Mahardika Mengajar Batch VI Hadirkan Pembelajaran Kreatif di SDN 12 Pulau Panjang



Solok Selatan, SUMBARNET  — Program Mahardika Mengajar Batch VI yang diinisiasi oleh Mahardika Muda Indonesia telah dilaksanakan pada 5–9 Januari 2026 di SDN 12 Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling Induk, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Program ini melibatkan volunteer dari mahasiswa dengan berbagai latar belakang pendidikan yang berkontribusi langsung dalam mendukung proses pembelajaran di daerah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.


SDN 12 Pulau Panjang merupakan sekolah yang masih menghadapi seumlah kendala, terutama pada ketersediaan media dan fasilitas belajar. Meski demikian, semangat belajar para siswa menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Antusiasme murid terlihat jelas dari keaktifan mereka mengikuti setiap sesi pembelajaran yang diselenggarakan selama program berlangsung.


Kehadiran Volunteer Mahardika Mengajar disambut positif oleh kepala sekolah dan para guru. Dukungan penuh dari pihak sekolah menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kolaboratif, dan menyenangkan. Selama kegiatan berlangsung, para volunteer menerapkan berbagai metode pembelajaran kreatif, di antaranya ‘belajar ceria: jadi mainan”, petualangan detektif: bentuk daun, edukasi anti-bullying, teka-teki silang (TTS), puzzle numerasi,  handprint, ular tangga emosi, dilanjutkan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta medical checkup (MCU) bagi anak-anak.


Guru-guru setempat memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan oleh para Volunteer Mahardika Mengajar. Salah seorang guru, bu Wini, menyampaikan bahwa metode pembelajaran berbasis eksplorasi alam, seperti pengenalan bentuk daun, sangat membantu proses belajar dan relevan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar. Ia juga menambahkan “Media belajar seperti ular tangga emosi yang ditinggalkan di sekolah dapat membantu proses pembelajaran atau icebreaking nantinya”.


Metode pembelajaran yang digunakan mengombinasikan pendekatan belajar aktif dan belajar sambil bermain, sehingga mampu mengembangkan potensi siswa secara holistik. Kegiatan numerasi dan permainan edukatif melatih kemampuan kognitif dan akademik, aktivitas praktik langsung mengasah psikomotorik dan kreativitas, sementara edukasi emosi, anti-bullying, dan kerja kelompok memperkuat kecerdasan sosial dan emosional siswa. Selain itu, edukasi kesehatan melalui PHBS, CTPS, dan MCU turut membangun kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari kesiapan belajar.


Melalui Mahardika Mengajar Batch VI, para volunteer tidak hanya berperan menjadi pengajar, tetapi juga menjadi pendamping dan motivator belajar bagi siswa. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, menumbuhkan semangat belajar anak-anak, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih. (Hafizatul Sa’diah)

0 Post a Comment:

Posting Komentar