PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat pembinaan internal personel tidak hanya dari sisi profesionalitas dan kemampuan teknis, tetapi juga melalui penguatan mental dan spiritual.


Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang menjadi bagian dari upaya membangun karakter personel Polri yang memiliki keimanan, integritas, disiplin, serta kepedulian terhadap masyarakat.


Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi personel Ditlantas Polda Sumbar untuk sejenak melakukan refleksi diri, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mengingat kembali hakikat tugas sebagai anggota Polri yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


Bagi jajaran Ditlantas, pembinaan rohani dipandang memiliki arti penting karena tugas di bidang lalu lintas bersentuhan langsung dengan masyarakat. Personel dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga memiliki kesabaran, ketulusan, kejujuran dan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., menekankan bahwa pembinaan mental dan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia Polri.


Menurutnya, kemampuan teknis dalam menjalankan tugas harus berjalan seimbang dengan kekuatan moral dan spiritual. Dengan demikian, setiap keputusan dan tindakan personel di lapangan diharapkan tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, aturan serta tanggung jawab sebagai anggota Polri.


“Binrohtal bukan hanya kegiatan rutin, tetapi menjadi ruang bagi kita untuk memperkuat iman, memperbaiki diri dan mengingat kembali bahwa setiap tugas yang kita jalankan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Reza.


Ia menegaskan, seorang anggota Polri harus memiliki integritas yang kuat karena dalam menjalankan tugas sehari-hari, personel berhadapan dengan berbagai situasi dan karakter masyarakat.


Menurut Reza, semakin kuat landasan moral seorang personel, maka semakin besar pula kemampuannya untuk mengendalikan diri, mengambil keputusan secara bijaksana dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat maupun nama baik institusi.


“Kita ingin setiap personel memiliki hati yang bersih dan niat yang tulus dalam melaksanakan tugas. Profesionalitas harus dibangun bersama integritas, karena kemampuan tanpa moral yang baik tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” katanya.


Membentuk Personel yang Humanis dan Berintegritas


Kegiatan Binrohtal juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh personel bahwa tugas kepolisian bukan semata-mata menjalankan kewenangan, tetapi juga memberikan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.


Dalam pelaksanaan tugas lalu lintas, personel Ditlantas berada di garis depan pelayanan publik. Mulai dari pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, pelayanan administrasi, edukasi keselamatan berkendara hingga berbagai kegiatan kepolisian lainnya, seluruhnya membutuhkan sikap profesional sekaligus pendekatan yang humanis.


Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh melalui pembinaan rohani diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika personel berada di tengah masyarakat.


Kombes Pol. Reza juga mengingatkan agar setiap anggota senantiasa menjadikan tugas sebagai bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.


“Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana kehadiran kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layani masyarakat dengan hati, jaga sikap, jaga integritas dan jangan pernah kehilangan rasa kemanusiaan dalam menjalankan tugas,” tuturnya.


Ia menambahkan, penguatan mental dan spiritual juga penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan personel di tengah tuntutan pekerjaan yang dinamis.


Tugas di bidang lalu lintas memiliki tantangan yang cukup kompleks. Personel harus mampu menghadapi kepadatan arus kendaraan, kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, kondisi jalan yang berisiko, hingga berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.


Situasi tersebut membutuhkan personel yang memiliki ketahanan mental, mampu mengendalikan emosi dan tetap memberikan pelayanan secara proporsional.


Dorong Budaya Pengabdian yang Tulus


Dirlantas Polda Sumbar berharap kegiatan Binrohtal dapat memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku personel dalam melaksanakan tugas.


Menurutnya, pembinaan rohani tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi perilaku nyata, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Harapan saya, apa yang kita dapatkan melalui Binrohtal ini tidak hanya berhenti di tempat kegiatan. Bawa nilai-nilai kebaikan itu ke lapangan, kepada keluarga, kepada rekan kerja dan terutama kepada masyarakat yang kita layani,” ungkapnya.


Reza juga berharap seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar dapat terus meningkatkan kualitas diri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, disiplin maupun moral.

Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dibangun melalui tindakan nyata setiap personel. Karena itu, setiap anggota memiliki peran penting dalam menjaga citra dan marwah institusi.


“Kepercayaan masyarakat harus kita jaga bersama. Setiap anggota adalah wajah Polri ketika berada di tengah masyarakat. Karena itu, mari kita tunjukkan bahwa Polantas hadir dengan sikap yang ramah, humanis, profesional dan berintegritas,” tegasnya.


Integritas Menjadi Landasan Pelayanan


Pembinaan rohani dan mental tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat.


Penguatan aspek spiritual diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membentuk personel yang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan dalam menjalankan tugas serta mampu menjaga amanah dan kewenangan yang diberikan negara.


Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa setiap personel harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu orientasi utama dalam pelaksanaan tugas.


“Mari kita jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian. Laksanakan dengan niat yang baik, hati yang bersih dan penuh tanggung jawab. Ketika niat kita benar, insyaallah cara kita melayani juga akan semakin baik,” ujarnya.


Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut dapat melahirkan personel Ditlantas Polda Sumbar yang semakin matang secara emosional dan spiritual, sekaligus semakin profesional dalam menjalankan tugas.


Pada akhirnya, kekuatan Ditlantas bukan hanya diukur dari kemampuan mengatur lalu lintas maupun menegakkan aturan, tetapi juga dari sejauh mana personelnya mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan keadilan bagi masyarakat.


Dengan memperkuat iman, memperbaiki diri dan menjaga integritas, Ditlantas Polda Sumbar berupaya memastikan setiap langkah pengabdian tetap berada pada koridor profesionalitas dan kemanusiaan.


“Kita ingin masyarakat melihat Polantas bukan hanya sebagai petugas yang mengatur dan menegakkan aturan, tetapi sebagai sosok yang hadir untuk membantu, melindungi dan memberikan rasa aman. Itulah pengabdian yang harus terus kita bangun,” pungkas Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq. (**)

 


Sumbarnet.id. Mentawai – Komitmen Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah perhelatan olahraga tingkat provinsi kembali ditegaskan. Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Rapat Koordinasi Teknis atau Rakornis di Homestay Mapadegat pada Kamis, 13 Agustus 2026. 


Rakornis ini menjadi langkah krusial untuk mematangkan seluruh persiapan teknis Mentawai yang dipercaya menjadi tuan rumah bagi lima cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi yang akan digelar Oktober mendatang.


Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, S.Fil.I., M.Si., beserta jajaran pengurus KONI Sumbar. Kehadiran pimpinan KONI provinsi menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap kesiapan Mentawai, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun regulasi pertandingan.


Turut hadir pula para ketua dari lima cabor yang akan bertanding di bumi Sikerei. Yakni Persatuan Selancar Ombak Indonesia atau PSOI, Judo, IBCA MMA, Kabaddi, dan Kriket. 


"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Mentawai. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami," ujar perwakilan KONI Mentawai dalam sambutannya.


Fokus utama pembahasan dalam Rakornis ini meliputi empat poin penting. Pertama, kesiapan fasilitas venue di setiap lokasi pertandingan agar sesuai standar nasional. Kedua, penetapan teknis dan peraturan pertandingan untuk kelima cabor. 


Ketiga, skema akomodasi dan transportasi bagi seluruh kontingen mengingat Mentawai merupakan daerah kepulauan. Keempat, manajemen logistik penunjang mulai dari peralatan pertandingan hingga konsumsi atlet.


Mengingat karakteristik geografis Kepulauan Mentawai yang khas dengan akses laut, koordinasi yang solid antara pengurus cabor lokal dan provinsi menjadi kunci utama. Tujuannya agar seluruh tahapan kompetisi berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar yang ditetapkan.


Penunjukan Mentawai sebagai tuan rumah untuk cabor seperti selancar ombak hingga seni beladiri dan olahraga beregu ini dinilai sangat tepat. Selain memanfaatkan potensi alam Mentawai yang sudah mendunia, terutama ombaknya bagi para peselancar, agenda olahraga ini juga diproyeksikan dapat mendongkrak sektor pariwisata lokal.


"Dengan adanya event sebesar ini, hotel, homestay, UMKM, hingga jasa transportasi di Mentawai pasti akan bergerak. Ini momentum kita untuk memperkenalkan budaya dan keindahan Mentawai ke seluruh Sumatera Barat," kata salah satu pengurus cabor.


Lebih dari itu, ajang ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat sportivitas dan prestasi bagi atlet-atlet Mentawai yang akan berlaga di hadapan pendukung sendiri.


Melalui Rakornis ini, KONI Kepulauan Mentawai bersama KONI Sumatera Barat dan seluruh pengurus cabor menguatkan sinergi dan komitmen bersama. Dengan persiapan yang matang dari jauh hari, Mentawai optimistis tidak hanya sukses sebagai penyelenggara yang ramah dan berkesan, tetapi juga sukses mengukir prestasi pada laga Oktober mendatang.


"Kami ingin Mentawai tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga menjadi tuan rumah yang berprestasi," tutupnya. (DB)

 


Jakarta, – Kinerja positif sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I 2026 menjadi salah satu bukti nyata hasil kerja Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor ekonomi nasional. Melalui konsolidasi dan transformasi BUMN yang dijalankan Danantara, berbagai perusahaan pelat merah berhasil mencatatkan lonjakan laba yang signifikan.


Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, hampir seluruh sektor strategis BUMN menunjukkan pertumbuhan positif. Mulai dari sektor perbankan, pertambangan, perkebunan, logistik, energi hingga industri manufaktur mencatat peningkatan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai kinerja BUMN saat ini masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan unggulan yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi nasional.


“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sejak lama menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misalnya Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan pertambangan, sektor telekomunikasi, serta Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8).


Menurut Toto, potensi pertumbuhan BUMN masih sangat besar. Ia menilai langkah pemerintah melalui Danantara dalam melakukan penataan dan konsolidasi perusahaan negara akan semakin meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN.


“Harapan saya proses streamlining BUMN dapat dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.


PT Timah menjadi BUMN dengan pertumbuhan laba tertinggi. Perusahaan tersebut membukukan laba bersih Rp2,71 triliun atau melonjak 804,7 persen dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp300 miliar. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi perusahaan yang dijalankan pemerintah.


PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan laba Rp8,51 triliun atau tumbuh 253 persen. Sementara PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba 196,5 persen menjadi Rp193,46 miliar. PT Agrinas Palma Nusantara turut mencatat pertumbuhan 150 persen dengan laba mencapai Rp890 miliar.


Di sektor jasa keuangan dan logistik, PT Pegadaian membukukan laba Rp6,59 triliun atau naik 84,6 persen. PT Pelindo mencatat laba Rp2,57 triliun atau tumbuh 60,4 persen. PTPN IV PalmCo membukukan laba Rp3,23 triliun atau meningkat 54 persen, sedangkan BTN mencatat laba Rp2,40 triliun atau naik 40,8 persen.


Bank Mandiri juga mempertahankan tren positif dengan laba Rp30,41 triliun atau tumbuh 24,3 persen. Sementara PT Pertamina Geothermal Energy membukukan laba 79,61 juta dolar AS atau meningkat 15,5 persen.


Tak hanya mencatat pertumbuhan laba, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi juga berhasil membalikkan keadaan. PT Krakatau Steel bertransformasi dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.


Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan hasil nyata kebijakan reformasi dan konsolidasi BUMN yang dijalankan Pemerintah Presiden Prabowo melalui Danantara. Peningkatan kinerja di berbagai sektor menunjukkan bahwa langkah penataan tata kelola, efisiensi operasional, dan penguatan sinergi BUMN mulai memberikan hasil yang terukur bagi perekonomian nasional. (***)

  


SUMBARNET - Kabar membanggakan datang dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq berhasil menembus tahap akhir seleksi kandidat Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada HUT ke-81 RI yang akan digelar di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2026.


Dari 10 perwira Polri yang sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi, kini tersisa dua perwira Polri yang masih menjalani proses seleksi bersama personel pilihan TNI. Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar menjadi salah satu kandidat yang berpeluang dipercaya mengemban tugas bergengsi tersebut.


Untuk mengikuti rangkaian pembinaan dan seleksi, Reza telah berada di Jakarta sejak 27 Juli 2026. Tahapan yang dijalaninya meliputi seleksi administrasi, kesehatan, postur, psikologi hingga latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).


Pengalaman Reza dalam pelaksanaan upacara di Istana Negara juga bukan hal baru. Pada 2011, ia pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Kelompok Pengibar Bendera Pusaka (Dankibraka).


Pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri dalam mengikuti seleksi tahun ini. Namun, proses seleksi tetap menjadi tantangan karena Reza harus bersaing dengan perwira-perwira terbaik dari berbagai daerah serta personel pilihan TNI.


Saat ditanya mengenai peluangnya untuk menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI, Reza memilih merendah dan meminta doa serta dukungan masyarakat.


“Ya, Insyaallah. Mohon doanya. Ini merupakan amanah yang sangat besar,” ujar Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq.


Hingga saat ini, penetapan perwira yang akan dipercaya menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara belum diumumkan secara resmi.


Keputusan akhir masih menunggu hasil penetapan resmi menjelang pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026.


Jika nantinya dipercaya mengemban tugas tersebut, kesempatan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polda Sumbar sekaligus membawa nama Sumatera Barat ke panggung nasional dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. (**)



PADANG — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang untuk pertama kalinya melaksanakan program inovatif “DWP Mengajar” sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.


Program tersebut diwujudkan melalui kunjungan edukatif ke SD Negeri Percobaan Padang dan SMP Negeri 3 Padang, Rabu (12/8/2026). 


Kegiatan diisi dengan pembekalan kepada peserta didik mengenai pendidikan karakter, pencegahan perundungan, perlindungan diri, batasan dalam pergaulan, serta cara menyikapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar dan media sosial.


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DWP Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala SMP Negeri 3 Padang Rika Susiwaty, Plt. Wakil Kepala SD Percobaan Padang Suciati Poro, serta dua narasumber dari pengurus DWP Kota Padang, yakni Gusmardina untuk jenjang SD dan Ria Sylfi untuk jenjang SMP.


Ketua DWP Kota Padang Nova Raju Minropa mengatakan, DWP Mengajar merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata para pengurus DWP dalam berbagi pengetahuan sekaligus menumbuhkan semangat belajar bagi generasi muda.


“DWP Mengajar adalah wujud nyata kepedulian Dharma Wanita Persatuan dalam berbagi ilmu, menumbuhkan semangat belajar, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak sehingga mereka memperoleh pengalaman yang bermanfaat,” ujar Nova.


Menurut Nova, program tersebut melibatkan sekitar 20 orang pengurus DWP yang turun langsung memberikan edukasi kepada siswa. Program DWP Mengajar telah dimulai sejak Februari 2026 dan akan terus dikembangkan dengan menyasar sekolah-sekolah lain di Kota Padang.


Materi yang diberikan dalam program ini disesuaikan dengan perkembangan psikologis dan kebutuhan siswa di setiap jenjang pendidikan. Hal tersebut dilakukan agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara tepat dan mudah dipahami oleh peserta didik.


Siswa SD Diajak Berani Tolak Bullying


Untuk siswa tingkat SD, materi yang diberikan berfokus pada pencegahan bullying atau perundungan serta pentingnya perlindungan diri.


Materi tersebut disampaikan anggota DWP Kota Padang Gusmardina dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.

 

Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dikemas melalui cerita, analisis video pendek, serta kuis berhadiah.


Pendekatan tersebut membuat para siswa lebih mudah mengikuti pembelajaran dan aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.


Salah satu pesan utama yang ditanamkan kepada siswa adalah keberanian untuk menolak segala bentuk perundungan serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.


Para siswa juga diajak menggaungkan jargon “Say No to Bullying” dan bersama-sama mendeklarasikan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.


Nova mengingatkan para siswa agar menjadi teman yang saling menyayangi dan melindungi. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan membahagiakan bagi seluruh siswa.


“Jadilah teman yang penyayang dan pelindung. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan membahagiakan untuk semua orang tanpa ada yang saling mengejek,” pesannya.


Plt. Wakil Kepala SD Percobaan Padang, Suciati Poro, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia mengatakan para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan.


“Alhamdulillah anak-anak kami sangat antusias karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Semoga dengan semakin gencarnya edukasi ini, tidak ada lagi kasus perundungan di sekolah, dan siswa semakin saling menghargai antarsesama,” kata Suciati.


Siswa SMP Dibekali Pemahaman Batas Pergaulan


Sementara itu, pada jenjang SMP, DWP Kota Padang memberikan materi yang lebih spesifik mengenai pencegahan penyimpangan seksual dan batasan dalam pergaulan.


Materi disampaikan anggota DWP Kota Padang Ria Sylfi dengan pendekatan yang santun namun tetap tegas. Siswa diberikan pemahaman mengenai batas privasi tubuh, pentingnya menjaga kehormatan dan kesehatan diri, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi atau lingkungan pergaulan yang tidak sehat.


Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara menyikapi konten negatif yang beredar di media sosial. 


Hal ini dinilai penting mengingat akses anak dan remaja terhadap berbagai informasi digital semakin luas.


Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberikan ruang konsultasi sehingga mereka dapat menyampaikan pertanyaan maupun persoalan yang berkaitan dengan pergaulan dan lingkungan sosial secara lebih terbuka.


Nova berpesan agar para siswa memiliki keberanian untuk menyaring lingkungan pergaulan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.


“Jagalah kehormatan dan kesehatan diri kalian. Masa depan yang cerah dimulai dari keberanian menyaring pergaulan dan menolak segala bentuk penyimpangan. Selalu terbuka kepada orang tua dan guru jika menghadapi masalah,” tuturnya.


DWP Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak


Nova menegaskan, pendidikan bagi anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kemampuan melindungi diri, serta kecakapan menghadapi lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda.


Karena itu, DWP Kota Padang berupaya mengambil peran melalui program DWP Mengajar. Kehadiran pengurus DWP di sekolah diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi siswa sekaligus memperkuat pesan-pesan pendidikan yang telah diberikan oleh pihak sekolah dan keluarga.


Program tersebut juga menjadi sarana bagi para pengurus DWP untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja saat ini.


Nova mengatakan, tema pembelajaran dalam DWP Mengajar akan terus disesuaikan dengan isu-isu yang berkembang di lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik.


Sasaran program untuk sementara difokuskan pada jenjang SD dan SMP dengan materi yang dibedakan sesuai usia serta perkembangan psikologis siswa.


Sekolah Apresiasi Program DWP Mengajar


Pelaksanaan DWP Mengajar mendapat sambutan positif dari jajaran sekolah. Pihak sekolah menilai program tersebut memberikan nilai tambah karena menghadirkan edukasi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi peserta didik saat ini.


Kepala SMP Negeri 3 Padang Rika Susiwaty mengaku bangga sekolahnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program DWP Mengajar.


Menurutnya, kehadiran pengurus DWP tidak hanya sebatas memberikan materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan siswa.


“Kehadiran pengurus DWP dinilai sebagai wujud kasih sayang seorang ibu yang membekali para siswa dalam menghadapi kompleksitas pergaulan remaja masa kini, sekaligus menjadi perisai agar siswa lebih waspada terhadap lingkungan yang kurang sehat,” ujar Rika.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak siswa di Kota Padang.

Bagi DWP Kota Padang, pelaksanaan DWP Mengajar menjadi langkah awal untuk memperluas kontribusi organisasi dalam dunia pendidikan.

 

Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan, tetapi berkembang menjadi gerakan edukatif yang berkelanjutan.


Dengan menggabungkan pendidikan karakter, pencegahan bullying, perlindungan diri, serta edukasi mengenai pergaulan sehat dan penggunaan media sosial, DWP Kota Padang berharap para siswa memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.


Program tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara DWP, sekolah, orang tua, dan berbagai pihak terkait dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Kota Padang. (**)

 


PADANG — Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan daerah. 


Komitmen tersebut mengantarkan Kota Padang masuk dalam enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.


Penilaian nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 berlangsung di Ruang Rapat Istana Gubernur Sumatera Barat, Rabu (12/8/2026). 


Penilaian dipimpin langsung Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan diikuti Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama jajaran Pemerintah Kota Padang.


Selain Kota Padang, lima daerah lainnya yang masuk dalam enam besar nominasi adalah Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kota Pariaman, dan Kota Payakumbuh.


Turut hadir dalam penilaian tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Padang Indra Noveri, serta Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang Muhammad Sobri.


Maigus Nasir mengatakan, masuknya Kota Padang dalam enam besar nominasi menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai kebijakan dan program yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.


Menurutnya, Pemko Padang memiliki komitmen yang kuat untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan daerah. Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.


"Komitmen ini juga sudah tergambar dari kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang. Ketika ada efisiensi anggaran, dukungan terhadap program keagamaan dan keuangan syariah tidak berkurang," ujar Maigus.


Ia menegaskan, penguatan ekonomi syariah di Kota Padang tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai sektor dan elemen masyarakat.


Salah satu instrumen yang dimiliki Pemko Padang adalah KDEKS Kota Padang yang berperan dalam mendorong koordinasi dan pengembangan berbagai program ekonomi serta keuangan syariah di daerah.


Selain melalui KDEKS, penguatan ekonomi syariah juga diarahkan melalui lembaga pendidikan serta masjid dan musala. Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Smart Surau.


"Di Kota Padang, kita memiliki KDEKS Kota Padang. Penguatan ekonomi dan keuangan syariah juga dilakukan melalui lembaga pendidikan, serta masjid dan musala melalui program unggulan Smart Surau," jelas Maigus.


Tidak Lagi Sekadar Konsep


Maigus optimistis Kota Padang memiliki peluang untuk meraih Anugerah Adinata Syariah 2026. Optimisme tersebut didasarkan pada berbagai program yang menurutnya telah memasuki tahap implementasi dan memberikan dampak nyata.


Ia menyebut Pemko Padang tidak lagi berada pada tahap merumuskan konsep semata, tetapi telah mulai menerapkan berbagai kebijakan dan program yang mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.


"Kita sangat optimistis mendapatkan penghargaan ini, karena kita tidak lagi berada pada tataran konsep atau pemikiran, tetapi sudah masuk kepada action. Kita sudah memulai dengan langkah-langkah konkret dan sekaligus memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan tersebut," katanya.


Menurut Maigus, keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi syariah juga tercermin dalam kebijakan penganggaran. Dukungan terhadap program keagamaan dan ekonomi keuangan syariah tetap menjadi perhatian meskipun pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.


Dukungan untuk Pelaku Usaha Halal


Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kota Padang Indra Noveri menjelaskan, Pemko Padang telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.


Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan anggaran untuk membantu percepatan sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pemenuhan legalitas bagi pelaku usaha.


Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM, sekaligus memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar dan memiliki kepastian legalitas.


"Pemko Padang memberikan dukungan anggaran untuk percepatan sertifikasi halal, SNI, dan legalitas bagi pelaku usaha," kata Indra.


Selain fasilitasi sertifikasi dan legalitas, Pemko Padang juga memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM halal.

 

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaku usaha agar mampu berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah di Kota Padang.


Pemko Padang juga telah menghibahkan sebidang tanah untuk Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur kelembagaan yang berkaitan dengan jaminan produk halal di daerah.


Dorong Literasi Keuangan Syariah hingga Kota Wakaf


Pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang juga dilakukan melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.


Pemerintah daerah mendorong masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan keuangan syariah serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan tersebut.


Selain itu, Pemko Padang juga mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan wakaf. Salah satunya melalui upaya pembentukan kota wakaf.


Potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) juga terus dioptimalkan sebagai salah satu instrumen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.


Berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi syariah yang tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan, tetapi juga terhubung dengan sektor usaha, pendidikan, kelembagaan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.


Dinilai Lintas Sektor


Penilaian Anugerah Adinata Syariah 2026 dilakukan oleh tim yang berasal dari berbagai lembaga dan instansi terkait.


Tim penilai terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, serta Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.


Keterlibatan berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa penilaian pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan secara lintas sektor dengan melihat berbagai aspek yang telah dijalankan oleh pemerintah daerah.


Bagi Pemko Padang, masuknya Kota Padang dalam enam besar nominasi menjadi pengakuan awal terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat program ekonomi dan keuangan syariah ke depan.


Pemerintah kota berharap berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari penguatan KDEKS, dukungan terhadap UMKM halal, percepatan sertifikasi halal dan legalitas usaha, peningkatan literasi serta inklusi keuangan syariah, pengembangan kota wakaf, optimalisasi ZISWAF, hingga penguatan peran masjid dan musala melalui Smart Surau, dapat memberikan nilai tambah dalam penilaian.


Dengan berbagai langkah konkret tersebut, Pemko Padang optimistis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat terus menjadi bagian integral dari pembangunan Kota Padang, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha. (**)



PADANG — Pemerintah Kota Padang terus mempercepat penyediaan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang November 2025. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang hingga kini masih menempati Hunian Sementara (Huntara) dapat segera memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan permanen.


Perkembangan pembangunan Huntap tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama jajaran Pemerintah Kota Padang, Senin (11/8/2026).

 

Peninjauan dilakukan di dua lokasi yang disiapkan untuk pembangunan Huntap, yakni kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, dan kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.


Dalam peninjauan tersebut, Maigus Nasir didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Padang Tri Hadiyanto, Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Desmon Danus, pejabat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Teddy Paul H. Siagian, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Camat Pauh Yandry, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar.


Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memastikan kesiapan lahan, progres pembangunan rumah, serta ketersediaan prasarana dan sarana pendukung di kawasan Huntap.


Maigus Nasir mengatakan, Pemerintah Kota Padang terus berupaya menyediakan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Huntap bagi warga terdampak bencana. Penyediaan lahan dilakukan melalui pemanfaatan aset pemerintah maupun pengadaan tanah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.


Menurutnya, penyediaan hunian permanen merupakan salah satu langkah penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana. Terlebih, sebagian warga terdampak masih harus tinggal di Huntara yang sifatnya hanya sementara.


"Kami terus berupaya menyiapkan lahan untuk pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak bencana. Penyediaan lahan dilakukan melalui aset pemerintah maupun pengadaan tanah menggunakan APBD Kota Padang," ujar Maigus.


Ia berharap pembangunan Huntap di sejumlah lokasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat terdampak banjir bandang dapat segera meninggalkan Huntara dan menempati rumah permanen.


"Harapan kami pembangunan Huntap ini berjalan sesuai rencana, sehingga masyarakat yang terdampak bencana dan masih tinggal di Huntara dapat segera menempati hunian yang lebih layak, aman, dan permanen," katanya.


Huntap Sungkai Disiapkan untuk 183 Kepala Keluarga


Salah satu lokasi yang menjadi perhatian Pemko Padang adalah kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.


Kepala Dinas Perkim Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan, pemerintah daerah telah menyelesaikan proses pengadaan lahan untuk pembangunan Huntap di kawasan tersebut. Luas lahan yang telah tersedia mencapai sekitar 4,6 hektare.


Di atas lahan tersebut, direncanakan dibangun sebanyak 183 unit rumah oleh Kementerian PKP RI. Pembangunan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada September 2026.


Tri mengatakan pembangunan Huntap di Sungkai tidak hanya mencakup bangunan rumah, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai prasarana dan sarana pendukung agar kawasan hunian tersebut dapat ditempati masyarakat secara layak.


"Huntap di Sungkai akan dibangun oleh Kementerian PKP lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, dan jaringan air minum. Pemko Padang menyiapkan sumber air minum," jelas Tri.


Huntap di kawasan Sungkai tersebut nantinya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana yang berada di wilayah Kecamatan Pauh.


Pembangunan 183 unit Huntap di Sungkai menjadi salah satu bagian dari target pembangunan hunian permanen bagi warga terdampak bencana pada tahun ini.


Huntap Balai Gadang Terus Dikebut


Selain kawasan Sungkai, Pemko Padang juga menyiapkan kawasan Bumi Perkemahan di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, sebagai lokasi pembangunan Huntap.


Untuk tahap pertama, telah tersedia lahan sekitar 2,8 hektare yang diproyeksikan untuk pembangunan sebanyak 141 unit rumah. Progres pembangunan di lokasi tersebut saat ini telah mendekati 50 persen.


Pembangunan rumah di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Pemko Padang memberikan apresiasi atas dukungan tersebut karena pembangunan Huntap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga yang terdampak bencana.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang. Terima kasih juga kepada Kementerian PKP RI yang telah membangun Huntap di kawasan Sungkai," ujar Maigus.


Menurut Tri, selain lahan sekitar 2,8 hektare yang telah tersedia, Pemko Padang juga telah membeli lahan tambahan sekitar 1,2 hektare. Lahan tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah.


Pemerintah kota juga tengah memproses pengadaan lahan tambahan seluas sekitar 2,2 hektare.


Dengan seluruh tahapan pengadaan lahan tersebut, Pemko Padang menargetkan kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang nantinya dapat menampung pembangunan sekitar 340 unit Huntap.


"Selain itu, kita juga sudah membeli lahan sekitar 1,2 hektare yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah. Kemudian sekarang sedang proses tambahan pengadaan lahan lagi sekitar 2,2 hektare. Secara keseluruhan, kita menargetkan pembangunan sekitar 340 unit Huntap di kawasan Bumi Perkemahan ini," kata Tri.


PSU Mulai Dikerjakan

Tidak hanya pembangunan rumah, Pemko Padang juga menyiapkan pembangunan Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) di kawasan Huntap Balai Gadang.


PSU tersebut antara lain mencakup jalan lingkungan, irigasi, serta sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang kawasan permukiman baru.


Tri mengatakan pekerjaan PSU direncanakan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat. Hal tersebut dilakukan karena Yayasan Buddha Tzu Chi saat ini lebih fokus pada pembangunan unit rumah.


"PSU kita mulai minggu depan, karena Yayasan Buddha Tzu Chi fokus membangun rumah," ujarnya.


Pemko Padang menargetkan pada tahun 2026 pembangunan sebanyak 141 unit Huntap dapat terealisasi di Balai Gadang. Sementara itu, sebanyak 183 unit Huntap lainnya ditargetkan dibangun di kawasan Sungkai.


Dengan demikian, total terdapat 324 unit Huntap yang ditargetkan dibangun pada tahun ini di dua lokasi tersebut, di luar rencana pengembangan lanjutan di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang.


Bagian dari Pemulihan Pascabencana

Penyediaan Huntap menjadi salah satu tahapan penting dalam penanganan dampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada November 2025.


Pemerintah Kota Padang bersama pemerintah pusat, lembaga sosial, serta berbagai pihak terkait terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak. Salah satu kebutuhan utama yang harus dipenuhi adalah memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman dan permanen.


Pemko Padang berharap pembangunan Huntap di Sungkai maupun Balai Gadang dapat berlangsung sesuai target. 


Selain menyediakan rumah, pembangunan kawasan tersebut juga diupayakan didukung infrastruktur dasar sehingga warga dapat menjalani kehidupan secara lebih layak setelah direlokasi dari kawasan terdampak bencana.


Dukungan Kementerian PKP RI melalui pembangunan Huntap di Sungkai serta kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi di Balai Gadang dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat.


Dengan tersedianya lahan, pembangunan rumah yang terus berjalan, serta persiapan PSU, Pemko Padang optimistis penyediaan hunian permanen bagi warga terdampak banjir bandang dapat terus dipercepat dan memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat yang selama ini masih berada di Huntara. (**)



SUMBARNET - Garda Muda Merah Putih (GMMP) menggelar demonstrasi di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (12/8). Massa mempersoalkan tarif, kualitas air hingga distribusi air kepada pelanggan.


Koordinator aksi GMMP, Ferdiansyah, mengatakan pelayanan air minum yang diterima masyarakat dinilai belum sebanding dengan tarif yang dibayarkan.


“Kami datang untuk menyampaikan tuntutan terkait tarif pembayaran air minum Kota Padang, kualitas air, dan jam distribusinya. Kami melihat di lapangan masih kurang ideal dan tidak sesuai,” kata Ferdiansyah.


Ia mengatakan sejumlah pelanggan masih mengeluhkan air keruh, distribusi yang tidak menentu hingga aliran air yang terhenti.


“Tarifnya sangat mahal, sementara kualitas airnya sangat minim. Mulai dari keruh, hidupnya tidak tahu kapan, bahkan ada yang mati total,” ujarnya.


Selain persoalan tersebut, GMMP juga meminta penjelasan mengenai dugaan 44 kepala keluarga (KK) di kawasan Lubuk Kilangan yang tercatat sebagai pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang.


Menurut informasi yang diterima GMMP, puluhan pelanggan tersebut diduga tidak mendapatkan aliran air.


“Di Lubuk Kilangan ada dugaan 44 KK yang terdaftar namanya di Perumda Air Minum Kota Padang, tetapi kondisi airnya tidak ada di sana. Itu juga yang ingin kami minta kejelasan,” katanya.


Massa kemudian meminta Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang menemui mereka untuk memberikan penjelasan. Namun, hingga aksi berlangsung, Direktur Utama disebut belum menemui massa.


Ferdiansyah mengatakan GMMP akan menunggu pihak manajemen. Jika tidak ada pertemuan, mereka berencana menggelar aksi lanjutan.


“Kami akan menunggu beberapa saat sampai Pak Dirut keluar dan mau bertemu dengan kami. Kalau hari ini tidak bisa bertemu, insyaallah kami akan melakukan aksi berjilid-jilid,” ujarnya.


Ia menegaskan aksi lanjutan akan dilakukan sampai persoalan pelayanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat mendapat kejelasan dan penyelesaian.


“Khususnya warga Kota Padang mendapatkan kualitas air dan mendapatkan haknya,” tegas Ferdiansyah.


Sementara itu, Perumda Air Minum Kota Padang sebelumnya menyebut gangguan distribusi air di sejumlah wilayah turut dipengaruhi kondisi intake yang terdampak banjir.


Material berupa batu, pasir, kayu, dan lumpur sempat menyumbat sejumlah intake. Kondisi tersebut mengganggu proses pengolahan air dan distribusinya kepada pelanggan. (**)

 


SUMBARNET - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, keluarga besar Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat mengikuti kegiatan jalan santai dengan penuh semangat dan antusias.


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, jalan santai juga menjadi momentum bagi seluruh jajaran BMCKTR untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta menciptakan suasana kerja yang semakin harmonis.


Para peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan, pejabat struktural dan fungsional, ASN, tenaga pendukung, serta keluarga besar BMCKTR tampak antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai. Dengan suasana yang santai dan penuh keceriaan, para peserta menikmati kebersamaan sembari menjaga semangat olahraga dan kesehatan.


Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST., MT., mengatakan bahwa kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan di lingkungan keluarga besar BMCKTR.


Menurutnya, semangat kemerdekaan sejalan dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kekompakan yang harus terus dibangun dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kegiatan jalan santai ini kita laksanakan sebagai bagian dari semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan kekompakan seluruh keluarga besar BMCKTR,” ujar Armizoprades.


Ia menambahkan, suasana kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan diharapkan dapat memberikan energi positif bagi seluruh jajaran. Dengan hubungan yang semakin baik antarpersonel, koordinasi dan kolaborasi dalam melaksanakan tugas juga diharapkan semakin kuat.


“Kita sehari-hari disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk menciptakan ruang kebersamaan, sehingga kita dapat saling mengenal lebih dekat, membangun komunikasi yang lebih baik, dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan BMCKTR,” katanya.


Armizoprades juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan keluarga besar BMCKTR yang telah berpartisipasi serta ikut menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar BMCKTR yang telah ikut berpartisipasi dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semangat kebersamaan ini tidak hanya hadir dalam kegiatan peringatan HUT RI, tetapi juga terus terbawa dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari,” ungkapnya.


Meriah dengan Doorprize dan Penyerahan Hadiah


Kemeriahan kegiatan semakin terasa setelah seluruh peserta menyelesaikan jalan santai. Panitia kemudian melanjutkan acara dengan pembagian doorprize bagi para peserta.


Pembagian doorprize berlangsung meriah. Peserta tampak antusias menunggu nomor atau nama yang mendapatkan kesempatan membawa pulang hadiah. Sorakan dan tepuk tangan terdengar setiap kali pemenang diumumkan, menciptakan suasana penuh kegembiraan di tengah keluarga besar BMCKTR.


Selain pembagian doorprize, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang sebelumnya telah dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, sportivitas, dan semangat seluruh peserta yang telah mengikuti berbagai perlombaan. Momen tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan penuh keceriaan.


Bagi keluarga besar BMCKTR, rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ini bukan sekadar menghadirkan hiburan dan kemeriahan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, kebersamaan, gotong royong, dan semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Sumatera Barat.


Armizoprades berharap semangat yang tercipta melalui rangkaian kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan BMCKTR.


“Harapan kita tentu kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga dan semakin erat. Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan dalam bentuk semangat bekerja, semangat melayani masyarakat, serta semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kekompakan dan meningkatkan kinerja kita bersama,” tutur Armizoprades.


Ia juga mengajak seluruh jajaran BMCKTR untuk menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pembangunan, khususnya di bidang bina marga, cipta karya, dan tata ruang.


“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan melaksanakan pembangunan dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dalam suasana penuh kebahagiaan. Tawa, sorakan, dan wajah ceria para peserta menjadi gambaran kuatnya semangat kekeluargaan yang terbangun di lingkungan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat.


Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar BMCKTR diharapkan semakin solid, kompak, dan mampu menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab. 


Semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pun diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi terus diwujudkan melalui semangat berkarya dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat. (**)

 


SUMBARNET - Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan anggotanya agar mampu naik kelas dan bersaing di era digital. Setelah memperkuat aspek legalitas dan kualitas produk, FKIKSP kini membekali 30 pelaku UMKM dengan keterampilan pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Pembekalan yang digelar pada 5-6 Agustus 2026 dengan tema "Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery" tersebut, menghadirkan praktisi digital marketing Arizi Utama sebagai narasumber itu diikuti pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar. Kehadiran istri Direktur Utama PT Semen Padang tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM anggota FKIKSP dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang bisnis di era digital.


Dalam sambutannya, Nilda mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi istri karyawan PT Semen Padang yang menjalankan usaha. Program itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi serta perubahan perilaku konsumen.


Menurutnya, program pembinaan UMKM yang dijalankan FKIKSP disusun secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi usaha hingga perluasan pasar. Pada tahun sebelumnya, FKIKSP telah memfasilitasi anggotanya dalam memenuhi berbagai aspek legalitas usaha, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal.


Selain itu, para pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan fotografi produk agar mampu menghasilkan materi visual yang lebih menarik untuk mendukung kegiatan promosi. “Pada tahun ini, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan kemampuan pemasaran digital. Fokus pelatihan diarahkan pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi serta optimalisasi TikTok Live sebagai sarana pemasaran dan penjualan secara langsung,” kata Nilda.


Nilda berharap kemampuan memanfaatkan teknologi dapat membantu UMKM anggota FKIKSP memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai produk, serta menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan. Karena, kemampuan menggunakan media digital, khususnya teknologi berbasis AI, telah menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. 


"Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara baru dalam menjangkau konsumen. Sebab, pemasaran digital tidak hanya membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, tapi juga dapat membantu meningkatkan daya saing, memperkuat identitas merek, dan membangun kepercayaan konsumen," ujarnya.


Nilda juga menyampaikan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Namun demikian, Nilda menegaskan strategi pemasaran luring dan daring harus berjalan secara beriringan. "Dengan strategi tersebut, pelaku UMKM dapat mempertahankan konsumen yang telah dimiliki sekaligus menjangkau pasar baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik," tuturnya.


Sementara itu, Arizi Utama menjelaskan bahwa identitas merek merupakan salah satu fondasi penting dalam pemasaran. Pelaku UMKM perlu memiliki karakter produk yang kuat dan jelas agar mudah dikenali serta dapat dibedakan dari produk sejenis di pasaran. Menurutnya, media sosial juga harus dikelola secara terencana dan konsisten, bukan sekadar menjadi tempat untuk mengunggah foto produk. 


Konten yang dipublikasikan harus mampu memberikan informasi, membangun kedekatan dengan audiens, serta mendorong calon konsumen mengambil keputusan pembelian. “Konten harus memiliki tujuan yang jelas. Selain memperkenalkan produk, konten juga perlu membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon konsumen,” kata Arizi.


Dalam pelatihan tersebut, Arizi turut memperkenalkan pemanfaatan AI untuk mempercepat proses produksi konten pemasaran. Teknologi itu dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun konsep promosi, membuat naskah, merancang kalender konten, hingga menyesuaikan pesan pemasaran dengan karakter target konsumen.


Meski demikian, Arizi mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap harus disertai pemahaman terhadap karakter produk dan kebutuhan pelanggan. Pelaku usaha harus mampu mengolah hasil yang diberikan teknologi agar tetap akurat, memiliki sentuhan personal, dan sesuai dengan identitas merek.


Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Para peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari penyusunan strategi digital marketing, penguatan branding, optimalisasi media sosial, hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi yang menarik dan relevan.


Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang cara membangun interaksi dan kepercayaan konsumen melalui komunikasi pemasaran digital. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik penjualan langsung melalui platform e-commerce, khususnya TikTok Live.


Peserta juga diajak memahami perilaku konsumen di era digital sebagai dasar dalam menyusun strategi penjualan. Pemahaman tersebut diperlukan agar pesan promosi, pemilihan platform, dan cara berinteraksi dengan pelanggan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.


Salah seorang peserta yang menjalankan usaha kuliner mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usahanya. “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi dengan lebih cepat dan menarik. Kami juga menjadi lebih percaya diri untuk mulai berjualan melalui TikTok Live dan platform digital lainnya,” ujarnya.


Melalui pelatihan ini, FKIKSP berharap para istri karyawan yang menjalankan UMKM semakin siap menghadapi transformasi digital. Penguasaan teknologi diharapkan dapat membantu mereka memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat daya saing usaha di tengah kompetisi yang semakin ketat.


Peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM dapat berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.


Dengan pembinaan yang konsisten, FKIKSP menargetkan UMKM anggotanya tidak hanya mampu naik kelas, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Dalam jangka panjang, UMKM binaan tersebut diharapkan mampu memperluas pasar dari tingkat lokal ke nasional, bahkan memiliki kesiapan untuk menembus pasar global.(*)