SUMBARNET - Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, didampingi Kepala Bidang Bina Marga beserta jajaran, melaksanakan kegiatan monitoring pada Ruas Jalan Provinsi Surantiah–Kayu Aro–Langgai (P.086) pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas BMCKTR dalam memastikan setiap program pembangunan infrastruktur jalan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Peninjauan secara langsung dilakukan untuk melihat kondisi eksisting ruas jalan, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, sekaligus menghimpun data teknis sebagai bahan dalam penyusunan rencana penanganan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan pada masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Dinas bersama rombongan meninjau sejumlah titik pada ruas jalan untuk mengamati kondisi perkerasan, drainase, bahu jalan, serta aspek pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas penanganan.
Hasil monitoring tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa kegiatan monitoring lapangan merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program penanganan jalan yang disusun benar-benar berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Dengan melihat langsung kondisi ruas jalan, kami dapat mengidentifikasi kebutuhan penanganan secara lebih tepat sehingga perencanaan yang dilakukan menjadi lebih akurat, efektif, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," ujar Armizoprades.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
"Jalan merupakan salah satu urat nadi perekonomian daerah. Infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar arus barang dan jasa, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Oleh karena itu, setiap tahapan perencanaan harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Menurut Armizoprades, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan jalan provinsi melalui pendekatan yang terukur dan berbasis data lapangan.
Monitoring seperti ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menentukan skala prioritas pembangunan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia berharap hasil monitoring pada Ruas Jalan Surantiah–Kayu Aro–Langgai dapat menjadi dasar dalam penyusunan program penanganan yang tepat sasaran sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami, hasil monitoring ini dapat menjadi landasan dalam menyusun langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan nantinya mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Armizoprades menegaskan bahwa Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang profesional, serta pengawasan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar