MENTAWAI, Sumbarnet.id – Musibah kebakaran menghanguskan dua unit gudang milik warga di Dusun Mangka Baga, Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (11/9/2026) pagi.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB tersebut mengakibatkan kedua bangunan gudang beserta seluruh isinya ludes dilalap api. Kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pemilik kedua gudang, Imelda Desriana Sabelau, mengatakan kobaran api pertama kali diketahui pada Sabtu pagi. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat hingga menghanguskan seluruh bagian kedua gudang.
“Gudang saya mulai terbakar Sabtu pagi sekitar jam 4-5 pagi. Apinya langsung membesar. Kedua gudang habis terbakar,” ungkap Imelda saat dihubungi Sumbarnet.id melalui pesan TikTok, Senin (14/9/2026).
Menurut Imelda, besarnya kobaran api membuat warga kesulitan melakukan upaya pemadaman. Masyarakat sekitar berusaha memadamkan api secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya.
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan akses serta tidak tersedianya mobil pemadam kebakaran di lokasi. Akibatnya, upaya penanganan api tidak dapat dilakukan secara maksimal dan kobaran api dengan cepat menguasai kedua bangunan.
Warga yang berada di sekitar lokasi hanya dapat berupaya membantu agar api tidak semakin meluas ke bangunan atau area lain di sekitarnya.
Meski kedua gudang tidak dapat diselamatkan, beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kebakaran hanya menimbulkan kerugian materi bagi pemilik gudang.
“Dalam insiden kebakaran ini tidak ada korban jiwa, cuma mengalami kerugian saja. Penyebab kebakaran belum tahu pasti apa penyebabnya,” jelas Imelda.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Hingga Senin (14/9/2026), penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan dua gudang tersebut belum diketahui. Dugaan mengenai sumber api juga belum dapat dipastikan sehingga masih diperlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Ketiadaan informasi pasti mengenai sumber api membuat pemilik maupun masyarakat masih menunggu hasil penelusuran untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut bermula.
Sementara itu, kondisi kedua gudang setelah kebakaran kini hanya menyisakan puing-puing bangunan. Berbagai barang yang tersimpan di dalamnya tidak dapat diselamatkan karena kobaran api berlangsung cukup cepat.
Besarnya kerugian yang dialami korban menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga pemilik gudang. Terlebih, seluruh bangunan dan isi gudang yang terbakar tidak dapat digunakan kembali.
Warga Harapkan Perhatian Pemerintah
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap keterbatasan sarana penanggulangan kebakaran di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki akses transportasi terbatas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana penanganan kebakaran di wilayah Kecamatan Pagai Selatan.
Ketersediaan peralatan pemadam kebakaran yang memadai dinilai penting untuk mempercepat penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, sehingga api tidak dengan mudah meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Selain dukungan fasilitas, warga juga berharap korban kebakaran mendapatkan perhatian serta bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk meringankan beban akibat kerugian yang ditimbulkan.
Musibah ini menjadi pukulan berat bagi pemilik gudang. Tidak hanya kehilangan bangunan, korban juga harus menanggung kerugian material yang nilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Informasi lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan serta jumlah kerugian secara rinci masih menunggu pendataan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. (Robi)

0 Post a Comment:
Posting Komentar