SUMBAR NET, Setelah wukuf di Arafah, jemaah haji melakukan serangkaian ibadah berurutan mulai dari malam 10 Zulhijjah adalah mabit (bermalam) di Muzdalifah.
Cuaca Saudi Arabia saat ini mencapai 47⁰C, namun semangat jemaah tetap mengebu mengikuti rangkaian ibadah yang telah di program oleh Kementrian Haji dan Umrah. dr Virna Zufti ketua Tim Kesehatan Kloter tidak hentinya memberi edukasi kesehatan bagi seluruh jemaah bersama Ns.Donna. "Bapak dan Ibu jamaah janvan lupa terus konsumsi air yang banyak, jaga kondisi tubuh jangan sampai kekurangan cairan (dehidrasi) , unyuk itjbterus komsumsi air putih yang di campur dengan oralit yang telab di bagikan, ucapnya
Setelah menjalankan salat Maghrib dan Isya secara berjemaah dengan metode jamak takhir dan qashar, jemaah akan di berangkatkan ke Muzdalifah.
Ketua Kloter Adityawarman menyampaikan, "Di Muzdalifah jemaah akan mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah (Aqabah, Ula, dan husta) kemudian dapat Mengisi waktu malamnya dengan Zikir dan Doa memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, dan memanjatkan doa di bawah langit atau tenda dan beristirahat untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.
"Pemerintah Arab Saudi menerapkan metode murur, yakni melewati kawasan Muzdalifah menggunakan bus tanpa harus turun atau menginap demi keselamatan, terutama bagi jemaah hajinyang uzur dan mengindap penyakit dengan resiko tinggi," ujar Adityawarman.
Muhasabah di Muzdalifah adalah momen refleksi batin melepaskan sifat egois dan menata kembali ketaatan setelah wukuf di Arafah. Di bawah langit terbuka, tidur beralas tikar, dan dalam kondisi 'kusut masai', jamaah diingatkan akan kesetaraan manusia, kefanaan dunia, dan pentingnya merajut ketakwaan untuk bekal menuju akhirat.
Meleburkan Kesombongan : Tidur tanpa tenda mewah di ruang terbatas menghancurkan ego, merasa paling berjasa, atau paling hebat. Semua manusia sama di hadapan Allah SWT.
Kesyukuran dan Ketakwaan : Rasa lelah dan keterbatasan fasilitas menggugah rasa syukur atas nikmat yang selama ini diberikan, sekaligus memupuk rasa takut kepada-Nya.
Mempersiapkan Bekal (Jihad Moral) : Mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah adalah simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan bisikan setan. Ini adalah pengingat bahwa kebangkitan umat membutuhkan keseimbangan antara perenungan hati dan keberanian bertindak.
Momen Mustajab untuk Memohon :
Malam di Muzdalifah adalah waktu yang sangat utama untuk bertaubat, merintih, dan memanjatkan doa-doa terbaik.
Muzdalifah adalah lokasi tempat jemaah haji melakukan mabit (bermalam) dan mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah. Tempat ini memiliki keutamaan sebagai berikut:
Wajib Haji :
Mabit di Muzdalifah adalah wajib haji, meninggalkannya tanpa alasan syar'i mengharuskan jemaah membayar denda (dam).
Meneladani Rasulullah SAW :
Tempat ini adalah lokasi di mana Nabi Muhammad SAW bermalam dan berzikir setelah wukuf di Arafah.
Menggabungkan Salat :
Disunahkan menjamak dan mengqashar salat Magrib dan Isya.
Waktu Mustajab untuk Berdoa :
Jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, istigfar, dan doa hingga waktu fajar. (TPS)

0 Post a Comment:
Posting Komentar