SUMBARNET - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) terus berkomitmen menjaga kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan guna mendukung keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pekerjaan penggantian lantai jembatan kayu yang mengalami kerusakan di Ruas Jalan Unggan–Pamusian–Tapi Selo P.106 pada STA 001+500.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah dilakukan monitoring dan pemeriksaan lapangan yang menunjukkan bahwa sejumlah bagian lantai jembatan telah mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi lantai kayu ditemukan dalam keadaan lapuk, retak, aus, dan tidak lagi layak digunakan.
Kerusakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki yang melintasi jembatan setiap harinya.
Sebagai langkah penanganan, tim teknis melakukan pembongkaran dan pelepasan lantai kayu lama yang rusak secara bertahap. Seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menjaga stabilitas struktur utama jembatan agar tetap aman selama proses perbaikan berlangsung.
Setelah material lantai lama berhasil dibongkar, petugas melaksanakan pembersihan area kerja sekaligus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rangka dan dudukan lantai jembatan.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan bahwa struktur penyangga masih berada dalam kondisi baik, kuat, dan mampu menahan beban sesuai fungsi pelayanan jembatan.
Tahapan berikutnya adalah pemasangan lantai kayu baru menggunakan material yang berkualitas baik, kuat, serta memiliki ukuran yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi jembatan.
Setiap papan lantai dipasang secara presisi dan diikat menggunakan baut maupun sistem pengikat yang memadai sehingga menghasilkan susunan lantai yang kokoh, rata, tidak bergeser, serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.
Setelah seluruh proses pemasangan selesai, dilakukan pengecekan akhir untuk memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi standar teknis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa permukaan lantai jembatan telah kembali rapi, kuat, aman, dan nyaman dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, kondisi lantai jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah kembali berfungsi secara optimal.
Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus transportasi, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan Unggan, Pamusian, dan Tapi Selo.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur jalan dan jembatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Pekerjaan penggantian lantai jembatan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintas. Infrastruktur yang terpelihara dengan baik akan mampu mendukung kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan," ujar Armizoprades.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat akan terus melakukan monitoring dan penanganan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan, baik melalui kegiatan pemeliharaan rutin maupun penanganan cepat pada titik-titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Kami berharap seluruh infrastruktur jalan dan jembatan di Sumatera Barat dapat terus berada dalam kondisi mantap sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Kami juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum ini agar usia layan infrastruktur dapat lebih panjang dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tutupnya. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar