Tampilkan postingan dengan label PUPR Padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUPR Padang. Tampilkan semua postingan

 


SUMBARNET — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap sejumlah pekerjaan fisik yang tengah dilaksanakan di berbagai kawasan strategis kota.


Salah satu bentuk pengawasan tersebut dilakukan melalui kunjungan mingguan ke lokasi pekerjaan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek sekaligus memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, spesifikasi teknis, kualitas pekerjaan, serta target waktu yang telah ditetapkan.


Dalam kunjungan kali ini, Dinas PUPR Kota Padang meninjau dua lokasi pekerjaan strategis, yakni Rehabilitasi Kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang serta Penataan Taman dan Pelataran Parkir Pantai Padang.


Kedua pekerjaan tersebut dinilai memiliki arti penting dalam mendukung pembenahan wajah Kota Padang, terutama pada kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, perdagangan, ruang publik, sekaligus destinasi wisata.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan kunjungan mingguan ke lapangan merupakan bagian dari upaya pengendalian dan evaluasi pekerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administrasi, tetapi juga harus diikuti dengan pengecekan langsung terhadap kondisi pekerjaan di lapangan.


“Setiap pekerjaan yang dilaksanakan Dinas PUPR harus kita kawal bersama. Karena itu, kunjungan mingguan ini penting untuk memastikan progres pekerjaan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi waktu, kualitas maupun hasil akhir yang diharapkan,” ujar Malvi Hendri.


Ia menjelaskan, penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya dan Pantai Padang merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus menghadirkan kawasan kota yang lebih tertata, nyaman dan memiliki daya tarik.


Untuk kawasan Pasar Raya, rehabilitasi kawasan air mancur diharapkan mampu memperkuat fungsi kawasan sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Padang. Sementara penataan taman dan pelataran parkir Pantai Padang diarahkan untuk memperbaiki kualitas ruang publik di salah satu kawasan wisata unggulan kota.


“Tujuan kita bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan secara fisik. Lebih dari itu, kita ingin hasil pembangunan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperindah kawasan, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Padang,” katanya.


Malvi menegaskan, kualitas menjadi salah satu perhatian utama dalam setiap pekerjaan pembangunan. Ia meminta jajaran teknis dan pelaksana pekerjaan memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.


“Yang kita kejar bukan hanya cepat selesai, tetapi juga harus berkualitas, rapi dan sesuai dengan fungsi yang direncanakan. Kita ingin masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan ini dalam jangka panjang,” tegasnya.


Pantai Padang Didorong Jadi Ruang Publik yang Nyaman


Sementara itu, pekerjaan penataan taman dan pelataran parkir Pantai Padang menjadi salah satu bagian penting dalam pembenahan kawasan wisata tersebut.


Penataan diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang lebih representatif, nyaman dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan. Sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang terbuka, area pedestrian, penghijauan, fasilitas sanitasi dan area bermain menjadi bagian dari konsep penataan kawasan.


Sebelumnya, Pemko Padang menyebut penataan taman di sekitar Pantai Padang ditujukan untuk menghadirkan ruang publik yang estetik dan ramah keluarga.


Kepala Bidang Masdalila mengatakan, pengawasan secara rutin diperlukan agar setiap pekerjaan di lapangan tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.


Menurutnya, pengecekan mingguan juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi apabila terdapat kendala teknis di lapangan sehingga dapat segera dicarikan solusi dan tidak mengganggu target penyelesaian pekerjaan.


“Setiap minggu kita melakukan monitoring untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan. Kita cek kondisi pekerjaan di lapangan, kesesuaian dengan perencanaan, sekaligus melihat kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan,” ujar Masdalila.


Ia menambahkan, penataan kawasan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana fasilitas yang dibangun nantinya dapat memberikan kenyamanan dan manfaat maksimal bagi masyarakat.


“Harapannya, ketika pekerjaan ini selesai, masyarakat bisa menikmati kawasan yang lebih tertata, bersih, nyaman dan aman. Karena fasilitas publik yang dibangun pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat dan bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.


Masdalila juga menekankan pentingnya koordinasi antara jajaran teknis, pengawas dan pelaksana pekerjaan. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul selama proses pengerjaan dapat ditangani lebih cepat.


Pengawasan untuk Menjaga Target dan Mutu


Kunjungan lapangan yang dilakukan secara rutin menjadi bagian dari komitmen Dinas PUPR Kota Padang dalam memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target.


Pengawasan tersebut mencakup progres pekerjaan, kualitas material dan hasil pekerjaan, aspek teknis, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan yang telah ditetapkan.


Langkah tersebut juga menjadi penting mengingat kedua lokasi yang tengah ditata berada di kawasan yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi.


Pasar Raya merupakan salah satu pusat perdagangan utama Kota Padang, sementara Pantai Padang merupakan kawasan wisata dan ruang publik yang banyak dikunjungi masyarakat.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, berharap seluruh proses pekerjaan dapat berjalan lancar hingga tahap akhir dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.


“Kita berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan baik, selesai sesuai target dan memberikan hasil yang maksimal. Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini nantinya memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung wajah Kota Padang yang semakin tertata,” ungkapnya.


Malvi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga berbagai fasilitas publik yang nantinya telah selesai dibangun.


Menurutnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal.


“Pembangunan ini adalah untuk masyarakat. Karena itu, setelah selesai nanti mari kita sama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Dengan dukungan masyarakat, pembangunan yang kita lakukan bisa bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkas Malvi.


Melalui kunjungan dan monitoring secara rutin tersebut, Dinas PUPR Kota Padang memastikan pembangunan tidak hanya mengejar aspek penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mengedepankan kualitas, fungsi, estetika dan manfaat bagi masyarakat.


Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menghadirkan infrastruktur dan ruang publik yang semakin baik, nyaman dan representatif, sejalan dengan upaya memperkuat wajah Kota Padang sebagai kota yang tertata serta memiliki daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan. (**)

 


SUMBARNET – Kawasan Kota Tua di kawasan Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, terus berbenah. Penataan kawasan bersejarah tersebut dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, nyaman, menarik, sekaligus tetap mempertahankan karakter sejarah dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Penataan kawasan Kota Tua menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Padang dalam menjalankan program pembangunan kota.

 

Kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, sosial dan ekonomi tersebut diarahkan agar tidak hanya menjadi kawasan yang memiliki bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga mampu berkembang sebagai ruang publik, destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.


Langkah tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, khususnya semangat Padang Rancak dan Jelajah Padang, yang mendorong pembenahan kawasan strategis kota secara bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah juga menargetkan revitalisasi kawasan Kota Tua dapat menghidupkan kembali kawasan bersejarah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Dalam proses penataan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, turut turun langsung melihat perkembangan pekerjaan di lapangan.


Selain memantau progres pembangunan, Malvi juga melakukan temu ramah dengan para pelaku usaha yang berada di sekitar kawasan dan terdampak proses pembangunan. Komunikasi dengan masyarakat dan pelaku usaha dinilai penting agar proses penataan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.


Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Pelaku usaha diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi maupun berbagai hal yang perlu menjadi perhatian selama proses pekerjaan berlangsung.


Bagi pemerintah, penataan kawasan tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik. Lebih dari itu, pembenahan Kota Tua juga harus mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan, kenyamanan masyarakat, aktivitas ekonomi serta perkembangan sektor pariwisata.


Di lapangan, sejumlah pekerjaan infrastruktur menjadi bagian dari penataan kawasan. Mulai dari pembenahan drainase, perbaikan jalan, rehabilitasi trotoar hingga penataan jaringan utilitas.


Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Padang menjelaskan bahwa pembenahan kawasan Kota Tua dilakukan secara terpadu, termasuk revitalisasi drainase, penggantian material jalan menggunakan batu andesit dan rehabilitasi trotoar.

 

Pekerjaan dilakukan secara bertahap pada titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan terlebih dahulu.


Penataan trotoar menjadi salah satu bagian penting karena keberadaan jalur pedestrian yang nyaman akan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Kota Tua sebagai kawasan wisata.


Tidak hanya trotoar, perhatian juga diarahkan terhadap penataan kabel dan jaringan utilitas. Penataan utilitas tersebut diharapkan dapat membuat wajah kawasan menjadi lebih rapi sehingga berbagai jaringan yang sebelumnya terlihat semrawut dapat ditata secara lebih teratur.


Konsep tersebut menjadi penting karena Kota Tua bukan hanya kawasan infrastruktur, melainkan kawasan yang memiliki karakter visual dan sejarah yang perlu dijaga.


Dengan penataan yang lebih baik, kawasan Pondok diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih nyaman bagi pejalan kaki, wisatawan maupun masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari.


Kehadiran trotoar yang lebih representatif juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki ketika menikmati kawasan Kota Tua. Pada saat bersamaan, penataan jalan dan lingkungan akan memperkuat kesan kawasan sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan yang memiliki karakter khas.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan penataan Kota Tua dilakukan bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menciptakan infrastruktur yang lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.


“Penataan ini kita lakukan secara bertahap dan terpadu. Tujuannya bukan hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi bagaimana kawasan Kota Tua ini menjadi lebih rapi, nyaman dan menarik, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang,” ujar Malvi Hendri.


Menurutnya, keberhasilan penataan kawasan juga membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini menjalankan aktivitas di kawasan tersebut.


Karena itu, komunikasi dengan pelaku usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan. Pemerintah ingin memastikan pekerjaan fisik tetap berjalan, namun pada saat yang sama aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal tetap dapat berlangsung dengan baik.


“Kita tentu memahami bahwa di kawasan ini ada masyarakat dan pelaku usaha yang setiap hari beraktivitas. Karena itu, komunikasi harus terus kita bangun. Kita ingin pembangunan berjalan, tetapi kepentingan masyarakat dan pelaku usaha juga tetap diperhatikan,” katanya.


Malvi menegaskan, penataan Kota Tua harus memberikan manfaat jangka panjang. Kawasan yang lebih tertata diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, memperkuat daya tarik wisata dan pada akhirnya membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.


“Harapan kita, setelah penataan ini selesai, kawasan Kota Tua tidak hanya terlihat lebih bagus, tetapi juga semakin hidup. Masyarakat merasa nyaman, pelaku usaha mendapatkan manfaat, dan wisatawan semakin tertarik untuk datang serta menikmati kawasan ini,” tuturnya.


Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan setelah pekerjaan selesai.


Menurut Malvi, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kualitas kawasan. Peran masyarakat diperlukan agar berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara bersama-sama.


“Kita berharap dukungan masyarakat terus diberikan. Apa yang dibangun pemerintah ini nantinya harus kita jaga bersama. Kalau infrastrukturnya sudah baik, lingkungannya juga harus sama-sama kita rawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.


Penataan Kota Tua Padang sendiri dilakukan secara bertahap. Pemerintah sebelumnya menyebut pekerjaan tahap awal difokuskan pada sejumlah bagian yang menjadi prioritas, sebelum dilanjutkan ke titik-titik lainnya sesuai konsep pengembangan kawasan.


Dengan pendekatan bertahap tersebut, pembangunan diharapkan dapat berlangsung lebih terencana. Selain menyelesaikan kebutuhan infrastruktur dasar, pemerintah juga dapat menyesuaikan penataan dengan karakter kawasan serta keberadaan bangunan dan aktivitas masyarakat.


Wali Kota Padang Fadly Amran sebelumnya juga menekankan pentingnya pendataan bangunan di kawasan Kota Tua, termasuk status kepemilikan, pemanfaatan serta nilai sejarahnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar revitalisasi tetap menjaga karakter sejarah dan budaya kawasan.


Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Kota Tua tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Kawasan tersebut diharapkan berkembang sebagai ruang publik yang hidup, tempat aktivitas ekonomi masyarakat, wisata sejarah, wisata kuliner serta ruang pembelajaran mengenai perjalanan sejarah Kota Padang.


Antusiasme masyarakat dan pelaku usaha menjadi modal penting dalam proses tersebut. Dukungan warga diharapkan dapat memperlancar pekerjaan sekaligus menjaga agar proses pembangunan tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat.


Bagi pelaku usaha, kawasan yang lebih tertata juga membuka peluang meningkatnya kunjungan masyarakat. Ketika akses pejalan kaki semakin nyaman, lingkungan lebih bersih dan rapi serta wajah kawasan semakin menarik, aktivitas ekonomi diharapkan ikut berkembang.


Pemerintah Kota Padang optimistis pembenahan kawasan Kota Tua dapat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun identitas kota yang lebih kuat.


Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha, kawasan Kota Tua Pondok diharapkan tidak hanya tampil lebih cantik secara fisik, tetapi juga kembali menjadi kawasan yang hidup dengan aktivitas sosial, budaya, pariwisata dan ekonomi.


“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita ingin Kota Tua menjadi kawasan yang nyaman, tertata dan punya daya tarik, tetapi tetap mempertahankan karakter serta nilai sejarah yang ada. Dengan dukungan semua pihak, kita optimistis kawasan ini bisa menjadi salah satu ikon Kota Padang,” pungkas Malvi Hendri. (AdF)

 


SUMBARNET – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur guna memastikan setiap pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah disepakati.


Komitmen tersebut salah satunya dilakukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, melalui inspeksi langsung terhadap pengerjaan Jalur Dua Kurao Pagang.


Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus melakukan pengecekan terhadap sejumlah item pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pihak kontraktor.


Dalam inspeksi tersebut, Malvi Hendri turut melakukan kroscek terhadap waktu pelaksanaan pekerjaan. Hal ini penting untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai dengan jadwal dan target yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja.


Pengawasan langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Dengan melihat kondisi pekerjaan secara langsung, Dinas PUPR dapat mengetahui sejauh mana capaian pekerjaan, kendala yang dihadapi serta memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dengan dokumen kontrak.


Jalur Dua Kurao Pagang sendiri merupakan bagian dari jaringan jalan yang memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Kawasan Kurao Pagang terhubung dengan sejumlah kawasan permukiman, pusat pemerintahan, pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Dalam perkembangan selanjutnya, Pemko Padang juga menempatkan kawasan Kurao–Maransi sebagai salah satu akses penting yang perlu diperkuat. Jalan tersebut menjadi jalur penghubung menuju kawasan pusat pemerintahan di Air Pacah serta sejumlah kawasan pendidikan.


Karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga.


Saat melakukan inspeksi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang tidak hanya melihat kondisi fisik pekerjaan, tetapi juga mencermati kesesuaian antara pekerjaan yang telah dilakukan dengan item pekerjaan yang tercantum dalam perjanjian.


Pengecekan tersebut mencakup progres pekerjaan yang telah dicapai kontraktor serta kesesuaian pelaksanaan dengan target waktu yang telah ditentukan.


Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap pekerjaan konstruksi agar pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif, tepat mutu, tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan.


Malvi Hendri menegaskan bahwa pengawasan lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sebagaimana mestinya.


“Kita melakukan pengecekan langsung untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan di lapangan. Kita juga melakukan kroscek terhadap waktu pelaksanaan dan item pekerjaan yang sudah dikerjakan, sehingga semuanya benar-benar sesuai dengan perjanjian kerja,” ujar Malvi Hendri.


Menurutnya, pekerjaan konstruksi tidak cukup hanya dilihat dari progres secara fisik. Kesesuaian antara pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen kontrak juga harus menjadi perhatian utama.


Hal tersebut mencakup kesesuaian item pekerjaan, volume, kualitas pelaksanaan hingga waktu penyelesaian yang telah ditetapkan.


“Yang kita pastikan bukan hanya pekerjaannya berjalan, tetapi juga apakah item yang dikerjakan sesuai dengan kontrak dan apakah progresnya sesuai dengan waktu yang sudah disepakati. Ini penting agar hasil pembangunan nantinya benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.


Malvi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala terhadap berbagai pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan di Kota Padang.


Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai, tetapi harus dilakukan sejak proses pelaksanaan berlangsung. Dengan demikian, apabila ditemukan kendala atau adanya pekerjaan yang perlu mendapat perhatian, dapat segera dilakukan evaluasi dan tindak lanjut.


“Kita ingin setiap pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar terkontrol. Kalau ada kendala di lapangan, tentu harus segera diketahui dan dicarikan solusinya. Jangan sampai persoalan baru diketahui ketika pekerjaan sudah selesai,” katanya.


Ia juga menekankan pentingnya komitmen kontraktor dalam memenuhi target pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.


Kontraktor diminta untuk memperhatikan kualitas pekerjaan sekaligus menjaga ketepatan waktu penyelesaian. Sebab, pembangunan infrastruktur tersebut pada akhirnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


“Kita berharap kontraktor dapat bekerja sesuai dengan target dan ketentuan yang sudah disepakati. Kualitas harus tetap menjadi perhatian, begitu juga dengan waktu pelaksanaan. Jangan sampai pembangunan terlambat atau hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” tegas Malvi.


Dorong Infrastruktur Berkualitas


Pembangunan dan peningkatan jalan merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan Kota Padang. Jalan yang baik akan mempermudah pergerakan masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai kawasan.


Kondisi tersebut juga berlaku bagi kawasan Kurao Pagang. Dengan semakin berkembangnya permukiman dan aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap infrastruktur jalan yang memadai juga semakin meningkat.


Pemko Padang sebelumnya menyebut Jalan Kurao–Maransi sebagai jalur vital yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pemerintahan di Air Pacah. Jalur tersebut juga menjadi akses masyarakat menuju sejumlah fasilitas pendidikan dan kawasan aktivitas lainnya.


Karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan secara lebih luas.


Bagi Dinas PUPR Kota Padang, pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan prinsip kualitas dan kebermanfaatan. Setiap pekerjaan yang dikerjakan harus memberikan hasil yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.


Malvi Hendri mengatakan pihaknya ingin memastikan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang memiliki kualitas yang baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


“Tujuan kita tentu bagaimana infrastruktur yang dibangun pemerintah ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Jalan yang baik akan mendukung mobilitas, memperlancar aktivitas warga dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut,” ujarnya.


Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dapat menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan baik.

Selain kontraktor, pengawasan dari pemerintah juga harus dilakukan secara konsisten. Sementara masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun setelah pekerjaan selesai.


“Harapan kita, pekerjaan ini dapat berjalan lancar sampai selesai, sesuai dengan target, mutu dan ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah selesai nanti, tentu kita ingin masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” tutur Malvi.


Pengawasan untuk Pastikan Target Tercapai


Inspeksi terhadap Jalur Dua Kurao Pagang juga menunjukkan komitmen Dinas PUPR Kota Padang dalam memperkuat pengawasan pembangunan infrastruktur di lapangan.


Pengawasan secara langsung dinilai penting karena laporan progres yang diterima pemerintah perlu dibandingkan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.


Melalui pengecekan tersebut, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta dapat mengambil langkah apabila terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan target.


Malvi Hendri menegaskan, pihaknya akan terus mendorong agar seluruh pekerjaan infrastruktur di Kota Padang dilaksanakan secara transparan, terukur dan bertanggung jawab.


“Kita akan terus lakukan pengawasan. Prinsipnya, pekerjaan harus sesuai perencanaan, sesuai kontrak dan memberikan hasil yang berkualitas. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada masyarakat,” katanya.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan keberlanjutan hasil pembangunan.


Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin, diharapkan potensi keterlambatan maupun persoalan teknis dapat diminimalkan sejak awal.


Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang mendukung visi Padang Rancak, terutama dalam menciptakan sarana dan prasarana kota yang semakin baik, aman, nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat.


“Kita ingin pembangunan infrastruktur di Kota Padang terus bergerak dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pengawasan akan terus kita perkuat. Harapan kita seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target dengan kualitas yang baik dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Padang yang semakin rancak,” pungkas Malvi Hendri.


Untuk konteks perkembangan kawasan, Pemko Padang juga telah menempatkan koridor Kurao–Maransi sebagai akses strategis yang perlu diperkuat, termasuk melalui peningkatan jalan dan drainase. (**)



SUMBARNET — Proyek rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang, yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Pekerjaan yang merupakan bagian dari penataan kawasan pusat aktivitas perdagangan Kota Padang tersebut diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan mengutamakan kualitas material serta mutu pekerjaan.


Proyek tersebut memiliki Nomor Kontrak 89/KONT-GPL/PUPR/2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp9.129.215.000. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Bripona Jaya Abadi, perusahaan asal Kalimantan, berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 2 Juli 2026.


Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender. Dengan masa pelaksanaan tersebut, masyarakat berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga kawasan air mancur Pasar Raya Padang bisa segera dimanfaatkan kembali secara optimal.


Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu bagian penting dari aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Raya Padang. Karena itu, penyelesaian proyek secara tepat waktu dinilai penting agar berbagai aktivitas masyarakat, pedagang maupun pengunjung dapat kembali berjalan normal.


Masyarakat juga memberikan perhatian terhadap kualitas hasil pekerjaan. Mereka berharap pembangunan tidak hanya mengejar target penyelesaian waktu, tetapi juga memperhatikan kualitas material, ketepatan pengerjaan, kekuatan konstruksi dan mutu hasil akhir sehingga kawasan yang telah direhabilitasi dapat digunakan dalam jangka panjang.


Salah seorang warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Pasar Raya Padang, mengaku mengapresiasi pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, rehabilitasi kawasan air mancur memang diperlukan untuk mendukung wajah kawasan Pasar Raya agar semakin tertata dan nyaman.


“Kami tentu mengapresiasi adanya rehabilitasi kawasan ini. Harapan kami pekerjaan dapat selesai tepat waktu, tetapi yang tidak kalah penting adalah kualitas dan mutunya harus benar-benar baik. Jangan hanya cepat selesai, tetapi hasilnya juga harus kuat dan bisa bertahan lama,” ujarnya.


Ia mengatakan, masyarakat pada prinsipnya mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah selama pelaksanaannya berjalan transparan, sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kami yakin proyek ini bisa selesai sesuai target. Mudah-mudahan material yang digunakan memang berkualitas dan pekerjaannya dikerjakan dengan baik sesuai perencanaan. Kalau kualitasnya bagus, tentu masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” katanya.


Warga lainnya berharap setelah pekerjaan selesai, kawasan air mancur tersebut dapat kembali menjadi ruang yang nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Raya.


“Kami ingin setelah selesai nanti kawasan ini kembali hidup dan aktivitas masyarakat bisa normal. Pasar Raya merupakan pusat kegiatan masyarakat, sehingga penataan kawasan seperti ini sangat penting. Kami berharap hasil akhirnya benar-benar bagus dan sesuai dengan apa yang direncanakan,” ungkapnya.


Diawasi dan Dikawal Sesuai Perencanaan


Dalam pelaksanaan proyek tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang turut melakukan pengawasan terhadap pekerjaan.


Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Padang, Yola, menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut. Pengawasan diperlukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis serta target waktu yang telah ditetapkan.


Selain kontraktor pelaksana, proyek ini juga melibatkan pihak konsultan yang memiliki tugas masing-masing dalam mendukung kelancaran pekerjaan.


Untuk konsultan perencana, pekerjaan dipercayakan kepada PT Reka Cipta Konsultan Prima, sementara konsultan pengawas adalah CV Restu Graha Cipta.


Keterlibatan konsultan perencana dan pengawas tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.


Masyarakat pun berharap pengawasan terhadap pekerjaan dilakukan secara konsisten sejak proses pelaksanaan hingga pekerjaan dinyatakan selesai.


Dengan demikian, hasil rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan.


Masyarakat Ingin Hasil Pekerjaan Berkualitas


Bagi masyarakat, keberhasilan sebuah proyek pembangunan bukan hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Kualitas dan daya tahan hasil pembangunan juga menjadi perhatian utama.


Karena itu, masyarakat berharap kontraktor pelaksana benar-benar memperhatikan penggunaan material dan proses pengerjaan di lapangan.


“Kalau memang ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender, kami berharap waktunya bisa dipenuhi. Namun kami juga berharap jangan sampai karena mengejar waktu kemudian kualitas dikurangi. Justru kami ingin keduanya berjalan bersama, selesai tepat waktu dan kualitasnya juga bagus,” ujar warga lainnya.


Menurutnya, proyek dengan nilai lebih dari Rp9 miliar tersebut merupakan pekerjaan yang cukup besar sehingga hasil akhirnya harus memberikan manfaat yang sebanding bagi masyarakat.


“Anggarannya cukup besar, tentu masyarakat berharap hasilnya juga maksimal. Kami percaya pihak pelaksana dan pengawas sudah mempunyai perencanaan serta tanggung jawab masing-masing. Tinggal bagaimana pelaksanaannya benar-benar dijaga agar sesuai kontrak,” tambahnya.


Masyarakat juga berharap setelah pekerjaan selesai, kawasan tersebut mendapatkan perawatan secara berkelanjutan. Sebab, kawasan yang telah dibangun atau direhabilitasi akan tetap membutuhkan pemeliharaan agar kondisi fisiknya dapat bertahan dalam waktu lama.


Diharapkan Segera Dimanfaatkan Kembali


Rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kawasan perdagangan tersebut. Selain memperbaiki kondisi fisik kawasan, penataan yang dilakukan juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.


Dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, masyarakat optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.


Masyarakat juga berharap tidak ada kendala berarti yang dapat menghambat proses pekerjaan di lapangan. Koordinasi antara kontraktor, konsultan pengawas, konsultan perencana dan Dinas PUPR Kota Padang dinilai menjadi salah satu faktor penting agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar.


“Kami sebagai masyarakat tentu berharap semuanya berjalan lancar. Kalau selesai tepat waktu dengan mutu dan kualitas yang baik, tentu kami sangat mengapresiasi. Setelah itu kawasan ini bisa segera dimanfaatkan kembali dan aktivitas masyarakat di sekitar Pasar Raya bisa normal seperti biasa,” kata warga.


Dengan dukungan berbagai pihak dan pengawasan yang dilakukan selama proses pekerjaan, rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang diharapkan mampu memberikan hasil sesuai harapan masyarakat.


Proyek dengan nilai kontrak Rp9.129.215.000 tersebut pada akhirnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan Pasar Raya Padang yang semakin tertata, nyaman, representatif dan mampu menunjang aktivitas masyarakat.


Masyarakat pun menaruh harapan besar agar proyek tersebut dapat dituntaskan sesuai jadwal, menggunakan material yang memenuhi standar, serta menghasilkan pekerjaan dengan mutu dan kualitas sebagaimana yang telah direncanakan dalam kontrak. (**)

 


SUMBARNET — Pemerintah Kota Padang terus mengawal proses transformasi kawasan pusat perdagangan Kota Padang melalui program revitalisasi Pasar Raya. Untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang secara berkala melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap sejumlah pekerjaan fisik di kawasan tersebut.


Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, mulai dari penataan infrastruktur jalan kawasan hingga pembenahan ruang publik, termasuk kawasan air mancur Pasar Raya.


Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, serta dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditargetkan.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala agar perkembangan pekerjaan dapat diketahui secara langsung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses pembangunan.


“Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari pengawasan kita terhadap pekerjaan fisik di kawasan Pasar Raya. Kita ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan hasil yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Malvi Hendri.


Menurutnya, revitalisasi Pasar Raya bukan hanya menyangkut pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang menghadirkan kawasan pusat kota yang lebih tertata, representatif, nyaman dan mampu menunjang aktivitas masyarakat.


Pasar Raya memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan di Kota Padang. Karena itu, pembenahan kawasan tersebut membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang matang agar perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi pedagang, pengunjung, pelaku usaha maupun masyarakat secara luas.


“Tujuan utama kita adalah memastikan pembangunan ini menghasilkan kawasan yang lebih baik dan lebih nyaman. Infrastruktur jalannya harus tertata, ruang publiknya juga harus memberikan kenyamanan, dan seluruh fasilitas yang dibangun harus memiliki kualitas yang baik serta dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya.


Monev Jadi Instrumen Pengendalian Pekerjaan

Dalam proses pembangunan, monitoring dan evaluasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan pekerjaan di lapangan tetap berada pada jalur yang telah ditentukan.


Tim Dinas PUPR melakukan pemantauan terhadap progres pekerjaan, kondisi fisik di lapangan, kesesuaian pekerjaan dengan rencana teknis, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kualitas pembangunan.


Dengan adanya pengawasan secara berkala, apabila ditemukan persoalan atau bagian pekerjaan yang membutuhkan perhatian, dapat segera dilakukan evaluasi dan tindak lanjut.


Malvi menegaskan, pihaknya tidak ingin pembangunan hanya mengejar kecepatan penyelesaian, tetapi mengabaikan kualitas pekerjaan.


“Bagi kami, cepat selesai saja tidak cukup. Pekerjaan harus selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas. Kita ingin hasil pembangunan ini bisa bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tegasnya.


Revitalisasi Pasar Raya sendiri merupakan salah satu agenda pembenahan kawasan pusat perdagangan Kota Padang. Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah memulai sejumlah pekerjaan, termasuk penataan dan pembenahan basement Blok II dan Blok III. Pekerjaan tersebut mencakup pembersihan, perbaikan drainase dan pembenahan sirkulasi udara.


Selain itu, penataan kawasan juga mencakup elemen ruang publik. Pemerintah Kota Padang sebelumnya menyampaikan rencana menghadirkan ikon baru berupa air mancur di kawasan Pasar Raya sebagai bagian dari pembenahan estetika kawasan.


Dinas PUPR juga memiliki peran dalam pekerjaan fisik yang mendukung transformasi kawasan tersebut. Dalam rapat strategis Pemko Padang, Malvi Hendri dilaporkan menangani sejumlah pekerjaan, termasuk rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya.


Dorong Pasar Raya Lebih Modern dan Nyaman

Menurut Malvi, pembenahan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penataan kawasan secara keseluruhan. Infrastruktur yang baik diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan perdagangan yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan pusat kota.


“Kita ingin Pasar Raya ke depan tidak hanya menjadi tempat transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi kawasan yang tertata, nyaman dan memiliki ruang publik yang baik. Karena itu, setiap pekerjaan fisik yang kita lakukan harus mendukung tujuan besar tersebut,” ujarnya.


Ia menambahkan, proses transformasi kawasan Pasar Raya membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyediakan dan membenahi infrastruktur, sementara keberhasilan kawasan setelah ditata juga sangat bergantung pada keterlibatan pedagang, pelaku usaha dan masyarakat.


Karena itu, Malvi mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses revitalisasi dengan menjaga fasilitas yang telah dibangun serta mengikuti ketentuan penataan kawasan yang ditetapkan pemerintah.


“Kami mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pasar Raya. Pembangunan ini pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan bersama. Kalau fasilitasnya sudah diperbaiki dan kawasan sudah ditata, mari kita jaga bersama agar tetap bersih, tertib dan nyaman,” katanya.


Pengawasan Berkelanjutan

Pelaksanaan Monev secara berkala juga menjadi bentuk komitmen Dinas PUPR untuk memastikan pembangunan tidak berhenti pada tahap pengerjaan, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Pengawasan terhadap proyek fisik menjadi semakin penting mengingat kawasan Pasar Raya merupakan pusat aktivitas yang tetap digunakan masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung. Pemerintah sebelumnya bahkan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat selama pembangunan berlangsung.


Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pembangunan membutuhkan koordinasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kenyamanan serta akses masyarakat.


“Kita memahami bahwa selama proses pembangunan tentu ada aktivitas masyarakat yang terdampak. Karena itu, pekerjaan harus dilaksanakan secara terukur dan terus kita awasi. Harapannya pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengurangi perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ungkap Malvi.


Ia berharap seluruh tahapan revitalisasi Pasar Raya dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan.


Lebih jauh, Malvi berharap hasil pembangunan nantinya dapat menjadi bagian penting dalam mengembalikan wajah Pasar Raya sebagai pusat perdagangan dan ruang aktivitas masyarakat yang representatif.


“Harapan kita, setelah seluruh proses ini selesai, masyarakat bisa melihat perubahan yang nyata. Pasar Raya menjadi lebih modern, lebih tertata, infrastrukturnya lebih baik, ruang publiknya nyaman, dan tentunya memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat yang datang,” tuturnya.


Wujudkan Pusat Kota yang Lebih Representatif

Transformasi Pasar Raya menjadi kawasan yang lebih modern dan tertata merupakan proses yang membutuhkan waktu serta konsistensi. Pekerjaan fisik yang dilakukan secara bertahap diharapkan menjadi fondasi bagi pembenahan kawasan secara menyeluruh.


Dinas PUPR Kota Padang memastikan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk mengawal setiap tahapan pekerjaan. Dengan pengawasan tersebut, berbagai persoalan teknis yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.


Bagi Pemerintah Kota Padang, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan mampu meningkatkan kualitas kawasan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kita ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya. Pasar Raya adalah bagian penting dari wajah Kota Padang. Karena itu, mari kita kawal bersama prosesnya agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan kita semua,” pungkas Malvi Hendri.


Dengan pengawasan yang berkelanjutan, koordinasi lintas perangkat daerah dan dukungan masyarakat, revitalisasi Pasar Raya diharapkan mampu menghadirkan wajah baru pusat kota yang lebih tertib, modern, nyaman dan representatif, sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat Kota Padang. (**)

 


SUMBARNET — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat upaya penanganan persoalan genangan air di sejumlah kawasan perkotaan.

 

Salah satunya dilakukan melalui rehabilitasi jaringan drainase crossing di kawasan Bypass Lubuk Begalung menuju Batang Arau.


Pekerjaan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi saluran drainase, terutama dalam mengalirkan air dari kawasan sekitar Bypass menuju Sungai Batang Arau sebagai badan air penerima.


Rehabilitasi drainase ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kapasitas dan fungsi jaringan drainase perkotaan. Dengan kondisi saluran yang lebih baik, aliran air diharapkan dapat berlangsung lebih lancar sehingga potensi terjadinya genangan di kawasan sekitar dapat ditekan.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pembenahan jaringan drainase merupakan salah satu bagian penting dalam penanganan persoalan air permukaan di wilayah perkotaan.


Menurutnya, drainase memiliki fungsi strategis dalam mengatur dan mengarahkan aliran air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, kondisi saluran perlu dipastikan tetap berfungsi secara optimal agar air tidak tertahan dan menimbulkan genangan.


“Rehabilitasi drainase crossing By Pass Lubuk Begalung–Batang Arau ini kita lakukan untuk mengoptimalkan fungsi saluran dan memperlancar aliran air dari kawasan Bypass menuju Sungai Batang Arau. Harapannya, dengan saluran yang berfungsi lebih baik, potensi genangan di kawasan sekitar dapat kita kurangi,” ujar Malvi Hendri.


Ia menjelaskan, keberadaan jaringan drainase yang memadai tidak hanya berkaitan dengan persoalan genangan, tetapi juga berhubungan dengan kenyamanan masyarakat serta kelancaran aktivitas di kawasan tersebut.


Kawasan Bypass Lubuk Begalung merupakan salah satu koridor yang memiliki aktivitas masyarakat dan lalu lintas cukup tinggi. Ketika terjadi hujan dan air tidak dapat mengalir dengan baik, genangan berpotensi mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.


Karena itu, rehabilitasi saluran dilakukan sebagai salah satu bentuk intervensi infrastruktur untuk memperbaiki sistem pengaliran air.


“Tujuan kita bukan hanya memperbaiki salurannya secara fisik, tetapi memastikan sistem pengaliran airnya dapat bekerja secara optimal. Air dari kawasan sekitar harus memiliki jalur yang jelas dan lancar menuju badan sungai, sehingga tidak tertahan dan menyebabkan genangan,” kata Malvi.


Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi drainase crossing juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan sistem drainase dengan badan air penerima. 


Secara umum, pengelolaan drainase perkotaan memang membutuhkan keterhubungan antara saluran lingkungan, saluran primer maupun badan air tempat pembuangan akhir. Dokumen perencanaan Kota Padang juga mencatat sejumlah kawasan drainase yang memiliki Batang Arau sebagai badan air penerima.


Menurut Malvi, penanganan drainase tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat satu titik atau satu saluran. Setiap bagian dari jaringan harus diperhatikan agar aliran air dari kawasan hulu hingga ke hilir dapat berjalan dengan baik.


“Penanganan drainase harus kita lihat sebagai satu kesatuan sistem. Kalau satu bagian saluran sudah diperbaiki tetapi aliran di bagian lainnya masih terganggu, maka hasilnya belum akan maksimal. Karena itu, kita terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” tuturnya.


Ia menambahkan, rehabilitasi drainase juga merupakan bagian dari komitmen Dinas PUPR dalam menjaga kualitas infrastruktur perkotaan. Selain pembangunan infrastruktur baru, pemeliharaan dan rehabilitasi terhadap sarana yang sudah ada menjadi hal penting untuk memastikan infrastruktur tersebut tetap berfungsi dalam jangka panjang.


Hal tersebut sejalan dengan berbagai langkah Dinas PUPR Kota Padang dalam memperkuat fungsi drainase di sejumlah wilayah. Pada Agustus 2026, misalnya, Dinas PUPR juga melakukan rehabilitasi drainase di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, dengan tujuan memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan ketika hujan.


Sementara itu, upaya mengoptimalkan sistem pengaliran air juga dilakukan pada kawasan Batang Arau. Pada Juli 2026, Pemko Padang bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V melakukan pengerukan sedimen di kawasan Batang Arau sebagai bagian dari upaya menjaga kapasitas aliran sungai dan mengantisipasi risiko banjir.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan genangan membutuhkan langkah yang terintegrasi, mulai dari pembenahan saluran drainase hingga memastikan badan air penerima mampu menjalankan fungsinya.


Malvi berharap rehabilitasi drainase crossing Bypass Lubuk Begalung–Batang Arau dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mengurangi persoalan genangan yang muncul ketika curah hujan meningkat.


“Kita berharap pekerjaan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika hujan turun, air bisa lebih cepat mengalir melalui saluran yang telah diperbaiki sehingga genangan dapat diminimalkan. Tentunya kita ingin masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan sistem drainase tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah. Pemeliharaan saluran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga memiliki peran penting.


Menurutnya, saluran drainase yang telah dibangun atau direhabilitasi perlu dijaga bersama agar tidak kembali mengalami penyumbatan akibat sampah maupun material lainnya.


“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga saluran drainase yang sudah diperbaiki. Jangan membuang sampah ke dalam saluran karena dapat menghambat aliran air. Infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah akan lebih optimal manfaatnya apabila dijaga dan dipelihara bersama,” katanya.


Selain memberikan dampak terhadap pengurangan genangan, optimalisasi drainase juga diharapkan dapat mendukung kenyamanan pengguna jalan di kawasan Bypass Lubuk Begalung.


Genangan yang dapat diminimalkan akan membantu menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta mengurangi potensi gangguan terhadap arus lalu lintas saat hujan.

Dinas PUPR Kota Padang pun terus mendorong agar pekerjaan infrastruktur dilaksanakan dengan memperhatikan aspek teknis dan kondisi lingkungan sekitar.

 

Pengaturan pelaksanaan pekerjaan juga perlu memperhatikan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi proyek.


Pada akhirnya, rehabilitasi drainase crossing Bypass Lubuk Begalung–Batang Arau diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan genangan pada satu titik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem drainase Kota Padang secara keseluruhan.


“Harapan kami, seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak jangka panjang. Sistem drainase semakin baik, aliran air semakin lancar, potensi genangan berkurang, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Ini merupakan bagian dari upaya kita menghadirkan infrastruktur perkotaan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang,” pungkas Malvi Hendri. (**)



PADANG — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung bagi masyarakat. 


Salah satunya melalui kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten/kota berupa rehabilitasi jalan dan rehabilitasi trotoar di Jalan Samudra, Kota Padang.


Pekerjaan rehabilitasi tersebut telah dimulai sejak 31 Juli 2026 dan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.


Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran dengan nilai kontrak sebesar Rp8.556.994.684,78. Kegiatan tersebut memiliki nomor kontrak 007/Kon-PJ/APBD/DPUPR/2026, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.


Adapun kontraktor pelaksana pekerjaan rehabilitasi jalan dan trotoar tersebut adalah PT Kemuning Yona Pratama.


Rehabilitasi Jalan Samudra menjadi salah satu bagian penting dalam penataan infrastruktur perkotaan, mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.


Pekerjaan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup rehabilitasi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki.

 

Keberadaan trotoar yang layak dinilai penting untuk menciptakan ruang jalan yang lebih tertata serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berjalan kaki.


Dengan adanya pekerjaan tersebut, pemerintah diharapkan dapat menghadirkan kondisi jalan yang lebih baik, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Jalan Samudra.


Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Perkotaan


Rehabilitasi jalan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di bidang infrastruktur.

 

Kondisi jalan yang baik akan mendukung kelancaran mobilitas kendaraan, mengurangi potensi gangguan perjalanan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.


Sementara itu, rehabilitasi trotoar juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih ramah terhadap pejalan kaki.


Trotoar yang baik tidak hanya berfungsi sebagai jalur berjalan kaki, tetapi juga menjadi bagian dari sistem transportasi perkotaan yang mendukung keselamatan seluruh pengguna jalan.


Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Padang berupaya melakukan pembenahan secara bertahap terhadap sarana dan prasarana perkotaan sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.


Pelaksanaan pekerjaan dengan waktu 150 hari kalender juga diharapkan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan target yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Selain kualitas hasil pekerjaan, aspek keselamatan selama proses pengerjaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama karena kegiatan berlangsung di kawasan yang tetap digunakan masyarakat.


Pengaturan area pekerjaan, mobilitas kendaraan, serta akses masyarakat di sekitar lokasi menjadi bagian penting agar kegiatan pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang berarti terhadap aktivitas warga.


Masyarakat Apresiasi Perbaikan Jalan dan Trotoar


Pelaksanaan rehabilitasi Jalan Samudra mendapat apresiasi dari masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi pekerjaan.


Masyarakat menilai perbaikan infrastruktur tersebut merupakan langkah positif karena kondisi jalan dan fasilitas pejalan kaki yang lebih baik akan memberikan manfaat langsung bagi warga.


Salah seorang warga sekitar, Rudi (45), mengaku mengapresiasi adanya pekerjaan rehabilitasi jalan dan trotoar tersebut. Menurutnya, perbaikan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk menunjang kenyamanan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.


"Kami tentu mengapresiasi adanya perbaikan jalan dan trotoar ini. Kalau jalannya bagus dan trotoarnya juga tertata, masyarakat tentu lebih nyaman beraktivitas," ujarnya.


Ia berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan hasilnya memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang.


"Harapan kami pekerjaan ini dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan kualitasnya bagus, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama. Yang paling penting juga selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan tetap diperhatikan keselamatannya," katanya.


Apresiasi serupa disampaikan warga lainnya, Dewi (38). Ia menilai rehabilitasi trotoar menjadi salah satu bagian yang cukup penting karena keberadaan jalur pejalan kaki yang layak dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Menurutnya, masyarakat yang berjalan kaki membutuhkan fasilitas yang nyaman dan aman, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas cukup padat.


"Trotoar yang bagus tentu sangat membantu pejalan kaki. Kami berharap setelah selesai nanti trotoarnya bisa lebih nyaman, rapi dan aman digunakan masyarakat," ungkapnya.


Ia juga berharap proses pengerjaan dapat berlangsung sesuai jadwal sehingga masyarakat dapat segera menikmati hasil pembangunan.


"Kami mendukung pembangunan seperti ini. Semoga pekerjaannya lancar, tidak ada kendala, dan hasil akhirnya benar-benar sesuai dengan yang diharapkan masyarakat," tambahnya.


Diharapkan Beri Manfaat Jangka Panjang


Pekerjaan rehabilitasi jalan dan trotoar di Jalan Samudra diharapkan tidak hanya memberikan perubahan dari sisi fisik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.


Infrastruktur jalan yang memadai akan mendukung kelancaran pergerakan masyarakat, sementara trotoar yang tertata dapat meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki.


Keberadaan fasilitas publik yang baik juga menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan kawasan perkotaan yang tertata dan mendukung aktivitas masyarakat.


Karena itu, masyarakat berharap pekerjaan yang dilakukan melalui anggaran pemerintah daerah tersebut dapat dilaksanakan secara profesional dan memperhatikan standar teknis yang telah ditetapkan.


Masyarakat juga diharapkan turut menjaga hasil pembangunan setelah pekerjaan selesai. Pemeliharaan bersama menjadi penting agar fasilitas yang telah dibangun maupun diperbaiki dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang.


Dengan nilai kontrak mencapai Rp8,55 miliar dan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, pekerjaan tersebut diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur jalan dan trotoar yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Pemerintah Kota Padang melalui Dinas PUPR diharapkan terus melanjutkan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan, terutama pada ruas-ruas jalan yang menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat.


Rehabilitasi Jalan Samudra menjadi salah satu bentuk nyata upaya peningkatan infrastruktur perkotaan. 


Dengan dukungan pemerintah, pelaksana pekerjaan dan masyarakat, pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pengguna jalan serta masyarakat di sekitar kawasan.


Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan secara fisik, tetapi juga dari kualitas hasil pembangunan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.


Masyarakat pun berharap setelah seluruh rangkaian pekerjaan rampung, Jalan Samudra akan menjadi kawasan yang lebih nyaman, aman dan tertata, baik bagi pengendara maupun pejalan kaki. (**)

 


SUMBARNET - Upaya Pemerintah Kota Padang dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi genangan dan banjir patut mendapat apresiasi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, langkah konkret dilakukan dengan melakukan normalisasi aliran sungai di kawasan Timbalun, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.


Normalisasi sungai tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk memastikan fungsi saluran air tetap berjalan sebagaimana mestinya, khususnya menghadapi potensi peningkatan debit air ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan pesisir Kota Padang.


Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, S.T., M.Si., jajaran PUPR mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator ke lokasi untuk melakukan pengerukan material yang menumpuk di sepanjang alur sungai.


Material berupa batu, sedimentasi, lumpur dan berbagai endapan yang selama ini menghambat kelancaran aliran air dibersihkan secara bertahap. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai sehingga air dapat bergerak lebih lancar dan tidak mudah meluap ke kawasan permukiman maupun lahan masyarakat.


Langkah tersebut dinilai penting mengingat sungai memiliki fungsi strategis sebagai salah satu jalur utama pembuangan air, terutama saat hujan deras. Ketika alur sungai mengalami pendangkalan atau tersumbat material, kapasitas tampung dan kemampuan mengalirkan air tentu dapat berkurang sehingga risiko genangan menjadi lebih besar.


Karena itu, normalisasi sungai tidak semata-mata dipandang sebagai pekerjaan teknis pengerukan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pencegahan bencana yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.


Respons Cepat PUPR Patut Diapresiasi


Gerak cepat Dinas PUPR Kota Padang dalam menangani kondisi aliran sungai di Timbalun mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.


Bagi warga, persoalan sungai bukan sekadar persoalan infrastruktur. Kondisi sungai yang dangkal dan dipenuhi sedimentasi dapat berdampak langsung terhadap aktivitas serta rasa aman masyarakat, khususnya ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.


Sebelum dilakukan pengerukan, material yang menumpuk di dalam alur sungai disebut telah mengurangi kelancaran arus air.

 

Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu air meluap dan menggenangi sejumlah kawasan di sekitar sungai.

Karena itu, kehadiran alat berat PUPR di lokasi menjadi angin segar bagi masyarakat.


Seorang tokoh masyarakat setempat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Padang melalui Dinas PUPR yang merespons kondisi sungai tersebut.


Menurutnya, normalisasi sudah cukup lama dinantikan masyarakat karena sedimentasi dan tumpukan material di dalam sungai berpotensi menghambat aliran air ketika curah hujan meningkat.


"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi jajaran PUPR Kota Padang yang bergerak cepat merespons kondisi sungai kami. Dengan adanya pengerukan batu dan sedimen ini, aliran air menjadi jauh lebih lancar. Kami merasa lebih tenang dan nyaman ketika hujan deras turun," ujarnya.


Ia berharap normalisasi tersebut tidak berhenti pada pengerukan kali ini saja. Pemeliharaan dan pemantauan secara berkala dinilai penting agar sedimentasi tidak kembali menumpuk dan mengurangi fungsi sungai.


Bukan Sekadar Mengeruk, Tetapi Mencegah Risiko


Langkah Dinas PUPR Kota Padang ini menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur dasar membutuhkan respons yang cepat sekaligus berkelanjutan.


Normalisasi sungai pada dasarnya merupakan tindakan preventif. Pemerintah tidak harus menunggu terjadinya banjir atau genangan besar untuk kemudian melakukan penanganan. 


Pembersihan sedimentasi dan material penghambat aliran sejak dini menjadi salah satu cara untuk mengurangi potensi masalah ketika debit air meningkat.


Apalagi kawasan Bungus Teluk Kabung merupakan wilayah yang memiliki karakter geografis tersendiri dengan sejumlah kawasan permukiman, perkebunan, serta aliran sungai yang menjadi bagian penting dari sistem drainase alami masyarakat.


Jika alur sungai tidak terpelihara, sedimentasi yang terus bertambah berpotensi membuat sungai semakin dangkal. Pada saat yang sama, curah hujan tinggi dapat meningkatkan debit air secara cepat.


Dalam kondisi tersebut, sungai yang tidak mampu mengalirkan debit air secara optimal dapat meningkatkan potensi terjadinya luapan.

Karena itu, pengerukan yang dilakukan PUPR memiliki arti penting sebagai bentuk antisipasi.

Komitmen Wujudkan "Padang Rancak"


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, S.T., M.Si., bersama jajaran diharapkan terus memperkuat pola kerja yang responsif terhadap kondisi infrastruktur di tengah masyarakat.


Langkah normalisasi di Timbalun juga sejalan dengan semangat menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, aman, bersih dan memiliki ketahanan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.


"Normalisasi sungai ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga fungsi aliran air agar tetap optimal. Kami ingin memastikan saluran sungai dapat berfungsi dengan baik, terutama ketika terjadi peningkatan debit akibat hujan deras. Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan," ujar Malvi Hendri.


Menurutnya, upaya pemeliharaan sungai membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.


"Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke aliran sungai. Infrastruktur yang sudah ditangani pemerintah juga perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," lanjutnya.


Pemeliharaan Berkelanjutan Jadi Kunci


Apresiasi terhadap langkah PUPR Kota Padang tentu tidak hanya berhenti pada pengerahan alat berat. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan hasil normalisasi dapat dipertahankan.


Pengerukan sungai secara berkala, pemantauan titik-titik rawan sedimentasi, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi aliran air.


Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor yang sangat menentukan. Sungai yang telah dibersihkan akan kembali menghadapi persoalan apabila dijadikan tempat pembuangan sampah atau material yang dapat menyumbat aliran air.


Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dengan demikian menjadi kunci.


Pemerintah hadir melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, sementara masyarakat berperan menjaga lingkungan dan melaporkan lebih dini apabila ditemukan persoalan pada aliran sungai.


Langkah PUPR Kota Padang di Timbalun patut dipandang sebagai contoh bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak selalu harus menunggu masalah menjadi besar.


Ketika sedimentasi mulai menghambat aliran, penanganan lebih awal dapat menjadi investasi penting untuk mengurangi risiko yang lebih besar di kemudian hari.


Masyarakat pun berharap perhatian terhadap kawasan Bungus Teluk Kabung dapat terus berlanjut, bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi melalui sistem pemeliharaan yang rutin dan terukur.


Dengan normalisasi sungai yang dilakukan secara konsisten, fungsi aliran air dapat tetap terjaga dan potensi genangan maupun banjir dapat ditekan.


Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bukan hanya tentang membangun sesuatu yang baru, tetapi juga memastikan infrastruktur yang telah ada tetap berfungsi secara optimal.


Respons PUPR Kota Padang terhadap kondisi sungai di Timbalun menjadi salah satu bentuk nyata dari prinsip tersebut. 


Kerja cepat di lapangan, pemeliharaan berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat merupakan tiga hal yang harus berjalan beriringan demi menciptakan lingkungan Kota Padang yang semakin aman, bersih, tertata dan tangguh menghadapi ancaman banjir.


Upaya tersebut sekaligus memperkuat semangat mewujudkan "Padang Rancak", bukan sekadar sebagai slogan pembangunan, melainkan melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (**)



PADANG — Pembangunan infrastruktur pengairan melalui pekerjaan pembangunan Bendung Beringin Paket 3 di Beringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menjadi salah satu upaya peningkatan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dengan sumber pembiayaan Dana Alokasi Umum (DAU). Adapun nilai kontrak pekerjaan pembangunan Bendung Beringin Paket 3 tersebut mencapai Rp2.257.920.755.


Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Kartika Jaya Persada sebagai penyedia jasa. Pembangunan bendung ini menjadi bagian dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang memiliki fungsi penting dalam mendukung sistem pengelolaan sumber daya air di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan.


Keberadaan bendung tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik semata, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pengelolaan aliran air dan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

 

Karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas bendung diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila dikerjakan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Masyarakat sekitar pun menyambut baik adanya pembangunan tersebut. Mereka menilai pembangunan infrastruktur pemerintah sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sarana pengairan di daerah.


Salah seorang warga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah melalui pembangunan Bendung Beringin.


“Kami tentu mengapresiasi adanya pembangunan bendung ini. Infrastruktur seperti ini sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan dengan kebutuhan air dan kondisi lingkungan di sekitar. Kami berharap setelah selesai nanti hasil pekerjaannya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Menurut masyarakat, pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah perlu dilaksanakan secara transparan dan mengutamakan kualitas. 


Dengan demikian, bangunan yang telah selesai dikerjakan tidak hanya terlihat baik secara fisik, tetapi juga mampu bertahan dan berfungsi sebagaimana mestinya.


“Kami berharap pekerjaan ini dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan. Jangan hanya mengejar selesai, tetapi kualitas juga harus menjadi perhatian utama. Kalau kualitasnya bagus, tentu masyarakat yang akan merasakan manfaatnya dalam waktu lama,” kata warga lainnya.


Masyarakat juga berharap pembangunan Bendung Beringin dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan aktivitas warga di sekitar lokasi. Selain pembangunan fisik, pemeliharaan secara berkala juga dinilai penting agar fungsi bendung dapat tetap berjalan secara optimal.


Pembangunan dengan nilai kontrak lebih dari Rp2,2 miliar tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur dasar dan mendukung pengelolaan sumber daya air secara lebih baik.


Masyarakat berharap penggunaan Dana Alokasi Umum untuk pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat yang maksimal. Mereka juga mendorong agar setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek kualitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta ketentuan teknis yang berlaku.


“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan pembangunan infrastruktur di kawasan ini. Harapan kami, pekerjaan Bendung Beringin ini selesai tepat waktu, kualitasnya bagus, dan setelah selesai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar warga.


Dengan adanya pembangunan Bendung Beringin Paket 3 tersebut, masyarakat berharap fasilitas pengairan yang ada semakin baik dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah Beringin dan sekitarnya.


Pembangunan infrastruktur publik pada akhirnya bukan hanya diukur dari besarnya anggaran maupun selesainya pekerjaan, tetapi dari sejauh mana hasil pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Karena itu, kualitas pekerjaan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur menjadi harapan utama masyarakat terhadap pembangunan Bendung Beringin Paket 3.


Masyarakat pun berharap pemerintah bersama pihak pelaksana terus melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

 

Pengawasan yang baik dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan serta menghasilkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. (**)

 


SUMBARNET - Pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan di Kota Padang mendapat perhatian positif dari masyarakat. Salah satunya pekerjaan Pembangunan Jalan Paket 17 yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang melalui Bidang Bina Marga.


Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Tanjung Harapan dengan nilai kontrak sebesar Rp13.700.623.006 atau sekitar Rp13,7 miliar. Sumber pendanaan proyek berasal dari APBD Kota Padang.


Pada papan proyek juga tercantum bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program Penyelenggaraan Jalan, kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, dengan subkegiatan pembangunan jalan dan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.


Keberadaan pekerjaan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang selama ini menggunakan ruas jalan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


Warga menilai, peningkatan kualitas jalan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Jalan yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengendara, tetapi juga berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat, serta distribusi barang dan jasa.


"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas PUPR, yang telah melakukan rehabilitasi Jalan Maransi. Jalan merupakan fasilitas yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga kami tentu menyambut baik adanya perbaikan ini," ujar salah seorang warga.


Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan merupakan sesuatu yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Terlebih, ruas jalan yang menjadi akses masyarakat memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga setiap hari. Karena itu, perbaikan jalan diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.


Warga Harapkan Kualitas Pekerjaan Terjaga


Masyarakat berharap pekerjaan yang dilaksanakan dapat mengutamakan kualitas konstruksi sesuai dengan perencanaan dan ketentuan pekerjaan yang telah ditetapkan.


Warga juga berharap setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jalan.


"Harapan kami pekerjaan ini benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat dan kualitasnya dapat bertahan lama. Kami juga berharap pembangunan maupun perbaikan infrastruktur seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat," tambah warga.


Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap upaya Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar.


Bagi masyarakat, pembangunan jalan bukan semata-mata mengenai perbaikan permukaan jalan, tetapi juga menyangkut peningkatan konektivitas antarwilayah serta kemudahan masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan.


Dengan kondisi jalan yang semakin baik, masyarakat berharap mobilitas kendaraan dapat berlangsung lebih lancar dan aktivitas warga di sekitar kawasan turut terbantu.


Proyek Bernilai Rp13,7 Miliar


Sementara itu, papan informasi pekerjaan yang berada di lokasi mencantumkan pekerjaan tersebut sebagai Pembangunan Jalan Paket 17.


Proyek dengan nomor kontrak 015/Kont-PJ/APBD/DPU.../2026 tersebut dikerjakan oleh PT Tanjung Harapan dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.


Nilai kontrak yang tercantum dalam papan proyek mencapai Rp13.700.623.006, sedangkan konsultan pengawas yang tercantum adalah PT Perencana Jaya Indonesia KSO PT Taru Nusantara.


Informasi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan pembangunan jalan tersebut merupakan proyek pemerintah daerah yang menggunakan anggaran APBD Kota Padang.


Masyarakat pun berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai, sehingga hasil pembangunan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.


"Yang terpenting bagi kami hasil pekerjaan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR Kota Padang dan pihak pelaksana yang telah mengerjakan rehabilitasi Jalan Maransi. Semoga pembangunan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak jalan yang diperbaiki," ungkap warga.


Diharapkan Berkelanjutan


Masyarakat juga berharap perhatian terhadap infrastruktur jalan di Kota Padang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, kebutuhan terhadap jalan yang layak tidak hanya berada di satu kawasan, tetapi juga terdapat pada berbagai ruas jalan lainnya.


Warga menilai pemeliharaan dan peningkatan jalan perlu dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi serta tingkat kebutuhan masyarakat.


Selain itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Penggunaan jalan secara tertib, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak badan jalan menjadi bagian dari upaya bersama mempertahankan kualitas infrastruktur.


"Semoga setelah selesai nanti jalan ini bisa benar-benar memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Kami berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan jalan terus berlanjut," harap warga.


Pekerjaan rehabilitasi maupun pembangunan jalan pada akhirnya diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat dan perkembangan kawasan.


Dengan adanya dukungan pemerintah, pelaksana pekerjaan, pengawas, serta masyarakat, pembangunan infrastruktur di Kota Padang diharapkan dapat berjalan secara transparan, tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat. (**)



SUMBARNET - Upaya Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan terus dilakukan secara bertahap. Salah satunya melalui pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Jalan Ampang Karang Gantiang, Kecamatan Kuranji.


Perbaikan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan agar tetap layak digunakan masyarakat. Jalan yang memiliki kondisi baik dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar arus transportasi serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.


Pekerjaan perbaikan jalan dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman, aman dan lancar.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendry Chaniago, mengatakan perbaikan jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan infrastruktur yang semakin baik kepada masyarakat.


Menurutnya, pemeliharaan dan perbaikan jalan tidak hanya dilakukan pada ruas jalan utama, tetapi juga menyasar ruas-ruas jalan yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


"Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memastikan infrastruktur jalan tetap dalam kondisi baik dan dapat memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat yang melintas," ujar Malvi Hendry Chaniago.


Ia menjelaskan, kondisi jalan yang baik memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain memperlancar mobilitas kendaraan, infrastruktur jalan yang terawat juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat maupun kegiatan sosial lainnya.


"Tujuannya tentu agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman. Jalan yang baik akan mendukung kelancaran mobilitas warga, termasuk masyarakat yang menggunakan jalan ini setiap hari," katanya.


Malvi menambahkan, penanganan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta kebutuhan masyarakat. Hal tersebut diperlukan agar pekerjaan yang dilakukan dapat memberikan manfaat secara optimal.


Dinas PUPR, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ruas-ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Ruas jalan yang membutuhkan penanganan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pemeliharaan maupun perbaikan sesuai dengan kondisi dan prioritas yang ada.


"Pemeliharaan jalan akan terus kita lakukan secara bertahap. Kita melihat kondisi di lapangan dan menentukan penanganan yang diperlukan. Harapannya, seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan kita dapat terpelihara dengan baik," tuturnya.


Perbaikan di Jalan Ampang Karang Gantiang juga diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya pengguna kendaraan roda dua dan roda empat, keberadaan jalan yang lebih baik juga akan mendukung aktivitas warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut.


Bagi masyarakat, kondisi jalan yang nyaman merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran kegiatan sehari-hari. Jalan menjadi akses utama bagi warga menuju tempat kerja, sekolah, pusat pelayanan, kawasan perdagangan hingga berbagai fasilitas publik lainnya.


Karena itu, perbaikan jalan tidak semata-mata dipandang sebagai pekerjaan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari pembangunan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


"Harapan kita tentu masyarakat bisa merasakan manfaat dari setiap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan. Kita ingin jalan yang ada memberikan rasa aman, nyaman dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat," ungkap Malvi.


Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan diperbaiki. Menurutnya, keberlanjutan kualitas jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.


"Mari bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah diperbaiki. Infrastruktur ini dibangun dan dipelihara untuk kepentingan masyarakat, sehingga tentu perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," katanya.


Dinas PUPR Kota Padang sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur sebagai bagian dari pembangunan kota.


Perbaikan jalan menjadi salah satu pekerjaan yang terus mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas antarkawasan.


Dengan adanya penanganan jalan secara berkelanjutan, pemerintah berharap kualitas jaringan jalan di Kota Padang semakin baik. 


Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan fasilitas umum.


Malvi menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di bidang infrastruktur sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki.


"Kami akan terus berupaya melakukan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur secara bertahap. Semoga setiap pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut mendukung kemajuan Kota Padang," pungkasnya.


Perbaikan Jalan Ampang Karang Gantiang menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan di Kota Padang. Meski pekerjaan dilakukan pada satu ruas jalan, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.


Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum, kualitas infrastruktur jalan diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga mobilitas warga semakin lancar dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman. (AdF)

 


SUMBARNET - Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Jumat (4/9/2026).


Dua proyek yang menjadi lokasi peninjauan tersebut adalah pembangunan jalan menuju kawasan Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, serta pembangunan saluran drainase di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.


Dalam peninjauan itu, Fadly Amran didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Padang Didi Aryadi serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri.


Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, target waktu, serta standar kualitas pekerjaan yang telah ditetapkan.


Fadly Amran mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.


Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan keberlanjutan manfaat infrastruktur tersebut bagi masyarakat dan pengembangan wilayah.


“Kami turun langsung untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan pekerjaan yang dilakukan memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujar Fadly Amran di sela-sela peninjauan.


Jalan Pasir Jambak Dukung Pendidikan dan Pariwisata

Lokasi pertama yang dikunjungi Wali Kota Padang adalah pembangunan jalan menuju Pasir Jambak. Jalan tersebut berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.


Pembangunan ruas jalan ini dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan kawasan di sekitarnya.


Fadly Amran menyebutkan, terdapat dua objek vital yang dilalui oleh ruas jalan tersebut, yakni kawasan perguruan tinggi dan objek wisata Pantai Pasir Jambak.


Dengan kondisi jalan yang lebih baik, akses menuju kawasan pendidikan maupun destinasi wisata tersebut diharapkan semakin mudah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Pembangunan jalan ini memiliki peran penting untuk mendukung pengembangan wilayah. Di sepanjang kawasan ini terdapat perguruan tinggi dan juga objek wisata Pantai Pasir Jambak yang tentu membutuhkan akses jalan yang baik,” katanya.


Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat setelah selesai dibangun.


Fadly juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan di sekitar jalan dari keberadaan bangunan liar yang dapat mengganggu fungsi dan pengembangan kawasan ke depan.


“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ungkapnya.


Menurut Fadly, pengembangan infrastruktur jalan merupakan salah satu langkah awal dalam membuka potensi kawasan.

 

Aksesibilitas yang baik diyakini akan menarik minat investasi dan mendorong berkembangnya berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor pariwisata.


Keberadaan Pantai Pasir Jambak sebagai salah satu kawasan wisata di Kota Padang juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.


Progres Jalan Capai 95,6 Persen


Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer.


Jalan tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter dan dilengkapi bahu jalan masing-masing selebar satu meter.


Pembangunan ruas jalan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu anggaran sebesar Rp9,6 miliar. Sementara nilai kontrak pekerjaan mencapai sekitar Rp9,4 miliar.


Hingga saat ini, progres fisik pembangunan jalan telah mencapai 95,6 persen.


Dengan capaian tersebut, pekerjaan hanya menyisakan sekitar 4,4 persen dan ditargetkan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.


“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi,” jelas Malvi Hendri.


Saat ini, kata dia, sejumlah pekerjaan akhir tengah dilakukan oleh pelaksana proyek, di antaranya pengecoran bahu jalan dan pembuatan marka jalan.


“Sekarang sedang dilakukan pengecoran bahu jalan dan pembuatan marka jalan. Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” tambahnya.


Secara keseluruhan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.


Setelah rampung, jalan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, mahasiswa, wisatawan, serta berbagai aktivitas ekonomi yang berada di kawasan tersebut.


Drainase Pasar Tunggul Hitam untuk Pengendalian Banjir


Usai meninjau pembangunan jalan Pasir Jambak, Fadly Amran bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke proyek pembangunan saluran drainase di kawasan Pasar Tunggul Hitam.


Pembangunan drainase tersebut berada di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.


Menurut Fadly Amran, pembangunan saluran drainase merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kota Padang dalam mengatasi persoalan genangan dan banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan.


Pembangunan tersebut juga merupakan implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang yang telah disusun sebagai pedoman penataan sistem pengendalian air dan banjir di Kota Padang.


Ia berharap keberadaan saluran drainase baru tersebut nantinya dapat memperlancar aliran air, terutama di kawasan pasar yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.


“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran Pasar Tunggul Hitam ini,” ujar Fadly.


Ia juga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.


Pemerintah Kota Padang, kata Fadly, berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sistem drainase secara bertahap sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana banjir.


Selain pembangunan infrastruktur baru, penataan drainase juga menjadi penting untuk memastikan sistem aliran air di kawasan perkotaan dapat berfungsi secara optimal.


Terdiri dari Tiga Ruas Drainase


Sementara itu, Malvi Hendri menjelaskan bahwa pembangunan saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam terdiri dari tiga ruas.


Masing-masing ruas memiliki panjang 410 meter, 139 meter, dan 45 meter.


Pembangunan drainase tersebut bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.


“Pembangunan drainase ini bersumber dari dana Transfer ke Daerah atau TKD untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar, dan pengerjaan pembangunannya baru dimulai,” kata Malvi Hendri.


Ia mengatakan, proyek pembangunan drainase tersebut ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026 mendatang.


Dengan selesainya pembangunan nanti, saluran drainase diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyaluran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan Pasar Tunggul Hitam.


Kawasan pasar menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan sistem drainase memadai karena tingginya aktivitas masyarakat dan intensitas pembangunan di sekitarnya.


Keberadaan saluran yang berfungsi dengan baik diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung pasar, tetapi juga dapat mengurangi risiko gangguan aktivitas ekonomi akibat genangan air.


Infrastruktur Jadi Perhatian Pemko Padang


Peninjauan yang dilakukan Wali Kota Padang ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai dengan rencana.


Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan jalan sebagai sarana meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga melakukan pembenahan sistem drainase untuk mendukung pengendalian banjir dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman.


Pembangunan jalan menuju Pasir Jambak diharapkan dapat membuka akses dan mempercepat pertumbuhan kawasan pendidikan serta pariwisata.


Sementara pembangunan drainase di Pasar Tunggul Hitam menjadi bagian dari langkah jangka panjang dalam memperbaiki sistem tata air Kota Padang.


Fadly Amran menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Karena itu, pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian proyek menjadi perhatian pemerintah daerah.


Dengan progres pembangunan jalan Pasir Jambak yang telah mencapai lebih dari 95 persen dan pengerjaan drainase Pasar Tunggul Hitam yang mulai dilaksanakan, Pemerintah Kota Padang berharap kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target.


Setelah rampung, kedua infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, serta membantu mengurangi persoalan genangan dan banjir di wilayah Kecamatan Koto Tangah. (**)