Keseimbangan Primer Surplus Pertama Kali Sejak 2011


Jakarta.SNet- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam catatan akhir tahunnya mengatakan bahwa tahun 2018 bukanlah tahun yang mudah, ekonomi global, harga komoditas, arus modal dan nilai tukar bergejolak tinggi, suku bunga global dan dalam negeri mengalami kenaikan. “Perdagangan global masih lesu dan tidak menentu, dan ancaman kejahatan perpajakan, penyelundupan narkoba, dan perdagangan illegal terus mengancam,” ungkapnya.

Namun demikian, kepada seluruh jajaran Kemenkeu dirinya mengungkapkan bahwa tugas pengelolaan Keuangan Negara telah ditunaikan dengan baik. APBN 2018 pun tutup dengan capaian sangat baik.

Hal ini ditandai dengan, pertama, penerimaan negara baik pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh tinggi dan sehat. “Terimakasih pada seluruh jajaran yang mengelola penerimaan negara,” ucap Menkeu. Kedua, belanja negara terealisir dengan baik, di pusat maupun daerah.

Ketiga, lanjutnya, pembiayaan mengalami kontraksi, dengan defisit APBN sebesar 1.72% dari PDB, jauh lebih rendah dari angka UU APBN 2018 sebesar 2,19%. Ini adalah defisit terkecil sejak 2012.  Dan keempat, keseimbangan primer adalah sebesar Rp 4,1 Triliun. “Ini surplus keseimbangan primer sejak 2011. Prestasi!!” tulisnya bangga.

Dirinya pun meminta seluruh jajarannya untuk terus menjaga APBN dan Keuangan Negara secara profesional, hati-hati dan bertanggung jawab. “Kita terus melakukan pembiayaan yang inovatif baik melalui kerja sama pemerintah dan Badan Usaha/Swasta maupun dengan “Blended Finance”. Agar Partisipasi swasta dan masyarakat terus meningkat, sehingga mereka ikut memiliki proses dan proyek pembangunan,” katanya.

Menurutnya, APBN dan Kebijakan Fiskal telah membantu keluarga miskin untuk makan, sekolah, kesehatan, mendukung operasi sekolah dan madrasah, meningkatkan pendidikan vokasi dan beasiswa bagi dosen, santri, murid/mahasiswa miskin, dan mereka yang berprestasi.

“Kita menambah anggaran kesehatan untuk memerangi gizi buruk. Membayar BPJS kesehatan agar mampu menjalankan jaminan kesehatan secara baik dan berkelanjutan. APBN juga untuk membangun infrastruktur hingga ke perbatasan, juga membantu usaha kecil menengah/koperasi dan pelaku ultra mikro,” jelas Sri Mulyani. APBN pun membantu daerah bencana.

Untuk pertama kali dalam 15 tahun pemerintah tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018, hal ini mendorong semua kementerian/lembaga fokus menjalankan rencana anggaran secara penuh.

Saya berterimakasih atas kerjasama dan capaian oleh semua lembaga dan kementerian. Kita juga terus memperbaiki kualitas pengelolaan dan pemanfaatan asset negara, diantaranya melalui revaluasi asset.

“Kita Sambut 2019 dengan Optimisme namun tetap waspada dan hati-hati,” tutupnya.

# SNet - Red / Indonesiadev

0 Post a Comment:

Posting Komentar