Tampilkan postingan dengan label Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026. Tampilkan semua postingan

 


Keterangan foto : Habibi (tengah)


SUMBARNET - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet muda Kota Padang. Habibi, pesilat binaan Perguruan PPS Sakato Minangkabau, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Militer Open Championship Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026.


Kejuaraan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Minggu hingga Rabu, 6-9 September 2026, di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang.


Habibi yang masih duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 21 Padang tampil gemilang sepanjang pertandingan. 


Dengan semangat juang dan kemampuan yang dimilikinya, pesilat muda tersebut mampu melewati setiap pertandingan hingga akhirnya berhasil naik ke podium tertinggi dan membawa pulang medali emas.


Keberhasilan Habibi tidak terlepas dari latihan dan pembinaan yang selama ini dijalaninya bersama Perguruan PPS Sakato Minangkabau. 


Dalam persiapannya menghadapi kejuaraan tersebut, Habibi mendapat bimbingan langsung dari pelatih Januardy Ramadan.


Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan sekolahnya, tetapi juga bagi Perguruan PPS Sakato Minangkabau yang terus berkomitmen melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui olahraga pencak silat.


Sebagai seorang atlet muda, Habibi menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Meski masih berada di tingkat sekolah menengah pertama, ia telah mampu membuktikan kemampuannya dalam ajang kejuaraan yang diikuti oleh para pesilat dari berbagai daerah dan perguruan.


Habibi mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya dalam Kejuaraan Pencak Silat Militer Open Championship Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026.


Menurutnya, medali emas tersebut merupakan hasil dari latihan keras, disiplin, serta dukungan dari pelatih, orang tua, dan orang-orang yang selama ini memberikan motivasi kepadanya.


“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan medali emas dalam kejuaraan ini. Tentunya ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi saya. Semua ini tidak lepas dari latihan yang selama ini saya jalani dan arahan dari pelatih,” ujar Habibi.


Habibi mengatakan, keikutsertaannya dalam kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengejar kemenangan dan medali. Lebih dari itu, dirinya ingin menambah pengalaman bertanding serta mengukur kemampuan yang dimilikinya saat berhadapan dengan pesilat-pesilat lainnya.


“Saya mengikuti kejuaraan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan dan menguji hasil latihan yang selama ini saya jalani. Saya ingin terus belajar dan memperbaiki kekurangan saya dalam setiap pertandingan,” katanya.


Menurut Habibi, pencak silat bukan sekadar olahraga untuk meraih prestasi. Bagi dirinya, pencak silat juga menjadi wadah untuk belajar disiplin, membangun mental, menjaga kesehatan serta membentuk karakter yang lebih baik.


Ia berharap prestasi yang diraihnya saat ini tidak membuat dirinya cepat merasa puas. Sebaliknya, medali emas tersebut akan dijadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan berlatih lebih keras.


“Harapan saya ke depan bisa terus berprestasi dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang lebih tinggi. Saya ingin membawa nama baik orang tua, sekolah, perguruan dan Kota Padang. Medali emas ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih giat lagi berlatih,” ungkapnya.


Habibi juga berharap generasi muda, khususnya pelajar, dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan positif, salah satunya melalui olahraga dan seni bela diri pencak silat.


Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda.

 

Selain memiliki nilai olahraga dan prestasi, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, rasa hormat serta tanggung jawab.


“Saya berharap teman-teman seusia saya juga mau mencoba kegiatan positif dan mengembangkan bakat masing-masing. Jangan takut untuk mengikuti pertandingan dan berusaha meraih prestasi,” tuturnya.


Sementara itu, keberhasilan Habibi menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini memiliki peranan penting dalam melahirkan pesilat-pesilat berprestasi di masa depan.


Perguruan PPS Sakato Minangkabau melalui pembinaan yang dilakukan oleh pelatih Januardy Ramadan terus memberikan ruang bagi para atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan.


Januardy Ramadan selama ini aktif memberikan latihan dan pembinaan kepada para pesilat muda agar tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga mental bertanding, disiplin serta karakter seorang atlet.


Keberhasilan Habibi meraih medali emas dalam kejuaraan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di lingkungan Perguruan PPS Sakato Minangkabau untuk terus berlatih dan berani tampil dalam berbagai kompetisi.


Pencapaian tersebut juga menjadi modal berharga bagi Habibi untuk melanjutkan perjalanan prestasinya di dunia pencak silat. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang untuk terus berkembang dan mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi masih terbuka lebar.


Ke depan, Habibi bertekad untuk tidak berhenti sampai pada pencapaian medali emas kali ini. Ia ingin terus meningkatkan kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi-kompetisi pencak silat berikutnya.


“Ini baru awal bagi saya. Saya ingin terus berlatih, memperbaiki kemampuan dan semoga ke depan bisa kembali memberikan prestasi yang lebih baik lagi,” pungkas Habibi.


Keberhasilan Habibi dalam meraih medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat Militer Open Championship Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol Cup 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga, khususnya pencak silat di Kota Padang dan Sumatera Barat.


Prestasi atlet muda tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi, menjaga semangat juang serta membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin dan ketekunan, prestasi dapat diraih sejak usia muda. (Achi Yola)