Sumbarnet. id. Mentawai– Dengan hormat, kami sampaikan kondisi warga Dusun Jati, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, atas nama Fitri Anita, 43 tahun.
Tiga tahun terakhir, Fitri Anita menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Antonius, menderita stroke. Penyakit tersebut menyebabkan Antonius lumpuh dan mengalami gangguan kejiwaan, sehingga seluruh beban nafkah dan perawatan berpindah kepada Fitri.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya obat suami, Fitri bekerja sebagai nelayan saat cuaca baik, dan ke ladang saat ombak besar. Hasilnya tidak menentu. Jika tangkapan laut melimpah, kebutuhan makan dan obat terpenuhi. Jika tidak, keluarga terpaksa menahan lapar.
Kondisi rumah yang mereka tempati saat ini jauh dari layak huni. Atap rumah banyak yang bolong, sehingga saat hujan air masuk ke ruang tamu dan kamar tidur. Hanya satu kamar yang masih dapat digunakan dengan aman.
Tiga bulan lalu, tim Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai telah melakukan kunjungan ke kediaman Fitri Anita dan menjanjikan bantuan. Hingga Mei 2026, bantuan tersebut belum terealisasi.
Bhabinkamtibmas Sipora Utara, Polres Kepulauan Mentawai, Aipda Donny, membenarkan kondisi tersebut dan berharap perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial.
“Beban yang dipikul Ibu Fitri sangat berat. Selain kebutuhan ekonomi harian, beliau juga harus menangani kondisi kesehatan dan psikis suami yang butuh perhatian terus-menerus. Kami sangat berharap Bapak Bupati dan Dinas Sosial segera menyalurkan bantuan, baik berupa bantuan sosial tunai, bahan pokok, obat-obatan, maupun bantuan bedah rumah tidak layak huni,” ujar Aipda Donny.
Besar harapan kami, melalui pemberitaan ini, Ibu Fitri Anita beserta keluarga dapat segera mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Sosial, agar kehidupan dan perawatan suami beliau dapat lebih terjamin. (Robi)

0 Post a Comment:
Posting Komentar