Jembatan Bailey Matobe Sikakap Mulai Dibangun, Jembatan Sementara Capai 80 Persen



Sumbarnet.id, Mentawai — Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, resmi dimulai. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp3,4 miliar dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan akses transportasi masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan lama yang kondisinya sudah miring dan membahayakan.


Jembatan Bailey Matobe memiliki peran vital bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Kecamatan Sikakap dengan wilayah paling ujung di Pagai Utara, khususnya kawasan Mapinang.


Kondisi jembatan lama yang semakin memprihatinkan membuat pembangunan jembatan baru dinilai mendesak. Jika akses tersebut terganggu, mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga aktivitas perekonomian warga di wilayah tersebut berpotensi ikut terdampak.


Pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh CV Satria Bumi Sukawati berdasarkan Nomor Kontrak 600.1.9/05/PPK-BM.15-2024 tanggal 8 Juni 2026. Pelaksanaan pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender.


Jembatan Sementara Diprioritaskan

Sebelum pembangunan jembatan permanen dapat dilakukan, pihak pelaksana terlebih dahulu membangun jembatan sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka selama proses pembangunan berlangsung.


Pelaksana Lapangan, Dayat, mengatakan pembangunan jembatan sementara saat ini telah menunjukkan progres cukup signifikan.


“Hingga saat ini pengerjaan jembatan sementara sudah di titik 80 persen,” kata Dayat kepada media, Selasa (25/8/2026).


Menurutnya, pembangunan jembatan sementara menjadi prioritas karena jembatan Bailey lama yang masih digunakan masyarakat sudah dalam kondisi tidak layak dan cukup berisiko apabila terus dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.


“Jembatan sementara ini kita prioritaskan terlebih dahulu agar mobilitas masyarakat tidak terhenti selama pembangunan jembatan permanen berlangsung,” ujarnya.


Dayat menjelaskan, untuk pembangunan jembatan permanen tipe Bailey, saat ini material masih dalam proses pengadaan dan fabrikasi di pabrik. Pihak pelaksana berharap material tersebut dapat segera selesai dan dikirim ke lokasi pekerjaan di Desa Matobe.


“Untuk jembatan permanen tipe Bailey masih dalam proses. Kita akan upayakan secepatnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jembatan Bailey yang dipesan di pabrikasi segera terealisasi dan tiba di lokasi Desa Matobe,” jelasnya.


Akses Vital Masyarakat

Dayat menegaskan pihaknya akan berupaya memaksimalkan seluruh pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Namun, sambil menunggu material jembatan permanen tiba di lokasi, penyelesaian jembatan sementara menjadi pekerjaan yang paling diutamakan.


“Jembatan ini merupakan akses penghubung satu-satunya lintasan dari Sikakap menuju daerah paling ujung bagian Pagai Utara, yakni Mapinang. Kalau ini terhambat, aktivitas masyarakat dan ekonomi pasti ikut terhambat,” katanya.


Ia menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya digunakan sebagai jalur mobilitas warga, akses tersebut juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.


Karena itu, pembangunan jembatan sementara diharapkan dapat menjadi solusi selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.


Minta Dukungan Masyarakat

Pihak pelaksana juga meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan dukungan terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung.


“Jembatan permanen saat ini masih dalam proses. Kami mohon dukungan warga agar pekerjaan ini bisa diselesaikan sesuai waktu yang ditetapkan,” tambah Dayat.


Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Jembatan Bailey Matobe yang lama memang sudah mengalami kemiringan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat yang melintas, terutama kendaraan yang membawa beban.


Dengan dimulainya pembangunan jembatan baru serta progres jembatan sementara yang telah mencapai 80 persen, masyarakat berharap proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.


Setelah jembatan sementara rampung dan material jembatan permanen tiba di lokasi, pembangunan diharapkan dapat segera dilanjutkan sehingga akses penghubung Sikakap menuju wilayah Pagai Utara, termasuk Mapinang, dapat kembali memiliki infrastruktur yang aman dan memadai.


Pembangunan Jembatan Bailey Matobe ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Kepulauan Mentawai. Dengan tersedianya akses yang lebih aman, mobilitas warga, kegiatan ekonomi, serta distribusi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih lancar. (Robi)

0 Post a Comment:

Posting Komentar