SUMBARNET - Rekonstruksi dan peningkatan Jalan Raya Pasir Jambak senilai Rp8.592.946.844 menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Padang pada 2026. Pekerjaan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Infrastruktur Jalan dari APBN itu tidak hanya memperbaiki konektivitas, tetapi juga memperkuat jalur evakuasi tsunami sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata Pantai Pasir Jambak.
Jalan yang baik menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi. Ketika akses transportasi lancar, distribusi barang dan jasa semakin efisien, aktivitas masyarakat meningkat, dan sektor pariwisata ikut bergerak. Kondisi itulah yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota Padang melalui pembangunan ruas Jalan Raya Pasir Jambak.
Proyek dengan nilai kontrak Rp8,59 miliar tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender berdasarkan Kontrak Nomor 001/Kont-PJ/DAKPUPR/2026 tertanggal 2 Juni 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Sarana Mitra Saudara (SMS) dengan pengawasan PT Taru Nusantara.
Di lapangan, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Tahapan galian pelebaran (widening) dilakukan sesuai spesifikasi teknis, dilanjutkan pemasangan geotekstil sebelum penimbunan. Material timbunan dipadatkan menggunakan baby roller atau mini road roller serta melalui pengujian kepadatan di laboratorium guna memastikan mutu konstruksi memenuhi standar.
Komitmen terhadap kualitas tersebut diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur jalan yang memiliki daya tahan tinggi dan umur layanan yang lebih panjang.
Perkuat Program Padang Rancak
Peningkatan Jalan Raya Pasir Jambak menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Padang Rancak yang menitikberatkan pada penataan kawasan, peningkatan mobilitas masyarakat, serta penyediaan infrastruktur yang layak.
Pemanfaatan dana APBN melalui skema DAK Fisik juga menjadi langkah percepatan pembangunan daerah tanpa membebani APBD secara berlebihan. Program ini sekaligus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong peningkatan konektivitas menuju daerah tujuan wisata dan kawasan rawan bencana.
Lingkup pekerjaan meliputi rekonstruksi badan jalan, pelebaran, pengaspalan hingga peningkatan lapisan pondasi bahu jalan sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Jawaban atas Keluhan Masyarakat
Selama ini, ruas Jalan Raya Pasir Jambak kerap dikeluhkan masyarakat karena mengalami kerusakan, berlubang, dan belum beraspal secara optimal. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Melalui proyek ini, Pemerintah Kota Padang berupaya menghadirkan akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan.
Jalur Evakuasi Tsunami Semakin Andal
Selain mendukung mobilitas, proyek ini memiliki fungsi strategis sebagai jalur evakuasi bencana. Kawasan Pasie Nan Tigo berada di zona merah pesisir yang berpotensi terdampak tsunami sehingga membutuhkan akses evakuasi yang cepat dan andal.
Dengan pelebaran serta peningkatan kualitas jalan, mobilisasi masyarakat menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) maupun Tempat Evakuasi Akhir (TEA) diharapkan menjadi lebih cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Pembangunan juga memperhatikan sistem drainase guna meminimalkan genangan air dan mengurangi potensi kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi.
Dorong Kebangkitan Wisata dan Ekonomi Lokal
Pantai Pasir Jambak dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kota Padang dengan hamparan pasir putih, deretan pohon pinus, panorama matahari terbenam, serta kawasan konservasi penyu.
Akses jalan yang semakin baik diyakini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memangkas waktu tempuh menuju kawasan wisata tersebut.
Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku ekonomi lokal. Kehadiran infrastruktur yang memadai diperkirakan mampu menggerakkan usaha masyarakat, mulai dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, hingga pengelola pondok kuliner dan usaha jasa wisata di sepanjang Pantai Pasir Jambak.
Dengan demikian, proyek peningkatan Jalan Raya Pasir Jambak tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan bencana, meningkatkan daya saing pariwisata, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir Kota Padang. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar