SUMBARNET - Kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Sebanyak 3,6 ton bantuan rendang berhasil dikumpulkan dan dikirimkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Bantuan tersebut secara resmi dilepas oleh Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumatera Barat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (22/8/2026).
Rendang yang dikumpulkan dari berbagai pihak tersebut selanjutnya diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara (AU) menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum diteruskan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Pelepasan bantuan ini menjadi bagian dari gerakan solidaritas masyarakat Sumatera Barat untuk membantu warga NTT yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berinisiatif mengumpulkan dan mengirimkan bantuan, di antaranya Gebu Minang Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, serta Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi).
Menurut Fadly, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap sesama warga Indonesia yang sedang tertimpa musibah.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama kepada saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah. Mudah-mudahan bantuan yang dikirimkan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa,” ujar Fadly.
Bantuan Rendang Dikirim Dua Tahap
Fadly menjelaskan, pengiriman bantuan rendang untuk korban gempa NTT sebelumnya juga telah dilakukan pada 17 Agustus 2026.
Pengiriman kembali dilakukan pada Sabtu (22/8/2026) sebagai bentuk keberlanjutan dukungan masyarakat Sumatera Barat terhadap para korban bencana.
Ia menyebut, pengumpulan bantuan masih terus dilakukan. Bahkan, setelah pengiriman kali ini, terdapat rencana kembali mengirimkan sekitar 500 kilogram rendang.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Padang, Lanud Sutan Sjahrir, serta seluruh pihak yang telah ikut membantu. Kami mendapat informasi, setelah ini akan dikirim lagi sebanyak 500 Kg rendang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita dapat mencapai target 5 ton sebagaimana yang telah ditetapkan,” kata Fadly.
Dengan tambahan bantuan tersebut, total bantuan yang berhasil dikumpulkan diharapkan terus bertambah hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Fadly berharap semangat gotong royong masyarakat Sumatera Barat tetap terjaga selama proses pengumpulan bantuan berlangsung.
Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi pesan solidaritas bahwa masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.
Gebu Minang dan LKAAM Kumpulkan 3,6 Ton Rendang
Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar mengatakan, Gebu Minang bersama LKAAM Sumbar telah berhasil mengumpulkan sekitar 3,6 ton rendang untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengumpulan bantuan tersebut.
“Kami dari Gebu Minang sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang begitu agresif menggerakkan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat membantu ribuan masyarakat NTT yang terdampak gempa dan saat ini sedang mengungsi,” ujar Fauzi.
Menurut Fauzi, besarnya jumlah bantuan yang berhasil dikumpulkan menunjukkan kuatnya semangat solidaritas masyarakat Minangkabau ketika daerah lain di Indonesia menghadapi bencana.
Gerakan tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang secara sukarela memberikan bantuan.
Rendang Dipilih karena Praktis dan Tahan Lama
Fauzi menjelaskan, rendang dipilih sebagai salah satu bentuk bantuan kemanusiaan karena memiliki sejumlah keunggulan sebagai makanan untuk situasi darurat.
Selain merupakan makanan siap saji dan mudah dikonsumsi, rendang juga memiliki daya tahan yang relatif lama.
Karakteristik tersebut membuat rendang dinilai cocok untuk dikirim ke wilayah yang sedang terdampak bencana, terutama ketika masyarakat membutuhkan makanan yang praktis dan dapat disimpan dalam waktu tertentu.
Rendang juga menjadi bentuk bantuan yang sekaligus membawa identitas kuliner Minangkabau.
Melalui bantuan tersebut, masyarakat Sumatera Barat tidak hanya mengirimkan makanan, tetapi juga menghadirkan semangat kepedulian dan persaudaraan kepada saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah.
Pengumpulan bantuan dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi di Sumatera Barat.
Selain Gebu Minang, LKAAM Sumbar dan Hipermi, dukungan juga datang dari DPRD Kota Padang, Lanud Sutan Sjahrir, Baznas Kota Padang, serta berbagai pihak lainnya.
Target Bantuan 5 Ton
Fadly Amran mengatakan gerakan pengumpulan rendang untuk korban gempa NTT masih akan terus dilanjutkan.
Pemerintah dan organisasi yang terlibat menargetkan bantuan yang terkumpul dapat mencapai sekitar 5 ton rendang.
Target tersebut diharapkan dapat segera tercapai melalui partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak.
Fadly mengapresiasi seluruh elemen yang telah ikut berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, kerja bersama menjadi kunci agar bantuan yang dikumpulkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Padang dan Lanud Sutan Sjahrir yang turut mendukung proses pengiriman bantuan.
Penggunaan pesawat Hercules TNI AU untuk mengangkut bantuan menjadi bagian penting dalam mempercepat proses distribusi menuju daerah tujuan.
Wujud Solidaritas Masyarakat Sumatera Barat
Pengiriman rendang ke NTT menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas masyarakat Sumatera Barat terhadap korban bencana di daerah lain.
Fadly Amran berharap bantuan tersebut dapat segera diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak gempa, khususnya mereka yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah,” ujarnya.
Sementara itu, Fauzi Bahar berharap gerakan kemanusiaan tersebut dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk ikut berbagi.
Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang batas wilayah.
Dengan terkumpulnya 3,6 ton rendang dan target lanjutan hingga 5 ton, Sumatera Barat menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama masih menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai bencana.
Bantuan rendang yang diberangkatkan dari BIM pun bukan sekadar pengiriman makanan, melainkan membawa pesan solidaritas dari masyarakat Sumatera Barat kepada ribuan warga NTT yang tengah berjuang melewati masa sulit pascagempa. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar