PADANG – Pemerintah Kota Padang terus mendorong berbagai kegiatan kreatif yang dapat menggerakkan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap lingkungan.
Salah satunya melalui Pameran Bursa dan Jemur Bonsai yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Padang di Lapangan Tugu Apeksi, kawasan Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (22/8/2026).
Pameran tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Ketua PPBI Cabang Padang M. Agus Solehudin, serta jajaran pengurus dan anggota PPBI Cabang Padang.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pecinta bonsai untuk menampilkan koleksi tanaman sekaligus memperkenalkan seni merawat dan membentuk tanaman bonsai kepada masyarakat luas.
Fadly Amran mengajak masyarakat Kota Padang untuk turut meramaikan Pameran Bursa dan Jemur Bonsai tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para penghobi untuk memamerkan maupun memperjualbelikan tanaman bonsai, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Pameran Bursa dan Jemur Bonsai ini bukan hanya menjadi ajang pameran dan bursa, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tanaman bonsai sekaligus mempelajari teknik perawatannya,” ujar Fadly Amran.
Menurut Fadly, bonsai memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Sebuah tanaman bonsai membutuhkan ketelatenan, kesabaran, kreativitas, dan pengetahuan dalam proses perawatan maupun pembentukannya.
Karena itu, keberadaan komunitas seperti PPBI dinilai penting dalam memperluas pengetahuan masyarakat mengenai bonsai sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk menekuni aktivitas tersebut.
Sejalan dengan Program Padang Rancak
Fadly Amran menilai penyelenggaraan Pameran Bursa dan Jemur Bonsai juga sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Rancak.
Menurutnya, semangat menjadikan Kota Padang sebagai kota yang indah dan nyaman tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan.
Kegiatan bonsai, kata Fadly, dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas masyarakat yang mendorong kecintaan terhadap tanaman dan lingkungan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengajak masyarakat untuk mencintai, merawat, dan melestarikan tanaman serta lingkungan. Ini juga sejalan dengan semangat Padang Rancak,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan memiliki cakupan yang lebih luas. Tidak hanya menjadi kegiatan pameran dan bursa bagi penghobi bonsai di Kota Padang, tetapi ke depan dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga dapat ditingkatkan menjadi ajang lomba atau kontes bonsai berskala nasional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” tutur Fadly.
204 Bonsai Dipamerkan
Ketua PPBI Cabang Padang M. Agus Solehudin mengatakan, Pameran Bursa dan Jemur Bonsai tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Kegiatan yang berlangsung hingga Senin, 24 Agustus 2026 tersebut menghadirkan ratusan tanaman bonsai dari berbagai jenis.
“Sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis ditampilkan dalam pameran ini,” kata Agus Solehudin.
Beragam jenis tanaman bonsai yang ditampilkan di antaranya Anting Putri, Kimeng atau beringin Cina, serta Kingkit atau jeruk ranti.
Kehadiran ratusan bonsai tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain dapat melihat beragam bentuk dan karakter tanaman, masyarakat juga berkesempatan mengenal lebih jauh proses pembentukan bonsai serta teknik perawatan yang dilakukan para penghobi.
Bagi komunitas bonsai, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan. Para penggemar dapat saling berdiskusi mengenai jenis tanaman, media tanam, teknik pemangkasan, pembentukan batang dan cabang, hingga proses mempertahankan karakter tanaman agar memiliki nilai estetika.
Ditargetkan Naik Kelas Jadi PAMNAS 2027
Agus Solehudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pameran Bursa dan Jemur Bonsai tersebut.
Ia berharap dukungan dan kolaborasi antara PPBI dengan Pemerintah Kota Padang dapat terus ditingkatkan.
Dengan dukungan tersebut, ia optimistis kegiatan bonsai di Kota Padang dapat berkembang dan memiliki jangkauan yang semakin luas.
Menurutnya, komunitas bonsai di Kota Padang memiliki potensi untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai wadah bagi para penghobi, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas kreatif dan ekonomi masyarakat.
“Kami berencana meningkatkan kegiatan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan menyelenggarakan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (PAMNAS) 2027. Sehingga dapat menjadi ajang yang lebih besar untuk memperkenalkan potensi bonsai Kota Padang,” ujar Agus.
Rencana tersebut sekaligus menjadi langkah PPBI Cabang Padang untuk menjadikan kegiatan bonsai sebagai agenda yang lebih besar dan mampu menarik perhatian peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Jika terealisasi, PAMNAS 2027 diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi para penghobi bonsai, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi Kota Padang.
Kehadiran peserta dari luar daerah berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas pariwisata dan ekonomi lokal.
Bonsai sebagai Seni, Edukasi, dan Potensi Pariwisata
Pameran bonsai pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai tanaman, tetapi juga menyatukan unsur seni, kreativitas, edukasi, komunitas, hingga potensi ekonomi.
Tanaman yang dirawat dan dibentuk dalam waktu panjang tersebut memiliki karakter serta nilai estetika yang berbeda-beda.
Proses menghasilkan bonsai yang menarik membutuhkan ketekunan sehingga aktivitas ini dapat menjadi sarana positif untuk mengisi waktu sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi Pemerintah Kota Padang, kegiatan komunitas seperti yang dilakukan PPBI juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang hidup dan produktif.
Dengan dukungan pemerintah serta partisipasi komunitas dan masyarakat, Pameran Bursa dan Jemur Bonsai diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata.
Agenda tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi event yang semakin profesional, menarik lebih banyak peserta, dan mampu memperkenalkan potensi bonsai Kota Padang ke tingkat nasional.
Rencana penyelenggaraan PAMNAS 2027 pun menjadi langkah lanjutan yang diharapkan dapat membawa komunitas bonsai Kota Padang naik kelas, sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai daerah yang aktif mendukung kegiatan komunitas, seni, lingkungan, dan ekonomi kreatif.
Pameran yang berlangsung hingga 24 Agustus 2026 tersebut pun menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk datang langsung, melihat koleksi bonsai, berinteraksi dengan komunitas, serta mendapatkan pengetahuan mengenai seni merawat dan membentuk tanaman bonsai. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar