SUMBARNET - Dalam wawancara bernada keras setelah laga, pelatih Mesir Hossam Hassan mengatakan timnya telah "diperlakukan tidak adil" dan "menjadi korban ketidakadilan".
"Ada banyak hal yang patut dipertanyakan, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata Hassan.
"Banyak aspek negatif yang muncul. Ini soal kredibilitas, atau kurangnya kredibilitas, dalam bagaimana pertandingan ini berlangsung.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap bertahan dalam persaingan.
"Juara dunia mendapat dukungan di setiap level. Tampaknya ada tekanan dari kubu Argentina yang memengaruhi hasil akhir ini."
Dia terlihat menyilangkan kedua lengannya di depan dada, sebuah gestur yang didukung FIFA sebagai simbol bagi pemain dan pelatih untuk memberi tahu wasit mengenai dugaan insiden rasisme.
Namun, dalam pernyataannya setelah pertandingan, pelatih Mesir itu tidak menyinggung makna gestur tersebut.
"Kami tidak melihat adanya rasa hormat maupun sportivitas," ujarnya.
"Penalti untuk kami tidak diberikan, bahkan tidak ditinjau melalui VAR. Gol kedua kami juga dianulir dengan alasan yang sulit dipahami.
Kita semua melihat bagaimana jersey ditarik [oleh Alexis Mac Allister], tetapi tidak ada pemeriksaan VAR. Kehidupan memang tidak selalu adil, tetapi mengapa keadilan juga tidak hadir dalam olahraga?"
Penyerang Mesir, Mostafa Zico, menyampaikan nada serupa.
"Wasit benar-benar tidak adil. Ketidakadilan itu terlihat jelas. Perlakuan yang tidak adil sudah terasa sejak awal pertandingan," katanya.
Sc : bbc

0 Post a Comment:
Posting Komentar