Kecelakaan Bus Pelangi Dengan Truk Fuso di Tol Permai, Ini Data Korbannya...



Pekanbaru - Kecelakaan maut Bus Pelangi yang menabrak truk Fuso di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 3, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Selasa (7/7/2026), merenggut dua korban jiwa.


Satu orang korban meninggal adalah balita asal Sumatra Utara (Sumut), bernama Ibrahim Yavi Al Arumi.


Balita berusia 2 tahun itu meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat di kepala dan dada lebam.


Korban meninggal lainnya adalah Ainul Mardiah (58), warga asal Dusun Alue Jeruk, Aceh. Ainul mengembuskan mapas terakhir di RS Awal Bros A Yani Pekanbaru setelah mengalami patah kedua kaki dan cedera di bagian dada.


Selain, tiga warga Sumut kini dirawat intensi karena mengalami luka berat. Ketiganya adalah Putri Nazwa (14), Meli Arianti Sitorus (28), dan Wahyu Widia Sari (38).


-- Kronologi --


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.


Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK yang membawa sekitar 40 penumpang, melaju dari arah utara menuju selatan. 


Saat tiba di KM 3, bus yang dikemudikan Pal Pal Sembiring diduga mengalami microsleep sehingga menghantam bagian belakang truk Fuso BK 8050 GU yang melaju searah di depannya.


Benturan keras membuat truk terdorong ke bahu jalan sebelah kiri hingga menghantam pagar pembatas dan terbalik. 


Sementara bagian depan bus mengalami kerusakan berat.

 

Usai kecelakaan, sopir Bus Pelangi diketahui melarikan diri dari lokasi kejadian dan hingga kini masih dalam pencarian polisi.


Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengatakan personelnya bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. 

 

"Begitu menerima informasi, personel kami langsung bergerak menuju lokasi. Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali agar tidak terjadi kecelakaan susulan," ujarnya.


Menurut Eko, petugas juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru untuk mempercepat proses evakuasi korban maupun kendaraan.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.


"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, serta seluruh korban yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan," katanya. 

 

Berikut identitas para korban berdasarkan data kepolisian:


-- Korban meninggal dunia --


Ibrahim Yavi Al Arumi (2), balita asal Sumatera Utara, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat di kepala dan dada lebam.


Ainul Mardiah (58), ibu rumah tangga asal Dusun Alue Jeruk, Aceh, meninggal dunia di RS Awal Bros A Yani Pekanbaru setelah mengalami patah kedua kaki dan cedera di bagian dada.


-- Korban luka berat --


Putri Nazwa (14), pelajar asal Sumatera Utara, mengalami luka di wajah, patah jari tangan kanan, dan patah kaki kiri.


Meli Arianti Sitorus (28), ibu rumah tangga asal Sumatera Utara, mengalami luka di wajah dan patah kaki kanan.


Wahyu Widia Sari (38), pedagang asal Sumatera Utara, mengalami luka pada tangan kiri dan patah kaki kanan.


-- Korban luka ringan --


Harzen Hutabarat (53), mengalami luka di kening dan tangan kanan.


Novita Jelita Br Situmorang (19), mengalami luka pada kaki kiri. 

 

Bambang Sugianto (46), mengalami luka di kepala.


Rizki Saifullah (23), mengalami nyeri pada dada.


Diana Parluhutan Silaban (40), mengalami luka pada mulut dan kedua kaki.


Hania Gracela J (4), mengalami luka di kepala.


Edi Maruli Nainggolan (26), mengalami luka di wajah.


Supriadi Hutabarat (22), mengalami luka di wajah.


Rahmat Sitanggang (26), mengalami luka di wajah.


Cep Iman (33), mengalami luka pada siku tangan kiri dan kaki kiri.


Jansen Sitorus (68), mengalami luka di wajah dan dada lebam. 

 

Meini (59), mengalami wajah bengkak dan nyeri pada dada.


Cristi Fany Siburian (14), mengalami luka pada jari tangan kanan. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar