Pasaman Barat, Sumbarnet.id - Mabrur Hidayad resmi terpilih sebagai Wali Nagari Berastagi Ujunggading setelah melalui proses pencalonan dan pemilihan yang berlangsung dengan perjuangan panjang. Mabrur berhasil meraih perolehan suara lebih tinggi dibandingkan kandidat lainnya.
Atas terpilihnya Mabrur Hidayad, Bung Basit Pulungan selaku Dewan Syuro Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Pasaman Barat sekaligus Penasehat Persatuan Aksi Mahasiswa Pasaman Barat (PAM Pasbar) menyampaikan ucapan selamat. Ia juga menitipkan pesan agar amanah masyarakat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pertama-tama kami menyampaikan selamat kepada kakanda Mabrur Hidayad yang telah berhasil memenangkan Pilwana dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai Wali Nagari Berastagi Ujunggading. Namun, kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ujar Bung Basit.
Menurutnya, jabatan sebagai wali nagari bukan semata-mata posisi administratif, tetapi merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan secara jujur, bertanggung jawab, dan sesuai dengan aturan.
“Sebagai seorang pemimpin dan seorang muslim, amanah yang diberikan masyarakat harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW juga telah mengingatkan tentang beratnya tanggung jawab seorang pemimpin yang tidak amanah terhadap rakyatnya,” lanjutnya.
Bung Basit menilai terpilihnya Mabrur Hidayad juga menjadi momentum penting dalam melihat kiprah kepemimpinan generasi muda di Pasaman Barat. Menurutnya, ruang bagi anak muda dalam urusan publik perlu terus dibuka agar mereka memiliki kesempatan untuk membuktikan kapasitas melalui kerja nyata.
“Terpilihnya beliau merupakan tonggak awal bagi kita untuk melihat bagaimana seorang anak muda memimpin, menjalankan amanah, menghadirkan kebaikan, sekaligus memperlihatkan kesederhanaan dalam kepemimpinan. Pencapaian anak-anak muda dalam Pilwana kali ini semestinya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk semakin membuka ruang bagi generasi muda dalam urusan publik,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan pengalaman dan jam terbang tidak semestinya selalu menjadi alasan untuk menutup kesempatan bagi generasi muda. Justru, menurutnya, pengalaman kepemimpinan dapat dibentuk melalui proses, tanggung jawab, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat.
Lebih lanjut, Bung Basit berharap Mabrur Hidayad dan tokoh-tokoh muda lainnya yang mendapat kepercayaan masyarakat dalam Pilwana mampu menjadikan jabatan tersebut sebagai ruang untuk membangun, mengabdi, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.
“Harapannya, kaum muda seperti kanda Mabrur Hidayad dan anak-anak muda lainnya yang hari ini mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tidak sekadar menjalankan amanah secara alakadarnya. Mereka harus mampu menjadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk belajar, mengabdi, dan membangun,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar kepemimpinan muda tidak berhenti pada persoalan pemerintahan nagari, tetapi turut menciptakan ruang berpikir dan wadah partisipasi bagi generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap kanda Mabrur dan anak muda yang mendapatkan amanah hari ini mampu menciptakan wadah berpikir aktif bagi generasi muda lainnya, sehingga anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi ikut menjadi bagian dari proses tersebut. Amanah ini juga dapat menjadi ruang untuk mengkader diri agar ke depan siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar,” tutup Bung Basit. (Eka Saputra)

0 Post a Comment:
Posting Komentar