119 KK Terdampak Banjir di Sipora Selatan, BPBD Mentawai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik



SUMBARNET - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Senin (24/8/2026) mengakibatkan sejumlah kawasan di Kecamatan Sipora Selatan terendam banjir.


Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, banjir berdampak terhadap warga di enam dusun yang tersebar pada dua desa, yakni Desa Saureinu dan Desa Mara.


Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak cepat melakukan penanganan serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak, Selasa (25/8/2026).


Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi setelah wilayah mereka terdampak banjir.


Dari hasil pendataan sementara di lapangan, wilayah yang terdampak berada di dua desa. Di Desa Saureinu, banjir merendam dua dusun, yakni Dusun Bailo dengan 26 kepala keluarga (KK) dan Dusun Bulasat sebanyak 37 KK.


Sementara di Desa Mara, terdapat empat dusun yang terdampak. Rinciannya, Dusun Mara Utara sebanyak 17 KK, Dusun Mara Barat 12 KK, Dusun Mara Tengah 20 KK, dan Dusun Mara Timur sebanyak 6 KK.


Dengan demikian, total masyarakat yang terdampak banjir berdasarkan data kaji cepat mencapai 119 KK.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sarman Simanungkalit, membenarkan jumlah tersebut. 


Ia mengatakan pendataan dilakukan oleh Tim TRC BPBD untuk mengetahui kondisi warga sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.


"Total terdampak banjir di wilayah Desa Saureinu sebanyak 119 KK," kata Sarman kepada media, Selasa (25/8/2026).


Menurut Sarman, kondisi banjir di Kecamatan Sipora Selatan saat ini sudah berangsur membaik. Air yang sebelumnya menggenangi sejumlah kawasan telah surut sehingga situasi di lapangan dinyatakan aman dan terkendali.


Meski demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan karena hujan masih berpotensi terjadi dan kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.


Selain memastikan kondisi masyarakat, BPBD bersama Dinsos/Tagana juga langsung mendistribusikan bantuan logistik tahap awal kepada warga yang terdampak.


Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama bahan pangan selama masa penanganan pascabanjir.


Untuk warga terdampak di Dusun Bailo, BPBD Mentawai menyalurkan dua dus mie instan, dua dus ikan kaleng serta 10 karung beras dengan berat masing-masing 5 kilogram.


Sementara untuk warga di Dusun Bulasat, bantuan yang disalurkan terdiri dari dua dus mie instan, dua dus ikan kaleng dan 10 karung beras dengan berat masing-masing 5 kilogram.


Secara keseluruhan, bantuan BPBD tersebut menyasar 64 KK yang berada di wilayah terdampak.

Tidak hanya BPBD, bantuan juga disalurkan oleh Dinas Sosial bersama Tagana untuk memperluas jangkauan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak banjir.


Untuk Desa Saureinu, Dinsos/Tagana menyalurkan beras SPHP ukuran 5 kilogram sebanyak 50 zak, telur sebanyak lima papan, mie instan sebanyak 20 dus serta sarden besar sebanyak 20 kaleng.


Sedangkan untuk Desa Mara, bantuan yang diberikan berupa beras SPHP ukuran 5 kilogram sebanyak 50 zak, telur lima papan, mie instan 16 dus serta sarden kecil sebanyak 40 kaleng.


Sarman mengatakan penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap awal. BPBD Mentawai kembali melakukan distribusi bantuan logistik tambahan kepada warga di Desa Saureinu dan Desa Mara pada Selasa.


"Hari ini kembali lagi BPBD Mentawai menyalurkan bantuan logistik tambahan di Desa Saureinu dan Desa Mara," ujarnya.


Ia menegaskan, langkah cepat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana.


BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan perkembangan kondisi warga di masing-masing wilayah dapat dipantau secara berkala.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak lengah meskipun genangan air telah surut. 


Mengingat masih berada pada periode musim hujan, potensi terjadinya banjir maupun tanah longsor tetap harus diwaspadai, khususnya pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.


Sarman mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan segera mengambil langkah antisipasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama.


"Kami minta warga selalu siaga. Jika ada tanda-tanda bahaya segera melapor ke pemerintah desa atau BPBD," pesannya.


Menurutnya, informasi dan laporan cepat dari masyarakat sangat penting dalam proses penanganan bencana. Dengan adanya laporan sejak dini, petugas dapat segera melakukan asesmen dan mengambil tindakan sesuai kondisi di lapangan.


BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak akan terus dilakukan. Koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait juga akan diperkuat untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan masyarakat.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang terdampak banjir tidak hanya mendapatkan bantuan pada tahap awal, tetapi juga memperoleh penanganan sesuai kebutuhan apabila kondisi di lapangan kembali berubah.


Hingga Selasa (25/8/2026), kondisi banjir di wilayah Sipora Selatan dilaporkan telah surut dan situasi secara umum aman terkendali. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu kembali genangan, banjir, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.


BPBD Mentawai mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda alam dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun petugas BPBD apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.


Dengan respons cepat BPBD bersama Dinsos/Tagana dan pemerintah desa, penanganan terhadap 119 KK terdampak banjir di Kecamatan Sipora Selatan terus dilakukan secara bertahap, sembari menunggu perkembangan cuaca dan kondisi wilayah dalam beberapa hari ke depan. (Robi)

0 Post a Comment:

Posting Komentar