MENTAWAI, SUMBARNET – Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pelabuhan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang konektivitas serta kelancaran transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Roby Wilson, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Tuapejat.


Menurut Roby Wilson, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tuapejat merupakan langkah penting dalam mendukung aktivitas transportasi laut masyarakat Mentawai. Mengingat kondisi geografis Mentawai sebagai wilayah kepulauan, keberadaan fasilitas pelabuhan yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat, distribusi barang, aktivitas ekonomi, serta pelayanan transportasi antarpulau.


"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tuapejat. Infrastruktur pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar, tetapi merupakan urat nadi konektivitas dan perekonomian masyarakat kepulauan," ungkap Roby Wilson.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan atas dukungan anggaran dan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur transportasi laut di wilayah Kepulauan Mentawai.


Roby berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan fasilitas pelabuhan di Mentawai terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan transportasi laut yang semakin baik, aman, nyaman, dan memadai.


"Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai kontrak, tepat waktu, serta mengutamakan kualitas dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Jangan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi mutu dan manfaatnya bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama," tegasnya.


DATA DAN IDENTITAS PEKERJAAN


Berdasarkan data kegiatan yang disampaikan, pekerjaan tersebut memiliki rincian sebagai berikut:


Nama Kegiatan: Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Tuapejat.


Nomor Kontrak: PL.107./1/1/UPP.SBN/2026.


Tanggal Kontrak: 13 Maret 2026.


Nilai Kontrak: Rp18.184.174.077.


Sumber Dana: APBN PNBP Tahun Anggaran 2026.


Waktu Pelaksanaan: 240 (dua ratus empat puluh) hari kalender.


Penyedia Jasa: Hikmah Hidup Tangguh Lestari – KSO, Jalan Kebun Raya II No. 06, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta.


Konsultan Pengawas: PT Priangan Raya Utama, Jalan Randusari 6 No. 58, Antapani Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.


Konsultan Perencana: PT Delta Pratama Globalindo, Jalan PLN Cigelereng, Cisereuh, Kota Bandung, Jawa Barat.


Lebih lanjut, Roby Wilson berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menjalankan tanggung jawab masing-masing secara profesional dan transparan.


Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Mentawai.


"Harapan kami, rehabilitasi Pelabuhan Tuapejat ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat Mentawai. Kami dari DPD REPRO akan terus mendukung pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendorong agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan," tutup Roby Wilson.


Dengan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tuapejat, masyarakat Mentawai diharapkan dapat merasakan peningkatan pelayanan transportasi laut sekaligus memperoleh dukungan infrastruktur yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sosial dan perekonomian daerah. (**)

 


BUKITTINGGI, SUMBARNET.ID – Kota Bukittinggi kembali mendapat perhatian melalui kiprahnya dalam pengembangan dunia literasi. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, melakukan kunjungan ke Perpustakaan Umum Daerah Kota Bukittinggi, Mr. Syafruddin Prawiranegara, Minggu (1/11/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan dan peran Perpustakaan Umum Daerah Kota Bukittinggi. Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi salah satu indikator kemajuan peradaban sebuah kota.


Perpustakaan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperluas wawasan masyarakat, serta menumbuhkan budaya literasi di tengah perkembangan zaman.


Pada kesempatan itu, Wamendagri menitipkan dua pesan penting yang diharapkan menjadi perhatian dalam pengelolaan dan pengembangan perpustakaan ke depan.


Pertama, memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas.


Pengelolaan perpustakaan hendaknya tidak hanya bertumpu pada internal pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, komunitas literasi, pegiat pendidikan, serta kelompok kreatif lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan perpustakaan yang lebih terbuka, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.


Kedua, memperkuat aktivasi kegiatan dan keberlanjutan pengelolaan.


Perpustakaan harus terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang mampu menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda.


Selain meningkatkan aktivitas literasi, pengelolaan perpustakaan juga perlu diarahkan pada konsep keberlanjutan, termasuk menggali peluang monetisasi melalui kegiatan dan program produktif yang sesuai dengan fungsi serta tujuan perpustakaan.


Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi fasilitas publik yang dikunjungi sesekali, tetapi mampu tumbuh sebagai pusat aktivitas edukasi, kreativitas, interaksi sosial, dan pengembangan potensi masyarakat.


Pesan tersebut menjadi dorongan sekaligus tantangan bagi Pemerintah Kota Bukittinggi untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai ruang publik yang produktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kunjungan Wamendagri ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat.


Sebab, perpustakaan yang hidup bukan hanya menghadirkan buku di rak, tetapi juga menghadirkan gagasan, kreativitas, pengetahuan, dan masa depan bagi sebuah kota.

Hidupkan perpustakaan, tumbuhkan literasi, dan bangun peradaban!(**)

 


SUMBARNET – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat berhasil mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di tiga lokasi berbeda di Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang pria berinisial H (35) dan J (38), serta menyita puluhan paket sabu berikut sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.


Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika yang dilakukan oleh H di kawasan Kecamatan Pauh, Kota Padang. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim operasional Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumbar melakukan penyelidikan dan menerapkan teknik penyamaran atau undercover buy.


Dalam proses tersebut, petugas kemudian bertemu dengan H di lokasi yang telah disepakati, yakni di depan sebuah rumah di Jalan Dr. M. Hatta, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh. Saat transaksi berlangsung, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap H.


Dari hasil penggeledahan yang disaksikan pemilik rumah dan masyarakat setempat, petugas menemukan satu paket sedang sabu yang disimpan dalam kotak rokok serta satu unit telepon genggam milik H.


Berdasarkan hasil interogasi awal, H mengaku mendapatkan narkotika tersebut dari seorang pria berinisial J (38). Berbekal keterangan itu, petugas kemudian melakukan pengembangan ke sebuah rumah di kawasan Koto Tingga, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji.


Petugas berhasil mengamankan J yang saat itu sedang berada di dalam kamar. Dari penggeledahan yang disaksikan Ketua RT dan masyarakat setempat, ditemukan satu paket sedang sabu yang disimpan dalam kotak rokok merek Slava warna merah di dalam sebuah tas merek All Star warna cokelat, serta satu unit telepon genggam.


Tidak berhenti sampai di situ, petugas kembali melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah H di kawasan Alai Pauh V, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan dua paket sedang dan 40 paket kecil sabu yang disimpan dalam sebuah kantong plastik hitam.


Selain narkotika, turut diamankan satu unit timbangan digital, dua pak plastik klip bening, serta dua buah sedotan yang ujungnya diruncingkan. Barang-barang tersebut ditemukan di atas lemari dalam kamar H dan diduga berkaitan dengan aktivitas pengemasan narkotika.


Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol. Wedy Mahadi mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut atas informasi masyarakat yang dikembangkan melalui serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku di lokasi berbeda.


“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti melalui penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui lebih jauh asal-usul barang haram tersebut serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” tegas Wedy Mahadi.


Ia menambahkan, Ditresnarkoba Polda Sumbar berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap peredaran gelap narkotika. Pengembangan kasus juga akan dilakukan untuk mengungkap sumber pasokan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran tersebut.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengapresiasi langkah Ditresnarkoba Polda Sumbar dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, tidak terlibat dalam penyalahgunaannya, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika,” ungkap Susmelawati.


Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Sumbar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penimbangan dan pengujian barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan guna mendalami kasus tersebut.


Polda Sumbar mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari peredaran gelap narkotika. (**)




Padang, 1 November 2026 – Sebanyak 53 keluarga di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kini memiliki peluang baru untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Padang, PT PLN (Persero) menghadirkan program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar dengan menyalurkan 53 unit kolam dan 42.400 ekor benih ikan kepada masyarakat di RW 02, RW 05, dan RW 06.


Program yang diresmikan oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd., ini menjadi langkah nyata PLN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan rumah. Dengan sarana budi daya yang tersedia, warga diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha produktif untuk menambah penghasilan keluarga.



Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh satu unit kolam bundar berdiameter dua meter dengan tinggi 90 sentimeter, lengkap dengan instalasi pendukung, pakan, serta 800 ekor benih ikan yang terdiri atas 750 ekor ikan nila dan 50 ekor ikan mas. Secara keseluruhan, bantuan tersebut mencakup 39.750 ekor benih ikan nila dan 2.650 ekor benih ikan mas sebagai modal awal pengembangan usaha budi daya berbasis rumah tangga.


General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, menyampaikan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur dan keandalan penyaluran tenaga listrik, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



“Bagi PLN, menghadirkan energi tidak hanya berarti menyalurkan listrik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang. Melalui program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar ini, kami ingin mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu mengoptimalkan potensi di lingkungan masing-masing menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi. Harapannya, bantuan ini dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Elvanto.


Elvanto menambahkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan manfaatnya secara berkesinambungan. Karena itu, sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program memberikan dampak nyata dalam jangka panjang.


Sementara itu, Manager PLN UPT Padang, Teguh Dwi Rahmansyah, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam membangun sumber penghasilan tambahan melalui kegiatan budi daya ikan yang dapat dilakukan dari rumah.




“Kami ingin bantuan ini menjadi lebih dari sekadar penyediaan kolam dan benih ikan. Melalui program ini, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun usaha produktif secara mandiri. Dengan pengelolaan yang konsisten, kegiatan budi daya ini berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima,” ungkap Teguh.


Menurut Teguh, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Pemeliharaan kolam, pengelolaan pakan, serta pemantauan pertumbuhan ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar hasil budi daya dapat memberikan manfaat optimal.


Ketua YBM PLN UPT Padang, Wesli Hamdani, menjelaskan bahwa program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar bersumber dari dana zakat pegawai PLN yang dikelola dan disalurkan melalui YBM PLN. Sebanyak 53 keluarga penerima manfaat telah melalui proses verifikasi berdasarkan data pemerintah, dengan sasaran masyarakat yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.


“Dana zakat yang dihimpun dari pegawai PLN kami upayakan dapat memberikan manfaat produktif bagi masyarakat. Melalui bantuan sarana budi daya ini, kami berharap penerima manfaat tidak hanya memperoleh tambahan sumber pangan, tetapi juga memiliki kesempatan membangun penghasilan keluarga. Ke depan, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang,” jelas Wesli.


Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd., mengapresiasi kepedulian PLN melalui YBM PLN UPT Padang yang telah menghadirkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Menurutnya, pengembangan budi daya ikan air tawar di lingkungan permukiman menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi produktif yang dapat dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.


Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat menjaga dan mengelola bantuan secara optimal sehingga program tersebut tidak berhenti pada tahap penyaluran, tetapi terus berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.


Melalui program ini, PLN bersama YBM PLN UPT Padang berupaya menumbuhkan kemandirian masyarakat dengan menjadikan keluarga penerima manfaat sebagai pelaku utama kegiatan budi daya. Dukungan sarana produksi, keterlibatan masyarakat, serta peluang pendampingan diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan usaha yang berkelanjutan.


Dari kolam-kolam sederhana di halaman rumah warga Kelurahan Pisang, tumbuh harapan baru untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang penghasilan keluarga. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen PLN untuk terus menghadirkan manfaat sosial yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.


Narahubung:

Aji Rahmat Prabowo

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP3B Sumatera

Tlp. (0761) 6700011



PADANG —— SDIT PIS (SD Swasta IT Padang Islamic School) dan SMPIT Surau Minang membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028 mulai 11 November 2026. Kedua sekolah ini mengusung pendidikan Islam terpadu yang memadukan pembinaan akhlak, pengembangan prestasi, pemanfaatan teknologi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kedua sekolah ini berada di bawah pembinaan Ustadz Dr. Agustiar Abu Ibrahim, Lc., MH.


Visi pendidikan SDIT PIS adalah membentuk generasi yang berkarakter Islami sesuai Al-Qur’an dan Hadis, sehat, berprestasi, serta berwawasan lingkungan. Visi tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan program pembelajaran dan kegiatan sekolah, mulai dari penerapan karakter Sunnah hingga edukasi lingkungan dan pengenalan teknologi.


Sejumlah program unggulan disiapkan untuk mendukung proses pendidikan, yakni program pembelajaran dan penerapan karakter Sunnah, program berbasis digital yang mencakup robotik, coding, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), parenting class, green school, serta guest teacher.


Berlokasi di Jalan Raya Ampang, belakang Kantor Pos Kuranji, Kota Padang, SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang menawarkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.


*SDIT PIS, Perkuat Karakter Islami Sejak Dini*


Kepala SDIT PIS Nursal mengatakan, pendidikan yang mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini sangat penting.


“Pendidikan dasar merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak. Karena itu, pembelajaran perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter Islami, pembiasaan perilaku baik, serta pengembangan potensi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan berprestasi,” ujar Nursal.


Program pembelajaran dan penerapan karakter Sunnah menjadi salah satu upaya membiasakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, parenting class menjadi program pendukung untuk memperkuat keterlibatan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan anak.


Dari sisi fasilitas, SDIT PIS menyediakan ruang kelas ber-AC dan kipas angin untuk menunjang kenyamanan belajar. Sekolah juga memiliki perpustakaan sebagai sarana menumbuhkan minat baca serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendukung perhatian terhadap kesehatan peserta didik.


Area bermain dan olahraga tersedia untuk menunjang aktivitas fisik dan perkembangan sosial anak. Sementara itu, fasilitas hidroponik dan greenhouse mendukung program green school, sekaligus mengenalkan peserta didik pada tanaman, proses budidaya, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Program guest teacher juga menjadi bagian dari program unggulan sekolah. Kehadiran guru tamu dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui wawasan dan pengetahuan tambahan dari narasumber sesuai bidangnya.


*SMPIT Surau Minang, Kenalkan Robotik dan Teknologi Digital*


Pada jenjang sekolah menengah pertama, SMPIT Surau Minang menawarkan pendidikan Islam terpadu yang dilengkapi pengenalan teknologi digital. Kepala SMPIT Surau Minang Zaki mengatakan, pendidikan perlu membekali peserta didik dengan karakter yang kuat sekaligus kemampuan untuk menghadapi perkembangan zaman.


“Pembentukan karakter Islami harus berjalan beriringan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Melalui pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir, dan potensi dirinya tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” ujar Zaki.


Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah program pembelajaran berbasis digital, termasuk robotik, coding, dan pengenalan kecerdasan buatan atau AI. Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan peserta didik pada teknologi sekaligus mendorong kreativitas, penalaran logis, dan kemampuan memecahkan masalah.


SMPIT Surau Minang juga menyediakan fasilitas laptop dan akses internet sesuai syarat dan ketentuan. Dukungan tersebut menunjang kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital.


Di bidang lingkungan, sekolah menghadirkan fasilitas hidroponik dan greenhouse. Sarana ini mendukung program green school untuk mengenalkan budidaya tanaman dan menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.


Selain pengembangan keterampilan, pembinaan karakter dan prestasi tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan. Peserta didik diarahkan agar memiliki akhlak mulia, disiplin, mandiri, serta mampu mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.


Untuk penerimaan Tahun Ajaran 2027/2028, SMPIT Surau Minang menyediakan kuota sebanyak 32 siswa untuk kelompok ikhwan dan akhwat.


*Pendaftaran Dibuka 11 November 2026*


SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 untuk SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang dibuka mulai 11 November 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://spmb.surauminang.sch.id.


Untuk informasi pendaftaran SDIT PIS, orang tua dapat menghubungi Nursal melalui nomor 0822-8304-5889. Sementara itu, informasi pendaftaran SMPIT Surau Minang dapat diperoleh melalui Zaki selaku kepala sekolah di nomor 0831-6454-6703.


Khusus SMPIT Surau Minang, biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp150.000 dan uang bulanan Rp450.000. Uang pembangunan untuk siswa ikhwan sebesar Rp8.800.000, sedangkan untuk akhwat sebesar Rp8.900.000.


Melalui pendidikan Islam terpadu, program unggulan, dan fasilitas pendukung pembelajaran, SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang menawarkan pilihan pendidikan yang memadukan pembentukan karakter, prestasi, pengenalan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. (**)

 


SUMBARNET – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi terus melakukan upaya pembangunan infrastruktur pengelolaan sumber daya air. Salah satunya melalui pekerjaan pembangunan tanggul Sungai Batang Pasaman di Kabupaten Pasaman Barat.


Pembangunan tanggul tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pengendalian sungai sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di kawasan sekitar aliran Sungai Batang Pasaman.


Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek di lokasi pekerjaan, pembangunan tanggul Sungai Batang Pasaman merupakan bagian dari Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.



Pekerjaan pembangunan tersebut dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat dengan nilai kontrak sebesar Rp6.892.345.577. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Arfan Nafisha Pratama berdasarkan Nomor Kontrak 04.54/PPSDA-SDABK/APBD/IX-2026, dengan tanggal kontrak 9 September 2026.


Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tersebut mendapat pengawasan dari CV. Jasa Insani Konsultan. Sementara waktu pelaksanaan pembangunan ditetapkan selama 114 hari kalender dan bersumber dari anggaran tahun 2026.


Keberadaan pembangunan tanggul ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam memperkuat pengamanan kawasan di sekitar aliran sungai. Infrastruktur pengendalian sungai memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan serta meminimalkan potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat perubahan debit air dan kondisi cuaca.


Selain itu, pembangunan tersebut juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan Sungai Batang Pasaman.


Masyarakat setempat menyambut positif pembangunan tanggul tersebut. Mereka menilai kehadiran infrastruktur pengamanan sungai merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga kawasan di sekitar aliran sungai.


Salah seorang warga mengungkapkan apresiasinya atas dilaksanakannya pembangunan tanggul tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.


“Kami tentu sangat mengapresiasi pembangunan tanggul ini. Harapan kami, pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.


Warga lainnya juga berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kualitas pembangunan. Menurutnya, tanggul yang dibangun dengan baik akan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menjaga dan melindungi kawasan di sekitar sungai.


“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian melalui pembangunan ini. Semoga tanggul yang dibangun benar-benar kokoh dan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar aliran sungai,” ungkapnya.


Pembangunan infrastruktur sumber daya air yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan lingkungan dan mendukung aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat.


Masyarakat pun berharap sinergi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas dan seluruh pihak terkait terus terjalin dengan baik. Dengan pengawasan dan pelaksanaan yang optimal, pembangunan tanggul Sungai Batang Pasaman diharapkan dapat selesai sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pasaman Barat.


Ke depan, keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air dan menjaga kawasan sungai agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (**)

 


SUMBARNET – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan daerah terdampak bencana. Salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilaksanakan di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat.


Program tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, dengan satuan kerja SNVT PJSA WS Indragiri-Akuaman, WS Kampar dan WS Rokan.


Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan kegiatan di lokasi pekerjaan, proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini dilaksanakan untuk tahun anggaran 2026–2027. Pekerjaan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).



Nilai kontrak kegiatan mencapai Rp43.940.884.678, dengan waktu pelaksanaan selama 365 hari kalender. Kontrak pekerjaan tercatat bernomor HK0201/T/Bws5.8.1/2026/02 dan ditandatangani pada 26 Agustus 2026.


Dalam pelaksanaannya, pekerjaan ini dipercayakan kepada PT Alfatir Risky Group sebagai kontraktor pelaksana. Sementara itu, pengawasan pekerjaan dilakukan oleh konsultan supervisi yang terdiri dari PT Hilmy Anugerah KSO PT Suwanda Karya Mandiri dan PT Citra Yasa Persada.


Wujud Nyata Komitmen Pemulihan Pascabencana

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan wilayah setelah terjadinya bencana. Tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur yang mengalami kerusakan, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang.


Kehadiran pemerintah pusat melalui program yang didukung APBN ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Kota Padang Panjang. Infrastruktur yang memadai dan kembali berfungsi dengan baik diyakini akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat serta mendukung roda perekonomian daerah.


Pekerjaan dengan masa pelaksanaan selama satu tahun tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, memperhatikan standar teknis, serta mengutamakan kualitas dan keselamatan dalam setiap tahapan pelaksanaan.


Selain itu, koordinasi yang baik antara pihak pelaksana, konsultan supervisi, pemerintah daerah dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lancar.


Masyarakat Sampaikan Apresiasi

Sejumlah masyarakat menyambut positif dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tersebut. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap pemulihan infrastruktur di daerah terdampak merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi.


“Kami tentu sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah kami. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat agar kondisi infrastruktur yang terdampak dapat segera pulih dan kembali memberikan rasa aman serta kenyamanan,” ujar salah seorang warga.


Menurut masyarakat, pembangunan dan perbaikan pascabencana bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas dan kehidupan warga sehari-hari.


Masyarakat pun berharap pekerjaan yang dilaksanakan dengan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang.


“Kami berharap pekerjaan ini dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan perencanaan dan mengutamakan kualitas. Karena yang dibangun ini sangat penting bagi masyarakat. Semoga setelah pekerjaan selesai, manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dan membantu daerah menjadi lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana ke depan,” ungkap warga lainnya.


Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pemulihan pascabencana di Kota Padang Panjang.


Harapan untuk Pekerjaan Berkualitas dan Tepat Waktu

Dengan nilai kontrak mencapai Rp43,94 miliar, masyarakat berharap pelaksanaan proyek dilakukan secara profesional, transparan dan bertanggung jawab. Pengawasan yang optimal juga diharapkan dapat memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.


Masyarakat menilai keberhasilan program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan secara fisik, tetapi juga dari kualitas serta keberlanjutan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.


Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat infrastruktur di Kota Padang Panjang.


Dengan dukungan pemerintah pusat, pelaksanaan yang profesional oleh kontraktor, pengawasan yang optimal dari konsultan supervisi serta partisipasi masyarakat, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target.


Pada akhirnya, pembangunan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi infrastruktur yang terdampak, tetapi juga menghadirkan rasa aman, memperkuat ketahanan daerah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kota Padang Panjang.


Masyarakat pun berharap komitmen pemerintah dalam melakukan pemulihan pascabencana dapat terus berlanjut, sehingga pembangunan infrastruktur benar-benar mampu menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dan mewujudkan daerah yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang. (**)



SUMBARNET – Sabtu, 31 Oktober 2026, pelaksanaan program TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0319/Mentawai di Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.Minggu, 01 November 2026


Salah satu sasaran fisik berupa pembukaan badan jalan lingkar desa sepanjang 3.000 meter (3 Km) telah mencapai progres 100 persen. Pekerjaan meliputi pembentukan badan jalan sepanjang 3.000 meter.


Sementara itu, pembuatan parit di sisi kiri dan kanan jalan sepanjang 1.800 meter masih dalam tahap pengerjaan dengan progres mencapai 60 persen.


Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras personel Satgas TMMD bersama masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa.


Diharapkan pembangunan jalan tersebut dapat mempermudah akses transportasi, memperlancar aktivitas masyarakat, serta meningkatkan perekonomian warga Desa Bukit Pamewa. (Roby)

 


SUMBARNET - Hebatttt, Komisaris di anak perusahaan PT Pupuk Indonesia ini, Sabtu 31/10-2026 di Musyawarah Besar (Mubes) VI IKASMA 2 Padang, dipilih menjadi Ketua Umum (Ketum). Dr Edriana, SH MA pun jadi perempuan pertama jadi Ketum IKASMA 2 Padang. Sumatera Barat.  


Edriana sah jadi Ketum IKASMA 2 Padang untuk periode lima tahun ke depan setelah melewati proses pemilihan yang berlangsung ketat.


Edriana meraih 13 suara dalam pemungutan suara yang diikuti 23 perwakilan angkatan. Pesaingnya, Almustasar Amir dari angkatan 1989, memperoleh sembilan suara, sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.


Sementara itu, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., dari angkatan 1980, mengundurkan diri menjelang pemungutan suara.


Pemilihan tersebut berlangsung setelah upaya mencapai kesepakatan melalui musyawarah untuk mufakat menemui jalan buntu. Dengan demikian, pemungutan suara menjadi mekanisme untuk menentukan ketua baru.


Ketua Steering Committee, Yultekhnil, kemudian mengumumkan Edriana sebagai ketua terpilih di hadapan peserta Mubes VI yang berlangsung di Aula SMA 2 Padang.


Menang dalam Pemilihan, Mengajak Alumni Kembali Bersatu


Di balik persaingan dalam pemilihan, tantangan terbesar kepemimpinan baru adalah menyatukan kembali seluruh elemen alumni dan mengubah perbedaan pilihan menjadi kekuatan bersama.


Pesan itulah yang langsung disampaikan Edriana setelah dinyatakan terpilih.


"Terima kasih kepada Uda/Uni dan adik-adik yang telah memilih saya sebagai ketua alumni lima tahun mendatang. Kita akhiri yang terjadi di ruangan ini dan kita kembali bersatu membesarkan organisasi alumni kita," ujar Edriana.


Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan organisasi di atas perbedaan selama proses pemilihan.


Bagi organisasi alumni dengan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, persatuan bukan sekadar slogan. Jaringan alumni dapat menjadi modal untuk memperluas kolaborasi, memperkuat hubungan lintas angkatan, serta membuka ruang kontribusi bagi almamater dan masyarakat.


Karena itu, kepemimpinan baru dihadapkan pada pekerjaan penting: memastikan seluruh alumni tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi, terlepas dari pilihan mereka dalam Mubes.


Rangkul Almustasar, Siapkan Kepengurusan yang Lebih Inklusif


Langkah awal Edriana setelah terpilih adalah menyusun kepengurusan bersama tim formatur lainnya.


Direktur PT Anugerah Jaya Jakarta Modern School tersebut menyatakan akan membuka ruang bagi alumni yang dinilai memiliki potensi dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan organisasi, terutama dari kalangan angkatan muda.


Menurutnya, pembentukan kepengurusan menjadi prioritas sebelum merumuskan program kerja untuk lima tahun mendatang.


"Setelah pekerjaan ini rampung, baru kita berpikir bicara kegiatan atau program yang akan kita laksanakan selama periode kepengurusan kami," ujarnya.


Salah satu langkah yang diusulkan Edriana untuk memperkuat kebersamaan adalah mengajak Almustasar Amir, yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan, untuk mengisi posisi Ketua Harian.


Edriana menjelaskan, usulan tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga kelancaran organisasi. Domisilinya di Jakarta serta kesibukan sehari-hari membuatnya memandang perlu adanya figur yang dapat membantu memastikan roda organisasi tetap berjalan.


"Almustasar saya harapkan menjadi mata dan telinga saya selama berada di Jakarta. Roda organisasi alumni harus terus berjalan, jangan tergantung pada satu orang saja. Mari kita berorganisasi secara modern," katanya.


Usulan itu memperlihatkan arah pendekatan yang ingin dibangun Edriana: kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada ketua, tetapi juga ditopang pembagian peran, kerja bersama, dan keterlibatan banyak pihak.


Meski demikian, efektivitas pendekatan tersebut nantinya akan ditentukan oleh proses pembentukan kepengurusan, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta kemampuan seluruh unsur organisasi bekerja menuju tujuan yang sama.


Momentum Memperkuat Peran Alumni


Terpilihnya Edriana membuka babak baru bagi IKASMA 2 Padang. Tantangannya bukan semata menjalankan agenda organisasi, melainkan membangun kepercayaan dan menjaga hubungan antarang­katan setelah proses pemilihan yang berlangsung ketat.


Keterlibatan alumni muda, penguatan komunikasi lintas angkatan, serta pemanfaatan jaringan alumni di dalam dan luar negeri dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi.


Pada akhirnya, keberhasilan seorang ketua alumni tidak hanya diukur dari proses pemilihannya, tetapi juga dari kemampuannya merangkul mereka yang berbeda pilihan, membangun kepengurusan yang solid, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggota maupun almamater.


Ajakan Edriana untuk kembali bersatu kini menjadi pekerjaan bersama. Sebab, organisasi alumni yang kuat tidak dibangun oleh satu orang atau satu angkatan, melainkan oleh kesediaan seluruh anggotanya untuk berkontribusi.


Dari ruang musyawarah hingga kepengurusan baru, satu hal yang perlu dijaga adalah semangat kekeluargaan. Perbedaan pilihan telah menjadi bagian dari proses demokrasi; langkah berikutnya adalah membuktikan bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan IKASMA 2 Padang.


Dalam rangkaian Mubes VI tersebut, Bang Yudel dari angkatan 1984 tercatat sebagai penerima sepeda listrik dari Edriana. (**)



SUMBARNET - Jajaran Polres Sijunjung dan polsek koto VII berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.


Terduga pelaku berinisial AS alias Piyin (33), warga Jorong Ranah, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, diamankan pada Minggu (1/11/2026) sekira pukul 00.30 WIB.


Kasus pencurian tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekira pukul 13.30 WIB, di pinggir jalan lintas, tepatnya di area parkir depan Masjid Nurul Ikhsan, Jorong Bungo, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.


Adapun kendaraan yang dicuri berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion/FZ150 warna hitam dengan nomor polisi BA 2492 KF milik Yasrison Efendi (34), warga Jorong Kampung Baru, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII.


Berdasarkan kronologi kejadian, sebelum peristiwa pencurian, sepeda motor tersebut dibawa oleh anak korban bernama Rafa Efendi dari rumah orang tua korban di daerah Tanjung menuju rumah korban di Jorong Kampung Baru, Nagari Palaluar.


Dalam perjalanan, tepatnya di Jorong Ranah, Nagari Palaluar, anak korban diberhentikan oleh seorang laki-laki dewasa yang dikenal dengan nama Piyin. Laki-laki tersebut kemudian meminta tumpangan menuju daerah Kelok Riak.


Anak korban yang tidak menaruh curiga bersedia memberikan tumpangan. Selanjutnya, sepeda motor tersebut dikendarai oleh laki-laki yang dikenal dengan nama Piyin.


Sesampainya di area parkir depan Masjid Nurul Ikhsan, Kelok Riak, terduga pelaku menyuruh anak korban turun dan mengambil barang yang berada di dalam masjid.


Namun, ketika anak korban berada di dalam masjid, terduga pelaku diduga membawa kabur sepeda motor tersebut ke arah Simpang Tiga Tanjung Ampalu.


Mengetahui sepeda motor milik orang tuanya dibawa kabur, anak korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada korban.


Setelah dilakukan serangkaian upaya kepolisian, pada Minggu (1/11/2026) sekira pukul 00.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut beserta barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam nomor polisi BA 2492 KF.


Adapun barang bukti yang diamankan berupa:


1. Satu unit sepeda motor Yamaha Vixion/FZ150 warna hitam.

2. Nomor polisi BA 2492 KF.


Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.


Polres Sijunjung mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kendaraan bermotor diparkir di tempat yang aman. Apabila menemukan atau mengalami tindak pidana, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. (Ovi)