UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah VI Bersama Dinas PUPR Kota Padang Bergerak Cepat Tangani Longsor di Ruas Jalan Teluk Bayur–Nipah–Purus

 


SUMBARNET - UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah VI Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang bergerak cepat melakukan penanganan terhadap longsoran yang terjadi di KM 18+100 Ruas Jalan Teluk Bayur–Nipah–Purus pada Senin (6/7/2026).


Longsoran tersebut terjadi pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Material berupa tanah, batu, dan ranting pohon menutupi sebagian badan jalan sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas.


Mendapatkan laporan dari masyarakat dan petugas di lapangan, UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah VI BMCKTR Provinsi Sumatera Barat segera mengerahkan personel beserta peralatan yang diperlukan untuk melakukan penanganan darurat.


Dalam proses penanganan tersebut, UPTD berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kota Padang guna mempercepat proses pembersihan material longsor sehingga akses jalan dapat segera difungsikan kembali.


Tim gabungan bekerja membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan, memastikan kondisi jalan kembali aman, serta melakukan pemantauan terhadap area lereng yang berpotensi mengalami longsor susulan.


Berkat koordinasi dan kerja sama yang baik antarinstansi, proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga arus lalu lintas kembali normal dan masyarakat dapat melintasi ruas jalan tersebut dengan aman.


Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST, MT, mengatakan bahwa penanganan cepat merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Setiap kejadian yang berpotensi mengganggu fungsi jalan harus segera ditangani agar mobilitas masyarakat tidak terganggu dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin antara UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah VI dengan Dinas PUPR Kota Padang sehingga penanganan longsor dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan tepat sasaran," ujar Armizoprades.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan bencana yang berdampak pada infrastruktur jalan, terutama pada musim hujan ketika potensi terjadinya longsor dan bencana hidrometeorologi meningkat.


"Ke depan kami berharap sinergi yang baik ini terus terjalin sehingga setiap kondisi darurat dapat direspons dengan cepat. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika melintasi daerah yang memiliki tebing atau lereng rawan longsor. Apabila menemukan kondisi jalan yang membahayakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendry, mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kelancaran akses transportasi.


"Penanganan longsor ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi darurat yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Sinergi yang terbangun antara Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat dan Dinas PUPR Kota Padang menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan koordinasi yang baik," katanya.


Menurut Malvi Hendry, tujuan utama dari penanganan cepat tersebut adalah memastikan keselamatan masyarakat serta memulihkan akses jalan secepat mungkin agar aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan mobilitas warga tidak terganggu.


"Harapan kami, kolaborasi seperti ini dapat terus dipertahankan dan semakin diperkuat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat memengaruhi infrastruktur jalan. Kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan, mematuhi rambu lalu lintas, dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan agar dapat segera ditangani," ujarnya.


Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah VI, Dinas PUPR Kota Padang, serta pihak-pihak terkait yang telah bekerja sama dalam penanganan kejadian tersebut.


Melalui respons cepat dan kolaborasi yang solid, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur jalan, menjaga keselamatan pengguna jalan, serta memastikan konektivitas antarwilayah tetap terpelihara demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar