SUMBARNET - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB, memicu perdebatan luas terkait kepemimpinan wasit François Letexier.
Sejumlah komentator dan mantan wasit menilai beberapa keputusan yang diambil selama pertandingan menguntungkan Argentina, terutama terkait pembatalan gol kedua Mesir.
Mesir sempat memimpin melalui gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko hingga unggul 2-0. Namun, Argentina bangkit pada 15 menit terakhir lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2 sekaligus memastikan tiket ke perempat final.
Mantan kiper Timnas Inggris, Rob Green, menilai keputusan VAR menganulir gol kedua Mesir tidak tepat karena dugaan pelanggaran terjadi jauh sebelum proses gol tercipta.
Pendapat serupa disampaikan analis sepak bola Mesir, Ahmad Yousef, yang menilai intervensi VAR tidak seharusnya dilakukan mengingat pelanggaran yang dipersoalkan dinilai minim dan sudah terlalu jauh dari fase akhir serangan.
Kritik juga datang dari mantan wasit Liga Inggris, Graham Scott. Ia menyebut intervensi VAR dalam insiden tersebut tidak sesuai dengan prinsip penggunaan teknologi, yang seharusnya hanya mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata.
Menurutnya, tidak ada pelanggaran yang cukup signifikan untuk membatalkan gol Mesir, sehingga keputusan tersebut terus menjadi bahan perdebatan setelah pertandingan berakhir.
Sumber: viva co id

0 Post a Comment:
Posting Komentar