Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

 


Jembrana, – PT Nindya Karya (Persero) resmi memulai pelaksanaan pekerjaan konstruksi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, yang ditandai dengan kegiatan groundbreaking, Selasa (29/9/2026).


Proyek strategis ini menjadi bagian dari Program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I (IDN-1055) yang bertujuan memperkuat infrastruktur perikanan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi maritim di Bali dan kawasan sekitarnya.


Kegiatan groundbreaking dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta jajaran manajemen PT Nindya Karya (Persero), yakni Direktur Utama Firmansyah, Direktur Operasi I Fatchurrohman, dan SVP Infrastruktur II Bambang Asmoro.


Sebagai kontraktor pelaksana, Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, dan penerapan teknologi konstruksi modern.


Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan kawasan perikanan modern yang terintegrasi melalui pembangunan infrastruktur berkualitas.


"Nindya Karya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, ketepatan waktu, serta penerapan teknologi konstruksi. Kehadiran Nindya Karya dalam pengembangan PPN Pengambengan menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung penguatan infrastruktur perikanan dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional," ujar Firmansyah.


Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa Pengambengan dipilih sebagai pusat pengembangan perikanan karena Pelabuhan Benoa dinilai tidak lagi ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan skala besar.


"Pengambengan kita pilih untuk dikembangkan menjadi pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa sudah tidak ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan. Kita ingin membangun Pengambengan menjadi pelabuhan yang modern, tertata dengan baik, dan terintegrasi," kata Trenggono.


Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Bali.


"Saya mewakili masyarakat Bali mengucapkan terima kasih karena telah mewujudkan program ini, ini yang pertama dan terbesar di Indonesia. Program ini akan meningkatkan perekonomian dan perikanan di Bali," ujar Koster.


Pengembangan PPN Pengambengan mencakup pembangunan berbagai fasilitas yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur pelabuhan seperti dermaga, wharf, jetty, slipway, breakwater, dan revetment. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas perikanan berupa tempat penanganan ikan, cold storage, pabrik dan gudang es, hingga pasar ikan modern.


Fasilitas pendukung lainnya meliputi perbengkelan, gudang docking kapal, bengkel perbaikan jaring, SPBN, serta berbagai layanan penunjang operasional pelabuhan.


Melalui pengembangan ini, PPN Pengambengan diharapkan menjadi ekosistem perikanan terpadu yang menghubungkan aktivitas pendaratan ikan, pengolahan hasil tangkapan, pemasaran, hingga kegiatan industri. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional serta memberikan manfaat langsung bagi nelayan dan masyarakat sekitar. (***)



SUMBARNET - Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama sejumlah perusahaan BUMN menyalurkan tali kasih kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang menjadi korban insiden Arupadahtu I saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @bumn_id. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar BUMN kepada keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit.


Penyerahan tali kasih dilakukan secara simbolis pada 24 September 2026 di Gedung BP BUMN, Jakarta. Wakil Kepala BP BUMN II, Tedi Bharata, bersama perwakilan direksi sejumlah BUMN menyerahkan bantuan kepada perwakilan keluarga korban.


Dukungan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan BUMN, yakni Perum LPPNPI, Peruri, Perum Jasa Tirta I, Perum Jasa Tirta II, Pelindo, Jasa Marga, ASDP Indonesia Ferry, PTPN IV, dan Antara ETP.


BP BUMN menyebut kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong BUMN untuk hadir di tengah masyarakat, terutama bagi keluarga yang terdampak musibah.


“Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong BUMN untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga yang terdampak musibah,” tulis BP BUMN dalam unggahan akun Instagram @bumn_id.


Melalui bantuan tersebut, BP BUMN berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga korban. Selain itu, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan BUMN.


Langkah ini juga menunjukkan komitmen BUMN untuk terus hadir memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama saat menghadapi situasi duka dan bencana. (***)

 


SUMBARNET - Bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat kesiapan stok dan produksi pupuk untuk mendukung kelancaran Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027. 


Hingga 20 September 2026, stok Pupuk Kaltim di gudang produsen lini I dalam kondisi aman dan mencukupi, mencapai lebih dari 293 ribu ton. Sementara itu, realisasi produksi Pupuk Kaltim telah mencapai 5.102.923 ton per 22 September 2026.


Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan ketersediaan stok perlu dipersiapkan sejak awal untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pupuk selama musim tanam. Karena itu, perusahaan terus memastikan pasokan dan produksi pupuk berjalan optimal.


“Ketersediaan pupuk sangat krusial untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan stok dan keandalan operasional agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rafli.


Stok pupuk yang dimiliki Pupuk Kaltim saat ini terdiri dari 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska dan 2.182 ton NPK Kakao. Stok pupuk tersebut telah tersedia di Gudang Lini I Pupuk Kaltim dan akan disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan musim tanam.


Kesiapan stok tersebut didukung oleh kapasitas produksi Pupuk Kaltim yang mencapai 6,47 juta ton per tahun dari 13 pabrik. Kapasitas produksi tersebut terdiri dari 3,43 juta ton urea per tahun, 300 ribu ton NPK per tahun dan 2,74 juta ton amonia per tahun. 


Hingga 22 September 2026, Pupuk Kaltim telah merealisasikan produksi sebesar 2.735.832 ton urea, 254.458 ton NPK, dan 2.112.633 ton amonia. Capaian tersebut setara dengan 78,48% dari target produksi tahun 2026.



Menurut Rafli, kesiapan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh keandalan fasilitas dan efisiensi operasional. Karenanya, Pupuk Kaltim terus memperkuat penerapan Operational Excellence melalui digitalisasi dan revitalisasi fasilitas produksi.


“Keandalan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh efisiensi dan keandalan fasilitas. Karena itu, kami terus memperkuat Operational Excellence untuk memastikan fasilitas dapat beroperasi secara andal, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk,” jelas Rafli.


Salah satu langkah konkret tersebut dilakukan melalui proyek Revamping Ammonia Pabrik-2. Per Agustus 2026, Ammonia Pabrik-2 telah beroperasi penuh. Setelah proses revitalisasi, kapasitas produksi harian meningkat menjadi 1.841 ton dari sebelumnya 1.767 ton per hari atau naik 4,18%. 


Selain meningkatkan kapasitas, hasil uji kinerja menunjukkan proyek ini berhasil menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia. Efisiensi sebesar 4,03 MMBTU per ton amonia tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga USD14,3 juta per tahun atau sekitar Rp228 miliar per tahun.


Peningkatan kapasitas dan efisiensi tersebut, memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea. Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim terhadap program revitalisasi industri pupuk nasional.



Melalui kesiapan stok yang ditopang produksi yang andal dan Operational Excellence, Pupuk Kaltim terus menjalankan perannya sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup dalam mendukung agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. 


“Ketahanan pangan merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak. Pupuk Kaltim akan terus menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian penting dari peran kami dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Rafli.


Kontribusi Pupuk Kaltim terhadap ketahanan pangan juga diperkuat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pendampingan petani, Pupuk Kaltim turut mendorong peningkatan kualitas lahan, produktivitas, mutu hasil panen, pengetahuan petani, serta keberlanjutan area persawahan.


Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program Community Development di berbagai wilayah. Di Magetan, Jawa Timur, program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA) menerapkan ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah pertanian menjadi kompos dan biogas.


Sementara itu, di Bulutana, Sulawesi Selatan, program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT BERSERI) mengembangkan konsep Kawasan Kampung Sawah Abadi yang memadukan pertanian terpadu ramah lingkungan dengan potensi pariwisata lokal. 


Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pupuk Kaltim dalam memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mendorong keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Kami tidak berhenti pada bagaimana pupuk diproduksi dan disalurkan, tapi juga hadir dalam proses peningkatan kapasitas masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pertanian,” kata dia. (**)

  


SUMBARNET - PT Nindya Karya (Persero) mendapat apresiasi dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas kualitas pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di kawasan GOR Sudiang, Makassar, Rabu (23/9/2026).


Apresiasi itu disampaikan Menteri PU saat meninjau langsung berbagai fasilitas yang telah dibangun Nindya Karya di kawasan sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, Dody Hanggodo berkeliling memeriksa area masjid, lapangan, kamar dan asrama siswa, hingga fasilitas dapur dan kantin.


Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapan Sekolah Rakyat Sudiang sebelum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat. Dari hasil pengecekan lapangan, Menteri PU menilai pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya telah berjalan dengan baik dan menghadirkan fasilitas yang lengkap serta nyaman bagi para siswa.


Selain meninjau kualitas bangunan, Menteri PU juga mengecek kesiapan fasilitas pendukung, termasuk sistem pengelolaan dapur dan limbah. Dalam kesempatan itu, Dody Hanggodo memberikan sejumlah masukan teknis guna menyempurnakan fasilitas yang tersedia.


Apresiasi dari Menteri PU menjadi pengakuan atas komitmen Nindya Karya dalam menjaga kualitas, mutu, dan keselamatan kerja pada setiap proyek yang dikerjakan. Sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional, Nindya Karya terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Pembangunan Sekolah Rakyat Sudiang merupakan bagian dari dukungan Nindya Karya terhadap program pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas. Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.


Melalui proyek tersebut, Nindya Karya menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan karya konstruksi berkualitas yang mendukung pemerataan layanan pendidikan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan generasi penerus bangsa. (***)

  


SUMBARNET - Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia menggelar Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal program pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana melalui penguatan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji.


Acara tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait kolaborasi pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohamad Hatta. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakapolresta Padang, anggota DPRD Padang, Ketua Yayasan Galapagos Romelson Candra, Camat Kuranji, Lurah Guo, Komisaris PT Semen Padang, Dewan Pengawas Perhutani, serta berbagai unsur masyarakat.


Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia, Hendra Amriz, mengatakan Festival Tanam Hulu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap upaya pengurangan risiko bencana melalui penguatan kapasitas lingkungan di kawasan hulu DAS.


“Festival Tanam Hulu ini merupakan kegiatan multi-event yang berlangsung sekitar 30 minggu atau tujuh bulan. Program ini didukung klaster konsolidasi, edukasi, dan kompetisi yang saling berkaitan,” ujar Hendra.


Ia menjelaskan, pada tahap awal Galapagos memfokuskan kegiatan di kawasan Hulu DAS Batang Kuranji yang mencakup Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. Program tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat setempat.


Menurut Hendra, salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah kompetisi restorasi lahan dan tutupan vegetasi. Kompetisi itu menargetkan penanaman sedikitnya 60 ribu bibit yang terdiri dari tanaman hutan, tanaman agroforestri, bambu, serta berbagai vegetasi pengikat tanah.


“Seluruh kebutuhan peserta mulai dari penyiapan lahan, pengangkutan bibit, penanaman hingga perawatan akan didukung panitia. Kami juga menerapkan teknologi geotagging pada setiap pohon dan bambu yang ditanam sehingga proses pemantauan dan evaluasi dapat dilakukan secara rinci,” katanya.


Hendra menyebut gagasan Festival Tanam Hulu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.


Dalam kesempatan yang sama, Andre Rosiade menegaskan upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi sungai. Menurutnya, rehabilitasi kawasan hulu harus menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi bencana.


“Kita akan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran di kawasan hulu Kota Padang, khususnya di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. Kawasan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan kebencanaan di Kota Padang,” ujar Andre.


Andre mengungkapkan program tersebut merupakan hasil diskusinya bersama COO Danantara Dony Oskaria. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN, kata dia, telah disiapkan dukungan penanaman 60 ribu pohon dengan anggaran sekitar Rp2 miliar.


“Insya Allah Pak Dony Oskaria bersama BUMN siap mendukung melalui program TJSL. Harapannya pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.


Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi kolaborasi antara Galapagos, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kawasan hulu melalui pendekatan green infrastructure atau infrastruktur hijau.


“Dalam perspektif penanggulangan bencana, kita tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Green infrastructure juga sangat penting. Jika kawasan hulu sungai tidak kita jaga dan tidak kita hijaukan kembali, maka ancaman banjir dan banjir bandang akan selalu berpotensi terjadi,” ujar Fadly.


Ia berharap gerakan penghijauan tersebut dapat diperluas ke berbagai kawasan lain di Kota Padang yang memiliki karakteristik serupa. Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga akan memperkuat sistem peringatan dini bencana melalui pemasangan sensor dan perangkat pemantauan di kawasan rawan.


Festival Tanam Hulu menjadi salah satu program lingkungan terbesar yang digagas Galapagos dalam beberapa tahun terakhir. Selain menargetkan penanaman puluhan ribu pohon, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hulu serta mengurangi risiko bencana di Kota Padang. (***)



SUMBARNET - Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menghadiri pertemuan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, (4/9/2026). Pertemuan itu membahas percepatan hilirisasi dan penataan badan usaha milik negara (BUMN).


Selain Dony Oskaria, Presiden juga memanggil Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara lainnya.


Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat restrukturisasi dan perampingan BUMN guna meningkatkan efisiensi serta memperkuat peran perusahaan negara dalam mendukung pembangunan nasional.


Sebagai Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria turut terlibat dalam pembahasan arah penataan BUMN yang saat ini terus dijalankan pemerintah. Hingga September 2026, pemerintah mencatat sebanyak 290 BUMN telah ditutup melalui proses restrukturisasi dan konsolidasi.


Langkah tersebut disebut telah menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026.


Melalui program restrukturisasi yang lebih luas, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran dapat mencapai Rp100 triliun. Penataan itu dilakukan untuk membangun struktur perusahaan negara yang lebih ramping, sehat, profesional, dan mampu bersaing secara global.


Selain membahas restrukturisasi BUMN, rapat di Hambalang juga menyoroti percepatan hilirisasi sumber daya alam. Pemerintah menilai hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.


Presiden Prabowo menargetkan sinergi antara Danantara, BP BUMN, kementerian terkait, dan perusahaan negara dapat mempercepat pelaksanaan agenda hilirisasi sekaligus memastikan tata kelola BUMN berjalan lebih efektif dan efisien. (***)

 


SUMBARNET - COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meminta rencana pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan Pelabuhan Muara Padang diselaraskan terlebih dahulu dengan Pelindo dan pemerintah daerah sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.


Pernyataan itu disampaikan Dony saat menerima proposal pengembangan kedua pelabuhan dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Mahyeldi menyerahkan proposal tersebut melalui surat Nomor 552.4/195/DISHUB-SB/2026 tertanggal 1 September 2026. Surat itu juga ditembuskan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut serta KSOP Kelas II Teluk Bayur.


Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan pengembangan kawasan pelabuhan harus memiliki keselarasan antara perencanaan daerah, Pelindo, dan kebijakan pemerintah pusat.


"Rencana kawasan Teluk Bayur harus diselaraskan dulu dengan Pelindo dan pemerintah daerah, kemudian dikunci melalui kebijakan pusat agar resmi masuk dalam tata ruang," ujar Dony.


Pemprov Sumbar mengusulkan delapan pekerjaan prioritas di Pelabuhan Teluk Bayur. Di antaranya reklamasi terminal curah tahap pertama seluas 2,32 hektare, pembangunan Dermaga 08 dan Dermaga 09, pemasangan pipa CPO sepanjang 363,68 meter, penataan kawasan permukiman dalam pelabuhan, hingga perpanjangan pemecah ombak sepanjang 558 meter.


Sementara untuk Pelabuhan Muara Padang, usulan difokuskan pada pembangunan Gedung Maritime Centre dan penyusunan kajian bisnis kawasan.


Dalam proposalnya, Mahyeldi menyebut Teluk Bayur merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di pesisir barat Sumatera yang menjadi jalur utama ekspor dan distribusi komoditas Sumbar ke pasar nasional maupun internasional.


Data Pelindo yang dilampirkan menunjukkan Teluk Bayur memiliki dermaga peti kemas sepanjang 348 meter dan dermaga nonpeti kemas 850,5 meter. Kapasitasnya mencapai 345.600 TEUs per tahun, dengan kemampuan melayani curah cair 4,63 juta ton dan curah kering 4,74 juta ton setiap tahun.


Pelabuhan tersebut juga menjadi pusat distribusi minyak sawit mentah (CPO). Tujuh perusahaan memanfaatkan fasilitas tangki timbun di kawasan itu dengan total produksi lebih dari 3,15 juta ton pada 2025. Kontributor terbesar berasal dari PT Padang Raya Cakrawala dengan produksi 1,16 juta ton atau sekitar 37 persen dari total produksi.


Pemprov Sumbar juga mengungkap masih adanya kendala tata ruang. Perda RTRW dan RDTR Kota Padang 2023-2043 masih menetapkan kawasan Teluk Bayur sebagai zona transportasi sehingga belum mengakomodasi pengembangan kegiatan industri. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Muara Padang yang sebagian lahannya masih berstatus zona transportasi, kawasan perlindungan setempat, dan cagar budaya.


Untuk Muara Padang, rancangan Rencana Induk Pelabuhan telah memperoleh pertimbangan teknis dari Kementerian Perhubungan sejak 6 Februari 2025. Sementara pembangunan Gedung Maritime Centre telah mengantongi izin sumber daya air dan Amdal, serta tinggal menunggu persetujuan bangunan gedung sebelum masuk tahap pelaksanaan. (***)

 


Jakarta, – Kelangkaan solar yang berulang di Sumatera Barat diduga bukan karena kekurangan stok, melainkan diserap oleh aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi itu dinilai sulit terjadi tanpa diketahui pihak yang bertugas di lapangan.


“Kita minta data tak dapat-dapat. Sudah kirim surat ke Pertamina juga tak diberi. Padahal kita tahu mobil bolak-balik ambil solar ke SPBU. Kita tahu ada mobil bolak-balik itu, sudah lama Pak Dony,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada COO Danantara Dony Oskaria di Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Persoalan solar di Sumbar sudah lama menjadi keluhan. Razia kerap dilakukan, namun praktik yang sama terus berulang. Pemerintah Provinsi Sumbar pun akhirnya membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi dengan melaporkannya kepada Danantara.


Diperoleh informasi, PT Pertamina Patra Niaga segera mengirim tim ke Padang untuk membahas persoalan distribusi solar. Kunjungan itu diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan.


Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menyatakan akan memanggil pihak Patra Niaga untuk meminta penjelasan dan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Gubernur Mahyeldi.


Di sisi lain, aktivitas tambang emas ilegal di Sumbar disebut mencapai ratusan titik dan melibatkan ribuan pekerja. Ratusan alat berat beroperasi siang dan malam, sehingga membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar. Kebutuhan itulah yang diduga menjadi salah satu pemicu tingginya permintaan solar bersubsidi.


Aktivitas tambang ilegal juga dituding menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain meninggalkan lahan rusak, kegiatan tersebut berpotensi mencemari sungai akibat penggunaan merkuri.


Menurut Mahyeldi, Pemprov Sumbar telah mengajukan usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya penataan aktivitas pertambangan.


Dokumen yang diperoleh menunjukkan adanya dua surat usulan WPR yang dikirim gubernur kepada pemerintah pusat.


Surat pertama bernomor 540/249/MB/III/DESDM-2025 tertanggal 13 Maret 2025 ditujukan kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batubara. Dalam surat itu, Pemprov Sumbar mengusulkan WPR seluas 13.354,69 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten.


Rinciannya meliputi Agam sebanyak 9 blok seluas 68,81 hektare, Pasaman Barat 18 blok seluas 1.584,69 hektare, Solok Selatan 183 blok seluas 5.588,52 hektare, Solok 19 blok seluas 360,92 hektare, Sijunjung 131 blok seluas 5.625,06 hektare, Kepulauan Mentawai 16 blok seluas 93,87 hektare, serta Tanah Datar 12 blok seluas 32,82 hektare.


Surat kedua bernomor 540/563/BP/DESDM-2025 tertanggal 30 Juni 2025 merupakan tindak lanjut atas surat Dirjen Minerba tertanggal 15 Mei 2025. Dalam surat itu, gubernur mengusulkan tambahan WPR seluas 4.278,86 hektare.


Tambahan tersebut mencakup Dharmasraya sebanyak 90 blok seluas 2.777,15 hektare, Pasaman Barat 2 blok seluas 189,37 hektare, serta Pasaman 17 blok seluas 1.312,34 hektare.


Dengan dua surat tersebut, Pemprov Sumbar mengusulkan total 497 blok WPR dengan luas 17.633,55 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. Sebagian besar wilayah yang diusulkan diperuntukkan bagi komoditas emas. (***)

 


Jakarta, – COO Danantara Dony Oskaria memastikan akan segera menindaklanjuti laporan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi terkait kelangkaan solar yang masih terjadi di berbagai daerah di Sumbar.


Komitmen itu disampaikan Dony saat menerima Mahyeldi dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Menurut Dony, ketersediaan bahan bakar minyak merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga distribusinya harus berjalan lancar.


"Saya panggil segera Dirut Patra Niaga," kata Dony saat merespons laporan mengenai antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan solar.


Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar belum memperoleh akses terhadap data distribusi BBM dari Pertamina. Padahal, data tersebut dinilai penting untuk mengawasi penyaluran solar dan mencegah penyalahgunaan.


Dony yang juga menjabat Kepala BP BUMN menegaskan persoalan distribusi BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.


Selain membahas solar, Dony dan Mahyeldi juga mendiskusikan sejumlah agenda strategis pembangunan di Sumbar. Topik yang dibahas meliputi pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan pertambangan tanpa izin (PETI), proyek energi baru terbarukan, pemanfaatan gas Sinamar, pembangunan jalan tol, hingga pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur.


Terkait maraknya aktivitas PETI di Sumbar, Dony menawarkan pendekatan yang menggabungkan aspek ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara akurat terhadap aktivitas pertambangan rakyat yang ada.


Menurut Dony, Danantara akan mendorong PT Antam berperan sebagai perusahaan inti, sementara kelompok tambang rakyat yang telah mengantongi izin dapat menjadi plasma dalam ekosistem pertambangan yang lebih tertata.


Skema tersebut, katanya, harus disertai pengelolaan lingkungan yang ketat, termasuk penyusunan AMDAL, reklamasi lahan, serta penanaman kembali kawasan pascatambang.


"Hilirisasi, reklamasi, dan penanaman kembali harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) senilai Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.


Lima proyek yang diajukan meliputi PLTS Terapung Singkarak di Tanah Datar, PLTS Sijunjung, PLTS Mentawai, PLTS Pesisir Selatan, serta PLTG Sijunjung yang memanfaatkan potensi gas dari Blok Sinamar.


Dony menilai pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan gas domestik memiliki potensi besar untuk memperkuat pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia menegaskan seluruh proyek harus didukung kesiapan dokumen, kepastian perizinan, dan koordinasi lintas instansi.


Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan gas Sinamar di Kabupaten Sijunjung. Cadangan gas di wilayah kerja South West Bukit Barisan itu diperkirakan mencapai 35 MMSCFD dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik.


Selain sektor energi, pembahasan juga mencakup rencana pengembangan jalan tol dan perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. Menurut Dony, proyek-proyek tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dan mempercepat pergerakan barang serta investasi di Sumbar.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP BUMN Tedy Bharata, Corporate Secretary Danantara Asset Management Maya Tyas Asmoro, dan Tenaga Ahli BP BUMN Khairul Jasmi.


Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat menindaklanjuti seluruh pembahasan melalui pertemuan teknis yang melibatkan kementerian, BUMN, dan instansi terkait guna mempercepat realisasi berbagai program strategis di Sumatera Barat. (***)

 


SUMBARNET - Danantara Housing Expo 2026 resmi ditutup di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Minggu (30/8/2026). Selama empat hari penyelenggaraan, pameran perumahan BUMN terbesar tersebut berhasil menarik sekitar 40 ribu pengunjung, mencatat lebih dari 1.000 akad pembelian rumah dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun, serta menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2,5 triliun.


Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, hadir dalam acara penutupan dan menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan pameran tersebut.


Menurut Dony, Danantara Housing Expo tidak hanya membuka akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mempertemukan berbagai sektor usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.


"Kita akan terus melanjutkan kegiatan seperti ini. Tahun depan akan kami buat lebih baik lagi," ujar Dony dalam video yang diunggah akun Instagram @bumn_id.


Dony menilai penyelenggaraan tahun ini telah berjalan dengan baik. Namun, pihaknya berkomitmen meningkatkan skala dan kualitas acara pada tahun mendatang.


"Sebenarnya sekarang sudah bagus dan sudah oke, tetapi tahun depan kami ingin membuatnya lebih besar," ujarnya.


Ia mengungkapkan bahwa rumah subsidi menjadi salah satu segmen yang paling diminati selama pameran berlangsung. Berdasarkan laporan yang diterimanya saat penutupan acara, transaksi rumah subsidi telah mencapai sekitar 3.000 unit.


"Transaksi rumah subsidi saja sudah mencapai sekitar 3.000 unit? Alhamdulillah, luar biasa," katanya.


Dony menambahkan, sinergi dalam ekosistem Danantara akan terus diperkuat untuk mendorong kegiatan yang memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, Danantara Housing Expo telah menjadi momentum yang mempertemukan sektor perumahan, pembiayaan, UMKM, kuliner, hingga industri kreatif dalam satu rangkaian kegiatan ekonomi.


Melalui kolaborasi tersebut, Danantara berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap hunian sekaligus mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang tercipta melalui ekosistem BUMN.


Pihaknya juga menegaskan bahwa Danantara Housing Expo akan terus dikembangkan sebagai wadah kolaborasi berbagai sektor ekonomi. Dengan skala yang lebih besar pada tahun mendatang, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah, meningkatkan transaksi sektor perumahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. (***)

 


Jakarta, – Kesempatan memiliki rumah dengan cicilan ringan ditawarkan dalam Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Banten, pada 27-30 Agustus 2026.


Pameran ini menghadirkan berbagai pilihan hunian dengan harga mulai sekitar Rp120 juta hingga rumah premium senilai Rp2-3 miliar. Ribuan pengunjung memadati lokasi pameran untuk mencari informasi dan peluang memiliki rumah impian.


Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pihaknya menghadirkan berbagai kemudahan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah.


Berbagai promo yang ditawarkan meliputi uang muka atau down payment (DP) mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun, hingga tenor cicilan yang jauh lebih panjang dibanding skema perbankan pada umumnya.


"Selama ini di perbankan hanya 10-15 tahun. Kita bisa berikan sampai 30 tahun, bahkan 40 tahun," kata Rosan.


Kemudahan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengunjung memanfaatkan pameran untuk berkonsultasi langsung dengan perbankan dan pengembang terkait skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.


Selain menghadirkan promo pembiayaan, Danantara Housing Expo 2026 juga menggelar akad kredit pemilikan rumah (KPR) massal yang melibatkan 200 calon pemilik rumah bersama Himbara dan sejumlah pengembang pada Kamis (27/8).


Sebagian besar rumah yang diakadkan merupakan hunian dengan harga rata-rata sekitar Rp166 juta. Program tersebut didukung skema pembiayaan dengan bunga tetap 5 persen hingga masa kredit berakhir.


Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 360 ribu unit properti dari lebih 130 pengembang BUMN dan swasta. Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 perusahaan menawarkan lebih dari 16 ribu unit hunian yang tersebar dalam 98 proyek di 23 provinsi.


Nilai inventori proyek perumahan BUMN yang dipasarkan mencapai Rp9,79 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.611 unit diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sementara 9.948 unit lainnya menyasar segmen non-MBR.


Untuk memudahkan pengunjung memilih hunian sesuai kebutuhan, pameran dibagi dalam tiga zona utama, yakni first home bagi pembeli rumah pertama, family home untuk kebutuhan keluarga, serta premium living yang menawarkan hunian kelas atas mulai dari rumah tapak hingga apartemen.  (***)

 


SUMBARNET - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp100 juta kepada tiga kelompok tani terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pemulihan aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat pascabencana.


Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @pupukkaltim_id pada Kamis (27/8/2026). Penyaluran bantuan dilakukan melalui program dukungan sarana produksi pertanian yang disertai pendampingan bagi petani terdampak.


Kegiatan itu turut dihadiri karyawan Pupuk Kaltim yang tergabung dalam Relawan Bakti BUMN (RBB) bersama tim Agrosolution yang selama ini mendampingi dan membina petani di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat.


Tiga kelompok tani yang menerima bantuan tersebut yakni Kelompok Tani Lapau Munggu, Kelompok Tani Anugrah, dan Kelompok Tani Patamuan.


Bantuan yang disalurkan meliputi pupuk, pestisida, benih, serta alat dan mesin pertanian. Sarana produksi itu diharapkan dapat membantu petani kembali mengolah lahan yang terdampak banjir dan memulihkan aktivitas pertanian yang sempat terganggu.


Pupuk Kaltim menilai pemulihan pascabencana menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, termasuk bagi para petani yang terdampak banjir.


Melalui bantuan dan pendampingan tersebut, perusahaan berupaya membantu petani kembali berproduksi, memulihkan mata pencaharian, serta melanjutkan aktivitas ekonomi di sektor pertanian.


Selain mendukung pemulihan sektor pertanian, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam membantu masyarakat bangkit setelah bencana. Perusahaan berharap bantuan yang diberikan dapat menumbuhkan kembali harapan dan memperkuat ketahanan petani di Sumatera Barat.


"Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang melewati masa sulit, tetapi juga membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan dan menggerakkan penghidupannya," tulis Pupuk Kaltim dalam unggahan tersebut.


Melalui dukungan sarana produksi dan pendampingan berkelanjutan, Pupuk Kaltim berharap para petani dapat kembali meningkatkan produktivitas lahan serta mempercepat pemulihan sektor pertanian di Kota Padang pascabanjir. (***)

 


SUMBARNET - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) turut ambil bagian dalam Program Relawan Bakti BUMN 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Melalui program kolaborasi tersebut, Pupuk Kaltim bersama insan BUMN lainnya hadir untuk berbagi pengetahuan, membangun kapasitas masyarakat, serta mendukung berbagai kebutuhan di bidang pendidikan, lingkungan, pertanian, usaha mikro dan kecil (UMK), hingga kesehatan.


Salah seorang relawan dari Pupuk Kaltim, Darman Harun, mengaku bangga mendapat kesempatan mengabdi langsung kepada masyarakat melalui program yang diinisiasi Kementerian BUMN tersebut.


"Kami hadir untuk berbagi dan belajar bersama masyarakat. Semoga kontribusi yang kami berikan dapat bermanfaat bagi masyarakat Nagari Kumango, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat," ujar Darman.


Menurutnya, Program Relawan Bakti BUMN menjadi wadah bagi insan BUMN untuk turun langsung ke tengah masyarakat sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial.


Darman juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Danantara Indonesia, Bank Mandiri, serta PT Pupuk Kalimantan Timur yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya dapat menjalankan tugas pengabdian tersebut.


Selama pelaksanaan program, para relawan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan. Mereka mengajar dan memotivasi pelajar di sekolah, memperkuat literasi pendidikan, mengembangkan program bank sampah, memberikan edukasi kepada kelompok tani, meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku UMK, hingga menghadirkan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Bagi Pupuk Kaltim, kehadiran dalam Program Relawan Bakti BUMN 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.


"Berbuat baik bisa dimulai dengan hadir dan terlibat langsung. Ketika kita bergerak bersama, manfaat yang dihadirkan akan terasa lebih luas," demikian semangat yang diusung Pupuk Kaltim dalam program tersebut.


Melalui kolaborasi antara BUMN dan masyarakat, Program Relawan Bakti BUMN 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat pembangunan sosial yang berkelanjutan di berbagai daerah, termasuk di Nagari Kumango, Tanah Datar. (***)

 


SUMBARNET - Kinerja perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) mencatatkan capaian signifikan. Total laba BUMN mencapai Rp330 triliun, jauh melampaui laba Temasek Holdings Singapura yang berada di kisaran Rp136 triliun.


Capaian tersebut diungkapkan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Menurutnya, kekuatan kinerja BUMN menjadi modal penting bagi Danantara untuk memperluas investasi hingga ke pasar global.


“Kalau kita lihat laporan keuangan Temasek, laba bersih mereka sekitar 12 miliar dolar Singapura atau kurang lebih Rp136 triliun. Sementara laba BUMN kita mencapai Rp330 triliun,” kata Dony seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026).


Dony menjelaskan, laba konsolidasi BUMN pada 2026 bahkan diproyeksikan meningkat menjadi Rp360 triliun. Dengan angka tersebut, posisi BUMN Indonesia dinilai sudah unggul dibandingkan Temasek dari sisi laba bersih.


“Kalau secara ukuran net income, tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek,” ujarnya.


Menurut Dony, capaian itu menunjukkan perusahaan-perusahaan negara memiliki kemampuan untuk tumbuh dan bersaing di tingkat internasional. Karena itu, Danantara terus memperluas portofolio investasi di berbagai negara.


Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah akuisisi hotel di Makkah, Arab Saudi. Danantara juga menyiapkan lahan yang akan dikembangkan untuk mendukung kebutuhan jemaah haji Indonesia. Selain itu, perusahaan investasi negara tersebut tengah mengkaji investasi pada sektor bandar udara di Madinah.


“Banyak sekali langkah yang akan membawa kita semakin go global,” katanya.


Tidak hanya berinvestasi langsung, Danantara juga mendorong perusahaan BUMN melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. PT Pegadaian (Persero) menjadi salah satu perusahaan yang disiapkan untuk memperluas pasar melalui peluang akuisisi perusahaan sejenis di Filipina.


Menurut Dony, model bisnis perusahaan pegadaian di Filipina memiliki kesamaan dengan Pegadaian Indonesia. Dengan pengalaman dan skala usaha yang lebih besar, Pegadaian dinilai memiliki peluang kuat untuk berkembang di pasar regional.


“Bisnisnya mirip dengan Pegadaian dan kita sudah lebih unggul. Karena itu, peluang ekspansi ke sana cukup terbuka,” tuturnya.


Melalui berbagai langkah tersebut, Danantara optimistis dapat memperkuat posisi BUMN sebagai pemain global sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (***)

 


SUMBARNET - Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan sebanyak 290 perusahaan BUMN telah menjalani proses perampingan atau streamlining. Sementara itu, sekitar 300 perusahaan lainnya masih dalam proses penataan dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2026.


Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam acara Investor Daily Policy and Economic Dialogue di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Menurutnya, transformasi BUMN terus berjalan melalui langkah konsolidasi dan penataan perusahaan guna menciptakan organisasi yang lebih efisien dan produktif.


“Memang transformasi BUMN ini berjalan dengan cukup baik. Kita sudah melakukan streamlining 290 perusahaan dan ke depannya kita harapkan masih ada sekitar 300-an lagi yang akan kita selesaikan,” ujar Dony.


Program streamlining menjadi salah satu strategi utama BP BUMN dalam memperkuat kinerja perusahaan pelat merah. Melalui langkah tersebut, perusahaan yang tidak produktif, tumpang tindih, atau tidak lagi memiliki nilai tambah dapat digabungkan maupun ditutup sehingga sumber daya dapat difokuskan pada sektor yang lebih strategis.


Dony menjelaskan, kebijakan tersebut telah menghasilkan dampak signifikan terhadap efisiensi. Perusahaan-perusahaan yang ditutup sebelumnya tercatat menanggung kerugian hingga sekitar Rp20 triliun per tahun. Dengan penghentian operasional perusahaan tersebut, potensi kerugian itu dapat ditekan.


Selain itu, BP BUMN juga menemukan berbagai praktik bisnis yang tidak efisien antara perusahaan anak dan induk usaha. Nilai inefisiensi dari aktivitas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 triliun.


Jika digabungkan, efisiensi dari kedua sumber tersebut mencapai sekitar Rp50 triliun. Angka itu belum termasuk penghematan dari biaya gaji, komisaris, direksi, serta berbagai fasilitas dan manfaat yang selama ini ditanggung perusahaan.


“Dengan berbagai langkah yang kita lakukan, target efisiensi yang bisa dicapai hingga akhir tahun diperkirakan lebih dari Rp70 triliun,” jelasnya.


Menurut Dony, transformasi BUMN tidak hanya bertujuan menekan biaya, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan negara. Kinerja bisnis yang lebih sehat diharapkan mampu meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.


BP BUMN menargetkan proses penataan sekitar 300 perusahaan yang masih berjalan saat ini dapat dirampungkan secara bertahap hingga akhir 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing global. (***)

 


Oleh: Gilang Gardhiolla Gusvero, Wartawan


Nama Dony Oskaria tidak disebut paling awal dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026. Namun jejak pekerjaannya terasa hampir di setiap bagian ketika Presiden berbicara tentang kebangkitan perusahaan-perusahaan milik negara.


PT Timah. Pupuk Indonesia. Semen Indonesia. Pertamina. Pelindo. BTN. Bank Mandiri.


Satu per satu nama BUMN itu disebut sebagai contoh perusahaan yang menunjukkan perbaikan kinerja dan pertumbuhan laba. Di hadapan para anggota parlemen dan seluruh rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan apresiasi atas transformasi yang sedang berlangsung di tubuh perusahaan negara.


Publik melihat hasilnya dalam bentuk angka. Laba meningkat. Kinerja membaik. Tata kelola yang semakin kuat.


Namun di balik angka-angka itu, ada pekerjaan panjang yang tidak banyak terlihat. Ada rapat yang berlangsung hingga larut malam. Ada evaluasi terhadap ratusan anak dan cucu usaha. Ada keputusan-keputusan sulit yang tidak selalu populer. Ada keberanian membongkar persoalan lama yang bertahun-tahun tersimpan di balik laporan keuangan perusahaan negara.


Salah satu orang yang berada di pusat pekerjaan itu adalah Dony Oskaria.


Putra Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, itu kini memegang dua amanah besar sekaligus. Ia dipercaya memimpin Badan Pengelola BUMN dan menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.


Jabatan itu, bukan hanya posisi administratif. Di pundaknya melekat tanggung jawab mengawal transformasi ratusan perusahaan negara yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.


Ketika Presiden Prabowo memberikan kepercayaan tersebut pada Oktober 2025, kondisi yang dihadapi tidak sederhana.


BUMN memiliki jaringan perusahaan yang sangat besar. Banyak entitas berdiri sendiri dengan arah bisnis yang saling tumpang tindih. Sejumlah perusahaan menghadapi persoalan efisiensi. Sebagian lainnya dibebani struktur organisasi yang terlalu gemuk. Di sektor konstruksi, beberapa BUMN Karya menghadapi tekanan finansial akibat proyek-proyek besar dan beban utang yang terus meningkat.


Di tengah situasi itu, Dony memilih memulai dari fondasi.


Ia terlebih dahulu memperkuat struktur internal BP BUMN melalui pelantikan pejabat Eselon I dan II. Organisasi dibangun agar memiliki kepemimpinan yang solid sebelum agenda perubahan dijalankan lebih jauh.


Setelah itu, pekerjaan besar dimulai.


Bersama Danantara, Dony menyusun peta jalan transformasi lima tahun untuk mengintegrasikan pengelolaan perusahaan-perusahaan negara. Tujuannya bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi menciptakan ekosistem BUMN yang lebih sehat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global.


Salah satu langkah paling ambisius adalah program streamlining atau perampingan korporasi.


Selama bertahun-tahun, banyak BUMN berkembang dengan jaringan anak usaha hingga cucu usaha yang sangat luas. Tidak sedikit yang bergerak di bidang serupa sehingga menimbulkan tumpang tindih fungsi dan pemborosan sumber daya.


Melalui program tersebut, jumlah entitas perusahaan negara ditargetkan menyusut menjadi sekitar 250 perusahaan inti yang lebih fokus dan produktif. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 274 entitas telah berhasil ditata ulang sebagai bagian dari reformasi besar itu.


Di saat bersamaan, Dony memimpin evaluasi terhadap berbagai anak dan cucu usaha yang dinilai tidak lagi sejalan dengan bisnis utama perusahaan induk. Bersama Danantara Asset Management, proses penataan dilakukan untuk mengembalikan fokus operasional setiap BUMN kepada bidang usaha inti mereka.


Pengawasan juga diperketat.


Monitoring terhadap sejumlah perusahaan dilakukan secara berkala. Tata kelola diperbaiki. Transparansi diperkuat. Praktik-praktik yang berpotensi merusak kesehatan korporasi, termasuk rekayasa keuangan, menjadi perhatian serius.


Langkah paling menantang mungkin terjadi di sektor infrastruktur.


Selama bertahun-tahun, persoalan keuangan BUMN Karya menjadi salah satu isu yang paling sering dibicarakan. Banyak proyek besar berjalan dengan pembiayaan yang agresif. Beban utang meningkat. Sebagian proyek bahkan menghadapi persoalan penyelesaian.


Dony memilih pendekatan yang tidak biasa.


Alih-alih menutupi masalah, ia mendorong pembukaan data secara transparan. Audit terhadap proyek bermasalah dilakukan. Model bisnis yang terlalu bergantung pada utang mulai dievaluasi dan ditata ulang.


Langkah itu tidak selalu nyaman. Namun perubahan besar memang jarang lahir dari zona aman.


Perlahan hasilnya mulai terlihat.


Sejumlah perusahaan negara mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan. PT Timah menjadi salah satu contoh yang paling menonjol. Setelah melalui berbagai proses pembenahan, perusahaan tersebut berhasil membukukan lonjakan laba yang mendapat perhatian langsung dari Presiden.


Perusahaan-perusahaan lain juga menunjukkan perkembangan positif. Pupuk Indonesia, Semen Indonesia, Pertamina, Pelindo, BTN, hingga Bank Mandiri menjadi bagian dari daftar BUMN yang diapresiasi pemerintah atas capaian kinerjanya.


Bagi Indonesia, keberhasilan itu menunjukkan bahwa transformasi BUMN bukan sekadar slogan.


Namun bagi urang awak di ranah Minang, cerita ini memiliki makna yang lebih dalam.


Di tengah agenda besar penataan ekonomi nasional, seorang anak nagari dari Tanjung Alam dipercaya berada di ruang kendali perubahan. Ia tidak lahir dari pusat kekuasaan. Ia tumbuh di ranah Minang dengan nilai kerja keras, semangat belajar, dan tradisi marantau yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.


Perjalanannya menjadi pengingat bahwa talenta-talenta terbaik bangsa tidak hanya lahir dari kota-kota besar. Banyak di antaranya tumbuh dari nagari, dari kampuang-kampuang kecil, dari keluarga sederhana yang percaya bahwa pendidikan dan kerja keras dapat mengubah masa depan.


Karena itu, kisah Dony Oskaria sesungguhnya bukan hanya tentang seorang pejabat atau profesional yang berhasil mencapai posisi tinggi. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang anak nagari mengambil bagian dalam pekerjaan besar negara.


Di usia kemerdekaan yang ke-81, Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita seperti ini. Cerita tentang orang-orang yang tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi ikut membangunnya.


Dan ketika perusahaan-perusahaan negara mulai bangkit, ketika tata kelola terus diperbaiki, serta ketika aset-aset nasional semakin produktif, ada jejak seorang anak nagari dari ranah Minang di dalam proses panjang tersebut.


Urang awak mengenalnya sebagai Dony Oskaria. Indonesia mengenalnya sebagai salah satu penggerak transformasi BUMN nasional.


Barangkali itulah makna paling sederhana dari sebuah perjalanan marantau. Berangkat dari Tanjung Alam sebagai anak nagari biasa, lalu ikut mengambil bagian dalam pekerjaan besar yang menentukan arah masa depan bangsa. Dari ranah Minang, jejak itu kini sampai ke ruang-ruang tempat masa depan ekonomi Indonesia dirancang. (***)

 


Jakarta, – Ketika Danantara resmi hadir sebagai badan pengelola investasi negara, respons publik terbelah. Sebagian melihatnya sebagai terobosan besar dalam pengelolaan aset negara. Sebagian lainnya memilih menunggu, bahkan menyimpan keraguan. Pertanyaan yang muncul saat itu sederhana namun mendasar: apakah aset negara yang selama ini tersebar di berbagai BUMN benar-benar bisa dikelola lebih produktif melalui satu payung pengelolaan?


Setahun kemudian, sejumlah indikator mulai memberikan jawaban.


Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa laba agregat BUMN sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp326 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu capaian terbesar dalam sejarah pengelolaan perusahaan negara.


Namun, bagi banyak kalangan, makna capaian itu tidak hanya terletak pada besarnya laba. Yang lebih menarik justru perubahan yang terjadi di balik angka tersebut.


Transformasi BUMN tidak lagi hanya diukur dari siapa yang mencatatkan keuntungan terbesar. Fokus kini bergeser pada seberapa efisien perusahaan bekerja, seberapa produktif aset yang dimiliki, serta seberapa profesional manajemen menjalankan bisnis. Dengan kata lain, keberhasilan tidak lagi semata-mata dilihat dari ukuran perusahaan, tetapi dari kemampuannya mengubah aset menjadi keuntungan, arus kas, dan nilai tambah yang berkelanjutan.


Perubahan itu mulai terlihat di berbagai perusahaan pelat merah.


Data yang dipaparkan Presiden menunjukkan sejumlah BUMN mencatatkan pertumbuhan laba signifikan. PT Timah membukukan kenaikan laba hingga 804,7 persen. Pupuk Indonesia tumbuh 253 persen, Semen Indonesia 196,5 persen, Pegadaian 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.


Tidak hanya perusahaan yang selama ini sudah kuat. Kisah kebangkitan juga datang dari BUMN yang sebelumnya menghadapi tekanan berat. Krakatau Steel dan Kimia Farma, yang sempat mencatatkan kerugian, kini berhasil kembali membukukan laba. Arah perbaikannya menunjukkan satu pola yang sama: efisiensi, fokus bisnis, dan pengelolaan aset yang lebih disiplin.


Di sinilah peran Danantara mulai mendapat perhatian.


Pengamat Komunikasi Hendri Satrio menilai Danantara bukan hanya berhasil memperbaiki kinerja sejumlah BUMN, tetapi juga mulai mengembalikan optimisme publik terhadap kemampuan negara mengelola aset strategisnya.


"Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara," ujarnya.


Apresiasi serupa datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Menurutnya, berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Danantara mulai menunjukkan hasil nyata, mulai dari penyederhanaan struktur BUMN hingga peningkatan kinerja perusahaan negara.


"Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," kata Andre.


Sejumlah pengamat menilai keberhasilan yang mulai terlihat saat ini tidak lahir dari kebijakan jangka pendek. Danantara mendorong perusahaan negara untuk kembali fokus pada bisnis inti, memperkuat sinergi antarbisnis, mengurangi aktivitas yang tidak menciptakan nilai tambah, dan mengoptimalkan aset agar menghasilkan return yang lebih besar bagi negara.


Perubahan tersebut juga mencerminkan pergeseran paradigma yang lebih mendasar. Selama bertahun-tahun, negara sering dipandang hanya sebagai pemilik aset. Kini pendekatan itu mulai bergeser. Negara tidak lagi sekadar memiliki aset, tetapi aktif mengelolanya agar lebih produktif.


Konsep ini dikenal sebagai pergeseran dari passive ownership menuju active ownership. Dalam pendekatan baru tersebut, aset negara tidak cukup hanya tercatat dalam neraca, tetapi harus bekerja, menghasilkan keuntungan, membuka peluang investasi, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata.


Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menilai reformasi BUMN merupakan langkah penting agar perusahaan negara semakin sehat, profesional, dan produktif. Namun, ia mengingatkan bahwa restrukturisasi harus tetap dijalankan secara transparan dan akuntabel agar tujuan akhirnya benar-benar tercapai.


Pada akhirnya, yang sedang diuji hari ini bukan hanya kinerja Danantara sebagai sebuah lembaga baru. Yang sedang diuji adalah model baru pengelolaan kekayaan negara Indonesia.


Jika tren positif ini terus berlanjut, maka capaian laba Rp326 triliun bukan sekadar catatan keuangan tahunan. Angka tersebut dapat menjadi penanda lahirnya cara baru dalam mengelola aset negar. Cara yang menempatkan produktivitas, efisiensi, dan penciptaan nilai sebagai ukuran utama keberhasilan.


Seperti yang ditegaskan Presiden Prabowo dalam pidatonya, kekayaan Indonesia harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dan bagi banyak pihak, perjalanan Danantara saat ini mulai menunjukkan bahwa cita-cita tersebut bukan lagi sekadar konsep, melainkan arah yang perlahan sedang dibangun menjadi kenyataan. (***)

 


Jakarta, – Di tengah rangkaian Pidato Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan satu pesan yang menonjol di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD RI. Di balik lonjakan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terdapat kerja besar transformasi yang dijalankan Danantara Indonesia bersama seluruh jajaran BUMN.


Secara khusus, Presiden Prabowo memberikan penghargaan kepada pimpinan Danantara dan seluruh timnya yang dinilai berhasil mendorong efisiensi, memperbaiki tata kelola, serta meningkatkan keuntungan perusahaan-perusahaan negara.


"Saya memberikan penghargaan khusus bagi pimpinan Danantara dan seluruh timnya, seluruh jaringannya," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).


Apresiasi tersebut bukan tanpa alasan. Dalam laporannya, Prabowo mengungkapkan transformasi BUMN yang berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026 telah menghasilkan efisiensi keuangan negara lebih dari Rp50 triliun. Penghematan itu berasal dari perampingan struktur perusahaan, pengurangan biaya operasional, hingga penyederhanaan organisasi.


Presiden bahkan menyebut langkah tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dari total 1.074 BUMN yang pernah ada, pemerintah telah menutup 290 perusahaan. Hingga akhir 2026, jumlah BUMN ditargetkan tinggal sekitar 300 perusahaan yang benar-benar sehat dan produktif.


Di balik proses besar itu, nama Dony Oskaria menjadi salah satu figur yang mendapat sorotan. Sebagai pemimpin Danantara Indonesia sekaligus arsitek transformasi BUMN, Dony dinilai berhasil mengubah arah perusahaan-perusahaan negara dari sekadar bertahan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.


Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah BUMN mencatat lonjakan laba yang signifikan sepanjang semester pertama 2026. PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba bersih 408,9 persen. PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen. Pertamina tumbuh 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN naik 54,4 persen.


Salah satu contoh yang disampaikan Presiden adalah kebangkitan PT Timah. Setelah pemerintah menertibkan sekitar 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025, kinerja perusahaan itu melonjak tajam. Dalam enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Timah meningkat 804,7 persen. Valuasi perusahaan pun naik hingga 280 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Transformasi juga terjadi di sektor penerbangan. Garuda Indonesia yang sebelumnya menghadapi tantangan berat berhasil mengaktifkan kembali 20 pesawat yang sempat tidak beroperasi. Hingga Juni 2026, total 104 armada kembali melayani penerbangan.


Tak hanya meningkatkan keuntungan perusahaan, reformasi BUMN juga berdampak langsung pada penerimaan negara. Laba BUMN yang pada 2024 tercatat Rp186 triliun meningkat menjadi Rp326 triliun pada 2025. Dividen yang disetorkan kepada negara melonjak dari Rp85,5 triliun menjadi Rp142,3 triliun.


Pada 2026, pemerintah memproyeksikan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN). Angka tersebut menunjukkan kontribusi perusahaan negara terhadap APBN semakin besar.


Prabowo menegaskan keuntungan yang diperoleh BUMN tidak berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan. Dana tersebut digunakan untuk mempercepat program hilirisasi nasional, pembangunan industri strategis, serta menciptakan lapangan kerja baru.


Bersama Danantara, pemerintah telah memulai 26 proyek hilirisasi sepanjang 2026. Proyek itu mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pembangunan smelter aluminium.


Lebih jauh, pemerintah juga mulai menerapkan strategi upstreaming, yaitu memanfaatkan kekuatan finansial BUMN untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan global yang memiliki teknologi, jaringan pasar, dan kemampuan manajemen kelas dunia.


Bagi Prabowo, keberhasilan transformasi BUMN bukan hanya soal laba yang meningkat atau jumlah perusahaan yang dirampingkan. Transformasi tersebut menjadi fondasi bagi Indonesia untuk membangun ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing global.


Di hadapan sidang kenegaraan yang menjadi bagian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Presiden menunjukkan bahwa pembenahan BUMN telah menjadi salah satu cerita penting perjalanan Indonesia menuju cita-cita besar sebagai negara maju. Di balik cerita itu, Danantara dan Dony Oskaria menjadi nama yang mendapat pengakuan langsung dari kepala negara atas keberhasilan mengubah wajah perusahaan-perusahaan milik rakyat Indonesia. (***)



SUMBARNET - Danantara jadi bintang dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo, Jumat 14 Agustus 2026. Bukan dengan kata pujian. 


Tapi, dengan angka yang bicara sendiri lewat kinerja yang memukau Kepala Negara. Danantara sukses memotong lemak BUMN dan kemudian merapikannya, itulah yang dipuji Presiden.


"Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," kata Presiden di hadapan Sidang Tahunan MPR. 


Ketika Danantara dibentuk, ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Gemuk. Berlapis-lapis direksi dan komisaris. Kini 290 sudah ditutup. Akhir tahun ini tinggal paling banyak 300. 


Hasil nyatanya, overhead Rp50 triliun setahun terpangkas. Uang yang dulu habis karena inefisiensi dan rugi, kini mengalir ke investasi dan pelayanan rakyat.


Laba ikut melonjak. Keuntungan BUMN 2024 dikoreksi jadi Rp186 triliun. Tahun 2025 melesat ke Rp326 triliun. Naik 75,3 persen. Presiden menegaskan angka itu tanpa permainan. 


Dividen pun naik dari Rp85,5 triliun ke Rp142,3 triliun. Dihitung bersih dikurangi PMN, lompatannya lebih dahsyat, dari Rp53 triliun ke Rp138 triliun. Naik 160 persen. 


Tahun 2026 diproyeksikan Rp200 triliun, tanpa PMN sama sekali. Empat kali lipat dalam dua tahun.

Danantara juga tak berhenti di pembenahan. Lembaga ini bergerak ke hilirisasi. 


Dua kali groundbreaking, 6 Februari dan 29 April 2026, total 26 proyek. Batu bara jadi DME. Tembaga, emas, garam industri, smelter alumina. Puluhan ribu lapangan kerja tercipta.


Dan, ada anak baru yang langsung berlari, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Baru beroperasi 1 Juni 2026. 


Dalam 2 bulan 13 hari, DSI mengelola devisa ekspor 14 miliar dolar AS dari tiga komoditas saja. Lebih 6.500 transaksi dipantau. 


Potensi tambahan 5 miliar dolar ditemukan. Sebentar lagi jangkauannya meluas ke 50 pelabuhan di 25 provinsi.


Presiden menutup dengan satu kalimat yang menjadi ruh semuanya. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. (**)

 


Jakarta, – Kinerja positif sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I 2026 menjadi salah satu bukti nyata hasil kerja Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor ekonomi nasional. Melalui konsolidasi dan transformasi BUMN yang dijalankan Danantara, berbagai perusahaan pelat merah berhasil mencatatkan lonjakan laba yang signifikan.


Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, hampir seluruh sektor strategis BUMN menunjukkan pertumbuhan positif. Mulai dari sektor perbankan, pertambangan, perkebunan, logistik, energi hingga industri manufaktur mencatat peningkatan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai kinerja BUMN saat ini masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan unggulan yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi nasional.


“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sejak lama menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misalnya Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan pertambangan, sektor telekomunikasi, serta Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8).


Menurut Toto, potensi pertumbuhan BUMN masih sangat besar. Ia menilai langkah pemerintah melalui Danantara dalam melakukan penataan dan konsolidasi perusahaan negara akan semakin meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN.


“Harapan saya proses streamlining BUMN dapat dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.


PT Timah menjadi BUMN dengan pertumbuhan laba tertinggi. Perusahaan tersebut membukukan laba bersih Rp2,71 triliun atau melonjak 804,7 persen dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp300 miliar. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi perusahaan yang dijalankan pemerintah.


PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan laba Rp8,51 triliun atau tumbuh 253 persen. Sementara PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba 196,5 persen menjadi Rp193,46 miliar. PT Agrinas Palma Nusantara turut mencatat pertumbuhan 150 persen dengan laba mencapai Rp890 miliar.


Di sektor jasa keuangan dan logistik, PT Pegadaian membukukan laba Rp6,59 triliun atau naik 84,6 persen. PT Pelindo mencatat laba Rp2,57 triliun atau tumbuh 60,4 persen. PTPN IV PalmCo membukukan laba Rp3,23 triliun atau meningkat 54 persen, sedangkan BTN mencatat laba Rp2,40 triliun atau naik 40,8 persen.


Bank Mandiri juga mempertahankan tren positif dengan laba Rp30,41 triliun atau tumbuh 24,3 persen. Sementara PT Pertamina Geothermal Energy membukukan laba 79,61 juta dolar AS atau meningkat 15,5 persen.


Tak hanya mencatat pertumbuhan laba, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi juga berhasil membalikkan keadaan. PT Krakatau Steel bertransformasi dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.


Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan hasil nyata kebijakan reformasi dan konsolidasi BUMN yang dijalankan Pemerintah Presiden Prabowo melalui Danantara. Peningkatan kinerja di berbagai sektor menunjukkan bahwa langkah penataan tata kelola, efisiensi operasional, dan penguatan sinergi BUMN mulai memberikan hasil yang terukur bagi perekonomian nasional. (***)