SUMBARNET — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI Tahun 2026 resmi dibuka. Pesta olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut dibuka dalam suasana meriah di halaman Istana Gubernur Sumbar, Jumat (2/10/2026) malam.
Pembukaan Porprov XVI Sumbar ditandai dengan defile kontingen dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar, penyerahan trofi piala bergilir Porprov Sumbar, hingga penyalaan api obor sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan.
Wali Kota Padang Fadly Amran turut hadir dalam pembukaan tersebut bersama Wakil Ketua Umum KONI Pusat Tursandi Alwi, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Ketua KONI Sumbar Hamdanus, serta para bupati dan wali kota, ketua DPRD dan ketua KONI kabupaten/kota se-Sumbar.
Porprov XVI Sumbar berlangsung mulai 2 hingga 14 Oktober 2026. Sebanyak 19 kontingen kabupaten/kota ambil bagian dalam pesta olahraga tingkat provinsi tersebut dengan membawa atlet-atlet terbaik untuk bersaing dalam puluhan cabang olahraga.
Salah satu momen menarik dalam seremoni pembukaan adalah penyalaan api obor Porprov oleh Nanda Telaumbanua, legenda atlet angkat berat (powerlifting) Indonesia yang telah tujuh kali meraih gelar juara dunia.
Penyalaan api obor tersebut menjadi simbol dimulainya perjuangan ribuan atlet untuk meraih prestasi sekaligus membawa nama daerah masing-masing dalam kompetisi olahraga terbesar di Sumatera Barat.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus dalam laporannya menyampaikan bahwa Porprov XVI Sumbar diikuti sebanyak 8.794 atlet yang berasal dari 19 kabupaten/kota.
Para atlet tersebut akan berkompetisi pada 53 cabang olahraga dengan total 1.049 nomor pertandingan yang tersebar di 54 lokasi.
“Alhamdulillah, di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Sumatera Barat, khususnya dalam satu tahun terakhir, Porprov yang sudah delapan tahun tidak terlaksana akhirnya dapat kembali digelar hari ini,” ujar Hamdanus.
Pelaksanaan Porprov tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga Sumatera Barat. Pasalnya, setelah sempat tidak terlaksana selama delapan tahun, pesta olahraga tingkat provinsi tersebut akhirnya kembali digelar sebagai ruang kompetisi sekaligus pembinaan atlet daerah.
Padang Target Pertahankan Juara Umum
Di tengah persaingan 19 kabupaten/kota, Kota Padang datang dengan target besar. Sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Sumatera Barat, kontingen Kota Padang membidik kembali posisi sebagai juara umum Porprov.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui persiapan dan pembinaan yang telah dilakukan.
Untuk menghadapi Porprov XVI Sumbar, Kota Padang mengirimkan 1.132 atlet dan 338 ofisial.
Dukungan anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota Padang juga terbilang besar, yakni sekitar Rp38 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp23 miliar dialokasikan untuk bonus atlet peraih medali.
Fadly mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempertahankan prestasi Kota Padang pada ajang Porprov.
“Dukungan ini bagian dari strategi pembinaan atlet untuk mempertahankan prestasi Kota Padang. Kita ingin selalu juara, sehingga dukungan ini harus dimaksimalkan agar target juara umum Porprov dapat dipertahankan,” kata Fadly.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya diberikan ketika pertandingan berlangsung. Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi generasi muda dapat dikembangkan sejak awal.
Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus mendorong pelaksanaan program Padang Balomba sebagai bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam mengembangkan bakat, kapasitas dan keterampilan sesuai minat serta potensi masing-masing.
Bagi Fadly, olahraga tidak sekadar persoalan mengejar medali.
Aktivitas olahraga juga menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, mental kompetitif serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Kami berharap pada Porprov ini, atlet-atlet Kota Padang mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah. Keberhasilan yang diraih nantinya merupakan hasil dari pembinaan melalui Padang Balomba yang terus kita galakkan,” ujarnya.
Ajang Seleksi Menuju PON 2028
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan Porprov XVI tidak hanya menjadi ajang pertandingan olahraga tingkat provinsi.
Menurutnya, kompetisi tersebut memiliki peran strategis dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik Sumatera Barat menghadapi agenda olahraga yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mahyeldi menilai Porprov menjadi kesempatan untuk melakukan pemetaan sekaligus evaluasi terhadap kemampuan atlet Sumbar.
“Dengan kita laksanakan Porprov di 2026 ini, kita punya waktu dua tahun untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi PON 2028,” katanya.
Dengan demikian, hasil Porprov XVI diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan atlet menuju PON.
Atlet yang menunjukkan performa terbaik akan memiliki peluang untuk masuk dalam pembinaan lebih lanjut dan dipersiapkan menghadapi persaingan tingkat nasional.
Mahyeldi juga menilai penyelenggaraan Porprov memberikan dampak yang lebih luas di luar bidang olahraga.
Dengan pertandingan yang dilaksanakan di berbagai daerah, aktivitas Porprov diharapkan dapat menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui UMKM, pariwisata, jasa transportasi, akomodasi serta sektor lainnya.
Sebanyak 12 kabupaten/kota turut menjadi tuan rumah bersama dalam penyelenggaraan pertandingan Porprov XVI Sumbar.
Kehadiran ribuan atlet, ofisial dan rombongan kontingen dari seluruh Sumatera Barat memberikan peluang bagi masyarakat daerah untuk mendapatkan manfaat ekonomi selama berlangsungnya kompetisi.
Delapan Tahun Menanti
Kembalinya Porprov Sumbar pada 2026 menjadi catatan penting bagi dunia olahraga Ranah Minang.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyebut, pelaksanaan Porprov kali ini merupakan jawaban atas penantian panjang setelah ajang olahraga tersebut tidak terlaksana selama delapan tahun.
Menurutnya, berbagai dinamika yang terjadi selama beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi dunia olahraga Sumbar. Namun, melalui koordinasi berbagai pihak, Porprov akhirnya dapat kembali digelar.
Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pembinaan olahraga di seluruh kabupaten dan kota.
Dengan jumlah peserta mencapai 8.794 atlet, Porprov XVI menjadi salah satu ajang terbesar untuk mengukur potensi olahraga daerah.
Ribuan atlet tersebut kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan dan pembinaan yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.
Sportivitas dan Prestasi Jadi Semangat
Semarak pembukaan Porprov XVI Sumbar semakin terasa melalui defile 19 kontingen kabupaten/kota. Masing-masing kontingen hadir membawa identitas dan semangat daerah untuk berjuang meraih prestasi terbaik.
Setelah seremoni pembukaan, para atlet akan menjalani rangkaian pertandingan hingga 14 Oktober 2026.
Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena setiap daerah memiliki target masing-masing dalam perolehan medali.
Bagi Kota Padang, target mempertahankan gelar juara umum menjadi tantangan tersendiri. Dengan mengirimkan 1.132 atlet, kontingen Padang memiliki kekuatan besar di berbagai cabang olahraga.
Namun, Fadly menegaskan bahwa pencapaian prestasi harus tetap dibarengi dengan proses pembinaan yang berkelanjutan.
Program Padang Balomba diharapkan terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka. Atlet yang tampil pada Porprov 2026 juga diharapkan tidak berhenti pada prestasi tingkat provinsi, tetapi mampu melangkah ke tingkat nasional bahkan internasional.
Sementara itu, bagi Sumatera Barat secara keseluruhan, Porprov XVI menjadi momentum untuk membangun kembali ekosistem olahraga yang lebih kuat.
Ketersediaan atlet potensial, dukungan pemerintah, pembinaan KONI, peran pelatih serta dukungan masyarakat menjadi satu kesatuan penting dalam mencetak prestasi.
Porprov juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antardaerah. Para atlet yang datang dari berbagai kabupaten dan kota tidak hanya bertanding, tetapi juga membangun persahabatan dan pengalaman baru selama mengikuti kompetisi.
Dengan berlangsungnya Porprov XVI hingga 14 Oktober 2026, perhatian masyarakat Sumatera Barat kini tertuju pada arena-arena pertandingan yang tersebar di sejumlah daerah.
Ribuan atlet akan berjuang membawa nama daerah masing-masing. Di sisi lain, para pelatih dan ofisial akan menjalankan peran penting dalam memastikan atlet tampil optimal.
Pada akhirnya, Porprov XVI bukan hanya tentang siapa yang mengumpulkan medali terbanyak. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan olahraga Sumatera Barat untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Bagi Kota Padang, perjuangan mempertahankan gelar juara umum telah dimulai. Dukungan anggaran, jumlah atlet yang besar dan program pembinaan menjadi modal untuk mengejar target tersebut.
Sementara bagi Sumatera Barat, Porprov 2026 menjadi titik awal untuk menyiapkan kekuatan terbaik menuju PON 2028.
Dari halaman Istana Gubernur Sumbar, api Porprov XVI telah dinyalakan. Kini, semangat ribuan atlet di 53 cabang olahraga akan menentukan siapa yang mampu tampil sebagai yang terbaik sekaligus menorehkan sejarah baru bagi olahraga Ranah Minang. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar