SUMBARNET - Jumlah korban tewas kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek per 08.45 WIB bertambah menjadi 14 orang.
Informasi ini disampaikan langsung oleh VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, Selasa (28/4/2026).
Angka kematian dalam tragedi kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur terus merangkak naik.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia kini telah mencapai 15 orang pasca-insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut.
Update Medis: 88 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Saat menjenguk para korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026) siang, Rosan membeberkan data terbaru mengenai kondisi para penumpang yang selamat.
Tercatat sebanyak 88 orang sempat mendapatkan perawatan medis intensif, di mana 28 di antaranya telah diperbolehkan pulang.
"Ya, korban yang dimasukkan ke rumah sakit itu ada 88 orang, di mana 28 orang sudah diperbolehkan keluar," ujar Rosan saat meninjau bangsal perawatan korban luka di RSUD Bekasi.
PT KAI juga menyampaikan informasi terkait barang-barang milik pelanggan yang ditermukan di lokasi kejadian.
Keluarga korban dapat menemukan barang milik korban di layanan lost and found.
Pihak KAI juga berkoordinasi bersama dengan pihak kepolisian untuk pendataan penemuan barang.
Hal ini dilakukan guna mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Posko tanggap darurat juga dibuka di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban mencari informasi.
Hingga saat ini para korban luka telah mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit terdekat.
Beberapa di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara jenazah korban tewas dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan identifikasi.
Sc : Tribunnews

0 Post a Comment:
Posting Komentar