Menjadi Manusia Baru Dengan Kehidupan Baru di Tahun Baru 2019


Jakarta.SNet- “Esok harus LEBIH BAIK dari hari ini” bukan hanya sekadar penghias papan-papan motivasi. Namun dapat kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari mulai HARI INI. Untuk itu ucapkanlah dengan penuh keyakinan dan pasrah diri:

“A’udzubillahi Minasy Syaithanir Rajiim. Bismillahir Rahmanir Rahiim. Asyhadu an La Ilaha Illallah, wa Asyhadu anna muhammadar Rasulullah. Allahummaj'al khayra 'umri akhirahu, wakhaira 'amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma liqaika (Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan berikanlah padaku hari hari yang indah sampai aku bertemu dengan-Mu.”

Konon, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kwj pernah mengungkapkan(wallahu a'lam): "Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin, maka ia adalah orang yang terlaknat."

Motivasi dari menantu RasululLaah SAW tersebut nampaknya masih relevan. Jika ingin beruntung, jadilah orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin. Inilah inti pesan ajaran Islam yang sesungguhnya, yaitu selalu mendorong umatnya untuk maju.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Hasyr : 18)

Jadi, setiap muslim harus introspeksi terus apa yang telah diperbuatnya untuk masa depannya. "Hari esok" dalam ayat tersebut mengandung makna: hari esok yang dekat yaitu dunia, dan hari esok yang jauh yaitu akhirat. Artinya, kaum muslimin harus menyiapkan diri agar sukses masa depannya baik di dunia maupun di akhirat.

Karena itulah, jika kita berharap untuk dapat memperoleh segala kebaikan, perubahan dan kebahagiaan hari esok, maka harus peka dan berusaha untuk menyempurnakan harapan kita dengan mulai belajar menjadi sosok MANUSIA BARU. Mindset kita harus BERUBAH dan sikap kita harus DIPERBAIKI. Kinerja dan prestasi harus kita TINGKATKAN. Artinya, kita harus MENGUBAH kebiasaan yang sia-sia; memperkuat aqidah dan rasa religiusitas; berkomunikasi melalui pikiran, hati, maupun interaksi langsung; merangkul kemanusiaan dengan rasa kasih sayang (cinta); tidak ragu mengorbankan diri demi kebaikan; berkeadilan dan menyamaratakan keragaman; menyeimbangkan kepentingan duniawi dan akhirat; hidup tentram dan damai.

Dengan demikian, Menjadi Manusia Baru bukan hanya menjadi sekadar impian belaka. Akan tetapi, bagaimana cita-cita tersebut terealisasi sebagaimana mestinya. Bagaimana kita serasa DILAHIRKAN kembali tapi tidak dalam keadaan bayi. Manusia Baru menganggap setiap detak waktu akan terbuang percuma, jika tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat (baik untuk diri sendiri maupun orang lain). Mengambil langkah baru, tanpa ragu membuka selubung kegelapan yang selama ini tertutup.

Menjadi MANUSIA BARU bukanlah proses yang mudah, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mencapai taraf pembaharuan yang maksimal. Sebab proses menjadi Manusia Baru ini adalah kerja wilayah batin-qalbu, bukan fisik pada hakikinya. Intinya, pengkajian dasar Manusia Baru ialah pendalaman atas pencarian makna filosofis kehidupan. Maka, segeralah telusuri dan BERGERAKLAH untuk BERTRANSFORMASI menjadi Manusia Baru.

# SNet - AZ

0 Post a Comment:

Posting Komentar