Tampilkan postingan dengan label Vasco Roseimy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vasco Roseimy. Tampilkan semua postingan


SUMBARNET – Memasuki hitungan hari menuju pelantikan kepengurusan baru, Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Barat terus mematangkan persiapan. 

‎Rencananya, pelantikan yang dirangkai dengan Seminar Nasional tersebut akan digelar di Aula Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 29 Agustus 2026 mendatang.

‎Untuk memastikan kesuksesan acara dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pengurus JMSI Sumbar yang dipimpin Ketua Aguswanto bersama Sekretaris Almudazir  dan beberapa pengurus lainny telah melaksanakan agenda silaturahmi penting dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, ST. Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam membangun kolaborasi demi kemajuan ekosistem media digital di ranah Minang.

‎Ketua JMSI Sumbar, Aguswanto, menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat krusial, terutama menjelang pelaksanaan pelantikan dan seminar yang menghadirkan narasumber nasional.

‎"Kami sangat mengapresiasi waktu dan perhatian yang diberikan oleh Bapak Wakil Gubernur. Dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Pak Vasko, menjadi energi positif bagi JMSI Sumbar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pers di Sumatera Barat," ujar Aguswanto , Senin (11/8/2026) malam.

‎Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris JMSI Sumbar, Almudazir. Ia menjelaskan bahwa agenda pelantikan ini bukan hanya seremoni pergantian pengurus, tetapi juga bagian dari upaya organisasi untuk merancang program berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan manajemen perusahaan media di tengah tantangan industri digital yang dinamis.

‎"Pelantikan dan Seminar Nasional ini kami rancang untuk menjawab tantangan zaman. Kami berharap setelah kegiatan ini, anggota JMSI Sumbar semakin solid dan profesional, serta mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi berita masyarakat," tambah Almudazir

‎Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris JMSI Sumbar, Almudazir. Ia menjelaskan bahwa agenda pelantikan ini bukan hanya seremoni pergantian pengurus, tetapi juga bagian dari upaya organisasi untuk merancang program berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan manajemen perusahaan media di tengah tantangan industri digital yang dinamis.

‎Pelantikan dan Seminar Nasional ini kami rancang untuk menjawab tantangan zaman. Kami berharap setelah kegiatan ini, anggota JMSI Sumbar semakin solid dan profesional, serta mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi berita masyarakat," tambah Almudazir .

‎Silaturahmi dengan Wagub Vasko Ruseimy ini menambah daftar panjang konsolidasi yang telah dilakukan JMSI Sumbar. 

‎Sebelumnya, pengurus juga telah menjalin komunikasi erat dengan Komisi I DPRD Sumbar yang dipimpin Sawal Dt Putiah. Legislator tersebut menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kegiatan JMSI dan siap mensinergikannya dengan program Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbar.

‎Kami siap bersinergi dengan JMSI. Kegiatan positif dari insan pers harus kita dukung karena ini untuk kemajuan daerah dan kepentingan masyarakat Sumatera Barat," tegas Sawal dalam pertemuan sebelumnya .

‎Dengan dukungan penuh dari eksekutif dan legislatif, JMSI Sumbar optimistis pelantikan dan seminar nasional pada 29 Agustus 2026 mendatang akan berlangsung sukses dan membawa dampak positif bagi perkembangan industri media siber di Sumatera Barat. (Romelt)

 



SUMBARNET - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan keberhasilan pemulihan pascabencana di Sumbar sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat hingga media.


Menurutnya, masing-masing unsur memiliki peran strategis, termasuk media dalam membangun optimisme publik serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.


“Keberhasilan pemulihan pascabencana sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, semua pihak mesti bergerak seirama dan memiliki peran yang sama pentingnya, termasuk media,” ujar Vasko.


Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan penyerahan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” di Padang, Kamis (2/4/2026) lalu.


Dalam kesempatan itu, Vasko juga menyoroti fase pemulihan daerah pasca terdampak bencana. Menurutnya, fase tersebut merupakan tahapan paling menantang dalam penanganan bencana.


Ia menyebut, upaya yang dilakukan tidak bisa hanya sebatas perbaikan infrastruktur, tetapi juga perlu memastikan masyarakat terdampak dapat kembali hidup layak dan memiliki ketahanan ekonomi seperti sediakala.


“Yang paling berat saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tenang, dan memiliki penghasilan seperti sedia kala. Itu yang hingga saat ini terus kita upayakan,” tambahnya.


Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu, JPS memberikan penghargaan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berperan besar dalam penanganan bencana dan proses pemulihan di Sumbar. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wagub Vasko kepada para penerima.


Adapun rincian daftar penerima penghargaan tersebut adalah kategori tokoh antara lain Dony Oskaria, Andre Rosiade, Zigo Rolanda, Sonny Affandi, Ummi Harneli Mahyeldi, dan Rahmat Saleh. Sementara untuk kategori lembaga, penghargaan diserahkan kepada Hutama Karya Infrastruktur, Nindya Karya, Bank Nagari, Polda Sumbar, Kodam I/Bukit Barisan, dan Semen Padang.


Diketahui, berdasarkan surat keputusan Dewan Pembina JPS, susunan pengurus periode 2025–2028 terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, serta Dewan Pengurus dan sejumlah bidang strategis. Pelantikan pengurus baru dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina JPS, Leonardy Harmainy.


Adapun rincian susunan struktur pengurus periode 2025–2028 adalah sebagai berikut, Adrian Tuswandi sebagai Ketua Umum, Ikhwan sebagai Ketua Harian, Almudazir sebagai Wakil Ketua I, Zondra Volta sebagai Wakil Ketua II, serta Gilang Guardiola Gusvero sebagai Sekretaris, Wakil Sekretaris diisi Fardianto dan Bendahara dijabat Mona Sisca.


Sementara itu, sejumlah bidang juga dibentuk untuk memperkuat program kerja organisasi, di antaranya Bidang Advokasi dan Kode Etik Wartawan, Bidang Peningkatan Kapasitas Anggota, Bidang Sosial Masyarakat, serta Bidang Kemitraan dan Usaha.


Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2025–2028, Adrian Tuswandi menegaskan organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar wadah berkumpulnya pemimpin redaksi, tetapi telah menjadi identitas kolektif media di Sumbar.


Adrian menyebutkan, JPS saat ini dihuni oleh 35 media yang tergabung dan aktif dalam JPS. Kekuatan utama JPS, menurutnya, terletak pada kolaborasi dalam penyebarluasan informasi.


“Ini bagian dari identitas kita. Media yang tergabung di JPS memiliki kelebihan, khususnya dalam hal kolaborasi. Kita solid dan saling melengkapi dalam pemberitaan,"pungkasnya. (adpsb/bud)

 


SUMBARNET - Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, mengapresiasi peran Jaringan Pemred Sumbar (JPS) dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat, termasuk saat situasi bencana di daerah.


Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pelantikan pengurus JPS periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan penyerahan Medal of Honor Bakti untuk Negeri di Padang, Kamis (2/4/2026).


Menurut Vasko, keberadaan JPS sebagai wadah para pemimpin redaksi memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya bersifat rilis, tetapi juga hasil kerja jurnalistik yang dekat dengan masyarakat.


“Kami melihat JPS ini luar biasa. Informasi yang disampaikan sampai ke pembaca dengan jelas, bukan sekadar rilis, tetapi benar-benar ditulis sesuai kondisi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menyinggung kondisi penanganan bencana di Sumbar yang hingga saat ini masih berproses. Menurutnya, terdapat tiga tahapan utama dalam penanganan bencana, di mana tahap awal merupakan fase paling berat.


“Tahap pertama itu yang paling berat, bagaimana menangani dan mengevaluasi masyarakat terdampak agar bisa hidup layak, tenang, dan kembali memiliki penghasilan seperti sedia kala,” katanya.


Vasko menyebut, penanganan bencana di Sumbar relatif lebih cepat dibandingkan sejumlah daerah lain. Hal itu, tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga unsur media.


“Di Sumbar, prosesnya lebih cepat dibanding provinsi lain. Ini karena kerja sama semua pihak. Pemerintah hadir, termasuk JPS yang ikut turun sejak awal,” katanya.


Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif JPS sejak fase awal penanganan bencana, baik dalam penyebaran informasi maupun dukungan moril kepada masyarakat terdampak.


“JPS aktif sejak awal. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumbar juga turut menyerahkan Medal of Honor kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam penanganan bencana dan pengabdian kepada masyarakat.


Sementara itu, Vasko Ruseimy sendiri juga termasuk penerima penghargaan tersebut. JPS menilai perannya sebagai bagian dari komando dalam tanggap darurat bencana di Sumbar menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan penanganan di lapangan.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, media, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Sumbar dapat terus berjalan optimal dan berkelanjutan. (*)