Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee Resmi Dibuka, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah



PADANG — Wali Kota Padang Fadly Amran meresmikan Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee yang berlokasi di Jalan Taman Siswa No. 31, RT 03/RW 01, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Minggu (27/9/2026).


Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra.


Kehadiran usaha yang memadukan layanan perjalanan umrah, pusat oleh-oleh Tanah Suci dan coffee shop tersebut disambut baik Pemerintah Kota Padang. 


Selain memberikan pilihan layanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah, keberadaan usaha tersebut dinilai dapat ikut memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Kota Padang.


Grand opening tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Padang Afrizen, Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Rizki Ronaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Utara Sa'at serta elemen masyarakat setempat.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee. Ia berharap kehadiran usaha tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM di Kota Padang.


Menurut Fadly, sektor perjalanan haji dan umrah memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan jasa perjalanan, tetapi juga dapat melibatkan pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner, oleh-oleh, perlengkapan ibadah, transportasi, akomodasi hingga berbagai produk UMKM.


Karena itu, Pemerintah Kota Padang membuka ruang bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi sehingga manfaat ekonomi dari aktivitas haji dan umrah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


“Pemerintah Kota (Pemko) Padang siap memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi, dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel serta UMKM. Kami mendorong pelaku usaha mengintegrasikan layanan dengan potensi wisata dan ekonomi daerah,” ujar Fadly Amran.


Tour and Travel Didorong Ikut Promosikan Wisata Padang


Lebih lanjut, Fadly Amran mendorong perusahaan tour and travel yang beroperasi di Kota Padang untuk tidak hanya berorientasi pada pelayanan masyarakat yang hendak berangkat ke Tanah Suci.


Menurutnya, pelaku usaha perjalanan juga memiliki peluang untuk mengambil peran dalam memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Padang kepada masyarakat luar daerah maupun wisatawan mancanegara.


Kota Padang memiliki berbagai potensi wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, sejarah hingga kuliner. Potensi tersebut dapat dipadukan dengan sektor jasa perjalanan sehingga menciptakan jaringan ekonomi yang lebih luas.


Fadly menyebut pengembangan sektor pariwisata juga sejalan dengan upaya memperkuat posisi Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia.


“Bukan hanya mengantarkan masyarakat ke Baitullah, tour and travel juga diharapkan membawa wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat Padang sebagai kota gastronomi dunia,” katanya.


Ia berharap pelaku usaha perjalanan dapat melihat peluang tersebut sebagai bagian dari pengembangan bisnis sekaligus kontribusi terhadap promosi daerah.


Dengan membangun kolaborasi antara jasa perjalanan, UMKM, pelaku kuliner, ekonomi kreatif dan sektor pariwisata, aktivitas usaha diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.


Potensi Ekonomi Umrah Capai Rp1,2 Triliun


Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Rizki Ronaldi, menyampaikan gambaran mengenai besarnya aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan perjalanan umrah.


Ia menyebut jumlah jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai sekitar 40.000 orang per tahun.


Jika setiap jemaah memiliki kebutuhan biaya sekitar Rp30 juta, maka secara perhitungan kasar potensi perputaran ekonomi dari aktivitas umrah tersebut dapat mencapai sekitar Rp1,2 triliun setiap tahunnya.


Besarnya potensi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem haji dan umrah memiliki keterkaitan dengan banyak sektor usaha. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat keterlibatan pelaku UMKM dan berbagai usaha lokal.


Kehadiran pusat layanan yang menggabungkan perjalanan umrah dengan penyediaan perlengkapan ibadah, oleh-oleh dan ruang pertemuan seperti Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee menjadi salah satu bentuk diversifikasi usaha dalam ekosistem tersebut.


Dengan berkembangnya berbagai usaha pendukung, aktivitas ekonomi yang muncul dari perjalanan umrah diharapkan tidak hanya berhenti pada jasa perjalanan, tetapi juga mengalir ke sektor usaha lainnya.


Hadirkan Layanan Umrah, Oleh-oleh hingga Coffee Shop


Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra, mengatakan usaha tersebut dibangun dengan konsep yang menggabungkan layanan perjalanan umrah dengan ruang berkumpul masyarakat.


Menurut Harris, tempat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menikmati kopi, bersilaturahmi sekaligus membuka pembicaraan mengenai perjalanan umrah dalam suasana yang lebih santai.


Selain menyediakan layanan perjalanan umrah, Al Harris juga menghadirkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan perjalanan ke Tanah Suci.


Di antaranya perlengkapan ibadah, layanan roaming internasional serta berbagai oleh-oleh khas Tanah Suci seperti kurma, air zamzam, kacang Arab dan beragam suvenir.


Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi maupun berbagai kebutuhan sebelum dan sesudah melaksanakan perjalanan umrah.


“Kami ingin Al Harris menjadi tempat kecil yang memberikan manfaat besar, menjadi ruang orang bertemu dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi salah satu jalan bagi semakin banyak saudara kita untuk mengunjungi Tanah Suci,” ujar Harris.


Ia berharap Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Harris juga berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai kalangan, baik masyarakat yang telah memiliki pengalaman melaksanakan ibadah umrah maupun mereka yang baru merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.


Dorong Kolaborasi Ekonomi dan Pariwisata


Grand opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee sekaligus memperlihatkan adanya peluang kolaborasi antara sektor perjalanan religi dengan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Padang.


Pemerintah Kota Padang mendorong agar pertumbuhan usaha tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku bisnis, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi yang terbentuk.


Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan produk UMKM, kuliner, oleh-oleh, perlengkapan ibadah maupun berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.


Di sisi lain, perusahaan tour and travel juga dapat berperan dalam memperkenalkan potensi Kota Padang kepada jemaah dan wisatawan yang datang dari luar daerah maupun mancanegara.


Dengan demikian, sektor perjalanan religi dan pariwisata dapat saling mendukung melalui promosi serta kerja sama antarpelaku usaha.

Pemerintah Kota Padang sendiri menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel maupun UMKM.


Kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee di Jalan Taman Siswa diharapkan menjadi bagian dari berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis layanan perjalanan religi di Kota Padang, sekaligus membuka ruang interaksi dan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah serta berbagai sektor ekonomi lainnya.


Dengan mengusung konsep layanan umrah, oleh-oleh dan coffee shop dalam satu tempat, Al Harris diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus ikut memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Kota Padang. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar