SUMBARNET - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang optimistis mampu mengukir prestasi pada ajang Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.


Ajang bergengsi bagi kader PKK se-Sumatera Barat tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026.

 

Kontingen Kota Padang mengirimkan puluhan kader terbaik yang telah menjalani persiapan dan pembinaan secara intensif selama kurang lebih tiga bulan.


Sebanyak 40 orang rombongan, yang terdiri dari 30 kader peserta lomba beserta pendamping, siap membawa nama Kota Padang dalam berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan pada Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat, Harneli, Staf Ahli TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Dianita Maulin, Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita, Wakil Ketua I sekaligus Ketua Bidang I TP-PKK Kota Padang, Sri Hayati, serta Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Fanny Sri Rizki.


Keikutsertaan Kota Padang dalam jambore tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kualitas, kreativitas, kemampuan, serta hasil pembinaan kader PKK di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.


Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, bertukar pengalaman, meningkatkan kapasitas kader, serta memperkuat peran PKK dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat.


Persiapan Intensif Selama Tiga Bulan


Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita, mengatakan seluruh kader yang dipercaya mewakili Kota Padang merupakan kader pilihan yang telah melalui proses pembinaan dan persiapan secara matang.


Menurutnya, persiapan tidak dilakukan secara singkat. Para peserta telah menjalani latihan intensif selama tiga bulan terakhir untuk memastikan setiap kontingen memahami materi, konsep, serta teknis penampilan dalam cabang lomba yang diikuti.


Dian menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemampuan seluruh kader Kota Padang.


"Melihat persiapan dan semangat para kader, kami sangat optimis bisa memboyong gelar juara di setiap kategori," ujar Dian Puspita.


Pada ajang Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Sumatera Barat Tahun 2026, Kota Padang turun dalam sejumlah kategori lomba yang mewakili Sekretariat dan Kelompok Kerja atau Pokja 1 hingga Pokja 4.


Setiap kelompok kerja menampilkan kemampuan terbaik kader sesuai dengan bidang tugas dan program unggulan masing-masing.


Dian menjelaskan, kontingen Kota Padang siap memberikan penampilan terbaik dalam kategori Defile. Selain itu, pada Pokja 1, tiga orang kader ditugaskan mengikuti lomba Cerdas Cermat.


Sementara Pokja 2 akan menampilkan kemampuan kader dalam penyuluhan terkait Kampung Mandiri dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga atau UP2K.


Program tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peran PKK untuk mendorong kemandirian keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif.


Pada Pokja 3, Kota Padang mengusung materi edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.


Melalui kategori tersebut, kader PKK Kota Padang akan menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali barang yang masih memiliki nilai manfaat, serta melakukan daur ulang terhadap berbagai jenis limbah rumah tangga.


Drama Edukasi STBM Jadi Andalan Pokja 4


Salah satu penampilan yang menjadi perhatian dalam kontingen Kota Padang adalah kategori Pokja 4.

Sebanyak lima orang kader akan tampil dalam sebuah drama edukasi yang mengangkat tema 5 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM.


Drama tersebut akan menyampaikan pesan-pesan penting mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, termasuk penyakit diare, serta upaya percepatan penurunan angka stunting pada anak.


Menurut Dian Puspita, penampilan tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan, tetapi juga kreativitas dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui seni pertunjukan.


"Untuk Pokja 4, kader tidak hanya lihai menyampaikan penyuluhan, tetapi juga menunjukkan kebolehan seni peran. Sebanyak lima kader tampil dalam drama edukasi mengenai 5 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM untuk pencegahan penyakit, diare, serta percepatan penurunan stunting pada anak," jelasnya.


Penyampaian pesan melalui drama diharapkan dapat menjadi metode komunikasi yang menarik dan mudah dipahami.


Selain memperlihatkan kemampuan kader dalam menguasai materi, penampilan tersebut juga menjadi bukti bahwa edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif dan inovatif.


Targetkan Juara Umum


Sementara itu, Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Fanny Sri Rizki, menegaskan bahwa seluruh peserta yang tergabung dalam kontingen Kota Padang merupakan kader-kader terbaik yang telah mendapatkan pembinaan.


Menurutnya, setiap kader telah dipersiapkan untuk memberikan penampilan maksimal dan membawa nama baik Kota Padang dalam ajang tingkat provinsi tersebut.


Selain mengikuti kategori utama, kontingen TP-PKK Kota Padang juga berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba lainnya.


Di antaranya lomba Cerdas Cermat, Kampanye Pengelolaan Sampah, Lomba Cakap Gelari Pelangi, Paduan Suara, Defile, Drama PAREDi, hingga Solo Song.


Dengan banyaknya kategori yang diikuti, TP-PKK Kota Padang berharap dapat meraih hasil maksimal pada setiap cabang perlombaan.


Target besar yang diusung kontingen Kota Padang adalah meraih predikat Juara Umum Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.


Fanny mengatakan target tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk memberikan kemampuan terbaik.


Namun, ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Seluruh kader diharapkan menjadikan jambore tersebut sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan serta memperluas wawasan dalam menjalankan program-program PKK di tengah masyarakat.


TP-PKK Kota Padang juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kontingen yang berlaga dapat memberikan hasil terbaik.


Solo Song Bawakan Lagu “Pasan Buruang”


Salah satu kategori yang turut menjadi perhatian adalah lomba Solo Song.


Tahun ini, para peserta akan membawakan lagu berjudul “Pasan Buruang”, sebuah lagu yang diinisiasi oleh Ketua TP-PKK Sumatera Barat, Harneli.


Fanny Sri Rizki menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan kader Kota Padang yang dipercaya tampil dalam kategori tersebut.


"Lomba Solo Song tahun ini mengusung lagu 'Pasan Buruang' yang diinisiasi oleh Ketua TP-PKK Sumbar, Ummi Harneli Mahyeldi. Dinyanyikan oleh kader berbakat kami, kami yakin penampilannya mampu menyentuh hati para juri di Aula Utama Istana Bung Hatta," katanya.


Kehadiran kategori Solo Song tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan vokal para kader, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan dan memperkenalkan kekayaan seni serta budaya Minangkabau.


Melalui lagu daerah, peserta diharapkan mampu menyampaikan pesan dan nilai-nilai budaya dengan pendekatan seni yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.


Siap Tampil Maksimal


Perwakilan Kota Padang pada kategori Solo Song, Wiko Wido Warisman, menyatakan kesiapannya untuk tampil maksimal dalam kompetisi tersebut.


Ia mengaku telah melakukan berbagai persiapan untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama Kota Padang meraih prestasi.


Wiko juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Ketua TP-PKK Kota Padang beserta jajaran, serta fasilitasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik atau IKP yang turut mendukung kelancaran proses persiapannya.


"Seni adalah bahasa hati, dan lewat nada saya menemukan cara terbaik untuk mengekspresikan keberanian serta karya. Mewakili semangat kebersamaan keluarga besar TP-PKK Kota Padang, saya siap memberikan penampilan terbaik. Semoga lantunan lagu 'Pasan Buruang' nanti tidak hanya menghibur tetapi juga menyentuh hati para juri dan penonton," ungkap Wiko.


Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk membawa semangat dan kekompakan keluarga besar TP-PKK Kota Padang ke tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Ia berharap penampilannya dapat memberikan kontribusi positif bagi perolehan prestasi kontingen Kota Padang.


Wadah Pengembangan Kapasitas Kader PKK


Jambore Kader PKK Berprestasi menjadi salah satu agenda penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas kader PKK.


Melalui kegiatan tersebut, para kader dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat dapat memperlihatkan hasil pembinaan serta inovasi program yang telah dilaksanakan di daerah masing-masing.


Ajang ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman dan gagasan dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.


Berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan memiliki keterkaitan dengan peran strategis kader PKK dalam kehidupan masyarakat.


Mulai dari pendidikan keluarga, peningkatan ekonomi rumah tangga, pengelolaan lingkungan, kesehatan, sanitasi, hingga pencegahan stunting.


Karena itu, keberhasilan dalam jambore tidak hanya diukur dari penampilan di atas panggung atau kemampuan menjawab pertanyaan dalam perlombaan.


Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran mengenai kemampuan kader dalam memahami, menyampaikan, serta mengimplementasikan program PKK di tengah masyarakat.


TP-PKK Kota Padang berharap pengalaman yang diperoleh para kader selama mengikuti Jambore Kader PKK Berprestasi dapat menjadi modal untuk meningkatkan pelaksanaan berbagai program di daerah.


Bawa Semangat Kota Padang


Dengan persiapan selama tiga bulan, dukungan penuh dari jajaran TP-PKK Kota Padang, serta semangat tinggi para kader, kontingen Kota Padang optimistis dapat bersaing dengan peserta dari kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.


Setiap peserta membawa tanggung jawab untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik Kota Padang selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Semangat kebersamaan menjadi modal utama bagi 40 anggota rombongan yang mengikuti jambore tersebut.


Tidak hanya mengejar prestasi individu dalam setiap cabang lomba, seluruh peserta diharapkan mampu membangun kekompakan sebagai satu kesatuan kontingen Kota Padang.


Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita, berharap seluruh kader dapat tampil percaya diri dan menikmati setiap proses perlombaan.


Menurutnya, persiapan yang telah dilakukan secara maksimal harus menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi.


Ajang Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 pun menjadi momentum bagi TP-PKK Kota Padang untuk membuktikan kualitas pembinaan kader yang selama ini telah dilakukan.


Dengan menggabungkan kemampuan intelektual, keterampilan komunikasi, kreativitas, seni, serta pemahaman terhadap program-program PKK, kontingen Kota Padang siap memberikan penampilan terbaik di hadapan tim penilai.


Melalui semangat “bersama dan berprestasi”, TP-PKK Kota Padang berharap dapat membawa pulang hasil terbaik dari Bukittinggi.


Target Juara Umum menjadi penyemangat seluruh kontingen, sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kader PKK dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat di Kota Padang.


Seluruh masyarakat Kota Padang pun diharapkan dapat memberikan doa dan dukungan kepada para kader yang tengah berjuang membawa nama daerah dalam ajang Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.


Dengan persiapan matang, kemampuan para kader, dan semangat kebersamaan yang kuat, kontingen TP-PKK Kota Padang siap mengukir prestasi dan membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan dalam jambore tingkat Sumatera Barat tersebut. (AdF)

 


SUMBARNET - SMP Negeri 7 Padang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan pengembangan prestasi akademik, kreativitas, seni, serta penguatan karakter dan spiritual peserta didik.


Peringatan hari jadi sekolah tersebut diawali dengan pelaksanaan PROMIS atau Pra-Olimpiade ke-10 yang digelar di SMP Negeri 7 Padang, Rabu (2/9/2026).


Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ikhwansyah, Kepala SMP Negeri 7 Padang, Fitria Yenira, jajaran guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta tamu undangan lainnya.


Tahun ini, peringatan HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang mengusung tema, “Dengan Semangat PROMIS ke-10 dan Wisuda Tahfizh ke-5 SMP Negeri 7 Padang, Bersama Mewujudkan Generasi Indonesia Emas yang Berakhlak Qurani, Cerdas, Kreatif, dan Berwawasan Global.”


Tema tersebut mencerminkan komitmen SMP Negeri 7 Padang dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, serta penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik.


Peringatan HUT ke-58 kali ini pun tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sekolah selama hampir enam dekade. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan berbagai potensi dan kemampuan yang mereka miliki.


Sejumlah penampilan turut memeriahkan rangkaian acara. Mulai dari seni tari, musik tradisional, solo song, hingga peragaan busana yang ditampilkan oleh para siswa SMP Negeri 7 Padang.


Penampilan tersebut mendapat sambutan dari warga sekolah dan para tamu undangan. Para peserta didik tampil percaya diri dalam menunjukkan bakat serta kreativitas mereka di hadapan publik.


Melalui kegiatan seni dan kreativitas tersebut, sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi nonakademik. Sebab, pendidikan tidak hanya bertumpu pada kemampuan di dalam kelas, tetapi juga harus mampu memberikan ruang tumbuh bagi berbagai talenta yang dimiliki peserta didik.


PROMIS ke-10 Jadi Bagian Penting Perayaan


Selain berbagai pertunjukan seni dan kreativitas, peringatan HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang juga dirangkai dengan pelaksanaan PROMIS ke-10.


PROMIS merupakan kegiatan Pra-Olimpiade yang telah menjadi salah satu program unggulan SMP Negeri 7 Padang dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai kompetisi akademik.


Kegiatan tersebut telah berlangsung selama satu dekade dan menjadi bagian dari upaya sekolah dalam melakukan pembinaan secara dini terhadap siswa-siswa yang memiliki potensi di bidang akademik.


Melalui PROMIS, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperdalam pemahaman terhadap berbagai bidang ilmu, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.


Seleksi dan pembinaan pra-olimpiade tersebut diharapkan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang dapat membawa nama baik sekolah pada berbagai ajang, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional.


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ikhwansyah, memberikan apresiasi terhadap konsistensi SMP Negeri 7 Padang dalam melaksanakan berbagai kegiatan positif yang mendukung pengembangan potensi peserta didik.


Menurutnya, usia sekolah yang telah memasuki 58 tahun menunjukkan bahwa SMP Negeri 7 Padang telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam menjalankan proses pendidikan serta membina generasi muda.


“SMP Negeri 7 Padang sudah memasuki usia yang sangat matang. Kami berharap sekolah ini terus meningkatkan inovasi sehingga dapat terus berprestasi dan melahirkan anak-anak yang mampu berkontribusi, baik di tingkat daerah, kota, provinsi, maupun nasional,” ujar Ikhwansyah.


Ia berharap SMP Negeri 7 Padang terus melakukan berbagai pembaruan dan inovasi dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan zaman yang semakin cepat, sekolah dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan generasi masa depan.


Menurutnya, prestasi akademik tetap penting untuk terus ditingkatkan, namun pendidikan karakter juga harus menjadi perhatian utama.


Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, kreativitas, karakter yang kuat, serta kemampuan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.


Wisuda Tahfizh ke-5 Segera Digelar


Sementara itu, Kepala SMP Negeri 7 Padang, Fitria Yenira, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-58 tahun ini dikemas melalui beberapa rangkaian kegiatan yang saling berkaitan.


Setelah pelaksanaan PROMIS ke-10, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Wisuda Tahfizh ke-5 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.


Wisuda Tahfizh tersebut akan diikuti oleh sebanyak 24 hafiz dan hafizah dari SMP Negeri 7 Padang.

Kegiatan tahfizh menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam memberikan perhatian terhadap penguatan spiritual dan pembentukan karakter peserta didik.


Menurut Fitria Yenira, pendidikan harus mampu menciptakan keseimbangan antara kecerdasan akademik dan kekuatan spiritual.


Peserta didik diharapkan tidak hanya mampu meraih prestasi dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi moral dan nilai-nilai keagamaan yang kuat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.


“Melalui rangkaian HUT ke-58 ini, kami berharap lahir generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik dan spiritual. Kami ingin melahirkan generasi emas dari SMP Negeri 7 Padang yang menjadi cikal bakal Indonesia Emas 2045,” ungkap Fitria Yenira.


Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT sekolah merupakan bagian dari upaya SMP Negeri 7 Padang untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan mereka.


Baik melalui kompetisi akademik, kegiatan seni, kreativitas, maupun pembinaan keagamaan, seluruh program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Hadirkan Para Perintis PROMIS


Momentum peringatan HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan terhadap perjalanan panjang program PROMIS yang kini telah memasuki pelaksanaan ke-10.


Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah turut menghadirkan para guru yang menjadi perintis atau pelopor ketika program PROMIS pertama kali didirikan.


Kehadiran para perintis tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap dedikasi guru-guru yang telah membangun dan mengembangkan program pembinaan akademik tersebut sejak awal.


Selama satu dekade, PROMIS telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di SMP Negeri 7 Padang dan diharapkan terus berkembang menjadi wadah pembinaan prestasi yang mampu melahirkan generasi-generasi unggul.


Peringatan 10 tahun pelaksanaan PROMIS sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan program tersebut, mulai dari awal pembentukan hingga berkembang menjadi salah satu kegiatan yang terus dipertahankan dalam pembinaan peserta didik.


Dengan usia sekolah yang telah mencapai 58 tahun dan PROMIS yang memasuki dekade pertama, SMP Negeri 7 Padang terus berupaya memperkuat identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.


Sekolah juga berkomitmen memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.

Perpaduan Akademik, Seni dan Spiritual


Rangkaian kegiatan HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang tahun ini memperlihatkan perpaduan antara pengembangan kemampuan akademik, kreativitas seni, serta pembentukan karakter spiritual.


PROMIS menjadi wadah pembinaan prestasi akademik, penampilan seni memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri, sementara Wisuda Tahfizh menjadi bagian dari penguatan nilai spiritual.


Ketiga aspek tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan dalam berbagai bidang kehidupan.


Tidak hanya unggul dalam pelajaran, tetapi juga kreatif, percaya diri, memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan.


Hal tersebut sejalan dengan visi untuk mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.


Generasi masa depan Indonesia diharapkan memiliki kemampuan bersaing secara global tanpa meninggalkan identitas, karakter, dan nilai-nilai moral.


Melalui pendidikan yang menyeluruh, sekolah menjadi salah satu tempat penting dalam mempersiapkan generasi tersebut sejak usia dini.


Peringatan HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Perjalanan panjang selama 58 tahun menjadi modal berharga bagi SMP Negeri 7 Padang untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.


Ke depan, sekolah diharapkan terus melahirkan berbagai inovasi dan program yang mampu mendukung peningkatan kualitas peserta didik.


Dengan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, SMP Negeri 7 Padang optimistis dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia.


Melalui semangat HUT ke-58, PROMIS ke-10, serta Wisuda Tahfizh ke-5, SMP Negeri 7 Padang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda.


Bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, mengembangkan kreativitas, memperkuat spiritualitas, serta mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara menuju Indonesia Emas 2045. (AdF)

 


SUMBARNET - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang melaksanakan kegiatan ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang tersebut digelar selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 1-3 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi dan penilaian administrasi.


Ekspose tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026.


Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, Tim Juri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Kota Padang, serta perwakilan sekolah peserta yang mengikuti proses pemaparan program dan inovasi kesehatan di lingkungan pendidikan masing-masing.


Pelaksanaan ekspose dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Pada hari pertama, Selasa (1/9/2026), kegiatan diikuti oleh peserta dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK). Selanjutnya, pada Rabu (2/9/2026), giliran perwakilan Sekolah Dasar (SD) yang mempresentasikan program unggulan mereka. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), ekspose dilaksanakan pada hari ketiga, Kamis (3/9/2026).


Pada jenjang TK, lima sekolah terbaik yang mendapatkan kesempatan untuk tampil dan memaparkan program kesehatan sekolah masing-masing adalah TK Negeri Pembina, TK Kemala Bhayangkari IV, RA Ikhlas, TK Mariana, dan TK Semen Padang.


Kelima sekolah tersebut mempresentasikan berbagai program dan upaya yang telah dilakukan dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, nyaman, serta mampu menanamkan pola hidup sehat kepada peserta didik sejak usia dini.


Sementara itu, pada hari kedua untuk jenjang Sekolah Dasar, lima sekolah yang menjadi perwakilan dalam tahap ekspose adalah SDN 20 Indarung, SDN 03 Alai, SDN 15 Padang Sarai, SDN 27 Anak Air, dan SD Islam Al Azhar 32.


Masing-masing sekolah diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai program, inovasi, capaian, serta strategi yang telah diterapkan dalam pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah di lingkungan satuan pendidikan mereka.


Plt Kabag Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, menjelaskan bahwa tahap ekspose merupakan bagian yang terintegrasi dan tidak terpisahkan dari seluruh proses penilaian Lomba Sekolah Sehat Tahun 2026.


Menurutnya, proses penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan dokumen administrasi maupun pemaparan yang disampaikan oleh peserta. Tim penilai juga akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan dengan kondisi sebenarnya di sekolah.


"Kita melakukan lomba UKS melalui beberapa kategori, dari mulai dokumen yang kita kumpulkan, lalu kemudian ekspos sekolah-sekolah terbaik. Sebelum kita menentukan mana yang terbaik, kita akan pastikan dulu seluruh eksposnya ini selesai dari sekolah-sekolah terbaik di Kota Padang, baru nanti ada waktunya tim akan turun untuk monitoring ke lapangan, check and balance apakah sesuai dengan yang disampaikan, apakah faktanya seperti itu adanya," ujar Zul Asfi Lubis.


Ia menerangkan, sistem penilaian yang dilakukan secara bertahap tersebut bertujuan untuk menghasilkan penilaian yang objektif, transparan, dan sesuai dengan kondisi nyata yang ada di masing-masing sekolah.


Tahapan awal dimulai dengan pengumpulan dan pemeriksaan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan program UKS/M di setiap sekolah peserta.


Selanjutnya, sekolah-sekolah terbaik diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap ekspose guna memaparkan secara langsung program, kegiatan, inovasi, serta capaian yang telah dilakukan.


Setelah seluruh rangkaian pemaparan selesai, Tim Juri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Kota Padang akan melaksanakan monitoring dan verifikasi lapangan ke sekolah-sekolah yang menjadi peserta terbaik.


Monitoring tersebut menjadi bagian dari proses check and balance untuk mencocokkan informasi, data, serta program yang dipresentasikan saat ekspose dengan kondisi sebenarnya di lapangan.


Dengan demikian, sekolah yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang benar-benar memiliki komitmen dan implementasi nyata dalam menjalankan program kesehatan di lingkungan pendidikan.


Zul Asfi Lubis menegaskan bahwa Lomba Sekolah Sehat bukan semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk menentukan sekolah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik.


Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak, termasuk dalam membiasakan pola hidup bersih dan sehat.


Karena itu, program UKS/M diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan formal atau pelengkap administrasi sekolah, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.


"Mudah-mudahan UKS pada tahun ini lebih baik dan juga anak-anak kita lebih bersemangat untuk bisa hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing," harapnya.


Melalui pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M ini, Pemko Padang berharap seluruh sekolah semakin meningkatkan perhatian terhadap berbagai aspek kesehatan, mulai dari kebersihan lingkungan, sanitasi, kesehatan peserta didik, pola konsumsi makanan sehat, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.


Sekolah juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial.


Program UKS/M sendiri menjadi salah satu wadah penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah. Melalui program tersebut, peserta didik diberikan pemahaman dan pembiasaan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik, serta menjaga kesehatan secara menyeluruh.


Selain itu, keberhasilan pelaksanaan program kesehatan di sekolah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, hingga berbagai instansi terkait.


Oleh sebab itu, kegiatan lomba ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah dan pemerintah dalam mewujudkan generasi muda Kota Padang yang sehat, cerdas, dan berkarakter.


Rangkaian ekspose selama tiga hari tersebut sekaligus menjadi ruang bagi sekolah-sekolah peserta untuk menunjukkan komitmen dan inovasi terbaik mereka dalam mengembangkan program kesehatan di lingkungan pendidikan.


Setiap sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelaksanaan UKS/M secara berkelanjutan.


Dengan adanya proses penilaian yang meliputi pemeriksaan dokumen, ekspose, hingga monitoring lapangan, Pemko Padang ingin memastikan bahwa pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat Tahun 2026 dapat menghasilkan sekolah-sekolah yang benar-benar mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.


Pemko Padang pun optimistis, melalui komitmen bersama seluruh pihak, kualitas lingkungan sekolah dan pelayanan kesehatan bagi peserta didik akan terus mengalami peningkatan.


Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu membentuk generasi Kota Padang yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. (AdF)

 


SUMBARNET - COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meminta rencana pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan Pelabuhan Muara Padang diselaraskan terlebih dahulu dengan Pelindo dan pemerintah daerah sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.


Pernyataan itu disampaikan Dony saat menerima proposal pengembangan kedua pelabuhan dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Mahyeldi menyerahkan proposal tersebut melalui surat Nomor 552.4/195/DISHUB-SB/2026 tertanggal 1 September 2026. Surat itu juga ditembuskan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut serta KSOP Kelas II Teluk Bayur.


Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan pengembangan kawasan pelabuhan harus memiliki keselarasan antara perencanaan daerah, Pelindo, dan kebijakan pemerintah pusat.


"Rencana kawasan Teluk Bayur harus diselaraskan dulu dengan Pelindo dan pemerintah daerah, kemudian dikunci melalui kebijakan pusat agar resmi masuk dalam tata ruang," ujar Dony.


Pemprov Sumbar mengusulkan delapan pekerjaan prioritas di Pelabuhan Teluk Bayur. Di antaranya reklamasi terminal curah tahap pertama seluas 2,32 hektare, pembangunan Dermaga 08 dan Dermaga 09, pemasangan pipa CPO sepanjang 363,68 meter, penataan kawasan permukiman dalam pelabuhan, hingga perpanjangan pemecah ombak sepanjang 558 meter.


Sementara untuk Pelabuhan Muara Padang, usulan difokuskan pada pembangunan Gedung Maritime Centre dan penyusunan kajian bisnis kawasan.


Dalam proposalnya, Mahyeldi menyebut Teluk Bayur merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di pesisir barat Sumatera yang menjadi jalur utama ekspor dan distribusi komoditas Sumbar ke pasar nasional maupun internasional.


Data Pelindo yang dilampirkan menunjukkan Teluk Bayur memiliki dermaga peti kemas sepanjang 348 meter dan dermaga nonpeti kemas 850,5 meter. Kapasitasnya mencapai 345.600 TEUs per tahun, dengan kemampuan melayani curah cair 4,63 juta ton dan curah kering 4,74 juta ton setiap tahun.


Pelabuhan tersebut juga menjadi pusat distribusi minyak sawit mentah (CPO). Tujuh perusahaan memanfaatkan fasilitas tangki timbun di kawasan itu dengan total produksi lebih dari 3,15 juta ton pada 2025. Kontributor terbesar berasal dari PT Padang Raya Cakrawala dengan produksi 1,16 juta ton atau sekitar 37 persen dari total produksi.


Pemprov Sumbar juga mengungkap masih adanya kendala tata ruang. Perda RTRW dan RDTR Kota Padang 2023-2043 masih menetapkan kawasan Teluk Bayur sebagai zona transportasi sehingga belum mengakomodasi pengembangan kegiatan industri. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Muara Padang yang sebagian lahannya masih berstatus zona transportasi, kawasan perlindungan setempat, dan cagar budaya.


Untuk Muara Padang, rancangan Rencana Induk Pelabuhan telah memperoleh pertimbangan teknis dari Kementerian Perhubungan sejak 6 Februari 2025. Sementara pembangunan Gedung Maritime Centre telah mengantongi izin sumber daya air dan Amdal, serta tinggal menunggu persetujuan bangunan gedung sebelum masuk tahap pelaksanaan. (***)

 


Jakarta, – Kelangkaan solar yang berulang di Sumatera Barat diduga bukan karena kekurangan stok, melainkan diserap oleh aktivitas tambang emas ilegal. Kondisi itu dinilai sulit terjadi tanpa diketahui pihak yang bertugas di lapangan.


“Kita minta data tak dapat-dapat. Sudah kirim surat ke Pertamina juga tak diberi. Padahal kita tahu mobil bolak-balik ambil solar ke SPBU. Kita tahu ada mobil bolak-balik itu, sudah lama Pak Dony,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada COO Danantara Dony Oskaria di Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Persoalan solar di Sumbar sudah lama menjadi keluhan. Razia kerap dilakukan, namun praktik yang sama terus berulang. Pemerintah Provinsi Sumbar pun akhirnya membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi dengan melaporkannya kepada Danantara.


Diperoleh informasi, PT Pertamina Patra Niaga segera mengirim tim ke Padang untuk membahas persoalan distribusi solar. Kunjungan itu diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan.


Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menyatakan akan memanggil pihak Patra Niaga untuk meminta penjelasan dan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Gubernur Mahyeldi.


Di sisi lain, aktivitas tambang emas ilegal di Sumbar disebut mencapai ratusan titik dan melibatkan ribuan pekerja. Ratusan alat berat beroperasi siang dan malam, sehingga membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar. Kebutuhan itulah yang diduga menjadi salah satu pemicu tingginya permintaan solar bersubsidi.


Aktivitas tambang ilegal juga dituding menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain meninggalkan lahan rusak, kegiatan tersebut berpotensi mencemari sungai akibat penggunaan merkuri.


Menurut Mahyeldi, Pemprov Sumbar telah mengajukan usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya penataan aktivitas pertambangan.


Dokumen yang diperoleh menunjukkan adanya dua surat usulan WPR yang dikirim gubernur kepada pemerintah pusat.


Surat pertama bernomor 540/249/MB/III/DESDM-2025 tertanggal 13 Maret 2025 ditujukan kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batubara. Dalam surat itu, Pemprov Sumbar mengusulkan WPR seluas 13.354,69 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten.


Rinciannya meliputi Agam sebanyak 9 blok seluas 68,81 hektare, Pasaman Barat 18 blok seluas 1.584,69 hektare, Solok Selatan 183 blok seluas 5.588,52 hektare, Solok 19 blok seluas 360,92 hektare, Sijunjung 131 blok seluas 5.625,06 hektare, Kepulauan Mentawai 16 blok seluas 93,87 hektare, serta Tanah Datar 12 blok seluas 32,82 hektare.


Surat kedua bernomor 540/563/BP/DESDM-2025 tertanggal 30 Juni 2025 merupakan tindak lanjut atas surat Dirjen Minerba tertanggal 15 Mei 2025. Dalam surat itu, gubernur mengusulkan tambahan WPR seluas 4.278,86 hektare.


Tambahan tersebut mencakup Dharmasraya sebanyak 90 blok seluas 2.777,15 hektare, Pasaman Barat 2 blok seluas 189,37 hektare, serta Pasaman 17 blok seluas 1.312,34 hektare.


Dengan dua surat tersebut, Pemprov Sumbar mengusulkan total 497 blok WPR dengan luas 17.633,55 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. Sebagian besar wilayah yang diusulkan diperuntukkan bagi komoditas emas. (***)

 


Jakarta - Kelangkaan solar yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat memunculkan tanda tanya. Pasalnya, di tengah antrean panjang kendaraan pada sejumlah SPBU, stok solar disebut dalam kondisi aman.


Persoalan itu mendapat perhatian Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh. Ia mempertanyakan penyebab kelangkaan solar jika pasokan dari Pertamina masih tersedia.


"Ada apa bisa langka, padahal stok dari Pertamina aman," ujar Rahmat Saleh, Kamis (3/9/2026).


Menurut Rahmat, kondisi tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada rantai distribusi yang perlu segera ditelusuri. Ia menilai kelangkaan tidak semestinya terjadi apabila pasokan dan stok benar-benar mencukupi.


Rahmat menduga terdapat kemungkinan kebocoran distribusi atau penyalahgunaan solar subsidi di lapangan. Karena itu, ia meminta pengawasan diperketat agar penyaluran berjalan sesuai peruntukan.


"Kalau stok aman tetapi langka, pasti ada kebocoran. Solar subsidi dialihkan ke kebutuhan lain. Pertamina harus memperketat pengawasan. Dugaan kebocoran di lapangan, untuk tambang ilegal dan lain sebagainya, harus ditegakkan aturannya," tegasnya.


Ia juga meminta aparat penegak hukum dilibatkan dalam pengawasan distribusi solar subsidi. Menurutnya, pengawasan tidak cukup dilakukan oleh Pertamina semata.


"Patra Niaga sudah tepat bergerak cepat. Untuk pengawasan, harus melibatkan pihak Polri," ujarnya.


Merespons persoalan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga dijadwalkan bertemu Pemerintah Provinsi Sumbar pada Jumat (4/9/2026). Pertemuan itu akan membahas distribusi solar sekaligus memperkuat pengawasan penyaluran di lapangan.


Patra Niaga juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan solar subsidi tersalurkan tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Langkah cepat itu dilakukan setelah laporan mengenai kelangkaan solar di Sumbar sampai kepada COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Menanggapi laporan tersebut, Dony langsung meminta jajaran terkait mengambil langkah penanganan.


"Saya panggil segera Dirut Patra Niaga," kata Dony.


Kelangkaan solar sebelumnya dilaporkan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat bertemu Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Dalam pertemuan itu, Mahyeldi menyampaikan masih adanya keluhan masyarakat terkait distribusi solar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar.


Selain membahas persoalan solar, keduanya juga mendiskusikan sejumlah agenda strategis pembangunan daerah. Di antaranya pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan pertambangan tanpa izin (PETI), pembangunan energi baru terbarukan, pemanfaatan gas Sinamar, pengembangan jalan tol, hingga perluasan Pelabuhan Teluk Bayur. (***)

 


Palupuh,  -- Rumah Ernida (56 tahun) di Sawah Kareh Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mengalami kebakaran. (3/9/26).


Diperkirakan kebakaran ini sekitar jam 14.10 WIB, hal ini pertamakali diketahui oleh Hendri Yanto. Dimana Hendri melihat api di atas atap seng rumah korban, selanjutnya saksi menghubungi tetangga sebelah rumahnya dan masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut menyampaikan langsung kepada Kapolsek Palupuh. 


Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Palupuh bersama 2 (dua) orang personel piket langsung menuju TKP.


Selanjutnya, Kapolsek Palupuh menghimbau warga sekitar TKP melakukan upaya pemadaman api dengan menggunakan sumber air kolam yang berada di belakang rumah yang terbakar, sedangkan 1 (satu) orang personel lainnya melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.


Diperkirakan pada jam 14.50 WIB, api yang membakar rumah korban dapat dijinakkan dan dipadamkan.


Sekitar jam 15.05 WIB, 3 (tiga) unit mobil Damkar Kabupaten Agam dan 1 (satu) unit mobil Damkar Kota Bukittinggi,  selanjutnya petugas Damkar langsung melakukan upaya pemadaman secara menyeluruh terhadap lokasi kebakaran.


Selain rumah permanen berukuran berukuran 8 x 10 meter, satu unit mobil Honda Jazz Nomor Polisi BA 1290 LK, turut terbakar, diperkirakan 20 tabung gas dan perabotan rumah serta barang dagangan berupa makanan kucing hangus terbakar.


"Sekira pukul 15.30 WIB, api telah padam secara total, sedangkan kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan Rp350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah)." ungkap Kapolsek Palupuh.


Setelah api dinyatakan padam, Kapolsek Palupuh bersama jajaran melakukan pengamanan TKP dengan memasang Police Line di lokasi kejadian. 


Dugaan sementara, api berasal dari konsleting arus listrik, tutup IPTU. M Raufudin Silitonga, S.H. (**)



SUMBARNET - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padang Pariaman menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia. Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap peran Kejaksaan RI dalam menegakkan supremasi hukum dan memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.


Ucapan selamat tersebut disampaikan jajaran Satlantas Polres Padang Pariaman sebagai wujud terjalinnya hubungan baik, koordinasi, serta sinergitas antarlembaga penegak hukum dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.


Kasatlantas Polres Padang Pariaman, Iptu Atissa Dwi Putri, S.TrK, MT, mengatakan Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang institusi Kejaksaan dalam menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya di bidang penegakan hukum.


Menurutnya, Kejaksaan memiliki peran strategis dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergitas antara seluruh unsur penegak hukum menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.


“Atas nama keluarga besar Satuan Lalu Lintas Polres Padang Pariaman, kami mengucapkan selamat Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga Kejaksaan Republik Indonesia semakin profesional, berintegritas, serta terus memberikan pengabdian terbaik dalam penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Iptu Atissa Dwi Putri.


Ia mengatakan, peringatan Hari Jadi Kejaksaan tidak hanya menjadi momentum seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya komitmen seluruh aparat penegak hukum dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.


Kepercayaan publik, menurut Iptu Atissa, harus terus dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang humanis, transparansi, profesionalitas, serta komitmen dalam menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Polri dan Kejaksaan merupakan dua institusi yang memiliki peran penting dan saling berkaitan dalam proses penegakan hukum. Koordinasi yang baik antara kedua lembaga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelayanan hukum dan penanganan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


“Sinergitas antarlembaga penegak hukum sangat penting. Polri dan Kejaksaan memiliki tugas dan fungsi masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan rasa keadilan, kepastian hukum, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” katanya.


Sebagai bagian dari Polri yang memiliki tugas khusus di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Satlantas Polres Padang Pariaman juga terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


Menurut Iptu Atissa, semangat kebersamaan dan kolaborasi menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya antarunit di lingkungan kepolisian, tetapi juga dengan seluruh pemangku kepentingan, instansi pemerintah, serta lembaga penegak hukum lainnya.


Peringatan Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia, lanjutnya, menjadi momentum untuk semakin memperkuat hubungan kelembagaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.


“Maksud kami menyampaikan ucapan selamat ini adalah sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Kejaksaan Republik Indonesia yang selama ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Kami juga ingin terus memperkuat semangat kebersamaan dan sinergitas antarpenegak hukum,” ungkapnya.


Ia menambahkan, sinergitas yang kuat akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang berjalan secara optimal, profesional, dan sesuai dengan prinsip keadilan.


Selain itu, hubungan harmonis antarinstitusi juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang. Perkembangan teknologi, dinamika sosial masyarakat, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.


“Kita menyadari bahwa tantangan dalam penegakan hukum ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara seluruh aparat penegak hukum agar setiap tugas dapat dilaksanakan secara maksimal,” jelasnya.


Kasatlantas Polres Padang Pariaman tersebut berharap Kejaksaan Republik Indonesia terus berkembang menjadi institusi yang semakin dipercaya masyarakat dan mampu menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.


Ia juga berharap hubungan baik dan kerja sama antara Polres Padang Pariaman dengan jajaran Kejaksaan dapat terus ditingkatkan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah.


“Harapan kami, Kejaksaan Republik Indonesia semakin maju, semakin profesional, dan terus menjadi institusi yang dipercaya masyarakat. Semoga seluruh jajaran Kejaksaan senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutur Iptu Atissa.


Lebih lanjut, Iptu Atissa menegaskan bahwa Satlantas Polres Padang Pariaman akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam bidang lalu lintas.


Upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, kata dia, membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat serta stakeholder terkait.


“Pada akhirnya, seluruh institusi pemerintah dan aparat penegak hukum memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kepentingan bangsa serta negara. Dengan semangat sinergitas, kami optimistis berbagai tugas dan tantangan dapat dihadapi bersama,” katanya.


Momentum Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia pun diharapkan menjadi penyemangat baru bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus meningkatkan dedikasi dan pengabdian.


Satlantas Polres Padang Pariaman turut mendoakan agar Kejaksaan Republik Indonesia senantiasa sukses dalam menjalankan amanah, menjaga marwah institusi, serta terus hadir memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.


Dengan semangat kebersamaan dan sinergitas yang terus diperkuat, hubungan antara Polri dan Kejaksaan diharapkan semakin solid dalam mendukung terciptanya penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.


Selamat Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga semakin maju, profesional, berintegritas, dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (AdF)

 


SUMBARNET - Gerak cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Payakumbuh kembali membuahkan hasil. Hanya berselang sehari setelah aksi pencurian dilaporkan terjadi, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial Hen (43) yang diduga terlibat dalam pencurian handphone milik warga di Jorong Koto Kaciak, Kenagarian Taeh Baruah, Kabupaten Lima Puluh Kota.


Terduga pelaku diamankan oleh personel Satreskrim Polres Payakumbuh pada Rabu, 2 September 2026, di sebuah rumah yang berada di kawasan Jorong Koto Kaciak, Kenagarian Taeh Baruah.


Penangkapan tersebut dilakukan setelah jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh melakukan serangkaian penyelidikan dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi pencurian yang terjadi sehari sebelumnya.


Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti keseriusan jajaran Polres Payakumbuh dalam merespons setiap laporan masyarakat, khususnya terkait tindak pidana pencurian yang meresahkan warga.


Manfaatkan Tongkat Panjang untuk Mengambil Handphone

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan dengan cara yang cukup unik. Terduga pelaku disebut memanfaatkan tongkat panjang yang biasa digunakan untuk mengambil buah alpukat.


Tongkat tersebut kemudian diarahkan menuju posisi handphone milik korban yang berada di dalam kamar.


Dengan menggunakan alat tersebut, terduga pelaku diduga berusaha menarik handphone hingga benda tersebut mendekati jangkauan tangannya.


Cara tersebut diduga dilakukan untuk mengambil handphone tanpa harus secara langsung masuk ke dalam kamar korban.


Setelah mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan orang yang diduga terlibat.


Upaya penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan informasi serta menindaklanjuti berbagai petunjuk yang diperoleh petugas di lapangan.


Hasilnya, polisi akhirnya mengarah kepada seorang pria berinisial Hen. Petugas kemudian melakukan tindakan kepolisian hingga berhasil mengamankan yang bersangkutan di sebuah rumah di wilayah Jorong Koto Kaciak, Kenagarian Taeh Baruah.


Kapolres Payakumbuh: Laporan Masyarakat Harus Direspons Cepat


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.Ik, MH menegaskan bahwa kecepatan dalam merespons laporan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kepolisian.


Menurutnya, setiap laporan yang disampaikan masyarakat harus ditindaklanjuti secara profesional melalui proses penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


“Kami berkomitmen untuk memberikan respons yang cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Setiap informasi terkait dugaan tindak pidana akan kami tindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan secara profesional sesuai dengan prosedur hukum,” ujar Kapolres.


Ia mengapresiasi gerak cepat personel Satreskrim, khususnya Tim URC, yang telah melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan seorang yang diduga terlibat dalam kasus pencurian tersebut.


“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras personel di lapangan. Saya meminta seluruh anggota untuk terus meningkatkan kemampuan, kecepatan dalam merespons laporan serta tetap mengedepankan profesionalisme dan ketelitian dalam setiap proses penanganan perkara,” katanya.


Kapolres menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus memberikan kepastian bahwa setiap laporan yang masuk mendapatkan perhatian dan penanganan.


Tekankan Profesionalisme dan Proses Hukum


AKBP Irwan Andeta juga mengingatkan personel agar dalam setiap pengungkapan kasus tetap berpedoman pada aturan hukum.

 

Kecepatan dalam mengamankan terduga pelaku harus tetap diiringi dengan proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.


“Saya tekankan kepada personel agar setiap penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan dan sesuai dengan aturan. Kita harus bekerja cepat, tetapi tetap teliti dan tidak mengabaikan prosedur hukum,” tegasnya.


Menurut Kapolres, pengungkapan kasus pencurian bukan hanya bertujuan untuk mengamankan orang yang diduga terlibat, tetapi juga sebagai upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.


Polisi juga terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut untuk mengetahui secara lebih jelas rangkaian kejadian serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.


Polisi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan


Kapolres Payakumbuh turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

 

Masyarakat diminta tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan dengan meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau.


Handphone dan barang berharga lainnya sebaiknya disimpan di tempat yang aman, terutama ketika pemilik rumah sedang beristirahat atau meninggalkan rumah.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Kewaspadaan masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana. Apabila menemukan atau mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, segera informasikan kepada pihak kepolisian,” ungkap AKBP Irwan Andeta.


Ia berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus ditingkatkan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Harapan Kapolres: Jangan Beri Ruang bagi Pelaku Kejahatan


Lebih lanjut, Kapolres Payakumbuh berharap keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polres Payakumbuh.


Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kegiatan preventif maupun penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan.


“Harapan saya, seluruh personel tetap semangat dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Jangan pernah lengah terhadap setiap bentuk gangguan kamtibmas. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dan memberikan pelayanan yang cepat, tepat serta humanis,” harapnya.


Kapolres juga menekankan bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja nyata. Setiap keberhasilan pengungkapan perkara diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


Sementara itu, terhadap terduga pelaku yang telah diamankan, proses hukum selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan. 


Polisi masih mendalami perkara tersebut guna mengungkap secara utuh fakta-fakta terkait dugaan pencurian handphone tersebut.


Dengan adanya gerak cepat Satreskrim Polres Payakumbuh dalam menindaklanjuti laporan masyarakat, diharapkan masyarakat tidak ragu untuk melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


Polres Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, mengungkap tindak pidana serta memberikan pelayanan kepolisian secara profesional dan Presisi. (AdF)

 


SUMBARNET - Kapolres Pariaman Kota AKBP Agung Pranajaya, SH, S.IK, MH, kembali memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB).


Kali ini, Kapolres Pariaman Kota bersama jajaran melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid At Taqwa Taratak, Kota Pariaman, Kamis (3/9/2026).


Kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah tersebut merupakan salah satu bentuk pendekatan Polri kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan masyarakat.


Sejak dini hari, Kapolres bersama personel hadir dan berbaur dengan jamaah Masjid At Taqwa Taratak untuk melaksanakan ibadah Salat Subuh secara berjamaah.


Kehadiran orang nomor satu di Polres Pariaman Kota tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan jamaah yang hadir.


Tidak hanya melaksanakan ibadah bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Kapolres dan jajaran untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.


Melalui interaksi dan silaturahmi yang terjalin, berbagai informasi maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diketahui secara langsung oleh jajaran kepolisian.


Kapolres Pariaman Kota AKBP Agung Pranajaya mengatakan, Gerakan Subuh Berjamaah merupakan kegiatan positif yang memiliki banyak manfaat, baik dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan maupun dalam memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat.


Menurutnya, Polri tidak dapat menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara maksimal tanpa adanya dukungan serta partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.


Karena itu, komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat harus terus dibangun melalui berbagai kegiatan yang bersifat positif.


“Gerakan Subuh Berjamaah ini merupakan salah satu upaya kami untuk terus menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Kami ingin hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat, sehingga terjalin komunikasi yang baik serta hubungan yang semakin harmonis,” ujar AKBP Agung Pranajaya.


Ia mengatakan, masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan GSB, jajaran Polres Pariaman Kota juga ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Menurut Kapolres, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata. Seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


“Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Polri membutuhkan dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif,” katanya.


AKBP Agung Pranajaya berharap masyarakat tidak segan menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian serta memberikan informasi apabila mengetahui adanya persoalan maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungannya.


Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting sebagai langkah awal dalam melakukan pencegahan terhadap berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas.


“Kami berharap masyarakat terus menjadi mitra Polri. Apabila ada persoalan atau hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, jangan ragu untuk menyampaikan kepada kami. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap persoalan dapat kita cegah dan selesaikan bersama,” ungkapnya.


Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah juga merupakan bagian dari upaya Polres Pariaman Kota untuk membangun pendekatan yang lebih humanis dan religius kepada masyarakat.


Kapolres menilai, pendekatan keagamaan dapat menjadi salah satu cara efektif dalam memperkuat karakter dan membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kedamaian serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.


Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.


Masyarakat juga diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menyebarkan berita bohong atau informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


“Di tengah perkembangan teknologi dan informasi saat ini, kita harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya dan jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan,” tegas Kapolres.


Lebih lanjut, AKBP Agung Pranajaya menyampaikan bahwa Polres Pariaman Kota akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga.


Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dilakukan dalam situasi tertentu atau ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.


Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Pariaman Kota untuk terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri melalui pelayanan yang humanis, profesional dan penuh tanggung jawab.


“Kami ingin Polri semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Kami ingin membangun kebersamaan dan saling mengenal, sehingga masyarakat merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan Polri,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan generasi muda.


Menurutnya, keluarga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.


Dengan adanya perhatian dan pengawasan bersama, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter, disiplin serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.


“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga. Dari masjid kita membangun silaturahmi, memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan semangat untuk bersama-sama menjaga Kota Pariaman agar tetap aman, damai dan kondusif,” tutur AKBP Agung Pranajaya.


Kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid At Taqwa Taratak tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban.

Usai melaksanakan Salat Subuh berjamaah, Kapolres bersama jajaran berkesempatan bersilaturahmi dan berinteraksi dengan para jamaah serta masyarakat yang hadir.


Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan emosional antara jajaran Polres Pariaman Kota dengan masyarakat.

Melalui kegiatan GSB, Polres Pariaman Kota berharap tercipta komunikasi dua arah yang semakin baik antara masyarakat dan kepolisian.


Dengan terbangunnya sinergi yang kuat, masyarakat diharapkan semakin aktif berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Gerakan Subuh Berjamaah juga diharapkan dapat terus menjadi wadah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.


Polres Pariaman Kota berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


Dengan semangat kebersamaan, kedekatan dan komunikasi yang terus dibangun, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polres Pariaman Kota semakin harmonis.


Kapolres Pariaman Kota AKBP Agung Pranajaya menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting bagi Polri dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik.


Melalui kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah, diharapkan tercipta semangat bersama untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan serta mewujudkan Kota Pariaman yang aman, nyaman, religius dan kondusif. (AdF)