Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Lolos Dari Penghinaan



SUMBARNET - Ketika babak pertama berakhir, para pemain Brasil berjalan gontai meninggalkan lapangan, menyadari bagaimana suasana di tanah air mereka.


Mereka hanya berjarak 45 menit dari tersingkir lebih awal di Piala Dunia—yang tercepat sejak 1966—serta menanggung penghinaan nasional.


Dalam laga babak 32 besar tersebut, Jepang mampu menjaga jarak dari Brasil, unggul lebih dulu, dan tampak cukup nyaman mengendalikan permainan.


Bagi tim yang belum pernah membalikkan keadaan untuk menang dalam laga gugur Piala Dunia sejak 2002, situasinya terlihat suram. Bagi para penonton, kejutan mulai tampak sebagai kemungkinan yang nyata.


Namun, seharusnya kita tidak meragukan Carlo Ancelotti.


Pelatih Brasil itu adalah sosok yang akrab dengan kemenangan.


Dia mencatatkan rekor lima gelar Liga Champions sebagai pelatih, serta meraih trofi di lima liga utama Eropa.


Apa pun sebutannya, nyaris semuanya telah dia menangkan—setidaknya di level klub.


Namun ini adalah pekerjaan internasional pertamanya, dan pelatih asal Italia tersebut menjadi pelatih asing pertama Brasil di Piala Dunia. Maka, wajar jika muncul dugaan bahwa dia sedikit cemas setelah 45 menit pertama.


"Tidak, tidak juga. Saya percaya pada tim kami," ujarnya.


Tenang hingga akhir. Pada titik itu, Ancelotti telah merancang kemenangan comeback pertama Brasil di fase gugur Piala Dunia sejak mengalahkan Turki di semifinal sekitar 24 tahun lalu.


Krisis pun berhasil dihindari, dan laga babak 16 besar melawan Pantai Gading atau Norwegia sudah menanti.


Namun tak diragukan lagi, ketenangan pria berusia 67 tahun itu menjadi kunci untuk membawa mereka sejauh ini.


Sc : BBC Indonesia

0 Post a Comment:

Posting Komentar