari pertama berjalan lancar. Seluruh peserta dari kecamatan yang berpartisipasi telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan panitia.

“Alhamdulillah, peserta dari seluruh kecamatan sudah hadir dan perlombaan saat ini sedang berlangsung. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sampai selesai,” ujar Agusrianto saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan MTQ.

Ia menjelaskan, keterlibatan seluruh kecamatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kota Padang. Pada cabang tilawah golongan anak-anak, setiap kecamatan mengirimkan masing-masing satu peserta laki-laki dan satu peserta perempuan.

Dengan demikian, total peserta yang mengikuti perlombaan pada golongan tersebut mencapai 22 orang. Para peserta berkesempatan menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an di hadapan dewan hakim untuk dinilai berdasarkan ketentuan dan kriteria perlombaan yang berlaku.

Pelaksanaan cabang tilawah golongan anak-anak ini menjadi salah satu agenda awal dalam rangkaian MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang. Kegiatan tersebut sekaligus mengawali tahapan perlombaan yang akan berlanjut dengan golongan berikutnya hingga memasuki babak final.

Perlombaan Berlangsung Bertahap hingga Rabu Malam

Agusrianto menyampaikan, rangkaian perlombaan MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang dilaksanakan secara bertahap selama beberapa hari. Setelah perlombaan golongan anak-anak pada Minggu, kegiatan akan dilanjutkan dengan cabang tilawah golongan remaja pada Senin (12/10/2026).

Selanjutnya, babak final dijadwalkan berlangsung pada Selasa (13/10/2026). Para peserta yang berhasil melaju ke tahap akhir akan kembali berkompetisi untuk memperebutkan posisi terbaik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam penyelenggaraan MTQ.

Sementara itu, pengumuman para pemenang sekaligus penutupan MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang dijadwalkan pada Rabu malam (14/10/2026).

“ Hari ini perlombaan golongan anak-anak, besok dilanjutkan golongan remaja. Selanjutnya, pada hari Selasa dilaksanakan babak final, kemudian Rabu malam pengumuman para juara sekaligus penutupan MTQ,” kata Agusrianto.

Jadwal tersebut menjadi pedoman bagi peserta, panitia, dan pihak terkait dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Panitia berharap seluruh rangkaian perlombaan dapat terlaksana dengan tertib dan lancar hingga agenda penutupan.

Wadah Pembinaan Generasi Qurani

Pelaksanaan MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan kemampuan membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Cabang tilawah golongan anak-anak memiliki arti penting dalam pembinaan generasi Qurani sejak usia dini. Melalui perlombaan ini, anak-anak memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tilawah sekaligus mengasah keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan tampil di hadapan dewan hakim.

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat generasi muda untuk mempelajari dan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar. Keikutsertaan peserta dari seluruh kecamatan turut memberikan kesempatan bagi potensi-potensi muda di berbagai wilayah Kota Padang untuk berkembang.

Partisipasi 22 peserta dalam cabang tilawah golongan anak-anak memperlihatkan keterlibatan setiap kecamatan dalam mengikuti agenda keagamaan tingkat kota tersebut. Pengiriman peserta laki-laki dan perempuan dari masing-masing kecamatan juga memberikan ruang partisipasi yang seimbang pada golongan yang diperlombakan.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Rabu malam, penyelenggaraan MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal serta menghasilkan peserta terbaik yang mampu menunjukkan kualitas bacaan Al-Qur’an.

Panitia pun berharap seluruh tahapan perlombaan, mulai dari golongan anak-anak, golongan remaja, hingga babak final, dapat berlangsung lancar sampai pengumuman pemenang dan penutupan kegiatan.

Dengan dimulainya perlombaan di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah, MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kota Padang resmi memasuki rangkaian kompetisi yang menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan tilawah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat. (**)

 


Pariaman, SUMBARNET.ID - Kontingen sepatu roda Kota Bukittinggi kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 yang berlangsung di Kota Pariaman.


Hingga hari ini, Senin (13/10/2026), cabor sepatu roda berhasil mengumpulkan total 4 medali dengan rincian 3 medali emas dan 1 medali perak.


Dua medali emas disumbangkan oleh atlet andalan Bukittinggi, *Fano Evan Pratama*, masing-masing pada nomor 10.000 meter putra dan 1.000 meter putra. Penampilan Fano yang dominan sejak awal lomba membuatnya tak terbendung di lintasan.


Medali emas ketiga dipersembahkan oleh *Aubrey Athaya Fathurra* pada nomor 5.000 meter Eliminasi. Sementara medali perak diraih oleh *Gibran Alvaro* pada nomor sprint 500 meter.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, M.Kom., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut.


"Alhamdulillah, ini hasil dari kerja keras, disiplin latihan, dan doa semua pihak. Anak-anak kita berjuang luar biasa. Tiga emas dan satu perak ini menjadi motivasi besar bagi kontingen Bukittinggi secara keseluruhan," ujarnya.


Dengan tambahan 4 medali ini, kontingen Kota Bukittinggi semakin optimis dapat mendongkrak posisi di klasemen sementara Porprov XVI Sumbar 2026.


Cabor sepatu roda sendiri masih menyisakan beberapa nomor pertandingan hingga akhir pekan ini. Peluang untuk menambah pundi-pundi medali masih sangat terbuka. (Pendi)



SUMBARNET - Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika membawa dampak ekonomi besar bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Danantara Indonesia memperkirakan ajang MotoGP tersebut menghasilkan dampak ekonomi Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.


MotoGP Mandalika berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Ajang balap internasional ini turut mendorong permintaan akomodasi, konektivitas udara, dan aktivitas usaha lokal.


Dalam publikasi di media sosial resminya, Danantara Indonesia mengungkapkan tingkat keterisian akomodasi di Lombok hampir mencapai 100 persen selama periode race week.


Angka tersebut merujuk pada sekitar 1.560 unit hotel dan akomodasi di NTB. Tingginya keterisian menunjukkan besarnya kebutuhan penginapan selama penyelenggaraan MotoGP.


“Antusiasme publik terhadap ajang ini tidak hanya terlihat di sirkuit, tetapi juga pada meningkatnya permintaan di berbagai sektor pendukung pariwisata, mulai dari akomodasi hingga konektivitas,” tulis Danantara Indonesia dalam postingannya.


Lonjakan kebutuhan perjalanan juga mendorong penambahan penerbangan. Danantara mencatat 66 penerbangan tambahan dari dan menuju NTB selama periode penyelenggaraan.


Selain sektor pariwisata, pelaku usaha lokal turut memperoleh manfaat dari gelaran MotoGP. Danantara mencatat keterlibatan 200 UMKM lokal dalam kegiatan tersebut.


Materi publikasi itu juga mencantumkan omzet UMKM sebesar Rp500 juta. Namun, publikasi tersebut belum merinci periode pencatatan dan cakupan omzet tersebut.


“Capaian ini mencerminkan bahwa event berskala global dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk lebih dikenal,” tulis Danantara Indonesia.


Danantara menilai keberhasilan ajang internasional membutuhkan dukungan berbagai sektor. Ekosistem tersebut mencakup pengelolaan kawasan, aviasi, akomodasi, serta keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat.


Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dampaknya tidak hanya berpusat di kawasan sirkuit, tetapi juga menjangkau sektor pariwisata dan usaha lokal.


Proyeksi dampak ekonomi Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun menjadi salah satu indikator potensi sport tourism di Indonesia. Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi yang disampaikan Danantara Indonesia.


Besarnya dampak ekonomi aktual masih perlu dilihat melalui evaluasi setelah penyelenggaraan. Data realisasi akan membantu mengukur manfaat MotoGP bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah. (***)