INVESTIGASI DINKES DAN TKSK: KELUARGA JAPAR DI DUSUN SEAY HIDUP TANPA IDENTITAS DAN RUMAH LAYAK

 


Sumbarnet.id. Mentawai – Tim investigasi gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan TKSK Kemensos turun langsung ke rumah salah satu warga di Dusun Seay, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu 18/7/2026.


Kedatangan tim dipimpin oleh Eka dari Dinas Kesehatan dan Helmi selaku TKSK Kemensos. Mereka melakukan peninjauan ke kediaman Japar, warga berusia 61 tahun yang diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan.


Rumah yang ditempati Japar dan keluarganya tergolong tidak layak huni. Dindingnya dari papan tua, atap sebagian bocor, dan lantai masih tanah. Tidak ada jaminan kesehatan maupun bantuan sosial yang diterima selama ini.


HIDUP DARI MENGUMPULKAN KARAH DAN BESI TUA

Japar selama ini menggantungkan hidup dengan bekerja serabutan. Setiap hari ia mencari karah dan mengumpulkan besi tua untuk dijual. Penghasilannya hanya cukup untuk sesuap nasi sehari-hari.


Namun sejak 9 hari terakhir, Japar terpaksa berhenti bekerja. Ia jatuh sakit dan tidak mampu lagi berjalan mencari nafkah.


"Demi sesuap nasi, beliau setiap hari mencari karah dan besi tua. Tapi sekarang sudah 9 hari tidak bisa mencari. Sakit," ucap Helmi kepada media.


Kondisi ini membuat dapur keluarga Japar semakin sulit. Tidak ada lagi pemasukan, sementara kebutuhan makan dan obat-obatan terus berjalan.


BELUM MEMILIKI KTP DAN KK

Yang membuat miris, hingga saat ini Japar dan keluarganya belum memiliki dokumen kependudukan. Baik Kartu Tanda Penduduk KTP maupun Kartu Keluarga KK belum mereka miliki.


Akibatnya, Japar tidak bisa mengakses bantuan pemerintah seperti PKH, BPNT, BPJS Kesehatan, maupun program rumah tidak layak huni.


"Sangat prihatin melihat kondisi keluarga Pak Japar ini. Beliau berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Tapi karena tidak punya KTP dan KK, semua bantuan jadi terhambat," jelas Helmi.


HARAPAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH

Melalui investigasi ini, TKSK dan Dinas Kesehatan berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, bantuan pengobatan, hingga perbaikan rumah layak huni.


"Kami akan segera koordinasikan ke Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial. Pak Japar ini sudah lansia dan sakit. Beliau butuh jaminan kesehatan dan tempat tinggal yang layak," tambah Eka dari Dinkes.


Japar sendiri hanya bisa pasrah di atas dipan kayu. Dengan suara pelan ia berharap ada yang peduli dengan nasibnya.


"Saya sudah tua dan sakit. Kalau ada bantuan dari pemerintah, saya bersyukur sekali," ujarnya lirih.


Kasus Japar menjadi gambaran nyata masih adanya warga di daerah pesisir Mentawai yang hidup tanpa identitas dan jauh dari akses layanan dasar. Diharapkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait dapat segera meringankan beban keluarga ini. (Rob)

0 Post a Comment:

Posting Komentar