DONGKRAK EKONOMI PESISIR: 6 KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH SIAP DIBANGUN DI MENTAWAI TAHUN 2026

 


Sumbarnet.id Mentawai– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan DKPP terus menggenjot program pemberdayaan masyarakat pesisir. Salah satu langkah strategisnya adalah mengusulkan pembangunan 21 titik Kampung Nelayan Merah Putih KNMP di seluruh wilayah pesisir Mentawai.


Program KNMP merupakan program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP. Konsepnya berbasis ekonomi biru yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tujuannya jelas: memberdayakan nelayan, memutus rantai tengkulak, dan menghubungkan hasil tangkapan langsung ke koperasi serta pasar.


Kepala DKPP Mentawai Zakirman mengatakan, secara geografis wilayah pesisir Mentawai mencakup 33 titik di 43 desa. Dari jumlah tersebut, Pemkab mengusulkan 21 titik untuk dibangun kampung nelayan.


“Dari 21 titik yang kita usulkan, saat ini sudah ada 12 titik yang dokumennya lengkap. Setelah dilakukan verifikasi dan survei oleh tim, yang benar-benar memenuhi syarat untuk dibangun tahun ini ada 6 titik lokasi,” kata Zakirman kepada media, Kamis 9/7/2026.


*Survei Selesai, 6 Titik Siap Dibangun*


Proses identifikasi dilakukan tim dari KKP bersama DKPP Mentawai. Tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei, dokumentasi foto, dan memastikan kelengkapan administrasi setiap titik.


Hasilnya, 6 titik dinyatakan siap untuk segera dibangun pada tahun 2026. Keenam titik tersebut tersebar di 3 pulau besar Mentawai, yaitu:


1.  Labuan Bajau, Desa Sigapokna

2.  Pokai, Desa Sikabluan

3.  Saliguma, Desa Siberut Tengah

4.  Maileppet, Siberut Selatan

5.  Matobe, Sipora Selatan

6.  Sikakap


“Direncanakan tahun ini 6 titik lokasi kampung nelayan akan dibangun di Mentawai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk nelayan kita,” tutur  Zakirman kepada media Kamis, 09/7/2026


Sementara 6 titik lainnya dari 12 yang diusulkan masih terkendala kelengkapan proposal dan administrasi. DKPP Mentawai mengaku akan terus mendampingi desa-desa tersebut agar segera melengkapi berkas.


*Fasilitas Lengkap, Anggaran Rp18-22 Miliar Per Titik*


Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar membangun pemukiman. Program ini menyiapkan ekosistem ekonomi nelayan secara utuh. Setiap titik akan dibangun dengan anggaran antara Rp18-22 miliar.


Fasilitas yang akan tersedia meliputi Cold Storage untuk menyimpan ikan, pabrik es, SPDN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan, tempat pengolahan ikan, tambatan perahu, hingga pasar ikan modern.


“Dengan fasilitas selengkap ini, nelayan tidak perlu lagi menjual hasil tangkapannya ke tengkulak dengan harga murah. Mereka bisa langsung menjual ke koperasi atau pasar dengan harga yang lebih adil,” jelas Zakirman.


Ia menambahkan, program serupa sudah berjalan di beberapa kabupaten/kota lain di Indonesia. Untuk Provinsi Sumatera Barat, Mentawai menjadi satu-satunya daerah yang mendapatkan alokasi 6 titik sekaligus pada tahap awal ini.



Zakirman berharap kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi solusi nyata untuk mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir Mentawai. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, pendapatan nelayan diharapkan meningkat signifikan.


“Kami tetap mendukung 15 titik lainnya yang masih dalam proses. Mudah-mudahan ke depan semua usulan 21 titik bisa terakomodir. Ini bentuk komitmen Pemda untuk memastikan tidak ada desa pesisir yang tertinggal,” pungkasnya.


Dengan konsep ekonomi biru dari hulu produksi, pengolahan, hingga hilir pemasaran, Kampung Nelayan Merah Putih di Mentawai diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan. (Robi)

0 Post a Comment:

Posting Komentar