100 Tahun Jam Gadang, Wako Ramlan Nurmatias Ajak Masyarakat Tumpah Ruah di Alek Anak Nagari



SUMBARNET.ID — Momentum bersejarah kini berada di ambang pintu Kota Bukittinggi. Tepat seratus tahun sejak jam ikonik pemberian Ratu Belanda itu berdiri tegak, Pemerintah Kota Bukittinggi bersiap menggelar perhelatan akbar bertajuk Alek Anak Nagari.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga tokoh adat dan para perantau, untuk memadati Lapangan Kantin Wirabraja pada Sabtu, 16 Mei 2026 mendatang.


Gelaran ini bukan sekadar perayaan ulang tahun sebuah monumen, melainkan manifestasi rasa syukur atas satu abad Jam Gadang yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan marwah masyarakat Sumatera Barat.


Peringatan satu abad ini menjadi titik balik penting dalam menjaga relevansi budaya Minangkabau di tengah gempuran modernitas digital. Melalui Alek Anak Nagari, nuansa klasik Bukittinggi akan dihidupkan kembali lewat berbagai atraksi tradisional yang mulai jarang ditemui.


Penyelenggaraan acara di Lapangan Kantin Wirabraja diharapkan mampu menampung antusiasme ribuan pasang mata yang rindu akan kemeriahan pesta rakyat yang otentik. Ramlan Nurmatias menekankan bahwa Jam Gadang adalah identitas kolektif yang menyatukan hati setiap orang Minang, baik yang menetap di ranah maupun yang sedang berjuang di rantau.


“Peringatan Satu Abad Jam Gadang ini bukan hanya tentang memutar kembali memori sejarah, tetapi tentang bagaimana kita menitipkan tongkat estafet identitas budaya Minangkabau agar tetap berdenyut di nadi generasi muda.


Ini adalah ruang bagi kita semua untuk kembali pulang ke akar budaya, mempererat silaturahmi, dan membuktikan bahwa adat kita tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan,” ungkap Ramlan Nurmatias 


Rangkaian acara yang disiapkan pun terbilang sangat variatif dan menyentuh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kepiawaian dalam lomba panitahan adat yang menguji sastra lisan Minang, permainan tradisional yang membawa memori masa kecil, hingga kompetisi memasak kuliner khas yang aroma bumbunya dipastikan memenuhi sudut kota.


Tak hanya sekadar tontonan, Alek Anak Nagari dirancang sebagai penggerak roda ekonomi lokal. Kehadiran ribuan wisatawan diprediksi akan membawa angin segar bagi para pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengusaha jasa transportasi dan penginapan di Kota Jam Gadang tersebut.


Dengan promosi yang gencar, Pemerintah Kota Bukittinggi optimis perhelatan ini akan menjadi magnet wisata budaya berskala nasional. Perpaduan antara nilai sejarah Jam Gadang yang sakral dengan kemasan festival yang meriah diharapkan mampu memperkuat posisi Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.


Wali Kota kembali menegaskan bahwa kesuksesan acara ini berada di tangan kebersamaan masyarakat dalam menyambut tamu dan merawat kearifan lokal selama perayaan berlangsung. Satu abad Jam Gadang adalah milik bersama, dan Alek Anak Nagari adalah panggung untuk merayakannya.(**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar