SUMBARNET - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026.
Banjir bandang yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan serta meluapnya aliran Sungai Batang Selo tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam banjir dan menyebabkan bahu jalan mengalami kerusakan atau terban pada titik KM 131+600 Ruas Sitangkai–Tanjung Ampalu.
Ruas jalan provinsi tersebut merupakan salah satu ruas yang berada dalam kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan yang dilaksanakan oleh UPTD Wilayah V Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat. Menyikapi kondisi tersebut, tim UPTD Wilayah V segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan tanggap darurat guna mengantisipasi kerusakan yang lebih besar serta menjaga agar akses transportasi masyarakat tetap dapat digunakan dengan aman.
Langkah penanganan yang dilakukan berupa pemasangan pasangan batu bronjong pada bagian bahu jalan yang mengalami longsor atau terban.
Pemasangan bronjong ini bertujuan untuk memperkuat struktur tanah, mencegah terjadinya pengikisan lanjutan akibat aliran air, serta melindungi badan jalan agar tetap stabil dan aman dilalui oleh pengguna jalan.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa penanganan cepat yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan, terutama pada titik-titik yang terdampak bencana alam.
“Setiap kejadian bencana yang berdampak terhadap infrastruktur jalan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan cepat. Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan berkembang lebih luas, menjamin keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan, serta menjaga konektivitas antarwilayah agar aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat tidak terganggu,” ujar Armizoprades.
Ia menambahkan, melalui kegiatan pemeliharaan rutin yang dilaksanakan oleh UPTD di masing-masing wilayah, Dinas BMCKTR terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan, terutama pada lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi akibat faktor cuaca dan kondisi geografis.
“Ke depan kami berharap infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dapat terus terjaga dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi wilayah yang rawan bencana, khususnya saat curah hujan tinggi. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan solusi terhadap berbagai dampak bencana pada infrastruktur publik.
Upaya penanganan cepat ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus transportasi, mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar