Rahmat Saleh Pastikan Perbaikan Lahan Pertanian Sumbar Pascabanjir Terus Berjalan



SUMBARNET - Anggota Komisi IV DPR RI H. Rahmat Saleh kembali menegaskan komitmennya mengawal pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. 

‎Perbaikan dinilai penting agar lahan pertanian masyarakat yang terdampak bisa segera kembali dimanfaatkan.

‎Hal itu disampaikannya saat bertemu masyarakat dalam kegiatan serap aspirasi di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026). 

‎Dalam pertemuan itu, ia juga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga pascabencana.

‎Rahmat menjelaskan Komisi IV DPR RI merupakan komisi yang membidangi sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan kehutanan. 

‎Karena itu, menurut dia, pihaknya memiliki perhatian khusus terhadap kerusakan sektor pertanian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang.

‎Rahmat menyebut telah aktif mengawal berbagai bantuan untuk daerah terdampak banjir, khususnya di Kota Padang. 

‎Upaya tersebut, katanya, dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit.

‎“Alhamdulillah, Sumatera Barat sudah kita kawal untuk perbaikan akibat banjir bandang, terutama Kota Padang,” ujarnya.

‎Rahmat mengungkapkan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar untuk perbaikan sektor pertanian di Sumatera Barat. 

‎Dana tersebut saat ini telah disalurkan kepada pemerintah provinsi untuk selanjutnya digunakan dalam program pemulihan dan perbaikan infrastruktur pertanian yang terdampak.

‎Dia menilai dukungan anggaran tersebut sangat penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Sumbar. 

‎"Karena itu, pemulihan lahan dan sarana pertanian harus segera dilakukan agar aktivitas produksi tidak terganggu terlalu lama," katanya.

‎Rahmat juga mencontohkan kerusakan cukup parah terjadi, salah satunya di wilayah Limau Manis, Padang.h 

‎Menurutnya, areal persawahan masyarakat di kawasan itu mengalami kerusakan akibat aliran sungai yang meluap saat banjir bandang menerjang.

‎“Mulai dari Batu Busuk sampai ke Pasar Baru, sawah masyarakat habis. Bahkan ada yang berubah jadi aliran sungai,” katanya.

‎Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap para petani. 

‎Sebab, selain merusak lahan, banjir juga mengganggu sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil pertanian.

‎Rahmat memastikan pemerintah akan segera melakukan normalisasi serta optimalisasi lahan pertanian yang rusak agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat. 

‎Langkah itu diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi warga pascabanjir.

‎Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi prioritas penanganan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat dan ketahanan pangan daerah. 

‎"Kita berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan lancar sehingga petani dapat kembali beraktivitas seperti biasa," pungkasnya. (Gilang)

0 Post a Comment:

Posting Komentar