SUMBARNET - Hubungan persahabatan antara Kota Padang dan Kota Hildesheim, Jerman, kembali menorehkan sejarah baru. Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer meresmikan Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau, Kota Padang, Jumat (7/8/2026).
Peresmian jembatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus menandai semakin eratnya hubungan sister city atau kota kembar antara Padang dan Hildesheim yang telah terjalin sejak 1988.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, serta pembukaan selubung papan nama Jembatan Hildesheim oleh kedua kepala daerah.
Turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Denny Abdi, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan.
Peresmian tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran Wali Kota Hildesheim di Kota Padang menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kembali hubungan kedua kota yang telah berlangsung selama hampir empat dekade.
Bukan Sekadar Nama Jembatan
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pemberian nama Jembatan Hildesheim bukan sekadar penamaan sebuah infrastruktur.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan simbol penghormatan sekaligus bentuk nyata hubungan persahabatan antara masyarakat Padang dan Hildesheim.
“Pada 23 Juni 2022, Kota Hildesheim secara resmi memberikan nama salah satu jembatan di kotanya sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan persahabatan dengan Kota Padang. Hari ini, Kota Padang dengan bangga membalas penghormatan tersebut dengan memberikan nama Jembatan Hildesheim kepada jembatan ini,” ujar Fadly.
Dengan demikian, kini terdapat dua jembatan yang menggunakan nama masing-masing kota sebagai simbol hubungan persahabatan tersebut.
Di Hildesheim terdapat Jembatan Padang, sementara di Kota Padang kini berdiri Jembatan Hildesheim.
Fadly menilai keberadaan dua jembatan tersebut memiliki makna diplomasi yang kuat karena menjadi simbol yang dapat dilihat dan dikenang oleh masyarakat dari kedua kota.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol persahabatan yang telah terjalin selama empat dekade,” tegasnya.
Hubungan 38 Tahun Terus Diperkuat
Hubungan sister city Padang dan Hildesheim telah dimulai sejak 1988.
Selama kurun waktu tersebut, hubungan kedua kota berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama dan interaksi antarmasyarakat.
Bagi Fadly, hubungan yang telah bertahan selama 38 tahun tersebut merupakan modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi pada masa mendatang.
Ia berharap simbol persahabatan yang diwujudkan melalui Jembatan Hildesheim dapat diikuti dengan semakin banyak kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap jembatan ini menjadi simbol persahabatan dua negara yang menghadirkan lebih banyak kolaborasi dalam mendukung pembangunan, serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.
Menurutnya, kerja sama antarkota tidak semestinya hanya berhenti pada hubungan seremonial.
Hubungan tersebut harus dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi nyata dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, lingkungan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan perkotaan.
Hildesheim Juga Memiliki Jembatan Padang
Wali Kota Hildesheim, Ingo Meyer, menyambut penuh kebanggaan peresmian Jembatan Hildesheim di Kota Padang.
Menurutnya, pemberian nama tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua kota bukan sekadar kerja sama formal, tetapi telah berkembang menjadi persahabatan yang memiliki simbol nyata di masing-masing kota.
“Di Hildesheim telah berdiri Jembatan Padang, dan hari ini di Padang berdiri Jembatan Hildesheim,” ujar Ingo Meyer.
Ia menyebut keberadaan dua jembatan tersebut sebagai simbol luar biasa dari persahabatan yang telah dibangun dan dipelihara sejak 1988.
“Inilah simbol yang luar biasa dari persahabatan yang telah kita bangun dan pelihara sejak tahun 1988. Saya merasa sangat bangga dan bahagia dapat menyaksikan momen bersejarah ini bersama masyarakat Kota Padang,” katanya.
Menurut Ingo, hubungan kedua kota memiliki sejarah panjang yang perlu terus dijaga oleh generasi berikutnya.
Karena itu, ia berharap hubungan Padang dan Hildesheim tidak hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu, tetapi terus berkembang dengan berbagai bentuk kerja sama baru.
Momentum HJK Padang ke-357
Peresmian Jembatan Hildesheim juga memiliki makna khusus karena dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan HJK Padang ke-357.
Fadly mengatakan, usia panjang Kota Padang menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sejarah kota sekaligus memperkuat hubungan dengan berbagai mitra di tingkat nasional maupun internasional.
Selama lebih dari tiga abad, Padang telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan.
Namun, identitas sejarah, budaya dan nilai kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, hubungan Padang dengan Hildesheim menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan antarkota dapat terus bertahan dan berkembang melewati perubahan zaman.
Jembatan Hildesheim yang berada di kawasan Batang Arau pun diharapkan menjadi salah satu penanda sejarah baru bagi Kota Padang.
Batang Arau dan Masa Depan Kota Tua
Lokasi Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau juga memiliki arti strategis.
Batang Arau merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah perkembangan Kota Padang.
Kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pelabuhan, perdagangan, permukiman, hingga perkembangan kawasan Kota Tua.
Karena itu, penataan kawasan Batang Arau tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah dan meningkatkan daya tarik wisata Kota Padang.
Keberadaan jembatan yang menggunakan nama Hildesheim dapat menjadi bagian dari narasi tersebut.
Selain berfungsi sebagai penghubung aktivitas masyarakat, jembatan juga dapat menjadi penanda hubungan internasional yang dimiliki Kota Padang.
Kehadiran simbol persahabatan tersebut diharapkan mampu memperkaya identitas kawasan sekaligus menjadi bagian dari daya tarik bagi wisatawan.
Dari Simbol Menuju Kolaborasi Nyata
Fadly menegaskan, hubungan Padang dan Hildesheim ke depan harus terus diarahkan pada kerja sama yang memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, dunia yang semakin terhubung membuka banyak peluang bagi pemerintah daerah untuk membangun jejaring internasional.
Kerja sama antarkota dapat menjadi pintu masuk untuk bertukar pengalaman, pengetahuan dan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan.
Bagi Kota Padang, pengalaman Hildesheim dapat menjadi referensi dalam pengembangan kota, sementara potensi yang dimiliki Padang juga dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dan kebudayaan dengan masyarakat Hildesheim.
Dengan hubungan yang telah berlangsung selama 38 tahun, kedua kota memiliki modal sosial yang kuat untuk memperluas kerja sama tersebut.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Peresmian Jembatan Hildesheim pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah infrastruktur baru di kawasan Batang Arau.
Lebih jauh, jembatan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan antarmasyarakat dapat bertahan melintasi jarak, budaya dan batas negara.
Ketika warga Padang melewati Jembatan Hildesheim, nama tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai nama sebuah jembatan, tetapi juga sebagai simbol persahabatan dengan masyarakat Hildesheim.
Begitu pula ketika masyarakat Hildesheim melewati Jembatan Padang di kota mereka, nama Padang menjadi pengingat akan hubungan persahabatan yang telah dibangun sejak 1988.
Kini, kedua kota memiliki dua simbol yang saling berhadapan dalam semangat persahabatan.
Di tengah momentum HJK Padang ke-357, Jembatan Hildesheim menjadi pesan bahwa perjalanan panjang sebuah kota tidak hanya dibangun oleh jalan, gedung dan infrastruktur, tetapi juga oleh hubungan antarmanusia, kerja sama, kebudayaan dan persahabatan.
Dari Batang Arau, persahabatan Padang dan Hildesheim kembali diteguhkan. Bukan sekadar sebagai kenangan 38 tahun hubungan sister city, tetapi sebagai fondasi untuk membangun kolaborasi baru yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat kedua kota. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar