PADANG – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas perekonomian di kawasan Pasar Raya Padang Fase VII menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Peningkatan jumlah pengunjung yang datang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan momentum tahun ajaran baru menjadi salah satu periode penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII.
Menurutnya, Pasar Raya Fase VII saat ini telah menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat secara lengkap, mulai dari pakaian, perlengkapan ibadah, alat tulis kantor, hingga beragam perlengkapan sekolah yang dibutuhkan siswa dan orang tua menjelang masuk sekolah.
“Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Sama-sama kita ketahui di Fase VII bukan hanya sekadar pakaian, bukan hanya sekadar mukena atau alat tulis saja, tapi juga perlengkapan-perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita juga tersedia di Pasar Raya Fase VII. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” ujar Fizlan di Padang, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru menjadi kesempatan bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan.
Kehadiran masyarakat yang mencari berbagai perlengkapan sekolah diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap aktivitas perdagangan di kawasan pasar.
Selain memaksimalkan potensi transaksi yang terjadi di Pasar Raya Fase VII, Dinas Perdagangan Kota Padang juga terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, mulai dari sektor perbankan hingga perusahaan transportasi berbasis aplikasi.
Fizlan mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mematangkan koordinasi dengan sejumlah pihak guna menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih dinamis dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berbelanja.
“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita,” katanya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program promosi, kemudahan transaksi non-tunai, hingga layanan transportasi yang mempermudah akses masyarakat menuju pusat perdagangan.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi di Pasar Raya Padang dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pedagang maupun konsumen.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang juga mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang biasanya terjadi ketika aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat meningkat.
Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pelaksanaan operasi pasar secara berkala.
Program tersebut akan difokuskan pada penyediaan sejumlah komoditas penting yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti beras, minyak goreng, dan cabai.
Kehadiran operasi pasar diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan gejolak harga agar tetap berada pada tingkat yang wajar.
Tidak hanya fokus pada peningkatan transaksi dan pengendalian harga, Pemerintah Kota Padang juga berkomitmen mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pasar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap revitalisasi Pasar Raya Padang, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk melakukan perbaikan berbagai fasilitas umum yang menunjang kenyamanan pengunjung dan pedagang.
Program revitalisasi tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang. Perbaikan infrastruktur pasar diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata, aman, nyaman, dan modern sehingga dapat meningkatkan daya tarik Pasar Raya sebagai pusat perdagangan utama di Kota Padang.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari penguatan kolaborasi dengan sektor swasta, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga revitalisasi infrastruktur pasar, Pemerintah Kota Padang optimistis geliat ekonomi di Pasar Raya Fase VII akan terus meningkat.
Momentum tahun ajaran baru pun diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para pedagang dan masyarakat Kota Padang secara keseluruhan. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar